KHULAFAUR RASYIDIN

Khalifah Ar-Rasyidin atau Khulafa'ur Rasyidin adalah empat khalifah pertama dalam tradisi Islam Sunni, sebagai pengganti Muhammad, yang dipandang sebagai pemimpin yang mendapat petunjuk dan patut dicontoh. Mereka semuanya adalah sahabat dekat Nabi Muhammad SAW, dan penerusan kepemimpinan mereka bukan berdasarkan keturunan, suatu hal yang kemudian menjadi ciri-ciri kekhalifahan selanjutnya. Sistem pemilihan terhadap masing-masing khalifah tersebut berbeda-beda, hal tersebut terjadi karena para sahabat menganggap bahwa Nabi Muhammad tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai pengganti beliau, yang ditolak oleh kalangan Syi'ah. Menurut Syi'ah, Muhammad sudah jelas menunjuk pengganti beliau adalah Ali bin Abi Thalib sesuai dengan Hadits Ghadir Khum. Khulafaur Rasyidin terdiri dari empat khalifah sahabat Nabi Muhammad SAW adalah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib.

ABU BAKAR
Abu Bakar (bahasa Arab ‫ ,أبو بكر الصديق‬Abu Bakr ash-Shiddiq) (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13 H) termasuk di antara mereka yang paling awal memeluk Islam. Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar menjadi khalifah yang pertama pada tahun 632. Beliau bernama asli Abdullah ibni Abi Quhaafah. Arti nama Abu Bakar berarti 'ayah si gadis', yaitu ayah dari Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), yang kemudian diubah oleh Rasulullah menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah'). Sumber lain menyebutkan namanya adalah Abdullah bin Abu Quhafah (Abu Quhafah adalah kunya atau nama panggilan ayahnya). Nabi Muhammad SAW juga memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya 'yang berkata benar'), sehingga ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq. Memeluk Islam Abu Bakar dilahirkan di Mekkah dari keturunan Bani Taim, suku bangsa Quraish. Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi. Berdasarkan keadaan saat itu dimana kepercayaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW lebih banyak menarik minat anak-anak muda, orang miskin, kaum marjinal dan para budak, sulit diterima bahwa Abu Bakar justru termasuk dalam mereka yang memeluk Islam dalam periode awal dan juga berhasil mengajak penduduk mekkah dan kaum Quraish lainnya mengikutinya (memeluk Islam). Awalnya ia dikenal dengan nama Abdul Ka'bah (pelayan Ka'bah), setelah memeluk Islam ia menggunakan nama Abdullah (pelayan Tuhan). Namun, ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar (dari bahasa arab Bakr yang berarti unta muda) karena minatnya dalam berternak unta. [sunting] Era bersama Nabi Sebagaimana yang juga dialami oleh para pemeluk Islam pada masa awal. Ia juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk Mekkah yang mayoritas masih memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Sementara para pemeluk non budak biasanya masih dilindungi oleh para keluarga dan sahabat mereka, para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan. Beberapa budak yang ia bebaskan antara lain : • Bilal bin Rabbah • Lubainah • Abu Fakih • An Nahdiah • Ammar • Ummu Ubays • Abu Fuhaira • Zinnira Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad SAW pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemaninya. Abu Bakar juga terikat dengan Nabi Muhammad secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad beberapa saat setelah Hijrah. Menjadi Khalifah Selama masa sakit Rasulullah SAW saat menjelang ajalnya, dikatakan bahwa Abu Bakar ditunjuk untuk menjadi imam shalat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisinya. Segera setelah kematiannya (632), dilakukan musnyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam. Apa yang terjadi saat musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar sebagai khalifah adalah subyek yang sangat kontroversial dan menjadi sumber perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum sunni dan syi'ah. Di satu sisi kaum syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi Muhammad) yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah SAW sendiri sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah SAW menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Rasulullah mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin.sementara muslim syi'ah berpendapat kalau rosulullah saw dalam hal-hal terkecil seperti sebelum dan sesudah makan,minum,tidur,dll,tidak pernah meninggal umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat terahir.dan juga banyak hadits di sunni maupun syi'ah tentang siapa khalifah sepeninggal rosulullah saw,serta jumlah pemimpin islam yang dua belas.kalau memang musyawarah kenapa tidak menampilkan tokoh bani hasyim,dan cobalah kita simak kembali jalan musyawarah di saqifah bani sa'idah.kalau memang penunjukkan pemimpin dengan musyawarah,bagaimana dengan

Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad SAW. Kemudian pada masa pemerintahan Usman bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al Qur'an hingga yang dikenal hingga saat ini. Khalid bin Walid menaklukkan Irak dengan mudah sementara ekspedisi ke suriah juga meraih sukses. Ekspedisi ke utara Setelah menstabilkan keadaan internal dan secara penuh menguasai Arab. Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. UMAR BIN KHATTAB Umar bin Khattab (581 . Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi "Ibnu Habib al-Hanafi" yang lebih dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong).mengingat beliau berbaiat setelah sepeninggal fatimah istri beliau yang berbulan bulan lamanya dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan publik. Akhirnya. Umar mengambil posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Dia maju dan kemudian menyisir janggutku". dari Bani Adi.November 644) (bahasa Arab: ‫ )عمر بن الخطاب‬adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin. Kaum sunni menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali menjadi pendukung setia Abu Bakar dan Umar. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya. Beberapa diantaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh.dan kenapa dibenarkan khilafah abbasiah yang menggantikan khilafah bani umayah dengan pemberontakan dan peperangan. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut. di samping makam Rasulullah SAW. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam. Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah. Umar suka meminum anggur. Sementara kaum syi'ah menggambarkan bahwa Ali melakukan baiat tersebut secara pro forma. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad SAW dan dengan kematiannya komitmennya tidak berlaku lagi. anak dari Umar dan juga istri dari Nabi Muhammad SAW. Setelah lengkap koleksi ini.Abu Bakar dimakamkan di rumah Aishah [di dekat masjid Nabawi]. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah. beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya. Allah menurunkan larangan bermabuk-mabukkan yang tegas. Orangtuanya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim. Setelah menjadi muslim. Qur'an Abu Bakar juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur'an. yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad SAW.kholifah umar yang memimpin dengan wasiat kholifah abu bakar.mungkin kita harus lebih dalam lagi membaca sejarah islam dengan refrensi lengkap. banyak penghafal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Abu Bakar lantas meminta Umar bin Khattab untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. Ali sendiri secara formal menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar dan dua khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Usman bin Affan). Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Umar bermabuk-mabukkan sampai Subuh. Pada malam hari. Kematian Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah. "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. setelah membaca ayat ke 5. Abu Bakar memerintahkan para jenderal Islam melawan kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Sassanid. Saat mencarinya. Sebagaimana yang ia katakan sendiri. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembahan berhala. beliau ulang lagi ke ayat 4 terus menerus. sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu. Sehingga ada kisah. ia tidak menyentuh alkohol sama sekali. Latar belakang Ia memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza. Memeluk Islam Ketika ajakan memeluk Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Ridda. karena ayat 3 dan 5 bunyinya sama. yang dikumpulkan dari para penghafal Al-Quran dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang. ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu'aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Tetapi. Ketika waktu Subuh tiba. setelah masuk Islam. Ketika membaca surat Al-Kafirun. Dikatakan bahwa pada suatu saat. terlahir di Mekkah. ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang.atau kenapa kholifah mu'awiyah merubahnya menjadi kerajaan monarki. beliau pergi ke masjid dan ditunjuk sebagai imam. Beberapa suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada. Perang Ridda Segera setelah suksesi Abu Bakar. Sebelum Islam. oleh sebuah tim yang diketuai oleh shahabat Zaid bin Tsabit. .Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid. kemudian disimpan oleh Hafsah. belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas. kulit dan lain sebagainya. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah dalam perang Ridda. salah satu rumpun suku Quraisy.

setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem. Usman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orangorang yang kecewa itu. Tahun 638. pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut." Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur'an : "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. . Armenia. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636). Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya.Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur'an (surat Thoha). yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636. pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir. di Madinah. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk terhadap Umar. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW Pada tahun 625. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tunisia. demi mendengar kabar itu lantas bergegas kembali. Pada tahun 637. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang. Transoxania. di dekat sungai Eufrat. Khaybar serta penyerangan ke Syria. 10 Hijriah). Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba. "Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk shalat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Masjid Umar didirikan ditempat ia shalat. Tuhan hidup selalu tak pernah mati. Muhammad sudah mati. Syria. ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. tahun ke-empat kekhalifahannya. M Husain Haikal) Abu Bakar yang kebetulan sedang berada di luar Madinah. Pada pertempuran itu. Kepemimpinan Usman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar. Masa kekhalifahan Abu Bakar Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah. Kematian Muhammad SAW Setelah sakit dalam beberapa minggu. 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Uhud. Palestina. dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah. Rhodes. Menjadi khalifah Selama pemerintahan Umar. Nabi Muhammad SAW wafat pada hari senin tanggal 8 Juni 632 (12 Rabiul Awal. jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal. Akhirnya pada tahun 35 H 1655 M. maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun. Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan. Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu. Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana. Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun. sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Ia menjumpai Umar sedang menahan muslim yang lain dan lantas mengatakan. Ia ikut terlibat pada perang Badar. Umar ditunjuk menggantikannya. Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Kehidupan di Madinah Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yathrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ini mungkin karena umumnya yang lanjut (diangkat dalam usia 70 tahun) dan sifatnya yang lemah lembut. putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad. dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (surat Ali 'Imran ayat 144) Umar lantas menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan. termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di jaman itu. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur'an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga. Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik. dan Tabaristall berhasil direbut. 55 tahun kemudian. Pada pertempuran Yarmuk. Kematian Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk. ia tetap hidup sebagaimana saat para pemeluk Islam masih miskin dan dianiaya. seorang budak pada saat ia akan memimpin shalat. dan akan kembali sewaktu-waktu. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini. Rustam Farrukhzad. Cyprus. Persiapan pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. dan bagian yang tersisa dari Persia. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634. UTSMAN IBN ‘AFAN RA Di masa pemerintahan Utsman (644-655 M). (Hayatu Muhammad. ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Umar memilih untuk shalat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut.

Syi’ah (pengikut) Ali.Salah satu faktor yang menyebabkan banyak rakyat kecewa terhadap kepemimpinan Usman adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. ia menghadapi berbagai pergolakan. Dialah pada dasarnya yang menjalankan pemerintahan. . Harta kekayaan negara. dan memakai kembali sistem distribusi pajak tahunan diantara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar. Munculnya kelompok al-khawarij menyebabkan tentaranya semakin lemah. Akibatnya. Ini terjadi pada tahun 25 H. kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus. sedangkan Usman hanya menyandang gelar Khalifah. Meskipun demikian. masjid-masjid dan memperluas masjid Nabi di Madinah. Ali ibn Abi Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah. sementara posisi Mu’awiyah semakin kuat. Perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase). Penulisan Al Quran dilakukan kembali pada masa sayidina Utsman ra. Tidak lama setelah itu. Akhirnya. Zubair dan Aisyah. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Zubair. tidak berarti bahwa pada masanya tidak ada kegiatan-kegjatan yang penting. Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman. Thalhah dan Aisyah. Tidak ada masa sedikit pun dalam pemerintahannya yang dapat dikatakan stabil. Selama masa pemerintahannya. ALI IBN ABI THALIB Setelah Utsman wafat. dan berhasil mengalahkan lawannya. pertempuran yang dahsyat pun berkobar. Pertempuran terjadi di sini yang dikenal dengan nama perang shiffin. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting. jembatan-jembatan. Ali memerintah hanya enam tahun. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan bawahan. Setelah menduduki jabatan khalifah. oleh karabatnya dibagi-bagikan tanpa terkontrol oleh Usman sendiri. orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Zubair dan Thalhah terbunuh ketika hendak melarikan diri. Dan al Quran yang kita pegang saat ini adalah mushaf Utsman. bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga. karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta. Pada tanggal 20 ramadhan 40 H (660 M). Pasukannya bertemu dengan pasukan Mu’awiyah di Shiffin. yaitu Mu’awiyah. tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah. Bersamaan dengan itu. Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang. Dia tidak dapat berbuat banyak dan terlalu lemah terhadap keluarganya. Usman berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. di ujung masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik. masyarakat beramai-ramai membaiat Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah. Keadaan ini tidak menguntungkan Ali. Dia juga membangun jalan-jalan. Ali terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij. sedangkan Aisyah ditawan dan dikirim kembali ke Madinah. Namun ajakan tersebut ditolak. Yang terpenting diantaranya adalah Marwan ibn Hakam. Dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Utsman kepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada negara. Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanya mau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Usman laksana boneka di hadapan kerabatnya itu. Perang ini dikenal dengan nama Perang Jamal (Unta). al-Khawarij. yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan. Mu’awiyah. Alasan mereka. Ali memecat para gubernur yang diangkat oleh Utsman. Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengan sejumlah besar tentara. dan al-Khawarij (oran-orang yang keluar dari barisan Ali). Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. dan mereka menuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zalim.