BAB I Pendahuluan

Saat ini banyak sekali pengusaha-pengusaha yang berbisnis dibidang jasa penginapan, walaupun dengan modal yang tidak sedikit, karena memang bisnis dibidang ini memerlukan dana yang cukup besar Pajak hotel adalah pajak atas pelayanan hotel. Pengenaan pajak hotel tidak mutlak ada pada seluruh daerah kabupaten atau kota yang ada di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kewenangan yang diberikan oleh pemerintah kabupaten atau kota untuk mengenakan atau tidak mengenakan suatu jenis pajak kabupaten/kota.Oleh karena itu, untuk dapat dipungut pada suatu daerah atau kota, pemerintah daerah harus terlebih dahulu menerbitkan peraturan daerah tentang Pajak Hotel. Pajak hotel dilakukan dengan mendasarkan pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2000; Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah, khususnya Pasal 38-42; dan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 2 Tahun 2003 tentang Pajak Hotel.

1

dan atau fasilitas lainnya dengan dipungut bayaran. Pajak Hotel adalah pajak atas pelayanan hotel. memperoleh pelayanan. yang dibuat oleh wajib pajak pada saat mengajukan pembayaran atau Pembayaran adalah jumlah yang diterima atau seharusnya diterima sebagai imbalan atas penyerahan barang atau pelayanan sebagai pembayaran kepada pemilik 2 . Pengeritan hotel disini termasuk juga rumah penginapan yang memungut bayaran. 3. kecuali oleh pertokoan dan perkantoran. 2. Terminologi tersebut dapat dilihat berikut ini : 1. pemerntah daerah harus terlebih dahulu menerbitkan peraturan daerah tentang Pajak Hotel. Rumah penginapan adalah penginapan dalam bentuk dan klasifikasi apa pun beserta fasilitasnya yang digunakan untuk menginap dan disewakan untuk umum. Hotel adalah bangunan yang khusus disediakan bagi orang untuk dapat menginap/istirahat. Hal ini berkaitan dengan kewenangan yang diberikan oleh pemerintah kabupaten atau kota untuk mengenakan atau tidak mengenakan suatu jenis pajak kabupaten/kota. Pengusaha hotel adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya melakukan usaha di bidang jasa penginapan. Pengenaan pajak hotel tidak mutlak ada pada seluruh daerah kabupaten atau kota yang ada di Indonesia. 5. yang sekaligus sebagai bukti pungutan pajak. dikelola. termasuk bangunan lainnya yang menyatu. Bon penjualan (bill) adalah bukti pembayarn. Oleh karena itu.BAB II ISI PAJAK HOTEL A. Dalam pemungutan Pajak Hotel terdapat beberapa terminologi yang perlu diketahui. dan dimiliki oleh pihak yang sama. Pengertian. hotel. 4. untuk dapat dipungut pada suatu daerah atau kota.

pesanggrahan (hostel). teleks. taksi dan pengangkutan lainnya. Peraturan daerah kabupaten/kota yang mengatur tentang Pajak Hotel. a. Objek Pajak Hotel 1) Objek Pajak Hotel Objek Pajak Hotel adalah pelayanan yang disediakan oleh hotel dengan pembayaran. losmen. tennis.jasa pemakaian kamar atau tempat penginapan beserta fasilitas penunjang lainnya kepada subjek pajak. Pelayanan penunjang sebagai kelengkapan fasilitas penginapan atau tempat tinggal jangka pendek yang sifatnya memberikan kemudahan dan kenyaman. Fasilitas olahraga dan hiburan yang disediakan khusus untuk tamu hotel. d. yang antara lain: gubuk pariwisata (cottage). pub. Ada beberapa pengecualian yang tidak termasuk objek pajak. yang disediakan atau dikelola hotel. diskotik. 1. C. Jasa persewaan ruangan untuk kegiatan acara atau pertemuan di hotel. yang disediakan atau dikelola hotel. B. antara lain telepon faksimili. termasuk pelayanan sebagaimana di bawah ini. fotokopi. 2) Bukan Objek Pajak Hotel Pada Pajak Hotel. 4. b. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. kolam renang. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah. dan rumah penginapan. setrika. 3. karaoke. tidak semua pelayanan yang diberikan oleh penginapan dikenakan pajak. bukan untuk umum. antara lain pusat kebugaran (fitness center). 2. golf. c. Fasilitas penginapan atau fasilitas tinggal jangka pendek. Keputusan bupati/walikota yang mengatur tentang Pajak Hotel sebagai aturan pelaksanaan peraturan daerah tentang Pajak Hotel pada kabupaten/kota dimaksud. Dasar Hukum Pemungutan Pajak Hotel Dasar hukum pemungutan Pajak Hotel pada suatu kebupaten atau kota adalah sebagaimana di bawah ini. wisma pariwisata. motel. pelayanan cuci. yaitu: 3 .

Pelayanan tinggal di asrama dan pondok pesantren. dan salon yang digunakan oleh umum di hotel. misalnya seseorang menginap di hotel “ABC” dan melakukan pembayaran atas: jasa sewa kamar jasa binatu Rp Rp 2. Pertokoan. yang menjadi wajib pajak adalah pengusaha hotel. yaitu orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya melakukan usaha di bidang jasa penginapan. perkantoran.00 4 . Secara sederhana yang menjadi subjek pajak adalah konsumen yang menikmati dan membayar pelayanan yang diberikan oleh pengusaha hotel.000. Wakil wajib pajak bertanggung jawab secara pribadi dan atau secara pajak tanggung rentang atas pembayaran pajak terutang. Fasilitas olahraga dan hiburan yang disediakan di hotel yang digunakan oleh bukan tamu dengan pembayaran. b. E. c. Sementara itu.00 200. d. yang menjadi subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pembayaran atas palayanan hotel. Dasar Pengenaan. Ketentuan tentag wakil wajib pajak dan kuasa wajib pajak dapat dilihat pada Bab 2 Ketentuan Umum Pajak Daerah. Tarif. e. Dalam menjalankan kewajiban perpajakannya wajib pajak dapat diwakili oleh pihak tertentu yang diperkenan oleh undang-undang dan peraturan daerah tentang Pajak Hotel. 1. apartemen. dan Cara Perhitungan Pajak Hotel Dasar pengenaan Pajak Hotel Dasar pengenaan Pajak Hotel adalah jumlah pembayaran yang dilakukan kepada hotel.000. Subjek Pajak dan Wajib Pajak Hotel Pada Pajak Hotel. Pembayaran adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh subjek pajak kepada wajib pajak untuk harga jual baik jumlah uang yang dibayarkan maupun penggantian yang seharusnya diminta wajib pajak sebagai penukaran atas pemakaian jasa tempat penginapan dan fasilitas penunjang termasuk pula semua tambahan dengan nama apa pun juga dilakukan berkaitan dengan usaha hotel. Contoh pembayaran. D.500. Penyewaan rumah atau kamar. perbankan.a. dan Pelayanan perjalanan wisata yang diselenggarakan oleh hotel dan dapat dimanfaatkan oleh umum. dan atau fasilitas tempat tinggal lainnya yang tidak menyatu dengan hotel.

000.Saat pajak terutang dalam masa pajak ditentukan menurut keadaan.jasa telepon Jumlah Service Charge 10% Rp Rp Rp 100.00 + Jumlah Pembayaran Rp 3.00. Termasuk pengertian penggunaan bon penjualan adalah penggunaan mesin cash registersebagai bukti pembayaran. 3. Dalam bon penjualan sekurang- 5 .800.000.000. Saat Terutang Pajak dan Wilayah Pemungutan Pajak Hotel Pada Pajak Hotel.000. Tahun pajak adalah jangka waktu yang lamanya satu tahun takwim. yaitu pada saat terjadi pembayaran atau pelayanan jasa penginapan di hotel atau penginapan. Secara umum perhitungan Pajak Hotel adalah sesuai dengan rumus berikut: Pajak Terutang = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak = Tarif Pajak x Jumlah Pembayaran yang dilakukan Kepada Hotel F. kecuali ditetapkan lain oleh bupati/walikota. setiap daerah kabupaten kota diberi kewenangan untuk menetapkan besarnya tarif pajak yang mungkin berbeda dengan kabupaten/kota lainnya.00 280. Dengan demikian. Tahun Pajak. Dalam pengertian masa pajak bagian dari bulan dihitung satu bulan. Perhitungan Pajak Hotel Besarnya pokok Pajak Hotel yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak dengan dasar pengenaan pajak. Tarif Pajak Hotel Tarif pajak hotel ditetapkan paling tinggi sebesar 10% dan ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten/kota yang bersangkutan. 2. asalkan tidak lebih dari 10%. yaitu sebesar Rp 3.00 + 2.080. Setiap pengusaha hotel yang menjadi wajib pajak dalam memungut pembayaran Pajak Hotel dari konsumen yang menggunakan jasa hotel harus menggunakan bon penjualan atau note pesan (bill).080. kecuali wajib pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun takwim. Masa Pajak.000.00 Pembayaran yang dimuksud adalah pembayaran sebelum dikenakan Pajak Hotel. masa pajak merupakan jangka waktu yang lamanya dengan satu bulan takwim atau jangka waktu lain yang ditetapkan dengan keputusan bupati/walikota.

Pengukuhan. dalam praktik umumnyakepada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten/Kota dalam jangka waktu tertentu. tetapi menggunakan bon penjualan yang tidak dilegalisasi dikenakan sanksi administrasi. 2. hotel yang digunakan. Legalisasi antara lain berupa porporasi atau stempel. untuk dikukuhkan dan diberikan NomorPokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). 1. Wajib pajak wajib melegalisasi bon penjualan kepada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten/Kota. kecuali ditetapkan lain oleh Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Wajib pajak yang wajib melegalisasi bon penjualan.Bon penjualan baru dapat digunakan setelah diporporasi oleh bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk. Surat Keputusan Pengukuhan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendapatan Daerah tidak merupakan dasaruntuk menentukan mulai sat terutang Pajak Hotel. dan digunakan sesuai nomor urut. misalnya selambat-lambatnya tiga puluh hari sebelum dimulainya kegiatan usaha. Wajib pajak yang wajib menggunakan bon penjualan. Bagi wajib pajak yang dikecualikan melegalisasi bon penjualan. Jangka waktu ini sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan oleh bupati atau walikota di mana Pajak Hotel dipungut. dan Pendataan Pengukuhan Wajib Pajak Wajib Pajak Hotel wajib mendaftarkan usahanya kepada bupati/walikota. tetapi hanya merupakan sarana administrasi dan pengawasan bagi petugasDinas Pendapatan Daerah. dicetak dengan diberi nomor seri. Pendaftaran. G. lama menginap. umumnya berupa denda sebesar dua persen per bulan dari dasar pengenaan pajak. dan fasilitas.kurangnya harus mencantumkan catatan tentang jenis kamar yang ditempati. Kepala Dinas Pendapatan Daerah akan menetapkan pengusaha tersebut sebagai wajib pajak secara jabatan. Apabila pengusaha hotel atau penginapan tidak mendaftarkan usahanya dalam jangka waktuyang ditentukan. wajib mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kepala Dinas Pendapatan Daerah. Bon penjualan harus mencantumkan nama dan alamat usaha.Tata cara pelaporan dan pengukuhan wajib pajak ditetapkan oleh bupati/walikota dan surat keputusan. tetapi tidak menggunkan bon penjualan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar dua persen per bulan dari dasar pengenaan pajak. Pendaftaran dan Pendataan 6 . Penetapan secara jabatan dimaksudkan untuk pemberian nomor pengukuhan dan NPWPD dan bukan merupakan penetapan besarnya pajak terutang.

Setelah dokumen disiapkan kepada wajib pajak. I. antara lain : pencetakan formulir perpajakan. 2. H. SPTPD diisi dengan jelas. wajib pajak mengisi formulir pendaftaran dengan jelas. Bupati/walikota atas permohonan wajib pajak dengan alasan yang sah dan dapat diterima dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian SPTPD untuk jangka waktu tertentu. kemudian diberikan kepada wajib pajak. Ketentuan ini menunjukkan sistem pemungutan Pajak Hotel dan dasarnya merupakan self assessment. yaitu wajib pajak diberikan kepercayaan penuh untuk menghitung. berupa formulir pendaftaran dan pendataan. dan penagiahan pajak. memperhitungkan. Penetapan Pajak Hotel Setiap pengusaha hotel wajib menghitung. kecuali adanya kerja sama dengan pihak ketiga dalam proses pemungutan pajak. 1. Wajib pajak yang tidak melaporkan atau melaporkan tidak sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sesuai ketentuan dalam peraturan daerah. lengkap. yang diatur dalam peraturan daerah. Penetapan Pajak Hotel Cara Pemungutan Pajak Hotel Kegiatan pemungutan Pajak Hotel tidak dapat diserahkan kepada pihak ketiga. Keterangan dan dokumen harus dicantumkan dan atau dilampirkan pada SPTPD ditetapkan oleh bupati/walikota. serta mengembalikan kepada petugas pajak. pengiriman surat-surat kepada wajib pajak. membayar dan melaporkan sendiri Pajak Hotel yang terutang dengan menggunakan SPTPD.Kegiatan pendaftaran dan pendataan diawali dengan mempersiapkan dokumen yang dilakukan. petugas pajak mencatat formulir pendaftaran dan pendataan yang dikembalikan oleh wajib pajak. dan benar serta ditandatangani oleh wajib pajak atau kuasanya dan disampaikan kepada walikota/bupati atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. lengkap.Umumnya SPTPD harus disampaikan selambat-lambatnya lima belas hari setelah berakhirnya masa pajak. Kegiatan yang tidak dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga adalah kegiatan penghitungan besarnya pajak yang tertuang pengawasan penyetoran pajak. Selanjutnya. Pelaporan Pajak dan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) Wajib pajak yang telah memiliki NPWPD setiap awal masa pajak wajib mengisi SPTPD. 7 . dalam Daftar Induk Wajib Pajak berdasarka nomor urut yang digunakan sebagai dasar untuk menrbitkan NPWPD.

untuk menerbitkan kepastian hukum apakah perhitungan dan pembayaran pajak yang dilaporkan oleh wajib pajak dalam SPTPD telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan pajak daerah atau tidak. wajib pajak dikenakan sanksi administratif berupa bunga besar dua persen sebulan dan ditagih dengan menerbitkan Surat Tagihan Pajak Daerah ( STPD). membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang. SKPDKB. SKPDLB. SKPDKBT. Penerbitan surat ketetapan pajak ini. Apabila setelah lewat waktu yang ditentukan wajib pajak tidak atau kurang membayar pajak terutang dalam SKPD. Selain terhadap wajib pajak yang dikenakan Pajak Hotel dengan system self assessment. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKPDKBT). 4. dan Surat Ketetapan Pajak Daerah Nihil (SKPDN). Ketetapan Pajak Dalam jangka waktu lima tahun sesudah saat terutangnya pajak. dan STPD ditetapkan oleh bupati/walikota J. Pajak yang tidak atau kurang bayar yang ditagih dengan STPD ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar dua persen sebulan untuk jangka waktu paling lama lima belas bulan sejak saat terutang pajak. dan wajib pajak dikenakan sanksi administrasi berupa bunga dan atau denda. bupati/walikota dapat menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB). hasil penelitian STPD terdapat kekurangan pembayaran sebagai akibat salah tulis dan atau salah hitung.memperhitungkan. 3. Jumlah wajib pajak terutang ditetapkan dengan menerbitkan SKPD. STPD juga merupakan saran yang digunakan untuk menagih SKPDKB atau SKPDKBT yang tidak atau kurang dibayar oleh wajib pajak sampai dengan jatuh tempo pembayaran pajak dalam SKPDKB atau SKPDKBT. dan penyampaian STPD. SKPD. Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD) Bupati/walikota dapat menerbitkan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD) jika Pajak Hotel dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. SKPDN. SKPD harus dilunasi oleh wajib pajak paling lama tiga puluh hari sejak diterimanya SKPD oleh wajib pajak atau jangka waktu lain yang ditetapkan oleh bupati atau walikota. Bentuk isi serta tata cara penerbitan. Surat Ketetapan Pajak diterbitkan berdasarkan pemeriksaan atas SPTPD yang disampaikan oleh wajib pajak. Pembayaran dan Penagihan Pajak Hotel 8 . penerbitan SKPDKB dan SKPDKBT juga dapat diterbitkan terhadap wajib pajak yang penetapan pejaknya dilakukan oleh bupati/walikota.

Apabila pembayaran pajak dilakukan di tempat lain yang ditunjuk. Surat teguran atau surat peringatan dilakukan tujuh hari sejak saat jatuh tempo pembayaran pajak dan dikeluarkan tujuh hari sejak saat jatuh tempo pembayaran pajak dan dikeluarkan oleh pejabat yang ditunjuk oleh bupati/walikota. Penagihan Pajak Hotel Penagihan pajak dilakukan terhadap pajak terutang dalam SKPD. Angsuran pembayaran pajak yang terutang harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar dua persen sebulan dari jumlah pajak yang belum atau kurang dibayar. SKPDKB. Apabila tanggal jatuh tempo pembayaran pada hari libur. dengan dikenakan bunga sebesar 2% sebulan dari jumlah pajak yang belum atau kurang dibayar. SKPDKB. Pembayaran Pajak Hotel yang terutang dilakukan ke kas daerah. Persyaratan serta tata cara pembayaran angsuran ditetapkan dengan keputusan bupati/walikota. Kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran pajak diberikan tanda bukti pembayaran pajak dan dicatat dalam buku penerimaan. Pembayaran Pajak Hotel Pajak Hotel tertutang dilunasi dalam jangka waktu yang ditentukan dalam peraturan daerah. pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya. Penagihan pajak dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan surat teguran atau surat peringatan atau surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan penagihan pajak. atau tempat lain yang ditunjuk oleh bupati/walikota sesuai waktu yang ditentukan dalam SKPD. 2. bank. dan STPD. Penentuan tanggal jatuh tempo pembayaran dan penyetoran Pajak Hotel ditetapkan oleh bupati/walikota. STPD. Surat Keputusan Keberatan. SKPDKBT. Dalam jangka 9 . misalnya selambat-lambatnya pada tanggal 15 bulam berikutnya dari masa pajak yang terutang setelah berakhirnya masa pajak. dan Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Pembayaran pajak harus dilakukan sekaligus atau lunas. hasil penerimaan pajak harus disetor ke kas daerah paling lambat 1 x 24 jam atau dalam waktu yang ditentukan oleh bupati/walikota. bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk dapat memberikan persetujuan kepada wajib pajak untuk mengangsur pembayaran Pajak Hotel terutang dalam kurun waktu tertentu. Dalam keadaan tertentu. Pembarian persetujuan untuk menunda pembayaran pajak diberikan atas permohonan wajib pajak.1. SKPDKBT. Pembayaran pajak dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD). Surat Keputusan Pembetulan.

Bupati/walikota karena jabatan atau atas permohonan wajib pajak dapat: 1. Ketetapan. pelelangan. L. Mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga. apabila dilakukan penyitaan dan pelelangan barang milik wajib pajak yang disita. Ketentuan hak mendahulu meliputi pokok pajak.waktu tujuh hari sejak surat teguran atau surat peringatan atau surat lain yang sejenis diterima. Pengurangan. sementara wajib pajak tidak mampu melunasi semua utangnya sehingga dinyatakan pailit. bunga. denda. SKPDKB. atau STPD yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis. wajib pajak harus melunasi pajak yang terutang. Selanjutnya. Adanya Ketentuan tantang hak mendahulu ini untuk memberikan jaminan kepada daerah pelunasan utang pajak daerah bila pada saat yang bersamaan wajib pajak memiliki utang pajak dan juga utang/kewajiban perdata kreditur lainnya. dan Penghapusan atau Pengurangan Sanksi Administrasi. 1. pemerintah kabupaten/kota diberi hak hak mendahulu untuk tagihan pajak atau barang-barang milik wajib pajak atau pananggunga pajak. dan kenaikan pajak yang terutang jika sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan dan bukan karen kesalahannya. K. Membetulkan SKPD. Keberatan Wajib Pajak Hotel yang tidak puas atas penetapan pajak yang dilakukan oleh bupati/walikota dapat mengajukan keberatan hanya kepada bupati/walikota atau 10 . denda dan biaya penagihan pajak tetap tidak mau melunasi utang. Pembetulan. Keberatan dan Banding. administrasi berupa kenaikan. bila jumlah pajak terutang yang masih harus dibayar tidak dilunasi dalam jangka waktu yang ditentukan dalam surat teguran atau surat peringatan atau surat lain yang sejenis akan ditagih dengan Surat Paksa. pencegahan. Mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak yang tidak benar. Pembatalan. sanksi. kesalahan hitung. Tindakan penagihan pajak dengan Surat Paksa dapat dilanjutkan dengan tindakan penyitaan. dan kekeliruan dalam penerapan peraturan perundang-undangan perpajakan daerah. Terakhir. dan 3. dan penyanderaan jika wajib pajak tidak mau melunasi utang pajaknya sebagaimana mestinya. 2.

Apabila pengajuan keberatan diterima sebagian atau seluruhnya. kewajiban. sehingga dapat dicegah tertanggungnya penerimaan daerah. Bupati/walikota atau pajabat yang ditunjuk dalam jangka waktu palinmg lama dua belas bulan sejak tanggal surat keberatan diterima harus memberikan keputusan atas keberatan yang diajukan. Keberatan yang diajukan adalah terhadap materi atau isi dari ketetapan dan membuat perhitungan junlah yang seharusnya dibayar menurut perhitungan wajib pajak. Setelah melakukan pemeriksaan dalam jangka waktu tertentu. Pembukuan Wajib Pajak Hotel dengan peredaran usaha tertentu. Keberatan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan daerah tentang Pajak Hotel dimaksud. M. Ini disebabkan agar wajib pajak tidak menghindari kewajiban membayar pajak yang telah ditetapkan dengan dalih mengajukan keberatan. umumnya Rp.pejabat yang ditunjuk. kelebihan pembayaran pajak (bila ada) dikembalikan kepada wajib pajak dengan ditambah imbalan bunga sebesar dua persen sebulan untuk jangka waktu paling lama 24 bulan 2. 300. bupati/walikota akan mengeluarkan keputusan atas pengajuan keberatan tersebut. dan harga penggantian dari penjualan makanan dan atau minuman. harga jual.000.000. penghasilan dan 11 . Wajib Pajak Hotel dapat mengajukan permohonan banding kepada pengadilan pajak terhadap keputusan mengenai keberatannya yang ditetapkan oleh bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk. Permohonan banding diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan alasan yang jelas dalam jangka waktu tiga bulan sejak keputusan diterima dan dilampiri salinan dari surat keputusan keberatan tersebut. modal. Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi keadaan harta.00 per tahun ke atas. yang menyajikan keterangan yang cukup untuk menghitung harga perolehan. 1. Banding Keputusaan keberatan yang diterbitkan oleh bupati/walikota disampaikan kepada wajib pajak untuk dilaksanakan. kelebihan pambayaran pajak (bila ada) dikembalikan kepada wajib pajak dengan ditambah imbalan bunga sebesar dua persen sebulan untuk jangka waktu paling lama 24 bulan. Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban pajak untuk membayar Pajak Hotel dan pelaksaan penagihan Pajak Hotel sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembukuan dan Pemeriksaan Pajak Hotel. Apabila pengajuan banding diterima sebagian atau seluruhnya. wajib menyelenggarakan pembukuan.

tetap diwajibkan menyelengarakan pencatatan nilai peredaran usaha secara teratur. O. Untuk keperluan pemeriksaan. keringanan. yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan perhitungan rugi laba pada setiap tahun pajak berakhir. petugas pemeriksa harus dilengkapi dengan tanda pengenal pemeriksa dan surat pemerintah pemeriksaan serta harus memperlihatkannya kepada wajib pajak yang diperiksa. 1. 2. Wajib pajak yang tidak diwajibkan membuat pembukuan yaitu wajib pajak yang peredaran usahanya kurang dari jumlah yang ditentukan. dan pembebasan pajak ditetapkan dengan keputusan bupati/walikota. dikabulkannya permohonan keberatan atau banding wajib pajak sementara wajib pajak telah melunasi utang pajak tersebut. keringanan. apabila ternyata wajib pajak membayar pajak tetapi sebenarnya tidak ada pajak yang terutang. wajib pajak dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk oleh bupati/walikota. Keringanan dan Pembebasan Pajak Hotel Berdasarkan permohonan wajib pajak. Tata cara pencatatan ditetapkan oleh bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk. N. Pembukuan atau pencatatan serta dokumen lainnya yang berhubungan dengan usaha atau perusahaan wajib pajak harus disimpan selama lima tahun. ataupun sebab lainnya. bupati/walikota dapat memberikan pengurangan. Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak Hotel Proses pengenaan dan pemungutan pajak daerah memungkinkan terjadi kelebihan pembayaran Pajak Hotel.biaya. P. Pemeriksaan Pajak Hotel Pelaksanaan pemeriksaan dilaksanakan oleh petugas yang ditunjuk oleh bupati/walikota atau pejabat yang berwenang. dan pembebasan Pajak Hotel. Tata cara pemberian pengurangan. yang menjadi dasar pengenaan pajak. Atas kelebihan pembayaran Pajak Hotel. Hasil penerimaan Pajak Hotel 12 . serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa. Bagi Hasil Pajak dan Biaya Pemungutan Pajak Hotel Bagi Hasil Pajak Hotel Hasil penerimaan Pajak Hotel merupakan pendapatan daerah yang harus disetorkan seluruhnya ke kas daerah kabupaten/kota. Khusus Pajak Hotel yang dipungut oleh pemerintah kabupaten sebagian diperuntukan bagi desa di wilayah daerah kabupaten tempat pemungutan Pajak Hotel.

2. Penghapusan piutang pajak dapat dilakukan oleh bupati/walikota berdasarkan permohonan penghapusan piutang pajak dari Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten/Kota. Biaya pemungutan adalah biaya yang diberikan kepada aparat pelaksanaan pemungutan dan aparat penunjang dalam rangka kegiatan pemungutan. Ketentuan Pidana. Berdasarkan permohonan tersebut bupati/walikota menetapkan penghapusan piutang Pajak Hotel dengan terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari tim yang dibentuk oleh bupati/walikota. 1.tersebut diperuntukkan paling sedikit sepuluh persen bagi desa di wilayah daerah kabupaten yang bersangkutan. 1. kecuali wajib pajak melakukan tindak pidana di bidang perpajakan daerah. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian akan hak wajib pajak bahwa setiap keterangan dokumen yang disampaikannya kepada kepala daerah atau 13 . R. Q. diberikan biaya pemungutan sebesar lima persen dari hasil penerimaan pajak yang telah disetorkan ke kas daerah kabupaten/kota. dan Penyidikan Pajak Hotel Kewajiban Pejabat Setiap pejabat yang ditunjuk oleh bupati/walikota untuk mengelola Pajak dilarang memberitahu pahak lain tentang segala sesuatu yang diketahui/diberitahukan oleh wajib pajak kepadanya dalam rangka jabatan atau pekerjaan untuk menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan daerah. Walaupun demikian. Kedaluwarsa Penagihan Pajak dan Penghapusan Piutang Pajak Hotel Kedaluwarsa Penagiahan Pajak Hotel Hak bupati/walikota untuk melakukan penagihan Pajak Hotel kedaluwarsa setelah melampaui jangka waktu lima tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak. Penghapusan Piutang Pajak Hotel Piutang Pajak Hotel yang penagihannya sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. Hotel Kewajiban Pejabat. 2. Biaya Pemungutan Pajak Hotel Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemungutan dan pengelolaan Pajak Hotel. yaitu apabila kepada wajib pajak diterbitkan surat teguran dan Surat Paksa atau ada pengakuan utang pajak dari wajib pajak baik langsung maupun tidak langsung. Alokasi biaya pemungutan Pajak hotel ditetapkan dengan keputusan bupati/walikota. dalam keadaan tertentu kedaluwarsa penagihan Pajak Hotel dapat ditangguhkan.

Sanksi pidana kurungan dan atau denda juga dikenakan terhadap pejabat yang karena kealpaannya tidak memenuhi kewajiban merahasiakan keterangan tentang wajib pajak yang disampaikan kepadanya. yang karena sengaja atau karena kealpaannya tidak menyampaikan SPTPD atau mengisi dengan tidak benar atau tidak lengkap atau melapirkan keterangan yang tidak benar sehingga merugikan keuangan daerah. 3. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku. 2.pejabat pajak (petugas) yang ditunjuk hanya untuk kepentingan pengenaan dan pemungutan Pajak Hotel. Penyidikan Pajak Hotel Pejabat pegawai negeri sipil tertentu dilingkungan pemerintah daerah kabupaten/kota diberi wewenang khusus sebagai penyidik tindak pidana Pajak Hotel. dapat dipidana dengan pidana penjara/kurungan dan atau denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindak pidana dibidang perpajakan daerah tidak dituntut setelah melampaui jangka waktu sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan. Ketentuan Pidana Wajib Pajak Hotel. Penyidikan tindak pidana dibidang Pajak Hotel dilaksanakan menurut ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku. 14 .

Objek Pajak Hotel adalah pelayanan yang disediakan oleh hotel dengan pembayaran. pelayanan penunjang sebagai kelengkapan fasilitas penginapan. Pada Pajak Hotel. dan salon yang diguanakan oleh bukan tamu dengan pembayaran. pertokoan. Ada beberapa pengecualian yang tidak termasuk objek pajak. yaitu orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam lingkungan perushaan atau pekerjaannya melakukan usaha di bidang jasa penginapan. tidak semua pelayanan yang diberikan oleh penginapan dikenakan pajak. perbankan. Perda kab/kota yang mengatur tentang Pajak Hotel. asrama. termasuk pelayanan. apartemen yang tidak menyatu dengan hotel. Secara umum perhitungan Pajak Hotel adalah sesuai dengan rumus berikut: 15 .Bab III Kesimpulan Pajak hotel adalah pajak atas pelayanan hotel. 65 Tahun 2001. PP No. Keputusan bupati/walikota yang mengatur tentang Pajak Hotel.34 Tahun 2000. dan pelayanan perjalanan wisata yang diselenggarakan oleh hotel dan dapat dimanfaatakan oleh umum. Pengenaan pajak hotel tidak mutlak ada pada seluruh daerah kabupaten atau kota yang ada di Indonesia. pondok pesantren. Subjek pajak pada pajak hotel adalah orang pribadi atau badan yang menikmati dan membayar pelayanan yang diberikan oleh pengusaha hotel sedangkan wajib pajaknya adalah pengusaha hotel. fasilitas olahraga dan hiburan untuk tamu hotel. seperti fasilitas penginapan atau fasilitas tinggal jangka pendek. Tarif pajak hotel ditetapkan paling tinggi sebesar 10% dan ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten/kota yang bersangkutan. perkantoran. Pengenaan Pajak Hotel tidak mutlak ada pada seluruh daerah kabupaten atau kota yang ada di Indonesia. penyewaan rumah atau kamar. dan jasa persewaan ruangan untuk kegiatan atau acara pertemuan. fasilitas olahraga dan hiburan untuk umum dengan pembayaran. seperti. Dasar hukum pemungutan Pajak Hotel pada suatu kebupaten atau kota adalah UU No.

00 Pembayaran yang dimuksud adalah pembayaran sebelum dikenakan Pajak Hotel. Pajak Hotel dan dasarnya merupakan self assessment.800.000.000.00 280.080.000.000. HOTEL MILIK PEMERINTAH YANG PENGELOLAANYA DI LAKUKAN OLEH PIHAK SWASTA. misalnya seseorang menginap di hotel “ABC” dan melakukan pembayaran atas: jasa sewa kamar jasa binatu jasa telepon Jumlah Service Charge 10% Rp Rp Rp Rp Rp 2.00.00 + 2.000.000.080. TAMBAHAN DARI PERTANYAAN 1.00 100.00 + Jumlah Pembayaran Rp 3.000.500.BAGAIMANA KETENTUAN HOTEL DARI MEMBUKA CABANG DI INDONESIA. APAKAH ADA HOTEL MILIK PEMERINTAH? • ADA. yang karena sengaja atau karena kealpaannya tidak menyampaikan SPTPD (Surat Pemberitahuan Pajak Daerah) atau mengisi dengan tidak benar atau tidak lengkap atau melapirkan keterangan yang tidak benar sehingga merugikan keuangan daerah. yaitu sebesar Rp 3. 2. Wajib Pajak Hotel. 16 LUAR NEGERI YANG . dapat dipidana dengan pidana penjara/kurungan dan atau denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pajak Terutang = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak = Tarif Pajak x Jumlah Pembayaran yang dilakukan Kepada Hotel Sebagai contoh pembayaran. • DASAR PENGENAAN PAJAKNYA SAMA DENGAN HOTEL PADA UMUMNYA DI INDONESIA.00 200.

ada juga hotel milik pemerintah akan tetapi pengelolaannya diserahkan pada pihak swasta. 17 . • APAKAH HOTEL YANG SEDANG MENGALAMI MASALAH MASIH HOTEL YANG BERMASALAH MASIH MELAKSANAKAN TERUS MELAKSANAKAN KEGIATAN PAJAKNYA KEGIATAN PAJAKNYA SELAMA HOTEL TERSEBUT MASIH BEROPERASI DAN MENERIMA TAMU Selain hotel milik swasta. Hotel yang sedang mengalami masalah baik internal maupun eksternal akan tetap mengalami masalah selama hotel tersebut masih beroprasi seperti biasanya atau dengan kata lain ditutup secara resmi. Hal ini dikarenakan karena pada pihak pemerintah sendiri tidak bisa mengelola hotel secara lansung. Pada dasarnya pengenaan pajak yang diberikan terhadap hotel dari luar negeri yang membuka cabang di indonesia sama saja dengan hotel pada umumnya di Indonesia seperti yang di atur dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada hal-hal lain yang bersifat khusus yang mengatur masalah di atas.3.

Daftar Pustaka Marihot P Siahaan.com www.pajak. www.E 2005. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Pajak daerah dan Retribusi Daerah Edisi Pertama.id 18 .go. S.google.