P. 1
BAB II

BAB II

|Views: 5,813|Likes:
Published by Arnold RF A

More info:

Published by: Arnold RF A on Sep 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

a.Definisi pemerintahan

Menurut Suradinata, (2002:14 “ Pemerintah adalah organisasi

yang mempunyai kekuatan besar dalam dalam satu Negara yang

mencakup urusan masyarakat, territorial dan urusan kekuasaan

dalam rangka mencapaian tujuan Negara”.

Menurut Ndraha (2003:74), Melalui pendekatan kelembagaan

pemerintahan, Pemerintahan dapat di definisikan sebagai berikut:

a.Badan publik, yaitu semua badan yang bertanggung jawab

dalam bagian atau seluruh reute providing sesuatu jasa atau

layanan melalui otoritas atau prifatisasi.

b.Pemerintah dalam arti luas, adalah semua lemebaga Negara

seperti di atur di dalam UUD (konstitusi) suatau Negara.

c.Pemerintah dalam arti luas, adalah semua lembaga Negara

yang oleh konstitusi Negara yang bersangkutan di sebut sebagai

pemegang kekuasaan pemerintahan

09

10

d.Pemerintah dalam arti sempit, adalah lembaga Negara yang

memegang kekuasaan eksekutif.

e.Pemerintah dalam arti sempit, adalah lembaga Negara yang

berfungsi birokrasi. Birokrasi adalah aparat pemerintahan yang

di angkat atau di tunjuk dan bukan di pilih atau terpilih melalui

pemilihan oleh lembaga perwakilan.

f.Pemerintah dalam arti pelayanan, di ambil dari konsep civil

(thoko)” dan pemerintah adalah pelayanan yang melayani

pelanggan (pembeli).

g.Pemerintah dalam konsep pemerintah pusat, yaitu pengguna

kekuasaan Negara pada tingkat pusat (tertinggi), pada umumnya

di hadapkan pada konsep pemerintahan daerah.

h.Pemerintah dalam konsep pemerintahan daerah. Berbeda

dengan pemerintah pusat yang di anggap mewakili Negara,

pemerintah daerah di anggap mewakili masyarakat karena

daerah adalah masyarakat hokum yang tertentu batas-batasnya.

Sedangkan menurut Rasyid (19996:58) “pemerintahan dalam

maknanya di tinjau dari segi etika dan kepemimpinan memiliki tiga fungsi

11

hakiki pemerintahan, yaitu pelayanan (sevice), pemberdayaan

(empowerment), dan pembangunan (development)”.

b.

Pemerintahan Dalam Arti Luas Dan Arti Sempit

Syafi,ie (2001) memnguraikan pemerintahan sebagai berikut:

Apabila dalam suatu Negara kekuasaan pemrintahan di bagi atau di

pisahkan, maka terdapat perbedaan antara pemerintahan pemerintah dalam

arti luas dengan pemerintah dalam arti sempit. Pemerintahan dalam arti

sempit hanya meliputi lembaga yang mengurus pelaksanaan roda

pemerintahan (disebut eksekutif), sedangkan pemerintah dalam arti luas

selain eksekutif termasuk juga lembaga yang membuat peraturan perundang-

undangan (desebut legislative ) dan yang melaksanakan peradilan ( disebut

yudikatif).

Sedangkan Suradinata (1996:18) merumuskan pemerintah dalam dua

arti, yaitu: Dalam arti sempit, pemerintahan adalah pelaksanaan Pengurusan

Negara oleh eksekutif untuk memberikan pelayanan kesejahteraan dan

keamanan. Sedangakan dalam arti luas adalah seluruh kegiatan pengurusan

Negara oleh semua lembaga pemegang kekuasaan Negara, tujuan akhirnya

(output) memberikan kesejahteraan dan rasa aman pada masyarakat.

12

c.Pemerintah Sebagai Ilmu dan Seni

Menurut syafi’ie (2001:20) pemerintah adalah suatu ilmu dan seni.

Yang di jelaskan sebagai berikut. Dikatakan sebagai seni karena beberapa

banyak pemimpin pemerintahan, Yang tanpa pendidikan pemerintahan,

maupun berkiat serta dengan Karismatik menjalankan roda pemerintahan.

Sedangkan di katakana sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan, adalah

karena memenuhi syarat-syaratnya, yaitu dapat di pelajari dan di ajarkan

memiliki objek, baik objek material maupun formal, Universal sifatnya,

sistematis serta apesifik (khas)

Sedangkan perkembangan ilmu pemerintahan menurut Suradinata

(1999;25) adalah sebagai berikut : Pemerintahan sebagai ilmu pengetahuan

mulai berkembang sejak abad XIX. Pemerintahan sebagai ilmu pengetahuan

berkembang dari dinamika proses kegiatan sistematisasi pengetahuan-

pengetahuan pra ilmiah yang di mulai dengan klasifikasi berdasarkan

karakteristik yang bersifat umum dan spesifik.

Suradinata (2002; 17-18) juga menegaskan bahwa : Penerapan ilmu

pemerintahan bagi pembangunan, khusunya di Indonesia merupakan suatu

fungsi social dari ilmu pemerintahan itu sendiri yang akan membantu

pengembangan ilmu melalui penelitian dan pengembangan yang di kaitkan

13

dengan kebutuhan masyarakat. Adapaun hubungannya dengan seni dalam

penerapan ilmu pemerintahan adalah agar mampu memahami gejala-

gejala pemerintahan secara aktual, faktual, dan rasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->