P. 1
sosiologi

sosiologi

|Views: 2,955|Likes:
Published by Rishang Saniscara

More info:

Published by: Rishang Saniscara on Aug 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

3.1. Sistematika Penulisan Skripsi Kuantitatif dan Kualitatif

Skripsi Kuantitatif

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Penelitian
1.5. Kerangka Teori
1.6. Hipotesis (kalau ada)
1.7. Definisi Konsep
1.8. Operasionalisasi Variabel

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian
3.2. Lokasi Penelitian
3.3. Populasi dan Teknik Penarikan Sampel
3.4. Teknik Pengumpulan Data
3.5. Analisis Data
3.6. Jadwal Kegiatan
3.7. Keterbatasan Penelitian

BAB IV. HASIL DAN ANALISA PENELITIAN

BAB V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan
5.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Bab 3: Program Studi Sosiologi

42

Skripsi Kualitatif

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Penelitian
1.5. Definisi Konsep

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian
3.2. Lokasi Penelitian
3.3. Unit Analisis dan Informan
3.4. Teknik Pengumpulan Data
3.5. Interpretasi Data
3.6. Jadwal Kegiatan
3.7. Keterbatasan Penelitian

BAB IV. DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN

BAB V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan
5.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

3.1.1. Pengetikan

Proposal atau skripsi diketik pada kertas kuarto (28 x 21,5 cm)
mempergunakan kertas HVS atau sejenisnya dengan ketentuan sebagai
berikut:

1. Naskah diketik dengan mesin ketik standar IBM atau
menggunakan komputer.
2. Jarak ketikan 2 spasi, kecuali abstrak, judul grafik, dan tabel
dengan jarak 1 spasi.
3. Seluruh naskah menggunakan huruf yang berukuran sama,
kecuali kata asing dicetak lain atau miring, atau diberi tanda-
tanda kutip. Sedangkan isi tabel dan lampiran sesuai kebutuhan.

Panduan Perkuliahan Departemen Sosiologi FISIP

43

4. Setiap bab diberi nomor urut dengan angka romawi yang ditulis
di atas judul bab.
Jarak tepi:

3 cm atau 1 inchi dari tepi atas.
3 cm atau 1 inchi dari tepi bawah.
4 cm atau 1,5 inchi dari tepi kiri.
3 cm atau 1 inchi dari tepi kanan.

5. Nomor Halaman:

Nomor halaman untuk bagian awal naskah (sebelum bab
pendahuluan menggunakan huruf Romawi kecil (i, ii, iii,
iv, dan seterusnya). Ditulis di bagian bawah tengah, empat
spasi di bawah teks.
Lembar halaman judul tetap dihitung tapi tidak diberi
nomor. Mulai dari Bab Pendahuluan diberi nomor dengan
angka Arab (1, 2, 3).
Pada halaman yang ada judul bab, nomor halaman ditulis
di bawah tengah (empat spasi dari teks).
Pada halaman yang tidak ada bab, nomor angka Arab
ditulis di kanan atas (1,5 cm dari teks).

6. Tabel dan Gambar

Tabel diberi nomor urut dengan angka Romawi, sesuai
dengan nomor urut tabel tersebut pada tiap bab. Nomor
bab ditulis di depan nomor urut tabel dengan angka Arab.
Contoh: Tabel 2.1. (tabel ini di Bab II, yang merupakan
tabel pertama).
Judul tabel ditulis di atas tabel dengan ketikan 1 spasi.
Gambar diberi nomor urut dengan angka Arab, sesuai
dengan nomor urut gambar tersebut pada setiap bab.

7. Format Penomoran
Untuk menyusun kerangka karangan ilmiah ke dalam bab, bagian
dari bab dan selanjutnya, terdapat empat sistem yang lazim
digunakan, yaitu: Sistem penomoran, sistem nama dan tahun
(Harvard), sistem kombinasi alfabet dan nomor, serta sistem
Vancouver.

Pada penulisan proposal dan skripsi di Departemen Sosiologi
FISIP USU, format penomoran yang digunakan adalah sistem
nama dan tahun (Harvard), seperti ditunjukkan pada contoh
bagian Penulisan Daftar Pustaka dan Pengambilan Kutipan.
Namun, dalam hal-hal khusus, format penomoran lain juga dapat
digunakan sesuai keperluan, dengan tetap menjaga konsistensinya.

Bab 3: Program Studi Sosiologi

44

3.1.2. Bagian Utama

Bagian utama dalam penulisan proposal ini meliputi bab Pendahuluan
dan bab Metode Penelitian. Sedangkan dalam penulisan skripsi ditambah
dengan Kajian Pustaka, Deskripsi dan Interpretasi Data Penelitian,
Penutup, Lampiran, dan sebagainya, yang disesuaikan dengan pendekatan
penelitian yang digunakan, apakah kualitatif atau kuantitatif.

3.2. Pendahuluan

3.2.1. Latar Belakang

Bagian ini memuat dasar dan alasan serta argumentasi pentingnya
dilakukan penelitian yang dijabarkan dengan jelas, disertai keterangan
bahwa permasalahan tersebut memang belum terjawab. Latar belakang
permasalahan ini berisi uraian tentang apa yang menjadi permasalahan
penting dan perlu dicari upaya pemecahannya serta kemungkinan
manfaat jawaban itu nantinya. Masalah tersebut harus didukung oleh
fakta empiris sehingga jelas bahwa ada masalah yang perlu diteliti.
Selain itu, dalam latar belakang masalah peneliti harus mengidentifikasi
situasi masalah dengan tepat dan jelas. Konsep latar belakang masalah
setidaknya mencakup 5 (lima) hal berikut ini:
Situasi atau keadaan mengenai masalah yang ingin diteliti.
Alasan atau sebab ingin menelaah masalah yang
dipilihnya secara mendalam.
Hal-hal yang telah diketahui atau belum diketahui
mengenai masalah yang akan diteliti.
Pentingnya penelitian itu, baik secara teoritis maupun
praktis.
Penelitian yang dilakukan dapat mengisi kekosongan
yang ada.

3.2.2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah memuat penjelasan mengenai alasan mengapa
masalah yang dikemukakan dalam proposal itu dipandang menarik,
penting, dan perlu diteliti. Di dalamnya dirumuskan dengan jelas dan
tegas permasalahan yang perlu diteliti sehingga mudah diketahui ruang
lingkup masalah dan arah penelitian yang akan dilakukan. Perumusan
masalah merupakan titik tolak bagi perumusan suatu hipotesis, dan
rumusan dapat menghasilkan topik penelitian atau judul dari penelitian.
Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan untuk dapat merumuskan
masalah yang baik, yaitu:
1. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
2. Perumusan hendaklah jelas dan padat.

Panduan Perkuliahan Departemen Sosiologi FISIP

45

3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk
memecahkan masalah.
4. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat
hiposkripsi.
5. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian.

3.2.3. Tujuan Penelitian

Dalam bagian ini disebutkan secara tegas apa yang hendak dijawab atau
dapat diperoleh dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian harus jelas dan
tegas, yang dapat dibagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus.
a. Tujuan umum merupakan tujuan penelitian secara keseluruhan yang
ingin dicapai melalui penelitian.
b. Tujuan khusus merupakan penjabaran atau pentahapan dari tujuan
umum, yang bersifat lebih operasional.

3.2.4. Manfaat Penelitian

Bagian ini berisi uraian tentang kegunaan penelitian dan operasionalisasi
hasilnya. Manfaat penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan
(teoritis) dan penggunaan praktis yang dimanfaatkan oleh industri dan
instansi pemerintah, ilmuwan lain untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS), dan seyogianya dapat
dimanfaatkan pula oleh masyarakat.

3.2.5. Kerangka Teori (Kuantitatif)

Kerangka teori dijabarkan dari tinjauan pustaka dan disusun sendiri oleh
mahasiswa sebagai tuntutan untuk memecahkan masalah pembangunan
dan untuk merumuskan hiposkripsi. Kerangka teori dapat berbentuk
uraian kualitatif, model matematis, atau konsep penalaran yang langsung
berkaitan dengan bidang kajian yang akan ditekuni. Dengan kata lain
kerangka teori harus mampu memperlihatkan pilihan teori yang
digunakan untuk menjawab masalah penelitian.

3.2.6. Kajian Pustaka (Kualitatif)

Kajian pustaka memuat gagasan yang mendasari penelitian yang akan
dilaksanakan. Penelusuran kepustakaan yang terkait dengan penelitian
yang akan dilakukan merupakan keharusan jika ingin menghasilkan
kajian pustaka yang baik. Dalam kajian pustaka ini juga sudah terlihat
kemana arah penelitian yang akan dilakukan. Di samping itu, kajian
pustaka juga harus dapat menjawab permasalahan penelitian berdasarkan
kajian literatur yang dilakukan.

Bab 3: Program Studi Sosiologi

46

3.2.7. Hipotesis

Sebelum merumuskan hipotesis pada proposal, terlebih dahulu dibuat
kerangka konseptual yang dijabarkan atau disintesis dari kerangka teori
sebagai paradigma sekaligus tuntutan untuk memecahkan masalah
pembangunan dan merumuskan hipotesis. Hipotesis ini merupakan
pernyataan yang tegas dan jelas serta tidak mengandung suatu
pertanyaan. Hipotesis ini harus dapat dijabarkan ke dalam pengukuran
secara kuantitatif. Hipotesis akan mempertegas dan memperjelas masalah
yang akan diteliti, memberi arah dan tujuan pelaksanaan penelitian.
Hipotesis digunakan dalam penelitian yang menggunakan pendekatan
kuantitatif.

3.2.8. Definisi Konsep

Konsep-konsep yang digunakan dalam penelitian harus didefinisikan
dengan jelas, sehingga dapat dipahami apa yang ingin diteliti. Konsep-
konsep tersebut perlu didefinisikan dengan jelas sesuai dengan konteks
penelitian karena konsep-konsep dalam ilmu sosial masih relatif abstrak
dan seringkali memiliki makna yang berbeda. Definisi konsep dibuat oleh
si peneliti dengan mengacu pada beberapa konsep yang diperoleh dari
bahan bacaan (literatur), meskipun tidak harus sama dengan yang
diperoleh dari literatur. Konsep-konsep yang didefinisikan bukan hanya
yang ada pada judul penelitian (skripsi), tetapi seluruh konsep yang
terkait dengan apa yang mau diteliti.

3.2.9. Operasionalisasi Variabel

Variabel-variabel penelitian yang digunakan harus diopera-
sionalisasikan, artinya, harus diturunkan menjadi indikator-indikator yang
terukur. Untuk dapat menurunkan variabel-varibel penelitian menjadi
indikator-indikator penelitian harus kembali merujuk pada teori-teori dan
konsep yang digunakan. Operasionalisasi variabel merupakan dasar untuk
menyusun angket atau kuesioner.

3.2.10. Tinjauan Pustaka

Dalam tinjauan pustaka, diuraikan dengan jelas kajian kepustakaan yang
menimbulkan gagasan atau mendasari penelitian yang akan dilaksanakan,
dan berisi cuplikan bahwa pustaka yang berkaitan hanya dengan masalah
yang diteliti. Tinjauan kepustakaan menguraikan teori, temuan dan bahan
yang diarahkan untuk menyusun kerangka konsep yang akan digunakan
dalam skripsi nantinya. Tinjauan pustaka juga memuat uraian sistematis
tentang hasil penelitian yang didapat oleh para ahli atau peneliti terdahulu
dan apa hubungannya dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dalam
penyajian ini hendaknya ditunjukkan permasalahan yang akan diteliti
belum terjawab atau belum terpecahkan secara memuaskan.

Panduan Perkuliahan Departemen Sosiologi FISIP

47

Tinjauan pustaka memuat uraian sistematik tentang fakta, hasil karya
sebelumnya yang berasal dari pustaka mutakhir yang memuat teori,
proposisi, konsep atau pendekatan terbaru yang ada hubungannya dengan
kegiatan yang akan dilakukan. Fakta yang dilakukan sejauh mungkin
diambil dari sumber primer atau aslinya. Semua sumber yang dipakai
harus sesuai dengan ketentuan tentang cara penulisan kepustakaan.
Dalam uraian ini hendaknya dihindarkan sistem kliping dan pengulangan.
Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan
nama penulis, tahun penerbitan, dan halaman.

Studi kepustakaan memberikan gambaran tentang kemajuan suatu bidang
ilmu atau masalah, yaitu tentang sejarah perkembangan bidang ilmu
tersebut, berupa informasi mengenai seperangkat penelitian yang telah
dilakukan dan yang masih diperlukan. Suatu penelitian hendaknya
memberikan tambahan pengetahuan bagi perkembangan ilmu, akan tetapi
perkembangan ilmu tidak dimulai dari nol, tapi selalu didasarkan pada
penelitian empirik atau teoritik yang telah dilakukan peneliti sebelumnya.

Setelah mengumpulkan referensi kepustakaan yang cukup memadai,
peneliti harus mempresentasikannya (menyajikannya). Tinjauan
kepustakaan mempresentasikan penguasaan penulis tentang teori-teori
yang relevan dengan masalah penelitian dan penguasaan perkembangan
mutakhir bidang atau topik yang ditelitinya.

Ada beberapa fungsi tinjauan kepustakaan yaitu sebagai berikut:
a) Memperoleh Pengetahuan Baru
Tinjauan kepustakaan memperkenalkan peneliti pada banyak data,
informasi, dan pengetahuan yang mungkin belum diketahui peneliti
dalam suatu bidang ilmu atau tentang suatu masalah yang diusulkan.
b) Membatasi Masalah Penelitian
Peneliti sering mengalami kesulitan dalam memilih masalah
penelitian yang cukup spesifik dari satu topik yang telah dipilihnya.
Tinjauan kepustakaan membantu peneliti menemukan masalah yang
spesifik. Laporan penelitian biasanya menunjukkan jalan dan arah
menuju masalah yang cukup sempit untuk diteliti, dan pada
umumnya laporan tersebut memuat secara jelas hal apa saja yang
masih memerlukan penelitian lanjutan.
c) Memilih Pendekatan Baru
Dalam tinjauan kepustakaan peneliti bukan hanya mempelajari hasil
yang telah dilakukan orang lain, tetapi harus pula waspada pada
kemungkinan adanya penelitian yang terabaikan oleh peneliti
terdahulu. Pengalaman pribadi dan latar belakang seseorang
menghimbaunya untuk melihat suatu fase masalah yang tidak
terlihat oleh peneliti terdahulu. Pendekatan baru itu besar
kemungkinan dapat ditemui pada bidang yang belum banyak
diteliti.

Bab 3: Program Studi Sosiologi

48

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->