BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana dan sarana lingkungan permukiman pasca bencana di wilayah kelurahan/desa sasaran Rekompak JRF diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi warga desa secara berkesinambungan. Prasarana dan sarana yang telah dibangun atau diperbaiki diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi warga tetapi juga dapat lestari dan terus tumbuh dan berkembang. Selain faktor kualitas konstruksi yang dihasilkan, faktor-faktor penting yang mempengaruhi berfungsinya suatu prasarana dan sarana adalah pengelolaannya, yang mencakup organisasi pengelola, operasi dan pemeliharaan, serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. Bila salah satu hal tersebut tidak dipenuhi maka akan berpengaruh kepada kualitas pelayanan dan umur pengoperasian yang akhirnya akan mengakibatkan tidak tercapainya harapan dan tujuan dibangunnya prasarana dan sarana tersebut. Keberlanjutan suatu kegiatan pengelolaan prasarana dan sarana sangat tergantung pada efisiensi dan efektifitas dari operasi dan pemeliharaannya. Sementara itu efisiensi dan efektifitas pengoperasian dan pemeliharaan (O&P) sebagai sistem sangat dipengaruhi oleh banyak faktor dan proses yang muncul dan berlangsung dari tahapan ide atau program sampai sistem tersebut terbangun dan beroperasi. Ciri ciri suatu sistem dikatakan berkelanjutan jika: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berfungsi dengan baik dan menghasilkan manfaat dalam tingkat yang memadai dari sisi (kualitas, kuantitas, kontinyuitas, kenyamanan, terjangkau, efisiensi, kehandalan, kesehatan dan keamanan) Beroperasi dalam jangka waktu yang lama (minimal sesuai dengan usia pakai) Manajemennya dilembagakan (manajemen berbasiskan masyarakat, perspektif gender, kemitraan dengan lembaga-lembaga pemerintah, keterlibatan sektor formal dan informal) Biaya operasi dan pemeliharaan, dan administrasi bisa dipenuhi masyarakat pengguna sendiri (minimal cost recovery terhadap biaya O&P) Perbaikan kerusakan dan penggantian suku cadang bisa dipenuhi di tingkat lokal. Bisa dioperasikan dan dipelihara di tingkat lokal dengan hanya dukungan terbatas dari pihak luar ( bantuan teknis, pelatihan, pemantauan) Tidak mempengaruhi lingkungan secara negatif.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, maka rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana dan sarana lingkungan permukiman desa melalui proyek Rekompak JRF yang mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat dan berorientasi pengurangan resiko bencana mengupayakan langkah pengembangan dan penguatan peran serta masyarakat mulai dari
Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 1

tahap perencanaan, penyusunan rencana teknis, tahap pelaksanaan, dan akhirnya pada tahap pemanfaatan prasarana dan sarana yang harus dioperasikan dan dipelihara dengan baik secara mandiri agar selalu siap digunakan. Dari mekanisme peran serta tersebut, maka “rasa membutuhkan prasarana dan sarana (tahap perencanaan)” dan “rasa memiliki prasarana dan sarana (tahap pelaksanaan)“ diharapkan memunculkan “kesadaran dan rasa tanggungjawab” untuk memelihara prasarana dan sarana yang telah dibangun sehingga dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan dan lestari. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan secara benar akan mendukung keberlanjutan dari sistem pada masa pasca konstruksi, yang juga tergantung dari rangkaian faktor dan proses yang dikembangkan dalam tahap perencanaan dan konstruksi. Bisa dikatakan bahwa sustainabilitas operasi dan pemeliharaan suatu sistem dimulai dari tahap perencanaan dan bahkan yang lebih dini yaitu ditahap pengembangan gagasan atau penyusunan usulan.

I.2. Landasan Hukum
Peraturan perundangan yang menjadi landasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa adalah : (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. (4) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). (5) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. (6) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (7) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. (8) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. (9) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. (10) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana. (11) Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana. (12) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. (13) Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. (14) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 2

(15) Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2010 tentang Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS-PB) Tahun 2010-2014. (16) Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana (RANPRB) Tahun 2010-1012.

I.3. Acuan Implementasi
(1) (2) (3) Grant Agreement Nr. TF 090014–IND Java Reconstruction Fund (JRF) For Community Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction Project for Central and West Java and Yogyakarta Special Region, beserta perubahannya. Pedoman Operasional Umum (POU) Untuk Kelurahan/Desa Dalam Rekompak JRF, 2007. Pedoman Operasional Teknis (POT) Untuk Kelurahan/Desa Dalam Rekompak JRF, 2007.

I.4. Ruang Lingkup
Buku ini disusun sebagai pedoman bagi pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan prasarana desa, khususnya prasarana dan sarana pengurangan resiko bencana yang telah dibangun selama program Rekompak JRF, tetapi tidak termasuk prasarana-sarana bangunan pusaka. Untuk bangunan pusaka sudah disusun pedoman pelestarian pusaka dalam buku terpisah. Muatan dari pedoman ini adalah khusus memberikan arahan teknis, pengorganisasian dan pembiayaan bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O&P). Hal-hal yang tidak diatur dalam pedoman ini, harus tetap merujuk pedoman standard yang bersifat umum dan baku. Selain itu, untuk hal-hal yang bersifat operasional dalam pelaksanaan lapangan tetap harus merujuk pedoman operasional umum dan teknis, serta SOP Rekompak-JRF yang berlaku.

I.5. Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya pedoman O&P ini adalah : (1) Memberikan panduan kepada masyarakat warga dalam mengorganisasikan dan melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan prasarana desa, (2) Memberikan panduan kepada konsultan pendamping Rekompak JRF dalam memfasilitasi pengorganisasian dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa, (3) Memberikan arahan kepada pemerintahan desa, pemerintahan kabupaten/kota dan pihak-pihak terkait dalam mendukung pengorganisasian dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa, (4) Mendorong terwujudnya fasilitas prasarana dan sarana pengurangan resiko bencana yang handal dan siaga,
Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 3

Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi. Kelompok sasaran utama tata-cara operasi dan pemeliharaan ini. (4) Pemerintah desa/kelurahan. siaga dan mandiri. (3) Meningkatnya peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam memfasilitasi proses pengorganisasian warga dalam pengembangan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/K). (8) Konsultan Rekompak-JRF. DPRD Provinsi. (9) Serta pihak-pihak lain yang peduli atau memanfaatkan pedoman operasi dan pemeliharaan ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).(5) Mendorong terwujudnya kemandirian dalam pengelolaan organisasi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kabupaten/Kota. yaitu BKM/TPK. adalah: (1) Tingkat komunitas desa. District Management Consultant (DMC). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. (7) Gubernur. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . (3) Terwujudnya fasilitas prasarana desa yang handal dan siaga untuk mendukung kesiap-siagaan menghadapi resiko bencana di wilayah desa dan sekitarnya. (2) Terwujudnya kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan (teknis. (5) Pemerintah Kecamatan. Dinas/Instansi Terkait. pembiayaan) prasarana desa yang berkelanjutan. (2) Kosultan Pendamping tingkat desa. Tim Inti Perencana (TIP) dan Panitia Pelaksana (PP).6. Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK). (1) Terwujudnya suatu sistem operasi dan pemeliharaan prasarana desa berbasis komunitas yang berorientasi pada pengurangan resiko bencana. Tujuan dari pedoman O&P ini adalah: (teknis. I. (6) Walikota/Bupati. pembiayaan) prasarana desa. (2) Terlaksananya kegiatan fasilitasi pengorganisasian dan penyiapan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa oleh konsultan pendamping Rekompak JRF. Sasaran Sasaran operasional pedoman operasi dan pemeliharaan ini adalah: (1) Terlaksananya langkah-langkah pengorganisasian warga desa dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa yang handal. Dinas/Instansi Terkait. Sasaran selanjutnya adalah: (3) Komunitas. National Management Consultant (NMC). yaitu Para fasilitator pendamping masyarakat desa (faskel). dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). yaitu Para calon pengelola operasi dan pemeliharaan prasarana desa. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota.4 . organisasi.

Pemeliharaan ulang meliputi perbaikan rehabilitasi dari prasarana-sarana yang dilakukan untuk mengembalikan seperti fungsinya semula sesuai desain atau standar awal. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan selang waktu yang cukup lama. ringan dan dijadwalkan teratur dalam satu tahun. sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana.I. yang telah diberi wewenang dan tanggung jawab mengelola prasarana-sarana yang ditetapkan. sebagai berikut : a. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Pemelihraa rutin sifatnya preventif. c. biasanya lebih dari satu tahun. berkala maupun perbaikan sewaktuwaktu (insidentil) untuk menjaga agar prasarana yang telah dibangun tetap dapat berfungsi dan bermanfaat sesuai rencana. b.7. Pemeliharaan Rutin (preventive maintenance). (4) Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana-sarana desa ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan prasarana oleh tim pengelola prasarana desa. Pemeliharaan Ulang (corrective maintenance). Batasan dan Pengertian Pengertian dan pemahaman yang dipakai dalam pedoman ini merujuk pada sejumlah sumber adalah sebagai berikut: (1) Pengoperasian dan pemeliharaan adalah serangkaian kegiatan terencana dan sistematis. (2) Pemeliharaan secara umum dapat dikategorikan dalam tiga jenis. (3) Tim Pengelola Operasi dan Pemeliharaan (O&P) prasarana-sarana desa adalah sekelompok orang yang dipilih dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat/komunitas desa. Bagian penting dari pemeliharaan rutin antara lain adalah pencegahan atau menjaga penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya agar prasarana tidak cepat rusak.5 . Pemeliharaan rutin ini dilakukan dengan mengontrol dan merawat prasarana-sarana secara rutin periodik sehingga tidak terjadi kerusakan atau berubah fungsinya. yang dilakukan secara rutin. Pemeliharaan Sesudah Rusak (breakdown maintenance) Pemeliharaan Sesudah Rusak meliputi perbaikan atau modifikasi dari prasarana/sarana yang dilakukan setelah terjadi kerusakan saat digunakan. Pemeliharaan ulang kadang disebut juga perbaikan besar.

BAB II TEKNIS PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DAN SARANA 2. Sumur Resapan untuk Drainase/SAH • Sumur resapan buis beton • Sumur resapan pasangan batu bata e. Jenis prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi adalah : a. • • • • • c.1. Teknis Operasi dan Pemeliharaan Prasarana -Sarana Desa A. • • • • Bangunan penahan tanah Talud pasangan batu kali Bronjong Beton bertulang Revetment Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . • • • • • • • b.6 . Jenis Prasarana Desa Jenis-jenis prasarana-sarana desa yang telah dibangun melalui program Rekompak-JRF antara lain adalah : 1. • • • • • Jalan Jalan aspal Jalan makadam Jalan beton Jalan paving Jalan telasah Jalan sirtu Jalan tanah Jembatan Jembatan beton Jembatan komposit Jembatan gantung Jembatan kayu Plat decker Saluran Drainase / Saluran air hujan (SAH) Saluran dengan pasangan Saluran dengan buis beton Saluran tanah Gorong-gorong Syphon d.

dan Katup (valve) Mesin Diesel Pembangkit Listrik (Genset) b. • • • • • Air Bersih Bangunan Penangkap Mata Air/BPMA Sumur bor dalam Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) Pipa Transmisi & Distribusi. Peralatan Pendukung Peringatan Dini (EWS/ Early Warning System) 2. Lapangan Evakuasi i. Sanitasi/MCK (Mandi Cuci Kakus) • Bilik MCK • Tangki Septik • Resapan c. Bendung • Bendung pasangan batu g. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) j. Embung/ Waduk • Tembok/talud pasangan batu kali • Tanggul tanah h.7 . Jenis prasarana Air Bersih dan Sanitasi adalah : a.f. Persampahan • Pengumpulan & pemilahan sampah • Komposting Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .

2.3 Tanda-tanda kerusakan konstruksi prasaranasarana dan uraian prasarana dalam pedoman ini. Dalam pendataan tersebut harus dicatat dengan lengkap kondisi bagian/komponen prasaranasarana yang akan dipelihara atau yang mengalami kerusakan. termasuk pembiayaannya harus dikordinasikan dengan dinas/instansi terkait.6 (Prosedur) Perbaikan Pekerjaan. perhitungan bahan. Inventarisasi dan Identifikasi Tahap ini adalah menginventarisasi prasarana-sarana yang akan dipelihara serta mengidentifikasi masing-masing kondisi prasarana-sarana. Prasarana yang bukan milik desa/lingkungan atau diluar kewenangan desa maka operasi & pemeliharaannya. Sebagai acuan pencatatan dapat dilihat Tabel–1. dilakukan melalui survey menggunakan formulir kondisi prasarana sebagai terlampir. Disini dievaluasi dan ditambahkan juga catatan jumlah yang memanfaatkan prasarana tersebut serta kondisi sosial pemakai serta cakupan pelayanan. peralatan.B. Tahap-Tahap Pemeliharaan Tahap-tahap proses pemeliharaan prasarana dan sarana desa yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola O&P prasarana desa secara umum melalui proses yang dapat digambarkan sebagai berikut : Bagan – 1 Tahapan Pemeliharaan Inventari sasi. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . jika belum jelas perlu dicari informasi dan dikonfirmasi sesuai data pada saat awal pembangunan prasarana. Pada tahap ini masalah kepemilikan/kewenangan atas prasarana desa harus sudah jelas.8 . b. Sebagai acuan evaluasi dan perhitungan dapat dilihat Tabel-4. karena mereka cukup tahu kondisi prasarana tersebut.5. Sebaiknya dalam pendataan ini meminta juga informasi dari komunitas warga disekitar lokasi atau pengguna prasarana. tenaga kerja/tenaga trampil dan biaya yang dibutuhkan. Evaluasi dan Perhitungan Pada tahap ini hasil invetarisasi dan identifikasi yang sudah disusun akan dievaluasi untuk penentuan metoda dan cara pemeliharan. Identifika si Prioritisasi & Penjadwal an Evaluasi & Perhitunga n Pembiayaa n Pelaksana an Pemelihar aan & Pelaporan a.

yaitu: urutan logis secara teknis tahap-tahap pemeliharaan atau perbaikan.9 . rencana pemeliharaan perlu ditempel di papan pengumuman untuk dapat diketahui warga. Sebelum pemeliharaan dilaksanakan. (c) kapasitas desa. dapat dilakukan evaluasi dan perhitungan ulang metoda pemeliharaan yang dipilih. atau masuk kategori rehabilitasi jika kondisinya sudah sangat rusak. secara kerja bakti-gorong royong atau menyewa tenaga dari luar. Pada kondisi karena dana terbatas. Pelaksanaan Pemeliharaan dan Pelaporan Pelaksanaa pemeliharaan dapat dilaksanakan sendiri oleh tim pengelola O&P. semakin prioritas. yaitu: kondisi kerusakan prasarana dan kemendesakan karena merupakan prasarana mitigasi bencana yang harus segera dipelihara.Pada tahap ini juga perlu diseleksi prasarana mana yang akan dilakukan pemeliharaan rutin. dapat dilakukan dengan melihat aspek-aspek seperti : (a) kemendesakan. kelompok perempuan) d. c. sehingga prosesnya perlu waktu lebih lama. (d) urutan logis. Pembiayaan Setelah tahap perencanaan diatas diselesaikan oleh petugas teknis maka hasil perencanaan O&P tersebut harus dirembug bersama oleh seluruh pengurus untuk diputuskan besaran biaya yang disediakan dan akan digunakan untuk pemeliharan. Untuk kondisi keputusan-keputusan tertentu (misal: honor/tunjangan/upah petugas pemeliharaan). Evaluasi atas hasil pelaksanaan operasi & pemeliharaan dilakukan setelah prasarana digunakan kembali atau sedikitnya dalam satu tahun sekali. Selama dan sesudah pemeliharaan tim pengelola/petugas harus membuat laporan pelaksanaan pemeliharaan (pelaksanaan kegiatan dan keuangan) untuk disampaikan kepada masyarakat dan ditempel pada papan pengumuman. (e) sosial. Untuk kategori rehabilitasi proses dilakukan terpisah seperti membangun prasarana baru. pemeliharaan perbaikan karena rusak. (b) manfaat : semakin banyak jumlah orang yang menggunakan. karena jika tidak mampu ditangani oleh tingkat desa maka perbaikannya perlu diusulkan ke pemerintah kab/kota dan dinas/instansi lainnya. yaitu: kemampuan desa untuk melaksanaka pemeliharaan sendiri. yaitu : pertimbangan kondisi sosial warga pengguna prasarana (misal kaum jompo. e. f. Pengawasan dan Evaluasi Pengawasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana dilakukan oleh BKM/TPK melalui UPL (unit pengelola lingkungan) dan oleh masyarakat komunitas warga. maka keputusan perlu diambil melalui rembug warga dan/atau persetujuan pemerintah desa sesuai peraturan yang dibuat sebelumnya dalam AD/ART Tim Pengelola atau aturan pemerintahan yang berlaku. difabel. Prioritisasi dan Penjadwalan Prioritisasi dan penjadwalan secara keseluruhan dari semua prasarana dan komponen yang sudah diinventarisasi. Evaluasi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .

antara lain: a. Lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin/berkala prasarana adalah sebagai berikut: 1. ada hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga agar prasarana desa tidak cepat rusak yaitu melaksanakan pencegahan penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya. Tidak boleh memanfaatkan jalan menjadi tempat mencuci kendaraan atau barang-barang. Pembersihan dan melancarkan fungsi prasarana. selain rumput pelindung bahu jalan. yang secara teknis cukup sederhana. Pembersihan secara umum 2. 2. 3. Penanganan kerusakan-kerusakan ringan 5. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Pemeliharaan permukaan konstruksi bangunan dan lantai kendaraan 7.10 . Pemeliharaan Rutin Prasarana dan Sarana Pemeliharaan rutin bertujuan mengontrol dan merawat prasarana/sarana serta menjaga fasilitas tetap dalam kondisi baik untuk mencegah kegagalan (prasarana tidak berfungsi secara tiba-tiba). Prasarana-Sarana Non Air Bersih dan Sanitasi 1. Tidak boleh membuat talud yang lebih tinggi dari berm/bahu jalan tanpa dilengkapi saluran drainase sehingga terjadi genangan di jalan. Pencegahan penggunaan prasarana diluar fungsi. jalan cor-beton swadaya beban maksimal sampai dengan 3 ton). Pemeliharaan rutin harus dimulai pada waktu prasarana-sarana selesai dibangun (masih dalam keadaan baru) dan dilanjutkan seumur prasarana tersebut. Penggantian spare-part/suku cadang 8. C. Mencegah dan melarang penggunaan jalan. Pengecatan sederhana 6.dilakukan oleh Tim Pengelola bersama komunitas warga dan perlu mengundang pihak luar untuk memberi masukan ahli. Membuang tumbuhan liar dan sampah 3. dapat segera diperbaiki dan tidak menjadi kerusakan besar atau kegagalan fungsi. Jalan 1. 4. Tidak boleh menanam pohon di berm/bahu jalan. untuk dilewati oleh kendaraan dengan total berat melebihi klas jalan (jalan desa: Klas III beban < 8 ton. Selain hal itu dengan pemeliharaan rutin kerusakan kecil cepat diketahui. 4. Pemberian pelumas/oli Dalam pemeliharaan rutin. Pemeliharaan Rutin pada dasarnya menjaga prasarana dalam keadaan seperti semula dan mencakup beberapa pekerjaan yang berulang.

4. Mencegah dan melarang dilewati kendaraan dengan total berat melebihi klas jembatan yang direncanakan (lihat catatan no:1a) 2. Talud 1. pasir atau sedimen di sekitar tanggul (akan mengurangi kestabilan konstruksi tanggul dan menyebabkan longsor). 4. Tidak boleh memanfaatkan dinding saluran sebagai tempat mendirikan bangunan.5 kali tinggi talud dari talud. Tidak boleh membendung aliran air serta membongkar dinding talud saluran drainase untuk pengambilan air. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang talud yang akarnya dapat mendorong ketidakstabilan talud dan/atau merusak talud. c. Tidak boleh memanfaatkan tanggul sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya 3. 4. Tidak boleh mengambil material batuan. Jembatan 1.b. Tidak boleh menghilangkan rumput tanggul sebagai penahan longsor. 2. Saluran drainase 1. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang puncak tanggul sehingga mengurangi kepadatan. diluar tujuan untuk perlindungan jembatan tersebut. 2. e.11 . 5. 3. Dilarang menggali tanah disekitar pondasi talud yang dapat melemahkan konstruksi talud. Dilarang mendirikan bangunan diatas atau dibawah talud sejauh 1. Mencegah dan melarang saluran drainase sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak ditempat-tempat yang sudah disediakan. Tidak boleh memanfaatkan ruang bawah jembatan. 2. Tidak boleh membuang sampah di saluran drainase. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . 3. porositas dan kestabilan tanggul. Tidak boleh menambang material batu dan/atau pasir (galian C) pada 500 M dari hulu dan hilir jembatan. Tidak boleh mengambil material badan tanggul dan kaki tanggul. d. 4. Tanggul Tanah 1. Tidak boleh memanfaatkan jembatan menjadi tempat mencuci kendaraan/barang. Tidak boleh memanfaatkan tanah yang ditalud sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya 3.

pintu air. tanggul.12 . warung. 3. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan waduk/embung. Tidak boleh memanfaatkan waduk/embung sebagai tempat pemeliharaan ternak. Pada bangunan rumah atau pelindung pintu air tidak boleh untuk tempat pemeliharaan ternak. Tidak boleh mendirikan bangunan disekitar bendung. dll. ini dapat menghambat akses petugas pemadam dalam memanfaat. diluar fungsinya. Bendung 1. 3. Mencegah dan melarang pemanfaatan lapangan evakuasi untuk lahan pertanian. jalan. Pemeliharaan perbaikan pada prinsipnya harus segera dilakukan jika prasarana mengalami kerusakan. h.kan hidran. 2. 2. jalan. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) : 1. seperti: talud. lihat panduan nomor sebelumnya. Tidak boleh mendirikan bangunan atau meletakan barangbarang disekitar hidran. karena kerusakan yang tidak segera diperbaiki akan semakin bertambah kerusakannya dan pada akhirnya prasarana rusak tidak bisa digunakan (gagal berfungsi). 2. g. i. pasir atau sedimen (galian C) di sekitar bendung. saluran drainase/irigasi. tanggul. Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Sesudah Rusak Pemeliharaan Sesudah Rusak adalah pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan karena prasarana mengalami kerusakan. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan bendung. seperti: talud. Lapangan Evakuasi : 1. saluran drainase/irigasi. Mencegah dan melarang pengambilan/penambangan material batuan. tempat tinggal sementara/bedeng. Mencegah dan melarang waduk/embung sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak ditempat-tempat yang sudah disediakan. 2. lihat panduan nomor sebelumnya. Tidak boleh mendirikan bangunan warung/toko di lapangan evakuasi. Waduk/embung : 1. diluar fungsinya. Namun dalam Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . 2. jembatan. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk menyiram tanaman. 4. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk mencuci kendaraan atau barang-barang. 3. jembatan. dll.f.

untuk kondisi ini diharapkan desa bersama warga bisa mengadakan kerja-bakti untuk melakukan pemeliharaan melindungi dan perbaikan ringan atas bagian yang rusak agar tidak semakin rusak. ini termasuk pekerjaan perbaikan besar tidak akan dibahas dalam pedoman ini. Konstruksi pasangan bata 4. antara lain pekerjaan-pekerjaan perbaikan untuk: 1. Pada bagian berikut ditabelkan berberapa prosedur prosedur perbaikan jika suatu konstruksi prasarana mengalami kerusakan (lihat tabel 4. Konstruksi paving 6.13 . Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Konstruksi aspal 5. Konstruksi beton 2. Rehabilitasi atau pekerjaan perbaikan besar prosesnya hampir sama dengan prosedur tata laksana untuk pembangunan infrastruktur baru. Konstruksi kayu 3. Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan prasarana seperti fungsinya semula (sesuai desain standar awal). 5 dan 6).beberapa situasi sering perbaikan tidak dapat segera dilakukan (misal:anggaran yang belum siap). Konstruksi pasangan batu kali 3.

Perawatan sistem drainase/petur asan samping dan permukaan jalan Secara berkala konstruksi jalan harus dirawat. Melendut (banyak) tidak - Permukaan Berlumut Paving Block Terbongkar tidak Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Lapisan permukaan Peturasan tidak baik Filler tidak Melendut (banyak) tidak Traffic management (load) Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Pecah Berlumut Tumbuh rumput tidak Berm/bahu jalan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .14 .Tabel – 1 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan INFRASTRUK TUR Jalan JENIS KONSTRU KSI Aspal PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Retak dipermukaan Terkelupas Retak sarang labalaba Beton Terbongkar garis PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem baik drainase Traffic management (load) tidak Drainase samping Berm/bahu jalan tidak PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN NO KERUSAKAN Stabilitas lapisan permukaan mulai melemah Stabilitas lapisan permukaan mulai melemah Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas tanah dasar (sub grade melemah Peturasan tidak baik PERHATIAN Konstruksi jalan harus dilakukan : Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah.

Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) Traffic management Perkerasan tanah Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .15 .NO INFRASTRUK TUR JENIS KONSTRU KSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) KERUSAKAN PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN PERHATIAN Makadam Melendut melintang ataupun memanjang Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batuannya terlepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan Vegetasi (rumput dll) Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Jalan Telasah Melendut melintang ataupun memanjang Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batuannya terlepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batu pengunci (kanstin) rusak atau lepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik Sirtu Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan.

tembok sedada (buuk) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Tiang/patok/buuk – retak atau hancur PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan fungsi sesuai desain.NO INFRASTRUK TUR JENIS KONSTRU KSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) ditengah jalan. condong. Guard post/safety post (patok pengarah).16 . badan KERUSAKAN PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN baik Tidak dirawat rumput) (tumbuh PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) PERHATIAN Tabel – 2 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan INFRASTRUK TUR Jembatan Beton dengan Pondasi Pasangan Batu KOMPONEN KONSTRUKSI Guard rail.Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan Tiang/patok/buuk Collaps. miring Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat NO KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas PERHATIAN Konstruksi jembatan harus dilakukan : .

Perawatan sistem drainase/petura san sekitar konstruksi.NO INFRASTRUK TUR KOMPONEN KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) KERUSAKAN tanah dasar melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Baja berubah. . Pipa atau besi rail melendut atau lepas. lumut. Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan.Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguangangguan kemis (air laut. patah. hancur Terlihat besi tulangan Gelagar beton komposit (baja– beton).Pengecatan baja & besi (rail) berkala . Mempertahankan Gelagar beton Retak Melendut (banyak) Pecah. lapisan mengelupas Stabilitas konstruksi melemah Konstruksi beton melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN jembatan PERHATIAN sampahsampah. kencing binatang). Mempertahankan fungsi sesuai desain. Mempertahankan fungsi sesuai desain. . perdu). air hujan. gelagar baja I dan lantai beton bertulang Baja berkarat Melendut (banyak) Beton retak di bagian komposit Lantai beton Jembatan Retak Stabilitas konstruksi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . retak.17 . Hand Rail Tiang/patok pecah. limbah. semak. dan dari gangguan biologis (jamur. Mempertahankan fungsi sesuai desain. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Pipa atau besi rail melendut Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan). Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Terkena gangguan kemis/kimia Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Baja berkarat banyak Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Umur Berubah fungsi atau load Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Perawatan sistem peturasan sekitar konstruksi Secara berkala konstruksi baja harus dirawat.

miring condong.l. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Daya rekat plesteran / siaran melemah.Perkuatan lereng dan apron pada dasar sungai. . Berlumut. hancur Terlihat besi tulangan KERUSAKAN melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau (beban berlebihan) load PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN fungsi sesuai desain. Menjaga sekeliling pondasi tidak terjadi gerusan dasar sungai (a. PERHATIAN Pas batu kali: .Kepala jembatan (abutment) dan pilar (pier). batu-batu lepas Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Sistem drainase tidak baik.NO INFRASTRUK TUR KOMPONEN KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut (banyak) Pecah. Retak Stabilitas konstruksi melemah Collaps. hancur.18 . Mempertahankan fungsi sesuai desain.Pondasi untuk kepala jembatan dan pilar . : tidak ada penggalian material sungai di sekitar jembatan) Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan membersihan sampah di bawah jembatan. tumbuhan ada Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Pasangan konstruksi melemah Peturasan baik plesteran/ lepas tidak dan siaran Pecah. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan.

Secara berkala konstruksi talud harus dirawat. . hancur Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Pasangan Batu Kali Retak Melendut (banyak) Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Retak memanjang Pohon. Aliran air deras. .Tabel – 3 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah N O INFRASTRUKT UR Talud. tiang pada tebing condong Beton Retak Melendut (banyak) Pecah. Rumput pelindung hilang/mati.Perawatan sistem drainase/petura san sekitar dan samping konstruksi talud. Tembok Penahan Tanah JENIS KONSTRUKSI Timbunan Tanah (Tanggul) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut Bekas tergerus PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik.Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. Pemadatan tidak sempurna Rembesan air Sistem drainase tidak baik. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase KERUSAKAN Stabilitas berkurang Kepadatan tanah berkurang Kepadatan tanah berkurang Terjadi sliding Longsor (Stabilitas berkurang) PERHATIAN Konstruksi talud harus dilakukan : . Aliran air rembesan dibawah/ di dalam timbunan.19 . Rumput pelindung hilang/mati.

batu lepas Sistem drainase tidak baik Sistem drainase tidak baik. Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan sampah-sampah.N O INFRASTRUKT UR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Pecah. Umur Berubah fungsi atau load atau benturan/timbunan sampah. Penguatan ikatan kawat Pengaturan Drainase Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Pondasi tanah tergerus. hancur KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dsar melemah Peturasan tidak baik Stabilitas konstruksi melemah Kawat berkarat atau ikatan lepas Kawat putus. aliran air rembesan dibawah bronjong menggerus pondasi tanah Umur Berubah fungsi atau load atau benturan/timbunan sampah. batu longsor (stabilitas berkurang) PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Drainase PERHATIAN Berlumut Bronjong kawat Melendut/melengkun g Kawat putus / rusak Hancur.20 .

Siram tanah dengan air . car port.Beton lama disiram air ukuran lebih besar kerikil bersih dulu sebelum beton perbaikkan sedalam dilakukan pembetonan retaknya >setengah tebal baru. .Teknik pencampuran tidak perlu diperbaiki material beton .Jika retak tidak dalam < setegah tebal isi dengan mortar (campuran cemen pasir komposisi setara betonnya) .Isi lubang tersebut dengan beton dengan campuran Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . . Perkerasan landasan Perkerasan lantai PROSEDUR PERBAIKAN PERHATIAN Permukaan aus ( kerikil lepas ) Hancur Patah/penurun an .Kebersihan beton yang diperbaiki dengan diperbaiki memperbesar retak hingga . .Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan. beton.Perawatan dari gangguan kemis dan biologis.Beton di kupas sampai lapisan tanah .Tabel – 4 Perbaikan Pekerjaan Beton KOMPONEN KONSTRUKSI Beton Rabat (Blind Concrete) PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK .Pengaturan batasan pembebanan.21 . INDIKASI KERUSAKAN Retak NO 1 PENGGUNAAN Perkerasaan jalan.Tanah dipadatkan kembali dan dibersihkan . .Jika retak konstruksi harus .Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi.Jika kategori retak rambut .

Lantai jembatan . Jika melendut banyak atau lendutan bertambah dari periode sebelumnya. Jika bagian beton komposit retak banyak atau ada yang pecah lepas. kencing) dan dari gangguan biologis (jamur. sebaiknya perbaikan diserahkan kepada tenaga trampil dan tukang ahli di bidangnya. dll. limbah. Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan. . Jika terjadi rusak tulangan tidak banyak. .Sehingga terlihat tulangannya setara beton lama.Pengaturan batasan pembebanan. Melendut (banyak) Karena konstruksi beton komposit memerlukan keahlian khusus.Perawatan sistem drainse peturasan sekitar konstruksi .22 . lumut).Retak . Gelagar jembatan (gelagar baja I dan lantai beton bertulang) .Pengaturan batasan pembebanan. Beton retak Tabel – 5 Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Jika jembatan kondisi rusak menunggu perbaikan terpaksa tetap digunakan maka harus diberi pilar-pilar penopang pada bagian gelagarnya. .Pondasi berat .Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi .Pembersihan vegetasi yg tidak perlu dan sampah. Kemudian ditutup dengan beton berkomposisi setara beton aslinya. Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan. . air hujan.Lantai landasan berat . .Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan.Pengecatan baja berkala .Permukaan aus kerikil lepas Hancur Patah . .Rangka rumah .Perawatan dari gangguan kemis dan biologis. Baja berkarat Pembersihan bagian-bagian yang berkarat dan baja dicat ulang. bengkok atau putus satu dua buah cukup dilakukan penyambungan dengan cara overlap.Dinding penahan tanah.Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan kemis/kimia (air laut.NO KOMPONEN KONSTRUKSI PENGGUNAAN PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK INDIKASI KERUSAKAN PROSEDUR PERBAIKAN PERHATIAN 2 Beton Bertulang (Reinforced Concrete) 3 Beton Komposit (baja – beton) Beton struktur: .Balok Jembatan . Idem di atas.

NO

KOMPONEN KONSTRUK SI
Pasangan batu kali

PENGGUNAAN
Pondasi struktur Tembok Penahan Tanah Dinding drainase Dinding Bendung Pondasi Jembatan Dll.

PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK
Mempertahankan fungsi sesuai desain Membersihkan vegetasi/tumbuhan yang tidak perlu Pengaturan aliran drainase

INDIKASI KERUSAKAN
- Retak

PROSEDUR PERBAIKAN
- Retak diperbesar sampai kedalaman retak. - Kemudian lubang diisi dengan adukan/spesi baru sepenuhnya. - Dilakukan finishing sebagaimana bagian lainnya .

PERHATIAN
- Teknik pencampuran material adukan/spesi - Kebersihan pasangan yang diperbaiki (termasuk dari adukan/spesi lama) - Pasangan lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pemasangan baru. - Keselamatan kerja.

1

- Patah

Jika terjadi penurunan disisi lain maka konstruksi pasangan dibagian turun dibongkar untuk diganti dengan yang baru (berlaku untuk tembok pelindung bahaya). Konstruksi dibongkar dan diganti dengan yang baru. Perlu dilakukan redesign. - Jika tanah dasar adalah tanah keras maka dilakukan suntikan beton pada bagian yang tergerus. - Jika tanah dasar adalah tanah lunak (bukan keras) maka dilakukan penggalian tanah dibagian bawah yang aman kemudian disuntik dengan beton atau pasangan batu baru. - Jika kondisi tidak aman maka lebih baik dibuat pasangan baru dengan kedalaman pondasi yang memperhitungkan adanya gerusan.

- Collaps, Condong - Pondasi tergerus air

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 23

Tabel – 6 Perbaikan Pekerjaan Kayu
KOMPONEN KONSTRUKSI Konstruksi Kayu menahan beban PENGGUNA AN Kuda-kuda Kolom Balok Kusen PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK - Pembatasan pembebanan sesuai dengan beban rencana atau gangguan mekanis. - Perawatan terhadap perubahan kekencangan baut yang dapat terjadi karena gaya mekanis. - Secara berkala konstruksi bangunan kayu harus dirawat dari gangguangangguan kemis (air laut, limbah, air hujan, kencing binatang) , dan dari gangguan biologis (jamur, lumut, semak, perdu) - Pada titik titik yang sirkulasi udaranya tidak bagus (sudut sudut bangunan) secara berkala diberikan sirkulasi agar material kayu terhindar dari pengaruh kelembaban. Kelembaban akan menaikkan kadar air dalam kayu yang dapat menurunkan kekuatan kayu. 2 Kayu untuk Bangunan Daun pintu Daun jendela Idem INDIKASI KERUSAKAN Retak/Pecah

NO 1

PROSEDUR PERBAIKAN Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu

PERHATIAN Secara umum dikenal dua macam mutu kayu dalam konstruksi, yaitu : Kayu bermutu A, kayu yang mempunyai syarat : Kayu harus kering udara Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 lebar balok atau < 3,5 cm. Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/10 Reta dalam arah radial <1/4 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/5 tebal kayu. Kayu bermutu B, ialah kayu yang tidak termasuk dalam mutu di atas tetapi memenuhi syarat : Kadar lengas kayu < 30 %. Besar mata kayu tidak melebihi 1/4 lebar balok atau < 5 cm. Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/7 Retak dalam arah radial <1/3 tebal kayu Retak menurut lingkaran

Lapuk

Melengkung (berubah bentuk)

- Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) - Sebelum penggantian kayu, harus dipersiapkan penyangga atau kontruksi sementara untuk penahan beban terhadap bangunan.

Patah

- Pada saat perbaikan berlangsung, prasarana tidak boleh digunakan.

- Retak/Pecah - Lapuk - Melengkung(be rubah bentuk) - Patah

- Kayu retak/pecah : Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu - Kayu lapuk, melengkung, patah: Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 24

dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu)

tumbuh (kayu tahun) < 1/4 tebal kayu.

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 25

pasangan batu kali atau batu bata serta lapisan kedap air yang biasanya terbuat dari lempung atau plastik atau geo-membran. • Pagar keliling untuk mencegah hewan berkeliaran disekeliling lokasi mata air. 2. Pengoperasian dan Pemeliharaan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Terdapat banyak jenis bangunan penangkap mata air dari yang paling sederhana berupa dinding keliling disertai dengan timbunan sampai dengan struktur yang lebih rumit menggunakan jaringan perpipaan untuk mengumpulkan air dari areal yang lebih luas. Bangunan pelindung berfungsi untuk memberikan perlindungan dari sisi stabilitas struktur dan kekedapan yang diperlukan agar bebas dari kontaminasi air permukaan. Pipa tersebut mengalirkan air ke reservoir/penampungan. • Pipa pelimpah yang berfungsi untuk menjaga agar air mata air mengalir bebas setiap saat. a. • Bangunan pelindung.26 . Pipa tersebut ditempatkan dalam lapisan kerikil yang diatas lapisan kerikil diberi lapisan pasir.D. yang berfungsi mencegah pencemaran oleh air limpasan permukaan dengan cara mencegat dan membelokkan agar tidak melimpas ke bangunan penangkap mata air. • Saluran drainase interseptor. yang bisa terbuat dari beton. Bangunan tersebut terdiri dari bagian bagian utama sebagai berikut: • Pipa berlobang (porus) yang berfungsi untuk pengambilan air yang dipasang dibawah muka air terendah mata air. Prasarana-Sarana Air Bersih dan Sanitasi Bangunan Penangkap Mata Air (BPMA) 1. Contoh dan gambar berbagai jenis BPMA bisa dilihat pada Pedoman Perencanaan Pengadaan Air Bersih untuk Proyek Rekompak-JRF. Gambaran Singkat BPMA (broncaptering) berfungsi untuk mengumpulkan dan melindungi air tanah yang keluar dipermukaan (mata air) untuk kemudahan pemanfaatannya.

kotoran ternak. Apabila ditemukan kandungan e. Lakukan penggelontoran setahun sekali untuk membuang lumpur.27 . pastikan untuk menutup kembali lubang pemeriksaan (manhole). Periksa semua saringan. Pengambilan sampel/ contoh air berkala (sebulan sekali) untuk dianalisa kandungan e. Tabel – 7 Rincian Kebutuhan O&P BPMA Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Jika terjadi penurunan yang tidak biasanya maka perlu diperiksa kemungkinan adanya penyumbatan di sistim pengumpulannya. pembersihan ataupun penggantian saringan. lokasi sekitar BPMA harus dijaga tetap bersih. - - - • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 7 dan Tabel – 8. Memeriksa kekeruhan air yang keluar dari mata air setelah hujan. jika rusak atau berkarat ganti dengan material baru yang tidak berkarat. Jika terjadi kenaikan kekeruhan air setelah terjadi hujan maka perlindungan mata air harus diperbaiki.• Pengoperasian Air harus dijaga mengalir bebas setiap saat sehingga air tidak mencari jalan lain yang berakibat mata air menghilang dan muncul ditempat lain. jika terjadi erosi ataupun penurunan tanah lakukan perbaikan dengan menimbun untuk mengganti tanah yang hilang atau turun. • Pemeliharaan Meliputi kegiatan sebagai berikut: Pencegahan pencemaran dari kegiatan buang air besar maupun kecil. Memeriksa debit/kuantitas air baku.coli untuk pemeriksaan ada tidaknya pencemaran kotoran manusia atau hewan.coli maka diperlukan penambahan chlor (kaporit) secukupnya sesuai dengan dosis rata-rata 1 mg/l. Pengoperasian BPMA meliputi kegiatan seperti buka tutup katup yang digunakan untuk mengalirkan air ke reservoir. Memeriksa drainase interseptor/pencegat. pagar keliling dan memperbaikinya jika terdapat kerusakan. Periksa adanya erosi terhadap tanah disekitar BPMA. Jika perlu bongkar lapisan kerikil dan ganti dengan yang baru atau jika pipa pengumpul yang tersumbat maka bersihkan dengan cara menyemprot air balik. bersihkan dari kotoran yang menyumbat. Membersihkan sekeliling mata air dari tanaman yang akarnya mungkin merusak struktur bangunan BPMA atau mengakibatkan penyumbatan mata air. Setelah melakukan penggelontoran. perstisida. serta bahan bahan kimia berbahaya lainnya di daerah tangkapan mata air (jika mungkin) atau setidaknya daerah dalam radius 300 m dari mata air. Setelah selesai melakukan penggelontoran tutup kembali katup penggelontor.

Melapor jika terjadi kerusakan. cetok.28 . cangkul. memeriksa adanya kerusakan. kunci pipa. timba plastik keranjang. cetok. cangkul. kerikil dan lempung Alat dan Perlengkapa n Sapu lidi. kerikil Semen. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . katup. Pekerjaan perluasan 3. semen. Permasalahan.Kegiatan Membersihkan sekitar BPMA Pemeriksaan kekeruhan Pemeriksaan debit air Perbaikan pagar dan pembersihan saluran drainase. timba plastik Teratur Dinas Kesehatan Lokal/desa atau kecamatan atau kabupaten Lokal/desa Saat terjadi kerusakan Tahunan Tabel – 8 Pelaku dan Ketrampilan O&P BPMA Pelaku Pengguna / Konsumen Pelaksana harian Pengelola Air Tukang Batu Pendukung dari pihak luar Peranan Memanfaatkan air. kabel Bahan kimia untuk analisa laboratorium Pipa. sapu lidi Peralatan laboratorium keranjang. Pemeriksaan kualitas air Perbaikan perpipaan dan katup Perbaikan retak retak Frekuensi Mingguan Setelah terjadi hujan lebat Jika terjadi penurunan yg tidak biasa Saat terjadi kerusakan Sumber Daya Manusia Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Bahan dan Suku Cadang Kayu. cangkul. membantu saat terjadi perbaikan besar Menjaga kebersihan. melaksanakan perbaikan kecil Mengorganisir perbaikan yg lebih besar. membimbing dan menstimulasi organisasi pedesaan. Perbaikan pasangan batu kali atau bata atau beton Memeriksa kualitas air bersih. Ketrampilan Tidak memerlukan ketrampilan khusus Ketrampilan dasar/ rendah Kemampuan mengorganisir Pertukangan Analisa mikrobiologis. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. pasir. pisau. cetok.kapak. sabit Bak air. pasir. tambang. jam tangan/stop watch sabit. menjaga kebersihan lokasi. keranjang.

Sumur Bor Dalam 1. o Pada umumnya mata air bukan milik pribadi. Dibawah permukaan air. Orang tersebut juga bisa diberi tugas tanggung jawab untuk pembagian air ke pengguna yang tinggal didekat lokasi BPMA serta tanggung jawab pelaksanaan kegiatan monitoring. terdapat bagian pipa yang bercelah (screen) untuk masuknya air tanah ke dalam sumur. Gambaran Singkat Sumur bor merupakan prasarana pengambilan air tanah yang berada dalam akuifer. runtuhnya BPMA. Atau berada dalam tanah milik pribadi. Untuk pelaksanaan tugas O&P dilokasi BPMA. Tugas dan tanggung jawab dari orang tersebut harus jelas dan bisa diterima oleh kelompok pengguna prasarana. namun perlu dilakukan pemeriksaan kualitas karena tidak tertutup kemungkinan jika air mata air berasal dari daerah tangkapan yang tercemar atau dari sungai yang tercemar berat dan meresap kedalam tanah lalu muncul kembali kepermukaan tanah sebagai mata air. bagian ini biasanya diberi selubung (casing) yang terbuat dari PVC atau pipa GIP atau baja. Tidak semua mata air menghasilkan air yang mempunyai rasa yang bisa diterima masyarakat. banjir dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia atau hewan Pencemaran mata air akibat bocor dan karena kesalahan pemasangan. Mata air biasanya berlokasi jauh dari pemukiman.Erosi. Pengelolaan yang baik akan bisa mencegah konflik atas satu atau lain hal yang mungkin terjadi.29 . Pembuatan sumur ini bisa dilakukan dengan mesin atau peralatan yang dioperasikan dengan tangan. Disekeliling screen Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . bisa ditunjuk orang yang tinggal atau sering beraktifitas didekat lokasi BPMA. atau perilaku manusia. akibat desain maupun pelaksanaan yang kurang baik. • Keterbatasan. • Catatan Penting. b. Sumur bor dilengkapi dengan selubung yang berdiameter antara 10 cm s/d 25 cm dan biasanya terdiri dari 3 bagian utama: • • • Di permukaan tanah. Kerusakan pipa akibat korosi (untuk pipa baja). Akses air yang kurang baik bagi pengguna/pemanfaat air. Dibawah permukaan tanah namun tidak sampai ke lapisan akuifer yang dituju. didalam akuifer. pelat beton sekeliling lubang bor yang melindungi air limpasan permukaan tanah meresap kedalam lubang bor. o Biasanya air mata air memiliki kualitas yang baik. untuk menjaga agar tanah tidak runtuh. kesalahan pemasangan atau dirusak atau penyumbatan pipa akibat lumpur atau akar tanaman. Kuantitas dan kualitas air berfluktuasi dengan berubahnya musim.

dll Semen. gerobak dorong Gergaji. 2.ditempatkan material kerikil yang berfungsi sebagai filter untuk mencegah material tanah memasuki sumur.dll Kayu . • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 9 dan Tabel – 10. cangkul. Hal yang sangat sulit dilakukan adalah memperdalam sumur yang telah ada. Pengoperasian dan Pemeliharaan • Pengoperasian Pengoperasian sumur itu sendiri biasanya tidak diperlukan. Kegiatan pemeliharaan besar yang mungkin terjadi walau sangat langka adalah pengurasan lumpur atau rehabilitasi sumur dan perbaikan pompa. Banyak jenis dan cara rehabilitasi salah satunya adalah penyemprotan air dan udara. sapu lidi. sabit dll Sekop. Perpaduan yang baik antara ukuran celah pipa saringan (screen). Tabel – 9 Rincian Kebutuhan O&P Sumur Bor Dalam Kegiatan Pembersiha n lokasi sumur Pembersiha n Drainase Perbaikan pagar Perbaikan lantai sumur Frekuensi Harian Saat kotor Saat terjadi kerusakan tahunan Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Local Bahan dan Suku Cadang Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. kawat. kerikil filter dan material pembentuk akuifer serta pemompaan yang intensif untuk membersihkan pompa sebelum pompa berproduksi. Pengambilan (ekstraksi) air dilakukan dengan menggunakan pompa sumur dalam yang dioperasikan oleh petugas dari organisasi pengelola. maka petugas perlu memantau tinggi permukaan air sumur. palu.30 . pasir. cangkul. kerikil Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Jika kapasitas produksi menurun sampai dibawah kebutuhan. cetok. dll. catut. akan menjamin kelangsungan operasinya dalam jangka panjang. • Pemeliharaan Aktifitas pemeliharaan yang diperlukan hanyalah. pembersihan lantai sekeliling sumur dan drainase serta perbaikan pagar jika terjadi kerusakan. paku. cetok. Timba plastik. cangkul. dimana semua perlengkapan sumur harus dibongkar dan pekerjaan ini harus dilakukan oleh pihak yang memang mempunyai spesialisasi dan kompetensi tinggi dibidang pekerjaan ini.

Kerusakan pompa yang diakibatkan tegangan listriknya tidak stabil. pipa. menjaga lokasi tetap bersih.Air sumur tercemar karena kurang baiknya lantai pelindung atau kurangnya pemeliharaan. dll Peralatan lengkap rehabilitasi sumur dalam Tabel – 10 Pelaku dan Kertampilan O&P Pelaku Pengguna Air Pelaksana Harian Organisasi Pengelola Perusahaan Pembor Sumur Dalam (spesialis) Dukungan pihak luar (puskesmas. mengorganisir pekerjaan perbaikan besar. • Keterbatasan. . akan sulit dipelihara dan dimanfaatkan. membina dan menstimulasi organisasi pengelola Ketrampilan Tidak perlu ketrampilan khusus Ketrampilan dasar Ketrampilan Berorganisasi Ketrampilan khusus Analisa mikrobiologis. . Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .Debit air menurun karena pembersihan sumur yang kurang baik. pekerjaan perluasan 3. . atau terlalu sulit dijangkau. Sumur yang dibangun dilokasi yang jauh dari pemukiman pengguna air. Pembuatan sumur tergantung pada kondisi geohidrologi.31 . . Permasalahan yang Sering Terjadi. mengumpulkan retribusi Rehabilitasi sumur Pemeriksaan kualitas air. Lokasi sumur tidak boleh berdekatan dengan cubluk dan atau kandang ternak dan sebaliknya.Rehabilitasi sumur dalam Sangat jarang Regional Kerikil. . partikel tanah masuk kedalam sumur karena screen yang kurang baik demikian juga pembersihan sumur. bergotong royong saat terjadi pekerjaan perbaikan besar. Mencatat penggunaan air.Kualitas air menurun atau dinding runtuh akibat selubung pipa baja terkorosi. melaksanakan pekerjaan pembersihan Mengawasi pelaksana harian.Dinding sumur runtuh karena tidak diberi selubung atau selubung kurang kuat. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. seperti besarnya aliran didalam akuifer dan adanya batuan kedap air diatasnya. himpunan pengelola air pedesaan. PDAM dll) Peranan Memakai air.

Mesin dengan bahan pendingin air membutuhkan pemeliharaan yang lebih rendah dari pada mesin dengan pendingin udara. Mengingat hal tersebut maka saat melaksanakan kajian potensi sumur bor bersama dengan masyarakat maka perlu memikirkannya dalam konteks yang lebih luas. piston. Mesin diesel berbeda dengan mesin bensin dalam hal bahan bakarnya .  Tim pengelola perlu selalu memantau pencatatan penggunaan air.• Catatan Penting. jika dilokasi tidak tersedia sumber listrik dari PLN. sementara mesin putaran tinggi 2 tak menghasilkan tenaga yang lebih per kg berat mesin. meskipun kegiatan O&P udah dilakukan optimal. Efisiensi mesin diesel lebih tinggi daripada mesin bensin dan membutuhkan perawatan lebih rendah daripada mesin bensin. Sumbu yang berputar tersebut digunakan antara lain untuk menggerakkan generator listrik. Oleh sebab itu dalam pembiayaan O&P perlu dicadangkan dana yag cukup untuk mengantisipasi hal tsb. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . yang menggerakkan piston. katup dan sumbu putaran piston (crankshaft). Katup dalam silinder mengatur aliran masuknya udara dan bahan bakar serta keluarnya gas buang. Piston bergerak akibat kompresi ruang silinder dan injeksi bahan bakar keruang tersebut menimbulkan ledakan yang terkendali. Secara umum mesin dengan kecepatan putaran rendah dan jenis putaran 4 tak lebih awet. pencegahan pencemaran air. sistem pendinginan (udara atau air). Gambaran Singkat Mesin diesel adalah mesin yang biasa digunakan sebagai mesin penggerak pembangkit listrik sumberdaya cadangan atau tunggal. Bagian utama mesin ini adalah silinder. tidak tertutup kemungkinan ada sumur yang rusak disebabkan oleh kejadian gempa atau akibat lain. dalam hal jenis putaran (dua tak atau empat tak). mesin diesel tidak menggunakan busi dan bekerja dengan tekanan ruang silinder yang jauh lebih tinggi. atau pompa.  Ada kemungkinan bahwa penggunaan sumur bor tidak hanya untuk keperluan air bersih namun juga untuk irigasi. termasuk semua kebutuhan air dan tentunya pengaruh terhadap ketersediaan air baku. Mesin Diesel (Genset) 1. kecepatan putaran.32 . pemantauan kualitas air. Selanjutnya gerakan piston disalurkan ke sumbunya (crankshaft). Jumlah silinder bisa bermacam-macam mulai dari satu (1) sampai dengan 6 (enam). Mesin berbeda beda dalam ukuran.  Seandainya titik sumur bor yang harus dibangun berdekatan dengan kandang ternak (sesuai rekomendasi geo-hidrologis) maka kandang tersebut harus dipindahkan. Bahan bakar dimasukkan ke ruang silinder oleh pompa yang bertekanan tinggi dengan pengaturan waktu yang tepat.  Berdasarkan pengalaman. dan lain lain. c.

33 . oli atau air. Jika mesin dihubungkan dengan pompa atau generator melalui V Belt. dan pada lingkungan yang berdebu. • Pengoperasian Mesin harus dioperasikan oleh pelaksana yang telah dilatih.2. operasi dan pemeliharaan disesuaikan dengan manual yang diberikan oleh fabrikan pembuatnya. juga fungsi pompa. tekanan oli mesin. • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 11 dan Tabel – 12. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar. periksa bahan bakar dan level oli mesin serta air pendingin. Di lingkungan yang berdebu dengan tingkatan sedang. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar perlu pelumasan manual. filter udara harus diperiksa dan dibersihkan setiap hari. Mesin perlu pemeliharaan rutin menurut jumlah jam kerja mesin. • Pemeliharaan Bagian luar mesin harus dibersihkan setiap hari (dengan cara mengelap). baut dan pipa pembuangan gas buang. Jika mesin bekerja pada putaran mesin yang terlalu rendah maka efisiensinya akan rendah dan terjadi pembentukan karbon lebih cepat dari pada biasanya. Setiap 1500 jam lakukan servis berkala. Sebelum dihidupkan. Untuk generator pembangkit. mengatur bukaan katup. periksa mur. yang memperpendek periode servis mesin. Saat dioperasikan perhatikan indikator bahan bakar. ganti oli. Setiap mesin memiliki petunjuk pengoperasian yang tipikal mesin tersebut yang berasal dari pabrik pembuatnya. bahan bakar dan air pendingin serta jam operasi mesin harus dicatat dalam buku catatan pengoperasian mesin. Semua data mengenai level oli. atau generator. Jika terlalu rendah maka tambahkan bahan bakar. Setiap 250 jam bersihkan atau ganti jka perlu semua filter. dll. lakukan penggantian V Belt. Setiap tahun sekali rumah mesin harus dicat dan lakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. dengan melaksanakan pembersihan silinder. perlu diberi pelumasan sesuai petunjuk yang ada dalam manual yang diberikan fabrikan pembuat mesin. filter udara jenis oil bath filter dibersihkan sekali seminggu sekali sementara filter udara yang menggunakan kertas kering (dry paper filter) dibersihkan 2 minggu sekali. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Pengoperasian dan Pemeliharaan Uraian kegiatan O&P dibawah ini bersifat umum sedangkan detil yang lebih baik bisa didapatkan dari petunjuk (manual) dari fabrikan yang diberikan saat membeli mesin.

wadah untuk bahan bakar. mur.kan jika kurang Hidup dan matikan mesin Mengisi buku catatan pengoperasian Periksa filter udara. atau minyak tanah dan oli mesin Kunci pemutar mur baut Lokal Lokal Lokal Lokal Spesialis Lokal Spesialis Belt mesin Nozzle.34 . oli. dll. pompa b. atur katup.pasir. dll. Kunci inggris. ballpoin Filter baru.Tabel – 11 Rincian Kebutuhan O&P Mesin Diesel Kegiatan Periksa level bahn bakar. nozzles. filter bahan bakar Kunci inggris Kunci inggris Kunci inggris. gergaji. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . bearings. gasket. oli atau cairan pendingin Harian Harian Harian atau Mingguan Mingguan Mingguan Tiap 250 jam mingguan Tiap 500 s/d 2000 jam Periodik sesuai petujuk fabrikan Jika terjadi kerusakan Lokal Lokal Lokal Kertas . dan cairan pendingin Alat dan Perlengkapan corong. Ganti “belt” Ganti suku cadang mesin Frekuensi Harian Sumber Daya Manusia Lokal Bahan dan Suku Cadang Bahan bakar. Semen. atap. sikat baja. keranjang. paku. kayu dll Oli mesin Filter oli. injector.bakar. kerikil. baut. air radiator & tambah. Jika terdpt kerusakan pd rumah mesin Lokal atau Regional cetok. alat khusus Kunci inggris Tergantung bagian yang diganti Ganti dudukan mesin dan perbaiki rumah mesin Jika getaran & bu -nyi mesin sudah terasa kasar. alat khusus Kunci inggris. oli mesin. bersihkan & ganti jika perlu Periksa kebocoran oli Kencangkan mur dan baut Ganti oli mesin Bersihkan atau ganti mesin Bersihkan silinder. tatah. paku.

pengabaian.35 . • Keterbatasan. atau ketidak pahaman. Melakukan pecatatan pengoperasian. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi.Tabel – 12 Pelaku dan Ketrampilan O&P Pelaku Pelaksana harian Pengelola air Bengkel Mesin Dukungan pihak luar Peranan Mengoperasikan mesin. o Mesin diesel paling sesuai sebagai mesin penggerak pembangkit listrik (genset). Kebutuhan mekanik mesin diesel yang harus tersedia setiap saat terjadi perbaikan. d. Pada umumnya sering terjadi pada alat pemanas bahan bakar dan nozle bahan bakar sering rusak. “belt” penggerak putus. Pembentukan carbon dalam silinder berlangsung cepat dan efisiensi rendah akibat menjalankan mesin jauh dibawah kapasitasnya. Gambaran Singkat Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . melaporkan jika terjadi kejanggalan Mensupervisi pengelola harian. jika hal tersebut dilakukan secara benar maka bisa dijamin mesin akan berusia panjang. Jika dipelihara dengan baik maka mesin tersebut bisa menjadi sumber listrik yang bisa diandalkan. Tingginya biaya untuk bahan bakar. Penting untuk memilih mesin diesel dari merek yang terkenal baik dengan suku cadang yang mudah didapat. Rusak parah akibat salah O&P. • Catatan Penting. Untuk tugas pemeliharaan yang lebih rumit harus dilaksanakan oleh mekanik yang lebih berpengalaman yang mengetahui sumber suku cadang yang diperlukan. Memerlukan pemeliharaan yang cukup sering. Permasalahan yang Sering Terjadi. Kran Umum/Hidran Umum (KU/HU) 1. mengumpulkan retribusi. melaksanakan servis ringan. o Pemelihara harus bisa menjamin bahwa jadwal pemeliharaan dilaksanakan dengan semestinya dan ada tindak perbaikan yang cepat jika terjadi kerusakan. o Mesin diesel butuh banyak pemeliharaan sederhana dan. mengorganisir perbaikan besar Melaksanakan sevis & perbaikan besar Melatih pelaksana harian Ketrampilan O&P mesin diesel dasar dari pelatihan Kemampuan mengorganisir Ketrampilan khusus Pelatihan dan pengetahuan teknis 3.

KU terdiri dari dinding atau kolom yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup jauh dari dinding atau kolom untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. Mandi dan cuci tidak diperkenankan di KU/HU. Karena digunakan oleh banyak orang maka KU/HU ini biasanya kurang terurus. Pengguna/pemakai membersihkan dan mengisi wadah air mereka melalui keran. Kolom atau dinding bisa dari material pasangan batu bata. Di bawah dinding atau kolom diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Tekanan di KU adalah 7 m dan maksimum 20 m.Melalui KU/HU pengguna air bisa mendapatkan air dari satu atau lebih keran air. Jika terjadi kerusakan pagar perlu segera diganti. KU/HU harus diberi meter air untuk mengukur pemakaian air melalui KU/HU tersebut.36 . Kapasitas tangki tersebut tergantung jumlah pengguna yang dilayani. 2. Perlu dicegah terjadinya genangan. Disekeliling bagian bawah pondasi diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Jenis keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. pasangan batu kali atau beton. Petugas harian harus mencatat penggunaan air yang terukur pada meter air KU/ HU. Keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. Minimum lokasi dan desain KU/HU harus dimusyawarahkan dengan calon pengguna. Pengoperasian dan Pemeliharaan • Pengoperasian Petugas harian harus memastikan bahwa tangki HU telah penuh atau sekurangkurangnya lebih dari ¾ bagian telah terisi namun jangan sampai airnya melimpah (hanya untuk pengoperasian HU). • Desain konstruksi KU Desainnya harus lebih kokoh dibanding sambungan rumah. Bangunan yang retak harus segera diperbaiki dan jika ada bagian bangunan dari Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . • Desain konstruksi HU HU terdiri dari Tangki Fiber atau plastik atau beton atau pasangan dengan kapasitas 2 m3 – 5m3 didudukkan diatas pondasi dengan ketinggian sekitar 1 m yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup jauh dari tangki untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. Jika perlu diberi pagar untuk mencegah ternak mendekati KU/HU. • Pemeliharaan Lokasi sekitar keran termasuk drainasenya harus dibersihkan setiap hari.

keran cadangan kayu. gergaji. sapu lidi. air dll. nipple. keranjang. Sapu lidi. gergaji. cat anti karat Bahan dan Suku Cadang Air. palu palu. memperbaiki kerusakan kecil. timba dll. • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 13 dan Tabel – 14. obeng.paku kayu. connector. kawat. mesin pembuat ulir pipa galvanis Lokal Tabel – 14 Pelaku dan Ketrampilan O&P Pelaku Pengguna/pemanf aat Pelaksana harian Organisasi Pengelola Tukang batu Tukang pipa Dukungan Pihak Luar Peranan Keran air. elbow dll. dll. Teflon.. Tabel – 13 Rincian Kebutuhan O&P KU/HU Kegiatan Menguras dan member sihkan Tangki HU Keran air Membersihkan lokasi Membersihkan drainase Memperbaiki atau mengganti keran Memperbaiki pagar Memperbaiki dinding atau kolom atau lantai Memperbaiki pipa Frekuensi 3 bulanan harian harian harian Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Seal/washer karet. semen. Teflon. Kunci pipa. sikat. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . timba air Jerigen. mengumpulkan retribusi Mengorganisir kerusakan besar.kayu yang telah lapuk harus segera diganti. kaporit Alat dan Perlengkapan Selang. Jika terdapat perpipaan atau keran yang bocor harus segera diperbaiki. kunci pipa golok. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. sikat Sekop. melatih anggaota pengelola Ketrampilan Tidak perlu ketrampilan Ketrampilan dasar Mengorganisir dan pembukuan Memasang pasangan batu bata atau batu kali Perpipaan sederhana Pelatihan dan uji mikrobiologis 3.mengumpulkan retribusi Memperbaiki dindin atau kolom dan lantai KU Memperbaiki pipa atau keran Memantau kesehatan. menjaga kebersihan Mebersihkan lokasi.tang. cetok Kunci inggris. cetok. paku. lem pipa.37 . Permasalahan yang Sering Terjadi. pasir.

menjaga KU tetap berfungsi dan mencatat penggunaan air untuk penarikan retribusi air. Katup harus diperiksa dan dipelihara secara berkala dengan cara sebagai berikut: 1. yang menjalankan tugas kebersihan KU/HU dan sekelilingnya. Perpipaan Transmisi dan Distribusi 1. f. Jika masyarakat mau membentuk organisai pengelola dan melaksanakan pemeliharaan sistem maka satu satunya hambatan hanyalah biaya. Semua katup bisa diakses dan bak katup tidak dalam keadaan tertimbun Bak katup bersih. Drainase yang kurang baik. 4. • Catatan Penting. o o Perhatian khusus perlu diberikan pada cara penanganan air setelah keluar dari KU/HU agar tidak terjadi kontaminasi sampai air tersebut dikonsumsi. kering dan tidak ada kebocoran.Kesalahan dalam pengoperasian. 6. Harus ada penanggung jawab harian. Fungsi katup yang paling umum dalam sistem distribusi adalah untuk menutup pipa. 3. 7. Katup dalam keadaan sebagaimana yang diinginkan. Keran dibiarkan terbuka setelah dipakai atau bahkan secara sengaja dibuka untuk mengairi ladang atau kolam ikan. dan konflik karena penempatan KU tanpa melalui proses musyarah terlebih dahulu diantara calon pengguna. Retribusi ditarik berdasarkan pencatatan air KU/HU. (tertutup atau terbuka) Arah putaran dan jumlah putaran katup diketahui petugas. 2. Jenis dan lokasi semua katup tercatat. 5.38 . Membuka dan menutup katup dilakukan untuk mengikis sedimen atau karat yang ada dibagian dalam katup yang bisa mempengaruhi kualitas air bersih. maka penandaan posisi katup sangat diperlukan agar mudah ditemukan. Pengoperasian dan Pemeliharaan Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan perpipaan transmisi dan distribusi meliputi: Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . • Keterbatasan/Hambatan. Gambaran Singkat Katup digunakan untuk melakukan penutupan pipa. Mengingat pentingnya fungsi katup. KU di lokasi terujung dari sistem sering bertekanan sangat rendah. Katup (valve) 1. Katup bisa dioperasikan dengan baik. serta pasir yang mungkin biasa mengganjal katup sehingga katup tidak bisa menutup dengan sempurna Pemeliharaan katup dilakukan secara berkala setiap 2 minggu untuk memastikan bahwa katup masih beroperasi dengan baik 8. e. mengendalikan/ mengarahkan aliran dan tekanan atau untuk mencegah aliran balik. kurangnya pemeliharaan.

Pemeriksaan pipa inlet dan alat ukur debit secara berkala. harian.39 . cuci dan keperluan buang air besar atau kakus. Pengoperasian alat ukur debit Pemeriksaan dan pembersihan lingkungan bak penampung air bersih dari rumput dan kotoran periode harian Pembersihan kelengkapan sarana dan melakukan perbaikan jika ada kebocoran katup dan pipa Pembersihan endapan pasir/lumpur jika ada. sehingga memiliki kebiasaan yang dianggap kurang sehat dalam melakukan kebutuhan mandi. kotor dan tidak ada air maka akan ditinggalkan pengguna dan akhirnya rusak tidak terpakai. agar tidak mengganggu operasi dan pasokan air ke pengguna air. Komponen MCK terdiri dari : • Bangunan bilik MCK meliputi bilik untuk mandi.50 m dari lapangan evakuasi). • Utilitas pelengkap seperti listrik untuk penerangan dan kebutuhan pompa listrik dan drainase air bekas mandi dan cuci. • Pengolahan limbah yang terdiri dari: o Tangki Septik o Resapan dan Lahan Basah Buatan • Sumber air bersih (termasuk water toren). MCK juga berfungsi untuk melayani masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki tempat mandi. 4. 4. Pemeriksaan katup. mingguan dan bulanan. Gambaran Singkat MCK ini berfungsi untuk melayani para pengungsi yang mengungsi akibat terjadi bencana. lokasinya tidak jauh dari lokasi pengungsian (+/. bila perlu melakukan pengurasan Pembersihan karat dan pengecetan h. g. 3. cuci dan kakus pribadi. MCK (Mandi Cuci Kakus) Komunal 1. 2.1. Pengoperasian dan Pemeliharaan Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan reservoar meliputi: 1. Pembuatan laporan berkala operasi dan pemeliharaan. pipa penguras secara berkala 3 bulan –4 bulan sekali 3. Selain Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Sumber air bisa berasal dari jaringan distribusi air bersih atau dari sumur dangkal setempat. MCK yang tidak terpelihara. Pemeliharaan bangunan bilik dan sarana MCK harus dilaksanakan dengan baik agar selalu digunakan dengan rutin. cuci dan buang airnya. kadang dilengkapi tempat untuk wudlu. Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) 1. 5. satu bulan sekali 2. Penggantian komponen Jaringan Distribusi yang rusak sesegera mungkin.

timba. sapu lidi Sikat dengan pegangan kawat Pengamatan Timba. Memeriksa ventilasi. Ketrampilan Memahami prinsip kebersihan dan kesehatan Tahu bagaimana mengukur kedalaman lumpur. melaksanakan pembersihan disekitar lokasi MCK umum. sapu lidi Sikat. gayung. paku. air. pemeliharaan sarana pengolahan limbah (tangki septik.40 . jamban Kuras bak air dan bersihkan Bongkar sumbatan U-trap jika tersumbat Pemeriksaan atas kerusakan bangunan Pebaiki kerusakan bangunan Menguras tangki septic Frekuensi Harian Mingguan Saat terjadi penyumbatan Bulanan Saat terjadi kerusakan Setiap 2–3 tahun atau jika tinggi lumpur mencapai 2/3 kedalaman cairan tangki septik Sumber Daya Manusia Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Tukang lokal Bahan dan Suku Cadang air air air Alat dan Perlengkapa n Sikat. pasir. ketrampilan dasar kebersihan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . memeriksa kandungan lumpur tangki septik.pemeliharaan bilik. gergaji. gayung. Pengoperasian dan Pemeliharaan • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 15 dan Tabel – 16.sekop. material bangunan lain. palu. Tabel – 15 Rincian Kebutuhan O&P MCK Kegiatan Bersihkan lantai. Truk tangki penyedot tinja Petugas penyedot tinja Semen. 2. Bahan bakar dan suku cadang truk tinja Tablel – 16 Pelaku dan Ketrampilan O&P Pelaku Pengguna Pelaksana harian Peranan Menggelontor dan menjaga kebersihan. cangkul. cetok. bidang resapan/lahan basah buatan) harus dilakukan secara periodik agar tidak macet dan mencemari lingkungan. timba.

untuk keperuan tersebut perlu segera ditambahkan MCK darurat atau MCK portable/mobile. keran air. • Catatan Penting. pompa air. Selain memilih peralatan yang berkualitas dan kuat maka pemasangan pengaman-pengaman dapat menghindari kerusakan/kehilangan peralatan tersebut. membersihkan lantai dan jamban serta bak air Menghubungi kantor penyedia jasa pelayanan truk tinja. MCK yang digunakan untuk melayani pengungsi pada kondisi bencana sering kapasitasnya tidak memcukupi. Keterbatasan/Hambatan.l.Organisasi pengelola Jasa Layanan Truk Tinja mengumpulkan retribusi.41 . • i. perngorganisasian Mengelola. Cairan mengalir keluar dari tangki. Petugas tersebut dapat juga melaksanakan pengumpulan retribusi penggunaan MCK umum. memelihara truk tinja 3. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Tangki Septik (untuk MCK) 1. Cairan tersebut masih berbahaya sebagaimana limbah yang belum terolah dan harus melalui pengolahan lanjutan atau melalui sistem pembuangan yang aman bagi kesehatan manusia. Pemasangan tulisan peringatan dapat sedikit membantu hal tersebut. Gambaran Singkat Tangki septik adalah tangki pengendapan kedap air yang memiliki satu atau dua ruang. bak air. • Harus ada petugas harian yang menjalankan tugas kebersihan MCK secara bergilir. Di dalam ruang tersebut tinja terkumpul setelah digelontor dari jamban melalui pipa masuk ke tangki septik. mengoperasikan. Jamban biasanya dilengkapi perangkap bau yang berbentuk leher angsa. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. faktor ketersediaan air dan perilaku pengguna sering menyebabkan hal ini. Sebagian padatan mengapung dipermukaan cairan dan sebagian lainnya tenggelam didasar dimana selanjutnya diurai bakteri dan membentuk tumpukan lumpur didasar tangki. Kerusakan yang sering terjadi pada bilik MCK a. penerangan listrik. yang biasanya diresapkan kedalam tanah atau ke saluran air limbah kota yang selanjutnya dibawa ke IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) terpusat tingkat kabupaten/kota. Permasalahan yang Sering Terjadi. adalah : daun pintu & gerendel. membukukan retribusi yang terkumpul. Masalah lain yang sering muncul adalah mampet/macetnya lubang kakus. mengorganisir perbaikan Mengoperasikan truk penyedot tinja Pembukuan dasar. Tangki septik merupakan sistem pemisahan buangan yang berupa padatan dan cairan.

Lumpur yang terkumpul didasar tangki harus dikuras 2 – 3 tahun sekali tergantung desain kapasitasnya dan cara perlakuannya. Dilarang membuang pembalut wanita. Bahan pembersih lantai/keramik. • Pengoperasian dan Pemeliharaan Pengoperasian Tambahkan lumpur dari tangki septik lain kedalam tangki septik baru sebagai “starter’ untuk memasukkan mikroorganime dengan demikian proses penguraian tinja secara anaerobik bisa segera dimulai. bahan pembunuh bakteri/antiseptik dan bahan bahan yang bisa menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri sebisa mungkin dihindarkan masuk ke tangki septik. Jika septik tank tidak dikuras maka lumpur akan terbawa ke peresapan yang bisa menyebabkan penyumbatan dan selanjutnya peresapan harus dibongkar untuk memperbaikinya. Tangki septik harus dikuras pada saat volume lumpur sudah mencapai 2/3 kedalaman total antara muka air dan dasar tangki septik. . • Keterbatasan. sedangkan air hujan yang berasal dari saluran drainase.42 • Permasalahan yang Sering Terjadi. Masuknya bahan bahan tersebut membahayakan proses yang terjadi dalam tangki septik yang menyebabkan tangki septik tidak bekerja baik dan cepat penuh. Keterbatasan dan Catatan Penting Banyak masalah timbul karena kurangnya perhatian terhadap desain aliran masuk ke tangki. 3. • Pemeliharaan Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan untuk memeriksa apakah sudah saatnya dilakukan pengurasan atau belum demikian juga pemeriksaan adanya penyumbatan di outlet dan inlet. Aliran kejutan/berfluktuasi tinggi yang mengalir ke tangki dapat menyebabkan konsentrasi lumpur/padatan meningkat sementara/sebentar pada efluen tangki dan menyebahkan gangguan pada lumpur yang sudah mengendap. 2. Setiap tangki septik harus dilengkapi ventilasi untuk melepas gas-gas yang terbentuk selama proses penguraian tinja oleh bakteri. Buangan yang berasal dari cucian sebaiknya dibuang ke peresapan yang terpisah untuk meringankan beban septik tank atau peresapan. Daerah dimana ketersediaan lahan sangat terbatas sehingga tidak tersedia tempat untuk membangun sumur peresapan atau bidang peresapan. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . o Aditif tangki septik yang banyak dijual untuk membantu proses penguraian oleh bakteri belum terbukti efektif sedangkan harganya relatif mahal. filter rokok. Permasalahan yang Sering Terjadi. • Catatan Penting. talang atap bisa langsung dibuang kesaluran drainase. barang barang plastik dan barang lain yang tidak bisa membusuk secara alami dalam tangki septik. Tangki septik tidak sesuai untuk daerah yang langka air dan daerah padat.

cangkul Linggis untuk membuka bak Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . sabit. Pengoperasian dan Pemeliharaan • Pengoperasian Hampir tidak ada aktifitas pengoperasian yang diperlukan. segera dibongkar dan diperbaiki. bidang resapan lebih banyak dipakai terutama untuk MCK umum yang memerlukan air dalam jumlah relatif besar dan muka air tanah lebih tinggi. keranjang. Bidang Resapan 1. Dibanding sumur peresapan. Jika aliran yang keluar dari tangki septik melebihi laju kesetimbangan peresapan tanah maka cairan akan melimpah keluar dari bidang peresapan. dimana cairan dari tangki septik mengalir keluar melalui pipa PVC tersebut untuk diresapkan kedalam tanah. jenis tanah dan kondisi muka air tanah) yang diisi dengan lapisan kerikil di bawah dan lapisan pasir diatasnya sedangkan di dalam lapisan kerikil dipasang pipa PVC yang ber lobang lobang. Gambaran Singkat Bidang resapan terdiri dari parit resapan. • Pemeliharaan Bersihkan sekitar bidang resapan dari tanaman yang mungkin akarnya masuk kedalam bidang resapan dan pipa peresapan.43 . Pada awalnya peresapan akan berlangsung cepat namun sejalan dengan waktu pori tanah akan tersumbat sampai pada titik yang disebut keseimbangan peresapan tercapai.j. 2. kecuali memantau apakah ada cairan yang melimpah keluar dipermukaan bidang peresapan. dan disesuaikan dengan jenis tanahnya. Jika terdapat tanda bidang resapan atau pipa resapan tersumbat. • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 17 dan Tabel – 18. Tabel – 17 Rincian Kebutuhan O&P Bidang Resapan Kegiatan Pembersihan tanaman Membersihkan bak control Frekuen si minggua n 6 bulan sekali Sumber Daya Manusia Pelaksana harian Pelaksana harian Bahan dan Suku Cadang Batu bata atau material penyumbat lainnya Alat dan Perlengkapan Sekop. sumur resapan dan lahan basah buatan (tergantung dari lahan yang tersedia. Untuk itu maka perlu dilakukan perencanaan yang memperhatikan keseimbangan antara air yang meresap dengan luasan bidang resapan.

• Recycle . kumuh dan kering (kesulitan air).Pakai ulang. Sebab sampah organik yang menginap satu hari Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Reuse dan Recycle. protes warga terdekat karena bau yang tidak sedap. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. 2. Gambaran Singkat Kunci keberhasilan program kebersihan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa adalah penerapan prinsip Reduce. Beban resapan bisa dikurangi dengan memisahkan air bekas dengan air toilet/jamban (hanya air limbah jamban yang masuk ke tangki septik dan berakhir dibidang resapan). Sampah organik dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non-organik.Mengurangi. bau tidak sedap. Tidak sesuai untuk daerah padat. Kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian barang. serta daerah dengan permeabilitas rendah.44 . • Catatan Penting. perpipaan dan pengetahuan fungsi sitem 3. k. Sampah kertas dapat dibuat bahan kardus. Melimpahnya air limbah. dll. Pengelolaan Persampahan 1. mahal dan beresiko tinggi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.Tabel – 18 Pelaku dan Ketrampilan O&P Pelaku Pelaksana harian Tukang Peranan Memeriksa adanya kegagalan bidang resapan dan membersihkan tanaman Memperbaiki bagian bagian yang rusak Ketrampilan Memahami fungsi dan cara kerja bidang resapan Pertukangan.Daur ulang. • Reduce . Permasalahan yang Sering Terjadi. pengolahan sampah menjadi sulit. Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang. Pengoperasian atau Pengelolaan Sampah • Pemilahan/pemisahan sampah Faktor keberhasilan pengelolaan sampah dengan prinsip diatas terletak pada pemilahan sampah. • Keterbatasan. tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulangulang. pencemaran air tanah. • Reuse . Tanpa pemilahan atau pemisahan jenis-jenis sampah.

karton. kaleng. Prinsipnya: disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat yang akan memilah. ibu. Umumnya pemilahan adalah sebagai berikut: Bagan – 2 Pewadahan Sampah Jenis-jenis sampah yang ada di rumah tangga pada umumnya dapat diidentifikasi sebagai tabel dibawah. potongan rumput. kardus. daging. Sampah Non-organik Sekitar 20% Plastik. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan.saja sudah dapat menimbulkan bau. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Setiap anggota keluarga baik ayah. Sampah Organik Sekitar 79% Sisa sayur. daun. logam. Tabel – 19 Identifikasi Jenis Sampah (contoh prosentase sampah dalam berat di perdesaan) N Persentase % (dlm Jenis Sampah o berat) *) 1. Pemilahan paling baik dilakukan mulai dari sumbernya. yaitu rumah tangga. kotoran ternak 2. ranting. namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik.45 . Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan. kertas. anak dan anggota keluarga lainnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemilahan sampah dan di rumah tangga. nasi. (plastik =7%. ikan.

: Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Yogyakarta) • Komposting Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup. Mengingat di daerah perdesaan prosentase jumlah sampah organik dan kotoran ternak cukup tinggi maka pengelolaan sampah melalui komposting sangat tepat. Styrofoam.46 . Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Baterai. atau desa).l. Sleman. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum pengoperasian Pada tahap sebelum suatu prasarana dioperasikan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan sehingga prasarana yang dibangun hasilnya baik dan optimal. 2. racun serangga /tikus. Sampah Lainnya Sekitar 1-2 % Duplex. aqua=1%) Sekitar 1-2 % Gambar: Pemilahan dengan tong logam terpisah yang dihiasi dengan gambar menarik (lokasi: Sukunan. Sistem komposting bermacam-macam begitu pula pengelolaan dapat dilakukan di tingkat rumah tangga atau komunal (RT. ESP-USAID. kaca 3. Total *) Penelitian ITS Th 2009 di Kecamatan Kedungkandang. a. botol aerosol. Malang kertas/koran=7% kain=4%. kabel. dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. RW. Cara membuat kompos dapat mengacu pada panduan-panduan yang ada. dusun. pembalut. pestisida. popok.2. karet. cairan kimia pembersih.gelas. obatobatan 4. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . sehingga lebih mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan. dll. kaleng=1%. kain.

c. • Lebih dipilih opsi dengan biaya investasi tinggi namun biaya operasi dan pemeliharaan rendah. • Perlu dikaji adanya konflik kepentingan atas penggunaan suatu prasarana. Perencanaan dimensi dan kapasitas Dimensi dan kapasitas dihitung untuk keperluan/kebutuhan minimal 10 tahun kedepan agar masyarakat yang masih dalam tahap pembelajaran dan penghimpunan dana tidak dibebani dengan biaya perluasan dan penambahan kapasitas sistem dalam memenuhi kebutuhan yang berkembang. • Kualitas yang baik agar tahan lama sehingga masyarakat tidak direpotkan dengan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama masyarakat masih dalam tahap pembelajaran mengelola sistem. Aksesibilitas prasarana dan sarana Semua prasarana dan sarana beserta seluruh komponennya harus bisa diakses baik untuk tujuan O & P maupun pemanfaatannya. efisien dan efektif serta tanggap bencana. • Kebutuhan energi peralatan yang minimal untuk menekan biaya operasi serendah rendahnya. 2. • Opsi teknologi yang dipakai harus berorientasi teknologi tepat guna • Desain dan opsi teknologi yang dipilih harus berorientasi terhadap tanggap bencana dan dapat berfungsi sebagai prasarana mitigasi bencana.47 . Tahap Perencanaan 1. • Pemilihan material/bahan diprioritaskan dipilih dari jenis yang jika terjadi kerusakan. maka perbaikan yang diperlukan bisa dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. • Mampu dioperasikan oleh masyarakat sendiri dengan tingkat ketrampilan dan pengetahuan masyarakat setempat setelah melalui pelatihan. b. dibanding biaya investasi rendah tapi biaya operasi dan pemeliharaan yang tinggi. • Dipilih dari opsi dengan kebutuhan energi yang rendah untuk menekan biaya operasi. Pemilihan opsi teknologi dan komponen sistem yang tepat. 4. 3.a. Tahap Konstruksi Diperlukan pengawasan yang baik agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan tetap melibatkan masyarakat untuk memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kaidahkaidah teknis yang baik (good practices) dan yang terpenting adalah masyarakat bisa memahami secara lebih baik sistem yang akan dikelolanya. Tahap Pasca Konstruksi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Pemilihan material dan peralatan • Dipilih material bahan baku dan peralatan serta yang mudah didapat dipasaran lokal demikian juga pertimbangan layanan purna jualnya.

3. Jumlah prasarana dan sarana yang ada (misal : jalan/saluran/pipa dalam meter. Menjaga kelestarian vegetasi daerah tangkapan air. Perlidungan daerah sekitar terhadap kerusakan sumber alam saat masa konstruksi maupun pengoperasian. kayu. b. 4. dan material lainnya. Perlindungan daerah sekitar terhadap polusi. 2. Mencegah pemborosan energi.48 . jembatan/keran umum/gorong-gorong/MCK dalam unit) Jumlah prasarana dan sarana yang berfungsi baik. Selain hal itu dengan beroperasinya suatu prasarana perlu diperhatikan dan dipantau masalah konservasi sumber alam serta dampak lingkungan. 3. pohon. 2. c.Hal hal penting yang harus dilaksanakan dengan adanya suatu pembangunan prasaranasarana adalah membentuk dan mempersiapkan Tim Pengelola serta pelatihanpelatihannya. Jumlah prasarana dan sarana yang rusak/tidak berfungsi. Ukuran Keberhasilan Untuk melihat keberhasilan O&P pada aspek teknis dapat dilihat dari: a. d. antara lain : 1. hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Jumlah warga yang terlayani (pengguna/pemanfaat prasarana). dibandingkan total jumlah prasarana dan sarana yang ada. sumber air. dibandingkan total jumlah penduduk desa.

Kelompok tersebut jika telah berjalan baik dan lancar sebaiknya terus berfungsi sebagai tim pengelola O&P dengan penyempurnaan mengacu pada pedoman ini. Organisasi Pengelolaan O&P Prasarana Desa Di desa/kelurahan yang telah mendapatkan program Rekompak-JRF dan melaksanakan pembangunan prasarana BDL disyaratkan harus memiliki kelompok/tim pengelola operasi & pemeliharaan parasarana desa. Adapun koordinasi dan pelaporan manajemen rutin pelaksanaan kegiatan O&P dilakukan Tim Pengelola kepada Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dari BKP/TPK. Pendekatan tersebut adalah untuk meletakkan dasar komitmen bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat untuk terlibat dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pemeliharaan atas bangunan yang merupakan prioritas kebutuhannya. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Kelompok/tim pengelola O&P terorganisasi ini diperlukan untuk memberikan jaminan sustainability/keberlanjutan fungsi dan manfaat prasarana yang telah dibangun.49 . dan jika belum berjalan baik perlu di revitalisasi atau jika diperlukan dapat membentuk yang baru. Pada prinsipnya organisasi pengelola prasarana dan sarana desa adalah kelompok swadaya masyarakat yang merencanakan. BKM/TPK dan Panitia Pembangunan (PP) wajib memfasilitasi warga masyarakat untuk membentuk kelompok atau tim pengelola pemeliharaan dan pengoperasian prasarana. pada umumnya telah dibentuk dan dipilih calon kelompok pengelola prasarana. yang telah disepakati bersama dan dibangun sendiri oleh masyarakat. Dalam pendekatan ini maka akan sangat efektif bilamana setiap kelompok pengelola O&P prasarana yang sudah dibangun dapat berjalan dengan baik. dalam arti akan terjadi estafet pengelolaan dari PP saat perencanaan dan pelaksanaan fisik ke kelompok ini saat pasca-pembangunan.BAB III ORGANISASI PENGELOLAAN 3. maka juga harus betanggung-jawab melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan prasarana yang telah dibangunnya tersebut. Pada tahap perencanaan pembangunan prasarana atau penyusunan DTPL yang lalu. Kelompok/tim pengelola O&P dapat menggunakan organisasi pengelola yang sudah ada dan sudah berjalan atau membentuk tim pengelola yang baru. pembinaan dan pengawasan BKM/TPK dan Pemerintahan Desa/Kelurahan serta masayarakat yang dapat diwakili oleh perwakilan pemakai prasarana.1. Lembaga pengelola O&P prasarana yang terbentuk meskipun merupakan kelompok swadaya masyarakat yang mandiri namun tetap dibawah koordinasi. adalah juga yang melaksanakan pembangunan fisiknya. melaksanakan pembangunan dan mengelola sarana dan prasarana itu sendiri. Secara sederhana adalah masyarakat atau suatu komunitas masyarakat yang mtelah erencanakan kegiatan infrastruktur.

Hubungan organisasi pengelola O&P di tingkat desa adalah sebagaiman digambarkan dalam bagan dibawah ini: Bagan – 3 Bagan Organisasi Pengelolaan O&P Prasarana dibawah BKM/TPK PEMBINAAN / PENGAWASAN MASYARAK KEPALA DESA AT (wakil (KaDusun/ BKM / TPK SEKRETA UPL UPS UPK TIM PENGELO LA AIR BERSIH TIM PENGELO LA JALAN & JEMBATAN TIM PENGELO LA DRAINASE & TALUD TIM PENGELO LA MCK & SAMPAH 3. Tujuan. anatar lain adalah: • Visi. Misi. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .2.50 . Asas. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Pengelola O&P Prasarana Beberapa peraturan yang diperlukan untuk berjalannya suatu organisasi tim pengelola O&P.

Dalam pembentukan tim pengelola O&P.• • • • Anggaran Dasar/AD Anggaran Rumah Tangga/ART Keputusan dan pengesahan susunan Tim pengelola O&P Keputusan tarif retribusi/iuran dan sumbangan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan program kerja tahunan maupun kebijakan-kebijakan penting terkait lainnya seperti adanya tarif iuran/retribusi. Anggaran Dasar organisasi pengelola O&P setidaknya meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Nama Organisasi Pengelola dan Daerah Kerja • Lokasi organisasi • Lingkup pelayanan prasarana 2) Asas. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Setiap desa/kelurahan dapat mengembangkan peraturan sesuai dengan kondisi sosial-budaya. harus dibuat oleh pengelola O&P dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat pemanfaat melalui forum musyawarah warga pemanfaat atau rembug warga (bukan ditentukan sendiri oleh tim pengelola). pemilihan pengurus dan operasional organisasi harus menerapkan prinsip yang demokratis.51 . Dalam penyusunan ketentuan organisasi ini dipengaruhi juga oleh kelompok masyarakat pemanfaat prasarana itu sendiri. adat-istiadat pada daerah tersebut. Tujuan dan Tugas Organisasi • Asas dan Prinsip organisasi • Tujuan organisasi • Tugas organisasi 3) Ruang Lingkup • Cakupan penanganan kegiatan 4) Keanggotaan/Pengguna Prasarana • Persyaratan Keanggotaan • Kewajiban dan Tanggung Jawab Anggota/Pengguna Prasarana • Hak Anggota/Pengguna Prasarana 5) Rapat Anggota atau Rembug Masyarakat/Warga Pengguna Prasarana 6) Kepengurusan : • Syarat-syarat kepengurusan • Susunan anggota pengurus • Kewajiban dan tanggung jawab pengurus • Hak pengurus 7) Pembina & Pengawas 8) Pengelolaan Usaha Operasi & Pemeliharaan 9) Pembiayaan O&P 10) Pelaporan dan Evaluasi 11) Pembubaran 12) Sanksi 13) Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus O&P 14) Penutup Hal-hal penting yang harus diperhatikan : 1. transparan dan akuntabel. partisipatif.

4.52 . pengelolaan sebaiknya dilakukan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. h. konsultan pendamping dan kepala desa/lurah. dll. Peraturan-peraturan yang bersifat operasional untuk menjalankan pengelolaan O&P dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga/ART atau Peraturan Khusus. sebagai inisiator pembentukan perlu menyusun rancangan pembentukan kelompok/tim pengelola sebagai kerangka acuan di dalam rembug warga. yang antara lain mencakup : a. tata cara pendaftaran dan pembayaran. f. seperti AD/ART. yang belum mengakomodir/mencakup kegiatan O&P maka untuk pengaturan terkait O&P dapat dilakukan dengan menyempurnakan aturan yang sudah ada atau membuat peraturan tambahan khusus untuk O&P. Prasarana yang dibangun melalui pendanaan program Rekompak JRF terutama ditujukan sebagai prasarana mitigasi bencana sehingga organisasi pengelola harus tahu persis panduan tata-cara (standar operating procedure) dalam memanfaatkan prasarana mitigasi bencana. c. Persiapan Dengan difasilitasi oleh BKM/TPK. pengelolaan prasarana terbangun seyogyanya dilaksanakan oleh sebuah kelompok/tim pengelola yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. b.2. Dilakukan melalui forum musyawarah warga pemanfaat dan difasilitasi oleh pihak BKM/TPK. Adapun langkah-langkah mekanisme pembentukan kelompok/tim pengelola O&P adalah sebagai berikut: 1. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat 2. i. g. 3. e. d. PP. misal: tata cara pengaduan. Pembentukan Tim Pengelola O&P Prasarana Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana dan sarana yang berkelanjutan.3. Bilamana pengelola telah memiliki aturan dasar organisasi pengelola sebelumnya. Untuk dapat menciptakan mekanisme pengelolaan O&P yang bertumpu pada masyarakat dan berkelanjutan. 3. PP dan fasilitator pendamping. Waktu pelaksanaan pembentukan kelompok/tim pengelola ini sebaiknya dilakukan sejak awal pelaksanaan pembangunan prasarana. Pelaksanaan Rembug Warga Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .

Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: a. Setelah penjelasan umum. perwakilan dari masyarakat pengguna dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa. dimana dalam rembug tersebut diundang pula aparat pemerintah desa. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Pembentukan Kelompok/Tim Pengelola Operasi & Pemeliharaan prasarana” yang ditandatangani oleh ketua BKM/TPK. Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat. Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. tokoh-tokoh masyarakat dan fasilitator pendamping. antara lain mencakup : • • • • • • • • • • Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktui organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat c. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. tokoh masyarakat. Dalam hal ini perlu disampaikan untung ruginya bila pengoperasian prasarana dan sarana dilaksanakan oleh suatu tim pengelola dan sebaliknya bila tidak ada tim pengelola. Apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak melalui vooting. Rembug warga diawali dengan penjelasan umum oleh BKM/TPK dan PP kepada masyarakat pengguna prasarana dan sarana perihal pentingnya pembentukan organisasi untuk mengelola prasarana dan sarana yang dimiliki oleh desa. b.53 . dan bila perlu mengundang dari dinas terkait seperti PDAM. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan organisasi pengelola yang telah dibuat.BKM/TPK dan PP sebagai inisiator mengundang seluruh warga masyarakat terutama pemanfaat prasarana dan sarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka pembentukan kelompok/tim pengelola. Dinas Pekerjaan Umum. Sebagai bentuk dukungan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Dinas Kesehatan dan lain-lain. Adapun pokokpokok yang perlu diambil keputusan dalam rembug warga adalah: • • • • • • • • Bentuk struktur organisasi Tugas dan wewenang kelompok/tim pengelola O&P Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat Pemilihan pengurus yang akan duduk dalam kelompok/tim pengelola d.

2. • Komunitas masyarakat pengguna prasarana. • Kemampuan dan jumlah SDM calon pengelola O&P prasarana. Pertimbangan untuk menetapkan struktur tim pengelola O&P adalah: • Jenis prasarana. Dari beberapa bentuk yang sudah diterapkan. kemampuan warga pemanfaat dan karakteristik kelompok penerima manfaat (gender). Bentuk struktur pengelola O&P dapat disusun sesuai dengan kebutuhan prasarana. Pengesahan dan Peresmian Untuk mendukung keabsahan kelompok/tim pengelola O&P prasarana tersebut harus segera menyusun AD/ART Tim Pengelola O&P Prasarana. 3.dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut. yaitu orang-orang yang dipilih dan bertanggungjawab atas O&P prasarana. setidaknya terdapat dua pendekatan untuk setiap struktur pengelola O&P. • Sumber pembiayaan/pendanaan utama untuk O&P. maka Pengelola O&P memerlukan suatu tim/kelompok atau satuan kerja. Untuk tujuan tertentu kadang juga ditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa (Perdes) atau Keputusan Kepala Desa/Lurah – dengan pertimbagan prasarana dibangun sebagaian menggunakan dana anggaran pemerintah desa atau biaya O&P berasal dari anggaran pemerintah desa atau dibangun pada lahan milik desa. yaitu : 1. kepala desa/lurah. • Kemungkinan subsidi silang Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . fasilitator pendamping.4. kelompok/tim pengelola O&P perlu diresmikan dengan mengundang camat. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. yaitu : • Satu tim pengelola untuk beberapa jenis prasarana. Dinas Kesehatan dan lain-lain) agar keberadaannya dapat lebih diakui dan diperhatikan. Struktur Pengelola O&P Untuk melaksanakan tugas. dinas/lembaga terkait (seperti PDAM. 3. Ditetapkan melalui keputusan BKM/TPK (kolektif-kolegial) – organisasi tim pengelola O&P langsung berada dibawah payung BKM/TPK. selanjutnya AD/ART tersebut dapat disahkan melalui beberapa macam cara. Disini unsur BKM/TPK dan Pemerintah Desa/Kelurahan bertindak sebagai Badan Pembina & Pengawas. Dinas Pekerjaan Umum. tim konsultan. Untuk tujuan tertentu sering juga ditetapkan melalui Akte Notaris – jika organisasi pengelola bersifat usaha mandiri atau dipersyaratkan oleh pihak donor. jumlah prasarana dan lokasi-lokasi prasarana berada. Struktur Pengelola O&P dan Tata Peran A. atau • Satu tim pengelola untuk setiap jenis prasarana. 3. tokoh masyarakat.54 . Untuk mendorong pengakuan secara luas.

55 . bila pengelolaannya dilakukan sendiri-sendiri maka potensi memperoleh pembiayaan untuk air bersih cukup tinggi dibandingkan dengan MCK. yaitu dana yang diperoleh dari air bersih dapat disisihkan sebagian untuk pemeliharaan MCK. petugas teknis/ lapangan. Berikut ini adalah alternatif struktur tim pengelola O&P : Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Struktur tim pengelola O&P hendaknya dibuat sederhana.• o Catatan: prasarana air bersih dan MCK. sekretaris. tetapi bila pengelolaannya satu maka dapat dilakukan subsidi silang. bendahara. terdiri dari ketua.

Unsur Pem.Desa.Desa. Unsur Pem.) KETUA TIM SEKRETA BENDAHA PETUGAS LAPANGAN–1 A.56 .) KETUA TIM SEKRETA BENDAHA PETUGAS LAPANGAN–1 PRAS.Bagan – 4 Struktur Tim Pengelola O&P Dengan Beberapa Prasarana (contoh : Drainase. unsur Masy.JEMBATAN Bagan – 5 Struktur Tim Pengelola O&P Dengan Satu Prasarana (contoh : Air Bersih) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK.BERSIH DUSUN 2 Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Jalan & Jembatan) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK. unsur Masy. DRAINASE PETUGAS LAPANGAN–2 PRASARANA JALAN PETUGAS LAPANGAN–3 PRAS.BERSIH DUSUN 1 PETUGAS LAPANGAN–2 A.

b. Sekretaris atau bagian administrasi Melaksanakan kegiatan administrasi/ketatausahaan O&P. Mengkoordinir tim pengelola O&P 2. Menyusun program kerja. Menyelengarakan pertemuan evaluasi secara periodik. Menyusun Rancangan AD/ART. Mendorong peningkatan kesadaran dan kontribusi warga untuk melakukan pemeliharaan prasarana. maka tugas pokok pengelola selaku penggerak utama kegiatan O&P. penyuluhan. h. adalah : a. c. Melaksanakan sosialisasi. 5. Bersama seluruh tim pengelola membuat laporan baik secara berkala maupun pertanggungjawaban kegiatan pengelola. Bersama seluruh tim pengelola menyusun draft peraturan dasar. program kerja O&P dan rencana pendanaan O&P untuk ditetapkan dalam musyawarah warga (bila belum ditetapkan sebelumnya). 3. 6. j. Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan. pengumuman terkait kegiatan O&P. Menghitung dan memfasilitasi penetapan tarif retribusi/iuran. 4. adalah : a.B. Menyiapkan surat menyurat Mengarsip surat masuk dan surat keluar Menyimpan dan memelihara dokumen/dokumentasi kegiatan Membuat notulen rapat/ musyawarah warga pemanfaat Menginventarisasi anggota atau warga pengguna/pemanfaat Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . f. Menyusun rencana penerimaan dan belanja pengelola O&P Menyusun rencana tahap-tahap kegiatan operasi dan pemeliharaan. 2. yang antara lain mencakup tugas : 1. 5. Mengundang dan menyelenggarakan rapat-rapat rutin atau musyawarah 3. Mencari dan mengupayakan sumber-sumber pembiayaan untuk O&P. Sejalan dengan tugas pokok tersebut. mensosialisasikan kegiatan-kegiatan pengoperasian & pemeliharaan. i. khususnya kepada warga pemanfaat. b. 7. Ketua Memimpin tim pengelola O&P dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan O&P sesuai peraturan organisasi serta program kerja yang telah diputuskan bersama. maka tugas-tugas dari setiap unit kerja organisasi pengelola O&P (tim pengelola). g. Melakukan kerjasama kemitraan dengan pemerintah desa/kelurahan.57 . e. Membuat laporan pertanggungjawaban kerja pengelolaan O&P. Bersama seluruh tim pengelola. dinas/instansi terkait dan pihak swasta atau lainnya guna meningkatkan perolehan pembiayaan pemeliharaan atau pengembangan layanan prasarana. antara lain mencakup : 1. Tugas dan Fungsi Sejalan dengan tujuan O&P. d. 4.

Bendahara atau bagian keuangan 1. 4. Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan dilakukan oleh bendahara. Dalam kaitan dengan kegiatan tersebut bendahara melaporkan penerimaan dan pengeluaran baik berkaitan dengan administrasi pengelola maupun yang terkait dengan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. Petugas Lapangan atau bagian teknik 1. laporan penerimaan yang diperoleh dari smber-sumber pendanaan (seperti iuran. donatur. b. dll). Membimbing. Dalam laporan tersebut terkandung unsur-unsur sebagai berikut: a. dll. retribusi. Aparat Desa atau instnasi terkait yang dapat membei masukan bagi rkepentingan kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana. laporan pengeluaran baik itu kegiatan administasi maupun kegiatan pemeliharan/perbaikan. 3. 2. atau agenda lain yang dianggap penting untuk dibahas. Pertemuan ini dipimpin oleh ketua. Menerima dan menyimpan uang/dana O&P. Kegiatan Rapat Rapat atau pertemuan dapat dilakukan tiap bulan atau periode waktu tertentu yang disepakati. d. Mengoperasikan dan memantau/monitor operasi dan pemeliharaan prasarana 5. Melaporkan hasil-hasil pelaksanaan kegiatan pemeliharaan. UPL. Mengeluaran uang dengan persetujuan ketua Membuat dan menyimpan bukti penerimaan dan bukti pengeluaran Mencatat pembukuan keuangan O&P Membuat laporan keuangan secara periodik dan pertanggungan jawab keuangan. Pada setiap rapat harus selalu dibuat daftar hadir peserta dan catatan notulen hasil rapat. disiapkan dan diarsipkan oleh sekretaris. 2. 4. identifikasi dan survey kondisi prasarana. jika memang diperlukan peserta rapat rutin tidak hanya pengurus namun juga dapat mengundang wakil masyarakat. Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan oleh warga atau tenaga kerja.58 . Laporan ini minimal mencakup : keadaan kas. D.c. Menyusun rencana kebutuhan. biaya dan jadwal pemeliharaan & perbaikan prasarana. 3. Inventarisasi. dilakukan untuk melihat atau mengevaluasi hasil-hasil kegiatan pemeliharaan yang telah dilakukan dan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditemukan (memutuskan rencana penyelesaian masalah). C. Pelaporan Pelaporan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab ketua kelompok dibantu tim pengelola. 5.

antara lain : a. dan kebersamaan. Administrasi dan pelaporan.5. yang berorientasi kepada pasar.59 . 6. c. Interaksi antar pengurus dan dengan masyarakat hidup. Pelatihan Pelatihan merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengoperasian dan pemeliharaan sarana-prasarana desa. Pengelolaan keuangan Pelaporan keuangan Administrasi dan pelaporan Perencanaan pengembangan sistem dan pendanaan. Kegiatan bersama. berjalan rutin dan dihadiri pengurus serta masyarakat.Laporan kegiatan. Kepengurusan mantap. sehingga harus dilakukan pada awal masa penugasan tim pengelola O&P dan dilkukan juga secara periodik untuk refresh dan jika ada perkembangan. pelatihan : 1. 4. d. 7. semua pengurus tahu akan hak dan kewajibannya. c. tahu manfaatnya. mencakup laporan hasil pelaksanaan pemeliharaan rutin. g. 3. Ada usaha/upaya peningkatan O&P. 2. Hal ini dilakukan untuk memperkiraan kebutuhan penambahan ataupun perbaikan prasaranasarana dan barang untuk masa yang akan datang. jenis dan kondisi prasarana & barang yang ada. mampu menumbuhkan kesetiakawanan dalam operasi dan pemeliharaan prasarana agar prasarana tersebut dapat berkesinambungan. termasuk hasil inventarisasi kondisi prasarana maupun hasil-hasil pertemuan yang dilaksanakan. yang ditujukan untuk pemeliharaan prasarana dan sarana. b. Pengurus aktif menggerakkan dan memotivasi masyarakat agar kegiatan dapat berjalan. Data Mengenai Barang Inventaris dan Prasarana-Sarana Data dan penggunaan prasarana-sarana dan barang inventaris kelompok perlu dilaporkan untuk mengetahui jumlah. dikerjakan dengan tertib. Rapat dan pertemuan. efisiensi. e. keuntungan. berkala dan insidentil. Aspek kelembagaan/organisasi Aspek manajemen O&P Teknis pengoperasian & pemeliharaan prasarana dan sarana Penentuan tarif atau iuran/andilan/sumbangan sukarela. E. tertulis dan menjadi aturan kerja kelompok yang saling ditaati. Pelatihan untuk tim pengelola O & P meliputi. beberapa tolok ukur untuk melihat keberhasilan O&P. saling menunjang. 5. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . terarah. 3. dan saling memperkembangkan satu sama lain. h. 8. f. Ketentuan kelompok/tim pengelola. Ukuran Keberhasilan Dari aspek kelembagaan.

Prasarana Umum . Prasarana Umum . Klasifikasi prasarana Berdasarkan pada cakupan layanan.Jembatan . misalnya MCK. misalnya jalan dan jembatan. b.Jalan .Publik Prasarana yang dapat dipergunakan oleh setiap orang tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu.1. bangunan gedung publik (heritage). Mudah tidaknya menarik retribusi atau iuran untuk pemeliharaan prasarana sering sangat berkaitan dengan klasifikasi prasarana. Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk Operasi & Pemeliharaan Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana lingkungan perdesaan ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan prasarana oleh kelompok/tim pengelola prasarana desa sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. yaitu: a.Bangunan gedung publik (heritage) . sebagaimana contoh lihat tabel berikut. Klasifikasi prasarana dan sarana berdasarkan jenisnya ini akan menentukan mudah tidaknya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana. lapangan evakuasi.KU/ air bersih yg dijual umum .BAB IV PEMBIAYAAN 4.Waduk yg airnya dijual umum . Prasarana ini hanya dapat manfaatkan oleh sekelompok orang/komunitas yang sudah terdaftar. Biaya O&P prasarana ini umumnya dapat dipenuhi dari tarif retribusi/iuran para pemakainya atau disebut “cost recovery”.Publik .Jalan ber-retribusi .Lapangan evakuasi Prasarana . Dalam arti bahwa tidak ada orang yang dapat dikecualikan dalam penggunaannya. drainase. secara umum prasarana desa yang dibangun melalui Rekompak JRF dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua). Tabel – 20 Kemungkinan Kemudahan Penarikan Restribusi Berdasarkan Jenis Prasarana Uraian Kemungkinan Mudah Menarik Retribusi Prasarana .Kandang komunal Embung komunal Kemungkinan Sulit Menarik Retribusi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .Kelompok Air Bersih MCK Pelayanan Sampah .Kelompok Prasarana yang dapat dipergunakan warga dengan mendaftar terlebih dahulu dan memenuhi persyaratan tertentu. penyediaan air bersih.60 . dll. embung penampung air. dan kandang komunal.

retribusi jalan. serta pemerintah desa/kelurahan. kelompok/tim pengelola perlu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan yang mempunyai potensi untuk turut membiayai anggaran O&P prasarana. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Sebagai contoh adalah pelayanan air bersih. Untuk penyusunan rencana anggaran O&P. pihak swasta yang juga turut memetik manfaat dari pembangunan prasarana tersebut. KK atau perusahaan/instansi/badan usaha yang menjadi pengguna prasarana. Retribusi/Iuran Retribusi/iuran yang besarnya sudah ditetapkan lebih dulu. Sumber dana potensial pendanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana dapat diperoleh dari kontribusi masyarakat pengguna dan sumber lainnya yang sah misal bantuan dari kantor/instansi pemerintah. yang secara umum terbagi atas tiga golongan sebagai berikut : 1. Retribusi/iuran dapat diberlakukan untuk para pengguna yang secara rutin atau tidak secara rutin menggunakan prasarana.. peralatan dalam rangka kegiatan pemeliharaan. ditarik secara langsung pada saat menggunakan prasarana yang bersangkutan maupun tidak langsung (retribusi/iuran bulanan). Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan a. Sedangkan cara pengumpulan dana yang berupa uang adalah bergantung pada kondisi sosial budaya masyarakat setempat. namun perlu usaha untuk menggali sumber-sumber dana tersebut. Penganggaran Operasi & Pemeliharaan A. penyediaan fasilitas penunjang. tenaga kerja. kelompok. Identifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Dana pemeliharaan dapat berasal dari berbagai sumber. Hal ini merupakan bentuk kompensasi komunitas pemanfaat terhadap penggunaan prasarana tersebut. MCK. Kontribusi Warga Penerima Manfaat Sebagai wujud kemandirian dan keberlanjutan.2. Retribusi/iuran bisa diterapkan untuk individu perseorangan.61 . dinas/instansi terkait setempat. ataupun retribusi dari penggunaan prasarana secara langsung. Adapun jenis kontribusi atau sumbangan warga pemanfaat adalah : • Sumbangan berupa uang. yang didapatkan dari iuran anggota kelompok operasi dan pemeliharaan.Drainase 4. b. dan kandang komunal. • Sumbangan berupa material. sumber pembiayaan O&P yang potensial untuk digali adalah kontribusi warga sesuai dengan budaya setempat dan kesepakatan yang telah dilakukan.

Dinas Kebersihan untuk prasarana persampahan. Dinas Kesehatan untuk prasarana kesehatan. 3.Besarnya iuran atau retribusi yang akan dikenakan baik perorangan atau per keluarga/kelompok. anggaran pemerintah kecamatan. khususnya dinas-dinas di kabupaten/kota adalah harus memahami instansi mana yang dapat dituju oleh masyarakat. Dinas Pendidikan untuk prasarana pendidikan. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya memperoleh dukungan pemerintah. bahwa perusahaan tertentu yang berada disekitar wilayah tersebut dapat saja memberikan bantuan sumbangan. dapat diberlakukan atau diminta dari warga masyarakat yang menggunakan prasarana yang bersangkutan atau warga masyarakat yang tidak langsung menerima manfaat atau masyarakat/instansi secara umum. anggaran pemerinah daerah (APBD) dan atau anggaran pemerintah pusat (APBN) atau dari pihak lain yang sah. 2. Terdapat satu sumber dana yang belum digunakan secara optimal untuk O&P prasarana desa yaitu dana yang berasal dari ADD (Alokasi Dana Desa) atau DAD (Dana Alokasi Desa). seperti dari organisasi lain atau perusahaan swasta. hendaknya dimusyawarahkan dan disepakati secara bersama-sama oleh seluruh anggota warga pemanfaat yang ada sehingga tidak terlalu membebani dan semua warga pemanfaat tetap dapat memperoleh hak-hak yang sama dalam pengoperasian prasarana (adil). Sumber Pendapatan Lain Yang Sah a) Bantuan Pemerintah Sumber pendapatan ini dapat berasal dari anggaran pemerintah desa. jembatan. b) Bantuan Pihak Lain Yang Tidak Mengikat Bantuan yang dimaksudkan disini. dan saluran dainase. Umumnya potensi bantuan ini akan ada bilamana terjadi pengoperasian bersama suatu prasarana. bagi warga kurang mampu atau mampu. Bantuan dari pemerintah umumnya dapat digali jika terjadi kerusakan berat yang memerlukan perbaikan besar pada fasilitas umum atau fasilitas vital seperti jalan.62 . kepada warga pemanfaat tetap atau dari luar. Hal yang penting diperhatikan berkaitan dengan penerapan sumbangan yang akan diberlakukan oleh tim pengelola O&P adalah bahwa hendaknya disesuaikan dengan situasi budaya dan kemampuan ekonomi warga pemanfaat dan kebutuhan akan biaya pemeliharaan atau perbaikan. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan. misalnya Dinas Pekerjaan Umum untuk prasarana umum. c) Usaha Lain Yang Sah Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . sebab setiap instansi telah mempunyai wewenang tertentu. ataupun prasarana lainnya. Sumbangan/Donasi Sumbangan/donasi yang sifatnya sukarela. Misalnya jalan yang dibangun masyarakat juga dipergunakan oleh pihak lain tersebut. baik rutin atau setiap kali penggunaan.

Nama . karena akan membuat masyarakat bertanggung jawab penuh atas keputusan yang telah dibuat dan bisa diterima lebih baik karena masyarakat tahu mengapa tarif ditetapkan sebesar itu. MCK. antara lain: 1) Kecukupan dana (cost recovery). 1. dan mudah diperoleh. kandang komunal dan jalan beretribusi. maka pembebanan biaya yang diperhitungkan harus dilakukan secara transparan dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan. c. penjualan air bersih. Penerimaan dari tarif ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan prasarana bersangkutan termasuk untuk biaya operasi dan pemeliharaan.Jenis Kelamin . Hal-hal yang perlu dicatat: .63 . selain untuk mengetahui jumlah dan siapa saja warga pemanfaat juga akan berkaitan dengan potensi kontribusi dalam pemeliharaan prasarana yang dikelola. atau adanya keuntungan dari hasil usaha bersama kelompok. perubahan biaya dan harga barang. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . 2) Satu obyek pungut – satu jenis pungutan. Pendataan Anggota Penerima Manfaat Pendataan anggota ini sangat penting. Penetapan Tarif Retribusi Tarif pelayanan dikenakan bagi pemakai prasarana yang bersifat cost recovery. dalam penetapan besarnya tarif. 4) Sederhana dan Jelas. artinya bahwa penetapan tarif harus menggunakan rumusan yang tidak rumit. Penentuan tarif harus dilakukan dengan dan oleh masyarakat.Potensi sumber pembiayaan disini dapat berasal dari upaya pengembangan prasarana misalnya dari biaya pemasangan baru air bersih. seperti air bersih. Sejalan dengan waktu tidak bisa dihindarkan adanya penyesuaian tarif akibat inflasi.Pekerjaan .Alamat . 3) Transparan dan mudah dipahami. maka satu obyek pelayanan dikenakan satu pungutan tarif. persampahan. dengan prinsip ini maka tarif yang akan ditetapkan harus mencerminkan tingkat kecukupan dana yang diperlukan untuk pengelolaan prasarana san sarana perdesaan secara memadai. untuk menghindari terjadinya pungutan ganda yang membingungkan para penerima manfaat.Jumlah anggota keluarga d. Keterlambatan penyesuaian tarif akan berakibat serius pada jaminan sustainabilitas keuangan. Karena itu peninjauan ulang tarif yang layak perlu dilakukan paling tidak 2 tahun sekali. kebutuhan dana untuk perluasan sistem dan lain lain. serta hitungan mudah dilakukan. Prinsip-Prinsip Penetapan Tarif Terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang dalam penetapan tarif.

Kalaupun akan diterapkan prinsip subsidi silang. tanpa harus menghitung berapa banyak manfaat yang diterima oleh setiap pemakai jasa layanan. bahwa tarif tersebut tidak mencerminkan keadilan. misalnya pelayanan pembuangan sampah. Dalam kasus pelayanan MCK juga memiliki kriteria yang sama. alokasi biaya yang akan dibebankan sebagai tarif diperhitungkan secara proporsional berdasarkan kriteria fisik penggunaan jasa layanan. Di sisi lain memiliki kelemahan.5) Partisipatif. Dalam hal ini dapat ditetapkan dengan tarif progresif. sehingga kasus ini lebih tepat jika tarif ditetapkan sebesar rupiah tertentu pada setiap rumah tangga. antara lain dalam volume. karena hanya mengalikan besarnya tarif dengan jumlah penerima manfaat. artinya bahwa dalam penentuan tarif harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan. artinya bahwa orang yang menerima manfaat lebih banyak harus dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan orang yang menerima manfaat lebih sedikit. termasuk semua calon penerima manfaat. sehingga tarif yang ditetapkan merupakan keputusan bersama. MCK. Dengan demikian tarif ditentukan berdasarkan volume pelayanan yang benar-benar digunakan secara individual atau rumah tangga. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka dapat dikenakan tarif yang lebih besar dibandingkan dengan yang berpendapatan lebih rendah. tetapi dikenakan sama rata untuk setiap rumah tangga/penerima manfaat. yaitu: 1) Tarif Tidak Berdasarkan Volume Tarif ini tidak melihat berapa jumlah manfaat yang diterima oleh setiap rumah tangga atas penggunaan prasarana tertentu. maka pengelola akan sulit menentukan berapa banyak sampah yang telah dibuang oleh setiap rumah tangga. maka perlu dipertimbangkan aspek pendapatan rumah tangga. pembuangan air limbah.64 . 2) Tarif Berdasarkan Volume (Volumetrics Tarif) Dalam metode ini. Tarif ini lebih sesuai digunakan untuk penetapan tarif Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Struktur tarif yang seperti ini tidak membutuhkan adanya perhitungan berapa manfaat yang telah diterima oleh masing-masing penerima manfaat. karena pihak yang menerima manfaat kecil dibebani tarif yang sama dengan pihak yang menerima manfaat lebih banyak. Sehingga tarif pelayanan MCK lebih tepat dikenakan dalam rupiah per sekali pakai atau dalam rupiah per bulan per rumah tangga pemakai. Dalam kasus pelayanan pembuangan sampah dan pembuangan air limbah. dimana akan sulit dilakukan pengukuran besarnya manfaat yang diterima secara kuantitatif. Jenis-Jenis Tarif Secara garis besar terdapat dua jenis tarif bila dilihat dari cara penentuannya. Tarif ini lebih cocok digunakan untuk pelayanan yang sulit untuk di kuantifikasi. 2. Tarif yang demikian memiliki keuntungan bahwa dalam perhitungan penerimaan tarif lebih mudah dilakukan. 6) Adil.

dll)  Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana dan sarana yang dikelola  Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan)  Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan     Dari formula tsb akan dapat diperoleh tarif dasar dalam satuan Rp per M3. b) Tarif Pelayanan Persampahan Untuk mencapai pemulihan biaya pada tingkat operasi dan pemeliharaan.65 .pelayanan penyediaan air bersih. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana dan sarana yang dikelola (misalnya BBM. kontribusi ke pemerintah desa)  Honor pengelola (bila disepakati warga) Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . foto copy. maka tarif pelayanan persampahan dapat ditetapkan dengan formula sebagai berikut: Seluruh Biaya O&P Dalam 1 Bulan Tarif Persampahan = -------------------------------------------------Jumlah Pelanggan (Rumah Tangga) Biaya yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan:  Biaya administrasi (ATK. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. sehingga setiap sambungan rumah tangga harus dilengkapi dengan meter air. dsb)  Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. 3) Formula Perhitungan Tarif a) Tarif Pelayanan Air Bersih Secara umum Perhitungan Tarif / Harga Pokok Pelayanan air bersih dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O&P Dalam 1 Bulan (Rp) Tarif Air Bersih = -------------------------------------------------------------Jumlah Air Yang Terjual Dalam 1 Bulan (M3) Biaya O&P yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: Biaya administrasi (ATK. foto copy. listrik.

kontribusi ke pemerintah desa)  Honor pengelola (bila disepakati warga)  Biaya pengoperasian prasarana dan sarana yang dikelola (misalnya BBM. c) Tarif Pelayanan MCK Seluruh Biaya O&P Dalam 1 Bulan Tarif Pelayanan MCK = ------------------------------------------------------Jumlah Rumah Tangga Yang Dilayani Biaya yang perlu diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan:  Biaya administrasi (ATK. d) Tarif Pungutan Jalan Ber-retribusi Sebenarnya komponen jalan bukanlah prasarana yang bersifat cost recovery. yaitu dilewati truk-truk bermuatan tinggi (truk pasir). dll)  Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana dan sarana yang dikelola  Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan)  Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. sehingga ada jaminan bahwa unur teknis pemanfaatan jalan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan. ada yang pemanfaatannya melebihi dari kapasitas desain. dsb)  Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. khususnya truk-truk yang bermuatan tinggi wajib dikenakan iuran guna perawatan jalan. karena jalan merupakan prasarana publik yang siapa saja bisa menikmatinya. Dalam kasus ini pengguna jalan. listrik. dll)  Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana dan sarana yang dikelola  Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan)  Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. Akan tetapi dalam pembangunan jalan yang difasilitasi melalui RekompakJRF. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . listrik. foto copy. sehingga mengakibatkan kerusakan jalan menjadi lebih cepat dari yang semestinya. Biaya pengoperasian prasarana dan sarana yang dikelola (misalnya BBM.66 .

maka dari biaya-biaya tersebut ditambahkan beban biaya depresiasi (biaya penyusutan alat dan bangunan).Biaya pemeliharaan (perawatan kerusakan) . juga harus dialokasikan beban biaya cadangan pengembangan. dijelaskan untung ruginya bila kelola dengan biaya yang memadai dan bila dikelola dengan biaya yang tidak memadai. yang besarnya dapat disepakati melalui rembug warga. untuk komponen air bersih) yang telah disusun oleh pengurus.Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Apabila tarif pelayanan dirancang untuk memulihkan biaya O&P dan biaya pengembalian investasi.67 . Apabila tarif pelayanan dirancang untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk pengembangan pelayanan. • Anggota pemanfaat/warga pemanfaat diminta pendapatnya dan masukannya terkait dengan perhitungan perkitraan biaya (dan perkiraan penggunaan air oleh pemanfat dalam satu bulan. biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) dan lain-lain. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . saluran disekitar jalan) .Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) . Biaya depresiasi adalah alokasi sejumlah dana yang dicadangkan untuk penggantian prasarana dan sarana yang dikelola pada saat umur ekonomisnya habis karena pengoperasian.Dalam menentukan tarif iuran/retribusi jalan ini dapat digunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O&P 1 Bulan Tarif Pungutan Jalan = --------------------------------------------------------------------Jml Truk Bermuatan Berat Yang Lewat Dalam 1 Bulan Biaya O&P yang perlu diperhitungkan: . Biaya depresiasi dapat dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. Biasanya biaya cadangan pengembangan ditentukan sebesar persentase tetentu dari keuntungan.Biaya honor pengelola (bila disepakati warga) . • Tim pengelola yang diprakarsai ketua tim mengumpulkan semua anggota tim pengelola dan semua warga pemanfaat. yaitu dengan cara membagi nilai perolehan asset (prasarana dan sarana) dengan perkiraan umur teknis. • Lalu dijelaskan perlunya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana yang dikelola. yaitu biaya operasi dan pemeliharaan. maka beban biaya yang diperhitungkan selain biaya O&P dan depresiasi.Biaya perawatan rutin (upah pembersihan jalan. 4) Mekanisme Penetapan Tarif Penetapan tarif dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut: • Tim pengelola yang tellah dibentuk menyusun draft penetapan tarif yang dhitung berdasarkan perkiraan biaya yang akan dibebankan.

karena akan diperoleh penerimaan tarif yang melebihi kebutuhan biaya pengelolaan terutama berasal dari konsumen yang mengkonsumsi melebihi batas jumlah tertentu. Penerapan struktur tarif progresif cocok diterapkan untuk komponen pelayanan prasarana yang tarifnya ditetapkan dalam rupiah per volume yang dikonsumsi.68 ./M3 Rp./M3 Rp./M3 A 1. Akan terjadi pemupukan keuntungan pengelola./M3 Rp. Akan terwujud prinsip keadilan. dimana yang banyak menggunakan pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih tinggi dan sebaliknya yang sedikit menggunakan jasa pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih rendah. misalnya komponen air bersih. Dengan tarif progresif akan diperoleh keuntungan sebagai berikut: • • • Akan menjadi alat kendali bagi konsumen agar tidak terjadi pengoperasian sumberdaya yang berlebihan. Dengan menerapkan struktur tarif progresif maka konsumen cenderung akan mempertimbangkan penggunaan sumber daya yang berlebihan.5 A 3A Besarnya Tarif 6) Peninjauan Tarif Secara Berkala Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .5 A 2A 2. Kesepakatan penetuan tarif ini harus dituangkan dalam berita acara.• Kemudian semua peserta yang hadir diajak menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. 5) Struktur Tarif Progresif Penerapan struktur tarif yang bersifat progresif bertujuan untuk menghindari terjadinya pengoperasian sumber daya yang berlebihan./M3 Rp. Mekanisme penetapan tarif secara lebih jelas dapat dilihat dalam “Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi” pada lampiran–18. Contoh Struktur Tarif Progresif untuk Air Bersih: No 1 2 3 4 5 Pemakaian Air Per Bulan (M3) 0 – 10 11 – 20 21 – 30 30 – 40 41 ke atas Satuan Rp. karena konsumen akan berfikir apabila tidak mengendalikan pemakaian sumber daya berarti akan membayar pada tingkat tarif yang lebih tinggi.

• Untuk komponen air bersih. Pendapatan Usaha • Pendapatan Pelayanan Air Bersih: . • Untuk komponen persampahan dan MCK. B. termasuk penyesuaian upah (gaji) pengelola maupun tenaga kerja lainnya. • Menetapkan pemberlakuan tarif. yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: • Menghitung kembali kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan sesuai dengan harga-harga yang paling terakhir. Perhitungan Anggaran Pendapatan Berdasarkan tarif yang disepakati serta kemungkinan-kemungkinan adanya sumber pendapatan yang lain. apabila beberapa prasarana cost recovery dikelola oleh satu lembaga pengelola. • Menghitung tarif dasar berdasarkan data pengeluaran (biaya) yang ”up to date”. perlu pemutahiran jumlah pelanggan sesuai dengan data terakhir. Untuk menjamin transparansi dalam mengelola pendapatan.Pendapatan Penjualan Air . perlu pemutahiran volume air terjual rata-rata bulanan berdasarkan data realisasi beberapa bulan sebelumnya. maka perlu dikelompokkan kedalam beberapa sumber pendapatan sebagai berikut: a. Untuk mempermudah dalam menyusun rencana anggaran pendapatan.Minimal setiap 2 (dua) tahun sekali perlu dilakukan peninjauan kembali tingkat tarif yang berlaku. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Peninjauan kembali terhadap tarif ini harus dilakukan melalui rembug warga (anggota penerima manfaat) dengan mekanisme yang sama seperti ketika penentuan tarif awal.69 .Pendapatan dari biaya penyambungan baru • Pendapatan Pelayanan Persampahan • Pendapatan Pelayanan MCK Pendapatan diluar usaha • Pendapatan bunga • Pendapatan hasil penjualan asset • Pendapatan lain-lain yang sah b. baik pendapatan usaha maupun di luar usaha. maka tim pengelola bersama dengan warga pemanfaat menyusun rencana anggaran pendapatan. maka : • Penerimaan pendapatan tersebut harus dicatat dan dibukukan secara tertib sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. dan menyusun struktur tarif sesuai dengan yang ditetapkan bersama dalam rembug warga. yaitu bertujuan untuk mengakomodir adanya kenaikan biayabiaya pengelolaan sebagai akibat dari adanya kenaikan inflasi. • Setiap transaksi harus dibuat bukti penerimaan.

mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. . • Biaya non operasional dan pemeliharaan. maka dalam pencatatan pengeluaran secara sederhana perlu dikelompokkan menjadi dua kelompok. . saluran drainase dan lain-lain. 5. Biaya operasi dan pemeliharaan ini dikelompokkan menjadi : 1.• Setiap akhir bulan harus direkap dan dilaporkan kepada anggota penerima manfaat.Prioritas kedua adalah untuk membiayai penggantian investasi. 3. Pencatatan dilaksanakan berdasarkan beberapa prinsip sebagai berikut: Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Dana yang berhasil dihimpun melalui pungutan tarif pelayanan. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum pertemuan anggota penerima manfaat.70 . 2. C. Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan Prinsip Pencatatan/Pembukuan Secara sederhana pembukuan dapat diartikan sebagai pencatatan transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis. yaitu: • Biaya operasi dan pemeliharaan.Prioritas ketiga adalah untuk membiayai investasi pengembangan (bila diperlukan) atau untuk membiayai kebutuhan operasi dan pemeliharaan komponen lain yang menjadi tanggung jawab masyarakat setempat. maka harus digunakan sesuai dengan tujuan pengenaan tarif. D. c.Prioritas pertama adalah untuk membiayai operasi dan pemeliharaan prasarana yang mendatangkan pendapatan (cost recovery). misalnya pemeliharaan jalan dan jembatan. misal: biaya asuransi. 6. yaitu : . 4. Tujuan pencatatan adalah agar tersedia informasi pemasukan dan pengeluaran dana oleh pengelola yang transparan dan akuntabel (dapat dipertanggung-jawabkan). Untuk memudahkan dalam mengendalikan biaya. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi. a. Setiap pengeluaran yang dilakukan oleh pengelola harus dicatat dan dibukukan pada saat terjadinya transaksi. Biaya administrasi dan umum Biaya gaji pegawai dan upah tenaga kerja Biaya bahan (misal: bahan kimia untuk pengolahan air) Biaya listrik (diesel) Biaya pemeliharaan Dan lain-lain b. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Dalam menyusun rencana anggaran biaya perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a.

MCK. 2. Dalam untuk kelompok ini secara bulanan. biaya hubungan pelanggan. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat pemasukan dana dari pelanggan (penerima manfaat) sebagai penerimaan atas tarif yang dikenakan bagi pengguna jasa pelayanan. merupakan buku bantu untuk mencatat segala transaksi yang terkait dengan pengeluaran dana untuk keperluan administrasi dan umum. 4. 5. 2. Laporan Pendapatan. Apabila pengelolaan prasarana telah berkembang. Dengan demikian diperlukan buku bank yang digunakan untuk mencatat transaksi penyetoran dana ke rekening bank. maka perlu dipisah-pisahkan antara pendapatan dari pelayanan prasarana yang satu dengan yang lainnya. diantaranya pengeluaran biaya pegawai (gaji pengelola). Hal ini akan membantu dalam melakukan control / pengendalian dan menyusun rekapitulasi bulanan.71 . dll). terkait dengan penyimpanan dana yang lebih aman dibanding dengan penyimpanan secara tunai dalam jumlah yang besar. biaya pemeliharaan prasarana dan sarana kantor. biaya penelitian dan pengembangan. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat segala transaksi yang terkait degan pengeluaran biaya operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana utama yang dikelola (air bersih. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. Pelaporan Beberapa laporan terkait dengan pengelolaan keuangan yang harus disediakan oleh tim pengelola adalah sebagai berikut: 1. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. biaya keuangan (bunga). Apabila pengelola sekaligus menangani beberapa sumber pendapatan (prasarana cost recovery). maka diwajibkan membuka rekening bank. persampahan. 3. belanja material dan upah tenaga kerja dan saldo kas. biaya kantor (ATK). Buku Bank. 3. yang pada gilirannya akan dimasukkan dalam laporan keuangan bulanan.1. Buku Biaya Administrasi dan Umum. Kronologis (menurut urutan waktu) Sistematis (menurut cara-cara tertentu) Informatif (dapat dimengerti / difahami/logis) Auditable (dapat diperiksa atau di audit) b. 4. Buku Biaya Operasi dan Pemeliharaan Prasarana. Buku Kas. penarikan dana tunai dari rekening bank dan saldo di bank. biaya penyusutan prasarana dan sarana kantor dan rupa-rupa biaya umum lainnya. Setiap pemasukan dan pengeluaran uang kas harus ada bukti penerimaan atau pengeluaran kas dan diberi penomoran. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. Digunakan untuk mencatat penerimaan uang di Kas (dapat berasal dari penarikan uang tunai dari bank atau sumbangan tunai lain) serta pengeluaran untuk biaya operasional.

Laporan neraca dibuat secara periodic bulanan dan disampaikan kepada para pemanfaat (pelanggan pengguna pelayanan) baik melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. maka setiap bulan harus dilaporkan kepada para pemanfaat (konsumen) dan masyarakat sekitar melalui media papan informasi maupun forum-forum pertemuan warga. sebagai bentuk pertanggungjawaban. Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut dibandingkan total jumlah pendapatan yang dihasilkan. Laporan keuangan ini harus dibuat setiap akhir bulan dan dimumumkan kepada penerima manfaat. Laporan penunjang lainnya yang diperlukan. Laporan Keuangan. yang mencatat saldo awal kas dan di bank. 8. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. Ukuran Keberhasilan Pengelolaan O&P Prestasi kegiatan operasi dan pemeliharaan dari aspek keuangan dapat dilihat dari : 1. 2. Jumlah pendapatan yang dihasilkan (retribusi atau sumbangan/iuran). c. dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan. merupakan laporan rekapitulasi kegiatan keuangan bulanan. baik itu yang berupa aktiva lancar. Pertanggungjawaban Untuk menjamin transparansi atas pengelolaan dana (penerimaan dan pengeluaran). Laporan Neraca. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .3.72 . sehingga tetap terjadi transparansi dalam pengelolaan asset. Jumlah pendapatan yang dihasilkan. merupakan laporan yang menggambarkan posisi asset yang dikelola.6. laporan rencana dan realisasi pengeluaran. pengeluaranpengeluaran dana dan mencatat saldo akhir kas dan di bank. 7. 4. mencatat pemasukan dana. hutang dan modal. 3. dibandingkan total jumlah pengeuaran untuk operasi dan pemeliharaan ditambah dana cadangan untuk penyusutan prasarana dan sarana. misalnya laporan rencana dan realisasi pendapatan. aktiva tetap.