STUDI KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN METODE KONVENSIONAL POKOK BAHASAN JURNAL KHUSUS SEBAGAI

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS II MAN SURUH

SKRIPSI
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Semarang

Oleh :

BAHRIYATUL AZIZAH NIM. 3301401176

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI 2006

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Bambang Prishardoyo, M. Si NIP. 130818769 Drs.Hartoyo B.Sc NIP.13200370

Mengetahui : Ketua Jurusan Akuntansi

Drs.Sukirman, M.Si NIP.131404309

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : :

Penguji Skripsi

Drs.katut sudarma, M.M NIP.131813667

Anggota I

Anggota II

Drs.Bambang Prishardoyo, M.Si NIP. 130818769

Drs.hartoyo,B.Sc NIP.13200370

Mengetahui : Dekan,

Drs. Agus wahyudin, M.Si NIP. 130367998

iii

PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Semarang. September 2006 Bahriyatul Azizah NIM. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. baik sebagian atau seluruhnya. 3301401176 iv .

(Q. temenku mba lusi. Sahabat Sejatiku pendengar setiaku 4.S Alam Nasyrah : 6-7) “Ketulusan akan membuat kita belajar dan bisa melupakan banyak hal”. ada kemudahan.S Al Fatihah : 5) “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). ari sert seluruh keluarga besar kost khasanah v .MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO “Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan”. rina dan adikku hani. mas mujib. Bapak dan Ibu terima kasih atas jerih payah dan kasih sayangmu 2. (Madame Swetchine) PERSEMBAHAN : Karya tulis ini aku persembahkan buat : 1. rizky. mas guno serta keponakanku hendra da fiky 3. (Q. kakakku mba evi. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. fafa.

5. vi . Ketut Sudarma. 4. M. 3. Bambang Prishardoyo. Guru dan staff karyawan MAN Suruh Kabupaten Semarang yang telah membatu peneliti selama melaksanakan penelitian. M..Si. 7.PRAKATA Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Agus Wahyudin. M. Dekan Fakultas Ekonomi yang telah berkenan memberikan ijin penelitian. Drs. Dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan untuk penyusunan skripsi. M. Atas selesainya skripsi ini penyusun bermaksud mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ketua Jurusan Akuntansi yang telah berkenan memberikan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. Dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. B. Drs. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk menyelesaikan studi jenjang Strata 1 (satu) guna meraih gelar sarjana pendidikan di Universitas Negeri Semarang.Sc.M dosen penguji yang telah memberikan bimbingan dan arahan untuk penyusunan skripsi 6. Drs.Si. Drs. Hartoyo. Drs. Ag Kepala MAN Suruh Kabupaten Semarang yang telah berkenan memberikan iji penelitian. Drs. sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Studi Komparasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal Khusus Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas II MAN Suruh”. 2. Suharto. M.Si. Sukirman.

Akhir kata. Semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala kebaikan yang telah diberikan selama menyusun skripsi. semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Seluruh siswa kelas II MAN Suruh Kabupaten Semarang yang telah berkenan menjadi sampel dalam penelitian ini.8. 9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu baik moril maupun materiil kepada penulis. Semarang. September 2006 Penyusun vii .

Rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen yang lebih tinggi menunjukkan pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Skripsi. Jurusan Manajemen. Untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran maka akan diterapkan pembelajaran kooperatif learning jigsaw. Kata Kunci : Kooperatif Tipe Jigsaw. Analisis data menggunakan t test.SARI Bahriyatul Azizah. M.99. Dalam interaksi ini siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka mencintai proses dan mencintai satu sama lain. Sampel yang digunakan adalah kelas 2 IPS 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas kelas 2 IPS I sebagai kelompok kontrol. Konvensional. Hal ini berarti bahwa antara kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai kemampuan awal yang relatif sama dalam memahami materi pokok bahasan jurnal khusus sebelum mengikuti pembelajaran.11. hal ini berarti ada perbedaan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus antara metode kooperatif tipe jigsaw dengan pembelajaran konfensional. Rata-rata hasil post test kelompok eksperikem sebesar 6.84 dan kelompok kontrol sebesar 6. Beberapa saran yang dapat penulis ajukan berkenaan dengan hasil penelitian ini yaitu dalam kaitannya dengan pembelajaran akuntansi pokok viii .Si. B. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran konvensional sebagai variabel bebas dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat.04. metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2006/2007. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata hasil pre test kelompok eksperimen sebesar 4. 2006. Fakultas Ekonomi. Masalah yang timbul adalah siswa belum mampu menguasai dan terampil dalam menyeledsaikan soal-soal akuntansi yang bervariasi dari konsep yang diberikan guru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran konvensional.99. Pembimbing II : Drs.595 < ttabel = 1. tes dan wawancara. hasil uji t data post test diperoleh thitung = 4. Universitas Negeri Semarang. Hartoyo. Hasil Belajar Pembelajaran akuntansi yang berjalan selama ini cenderung ditunjukkan pada ketrampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal akuntansi secara konsepsional yang diajarkan oleh guru.639 > ttabel = 1. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas II semeter II MAN Suruh yang terdiri dari 3 kelas. hal.. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Bambang Prishardoyo. Hasil uji t diperoleh diperoleh thitung = 0.Sc. karena pembelajaran ini memiliki konsep pada penekanan interaksi antar siswa.23 dan kelompok kontrol sebesar 4. Pembimbing I : Drs. Studi Komparasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal Khusus Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas II MAN Suruh.

oleh karena itu guru hendaknya mempertimbangkan penggunaan metode ini saat akan melaksanakan pembelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal khusus. ix .bahasan jurnal khusus di tingkat SMA dapat digunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw karena terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

......... 2........................ 1..................4 Tujuan Penelitian ...................... BAB III METODE PENELITIAN......................................................................1 Metode Penentuan Obyek Penelitian ............................................................................2 Faktor-faktor Belajar....... 2............ 3........................ 1.............................................................. 2............................................................... PRAKATA....................................................................................1 Tinjauan Tentang Belajar...............5 Kegunaan Penelitian ................................ DAFTAR GAMBAR .................. PERNYATAAN.......... 2........... BAB I PENDAHULUAN .........................................................................1 Teori Belajar ......4 Kerangka Berpikir.....................................................................................................1 Populasi Penelitian.....3 Tinjauan Tentang Metode Pengajaran .................................................................................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 1.....................3 Hasil Belajar............................................................... 1.............................................. 1...................................................................................................................1............................. SARI........1..................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.............................................................................................................. x ......... DAFTAR LAMPIRAN............................................................... 2.............5 Hipotesis Penelitian...................................1 Latar Belakang Masalah................ DAFTAR TABEL.........2 Jurnal ......................................... 2.................................................................. DAFTAR ISI..............3 Perumusan Masalah ............... 2....................................... 2.............2 Penegasan Istilah..............1..................................... BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ...........................................1. i ii iii iv vi vii ix xi xii xiii 1 1 4 7 8 8 10 10 10 14 17 36 42 42 45 46 46 46 3.................................................. MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..........

............4 Metode Pengumpulan data..................................3 Variabel Penelitian ................................................................................................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN ....... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................... 5...................... DAFTAR PUSTAKA ............................................5 Instrumen Penelitian ............................................................................ 5.......1........................................2 Saran..........2 Pembahasan................................. 3............................................................................. 4......................................... 3....................................................................... LAMPIRAN.........1 Hasil Penelitian ......................... 3.......................................... 46 47 47 50 52 53 58 63 63 69 72 72 72 74 76 xi .........................................................6 Metode Analisis Data.1.........................................3................. 4........................................2 Rancangan Penelitian ........ 3............................................................................... 3............................................................ 3...........2 Sampel Penelitian.........................................3 Prosedur Penelitian ................................1 Simpulan ........................................................

. 3....................................................................................5 Deskripsi Data Hasil Belajar Setelah Pembelajaran ............................... 4...7 Hasil Uji Kesamaan Varians Data Post Test.................6 Hasil Uji Normalitas data Akhir ................2 Hasil Uji Normalitas Data Awal .............................................2 Ringkasan Daya Pembeda Soal Ujicoba ...1 Kemampuan Awal Siswa Sebelum Pembelajaran .......................... 4.......................................................................... 4................................................... Hal 55 57 58 64 65 65 66 66 67 67 68 xii ......4 Uji Kesamaan Rata-rata Data Pre Test.3 Ringkasan Tingkat Kesukaran Soal Uji Coba......... 4.................................. 4.......8 Uji Perbedaan Rata-rata Data Post Test ......... 4......................... 4......DAFTAR TABEL Tabel 3...................................... 4... 3......3 Hasil Uji Kesamaan Varians Data Pre Test ...............................................................1 Ringkasan Validitas Soal Uji Coba..........

Hal 31 45 48 49 52 xiii ..........2 Kerangka Berpikir........ 3......................3 Skema Prosedur Penelitian.............................................1 Skema Tahap Pembelajaran Kelompok Eksperimen ...............................DAFTAR GAMBAR Gambar 2............................... 2.... 3....................................... 3..................2 Skema Tahap Pembelajaran Kelompok Eksperimen ............................................................................1 Ilustrasi Kelompok Jigsaw ....................

.................................................. Kunci Jawaban Soal Uji Coba dan Soal Ulangan ......... Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal...................... Reliabilitas.................................................................. 6............................................................................. Perhitungan Daya Pembeda Soal ........... 113 23.................................................. Data Hasil Belajar Siswa Kelompok Eksperimen dan Kontrol .. Deskripsi Data Ketuntasan Hasil Belajar Siswa .............................. 5.......... Rencana Pembelajaran I. Hal 76 81 83 85 87 88 92 96 97 98 11............... Perhitungan Reliabilitas Instrumen ............................................ Jurnal Guru...................................... 3................. 9........... 105 15.................... 112 22................ 102 14............................ 107 17................. 115 25........................................................................................................ Uji Normalitas Data Hasil Pre Test Kelompok Eksperimen............................................ Lembar Observasi Kinerja Guru ................. Uji Kesamaan Varians Data Hasil Pre Test Antara Kelompok Eksperimen Dan Kelompo Kontrol................. 101 13..... Analisis Validitas.................................................................................................................. 2........................................... Hasil Observasi Kinerja Guru . 110 20... 106 16...................... Satuan Pembelajaran .................................................. Uji Kesamaan Varians Data Hasil Post Test Antara Kelompok Eksperimen Dan Kelompo Kontrol....................... Hasil Jurnal Guru ................... 114 24.... Kisi-kisi Soal Uji Coba ......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.............................. 4........................................... 108 18............................ Rencana Pembelajaran III ............ 10..... Uji Normalitas Data Hasil Post Test Kelompok Eksperimen .......... Uji Normalitas Data Hasil Pre Test Kelompok Kontrol .................... Daya Pembeda dan Tingkat Kesukaran Soal....... Soal Uji Coba ..................................... 8............................................... Perhitungan Validitas Butir............. Uji Normalitas Data Hasil Post Test Kelompok Kontrol.. 109 19............................................... 116 xiv ............................................. Soal Ulangan ....................................................... 7..... 100 12.................. 111 21..................... Rencana Pembelajaran II............................................................................................................................................

................................................. Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Hasil Pre Test Antara Kelompok Eksperimen Dan Kelompok Kontrol............... 117 27...................................................................... 118 29.............. Dokumentasi Penelitian .......... 121 xv ............................ Surat Ijin Penelitian............26............................................ 118 28....................... Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Hasil Post Test Antara Kelompok Eksperimen Dan Kelompok Kontrol.................

M. 130367998 xvi .131813667 Anggota I Anggota II Drs. M.Si NIP.Pd NIP. 130818769 Drs. Sunardi.PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial. Marimin NIP. Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : : Penguji Skripsi Drs.Ade Rustiana.13200370 Mengetahui : Dekan.M.Si NIP. Drs. Fachrurrozie.

nilai dan sikap.BAB I PENDAHULUAN I. Siswa yang belajar diharapkan mengalami perubahan baik dalam bidang pengetahuan. Oleh karena itu.5. Perubahan tersebut dapat tercapai bila ditunjang berbagai macam faktor. Faktor yang dapat menghasilkan perubahan juga berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar. proses belajar yang menarik sehingga dimungkinkan perlu adanya paradigma baru dalam dunia pendidikan. pemahaman. Proses belajar mengajar yang ada merupakan penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam pencapaian hasil yang optimal diperlukan suasana . Di MAN Suruh meskipun sudah mulai menerapkan kurikulum baru namun masih menitik beratkan metode pengajaran pada paradigma lama yaitu 1 . Hasil belajar merupakan alat untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang telah diajarkan guru. Berdasarkan observasi awal hasil belajar akuntansi tahun ajaran 2005/2006 khususnya pada pokok bahasan jurnal khusus belum mendapatkan hasil yang optimal dengan nilai rata-rata 5. ketrampilan. hasil belajar merupakan faktor yang paling penting dalam proses belajar mengajar.I Latar Belakang Masalah Kegiatan utama dalam proses pendidikan di sekolah adalah kegiatan belajar mengajar. lingkungan belajar yang menunjang.

dalam interaksi ini siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka mencintai proses dan mencintai satu sama lain. Oleh karena itu. . latihan soal. agar sesuai dengan tuntutan zaman. terkait langsung dengan hasil belajar siswa. dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membuktikan bahwa guru sudah harus mengubah paradigma pengajaran. Untuk itu suasana kelas perlu didesain sedemikian rupa sehingga siswa mendapat kesempatan untuk saling berinteraksi.2 metode konvensional yang inti kegiatannya yaitu ceramah. pengajar perlu menciptakan suasana belajar sedemikian rupa sehingga siswa perlu bekerjasama secara gotong-royong. dan penugasan . penelitian.Suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan pengisolasian akan membentuk hubungan yang negatif dan mematikan semangat siswa. Paradigma lama tersebut tidak bisa lagi dipergunakan. Dengan kurikulum berbasis kompetensi ( KBK ) diharapkan dapat membawa perubahan dari paradigma lama kearah paradigma baru yang lebih baik. Dua hal penting yang merupakan bagian dari tujuan pembelajaran akuntansi adalah pembentukan sifat yaitu pola yang berfikir kritis dan kreatif. Hal ini akan menghambat pembentukan pengetahuan secara aktif . Teori. Dalam dunia pendidikan pada saat ini sudah banyak berubah dengan adanya penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) sebagai upaya meningkatkan kualitas belajar siswa.

Siswa dalam kelompok bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar yang ditugaskan padanya lalu mengajarkan bagian tersebut pada anggota yang lain. Siswa juga senantiasa tidak hanya mengharapkan bantuan dari guru serta siswa termotivasi untuk belajar cepat dan akurat seluruh materi. dan menekankan keaktifan siswa. Dalam penelitian ini penerapan metode kooperatif jigsaw untuk pokok bahasan jurnal khusus dirasakan sesuai. Beberapa alasan lain yang menyebabkan metode jigsaw perlu diterapkan sebagai metode pembelajaran yaitu tidak adanya persaingan antar siswa atau kelompok. diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan pokok bahasan jurnal khusus memerlukan analisis dan pemahaman siswa serta sub-sub pokok bahasan jurnal khusus tidak saling terkait. Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Mereka bekerjasama untuk menyelesaikan masalah dalam mengatasi cara pikiran yang berbeda. terbukti dari jurnal judul skripsi ada peneliti yang menerapkan metode jigsaw pada Ilmu Sosial. Pembelajaran jigsaw membawa konsep pemahaman inovatif. Siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasan gotong-royong dan memiliki banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi. peneliti akan meneliti lebih lanjut mengenai perbedaan hasil belajar akuntansi penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan metode konvensional dengan judul: Studi Komparasi Metode Pembelajaran Tipe jigsaw dan Metode . Selama ini metode kooperatif jigsaw hanya sering diteliti dan diterapkan di jurusan IPA tetapi pada Ilmu Sosial sebenarnya juga bisa untuk diterapkan.3 Melalui metode pembelajaran jigsaw diharapkan dapat memberikan solusi dan suasana baru yang menarik dalam pengajaran sehingga memberikan dengan konsep baru.

Mengajar menurut Ign. menguasai dan mengembangkannya.Ulih adalah menyajikan bahan pelajaran oleh orang kepada orang lain agar orang lain menerima. 2001 : 740 ). 2003:65) Metode juga memiliki pengertian cara-cara untuk menyampaikan materi pada siswa (Arikunto. Studi Komparasi Studi komparasi adalah Suatu penyelidikan untuk membandingkan dua perkara /fenomena atau lebih (Arikunto. 1991:20 ) Penelitian ilmiah tentang perbandingan obyek-obyek penelitian. Jadi metode mengajar merupakan cara-cara yang digunakan guru dalam mengajar siswa untuk mencapai tujuan belajar dimana metode mengajar ini sangat . Metode mengajar adalah suatu jalan/cara yang harus dilalui didalam mengajar ( Slameto.4 Konvensional Pokok Bahasan Jurnal Khusus Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas II MAN Suruh. atau cara yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai suatu tujuan yang ditentukan (KBBI.S. Metode Merupakan cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.2 Penegasan Istilah 1. 2003:301 ). Dalam hal ini adalah untuk mengetahui mana yang lebih baik dengan membandingkan hasil belajar siswa melalui metode konvensional dan metode kooperatif tipe jigsaw 2. I.

Metode pembelajaran . dan ditempat lainnya. a. tetapi jauh lebih luas dari itu. Metode Pembelajaran Kooperatif jigsaw Darsono (2000: 24). Metode latihan adalah metode mengajar dengan memberi latihan secara berulangulang untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode ceramah adalah metode mengajar dalam menyampaikan materi secara lisan. pengertian pembelajaran secara umum adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa kearah yang lebih baik. tradisional textbook activity). latihan dan penugasan dan untuk metode kooperatif yaitu metode yang akan dikaji mengenai metode kooperatif jigsaw. disekolah. di perpustakaan. Metode Pembelajaran Konvensional Menurut Oemar Hamalik ( 1990:27) pendekatan yang siswa berdasarkan tradisional yang menitik beratkan keterlibatan dalam kegiatan yang berpusat pada guru ( yang dikenal dengan techer directed. Tugas biasa dilaksanakan dirumah. Metode penugasan tidak sama dengan pekerjaan rumah. b.5 mempengaruhi belajar siswa. Metode belajar diantaranya adalah metode konvensional dalam hal ini metode ceramah. Jadi metode pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran dimana guru memegang peranan penting dalam menentukan isi dan proses belajar termasuk dalam menilai kemajuan belajar siswa.

jurnal khusus perlu diperluas lagi dengan membuat kolom-kolom. Jadi pembelajaran tipe jigsaw ini merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif yang merupakan pembelajaran kelompok dimana setiap anggota bertanggung jawab atas penguasaan materi tertentu dan mengajarkannya kepada anggota kelompoknya setelah adanya mempelajari dengan kelompok ahli masing-masing. dan untuk menciptakan pengendalian intern perusahaan. Jurnal khusus adalah tempat mencatat transaksi-transaksi yang sejenis yang sering terjadi selama operasi perusahaan. kelas. Jurnal Khusus Jurnal yaitu catatan harian (KBBI. mempertinggi (KBBI.Sedangkan dapat untuk . Jurnal khusus mengurangi pekerjaan memposting kebuku besar. d.hasil adalah suatu yang diadakan ( dibuat. 2002:202).6 kooperatif tipe jigsaw adalah pembelajran dimana siswa belajar dalam kelompok bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tersebut pada anggota kelompok lain ( Lembar Ilmu Pendidikan:1999). Dalam pencatatan jurnal khusus ini diperlukan karyawan yang banyak. Apabila transaksi semakin banyak dan frekuensinya semakin tinggi. dijadikan ) oleh usaha. dsb). Meningkatkan Hasil Belajar Meningkatkan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu menaikan ( derajat. c.2002:1077).

Mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran konvensional. Diantara metode kooperatif tipe jigsaw dan metode konvensional manakah yang lebih efektif dan tepat diterapkan dalam pokok bahasan jurnal khusus pada siswa kelas II semester II Man Suruh Tahun pelajaran 2006/2007 2. Apakah ada perbedaan hasil belajar akuntansi pada siswa.7 belajar adalah berusaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu (KBBI.Jadi hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa melalui usaha (pengalaman dan latihan )dalam mempelajari pokok bahasan tertentu yang dialami atau dirancang. 1. Untuk mengetahui apakah pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW atau pembelajaran konvensional yang paling sesuai.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : a. poko bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas II semester II MAN Suruh Tahun pelajaran 2006/2007 I. sehingga dapat memberikan hasil belajar akuntansi yang lebih baik untuk pokok bahasan jurnal khusus pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2006/2007 b.3 Perumusan Masalah Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: 1. . 1991:14).

Pembaca Menambah pengetahuan pembaca . Bagi Pihak Lembaga Terkait Sebagai bahan pertimbangan untuk pembuatan kebijaksanaankebijaksanaan baru tentang pendidikan b. Bagi Siswa a) Siswa dapat belajar bersosialisasi dengan cara memahami perbedaan-perbedaan yang tumbuh dalam kelompok b) Siswa dapat saling bertukar pikiran antara sesama anggota kelompok sehingga setiap siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih banyak c) Siswa dapat belajar untuk mau mendengarkan dan saling menghargai pendapat orang lain 2. Manfaat Secara teoritis 1. Bagi Pihak sekolah Dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk mengadakan variasi metode pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar siswa 3. Manfaat secara praktis 1.5 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat terutama: a.8 metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2006/2007? I.

9 2. Peneliti Berikutnya Dapat dijadikan masukan bagi peneliti-peneliti lain yang melakukan penelitian serupa dimasa yang akan datang 3. Peneliti Yang Bersangkutan Menambah ilmu pengetahuan yang telah dimiliki peneliti dan merupakan wahana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah di dapat di bangku kuliah .

dkk.2 Teori Belajar Beberapa teori belajar antara lain: 1. 2000) belajar adalah aktivitas mental atau psiskis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan.I Pengertian Belajar Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan. dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan. dimana perubahan ini tidak lepas dari peran guru sebagai pengajar. ketrampilan dan nilai sikap. Teori belajar menurut J. ialah lingkungan dimana siswa dapat melakuakan eksplorasi.I Tinjauan Tentang Belajar 2.Bruner Didalam proses belajar.I. Jadi belajar merupakan suatu kegiatan yang mengakibatkan perubahan. Tingkah laku yang baru secara keseluruhan .I. 2. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto:2003:2). Bruner mementingkan partisipasii aktif dari tiap siswa.BAB II LANDASAN TEORI 2. penemuan-penemuan baru 10 . yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan. pemahaman.Untuk meningkatan proses belajar perlu lingkungan yang dinamakan “discovery learning environment”. Menurut Winkel ( dalam Darsono .

hubungan-hubungan dan hambatan yang dihayati oleh siswa secara berbeda –beda pada usia yang berbeda pula. Sumbangan penting teorinya adalah penekanan pada hakekat pembelajaran sosiokultur. Dalam tiap lingkungan selalu ada bermacam-macam masalah. Menghendaki seting kelas bebentuk kooperatif. b. Teori belajar Vygotsky Tokoh konstruktivis lain adalah Vygotsky. Zone of proximal development adalah jarak tingkat sesungguhnya yang didefinisikan sebagai perkembangan kemampuan pemecah masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah dibawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.Scalfolding berarti memberikan seorang anak sejumlah . sehingga siswa dapat saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif dalam masing-masing zone of proximal development mereka. 2. Pendekatan Vygotsky dalam pembelajaran menekankan scalfolding. Inti dari teorinya yaitu menekankan pada interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran.11 yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui. Vygotsky menjabarkan implikasi utama teori pembelajarannya sebagai berikut: a.

struktur tujuan kooperatif menciptakan situasi dimana ( . Diidentifikasi ada tiga macam struktur pencapaian tujuan yaitu sebagai berikut: a) Kooperatif dimana orientasi tujuan masing-masing siswa turut membantu pencapaian tujuan siswa lain. Teori motivasi Menurut teori motivasi. c) Individualistik dimana upaya siswa untuk mencapai tujuan tidak ada hubungannya dengan siswa lain dalam mencapai tujuan tersebut. motivasi siswa dalam pembelajaran kooperatif terutama terletak dalam bagaimana bentuk hadiah atau struktur pencapaian tujuan saat siawa melaksanakan kegiatan. Teori yang Melandasi Pembelajaran Kooperatif Dua aspek yang penting yang mendasari keberhasilan cooperative learning yaitu teori motivasi dan teori kognitif Slavin:1995:16 ). Berdasar pandangan teori motivasi. 1. Metode mengajar adalah suatu jalan/cara yag harus dilalui di dalam mengajar ( Slameto: 65 ).12 besar bantuan tersebut dan memberikan kesempatan pada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan. b) Kompetitif dimana uapaya siswa untuk mencapai tujuan akan menghalagi siswa lain dalam pencapaian tujuan.

Hal apa saja yang dapat membuat kelompok berhasil . Oleh karena itu untuk mencapai tujuan pribadi mereka. 2. Dengan kata lain . Teori ini dikelompokkan dalam dua kategori: a). Teori Kognitif Teori ini mengukur efek-efek dari bekerjasama dalam diri individu.13 satu-satunya cara agar tujuan tiap anggota kelompok tercapai adalah jika kelompok tersebut berhasil. Teori Perkembangan: Asumsi dasar dari teoti perkembangan adalah interaksi siswa diantara tugas-tugas yang sesuai meningkatkan penguasaan mereka terhadap konsep-konsep yang sulit. penghargaan kepada kelompok berdasarkan pada kemampuan kelompok dalam menciptakan struktur penghargaan antar perorangan sedemikian rupa sehingga anggota kelompok akan saling memberi penguatan sosial sebagai respon terhadap upaya-upaya pengerjaan tugas teman sekelompoknya. Vygotsky mendefinisikan zone of proximal development sebagai jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan . anggota kelompok harus membantu teman kelompoknya yang dapat membuat pencapaian tujuan belajar seperti membuat variasi dalam metode mengajar. dan yang lebih penting mendorong teman kelompoknya untuk berusaha secara maksimal.

karena membuat ikhtisar menghendaki siswa mereorganisasi dan memilih materi yang penting. Faktor-faktor intern faktor intern adalah faktor yang berasal dari diri individu yang sedang mengalami proses belajar.Sebagai misal membuat ikhtisar dari suatu kuliah merupakan kegiatan yang lebih baik dari pada sekedar membuat catatan. maka siswa harus terlibat dalam kegiatan restruktur atau elaborasi kognitif atas suatu materi . Teori Elaborasi Kognitif: Teori ini memiliki pandangan yang berbeda . 1. a Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua faktor yang ada dari dalam individu ( intern )dan luar individu ( ekstern ).Penelitian dalam psikologi kognitif telah menemukan bahwa supaya informasi dapat disimpan didalam memori dan terkait dengan informasi yang sudah ada dalam memori itu. Salah satu elaborasi kognitif yang paling efektif ialah menjelaskan materi itu pada orang lain.Faktor intern disini meliputi .14 pemecahan masalah dibawah bimbingan orang dewasa atau melaui kerjasama dengan teman sebaya yang lebih mampu b).

minat. 2. dan diusahakan kondisi yang bebas dari kelelahan. Kelelahan itu mempengaruhi belajar. relasi antar anak dan anggota keluarga yang lain. Faktor Sekolah 1. motif. Faktor psikologis : intelegesi. kematangan. cacat tubuh yang mempengaruhi secara langsung atau tidaknya dalam proses belajar b.15 a. Faktor-faktor ekstern Faktor-faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar terdiri dari: a. agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan dalam belajar. Relasi siswa dengan guru dan siswa lain. Faktor jasmani : kesehatan tubuh dalam kesiapan menerima pelajaran. Faktor kelelahan Faktor kelelahan disini dibagi menjadi dua yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. 2. kemudian suasan rumah terkait dengan kejadian yang sering terjadi didalam keluarga dimana anak berada dan belajar. perhatian. b. serta keadaan ekonomi keluarga. bakat. Kurikulum. Faktor Keluarga Cara orang tua mendidik anaknya. . kesiapan c.

menurut Sudjana ( 2000: 67) ada tiga unsur dalam kualitas pengajaran yang berpengaruh pada hasil belajar siswa. Metode mengajar sangat mempengaruhi belajar. Faktor Masyarakat Masyarakat merupakan faktor ektern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa. yang merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kualitas belajar. efektif dan efisien. maka dalam pembelajaran guru harus pandai-pandai memilih pendekatan dan metode mengajar yang sesuai dengan isi materi pelajaran. Pengaruh itu terjadi karena keberadaanya siswa dalam masyarakat. yakni kompetensi guru. Kondisi dan fasilitas belajar 5. Metode tersebut harus benar-benar sesuai dengan materi .16 3. Disiplin Sekolah 4. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang kurang baik pula c. Terkait dengan masalah ini peneliti akan menkaji lebih jauh tentang metode dalam mengajar . karakteristik kelas dan karakteristik sekolah. Selain faktor-faktor diatas. dan pergaulan siswa dalam masyarakat.berkaitan dengan kompetensi guru. Metode adalah cara yang harus dilalui didalam mengajar.

2000: 76 ) Metode pengajaran adalah cara-cara pelaksanaan dari proses atau bagaimana tekniknya suatu bahan pelajaran diberikan Jadi. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang telah dirumuskan yang telah dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan (Djamarah.17 2. Dalam kegiatan belajar mengajar. Macam/jenis metode dalam belajar antara lain: a) Metode proyek adalah cara menyajikan pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga dapat ditemukan pemecahan secara keseluruhan. metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. b) Metode eksperimen adalah cara menyajikan pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.I. . 2002:53) Metode mengajar ialah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. tercapai tidaknya tujuan belajar salah satu faktornya adalah ketepatan memilih metode dalam proses belajar tersebut.4 Tinjauan Tentang Metode Pengajaran Metode adalah Suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang dipergunakan untk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Sudjana.

18 c) Metode tugas dan resitasi ( penugasan ) adalah metode pengajaran dimana guru memberikan tugas-tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar di sekolah dan di luar sekolah. f) Metode tanya jawab adalah cara menyajikan pelajaran dengan bentuk pernyataan yang harus dijawab baik itu dari guru kepada siswa atau siswa kepada guru g) Metode Ceramah adalah metode megajar dalam menyampaikan materi secara lisan h) Metode demontrasi adalah cara penyajian bahn pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan suatu proses. ( Syaiful bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2002:94-109 ) . d) Metode problem solving ( pemecahan masalah ) adalah metode mengajar dengan memecahkan masalah sehingga didapat suatu kesimpulan. i) Metode Karyawisata adalah cara mengajar siswa diajak keluar sekolah meninjau tempat tertentu atau obyek tertentu untuk memperdalam pelajaran dengan melihat kenyataan j) Metode latihan adalah metode mengajar dengan memberikan latihan secara berulang-ulang untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik yang sebenarnya maupun tiruan yang disertai dengan pelajaran lisan. e) Metode siodarama adalah metode mengajar dengan mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya masalah sosial.

status sosial. dalam hal ini adalah permasalahan intern guru yang dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar misalnya.2002:89) mengatakan. dalam kegiatan belajar mengajar yag harus guru ciptakan tidak selamanya sama dari hari kehari dan waktu yang tersedia cukup untuk bahan pengajaran yang ditentukan 4. .Dalam hal ini terdapat berbagai macam perbedaan. khususnya metode kooperatif tipe JIGSAW. bahwa pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor. sebagai berikut: 1. Melalui penelitian ini akan dibandingkan antara hasil belajar dengan menggunakan metode ceramah. latihan soal. fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik disekolah. baik dari aspek intelektual. dan penugasan ) serta metode kooperatif . kepribadian. Anak didik adalah manusia berpotensi yang menghajatkan pendidikan.metode pengajar harus sejalan dengan taraf kemampuan hendak diisi kedalam diri setiap anak didik. Guru. Tujuan adalah Sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar yang mengajar. latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar. 3. 2. kemampuan dalm memgolah kesan dari bahan pelajaran yang baru disampaikan. Situasi. latihan soal dan penugasan yang sering disebut sebagai metode konvensional dengan hasil belajar melalui metode kooperatif tipe JIGSAW .Maka disini akan dikaji lebih lanjut mengenai metode konvensional ( ceramah. 5. latar belakang kehidupan.19 Menurut Winarno Surakhmad ( dalam Syaiful Bahri Djamarah&Aswan Zain.

. dan hasil belajar diukur hanya dengan tes.Metode yang digunakan dalam pembelajaran konvensional adalah metode ceramah. pembelajaran tidak memperhatikan pengalaman siswa . Kecepatan biasanya serta volume bicara atau suara yang diucapkan guru .jadi guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar termasuk dalam menilai kemajuan siswa ( Oemar hamalik. karena dalam cara ini siswa sangat tergantung pada cara guru mengajar . siswa belajar secara individual.Penyampaian materi pelajaran secara lisan sangat berbeda dengan penyampaian secara tertulis .Oleh karena itu menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan metode ceramah harus dengan prosedur. karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar. Metode ceramah Metode ceramah yaitu: Metode yang boleh dikatakan metode tradisional. 1991 ) Sedangkan menurut Nurhadi ( 2002 ) metode konvensional terlihat pada proses siswa penerima informasi secara pasif. tanya jawab dan pemberian tugas. hadiah/penghargaan untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai angka/raport saja.Karena menggunakan metode tersebut maka siswa kurang terlihat aktif dalam proses belajar.20 A. a. Metode Konvensional Metode konvensional merupakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru.

Guru mudah menguasai kelas Mudah mengorganisasikantempat duduk/kelas Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar . Uraikan pokok-pokok tersebut dengan jelas dan usahakan istilah yang sukar dijelaskan secara khusus. 2. Melaksanakan ceramah dengan memperhatikan a. Diupayakan bahan pengait atau advance organizer agar pemgajaran lebih bermakna. 3. 2. Menyimpilkan pokok-pokok isi materi yang diceramahkan dikaitkan dengan tujuan pengajaran. c. Sajikan kerangka materi dan pokok-pokok yang akan diuraikan dalam ceramah b. 4. Menyususn bahan ceramah secara sistematis 3. Dapat dilakukan dengan pendikator deduktif atau induktif. Gunakan multi metode dan multi media. 5.Dengan tujuan tersebut dapat ditetapkan apakah metode ceramah benar-benar merupakan metode yang tepat. prosedur penggunaan ceramah antara lain: 1.21 Menurut Jusuf Djajadisastra ( dalam Strategi belajar mengajar I. 1990:29). e. Merumuskan tujuan khusus pemgajaran yang akan dipelajarisiswa. Kelebihan Metode Ceramah 1. Mengidentifikasi istila-istilah yang sukar dan perlu diberi penjelasan dalam ceramah. d.

Metode Penugasan Metode penugasan adalah Metode penyajian bahan diman guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar ( Syaiful bahri Djamarah&Aswan Zain. ini sukar sekali. Ada langkah-langkah yang harus diikuti dalam pemggunaan metode tugas. Tujuan yang akan dicapai b.22 4. 2. Mudah mempersiapkan dan melaksanaknnya Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik. 5. Bila selalu digunakan dan terlalu lama. Fase pemberian tugas Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan: a. 2002:96). ( Syaiful Bahri Djamarah&Aswan zain. membosankan. Guru menyimpulkan bahawa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya. Sesuai dengan kemampuan siswa . 4. Mudah menjadi verbalisme ( pengertian kata-kata ) Yang visual menjadi rugi. 3. 2002:110 ) b. Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut c. yang auditif ( Mendengar ) lebih besar menerimanya. yaitu: 1. Menyebabkan siswa menjadi pasif. Kelemahan Metode Ceramah 1. 5.

Langkah Pelaksanaan Tugas a. tidk jarang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu sajka. Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakannya. Diusahakan /dikerjakan oleh siswa sendiri. Khusus untuk tugas kelompok . d. sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik. Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik.23 d. . Metode penugasan ini mempunyai beberapa kekurangan dan kelebihan. 3. Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupaun nontes atau cara lain. tidak menyuruh orang lain. Siswa sulit dikontrol. c. b. Ada petunjuk / sunber yang dapat membantu pekerjaan siswa e. Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut 2. Fase mempertanggungjawabkan Tugas a. Ada tanya jawab/diskusi kelas c. Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja. antar lain: Kekurangan Metode Penugasan a. Diberikan bimbingan /pengawasan oleh guru b. apakah benar ia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain b.

Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok b. Sering memberikan tugas yang monoton ( tak bervariasi ) Dapat menimbulkan kebosanan siswa. seperti menulis. Dapat mengembangkan kreativitas siswa. Metode Latihan Metode Latihan adalah Suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu (Syaiful Bahri Djamarah& Aswan Zain. membaca peta dan sebagainya. pembagian.24 c. b. Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa d. membuat alat-alat. Untuk memperoleh kecakapan motoris. pengurangan. 2002:108). seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan. Kelebihan Metode Penugasan a. Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru c. kata-kata atau kalimat. penggunaan simbol. Kelebihan Metode Latihan a. Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat. tanda-tanda (simbol ) c. melafalkan huruf. Untuk memperoleh kecakapan mental seperti dalam perkalian. . menggunakan alatalat dan terampil menggunakan peralatan olah raga. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa d. c. menjumlah.

(Djamarah&Aswan. 2002: 108-109). Kelemahan Metode Latihan a. Pembentukan kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan –gerakan yang kompleks. mudah membosankan. Membentuk kebiasaan yang kaku. c. e. karena bersifat otomatis. menjadi lebih otomatis. d.25 d. karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaia dan diarahkan jauh dari pengertian. Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanannnya. rumit. f. . Tahap kerangka menurut Sujarwo adalah sebagai berikut: KERANGAKA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Tahap 1 : Guru memberikan informasi atau mendiskusikan bersama siswa dari materi pelajaran yang disampaikan Tahap 2 : Guru memberi latihan soal yang dikerjaka secra individu oleh siswa Tahap 3 : Guru bersama siswa membahas latihan soal dengan cara beberapa siswa disuruh mengerjakan di papan tulis. Menghambat bakat dan iisiatif siswa . Pembentukan kebiasaan yang dilakukandan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan e. b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton. Dapat menimbulkan verbalisme.

Pnerapan ini berimplikasi dikehendakinya susunan kelas berbentuk pembelajaran kooperatif. siswa jadi pasif. 1995 ). Pendekatan konstruktivis dalam pengajaran menerapkan pembelajaran kooperatifsecara ekstensif atas dasar teori bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan konsep-konsep ini dengan temannya ( slavin. Vygotsky yakin bahwa fungsi-funsi mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam percakapan atau kerja sama antar individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu terserap kedalam individu tersebut. pengembangan potensi anak tidak dapat dilakuakan secara maksimal. penekanan pada hakekat sosiokultural pembelajaran.Didalam pembelajaran koopertif siswa belajar bersama . dan guru dapat menyajikan materi dengan cara di ulang-ulang. tidak perlu banyak waktu. Menurut Oemar Hamalik kelebihan dari metode konvensional yaitu murah. B. Pengajaran ini dikembangkan berdasarkan teori belajar kognitif – kontruktivisme. Salah satu teori Vigotsky. Sedangkan kekurangan dari metode konvensioanal yaitu terdapat individu kurang mendapat perhatian. Metode Kooperatif 1. Tinjauan Pembelajaran kooperatif Suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompokkelompok kecil yang mempunyai tingkat kemampuan bebeda-beda.26 Tahap 4 : Guru memberi tugas kepada siswa sebagai pekerjaan rumah.

Mendengarkan dengan aktif . Kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 siswa dengan kemampuan yang heterogen. Menyelesaikan tugas pada waktunya 9. saling membantu satu sama lain. dan suku. Keterampilan kooperatif tingkat awal 1. Mendorong partisipasi 6. Menggunakan kesepakatan 2. Berada dalam kelompok 5. Menyelesaikan tugas untuk berbicara 8.hal ini bermanfaat untuk melatih siswa menerima perbedaan pendapat dan bekerjasama dengan teman yang berbeda latar belakangnya. Maksud kelompok heterogen dari campuran siswa. jenis kelamin.27 dalam kelompok-kelompok kecil. Melengkapi kontribusi 3. Mengundang orang lain untuk berbicara 7. Pada pembelajaran kooperatif diajarkan ketrampilan-ketrampilan khusus agar dapat bekerjasama didalam kelompoknya. Mengungkapkan ketidak setujuan dengan cara yang dapat diterima 3. keterampilan kooperatif dibedakan 3 tingkatan. Keterampilan kooperatif tingkat menengah 1. Mengambil giliran dan berbagi tugas 4. yaitu: a. Menghormati perbedaan individu b. Menunjukkan penghargaan dan simpati 2.

2001:6) adalah sebagai berikut: 1) Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan bersama” 2) Siswa bertanggung jawab atas segaka sesuatu didalam kelompoknya. Berkompromi Ada unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Bertanya 5. Menerima tanggung jawab 9. Menetapkan tujuan 5. Menanyakan kebenaran 4. ( dalam Pembelajaran kooperatif. seperti milik mereka sendiri 3) Siswa haruslah melihat mereka bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama 4) Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya . Mengatur dan mengorganisisr 8. Mengurangi ketegangan c.28 4. Membuat ringkasan 6. Keterampilan kooperatif tingkat mahir 1. Menafsirkan 7. Mengelaborasi 2. Memeriksa dengan cermat 3.

2.29 5) Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/ penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok 6) Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan ketrampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya 7) Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. yaitu siswa yang pandai bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah. Metode STAD ( Student Teams achievement Divisions ) merupakan metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana yaitu pendekatan dengan pembagian siswa melalui kelompok-kelompok untuk belajar bersama c. Metode TGT ( Teams Games Tournament ) yaitu metode pembelajaran dalam bentuk perbandingan ( tournament) antara kelompok yang satu dengan yang lain. Metode TAI ( Team assisted Individualization ) merupakan metode pembelajaran yang membentuk kelompok kecil yang diterapkan bimbingan antar teman. Jenis-jenis Metode Pembelajaran Kooperatif Metode-metode yang ada dalam metode kooperatif diantaranya a. ( Setyowati. Metode pembelajaran jigsaw yang menjadi kajian dan penelitian ini akan dibahas lebih jauh. b. d. Dalam penerapan . 2005) Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe jigsaw Ibrahim (2001:21) jigsaw telah dikembangkan dan diuji cobakan oleh Ellot Aronson dan kemudian diadaptasi oleh slavin.

30

jigsaw, siswa dibagi berkelompok dengan lima atau enam anggota kelompok belajar heterogen. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari, menguasai bagian tertentu bahan yang diberikan kemudian menjelaskan pada anggota kelompoknya. Dengan demikian terdapat rasa saling membutuhkan dan harus bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Para anggota dari kelompok lain yang bertugas mendapat topik yang sama berkumpul dan berdiskusi tentang topik tersebut. Kelompok ini disebut kelompok ahli. Kemudian anggota tim ahli kembali ke kelompok asal dan mengajarkan apa yang telah dipelajarinya dan didiskusikan didalam klompok ahlinya untuk diajarkan kepada teman kelompoknya sendiri. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut: Kelompok Asal
# @ * & # @ * & # @ * & # @ * & # @ * &

Kelompok Ahli

& & & &&
( tiap kelompok ahli memiliki satu anggota dari tim asal ) Gambar 1. Ilustrasi kelompok JIGSAW

31

Keterangan Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut.setelah pembahasan selesai , para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok semula ( asal ) dan berusaha mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan dikelompok ahli. Selanjutnya diakhir pembelajaran, siswa diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas.Kunci tipe JIGSAW ini adalah interdependensi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik. KERANGKA METODE JIGSAW I. Tahap Pendahuluan 1. Review, apersepsi, motivasi 2. Menjelaskan pada siswa tentang model pembelajaran yang

dipakai dan menjelaskan manfaatnya. 3. Pembentukan kelompok 4. Setiap kelompok terdiri dari 4-6 siswa dengan kemampuan yang heterogen 5. Pembagian materi/soal pada setiap anggota kelompok

32

II. Tahap Penguasaan 1. Siswa dengan materi /soal sama bergabung dalam kelompok ahli dan berusaha manguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 2. Guru memberikan bantuan sepenuhnya III. Tahap Penularan 1. Setiap siswa kembali ke kelompok asalnya 2. Tiap siswa dalam kelompok saling menularkan dan menerima materi dari siswa lain 3. Terjadi diskusi antar siswa dalam kelompok asal 4. Dari diskusi, siswa memperoleh jawaban soal IV. Penutup 1. Guru bersama siswa membahas soal 2. Kuis/Evaluasi Evaluasi adalah menilai, membandingkan, menyimpilkan, mempertentangkan, mengkritik, mendeskripsikan, membedakan, menerangkan, memutuskan, menafsirkan, menghubungkan,

membantu. ( Suharsimi Arikunto, 2002:138). Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan

dengan tes atau kuis tentang bhan pembelajaran. Dalam banyak hal, butir-butir tes pada kuis ini harus merupakan satu jenis tes obyektif paper and pencil, sehingga butir-butir itu dapat diskor di kelas atau segera setelah tes diberikan.

dengan menggunakan skala yang diberikan dibawah ini..0 poin 10-1 poin di bawah skor dasar ……………………………10 poin Skor dasar sampai 10 poin diatas skor dasar………………20 poin Lebih dari 10 poin diatas skor dasar ………………………30 poin Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatika skor dasar)……. Penghargaan Skor kuis dari masing masing kelompok asal saling diperbandingkan untuk menentukan kelompok asal mana yang paling berhasil selanjutnya diberikan penghargaan atas keberhasilan. Lebih dari 10 poin di bawah skor dasar………………….33 Cara menentukan skor individual Pembelajaran Kooperatif. 2001:56) menurut Slavin(dalam Langkah 1 Menetapkan skor dasar Setiap siswa diberikan skor bedasarkan skor kuis yang lalu Langkah 2 Menghitung skor kuis terkini Siswa memperoleh poin untuk kuis yang berkaitan Langkah 3 Menghitung skor perkembangan Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya ditentukan apakah skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka.30 poin 3. .

Memperbaiki kehadiran 5. Meningkatkan motivasi belajar Kelemahan metode kooperatif jigsaw 1. Pemahaman materi lebih mendalam 8. Pengertian . Menerapka bimbingan sesama teman 3. Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar 6. misal jika ada anggota yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi 3. 2. Rasa harga diri siswa yang lebih tinggi 4. sehingga perlu waktu merubah posisi yang dapat juga menimbulkan gaduh. Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah. Jika guru tidak meningkatkan agar siswa selalu menggunakan ketrampilan-ketrampilan kooperatif dalam kelompok masingmasing maka dikhawatirkan kelompok akan macet 2. 1. Kelebihan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw: Dapat mengembangkan hubungan antar pribadi posistif diantara siswa yang memiliki kemampuan belajar berbeda 2. Membutuhkan waktu yang lebih lama apalagi bila ada penataan ruang belum terkondisi dengan baik . disamping itu terdapat perbedaan keaktifan siswa.34 Jadi perbedaan antara pembelajaran konvensional dan metode kooperatif jigsaw terdapat dalam tahap dan metode dalam penyampaian materi.2 Jurnal 1. Sikap apatis berkurang 7.

perintah untuk mencatat ke dalam perkiraan tertentu dengan jumlah uang dan sisi tertentu pula. Fungsi jurnal a) Mencatat. pencatatan hasil analisa suatu transaksi keuangan perusahaan. b) Historis. 2.35 Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis ( berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing ( jusup. Jurnal pengeluaran kas c. memberi informasi tentang transaksi keuangan yang terjadi 2. Jurnal Pembelian b. d) Instruktif. 2001: 120). Macam-macam jurnal khusus Merupakan jurnal yang digunakan sebagai pencatatan transaksi sejenis. artinya semua transaksi harus dicatat dalam buku jurnal. Jurnal khusus yang diperlukan untuk pencatat dari berbagai jenis transaksi sebagai berikut: a. c) Analisa. penggunaannya biasanya pada perusahaan besar dimana transaksi sejenis sering dilakukan. pemindah bukuan ke buku besar dapat di lakukan secara periodik. e) Informatif. Jurnal penerimaan kas . Jurnal penjualan d. artinya jurnal mencatat setiap transaksi keuangan perusahaan secara kronologis.

yang digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal khusus. pencatatan dapat dilakukan dalam jurnal pembelian. Jika transaksi terjadi dari pembelian barang dagangan dan barang lain. Bentuk jurnal khusus pembelian adalah sebagai berikut: No akun:……………. 2. 3. Jurnal Pembelian a. Tgl Akun yang dikredit Ref (keterangan) Syarat pembayaran Jumlah . Pengertian jurnal pembelian Jurnal pembelian adalah Jurnal khusus tempat mencatat semua transaksi pembelian barang dagangan maupun harta lainnya yang sering terjadi secara kredit. Jika terjadi pembelian barang lain dicatat dalam jurnal umum/jurnal memorial. Untuk mencatat transaksi –transaksi pembelian secra kredit dapat dilakukan sebagai berikut: 1.36 Selain jurnal khusus masih diperlukan adanya jurnal umum. Jika transaksi hanya terdiri pembelian barang dagangan yang pencatatannya dilakukan didalam jurnal pembelian satu lajur jumlah atau tidak tabelaris.

Jurnal Pengeluaran Kas a. dan pembayaran beban usaha.37 Dalam bentuk Tabelaris adalah sebagai berikut: No akun:………………………. pembayaran utang. Mencatat transaksi kedala jurnal pengeluaran kas Pencatatan transaksi pembelian barang dagangan di catat pada akun pembelian (D) da kas (K). b. bila digunakan pembayaran beban dicatat pada akun beban dicatat pada akun beban (D) dan (K). Transaksi pengeluaran kas yang sering terjadi dalam perusahaan yang meliputi pembelian barang dagangan secara tunai. Pengertian jurnal pengeluaran kas Jurnal penegluaran kas adalah Jurnal khusus tempat mencatat transaksi-transaksi pembayaran tunai atau pengeluaran kas. Tgl Akun yang dikredit Ref Debet Pembelian Perlengkapan Ref kantor Serba-serbi Kredit Utang Akun jumlah usaha 4. Jika digunakan untuk pembayaran utang dicatat pada akun utang (D) dan akun kas (K). .

2. Jurnal Penjualan b. Pengertian jurnal penjualan Jurnal penjualan adalah Jurnal khusus tempat mencatat transaksi-transaksi penjualan barang dagangan maupun harta lainnya secara kredit. pencatatannya dapat dilakukan kedalam jurnal penjualan dengan bentuk satu lajur jumlah atau tidak tabelaris. Mencatat transaksi dalam jurnal penjualan Untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan secara kredit dapat dialakuakan sebagai berikur: 1.38 Bentuk jurnal pengeluaran kas adalah sebagai berikut: No Akun……… Tgl Keterangan Ref Debet Utang usaha Pembelian ref Serba-serbi Akun jumlah Kredit Potongan pembelian Kas 5. pencatatannya dapat dilakukan dalam jurnal penjualan dalam bentuk tabelaris. Jika transaksinya terdiri dari penjualan barang dagangan dan barang lainnya. Jika transaksi hanya terdiri drai penjualan barang dagangan. Bentuk jurnal penjualan dalam bentuk tidak tabelaris adalah sebagai berikut: . c.

Pengertian jurnal penerimaan kas Jurnal penerimaan kas adalah Jurnal khusus untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang tunai/kas. Jurnal Penerimaan Kas a. penerimaan dari piutang.39 No akun:………………. .Penerimaan kas yang sering terjadi dalam perusahaan dagang meliputi penjualan barang dagangan secara tunai. Tgl No fak Akun yang dikredit (keterangan Ref Syarat Jumlah pembayaran Sedangkan bentuk jurnal penjualan dalam bentuk tabelaris adalah sebagai berikut: No akun: ……… No fak Tgl Akun yang didebet Ref Debet Kredit piutang Penjualan Serba-serbi Akun Jumlah 6. penerimaan dari bunga.

2 Hasil Belajar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu (KBBI. hasil belajar adalah suatu yang diadakan ( dibuat. untuk penerimaan piutanga dicatat pada akun kas (D) dan piutang (K) dan untuk pencatatan penerimaan bunga dicatat pada akun kas (D) dan bunga (K).Sedangkan belajar adalah berusaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu (KBBI. Keberhasilan dalam proses belajar pengajaran banyak . Bentuk jurnal penerimaan kas adalah sebagai berikut: No Akun : ……. Mencatat transaksi ke dalam jurnal penerimaan kas Untuk pencatatan penerimaan hasil penjualan dicatat pada akun kas (D) dan penjulan (K).40 b. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa melalui usaha (pengalaman dan latihan) dalam mempelajari pokok bahasan tertentu yang dialami atau dirancang. 1991:14). dijadikan ) oleh usaha. Tgl Akun yang dikredit Ref Debet Kredit Kas Potongan Piutang Penjualan Ref Serba-serbi usaha Akun Jumlah 2. Jika digunakan untuk penerimaan hasil penjualan dicatat pada akun kas (D) da penjualan (K).1991 : 342)..

Disamping tinjauan dari segi proses. Kberhasilan proses pembelajaran dalam dunia pendidikan dapat tercermin dari peningkatan mutu lulusan yang dihasilkannya. Dengan evaluasi hasil belajar. guru akan mendapat manfaat yang besar untuk melakukan program perbaikan yang tepat. Dalam proses belajar mengajar guru diharapkan mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh siswa untuk dapat digunakan dalam belajar. 2. usaha guru dalam menyediakan dan menciptakan kondisi pengajaran. Asumsi dasar ialah proses pengajaran yang optimal memungkinkan hasil belajar yang optimal pula. Untuk itu perlu adanya peran aktif seluruh komponen pendidikan terutama siswa yang berfungsi sebagai input sekaligus calon output dan guru sebagai fasilitator.Teknik evaluasi yang dilakukan pada evaluasi hasil belajar dengan menggunakan tes obyektif. Fungsi fasilitator akan berhasil jika dalam merancang proses belajar mengajar dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang sistematis dan baik yang memungkinkan terjadinya penyempurnaan terhadap . dan variabel lingkungan sarana yang memadai untuk tumbuhnya proses pengajaran.4 Kerangka Berpikir Proses pembelajaran dalam pendidikan memegang peranan penting untuk menambah ilmu pengetahuan. LKS. dan tes akhir. penugasan. keberhasilan pengajaran dapat dilihat dari segi hasil. Hasil belajar yang dilakukan dalam penerapan metode konvensional dan metode kooperatif jigsaw dapat dilihat dari nilai evaluasi hasil pretest. ketrampilan dan penerapan konsep diri.41 dipengaruhi oleh variabel yang datang dari pribadi siswa sendiri.

Melalui metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini siswa kelas 2 MAN Suruh diharapkan untuk dapat berfikir kritis karena diberikan . hendaknya digunakan variasi dalam menggunakan metode pembelajaran. Untuk itu diperlukan adanya tambahan jurnal khusus yang terdiri dari jurnal penerimaan kas. maka siswa akan mengalami kesulitan pada tahap Akuntansi maka pencatatan dalam jurnal diharapkan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi suatu transaksi yang lupa tercatat. Untuk mencapai proses belajar yang ideal. Jika suatu perusahaan bertambah besar dan jenis transaksinya menjadi lebih banyak. Melalui metode pembelajaran tipe Jigsaw diharapkan dapat memberikan cara dan suasana baru yang menarik dalam pengajaran khususnya pada mata pelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal khusus. Setiap jurnal tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda. jurnal pengeluaran kas. jurnal umum tidak lagi mampu menampung berbagai transaksi yang timbul. Pembelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal khusus di kelas II MAN Suruh diharapkan dapat menjadikan siswa mampu menganalisa transaksi dan mampu mengelompokkan kedalam masing-masing jurnal khusus. ataupun strategi belajar mengajar melalui proses umpan balik yang diperoleh dari hasil evaluasi. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk akuntansi ada beberapa pokok bahasan yanga cocok untuk diterapkan. bahan. Metode mengajar adalah sebuah teknik yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan karena jika pada tahap ini siswa tidak bisa melakukan pencatatan transaksi kedalam jurnal dengan baik.42 tujuan. jurnal penjualan.

Melalui penelitian ini akan dibandingkan apakah ada perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran konvensional Dari uraian diatas untuk mempermudah pemikiran tersebut digunakan ilustrasi kerangka berfikir sebagai berikut: M. konvensional Dibandingkan Siswa Metode pembelajaran M.43 tanggung jawab penugasan materi yang menjadi bagiannya dan melalui pembelajaran ini dapat memberikan konsep baru. sehingga dalam menyelesaikan tugasny setiap anggota saling bekerja sama dan membantu ketika mengalami kesulitan dalam memasukkan setiap transaksi ke kolom-kolom jurnal khusus. kooperatif jigsaw .Konvensional Hasil belajar M. Kooperatif Jigsaw Hasil belajar M. Karena pembelajaran kooperatif tipe jigsaw menekankan keaktifan siswa sehingga mampu menumbuhkan untuk berfikir krtitis dan memupuk sikap untuk membantu kelompoknya dalam belajar sehingga tercipta suasana yang kondusif dan menyenangkan dan konsep pemahaman inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini karena mereka dituntut harus bertanggung jawab atas kelompoknya terhadap pengusaan materi yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota kelompok lain.

5 HIPOTESIS PENELITIAN Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul.44 2. . Hipotesis dalam penelitian adalah: Adanya perbedaan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006.

dan kelas II IPS3 dengan jumlah 38 siswa. kelas II IPS2 dengan jumlah 40 siswa. Siswa diampu oleh guru yang sama 3. Siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada tingkat kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada yang kelas unggulan. Jadi jumlah seluruh siswa MAN Suruh untuk kelas II IPS adala 118 siswa.BAB III METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini akan dibahas metode penentuan objek.1. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain: 1.1. penelitian metode pengumpulan data serta analisis data. 45 .2 Sampel Sampel adalah Sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto 2002:109). 3. Siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama 2. 3.1 Populasi Populasi adalah keseluruhan individu yang menjadi subjek penelitian (Arikunto 2002: 109) Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II semeter II MAN Suruh yang terdiri dari 3 kelas yaitu II IPS I dengan jumlah 40 Siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. sebagai wakil dari populasi maka sampel harus benar-benar dapat diwakili.1 Metode Penentuan Objek Penelitian 3.

model pembelajaran 3.46 Dalam penelitian ini cara yang digunakan untuk menentukan sampel adalah dengan cara undian. Variabel terikat Variabel terikatnya adalah hasil belajar akuntansi siswa pokok bahasan jurnal khusus. 2. Metode eksperimen adalah merupakan salah satu metode yang paling tepat untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkannya ( Arikunto 2002:82 ).2 Rancangan Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Desain perlakuan yang akan dilakukan dalam penelitian adalah sebagai berikut . Variabel bebas Dalam penelitian ini variabel yang menjadi variabel bebas adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw (eksperimen) dan konvensional (kontrol).3 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian atau menjadi perhatian (Arikunto 2002:99) Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Sampel yang digunakan adalah kelas 2 IPS 2 sebagai kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelas 2 IPS I sebagai kelompok control yang menggunakan pembelajaran konvensional.1. 3.

47 Kelompok eksperimen Guru menerangkan konsep pembelajaran Guru membagi siswa dalam kelompok asal dan kelompok ahli Siswa telah bergabung bersama kelompok ahli masing-masing untuk membahas dan mengerjakan latihan sub pokok bahasan yang menjadi bagiannya Klm Ahli 1 Klm Ahli 2 Klm Ahli 3 Klm Ahli 4 Klm Ahli 5 Setelah selesai melakukan pembahasan maka kembali kelompok asal dan bergantian mengajarkan kepada anggota kelompoknya sesuai dengan pokok bahasan yang dipelajari Guru memberi tugas dan latihan soal untuk dibahas dalam kelompok Klm Asal 1 Klm Asal 2 Klm Asal 3 Klm Asal 4 Klm Asal 5 Guru mengumpulkan tugas siswa dan memberi kunci jawaban soal latihan Guru memberikan soal mandiri Guru melakukan evaluasi Guru menghitung skor individu Skema tahap pembelajaran kelompok eksperimen .

Menjelaskan sarana. keadaan pembelajaran untuk pelaksanaan metode jigsaw c. Merancang konsep kegiatan bersama guru dengan menjelaskan tahapan pelaksanaan dalam metode jigsaw b. Melihat kesiapan guru dalam menyiapkan pembelajaran baik pembelajaran yang menggunakan metode konvensional maupun metode jigsaw d. Pelaksanaan d.48 Kelompok Kontrol Skema tahapan pembelajaran kelompok kontrol Langkah-langkah penelitian yang dilaksanakan dengan tahap-tahap : 6. Peneliti mengamati guru dan siswa dalam melakukan tahap-tahap aktivitas dalam proses pembelajaran sub konsep jurnal penyesuaian dengan menggunakan metode konvensional dan metode jigsaw . Menyiapkan lembar observasi untuk guru dan siswa 7. Perencanaan a.

dan tugas 9. pengambilan data nilai tes awal untuk uji . Data yang diperoleh dengan metode tes adalah hasil belajar siswa setelah pembelajaran dilakukan. c. wawancara. Data yang diambil dengan metode observasi adalah aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran 3. Pengambilan data diperoleh dengan metode tes/evaluasi . Pengambilan data diperoleh dengan metode tes/evaluasi. wawancara. d. dan observasi. b. Peneliti melakukan wawancara pelaksanaan metode baru terhadap siswa dan guru 8. Data yang diperoleh dengan metode tes adalah hasil belajar siswa setelah pembelajaran dilakukan. Data yang diperoleh dengan metode wawancara adalah tanggapan guru dalam menggunakan metode jigsaw dan tanggapan siswa setelah pembelajaran dengan metode jigsaw e. hasil observasi. dan observasi.3 Prosedur Pengumpulan Data 1.49 e. Setelah analisis data didapatkan indikator kinerja ketuntasan belajar dan indikator tingkat keaktifan siswa dapat diketahui apakah sudah tercapai atau belum dan faktor-faktor kendala yang terjadi baik dari faktor guru ataupun siswanya. Observasi Menganalisis hasil tes. Refleksi a. wawancara.

10. Menguji cobakan instrumen tes uji coba pada kelas uji coba (yang sebelumnya telah diajarkan pokok bahasan jurnal khusus) di mana instrumen tes tersebut akan digunakan sebagai tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. daya pembeda. 3. 6. Data yang diambil dengan metode observasi adalah aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. siswa diampu oleh guru yang sama. Berdasarkan data pada 1 ditentukan sampel penelitian dengan teknik Cluster Random Sampling dengan pertimbangan siswa mendapat ateri berdasarkan kurikulum yang sama. Menyusun instrumen tes uji coba berdasarkan kisi-kisi yang ada. validitas. 4. Menyusun laporan hasil peneliti .50 homogenitas dan normalitas. Melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw b. Data yang diperoleh dengan metode wawancara adalah tanggapan guru dalam menggunakan metode jigsaw dan tanggapan siswa setelah pembelajaran dengan metode jigsaw. 7. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada tingkat kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. 2. dan reliabilitas tes. Menganalisis hasil yang diperoleh dari tes hasil belajar. 11. Menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan data 6. Menyusun kisi-kisi tes uji coba. 8. 5. Melaksanakan pembelajaran konvensional 9. Menganalisis data hasil instrumen tes uji coba pada kelas uji coba untuk mengetahui taraf kesukaran. a. Melaksanakan tes hasil belajar.

4. Skema prosedur penelitian 3. Data tes awal siswa kelas II semester II MAN Suruh Kelas JIGSAW (2 IPS 2) Kelas Konvensional (2 IPS 1) Kelas Uji Coba (2 IPS 3) Uji coba instrumen tes Perangkat tes (tes hasil belajar) Analisis untuk menentukan instrumen tes Menganalisis hasil dari tes hasil belajar Gambar 3.1 Metode Dokumentasi Metode ini digunakan untuk memperoleh daftar nilai siswa MAN Suruh Kelas 2.51 Skema prosedur penelitian diperlihatkan oleh gambar di bawah ini. Metode ini juga mengambil gambar/foto ketika guru sedang melakukan uji coba pengajaran dengan metode jigsaw. Nilai awal ini digunakan sebagai uji homogenitas.4 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah: 3. juga untuk memperoleh daftar nama siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini. .

dan kelas metode pembelajaran konvensional 3. Setelah soal disusun dilakukan uji coba terlebih dahulu kekelas II IPS 3 dengan asumsi anak-anak di kelas tersebut telah mendapat materi sehingga pengukuran dan penelitian dapat menghasilkan data yang benar-benar mencerminkan keadaan yang diukur. Validitas validitas. tingkat .52 3. 3.4. Hal tersebut untuk mengetahui kesukaran.2 Metode Pemberian Tes Metode yang digunakan adalah metode tes. Materi yang akan diteskan dibatasi pada pokok bahasan jurnal khusus. langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut: 1. 2. reliabilitas. dan daya pembeda soal. Tes awal digunakan untuk mengetahui normalitas dan homogenitas populasi sedang tes hasil belajar digunakan utuk memperoleh data tentang hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus siswa kelas 2 MAN Suruh pada kelas metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Dalam menyusun perangkat tes.5 Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan instrumen tes berbentuk soal obyektif.3 Metode Wawancara Metode ini dilakukan setelah pembelajaran dengan metode jigsaw dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor kendala dan tanggapan siswa dan guru terhadap metode baru tersebut. Uji coba tes hasil belajar akuntansi a. 3.4. Menyusun jumlah uji coba soal sebanyak 25 butir soal.

11. 4. 25 6. 2. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran dan terangkum seperti pada tabel berikut. 3. 15. ∑ X N. 10. Tabel 3. 17 4 soal Sumber : Data penelitian 2006. Cara menghitung validitas soal tes dala penelitian ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor total dengan menggunakan rumus product moment yang dikemukakan oleh pearson yaitu : rxy = {N.1 Ringkasan Validitas Soal Uji Coba No 1 2 Kriteria Valid Tidak valid No soal Jumlah 1. Menurut Arikunto (2001:65) bahwa suatu tes dikatakan Valid apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur. 13. 7. 12. 9. 5. ∑ Y2 − (∑ Y ) 2 }{ 2 } Keterangan : rxy = koefesian korelasi N = Jumlah subyek atau responden ΣX ΣY Σ Y2 = Nilai skor butir = Nilai skor total = Jumlah kuadrat nilai Y Σ X2 = Jumlah kuadrat nilai X (Suharsimi Arikunto.53 Validitas adalah Suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrumen (Arikunto 2001: 144). 19. 21. 20. 14. 24. diolah . 2002 : 162) Butir angket dikatan valid jika hasil perhitngan memperoleh koefisien korelasi rxys > rtabel Berdasarkan hasil ujicoba terhadap 38 siswa diperoleh 4 soal yang tidak valid dari 25 soal yang diujicobakan. 23. 8. 21 soal 18. ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X) N. 22.

Reliabilitas Tes Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto.320 maka instrumen tersebut reliabel. 2002: 182) Kemudian harga r11 yang diperoleh dikonsultasikan dengan tabel product moment. Berdasarkan hasil analisis ujicoba instrumen diperoleh r11 sebesar 0722 > rtabel = 0. Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data.54 b. Mencari reliabilitas instrument dengan menggunakan rumus KR-20: ⎛ k ⎞⎛ Vt − ∑ pq ⎞ ⎟ r11 = ⎜ ⎟⎜ ⎟ Vt ⎝ k − 1 ⎠⎜ ⎝ ⎠ Keterangan: r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir soal p = proporsi siswa yang menjawab betul pada butir q = proporsi siswa yang menjawab salah pada butir (1-p) Vt = varians total (Suharsimi Arikunto. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. . 2002 : 154). Apabila rhitung > rtabel dengan taraf signifikan 5% maka instrumen dinyatakan reliabel.

55

c. Taraf kesukaran Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau terlalu sukar.(Arikunto, 2002:207). Untuk mencari taraf kesukaran digunakan rumus dibawah ini. P=
B JS

Keterangan : P = Tingkat kesukaran B = Banyaknya siswa yang menjawab benar JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes ( Suharsimi Arikunto, 2002:208) Indeks kesukaran ini diberi simbol P (p besar), singkatan dari kata “proporsi”. Indeks kesukaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar Soal dengan P 0,30 sampai 0,70 adalah soal sedang Soal dengan P (0,70) samapi 1,00 adalah soal mudah (Suharsimi Arikunto, 2002:210). Berdasarkan hasil ujicoba diperoleh 16% soal yang daya pembedanya jelek, 72% cukup dan 12% dalam kategori baik. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran seperti pada tabel 3.2 berikut. Tabel 3.2 Ringkasan Daya Pembeda Soal Ujicoba Nomor soal 6, 9, 14, 17 1, 2, 3, 4, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 19, 20, 21, 22, 23, 25 3 Baik 5, 18, 24 Sumber : Data penelitian 2006, diolah No 1 2 Kriteria Jelek Cukup Jumlah 4 30 34 % 16 72 12

56

f. Daya Pembeda Soal Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Rumus untuk menentukan indeks diskriminasi adalah: D=
BA BB − = PA − PB JA JB

Keterangan: D = Daya pembeda soal BA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = Bnyaknya peserta kelompok bawah PA =
BA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar JA
BB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar JB

PB =

( Suharsimi Arikunto, 2003:213-214) Klasifikasi daya pembeda: 0,00 ≤ D ≤ 0,20 : Jelek 0,21 ≤ D ≤ 0,40 : Cukup 0,41 ≤ D ≤ 0,70 : Baik 0,71 ≤ D ≤ 1,00 : Baik Sekali D : negatif, semuanya tidak baik, jika semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif sebaiknya dibuang.(Suharsimi Arikunto, 2002:218)

57

Berdasarkan hasil ujicoba instrumen tes diperoleh 8% soal dengan kriteria sukar, 50% sedang dan 24% mudah. Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran dan terangkum pada pada tabel 3.3. Tabel 3.3 Ringkasan Tingkat Kesukaran Soal Ujicoba Nomor soal 2, 6, 8, 12, 14, 15 1, 3, 5, 7, 9, 10, 11, 13, 16,17, 19, 21, 21, 22, 23, 24, 25 3 Mudah 18, 21 Sumber : Data penelitian 2006, diolah No 1 2 Kriteria Sukar Sedang Jumlah 6 17 2 % 24 68 8

Dari hasil uji coba soal di atas diperoleh 4 buti soal yang tidak valid dan daya bedanya jelek yaitu nomor 6, 9, 14, dan 17. Selanjutnya untuk keperluan penelitian akan digunakan 20 soal, maka soal nomor 13 walaupun valid akan dibuang.

3.6 Metode Analisis Data Penelitian

a. Uji Normalitas Untuk mengetahui normal tidaknya data yang akan dianalisis.Uji statistik yang digunakan adalah uji chi kuadrat, rumus yang digunakan adalah:

x =

2


i =1

k

(O1 − E1 )2
E1

Keterangan:
x 2 = Harga chi kuadrat

K = Jumlah kelas interval O = Frekuensi observasi E = Frekuensi ynag diharapkan dk = Derajat kebebasan

1996:293) b.58 Jika x 2 < x 2 table dengan α. Uji Hipotesis Untuk menguji perbedaan rata-rata maka pasangan hipotesis yang akan yaitu uji t sebagai berikut: 1) varian kedua sampel sama . maka rumus tes yang digunakan adalah: t= 8 Xe − Xk 1 1 + ne n k Dengan : S2 = (ne − 1)S e 2 + (nk − 1)S k 2 n1 + nk − 2 ne ∑ xe − (∑ xe ) ne (ne −1) 2 Se2 = . Ho diterima jika F hitung < F tabel dan Ho ditolak jika F hitung > F tabel. Untuk menguji kesamaan dua varians data dari kedua kelopok rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: F= Varianterbesar Varianterkecil ( Sutrisno Hadi 1992:479) Nilai F yang diperoleh dari perhitungan dikonsultasikan dengan F tabel yang mempunyai taraf signifikansi = 5%. = 5% dk= 6-3 maka data tersebut berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok memilki tingkat varians data yang sama atau tidak.Jika x2 hitung > x2 table data yang dianalisis tidak berdistribusi normal ( Sudjana. c.

Terima Ho jika thitung < t (1−α )(ne + nk − 2 ) tabel b. 1996:293) Kriteria pengujian sebagai berikut: a.59 Sk = 2 nk (∑ x ) 2 e nk (nk −1) Keterangan : X e = Rata-rata kelompok eksperimen X k = Rata-rata kelompok kontrol ne = Jumlah anggota kelompok eksperimen nk = Jumlah anggota kelompok kontrol Se2 = variansi kelompok eksperimen Sk2 = Variansi kelompok kontrol ( Sudjana. Terima Ho jika thitung > t (1−α )(ne + nk − 2 ) tabel 2) Jika varians tidak homogen menggunakan t = 8 Xe − Xk se s + k ne nk 2 2 Keterangan: X e = Rata-rata kelompok eksperimen X k = Rata-rata kelompok kontrol ne = Jumlah anggota kelompok eksperimen .

5 maka siswa tersebut dikatakan tidak tuntas belajar sehingga perlu perbaikan dan pengayaan. Uji ketuntasan Hasil Belajar Setelah melalui tahap awal dan tahap akhir. Jika siswa tersebut tidak mencapai nilai 6. Seorang siswa dikatakan tuntas belajar apabila siswa tersebut telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 6. Untuk mengetahui ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut: t= xμ0 s n Keterangan: .60 nk = Jumlah anggota kelompok kontrol Se2 = variansi kelompok eksperimen Sk2 = Variansi kelompok kontrol Kriteria pengujian yang digunakan adalah tolak hipotesis Ho jika: thitung ≥ we t e + wk t k we + wk 2 s se Wk = k ne nk 2 dengan We= t1 = t (1−α )(ne +1) dan t2 = t (1−α )(nk +1) α = taraf nyata ( Sudjana. maka dilanjutkan dengan uji ketuntasan belajar yaitu untuk menegtahui sejauh mana suatu metode pengajaran berperan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi pelajaran secara tuntas.5. sehingga metode tersebut dikatakan efektif. 1996:243) d.

Selain itu siswa termotivasi akuntansi dan kinerja proses pembelajaran meningkat. indikator merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui ketercapaian hasil belajar. Indikator Kinerja Menurut kurikulum SMA 2004.61 x : Nilai rata-rata kelompok eksperimen μ0 : Nilai rata-rata standar S : Standar deviasi Terima Ho jika t hitung > t1-α(n-1) ( Sudjana. 1996:193) e. . Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekurang-kurangnya 85% kelas 2 MAN Suruh yang menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 6.5. Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa diukur dan dibuat instrumen penilaiannya.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 62 . Pre test digunakan untuk mengetahui kemampuan dasar siswa sebelum diadakan pembelajaran dan post test digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran Pada pembelajaran kelompok eksperimen digunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.1 Hasil Penelitian 4. Pada prinsipnya.1. guru memberikan apersepsi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang pokok bahasan jurnal khusus.1. 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MAN Suruh dengan sampel penelitian siswa kelas II IPS2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas II IPS1 sebagai kelompok kontrol. pembelajaran dan post test. Sedangkan pada kelompok kontrol digunakan pembelajaran konvensional yaitu dengan ceramah dan diskusi informasi. Dengan jigsaw. kepada kedua kelompok dilaksanakan tiga tahap kegiatan yaitu pre test.1 Proses Pembelajaran Pada Kelompok Eksperimen Pada awal pembelajaran.1. guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok dengan jumlah anggota empat sampai dengan enam siswa.

Tabel 4.1 Kemampuan Awal Siswa Sebelum Pembelajaran Sumber variasi N Eksperimen 40 Kontrol 40 .2.2 Analisis Data Kemampuan Awal Siswa Sebelum Pembelajaran 4.63 Pada tahap selanjutnya.1. 4. Pada kelompok kontrol pembelajaran dilakukan secara konvensional berupa trasfer informasi dari guru kepada siswa melalui ceramah dan tanya jawab terpimpin.1.1.1 Deskriptif Data Kemampuan Awal Siswa Kemampuan awal siswa sebelum diadakan pembelajaran dari kedua kelompok dapat dilihat pada tabel 4. pembelajaran pada kelompok kontrol relatif sama dengan pembelajaran pada kelompok eksperimen. anggota dari tim-tim jigsaw yang mendapat tugas dengan topik yang sama berkumpul dan berdiskusi tentang topik tersebut. Yang membedakan antara kedua kelompok tersebut adalah cara mempelajari materi. Selanjutnya anggota tim ahli ini kembali kekelompok asalnya dan menjelaskan apa yang telah dipelajarinya dan didiskusikan di dalam kelompok. perwakilan anggota tim-tim jigsaw ini selanjutnya dinamakan tim ahli. Selanjutnya setelah setiap anggota kelompok mendapatkan tugas dengan topik yang berbeda pembelajaran dilanjutkan dengan pemberian kuis secara individu yang mencakup topik yang telah dibahas.2 Proses Pembelajaran Pada Kelompok Kontrol Pada prinsipnya.1 berikut. 4.1.

00 dan kelompok kontrol 2.2.23.5.9646 3 3 7.2 Hasil Uji Normalitas Data Pre Test Sumber variasi χ hitung dk χ2 tabel Kriteria 2 Eksperimen Kontrol 5.5 Sumber : Data Penelitian 2006. diolah Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh χ2hitung untuk kelompok eksperimen sebesar 5.1937 4. sedangkan dari 40 siswa kelompok kontrol mencapai 4. Kemampuan awal tertinggi untuk kelompok ekpseimen mencapai 6.0 4. Kedua nilai tersebut kurang dari χ2tabel pada taraf kesalahan 5% dengan dk = 3 .11 0.77 5.2 berikut.2 Uji Normalitas Hasil uji normalitas data pre test dari kedua kelompok dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. diolah Berdasarkan tabel tersebut. dan kelompok kontrol mencapai 5.8327 0.0.1.5960 0.0 2.9646.11.23 0.91 6.1637 dan kelompok kontrol 4.5 sedangkan kemampuan terendahnya untuk kelompok eksperimen 2.5 2.64 Rata-rata Varians Standart deviasi Maksimal Minimal 4. Tampak bahwa kemampuan awal kedua kelompok tersebut masih dibawah batas ketuntasan yaitu 6.81 Normal Normal Sumber : Data Penelitian 2006.5. dari 40 siswa kelompok eksperimen ratarata kemampuan awalnya mencapai 4.81 7. 4.

81. diperoleh F hitung sebesar 1.3 Uji Kesamaan Dua Varians Hasil uji kesamaan varians data pre test antara kelompok eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.397 Kontrol 0.89 Berdasarkan analisis tersebut.2.1.2.65 yaitu 7.397 < Ftabel (1. Berdasarkan hasil analisis ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam analisis selanjutnya yaitu menggunakan statistika parametrik (uji t). diolah t tabel 1. diolah F table 1. 4.89) dengan dk (39:39) yang berarti bahwa kedua kelompok mempunyai varians yang tidak berbeda. 4.99 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan.4 Uji Kesamaan Rata-rata Pre Test Hasil uji kesamaan rata-rata data pre test antara kelompok eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel 4.1.99 Kriteria Tidak berbeda Berdasarkan tabel tersebut diperoleh thitung sebesar 0.3 Hasil Uji Kesamaan Varians Data Pre Test Kelompok Varians dk F hitung Eksperimen 0.595 yang berada pada daerah penerimaan Ho yaitu antara –1.595 Kontrol 4. Hal ini menunjukkan bahwa antara kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai . Tabel 4.4 berikut.99 sampai 1.8327 39 1.3 berikut.4 Uji Kesamaan Rata-rata Pre Test Kelompok Rata-rata dk t hitung Eksperimen 4. yang berarti bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal.23 78 0.11 Sumber : Data Penelitian 2006.5960 39 Sumber : Data Penelitian 2006.

dan terendah 5.5 berikut.04.0 Minimal 5.8016 Kontrol 3.0.04 0.5 Deskriptif Data Hasil Belajar Setelah Pembelajaran Sumber variasi Eksperimen N 40 Rata-rata 6.0293 .4537 Standart deviasi 0.0.66 kemampuan awal yang relatif sama dalam memahami materi pokok bahasan jurnal khusus sebelum mengikuti pembelajaran. Tabel 4.2 Uji Normalitas Data Post Test Hasil uji normalitas data post test dari kedua kelompok dapat dilihat pada tabel 4.5 4. nilai tertinggi 7.0 Berdasarkan tabel tersebut.0.6 Hasil Uji Normalitas Data Keadaan Akhir Sumber variasi χ 2 hitung Eksperimen 6. Pada kelompok kontrol.84 Varians 0.67 Maksimal 8.86 7. Hasil belajar tertinggi pada kelompok eksperimen mencapai 8.1.7357 0. 4.84 sedangkan dari dari 40 siswa kelompok kontrol mencapai 6. Tabel 4. dari 40 siswa kelompok eksperimen ratarata hasil belajar pada kelompok eksperimen setelah pembelajaran mencapai 6.3 Analisis Data Hasil Belajar Siswa Setelah Pembelajaran 4.6 berikut.0 Sumber : Data Penelitian 2006. 4.3.1.1 Deskriptif Data Hasil Belajar Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dari kedua kelompok dapat dilihat pada tabel 4.1. diolah Kontrol 40 6.3.5 dan terendah 4.

7 Hasil Uji Kesamaan Varians Data Post Test Kelompok Varians dk Eksperimen 0. . 4.1.3 Uji Kesamaan Dua Varians Data Post Test Hasil uji kesamaan varians data post test antara kelompok eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel 4.7357 44 Sumber : Data Penelitian 2006. diolah F hitung 1.81 Normal Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh χ2hitung untuk kelompok eksperimen sebesar 6. Tabel 4.4537 44 Kontrol 0.622 < Ftabel (1.622 F tabel 1. Berdasarkan hasil analisis ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam analisis selanjutnya yaitu menggunakan statistika parametrik (uji t).3.3.4 Uji Perbedaan Rata-rata Post Test Hasil uji perbedaan rata-rata data post test antara kelompok eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel 4.1.8 berikut.0293. diolah 3 7. Kedua nilai tersebut kurang dari χ2tabel pada taraf kesalahan 5% dengan dk = 3 yaitu 7.89) dengan dk (39:39) yang berarti bahwa kedua kelompok mempunyai varians yang tidak berbeda.67 dk 3 2 7.83 Berdasarkan analisis tersebut. yang berarti bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal.8016 dan kelompok kontrol 3.81. Berdasarkan analisis ini maka dalam pengujian hipotesis penelitian dapat digunakan uji t untuk rumus pertama. 4.7 berikut. diperoleh F hitung sebesar 1.81 χ tabel Kriteria Normal Sumber : Data Penelitian 2006.

639 lebih besar dari ttabel = 1.5% dan lebih besar dari batas ketuntasan yang ditetapkan yaitu 85% sedangkan pembelajaran dengan metode konfensional belum mampu mengantarkan siswa mencapai ketuntasan hasil belajar siswa karena persentase siswa yang memperoleh nilai 6. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw telah mampu mengantarkan siswa mencapai ketuntasan hasil belajar siswa ditunjukkan dari persentase siswa yang mencapai nilai 6.8 Hasil Uji Perbedaan Rata-rata Post Test Kelompok Rata-rata dk t hitung Eksperimen 6.99 untuk α = 5% dengan dk 78.04).639 Kontrol 6.68 Tabel 4. .84) lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang mendapatkan pengejaran dengan metode konfensional (6.04 Sumber : Data Penelitian 2006. berarti ada perbedaan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus antara metode kooperatif tipe jigsaw dengan pembelajaran konfensional pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006. Ditinjau dari rata-rata hasil belajar yang dipeoleh terlihat bahwa hasil belajar kelompok eksperimen yang mendapatkan pengajaran dengan metode kooperatif tipe jigsaw (6.99 Kriteria Berbeda Berdasarkan tabel tersebut diperoleh thitung sebesar 4.5 atau lebih sebesar 87.84 78 4. diolah t tabel 1.5 atau lebih sebesar 40.0% dan kuurang dari 85%.

99 sampai 1. Dengan demikian berarti bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat . terlihat bahwa hasil belajar kedua kelompok tersebut menunjukkan adanya berbeda secara signifikan. Setelah dilakukan pembelajaran pada kelompok ekperimen menggunakan kooperatif tipe jigsaw dan kelompok kontrol menggunakan konvensional yaitu ceramah dan diskusi informasi. Pada kelompok eksperimen rata-rata kemampuan awalnya mencapai 4.6393 yang berada pada daerah penolakan Ho yaitu pada selang -1. 4. menunjukkan bahwa kemampuan awal antara kelompok eksperimen dan kontrol relatif sama.69 Dari hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa karena dapat mengantarkan siswa mencapai ketuntasan hasil belajar.11.99 sampai 1.99 yang merupakan batas kritik uji t untuk taraf kesalahan 5% dengan dk = 78. Hal ini ditunjukkan dari data pre test dari kedua kelompok.99 yang merupakan batas kritik uji t untuk taraf kesalahan 5% dengan dk = 78. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t yang diperoleh thitung sebesar 4.595 yang berada pada daerah penerimaan Ho yaitu pada selang -1. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang nyata kemampuan awal dari kedua kelompok.2 Pembahasan Berdasarkan data pada kondisi awal.23 sedangkan pada kelompok kontrol mencapai 4. Melalui uji t diperoleh thitung sebesar 0.

rasa harga diri siswa yang lebih tinggi. Dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw diperlukan rasa . pemahaman materi lebih mendalam dan meningkatkan motivasi belajar. menerapkan bimbingan sesama teman. Hal ini disebabkan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat membawa siswa kedalam suasana belajar yang bermakna karena siswa dapat secara aktif bekerjasama dengan sesama siswa dalam suasana gotong-royong dalam upaya menggali iformasi dan meningkatkan kemampun berkomunikasi untuk meningkatkan pemahaman pada materi pelajaran yang sedang dipelajari. dan penyesuaian psikologis yang lebih baik dari pada suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan memisah-misahkan siswa. hubungan yang lebih positif. sikap apatis berkurang. Selain itu Intinya (2003) juga menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat mengambangkan hubungan antar pribadi positif diantara siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Di dalam pembelajaran kooperatif kerja sama dalam kelompok memegang kunci keberhasilan proses pembelajaran yang dilaksanakan. memperbaiki kehadiran. menerima terhadap perbedaan individu lebih besar. kenyataan tersebut diperkuat pendapat Johson & Johnson (1989) dalam Anita Lie (2002) yang menyatakan bahwa suasana belajar cooperatif learning Jigsaw menghasilkan prestasi belajar yang lebih tinggi.70 meningkatkan hasil belajar pokok bahasan jurnal khusus pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006.

hal tersebut ditegaskan oleh Slavin (1995) yang menyatakan bahwa guru setidaknya menggunakan setengah waktunya mengajar dalam kelompok kecil sehingga akaan lebih mudah dalam memberikan bantuan secara individu. meskipun terjadi peningkatan hasil belajar yang nyata. Melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini guru dapat secara langsung membimbing setiap individu yang mengalami kesulitan belajar. Keaktifan siswa hanya cenderung pada saat dilakukan diskusi informasi. latihan soal atau . Suasana yang tercipta dari kegiatan pembelajaran dengan metode kooperatiuf tipe jigsaw sangat menarik yang mampu mengarahkan siswa untuk aktif berinovasi dalam memahami materi yang diajarkan yang pada akhirnya berdampak pada tingginya penguasaan siswa pada materi yang sedang dipelajari dan meningkatnya hasil belajar yang dicapainya. Berbeda dengan kelompok kontrol. Siswa tidak hanya dituntuk menguasai materi sendiri tetapi juga dituntut untuk dapat menjelaskan pada siswa lain dalam kelompoknya.71 tanggungjawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri maupun pembelajaran siswa lain dalam kelompok maupun diluar kelompoknya. sebab secara umum siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan konsep-konsep ini dengan temannya. namun rata-rata hasil belajar pada kelompok ini relatif lebih rendah karena pembelajaran yang dilakukan kurang mampu mengaktifkan siswa secara optimal.

72 penugasan. . Pada kondisi ini motivasi siswa cenderung lebih rendah daripada kelompok eksperimen. yang pada akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar siswa.

1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa simpulan antara lain: 1. Metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih efektif daripada metode pembelajaran konvensional karena mampu meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006 mengarah pada ketercapaian belajar tuntas. oleh karena itu guru hendaknya 73 . 2. Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran yang digunakan yaitu pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006.2 Saran Ada beberapa saran yang dapat penulis ajukan berkaitan dengan hasil penelitian ini antara lain: 1. Pada dasarnya untuk kegiatan pembelajaran dapat digunakan berbagai metode mengacu pada materi pengajaran yang akan disampaikan. Dalam kaitannya dengan pembelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal khusus di tingkat SMA dapat digunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw karena terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa. 5.BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.

2. guru perlu melakukan penataan ruang secara efektif untuk menghindari suasana gaduh saat pembentukan kelompok.74 mempertimbangkan penggunaan metode ini saat akan melaksanakan pembelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal khusus. sehingga diperoleh informasi lebih luas tentang keefektifan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran akuntansi pada siswa. guru perlu mengembangkan keaktifan seluruh anggota dalam kelompok kerena keberhasilan pembelajaran ini terletak dari kemampuan angota kelompok dalam memberikan penjelasan kepada anggota kelompok yang lain secara bergantian. Kepada peneliti lain dapat melakukan penelitian serupa pada pokok bahasan lain. 3. . guru perlu meningkatkan keterampilan kooperatif masing-masing kelompok agar kerja sama dalam kelompok tidak macet. Dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw agar mencapai hasil yang optimal.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1995. Surabaya: UNESA University Press Jusup. Kurikulum 2004 SMA. Slavin.2002. Jakarta : Rineka Cipta Djamarah. 2002. Dasar-dasar evaluas ipendidikan. Anita. Cooperative learning (Mempraktikan Cooperative Learning Di Ruang-Ruang Kelas). Boston: Allya Bacon 75 . Cooperativ Learning. Dkk. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Oemar. 2001. 2003. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Suharsimi. Dkk. Darsono. Jakarta : Bumi Aksara. Strategi Belajar Mengajar..E. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Lie. Semarang. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum Hamalik. 2001. Semarang : IKIP Semarang Press Departemen Pendidikan Nasional. ……………. R. Jakarta : Grasindo. Jakarta : Rineka Cipta …………… 2003. Belajar dan pembelajaran.1997. Max. 1991. 2000. Jakarta: Rineka Cipta Daroni. Pembelajaran Kooperatif IPA Di SLTP Melalui Model jig Saw ( dalam Lembar Ilmu Pendidikan). 2001. Muslim. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Haryono. Jakarta: Balai Pustaka. Psikologi Belajar dan Mengajar. UNNES.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Bandung: Sinar Baru Algensindo Ibrahim. Departemen Pendidikan Nasional. Dasar-Dasar Akuntansi. Pembelajaran Kooperatif. 2002. 2002. Jakarta: Balai Pustaka. 1990. Departemen Pendidikan Nasional.

Akuntansi Dasar. Strategi Belajar Mengajar I. Semarang : FIS UNNES Wulandari. Semarang: IKIP Semarang Usman. Semarang: FMIPA UNNES Yamin. Semarang: IKIP Semarang Press S. Studi Komparasi metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal Khusus Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas 2 SMA Teuku Umar. Jakarta: ESIS Slameto. 2004. Reny.Penelitian dan penilaian pendidikan . Dasar-Dasar Akuntansi. Semarang. Martinis. 1996.Bandung: Sinar Baru Algensindo Sudjana. Jakarta : Rineka Cipta. Metode Statistika. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPA (dalam Lembar Ilmu Pengetahuan).2001. 1999.2004. 2004. Sudjana. Jakarta: Ganeca Exact Wahyudi. Dasar-Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. 2001. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. 2005. Endang. Alam. Klaten : Saudara Wahyudi. Nana. 1994. Akuntansi 1 Untuk SMA Kelas 2. 2001. Bandung : Tarsito Setyowati.) 1991. 2004. Hari dan Sihadi. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi.2003. Sri. 2004. Nana. Amin. Agus. Semarang: FIS UNNES Sudjana. Mahir Akuntansi Untuk Kelas 2 SMA.76 Suyitno. Jakarta: Gaung Persada Press . Akuntansi SMA untuk Kelas XI.Bandung: Sinar Baru Algensindo Sukardi. UNNES Sudaryo. Burhanuddin. Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW dan STAD Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Teorhema Phytagoras Pada Siswa kelas II Semester I SMPN 13 semarang tahun Pelajaran 2004/2005. dkk. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. (Ed. Jakarta : Grasindo Sulistyorini. Dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful