Penyakit-penyakit koi

by Aditya » Sat Feb 16, 2008 2:53 pm

Tanda-tanda koi yang terserang penyakit adalah: 1.sekujur tubuh berubah 2.suka menyendiri 3.ikan megap-megap 4.diam didasar kolam dan strip dada terbuka 5.tidak nafsu makan 6.insangnya terdapat parasit 7.berenang menyentak-nyentak 8.gerakan salto Sedangkan penyakit-penyakit yang sering menyerang koi adalah: 1.penyakit gelembung renang Koi yang terserang gelembung renangnya selalu berenang di permukaan air, jatuh ke dasar kolam, dan berenang melintir-lintir (tidak bisa berenang dengan lurus dan normal). Penyebab penyakit gelembung renang ini tidak lain adalah terjadinya pembengkakan usus yang me-nekan gelembung renang. Pembengkakan usus bisa saja terjadi karena koi salah makan, misalnya saja di-berikan makanan yang mudah mengembang seperti roti. Roti ketika dimakan kering akan mengembang begitu bereaksi dengan air dalam usus dan bisa menyebabkan usus membengkak. Atau bisa disebabkan usus tidak mampu mencerna makanan yang dikon-sumsi koi, yang menyebabkan tubuh lemah sebagaimana halnya penurunan suhu yang drastis. Semua ini menyebabkan penimbunan lemak yang mampu merusak fungsi gelembung renang dan koi bertingkah aneh. Selama ini belum ada obat yang bisa me-nolong koi dari penderitaannya. Satu-satunya jalan. adalah dengan menghindarkan (diet) koi dari makanan yang mudah mengembang dan banyak mengandung lemak. Juga hindarkan agar koi tidak mengalami pergoncangan suhu yang drastis. 2.cacing jangkar Parasit lernaea yang populer dengan nama cacing jangkar yang terlihat dengan mata telanjang juga sekali waktu ditemukan menyerang koi di kolam. Sama seperti white spot, cacing jangkar ini juga menyerang pada seluruh bagian tubuh, bahkan sampai pada insang koi. Lernaea menyerap cairan dalam tubuh koi. Akibatnya koi lemah dan bentuk-nya tidak bagus. Pada serangan yang sudah parah koi bisa menemui ajalnya. Sialnya lagi Lernaea gam-pang berkembang biak, sehingga Jika seekor koi terserang lernaea dan tidak segera ditanggulangi pasti-lah dalam tempo singkat seluruh koi dalam kolam akan terjangkiti. Sungguh tidak enak

rasanya mem-bayangkan koi yang, mulus-mulus dikotori denganparasit yang seperti cacing melayang-layang dalam air! Parasit ini dalam jumlah sedikit pada seekor koi bisa dicabut dan bekas gigitannya yang berdarah diolesi dengan obat merah. Jika serangan sudah merata bisa diobati dengan larutan formalin berkonsentrasi 25 ppm selama 10 menit dengan pengulangan 2-3 kali setiap 2 hari sekali dengan cara pemandian. Bisa juga dengan Diphterex seperti mengobati kutu ikan. 3.malachite green Malachite Green merupakan pewarna triphenylmethane dari group rasamilin. Bahan ini merupakan bahan yang kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan parasit dari golongan protozoa, seperti: ichtyobodo, flukes insang, trichodina, dan white spot, serta sebagai fungisida. Penggunaan bahan ini hendaknya dilakukan pada sistem tertutup seperti akuarium atau kolam ikan hias. Malachite green diketahui mempunya efek sinergis apabila diberikan bersamasama dengan formalin. Terdapat indikasi bahwa kepopuleran penggunaan bahan ini agak menurun, karena diketahui bisa menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan manusia apabila terhirup. Malachite Green juga dapat menimbulkan akibat buruk pada filter biologi dan pada tanaman air. Disamping itu, beberapa jenis ikan diketahui tidak toleran terhadap bahan ini. Warna malachite green bisa melekat pada apa saja, seperti tangan, baju, dan peralatan akuarium , termasuk plastik. Hindari penggunaan malachite green dalam bentuk serbuk (tepung). Disarankan untuk menggunakan malachite green dalam bentuk larutan jadi dengan konsentrasi 1% dan telah terbebas dari unsur seng. Dosis dan Cara Pemberian Dosis 0.1 - 0.2 ml dari larutan 1% per 10 liter air, sebagai perlakuan perendaman jangka panjang. Pemberian dosis dapat dilakukan setiap 4-5 hari sekali. Sebelum pemberian dosis dilakukan, disarankan untuk mengganti air sebanyak 25 % Dosis 1 - 2 ml dari larutan 1% per 10 liter, sebagai perlakuan jangka pendek (30 - 60 menit). Perlakuan dapat di ulang setiap 2 hari sekali. Perlakuan dapat dilakukan sebanyak 4-5 ulangan. Dosis campuran antara Malachite Green dan Formalin untuk perlakuan pada ikan adalah 0.05 0.1 ppm MG dan 10 -25ppm Formalin. Untuk udang-udangan atau invertebrata laut adalah 0.1 0.2 ppm MG dan 10 - 25 ppm Formalin. Malachite Green dapat pula diberikan sebagai disinfektan pada telur dengan dosis 5 ppm selama 10 menit. Perlakuan hendaknya dilakukan pada tempat terpisah. Perhatian Malachite Green dapat bersifat racun terhadap burayak ikan, terhadap beberapa jenis tetra, dan

beberapa jenis catfish seperti Pimelodidae atau blue gill. Beberapa penyimpangan hasil perlakuan dengan MG dapat terjadi apabila perlakuan dilakukan pada pH air diatas 9 atau apabila temperatur air diatas 21 ° C. Yakinkanlah MG yang digunakan adalah dari jenis yang bebas Seng. Tidak ada salahnya dilakukan percobaan terlebih dahulu pada 1 atau 2 ikan sebelum perlakuan MG dilakukan pada sejumlah banyak ikan. 4.white spot White spot atau dikenal juga sebagai penyakit "ich" merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit. Penyakit ini umum dijumpai pada hampir seluruh spesies ikan. Secara potensial white spot dapat berakibat mematikan. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih di sekujur tubuh dan juga sirip. Inang white spot yang bervariasi, siklus hidupnya serta caranya meperbanyak diri dalam akuarium memegang peranan penting terhadap berjangkitnya penyakit tersebut. Tanda-tanda Penyakit Siklus hidup white spot terdiri dari beberapa tahap, tahapan tesebut secara umum dapat dibagi dua yaitu tahapan infektif dan tahapan tidak infektif (sebagai "mahluk" yang hidup bebas di dalam air atau dikenal sebagai fase berenang) (lihat gambar). Gejala klinis white spot merupakan akibat dari bentuk tahapan sisklus infektif. Ujud dari "white spot" pada tahapan infektif ini dikenal sebagai Trophont. Trophont hidup dalam lapisan epidermis kulit, insang atau rongga mulut. Oleh karena itu, julukan white spot sebagai ektoparasit dirasa kurang tepat, karena sebenarnya mereka hidup dilapisan dalam kulit, berdekatan dengan lapisan basal lamina. Meskipun demikian parasit ini tidak sampai menyerang lapisan di bawahnya atau organ dalam lainnya. Ikan-ikan yang terjangkit akan menunjukkan penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip, tubuh, insang atau mulut. Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Tapi pada saat parasit tersebut makan, tumbuh dan membesar, sehingga bisa mencapai 0.5-1 mm, bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. Pada kasus berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada bendabenda lain di dalam akuarium sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan, akibat gangguan pernapasan, atau akibat infeksi sekunder. Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat. Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan

mereka akan tampak lesu.perubahan fisiologis. Penyebab. pemberian bahan ini harus dilakukan berulang-ulang untuk menghilangkan white spot secara menyeluruh dari akurium. khususnya yang tidak bersisik diketahui sangat tidak toleran terhadap produk-produk anti white spot. Perlakuan ini hanya dapat dilakukan pada ikan-ikan yang tahan terhadap garam. pada ikan yang terjangkit sangat parah. Perlu diperhatikan bahwa spesies ikan tertentu. Akuarium sendiri dapat dibersihkan dari white spot dengan cara memindahkan selurah . Diketahui bahwa fase berenang white spot hanya dapat bertahan hidup selama beberapa jam saja sebelum harus menempel pada inangnya. Parasit ini diketahui terdiri dari beberapa strain. ketiga senyawa itu tidak akan mampu menghancurkan fase infektif yang hidup di dalam tubuh kulit ikan. Mereka akan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat dan siripnya tampak bergetar ( mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut). Tanaman air dan pakan hidup dapat pula menjadi perantara white spot terutama apabila lingkungan hidup tanaman dan pakan hidup tersebut telah terjangkit white spot sebelumnya. oleh karena itu. Air ledeng berkualitas baik jarang menjadi media penyebaran white spot. Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megap-megap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Meskipun demikian. biasanya mereka akan mati selama proses pengolahan air. sirip tampak robek-robek dan compang-camping. oleh karena itu. Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas. Pencegahan dan Perawatan Tindakan karantina terhadap penghuni akuarium baru merupakan tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan dalam menghindari berjangkitnya white spot. Oleh karena itu. dan atau formalin. Ichtyophtirius multifilis memiliki selang toleransi suhu lebar. atau terapung di permukaan. Produk ini biasanya terdiri dari senyawa-senyawa kimia seperti metil biru. malachite green. Insang juga tampak memucat. Berbagai produk anti white spot banyak dijumpai di toko-toko akuarium. perhatikan cara pemberian obat-obatan tersebut pada kemasannya dengan baik Perlakuan perendaman dengan garam dalam jangka panjang (selama 7 hari pada dosis 2ppt(part per thousand)) diketahui dapat menghilangkan white spot . Oleh karena itu. atau melalui air yang mengandung parasit pada fase berenang. Apabila ini terjadi peluang ikan untuk dapat disembuhkan akan relatif sangat kecil. White spot disebabkan oleh parasit yang diberi nama: Ichtyophtirius multifilis. Terjadinya kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan menglami stres osmotik dan stres pernapasan. penyakit white spot dapat dijumpai baik pada ikan-ikan yang hidup di air dingin maupun yang hidup di daerah tropis. White spot dapat masuk kedalam sistem akuarium melalui ikan yang terjangkit. Pada dasarnya white spot termasuk mudah dihilangkan apabila diketahui secara dini.

Luka terbuka yang terjadi dapat menyebabkan ikan menjadi sangat lemah. dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada sistem pengaturan osmotik ikan. Apabila ulcer terjadi . Pada kasus yang sangat parah. Sering pula borok ini disertai dengan memerahnya pinggiran borok tersebut. Pada suatu serangan white spot sering dijumpai ada ikan dari jenis yang sama tidak terjangkit oleh white spot tersebut sama sekali. atau mata menonjol (pop eye). Fenomena ini biasanya ditandai dengan munculnya borok/luka terbuka pada tubuh ikan. jaga agar ikan tidak mengalami stres berlebihan.ikan dari akuarium tersebut. Pada lingkungan tanpa ikan sebagai inang. Dari sekian banyak spesies yang ada Botia macracantha merupakan salah satu spesies yang sangat rentan terhadap white spot. terutama dari golongan aeromonas. kurus. dapat pula disertai dengan gejala penyakit bakterial lainnya seperti kembung. myobaker. dan dapat menyebabkan ikan menjadi sangat rentan terhadap infeksi sekunder.ulcher Ulcer merupakan suatu pertanda tarjadinya berbagai infeksi bakteri sistemik pada ikan. Kekebalan ini dapat bertahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan. fase berenang dari whte spot akan mati dengan sendirinya. Seperti diketahui stres kronis dapat menyebabkan ikan mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Nekrosis kulit. Semua peralatan akuarium juga akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 7 hari. Penyebab. atau akibat perubahan lingkungan. biasanya sebagai akibat terjadinya infeksi sistemik kronis yang diakibatkan oleh bakteri. hal yang perlu diperhatikan adalah mencoba menghilangkan penyebab ikan stres dan coba perbaiki dan tingkatkan kualitas air akuarium yang . Radiasi dengan sinar ultra violet dapat pula membantu mengurangi populasi white spot. 5. Pada akuarium dengan suhu diatas 21°C. Ulcer dapat memicu terjadinya infeksi sekunder terutama infeksi jamur. Meskipun demikian ketahanan ini dapat menurun apabila ikan yang bersangkutan mengalami stres atau terjangkit penyakit lain. pseudomonas. Setiap jenis ikan memiliki tingkat kerentanan yang berbeda terhadap white spot. Hal ini merupakan salah satu petunjuk adanya fungsi kekebalan tadi. selain itu. terutama sebagai akibat penanganan ikan yang kurang baik. Akan lebih aman lagi apabila akuarium tersebut dibiarkan selama 7 hari. dapat menjadi pemicu terjadinya ulcer. Stres. akuarium akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 4 hari. Pencegahan dan Perawatan Untuk mencegah terjadinya ulcer. dan vibrio. Ikan yang lolos dari serangan white spot diketahui akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. dimana terjadi kerusakan kulit yang luas. dropsi.

seperti cichlid. seperti pada cichlid yang menempelkan telurnya pada substrat. Pada kasus yang parah. Tingkat kerentanannya bervariasi tergantung pada spesies ikannya. Penyebab Jamur dari golongan Saproligna dan atau Achyla Kontrol dan Perlakuan Pada jenis ikan yang mengasuh anaknya. telur-telur lain yang subur akan dapat terjaga dari infeksi jamur. induk ikan secara teratur akan menyingkirkan telur yang mati sebelum telur-telur tersebut berjamur.bersangkutan. Dalam beberapa kasus. harus ikut campur dalam menyingkirkan telur mati tersebut dengan menggunakan pipet. Telur transparan yang tidak subur baru akan berubah menjadi puthih dalam waktu 24 jam. sampai tahap tertentu. sehingga diharapkan ikan dapat bertahan dan mampu menurunkan resiko terjadinya infeksi jamur sekunder. Pada jenis ikan yang telurnya menggerombol. perendaman dalam garam untuk jangka panjang (selama beberapa hari) dengan dosis 3-5 ppm dapat membantu memulihkan stres osmotik. Infeksi jamur baru akan terjadi setelah beberapa saat kemudian. pada akhirnya akan dapat menghancurkan seluruh populasi telur tersebut. Hal ini tentu saja tidak tepat. Pada dasarnya beberapa buah telur bisa saja berwarna putih pada saat dikeluarkan. Secara alamiah jamur ini akan menyerang telur-telur yang tidak subur (mati). Beberapa diantaranya malah diketahui dapat memproduksi telur yang tahan terhadap infeksi jamur. dengan demikian. Sedangkan pada kasus yang serius.serangan jamur pada telur ikan Telur ikan diketahui relatif rentan terhadap serangan jamur akuatik. biasanya diperlukan perlakuan dengan anti biotik (seperti oxytetracycline) yang diberikan secara oral melalui pakan. tidak tertutup kemungkian jamur ini pun akan meyebar dan menyerang telur-telur subur (sehat). 6. Kondisi demikian. Sering disalahartikan bahwa telur-telur yang berwarna putih atau opak adalah telur yang berjamur meskipun tidak dijumpai adanya hifa. Ulcer ringan. jarum atau pinset kecil. tapi jamur tidak akan segera menginfeksinya. " Benang-benang" ini sampai batas tertentu dapa dilihat dengan bantuan sebuah kaca pembesar. akuaris. secara umum. . diketahui responsif terhadap perlakuan perendaman dengan obat-obatan anti ulcer atau anti bakteri sistemik. Tanda Serangan Telur yang diserang jamur biasanya akan tampak diselimuti oleh bentukan-bentukan menyerupai benang yang dikenal sebagai hifa jamur berwarna putih. Telur dari hampir semua jenis ikan. Meskipun demkian. melalui perendaman atau disuntikan. jamur akan sangat mudah menyebar dari telur yang mati ke telur yang sehat. rentan terhadap serangan jamur.

dan malas (berdiam diri di dasar). Dalam kasus berat bisa disertai dengan nafas tersengalsengal (megap-megap) dan badan mengembung. Maka usaha pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan perendaman jangka panjang dengan menggunakn metil biru (methylenene blue) dengan dosis 2 ppm. tidak bisa buang kotoran. selain warna memucat dan kehilangan warna merah. dan cyprinid seperti Rasbora dan Barb. Penyebaran penyakit pada umumnya terjadi melalui spora yang terbawa oleh pakan. kesulitan berenang. 7. dan kehilangan berat badan (kurus). Disamping gejala tersebut diatas ikan yang terinfeksi dapat pula menunjukkan gejala malas/lesu. dengan ciri utama ikan kehilangan nafsu makan. Perbaiki/koreksi diet ikan untuk mencegah berulangnya gejala. Pencegahan dan pengobatan Puasakan ikan selama beberapa hari. Naikkan suhu secara perlahan (dalam selang toleransi ikan yang bersangkutan) untuk meningkatkan metabolisme. Tambahkan pada diet suplemen pakan dengan kandungan serat tinggi. Pada telur-telur ikan yang memiliki masa inkubasi lebih dari 4 hari. Penyebab Pada umumnya disebabkan oleh diet yang tidak tepat yang diberikan dalam jangka waktu lama. beri makan pertama kali dengan pakan yang mengandung serat tinggi. Gejala Warna ikan memucat dan disertai dengan hilangnya garis merah. Lakukan perlakuan perendaman dengan garam inggris. 8. tidak berarti bahwa ikan lain imune terhadapnya. Penyebab. maka pemberian metil biru perlu diulang setiap 2 atau 3 hari. Pada saat ikan tampak mulai bisa membuang kotoran. Pada infeksi ringan bisa tidak menunjukkan gejala apa-apa.neo tetra Penyakit ini diketahui khusus menyerang ikan neon tetra dan beberapa spesies terkait lainnya.Apabila telur ikan diinkubasikan secara terpisah.sembelit (konstipasi) Sembelit atau konstipasi (constipation) merupakan gejala yang tidak jarang dijumpai pada ikan. Beberapa jenis cichlid seperti manvis. juga sering disertai dengan timbulnya bercak-bercak putih dibawah kulit. Munculnya bercak putih menunjukkan terjadinya kerusakan pada jaringan otot ikan. dilaporkan menjadi korban pula dari penyakit ini. Meskipun demikian. Disebabkan oleh parasit Pleistophora hyphessobryconis. Sedangkan pada gejala menengah sampai parah. atau melalui bagian ikan .

Dalam kasus ini bagian mata yang memutih adalah . Apabila gejala mata berkabut terjadi. keracunan (klor/kloramin). Infeksi dapat pula dipicu oleh kondisi kualitas air yang memburuk atau tidak sesuai dengan kebutuhan neon tetra. Untuk itu jagalah supaya kualitas air tetap optimum dan parameternya sesuai bagi kebutuhan hidup neon tetra. makah hal yang harus dicurigai terlebih dahulu adalah kondisi air. Setelah berada dalam usus ikan. atau akibat pemberian perilakuan pengobatan yang tidak sesuai. Oleh karena itu. pastikan terlebih dahulu bahwa kondisi air akuariumnya sudah ideal untuk kehidupan ikan neon tetra. sedangkan parameter air dalam keadaan normal. kualitas air yang memburuk (amonia. dan nitrat). biasanya sebagai akibat reaksi terhadap infestasi protozoa parasit (penyakit selaput lendir kulit). sebelum melakukan perlakuan apapun terhadap penyakit ini. Koreksi parameter air hingga sesuai dengan keperluan ikan yang bersangkutan.terinfeksi yang mati dan dimakan oleh ikan yang bersangkutan. Percobaan pengobatan dengan menggunakan Toltrazunil diketahui cukup menjanjikan. maka terdapat kemungkinan gejala tersebut disebabkan oleh hal lain. Meskipun demikian tidak ada salahnya mencoba obat-obatan yang ditawarkan di toko akuarium yang disiapkan untuk panyakit tersebut. Spora pleisthopora dapat bertahan hingga beberapa bulan dalam akuarium. Jaringan yang mengandung parasit akan mati. Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya mata berkabut adalah: * Infeksi sekunder. Permukaan luar mata tampak dilapisi oleh lapisan tipis berwarna putih. terutama sebagai akibat meningkatnya kadar amonia dalam air. warnanya mejadi pucat kemudian berubah berwarna putih. parasit akan masuk kedalam jaringan tubuh dan menggandakan diri disana kemudian menyebar. Pencegahan dan Perawatan Belum ada obat-obatan yang diketahui efektif untuk mengatasi infeksi Pleistphora. * Produksi lendir berlebihan. Secara umum gejala ini disebabkan oleh kondisi kualitas air yang memburuk. sehingga usaha untuk menghilangkan penyakit ikan neon tetra ini secara tuntas relatif sulit dilakukan 9. menyusul terjadinya kerusakan fisik pada mata. Pencegahan tampaknya merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk menghidar dari infeksi penyakit . Apabila gejala ini terjadi.mata berkabut (cloudy eye) Mata berkabut atau "cloudy eye" ditandai dengan memutihnya selaput mata ikan. * Diplostomum (fluke pada mata). nitrit. nilai pH yang tidak sesuai.

lensanya. bukan permukaan luar mata. dan C. atau dari irititasi yang ditimbulkan. Dalam perkembangannya kutu betina akan membentuk kantung telur (Gambar 1). Meskipun disebut sebagai "kutu" hewan ini sebenarnya tarmasuk dalam kelompok udang-udangan. Gejala mata berkabut bisa juga disertai dengan Exophtahlmia (Pop Eye/Mata menonjol). serangan ini bisa tidak berpengaruh. Tanda-Tanda Serangan Sebagai ektoparasit berukuran besar. atau kutu jangkar merupakan parasit ikan berukuran besar yang kerap menyerang ikan. Parasit dalam fase larva ini kerap menyerang insang ikan. atau iritasi. Kutu betina akan menancapkan kepalanya kedalam jaringan tubuh ikan dengan bantuan alat berbentuk jagnkar sehingga dia bisa menempelkan dirinya dengan ketat pada tubuh ikan yang diinfeksinya. kehadiran mereka bisa berakibat fatal (Gambar 2. Meskipun demikian hanya kutu betina saja yang kemudian menjadi parasit. Sedangkan disebut sebagai kutu jangkar.kutu jarum Kutu jarum. dari kesepuluh jenis ini Lernae cyprinacea merupakan jenis yang biasa ditemukan. karena hewan ini menancapkan kepalanya kedalam tubuh ikan dengan menggunakan semacam perangkat mirip jangkar. Telur selanjutnya akan dilepas kedalam air. * Infeksti bakteri eksternal * Kekurangan vitamin. menetas disana. carilah dan coba indentifikasi dengan seksama kemungkinan penyebabnya sebelum melakukan tindakan pemulihan. Perawatan dan pemulihan mata berkabut hendaknya mengacu pada penyebab yang menimbulkannya.). atau menggesek-gesekan tubuhnya pada benda-benda didalam akuarium dalam rangka membebaskan tubuhnya dari kutu yang menempel. dan mengalami metamorfosis beberapa tahap sebagai hewan berenang dan sebagai parasit. Ikan yang terserang bisa menunjukkan gejala berenang kesana kemari dengan cepat. Hewan ini selanjutnya akan menyerap darah dan memakan bagian-bagian sel ikan. di daerah tropis seperti Indonesia. Mereka menempel pada permukaan tubuh ikan. Kutu ini pada umumnya lebih sering menyerang ikan yang dipelihara di kolam dibandingkan dengan di akuarium. malaise. Kutu jantan akan mati setelah mereka kawin. Kutu jarum mempunyai siklus hidup langsung tanpa inang perantara. khususnya vitamin A. B. Pada ikan besar. tapi pada ikan kecil seperti guppy. cacing jarum dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu. . 10. Kantung telur ini akan tampak menonjol dari tubuhnya membentuk huruf Y atau T. Disebut sebagai kutu jarum karena penampilannya sepintas mirip sebuah jarum yang menancap pada tubuh ikan terserang. Setidaknya telah dikenal 10 spesies dari kutu jarum. Kutu jantan dan betina akan berpasangan pada permukaan tubuh ikan. khususnya.

bila dijumpai beberapa kutu jarum dewasa melekat pada tubuh ikan. Bagi anda yang kesulitan mendapatkan senyawa organofosfat bisa menggunakan ABATE sebagai salah satu alternatif. Meskipun demikian. Senyawa organofosfat diketahui efektif pada takaran 0. bila terjadi dalam jumlah besar. Pelepasan secara fisik hanya direkomendasikan pada ikan berukuran besar yang mampu menahan akibat dari proses pencabutan. khususnya pada insang. Kutu jarum masuk kedalam akuarium pada umumnya melalui pakan hidup yang berasal dari hewan akuatik. Parasit dalam fase larva ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. kemungkinan besar serangan parasit pada fase larva mereka juga terjadi. dan akhirnya menyebabkan kematian.Serangan oleh parasit pada fase larva. Kutu dewasa bisa dilepaskan secara fisik dengan bantuan pinset.). Pencegahan dan Perlakuan Ikan yang terserang kutu jarum disarankan agar diisolasi dari ikan lainnya. karena bisa terjadi sebagian dari tubuh mereka ikut terbawa atau bahkan rusak pada saat proses pencabutan (Gambar 3. Lakukan hal ini dengan hati-hati agar jangan sampai kepala kutu masih tertinggal dalam tubuh ikan. Perlakuan dengan perendaman dapat pula dilakukan untuk menghilangkan parasit pada fase larva. Hewan air lain yang ditangkap langsung dari alam. Luka yang tertinggal setelah pencabutan perlu diberi antiseptik seperti merchurochrome untuk mencegah infeksi sekunder.3 ppm. Mengkarantina pakan hidup tersebut dengan baik sebelum diberikan pada ikan adalah cara yang paling baik untuk menghindari terjadinya serangan parasit kutu jarum. Klorin (Cl2) merupakan gas berwarna kuning kehijauan dengan bau lumayan menyengat. sampai beberapa tahap juga efektif untuk cacing jarum dewasa. . bisa menyebabkan ikan yang bersangkutan mengalami kesulitan bernafas. melainkan harus dibantu dengan pangamatan di bawah mikroskop. juga beresiko membawa bibit parasit kutu jarum. Untuk itu pastikan bahwa kodok yang akan dijadikan pakan telah terbebas dari parasit ini. Bau ini bisa dikenali seperti bau air kolam renang yang biasanya secara intensif diberi perlakuan klorinasi dengan kaporit. Jangan lakukan hal ini pada ikan berukuran kecil. Kepala kutu yang tertinggali bisa menjadi faktor penyebab infeksi sekunder lainnya. 11.2 . Hal ini diperlukan untuk menghindari kutu jarum melepaskan telurnya dan menginfestasi ikan lain dalam akuarium tersebut. kerusakan fungsi insang. Salah satu hewan yang diketahui dapat membawa parasit ini adalah kodok.klorin dan kloramin Klorin dan kloramin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pembunuh kuman (disinfektan) di perusahan-perusahan air minum seperti PAM atau PDAM. Sedangkan kloramin merupakan senyawa klorin-amonia (NH4Cl).0.

Selanjutnya ikan akan gemetar dan warna menjadi pucat. Baik klorin maupun kloramin sangat beracun bagi ikan. lesu dan lemah. karena tidak semua produk anti klorin bisa menangani keduanya sekaligus. Pencegahan dan Perlakuan Air keran harus selalu di deklorinasi sebelum digunakan. Kloramin relatif lebih sulit diatasi oleh natrium tiosulfat saja dibandingkan dengan klorin. atau dengan menyemburkan air keras-keras pada wadah (penampungan). Klorin dan kloramin secara langsung akan merusak insang sehingga dapat menimbulkan gejala hipoxia. .2 .003 ppm. karena maskipun gas klorinnya dapat diikat dengan baik. meluncur kesana kemari dengan cepat dalam usaha mencari daerah yang bebas dari klorin atau kloramin. biasanya akan mengandung bahan kimia lain yang akan mengingat amonia tersebut. maka ikan-ikan tersebut akan tampak berkerumun disana. Pada umumnya anti-klorin mengandung natrium tiosulfat yang akan segera mengikat klorin. Anti klorin hendaknya digunakan pada air sebelum air tersebut dimasukkan kedalam akuarium. baik secara kimiawi maupun fisika. Klorin pada konsentrasi 0. atau dengan cara yang lebih sederhana yaitu dengan membiarkan (mengendapkan) air selama semalam.0. Tingkat keracunan klorin dan kloramin secara alamiah akan meningkat pada pH lebih rendah dan temperatur lebih tinggi. Keduanya akan bereaksi dengan air membentuk asam hipoklorus yang diketahui dapat merusak sel-sel protein dan sisitem enzim ikan.Klorin relatif tidak stabil di dalam air sehingga biasanya akan segera terbebas keudara. Klorin dapat dihilangkan dengan pemberian aerasi secara intensif. Anti klorin yang ditujukan untuk mengatasi kloramin. karena pada kondisi demikian proporsi asam hipoklorus yang terbentuk akan meningkat. Tanda-tanda Keracunan Ikan yang terkena klorin akan menunjukkan gejala seperti ingin keluar dari akuarium/tank. meningkatkan kerja insang dan ikan tampak tersengal-sengal dipermukaan. sedangkan kloramin jauh lebih stabil dibandingkan klorin sehingga beberapa perusahan pengolah air minum (di LN) tidak sedikit yang menggunakan bahan ini sebagai pengganti klorin.3 ppm sudah cukup untuk membunuh ikan dengan cepat. Apabila ada aerasi atau aliran air. Sebelumnya pastikan bahwa anti klorin tersebut dapat bekerja baik untuk klor maupun kloramin. Pemberian secara langsung di dalam akuarium disarankan hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja. tetapi akan menghasilkan amonia. Untuk menghindari efek kronis dari bahan tersebut maka residu klorin dalam air harus dijaga agar tidak lebih dari 0. Penggunaan anti-klorin lebih dianjurkan untuk air-air yang diolah dengan kloramin. Cara lain adalah dengan menggunkan bahan deklorinator atau lebih dikenal dengan nama anti klorin yang biasa dijual di toko-toko akuarium. Dengan cara demikian maka gas klorin akan terbebas ke udara. Apabila tidak maka dianjurkan untuk mengalirkan air hasil deklorinasi tersebut melewati zeolit.

scorpion fish. berenang dengan liar. deterjen atau sabun. Tingkatkan intensitas aerasi untuk mengatasi kemungkinan terjadinya stres pernapasan pada ikan-ikan didalamnnya. Dalam keadaan terpaksa tambahkan antiklorin pada akuarium yang terkontaminasi untuk menetralisir/manghilangkan residu klorin sesegera mungkin. Oleh karena itu. lionfish. Oleh kerana itu. antara lain adalah: * Bahan kimia yang secara tidak sengaja digunakan disekitar akuarium. boxfish. insektisida. nitrit. atau lem sebelumnya belum dicuci dengan baik. segera pindahkan ikan yang terkena kedalam akuarium/wadah yang tidak terkontaminasi. Gejala: Ikan meluncur dengan cepat kesana kemari secara tiba-tiba. Pelakuan: Segera pindahkan ikan dan tempatkan pada akuarium karantina yang telah diisi air . Warna menjadi pudar. cat. koal api. Beberapa jenis juga dapat mengeluarkan racunnya apabila terluka atau sakit. Racun bisa juga juga ditimbulkan dari kaporit yang terkandung berlebihan dalam sumbar air akuarium. ikan pari. aerosol. Beberapa contoh dari golongan binatang beracun ini adalah. truckfish. sperti parfum. anemon. Terkadang tergeletak di dasar akuarium dangan nafas tersengal-sengal. Pembusukan bahan-bahan organik pada dasar akuarium bergravel dapat pula menyumbangkan bahan beracun. spong api. Kata kunci dari keracunan adalah tiba-tiba dan serentak. * Bahan logam yang jatuh kedalam akuarium atau merupakan bagian dari perangkat akuarium tapi tidak terisolasi dengan baik * Kualitas dari lem akuarium yang kurang baik. Amonia. dan fireworms.keracunan Beberapa bahan beracun yang dapat masuk kedalam lingkungan akuarium baik sengaja maupun tidak. Nafas tersengalsengal. asap rokok berlebihan. skinned puffer. dan nitrat Ikan beracun: Beberapa jenis ikan dan binatang tertentu (terutama dari lingkungan air laut) diketahui mengandung racun. dan terkadang hingga menabrak objek-objek dalam akuarium dan juga kaca. binatang-binatang ini bisa menimbulkan akibat fatal pada penghuni akuarium lainnya. 12. soapfish. apabila ikan penghuni akuarium secara tiba-tiba dan serentak (hampir menimpa seluruhnya) bernapas tersengal-sengal bisa dipastikan air akuarium anda tercemar bahan beracun. atau bisa juga berasal dari material dekorasi yang tidak debersihkan dengan baik sebelumnya.Pada kasus terjadinya keracunan klorin. landak laut. Pada umumnya binatang-binatang tersebut akan mengeluarkan racunnya apabila dalam keadaan terancam atau ketakutan. minyak. gurita. mentimun laut.

Sering juga terjadi ikan mati mendadak karena kondisi air yang memburuk. biasanya hampir tidak dapat ditentukan dengan pasti apa sebenarnya yang terjadi dengan akuarium kita. Sindrom akuarium baru. Sehingga bisa terjadi ikan yang tampak sehat pada saat dibeli. dan kalau perlu tambahkan karbon aktif. tiba-tiba mati setelah satu atau dua hari dalam akuarium. Jalankan filter. Oleh karena itu. Kematian akibat penggunaan cyanida ini dapat terjadi beberapa hari kemudian setelah ikan ditangkap. sebelum membeli ikan hias laut. Ikan baru sering pula membawa bibit penyakit sehingga dapat menyebabkan terjadinya wabah penyakit tiba-tiba dalam akuarium yang semula dalam kondisi sehat dan terkontrol. Untuk ikan laut. dan tanpa ada indikasi sakit atau masalah lainnya. Penanganan pada saat penangkapan dan transportasi yang buruk sering menjadi penyebab kematian mendadak. Di beberapa tempat. Dalam suatu sistem akuarium yang belum stabil. Ikan yang ditangkap dengan menggunakan cyanida cenderung memiliki warna yang lebih intensif. carilah keterangan dimana ikan tersebut ditangkap dan bagaimana cara penangkapannya. Berikan aerasi secara intensif. Jangan gunakan air dari akuarium utama yang tercemar. Tingkatkan intensitas aerasi hingga 2 kali lipat. terutama mereka yang tercemar ringan. untuk mengurangi penderitaan mereka sebaiknya lakukan tindakan Euthanasia. ikan hias laut ditangkap dengan menggunakan cyanida.bersih. setelah beberapa jam. merupakan salah satu pembunuh ikan nomer satu. beberapa kasus menunjukkan bahwa kematian mendadak berhubungan erat dengan cara penangkapan yang dilakukan. Ikan-ikan yang tetap tergeletak dan bernapas dengan berat kemungkinan besar tidak akan bisa diselamatkan. Meskipun demikian beberapa hal berikut ini dapat menjadi penyebab kejadian tersebut.ikan mati mendadak Salah satu pengalaman yang paling buruk dan sering membuat frustasi para akuaris adalah apabila menjumpai ikan peiharaannya mati secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu. Cyanida merupakan racun yang mempunyai efek tertunda. meskipun secara visual air tersebut tampak jernih. 13. Oleh karena itu. misalnya. Apabila hal demikian terjadi. Lanjutkan pengawasan pada ikan-ikan tersebut hingga diyakini baha gejala keracunan telah hilang. Ganti air pada akuarium utama sekurang-kurangnya sebanayk 80%. Kematian mendadak dapat juga terjadi sebagai akibat stress yang dialami ikan. akan segera pulih. Ikan pada akuarium karantina. penambahan seekor ikan saja dapat menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem yang . terutama pada saat ditangkap dan dikirim. jangan lupa agar selalu mengkarantinakan ikan baru seperlunya.

Apabila anda mengalami kajadian ini. apakah masih normal atau tidak. . Beberapa jenis ikan yang hidup di air deras seringkali memiliki gelembung renang yang kecil atau bahkan hampir hilang sama sekali. Terdapat kecenderungan bahwa para akuaris baru sering memberikan pakan dalam jumlah berlebih. dan menghasilkan bahan "beracun" lain yang dapat berakibat fatal pada ikan. untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran listrik. 14. padahal ikan tersebut dalam keadaan prima dan tidak menunjukkan gejala penyakit sebelumnya. Selain itu. Apabila ada ikan lain didalamnya yang masih hidup. Tidak ada salahnya anda lakukan otopsi pada ikan yang mati untuk melihat ada tidaknya kelainan pada bagian internal ikan. sehingga ikan tersebut tidak perlu berenang terus menerus untuk mempertahankan posisinya. kemudian mendapati ikan tersebut mati tiba-tiba. Organ ini hampir ditemui pada semua jenis ikan. sehingga dapat mengurangi kadar okigen. yang umum dijumpai. yang paling penting dilakukan adalah jangan panik. Kalau perlu pindahkan ikan tersebut ke dalam akuarium terpisah. karena dalam kondisi demikian gelembung renang boleh dikatakan tidak ada fungsinya. kondisi gelembung renang demikian adalah normal dan bukan merupakan suatu gejala penyakit. kemungkinan besar ikan tersebut mati secara alamiah. Untuk ikan-ikan jenis ini. Periksa parameter air. Segera singkirkan ikan yang mati. sehingga dapat menyebabkan kematian seluruh ikan pada akuarium tersebut. Apabila anda yakin tidak ada kalainan pada air. yaitu ikan tersebut telah mencapai batas akhir usianya. padahal ikan tersebut baik-baik saja sehari sebelumnya. Apabila anda memelihara ikan selama bertahun-tahun. Kematian mendadak tanpa tanda-tanda penyakit dapat disebabkan sebenarnya oleh penyakit atau parasit tertentu yang belum mencapai tahapan terdeteksi secara visual.kelainan gelembung renang Gelembung renang (swimbladder) adalah organ berbentuk kantung berisi udara yang berfungsi untuk mengatur ikan mengapung di dalam air. Apabila anda mendapati ikan anda mati hari ini. Lakukan koreksi parameter air apabila terjadi penyimpangan. Kematian mendadak juga dapat terjadi sebagai akibat ikan kelaparan. dapat pula terjadi sebagai akibat alamiah. adalah sebagai akibat dari luka dalam.drastis. Mereka biasanya hidup di dasar atau menempel pada dekorasi atau benda-benda lain dalam akuarium. cek perilaku dan penampakan fisik lainnya. Beberapa kelainan atau masalah dengan gelembung renang. terutama akibat berkelahi atau karena kelainan bentuk tumbuh. Cek peralatan listrik. Maka kemungkinan besar ikan tersebut mengalami keracunan sebagai akibat kelebihan pakan. Penanganan. Anda dapat memulai melakukan penanganan pada ikan yang tersisa. Ikuti prosedur keracunan apabila ditemukan indikasi keracunan. Kelebihan pakan akan meningkatkan pertumbuhan bakteri pembusuk.

atau bahkan berenang terbalik. Beberapa spesies protozoa dan nematoda dapat pula menyebabkan kelainan tersebut khususnya pada ikanikan yang hidup di air dingin. Masalah gelembung renang juga dapat diakibatkan oleh terjadinya tekanan pada organ tersebut sebagai akibat tumor. Dalam beberapa kasus ikan tampak berenang dengan kepala atau ekor dibawah atau terapung pada salah satu sisi tubuhnya. maka penggunaan antibiotik kadang-kadang bisa mengatasi masalah tersebut. hal ini jarang terjadi pada jenis-jenis ikan akuarium.infeksi jamur Infeksi jamur pada ikan dalam akuarium biasanya disebabkan oleh jamur dari genus Spaprolegnia dan Achyla. dropsy. Pada saat ini. seperti cichlid. dan tidak menunjukkan perbaikan setelah 3 hari dilakukan perlakuan. maka euthanasia mungkin akan merupakan solusi yang baik dalam mengurangi penderitaan ikan tersebut. Membiarkan ikan dalam air dangkal juga diketahui sangat membantu pemulihan. Ikan tampak kesulitan dalam menjaga posisinya dalam air. dengan banyaknya fungisida (obat . Penyebab Infeksi bakteri sistemik merupakan penyebab utama dari kelainan ini. termasuk dalam mengatasi kerusakan. Kerusakan gelembung renang menyebabkan organ ini tidak bisa mengembang dan mengempis. Memindahkan ikan-ikan yang terjangkit pada wadah lain yang memiliki suhu lebih hangat sampai dengan 5° C (selama selang suhunya masih dalam batas toleransi ikan yang bersangkutan) sering terbukti efektif. atau akibat dari shock. Ikan-ikan berusia tua diketahui sangat rentan terhadap infeksi jamur. terutama akibat berkelahi. Jamur dapat pula menyerang telur ikan. Apabila ikan mengalami masalah keseimbangan yang parah. Kehilangan keseimbangan sering juga merupakan gejala dari berbagai penyakit lain yang telah parah. kelaian gelembung renang sering sekali karena rusak sebagai akibat benturan berulang-ulang oleh musuhnya. Apabila yakin kelainan gelembung renang adalah akibat dari infeksi bakteri. kehadiran jamur dapat pula disebabkan atau dipicu oleh kondisi air akuarium yang buruk. sehingga menyebabkan ikan mengapung dipermukaan atau tenggelam. baik secara fisik maupun kimia. Selain karena luka. Pencegahan dan pengobatan Pemilihan jenis ikan yang tepat dapat menghindarkan terjadinya kelainan ini. atau sembelit. Pada jenis-jenis ikan teritorial dan agresif. khususnya dari jenis-jenis ikan agresif dan teritorial Menjaga akuarium selalu dalam kondisi bersih dapat mengurangi peluang terjadinya infeksi bakteri sistemik penyebab kalainan/kerusakan gelembung renang. 15.Tanda-tanda penyakit Perilaku berenang tidak normal dan tampak kehilangan keseimbangan. Jamur biasanya hanya akan menyerang jaringan luar tubuh ikan yang rusak sebagai akibat luka atau penyakit lain.

5). misalnya diketahui sebagai jamur sistemik yang menyerang ikan. kadar oksigen terlarut rendah. . perendaman dengan Malachite Green diketahui dapat menyembuhkan serangan jamur sistemik. Untuk serangan jamur sistemik ini belum tersedia obat yang dijual secara komersial. Apabila gejala serangan Saprolegnia ditemukan. Saprolegnia atau dikenal juga sebagai "water molds" dapat menyerang ikan dan juga telur ikan. berwarna putih. hindari pemeliharaan ikan dengan kepadatan tinggi untuk mencegah terjadinya luka. sirip. Pada umumnya. seperti sirkulasi air rendah. atau kadar amonia tinggi. Pencegahan dan Perawatan Serangan Saprolegnia dapat dihindari dengan melakukan perawatan yang baik terhadap kondisi akuarium. Kehadiran Saproglegnia sering pulang disertai dengan kahadiran infeksi bakteri Columnaris. Mereka umum dijumpai pada air tawar maupun air payau. segera lakukan evaluasi kualitas air akuarium anda dan lakukan koreksi yang diperlukan. dan kadar bahan organik tinggi. jamur ini kerap dipakai sebagai nama umum untuk serangan jamur yang menyerupai kapas pada permukaan tubuh ikan. Saprolegnia. diantaranya adalah Achyla. Pada kenyataannya banyak genus dari Oomycetes yang dapat menyebabkan infeksi jamur pada ikan. dan selanjutnya dapat pula menyebar pada jaringan sehat lainnya. pada kulit. terkadang dengan kombinasi kelabu dan coklat. seperti pH rendah (5. Tanda-tanda penyakit Kehadiran Saprolegnia biasanya ditandai dengan munculnya "benda" seperti kapas. Meskipun demikian.30 °C. Apabila anda sempat melihatnya di bawah mikroskop maka akan tampak jamur ini seperti sebuah pohon yang bercabang-cabang. Jamur ini dapat tumbuh pada selang suhu 0 .8 -6. terutama dengan menjaga kualitas air selalu dalam kondisi optimal. formalin dan povidone iodine dapat pula mengobati serangan Saprolegnia. Dalam akuarium. Saprolegnia merupakan genus jamur yang termasuk dalam kelas Oomycetes.35 °C. mata atau telur ikan. Saprolegnia akan menyerang bagian tubuh ikan yang terluka. Branchiomycosis Branchiomyces demigrans atau "Gill Rot (busuk insang)" disebabkan oleh jamur Branchiomyces sanguinis and Branchiomyces demigrans . insang. Spesies jamur ini biasanya dijumpai pada ikan yang mengalami stres lingkungan. Icththyophonus dapat menginfeksi bagian organ tubuh ikan dan menimbulkan gupalan (nodul) yang mirip seperti terjadi pada kasus TBC ikan. lakukan pengobatan. dan selalu menjaga ikan agar mendapat gizi yang memadai. Icththyophonus. atau parasit eksernal lainnya. dengan selang pertumbuhan optimal 15 . Apabila kondisi serangan pada ikan parah. maka serangan jamur sedikit banyak akan dapat ditangani dengan lebih mudah. Beberapa jamur diketahui juga menyerang bagian dalam jaringan tubuh ikan. perlakuan dengan PK.anti jamur). Selain dengan fungisida khusus ikan. Serangan Saprolegnia biasanya berkaitan dengan kondisi kualitas air yang buruk.

Meskipun demikian. demigrans pada umumnya menyerang insang ikan. Hal ini disebabkan terjadinya infeksi dibagian bawah kulit dan jaringan otot.kandungan oksigen rendah atau pertumbuhan algae yang berlebih dalam akuarium. Pengamatan dibawah mikroskop akan sangat membantu mengenali serangan jamur ini. ikan yang terserang ringan sampai sedang biasanya tidak menunjukkan gejala penyakit. Bagian dalam ikan akan pada umumnya tampak membengkak disertai dengan luka-luka berwarna kelabu-putih. yaitu melalui spora yang termakan. Branchiomyces sp. Memasak terlebih dahulu pakan tersebuti . Pencegahan dan Perawatan Tidak ada pengobatan yang bisa dilakukan terhadap penyakit ini. Jamur ini tumbuh baik pada air tawar maupun air asin (laut). Pencegahan dapat dilakukan dengan tidak memberikan ikan mentah atau produk ikan mentah pada ikan. Apabila hal ini menyerang ikan dalam kolam. Icthyophonus Icthyophonus disebabkan oleh jamur Icthyophonus hoferi . kecuali diyakini bahwa pakan ini terbebas dari Icthyophonus hoferi.35°C .tumbuh pada temperatur 14 . maka spora jamur akan ikut terbebas dan masuk kedalam air sehingga akan memungkinkan untuk menyerang ikan lainnya. pertumbuhan optimal biasanya terjadi pada selang suhu 25 . Tanda-tanda penyakit Sebaran penyakit biasanya berlangsung melalui pencernaan. ikan biasanya akan menjadi carrier sepanjang hidupnya. biasanya serangan jamur ini hanya akan terjadi pada air dingin 2 .20° C. Apabila bagian jaringan yang terserang mati dan lepas. Akuarium yang terjangkit hendaknya segera dikuras. keringkan kolam dan berikan perlakuan dengan kalsium oksida. Apabila penyakit telah terlanjur berjangkit. Pencegahan dan Perawatan Usaha pencegahan merupakan cara yang sangat disarankan untuk mengontrol serangan jamur ini. Ikan dapat pula menunjukkan gejala pembengkokan tulang. Ikan yang terjangkit akan menunjukkan gejala bernafas dengan tersengal-sengal dipermukaan air dan malas. kulit ikan tampak berubah kasar seperti amplas.31°C. Formalin dan Copper Sulfat diketahui dapat mencegah kematian akibat infekasi Branchiomycosis. Tanda-tanda Penyakit Branchiomyces sanguinis dan B. Pengelolaan lingkungan akuarium yang baik akan menciptakan kondisi yang tidak disukai oleh jamur tersebut untuk tumbuh. khususnya pada daerah yang terjangkit. segera lakukan isolasi. Pada kasus serangan berat. Pencegahan adalah satu-satunya cara untuk menghindari serangan penyakit Icthyophonus. Penyebaran Icthyophonus berlangsung melalu kista yang terbawa kotoran ikan atau akibat kanibalisme terhadap ikan yang terjangkit. Insang tampak mengeras dan berwarna pucat. dan dikeringkan serta lakukakan tindakan sterilisasi. Oleh karena itu. Penyebab utama infeksi biasanya adalah spora jamur yang terbawa air dan kotoran pada dasar akuarium.

Beberapa anti jamur yang mengandung phenoxyethanold apat pula digunakan untuk mengobati infeksi bakteri eksternal. Lubang tersebut biasanya akan terisi lendir berwarna putih. Olah karena itu.hexamita Hexamita merupakan parasit yang sering menyerang ikan dari famili cichlidae. Tanda-tanda Penyakit Ikan mengeluarkan kotoran berwarna putih (berak kapur). Warna ikan akan cenderung menjadi gelap dan kehilangan nafsu makan.dapat membantu menghilangkan jamur infektif yang terkandung. Metil biru merupakan salah satu bahan kimia yang umum digunakan sebagai anti jamur. Apabila Icthyophonus ditemukan pada ikan anda. penggunaan anti jamur ini untuk hal-hal yang tidak perlu atau hal-hal yang sebenarnya dapat dihindari sebaiknya tidak dilakukan. termasuk filter dan peralatan lainnya. atau sebagai profilaktik sebaiknya dihindarkan. . Penyebab Hexamita disebabkan oleh protozoa berflagel (falgellata) dari genus Hexamita. pada keadaan tersebut hexamita tidak membahayakan ikan yang bersangkutan. garam juga diketahui efektif dalam mengobati akibat serangan jamur. Anti Jamur (Fungisida) Berbagai produk anti jamur untuk akurium relatif banyak ditemukan di toko-toko akuarium. Gentian Violet diketahui sangat membantu dalam mengatasi serangan jamur melalui pengobatan lokal di daerah yang terinfeksi jamur ringan. Pada umumnya produk ini merupakan produk untuk pengobatan dengan perlakuan perendaman dalam jangka panjang. apabila kondisi ikan kemudian menjadi lemah. Meskipun demikian. Dalam kondisi normal parasit ini kerap dijumpai dalam jumlah kecil pada sistem pencernaan cichlid. 16. maka disarankan untuk segera memusnahkan ikan tersebut. Hexamita diketahui gampang berpindah dari satu cichlid ke cichlid yang lain. Penggunaan anti jamur dalam jangka panjang dan secara terus menerus dapat menimbulkan efek yang berbahaya. Biasanya diikuti juga oleh gejala perut kembung. kadang-kadang diikuti oleh pelebaran pori-pori sensor di kepala dan gurat sisi. Beberapa anti jamur tersebut juga dapat digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. (Pelebaran pori-pori ini kerap menimbulkan kesan berlubang sehingga sering disebut sebagai penyakit Hole In The Head. namun tidak jarang juga ditemui gejala badan kurus. Apabila hal ini menyerang ikan dalam kolam. Penggunaan anti jamur sebagai kuratif rutin. dan kolam memiliki dasar pasir atau lumpur maka akan diperlukan pengeringan kolam selama berbulanbulan untuk menghilangkan jamur tersebut. seperti akibat stress. Selanjutnya lakukan sterilisasi pada akuarium yang bersangkutan. Selain itu. Penyakit ini boleh dikatakan sebagai penyakit "bawaan" karena protozoa hexamita selalu dijumpai pada sistem pencernaah cichlid.

malnutrisi atau karena faktor . padahal ikan tersebut tidak sedang "hamil" atau bahkan berkelamin jantan. myobakteri. 17. kemungkinan besar ikan tersebut terkena gejala dropsy. Gejala ini kerap disertai dengan gejala malas bergerak. Bila ditemukan gejala seperti itu pada ikan anda dan diyakini merupakan penyimpangan dari penampakan normalnya. bakteri aeromonas. Perubahan bakteri ini menjadi patogen. Disarankan untuk melakukan pengobatan terhadap individu-individu ikan yang telah nyata menunjukkan gejala terinfeksi. Dropsy merupakan gejala dari suatu penyakit bukan penyakit itu sendiri. Kondisi air akuarium yang tidak bagus (seperti akibat terjadinya akumulasi nitrogen) dapat memicu terjadinya gejala dropsy. meskipun demikian adanya resistensi parasit terhadap obat tersebut telah pulah dilaporkan. Gejala dropsy ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada rongga tubuh ikan. atau parasit seperti Hexamita. dan bukan pula kelompok ikan berperut buncit ??. Pembengkakan terjadi sebagai akibat berakumulasinya cairan. menurunnya fungsi kekebalan tubuh ikan. Pembengkakan tersebut sering menyebabkan sirip ikan berdiri sehingga penampakannya akan menyerupai buah pinus. tetapi biasanya dalam jumlah normal dan terkendali.dropsy ikan kesayangan anda berperut sangat buncit. Pencegahan dan Pengobatan Metronidazol dan di-metronidazol diketahui efektif dalam mengobati penyakit ini. Apabila mereka memasuki pori-pori sensor yang terletak dikepala. Secara alamiah bakteri penyebab dropsy kerap dijumpai dalam lingkungan akuarium.maka parasit tersebut akan segara menggandakan diri dengan cepat dan memasuki sistem ikan. atau karena hal-hal seperti: kondisi lingkungan akuarium yang memburuk. Pencegahan terhadap infeksi hexamita dapat dilakukan dengan mencoba menghindari berbagai bentuk stress yang mungkin dialami oleh ikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi pada parasit tersebut. Infeksi hexamita dapat diperburuk dengan kehadiran infeksi lain seperti yang disebabkan oleh Aeromonas dan bakteri lainnya. maka pada lokasi tersebut akan terbentuk lubang yang terisi lendir berwarna putih. gangguan pernapasan. bisa terjadi karena akibat masalah osmoregulator pada ikan. Kematian dapat terjadi apabila infeksi hexamita ini sampai menyerang organ-organ vital ikan dan menyebabkan kerusakan fatal pada organ tersebut. dan atau warna kulit pucat kemerahan. Penyebab Merupakan akibat dari infeksi virus. atau lendir dalam rongga tubuh.

5 sampai 2 cm dengan diameter kurang lebih seukuran dengan rambut. Tanda-tanda Penyakit Pada infestasi ringan capillaria sering tidak menimbulkan gejala-gejala yang berarti.genetik. Pada ikan mati. atau kotoran dengan warna berselang-seling antara gelap (hitam) dan terang (putih). Ikan yang sakit harus segera diisolasi dan dirawat secara optimal. yang bisa disertai dengan ulcer dan atau exophthalmia. Pencegahan dan Pengobatan Pastikan bahwa akurium selalu dalam kondisi prima (optimal). kehilangan nafsu makan. Perendaman secara kontinyu dalam jangka panjang dengan anti bakteri internal dalam beberapa kasus bisa efektif. sebagai contoh: Oxytetracycline atau Chloramphenicol dapat diberikan dengan dosis 55 mg/kg berat ikan perhari. apabila ikan tidak respon. selama 10 hari.cacing capillaria Capillaria adalah nama jenis cacing dari genus nematoda. yaitu ikan secara sengaja atau tidak memakan kotoran ikan lain yang terkontaminasi patogen atau akibat kanibalisme terhadap ikan lain yang terinfeksi. dengan . dan hindari jangan sampai ikan stres. kehadiran cacing ini dapat diketahui dengan melakukan pembedahan dan pengamatan pada isi perut ikan tersebut. tetapi berpotensial sebagai pembawa (carrier). Infeksi utama biasanya terjadi melalui mulut. atau sulphamerazine dengan dosis 265 mg/kg berat badan selama tiga hari. 18. Tiga tingkatan penyakit yang mungkin terjadi adalah: * akut: infeksi terjadi dengan cepat sehingga ikan mati tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Pada ikan hidup pengamatan dapat dilakukan pada kotoran ikan dibawah mikroskop. Meskipun demikian. pengobatan bisa dilakukan melalui pakan (dicampur dengan pakan). Cacing ini merupakan parasit pada sistem pencernaan dan juga pada hati ikan. Capillaria diketahui kerap menyerang ikan Diskus (Symphysodon spp) dan Angelfish (Pterophyllum spp). * laten: infeksi terjadi sangat lemah sehingga ikan tampak tidak menunjukkan gejala penyakit. mengeluarkan kotoran berwarna putih dan tipis. Capillaria pada umumnya memilki panjang antara 0. * kronis: infeksi terjadi secara perlahan secara sistemik dan menujukkan berbagai gejala yaitu pembengkakan rongga tubuh. Sedangkan pada infestasi berat biasanya ditandai dengan gejala "emaciation" atau badan kurus.

Daya tahan tubuh ikan yang melemah sebagai akibat memburuknya kondisi lingkungan merupakan gejala umum pemicu busuk sirip. dan flexibacter. kerusakan fisik sirip. Berbagai jenis bakteri diketahui erat kaitannya dengan busuk sirip. Kondisi demikian memungkinkan terjadinya serangan bakteri penyebab busuk sirip. Dalam kasus ini busuk sirip bisa disertai dengan gejala munculnya penampakan seperti kapas di bagian yang membusuk. sehingga secara umum bisa dijumpai dalam lingkungan akuarium. Beberapa kondisi pemicu busuk sirip diantaranya: Melemahnya daya tahan tubuh ikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan melalui kotoran yang dikeluarkan. Kotoran ikan yang terinfeksi pada umumnya akan mengandung telur Capillaria dalam jumlah banyak sehingga akan mudah menular ke ikan lainnya. yang ditandai dengan munculnya garis-garis merah tegas pada sirip (Gambar 1) sering merupakan pertanda akan terjadinya busuk sirip. Penyebab Kehadiran Capillaria biasanya disebabkan oleh penularan dari ikan lain yang telah terinfeksi sebelumnya. Daerah pembusukan biasanya akan memerah dan memar. Busuk sirip kadang-kadang muncul bersamaan dengan terjadinya serangan penyakit lain seperti serangan busuk mulut. Sedangkan pencegahan terhadap penularan dilakukan dengan mengisolasi ikan yang tertular dari ikan lainnya. Penyebab Berbagai hal bisa menjadi pemicu terjadinya busuk sirip. pseudomonas. Mereka menjadi patogen bila kehadirannya menjadi berlipatganda karena sesuatu hal atau mereka manjadi lebih kuat.mengamati telur Capillaria yang biasanya akan turut serta terbawa kotoran ikan yang bersangkutan. . Hal ini biasanya diawali dengan munculnya garis putih kelabu disepanjang sirip yang terinfeksi.busuk sirip/ekor (fin/tail rot) Busuk sirip atau busuk ekor merupakan fenomena terjadinya proses pembusukan atau kerusakan pada sirip atau ekor ikan. Pencegahan dan Pengobatan Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antihelmintic seperti Levamisol atau Piperazine. meskipun demikian bakteri merupakan penyebab utamanya. Capillaria tidak memerlukan inang tertentu. Bakteri-bakteri tersebut secara alamiah merupakan bagian dari fauna akuatik. 19. Pelebaran pembuluh darah pada sirip. seperti: aeromonas. sehingga infeksi hanya bisa dilakukan oleh ikan lain yang terinfeksi. kemudian dilanjutkan dengan tercabikcabiknya bagian membran halus sirip yang dimulai dari bagian tepi sirip/ekor. dan serangan bakteri sistemik. Atau dapat juga disertai dengan serangan penyakit sekunder berupa serangan jamur.

Penyebab Busuk mulut merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri flexibacter columnaris. Bila penyebab serangan busuk sirip ini adalah kondisi lingkungan yang buruk. diantaranya disertai dengan rontoknya mulut. penyakit tersebut dapat berinkubasi kurang dari 24 jam dan kematian terjadi dalam waktu 2 â¼³ 3 hari. atau bergesekan dengan dekorasi dasar akuarium atau dekorasi lainnya. Kerusakan mekanik dapat terjadi seperti pada saat dijaring. Pencegahan dan Pengobatan Munculnya busuk sirip atau busuk ekor selalu disertai dengan gejala fisik yang mudah dikenali. salah satu yang perlu dicurigai adalah akibat serangan penyakit ini. Pengobatan dengan perendaman menggunakan garam bagi ikan-ikan yang toleran terhadap garam atau dengan menggunakan phenoxyethanol sering efektif dalam mengatasi infeksi bakteri dan juga serangan sekunder seperti jamur. seperti ditunjukkan oleh adanya memar putih saja. Sedangkan dalam serangan akut dan cepat. Oleh karena itu hobiis akan memiliki waktu cukup untuk mengenali gejala tersebut sebelum sirip mulai membusuk. maka perbaikan kondisi tersebut harus terlebih dahulu dilakukan sebelum treatmen lain dilakukan.busuk mulut Busuk mulut merupakan penyakit akibat infeksi bakteri. khususnya di sekitar mulut. Pada serangan ringan. Gejala ini bisa timbul beberapa hari sebelum pembusukan terjadi.Sirip terluka atau rusak karena sebab fisik dapat menjadi tempat serangan bakteri busuk sirip. sehingga apabila dijumpai kematian mendadak pada ikan. kematian dapat terjadi setelah timbulnya kerusakan fisik yang berarti. kondisi lingkungan yang optimum harus dijaga sebaik mungkin. Memar tersebut kemudian akan bekembang menjadi bentukan berupa kapas berwarna putih kelabu. berkelahi. Kehadiran benda ini tidak jarang sulit dibedakan dengan serangan jamur. Serangan bakteri sistemik parah sering pula disertai dengan timbulnya busuk sirip atau ekor. insang dan rongga mulut. sehingga mulut sering menjadi tidak bisa terkatup. Meskpun demikian. sirip. . yang biasanya terjadi di dearah dengan suhu udara hangat seperti di Indonesia. 20. Untuk mempercepat pemulihan sirip atau ekor yang membusuk. di beberapa kasus bisa terjadi kematian tanpa disertai gejala fisik apapun. Gentian violet dapat juga digunakan terutama bila pengobatan dengan bahan lain dirasakan kurang efektif. untuk memastikan dengan jelas diperlukan pengamatan dibawah mikroskop. Kehadiran penyakit ini ditandai dengan munculnya memar putih atau abu-abu disekitar kepala. Oleh karena itu.

kekurangan vitamin yang menyebabkan kulit menjadi tidak sehat sehingga mudah terinfeksi. 21. Ikan demikian akan kebal terhadap serangan busuk mulut dikemudian hari. sel-sel disekitar sel yang terinfeksi akan dapat pula terserang dan membesar sehingga akan membentuk kumpulan sel-sel berukuran besar yang mengandung banyak virus dan membentuk bintil berwarna putih. . dan juga pada kulit ikan sehat. terluka akibat penangan ikan yang kurang memadai atau berkelahi dan luka lainnya.Bakteri ni merupakan bakteri gram negatif berbentuk benang. Hal ini dilakukan untuk lebih amannya saja. Beberapa laporan menunjukkan bahwa ikan yang terserang penyakit ini tetapi kemudian selamat. menunjukkan gejala munculnya kekebalan. Pada saat infeksi berlangsung. Kista tersebut bisa dijumpai secara sendiri-sendiri (tunggal) ataupun bergerombol pada permukaan tubuh ikan. Oleh karena itu sering dianjurkan untuk mencegah serangannya dilakukan koreksi terhadap parameter terutama bagi akuarium-akurium yang mensyarakatkan parameter kesadahan dan pH sama dengan bakteri tersebut. seperti keluarga cichlid. Sedangkan bila serangan telah mencapi pula bagian dalam ikan perlu dilakukan pengobatan dengan menggunakan antibitotik. Virus limfosistis pada dasarnya akan menyerang sel-sel ikan sehingga sel tersebut akan membesar 50 hingga 100000 kali dari ukuran normalnya. Busuk mulut biasanya akan terjadi pada suhu diatas 20° C. Hama penyakit ikan ini berasal dari nama kista berwarna putih yang menyertai serangan. Perendaman dengan menggunakan phenoxyethanol diketahui efektif dalam mengatasi serangan busuk mulut. nitrit dan nitrat dan faktor lainnya akan sangat mengurangi resiko serangan busuk mulut tersebut. Koreksi terhadap kehadiran ammonia. begitu pula dengan nitrit dan nitrat. Oleh karena itu. dan kondisi kualitas air yang buruk. karena serangan busuk mulut sering mempunyai gejala sama dengan serangan jamur. benda-banda padat. akan tetapi serangannya biasanya terbatas pada jenis-jenis ikan yang telah mengalami evolusi lanjut. Pencegahan dan Pengobatan Pengobatan terhadap busuk mulut sering dilakukan sekaligus dengan pengobatan terhadap serangan jamur. penyakit ini sering diobati baik dengan bakterida maupun fungsida sekaligus. Dalam beberapa kasus kista-kista ini dapat bergabung membentuk struktur bertumpuk menyerupai bunga kol (Gambar 1). Secara alamiah bakteri ini hidup di dalam air pada jasad-jasad organik mati. seperti kadar ammonia tinggi.bintil putih (limfisistis) Limfosistis merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh sejenis virus. Flexibater columnaris menyukai air dengan kesadahan tinggi dengan pH air diatas 6. Penyakit ini dapat menyerang sejumlah besar ikan. pH tidak tepat dan kadar oksigen terlarut rendah. biasanya menyusul kejadian seperti. Penyakit ini tidak menyerang golongan cyprinid maupun catfish.

Meskipun demikian. Meskipun demikian. terutama pada famili Chandidae. Muncul terutama pada bagian sirip.5 cm atau lebih. Infeksi melalui mulut juga diduga mungkin terjadi. Kemungkinan adalah dari "pecahan" bintil yang kemudian menyebabkan tersebarnya virus . Stress dan kondisi lingkungan yang buruk diketahui dapat menjadi pemicu serangan. atau abu-abu atau kadang-kadang merah jambu. Pencegahan dan Penanganan Sejauh ini belum diketahui pengobatan yang tepat unuk mengatasi limfosistis. Virus ini memiliki ukuran 180-200 mikron sehingga cukup sulit untuk dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa. Tanda-tanda Penyakit Infeksi penyakit pada umumnya diawali dengan munculnya bintil kecil berwarna putih. belum diketahui secara pasti apakah hal ini disebabkan oleh stress yang ditumbulkan pada saat injeksi dilakukan atau akibat kontaminan pada jarum suntik yang digunakan. diketahui jarang mengancam kehidupan ikan dan sering hilang dengan sendirinya. Limfosistis dapat disertai dengan kehilangan nafsu makan pada ikan yang bersangkutan sehingga tidak jarang menyebabkan ikan menjadi kurus. sampai penyakit tersebut hilang. Penyebab Penyakit limfosistis disebabkan oleh sejenis iridovirus (kelompok virus DNA). . Cara penyebarannya tidak diketahui dengan pasti. penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dan jarang berakibat fatal. Pada tahap serangan awal. Tidak tertutup kemungkinan mereka muncul di bagian tubuh lainnya. Infeksi limfosistis sering menyerang ikan. atau memicu virus yang mungkin sebelumnya dorman dalam tubuh ikan. Ikan yang terserang biasanya akan menajdi kebal sehingga tidak akan terinfeksi kembali. Ikan yang terserang harus diiolasi untuk mncegah terjadinya penularan.ikan yang yang diberi pewarna artifisial.Dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Bedanya linfosistis akan tumbuh membesar dan jumlahnya tidak akan sebanyak white spot. atau meluncur kesana-sini. Ikan harus tetap dikarantina hingga sekitar 2 bulan setelah panyakit hilang dari ikan yang bersangkutan. Ikan yang terserang limfosistis hampir tidak pernah menunjukkan kesulitan bernapas. bintil ini dapat mencapai ukuran 0. Virus yang terbebas kemudian akan masuk dan menghuni air selama beberapa hari dan selanjutnya dapat memasuki tubuh ikan melalui kulit yang terluka. Kehadiran limfosistis akan sangat mengganggu tampilan ikan. Meskipun demikian. penyakit ini sangat sering menyerupai serangan white spot.

edited 2 times in total. Aditya Moderator Posts: 177 Joined: Sun Sep 02. Diketahui ada sekitar 30 spesies Argulus. yang erat kaitannya dengan akuarium. Penyakit ini biasanya baru terlihat 10 hari hingga 2 bulan setelah infeksi. Malachite green itu obat yg biasa dipakai untuk mengobati penyakit whitespot. Argulus diketahui dapat berahan selama beberapa hari diluar tubuh ikan.Operasi kecil bisa saja dilakukan. Meskipun demikian. Last edited by Aditya on Sun Apr 06. 2008 7:26 am Koreksi malachite green. Dua diantaranya. adalah Argulus foliatus dan Argulus japonicus Sifat parasitik Argulus cenderung temporer. Akan tetapi biasanya tidak diperlukan sehingga tidak terlalu direkomendasikan. Satu-satunya cara agar limfosists tidak sampai menyerang ikan adalah dengan melakukan karantina yang memadai. Ikan-ikan yang telah mengalami kontak dengan ikan terinfeksi disarankan untuk dikarantina selama 2 bulan. klorin dan kloramin bukan nama penyakit. sampai dipastikan bahwa infeksi tidak terjadi. Parasit ini masuk ke dalam akuarium biasanya melalu pakan hidup. chlorine dan .kutu air (argulus) Argulus atau kutu ikan merupakan parasit ikan dari golongan udang-udangan keluarga Branchira. karantina bagi limfosistis tidak perlu dilakukan pada ikan-ikan yang tidak dapat terserang seperti ikan dari famili Cyprinid. 2007 11:23 am Location: Nganjuk Top by Handaya » Sun Feb 17. terutama akibat stress yang mungkin dialami oleh ikan yang bersangkutan akibat operasi tersebut. 22. 2008 11:29 am. Mereka mancari inangnya secara acak dan dapat berpindah dengan bebas pada tubuh ikan atau bahkan meninggalkannya. Kecuali apabila ukuran dan posisi bintil tersebut sangat mengganggu aktifitas ikan yang terinfeksi.

2007 8:25 pm Location: Bogor Top by Moci » Sun Feb 24.chloramine adalah chemical yg biasa dipakai untuk mensterilkan air ledeng / air PAM yg sangat beracun bagi ikan Dan saran dari saya sebaiknya penyakit yg ingin dijelaskan disertai penjelaskan tentang ciri2nya. Ngga cuma deretan judul saja OK Handaya sub-adult Posts: 1390 Joined: Thu Feb 22. cara pengobatan dan kalo bisa contoh gambarnya juga. 2005 10:06 pm Location: Jakarta Barat Top by Aditya » Sun Mar 02. 2008 11:45 pm kalau koi di siripnya ada warna merah lalu berbintik2 coklat ada yang sirip nya sudah tdk utuh. itu kenapa ya? dan itu harus dikasih apa ya? (kalau saya duga karena perubahan cuaca) mohon penerangannya Tks Moci new comer Posts: 23 Joined: Tue Nov 29. 2008 9:57 am .

maksud saya kalau membutuhkan penjelasan silahkan pilih saja.Oke! .Malachite green memang obat untuk mengobati white spot. itu namanya tidak efisien. Untuk penyakit yang akan dijelaskan. Setelah itu.Efek samping lainnya akan menyebabkan kematian tumbuhan air dan akan berdampak buruk apabila terhisap manusia. penggunaan pada burayak ikan akan menyebabkan kematian. Selain itu. tapi penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan infeksi pada kulit ikan. Jika dibiarkan. Jadi sebaiknya digunakan dengan dosis 1%. Jadi air untuk memelihara ikan harus terbebas dari Clorine dan Cloremine.warna tubuh menjadi pucat. insang ikan akan rusak. Chlorine dan Chloramine akan membuat ikan keracunan dengan tandanya ikan akan berenang kesana-kemari dengan cepat dan berusaha melompat untuk menghindari Clorine/Cloramine tersebut.dan lemah. tubuh ikan akan gemetar. Kalau semua saya jelaskan.lesu.

Icththyophonus dapat menginfeksi bagian organ tubuh ikan dan menimbulkan gupalan (nodul) yang mirip seperti terjadi pada kasus TBC ikan.Infeksi Jamur Infeksi jamur pada ikan dalam akuarium biasanya disebabkan oleh jamur dari genus Spaprolegnia dan Achyla.8 -6. Jamur dapat pula menyerang telur ikan. seperti sirkulasi air rendah. hindari pemeliharaan ikan dengan kepadatan tinggi untuk mencegah terjadinya luka. pada kulit. kadar oksigen terlarut rendah. Dalam akuarium. Tanda-tanda penyakit Kehadiran Saprolegnia biasanya ditandai dengan munculnya "benda" seperti kapas. Jamur biasanya hanya akan menyerang jaringan luar tubuh ikan yang rusak sebagai akibat luka atau penyakit lain. dengan banyaknya fungisida (obat anti jamur). atau kadar amonia tinggi. perlakuan dengan PK. pertumbuhan optimal . jamur ini kerap dipakai sebagai nama umum untuk serangan jamur yang menyerupai kapas pada permukaan tubuh ikan. misalnya diketahui sebagai jamur sistemik yang menyerang ikan. baik secara fisik maupun kimia. sirip. Saprolegnia merupakan genus jamur yang termasuk dalam kelas Oomycetes. Saprolegnia. Pada kenyataannya banyak genus dari Oomycetes yang dapat menyebabkan infeksi jamur pada ikan. Untuk serangan jamur sistemik ini belum tersedia obat yang dijual secara komersial. Pencegahan dan Perawatan Serangan Saprolegnia dapat dihindari dengan melakukan perawatan yang baik terhadap kondisi akuarium.35°C . Apabila gejala serangan Saprolegnia ditemukan. Serangan Saprolegnia biasanya berkaitan dengan kondisi kualitas air yang buruk. Mereka umum dijumpai pada air tawar maupun air payau. segera lakukan evaluasi kualitas air akuarium anda dan lakukan koreksi yang diperlukan. Selain karena luka. dengan selang pertumbuhan optimal 15 . seperti pH rendah (5. formalin dan povidone iodine dapat pula mengobati serangan Saprolegnia. Jamur ini dapat tumbuh pada selang suhu 0 . maka serangan jamur sedikit banyak akan dapat ditangani dengan lebih mudah. Meskipun demikian. insang. Pada umumnya. Spesies jamur ini biasanya dijumpai pada ikan yang mengalami stres lingkungan. terutama dengan menjaga kualitas air selalu dalam kondisi optimal. dan selanjutnya dapat pula menyebar pada jaringan sehat lainnya. Saprolegnia atau dikenal juga sebagai "water molds" dapat menyerang ikan dan juga telur ikan. lakukan pengobatan. Kehadiran Saproglegnia sering pulang disertai dengan kahadiran infeksi bakteri Columnaris.tumbuh pada temperatur 14 . perendaman dengan Malachite Green diketahui dapat menyembuhkan serangan jamur sistemik. Saprolegnia akan menyerang bagian tubuh ikan yang terluka. Beberapa jamur diketahui juga menyerang bagian dalam jaringan tubuh ikan. terkadang dengan kombinasi kelabu dan coklat. Apabila anda sempat melihatnya di bawah mikroskop maka akan tampak jamur ini seperti sebuah pohon yang bercabang-cabang. atau parasit eksernal lainnya. diantaranya adalah Achyla. dan kadar bahan organik tinggi. Pada saat ini. Apabila kondisi serangan pada ikan parah. Selain dengan fungisida khusus ikan. mata atau telur ikan. kehadiran jamur dapat pula disebabkan atau dipicu oleh kondisi air akuarium yang buruk. Branchiomycosis Branchiomyces demigrans atau "Gill Rot (busuk insang)" disebabkan oleh jamur Branchiomyces sanguinis and Branchiomyces demigrans . kandungan oksigen rendah atau pertumbuhan algae yang berlebih dalam akuarium.5). Icththyophonus.35 °C.30 °C. Branchiomyces sp. Ikanikan berusia tua diketahui sangat rentan terhadap infeksi jamur. dan selalu menjaga ikan agar mendapat gizi yang memadai. berwarna putih.

Pada umumnya produk ini merupakan produk untuk pengobatan dengan perlakuan perendaman dalam jangka panjang. maka disarankan untuk segera memusnahkan ikan tersebut. Metil biru merupakan salah satu bahan kimia yang umum digunakan sebagai anti jamur. Apabila hal ini menyerang ikan dalam kolam. Apabila Icthyophonus ditemukan pada ikan anda. keringkan kolam dan berikan perlakuan dengan kalsium oksida. Memasak terlebih dahulu pakan tersebuti dapat membantu menghilangkan jamur infektif yang terkandung. Beberapa anti jamur yang mengandung phenoxyethanold apat pula digunakan untuk mengobati infeksi bakteri eksternal. khususnya pada daerah yang terjangkit. kecuali diyakini bahwa pakan ini terbebas dari Icthyophonus hoferi. Pencegahan dan Perawatan Tidak ada pengobatan yang bisa dilakukan terhadap penyakit ini. Tanda-tanda penyakit Sebaran penyakit biasanya berlangsung melalui pencernaan. Pencegahan adalah satu-satunya cara untuk menghindari serangan penyakit Icthyophonus. Apabila penyakit telah terlanjur berjangkit. Penyebab utama infeksi biasanya adalah spora jamur yang terbawa air dan kotoran pada dasar akuarium. Apabila bagian jaringan yang terserang mati dan lepas. biasanya serangan jamur ini hanya akan terjadi pada air dingin 2 . maka spora jamur akan ikut terbebas dan masuk kedalam air sehingga akan memungkinkan untuk menyerang ikan lainnya. Apabila hal ini menyerang ikan dalam kolam. Meskipun demikian. kulit ikan tampak berubah kasar seperti amplas. Akuarium yang terjangkit hendaknya segera dikuras. dan dikeringkan serta lakukakan tindakan sterilisasi. ikan yang terserang ringan sampai sedang biasanya tidak menunjukkan gejala penyakit. segera lakukan isolasi. Pencegahan dapat dilakukan dengan tidak memberikan ikan mentah atau produk ikan mentah pada ikan. Formalin dan Copper Sulfat diketahui dapat mencegah kematian akibat infekasi Branchiomycosis. demigrans pada umumnya menyerang insang ikan. yaitu melalui spora yang termakan. Pengamatan dibawah mikroskop akan sangat membantu mengenali serangan jamur ini. ikan biasanya akan menjadi carrier sepanjang hidupnya. dan kolam memiliki dasar pasir atau lumpur maka akan diperlukan pengeringan kolam selama berbulan-bulan untuk menghilangkan jamur tersebut.biasanya terjadi pada selang suhu 25 . Anti Jamur (Fungisida) Berbagai produk anti jamur untuk akurium relatif banyak ditemukan di toko-toko akuarium. Penyebaran Icthyophonus berlangsung melalu kista yang terbawa kotoran ikan atau akibat kanibalisme terhadap ikan yang terjangkit. Pengelolaan lingkungan akuarium yang baik akan menciptakan kondisi yang tidak disukai oleh jamur tersebut untuk tumbuh. Icthyophonus Icthyophonus disebabkan oleh jamur Icthyophonus hoferi . Oleh karena itu.20° C. Hal ini disebabkan terjadinya infeksi dibagian bawah kulit dan jaringan otot.31°C. Pencegahan dan Perawatan Usaha pencegahan merupakan cara yang sangat disarankan untuk mengontrol serangan jamur ini. Insang tampak mengeras dan berwarna pucat. Ikan dapat pula menunjukkan gejala pembengkokan tulang. Pada kasus serangan berat. Ikan yang terjangkit akan menunjukkan gejala bernafas dengan tersengal-sengal dipermukaan air dan malas. Selain itu. termasuk filter dan peralatan lainnya. garam juga diketahui efektif dalam mengobati akibat serangan jamur. Selanjutnya lakukan sterilisasi pada akuarium yang bersangkutan. Jamur ini tumbuh baik pada air tawar maupun air asin (laut). Beberapa anti jamur tersebut juga dapat digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. Tanda-tanda Penyakit Branchiomyces sanguinis dan B. Bagian dalam ikan akan pada umumnya tampak membengkak disertai dengan luka-luka berwarna kelabu-putih. Gentian Violet diketahui sangat .

Hexamita diketahui gampang berpindah dari satu cichlid ke cichlid yang lain. Bila ditemukan gejala seperti itu pada ikan anda dan diyakini merupakan penyimpangan dari penampakan normalnya. Apabila mereka memasuki pori-pori sensor yang terletak dikepala. Pembengkakan tersebut sering menyebabkan sirip ikan berdiri sehingga penampakannya akan menyerupai buah pinus. Tandatanda Penyakit Ikan mengeluarkan kotoran berwarna putih (berak kapur). padahal ikan tersebut tidak sedang "hamil" atau bahkan berkelamin jantan. Dropsy merupakan gejala dari suatu penyakit bukan penyakit itu sendiri. dan atau warna kulit pucat kemerahan. tetapi biasanya dalam jumlah normal dan terkendali. kadang-kadang diikuti oleh pelebaran poripori sensor di kepala dan gurat sisi. Kematian dapat terjadi apabila infeksi hexamita ini sampai menyerang organ-organ vital ikan dan menyebabkan kerusakan fatal pada organ tersebut. Olah karena itu. Meskipun demikian. Kondisi air akuarium yang tidak bagus (seperti akibat terjadinya akumulasi nitrogen) dapat memicu terjadinya gejala dropsy. dan bukan pula kelompok ikan berperut buncit ??. Penggunaan anti jamur sebagai kuratif rutin. seperti akibat stress. Biasanya diikuti juga oleh gejala perut kembung.PenyebabMerupakan akibat dari infeksi virus. Hexamita Hexamita merupakan parasit yang sering menyerang ikan dari famili cichlidae. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi pada parasit tersebut. meskipun demikian adanya resistensi parasit terhadap obat tersebut telah pulah dilaporkan. Gejala ini kerap disertai dengan gejala malas bergerak. pada keadaan tersebut hexamita tidak membahayakan ikan yang bersangkutan. Dropsy Pernahkah anda menemukan ikan kesayangan anda berperut sangat buncit. maka parasit tersebut akan segara menggandakan diri dengan cepat dan memasuki sistem ikan. myobakteri. Gejala dropsy ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada rongga tubuh ikan. Penggunaan anti jamur dalam jangka panjang dan secara terus menerus dapat menimbulkan efek yang berbahaya. bisa terjadi . (Pelebaran pori-pori ini kerap menimbulkan kesan berlubang sehingga sering disebut sebagai penyakit Hole In The Head. Perubahan bakteri ini menjadi patogen. gangguan pernapasan. Secara alamiah bakteri penyebab dropsy kerap dijumpai dalam lingkungan akuarium. namun tidak jarang juga ditemui gejala badan kurus. Infeksi hexamita dapat diperburuk dengan kehadiran infeksi lain seperti yang disebabkan oleh Aeromonas dan bakteri lainnya. maka pada lokasi tersebut akan terbentuk lubang yang terisi lendir berwarna putih. penggunaan anti jamur ini untuk hal-hal yang tidak perlu atau hal-hal yang sebenarnya dapat dihindari sebaiknya tidak dilakukan. atau parasit seperti Hexamita.Pembengkakan terjadi sebagai akibat berakumulasinya cairan. atau sebagai profilaktik sebaiknya dihindarkan.membantu dalam mengatasi serangan jamur melalui pengobatan lokal di daerah yang terinfeksi jamur ringan. Penyakit ini boleh dikatakan sebagai penyakit "bawaan" karena protozoa hexamita selalu dijumpai pada sistem pencernaah cichlid. apabila kondisi ikan kemudian menjadi lemah. kemungkinan besar ikan tersebut terkena gejala dropsy. Warna ikan akan cenderung menjadi gelap dan kehilangan nafsu makan. atau lendir dalam rongga tubuh. bakteri aeromonas. Lubang tersebut biasanya akan terisi lendir berwarna putih. Pencegahan terhadap infeksi hexamita dapat dilakukan dengan mencoba menghindari berbagai bentuk stress yang mungkin dialami oleh ikan. Dalam kondisi normal parasit ini kerap dijumpai dalam jumlah kecil pada sistem pencernaan cichlid. Disarankan untuk melakukan pengobatan terhadap individu-individu ikan yang telah nyata menunjukkan gejala terinfeksi. Pencegahan dan Pengobatan Metronidazol dan di-metronidazol diketahui efektif dalam mengobati penyakit ini. Penyebab Hexamita disebabkan oleh protozoa berflagel (falgellata) dari genus Hexamita.

Tiga tingkatan penyakit yang mungkin terjadi adalah: · akut: infeksi terjadi dengan cepat sehingga ikan mati tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Capillaria diketahui kerap menyerang ikan Diskus (Symphysodon spp) dan Angelfish (Pterophyllum spp).5 sampai 2 cm dengan diameter kurang lebih seukuran dengan rambut. Capillaria pada umumnya memilki panjang antara 0. Pada ikan hidup pengamatan dapat dilakukan pada kotoran ikan dibawah mikroskop. pengobatan bisa dilakukan melalui pakan (dicampur dengan pakan). Perendaman secara kontinyu dalam jangka panjang dengan anti bakteri internal dalam beberapa kasus bisa efektif. selama 10 hari. Pencegahan dan Pengobatan Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antihelmintic seperti Levamisol atau Piperazine. mengeluarkan kotoran berwarna putih dan tipis. sebagai contoh: Oxytetracycline atau Chloramphenicol dapat diberikan dengan dosis 55 mg/kg berat ikan perhari. apabila ikan tidak respon. Penyebab Kehadiran Capillaria biasanya disebabkan oleh penularan dari ikan lain yang telah terinfeksi sebelumnya. kronis: infeksi terjadi secara perlahan secara sistemik dan menujukkan berbagai gejala yaitu pembengkakan rongga tubuh. Ikan yang sakit harus segera diisolasi dan dirawat secara optimal. Sedangkan pada infestasi berat biasanya ditandai dengan gejala "emaciation" atau badan kurus.karena akibat masalah osmoregulator pada ikan. Kotoran ikan yang terinfeksi pada umumnya akan mengandung telur Capillaria dalam jumlah banyak sehingga akan mudah menular ke ikan lainnya. Pencegahan dan PengobatanPastikan bahwa akurium selalu dalam kondisi prima (optimal). sehingga infeksi hanya bisa dilakukan oleh ikan lain yang terinfeksi. menurunnya fungsi kekebalan tubuh ikan. Hal ini biasanya diawali dengan munculnya garis putih kelabu disepanjang sirip yang terinfeksi. laten: infeksi terjadi sangat lemah sehingga ikan tampak tidak menunjukkan gejala penyakit. tetapi berpotensial sebagai pembawa (carrier). malnutrisi atau karena faktor genetik. kehadiran cacing ini dapat diketahui dengan melakukan pembedahan dan pengamatan pada isi perut ikan tersebut. dengan mengamati telur Capillaria yang biasanya akan turut serta terbawa kotoran ikan yang bersangkutan. atau sulphamerazine dengan dosis 265 mg/kg berat badan selama tiga hari. Pada ikan mati. Sedangkan pencegahan terhadap penularan dilakukan dengan mengisolasi ikan yang tertular dari ikan lainnya. Capillaria tidak memerlukan inang tertentu. Cacing ini merupakan parasit pada sistem pencernaan dan juga pada hati ikan. . Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan melalui kotoran yang dikeluarkan. yaitu ikan secara sengaja atau tidak memakan kotoran ikan lain yang terkontaminasi patogen atau akibat kanibalisme terhadap ikan lain yang terinfeksi. atau kotoran dengan warna berselang-seling antara gelap (hitam) dan terang (putih). Capillaria Capillaria adalah nama jenis cacing dari genus nematoda. atau karena hal-hal seperti: kondisi lingkungan akuarium yang memburuk. kemudian dilanjutkan dengan tercabik-cabiknya bagian membran halus sirip yang dimulai dari bagian tepi sirip/ekor. yang bisa disertai dengan ulcer dan atau exophthalmia. dan hindari jangan sampai ikan stres. Infeksi utama biasanya terjadi melalui mulut. Pelebaran pembuluh darah pada sirip. Meskipun demikian. yang ditandai dengan munculnya garis-garis merah tegas pada sirip (Gambar 1) sering merupakan pertanda akan terjadinya busuk sirip.Tanda-tanda Penyakit Pada infestasi ringan capillaria sering tidak menimbulkan gejala-gejala yang berarti. kehilangan nafsu makan. Busuk Sirip / Ekor (Fin/Tail Rot) Busuk sirip atau busuk ekor merupakan fenomena terjadinya proses pembusukan atau kerusakan pada sirip atau ekor ikan. Daerah pembusukan biasanya akan memerah dan memar.

Busuk mulut merupakan penyakit akibat infeksi bakteri. dan serangan bakteri sistemik. Memar tersebut kemudian akan bekembang menjadi bentukan berupa kapas berwarna putih kelabu. kondisi lingkungan yang optimum harus dijaga sebaik mungkin.Busuk sirip kadang-kadang muncul bersamaan dengan terjadinya serangan penyakit lain seperti serangan busuk mulut. pseudomonas. Kehadiran penyakit ini ditandai dengan munculnya memar putih atau abu-abu disekitar kepala. Serangan bakteri sistemik parah sering pula disertai dengan timbulnya busuk sirip atau ekor. kematian dapat terjadi setelah timbulnya kerusakan fisik yang berarti. sirip. atau bergesekan dengan dekorasi dasar akuarium atau dekorasi lainnya. Untuk mempercepat pemulihan sirip atau ekor yang membusuk. khususnya di sekitar mulut. sehingga mulut sering menjadi tidak bisa terkatup. seperti ditunjukkan oleh adanya memar putih saja. Bila penyebab serangan busuk sirip ini adalah kondisi lingkungan yang buruk. untuk memastikan dengan jelas diperlukan pengamatan dibawah mikroskop. Dalam kasus ini busuk sirip bisa disertai dengan gejala munculnya penampakan seperti kapas di bagian yang membusuk. sehingga secara umum bisa dijumpai dalam lingkungan akuarium. Pencegahan dan Pengobatan Munculnya busuk sirip atau busuk ekor selalu disertai dengan gejala fisik yang mudah dikenali. Kerusakan mekanik dapat terjadi seperti pada saat dijaring. yang biasanya terjadi di dearah dengan suhu udara hangat seperti di Indonesia. Daya tahan tubuh ikan yang melemah sebagai akibat memburuknya kondisi lingkungan merupakan gejala umum pemicu busuk sirip. insang dan rongga mulut.Pengobatan dengan perendaman menggunakan garam bagi ikan-ikan yang toleran terhadap garam atau dengan menggunakan phenoxyethanol sering efektif dalam mengatasi infeksi bakteri dan juga serangan sekunder seperti jamur. maka perbaikan kondisi tersebut harus terlebih dahulu dilakukan sebelum treatmen lain dilakukan. Sirip terluka atau rusak karena sebab fisik dapat menjadi tempat serangan bakteri busuk sirip. Apabila anda mendapati ikan dalam kondisi demikian. dan flexibacter. Busuk Mulut Tidak sedikit para hobiis melaporkan ikannya terserang penyakit dengan tanda-tanda mulut membengkak. Mereka menjadi patogen bila kehadirannya menjadi berlipatganda karena sesuatu hal atau mereka manjadi lebih kuat. Penyebab Busuk mulut merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri flexibacter columnaris. Bakteri ni . salah satu yang perlu dicurigai adalah akibat serangan penyakit ini. Gentian violet dapat juga digunakan terutama bila pengobatan dengan bahan lain dirasakan kurang efektif. berkelahi. kerusakan fisik sirip. di beberapa kasus bisa terjadi kematian tanpa disertai gejala fisik apapun. tidak bisa mengatup dan disusul kematian dalam waktu singkat. Berbagai jenis bakteri diketahui erat kaitannya dengan busuk sirip. Meskpun demikian. Beberapa kondisi pemicu busuk sirip diantaranya: Melemahnya daya tahan tubuh ikan. Kehadiran benda ini tidak jarang sulit dibedakan dengan serangan jamur. Oleh karena itu. Oleh karena itu hobiis akan memiliki waktu cukup untuk mengenali gejala tersebut sebelum sirip mulai membusuk. kemungkinan besar ikan anda terserang busuk mulut. Atau dapat juga disertai dengan serangan penyakit sekunder berupa serangan jamur. diantaranya disertai dengan rontoknya mulut. seperti: aeromonas. Gejala ini bisa timbul beberapa hari sebelum pembusukan terjadi. Sedangkan dalam serangan akut dan cepat. Kondisi demikian memungkinkan terjadinya serangan bakteri penyebab busuk sirip. Pada serangan ringan. sehingga apabila dijumpai kematian mendadak pada ikan. Bakteri-bakteri tersebut secara alamiah merupakan bagian dari fauna akuatik. penyakit tersebut dapat berinkubasi kurang dari 24 jam dan kematian terjadi dalam waktu 2 3 hari. meskipun demikian bakteri merupakan penyebab utamanya.Penyebab Berbagai hal bisa menjadi pemicu terjadinya busuk sirip.

Ikan yang terserang limfosistis hampir tidak pernah menunjukkan kesulitan bernapas. dan kondisi kualitas air yang buruk. Sedangkan bila serangan telah mencapi pula bagian dalam ikan perlu dilakukan pengobatan dengan menggunakan antibitotik. Oleh karena itu sering dianjurkan untuk mencegah serangannya dilakukan koreksi terhadap parameter terutama bagi akuarium-akurium yang mensyarakatkan parameter kesadahan dan pH sama dengan bakteri tersebut. dan juga pada kulit ikan sehat.5 cm atau lebih. Meskipun demikian. Tanda-tanda PenyakitInfeksi penyakit pada umumnya diawali dengan munculnya bintil kecil berwarna putih. Tidak tertutup kemungkinan mereka muncul di bagian tubuh lainnya. benda-banda padat. Koreksi terhadap kehadiran ammonia. diketahui jarang mengancam kehidupan ikan dan sering hilang dengan sendirinya. begitu pula dengan nitrit dan nitrat. seperti keluarga cichlid.Virus limfosistis pada dasarnya akan menyerang sel-sel ikan sehingga sel tersebut akan membesar 50 hingga 100000 kali dari ukuran normalnya. Muncul terutama pada bagian sirip. Secara alamiah bakteri ini hidup di dalam air pada jasad-jasad organik mati. pH tidak tepat dan kadar oksigen terlarut rendah. biasanya menyusul kejadian seperti.Pada tahap serangan awal. Busuk mulut biasanya akan terjadi pada suhu diatas 20° C. Virus ini memiliki ukuran 180-200 mikron sehingga cukup sulit untuk dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa. Flexibater columnaris menyukai air dengan kesadahan tinggi dengan pH air diatas 6. Pada saat infeksi berlangsung.Penyebab Penyakit limfosistis disebabkan oleh sejenis iridovirus (kelompok virus DNA). Hama penyakit ikan ini berasal dari nama kista berwarna putih yang menyertai serangan. Penyakit ini tidak menyerang golongan cyprinid maupun catfish. Dalam beberapa kasus kista-kista ini dapat bergabung membentuk struktur bertumpuk menyerupai bunga kol (Gambar 1). Perendaman dengan menggunakan phenoxyethanol diketahui efektif dalam mengatasi serangan busuk mulut. Hal ini dilakukan untuk lebih amannya saja. Bintil Putih (Limfosistis) Limfosistis merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh sejenis virus. Ikan demikian akan kebal terhadap serangan busuk mulut dikemudian hari. terluka akibat penangan ikan yang kurang memadai atau berkelahi dan luka lainnya.merupakan bakteri gram negatif berbentuk benang. . atau meluncur kesana-sini. Limfosistis dapat disertai dengan kehilangan nafsu makan pada ikan yang bersangkutan sehingga tidak jarang menyebabkan ikan menjadi kurus. karena serangan busuk mulut sering mempunyai gejala sama dengan serangan jamur. Dalam waktu beberapa minggu atau bulan. bintil ini dapat mencapai ukuran 0. akan tetapi serangannya biasanya terbatas pada jenis-jenis ikan yang telah mengalami evolusi lanjut. atau abu-abu atau kadang-kadang merah jambu. Pencegahan dan Pengobatan Pengobatan terhadap busuk mulut sering dilakukan sekaligus dengan pengobatan terhadap serangan jamur. sel-sel disekitar sel yang terinfeksi akan dapat pula terserang dan membesar sehingga akan membentuk kumpulan selsel berukuran besar yang mengandung banyak virus dan membentuk bintil berwarna putih. nitrit dan nitrat dan faktor lainnya akan sangat mengurangi resiko serangan busuk mulut tersebut. Oleh karena itu. Penyakit ini dapat menyerang sejumlah besar ikan. Beberapa laporan menunjukkan bahwa ikan yang terserang penyakit ini tetapi kemudian selamat. penyakit ini sangat sering menyerupai serangan white spot. kekurangan vitamin yang menyebabkan kulit menjadi tidak sehat sehingga mudah terinfeksi. Kehadiran limfosistis akan sangat mengganggu tampilan ikan. menunjukkan gejala munculnya kekebalan. Bedanya linfosistis akan tumbuh membesar dan jumlahnya tidak akan sebanyak white spot. penyakit ini sering diobati baik dengan bakterida maupun fungsida sekaligus. seperti kadar ammonia tinggi. Kista tersebut bisa dijumpai secara sendiri-sendiri (tunggal) ataupun bergerombol pada permukaan tubuh ikan.

Argulus diketahui dapat pula menjadi vektor penyakit lainnya . Larva Argulus dengan ukuran 0. Meskipun demikian.Cara penyebarannya tidak diketahui dengan pasti. Telur akan menetas dalam waktu 25 hari. Kecuali apabila ukuran dan posisi bintil tersebut sangat mengganggu aktifitas ikan yang terinfeksi. Ikan yang terserang biasanya akan menajdi kebal sehingga tidak akan terinfeksi kembali.3. terutama pada famili Chandidae. Dua diantaranya. Argulus betina dapat menghasilkan 100 butir telur atau lebih yang ditempelkannya pada permukaan benda padat.6 mm bersifat planktonik sebelum akhirnya menyerang ikan. terutama akibat stress yang mungkin dialami oleh ikan yang bersangkutan akibat operasi tersebut. yang erat kaitannya dengan akuarium. Stress dan kondisi lingkungan yang buruk diketahui dapat menjadi pemicu serangan. Hal ini berlangsung dalam waktu 5 minggu. Penyakit ini biasanya baru terlihat 10 hari hingga 2 bulan setelah infeksi. Argulus biasanya kawin dalam air terbuka. Mereka mancari inangnya secara acak dan dapat berpindah dengan bebas pada tubuh ikan atau bahkan meninggalkannya. Tingkat serangan Argulus sangat tergantung pada ukuran ikan dan jumlah individu parasit yang menyerang. Pada serangan yang sangat parah ikan dapat kehilangan banyak darah. sering tidak menimbulkan ancaman kematian pada ikan yang bersangkutan. karantina bagi limfosistis tidak perlu dilakukan pada ikan-ikan yang tidak dapat terserang seperti ikan dari famili Cyprinid. Satu-satunya cara agar limfosists tidak sampai menyerang ikan adalah dengan melakukan karantina yang memadai. Operasi kecil bisa saja dilakukan.ikan yang yang diberi pewarna artifisial. Diketahui ada sekitar 30 spesies Argulus. Ikan-ikan yang telah mengalami kontak dengan ikan terinfeksi disarankan untuk dikarantina selama 2 bulan. Virus yang terbebas kemudian akan masuk dan menghuni air selama beberapa hari dan selanjutnya dapat memasuki tubuh ikan melalui kulit yang terluka. Parasit ini masuk ke dalam akuarium biasanya melalu pakan hidup. Akan tetapi luka yang ditimbulkannya dapat menjadi rentan fterhadap serangan jamur dan bakteri.5 mm. atau juga mengalami stres osmotik akibat luka-luka yang menganga sehingga tidak tertutup kemungkinan pada serangan yang sangat parah dapat menyebabkan kematian. adalah Argulus foliatus dan Argulus japonicus Sifat parasitik Argulus cenderung temporer. sampai penyakit tersebut hilang. penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dan jarang berakibat fatal. belum diketahui secara pasti apakah hal ini disebabkan oleh stress yang ditumbulkan pada saat injeksi dilakukan atau akibat kontaminan pada jarum suntik yang digunakan. Masingmasing telur pada umumnya menetas pada waktu yang berbeda. Ikan harus tetap dikarantina hingga sekitar 2 bulan setelah panyakit hilang dari ikan yang bersangkutan. Meskipun demikian. Argulus menempel pada ikan dengan menggunakan alat penghisap khusus.Pencegahan dan Penanganan Sejauh ini belum diketahui pengobatan yang tepat unuk mengatasi limfosistis. Infeksi melalui mulut juga diduga mungkin terjadi. atau memicu virus yang mungkin sebelumnya dorman dalam tubuh ikan. Infeksi limfosistis sering menyerang ikan. Larva ini akan berganti kulit selama 8 kali sebelum mencapai dewasa dengan ukuran 3 . Ikan yang terserang harus diiolasi untuk mncegah terjadinya penularan. Selanjutnya binatang ini akan menancapkan mulut jarumnya pada tubuh ikan untuk menyuntikan anti koagulan darah. Argulus diketahui dapat berahan selama beberapa hari diluar tubuh ikan. Kutu Air (Argulus) Argulus atau kutu ikan merupakan parasit ikan dari golongan udang-udangan keluarga Branchira. Meskipun demikian. Akan tetapi biasanya tidak diperlukan sehingga tidak terlalu direkomendasikan. Kemungkinan adalah dari "pecahan" bintil yang kemudian menyebabkan tersebarnya virus . sampai dipastikan bahwa infeksi tidak terjadi. Baru kemudian parasit tersebut mengkonsumsi darah dari inangnya. Meskipun demikian.

125 mg/liter air selama satu jam atau dalam larutan kalium permanganat dengan dosis 10 mg/liter selama 30 menit. serta menggosokan badannya pada dasar akuarium atau dekorasi dan benda lainnya. kehilangan nafsu makan. Begitu terhadap dekorasi berupa batu potongan kayu. kehadiran parasit itu sendiri dapat mudah dilihat dengan mata telanjang berupa mahluk transparan berbentuk bulat mendatar dengan diameter 5 . Cara ini akan efektif apabila kemudian ikan dipindahkan ake tempat lain yang bebas benih Argulus.Ikan yang terjangkit akan menjadi gelisah. Pencegahan dan Pengobatan Senyawa organfosforus diketahui efektif dalam menghilangkan Argulus. Apabila parasit hanya dijumpai dalam jumlah sedikit maka pengambilan secara fisik bisa dilakukan dengan menggunakan pincet. atau tanaman yang diambil dari perairan bebas. dan warna beruabah mejadi opak sebagai akibat produksi lendir yang berlebihan. Selain dengan tanda ini. Karenat tidak tertutup kemungkinan akuarium tempak ikan tersebut semula telah tercemar olah benih atau larva argulus.12 mm. Serangan yang parah bisa menyebabkan ikan manjadi malas . . Alternatif lain adalah dengan perendaman jangka pendek dalam luratan standar formalin (37-47 %) sebanyak 0. Lakukan karantina pada pakan hidup yang diambil langsung dari alam untuk mencegah terjangkitnya akuarium oleh Argulus. atau terkadang melompat keluar dari permukaan air. Luka yang ditinggalkan selanjutna dibubuhi antiseptik. Sepasang bintik mata dapat dilihat dibagian kepalanya (Gambar 1). meluncur kesana kemari. Lakukan aerasi selama proses perendaman dilakukan.Tanda-tanda SeranganArgulus melukai kulit dalam rangka mendapatkan darah korbannya sehingga sering menimbulkan memar merah pada bekas "gigitannya".

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful