Dfa Ii atr s

Sekilas
Pusbindiklatren-Bappenas 2

Struktur
Organisasi Pusbindiklatren 4

Pelaksanaan
Jabatan Fungsional Perencana 5

Program
Beasiswa Pusbindiklatren 8

Siklus
Pelatihan 12

Mekanisme
Pembiayaan Diklat 13

Pelayanan
Pusbindiklatren Bagi Perencana 15

Penelitian
Dan Pengembangan Diklat dan JFP 17

Kerjasama
Pusbindiklatren Dengan Pihak Luar 21

Test
Potensi Akademik 23

Pusbindiklatren
Masa Depan 26

Profil-Pusbindiklatren

1

SEKILAS
PUSBINDIKLATREN - BAPPENAS

SEKILAS P PUSBINDIKLATREN BAPPENAS

PERAN PUSBINDIKLATREN BAPPENAS
usat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren)Bappenas sebagai salah satu unit kerja eselon II di bawah Sekeretaris Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Sesmenneg PPN/Sestama Bappenas telah menjalani beberapa peran yang cukup bervariasi dari masa ke masa. Hal terakhir ditandai dengan penajaman ruang lingkup pada tugas dan fungsinya, yang semula meliputi pengembangan pegawai negeri dan swasta (LSM) di berbagai bidang pembangunan, kini hanya meliputi pegawai negeri sipil di bidang perencanaan saja baik bagi perencana pemerintah pusat maupun daerah. Dalam kaitan ini, salah satu faktor yang turut memberi pengaruh adalah dibentuknya Tim Pendayagunaan Dana Luar Negeri untuk Diklat (TPDLN) pada tahun 1984, atau dikenal dengan nama Overseas Training Office (OTO), yang kesekretariatannya berada pada Biro Administrasi Pendidikan dan Latihan Bappenas. Dengan demikian, OTO secara kelembagaan menjadi bagian dari Biro Administrasi Diklat Bappenas dengan tugas mengelola dan mengkoordinasikan dana hibah luar negeri untuk peningkatan SDM khususnya PNS melalui program beasiswa S2 dan S3 luar negeri. Seiring dengan penyempurnaan Instansi Penyelenggara Diklat Perencanaan Pembangunan (Renbang) Bappenas, Biro Administras Diklat berikut kesekretariatan, pada tahun 1996 OTO dilebur menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan (Pusdiklat Renbang) Bappenas. Disamping melanjutkan peran yang semula dilaksanakan oleh OTO, Pusdiklat Renbang mempunyai tugas untuk mengembangkan: (a) berbagai program diklat gelar (S2 dan S3) tidak saja di luar negeri namun juga di dalam negeri, (b) alat seleksi program diklat/beasiswa, (c) program persiapan Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk diklat, (d) kurikulum diklat jangka pendek, dan (e) model pembiayaan diklat. Pada tahun 2001, sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perencana (JFP), Bappenas membentuk Pusat Pembinaan Perencana (Pusbiren) berdasarkan SK Kepala Bappenas No. KEP.009/Ka/01/2001. Selanjutnya berdasarkan pertimbangan bahwa peran Pusdiklat Renbang selama ini sangat berkaitan erat dengan pembinaan karir perencana, yang menjadi tugas Pusbiren, maka pada bulan Maret tahun 2002 kedua unit kerja eselon II tersebut digabungkan menjadi Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren), berdasarkan Keputusan Ka Bappenas No. 50/Ka/03/2002.

2

Profil-Pusbindiklatren

SEKILAS PUSBINDIKLATREN . Pusbindiklatren Dalam pelaksanaan tugas-tugas tersebut. • C. • CIDA (Kanada). Research and Development. 1995-2004 PHRDPII (IBRD Loan 3825—IND). Pusbindiklatren juga melakukan kerjasama dengan kedutaan-kedutaan besar dan lembaga internasional di Jakarta. terutama untuk para Perencana di pusat dan daerah. diharapkan target untuk menjaring calon peserta yang lebih luas.I. Pusbindiklatren mengembangkan Pusat Data dan Informasi JFP dan Diklat Bappenas memanfaatkan dan mendayagunakan sumber dana luar Perencanaan.F (Belgia) baik oleh berbagai program pascarsarjana perguruan tinggi negeri/ • FCO (Inggris) swasta ternama maupun oleh lembaga pemerintah/swasta besar di • USAID (Amerika Serikat) dalam negeri. ataupun promosi bagi pengembangan • Monbukagakusho (Jepang) pegawainya. • JDS (Jepang) • STUNED (Belanda) Sementara itu.000 peserta per tahun. • JICA (Jepang) TPA dan TPIU ini telah menjadi salah satu alat seleksi terbesar di • Japang-IMF (Jepang) Indonesia. melakukan sosialisasi dan lain. melakukan pemantauan dan evaluasi JFP dan Sumber dana luar negeri yang berhasil didayagunakan. 1995–2001 PHRDP I (JBIC Loan IP-367). menyebarluaskan informasi beasiswa diklat 1) Hibah/grant/soft-loan perencanaan. 1990–1995 Profil-Pusbindiklatren 3 . yang digunakan oleh lebih dari 15. Untuk menunjang tugas-tugas di atas. seperti STUNED.D – C. mengadakan negeri (pinjaman dan hibah luar negeri) dan dana dalam negeri perpustakaan yang menyediakan referensi tentang JFP dan diklat (APBN). perencanaan. petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan JFP.BAPPENAS Dengan posisinya di dalam organisasi Bappenas yang baru tersebut. dalam usaha menyebarluaskan informasi pemanfaatan beasiswa yang mereka sediakan. ADS. Dengan adanya dukungan informasi dan jaringan kerja Bappenas dengan mereka seperti ini. atau biasa disebut beasiswa Non-Pusbindiklatren. yaitu mendukung upaya peningkatan kapasitas instansi perencanaan pemerintah di pusat dan daerah dengan meningkatkan kompetensi dan produktivitas perencana pemerintah sehingga kualitas output dan outcome yang dihasilkannya akan sesuai dengan harapan stakeholders. hibah 2) Pinjaman/loan • • • • PHRDP II ((JBIC Loan IP-458). peran Pusbindiklatren adalah mengemban fungsi Bappenas sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perencana dan Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan. beberapa kedutaan besar dan lembaga internasional.U. 1990-1995 PHRDP I (IBRD Loan 3134-IND). bahkan menunjuk Bappenas sebagai anggota Tim Seleksi atau Tim Pengarah.U. Untuk program beasiswa Non-Pusbindiklatren ini. dapat terlaksana dengan lebih baik. antara penyelenggaraan diklat perencanaan. pegawai lembaga • KDI (Korea Selatan) pemerintah/swasta. bagi lembaga yang memerlukan alat seleksi bagi • KOICA (Korea Selatan) penerimaan mahasiswa untuk perguruan tinggi. menawarkan • FCS (Swiss) jasa penyediaan alat tes yang disebut Tes Potensi Akademik (TPA) • NORAD (Norwegia) dan Tes Potensi Intelektual Umum (TPIU) serta tes TOEFL. JDS. berasal dari: fasilitasi petunjuk pelaksanaan. baik beasiswa Pusbindiklatren maupun beasiswa • ADS (Australia) Non-Pusbindiklatren. Pusbindiklatren melalui Unit Pelayanan • DAAD (Jerman) Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (UPP-TPA). Selain mengelola sumber dana beasiswa di atas. Peran ini dilakukan melalui pelaksanaan (JFP) dan penyelenggaraan diklat bagi perencana pemerintah pusat dan daerah di seluruh Indonesia.

20 orang S1. 11 orang S-2. dan 9 orang SLTP dan SD. dipimpin oleh Kepala Pusat.STRUKTUR ORGANISASI PUSBINDIKLATREN rganisasi Pusbindiklatren merupakan unit kerja eselon II di Bappenas. yang terdiri atas: (a) 1 orang eselon II. 6 orang SLTA. (c) 10 orang eselon IV. 4 orang D-3. Pada saat yang sama. 1 orang program S-2 Double Degree. Berdasarkan latar belakang pendidikan. (e) 4 orang Pelaksana. Bidang Penyelenggaraan Diklat (Bidang II) membawahi Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat Gelar dan Sub Bidang Penyelenggaraan Diklat Non-Gelar Bidang Pemantauan dan Evaluasi (Bidang III) membawahi Sub Bidang Pemantauan dan Sub Bidang Evaluasi. Bidang Informasi dan Pelayanan Perencana (Bidang V) membawahi Sub Bidang Informasi dan Sub Bidang Pelayanan Perencana. 4 Profil-Pusbindiklatren . (f) 3 orang pengemudi kendaraan. (d) 7 orang Perencana. (g) 3 orang tenaga kebersihan. yaitu 4 orang mengikuti program S-3 di dalam negeri. yaitu sebagai berikut: • • • • • O Srku Ognss Psidkarn tutr raiai ubnilte Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. beberapa personel Pusbindiklatren sedang mengikuti program diklat gelar. (b) 5 orang eselon III. dan 3 orang program S-2 di dalam negeri Bidang Pengembangan (Bidang I) membawahi Sub Bidang Pengkajian dan Sub Bidang Penyusunan Program. dan (i) 18 orang tenaga non-PNS/paruh waktu. yang membawahi lima (5) bidang eselon III. Bidang Akreditasi dan Penilaian Perencana (Bidang IV) membawahi Sub Bidang Akreditasi dan Sub Bidang Penilaian. PusbindiklatrenBappenas didukung oleh 51 personel. komposisi personel Pusbindiklatren terdiri atas 1 orang S-3.

Tingkat produktivitas akan diukur oleh besar kecilnya angka kredit yang dikumpulkan. perencana pemerintah dituntut untuk bekerja lebih produktif. dalam jabatan fungsional. Semakin pesatnya tantangan global dan perubahan sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan. yang memiliki tugas pokok dan fungsinya melaksanakan kegiatan perencanaan.PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PERENCANA JABATAN FNSOA UGINL P R N A A( F ) EECN JP P eraturan Pemerintah No. dan wewenang seorang PNS lebih didasarkan pada kemampuan seseorang dalam memimpin suatu satuan organisasi negara. yang termasuk instansi perencanaan pemerintah pusat adalah Bappenas. Sebagai pejabat fungsional.PAN/3/2001 tanggal 19 Maret 2001 tentang Jabatan Fungsional Perencana dan Angka Kreditnya. peningkatan kualitas SDM perencana di instansi perencanaan pemerintah baik di pusat maupun di daerah diarahkan tidak saja hanya meningkatkan keahlian dan keterampilan. Berbeda dengan jabatan struktural. peningkatan keahlian dan keterampilan menjadi fokus utama dalam program pengembangan PNS yang memangku jabatan fungsional. Dengan demikian. JFP ini akan menjadi pilihan karir lain bagi PNS yang bekerja di instansi perencanaan. dimana tugas. 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) dimaksudkan sebagai pembinaan PNS yang menduduki jabatan fungsional yang didasarkan pada profesi dan sistem penghargaan prestasi PNS sesuai dengan bidang tugasnya. maka peningkatan kualitas para perencana semakin mendesak untuk dilaksanakan secara berkesinambungan. telah diberlakukan sebanyak 96 jenis jabatan fungsional. dan besarnya angka kredit ini didasarkan atas kegiatan perencanaan yang dilakukannya. namun harus pula didasarkan pada upaya peningkatan kapasitas institusi perencanaan sehingga kualitas output perencanaan yang dihasilkan mampu memenuhi harapan masyarakat secara luas. Biro Perencanaan di Sekretariat Jenderal dan Bagian Perencanaan di Direktorat Jenderal di Departemen. Profil-Pusbindiklatren 5 . tanggung jawab. Jabatan fungsional pelaksanaan tugasnya lebih didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu yang bersifat mandiri. melainkan ditentukan oleh tingkat produktivitasnya. Hingga saat ini. Pemerintah. peningkatan keahlian dan keterampilan menjadi fokus utama dalam program pengembangan PNS yang memangku jabatan fungsional. Hal ini dapat dipahami karena kenaikan pangkat dan jabatan para perencana tidak lagi ditentukan oleh lamanya bekerja. Dalam kaitan ini. dalam jabatan fungsional. telah secara resmi memberlakukan JFP bagi PNS pusat dan daerah. Dengan demikian. maka dalam jabatan fungsional pelaksanaan tugasnya lebih didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu yang bersifat mandiri. Kantor Menteri Negera dan LPND. sedangkan instansi pemerintah daerah adalah Bappeda atau nama lainnya di Propinsi/Kabupaten/Kota dan bagian atau bidang perencanaan di dinas-dinas. selain jabatan struktural yang telah ada. melalui Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) Nomor 16/KEP/M. Merujuk kepada Keputusan MENPAN tersebut.

sejak berakhirnya masa inpassing/penyesuaian ke dalam JFP dan angka kredit per 1 Oktober 2002 (khusus untuk staf atau yang belum menduduki jabatan). Sebagai Instansi Pembina JFP. Keputusan MENPPN/Kepala Bappenas No. penilaiannya harus dilakukan oleh Tim Penilai Angka Kredit Pusat yang secara ex-officio dilakukan oleh instansi pembina JFP.019/ M.013/ M. Keputusan Presiden RI No. 4. Penerapan pelaksanaan JFP diawali dengan masa inpassing/ penyesuaian ke dalam JFP yaitu mulai 1 Januari 2002 sampai dengan 31 Maret 2002. j. dan Penghentian tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Perencana.PPN/04/2002 tentang Petunjuk Teknis Pengangkatan. Keputusan MENPPN/Ka Bappenas No.024 orang. KEP. tanggal 14 Agustus 2003 tentang Tata Cara Permintaan. KEP. d. Muda dan Madya. Menyusun Pedoman Pelaksananaan JFP Sebagai tindak lanjut dari penjabaran Kepmenpan. Melakukan Penilaian Angka Kredit bagi Perencana Utama. e. dan 35. Ke 13 peraturan tentang pelaksanaan JFP. Keputusan MENPPN/Kepala Bappenas No. 6. Menpan. Menyusun kurikulum dan menyelenggarakan Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana.PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PERENCANA Hingga saat ini. tersebut adalah: a.PAN/2/2001 tentang Jabatan Fungsional Perencana dan Angka Kreditnya.783 orang perencana di Pusat. 16/Kep/M. Keputusan Kepala BKN No. jumlah perencana di seluruh Indonesia diperkirakan sebanyak 40. Keputusan MENPPN/Kepala Bappenas No. Diharapkan pada tahun 2005. Pembebasan Sementara. Jabatan. maka untuk menduduki JFP dilakukan melalui 2 (dua) cara yaitu: Pengangkatan Pertama Kali dan Pengangkatan Melalui Pindah m.266/ M. Keppres BUP ini sudah dapat diterbitkan. c. LAN. 1. Salah satu pedoman yang belum selesi sampai saat ini adalah mengenai Keputusan Presiden tentang Batas Usia Pensiun (BUP) JFP. 5.235/ M. Depkeu. kegiatan-kegiatan pembinaan bagi Perencana yang telah dilakukan oleh Pusbindiklatren-Bappenas adalah sebagai berikut: 2. KEP. 6 Profil-Pusbindiklatren . 32 Tahun 2003.234/ M. KEP. Keputusan MENPPN/Kepala Bappenas No. Sedangkan jumlah pejabat fungsional perencana. Dalam JFP. Keputusan MENPPN/Kepala Bappenas No. tentang Pembayaran Tunjangan Jabatan Fungsional Perencana. Untuk menjaga kualitas Diklat Fungsional Perencana. khusus untuk penilaian angka kredit untuk kenaikan pangkat dalam dan kenaikan jabatan ke Perencana Utama. Keputusan Kepala Bappenas dan Kepala BKN No. tidak menjabat struktural dan untuk PNS perencana yang menjabat jabatan struktural sampai dengan tanggal 31 Maret 2003.PPN/12/2001 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penyesuaian/Inpassing ke dalam Jabatan dan Angka Kreditnya. dan 31 April 2003 (khusus untuk pejabat yang telah menduduki jabatan tertentu dan ingin pindah jabatan ke JFP) baik di Pusat maupun di Daerah sampai dengan akhir Pebruari 2004 adalah 1. dengan rincian: 832 orang Pejabat Fungsional Perencana Pusat dan 192 Pejabat Fungsional Perencana Daerah (Propinsi/Kabupaten/Kota).PPN/04/2002 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Perencana. Menyusun standar soal untuk uji kompetensi perencana. dan Pemberhentian dalam Jabatan Fungsional Perencana.tgl 10 Juni 2003. i. 3. mekanisme pelaksanaan penilaian angka kredit didesentralisasikan kepada masing-masing pemerintah daerah dan instansi. g. Bappenas bersama-sama dengan BKN. kemudian diperpanjang sampai dengan k.011/ M. dan atas kebutuhan kemudian diperpanjang lagi sampai dengan 30 September 2002 untuk PNS perencana yang l.PPN/02/2003 tentang Akreditasi dan Alih Kredit Diklat Fungsional Substantif Perencana. h. b. Untuk saat ini. Setelah berakhirnya masa inpassing/penyesuaian tersebut.678 orang perencana di daerah. Bappenas telah melakukan kajian untuk merumuskan kompetensi jabatan fungsional perencana sebagai acuan penyusunan kurikulum Diklat Fungsional Perencana. masih belum terbentuk Tim Penilai Angka Kredit. apabila instansi tempat bekerja perencana.020/ M. KEP. KEP. setiap akhir Diklat dilaksanakan uji kompetensi. KEP.PPN/04/2002 tentang Tata Kerja dan Organisasi Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Perencana. 30 Juni 2002.1106/Ka/08/2001 dan 34A Tahun 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perencana dan Angka Kreditnya. Penyusunan Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana Dalam rangka merumuskan kompetensi pejabat fungsional perencana.41. Keputusan MENPPN/Kepala Bappenas No. Kepmen. dan surat edaran yang sudah disebarluaskan kepada seluruh instansi pusat dan daerah. KEP. f.012/ M. KEP. uji kompetensi disusun oleh masing-masing penyelenggara Diklat.PPN/02/2003 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana. Keputusan MENPAN No. Keputusan MENPPN/Kepala Bappenas No.PPN/12/2001 tentang Pedoman Penentuan Formasi Perencana. Namun demikian. Pemberian. Surat Edaran Dirjen Anggaran Departemen Keuangan No.461 orang yang terdiri 4. Depdagri dan Universitas telah menerbitkan 13 (tiga) jenis peraturan dalam bentuk Keppres. tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Perencana.PPN/02/2003 tentang Pedoman Kualifikasi Pendidikan untuk Jabatan Fungsional Perencana. Melakukan penilaian Angka Kredit bagi Perencana Pertama.SE-188/A/2003.

10. mempererat kerjasama antar individu dan Sedangkan untuk menjalin hubungan dan kerjasama baik kelembagaan dan sebagai wahana komunikasi dan informasi melalui kelembagaan maupun perseorangan. Oleh kompetensi yang dimilikinya. Tahun 2004 Bappenas telah mengirimkan surat kepada BKN dan Menpan untuk segera menetapkan batas usia pensiun 12. Untuk itu. dan pengangkatan JFP.Pusat Data dan Informasi JFP. Pembentukan Asosiasi Perencana Pemerintah umum. (b) Fungsional Perencana Tingkat Muda. peningkatan profesionalitas para pejabat fungsional (c) asistensi teknis terhadap kegiatan penilaian angka kredit. Bappenas juga antar anggota. Dari seminar nasional ini. Dalam konteks kode etik profesi perencana. Dalam hubungannya dengan Diklat Fungsional Penjenjangan. yaitu Pemprop Semarang. Menyusun kurikulum TOT bagi calon pengajar Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana. 8. Maksud lain pembentukan asosiasi membangun sistem data base untuk seluruh perencana di ini adalah sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas Indonesia. (c) Fungsional Perencana Tingkat Madya. Bappenas sedang ber-inisiasi untuk membentuk wadah/asosiasi bagi seluruh perencana Salah satu bentuk pembinaan JFP. anggota. 2. dan (e) Disain Kurikulum 1. diharapkan pula akan terbentuk suatu asosiasi perencana pemerintah sebagai wadah komunikasi dan informasi antar perencana di Indonesia. (b) fasilitasi kegiatan yang berhubungan dengan JFP. diantaranya adalah (a) Kajian Kompetensi Perencana.Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan JFP. baru akan dilaksanakan pada tahun 2005. 3 angkatan. dan (f) Diklat TOT 3 angkatan. 14. Bappenas juga telah menyusun Kurikulum Diklat TOT pengajar Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana. kepada BKN dan Menpan agar hal ini menjadi prioritas dalam penyusunan kebijakan periode yang Bentuk pelayanan yang diberikan antara lain: (a) sosialisasi akan datang (2005). (b) Kajian Standar Kapasitas Institusi Perencanaan. (d) Diklat Penilaian Angka Kredit Perencana. juga akan melakukan kegiatan lain berupa: 9. Penyusunan Informasi Jabatan Kegiatan penyusunan informasi jabatan ini. website. (c) Studi Disain Kurikulum Diklat Fungsional Perencana. termasuk pejabat fungsional perencana. Profil-Pusbindiklatren 7 . disamping tetap meneruskan kegiatan-kegiatan tersebut diatas. Diklat Administrasi Penilaian Angka Kredit Perencana. Salah satu hal penting dari fungsi instansi pembina JFP adalah melaksanakan kegiatan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh aspek pelakanaan JFP di daerah dan di pusat. dalam rangka mendukung upaya JFP. Menyusun Keppres Mengenai Batas Usia bentuk infromasi lainnya yang dapat diakses oleh seluruh Pensiun perencana.Seminar Regional dan Nasional Fungsional Perencana Dalam rangka mencari masukan terhadap pelaksanaan JFP selama ini serta meningkatkan kinerja Instansi Pembina JFP dimasa yang akan datang. majalah Simpul Perencana dan bentuk4. Bappenas juga melaksanakan Akreditasi Kurikulum Diklat Subtantif Perencana bagi lembaga diklat baik pemerintah maupun perguruan tinggi serta masyarakat 3. 8 angkatan. Bappenas telah pemerintah di Indonesia. (d) Disain Kurikulum Diklat Penilaian Angka Kredit Perencana. 13. kegiatan diklat. Bappenas pada tahun 2004 akan menyelenggarakan seminar regional yang direncanakan akan dilaksanakan di 3 tempat. 8 angkatan. kode etik para perencana. maka untuk mengatur dan melaksanakan serta mengawasi pelaksanaan 11. (e) Diklat Administrasi Penilaian Angka Kredit 3 angkatan. Melaksanakan Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana Sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang Bappenas telah melaksanakan Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana dan diklat-diklat pendukung JFP antara lain (a) Fungsional Perencana Tingkat Pertama.Melakukan Akreditasi Kurikulum Diklat Subtantif Perencana. Bappenas juga telah melaksanakan kajian JFP. Melakukan kajian untuk JFP. karena itu.Pusat Pelayanan Perencana bagi JFP.PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PERENCANA 7. Penyusunan Etika Profesi Kode etik pada prinsipnya mengatur bagaimana Perencana yang mengikuti Diklat Subtantif akan seseorang harus bertindak sesuai dengan kaidah-kaidah yang mendapatkan nilai angka kredit tertentu dengan catatan bertujuan untuk tetap menjaga reputasi dan kualitas bahwa diklat tersebut telah diakreditasi oleh Bappenas. Hasil seminar regional akan didiskusikan pada seminar Nasional yang akan dilaksanakan pada akhir 2004. 3 angkatan. (d) Konsultasi segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah-masalah JFP baik kelembagaan atau perseorangan melalui tatap muka (langsung) maupun melalui telpon atau e-mail. Upaya untuk menyempurnakan dan mengembangkan JFP. menyediakan berbagai macam media informasi dalam bentuk booklet. Pemantuan dan evaluasi dilaksanakan secara rutin setiap tahun melalui kunjungan lapangan atau penyebaran kuisioner ke instansi pusat maupun pemerintah daerah. Di masa yang akan datang untuk lebih mengupayakan peningkatan kompetensi dan kinerja para perencana. Pemprop Jambi dan Pemprop NTB. perencana.

Program S3 Dalam Negeri Semakin terbatasnya ketersediaan sumber dana untuk diklat luar negeri. 3. Program beasiswa yang diberikan oleh Pusbindiklatren-Bappenas sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut: A. Program S-2 ini diselenggarakan oleh unversitas secara reguler dengan lama pendidikannya antara 18 bulan sampai dengan 24 bulan.PROGRAM BEASISWA PUSBINDIKLATREN PROGRAM DIKLAT S ejak berdirinya tahun 1984. Diklat Subtantif di luar negeri (termasuk Diklat Lingkage Program) sebanyak 3. 1. 81 orang S2 Double Degree. sampai dengan bulan Juli 2004 telah memberikan beasiswa dan menghasilkan alumni sebanyak 18.511 orang S2 luar negeri. Pengembangan model pendidikan S-2 tersebut didasarkan kepada pertimbangan efisiensi waktu pelaksanaan 8 Profil-Pusbindiklatren . yang terdiri dari 259 orang S3 luar negeri.082 orang dan di dalam negeri sebanyak 12. Sedangkan untuk diklat non gelar terdiri dari Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana sebanyak 640 orang. Program S2 13 (tiga belas) bulan Sebagai kelanjutan dari pengembangan program S-2 dalam negeri. Untuk mengantisipasi keterbatasan dana sehubungan dengan berakhirnya pinjaman luar negeri. dan 728 orang S2 dalam negeri. Beasiswa ini diberikan kepada PNS perencana yang telah lulus S2 untuk melanjutkan pendidikan S-3 di universitas di dalam negeri yang terakreditasi. 2. mulai tahun 2004 Pusbindiklatren merintis program beasiswa untuk S-3 dalam negeri. Pusbindiklatren-Bappenas yang dahulu dikenal dengan OTO dan kemudian sebagai Pusdiklat Renbang. 4. 10 orang S3 Dalam negeri. PROGRAM DIKLAT GELAR 1. Program S2 Reguler Dalam Negeri Sejak tahun 1990-an.978 orang.630 orang serta Magang 37 orang. beasiswa yang diberikan kepada PNS untuk mengikuti program pendidikan S-2 dan S-3 di luar negeri menggunakan sumber pembiayaan dari hibah dan pinjaman luar negeri. Pusbindiklatren-Bappenas telah berhasil mendorong universitas dalam negeri untuk mendirikan program S-2 bidang perencanaan. Pusbindiklatren sejak tahun 2003 mulai memperkenalkan program beasiswa S-2 bidang perencanaan yang dapat diselesaikan dalam waktu 13 bulan. Program S2 dan S3 Luar Negeri Satu tahun sejak berdirinya OTO Bappenas. sejak tahun 2003 Pusbindiklatren mulai mengembangkan penyediaan beasiswa program S-2 dan S-3 luar negeri melalui pembentukan kerjasama dengan kedubes/institusi asing penyedia beasiswa luar negeri.

S-2 Ekonomika Pembangunan (EP) di UGM. Beasiswa IMF. program S-2 ini dilaksanakan 1 tahun pertama di universitas di dalam negeri dengan biaya dari beasiswa Pusbindiklatren-Bappenas. Sedangkan untuk penulisan tesis. beasiswa NZAID dari New Zealand. S-2 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) di ITB. Dalam program ini. Program ini. yaitu S-2 Perencanaan Pembangunan di UNAND. mereka melamar ke Amsterdam untuk bidang Ilmu Ekonomi. B. program S2 Double Degree ini bertambah yaitu MIE Program S2 Luar Negeri. Sedangkan yang peserta S2 Luar Negeri. S-2 Pembangunan Wilayah dan Kota (PWK) di UNDIP. Pada tahun ini. seperti beasiswa DAAD dari Jerman. Dalam rancangannya. agar nilai TOEFL meningkat dan Kota) ITB dan RUG (Rijks Universiteit Groningen) di mencapai minimal 550. Program S-2 13 bulan ini akan bertambah dengan program S-2 Administrasi Publik (AP) di UNSRI dan S2 Perencanaan SDA dan Lingkungan Hidup di UNPAD. peserta hanya menulis 1 tesis dengan supervisi oleh dosen pembimbing dari Universitas dalam dan luar negeri. Institusi/Kedubes Penyedia Beasiswa S-2 Luar Negeri yang diprioritaskan adalah Institusi/Kedubes yang memiliki jalinan kerjasama langsung dengan Pusbindiklatren-Bappenas (Kepala Pusbindiklatren-Bappenas sebagai anggota Tim Seleksi maupun Tim Pengarah). beasiswa Lee Kuan Yew dari Singapura. beasiswa Monbukagabusho dari pemerintah Jepang. Program S2 dan S3 Luar Negeri Kerjasama dengan Kedubes/Institusi Asing Program ini adalah kerjasama antara Pusbindiklatren-Bappenas dengan lembaga pemberi beasiswa/kedubes negara asing yang menyediakan beasiswa S-2 dan S-3 di luar negeri. Pelatihan Bahasa Inggris a. Model pendidikan S-2 lain yang dikembangkan oleh Pusbindiklatren-Bappenas adalah Program S2 Double Degree. Groningen Belanda. English for Academic Purposes ( EAP ) Program EAP ini ditujukan bagi peserta yang lulus seleksi beasiswa Pusbindiklatren-Bappenas dengan nilai TOEFL minimal 480. S-2 Perencanaan dan Kebijakan Publik (PKP) di UI. Studies) di De Hague dan Wageningen University di Wageningen dalam bidang Ekonomi Pembangunan. 6. dan beasiswa KDI (Korean Development Institute) dari Korea. beasiswa NORAD dari Norwegia. Pada tahun Inggris untuk peserta Program S2 Double Degree dan peserta 2004. yaitu mata kuliah yang telah diambil di universitas dalam negeri dapat ditransfer dan diterima oleh universitas di luar negeri ataupun sebaliknya. dan lain-lain. S-2 Studi Pembangunan (SP) di ITB. mereka akan dilamarkan ke Profil-Pusbindiklatren 9 . Mereka akan menerima beasiswa Pusbindiklatren-Bappenas Pada tahun 2003. S-2 Perencanaan Wilayah (PWL) di IPB. Selain itu. S-2 Perencanaan Kota dan Daerah (PKD) di UGM. serta di MPKD (Magister Perencanaan Kota dan Daerah) UGM dan IHS (Institute of Housing and Program EAP dibagi dalam 2 (dua) kategori yaitu persiapan bahasa Development Studies/Erasmus) di Rotterdam Belanda. dan dengan 3 Universitas Luar Negeri yang telah bekerjasama dengan Universitas di Belanda: Vrije University. Untuk peserta Double Degree. Beasiswa FASID/GRIPS dari Jepang. Program S-2 13 bulan ini diimpelementasikan pertama kali pada bidang Manajemen Perencanaan Pembangunan (MPP) di UNHAS. dan S-2 Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan (EPP) di UNPAD. beasiswa NUFFIC dari Belanda. Beasiswa Fulbright/Aminef dari USA. selain diikuti oleh para karyasiswa penerima beasiswa Pusbindiklatren-Bappenas yang jumlahnya antara 15 – 30 peserta per program. beasiswa ADS (Australian Development Scholarships) dari Australia. dan peserta akan memperoleh 2 gelar. setelah nilai TOEFL nya meningkat. Prinsip dasar dari program double degree ini adalah credit transfer. Pusbindiklatren-Bappenas memulai program untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris secara intensif di Pusat S-2 Double Degree di MPWK (Magister Perencanaan Wilayah Bahasa Bappenas selama 5 bulan.PROGRAM BEASISWA PUSBINDIKLATREN belajar saja tanpa mengubah substansi kurikulum. Kemudian pada tahun 2004 program S2 13 bulan berkembang menjadi. PROGRAM DIKLAT NON GELAR 1. Untuk tahun 2005. juga terbuka oleh masyarakat umum yang berminat. beasiswa JDS (Japan Human Resources Development Scholarships) dari JICA pemerintah Jepang. 5. selama (Magister Ilmu Ekonomi) UI dengan Vrije University di masa perkuliahan 1 tahun di Indonesia. sehingga persyaratan jumlah kredit (SKS) yang harus diambil untuk memperoleh gelar S2 di kedua universitas tersebut dapat terpenuhi. ISS (Institute of Social Universitas dalam negeri. program beasiswa tersebut meliputi beasiswa STUNED dari pemerintah Belanda. Program S2 Double Degree. dan 1 tahun kedua dilaksanakan di universitas di luar negeri dengan biaya dari kedubes atau institusi asing. S-2 Administrasi Publik (AP) di UNIBRAW. PusbindiklatrenBappenas juga dapat melamarkan ke Institusi/Kedubes lainnya yang selama ini memiliki kerjasama tidak langsung.

dan PSKMP-Unhas. Program ini telah berjalan sejak tahun 2003 untuk jumlah peserta masing-masing 20 orang per angkatan. a. Diklat Fungsional Jenis Diklat Subtantif yang sebagian besar dilaksanakan mulai Perencana Tingkat Madya (1 bulan) dan Diklat Fungsional tahun 2003 adalah sebagai berikut: Perencana Tingkat Utama (1 minggu). yaitu Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH). Diklat ini dilaksanakan selama 2 minggu dan diselenggarakan di FE Unand. Diklat Perencanaan Investasi Daerah Diklat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kebijakan dan manajemen investasi daerah termasuk proses untuk menarik investor sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Diklat ini dilaksanakan selama 3 bulan yang dilaksanakan di Bappenas untuk 40 orang. Apabila mereka lulus. dan Perencana Utama. sebenarnya telah diselenggarakan diklat Program Perencanaan Nasional yang terdiri dari program jangka panjang 9 bulan dan program jangka pendek (Perencanaan Proyek) selama 3 bulan. 3. Sesuai dengan jumlah jenjangnya dalam JFP. ditunjuk 4 universitas penyelenggara TMPP-D/L yang dijadikan pusat (center) diklat. Diklat Administrasi Penilaian Angka Kredit Perencana Tujuan diklat ini adalah meningkatkan wawasan. b. Diklat ini ditujukan bagi para PNS yang berminat mengajar dan para dosen di perguruan tinggi yang telah bekerjsama dengan Pusbindiklatren-Bapppenas dengan persyataan minimal S2. Mulai tahun 2003. Diklat TOT untuk Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana Diklat TOT adalah diklat khusus bagi calon pengajar Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana. LPPM ITB. FEUnand. Diklat Perencanaan Kelautan dan Pesisir Tujuan Diklat Perencanaan Kelautan dan Pesisir ditujukan bagi staf dan pejabat di daerah yang memiliki geografis laut dan pesisir (pantai) untuk memberi landasan awal dalam memahami berbagai masalah dan problem wilayah pesisir dan model pendekatan yang dapat diimplementasikan. PSKMP Unhas dan MPKD UGM dan dilaksanakan selama 4 minggu. c. sesuai dengan kebutuhan perencanaan. Perencana Madya. Bahkan mulai tahun 1999 diselenggarakan Diklat Teknik dan Manajemen Kebijakan Publik (TMKP). Pusbindiklatren-Bappenas telah menyelenggarakan Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana. Diklat ini sifatnya wajib bagi perencana yang akan menduduki jabatan fungsional perencana. pengetahuan dan keahlian serta keterampilan peserta terhadap unsur-unsur kegiatan perencanaan dan penilaian angka kredit perencana. Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana Dalam rangka memenuhi kriteria dan persyaratan untuk memangku jabatan fungsional perencana yang terdiri atas empat jenjang. 4. Diklat Pengelola JFP usbindiklatren-Bappenas juga menyelenggarakan diklat bagi para pengelola JFP yang terdiri dari Diklat Training of Trainers (TOT). pengetahuan dan keahlian serta keterampilan peserta dalam penatausahaan dan pengadministrasian penilaian angka kredit perencana. khusus bagi para pengambil keputusan di tingkat Kabupaten/Kota. Diklat perencanaan tata ruang ini ditujukan bagi staf perencana sehingga memahami dan mampu melaksanakan proses penyusunan rencana tata ruang melalui kajian teoritis. salah satu syaratnya adalah harus sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan lulus uji kompetensi di bidang perencanaan. yaitu Perencana Pertama. yang dilaksanakan di 4 center yang sama. c. pengetahuan dan kemampuan serta ketrampilan staf perencana dalam menyusun dokumen perencanaan sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Diklat Penilaian Angka Kredit Perencana Diklat ini diikuti oleh para anggota dan calon anggota Tim Penilai Angka Kredit JFP. sejak tahun 1978. Upaya meningkatkan kualitas perencana. MAP UGM dan PSKMP Unhas. Diklat Subtantif adalah diklat yang diarahkan kepada peningkatan kemampuan perencana pada bidang-bidang teknis atau keahlian yang lebih spesifik sesuai dengan bidang tugas yang bersangkutan. Diklat Penilaian Angka Kredit Perencana dan Diklat Administrasi Penilaian Angka Kredit Perencana. Universitas Indonesia (UI). pemahaman. Diklat ini diselenggarakan di PSKP Unsyiah. 2. dasar rumusan kompetensi yang akan dicapai dalam diklat teknis. untuk persiapan diimplementasikannya otonomi daerah. penerapan metode dan teknik serta latihan perencanaan. dengan beasiswa Pusbindiklatren-Bappenas. dan menyesuaikan perkembangan kondisi dan situasi pembangunan yang terus berkembang serta telah berjalannya JFP. Tujuan Diklat ini adalah meningkatkan wawasan. FIA-Unibraw. Berdasarkan penyempurnaan kurikulum dari berbagai diklat perencanaan di atas. Pusbindiklatren-Bappenas mengembangkan Diklat Subtantif. diselenggarakan pelatihan Teknik dan Manajemen Perencanaan Pembangunan (TMPP) Tingkat dasar dan Lanjutan khusus untuk staf Bappeda di seluruh Kabupaten/Kota. Diklat Perencanaan Tata Ruang. b. sedangkan apabila tidak lulus. a. pada tahun 1990. Basic English for Academic Purposes (BEAP) Program BEAP ini ditujukan bagi para staf yang ingin meningkatkan nilai TOEFL dari 300 menjadi 480 sebagai persiapan untuk memenuhi kualifikasi persyaratan mengikuti seleksi S2 baik dalam negeri maupun luar negeri.PROGRAM BEASISWA PUSBINDIKLATREN seluruh Instansi/Kedubes asing penyedia beasiswa di luar negeri oleh Pusbindiklatren-Bappenas. diklat ini dikembangkan dalam 4 (empat) jenis yaitu Diklat Fungsional Perencana Tingkat Pertama (3 bulan). maka pada tahun 2003. Diklat Substantif Dalam Negeri 10 Profil-Pusbindiklatren . Untuk mempercepat upaya peningkatan kemampuan perencana di tingkat kabupaten/kota ini. Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Hasanuddin (UNHAS). pemahaman. Perencana Muda. Jangka waktu diklat ini adalah 4 minggu dan dilaksanakan oleh LPEM-UI. LPEM UI. Diklat Fungsional Perencana Tingkat Muda (2 bulan). Diklat ini dilaksanakan selama 4 minggu dan diselenggarakan di LPP-ITB dan MPKD UGM. b. Diklat Perencanaan Pembangunan Daerah Diklat ini ditujukan bagi staf perencana untuk meningkatkan wawasan. Diklat ini diikuti oleh para anggota dan calon anggota Sekretariat Tim Penilai Angka Kredit JFP. maka mereka akan mengikuti S2 di dalam negeri sesuai dengan pilihan peserta masing-masing. d. maka mereka akan mengikuti studi S2 di luar negeri. Dengan demikian. Kemudian. merupakan materi yang dapat melengkapi kompetensi perencana di dalam melakukan kegiatan dalam proses perencanaan pada bidang/sektor tertentu.

pada tahun 2004. LPEM UI. IPK Minimal Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada S2 S2 2 thn 40 th 3. program magang ini akan dikembangkan tidak hanya di Bappenas. Diklat ini dibagi menjadi: h.5 Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada S1 S1 2 thn 35 th 2. FIA Unibraw dan PSKMP Unhas. Tahap pertama di (UGM/ITB) selama 2 minggu.Pusat . Wawancara 565 565 565 500 Menunjkan Komitmen 565 525 500 400 Menunjka Komitmen 565 525 500 480 550 Menunjkan Komitmen 565 565 565 550 Menunjkan Komitmen 565 565 565 480 550 Menunjkan Komitmen 500 500 (LN) Profil-Pusbindiklatren 11 . Unit Kerja c. Pengusulan dari Instansi b. pengetahuan dan ketrampilan setiap Prop/Kab/Kota peserta diklat selama total 1 minggu. penginapan. Diklat ini diselenggarakan di FE Unand. Masa Kerja d. Selama bekerja di Bappenas. PERSYARATAN Persyaratan untuk mendapatkan beasiswa program Diklat Gelar dan Non-Gelar dapat dilihat dalam Tabel 1. program magang telah dimulai dengan mengundang perencana Pemda untuk bekerja di Bappenas selama 4 bulan. diklat ini baru dimulai eselon III sampai dengan pejabat eselon II. Diklat ini ditujukan bagi pejabat Seperti halnya Diklat Perencanaan Sosial. Diklat Perencanaan Sosial a. Lulus S1/S2 f. Diklat ini diselenggarakan di FE Unand. Di masa yang akan datang. c. Tidak seperti pada Diklat LERD yang telah dimulai pada tahun 2003.Pemda Jawa . Diklat Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja pelatihan 7 minggu. Tes Potensi Akademik . Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf dan pejabat pemerintah dalam merancang. Program magang adalah program latihan bekerja atau membuat i. SYARAT ADMINISTRATIF a. Diklat perencanaan transportasi ditujukan untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan bagi peserta sehingga C. Diklat ini diselenggarakan di Labsos Fisip UI selama 2 minggu. Umur maksimal g. sedangkan Pemda menanggung tiket pp. baik Instansi asing di dalam negeri maupun di luar negeri. jangka waktu diklat adalah 8 hari yang terdiri dari 3 hari di Indonesia dan 5 hari di luar negeri.PROGRAM BEASISWA PUSBINDIKLATREN e. mengelola. TOEFL Seleksi TOEFL setelah EAP c. Jangka waktu f. Diklat ini akan diselenggarakan di Bappenas Jakarta selama 2 minggu. SELEKSI NASIONAL a. Diklat ini ditujukan bagi staf senior sampai dengan pejabat eselon III. dan membiayai pembangunan infrastruktur melalui kemitraan pemerintah swasta (public-private partnership/PPP). Diklat Perencanaan Transportasi TABEL 1. jangka waktu diklat adalah 6 hari di Indonesia.75 Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada S2 S2 2 thn 40 th 3. II. serta dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui export produk unggulan daerah. ID-PPP Level 2. tahap kedua di Belanda Diklat ini diperuntukkan bagi staf perencana di pusat dan daerah (IHS/RUG) selama 4 minggu. Diklat ini baru dikembangkan oleh Pusbindiklatren dan dilaksanakan pada tahun 2004. Diklat Hibah dan Pinjaman Luar Negeri Diklat Hibah dan Pinjaman Luar Negeri ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan. dalam menyusun anggaran berbasis kinerja. Diklat ini ditujukan bagi perencana mulai staf sampai pejabat eselon IV. tapi di Instansi Asing. ID-PPP Level 1. transport lokal dan alat tulis. yang dilaksanakan dalam 3 tahap. jangka waktu diklat adalah 10 hari yang terdiri dari 5 hari di Indonesia dan 5 hari di luar negeri. Dalam 2 tahun ini. dan tahap ke tiga workshop di melalui peningkatan wawasan. ID-PPP Level 3. b. MAP UGM dan 6. Strata Pendidikan Minimal e. 5. Diklat Monitoring dan Evaluasi Program & Proyek Diklat ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas staf perencana melalui pengetahuan dan ketrampilan dasar dalam bidang pemantauan dan evaluasi program dan proyek pembangunan. Pusbindiklatren akan menanggung biaya makan.5 thn lulus > 2thn Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada S1 S1 2 thn 40 th 2. kemampuan dan ketrampilan aparat perencana di daerah dalam melakukan perencanaan hibah dan pinjaman luar negeri (PHLN) untuk membiayai pembangunan di daerahnya masing-masing. Minimal th. PERSYARATAN BEASISWA DIKLAT GELAR&NON GELAR DIKLAT GELAR S3 DN I.Pemda Luar Jawa b.75 thn lulus < 2thn 3. Diklat ini baru dimulai pada tahun 2004. dan kerja sama teknik dengan negara asing untuk meningkatkan kualitas produk unggulan di daerah. BEASISWA MAGANG/JOINT dapat menyusun perencanaan dan kebijakan transportasi di RESEARCH wilayahnya masing-masing. Public – Private Partnership (ID-PPP) g.75 Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada S1/S2/S3 S1 2 thn 50 th Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada S1/S2/S3 S1 2 thn 50 th Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada S1/S2/S3 S1 2 thn 40 th Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada S1/S2/S3 S1 2 thn 45 th DIKLAT NON-GELAR S3 LN S2 LN JFP SUBTANTIVE DN LN S2 DN S2 DD MAGANG kajian/penelitian secara bersama (joint research) di Intitusi lain.75 thn lulus < 2thn 3. penanaman modal asing di daerah. Diklat perencanaan sosial bertujuan untuk memberikan wawasan dan teknik perencanaan mengenai bagaimana melakukan perencanaan pembangunan sosial dengan memperhatikan kebutuhan dan karateristik masyarakat yang berbeda-beda.5 thn lulus > 2thn Minimal UKE II Perencanaan 2 thn pada s1 S1 2 thn 35 th 2. LPEM UI. Diklat Infrastructure Development Through PSKMP Unhas selama 2 minggu. Diklat Local Economic Resources Development (LERD) Planning Diklat ini dirancang bagi perencana pusat dan terutama daerah.

Masa Kerja. Proses training cycle dapat dilihat dalam Gambar 2 12 Profil-Pusbindiklatren . 3. Pendidikan. Seleksi peserta meliputi seleksi administrasi (IPK. Sedangkan kepada penyelenggara Diklat dilakukan pemantauan terhadap hal-hal pengajar. 4.SIKLUS PELATIHAN SKU PLTHN D ILS EAIA alam rangka pelaksanaan Program Diklat Gelar dan Non Gelar. Penempatan Kembali (Re-entry). formulasi. pemberian lumpsum. Seleksi peserta adalah salah satu faktor penting untuk menjaring calon peserta secara obyektif dan transparan sehingga didapatkan calon peserta yang sesuai dengan kualifikasi yang disyaratkan. Proses pemantauan dilakukan Pusbindiklatren Bappenas terhadap peserta Diklat dalam hal kemajuan belajar. yaitu: 1. seleksi kemampuan akademik (TPA). masalah-masalah administrasi lainnya. Siklus ini terdiri dari empat proses besar. seleksi kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) dan seleksi wawancara tertulis. Pemantauan. fasilitas dan masalahmasalah administrasi lainnya. Pusbindiklatren Bappenas telah mengembangkan sistem dan prosedur baik. analisis dan aktivitas kebijakannya pada suatu model kebijakan yang dituangkan dalam siklus pelatihan (Training Cycle). Khusus untuk Diklat Non Gelar. Penempatan adalah proses setelah calon penerima beasiswa dinyatakan diterima. seleksi dilakukan hanya terhadap administrasi kecuali untuk Diklat Non Gelar Luar Negeri ditentukan persyaratan TOEFL. proses belajar mengajar. 2. Seleksi Peserta. Khusus untuk program gelar Double Degree dan S2 Luar Negeri sebelum penempatan disyaratkan untuk mengikuti kursus EAP untuk meningkatkan skor TOEFL menjadi 550. Unit Kerja dll). Reentry adalah proses akhir dari siklus pelatihan yang dilaksanakan oleh Pusbindiklatren Bappenas yang dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban Pusbindiklatren kepada instansi peserta penerima beasiswa Diklat dan untuk menjamin bahwa peserta tersebut dapat didayagunakan secara optimal untuk peningkatasan kapasitas intitusi masing-masing. Penempatan akan dilakukan berdasarkan jenis program Diklat dan universitas yang dipilih. Penempatan. Golongan.

uang saku dan biaya lain-lain di luar biaya yang ditanggung Pusbindiklatren-Bappenas. seluruh biaya untuk program diklat gelar maupun non-gelar dibiayai secara penuh oleh Pusbindiklatren. makan. Pembiayaan secara Penuh (FULL FUNDING). biaya pendidikan/tuition fee (biaya pendaftaran. tempat tes). matrikulasi. biaya pendidikan/tuition fee (biaya pendaftaran. yang untuk setiap Center pesertanya harus berasal dari 2 propinsi atau lebih dengan Profil-Pusbindiklatren 13 . Khusus untuk diklat gelar S2 Luar Negeri biaya pendidikan/ tuition fee. Namun sejak tahun 2003 pembiayaan diklat ditentukan sebagai berikut: S A. biaya riset dan lumpsum penempatan awal. transport lokal). B. Sedangkan biaya yang ditanggung oleh instansi peserta adalah: biaya trasportasi peserta untuk seleksi dan wawancara. wisuda). SPP.MEKANISME PEMBIAYAAN DIKLAT MKNSE EAIM PMIYA EBAAN DKA ILT ejak dimulainya program beasiswa oleh Pusbindiklatren. uang saku dan biaya lain-lain di luar biaya yang ditanggung penyedia beasiswa luar negeri. SPP. biaya transportasi awal (kedatangan) dan akhir (kepulangan). dari Pusbindiklatren-Bappenas (kecuali uang saku peserta ditanggung Instansi Pengirim peserta): (a) Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Pertama dan (b) Diklat Fungsional pPen jenjangan Tingkat Muda. honor pengawas/panitia. transport lokal). biaya riset dan lumpsum penempatan awal. Program Diklat Non Gelar Mekanisme pembiayaan diklat non-gelar PusbindiklatrenBappenas diselenggarakan dengan 3 (tiga) cara pembiayaan. tunjangan biaya hidup (penginapan. matrikulasi. tunjangan biaya hidup (penginapan. Dan biaya yang ditanggung oleh instansi peserta adalah: biaya trasportasi peserta untuk seleksi dan wawancara. alat tulis dan buku. sampai dengan tahun 2002. uang saku dan biaya lainlain di luar biaya yang ditanggung Pusbindiklatren-Bappenas. honor pengawas/panitia. tunjangan biaya hidup (penginapan. makan. makan. Program Diklat Gelar Biaya yang ditanggung oleh Pusbindiklatren untuk Diklat gelar S2 dalam negeri pada dasarnya meliputi: biaya seleksi (bahan tes. yaitu: 1. Sedangkan untuk diklat gelar S2 Double Degree biaya yang ditanggung oleh Pusbindiklatren adalah biaya seleksi (bahan tes. transport lokal). Dan biaya yang ditanggung oleh instansi peserta adalah: biaya trasportasi peserta untuk seleksi dan wawancara. tempat tes). biaya transportasi awal (kedatangan) dan akhir (kepulangan). kursus persiapan Bahasa Inggris. biaya riset ditanggung masing-masing penyedia beasiswa luar negeri. alat tulis dan buku. alat tulis dan buku. wisuda).

3. Instansi/Pemda menanggung biaya variable): berlaku untuk semua Diklat. yang untuk setiap center pesertanya harus berasal dari 2 Propinsi atau lebih dengan komposisi jumlah peserta tidak didominasi hanya oleh beberapa Kabupaten/Kota dalam 1 propinsi. dan (g) BEAP. 2. (f) EAP. 14 Profil-Pusbindiklatren . yang pesertanya hanya berasal dari 1 Propinsi atau 1 Kabupaten/Kota. (c) Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Utama. Pembiayaan secara COST SHARING (Instansi pengirim peserta membiayai tiket PP dan uang saku peserta): (a) Magang. (d) Pengelola Diklat Jabatan Fungsional Perencana. mulai tahun 2005 diklat tersebut diatas akan mengikuti mekanisme cost sharing. Namun. di lokasi dan Center (Universitas yang mempunyai kerjasama dengan PusbindiklatrenBappenas) serta dengan jadwal yang ditetapkan oleh Instansi/ Pemda. (b) Diklat Fungsional Penjenjangan Tingkat Madya.MEKANISME PEMBIAYAAN DIKLAT komposisi jumlah peserta tidak didominasi hanya oleh beberapa Kabupaten/Kota dalam 1 propinsi.Pembiayaan secara PARTIALLY FUNDED (Pusbindiklatren hanya membiayai tuition fee untuk Center/ Universitas. (e) Diklat Subtantif Perencana.

/LPND ada 1 biro Perencana (@ 25 perencana).000. dan 31 April 2003 (khusus untuk pejabat yang belum menduduki Jabatan tertentu dan ingin pindah jabatan ke JFP) sampai dengan akhir Pebruari 2004 adalah Rata-rata dengan rincian: 780 orang Pejabat Fungsional Perencana Jumlah 972 orang. Sampai dengan akhir 2003. Biro/Unit Perencanaan Departemen/LPND. Bappeda atau nama lain. sebaran jumlah perencana dapat dilihat dalam Tabel 2. maka bentuk pelayanan yang diberikan PusbindiklatrenBappenas di antaranya adalah sebagai berikut: Profil-Pusbindiklatren 15 . Sedangkan jumlah Pejabat Fungsional Perencana sejak berakhirnya proses inpassing/penyesuaian ke dalam JFP dan angka kreditnya pada 1 Oktober 2002 (khusus untuk staf atau yang belum menduduki Jabatan). perkiraan jumlah perencana baik di pusat dan daerah adalah 35. dan unit perencanaan pada dinas teknis di daerah. yang bekerja di bidang perencanaan pada Instansi/unit perencanaan pemerintah pusat dan daerah. Kab/Kota masingmasing 22 Perencana Asumsi per Dinas Propinsi/Kab/Kota ada 18 Dinas masing-masing 5 Perencana untuk Propinsi & 3 perencana untuk kabupaten/kota Mengingat jumlah perencana dan pejabat fungsional perencana diatas.705 7.752 40.936 2.790 17.712 4. 5 Dirjen (@ 10 perencana) Asumsi per Bappeda Propinsi = 55. yaitu Bappenas.PELAYANAN PUSBINDIKLATREN BAGI PERENCANA S PELAYANAN PSIDKARN UBNILTE BG PRNAA AI EECN No 1 2 3 4 5 6 7 8 INSTANSI Tabel 2 Bappenas 1 Perkiraan Jumlah Perencana Di Seluruh Departemen/LPND 58 Indonesia Bappeda Propinsi Bappeda Kabupaten Bappeda Kota Dinas di Propinsi Dinas di Kabupaten Dinas di Kota Total 31 328 88 31 328 88 Instansi Perencana Jumlah alah satu tugas lain sebagai Instansi Pembina JFP. Pusat dan 192 Pejabat Perencana Perencana Daerah (Propinsi/ Fungsional 433 433 Kabupaten/Kota) 75 55 22 22 90 54 54 4.350 1. Pusbindiklatren-Bappenas mempunyai tugas melakukan pelayanan kepada para perencana pemerintah baik di pusat maupun di daerah.216 1. Dengan asumsi bahwa perencana pemerintah adalah pegawai negeri sipil serendah-rendahnya S1.461 • • • Asumsi per Dep.

Laboratorium lainnya. tempat. transport lokal. Pusbindiklatren-Bappenas akan menanggung seluruh biaya yang berhubungan dengan petugas sosialisasi dan fasilitasi yang Sedangkan sarana yang telah ada saat ini antara lain adalah dikirim oleh Pusbindiklatren-Bappenas. Booklet dan Buku Peraturan-Peraturan hanya apabila ada permintaan resmi melalui surat kepada JFP dan Diklat Perencanaan. kajian dan penelitian Pusbindiklatren-Bappenas. Untuk biaya Sosialisasi dan Fasilitasi di bidang yang berhubungan dengan diklat perencanaan dan JFP. secara rutin dan terjadwal. transport kedatangan dan kepulangan melaksanakan diklat khusus. serta Majalah Simpul Tetapi. Sarana dan Prasarana seluruh instansi pusat dan daerah secara langsung di tempattempat yang telah ditentukan Pusbindiklatren dengan biya Prasarana yang telah dimiliki Pusbindiklatren-Bappenas dan dapat penyelenggaraan seluruhnya (konsumsi. seperti sewa ruang. konsumsi saat acara sosialisasi dan Komputer untuk Perencana. ruang Tim Penilai Angka Kredit dan peserta ke acara sosialisasi. Web Site. Pusbindiklatren-Bappenas melakukan sosialisasi dan fasilitasi informasi JFP dan beasiswa diklat perencanaan di instansi pemerintah pusat dan daerah. ini. Fasilitasi dan Konsultasi Dalam rangka penyebaran informasi. Pusat Data dan Informasi Diklat Perencanaan dan JFP. masing. berbagai Buku Panduan.PELAYANAN PUSBINDIKLATREN BAGI PERENCANA 1. Sosialisasi. faximile dan email. sedangkan biaya-biaya Laboratorium Bahasa Inggris untuk Perencana. Pusbindiklatren-Bappenas melayani Perencana. 16 Profil-Pusbindiklatren . 2. Pada tahun 2001 – 2002 sosialisasi JFP dan Informasi Beasiswa Diklat Perencanaan dilaksanakan ke Atas segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan JFP serta penyelenggaraan diklat perencanaan. Pusbindiklatren-Bappenas juga menerbitkan seluruh permintaan sosialisasi dan fasilitasi dari seluruh Instansi. serta dua ruang kelas untuk fasilitasi. mulai tahun 2003. ditanggung oleh instansi masingTim Ahli JFP. Selain itu. para perencana termasuk dari unsur kepegawaian dari pemerintah Pusat dan Daerah. serta hasil studi. honor. Perpustakaan Diklat Perencanaan dan JFP. dapat juga melakukan konsultasi langsung baik dengan cara datang ke kantor Pusbindiklatren-Bappenas maupun melalui telpon. tiket dan dimanfaatkan oleh para perencana di seluruh Indonesia adalah akomodasi petugas) ditanggung oleh Pusbindiklatren-Bappenas.

TPIU dan TOEFL bagi peserta yang bukan perencana. jenis dan judul Buku lain yang telah diterbitkan Pusbindiklatren-Bappenas dapat dilihat pada website Pusbindiklatren-Bappenas. termasuk biaya tes seleksi. serta untuk tujuan lain selain seleksi calon peserta penerima beasiswa PusbindiklatrenBappenas. dan transport lokal ditanggung oleh instansi pengirim. for Academic Purpose) khusus bagi perencana pemerintah daerah untuk meningkatkan TOEFL dari 300 menjadi 480 selama 3 bulan secara intensif. Pusbindiklatren-Bappenas juga dapat menyelenggarakan nasional (TPA berlaku 2 tahun). Selain buku-buku yang telah disebutkan di atas. Penyelenggaraan TPA. 6. 7. 4. karena keterbatasan dana yang tersedia pada Pusbindiklatren-Bappenas. Dengan demikian. Untuk itu. Buku-buku yang diterbitkan Pusbindiklatren-Bappenas Pada dasarnya. Instansi pengundang harus menanggung seluruh biaya seleksi. yang terutama diakibatkan oleh tidak tercapainya persyaratan beasiswa Pusbindiklatren-Bappenas untuk nilai TOEFL. Namun. yang biasanya awal tahun anggaran. Untuk seleksi nasional seperti ini. TPIU dan TOEFL Pusbindiklatren-Bappenas dapat menyelenggarakan tes TPA. apabila nilai TPA tersebut masih berlaku pada saat tes seleksi Namun. dalam rangka menyaring peserta untuk memperoleh beasiswa diklat gelar (S2 dan S3) di dalam dan luar negeri. Pengakuan Diklat Non-Gelar Pusbindiklatren-Bappenas ke Dalam SKS Program S2 Pusbindiklatren-Bappenas telah berhasil mengupayakan hampir seluruh diklat non-gelar yang dilaksanakan Universitas atas kerjasama dengan Pusbindiklatren-Bappenas untuk diakui ke dalam sejumlah SKS pada program S2 di beberapa Universitas di dalam negeri. maka peserta tidak perlu lagi tes seleksi di luar jadwal yang ada serta di lokasi peserta. Pusbindiklatren menyelenggarakan Seleksi Nasional TPA dan TOEFL di lokasi yang ditentukan oleh PusbindiklatrenBappenas. Pelaksanaan Seleksi Nasional dan TOEFL Secara rutin dan terjadwal. peserta dari pemerintah daerah juga akan memperoleh tes TPA secara gratis pada setiap akhir diklat non-gelar Pusbindiklatren-Bappenas yang diikutinya. sedangkan biaya yang berhubungan dengan peserta seperti transport kedatangan dan kepulangan ke tempat tes. untuk tahun 2004 ini. PusbindiklatrenBappenas telah menurunkan persyaratan TPA dengan pembagian sebagai berikut: Untuk persyaratan gelar S2 nilai TPA bagi Peserta Pusat minimal 565. maka mulai tahun 2003 Pusbindiklatren-Bappenas menyediakan beasiswa dan menyelenggarakan kursus bahasa Inggris BEAP (Basic English Profil-Pusbindiklatren 17 . bagi Peserta Pemda di Jawa minimal 525. Untuk penyelenggaraan seperti ini. suatu instansi ingin melaksanakannya. dan Peserta dari luar Jawa minimal 500. akomodasi dan makan. Selain itu. di luar jadwal dan lokasi seleksi nasional. apabila mengikuti tes nasional untuk TPA. Untuk seleksi khusus seperti ini. Beberapa Perlakuan Khusus Bagi Perencana Pemerintah Daerah Mengingat prosentase penerima beasiswa gelar PusbindiklatrenBappenas dari Pemerintah Daerah masih dirasakan rendah.PELAYANAN PUSBINDIKLATREN BAGI PERENCANA 3. biaya tes ditanggung oleh Pusbindiklatren-Bappenas. 5. Pusbindiklatren-Bappenas senantiasa mengirimkan seluruh buku yang diterbitkan ke seluruh Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah dengan tanpa dipungut biaya apapun. apabila Instansi tersebut menginginkan tambahan eksemplar. Sedangkan untuk meningkatkan jumlah penerima beasiswa gelar dalam negeri dari luar Jawa. maka untuk setiap eksemplar yang dikirimkan akan dikenakan biaya ganti cetak dan pengiriman. instansi pengundang harus menanggung seluruh biaya tes. peserta diklat perencanaan non-gelar Pusbindiklatren-Bappenas akan dapat menghemat waktu studi di dalam menyelesaikan program S2.

kualitas lulusan. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang bertujuan merumuskan dan menyusun kebijakan. Evaluasi adalah proses penilaian efektifitas kebijakan dan pengukuran tingkat keberhasilan program dan kegiatan. efektifitas jabatan fungsional. Pusbindiklatren-Bappenas melakukan kegiatan pemantauan dan evaluasi. Pemantauan merupakan proses pengumpulan data yang diperlukan untuk bahan analisis dan penilaian keberhasilan kebijakan. dan peningkatan kompetensi dan produktivitas perencana melalui pelaksanaan JFP dan diklat gelar dan non gelar di bidang perencanaan. 3. yaitu : Pengkajian dan analisis hasil pemantauan dan evaluasi terhadap kebijakan. Kriteria Pemantauan dan Evaluasi : Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Diklat: (1) peserta diklat: penguasaan materi. kesiapan bahan ajar. A. kualitas pengajar. dan tingkat kesulitan materi. Pengkajian dan analisis tantangan dan peluang. dengan menggunakan indikator dari berbagai kelompok kriteria yang telah ditetapkan pada awal tahun. data hasil pemantauan juga dapat dianalisis untuk menghasilkan laporan perkembangan kemajuan dan usulan tindak lanjut penyelesaian masalah. program dan kegiatan yang telah dilaksanakan. dan (4) kinerja Pusbindiklatren- 2. hasil penilaian. dengan dasar pengertian dan kriteria sebagai berikut : 1. program dan kegiatan pembinaan JFP dan diklat di bidang perencanaan. 2. dan dukungan fasilitas pembelajaran. kesesuaian rooster.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DIKLAT DAN JFP PNLTA DN EEIIN A PENGEMBANGAN D K A D NJ P ILT A F R 1. (2) pelaksana diklat: ketepatan waktu. uang lingkup kegiatan penelitian dan pengembangan di Pusbindiklatren-Bappenas adalah melaksanakan pengkajian dan analisis serta perumusan dan penyusunan kebijakan. dibagi menjadi dua kategori. baik dalam hal pelaksanaan JFP maupun penyelenggaraan diklat perencanaan. 18 Profil-Pusbindiklatren . (3) kurikulum: kesesuaian materi diklat dan kurikulum. dan prestasi akademik. Pemantauan dan Evaluasi Diklat Berdasarkan ruang lingkup penelitian dan pengembangan tersebut di atas. khususnya : kebijakan peningkatan kapasitas instansi perencanaan pusat dan daerah. a. kehadiran. program dan kegiatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan pada awal tahun. Khusus untuk kegiatan program gelar dan kegiatan magang. yang berhubungan dengan perubahan global dan perkembangan kebijakan nasional dalam manajemen pengelolaan aparatur negara. program dan kegiatan tersebut.

2003) kebijakan JFP dan program diklat di bidang perencanaan. 26. Pusbindiklatren (Pusbindiklatren. dan atau (Pusbindiklatren. 18. Tenaga Ahli. 2003) Socio-Cultural Constraints of Educated Women’s 29. 2002) studi banding. Studi Disain Kurikulum Diklat Fungsional Perencana penyebaran kuesioner. Berbagai pengkajian dan analisis dalam rangka pengembangan 23. 2003) Pedoman Penyelenggaraan Diklat JFP (Pusbindiklatren. Perencanaan untuk Repelita VI (UNHAS. diharapkan menghasilkan bahan dalam rangka merumuskan dan menyusun 21. (Pusbiren Bappenas. Studi Mengenai Pengembangan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Kajian Bidang Studi S2 dan S3 Dalam dan Luar Negeri (LPEM UI. 2002) Hasil kegiatan pengkajian dan analisis tersebut. Departemen dan LPND. Panduan Penyelenggaraan Diklat Perencanaan dan Participation in Overseas Training (LIPI dan UI. 25. 1993) Pelaksanaan JFP (Pusbindiklatren. Kajian Kompetensi Tenaga Perencana Pemerintah. kebijakan dan program. fasilitasi. 2004) Profil-Pusbindiklatren 19 . (Bappenas. survai. 8. diskusi/seminar/ workshop. 2003) Analisis Kebutuhan Pelatihan di Luar Negeri dan 30. dan 11. dapat pula dilakukan melalui: 17. (3) jumlah perencana. 2003) Grading Systems and Grading Practices in Some Public Universities (Sumadi Suryabrata. dan (4) program 13. 2003) mekanisme pelaksanaan JFP dan penyelenggaraan diklat. 1993) Peraturan-peraturan JFP (Pusbindiklatren. Metode pengumpulan data dalam rangka pemantauan penyelenggaraan diklat dilakukan dengan cara: (a) 16. Studi Mengenai Profil. 7. telaah pustaka. 2002) Pelaksanaan kegiatan kajian dan analisis kebijakan. 20. Studi Evaluasi Re-entry Professional Human Resources peningkatan kompetensi perencana. 2003) OTO Re-entry Evaluation. 2001) (c) meminta laporan berkala dari pelaksana diklat. Re-entry Evaluation of Degree Program Returnees (Fakultas 27. 12. Kajian standar kapasitas Institusi Perencanaan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Menunjang Pelaksanaan Jabatan (d) penyelenggaraan seminar/lokakarya/fasilitasi di instansi/ Fungsional Perencana (PSPPR UGM. 1993) 31. alokasi anggaran. 9. Mei 1997) b. petunjuk teknis. 2. dan penyediaan fasilitas. penelitian. Kajian Standar Laboratorium Bahasa bagi Perencana (P4 UI. sistem dan 22. 2003) Bappenas. 4. Evaluasi Pelatihan Teknik & Manajemen Kebijakan Publik Bappenas. 1993) 32.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DIKLAT DAN JFP Bappenas: mekanisme seleksi. studi lapangan. Buku Saku Jabatan Fungsional Perencana (JFP) (CIDA. Kajian Twinning Program: Kerjasama antara Universitas di dan telaah kebijakan/peraturan/pedoman. rencana 2002) kerja. yang telah dan sedang dilaksanakan antara lain: 1. 2003) Panduan Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (TPA) (UPP-TPA Pusbindiklatren. Desain Kebijakan Untuk Mengefektifkan Kegiatan Evaluasi 34. Pengembangan Fungsi dan Karir Tenaga Perencana di Bappeda. peraturan dan perundang-undangan. 24. Tenaga Ahli. pedoman. dampak diklat terhadap karir alumni. Development Project I (PHRDP-I). Maret 1996) 35. Mei 1999) perkembangan peserta. 1988). penulisan makalah/paper. Juni . Budget Sharing: Kerjasama antara Biro Diklat Renbang Bappenas dan pemerintah Kota/Kabupaten dalam B. 6. 15. (b) pengamatan langsung. (LPEM-UI. Penyusunan Database Penyediaan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri (PT Windu Harjatama. petunjuk pelaksanaan. penelitian. Evaluasi Dampak Diklat PHRDP II (FIA Unibraw. 2003) An Impact of USAID Returnees (Fakultas Ekonomi UI. Kegiatan Pengkajian dan Analisis Penyelenggaraan Program Diklat Non-gelar (Pusbindiklatren Kebijakan Bappenas. Juni 1997) dan konsultasi. 2003) 3. Analisis Kebutuhan Diklat dalam Rangka Peningkatan kegiatan di Pusbindiklatren-Bappenas –baik yang bersifat Kapasitas Institusi Perencanaan Daerah (Lembaga penyempurnaan maupun pembaharuan– dilakukan dengan cara Penelitian.Nop 2001) 4. (2) pencapaian tujuan magang. 1989) (SBHL. Institutional Development and Marketing Potential of the Tes Potensi Akademik (TPA) (Indoconsult. (3) hasil penilaian (FMIPA-IPB. Pemantuan dan Evaluasi Pelaksanaan Magang: (1) pemahaman peserta magang terhadap spesifikasi pekerjaan 14. (Bappenas. program dan 19. 2002) unit perencanaan di pusat dan daerah. 2003) 10. Leaflet Diklat Gelar dan Non-Gelar dengan Beasiswa (PT Sivitas Intan Gatramakarya. dan (4) penilaian terhadap penyelia. Kajian Standar Pembiayaan Studi S2 dan S3 Dalam dan 1989) Luar Negeri (P4 UI. 1989) 28. Sedangkan dalam hal pelaksanaan JFP. 5. Booklet Diklat Gelar dan Non-Gelar dengan Beasiswa Pemantauan Program Pelatihan Tanpa Gelar OTOPusbindiklatren (Pusbindiklatren.LPEM-UI. Kajian Standar Laboratorium Komputer bagi Perencana (LPPM ITB. (FMIPA-IPB. Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan JFP: (1) diseminasi informasi kebijakan JFP: sosialisasi. re-entry. 2003) Grading Systems and Grading Practices in Some Public and Private Universities (Sumadi Suryabrata. IPB. dalam bentuk: konsep kebijakan. September 1998) c. penempatan. Feasibility Study Pembentukan Lembaga Diklat Perencana Psikologi UI. Profil Pusbindiklatren Bappenas (Pusbindiklatren. (2) pemahaman unit perencanaan/ kepegawaian. Indonesia dan Universitas di Jepang dalam Penyelenggaraan Program Pascasarjana (Pusbindiklatren Bappenas. Desember 1994). Phase I: Alumni Tracer Study 33. Pilot Re-entry Study of OTO Degree Alumni (OTO.

2004) Diklat Perencanaan 20 Profil-Pusbindiklatren . Seminar Regional Pengembangan Karir Perencana (Pusbindiklatren. Informasi Beasiswa Luar Negeri dari Seluruh Dunia untuk Indonesia (Pusbindiklatren. 2004) 41. 2004) 39. Seminar Nasional Pengembangan Karir Perencana (Pusbindiklatren. 2004) 42. 2004) 43. 2004) 37.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DIKLAT DAN JFP 36. Tracer (penelusuran) Study Alumni Diklat Pusbindiklatren (Pusbindiklatren. Penyusunan sub-sistem Informasi Diklat Perencana (Pusbindiklatren. 2004) 40. Seminar Nasional Alumni (Pusbindiklatren. Survey perencana dan instansi perencanaan Indonesis (Pusbindiklatren. Kaiian Model Program Pendidikan bagi Perencana (Pusbindiklatren. 2004) 38.

Pusbindiklatren-Bappenas sampai saat ini telah bekerja sama dengan Pemprop NAD. Pemerintah Pusat dan Daerah serta Institusi/ Lembaga Penyelenggara diklat non-gelar. Pemprop Sumatera Selatan. Dalam kerjasama ini. Pusbindiklatren-Bappenas membiayai uang sekolah dan biaya hidup. baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pemprop Jambi. Pusbindiklatren-Bappenas telah bekerjasama dengan hampir seluruh instansi pemerintah di pusat dan daerah. Pusbindiklatren-Bappenas bekerja sama dengan Kedutaan Besar yang ada di Jakarta. Institusi Penyelenggara Diklat Luar Negeri. Pusbindiklatren-Bappenas bekerjasama dengan kantor Menpan. Pusbindiklatren-Bappenas menyediakan modul diklat dan membiayai pengajar. Profil-Pusbindiklatren 21 . Dalam melakukan penyusunan kurikulum diklat non-gelar dan koordinasi berbagai program diklat lainnya. Pusbindiklatren bekerja sama dengan Universitas. Pusbindiklatren-Bappenas senantiasa bekerja sama dengan pihak luar. Pemkab Ogan Kemiring Ulu Timur. Dalam kerjasama ini. Sedangkan dengan institusi di luar negeri. c. Pusbindiklatren-Bappenas menyediakan dan membiayai pembicara. Pusbindiklatren-Bappenas bekerjasama dengan hampir seluruh Pemerintah Pusat dan Daerah dalam hal Sosialisasi jabatan fungsional perencana dan program diklat. BKN. Pemkab Ogan Ilir. jadwal dan tempat diklat ditetapkan pemerintah daerah atas persetujuan Pusbindiklatren. dan Universitas di Luar Negeri. Pemkab Ogan Kemiring Ulu Selatan. 1. Pemkab Banyu Asin. Dengan Institusi di dalam negeri. sedangkan Pemda membiayai segala hal yang berhubungan dengan peserta. Pemkab Pagar Alam. Badiklat Depdagri. d.KERJASAMA PUSBINDIKLATREN DENGAN PIHAK LUAR D KERJASAMA PSIDKARN UBNILTE DNA PHK EGN IA LA UR a. Sekneg. LAN. i dalam melaksanakan fungsinya sebagai instansi pembina perencana maupun penyelenggara diklat. LIPI. Lembaga Internasional Bilateral maupun Multilateral Penyedia Beasiswa. Kerjasama Pusbindiklatren-Bappenas dengan Institusi Pemerintah Pusat dan Daerah Penyelenggaraan diklat gelar dan non-gelar serta magang. sedangkan pemerintah pusat dan daerah menyediakan fasilitas ruangan dan makan siang. serta menanggung biaya bahan-bahan untuk para peserta. Pemkab Blitar. Penyelenggaraan diklat non-gelar secara partially funded. Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Jembrana. Khusus untuk diklat dengan pembiayaan partially funded ini. Dalam kerjasama ini. sedangkan instansi lain mengirimkan peserta dan membiayai tiket pulang pergi (pp) saat kedatangan atau mulai diklat dan saat kepulangan atau selesai diklat (kecuali Diklat Gelar di Luar Negeri). b.

KERJASAMA PUSBINDIKLATREN DENGAN PIHAK LUAR BPKP dan Unit Eselon 2 lain di Bappenas. Dalam pengiriman penerima beasiswa PusbindiklatrenBappenas. h. Seleksi program Diklat Gelar dan Non Gelar (TPA/TPIU/ TOEFL) Fasilitasi dan bantuan teknis penyusunan kurikulum diklat. c. Pasca Sarjana UNSRI. JICA Jepang. MEPP-UNPAD. BCE (Brisbane City Enterprises). JICE Jepang dll. JICA dll. d. University of Wisconsin Madison USA. IHS Rotterdam Netherland. MPWK-UNDIP. MSPITB. 4. Pemprop Nusa Tenggara Barat. Kerjasama Pusbindiklatren-Bappenas dengan Universitas dan Lembaga Diklat Non-Universitas Di dalam menyelenggarakan diklat gelar S2. Tawaran Kerjasama dengan Pusbindiklatren Untuk instansi pemerintah Pusat. Pemkab Bekasi untuk diklat Perencanaan Pembangunan. KDI Korea. g. MIAUNIBRAW. dan penyusunan petunjuk teknis JFP Penyedia tenaga pengajar/instruktur untuk Diklat Jabatan Fungsional Perencana dan Diklat teknis lainnya Fasilitasi dan bantuan teknis penilaian angka kredit JFP Cost sharing untuk Diklat di luar negeri 2. apabila berminat dapat mengajukan kerjasama dengan Pusbindiklatren-Bappenas dalam bidang: a. dimana Kapusbindiklatren merupakan anggota tim pengarah atau tim seleksi. Belanda). MESP-UNSYIAH. Pusbindiklatren bekerjasama dengan LPEM UI. Universitas of Wisconsin Madison. Departemen Kesehatan untuk diklat Penilaian Angka Kredit JFP Kesehatan. Penyelenggaraan Diklat Teknis secara partially funded. PusbindiklatrenBappenas bekerja sama dengan MPKP-UI. MPKD-UGM. Penyelenggaraan Diklat Fungsional Penjenjangan Perencana secara partially funded. University of Illinois Urbana-Champaign USA. Pusbindiklatren telah bekerjasama dengan Kedubes Belanda. Australia. dll. FIA UNIBRAW. IP3 Washington DC. penyelenggaraan Diklat. MPWK ITB. Departemen Pertanian dan Departemen Energi Sumber Daya Mineral untuk Diklat Penilaian Angka Kredit Perencana. Kanada dll. BPKP. RUG (Rijksuniversiteit Groningen. f. Penyusunan desain kurikulum Diklat Teknis. MAP-UGM. FE Unsyiah. i. serta beberapa Universitas di Belanda. b. Kerjasama Pusbindiklatren-Bappenas dengan Kedutaan Besar Asing dan Institusi Asing Penyedia Beasiswa a. MPPUNHAS. IP3 (Institute of Public-Private Partnerships) Washington DC. e. FE UNAND. LIPI. 3. b. Penyelenggaraan Diklat Gelar 22 Profil-Pusbindiklatren . Pusbindiklatren-Bappenas sampai saat ini telah bekerjasama dengan: Departemen Perindustrian dan Perdagangan untuk diklat Pembinaan JFP. LIPI. Kedubes Australia. NEC Belanda. MEP-UGM. Di dalam menyelenggarakan diklat non-gelar. IP3 Washington DC. World Bank. MIE-UI. Kedubes Jepang. c. RUG Netherland. Sedangkan untuk penyelenggaraan dan penyusunan modul diklat teknis khusus. Netherlands Education Center (NEC). PSKMP UNHAS. IHS Rotterdam Belanda. Dalam pengaturan pemberian beberapa beasiswa diklat gelar dan non-gelar di luar negeri. Pusbindiklatren telah bekerjasama dengan JBIC Jepang. Daerah dan Institusi/perguruan tinggi serta Kedubes dan institusi asing lain yang sampai dengan saat ini belum pernah melakukan kerjasama dengan PubindiklatrenBappenas. MPKD UGM. FE-UNAND. Pusbindiklatren telah bekerjasama dengan Kedubes Belanda. MPWK-ITB. MPW-IPB. PSK Unsyiah. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). d. MAP UGM. Pusbindiklatren telah bekerjasama dengan hampir seluruh Universitas di Amerika dan Jepang. CIDA. UK. Dalam pendanaan kegiatan. Dalam penyediaan beasiswa secara cost sharing untuk diklat gelar dan non gelar.

instansi pemerintah dan swasta yang bergerak di bidang non-pendidikan juga menggunakan TPA sebagai alat seleksinya. terutama di Amerika Serikat. Kedubes New Zealand.749 Profil-Pusbindiklatren A.500 16. kuantitatif dan penalaran.879 16.000 17. Sejalan dengan perkembangan tersebut.500 18.500 17. lembaga pengelola beasiswa sejenis di tanah air (seperti Proyek Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Depkeu. mempunyai tugas sebagai Tim Pelaksana Diklat Luar Negeri— menggunakan TPA sebagai alat seleksi guna memilih calon penerima beasiswa untuk belajar pada jenjang lanjutan di luar negeri (master/PhD). penggunaan TPA makin meluas. karena didorong kebutuhan alat seleksi di masyarakat yang terus meningkat.383 16.000 18. yaitu: kemampuan verbal. Oleh karena itu.347 19. tidak hanya untuk seleksi calon penerima beasiswa luar negeri melainkan juga untuk seleksi program pascasarjana perguruan tinggi ternama di dalam negeri.500 1999 2000 2001 2002 2003 TAHUN TABEL JUMLAH PENGGUNA TPA 5 TAHUN TERAKHIR Jumlah Jumlah NO Tahun Instansi Peserta Pengguna 1 2 3 4 5 1999 2000 2001 2002 2003 45 61 44 63 65 17.000 19.191 16. Kemudian. dengan jumlah peserta 18.000 15. Pada perkembangan selanjutnya. 23 .500 GAMBAR2:Perkembangan Peserta TPA 1999-2003 es Potensi Akademik (TPA) merupakan alat tes hasil rancangan tim ahli OTO-Bappenas yang telah dikembangkan sejak tahun 1985. 16. yang khusus menangani kerjasama penyelenggaraan TPA.TES POTENSI AKADEMIK T SP T N I E OES AAEI KDMK 19.749 19.000 14. Dengan demikian — dapat dikatakan— TPA OTO-Bappenas merupakan salah satu (bila tidak dapat dikatakan sebagai satu-satunya) alat seleksi yang paling luas penggunaannya bagi kegiatan seleksi para sarjana di Indonesia.879 18. Isi dan Makna Skor TPA Isi dan makna skor TPA dibuat berdasarkan asumsi bahwa keberhasilan belajar seseorang pada jenjang pascasarjana tergantung pada tiga kemampuan dasar.383 JUMLAH PESERTA 16. Bahkan. Pusbindiklatren membentuk Unit Pelayanan Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (UPP TPA). yakni untuk keperluan seleksi calon pegawai yang akan diterimanya ataupun untuk keperluan promosi pegawainya yang setingkat sarjana.347 17. dan Kedubes Belanda) menggunakan TPA OTOBappenas pula dalam menyeleksi calon penerima beasiswanya. OTO-Bappenas —yang pada saat itu. Subtes Kuantitatif dan Subtes Penalaran (lihat Tabel 2). Pada tahun 2003 lembaga pengguna TPA mencapai 65 instansi setiap tahunnya. Ditjen Dikti Depdikbud.500 15. Pendidikan dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren). organisasi OTO-Bappenas pun sebagai pengelola TPA berkembang pula menjadi Pusat Pembinaan.191 T 18. rancangan TPA dibuat sedemikian rupa agar dapat mengukur masing-masing ketiga kemampuan tersebut secara akurat dengan menyajikan 3 subtes di dalamnya: Subtes Verbal.749 orang (Gambar 2). Mengikuti keberhasilan OTO-Bappenas dalam seleksi calon penerima beasiswa tersebut.

langkah lain pembenahan manajemen tes yang dilakukan oleh Pusbindiklatren adalah bersangkutan. Psikologi UGM. selain berisi informasi mengenai tata cara kelompok acuan. bidang Psikometri. alat seleksi calon mahasiswa S1-nya. Buku panduan Ahli UPP TPA Bappenas. Skor TPA terdiri atas 4 bagian: skor subtes 1. dapat sejajar dengan kepopuleran TPA. Pusbindiklatren tidak hanya mampu mempertahankan mutu soal TPA yang sudah ada. subtes 3. Kegiatan pertemuan koordinasi dilakukan untuk menciptakan kualitas pengawas TPA yang semakin profesional. tes yang dilakukan oleh pengawas TPA dapat berlangsung dengan mutu standar tinggi yang sama. Sejak tahun 2002. Pusbindiklatren akan memperkenalkan TPIU ini pada perguruan tinggi lain sebagai yang relevan. dengan tercetaknya tenaga ahli baru tersebut –dengan tetap mendapat dukungan tenaga ahli senior yang sudah ada—. dan pembinaan pengawas. Jadi. bila ingin mendapat pengesahan dari UPP TPA. sejak tanggal tes kepada para pengawas tesnya. namun dapat menyiapkan alat tes baru yang saat ini belum cukup tersedia di Indonesia. skor yang diperoleh seseorang tersebut menjadi bahan acuan bersama bagi ketertiban administrasi menunjukkan kedudukannya yang relatif tetap dan berlaku lama. yang akan digunakan untuk mengukur derajat keprofesionalan seseorang dan Tes Potensi Jabatan (TPJ)—yang akan digunakan untuk mengukur derajat ketepatan seorang memangku suatu jabatan. yang bersangkutan dalam kelompok sarjana yang mengikuti TPA Prosedur Standar Penyelenggaraan TPA dibakukan dalam sebuah secara nasional. pemaknaan skor TPA mengacu kepada tahun 2003 tersebut. Langkah penting lain dalam pengembangan TPA adalah dan skor total. Buku yang dicetak oleh Pusbindiklatren sejak standar 100. baik sehingga masa berlaku skor TPA sebetulnya diserahkan kepada untuk eksternal maupun internal. (2) menganalisa hubungan antar komponen kalimat. UPP TPA hanya dapat mengesahkan skor yang Menyadari bahwa keberhasilan suatu alat tes juga tergantung jangka waktunya kurang dari 2 (dua) tahun. sedangkan konsultasi penilaian dilakukan untuk memberi umpan balik terhadap kinerja yang dilakukan pengawas di suatu tempat tes. Diharapkan. Subtes kuantitatif mengukur kemampuan seseorang untuk (1) memahami konsep-konsep dasar aritmatika. Kegiatan paling penting Pusbindiklatren dalam usaha pengembangan TPA adalah penguatan tenaga ahli pembuat materi tes. lanjutan tingkat atas (SMU). serta (3) mendukung ide-ide dengan alasan dan contoh calon pegawai tamatan SMU. C. aljabar. alat tes Pusbindiklatren lain yang ada. subtes 2. Pusbindiklatren menyediakan mekanisme pelayanan penyelenggaraan TPA bagi masyarakat/lembaga yang 24 Profil-Pusbindiklatren . Berdasarkan penelitian Tim gambaran umum TPA dan organisasi UPP TPA. pembenahan manajemen tes meliputi pembakuan prosedur Skor TPA yang didapat seseorang menunjukkan kedudukan relatif penyelenggaraan TPA yang standar. dengan mengirim 3 kader tenaga ahlinya ke program S3 (doktor). Diharapkan dengan adanya pembinaan pengawas ini. dan (3) Potensi Intelektual Umum (TPIU) akan dipromosikan untuk memecahkan permasalahan secara kuantitatif. pembinaan pengawas. buku “Buku Panduan Penyelenggaraan Tes Potensi skor total terendah 200. (2) mencari hubungan data kuantitatif. juga berisi informasi mengenai telah mengikuti TPA (lihat Tabel 3). Di masa datang. semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TPA. TPIU yang selama ini Subtes penalaran mengukur kemampuan seseorang untuk (1) digunakan sebagai alat ukur potensi akademis para tamatan sekolah mengartikulasikan ide-ide yang kompleks secara jelas dan efektif. Skor total TPA tertinggi yang dimungkinkan 800. pertemuan koordinasi serta Makna Skor TPA konsultasi penilaian pengawas secara rutin dan kontinyu. Pusbindiklatren mencoba mencetak tenaga ahli baru pembuat materi tes. Pelayanan Penyelenggaraan TPA Sebagai wujud kontribusi Pusbindiklatren kepada masyarakat. Pembinaan pengawas dijalankan dengan Tabel 3 mengadakan kegiatan pelatihan. yaitu para sarjana dari seluruh tanah air yang kerjasama penyelenggaraan tes. geometri dan Selain itu.TES POTENSI AKADEMIK Tabel 2 Garis Besar Kisi-kisi TPA B. Pengembangan TPA Dua upaya pokok pengembangan yang dilakukan UPP TPA adalah penguatan tenaga ahli pembuat materi tes (test-material developer) dan pembenahan manajemen tes. Umpan balik kinerja pengawas tersebut diperoleh dari pelanggan (eksternal) dan supervisor pengawas (internal) Pusbindiklatren. pengguna TPA. Pengiriman kader tersebut ke Program S3 Psikologi UGM didasari kenyataan bahwa tenaga ahli senior yang menjadi motor pengembang TPA selama ini berasal dari UGM. Subtes verbal mengukur kemampuan seseorang untuk (1) menganalisa bahan tulisan dan menyerap informasi yang terkandung di dalamnya. yakni: Tes analisa data. baru digunakan oleh beberapa (2) membuktikan klaim/tuntutan dan pernyataan serta bukti/fakta lembaga saja untuk keperluan seleksi calon mahasiswa D3 atau yang ada. Namun demikian. yakni Tes Potensi Profesi (TPP). dan (3) mengenali hubungan antar kata dengan konsep yang terkandung di dalamnya. dengan skor total rata-rata 500 dan deviasi Akademik (TPA)”.

Jakarta 10320. Pada dasarnya. Bila yang membutuhkan jasa penyelenggaraan TPA adalah lembaga maka Pusbindiklatren akan meminta lembaga bersangkutan untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan UPP TPA.TES POTENSI AKADEMIK membutuhkan jasa pengukuran potensi akademis sekelompok orang/seseorang. Telepon: 021-3911627. 70. jasa pelayanan penyelenggaraan TPA disediakan untuk lembaga dan individu. Bila yang memerlukan jasa penyelenggaraan TPA adalah perseorangan. Profil-Pusbindiklatren 25 . Alamat UPP TPA: Jalan Proklamasi No. maka individu yang bersangkutan dapat mendaftar langsung ke : UPP TPA.

dalam waktu yang tidak terlalu lama diharapkan dapat juga dilaksanakan dengan Kedubes atau Institusi asing lainnya. 1. program S3 juga dapat dilaksanakan secara linkage dengan berbagai Universitas di luar negeri. Berbagai inovasi yang sedang dan akan segera dilaksanakan oleh Pusbindiklatren antara lain sebagai berikut. yang sampai saat ini baru dengan Kedubes Belanda. di masa yang akan datang. dimana pada tahun pertama dibiayai dengan beasiswa Pusbindiklatren dan tahun kedua dengan beasiswa dari luar negeri. USA. dalam waktu yang tidak terlalu lama. maupun jumlah negaranya. Cost Sharing dan Linkage Program Pembiayaan secara cost sharing antara Pusbindiklatren dengan Instansi Pengirim Peserta telah dimulai sejak tahun 2003 untuk beberapa diklat yang diselenggarakan dengan beasiswa Pusbindiklatren. agar biaya studi di luar negeri menjadi lebih murah. seluruh program diklat (gelar dan non-gelar) beasiswa Pusbindiklatren akan diselenggarakan secara cost sharing. Namun. Demikian juga dengan program diklat non-gelar secara linkage. Sedangkan pembiayaan secara cost sharing untuk S2 Double Degree. Selain untuk S2 dan diklat non-gelar. serta Sandwich Program (3 Semester di Indonesia dan 1 Semester) yang baru dengan University of Wisconsin-Madison. dan UGM dengan IHS/Erasmus Belanda) akan diupayakan lagi untuk ditambah. agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan lebih baik serta dapat dinikmati manfaatnya oleh sebanyak-banyaknya perencana pemerintah di seluruh Indonesia. saat ini sedang melakukan hal-hal inovatif dan berbagai penyempurnaan dalam proses pembinaan perencana dan penyelenggaraan diklat. yang sampai saat ini baru dengan Kedubes Belanda dan Netherlands Education Center (NEC). dalam waktu dekat diharapkan dapat juga dilaksanakan dengan Kedubes lain. maka linkage program yang telah dimulai sejak tahun 2003 akan terus diperluas dan diperbanyak cakupannya. dimana Pusbindiklatren dan Instansi Pengirim Peserta akan secara bersama-sama membiayai diklat sesuai dengan tingkat kemampuan Instansi Pengirim Peserta. ITB dengan RUG Belanda.PUSBINDIKLATREN MASA DEPAN PSIDKARN P UBNILTE MS DPN AA EA usbindiklatren-Bappenas sebagai unit eselon 2 yang melaksanakan fungsi Bappenas sebagai Instansi Pembina JFP dan Instansi Penyelenggara Diklat Perencanaan. baik jumlah Universitas di dalam negeri dan di luar negeri. Program S2 Double Degree yang sampai saat ini baru di 3 Universitas (UI dengan Vrije/ISS/Wageningen University Belanda. 26 Profil-Pusbindiklatren . Selain itu. Demikian juga dengan program diklat non-gelar yang sampai saat ini baru dengan Belanda dan USA.

baik audio conference maupun video conference. (d) Memberikan beasiswa Pusbindiklatren kepada calon yang memenuhi syarat administrative untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris agar skor TOEFL calon memenuhi persyaratan beasiswa dari Kedubes aatu Institusi Asing tsb. Kedubes Australia. Pusbindiklatren-Bappenas akan mengupayakan untuk memperluas kerjasama dengan Kedubes atau Institusi asing lainnya. Pusbindiklatren-Bappenas menyediakan beasiswa Magang sebagai diklat non-konvensional. Selain TPA untuk tingkat S1. Pusbindiklatren sedang menyiapkan SDM dengan mengirimkan stafnya mengikuti studi S3 dalam bidang Psikometri. Perluasan Kerjasama dengan Kedubes/Institusi Asing Penyedia Beasiswa Kerjasama dengan Kedubes/Instansi Asing Penyedia Beasiswa Luar Negeri.PUSBINDIKLATREN MASA DEPAN 1. diharapkan sebagian maat kuliah atau mata diklat dapat diberikan secara distance education. bagi perencana pemerintah daerah di bappenas. sesuai dengan persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh beasiswa luar negeri tsb. akan memiliki perangkat keras dan lunak untuk dapat meleksanakan distance education. Buku ini akan di update secara berkala. Untuk ini. Dalam program magang ini. Magang Di Luar Bappenas Sejak tahun 2003. yang telah juga digunakan oleh Bappenas dan beberapa institusi. (b) menyebarluaskan informasi beasiswa luar negeri tsb bersamaan dengan penyebaran informasi beasiswa Pusbindiklatren. Pusbindiklatren-Bappenas juga memiliki alat seleksi TPIU (Tes Potensi Intelektual Umum) untuk setingkat D3 atau SMU. sedangkan tiket pp ditanggung oleh Instansi Pengirim peserta. Netherlands Education Center dan KDI Korea. Sesuai rencana. Kedubes Jepang. dimana Kepala Pusbindiklatren-Bappenas duduk sebagai anggota Tim Seleksi atau Tim Pengarah. Dengan cara seperti ini. serta oleh banyak Institusi untuk menyaring pegawai baru serta kenaikan pangkat atau jabatan. 2. Pusbindiklatren-Bappenas juga dapat mempertimbangkan untuk menyediakan sebagian biaya (cost sharing). 4. (c) melakukan seleksi terhadap calon yang selama ini mendaftarkan diri untuk memperoleh beasiswa Pusbindiklatren. yang dapat dimanfaatkan selain oleh para perencana pemerintah. (f) PusbindiklatrenBappenas dapat memfasilitasi untuk pembiayaan bersama (cost sharing) dengan pemerintah daerah. Pusdiklat Bappenas yang dikelola Pusbindiklatren dan terletak di Jl. Penyedia Alat Seleksi Sejak tahun 1985. saat ini Pusbindiklatren-Bappenas telah merencanakan untuk membuat alat seleksi lain yaitu TPP (Tes Potensi Profesi) untuk mengukur tingkat profesionalitas seseorang serta TPJ (Tes Potensi jabatan) untuk mengukur tingkat kemampuan seseorang di dalam memangku suatu jabatan. Profil-Pusbindiklatren 27 . Buku ini menjadi pelengkap Booklet “Diklat Gelar dan Non-Gelar Dengan Beasiswa Pusbindiklatren” yang diterbitkan PusbindiklatrenBappenas setiap awal tahun. distance education ini diharapkan dapat diujicobakan di beberapa Universitas dalam negeri serta beberapa Universitas luar negeri yang bekerjasama dengan PusbindiklatrenBappenas. dalam tahun 2004 ini Pusbindiklatren-Bappenas menerbitkan buku “Informasi Beasiswa Dari Seluruh Dunia Untuk Indonesia”. dan (e) Sesuai kemampuan anggaran. 5. Selain TPA dan TPIU. Perangkat ini akan diupayakan compatible dengan perangkat yang saat ini telah dimiliki oleh Universitas yang selama ini bekerjasama dengan Pusbindiklaten-Bappenas. Dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dengan adanya kerjasama seperti ini. Pusbindiklatren-Bappenas menjadi penyedia alat seleksi TPA (Tes Potensi Akademik) untuk memilih calon penerima beasiswa S2 Pusbindiklatren-Bappenas. Namun dalam perkembangannya. dengan cara: (a) Memasukan informasi beasiswa dari Kedubes atau Institusi Asing ke dalam Booklet Beasiswa Pusbindiklatren. serta dapat dibaca pada Homepage Pusbindiklatren. Pusbindiklatren sebagai Pusat Informasi Beasiswa Luar Negeri Menyadari bahwa tidak semua orang mempunyai akses kepada informasi beasiswa luar negeri. Distance Education Pusbindiklatren-Bappenas dalam tahun 2004 telah melakukan feasibility study untuk dapat melaksanakan distance education. maka PusbindiklatrenBappenas dapat mempersiapkan calon penerima beasiswa lebih dini. Dalam tahun 2005. 3. perencana daerah bekerja di Bappenas selama 3 bulan melakukan pekerjaan dan kajian sebagaimana layaknya staf Bappenas. Beasiswa Magang meliputi biaya hidup dan transport lokal. sampai saat ini baru dilaksanakan dengan Kedubes Belanda. juga oleh seluruh rakyat Indonesia. TPA telah juga digunakan oleh hampir seluruh Universitas dalam negeri terkemuka dalam menyaring calon mahasiswa paska sarjana. Proklamasi 70 Jakarta.

IMF. 28 Profil-Pusbindiklatren . Pusbindiklatren-Bappenas bekerjasama dengan Universitas dan Institusi penyelenggara diklat lainnya. Mengingat sangat beragamnya masalah perencanaan pembangunan di Indonesia. yang setiap tahun akan mengadakan Seminar Regional dan Seminar Nasional Perencana Pemerintah di seluruh Indonesia. sudah banyak keinginan dari para perencana untuk membentuk Asosiasi Perencana Pemerintah Republik Indonesia. baik yang ada di Jakarta maupun di luar negeri. JICA. kedudukan dan pengembangan perencana di Indonesia. dalam waktu dekat diharapkan akan secara tidak langsung menambah kemampuan Pusbindiklatren-Bappenas dalam menyediakan beasiswa sehingga akan makin banyak lagi perencana pemerintah yang dapat menikmati beasiswa PusbindiklatrenBappenas. anggaran untuk penyediaan beasiswa gelar dan nongelar yang diselenggarakan oleh Pusbindiklatren masih sangat terbatas. ternyata memang para perencana pemerintah sepakat untuk membentuk Asosiasi Perencana Pemerintah. Pusbindiklatren-Bappenas merencanakan untuk menyelenggarakan program Magang tidak hanya bagi perencana daerah di Bappenas. dll. Seminar Nasional ini akan didahului dengan Seminar Regional di 3 lokasi. tetapi juga bagi perencana Pusat dan Daerah di instusi di luar Bappenas. di masa yang akan datang diharapkan PusbindiklatrenBappenas dapat semakin memperjelas fungsi dan kedudukan pejabat fungsional perencana sehingga suatu saat dapat sejajar dengan para pejabat struktural. Untuk Magang seperti ini. namun perlu penyempurnaan. seperti kanot bank Dunia. yang jumlahnya telah mencapai hampir 18. USAID. senantiasa melakukan penyempurnaan dalam penyelenggaraan diklat. CIDA. Pusbindiklatren-Bappenas akan pemerintah di seluruh Indonesia secara maksimal dapat dipenuhi. yaitu Semarang.000an orang. Pusat Pembina JFP Dengan secara berkala melakukan penyempurnaan ketentuan JFP. Dengan kegiatan ini diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas diklat yang diselenggarakan dengan beasiswa PusbindiklatrenBappenas. juga akan diupayakan dengan pembiayaan secara cost sharing. diharapkan Pusat Data dan Informasi Pusbindiklatren ini menjadi dapat 6. 7. menyelenggarakan Seminar Nasional Perencana Pemerintah yang akan juga dihadiri oleh para alumni diklat dengan beasiswa Pusbindiklatren. 8. maka dalam waktu dekat akan dibentuk Asosiasi Perencana Pemerintah. monitoring dan evaluasi JFP. 9. sehingga apapun yang diperlukan oleh para perencana Dalam tahun 2004 ini. Dalam waktu yang tidak terlalu lama. AUSID. Dalam Seminar ini. Apabila dalam Seminar Nasional. Jambi dan Mataram. monitoring dan evaluasi serta melakukan kajian di bidang diklat. Selain itu. GTz. dengan berbagai inovasi diklat maka biaya diklat akan menjadi lebih murah sehingga anggaran yang tersedia akan dapat dimanfaatkan bagi lebih banyak peserta. Sementara itu. Asosiasi Perencana Pemerintah diandalkan. Pusat Data dan Informasi JFP dan Diklat Renbang Pada saat ini Pusat Data dan informasi Psubindiklatren-Bappenas untuk JFP dan Diklat Renbang sudah berjalan.PUSBINDIKLATREN MASA DEPAN Dalam waktu dekat. mengadakan dan menyempurnakan diklat/lokakarya/seminar serta melakukan kajian-kajian dalam bidang JFP. juga hal-hal lain yang mungkin diperlukan agar perencana pemerintah dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Pusat Penyedia Beasiswa Perencana Pemerintah Pada saat ini. ADB. selain akan membahas fungsi. Di masa yang akan datang. kerjasama dengan pihak luar yang senantiasa diupayakan. Pusat Data dan Informasi ini akan juga dilengkapi dengan Perpustakaan JFP dan Diklat Perencanaan Pembangunan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful