P. 1
PELAKU EKONOMI

PELAKU EKONOMI

|Views: 1,668|Likes:
Published by Fakhruddin Iwan

More info:

Published by: Fakhruddin Iwan on Aug 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

PELAKU EKONOMI DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia Indikator: Mendeskripsikan pengertian demokrasi ekonomi yang merupakan sistem perekonomian Indonesia Mengidentifikasi beberapa ciri positif demokrasi ekonomi Indonesia Menunjukkan ciri-ciri negatif yang tidak sesuai dengan demokrasi ekonomi Indonesia Menyebutkan tiga pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia Mengemukakan dua peranan pemerintah dalam sistem ekonomi Indonesia Menunjukkan contoh kebijaksanaan pemerintah dalam mengatur kegiatan ekonomi Mengidentifikasi peran koperasi Menunjukkan beberapa manfaat koperasi Menunjukkan contoh usaha informal dalam masyarakat

Prof. Edi Swasono dalam sesuatu seminarnya mengatakan bahwa Pasal 33 UUD 1945 harus dipertahankan. Pasal 33

UUD 1945 adalah pasal mengenai keekonomian yang berada pada Bab XIV UUD 1945 yang berjudul “Kesejahteraan

Sosial”. Kesejahteraan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari cita-cita kemerdekaan. Dengan menempatkan Pasal 33

1945 di bawah judul Bab “Kesejahteraan Sosial” itu, berarti pembangunan ekonomi nasional haruslah bermuara pada

peningkatan kesejahteraan sosial. Peningkatan kesejahteraan sosial merupakan test untuk keberhasilan pembangunan,

bukan semata-mata per-tumbuhan ekonomi apalagi kemegahan pembangunan fisikal. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal

yang mulia, pasal yang mengutamakan kepentingan bersama masyarakat, tanpa mengabaikan kepentingan individu

orang-perorang. Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal restrukturisasi ekonomi, pasal untuk mengatasi ketimpangan struktural ekonomi.

SISTEM EKONOMI

“Perekonomian suatu negeri pada umumnya ditentukan oleh tiga hal. Pertama,kekayaan tanahnya. Kedua, kedudukannya

terhadap negeri lain dalam lingkungtan Internasional. Ketiga, sifat dan kecakapan rakyatnya, serta cita-citanya. Terhadap Indonesia harus ditambah satu hal lagi, yaitu sejarahnya sebagi tanah jajahan”. (Hatta, 1971).

Sistem ekonomi/ sistem perkonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber

daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah

sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam

beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua

faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut. Beberapa sistem ekonomi yang dianut oleh masyarakat internasional 1. Sistem Ekonomi Terpusat

Sistem ekonomi terpusat sering disebut sebagai sistem ekonomi sosialis, yaitu suatu sistem ekonomi di mana

seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah. Pemerintah dalam sistem ekonomi terpusat berperan sangat dominan. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi terpusat adalah: a. seluruh sumber daya dikuasai oleh negara, b. produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat, c. kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur pemerintah secara terpusat,

d. hak milik individu tidak diakui. Sistem perekonomian terpusat ini diterapkan di negara-negara Eropa Timur yang pada umumnya menganut paham komunis.

Kebaikan sistem ekonomi terpusat adalah: a. pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian b. pemerintah bebas menentukan barang/jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat c. pemerintah mengatur distribusi hasil dan produksi d. mudah melakukan pengelolaan dan pengawasan e. pelaksanaan pembangunan lebih cepat karena sudah disusun dalam suatu perencanaan.

Kelemahan sistem ekonomi terpusat adalah: a. hal milik pribadi tidak diakui

c. segala kebijakan pemerintah harus dilakukan oleh rakyat dan pemerintah bersifat paternalisme.

2. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal disebut juga sistem ekonomi pasar, yaitu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi

diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran) . Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan

individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya setiap individu diakui keberadaannya dan mereka bebas bersaing. Setiap pelaku ekonomi didorong untuk melakukan yang terbaik agar ia memperoleh laba sebesar besarnya. Sistem ekonomi pasar atau liberal banyak dianut negaranegara Eropa dan Amerika Serikat. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah: a. adanya pengakuan terhadap hak individu b. setiap manusia adalah homo economicus c. kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi d. menerapkan sistem persaingan bebas e. motif mencari laba terpusat pada kepentingan sendiri f. peranan modal sangat penting g. peranan pemerintah dibatasi.

Kebaikan sistem ekonomi liberal (sistem ekonomi pasar) adalah: a. setiap orang bebas menentukan perekonomian sendiri b. setiap orang bebas memiliki alat produksi sendiri c. kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena persaingan d. produksi didasarkan kebutuhan masyarakat.

Kelemahan sistem ekonomi pasar (sistem ekonomi liberal): a. mengakibatkan adanya eksploitasi terhadap orang lain, b. menimbulkan monopoli, c. terjadinya kesenjangan pendapatan, d. rentan terhadap krisis ekonomi.

3. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul

dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi dasar. Dalam sistem ekonomi campuran pemerintah bekerja

sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan di negar-anegara yang sedang berkembang, seperti Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan Maroko.

Kebaikan sistem ekonomi campuran adalah: a. meskipun swasta diberi kebebasan, namun tetap ada intervensi b. pemerintah sehingga kestabilan ekonomi tetap terjamin

SISTEM DEMOKRASI EKONOMI Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah system ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi. Dalam perkembangan globalisasi seperti kita saksikan saat ini ternyata tidak makin mudah menyajikan pemahaman tentang adanya sistem ekonomi Indonesia. Kaum akademisi Indonesia terkesan makin

mengagumi globalisasi yang membawa perangai “kemenangan” sistem kapitalisme Barat. Sikap kaum akademisi semacam ini ternyata membawa pengaruh besar terhadap sikap kaum elit politik muda Indonesia, yang mudah menjadi ambivalen terhadap sistem ekonomi Indonesia dan ideologi kerakyatan yang melandasinya. Pemahaman akan sistem ekonomi Indonesia bahkan mengalami suatu pendangkalan tatkala sistem komunisme Uni Soviet dan Eropa Timur dinyatakan runtuh. Kemudian dari situ ditarik kesimpulan kelewat sederhana bahwa sistem kapitalisme telah

memenangkan secara total persaingannya dengan sistem komunisme. Dengan demikian, dari persepsi simplisistik semacam ini, Indonesia pun dianggap perlu berkiblat kepada kapitalisme Barat dengan sistem pasar-bebasnya dan meninggalkan saja sistem ekonomi Indonesia yang “sosialistik” itu.

Demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan

pemerintah hasil pemilihan rakyat. Dalam sistem ekonomi Pancasila juga memerhatikan sektor koperasi sebagai soko

guru perekonomian Indonesia serta mengembangkan kekuatan moral masyarakat. Dalam pembangunan ekonomi

masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Adapun ciri-ciri utama sistem perekonomian Indonesia:

1. Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah pasal 33 ayat 1,2,3,4 UUD 1945 hasil amandemen, yang berbunyi sebagai berikut: 1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.

3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,

efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional

2. Demokrasi ekonomi menjadi dasar kehidupan perekonomian

Indonesia sekaligus menjadi ciri khas kegiatan ekonomi bangsa Indonesia. Demokrasi ekonomi Indonesia tercantum

dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 dan dalam Tap MPRS No. XXII/MPRS/1966 yang mencantumkan demokrasi ekonomi sebagai cita-cita sosial. 3. Ciri-ciri positif demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan adalah: a. Perkonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.

c. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk

efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

e. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat. f. Warga memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang layak.

g. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

h. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga Negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan bagi kepentingan umum. i. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara

4. Menurut Tap MPR No: II / MPR / 1993 tentang GBHN, dalam pelaksanannya, demokrasi ekonomi di Indonesia harus menghindari ciri-ciri negatif sebagai berikut:

a. Sistem free fight liberalism, yaitu kebebasan yang dapat menimbulkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain. b. Sistem etatisme, yaitu keadaan di mana pemerintah bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi sektor-sektor ekonomi. c. Monopoli, yaitu pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok tertentu yang merugikan masyarakat.

Sejak bergulirnya reformasi 1998, di Indonesia mulai dikembangkan sistem ekonomi kerakyatan, di mana rakyat tetap memegang peranan sebagai pelaku utama, namun kegiatan ekonominya lebih banyak didasarkan pa

mekanisme pasar. Dalam system ekonomi kerakyatan, pemerintah mempunyai hak untuk melakukan koreksi pada

ketidaksempurnaan dan ketidakseimbangan pasar. Langkah koreksi yang dapat dilakukan oleh pemerintah, salah satunya dengan mengurangi hambatan-hambatan yang mengganggu mekanisme pasar.

SEKTOR USAHA FORMAL SEBAGAI PELAKU EKONOMI

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 dalam perekonomian Indonesia terdapat tiga sektor usaha formal, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Swasta (BUMS), dan Koperasi. 1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah. Kegiatan BUMN bertujuan: a. Untuk menambah keuangan/kas negara. b. Membuka lapangan kerja. c. Melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Alasan pemerintah mendirikan BUMN adalah: a. Untuk memenuhi kebutuhan nasional yang tidak dilakukan oleh sektor swasta. b. Untuk mengendalikan bidang-bidang usaha strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak.

a. Mencegah agar cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak tidak dikuasai oleh sekelompok masyarakat tertentu. b. Membuka lapangan kerja. c. Melakukan kegiatan produksi dan distribusi sumber-sumber alam yang menguasai hajat hidup orang banyak. d. Memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. e. Sumber penghasilan untuk mengisi kas negara.

Kebaikan dan kekurangan BUMN 1). Kebaikan BUMN adalah: a. permodalan yang pasti yang dialokasikan dari dana pemerintah, b. mengutamakan pelayanan umum c. organisasi BUMN disusun secara mantap d. memiliki kekuatan hukum yang kuat 2). Kekurangan BUMN adalah: a. Pengambilan kebijakan sangat lambat karena di bawah komando atasan b. BUMN banyak yang merugi c. Organisasinya sangat kaku

2. Badan Usaha Swasta (BUMS)

Badan usaha swasta adalah badan usaha yang didirikan, dimiliki, dimodali, dan dikelola atau beberapa orang swasta secara individu atau kelompok. Kegiatan badan usaha swasta bertujuan: a. mengembangkan modal dan memperluas usaha/perusahaan, b. membuka kesempatan kerja, c. mencari keuntungan maksimal.

Peranan badan usaha swasta dalam perekonomian antara lain: a. Membantu pemerintah dalam usaha memperbesar penerimaan negara melalui pembayaran pajak dan lain-lain. b. Sebagai partner (mitra) pemerintah dalam mengusahakan sumber daya alam dan mendorong pertumbuh ekonomi Indonesia. c. Membuka kesempatan kerja.

d. Membantu pemerintah dalam mengelola dan mengusahakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi yang tidak ditangani oleh pemerintah.

e. Membantu pemerintah dalam usaha meningkatkan devisa nonmigas melalui kegiatan pariwisata, ekspor-impor, jasa transportasi, dan lain-lain. 1). Kebaikan BUMS a) menambah lapangan kerja, b) mempermudah kegiatan ekspor-impor, c) meningkatan pendapatan dan devisa negara.

2). Keburukan BUMS a) berkurangnya devisa negara karena keringanan bea masuk b) mengalirnya devisa ke luar negeri c) berkurangnya pendapatan negara karena keringanan pajak d) adanya kemungkinan penyalahgunaan potensi sumber daya dan wewenang e) menimbulkan ketegangan karena persaingan yang tidak sehat.

3. Koperasi

Sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan”, maka bentuk badan usaha yang paling sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi. Dalam perekonomian Indonesia, peran koperasi sangat penting karena: a. Koperasi berdasarkan atas asas kekeluargaan sehingga sangat sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia b. Koperasi sesuai dengan golongan ekonomi lemah yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia.

Meskipun demikian, dalam kenyataannya koperasi belum dapat berperan secara maksimal dalam sistem

perekonomian kerakyatan. Hal tersebut disebabkan karena adanya banyak kendala yang dihadapi oleh koperasi, antara lain: a. masih lemahnya modal koperasi b. tidak/kurang profesionalnya para pengurus dan pegawai koperasi c. kurang kompaknya kerja sama antara pengurus, pengawas, pegawai, dan anggota koperasi d. kurangnya mendasarkan diri pada prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis dalam pengelolaan koperasi.

Untuk menanggulangi hal tersebut, maka pemerintah melakukan berbagai macam usaha di antaranya dengan

mengeluarkan undang-undang koperasi, yaitu UU No. 25 Tahun 1992 agar masyarakat mempunyai pemahaman

yang benar terhadap koperasi. Undang-undang No. 25 Tahun 1992 ini seharusnya telah direvisi, namun sampai

saat ini Draf yang digodok oleh DPR belum ada kejelasan. Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1992 tentang

Perkoperasian, menyatakan bahwa koperasi adalah badan usaha dan sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat,

sehingga koperasi harus kuat dan dapat memupuk modal sebagaimana badan usaha lainnya melalui usaha

pengerahan modal, baik dari anggota maupun nonanggota. Dengan modal yang kuat, koperasi dapat

mengembangkan usahanya dalam melakukan kegiatan ekonomi, baik kegiatan produksi, konsumsi, maupun distribusi. Selain itu koperasi harus ditangani secara profesional dan terbuka

4. Sektor Usaha Informal Sebagai Kenyataan Ekonomi

Selain ketiga pelaku ekonomi formal di atas (BUMN, BUMS, dan koperasi) dalam kehidupan perekonomian di

Indonesia, terdapat usaha-usaha informal, yaitu bidang usaha dengan modal kecil, alat produksi yang terbatas, dan tanpa bentuk badan hukum. Ciri-ciri usaha informal antara lain sebagai berikut: a. Aktivitasnya tidak terorganisir secara baik karena timbulnya tidak melalui perencanaan yang matang b. Pada umumya tidak memiliki izin resmi dari pemerintah c. Pola kegiatannya tidak teratur atau tidak tetap, baik tempat maupun waktu/jam kerja. d. Modal dan peralatan serta perputaran usahanya relatif kecil.

pinggir jalan, di perempatan jalan, di bawah pohon yang rindang, dan lain-lain. Barang yang dijual biasanya makanan, minuman, pakaian, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari lainnya.

2. Pedagang Keliling yaitu pedagang yang menjual barang dagangannya secara keliling, keluar-masuk kampung dengan jalan kaki/naik sepeda/sepeda motor. Barang yang dijual kebanyakan barang-barang kebutuhan sehari hari seperti minyak goreng, sabun, perabot rumah tangga, buku dan alat tulis, dan lain-lain.

3. Pedagang Asongan, yaitu pedagang yang menjual barang dagangan berupa barang-barang yang ringan dan

mudah dibawa seperti air mineral, koran, rokok, permen, tisu, dan lain-lain. Tempat penjualan pedagang

asongan adalah di terminal, stasiun, bus, kereta api, di lampu lalu lintas (traffic light), dan di tempat tempat strategis lainnya.

4. Pedagang Musiman, yaitu pedagang yang menjual barang dagangannya secara musiman. Barang yang dijual sesuai dengan musimnya, seperti buah-buahan, kartu lebaran, dan kartu natal.Tempat penjualan di tempat tempat strategis atau di tempal-tempat tertentu, seperti objek wisata, panggung hiburan, dan lain-lain

Sistem ekonomi adalah cara suatu bangsa atau negara mengatur perekonomiannya

Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi.

Dalam perkembangan globalisasi seperti kita saksikan saat ini ternyata tidak makin mudah menyajikan pemahaman tentang adanya sistem ekonomi Indonesia

Pembangunan ekonomi nasional kita dilakukan oleh tiga pelaku ekonomi yaitu BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMS (Badan Usaha Milik Swasta), dan Koperasi .

TUGAS:

1. Untuk menambah pemahaman Anda, coba diskusikanlah bagaimana bentuk peranan pemerintah

dalam kegiatan ekonomi tradisional. Kemukakan pendapat anda dengan contoh konkret. Presentasiklan hasilnya dalam diskusi kelompok. 2. Diskusikan peran pelaku ekonomi formal di Indonesia, apakah sudah sesuai dengan harapan? 3. Diskusikan realisasi pelaksanaan UUD 1945 pasal 35.

DAFTAR PUSTAKA -Edi Swasono, Prof dan Prof. Dr. Mubyarto, Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat, Sistem Ekonomi Indonesia, 2002 Sri Sudarmi dan Waluyo, Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu untuk SMP dan MTs Kelas VIII, Edukasi-net, 2008 www.wikipedia.org/wiki/sistem perekonomian

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->