UU No.

19 tahun 2003 tentang BUMN yang telah secara resmi disahkan pada tanggal 19 Juni 2003 lalu akhirnya menjadi tumpuan harapan banyak kalangan. Harapan muncul sebagai akibat dari kurang puasnya beberapa kalangan akan pengelolaan BUMN selama ini. Mereka menilai prinsip good corporate governance dalam beberapa kasus diabaikan oleh manajemen. Apabila berbicara mengenai good corporate governance, sudah sewajarnya BUMN sebagai satu motor utama penggerak perekonomian lebih meningkatkan profesionalisme melalui penerapan prinsip transparansi, kewajaran, kemandirian dan akuntabilitas. Berdasarkan pemikiran diatas, Paguyuban Komisaris Independen Indonesia yang memiliki tujuan utama untuk ikut mengembangkan dan mengkampanyekan Good Corporate Governance (GCG) menyelenggarakan Forum Paguyuban Komisaris Independen Indonesia ke 15 yang bertemakan “Penerapan GCG Dalam Kerangka UU BUMN”. Dalam paparannya, Bacelius Ruru menjelaskan kondisi BUMN di Indonesia secara keseluruhan. Ia menyoroti peran BUMN yang signifikan karena bergerak di semua lini perekonomian, seperti pembiayaan, asuransi, perhubungan, energi, penyedia bahan baku dan lain-lain. Namun demikian, tantangan dan hambatan yang dihadapi BUMN tidak bias dipandang remeh. Adanya globalisasi dengan kebijakan yang dikeluarkan AFTA, APEC dan WTO serta inkonsistensi kebijakan akibat dari perubahan pemerintahan dan konstelasi politik hanya segelintir dari sekian banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi BUMN. Menurut Ruru, UU BUMN menjadi dasar hukum yang kuat bagi restrukturisasi, privatisasi, penerapan GCG serta korporatisasi BUMN. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, semua pihak perlu kiranya memahami karakteristik UU BUMN, yaitu bahwa UU BUMN bersifat komplementer/melengkapi terhadap UUPT serta hanya mengatur sistem pengelolaan dan pengawasan serta restrukturisasi dan privatisasi. Hal yang lebih penting lagi adalah bahwa pengaturan mengenai Persero mengacu kepada UUPT serta UU BUMN tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang sektoral. Ia menarik kesimpulan bahwa BUMN harus menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh, menghasilkan barang bermutu tinggi dengan harga bersaing, mampu bersaing di tingkat local maupun regional serta mampu menyumbang pendapatan bagi Negara. Untuk pengembangan di masa yang akan datang, Master Plan dan UU BUMN No. 19 Tahun 2003 harus menjadi pedoman dan landasan dengan melakukan restrukturisasi, bila perlu dilanjutkan dengan privatisasi dengan tetap bertumpu pada pelaksanaan prinsip GCG dan Korporatisasi. Ali Mudin memulai pemaparannya dengan menjelaskan penerapan GCG di Bank BRI. Dipayungi oleh SK Bersama Komisaris dan Direksi, dilakukanlah pengkajian penunjang keberhasilan GCG. Pengkajian ini meliputi identifikasi tugas dan tanggung jawab Komisaris dan Direksi, penyusunan struktur organisasi dan tugas/tanggung jawab Komite

dibawah Komisaris, pengembangan organisasi dan tugas/tanggung jawab sekretaris perusahaan dan implementasi prinsip transparansi dan pengungkapan. Hasil dari kajian tersebut adalah bahwa meskipun pembagian tugas Komisaris dan Direksi telah diatur dalam Board Manual, namun perlu penetapan lebih lanjut detail tata laksananya. Sehubungan dengan rencana Initial Public Offering (IPO) Bank BRI, dipandang penting penerapan prinsip keterbukaan dan pengungkapan agar Bank BRI lebih diketahui dan dikenal oleh calon investor. Oleh sebab itu diperlukan detil teknis pelaksanaan, penjabaran prinsip serta sistem komprehensif yang akan diterapkan sekaligus strategi penerapannya. Menurut Dohar Siregar, setidaknya ada enam hal yang menjadi contoh konkrit implementasi GCG di PT. Aneka Tambang, yaitu : 1. Pembuatan laporan tahunan yang tepat waktu serta menyampaikan secara terbuka setiap kebijakan yang penting serta kegiatan yang dilaksanakan. 2. Menunjuk komisaris independen melalui proses yang transparan. 3. Membentuk Komite Audit yang diketuai oleh komisaris independen. 4. Menyiapkan suatu mekanisme untuk berkomunikasi dengan stakeholders. 5. Melaksanakan RUPS tepat waktu dengan mengusahakan kehadiran pemegang saham sekitar 79%. 6. Penerapan manajemen mutu ISO-9002 untuk Pabrik feronikel Pomalaa dan ISO14001 lingkungan Unit Bisnis Pertambangan Pongkor. Ia menggarisbawahi empat kunci keberhasilan penerapan GCG di PT. Aneka Tambang, yaitu komitmen penuh dari Direksi dan Komisaris, pemahaman dan penerapan prinsip GCG di setiap tingkatan manajemen, mekanisme evaluasi yang terus menerus atas implementasi GCG serta Kode Etik Antam telah dipahami dan diterapkan oleh semua karyawan Antam. Tjuk Kasturi Sukiadi mengemukakan kondisi Semen Gresik yang menurutnya unik. Sebagai BUMN, Semen Gresik terikat pada UU BUMN, juga pada UU PT mengingat Semen Gresik adalah perusahaan terbuka. Tidak hanya dua peraturan, Semen Gresik juga terikat pada CSPA antara Pemerintah RI dan Cemex. Dalam kenyataannya, CSPA bisa lebih tinggi dari Undang-Undang, maksudnya adalah bahwa CSPA dapat melampaui batasan yang telah ditetapkan oleh UU. Lebih jauh ia menjelaskan GCG sebagai perpaduan antara etika moral dan budaya. Budaya yang menurutnya sudah mengakar dan tidak cocok bagi iklim dunia usaha yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip GCG adalah ewuh pakewuh (sungkan) dan naluri untuk berkuasa. Ia mengusulkan untuk mengangkat kelugasan sebagai budaya yang harus mendarah daging pada setiap tingkatan manajemen. Praktek yang menurutnya belum mewakili semangat GCG adalah penunjukan direksi BUMN oleh Kementerian BUMN. Seharusnya Komite Nominasi yang mencalonkan jajaran direksi karena hal ini sejalan dengan tuntutan penerapan GCG.

Dalam paparannya, Erry Riyana menyatakan bahwa GCG intinya adalah check and balances. UU BUMN menurutnya telah memuat pilar-pilar GCG, meskipun ia menyayangkan mengapa komisaris independen tidak sedikitpun disebutkan dalam UU tersebut. Namun demikian ia menyoroti hal yang biasanya menjadi persoalan utama, yaitu masalah implementasi. Senada dengan Tjuk Kasturi, ia menginginkan kelugasan menjadi budaya Indonesia, bukan hanya budaya verbalistik. Ia mengangkat masalah fit and proper test yang menurutnya harus diberlakukan untuk semua komisaris di BUMN, tidak hanya untuk komisaris independent saja, seperti praktek yang saat ini berlangsung. Yang terpenting menurutnya adalah sustansinya, tidak hanya sekedar formalitas belaka. Mengenai indemnity agreement, ia menjelaskan bahwa perjanjian ini penting dibuat antara komisaris independen dan pemegang saham mayoritas (lebih baik lagi apabila dengan seluruh pemegang saham). Perjanjian ini sebagai jaminan apabila terjadi sesuatu pada komisaris independen, biaya yang dikeluarkan akan di-cover oleh perjanjian tersebut. Beberapa pertanyaan mengemuka dari peserta forum. Salah satunya adalah mengenai landasan hukum bagi anak perusahaan dari suatu BUMN yang bertindak sebagai holding. Bacelius Ruru menegaskan bahwa untuk anak perusahaan yang wholly own, jelas bahwa anak perusahaan tersebut bukanlah BUMN, karena menurut UU BUMN yang disebut Persero adalah perusahaan yang 51% sahamnya dimiliki oleh Negara. Mengenai langkah yang dilakukan oleh PT. Aneka Tambang untuk menerapkan GCG dengan melakukan go public, Ruru menilai bahwa langkah tersebut merupakan awal yang sangat baik. Hal ini diyakini merupakan pemicu transformasi budaya di semua lapisan perusahaan. Namun demikian, perlu dilakukan langkah berikutnya yang tidak kalah pentingnya, yaitu assessment secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan 5 (lima) pilar GCG pada semua sektor aktifitas perusahaan. Dari peserta forum teridentifikasi tiga kunci keberhasilan penerapan GCG, yaitu kejujuran, kesejahteraan serta reward and punishment secara tegas kepada siapapun tanpa pandang bulu. Para pembicara sangat menyetujui hal ini karena dalam UU BUMN secara eksplisit disebutkan bahwa salah satu kriteria pemilihan Dewan Direksi maupun Komisaris adalah integritas yang terbukti dari waktu ke waktu, tidak hanya pada suatu periode tertentu saja. Menanggapi Direksi BUMN yang merangkap jabatan sebagai komisaris pada anak perusahaannya, Ruru menyatakan bahwa ide dasarnya adalah untuk mengawasi anak perusahaan tersebut. Namun demikian, sepatutnya mayoritas waktu dan energi dicurahkan kepada perusahaan dimana ia menjadi direksi. Mengenai adanya fakta di lapangan bahwa direksi BUMN ada yang menjadi ketua partai politik, ia dengan tegas tidak memperbolehkan hal tersebut karena sangat berpotensi menimbulkan konflik kepentingan (conflict of interest). Dari peserta terlontar pertanyaan mengenai dua prinsip GCG yang cukup fundamental yaitu transparansi dan akuntabilitas. Pembicara menegaskan bahwa perwujudan

transparansi di perusahaan adalah keterbukaan dan kesetaraan dalam mengakses informasi perusahaan. Salah satu contoh adalah kemudahan investor atau calon investor mengakses informasi perusahaan sehingga keputusan yang akan dibuatnya akurat dan sesuai dengan fakta yang ada pada perusahaan. Prinsip akuntabilitas tercermin dari jelas dan terbukanya hak dan kewajiban setiap organ dan elemen perusahaan, mulai dari direksi, komisaris sampai kepada komite-komite dibawah Dewan Komisaris. Hak dan kewajiban ini tercantum secara eksplisit pada charter masing-masing organ dan elemen tersebut. Pada akhir acara, Nani Bermawi selaku Executive Director ISICOM menggarisbawahi bahwa secara keseluruhan UU BUMN sudah mencakup seluruh aspek penerapan GCG. Adanya pasal yang mengatur komite audit, pelarangan rangkap jabatan, persyaratan fit and proper test bagi calon Direksi dengan criteria memiliki keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman, jujur, perilaku yang baik merupakan perangkat yang sangat mendukung terwujudnya GCG, khususnya di lingkungan BUMN. Namun demikian, tantangan yang terbesar berasal dari leadership (kepemimpinan). Tanpa adanya kepemimpinan yang mumpuni, mustahil dengan hanya berbekal UndangUndang, GCG dapat segera terwujud di BUMN. Dengan demikian, percepatan penerapan GCG akan terwujud apabila UU BUMN ini ditopang oleh pemimpin yang mampu, antara lain : 1. Tell the truth. Sebagai perwujudan dari pelaksanaan prinsip pengungkapan (disclosure) dan transparansi, seorang pemimpin harus mampu mengatakan apa adanya dan lugas dalam bertindak. 2. Keep your promise. Sebagai perwujudan dari pelaksanaan prinsip pertanggungjawaban (responsibility) dan akuntabilitas, seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas segala yang dilakukan dan dapat diandalkan dan dipercaya. 3. Be fair. Sebagai perwujudan dari pelaksanaan prinsip kewajaran (fairness) dan kemandirian (independency), seorang pemimpin dituntut untuk memeprlakukan secara adil semua kepentingan dan berdiri di tengah-tengah seluruh kepentingan stakeholders (tidak memihak). Dengan kombinasi UU BUMN yang komprehensif dan kepemimpinan yang mumpuni diharapkan GCG akan segera terwujud di BUMN, tidak hanya dalam tataran konsep belaka. Ia juga menyampaikan bahwa Forum Diskusi 15 merupakan wujud nyata pelaksanaan salah satu dari 3 (tiga) fokus kegiatannya yaitu berbagi pengalaman (sharing best practices) mengenai penerapan good corporate governance. ISICOM secara konsisten memenuhi komitmennya melakukan kegiatan yang menunjang fokus tersebut demi proses pembelajaran berkelanjutan untuk mempercepat terwujudnya GCG di Indonesia. http://www.isicom.or.id/publikasi_detail.asp?Pub_ID=15&nav=pubdetail

S a r w . Istilah "korupsi" juga bisa dinyatakan sebagai suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. yaitu corrupt. Masih banyak lagi pengertian-pengertian lain tentang korupsi baik menurut pakar atau lembaga yang kompeten. korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan administrasinya. "korupsi" berasal dari bahasa Inggris. M e n u r u t D r . tetapi bisa juga bisa berasal dari situasi lingkungan yang kondusif bagi seseorang untuk melakukan korupsi. Dalam prakteknya. Berikut ini adalah aspek-aspek penyebab seseorang berbuat Korupsi. yang berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasa latin yaitu com yang berarti bersama-sama dan rumpere yang berarti pecah atau jebol. Faktor-faktor penyebabnya bisa dari internal pelakupelaku korupsi. Untuk pembahasan dalam situs MTI ini. pengertian "korupsi" lebih ditekankan pada perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan. S a r l i t o W . Sebab Terjadinya Korupsi Tindak korupsi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Secara hukum pengertian "korupsi" adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi.Definisi Dari segi semantik. Perilaku korupsi menyangkut berbagai hal yang sifatnya kompleks.

t e t a p i a d a d u .o n o . t i d a k a d a j a w a b a n y a n g p e r s i s .

y a k n i : Dorongan dari dalam diri sendiri (keinginan.a h a l y a n g j e l a s . R a n g s a n g a B. hasrat. kehendak dan sebagainya). n d a r i l u a . A .

k u r a .r ( d o r o n g a n t e m a n t e m a n . a d a n y a k e s e m p a t a n .

n g k o n t r o l d a n s e b a g a i n y a . D r . A n d i H a m z a h d a l a m d .

i s e r t a s i n y a m e n g i n v e n t a r i s a s i k a n b e b e r a p a p e n y .

a . K u r a n g n y a g a j i p e g a w a i n Latar belakang kebudayaan atau kultur Indonesia yang merupakan sumber atau sebab meluasnya korupsi.e b a b k o r u p s i . y a k n i : b. .

e g e r i d i b a n d i n g k a n d e n g a n k e b u t u h a n y a n g m a k i n .

Modernisasi pengembangbiakan korupsi c. A n a l i s a y a n g l e b i h d e t i l l a g i t e n t . Manajemen yang kurang baik dan kontrol yang kurang efektif dan efisien. yang memberikan peluang orang untuk korupsi. d.m e n i n g k a t .

a n g p e n y e b a b k o r u p s i d i u t a r a k a n o l e h B a d a n P e n g .

a w a s a n K e u a n g a n d a n P e m b a n g u n a n ( B P K P ) d a l a m b u .

" .k u n y a b e r j u d u l " S t r a t e g i P e m b e r a n t a s a n K o r u p s i .

tetapi masih punya hasrat besar untuk memperkaya diri.a n t a r a l a i n : A s p e k I n d i 1. yaitu sifat tamak dan rakus. . Unsur penyebab korupsi pada pelaku semacam itu datang dari dalam diri sendiri. S i f a t t Kemungkinan orang melakukan korupsi bukan karena orangnya miskin atau penghasilan tak cukup. v i d u P e l a k u a . Kemungkinan orang tersebut sudah cukup kaya.

Godaan itu bisa berasal dari atasan. Perilaku konsumtif semacam ini bila tidak diimbangi dengan pendapatan yang memadai akan membuka peluang seseorang untuk melakukan berbagai tindakan untuk memenuhi hajatnya. teman setingkat. Tetapi bila segala upaya dilakukan ternyata sulit didapatkan. f. tenaga. bawahanya. Situasi paradok ini menandakan bahwa ajaran agama kurang diterapkan dalam kehidupan. d. e. Keterdesakan itu membuka ruang bagi seseorang untuk mengambil jalan pintas diantaranya dengan melakukan korupsi. diantaranya melakukan korupsi. Bila hal itu tidak terjadi maka seseorang akan berusaha memenuhinya dengan berbagai cara. g. Ajaran agama yang kurang diterapkan Indonesia dikenal sebagai bangsa religius yang tentu akan melarang tindak korupsi dalam bentuk apapun. baik itu korupsi waktu. . c. Kebutuhan hidup yang mendesak Dalam rentang kehidupan ada kemungkinan seseorang mengalami situasi terdesak dalam hal ekonomi. Penghasilan yang kurang mencukupi Penghasilan seorang pegawai dari suatu pekerjaan selayaknya memenuhi kebutuhan hidup yang wajar. keadaan semacam ini yang akan memberi peluang besar untuk melakukan tindak korupsi. Kenyataan di lapangan menunjukkan bila korupsi masih berjalan subur di tengah masyarakat. Salah satu kemungkinan tindakan itu adalah dengan korupsi. Malas atau tidak mau kerja Sebagian orang ingin mendapatkan hasil dari sebuah pekerjaan tanpa keluar keringat alias malas bekerja. Sifat semacam ini akan potensial melakukan tindakan apapun dengan cara-cara mudah dan cepat. atau pihak yang lain yang memberi kesempatan untuk itu. Gaya hidup yang konsumtif Kehidupan di kota-kota besar acapkali mendorong gaya hidup seseong konsumtif. Moral yang kurang kuat Seorang yang moralnya tidak kuat cenderung mudah tergoda untuk melakukan korupsi.a m a k m a n u s i a b. pikiran dalam arti semua curahan peluang itu untuk keperluan di luar pekerjaan yang seharusnya.

Apabila kultur organisasi tidak dikelola dengan baik. seperti korupsi memiliki peluang untuk terjadi. Keadaan ini memunculkan situasi organisasi yang kondusif untuk praktik korupsi. d. g a n i s a s i a. Sistim akuntabilitas yang benar di instansi pemerintah yang kurang memadai Pada institusi pemerintahan umumnya belum merumuskan dengan jelas visi dan misi yang diembannya dan juga belum merumuskan dengan tujuan dan sasaran yang harus dicapai dalam periode tertentu guna mencapai misi tersebut. Tidak adanya kultur organisasi yang benar Kultur organisasi biasanya punya pengaruh kuat terhadap anggotanya. Akibatnya. c. maka kemungkinan besar bawahnya akan mengambil kesempatan yang sama dengan atasannya. Manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam organisasi Pada umumnya jajaran manajemen selalu menutupi tindak korupsi yang . misalnya berbuat korupsi. Semakin longgar/lemah pengendalian manajemen sebuah organisasi akan semakin terbuka perbuatan tindak korupsi anggota atau pegawai di dalamnya. Bila pemimpin tidak bisa memberi keteladanan yang baik di hadapan bawahannya. terhadap instansi pemerintah sulit dilakukan penilaian apakah instansi tersebut berhasil mencapai sasaranya atau tidak.A s p e k O r 2. Pada posisi demikian perbuatan negatif. Kelemahan sistim pengendalian manajemen Pengendalian manajemen merupakan salah satu syarat bagi tindak pelanggaran korupsi dalam sebuah organisasi. b. e. akan menimbulkan berbagai situasi tidak kondusif mewarnai kehidupan organisasi. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan Posisi pemimpin dalam suatu lembaga formal maupun informal mempunyai pengaruh penting bagi bawahannya. Akibat lebih lanjut adalah kurangnya perhatian pada efisiensi penggunaan sumber daya yang dimiliki.

A s p e k T e m p a t I n d i v i d u 3. Akibat sifat tertutup ini pelanggaran korupsi justru terus berjalan dengan berbagai bentuk. d a n O r g a n i s a s i B e r a d a a.dilakukan oleh segelintir oknum dalam organisasi. Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi Korupsi bisa .

korupsi dapat berbentuk menerima pembayaran uang dan sebagainya. uang kopi. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi itu bisa diberantas hanya bila masyarakat ikut melakukannya. Di bidang swasta. Sikap ini seringkali membuat masyarakat tidak kritis pada kondisi. biasanya pada badan publik atau masyarakat umum. Misalnya. kecuali sudah membudaya. 3. b. beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi Setiap korupsi pasti melibatkan anggota masyarakat. 6. c. Ciri . penerapan sangsi yang tidak konsisten dan pandang bulu. kualitas peraturan yang kurang memadai. 4. Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif Pada umumnya masyarakat berpandangan masalah korupsi itu tanggung jawab pemerintah. 7. 8. Korupsi dapat mengambil bentuk menerima sogok. uang semir. Korupsi tidak hanya berlaku di kalangan pegawai negeri atau anggota birokrasi negara.Ciri Tindakan Korupsi Korupsi di manapun dan kapanpun akan selalu memiliki ciri khas. Anggapan masyarakat umum yang rugi oleh korupsi itu adalah negara. untuk membuka rahasia perusahaan tempat seseorang bekerja. Ciri tersebut bisa bermacam-macam. d. sangsi yang terlalu ringan. e. serta lemahnya bidang evaluasi dan revisi peraturan perundang-undangan. salam tempel. 2. korupsi juga terjadi di organisasi usaha swasta. Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan. Bahkan seringkali masyarakat sudah terbiasa terlibat pada kegiatan korupsi sehari-hari dengan cara-cara terbuka namun tidak disadari. Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik yang tidak selalu berupa uang. misalnya dari mana kekayaan itu didapatkan. baik dalam bentuk uang tunai atau benda atau pun wanita. peraturan yang kurang disosialisasikan. yang rugi adalah masyarakat juga karena proses anggaran pembangunan bisa berkurang karena dikorupsi. Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi Masyarakat masih kurang menyadari bila yang paling dirugikan dalam korupsi itu masyarakat. Melibatkan lebih dari satu orang. Aspek peraturan perundang-undangan Korupsi mudah timbul karena adanya kelemahan di dalam peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup adanya peraturan yang monopolistik yang hanya menguntungkan kroni penguasa. uang pelancar. . Padahal bila negara rugi. Hal ini kurang disadari oleh masyarakat sendiri. Setiap perbuatan korupsi melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban dalam tatanan masyarakat. 5. mengambil komisi yang seharusnya hak perusahaan. Umumnya serba rahasia.ditimbulkan oleh budaya masyarakat. masyarakat menghargai seseorang karena kekayaan yang dimilikinya.

Korupsi mengakibatkan kolapsnya sistem ekonomi karena produk yang tidak kompetitif dan penumpukan beban hutang luar negeri. Jalur biasa adalah . Di bawah ini hanyalah sekedar contoh bagaimana modus korupsi itu dilakukan : 1. Kesalahan-kesalahan tersebut bisa karena kesengajaan wajib pajak dan bisa juga bukan karena kesengajaan. 2. membebaskan terlebih dahulu tanah yang akan kena proyek dengan harga murah. Manipulasi Tanah Berbagai cara dilakukan untuk memanipulasi status kepemilikan tanah termasuk. Korupsi mendistorsi pengambilan keputusan pada kebijakan publik. Korupsi mengakibatkan proyek-proyek pembangunan dan fasilitas umum bermutu rendah dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga mengganggu pembangunan yang berkelanjutan. Hukum dan birokrasi hanya melayani kepada kekuasaaan dan pemilik modal. Korupsi yang sistimatik menyebabkan: 1. 4. 2. memanipulasi tanah negara menjadi milik perorangan/badan. merendahkan pembebasan tanah dan meninggikan pertanggungjawaban.Akibat Korupsi Korupsi selalu membawa konsekuensi. dan 3. dan menafikan the rule of law. Modus Korupsi Modus korupsi adalah cara-cara bagaimana korupsi itu dilakukan. Pemerasan Pajak Pemeriksa pajak yang memeriksa wajib pajak menemukan kesalahan perhitungan pajak yang mengakibatkan kekurangan pembayaran pajak. Korupsi meniadakan sistim promosi dan hukuman yang berdasarkan kinerja karena hubungan patron-client dan nepotisme. membuat tiadanya akuntabilitas publik. 3. 2. 5. Banyak modus-modus dalam korupsi. Korupsi mendelegetimasi proses demokrasi dengan mengurangi kepercayaan publik terhadap proses politik melalui politik uang. 3. Konsekuensi negatif dari korupsi sistemik terhadap proses demokratisasi dan pembangunan yang berkelanjutan adalah: 1. Jalur Cepat Pembuatan KTP Dalam Pembuatan KTP dikenal 'jalur biasa' dan 'jalur cepat'. Kekurangan tersebut dianggap tidak ada dan imbalannya wajib pajak harus membayarkan sebagian kekurangan tersebut masuk ke kantong pemeriksa pajak. Biaya sosial oleh pembagian kesejahteraan dan pembagian kekuasaan yang tidak semestinya. Biaya ekonomi tinggi oleh penyimpangan insentif. Biaya politik oleh penjarahan atau penggangsiran terhadap suatu lembaga publik.

terutama sopir akan mempersulit pembuatan SIM Untuk mempercepat proses itu mereka membayar lebih besar. memerlukan aktivitas yang dapat dilihat oleh rakyat Indonesia sebagai entry-point atau pintu masuk. Entry-point tersebut adalah: 1. Penyelewengan dalam Penyelesaian Perkara Korupsi terjadi tidak selalu dalam bentuk uang. 5. Biasanya yang terlibat dalam praktek ini adalah warga yang mengurus SIM dan oknum petugas yang menangani kepengurusan SIM. Realisasi dari entry-point tersebut di atas akan menjadi bendera start (starting-flag) untuk . Strategi Pemberantasan Korupsi Dimulainya upaya pemberantasan korupsi secara nasional yang serius. walaupun tidak memenuhi syarat. Pihak yanag sebenarnya memenuhi persyaratan tender. Dalam hal ini telah terjadi penyogokan kepada pemberi tender oleh peserta tender yang sebenarnya tidak qualified 7. 3. Adanya upaya nyata untuk memperkuat Dewan Perwakilan Rakyat. Markup Budget/Anggaran Biasanya terjadi dalam proyek dengan cara menggelembungkan besarnya dana proyek dengan cara memasukkan pos-pos pembelian yang sifatnya fiktif. penegak hukum (hakim/jaksa) dan pengacara. 6. Biaya tidak resmi pengurusan SIM biasanya langsung ditetapkan oleh petugas. Adanya Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional yang disosialisasikan kepada masyarakat luas. Dibentuknya Badan Anti Korupsi 5. SIM Jalur Cepat Dalam proses pembuatan SIM secara resmi. 4. Dilakukannya Catch some big fishes. terkadang tidak memenangkan tender karena telah dimenangkan oleh pihak yang mampu 'main belakang' dengan membayar lebih mahal. Proses Tender Dalam proses tender pengerjaan tender seperti perbaikan jalan atau pembangunan jembatan seringkali terjadi penyelewengan. Praktek ini melibatkan terdakwa/tersangka. yang mungkin waktunya lebih lama tapi biayanya lebih murah. diberlakukan ujian/tes tertulis dan praktek yang dianggap oleh sebagian warga.jalur prosedural biasa. Entry point ini penting untuk menjalankan komitemen para penyelenggara negara belum benar-benar serius untuk memberantas korupsi. tetapi mengubah (menafsirkan secara sepihak) pasal-pasal yang ada untuk meringankan hukuman kepada pihak yang memberi uang kepada penegak hukum. Sedangkan 'jalur cepat' adalah proses pembuatanya lebih capat dan harganya lebih mahal. Adanya upaya nyata untuk memperkuat jajaran Mahkamah Agung dan Pengadilan di bawahnya 4. asalkan tidak harus mengikuti ujian. 2. Misalnya dalam anggaran dimasukkan pembelian komputer tetapi pada prakteknya tidak ada komputer yang dibeli atau kalau komputer dibeli harganya lebih murah.

selanjutnya akan dapat dirumuskan strategi untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi yang tepat. sehingga dapat ditindaklanjuti dengan tepat. dan berdasarkan analisis-analisis yang dilakukan sebagai dasar perumusan strategi yang dikehendaki. Dengan dasar pemikiran ini. Dengan dasar pemikiran ini. perlu dibuat upaya yang dapat meminimalkan peluang untuk melakukan korupsi. Strategi ini dibuat dan dilaksanakan dengan diarahkan pada hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya korupsi. Strategi ini dibuat dan dilaksanakan terutama dengan diarahkan agar apabila suatu perbuatan korupsi terlanjur terjadi maka perbuatan tersebut akan dapat diketahui dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan seakurat-akuratnya. Detektif dan Represif. banyak hal yang harus dilakukan sebagai bagian dari strategi peventif dan melibatkan berbagai pihak. proses penanganan korupsi sejak dari tahap penyelidikan. Dari pendekatan yang dipilih. • Pembangunan kode etik di sektor parpol. maka Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional terdiri dari upaya-upaya sebagai berikut: 1 Upaya-upaya Strategi Preventif : . • Memperkuat Dewan Perwakilan Rakyat. • Meneliti sebab-sebab korupsi secara terus-menerus. . • Pembangunan kode etik di sektor publik. sehingga dapat meminimalkan penyebab korupsi. dapat didasarkan pada berbagai pilihan pendekatan. Paling tidak ada tiga strategi untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi yakni strategi Preventif. Strategi ini dibuat dan dilaksanakan terutama dengan diarahkan untuk memberikan sanksi hukum yang setimpal secara cepat dan tepat kepada pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi. • Memperkuat Mahkamah Agung dan jajaran Pengadilan di Bawahnya. Berdasarkan pendekatan seperti tersebut di atas. 1 Strategi Preventif . Dengan dasar pemikiran ini. Di samping itu. banyak sistem-sistem harus dibenahi sehingga sistem-sistem tersebut akan dapat berfungsi sebagai alarm yang akan cukup cepat memberikan sinyal apabila terjadi suatu perbuatan korupsi.upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Dalam melakukan analisis atas perbuatanperbuatan korupsi. Setiap penyebab korupsi yang teridentifikasi harus dibuat upaya preventifnya. penyidikan dan penuntutan sampai dengan peradilan perlu dikaji untuk dapat disempurnakan di segala aspeknya sehingga proses penanganan tersebut akan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. organisasi profesi dan asosiasi bisnis. 2 Strategi Detektif . 3 Strategi Represif .

• • • • • • • Kampanye untuk menciptakan nilai (value) anti korupsi secara nasional. Peningkatan kualitas penerapan sistem pengendalian manajemen. Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. penuntutan. dan Penuntut Umum. • Pemberlakuan sistem pemantauan proses penanganan tindak pidana korupsi secara terpadu. 2. PPNS. peradilan. Upaya-upaya preventif lainnya. Upaya-upaya represif lainnya. Penyempurnaan manajemen aktiva tetap milik negara. • Penentuan jenis-jenis atau kelompok-kelompok korupsi yang diprioritaskan untuk diberantas. • Peningkatan kemampuan APFP dalam mendeteksi tindak pidana korupsi. Uang Tip: Sama dengan 'budaya amplop' yakni memberikan uang ekstra kepada seseorang karena jasanya/pelayanannya. • Pemberlakuan konsep pembuktian terbalik. • Publikasi kasus-kasus tindak pidana korupsi beserta analisisnya. penghukuman beberapa koruptor besar. 3 Upaya-upaya Strategi Represif : . • Pelaporan kekayaan pribadi pemegang jabatan dan fungsi publik. • Dimulainya penggunaan nomor kependudukan nasional. • Pembentukan Badan Anti Korupsi. • Partisipasi Indonesia pada gerakan anti-korupsi dan anti-pencucian uang di masyarakat internasional. • Upaya-upaya detektif lainnya. Istilah Dalam Korupsi Istilah-istilah Umum dalam Kegiatan Korupsi • 1. Angpao: Pada awalnya muncul untuk menggambarkan kebiasaan yang dilakukan . • Meneliti dan mengevaluasi proses penanganan perkara korupsi dalam system peradilan pidana secara terus-menerus. Pengharusan pembuatan perencanaan stratejik dan laporan akuntabilitas bagi instansi pemerintah. 2 Upaya-upaya Strategi Detektif: . • Penyidikan. • Pemberlakuan kewajiban pelaporan transaksi keuangan tertentu. • Pengaturan kembali hubungan dan standar kerja antara tugas Penyidik Tindak Pidana Korupsi dengan Penyidik Umum. Penyempurnaan manajemen SDM dan peningkatan gaji pegawai negeri. Istilah ini muncul karena pengaruh budaya Barat yakni pemberian uang ekstra kepada pelayan di restoran atau hotel. • Perbaikan sistem dan tindaklanjut atas pengaduan dari masyarakat.

7. 5. 12. Uang Administrasi: Pemberian uang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus agar penyelesaiannya cepat selesai. Uang Ketok: Uang yang digunakan untuk mempengaruhi keputusan agar berpihak kepada pemberi uang. Uang Pangkal: Uang yang diminta sebelum melaksanakan suatu pekerjaan/kegiatan agar pekerjaan tersebut lancar 10. dilakukan secara tidak transparan. Maksud antara yang meminta dan yang memberi uang sama-sama mengerti dan hal tersebut tidak perlu diucapkan. . 4. Istilah ini menggambarkan ketika seseorang yang akrab satu sama lain. Uang Rokok: Pemberian uang yang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus penyelesaianya cepat. Istilah ini biasanya ditujukan kepada hakim dan anggota legislatif yang memutuskan perkara atau menyetujui/mengesahkan anggaran usulan eksekutif. Dalam perkembangan selanjutnya.oleh etnis Cina yang memberikan uang dalam amplop kepada penyelenggara pesta. seperti antara temen satu dengan yang lain. Uang Bensin: Uang yang diberikan sebagai balas jasa atas bantuan yang diberikan oleh seseorang. Uang di Bawah Meja: Pemberian uang tidak resmi kepada petugas ketika mengurus/membuat surat penting agar prosesnya cepat 13. si B biasanya melontarkan pernyataan. 9. Uang diam biasanya diberikan kepada anggota DPRD ketika memeriksa pertanggung jawaban walikota/gubernur agar pertanggung jawabanya lolos. Uang Damai: Digunakan ketika menghindari sanksi formal dan lebih memberikan sesuatu biasanya berupa uang/materi_ sebagai ganti rugi sanksi formal. Uang Diam: Pemberian dana kepada pihak pemeriksa agar kekurangan pihak yang diperiksa tidak ditindaklanjuti. Uang Kopi: Uang tidak resmi yang diminta oleh aparat pemerintah atau kalangan swasta. Uang Pelicin: Menunjuk pada pemberian sejumlah dana (uang) untuk memperlancar (mempermudah) pengurusan perkara atau surat penting. 11. Permintaan ini sifatnya individual dan berlaku di masyarakat umum. uang bensinya mana ? 6. hingga saat ini istilah ini digunakan untuk menggambarkan pemberian uang kepada petugas ketika mengurus sesuatu di mana pemberian ini sifatnya tidak resmi atau tidak ada dalam peraturan 3. Misalnya A minta bantuan B untuk membeli sesuatu. Tahu Sama Tahu: Digunakan di kalangan bisnis atau birokrat ketika meminta bagian/sejumlah uang. 8.

8. Hepeng pataruon (uang antar): Uang yang diberikan kepada seseorang untuk meneruskan urusan kepada seseorang.14. seperti surat izin. Istilah ini muncul ketika warga harus berurusan dengan aparat. Uang lelah ini bisanya diminta oleh orang yang diminta bantuanya untuk membantu orang lain. 7. tetapi juga dilakukan oleh bawahan ketika berkunjung ke rumah atasan agar memperoleh kenaikan jabatan. Uang Lelah: Menunjuk pada pemberian uang secara tidak resmi ketika melakukan suatu kegiatan. Manulangi: Membuat suatu acara dengan memberi makan kepada seseorang yang dihormati. misalnya dalam pengurusan administrasi. 6. Hapeng siram: Uang yang diberikan untuk menyogok seseorang agar urusannya dipermudah. Biong: Makelar tanah yang menjual tanah dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang besar meskipun itu tanah negara. Misalnya uang diberikan oleh warga kepada pegawai PDAM yang melakukan pencatatan meteran dan menagih pembayaranya. Hepeng hamuliateon: Uang yang diberikan kepada seseoarang karena telah membantu mempercepat penyelesaian suatu urusan. Misalnya. Istilah ini kemudian sering digunakan oleh birokrat ketika melayani masyarakat untuk mendapatkan uang lebih Istilah-istilah Korupsi di Daerah Medan 1. dengan cara mempengaruhi masyarakat untuk menyerobot tanah negara dan dijual oleh makelar tersebut ke . misalnya berkaitan dengan urusan administrasi 2. kita harus memberikan uang pago-pago kepada pemberi proyek. 5. Uang pago-pago: Uang yang diberikan suatu proyek atau kegiatan yang dibagibagikan. 3. 4. Kebiasaan ini kemudian berkembang tidak hanya dilakukan ketika berkunjung ke rumah kerabat. Hepeng par sigaret (uang rokok): Uang yang dibayarkan oleh seseorang untuk mempercepat penyelesaian suatu urusan. terutama ketika mengurus administrasi. Hepeng parkopi (uang kopi): Uang tambahan yang diberikan ketika melakukan suatu urusan. Warga bersedia melakukan itu karena merasa sudah ditolong sehingga tidak perlu bersusah payah membayar ke loket. ketika mendapatkan proyek. Silua: Menggambarkan kebiasaan untuk membawa oleh-oleh ketika berkunjung ke rumah seseorang. Bandung 1.

duekuet (dekat) dan dulur (saudara). Digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana jika seseorang ingin memperoleh pekerjaan makaia harus mempunyai D-3. Dipancong: Artinya terkena cangkul secara tidak sengaja. D3 (duit. Uang danga: Uang dengar. 5. Merupakan plesetan dari nama stasion televisi Amerika. Digunakan untuk menggambarkan orang yang mengambil barang milik kantor atau milik negara. Uang takuik: Uang takut. seharusnya 5 juta. uang yang dipungut secara liar oleh preman dan agen liar di terminal atau di daerah-daerah tertentu yang dilewati oleh angkutan umum. Padang 1. 4. Dikurud: Artinya dipotong. 4. 7. 2. Sumbar: Merupakan akronim dari semua uang masuk bagi rata. memotongi janggut atau kumis. Injek: Digunakan untuk menggambarkan penyalahgunaan kekuasaan pejabat yang lebih tinggi untuk menekan pejabat yang lebih rendah yang dianggap menghalangi. duekuet dan dulur): Merupakan akronim dari duit (uang). baik itu dana proyek maupun dana perjalanan. Misalnya. Bakameh: Uang yang diberikan kepada seorang pejabat yang akan dipindahtugaskan atau habis masa jabatannya. Jariah manantang buliah: Setiap ada pekerjaan harus diberi imbalan. yakni uang yang didapat dari kehadiran dan mendengar . Kemudian digunakan untuk menggambarkan anggaran yang dipotong atau mengambil benda yang bukan miliknya. istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan pemotongan anggaran. 3.tangan orang lain dengan harga tinggi. Ceceremed: Artinya panjang tangan. misalnya mengambil pulpen dari kantor atau bahkan uang. 2. Bajalan baaleh tapak: Setiap ada perjalanan harus ada ongkosnya baik uang makan maupun uang yang diberikan ketika suatu urusan telah selesai. tetapi kenyataanya hanya 2 juta karena sudah dipotong 3 juta. CNN (can nulis-nulis acan): Artinya tidak pernah nulis. 3. suka mengambil yang bukan haknya. Misalnya suatu daerah menerima dana program. dalam suatu proyek ada dana sisa hasil proyek maka dana tersebut harus dibagi rata kepada semua orang yang terlibat dalam proyek tersebut. Orang yang memberikan bakameh adalah mitra atau rekan pejabat tersebut. Digunakan untuk menggambarkan wartawan yang suka meminta uang dari para pejabat yang korup dengan mengancam jika tidakdiberikan maka kedok pejabat tersebut akan dibuka. 6. 6. 5.

pemberian hadiah itu tidak hanya ditujukan kepada tokoh agama/masyarakat. cukup dicolek saja agar urusan lancar.Undang • • • • • • • UU 20/2001 Pemberantasan Tidak pidana Korupsi UU 30/2002 Komisi Anti Korupsi UU 31/1999 Pemberantasan Korupsi. mendapatkan kenaikan jabatan atau agar urusan bisnisnya diperlancar. jika ia akan bertugas karena diperintah oleh pejabat yang bersangkutan. Tujuannya agar mendapatkan posisi yang baik dalam pekerjaan. Telah diperbaharui menjadi UU No 20 Tahun 2001 UU 11/1980 tentang Antisuap UU 15/2002 tentang tindak pidana anti pencucian uang. 4. 5. 3. XI Tahun 1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas KKN Undang . Pamalli kaluru: Tindakan yang dilakukan oleh petugas yang meminta imbalan uang kepada warga yang mengurus suatu urusan/surat-surat. Istilah ini menggambarkan praktek penyuapan. Pa'bere: Pemberian kepada seseorang yang berjasa membantu urusan seperti KTP. Kemudian berkembang. tetapi juga kepada pejabat. Pihak-pihak yang terlibat adalah petugas suatu instansi pemerintah yang berurusan dengan suratsurat resmi. Passidaka: Memberikan hadiah sebagai penghormatan kepada tokoh agama atau tokoh masyarakat. keluruhan dan ditlantas 2. Amapo (uang amplop): Digunakan oleh wartawan yang biasa meminta amapo kepada pejabat yang diwawancarainya. Dikobbi: Tindakan yang dilakukan petugas/aparat ketika meminta sesuatu imbalan kepada yang berurusan. seperti imigrasi. Istilah ini digunakan untuk memperhalus perilaku petugas yang meminta sogok.suatu transaksi yang bernilai jual. UU ini telah dirubah menjadi UU No 25 tahun 2003 UU 25/2003 tentang perubahan UU No 15/2002 tentang tindak pidana anti pencucian uang UU No 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih Bebas dari KKN UU No 7 Tahun 2006 Tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa . Makassar 1. Regulasi Anti Korupsi TAP MPR • TAP MPR No. SIM atau STNK sehingga proses pembuatanya cepat dan mudah. 6. Pamalli bensing: Seseoarang yang meminta uang pembelian bensin kepada pejabat.

Tentang Pengawasn Tertib Administrasi di Lembaga Pemerintah Inpres No. Tentan Operasi Tertib Instruksi Presiden No. 7 tahun 2007 tentang Pembentukan Panitia Seleksi dan Pemilihan Calon Anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Surat Edaran • Surat edaran Jaksa Agung tentang percepatan penanganan kasus korupsi tahun 2004 . 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban (termasuk versi bahasa Inggrisnya) Peraturan Pemerintah • • • • • • PP 71/2000 ttg peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 1970 tentang "Komisi 4" Keppres No 80 Tahun 2003. tentang koordinasi pemberantasan uang palsu KEPRES • • • • • Keputusan Presiden No. 5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi Inpres No.• • Anti Korupsi. 11 Tahun 2005 Tentang Timtastipikor Keppres No.110 tahun 2000 tentang kedudukan Keuangan DPRD Penjelasan Peraturan Pemerintah No.110 tahun 2000 tentang kedudukan Keuangan DPRD PP No 24 Tahun 2004 tentang Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD PP No 25 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD PP No 19 Tahun 2000 tentang Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi INPRES • • • • • Inpres No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Inpres No 1 Tahun 1971. tentang pedoman pengadaan barang jasa di instansi pemerintah Keppres No 16 Tahun 2004. 4 Tahun 1971. 9 Tahun 1977. 2003 UU No 1 Tahun 2006 Tentang Bantuan Timbal Balik Masalah pidana UU No. tentang perubahan keppres 80/2003 tentang pedoman pengadaan barang jasa di instansi pemerintah Keppres No.

10/PUU-IV/2006 yang menguji UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 003/PUU-IV/2006 yang menguji UU No.• • • Surat edaran Dirtipikor Mabes Polri. 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) dengan pemohon MHI dengan putusan tidak dapat diterima Putusan Judicial Review MA Terhadap PP No.19 Tahun 2000 tentang TGPTPK Tahun 2001 • Putusan Judicial Review MA Terhadap PP No. tentang pengutamaan penanganana kasus korupsi Surat Keputusan Jaksa Agung tentang Pembentukan Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana korupsi Tahun 2000 Keputusan Bersama KPK-Kejaksaan Agung dalam Kerjasama Pemberantasan korupsi PERDA • Perda Kabupaten Solok No 5 Tahun 2004 Tentang Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Konvensi Internasional • United Nations Conventions Agains Corruption Rancangan Undang-Undang/Draft • • • • • RUU Layanan Publik RUU Rahasia Negara Rancangan Inpres Pemberdayaan Instansi Terkait Dalam Sistem Penanganan Laporan Korupsi Draft UU Kebebasan Memperoleh Informasi Publik versi DPR Draft UU Kebebasan Memperoleh Informasi Publik versi Koalisi LSM Naskah uji material UU Korupsi yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi • • perkara No.19 Tahun 2000 tentang TGPTPK . 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU PTPK) dengan pemohon Dawud Djatmijko Perkara No.

Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugasnya maupun dalam pelaporan. Sifat dan Pembentukkan Komite Audit Komite Audit dibentuk oleh Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.Komite Audit dipimpin oleh seorang ketua yang bertanggungjawab kepada Komisaris dan Dewan Pengawas. dan Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-41/PM/2003 menyatakan: 1. 2. pengalaman.transparansi.BUMN maupun Emiten atau Perusahaan Publik wajib membentuk Komite Audit yang bekerja secara kolektif dan berfungsi membantu Komisaris dan Dewan Pengawas. pengertian Komite Audit tidak diterangkan secara gamblang. tetapi pada intinya menyatakan bahwa Komte Audit adalah suatu badan yang berada dibawah Komisaris yang sekurang-kurangnya minimal satu orang anggota Komisaris.Komite Audit terdiri dari sekurang-kurangnya satu orang Komisaris Independen dan sekurang-kurangnya dua orang lainnya berasal dari luar perusahaan. dan kualitas lain yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Komite Audit. dan dua orang ahli yang bukan merupakan pegawai BUMN yang bersangkutan yang bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugasnya maupun pelaporannya dan bertanggungjawab langsung kepada Komisaris atau Dewan Pengawas.php? option=com_content&task=blogcategory&id=41&Itemid=58 KOMITE AUDIT Menurut Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance mengenai Komite Audit adalah: “Suatu komite yang beranggotakan satu atau lebih anggota Dewan Komisaris dan dapat meminta kalangan luar dengan berbagai keahlian. pengertian Komite Audit adalah sebagai berikut: “Komite Audit adalah sekelompok orang yang dipilih oleh kelompok yang lebih besar untuk mengerjakan pekerjaan tertentu atau untuk melakukan tugas-tugas khusus atau sejumlah anggota Dewan Komisaris perusahaan klien yang bertanggungjawab untuk membantu auditor dalam mempertahankan independensinya dari manajemen. Lebih jelas Undang-Undang Republik Indonesia No. 3.” Dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: Kep-103/MBU/2002. .http://www.19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal tersebut senada dengan Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep41/PM/2003 yang menyatakan bahwa Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dalam rangka membantu melaksanakan tugas dan fungsinya.id/index. yang bekerja secara kolektif dan berfungsi membantu Komisaris dalam melaksanakan tugasnya. dan bertanggungjawab langsung kepada Komisaris.” Menurut Hiro Tugiman (1995.or. 8).

Komite Audit juga mengevaluasi seberapa . auditor tersebut berada pada posisi yang sulit untuk bersikap independen dan objektif. Sedangkan manfaat Komite Audit dikemukakan oleh Hiro Tugiman (1995. maka Komite audit timbul untuk memenuhi tuntutan tersebut Wewenang. Hal ini perlu disadari karena Komite Audit merupakan pihak yang menjembatani antara eksternal auditor dan perusahaan yang juga sekaligus menjembatani antara fungsi pengawasan Dewan Komisaris dengan Internal Auditor.Bagi external auditor adalah keberadaan Komite Audit sangat diperlukan sebagai forum atau media komunikasi dengan perusahaan. John Aldridge (2005. disamping secara langsung kepada objek pemeriksaan juga dibantu dengan mengadakan konsultasi dengan Komite Audit. sehingga diharapkan semua aktivitas dan kegiatan eksternal auditor dalam hal ini akan mengadakan pemeriksaan. 237). Fungsi audit internal belum berjalan optimal mengingat secara struktural. adalah: a. 11). Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) mengemukakan bahwa Komite Audit mempunyai tujuan membantu Dewan Komisaris untuk memenuhi tanggungjawab dalam memberikan pengawasan secara menyeluruh. Dari penjelasan tersebut. independensi Komite Audit tidak dapat dipisahkan moralitas yang melandasi integeritasnya. yaitu: “Mengaudit kegiatan manajemen perusahaan dan auditor (intern dan ekstern).Dewan Komisaris dan Direksi akan banyak terbantu dalam pengelolaan perusahaan.Komite Audit dituntut untuk dapat bertindak secara independen. maka dapat diketahui adanya suatu indikasi bahwa Komite Audit dibentuk karena belum memadainya peran pengawasan dan akuntabilitas Dewan Komisaris perusahaan. Tugas dan Tanggungjawab Komite Audit Komite Audit mempunyai wewenang untuk menjalankan tugas-tugasnya seperti yang diutarakan oleh Barol (2004) yang dikutip oleh Siswanto Sutojo dan E. Tujuan dan Manfaat Pembentukan Komite Audit Tujuan Komite Audit sebenarnya sudah ada dalam definisi Komite Audit itu sendiri. muncul tuntutan adanya auditor independen. Mereka yang berwenang meminta informasi tambahan dan memperoleh penjelasan dari manajemen dan karyawan yang bersangkutan. Menurut Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: Kep-117/M-MBU/2002 menjelaskan bahwa tujuan Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris atau dewan Pengawas dalam memastikan efektivitas sistem pengendalian intern dan efektivitas pelaksanaan tugas auditor eksternal dan internal. b. Oleh karena itu. Pemilihan anggota Dewan Komisaris yang berdasarkan kedudukan dan kekerabatan menyebabkan mekanisme check and balance terhadap direksi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

yaitu: 1. 3.Menyelidiki semua aktivitas dalam batas ruang lingkup tugasnya.” Menurut Hasnati (2003) yang dikutip oleh Indra Surya dan Ivan Yustiavandana (2006. melaksanakan pengawasan secara efektif terhadap benturan kepentingan dan kecurangan yang dilakukan oleh karyawan perusahaan. b. 2.Menyelidiki semua aktivitas dalam batas ruang lingkup tugasnya. serta sumber daya perusahaan dalam rangka tugasnya serta berwenang untuk bekerjasama dengan auditor internal. 4. hasil usaha.Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen . Menurut Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) dan YPPMI Institute. aset. Menurut Keputusan Menteri BUMN Nomor: Kep-103/MBU/2002. Komite Audit bertugas: a.Mencari Informasi yang relevan dari setiap karyawan. yaitu: 1. karyawan. 2. 3. rencana dan komitmen perusahaan jangka panjang. dalam membantu Komisaris/Dewan Pengawas. Kewenangan Komite Audit dibatasi oleh fungsi mereka sebagai alat bantu Dewan Komisaris sehingga tidak memiliki otoritas eksekusi apapun (hanya sebatas rekomendasi kepada Dewan Komisaris) kecuali untuk hal spesifik yang telah memperoleh hak kuasa eksplisit dari Dewan Komisaris misalnya mengevaluasi dan menentukan komposisi auditor eksternal dan memimpin satu investigasi khusus. dana. Selain itu Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-41/PM/2003 menyatakan bahwa Komite Audit memiliki wewenang mengakses secara penuh.Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern maupun Auditor Ekstern sehingga dapat dicegah pelaksanaan dan pelaporan yang tidak memenuhi standar. bebas dan tak terbatas terhadap catatan.jauh peraturan telah mematuhi standar akunting dan prinsip akuntansi yang diterima di Australia. Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance) Komite Audit bertanggungjawab untuk memastikan bahwa perusahaan telah dijalankan sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku dan etika. Pengawasan Perusahaan (Corporate Control) Komite Audit bertanggungjawab untuk pengawasan perusahaan termasuk didalamnya hal-hal yang berpotensi mengandung risiko dan sistem pengendalian intern serta memonitor proses pengawasan yang dilakukan oleh auditor internal. 148) Komite Audit pada umumnya mempunyai tanggungjawab pada tiga bidang. 149).Mengusahakan saran hukum dan profesional lainnya yang independen apabila dipandang perlu. Komite audit memiliki wewenang. Laporan Keuangan (Financial Reporting) Komite Audit bertanggungjawab untuk memastikan bahwa laporan yang dibuat manajemen telah memberikan gambaran yang sebenarnya tentang kondisi keuangan. yang dikutip oleh Indra Surya dan Ivan Yustiavandana (2006.

Komite audit yang beranggotakan sedikit cenderung dapat bertindak lebih efisien. d. c. e. Dipimpin oleh seorang Komisaris Independen. Ketua Komite Audit dipegang oleh salah seorang anggota Komite Akuntan Publik. John Aldridge (2005. Agar mampu bekerja efektif. Dua diantara lima orang anggota tersebut pernah menjadi akuntan publik. Keberadaan Komite Audit diatur melalui Surat Edaran Bapepam Nomor: SE/03 PM/2002 (bagi perusahaan publik) dan keputusan Menteri BUMN Nomor: Kep-103/MBU/2002 (Bagi BUMN) Komite Audit sedikitnya terdiri dari tiga orang. Komite juga harus memiliki akses langsung kepada stand dan penasehat perusahaan seperti keuangan dan penasehat hukum. Komite Audit dibantu staff perusahaan dan auditor eksternal.Memastikan bahwa telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap informasi yang dikeluarkan BUMN. Akan tetapi. Tiga orang anggota yang lain bukan akuntan publik. Ketua dan anggota Komite Audit tidak diperkenankan menerima penghasilan dari perusahaan akuntan publik kecuali uang pensiun. proyeksi/forecast dan lain-lain informasi keuangan yang disampaikan kepada pemegang saham. Komite Audit beranggota terlalu sedikit juga menyimpan kelemahan yakni minimnya ragam pengalaman anggota.Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris/Dewan Pengawas. 11) mengatakan bahwa: . 132) mengharuskan bahwa: “ Komite Audit harus beranggotakan lima orang.” Menurut Hiro Tugiman (1999. diangkat untuk masa jabatan lima tahun. dengan syarat selama lima tahun terakhir mereka tidak berprofesi sebagai akuntan publik.perusahaan serta pelaksanaannya. Menurut Sarbanes-Oxley act jumlah anggota Komite Audit perusahaan yang dikutip Siswanto Sutojo dan E. termasuk brosur. laporan keuangan berkala. diketuai oleh seorang Komisaris Independen perusahaan dengan dua orang eksternal yang independen serta menguasai dan memiliki latar belakang akuntansi dan keuangan.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Komisaris/Dewan Pengawas sepanjang masih dalam lingkup tugas dan kewajiban Komisaris/Dewan Pengawas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mereka harus memiliki pengetahuan dasar tentang manajemen keuangan. mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris. Sedapat mungkin anggota Komite Audit memiliki pemahaman memadai tentang pembuatan laporan keuangan dan prinsip-prinsip pengawasan internal. dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris. Keanggotaan Komite Audit Komite Audit biasanya terdiri dari dua hingga tiga orang anggota. Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh direksi kepada Dewan Komisaris. Seperti komite pada umumnya.

Jakarta. objektif dan profesional. Jurnal Hukum Bisnis 2. Kencana.. satu diantaranya dipersyaratkan mempunyai latar belakang pendidikan dan berpengalaman dalam bidang akuntansi dan auditing anggota lainnya dapat berlatar belakang pendidikan dan pengalaman dalam bidang hukum atau yang berkaitan dengan operasional atau kultur organisasi. lingkungan bisnis serta risiko dan kontrol.. S.H.Ketua Komite Audit harus memiliki kemampuan untuk memimpin dan terampil berkomunikasi dengan baik. (2006).blogspot.id. tugas.governance-indonesia. Penerapan Good Corporate Governance: Mengesampingkan Hak Istimewa Demi Kelangsungan Usaha. Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan Yang Sehat). Analisis Hukum Komite dalam Organ Perseroan Terbatas Menuju Good Corporate Governance. Damar Mulia Pustaka.Anggota Komite Audit harus memiliki integritas. 5.com/2009/05/komite-audit. LLM.Anggota Komite Audit harus independen. www.Anggota Komite Audit harus memiliki keseimbangan keterampilan dan pengalaman dengan latar belakang usaha yang luas. Siswanto Sutojo dan E. dedikasi.or. (1999). menurut Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-41/PM/2003 menambahkan bahwa anggota Komite Audit tidak merangkap jabatan yang sama pada perusahaan lain pada periode yang sama. cetakan pertama. diakses Agustus 2008. IKAI dapat menyimpulkan bahwa masih banyak terdapat variasi-variasi yang sangat tinggi di dalam praktek-praktek Komite Audit dan juga kerancuan pemahaman tentang fungsi. Pustaka Hasnati. syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota Komite Audit adalah sebagaiberikut: 1. Komite audit. dan tanggung .html UGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT DALAM PROSES GCG : SOSIALISASI MANUAL KOMITE AUDIT (Oleh IKAI ) Dari diskusi-diskusi yang telah banyak dilakukan oleh IKAI. Eresco. dan Ivan Yustiavandana. (1995). Sekilas: Komite Audit.Paling sedikit anggota komite audit harus memiliki pengertian yang baik tentang analisa dan penyusunan laporan keuangan. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. 2.” Menurut Subur (2003) yang dikutip I Putu Sugiartha Sanjaya. S.. Bandung .“Anggota Komite Audit adalah profesional yang bukan pegawai perusahaan. 16-24 Hiro Tugiman. PT. Eresco. pemahaman yang baik mengenai organisasi. LLM.. http://firmsstat. MH. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor: Kep-41/PM/2003 Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: Kep-103/MBU/2002. Selain hal tersebut. Komite Nasional Kebijakan Governance. PT. (2006). 3. khususnya pembahasan mengenai fungsi dan tanggung jawab Komite Audit.H. 4. (2005). Indra Surya. John Aldridge. PT. SH.. (2005). Bandung.

antara lain diberikan penegasan tentang kesetaraan antara Direksi dan Dewan Komisaris dalam governance structure di Indonesia. hal tersebut belum dijelaskan secara eksplisit. Hanya BAPEPAM saja yang telah memulai menerbitkan ketentuan pada tahun 2000 dimana emiten diwajibkan memiliki Komite Audit yang merupakan tonggak eksistensi Komite Audit. menduplikasi dengan tugas-tugas lainnya.jawab Komite Audit. Padahal kalau kita mengkaji kembali pembentukan Komite Audit. IKAI dapat menyimpulkan bahwa masih banyak terdapat variasi-variasi yang sangat tinggi di dalam praktek-praktek Komite Audit dan juga kerancuan pemahaman tentang fungsi. Mungkin saja ini disebabkan Komite Audit terlalu banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rutin yang bersifat operasional. tugas. BI kembali tidak mewajibkan perbankan untuk membentuk Komite Audit. disamping tentunya merujuk kepada International Best Practices dan juga kondisi-kondisi yang berkembang di Indonesia. Sedangkan di Bank Indonesia (BI). Oleh karena itu. dapat dipastikan Komite Audit memiliki fungsi menjalankan tugas oversight. bab II menjelaskan kedudukan Komite Audit dalam governance structure di Indonesia. Dalam Manual ini. Lalu kemudian di tahun 1999. pada tahun 1995 sudah memulai mewajibkan pembentukan Komite Audit. dan tanggung jawab Komite Audit. Berangkat dari kebingungan dan ketidakjelasan inilah. Baru-baru ini BI melalui peraturan barunya PBI No. Seringkali IKAI mendapatkan pertanyaan-pertanyaan mengenai hal tersebut. Padahal kalau kita mengkaji kembali pembentukan Komite Audit. khususnya pembahasan mengenai fungsi dan tanggung jawab Komite Audit. dapat dipastikan Komite Audit memiliki fungsi menjalankan tugas oversight.: 8/14/PBI/2006. Pokok-pokok dari Manual Komite Audit dapat disampaikan sebagai berikut : Pertama. badan regulator ini. Demikian pula halnya di UU Pasar Modal. Manual ini juga dimaksudkan sebagai sarana untuk sharing best practices. Memang didalam UU PT. Kerancuan atau kebingungan mengenai peranan Komite Audit. menduplikasi dengan tugas-tugas lainnya. kembali mewajibkan Bank-bank di Indonesia untuk wajib memiliki Komite Audit. Karena selama ini terdapat pemikiran bahwa Direksi di bawah Dewan Komisaris. Kerancuan dan variasi pemahaman yang begitu tinggi di Komite Audit. Mungkin saja ini disebabkan Komite Audit terlalu banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rutin yang bersifat operasional. Kerancuan dan variasi pemahaman yang begitu tinggi di Komite Audit. IKAI terdorong untuk menyusun Manual Komite Audit. diperlukan suatu publikasi Manual yang tujuan akhirnya adalah penyempurnaan manual dari waktu ke waktu sehingga terdapat suatu referensi atau acuan bagi praktisi Komite Audit dalam menjalankan tugasnya. juga sering dipicu oleh tidak jelasnya kedudukan Komite Audit didalam governance structure. yang ditujukan dalam upaya menyamakan persepsi atau paradigma mengenai fungsi Komite Audit. seringkali di lapangan. PENDAHULUAN Dari diskusi-diskusi yang telah banyak dilakukan oleh IKAI. IKAI . seringkali di lapangan.

. dan Komite Remunerasi dan Nominasi.berpendapat bahwa Dewan Komisaris dan Direksi mempunyai suatu kesetaraan. pada setiap bab ditegaskan mengenai beberapa hal yang kiranya perlu mendapatkan perhatian. Ketiga. Dengan independensinya maka diharapkan Komite Audit dapat melakukan penilaian terhadap efektifitas fungsi Internal Audit. memastikan berlangsungnya risk management process didalam perseroan dan dipatuhinya ketentuan yang berlaku. PEMBAHASAN I. Harapan Bank Indonesia terhadap Peran Komite Audit di Perbankan dan Strategi Pengoptimalan Fungsi Komite Audit – Bapak Muliaman Hadad (Direktur Bank Indonesia) Melalui Peraturan Bank Indonesia No. Masing-masing bab membahas mengenai fungsi oversight dari Komite Audit dalam menjamin terselenggaranya mekanisme check and balances. Aspek independensi Komite Audit juga ditekankan karena Komite Audit harus dapat menjamin terselenggaranya mekanisme check and balances. Anggota Komite Audit disarankan harus financial literate. kesesuaian laporan dengan standard akuntansi yang berlaku serta evaluasi tindak lanjut hasil audit. Kedua. Laporan keuangan merupakan objek oversight Komite Audit. Fungsi-fungsi oversight Komite Audit mencakup fungsi oversight dalam mendorong penegakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Kunci keberhasilan Komite Audit salah satunya adalah pemilihan anggotanya. Dalam hal ini Komite Audit harus mampu melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap hasil Audit Internal maupun Eksternal Bank. paling tidak. 8/14/PBI/2006 dapat dilihat bahwa terdapat 3 (tiga) Komite yang diatur dalam PBI yaitu Komite Audit. Ditegaskan bahwa Komite Audit tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rutin yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi oversightnya. • Tugas Komite Audit tidak sama dengan Audit Internal Bank yang dilakukan oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang bertanggung jawab kepada Presiden Direktur. dapat membaca laporan keuangan. Dalam bab ini juga dipertegas tentang legal position Komite Audit dan interaksinya dengan organ-organ perseroan. dan independensi dan obyektifitas Eksternal Auditor yang melakukan audit. bab III sampai dengan bab VI menjelaskan tentang fungsi oversight dari Komite Audit. Beberapa concern yang disampaikan Bank Indonesia terkait dengan keberadaan Komite Audit adalah : • Kewajiban pembentukan Komite Audit bagi industri perbankan dimaksudkan untuk membantu efektifitas pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dalam melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian internal termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan. Komite Kebijakan Resiko. samasama diangkat oleh RUPS. memastikan dihasilkannya high quality financial reporting.

• Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja Komite Audit. • Bank Indonesia berharap agar anggota Komite Audit selalu berupaya untuk dapat menjadi mitra strategis bagi para stakeholders maupun bagi perusahaan dan regulator II. Ini lebih banyak disebabkan karena belum atau tidak jelasnya tugas dan fungsi dari masing-masing elemen. Keberadaan pihak-pihak independen tersebut diharapkan mampu menciptakan fungsi pengawasan yang optimal melalui terciptanya check and balance dan mampu menghindari conflict of interest. • BAPEPAM sangat menghargai upaya IKAI untuk membuat manual. Pihak-pihak independen tersebut diharapkan dapat lebih memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas dan para deposan yang harus dilindungi hak-haknya. Pada kenyataannya hingga saat ini governance seringkali sulit diterapkan dengan baik. • Good Corporate Governance merupakan suatu hal yang wajib dan perlu dilaksanakan di semua organisasi. Terkait dengan hal tersebut. agar keberadaan Komite Audit tersebut tidak hanya sebagai asesoris untuk memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan. keberadaan Forum Komunikasi Good Corporate Governance Perbankan dan atau Forum Komite Audit Perbankan perlu didayagunakan sehingga tercipta komunikasi yang berkelanjutan diantara para anggota industri dan regulator. namun mampu berperan aktif. Bank Indonesia menetapkan minimal 51% (lima puluh satu perseratus) jumlah anggota Komite Audit wajib berasal dari Pihak Independen dan Komisaris Independen. bekerja secara optimal dan mampu memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris yang berhasil guna (substance over form). hal-hal yang belum jelas mengenai tugas dan fungsi Komite Audit. Inti dari Good Corporate Governance adalah independen audit. organisasi public (seperti pemerintah) dan juga korporasi. • Sebagai komite yang membantu pelaksanaan fungsi pengawasan. dan tanggung jawabnya secara optimal. baik pemerintahan. BAPEPAM Memiliki Kepentingan yang Sangat Besar dalam Memastikan Good Corporate Governance Diterapkan dan Dilaksanakan oleh Para Pelaku Pasar Modal – Bapak Fuad A. menjadi lebih jelas baik bagi anggota Komite Audit maupun bagi mitra kerjanya Komisaris dan Direksi. Rahmany (Ketua Bapepam) • Komite Audit merupakan bagian dari Good Corporate Governance. Bank perlu menetapkan tugas dan tanggung jawab Komite Audit secara jelas. Bank Indonesia beraharap banyak kepada para pihak independen anggota Komite Audit agar mampu bekerja sesuai peran. independensi dari anggota Komite sangat diperlukan. tugas. Karena dengan adanya Manual. . Dalam rangka mempercepat penerapan ketentuan Good Corporate Governance dimaksud. apalagi di kalangan perbankan dimana diemban amanah yang sangat besar dari para nasabah penyimpan dana di perbankan.

Temuan-temuan dibuat dalam garis besar. Setiap 3 bulan kami diskusi dengan Auditor Internal. Yang kedua. kemudian secara rutin dilaporkan kepada Komite Audit perkembangannya. Jamsostek) a. III. Komite Audit dan lain sebagainya. Salah satu tugas utama Komite Audit dalam fungsi pengawasannya adalah memastikan kinerja fungsi auditor internal. dimana pembentukan Komisaris Independen dan Komite Audit merupakan . Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris untuk memastikan pertama. d. • Pedoman bagi Komite Audit adalah sangat penting. Karena Komite Audit berada di bawah Dewan Komisaris maka Dewan Komisaris akan menyampaikan kepada Direksi apa saja yang diminta dan diharapkan Komite Audit dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasannya. keberadaan Komite Audit menimbulkan ketidakenakan atau ketidaknyaman. Untuk jumlah anggota Komite Audit sebaiknya harus disesuaikan dengan kompleksitas perusahaan. Dalam pedoman Good Corporate Governance yang baru. c. Bagaimana meyakinkan manajemen termasuk Internal Audit dapat menerima keberadaan Komite Audit. secara rutin Komite Audit mengadakan meeting dengan dipimpin oleh Komisaris Independen. Ketiga. Bagaimana menilainya? Setiap bulan. Dalam diskusi tersebut. struktur pengendalian internal dilaksanakan dengan baik. sehingga independennya bukan independent just in appearance tetapi independent in fact. Komite Audit dapat menilai kinerja Auditor Internal.• Governance bukan hanya masalah pemenuhan elemen-elemen governance secara formalitas saja seperti ada tidaknya Komisaris Independen. Yang terakhir adalah tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan manajemen. pelaksanaan audit internal maupun eksternal dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku. Tetapi yang terpenting dari adalah bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang peranan dari masing-masing unit yang dijalankan sehingga pelaksanaan governance dapat berjalan dengan efektif. Untuk perusahaan asuransi sebaiknya juga mengikuti pedoman Good Corporate Governance. Kerja Komite Audit – Bapak Hotbonar Sinaga (Direktur Utama PT. Berbicara mengenai governance structure. laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Komite Audit merupakan salah satu perangkat dari Dewan Komisaris. Komite Audit dan Good Corporate Governance. b. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana mendapatkan pengakuan. dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan keputusan. Salah satu tugas Internal Auditor adalah menyampaikan temuan-temuan. Dapat disimpulkan bahwa fungsinya Komite Audit adalah seperti staff function. Karena bagi sebagian pihak yang tidak memahami manfaat keberadaan Komite Audit. Penekanan lainnya adalah bagaimana membuat fungsi Komite Audit menjadi efektif dan bagaimana independensi benar-benar menjadi bagian dari Komite Audit.

Komite Audit sangat berperan didalam pemilihan atau menentukan kinerja dari Internal dan Eksternal Auditor d. tapi itu juga akan tergantung pada fungsi dan kemampuan perusahaan. f. IV. dengan definisi yang sangat sederhana yaitu tidak ada hubungan afiliasi baik dengan Direksi maupun dengan pemegang saham. Jika Komisaris Independen pembentukannya sudah merupakan keharusan. Harapan yang disampaikan oleh AEI terhadap Komite Audit adalah sebagai berikut : (1). Komite Audit diharapkan bisa memberikan suatu statement mengenai apa yang telah dilakukan selama satu tahun berjalan. Adanya rapat regular yang dapat diadakan bulanan atau tiga bulanan. Tidak mungkin kita mendapatkan barang yang bagus dengan harga yang kurang bagus. b. Pedoman dan Manual yang Berhubungan dengan Good Corporate Governance Bisa Saling Bersinergi dan Tidak Saling Bertentangan – Bapak Gunawan Tjokro (Wakil Ketua Asosiasi Emiten Indonesia) a. dan ini dilampirkan dalam annual report. kalau program CSRnya juga harus berjalan dengan baik. Mengapa Komite Audit penting bagi perusahaan? Banyak yang berpendapat bahwa suatu perusahaan itu akan bisa tumbuh secara sustainable kalau memperhatikan pertama adalah prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan kedua. Kombinasi ini bisa menciptakan fertilization of ideas dengan ide yang bermacam-macam sehingga pandangan yang berbeda-beda itu dapat memberikan hasil yang lebih maksimal. . Ini sangat baik karena merupakan bentuk tanggung jawab dari Komite Audit. Masalah remunerasi merupakan hal yang perlu diperhatikan. tetapi bisa diwakili oleh berbagai macam disiplin ilmu. Ini suatu hal yang penting yang bisa membantu kinerja perusahaan bertumbuh secara sustainable untuk masa-masa mendatang. Karena ada istilah ”ada harga ada barang”. ada beberapa hal yang sudah sejalan. Dan sebaiknya Komite Audit tidak didominasi oleh orang keuangan saja. c.keharusan sebagai bagian dari implementasi Good Corporate Governance. dan juga laporan mengenai pandangan-pandangan apa yang terjadi di perusahaan selama 6 bulan terakhir. Faktor remunerasi penting diperhatikan agar perusahaan bisa mendapatkan orang yang qualified. karena setiap perusahaan mempunyai kebijakan yang berbeda-beda. Menekankan jabatan Komisaris dan Komite Audit harus diduduki oleh orang-orang yang kompeten pada bidangnya. Satu contoh adalah mengenai independensi dari auditor baik Internal Auditor maupun Eksternal Auditor. Namun untuk Komite Audit di sektor asuransi belum ada regulasi yang mengaturnya dan bukan merupakan kewajiban. Baik dari peraturan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM maupun dalam Manual ini. e. Hal ini dikarenakan perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang mengelola dana masyarakat. Walaupun sampai saat ini tidak ada standar. Dalam manual.

penyimpangan kecurangan dan pemborosan. http://www. SPI bukanlah unit kerja yang berhubungan langsung dengan penghasilan perusahaan. baik analisa maupun opininya dilakukan secara obyektif.org/informasi_displayartikel. Maka dalam arti sistem pengawasan internal mecakup pengawasan yang dapat dibedakan atas pengawasan yang bersifat akuntansi dan administratif. Pada umumnya pengawasan akuntansi meliputi sistem pemberian wewenang (otorisasi) dan sistem persetujuan pemisahaan antara tugas operasional. Pengawasan akuntansi meliputi rencana organisasi dan semua cara dari prosedur yang terutama menyangkut dan berhubugan langsung dengan pengamanan harta benda dan dapat dipercayainya catatan keuangan (pembukuan). . program latihan pegawai dan pengawasan mutu. MANAHAN NASUTION. Ak) Pengawasan internal mempunyai peranan yang sangat penting bagi suatu organisasi perusahaan. kebiasaan salah yang dibenarkan.(2). pengawasan fisik dan pemeriksaan internal (internal audit). b. tetapi ketika peran dan fungsi SPI berjalan sesuai treknya maka berhubungan tidak langsung dengan peningkatan penghasilan. Selalu menjaga obyektifitas dalam menjalankan fungsi pengawasan.asp?idi=109 Pentingnya Satuan Pengawas Internal OPINI Rakyatjelata | 11 Maret 2010 | 07:51 303 6 1 dari 2 Kompasianer menilai Menarik. Memperkuat SPI seharusnya berawal dari itikad baik top manajemen untuk memajukan perusahaan. Kenapa SPI haruslah kuat ? karena apabila SPI berfungsi sesuai peran dan fungsinya maka perusahaan dapat mencegah terjadinya kehilangan keuangan perusahaan dan menjaga aset perusahaan dari tindakan korupsi. a.komiteaudit. (Drs. apabila ada dewan direksi / komisiaris yang menganggap Satuan Pengawas Internal (SPI) bukanlah sesuatu yang penting maka tinggal tunggulah kehancuran perusahaan. Ada peraturan tidak tertulis di perusahaan / institusi / lembaga di seluruh dunia apabila ingin MAJU maka Satuan Pengawas Internalnya (SPI )/ internal Auditnya haruslah kuat. tugas penyimpanan harta kekayaan dan tugas pembukuan. time and motion study. Dalam pengawasan administratif termasuk analisa statistik. Pengawasan internal merupakan alat yang baik untuk membantu manajemen dalam menilai operasi perusahaan guna dapat mencapai tujuan usaha. kelalaian. Pengawasan administratif meliputi rencana organisasi dan semua cara dan prosedur yang terutama menyangkut efisiensi usaha dan ketaatan terahadap kebijaksanaan pimpinan perusahaan yang pada umumnya tidak lansung berhubungan dengan pembukuan (akuntansi). laporan kegiatan.

Jadi jangan menganggap membayar auditor itu sebuah kerugian walaupun ada biaya dalam tanda kutip “khusus” bagi pekerja yang bersifat independence ini. merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.com/2010/03/11/pentingnya-satuan-pengawas-internal/ . menjaga aset perusahaan dari tangan-tangan jail dan mencegah peningkatan nilai barang yang tidak sesuai dengan harga pasar.Peningkatan penghasilan ini berasal dari tertibnya pembukuan keuangan sehingga tidak terjadinya kehilangan keuangan perusahaan. atau sarana. memperkaya diri sendiri. menempatkan individu yang tidak layak / tidak mempunyai kompetensi yang tepat di SPI. Ketika orang yang sakit itu membeli obat. SPI adalah tameng pertama / bemper top manajemen ketika BPK beraksi. tidak di tempatkannya pegawai / karyawan yang mempunyai basic akutansi dan kemampuan audit pada komposisi personil SPI. orang lain. Pelemahan SPI ini menjadi tanda bahwa ada gejala ketidakseriusan top manajemen untuk memajukan perusahaan dan melindungi keuangan serta aset perusahaan. serta efisiensi usaha. kesempatan. Catatan : Dari sudut pandang hukum. apakah obat itu di anggap kerugian !!!!!! pembelian obat itu adalah ongkos yang harus dibayar dan jangan di hitung untung-rugi walaupun obat itu mahal harganya. tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsurunsur sebagai berikut: • • • • perbuatan melawan hukum penyalahgunaan kewenangan. SPI bagaikan sebuah obat bagi seseorang yang sakit. Tanda-tanda SPI diperlemah bisa dilihat dari mengamputasi kewenangannya. temuan positif ini sebaiknya di sebarluarkan sehingga dapat menjadi contoh bagi unit kerja yang lain.kompasiana. Apabila bempernya saja sudah penyok / tidak ada / keropos bagaimana bisa menyelamatkan bila terjadi benturan. Karena keuntungannya akan lebih besar apabila badan ini sehat. Bagi pengelola institusi Pemerintah. http://edukasi. terjaganya mutu pelayan pelanggan. tetapi unit kerja yang membantu top manajemen dalam mengawasi dan mengevaluasi sistem pengendalian manajemen sehingga mengarahkan jalan-nya perusahaan dalam jalur yang benar. Temuan SPI tidak selalu negatif tetapi juga ada temuan positif. serta membuat SPI tidak independence. SPI bukanlah unit kerja yang mencari kesalahan. prosudure berjalan sesuai yang di tetapkan sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan. atau korporasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful