P. 1
MISKONSEPSI dalam Biologi

MISKONSEPSI dalam Biologi

|Views: 1,976|Likes:
Published by Sri Suhartini

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Sri Suhartini on Sep 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

MISKONSEPSI DAN PENYEBAB TERJADINYA MISKONSEPSI Miskonsepsi adalah ide atau pandangan yang salah tentang suatu konsep

yang dimiliki seseorang yang berbeda dengan konsep yang disepakati oleh para ahli (konsep ilmiah). Miskonsepsi timbul karena kesalahan pemahaman orang tersebut terhadap suatu konsep. Seseorang yang memiliki miskonsepsi sangat sulit untuk diubah pandangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada banyak kesalahan dalam konsep yang dimiliki siswa maupun guru. Tidak semua kesalahan itu dapat dikategorikan miskonsepsi. Kesalahan konsep dapat terjadi karena: 1). Penguasaan konsep oleh siswa belum lengkap, sederhana, dan berbeda. Untuk kasus yang terakhir, yaitu berbeda, seringkali bukanlah kesalahan, oleh karena itu disebut dengan konsep alternatif. 2). Karena ketidakmampuan siswa membedakan atribut (ciri penentu) dari sejumlah ciri umum. Hal ini terjadi karena siswa lebih memusatkan perhatiannya pada atribut umum, yang seringkali sangat menonjol dan mudah diamati dari pada atribut penentu yang memerlukan pengamatan lebih teliti (Kardi, 1997). 3). Karena siswa tidak menguasai konsep prasarat dari suatu konsep tertentu. Hasil penelitian Simson dan Arnold (1980) menunjukkan bahwa karena tidak menguasai konsep gas, benda hidup, makanan, dan energi, siswa memiliki miskonsepsi mengenai konsep fotosintesis. 4). Jumlah atribut yang relevan dan tidak relevan, yang digunakan ketiga mengajarkan konsep juga mempengaruhi tingkat kesulitan memperoleh/memahami suatu konsep. 5). Istilah sehari-hari yang dijumpai pertama kali oleh siswa di 1

dalam bahasa Ibunya,. Juga mempengaruhi kesalahan konsep.

MISKONSEPSI DALAM BIOLOGI Beberapa contoh miskonsepsi dalam Biologi
1. Konsep tentang Makanan: Miskonsepsi tentang makanan yang banyak dipromosikan. a. Konsumsi yoghurt setiap hari untuk meningkatkan fungsi pencernaan Mitos tentang Yoghurt Baru-baru ini di Jepang, nama “Yoghurt Laut Kaspia” dan “Yoghurt Aloe” menjadi sangat popular karena memiliki keuntungan-keuntungan kesehatan yang dipromosikan secara luas,namun ini adalah gambaran yang salah. Mengapa demikian ? Kepercayaan akan keuntungan-keuntungan Lactobacillus perlu dipertanyakan. Dalam tubuh manusia memiliki system pertahanan melawan kuman bakteri dan virus yang dating dari luar tubuh, seperti lactobacillus akan diserang dan dihancurkan oleh pertahanan alami jika bukan bakteri yang bermukim di usus. Dan jika lactobacillus dapat mencapai usus, akan mengacaukann flora usus. Yoghurt mengandung banyak laktosa, sehingga banyak membutuhkan enzim lactase. Jika terjadi kekurangan enzim lactase, terjadi gangguan pencernaan yaitu diare ringan,yang sebenarnya adalah ekskresi kotoran stagnan yang terakumulasi dalam usus besar, secara keliru dianggap sebagai pengobatan terhadap konstipasi. b. Minum susu setiap hari untuk menghindari kekurangan kalsium. Minum susu terlalu banyak menyebabkan osteoporosis Suatu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa “susu membantu mencegah osteoporosis”

2

Fakta tentang susu : • • Tidak ada makanan lain yang lebih sulit dicerna daripada susu Kasein, yang membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung,sehingga menjadi sangat sulit dicerna • Susu yang dipasteurisasikan tidak mengandung enzim-enzim yang berharga,lemaknya telah teroksidasi dan kwalitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi • Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis Umumnya kita percaya bahwa kalsium dalam susu lebih mudah diserap daripada kalsium yang terdapat dalam makanan, tapi ini tidak semuanya benar Kadar kalsium dalam darah manusia biasanya 9- 10 mg. Namun saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Ketika konsentrasi konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Hal inilah yang menyebabkan tubuh kekurangan kalsium. 2. Konsep tentang Pembelajaran Biologi 1) “Organ pada Tumbuhan : Akar, Batang, Daun,Bunga dan Buah” Penjelasan/koreksi Konsep organ adalah kumpulan jaringan dengan fungsi tertentu. Akar,batang dan daun termasuk organ, karena terdiri dari jaringanjaringan antara lain epidermis, parenkim, pengangkut. Bunga bukanlah organ, karena terdiri dari kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, putik yang di dalamnya terdapat ovulum. Sedangkan buah dan biji adalah hasil perkembangan dari bagian bunga yaitu ovulum, dan buah sebagai hasil perkembangan dari ovarium (bakal buah) yang melindungi embrio dan berperan dalam proses penyebaran biji

3

Fig. 18.17a
Jadi konsep tentang buah kelapa tidak benar, yang benar adalah BIJI KELAPA, karena bagian yang kita tanam sebenarnya adalah biji, bukan buahnya 2) Konsep lokus gen dalam kromosom Gen-gen berderet teratur di dalam kromosom,dan tempat dimana gen itu berada disebut lokus. Konsep tersebut berlaku sebelum berkembangnya biomolekuler, tetapi dengan perkembangan sains dan teknologi maka konsep tersebut menjadi tidak tepat. Karena tempat gen di dalam kromosom sebenarnya tidaklah berderet secara teratur, tetapi membentuk pilinan. Kromosom dilapisi protein, ini juga konsep yang salah Di dalam kromosom terdapat benang-benang halus yang berpilin yang disebut kromonema yang sebenarnya merupakan susunan seperti manik-manik yang disebut kromomer yang merupakan nucleoprotein, setiap kromomer terdiri dari histon (protein pembentuk DNA) dan DNA yang tersusun atas pita ganda yang berpilin., seperti pada gambar berikut ini :

4

3) Penyerapan zat hanya terjadi dalam usus halus. Konsep ini kurang tepat, karena sebenarnya penyerapan sudah terjadi mulai di esofagus. • • • Esofagus, terjadi penyerapan zat yang larut dalam lemak (misalnya alkohol) Lambung, terjadi penyerapan zat yang larut dalam lemak dan obat-obatan Usus halus, terjadi penyerapan zat-zat makanan (glukosa,asam amino)

5

DAFTAR PUSTAKA 1. Collen Belk and Virginia Borden, Biology Science For Life,University of Minnesota-Duluth 2. Ibrahim, Muslimin, Prof. DR. H. M.Pd, PRAKONSEPSI DAN MISKONSEPSI PADA KONSEP IPA, Program Studi Pendidikan Sains.Program Pascasarjana Unesa 3. Slamet P, Nawangsari,Siti Sutarmi, Buku Pelajaran Biologi Jilid 3A,semester 5,kurikulum 1984, Penerbit Erlangga,Jakarta,1987 4. Shinya Hiromi,MD,The Miracle of Enzyme,Council Oak Book,Oklahoma,2007 5. Tim Olimpiade Biologi Indonesia, Ringkasan Materi & Latihan Soal Olimpiade Biologi Internasional,TOBI,Bandung, 2008

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->