SUCTION

PENGISAPAN LENDIR Pengisapan lender merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada yang tidak mampu mengeluarkan secret dan lendir secara mandiri dengan mnggunakan alat penghisap ALAT DAN BAHAN 1. Alat penghisap lendir dengan botol berisi larutan desinfektan 2. Kateter penghisap lender steril 3. Pinset steril 4. Sarung tangan steril 5. Dua KOM berisi aquades atau larutan Nacl 0,9% dan cairan desinfektan 6. Kassa steril 7. Tissu PROSEDUR KERJA 1. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan 2. Cuci tangan 3. Tempatkan pasien pada posisi terlentang dengan kepala miring kearah perawat 4. Gunakan sarung tangan 5. Hubungkan kateter steril dengan selang alat penghisap lendir 6. Mesin penghisap duhidupkan

7. Lakukan penghisapan lender dengan memasukan kateter penghisap kedalam Kom

berisi aquades atau larutan Nacl 0,9% untuk mempertahankan tingkat kesterilan (aspirasi). Masukkan kateter penghisap dalam keadaan tidak menghisap. Gunakan alat penghisap dengan tekana 110-150 mmHg untuk dewasa, 95-110 mmHg untuk anak-anak dan bayi 50-95 mmHg (potter & perry,1995 ) Tarik dengan memutar kateter penghisap tidak lebih dari 15 detik. Bilas kateter dengan menggunakan aquades atau larutan Nacl 0,9% Lakukan penghiosapan pertama dengan penghisapan berikutnya, minta pasien bernafas dalam batuk. Apabila mengalami distress pernafasan istirahatkan 20-30 detik sebelum melakukan penghisapan berikutnya.Setelah selesai kaji warna,bau sekret, kaji jumlah, konstipasi dan respon pasien terhadap prosedur tindakan.

Pengertian Trakeostomi adalah tindakan membuat lubang pada dinding depan/anterior trakhea untuk benafas Traheostomi adalah tindakan membuat stoma agar udara dapat masuk ke paru-paru dengan memintas jalan nafas bagian atas (adams, 1997) Menurut letah stoma trakheostomi dibedakan letak tinggi dan letak rendah. Dan batas letak ini adalah cincin trakhea ketiga. Indikasi Indikasi dari trakeostomi antara lain: Mengatasi obstruksi laring Mengurangi ruang rugi (dead air spase) di saluran nafas bagian atas seperti daerah rongga mulut, sekitar lidah dan faring. Dengan adanya stoma maka seluruh oksigen yang hirupnya akan masuk ke dalam paru tidak ada yang tertinggal di ruang rugi itu. Hal ini berguna pada penderita dengan kerusakan paru yang kapasitas vitalnya berkurang. Mempermudah penghisapan sekret dari bronkus dari penderita yang tidak dapat mengeluarkan sekret secara fisiologik misalnya pada penderita dalam keadaan koma. Untuk memasang respirator (alat bantu pernafasan) Untuk mengambil benda asing dari subgiotik apabila tidak mempunyai fasilitas untuk bronkoskopi. Fungsi Fungsi dari trakheostomi antaralain: Mengurangi jumlah ruang hampa dalam traktus trakheobronkial 70 sampai 100 ...

Secara umum indikasi ventilasi mekanik adalah bilamana terjadi gangguan pada parameter : o Mekanik o Ventilasi o Oksigenasi Oksigenasi o PaO2 < 60 mmHg MEKANIK o Pernapasan > 35 x/menit

o Volume tidal < 5 ml/kgBB VENTILASI o PaCO2 > 55 mmHg (tanpa ada kelainan PPOK atau alkalosis metabolik terkom pensasi) Secara klinis walaupun belum ada hasil laboratorium seperti di atas; ada tandatanda : 1. Distress pernapasan; takipneu,berkeringat, napas cuping hidung 2. Tanda sumbatan jalan napas 3. Sianosis 4. Kesadaran menurun atau gelisah Tata laksana penerimaan penderita di ruang perawatan intensif (ICU): o Pemberitahuan penderita masuk diperoleh perawat jaga ICU dari dokter jaga di triase/IGD, dokter jaga isolasi rawat inap, dokter jaga konsulen sesuai indikasi / anjuran. o Perawat ICU memberi tahu dokter konsulen ICU o Perawat ICU mempersiapkan tempat tidur dan peralatan serta respirator jika di perlukan o Perawat ICU melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital. o Penanganan penderita dilakukan bersama-sama oleh dokter konsulen ICU dan dokter spesialis penyakit dalam/paru atau spesialis lainnya jika diperlukan.

. Konsep Dasar Teori A. Pengertian Ventilasi mekanik adalah alat pernafasan bertekanan negatif atau positif yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang lama. (Brunner dan Suddarth, 1996). B. Klasifikasi Ventilasi mekanik diklasifikasikan berdasarkan cara alat tersebut mendukung ventilasi, dua kategori umum adalah ventilator tekanan negatif dan tekanan positif.

1. Ventilator Tekanan Negatif Ventilator tekanan negatif mengeluarkan tekanan negatif pada dada eksternal. Dengan mengurangi tekanan intratoraks selama inspirasi memungkinkan udara mengalir ke dalam paru-paru sehingga memenuhi volumenya. Ventilator jenis ini digunakan terutama pada gagal nafas kronik yang berhubungn dengan kondisi neurovaskular seperti poliomyelitis, distrofi muscular, sklerosisi lateral amiotrifik dan miastenia gravis. Penggunaan tidak sesuai untuk pasien yang tidak stabil atau pasien yang kondisinya membutuhkan perubahan ventilasi sering.

2. Ventilator Tekanan Positif Ventilator tekanan positif menggembungkan paru-paru dengan mengeluarkan tekanan positif pada jalan nafas dengan demikian mendorong alveoli untuk mengembang selama inspirasi. Pada ventilator jenis ini diperlukan intubasi endotrakeal atau trakeostomi. Ventilator ini secara luas digunakan pada klien dengan penyakit paru primer. Terdapat tiga jenis ventilator tekanan positif yaitu tekanan bersiklus, waktu bersiklus dan volume bersiklus. Ventilator tekanan bersiklus adalah ventilator tekanan positif yang mengakhiri inspirasi ketika tekanan preset telah tercapai. Dengan kata lain siklus ventilator hidup mengantarkan aliran udara sampai tekanan tertentu yang telah ditetapkan seluruhnya tercapai, dan kemudian siklus mati. Ventilator tekanan bersiklus dimaksudkan hanya untuk jangka waktu pendek di ruang pemulihan. Ventilator waktu bersiklus adalah ventilator mengakhiri atau mengendalikan inspirasi setelah waktu ditentukan. Volume udara yang diterima klien diatur oleh kepanjangan inspirasi dan frekuensi aliran udara . Ventilator ini digunakan pada neonatus dan bayi. Ventilator volume bersiklus yaitu ventilator yang mengalirkan volume udara pada setiap inspirasi yang telah ditentukan. Jika volume preset telah dikirimkan pada klien , siklus ventilator mati dan ekshalasi terjadi secara pasif. Ventilator volume bersiklus sejauh ini adalah ventilator tekanan positif yang paling banyak digunakan. Gambaran ventilasi mekanik yang ideal adalah : • Sederhana, mudah dan murah • Dapat memberikan volume tidak kurang 1500cc dengan frekuensi nafas hingga 60X/menit dan dapat diatur ratio I/E. • Dapat digunakan dan cocok digunakan dengan berbagai alat penunjang pernafasan yang lain. • Dapat dirangkai dengan PEEP • Dapat memonitor tekanan , volume inhalasi, volume ekshalasi, volume tidal, frekuensi nafas, dan konsentrasi oksigen inhalasi • Mempunyai fasilitas untuk humidifikasi serta penambahan obat didalamnya

CPAP. Tidal volume istirahat 7 ml / kg BB. C. Controlled Ventilation Ventilator mengontrol volume dan frekuensi pernafasan. frekuensi ventilator diatur antara 12-15 x / menit. 1994 dikutip dari LeMone and Burke. Modus Operasional Untuk menentukan modus operasional ventilator terdapat empat parameter yang diperlukan untuk pengaturan pada penggunaan volume cycle ventilator. Kegagalan pertukaran gas • Gagal nafas akut • Gagal nafas kronik • Gagal jantung kiri • Penyakit paru-gangguan difusi • Penyakit paru-ventilasi / perfusi mismatch D. Indikasi untuk pemakaian ventilator meliputi pasien dengan apnoe. PEEP digunakan untuk mencegah kolaps alveoli dan untuk meningkatkan difusi alveolikapiler.• Mempunyai fasilitas untuk SIMV. Modus operasional ventilasi mekanik terdiri dari : 1. Untuk mengkompensasi dead space dan untuk meminimalkan atelektase (Way. PO2 dan saturasi oksigen arteri digunakan untuk menentukan konsentrasi oksigen. dengan ventilasi mekanik tidal volume yang digunakan adalah 10-15 ml / kg BB. Jumlah oksigen ditentukan berdasarkan perubahan persentasi oksigen dalam gas. 1996). Indikasi Klinik 1. Karena resiko keracunan oksigen dan fibrosis pulmonal maka FiO2 diatur dengan level rendah. Ventilasi mekanik adalah alat pernafasan bertekanan negatif atau positif yang dapat mempertahankan . Pressure Support • Mudah membersihkan dan mensterilkannya. yaitu : • Frekuensi pernafasan permenit • Tidal volume • Konsentrasi oksigen (FiO2) • Positive end respiratory pressure Pada klien dewasa. Kegagalan Ventilasi • Neuromuscular Disease • Central Nervous System disease • Depresi system saraf pusat • Musculosceletal disease • Ketidakmampuan thoraks untuk ventilasi 2.

(CPAP) Ventilator ini berkemampuan untuk meningkatakan FRC. 7. Infeksi pulmonal 6. E. Assist/Control Ventilator jenis ini dapat mengontrol ventilasi. yaitu : 1. Tension pneumotoraks 4. Indikasi pada pernafasan spontan tapi tidal volume dan/atau frekuensi nafas kurang adekuat. Positive End-Expiratory pressure Modus yang digunakan dengan menahan tekanan akhir ekspirasi positif dengan tujuan untuk mencegah Atelektasis. Synchronized Intermitten Mandatory Ventilation (SIMV) SIMV dapat digunakan untuk ventilasi dengan tekanan udara rendah. barotrauma dan penurunman curah jantung. atelektasis akan dapat dihindari. Hipertensi 3. Atelektase 5. Kelainan fungsi gastrointestinal . Biasanya digunakan untuk penyapihan ventilator. Continious Positive Airway Pressure. biasanya digunakan pada tahap pertama pemakaian ventilator. perdarahan gastrointestinal. 3. Obstruksi jalan nafas 2. dilatasi lambung. Dengan terbukanya jalan nafas oleh karena tekanan yang tinggi.ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang lama. Efek samping dapat menyebabkan venous return menurun. volume tidal dan kecepatan. klien dengan hiperventilasi.Ventilator tipe ini meningkatkan kerja pernafasan klien. Ventilator ini diatur berdasarkan atas frekuensi pernafasan yang spontan dari klien. 2. Pemberian gas melalui nafas spontan biasanya tergantung pada aktivasi klien. 6. Komplikasi Komplikasi yang dapat timbul dari penggunaan ventilasi mekanik. 5.Bila klien gagal untuk ventilasi. Kelainan fungsi ginjal . Indikasi pada klien yang menederita ARDS dan gagal jantung kongestif yang massif dan pneumonia difus. maka ventilator secara otomatis. Intermitten Mandatory Ventilation Model ini digunakan pada pernafasan asinkron dalam penggunaan model kontrol. Klien yang bernafas spontan dilengkapi dengan mesin dan sewaktu-waktu diambil alih oleh ventilator. otot tidak begitu lelah dan efek barotrauma minimal. 4.

Kelainan fungsi susunan saraf pusat II. Pengkajian Perawat mempunyai peranan penting mengkaji status pasien dan fungsi ventilator. berkeringat dan penurunan haluaran urin).8. Assist Control. Kondisi ini dapat cepat berkembang menjadi pneumotoraks tension. kelam fakir. yang lebih jauh lagi mengganggu arus balik vena. Dalam memantau ventilator. pucat yang berkembang menjadi sianosis. curah jantung dan tekanan darah. perawat harus memperhatikan hal-hal berikut : • Jenis ventilator • Cara pengendalain (Controlled. • Humidifikasi • Alarm . takikardi. Dalam mengkaji klien. Tekanan intratoraks positif selama inspirasi menekan jantung dan pembuluh darah besar dengan demikian mengurangi arus balik vena dan curah jantung. • Adanya air dalam selang. takipnoe. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan A.gugup. ventilasi semenit. perawat mengevaluasi hal-hal berikut : • Tanda-tanda vital • Bukti adanya hipoksia • Frekuensi dan pola pernafasan • Bunyi nafas • Status neurologis • Volume tidal. Untuk mengevaluasi fungsi jantung perawat terutama harus memperhatikan tanda dan gejala hipoksemia dan hipoksia (gelisah. dll) • Pengaturan volume tidal dan frekunsi • Pengaturan FIO2 (fraksi oksigen yang diinspirasi) • Tekanan inspirasi yang dicapai dan batasan tekanan. kapasitas vital kuat • Kebutuhan pengisapan • Upaya ventilasi spontan klien • Status nutrisi • Status psikologis Pengkajian Kardiovaskuler Perubahan dalam curah jantung dapat terjadi sebagai akibat ventilator tekanan positif.terlepas sambungan atau terlipatnya selang. Pengkajian Peralatan Ventilator juga harus dikaji untuk memastikan bahwa ventilatorpengaturannya telah dibuat dengan tepat. Tekanan positif yang berlebihan dapat menyebabkan pneumotoraks spontan akibat trauma pada alveoli.

• Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan pembentukan lendir yang berkaitan dengan ventilasi mekanik tekanan positif . dan jika masalah tidak dapat diidentifikasi dan diperbaiki dengan cepat. Ventilasi semenit 8. Kapasitas vital paru 4. • Koping individu tidak efektif dan ketidakberdayaan yang berhubungan dengan ketergantungan pada ventilator. • Risiko terhadap trauma dan infeksi yang berhubungan dengan intubasi endotrakea dan trakeostomi. C. Pemeriksaan fungsi paru 2. Masalah kolaboratif /Komplikasi Potensial • Melawan kerja ventilator • Masalah-masalah ventilator – peningkatan dalam tekanan jalan nafas nafas . Tekanan inspirasi 9. atau penyesuaian pengaturan ventilator selama stabilisasi atau penyapihan . Aliran-volume 11. perawat harus siap memberikan ventilasi kepada klien dengan menggunakan Bag Resuscitation Manual. Sinar X dada 12.• PEEP Catatan Jika terjadi malfungsi system ventilator. Volume ekspirasi kuat 10. Volume tidal 6. • Kerusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan ketergantungan ventilator • Kerusakan komunikasi verbal yang berhubungan dengan tekanan selang endotrakea dan pemasangan pada ventilator. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Diagnostik yang perlu dilakukan pada klien dengan ventilasi mekanik yaitu : 1. Analisa gas darah arteri 3. Inspirasi negative kuat 7. B. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan mayor klien dapat mencakup : • Kerusakan pertukaran gas yang brhubungan dengan penyakit yang mendasari. Status nutrisi / elaktrolit. Kapasitas vital kuat 5.

perubahan posisi yang sering. nyeri insisi. Bronkodilator baik intravena maupun inhalasi. penurunan tekanan . dokter. Meningkatkan pertukaran gas Tujuan menyeluruh ventilasi mekanik adalah untuk mengoptimalkan pertukaran gas dengan mempertahankan ventilasi alveolar dan pengiriman oksigen. emboli pulmonal ). kelebihan cairan. atelektasis. Perawat sering menjadi orang pertama yang mengetahui perubahan dalam temuan pengkajian fisik atau kecenderungan signifikan dalam gas darah yang menandakan terjadinya masalah ( pneumotoraks. penurunan akumulasi lendir. secara kontinu mengkaji pasien terhadap pertukaran gas yang adekuat .fibrasi ) adalah strategi lain untuk membersihkan jalan nafas dari kelebihan sekresi karena cukup bukti tentang kerusakan intima pohon trakeobronkial. tingkat kesadaran. Humidifikasi dengan cara ventilator dipertahankan untuk membantu pengenceran sekresi sehingga sekresi lebih mudah dikeluarkan. diberikan sesuai dengan resep untuk mendilatasi bronkiolus. 2. Tindakan untuk membersihakn jalan nafas termasuk pengisapan. Tim perawatan kesehatan. Pertukaran gas yang tidak adekuat dapat berhubungan dengan faktor-faktor yang sangat beragam. Pengisapan jalan nafas bawah disertai fisioterapi dada ( perkusi. penyesuaian terhadap metode komunikasi non verbal . Penatalaksanaan jalan nafas Ventilasi tekanan positif kontinu meningkatkan pembentukan sekresi apapun kondisi pasien yang mendasari. Perencanaan dan Implementasi Tujuan utama bagi pasien yaitu : pertukaran gas optimal. termasuk perawat . tidak terdapat trauma atau infeksi . mendapatkan tindakan koping yang berhasil . dan tidak terjadi komplikasi. . pencapaian mobilisasi yang optimal . Asuhan keperawatan pada pasien dengan ventilasi mekanik membutuhkan teknik dan keterampilan interpersonal yang unik. dan peningkatan mobilitas secepat mungkin. fisioterapi dada. kehilangan volume • Gangguan kardiovaskuler • Barotrauma dan pneumothoraks • Infeksi paru D. Perubahan dalam pertukaran gas dapat dikarenakan penyakit yang mendasari atau factor mekanis yang berhubungan dengan penyesuaian dari mesin dengan pasien. tanda dan gejala hipoksia. atau penyakit primer seperti pneumonia. Intervensi keperawatan yang penting pada klien yang mendapat ventilasi mekanik yaitu auskultasi paru dan interpretasi gas darah arteri. dan respon terhadap tindakan. perubahan letak selang. Perawat harus mengidentifikasi adanya sekresi dengan auskultasi paru sedikitnya 2-4 jam.puncak . dan ahli terapi pernafasan . antara lain : 1.

Mobilitas dan aktivitas otot sangat bermanfaat karena menstimuli pernafasan dan memperbaiki mental. Selang ventilator diposisikan sedemikian rupa sehingga hanya sedikit kemungkinan tertarik atau penyimpangan selang dalam trakea. tindakan relaksasi) membantu melepaskan ketegangan dan memampukan klien untuk menghadapi ansietas dan ketakutan akan kondisi dan ketergantungan pada ventilator. Klien mungkin menjadi menarik diri atau depresi selama ventilasi mekanik terutama jika berkepanjangan akibatnya perawat harus menginformasikan tentang kemajuannya pada klien. membaca gerak bibir. 4. bermain musik atau berjalan-jalan jika sesuai dan memungkinkan dilakukan. bila memungkinkan pengalihan perhatian seperti menonton TV. Perawatan trakeostomi dilakukan sedikitnya setiap 8 jam jika diindikasikan karena peningkatan resiko infeksi. menggunakan kertas dan pensil. bahasa gerak tubuh. papan pengumuman. 5. papan komunikasi. Pasien juga diposisikan dengan kepala dinaikkan lebih tinggi dari perut sedapat mungkin untuk mengurangi potensial aspirasi isi lambung. . perawat menggunakan pendekatan komunikasi. Meningkatkan komunikasi optimal Metode komunikasi alternatif harus dikembangkan untuk pasien dengan ventilasi mekanik. Dengan memberikan dorongan pada klien untuk mengungkapkan perasaan mengenai ventilator. Meningkatkan kemampuan koping. Teknik penurunan stress (pijatan punggung. kontraktur dan statis vena. Mencegah trauma dan infeksi Penatalaksanaan jalan nafas harus mencakup pemeliharaan selang endotrakea atau trakeostomi. Adanya selang nasogastrik dan penggunaan antasida pada pasien dengan ventilasi mekanik juga telah mempredisposisikan pasien pada pneumonia nosokomial akibat aspirasi. Ahli terapi bahasa dapat membantu dalam menentuka metode yang paling sesuai untuk pasien. 6. Peningkatan tingkat mobilitas optimal Mobilitas pasien terbatas karena dihubungkan dengan ventilator.3. kondisi pasien dan lingkungan secara umum sangat bermanfaat. Latihan rentang gerak pasif/aktif dilakukan tiap 8 jam untuk mencegah atrofi otot. Bila keterbatasan pasien diketahui. Higiene oral sering dilakukan karena rongga oral merupakan sumber utama kontaminasi paru-paru pada pasien yang diintubasi pada pasien lemah. Memberikan penjelasan prosedur setiap kali dilakukan untuk mengurangi ansietas dan membiasakan klien dengan rutinitas rumah sakit.

penghisapan (suctioning) • Bronkospasme : kontrol dengan Beta Adrenergik. Berkomunikasi secara efektif melalui pesan tertulis. 3. Nutrisi • Kalori perhari 2000-2500 kal • Waktu : 1 jam sebelum makan 6. 6. Tiofilin atau Steroid • Posisi : duduk. Jalan nafas • Sekresi : antibiotik bila terjadi perubahan warna. gerak tubuh atau alat komunikasi lainnya. Menunjukkan pertukaran gas.5 mm 5. Tes penyapihan • Kapasitas vital 10-15 cc / kg • Volume tidal 4-5 cc / kg • Ventilasi menit 6-10 l • Frekuensi permenit < 20 permenit 2. Dapat mengatasi masalah secara efektif. Evaluasi Hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan yang diberikan antara lain : 1. Penyapihan dari ventilasi mekanik Kriteria dari penyapihan ventilasi mekanik : 1. tekanan arteri pulmonal dan tanda-tanda vital yang adekuat. Menunjukkan ventilasi yang adekuat dengan akumulasi lendir yang minimal. Selang Endotrakeal • Posisi diatas karina pada foto Rontgen • Ukuran : diameter 8.E. Dapat aktif dalam keterbatasan kemampuan. kadar gas darah arteri. semi fowler . Gas darah arteri • PaCO2 normal • PaO2 60-70 mmHg • PH normal dengan semua keseimbangan elektrolit diperbaiki 4. 5. 2. 4. Pengaturan ventilator • FiO2 < 50% • Tekanan ekspirasi akhir positif (PEEP) : 0 3. Bebas dari cedera atau infeksi yang dibuktikan dengan suhu tubuh dan jumlah sel darah putih.

gram. Emosi Persiapan psikologis terhadap penyapihan 9. Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf. yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. • • Merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung[1] EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut [2] . Fisik Stabil.7. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. sebuah akar Yunani yang berarti "menulis". kardio. karena berkaitan dengan elektronika. cari Cambridge Simpliscribe. kata Yunani untuk jantung. Obat-obatan • Agen sedative : dihentikan lebih dari 24 jam • Agen paralise : dihentikan lebih dari 24 jam 8. Teknologi saluran kosong. Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda: elektro. instrumen EKG terkenal pada tahun 1950-an dan 1960-an. Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting. istirahat terpenuhi Elektrokardiogram Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

3 Sadapan prekordial o 4.[6] Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • • • • 1 Sejarah 2 Kertas perekam EKG 3 Seleksi saring 4 Sadapan o 4.• • • • EKG membantu menemukan gangguan elektrolit (mis.1 Sadapan ekstremitas o 4.8 Gelombang U 6 Kumpulan sadapan klinis 7 Sumbu 8 Lihat pula 9 Rujukan 10 Pranala luar [sunting] Sejarah .1 Analisis irama o 5.4 Kompleks QRS o 5. emboli paru atau hipotermia)[3] Elektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas jantung secara langsung.4 Sadapan dasar 5 Gelombang dan interval o 5.2 Gelombang P o 5.7 Interval QT o 5. blok cabang berkas kanan dan kiri)[4] EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung[5] EKG kadang-kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis. Namun. hiperkalemia dan hipokalemia)[3] EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (mis.6 Gelombang T o 5.3 Interval PR o 5.5 Segmen ST o 5.2 Sadapan ekstremitas tambahan o 4. EKG dapat memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunnya suatu kontraktilitas.

menggunakan galvanometer senar yang ditemukannya pada tahun 1901. R. London.[12] [sunting] Kertas perekam EKG Kertas perekam EKG . dan menjelaskan sifatsifat elektrokardiografi sejumlah gangguan kardiovaskuler. Pada tahun 1911 ia masih melihat karyanya masih jarang diterapkan secara klinis. Jejak detak jantung diproyeksikan ke piringan foto yang dipasang ke sebuah kereta api mainan. S dan T ke sejumlah defleksi.[10] Einthoven menuliskan huruf P. [9] Mesin elektrokardiografnya terdiri atas elektrometer kapiler Lippmann yang dipasang ke sebuah proyektor. Mary's Hospital di Paddington. peralatannya telah berkembang dari alat laboratorium yang susah dipakai ke sistem elektronik padat yang sering termasuk interpretasi elektrokardiogram yang dikomputerisasikan. yang bekerja di Leiden.[11] Meski prinsip dasar masa itu masih digunakan sekarang. Hal ini memungkinkan detak jantung untuk direkam dalam waktu yang sebenarnya. yang lebih sensitif daripada elektrometer kapiler yang digunakan Waller. Q. yang bekerja di St.[8] Orang pertama yang mengadakan pendekatan sistematis pada jantung dari sudut pandang listrik adalah Augustus Waller. Gebrakan bermula saat seorang dokter Belanda kelahiran Kota Semarang. sudah banyak kemajuan dalam elektrokardiografi selama bertahun-tahun. Bartholomew's Hospital.[7] Aktivitas ini direkam secara langsung dan divisualisasikan menggunakan elektrometer kapiler Lippmann oleh seorang fisiolog Britania bernama John Burdon Sanderson. Hindia Belanda (kini Indonesia) bernama Willem Einthoven. Pada tahun 1924.Alexander Muirhead menghubungkan kabel ke pergelangan tangan pasien yang sakit untuk memperoleh rekaman detak jantung pasien selama kuliah untuk DSc-nya (dalam listrik) pada tahun 1872 di St. Sebagai contoh. ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk penemuannya. Belanda.

yang memungkinkan segmen ST yang akurat direkam. Sinyal standar 1 mV harus menggerakkan jarum 1 cm secara vertikal. yakni 2 kotak besar di kertas EKG. jadi 1 mm sama dengan 0.05 Hz. Yang paling umum adalah mode monitor dan mode diagnostik. penyaring bernilai tinggi dipasang pada 0.04 s (40 ms). penyaring berfrekuensi rendah (juga disebut penyaring bernilai tinggi karena sinyal di atas ambang batas bisa lewat) diatur baik pada 0. tampilan EKG mode monitor banyak tersaring daripada mode diagnostik.5 Hz maupun 1 Hz dan penyaring berfrekuensi tinggi (juga disebut penyaring bernilai rendah karena sinyal di bawah ambang batas bisa lewat) diatur pada 40 Hz. Dengan kecepatan 25 mm/s. Karena itu. 1 kotak kecil kertas EKG sama dengan 0.20 s (200 ms). Setiap kotak kecil kertas EKG berukuran 1 mm². Sinyal "kalibrasi" harus dimasukkan dalam tiap rekaman. Penyaring bernilai tinggi membantu mengurangi garis dasar yang menyimpang dan penyaring bernilai rendah membantu mengurangi bising saluran listrik 50 atau 60 Hz (frekuensi jaringan saluran listrik berbeda antara 50 dan 60 Hz di sejumlah negara). Hal ini membatasi EKG untuk pemonitoran irama jantung rutin.1 mV. atau 150 Hz. Penyaring bernilai rendah diatur pada 40. 12 sadapan EKG berkualitas diagnostik dikalibrasikan sebesar 10 mm/mV. 5 kotak kecil menyusun 1 kotak besar.[13] [sunting] Sadapan . ada 5 kotak besar per detik. Sebagai akibatnya. Dalam mode diagnostik. yang sama dengan 0. 100. meskipun kecepatan yang di atas daripada itu sering digunakan.Sebuah elektrokardiograf khusus berjalan di atas kertas dengan kecepatan 25 mm/s. Dalam mode monitor. karena bandpassnya lebih sempit. [sunting] Seleksi saring Monitor EKG modern memiliki banyak penyaring untuk pemrosesan sinyal.

atau (yang lebih umum) ke gabungan elektrode yang membentuk garis khayalan pada badan di mana sinyal listrik diukur. Kata sadapan memiliki 2 arti pada elektrokardiografi: bisa merujuk ke kabel yang menghubungkan sebuah elektrode ke elektrokardiograf. muka gelombang depolarisasi (atau rerata vektor listrik). Sebuah elektrokardiogram diperoleh dengan menggunakan potensial listrik antara sejumlah titik tubuh menggunakan penguat instrumentasi biomedis. muka gelombang depolarisasi (atau rerata vektor listrik) menciptakan defleksi positif di EKG di sadapan yang berhubungan. Nyatanya. dan kemudian menjadi negatif saat melintas dekat (B). EKG lama memiliki elektrode tak berbeda di tengah segitiga Einthoven (yang bisa diserupakan dengan ‘netral’ stop kontak dinding) di .Grafik yang menunjukkan hubungan antara elektrode positif. sebuah elektrokardiograf 12 sadapan biasanya hanya menggunakan 10 kabel/elektroda. Definisi terakhir sadapan inilah yang digunakan di sini. • • • Saat bergerak ke arah elektrode positif. Saat bergerak tegak lurus ke elektrode positif. muka gelombang depolarisasi (atau rerata vektor listrik) menciptakan kompleks equifasik (atau isoelektrik) di EKG. sedangkan istilah 12 sadapan EKG menggunakan arti yang baru. istilah benda sadap longgar menggunakan arti lama. muka gelombang depolarisasi menciptakan defleksi negatif pada EKG di sadapan yang berhubungan. Ada 2 jenis sadapan—unipolar dan bipolar. Saat bergerak dari elektrode positif. Lalu. dan kompleks yang ditampilkan di EKG. yang akan bernilai positif saat muka gelombang depolarisasi (atau rerata vektor listrik) mendekati (A). Sebuah sadapan mencatat sinyal listrik jantung dari gabungan khusus elektrode rekam yang itempatkan di titik-titik tertentu tubuh pasien.

Sadapan II adalah dipol dengan elektrode negatif (putih) di lengan kanan dan elektrode positif (merah) di kaki kiri. Sebaliknya. EKG seperti itu membentuk dasar yang kini dikenal sebagai segitiga Einthoven. yang termasuk sadapan ekstremitas --I. dan aVF merupakan sadapan ekstremitas tambahan. II. elektrode ditemukan sehingga dapat ditempatkan secara langsung di kulit pasien. dan III. Elektrode-elektrode itu masih menjadi 3 sadapan pertama EKG 12 sadapan modern. [sunting] Sadapan ekstremitas tambahan Sadapan aVR. yang diperoleh dari elektrode yang sama sebagai sadapan I. Arah sadapan-sadapan ini berasal dari “tengah” jantung yang mengarah ke luar secara radial dan termasuk sadapan (dada) prekordial dan sadapan ekstremitas—VL. Sadapan III adalah dipol dengan elektrode negatif (hitam) di lengan kiri dan elektrode positif (merah) di kaki kiri. dan III.. • • • Sadapan I adalah dipol dengan elektrode negatif (putih) di lengan kanan dan elektrode positif (hitam) di lengan kiri. VR. II. Hal ini membidik elektrode negatif dan memungkinkan elektrode positif untuk .potensial nol.[2] Akhirnya. EKG baru memiliki kedua elektrode itu di beberapa potensial dan arah elektrode yang berhubungan berasal dari elektrode di potensial yang lebih rendah ke tinggi. II dan III disebut sadapan ekstremitas karena pernah pokoq elektrokardiogafi benar-benar harus menempatkan tangan dan kaki mereka di ember air asin untuk mendapatkan sinyal dari galvanometer senar Einthoven. & VF. elektrode-elektrode itu masih ditempatkan di lengan dan kaki pasien untuk mengira-ngirakan sinyal yang diperoleh dari ember air asin itu. Meskipun ember air asin sebentar saja diperlukannya. di sadapan ekstremitas I. Catat bahwa skema warna untuk sadapan berbeda antarnegara. II. [sunting] Sadapan ekstremitas Sadapan I Sadapan II Sadapan I. aVL. dan III bersama dan memasangnya ke terminal negatif mesin EKG. yang diperoleh dengan menambahkan sadapan I. arahnya dari kiri ke kanan. mis. ketiga sadapan itu memandang jantung dari sudut (atau vektor) yang berbeda karena elektrode negatif untuk sadapan itu merupakan modifikasi terminal sentral Wilson. Namun.

yang digunakan untuk menghitung sumbu kelistrikan jantung di bidang frontal. Sadapan aVF atau "vektor tambahan kaki" mempunyai elektrode positif (merah) di kaki kiri. Hal ini mungkin karena Hukum Einthoven menyatakan bahwa I + (-II) + III = 0. dan III. Sadapan ekstremitas tambahan aVR. aVL. • • • Sadapan aVR atau "vektor tambahan kanan" memiliki elektrode positif (putih) di lengan kanan. V3. Bersama dengan sadapan I. aVL. yang "menambah" sinyal elektrode positif di kaki kiri. dan aVF diperkuat dengan cara ini karena sinyal itu terlalu kecil untuk berguna karena elektrode negatifnya adalah terminal sentral Wilson. II. yang "menambah" kekuatan sinyal elektrode positif di lengan kanan. aVL. aVF dan sadapan prekordial V1. Ditulis dengan cara ini (daripada I + II + III = 0) karena Einthoven membalik polaritas sadapan II di segitiga Einthoven. Elektrode negatif merupakan gabungan elektrode lengan kiri (hitam) dan elektrode kaki kiri (merah).menjadi "elektrode penjelajah" atau sadapan unipolar. Terminal sentral Wilson meratakan jalan untuk perkembangan sadapan ekstremitas tambahan aVR. sadapan ekstremitas tambahan aVR. [sunting] Sadapan prekordial Penempatan sadapan prekordial yang benar. Persamaan itu juga bisa ditulis I + III = II. V5. yang "menambah" kekuatan sinyal elektrode positif di lengan kiri. Elektrode negatif adalah gabungan elektrode lengan kanan (putih) dan elektrode kaki kiri (merah). dan aVF membentuk dasar sistem rujukan heksaksial. mungkin karena ia suka melihat kompleks QRS tegak lurus. Sadapan aVL atau "vektor tambahan kiri" mempunyai elektrode positif (hitam) di lengan kiri. Elektrode negatif adalah gabungan elektrode lengan kanan (putih) dan elektrode lengan kiri (hitam). V4. V2. dan V6. .

Saat terjadi setelah sadapan V3. dan sadapan-sadapan tersebut dianggap unipolar. Sadapan V4 ditempatkan di ruang intercostal V di linea (sekalipun detak apeks berpindah). Saat terjadi lebih awal daripada sadapan V3. Karena terletak dekat jantung. saat 1 dipol dipandang. Sadapan prekordial memandang aktivitas jantung di bidang horizontal. dan V3 disebut sebagai sadapan prekordial kanan sedangkan V4. [sunting] Sadapan dasar Sebuah elektrode tambahan (biasanya hijau) terdapat di EKG 4 dan 12 sadapan modern. Sumbu kelistrikan jantung di bidang horizontal disebut sebagai sumbu Z. V4. 6 sadapan itu tak memerlukan augmentasi. sisanya menjadi sadapan dasar bila tiada. Kompleks QRS negatif di sadapan V1 dan positif di sadapan V6. V3. Sadapan ekuifasik itu disebut sebagai sadapan transisi. yang disebut sebagai sadapan dasar yang menurut kesepakatan ditempatkan di kaki kiri. Sadapan V5 ditempatkan secara mendatar dengan V4 di linea axillaris anterior. Harus ada pertambahan bertahap pada amplitudo gelombang R antara sadapan V1 dan V4. V5. peralihan ini disebut sebagai peralihan awal. • • • • • • Sadapan V1 ditempatkan di ruang intercostal IV di kanan sternum. peralihan ini disebut sebagai peralihan akhir. infark otot jantung. Ini dikenal sebagai progresi gelombang R. kardiomiopati. V2. karena dapat disebabkan oleh sejumlah abnormalitas konduksi. V2. Progresi gelombang R yang kecil bukanlah penemuan yang spesifik. Sadapan V2 ditempatkan di ruang intercostal IV di kiri sternum. dan V6 disebut sebagai sadapan prekordial kiri. [sunting] Gelombang dan interval . Dengan EKG 3 sadapan. meski secara teoretis dapat ditempatkan di manapun pada tubuh. Terminal sentral Wilson digunakan untuk elektrode negatif. dan keadaan patologis lainnya. V5. Sadapan V1. Sadapan V3 ditempatkan di antara sadapan V2 dan V4.Sadapan prekordial V1. dan V6 ditempatkan secara langsung di dada. Kompleks QRS harus menunjukkan peralihan bertahap dari negatif ke positif antara sadapan V2 dan V4. Sadapan V6 ditempatkan secara mendatar dengan V4 dan V5 di linea midaxillaris.

• • Hubungan antara gelombang P dan kompleks QRS membantu membedakan sejumlah aritmia jantung. Bagaimana denyutannya? Teratur atau tidak? Adakah gelombang P? Adakah kompleks QRS? Adakah perbandingan 1:1 antara gelombang P dan kompleks QRS? Konstankah interval PR? [sunting] Gelombang P Selama depolarisasi atrium normal. Sebuah gelombang P harus tegak di sadapan II dan aVF dan terbalik di sadapan aVR untuk menandakan irama jantung sebagai Irama Sinus.Gambaran skematik EKG normal Sebuah EKG yang khas melacak detak jantung normal (atau siklus jantung) terdiri atas 1 gelombang P. dan menyebar dari atrium kanan ke atrium kiri. vektor listrik utama diarahkan dari nodus SA ke nodus AV. Sebuah gelombang U kecil normalnya terlihat pada 50-75% di EKG. dan aVF (karena aktivitas kelistrikan umum sedang menuju elektrode positif di sadapan-sadapan itu). Vektor ini berubah ke gelombang P di EKG. Khasnya. Voltase garis dasar elektrokardiogram dikenal sebagai garis isoelektrik. Bentuk dan durasi gelombang P dapat menandakan pembesaran atrium. . yang tegak pada sadapan II. dan membalik di sadapan aVR (karena vektor ini sedang berlalu dari elektrode positif untuk sadapan itu). 1 kompleks QRS dan 1 gelombang T. [sunting] Analisis irama Ada beberapa aturan dasar yang dapat diikuti untuk mengenali irama jantung pasien. garis isoelektrik diukur sebagai porsi pelacakan menyusul gelombang T dan mendahului gelombang P berikutnya. III.

Interval PR yang bervariasi dapat menandakan jenis lain blok jantung. ini berhubungan dengan 3-5 kotak kecil. namun setiap ketidaknormalan konduksi bisa lebih panjang.10 s (60-100 ms) yang ditunjukkan dengan 3 kotak kecil atau kurang. Tak setiap kompleks QRS memuat gelombang Q. yang biasanya panjangnya 120-200 ms. Lihat juga: Sistem konduksi listrik jantung Kompleks QRS adalah struktur EKG yang berhubungan dengan deplarisasi ventrikel. Di samping itu. setiap kombinasi gelombang-gelombang itu dapat disebut sebagai . kompleks QRS cenderung memandang "tegak" daripada membundar karena pertambahan kecepatan konduksi. gelombang R. dan menyebabkan perluasan kompleks QRS. Interval PR yang pendek dapat menandakan sindrom pra-eksitasi melalui jalur tambahan yang menimbulkan pengaktifan awal ventrikel. Kompleks QRS yang normal berdurasi 0. kompleks QRS lebih besar daripada gelombang P. Depresi segmen PR dapat menandakan lesi atrium atau perikarditis. seperti yang terlihat di Sindrom Wolff-Parkinson-White. karena sistem His/Purkinje mengkoordinasikan depolarisasi ventrikel. Morfologi gelombang P yang bervariasi pada sadapan EKG tunggal dapat menandakan irama pacemaker ektopik seperti pacemaker yang menyimpang maupun takikardi atrium multifokus [sunting] Kompleks QRS Sejumlah kompleks QRS beserta tatanamanya. • • • • • Interval PR lebih dari 200 ms dapat menandakan blok jantung tingkat pertama.[sunting] Interval PR Interval PR diukur dari awal gelombang P ke awal kompleks QRS. Pada pencatatan EKG.06-0. Menurut aturan. Karena ventrikel mengandung lebih banyak massa otot daripada atrium. dan gelombang S.

dan keadaan sakit lainnya. abnormalitas konduksi. gangguan elektrolit. sedangkan kompleks rS akan menunjukkan defleksi negatif. bergantung pada ukuran relatif setiap gelombang. berdurasi lebih besar daripada 0. Bila ada. aVL.04 s (40 ms). dan mungkin menggambarkan infark miokardium. Animasi gelombang EKG yang normal. V5 dan V6. dan morfologi kompleks QRS berguna untuk mendiagnosis aritmia jantung. infark otot jantung. sebuah kompleks Rs akan menunjukkan defleksi positif. Namun. ini dapat disebut sebagai gelombang Q septum dan dapat dinilai di sadapan lateral I. Atas alasan ini. Beberapa penulis menggunakan huruf kecil dan besar. [sunting] Segmen ST Artikel utama untuk bagian ini adalah: Infark otot jantung .kompleks QRS. Gelombang Q bisa normal (fisiologis) atau patologis. atau di sadapan prekordial kanan dianggap tidak normal. Gelombang Q lebih besar daripada 1/3 tinggi gelombang R. Jika kedua kompleks itu dinamai RS. • • • Durasi. takkan mungkin untuk menilai perbedaan ini tanpa melihat EKG yang sesungguhnya. penafsiran sesungguhnya pada EKG yang sulit memerlukan penamaan yang pasti pada sejumlah gelombang. amplitudo. gelombang Q yang normal menggambarkan depolarisasi septum interventriculare. Sebagai contoh. hipertrofi ventrikel.

sindrom Wellens. • • • • Gelombang T terbalik (atau negatif) bisa menjadi iskemia koroner. Namun. Tingkat ukuran ini bisa positif palsu sekitar 15-20% (yang sedikit lebih tinggi pada wanita daripada pria) dan negatif palsu sebesar 20-30%. Saat terjadi abnormalitas konduksi (mis. [sunting] Interval QT Artikel utama untuk bagian ini adalah: Interval QT Interval QT diukur dari awal kompleks QRS ke akhir gelombang T. Interval dari awal kompleks QRS ke puncak gelombang T disebut sebagai periode refraksi absolut. Durasi segmen ST yang khas biasanya sekitar 0. Elevasi segmen ST bisa menandakan infark otot jantung. karena biasanya sulit menentukan dengan pasti di mana segmen ST berakhir dan gelombang T berawal. atau gangguan SSP. gelombang T harus didefleksikan berlawanan dengan defleksi terminal kompleks QRS.08 s (80 ms). Namun. sedikit landai.08-0. Segmen ST yang datar. aVL. Interval QT yang normal biasanya sekitar 0. Pada sebagian besar sadapan.12 s (80-120 ms).[14] [sunting] Gelombang T Gelombang T menggambarkan repolarisasi (atau kembalinya) ventrikel. Segmen ini bermula di titik J (persimpangan antara kompleks QRS dan segmen ST) dan berakhir di awal gelombang T. tidak umum untuk mendapatkan gelombang T negatif terisolasi di sadapan III. • • • Segmen ST normal sedikit cekung ke atas. irama bolak-balik). atau aVF.40 s. Penemuan elektrokardiografi awal atas infark otot jantung akut terkadang gelombang T hiperakut. hubungan antara segmen ST dan gelombang T harus ditentukan bersama. negatif. Interval QT di samping yang terkoreksi penting dalam . yang pada dasarnya setara dengan tingkatan segmen PR dan TP. hipertrofi ventrikel kiri. atau bifase. Gelombang T yang datar dapat menandakan iskemia koroner atau hipokalemia. blok cabang berkas. Separuh terakhir gelombang T disebut sebagai periode refraksi relatif (atau peride vulnerabel).Segmen ST menghubungkan kompleks QRS dan gelombang T serta berdurasi 0. Elevasi lebih dari 1 mm dan lebih panjang dari 80 ms menyusul titik J. Sadapan V1 bisa memiliki gelombang T yang positif. Di samping itu.. atau menurun dapat menandakan iskemia koroner. Gelombang T yang tinggi atau "bertenda" bisa menandakan hiperkalemia. yang dikenal sebagai kejanggalan gelombang T yang tepat. yang dapat dibedakan dari hiperkalemia oleh dasar yang luas dan sedikit asimetri. gelombang T positif. gelombang T negatif normal di sadapan aVR.

dan menurut definisi. begitupun di sindrom QT panjang bawaan dan di keadaan pendarahan intrakranial. rumus ini cenderung tidak akurat. . Sebuah gelombang U yang terbalik dapat menggambarkan iskemia otot jantung atau kelebihan muatan volume di ventrikel kiri. Gelombang ini khasnya kecil. namun bisa ada di hiperkalsemia. Cara yang paling umum digunakan untuk mengoreksi interval QT untuk denyut pernah dirumuskan oleh Bazett dan diterbitkan pada tahun 1920. diukur dalam detik. dan antiaritmia Kelas 1A dan 3. mengikuti gelombang T. dan terjadi kelebihan koreksi di denyut jantung tinggi dan kurang dari koreksi di denyut jantung rendah.diagnosis sindrom QT panjang dan sindrom QT pendek. atau pemajanan terhadap digitalis. 2 sadapan yang melihat ke area anatomis yang sama di jantung dikatakan bersebelahan (lihat tabel berkode warna).[16] [sunting] Kumpulan sadapan klinis Diagram yang menunjukkan sadapan-sadapan yang berdampingan dengan warna yang sama Artikel utama untuk bagian ini adalah: Infark otot jantung Jumlah sadapan EKG ada 12. masing-masing merekam aktivitas kelistrikan jantung dari sudut yang berbeda. Interval QT beragam berdasarkan pada denyut jantung. dan RR adalah interval dari bermulanya satu kompleks QRS ke bermulanya kompleks QRS berikutnya. yang juga berkaitan dengan area-area anatomis yang berbeda dengan tujuan mengidentifikasi iskemia korner akut atau lesi. Namun. di mana QTc merupakan interval QT yang dikoreksi untuk denyut.[15] Rumus Bazett adalah . epinefrin. [sunting] Gelombang U Gelombang U tak selalu terlihat. Gelombang U yang menonjol sering terlihat di hipokalemia. tirotoksikosis. dan sejumlah faktor koreksi telah dikembangkan untuk mengoreksi interval QT untuk denyut jantung. Gelombang U diperkirakan menggambarkan repolarisasi otot papillaris atau serabut Purkinje.

Sadapan anterior. [sunting] Sumbu Diagram yang menunjukkan bagaimana polaritas kompleks QRS di sadapan I. meski -30o hingga +90o dianggap normal. sadapan ini melihat bagian dalam dinding endokardium dari sudut pandangnya di bahu kanan. • • • Deviasi sumbu kiri (-30o hingga -90o) dapat menandakan blok fasciculus anterior kiri atau gelombang Q dari infark otot jantung inferior. Deviasi sumbu kanan (+90o hingga +180o) dapat menandakan blok fasciculus posterior kiri. II. atau pola nada ventrikel kanan. yang berhubungan dengan kuadran inferior kiri sistem rujukan heksaksial.• • • • • • Sadapan inferior (sadapan II. Karena ada di dada pasien. aVL. sadapan I dan aVL terkadang disebut sebagai sadapan lateral atas. yang sering dikelmpkkan bersama dengan sadapan anterior. Sebagai gantinya. III dan aVF) memandang aktivitas listrik dari tempat yang menguntungkan di dinding inferior (atau diafragmatik) ventrikel kiri. V5 dan V6) melihat aktivitas kelistrikan dari titik yang menguntungkan di dinding lateral ventrikel kiri. Sumbu kelistrikan jantung merujuk ke arah umum muka gelombang depolarisasi jantung (atau rerata vektor listrik) di bidang frontal. dan III dapat digunakan untuk memperkirakan sumbu listrik jantung dalam bidang frontal. gelombang Q dari infark otot jantung lateral atas. meski V4 itu sadapan anterior dan V5 lateral. Sebagai contoh. . Biasanya berorientasi di arah bahu kanan ke kaki kiri. Dalam keadaan blok cabang berkas kanan. deviasi kanan atau kiri dapat menandakan blok bifasciculus. Sadapan aVR tak menampakkan pandangan khusus atas ventrikel kiri. elektode positif untuk sadapan V5 dan V6 disebut sebagai sadapan lateral bawah. V1 and V2 memandang aktivitas kelistrikan dari titik yang menguntungkan di dinding septum anatomi kiri. 2 sadapan itu bersebelahan karena berdekatan satu sama lain. Karena elektrode positif untuk sadapan I dan aVL terletak di bahu kiri. V3 dan V4 melihat aktivitas kelistrikan dari tempat yang menguntungkan di anterior ventrikel kiri. Di samping itu. setiap 2 sadapan prekordial yang berdampingan satu sama lain dianggap bersebelahan. Sadapan septum. Sadapan lateral (I.

ISBN 0-7216-5666-8. ^ "2005 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care . J Physiol (Lond) 8: 229–34. Fifth Edition. ^ Burdon Sanderson J (1878).B. "Experimental results relating to the rhythmical and excitatory motions of the ventricle of the frog heart".IV-110." Circulation 2005. 7. Philadelphia.[sunting] Lihat pula • • • • • • • • • • • • • ACLS Balistokardiograf Blok cabang berkas Siklus jantung Sistem konduksi kelistrikan jantung Teknisi elektrokardiogram Elektroensefalografi Elektrogastrogram Elektroretinografi Monitor denyut jantung Monitor Holter Defleksi intrinsikoid Infark otot jantung [sunting] Rujukan 1. Proc Roy Soc Lond 27: 410– 14... Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. ^ Einthoven W. ISBN 0-72165666-8. 112: IV-89 . (Editor). (Editor). Zinsmeister A. 2. Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 6:625 . ^ Braunwald E.B. ^ O'Keefe J. Knowlden [1] Oxford Dictionary of National Biography 2004 (Perlu langganan) 8. 6." Chest 2004. p. 153-176. Saunders Co. Fifth Edition. 1997. p. p. W. "Value of normal electrocardiographic findings in predicting resting left ventricular function in patients with chest pain and suspected coronary artery disease". Saunders Co. Am J Med 86 (6 Pt 1): 658-62. Fifth Edition. ^ Braunwald E. (Editor).Part 8: Stabilization of the Patient With Acute Coronary Syndromes. PMID 15078775 4. 108. W. ^ Braunwald E. "A demonstration on man of electromotive changes accompanying the heart's beat". 1997. 125(4): 1561-76. 119-123. 3. Philadelphia. Gibbons R (1989). ^ Waller AD (1887). Arch Neerl Sc Ex Nat 1901. 9. rev. 1997. ISBN 0-72165666-8. W. ^ Ronald M. 5.B. Patricia E. Un nouveau galvanometre. Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. ^ a b "The clinical value of the ECG in noncardiac conditions. Birse. Saunders Co. Philadelphia.. 10.

^ Sabatine MS (2000). "An analysis of the time-relations of electrocardiograms". New York: Churchill Livingstone. ^ Mark JB "Atlas of Cardiovascular Monitoring. 12. ECG Challenge from the ACC D2B Initiative Simulator EKG National Heart. [sunting] Pranala luar • • • • • • • • • • • • • Ann Arbor Electrogram Libraries Perlengkapan data EKG. ECGpedia: Course for interpretation of ECG The whole ECG . ^ Cooper J (1986). 1998. NIC. N Engl J Med 315 (7): 461-4. ^ Bazett HC (1920). NANDA. ISBN 0443088918.A really basic ECG primer 12-lead ECG library Alat simulasi untuk menunjukkan dan mempelajari hubungan aktivitas kelistrikan jantung dan EKG ECG information dari Children's Hospital Heart Center. ^ Conrath C." p. Lippincott Williams & Wilkins. DOMAIN NANDA. PENGKAJIAN KEPERAWATAN. 14. Atlas of cardiovascular monitoring.11. and Blood Institute. 15. PMID 15979057. New York: Churchill Livingstone.. pioneers. Jonathan B. PENGKAJIAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN 13 DOMAIN NANDA Juli 11. Origins. PMID 3526152. "The patient U wave". Diseases and Conditions Index Ikhtisar sejarah meluas atas elektrokardiografi Penafsiran elektrokardiogram pada bayi dan anak. Opthof T (2005). Lung. Pocket Medicine (Pocket Notebook). 16. 130. POLA FUNGSIONAL GORDON • • ↑ Grab this Headline Animator . 2009 Diarsipkan di bawah: nursing artikel — Ong Rosyadi @ 6:18 am Tags: askep. ^ Mark. (1998). ISBN 0-7817-1649-7. melihat perangkat lunak dan contoh bentuk gelombang. "Electrocardiography 100 years ago. and contributors". Cardiovasc Res 67 (2): 1846. Heart 7: 353–70. Seattle. 13. ISBN 0-443-08891-8. NOC.

Kalau kita lihat dan berdasarkan pengalaman menggunakan pengakajian keperawatan tersebut di atas seorang perawata akan lebih mudah untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang nantinya akan di identifikasi sebagai nursing diagnosis. 13 Domain NANDA ini memungkinkan dan bisa digunakan untuk melakukan pengkajian keperawatan.• • • • • • • • • Ada banyak referensi yang bisa digunakan dalam melakukan pengkajian keperawatan. Pada prisnsipnya diagnosis keperawatan adalah merupakan respon dari pasien sehingga pola atau bentuk pengelompokan data yang berupa pengelompokan respon dari pasien akan lebih mempermudah perawat untuk mengidentifikasi masalah pasien. Seperti apa 13 Domain NANDA tersebut berikut ringkasan dan sedikit penjelasannya. Namun demikian bila kita lihat dari struktur dan pola yang dikembangkan untuk mengelompokkan respon dan sebagai dasar toksonomi untuk nursing diagnosis. pengkajian persystem menggunakan pendekatan mencari data dari kelainan pada organ sehingga bila perawat menggunakan pendekatan persistem akan kesulitan menemukan respon yang muncul dari pasien dan ingat diagnosis pasien adalah respon pasien dari gangguan pada organ tubuhny. Health Awareness(Kesadaran Kesehatan) : Pengenalan akan fungsi normal dan kesehatan . Kalau kita kaji lebih dalam dalam. ini berbeda dengan diagnosis dokter yang mengacu kepada kelainan organ pasien itu sendiri. Kita tentunya mengenal tool yang populer di keperawaatan misalnya 11 Pola Fungsional dari Gordon atau 13 Divisi dari Doengoes Morhouse. Dalam website NANDA tidak secara khusus menyebutkan bahwa 13 Domain NANDA dapat digunakan untuk melakukan pengkajian keperawatan. HEALTH PROMOTION (PENINGKATAN KESEHATAN) Kesadaran akan kesehatan atau normalitas fungsi dan strategi-strategi yang diterapkan untuk mempertahankan control dan meningkatkan kesehatan atau normalitas fungsi tersebut. Hal ini berbeda bila kita menggunakan pengkajian dengan menggunakan pendekatan system.

cara pandang. rasa. dan produksi tenaga Ingestion(Proses masuknya makanan) : Memasukkan makanan atau kandungan gizi ke dalam tubuh Digestion( Pencernaan) : Kegiatan fisik dan kimiawi yang mengubah kandungan makanan ke dalam zat-zat yang sesuai untuk penyerapan dan asimilasi Absorption(Penyerapan) : tahapan penyerapan kandungan gizi melalui jaringanjaringan tubuh Metabolism (metabolisme) : Proses kimiawi dan fisik yang terjadi di dalam organisme dan sel-sel hidup bagi pengembangan dan kegunaan protoplasma. mengontrol. bau. dan komunikasi Attention( Perhatian) : Kesiapan mental untuk memperhatikan atau mengamati Orientation (Tujuan) : Kesadaran akan waktu. sensasi. memperlihatkan dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan untuk mempertahankan kesehatan NUTRITION (NUTRISI) Kegiatan memperoleh. tempat dan orang Sensation/Perception (Sensasi/Cara Pandang) : Menerima informasi melalui sentuhan. dan menggunakan kandungan gizi untuk tujuan mempertahankan jaringan. mengasimilasi. ketenagaan atau tidak beraktifitas Activity / Exercise (Aktifitas/berolahraga) : Menggerakkan bagian-bagian tubuh (mobilitas). istirahat. dan kinestesi (gerakan otot) dan pemahaman akan data rasa hasil dari penamaan. ACTIVITY/REST (AKTIFITAS /ISTIRAHAT) Produksi. termasuk perhatian. penglihatan. produksi kotoran dan tenaga dengan pelepasan tenaga untuk seluruh proses vital Hydration (Minum) : Perolehan dan penyerapan cairan dan larutan-larutan ELIMINATION (PEMBUANGAN) Keluarnya produk-produk kotoran dari tubuh Urinary system (Sistem Urinaria) : proses keluarnya urine Gastrointestinal system( Sistem gastrointestinal) : Pengeluaran dan pengenyahan produk-produk kotoran dari isi perut Integumentary system( Sistem Integumen) : Proses keluarnya melalui kulit Pulmonary system( Sistem Paru-paru) : Pembersihan produk-produk metabolis secara ikutan. pengeluaran dan benda-benda asing dari paru-paru atau dua saluran bronkus.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Health Management(Manajemen Kesehatan) : Mengidentifikasi. konservasi. perbaikan jaringan. pendengaran. pengeluaran atau keseimbangan sumber-sumber tenaga Sleep / Rest (Tidur/istirahat) : tidur. kesadaran. melakukan pekerjaan atau sering melakukan kegiatan-kegiatan (tetapi tidak selalu) untuk meningkatkan daya tahan tubuh (resisitensi) Energy Balance (Keseimbangan Energi) : Kondisi dinamis keharmonisan antara proses masuk dan keluarnya sumber-sumber tenaga Cardiovascular-pulmonary Responses (respon jantung-paru-paru) : Mekanisme jantung-paru-paru yang mendukung aktifitas/istirahat PERCEPTION/COGNITION (CARA PANDANG/KESADARAN) Sistem pemrosesan informasi manusia. orientasi (tujuan). mengasosiasikan dan atau pengenalan pola .

Hubungan-hubungan tersebut ditunjukkan oleh sarana tersebut. Communication (Komunikasi) : Mengirim dan menerima informasi verbal (memakai kata-kata) dan non verbal (memakai gerakan anggota badan yang mengandung arti) SELF-PERCEPTION (PERSEPSI DIRI) Kesadaran Akan diri sendiri Self-Concept (Konsep Diri) : persepsi tentang diri sendiri secara menyeluruh Self-Esteem (Penghargaan diri) : Penilaian akan pekerjaan sendiri. adapt istiadat. pengetahuan. abstraksi. adapt istiadat. fungsi seksual dan reproduksi Sexual Identity (Identitas Seksual) : Kondisi menjadi seseorang yang khusus dalam hal seksualitas dan atau gender Sexual Function (Fungsi Seksual) : Kapasitas atau kemampuan untuk berpartisipasi didalam aktifitas seksual Reproduction (Reproduksi) : Segala proses yang melahirkan individu-individu baru COPING/STRESS TOLERANCE Berkaitan dengan kejadian-kejadian atau proses-proses kehidupan Post-Trauma Responses (Respon paska trauma) Reaksi-reaksi yang terjadi setelah trauma fisik atau psikologis Coping Responses (Respon-respon penanggulangan) : Proses mengendalikan tekanan lingkungan Neuro-behavioral Responses (Respon-respon perilaku syaraf) Respon perilaku yang mencerminkan fungsi saraf dan otak LIFE PRINCIPLES (PRINSIP-PRINSIP HIDUP) Prinsip-prinsip yang mendasari perilaku. belajar. kalkulasi dan bahasa. atau lembaga yang dipandang benar atau memiliki pekerjaan intrinsik Values: (Nilai-nilai) : Identifikasi dan pemeringkatan tentang bagaimana akhirnya bertindak yang disukai Beliefs: (Kepercayaan) : Pendapat. harapan atau penilaian atas tindakan. kapasitas intelektual. kepentingan. Caregiving Roles (Peran-peran yang memberi perhatian) : Pola perilaku yang diharapkan secara social oleh individu-individu yang menyediakan perawatan dan bukan para professional perawatan kesehatan Family Relationships (Hubungan keluarga) : Asosiasi orang-orang yang secara biologis saling berkaitan Role Performance (Kinerja Peran) : Kualitas memfungsikan didalam pola-pola perilaku yang diharapkan secara sosial SEXUALITY /SEKSUALITAS Identitas seksual. penyelesaian masalah. atau lembaga yang dianggap benar atau memiliki pekerjaan instrinsik . pikiran dan perilaku tentang langkahlangkah. penilaian. kapabilitas. berfikir. dan keberhasilan Body Image (Citra Tubuh) : Citra mental akan tubuh diri sendiri ROLE RELATIONSHIPS (HUBUNGAN PERAN) Hubungan atau asosiasi positif dan negative antar individu atau kelompokkelompok individu dan sarananya.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Cognition (Kesadaran) : Kegunaan memori.

I. Ini memberikan informasi tentang tiga parameter volume darah. Tekanan vena central dibedakan dari tekanan vena perifer. luka fisik atau kerusakan system kekebalan. keefektifan jantung sebagai pompa. kurang tercapai.• • • • • • • • • • • • • • • • • Value/Belief/Action Congruence: (Nilai. Perkuliahan ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PEMASANGAN CVP I. atau ketentraman Physical Comfort : merasakan tentram dan nyaman Social Comfort : merasakan tentram dan nyaman dari situasi social seseorang GROWTH/DEVELOPMENT Bertambahnya usia yang sesuai dengan demensi fisik. yang dapat merefleksikan hanya tekanan lokal. Kepercayaan. LOKASI PEMANTAUAN • Vena Jugularis interna kanan atau kiri (lebih umum pada kanan) • Vena subklavia kanan atau kiri. tetapi duktus toraks rendah pada kanan . system organ dan atau tonggak perkembangan yang dicapai Growth: kenaikan demensi fisik atau kedewasaan system organ Development: apa yang dicapai. COMFORT Rasa kesehatan mental. atau social. kesesuaian tindakan) : korespondensi atau keseimbangan yang dicapai antara nilai-nilai. penjagaan akan kehilangan dan perlindungan keselamatan dan keamanan Infection: (Infeksi) : Respon-respon setempat setelah invasi patogenik Physical Injury: (luka Fisik) : Luka tubuh yang membahayakan Violence: ( kekerasan ) penggunaan kekuatan atau tenaga yang berlebihan sehingga menimbulkan luka atau siksaan Environmental Hazards: (tanda bahaya lingkungan ) sumber-sumber bahaya yang ada dilinkungan sekitar kita Defensive Processes: ( proses mempertahankan diri ) proses seseorang mempertahankan diri dari luar Thermoregulation: proses fisiologis untuk mengatur panas dan energi di dalam tubuh untuk tujuan melindingi organisms. PENGERTIAN Tekanan vena central (central venous pressure) adalah tekanan darah di AKa atau vena kava. atau kehilangan tonggak perkembanga ASKEP PEMASANGAN CVP Label: Askep medikal bedah. fisik. kepercayaan dan tindakan SAFETY/PROTECTION (KESELAMATAN/PERLINDUNGAN) Aman dari mara bahaya. dan tonus vaskular.

• Bekuan darah karena tertekuknya kateter. • Sebagai jalan masuk vena bila semua tempat IV lainnya telah lemah. adanya disritmia. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. perfusi • Tekanan CVP • Intake dan out put • ECG Monitor IV. • Keluhan nyeri. di atrium kanan atau tepat di atas vena kava superior II. • Dispnea. • Adanya gumpalan darah / gelembung udara pada cateter • Kesesuaian posisi jalur infus set • Tanda-tanda vital. III.• Vena brakialis. • Disritmia jantung III. PENGKAJIAN Yang perlu dikaji pada pasien yang terpasang CVP adalah tanda-tanda komplikasi yang ditimbulkan oleh pemasangan alat. INDIKASI DAN PENGGUNAAN • Pengukuran tekanan vena sentral (CVP). yang mungkin tertekuk dan berkembang menjadi phlebitis • Lumen proksimal kateter arteri pulmonalis. • Pucat • Berkeringat. Gangguan aktivitas berhubungan dengan pemasangan kateter vena central Kriteria pengkajian focus : • Kelemahan. napas sesak. • Perdarahan : ekimosis atau perdarahan besar bila jarum terlepas. • Pengukuran oksigenasi vena sentral. • Pemberian obat vasoaktif per drip (tetesan) dan obat inotropik. suara napas • Tanda kemerahan / pus pada lokasi pemasangan. kelelahan. . rasa tidak nyaman. • Microshock. • Frekuensi napas. • Pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium. • Perubahan tanda vital. KOMPLIKASI Adapun komplikasi dari pemasangan kanulasi CVP antara lain : • Nyeri dan inflamasi pada lokasi penusukan. • Keluhan verbal adanya kelelahan atau kelemahan. sepsis).emboli udara. • Tromboplebitis (emboli thrombus. • Nutrisi parenteral dan pemberian cairan hipertonik atau cairan yang mengiritasi yang perlu pengenceran segera dalam sistem sirkulasi.

EGC. Jakarta Hudak & Gallo. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN Pasien akan mencapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur. Edisi 3. memperbaiki sirkulasi dan mengurangi rasa tidak nyaman. Jakarta. Keperawatan Kritis Edisi VI Volume I. EGC. • Kaji presipitator/penyebab kelemahan contoh nyeri. • Anjurkan latihan ROM aktif atau bila pasien tidak dapat memenuhinya lakukan ROM pasif setiap 6 jam. . dispnea. Jakarta. 2000. Alat ini dipasang untuk membantu proses pernafasan pada pasien yang tidak mampu bernafas sendiri atau yang mengalami sumbatan jalan nafas di bagian atas. dibuktikan oleh menurunnya kelemahan dan kelelahan dan tanda vital DBN selama aktivitas. • Catat respons kardiopulmonal terhadap aktivitas. Carpenito. Jakarta. dapat menyebabkan peningkatan segera pada frekuensi jantung dan kebutuhan oksigen. Rasionalisasi : Hipotensi ortostatik dapat terjadi dengan aktivitas. 1997. Doenges M. DAFTER PUSTAKA Anna Owen. ETT (Endo/OroTracheal Tube) adalah saluran yang dipasang melalui celah mulut yang masuk hingga saluran nafas bagian atas –trachea-. Pemantauan Perawatan Kritis. Rasionalisasi : Nyeri dan program penuh stres jugas memerlukan energi dan menyebabkan kelemahan. pucat. VI. Diagnosa Keperawatan . 1997. • Jelaskan bahwa gangguan aktivitas adalah kondisi sementara yang diharuskan hanya selama waktu pemantauan sementara. Lynda Juall. 1993.V. berkeringat. Rencana Asuhan Keperwatan. INTERVENSI • Periksa tanda vital sebelum dan segera setelah aktivitas. • Berikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai indikasi.E. disritmia. catat takikardi. at all. EGC. juga peningkatan kelelahan dan kelemahan. Rasionalisasi : Penjelasan dapat mengurangi anxietas karena rasa takut terhadap pemasangan CVP.EGC. • Rasionalisasi : Pemenuhan kebutuhan perawatan diri pasien tanpa mempengaruhi pemasangan CVP. Rasionalisasi : ROM dapat meningkatkan kekuatan otot. Rasionalisasi : penurunan/ketidakmampuan miokardium untuk meningkatkan volume sekuncup selama aktivitas.

JANTUNG Jantung adalah salah satu organ vital tubuh yang berfungsi untuk memompa darah bersih ke seluruh tubuh dan darah kotor ke paru-paru. Aritmia adalah gangguan pembentukan dan/atau penghantaran impuls. Gejala – gejala aritmia adalah : • • • • Apa Pusing Sesak napas atau nyeri dada Kelelahan Pasien mengalami kebingungan yang menyebabkan aritmia? • Peradangan jantung.Biasanya akan dihubungkan dengan oksigen yang dipompakan baik secara manual atau dengan alat ventilator. . a. infark miokard. peradangan miokard (miokarditis karena infeksi). misalnya iskemia miokard. misalnya demam reumatik. Jika terjadi gangguan pada jantung maka fungsi pemompaan darah akan terganggu bahkan bisa berakibat pada kematian. Aritmia Aritmia didefinisikan sebagai kelainan elektrofisiologi jantung dan terutama kelainan system konduksi jantung. • Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner).

Flecainamid. Obat yang memperpanjang Pot. • Gangguan irama jantung akibat gagal jantung. • Klas II: Gol Penyekat Beta  Propanolol. Bisoprolol • Klas III: Gol. Penanganan aritmia : Pada prinsipnya tujuan terapi aritmia adalah (1) mengembalikan irama jantung yang normal (rhythm control). Sotalol. Mexiletin.Disopyramid Ib : Lidocain. Procainamid. • Gangguan irama jantung karena karmiopati atau tumor jantung. Obat yang dapat dipakai diklasifikasikan oleh Vaughan Williams adalah : • Klas 1: Golongan Penyekat Na – – – Ia : Quinidin. • Gangguan metabolic (asidosis. • Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia. • Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung. • Gangguan endokrin (hipertiroidisme. dan obat-obat anti aritmia lainnya.Diltiazem .• Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis. Bretilium • Klas IV:Gol. Phenitoin Ic : Propafenon. • Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat. hipokalemia).Ca – Antagonis Verapamil. Aksi dan Repolarisasi ( Paling Aman) Amiodaron. (2) menurunkan frekuensi denyut jantung (rate control). alkalosis). hipotiroidisme). quinidin. • Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system konduksi jantung). dan (3) mencegah terbentuknya bekuan darah.

kontak segera layanan gawat darurat (Activate EMS System) 2. sebaliknya semakin lambat maka tingkat . Jika terjadi henti jantung maka lakukan hal-hal dibawah ini segera : 1. yaitu : 1. RJP segera (Early CPR) 3. Jadi semua mata rantai harus kuat dan saling terkait erat satu sama lain. Beritahukan kondisi pasien ke EMS Early CPR CPR/RJP (Resusitasi Jantung Paru) efektif jika segera dilaksanakan saat penderita mengalami henti napas dan henti jantung.The Chain Of Survival Rantai kelangsungan hidup adalah aplikasi dari sistem emergency medical service (EMS) yang terdiri dari 4 mata rantai. Defibrilasi segera (Early Defibrilation) 4. Perawatan lanjutan (Early Advance Care) Penelitian secara klinis dan epidemiologis membuktikan bahwa keberhasilan pertolongan sangat tergantung pada proses pelayanan gawat darurat pada fase pra rumah sakit (sebelum rumah sakit) dan fase rumah sakit. Semakin cepat melakukan RJP maka semakin besar tingkat keberhasilan pertolongan. Rantai tersebut merupakan kesatuan yang erat dan utuh. Identifikasi segera kondisi penderita. jika salah satu mata rantai hilang atau lemah maka kemungkinan keberhasilan pertolongan menjadi berkurang. Akses segera (Early Acces) 2. Early ACCES pengenalan tanda-tanda kegawatdaruratan secara dini seperti keluhan nyeri dada atau kesulitan bernapas yang menyebabkan penderita mencari pertolongan atau penolong menghubungi layanan gawat darurat adalah kunci penting dari rantai ini.

3. karena otak hanya dapat bertahan 4-8 menit tanpa suplai oksigen. Early DEFIBRILATION Defibrilasi sangat penting untuk memperbaiki angka kelangsungan hidup.keberhasilan pertolongan semakin kecil. dan menstabilkan penderita setelah resusitasi. Waktu antara penderita mengalami gangguan irama jantung dengan defibrilasi merupakan saat yang kritis. Early ADVANCE CARE Pertolongan lebih lanjut oleh paramedis dan medis baik di tempat kejadian dan rumah sakit sangat penting untuk meneruskan pertolongan sebelumnya. 0 komentar Link ke posting ini Label: Pro Em Chain Of Survival. Memberikan defibrilasi jika terjadi VF. mencegah fibrilasi berulang. Emergency System 19/11/08 ULTIMATE CORONER CARE UNIT : Masyarakat Sebagai Unit Coroner Utama . Advance care mempunyai tiga tujuan : 1. obat untuk aritmia dan stabilisasi penderita. Secara fisiologis keterlambatan lebih dari 6 menit akan mengakibatkan kematian batang otak. Terapi pada penderita yang tidak berhasil dengan defibrilasi. 2. Angka keberhasilan akan menurun sebanyak 7-10% dalam setiap menit keterlambatan penggunaan dfibrilator. obat-obat intravena. Mencegah terjadinya henti jantung dengan memaksimalkan manajemen lanjut jalan napas dan pemberian obat-obatan. Pertolongan lanjut melibatkan peralatan emergency kit.

Pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat merupakan aspek penting sebagai salah satu usaha untuk menurunkan angka kematian sebagai akibat dari penyakit jantung koroner (PJK). stress yang merupakan pola hidup tidak sehat. Pelatihan juga dapat diberikan sebagai program disekolah. Program pelatihan RJP (Resusitasi Jantung Paru) atau CPR (Cardio Pulmonary Resucitation) merupakan program yang dapat diajarkan kepada masyarakat. sehingga mampu bertindak cepat dalam menolong penderita. Stroke dan berbagai penyakit pengerasan pembuluh darah lainnya terkait dengan pola nutrisi. Pelatihan RJP akan melibatkan beberpa kelompok yaitu : 1. Pelatihan RJP pada penolong awam mungkin dapat menyelamatkan orang yang mengalami henti jantung. mencegah faktor resiko PJK. Sebagian besar angka kejadian mati mendadak terjadi diluar rumah sakit maka masyarakat harus mampu berperan sebagai unit koroner utama. Sebaiknya meeka dilatih untuk mampu menolong orang dewasa maupun anak dan penggunanaan Automatic External Defibrilation (AED) 2. Satpam dan lain-lain. 1 komentar Link ke posting ini Label: Pro Em BCLS. Masyarakat diharapkan mampu mengenali kasus-kasus kegawatdaruratan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). tempat kerja dan orangorang yang memiliki resiko tinggi terkena serangan jantung. Penolong Utama (Emergency First Responder) seperti polisi. pemadam kebakaran. Satpol PP. Program pelatihan di masyarakat sebaiknya mencakup pencegahan primer. merokok. Sangat jelas bahwa PJK. dan mengetahui atau mengenali tanda-tanda orang yang terkena serangan jantung. Emergency System. PERKI .

Manajemen IMA sekarang ini sangat berbeda dengan 2 dekade yang lalu. penyakit jantung dan pembuluh darah menempati urutan tertinggi sebagai penyebab kematian di Indonesia (26. Kematian mendadak merupakan komplikasi yang paling banyak pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). . intervensi koroner perkutan tersebut tentu saja diberikan dalam beberapa jam pertama setelah onset timbulnya nyeri dada agar tercapai hasil yang optimal. Berdasarkan survey kesehatan rumah tangga (SKRT) Departemen Kesehatan RI tahun 2001. Obat fibrinolotik. Setiap tahun di USA diperkirakan 250 ribu orang mati disebabkan oleh PJK. Diperkirakan 2 juta penduduk USA didiagnosa Acute Corronary Syndrome (ACS).4%) angka ini meningkat tajam dari tahun 1992 (9. Irama yang paling sering terdokumentasi pada mati mendadak yang terlihat oleh saksi mata (witnessed sudden cardiac arrest) adalah Ventrikel Vibrilasi (VF) dan therapi yang paling efektif untuk VF adalah dengan menggunakan Defibrilator baik manual maupun otomatis (Automatic External Defibrilation-AED).9%) dan tahun 1995 (19%). Adanya obat fibrinolitik (penghancur Bekuan) dan intervensi koroner perkutan (Percutaneus Coronary Intervention) akan membuka sumbatan pembuluh darah koroner (sebagai penyebab Ishemik Miocard) menyelamatkan hidup dan memperbaiki kualitas hidup penderita.CARDIAC EMERGENCY : Angka Kegawatan Jantung Penyakit jantung dan pembuluh darah saat ini masih menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian baik di Indonesia maupun dinegara-negara maju. Di Amerika Serikat penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab utama kematian baik pada pria maupun wanita. lebih dari 1/2 juta lainnya akan berkembang menjadi Infark Imocard Acute (IMA).

fraktur pelvis. jantung. obstruksi jalan napas. Kematian pada puncak kedua ini biasanya karena perdarahan sub dural dan epidural.Defibrilasi sekalipun demikian juga merupakan tindakan yang memiliki keterbatasan. batang otak. Kursus Advance Trauma Life Support (ATLS) / Basic Trauma Life Support (BTLS ) terutama memfokuskan pada puncak kedua ini. tenggelam. laserasi hati. tersengat listrik. Kemungkinan keberhasilan defibrilator akan menurun sebanyak 7-10% setiap menit keterlambatan pemberiannya. PERKI 18/11/08 Trimodal Death Distribution Kematian karena trauma terjadi pada salah satu waktu dari tiga periode waktu. dan pembuluh dara besar lainnya. spinal cord level yang tinggi. penanggulangan pada jam pertama setelah kejadian mencerminkan kebutuhan perlunya . dan atau cedera multiple lainnya dengan perdarahan yang berat. Pada waktu yang dini ini kematian umumnya karena laserasi otak. Hanya prevensi yang dapat mengurangi angka kematian kelompok ini. aorta. dan VF cenderung menjadi asistole dalam beberapa menit jika tidak diberikan therapi. Kebutuhan akan intervensi kardiovaskuler saat ini tidak terbatas pada penderita dewasa saja. hemopneumothoraks. Hanya sedikit dari kelompok penderita ini dapat diselamatkan karena beratnya cedera. ruptur limpa. Emergency System. Kematian puncak kedua terjadi beberapa menit sampai beberapa jam setelah kejadian trauma. Banyak penderita trauma. keracunan dapat terselamtkan dengan akses yang cepat dan kontak cepat ke layanan gawat darurat (Emergency Medical System) dan AED. Keberhasilan penanggulangan kelompok ini hanya dapat berhasil didaerah urban (perkotaan) tertentu dimana terdapat sarana pelayanan pra rumah sakit (ambulans gawat darurat) yang cepat dan baik. Puncak pertama dari kematian karena trauma terjadi beberapa detik atau menit setelah kejadian. 0 komentar Link ke posting ini Label: Pro Em BCLS.

BTLS For Nurse. Kematian puncak ketiga. pengeluaran medis. biaya administrasi asuransi. Biaya ini meliputi hilangnya pemasukan. berdampak pada periode ini. Kualitas penanggulangan pada setiap periode. Padahal kematian tragis akibat trauma sebagian besar terjadi pada usia muda yang masih produktif. Salah satu penyebab kematian yang paling besar adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan sabuk pengaman dan helmet. Biaya dan Upaya Di Amerika Serikat. Emergency Care. kebanyakan terjadi karena sepsis dan gagal sistem organ multiple. jadi orang yang pertama dan setiap individu yang terlibat dalam penanggulangan kasus gawat darurat/trauma akan mempunyai dampak langsung pada hasil akhir jangka panjang. Dari dana sebesar itu hanya sedikit saja yang disisihkan untuk melakukan riset hal-hal yang berkaitan dengan trauma. Sumber : ATLS 2004 0 komentar Link ke posting ini Label: Pro Em ATLS. Emergency System TRAUMA : Angka. terjadi setelah beberapa hari bahkan beberapa minggu setelah kejadian. jumlah dollar yang dikeluarkan setiap tahun yang berkaitan dengan trauma melampaui $ 400 milyar dollar.penilaian dan resusitasi yang cepat yang merupakan prinsip dasar dari ATLS dan BTLS. . kerugian material. dan biaya tidak langsung yang berkaitan dengan cedera karena pekerjaan. kerugian yang dikeluarkan majikan/perusahaan.

Selain itu perlu adanya suatu sistem yang terintegrasi antara fase pra rumah sakit-rumah sakit-paska rumah sakit.7 dibanding 16. dan luka bakar merupakan penyebab kematian tersering berikutnya. Mekanisme penyebab fatalitas berbeda dari negara ke negara. 54% daripadanya adalah anak-anak berumur antara 514 tahun. penyakit jantung dan kanker.2 juta kematian dan 312 juta penderita diseluruh dunia yang memerlukan perhatian. Kematian karena luka tembak merupakan masalah di US. Untuk setiap kematian ada 19 penderita dirawat. 2. Kecacatan Akibat cedera/trauma di Amerika Serikat dan Portugal mencapai 3 : 1 dibanding dengan kematian.8 juta dan pada tahun 2020 cedera/trauma akan merupakan penyebab kematian tertinggi kedua atau ketiga untuk semua kelompok umur. dan Perancis. . Tetapi hanya sedikit perhatian masalah penanggulangan cedera/trauma. kematian mencapai 3.2 untuk setiap 100. Banyak usaha yang telah dilakukanuntuk menghapus penyakit menular. Ini merupakan 40% dari semua kunjungan ke UGD. Data tersebut diatas menunjukan bahwa penanggulangan cedera akibat trauma mengkonsumsi secara signifikan sarana kesehatan dari setiap negara. Ada Host-nya (penderita) dan ada Vektor-nya (kendaraan. Pada tahun 2000. Di Amerika Serikat tiap tahun terdapat 60 juta cedera/trauma yang menyebabkan adanya 36. cedera akibat trauma menyebabkan 3. Oleh karena itu perlu adanya riset dan prevensi untuk masalah trauma dan perlu adanya penyedian sarana-prasarana yang memadai yang meliputi Ambulans Gawat Darurat dan Rumah Sakit Rujukan. didapat bahwa 70% kematian dan cedera disebabkan oleh kecelakaan lalulintas. KLL merupakan penyebab kematian dan cedera nomor 2 dan hanya di finlandia yang merupakan nomor 3. Norwegia.Pada tahun 1990. 233 kunjungan ke UGD dan 450 kunjungan ke dokter yang berkaitan dengan trauma. Salah satu upaya yang paling murah dilakukan adalah memberikan training penanggulangan penderita trauma kepada masyarakat sebagai penolong pertama (first aider) dan profesional kesehatan yang meliputi Dokter dan perawat. Di 39 negara yang mempunyai data lengkap.5 kali lebih tinggi dibanding dengan kepulauan Bahamas dan kerajaan inggris. Diantara 10 negara tersebut. tenggelam. Jatuh dari ketinggian. Diselandia baru KLL merupakan penyebab kematian tertinggi. dan akan menjadi masalah kesehatan setelah penyakit menular dapat dihapus. Di Amerika Serikat kematian karena luka tembak mendekati KLL untuk kelompok umur 1524 tahun yaitu 13. Keadaan ini merupakan penyebab kematian pada setiap manusia umur 1-44 tahun dinegara maju dan berkembang. Padahal sebagian besar yang mengalami trauma adalah generasi muda yang masih produktif. penyebab utama di Amerika adalah kebebasan kepemilikan senjata api.8 juta kunjungan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Cedera/trauma merupakan suatu penyakit. mesin dll). senjata api.000 penduduk.

12.0 komentar Link ke posting ini Label: Pro Em Emergency Care.13. Hal ini menyangkut keberanian dan pengetahuan dalam memberikan pertolongan. Padahal pertolongan pertama dilokasi kejadian (pre hosital phase) sangat menentukan keberhasilan pertolongan selanjutnya. Orang yang berani menolong belum tentu membawa . Emergency System. Hal ini karena populasi sepeda motor mencapai titik klimaks akhir-akhir ini.14. Tetapi pada kenyataannya hanya sebagian kecil aja yang bearbenar jadi menolong. Saat menemukan korban kecelakaan. Hampir diseluruh jalanan ibu kota setiap hari di padati oleh pengendara sepeda motor. Gawat Darurat 14/11/08 Ambulance Service 24 Hours Call : 021-70249324 08. setiap orang tentu dalam hati kecilnya ada niat untuk memberikan pertolongan.5000 0 komentar Link ke posting ini 12/11/08 APA YANG AKAN KITA LAKUKAN ??? Kecelakaan (accident) bisa terjadi disekitar kita setiap saat. Catatan kecelakaan menunjukan bahwa penyebab kematian tertinggi adalah kecelakaan lalulintas terutama pengendara sepeda motor.

Breathing. 4. Contohnya.co.id 2 komentar Link ke posting ini EMERGENCY 11/11/08 PELATIHAN / TRAINING Pro Emergency menyelenggarakan pelatihan . 3.manfaat kepada korban. apabila seorang pengendara sepeda motor mengalami patah tulang leher.14.pelatihan sebagai berikut : 1.id .13. 70249324 Mobile : 08. Selain itu idealnya ada fasilitas ambulans gawat darurat yang akan datang ke TKP sesaat setelah kejadian untuk evakuasi korban dan melanjutkan pertolongan first aider. 5.co. keluarganya dan orang-orang disekitarnya.Advance (FAT-Advance) Cardio Pulmonary Resucitation (CPR Training) HSE Info dan pendaftaran : PRO EMERGENCY Tlp / Fax : 021-87903956. Circulation) dan ekstrikasi/stabilisasi. Sehingga korban mendaatkan pertolongan secara optimal dan prosedural. Hal ini akan menyatukan (integrated) fase pertolongan korban yaitu fase pra rumah sakit dan fase rumah sakit.5000 Email : proemergency@yahoo. 2. kemudian diangkat buru-buru / dipindahkan dari lokasi kejadian tergesa-gesa. melakukan penanganan ABC (Airway.12.Basic (FAT-Basic) First Aid Training .14.13. Penolong harus mampu call for help.12.5000 proemergency@yahoo. 6. Basic Trauma Life Support For Nurse (BTLS For Nurse) Basic Cardiac Life Support (BCLS) Bekerjasama dengan PP PERKI First Aid Training . bukan tidak mungkin korban yang tadinya masih bisa bicara langsung diam dan mengalami henti napas dan henti jantung karena menglami gangguan pada persyarafannya (ini yang dinamakan cedera sekunder). PRO 021-87903956 021-70249324 08. Oleh karena itu idealnya semua orang harus mampu memberikan pertolongan pertama bagi dirinya. bahkan ada sebagian yang justru membahayakan korban.

GUNUNG JATI (RSGJ) merupakan rumah sakit rujukan wilayah III Jawa Barat yang meliputi Indramayu. Gunung Jati Cirebon RS. . Karena berada diwilayah PANTURA maka RSGJ harus selalu siap menghadapi berbagai kasus trauma terutama yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas. Sebagai rumah sakit rujukan RSGJ dituntut untuk untuk terus menerus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan moderenisasi peralatan medisnya. Jajat (0811193224) 0 komentar Link ke posting ini BTLS For Nurse RS. Kuningan dan Cirebon. seperti kita ketahui bersama PANTURA merupakan jalur transportasi darat antar kota antar propinsi tersibuk di Indonesia yang banyak memakan korban jiwa.Cp.

Klinik dan mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Triage And Disaster 14. Kemampuan petugas UGD (Dokter dan Perawat) dalam menangani kasus gawat darurat trauma akan sangat menentukan dalam keberhasilan pertolongan. Medical Emergency Response System 3. Thermal Trauma (Burn) 12. Introduction & Course Review 2.Salah satu faktor keberhasilan penanganan penderita trauma adalah pengetahuan dan keterampilan petugas terutama Unit Gawat Darurat sebagai pintu gerbang pelayanan rumah sakit. Pelatihan BTLS For Nurse ditujukan untuk perawat Rumah sakit. Circulation & Shock 5. Lifting. Materi yang dipelajari dalam pelatihan ini meliputi : 1. initial Assessment And Management 7. Mechanism Of Injury 8. Peserta pelatihan juga langsung . Abdominal Trauma 11. Head Trauma 9. Group Exercise Sebagai wujud apresiasi terhadap tim pro emergency maka pelatihan ini di buka oleh direktur RSGJ dan ditutup oleh Kepala DPRD Cirebon. Bahkan ada peserta yang berasal dari Brebes dan tegal. extrication. Airway & breathing 4. Thoracic Trauma 10. Puskesmas. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan itulah pada bulan april 2008 RSGJ bekerja sama dengan PRO EMERGENCY menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma Life Support For Nurse (BTLS For Nurse). Namun peserta pelatihan tidak hanya berasal dari RSGJ saja tetapi berasal dari daerah binaan yaitu indramayu. Cardiopulmonary Resucitation (CPR) 6. Moving And Stabilization 13. kuningan dan cirebon.

SHOCK • • Manual (Monofasik).Used in the AF. An electric current is directly proportional to the energy. VT no pulse. inversely transtorakal prisoners. Be Channelized through two pedals (sternal / anterior & apex / posterior).DC shock is a direct current electric shocks.Generally DC & kardioverter defibrillator shock. • • Preparation tools & patients . ELECTRICAL DC. Automatic (Bifasik) ? capable of analyzing & give advice.Used in the VF / VT with no pulses.mendeklarasikan terbentuknya Brigade Siaga Bencana wilayah III Cirebon Defibrilasi and cardioversion Defibrilasi is DC shock asynchronous. Energy from 150 to 175 joules.controlled in the heart to overcome takiaritmia.

New valve operation. The position of the pedals is not appropriate. Drugs. Hipomagnesemia. Hypokalaemia. ECG monitor Jelly electrode.• • • • • • • Machine DC shock. AF or atrial flutter with complete AV-block Chronic AF for 5 years or more. Tools / resuscitation drugs. Contra indications • • • • • • • • Defibrilasi: no. INDICATIONS & Rate ENERGY . Fasting a few hours (except emergency) lest vomiting. Oxygen therapy. Barriers transtorakal. Failure defibrilasi / cardioversion • • • • • Hypoxia unheard resolved. Acid base balance disturbances. Equipment Suction / suction catheter. Cardioversion: Digitalis poisoning.

Awareness. Atrial Flutter: 25 J – 50 J. Name of doing DC shock. 200 J. Patients of digitalis. ECG after DC shock. ECG before the energy provided. 100 J. SVT: 75 to 100 J.• • • • • • • • VF: 100 J. The energy does not depend on weight. DOCUMENTATION • • • • • • Function vital before and after DC shock. except for children 2 J / kg. 300 J. Atrial fibrillation: 100 to 200 J. Torsade de Pointes 50 to 200 J. Complications that arise… 25 Januari 2008 Terapi Listrik (Defibrilasi) A. VT: 50 J. the energy of 10-50 J. 360 J. DEFIBRILASI .

VF 2. Indikasi 1. 5. Energi Untuk VF dan VT tanpa nadi. sehingga memungkinkan timbulnya kembali aktifitas listrik jantung yang terkoordinir. termasuk juga yang .200 joule. 6. Makin lambat defibrilasi dilakukan. Prosedur defibrilasi 1. 4. energi awal 360 joule dengan menggunakan monophasic deflbrilator. Isi (Charge) enerji. Defibrilator monophasic adalah tipe defibrilator yang pertama kali diperkenalkan. ada yang memberi tanda dengan menunjukkan angka joule yang diset. Tentukan enerji yang diperlukan dengan cara memutar atau menggeser tombol enerji 3. 4. Paddle diberi jeli secukupnya. Alat yang dipergunakan 1. Jeli Jeli digunakan untuk mengurangi tahanan dada dan membantu menghantarkan aliran listrik ke jantung. Irama yang didapat pada permulaan henti jantung umumnya adalah ventrikel fibrilasi (VF) 2. defibrilator biphasic adalah defibrilator yang digunakan pada defibrilator manual yang banyak dipasarkan saat ini. Enerji dialirkan melalui suatu elektrode yang disebut paddle. tunggu sampai enerji terisi penuh. ada pula yang memberi tanda dengan bunyi bahkan ada juga yang memberi tanda dengan nyala lampu. Ventrikel fibrilasi cenderung untuk berubah menjadi asistol dalam waktu beberapa menit. 2. untuk mengetahui enerji sudah penuh. beri aba-aba dengan suara keras dan jelas agar tidak ada lagi anggota tim yang masih ada kontak dengan pasien atau korban. jika menggunakan biphasic deflbrilator energi yang diperlukan berkisar antara 120 . jeli dioleskan pada kedua paddle. Defibrilator Defibrilator adalah alat yang dapat memberikan shock listrik dan dapat menyebabkan depolarisasi sementara dari jantung yang denyutnya tidak teratur. Jika enerji sudah penuh. Pengobatan yang paling efektif untuk ventrikel fibrilasi adalah defibrilasi. dapat diulang tiap 2 menit dengan energi yang sama. Defibrilator diklasifikasikan menurut 2 tipe bentuk gelombangnya yaitu monophasic dan biphasic. Nyalakan deflbrilator 2. Letakkan paddle dengan posisi paddle apex diletakkan pada apeks jantung dan paddle sternum diletakkan pada garis sternal kanan di bawah klavikula. banyak macamnya tergantung dari defibrilator yang dipakai. 3. VT polymorphyc yang tidak stabil Defibrilasi harus dilakukan sedini mungkin dengan alasan : 1. makin kurang kemungkinan keberhasilannya. VT tanpa nadi 3.Defibrilasi adalah pengobatan yang menggunakan aliran listrik dalam waktu yang singkat secara asinkron.

jika tidak berubah lakukan RJP untuk selanjutnya lakukan survey kedua. 2. Tidak bernafas 3. Ventrikel Takikardi 2. Obat-obat analgetik dan sedatif . Menangkap sinyal listrik jantung dan mengirimkan sinyal tersebut ke komputer. Nadi tidak teraba atau tanda . Menganalisa irama jantung seorang korban yang mengalami henti jantung. Supra Ventrikel Takikardi 3.tanda sirkulasi lain Elektroda adhesif ditempatkan pada dada korban dan disambungkan ke mesin AED. Atrial Fibrilasi Alat yang dipergunakan 1. Mengenal irama yang dapat dilakukan tindakan defibrilasi ( shock) 3.mengoperatorkan defibrilator. KARDIOVERSI Kardioversi adalah pengobatan yang menggunakan aliran listrik dalam waktu singkat secara sinkron. terutama alat bantu napas 4. Memberikan petunjuk pada operator ( dengan memperdengarkan suara atau dengan indikator cahaya) AED digunakan jika korban mengalami henti jantung : 1. 2. 8. paddle elektroda mempunyai 2 fungsi yaitu : 1. dan pastikan modus yang dipakai adalah asinkron. Pastikan paddle menempel dengan baik pada dada pasien (beban tekanan pada paddle kira-kira 10 kg). Indikasi 1. Memberikan shock melalui elektroda jika terdapat indikasi. Jeli 3. Atrial flutter 4. Kaji ulang di layar monitor defibrilator apakah irama berubah atau tetap sama scperti sebelum dilakukan defibrilasi. Automated External Defibrilator (AED) AED adalah sebuah defibrilator yang bekerja secara komputer yang dapat : 1. Kaji ulang layar monitor defibrillator. pastikan enerji sesuai dengan yang diset. B. sebagai contoh: "Enerji siap " "Saya siap " "Tim lain siap" 7. pastikan irama masih VF/VT tanda nadi. jika berubah cek nadi untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan RJP. Tidak berespon 2. Troli emergensi. berikan enerji tersebut dengan cara menekan kedua tombol discharge pada kedua paddle. Defibrilator yang mempunyai modus sinkron 2. jika semua benar.

. karena modul yang dipakai adalah modul sinkron dimana pada modul ini energi akan dikeluarkan (diberikan ) beberapa milidetik setelah defibrilator tersebut menangkap gelombang QRS. Elektrode EKG Energi Enerji awal untuk SVT dan Atrial Flutter adalah 50 joule. apabila tidak berhasil enerji dapat dinaikan menjadi 100 joule. Pasien dengan takikardi walaupun mungkin keadaannya tidak stabil akan tetapi kadang pasiennya masih sadar. 200 joule. maka pasien perlu diberikan obat sedasi dengan atau tanpa analgetik. hanya pada saat menekan tombol discharge kedua tombol tersebut harus ditekan agak lama. oleh sebab itu jika diperlukan tindakan kardioversi.5. jika deflbrilator tidak dapat menangkap gelombang QRS enerji tidak akan keluar. Sedangkan untuk VT polymorphic besarnya energi dan modus yang dipakai sama dengan yang digunakan pada tindakan defibrilasi Prosedur Prosedur tindakan kardioversi sama dengan tindakan deflbrilasi. enerji awal adalah 100 jule dan dapat dinaikan sampai 360 joule. 300 joule dan 360 joule. Untuk VT monomorphic dan Atrial Fibrilasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful