persalinan sungsang

PERSALINAN PADA PRESENTASI SUNGSANG 1. Persalinan pervaginam: a. Persalinan sungsang spontan pervaginam (cara Bracht) b.

Ekstraksi bokong parsialis c. Ekstraksi bokong / kaki totalis 2. Persalinan perabdominal: Sectio Caesar Indikasi Sectio Caesar:  Janin besar  Janin ³viable´ dengan gawat janin  Nilai anak sangat tinggi ( high social value baby )  Keadaan umum ibu buruk  Inpartu tapi dengan kemajuan persalinan yang tidak memuaskan ( partus lama, ³secondary arrest³ dsbnya)  Panggul sempit atau kelainan bentuk panggul  Hiperekstensi kepala  Bila sudah terdapat indikasi pengakhiran kehamilan dan pasien masih belum inpartu (beberapa ahli mencoba untuk mengakhiri kehamilan dengan oksitosin drip)  Disfungsi uterus (beberapa ahli mencoba untuk mengakhiri persalinan dengan oksitosin drip)  Presentasi bokong tidak sempurna atau presentasi kaki  Janin sehat preterm pada pasien inpartu dan atau terdapat indikasi untuk segera mengakhiri kehamilan atau persalinan.  Gangguan pertumbuhan intrauterine berat  Riwayat obstetri buruk  Operator tidak berpengalaman dalam melakukan pertolongan persalinan sungsang spontan pervaginam  Pasien menghendaki untuk dilakukan sterilisasi setelah persalinan ini.

Tehnik Pertolongan Persalinan Sungsang Mekanisme Persalinan Sungsang Spontan Per Vaginam Perbedaan antara persalinan pada presentasi sungsang dengan persalinan pada presentasi belakang kepala. Pada presentasi sungsang, lahirnya bokong dan bagian Pada presentasi belakang kepala, bila kepala sudah lahir maka sisa tubuh janin akan mengalami proses persalinan selanjutnya dan umumnya tanpa kesulitan. tubuh janin tidak selalu dapat diikuti dengan persalinan kepala secara spontan. persalinan keterampilan Dengan demikian maka

pertolongan memerlukan persalinan.

sungsang khusus dari

pervaginam penolong 

Engagemen dan desensus bokong terjadi melalui masuknya diameter bitrochanteric bokong melalui diameter oblique panggul.  Panggul anterior anak umumnya mengalami desensus lebih cepat dibandingkan panggul posterior.

2. PENATALAKSANAAN PERSALINAN Selama proses persalinan.  Kadang-kadang putar paksi dalam terjadi sedemikian rupa sehingga punggung anak berada dibagian posterior dan pemutaran semacam ini sedapat mungkin dicegah oleh karena persalinan kepala dengan dagu didepan akan jauh lebih sulit bila dibandingkan dengan dagu di belakang selain itu dengan arah pemutaran seperti itu kemungkinan terjadinya hiperekstensi kepala anak juga sangat besar dan ini akan memberi kemungkinan terjadinya ³after coming head´ yang amat besar. Pada saat bertemu dengan tahanan jalan lahir terjadi putar paksi dalam sejauh 450 dan diikuti dengan pemutaran panggul anterior kearah arcus pubis sehingga diameter bi-trochanteric menempati diameter antero-posterior pintu bawah panggul.. Pada fase ini.  Setelah bokong lahir. kepala janin masuk panggul sehingga terjadi oklusi pembuluh darah talipusat antara kepala dengan tulang panggul sehingga sirkulasi uteroplasenta terganggu. 3. Selanjutnya kepala anak lahir melalui gerakan fleksi.  Engagemen bokong dapat terjadi pada diameter tranversal panggul dengan sacrum di anterior atau posterior.  Segera setelah bahu. kondisi janin serta keadaan umum ibu. kepala anak yang umumnya dalam keadaan fleksi maksimum masuk panggul melalui diameter oblique dan kemudian dengan cara yang sama mengalami putar paksi dalam sehingga bagian tengkuk janin berada dibawah simfisis pubis. Pada saat masuk kamar bersalin perlu dilakukan penilaian secara cepat dan cermat mengenai : keadaan selaput ketuban. Fase cepat: o o Mulai lahirnya umbilikus sampai mulut. perbedaan terletak pada jauhnya putar paksi dalam ( dalam keadaan ini putar paksi dalam berlangsung sejauh 900 ).  Bahu selanjutnya mengalami desensus dan mengalami putar paksi dalam sehingga diameter bis-acromial berada pada diameter antero-posterior jalan lahir. terjadi putar paksi luar bokong sehingga punggung berputar keanterior dan keadaan ini menunjukkan bahwa saat itu diameter bisacromial bahu sedang melewati diameter oblique pintu atas panggul.dokter anak dan ahli anaesthesi. . Fase lambat pertama: o o Mulai dari lahirnya bokong sampai umbilikus (scapula). resiko ibu dan anak jauh lebih besar dibandingkan persalinan pervaginam pada presentasi belakang kepala. Persalinan spontan pervaginam (spontan Bracht) terdiri dari 3 tahapan : 1. 1. desensus bokong terus berlanjut sampai perineum teregang lebih lanjut oleh bokong dan panggul anterior terlihat pada vulva. Dilakukan pengamatan cermat pada DJJ dan kualitas his dan kemajuan persalinan. Tungkai dan kaki dapat lahir secara spontan atau atas bantuan penolong persalinan. fase persalinan. Mekanisme persalinan pada posisi tranversal ini sama dengan yang sudah diuraikan diatas. panggul posterior lahir melalui perineum.  Tubuh anak menjadi lurus ( laterofleksi berakhir ) sehingga panggul anterior lahir dibawah arcus pubis. Disebut fase lambat oleh karena tahapan ini tidak perlu ditangani secara tergesa-gesa mengingat tidak ada bahaya pada ibu dan anak yang mungkin terjadi. Persiapan tenaga penolong persalinan ± asisten penolong persalinan .  Setelah putar paksi dalam. 2.  Melalui gerakan laterofleksi tubuh janin.

o Kemungkinan ruptura perinei totalis lebih sering terjadi. dilakukan gerakan hiperlordosis dilanjutkan ( gerak mendekatkan bokong anak pada perut ibu ) sedikit kearah kiri atau kearah kanan sesuai dengan posisi punggung anak. Suntikkan 5 unit oksitosin i. Pada saat melahirkan kepala. Prognosa lebih buruk oleh karena: o Perkiraan besar anak sulit ditentukan sehingga sulit diantisipasi terjadinya peristiwa ³after coming head´. 5. Gerakan hiperlordosis tersebut terus dilakukan sampai akhirnya lahir mulut-hidung-dahi dan seluruh kepala anak. 4. perawatan dan pertolongan selanjutnya dilakukan seperti pada persalinan spontan pervaginam pada presentasi belakang kepala. asisten melakukan tekanan suprasimfisis searah jalan lahir dengan tujuan untuk mempertahankan posisi fleksi kepala janin 9. Setelah kaki lahir. Setelah anak lahir. 8. Fase lambat kedua: o o Mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala. 2. Prognosis y y Prognosis lebih buruk dibandingkan persalinan pada presentasi belakang kepala.o Disebut fase cepat oleh karena tahapan ini harus terselesaikan dalam 1 ± 2 kali kontraksi uterus (sekitar 8 menit). 2. Pertolongan dimulai setelah bokong nampak di vulva dengan penampang sekitar 5 cm. Fase ini disebut fase lambat oleh karena tahapan ini tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa untuk menghidari dekompresi kepala yang terlampau cepat yang dapat menyebabkan perdarahan intrakranial. Dengan pegangan tersebut. dilakukan gerakan mengarahkan punggung anak ke perut ibu ( gerak hiperlordosis )sampai kedua kaki anak lahir .m dengan tujuan bahwa dengan 1±2 his berikutnya fase cepat dalam persalinan sungsang spontan pervaginam akan terselesaikan. Dengan menggunakan tangan yang dilapisi oleh kain setengah basah. 7. pegangan dirubah sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari sekarang berada pada lipatan paha bagian belakang dan ke empat jari-jari berada pada pinggang janin. 6. Sebab kematian anak: 1. Pada saat ibu meneran. Teknik pertolongan sungsang spontan pervaginam (spontan BRACHT ) 1. 3. 3. Tali pusat terjepit saat fase cepat. bokong janin dipegang sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari penolong berada pada bagian belakang pangkal paha dan empat jari-jari lain berada pada bokong janin. Perdarahan intrakranial akibat dekompresi mendadak waktu melahirkan kepala anak pada fase lambat .

Pegangan pada panggul anak sedemikian rupa sehingga ibu jari penolong berdampingan pada os sacrum dengan kedua jari telunjuk pada krista iliaka anterior superior . 3.kedua. Prolapsus talipusat. Persalinan bahu dan lengan dibantu oleh penolong. Bokong sampai umbilikus lahir secara spontan (pada frank breech). Ekstraksi Parsial Pada Persalinan Sungsang Pervaginam = Manual Aid Terdiri dari 3 tahapan : 1. 3. Persalinan bahu dengan cara KLASIK . 2. 1. 3. Kemungkinan infeksi intrauterin minimal. ibu jari pada sakrum sedangkan jari-jari lain berada didepan pangkal paha (gambar 3) . Persalinan kepala dibantu oleh penolong. 2. Müller. Lovset. Dilakukan traksi curam kebawah sampai menemui rintangan (hambatan) jalan lahir. Klasik. Teknik sederhana Hampir selalu dapat dikerjakan tanpa melihat posisi lengan janin. Trauma collumna vertebralis. PERSALINAN BAHU DAN LENGAN 1. 2. 3. Persalinan bahu dengan cara LOVSET PRINSIP Memutar badan janin setengah lingkaran (1800) searah dan berlawanan arah jarum jam sambil melakukan traksi curam kebawah sehingga bahu yang semula dibelakang akan lahir didepan (dibawah simfsis). 3. Hal tersebut dapat terjadi oleh karena : y y Adanya inklinasi panggul (sudut antara pintu atas panggul dengan sumbu panggul) Adanya lengkungan jalan lahir dimana dinding sebelah depan lebih panjang dibanding lengkungan dinding sacrum disebelah belakang Sehingga setiap saat bahu posterior akan berada pada posisi lebih rendah dibandingkan posisi bahu anterior Tehnik Dilakukan pemutaran 1800 sambil melakukan traksi curam kebawah sehingga bahu belakang menjadi bahu depan dibawah arcus pubis dan dapat dilahirkan Keuntungan persalinan bahu dengan cara Lovset : 1. Selanjutnya bahu dapat dilahirkan dengan menggunakan salah satu dari cara-cara berikut: 1. 2. 2. 4.

lengan posterior bawah bagian anak dilahirkan. kemudian di elevasi sejauh mungkin dengan gerakan mendekatkan perut anak pada perut ibu. . maka lengan tersebut diubah menjadi lengan belakang dengan cara: o Gelang bahu dan lengan yang sudah lahir dicekap dengan kedua tangan penolong sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari penolong terletak dipunggung anak dan sejajar dengan sumbu badan janin . dilakukan kaitan untuk melahirkan lengan belakang anak Keuntungan : oleh karena tangan penolong tidak masuk terlalu jauh kedalam jalan lahir maka resiko infeksi berkurang. jari tengan dan telunjuk tangan kiri menyelusuri bahu sampai menemukan fosa cubiti dan kemudian dengan gerakan ³mengusap muka janin ´. Bila tidak dapat lahir dengan sendirinya. Dipilih bila bahu tersangkut di Pintu Bawah Panggul Teknik : 1. Melahirkan lengan belakang lebih dulu (oleh karena ruangan panggul sebelah belakang/sacrum relatif lebih luas didepan ruang panggul sebelah depan) dan kemudian melahirkan lengan depan dibawah arcus pubis Tehnik : 1. 3. Bokong dipegang dengan pegangan ³femuropelvik´. 2. o Dilakukan pemutaran tubuh anak kearah perut dan dada anak sehingga lengan depan menjadi terletak dibelakang dan dilahirkan dengan cara yang sudah dijelaskan pada no 2 Keuntungan : Umumnya selalu dapat dikerjakan pada persalinan bahu Kerugian : Masuknya tangan kedalam jalan lahir meningkatkan resiko infeksi 3. 3. Dipilih bila bahu tersangkut di pintu atas panggul. disusul melahirkan lengan belakang di belakang ( depan sacrum ). sedangkan jari-jari lain didepan dada. Persalinan bahu dengan cara Muller Prinsip Melahirkan bahu dan lengan depan lebih dahulu dibawah simfisis melalui ekstraksi . Bila dengan cara tersebut pada no 3 diatas lengan depan sulit untuk dilahirkan. Untuk melahirkan lengan depan. Kedua pergelangan kaki dipegang dengan ujung jari tangan kanan penolong berada diantara kedua pergelangan kaki anak . pegangan pada pergelangan kaki janin diubah. Dengan cara pegangan tersebut. Tangan kiri penolong dimasukkan kedalam jalan lahir. Melahirkan lengan belakang dahulu dan kemudian melahirkan lengan depan dibawah simfisis. pergelangan kaki janin dipegang dan sambil dilakukan traksi curam bawah melakukan gerakan seolah ³mendekatkan punggung janin pada punggung ibu´ dan kemudian lengan depan dilahirkan dengan cara yang sama. 1. dilakukan traksi curam bawah pada tubuh janin sampai bahu depan lahir dibawah arcus pubis dan selanjutnya lengan depan dilahirkan dengan mengait lengan depan bagian bawah. 2. Dengan tangan kanan penolong. Setelah bahu dan lengan depan lahir.y y y Prinsip Disebut pula sebagai tehnik DEVENTER. pergelangan kaki dicekap dengan tangan kanan dan dilakukan elevasi serta traksi keatas (traksi dan elevasi sesuai arah tanda panah) sampai bahu belakang lahir dengan sendirinya.

Keadaan ini menyulitkan terjadinya persalinan spontan pervaginam. lakukan pemeriksaan lanjut untuk memastikan bahwa kemacetan tersebut tidak disebabkan oleh lengan yang menjungkit. 2. 3. Badan anak diputar lengan 1800 yang searah dibelakang dengan leher terletak pada cara memegang tubuh anak dimana pada keadaan ini kedua ibu jari penolong berada didepan dada sementara jari-jari lain dipunggung janin. Tubuh janin dicekap sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari penolong berada dipunggung anak sejajar dengan sumbu tubuh anak dan jari-jari lain didepan dada. NUCHAL ARM tertentu. perbedaan 1.Melahirkan LENGAN MENUNJUK. Melahirkan LENGAN MENJUNGKIT adalah suatu keadaan dimana pada persalinan sungsang pervaginam lengan anak lurus disamping kepala. Pada situasi seperti ini. Cara terbaik untuk mengatasi keadaan ini adalah melahirkan lengan anak dengan cara LOVSET. Selanjutnya lengan depan dilahirkan dengan tehnik persalinan bahu cara KLASIK. Bila lengan yang menunjuk adalah lengan posterior : (dekat dengan sakrum) Bila lengan yang menunjuk adalah lengan anterior : (dekat dengan sinfisis) maka : bila pada persalinan sungsang. menunjuknya sehingga lengan tersebut akan menjadi berada didepan dada (menjadi lengan depan). . Bila terjadi kemacetan bahu dan lengan saat melakukan pertolongan persalinan sungsang secara spontan (Bracht). persalinan bahu tidak dapat terjadi sebelum lengan yang bersangkutan dirubah menjadi didepan dada. salah satu lengan anak berada dibelakang leher dan menunjuk kesatu arah Penanganan dilakukan dengan cara yang sama.

melakukan traksi pada bahu janin sedemikian rupa sehingga perut anak mendekati perut ibu. Satu tangan mencekap leher dari sebelah belakang dan punggung anak diletakkan diatas telapak tangan tersebut. 1. Dengan larynx sebagai hypomochlion kepala anak dilahirkan. Tangan penolong lain memegang pergelangan kaki dan kemudian di elevasi keatas sambil dimasukkan ke dalam mulut dan jari telunjuk dan jari keempat mencengkeram fossa kanina. Cara MOURICEAU Cara PRAGUE TERBALIK Cara MOURICEAU ( Viet ± Smellie) Tangan penolong yang sesuai dengan muka janin dimasukkan ke dalam jalan lahir. Tubuh anak diletakkan diatas lengan bawah penolong. Jari tengah Cara PRAGUE TERBALIK Dilakukan bila occiput dibelakang (dekat dengan sacrum) dan muka janin menghadap simfisis. Belakang leher anak dicekap diantara jari telunjuk dan jari tengah tangan yang lain.PERSALINAN KEPALA ~ After Coming Head Pertolongan untuk melahirkan kepala pada presentasi sungsang dapat dilakukan dengan berbagai cara : 1. sedang jari tangan yang lain mencengkeram leher. Assisten membantu dengan melakukan 3. 3. 2. 1. 2. Traksi curam bawah terutama dilakukan oleh tangan yang dileher. 4. . seolah anak ³menunggang kuda´. tekanan pada daerah suprasimfisis untuk mempertahankan posisi fleksi kepala janin. 2.

Bila dengan traksi tersebut trochanter depan sudah terlihat dibawah arcus pubis. 3. sedangkan tangan lain membuka labia. tangan penolong yang sesuai dengan bagian kecil anak dimasukkan secara obstetris kedalam jalan lahir. Dengan pegangan ini pangkal paha ditarik curam bawah sampai trochanter depan lahir ( gambar 24) 4. dengan pegangan ³femuropelvik´ dan janin dilahirkan dengan cara yang sudah dijelaskan pada ekstraksi bokong parsialis. Jari telunjuk penolong yang sesuai dengan bagian kecil anak dimasukkan jalan lahir dan diletakkan pada lipat paha depan anak. Untuk memperkuat kaitan tersebut. mempermudah tindakan mencari kaki janin tersebut diatas. 3. jari telunjuk tangan lain segera mengait lipat paha belakang dan secara serentak melakukan traksi lebih lanjut untuk melahirkan bokong. 2. Dengan jari tersebut.EKSTRAKSI TOTAL PADA PERSALINAN SUNGSANG PERVAGINAM Persalinan sungsang pervaginam dimana keseluruhan proses persalinan anak dikerjakan sepenuhnya oleh penolong persalinan. lipat paha dikait. Tangan yang diluar (dekat dibagian fundus uteri) mendekatkan kaki janin untuk Setelah persiapan selesai. Kedua tangan penolong memegang betis anak dengan meletakkan kedua ibu jari dibelakang betis sejajar dengan sumbu panjangnya dan jari-jari lain didepan tulang kering. Pegangan kini dipindahkan keatas setinggi mungkin dengan kedua ibu jari dibelakang paha pada sejajar sumbu panjangnya dan jari lain didepan paha. bokong dipegang Rangkaian langkah mencari dan menurunkan kaki pada persalinan sungsang (maneuver Pinard) 1. Ekstraksi bokong Ekstraksi kaki EKSTRAKSI BOKONG EKSTRAKSI KAKI Tindakan ini dikerjakan pada letak bokong murni 1. Tehnik : 1. 2. Setelah bokong lahir. . dengan bokong yang sudah berada didasar panggul. pergelangan kaki anak dipegang diantara jari ke II dan III dan dituntun keluar dari vagina. tangan lain penolong mencekap pergelangan tangan yang melakukan kaitan dan ikut melakukan traksi kebawah . Jenis ekstraksi total : 1. 2. Dengan pegangan ini dilakukan traksi curam bawah pada kaki sampai pangkal paha lahir 2. Setelah lutut fleksi. Tangan yang didalam mencari kaki dengan menyelusuri bokong ± pangkal paha sampai belakang lutut (fosa poplitea) dan kemudian melakukan fleksi dan abduksi paha janin sehingga sendi lutut menjadi fleksi.

3. dilakukan pegangan femuropelvik dan dilakukan traksi curam dan selanjutnya untuk menyelesaikan persalinan bahu dan lengan serta kepala seperti yang sudah dijelaskan.Kemudian dilakukan traksi curam atas pada pangkal paha untuk melahirkan trochanter belakang sehingga akhirnya seluruh bokong lahir. . Setelah bokong lahir.

terjadi pengecilan rongga uterus yang menyebabkan gangguan sirkulasi dan menimbulkan anoksia. Perdarahan 2. Infeksi Komplikasi anak y Sufokasi / aspirasi : Bila sebagian besar tubuh janin sudah lahir. y Asfiksia : Selain hal diatas. Trauma jalan lahir 3. .KOMPLIKASI PERSALINAN SUNGSANG PERVAGINAM Komplikasi ibu 1. Keadaan ini merangsang janin untuk bernafas dalam jalan lahir sehingga menyebabkan terjadinya aspirasi. anoksia juga disebabkan oleh terjepitnya talipusat pada fase cepat y Trauma intrakranial: Terjadi sebagai akibat : y y y Panggul sempit Dilatasi servik belum maksimal (after coming head) Persalinan kepala terlalu cepat (fase lambat kedua terlalu cepat) y Fraktura / dislokasi: Terjadi akibat persalinan sungsang secara operatif y y y y y y Fraktura tulang kepala Fraktura humerus Fraktura klavikula Fraktura femur Dislokasi bahu Paralisa nervus brachialis yang menyebabkan paralisa lengan terjadi akibat tekanan pada pleksus brachialis oleh jari-jari penolong saat melakukan traksi dan juga akibat regangan pada leher saat membebaskan lengan.

akibat pembesaran uterus dan tekanan bagian terendah janin yang menyebabkan penurunan kapasitas vesika urinaria dapat menyebabkan keluhan miksi semakin bertambah. Terapi spesifik ( injeksi atau pembedahan) pada varises adalah merupakan kontraindikasi selama kehamilan. pedas dan asam. nyeri panggul dan tekanan panggul y Ibu hamil sering mengeluh adanya ³unstable pelvis´ yang menimbulkan rasa nyeri. Varises superfisial dapat merupakan tanda adanya penyakit vena dan harus dievaluasi untuk mencegah kemungkinan trombosis. Konstipasi : y Terutama akibat efek relaksasi otot polos progesteron y Absorbsi air di usus meningkat Ptialismus Hipersalivasi berlebihan dapat diatasi dengan pemberian extractum belladona 8 ± 15 mg 4 dd 1. . y Diatasi dengan penjelasan yang memadai mengenai arti penting dan manfaat nutrisi yang baik selama kehamilan Gangguan miksi y Bendungan vaskular pada vesika urinaria dan adanya perubahan hormon dapat merubah fungsi vesica urinaria. y Pada kehamilan lanjut. Edema saat kehamilan merupakan akibat dari retensi cairan dibawa pengaruh hormon ovarium-plasenta dan steroid. Oedema y y y y Edema generalisata yang meliputi tangan dan muka dapat merupakan tanda terjadinya preeklampsia ± eklampsia. Vit C dan sedative. Pengangkatan tungkai dan ibu dalam keadaan miring dapat memperbaiki sirkulasi. y Bantal punggung hangat dan menggosok punggung dapat mengurangi keluhan tersebut. Penggunaan korset sekitar paha dan istirahat dapat mengurangi rasa nyeri tersebut. menghindari makanan berlemak. Varices y Varises dapat muncul ditungkai atau vulva y terjadi akibat aliran balik vena yang terganggu oleh uterus yang membesar. y Nyeri punggung terutama saat berbaring disebabkan oleh ketegangan otot punggung yang mengalami kontraksi terus menerus selama pasien berdiri untuk mempertahankan keseimbangan dan posisi tubuh akibat perut yang membesar. Vit Bkomplek. y Disuria dan hematuria merupakan tanda adanya infeksi sehingga diperlukan tindakan diagnostik lebih lanjut dan pemberian terapi. y Dapat diatasi dengan penggunaan ³stockings´ elastis dan meninggikan tungkai saat istirahat. Pica y Dapat mengganggu status gizi. Pemberian diuretik merupakan kontraindikasi selama kehamilan.KELUHAN UMUM SELAMA KEHAMILAN Keluhan subjektif : y rasa lesu y Mengantuk y nyeri kepala Mual dan muntah y Terutama pagi hari y kadar estrogen dan atau hCG yang y makan sedikit tapi sering . Keadaan ini disebabkan oleh vasodilator perifer pada kehamilan muda sehingga menyebabkan hipotensi Nyeri sendi .

menjaga agar kelembaban vulva tidak menjadi semakin bertambah). Candida albicans fluor berbentuk gumpalan putih atau kuning dan gatal. Hal ini dipermudah dengan meningkatnya kelembaban dan suhu genitalia ibu hamil serta meningkatnya glikogen vagina sehingga baik bagi pertumbuhan jamur. Terapi simptomatik: masase. Hal ini tidak perlu dipermasalahkan dan dapat diatasi dengan senantiasa menjaga kebersihan (mencuci vulva setelah buang air kecil. Infeksi dengan trichomonas vaginalis Gonococcus fluor seperti nanah. Selama kehamilan juga sering terjadi vaginosis bakterial dan kejadian ini sering berkaitan dengan persalinan preterm. Pada kasus ini harus dilakukan pemeriksaan hapusan vagina. Terapi candidiasis dan trichomoniasis adalah dengan clotrimazole intravagina. Keluhan utama berupa keluarnya cairan vagina berlebihan disertai rasa gatal dan pedih. calcium carbonat atau calcium lactat.Kejang tungkai bawah y y y y Kejang pada tungkai dapat disebabkan oleh kadar kalsium yang rendah atau kenaikan kadar fosfor. terapi panas lokal dan menggerakkan tungkai secara pasif. y Keluhan dapat juga disebabkan oleh sindroma carpal-tunnel. . Tangan dirasa ketat dan kebas y Acrodyesthesia dikeluhkan oleh 5% wanita hamil. Meskipun tidak mengatasi infeksi pada kehamilan tetapi terapi dapat meringankan gejala dan menurunkan kemungkinan infeksi pada janin. Terapi : suplemen yang mengandung calcium phosphate. Penyebab keadaan ini adalah sindroma ³plexus brachialis traction´ . Keluhan dirasakan saat pagi dan malam hari sebagai suatu anestesia parsial dan ganggguan propriosepsi manual. Keputihan : Sekresi berlebihan dari lendir servik dan peningkatan vaskularitas vagina menyebabkan pengeluaran cairan keputihan dari vagina selama kehamilan. Aluminium hidroksida 8 ml 3 dd 1 sebelum makan dapat memperbaiki absorbsi fosfat dan calcium. Komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi dengan candida albican. fluor putih dan berbuih.

presentasi sungsang ) : Orientasi dari bagian janin (denominator) dengan panggul ibu (Ubun kecil kiri depan . dagu kanan depan dsb nya ) Pada Pemeriksaan Palpasi Abdomen . Apakah janin berada pada letak memanjang 3. Bagaimana presentasi janin dalam uterus 4. Engagemen biasanya terjadi saat inpartu dan apakah bagian terendah sudah masuk dalam pintu atas panggul atau belum dan sampai berapa jauh masuknya bagian terendah janin (presentasi) dalam pintu atas panggul digunakan pemeriksaan Leopold IV. : Fleksi atau defleksi ( dalam keadaan normal semua persendian janin intrauterin dalam keadaan fleksi ) : Bagian terendah janin ( presentasi kepala . Bila kepala sudah engage. Apakah janin berada pada presentasi vertex ( belakang kepala) y y y y Fleksi kepala sempurna Dagu menempel bagian depan dada Bagian terendah subocciput Presentasi normal pada persalinan fisiologis per vagina.BATASAN LETAK JANIN y Letak y Sikap y Presentasi y Posisi : Hubungan antara sumbu panjang ibu dengan sumbu panjang janin (Letak lintang . 5. sacrum kiri melintang . Bagian terendah janin sudah masuk PAP Bagian terendah janin masih belum masuk PAP USIA BERAT BADAN TINGGI BADAN ABNORMALITAS ORGAN REPRODUKSI . Apakah kepala sudah engage Yang dimaksud dengan engagemen adalah desensus diamater biparietal melalui pintu atas panggul Cara paling mudah untuk menentukan jumlah bagian kepala yang masih berada diatas pintu atas panggul adalah dengan menilai berapa jari bagian kepala janin masih diatas simfisis. Apakah tinggi fundus uteri sesuai dengan perkiraan usia kehamilan 2. letak oblique). Seorang Pemeriksa Harus Dapat Menjawab 6 Pertanyaan Penting 1. letak memanjang . maka bagian kepala yang masih ada diatas simfisis adalah 2 jari ( 2/5 ) atau kurang. 6. Bagaimana posisi janin y Posisi adalah hubungan antara bagian terendah janin (denominator ) dengan panggul ibu y Bila janin pada posisi posterior ( occiput berputar kearah sacrum dan muka janin berputar kedepan ) maka persalinan akan berlangsung lebih lama y Pada presentase belakang kepala (vertex) yang terjadi pada proses persalinan normal per vaginam maka ubun ubun kecil berada dibagian anterior.

pertumbuhan janin terhambat ± PJT . solusio plasenta. dapat terjadi masalah atau kondisi yang berkembang sehingga kehamilan menjadi memiliki resiko tinggi. gangguan kepribadian anak dan mental retardasi. Atau terjadi gangguan tertentu yang terkait dengan kehamilan itu sendiri. obat. trimethoprim Alkohol ± sindroma fetal alcohol Cocain ± solusio plasenta.Sosial ekonomi rendah ± meningkatkan resiko kehamilan dan persalinan. persalinan preterm dan stillbirth Merokok ± persalinan preterm. Sebagai misalnya mereka lebih banyak merokok atau minum alkohol dibandingkan mengkonsumsi diet yang sehat.Abnormalitas struktur uterus atau servik antara lain uterus duplek ± inkompetensia servik ± mioma uteri ± kista ovarium dapat meningkatkan resiko terjadinya kesulitan kehamilan persalinan sebagai berikut : y y y y Persalinan sulit Abortus Posisi abnormal Persalinan dengan sectio caesar KARAKTERISTIK SOSIAL Wanita tidak menikah . jauh dari jangkauan aparat kesehatan. KOMPLIKASI KEHAMILAN YANG TIDAK BERKAITAN LANGSUNG DENGAN KEHAMILAN y y y Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi Penyakit yang memerlukan pembedahan abdomen Penyakit akibat perubahan yang terjadi selama kehamilan : . plasenta previa. Alasan yang dapat menjelaskan hal ini sangat tidak jelas namun seringkali terkait erat dengan karakteristik lain yang dijumpai pada wanita yang masuk kedalam kelompok ini. Seperti misalnya wanita hamil yang terpapar pada bahan material tertentu yang bersifat teratogen seperti bahan kimia tertentu . Masalah tersebut antara lain : y y y y y y y y y y Bayi preterm Bayi dengan berat badan lahir rendah Bayi dengan kelainan kongenital Abortus Persalinan posmatur Persalinan dengan bayi besar Inkompatibilitas Rhesus yang memerlukan tranfusi pada neonatus Persalinan dengan sectio caesar Persalinan yang berakhir dengan stillbirth ( kematian sekitar persalinan ) Perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri FAKTOR RESIKO YANG TERJADI SELAMA KEHAMILAN Selama kehamilan. MASALAH PADA KEHAMILAN DAN PERSALINAN SEBELUMNYA Pada wanita dengan riwayat buruk pada kehamilan atau persalinan yang lalu ( ³ bad obstetric history ³) cenderung akan mengalami peristiwa obstetrik ulangan serupa pada kehamilan yang berikutnya. kanamycin an tetracyclin Thalidomid Warfarin ACE (angistensin converting enzym) inhibitor ± bila dikonsumsi pada trimester ke II dan III Blokade asam folat ± methotrexate . infeksi . cenderung memiliki gangguan psikologi dan emosi yang tinggi . Obat ± obat / bahan yang berpengaruh terhadap janin : y y y y y y y y y y Isotretinoin ± obat jerawat Antikonvulsan ± lithium Antibiotika ± streptomycin . ketuban pecah dini.

o o o Tromboemboli Anemia Infeksi traktus urinarius KOMPLIKASI KEHAMILAN YANG BERKAITAN LANGSUNG DENGAN KEHAMILAN Penyakit atau kelainan yang dapat berpengaruh secara langsung pada ibu dan anak selama kehamilan dan persalinan. y y y Plasenta previa Solusio plasenta Kelainan letak .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful