“Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah evaluasi pembelajaran”

Kelompok 5 : Aria Desti Kristiana Rizky Apitriyani Siti Khofifah Tulus Legowo

Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta

kami mengaharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah selanjutnya. Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah evaluasi pembelajaran sekaligus untuk memberikan informasi mengenai apa saja jenis tes yang digunakan sebagai alat ukur dalam bidang bahasa menurut aspek-aspek bahasa.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Swt atas nikmat dan karunia yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada : • Orang tua kami yang telah banyak memberi dukungan baik moril maupun materi • Ibu Hazmida Kahar selaku dosen mata kuliah evaluasi pembelajaran • Pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu per satu yang juga telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu. Jakarta.5 Maret 2010 Penulis BAB I PENDAHULUAN . Kami menyadari bahwa makalah ini masih memilki banyak kekurangan.

Dalam dunia pendidikan setiap guru diharuskan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk anak didiknya. Sebagai tenaga pendidik.berbicara.guru diwajibkan kompeten dalam mengajar anak didiknya baik dalam penguasaan materi pengajaran maupun penerapan metode dalam mengajar.afektif dan psikomotor.untuk mengetahui sejauh mana kualitas anak didik perlu dilaksanakannya evaluasi hasil belajar untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan anak didiknya dalam aspek kognitif.membaca dan menulis dengan menggunakan tata bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah tata bahasa tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan agar anak didik tersbut diharapkan mampu berkompetisi setelah mereka terjun ke dunia masyarakat kelak. Dalam kegiatan belajar mengajar.yang kerap kali dilaksankan evaluasi hasil belajar kepada anak didik untuk mengetahui sampai dimana kemahiran berbahasa anak tersebut baik dalam mendengar. Begitu pula dalam bidang bahasa. BAB II JENIS TES BAHASA MENURUT ASPEKNYA .baik sebagai tenaga pengajar maupun sebagai tenaga pendidik.

soal tes objektif tepat digunakan untuk mengevalusi hasil belajar berupa kemampuan: mengingat dan mengenal kembali fakta-fakta. esai (essay). Pengetesan langsung lebih mudah dilaksanakan untuk mengukur keterampilan pruduktif. 1989:1-7). Dikte (dictation).Secara umum. dan mengaplikasikan prinsip-prinsip. yaitu pengetesan langsung dan tidak langsung (direct versus indirecttesting). Pengetesan dengan butir terpisah merujuk kepada pengetesan salah satu unsur pada . Lado (1961:32-36) menyebutkan lima macam tipe tes berkaitan dengan teknis pelaksanaan tes bahasa. berbicara. tes lisan. memahami hubungan antara dua hal atau lebih. yaitu terjemahan (translation). pengetesan dengan butir terpisah dan terpadu (discrete point versus integrative testing). jenis pelaksanaan tes mencakup: tes tertulis. Babarapa ahli memasukkan tes esai dan tes objekti ke dalam teknis pelaksanaan tes. pengetesan dengan acuan norma dan acuan kriteria (norm-referenced versus subjective testing). Agak berbeda dengan Lado dan Harris. pilihan berganda (multiple-choiceitems). dan pengetesan bahasa yang komunikatif (communicative language testing). soal-soal tes lisan pada dasarnya berbentuk esai (subino. dan tes kemampuan mendengarkan (auditory comprehension tests). dan menulis. dan jawaban pendek (short-answeritems). tes objektif (objective test). objektif. Pengetesan dikatakan langsung apabila pengetesan itu menuntut calon untuk mempertunjukkan dengan tepat kete-rampilan yang hendak diukur. Dalam tes tertulis dapat digunakan soal-soal berbentuk esai. Hughes mengemukakam macammacam teknis pengetesan dengan pasangan kontras. Ketiga bentuk tes besarta bentuk soalnya itu dapat dilaksanakan untuk tes bahasa.Tes lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar dalam bentuk kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan. Namun.baik soal berbentuk esai maupun objektif mempunyai kelebihan dan keku-rangan. Harris (1969:4-8) mengemukakan enam macam wacana yang dinilai (scored interview). Sebagai alat evaluasi belajar. soal tes bentuk esai lebih tepat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang bersikap kompleks. atau gabungan dari keduanya. Pengetesan tidak langsung dimaksudkan untuk mengukur kemampuan yang mendasari keterampilan yang hendak diperhatikan. dan tes perbuatan . menurut subino.

1989:14-19). Seperti yang telah kita ketahui aspek bahasa dibagi menjadi dua kelompok utama.suatu waktu.yang mula-mula harus diterapkan adalah apakah kosakata yang akan diteskan itu kosakata aktif atau pasif.dan lain sebagainya.demikian seterusnya.tata kalimat. 2.tata ucapan. tes tata kata.tata kata. Aspek-aspek yang termasuk dalam kategori komponen bahasa Aspek-aspek yang termasuk kategori kemahiran atau keterampilan berbahasa Dari segi ini maka terdapat dua jenis tes bahasa yakni : a. sebaliknya menuntut calon untuk menggabungkan beberapa unsur bahasa dalam menyelesaikan suatu tugas (Hughes. Apabila suatu tes itu isinya menyangkut tata bunyi disebut tes tata bunyi. b.dan tes tata kalimat. A.tata tulis.Menurut Harris (1969:48). Diantara tes-tes yang menyangkut komponen bahasa. Tes komponen bahasa Kita telah mengenal berbagai komponen bahasa antara lain tata bunyi.tata keindahan bahasa. Tes kosa kata Tes kosakata bertujuan untuk mengukur pengetahuan dan produksi kata-kata yang dugunakan dalam berbicara dan menulis.apabila isinya menyangkut kosa kata disebut tes kosa kata.kosa kata. 1. yaitu : 1.yaitu kata-kata yang akan digunakan dalam berbicara dan menulis yang akan digunakan khusus .tes komponen bahasa yang paling sering diujikan adalah tes kosa kata. Pengetesan terpadu. butir demi butir. Tes komponen bahasa Tes kemahiran berbahasa.

definisi atau parafrase. tetapi ada pula bentuk isian. memperagakan. 1989:146). Harris (1969:54-57) memberi saran:(1)definisi menggunakan kata-kata sederhana yang mudah dipahami. dan (5) butir soal harus bebas dari kesalahan ejaan. hal itu tidak selamanya berarti bahwa kosakata harus diteskan secara terpisah (Hughes. dan gambar.ولد الجمل‬ ‫ج. perlu diperhatikan perbedaan antara kemampuan produktif (berbicara dan menulis) dan kemampuan resepsi (mendengarkan dan membaca). mencari padanannya. Pengetahuan tentang kosakata merupakan hal yang sangat penting untuk mengembangkan dan menunjukkan keterampilan berbahasa mendengarkan. Contoh tes kosakata (pilihan ganda) bentuk definisi ‫: الشبل هو‬ ‫د.(3) kalau mungkin. ولد البقر‬ ‫ب. Tes kosakata umumnya menggunakan soal bentuk objektif pilihan ganda. Dalam hal ini. (4) panjang pilihan jawaban lebih kurang sama.ولد البغل‬ ‫أ.untuk memahami bacaan. Namun. antonim.Bentuk tes kosa kata antara lain: sinonim.ولد الغزال‬ Pilihan ganda (bentuk soal sinonim) : Tes tata bahasa Tatabahasa (sintaksis) merupakan bagian yang berkaitan dengan penataan rangkaian katakata dalam suatu hubungan yang bersifat prediktif sehingga menghasilkan kalimat yang . Untuk tes kosakata ini. melengkapi kalimat. semua pilihan berhubungan dengan bidang atau kegiatan yang sama.tetapi pada umumnya digunakan daftar kata yang dibuat berdasarkan frekuensi pemakaiannya secara nyata. membaca.dan menulis. Tes kosakata dapat dilakukan tersendiri.(2) semua alternatif jawaban memiliki tingkat kesukaran yang lebih kurang sama. dapat juga dilakukan secara terpadu dengan keterampilan itu.Kamus dapat digunakan dalam memilih kata-kata yang akan diteskan.

Seperi dikatakan oleh Hughes (1989:141-142). pilihan ganda. tes melengkapi. sedangkan berbicara dan menulis termasuk keterampilan produktif. dan menulis. dan menyimpulkan informasi lisan yang disampaikan dalam bahasa target. dan menulis.Tes tatabahasa dapat dibedakan atas (1) tes bentuk kata. Akibatnya.dan tes jawaban pendek. menganalisis. B. . Evaluasi Keterampilan Menyimak Menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang pertama kali dikuasai anak sebelum menguasaai keterampilan berbicara. Kemampuan ini mencakup menerima. dan (4) tes pembentukan kalimat. (3) tes makna frasa. Teknik evaluasi yang dapat dilakukan dipaparkan berikut.tatabahasa tidak hanya berurusan dengan merangkaikan kata-kata. Adapun bentuk tes tatabahasa dapat disusun dalam bentuk esai.apapun pendekatan dan metodenya selalu mengajarkan kedua komponen itu. rupanya tidak mungkin ada lembaga pengajaran yang tidak mengajarkan tata bahasa secara tersamar atau dengan cara lain. Pengajaran bahasa. Keterampilan menyimak pada hakikatnya lebih bersifat kognitif dengan aspek yang lebih tinggi. keluasan materi. (2) tes pembentukan frasa. Keterampilan menyimak termasuk keterampilan reseptif. kata-kata itu tersusun dalam bentuk frasa ataupun kalimat. tata bahasa juga berkaitan dengan perubahan bentuk kata akibat lingkungan yang dimasuki kata-kata itu dalam rangkaiannya. Keterampilan berbahasa mencakup menyimak. Tes mengenai pengetahuan tentang tata bahasa sangat penting seperti halnya tentang kosakata sebab semua kegiatan berbahasa melibatkan kedua komponen itu. melainkan juga perubahan bentuk kata dan penataan dalam bentuk frasa atau kalimat. berbicara. Jadi. membaca.gramatikal. waktu. membaca. memahami. serta tingkat kemampuan yang dimiliki pebelajar. Penentuan format tes didasarkan pada tujuan. Selain penataan kata dalam rangkaian kata-kata. Tes kemahiran berbahasa Keterampilan berbahasa merupakan kiat menggunakan setiap aspek kebahasaan dalam setiap perilaku berbahasa.

dan leksikal.sebab akibat. atau pernyataan tentang fakta. peserta tes (subjek) dituntut secara serentak (simultan) menanggapi ”sinyal” fonolofis. juga berupa simulasi percakapan singkat atau uraian wacana ekspositori. 5) Menyimpulkan suatu percakapan. 7)Menyimpulkan tema dan unsur-unsur lainnya dari sebuah cerita. atau esai bebas). Tes menyimak dapat disesuaikan dengan tingkatannya. benda. apapun hakikat sampel itu. tetapi juga untuk mengukur kemampuan seseorang memahami bahasa lisan yang didengarnya. dan lain-lain) 4)Menyebutkan/menuliskan kembali suatu cerita.keadaansesuatu. dan lain-lain deskripsi atau uraian suatu peristiwa. gramatikal. dengan jawaban mereka menunjukkan sejauh mana mereka dapat menangkap makna dari unsur yang disinyalkan bila digunakan dalam komunikasi verbal (Harris. Sampel yang disimakkan dalam tes ini dapat berupa satu kalimat perintah. 1. Namun. tes menyimak tingkat komprehensif.35).dll) 2)Menyebutkan/menuliskan kembali keadaan.peristiwa.1) Menyebutkan atau menuliskan kembali suatu informasi sederhana(fonem. Tes menyimak apresiatif bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan pebelajar dalam menangkap dan . tes menyimak tingkat kritis. jumlah. pertanyaan. dan tes menyimak tingkat terapis. pengalaman kawan-kawan.nama sesuatu. 6)Menjawab suat pertanyaan dari suatu soal (objektif. tes menyimak tingkat apresiatif. 3) Menyebutkan/menuliskan kembali suatu hal (kelahiran. Tes menyimak tingkat marjinal bertujuan untuk mengetahui tingkat kepekaan pebelajar dalam membedakan suara dan untuk mengembangkan kepekaan pada komunikasi nonverbal.1969. Tes Menyimak Tes menyimak adalah tes yang tidak hanya untuk mengetahui apakah seseorang mendengarkan atau tidak. yaitu tes menyimak tingkat marjinal atau deskriptif. esai berstuktural. 8)Memperbaiki ucapan-ucapan yang salah yang tidak sesuai dengan bahasa tatget.

dan antonim. mengklasifiksi.Membaca dengan lafal dan intonasi yang tepat 2. Mengindentifikasi. (2) menerima. dan khusus. homonim. (3) ketepatan lafal dan intonasi ketika membaca tes dalam bahasa target. hiponim. 6. dan menyimpulkan bahan bacaan 5. dan menyimpulkan informasi. Tes menyimak kritis bertujuan untuk mengetahui pemahaman pebelajar terhadap bahan simakan yang dilanjutkan dengan memberi evaluasi. Menentukan kata sulit. dan sebagainya.memehami bahan simakan yang berhubungan dengan perasaan dan emosi sehingga dalam pelaksanaannya. cerita. lagu.misalnya: drama. Menyimpulkan tema dan unsur-unsur lainnya dari cerita yang dibaca 4. sinonim. Melengkapi bagian-bagian tertentu dari bacaan yang sengaja dihilangkan (teknik klose) 7. homofon. Tes menyimak komprehensif bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman pebelajar terhadap pesan yang disimak. Menyusun kembali rangkaian informasi yang kurang tepat dari suatu bacaan dalam bahasa target Tes Membaca . umum. Evaluasi Keterampilan Membaca Evaluasi keterampilan membaca dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan pembelajar (1) memahami informasi. Menjawab pertanyaan-pertanyaan 3. Teknik evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan membaca dipaparkan berikut. yang biasa dilakukan oleh seorang psikolog. pebelajar diberi bahan simakan yang bersifat menyenangkan. puisi. menganalisis. mengklafikasi. 1. sedangkan tes menyimak terapis bertujuan untuk menyembuhkan seseorang.

dan 8. Pilihlah teks yang panjangnya sesuai 3. Evaluasi keterampilan berbicara dilaksanakan untuk . Untuk tes membaca sekilas. membaca keras. membaca yang dimaksud adalah membaca pemahaman. (2) tes membaca pemahaman interpretatif. Dalam tulisan ini. atau membaca untuk memahami isi bacaan. Pembedaan jenis membaca itu dapat didasarkan atas tujuannya atau teknisnya. Ingatlah selalu spesifikasinya dan cobalah memilih sampel yang representatif dan jangan mengulangi memilih teks yang semacam hanya karena tersedia 2. Tes membaca memerlukan teks. Evaluasi Keterampilan Berbicara Keterampilan berbicara sangat komplek karena tidak hanya menuntut pemahaman terhadap masalah yang akan diinformasikan. jangan memilih teks yang terlalu bermuatan budaya. Pilihlah teks yang menarik bagi peserta. tetapi juga menuntut kemampuan menggunakan perangkat kebahasaan dan nonkebahasaan. Hindari teks yang merupakan informasi yang mungkin bagian dari pengetahuan umum calon. membaca sekilas. 7. carilah kutipan yang mengandung banyak informasi terpisah. tetapi yang tidak terlalu mengagumkan atau mengganggu mereka 6.Kegiatan membaca ada bermacam-macan di antaranya membaca cepat. (1) tes membaca pemahaman literal. dan membaca pemahaman. Agar mendapatkan reliabilitas yang dapat diterima. masukkan kutipan sebanyak mungkin dalam tes itu 4. dan (3) tes pemahaman membaca kritis. Bentuk tes membaca pemahaman meliputi.Jangan menggunakan teks yang telah dibaca oleh siswa.119-120) memberikan nasihat sebagai berikut: 1. Untuk memilih teks Hughes (1989. Anggaplah bahwa hanya kemampuan membaca yang akan dites. 5.

kualitasnya ditinjau dari segi pilihan kata. cerita. 3. Melakukan wawancara. orang yang termasuk banyak bicara tadi belum tentu lebih baik. perasaan. Hanya saja. di antaranya tes jawaban terbatas. ada juga yang banyak bicara. peristiwa yang didengar atau yang dibaca. Menyampaikan pengalaman. Nurgiyanto (1995) membagi tes berbicara berdasarkan kriteria. peristiwa. Mengucapkan huruf.mengetahui kemampuan pebelajar dalam menggunakan bahasa target secara lisan untuk menyampaikan pikiran. yaitu (1) kriteria penyelenggaraannya. 2. dan (2) kriteria tingkatan yang dites. menurut Halim (1974. Orang yang pandai atau berpendidikan tinggi juga belum tentu pembicara-annya lancar dan mudah dipahami. Teknik evaluasi yang dapat digunakan dipaparkan berikut. 7. Namun. tes berbicara . 5. Berdasarkan kriteria tingkatan yang dites. Tes berbicara dapat dilakukan dengan berbagai cara. Menjawab pertanyaan sederhana dan komplek. tes berbicara dibedakan menjadi dua. Salah satu sebabnya adalah bahwa hakikat keterampilan berbicara itu sendiri sukar didefinisikan. Menceritakan kembali dialog. tes bentuk ini kurang valid. maupun Madsen (1983) menyatakan bahwa tes berbicara umumnya dianggap tes yang paling sukar.1983:12) tentu saja semua itu dilaksanakan secara lisan dan individual. dan (b) tes berbicara bebas. Pengalaman dalam kenyataan menunjukkan bahwa ada orang yang disebut pendiam. nama. Bermain peran. Berdasarkan kriteria penyelenggaraannya.136) dan Harris dapat juga tes berbicara dilaksanakan secara tertulis dengan bentuk objektif yang dapat menunjukkan bukti-bukti tidak langsung mengenai kemampuan bebicara seseorang. 4. dan keberadaannya. tetapi kalau berbicara. Halim (1982). Tes Berbicara Baik Harris (1969). 1. tata bahasa. yakni: (a) tes berbicara secara terkendali. dan penalarannya. teknik terbimbing. Menceritakan gambar. dan wawancara (Madsen. keadaan dalam bahasa target. 6. ilmu pengetahuan seecara lisan.

Menjawab pertanyaan sederhana atau komplek secara tulis. dan bicara. Evaluasi Keterampilan Menulis Keterampilan menulis merupakan kiat menggunakan pola-pola lisan dalam menyampaikan suatu informasi. tetapi juga mempu menggunakan perangkat kebahasaan secara tertulis. perasaan. atau perjalanan secara tulis. yakni: (1) siswa mampu mengungkapkan unsur-unsur kebahasaan. Menuliskan cerita berdasarkan gambar atau rangkaian gambar. Tujuan pembelajaran menulis dapat dibedakan menjadi dua. 6. kosakata. 3. 1. 5. dialog. orang tidak hanya dituntut menguasai materi yang akan ditulis. Tes Menulis Menulis merupakan kegiatan berbahasa yang melibatkan berbagai kemampuan dan keterampilan secara terpadu. Penggunaan perangkat kebahasaan secara tertulis menjadi inti kegiatan menulis sebab penggunaan perangkat bahasa tulis berbeda dengan penggunaan perangkat kebahasaan secara lisan. dan (c) tes berbicara tingkat peneraapan.7. diperlihatkan. Membuat karangan berdasarkan tema tertentu. seperti ejaan. peristiwa yang didengar atau dibaca. dan pikirannya. serta menggunakan perangkat bahasa target secara tulis. nama. (b) tes berbicara tingkat pemahaman. 4. yakni: (a) tes berbicara tingkat ingatan.dibedakan menjadi tiga. . Teknik evaluasi yang dapat digunakan dipaparkan berikut. peristiwa. dan keadaan yang diperdengarkan. Menyampaikan kembali secara tertulis suatu cerita. Melaporkan pengalaman. Dalam menulis. peristiwa. pekerjaan. 2. Menggunakan ejaan dan tanda baca secara tetap. Evaluasi keterampilan menulis bertujuan mengetahui kemampuan peMbelajar dalam menyampikan ide. Menulis huruf.

juga karena ada banyak faktor yang dapat dinilai. yaitu koleksi segala dokumentasi dan aktivitas siswa yang menunjukkan usaha. KESIMPULAN 1. 1998) mengatakan bahwa tes menulis dapat disikapi dalam dua aspek.struktur kalimat. dan pencapaian siswa dalam satu atau beberapa bidang tertentu yang dapat digunakan sebagai alternatif atau pelengkap kegiatan tes. kemampuan menulis juga dapat diukur dengan tes objektif. tes objektif akan lebih baik. Akan tetepi. Di samping itu. Tompkins (dalam Ramli. Oleh karena itu disarankan agar tes menggunakan postofolio. logika. dan (2) siswa mampu mengungkapkan gagasannya dalam bentuk tulisan yang sesuai dengan konteks (pragmatik). ketetapan isi. Baik tes bentuk esai maupun bentuk objektif mempunyai kelebihan dan kekurangan. Cara langsung untuk mengukur kemampuan menulis seseorang adalah dengan menyuruh seseorang itu menulis. retorika. kosakata. Tes bahasa dibagi menjadi dua jenis yaitu : • Tes komponen bahasa yang mencakup tes gramatika dan tes kosakata . kemajuan. 1983:101). tes bentuk esai ini banyak kelemahannya. dan gaya (Madsen. yakni sebagai tes proses (tes menulis sebagai proses) dan tes produk (tes menulis sebagai produk). Tes kemampuan menulis juga ada beberapa macam. Apalagi jumlah peserta tes besar jumlahnya. BAB III PENUTUP A. diksi. Hal ini disamping disebabkan oleh adanya tahapan dalam pengajaran menulis. seperti mekanis. dan pemakaian paragraph. tata bahasa.

berbicara. definisi atau parafrase. antonim. Tes kosakata bertujuan untuk mengukur pengetahuan dan produksi kata-kata yang dugunakan dalam berbicara dan menulis 3. melengkapi kalimat.• Tes kemahiran berbahasa yang meliputi tes menyimak. memperagakan.membaca dan menulis 2. Bentuk tes kosa kata antara lain: sinonim. mencari padanannya. dan gambar .