P. 1
Theses (Bachelor) 3 : Luqmanul Hakim Effendi

Theses (Bachelor) 3 : Luqmanul Hakim Effendi

|Views: 363|Likes:
Published by MAT JIBRUD
GTO-CSC Performance As Component Of Reactive Power Compensator In An Electrical Power Transmission Line Model
GTO-CSC Performance As Component Of Reactive Power Compensator In An Electrical Power Transmission Line Model

More info:

Published by: MAT JIBRUD on Sep 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

original

l/

Ir\ ,: ,l

V {t--t,1 I/t1,f z: , ,rl

,':/\'{.r- t

{lt

_*_\.

TNJUK KERJA GTO-CSC SEBAGAI KOMPONEN
KOMPENSATOR DAYA REAKTIF PADA SEBUAH

MODEL SALURAI\ TRANSMISI TENAGA LISTRIK

TUGAS AKHIR

It; I ft^"'rdf a8 Ma,,rct ?n7' W: f"f"C " D3' oa tg '$*"'r4**
uJ

8!j.

|,il $ t',6
DISUSUN OLEH
:

LUQMANUL HAKIM
FTI / E 062.96.1s3

E

\t"t"slr : €tsu ldi ff{*lo* r Jr) t^AJr-*'-

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKITOLOGI INDT]STRI
UNWERSITAS TRISAKTI

JAKARTA
2002

GTO-CSC PERFORMANCE AS COMPONENT OF REACTTVE POWER COMPENSATOR IN AN

ELECTRICAL FOWER TRANSMI$SIOI\ LINE MONEL

FINAL ASSIGNMENT

WRITTEN BY:

t UQMANUL HAKIM E
FTI / n 062.96.153

DEFARTMNNT OF ELACTRICAL ENGINEERING

TACULTY OF INDUSTRIAL TECHNOLOGY

IINIVERSITY OF TRISAKTI JAKARTA
2A82

LEMBAR PEN GE SAHAN

UNJUK KERJA GTO.CSC SEBAGA

DAYA REAKTIF PADA SEBUAH MOT}EL
SALURAN TRANSMISI TENAGA LISTRIK

TUGAS AKHIR

DISUST]N OLEH

:

LUQMANUL HAKIM
FTI/E
062.96.153

E

TUGAS AKHIR INI DIAJUKAN TINTUK MEMEN{.]HI

PERSYARATAN KURIKULUM SARIANA STRATA
JURUSAI\{ TEKNIK ELEKTRO

1

( SI )

FAKIILT.A,S TEKNOLOGI INDUSTRI T]NIYERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

JAKARTA" 13 FEBRUARI DISETUruI,

2OO?

44IR. SYAMSIR ABDUH. MM
PEMBIMBING
TI

u3.,& qrEMrAwAN
PEMBIMBING

I

gAHAtsATA STJATIKU
SahabaF se1ailku, apakah masth ada dat'am n7atan-mgatanmu Waktu ftu,... Kala ktta nyars putus asa dan galau hatt
menghadapr musuh yang seberrarnya teman sendm.

gahabaF selabku, Coba ngat sekah lagt Saat ttulumlah k$a dmdt mmm Dnacr-mak dan duar darr rumah sendn tap ktta tefap te1ult d&at oleh talrtalt kesabaran dan keyaktnan bahwa kebenaranlah yang r7?ernan6 dftakdtrkan untuk nena*g ! SahabaF sqattku, Putar kembah rekaman memoft dt atakmu pash kalpn mash terbayang Sewaktu hta bertangtsan bersama.... Sahrtg berpelukart samhl berdoa.... karena tqa orang dantara kfta ostksa* dunta terkena yang belum ada aya-apanya, dbandnqkan dengan pahala yang sudah pash drtertma" Sahaba€ selahku, Ktn semua ftu telah tadewatr 1udah hba watnya bag kta untuk menata masa depan dan mengurus dtn sendrt Berdoalah untuk rnereka, para mantan musuft hta agar dben FeturTJuk ofeh-Nya
Dan

ltka putuhan tahun kemadPn

mereka memmta makan kepada kLta, Eerskan saJa,.,.

ooooAQoooo

. . .
.

Oleh:

128-O3-?OOI {Aan kasrh selamat Ultah !) aan Groqal I 13.35 wlB Dr kost Khusug dbuat hanya untuk beberapa orang BPI{MJTF Usakh genode l99g/2AQA yan4 zeba, beberaTa teman yan? hdak-asal can Selamat, beberapa senlplr yang
Lu4manul l-lakrm E

n

.{a*{\uwi

waras. &,.beberapa yuntor 1an6 masrh Fury/a rasa hormatJuqa terrrna kasrh hanya keVada beberaVa oran4 doaen Tf Usaktr yan6 koperatrf. Ar/ort^,1^

(M) *@W'F'*f (tt Ju,ai uor) /i

N.AD,

pvhl ft.l-auttl"

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah. Dengan rahmat Allah SWT, Tuhan dari segala tuhan
penguasa seru-sekalian alam, penulis akhirnya dapat menyelesaikan tugas akhir

ini

melalui manis-pahitnya berpuluh tahun perjuangan.

Tugas akhir dengan judul

"

UNJUK KARJA GT0-CSC SEBAGAI

KOMPONEN KOMPAN$ATOR I}AYA REAKTIT PADA SEBUAH MODEL SALURAN TRANSMISI Tf,NAGA LISTRIK

"

ini dibuat untuk memenuhi salah

satu syarat kurikulum jenjang pendidikan Strata
civitos acqdemica di seluruh Indonesia.

I

di jurusan Teknik

Elektro

Universitas Trisakti" Semoga berguna bagi seluruh civitas academica Usakti mauputr

Dalam penulisan tugas akhir ini, banyak pihak yang telah mernbantu dan mendukung penulis baik materil maupun moril. Karena itq dalam kesempatan ini
penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam*dalamnya kepada
:

1. Kedua orang-tus dan seluruh keluarga yang telah memberikan bimbingan
akhlak dan biaya hidup yang tak terhitung jumlahnya secara tulus-ikhlas
kepada penulis selama puluhan tahun. Juga atas sikap sabar dan tolerannya yang luar biasa.

2. 3.

Ir. R, Semi*wan sebagai pembimbing I"

Ir.

Synmsir Abduh, MM sebagai pembimbing

IL Tolong

samparkan salsft,

saya untuk Azeddtn LARAKI yang telah memberiksn nasihat-nasihat yang
amat berguna.

4. Ir. Dharmananda Lugito sebagai kepala Laboratorium Konversi Energi
Listrik,

tr.

Adhiwardoyo, dan

kebaikannya bersedia

Ir. Prib*di K*darismFn yang dengan menjadi " pembimbing II{ ", khususnya dalam
sebagai ketua jurusan

membimbing ilmu terapBn elektronika daya dan teori rangkaian listrik.

5.

Ir. Maula Sukmawidjaja, MS

Tekflik Elektro-Usakti.

teph don lebih tegas lagi dslom membentuk stmamater tercinta sebagai institasi pendidikan y6ng
Semoga anda d#ft pengganti anda tetap berfuralitas" Semoga Elektro-Usekti makin jaya !

6.

Ir. Kuniwati H, MS sebagai sekretaris
Indonesia akan maju. Terima kssih

jurusan Teknik Elektro-Usal*i. Jikil

sewtq staf pendidik mffinry meneontah anda, pastilah dwda pndidikan di
atr;as

keryasarna

yang begitu cantik ycary

telah anda bina antsra dosen dsn mahasiswa melalui HME.

vi

7.

Seluruh staf pengajar dan karyawan di lingkup Jurusan Teknik ElektroUsakti yang telah membantu kelancaran studi penulis selama menuntut ilmu di Universitas Trisakti, Sebasian reknn-nekan mahnsiswa, yang telah menjadi teman diskusi dan

teman berjuang bagi penulis. Terutama sebagian m*fian anggota BpHMJTE-(lsaHi pertode 1999 i 2AA0 yrmg retap istiqomsh lnda jalur
kehenfiren.
9.

Keluarga Drs, Sasono di jln. Dr. Muwardi
kebaikannya selama

III

No.39 Grogol-11450, atas

5

tahun penulis indekost. Allusndulillah bar$ir,
06296198

sehingga saya bisa menarnbah investasi untuk kepentingan akhirot nmfii.
10.

Ridwan Efendi

( Pipin I

)

atas pertolongan dan kesediaannya

membantu penulis dalam mer&ncang rangkaian, walaupun kita memiliki
banyak perbedaan, terutama dslant hal ras dan agama.
11.

Teman-teman seperjuangan, sekesusaharq sepusing-kepalaan
(,ST), dan Joko Adity* (,ST). Hidttp elektronika ctaya !!!

sebab

merancang rangkaian untuk skripsi : Hendra Hadi ('ST), Antono Anindito

l2 Dan seluruh orang-orang yang telah menanam jasa pada diri penulis yang
tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Semoga saja mereka sekeluarga selalu mendapat lindungan dari Allah SWT

melalui tangan-Nya yang N{aha Perkasa dan segala budi-baiknya akan mampu
menolong mereka saat hari pembalasan tiba.

ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca amat diharapkan dan dapat
Penulis menyadari bahwa tugas akhir
disampaikan melalui : lpqman@iwgn-fals. com atau thaki me@yahoo. qpru.

Jakartq Februari 200?
j///
Ppfrulis,

--frt1,4'^-^,\,,
Luqma*ul Hnkim E

ABSTRAK

Tingginya kemampuan pensaklaran dan perkembangan teknologi yang cepat

dari perangkat semikonduktor daya dewasa ini, telah mampu menjembatani gejala saling ketergantungan antara pengoptimalan penggunaan saluran transmisi tenaga

listrik dan pengendalian kcmpensasi daya reaktif menggunakan kapasitor serj, lebih fleksibel. Salah satu perangkat semikonduktor daya yang berfungsi
jembatan penghubung ifu adalah Gute Tum-Aff

secara

sebagai

(GTA)

thyr"istar.

Dalam tugas akhir

ini

akan dibahas unjuk kerja perangkat kompensasi
thVT

kapasitor seri yang dikendalikan GTO, disebut GTO-CSC { Gate Turn0ff

istor

Controlled,Series Capacitor ). Penampilan GTO-CSC dalam penyediaan daya reaktif
akan ditunjukkan melalui simulasi perhitungan pada model saluran transmisi tenaga

listrik satu fasa-saluran pendek, yang dirancang melalui rumus-rumus matematis.
Hasil simulasinya akan ditampilkan melalui grafik-grafik yang diprograrn melalui
perangkat lunak komputer sebagai alat bantu. Perangkat lunak yang digunakan
adalah MATHCAD"

Hasil analisa yang dilakukan pada beban resistif-induktif maupun

beban

induktif murni memrnjukknn kemampuan GTO-CSC yang cepat, konlinu, dan halus
dalam mengompensasi induktansi seri saluran transmisi. Dikatakan demikian karena

GTO mudah untuk dinyalakan dan dipadamkan dalam waktu l/r perioda gelombang,
sehingga GTO-CSC mampu menanggapi berbagai kondisi beban dengan bermacammacam tingkat kapasitansi secara lebih teliti.

ABSTRACT

The excellent performance

of

switching and fast-stepping

of

power

semiconductor devices technology at present time, have bridged the phenomenon

of

dependence between optimizing the electrical power transmission line utilization and

reactive power compensation control using series capacitor, more flexible. One of

power semiconductor devices whose the function a$ the bridge is Gate Turn-Off
(GTO) thyristor.

This final assignment discussing the operation principle of series capacitor
compensation which controlled

by GTO, it's called GTO-CSC

( Gate Turn-Off
in
supplying

thyristor Controlled Series Capacitor
reactive power

). Performance of

GTO-CSC

will be shown by calculating simulation in a model of electrical

power transmission line single phase-short line, tfuough designed by mathematical
equations. The result of simulations

will

be displayed in graphics that programmed

by computer software as a tool. The name of software is MATHCAD.

The result of analysis in resistive-inductive and pure inductive loading
explain the ability

of

GTO-CSC

to provide a fast,
It

continuous, and smooth

compensetion of transmission line series inductance.

can be said like that because

GTO is easy to turn-on and tum-offevery half cycle, so GTO'CSC has capability to
respond for various load conditions in vary capacitance level more accurately.

DAFTAR ISI
(

JUDUL. LEMBAR PENGESAHAN,
snuannr9 sEJATrKU... ..

\_t .....{
.. . " ..

+ta*
iii
V

I

1

....... iv

KATAPENGANTAR,.... ABSTRAK DAFTARISI... DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL.
BAB
1

........

......vii ."....."ix

........xi
....xiv

BAB 2

....,.....I PENI}AEULUAN. ........... 1"1 LatarBelakang. ..........2 1.2 TujuanPenulisan. ..........2 1.3 BatasanMasalah. ........2 1.4 MetodePenulisan. ............3 1.5 SistematikaPenulisan. ..... ..,., 4 TEORI DASAR. 2.1 Tinjauan Singkat Teori Kompensasi. .. ... ... ... 5 2.1.t Kompensasi Dengan Reaktor Shunt, ... ... ....6 2.1.2 Kompensasi Dengan Kapasitor Shunt. .,......7 .. ....8 2.1.3 Kompensasi Dengan Kapasitor Seri...
1

.

..

2.1.4 2.1.5

Kondensator Sinkron ( Synchronous Condenser )... l1

FaktorDaya.
Karalseristik

....-..12

2..2

Tinjauan Singkat Teori Gate Turn-Off( GTO ) Thyristor...l8

2.2.I

Pensaklaran

.

".. ....
-

tg

2.2.2 Karakteristik Turn-Offdan Efek Sampingnya-. ' - --22 ...---25 2.2.3 Rangkaian Snubber. 2.2.4 Operasi Secara Seri dan Paralel. ' ., - ' ' '26

q- 2.3

Tinjauan Singkat Komponen-Komponen

Model"

...-26

..'."'..-.27 2.3.L TransistorUnijunction(UJT). . 2.3.2 RangkaianDifferensial....... .,.-'..-...29 2.3.3
Pewaktu 555 ( IC Timer 555

).

'

'.. "...'30

1X

BAB

3

GTO-CSC SEBAGAI KOMPENSATOR DAYA REAKTM

I}AN RANCANGAN

MONAL, 3.1 Perkembangan Awal. 3 .2 Perangkat dan Rangkaian Dasar. 3.3 Rangkaian Snubber.

... ,..,.36
.
.

...36
...38

...".

.......39

3.4

prinsip

K4&@f1y..:.trl.

....... ..40

BAB 4

BAB 5

BAB

6

........45 3.5 Repre$entasi Saluran Transmisi. 3.6 RealisasiModeldanPerhitungsnnya. ...........48 ....,.....55 3.7 ResonansiSeri... .....56 3.7.t EfekResonansi Seri. .........57 3.7.2 KurvaResonansi. .... 58 3.8 Resonansi Subsinkron ...".....59 3.9 Harmonisa ..... 6I RANGKATA.N KENI}ALI PEhIYIJLUT GTO ...61 4.1 Perancangan Transistor Unijuncticn ( UJT ) . 4.2 Perancangan Pewaktu 555 Mcnostable dan .....64 RangkaianDifferensial^..... ... ......70 HASrL AI{ALISA 5.1 Flasil Analisa Untuk Beban Resistif-Induktif... ... ... ... ....-,70 -. .. ' 75 5.2 Hasil Analisa Untuk Beban Induktif Murni. .. . ... ...., 80 KESIMPULAN DAN SARAN. .......-..'80 ........ 6.1 Kesimpulan .... '..81 6.2 Saran.
.
.

.

.

DAT'TAR

PUSTAKA LAMPrRAN.....
PERI\IYATAAN KEASLIAN TUGAS

.. .... 83

....85

AKIITR.

,.....101

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2-1
Gambar ?-2 Gambar 2-3

Kompensasi Dengan Reaktor

Shunt.

.. ",. -. ' 6
.

Kompensasi Kapasitor Seri dan

Perlengkapannya...

.. '

'

8

Saluran Transmisi Dengan Kompensasi Kapasitor Seri dan

Reaktor
Gambar 2-4

Shunt.

.. ...

-....

I

Ilustrasi Pengaruh Kompensasi Kapasitor Seri Terhadap

Tegangan.
Gambar 2-5 Gambar ?-6 Gambar 2-7 Gambar ?'8 Gambar 2-9 Gambar 2-10
Gambar 2-11

.."....'I0
.'--...lz
...'..'..
14
14

DiagramSegitigaDaya. GrafikBebanResistif.
GrafikBebanKapasitif(FaktorDayaLeading)
Grafik Beban Induktif ( Faktor Daya Lagging

.

.'".

)-. Saluran Transmisi Dengan Koreksi Faktor Daya. Statis.

... " -. ' '. .. 14
.

-.

'.. . -. 16

Perbaikan Faktor Daya Dengan Kapasitor

'. ' .. - -.. . 16

Gambar 2-12 Gambar 2-13 Gambar 2-14 Gambar 2-15 Gambar 2-16
Garnbar 2-17

Thyristor... Karalteristik GTO Thyristor.
GTO Karakteristik GTO Thyristor Selama

.......

18

... ...... 20

Turn-OffParalel.
..

--...22

Operasi GTO Thyristor Secara Seri dan
\/1

'.. '. - . "..-26
''

,/.

€ehvirfut/nrrenCsuliakfr"ulT...
Rangkaian

"

'.'. 28

Differensial Output. .. 555"..

'.

--' --- 29

Teganganlnput dan

......'...29
..

Gambar 2-18
Gambar 2-19

Diagram Blok Pewaktu 555.

.- ' . ..31

OperasiMonostablePewaktu

-'-."-"

34

)c

xll

Gambar 2-20

Operasi AstablePewaktu

555... Tinggi.
.

......35

Gambar 3-1 Gambar 3-2 Gambar 3-3 Gambar 3*4 Gambar 3-5 Gambar 3-6 Gambar 3-7
Garnbar 3-8

GTO Sebagai Saklar Berkecepatan

........37

Rangkaian Dasar GTO-CSC & Rangkaian Snubbernya....... ... 39 Rangkaian Ekivalen Saluran Transmisi Dengan GTO-CSC. ..... 41 Kompensasi Penuh Saat GTO OFF Selama

180o.

.......,. 44

Kompensasi Saat GTO OFF Selama Kurang Dari 180"".. ... ..,..45
Representasi Kawat Repreentasi Kawat

Pendek. Panjang.

... ... ....47
.

Menengah.

.......

47

Representasi Kawat

.........47
........48

Gambar 3-9 Gambar 3-10 Gambar 3-11 Gambar 3-l?
Gambar

RangkaianModel

SaluranTransmisi.

Profil Tegangan Terima dan Profil Cos S Sistem.
Daerah Efektif

...

....

. 5?

GTO-CSC. Diinginkan 555. GTO.

....55

KurvaResonansi.
Bentuk Gelombang UJT Yang Diagram'Hasil Perancangen

.......57

4'l

... .......61
....63
. . ....

Gambar 4-2 Gambar 4-3 Gambar 4-4 Gambar 4-5
Gambar 4-6

UJT.,

Diagram Hasil Perancangan Monostabil

65

Diagram Hasil Perancangen Rangkaian Differensial... .. . ... ..... 66 Diagram Blok Rangkaian Kendali Penyulut

.... ^... 67

Rangkaian Kendali Penyulut GTO Secara Keseluruhan ... ... .... 67

Gambar 4-7 Gambar 5-1 Gambar 5-2 Gambar 5-3 Gambar 5-4 Gambar 5-5

Grafik Rangkaian Kendali Penyulut GTO Secara Keseluruhan..68
Tegangan

Sumber. Negatif, derajat. derajat. derajat
Off:60 Off:90

..
.

... 7l

Perpotongan V(t) Positif dengan I (t)
Beban Resistif-Induktif Sudut GTO Beban Resistif-Induktif Sudut GTO Beban Resistif-Induktif Sudut GTO

.....71

-.-*72
---'-73
.

Off:

180

...74

rilll

Gambar5-6

TeganganSumber.
Beban Induktif Murni Sudut GTO Beban Induktifl\durni Sudut GTO Beban hduktif Mrlrrd Sudut GTO

......"76
.,.......?e
... . ..17

Gambar5-7 PerpotoaganV(tlFositifdengan($Negatif.
Gambar Gambar
Garnbar

5-8 5-9
5-10

Off:
Off= Off=

6S

derajat. derajat deraj*t

120
18S

...... ?8
.

.....79

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3-1

Hanil Perhitungan Untuk o = 0 Derajat dan cr = 180 Derajat... ......51

Tabel3-2
Tabel3-3

Hasil Perhitungau Untuk Beban Resistif-tnduktif...

... :

.. ...

...53

I{asil Perhitungaa Uctuk Beban Induktif

Murni

..... 54
100 pF... 65

Tabel4-l

Hasil Perhitungan Fewaktu 555 Monostabil Dengan C

!*Y

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belnkang
Sampai saat

ini, teknologi terakhir yang banyak dipakai untuk

tujuan

kompensasi kapasitor seri pada jaringan transmisi jarak menengah maupun jarak jauh adalah Thyristor-(lontrolled,Series Cupacitors (TCSC). Teknologi pengendalian ini menggunakan salah satu perangkat dari jenis semikonduktor day4 yaitu thyrixor

konvensional, yang berfungsi sebagai saklar pengatur untuk mengkompensasi jatuh
tegangan saluran, menaikkan batas-batas kestabilarL dan memaksimalkan hantaran
dr;hA ,5€F

daya

lisrik dari sumber ke konsumen. Namua uptituri@i{I-?.

-Fo.

ryiiiiiatrei

dalam kompensasi jaringan transmisi tenaga listrik memiliki kelemahan, diantaranya ketidakmampuan atau sulitnya tlryristor untuk padarn.

Dari permasalahan tersebut di atas, para peneliti mulai berusaha untuk
menemukan solusinya. Mak; muncul pemikiran di bidang kompensator-kompensator

lanjutan

{

advanced compensator

} seperti GTO-CSC { Gute Turn-Aff tlyistor-

Controlled Series (|apacitor ). Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan GTOCSC amat bervariasi dalam menyediakan berbagai tingkat kapasitansi yang kontinu.

Kelebihan GTO-CSC dibandingkan TCSC

yarg

menggunakan tlryristor

konvensional inilah yang membuat pemakaiannya lebih disukai, apalagi seiring
dengan pe$atnya perkembangan

di bidang elektronika daya

dan

juga meningkatnya

permintaan bEban listrik.

Bab I. Pendahulaaa

1.2

Tujuan Penulisan
Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk memahami unjuk kerja pegsgkkggg

GTO-CSC sebagai kompensator daya reaktif yang disimulasikan dalam sebuah
model saluran transmisi tenaga listrik satu fasa-saluran pendgk.

1.3

B*tasan Masalnh
Penulisan tugas akhir

ini

hanlra membahas dan menampilkan rancangan

rangkaian GTO-CSC dan proses pensaklaranny4-,+asqangan rangkaian kendali
penyulutan GTO serta perhitungan dari model yang dibuat. Hal-hal lain seperti
resonansi seri, resonansi subsinkron, dan harmonisa juga dibahas, walaupun bukan merupakan pokok utama dari tugas akhir ini.

@

t.4

Metode Penulisan

Untuk dapat menjelaskan dan menuliskan isi judul tugas akhir, digunakan
beberapa langkah untuk merigetahui unjuk kerja GTO-CSC sebagai kompensator dan

aplikasinya pada rangkaian model yang dibuat, yaitu dengan metode-metode sebagai

berikut:

berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas.

rumus matematika GTO-CSC, pada sebuah model saluran transmisi dengan
pe

rangkat lu n akteb@i-al at b antu

Cffi'ra2

.

Skripsi Str6a I /Luqmanul tlakim E

/ 062.96153

Bab I. Pendahaluan

1.5

Sistematika Penulisan Dalam penulisan tugas akhir ini pembahasannya dibagi menjadi enam bab,

yang masing-ma$ing bab dibagi menjadi sub bab.

Uraian mengenai masalah-masalah y&ng akan dibahas dalam masing-masing
bab adalah sebagai berikut
:

BAB I
Berisi latar belakang, tujuan penulisan, batasan masalah, metode penulisan, dan
si

stematika penuli san.
2

BAB

Mengenai teori dasar kompensasi, cara kerjq karakteristih dan sifat-sifat perangkat

semikonduktor daya yang menjadi komponen dasar kompensator seperti GTO,

rangkaian snubber, UJT
pewaktu 555.

(

Unijunction Transistor

),

rangkaian differensial, dan

BAB

3

Menjelaskan tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan GTO-CSC sebagai
kompensator daya reaktif dan perancangan modelnya"

BAB

4

Menerangkan tentang rangkaian kendali penyulut GTO^

BAB

5

Memperlihatkan hasil analisa model saluran transmisi tenaga listrik dengan GTOCSC sebagai kompensator, melalui perangkat lunak MATHCAD sebagai alat bantu untuk menganalisa persamaan-persamaan matematika.

BAB

6

Merupakan kesimpulan dan saran
sebelumnya.

dari seluruh

pembahasan pada bab-bab

.f*ripsi Strda I /I"aqman*l Hahin E I (M2.96.153

6*tq
rtir,'

'raN

! 7

" riil- -!,) "4\

'l"L.b
sJ*";f

t',"', ,.7' t [tU. >( r; - - +r-' -'
! --l

r'f

1

I

,.:"' ,

]

Yeq,r*[Fre r]

/ I 14cfr.,'( r' 2
..::
.i
-.-

;,J A

{

,

7,t4,p_,)ti.t' '\,ft,

jLrstrrl*

,1
!
I
J

cltq:,*4:i,:l'rfi.11y

\

t---

BAB

r!,:,ri"iJ{

TEORI DASAR
I

I

I

Aliran daya aktif dan daya reaktif pada jaringan transmisi tenaga listrik tidak
ada kaitannya satu dengan yang lain karena masing-masing dipengaruhi dan diatur

oleh besaran yang berbeda. Oleh karena itu, keduanya dipelajari secara teqpisatL

I i
..tl

walaupun pengaruh kompensasi seri juga akan meningkxkan kapasitas penyaluran

daya aktif. Pengaturan daya aktif amat erat hubungannya dengan pengaturan
U.J-?1c4.)

frekuensi,(dad daya reaktif dapat diatur melalui pengaturan tegangan. Frekuensi dan tegangan adalah besaran yang penting dalam penentuan Fr8litas catu d?ya dalam sistem tenag4 sehingga pengaturan daya aktif dan daya reaktif menjadi vital untuk

menunjukkail p€nampilan sistem tenaga listrik. Agar efisiensi dan kemampuan operasi sistem tenaga meningkat, pengaturan
tegangan dan daya reaktif trarus memenuhi sasaran sebagai berikut

't?;'fr,';t,
_

:

i ..1 ---.*-\

* t st/o

Tegangan yang dipakai pada terminal-terminal peralatan dalam sistem tersebut rrr'str Jsrrb vr's*

?ef:t

Fharusda1ambatasyangdiijinkan.Jikamenggunakaategangandiluarbatas|\t&bffc,ra, -J 3-( r'-F{t'' j 1,4 ka,,.

rr'/"

kemampuan, akan mengakibatkan efek yang buruk bagi suatu

peralatan.

-

Meningkatkan stabilitas sistem sampai mendekati nilai maksimalnya agar dicapai
suatu keadaan yang mendekati ideal.

Mengurangi rugi-rugi($untuk memaksimalkan penyaluran energi pada saluran '\6" +9 p- ir"w*r; rd"e{^

trarrsmisi.

'd'

Karena daya reaktif tidak dapat ditransmisikan dalam jarak yang jauh, maka

diperlukan peralatan tambahan untuk mengatasinya. Berkaitan dengan hal tersebut"
selanjutnya akan dibicarakan mengenai teori kompensasi secara singkat dibawah ini.

,(#\

ril v

rg]
\

lWt

p._{

E kW k"q"w, drrot. (yqt6* v\,#t+r*)

fu-t
I
1

'W*rsi
---*\r

o*-)

*v"q*w

v<ib+\r,t't*,b E

a
I

**le )

o+ua,,q(f54.__"^)

#"*+a 7 2. +/*"*, e -u,Jtr tfr*t,vs
Csr*

R ix,--I w' I I x,\

/'\

,k^N l,*-ftryi
\,"u-3^ l;eA^l^o

\"q-,4.^2a

Ct*
lt lr

lll Y-., -*_._

4=-**--/

O

lfi{vt\aL**n

1'{i-"?.h"1^^ d*wq -\ - -;-'--

fto , & d*o p 4u*,.*un

!0.
\

"[,{=tp'

) f*)

t

Vr'vF_

+

htf
*-,4-

l

oA=ud
\,/

Bsb 2. Teori Dasar

2.1

Tinjauan Singkat Teori Kompensnsi

@

proses penggantian kerugian atau cara untuk mengganti

kerugian" Secara sederhana bisa juga diartikan sebagai proses pengimbangan.
Kompen$asi pada saluran transmisi daya listrik pada dasarnya adalah memasukkan
atab menyisipkan dengan sengaja peralatan penghasil daya reaktif pada sistem tenaga

listrik.
Saluran transmisi tenaga listrik aliran atas atau aliran peralatan kompensasi. Hal

udara memerlukan

ini

Cl*.-r4,hM) dimaksudkan untuk meningkatkun@@ saluran"

antara
.

lain

menstabilkan tegangan kerja antara sisi

kirim dan sisi

terima,

memperkecil panjang elektrik saluran (O) sehingga meningkatkan batas stabilitas
saluran, dan menaikkan kapasitas penyaluran

Peralatan-peralatan kompensasi pada saluran transmisi antara lain reaktor shunt, kapasitor shunt, kapasitor seri, atau penggabungan diantaranya. Kompensasi

reaktor shunt biasa{rya digunakan pada saluran transmisi jarak menengah ( 80

*

250

km ), kompensasi dengan'kapasitor seri atau kombinasi reaktor shunt
kaparitor seri digunakan pada saluran transmisi jarak

dengan

jauh
cfu,.,.X^.,,,nru1

Selain hal tersebut di atas, pada teori kompensasi, ada yang disebut sebagai
derajat kompensasi
:

Derajat kompensasi pada kompensasi reaktor shunt adalah Br-/Bc, dimana

r'rN,

z,YA*.o*(&h
?"Ik#foh ,, n* paltl

Br- adalah suseptansi induktif dari reaktor shunt dan Bc adalah suseptansi

kapasitif dari saluran.
Derajat kompensasi pada kompensasi kapasitor seri adalah )fo/Xr., dimana

e u.iu''Y ,W#
s" +

)fu adalah reaktansi kapasitif dari kapasitor seri dan Xr- adalah reaktansi
induktif dari saluran per fasa.

\.b

(z t

:

Po*d"P'l'nl

,[*\il
Sftrrpsi Sbda I /Luqmunul Hokim E

/ M2.96'153

W"

F4.4/bta^,b{ip.

t gipi.* i"lutf"-

:

@"Y*,ipl. V*,!,^.y^^ i,rUft-

:

rG)

€Cr^^s)

tc'^^r)

-

-+ -ttto t
-

@. F-*Ft .
vC*tg

t€qhr.u?,a"

F.t*S"

:

tc"ll)
?-

_,_lr Jl

+?

-. -.

*!.
Y*

9

F*

@

(c;.+ . Uu"vr"99

ta4.

.\a)

CC*. s'litl

"hc'f )

Cf"l. a"r"t"*jq

G^r. a\^.,C)

Bab

L

TeoriDaser

tt,*lP

2.1.t

Kompensnsi Dengan Realitor Shunt

Un*k

.

f#, y,ft**sl-'tHH,"
duo tegangan pada

saluran transmisi jarak menengah dan jarak jauh - agar mendekati nilai rata-ratanyq

o"ft\^i s/crdigunakanlah induktor ( reaktor ) dan kapasitor. Reaktor shunt ( induktor ) biaunya
dipasang pada salah satu ujung atau pada kedua ujung saluran. Bila saluran panjang

sekali, maka saluran dibagi dalam beberapa bagian lalu setiap bagian dipasang induktor dengan sambungan fasa ke netral

( lihat gaarbar 2-l ). Induktor

tersebut

akan menyerap daya reaktifl mengurangi tegangan lebih selama kondisi beban

ring*r1 mengurangi tegangan lebih karena switching and tightning surge. Tetapi,
reaktor shunt memiliki efek buruk yaitu menurunkan kapasitas penyaluran jika tidak
dilepas saat kondisi beban penuh.

(a

). Pado Ujung Bebm

Z

( b ). Psda Kedua Ujung

Gambor

2-I : Kompensasi Dengan Reaktor Slmnt

S*ripsi Srrarn I /Luqmonul Eakim E / M2.96.15s

Bab 2. Teari Dasar

Contoh 1 pada halaman lampiran menunjukkan pengaruh kompensasi dengan
reaktor shunt dalam penyaluran daya maupun dalam pengaturan tegangan.

,/'
2,1.2
Kompensasi Dengan Kapasitor Shunt

^'^*'
+ *l^f

\

Disamping reaktor shunt, kapasitor shunt kadang kala juga digunakan untuk mencatu atau menyalurkan daya reaktif dan menaikkan tegangan transmisi saat kondisi beban penuh.
5ekury1e?ll kompensasi

n*ea.Lry ?* l::sst"$

kqp".tt t lhult d-p

valF

?,9.a

pa*..Tgtg_dg-E Tpp+.pgsi {grgqn rg$tor thug,9mumnya cara

ini digunakan untuk koreksi faktor daya pada sistem distribusi ( lihat

2.1.5 ). Tujuan koreksi faktor daya adalah untuk menyediakan atau mencatu daya

reaktif yang dibutuhkan, terutama pada sistem yang banyak memiliki beban yang
bersifat menyerap daya reaktif, yaitu beban dengan

faktor daya lagging.-e

,r_]F*'\ W"W"yF l-",{+1vi'-++".a^ 0-',1 .

Ada juga cara kompensasi dengan kapasitor shunt yang dikombinasikan
dengan

&t5*.-mikonduktor

daya yang disebut tlry,ristor. ThyT istor yang

diparalelkan dengan kapasitor inilah yang bertugas mengatur penyambungan dan pelepasan reaktor shunt. Sistem seperti
cofirpefisatars"

ini lebih dikenal sebagai stqtic vnr

Telah disebutkan di atas, kombinasi kapasitor shunt dengan reaktor shunt

'" t , S,Ul *tc
^,i"{ t)

yang ditambah tlryristor dapat saling menutupi kekurangan masing-masing, yaitu
dengan cara menyerap daya reaktif saat beban ringan

\)[

t\

(

melepas kapasitor shunt dan

I

|

menghubungkan reaktor shunt

)

atau menyalurkan daya reaktif saat beban penuh (

menghubungkan kapasitor shunt dan melepas reaktor shunt pengaturan otomatis yang

). Selain itu,

melalui

dimiliki thyristar, static vqr compensdtors juga mampu

I

\

meminimalkan ketidakstabilan tegangan dan meningkatkarr kemampuan penyaluran
daya saluran. $*ripsi Studu I / Lnqmanrl Hakim E / 062.96.15s

\

1.,t, \r''g:,'1,t:' ,\^
c')

[-,

i rc..,

';.

' b'*' il'tr ,'.','f,-"p!,ry",-^ 'v*',.io l4n<l*^- $
l)*t\-u*ru'4,^<:,gr,^"y,lt
st-G-,

i"v'l

,k.r..^-r*^

t

w*)6s,

}"*($*,ny

,g

etoi

Lo"*{-

*'*"vn+- Vl- & .ye.v-,_,1.F--, $iirl.-

ko6

s*^ 6r,k.1n2*V

!,_{u,.*o

/t,f"o"..,t l-,,.. *

lr) Ss(l.o*;*, 1,h t-'r.-t.1,1,' !"1, ,*.{!tf,o,x,,,tJ Sa_L *.),te-{,.a,,hir-- , ,u*,4c,., t:4,1c,j,,i,,F hp*'l^^ Fgr-Lr' a,i1a'u",t- .? b,. h^ v*,*",q6.,r*dier\ t-'c..it Li!ar.^,iv,.,\ frFlcn -

Btb 2. Teori Dassr

2.1.3

Kompensasi Dengan Kapasitor Seri
Seperti namanyq kompensasi dengan kapasitor seri biasanya digunakan pada

saluran transmisi jarak menengah ataupun jauh terpasang secara seri terhadap setiap fasa

( konduktor ) pada salah satu atau kedua ujurg saluran atau pada titik-titik yang

ditentukan tergantung keperluan kompensasta'-3:masanSan kapasitcr seri ditengah-

;

tambahan untuk instalasinya.

Kapasitor seri bekerja dengan mengurangi impedansi seri

(

reaktansi seri )

dari saluran. Dengan demikian ia akan mengurangi jatuh tegangan dan menaikkan

limit daya statis atau menaikkan stabilitas saluran. Perbedaan
kapasitor seri juga dilengkapi dengan spark gap, zinc-oxir{u

trtrr,{:f#fl6n*-*,p,
),Sdan

,orirrc{tG

saklar penghubung singkat untuk perlindungan terhadap arus dan tegangan lebih

ulz-u*'*
Ur.-rLtS'

i*C,)

Kapasitor Seri

{

+----*.

Zno-

Reaktor
Pembatas

Arus

Celah Pengaman Saklar

fu,ru

t^',(

t8
Gsmbsr 2-2 : Kompensasi Kapasitar Seri dan Perlengkapannya

,S'ftrupsi

Str&a I /Luqmanul Hakim E / 062.96.153

l\i':\.r,,1-

r'r i;.r... Ii.i.ll-

a,.;.r.i

Bab 2. TeoriDssar

Lihat gamber 2-2. Tegangan pada kapasitor seri adalah sebagai fungsi arus
yang melaluinya. Tegangan

ini dapat meningkat

sampai nilai yang berbahaya jika

arus yang melaluinya amat besar. Celah pengaman akan melindungi kapasitor seri
dari kondisi ini. ZnO resistor berfungsi membatasi tegangan yang melewati kapasitor selama kondisi gangguan dan memazukan keffibali kapasitor secara otomatis tanpa

waktu turtda setelah gang$lan teratasi. Celah pengaman juga dipakai

sebagai

pelindung tambahan selain ZnO ( back up protection ) pada kondisi tegangan lebih.
Tetapi jika terjadi hubung singkat atau gangguan fasa ke tanah, celah pengaman akan

ryark over dengan $egere. Oleh karenanyq diberi reaktor pembatas arus yang akan
membatasi arus gailgguan sampai nilai maksimum yang ditentukan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aplikasi kompensasi dengan kapasitor

seri, yaitu derajat kompensasi, alat perlindungan terhadap arus lebih, dan proses
penyambungan kembali kapasitor tersebut setelah kondisi gangguan berhasil diatasi.

Derajat kompensasi tidak boleh terlalu besar, apalagi sampai l$Aah, karena akan menimbulkan resonansi seri dan menurunkan frekuensi. Fenomena

ini

disebut

subsynchronaus lesofitmes dan bisa menyebabkan poro$ turbin-generator patahContoh 2 pada halaman lampiran menunjukkan fenomena tersebut.

--+l$
Vs

'j XxNc
2 x.100

.:

X;NC
2x100

Y,x NL

2x100

VR

Gambar Z-3 : Saluran Trunsmisi Dengon Kompensasi Kapasitor Seri don Reaktor
Shunt
Sertpst S*aa I / Luqmanul Hakin E

/ 062.96.153

Bab 2. TeortDawr

10

Gambar

2-3

menunjukkan skema rangkaian ekivalen saluran yang

dikompensasi, dimana Nc adalah derajat kompensasi kapasitor seri (%) dan Nr.

adalah derajat kompensasi reaktor skant

{%}

Dalam gambar 2-3

dianggap

kompensasi dilakukan pada kedua ujung saluran.

a.

Prnsaruh Kapasitor Sefi Terh+dap.Tega.nean

Dengan pemasangan kapasitor seri, reaktansi ekivalen saluran menjadi
berkurang, sehingga jatuh tegangan juga berkurang. Jadi pengaturan tegangan
menjadi lebih baik ( lihat garnbar

2f)1 R
Beban

Sumber

VR

(a

). Diagrarn Satu Gsris Saluran Transmisi

J

I.X

\
( b ). Diagram Vektor Tegangan

Qua<
l^rr!-:9

Garnbor 2-4: Ilustrasi Pengaruh Kompensasi Kapasitor Seri Terhadap Tegangan

,Sftrfosf &radc

I /Luqmanulliakin E/M2'96.153

Bab

Z

Teari Dssrr

ll

b.

Pengafuh Kanasitor Seri Teqhadap Pe4vFluraq Ilava
Dengan kompensasi kapasitor seri, reaktansi seri berkurang, sehingga limit daya

statis meningkat atau kemampuan penyaluran daya bertambah besar. Hal ini dibuktikan pada contoh 3 halaman lampiran.
Penggunaan kompensasi seri menunda investasi untuk pembangunan saluran

{

/
I
\

!

udara tegang&n tinggi yang baru untuk penambahan kapasitas penyaluran. Hat inif

J
I
I

akan menguntungkan karena pembangunan saluran udara tegangan tinggi
memerlukan waktu pembangunan yang lama dan juga memerlukan lahan
luas.

I

yang

\
)

L

2,1.4 Kondensator sinkron ( $ynchronaus
Sytchronous Contlensers '*penggerak-muQamu
--t-'*

condensers

|

---)'d
yang

k-ot**- r.tz"r" '{lq*-F

(

SC

) adalah mesin sinkron

berpur*@
(
arus

tanpa beban mekanik. Dengan meng&tur aru$ penguatan

medan rotor ), ia dapat memberikan atau menyerap daya reaktif" Bila arus medan

rotor cpkup untuk membergkitkan fluks ( ggm ) yang diperlukan motor, maka stator
tidak perlu memberikan maupun menyerap daya reaktif ( arus pemagnetan ) ke jala-

jala dan motor bekerja pada PF = 1. Kalau arus medan rotor kuang, $tator akan
menyerap daya reaktif dari jala-jala dan motor bekerja pada PF terbelakang. Kalau sebaliknya, kelebihan fluks

( ggm ) ini harus diimbangi dengan stator memberikan

daya reaktif ke jala-jala atau menarik arus kapasitif dari jala-jala, dan motor bekerja pada PF terdahulu.

Skripsi Straa I /Luqmnnul Hakim E / A62.96,153

Bflh

L

TeoriDasar

t2

2-1.5 Faktar Daya
Faktor daya adalah perbandingen antara komponen daya aktif (KW) dengan
komponen daya semu (KVA), seperti terlihat pada gambar 7-5.

Gambsr 2-5 : Diagyarrc Segitiga Dryu

Diman4

0A OB AB

: komponen daya

aktif semu
reaktif

:P

(KW)

: komponen daya : komponen daya

: S (KVA)
:Q

(KVAR)

Daya aktif ( daya kerja ) adalah daya listrik yang berubah menjadi surltu tenaga

yang dapat dilihat dan digunakan secara nyata atau komponeo energi yang
diperlukan untuk melayani beban. Fada mesin listrik daya inilah yang terlihat
sebagai putaran.

Daya semu adalah daya yang dihasilkan dari penjumlahan secara vektor entara
daya aktif dan daya reaktif.

Sl+rtpsi

Stda I / Luqmanut Eakim E / M2-96-I5i

Bah 2. TeofiDutflr

t3

-

Daya reaktif ( daya buta ) adalah daya yang kehadirannya tidak bisa dihindari dan

tidak menghasilkan kerja atau tidak bisa digunakan $ecara langsung, tetapi
tersimpan daiam sistem. Pada mesin-mesin

listrih daya inilah yang membangun
:

medan putar (medan magnet). Daya reaktif ada dua macam

e r

Daya reaktif induktif yaitu daya listrik yang dibutuhkan untuk menghasilkan
medan magnet pada mesin induksi, transformator, dan

lainlain.

Daya reaktif kapasitif yaitu daya listrik yang dibutuhkan untuk mengimbangi
daya reaktif induktif.

Dari gambar 2-5 dapat dirumuskan

:

P =.1xCosS

KW = KVAxCosS

(2.1)

Dari persamaan 2-1, faktor daya dapat dirumuskan

:

Cosf =

(2.2) KPA

Nilai faktordaya akan mendahului (kading ) apabila arus ( I ) mendahului tegangan

(V),sebaliknyabilaarus(I)terbelakangterhadaptegangan(V)makafaktordaya
akan tertingg aI ( Iagging

j.

Shripsi Sbea I

/Luqmanall{akim E/M2'96-153

Bab 2. TeortDxar

14

Gambctr 2-6 : Grafik Beban

Resisrf

Gaftrbar 2-7 : Grafik Bebm Kapasiti! { Fu&or Duya Leading

)

v

Gambor 2-8 : Grafik Bebon Indu&if ( FaWttr Daya Lagging)

,Sftrpsi,9*roa I / Luqmmu, Hakirn E / M2'96,153

Bab

Z

Teori Dasar

l5

a.

Perbaikan Falrtor Dava Terdapatnya beban-beban yang

jelek pada sistem tenaga listrik
*
0,&f

akan

menyebabkan turunnya nilai faktor daya ( Cos dn

\dl

$ebab-sebab turumya

faktor daya antara lain

:

-

Banyaknya pemakaian peralatan motor induksi yang merupakan sumber daya

reaktif induktif"

Adanya transformator tenaga yang momiliki faktor daya lagging, kwena
adanya penyerapan arus magnetik sehingga arus total tertinggal terhadap
tegangan.

-

Beban lampu dari jenis

TL (

Tabe Lamp

)

atau beban lain yang memiliki

faktor daya rendah sekali.

Untuk memperbaikinya perlu dipasang kapasitor statis yang terhubung paralel
deirgan beban. Dengan demikian disamping fakfor dayanya yang ditingkatkan,

pengaturan tegangan dan penyaluran daya pun

ikut diperbaiki. Gambar 2-9

menunjukkan saluran tlansmisi dengan beban Sn dan sudut faktor daya (0n )
terbelakang.

lvrlLE

lv*l

l o"

Y"
(a

).

Sebelum Dipasang Kapasilor Statis

Skripsi Strda I / Luqmannt Eakim E

/ tM2.96'I 53

Bilh 2, Teari Dasar

l6

lv"I L s'

lv'* I Lo"

:q,'+h
Kapasitor

StatisJ
I

h
Statis

( b ). Setetah

o,oor**r

*o*,r*

Gambar

2-9

: Safurart Transmisi Dengan

Kore{

Fakror Daya

Sebelum pemasangan kapasitor

:

P* = 16 x ll'"r, '{" lf*l
Q* =

xCosfo ( per 30 )

(2.3) (2.4)

Jl

xltrot-,jxlni

x Srnfu {per 3fr )

Setelah pemasangan kapasitor statis sudut faktor daya pada jepitan beban
berubah menjadi 0'n, gambar 2-10.

PR(tfasa)

Qn

1

t

fu*u

Gambar 2-IA : Perbaikan Fafuor Daya Deng*r Kapasitar,Slslfs

Slvipsi

Sta* I / Luqm*nul Hahim E / A62.96.1 53

e?

V*u = dJ . vu-r

Vt{, Vu*pnlr G{ 1_ Vz{= ffi Vuyx rrcQrf # J
o?tf, c! lrf *3 rJu-N t Ir.4ff s B*l:: r!r< Qs{ *
'l

(sY

- 3 \^f

.g

g q

z r$
82.

Vr--L

x Tr Cot d

e-

b? lw ll
V€JLi',,lri (.ll.? r?^r,e f^,

Trd

f

,

Bab 2. tesri Dasar

t7

Dari gambar 2-10 dapat dirumuskan
CA

:

= Pntanfu ( per fasa )

CD = Pntaa$'n ( per fasa )

AD = Qc =CA*CD = Pa(t*nfo-tanl'") Bila Ic adalah arus pada kapasitor statis : frcl= ra:.p'**-.vl

perfasa (2.5)

=ry
:

(2 6)

Jadi daya reaktif kapasitif dari kapasitor

gc =l!"no":l*

lrcJ

= c,C.lt'*r, :

"{t
Qc
ar.l}'*t. -

(2J)

Dan besar kapasitansi dari kapasitor per fasa

11 PntSx(tuntr - tan/'^) rr =+=-___::-----_
alYr*
-

*tl'

-

t. (29)

":l'

Untuk tiga fasa" maka daya reaktif total dari kapasitor

:

[1$.(liU,r,i &-*

016 =3xQc =3.c,t.lV*tr-",1' = r,tC.lrn*t":

r>l'

(2.e]

atau besar kapasitansi dari kapasitor per fasa

c -

Q,o ,, =a.lv*i, ,lt =

3.at.ll?r. -

,9'6

..,,
")l'

(z.ro)

perhitungan perbaikan faktor daya ditunjukkan pada contoh
lampiran.

4

halaman

S*r;pJ Sarrc I / Luqmanul Ha*im E / M2.96.153

Bab 2. Teori Dasar

l8

2.2 Tinjauan Singk*t Teori

Gate Turn -Otr( GTO ) Thyristor

Studi dan aplikasi yang menggunakan elektronika daya dalam bidang teknik

tenaga listrik telah mengalami perkembangan yang cepat, seiring

dengan

peningkatan kapasitas daya yang harus dilayani serta kecepatan pensaklaran yang

dibutuhkan. Elektronika daya didasarkan atas proses pensaklarat

@9

semikonduktor daya yang mampu digunakan untuk mengendalikan energi dalam jumlah besar dengan efisiensi yary tinggi. semikonduktor daya dibagi atas lima kategori utama, salah satunya efu'@'Saw1giy'-a^^ adalah thyrktor" Tlryristor dibagi lagi menjadi wgfu{an jenis, salah satu jenisnya

u6a't-$ff \--

fu$

adalah GTO

( Gate Turn-Off \
2-ll.

Tfuristor. Simbol dan bentuk GTO

TVryristor

diperlihatkan pada gambar

r4r

^>{K
(a

). Simbol

(b ). Gambar AIat
Gambar 2-I

I : GTO TltYrisror

S*iipi S*as I / Luqrnanal Eehim

E

/

M2-96. I 53

Beb 2. Teori Darar

19

GTO Tfuristor adalah thyristor khusus yang memiliki tiga buah kaki ( anoda,

katodg geraang ), dimana proses penyulutannya sama

o**unffi*

tetapi karakteristik pemadamannya berbeda. Ia dapat disulut dan dipadamkan dengan
kecepatan

tinggi dengqggg.ra mengatur arus yang kecil yang mengalir rnasuk atau

keluar dari gerbangnya. Alat ini dapat menghalangi kenaikan tegangan pada proses
pemadaman dan dapat menghantarkan arus puncak yang jauh mslebihi kemampuan rata-ratanya pada kondisi penyulutan.

Dibandingkan dengan peralatan pemadaman lainnya,

GTO

Thyristar

memberikan tegangan dan arus yang lebih tinggi, karena itu alat ini tidak hanya cocoh untuk aplikasi berdaya tinggi, tapi juga untuk aplikasi berarus tinggi

( lihat

tabel di halaman lampiran B ). Meskipun frekuensi

pemutu$aflnya tidak secepat

yang lain, tapi frekuensi pemutusannya dapat lebih tinggi 20 kali lipat daripada
frekuensi dasar arus bolak-balik.

2.2.1 Karakteristik Perxaklaran
Telah disinggung

di

ata$, GTQ Thy,ristor dapat dihidupkan

dengan

memberikan pulsa positif ke gerbang dan dipadamkan dengan memberikan pulsa

negatif pada gerbang, maka ia disebut iuga self-tumed-off thyrifior atinya jenis
thyristor yang dapat dipadamkan tanpa menggunakan rangkaian komutasi paksa.

$lcripsi Straa I / Laqmcnrl H akitn E / 06 2.96, I 5 3

Beb 2, Teori Dcsar

20

\Ud!-

V*'L

I [L

J t-_J I I
111L6, Waktrr g1o,
Jatulr

off

I

Gambar 2-12 : Karskteristik GTO Thwistor

Pada awal penyulutan, GTO Thyristnr harus diberikan arus gerbang yang
besar untuk menjamin kondisinya benar-benar menghantar, kemudian diberikan arus

gerbang nominal

(

Iatching curre*t

) untuk mempertahankan kondisi ON tersebut.

Jatuh tegangan olt-stnte pada GTO Tlryristor relatif agak lebih besar dibandingkan

t@istor konvensional. Oleh karena itu, pulsa gerbang yang kontinu amat diperlukan
untuk mengurangi jatuh tegangan tersebut dan menghindari kemungkinan GTO Thlristor kehilangan arus latching-nye. Waktu turn-on tergaatung pada harga arus
gerbang dan waktu yang dibutuhkan oleh arus gerbang untuk mencapai punsak,

Bila saat penyulutan pengatur gerbang memberikan afus yang cukup, maka
kenaikan arus anoda yang cepat pada saat penyulutarr, die/dt, tidak akan
menyebabkan masalah. Hal

ini

disebabkan karena struktur GTO

Thyristor yang

memungkinkan kutub anoda dan katoda berubah menjadi kondisi menghantar. GTO

Tlg,ristormampu menerima kenaikaa arus penyulutan, dialdt, sampai 2000

AQ$ .N_

l,t's 1\ \
\
Skripsi

$raa I / Luqmanul llakim

E

/ M2.96.153

Bab

Z

Teori Dssar

2l

Ketika tegangan negatif melewati terminal gerbang dan katoda, rtrus gerbang
iu mulai naik. Saat arus gerbang mencapai

I
I I

nilai maksimumnya, I6q, arus anoda ( Ia )

akan turun, dan VAK mulai naik. Waktu jatuh arus anoda terjadi dengan tiba+iba" kurang dari

t

I prs. Kennrdian

{

arus anoda berubah secara perlahan dan disebut sebagai

arus ekor. Arus ekor ini dapat menyebabkanretriggering pada GTO.

)

Perbandingan &ru$ anoda (I,r), sebelum padanq terhadap arus gerbang negatif

(Icn) yang dibutuhkau untuk pemadaman adalah rendah, biasanya antara 3 sampai 5.
Rasio perbandingan ini disebut penguatan ( perolehan

) turn<ff
1000

alau turn-aff gain.

Sebagai contoh, sebuah

GTO Tltyristor 2500

V/

A

kira-kira

akan

membutuhkan arus gerbang puncak negatif, Icn, sebesar 250 A untuk pemadaman artinya rasio perbandingan antara Ie dan

Icr

sebesar

4. Berdasarkan hal tersebut,

selama kondisi padam, baik tegangan maupun arus masih dalam keadaan tinggi. Oleh

karena itu, rugi-rugi pensaklaran pada GTA Thyristor rclatif lebih besar sehingga
pemakaiannya dibatasi pada atau di bawah frekuensi pensaklaran

I

kHz. Rugi-rugi

daya pada rangkaian kendali gerbang juga relatif lebih besar dibanding rlryristor
konvensional, tetapi rugi-rugi rangkaian komutasi pada thyristor konvensional lebih

besar daripada rugi-rugi rangkaian
bagaimanapun

twrn-of! GTO Tkyristor. Namun,

jugq karena tidak membutuhkan rangkaian komutasi
ThS,,ristor $ecara keseluruhan

fl_eW,!i*, paksa, *uf.uf 6--ru fisiknya\{
I

walau

efisiensi

GTO

masih lebih bailq ukuran

menjadi lebih kecil, dan harganya masih lebih murah dibanding thyristur
konvensional untuk rating yang

sama

)

,Sftnpsi Strda I / Luqmunnl

Hakin E / A62.96'153

Bab 2. Teori Damr

22

2.2.2 Karnkteristik Turn-Off

dnn Efek $ampingnya

Meskipun GTO Thyristor memiliki kemampuan untuk padam dengan
menggunakan pulsa arus gerbang negatif, tetapi proses

ftrn-off ini kadang kala

menjadi "proses yang tidak diinginkan' karena ada efek sampingnya. Gelombang
tegangan dan arus selama turn-off ditur$ukkan oleh gambar 2-13.

\. Aru* Snubber ( Is

\r

)

Gambar 2-13 : Karskteristik GTO Tlyristor Selama Tum-Off

Turn-off diawali dengan pulsa arus gerbang

( I* ) negatif pada t = 0.

Ketertatasan rata-rata kenaikan pulsa gerbang disebabkan oleh induktansi saluran dan keterbatasan pensaklaran alat semikonduktor yang digunakan pada rangkaian'

Arus beban dapat dianggap konstan selama masa turn-off katerta lebarnya waktu
konstan. Selama waktu jenuh

( ts ), GTO Th),ristor

mempertahankan aliran arus

anoda dengan tegangan jatuh yang kecil yang sebanding dengan jatuh konduksi, Setelah

ts, GTO Thyristor mulai memblokir arus anoda. Pada saat yang

$ama,

gerbang mulai turun. Rata-rata .iunction gerbang-katoda mulai pulih kernbali dan arus penurunan arus anoda sedikit besar ( >300 Alpts ). Karena arus beban konstan, arus

,Slerupri

S*da I / L*qmanul Hukim

E

/ ffi2.96.153

Bub 2. Teori Dasar

23

yang melalui snubber dipaksa untuk membesar. Akibatnya, muncul tegangan qpf&e

yang memotong karakteristik

AfO fklrislor,

nilainya tergantung pada strqt inductance dan karena ia

fttnan dioda.

menyebabkan pelepasan daya pada daerah lokal GTO ThyTistor. Hal

ini

dapat

dicapai dengan memakai fast-tum-on dioda dan meletakkan snubber sedekat
mungkin dengan GTO Tlryristor untuk meminimalkan induktansi bocar. Selama tr,
tegangan anoda naik dan arus anoda turun. Pelepasan daya yang besar timbul selama

periode ini. Kapasitor snubber akan membatasi daya
tegangan anoda. Setelah
13.,

ini

dengan cara membatasi

anls ekor timbul. Tegangan anoda naik pada harga rata-

rata yang telah ditentukan oleh kapasitor snubber. Arus ekor dan tegangail overshoctt

.ff

dapat dikurangi dengan memperbesar kapasitor snubber sehingga menurunkan
pelepasan daya, dengan konsekuensi

rugirugi

snubber akan meningkat.

Bentuk gelombang tegangan menunjukkan adanya tegangan sp*e selama

GTO ltryristor padam. Spike ini muncul disebabkan induktansi pada rangkaian
snubber saat aru$ anoda cwt-aff.Selain itu juga terdapat tegangan overshoot karena
ada kelebihan muatan

{ averchargir;rg ) pada kapasitor snubber. Tegangan overshoot
:

dirumuskan oleh persamaan ( 2.11 )

Fro

=

I.

L
Cs

(.2.r1)

Dimana,

I

= arus anoda sebelum padam

L : induktansi pada rangkaian anoda
Cs = kapasitansi snubber

Jika tegang at spike

( vp ) melebihi ar

u^ffia
u,fffifukn

Thyristor, ia dapat
rangkaian snubber,

rusak. Kesulitan-kesulitan tersebut, yang disebuUt

Skripsi Strrta I / Luqmanxl Hakim E

/

062.96- I 5 3

Bah 2. Teori Dasar

24

merupakan alasan ut&ma mengapa GTO l\*Tistor jaraag dipakai pada aplikasi
berdaya rendah" Karena tegangan qprfre disebabkan oleh induktansi pada rangkaian

snubber,

engan mengurangi belitan induktor
snubber.

dan induktansi residu dari komponen lain, misalnya dari kapasitor

Tegangan ryike juga tergantung pada tegangan pemulihan maju (forward recovery

voltage ) dari dioda. Seperti disebutkan di atas, dioda dengan pemulihan yang cepat dan tegangan maju yang rendah dapat mereduksi tegangan spike. Selain itv, fast recovery diodes dapat digunakan pada rangkaian dengan frekuensi yang tinggi dar

dapat mengatasi w*s forward yang besar tanpa terjadi pemanasan lebih
Stverheuting), sehingga akan meningkatkan efisiensi
.

Sedangk

an jalan mengurangi

induktansi atau dengan memperbesar harga kapasitansi. Cara yang kedua kurang
disukai karena dapat meningkatkan rugi-rugi selama chargtng dan di'Ycharging, juga
akan menrperbesar ukuran secara fisik. Cara pert&ma, mengurangi nilai induktansi,
dapat dilakukan dengan 3 metode berikut
:

Mengurangi induktansi bocor.

qr \'

Mengurangi belitan induktor.

{/

r; Menggunakan

kabel khusus yang memiliki induktansi bocor yang rendah.

h-a-l^,

? ry.-^^

4,- iV-*r-o) t"l^

Sftnpsi

Strada

I / Luqmanutr Hakim

E

/

A62.96.153

Bab 2. Teori Dasar

25

2.2.3 Rangkaian Snubber
Peralatan semikonduktor memerlukan perlindungan saat terjadi penyulutan
dan pemadaman.

Di

saat penytrlutan dan pemadaman, kenaikan arus sesaat

( dildt )

dan kenaikan tegangan sesaat

( dv/dt ) yang terjadi, dapat merusak peralatan.

Walaupun efek kerusakannya tidak langsung terlihat, tetapi jika sering terjadi dan
dalam kurun waktu yang lama maka akan berakibat buruk.

Dalam hal penyebab kerusakan, GTO TTryristor mempunyai sebab-sebab

yang

samii
:

diantaranya

r r .

Rata-rata perubahan tegangan dan arus anoda yang melebihi batas maksimalnya.

Tegangan maju dan tegangan balik yang lebih besar daripada harga yang diijinkan.

Kombinasi kapasitor snubber dengan induktansi rangkaian yaftg
menyebabkan tegangan sptke y ang tinggi.

dapat

Untuk mengatasiny4 diperlukan rangkaian snubber. &&-,{$3*y4
rangkaian ini berfungsi untuk membatasi dildt, membatasi dv/dt selama padam, dan rnembatasi dv/dt pula untuk mencegah

retiggering selama dan setelah arn-off ( charging ap ), lalu

dengan menyimpan daya pada kumparan atau pada kapasitor

disalurkan ke tahanan. Selain itu juga, untuk mengurangi pelepasan daya pada divais
selama turn-aff.

Kapasitor snubber yang digunakan kadang kala lebih besar kapasitasnya
daripada kapasitor snubber pad:a thyrislor konvensional. Kapasitor smrbber dapat
membantu menurunkan arus ekor dan tegangarrovershoot.

.f/rripsi Strd,u I / L uqmonul Eahim

E

/

06 2,96. I 5 3

Bab 2, Teori Dasar

2,6

2,2.4

Operasi Secara Seri dan Paralel

Untuk meningkatkan kapasitas sistem, GTO Thyristor dapat dirangkai sscara
seri ( untuk tegangan tinggi ), dan s€cara paralel ( untuk arus tinggi ). Operasi secara paralel dapat lebih disempurnakan dengan reaktor penyeimbang aru$ yang terhubung

seri dengan GTO TVryristor- Sedangkan operasi seri dapat disempurnakan dengan
menghubungkan tahanan secara paralel dengan GTO Thyristor.

Gambar 2-14 : Operasi GTO T\ryristor Secara Seri *Itt Paralel

2.3

Tinjauan Singkat Komponen-Komponen Dalam bab

W.rlZ,t* Model

ctu)

2 ini

perlu juga disinggung teori dan cara kerja beberapa

komponen utama dari model yang dibuat. Hal ini cukup penting karena menyangkut

proses penyulutan dan pemadaman GTO, sehingga reaktansi kapasitor seri yang
mazuk ke dalarn saluran dapat diatur besarnya sesuai kondisi beban.

SArupsi

Strda I / Laqmanat E*kittt E / 062.96.153

Bab

L

TeoriDusar

21

2.3.1 Transirtor Unijunction ( UJT )
Unijunction Tr*tsistor

( UIf ) biasanya

digunakan untuk membangkitkan
menvulut_

srnyal penyulut untuk thyrktor,

t-ttpl kali ini UJT akau dipakai untuk

pewaktu 555 monosta*/e. Rangkaian dasar penyulutan dengan UJT diberikan pada
gambar ?-15a. UIT memiliki tiga terminal yaitu emiter ( E ), base-l ( Br), dan base-Z

1Br ).Karakteristik UJT diberikan oleh garnbar 2-15c. Ketika tegangan sumber dc ( Vs ) diberikan, kapasitor C akan diisi melalui resistor

R

karena rangkaian emiter

UIT

berada pada kondisi terbuka.

Nilai

Vs

direkomendasikan dari 10 sampai 35 V, Konstanta wakfu

rr

:

RC. Ketika tegangan

emiter vs, ]a.n$ sama dengan tegangan kapasitor vs, melrcapai tegangan puncak vp,

UJT akan on dan kapasitor akan dikosongkan melalui Rs1 dengan kecepatan yang
ditennrkan oleh konstanta

waktu rz = RurC. Nilai trz

sama dengan lebar pulsa

penyulut ts. Saat Vg berkurang ke titik lembah Vv, emiter akan kembali terbuka UJT

off

kembali dan siklus pengisian akan berulang. Bentuk gelombang VB dan

penyulutan ( Vnr ) terlihat pada gambar 2-15b.
Tegangan puncak

Vr diberikan oleh

:

Ilp =

rTltnn

* Fo(= 0,5f) x qV' *7'o(= 0,5Y)

(2 12)

dengan Vp adalah tegangan jatuh maju ruatu dioda dan

q adalah intrinsic stand'off*

ratio danUJT yang terletak

antara 0,51 sampai 0,82.

Slnipsi &rna I / Laqmanut Hakim E / M2.96-153

Bab 2. Teert Dasar

ilu'o{u t "N :'
:

13

28

Tahanan Rnr dapat ditentukan dari persamaan

R", =

lou
UV"

(2.r3)

Rxc bt* c

82
+

t
Jutt
+

UJT
BT

C\fu

Rnr

\br

T?T
(a

). Ranglraian

( b ). Bentak Gelombang

vr(*
Vy

( c ).

Karaheristik
5 (Penwlut MengganakirbprJT

Gambor

2-

I

\==--* __<_-._---'

S&npsi

Stra/,r.

I /L*qmanulfiakim E / M2'96-153

Bflb

Z

TeortDa"sar

St"l. Ud,A- | ry

29

2,3.2 Rangkaim Ilifferensial
Rangkaian differensial adalah

$ntu rangkaian elektronika yang

dirancang

sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan gelombang paku dari gelombang persegi yang m€rupakan inputnya. Pada tulisan

ini, input ranghaian diferensial

diperoleh dari pewaktu 555 monostable. Gelombang paku yang merupakan keluaran inilah yang akan digunakan untuk menyulut GTO nyala dan padam ( lihat gambar 217 ). Terdiri dari dua komponen pokok yaitu kapasitor dan tahanan geser, rangkaian

differensial diperlihatkan oleh gambar 2-16.

vin#

Gsrnbar 2-16 : Rwrykaian Dffirensial

Vout

Gsmbar

2-Ih:

Tegangan Input dan Output

$*nlsi

Sfruda

I / Laqmanut Hnhim

E

/ M2.96.153

Bob 2. Teori l)asar

30

Gelombang paku yang dihasilkan memiliki nilaitime constst t Tc = RC.

2.3.3 Pew*ktu

555 (

IC Timer

555 )

Pewaktu 555 merupakan salah satu IC yang banyak sekali digunakan di dunia

industri. Fungsi utamanya adalah

sebagai pengatur-atau pengubah lebar pulsa,

frekuensi pulsq periode puls4 serta siklus kerja pulsa terhadap fungsi waktu, sesuai

harga yang diinginkan. Pewaktu 555 dibuat dalam bentuk rangkaian terpadu
Qntegrated Llircuit = IC) dengan delapan buah kaki, yang di dalamnya terdiri dari pembagi tegangan" dua komparator, sebuah flip-flop, dan sebuah transistor NPN, seperti tampak pada gambar 2-18, Karena pembagi tegangan memiliki resistorresistor yang sama ( 5 kf,) ), komparator atas mempunyai tegangan sebesar
:

urP

=y:3

(2.t4)

Tegangan pada komparetor bawah sebesar

:

LTP

=b 3

(2.1s)

t'l67UT?

f
f1

regangan pada kaki 6, yang terhubung dengan komparator atas

( UTP ), disebut

Hfi

,^nr*,^

Jika tegang an threshatri tebihbesar daripada UTP, komparator atas akan
keluara

f
f
V, < f.T

*.nghu*ilkan

nhigh.

Kaki 2 terhubung dengan komparator bawah. Tegangan yang bekerja di kaki
Z Cisebut trigger ( penyulut ). Tegangan inilah yang drgunakan oleh pewaktu 555
untuk beroperasi monostable. Saat pewaktu tidak aktif, tegangan trigger adalah high"

f i !""4^ qv {
I

I

'e^' bl^ l! ,ru.

]

tegangan trigger lebih rendah daripada
.

LTP, komparator bawah akan

\

\n

enShasilkan keluaran &igfr

.gkrrpsi,stradc I I Luqmanul Hakim E

/

(M2.96-153

Bab 2. TeodDasar

3t

Kaki 4 berfungsi untuk ntereset tegangan keluaran kembali ke nol. Kaki

5

digunakan untuk mengatur frekuensi keluaran seat p€waktu 555 berada pada operasi

astable. Biasanya kaki 4 dan 5 ini tidak dipakai : kaki 4 dihubungkan ke
sedangkan kaki 5 dihubungkan ke bumi.

+

\trcc,

Kaki

7

Discharge

Krki

6

Threshold

Kski

5

Kontrol KBki 2
Pen],ulst

Kaki

I

Kaki 4

Bumi

Rest

Gsmbar 2-18 : Diagyam BIok Pewakt* 555

Sebagai pengatur pul$a terhadap fungsi waktu, peuiaktu 555 memiliki dua

kondisi operasi yaitu operasi monostnbts

(

satu buah kondisi stabil

)

dan astoble

(tanpa kondisi stabit). Pada operasi monastable, ia mengtrasilkan pulsa tunggal
dengan waktu tunda yang akurat dari orde mikrodetik sampai jam. Dimane lamenya

walitu tunda tersebut ditentukan oleh nilai R dan C yang terhubung ekstggral. Pada
operasi astable, akan dihasilkan bentuk getombang persegi

( rectangalen )

dengan

Skripsi &r&n I / Lugn*nul l{*him E

/

M2.96. I 53

Bab 2. Teori Dnssr

32

bermacam-macam siklus kerja ( &tty cycle ). Tegangan sumber V"" biasanya bernilai
antare 5 sampai 15 V.

tlperasi Monostable
Gambar 2-19 menunjukkan pewaktu 555 yang terhubung untuk operasi manostahl* Tegangan yang melewati kapasitor digunakan untuk tegangan threshold pada kaki

6.

Saat kaki

2 disulut, rangkaian

akan menghasilkan pulsa keluaran

berbentuk persegi pada kaki 3. Berikut adalah teori selengkapnya.

Di dalam rangkaian flip'ffop terdapat dua buah transistor NPN yang akan
bekerja saling berlawanan. Jika transistor pertama sedang

aktif berarti yang

lain

padam. Kolektor transistor pertama terhubung dengan keluaran

Q dan kolektor

transistor kedua keluarannya adalah Q'. Pada kondisi awal, anggap keluaran Q adalah

high yang akan mengaktifkan transistor dan menyadap tegangan kapasitor C yang
terhubung ke bumi. Kondisi

ini tidak akan berubah

sampai penyulut diberikan.

Dalam operasi monostable ini persamaan (2.14) dan (2.15) masih berlaku.

Saat masukat trigger hampir mencapai ,t,,fT, komparator bawah mereset

flip-flop. Q akan berubah menjadi low dantransistor menjadi ofr sehingga kapasitor
terisi muat an ( chargnrg

)

secara eksponensial. Bersamaan dengan

itu, Q' menjadi
atas

high. Ketika tegangan kapasitor sedikit lebih besar dati 2.f,"f3, komparetor

menr€t flip-flop. Keluaran Q menjadi high ken$ali dan transistor menyala lagi,
sehingga membuat kapasitor membuang muatannya

( discharging )

dengan waktu

yang lebih cepat daripada waktu pengisiannya, Pada saat yang bersamaan, Q'

kembali menjadi low dan akan tetap low sampai pulsa penyulut berikutnya
dimazukkan ke kaki 2.

S*ripsi Strctu I / Luqntanul Hakim E / A6296-1 53

Bab 2. Teori Dasar

33

Keluaran Q' akan muncul di kaki 3 dengan lebar pulsa tergantung kepada
lamanya waktu pengisian muatan kapasitor C melalui tahanan R, Makin besar lebar

juga pulsa, berarti waktu yang dibutuhkan oleh kapasitor untuk mencapai 2.V*f3
makin lama. Lebar pulsa yang dihasilkan dirumuskan sebagai
:

W =L,LR.C

(2.16)

Pada gambar 2-19 terlihat kaki 4 terhubung dengan

* v.". Hal ini berguna

pada beberapa untuk mencegah terjadinya gangguan selama operasi. Kadang kala'

5 merupakan rangkaiarq kaki 4 dihubungkan dengan bumi jika tidak terpakai' Kaki
merubah kaki khusus yang bisa digunakan untuk mengatur lebar pulsa dengan cara

bumi nilai UTP. Tapi untuk kali ini ia tidak digunakan sehingga dihubungkan ke melalui sebuah kaPasitor.

S*rW

Srrtru t I luqmanut

l{ukim

E

/

M2'96' I 53

Bab

z

reorinussr

, Wtnu- T'': lJr w ''-'q

^s/ t V"4 r

) ':: "'r^'n<L)
n "tc

(r

34

Kaki 7
Diccbargc

Kaki 6

llrashold

o,/L

I

-{

Kali3 r----r

+Vcc

Crb-*d-

Keluaraa

Klki5
Konlrol

{ a ). Twnpak Dalurn

( b ). Tarnpak Lusr

Gqrnbsr 2-19 : Operasi Monostable PewuWu 555

Operasi Astable

lebar pulsa Kalau operasi monostctllle menghasilkan pulsa tt$gg4l dengan (W) tertentu, makn pada
opera si astable akan

dihasilkan deretan pulsa dengan W dan

T yang dapat diafur. Dalam opefasi ini, pewaktu 555 membutuhkan dua eksternal
frekuensi osilasi fesistor dan sebuah eksternal kapasitor untuk menentukan besarnya
$eperti terlihat pada

ganbx 2'20.

WulHahinE/M2.96.153

Bab

2

TeoriDasar

35

,lt_JT

( a ). Tampak Dhlanr

{ b ). Tampak Luar

Garnbar 2-2A : Operasi Astoble ?ewaktu 555

@. L€\s"/ ?,.U4

'

Ul d

o)Ug3

(P, +

W)c

&.
g

?*J+s

-f =

ot6gJ CBr tlIL") c
..

.

4t"P,^^*

{. J -

F

l'{{
c
2
:

}

CFrtz F")

-^

(

I

g. fW v.,;y

):9
@ul

.-\

wh) --

Pr{Xg-r.

f

-?

'(g

Hak'im E

/

062.96. I 53

BAB

3

GTO-CSC SEBAGAI KOMPENSATOR DAYA REAKTIT

I}AN RANCANGAN MODEL

3.1

Ferke*bangan Aw*l
Kompensasi ssri, pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi

(

SUTET )

jarak menengah, sebenarnya telah diusulkan lebih dari 35 tahun yang lalu untuk
tujuan mereduksi jatuh tegangan salurarq meningkatkan pengiriman daya, maupun
meningkatkan kestabilan terhadap pelayanan beban-beban industri seperti electric

r qlAl . L^i'l*' ('' '

L**M'

r'v-

arc.firnaces. Di tahap awal perkembangannya ( akhir tahun 1960 ), kapasitor dan
induktor dipakai sebagai sumber daya reaktif dengan pola yang tetap ( perm*nently
cowtected ). Baru di tahun T966, Kirnbsrk mulai menunjukkan stabilitas transien yang dapat dicapai oleh switched capucitors yang menggunakan tlryristor sebagai

saklar" Sistem

ini

kemudian dikenal dengan nama

@

(

Thyristor-switched

Capacitors).
Ada juga yang disebut SVC
menggunakan kambinasi TSC dan TCR

tCO;+""a"

1"t-t"
)

'rta'"f,

( Stotic Var Campensatars ). Pola SVC
(
TIy.Tistor-Controlled Reactor
sehingga

mampu mencatu atau menyerap daya reaktif ke atau dari sistem arus bolak-balik.
Tetapi

cara

ini memerlukan peralatan-peralatan tambahan yang cukup

banyak ( transformator, kapasitor, reakfor, thyr"i#or ) sehingga butuh biaya besar. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi di bidang elektronika dayq bermunculanlah jenis-j enis tkyristor baru yang memiliki rating tegangan, aru$, dan

daya yang lebih tinggi. Salah satunya adalah GTO Tlryristor dengan keunggulan utamanyq yaitu mampu dipadamkan sebaik prose$ penyalaannya melalui pengaturan

36

Buh 3.6?O-C,fC,Selagai Kompensator Daya ReaMif

fun

Reslisasi Model

3t

sinyal gerbang tanpa rangkaian bantu untuk melakukan forced-commatatioft seperti
padar .\

thyristar konvensiona$ GTA switch inilah yang dipakai untuk mengatur

.- -;&+'-.!ek-=

kompensasi seri dengan pensaklaran kapasitor seri on dan off

( lihat gambar 3-l

).

Pada 1980-an, GTO mengalami perkembangan yang cukup dramatis dalam hal
peningkatan rating tegangan dan arus.

Kapasitor Seri

Reaktor
Pembatas

Resistor Non-Linear Celah Percikan

Gambar

3-l : GTA Sebagai

Saklar Berkecepatan Tinggg

Aplikasi GTO pun telah merambah ke berbagai bidang. Selain untuk
transmisi tenaga listrik, GTO juga dipakai pada transportasi listrik, kendali motor

listrik, sampai kepada teknologi penyimpanan energi listrik ( BEST = Battery-Enerq$
Storage

).

Oleh karenanya, pada tahun 1983 EPzu

( Electric

Power Research

Institute

)

berinisiatif melakukan riset untuk membulctikan keunggulan GTO

Thyristor dibandingkan dengan tlrytstor. kowensional. D

Skripsi Str6a I / Luqmanul Haktm E

/

062.96-153

Bab 3, GTO-CSC Seb*gai Kampensator Dqra Reaktif dan Reolisasi Madel

38

pengurangan jumlah perangkat yang harus dipasang dan dirawat, mengurangi luas
area yang dibutuhkan, memperkecil ukuran peralatan, dan lain-lain.

\=\ \sJ J

x*lt

3,2 .

Perangkat dan Rangkaian l)asar
Rangkaian dasar GTO-CSC, pada gambar 3-2, terdiri dari kapasitor seri dan

sepasang GTO,w,itc& yang terhubung anti-paralel.

Untuk memasukkan kapasitor ke

dalam rangkaian, GTO harus dipadamkan dan untuk melepasnya keluar dari
rangkaian GTO harus dinyalakan sebelum tegangan kapasitor menjadi nol dengan

tujuan menghindari arus surja.

Selrjr_rgga kebeJadaan kappsitQr

di dalam rar_rgkaian

dapat dipastikan dengan lebih cermat, yaitu setiap

tlr

perioda. _Ketika GTO

dinyalakan, kompensasi yang terjadi mendekati nol karena kapasitor di-bypassed dan

GTO akan melepas kapasitor secepat seperri ia memasukkannya kembali, dan ketika

GTO dipadamkan kapasitor akan mengompensasi sebagian induktansi saluran. Jika
GTO.rlr,flclr telah padam dengan sempurna" kapasitor akan berada di dalam saluran
secara utuh yang berarti kompensasi maksimum telah tercapai, Dengan mengubah

sudut penyulutan

(

sudut penyisipan

)

GTO berarti mengubah sudut fasa dimana

GTO tersebut menghubung, dan dengan demikian besarnya kompensasi dapat diarur.

Telah disebutkan di atas, bahwa proses bypassing dan reinsertirE kapasitor

dilakukan setiap % perioda. Dengan cara inilah kita dapat menanggapi kebutuhan
beban yang berfluktuasi dalam interval 7: periada tersebut. GTO-CSC juga lebih fleksibel, berkesinambungan, dan cepat dalam menyalurkan besarnya daya karena ia

berprinsip mengurangi impedansi saluran. Dimana besarnya impedansi saluran berbanding terbalik dengan besarnya daya maksimum yang dapat disalurkan'
Kelebihan lainnya bahwa kompensator ini mempunyai kemampuan untuk mengatur
perubahan secara kontinu dan lebih halus.

,lftripsi Strda I I Lagmunul Hakim E / A62,96.153

Bah 3. GTO-CSC Sebagai Kompensrtor Daya ReaMif dan Realisasi Model

39

VUN@P-'{L

Kapasitor Seri

Gambar 3-2 : Rangkaiatr Dasar GTO-CSC & Rangkaian Snubberrrya

3.3

Rangkaian Snubber
Secara normal, penggunaan GTO Thyristor biasanya dilengkapi dengan

rangkaian snubber yang fungsinya telah dijelaskan dalam bab 2. Jadi segala sesuatu

tentang sifat-sifat GTA Wryrr,rlar juga harus mencakup pengaruh dari rangkaian
snubber. Pada umumnya, rangkaian snubber dapat dibagi atas 3 kategori utama
11.
:

Tum-on snubber

:

untuk meminimalkan arus lebih saa! turn-on.

21. Turn-off snubber

: untuk meminimalkan tegangan lebih selama tarn'otf.
snubber : untuk menghasilkan bentuk gelombang pensaklaran
tegangan dan arus

3/.$rres,s reduction

(

dalam waktu yang bersamaan )

agar tidak tedalu besar.

Rangkaian kompensator yang mencakup GTO snubber diperlihatkan dalarn

. Fi*i

-3-?,

Terdiri dari kombinasi seri resistor dan dioda yang diparalel dengan kecil daripada harga

sebuah induktor. Kenaikan arus anoda harus drjaga agar lebih

Shripsi Str6a I / Luqmcnat Hahim E

/

062.96-1

53

Bab 3. GTO-CSC Sebagai Kompensatar Daya Realaif dan Reslisusi Modd

rt0

maksimum yang diberikan dalam spesifikasi GTO. Oleh karena itu, rangkaian turn-

on snubber yang tepat amat dibutubkan, sedangkan rangkaian turn-off srrubber tidak
dibutuhkan karena kapasitor seri akan membatasi dvldt. Dengan kata lain, snubber

ini membutuhkan Ls ( induktansi liar ) tapi tidak memerlukan

CE

$apasitor snubber)

Induktor yang dirangkai seri dengan GTO membatasi penggantian arus GTO
selarna turn-ofi transien sehingga meningkatkan kehandalan modul. Saat arus GTO

taik, snti4irectional dioda akan menahan jalur resistor dari proses penyaluran arus.

Jadi, tidak ada rugi-rugi resistif yang disengaja selama on'st&te. Ketika GTO
dipadamkan, arus di dalam cabang induktor tidak dapat berubah secara cepat, tetapi harus dibuang ( discharged ). Cabang dioda-resistor yang diparalel dengan induktor

itulah yang menyediakan tempat pembuangan {discharging } bagi arus induktor.

Rangkaian snubber pada gambar 3-Z tersebut mempunyai keuntungan
dibandingkan dengan rancangan snubber yang lain
:

yang aman.

diinginkan yang timbul karena proses bypassing. Anrs induktor merupakan
penjumlahan arus dioda dan arus GTO.

3.4

Prinsip Kerja Untuk menganalisa prinsip UJtt, A@ryang ditunjukkan oleh
gamb

w

3-2,

dapat diasumsikan

:

Skripsi Strda I

/ Luqmanul H*kim

E

/

062.96' I S 3

Bsb 3. GTA-CSC Sehagai Kotttpensdor Daya RenMif

fun Redisasi Modd

4I

{

$ompensatot\eti digunakan untuk mengompen$a$i Z*"no*.
Besarnya iu*u$ saluras selalu koqstan, tidak dipengaruhi oleh operasi kompensasi,
daa dapat dibuat rangkaian ekivalen sepetti ditunjukkan oleh gambar 3-3.

--&ff'

fi;M

v"o:t?:Bus

I

{Sumber)

{ a }. Diasraw Sstu Garis

(

e

). GTO ON-Swe

Gornbar 3-3 : Rangkaian Ekivalen sslurffi, Transmisi Dmgan GTO-CSL:

,S*rrpsi

fu*a

I I Laqmanul $shim E / 062.96.153

Bab 3, GTO-CSC Scbrgai Kompenwtor Daya

Realdildsn Reclisasi

Model

42

^tlt a^ vnZ"'

tc

Wds-

Aliran daya pada sistem ini bergerak dari kiri ( sumber ) ke kanan ( beban ).

Off-stne terjadi saat GTO dipadamkan dan berarti kapasitor terhubung ke dalam
rangkaian. Pemadaman GTO switch dapat menyebabkan tegangan transien.

On-stste

( bypast state ) terjadi saat GTO ,switch dinyalakan
(
bjpassed

dan berarti

kapasitor dihubung-singkat

). GTO dinyalakan

saat tegengan kapasitor

menuju nol ( setelum nol ) untuk menghindari timbulnya tegangan transien maupun
arus transien. Persamaan (3.1) menyatakan besarnya arus saluran pada suatu harga waktu

t

tertentu yang berjalan merulrut gelombang sinusoidal

:

I(t1= Ji.Ia.sin(r't -

$1

(3

1)

sedangkan tegangan kapasitor pada suatu harga waktu t tertentu yang berjalan secara

cosinusoidal dinyatakan oleh persamaan {3.2)

:

Vc{t} = I(tJx Xc

=

t'!'t"o' -lt

#Uos(rrrr

-

i)

-cos(c

- /))

{3"2)

Dari persamaan (3.2), terlihat tegengan kapasitor seri ( Vs ) berbanding lurus dengan

reaktansi kapasitif dari kapasitor
kapasitansinya

(

Xc.

)

dan berbanding terbalik

dengan

( C ). Karena arus saluran

diasumsikan tetap, tidak berubah selama

berlangsungnya proses kompensasi

,

maka dengan memperbesar Vc nilai Xs juga
akan

akan membesar dan kapasitansi

C akan mengecil. Kalau sebaliknya, Xc

mengecil dan kapasitansi C seolah-olah membesar walaupun secar& fisik dimensi dari kapasitor tersebut tidak berubah. Xc inilah yang akan mengompensasi reaktansi

Shriptffit

rii

I / Luqmanul Hakim E / A62.96-153

E

eiv

-*V\ v r$r\4?

\c-f"{itb^ ,

vtth

repl-' t^*.. r a'{"drf
\^,€"&}n

(t

70) *, X'. o

i

U.

y'5 = wror 2'

v W6{ ry

J*\ Vc 4}x, Vc W

9"' 4t^/

ry W H'i"h' e.

Bab 3. GTQ-CSC Sebagai Kompensator

llq'a RetHif dan Realisasi Madel

43

i
\
\

induktif rangkaian. Nilai Vc diatur bukan dengan mengubah bEsarnya arus saluran
tetapi dengan mengatur lamanya waktu arus saluran tersebut dialirkan

1{ yang mengalir, U\J'V

\

t

ke dalam kapasitor.

Nilai RMS V.(t) dinyatakan oleh

:

l'cntts =

|i,rror*r'n,

(3 3)

dengan cr s cot < { 6 + o ), dimana

:

Io:
C
S

nilai RMS arus saluran

:
:

nilai kapasitansi kapasitor seri
beda sudut fasa antar& tegangan dan arus saluran

ai:2af

*

f=frekuensisistem

o: 9+d :batas awal Cseri AKTIF ( GTO OFF ) 1'
o:
lebar sudut selama GTO OFF-Cseri AKTIF lebar sudut selama GTO ON-Cseri NON AKTIF

6: n - o:

T:tAperioda "

:

(|)

ff. :0,01 detik

= 1,4.- fo 2. 2., i4 "

Untuk menjabarkan proses kompensasi yang dilakukan GTO-CSC, di bawah

ini

tersedia gambar 3-4 yang menampilkan kurva tegAngan, arus saluran' dan

tegangan kapasitor seri selama kompeasasi penuh terjadi. Artinya, GTO dipadamkan

selama

1/z

perioda penuh

(o

:

180o

:

0,01 detik

) 5:{

ialuran

laggzg sebTar

sudut 0 terhadap tegangan dan Vc lagging 90o terhadap arus yang mengisinya'

.Sftnpsi Strda I / Luqmanul

l{akim

E

/

062.96.153

Bilb 3. GT&{SC Sebugai Konryensutor Dry* ReaHilfun Realisasi Modd

44

l{t) = 2o's lo sin { r* t -{, }

Tegangan VC(t) lagging 90o terhadap arus yang nnngisi Kapasitor

vc(t) = 1/c x intg o!" l(t) dt

Ganrber 3-4 : Kompensasi Penuh Saat GTO OFF Selarna ISA,

Sedangkan gambar

3-5 memperlihatkan kurva hasil simulasi

jilf -CI9.

dipada$kanfelama kurang dari l80o ( o
dapat dilihat pada tabel di sub bab 3.6-

< 180' )r-Hasil

simulasi perhitungannya

S*rfu* 5116$ I /L*qmanul Hokim

E

/

(M2'96-ISJ

Bab 3. GTO-CSC Seb*g*i KmftWnsstar Dayt Re&tif

fun

Reslisasi Model

45

n*"(g^\, F"*" afu i'q-\)
sumbu awal sinu$ tegangan

W ". tg Wln
.-

alsinus arus beban teqeser lag r! terhadap tegangan
-.ir } + [ V"*"x cos ( ct - $ )] $swsrktru tTfsrnr")*nt*k get. Tcga*gan vc **gatif V.,r*r, x

**$

{{'r,t

*

6t

l{t) = 2s'r to sin { ,:,.r t -S }

I

i

i

E

penggeser Vc bernilai negatif

b(t) = - V",r*, x cos (CIt - S) unS .0 dan o = n, Vc(t) asli

- V",r,r"x cos {c+t - $ ) + [ Vr,*, X ces { & - {' }] sewaktu nren&entuk get. Tegangan Vc positif

ngan VC(t) yang diatur obh GTO hg g0oterhadap arus yang mengbi Kapasitor

Gambar 3-5 : Kompensasi saat GTO OFF Selama Karang Dari ISAo

3.5

RepresentasiSaluranTransmisi
Untuk membuktikan teori tentang GTO-CSC yang telah dijelaskan pada bab-

bab terdahulu, maka akan dibuat qqbq4h- qq44 salgtglllansmisi satu fasa yang
dilengkapi dengan GTO-CSC. Namun sebelum masuk ke rangkaian dasar dari model saluran transmisi yang dibuat, akan dibahas dahulu tentang diagram pengganti
saluran transmisi itu sendiri untuk lebih memudahkan perhitungan dan perancangan'

Skripsi Str&a I / Luqmanal Nakim E / 062.96. I 53

Bab 3. GTO-CSC Sebagri Kompensator Daya ReaHif dan Rea&sasi Model

46

Representasi saluran transmisi dapat diklasitikasikan berdasarkan jaraknyq

yaitu:

* :+ +

Kawat p€ndek Kawat menengah Kawat panjang

:<80km.
: 80-250 km.
: > 250 km.

Sebenarnya klasifikasi tersebut sangat kabur dan sangat , ,-

;.. ...,.

relatif Klasifikasi

saluran

transmisi harus didasarkan pula atas besar-kecilnya kapasitansi antar fasa atau
kapasitansi lbsa ke tanah. Bita kapasitansinya kecil, maka arus bocor ke tanah kecil

terhadap arus beban sehingga kapasitansi ke tanah dapat diabaikan. Itulah yang disebut kawat pendek ( gambar 3-6 ). Bila kapasitansi sudah mulai besar, sehiagga

tidak dapat diabaikan, tetapi belum begitu besar sekali sehingga masih dapat
dianggap sebagai kapasitan3i tefpusat (lumped

capacitance\, maka dinamakan

kawat menengah ( gambar 3-7 ) yang bisa direpresentasikan dalam nominal T atau n.

Bila kapasitansi tersebut besar sekali sehingga tidak mungkin lagi dianggap sebagai
kapasitansi terpusat, maka harus dianggap terbagi rata sepanjang saluran. Inilah yaag disebut kawat panjang ( gambar 3-8 )"

wtu"^^y!!fi

ke"lh'd t'Lt*o

a

'

,9*ripsi Strtta I / Luqmanul Ha*im E / 062.96,153

Bab 3. 6TO-CSC Seb*gai Xunpensator Dry* ReaHif dan Realisasi Modd

47

Zsaluran
1

I

r
Gambar

ji-6
: Representssi Kawat Pendek

zB*b"o

|
ls
t
I I

I l'----_-.'l\.:---_-'

L:::

____

'T' I
j
1

(a

). Noninal T

( b ). Nominnl n

Gsnbar 3-T : Represertlasi Kawat Menengah

Ltx ,

*rx

t
I

1
l

i'
.rC*.---+

*"
i"
rax
ax

YAX

Vx

I

.--*--{rrr--4F

r

= 63gi6 kecit dari kaqat transmisi yang.iarakm'a x dari ujung terima

Gambor 3-8 : Representasi Kuwqt Paniang

Sfipst

Strarla

I ll*qwtanul Hakim

E

/

{M2.96.15s

Bsb 3. GTO-CS€ Sebagai Kompensator D*ya Reatetif dan Renlisnsi Model
r

.tg

Ada juga klasifikasi berdasarkan tegangan kerja. Makin tinggi tegangan kerja,

kemungkinan timbulnya korona juga makin besar. Korona

ini akan

memperbesar

W
I

kapasitansi sehingga akan memperbesar arus bocornya pula. Jadi walaupun panjang saluran hanya 60 km misalnya,

tapi memiliki

t€gangan kerja sangat tinggi maka

kapasitansinya relatif besar dan tidak mungkin diabaikan.

Dari

penjelasan

di

atas, dapat diambil kesirqpulafr bahwa untuk

merealisasikan model saluran transmisi tersebut cuku.p digunakan representasi kawat pendek ( gambar 3-6 ). Tujuan pemilihan tersebut, agar lebih mempermudah dalam
perencangan dan perhituflgannya.

)u 3.6
Realisasi Model dnn Perhitungsnnya

ff[Au U*P i zo

Rangkaian ekivalen dari model saluran transmisi yang dibuat diperlihatkan
oleh gambar 3-9 berikut
:

Vs:2?QV
50 ilz

Gembar 3-9 : Rmgkaionh'Iulel Saluran TTansmisi

Sedangkan rangkaian GTO-CSC telah ditunjukkan oleh gambar 3-2.

S*rApi Strato I lLuqmanul Haleim

E

/

062"96.153

Bab 3. GTO-CSC Sebagai Kwrymsator Daya

RuHif dm

Realisasi

Modd

49

Wrf trjt*"t"r .fttt'^i'*,a* fi^^ rW[t tsatl/i,t}r11;^
K
Tegangan kirim ( Vs : sending vokage ) yang dipakai adalah tegangan jala-

jala PLN sebe$ar 2?0 V*o I 50 Ftu. Saluraa diumpamakan sebagai kawat{ACSR)24z
mmz

( Aluminium Cowluctor Steel Reinforced ), karena jenis inilah yang banyak

digunakan di Indonesia oleh PLN. Kawat ACSR-242
sebagai berikut
:

mt* memiliki nilai impedansi

R sal
Xr- sal

0,1342 O I km.

jA,2971Q /km.

Dianggap panjang saluren sejauh 50 km. Berarti,

Z

sal =

(0,1342 + jO,297L)x50

(6,71+

jl4,855)ft

+

L sal:

47,3

t*I

(16,3 i_ 65,69")

o

l.

Beban

resistif-induktif

tZt=

(200+J100) =(223,6

L 26,56")O

Berarti, Ruuu*
2. Beban induktif murni

r:200

f,t dan Lb*bo r = 3I8,5 mH'

:22= (jt};

= {10

L 90")Q
0 dan Lt*oo

Berarti, Rl.uo

ri:

u:

31,85

n*I.

$t"rdd7V t'uqmonul Hakim E / (N2-96. I s 3

O

f K.r-,^

[*"1

l- -

(rr, $

t \ro%

rcA

% Cta'e,,t I-et llJ

Bab 3. GTO-CSC Sebegai Kotnpensator Daya Realdif

&n

Rearlisssi

ilIodet

5r)

Derajat kompensasi yang ingin dicapai sebesar 15,51 % untuk beban resistif-

iaduktif den7I,7l % untuk beban induktif murni. $-rv- t1''t1$'.v"1at t
J€i-t
t

= 0,1551

| \::":i -{ =o.7t7t lxLsat+.Wu*:ry
Xcseri = -Q,7l7Lx y(14,855 + 10)
= (_j17,82)o

Xcseri = -0,155 I x 7(14,855 + 100) =

(*j17,82)f)

=Ztrf -i xCseri
C

_
= 180#F.

-j
Znf x(lseri
(1,8 x

seri -

(1,8 x

104)f

C seri =

l0-a)F = l80pF

.

Berarti, kapasitor bankyangdipakai untuk simulasi ini"sebesar 1S0 pF.

-/ \--//

6)

Hasil-hasil perhitungan yang didapat pada saat sebelum kompensasi ( o = 0o ,
S

:

l$0o ) dan setelah dikompensasi penuh ( o = 180

",

S

: 0" ) terlihat padatabel 3-

l. Gambar 3-10 menunjukkan profil tegangan
Sedangkan hasil perhitungan untuk berbagai

terima dan cos $ sistem dari tabei 3-1.

nilai o dan 6 antar& 0o

180" (0

-

10

ms) padabeban resistif-induktif maupun beban induktif murni terlihat pada tabel 3-2
pada dan 3-3. Rumus-rumus yang digunakan dalam perhitungan di tabel 3-1 terdapat

halaman lampiran. Tabel 3-2 dan 3-3 didapat dari analisa dan perhitungan yang
menggunakan perangkat lunak MATHCAD (lihat bab 5)'

Sfutpst Strna I /Luqnanul Hakim E

/ M2.96.153

.
C,'l

(^,/rl-

VAL

ft '2\
=
0 a
c)
{,}

Iv"

-t)
L
00

.

J:J-J
tA je,*4

.,. 1 -\:\*t't
4::

C\

e

r-i

q a

I---

"\?
1)

ul '-

a

a
L

U
Ir c)
r+

U
a;r

a

J
t{
a.l

crj

{J

t x

,.i
co

o
C)

&

0\

\o
YA{

,t*n

tFs

-z+
.Y .J
te
,,1.

!?

t* co

a.l
<>

a{
0)

cq

f'l a'l
la'r

ti

t\

Ts?
-r-,])

,s ,tl-

t-r

."n
()
c.i

t--

C) r-'l ,.o

0c

€l

!f,
[rrJ

;l € tol Fi J
;l
bl *1
a1

sl

t-oo

rr v:
a.l

an

:l Qn *l L!r

?l
rol
r-1

{ 'd
'^ 00 r'i

-,

I

+
\)

.'i
.+

(

Za
w

)
"4,

*l
{J}

;

T

"d
t
'!

E
.+
h

*l
"t \n

ill bl

j

,.t: i:

::ilfi

l:tt
ca ,El
L iJ \v

.;:::.

.u
'FRI .:+\
! q
.J'

*
H
a)

!

hi

s.

z)
Frl

r.i

q

d

::j.i

.t
"i a1 { i-'

()
6\,

<l
rnl

u
6
trr

A

l!i

ii,;
'{
e.t

=

z
rd

'6
U}

n a.l
I

a
tn

.n

s
q i.
ra

! .J)

"q

q
.f

.i"

\<

a
\l

t) €
ot

z
frl

{)

{l q ^i

.l-,
i:J

)L-,-t'

."J
:}
e j\

t

f,n

od co

|/i

\'\
9)

t
t

trl
]'

#
i1 r-1
j:i :ii

': ':, -i

z
{)

nl

e g

z

bi t\.l
L n)

{t

a..l

..t
;r j -fi ;l;j

U

]'_l"g€
l ll

h'

la
Fl
F4

tl.'t
I

r.i
6l

'.k T

"J

.+.F

/f\

riJ
*5-:

{ E: ;J, \
=<,

oo
{a-.1

tr, it:
Ff7)

..i

i!

frl

n) F4

*.
r-" ."l
F.I co

ta &
{f) .T |.I t
(J

oo

*

s

\ s-; +rr3+; tr
Y

-g rrl -nf$ J-<l

e"E r

i
rll

a-)
G}

,ri
a!

-i':- \+ -+r -i' ,*,ti * :, Ji ri -i{ \., J 'l-l " -+,,
1i

+i"
.'*
!l

1

p! z
^! .-J t

't'

)e, u
vl

.g 6.:, ,l rt,v/

qJ -S

F
f-J

.:-J-i

'i

iL

'{
-)
L
.J

I
l-_

V)

t
U)

\o .+ *.t

t\I

ra;

': U .+
I

\J \ *t "Gd" -J

-t -r

{
:r(1

le

o
ctj

!I

ai

rn

6

z
0
{,)

\"Y q
'{:
lar (..l
I

+-*

#+
""1-

\o

il
I q

a:.1

t\

g

1
()
6 "+ \o
I I

i

*
I

+.Jd e2
tr
I

* ti*

s,
.S;''+'l= v

rrl

-r
c.,

S F*
s\\

iJ/

E

5E
e\

\\\\'\ -l
oq
\a

'.

'1)

O r.i
a{

t\i

d?{ :a
!l ''6J' rr

F, c')
cq

,-q

-rJu

d t{

S,v

,:,*,x.x '* !$!vvc
F.t

N*,LLOrft

B&b 3. GTO-CSC Seb*gei

Kmtpnsator llaya RmWif fun Realisasi klodd

52

$lvv-d"

PROFIL TIGANGAN TERIMA
2s0.00 200.00
150.00
cd

.ttS 4

ffi \
/'a.J
5

^Le

--o*Sebelum
Kompensasi

b0
(B

o0
(.)

100.m
50.00 0.00

l
F)(

--r- Setelah
Kompensasi Penuh

F'

t2
Urutan Beban

( a ). Praf

il

Tegangan Terima

FROFTL COS S STSTEM
1.20 1.00

n
c rE

--o*

Sebelum

b 0.80 'a 0.60 +
tt)

otM

Kompensasi

I U

'+
\
U

Setelah

o.4o 0.20 0.00

,

Kompersasi Penuh

t2
Urutan Beban

( b). Praf l/C'os$ Sistem
Gambar 3-10 : Prof

il

Tegangan Terima dan Prof

il

Cos

$ Sistem

Skripsi Strtu I /LuqmanulHskim E /M2-96'153

Bab 3. GTO-CSC Sebrlgai Konpensdor

iluyeRwldif

fui

Realfrsati Model

53

flinz\'*"Lq

Tabel 3-2 : Hasil Perhitungan Untuk Beban Resistif-InduWif

Vs
(

I sal

Vrns)
220

{A}
0.93

t(+)
dalam

Nilai Kapasitansi Cseri = 180

tf

detik
-0,0016

c(o)
Cseri

t(a)
dalam

s(")
Cseri

t(s)
dalam

Vc
RMS

loo

Lr9,0s8o

AKTIF/
GTOOFF
0

detik

NON
AKTTF / GTO ON

detik

(v)

(o)

Xc

Cseri

Ektualen

(

r$) s

l0
20
30

0 0.0006
0.0011

180 170 160 150

0.0100 0.0094 0,0089
0"0083

40 50 60 70 80 90
100 110 120 130 140 150 160 170 180

0.0017 0.002? 0.0028
0.0033

0 0.014 0.085 0.236
0"482

0 0.015
0.091

207000

34920
12520 6140 3537

140
130 120 110 100

0,00?8 0.0072 0.0067

s-837
t.3

0.254 0.518 0.9
1.408

I

0.0039 0.0044
0-0050

0.006r
0.0056 0 0050
0.0044

t-907
2"534

2"05t
2..832

2261 1552

tl24
M7.9
ffiO.7
528.8
432.&

90
8S

0.0056 0.0061 0.0067 0.0072 0.0078
0-0083

3.49r 4.48
5.598
6"841

3.754 4.818
6.42 7.355 I 819
10"401 12.091

10

0.0s39
0.0033

60
50

40
30
2A 10

0.0028 0.0022
0-0017 0.0011

8.201

9.6]3
11.245

360.9 306 263.3
229_4

0.0089 0,0094 0.0100

t2,w7
14.645

0

0,0006 0

L6,446

13.878 15-747 17.684

zo2.l
180

Shriii Svta I / Lnqmttnul Hakim

E

/ M2'96.153

Bab 3. GTO-CSC Sebagai Kmrynsator Drya Rwlaif

&n

Realiss^;i Model

54

7U

le
Vs

\'*'(- 'rr7]

, , : Hasit perhitansen (Jntuk Bebwr Induktif Murni
*

{ Vnns}
22A

(A)
8,55

I sal

t(s)
dalam

Nilai Kapasitansi Cseri

180 FF

detik
.().0042

6',(o)
Cseri

t(oi
dalam

6("i
Cseri

t(6)
daLlm

Vc
RMS

loo

L-74,89

AKTIF/
CTOOFF
0

detik

NON

detik

(v)
0

(a)

XC

Cseri

Ekivalen

(pF)

AKTIFI
GTO ON 0 0.0006
0.0011
180 170 160

0,0100
0-0094

0
0-016

@

l0
20 30

0.0089
0_0083

40
50

0.001? 0,a022 0,0028
0-0033 0-0039

t50 t40
130 120 110 100

0.0078 0,a072
0-006?

0.134 0.?91 2.17 4.433

203000

7.693
12.039

0,092 0 254 0.518 0.9
1.408 2-051

34430
12540 6139 3538

60
1A

226r
1552

0.w61
0-m56
0.0050 0,0044 0.0039
0,0033

t7_532

80 90 100
110 120 130

0.0044
0-0050 0"00s6 0-0061 0.0067

24"2r2
32-099 41.191 5l_461

90 80

2.832 3.754
4_818

rl24 u7"9
6tr,0.7

70 60
50

62.889
75,4 88.927 103.381 118.657 134.64
151.197

6,02 7 355
8-819
10_401

528.8

432.8
360.9 306 263.3 229"4 202.1
180

0-a072
0"0078 0"0083

r40

40
30
2A
10

0.0028 0.0022
0-001? 0.0011 0 0tx)6 0

t50
16S

12.091

0.0089
0"0094

l3-8?8
15-747

170 180

0.0100

0

l7_684

Dari tabel

3-?.

dan 3-3 terlihat bahwa GTO-CSC akan lebih efektif )iA,'-l

mengompensasi saluran antara o

*

60o sampai

o:

180o. Arrinya pada lebar zudut

o

yang bernilai 10" sampai 50o, proses kompensasi yang terjadi belum tampak nyata \ gT?-CV
terhadap reaktansi induktif saluran. Gejala ini bisa diamati pada gambar

\'*#,

3-11.

)

,S*r;;rd Sban I /Luqmanxllluhim E/062'96'153

Bab 3. GTO-CSC Sebagai Xompensator Daya Rm&if

tan

Realisesi Model

55

.\
ur

s
fi

roo
T

\
-50

I

E)

ct

\

f

T

M
.t1

\ \ \

a Iti
F(

V5U

(g

/

a
bs

6t

& - 100

(J

90
Waktu-Off( dertjat )

#o
{
b

180

90
Waktu-Off ( derajat )

180

(a

).

Ftmgsi Xs Terhadap

o

).

Fungsi l'/c RMS TerhadaP

o

Gambar 3-I

I : Daerah Qfektif GTO-CSC

3.7

Resonansi Seri Fenggunaan kapasitor seri sebagai kompensator dibatasi oleh kemungkinan

terjadinya resonansi. Resonansi adalah dua besaran atau lebih yang memiliki nilai yang sama besar. Resonansi bisa juga diartikan sebagai fenomen4 efek, atau gejala

dari ikutnya suatu besaran listrik terhadap besaran lain sehingga nilai keduanya
menjadi $ama. Dalam hal ini kedua besaran tersebut adalah reattansi induktif 1 Xr- )
dan rea*Jansi kapasitif ( Xc pada rangkaian seri

) dari suatu rangkaian listrik. Jika gejala tersebut timbul

& L, C maka disebut@onansi

paralel disebu(resonansi
'\...-.--**g

paralel.--'

\-

seri.iilca terjadi pada rangkaian

-

Resonansi dapat terjadi karena induktor dan kapasitor adalah komponen yang

mampu menyimpan dan melepaskan energi sehingga dapat menimbulkan ayunan.
Sebuah rangkaian

listrik dikatakan beresonansi seri jika harga

Xr:

)k'

dan Cos $

:

I

Sftnpsi Struta I /Luqmanal lfakim E I M2.96.153

Bab 3, GTO-CSC Sebagai Kompnsrtor Dqa Renldif dan Reslisnsi Model

56

atau dalam keadaan resistid karena

ailai impedansi Z

sama deegan

nilai resistansinya

( R ). Frekuon$i yong timbul pada gejala ini disebut frekuensi resonansi (
Impedansi dari rangkaian seri R' L, C
:

i ).

z

=

R*

i(r'r- +l (rX- ) \

Saat resonansi seri

:

afl*a = o a{
ar
=

J= ---g -\cu : t'c
&t
LC

a,'*J*

' = fib =2,-.rr

.ft=J-.$ -;zn.\ L.' - z.n\ t c
I

(3 4)

Contoh perhitungen resonansi seri dapat dilihat pada contoh 5 halaman lampiran A

3.7.1 Efek Resonansi

Seri

Saat resonansi terjadi, efek yang ditimbulkan pada rangkaian adalah sama
dengan

jika dalam rangkaian tersebut tidak terdapat induktor maupun kapasitor'

Artinya

tegangan dan arus yang mengalir semata-mata hanya akan
:

dipengaruhi oleh resistor. Efek dari resonansi yang terjadi adalah sebagai berikut

i. ii.

Impedansi rangkaian akan mencapai nilai minimumaya dan sama dengan nilai
resistansi R.

Arus rangkaian akan mencapai nilai maksimumnya karena hanya dibatasi oleh
resistansi saja.

S*ripsi STtdo I /Lrqmanul Hakim E / M2.96.153

Bab 3. GTO-CSC SebagaiKuttpens&or Daya

Rml*if fun

Reali$csi Model

51

iii.

Karena arus yang mengalir dalam rengkaian begrtu besar, jatuh tegangan pada

L

dan C juga besar. Pada prakteknya, jatuh tegangan tersebut akan jauh lebih besar

daripada tegangan nominal. Namun, karena tegangan yang melalui Xr- berbeda

fasa 180o dari tegangan yang melalui )fu, maka penjumlahan dari keduany4
secara phasor, akan bernilai nol.

.

Pada

ran -'-''-

karena akan '

menimbulkan tegangan-lebih pada komponen rangkaian.

3.7.2 Kulva Rsonansi
Gambar 3-12 memperlihatkan kurva resonansi dengan nilai

I

dan lzl

dinyatakan sebagai fungsi dari frekuensi. Arus mencapai nilai maksimumnya pada
saat

fl . Iika frekuensi f di bawah fl, yang berarti Xc > X6 maka

impedansinya

kapasitif. Jika
induktif,

f lebih besar dari fr atau Xc . ffi, \l'
f,r-

maka impedansinya bersifat

*--+ f

Gsrnbar 3-12 : Kuna Reson*nsi

Skripsi

S*ua I / L*qm*nal Hakim E /

062-96.1

53

Bab 3, GTO-CSC Sebagai Kowpensatct Dayu Reafuif dan Realisqsi Modd

58

3.8

Resonansi Subsinkron Pada rangkaian daya, terjadinya resonansi seri harus dihindari. Dengan kata

lain nilai reaktansi kapasitif yang disisipkan ke dalam rangkaian, untuk tujuan
kompensasi, tidak boleh s$ma dengan kompensasinya

nilai reaktansi induktifnva atau derajat
Derajat

tidak boleh terlalu besar apalagi mencapai 100 %.

kompensasi 100% berarti

Xr,:

Xc.

yang mendekati 100% juga akan berbahaya bila
menyebabkan resonansi subsinkron. Disebut resonansi

(frekuensi resfqpsi)

, W"_l

pada saat frekuensinya

di

bawah frekuensi sinkrcn

Fenomena resonansi subsinkrgn pertama mengakibatkan kerusakan poro$ turbin-generator
selatan California. Tahun 19?1 fenomena

kali muncul pada l97O
di pembangkit Mohave,

yang

bagian
sampai

ini timbul kembali tetapi tidak

menimbulkan kerusakan karena para ahli telah belajar dari peristiwa di tahun 1970Sejak

itulah resonansi subsinkron menjadi sesuatu yang cukup diperhitungkan dalam

dunia kelistrikan. Resonansi subsinkron

ini mengakibatkan energi yang dipertukarkan
UGtr

antara

sistem transmisi listrik dan sistem mekanis turbin-generator terjadi

lada

satu atau

lebih frekuensi natural dari sistem gabungan, di
berarla di bawah frekuensi sinkroa karena harga Xs selalu lebih kecil daripada harga

Xc.

Ayunan mekanis yang terjadi akibat resonansi subsinkron

ini

dapat terus

meningkat sampai akhirnya merusak sistem mekanis. Oleh karena

itu,

dalant

pem&sangan kapasitor seri selalu diperhatikan dan dipelajari kemungkinan timbulnya

resonansi subsinkron dan strategi untuk menghindari atau memperkecil akibatnya' Contoh 2 pada halaman lampiran menunjukkan fenomena resonansi subsinkron.
I / Luqmonul Hakim E / A62.96-153

S*rrp*

Strarla

Bsb 3, GTO-CSC Sebagai Kompensalor

Dqtr Reaktif dan

Reslisast Madel

59

Beberapa cara

di

bawah

ini

merupakan metode untuk mengatasi atau
.

mencegah terjadinya reson{msi subsinkron

(a) Menggunakan relai proteksi untuk mendeteksi kondisi gangguan akibat resonansi
subsinkron dengan mentripkan sebagian salufan &teu memintas

{ bypawing

}

kapasitor seri. Deteksi dilakukan melalui sensor kecepatan rotor atau i!rus
armatur.

tr.
( static .filtrr ) untuk menghalangi
I

A
*&J
tar'.,1."f

(b) Menggunakan rangkaian penyaring khgsus

resonansi yang dipasang seri dengan generatof atau paralel dengan

'

leriadinva

kaPasttor sen.

r,L.$$F'

(d) Menggunakan static compensgt{}r yang terdiri dari resistor yang diserikan dengan thyristor yang terhubung paralel terhadap kapasitor seri. Komponen resonansi
subsinkron yang berada di dalam tegangan kapasitor dapat terdeteksi dan akan dikurangi oleh resistor sebagai tempat pembuangan muatan (diseharging).

(e) Menggunakan 4:rwmfu stabilizer yang terdiri daln fhyristor dan slrunt reactor
yang dihubungkan ke terminal generator. Kendali resonansi subsinkron dilakukan
dengan mengatur penyulutan tlryristor dan menggunakan sinyal yang didapat dari kecepatan poros generator"

3.9

Harmonisa

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa prinsip kerja GTO-CSC

adalah

pengaktifan dan pengnonaktifan GTO sehingga tegangan yang melewati kapasitor

dapat diatur dengan menghubung singkat atau menyisipkan kapasitor ke dalam
saluran per setengah perioda dalam satu periode waktu. Tegangan kapasitor akan

mengompensasi

jatuh tegangan pada induktansi saluran transmisi'
062.96-1

Metode

S*r;psi Sttda I / Lnqmanul Hakim E /

5i

Bab 3. GTO-CSC Sebagai K*mpensator Drya RwMif dnn Realira$ Model

50

kompensqii sepeni ini akan membans
dan rpeui$bulkan harmonisa. Efek harmonisa

ini dapat dixasi dengan menggunakan

filter penyerap harmonik.
Harmonisa tegangan kapasitor yang ditimbulkan oleh pensaklaran GTO
diberikan oleh persamaan (3.5) dengan menggunaknn analisa Fourier
:

Ilcn

r [ z(n+l) yco = Ji Io -at

=aVcolsin(n+l)6*

sin(n-l)f

z(n-tl -

cosdsin

n

dl
J

rr

t,

(3.6)

dimana,

n 6

= 3,5,7,---"
= waktu GTO ON dalam deraj*t

Vco = haryupuncak teg&ngan kapasitor

Shiipti S*aa I /Luqman*t

lIilkin

E

/ M2.96.153

,tu'&E

l""L "-Lf* te
BAB
4

RANGKAIAN KENDALI PEI{YULUT GTO

Seperti telah dijelaskan pada bab
rangkaian kendali penyulut GTO ada tiga

2,

komponen-komponen pokok dari

: UJT,

pewakfu 555 monostable, dar'

rangkaian differensiat. Dari rangkaian difilerensial tegangan paku yang dihasilkan
akan dihubungkan ke kaki gerbang dan kaki katoda dari GTO.

4.1

Pereneang*n Transistor Unijunctio* ( UJT ) Rangkaian UJT pada gambar 2'15a menghasilkan tegangan paku uatuk

menyulut pewaktu 555 pada kaki 2. Tetapi Jaag dibutuhkan adalah tegangaa paku

fiang sudah munsul pada 0" sepe*i
gambar 2-15b).

tampal.< pa$a gambar

4-1 {bandingkan dengan

=V

gr

Vv
oi

\br
Vp

Gsmbar 4*I : Bentuk Gelombang LIJT Yang Diinginkatt

61

Bab 4. R*ngkaian Kendali Pmyal*t GTO

62

Untuk mendapatkan gelombang sepsrti pada gambar 4-1, berikut adalah perhitungan
selengkapnya dalam merancsng rangkaian UJT.

Asumsikan UJT memiliki besaran4esaran yang telah diketahui dan beberapa
besaran lain yang ingin dicapai, antara lain #.
:

Tegangan sumber Vs

:

10 Volt, tegangan lembah Vv

:

1 Volt, arus lembah

Iv:7,5
J-L

mA.

1+.

Intrinsic stand-aff ratio, q = 0,51. Nilai kapasitor,

#.
J]
t'r .

C:0,5

pF.

Konstanta waktu rangkaian pengisi kapasitot

rt

: 0 detik.

#.

Kecepatan pengosongan kapasitor { sama besarnya dengan lebar pulsa ), t,,

{rn]

V

to mdetit.

Dari besaran-besaran di atas, dapat dihitung

:

+

Tegangan

puncai Vp = QVs * Vp

:

(0,51).(10) + 0,5

:5,5 Volt.

N'?-4 trvjt

,lu"

,9

Berarti pewaktu 555 akan menerima tegangan sulut sebesarl5,6
kaki nomor 2.

a

\/ \-./

folt

pada

+

Tahanan B'2, Rnz

_

104

q.V,
104

0,51x 10

=[k{L (' FW tuq f-.-kf ,-atyrr\^ .J
\.4 \"4rr t

")

Sl*r,ipsi Strda I / Luqmnnal Hukim E 1062.96-153

Bab 4. Rangkaian Ke*daliPmyattd GTO

63

+

Tahanan

R=l=0O. 'C

T1

Berarti kapasitor akan terisi tanpa kelambatan waktu.

+

Tahanan

Bt, Rs = !2
L
10 x

l0-3

0,5 x 10-6

=2Ak{1"

Dari hasit perhitungan tersebut di atas, maka diagram rancangatl UJT
digambarkan $eperti gembar 4-2 ( bandingkan dengaa gembar 2-15a ).

dapat

+1* V
0 ohm

lk
B2

UJT
B1
005

mikroF

Gsnbar 4-2 : Diagyam Hasil Perancattgan tlJT

srdc

I / Laqrcannl Hakim E / M2-96.153

Bab 4. Rongkaian

Xmilali Penyulat GTO

64

SAzUra! "- Q*-Jo
4.2
Perancangan Pewalrtu 555 Monostable dan Rangkaian Differensial

Untuk memudahkan perancangan pewaktu 555 monostabil, dimisalkan
komponen yang dipakai adalah jenis

" LM 555 Timer "

produksi National
:

Semiconductor Corporation. Jenis ini memiliki spesifikasi pokck sebagai berikut

a.

Tegangan Vcc antara +5 sampai +15 Volt-

b.

Kapasitor luar yang terhub*ng pada kaki 5 harus sebesar 0,01 pF'
Tegangan penyulut pada kaki 2 sebesar +5

v

untuk vcc

:

+15

v dan +1,67 V

jika menggunakan zumber Vcc: +5 V.

-

Karena tegangan puncak Vp fang dihasilkan oleh UJT sebesar +5,6

V

maka

Vsg ]ang dipakai pada pewaktu 555 ini harus bernilai +15

V.

Selanjutnya, harga

kapasitansi C yang terhubung ke kaki 6 dan 7 diasumsikan sebesar 100 pF'

Lihat grafik pada gambar 4-7. Lebar pulsa yang dihasilkan
dengan lebar sudut GTO ON { S

(W)

sama

)

atau sama dengan 180o-o. Dimana

o adalah lebar

(2.16) dan di sudut GTO OFF. Rumus menghitung W dapat dilihat pada persamaan
barvah

ini diberikan tabel 4-1 yang merupakan hasil perhitungan antara o dan E dari

GTO serta nilai W dan R yang dibutuhkan oleh monostabil 555.

S*rlpsi

iirta

I /I'uqmanul Hakin E / M2'96'153

Bah 1, Rangkaiun Kendali Penyutut GTO

65

Tabel

4-l : Hasil Perhitungan Pewaktlt

555

Monostabil flengan c.

-

raa

l$

o

(')
0
10

t(o)
dalam

6(")
Cseri AKTIF-GTO ON
180 170 160 150

t(6)
dalam

Cseri AKTIF-GTO OFF

W=l,IRC:S ( detik;
fl.O1 0.009.1

Tahanan
Geser

detik
0 0 0006 0.0011

detik
0,01

(oi

R

90.90
85-:15

20
30
,10

0.0094 0.0089
0 0083

0,0017 0.0022
0"0028 0.0033

r40
130

0.0078
0,0072

0-0089 0"0083 0-0078

80.91 75.45 70.91
65..15

50

0.0072
0-0067 0.0061

60 ?0 80 90
100 110 120

t20

0.0067
0.0061

0.0039 0.0044
0.005 0"0056

n0
r00
90 80
70

60.91 55.45

s.0056
0 0t)5 0.0044 0 0039 0.0033 0 0028

0.0056
0"005

50.9i
45,,t5

0.0044
0.0039 0.0033 0.0028

{0
35.45 30 25.45 20
15.15

0.s061
0"0067

60
_50

t30
140 150 160 170 180

0.0072 0.0078
0.0083 0"0089
0.009,1

40
30

0.0022 0.001?
0.0011 0-0006 0

0.0022
0.0017 0.0011

20

l0
5"45

l0
0

0.01

0.0006 0

0

Jadi, nilai tahanan geser (R) yang diperlukan adalah 0 sampai 90,90 Ct ( = 100

fl

). Diagram hasil perancangan monostabil 555 dapat dilihat pada

gambar 4-3

(bandingkan dengan gambar 2-19b)+15

v

0-100

It)0 mikroF

T

i

Gambar 4-3 : Diagram Hasil Perancangan Monastobil 555

S*r;pC Srrc* I / Luqmunul Hakim E / A62.96.153

Bab 4. Rangkuian Kendali Penyalut G?O

66

Kemudian, pul$a tegaogan keluaran monostabil

( Vout )

pada kaki 3, yang

berbentuk persegi dan bernilai +15 Volt, akan dijadikan tegangan masukan ( Vin ) ke rangkaian diffelensial agar berubah menjadi gelombang paku untuk menl'ulut GTO

nyala dan padam

( lihat gambar 4-7 ). Dengan kata lain, diasumsikan

GTO

membutuhkan pulsa sulut sebesal +15 Volt untuk menyalakan dan -15 Volt untuk
memadamkan.

Karena GTO membutuhkan pulsa sulut yang cepat tetapi cukup lama

( orde

pdetik ) agar kondisinya benar-benar menghantar, mak& dibutuhkan juga lebar pulsa

sulut yang tepat. Lebar pulsa sulut bagi GTO menunjukkan lamanya waktu GTO
tersebut diberikan tegangan sulut pada kaki gerbangnya ( pada sub bab 2.3'2 disebut
sebagai Tc = R atau Tc

x C ). Dianggap GTO akan menerima pulsa sulut selama 15 prdetik

:

15 pdetik dengan nilai C

:

5 pF. Sehingga R yang dibutuhkan sebesar 3

fl

( lihat gambar 4-4 ).

vin#

5 mikroF

Gerbang

3 ohm

Gurnbwr 4-4 : Diapyam Hasil Perancaftgsn Ratgkaian

Dffirensial

Berikut ini diperlihatkan gambar 4-5, 4-6, dan 4-7 sebagai penegas dari
segala penjelasan yang telah diberikan di atas'

S**po Sr.rrtr I /Luqmnnul lIakbn E /

(i62"96,153

Beb 4. Rangk*ian Kenilali Peny*t*t GTO

67

#^e

\"'/' t 30
Vgerbang

ffi
UJT

^'"-{s'
MONOSTABIL

555

RANGK.DIFFERENSIAL

GTO

Gamb{n 4-5 : Diagrarn BIok Ranglrcian Kendsli Percplut GTO

2k
0 - 100 ohm

B2

UJT
B1

100 mikroF

0,01 mikroF
0,5 mikroF

5 mikroF

Ke Gerbang GTO Ke Katoda GTO

Gambor 4-6 : Rangkaian Kendati Penyulut GTO Secara Keseh*uhan

S*rtpsi S*,na I / Luqmunul Hekim E / ()62-96. I 53

Bab 4. Rangkaian Kendali Penyxlut GTO

y1M4lr.{.s 0b

68

140
5,6 V

tlo
RslxC:10ms

RxC:O

tv
0

2tr

t (dtk)

Er
5,6 V

0

t (dtk)

vout t35

t (dtk)
Vout

r (drk)

Vcseri saat
'-l

_i-"*--.

OFF

I
I

Lebar GTO-ol

180

t (derajat)

oNi

i

:.0*

oro-o or:i

Gambsr 4-7 : Grafik Rangkaian Kerulsti Penyulul GTO Secara Keseluruhsn

S*r;psi Straa I

llugnanal Hakim

E

/

062.96'153

Bsb 4. Rffigkai.en

KsMi P*ynl*c GTO

69

Karena ada dua GTO, rnakn dipertukan dua buah rengkaian kendali penyulut

y*q y*.

Artrnya harus ada dua rangkaian UfT, dua rangkaian terpadu maaostabil

555, dan dua rangkaian differensial yang memiliki rancang&n komponen yang tepat
sama di antera ked*anya.

S*rAr* $lrau I /Luqnanul H&kim E / M2.96.153

BAB

5

HASIL ANALISA

Pada bab

ini akan ditunjukkan hasil analisa perhitungan dalam bentuk grafik-

grafik yang merupakan unjuk kerja GTO-CSC sebagai kompensator daya reaktif.
Analisa dilakukan dengan memasukkan persamaan-persamaan matematika ke dalam

perangkat lunak sebagai alat bantu. Perangkat lunak yang digunakan adalah MATHCAD.

{0Oto

&

Sekali lagi perlu ditegaskan" bahwa sudut

u perlu ditambahkan karena ia

yang muncul sesuai

fl C*".i aktif { masuk ke dalam rangkaian ) agar grafik (o 't}a-dengan teori yang berlaku, yaitu saat arus saluran minimum ET

Vc**,i

sedang mencapai

nilai maksimum. Sebaliknya kalau arus
0 Uotts

salurannya

maksimum, Vc,*.i sedang mencapai nilai

minimumnytQfi.

Dengan kata lain, Vc,"ri

tertinggal 90o terhaclap arus salurar yang mengisi C**,i ( lihat kembali gambar 3-5 ).

5.1

Hasil Analisa Unttk Beban Resistif'Induktif
Untuk beban ini, yaitu ( 200+j100 ) C), akan dicoba analisa dengan sudut o =

60o, 90o, dan 180"" Hasil analisanya tertera pada gambar 5-3, 5-4, dan 5-5Bandingkan dengan tabel 3-2.

Gambar 5-1 merupakan grafik sinusoidal tegangan sumber yang dinyatakan
sebagai fungsi waktu. Gambar 5-2 adalah grafik gabungan antara sumber tegangan

yang pcsitif dan anrs saluran yang negatifl Kedua gambar ini sengaja dideklarasikan

di awal progfam karena dibutuhkan untuk membentuk grafik pada gambar 5-3, 5-4,

y:;-7A

Bab 5. Hasil Analisa

11

ANALISA PROGRAM UNTUK BEBAN RASISTIF-INDUKTIF
f
r=

50 {Hz}

ar :=

2.r'f

[h'ot* h4 7r

:

Jt _

v(t):= a0'5'zzg.rio(ar-t) *-> pers. teg sumber

300 200 100

-***-100
_2m -300

v(0

0

Gambar

*l

: Tegangan Sumber

[ d:= _29.058. r80
c:=

{SDT ANTARA TEG & ARUS SALURAN DLM RADIAN)

180.10-* Io:= 0.93
titl
:= 2o'5.ro.20sin(o.t

(KAPASITANSI Cseri DLM F)
(HARGA RMS ARUS SALURAN DLM A)

- g)

(PERs ARUS SAL LAG

$

TERHSP V(t), SKALA 20x)

f(ri :=

lv{t) if v(t) > 0.0 lu,, n (r) < 0.0
I

(FUNcSl cAB ANTARA GRAFTK V(t) pos & l{t) negi

|

0
300 200 100

otherwise

f(t)

0

-100

-zffi
-300

Gambar

5-2: Perpatongan V(t) Posftif &ngan l(t) Negatit

Sfripst Stra,a I / Luqmanal Hukim E I M2.96. I 53

Bab 5. HasilAnaliss

7t

ANALISA PROGRAM UNTUK BEBAN RESISTIF-INI}UKTM
f r= 50 (Hz)
ar :=

Nz'ot^/^-( ; r,

2-r'f
:= 20'5.220."io(or-r)

?r
-*,
pers' teg sumber

v{t)

s0
200 100

*--100

v{t

0

-200
*300

Gambar

*1

: Tegangsn Srmber

d:= -29.058. '

r

(sDT ANTARA TEG & ARUS SALURAN DLM RADIAN)

180

180.10-u Io:= 0.93
c:=

(KAPASITANSI Cseri DLM F)
(HARGA RM$ ARUS SALURAN DLM A)

(t)

:= 2o's.ro.20srn{o.t

- g).

(PERS ARUS SAL

l3G STERHDP V(t), SKALA 20x}
POS

f(t) :=

lv(r) if ''

I
I

vft) > 0.0

ll(oifXt}<0'0{FUNGSIGABANTARAGRAFIKV(I)pos&l(t}nes)

(FUNGSI GAB ANTARA GRAFIK V(t)

& I(t) NEg)

l0
300

otherr,i"ise

2oo
100

f(t)

0

-100 -200 -300

Gambar

5-2: Perpotongan V(t) Posilif &ngan ft) Negatit

Sttifi

Strala

I / Laqmanul Hakim

E

I

a62,96-153

Bab 5. HasilAnalisa

72

o:=60.r
2

(LEBAR SDT SAAT GTO OFF - Cseri AKTIF)

180

o,=9+d
E:- r vclft)
vc2(t) g(t; :=

<r
zo't.

(LEBAR SDT $AAT gTO ON - Cseri NON AKTIF)

Io

'=

'(cos(r,:.t + n

ro.C

-

0)

- co{* - 0)}
4))

Io .(ca{ar.t -20'u. '= rtl.C

-

S}

- **(" -

lVcl(t) if Vcl(t) > 0.0 luort,i if vc2(t) < 0.0 lo.o

o**"

M
250

2m
150

v(t) (t)
c(t)

100

so
o

-5o
-100

-1S
-2@

-2S
*300
c.of

5

0.02 0.025 0.03
( detik)

0.035

0.04

0.045

t

Gambar

*3 : Eeban Resietf'lnduffiif Sudrf GIO Otr = 60 deraiat

Vcrms:=

(c{t)2

dt ->

Vcrms = 1.31

M
r0*3
(F)

Cec:=

Io nr.Vsrms

'

Ceq = 2.261 x

Vrms:=

Vrms = 220

M
{a)

Xceq:=

Xceq

lo

= 1.4S8

Snipst Strca I /Luqmcnulllakim

E/ M2.96-IS3

Bcb 5. HasilAnalisa

73

<r

:- 90. *E
180

{LEBAR SDT SAAT GTO OFF * Cseri AKTIF}

o,=9+6
2 6 :=

r-

o
2o
rrl

GEBAR SDT SAAT GTO ON - Cseri NON AKTIF)

vcl(t)
vc2it)

'=

t. Io .(cos(a:'t + r *
.C

S)

- "*(" - O))

Io .(cos(co't * O) -20'u. '= frf.C

*r(" - S))

g(r):= lVcl(t)

if

Vct(t) > 0.0
vc2(r) < 0.0

lu"rt,i iI

lo.o o*"rr*r"
300

2s0
200 150

v(t) (t). c(0

100

50 0

*5o

*1m
-150
*200 *250

-300

o.o15 0.02 0.025 0.03
( derik )

0.035

0.G4

0.tM5

t

Gambar

54 : Eeban Resislif-lnduldif Sudrf

GTO

Aff= 90 &rajat

Vclms:=

(s(t))z

dt *>

Ycrrns = 3.491

M 104 F)
{v) (o)

Ceq:=

lo
co.Vcsns

Ceq

= 6.479 "

Vfms:=
Vcrms

(v{t))2&
L

**>

Yrms = 220

Xceq:=

Xceq =

f,.f54

S/rrtest

Sb*a I / Luqmanal Hakin E / M2-96. 1 53

Bab 5. EusilAnulisa

74

o:= 180. T

.

180

{LEBAR SDT $AAT GTO OFF - Cseri AKTIF}

.,'=9+6
2

S:=r*o
Ycl(t)
,=

(LEBAR SDT SAAT GTO ON - Gseri NON AKTIF)
(cos(co.t + n

a0s'r$

- $) * **{" - O}}

vc2(t),= -tou.*"(cos(r*.t

- 6) - **(" * S))

g(t):= lVcl(t)

if Vcl(t) > 0.0
it' vc2(t)
< 0.0

lu"rf,l
lo.o
300 250 200 150

otr,*r.n*"

v(t) (t)
c(t)

1m
50 0

-5O

-100 -150 -200 -250

-ffi
0.015 0.92 0.025
(

0.08

0.055

0,06

detk)

t

Gambar

65 : Beban Resisttf-lnduktff S$d.rf SIO Qff = l$C derajat

Vcrms:=

tg(t))?

at *>

Vcrms =

16.446
10*a

{V}

Ceq:=
rr:.Vcrrrrs

Ceq=

t.8x

(F)

Vfms:=

(v(t))2

dt ->

Vrms = 220

(v)
(f})

Xceq:=

Xceq

= 17.684

S*ripf Straa I / Laqmanut fiukim

E

/ M2.96. I 53

Bsb 5. HasilAnalis*

75

5.2

llasil Analisa Untuk Beban Induktif Murni
Untuk beban induktif rntrrni, yaitu ( jlO

)

Cl, akan dicoba analisa dengaa

sudut o = 60o, 120", dan 180o. Hasit analisanya tertera pada garnbar 5-8, 5-9, dan 510. Bandingkan dengan tabel 3-3.

Gambar 5-6 dan 5-? sama dengan gambar 5-1 dan 5-2. Gambar 5-8 sampai 510 menunjukkenigrfffnna GTO-CSC dalam mengopensasi $aluran transmisi ( lihat

{-^t'id''-

kembali sub bab 3.2 dan 3.4 ).

Sn

ipst

Straa I lLuqmanul llahint E / M2,*6.153

Bab 5. Easil Analisa

't6

ANALISA FROGRAM IJNTUK BEBAN INDUKTIF MURNI
f := 50 (Hzi
eo

:=

2'r'f

Vit):= zo's.ZZO.*do.t)

->

pers. teg sumber

300

2ffi
100

v{r}

0

--100 -200 -3ff

Gambar

5{.:

Tegangan Sumber

6 :=

'

-74.89.

T

(SDT ANTARA TEG & ARUS SALURAN DLM RADIAN)

180

c:=

180.10-t io:= 8.55
-

(rnFASlTANSl Cseri DLM F)
{HARGA RM$ ARUS $ALURAN DLM A)

r(t) := 20'5.to.20sin(r,:.t

g)

(PERs ARUS sAL LAG +TERHDP V(t), SKALA 20x)
(FUNGSI cAB ANTARA GRAFIK v(t) pos & l(t) neg)

f(t) :=

lV{t) if V(t) > 0.0 n (0 < 0.0 luu | 0 otnett"ls"
30t]

2&
1m

f(Q

0

-100
*200

-3m

Gambar

*7 : PerpatonganV(t)

PasihT&ngan t(t) Negatif

S*ripci Wnu I / Luqmanul Hakim E / M2.96.153

B{b 5. HusilAnatisa

77

6 ;= ffQ.-'L*
180

(LEBAR SDT SAAT GTO oFF - Cseri AKTIF)

a'=9+d
2

6:= n *

o
Io
ro-C

{LEBAR SDT SAAT GTO ON - Cseri NON AKTIF) .(cos{o:'t + n

vcl(t),= 2ot.
vc2(t)

-

6}

- **{" - 0}}

-aot, '=

Io

.(cos{co.t

ctr.C

- $} - **(" - S})

g(r):= lVcl(r)

if Vcl(t) > 0.0 lu"ri,i if vcz(r) < o.o
lo.o otir*r.ti*
300 ?50 200 150

v(t) (t)
c(t)

100

so
o

-5o

--too -150
-200
*250

-300

0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 0.03 0'035 0'04 0'045 0-6 0'055
t
{ derik )

0.06

Gambar

S8 : Beban tnduklif Mumi Sudttt GTO Atr = 60 &raiat

Vcrms:=
0.01 Io

j,,

rA.O1

(s{o}2 dl

Vcrms =

12.039 M
* 10

Ceq= 2,261

3

{f}

Vrms=

220 1.469

M
1',)

Xceq

=

Sf.rrpg Str6* I / Luqmanxl l{akim E / M2.96.}53

Bab 5.

HssilAnuliss

78

o := 120. T
180

(LEBAR $DT SAAT GTO OFF - Cseri AKTIF)

.r,=9+d
2 6 := n

-o
rrl.C

GEBAR SDT SAAT GTO ON - Cseri NON AKIIF)

Vcl(t) ,= 2o

u. Io ,(co{ro.t + rE -

S}

*

"r"{" O})

+}}

vc2(t),= -20'u.
g1t)

co.C

Io .(*o"{*'t -

6}

- *r"{" -

:= lVcl(t) il' Vcl(t) > 0.0

lu"rt,i if vc2(r) < 0.0
lo.o ott"r*ir"
300 250 200 150

v(t) (t)
e(t)

1@

50 0

*50 -1go
-150

-200
-25t)

-300

o.o25 0.o3
( detik )

0^035

0.04 0.045

0.05

t

Gambar

$9 : Eeban

lnduktif Mumi Sudtd GTQ Aff = t20 deraiat

Vcrms =

62.889

ftf)

Ceq = 4.32g

x 10-a {F)

(v(t))2dt *->
Xceq:=
Vcrms

Vrms =

2?0 7.355

M
(A

io

Xceq =

S*"p* &rda I I Luqmanul

Hakim E / M2.96.15i

Bab 5. EasilAnahsa

19

o := 180.

r

(LEBAR $DT SAAT GTO OFF - CseriAKTIF)

180

or=9+d
2

S:=n-o
vcl(t)
,= 20s

(LEBAR SDT SAAT GTO ON - Cseri NON AKTIF)
{cos(r,r.t +

;3

s

-

$}

- *o{,r S)}

S))

vc2it),= -205
g(t; :=

*
;k.(cos{c*.t

$)

-

"or(.,

lVcl(t) if Vci(r) > 0.0
I

lvc2(t)

if

vc2(r) < 0.0

10.0 othennse

3S
250

2m
150 100

v(t)
I(t)
s(o

50

0

-50
-100 -150 -2@ -250 -300

0.M5

0.05

Gambar 5-lO : Beban tnduktif

Mur6udd L/

GTO Otr= l8A derajat

Vcrms:=

Vcrrns = 151.197

M
(F)

Ceq:=

Io c't.Vcrms

Ceq

= {.8

t

10-a

Vrms:=
Ycvms

Vrms = 220

M
(a)

Xceq:=

L

Xceq

= 17.684

Skripsi

S*du I /Luqmanal Hakim E / {M2.96.153

fu"tu

l^-{Z

: 33 -

qA

BAB

6

KESIMPULAN DAI{ SARAN

6.1

Kesimpulan
Berdasarkan uraian bab-bab sebelumnya, maka kesimpulan dari tugas akhir

ini adalah sebagai berikut

.

l.

GTO. yang merupakan salah satu jenis thyristor Rectifrer

( SCR :

Silicon Controlled

), memiliki

kemampuan pensaklaran yang cepat, kontinu, dan halus

serta berdaya tinggi sehingga amat cocok diaplikasikan pada sistem tenaga

listrik

yang berating tegangan maupun arus yang tinggi pula. Kelebihan utama dari
GTO yaitu mampu dinyalakan dan dipadamkan melalui kaki gerbangnya saja. tru

membuat efisiensi sistem secara total menjadi lebih baik dan biaya yang
dikeluarkan lebih murah karena tidak membutuhkan rangkaian komutasi paksa.

2.

Kapasitor seri yang dikendalikan oleh GTO

( disebut GTO-CSC ) mampu
mengura&gi reaktansi

mengompensasi saluran hantaran listrik arus bolak-balik dengan lebih akurat"

karena

nilai reaktansi kapasitif kapasitor yang akan

induktif hantaran, bisa disesuaikaa dengan kebutuhan kondisi beban untuk setiap
setengah perioda. Hal

itu dilakukan dengan cara mengalihkan jalannya arus yang

akan melewati kapasitor, sehingga lamanya waktu arus saluran tersebut mengalir

di dalam kapasitor bisa diatur" Berarti, tegangan pada kapasitor bisa diubah*ubah
nilainya.

3.

Derajat kompensasi yang dibutuhkan untuk melayani beban resistif-induktif tidak

perlu mencapai nilai maksimumnya

(

15,51 % ). Artiny4 lamanya GTO padam

tidak perlu sampai 180' ( padam total selamat/zpetioda ). Sedangkan untuk

80

Bab

6.

Kesimpuktn dan Saran

8l

melayani beban induktif murni, diperlukan derajat kompensasi yang lebih tinggi.

Hasil perhitungan rnernrnjukkan, agar Cos $ sistem mencapai 0,8 GTO harus
dipadamkan total selama 1A penoda. Artinya kompensasi maksimum terjadi
(derajat kompensasiTl,Tl 04 dengan

c:

180o:

10 ms).

4.

Koorclinasi antara UJT, monostabil 555, dan rangkaian differensial bisa
menghasilkan pulsa positif untuk mengaktifkan GTO (menghubung singkat

kapasitor seri) dan menghasilkan pulsa negatif untuk memadamkan GTO
(memasukkan kapasitor seri). Interval GTO tersebut aktif dan padam bisa diatur
dengan mengubah-ubah nilai tahanan geser (R) pada rangkaian monostabil 555.

6.2

Saran

Berikut adalah beberapa sarao yeng berkaitan erat dengan pengernbangan
selanjutnya dari tugas akhir ini, yaitu
:

1) Masih perlu dikembangkan, bagaimana care untuk mensinklqnqn

gelomban$

sinusoidal tegangan sumber dengan gelombang penyulut GTO' Selain itu,
diperlukan j*ga d_etektor persilangan nol agar GTO dapat langsung disulut tanpa kelambatan. Akan lebih baik lagi kalau rangkaian kendali penyulut GTO diberi

y.ryl

gqlLyang berasal dari arus beban, sehingga ia bisa membaca kondisi

beban dan secara otomatis akan menyulut GTO sesuai kondisi beban tersebut.

2) Bisa dikembangkan

lebih lanjut untuk sistel:Iantar?gJiga-fgsa kawat :nenengah

laupun sistemnya hul{u satu fasa- kawat pendek,

namun sebenamya tugas alr.hir

ini

sudah

(@g/,"*o
\__-"

memperlihatkan

kemampuan GTO-CSC datam menyediakaa daya reaktif ke sistem.

,$Impsf Srrufa I / Luqmnnul Hukim E

/

062.96-1 53

Bsb 6. Kes*trpulnn dut Surun

82

3)

Tugas akhir

ini

kiranya dapat dijadikan acuan awal untuk pengembangan

praktikum elektronika daya dan pti*tikum transmiqi daya listrik
jurusan teknik elektro USAKTI.

di

lingkup

Slnipsi Slrdla I /LaqmanulHakim E/M2.96.153

KESIMPULAI\

t.

Kompensasi dengan reaklor shunt

:

.Biasanyadipakaipadasaltrranjarakmenengahda"rrjauh.

. . .

Memperkecil panjang elektrik saluran

(@)

,

r^^en**Jc'^^

eT

**l''*'Q'

saluran' Memperbesar nilai impedansi surja/impedansi karakteristik
tegangan jika dilepas saat Menaikkan kapasitas penyaluran daya dan mempertahankan akan menurunkan tegangan beban penuh, atau dipasang saat beban ringan. Sebaliknya, dan menurunkan kapasitas penyaluran daya'

. ,. . r

surge' Mengurangi tegangan lebih karena switching danlightning
:

gabungan keduanya (SVC) Kompensasi dengan reaktor shunt, kapasitor shunt atau

surja/impedansi karakteristik Dengan kapasitor shunt, akan menurunkan impedansi
(@)' saluran tetapi menaikkan panjang elektrik saluran

reaktif saat beban penuh jika dan memasukkan reaktor shunt atau memberi daya
shunt' memasukkan kapasitor shunt dan melepas reaktor

SVC

)

akan menyerap daya reaktif saat beban ringan

jika

melepas kapasitor shunt

o
3.

Tetapi SVC membutuhkan peralatan yang lebih banyak'
:

Perbaikan fakt#daya sistem di sisi beban

r r r 4.

(paralel terhadap beban)' umumnya menggunakan kapasitor shunt penyaluran daya' Menaikkan nilai cos phi, pengaturan tegangan, & Meringankan biaya langganan ke PLN'

(pengaturan arus penguatan medan rotor) : Kompensasi dengan kondensator sinkron o Bila Ip cukup untuk membangkitkan ggm (fluks), stator tidak perlu memberi maupun menyerap daya reaktif dari jala-jala

(PF:

1)'

I o 5. .

dari jala-jala (PF terbelakang)' Bila Ip kurang, stator akan menyerap daya reaktif

jala-jala (PF terdahulu), Bila Ip lebih, stator akan memberi daya reaktif ke
:

Kompensasi dengan kapasitor seri

Mengurangi

@ dan impedansi surjalimpedansi

karakteristik saluran'

:'Prinsipnlamengur4rrgiXrsaluransehinggamengurarrgijatuhtegangandan
menaikkan kapasitas penyaluran daya'

. r

Menunda pernbangunan saluran baru' butuh gardu tambahan' Tetapi lebih mahal jika dipasang di tengah saluran karena

32

Effendi / 2j2'gs'013

DAFTAR PUSTAKA

1. Dubey, Gopal

K., Power Semicondrtctor Controlled Drives, Frentice-Hall.

2. Gandhi, Sorab K., Semicowluckr Power Deviees

:

Physics

of Operation and

Fabricati on T'echnologs, A Wiley-Interscience Publication.

3. Gyugyi, L., et at.,

"

Advanced Static VAR Compensator Using Gate Turn-Off

Thyristor For lJtility Application ", CIGRE, No. 23-203, Paris, 1990-

4. Hutauruh T. S., Transmisi ilaya Lisfrk, Jakarta : Erlangg4 1993.

5. Karady, George. G,

"

Continuous Regulation

of Capacitive Reactive Power ",

IEEE Trsnsuctian on Power ilelivery, Vol. 7, No. 3, Juli 1992, hal. 1456-1473'

@Karady, G. G., et

61.,

"

Continuously Regulated Series Capacitor

",

IEEE

Transaction on Power Delivery, Juli 1993, hal. 1348-1355.

7. Kissell, Thomas 8., Itdusxial Electranies, International Edition, Singapore
Prentice Hall International, Inc., 1997.

:

8. Kundur, Prabha, Power Systern Snbility and Control, EPRI
En gine
e

* Power System

ring

Seri e s,

McGraw-Hill.

9. Larsen, Einar, et a1.," Benefits of GTO-Based Compensation Systems For Electric

Utility Applications", IEEE Trsnsaction on Power Delivery, Vol. 7, Nc.
Oktober 1992 hal. 2056-2464.
"

4,

10. Lister, Eugene.C dan Rusctq Robert. L,

Elecffic Circuits and Maehines, Seventh

Edition, McGraw-Hill,

I 993.

11. Malvino, Albert ?avl, Electronic Principles, Sixth Eetition, Singapore : Glencoe

McGraw-Hill,

1999.

84

12. Mamira, Mohammad Baju, Kompensasi Seri Yang Dikendalikan Thyristor, Skripsi Sadana S-1, Jakarta : Jurusan Teknik Elektro FTI-USAKTI, 1995.
13. Mehta, Y.K., Prineiples of Electrical Engineering snd Electronies, First Editiott,

New Delhi : S. Chand & Company Ltd-, 1996.

14. Miller, Robert H., Power System Operation, Second Frtifiort,MtCtraw-Ffi11.

15. Miller, T. J. E., Reactive Pawer Control In Electric Systems' New York Wiley-Interscience Publication, 1982 -

:A

@)

N".;uO,

M. Mardani dan Ortmeyer, T. H.,

" GTO Thyristor

Controlled Series
13,

Capacitor Switch Performanc

e", IEEE Transaction on Power Delivery, Vol'

No. 2, April 1998, hal. 615-521.

lT. Rashid, MuhammadH., Elektroniks Dqya : Rangkaian, Devais, dan Aplikasinya, Jilid 1, Edisi Kedua, diterjemahkan oleh Ir" Ary Prihatmoko MS { KELOMPOK

MASDALI ), Jakarta : PT Prenhallindo,

1999.

lB. Rashid, M. H., Power Eleetronics : Ciracits, Det'ices, and Application, Prentice-

Hall Internstionutr Editians, Englewood Cliffs : Prentice-Hall, 1988.

19. Sen" p. C., Principles af Electric Mschines aftd Power Electronics, Seeond
Editi on, A Wiley-Interscience Publication.

20. Serl P. C., Power Elecfronics, Second Reprint, New Delhi : Tata McGraw'Hill
Fublishing Company Limited" 1990'

21. SubrahmanyanL Vedam, Power Etectronics, New Age Int- Publisher.

22. Wasito, $ dan Hernawan 8., Petalaran Elektronika
Cetakan ke-9, Jakarta : Karya Utama" 1994-

i

Komp$er Tehnik Digit,

LAMPIRAN A
CONTOH-CONTOH PERHITTJNGAN
(")

funvera"-d^l^
saluran transmisi tunggal, fasa tiga, 50 FIz, 500

KVa2iO

\----"'

f*l'

sbb

: Z:j0,65 f#km ; Y=j5,1 x

10'6 mholkm

;

dan tahanan

diabaikan. Untuk mengurangi panjang elektrik dan memperbaiki pengaturan
tegangan saluran maka dipasan{rsaktoru&aal ygng sama besarnya

------/ saluran. Misalkanlah, lvs l= lvo i = 500 KV

gg!a,lt$tg1ng_

(a). Tentukanlah panjang elektrik saluran sebelum pemasangan raaktor slmnt

t

(b). Tentukanlah induktansi _dari reaktor shunt dalam Henry agar panjang elektrik
o saluran berkurang menjadi 20
!

(c). Tentukanlah daya natural sebelum dan setelah pemasangan reaktor sbunt

I

(d). Bila

Vn:

500 KV, dan beban

Pn:

200 MW pada faktor daya 0,9 terbelakang

tentukanlah pengaturan tegangen sebelum dan sesudah pema$angan kompensasi

reaktor shwnttersebut'

!

Jawab:
(a). Panjang elektrik saluran dimana, p

6 =Bx{
elertrik

:

konst.perge$eran fasa/konst.panjang gelombanglpanjang

per satuan panjang/radian per satuan penJang

I = panjang saluran.
0,65 x 5,1x 10*6 radian per km

=,|il

:

1,8207

x 10'3 radian per km.

O = 1,8207 x 10-3 x 250 = 0,4552 radian.

85

0-

{1("1^

=180o

!. " -L { Eo'

rdlr.,. : 010l?(

,,:;/.t,-.

W

1 r,,tia^ a )3f

_

(

-

4

'l

o)ow

o

S?rBo

Lanpiran A

86

:

A,4552

x 57,3"

:26J4
(b). Misalkan $aluran transmisi tersebut direpresentasikan dalam nominal PI ( lihat
gambar a ).

B:Z

Gambar a

: Sirkit Pado Contoh I Dalam Nominal

n

Setelah pemasangan reaktor shunt, maka konstanta umum ekivalen

A

dan

BGe

C,' Y+
daaB=Z
"\ =D

Y"e

Misalkanlah bahwa kombinasi saluran dan reaktor shunt itu merupakan saluran baru
dengan admitansi slwnt yang baru
:

Y'Y1

2 2 ja*sh =y_ Xsh 2
dan B tidak mengalami perubahan. Diketahui dari sebelumnya,

I--.--_

j-

O : panjang elektrik sebelgm pemasaogan reaktor shunl = 26,1"
{kripsi Sttaa I / Luqmanut l{akin E / 062.96.153

Lanqirax A

w

O' * panjang elektrik setelah pemasangan reaktor shunt:20o
maka,

o' o -=
Jadi

F*E

F'*t -J7"Y

20{'

J7W
Y

26Jo

= 0,7663

-tr
rlu
3

I

I,'= (o,roor)x r
= ;0,000749mho,

+

-- js,lxl0{

x250

=

il,?75x10

*r!

r+.r#trrr ,ru,ri"l-

f+,pqa

oqf

dan

'

v,
2

=

3+4f 10,000749*1to.

.rq,^rr.^a

h*

Maka,

Y,Y

'i Xsh
(o,s:rs
x

io.3745xlo

3

Xsh

ro

3)

(o,tz+s x

to')

:

0,263 x 10-3 mho
103

Xsh = 3,802 x
Jadi,

ft.

Lsh

=#

=ryltHenry/rasa
)

ftgVtt@
dan dibebani denganfbeban t atatcfrititf

vp{ff;ffi ,* \
r__._ :_:

-;.

dalah dava maksimal vans.,{apat ditransmisikan bila Vn=Vs

+?*::t-fi

/. rugi-rugi. diabaikan, daya ini ,. , !, fita

disebut daya natgal atau SIL {Surge Impedance Loadi*g}.

Dimisalkan: po

--A[E fro) ':- daya natural dan impedansi
shunt.
;

surja sebelum pemasangan reaktor

p'o

Z'o :

daya natural dan impedansi surja setelah pemasangan reaktor slwnt-

Panjang saluraa transmisi 250 km, maka

Skripsi

St6a I lLuqmanat lfakim

E

/

062.9d'153

Lampira.n A

88

Z:

j152,5

{l
t-

;

Y:

j1,275

x

10'3 mhc

-*(^

tr W=357e -17- \t,zl5 x to-'

P-

J ,'o

tr -{r
,

162,5

0,749 x 10-3

= 466f)

Jadi,

Po:

(KV)'
Zo

+

Po :

500

x 500

: :

700MW.

357

P'o :

500 x 500

536MW-

466

Dari hasil di atas terlihat bahwa dengan pemasangan reakior shunt, daya natural
berkurang dari 700 MW menjadi 536 MW. Ini berarti bahwa kemampuan untuk menyalurkan daya setelah kompensasi dengan reaktor shxrrt meniadi berkuraag.

(d). Vn = 500 KY r-r- atau 288,68 KV i--N

:

P*: 2ooffi
Maka,

Ml

tegangan di sisi terima.

faktor daya =

cosr.t':

p

o,gs terbelakang

--O -'brd. F A -

Pn

It=

L -cos't 0,9 :
g

200 x

1000

Sx Vr;; x cosf

16 x 500 x

0.9

I €l$0" )n d\",, Sth^ ,ti[d
t a'*Pft-.+ )

,m'&*^r /
,C

dd leb^

:
:

256,6

L

-25,84" A ( arus terima )

.

Sebelum kompensasi

A:l+--:D

ZxY
2

+

7:

j162,5 Q

; Y:j1,275xi0-3mho

.S&ripsi

S*aa I / Luqmanul Hakim E / A62.96.15i

LampiranA

89

:1t

j162,5 xjl,275 x

10-3

=

0,8964

B=Z:j162,5Q
Vs

: :

(0,8964x288,68)+ 162,5 r' 90ox256,6
(277 + j37,5) KV
779,5

L15,84"x

10* -- AUpe-^, + Bf,p

r--N

*

tegangan sisi kirim.

lvr I : lvr
I

KV r-m : 484,1 KV r-r

n

I

I:

.

484,1

:

540

KV l-r

:

I

V* *, |

:

tegangan terima beban nol

o,Be64

Jadi,

yu
v{hd"

{fr,v,t : /A/

lvo*.1

- lv*u'l
x 100%
l

lv* rr
540

#d,fi,s^

-

500

x 100% :

8,Yo,

500

S*t*lah ko*pen*uri

:

Z

:

j162,5

{l

;

y' :

j0,749 x l0'3 mho

ZxY' A:1+--...-.-_:0,9391
?

Vs

: :

A.Vp+B.In

:

0,9391 x288,68

+ 41,7 I &,16"
r.-N

271,I + 18,2 + j3?,5
291,7 505

:

{ 289,3 + }37,5 } KV

lVr I :

KV uN atau 505 KV r-r

lvr

I

lnl
Skripsi

:

=538KVl-l=
o,e3el

lV*u,"1

*tr&* I / Luqmanul E*kin

E

/ M2.96. I 53

LamlEran A

90

538 - 500

VR (%) =
500

x 100% =

:re%. &
atas dapat disimpulkan bahwa dengan

Jadi, dari hasil-hasil tersebut

di

kompensasi reaktor slmnt, pengaturan tsgengan diperbaiki dari 8% menjajli

:,u'/:. Bila reaktor

strwnt dipasang hanya selama keadaan tanpa beban

( berarti

dilepas saat kondisi beban penuh ), maka
484, I

0,9391

500

VR(%)=
500

x 100% 2

+

-lv"l

f tw%

l/"1

= 3&=
Angka 3,1Va trli men*njukkan pengat$an tegangan yang makin membaik
daripada sebelumnya yang hanya mencapai 7,6%. Sglairy[ulgggg.q,qe-1gpas

r."elf"t tellnl
penyaluran
,/a

yq !dt-t b*"t

p-*lrakanlneryggqh lqryryyg kapqslt-T

Cl$Y)'

Wd/

abse
i C:
kapasrtansrt

ddr[h*^

tbrs\rd

<;-")

Misalkan deraj at kompensasi 90ya, maka

Xc

=
Xr
I

0,9

:

0,9

CUL

atau

/

oC

Skripsi Strtrtu I / Luqmanul Hakiln E

06 2.96. I 5 3

Lampirm A

9l

1

:

0,9

rr:C . crll-

Seandainya frekuensi turun dari 50 FIz menjadi 47,5 Hz, berarti terjadi penurunan

n-:qf{nq"
r0

-/:_hits) ( S%,)nakaderajatkompensasinyamenjadi: (F'"p {u+"" / DF

+tit"*

u&9

t
-,tt-a

t,**
6ff/o-

=ffi': w%_ \_--i

GvAoo,q

dan berarti hampir mencapai resonansi
dalam praktek, berkisar antara 40

( 100% ). Besarnya derajat kompensasi,

;' (l
Contoh-3: Saluran transmisi pada contoh l, yaitu saluran transmisi 500 KV,
krs,
,\:

250

Z;

j0,65 fl/km,

Y : j5,l x

10-6

mholkm dan tahanan diabaikan. Untuk

mengurangi
1v*

panjang elektrik rnenjadi
:

i: lv* l= 5oo Kv. Tentukan

(a). besarnya kapasitansi dari kapasitor seri per fasa dan derajat kompensasi

I

(b). daya natural sebelum dan setelah pemasangan kapasitor seri

!

Jqlvab :

(a). Apakah kapasitor tersebut terpasang di tengah+engah atau di ujung salursn,
,4\utr.^,q€^,x; konstanta umum

B' ( reaktansi saluran setelah dikompens&si: Z' ) dapat ditulis

G-jxc)

Dimana

z:B: jx :

reaklansi saluran sebelum dikompensasi, maka

yeg
*4^^

e $Y

@'

: ,E\f
,17;Y

:20o ( setelah kompensasi )

Lt*pA;

g:

:
:
2A"

o'

tt7'"Y

,tr-,

= 0,7663
26,1o

=

-:--- ,lz *Y O

1/z

St ripri Struta I / Luqmanul Hakim E I A62-96.153

Lampiran A

92

maka,

z "Lo*. ?- + z6ln
Z' - 0,5872x2: j0,5872x(0,65x250)
j95,42C1

I

qoo --

e6l,2t

:. tt
s
V"+aq?'i'
I

= o$t?t- r L

:

j(X-Xc)

Jadi,

ub

-.{*t.*tt* *itt;

j (x-xc)

: i95,47 Io,s-.f)
._ -\)"'

bc'g' l)'

Xc {tiz,s)ss,qz \_-

, 3'z' c iu-r"7

:

67,08 f! :

1

-eoC
Kapasitansi dari kapasitor seri per fasa adalah
1
-

C_
314 x 67,08

:

5 4J5;JO Faradllasa.

Xc
Derajat kompensasi X1

67,08 0,65 x 250

x 100% : 4J-3&-

(b}. Daya natural sebelum kompensasi

:

7!Q_I\rf\tr

(

lihat contoh 1 ).

Setelah

kompensasi, impedansi surjanya menjadi

:

4o ;

l7-lt*/
"^..,,rrr.,'^
l,t,

dan daya naturalnya menjadi

:

p'o

:

500

x 500

:

9_l4i\{qt

273,6 Jadi dengan kompensasi menggunakaa kapasitor seri dapat meningkatkan daya natural, dari 700 MW menjadi 914 MW, ini berarti kemampuan penyaluran daya bertambah besar.

Skrip$ SVau I / Luqmanul Hahim E

/

(M2.96-I 53

93

Lampiran

Tentukanlah kapasitas dari kapasitcr ststis yang diperlukan untuk

faktor daya dari 0,7 menjadi 0,9 pada suatu jata-jala 15 KV dengan

Jawab:
( i ). Cara Dertama
:

Gatnbar b : Diagram Segitiga Daya (fntuk Contoh 4

Sebelum kompensasi

+

Pp:

1,3

MW ( 3 fasa )

Cos.lp<- 0,7 ; 1P6: 45,6"

fw
:

/t'

(Par IR: 1857,14Vt/' Sn = Vn x
Qr

1300

Vn x In x

0,7 r'<-\
)

:

1857,14

x Sin 45,6" = 1,3269 MVAR.

= 1326,

@
i

( Kebutuhan daya reaktif sebelum dikompensasi ).

Setelah kompensasi

+

Pn:
Cos

1,3

MW ( 3 fasa )

p'n = 0,9

/

p

P'*

:25,84"

ffi";

Srtnr" I I L*qmanut Hukim E / M2.96.153

94

Lampiran A

t3oo:vnxtnxo,9
S'n:
Q2:
Vn x

I's: 1444,4\!9
x Sin 25,84o

6.1

1444,44

= oze,{xxf 0.62s 6N'n/AR.
\__-/
( Kebutuhan daya reaktif setelah dikompensasi ).

Qc iro

)

:

Qr

-

Qz

:

A,6913

MVAR s 0,7 MVAR'

k4/WL

= daya reaktif yang disediakan/diberikan ole6apasitot \.-_

ttuQ

st*t

c

:---....----_..-:--:9.869 314 x 152 * lvo r-r lt

Qc q:a

)

0,6973

P

1'r47\

uF

*

10 uF Lper fasa

L = Ji.Trq

-r#

a
\

Dari harga C di atas, berarti kapasitor statis yang dipasang memberikan daya reaktif
pada sistem sebesar Qc sehingga faktor daya dapat diperbaiki dari 0,7 menjadi 0,9. Selain itu, kebutuhan akan'daya reaktif kapasitif juga dapat dikurangi dari 1,3269

/

g
I
(.

MVAR menjadi A,62}6MVA& artinya kapasitor mengambil alih tugas PLN I genset
dalam penyediaan daya reaktif kapasitif. Dengan demikian, otomatis biaya langganan

listrik ke PLN j*ga berkurang.

(

ii]. Cara Kedua

:

e:s Pn

r*F :1,Q2 + fi'u T*W:0,48 +
iiripst Saaa I /Laqmanut

tufr*
H*in

: pn(t*q*-tane'n): Qc: Qr-Qe : l,3MW(3fasa)

F

=45,6o

y6:25,84o

/'a

E

/ t62.96-153

95

Lumpiran A

Q

ts = 1,3 {I,AZ - 0,48 ) : 0,702 h4\iAR
= daya reaktif yang disediakarldiberikan
oleh kapasitor statis.

Harga kapasitansi dari kapasitor statis adalah

:

C:

Q:e

a,7fi? 314x15?

,o.lv*r-rlt

:&-d=!@
Conts(l.S :
Sebuah rangkaian

listrik terdiri dari resistor 10 O, reaklansi induktif 30

S*

t{

/\

a^n reaktahsi kapasitif juga 30 C} yang seffiuanya terhubung secara seri dengan

\

sumber tegangan -

120 V-60 Ffu. Karena

xc = xr-, reaktansi

rangkaian menjadi nol
daya

dan nilai impedansi sama dengan nilai resistansinya, yaitu 10 Cr. Faktgr
rangkaian adalah

NZ:1. Arus yang melalui rangkaian adalah ViZ: 12 A. Jatuh tegangan pada resistor adalah Ift : 120 V dan pada reaktansi adalah IX: 360 V'
Karena tegangan yang melalui reaktansi induktif berbeda fasa l80o terhadap
tegangan yang melalui reaktansi kapasitif, walaupun keduanya bernilai besar, maka

jika dijumlahkan

secara phasor hasilnya akan nol. Jika frekuensi sumber diubah

menjadi kurang dari 60 naik di atas 30

H4 xL

akan menurun di bawah 30
f

fl.
QNV
@ Qfv'

P-ru

fI sedangkan xc akan 5'0 4'

Catagn

; {*) diambil dari referensi

ke-4.

.f*ripd Str&a I lluqmanul Hakim

E

/

062.96.153

LAMPIRAN B
TABEL nArnrCory$_sEMTKOIqDUKTOR DAYA
(.)

\daw
Semikonduktor Dava Dioda

Q9

Jenis

RatingV& I

Frekuensi Atas GIz)

Vdaktu Pensaklaran

Tahanan

SaatON (A)

(ps)

Se$a guna
Kecepatan TinSgI

5000 v/5000 A 3000 40

lk
l0k
20k

100

0,16 m

vll000 A
vl60 A

2-5
0,23 200 20 40

1m

Schottky

l0m
0,25 m 0,4? m 2,16 m

Th3ristor

BlakingBalik
KecepatanTinggi

s000 v15000

A A A
A

lk
t0k 5k 5k
20k
400
400

12m V/15S0 A
2s00 v1400

Bloking Balik

KonduksiBalik
GATT LASCR
TRTAC

2500 v/1000 A
1200 v/400

40

2,1m

I
200 - 400
200

2,24m
0,53 m 3.57 m 2,5 m 5,75 m
1,2

6000 v/1500 A
120S V1300

k

*400

&a6

,-r'

'ryl\r

Self-turned-off thyristor
SIT

GTO
STTH

4500 v/3000 A 4000 v12200 A

l0k
20k
100

(tt )v
b.)
1? n1 4,7 0,9 0,5
9

r200vi300 A
Tunggal Tunggal Tunggal
1200v1400 A

k

0,55

IGBT MCT
MOSFETS

20k 20k
100 100 100

60m

600

v/60 A
A A

l8m
0,6
2

500 vi8,6 1000 v14,7

k
k
k

500 v/50 A

0,4 m

Transistor daya

Trmgggl

400 v1250 400 vl40

A A A

20k 20k 25k

4m

5
1,7

630 V/5* A

3lm l5m
10m
1,2

Darlington

1200 v/400

l0k
r00 k

30 0,55

1200 v/300 A

Catatan

: (*) diambil dari referensi

ke-l?.

96

W* -- f-afuo. rr.

@

.

f.

\t+*t*"t-ot-

gf

O**y.

d"y*,,b; '*r/e'b"{"{*

**-"; *i^ (tr)

A6,,.

t*yy^

,hn *"*f,y+{,+["*-

*jo"t d"^tr tl-€*{adrf " gFf r -"4 *o"rf* W.t}" Fer^.* yr. Et+i**^ , borr.rAot- , *r*^ *q{ a,A^,, *<xra^t6a; s44 [e'vlQ^.
",{*^

-t+1
l"1,. -

W
Tf-

"a""b*

aiL,"bn&*^

rtl^

h"+"^s-*t-*

"*,qu. "y""?t^\l U'i{ri oFt , *" ,tir.rr.^6 /,*r,"{r , **d*\* ,*r^.t^

x4'p*1"4,t6^<

a-{'u4ra*\

{ fi**

l--*t-y

t<ts*

5t^,^,t)

LAMPIRAN C
TABEL KLA SIFIKASI KOMPEN$ATOR
i

MENURUT FTINGSI DAN JENISNY&"CI

/
I

/'

Fungsi
Kompensasi Impedansi Surja

Pasif
Reaktor shunt

Akti,f
Mesin sinkron
Synchronous condenser

( Virtuat

-Zo

compensation )

Kapasitor shunt

kontrol tegangarl manajemen daya

Thyristor-switched capacitor Th3ristor-conEolled reactor Kapasitor seri

reaktif
Kompensasi Paqlang Etektrik Saluran

( Vkhul

-O

compensation )

konnol tegFngan" manajemen daln
reaktif" Fningkatan stabilitas
Kompensasi dengan penrbagian daerah Synchronous condenser

Dyn*mic shunt compensalion,
peningkaun stabilitas pda saluran

Thltistor-switched capacitor Tllvristor-controlled reactor

Catatan

: (*) diambil dari referensi

ke-15.

97

LAMPIRAI\ D
TABEL JENIS FERALATAN KOMPENSATOR PAI}A SALURAN TRANSMISI BESERTA KETINTTINGAN DAN KERUGTANNYA
("}

Prinsip

dan

kon$rlksi*Ya

sederhana

Frinsip dan
sederhana

korxtruksinla

Nilai kapasita*sinya tetap
Efek transim pensaklaran

Prinsipya

sederhana

Membutuhkan proteksi tegangan lebih dan filter
harnronisa Perawatan lebih sulit

S5'nchronous condenser

Memiliki
pembebananlebih Dapat dikendalikat

kemampuan

Respo*

terhadap

pengendaliarnya rendah

Harmonisanya rendah

Butuhpodasi3ang kuat
Membangkitkan harmonisa

Thyristor-conholled reactor

Responnya cepat

{rcR)

Dapat dikendalikan

Dapat cepat dibenahi jika
terjadi gangguan Thyristor-switched capacitor

Dapat cepat dibenahi jika Tidak memiliki
tsrjadi gangguan
Tidak menimbulkan harmonisa

kemampuan

(rsc)

iltuk
lebih

membatasi tegangan

Pengendalianrrya ssdikit rurnit Frekuensi resonansinya rendah

GT0+onrolled
( GTO-CSC )

series

capsitor

Froses kompensasinya lebih
halus dan kottinu

Ada harmonisa tegangan
Jatuh tegangan konduksi sedikit

Efisiensirr;ra

sffira total

lebih

lebih besar

tingg
Tidak perlu rangkaian komuasi

caatan : {*) diambil dari referensi ke-15 diambah dengan baris terakhir.

98

LAMPIRAN E
RUMUS - RUMUS YANG DIGUNAKAN PADA TABEL 3.7

8.1

Gambar rangkaian jika kapasitor seri heluar dari STTL {sebelum dikompensasi)

:

Vs=22QV
5O iiz

Gambar

E-I : Sebelum KomPens*si

8.2

Rumus-rumus yang dipakai dalam perhit*ngan sebelum STTL dikompensasi

:

g
*. Isal =
Frs

Zsal + Zbeban

*. Qbeban = lt';lx

11,t"4

"

sinlPebaz

l'n =Vb * {Isal x Zs*l}

= 1t"a{' xlmenanl

lrt'i* ll'^l _--\___/ Pnatural{Slf) = L#r

*. Qsumber=

lZ*4

ltzslx i/sa{

x rin$u*fr*
+ Xbebanl

Jr //-' "Ts& x GO6ra"t'p6*=- *. Pbeban --ltsutl' x Rbebsrt

=ltsatl' xlX'sal
*

* Coswebdn = lnneuan] _
V,brd=

Pbeban

J= \&- I\'^L F*,ak Q f^*

99

100

Lanryiran E

F}

Gambar rangkaian jika kapasitor sefi masuk ke STTL ( setelah dikompensasi )

:

C :ert

Vs:22OV
50 l1t

Gambsr E-2 : Setelsh Kompercsasi

8.2.1

Rumus-rumus yang dipakai dalam perhitungan $etelah STTL dikompensasi

:

*. f'sa/ =

lrs

*

Zsal+Zhebsrr+Xcseri

.

O'

bebsn= l}''ni x l/'sa/l
=

*

rin$nr*on

trr'x = l's

- I' sal(Zsal

+ Xcseri)
Itr'sl x ltrz'ol

lrsa{' "lmeaanl

P'natural(Slj-r)-'r

'

I I lZsat + Xcseril
I

*. Q'sumber =l4slx l/'sa{ xsin$sumber
=
*

l/'sall' xl&sal + Xbeban+ Xcseril
, // * ^ t VH-Xlt4-v

. p,beban = lJ',ralit x Rbeban

r

X

h d' Wra- (,/-F)

ftelr,^

{ P'beb$n lntenanl _ *.Cosw'behan = fCosRbeban - r--------+----:-+ beban? = ,tP' behan' Q' lznenanl

" '-""V""*"

+.

lntonll (losb'srstem=#= "" "*;.*
lzrctatl

lRsat

+nnemnl

=
tdt

As

lZsal+Zbeban+Xcseril

/=

F- eewv

I'

/ 6
t'^9*
lf

Sbipsi S*aa I /Luqmanut Hakim E / 062.96-153

PARNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR

Saya mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknolcgi Industri,
Universitas Trisakti,

Nama

:

LUQMANTJL HAKIM E
1

NIM/NIRM
Program Studi

: 062 "96.153 I 9631 1671025015
: Teknik Energi
:

Listrik ( A )

Alamat E-Mail

luqman@iwan:fals.com
lha.kime_@yahgpJsom

ini menyatakan bahwa karya tugas akhir yang saya buat dengan judul *UNJI.IK KSRJA GTO-CSC SEBAGAI KOMPONEN KOMPtrNSATOR I}AYA REAKTIF PAI}A SABUAII hIODEL SALURAN TRANSMISI
Dengan

TENAGA LISTRIK ''

:

t. Dibuat dan diselesaikan sendiri, dengqn menggunakan hasil

kuliah tinjauan

lapangan, dan buku-buku acuan yang tertera pada daftar pustaka yang ada pada karya tugas akhir saya.
n L.

Bukan merupakan duplikasi karya tulis yang sudah pernah dipublikasikan atau
yang sudah pernah dipakai untuk mendapatkan gelar sarjana di universitas lain,
kecuali pada bagian-bagian gumber informasi yang dicantumkan dengan tata cara referensi yang $emestinya.

J.

Bukan merupakan karya terjemahan dari kumpulan buku acuan yang tertera pada
daftar pustaka yang ada pada karya tugas akhir saya.

Kalau terbukti saya tidak memenuhi apa yang saya nyatakan, maka karya tugas akhir
saya akan batal.

Jakarta, 13 Februari 2002
Y,ang membuat Pernyataan,

LUQMANT]L HAKIM A

n Fen4uasamu orangE yaflg FallrT7Jaltat clt antara kamu. Kemudtan orang sltaleh dr anf,ara kamu berdaa, tetaVr daa mereka hdak dtkabulkan " ( Muhammad SAW I H.R : Abu Dzarr ).

"

Beramar-ma'ruf dan bernah6munkariah kamu. Jtka trabk, naka Allah akan meniadkan

- Apakah kamu menqrra bahwa kamu akan masuk syurga. yadaha/ belum nyata baqt Allak oran/? ? yan7 sabar " )/arlg berJlhad dt a*tara kamu, dan belum rryata orang
{ Q.5. Alr lmran

: }42

).

" llat oran6' yur6 bertman, maukah Aku turyukkart Fern^gaa{f yang dagat' menyelam*tkan kamu dar; stksa yang pedth ( nerak ). Ferna7aan ttu alah kamu tetap benrnan keyada Allah dan Rasul-Nya, -dt plan Allah dengan harta-bencla dan yuta. ltulah yang lehh batk bagtmu flka kamu dan berythad nen7etahut " ( 4.5. Ash-Shaff : lO- l I ).

t Telah dtyrrtkan beryerang bagt orang yrrg dtperangt, karena sesunEuhnya mereka telah : gesun77uhnya p,ttait *enir t ilrnn Kuasa untuk menolong mereka. Yatu oranq yang dtuetr dtzkalpt. " darr kangung mereka tanpa alasan yang benar kecualt mereka berkata .' Tuhan kam adalah Allah'" Sektranya ATbn ndak menolak kekqaman sebaEan rnanusia atas sebagtaff -yan7 latn, tentulah telah drroboikan harl nasrant, qerelf , runah' baciah orang yahudt dan masTdn yu,E d dalamnya banyak

'

" dtsebut nam"s Allat't. Sesungguhnya Allah benaf Maha Kuat lag Maha ferkasa ( Q.5^ Al-Ha:: , 3940 ).

bertwan, apakah sebabnya btla dtkatakan kepada kamu, ' Beran4k'allah untuk ? puao berVeran4paAa jalin Atlah I ", kamtr merasa herat dan rn6m ttng7al dt temgatmu Afakah kamu ' den7an keht,lupan dt dunta sebaEa gants kehdupan "4 akhrat ?

* llat oranq t
36

( Q.3. At-Taubah ;

).

benman ! Apabtla kamu memeranEt yasttkan musuh, maka berteguh-hahlah kamu dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu menang | " ( G.3. Al-Anfal : 45 i.

" 6at oranq t

" llat nabr I Kobarkanlah semanEat para mushmrn tu untuk berperanE- Jrka ada lO orang yanE ada lOO sabar dt antara kamu, rttscaya mereka ikon ,^*pu mengalahkan 2OO oranq musuh' Dan {ka pastt mereka akan mampu menqalehkan |OAO orang kafir. dsebabkan orang ya/.!g sabar dt antarino, oran7l kafrr $u adalah kaum yanq trdak menqerh " { Q.3. Al-Anfa!: 65 )' " Felgaraph { pertntah dan larangan Allah }, na€aya kamu akart selalu metasakan kehadtran-Nya' dalam kesufitan' Kenaltlah Alph wakts kamu senan6, ntsaya A/lah akan men7enaltmu waktu kamu yang pastt hdak mengenatmu' Dan aga yang akan Ketahutlah aFa yafig t'ugut dart kamu adalah sesuafu dengan kesabaran' fnefiqeflatrfiu pash hdak akan meleset dan kamu' Kemenangan harya brca dcapat dan kesurttun bersamaan ( datangnya ) dengan Kelapangan L"rt *rrn ( datangnya ) denqan kesusahan
kemudahan "

f

Muhammad

SAWl H.R: ALfuaEkLL

yang beryerang teratur. seakart-akan mereka sustjflarl bangunan yang kokolt " ( Q.5. Ash-Shaff ; 4 ).
"' Sesurqguhnya Allah mencntat oranq

t

d

jalan-Nya dalan bansan yart4

" Muhamrnacl adalah utusan Allah. Orang " yrn€ bersamanya sangat keras terhadap orang kartr mereka' Kanu hhat mereka ruku' dan { kecuafr kafir tlzmmt }, ietavt berkasth 5ayan6 terhaclap seeama nrereka dart bekas sulud' Demtktanlelt sulud mencan kendhaan-Nya. Ctrr-crn mereka-tanrpak yada muka yanq mengeluarkan tunas stfat 2 mereka dalan Taurat dan lnlti ( yan7 aslt ). Mereka tbarat tanamaft tu menyenan7kan hatt para hrng7a nertladr kuat, besar, s te7ak-lurus c* atas Fakaknya. Tanamatt hah orang n kafrr { dengan kekuatan arang tnukmn )' ferlanamnya karena Allah kendak ienlengtelkan 'A/lalt mereka anfunar? neryanj*an kepada oran6' bei*ni dnn yang mefigerJakan amal sholeh dt antara $ pahaia yang besar " { Q.5. Al-Fath : 29 ).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->