P. 1
tes psikologi

tes psikologi

|Views: 3,424|Likes:
paper ini berisikan cara-cara melakukan tes psikologi pada siswa sekolah
paper ini berisikan cara-cara melakukan tes psikologi pada siswa sekolah

More info:

Published by: Ancank Pencari Tuhan on Sep 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

TES PSIKOLOGI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada dasarnya bimbingan dan konseling disekolah merupakan suatu proses pemberian bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka memecahkan masalah yang dialaminya baik itu masalah pribadi, sosial, belajar dan karir. Dalam membantu mengatasi permasalahan yang dialami oleh siswa maka sebagai guru pembimbing atau konselor perlu mengumpulkan berbagai keterangan atau data dari anak didiknya sehingga dapat diketahui penyebab siswa mengalami permasalahan. Data yang terkumpul tersebut akan menentukan tingkat pemahaman dan jenis bantuan yang dapat diberikan kepada siswa. Adapun jenis data yang perlu dikumpulkan meliputi berbagai aspek yang berhubungan dengan diri anak dan lingkungannya. Teknik pengumpulan data yang dapat digunakan yaitu salah satu diantaranya adalah tes psikologis, yang mana tes ini dapat mengukur kemampuan potensial siswa seperti taraf intelegensi, bakat, minat, kepribadian dan sikap anak. Berdasarkan dari hasil tes psikologis maka akan memberikan data yang tepat dan obyektif terhadap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki setiap siswa sehingga hal ini sangat perlu diketahui oleh guru pembimbing atau konselor dan siswa itu sendiri. Tujuannya bagi guru pembimbing untuk menambah data diri siswa dalam usaha pemberian layanan. Bagi anak, dia dapat mengetahui keadaan dirinya baik itu kelebihan maupun kekurangan yang dimilikinya sehingga dia mampu menerima kekurangan diri dan mengarahkan kelebihan yang dimilikinya yang dapat dibantu oleh konselor, Guru mata pelajaran dan orang tua. Dilihat dari perlunya pemberian bantuan yang diberikan kepada siswa diatas, maka mahasiswa sebagai calon Guru pembimbing atau konselor harus dibekali kemampuan pemberian dan analisis hasil tes untuk menunjang jalannya pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Melalui mata kuliah Praktikum Assasmen Psikologi tes, mahasiswa dilatih untuk memberikan tes psikologis kepada siswa/mahasiswa dan selanjutnya menganalisis hasilnya. Sehingga mahasiswa diwajibkan untuk memberikan tes kepada 2 orang mahasiswa.

B. Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari penulisan ini antara lain 1. Sebagai proses belajar bagi calon guru BK nanti di sekolah agar dapat

mengimplementasikan apa yang menjadi tugasnya sebagai guru BK, dengan lebih mempersiapkan diri terutama dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah yang dihadapinya. 2. Untuk dapat melatih diri sendiri sebagai mahasiswa psikologi pendidikan dan bimbingan dengan cara memahami tinkah laku individu baik secara pribadi maupun secara umum terutama bila bertugas nanti menjadi guru BK di sekolah dengan lebih berorientasi pada profesionalnya sebagai calon guru BK, 3. Sebagai bahan perbandingan antara teknik tes dan teknik non tes.

BAB II PERSIAPAN

Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan tes psikologis ini adalah tahap persiapan. Dimana tahap ini menjadi tahap penentu pada tingkat keberhasilan pelaksanaan praktikum. Untuk itu tester merasa perlu untuk melakukan hal-hal yang menjadi pendukung dalam proses pelaksanaan praktikum tes yaitu sebagai berikut: A. Testi Testi adalah mahasiswa yang diberikan tes psikologis. Testi yang diambil ialah yang belum pernah mengikuti tes psikologis dan bersedia mengikuti tes dengan baik dan jumlah seluruhnya adalah 2 orang mahasiswa. Adapun nama-nama testi itu adalah sebagai berikut: No. 1. Nama Testi Muh.Ibunu Qasim Halim Nim 094404019 J.K Laki-laki Umur 21 Th Fakultas/Jurusan LKM Photographh

B. Har i dan Tan

2.

Muh.Syadikin H 101001090

Laki-laki

20 Th

Reradilan Agama UIN

gga l

Pelaksanaan Setelah ada testi yang bersedia mengikuti tes, maka langkah selanjutnya adalah menentukan hari dan tanggal penentuan tes, Sesuai dengan kesepakatan antara testi dengan tester serta petugas laboratorium PPB maka pelaksanaan tes dilaksanakan pada hari Senin 7 Juli 2010. C. Tempat Pelaksanaan Tes Tempat pelaksanaan tes psikologis ini adalah di Laboratorium Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, dimana tempat ini memang difungsikan sebagai tempat untuk kegiatan pelaksanaan tes psikologis.

D. Menentukan Waktu Pelaksanaan Tes Setelah tempat pelaksanaan sudah ditetapkan, maka selanjutnya tester membicarakan kesepakatan waktu dengan petugas Laboratorium yang selanjutnya menemui dosen pembimbing mata kuliah Praktikum Assesmen Psikologi Teknik Tes untuk mengkonfirmasikan waktu pelaksanaan tes psikologi tersebut. Setelah itu, tester menghubungi testi untuk membuat

kesepakatan mengenai pelaksanaan tes psikologi. Dalam pelaksanaan tes ini waktu harus selalu diperhatikan dimana waktu ini harus jelas agar tidak terjadi tabrakan dengan testi yang lain dan tester yang berbeda. Waktu yang digunakan yaitu mulai dari pukul 09.00 ± 15.00 WITA. E. Menyiapkan Kelengkapan Tes Hal yang terpenting dalam tahapan persiapan ini adalah kelengkapan tes Untuk itu tester perlu menyiapkan beberapa kelengkapan yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tes psikologi yaitu: 1. Buku tes SPM, tes DAT, tes Minat Jabatan, tes EPPS, dan tes Sikap SSCT yang disiapkan oleh petugas Laboratorium PPB FIP UNM. 2. Lembar jawaban tes SPM, tes DAT, tes Minat Jabatan, tes EPPS, dan tes Sikap SSCT yang disiapkan oleh tester. 3. Alat tulis menulis disiapkan oleh tester.
4. Stop watch dan kertas buram disiapkan oleh petugas Laboratorium sedangkan alat peraga

yang dipersiapkan oleh tester. F. Mempersiapkan Ruangan Sebelum menjalankan tes, yang perlu dipersiapkan dengan baik adalah ruangan yang akan digunakan dalam tes psikologi. Keadaan ruangan yang dianggap layak untuk melakukan tes adalah suasananya nyaman, jauh dari kebisingan, punya penerangan yang cukup, serta suhu udara yang sejuk dan ruangan yang dianggap layak untuk melakukan tes psikologi adalah Laboratorium PPB FIP UNM. Selain kondisi ruangan yang perlu diperhatikan juga setting ruangan atau susunan tempat duduk dan meja. Susunannya harus disesuaikan dengan bentuk tes yang akan dilakukan. Karena tes yang dijalankan adalah tes secara kelompok maka ruangan di setting sesuai dengan model tes yang akan dilakukan. Dimana meja dan kursi di susun dengan jarak tertentu untuk menjaga kemungkinan testi melakukan kerjasama dalam mengerjakan tes psikologi. Hal tersebut

perlu dilakukan untuk menjaga agar hasil tes dapat betul-betul memberikan hasil yang objektif.

BAB III PELAKSANAAN Setelah melalui langkah-langkah yang terdapat ada tahap persiapan, maka langkah selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Dalam tahap pelaksanaan ini terdapat satu hal yang sangat panting untuk dilakukan yaitu menciptakan situasi yang vavorable dan rapport yang baik agar testi berada dalam situasi emosional yang baik, tidak gugup, tidak was-was ataupun tidak cemas dan sebagainya. Hal ini bertujuan agar hasil yang diperoleh objektif dari aspek-aspek psikis yang diukur melalui test tersebut. Adapun proses pelaksanaan tes akan diuraikan secara berurutan sebagai berikut: A. Pelaksanaan Tes SPM 1. Mengatur tempat duduk testi. 2. Mempersilahkan testi untuk memasuki ruangan laboratorium PPB. 3. Mempersilahkan testi duduk pada tempat yang telah ditentukan. 4. Menjelaskan tujuan dan manfaat diadakannya tes, yaitu bahwa tes ini bertujuan untuk mengetahui taraf atau tingskat intelegensi testi yang bermanfaat untuk memprediksi kelanjutan studi/belajar yang sesuai dengan kemampuan testi dan sebagai bahan masukan atau informasi bagi orangtua dan guru pembimbing atau konselor dalam memberikan layanan Bimbingan dan Konseling yang tepat bagi testi yang mengalami kesulitan belajar. 5. Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitas sebagaimana yang tercantum dalam lembar jawaban. 6. Membagi buku tes dengan men takan "jangan membuka tes ini sebelum diperintahkan", 7. Menjelaskan cara mengerjakan tes SPM. Setelah testi mengerti cara mengerjakan tes barulah tester mempersilahkan testi mengerjakan tes. 8. Selama pelaksanaan tes berlangsung tester mengawasi testi yang sedang mengerjakan tes. 9. Tester mengingatkan batas waktu yang tersisa (misalnya tinggal 5 menit), bagi testi yang sudah selesai supaya memeriksa kembali jawabannya sebelum diserahkan kepada tester.

10. Menginstruksikan kepada testi untuk berhenti bekerja setelah sampai batas waktu yang telah ditentukan (30 menit). 11. Mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban. 12. Menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban testi apakah sudah terkumpul semua sesuai jumlah testi, 13. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya dalam mengerjakan tes yang diberikan. 14. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing. Cara tersebut diatas dilaksanakan baik pada pelaksanaan tes individual maupun secara kelompok. B. Pelaksanaan Tes Bakat DAT 1). Pelaksanaan Tes Skolastik - Subtes berpikir verbal dan numerikal Tes skolastik adalah tes untuk mengetahui kemampuan yang ada pada anak yaitu kemampuan khusus untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam mata pelajaran. Mata pelajaran akademik dan untuk berhasil di akademi atau perguruan tinggi. Skor kemampuan skolastik memberikan petunjuk tentang kemampuan khusus bagi pekerjaanpekerjaan yang menuntut lebih banyak tanggung jawab dan pembuatan keputusan daripada yang bersifat administratif dan pelalcsanaan harian raja. Adapun langkahlangkah pelaksanaannya: a. Menjelaskan tujuan dan manfaat tes skolastik yaitu mengetahui sejauh. mana kemampuan yang dimiliki oleh anak dalam perbendaharaan bahasa dan kemampuan matematika. b. Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitasnya sesuai yang tertera dalam lembar jawaban. c. Tester membagi buku tes dan sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada perintah membukanya. d. Menjelaskan cara mengerjakan tes yaitu bahwa: Tes ini terdiri dari dua bagian yaitu tes berpikir verbal dan tes numerikal. Dimana tes berpikir verbal ini terdiri dari 50 soal sedangkan tes numerikal terdiri dari 40 soal.

-

Untuk berpikir verbal testi disuruh melengkapi kalimat yang tidak lengkap menjadi kalimat yang lengkap dan baik untuk dibaca. Untuk melengkapi kalimat itu ada 5 pilihan yaitu a, b, c, d, atau e dan setelah testi mendapatkan jawaban yang tepat silanglah pada bagian yang benar itu pada lembar jawabannya.

-

Untuk point numerikal testi disuruh menyelesaikan jawaban perhitungan dan setiap nomor-nomor tersebut dan memilih a, b, c, d, dan e yang paling tepat. Setelah testi mengerti cam mengerjakan tes barulah tester mempersilahkan testi mengerjakan tes.

e. Menentukan batas waktu selama 60 menit yaitu tes berpikir verbal 25 menit dan tes numerikal 35 menit. f. Tester mengawasi testi selama mengerjakan tes. g. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban. h. Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban untuk mengetahui apakah buku tes dan lembar jawaban sudah terkumpul sesuai jumlah testi. i. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes yang diberikan. j. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.

2). Pelaksanaan Tes Berpikir Abstrak Dengan menggunakan diagram-diagram, pola-pola atau blue-print tes berpikir abstrak mengukur seberapa mudah anak dapat memecahkan masalah jika masalah itu disajikan dalam arti ukurannya, bentuknya, posisinya, besarnya, atau lain-lain bentuk yang tidak bersifat verbal atau numerikal. Tes berpikir abstrak ini diharapkan dapat memprediksikan keberhasilan dalam jenis-jenis pekerjaan terutama pekerjaan dalam bidang permesinan, teknik dan perindustrian. Adapun langkah-langkah pelaksanaannya yaitu: a. Menjelaskan tujuan dan rnanfaat tes berpikir abstrak yaitu mengetahui sejauh mana testi dapat memecahkan masalah jika masalah itu disajikan dalam arti ukurannya, bentuknya, posisinya, besarnya, atau lain-lain bentuk yang tidak bersifat verbal atau numerikal. b. Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitas sebagaimana yang tercantum dalam lembar jawaban.

c. Tester membagi buku tes dan menerangkan cam mengerjakannya yaitu: Dalam tes ini testi akan mendapat sederetan soal atau gambar seperti yang terlihal pada contoh, setiap deretan merupakan pola suatu masalah. Terdapat dua macam deretan yaitu: di sebelah kiri, deretan yang terdiri dan empat gambar yang disebut DERETAN SOAL; di sebelah kanan, deretan yang terdiri dan lima gambar disebut DERETAN PILIHAN JAWABAN. Testi diminta memilih salah satu diantara lima gambar deretan pilihan jawaban, yang akan merupakan gambar berikutnya seandainya gambar deretan soal itu dilanjutkan dengan gambar yang ke-5. d. Tester memerintah testi mengerjakan tes dan menentukan batas waktunya yaitu 25 menit. e. Tester mengawasi testi mengerjakan tes. f. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban. g. Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban testi apakah sudah terkumpul semua sesuai jumlah testi. h. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes yang diberikan. i. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing.

3). Pelaksanaan Tes Berpikir Mekanik a. Menjelaskan tujuan dan manfaat tes berpikir mekanik, yaitu untuk mengetahui seberapa mudah anak memahami prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan ilmiah, sebagaimana kita lihat dalam kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan kehidupan kita. Seberapa baik anak mengerti tata kerja atau hukum-hukum yang berlaku dalam perkakas-perkakas sederhana, mesin-mesin, dan peralatan-peralatan lainnya. b. Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitasnya sesuai yang tertera dalam lembar jawaban. c. Tester membagi buku tes dan sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada perintah membukanya. d. Menjelaskan cara mengerjakan tes yang terdapat dalam buku tes dan testi membaca dalam hati.

e. Menentukan batas waktu selama 30 menit. f. Tester mengawasi testi selama mengerjakan tes. g. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban. h. Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban untuk mengetahi apakah buku tes dan lembar jawaban sudah terkumpul sesuai jumlah testi i. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes yang diberikan. j. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing. 4). Pelaksanaan Tes Relasi Ruang a. Menjelaskan tujuan dan manfaat tes relasi ruang yaitu seberapa besar anak dapat mengamati atau membentuk gambaran-gambaran mental dari objek-objek dengan jalan melihat pada rengrengan dua dimensi dan seberapa baik anak dapat berpikir dalam tiga dimensi. b. Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitasnya sesuai yang tertera dalam lembar jawaban. c. Tester membagi buku tes dan sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada perintah membukanya. d. Menjelaskan cara mengerjakan tes yang terdapat dalam buku tes, sedangkan testi membaca dalam hati. e. Menentukan batas waktu selama 30 menit. f. Tester mengawasi testi selama mengerjakan tes. g. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban. h. Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban untuk mengetahui apakah buku tes dan lembar jawaban sudah terkumpul sesuai dengan jumlah testi. i. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes yang diberikan. j. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing. 5). Pelaksanaan Tes Kecepatan dan Ketelitian Klerikal a. Menjelaskan tujuan dan manfaat tes kecepatan dan ketelitian klerikal yaitu seberapa cepat dan teliti anak dapat menyelesaikan tugas-tugas menulis, pekerjaan pembukuan, laboratorium ilmiah, perusahaan dagang, gudang-gudang, dan ditempat-tempat lain di

mana kartu-kartu, buku-buku, map-map pencatatan harus di atur, disimpan dan/atau di cek, di cocokkan dan sebagainya. b. Membagi lembar jawaban dan menginstrksikan testi untuk mengisi identitasnya sesuai yang tertera dalam lembar jawaban. c. Tester membagi buku tes sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada perintah membukanya. d. Menjelaskan cara mengerjakan tes bagian I dan bagian II yang tedapat dalam buku tes dan testi membaca dalam hati. e. Menentukan batas waktu selama 3 menit untuk soal bagian pertama dan 3 menit untuk soal bagian ke dua. f. Tester mengawasi testi selama mengerjakan tes. g. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban. h. Tester menghitung kembali buku tes dan lembar jawaban untuk mengetahui apakah buku tes dan lembar jawaban sudah terkumpul sesuai jumlah testi. i. Tester mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes yang diberikan. j. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing. C. Pelakanaan Tes Minat Jabatan Lee-Thorpe Tes minat jabatan ini dirancang untuk mengukur dan menganalisis minat jabatan anak. Alat ini merupakan pengukuran performansi jabatan dan bukan tes kemampuan atau keterampilan jabatan. Adapun langkah-langkah pelaksanannya yaitu: 1. Menjelaskan tujuan dan manfaat diadakannya tes minat Lee-Thorpe yaitu bahwa tes ini bertujuan adalah untuk membantu menemukan minat jabatan dasar pada anak dengan manfaat untuk membantu anak yang bersangkutan menjadi pekerja atau orang yang berminat, memiliki penyesuaian diri yang baik dan efektif. 2. Membagikan lembar jawaban dan testi disuruh mengisi identitas sesuai yang tercantum dalam lembar jawaban. 3. Membagikan buku tes dengan terlebih dahulu mengatakan jangan membuka buku tes ini sebelum diperintahkan. 4. Menjelaskan petunjuk cara mengerjakan tes yaitu: Test ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian I dan bagian Soal-soal tes ini berupa

uraian-uraian singkat tentang bermacam-macam pekerjaan. Setiap nomor terdiri dari dua bush uraian pekerjaan. Tugas test adalah memilih salah satu pekerjaan dari setiap nomor yaitu uraian\ pekerjaan yang paling disenangi. Dalam hal ini testi memilih dengan tidak mempertimbangkan untung ruginya. Jika kedua-duanya testi senangi atau tidak senangi, maka pilihannya tidak ada yang salah atau yang betul. Untuk pengisian lembar jawaban, beri tanda silang (X) kode pekerjaan yang test sukai yang terdapat pada deretan angka-angka di lembar jawabannya dan jangan sampai ada yang terlewatkan kerjaan setiap nomor. 5. Tester memberi kesempatan kepada testi untuk bertanya. 6. Tester memberikan waktu yang cukup kepada testi untuk mengerjakan tes. 7. Tester mengawasi testi dalam mengerjakan tes. 8. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban. 9. Tester menghitung kembali jumlah buku tes dan lembar jawaban yang sesuai dengan jumlah testi. 10. Tester mengucapakan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya dalam mengerjakan tes yang diberikan. 11. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing. D. Pelaksanaan Tes Kepribadian EPPS Langkah-langkah pelaksanaan tes yaitu sebagai berikut : 1. Menjelaskan tujuan dan manfaat diadakannya tes kepribadian EPPS, tujuannya yaitu untuk mengetahui kepribadian yang dimiliki oleh masing-masing testi. Sedangkan manfaatnya yaitu dapat membantu testi untuk lebih mengenal kepribadiannya agar mereka dapat melakukan penyesuaian diri yang baik terhadap dirinya maupun lingkungannya. 2. Membagi lembar jawaban dan menginstruksikan testi untuk mengisi identitasnya sesuai yang tertera dalam lembar jawaban. 3. Tester membagi buku tes dan sambil mengatakan tidak boleh dibuka sebelum ada perintah membukanya. 4. Menjelaskan cara mengerjakan tes sesuai petunjuk dalam buku tes dan testi membaca

dalam hati. 5. Tester memberi kesempatan kepada testi untuk bertanya yang berkaitan dengan cara mengerjakan tes ini dan tester memberikan jawaban sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang ada pada buku tes. 6. Menjelaskan bahwa setiap item harus dijawab semua, jangan sampai ada yang terlewatkan. Setelah testi mengerti cara mengerjakannya, baru diperintahkan mulai bekerja. 7. Mengawasi testi selama mengerjakan tes. 8. Lama waktu yang digunakan untuk mengerjakan tes 60 menit. 9. Tester mengumpulkan buku tes dan lembar jawaban. 10. Tester menghitung kembali jumlah buku tes dan lembar jawaban yang sesuai dengan jumlah testi. 11. Tester mengucapakan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya dalam mengerjakan tes yang diberikan. 12. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing. E. Pelaksanaan Tes Sikap Sacks Sentence Completion Test (SSCT) SSCT adalah tes sikap yang dikembangkan oleh Sacks yang berbentuk kalimat-kalimat yang belum sempurna. Anak yang di tes diminta melengkapi kalimat-kalimat tersebut. SSCT Ini terdiri dari 60 buah kalimat yang tidak sempurna dan kelengkapan dari masing-masing kalimat ini akan menggambarkan sikap-sikap yang dimiliki oleh anak. Adapun langkahlangkahnya yaitu : 1. Menjelaskan tujuan dan manfaat diadakannya tes sikap SSCT. Tujuannya yaitu untuk mengetahui lebih jauh-jauh sikap-sikap yang dimiliki oleh setiap testi dan manfaatnya yaitu membantu anak untuk dapat lebih mengenal sikap yang dimilikinya baik terhadap diri sendiri, keluarganya, lingkungan, teman, dan atasan serta tugas-tugasnya agar dapat melakukan penyesuaian diri dengan baik dan efektif. 2. Membagikan lembar tes. 3. Menjelaskan petunjuk cara mengerjakan tes. 4. Mempersilahkan testi mengerjakan tes. 5. Mengawasi testi yang sementara mengerjakan tes. 6. Mengumpulkan hasil tes testi yang sudah selesai.

7. Menghitung kembali lembar tes yang telah terkumpul apakah sudah selesai sesuai dengan jumlah peserta tes. 8. Mengucapkan terima kasih kepada testi atas kesungguhannya mengerjakan tes yang diberikan. 9. Mempersilahkan testi meninggalkan ruangan testing. Dimana semua pelaksanaan tes tersebut di atas dapat dilaksanakan baik pada pelaksanaan tes individual maupun secara kelompok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->