BAB VIII DESKRIPSI DAN ANALISIS KONDISI KAWASAN PERBATASAN DI KABUPATEN SINTANG 8.1.

Profil Kabupaten Sintang

Kabupaten Sintang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sintang terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Barat pada posisi atau di antara 1°5¶ LU & 0°21¶LS dan 110º50¶ & 113°20¶ BT dengan luas wilayah 21.635 Km2 atau 3,51 % dari luas wilayah propinsi Kalimantan Barat ( 614.807 km²), terbagi ke dalam 14 wilayah kecamatan, 178 desa, 6 kelurahan. Batas wilayah Kabupaten Sintang, yaitu:
y

Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Kapuas Hulu

: Kabupaten Serawak (Malaysia Timur) dan

y

Sebelah timur berbatasan dengan Kab. Kapuas Hulu

: Provinsi Kalimantan Tengah, Kab. Sanggau dan

y

Sebelah barat berbatasan dengan

:

Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau dan

Kabupaten Ketapang, Kab. Melawi dan Kab. Kapuas Hulu
y

Sebelah selatan berbatasan dengan

: Kabupaten Melawi dan Provinsi Kalimantan

Tengah, Kab. Sanggau, dan Kab. Ketapang Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, khususnya negara bagian Serawak. Wilayah Kabupaten Sintang yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia adalah Kecamatan Ketungau Tengah dan K ecamatan Ketungau Hulu. Luas total kecamatan yang menempati wilayah perbatasan meliputi luasan 4.320,6 Km2 atau 19,97% dari total luas Kabupaten Sintang. Kecamatan Perbatasan terluas adalah Kecamatan Ketungau tengah yang meliputi 10,1% dari Luas Kabupaten Sintang, memiliki 13 desa dan 51 dusun dengan panjang perbatasannya kurang lebih 143 Km. Kawasan perbatasan yang ada di Kabupaten Sintang meliputi Kecamatan Ketunggau Hilir, Ketunggau Tengah dan Ketungau Hulu yang berbatasan dengan negara Malaysia, dengan luas kawasannya 586.510 ha atau 18,17% luas wilayah Kabupaten Sintang dengan panjang perbatasannya kurang lebih 143 Km. Kabupaten Sintang dikenal sebagai daerah penghujan dengan intesitas yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan Kabupaten Sintang sebagian besar wilayahnya merupakan daerah perbukitan yaitu sebesar 62,74 persen. Berdasarkan letak, kondisi dan orientasi kehidupan masyarakatnya, wilayah perbatasan di Kabupaten Sintang diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu : 1. Wilayah perbatasan Lini I, yaitu kecamatan yang langsung berhadapan dan melekat pada tapal batas dengan Malaysia yaitu Kecamatan Ketungau Tengah dan ketungau Hulu.

Memberikan kemudahan ataupun peluang yang besar bagi masuknya investor dari Negara Mlaysia ke wilayah perbatasan. . 3. ada tiga alternatif untuk rencana Gate yang dapat dibuka yaitu : di dusun Enteli/Enteloi (Gate Enteli). Kemudahan yang diberikan terutama kemudahan pelayanan perizinan. Berdasarkan survey lapangan. merencanakan pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang dapat menjamin pembangunan sarana dan prasarana transpor asi yang dapat t menjamin kelancaran hubungan jalan darat hinga ke desa -dea utama yang menjadi pusat pertumbuhan dan berbagai perencanaan pembangunan lainnya yang diprioritaskan untuk mengatasi berbagai permasalahan pembangunan dan ketertinggalan kawasan pe rbatasan.2. Wilayah perbatasan Lini II. 2. Pemerintah Kabupaten Sintang akan mengembangkan/menerapkan kebijakan khusus untuk pelaksanaan pembangunan kawasan perbatasan yang dapat memacu percepatan pembangunan wilayah yaitu : 1. Membentuk suatu badan Pengelola Kawasan perbatasan. Wilayah perbatasan memiliki nilai strategis terutama sumberdaya alam yang dimiliki dan potensi investasi dari negara luar yang dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan perekonomian pada wilayah tersebut. Membuka Gate (gerbang lintaas batas) di wilyah perbatasan Kabupaten Sintang dengan Malaysia. Kebijakan untuk membuka Gate ini dimaksudkan untuk memberikan peluang bagi pihak Swasta Negara Malaysia dalam menjalin kerjasama dengan pihak swasta Indonesia yang ada di kabupaten Sintang ataupun dengan Pemerintah Kabupaten untuk berpartisipasi membangun wilayah perbatasan dengan berbagai aktivitas kegiatan yang dapat memacu percepatan pembangunan infrastruktur transportasi dan peningkatan perekonomian masyarakat. yaitu Kecamatan yang secara tidak langsung berhadapan dengan wilayah Malaysia akan tetapi masih terkena pengaruh langsung sebagai akibat berbatasan dengan Malaysia yaitu kecamatan Ketunggau Hilir. Kebijakan i i dimaksudkan untuk n mengatur kerjasama antara investor asing (Malaysia) dalam pelaksanaan kegiatan investasinya di kawasan perbatasan. jaminan keamanan dan dukungan masyarakat bagi kegiatan yang akan dilaksanakan dengan tetap memenuhi ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku. Berdasarkan nilai strategis tersebut. Dusun Nanga Bayan (gate nanga Bayan) dan Dusun Jasa (Gate Jasa) di Kecamatan Ketungau Hulu.

1 Kondisi Fisik Sumberdaya Alam Tanaman Pangan Produksi sektor pertanian terutama sub sektor tanaman bahan pangan perlu terus dipacu dengan tujuan untuk memantapkan swasembada pangan dan penganekaragaman jenis bahan makanan. yang lainnya sebesar 28.236 Ha menjadi 22. Kehutanan Pemanfaatan terbesar untuk pertanian lahan kering yaitu 38.61 persen. Pengembangan pertanian secara tradisional melalui ladang berpindah masih banyak dilakukan didaerah perbatasan. Sebesar 20. . Kesenjangan ekonomi dan sosial yang tinggi dengan negara tetangga kerapkali menimbulkan kesenjangan sosial.479 jiwa. Angka Melek Huruf untuk penduduk usia 10 tahun ke atas di kabupaten Sintang pada tahun 2007 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 91.1.66 persen untuk hutan lindung dan sisanya untuk hutan produksi biasa dan taman nasional.072 Ha.505 Ha.28 persen.84 persen untuk hutan produksi terbatas.8. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan luas tanaman menghasilkan dari 31. Pada tahun 2007 produksi padi mengalami penurunan sebesar 7.412 Ha menjadi 31. untuk memperoleh pelayanan dari puskesmas harus menempuh sampai ibukota kecamatan. Kondisi kesehatan masyarakat diwilayah perbatasan secara umum menghadapi masalah akses yang rendah dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang baik. Perkebunan Pada tahun 2007 produksi tanaman karet mengalami peningkatan sekitar 0. 57 persen dari tahun sebelumnya. Kelapa sawit juga mengalami peningkatan sebesar 6. Sumberdaya Manusia Jumlah penduduk Kabupaten Sintang sebanyak 357.19 persen.31 persen dari tahun sebelumnya. Mata pencaharian penduduk sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. serta kondisi prasarana jalan yang tidak mendukung. Dengan kondisi wilayah desa -desa yang luas dan tersebar. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya luas panen dari 25.

budaya. dengan pusat pertumbuhan utama di Kota Sintang dan sekitarnya (Sintang Raya).8. wilayah di pusat SWP dapat dijadikan sebagai pusat pertumbuhan wilayah. Pentingnya keberadaan pusat baru ini untuk lebih menjamin pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Sintang. Luas total kecamatan yang menempati wilayah perbatasan meliputi luasan 357. menyatakan bahwa pengembangan wilayah inti yang mempunyai kecenderungan pertumbuhan tinggi. melalui perluasan pelayanan ke kawasan-kawasan pedalaman dan terisolir yang memiliki potensi sumberdaya untuk dieksploitasi. maka diperlukan perluasan jaringan sarana dan prasarana transportasi yang menjangkau seluruh kawasan potensial di wilayah Kabupaten Sintang. Untuk mengatasi keadaan tersebut.1. 8. Kecamatan Perbatasan terluas adalah Kecamatan Ketungau tengah yang meliputi 10. yaitu wilayah yang berdasarkan kelengkapan sarana dan prasarana perkotaan serta posisi geografisnya berpeluang menjadi pusat pertumbuhan sub wilayah. sehingga perkembangan tidak hanya terpusat di pusat kawasan itu saja. terutama kawasan pusat-pusat ekonomi perkebunan.3. ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan dengan maksud untuk menciptakan pertumbuhan di seluruh wilayah Kabupaten Sintang melalui trikcling down effect yang ditimbulkannya. yang diuraikan berikut ini. khususnya dari daerah padat ke daerah yang kurang padat penduduknya . Dengan demikian produktivitas kegiatan usaha tidak hanya terpusat di wilayah inti saja tetapi meluas ke seluruh wilayah Kabupaten Sintang. permukiman lainnya.1. Selain itu perlu pengembangan pusat (hirarki) dibawahnya untuk memperluas wilayah hinterland dari wilayah inti tersebut. maka telah diupayakan adanya perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya. ekonomi. Sesuai hirarkinya. Kebijakan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sintang Konsep pengembangan tata ruang Kabupaten Sintang di masa yang akan datang ditetapkan dalam konteks pengembangan wilayah Kabupaten Sintang secara menyeluruh dan terintegrasi. tambang. hankamnas serta lainnya. memiliki 13 desa dan 51 dusun dengan panjang perbatasannya kurang lebih 143 Km. Perluasan pelayanan ke wilayah pedalaman dan terisolir dilakukan dengan meningkatkan eksesibilitas ke wilayah . yaitu Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah. Kabupaten Sintang memiliki 2 kecamatan yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia.2 Kependudukan Dan Demografi Penyebaran penduduk yang tidak merata dapat menimbulkan berbagai permasalahan. misalnya kepincangan pembangunan daerah dan masalah sosial.479 jiwa Km2 dari total luas Kabupaten Sintang.1% dari Luas Kabupaten Sintang. 1) Konsep pusat pertumbuhan. 2) Pengembangan pusat pertumbuhan baru sebagai counterpoles.

sentra produksi. Setelah . 5) Pengamanan dan pemantapan kawasan-kawasan fungsi lindung. daerah resapan air. 3) Pengembangan wilayah perbatasan Kabupaten Sintang dengan Sarawak-Malaysia. (di barat). sehingga pihak swasta dapat tertarik untuk menanamkan modalnya di wilayah tersebut. yang meliputi Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah. meliputi Kota Sepauk. pusat industri pengolahan.tersebut. 4) Pengembangan distrik agropolitan. menarik. maka langkah awal yang dibutuhkan adalah pendanaan dalam biaya pembangunan dari pihak pemerintah dalam upaya lebih melengkapi sarana dan prasarana perkotaan di pusat inti baru tersebut dan perluasan jaringan transportasi. kawasan yang berfungsi melindungi kawasan setempat seperti sempadan sungai dan kawasan danau serta mata air. yang bila tidak a diantisipasi dapat menghambat terciptanya Sustainable development di wilayah Kabupaten Sintang. Kawasan-kawasan lindung yang dimaksud disini. sistem pemasaran yang memadai serta pelayanan sosial ekonomi lainnya. Untuk menjamin bisa berperannya kota-kota tersebut sebagai pusat pertumbuhan sub wilayah. maka perlu dimantapkan bagian-bagian wilayah yang akan atau tetap memiliki fungsi lindung. sebagai media pembangunan perdesaan yang paling efektif mengingat Kabupaten sintang memiliki potensi agroindustri yang sangat potensial khususnya di sektor perkebunan. Kota Nanga Merakai (utara). Meningkatnya penebangan kayu ilegal. dikhawatirkan akan merusak sistem ekologis keseluruhan wilayah Kalimantan. Pusat-pusat inti baru di wilayah Kabupaten Sintang. mengigat makin meningkatnya penebangan kayu hutan ilegal beberapa t hun terakhir. Kayan Hilir dan Serawai di Bagian timur. mendorong. kehutanan dan jenih pertanian rakyat lainnya. kawasan suaka alam dan cagar budaya. dan pusat pemasaran regional. Dalam kawasan agropolitan terdapat integrasi spasial antara daerah penghasil bahan baku. kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya. Tujuan pengembangan wilayah perbatasan ini adalah untuk melayani kegiatan produksi wilayah tersebut melalui penyediaan fasilitas produksi. sehingga dapat mencegah perdagangan ilegal dan tersedotnya sumberdaya alam ke wilayah Sarawak (Malaysia). menghela. mengingat besarnya potensi hutan lindung wilayah ini. Kawasan Agropolitan dapat diartikan sebagai kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani. Strategi Pengembangan Pemanfaatan Ruang : (1) Strategi pengembangan Kawasan Lindung Untuk menjamin kelestarian lingkungan dan keseimbangan pemanfaatan sumberdaya alam di Kabupaten Sintang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (suistainable development). meliputi kawasan yang berfungsi melindungi kawasan dibawahnya.

. di Kabupaten Sintang yang berfungsi sebagai pusat pelayanan regional adalah Kota Sintang. berkelanjutan (tidak merusak lingkungan) dan terdesentralisasi (wewenang berada di Pemerintah Daerah dan Masyarakat) di kawasan agropolitan. maka strategi pengembangannya adalah: y Memantapkan kota-kota yang berperan sebagai pusat pelayanan kabupaten (kota pusat regional). (2) Strategi pengembangan Pusat-pusat Pelayanan dan Perkotaan .Strategi pengembangan wilayah strategis dan tumbuh cepat Strategi ini merupakan bagian aplikasi dari konsep pusat pertumbuhan dengan tujuan untuk percepatan pembangunan dan perekonomian daerah.Strategi pengembangan desa tertinggal . perlu adanya arahan pengembangan bagi kegiatan budidaya baik produktif maupun permukiman. manajemen kota. dan menjaga keseimbangan penyediaan fasilitas penunjang perkotaan. . yang sebagian besar kota -kotanya terletak di pinggir sungai. pada bagian wilayah bagian utara Kabupaten Sintang yang perlu dilakukan usaha untuk memadukan kepentingan pertahanan dan keamanan dari kepentingan peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi.Strategi pengembangan kawasan agropolitan Tujuan strategi pengembangan Kawasan Agropolitan adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pengembangan wilayah dan peningkatan keterkaitan desa dan kota dengan mendorong berkembangnya sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing berbasis kerakyatan.Strategi pengembangan pusat-pusat pelayanan Mengacu pada karakteristik Kabupaten Sintang.Strategi pengembangan perkotaan Strategi pengembangan perkotaan ini ditujukan untuk mengembangan kota Sintang sebagai ibukota kabupaten dan pengembangan ibukota kecamatan untuk meningkatkan fungsi kota. . . dan y Pengembangan kawasan perbatasan. y Meningkatkan aksesibilitas kota pusat regional maupun sub regional dalam lingkup inter regional dan kota melalui pengembangan sistem trasportasi yang terpadu. dengan memperhatikan keterkaitan potensi dan daya dukung wilayah.pemantapan kawasan lindung.

dan Sungai Ketungau. maka sistem prasarana dikembangkan terutama adalah prasarana dan sarana darat dan sungai. y y Pengendalian penggunaan tanah sesuai Rencana Tata Ruang serta peruntukan tanah. Sosialisasi peraturan pertanahan dan memberikan perlindungan. . dan konsisten.Strategi pengembangan prasarana wilayah Berdasarkan kondisi wilayah. berkelanjutan. y Membantu penyusunan peta dasar dan pembangunan sistem pendaftaran tanah yang memenuhi prinsip-prinsip good governance.Strategi ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di kecamatan dan desa-desa terpencil/tertinggal di Kabupaten Sintang. Pada bagian utara wilayah Kabupaten Sintang yang merupakan wilayah . penggunaan dan pemanfaatan tanah yang berkeadilan. transparan. dan y Peningkatan kualitas sumber daya aparatur Badan Pertanahan yang memiliki kualifikasi keahlian profesional dan ketrampilan teknis. daerah terisolir dan daerah perbatasan. Sungai Melawi. . Sungai Pinoh. potensi dan kepentingan wilayah. konsisten dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kepentingan rakyat. y Penataan penguasaan kepemilikan. . kawasan hutan lindung.Strategi pengembangan kawasan prioritas (tertentu) Kawasan prioritas di Kabupaten Sintang adalah daerah-daerah potensial untuk memacu pertumbuhan wilayah. kepastian serta Penegakan hukum pertanahan secara adil. Rencana Pengembangan Struktur Ruang Arahan pengembangan struktur ruang di Kabupaten Sintang ditujukan dalam upaya mengembangkan seluruh bagian wilayah.Strategi penataan pertanahan Strategi ini diarahkan untuk: y Peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan pertanahan dengan mengembangkan unit pelayanan pertanahan hingga kecamatan. y Memfasilitasi peningkatan kapasitas dan efektifitas kelembagaan pertanahan di kabupaten dan Pengembangan sistem informasi pertanahan yang handal. serta daerah-daerah miskin. sehingga transportasi sungai ini mempunyai peran yang cukup besar dalam sistem transportasi di Kabupaten Sintang. Karena wilayah Kabupaten Sintang terdapat banyak sungai yang dapat dilayari antara lain Sugai Kapuas.

hutan produksi terbatas. perkebunan.4 Kebijakan Rencana Pembangunan .1. Pengembangan kawasan aglomerasi perkotaan di Kabupaten Sintang dinamakan dengan Pengembangan Kawasan Sintang Raya. 4) Sebagai upaya pemanfaatan ruang dan sekaligus menjaga keseimbangan keruangan. dan kawasan hutan lindung. 1) Pada kawasan ibukota kabupaten dan sekitarnya pengembangan struktur ruang diarahkan untuk pengembangan kawasan aglomerasi perkotaan yang potensial menjadi kaw asan tumbuh cepat. Keseimbangan fungsi budidaya dan fungsi lindung menjadi arah pengembangan struktur ruang pada kawasan ini. pengembangan Kawasan Sintang Raya diharapkan mampu menjadi kawasan penggerak perekonomian Kabupaten Sintang yang akan membawa konsekuansi terhadap peningkatan intensitas pemanfaatan ruang. 8. Pola pemanfaatan r uang pada kawasan ini diarahkan untuk pengembangan kegiatan pertambangan (emas) dan kawasan industri masyarakat perkebunan. dan hutan lindung. pertambangan. 2) Pengembangan struktur ruang juga ditujukan pada kawasan bagian barat daya Kabupaten Sintang yang meliputi Kecamatan Sepauk dan Tempunak. dan hutan produksi terbatas. Dalam konteks pemanfaatan ruang. hutan produksi terbatas. wilayah bagian timur Kabupaten Sintang yang meliputi Kecamatan Serawai dan Ambalau diarahkan untuk menyandang fungsi hutan wisata alam (Taman Nasional). Dedai. perkebunan. 3) Pada bagian tengah wilayah Kabupaten Sintang yang meliputi Kecamatan Kelam Permai. Kayan Hilir. struktur ruang dikembangkan mengarah pada pola pemanfaatan lahan untuk kawasan hutan wisata. hutan produksi.perbatasan dengan Sarawak Malaysia dikembangkan fungsi kawasan hutan produksi. dan Kayan Hulu.

325 Sumber : BPS 2007 Potensi sumberdaya hutan di Kabupaten Sintang meliputi hutan lindung. penduduk kecamatan Ketungau Hulu berjumlah 19.768 Ha 1. hutan produksi.2 Penggunaan Lahan dan Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kecamatan Ketungau Hulu sebagian merupakan pertanian ( perkebunan / hutan rakyat ) seluas 215.101 Ha 89.427 Penduduk Kepadatan 9 Ketungau Hulu 2.138.1. hutan produksi terbatas. Tabel : Kepadatan Penduduk Kecamatan Luas Wilayah (km²) Jumlah 19. 8.0° 91´ sampai dengan 1° 05´ Lintang Utara .246 Ha (96%).900 Ha - Ha 82.8.427 jiwa atau rata -rata jumlah penduduk perdusun sebanyak 694 jiwa dengan kepadatan penduduk per km² sekitar 9 jiwa. Geografis Dan Administrasi Kecamatan Ketungau Hulu secara geografi terletak antara : .2.3 Kepadatan Penduduk dan Jumlah Penduduk Miskin Pada tahun 2007.2.88 persen dari luas wilayah Kabupaten Sintang.2 Km² atau 9.2.138. 8.2. Dengan wilayahnya terdiri dari tanah datar yang berjenis Podsolit dan Latasol.110° 50´ sampai dengan 111° 20´ Bujur Timur Sedangkan batas-batas administrasi Kecamatan Ketungau Hulu adalah : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : berbatasan dengan Serawak. Malaysia Timur : berbatasan dengan Kecamatan Ketungau Tengah : berbatasan dengan Kecamatan Ketungau Hulu Tengah : berbatasan dengan Kabupaten Sanggau Kecamatan Ketungau Hulu ibukotanya adalah Senaning. Deskripsi Dan Analisis Kondisi Kawasan Perbatasan Di Kecawatan Ketungau Hulu 8. Tabel : Pemanfaatan Lahan KECAMATAN PERBATASAN Ketungau Hulu Luas Lahan Sawah (Ha) Luas Kebun Ladang yang diusahakan Ladang yang Tak Diusahakan Luas Hutan Rakyat Jumlah Ha 556 Ha 4. Kecamatan Ketungau Hulu memiliki luas wilayah 2.2 .

4 Pendidikan Masyarakat Pada tahun 2007. antara lain terdiri dari pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Rumah Para Medis. 8. dan SLTA sebanyak 8 orang. Kondisi bangunan sekolah dan tenaga pengajar merupakan masalah yang paling serius dalam mendukung proses belajar mengajar dari setiap jenjang pendidikan di wilayah perbatasan.10 persen.5 Kesehatan Masyarakat Prasarana kesehatan juga cukup memadai dengan tersedianya 1 buah puskesmas.Mata pencaharian penduduk Kecamatan Ketungau Hulu sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. SD sebanyak 25 yang terdiri 22 SD Negeri dan 3 SD swasta. Pembangunan dan rehab rumah dinas guru. da 10 buah polindes dengan 1 jumlah tenaga kesehatan perawat sebanyak 13 orang. bidan sebanyak 4orang. 8. . non medis sebanyak 5 orang dan 1 orang tenaga dokter umum.2. Selain itu jumlah tenaga guru yang tersedia di kecamatan Ketungau Hulu meliputi : guru TK sebanyak 1 orang. Program Kesehatan dan KB. SLTP sebanyak 15 orang. perbandingan peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur sebesar 71. Program Keluarga Berencana merupakan suatu usaha langsung yang ditujukan untuk mengurangi tingkat kelahiran terutama melalui program penggunaan alat kontrasepsi secara konsisten dan berkesinambungan. rehab gedung sekolah. SD sebanyak 79 orang. Kecamatan Ketungau Hulu mempunyai jumlah TK sebanyak 1 yang merupakan TK swasta. Kegiatan pertanian yang dilakukan masih banyak dilakukan berpindah dengan sehingga ladang hasil pertanian yang diperoleh t entunya masih sangat terbatas dan berpengaruh terhadap tingkat rendahnya kesejahteraan sebagian besar petani. Rehab Total Puskesmas. pengadaan meublier. Polindes dan Rumah Dinas Dokter serta Keluarga Berencana. Pada tahun 2007. sedangkan jumlah SLTP Negeri dan 1 SLTA Negeri. Pustu.2. Kegiatan pembangunan di bidang pendidikan merupakan pembangunan sekolah.

8 Penerangan Dan Telekomunikasi Desa-desa di wilayah perbatasan seluruhnya sudah masuk listrik. pemakaian oleh PLN sebanyak 421 Kwh dan susut trafo / hilang transmisi sebanyak 4. 8.2. panjang jalan di wilayah kecamatan ketungau hulu sepanjang 155 kilometer dimana permukaan jalannya 89.9 Potensi Wilayah Pertanian Tanaman Pangan Potensi Pertanian tanaman pangan di Kecamatan Ketungau Hulu belum termanfaatkan secara optimal. Walaupun demikian. Kecamatan Ketungau Hulu merupakan penghasil . tidak ada keluarga yang berlangganan telepon kabel.Jumlah sarana kesehatan Kecamatan Ketungau Hulu 1 puskesmas.6 Mata Pencaharian Penduduk dan Sarana Pendukung Ekonomi Mata pencaharian penduduk Kecamatan Ketungau Hulu sebagian besar sebagai petani Kegiatan .751 Kwh.35 persen masih merupakan jalan tanah. Tabel : Kondisi Prasarana Jalan Di Wilayah Perbatasan KECAMATAN PERBATASAN Jml Desa yg dilalui Kendaraan Roda 4/lebih sepanjang tahun Sepeda Oplet Truk Motor 707 8 Panjang jalan menurut jenis permukaan (kilometer) Aspal 12. 8. Hal ini membuat hasil dari pertanian masyarakat perbatasan Kecamatan Ketungau Hulu masih sangat rendah.7 Jalan Pada tahun 2007. Saat ini lahan pertaniaan yang dikerjakan merupakan sawah tadah hujan karena belum tersedia irigai teknis maupun setengah teknis. Seluruh desa tidak terdapat sinyal untuk telepon genggam. Sarana telekomunikasi di wilayah perbatasan masih sangat tertinggal.2.2. Kapasitas tenaga listrik yang dibangkitkan PLN pada tahun 2007 sebanyak 302. 10 Polindes sedangkan rumah sakit dan balai pengobatan belum dimiliki oleh Kecamatan Ketungau Hulu. Pertaniannya masih belum intensif karena sebagian penduduknya masih melakukan pertanian dengan cara ladang berpindah. Di Kecamatan Ketungau Hulu sebagian besar menggunakan listrik PLN.285 Kwh dengan rincian tenaga yang dijual sebanyak 295.2.5 Kerikil Tanah Lainnya 138. Rendahnya hasil pertanian sangat mempengaruhi kesejahteraan sebagian besar petani.621 Kwh. 8.5 4 Ketungau Hulu Sumber : Kantor Camat Ketungau Hulu 2007 8.

1 persen.737 ton padi ladang.269 Ha dan tanaman tua / rusak 397 Ha.88 % ).Utara : Serawak (Malaysia Timur).664 Ha dengan rincian tanaman belum menghasilkan seluas 998 Ha.1 Geografis Dan Administrasi Kecamatan Ketungau Tengah terletak di antara 0 26¶ Lintang Utara serta 1Û02¶ Lintang Selatan dan 111Û 12¶ Bujur Timur serta 111Û 44¶ Bujur Timur. Penggunaan Lahan Dan Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Penggunaan lahan Kecamatan Ketungau Tengah sebagian besar merupakan ladang yang tidak diusahakan seluas 132. Deskripsi Dan Analisis Kondisi Kawasan Perbatasan Di Kecamatan Ketungau Tengah 8. Kecamatan Ketungau Tengah memiliki luas wilayah sebesar 2.386. Sedangkan tanaman palawija dengan produksi terbesar yaitu ubi kayu yang mencapai produksi sebesar 497 ton dengan rata-rata produksi mencapai 138. Peternakan Usaha peternakan masih bersifat perorangan. merupakan kecamatan ke dua terluas di Kabupaten Sintang setelah Kecamatan Ambalau yaitu 6. yaitu sebesar 4.77 % ) .40 Km2 atau 29. Batas wilayah administratif Kecamatan Ketungau Tengah yaitu:s .182 Km2 atau 10. Saat ini usaha ternak yang paling dikembangan adalah ayam buras dan babi. hasil kebun juga memberikan kontribusi yang besar bagi Kecamatan Ketungau Hulu terutama tanaman karet sebanyak 2. Jika dilihat secara administratif maka kecamatan Ketungau Tengah merupakan salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia khususnya negara bagian Serawak.2.173 ton padi sawah dan 2.padi yang cukup besar di kabupaten Sintang.06 kuintal/Ha.345 ( 31.Timur : Ketungau Hilir dan Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam skala kecilsubsistem dan dianggap sebagai tabungan keluarga.3.52 persen. . .3.Selatan : Ketungau Hilir dan Kabupaten Sekadau. dan lahan pertanian ( perkebunan / hutan rakyat ) seluas 67. . .3. tanaman menghasilkan 1. 8.910 ton yang terdiri dari 2.591 Ha (62. Selain tanaman pangan.Barat : Kecamatan Ketungau Hulu dan Kabupaten Sekadau. 8.

3. Untuk mendukung kegitan belajar mengajar diperlukan tenaga guru yan memadai baik dari segi g kualitas maupun kuantitasnya.005 Sumber : BPS 2007 Potensi sumberdaya hutan di Kabupaten Sintang meliputi hutan lindung. Rasio tenaga guru dan murid di kecamtan Ketungau Tengah adalah sebagai berikut : TK sebesar 12 atau 2 guru mengajar 25 murid. mempunyai sarana pendidikan berupa TK sebanyak 1 yang merupakan TK swasta. SD sebanyak 32 yang terdiri dari 7 SD swasta dan 25 SD Negeri.123 208 483 4.600 14.3.Tabel : Pemanfaatan Lahan Di Kabupaten Sintang Kecamatan Ketungau Tengah KECAMATAN PERBATASAN Ketungau Tengah Luas Lahan Sawah (Ha) Ha 591 Luas Kebun Ha Ladang yang diusahakan Ha Ladang Yg Tdk diusahakan Ha Hutan Rakyat Ha Jumlah Ha 8. Rata-rata kepadatan penduduk per km² sebesar 12 jiwa.5 Kesehatan Masyarakat Di Kecamatan Ketungau Tengah terdapat 1 buah Puskesmas. Kecamatan . Mata pencaharian penduduk Kecamatan Ketungau Tengah sebagian besar juga bermata pencaharian sebagai petani. 8.3. Kegiatan pertanian yang dilakukan masih banyak dilakukan dengan ladang berpindah sehingga hasil pertanian yang diperoleh tentunya masih sangat terba dan berpengaruh terhadap tas rendahnya tingkat kesejahteraan sebagian besar petani. SLTP sebesar 11. 11 Polindes. Kondisi bangunan sekolah dan tenaga pengajar merupakan masalah yang paling serius dalam mendukung proses belajar mengajar dari setiap jenjang pendidikan di wilayah perbatasan. SLTP sebanyak 5 yang terdiri dari 2 SLTP Swasta dan 3 SLTP Negeri. 8. dan SLTA sebesar 12. dan 6 Pusling dengan jumlah tenaga dokter sebanyak 2 orang.4 Pendidikan Masyarakat Kecamatan Ketungau Tengah pada tahun 2007. gizi sebanyak 1 orang dan sanitasinya sebanyak 1 orang Petugas kesehatan dan dokter biasanya berpraktek di . hutan produksi.3 Kepadatan Penduduk dan Jumlah Penduduk Miskin Dihitung berdasarkan angka proyeksi tahun 2007. perawat dan Bidan sebanyak 23 orang. Mantri kesehatan dan bidan desa biasanya berpraktek di Pustu / Polindes. 8. puskesmas. penduduk kecamatan Ketungau Tengah berjumlah 27.253 jiwa atau rata-rata jumlah penduduk perdusun sebanyak 534. sedangkan jumlah SLTA sebanyak 3 yang terdiri dari 1 SLTA Swasta dan 2 SLTA Negeri. hutan produksi terbatas. 9 Pustu. SD sebesar 21.

tidak ada keluarga yang berlangganan telepon kabel. 8.0 - 8.5 Kerikil Tanah Lainnya 236. ini disebabkan adanya jasa penunjang komunikasi yang dirasa lebih mudah seperti telepon seluler.3.434 rumah tangga miskin. 8. di kecamatan Ketungau Tengah terdapat 3. Hal ini membuat hasil dari pertanian masyarakat perbatasan Kecamatan Ketungau Hulu masih sangat rendah. Rendahnya hasil pertanian sangat mempengaruhi kesejahteraan sebagian besar petani. Sarana telekomunikasi di wilayah perbatasan masih sangat tertinggal.20 persen. Pada tahun 2007 panjang jalan di wilayah kecamatan Ketungau Tengah sepanjang 240. Kegiatan Pertaniannya masih belum intensif karena sebagian penduduknya masih melakukan pertanian dengan cara ladang berpindah. Pos sebagai penunjang kegiatan dari sub sektor komunikasi juga perlu diperhatikan perkembangannya.5 kilometer dimana permukaan jalan 4. Seluruh desa tidak terdapat sinyal untuk telepon genggam. Tabel : Kondisi Prasarana Jalan di Wilayah Perbatasan KECAMATAN PERBATASAN Ketungau Tengah Jml Desa yg dilalui Kendaraan Roda 4/lebih sepanjang tahun Sepeda Oplet Truk Motor 529 9 Panjang jalan menurut jenis permukaan (kilometer) Aspal 4.6 Mata Pencaharian Penduduk dan Sarana Pendukung Ekonom i Mata pencaharian penduduk Kecamatan Ketungau Tengah tidak berbeda dengan Kecamatan Ketungau Hulu dimana sebagian besar sebagai petani.3.5 km jalan beraspal dan sisanya masih jalan tanah. yaitu dari 409. untuk menutupi kekurangan bidan desa.8 Penerangan Dan Telekomunikasi Pada tahun 2007 terjadi peningkatan tenaga listrik yang dibangkitkan. Tahun 2007 angka pengiriman dan penerimaan pos melalui PT Pos mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.325 Kwh menjadi 489.189 Kwh atau peningkatan sebesar 1.Ketungau Tengah kekurangan tenaga bidan. Dengan adanya jalan akan memudahkan mobilitas penduduk dan lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.3. . pelayanan ibu melahirkan sebagian besar menggunakan jasa dukun bayi. Berdasarkan hasil pendataan Sosial Ekonomi tahun 2005.7 Jalan Jalan merupakan prasarana angkutan yang penting.

. Berdasarkan kawasan potensinya.3.697 Ha.8. hasil perkebunan yang besar juga bagi pertambangan memberikan kontribusi Ketungau Tengah merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi dan gas. pengembangan di Kecamatan arahan lahan tanaman terkecil adalah kacang tanah yaitu sebesar 1 ton dengan rat-rata produksi mencapai 10 kuintal/Ha. Ketungau adalah ubi kayu yaitu sebesar dengan produksi 140.319. kecamtan Ketungau Tengah terutama produksi tanaman karet yang mencapai 1. Tanaman palawija dengan produksi terbesar Kecamatan Ketungau Tengah merupakan arahan peruntukan lahan kawasan lindung yang ada pada kabupaten Sintang antara lain ada lah pada penggunaan lahan hutan lindung dan hutan wisata serta taman Kecamatan nasional.30 sedangkan 463 ton rata-rata mencapai kuintal/Ha yang Tengah juga merupakan daerah peruntukan budidaya tahunan.9 Potensi Wilayah Produksi pangan baik beras maupun non beras di kecamatan Ketungau Tengah pada tahun 2007 terdiri dari 308 ton padi sawah dan 391 ton padi ladang. Selain tanaman pangan.00 ton dengan luas areal 3.

MATRIK ANALISIS PERMASALAHAN DI KABUPATEN SINTANG ANALISIS PENDIDIKAN Minimnya mutu pendidikan dikarenakan kurang memadainya sarana & prasarana pendidikan yang ada. Banyak siswa tamatan Sekolah Dasar kesulitan melanjutkan jenjang pendidikan ke atas karena SLTP & SLTA setempat msh sedikit sedangkan untuk sekolah lain di daerah lain yang tersedia sulit dijangkau karena kesulitan biaya. SPESIFIK PROBLEM RENCANA PROGRAM AKSI TARGET INSTANSI Sarana & prasarana pendukung pendidikan yang masih minim Kurangnya tenaga guru Mensosialisasikan Bantuan dana Operasional Sekolah (BOS) Peningkatan jumlah bangunan untuk sekolah Lanjutan Atas (SMP & SMA) Menambah tenaga guru disetiap bidang pendidikan Bekerjasama dengan sekolah yang lebih bonafit untuk memperoleh informasi mengenai standar mata pelajaran Menambah sarana & prasarana serta media pembelajaran lainnya seperti meja. kursi bagi murid & guru. Pemkab . Masih banyak bangunan/gedung sekolah yang masih belum representatif untuk proses belajar mengajar yang tentunya berimbas terhadap kualitas pendidikan. Pemkab Media pembelajaran yang minim KESEHATAN Masih banyak masyarakat yang kurang Kurangnya tenaga dokter & Penambahan tenaga dokter kesadarannya mengenai pengobatan secara medis tenaga medis lainnya & paramedis Dinas Kesehatan. komputer serta alat lab. siswa banyak yang masih belum terbiasa dengan teknologi informasi sehingga standar mutu sekolah terutama dalam mutu pelajaran yang selalu ketinggalan. Yang diperlukan Dinas Pendidikan.

Masih banyaknya petani Memberikan penyuluhan yang masih menggunakan mengenai cara bertani yang sistem ladang berpindah baik Banyak lahan yang belum Mengarahkan kepada digunakan dengan sebaiknya masyarakat dalam penggunaan lahan yang ada Banyaknya wisata alam Mengarahkan masyarakat yang belum banyak diketahui dalam menjual hasil wisatawan pertaniaannya ketempat yang lebih menguntungkan masyarakat tersebut Dinas Pertanian. Begitu juga dengan obyek wisatanya yang belum diberdayakan dengan maksimal seperti berupa air terjun. dinas pariwisata. gua dan gunung/bukit. yang berasal dari luar daerah kurangnya perangkat kesehatan penunjang Penambahan kelengkapan alat-alat labaroturium Penyediaan fasilitas tempat tinggal untuk dokter & paramdis yang berasal dari luar daerah penambahan gedung pada daerah yang sulit menjangkau sarana kesehatan yang lebih baik Penambahan obat-obatan generik Sosialisasi kesehatan kepada masyarakat Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan secara medis EKONOMI Beberapa asset daerah yang berpotensi untuk menambah pendapatan daerah seperti melalui pertanian dan pariwisata.Pemkab . Dan juga kesulitan untuk prasarana medis menjangkau sarana medis yang ada karena jarak terkadang tidak tersedia tempuh dan transport yang kurang memadai. Rendahnya hasil pertanian sangat mempengaruhi kesejahteraan sebagian besar petani. Hal ini membuat hasil dari pertanian masyarakat perbatasan masih sangat rendah. tempat tinggal bagi dokter & Sarana yang ada juga terkadang belum memadai tenaga paramedis lainnya secara kelengkapan fasilitas.dikarenakan pengetahuan mereka yang minim dan minimnya sarana & tradisi leluhur. Kegiatan Pertaniannya masih belum intensif karena sebagian penduduknya masih melakukan pertanian dengan cara ladang berpindah.

Pemkab .Kurang daya tarik obyek wisata tersebut Mempromosikan wisata alam yang ada melalui teknologi & media informasi lainnya Memperbaiki obyek wisata tersebut agar semakin menarik wisatawan Telekomunikasi Sulitnya berkomunikasi secara cepat untuk terbatasnya fasilitas mendukung aktifitas masyarakat. Sedangkan peningkatan komunikasi sangat dibutuhkan dalam mendukung kelancaran komunikasi. Penambahan sarana telepon seluler Peningkatan jaringan komunikasi dan kualitas sinyal Dinas Perhubungan. Walaupun sudah telepon ada beberapa fasilitas telepon seluler telah banyak kurang optimalnya kualitas membantu tetapi jumlahnya masih sangat sinyal terbatas di beberapa daerah lainnya.

dinas pariwisata daerah setempat tidak dikenal publik padahal memiliki obyek wista yang potensial Mempromosikan obyek wisata melalui media komunikasi . Dan juga masih banyak obyek wisata potensial bagi pendapatan daerah yang belum diketahui publik.STRATEGI TERHADAP PERMASALAHAN UMUM DI TINGKAT PROVINSI ANALISIS PENDIDIKAN Hasil ujian nasional masih menjadi persoalan yang spesifik pada tiap daerah. berkurangnya anggaran pendapatan daerah bagi provinsi Mengadakan rapat musyawarah kerja kepala sekolah Membangun klinik untuk Waspada Gizi Sosialisasi kepada masyarakat terhadap penyakit menular Pemberian bibit unggul kepada para petani untuk tanaman yang potensial didaerah setempat Penyuluhan cara bertani yang baik Dinas Pendidikan SPESIFIK PROBLEM RENCANA PROGRAM & AKSI TARGET INSTANSI Dinas kesehatan Dinas Pertanian. Mutu pendidikan se Kalbar menjadikan persentase menurun Masih Banyaknya masyarakat yang mengalami gizi buruk Keterlambatannya mencegah dan mengatasi penyakit yang berbahaya EKONOMI Kegiatan Pertanian masih belum intensif karena sebagian penduduknya masih melakukan pertanian dengan cara ladang berpindah. Hal ini membuat hasil dari pertanian masyarakat perbatasan masih sangat rendah. KESEHATAN Masih banyaknya masyarakat yang tidak tahu mengenai cara hidup sehat sedangkan semua itu berpengaruh pada aktifitas masyarakat sehari-hari.

informasi secara cepat dari Sedangkan peningkatan komunikasi daerah setempat sangat dibutuhkan dalam mendukung kelancaran komunikasi. Peningkatan jaringan komunikasi dan kualitas sinyal Dinas perhubungan .Memberikan dana kepada daerah setempat untuk meningkatkan daya tarik obyek wisatanya KOMUNIKASI Sulitnya pemerintah provinsi Pemerintah provinsi sulit Penambahan sarana berkomunikasi secara cepat kepada untuk mendapatkan telepon seluler pemerintah daerah setempat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful