Setiap kematian mendadak harus diperlakukan sebagai kematian yang tidak wajar, sebelum dapat dibuktikan bahwa tidak

ada bukti-bukti yang mendukungnya. Dengan demikian dalam penyelidikan kedokteran forensik pada kematian yang mendadak atau terlihat seperti wajar, alasan yang sangat penting dalam otopsi adalah menentukan apakah terdapat tindak kejahatan. Dari sudut kedokteran forensik, tujuan utama pemeriksaan kasus kematian mendadak adalah menentukan cara kematian korban.14 Pemeriksaan kasus kematian mendadak perlu beberapa alasan, antara lain: 1. Menentukan adakah peran tindak kejahatan pada kasus tersebut 2. Klaim pada asuransi 3. Menentukan apakah kematian tersebut karena penyakit akibat industri atau merupakan kecelakaan belaka, terutama pada pekerja industri 4. Adakah faktor keracunan yang berperan 5. Mendeteksi epidemiologi penyakit untuk pelayanan kesehatan masyarakat Pada kasus kematian yang terjadi seketika atau tak terduga, khususnya bila ada tanda-tanda penyakit sebelumnya dan kemungkinan sakit sangat kecil, untuk menentukan penyebabnya hanya ada satu cara yaitu dilakukannya pemeriksaan otopsi pada jenazah, bila perlu dilengkapi dengan pemeriksaan tambahan lain seperti pemeriksaan toksikologi. Hal ini sangat penting untuk menentukan apakah termasuk kematian mendadak yang wajar. 14

Adapun kepentingan otopsi antara lain: 1. Untuk keluarga korban, dapat menjelaskan sebab kematian 2. Untuk kepentingan umum, melindungi yang lain agar dapat terhindar dari penyebab kematian yang sama Penentuan kasus kematian adalah berdasarkan proses interpretasi yang meliputi: 1. Perubahan patologi anatomi, bakteriologi dan kimia 2. Pemilihan lesi yang fatal pada korban Pada kasus kematian mendadak yang sering kita hadapi, tindakan yang mampu dilakukan pada kematian mendadak adalah: 1. Semua keterangan tentang almarhum dikumpulkan dari keluarga, teman, polisi, atau saksi-saksi, yang meliputi: usia, penyakit yang pernah diderita, pernah berobat dimana, hasil pemeriksaan laboratorium, tingkah laku yang aneh, dan lain-lain.

2. Keadaan korban dan sekitar korban saat ditemukan, pakaian yang ditemukan, tanda-tanda kekerasan atau luka, posisi tubuh, temperatur, lebam mayat, kaku mayat, situasi TKP rapi atau berantakan, adanya barang-barang yang mencurigakan. 3. Keadaan sebelum korban meninggal 4. Bila sebab kematian tidak pasti, sarankan kepada keluarga untuk melapor kepada polisi, jika polisi tidak meminta visum et repertum dapat diberi surat kematian. 5. Dalam mengisi formulir B, pada sebab kematian bila tidak dketahui sebab kematiannya ditulis tidak diketahui atau mati mendadak. 6. Bila dilakukan pemeriksaan dalam, buat preparat histopatologi bagian organ-organ tertentu, diperiksa dan dilakukan pemeriksaan toksikologi 7. Sebaiknya jangan menandatangani surat kematian tanpa memeriksa korban, dan jangan menyentuh apapun terutama yang dipakai sebagai barang bukti. Dari hasil pemeriksaan kemungkinan: 1. Korban meninggal secara wajar dan sebab kematian jelas misalnya coronary heart disease, maka diberi surat kematian dan dikuburkan 2. Sebab kematian tidak jelas, keluarga/dokter lapor ke polisi, kemudian polisi minta visum et repertum, setelah SPVR datang maka korban diotopsi untuk menentukan sebab kematian korban. 3. Korban meninggal secara tidak wajar, misalnya ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, maka keluarga atau dokter lapor ke polisi. 4. Korban diduga meninggal secara wajar, misalnya CVA tetapi juga ditemukan tanda-tanda kekerasan, maka keluarga atau dokter lapor ke polisi KEMATIAN MENDADAK

(SUDDEN NATURAL UNEXPECTED DEATH)

Erwin Kristanto, Tjahjanegara Winardi

.

PENDAHULUAN

Pada sebagian kematian alamiah, dokter ada di sana untuk memeriksa dan memberikan surat keterangan kematian, tentunya dengan demikian pada sebagian besar kematian sebab kematian dapat ditentukan secara klinis. Walau keadaan ini kurang memuaskan, namun harus dipahami bahwa tidak setiap kematian dapat diautopsi untuk menentukan sebab mati, bahkan terkadang bila keluarga yang berangkutan menginginkannya.1

Kematian sering terjadi tanpa diduga, terjadi tiba-tiba dan dengan cara yang terkadang tampak tidak wajar, sehingga penyidik maupun keluarga membawa mayat untuk diperiksa secara kedokteran forensik. Penentuan sebab kematian menjadi penting terkait dengan kepentingan hukum yang diusung oleh penyidik dan kepentingan keluarga terkait dengan rasa keadilan, perubahan status almarhum dan keluarganya, serta hak dan kewajiban yang timbul dari meninggalnya orang tersebut. Autopsi sebagai suatu jalan penentuan sebab kematian merupakan pilihan solusi saat berhadapan dengan suatu kematian mendadak.2

Definisi WHO untuk kematian mendadak adalah kematian yang terjadi pada 24 jam sejak gejalagejala timbul, namun pada kasus-kasus forensik, sebagian besar kematian terjadi dalam hitungan menit

dan kemtian yang tak diduga tidak selalu terjadi mendadak.0% (1986) dan 19. penyakit jantung dan pembuluh darah juga memiliki kecenderungan serupa. 16. namun amat sering keduanya ada bersamaan pada suatu kasus. Penyakit jantung dan pembuluh darah secara umum menyerang laki-laki lebih sering dibanding perempuan dengan perbandingan 7 :1 sebelum menopause. Kematian alamiah di sini berarti kematian hanya disebabkan oleh penyakit dan trauma atau racun tidak memainkan dalam menyebabkan kematian. Kematian mendadak tidak selalu tidak diduga.atau bahkan detik sejak gejala pertama timbul.4 Tahun 1997 -2003 di Jepang dilakukan penelitian pada 1446 kematian pada kecelakaan lalu lintas dan dari autopsi pada korban kecelakaan lalu lintas di Dokkyo University dikonfirmasikan bahwa 130 kasus dari 1446 kasus tadi penyebab kematiannya digolongkan dalam kematian mendadak.9% (1975) menjadi 9.3 Terminologi kematian mendadak disini dibatasi pada suatu kematian alamiah yang terjadi tanpa diduga dan terjadi secara mendadak. dan menjadi 1 : 1 setelah perempuan menopause.1% (1981).2. Penyakit pada jantung dan pembuluh darah menduduki urutan pertama dalam penyebab kematian mendadak. bukan karena trauma akibat kecelakaan lalu lintas. (2) Keadaan dimana mayat . Di Indonesia. mensinonimkan kematian mendadak dengan terminologi sudden natural unexpected death .0% (1995).2 PREVALENSI Kematian mendadak terjadi empat kali lebih sering pada laki-laki dibandingkan pada perempuan.5 PENGGOLONGAN KEMATIAN ALAMIAH Kematian alamiah dapat dibagi menjadi dua kategori besar : (1) Kematian yang terjadi dimana ada saksi mata dan keadaan dimana faktor fisik dan emosi mungkin memainkan peran. seperti yang dilaporkan Badan Litbang Departemen Kesehatan RI.1. persentase kematian akibat penyakit ini meningkat dari 5. dimana cara mati dapat lebih mudah diterangkan. juga dapat terjadi saat aktivitas fisik. dan sesuai dengan kecenderungan kematian kematian mendadak pada laki-laki yang lebih besar.

sebab kematian harus benar-benar ditentukan agar cara kematian dapat ditentukan. Contoh golongan ini adalah pecahnya aneurisma aorta dengan perdarahan ke . Salah satu contoh yang paling baik untuk golongan ini adalah kematian mendadak akibat penyakit jantung koroner. LESI PENYEBAB Lesi yang dapat menyebabkan kematian alamiah yang mendadak secara garis besar terdiri dari 3 golongan :2 Grup terbesar adalah lesi yang diakibatkan oleh proses penyakit yang berjalan perlahan atau insidental berulang yang merusak organ vital tanpa menimbulkan suatu gejala renjatan akut sampai terjadi suatu penghentian fungsi organ vital yang tiba-tiba. yang diikuti dengan perdarahan yang berakibat fatal. polisi akan mengadakan penyidikan dan membuat surat permintaan visum et repertum. Autopsi klinik tidak memerlukan surat permintaan dari kepolisian.2 Pada kematian alamiah kategori pertama. Pada keadaan ini hasil pemeriksaan akan dituangkan dalam visum et repertum. keluarga untuk kepentingan almarhum dan mereka sendiri dapat meminta dilakukannya autopsi klinik pada almarhum. dan hasil dari pemeriksaan akan dituangkan dalam sebuah laporan autopsi atau autopsy report . karena keadaan yang lebih mencurigakan. karena pada prinsipnya dilakukan atas kehendak keluarga.3 Pada kematian alamiah kategori kedua. Persetujuan keluarga dalam tindakan autopsi klinik ini harus dibuat secara tertulis. kematian alamiah dapat dengan lebih mudah ditegakkan. terdapat kemungkinan hadirnya saksi-saksi yang mungkin ikut bertanggung jawab terhadap terjadinya kematian. bukan untuk kepentingan penyidikan.2. ditentukan apakah kekerasan atau racun ikut berperan dalam menyebabkan kematian. Pada kematian alamiah kategori kedua.ditemukan dalam keadaan yang lebih mencurigakan. Kematian alamiah dan tidak wajar sedapat mungkin dipisahkan. dan persetujuan keluarga akan menjadi prioritas yang lebih rendah dari kepentingan penegakan hukum. dan kepentingan dilakukannya autopsi menjadi lebih kecil. Terjadinya ruptur pembuluh darah yang mendadak dan tak terduga. Pada kematian alamiah kategori pertama.

Perdarahan dari jalan nafas . patologi anatomi. katup jantung. Pengenalan sebab kematian pada kasus kematian mendadak secara mendasar adalah proses interpretasi yang mencakup deteksi perubahan patologis yang ditemukan secara anatomis. bakteriologis dan kimiawi serta seleksi lesi yang ditemukan yang dianggap mematikan bagi korban. Golongan ketiga mencakup infeksi latent atau infeksi hebat yang perjalanan penyakitnya berkembang tanpa menunjukkan gejala yang nyata atau bermakna sampai terjadi kematian. Penyakit respirasi a. Penyakit jantung dan pembuluh darah a. endocardium dan pericardium c. Contohnya adalah endokarditis bakterial atau obstruksi mendadak usus karena volvulus. Lesi aorta 2. Penyumbatan arteri koroner b. Penyakit jantung kongenital d.dalam pericardial sac atau pecahnya aneurisma pada sirkulus Willisi yang menyebabkan perdarahan subdural. Menurut sistem tubuh. lesi yang menyebabkan kematian mendadak dapat dibagi atas :2 1. Lesi yang menyebabkan asfiksia b. Lesi miokard.

Perdarahan ke dalam saluran cerna b. Infeksi paru 3. Pheochromocytoma dari medula adrenal yang menyebabkan hiperadrenalin .c. Syok d. Perdarahan intra-abdomen c. Penyakit saluran cerna dan urogenital a. Pneumothorax d. Addison disease b. Lain-lain a. Infeksi peritoneum e. Lesi urogenital 5. Penyakit otak dan lesi intrakranial lain 4.

Discrasias darah g. Hipertiroid i.c. Senile marasmus d. Anomali kongenital b. Penyakit infeksi . Anak a. Hemochromatosis f. Deformitas berat dari spinal k Perdarahan dari ulcus varises di kaki l. Diabetes melitus e. Malaria j. Status lymphaticus h. Penyebab yang belum dapat ditentukan 6.

1.1. Komplikasi lain adalah perdarahan sub-intima yang terjadi pada plak.6 Penyakit Arteri Koroner Arteri koroner adalah pembuluh darah yang memberi makan jantung. lemak dan debris fibrosa. Otot jantung yang mengalami hipoksia mudah menyebabkan aritmia dan fibrilasi ventrikel.c. menyebabkan kematian 300. Bagian endotel dari plak yang hancur dapat bertindak seperti katup dan menutup total pembuluh darah. Stenosis dari koroner oleh ateroma sangat sering terjadi.000 sampai 400. konsekuensinya terjadi pengurangan aliran darah ke otot jantung yang dapat menyebabkan kematian dengan berbagai cara. Penyakit defisiensi PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH Penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyebab terbanyak yang terdeteksi dalam kematian mendadak. Trombosis koroner . Plak ateroma ulseratif dapat pecah atau hancur. Komplikasi dari ateroma dapat memperburuk stenosis koroner dan kematian otot jantung yang mengikutinya. sehingga kerusakan pada arteri koroner akan sangat mempengaruhi kinerja dan kelangsungan hidup jantung. terutama pada adanya beban stress seperti olahraga atau emosi.3. Pecahan ini akan terbaca ke arah distal pembuluh darah dan pada percabangan pembuluh darah menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan multipel mini-infark. membesarkannya secara tiba-tiba dan menutup lumen pembuluh darah.000 setahun di Amerika. mengisi sebagian atau seluruh pembuluh darah dengan kolesterol.4 Insufisiensi koroner akibat penyempitan lumen utama yang mengakibatkan iskemia kronik dan hipoksia dari otot-otot jantung di bawah stenosis. Konvulsi dengan asfiksia d.

Sebuah daerah fibrosis yang besar di ventrikel kiri dapat kemudian membengkak karena tekanan yang tinggi selama sistole membentuk aneurisma jantung yang mengurangi fungsi jantung. terjadi ketika stenosis berat terjadi atau terjadi oklusi total dari pembuluh darah. dapat terjadi karena infark dan nekrosis. Tapi efek fatal dari infark dapat terjadi pada setiap saat setelah otot menjadi iskemik. Ruptur otot papilaris. namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada semua orang. Infark miokard yang ruptur dapat menyebabkan kematian mendadak karena hemoperkardium dan tamponade jantung. terjadi ketika infark miokard menyembuh karena miokardium tidak dapat berprofilerasi. Keadaan ini memungkinkan katup mitral mengalami prolaps dengan gejala insufisiensi mitral dan bahkan kematian. Keadaan ini umumnya terjadi pada wanita tua. menyebabkan left-right shunt pada jantung. Infark yang dapat dilihat dengan mata secara makroskopik tidak terjadi saat kematian mendadak. Ruptur terkadang terjadi pada septum interventrikuler. Lesi pada sistem konduksi jantung. karena perlu beberapa jam agar oklusi jantung menjadi jelas. bila pembuluh darah kolateral di tempat bersangkutan tidak cukup memberi darah pada daerah yang bersangkutan.Miokard infark. Fibrosis miokard. yang mempunyai miokardium yang rapuh. Hipertensi . Keadaan ini cenderung terjadi dua atau tiga hari setelah onset infark dan bagian otot yang infark menjadi lunak. Efek dari infark yang besar adalah mengurangi fungsi jantung karena kegagalan pompa dan otot yang mati tidak dapat berkontraksi atau menyebabkan aritmia dan fibrilasi ventrikel. Infark umumnya baru terjadi bila lumen tertutup lebih dari atau sama dengan 70%.

.1. Jantung normal memiliki berat sekitar 250 sampai 400 gram dan berat jantung dapat meningkat sampai 600 gr atau lebih dan dengan demikian perkembangan otot melebihi kemampuan suplai darah arteri koroner. tampak daerah dalam dari ventrikel kiri yang hipertrofi mengalami defisiensi enzim-enzim dehidrogenase. namun terjadi pula pada orang yang lebih muda dengan kelainan kongenital berupa katup aorta yang bikuspid.6 Stenosis Aorta Stenosis aorta menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri.1 Pada stenosis aorta. problem tidak hanya terletak pada otot jantung yang membutuhkan suplai darah lebih. Kematian mendadak umumnya terjadi pada usia di atas 60 tahun. Pada penelitian histokimia. Jantung dapat mencapai berat 700 1000 gram. bahkan lebih nyata dibanding pada hipertensi.Hipertensi dapat menyebabkan kematian mendadak diawali dengan hipertrofi ventrikel kiri. dan dengan adanya ateroma otot jantung yang membesar tadi menjadi lebih iskemik dengan menurunnya aliran darah arteri koroner yang disumbat oleh ateroma. suatu indikator adanya keadaan hipoksik. Penyebabnya biasanya adalah kalsifikasi pada katup jantung yang berhubungan dengan aterosklerosis.1. walau pada keadaan dimana arteri koronernya sehat. Otot-otot ini menjadi tidak stabil dan dengan dengan mudah membuat rangkaian aritmia dan fibrilasi. otot jantung harus bekerja ektra untuk melawan tekanan eksternal dan membesar untuk dapat menghasilkan dorongan yang lebih kuat.2 Ateroma sering diasosiasikan dengan hipertensi. Pada hipertensi. tapi juga pada sempitnya katup yang menyebabkan rendahnya tekanan perfusi pada pintu arteri koroner sehingga alirannya menjadi lemah.

Aneurisma memiliki dinding yang tipis dan paling umum terjadi pada aorta thorakal. Aneurisma ini dapat ruptur dengan perdarahan masif pada mediastinum atau ke dalam rongga pleura atau pada kasus yang jarang.3 Suatu kondisi intrinsik jantung yang lain adalah suatu penyakit yang disebut cardiomyopathies dimana jantung membesar dan menunjukkan abnormalitas histologis. Pada kematian mendadak. terutama pada lengkung aorta. bahkan sampai lebih dari 1000 gram dapat ditemukan pada keadaan ini. Jantung yang sangat besar.Penyakit Miokard Primer Miokarditis terjadi karena berbagai penyakit infeksi seperti difteri. dan infeksi virus termasuk influenza. Keadaan ini sering menyebabkan kematian pada umur dewasa muda. miokarditis karena etiologi yang tidak diketahui kadang ditemukan pada sediaan histologi dari autopsi. namun kadang masih dapat ditemukan pada autopsi rutin pada orang-orang usia lanjut. terjadi penebalan masif dari dinding ventrikel. dan merupakan penyebab kematian pada kasus seperti ini. Keadaan ini beberapa disebabkan karena defek metabolik. ke dalam trakea atau esofagus.1 PENYAKIT SISTEM RESPIRASI . Sarcoidosis diseminata juga dapat mempengaruhi otot jantung. Aneurisma Sifilis Aneurisma akibat penyakit sifilis saat ini jarang ditemukan karena efektifnya pengobatan sifilis. miokarditis ini sering disebut sebagai isolated Fiedler s atau Saphir s myocarditis .1. sebagian lagi sebabnya tidak diketahui. kadang-kadang asimetris.

imobilisasi. Pada hampir setiap kasus. Epiglotitis dapat terjadi pada anak dan dewasa. operasi. terutama oleh strain virus influensa yang ganas. Ini membuat hubungan antara kematian dan kejadian yang terkait dengan trauma menjadi lebih sulit. trauma jaringan.Penyebab utama kematian mendadak karena organ respirasi sebenarnya juga terletak pada faktor vaskular juga. Sebagian besar terjadi tanpa gejala dan tidak menimbulkan masalah. Epiglotitis akut adalah suatu kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera berupa . sumber emboli berasal dari vena tungkai. namun kasus epiglotitis akut sering terlambat ditangani dan menyebabkan kematian mendadak. selalu terdapat potensial untuk terjadi suatu obstruksi jalan nafas yang fatal yang terjadi sangat cepat. obstruksi saluran nafas dapat terjadi sangat cepat. Setelah adanya gejala ini. Bila seseorang menderita epiglotitis akut. terutama yang memerlukan imobilisasi.1 Sekitar 80% dari kematian akibat emboli pulmoner memiliki predisposisi penyebab seperti patah tulang. bahkan ketika sedang diperiksa dokter. Emboli pulmonar amat sering terjadi dan bahkan kadang tidak terdiagnosa sebagai sebab kematian. dalam perjalanan penyakitnya. dan lain-lain. tapi sebagian lagi emboli ini terlepas dan menutup pembuluh darah pulmoner dengan ukurannya yang beranek ragam. Epiglottitis Saat ini kondisi-kondisi yang menyebabkan obstruksi jalan nafas seperti laringitis lues atau difteri sudah jarang ditemukan. Penderita yang mengalami epiglotitis akut mungkin hanya memdapat gejala yang ringan seperti nyeri tenggorokan. Kematian yang cepat namun tidak mendadak dapat juga terjadi pada infeksi dada yang hebat. dan kesulitan menelan. Pada saat terjadi trauma. serak. Dalam penerapan hukum sukar untuk dibuktikan hingga meyakinkan hakim bahwa trauma yang dibuat tersangka yang menyebabkan kematian. trombosis vena terbentuk. Penyebab kematian mendadak yang sering pula terjadi di Indonesia adalah haemoptysis masif dari caverna tuberculosis atau dari yang lebih jarang terjadi haemoptysis masif dari keganasan pada sistem respirasi.

. Pecahnya aneurisma cerebral. diagnosa difrensial yang harusnya muncul di kepala kita adalah :1 Komplikasi kehamilan.7 LESI PADA OTAK DAN LESI INTRAKRANIAL Ruptur Aneurisma Berry Sebab kematian mendadak pada orang dewasa muda sampai paruh baya adalah perdarahan subarachnoid karena pecahnya aneurisma pada arteri basal otak. namun aneurisma ini tidak ditemukan ketika lahir atau pada anak-anak. umumnya sebelum umur dimana seseorang sering terserang penyakit jantung koroner. biasanya pada percabangannya dan ini terbentuk pada saat orang itu bertambah dewasa.3. bahkan ke dalam jaringan otak itu sendiri. Aneurisma Berry sering salah digolongkan ke dalam penyakit kongenital. Penyebab tersering epiglotitis akut pada anak-anak dan dewasa adalah H. Aneurisma Berry terbentuk pada daerah yang lemah pada dinding pembuluh darah. Pecahnya aneurisma membuat darah dapat mengalir ke seluruh dasar otak dan kadang ke dalam ventrikel. seperti aborsi atau kehamilan ektopik terganggu Emboli pulmoner dari trombosis pembuluh darah tungkai. Aneurisma ini dapat berukuran beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. Keadaan ini dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan. Bahkan bila seorang perempuan yang masih dalam usia produktif (antara usia 15 50 tahun) meninggal mendadak. dapat tunggal ataupun multipel.influenzae.tracheostomy atau intubasi bila terjadi obstruksi saluran nafas. Aneurisma Berry patut dicurigai sebagai sebab kematian terutama pada perempuan sebelum menopause yang secara statistik sangat jarang mengalami iskemia jantung yang fatal. Peningkatan darah yang tiba-tiba atau perubahan emosi atau kombinasi keduanya. seperti saat berhubungan seks menyebabkan pecahnya aneurisma.

3 Meningitis . dari sekedar sakit kepala atau kekakuan tengkuk. Kematian dapat terjadi dalam beberapa jam atau bahkan sampai batas yang tak tentu penderita dapat bertahan hidup. hingga dapat pula merusak serebelum dan mid-brain . Expansi mendadak dari hematoma akan menekan kapsula interna dan mungkin menyebabkan kerusakan sebagian dari jaringan otak sehingga menimbulkan hemiparesis. Perdarahan maupun penyumbatan pembuluh darah otak dapat menyebabkan timbulnya manifestasi klinis kerusakan jaringan otak yang oleh orang awam disebut stroke. Perdarahan pada batang otak dapat bermanifestasi sebagai hiperpireksia. Diasumsikan bahwa perdarahan dalam rongga intrakranial yang tiba-tiba membentuk tekanan dalam rongga intrakranial dan mempengaruhi pusat pernafasan. Perdarahan serebral menduduki peringkat ketiga di Amerika Serikat sebagai penyebab kematian.000 kasus setiap tahunnya. Bila perdarahan menjadi lebih luas maka lebih luas jaringan otak yang rusak. atau yang sering disebut Charcot s vessels . sampai pada kematian.000 kasus mati dari 500. Perdarahan Serebral Perdarahan tiba-tiba pada jaringan otak umumnya terjadi pada orang tua dengan hipertensi yang signifikan. disebabkan oleh rupturnya arteri lentikulo-striata. namun umumnya kematian tidak segera terjadi setelah perdarahan. Prosesnya kadang berjalan sangat cepat dan mekanismenya kadang tidak dapat ditentukan.8 Perdarahan serebral paling sering terjadi dalam kapsula interna dari salah satu hemisfer.Bocornya aneurisma dapat menimbulkan manifestasi beragam. dengan 175. Perdarahan ini dapat berakibat fatal.

Pada semua kasus meningitis.3 SISTEM GASTROINTESTINAL Kematian mendadak yang terjadi akibat kerusakan sistem gastrointestinal umumnya disebabkan oleh sistem vaskulernya. dan meningococcus.1 . atau pada kasus yang berat dapat tampak dengan mata telanjang terkumpul pada bagian lateral. Pada neonatal. namun dapat terjadi dengan cepat dan tetap tidak terdiagnosa oleh para klinisi. Eksudat dapat terbentuk sangat sedikit. telinga tengah harus dibuka dan diperiksa untuk memastikan sumber dari meningitis.Kebanyakan korban kematian mendadak akibat meningitis adalah anak-anak. bacilus colliform dan streptococcus grup B merupakan penyebab yang dominan. Tipe yang paling sering adalah meningitis yang disebabkan oleh Hemophilus influenza. bila tidak ditangani dengan tepat dalam hitungan beberapa jam. dan pada bagian lateral terjadi perkabutan karena eksudat purulen. otak tampak sembab. selaput otak tampak berkabut pada permukaan ventral dari otak. pneumococcal dan meningococcal dalam terjadi dengan perluasan langsung dari infeksi telinga tengah yang pada anak-anak mudah terjadi karena anatomi telinga mereka. Pada autopsi. pneumococcus. Pada sebagian besar kasus meningitis juga terjadi septikemia sekunder. Perforasi ulkus peptik dapat berakibat fatal. sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. walaupun kebanyakan kasus perdarahan sistem gastrointestinal sifatnya moderat dan masih sempat memperoleh penanganan operatif. Perdarahan masif pada lambung atau ulkus peptik di duodenum dapat berakibat kematian dalam waktu yang singkat. dan gangren intestinal karena strangulasi hernia dan torsi karena adhesi peritoneal dapat mematikan dalam waktu yang singkat bila tidak terdiagnosa dan tertangani dengan baik. Trombosis dan emboli mesenterium yang menyebabkan infark usus memang tidak terjadi segera. Hemophilus.

mereka tidak harus kelelahan karena status asthmaticus atau status epilepticus. kecuali dapat dilakukan intervensi bedah dengan cepat dan tepat.9 Rupturnya tuba pada kehamilan ektopik tergganggu adalah suatu kegawat daruratan yang dapat berakhir pada kematian karena perdarahan intraperitoneal. kecenderungan kematian yang tak terjelaskan merupakan fenomena yang cukup dikenal diantara para patolog. Kematian akibat epilepsi mencapai 1 sampai 2% dari seluruh kematian alamiah di Amerika Serikat. terjadi peningkatan kematian mendadak pada penderita asthma karena penggunaan berlebih dari obat-obat adrenergik. seorang pasien yang terkontrol dengan baik dapat mati mendadak.1. terutama inhaler. . tenggelam.SISTEM UROGENITAL Bila seorang wanita dalam usia subur mati mendadak. Selain bahaya yang tampak.2 LAIN-LAIN Kematian Karena Asthma dan Epilepsi Kedua penyakit ini memiliki kesamaan dimana penderita kedua penyakit ini dapat mati secara tak terduga dan mendadak karena sebab yang tidak jelas. diagnosa difrensial komplikasi kehamilan harus dipertimbangkan.8 Beberapa dekade lalu. Aborsi merupakan suatu kemungkinan. jatuh. namun walau beberapa obat adrenergik telah tidak digunakan. apalagi di Indonesia dimana aborsi masih amat sering terjadi. perdararan. seperti kecelakaan. Epilepsi adalah suatu ketidakteraturan yang intermiten dari sistem saraf yang terjadi karena impuls yang berlebihan atau tidak teratur dari jaringan saraf ke otot. Kematian akibat syok vagal.1. atau sufukasi. Pada epilepsi.3. infeksi dari instrumen yang tidak steril dan kemungkinan emboli udara harus diperhatikan dalam autopsi. Kehati-hatian dokter segera menurunkan angka kejadian ini.1.

kecuali terjadi trauma yang langsung mengenai bagian depan rongga dada. Klaim bahwa stress emosi dan fisik yang diasosiasikan dengan kekerasan meningkatkan kerja jantung dan menyebabkannya jatuh pada keadaan gagal jantung masih lebih mungkin dibuktikan. dan karenanya secara tidak meragukan dapat disimpulkan bahwa kekerasan tidak memiliki hubungan dengan terbentuknya penyakit. Tuduhan bahwa kekerasan memiliki hubungan sebab akibat yang jelas dengan memburuknya keadaan penyakit korban hampir tidak mungkin dibuktikan. atau menyebabkan perdarahan subintima. Pada prakteknya. walau sebagaian keluarga korban dan para pengacara terkadang bersusah payah untuk membuktikan atau meyakinkan dirinya dan pengadilan mengenai adanya hubungan kekerasan dengan terbentuknya penyakit. yang secara fisik dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan jantung dan menyebabkan lesi traumatik pada sistem koroner dengan menyebabkan terlepasnya plak ateroma.6 Aterosklerosis Koroner Perjalanan penyakit aterosklerosis koroner berjalan selama beberapa bulan atau bahkan tahun sebelum dapat menimbulkan manifestasi. Pada keadaan seperti ini kontribusi penyakit dan kekerasan sebagai sebab kematian dapat menjadi problem medikolegal. Respon fight or flight mungkin terjadi dan telah diterima secara kedokteran bahwa pelepasan katekolamin endogen seperti noradrenalin dapat menyebabkan jantung yang telah hipoksik secara . bahkan setelah autopsi dilakukan. Keadaan di atas secara kedokteran merupakan keadaan yang jarang dapat terjadi walau bukan berarti tidak mungkin terjadi.1.3 HUBUNGAN ANTARA TRAUMA DAN PENYAKIT Salah satu masalah yang paling sulit dalam kedokteran forensik adalah bilamana kematian terjadi pada seseorang yang mengalami kekerasan namun menderita juga sedang penyakit atau dimana penyakit telah meningkatkan kerusakan setelah terjadinya kekerasan.kematian mendadak masih tetap terjadi yang tidak dapat dijelaskan secara memuaskan mengenai sebab kematiannya. situasi yang paling sering menyebabkan keadaan seperti ini adalah penyakit koroner. emboli pulmoner dan perdarahan subarachnoid.

Perlu diingat bahwa penderita penyakit jantung koroner dapat meninggal setiap saat tanpa serangan miokard infark atau kekerasan. suatu elemen poten yang mungkin berperan adalah respons adrenal. akan sulit untuk menerima bahwa kekerasan yang menyebabkan ruptur. Suatu tugas yang tidak mudah bagi polisi.6 Sebuah pukulan mungkin tidak pernah mengenai korban atau gagal mengenai korban.kronis mengalami fibrilasi ventrikel dan henti jantung. Tentunya ketika aneurisma kecil berukuran beberapa milimeter yang pecah. ataukah stress emosional yang merupakan faktor utamanya.dokter forensik. Sekali lagi. apakah kontribusi relatif dari kekerasan atau faktor penyakit yang lebih berperan. Perdarahan Subarachnoid Perdarahan subarachnoid adalah suatu daerah sulit lain dimana manifestasi penyakit dan trauma berinteraksi. Hukum di Indonesia secara ideal menuntut hakim harus dapat memperoleh keyakinan bahwa kekerasan pada korban memiliki hubungan sebab akibat yang jelas dengan kematian. namun pada kasus dimana terjadi kekerasan yang cukup kuat untuk menyebabkan perubahan morfologi dan adanya temuan pecahnya aneurisma yang lebih besar maka lebih mudah diterima bahwa stress intrakranial mungkin memainkan peranan yang lebih besar.6 . Pada beberapa kasus bahkan mungkin dapat ditemukan bukti fisik seperti adanya contraction bands terutama pada lapisan superfisial dari subepikardial. Autopsi pada kasus-kasus ini tidak selalu dapat membantu menentukan faktor mana yang berperan. Ruptur merupakan suatu kejadian yang dapat terjadi tanpa kekerasan sebelumnya dan merupakan sebab kematian yang sudah dikenal terjadi orang dengan usia muda atau paruh baya yang tidak melakukan aktivitas yang berat. Pertanyaan sederhana Apakah korban akan meninggal pada saat itu jika kekerasan tidak terjadi ? menjadi sulit dijawab secara kedokteran dan pengadilanlah yang dengan asas-asas hukumnya yang berhak menentukan. jaksa dan hakim untuk melakukannya. agar alat-alat bukti dapat digunakan untuk menjatuhkan hukuman. tapi korban yang merasa terancam dapat mengalami hipertensi transient atau tachycardia yang dapat menyebabkan artimia atau perdarahan subarachnoid atau perdarahan subintima yang membawa pada kematian. Bila suatu ruptur aneurisma terjadi pada saat atau setelah kondisi fight or flight maka argumen medis terjadi mengenai apakah pukulan pada kepala yang menyebabkan ruptur.

Sebaiknya setiap jenis organ dimasukkan pada wadahnya sendiri. Informasi mengenai temuan-temuan pada autopsi perlu disertakan dalam permintaan pemeriksaan histopatologi.1. namun rentang waktu ini dapat terjadi antara 2 sampai 90 hari. penegakan sebab mati menjadi kurang tajam. namun secara histologi trombosis tampak berumur beberapa minggu. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan toksikologi beragam sesuai dengan kecurigaan jenis racun pada kasus secara individual. Sampel diambil dari semua organ yang dianggap terlibat dengan perjalanan penyakit hingga menyebabkan kematian. namun secara umum sampel untuk analisa toksikologi yang dianggap rutin antara lain :1. walau mungkin kelainan tersebut tidak berhubungan langsung dengan penyebab kematian. Jika korban mengalami embolisme yang fatal seminggu setelah kekerasan. juga kelainan pada organ yang tampak secara makroskopik. makin sulit pula membuktikan hubungan sebab akibatnya.Emboli Paru Emboli paru secara tipikal terjadi sekitar dua minggu setelah adanya luka atau operasi. PEMERIKSAAN PENUNJANG Berhadapan dengan kasus kematian mendadak. Sejalan dengan makin panjangnya waktu. autopsi harus dilakukan dengan amat teliti. pemeriksaan histopatologik merupakan suatu keharusan. sehingga dokter ahli patologi dapat melakukan tugasnya dengan maksimal. maka jelas kekerasan bukan merupakan penyebabnya.10 Pada autopsi kasus yang diduga kematian mendadak.10 ü Darah . menghindari bias pembacaan mikroskopik. Eksisi sampel organ haruslah mencakup daerah yang normal dan daerah yang kita curigai secara mikroskopik terjadi proses patologik. Secara forensik. hampir selalu pemeriksaan toksikologi harus dilakukan. Tanpa pemeriksaan toksikologi. merupakan hal yang amat penting bagi dokter untuk dapat membuktikan adanya trombosis setelah tejadinya kekerasan.

ü Muntahan atau isi lambung Muntahan dapat dimasukkan ke dalam kantung plastik yang dapat ditutup rapat. bersama itu diambil pula 5-10 ml darah dimasukkan ke dalam tabung berisi antikoagulan seperti EDTA atau potassium oxalat atau heparin. ü Faeces Isi rektum umumnya tidak diperlukan untuk analisa kecuali ada kecurigaan keracunan logam berat. ü Urine 20-30 ml urine dimasukkan ke dalam kontainer kosong. Untuk analisa secara umum. pada autopsi isi lambung dapat dimasukkan ke dalam wadah yang sama dengan membuka kurvatura minor dengan gunting. sekitar 15 ml darah dimasukkan ke dalam tabung kosong agar pembekuan darah dapat terjadi.Tempat terbaik untuk memperoleh sampel darah adalah dari vena femoral atau iliaca. . kecuali bila ada penundaan pemeriksaan. Untuk pemeriksaan alkohol dari darah diperlukan 5 ml darah yang dimasukkan dalam tabung berisi sodium fluorida untuk mengambat destruksi alkohol oleh mikro organisme. atau dari vena axilaris. sampel sebanyak 20-30 gram dapat dimasukkan ke dalam wadah yang dapat tertutup rapat ü Liver dan organ lain Hati dapat diperiksa secara utuh untuk analisa toksikologi. bila hanya sebagian hati yang diambil sebagai sampel (100 gr) maka berat total hati harus dicantumkan dalam lembar permintaan pemeriksaan. dapat dimasukkan sodium azide. Laboratorium tertentu juga akan meminta sampel dinding lambung karena bubuk atau debris tablet dapat melekat pada lipatan lambung dengan konsentrasi yang tinggi.

New York : Arnold. 2nd edition. 1997 : 105 20. 1996 : 487 516. Vance M. Gonzales TA. Forensic Pathology. Umberger CJ. Motozawa Y. 2003. . bersama dengan potongan kuku karena logam berat ini mengendap pada kuku dan dapat dianalisa dengan analisa aktivasi neutron untuk melihat hubungan pertumbuhan rambut dan paparan racun.dot. 2000 : 43 86. Hitosugi M. New York : Appleton century croft. Analysis of sudden natural deaths while driving with forensic autopsy findings. Eleventh Edition. Pathology and toxicology. Simpson s Forensic Medicine. Available from : http: www-nrd.nhtsa.Pada penyalahgunaan bahan pelarut seperti pada penghirup lem. New York : Oxford University Press. Legal Medicine. Florida : CRC Press. bahan kimia peracun umumnya dapat ditemukan dalam darah.gov/pdf/nrd-01/esv/esv19/05-0112W. KEPUSTAKAAN Knight B. ü Potongan rambut dan kuku Pada keracunan logam berat sebagian rambut dapat dipotong atau dicabut beserta akarnya. Knight B. et all.pdf. Jakarta : FKUI. Di Maio DJ. 1954 : 102 51. Kusmana D. Second Edition. namun bagi laboratorium dapat membantu bila kita dapat memberikan sampel paru secara utuh agar gas yang terperangkap dalam paru dapat dianalisa. Di Maio VJM. Helpern M. Paparan racun yang paling baru akan terlihat paling dengan dengan akar atau pangkal kuku. Forensic Pathology. Yokoyama T. Pada keadaan ini paru dimasukkan ke wadah kedap udara seperti kantung nilon atau kantung polyvinyl klorida. Kasiat teh dan kesehatan jantung.

Bagian Kedokteran Forensik FKUI. pada keadaan yang sibuk. Nedra W. setelah dilakukan pemeriksaan yang sesuai. Jakarta : Bagian Kedokteran Forensik FKUI. Microsoft Corporation. dugaan penyebab kematian oklusi koroner. Sevent Edition.924 Anshor MU. kecuali ia sangat mengenal dengan berbagai kematian mendadak alamiah yang tidak biasa. kemudian pembukaan dada dilakukan pada langkah pertama untuk memeriksa jantung. seperti pada mayat dengan diabetes. Penting untuk mendapatkan keterangan dengan pemeriksaan yang tepat pada mayat yang tidak jelas.1997. Sururin. 2001 : 331 . Ropper AH.mungkin tidak ditemukan bila specimen sudah rusak. Kemungkinan penyebab kesalahan pemeriksaan mayat dengan dugaan penyebab kematian. seperti dari kamar jenazah. Banyak kematian mendadak yang tidak wajar mengalami sedikit perubahan yang dapat dikenali dengan mata telanjang pada pemeriksaan mayat. Adam and Victor s Principles of Neurology. KEMATIAN MENDADAK Pada kasus-kasus kematian mendadak yang diteliti oleh ahli patologi forensik. tapi sulit untuk menghindari pemikiran dari riwayat suatu kasus atau informasi yang diperoleh." Microsoft® Encarta® 2006 [CD]. seperti keracunan. lebih dari itu."Epiglottitis. Aborsi dalam Fiqh komtemporer. Victor M. New York : McGraw Hill. 2002. Hal ini akan meluputkan dari kemungkinan pneumothorax. Jakarta : Penerbit FKUI. sekitar 75 persen ditemukan sebagai kematian mendadak yang wajar atau alamiah.kecuali jika ahli patologi forensik mengenal tanda-tanda berbagai penyebab kematian mendadak alamiah secara menyeluruh. ed. saat hal itu adalah kematian yang alamiah. 2005. Ilmu Kedokteran Forensik. Adalah mudah untuk memberikan perhatian. ia mungkin salah mengenali kematian pada penyebab yang tidak wajar. . ada resiko kesalahan. contohnya mayat dengan riwayat nyeri dada. Oleh karena itu. dia akan melalaikan bila ada penyakit yang tidak jelas sebagai penyebab kematian. Meskipun demikian.

Pemeriksaan histology sebaiknya menjadi bagian yang saling terkait dengan pemeriksaan mayat. dan bila tidak dilakukan pemeriksaan histologis mungkin tidak dapat ditentukan penyebab kematian. epilepsy. Pada daerah lain seperti pelabuhan. Sampel diambil dari daerah industri perkotaan. Insiden Kematian Akibat Penyakit Tabel di bawah menunjukkan distribusi macam-macam penyakit penyebab kematian dalam satu tahun di Departemen Forensik Leeds. mungkin menunjukkan perbedaan dalam kategori penyakit. Pada dugaan kasus keracunan. dll. pedesaan. bila dalam pemeriksaan mayat tidak ditemukan tanda-tanda keracunan.. Kematian Alamiah 1970 Sistem Kardiovaskular Sistem Pernapasan . asma.Penyebab kematian fungsional seperti koma hypo/hyperglycemia. harus diteliti lebih lanjut.

Haemopericardium 35 Emboli pulmonalis 31 Trombosis koroner 129 Broncopneumonia 47 Atheroma koroner 325 Pneumonia lobaris 24 Katup aorta/mitral 27 Pneumonia virus 1 Hipertensi 21 Bronkitis akut/kronik 14 Ruptur aneurisma 19 Asma 7 Senilitas 2 Kematian ranjang 39 Atrial myxoma 2 Pneumoconiosis 1 Myocarditis 5 Bronchiectasis 1 Perlemakan jantung 1 Ca bronchus 10 Thrombus 1 Hamman Rich 1 Amyloid 1 TB 1 .

Sistem Saraf Sentral Lain-lain Cerebral haemorrhagic 18 Haemorrhagic ulcer 3 Sub arachnoid haemorrhagic 10 Obstruksi intestinal 8 Cerebral trombosis 2 Peritonitis 6 Epilepsy 4 Gastroenteritis 1 Abses otak 1 Trombosis mesenterium 2 Pyloric stenosis 1 Sistem urogenital Ca pancreas 1 Pyelonephritis 3 Ca colon 3 Ca buli-buli 2 Ca gaster 3 Ca ginjal 1 Hepatitis 2 Embpli lemak 1 .

Thyrotoxicosis 1 Kematian mendadak tidak wajar 1970 Keracunan CO 15 Jatuh 4 Keracunan barbiturate 36 Terbakar 3 Keracunan lain-lain 10 Listrik 5 Gantung diri 6 Pencekikan 2 Tenggelam 11 Intoksikasi 2 Kecelakaan lalu lintas 39 Pembunuhan 4 Eksposure 2 Luka tembak 1 Kantong plastic 2 Penikaman 2 Anoksia 2 .

Pembunuhan 1970 Penikaman 4 Penembakan 2 Trauma kepala 8 Luka iris 1 Strangulasi ligasi 4 Pembekapan 2 Strangulasi manual 2 hematoma 1 Aborsi 1 Hampir semua penyakit yang dapat mengakibatkan kematian mungkin tidak diotopsi bila tidak terjadi kematian mendadak. Penyakit Sistem Kardiovaskular Penyakit Arteri Koroner .

Lesi ateroma dapat ditentukan dengan faktor hemodinamik. terjadi secara primer pada arteri koroner kiri. Pada usia tua penebalan dinding pembuluh darah berbentuk bulat dan terjadi secara progresif hingga berukuran sangat kecil. emboli arteri koroner. trombosis koroner walaupun sering ditemukan. hanya seperempat dari seluruh kejadian. aneurisma. terutama pada cabang yang menurun. Lesi kalsifikasi dapat mengganggu pembuluh darah di beberapa tempat. Walaupun dapat dipotong dengan pisau. pembuluh darah yang rusak dapat mengindikasikan keadaan pada waktu hidup. sering dapat menyebabkan kerusakan. biasanya dalam bentuk plak berwarna kuning keputihan yang menyebabkan penyempitan pada lumen pembuluh darah berbentuk lancip. masih dalam perdebatan. Penyebaran penyakit secara irregular. walaupun sudah dilakukan banyak penelitian. Pada usia muda. Distribusi usia dari kasus-kasus trombosis koronaria . Dalam pengalaman kami. Penyempitan dan oklusi arteri koroner oleh atheroma adalah yang paling sering ditemukan.Merupakan penyebab paling banyak kematian mendadak. trombosis koronaria ditemukan pada distribusi usia yang sama dengan atheroma koronaria. Teori lama mengatakan penumpukan lemak dalam dinding pembuluh darah dan penimbunan thrombus fibrin. Etiologi pembentukan ateroma secara umum. arteritis jarang ditemukan. sering pada cabang menurun pada arteri kiri dan pembuluh darah menjadi sulit untuk dipotong. terutama yang mengenai arteri koroner.

Trombosis lebih sering terjadi pada arteri koronaria kiri cabang desendens. dan jarang terjadi pada arteri utama kiri. berwarna merah muda pucat.1969) telah melaporkan bahwa hal ini lebih sering terjadi pada seri mereka. .7 > 60 tahun 73. meskipun penulis lain (Crawford.8 50-60 tahun 14.7 Hanya ditemukan ¼ kematian akibat penyakit arteri koronaria. berikutnya pada arteri koronaria kanan dan lalu arteri sirkumfleksa kiri.Usia % 40 tahun 2.4 40-50 tahun 9. Kadangkadang thrombus yang terutama terdiri dari trombosit. Thrombus yang baru berwarna merah gelap kecoklatan dan melekat pada dinding pembuluh darah.

terutama arteri koronaria utama kanan. Hal ini lebih sering terdeteksi dengan pemeriksaan mikroskopik dari bagian luar pembuluh darah. sebagai sumbatan berwarna kuning atau kelabu homogen pada dinding pembuluh darah. thrombus tidak jarang ditemukan pada pembuluh darah. trombosis koronaria tidak selalu dengan segera menjadi fatal. Emboli mungkin merupakan sisa atheroma yang terjepit dari pembuluh darah yang mengalami ulserasi plak lebih lanjut. atau substansi emboli lainnya. Pendarahan sub-intima merupakan lesi lain dari arteri koronaria yang sering terjadi. dengan organisasi dan proliferasi endothelial. Diperkirakan bahwa banyak penyakit atheromatous dinding pembuluh darah yang progresif merupakan perdarahan sub-intima. Hanya satu yang pernah ada pada Departemen pada tahun-tahun terakhir. Seperti thrombus yang terlihat pada beberapa wanita muda yang menggunakan pil kontrasepsi. arteri penyokong dan pemberi makanan yang kurang baik pada pembuluh darah (Morgan. . kematian dapat terjadi tanpa adanya luka yang terdeteksi pada miokardium. namun sering tampak sebagai suatu massa lunak atheromatous pada plak luas di dinding yang berkaitan dengan perdarahan ke dalam massa. Lesi arteri koronaria yang lain jarang ditemukan. juga jarang. akhir-akhir ini. yang memiliki lumen yang paten. yang masih bertahan. thrombus menjadi teratur. dengan pertumbuhan jaringan penghubung dari dinding pembuluh darah. Dengan berjalannya waktu. dan akhirnya akan terjadi beberapa re-konsiliasi. Arteritis. Aneurisma sakular biasanya jarang terjadi. meskipun mungkin terdapat fibrosis atau skar fibrous yang lebih besar mengindikasikan suatu infark sebelumnya. yang mungkin berkaitan dengan kematian mendadak.Walaupun sering terjadi pada pembuluh darah yang dekat dengan atheroma. mungkin dapat dilihat pada orang-orang. Perbedaan aneurisma arteri koronaria telah digambarka terutama pada wanita muda pada periode postmortem (Burton dan Zawadzki.1956).1962). namun terutama oklusi pembuluh darah oleh atheroma. seperti lemak. Kadang tampak sebagai pita kresentik berwarna merah gelap pada pertengahan dinding pembuluh darah. terutama polyarteritis nodosa. sampai fragmen thrombus atau tumor pada atrium atau vegetasi dari katup jantung pada endokarditis bakterialis. Dari beberapa macam lesi pada arteri. Thrombus koronaria yang lebih lama. kematian akibat serangan jantung.

akan memberi gambaran penumpukan garis-garis ini dan perubahan warna dari biru-hitam menjadi coklat kemerahan. Pada penglihatan mata telanjang. kerusakan serabut otot akan tampak tidak jelas dan akan menunjukkan peningkatan eosin. tidak jarang tampak daerah pada otot jantung yang menunjukkan campuran perubahan. tembus cahaya dan bahkan menjadi kistik. hal ini tampak sebagai kongesti kecil. Kematian dapat terjadi dalam beberapa jam awal atau hari setelah infark dan penyebab segeranya adalah fibrilasi ventrikel. Secara mikroskopik. daerah infark berwarna ungu-biru dibandingkan dengan jaringan otot normal yang pucat. . Penyebab lain dari kematian mendadak segera setelah onset dari infark adalah rupture dinding ventrikal pada daerah infark dan kematian akibat tamponade jantung. dengan diapedesis dan daerah infiltasi polimorf serabut otot tampak pada sekitar 12 jam. tampak sebagai suatu robekan lurus kecil pada epikardium. Dimana oklusi oleh thrombus dan kematian telah terjadi beberapa jam setelah oklusi tersebut merusak otot jantung. dan jejak perdarahan dapat tampak pada otot yang infark. berdasarkan lokasi iskemik pada otot jantung. diman ia telah menemukan nilai berharga pada demonstrasi infark miokard awal. namun pada infark jantung perubahan yang terjadi diharapkan tampak pada sebagian besar serabut. dalam preparat Hemoksilin-Eosin. Karakteristik daerah kuning dari infark miokard yang telah terjadi. Kuantitas cairan dan darah beku dalam kantung pericardium pada autopsy biasanya berjumlah 10-15 ons. Dengan Periodic Acid-Schiffe (PAS). Bagian kaca gelas dengan asam fosfatungsik hematoksilin yang memperlihatkan garis melintang otot.Kemungkinan cara kematian adalah fibrilasi mendadak. atau daerah pucat dengan gambaran lilin pada otot. akhirnya berubah menjadi skar fibrous putih seluruhnya. daerah kasar pada otot. 12 jam atau lebih setelah permulaan infark. Dalam beberapa hari. Connor (1970) telah menunjukkan kegunaan dari kaca gelas yang menggunakan Cresyl violet dan asam fuchsin. Meskipun begitu. Kematian pada beberapa kasus terjadi dalam 2-3 hari setelah onset dari infark dan rupanya suatu rupture bagian tengah yang lunak pada daerah nekroptik infark. tidak jelas terlihat untuk sekitar 24 jam setelah oklusi terjadi. Kongesti. Agaknya hal ini mewakili daerah perluasan yang progresif dari iskemia pada daerah distribusi arteri khusus. Beberapa perubahan pada serabut otot yang tersebar seluruh bagian tidak jarang tampak berhubungan dengan anoksia. biasanya dengan suatu daerah perifer merah. bagian kecil di tengah infark ini menjadi lunak. sekitar ½-1 inchi. Beberapa rupture dapat terjadi pada bagian tengah daerah infark. Jaringan yang fibrosis dapat terlihat jelas dengan mata telanjang setelah sekitar 2 minggu. Nucleus menjadi kotak dan piknotis. misalnya skar fibrous putih yang kecil didalam otot infark berwarna kuning. dapat diketahui.

namun tidak ada daerah infark pada otot yang tepat mengelilingi daerah rupture. miokardium dapat menjadi pucat pada daerah tersebut. Sakus dapat melebihi ukuran ventrikal kiri normal. Penyakit jantung hipertensi Hipertrofi jantung yang melebihi berat yang ditemukan pada usia almarhum. skar fibrosis pada bagian yang infark dapat menggembung dan dapat terjadi suatu aneurisma jantung yang terdiri dari lapisan thrombus yang berasal dari emboli. Komplikasi yang jarang dari infark miokard yang dapat menyebabkan kematian mendadak adalah rupture otot yang telah infark dengan kegagalan mendadak fungsi katup mitral dengan atau tanpa rupture septum interventrikuler. menciptakan defek septum interventrikuler. seperti otak. dalam jumlah besar pada pru bagian bawah. pada kematian koronaria akut dengan kolaps mendadak. rupture hemoperikardium hanya ditemukan pada dinding ventrikel kiri. merupakan penemuan yang sering pada kematian mendadak akibat penyakit jantung. (Polson.Pada beberapa kasus rupture jantung dan kematian terjadi lebih cepat setelah onset dari infark. Yang kemudian dapat memperlihatkan suatu oklusi arteri yang menyuplai daerah atheroma atau thrombus. dengan edema pulmonal. Dalam pengalaman kami. dengan hipermetrofi jantung tanpa komplikasi. Beberapa hipertrofi biasanya berhubungan dengan penyakit arteri koronaria mendadak dan kematian tampak sebagai akibat dari iskemia otot. biasanya dapat ditemukan edema yang lebih prominen pada lobus atas. dengan nodul kecil thrombus diantara kolumna karnae. Otot yang mengalami infark tidak mengkerut dan biasanya suatu lapisan thrombus pada endokardium melapisi daerah yang infark. terutama melebihi 400gram. Fragmen-fragmen lepas dan menyebabkan emboli arteri koronaria atau organ yang jauh.1941) Kematian akibat oklusi koronaria atau trombosis secara variable berhubungan dengan edema pulmonal. berkaitan dengan kegagalan ventrikal kiri akut. Tidak biasa jika ditemukan kasus dimana terdapat gagal ventrikel kiri. . Biasanya ketika suatu infark bertahan untuk waktu yang lama. dimana kegagalan yang berlangsung lama menyebabkan edema yang hebat.

misalnya hidronefrosis. Sangat jarang suatu feokromositoma diungkap.Penyebab dari hipertensi jarang ditemukan. Stenosis mitral pada derajat ringan dapat ditemukan pada kelompok usia pertengahan. Biasanya penyakit ginjal. yang tampak sebagai degenerasi atheromatosa daun katup dan cincinnya. Kardiomiopati . dan bukan suatu akibat dari penyakit jantung reumatik pada usia muda.1961) Suatu lesi katup spesifik yang terjadi pada kelompok usia lanjut adalah stenosis aorta kalsifikasi (sklerosis anular). didiagnosa dan diterapi. sering tampak menjadi bicuspid yang mengalami kontraksi pada batas daun katup (dapat memberikan kesan yang salah dari katup bawaan yang abnormal) Hal ini mungkin berkaitan dengan hipertrofi ventrikel kiri. namun endokarditis bakterialis fulminan kadang-kadang terjadi (F. Beberapa katup yang stenosis menjadi kaku.M 9439). ginjal atau otak. Stenosis aorta jarang ditemukan. Endokarditis bakterialis sekarang jarang menjadi penyebab kematian mendadak sejak hampir semua kasus terutama endokarditis bakterialis sub-akut. obstruksi ureter oleh batu atau stenosis arteri renalis. thrombus pada aurikuler kiri tambahan dan episode emboli sebelumnya pada limpa. mungkin berhubungan dengan menurunnya insidens sifilis tersier. dan mungkin berkaitan dengan thrombus katup pada aurikel kiri atau tanda-tanda fibrilasi atrium. Penyakit katup jantung Lesi katup tidak jarang ditemukan pada kasus-kasus kematian mendadak dan tampak pada banyak kasus dapat ditoleransi baik hingga akhir hidup (Hargreavis.

Kondisi ini dapat mempengaruhi seseorang pada setiap kelompok usia. Kolumna karnae di atas septum sangat lebar. namun dikarenakan kolumna normalnya lebih besar pada sisi tersebut. dan otot pada permukaan yang dipotong menjadi pucat. jaringan abnormal terdiri dari serat otot yang hipertrofi tersusun ireguler. dan berhubungan dengan fibrosis intersisiel. dan dari septum interventrikel. Lesi dapat tersebar dan jarang. atau hipertrofi jantung. Septum menebal.Kardiomiopati mewakili kelompok yang jarang menyebabkan kematian mendadak. berwarna pucat dan kuning-coklat. banyak yang tidak menyatakan kehadiran mereka dapat mengakibatkan perubahan yang nyata pada otot jantung. Septum yang membesar. atau hipertrofi ringan. dan mungkin tidak ada pada potongan jaringan. terutama kiri. kasar. . gambaran karakteristiknya adalah suatu pembengkakan bagian kanan septum interventrikel. atau setidaknya mewakili blok tersebut. berada pada permukaan dalam ventrikel. dan membuat jaringan yang nyata dibawah katup aorta. jantung tampak normal. Pada setiap otopsi dimana penyebab dari kematian tidak nyata pada seluruh jantung. Lebih sering. dan kasus yang terjadi di Irlandia Utara telah dilaporkan oleh Marshall (1970). dan menurut pengalaman kami. dan kadang berbintik-bintik oleh daerah fibrosis putih. Penampilan sama-sama mencolok dengan sisi kiri septum. menjadi 3-4 kali ukuran normal. yang menjadi penyebab mendadak. pertama kali digambarkan oleh Teare (1958). Dilihat dari luar. Miokarditis yang terisolasi sebagai penyebab kematian mendadak telah dilaporkan oleh Corby (1960). Kolumna yang abnormal ini mempunyai perbedaan yang mencolok dengan berkas otot normal yang berdekatan dengannya. harus diambil untuk pemeriksaan histologi. namun ketika dibuka dengan sikap yang biasa. Hal ini harus mencakup blok dari tiap dinding lateral dari ventrikel kanan dan kiri. Kardiomiopati asimetris. usia mereka berkisar 13-60 tahun. Hal ini biasanya tidak didiagnosa atau didiagnosa sebagai stenosis sub-aorta sepanjang hidup. perbedaan lebih sedikit antara otot normal dengan yang tidak normal. Pada pemeriksaan mikroskopik. menonjol kedalam kavitas ventrikel. kolaps yang tidak diharapkan dan kematian.

tampak jejak darah melalui suatu defek pada lapisan thrombus ini untuk diraih. satu-satunya penyakit arteri yang penting adalah yang dapat menjadi aneurisma. Biasanya fusiform. Pada pemeriksaan mikroskopik didapatkan infiltrasi yang tersebar luas oleh helaian-helaian merah muda. darah yang didapat berjumlah ½-1 liter. Penyebab kematian mendadak pada ketidaknormalan ini juga tidak diketahui. Hal yang nyata dari keadaan amiloidisme primer pada orang berusia muda. kecuali arteri serebri dan aorta. biasanya terjadi pada aorta bagian toraks. dan lesi telah didiagnosa).Penyebab keadaan ini tidak diketahui. Hal ini tampaknya dapat terjadi pada arkus aorta. yang paling sering adalah aneurisma atheromatosa dari aorta abdominal. hal ini tidak luar biasa. kadang diatas 80 tahun (McKeown. Penyakit arteri Sebagai penyebab kematian mendadak. jarang terjadi. 1965). namun mungkin hyperplasia otot berperan sebagai focus ektopik dari irama yang abnormal. bahan amorf diantara serat-serat otot dan beberapa serat otot atrofi. dsb. dinding luar pembuluh darah. biasanya pada laki-laki dan di atas usia 50 tahun. terutama berjalan pada mesenterium dan saluran para-kolik. dan pemotongan diantara lapisan intima dan adventisia pembuluh darah. mereka diliputi dengan lapisan multiple dari bekuan darah berwarna kuning-coklat yang lunak. Bersama dengan dilatasi dinding aorta. Mulanya terjadi rupture lapisan intima pembuluh darah pada daerah yang paling lemah. menyerang jantung. Akhirnya. dan kadang berhubungan dengan dilatasi aneurisma dari arteri iliaka komunis. tapi jika didalam pikiran saat memeriksa tubuh orang berusia lanjut. terjadi diantara arteri renalis dan bifurkasio aorta. Pembedahan aneurisma aorta. biasanya meluas secara proksimal. Otot jantung mempunyai gambaran seperti lilin. plak atheroma atau pada daerah yang tertekan. dan mungkin dapat mengawali fibrilasi ventrikel. tembus pandang. dapat menyebabkan rupture dari lapisan adventisia yang dekat dengan katup aorta didalam pericardium dapat menyebabkan kematian akibat tamponade jantung. meskipun agak sering daripada aneurisma atheromatosa abdominal. Keadaan ini mudah dilihat. Aneurisma atheromatosa. (hal ini bukan suatu kematian mendadak yang sesungguhnya. dimana mudah rupture. Saat ini. lidah. dan mentebabkan perdarahan massif di retroperitoneal. dan telah dipindahkan oleh bahan amiloid. Pemotongan ini agak sering meluas ke . dapat terjadi berjam-jam. dan rupture. Jenis lain dari kardiomiopati yang terjadi pada latihan forensic normal dari waktu ke waktu adalah infiltrasi amiloid pada jantung seorang berusia lanjut. Panjang total dari pemotongan hanya beberapa sentimeter.

bawah, bahkan sampai ke arteri iliaka komunis. Kadang dapat dimasuki sampai lumen pembuluh darah pada level yang lebih rendah,

Suatu kondisi dimana pasien dapat hidup untuk beberapa bulan atau beberapa tahun, ketika aneurisma ditemukan secara kebetulan pada autopsy.

Pada orang muda rupture dinding pembuluh darah memberikan petunjuk pada pembedahan yang lebih mungkin dihubungkan dengan keadaan nekrosis medial kistik, yang sebaliknya mungkin salah satu kelainan yang berhubungandengan sindroma marfan. Potongan mikroskopik dari sumbatan dinding aorta yang utuh diambil dari region pemotongan, jika daerah yang baik didapatkan, seharusnya diwarnai untuk jaringan elastin (Voerhoff-Van Geison), dan mukopolisakarida (Alcian blue), supaya memperlihatkan daerah kistik ini dihubungkan dengan kerusakan lamina elastin dan terkandung mukopolisakarida.

Kadang-kadang dinding aorta ascenden tanpa menjadi rapuh, lebar dan tipis, tepat diatas pembuluh aorta dan mungkin rupture di dalam selaput perikardium, tanpa pemotongan lapisan dindingnya atau pembentukan thrombus. Ruptur tidak jarang menyebabkan hemoperikardium, dan harus dicari meskipun rupture infark miokard tidak dapat ditemukan. Tempat dari rupture dinding aorta mungkin sulit diperlihatkan, hal itu mungkin diletakkan dibelkang aorta atau pada dinding yang berbatasan dengan arteri pulmonalis. Pemeriksaan mikroskopik dari dinding aorta yang berbatasan memperlihatkan penyakit ateroma sedang..

Aneurisma pada sifilis tertier sekarang ini jarang ditemukan. Penyakit-penyakit lain yang mempengaruhi dinding pembuluh darah seperti Giant-Cell arteritis, Temporal arteritis, sindroma lengkung aorta penyakit Takayashu, dsb, sangat berhubungan dengan kematian mendadak. Bagaimanapun , saat luka ringan pada kaki dapat menyebabkan rupture varikosa, dengan perdarahan yang dalam yang pada orang tua, khususnya jika sebelah kiri mereka, besar kemungkinan menyebabkan keadaan yang fatal.

Jumlah darah yang ada pada kematian dan kenyataan bahwa lumuran darah pada tubuh biasanya terbatas pada tangan dan kaki yang memberi kesan pada diagnosa, tetapi sebenarnya lubang pada kulitberhubungan dengan varikositas yang biasanya sangat kecil---1/8 nya.atau pada diameter dan dengan mudah diabaikan masa dari darah kering dan bekuan darah yang melekat di tungkai. (F.M. 11,896A)

Vena-vena varikosa juga merupakan salah satu factor predisposisi dari trombosis vena, yang mungkin sebaliknbya menunjukan kematian mendadak dari emboli paru. Emboli udara sesuai aktivitas sexual yang luar biasa (Arason dan Campbell,1960); dengan sendirinya menyebabkan emboli udara (Cooke 1961), menurut luka vakum pada penis (fox dan Barret, 1960) dan Hendry (1964) adalah contoh hebat dari kematian menbdadak akibat emboli udara (lihat emboli amnion, hal 584).

Sistem respirasi

Relatifnya beberapa penyakit dari system respirasi menyebabkan kematian yang mendadak dan tidak diharapkan meskipun banyak kasus terlihat pada patologi forensic, khususnya pada musim dingin, termasuk bronchitis akut atau bronkopneumonia, kompleks penyakit yang lebih hebat dari bronchitis kronik, fibrosis pulmonary, dan emfisema, keadaannya yang lebih dikenal oleh praktisi kesehatan, seseorang yang bagaimanapun keadaannya tidak dapat mengeluarkan surat kematian sesuai kenyataan yang tidak ia lihat pada diri pasien selama 14 hari sebelum kematian.

Bagaimanapun, infeksi-infeksi akut dapat terjadi dengan cepat dan menyebabkan kematian hanya sesudah waktu yang singkat dari penyakit, kemungkinan 1 atau 2 hari sebelum pasien mendapat banyak perlakuan. Hal ini terutamma pada kasus-kasus pneumonia lobaris. Seperti infeksi yang sudah mencapai tingkat hepatisasi kelabu ketika dilihat pada auopsi, dan pneumokokus dapat dikultur dengan dengan sangat mudah dari swab permukaan paru atau dari mukopus bronkus yang lebih kecil. Stafilokokus bronkopneumonia dapat juga membunuh dengan sangat cepat, khususnya ketika berhubungan dengan trakeobronkitis fulminant. Seperti satu asus yang selam ini terlihat di departemen menyebabkan kematian mendadak dalam 36 jam dari onset gejala-gejala sedang, yang tidak dianggap cukup berat membutuhkan pengobatan kesehatan.

Penampilan dari pneumonia inhalsi, yang nyata dari hal itu berdasarkan infeksinya dideskripsikan oleh Macgregor (1939) dan Rhainey & Macgregor (1948).

Pneumonia influenza dengan keganasan dan bentuk penyebaran yang menyebabkan pandemic pada 1920an, dengan sianosis violaseus dan kematian dalam beberapa jam, sudah tidak ada lagi sejak ada pengobatan ulang. Meskipun demikian kasus sporadic dari pneumonia virus akut terjadi mereka dihubungkan dengan trakeo-bronkitis akut tipe hemoragik ; paru-paru yang padat dan penuh daerah

konsolodasi hemoragik yang hebat, yang digambarkan dengan adanya ongestidan udm yang hebat , dan, sebagai tambahan infiltrasi sel sekeliling dinding bronkus berhubungan dengan nekrosis dan deskuamasi epitel. Dinding alveolus tidak nyata dan kabur. Kadang-kadang mungkin untuk mengisolasi virus dari bagian jaringan paru atau dari garis dinding trakea. Bahan tersebut harus disimpan tanpa ke virologist atau menjaga dalam frozen yang dalam atau medium transport yang sesuai, misalnya Dubos media. Pada saat kasus dating untuk autopsy infeksi bakteri sekunder yang luas membuat isolasi virus sulit jika tidak memungkinkan. Infeksi virus ini kadang-kadang berhubungan dengan gejala neurologist, seperti koma, yang mungkin memberi petunjuk awal keracunan sebagai penyebab kematian. Interpretasi yang benar dibuat dengan mata telanjang dari potongan yang sangat kecil dari perdarahan sub arakhnoid dan gambaran mikroskopis dari perdsarahan leukoensefalopati.

Sebagian penyakit infeksi pada prinsipnya menyebabkan kematian mendadak dari system respirasi yaitu emboli paru oleh thrombus, yang berasal dari system vena perifer. Hal ini tentunya ditemukan dengan baik sebagai komplikasi dari mengikuti trauma, khususnya fraktur dan operasi-operasi bedah (Sevitt dan Gallagher, 1959), atau pada kasus-kasus yang berbaring cukup lama , bagaimanapun hal itu seringkali terjadi sebagai kasus kematian mendadak yang tidak berhubungan dengan beberapa keadaan yang tidak alami (Knight 1966). Predisposisi menyebabkan mungkin apapun yang mengurangi jumlah sirkulasi, seperti tromboflebitis, Gagal jantung kongestif atau obesitas atau beberapa penyakit pembuluh darah seperti vena varikosa dari kaki, pelebaran dari varikositas dari pembuluh darah yang ada di pleksus prostatikus.

Jumlah yang sedikit ditemukan pada karsinoma paru yang tidak diharapkan , yang mengikis pembuluh darah, memberikan kenaikan pada hemoptisis yang massif.

Pada keadaan ketika darah meluas distribusinya pada kematian dan tidak ada orang lain yang ada pada waktu itu menggambarkan ., awal anggapan ini pertama kali dtemukan pada tubuh yang mungkin kematiannya akibat dibunuh, rupture bula emfisema, dengan hasil kematian pneumotorak yang spontan, jarang menimbulkan kematian mendadak

Meskipun asma bronchial biasanya bukan merupakan penyakit fatal, kematian yang disebabkan oleh penyakit ini dalam 2 dan 3 tahun meningkat dalam bidang forensic, seperti kematian yang biasanya terjadi pada pendrita asma usia muda dan pertengahan, kolaps selama dalam serangan yang berat dan setelah masa serangan menunjukkan overdistensi dari paru yang cukup besar, pucat, melapisi kantong pericardial anterior , tampak elastis dan mudah berlubang jika ditekan. Pada pemotobngan permukaan paru, dinding bronkus terlihat padat dan terjadi penyumbatan karena perlengketan yang berwarna krem dengan lender abu-abu, hal ini merupakan tanda kelainan dari bronkus. Di tempat lain jaringan bronkus

keberadaannya yang nyata pada jantung atau otak. Dosis yang berlebihan ini dapat menyebabkan aritmia jantung yang tiba-tiba. sedatif dan narkotik diserap oleh perut . Hal ini mungkin diperlukan untuk mendapatkan contoh kematian post mortal tanpa penundaan. Penyelidikan telah mengunkapkan bahwa inhaler telah dirsepkan bru sehari atau sebalum terjadi kematian. obat inhaler tidak menunjukkan adanya kasus kematian mendadak dengan cara ini.Med.. Sekarang ini.Influensa tipe B. Obat inhaler yang ditinggalkan tidak menunjukkan tanda yang jelas dari overdosis. Kadang-kadng meningitis juga dapat ditemukan.Aug. Pemeriksaan mikroskopik dari dinding bronkus menunjukkan hipertrofi jaringan otot halus dan perluasan infiltrate eosinofil dan lumen mengandung masa. dan kematian tersebut dikarenakan mengkonsumsi sejumlah inhaler selama 24-48 jam dimana dosis tinggi telah dilampaui dari dosis yang diperkirakan aman. Analisa diperlukan dan mungkin dapat memperlihatkan sejumlah obat atau bahan dalam paru. dan biasanya mudah terlihat. (Greenberg dan Pines.1971) atau Phosegene (Polson dan Tattersall. Beberapa tanda dari serangan asma akut yang dapat menyebabkan kematian karena overdosis isoprenaline terlihat dari sejumlah inhaler yang telah digunakan. Price. yang lebih sering mengelilingi permukaan luar. Kedaruratan dari serangan asma mungkin disebabkan oleh penggunaan inhaler lebih dari dosis yang diresepkan untuk penyembuhan.J. 1967. Akhirnya kematian mendadak dapt disebabkan leh oleh obstruksi akut dari jalan . Kadang-kadang pembuluh darah kecil dan paru-paruakan juga mengandung sejumlah besar eosinofil. Mekanisme kematian di sejumlah kasus diduga disebabkan oleh kegagalan ventrikel kanan dan kelainan pernapasan menunjukkan overdistensi dari paru yang menetap. Hal itu juga menyebabkan kematian mendadak pada orang dewasa. 1971). diagnosis riwayat asma serta tanda bahwa terjadi serangan akut asma. dan kadar keasamannya dengan N/10 HCL. misalnya cadmium fume (Winston. Hal ini mungkin ditemukan pada genggaman atau dari inhaler kosong yang berada disebelah pasien.tampak lebih pucat dan tampak berisi udara. Jika keracunan akut barbiturat. penundaan pengiriman ke analis. dan resep dari sejumlah isoprenaline inhaler. Isoprenaline dapat cepat hancur dalam jaringan tubuh. debris mukoid eosinofil tidak berbentuk gumpalan eosinofil. meningkatnya kemungkinan keracunan.1967) Kasus yang jarang dari kematian mendadak akibat pengaruh system respirasi adalah epiglititis akut (Leading Article Brit. Oedem pulmonal yang berat. dapat menimbulkan oedem pulmonal yang berat yang ditemukan saat autopsy. 1969). Sedikit banyak. Pemeriksaan bakteri pada kasus-kasus yang dilaporkan biasanya karena infeksi H. adalah racun inhalasi.

Hal itu biasanya hampir nyata bahwa perdarahan terjadi secara spontan.nafas dengan menghirup benda asing : Hal ini tentu saja membuktikkan bahwa kematian mendadak merupakan merupakan akibat dari menelan (lihat halaman 497). Perdarahan intrasereberal lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki dengan rasio 3 : 2 dengan rata-rata umur 66 tahun. yang menghasilkan trauma pada kepala seperti luka memar atau laserasi di scalf atau fraktur tengkorak. jika tidak ada fakta atau riwayat trauma. Tiadak ada tanda-tanda luka atau jika ringan & kolaps yang konsisten. Biasanya ditemukan rongga yang besar pada bagian tengah hemisfer serebral. kematian menfdadak ok. tetapi pada kesempatan timbulnya perdarahan mungkin diasosiasikan dengan jatuh atau kecelakaan berkendara. Perdarahan pontin acap kali diasosiasikan dengan hipertensi dan timbul pada umur sekitar 69 tahun. tetapi pada irisan tranversal pons sering nampak nyata perdarahan kecil sebagai tambahan pada jaringan sekeliling derah perdarahan mayor. Pembuluh darah otak biasanya tidak menunjukan ateroma yang mencolok sampai terlihat pada pemeriksaan mata dengan mata telanjang. Biasanya hal ini secara kasar dibagi antara perdarahan intrasereberal berhubungan dengan hipertensi atau perdarahan sub-arachnoid berhubungan rupture aneurisma dari satu pembuluh darah yang menekan sirkulasi willis di basis otak. Hal ini dapat dibedakan dari perdarahan subdural ok trauma apabila alami biasanya terdapat kasus hipertensi contohnya hipertrofi dari ventrikel kiri jantung yang biasanya menjadi sebab dari hipertensi.sedikit banyak perdarahan mendadak pada jaringan tumor nekrosis pada otak dapat menyebabkan perdarahan fatal pada TIK (tekanan intrakranial). Kadang kadang perdarahan dapat memenuhi sampai cortex serebral pada satu titik. bahkan sering melewati permukaan lateral dari lobus frontal atau temporal lalu masuk ruang subdural. Sedikit lebih sering perdarahan intra. berisi darah beku dengan disertai perluasan perdarahan sampai sistem ventrikuler & pembengkakan otak sehingga meratakan sulcus otak. SSP Kematian yang tidak terduga & relatif cepat karena penyakit ssp merupakan akibat dari haemorrhage (perdarahan). Juga sering ditemukan rongga yang lebar dalam pons yang diisi oleh bekuan darah segar. . dua kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. tetapi pada kasus terdahulu truma biasanya dalam sebuah daerah hemoragi yang berbeda di kepala dan tak ada luka memar pada korteks melebihi bagian dari hemoragi.cranial adalah hemoragi pontine. bisa nampak nyata sebab ada jejak darah diantara buntelan serat saraf. Pada percobaan kami. Ini mungkin menjadi sulit untuk diputuskan apakah trauma sebagai sebab atau konsekwensi dari perdarahan.

dimana mereka meningkat pada dinding pembuluh darah yang lemah. biassanya berasal dari ateroma dinding aneurisma. dan menjadi predisposisi ruptur akhir.Hemoragi trauma cerebral biasanya dipertimbangkan dalam detil yang lebih besar pada bagian 4 halaman 179. dan ruptur dari aneurisma yang terjadi. Meskipun gambaran yang ada dari etiologi seperti berry aneurisma. Ini sering terjadi tetapi bukan pada keadaan hipertensi pada hepertrofi kjantung. Seringnya perdarahan dimulai dengan perdarahan intra serebral karena aneurisma terjadi karena adanya kontak tertutup pada permukaan otak. yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah yang menyebabkan aneurisma pecah. dengan menggunakan pewarnaan coklat yang kerjanya mengubah darah dari Pia Arakhnoid dan permukaan di sekeliling otak dari aneusisma. yang kemudian menyebabkan kematian mendadak yang biasanya ditemukan pada orang tua. menunjukkan kelemahan lapisan otot pada bagian pembuluh darah & abnormal kongenital menyebabkan perdarahan subarachnoid pada dewasa muda. sehingga pada beberapa keadaan kadang terjadi selama perubahan suhu dimana tidak ada tserangan. Beberapa menunjukkan dasar histology dari pembedahan dinding aneirisma. Meskipun demikian harus lihat dari fisik dan emosi. tampak terjadi dalam beberapa jam atau beberapa hari sebeum terjadinya perdarahan yang fatal. misalnya mono amin oksidase inhibitor dan tyramine terkandung dalam makanan seperti keju dan marmit. tapi kadang-kadang hal ini sulit dideteksi jika ruptur & perdarahan merusak sebagian sebagian besar dari aneurisma yang kecil. atau seangan yang ringan. dengan reaksi leukosit. Meskipun bahaya dari banyak interaksi obat sekarang banyak diketahui dan beberapa obat seperti mono amine oksidase inhibitor sedikit banyak sering diresepkan. Pada kasus dini ditemukan pad umur lebih rendah yaitu 30-50 tahun.ateroma aneurisma pada orang tua lebih sering ditemukan. perdarahan sub arakhnoid sangat nyata. Saat ini yang meninggal rata-rata berumur 60 tahun & frekuensi wanita dua kali lebih sering daripada pria. tempat keluar darah melewati jaringan otakdan menyebabkan hematom intraserebral. Seperti kasus perdarahan intraserebral. hal ini cukup untuk menyebabkan ruptur akhir. Beberapa aneurisma menunjukkan kelemahan yang mencolok. pukulan ringan pada pada kepala beberapa jam atau hari lebih awal dapat menyebabkam pemotongan sebagian atau robekan dinding aneurisma. . ketika menemukan perdarahan serebral pada kasus kematian mendadak untuk mengetahui apakah keadaan pasien dapat berkembang menjadi krisis hipertensi akibat efek kombinasi. Dengan dasar degenerasi . mungkin belum membaik. Perdarahan subarachnoid spontan sering menunjukkan ruptur aneurisma cerebral. pada pembuluh darah di sirkulasi Willis pada basis otak. Secara relatif.

tetapi infark sesungguhnya jarang terlihat. Secara makroskopik cara enzimatis mirip dengan ini. Tempat yang lebih sering dari obstruksi dinding pembuluh darah mensuplai otak melalui arteri carotis di leher dimana lumen mungkin terganggu oleh plak ateroma pada dinding pembuluh darah. terbakar. jatuh. Meskipun trombosis cerebral bukan diagnosis yang tak jarang sebelum autopsi. Beberapa obstruksi arteri dapat menyebabkan iskemi cerebral. Jaringan infark seharusnya mengambil warna pink . dan lebih sering menemukan otak pada keadaan ruang kistik kecil yang multipel sekitar 7/16nya. dan meskipun daerah kistik tua pada daerah otak yang halus bukan hal yang luar biasa. . Beberapa cara dijelaskan oleh demonstrasi makroskofik dari infark serebral baru. Atau kurang dari diameter. pada prinsipnya di kelompokkan pada sub carotis. Epilepsy sebagai penyebab kematian mendadak seringkali sulit untuk ditentukan kecuali sudah diketahui adanya riwayat sebelumnya atau ada saksi yang melihat saat sedang timbul serangan. menjelaskan pendeteksian infark miokard lebih awal yang mungkin terjadi (Knight. tapi harus dipertimbangkan jika autopsy tidak dapat menemukan penyebab kematian dengan mata telanjang.Bentuk lain dari penyakit SSP alami sedikit banyak sering menyebabkan kematian mendadak. tenggelam dan lainnya. Perubahan Ph pada jaringan infark ditunjukkan dengan menuangkan cairan indikator yang umum dipakai di atas potongan otak. misalnya terbekap oleh selimut atau bantal.1968) Infeksi SSP jarang menyebabkan kematian mendadak. daerah merah segar dari infark serebral jarang. dengan kontrasnya hijau kekuningan dari jaringan normal. Degenerasi akut pada batang otak dapat menimbulkan gangguan pernapasan mendadak atau gangguan jantung. atau diatasnya. Kematian dapat terjadi dari asfiksia atau gagal jantung selama proses serangan atau status epileptikus atau korban mengalami kecelakaan saat serangan. seperti oklusi dari pembuluh darah yang jarang tampak pada post mortal. biforcatio dari arteri carotis dan sisa lumen mungkin melengkapi oklusi oleh trombus. Dengan cara yang sama demielinisasi biasanya terdiagnosis lama setelah kematian.

Rupture appendiks sangat jarang ditemukan oleh karena lebih banyak terjadi pada kelompok usia muda dan umumnya lebih cepat mendapatkan perawatan. Seperti halnya pada hemoptisis. Dalam kasus ini ditimbulkan oleh hematemesis massif. atau juga terjadi karena erosi apeks dari lieomyoma besar pada dinding abdomen. Komplikasi besar dari ulkus seperti misalnya perforasi bukan penyebab yang umum menyebabkan kematian mendadak namun peritonitis akut dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam sebelum dilakukan perawatan. Penyebab ini juga terdapat pada rupture esophagus pada kasus sirosis hepatic atau perdarahan pada tumor gaster atau pada karsinoma ulserasi besar atau.SISTEM PENCERNAAN Penyebab umum kematian mendadak adalah terjadinya perdarahan. hematemesis massif menyebabkan terdapatnya jumlah darah yang banyak pada tempat kejadian perkara sehingga bisa timbul dugaan adanya pembunuhan. . dapat dikarenakan hernia strangulasi ataupun karsinoma kolon. Penyebab lain dari peritonitis yang umumnya terjadi pada orang yang lebih tua adalah obstruksi intestinal akut. Pada kasus kematian segera sering diakibatkan pneumonia inhalasi akut akibat terjadinya regurgitasi dari isi intestinal. Pembuluh darah yang terkikis dapat dilihat pada dasar ulkus dan menimbulkan sumbatan berupa thrombus. melena di mana terjadi erosi pembuluh-pembuluh darah besar pada ulkus gaster atau duodenum yang kronik dan berukuran besar. Pada kasus pasien yang lanjut usia penyebab peritonitis akut dapat disebabkan perforasi divertikel pada kolon.

Penyakit-penyakit lain pada pancreas. juga pada jaringan muda dapat memperlihatkan defisiensi sel beta penghasil insulin pada pemeriksaan secara histochemical. Pancreas umumnya normal. bukan kanan dikarenakan kadar gula darah meningkat cepat pada jantung kanan pada beberapa jam setelah kematian oleh karena menurunnya kadar glikogen pada hepar. satu-satunya yang dapat dikaitkan dengan kematian mendadak ataupun kematian yang tidak dapat dijelaskan adalah diabetes mellitus. Koma diabetikum sulit ditegakkan sebagai diagnosis post mortem. Kecuali pada pankreatitis hemoragik akut yang dapat menyebabkan syok berat hingga kematian mendadak yang lebih cepat. Sample urine yang disimpan dengan baik seharusnya dapat menunjukkan adanya kadar gula dan keton bodies. Diabetes hampir tidak pernah menimbulkan gangguan anatomi. Koma hipoglikemik akibat overdosis insulin ataupun adenoma sel islet dapat menyebabkan gangguan kesadaran dan segera menimbulkan kerusakan otak yang ireversibel. saat dilakukan otopsi ditemukan gambaran plum-coloured coil yang menonjol pada usus. Penyakit organ-organ abdominal secara individual tidak mengakibatkan kematian. Hal ini berkaitan dengan adanya penyakit ateromatosa dari aorta dan arteri mesenterika ataupun dengan suatu karsinoma. seperti pada penyakit jantung iskemik. Pada kelompok usia yang lebih tua. jarang didapati kecil dan menunjukkan infiltrasi lemak yang banyak. hal ini berkaitan dengan terjadinya kongesti otak akut dan jika episode akut dapat terlewatin maka oleh fokal dan laminar nekrosis Koma hiperglikemik biasanya butuh beberapa saat sebelum terjadi kematian akibat gangguan biokimia. tetapi hal ini dapat terjadi pada kelompok usia muda tanpa factor presdiposisi yang jelas. Pada pemeriksaan mikroskopik sel islet normal atau ada perubahan kadar hyaline atau terjadi fibrosis. Gula darah sulit ditentukan bila tidak segera dilakukan pengambilan sample darah setelah kematian dan dari jantung kiri. kecuali sudah diketahui adanya diabetes sebelumnya. . terpisah dari pankreatititis hemoragik akut. khususnya arteri. Bila sample tidak dapat dianalisa segera sebaiknya diberikan natrium fluoride sebagai pengawet. Menurut Courville(1963).Sering terjadi suatu contoh kasus terjadinya peritonitis yang mengakibatkan infark intestinal yang menimbulkan trombosis pembuluh darah mesenterika. kecuali pada koma diabetikum tipe non-glikosuri. Variasi pankreatitis yang lebih umum dalam lingkup forensic dialami pada kelompok usia yang lebih tua dengan pancreas yang putih padat berkaitan dengan nekrosis lemak pada permukaan kelenjar tanpa disertai perdarahan dan biasanya disertai dengan penyakit lain yang menimbulkan hipotensi dan kematian. namun jarang kematian terjadi pada usia-usia awal khususnya anak-anak. Gangguan akibat kadar kalium pada plasma dapat menyebabkan terjadinya cardiac arrest.

. Pada negara-negara non Eropa pernah ditemukan kematian mendadak akibat gangguan lain pada darah di mana seorang pria Indian dengan anemia sicklecell mengalami gangguan yang fatal. Demam kelenjar juga dapat menyebabkan rupture limpa secara spontan pada beberapa pasien. dapat mengakibatkan kerusakan hepar karena keracunan.Jarang sekalli pada kasus forensic ditemukan pingsan mendadak dan kematian akibat gangguan pada organ seperti hepar. Hepar menunjukkan gejala hepatitis alkoholik hepatitis akut dan setelah banyak minum pasien akan mengalami hipoglikemi dan akan fatal akibatnya bila tidak ditangani dengan segera. Penyakit pada darah dan sumsum tulang jarang menyebabkan kematian mendadak kecuali pada kasus degenerasi miokard berkaitan dengan anemia. Hal ini diakibatkan adanya trauma pada penyakit seperti malaria atau Leishmaniasis atau banyak ditemui pada negara kawasan timur di mana banyak terjadi pembunuhan dengan menggunakan tradisi tertentu. SYSTEM HEMOPOIESIS Penyakit pada limpa hanya dapat mengakibatkan kematian mendadak apabila terjadi rupture limpa. juga pada ibu-ibu hamil namun jarang terjadi. Dikatakan hanya sekali pernah terjadi perubahan kadar lemak pada hati diakibatkan adanya diabetes mellitus yang tidak diketahui sebelumnya. mekanisme kematian diakibatkan adanya emboli lemak. Nekrosis hepar fulminan berkaitan dengan infeksi virus. Kematian mendadak dihubungkan dengan perubahan kadar lemak pada hepar yang parah. Kematian dengan cepat juga terjadi pada perubahan kadar lemak hepar yang berat pada seorang pecandu alkohol.

pada otopsi didapatkan toksemia akibat pielonefritis akut dan pada pemeriksaan ginjal menunjukkan gambaran nekrosis papilaris renal akut yang biasanya berhubungan dengan diabetes atau kadang-kadang obstruksi pada traktus urinarius akibat tumor atau batu. Penyakit tiroid dapat menyebabkan kematian mendadak jika terjadi perdarahan pada nodul tiroid yang menyebabkan trakea tertekan. Uremia adalah diagnosis sewaktu hidup namun sering terjadi tanpa diduga dan biasanya disertai dengan perikarditis. Pada pemeriksaan jantung mungkin dapat ditemukan adanya dilatasi. Thyrotoxicosis (Goodbody. .SYSTEM GENITO-URINARIUS Penyakit pada ginjal-traktus genitalis sangat jarang menyebkan kematian mendadak walaupun bisa didapati adanya kelainan saat dilakukan otopsi. 1965. Pada seseorang yang hidup sendiri dan ditemukan telah mati 1-2 hari. penyakit pada organ endokrin dapat menyebabkan kematian tak terduga karena efek dari organ atau system lain. Rongga tubuh cenderung memiliki bau seperti bau semir sepatu. SYSTEM ENDOKRIN Meskipun sangat jarang . Onset kolik renal akibat batu mengakibatkan pingsan dan kematian saat berendam pernah ditemukan oleh Simpson. menunjukkan sedikit reaksi pada pemeriksaan dengan mata telanjang atau pemeriksaan histology dan juga didapat edema pulmoner dengan pneumonitis uremi dengan reaksi sel bundar dan banyak membrane hyaline dan bercak perdarahan. 1963) dan miksedema dapat menyebabkan kematian mendadak akibat efeknya pada jantung.

Hal ini lebih umum terjadi pada kasus mati akibat asma pada penggunaan terapi steroid. ammonia. Korteks yang mengalami atrofi jarang sekali ditemukan pada kematian mendadak yang tidak dapat dijelaskan. Sianida dalam jumlah besar juga akan mengeluarkan bau yang khas atau bisa juga pada abdomen tercium bau ammonia dalam kasus keracunan substansi sianida alkalin dan pada abdomen akan tampak kongesti akut. RACUN DAN KEMATIAN MENDADAK Substansi yang bersifat iritatif dan korosif seperti asam mineral. Oksalat. natrium dan kalium hidroksida. gangguan pada medulla adrenal. fluoride dan substansi oksidasi seperti permanganate dan klorat akan menunjukkan kerusakan secara kimiawi. BIOKIMIA POST-MORTEM Kematian mendadak akibat gangguan endokrin dan gangguan metabolic misalnya akibat diabetes membutuhkan analisa biokimia post-mortem. dan substansi-substansi fenol akan menimbulkan reaksi seperti inflamasi akut atau korosi pada abdomen dan akan tercium bau yang khas seperti pada fenol dan ammonia. Voigt (1966) telah melakukan survey gangguan adrenal pada otopsi medikolegal. Satu kesulitan utama adalah kurangnya pengetahuan akan tipe dan kadar pada perubahan konstituensi biokimiawi normal pada cairan tubuh dengan waktu pasase setelah terjadi kematian. Pada feokromositoma. dapat mempercepat gagal jantung oleh karena timbul hipertensi paroksismal.Kelenjar adrenal pada otopsi medikolegal kerap menunjukkan perubahan patologik akibat penyakit lain dibandingkan penyebab utama kematian itu sendiri. .

Keracunan cantharide dapat menyebabkan perdarahan pada pelvis renal dan hematuri yang gejala ini dapat diringankan dengan adanya riwayat leukemia. di mana ada riwayat banyak minum minuman keras. jika ada penyebabnya adalah infeksi fulminan khususnya pada system respirasi dan system saraf.Racun pada hepar seperti phosphorus akan menimbulkan perubahan lemak yang akut. KEMATIAN TAK TERDUGA PADA ANAK-ANAK Kematian tak terduga jarang terjadi pada anak-anak. . ditunjukkan dengan ditemukannya materi hyaline Mallory. Peradangan ginjal atau pada traktus urinarius dapat diakibatkan garam-garam metalik seperti merkuri yang berkaitan dengan inflamasi pada usus. Pada pemeriksaan histology dan toksikologi biasanya penting untuk menentukan diagnosis pasti. nekrosis dan perdarahan jaringan. khususnya kolon. Alkoholisme juga dapat menyebabkan perlemakan hati. yang menyerupai hepatitis akibat virus. menyerupai gejala infeksi hepatitis akut. Sama halnya dengan mono-amine oksidator inhibitor dan fenotiazin yang akan menyebabkan hepatitis atau nekrosis hepatica akut. Kejadian yang lebih sulit adalah nefritis kronik dan fibrosis renal dikaitkan dengan penggunaan analgesic yang berkepanjangan seperti fenacetin atau keracunan lama.

Pada kasus lain ditemukan kasus kematian akibat muntah yang terinhalasi. Didapatkan sedikit perdarahan pada hidung namun tidak ditemukan tanda-tanda eksternal asfiksia dalam bentuk sembab muka atau petechia perdarahan. bayi kemudian ditidurkan di tempat tidur bayi. . terutama septikemi meningokok akut dengan gejala purpura rash. keadaan tampaknya baik-baik saja sampai pada pagi harinya orang tua menemukan bayi tersebut telah meninggal dengan muka menghadap tempat tidurnya. koma diabetikum. Infeksi akut sering menimbulkan kejang pada awalnya dan dapat menimbulkan kematian mendadak akibat asfiksia dengan inhalasi muntah selama serangan. Kelainan jantung bawaan yang tak terduga seperti fibro-elastosis endokardial atau kelainan kardiomyopati seperti hipertrofi asimetris merupakan presdiposisi kematian mendadak. Demikian juga halnya dengan obstruksi intestinal akut. COT DEATH : SINDROM KEMATIAN JANIN MENDADAK Banyak terjadi pada bayi usia 2 bulan 1 tahun.Epiglotitis akut. trakeo-bronkitis dan bronkopneumoni dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam. Biasanya setelah diberikan susu. Kematian bayi diakibatkan asfiksia. encephalitis viral dan encephalomyelitis dapat menyebabkan kolaps hingga kematian dalam beberapa jam. apalagi jika berkaitan dengan eksantem akut seperti pada campak. laryngitis. Penyebab lain kematian mendadak pada anak-anak adalah perdarahan internal dan trombosis pulmonary. asidosis akut dapat berperan dalam menyebabkan kematian mendadak seperti halnya pada hyperplasia adrenal congenital. dengan usia rata-rata 4 bulan. bahkan dalam beberapa kasus bayi mengalami terbekap bantal. Dilaporkan pernah terjadi pada anak usia di bawah 13 tahun. Gangguan metabolic akut. Meningitis.

Pada potongan. Pada ruang telinga tengah didapatkan pus. 1964). Paru-paru berwarna merah muda kemerah-merahan disertai adanya area ungu yang luas yang tertekan meliputi 1/8 area. pembunuhan janin dan obstruksi nasal. refleks hiperaktif. Saluran bronkus dan trakea tampak pucat dan ada cairan berbuih. The Proceedings Of The Second International Conference On Cases Of Sudden Death In Infants (1970) membuat daftar hipotesa penyebab sindrom yaitu stress. Pada paru menunjukkan gambaran kolaps yang bervariasi. perdarahan epidural. Pada otopsi didapatkan jaringan yang normal. hasil cerna post-mortem pada fundus lambung ke cavum peritoneal atau melewati diafragma menuju ke rongga pleura kiri. infeksi bakteri. atau bisa juga didapat regurgitasi susu. Pada pemeriksaan bakteriologik pada swab usus jarang ditemukan organic pathogen dan pada studi virology tidak menunjukkan adanya agen yang infeksius.Pada pemeriksaan internal. jaringan paru tampak seragam dan sembab. pada kelenjar timus ditemukan banyak petechia perdarahan berukuran besar yang memberi gambaran seperti gigitan kutu dan pada potongan pada permukaan juga tampak perdarahan. kekurangan kortisol. Secara mikroskopik jaringan normal. imbalans elektrolit. Jantung normal kecuali didapatkan adanya petechia perdarahan pada permukaan posterior. James. Otak mengalami sembab dan ginjal menunjukkan kelainan nefrosklerosis yang jelas (Emery. penebalan dan infiltrasi leukosit pada dinding alveolar dan deskuamasi eksplosif dari epitel bronkus di mana pada lumen bronkus terisi dengan kumpulan sel epithelial yang bercampur dengan mukus. inadekuat paratiroid. Jarang ditemukan usus kecil yang mengalami intususepsi dan abdomen biasanya berisi gumpalan susu.1970 mengungkapkan kematian akibat aritmia yang disebabkan perubahan degeneratif yang terjadi pada proses maturasi jaringan penghubung kardiak fetal . juga terdapat petechia perdarahan pada permukaan pleural. edema.

dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan. Kedua kelompok warga masyarakat ini. seksual. Tindak kekerasan ini tidak terduga dan tidak terkait dengan perilaku korban. jenis kekerasan yang paling sering ditemukan adalah kekerasan dalam rumah tangga (kekerasan domestik). atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (pasal 1 ayat 1). Perempuan lebih sering didera.2. Walaupun perempuan juga dapat melakukan kekerasan terhadap sesama jenis. 5 . diperkosa atau dibunuh oleh pasangannya atau mantan pasangannya daripada oleh laki-laki lain. Kelahiran undang-undang ini memang tidak dapat dilepaskan dari semangat zaman yang bersifat mengglobal tentang tuntutan perlunya penghapusan kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak. yakni kaum perempuan dan anak. psikologis.3 Dari semua jenis kekerasan terhadap wanita. bahkan bertahun-tahun. 4 Keprihatinan sebagian warga masyarakat terutama kaum perempuan dan relawan lembaga swadaya masyarakat terhadap banyaknya kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga merupakan salah satu faktor pendorong dibentuknya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). 1. sehingga sering menimbulkan ketakutan dan rasa cemas yang hebat pada korban. yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik. namun sebagian dilakukan oleh laki-laki terhadap pasangan perempuannya. Hal ini dapat terjadi berminggu-minggu. pemaksaan. dipandang sebagai kelompok warga masyarakat yang paling rentan (berisiko tinggi) terhadap perlakuan kekerasan.Kekerasan Rumah Tangga Filed Under (Forensic) by ayumee-chan on 13-01-2009 BAB I PENDAHULUAN Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan.Forensic .

atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (Pasal 1 ayat 1). seksual.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.2.3 Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. dan perwalian. pemaksaan.2.Lingkup rumah tangga dalam Undang-Undang ini meliputi (Pasal 2 ayat 1): 1. menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga. perkawinan. dan/atau orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut. 1. psikologis. orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana dimaksud ada huruf a karena hubungan darah. persusuan. dan melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga (Pasal 1 ayat 2).1 DEFINISI Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan.2. 2. INSIDENS . isteri. yang menetap dalam rumah tangga. pengasuhan. dananak. dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan. yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik.3 suami.

Dari keseluruhan 5. dan kekerasan dalam keluarga lainnya 23 kasus (1%).169 kasus) dan tahun 2002 (5.Kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada berbagai tingkat sosial masyarakat.Pelaku kekerasan umumnya adalah orang yang dekat dengan korban seperti suami. tahun 2003 terdapat 2 kasus KDRT. Di Indonesia. Padahal banyak juga kasus yang menimpa anak2 atau orang dewasa perempuan yang dilakukan oleh orang dewasa perempuan juga). tahun 2006 terdapat 37 kasus. ayah. pada masyarakat di seluruh level profesi dan pendapatan.163 kasus). 6 Di Makassar pada tahun 2002 terdapat 3 kasus Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilaporkan. 7 Bagai fenomena gunung es.pihak yang perempuan (KDRT). pelaku kekerasan sesama perempuan yang lebih kuat dan berkuasa jarang disebutkan. Faktor yang berperan di tiap tingkatan dalam penyalahgunaan pasangan oleh laki-laki sebagai berikut: . tahun 2005 terdapat 17 kasus. Komnas Perempuan mencatat bahwa kekerasan terhadap perempuan meningkat terus dari tahun ke tahun. data kekerasan yang tercatat itu jauh lebih sedikit dari yang seharusnya dilaporkan karena tidak semua perempuan yang mengalami kekerasan bersedia melaporkan kasusnya. 8 2.703 adalah kasus KDRT. berbagai tingkat usia. FAKTOR PENCETUS Pemahaman terhadap faktor yang mempengaruhi kekerasan terhadap perempuan sangat penting diketahui agar para penentu kebijaksanaan dan pengelola program dapat membuat upaya preventif dan advokasi secara tepat Hal ini juga memberikan gambaran tentang pihak.025 kasus (75%). Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2001 (3.934 kasus kekerasan terhadap perempuan. kekerasan terhadap anak perempuan 389 kasus (14%). Tercakup dalam kategori ini adalah kekerasan terhadap istri sebanyak 2. Kekerasan bukan sesuatu yang bisa ditolerir atau diterima secara normal. umumnya korban kekerasan adalah perempuan dan anak-anak. Tahun 2004 misalnya. kekerasan dalam pacaran 266 kasus (10%).3. anggota keluarga besar (dalam laporan oleh aktivis perempuan tidak disebutkan siapa anggota keluarga besar.934 kasus kekerasan menimpa perempuan. tahun 2004 terdapat 3 kasus. menyebut sebanyak 5. 2.

toleransi terhadap hukuman fisik bagi perempuan dan anak. di samping kelompok laki-laki sebaya yang menerima budaya kekerasan sangat berpengaruh terhadap terjadinya kekerasan.Tingkat hubungan/interaksi dengan pasangan Faktor penentunya antara lain konflik perkawinan dan kendali laki. kehormatan laki. tidak adanya penolakan terhadap figure ayah. 4.isteri.1. 4 2. BENTUK-BENTUK KDRT .Tingkat lingkungan kecil Pengisolasian perempuan dan kurangnya dukungan social.4. 2. atau kebiasaan minum alkohol. menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga antar suami. menerima kekerasan sebagai sarana untuk mengacaukan hubungan dengan pasangan dan persepsi bahwa laki-laki mempunyai kepemilikan terhadap perempuan. 3.Tingkat masyarakat luas Faktor yang berpengaruh antara lain kakunya dan dipaksakannya peran gender. diterapkannya konsep maskulinitas yang berkaitan dengan kekerasan.laki terhadap harta dan pengambilan keputusan dalam keluarga.laki dan dominasi atas perempuan.Tingkat individu Termasuk ke dalamnya adalah pernah mengalami kekerasan semasa kanak.kanak.

bentuk-bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah: a. menakut-nakuti.Kekerasan seksual Kekerasan seksual meliputi pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut. c. ancaman cerai. tidak memberi nafkah. melarang melakukan aktivitas di luar rumah. menendang.Kekerasan fisik yang dialami korban seperti: pemukulan menggunakan tangan maupun alat seperti (kayu. Selain itu. menyundut dengan rokok atau dengan kayu yang bara apinya masih ada.Penelantaran rumah tangga Penelantaran rumah tangga adalah seseorang yang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya. maupun pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu (Pasal 8). 23 tahun 2004 pasal 5. Kekerasan seksual seperti memaksa isteri melakukan hubungan seksual walaupun isteri dalam kondisi lelah dan tidak siap termasuk saat haid.Menurut UU No. parang). menjambak rambut. jatuh sakit. mencekik leher. hilangnya rasa percaya diri. perawatan. atau pemeliharaan kepada orang tersebut. b. dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang (Pasal 7). penelantaran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut (Pasal 9). atau luka berat (Pasal 6). Penelantaran seperti meninggalkan isteri dan anak . rasa tidak berdaya.Kekerasan fisik Kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit. memaksa isteri melakukan hubungan seks dengan lakilaki lain. Kekerasan psikis berupa makian. d.Kekerasan psikis Kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan. hinaan. hilangnya kemampuan untuk bertindak. padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan. membenturkan kepala ke tembok.

11 . tidak memberikan isteri uang dalam jangka waktu yang lama bahkan bertahun-tahun. Korban harus diperiksa secara menyeluruh. 1-3. Permintaan maaf: pelaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada korban. Kontak mata biasanya buruk. korban menjadi pendiam. seolah. rambut palsu atau perhiasan.olah tidak pernah melakukan kekerasan. atau mengisolasi korban dari dunia luar.tanpa memberikan nafkah. karena kulit kepala dapat juga menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Tanda adanya kekerasan dapat dilihat dari adanya sikap posesif kepada korbannya. Bulan madu: pelaku menunjukkan sikap mesra kepada pasangannya. Korbanjuga akan mencoba untuk menyembunyikan atau menutupi luka-lukanya dengan memakai hiasan wajah (make up) yang tebal. leher baju yang tinggi. Pelaku KDRT biasanya mengikuti pola tertentu sebagai berikut: Tindak kekerasan/ pemukulan: pelaku melakukan kekerasan terhadap pasangannya. PEMERIKSAAN FISIK PADA KORBAN KDRT Pelaku biasanya menunjukkan adanya pengendalian atau kontrol pada sikap korbannya. sangat takut pada pengunjung pasien lainnya dan yang merawatnya.5.8-10 2. Konflik: periode mesra akan berakhir ketika terjadi konflik yang kemudian membawa pelaku untuk melakukan kekerasan lagi. termasuk pengawai rumah sakit. 4 2. SIKLUS KDRT Pada umumnya korban KDRT menganggap bahwa kekerasan yang dilakukan oleh pasangannya merupakan kekhilafan sesaat.6. Korban biasanya tampak depresi. dan seterusnya.

tenggorokan dan genitalia juga tempat yang sering mengalami perlukaan.1. Fraktur hidung. Bekas cekikan pada sekitar leher. payudara. Memar-memar yang memiliki pola dari alat yang digunakan untuk penganiayaan. Luka bakar pada tempat yang tidak dapat diraih oleh korban. 12 2. biasanya menunjukkan gambaran sebagai berikut. Laserasi dan abrasi di sekitar mata atau bibir dan pipi yang dapat disebabkan permaksaan pada saat menyuapi makanan. KARAKTERISTIK LUKA Karakteristik luka yang disebabkan oleh adanya KDRT. Bite marks (bekas gigitan) di sekitar tubuh. hanger baju. Luka gores/ bekas cakaran.2.muncul secara regular. luka bekas sundutan rokok yang terbakar. sebagai berikut: Tempat luka yang umum adalah daerah yang biasanya tertutup oleh pakaian (misalnya dada. . Kuku yang tergores. Alopesia yang berpola dan perdarahan kulit kepala karena penjambakan. Wajah.PUSAT DISTRIBUSI LUKA Luka-luka pada KDRT (domestic violence) biasanya mempunyai pusat distribusi tertentu. missal: sisir. terutama bokong.2. leher bawah dan belakang. atau bekas tali yang terbakar. pada permukaan yang berbeda-beda dan hilang.6. Tanda-tanda luka pada area yang tertutup pakaian. leher. dan perut).6. dalam fase penyembuhan yang berbeda. Memar yang biasanya multiple dan bilateral.

11 2.Dalam rangka pemulihan terhadap korban.3. PELAYANAN KESEHATAN Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada korban.Pelayanan kesehatan dilakukan di sarana kesehatan milik pemerintah. orbita dan zygomaticomaxillary complex. tenaga kesehatan wajib memulihkan dan merehabilitasi kesehatan korban (Pasal 40). telapak tangan ( yang disebabkan karena korban membungkuk untuk melindungi diri).. tenaga kesehatan harus memeriksa kesehatan korban sesuai dengan standar profesinya.Trauma pada maxillofacial termasuk luka pada bagian mata dan telinga. 2 Tindakan petugas kesehatan yang membantu korban antara lain : . dan patah pada mandibula. Tenaga kesehatan wajib memeriksa korban sesuai dengan standar profesinya.7. 11 2. luka pada jaringan lunak. dislokasi sendi. dan atau memar dari pergelangan tangan atau lengan bawah dapat mendukung adanya tanda dari korban untuk menangkis pukulan pada wajah atau dada. patah tulang hidung. pekerja sosial. membuat laporan tertulis hasil pemeriksaan terhadap korban dan visum et repertum atas permintaan penyidik kepolisian atau surat keterangan medis yang memiliki kekuatan hukum yang sama sebagai alat bukti.Dalam hal korban memerlukan perawatan. atau masyarakat (Pasal 21).LUKA KARENA PERLAWANAN Patah tulang. relawan pendamping dan/atau pembimbing rohani dapat melakukan kerja sama (pasal 42). Termasuk luka pada bagian luar dari tangan. Luka perlawanan biasa ditemukan. kehilangan pendengaran. pemerintah daerah.6. tenaga kesehatan. keseleo.

Menghormati hak klien untukmengambil keputusan yang dianggap terbaik bagi dirinya ketika ia sudah mampu berpikir secara jernih. padahal sebetulnya mereka sangat mengharapkan seseorang akan bertanya.Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan rasa aman. 6. 5. serta mangatakan bahwa ia tidak sendirian karena banyak perempuan lain mengalami hal yang sama.Memberikan kepercayaan kepada klien: mendengarkan. 2.Memperhatikan kerahasiaan klien. 3. Hal-hal yang perlu dilakukan oleh petugas kesehatan adalah : a. memperhatikan dan menghargai perasaan klien. dengan memperhatikan apa yang telah dilakukan selama ini dan apakah ada tempat untuk mendapatkan perlindungan yang aman.Pembicaraan perlu dilakukan di tempat yang menjamin kerahasiaan tanpa dihadiri oleh anggota keluarga yang lain.1.Menyatakan bahwa kekerasan yang dihadapi klien bukan merupakan kesalahannya. 4.Membantu korban untuk mendapatkan pelayanan lainnya bagi korban kekerasan. karena tidak seorangpun layak diperlakukan dengan kekerasan.Menghindari rasa takut untuk bertanya Umumnya diyakini bahwa perempuan korban kekerasan akan menutupi masalah mereka bila mendapat pertanyaan langsung dan bermakna dakwaan. .Membantu klien untuk membuat rencana penyelamatan diri bila mengalami kekerasan.

c.Beberapa tanda yang perlu menimbulkan kecurigaan petugas terhadap adanya kekerasan antara lain : -rasa lelah yang berkepanjangan tanpa adanya gangguan penyakit -luka-luka yang tidak sesuai dengan keterangan yang diberikan -kelakuan pasangan yang terus mengawasi korban -trauma fisik selama kehamilan -riwayat/mempunyai keinginan bunuh diri -keterlambatan mencari pengobatan. termasuk pemberian kontrasepsi darurat dan pengobatan pencegahan terhadap IMS seperti gonore.Mencurigai kekerasan bila ada memar pada tubuh klien. dan perlu ditanyakan adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga. sifilis pada kasus perkosaan.Menciptakan suasana yang mendukung dan tidak menuduh Diperlukan suasana yang mendukung agar korban mau menceritakan masalahnya. .Mempelajari kemungkinan bahwa korban berada dalam keadaan bahaya. e.Memberikan pelayanan kesehatan yang memadai. d.Pernyataan bahwa tidak seorangpun patut menerima kekerasan dalam keadaan apapun akan membantu klien mengemukakan masalahnya.b.

Selain meningkatkan kesadaran terhadap masalah KDRT. k. hal ini dapat membuat korban mau melaporkan kekerasan yang dialaminya.Berdasarkan Undang-Undang ini.Menjelaskan bahwa korban berhak untuk diobati. j. lembaga sosial. mendapat pertolongan dan perlindungan secara hukum. jangan memberikan obat penenang pada korban dengan kekerasan rumah tangga.Menyediakan ruangan yang memadai untuk menjaga kerahasiaan di sarana kesehatan dan memasang poster tentang KDRT. l. hubungannya dengan korban. HAK KORBAN DAN KEWAJIBAN PEMERINTAH A.Membuat status lengkap korban termasuk siapa pelaku tindak kekerasan. advokat.Bila memungkinkan.f.Perlindungan dari pihak keluarga. . korban kekerasan mempunyai hak untuk mendapatkan: a.Menyediakan waktu untuk konsultasi lebih lanjut. supaya mendapat pertolongan lebih lanjut. dan riwayat kekerasan.4 2.Merujuk korban kekerasan kepada organisasi atau lembaga swadaya masyarakat sesuai dengan persetujuannya.Membantu membuat rencana penyelamatan diri.Hal ini dapat membahayakan korban karena kehilangan kemampuan untuk menduga dan bereaksi cepat bila diserang lagi oleh pasangannya.8. i. pengadilan. g. atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan peintah perlindungan dari pengadilan. h. kepolisian. kejaksaan.

( Pasal 10 ) 1. melihat.Penanganan secara khusus berkaitan dengan kerahasiaan korban d.9. dan e.b.3 2.10. DAMPAK KDRT .2. 1.2.Pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis. KEWAJIBAN MASYARAKAT Pasal 15: Setiap orang yang mendengar.Pelayanan bimbingan rohani. c.Pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum pada setiap tingkat proses pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.3 2. atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk : Mencegah berlangsungnya tindak pidana Memberikan perlindungan kepada korban Memberikan pertolongan darurat Membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.

Semua korban KDRT mengalami gangguan psikis seperti cemas. pusing dan lain. rendah diri.Kekerasan yang dialami korban berdampak pada terganggunya kesehatan fisik dan psikis. hilangnya keinginan untuk melakukan hubungan seksual. hubungan sosial dan ekonomi korban.12. patah tulang. mengalami pendarahan. memiliki keinginan untuk bunuh diri. TANDA DAN GEJALA KEKERASAN DOSMESTIK 4. antara lain : Keterangan saksi Keterangan Ahli Surat Petunjuk Keterangan terdakwa.2.3 Alat bukti yang sah lainnya. keinginan untuk bercerai. PEMBUKTIAN Sebagai salah satu alat bukti yang sah.Dampak kekerasan terhadap fisik korban seperti: lebam. gangguan ingatan. Dampak terhadap seksualitas korban: takut berhubungan seks.lain. Dampak ekonomi: dililit hutang karena harus meminjam uang ke orang untuk membiayai hidup. mengalami mimpi buruk. Dampak terhadap kesehatan korban seperti terganggunya organ reproduksi. kepala bocor. untuk sementara waktu korban berhenti melakukan aktivitas sosial seperti ibadah. Dampak sosial: menarik diri dari pergaulan dengan keluarga. apabila disertai dengan suatu alat bukti yang sah lainnya (Pasal 55). malu. 1. keterangan seorang saksi korban saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah. gelisah.12 Tanda Kekerasan Gejala kekerasan . terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. lecet. dan lain lain. tertangga.11. 8 2. 1.13 2.

tanpa sebab yang jelas. ·Bersifat agresif. ·Perdarahan per vaginam yang dapat diakibatkan oleh perlakuan buruk terhadap perempuan. putus asa. ·Tampak jauh lebih tua dari umurnya. ·Cedera akibat pukulan/ benda tajam. . khususnya sekitar mata dan wajah.·Trauma ringan atau berat yang meninggalkan bekas berupa memar pada tubuh. ·Keputihan yang dapat disebabkanoleh infeksi menular seksual. yang sering merupakan pertanda adanya kekerasan seksual. ·Merasakan rendah diri. penuh rasa takut. baik saat hamil maupun tidak hamil. menunjukkan ketidakberhargaan dirinya dengan menganggap dirinya bodoh dan tidak mampu. ·Gigi tanggal. sedih. biasanya berhubungan dengan kehamilan yang ditelantarkan atau akibat gizi buruk. ·Kelainan bentuk hidung akibat patahnya tulang hidung. yang mungkin akibat pukulan. ·Cemas. ·Sering mengalami perdarahan dari hidung. juga dapat disebabkan oleh tendangan atau pukulan di daerah mulut.

·Sering nyeri kepala atau sulit tidur.la melampiaskan kekesalannya kepada saya. tidak bisa menikmatinya dan menganggapnya sebagai pengorbanan. . . Memar pada tubuh 14 . kontraksi otot. ·Pernyataan yang sering dikatakan adalah: .laki) memanfaatkan saya . ·Mengeluh nyeri bila bersanggama. kesemutan dan nyeri perut.·Mengeluh nyeri yang tidak jelas sebabnya. Gambar 1.la (pasangan laki.Ini adalah risiko perkawinan .

13. Memar pada wajah 15 Gambar 3. korban dapat memperoleh pelayanan dari: .Gambar 2. PEMULIHAN KORBAN Pasal 39 Untuk kepentingan pemulihan. Memar dan Bekas Sundutan Rokok 15 2. Memar 15 Gambar 4.

Relawan pendamping. pekerja sosial.3 2. dan/atau d. . tenaga kesehatan.a.2.Tenaga kesehatan wajib memeriksa korban sesuai dengan standar profesinya 2. KETENTUAN PIDANA Ketentuan pidana terhadap pelanggaran KDRT diatur oleh Undang-undang Republik Indonesia No. tenaga kesehatan wajib memulihkan dan merehabilitasi kesehatan korban. b.14. Pasal 42 Dalam rangka pemulihan terhadap korban. c.Pekerja sosial.Pembimbing rohani. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRTbab VIII pasal 44 sampai pasal 53. relawan pendamping dan/atau pembimbing rohani dapat melakukan kerja sama. Pasal 40 1.Dalam hal korban memerlukan perawatan. 1.Tenaga kesehatan.

Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-harian. 2..000.Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan korban jatuh sakit atau luka berat.(Tiga puluh juta rupiah). 4..Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (Lima) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000.000. dipidanakan penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp30.000.(Sembilanjuta rupiah).000.000.(Lima belas juta rupiah).000. Pasal 45 1. dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp 5. dipidanakan penjara paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp3.Pasal 44 1.000.. .Setiap orang yang melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 9.000.-(Lima juta rupiah).Dalam halperbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mengakibatkan matinya korban.Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian atau kegiatan sehari-hari.000.-(Empat puluh lima juta rupiah). 2. 3.000.(Tiga juta rupiah). dipadana penjara paling lama 15 (Lima belas) tahun atau denda paling banyak Rp45..

. Pasal 49 .00-(tiga ratus juta rupiah).000.Pasal 46 Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp36.00-(lima ratus juta rupiah).00(dua belas juta rupiah) atau paling banyak Rp 300.000.000.00-(dua puluh lima juta rupiah) dan paling banyak Rp500. Pasal 47 Setiap orang yang memaksa orang yang menetap dalam rumah tangganya melakukan hubungan seksual sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf b dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau denda paling sedikit Rp 12.000. gugur atau matinya janin dalam kandungan.000. dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun atau denda paling sedikit Rp 25.000.(Tiga puluh enam juta rupiah).000.000.000. mengalami gangguan daya pikir atau kejiwaan sekurang-kurangnya selama 4 (empat) minggu terus menerus atau 1 (satu) tahun tidak berturut-turut.000. atau mengakibatkan tidak berfungsinya alat reproduksi. Pasal 48 Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 dan 47 mengakibatkan korban mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali.

penetapan pelaku mengikuti program konseling di bawah pengawasan lembaga tertentu.00(lima belas juta rupiah).000. b.menelantarkan orang lain dalam lingkup rumah tangganya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1).Dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 15. Pasal 51 Tindak pidana kekerasanfisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (4) merupakan delik aduan. Pasal 52 . maupun pembatasan hak-hak tertentu dari pelaku.pembatasan gerak pelaku baik yang bertujuan untuk menjauhkan pelaku dari korban dalam jarak dan waktu tertentu. b.menelantarkan orang lain sebagaimana dimaksud Pasal 9 ayat (2).000. setiap orang yang: a. Pasal 50 Selain pidana sebagaimana dimaksud dalam bab ini hakim dapat menjatuhkan pidana tambahan berupa : a.

pada masyarakat di seluruh level profesi dan pendapatan.Kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada berbagai tingkat sosial masyarakat. 1.2. berbagai tingkat usia.Tindak pidana kekerasan fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) merupakan delik aduan. Pasal 53 Tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 yang dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya merupakan delik aduan. Insidens kekerasan rumah tangga .3 BAB III KESIMPULAN 1.

Bagaikan fenomena gunung es yang tertimbul dipermukaan itu Cuma sebagian kecil dari keseluruhannya. kekerasan seksual.yang tercatat tidak mewakili jumlah kasus yang benar. 3. hubungan sosial dan ekonomi korban. 4.undang republic Indonesia Nomor 23 Tahun 2004.Kekerasan yang dialami korban berdampak pada terganggunya kesehatan fisik dan psikis.Ketentuan pidana kekerasan dalam rumah tangga adalah berdasarkan Undang.Bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga antara lain: kekerasan fisik. 2. kekerasan psikis. . dan penelantaran rumah tangga.

Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan.id/fact-58. [serial online] [cited 2008 March 21].or. Available from: URL: http://www.htm 2.kontras. . Jakarta: Departemen Kesehatan. [serial online] 2004 Sept 22 [cited 2008 March 21]. Sekilas Tentang UndangUndang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Informasi Kesehatan Reproduksi: Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan di Tingkat Pelayanan Dasar.Tunggal. Hadi Setia. Jakarta : Harvarindo. 2000.DAFTAR PUSTAKA 1.pdf 3.org/uu_ri_ham/UU%20Nomor%2023%20Tahun%202004%20tentang%20Penghapu san%20Kekerasan%20Dalam%20Rumah%20Tangga. Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004.Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Republik Indonesia.lbh-apik. Available from: URL: http://www. 2005.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. 4.

Available from: URL: http://www. [serial online] 2007 July 16 [cited 2008 March 24]. Kekerasan Dalam Rumah Tangga.byakko. Available from: URL: http://www. [serial online] [cited 2008 March 21].kesrepro.Burnett L B. Makassar. Bernadette Nur. Irene Lely Elen Indah. Lucianawaty M.asp?lang=id&p=101&f=apr012005001 .emedicine.Rumah Perempuan.org/z_pdf/IN_for_Self. Hanifah L.Yaning. [serial online] 2005 [cited 2008 March 29].easternindonesia. Dalam: Jurnal Ilmu Hukum Vol.Laporan Data Giat Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit Bhayangkara Mappa Oudang Makassar Tahun 2002-2006. Available from:URL: http://www.Natalini. Mengenal Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.blogsome. Dessy.co.or. Problematika Penegakan Hukum UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.com/ 7.pdf 9. Available from: URL: http://situs. Available from: URL: www.org/blog/wpcontent/uploads/2008/03/naratif-cacatan-akhir-thn-07-final-ok-book. [serial online] 2005 Apr 01 [cited 2008 March 29].Kongres Wanita Indonesia.id/main/index.Fauzi A.5. dan Islam. Belanda. Domestic Violence.kowani.Surbakti.pdf 10.id/imgres?imgurl=http://dessynataliani. [serial online] 2000 June [cited 2008 March 18]. Available from: URL: http://www.com/emerg/topic153. Domestic Violence Against Women and Girls. Available from: http://images. Kekerasan Terhadap Perempuan.org/publications/pdf/digest6e. 2007. KDRT Dari Perspektif Indonesia.info/gendervaw/referensi2.htm 12.com/fks2forensik 13.freewebs. [serial online] [cited 2008 March 21]. [serial online] 2006 March [cited 2008 March 21]. [serial online] January 2006 [cited 2008 March 29].google. 8.9.pdf 6. Available from: URL: http://www. Korban Kekerasan Berhak Mendapatkan Perlindungan Negara.htm 11.United Nations Children s Fund. Natangsa.uniceficdc.

blogger. [serial online] [cited 2008 March 21]. Jakarta: Departemen Forensik Dan Medikolegal FKUI. 2005. Mutia Prayanti. The Doormat.com/_X_z1raGwaPs/R0JRgGk5IUI/AAAAAAAAANo/u2×0vnAlYvw/s1600-h/KesetKDRT.14. Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Available from: URL: http://bp1.Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan. Dalam: Forensik Klinik dan PKT.Errufana. .jpg 15.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful