P. 1
O&Pisi_29juli_1

O&Pisi_29juli_1

|Views: 275|Likes:
Published by tsuswantoro

More info:

Published by: tsuswantoro on Aug 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana dan sarana lingkungan permukiman pasca bencana di wilayah kelurahan/desa sasaran Rekompak JRF diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi warga desa secara berkesinambungan. Prasarana dan sarana yang telah dibangun atau diperbaiki diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi warga tetapi juga dapat lestari dan terus tumbuh dan berkembang. Selain faktor kualitas konstruksi yang dihasilkan, faktor-faktor penting yang mempengaruhi berfungsinya suatu prasarana dan sarana adalah pengelolaannya, yang mencakup organisasi pengelola, operasi dan pemeliharaan, serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. Bila salah satu hal tersebut tidak dipenuhi maka akan berpengaruh kepada kualitas pelayanan dan umur pengoperasian yang akhirnya akan mengakibatkan tidak tercapainya harapan dan tujuan dibangunnya prasarana dan sarana tersebut. Keberlanjutan suatu kegiatan pengelolaan prasarana dan sarana sangat tergantung pada efisiensi dan efektifitas dari operasi dan pemeliharaannya. Sementara itu efisiensi dan efektifitas pengoperasian dan pemeliharaan (O&P) sebagai sistem sangat dipengaruhi oleh banyak faktor dan proses yang muncul dan berlangsung dari tahapan ide atau program sampai sistem tersebut terbangun dan beroperasi. Ciri ciri suatu sistem dikatakan berkelanjutan jika: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berfungsi dengan baik dan menghasilkan manfaat dalam tingkat yang memadai dari sisi (kualitas, kuantitas, kontinyuitas, kenyamanan, terjangkau, efisiensi, kehandalan, kesehatan dan keamanan) Beroperasi dalam jangka waktu yang lama (minimal sesuai dengan usia pakai) Manajemennya dilembagakan (manajemen berbasiskan masyarakat, perspektif gender, kemitraan dengan lembaga-lembaga pemerintah, keterlibatan sektor formal dan informal) Biaya operasi dan pemeliharaan, dan administrasi bisa dipenuhi masyarakat pengguna sendiri (minimal cost recovery terhadap biaya O&P) Perbaikan kerusakan dan penggantian suku cadang bisa dipenuhi di tingkat lokal. Bisa dioperasikan dan dipelihara di tingkat lokal dengan hanya dukungan terbatas dari pihak luar ( bantuan teknis, pelatihan, pemantauan) Tidak mempengaruhi lingkungan secara negatif.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, maka rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana dan sarana lingkungan permukiman desa melalui proyek Rekompak JRF yang mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat dan berorientasi pengurangan resiko bencana mengupayakan langkah pengembangan dan penguatan peran serta masyarakat mulai dari
Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 1

tahap perencanaan, penyusunan rencana teknis, tahap pelaksanaan, dan akhirnya pada tahap pemanfaatan prasarana dan sarana yang harus dioperasikan dan dipelihara dengan baik secara mandiri agar selalu siap digunakan. Dari mekanisme peran serta tersebut, maka “rasa membutuhkan prasarana dan sarana (tahap perencanaan)” dan “rasa memiliki prasarana dan sarana (tahap pelaksanaan)“ diharapkan memunculkan “kesadaran dan rasa tanggungjawab” untuk memelihara prasarana dan sarana yang telah dibangun sehingga dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan dan lestari. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan secara benar akan mendukung keberlanjutan dari sistem pada masa pasca konstruksi, yang juga tergantung dari rangkaian faktor dan proses yang dikembangkan dalam tahap perencanaan dan konstruksi. Bisa dikatakan bahwa sustainabilitas operasi dan pemeliharaan suatu sistem dimulai dari tahap perencanaan dan bahkan yang lebih dini yaitu ditahap pengembangan gagasan atau penyusunan usulan.

I.2. Landasan Hukum
Peraturan perundangan yang menjadi landasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa adalah : (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. (4) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). (5) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. (6) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (7) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. (8) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. (9) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. (10) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana. (11) Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana. (12) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. (13) Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. (14) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 2

(15) Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2010 tentang Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS-PB) Tahun 2010-2014. (16) Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana (RANPRB) Tahun 2010-1012.

I.3. Acuan Implementasi
(1) (2) (3) Grant Agreement Nr. TF 090014–IND Java Reconstruction Fund (JRF) For Community Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction Project for Central and West Java and Yogyakarta Special Region, beserta perubahannya. Pedoman Operasional Umum (POU) Untuk Kelurahan/Desa Dalam Rekompak JRF, 2007. Pedoman Operasional Teknis (POT) Untuk Kelurahan/Desa Dalam Rekompak JRF, 2007.

I.4. Ruang Lingkup
Buku ini disusun sebagai pedoman bagi pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan prasarana desa, khususnya prasarana dan sarana pengurangan resiko bencana yang telah dibangun selama program Rekompak JRF, tetapi tidak termasuk prasarana-sarana bangunan pusaka. Untuk bangunan pusaka sudah disusun pedoman pelestarian pusaka dalam buku terpisah. Muatan dari pedoman ini adalah khusus memberikan arahan teknis, pengorganisasian dan pembiayaan bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O&P). Hal-hal yang tidak diatur dalam pedoman ini, harus tetap merujuk pedoman standard yang bersifat umum dan baku. Selain itu, untuk hal-hal yang bersifat operasional dalam pelaksanaan lapangan tetap harus merujuk pedoman operasional umum dan teknis, serta SOP Rekompak-JRF yang berlaku.

I.5. Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya pedoman O&P ini adalah : (1) Memberikan panduan kepada masyarakat warga dalam mengorganisasikan dan melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan prasarana desa, (2) Memberikan panduan kepada konsultan pendamping Rekompak JRF dalam memfasilitasi pengorganisasian dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa, (3) Memberikan arahan kepada pemerintahan desa, pemerintahan kabupaten/kota dan pihak-pihak terkait dalam mendukung pengorganisasian dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa, (4) Mendorong terwujudnya fasilitas prasarana dan sarana pengurangan resiko bencana yang handal dan siaga,
Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 3

yaitu BKM/TPK.6.(5) Mendorong terwujudnya kemandirian dalam pengelolaan organisasi. Dinas/Instansi Terkait. (1) Terwujudnya suatu sistem operasi dan pemeliharaan prasarana desa berbasis komunitas yang berorientasi pada pengurangan resiko bencana. yaitu Para calon pengelola operasi dan pemeliharaan prasarana desa. Dinas/Instansi Terkait. Tim Inti Perencana (TIP) dan Panitia Pelaksana (PP). (3) Terwujudnya fasilitas prasarana desa yang handal dan siaga untuk mendukung kesiap-siagaan menghadapi resiko bencana di wilayah desa dan sekitarnya. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . (5) Pemerintah Kecamatan. Sasaran selanjutnya adalah: (3) Komunitas. Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kabupaten/Kota. (4) Pemerintah desa/kelurahan. siaga dan mandiri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). I. pembiayaan) prasarana desa yang berkelanjutan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota. (8) Konsultan Rekompak-JRF. National Management Consultant (NMC). (7) Gubernur. Sasaran Sasaran operasional pedoman operasi dan pemeliharaan ini adalah: (1) Terlaksananya langkah-langkah pengorganisasian warga desa dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa yang handal. Kelompok sasaran utama tata-cara operasi dan pemeliharaan ini. (2) Terwujudnya kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan (teknis. DPRD Provinsi. (3) Meningkatnya peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam memfasilitasi proses pengorganisasian warga dalam pengembangan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa. (9) Serta pihak-pihak lain yang peduli atau memanfaatkan pedoman operasi dan pemeliharaan ini. dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). District Management Consultant (DMC). organisasi. Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK). (2) Kosultan Pendamping tingkat desa. (2) Terlaksananya kegiatan fasilitasi pengorganisasian dan penyiapan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa oleh konsultan pendamping Rekompak JRF. (6) Walikota/Bupati. adalah: (1) Tingkat komunitas desa. yaitu Para fasilitator pendamping masyarakat desa (faskel). pembiayaan) prasarana desa.4 . Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/K). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. Tujuan dari pedoman O&P ini adalah: (teknis.

berkala maupun perbaikan sewaktuwaktu (insidentil) untuk menjaga agar prasarana yang telah dibangun tetap dapat berfungsi dan bermanfaat sesuai rencana.7. biasanya lebih dari satu tahun. Pemeliharaan Ulang (corrective maintenance). Bagian penting dari pemeliharaan rutin antara lain adalah pencegahan atau menjaga penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya agar prasarana tidak cepat rusak. c. sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. Pemeliharaan Sesudah Rusak (breakdown maintenance) Pemeliharaan Sesudah Rusak meliputi perbaikan atau modifikasi dari prasarana/sarana yang dilakukan setelah terjadi kerusakan saat digunakan. Pemeliharaan ulang meliputi perbaikan rehabilitasi dari prasarana-sarana yang dilakukan untuk mengembalikan seperti fungsinya semula sesuai desain atau standar awal. (4) Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana-sarana desa ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan prasarana oleh tim pengelola prasarana desa. Pemelihraa rutin sifatnya preventif. (3) Tim Pengelola Operasi dan Pemeliharaan (O&P) prasarana-sarana desa adalah sekelompok orang yang dipilih dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat/komunitas desa. Batasan dan Pengertian Pengertian dan pemahaman yang dipakai dalam pedoman ini merujuk pada sejumlah sumber adalah sebagai berikut: (1) Pengoperasian dan pemeliharaan adalah serangkaian kegiatan terencana dan sistematis. Pemeliharaan Rutin (preventive maintenance). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan selang waktu yang cukup lama. yang dilakukan secara rutin.I.5 . sebagai berikut : a. ringan dan dijadwalkan teratur dalam satu tahun. yang telah diberi wewenang dan tanggung jawab mengelola prasarana-sarana yang ditetapkan. (2) Pemeliharaan secara umum dapat dikategorikan dalam tiga jenis. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Pemeliharaan rutin ini dilakukan dengan mengontrol dan merawat prasarana-sarana secara rutin periodik sehingga tidak terjadi kerusakan atau berubah fungsinya. b. Pemeliharaan ulang kadang disebut juga perbaikan besar.

• • • • • Jalan Jalan aspal Jalan makadam Jalan beton Jalan paving Jalan telasah Jalan sirtu Jalan tanah Jembatan Jembatan beton Jembatan komposit Jembatan gantung Jembatan kayu Plat decker Saluran Drainase / Saluran air hujan (SAH) Saluran dengan pasangan Saluran dengan buis beton Saluran tanah Gorong-gorong Syphon d. Jenis Prasarana Desa Jenis-jenis prasarana-sarana desa yang telah dibangun melalui program Rekompak-JRF antara lain adalah : 1. • • • • • c. • • • • • • • b.1.BAB II TEKNIS PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DAN SARANA 2. Sumur Resapan untuk Drainase/SAH • Sumur resapan buis beton • Sumur resapan pasangan batu bata e. Jenis prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi adalah : a.6 . Teknis Operasi dan Pemeliharaan Prasarana -Sarana Desa A. • • • • Bangunan penahan tanah Talud pasangan batu kali Bronjong Beton bertulang Revetment Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .

f. Jenis prasarana Air Bersih dan Sanitasi adalah : a. Embung/ Waduk • Tembok/talud pasangan batu kali • Tanggul tanah h.7 . Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) j. Sanitasi/MCK (Mandi Cuci Kakus) • Bilik MCK • Tangki Septik • Resapan c. dan Katup (valve) Mesin Diesel Pembangkit Listrik (Genset) b. Lapangan Evakuasi i. • • • • • Air Bersih Bangunan Penangkap Mata Air/BPMA Sumur bor dalam Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) Pipa Transmisi & Distribusi. Bendung • Bendung pasangan batu g. Peralatan Pendukung Peringatan Dini (EWS/ Early Warning System) 2. Persampahan • Pengumpulan & pemilahan sampah • Komposting Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .

perhitungan bahan. Pada tahap ini masalah kepemilikan/kewenangan atas prasarana desa harus sudah jelas. Sebagai acuan evaluasi dan perhitungan dapat dilihat Tabel-4. tenaga kerja/tenaga trampil dan biaya yang dibutuhkan. Identifika si Prioritisasi & Penjadwal an Evaluasi & Perhitunga n Pembiayaa n Pelaksana an Pemelihar aan & Pelaporan a.5. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .6 (Prosedur) Perbaikan Pekerjaan.2. termasuk pembiayaannya harus dikordinasikan dengan dinas/instansi terkait. Disini dievaluasi dan ditambahkan juga catatan jumlah yang memanfaatkan prasarana tersebut serta kondisi sosial pemakai serta cakupan pelayanan.B. peralatan. Sebagai acuan pencatatan dapat dilihat Tabel–1. Evaluasi dan Perhitungan Pada tahap ini hasil invetarisasi dan identifikasi yang sudah disusun akan dievaluasi untuk penentuan metoda dan cara pemeliharan.8 . Inventarisasi dan Identifikasi Tahap ini adalah menginventarisasi prasarana-sarana yang akan dipelihara serta mengidentifikasi masing-masing kondisi prasarana-sarana. Tahap-Tahap Pemeliharaan Tahap-tahap proses pemeliharaan prasarana dan sarana desa yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola O&P prasarana desa secara umum melalui proses yang dapat digambarkan sebagai berikut : Bagan – 1 Tahapan Pemeliharaan Inventari sasi. dilakukan melalui survey menggunakan formulir kondisi prasarana sebagai terlampir.3 Tanda-tanda kerusakan konstruksi prasaranasarana dan uraian prasarana dalam pedoman ini. karena mereka cukup tahu kondisi prasarana tersebut. Sebaiknya dalam pendataan ini meminta juga informasi dari komunitas warga disekitar lokasi atau pengguna prasarana. Dalam pendataan tersebut harus dicatat dengan lengkap kondisi bagian/komponen prasaranasarana yang akan dipelihara atau yang mengalami kerusakan. jika belum jelas perlu dicari informasi dan dikonfirmasi sesuai data pada saat awal pembangunan prasarana. b. Prasarana yang bukan milik desa/lingkungan atau diluar kewenangan desa maka operasi & pemeliharaannya.

(d) urutan logis. yaitu: kondisi kerusakan prasarana dan kemendesakan karena merupakan prasarana mitigasi bencana yang harus segera dipelihara. kelompok perempuan) d. (e) sosial. f. Prioritisasi dan Penjadwalan Prioritisasi dan penjadwalan secara keseluruhan dari semua prasarana dan komponen yang sudah diinventarisasi.9 . atau masuk kategori rehabilitasi jika kondisinya sudah sangat rusak. maka keputusan perlu diambil melalui rembug warga dan/atau persetujuan pemerintah desa sesuai peraturan yang dibuat sebelumnya dalam AD/ART Tim Pengelola atau aturan pemerintahan yang berlaku. dapat dilakukan dengan melihat aspek-aspek seperti : (a) kemendesakan. yaitu: urutan logis secara teknis tahap-tahap pemeliharaan atau perbaikan. Pelaksanaan Pemeliharaan dan Pelaporan Pelaksanaa pemeliharaan dapat dilaksanakan sendiri oleh tim pengelola O&P. Selama dan sesudah pemeliharaan tim pengelola/petugas harus membuat laporan pelaksanaan pemeliharaan (pelaksanaan kegiatan dan keuangan) untuk disampaikan kepada masyarakat dan ditempel pada papan pengumuman. Evaluasi atas hasil pelaksanaan operasi & pemeliharaan dilakukan setelah prasarana digunakan kembali atau sedikitnya dalam satu tahun sekali. dapat dilakukan evaluasi dan perhitungan ulang metoda pemeliharaan yang dipilih.Pada tahap ini juga perlu diseleksi prasarana mana yang akan dilakukan pemeliharaan rutin. Sebelum pemeliharaan dilaksanakan. Evaluasi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Pengawasan dan Evaluasi Pengawasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana dilakukan oleh BKM/TPK melalui UPL (unit pengelola lingkungan) dan oleh masyarakat komunitas warga. rencana pemeliharaan perlu ditempel di papan pengumuman untuk dapat diketahui warga. difabel. c. karena jika tidak mampu ditangani oleh tingkat desa maka perbaikannya perlu diusulkan ke pemerintah kab/kota dan dinas/instansi lainnya. sehingga prosesnya perlu waktu lebih lama. pemeliharaan perbaikan karena rusak. yaitu: kemampuan desa untuk melaksanaka pemeliharaan sendiri. Untuk kategori rehabilitasi proses dilakukan terpisah seperti membangun prasarana baru. Pembiayaan Setelah tahap perencanaan diatas diselesaikan oleh petugas teknis maka hasil perencanaan O&P tersebut harus dirembug bersama oleh seluruh pengurus untuk diputuskan besaran biaya yang disediakan dan akan digunakan untuk pemeliharan. semakin prioritas. secara kerja bakti-gorong royong atau menyewa tenaga dari luar. Pada kondisi karena dana terbatas. (b) manfaat : semakin banyak jumlah orang yang menggunakan. yaitu : pertimbangan kondisi sosial warga pengguna prasarana (misal kaum jompo. Untuk kondisi keputusan-keputusan tertentu (misal: honor/tunjangan/upah petugas pemeliharaan). (c) kapasitas desa. e.

Tidak boleh memanfaatkan jalan menjadi tempat mencuci kendaraan atau barang-barang. Pengecatan sederhana 6. Pemeliharaan Rutin Prasarana dan Sarana Pemeliharaan rutin bertujuan mengontrol dan merawat prasarana/sarana serta menjaga fasilitas tetap dalam kondisi baik untuk mencegah kegagalan (prasarana tidak berfungsi secara tiba-tiba). C. Pembersihan secara umum 2. Tidak boleh menanam pohon di berm/bahu jalan. 4. Tidak boleh membuat talud yang lebih tinggi dari berm/bahu jalan tanpa dilengkapi saluran drainase sehingga terjadi genangan di jalan. Pencegahan penggunaan prasarana diluar fungsi. dapat segera diperbaiki dan tidak menjadi kerusakan besar atau kegagalan fungsi. Lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin/berkala prasarana adalah sebagai berikut: 1. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . antara lain: a. 4. Mencegah dan melarang penggunaan jalan.10 . ada hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga agar prasarana desa tidak cepat rusak yaitu melaksanakan pencegahan penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya. Pemeliharaan permukaan konstruksi bangunan dan lantai kendaraan 7. 2. Penggantian spare-part/suku cadang 8. Pemeliharaan Rutin pada dasarnya menjaga prasarana dalam keadaan seperti semula dan mencakup beberapa pekerjaan yang berulang. yang secara teknis cukup sederhana. Jalan 1. Membuang tumbuhan liar dan sampah 3. Pemeliharaan rutin harus dimulai pada waktu prasarana-sarana selesai dibangun (masih dalam keadaan baru) dan dilanjutkan seumur prasarana tersebut. untuk dilewati oleh kendaraan dengan total berat melebihi klas jalan (jalan desa: Klas III beban < 8 ton. Pembersihan dan melancarkan fungsi prasarana. Selain hal itu dengan pemeliharaan rutin kerusakan kecil cepat diketahui. 3. Pemberian pelumas/oli Dalam pemeliharaan rutin. Penanganan kerusakan-kerusakan ringan 5.dilakukan oleh Tim Pengelola bersama komunitas warga dan perlu mengundang pihak luar untuk memberi masukan ahli. Prasarana-Sarana Non Air Bersih dan Sanitasi 1. jalan cor-beton swadaya beban maksimal sampai dengan 3 ton). selain rumput pelindung bahu jalan.

Dilarang mendirikan bangunan diatas atau dibawah talud sejauh 1. Tidak boleh membuang sampah di saluran drainase. Tidak boleh memanfaatkan tanah yang ditalud sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya 3. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang talud yang akarnya dapat mendorong ketidakstabilan talud dan/atau merusak talud.5 kali tinggi talud dari talud. Tidak boleh mengambil material badan tanggul dan kaki tanggul. Tidak boleh menambang material batu dan/atau pasir (galian C) pada 500 M dari hulu dan hilir jembatan. 2. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang puncak tanggul sehingga mengurangi kepadatan. Talud 1. 3. Tidak boleh memanfaatkan dinding saluran sebagai tempat mendirikan bangunan. 4. Tanggul Tanah 1. pasir atau sedimen di sekitar tanggul (akan mengurangi kestabilan konstruksi tanggul dan menyebabkan longsor). Tidak boleh memanfaatkan jembatan menjadi tempat mencuci kendaraan/barang. 3. e. Saluran drainase 1. Dilarang menggali tanah disekitar pondasi talud yang dapat melemahkan konstruksi talud. 4.11 . 2. c. Tidak boleh mengambil material batuan. 4. Tidak boleh memanfaatkan ruang bawah jembatan. Jembatan 1.b. Tidak boleh membendung aliran air serta membongkar dinding talud saluran drainase untuk pengambilan air. porositas dan kestabilan tanggul. diluar tujuan untuk perlindungan jembatan tersebut. 5. 2. d. 4. Tidak boleh memanfaatkan tanggul sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya 3. Mencegah dan melarang saluran drainase sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak ditempat-tempat yang sudah disediakan. Mencegah dan melarang dilewati kendaraan dengan total berat melebihi klas jembatan yang direncanakan (lihat catatan no:1a) 2. Tidak boleh menghilangkan rumput tanggul sebagai penahan longsor.

Bendung 1. Lapangan Evakuasi : 1. seperti: talud. tempat tinggal sementara/bedeng. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk mencuci kendaraan atau barang-barang. 2. karena kerusakan yang tidak segera diperbaiki akan semakin bertambah kerusakannya dan pada akhirnya prasarana rusak tidak bisa digunakan (gagal berfungsi). diluar fungsinya. Pada bangunan rumah atau pelindung pintu air tidak boleh untuk tempat pemeliharaan ternak.12 . Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan waduk/embung. jalan. lihat panduan nomor sebelumnya. Tidak boleh mendirikan bangunan disekitar bendung. 2. pintu air. Mencegah dan melarang pemanfaatan lapangan evakuasi untuk lahan pertanian. Waduk/embung : 1. Tidak boleh mendirikan bangunan atau meletakan barangbarang disekitar hidran. jembatan. Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Sesudah Rusak Pemeliharaan Sesudah Rusak adalah pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan karena prasarana mengalami kerusakan. Namun dalam Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . diluar fungsinya. jembatan. Tidak boleh memanfaatkan waduk/embung sebagai tempat pemeliharaan ternak. 2. 2. 4. Mencegah dan melarang pengambilan/penambangan material batuan. 3. saluran drainase/irigasi. Tidak boleh mendirikan bangunan warung/toko di lapangan evakuasi. Pemeliharaan perbaikan pada prinsipnya harus segera dilakukan jika prasarana mengalami kerusakan. tanggul. h. warung.f. Mencegah dan melarang waduk/embung sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak ditempat-tempat yang sudah disediakan. ini dapat menghambat akses petugas pemadam dalam memanfaat. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk menyiram tanaman. lihat panduan nomor sebelumnya. saluran drainase/irigasi. dll. i. 2. pasir atau sedimen (galian C) di sekitar bendung. g. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan bendung. 3. jalan. seperti: talud. 3.kan hidran. tanggul. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) : 1. dll.

Konstruksi pasangan batu kali 3. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Konstruksi beton 2. Konstruksi paving 6. Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan prasarana seperti fungsinya semula (sesuai desain standar awal). Konstruksi kayu 3. Konstruksi aspal 5. ini termasuk pekerjaan perbaikan besar tidak akan dibahas dalam pedoman ini. Konstruksi pasangan bata 4.13 . Rehabilitasi atau pekerjaan perbaikan besar prosesnya hampir sama dengan prosedur tata laksana untuk pembangunan infrastruktur baru. untuk kondisi ini diharapkan desa bersama warga bisa mengadakan kerja-bakti untuk melakukan pemeliharaan melindungi dan perbaikan ringan atas bagian yang rusak agar tidak semakin rusak. Pada bagian berikut ditabelkan berberapa prosedur prosedur perbaikan jika suatu konstruksi prasarana mengalami kerusakan (lihat tabel 4. 5 dan 6). antara lain pekerjaan-pekerjaan perbaikan untuk: 1.beberapa situasi sering perbaikan tidak dapat segera dilakukan (misal:anggaran yang belum siap).

14 .Tabel – 1 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan INFRASTRUK TUR Jalan JENIS KONSTRU KSI Aspal PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Retak dipermukaan Terkelupas Retak sarang labalaba Beton Terbongkar garis PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase baik Umur Traffic (over load) Sistem baik drainase Traffic management (load) tidak Drainase samping Berm/bahu jalan tidak PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN NO KERUSAKAN Stabilitas lapisan permukaan mulai melemah Stabilitas lapisan permukaan mulai melemah Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas tanah dasar (sub grade melemah Peturasan tidak baik PERHATIAN Konstruksi jalan harus dilakukan : Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. Perawatan sistem drainase/petur asan samping dan permukaan jalan Secara berkala konstruksi jalan harus dirawat. Melendut (banyak) tidak - Permukaan Berlumut Paving Block Terbongkar tidak Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Lapisan permukaan Peturasan tidak baik Filler tidak Melendut (banyak) tidak Traffic management (load) Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Pecah Berlumut Tumbuh rumput tidak Berm/bahu jalan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .

15 .NO INFRASTRUK TUR JENIS KONSTRU KSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) KERUSAKAN PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN PERHATIAN Makadam Melendut melintang ataupun memanjang Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batuannya terlepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan Vegetasi (rumput dll) Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Jalan Telasah Melendut melintang ataupun memanjang Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batuannya terlepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batu pengunci (kanstin) rusak atau lepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik Sirtu Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan. Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) Traffic management Perkerasan tanah Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .

Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat NO KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas PERHATIAN Konstruksi jembatan harus dilakukan : . Guard post/safety post (patok pengarah).16 .Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan Tiang/patok/buuk Collaps.NO INFRASTRUK TUR JENIS KONSTRU KSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) ditengah jalan. miring Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . tembok sedada (buuk) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Tiang/patok/buuk – retak atau hancur PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan fungsi sesuai desain. badan KERUSAKAN PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN baik Tidak dirawat rumput) (tumbuh PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) PERHATIAN Tabel – 2 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan INFRASTRUK TUR Jembatan Beton dengan Pondasi Pasangan Batu KOMPONEN KONSTRUKSI Guard rail. condong.

limbah. Perawatan sistem peturasan sekitar konstruksi Secara berkala konstruksi baja harus dirawat.NO INFRASTRUK TUR KOMPONEN KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) KERUSAKAN tanah dasar melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Baja berubah.Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguangangguan kemis (air laut. lumut. . lapisan mengelupas Stabilitas konstruksi melemah Konstruksi beton melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN jembatan PERHATIAN sampahsampah. retak. .17 . gelagar baja I dan lantai beton bertulang Baja berkarat Melendut (banyak) Beton retak di bagian komposit Lantai beton Jembatan Retak Stabilitas konstruksi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Terkena gangguan kemis/kimia Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Baja berkarat banyak Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Umur Berubah fungsi atau load Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. dan dari gangguan biologis (jamur. kencing binatang). patah. perdu). Mempertahankan fungsi sesuai desain. Mempertahankan fungsi sesuai desain. air hujan.Pengecatan baja & besi (rail) berkala . hancur Terlihat besi tulangan Gelagar beton komposit (baja– beton). Pipa atau besi rail melendut atau lepas. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Hand Rail Tiang/patok pecah. Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan. Mempertahankan Gelagar beton Retak Melendut (banyak) Pecah. Pipa atau besi rail melendut Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan).Perawatan sistem drainase/petura san sekitar konstruksi. semak. Mempertahankan fungsi sesuai desain.

hancur.Kepala jembatan (abutment) dan pilar (pier). Menjaga sekeliling pondasi tidak terjadi gerusan dasar sungai (a. batu-batu lepas Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Sistem drainase tidak baik.Pondasi untuk kepala jembatan dan pilar . hancur Terlihat besi tulangan KERUSAKAN melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau (beban berlebihan) load PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN fungsi sesuai desain. . Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Mempertahankan fungsi sesuai desain. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. Berlumut. : tidak ada penggalian material sungai di sekitar jembatan) Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan membersihan sampah di bawah jembatan. miring condong. PERHATIAN Pas batu kali: . Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Pasangan konstruksi melemah Peturasan baik plesteran/ lepas tidak dan siaran Pecah. Daya rekat plesteran / siaran melemah.NO INFRASTRUK TUR KOMPONEN KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut (banyak) Pecah.Perkuatan lereng dan apron pada dasar sungai. Retak Stabilitas konstruksi melemah Collaps.l.18 . tumbuhan ada Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .

19 .Secara berkala konstruksi talud harus dirawat.Perawatan sistem drainase/petura san sekitar dan samping konstruksi talud. hancur Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Pasangan Batu Kali Retak Melendut (banyak) Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . . Retak memanjang Pohon.Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. Pemadatan tidak sempurna Rembesan air Sistem drainase tidak baik.Tabel – 3 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah N O INFRASTRUKT UR Talud. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase KERUSAKAN Stabilitas berkurang Kepadatan tanah berkurang Kepadatan tanah berkurang Terjadi sliding Longsor (Stabilitas berkurang) PERHATIAN Konstruksi talud harus dilakukan : . Rumput pelindung hilang/mati. Tembok Penahan Tanah JENIS KONSTRUKSI Timbunan Tanah (Tanggul) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut Bekas tergerus PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik. Aliran air deras. Aliran air rembesan dibawah/ di dalam timbunan. tiang pada tebing condong Beton Retak Melendut (banyak) Pecah. Rumput pelindung hilang/mati. .

20 . Umur Berubah fungsi atau load atau benturan/timbunan sampah. aliran air rembesan dibawah bronjong menggerus pondasi tanah Umur Berubah fungsi atau load atau benturan/timbunan sampah. Pondasi tanah tergerus.N O INFRASTRUKT UR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Pecah. batu lepas Sistem drainase tidak baik Sistem drainase tidak baik. batu longsor (stabilitas berkurang) PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Drainase PERHATIAN Berlumut Bronjong kawat Melendut/melengkun g Kawat putus / rusak Hancur. hancur KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dsar melemah Peturasan tidak baik Stabilitas konstruksi melemah Kawat berkarat atau ikatan lepas Kawat putus. Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan sampah-sampah. Penguatan ikatan kawat Pengaturan Drainase Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .

Jika retak konstruksi harus . car port.Siram tanah dengan air .Jika kategori retak rambut .Perawatan dari gangguan kemis dan biologis. beton. . Perkerasan landasan Perkerasan lantai PROSEDUR PERBAIKAN PERHATIAN Permukaan aus ( kerikil lepas ) Hancur Patah/penurun an .Beton di kupas sampai lapisan tanah .Jika retak tidak dalam < setegah tebal isi dengan mortar (campuran cemen pasir komposisi setara betonnya) .Isi lubang tersebut dengan beton dengan campuran Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar .Pengaturan batasan pembebanan.Teknik pencampuran tidak perlu diperbaiki material beton . . .Tabel – 4 Perbaikan Pekerjaan Beton KOMPONEN KONSTRUKSI Beton Rabat (Blind Concrete) PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK . INDIKASI KERUSAKAN Retak NO 1 PENGGUNAAN Perkerasaan jalan.Kebersihan beton yang diperbaiki dengan diperbaiki memperbesar retak hingga .Beton lama disiram air ukuran lebih besar kerikil bersih dulu sebelum beton perbaikkan sedalam dilakukan pembetonan retaknya >setengah tebal baru.Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan.21 .Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi. .Tanah dipadatkan kembali dan dibersihkan .

Jika bagian beton komposit retak banyak atau ada yang pecah lepas.Perawatan dari gangguan kemis dan biologis. Baja berkarat Pembersihan bagian-bagian yang berkarat dan baja dicat ulang. Idem di atas.Dinding penahan tanah. dll.Pondasi berat .Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan.Sehingga terlihat tulangannya setara beton lama. Melendut (banyak) Karena konstruksi beton komposit memerlukan keahlian khusus. sebaiknya perbaikan diserahkan kepada tenaga trampil dan tukang ahli di bidangnya. . . Gelagar jembatan (gelagar baja I dan lantai beton bertulang) .NO KOMPONEN KONSTRUKSI PENGGUNAAN PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK INDIKASI KERUSAKAN PROSEDUR PERBAIKAN PERHATIAN 2 Beton Bertulang (Reinforced Concrete) 3 Beton Komposit (baja – beton) Beton struktur: .Pengecatan baja berkala .Perawatan sistem drainse peturasan sekitar konstruksi .Pembersihan vegetasi yg tidak perlu dan sampah. air hujan.Pengaturan batasan pembebanan. limbah. .Lantai landasan berat .22 .Retak . Jika melendut banyak atau lendutan bertambah dari periode sebelumnya.Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi . kencing) dan dari gangguan biologis (jamur. Kemudian ditutup dengan beton berkomposisi setara beton aslinya.Rangka rumah . . lumut).Lantai jembatan .Balok Jembatan . Jika jembatan kondisi rusak menunggu perbaikan terpaksa tetap digunakan maka harus diberi pilar-pilar penopang pada bagian gelagarnya. Jika terjadi rusak tulangan tidak banyak.Pengaturan batasan pembebanan.Permukaan aus kerikil lepas Hancur Patah . Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan. Beton retak Tabel – 5 Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar . bengkok atau putus satu dua buah cukup dilakukan penyambungan dengan cara overlap. . . Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan.Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan kemis/kimia (air laut.

NO

KOMPONEN KONSTRUK SI
Pasangan batu kali

PENGGUNAAN
Pondasi struktur Tembok Penahan Tanah Dinding drainase Dinding Bendung Pondasi Jembatan Dll.

PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK
Mempertahankan fungsi sesuai desain Membersihkan vegetasi/tumbuhan yang tidak perlu Pengaturan aliran drainase

INDIKASI KERUSAKAN
- Retak

PROSEDUR PERBAIKAN
- Retak diperbesar sampai kedalaman retak. - Kemudian lubang diisi dengan adukan/spesi baru sepenuhnya. - Dilakukan finishing sebagaimana bagian lainnya .

PERHATIAN
- Teknik pencampuran material adukan/spesi - Kebersihan pasangan yang diperbaiki (termasuk dari adukan/spesi lama) - Pasangan lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pemasangan baru. - Keselamatan kerja.

1

- Patah

Jika terjadi penurunan disisi lain maka konstruksi pasangan dibagian turun dibongkar untuk diganti dengan yang baru (berlaku untuk tembok pelindung bahaya). Konstruksi dibongkar dan diganti dengan yang baru. Perlu dilakukan redesign. - Jika tanah dasar adalah tanah keras maka dilakukan suntikan beton pada bagian yang tergerus. - Jika tanah dasar adalah tanah lunak (bukan keras) maka dilakukan penggalian tanah dibagian bawah yang aman kemudian disuntik dengan beton atau pasangan batu baru. - Jika kondisi tidak aman maka lebih baik dibuat pasangan baru dengan kedalaman pondasi yang memperhitungkan adanya gerusan.

- Collaps, Condong - Pondasi tergerus air

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 23

Tabel – 6 Perbaikan Pekerjaan Kayu
KOMPONEN KONSTRUKSI Konstruksi Kayu menahan beban PENGGUNA AN Kuda-kuda Kolom Balok Kusen PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK - Pembatasan pembebanan sesuai dengan beban rencana atau gangguan mekanis. - Perawatan terhadap perubahan kekencangan baut yang dapat terjadi karena gaya mekanis. - Secara berkala konstruksi bangunan kayu harus dirawat dari gangguangangguan kemis (air laut, limbah, air hujan, kencing binatang) , dan dari gangguan biologis (jamur, lumut, semak, perdu) - Pada titik titik yang sirkulasi udaranya tidak bagus (sudut sudut bangunan) secara berkala diberikan sirkulasi agar material kayu terhindar dari pengaruh kelembaban. Kelembaban akan menaikkan kadar air dalam kayu yang dapat menurunkan kekuatan kayu. 2 Kayu untuk Bangunan Daun pintu Daun jendela Idem INDIKASI KERUSAKAN Retak/Pecah

NO 1

PROSEDUR PERBAIKAN Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu

PERHATIAN Secara umum dikenal dua macam mutu kayu dalam konstruksi, yaitu : Kayu bermutu A, kayu yang mempunyai syarat : Kayu harus kering udara Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 lebar balok atau < 3,5 cm. Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/10 Reta dalam arah radial <1/4 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/5 tebal kayu. Kayu bermutu B, ialah kayu yang tidak termasuk dalam mutu di atas tetapi memenuhi syarat : Kadar lengas kayu < 30 %. Besar mata kayu tidak melebihi 1/4 lebar balok atau < 5 cm. Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/7 Retak dalam arah radial <1/3 tebal kayu Retak menurut lingkaran

Lapuk

Melengkung (berubah bentuk)

- Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) - Sebelum penggantian kayu, harus dipersiapkan penyangga atau kontruksi sementara untuk penahan beban terhadap bangunan.

Patah

- Pada saat perbaikan berlangsung, prasarana tidak boleh digunakan.

- Retak/Pecah - Lapuk - Melengkung(be rubah bentuk) - Patah

- Kayu retak/pecah : Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu - Kayu lapuk, melengkung, patah: Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 24

dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu)

tumbuh (kayu tahun) < 1/4 tebal kayu.

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar - 25

Pipa tersebut mengalirkan air ke reservoir/penampungan. yang bisa terbuat dari beton.D. yang berfungsi mencegah pencemaran oleh air limpasan permukaan dengan cara mencegat dan membelokkan agar tidak melimpas ke bangunan penangkap mata air. Contoh dan gambar berbagai jenis BPMA bisa dilihat pada Pedoman Perencanaan Pengadaan Air Bersih untuk Proyek Rekompak-JRF. Terdapat banyak jenis bangunan penangkap mata air dari yang paling sederhana berupa dinding keliling disertai dengan timbunan sampai dengan struktur yang lebih rumit menggunakan jaringan perpipaan untuk mengumpulkan air dari areal yang lebih luas. • Bangunan pelindung. Gambaran Singkat BPMA (broncaptering) berfungsi untuk mengumpulkan dan melindungi air tanah yang keluar dipermukaan (mata air) untuk kemudahan pemanfaatannya. • Pagar keliling untuk mencegah hewan berkeliaran disekeliling lokasi mata air. Pengoperasian dan Pemeliharaan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . • Pipa pelimpah yang berfungsi untuk menjaga agar air mata air mengalir bebas setiap saat. Prasarana-Sarana Air Bersih dan Sanitasi Bangunan Penangkap Mata Air (BPMA) 1. Bangunan tersebut terdiri dari bagian bagian utama sebagai berikut: • Pipa berlobang (porus) yang berfungsi untuk pengambilan air yang dipasang dibawah muka air terendah mata air. Bangunan pelindung berfungsi untuk memberikan perlindungan dari sisi stabilitas struktur dan kekedapan yang diperlukan agar bebas dari kontaminasi air permukaan. 2. Pipa tersebut ditempatkan dalam lapisan kerikil yang diatas lapisan kerikil diberi lapisan pasir. a.26 . • Saluran drainase interseptor. pasangan batu kali atau batu bata serta lapisan kedap air yang biasanya terbuat dari lempung atau plastik atau geo-membran.

serta bahan bahan kimia berbahaya lainnya di daerah tangkapan mata air (jika mungkin) atau setidaknya daerah dalam radius 300 m dari mata air. Tabel – 7 Rincian Kebutuhan O&P BPMA Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . pagar keliling dan memperbaikinya jika terdapat kerusakan. Setelah melakukan penggelontoran. Jika terjadi kenaikan kekeruhan air setelah terjadi hujan maka perlindungan mata air harus diperbaiki. pastikan untuk menutup kembali lubang pemeriksaan (manhole).coli untuk pemeriksaan ada tidaknya pencemaran kotoran manusia atau hewan. - - - • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 7 dan Tabel – 8. jika terjadi erosi ataupun penurunan tanah lakukan perbaikan dengan menimbun untuk mengganti tanah yang hilang atau turun. bersihkan dari kotoran yang menyumbat. jika rusak atau berkarat ganti dengan material baru yang tidak berkarat. Apabila ditemukan kandungan e. Setelah selesai melakukan penggelontoran tutup kembali katup penggelontor. Jika perlu bongkar lapisan kerikil dan ganti dengan yang baru atau jika pipa pengumpul yang tersumbat maka bersihkan dengan cara menyemprot air balik. lokasi sekitar BPMA harus dijaga tetap bersih. Pengambilan sampel/ contoh air berkala (sebulan sekali) untuk dianalisa kandungan e. Periksa adanya erosi terhadap tanah disekitar BPMA. Memeriksa debit/kuantitas air baku. Pengoperasian BPMA meliputi kegiatan seperti buka tutup katup yang digunakan untuk mengalirkan air ke reservoir. Periksa semua saringan. • Pemeliharaan Meliputi kegiatan sebagai berikut: Pencegahan pencemaran dari kegiatan buang air besar maupun kecil. Memeriksa kekeruhan air yang keluar dari mata air setelah hujan. Memeriksa drainase interseptor/pencegat.coli maka diperlukan penambahan chlor (kaporit) secukupnya sesuai dengan dosis rata-rata 1 mg/l. Membersihkan sekeliling mata air dari tanaman yang akarnya mungkin merusak struktur bangunan BPMA atau mengakibatkan penyumbatan mata air. perstisida. pembersihan ataupun penggantian saringan. Lakukan penggelontoran setahun sekali untuk membuang lumpur. kotoran ternak.27 .• Pengoperasian Air harus dijaga mengalir bebas setiap saat sehingga air tidak mencari jalan lain yang berakibat mata air menghilang dan muncul ditempat lain. Jika terjadi penurunan yang tidak biasanya maka perlu diperiksa kemungkinan adanya penyumbatan di sistim pengumpulannya.

kapak. kerikil Semen. cangkul. menjaga kebersihan lokasi. sapu lidi Peralatan laboratorium keranjang. pasir. Pemeriksaan kualitas air Perbaikan perpipaan dan katup Perbaikan retak retak Frekuensi Mingguan Setelah terjadi hujan lebat Jika terjadi penurunan yg tidak biasa Saat terjadi kerusakan Sumber Daya Manusia Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Bahan dan Suku Cadang Kayu. pisau. kunci pipa. keranjang. memeriksa adanya kerusakan. timba plastik keranjang. Melapor jika terjadi kerusakan. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Permasalahan. Perbaikan pasangan batu kali atau bata atau beton Memeriksa kualitas air bersih. timba plastik Teratur Dinas Kesehatan Lokal/desa atau kecamatan atau kabupaten Lokal/desa Saat terjadi kerusakan Tahunan Tabel – 8 Pelaku dan Ketrampilan O&P BPMA Pelaku Pengguna / Konsumen Pelaksana harian Pengelola Air Tukang Batu Pendukung dari pihak luar Peranan Memanfaatkan air. cetok. membimbing dan menstimulasi organisasi pedesaan. semen. katup. kerikil dan lempung Alat dan Perlengkapa n Sapu lidi. pasir. melaksanakan perbaikan kecil Mengorganisir perbaikan yg lebih besar. Pekerjaan perluasan 3. tambang. cangkul. kabel Bahan kimia untuk analisa laboratorium Pipa. cetok. membantu saat terjadi perbaikan besar Menjaga kebersihan. jam tangan/stop watch sabit. sabit Bak air. cetok.28 . cangkul. Ketrampilan Tidak memerlukan ketrampilan khusus Ketrampilan dasar/ rendah Kemampuan mengorganisir Pertukangan Analisa mikrobiologis.Kegiatan Membersihkan sekitar BPMA Pemeriksaan kekeruhan Pemeriksaan debit air Perbaikan pagar dan pembersihan saluran drainase. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi.

o Biasanya air mata air memiliki kualitas yang baik. akibat desain maupun pelaksanaan yang kurang baik.Erosi. Pengelolaan yang baik akan bisa mencegah konflik atas satu atau lain hal yang mungkin terjadi. kesalahan pemasangan atau dirusak atau penyumbatan pipa akibat lumpur atau akar tanaman. Tugas dan tanggung jawab dari orang tersebut harus jelas dan bisa diterima oleh kelompok pengguna prasarana. namun perlu dilakukan pemeriksaan kualitas karena tidak tertutup kemungkinan jika air mata air berasal dari daerah tangkapan yang tercemar atau dari sungai yang tercemar berat dan meresap kedalam tanah lalu muncul kembali kepermukaan tanah sebagai mata air. Sumur Bor Dalam 1. Kerusakan pipa akibat korosi (untuk pipa baja). bagian ini biasanya diberi selubung (casing) yang terbuat dari PVC atau pipa GIP atau baja. Untuk pelaksanaan tugas O&P dilokasi BPMA. Gambaran Singkat Sumur bor merupakan prasarana pengambilan air tanah yang berada dalam akuifer.29 . untuk menjaga agar tanah tidak runtuh. Disekeliling screen Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . atau perilaku manusia. o Pada umumnya mata air bukan milik pribadi. Mata air biasanya berlokasi jauh dari pemukiman. pelat beton sekeliling lubang bor yang melindungi air limpasan permukaan tanah meresap kedalam lubang bor. Atau berada dalam tanah milik pribadi. terdapat bagian pipa yang bercelah (screen) untuk masuknya air tanah ke dalam sumur. Dibawah permukaan tanah namun tidak sampai ke lapisan akuifer yang dituju. b. • Catatan Penting. runtuhnya BPMA. Pembuatan sumur ini bisa dilakukan dengan mesin atau peralatan yang dioperasikan dengan tangan. Kuantitas dan kualitas air berfluktuasi dengan berubahnya musim. didalam akuifer. Dibawah permukaan air. banjir dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia atau hewan Pencemaran mata air akibat bocor dan karena kesalahan pemasangan. Sumur bor dilengkapi dengan selubung yang berdiameter antara 10 cm s/d 25 cm dan biasanya terdiri dari 3 bagian utama: • • • Di permukaan tanah. • Keterbatasan. bisa ditunjuk orang yang tinggal atau sering beraktifitas didekat lokasi BPMA. Akses air yang kurang baik bagi pengguna/pemanfaat air. Orang tersebut juga bisa diberi tugas tanggung jawab untuk pembagian air ke pengguna yang tinggal didekat lokasi BPMA serta tanggung jawab pelaksanaan kegiatan monitoring. Tidak semua mata air menghasilkan air yang mempunyai rasa yang bisa diterima masyarakat.

sapu lidi. pembersihan lantai sekeliling sumur dan drainase serta perbaikan pagar jika terjadi kerusakan. cangkul. gerobak dorong Gergaji. Banyak jenis dan cara rehabilitasi salah satunya adalah penyemprotan air dan udara. cetok. sabit dll Sekop. • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 9 dan Tabel – 10. maka petugas perlu memantau tinggi permukaan air sumur. Hal yang sangat sulit dilakukan adalah memperdalam sumur yang telah ada. cangkul. Pengambilan (ekstraksi) air dilakukan dengan menggunakan pompa sumur dalam yang dioperasikan oleh petugas dari organisasi pengelola. • Pemeliharaan Aktifitas pemeliharaan yang diperlukan hanyalah. Perpaduan yang baik antara ukuran celah pipa saringan (screen). catut. Tabel – 9 Rincian Kebutuhan O&P Sumur Bor Dalam Kegiatan Pembersiha n lokasi sumur Pembersiha n Drainase Perbaikan pagar Perbaikan lantai sumur Frekuensi Harian Saat kotor Saat terjadi kerusakan tahunan Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Local Bahan dan Suku Cadang Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. paku. Jika kapasitas produksi menurun sampai dibawah kebutuhan.dll Kayu . kerikil Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . cangkul. dimana semua perlengkapan sumur harus dibongkar dan pekerjaan ini harus dilakukan oleh pihak yang memang mempunyai spesialisasi dan kompetensi tinggi dibidang pekerjaan ini. Kegiatan pemeliharaan besar yang mungkin terjadi walau sangat langka adalah pengurasan lumpur atau rehabilitasi sumur dan perbaikan pompa. kawat.30 . akan menjamin kelangsungan operasinya dalam jangka panjang. palu. dll. cetok. Pengoperasian dan Pemeliharaan • Pengoperasian Pengoperasian sumur itu sendiri biasanya tidak diperlukan. kerikil filter dan material pembentuk akuifer serta pemompaan yang intensif untuk membersihkan pompa sebelum pompa berproduksi. dll Semen. 2.ditempatkan material kerikil yang berfungsi sebagai filter untuk mencegah material tanah memasuki sumur. pasir. Timba plastik.

Permasalahan yang Sering Terjadi. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .Kerusakan pompa yang diakibatkan tegangan listriknya tidak stabil. melaksanakan pekerjaan pembersihan Mengawasi pelaksana harian. akan sulit dipelihara dan dimanfaatkan. Sumur yang dibangun dilokasi yang jauh dari pemukiman pengguna air. Lokasi sumur tidak boleh berdekatan dengan cubluk dan atau kandang ternak dan sebaliknya. pipa. atau terlalu sulit dijangkau. mengorganisir pekerjaan perbaikan besar. . bergotong royong saat terjadi pekerjaan perbaikan besar. • Keterbatasan.Rehabilitasi sumur dalam Sangat jarang Regional Kerikil. dll Peralatan lengkap rehabilitasi sumur dalam Tabel – 10 Pelaku dan Kertampilan O&P Pelaku Pengguna Air Pelaksana Harian Organisasi Pengelola Perusahaan Pembor Sumur Dalam (spesialis) Dukungan pihak luar (puskesmas. Mencatat penggunaan air. . himpunan pengelola air pedesaan. .31 .Kualitas air menurun atau dinding runtuh akibat selubung pipa baja terkorosi. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. mengumpulkan retribusi Rehabilitasi sumur Pemeriksaan kualitas air. . . seperti besarnya aliran didalam akuifer dan adanya batuan kedap air diatasnya. partikel tanah masuk kedalam sumur karena screen yang kurang baik demikian juga pembersihan sumur.Dinding sumur runtuh karena tidak diberi selubung atau selubung kurang kuat.Air sumur tercemar karena kurang baiknya lantai pelindung atau kurangnya pemeliharaan. pekerjaan perluasan 3. Pembuatan sumur tergantung pada kondisi geohidrologi. PDAM dll) Peranan Memakai air. membina dan menstimulasi organisasi pengelola Ketrampilan Tidak perlu ketrampilan khusus Ketrampilan dasar Ketrampilan Berorganisasi Ketrampilan khusus Analisa mikrobiologis.Debit air menurun karena pembersihan sumur yang kurang baik. menjaga lokasi tetap bersih.

Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .  Ada kemungkinan bahwa penggunaan sumur bor tidak hanya untuk keperluan air bersih namun juga untuk irigasi. Bagian utama mesin ini adalah silinder. Mengingat hal tersebut maka saat melaksanakan kajian potensi sumur bor bersama dengan masyarakat maka perlu memikirkannya dalam konteks yang lebih luas. Selanjutnya gerakan piston disalurkan ke sumbunya (crankshaft). dalam hal jenis putaran (dua tak atau empat tak). Oleh sebab itu dalam pembiayaan O&P perlu dicadangkan dana yag cukup untuk mengantisipasi hal tsb. Piston bergerak akibat kompresi ruang silinder dan injeksi bahan bakar keruang tersebut menimbulkan ledakan yang terkendali. piston.  Tim pengelola perlu selalu memantau pencatatan penggunaan air. Mesin berbeda beda dalam ukuran. Mesin diesel berbeda dengan mesin bensin dalam hal bahan bakarnya . atau pompa. katup dan sumbu putaran piston (crankshaft). Sumbu yang berputar tersebut digunakan antara lain untuk menggerakkan generator listrik. jika dilokasi tidak tersedia sumber listrik dari PLN. Jumlah silinder bisa bermacam-macam mulai dari satu (1) sampai dengan 6 (enam). Mesin Diesel (Genset) 1. Mesin dengan bahan pendingin air membutuhkan pemeliharaan yang lebih rendah dari pada mesin dengan pendingin udara. dan lain lain. Efisiensi mesin diesel lebih tinggi daripada mesin bensin dan membutuhkan perawatan lebih rendah daripada mesin bensin. pencegahan pencemaran air. pemantauan kualitas air. Katup dalam silinder mengatur aliran masuknya udara dan bahan bakar serta keluarnya gas buang.• Catatan Penting. kecepatan putaran.32 . mesin diesel tidak menggunakan busi dan bekerja dengan tekanan ruang silinder yang jauh lebih tinggi. c. tidak tertutup kemungkinan ada sumur yang rusak disebabkan oleh kejadian gempa atau akibat lain.  Berdasarkan pengalaman. Bahan bakar dimasukkan ke ruang silinder oleh pompa yang bertekanan tinggi dengan pengaturan waktu yang tepat. meskipun kegiatan O&P udah dilakukan optimal. sistem pendinginan (udara atau air). Secara umum mesin dengan kecepatan putaran rendah dan jenis putaran 4 tak lebih awet.  Seandainya titik sumur bor yang harus dibangun berdekatan dengan kandang ternak (sesuai rekomendasi geo-hidrologis) maka kandang tersebut harus dipindahkan. yang menggerakkan piston. termasuk semua kebutuhan air dan tentunya pengaruh terhadap ketersediaan air baku. Gambaran Singkat Mesin diesel adalah mesin yang biasa digunakan sebagai mesin penggerak pembangkit listrik sumberdaya cadangan atau tunggal. sementara mesin putaran tinggi 2 tak menghasilkan tenaga yang lebih per kg berat mesin.

yang memperpendek periode servis mesin. operasi dan pemeliharaan disesuaikan dengan manual yang diberikan oleh fabrikan pembuatnya. atau generator. dengan melaksanakan pembersihan silinder. Di lingkungan yang berdebu dengan tingkatan sedang. Untuk generator pembangkit. dan pada lingkungan yang berdebu. periksa bahan bakar dan level oli mesin serta air pendingin. • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 11 dan Tabel – 12. lakukan penggantian V Belt. Setiap tahun sekali rumah mesin harus dicat dan lakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. Mesin perlu pemeliharaan rutin menurut jumlah jam kerja mesin. perlu diberi pelumasan sesuai petunjuk yang ada dalam manual yang diberikan fabrikan pembuat mesin. juga fungsi pompa. ganti oli. Semua data mengenai level oli. dll. mengatur bukaan katup. Jika mesin dihubungkan dengan pompa atau generator melalui V Belt. baut dan pipa pembuangan gas buang. filter udara jenis oil bath filter dibersihkan sekali seminggu sekali sementara filter udara yang menggunakan kertas kering (dry paper filter) dibersihkan 2 minggu sekali. oli atau air. • Pengoperasian Mesin harus dioperasikan oleh pelaksana yang telah dilatih. bahan bakar dan air pendingin serta jam operasi mesin harus dicatat dalam buku catatan pengoperasian mesin. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar. • Pemeliharaan Bagian luar mesin harus dibersihkan setiap hari (dengan cara mengelap). Setiap 250 jam bersihkan atau ganti jka perlu semua filter. Setiap mesin memiliki petunjuk pengoperasian yang tipikal mesin tersebut yang berasal dari pabrik pembuatnya. tekanan oli mesin. periksa mur. Saat dioperasikan perhatikan indikator bahan bakar. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .33 . Jika mesin bekerja pada putaran mesin yang terlalu rendah maka efisiensinya akan rendah dan terjadi pembentukan karbon lebih cepat dari pada biasanya.2. filter udara harus diperiksa dan dibersihkan setiap hari. Jika terlalu rendah maka tambahkan bahan bakar. Sebelum dihidupkan. Setiap 1500 jam lakukan servis berkala. Pengoperasian dan Pemeliharaan Uraian kegiatan O&P dibawah ini bersifat umum sedangkan detil yang lebih baik bisa didapatkan dari petunjuk (manual) dari fabrikan yang diberikan saat membeli mesin. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar perlu pelumasan manual.

sikat baja. alat khusus Kunci inggris. nozzles. wadah untuk bahan bakar. injector. Jika terdpt kerusakan pd rumah mesin Lokal atau Regional cetok. pompa b. kayu dll Oli mesin Filter oli. alat khusus Kunci inggris Tergantung bagian yang diganti Ganti dudukan mesin dan perbaiki rumah mesin Jika getaran & bu -nyi mesin sudah terasa kasar.kan jika kurang Hidup dan matikan mesin Mengisi buku catatan pengoperasian Periksa filter udara. tatah. dan cairan pendingin Alat dan Perlengkapan corong. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Ganti “belt” Ganti suku cadang mesin Frekuensi Harian Sumber Daya Manusia Lokal Bahan dan Suku Cadang Bahan bakar. paku. ballpoin Filter baru.pasir.bakar. atap. gergaji. paku. oli. Semen.Tabel – 11 Rincian Kebutuhan O&P Mesin Diesel Kegiatan Periksa level bahn bakar. filter bahan bakar Kunci inggris Kunci inggris Kunci inggris. atau minyak tanah dan oli mesin Kunci pemutar mur baut Lokal Lokal Lokal Lokal Spesialis Lokal Spesialis Belt mesin Nozzle. kerikil. dll. dll. baut. mur. gasket.34 . keranjang. bearings. bersihkan & ganti jika perlu Periksa kebocoran oli Kencangkan mur dan baut Ganti oli mesin Bersihkan atau ganti mesin Bersihkan silinder. atur katup. oli mesin. oli atau cairan pendingin Harian Harian Harian atau Mingguan Mingguan Mingguan Tiap 250 jam mingguan Tiap 500 s/d 2000 jam Periodik sesuai petujuk fabrikan Jika terjadi kerusakan Lokal Lokal Lokal Kertas . Kunci inggris. air radiator & tambah.

Tabel – 12 Pelaku dan Ketrampilan O&P Pelaku Pelaksana harian Pengelola air Bengkel Mesin Dukungan pihak luar Peranan Mengoperasikan mesin. Gambaran Singkat Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Memerlukan pemeliharaan yang cukup sering. jika hal tersebut dilakukan secara benar maka bisa dijamin mesin akan berusia panjang. Untuk tugas pemeliharaan yang lebih rumit harus dilaksanakan oleh mekanik yang lebih berpengalaman yang mengetahui sumber suku cadang yang diperlukan. Kran Umum/Hidran Umum (KU/HU) 1. “belt” penggerak putus. Rusak parah akibat salah O&P. • Keterbatasan. Penting untuk memilih mesin diesel dari merek yang terkenal baik dengan suku cadang yang mudah didapat. Melakukan pecatatan pengoperasian. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. mengorganisir perbaikan besar Melaksanakan sevis & perbaikan besar Melatih pelaksana harian Ketrampilan O&P mesin diesel dasar dari pelatihan Kemampuan mengorganisir Ketrampilan khusus Pelatihan dan pengetahuan teknis 3. Pada umumnya sering terjadi pada alat pemanas bahan bakar dan nozle bahan bakar sering rusak. d. Permasalahan yang Sering Terjadi. Pembentukan carbon dalam silinder berlangsung cepat dan efisiensi rendah akibat menjalankan mesin jauh dibawah kapasitasnya. mengumpulkan retribusi. melaksanakan servis ringan. • Catatan Penting. o Pemelihara harus bisa menjamin bahwa jadwal pemeliharaan dilaksanakan dengan semestinya dan ada tindak perbaikan yang cepat jika terjadi kerusakan. Kebutuhan mekanik mesin diesel yang harus tersedia setiap saat terjadi perbaikan. Tingginya biaya untuk bahan bakar. Jika dipelihara dengan baik maka mesin tersebut bisa menjadi sumber listrik yang bisa diandalkan. pengabaian. o Mesin diesel butuh banyak pemeliharaan sederhana dan. o Mesin diesel paling sesuai sebagai mesin penggerak pembangkit listrik (genset). atau ketidak pahaman. melaporkan jika terjadi kejanggalan Mensupervisi pengelola harian.35 .

Pengguna/pemakai membersihkan dan mengisi wadah air mereka melalui keran. • Desain konstruksi HU HU terdiri dari Tangki Fiber atau plastik atau beton atau pasangan dengan kapasitas 2 m3 – 5m3 didudukkan diatas pondasi dengan ketinggian sekitar 1 m yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup jauh dari tangki untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. KU terdiri dari dinding atau kolom yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup jauh dari dinding atau kolom untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. Petugas harian harus mencatat penggunaan air yang terukur pada meter air KU/ HU. Di bawah dinding atau kolom diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Jika terjadi kerusakan pagar perlu segera diganti. • Desain konstruksi KU Desainnya harus lebih kokoh dibanding sambungan rumah. pasangan batu kali atau beton. Kapasitas tangki tersebut tergantung jumlah pengguna yang dilayani. Karena digunakan oleh banyak orang maka KU/HU ini biasanya kurang terurus. KU/HU harus diberi meter air untuk mengukur pemakaian air melalui KU/HU tersebut. Mandi dan cuci tidak diperkenankan di KU/HU. Keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. 2. Kolom atau dinding bisa dari material pasangan batu bata. Jenis keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran.36 . Perlu dicegah terjadinya genangan. • Pemeliharaan Lokasi sekitar keran termasuk drainasenya harus dibersihkan setiap hari. Tekanan di KU adalah 7 m dan maksimum 20 m. Jika perlu diberi pagar untuk mencegah ternak mendekati KU/HU. Disekeliling bagian bawah pondasi diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Pengoperasian dan Pemeliharaan • Pengoperasian Petugas harian harus memastikan bahwa tangki HU telah penuh atau sekurangkurangnya lebih dari ¾ bagian telah terisi namun jangan sampai airnya melimpah (hanya untuk pengoperasian HU). Minimum lokasi dan desain KU/HU harus dimusyawarahkan dengan calon pengguna. Bangunan yang retak harus segera diperbaiki dan jika ada bagian bangunan dari Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .Melalui KU/HU pengguna air bisa mendapatkan air dari satu atau lebih keran air.

mengumpulkan retribusi Mengorganisir kerusakan besar. sikat. kaporit Alat dan Perlengkapan Selang. sapu lidi.37 . elbow dll.tang. Permasalahan yang Sering Terjadi. memperbaiki kerusakan kecil. dll.. pasir. keranjang. connector. menjaga kebersihan Mebersihkan lokasi.paku kayu. timba air Jerigen. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. sikat Sekop. timba dll. Teflon. cetok. palu palu. Sapu lidi. keran cadangan kayu. lem pipa. kunci pipa golok. Teflon.kayu yang telah lapuk harus segera diganti. Tabel – 13 Rincian Kebutuhan O&P KU/HU Kegiatan Menguras dan member sihkan Tangki HU Keran air Membersihkan lokasi Membersihkan drainase Memperbaiki atau mengganti keran Memperbaiki pagar Memperbaiki dinding atau kolom atau lantai Memperbaiki pipa Frekuensi 3 bulanan harian harian harian Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Seal/washer karet. gergaji. air dll. kawat. melatih anggaota pengelola Ketrampilan Tidak perlu ketrampilan Ketrampilan dasar Mengorganisir dan pembukuan Memasang pasangan batu bata atau batu kali Perpipaan sederhana Pelatihan dan uji mikrobiologis 3.mengumpulkan retribusi Memperbaiki dindin atau kolom dan lantai KU Memperbaiki pipa atau keran Memantau kesehatan. mesin pembuat ulir pipa galvanis Lokal Tabel – 14 Pelaku dan Ketrampilan O&P Pelaku Pengguna/pemanf aat Pelaksana harian Organisasi Pengelola Tukang batu Tukang pipa Dukungan Pihak Luar Peranan Keran air. nipple. Kunci pipa. paku. • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 13 dan Tabel – 14. semen. cat anti karat Bahan dan Suku Cadang Air. obeng. cetok Kunci inggris. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Jika terdapat perpipaan atau keran yang bocor harus segera diperbaiki. gergaji.

Kesalahan dalam pengoperasian. Katup harus diperiksa dan dipelihara secara berkala dengan cara sebagai berikut: 1. yang menjalankan tugas kebersihan KU/HU dan sekelilingnya.38 . Keran dibiarkan terbuka setelah dipakai atau bahkan secara sengaja dibuka untuk mengairi ladang atau kolam ikan. mengendalikan/ mengarahkan aliran dan tekanan atau untuk mencegah aliran balik. KU di lokasi terujung dari sistem sering bertekanan sangat rendah. Semua katup bisa diakses dan bak katup tidak dalam keadaan tertimbun Bak katup bersih. Jika masyarakat mau membentuk organisai pengelola dan melaksanakan pemeliharaan sistem maka satu satunya hambatan hanyalah biaya. Katup bisa dioperasikan dengan baik. maka penandaan posisi katup sangat diperlukan agar mudah ditemukan. 3. • Keterbatasan/Hambatan. f. • Catatan Penting. kurangnya pemeliharaan. Gambaran Singkat Katup digunakan untuk melakukan penutupan pipa. Katup (valve) 1. Perpipaan Transmisi dan Distribusi 1. 4. Jenis dan lokasi semua katup tercatat. (tertutup atau terbuka) Arah putaran dan jumlah putaran katup diketahui petugas. Mengingat pentingnya fungsi katup. Pengoperasian dan Pemeliharaan Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan perpipaan transmisi dan distribusi meliputi: Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . kering dan tidak ada kebocoran. 2. Katup dalam keadaan sebagaimana yang diinginkan. Retribusi ditarik berdasarkan pencatatan air KU/HU. 5. e. dan konflik karena penempatan KU tanpa melalui proses musyarah terlebih dahulu diantara calon pengguna. menjaga KU tetap berfungsi dan mencatat penggunaan air untuk penarikan retribusi air. 7. Fungsi katup yang paling umum dalam sistem distribusi adalah untuk menutup pipa. Drainase yang kurang baik. Membuka dan menutup katup dilakukan untuk mengikis sedimen atau karat yang ada dibagian dalam katup yang bisa mempengaruhi kualitas air bersih. o o Perhatian khusus perlu diberikan pada cara penanganan air setelah keluar dari KU/HU agar tidak terjadi kontaminasi sampai air tersebut dikonsumsi. Harus ada penanggung jawab harian. 6. serta pasir yang mungkin biasa mengganjal katup sehingga katup tidak bisa menutup dengan sempurna Pemeliharaan katup dilakukan secara berkala setiap 2 minggu untuk memastikan bahwa katup masih beroperasi dengan baik 8.

Pengoperasian dan Pemeliharaan Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan reservoar meliputi: 1. MCK (Mandi Cuci Kakus) Komunal 1. cuci dan buang airnya. MCK yang tidak terpelihara. 3. pipa penguras secara berkala 3 bulan –4 bulan sekali 3. Sumber air bisa berasal dari jaringan distribusi air bersih atau dari sumur dangkal setempat. • Pengolahan limbah yang terdiri dari: o Tangki Septik o Resapan dan Lahan Basah Buatan • Sumber air bersih (termasuk water toren). 5. • Utilitas pelengkap seperti listrik untuk penerangan dan kebutuhan pompa listrik dan drainase air bekas mandi dan cuci. Penggantian komponen Jaringan Distribusi yang rusak sesegera mungkin. Pemeliharaan bangunan bilik dan sarana MCK harus dilaksanakan dengan baik agar selalu digunakan dengan rutin. MCK juga berfungsi untuk melayani masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki tempat mandi. cuci dan kakus pribadi. Pembuatan laporan berkala operasi dan pemeliharaan. Pengoperasian alat ukur debit Pemeriksaan dan pembersihan lingkungan bak penampung air bersih dari rumput dan kotoran periode harian Pembersihan kelengkapan sarana dan melakukan perbaikan jika ada kebocoran katup dan pipa Pembersihan endapan pasir/lumpur jika ada. cuci dan keperluan buang air besar atau kakus. 4. harian. Pemeriksaan pipa inlet dan alat ukur debit secara berkala.39 . Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) 1. 2. mingguan dan bulanan. agar tidak mengganggu operasi dan pasokan air ke pengguna air. sehingga memiliki kebiasaan yang dianggap kurang sehat dalam melakukan kebutuhan mandi. 4. kotor dan tidak ada air maka akan ditinggalkan pengguna dan akhirnya rusak tidak terpakai. Pemeriksaan katup. satu bulan sekali 2. g. Gambaran Singkat MCK ini berfungsi untuk melayani para pengungsi yang mengungsi akibat terjadi bencana. bila perlu melakukan pengurasan Pembersihan karat dan pengecetan h. kadang dilengkapi tempat untuk wudlu.1. Komponen MCK terdiri dari : • Bangunan bilik MCK meliputi bilik untuk mandi. lokasinya tidak jauh dari lokasi pengungsian (+/. Selain Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .50 m dari lapangan evakuasi).

2.sekop. jamban Kuras bak air dan bersihkan Bongkar sumbatan U-trap jika tersumbat Pemeriksaan atas kerusakan bangunan Pebaiki kerusakan bangunan Menguras tangki septic Frekuensi Harian Mingguan Saat terjadi penyumbatan Bulanan Saat terjadi kerusakan Setiap 2–3 tahun atau jika tinggi lumpur mencapai 2/3 kedalaman cairan tangki septik Sumber Daya Manusia Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Tukang lokal Bahan dan Suku Cadang air air air Alat dan Perlengkapa n Sikat. timba.40 . material bangunan lain. timba.pemeliharaan bilik. sapu lidi Sikat. bidang resapan/lahan basah buatan) harus dilakukan secara periodik agar tidak macet dan mencemari lingkungan. cangkul. air. gayung. melaksanakan pembersihan disekitar lokasi MCK umum. gergaji. Truk tangki penyedot tinja Petugas penyedot tinja Semen. Tabel – 15 Rincian Kebutuhan O&P MCK Kegiatan Bersihkan lantai. palu. cetok. ketrampilan dasar kebersihan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . pemeliharaan sarana pengolahan limbah (tangki septik. Ketrampilan Memahami prinsip kebersihan dan kesehatan Tahu bagaimana mengukur kedalaman lumpur. Pengoperasian dan Pemeliharaan • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 15 dan Tabel – 16. pasir. memeriksa kandungan lumpur tangki septik. paku. Bahan bakar dan suku cadang truk tinja Tablel – 16 Pelaku dan Ketrampilan O&P Pelaku Pengguna Pelaksana harian Peranan Menggelontor dan menjaga kebersihan. gayung. Memeriksa ventilasi. sapu lidi Sikat dengan pegangan kawat Pengamatan Timba.

Masalah lain yang sering muncul adalah mampet/macetnya lubang kakus. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . mengorganisir perbaikan Mengoperasikan truk penyedot tinja Pembukuan dasar. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi. pompa air. Tangki septik merupakan sistem pemisahan buangan yang berupa padatan dan cairan. yang biasanya diresapkan kedalam tanah atau ke saluran air limbah kota yang selanjutnya dibawa ke IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) terpusat tingkat kabupaten/kota. • Catatan Penting. membersihkan lantai dan jamban serta bak air Menghubungi kantor penyedia jasa pelayanan truk tinja. Kerusakan yang sering terjadi pada bilik MCK a.Organisasi pengelola Jasa Layanan Truk Tinja mengumpulkan retribusi. Pemasangan tulisan peringatan dapat sedikit membantu hal tersebut. Jamban biasanya dilengkapi perangkap bau yang berbentuk leher angsa. Di dalam ruang tersebut tinja terkumpul setelah digelontor dari jamban melalui pipa masuk ke tangki septik. mengoperasikan. • i. perngorganisasian Mengelola. • Harus ada petugas harian yang menjalankan tugas kebersihan MCK secara bergilir. Cairan mengalir keluar dari tangki.l. Keterbatasan/Hambatan. faktor ketersediaan air dan perilaku pengguna sering menyebabkan hal ini. MCK yang digunakan untuk melayani pengungsi pada kondisi bencana sering kapasitasnya tidak memcukupi.41 . untuk keperuan tersebut perlu segera ditambahkan MCK darurat atau MCK portable/mobile. Gambaran Singkat Tangki septik adalah tangki pengendapan kedap air yang memiliki satu atau dua ruang. Selain memilih peralatan yang berkualitas dan kuat maka pemasangan pengaman-pengaman dapat menghindari kerusakan/kehilangan peralatan tersebut. Petugas tersebut dapat juga melaksanakan pengumpulan retribusi penggunaan MCK umum. penerangan listrik. bak air. keran air. adalah : daun pintu & gerendel. Cairan tersebut masih berbahaya sebagaimana limbah yang belum terolah dan harus melalui pengolahan lanjutan atau melalui sistem pembuangan yang aman bagi kesehatan manusia. membukukan retribusi yang terkumpul. Sebagian padatan mengapung dipermukaan cairan dan sebagian lainnya tenggelam didasar dimana selanjutnya diurai bakteri dan membentuk tumpukan lumpur didasar tangki. memelihara truk tinja 3. Tangki Septik (untuk MCK) 1. Permasalahan yang Sering Terjadi.

barang barang plastik dan barang lain yang tidak bisa membusuk secara alami dalam tangki septik. bahan pembunuh bakteri/antiseptik dan bahan bahan yang bisa menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri sebisa mungkin dihindarkan masuk ke tangki septik. Masuknya bahan bahan tersebut membahayakan proses yang terjadi dalam tangki septik yang menyebabkan tangki septik tidak bekerja baik dan cepat penuh. 3. Permasalahan yang Sering Terjadi. Daerah dimana ketersediaan lahan sangat terbatas sehingga tidak tersedia tempat untuk membangun sumur peresapan atau bidang peresapan. Aliran kejutan/berfluktuasi tinggi yang mengalir ke tangki dapat menyebabkan konsentrasi lumpur/padatan meningkat sementara/sebentar pada efluen tangki dan menyebahkan gangguan pada lumpur yang sudah mengendap. talang atap bisa langsung dibuang kesaluran drainase. o Aditif tangki septik yang banyak dijual untuk membantu proses penguraian oleh bakteri belum terbukti efektif sedangkan harganya relatif mahal. • Catatan Penting. . sedangkan air hujan yang berasal dari saluran drainase. Dilarang membuang pembalut wanita. Keterbatasan dan Catatan Penting Banyak masalah timbul karena kurangnya perhatian terhadap desain aliran masuk ke tangki. 2. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Setiap tangki septik harus dilengkapi ventilasi untuk melepas gas-gas yang terbentuk selama proses penguraian tinja oleh bakteri. Bahan pembersih lantai/keramik. • Keterbatasan.Lumpur yang terkumpul didasar tangki harus dikuras 2 – 3 tahun sekali tergantung desain kapasitasnya dan cara perlakuannya. Buangan yang berasal dari cucian sebaiknya dibuang ke peresapan yang terpisah untuk meringankan beban septik tank atau peresapan. Jika septik tank tidak dikuras maka lumpur akan terbawa ke peresapan yang bisa menyebabkan penyumbatan dan selanjutnya peresapan harus dibongkar untuk memperbaikinya. filter rokok.42 • Permasalahan yang Sering Terjadi. • Pemeliharaan Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan untuk memeriksa apakah sudah saatnya dilakukan pengurasan atau belum demikian juga pemeriksaan adanya penyumbatan di outlet dan inlet. • Pengoperasian dan Pemeliharaan Pengoperasian Tambahkan lumpur dari tangki septik lain kedalam tangki septik baru sebagai “starter’ untuk memasukkan mikroorganime dengan demikian proses penguraian tinja secara anaerobik bisa segera dimulai. Tangki septik harus dikuras pada saat volume lumpur sudah mencapai 2/3 kedalaman total antara muka air dan dasar tangki septik. Tangki septik tidak sesuai untuk daerah yang langka air dan daerah padat.

Untuk itu maka perlu dilakukan perencanaan yang memperhatikan keseimbangan antara air yang meresap dengan luasan bidang resapan. segera dibongkar dan diperbaiki. Pengoperasian dan Pemeliharaan • Pengoperasian Hampir tidak ada aktifitas pengoperasian yang diperlukan. • Pemeliharaan Bersihkan sekitar bidang resapan dari tanaman yang mungkin akarnya masuk kedalam bidang resapan dan pipa peresapan. jenis tanah dan kondisi muka air tanah) yang diisi dengan lapisan kerikil di bawah dan lapisan pasir diatasnya sedangkan di dalam lapisan kerikil dipasang pipa PVC yang ber lobang lobang. dimana cairan dari tangki septik mengalir keluar melalui pipa PVC tersebut untuk diresapkan kedalam tanah. kecuali memantau apakah ada cairan yang melimpah keluar dipermukaan bidang peresapan. Dibanding sumur peresapan. Pada awalnya peresapan akan berlangsung cepat namun sejalan dengan waktu pori tanah akan tersumbat sampai pada titik yang disebut keseimbangan peresapan tercapai. Jika aliran yang keluar dari tangki septik melebihi laju kesetimbangan peresapan tanah maka cairan akan melimpah keluar dari bidang peresapan. bidang resapan lebih banyak dipakai terutama untuk MCK umum yang memerlukan air dalam jumlah relatif besar dan muka air tanah lebih tinggi. Gambaran Singkat Bidang resapan terdiri dari parit resapan.43 . • Rincian kebutuhan O&P serta pelaku dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam O&P dapat dilihat pada Tabel – 17 dan Tabel – 18. cangkul Linggis untuk membuka bak Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . 2. sumur resapan dan lahan basah buatan (tergantung dari lahan yang tersedia. dan disesuaikan dengan jenis tanahnya. sabit. Bidang Resapan 1. keranjang.j. Tabel – 17 Rincian Kebutuhan O&P Bidang Resapan Kegiatan Pembersihan tanaman Membersihkan bak control Frekuen si minggua n 6 bulan sekali Sumber Daya Manusia Pelaksana harian Pelaksana harian Bahan dan Suku Cadang Batu bata atau material penyumbat lainnya Alat dan Perlengkapan Sekop. Jika terdapat tanda bidang resapan atau pipa resapan tersumbat.

Pakai ulang. Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang. • Recycle . • Catatan Penting. Beban resapan bisa dikurangi dengan memisahkan air bekas dengan air toilet/jamban (hanya air limbah jamban yang masuk ke tangki septik dan berakhir dibidang resapan). Sebab sampah organik yang menginap satu hari Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . pengolahan sampah menjadi sulit. protes warga terdekat karena bau yang tidak sedap. k. tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulangulang. Reuse dan Recycle. perpipaan dan pengetahuan fungsi sitem 3. Kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian barang. kumuh dan kering (kesulitan air). Tidak sesuai untuk daerah padat. serta daerah dengan permeabilitas rendah.44 . Tanpa pemilahan atau pemisahan jenis-jenis sampah. bau tidak sedap.Tabel – 18 Pelaku dan Ketrampilan O&P Pelaku Pelaksana harian Tukang Peranan Memeriksa adanya kegagalan bidang resapan dan membersihkan tanaman Memperbaiki bagian bagian yang rusak Ketrampilan Memahami fungsi dan cara kerja bidang resapan Pertukangan. 2. Pengelolaan Persampahan 1.Daur ulang. Pengoperasian atau Pengelolaan Sampah • Pemilahan/pemisahan sampah Faktor keberhasilan pengelolaan sampah dengan prinsip diatas terletak pada pemilahan sampah. Permasalahan yang Sering Terjadi. • Reuse . Melimpahnya air limbah. Sampah kertas dapat dibuat bahan kardus. • Keterbatasan. Gambaran Singkat Kunci keberhasilan program kebersihan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa adalah penerapan prinsip Reduce. Sampah organik dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. pencemaran air tanah. Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non-organik. • Reduce . mahal dan beresiko tinggi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. dll.Mengurangi. Keterbatasan dan Catatan Penting • Permasalahan yang Sering Terjadi.

ikan. yaitu rumah tangga. potongan rumput. kaleng. kertas.saja sudah dapat menimbulkan bau. Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan. Umumnya pemilahan adalah sebagai berikut: Bagan – 2 Pewadahan Sampah Jenis-jenis sampah yang ada di rumah tangga pada umumnya dapat diidentifikasi sebagai tabel dibawah. namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik. Setiap anggota keluarga baik ayah. ibu. logam. Tabel – 19 Identifikasi Jenis Sampah (contoh prosentase sampah dalam berat di perdesaan) N Persentase % (dlm Jenis Sampah o berat) *) 1. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Pemilahan paling baik dilakukan mulai dari sumbernya. (plastik =7%. anak dan anggota keluarga lainnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemilahan sampah dan di rumah tangga. Sampah Organik Sekitar 79% Sisa sayur. daging. Sampah Non-organik Sekitar 20% Plastik. Prinsipnya: disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat yang akan memilah.45 . kardus. daun. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. karton. ranting. nasi. kotoran ternak 2.

dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman.l. Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Baterai. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum pengoperasian Pada tahap sebelum suatu prasarana dioperasikan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan sehingga prasarana yang dibangun hasilnya baik dan optimal. karet. Total *) Penelitian ITS Th 2009 di Kecamatan Kedungkandang. Mengingat di daerah perdesaan prosentase jumlah sampah organik dan kotoran ternak cukup tinggi maka pengelolaan sampah melalui komposting sangat tepat. obatobatan 4. pestisida. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . sehingga lebih mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan. ESP-USAID. cairan kimia pembersih. kaca 3. kain. Yogyakarta) • Komposting Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup. dusun. Malang kertas/koran=7% kain=4%. Sistem komposting bermacam-macam begitu pula pengelolaan dapat dilakukan di tingkat rumah tangga atau komunal (RT. Sleman. kabel. kaleng=1%. aqua=1%) Sekitar 1-2 % Gambar: Pemilahan dengan tong logam terpisah yang dihiasi dengan gambar menarik (lokasi: Sukunan. dll.46 . popok.gelas. Styrofoam. pembalut.: Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Cara membuat kompos dapat mengacu pada panduan-panduan yang ada. a. RW. 2. Sampah Lainnya Sekitar 1-2 % Duplex. atau desa). botol aerosol. racun serangga /tikus.2.

Tahap Konstruksi Diperlukan pengawasan yang baik agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan tetap melibatkan masyarakat untuk memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kaidahkaidah teknis yang baik (good practices) dan yang terpenting adalah masyarakat bisa memahami secara lebih baik sistem yang akan dikelolanya. • Kebutuhan energi peralatan yang minimal untuk menekan biaya operasi serendah rendahnya. Pemilihan material dan peralatan • Dipilih material bahan baku dan peralatan serta yang mudah didapat dipasaran lokal demikian juga pertimbangan layanan purna jualnya. • Dipilih dari opsi dengan kebutuhan energi yang rendah untuk menekan biaya operasi. • Opsi teknologi yang dipakai harus berorientasi teknologi tepat guna • Desain dan opsi teknologi yang dipilih harus berorientasi terhadap tanggap bencana dan dapat berfungsi sebagai prasarana mitigasi bencana. 2. • Kualitas yang baik agar tahan lama sehingga masyarakat tidak direpotkan dengan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama masyarakat masih dalam tahap pembelajaran mengelola sistem. Tahap Perencanaan 1. • Pemilihan material/bahan diprioritaskan dipilih dari jenis yang jika terjadi kerusakan. • Mampu dioperasikan oleh masyarakat sendiri dengan tingkat ketrampilan dan pengetahuan masyarakat setempat setelah melalui pelatihan. Pemilihan opsi teknologi dan komponen sistem yang tepat. 3. efisien dan efektif serta tanggap bencana. 4. Tahap Pasca Konstruksi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .47 . b. Perencanaan dimensi dan kapasitas Dimensi dan kapasitas dihitung untuk keperluan/kebutuhan minimal 10 tahun kedepan agar masyarakat yang masih dalam tahap pembelajaran dan penghimpunan dana tidak dibebani dengan biaya perluasan dan penambahan kapasitas sistem dalam memenuhi kebutuhan yang berkembang. • Lebih dipilih opsi dengan biaya investasi tinggi namun biaya operasi dan pemeliharaan rendah. c. • Perlu dikaji adanya konflik kepentingan atas penggunaan suatu prasarana. dibanding biaya investasi rendah tapi biaya operasi dan pemeliharaan yang tinggi.a. maka perbaikan yang diperlukan bisa dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. Aksesibilitas prasarana dan sarana Semua prasarana dan sarana beserta seluruh komponennya harus bisa diakses baik untuk tujuan O & P maupun pemanfaatannya.

Jumlah warga yang terlayani (pengguna/pemanfaat prasarana). Ukuran Keberhasilan Untuk melihat keberhasilan O&P pada aspek teknis dapat dilihat dari: a. Perlindungan daerah sekitar terhadap polusi. d. kayu. sumber air.Hal hal penting yang harus dilaksanakan dengan adanya suatu pembangunan prasaranasarana adalah membentuk dan mempersiapkan Tim Pengelola serta pelatihanpelatihannya. Perlidungan daerah sekitar terhadap kerusakan sumber alam saat masa konstruksi maupun pengoperasian. hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya. b. Jumlah prasarana dan sarana yang rusak/tidak berfungsi.3. dibandingkan total jumlah penduduk desa. 2. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . 2.48 . 3. Mencegah pemborosan energi. pohon. Selain hal itu dengan beroperasinya suatu prasarana perlu diperhatikan dan dipantau masalah konservasi sumber alam serta dampak lingkungan. jembatan/keran umum/gorong-gorong/MCK dalam unit) Jumlah prasarana dan sarana yang berfungsi baik. Menjaga kelestarian vegetasi daerah tangkapan air. dan material lainnya. c. Jumlah prasarana dan sarana yang ada (misal : jalan/saluran/pipa dalam meter. 4. dibandingkan total jumlah prasarana dan sarana yang ada. antara lain : 1.

BAB III ORGANISASI PENGELOLAAN 3. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Organisasi Pengelolaan O&P Prasarana Desa Di desa/kelurahan yang telah mendapatkan program Rekompak-JRF dan melaksanakan pembangunan prasarana BDL disyaratkan harus memiliki kelompok/tim pengelola operasi & pemeliharaan parasarana desa. BKM/TPK dan Panitia Pembangunan (PP) wajib memfasilitasi warga masyarakat untuk membentuk kelompok atau tim pengelola pemeliharaan dan pengoperasian prasarana. adalah juga yang melaksanakan pembangunan fisiknya. Secara sederhana adalah masyarakat atau suatu komunitas masyarakat yang mtelah erencanakan kegiatan infrastruktur. Adapun koordinasi dan pelaporan manajemen rutin pelaksanaan kegiatan O&P dilakukan Tim Pengelola kepada Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dari BKP/TPK. melaksanakan pembangunan dan mengelola sarana dan prasarana itu sendiri. Dalam pendekatan ini maka akan sangat efektif bilamana setiap kelompok pengelola O&P prasarana yang sudah dibangun dapat berjalan dengan baik. Kelompok tersebut jika telah berjalan baik dan lancar sebaiknya terus berfungsi sebagai tim pengelola O&P dengan penyempurnaan mengacu pada pedoman ini. maka juga harus betanggung-jawab melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan prasarana yang telah dibangunnya tersebut. Kelompok/tim pengelola O&P terorganisasi ini diperlukan untuk memberikan jaminan sustainability/keberlanjutan fungsi dan manfaat prasarana yang telah dibangun. pembinaan dan pengawasan BKM/TPK dan Pemerintahan Desa/Kelurahan serta masayarakat yang dapat diwakili oleh perwakilan pemakai prasarana. Pendekatan tersebut adalah untuk meletakkan dasar komitmen bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat untuk terlibat dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pemeliharaan atas bangunan yang merupakan prioritas kebutuhannya. dalam arti akan terjadi estafet pengelolaan dari PP saat perencanaan dan pelaksanaan fisik ke kelompok ini saat pasca-pembangunan.49 . pada umumnya telah dibentuk dan dipilih calon kelompok pengelola prasarana. yang telah disepakati bersama dan dibangun sendiri oleh masyarakat. dan jika belum berjalan baik perlu di revitalisasi atau jika diperlukan dapat membentuk yang baru. Pada prinsipnya organisasi pengelola prasarana dan sarana desa adalah kelompok swadaya masyarakat yang merencanakan.1. Pada tahap perencanaan pembangunan prasarana atau penyusunan DTPL yang lalu. Lembaga pengelola O&P prasarana yang terbentuk meskipun merupakan kelompok swadaya masyarakat yang mandiri namun tetap dibawah koordinasi. Kelompok/tim pengelola O&P dapat menggunakan organisasi pengelola yang sudah ada dan sudah berjalan atau membentuk tim pengelola yang baru.

anatar lain adalah: • Visi. Tujuan. Misi. Asas. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Pengelola O&P Prasarana Beberapa peraturan yang diperlukan untuk berjalannya suatu organisasi tim pengelola O&P.Hubungan organisasi pengelola O&P di tingkat desa adalah sebagaiman digambarkan dalam bagan dibawah ini: Bagan – 3 Bagan Organisasi Pengelolaan O&P Prasarana dibawah BKM/TPK PEMBINAAN / PENGAWASAN MASYARAK KEPALA DESA AT (wakil (KaDusun/ BKM / TPK SEKRETA UPL UPS UPK TIM PENGELO LA AIR BERSIH TIM PENGELO LA JALAN & JEMBATAN TIM PENGELO LA DRAINASE & TALUD TIM PENGELO LA MCK & SAMPAH 3.50 .2.

Dalam penyusunan ketentuan organisasi ini dipengaruhi juga oleh kelompok masyarakat pemanfaat prasarana itu sendiri. Tujuan dan Tugas Organisasi • Asas dan Prinsip organisasi • Tujuan organisasi • Tugas organisasi 3) Ruang Lingkup • Cakupan penanganan kegiatan 4) Keanggotaan/Pengguna Prasarana • Persyaratan Keanggotaan • Kewajiban dan Tanggung Jawab Anggota/Pengguna Prasarana • Hak Anggota/Pengguna Prasarana 5) Rapat Anggota atau Rembug Masyarakat/Warga Pengguna Prasarana 6) Kepengurusan : • Syarat-syarat kepengurusan • Susunan anggota pengurus • Kewajiban dan tanggung jawab pengurus • Hak pengurus 7) Pembina & Pengawas 8) Pengelolaan Usaha Operasi & Pemeliharaan 9) Pembiayaan O&P 10) Pelaporan dan Evaluasi 11) Pembubaran 12) Sanksi 13) Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus O&P 14) Penutup Hal-hal penting yang harus diperhatikan : 1. Dalam pembentukan tim pengelola O&P. Setiap desa/kelurahan dapat mengembangkan peraturan sesuai dengan kondisi sosial-budaya. transparan dan akuntabel.51 . adat-istiadat pada daerah tersebut. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .• • • • Anggaran Dasar/AD Anggaran Rumah Tangga/ART Keputusan dan pengesahan susunan Tim pengelola O&P Keputusan tarif retribusi/iuran dan sumbangan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan program kerja tahunan maupun kebijakan-kebijakan penting terkait lainnya seperti adanya tarif iuran/retribusi. pemilihan pengurus dan operasional organisasi harus menerapkan prinsip yang demokratis. partisipatif. harus dibuat oleh pengelola O&P dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat pemanfaat melalui forum musyawarah warga pemanfaat atau rembug warga (bukan ditentukan sendiri oleh tim pengelola). Anggaran Dasar organisasi pengelola O&P setidaknya meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Nama Organisasi Pengelola dan Daerah Kerja • Lokasi organisasi • Lingkup pelayanan prasarana 2) Asas.

Bilamana pengelola telah memiliki aturan dasar organisasi pengelola sebelumnya. Untuk dapat menciptakan mekanisme pengelolaan O&P yang bertumpu pada masyarakat dan berkelanjutan. tata cara pendaftaran dan pembayaran. c. konsultan pendamping dan kepala desa/lurah. b. seperti AD/ART. Pelaksanaan Rembug Warga Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . g. Adapun langkah-langkah mekanisme pembentukan kelompok/tim pengelola O&P adalah sebagai berikut: 1. pengelolaan prasarana terbangun seyogyanya dilaksanakan oleh sebuah kelompok/tim pengelola yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. 3. PP. Pembentukan Tim Pengelola O&P Prasarana Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana dan sarana yang berkelanjutan. 3. yang antara lain mencakup : a.3.2. Persiapan Dengan difasilitasi oleh BKM/TPK. misal: tata cara pengaduan. h.52 . Waktu pelaksanaan pembentukan kelompok/tim pengelola ini sebaiknya dilakukan sejak awal pelaksanaan pembangunan prasarana. f. i. e. Peraturan-peraturan yang bersifat operasional untuk menjalankan pengelolaan O&P dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga/ART atau Peraturan Khusus. 4. pengelolaan sebaiknya dilakukan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. Dilakukan melalui forum musyawarah warga pemanfaat dan difasilitasi oleh pihak BKM/TPK. sebagai inisiator pembentukan perlu menyusun rancangan pembentukan kelompok/tim pengelola sebagai kerangka acuan di dalam rembug warga. d. Prasarana yang dibangun melalui pendanaan program Rekompak JRF terutama ditujukan sebagai prasarana mitigasi bencana sehingga organisasi pengelola harus tahu persis panduan tata-cara (standar operating procedure) dalam memanfaatkan prasarana mitigasi bencana. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat 2. yang belum mengakomodir/mencakup kegiatan O&P maka untuk pengaturan terkait O&P dapat dilakukan dengan menyempurnakan aturan yang sudah ada atau membuat peraturan tambahan khusus untuk O&P. dll. PP dan fasilitator pendamping.

53 . Setelah penjelasan umum. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan organisasi pengelola yang telah dibuat. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. Apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak melalui vooting. Dinas Pekerjaan Umum. Dalam hal ini perlu disampaikan untung ruginya bila pengoperasian prasarana dan sarana dilaksanakan oleh suatu tim pengelola dan sebaliknya bila tidak ada tim pengelola. perwakilan dari masyarakat pengguna dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa. Adapun pokokpokok yang perlu diambil keputusan dalam rembug warga adalah: • • • • • • • • Bentuk struktur organisasi Tugas dan wewenang kelompok/tim pengelola O&P Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat Pemilihan pengurus yang akan duduk dalam kelompok/tim pengelola d. Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat.BKM/TPK dan PP sebagai inisiator mengundang seluruh warga masyarakat terutama pemanfaat prasarana dan sarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka pembentukan kelompok/tim pengelola. Rembug warga diawali dengan penjelasan umum oleh BKM/TPK dan PP kepada masyarakat pengguna prasarana dan sarana perihal pentingnya pembentukan organisasi untuk mengelola prasarana dan sarana yang dimiliki oleh desa. dan bila perlu mengundang dari dinas terkait seperti PDAM. b. tokoh-tokoh masyarakat dan fasilitator pendamping. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: a. Sebagai bentuk dukungan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Dinas Kesehatan dan lain-lain. Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. tokoh masyarakat. antara lain mencakup : • • • • • • • • • • Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktui organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat c. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Pembentukan Kelompok/Tim Pengelola Operasi & Pemeliharaan prasarana” yang ditandatangani oleh ketua BKM/TPK. dimana dalam rembug tersebut diundang pula aparat pemerintah desa.

• Sumber pembiayaan/pendanaan utama untuk O&P. yaitu : • Satu tim pengelola untuk beberapa jenis prasarana. Untuk tujuan tertentu sering juga ditetapkan melalui Akte Notaris – jika organisasi pengelola bersifat usaha mandiri atau dipersyaratkan oleh pihak donor. maka Pengelola O&P memerlukan suatu tim/kelompok atau satuan kerja. Struktur Pengelola O&P Untuk melaksanakan tugas. kemampuan warga pemanfaat dan karakteristik kelompok penerima manfaat (gender). 2. yaitu : 1. 3. • Kemungkinan subsidi silang Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Bentuk struktur pengelola O&P dapat disusun sesuai dengan kebutuhan prasarana. kepala desa/lurah. 3. Dari beberapa bentuk yang sudah diterapkan. Dinas Pekerjaan Umum.dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut. 3. atau • Satu tim pengelola untuk setiap jenis prasarana. kelompok/tim pengelola O&P perlu diresmikan dengan mengundang camat. Untuk mendorong pengakuan secara luas.54 . Pengesahan dan Peresmian Untuk mendukung keabsahan kelompok/tim pengelola O&P prasarana tersebut harus segera menyusun AD/ART Tim Pengelola O&P Prasarana. tim konsultan. Struktur Pengelola O&P dan Tata Peran A. Ditetapkan melalui keputusan BKM/TPK (kolektif-kolegial) – organisasi tim pengelola O&P langsung berada dibawah payung BKM/TPK. Pertimbangan untuk menetapkan struktur tim pengelola O&P adalah: • Jenis prasarana. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. Dinas Kesehatan dan lain-lain) agar keberadaannya dapat lebih diakui dan diperhatikan. dinas/lembaga terkait (seperti PDAM. fasilitator pendamping. • Komunitas masyarakat pengguna prasarana. tokoh masyarakat. Disini unsur BKM/TPK dan Pemerintah Desa/Kelurahan bertindak sebagai Badan Pembina & Pengawas. • Kemampuan dan jumlah SDM calon pengelola O&P prasarana.4. selanjutnya AD/ART tersebut dapat disahkan melalui beberapa macam cara. yaitu orang-orang yang dipilih dan bertanggungjawab atas O&P prasarana. setidaknya terdapat dua pendekatan untuk setiap struktur pengelola O&P. jumlah prasarana dan lokasi-lokasi prasarana berada. Untuk tujuan tertentu kadang juga ditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa (Perdes) atau Keputusan Kepala Desa/Lurah – dengan pertimbagan prasarana dibangun sebagaian menggunakan dana anggaran pemerintah desa atau biaya O&P berasal dari anggaran pemerintah desa atau dibangun pada lahan milik desa.

Berikut ini adalah alternatif struktur tim pengelola O&P : Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . bendahara. terdiri dari ketua. yaitu dana yang diperoleh dari air bersih dapat disisihkan sebagian untuk pemeliharaan MCK.55 . bila pengelolaannya dilakukan sendiri-sendiri maka potensi memperoleh pembiayaan untuk air bersih cukup tinggi dibandingkan dengan MCK.• o Catatan: prasarana air bersih dan MCK. Struktur tim pengelola O&P hendaknya dibuat sederhana. petugas teknis/ lapangan. tetapi bila pengelolaannya satu maka dapat dilakukan subsidi silang. sekretaris.

Desa.BERSIH DUSUN 1 PETUGAS LAPANGAN–2 A.Desa. unsur Masy.JEMBATAN Bagan – 5 Struktur Tim Pengelola O&P Dengan Satu Prasarana (contoh : Air Bersih) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK. DRAINASE PETUGAS LAPANGAN–2 PRASARANA JALAN PETUGAS LAPANGAN–3 PRAS. Unsur Pem. Unsur Pem.56 .) KETUA TIM SEKRETA BENDAHA PETUGAS LAPANGAN–1 A. unsur Masy. Jalan & Jembatan) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK.) KETUA TIM SEKRETA BENDAHA PETUGAS LAPANGAN–1 PRAS.Bagan – 4 Struktur Tim Pengelola O&P Dengan Beberapa Prasarana (contoh : Drainase.BERSIH DUSUN 2 Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar .

2. Menghitung dan memfasilitasi penetapan tarif retribusi/iuran. Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan. dinas/instansi terkait dan pihak swasta atau lainnya guna meningkatkan perolehan pembiayaan pemeliharaan atau pengembangan layanan prasarana. 4. program kerja O&P dan rencana pendanaan O&P untuk ditetapkan dalam musyawarah warga (bila belum ditetapkan sebelumnya). maka tugas pokok pengelola selaku penggerak utama kegiatan O&P. 3. adalah : a. maka tugas-tugas dari setiap unit kerja organisasi pengelola O&P (tim pengelola). Melakukan kerjasama kemitraan dengan pemerintah desa/kelurahan. Sekretaris atau bagian administrasi Melaksanakan kegiatan administrasi/ketatausahaan O&P. Sejalan dengan tugas pokok tersebut. b. g. Bersama seluruh tim pengelola. yang antara lain mencakup tugas : 1. i. 6. f. Mengundang dan menyelenggarakan rapat-rapat rutin atau musyawarah 3. khususnya kepada warga pemanfaat. Menyusun rencana penerimaan dan belanja pengelola O&P Menyusun rencana tahap-tahap kegiatan operasi dan pemeliharaan. 4.B. Mencari dan mengupayakan sumber-sumber pembiayaan untuk O&P. Tugas dan Fungsi Sejalan dengan tujuan O&P. c. d. Ketua Memimpin tim pengelola O&P dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan O&P sesuai peraturan organisasi serta program kerja yang telah diputuskan bersama. pengumuman terkait kegiatan O&P. antara lain mencakup : 1.57 . j. 7. h. Melaksanakan sosialisasi. Menyusun Rancangan AD/ART. 5. Mendorong peningkatan kesadaran dan kontribusi warga untuk melakukan pemeliharaan prasarana. Menyelengarakan pertemuan evaluasi secara periodik. e. Membuat laporan pertanggungjawaban kerja pengelolaan O&P. Menyusun program kerja. adalah : a. Menyiapkan surat menyurat Mengarsip surat masuk dan surat keluar Menyimpan dan memelihara dokumen/dokumentasi kegiatan Membuat notulen rapat/ musyawarah warga pemanfaat Menginventarisasi anggota atau warga pengguna/pemanfaat Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . mensosialisasikan kegiatan-kegiatan pengoperasian & pemeliharaan. Mengkoordinir tim pengelola O&P 2. Bersama seluruh tim pengelola menyusun draft peraturan dasar. b. penyuluhan. Bersama seluruh tim pengelola membuat laporan baik secara berkala maupun pertanggungjawaban kegiatan pengelola. 5.

Menyusun rencana kebutuhan. dilakukan untuk melihat atau mengevaluasi hasil-hasil kegiatan pemeliharaan yang telah dilakukan dan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditemukan (memutuskan rencana penyelesaian masalah). Dalam laporan tersebut terkandung unsur-unsur sebagai berikut: a. 2. retribusi.c. mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan oleh warga atau tenaga kerja. laporan penerimaan yang diperoleh dari smber-sumber pendanaan (seperti iuran. jika memang diperlukan peserta rapat rutin tidak hanya pengurus namun juga dapat mengundang wakil masyarakat. Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan dilakukan oleh bendahara. Kegiatan Rapat Rapat atau pertemuan dapat dilakukan tiap bulan atau periode waktu tertentu yang disepakati. Laporan ini minimal mencakup : keadaan kas. Pelaporan Pelaporan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab ketua kelompok dibantu tim pengelola. atau agenda lain yang dianggap penting untuk dibahas. 4. Dalam kaitan dengan kegiatan tersebut bendahara melaporkan penerimaan dan pengeluaran baik berkaitan dengan administrasi pengelola maupun yang terkait dengan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. Bendahara atau bagian keuangan 1. dll). Aparat Desa atau instnasi terkait yang dapat membei masukan bagi rkepentingan kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana. Menerima dan menyimpan uang/dana O&P. 3. Inventarisasi. 2. 4. Mengeluaran uang dengan persetujuan ketua Membuat dan menyimpan bukti penerimaan dan bukti pengeluaran Mencatat pembukuan keuangan O&P Membuat laporan keuangan secara periodik dan pertanggungan jawab keuangan. identifikasi dan survey kondisi prasarana. donatur. Melaporkan hasil-hasil pelaksanaan kegiatan pemeliharaan. dll. d. 3. UPL. C. Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Petugas Lapangan atau bagian teknik 1. biaya dan jadwal pemeliharaan & perbaikan prasarana.58 . Mengoperasikan dan memantau/monitor operasi dan pemeliharaan prasarana 5. D. 5. Pada setiap rapat harus selalu dibuat daftar hadir peserta dan catatan notulen hasil rapat. Pertemuan ini dipimpin oleh ketua. b. disiapkan dan diarsipkan oleh sekretaris. laporan pengeluaran baik itu kegiatan administasi maupun kegiatan pemeliharan/perbaikan. Membimbing.

mencakup laporan hasil pelaksanaan pemeliharaan rutin. c. dan kebersamaan. yang ditujukan untuk pemeliharaan prasarana dan sarana. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . pelatihan : 1. dikerjakan dengan tertib. berkala dan insidentil. h. jenis dan kondisi prasarana & barang yang ada.Laporan kegiatan. 6. efisiensi. mampu menumbuhkan kesetiakawanan dalam operasi dan pemeliharaan prasarana agar prasarana tersebut dapat berkesinambungan.59 . berjalan rutin dan dihadiri pengurus serta masyarakat. tertulis dan menjadi aturan kerja kelompok yang saling ditaati. 3. f. 8. Ukuran Keberhasilan Dari aspek kelembagaan. Pelatihan Pelatihan merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengoperasian dan pemeliharaan sarana-prasarana desa. Administrasi dan pelaporan. Kegiatan bersama. E. d. semua pengurus tahu akan hak dan kewajibannya. Kepengurusan mantap. Pengelolaan keuangan Pelaporan keuangan Administrasi dan pelaporan Perencanaan pengembangan sistem dan pendanaan.5. Ada usaha/upaya peningkatan O&P. Hal ini dilakukan untuk memperkiraan kebutuhan penambahan ataupun perbaikan prasaranasarana dan barang untuk masa yang akan datang. beberapa tolok ukur untuk melihat keberhasilan O&P. b. c. tahu manfaatnya. 7. sehingga harus dilakukan pada awal masa penugasan tim pengelola O&P dan dilkukan juga secara periodik untuk refresh dan jika ada perkembangan. saling menunjang. 3. termasuk hasil inventarisasi kondisi prasarana maupun hasil-hasil pertemuan yang dilaksanakan. e. Pelatihan untuk tim pengelola O & P meliputi. Ketentuan kelompok/tim pengelola. g. keuntungan. Interaksi antar pengurus dan dengan masyarakat hidup. Pengurus aktif menggerakkan dan memotivasi masyarakat agar kegiatan dapat berjalan. 2. terarah. yang berorientasi kepada pasar. Aspek kelembagaan/organisasi Aspek manajemen O&P Teknis pengoperasian & pemeliharaan prasarana dan sarana Penentuan tarif atau iuran/andilan/sumbangan sukarela. 4. Rapat dan pertemuan. 5. Data Mengenai Barang Inventaris dan Prasarana-Sarana Data dan penggunaan prasarana-sarana dan barang inventaris kelompok perlu dilaporkan untuk mengetahui jumlah. antara lain : a. dan saling memperkembangkan satu sama lain.

dan kandang komunal.KU/ air bersih yg dijual umum . penyediaan air bersih. Prasarana Umum . misalnya MCK. Biaya O&P prasarana ini umumnya dapat dipenuhi dari tarif retribusi/iuran para pemakainya atau disebut “cost recovery”. Klasifikasi prasarana dan sarana berdasarkan jenisnya ini akan menentukan mudah tidaknya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana. drainase.Bangunan gedung publik (heritage) .60 .Waduk yg airnya dijual umum . secara umum prasarana desa yang dibangun melalui Rekompak JRF dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua).Kelompok Prasarana yang dapat dipergunakan warga dengan mendaftar terlebih dahulu dan memenuhi persyaratan tertentu. Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk Operasi & Pemeliharaan Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana lingkungan perdesaan ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan prasarana oleh kelompok/tim pengelola prasarana desa sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. bangunan gedung publik (heritage).Jalan ber-retribusi .Jembatan .Kandang komunal Embung komunal Kemungkinan Sulit Menarik Retribusi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . misalnya jalan dan jembatan. yaitu: a. Dalam arti bahwa tidak ada orang yang dapat dikecualikan dalam penggunaannya. dll.BAB IV PEMBIAYAAN 4.Jalan . Prasarana Umum .Publik . Tabel – 20 Kemungkinan Kemudahan Penarikan Restribusi Berdasarkan Jenis Prasarana Uraian Kemungkinan Mudah Menarik Retribusi Prasarana . b.1.Publik Prasarana yang dapat dipergunakan oleh setiap orang tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. Klasifikasi prasarana Berdasarkan pada cakupan layanan. Mudah tidaknya menarik retribusi atau iuran untuk pemeliharaan prasarana sering sangat berkaitan dengan klasifikasi prasarana.Lapangan evakuasi Prasarana . Prasarana ini hanya dapat manfaatkan oleh sekelompok orang/komunitas yang sudah terdaftar. sebagaimana contoh lihat tabel berikut. lapangan evakuasi.Kelompok Air Bersih MCK Pelayanan Sampah . embung penampung air.

Retribusi/iuran dapat diberlakukan untuk para pengguna yang secara rutin atau tidak secara rutin menggunakan prasarana. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan a. ditarik secara langsung pada saat menggunakan prasarana yang bersangkutan maupun tidak langsung (retribusi/iuran bulanan). dinas/instansi terkait setempat.2. namun perlu usaha untuk menggali sumber-sumber dana tersebut. yang didapatkan dari iuran anggota kelompok operasi dan pemeliharaan. • Sumbangan berupa material. Untuk penyusunan rencana anggaran O&P. serta pemerintah desa/kelurahan. ataupun retribusi dari penggunaan prasarana secara langsung. peralatan dalam rangka kegiatan pemeliharaan. Retribusi/iuran bisa diterapkan untuk individu perseorangan. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . tenaga kerja. b.61 . Penganggaran Operasi & Pemeliharaan A. kelompok. Hal ini merupakan bentuk kompensasi komunitas pemanfaat terhadap penggunaan prasarana tersebut. Identifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Dana pemeliharaan dapat berasal dari berbagai sumber. penyediaan fasilitas penunjang. Sedangkan cara pengumpulan dana yang berupa uang adalah bergantung pada kondisi sosial budaya masyarakat setempat. sumber pembiayaan O&P yang potensial untuk digali adalah kontribusi warga sesuai dengan budaya setempat dan kesepakatan yang telah dilakukan. yang secara umum terbagi atas tiga golongan sebagai berikut : 1.Drainase 4. pihak swasta yang juga turut memetik manfaat dari pembangunan prasarana tersebut. Kontribusi Warga Penerima Manfaat Sebagai wujud kemandirian dan keberlanjutan. Sebagai contoh adalah pelayanan air bersih. KK atau perusahaan/instansi/badan usaha yang menjadi pengguna prasarana. Sumber dana potensial pendanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana dapat diperoleh dari kontribusi masyarakat pengguna dan sumber lainnya yang sah misal bantuan dari kantor/instansi pemerintah. Adapun jenis kontribusi atau sumbangan warga pemanfaat adalah : • Sumbangan berupa uang. dan kandang komunal.. Retribusi/Iuran Retribusi/iuran yang besarnya sudah ditetapkan lebih dulu. kelompok/tim pengelola perlu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan yang mempunyai potensi untuk turut membiayai anggaran O&P prasarana. retribusi jalan. MCK.

Besarnya iuran atau retribusi yang akan dikenakan baik perorangan atau per keluarga/kelompok. c) Usaha Lain Yang Sah Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Dinas Pendidikan untuk prasarana pendidikan. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya memperoleh dukungan pemerintah. hendaknya dimusyawarahkan dan disepakati secara bersama-sama oleh seluruh anggota warga pemanfaat yang ada sehingga tidak terlalu membebani dan semua warga pemanfaat tetap dapat memperoleh hak-hak yang sama dalam pengoperasian prasarana (adil). Misalnya jalan yang dibangun masyarakat juga dipergunakan oleh pihak lain tersebut.62 . dapat diberlakukan atau diminta dari warga masyarakat yang menggunakan prasarana yang bersangkutan atau warga masyarakat yang tidak langsung menerima manfaat atau masyarakat/instansi secara umum. khususnya dinas-dinas di kabupaten/kota adalah harus memahami instansi mana yang dapat dituju oleh masyarakat. b) Bantuan Pihak Lain Yang Tidak Mengikat Bantuan yang dimaksudkan disini. Dinas Kebersihan untuk prasarana persampahan. Hal yang penting diperhatikan berkaitan dengan penerapan sumbangan yang akan diberlakukan oleh tim pengelola O&P adalah bahwa hendaknya disesuaikan dengan situasi budaya dan kemampuan ekonomi warga pemanfaat dan kebutuhan akan biaya pemeliharaan atau perbaikan. misalnya Dinas Pekerjaan Umum untuk prasarana umum. 2. Sumber Pendapatan Lain Yang Sah a) Bantuan Pemerintah Sumber pendapatan ini dapat berasal dari anggaran pemerintah desa. bagi warga kurang mampu atau mampu. dan saluran dainase. anggaran pemerinah daerah (APBD) dan atau anggaran pemerintah pusat (APBN) atau dari pihak lain yang sah. Sumbangan/Donasi Sumbangan/donasi yang sifatnya sukarela. Umumnya potensi bantuan ini akan ada bilamana terjadi pengoperasian bersama suatu prasarana. Dinas Kesehatan untuk prasarana kesehatan. jembatan. 3. bahwa perusahaan tertentu yang berada disekitar wilayah tersebut dapat saja memberikan bantuan sumbangan. seperti dari organisasi lain atau perusahaan swasta. anggaran pemerintah kecamatan. sebab setiap instansi telah mempunyai wewenang tertentu. kepada warga pemanfaat tetap atau dari luar. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan. Bantuan dari pemerintah umumnya dapat digali jika terjadi kerusakan berat yang memerlukan perbaikan besar pada fasilitas umum atau fasilitas vital seperti jalan. baik rutin atau setiap kali penggunaan. Terdapat satu sumber dana yang belum digunakan secara optimal untuk O&P prasarana desa yaitu dana yang berasal dari ADD (Alokasi Dana Desa) atau DAD (Dana Alokasi Desa). ataupun prasarana lainnya.

artinya bahwa penetapan tarif harus menggunakan rumusan yang tidak rumit. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Pendataan Anggota Penerima Manfaat Pendataan anggota ini sangat penting. Penetapan Tarif Retribusi Tarif pelayanan dikenakan bagi pemakai prasarana yang bersifat cost recovery.Potensi sumber pembiayaan disini dapat berasal dari upaya pengembangan prasarana misalnya dari biaya pemasangan baru air bersih. kebutuhan dana untuk perluasan sistem dan lain lain. atau adanya keuntungan dari hasil usaha bersama kelompok. Karena itu peninjauan ulang tarif yang layak perlu dilakukan paling tidak 2 tahun sekali. antara lain: 1) Kecukupan dana (cost recovery). Hal-hal yang perlu dicatat: . 3) Transparan dan mudah dipahami. selain untuk mengetahui jumlah dan siapa saja warga pemanfaat juga akan berkaitan dengan potensi kontribusi dalam pemeliharaan prasarana yang dikelola. dan mudah diperoleh. serta hitungan mudah dilakukan. seperti air bersih. persampahan.Alamat .Jumlah anggota keluarga d.Pekerjaan . Prinsip-Prinsip Penetapan Tarif Terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang dalam penetapan tarif. karena akan membuat masyarakat bertanggung jawab penuh atas keputusan yang telah dibuat dan bisa diterima lebih baik karena masyarakat tahu mengapa tarif ditetapkan sebesar itu. maka pembebanan biaya yang diperhitungkan harus dilakukan secara transparan dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan. maka satu obyek pelayanan dikenakan satu pungutan tarif. dengan prinsip ini maka tarif yang akan ditetapkan harus mencerminkan tingkat kecukupan dana yang diperlukan untuk pengelolaan prasarana san sarana perdesaan secara memadai. dalam penetapan besarnya tarif.Jenis Kelamin . perubahan biaya dan harga barang. untuk menghindari terjadinya pungutan ganda yang membingungkan para penerima manfaat. Penentuan tarif harus dilakukan dengan dan oleh masyarakat. 2) Satu obyek pungut – satu jenis pungutan. 1. penjualan air bersih. Penerimaan dari tarif ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan prasarana bersangkutan termasuk untuk biaya operasi dan pemeliharaan. kandang komunal dan jalan beretribusi. 4) Sederhana dan Jelas.Nama . Keterlambatan penyesuaian tarif akan berakibat serius pada jaminan sustainabilitas keuangan.63 . Sejalan dengan waktu tidak bisa dihindarkan adanya penyesuaian tarif akibat inflasi. c. MCK.

alokasi biaya yang akan dibebankan sebagai tarif diperhitungkan secara proporsional berdasarkan kriteria fisik penggunaan jasa layanan. 2. sehingga kasus ini lebih tepat jika tarif ditetapkan sebesar rupiah tertentu pada setiap rumah tangga.5) Partisipatif. Dalam kasus pelayanan pembuangan sampah dan pembuangan air limbah. Struktur tarif yang seperti ini tidak membutuhkan adanya perhitungan berapa manfaat yang telah diterima oleh masing-masing penerima manfaat. pembuangan air limbah. artinya bahwa dalam penentuan tarif harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Dalam hal ini dapat ditetapkan dengan tarif progresif. tanpa harus menghitung berapa banyak manfaat yang diterima oleh setiap pemakai jasa layanan. termasuk semua calon penerima manfaat. Tarif ini lebih sesuai digunakan untuk penetapan tarif Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . tetapi dikenakan sama rata untuk setiap rumah tangga/penerima manfaat. Kalaupun akan diterapkan prinsip subsidi silang. maka pengelola akan sulit menentukan berapa banyak sampah yang telah dibuang oleh setiap rumah tangga. dimana akan sulit dilakukan pengukuran besarnya manfaat yang diterima secara kuantitatif. Di sisi lain memiliki kelemahan. Tarif ini lebih cocok digunakan untuk pelayanan yang sulit untuk di kuantifikasi. karena pihak yang menerima manfaat kecil dibebani tarif yang sama dengan pihak yang menerima manfaat lebih banyak. Dengan demikian tarif ditentukan berdasarkan volume pelayanan yang benar-benar digunakan secara individual atau rumah tangga. yaitu: 1) Tarif Tidak Berdasarkan Volume Tarif ini tidak melihat berapa jumlah manfaat yang diterima oleh setiap rumah tangga atas penggunaan prasarana tertentu. 2) Tarif Berdasarkan Volume (Volumetrics Tarif) Dalam metode ini. MCK. Dalam kasus pelayanan MCK juga memiliki kriteria yang sama.64 . antara lain dalam volume. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka dapat dikenakan tarif yang lebih besar dibandingkan dengan yang berpendapatan lebih rendah. 6) Adil. Sehingga tarif pelayanan MCK lebih tepat dikenakan dalam rupiah per sekali pakai atau dalam rupiah per bulan per rumah tangga pemakai. bahwa tarif tersebut tidak mencerminkan keadilan. misalnya pelayanan pembuangan sampah. maka perlu dipertimbangkan aspek pendapatan rumah tangga. sehingga tarif yang ditetapkan merupakan keputusan bersama. Jenis-Jenis Tarif Secara garis besar terdapat dua jenis tarif bila dilihat dari cara penentuannya. artinya bahwa orang yang menerima manfaat lebih banyak harus dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan orang yang menerima manfaat lebih sedikit. karena hanya mengalikan besarnya tarif dengan jumlah penerima manfaat. Tarif yang demikian memiliki keuntungan bahwa dalam perhitungan penerimaan tarif lebih mudah dilakukan.

dsb)  Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana dan sarana yang dikelola (misalnya BBM. kontribusi ke pemerintah desa)  Honor pengelola (bila disepakati warga) Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . dll)  Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana dan sarana yang dikelola  Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan)  Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan     Dari formula tsb akan dapat diperoleh tarif dasar dalam satuan Rp per M3. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. b) Tarif Pelayanan Persampahan Untuk mencapai pemulihan biaya pada tingkat operasi dan pemeliharaan. foto copy. sehingga setiap sambungan rumah tangga harus dilengkapi dengan meter air. foto copy.pelayanan penyediaan air bersih. listrik. maka tarif pelayanan persampahan dapat ditetapkan dengan formula sebagai berikut: Seluruh Biaya O&P Dalam 1 Bulan Tarif Persampahan = -------------------------------------------------Jumlah Pelanggan (Rumah Tangga) Biaya yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan:  Biaya administrasi (ATK. 3) Formula Perhitungan Tarif a) Tarif Pelayanan Air Bersih Secara umum Perhitungan Tarif / Harga Pokok Pelayanan air bersih dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O&P Dalam 1 Bulan (Rp) Tarif Air Bersih = -------------------------------------------------------------Jumlah Air Yang Terjual Dalam 1 Bulan (M3) Biaya O&P yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: Biaya administrasi (ATK.65 .

ada yang pemanfaatannya melebihi dari kapasitas desain. Dalam kasus ini pengguna jalan. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . dll)  Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana dan sarana yang dikelola  Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan)  Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. c) Tarif Pelayanan MCK Seluruh Biaya O&P Dalam 1 Bulan Tarif Pelayanan MCK = ------------------------------------------------------Jumlah Rumah Tangga Yang Dilayani Biaya yang perlu diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan:  Biaya administrasi (ATK.66 . sehingga ada jaminan bahwa unur teknis pemanfaatan jalan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan. karena jalan merupakan prasarana publik yang siapa saja bisa menikmatinya. Biaya pengoperasian prasarana dan sarana yang dikelola (misalnya BBM. Akan tetapi dalam pembangunan jalan yang difasilitasi melalui RekompakJRF. kontribusi ke pemerintah desa)  Honor pengelola (bila disepakati warga)  Biaya pengoperasian prasarana dan sarana yang dikelola (misalnya BBM. foto copy. listrik. dll)  Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana dan sarana yang dikelola  Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan)  Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. yaitu dilewati truk-truk bermuatan tinggi (truk pasir). khususnya truk-truk yang bermuatan tinggi wajib dikenakan iuran guna perawatan jalan. dsb)  Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. listrik. sehingga mengakibatkan kerusakan jalan menjadi lebih cepat dari yang semestinya. d) Tarif Pungutan Jalan Ber-retribusi Sebenarnya komponen jalan bukanlah prasarana yang bersifat cost recovery.

Biaya depresiasi adalah alokasi sejumlah dana yang dicadangkan untuk penggantian prasarana dan sarana yang dikelola pada saat umur ekonomisnya habis karena pengoperasian. yaitu dengan cara membagi nilai perolehan asset (prasarana dan sarana) dengan perkiraan umur teknis.Dalam menentukan tarif iuran/retribusi jalan ini dapat digunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O&P 1 Bulan Tarif Pungutan Jalan = --------------------------------------------------------------------Jml Truk Bermuatan Berat Yang Lewat Dalam 1 Bulan Biaya O&P yang perlu diperhitungkan: . maka dari biaya-biaya tersebut ditambahkan beban biaya depresiasi (biaya penyusutan alat dan bangunan).Biaya honor pengelola (bila disepakati warga) . Biaya depresiasi dapat dihitung dengan menggunakan metode garis lurus.Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) .Biaya pemeliharaan (perawatan kerusakan) . saluran disekitar jalan) . Apabila tarif pelayanan dirancang untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk pengembangan pelayanan. 4) Mekanisme Penetapan Tarif Penetapan tarif dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut: • Tim pengelola yang tellah dibentuk menyusun draft penetapan tarif yang dhitung berdasarkan perkiraan biaya yang akan dibebankan. juga harus dialokasikan beban biaya cadangan pengembangan. Biasanya biaya cadangan pengembangan ditentukan sebesar persentase tetentu dari keuntungan.Biaya perawatan rutin (upah pembersihan jalan. • Anggota pemanfaat/warga pemanfaat diminta pendapatnya dan masukannya terkait dengan perhitungan perkitraan biaya (dan perkiraan penggunaan air oleh pemanfat dalam satu bulan. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . • Tim pengelola yang diprakarsai ketua tim mengumpulkan semua anggota tim pengelola dan semua warga pemanfaat. yaitu biaya operasi dan pemeliharaan. biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) dan lain-lain. yang besarnya dapat disepakati melalui rembug warga.Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Apabila tarif pelayanan dirancang untuk memulihkan biaya O&P dan biaya pengembalian investasi. untuk komponen air bersih) yang telah disusun oleh pengurus. dijelaskan untung ruginya bila kelola dengan biaya yang memadai dan bila dikelola dengan biaya yang tidak memadai.67 . • Lalu dijelaskan perlunya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana yang dikelola. maka beban biaya yang diperhitungkan selain biaya O&P dan depresiasi.

• Kemudian semua peserta yang hadir diajak menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. Dengan tarif progresif akan diperoleh keuntungan sebagai berikut: • • • Akan menjadi alat kendali bagi konsumen agar tidak terjadi pengoperasian sumberdaya yang berlebihan. karena akan diperoleh penerimaan tarif yang melebihi kebutuhan biaya pengelolaan terutama berasal dari konsumen yang mengkonsumsi melebihi batas jumlah tertentu. Mekanisme penetapan tarif secara lebih jelas dapat dilihat dalam “Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi” pada lampiran–18./M3 Rp./M3 Rp.5 A 2A 2./M3 Rp. Akan terwujud prinsip keadilan. Contoh Struktur Tarif Progresif untuk Air Bersih: No 1 2 3 4 5 Pemakaian Air Per Bulan (M3) 0 – 10 11 – 20 21 – 30 30 – 40 41 ke atas Satuan Rp./M3 A 1. 5) Struktur Tarif Progresif Penerapan struktur tarif yang bersifat progresif bertujuan untuk menghindari terjadinya pengoperasian sumber daya yang berlebihan. Dengan menerapkan struktur tarif progresif maka konsumen cenderung akan mempertimbangkan penggunaan sumber daya yang berlebihan.68 ./M3 Rp. Penerapan struktur tarif progresif cocok diterapkan untuk komponen pelayanan prasarana yang tarifnya ditetapkan dalam rupiah per volume yang dikonsumsi. Kesepakatan penetuan tarif ini harus dituangkan dalam berita acara. karena konsumen akan berfikir apabila tidak mengendalikan pemakaian sumber daya berarti akan membayar pada tingkat tarif yang lebih tinggi. Akan terjadi pemupukan keuntungan pengelola.5 A 3A Besarnya Tarif 6) Peninjauan Tarif Secara Berkala Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . misalnya komponen air bersih. dimana yang banyak menggunakan pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih tinggi dan sebaliknya yang sedikit menggunakan jasa pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih rendah.

apabila beberapa prasarana cost recovery dikelola oleh satu lembaga pengelola. perlu pemutahiran volume air terjual rata-rata bulanan berdasarkan data realisasi beberapa bulan sebelumnya. yaitu bertujuan untuk mengakomodir adanya kenaikan biayabiaya pengelolaan sebagai akibat dari adanya kenaikan inflasi. B. perlu pemutahiran jumlah pelanggan sesuai dengan data terakhir. Untuk menjamin transparansi dalam mengelola pendapatan. • Menetapkan pemberlakuan tarif.Pendapatan Penjualan Air .69 . termasuk penyesuaian upah (gaji) pengelola maupun tenaga kerja lainnya. Pendapatan Usaha • Pendapatan Pelayanan Air Bersih: . maka perlu dikelompokkan kedalam beberapa sumber pendapatan sebagai berikut: a.Minimal setiap 2 (dua) tahun sekali perlu dilakukan peninjauan kembali tingkat tarif yang berlaku. Perhitungan Anggaran Pendapatan Berdasarkan tarif yang disepakati serta kemungkinan-kemungkinan adanya sumber pendapatan yang lain. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . maka tim pengelola bersama dengan warga pemanfaat menyusun rencana anggaran pendapatan. yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: • Menghitung kembali kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan sesuai dengan harga-harga yang paling terakhir. • Untuk komponen persampahan dan MCK. • Menghitung tarif dasar berdasarkan data pengeluaran (biaya) yang ”up to date”.Pendapatan dari biaya penyambungan baru • Pendapatan Pelayanan Persampahan • Pendapatan Pelayanan MCK Pendapatan diluar usaha • Pendapatan bunga • Pendapatan hasil penjualan asset • Pendapatan lain-lain yang sah b. • Setiap transaksi harus dibuat bukti penerimaan. dan menyusun struktur tarif sesuai dengan yang ditetapkan bersama dalam rembug warga. baik pendapatan usaha maupun di luar usaha. Untuk mempermudah dalam menyusun rencana anggaran pendapatan. maka : • Penerimaan pendapatan tersebut harus dicatat dan dibukukan secara tertib sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. Peninjauan kembali terhadap tarif ini harus dilakukan melalui rembug warga (anggota penerima manfaat) dengan mekanisme yang sama seperti ketika penentuan tarif awal. • Untuk komponen air bersih.

saluran drainase dan lain-lain. . .Prioritas kedua adalah untuk membiayai penggantian investasi. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum pertemuan anggota penerima manfaat.Prioritas pertama adalah untuk membiayai operasi dan pemeliharaan prasarana yang mendatangkan pendapatan (cost recovery). Untuk memudahkan dalam mengendalikan biaya.70 . maka harus digunakan sesuai dengan tujuan pengenaan tarif. • Biaya non operasional dan pemeliharaan. yaitu: • Biaya operasi dan pemeliharaan.Prioritas ketiga adalah untuk membiayai investasi pengembangan (bila diperlukan) atau untuk membiayai kebutuhan operasi dan pemeliharaan komponen lain yang menjadi tanggung jawab masyarakat setempat. misalnya pemeliharaan jalan dan jembatan. Biaya operasi dan pemeliharaan ini dikelompokkan menjadi : 1. 4. c. Pencatatan dilaksanakan berdasarkan beberapa prinsip sebagai berikut: Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . a. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Dalam menyusun rencana anggaran biaya perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. Biaya administrasi dan umum Biaya gaji pegawai dan upah tenaga kerja Biaya bahan (misal: bahan kimia untuk pengolahan air) Biaya listrik (diesel) Biaya pemeliharaan Dan lain-lain b. 5. yaitu : . maka dalam pencatatan pengeluaran secara sederhana perlu dikelompokkan menjadi dua kelompok. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. Dana yang berhasil dihimpun melalui pungutan tarif pelayanan. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi. 2. Setiap pengeluaran yang dilakukan oleh pengelola harus dicatat dan dibukukan pada saat terjadinya transaksi. 6. misal: biaya asuransi. D. Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan Prinsip Pencatatan/Pembukuan Secara sederhana pembukuan dapat diartikan sebagai pencatatan transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis. C. 3. Tujuan pencatatan adalah agar tersedia informasi pemasukan dan pengeluaran dana oleh pengelola yang transparan dan akuntabel (dapat dipertanggung-jawabkan).• Setiap akhir bulan harus direkap dan dilaporkan kepada anggota penerima manfaat.

71 .1. maka diwajibkan membuka rekening bank. Buku Biaya Operasi dan Pemeliharaan Prasarana. Dalam untuk kelompok ini secara bulanan. biaya penelitian dan pengembangan. biaya keuangan (bunga). MCK. Laporan Pendapatan. 4. biaya pemeliharaan prasarana dan sarana kantor. yang pada gilirannya akan dimasukkan dalam laporan keuangan bulanan. maka perlu dipisah-pisahkan antara pendapatan dari pelayanan prasarana yang satu dengan yang lainnya. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. Apabila pengelolaan prasarana telah berkembang. Dengan demikian diperlukan buku bank yang digunakan untuk mencatat transaksi penyetoran dana ke rekening bank. diantaranya pengeluaran biaya pegawai (gaji pengelola). biaya penyusutan prasarana dan sarana kantor dan rupa-rupa biaya umum lainnya. 2. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. Buku Bank. Kronologis (menurut urutan waktu) Sistematis (menurut cara-cara tertentu) Informatif (dapat dimengerti / difahami/logis) Auditable (dapat diperiksa atau di audit) b. Buku Kas. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat pemasukan dana dari pelanggan (penerima manfaat) sebagai penerimaan atas tarif yang dikenakan bagi pengguna jasa pelayanan. belanja material dan upah tenaga kerja dan saldo kas. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. 2. 4. dll). merupakan buku bantu untuk mencatat segala transaksi yang terkait dengan pengeluaran dana untuk keperluan administrasi dan umum. 3. Digunakan untuk mencatat penerimaan uang di Kas (dapat berasal dari penarikan uang tunai dari bank atau sumbangan tunai lain) serta pengeluaran untuk biaya operasional. Buku Biaya Administrasi dan Umum. persampahan. penarikan dana tunai dari rekening bank dan saldo di bank. Pelaporan Beberapa laporan terkait dengan pengelolaan keuangan yang harus disediakan oleh tim pengelola adalah sebagai berikut: 1. Hal ini akan membantu dalam melakukan control / pengendalian dan menyusun rekapitulasi bulanan. 5. 3. biaya hubungan pelanggan. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . terkait dengan penyimpanan dana yang lebih aman dibanding dengan penyimpanan secara tunai dalam jumlah yang besar. Setiap pemasukan dan pengeluaran uang kas harus ada bukti penerimaan atau pengeluaran kas dan diberi penomoran. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat segala transaksi yang terkait degan pengeluaran biaya operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana utama yang dikelola (air bersih. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. Apabila pengelola sekaligus menangani beberapa sumber pendapatan (prasarana cost recovery). biaya kantor (ATK).

3. Laporan Keuangan. laporan rencana dan realisasi pengeluaran. 7. 8. hutang dan modal. mencatat pemasukan dana. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan. Laporan penunjang lainnya yang diperlukan. Jumlah pendapatan yang dihasilkan. c. baik itu yang berupa aktiva lancar. Laporan Neraca. dibandingkan total jumlah pengeuaran untuk operasi dan pemeliharaan ditambah dana cadangan untuk penyusutan prasarana dan sarana. merupakan laporan yang menggambarkan posisi asset yang dikelola. misalnya laporan rencana dan realisasi pendapatan. 3. merupakan laporan rekapitulasi kegiatan keuangan bulanan. Pertanggungjawaban Untuk menjamin transparansi atas pengelolaan dana (penerimaan dan pengeluaran). Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana Dan Sarana Dasar . Ukuran Keberhasilan Pengelolaan O&P Prestasi kegiatan operasi dan pemeliharaan dari aspek keuangan dapat dilihat dari : 1. Jumlah pendapatan yang dihasilkan (retribusi atau sumbangan/iuran). maka setiap bulan harus dilaporkan kepada para pemanfaat (konsumen) dan masyarakat sekitar melalui media papan informasi maupun forum-forum pertemuan warga. 2. Laporan neraca dibuat secara periodic bulanan dan disampaikan kepada para pemanfaat (pelanggan pengguna pelayanan) baik melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. pengeluaranpengeluaran dana dan mencatat saldo akhir kas dan di bank. sehingga tetap terjadi transparansi dalam pengelolaan asset.6. Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut dibandingkan total jumlah pendapatan yang dihasilkan. aktiva tetap.72 . yang mencatat saldo awal kas dan di bank. 4. sebagai bentuk pertanggungjawaban. Laporan keuangan ini harus dibuat setiap akhir bulan dan dimumumkan kepada penerima manfaat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->