BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Konsep belajar/pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan senantiasa dikorelasikan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuh kembangkan potensi manusia sebagai pemimpin. Firman Allah :

                                
Terjemahannya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS Al Baqarah 30)1 . Kaitan dengan pentingnya pendidikan bagi umat, Allah berfirman:

               
1

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Jakarta : Departemen Agama, 2002)

1

          
Terjemahannya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imran:104)2 Begitu pula dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Tujuan Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3 Pemisahan dan pengotakan antara agama dan sains jelas akan menimbulkan kepincangan dalam proses pendidikan, agama jika tanpa dukungan sains akan menjadi tidak mengakar pada realitas dan penalaran, sedangkan sains yang tidak dilandasi oleh asas-asas agama dan akhlaq atau etika yang baik akan berkembang menjadi liar dan menimbulkan dampak yang merusak. Murtadha Mutahhari seorang ulama, filosof dan ilmuwan Islam menjelaskan bahwa iman dan sains merupakan karakteristik khas insani, di mana manusia mempunyai kecenderungan untuk menuju ke arah kebenaran dan wujud-wujud suci dan tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan memuja sesuatu. Ini adalah kecenderungan iman yang merupakan fitrah manusia. Tetapi di lain pihak manusia pun memiliki kecenderungan untuk selalu ingin mengetahui dan memahami semesta alam, serta memiliki kemampuan untuk memandang masa lalu, sekarang dan
2 3

Departemen Agama. Op.Cit Undang-undang republic Indonesia No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta. PT Armas Duta Jaya

2

masa mendatang (yang merupakan ciri khas sains). Dari penjelasan diatas telah nampak dengan jelas pentingya ilmu pengetahuan kapanpun dan dimanapun dan hal ini juga tidak akan tercapai tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Dalam hal kemampuan pemahaman, erat kaitannya dengan kemampuan otak dan keadaan jiwa seseorang saat itu. Di MI DDI Ujung Lare nampak sebagian besar murid sulit untuk menerima materi pelajaran yang dijelaskan guru meski telah menggunakan berbagai metode dan variasi hal ini ditunjukkan pada nilai hasil akhir semester dan pengalaman guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan membuat murid jenuh dan akhirnya putus asa hingga acuh tak acuh dalam belajar dan hanya ingin mengerjakan soal yang mudah-mudah saja4. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka Skripsi ini akan menguraikan masalah tersebut hingga pada tahap proses mencegah dan memperbaiki atau meningkatkan kemampuan pemahaman murid dengan memanfaatkan ibadah shalat sebagaimana firman allah :

               
Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar Ra’d : 28)5 Dengan shalat tentu kita akan mengingat allah dengan demikian hati menjadi tenteram melalui proses yang bertahap.
4

5

Bahri, Saiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka CiptaBudiastuti Widowati. 2001. Pembelajaran kooperatif. Penerbit Universitas negeri Surabaya: Surabaya. Departemen Agama.loc.Cit

3

Diduga penyebab mudrid MI DDI Ujung Lare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan oelh guru antara lain. maka dapat disusun suatu hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah disebutkan diatas.B. maka yang menjadi masalah pokok dalam penulisan skrispi ini adalah sebagai berikut : 1. Berikut hipotesis dari rumusan masalah diatas. 4 . jiwa anak terganggu oleh keadaan anak di rumahnya yang banyak menonton film-film kartun sehingga ketika belajar di sekolah mereka selalu mengingat dan membayangkan dilm-dilm tersebut. Hal lain yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare mengalami kesulitan memahami materi pelajaran karena mereka diberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendeng. Apakah shalat dapat meningkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare Parepare ? C. Apa yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare Parepare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan meski telah digunakan variasi dan metode mengajar yang beragam? 2. Rumusan masalah Dalam pembahasan yang telah diuraikan diatas. Hal ini dapat dilihat adanya kecenderungan mereka yang rajin mengikuti shalat berjamaah baik di sekolah maupun di rumahnya mereka mengalami peningkatan dan prestasi yang baik. 2. Hipotesis Dari rumusan masalah diatas. Shalat dapat menngkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare dalam menerima materi pelajaran. 1. 3.

4. Bagi instansi pendidikan : dapat dijadikan acuan untuk menetapkan program kerja baru dibidang psikologi anak dalam pendidikan. 3. Manfaat penelitian Manfaat atau kegunaan penelitian iniyang menjadi sumbangsih tersendiri sebagai pemecahan masalah bagi konteks yang lebih luas adalah sebgai berikut : 1. Tujuan penelitian Setiap tindakan memiliki tujuannya masing-masing. E. Mengaktifkan murid MI DDI Ujung Lare dalam melaksanakan shalat lima waktu. F. 2. D. Untuk penelitian ini juga memiliki tujuannya sendiri yaitu sebagai berikut . Bagi peneliti : mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang berharga. Bagi subjek : dapat meningkatkan atau memulihkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare. Dapat menjadi salahsatu metode guru dalam proses belajar mengajar. 1. 4. Meningkatkan kemampuan murid dalam memahami suatu materi. 2. Untuk dijadikan referensi pada penelitian yang terkait. 3.Shalat memang membawa setiap pelakunya merasakan tenang apabila dilakukan secara khusyuk berdasarkan ungkapan Al-kisah diatas maka shalat ternyata membawa efek ketenangan jiwa bagi setiap pelakunya. Garis-Garis Besar Isi Skripsi 5 . Bagi guru : dapat membantu mengefektifkan PBM.

Selanjutnya pada Bab ke empat akan dibahas tentang analisis dan pembahasan hasil penelitian. pentingnya otak. Teknik Pengumpulan Data. dan Teknik analisis data untuk mengakuratkan validitas hasil penelitian yang merujuk pada bidang studi khusus yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. serta digambarkan garis besar isi skripsi. Pada Bab kedua. pada bagian ini di uraikanlah jawaban dari rumusan masalah yang diajukan dengan menggunakan metode dan tekhnik analisis yang telah ditentukan dan memproses data yang telah diperoleh dengan benar agar dicapai hasil yang akurat dan terpercaya.Dalam rancangan penelitian skripsi ini. akan dibahas mengenai metode penelitian yang diuraikan didalamnya tentang pendekatan dan Jenis penelitian. penulis akan memaparkan tinjauan dari pustaka yang peneliti gunakan untuk melogiskan hasil penelitian ini dan menjadi ukuran tingkat kredibilitas hasil penelitian ini kepada pembaca yang berisi antara lain pengertian dan fungsi ibadah shalat. kemudian diberikan hipotesis sebagai jawaban sementara yang disinkronikan dengan latar belakang masalah dan rumusan masa. Kemudian pada Bab ketiga. konsep kemampuan pemahaman anak. kemudian setelah itu dijelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian yang menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat. 6 . dan definisi kecerdasan. pengaruh shalat terhadap tubuh dan jiwa. penulis akan memaparkan pendahuluan yang akan diuraikan latar belakang masalah yang menjadi acuan mengapa diadakan penelitian ini. kemudian untuk membatasi masalah yang akan diteliti maka akan dirumuskan masalah pokok yang akan dibahas. sumber data. lalu kemudian akan diuraikan pengertian judul agar supaya ada kesamaan persepsi untuk para pembaca.

Pada bagian akhir penulis menyediakan lampiran yang berisi tentang alat yang digunakan selama penelitian berlangsung.Pada Bab lima penutup. 7 . peneliti mengemukakan kesimpulan dan saran atas refleksi dari penelitian ini untuk seluruh pembaca terutama untuk subjek dan peneliti sendiri dan seluruh umat manusia.

shalat. yaitu shalat sunnah.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Namun karena sifatnya sunnah. 8 . kemana pikiran harus kita arahkan saat kita melakukan ibadah shalat? Bila kita yakin bahwa shalat adalah meditasi tertinggi (meditasi transendental). ada lima waktu shalat yaitu saat subuh. Shalat adalah bentuk komunikasi dengan sang maha terkasih allah. maka shalat ini bersifat melengkapi shalat-shalat wajib. maka seyogyanya kita pahami bagaimana menciptakan titik pikiran secara tepat sehingga shalat kita dikatakan khusyuk dan benar. Masalahnya. pencerahan. Pengertian Ibadah Shalat Agama islam memiliki satu ritual wajib yang dilakukan lima kali sehari. Pengertian dan Fungsi Ibadah Shalat a. ashar. puasa dan berhaji. maghrib dan isya. Ada juga shalat yang sifatnya tidak wajib. Rukun islam ada lima yaitu syahadat. rekreasi jiwa yang tidak bisa ditandingi kenikmatannya dengan cara apapun di alam semesta. yaitu shalat. Meskipun bersifat melengkapi. dhuhur. KAJIN PUSTAKA 1. shalat sunnah bila dilakukan secara khusyuk disertai dengan niat hanya mengharapkan keridhaan allah. Shalat juga merupakan rukun islam artinya sesuatu yang wajib dilakukan bila manusia sudah memeluk agama ini. Saking hebatnya ibadah shalat. zakat. sehingga dikatakan bahwa shalat adalah soko guru dan pondasi agama. Ada banyak ragam shalat sunnah yang ada dalam islam. maka nilainya sungguh luhur. Dalam sehari.

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.perbuatan) keji dan mungkar.” Ini sudah masuk dimensi sosial shalat.                           Terjemahannya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Al Ankabuut : 45)6 6 Departemen agama. menjadi teman paling setia. hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk menyadari keberadaan tuhan itu dekat yang melampaui batasan ruang dan waktu sehingga kemanapun manusia berada maka dia selalu hadir. dan menjadi kekasih yang tidak pernah absen sedikit pun untuk berbagi suka dan duka sekaligus sebagai wujud ketundukan manusia pada dzat yang serba maha dan infinitum ini. Dimensi individual adalah bagaimana shalat itu dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan tuhan. Fungsi ibadah Shalat Ibadah shalat memiliki dimensi individual dan sosial. Pada dasarnya. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. mengawasi.b. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat 45 surat al-‘ankabut “sesungguhnya shalat itu mencegah (manusia) dari perbuatan yang keji dan mungkar. Kesadaran hakikat shalat ini akan memiliki pengaruh kuat dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Loc. Sementara dimensi sosial shalat adalah bagaimana shalat membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat dimana individu yang melakukan shalat itu berada. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.cit 9 .

dan kesedihan ia memiliki ketenangan jiwa. kesusahan. Dr.Leibman mengatakan dalam bukunya berjudul ‘ketenangan jiwa’ : “Ketenangan jiwa merupakan pemberian (anugerah) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih.2002. bahkan akan menentukan kekhusyuan kita dalam beribadah. Setelah dilakukan uji coba selama seperempat abad.9 7 8 9 Dr. Raymond breil. ibid 10 . harta dan ketenaran.Y. Ketenangan jiwa itulah yang merupakan factor terpenting terbentuknya kesempurnaan kesehatan”.2. Potensi ketenangan jiwa mampu mengubah pondokan menjadi istana”. pengaruhnya menelusup kedalam sisi-sisi keseharian bersikap dan bersosialisasi bahkan terhadap sudut pandang dan kesehatan.7 Sarjana Barat lainnya. Ketenangan Jiwa . Harry Emerson mengatakan bahwa. Dr. Tapi orang berilmu mampu membuat perhitungan dan grafik yang menjelaskan umur seseorang dalam hidupnya.Leibman.8 Sementara itu. Ketenangan jiwa diberikan oleh Allah sebagai penghargaan.: “Tidak dalam kemampuan seorang peramal (dukun) untuk menghitung umur seseorang.2002 . ditemukan bahwa ketenangan jiwa merupakan tujuan utama dalam mengarungi hidup. Dari perhitungan dan grafik tersebut menjelaskan bahwa orang yang tidak dikuasai oleh amarah. kesehatan.Y. “Pilar terpenting yang menjadi inti kehidupan yang sehat yang terbebas dari penyakit fisik dan jiwa adalah Ketenangan jiwa”. Raymond Breil mengatakan. Ketenangan jiwa memberikan banyak hal berupa kecerdasan. Ketenangan dapat tumbuh dan berkembang tanpa bantuan harta bahkan tanpa bantuan kesehatan. Disini saya akan menyebutkan beberapa pengetahuan modern yang berkenaan dengan “Pengaruh ketenangan jiwa pada kesehatan jiwa dan fisik manusia dan pengaruh Shalat pada ketenangan jiwa". Pengaruh Shalat Terhadap Tubuh dan Jiwa Ketengan jiwa adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita.

diakibatkan oleh ketegangan (kekacauan) yang menimpa jiwa para pengemudi. tenteram. baik yang luka maupun yang tewas. Pentingnya Otak 10 11 ibid Departemen Agama.” (Qs. Hal yang paling diperlukan untuk menghindari kecelakaan tersebut adalah Ketenagan Jiwa”. baik penyakit jiwa maupun penyakit fisik.Dr. Ar Ra’d : 28)11 Mereka berlindung kepada Allah untuk menenteramkan hati mereka. 11 .10 Kaum muslim jaman dahulu telah memahami firman Allah SWT. dan mudah yaitu dengan berserah kepada Allah. tetapi iman yang menancap di hati dan dilaksanakan oleh anggota badan. atau karena pengaruh ketakutan. kita tidak pernah mendengar para sahabat Rasul dan Tabi’in. dengan mengingat Allah merekapun mendapat ketenteraman dengan rahmat Allah. direktur Laboratorium Uji Kendali Mobil Amerika Serikat. dan amarah para pengemudi. Herbert Stock. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.              Terjemahannya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. bahwa mereka menderita penyakit seperti orang-orang modern yang menderita berbagai penyakit mematikan. 3. kesusahan. Ingatlah. dan menghancurkan lebih dari satu juta mobil di Amerika dalam satu tahun. menyimpulkan bahwa : “Mayoritas kecelakaan mobil yang menimpa sekitar dua juta orang . Kehidupan mereka yang dipenuhi dengan nikmat. adalah bukti bahwa keimanan mereka bukan hanya kata-kata. Oleh karena itu. Loc cit. sehat.

a. Fakta otak Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% dari dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung 900.000.000.000 (Sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar. Dengan jumlah sel otak yang hanya berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang kesarangnya, dan memberi tahu teman-temannya lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang kesana kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu, lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas diantara mereka. Ada lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah, dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi sarang lebah dari serangan makhluk asing. Hanya 7000 sel optak, lebah sudah sedemikian hebatnya. Berbeda dengan lebah, manusia diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Naum, ni barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas. Kecerdasan seseorang sebenarnya tergantung pada seberapa banyak koneksi sel otak memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bias dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki manusia.

12

Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatihnya, maka akan semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya terjadi bila kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari.12

b. Gelombang otak Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang disebut EEG (electro encepalograph) kita mengenal ada empat jenis gelombang otak, yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Pengukuran gelombang otak ini didasarkan pada getaran yang ditimbulkan oleh otak kita dalam satu detik. Kita mungkin bias berada dalam dua gelombang yang berbeda dalam satu waktu. Masing-masing gelombang ini menjelaskan suatu kondisi operasi otak yang berbeda. 1) Gelombang Beta Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi, dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya
12

Adi.G.W, 2003. Born to be a genius : Otak Manusia, Mengenal Lebih Dekat Neck Top Computer Anda. 2003. Gramedia Pustaka Utama .Jakarta.

13

rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.

Gambar 1.1 : Gelombang Beta 2) Gelombang Alfa Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Kondisi alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Ada beberapa cara untuk bias masuk kedalam kondisi ini dan kita dapat melakukannya secara mudah. Beberapa cara yang biasa diguanakan adalah : a) Meditasi b) Teknik pernapasan c) Relaksasi d) Visualisasi e) Mendengarkan music f) Shalat Kondisi alfa digunakan untk mencapai hasil pembelajaran yang sangat maksimal. Teknik-teknik pembelajaran yang Adi W. Gunawan (pendiri sekaligus direktur the accelerated learning institute and training center of Indonesia) dalami seperti metode accelerated learning (system belajar dipercepat), pembelajaran bahasa asing secara cepat dan mudah, dan membaca
14

keheningan yang mendalam. Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi.3 : Gelombang Theta 4) Gelombang Delta Delta (0.2 : Gelombang Alfa 3) Gelombang theta Theta (4 – 7. semuanya mengharuskan Adi masuk kedalam kondisi Alfa sebelum melakukan kegiatan belajar. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi.1 – 3. Dalam frekuensi yang rendah ini. Gambar 1.000 kata permenit (buku setebal 300 halaman habis dibaca dalam waktu paling lama 10 menit).9 Hz). Bila seseorang tidur dalam 15 .9 Hz). Berikut gambar gelombang alpha. deep-meditation. Gambar 1. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. Berikut gambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta. seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’.dengan kecepatan 68. dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar.

keadaan delta yang stabil. Dan percayalah. hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan. Dalam frekuensi inilah. selalu ada perasaan keheningan yang menggetarkan. Gambar 1. para kaum bijak bestari berkisah.4 : Gelombang Delta Nah. Saya berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. Begitulah. ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen. dalam hamparan 16 . kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha. mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”). kualitas tidurnya sangat tinggi. Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha? Bagi Anda yang muslim. Meski tertidur hanya sebentar. perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan. Pada gilirannya. Dalam momen inilah. dalam momen itu. kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. dalam momen-momen kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi.

Bila ia berusia 35 tahun atau 60 tahun. UNTUK KESELAMATAN HIDUP MEMBANGKITKAN EMOSI 17 BELAJAR HAL YANG BARU . Usia kita anggap menit dengan maksimal 30 menit. Idealnya waktu 30 menit ini dibagi menjad 3 bagian. rentang waktu focus optimal yang bias dilakukannya hanya 5 menit. 30 menit adalah rentang waktu focus maksimal agar tidak tidak terjadi kelelahan otak yang berlebihan. Tiga tingkat efektivitas otak dalam belajar. Dalam segenap jiwa dan batin kita.kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir. serta hasil apa yang ingin dicapai. Rentang focus yang optimal Otak ktia tidak dapat dipaksa untuk melakukan focus dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan 5 menit yang tersisa digunakan untuk refleksi atas apa saja yang baru dipelajari. focus optimalnya adalah 24 menit. kita bisa menggunakan patokan usia. Urutan prioritas ini akan mempengaruhi tingkat perhatian dan konsentrasi dalam mempelajari sesuatu dan seberapa kuat informasi itu akan tertanam di dalam ingatan kita. Untuk mudahnya. maka focus optimalnya hanyalah 30 menit. Otak kita belajar dengan menggunakan urutan prioritas. kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita. Yang pertama adalah masa persiapan. c. d. Jadi. Contohnya. Perhatikan bagan dibawah ini. Gunakan waktu selama 5 menit untuk melakukan relaksasi dan menetapkan apa tujuan anda belajar. Setelah itu gunakan 20 menit untuk belajar. untuk anak berusia 5 tahun. Untuk orang dewasa yang berusia 24 tahun.

Prioritas kedua adalah apabila informasi itu membangkitkan emosi. Prioritas terakhir adalah informasi yang berhubungan dengan proses belajar biasa. menciptakan suasana belajar yang kondusif. Karena inisulit terjadi. Dalam proses belajar tentu saja kita akan lebih memprioritaskan emosi-emosi yang positif. Born To Be A Genius (2003) Perhatian dan konsentrasi maksimal akan diberikan oleh otak terhadap informasi yang berubungan dengan keselamatan diri. Gunawan. menetapkan tujuan belajar. baik emosi sedih maupun emosi gembira. Semakin dianggap penting untuk keselamatan hidup. Semakin kuat semakin kuat informasi itu membangkitkan emosi kita. maka semakin tinggi perhatian dan semakin kuat konsentrasi yang diberikan untuk informasi itu.Gambar 2 : bagan tingkat efektivitas otak dalam belajar Sumber : Adi W. dan hadiah yang akan didapat bila tujuan itu tercapai. maka akan semakin kuat pula perhatian dan konsentrasi terhadap informasi tersebut. maka cara paling efektif adalah dengan menggunakan metode kedua. Diantaranya adalah dengan permainan. atau dengan mencari alasan emosional mengapa informasi ini perlu dipelajari. Ada beberapa cara untuk mengaitkan informasi dengan emosi positif. yaitu informasi tersebut membangkitkan emosi. Dalam proses belajar tentu sangat sulit untuk membuat situasi dimaan informasi yang kita pelajari seakan-akan sangat menentukan keselamatan hidup kita. 18 . Dengan demikian akan semakin kuat daya serap dan ingatan yang terjadi. Informasi ini mendapat perhatian dan konsentrasi yang paling sedikit.

kapan. Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang bergerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan atau manusia adalah hidup. 19 . Mati adalah pergi jauh. 4. analisis. Dapat juga diartikan sebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehingga muncul konsep-konsep. logika. manajemen emosi. yakni Afektif. arti atau keterangan tentang sesuatu. etika. Macam konsep yang dimiliki anakanak antara lain : 1. transfer ilmu. dll. Konsep Kemampuan Pemahaman Anak Kemampuan pemahaman setiap manusia dipengaruhi oleh tiga aspek penting.4. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perut dengan cara operasi. moral. 2. dll. lusa. Konsep tentang waktu Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi. Sedangkan Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkap sifat. akhlak. 3. Konsep tentang hubungan sebab-akibat Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapat dipahami daripada sebab yang sifatnya psikis. Konsep tentang letak dan fungsi tubuh Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atau hati. kemarin dulu. Konsep tentang hidup atau mati. Kognitif ialah yang berkaitan dengan aspek pemikiran. Kognitif dan Psikomotorik. Afektif ialah yang berkaitan dengan sikap.

10. Konsep tentang uang Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang. Definisi kecerdasan a. 20 . Definisi kecerdasan tergantung pada situasi. perhatian dari orang lain. Konsep diri Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari penilaian orang lain terhadap dirinya. dan menunjukkan perilaku yang baik dan bermoral. tradisi. kondisi. Bangsa yunani kuno sangat menghrgai orang cerdas yang mempunyai fisik kuat. Setiap suku bangsa di dunia ini mempunyai criteria tertentu untuk menentukan definisi kecerdasan. pemikiran yang rasional. Konsep tentang bilangan Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannya namun untuk puluhan belum. Konsep tentang keindahan Menganggap indah warna yang menyolok.5. 8. dan kebudayaan. 7. Konsep tentang peran sex (jenis kelamin) Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki harus kuat atau suka menolong. 5. dan pengendali perilakunya. 9. Criteria ini akan berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. Konsep tentang jarak 6.

Ini semua tergantung pada situasi. Bangsa cina. suku aborigin ini hanya sekali pandang saja akan tahu jenis tanaman yang ada. kondisi. namun ada dua tema pokok yang sama dalam jawaban mereka. Walauun jawaban mereka bervariasi. mana yang bisa dimakan dan mana yang beracun. siapakah yang lebih cerdasa? Sekarang. Sedangkan pada orang-orang keres. Kalau situasinya begini. dari suku Indian pueblo. kaligrafi. dibawah pengaruh filsuf Confucius. Definisi kecerdasan menurut pakar psikologi Pada tahun 1921. jenis hewan apa saja yang dapat dimakan dan yang berbahaya.Bangsa romawi pada sisi lain sangat menghargai keberanian. bila kita balik keadaannya. Tetapi. kecerdasan adalah : 21 . dan melukis. lalu dokter ini diminta untuk mengamati suatu hamparan dataran. dan kebudayaan setempat. Bila seorang ahli bedah saraf terkemuka yang tinggal di newyork. b. amerika. empat belas ahli ilmu jiwa ditanyai oleh editor “journal of education psychology” mengenai arti kecerdasan. sangat menghargai orang yang mahir dibidang puisi. sangat menghargai orang yang peduli dengan orang lain. Orang aborigin ini dibawa ke newyork dengan segala kemajuan peradaban dan tekhnologinya. dimana bisa mendapatkan air minum. apakah yang ia lihat? Mungkin saja dokter ini hanya melihat hamparan dataran yang gersang ditumbuhi semak belukar dan kontur dataran yang naik turun. music. dibawa kebelantara gurun Australia dan tinggal bersama suku aborigin. Suku aborigin juga akan tahu. tradisi. Dalam keadaan ini. Itu saja. berdasarkan jejak yang terdapat ditanah. siapakah yang lebih cerdas? Dokter bedah ataukah si Aborigin? Dari contoh diatas sebenarnya sulit untuk mengatakan siapa yang lebih cerdas. Menurut mereka. ilmu perang. hewan apa saja yang baru lewat dan kemana hewan itu lari atau bersembunyi.

dan bagaimana anda mengatur hidup anda secara umum. Kecerdasan spiritual 1) Pengertian Kecerdasan Spiritual Secara konseptual kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. 22 . dan bagaimana anda mengatur hidup anda dengan orang lain. Enam puluh lima tahun kemudian atau pada tahun 1986. Ke-2. walaupun mempunyai jawaban yang bervariasi. Orang yang cerdas adalah orang yang membuat kesalahan. Sekali lagi. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan berarti untuk menjadi cerdas tidak tidaklah semata-mata bergantung pada nilai atau hasil suatu tes atau ujian disekolah. c. 1993) cet. Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti. 186. dua puluh empat pakar yang berbeda diminta pandangannya mengenai arti kecerdasan. (Jakarta : Balai Pustaka. belajar dari kesalahan tersebut. mereka setuju bahwa cerdas berarti dapat belajar dari pengalaman dan mampu melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kapasitas untuk belajar dari pengalaman berarti orang yang cerdasa juga dapat melakukan kesalahan.13 Sedangkan spiritual berasal dari kata spirit yang berasal 13 Departemen Pendidikan & Kebudayaan. dengan penekanan pada aspek metakognisi-kemampuan berpikir tentang proses berpikir itu sendiri. Malah orang yang cerdas sesungguhnya bukanlah orang yang tidak pernah membuat kesalahan. h. Di sini menjadi cerdas meliputi kemampuan anda untuk menangani suatu pekerjaan.1) Kapasitas untuk belajar dari pengalaaman 2) Kemampuan untuk beradaptasi Dua ddfinisi di atas merupakan hal yang sangat penting. dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi. bagaimana berhubungan dengan orang lain.

Ke-1.P. bahkan kecerdasan inilah yang dipandang berperan memfungsikan dari kecerdasan IQ dan EQ. 2003) cet. padahal nyatanya tidaklah demikian. para ahli sangat bangga dengan temuan tentang adanya IQ danEQ. 6. Ary Ginanjar Agustian. (Indonesia : PT Pustaka Delapratosa. vitalitas energi disposisi. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spritual ESQ.15 Dengan demikian dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang sempurna dari perkembangan akal budi untuk memikirkan hal-hal diluar alam materi yang bersifat ketuhanan yang memancarkan energi batin untuk memotivasi lahirnya ibadah dan moral. h. 57. 23 . h. kekuatan. h. semangat. J. moral atau motivasi. Ke-1. Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku atau hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya.14 Dalam kamus psikologi spirit adalah suatu zat atau makhluk immaterial.dari bahasa latin yaitu spritus yang berarti nafas. 1989) cet. Kamus Lengkap Psikologi. (Jakarta : Agra.16 Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi. yang diberi sifat dari banyak ciri karakteristik manusia. (Jakarta : Rajawali Pers. Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual. 2001) cet. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia”. Ke-1. Chaplin. biasanya bersifat ketuhanan menurut aslinya. 14 15 16 Toni Buzan. terjemahan Ana Budi Kuswandani. 480. sehingga muncullah suatu paradigma dimasyarakat bahwa otak itu adalah segala-galanya. tenaga. Dalam istilah modern mengacu kepada energi batin yang non jasmani meliputi emosi dan karakter. kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna bila dibandingkan dengan yang lain. Sebelum kecerdasan ini ditemukan.

sebagai wujud dari pengalamannya terhadap tuntutan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap kekuatan yang berada diluar jangkauan dirinya yaitu Sang Maha Pencipta. Untuk keperluan itu perlulah kiranya Allah mengutus seorang Rasul yaitu Muhammad SAW. 8 Ary Ginanjar Agustian.17 Selanjutnya Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah. 24 . 62:2 17 18 Ibid. sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya Q. h. op. spiritual diasumsikan bukan dalam pengertian diskursifnya. cit.S. Ini sekaligus menunjukkan klaim bahwa segala perilaku sosial manusia niscaya juga diwarnai oleh “pengalaman yang suci” itu spiritualitasnya. memenuhi kewajiban agama. Jadi tegasnya. h. mengembalikan keyakinan. at home atau in side. melainkan terefleksikan dalam perilaku sosialnya. 57.Rodolf Otto. Al-Jum’ah.18 Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya. sebagaimana dikutip oleh Sayyed mendefinisikan spiritual sebagai “pengalaman yang suci”. Pemaknaan ini kemudian diintroduksi oleh seluruh pemikir agama (spiritualis) dalam “pemahaman makna keyakinankeyakinan dalam konteks sosial mereka”. sehingga dengan kemampuan ini akan membantu mewujudkan pribadi manusia seutuhnya. dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. Kebutuhan akan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan. serta untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimilikiseseorang. menuju manusia seutuhnya (hanif).

sains pun tidak bisa berdiri sendiri. h. dan dapat terus kita bangun sejak balita hingga dewasa. 2005). menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah). Al-Qur’an dan Terjemahannya. kemudian kita teruskan pada saat kehamilan.                                Terjemahannya: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya. lantaran “lain dari yang kelihatan” atau yang luar biasa. Edisi Khat Madinah. ia niscaya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang muncul dari pemahaman alam bawah sadarnya tentang teladan-teladan spiritual. Jika seseorang dibesarkan dalam tradisi tulis baca yang mengajarkan gambaran antropomorfis Tuhan yang berasal dari teks-teks suci. Dalam memahami spiritual ini. meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. peradaban. 25 . atau tradisi adalah instrumen wahyu yang ada dalam teks suci. Ini terjadi karena pada akhirnyapetualangan manusia. Sains tetap membutuhkan instrumen-instrumen. instrumen yang digunakan adalah mitos yang termuat dalam legenda-legenda mereka. masyarakat. ternyata roh (dimensi Ilahiyah yang 19 Departemen Agama RI. (Bandung : Syamil Cipta Media. Ada dua instrumen yang lazim digunakan dalam dunia spiritual ini yang satu bersifat kolektif dan lainnya bersifat privasi. 553. sedangkan bagi masyarakat yang tidak kenal baca tulis (primitif).19 Spiritual dalam Islam identik dengan kecerdasan ruhaniah yang pada dasarnya tahap pencerdasan ruh ini dapat kita mulai sejak pra kehamilan. Yang bersifat kolektif itu bagi suku.

10. op. merupakan bagian dari proses yang berlangsung selama milyaran tahun dan masih berlangsung hingga sekarang yang dengan itu alam semesta terus membentuk debu-bintang menjadi manusia. itu akan mewakili kemenangan heroik atas determinisme. Maka makna hidup manusia dengan demikian terletak pada tingkat spiritualitas yang dimilikinya. 26 .terdapat dalam dirimanusia) dan yang tidak terbatas (dimensi Ilahi yang yang terdapat dalamfinalitas transpersonal Tuhan) adalah identik. Jika perubahan kuantum dalam kesedaran semacam itu benar-benar terjadi. semakin tahu dan kenal akan Tuhan. bukan atas alam. melainkan akan batasan-batasan pikiran sendiri yang mencegah untuk bekerja secara selaras dengan alam semesta. Setiap manusia yang memiliki kemampuan transendental. Menghadirkan Tuhan ke dalam setiap diri memang sangat tidak rasional menurut pandangan ilmiah. cit. Artinya semakin disadari dan dihayati hakikat diri. Ada sebagian manusia berpendapat bahwa yang dicapai dalam proses pembinaan spiritualitas tersebut itulah Tuhan yang sebenarnya. Sehingga disanalah kepantasaan manusia menyandang gelar makhluk mulia yang dibekali dengan pengalaman suci dan fitrah beragama semenjak ia dari kandungan ibunya. 2) Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual 20 Sayyed Hossein Nasr..20 Manusia itu adalah “serpihan” Ilahi sebenarnya. tetapi hal itu harus didorong oleh keyakinan yang dalam bahwa seluruh aktifitas adalah gerakan kekuatan yang ditransfer-Nya (dari kekuatan absolut). Perencanaan alam semesta adalah menyadari akan pengaruh pada penyingkapan penciptaan. Bahkan sebagai tenaga peggerak untuk membentangkan celah dari masa lalu ke masa depan. h. maka kehidupannya adalah jelmaan dari hidup-Nya.

Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah disekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. muthahhari. Waruwu. Dua karakteristik diatas disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. c) Kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari.or. Emmons sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat. yaitu memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan seperti memberi maaf. intuisi dan kekuatan “keakuan” atau “otoritas” tinggi. Ia merujuk pada warisan spiritual yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.htm (tidak diterbitkan) Monty P. menunjukkan kasih sayang dan kearifan. Satiadarma & Fidelis E.Roberts A. ada 5 ciri orang yang cerdas secara spiritual. d) Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah. penulis menyimpulkan bahwa anak yang 21 22 www. kecendrungan merasakan “pengalaman puncak” dan bakat-bakat “estetis”. Ke-1. ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. Ia memasuki dunia spiritual. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. bersyukur atau mengungkapkan terima kasih. pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mempunyai kesadaran diri yang mendalam. 27 .id/doc/artikel/sqanak. Anak yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. Mendidik Kecerdasan. 2003) cet.22 Dari dua pendapat tersebut diatas. bersikap rendah hati. hanyalah sebagai dari kebajikan. h. b) Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak. (Jakarta : Pustaka Populer Obor.21 a) Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material. e) Kemampuan untuk berbuat baik. 46. Menurut Marsha Sinetar (2000).

cerdas secara spiritual akan terlihat dalam beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh anak tersebut. Diantara ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual adalah:
3) Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Menurut Stephen R. Covey seperti yang dikutip oleh Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Rohaniyah, visi adalah pengejawantahan yang terbaik dari imajinasi kreatif dan merupakan motivasi utama dari tindakan manusia. Visi adalah kemampuan utama untuk melihat realitas yang kita alami saat ini untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada.23 Visi adalah komitmen (keterikatan, akad) yang dituangkan dalam konsep jangka panjang, yang akan menuntun dan mengarahkan kemana ia harus pergi, keahlian apa yang kita butuhkan untuk sampai ketujuan, dan bekal apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. Seseorang yang cerdas secara spiritual akan memiliki tujuan hidup berdasarkan alasan-alasan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun dihadapan Allah SWT nantinya. Dengan demikian hidup manusia sebenarnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja seperti; makan, minum, tidur, berkasih sayang dan sebagainya, tetapi lebih jauh dari itu, manusia juga memerlukan kebutuhan rohani seperti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah yang tujuan akhirnya adalah untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. Orang yang memiliki tujuan hidup secara jelas akan memperoleh manfaat yang banyak dari apa yang telah dicita-citakannya, diantara manfaat tujuan hidup adalah: 1) Mendorong untuk berfikir lebih mendalam tentang kehidupan. 2) Membantu memeriksa pikiran-pikiran yang terdalam.
23

Toto Tasmara, Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi, (Depok : Gema Insani Pers, 2003) cet. Ke-3, h. 10

28

3) Menjelaskan hal-hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. 4) Memperluas cakrawala pandangan. 5) Memberikan arah dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini. 6) Membantu dalam mengarahkan kehidupan. 7) Mempermudah dalam mengelola potensi dan karunia yang ada. Kualitas hidup seseorang sangat tergantung kepada persepsinya terhadap tujuan hidupnya. Persepsinya terhadap tujuan hidupnya amat dipengaruhi pula oleh pandangannya terhadap dirinya sendiri, jika seseorang selalu pesimis dalam melaksanakan aktivitas yang menjadi tujuannya, maka ia juga akan memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Demikian pula sebaliknya, orang yang selalu optimis dalam kehidupan, maka keberhasilan juga akan selalu dekat dengannya. Firman Allah dalam Q.S. Fushshilat (41), ayat : 46.

              
Terjemahannya: Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekalikali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).24 4) Memiliki Prinsip Hidup Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang teguh kepada pencipta yang abadi yaitu prinsip yang Esa. Kekuatan prinsip akan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, jalan mana yang akan dipilih, apakah jalan yang benar atau jalan yang salah. Semuanya tergantung kepada

24

Departemen Agama RI, Op. Cit., h. 481.

29

keteguhannya dalam memegang prinsip yang telah ditatapkannya. Seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams (91), 8-10.

              
Terjemahannya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)25 Berdasarkan firman Allah di atas, manusia telah diberi potensi yang mengarah kepada kebaikan oleh Allah, tinggal bagaimana seseorang menjadikan potensi tersebut sebagai bekal untuk senantiasa berpegang kepada prinsip yang benar yaitu sesuai dengan panggilan hati nuraninya. Orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang menyadarkan prinsipnya hanya kepada Allah semata, dan ia tidak ragu-ragu terhadap apa yang telah diyakininya berdasarkan ketentuan Ilahiah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat, ayat : 30.

                      
Terjemahannya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.26
25 26

Ibid, h. 595. Ibid, h. 480.
30

5) Selalu Merasakan Kehadiran Allah Orang yang memiliki kecerdasan spiritual selalu merasakan kehadiran Allah. akan lahir nilai-nilai moral yang baik karena seluruh tindakan atau perbuatannya berdasarkan panggilan jiwanya yang suci. maka peliharalah kami dari siksa neraka. tatapi melalui pembersihan jiwa dengan memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah.27 6) Cenderung kepada Kebaikan 27 Ibid. 31 . Firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran ayat 191:                       Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. bahwa dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan tidak satupun yang luput dari pantauan Allah SWT. Dengan kesadaran itu pula. h. tentu saja tidak datang begitu saja. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Perasaan selalu merasakan kehadiran Allah dalam jiwa kita. Ali ‘Imran (3) ayat 191). sehingga akan lahirlah pribadi-pribadi yang teguh memegang prinsip keimanannya. Maha Suci Engkau. (QS. 75. tanpa proses terlebih dahulu.

198.28 7) Berjiwa Besar Manusia yang memiliki kecerdasan ruhiyah atau spiritual. h. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. bahkan ia akan menjadi karakter yang berkepribadian yang lebih mendahulukan kepentingan umum dari dirinya sendiri. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. mencegah dari yang mungkar. menunaikan zakat. 32 . akan sportif dan mudah mengoreksi diri dan mengakui kesalahannya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah. lelaki dan perempuan. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf.Insan yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu termotivasi untuk menegakkan nilai-nilai moral yang baik sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan menjauhi segala kemungkaran dan sifat yang merusak kepada kepribadiannya sebagai manusia yang beragama. mendirikan sembahyang. 3 : 134.                         28 Ibid.                                                                                                                          Terjemahannya : Dan orang-orang yang beriman. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Allah menjelaskan hal ini dalam surat Ali Imran. 9 : 71. Manusia seperti ini sangat mudah memaafkan dan meminta maaf bila ia bersalah.

baik diwaktu lapang maupun sempit. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengilustrasikannya seperti dibawah ini: 29 Ibid. EQ dan SQ bagaikan segitiga sama kaki. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. suka membantu meringankan beban orang lain. 67. adalah orang yang peka dan memiliki perasaan yang halus. 33 . dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. h. padahal ketiganya saling mempengaruhi. IQ dan EQ. d. dimana ketiga sudutnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.29 8) Memiliki Empati Manusia yang memiliki kegemilangan spiritual. Dari literatur yang penulis baca salah satu diantaranya adalah ESQ karangan Ary Ginanjar dalam tulisannya menggambarkan bahwa hubungan IQ.               Terjemahannya: (yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya). Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Kecerdasan klasik yang masih permanen sampai hari ini adalah pemisahan antara SQ. mudah tersentuh dan bersimpati kepada keadaan dan penderitaan orang lain.

dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. Hal ini adalah sebagai bantahan terhadap pendapat para tokoh yang mengatakan bahwa IQ dan EQ saja yang memberi makna hidup dan mengarahkan aktifitas manusia. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. xliv.30 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. cit.Gambar 3 : Ilustrasi Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Gambar segitiga ini menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan manusia SQ-lah yang mutlak harus dimiliki. bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. pada amalnya berupa keshalihan.. pada gerakannya berupa kebajikan. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). IQ dan EQ ternyata tidak mampu mencapai kehidupan yang tenang dan abadi. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. pada sikapnya berupa ketawadhu’an. 34 . karena setelah 30 Ary Ginanjar. op.

dia cerdas keseluruhannya baik otak. Dan kelima. Namun SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan jiwa yang tenang. Ketiga. dan SQ) saling berhubungan. hanya cerdas otaknya saja. (Jakarta:Yayasan Ukhuwah. Orang tersebut akan berhasil dalam karir serta kehidupannya. Pertama. Orang tersebut dapat berhasil dalam karirnya tetapi merasakan kekosongan dalam jiwanya. Dengan demikian pada akhirnya akan terdapat tiga kondisi kecerdasan yaitu. Kedua. Fungsi dan peran yang paling dominan dalam setiap kehidupan adalah kombinasi antara kecerdasan IQ. dia cerdas ruhnya. Yang demikian itu menjadikan hubungan antara ketiganya (IQ. maupun ruhnya.keduanya dimiliki masih terasa kegelisahan jiwa. Ak. hati. Orang yang cerdas keseluruhannya akan mampu menjaga interaksi sosialnya serta mampu memelihara ketenangan batinnya. dia cerdas otaknya maupun hatinya. dia cerdas hati dan ruhnya. EQ dan SQ. e.31 Orang yang cerdas otak tapi ‘jeblok’ hati dan ruhnya akan terganggu pergaulan sosialnya dan ketenangan batinnya. Keempat. dia cerdas otaknya. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga sebelum 31 Dedhi Suharto. terdapat beberapa kemungkinan pada diri seseorang. serta cerdas keseluruhannya. Orang yang cerdas otak dan hatinya akan dapat memelihara pergaulan sosialnya meskipun mudah terganggu ketenangan batinnya. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual Dalam Keluarga Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. tapi tidak memiliki kecerdasan ruh yang tinggi. EQ. 53 35 . 2003). cet ke-1. Qur’anic Quotient. cerdas otak dan hatinya. h. tapi tidak memiliki kecerdasan hati maupun kecerdasan ruh yang tinggi. Orang tersebut sangat mungkin untuk gagal dalam karirnya sekaligus gelisah hidupnya. Berdasarkan atas cerdas dan tidaknya ketiga piranti kecerdasan tersebut.

Secara psikososiologi keluarga berfungsi sebagai: 1) Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainya. baik disekolah maupun di masyarakat. 4) Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah. dan 36 . 9) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi. 2) Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis. Disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. 7) Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik. 6) Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan. 8) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi. agama dan spiritualnya. verbal dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri. Orang tua sebagai pendidik utama dan utama bagi anak merupakan penanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. 5) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat. 3) Sumber kasih sayang dan penerimaan. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak.mengenal masyarakat yang lebih luas.

fungsi keluarga dapat diklasifikasikan kedalam fungsi-fungsi berikut : a) Fungsi biologis. keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan bagi semua anggota keluarganya. h. atau apabila persahabatan diluar rumah tidak memungkinkan. 38 37 . g) Fungsi agama. b) Fungsi ekonomis. dimana dikeluargalah tempat dimulainya pendidikan semua anggota keluarga. artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua kebutuhan biologis keluarga seperti. d) Fungsi sosisalisasi. Fungsi ekonomi dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233 :                    32 14 Syamsu Yusuf LN.10) Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk mendapatkankan teman diluar rumah.32 Sedangkan dari sudut pandang sosiologis. f) Fungsi rekreatif. e) Fungsi perlindungan. maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama bagi keluarga. c) Fungsi pendidikan. keluarga merupakan tempat perlindungan semua keluarga dari semua gangguan dan ancaman. maksudnya keluarga merupakan buaian atau penyemaian bagi masyarakat masa depan. 2001). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. (Bandung:Rosda Karya. maksudnya dikeluargalah tempat orang tua untuk memenuhi semua kewajibanya selaku kepala keluarga. sandang. pangan dan sebagainya.

125 35 Departemen Agama RI. tt). dan barang siapa yang tidak bersyukur. telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R.         Terjemahannya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy. ”Bersyukurlah kepada Allah”. 2005). h. (HR. Shahih Bukhari. (Luqman : 12)35 33 Departemen Agama RI. Bukhari). (Bandung : Syamil Cipta Media. Seseorang tidak akan dibebani (dalam memberi nafkah). yaitu : Terjemahannya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. 412. (QS: 2. 34 Bukhari.. 233) Fungsi pendidikan (edukatif) dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah). Al-Qur’an dan Terjemahannya. op. edisi Khat Madinah. melainkan menurut standar 33 kemampuannya”. h. h.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. Nasrani atau Majusi”.34 Dalam Al-Qur’an al-Karim surat Surat Luqman ayat 12 :                           Terjemahannya: ”Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya. cit. 38 . yaitu. 37. lagi Maha Terpuji”.

mawaddah dan rahmah. dicintai dengan sepatutnya dengan yang ma’ruf. meneguhkan hubungan. Ayat ini juga menganjurkan untuk berbuat baik. mengandung pokok akidah yaitu kepercayaan terhadap Allah yang menimbulkan jiwa merdeka dan bebas dari pengaruh benda dan alam serta merupakan dasar utama tegaknya rumah tangga sakinah. Kecintaan terhadap kedua orang tua tidak boleh mengalahkan akidah. karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan dari Allah. hati. Hamka menafsirkannya.40 39 . Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya. sebagaimana disarikan berikut ini: inti hikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada Luqman telah disampaikan dan diajarkan kepada anaknya sebagai pedoman utama dalam kehidupannya yaitu: supaya jangan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya karena mempersekutukan Allah merupakan dosa besar. Juga dijelaskan pedoman. bahwa kandungan surat Luqman ayat 12 s. h. Dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung dasar-dasar pendidikan bagi seorang muslim. Jika akidah anak berbeda dengan kedua orang tuanya keduanya selalu dihormati. disayangi. jika terjadi pertikaian pendapat antar orang tua dengan anak yang berbeda akidah. Karena melalui kedua orang tuanyalah mereka dilahirkan dimuka bumi sehingga sewajarnyalah keduanya dihormati. dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. Dengan shalat kita melatih lidah. maka dirikanlah shalat.d 19 meliputi:36 a) Pembinaan jiwa orang tua 36 Syamsu Yusuf LN. Untuk memperkuat pribadi.Cit. dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pendidikan anak-anak kaum muslimin. Allah tidak menyukai orangorang yang sombong.Terkait dengan penafsiran ayat-ayat diatas (surat Luqman ayat 12). Op. Zakiah Darajat sebagaimana dikutip Syamsu Yusuf mengatakan.

Pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak mempunyai peran yang besar sekali bagi kehidupan dan masa depan anak. kurangnya pengetahuan anggota keluarga juga dapat berpengaruh (negatif) bagi keturunan mereka. b) Pembinaan atau pendidikan kepada anak yang menyangkut aspek-aspek: iman dan tauhid (tidak mensyukuri Allah) akhlak atau kepribadian (bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. Oleh karena itu Islam melarang bergaul dengan teman yang jahat dan buruk. (sesuai) Fitrah Allah disebabkan Dia telah 40 .(kewajiban bersyukur kepada Allah). karena pada dasarnya pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Pertumbuhan anak dibawah asuhan ayah dan ibu merupakan sebaik-baik sarana bagi pembinaan akhlaknya. bersifat sabar dalam menghadapi musibah. ibadah (menegakkan shalat. Kebiasaan dan tradisi yang diperoleh seorang anak dari keluarganya akan diwarnai adat dan kebiasaan temantemannya. tidak bersikap sombong atau angkuh kepada orang lain). Pendidikan keluarga dipandang sebagai pendidikan pertama dan utama karena peranannya yang begitu besar sebagai peletak pondasi pengembanganpengembangan berikutnya. Namun demikian. rajin beramal shaleh dan dakwah) dengan kata lain memerintah atau mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan melarang atau mencegah orang lain berbuat kejahatan/keburukan. bertaubat. Hal ini mengingat bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan Allah berdasarkan Fitrah-Nya (QS Ar-Ruum : 30) :                                      Terjemahannya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam)..

Ayah merupakan sumber kekuasaan yang memberikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan. op.cet. Abu Ahmadi. (itulah) agama yang lurus. sebagai penghubung antara keluarga dan masyarakat dengan memberikan pendidikan terhadap anaknya berupa komunikasi terhadap sesamanya memberi perasaan aman dan perlindungan terhadap keluarganya.39 Hal ini dapat dipahami berdasarkan QS.(Baitul hikmah Press. 180 Rehani.menciptakan manusia menurut (Fitrah) itu. h. Ke-1.. ibulah orang yang selalu ada di sampingnya.Nisaa’ Ayat: 34                                  37 38 39 Departemen Agama RI. cit. Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. Peranan ibu dalam pendidikan anak lebih dominan dari peranan ayah.2001). 407. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. 91 41 . tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan.38 Peranan ayah terhadap anaknya tidak kalah pentingnya dari peranan ibu. h. An. Ar-Ruum ayat 30 diatas adalah bahwa diantara yang dibawa sejak lahir telah membawa potensi untuk didik dan mendidik. h. Pendidikan anak dalam keluarga adalah tanggung jawab orang tua terutama ibu.” 37 Yang dimaksud dengan Fitrah pada QS. hal ini agaknya dapat dipahami karena ibulah orang yang lebih banyak mengerti anak sejak seorang anak lahir. Ilmu Pendidikan.

moral dan intelektualitasnya. membaca dan mentala’ah Al-Quran. dan pukullah mereka. intelektual.h. gemar berinfak dan bersedekah (dermawan) serta akhlak terpuji lainya. 84 Suharsono. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). Sebab itu maka wanita yang saleh.2000). pakaian. perumahan. 118 42 . cit. Kebutuhan jasmani anak seperti makanan. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya. 40 Secara garis besar ada dua kebutuhan anak yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani (spiritual). dalam kedokteran dikatakan bahwa kualitas makanan yang diberikan kapada anak balita akan menentukan kualitas kecerdasan dan kemampuan anak. Upaya pencerdasan dapat dilakukan oleh siapa saja tidak memandang apakah ibu yang hamil itu cerdas atau tidak. h. Sepertinya kepribadian dan kecerdasan anak terbangun melalui transmisi spiritual. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. Antara kebutuhan jasmani dan rohani terdapat keterkaitan satu sama lain. Dari satu sisi. (Jakarta : Intiusi Press. Kemudian jika mereka mentaatimu. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. Karena itu ibu yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk meningkatkan bobot spiritual. menjaga tutur kata. kesehatan dan sebagainya. Mencerdaskan Anak. ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. emosional dan moral ibunya. dan karena mereka (lakilaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Peningkatan ini banyak ditempuh dengan memperbanyak ibadah shalat sunat. maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. op. oleh karena Allah telah memelihara (mereka).41 40 41 Departemen Agama RI. emosional.                Terjemahannya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita..

Orang tua cendrung lebih memperhatikan kebutuhan jasmani anak dari pada kebutuhan dalam mencerdaskan spiritualnya.Berdasarkan hal tersebut. KitabKitab-Nya. Al Husna Zikra. dan menolong mengembangkan sikap agama yang betul. Oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak balita agar otaknya tumbuh dengan sempurna. Namun dewasa ini tidak sedikit para orang tua yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan akan spiritual anak.372 43 . Hari akhirat. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya caracara yang betul untuk menunaikan syiar-syiar dan kewajiban agama. seyogianya bersamaan dengan perkembangan kepribadianya yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu sejak dalam kandungan. . termasuk mula-mula sekali adalah iman yang kuat kepada Allah. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya anak-anak yang sehat dan cerdas tetapi spiritualnya belum tentu cerdas.42 Menurut Hurlock (1956:434). Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. disamping melakukan anak dengan penuh kasih sayang. orang tua (ayah dan ibu) hendaknya memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani anak. keluarga merupakan “training centre” bagi penanaman nilai-nilai pengembangan fitrah atau jiwa beragama anak. h. Ke-3. Faktor kasih sayang sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. Pandangan ini didasarkan pengamatan para ahli jiwa terhadap 42 Hasan Langgulung. Malaikat. (Jakarta : PT. 1995) cet. Rasul-rasul-Nya. takut kepada Allah dan selalu mendapat pengawasan dari pada-Nya dalam segala perbuatan dan perkataan. Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan Spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dan upacara-upacaranya.

begitu pula perlakuan yang permisif (terlalu memberi kebebasan) akan mengembangkan pribadi anak yang tidak bertanggung jawab atau kurang memperdulikan tata nilai yang dijunjung tinggi dalam lingkungannya. Op. orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah. 43 44 Syamsu Yusuf LN. Kepribadian orang tua. ternyata dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tua (terutama ibu) pada waktu anak masih dalam kandungan. Sikap dan perlakuan orang tua yang baik adalah yang mempunyai karakteristik : a. c. Memberikan curahan kasih sayang yang ikhlas.43 Oleh karena itu. h. membaca Al-Qur’an dan memberi sedekah serta amalan shaleh lainnya. seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat.orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. maka ada beberapa hal lagi yang perlu menjadi perhatian orang tua yaitu sebagai berikut:44 1) Karena orang tua merupakan pembina pribadi yang pertama bagi anak. berzikir. 2) Orang tua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik. h. 139 44 . baik yang menyangkut sikap. Perlakuan yang otoriter (perlakuan yang keras) akan mengakibatkan perkembangan pribadi anak yang kurang diharapkan. b. disamping upaya-upaya yang telah dilakukan diatas. Menerima anak sebagaimana biasanya. dan tokoh yang diidentifikasi atau ditiru anak. Dalam membina dan mengembangkan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. berdo’a.Cit. Bersikap respek atau menghargai pribadi anak. maka seyogianya dia memiliki kepribadian yang baik atau berakhlakul karimah (akhlak yang mulia). 138 Ibid. sebaiknya pada saat bayi masih berada dalam kandungan. kebiasaan berprilaku atau tata cara hidupnya merupakan unsur-unsur pandidikan yang tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan fitrah beragama anak.

orang tua dengan anak. Karena itu dibutuhkan suatu proses pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap tugas-tugas tersebut. Sebagai orang tua. lafaz zikir dan akhlak terpuji seperti bersyukur ketika mendapat anugerah. pembohong dan sebagainya. meminta maaf bila ternyata orang tua sendiri salah kepada anak. Mau mendengarkan pendapat atau keluhan anak. Sedangkan yang tidak harmonis. 3) Orang tua hendaknya memelihara hubungan yang harmonis antar anggota keluarga (ayah dengan ibu. Do’a-do’a. Shalat (bacaan dan gerakanya). Hubungan yang harmonis penuh pengertian dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik. 45 . sehingga pada gilirannya anak dapat membedakan mana yang baik dan terbaik dan mana yang buruk dan terburuk. Memaafkan kesalahan anak. Untuk memelihara keluarga dari segenap hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam neraka tentu tidak mudah begitu saja.d. bersikap jujur menjalin persaudaraan dengan orang lain. 4) Orang tua hendaknya membimbing. f. Dengan cara membiasakan anak sejak dini dengan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama diharapkan akan terbentuk akhlak dan pribadi yang baik pula dimasa-masa selanjutnya. dan anak dengan anak). Meluruskan kesalahan anak dengan pertimbangan atau alasan-alasan yang tepat. seperti keras kepala. Bacaan Al-Qur’an. tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmaniah anak semata tetapi juga kebutuhan akan spiritual anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan sehari-hari. dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. mengajarkan atau melatih ajaran agama terhadap anak seperti: Syahadat. seperti sering terjadi pertentangan atau perselisihan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak yang tidak baik. e.

h. Semua itu disebabkan oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari manusia dalam menjaga keseimbangan dialektis antara dirinya. Spiritual sebagai pengalaman horistik merupakan jati diri yang fundamental bagi manusia. fana dan paraksal. maka ia di pandang sebagai faktor penentu. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: a. maka ia dipandang sebagai sumber suara hati manusia. yaitu hubungan yang harmonis antara Tuhan. Ke-1. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta: Arga. manusia dan alam sekitar. Di antaranya sumber kecerdasan itu sendiri (God-Spot). Namun sekarang kemajuan teknologi dan sains yang betulbetul memanjakan kebutuhan material menyebabkan manusia gagal mencapai puncak spiritual. potensi qalbu (hati nurani) dan kehendak nafsu. Spiritual adalah jalan yang paling ideal yang memberikan makna hidup bagi manusia di antara makhluk Allah yang lain. Tuhan dan alam. yang menuntun kejalan hidup yang tidak ambigu.Spot ( Fitrah) Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya.a.45 Karena God-Spot adalah pusat spiritual. Ketiga hal ini perlu dikaji lebih jauh karena manusia dimanapun di dunia ini selalu merindukan puncak keagungan yang ditandai dengan segala dimensi eksistensinya. God. bahwa seorang ahli syaraf dari California University yaitu V. Agar terhindar dari kesesatan hidup yang sedang di jalani ini. yang merupakan pusat spiritual terletak antara jaringan saraf dan otak. Suara hati tersebut selalu menganjurkan 45 Ary Ginanjar Agustian. cet.S. xxxviii 46 . 2001). God-Spot di samping sebagai penentu spiritual. Ramachandran telah berhasil menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. Akibatnya mereka tersesat di medannya sediri dan hampa dalam menjalani hidup yang sedang dilaluinya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual Ada beberapa faktor yang menentukan kecerdasan spiritual seseorang.

S.49 46 47 48 49 Departemen Agama RI. h. Ahmad Mushthafa Al. Suara hati itu adalah suara Tuhan yang terekam di dalam setiap jiwa setiap manusia. cet. Scheler mengatakan bahwa penyesalan adalah tanda kembalinya kepada Tuhan. Al-Qur’an dan Terjemahannya.48 Sehingga bila manusia berbuat tidak baik. 1987).11 Syahminan Zaini. Al-A’raf ayat: 172. 1995).Maragi. 1 47 . h. maka suara hatinya akan menasehatinya. (Jakarta: Kalam Mulia. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan fitrah Islam yaitu dengan menaruh dalam hati mereka iman yang yakin.agar selalu berbuat sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan meninggalkan segala kemungkaran dan kejahatan. Mac. edisi Khat Madinah. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami). 2005) hal.46 Dalam tafsir al-Maraghi ayat ini menerangkan bahwa manusia telah memiliki janji naluri (fitrah) antara Allah dengan manusia. Seandainya masih dilakukan hal yang tidak baik tersebut ia pasti akan menyesal.47 Bukti adanya perjanjian ini menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam fitrah manusia. Hal ini dapat dijumpai dalam Q. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. (terjemahan Anwar Rasyidi. kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. Sedangkan menurut N.. Dryarkara ialah adanya suara hati manusia.                                  Terjemahannya: Dan (ingatlah). Ke-1. Tafsir Al-Maraghi. 173. (Bandung : Syamil Cipta Media. 189 Ibid.

untuk itu god-spot dan suara hati adalah bagian penting manusia yang mesti dipertahankan. Fu’ad Merupakan potensi qalbu yang sangat berkaitan dengan indrawi. eros. Kekuatan yang dibangun dalam jiwa merupakan manifestasi dari god-spot sebagai tanda bahwa manusia adalah “bagian” dari Tuhan itu sendiri.50 Padahal dimensi qalbu tidak hanya mencakup atau dicakup dengan pembatasan katagori yang pasti. b. cet. cinta dan logos pengetahuan. 93 48 . Menangkap dan memahami pengertian qalbu secara utuh adalah kemustahilan. artinya tidak mungkin ada pemisah antara Tuhan dan manusia. Fu’ad mempunyai tanggung jawab intelektual yang jujur kepada apa yang dilihatnya. dan jauh dari sikap kebohongan. Itu hanyalah sebagai asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena didalam qalbu terdapat potensi yang sangat multi dimensional. kejujuran. Fu’ad yang bersikap jujur dan objektif akan selalu haus dengan kebenaran dan bertindak atas rujukan yang benar pula. secara klasik sering dihubungkan denganpolemos. Fu’ad mampu menerima informasi dan menganalisisnya sedemikian rupa sehingga diperoleh pelajaran dari informasi tersebut. God-Spot adalah kendali kehidupan manusia secara spiritual. Ke-I. memilih dan memutuskan segala informasi yang dibawa 50 Toto Tasmara. Diantaranya adalah sebagai berikut: c.Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa nasihat yang dikeluarkan oleh suara hati membuat manusia selalu dalam keadaan benar. (Jakarta: Gema Insani. Ini adalah merupakan realisasi dari kecerdasan spiritual. Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada objektifitas. Potensi Qalbu Menggali potensi qalbu. Qalbu diberi potensi pikir yaitu hati dalam bentuk fu’ad. 2001). mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak manusia (fungsi rasional kognitif). Kemampuan untuk mengolah. Kecerdasan Ruhaniah. h. amarah.

Karena shadr bisa melihat masa silam sebagai pedoman pelaksanaan sebuah manajemen hidup saat ini dan masa mendatang. Fu’ad memberi ruang untuk akal. Pengawas setia sang fu’ad adalah akal. kebenaran. mempunyai fungsi emosi (marah. 101 49 . dan nyata dengan mempergunakan fungsi nazhar indra penglihatan. Shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan. h. efektif). bertafakur. manusia mempunyai kemampuan untuk menimbang. Shadr memandang pada masa lalu. h. berbeda dengan Fu’ad yang berorientasi kedepan. sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit apapun menjadi indah dari karyanya.51 d. Shadr mempunyai potensi besar untuk hasrat. Sehingga dengan demikian ada sebuah 51 52 Ibid. zikir. kesejarahan. Fungsi akal adalah membantu fu’ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir. indah. dan keberanian yang sama besarnya dengan keberanian untuk menerima kejahatan dan kemunafikan.52 Dari penjelasan di atas. serta nostalgia melalui rasa. karena ia mampu menyiasati hidup dengan membangun manajemen yang terkendali dan mantap. dapat dipahami bahwa orang yang shadrnya terkendali. niat. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang bermuatan moral. memilih dan memilah seluruh data yang masuk dalam qalbu. kemauan. benci. berpikir. Di dalam ini pula tersimpan rasa cemas dan takut. Shadr Shadr berperan untuk merasakan dan menghayati atau. Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. membanding dan menghasilkan kearifan. Dengan kompetensinya untuk melihat dunia masa lalu. wujud. 96 Ibid. pendengaran dan penglihatan yang secara nyata yang sistimatis diuraikan dalam AlQur’an. cinta.oleh sentuhan indra. pengalaman dan keberhasilan sebagai cermin.

Sementara manusia sebagai makhluk mulia telah diamanahi Allah dengan tugas yang 53 Ibid. yang kerjanya hanya mengabdikan segala hidupnya untuk suatu tugas tertentu saja. merayu dan menyesatkan tetapi sekaligus memikat. tetapi karena manusia mempunyai hawaa ini. Namun fu’ad dan shadr harus mengendalikan kerjanya hawaa. kekuasaan. Sebagai penentu nasib setiap makhluk. Hawaa Merupakan potensi qalbu yang mengarahkan kemauan. dan keinginan untuk mendunia. Pemeliharaan terhadap Fu’ad dan Shadr juga penulis pandang sebagai proses perjalanan spiritual. maka seluruh qalbu bisa rusak binasa karena keterpikatan dan bisikan yang dihembuskan setan kedalam potensi seluruh hawaa. menggoda.53 Dari penjelasan ini. Di dalamnya ada ambisi. e. maka pendidikan itu sendiri juga berorentasi kepada pembinaan shadr yang ada dalam setiap qalbu manusia. karena berfungsi sebagai tenaga penggerak kehidupan manusia. Hawaa sebenarnya juga harus dipertahankan dalam hidup manusia. maka fu’ad dan shadr memiliki tugas berat untuk mengatasi kekuatan hawaa yang selalu membawa kearah kebinasaan dan kehancuran sehingga lenyaplah kenikmatan yang kekal dan abadi yaitu keabadian disisi Tuhan Yang Maha Esa. h. Pendidikan sebagai langkah awal mencapai kesejahteraan dan keseimbangan hidup manusia. Potensi hawaa selalu ingin membawa pada sikap-sikap yang rendah. Potensi hawaa cendrung untuk membumi dan merasakan nikmat dunia yang bersifat fana. shadr adalah sebuah sumber kecerahan sebuah kehidupan. akhirnya tergelincir menjadi hina dikarenakan manusia tetap terpikat pada dunia. Dengan kata lain. Walaupun cahaya di dalam qalbu pada fitrahnya selalu benderang. Fitrah manusia yang dimuliakan Allah. Tanpa hawaa tentu manusia berubah wujud menjadi malaikat yang kehidupanya statis. 104 50 .kepastian menjalani hidup berikutnya. pengaruh.

tentu banyak tugas yang mesti diselesaikannya dalam waktu yang sudah ditetapkan-Nya. semestinya patuh dan taat terhadap segala ketetapan-Nya. diantaranya sebagai “khalifah fil ardi”. yaitu fu’ad. Jika organ dalamnya baik. Ketiga hal itu juga di pandang sebagai faktor dominan untuk mewujudkan spiritual dalam jiwa manusia. Bagaimana kecepatan otak mengola atau memproses masukan yang didapat amat tergantung pada kondisi dan kematangan organ vital yang satu ini. maka proses pengolahan apapun yang diterima otak akan ditangkap dengan baik dan dijalankan tubuh sesuai perintah otak. shadr dan hawaa sebagaimana yang telah di jelaskan diatas. maka setiap manusia kerja ekstra keras untuk mewujudkan keseimbangan ketiga potensi tersebut.) Faktor lingkungan Kapasitas atau potensi kecerdasan yang sudah terberikan dalam diri setiap anak tidak akan berarti apa-apa kalau lingkungan sama sekali tidak berperan dalam 51 . Selanjutnya penulis akan mengungkapkan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan secara umum yaitu: 1) Faktor genetik/ bawaan Faktor ini lebih merupakan potensi kecerdasan yang sudah ada atau terberikan karena terkait dengan saraf-saraf yang ada pada organ otak. 2. Demi penyelesaian seluruh tugas.sangat banyak. maka dosa besar menyelimuti sehingga sinar Ilahi yang menyinari qalbu setiap manusia memudar dan bahkan lenyap sama sekali. Tetapi karena spiritual belum bekerja semaksimal mungkin dalam kehidupan seluruh jiwa. Hasilnya? Apa yang di kerjakan anak akan memberi hasil terbaik. Sebagai seorang khalifah. Manusia yang merupakan bagian dari-Nya.

(http://www. Dalam lingkungan keluarga anak menghabiskan waktu dalam masa perkembangannya. saat lahir. Lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung terpenting bagi kecerdasan anak.tabloidnakita. menumbuhkan empati dan afeksi.merangsang dan mengasah potensi tersebut. sampai dia tumbuh besar. Untuk menjadikan anak cerdas. Orang tua dapat memberikan stimulus sejak anak masih dalam kandungan. Setelah anak lahir. baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental/emosi anak. Di sini ada empat faktor lingkungan yang dapat mengasah potensi anak yaitu: 54 a. Tentu saja dengan intensitas dan bentuk stimulasi yang berbeda-beda pula pada setiap tahap perkembangan. Dengan itu dapat membuat potensi kecerdasan anak mencapai maksimal. Caranya dengan mencurahkan kasih sayang. Arti Sehat dan Bahagia.) Lingkungan rumah.htm) 52 . 54 Dedeh Kurniasih. stimulus ini diperluas menjadi pada kelima indra maupun sensorimotoriknya. disamping memberi stimulasi dengan menanamkan nilai-nilai moral dan kebijakan secara konkret.1) Stimulus. Bagi Anak. faktor stimulus menjadi sangat penting. com/Khasanah/khasanah06309-01. Pengaruh lingkungan rumah ini berkaitan pula dengan masalah: a. Begitu stimulasi lainya yang dapat merangsang dan mengembangkan kemampuan kognisinya maupun kemampuan lain. Contohnya ketika masih dalam kandungan. stimulus lebih diarahkan pada pendengaran menggunakan irama musik dan tuturan ibu dan ayah. Secara mental orang tua juga menstimulasi anak dengan menciptakan rasa aman dan nyaman sejak masa bayi.

) Kecukupan nutrisi. Menyediakan berbagai fasilitas bagi kepentingan anak merupakan salah satu bentuk interfensi orang tua. Untuk menjadikan anak sehat secara fisik dan mental. Begitu pula kesehatannya secara keseluruhan. tidak adanya pola asuh hanya akan membuat anak bingung. Ini pun lagi-lagi dapat dilakukan sejak ia masih dalam kandungan. Misalnya dengan aktif mengajaknya bicara. kemungkinan besar pertumbuhan dan fungsi otak terhambat sehingga potensi kecerdasan anak menjadi rendah. a. Dampaknya apapun yang dikerjakannya tidak akan membuahkan hasil maksimal. Tepatnya mesti dimulai ketika masa perencanaan kehamilan. Tanpa nutrisi yang baik dimasa-masa sebelumnya. Peran nutrisi bagi kecerdasan anak tak bisa diabaikan begitu saja.2) Pola asuh. Tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan tentu saja juga mempengaruhi potensi kecerdasannya. Pola asuh orang tua yang penuh kasih sayang diyakini dapat meningkatkan potensi kecerdasan si anak.) Interfensi dini. Orang tua harus aktif dan interaktif merangsang otak anaknya. ayah dan ibu dapat memberikan beragam eksperimen kecil kepadanya yang berguna untuk merangsang keinginan dan minat bereksplorasi. b. Sebaliknya. Mengapa demikian? Tak lain karena kecukupan nutrisi berkaitan erat dengan perkembangan organ otak dan fungsinya yang akan menentukan kualitas anak dimasa depan.3) Memberi pangajaran. stres. c. Dampak interfensi dini terhadap anak akan baik jika itu dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat kematangannya. Agar efeknya selalu positif.a. sebetulnya perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum proses kehamilan terjadi. sepanjang masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak. dan trauma yang berbuntut masalah pada emosi anak. 53 . Setelah anak lahir.

rukuk. duduk diantara dua sujud. 54 . dan nilai-nilai kehidupan.) Pendidikan di sekolah. Ibadah shalat hubungannya dengan fisik tidak dapat dipungkiri lagi bahwa shalat hanya dapat diakui jika kita melaksanakannya dalam bentuk fisik seperti takbiratulihram. berdasarkan kajian teori diatas. dapat kita tentukan relasi antara shalat dengan fisik dan jiwa seseorang. Boleh dikatakan sekolah merupakan rumah kedua bagi anak yang memungkinkannya mentransfer pengetahuan. Kerangka Pikir Ibadah shalat erat hubungannya antara fisik dan jiwa. d. sujud.I’tidal. Selain pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. Contohnya mengajak membuat mainan bersama guna merangsang kognisi anak. keterampilan. Yang pasti kecerdasan dalam diri anak tidak muncul begitu saja. dan seterusnya. Diluar potensi yang terberikan. peran sekolah juga tidak kalah besar. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. sebetulnya cerdas juga berarti ketekunan mempelajari sesuatu. f.ingatlah selalu untuk menginterfensi anak dengan hal-hal kreatif. Ibadah shalat hubungannya dengan jiwa juga berhubungan erat karena shalat selain menyehatkan juga menenangkan jiwa pelakunya karena pada saat shalat dilakukan pelakunya ditekankan untuk khusyuk atau tenang sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an surah al-mu’minun ayat 1-2 sebagai berikut :                    Terjemahannya : 1.

(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.9 Hz). Usai salat beliau bersabda: Hai fulan. (Shahih Muslim No. sungguh aku dapat melihat belakangku. mengimami salat kami. Penjelasan tersebut diatas dapat kita gambarkan kedalam bagan berikut ini. Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13.. akibatnya otak kita mudah untuk menjadi alfa atau selalu berada dalam keadaan yang baik untuk belajar meski berada diluar shalat. Hal ini dapat terus diterapkan mengingat shalat adalah salahsatu rukun islam (wajib) bagi umat muslim. Demi Allah.9 Hz).2. SHALA T BELAJAR MINGGU 1 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. firman allah dan sabda nabi tersebut diatas mengisyaratkan kita untuk khusyuk dalam shalat agar kita tenang.642). ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw.55 Selain dalam kitab al-qur’an dalam nbi Muhammad dalam hadits Hadis riwayat Abu Hurairah ra.9 Hz). mengapa engkau tidak membaguskan salatmu? Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat untuk dirinya sendiri. sebagaimana aku melihat depanku. MINGGU 3 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. dengan ketenangan inilah sehingga otak berada pada kondisi alfa dan otak sendiri jika berada pada kondisi alfa maka akan mudah bagi subjek untuk belajar. jadi apabila shalat dilaksanakan terus menerus secara continue dan khyuk maka akan otak akan terbiasa dengan keadaan gelombang alfa. MINGGU 4 55 Ibid 55 .9 Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 MINGGU 2 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13.

9 Hz). mungkin akan dibutuhkan waktu dan luka yang cukup banyak tapi setelah anda sudah terbiasa menjalankannnya dan mulai terbiasa. Gunawan. gelombang otak kita tetap berada pada kondisi alfa.9 Hz). pada saat itu anda harus berkonsentrasi pada kaki anda yang sedang menggayuh dan juga pada setir sepeda dan jalan dilalui. Born To Be A Genius (2003) Diagram diatas menggambarkan perbedaan gelombang otak kita pada saat shalat dan belajar. hanya membutuhkan waktu agar gelombang alfa tetap stabil. Shalat yang dilakukan secara rutin menghasilkan gelombang otak alfa yang tertanam kedalam memory jangka panjang kita dan hasilnya meski kita tidak dalam keadaan shalat. Hal ini tidak jauh beda dengan keadaan kita pada saat baru belajar menjalankan sepeda. Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) MINGGU 6 Otak berada pada kodisi ALFA Otak berada pada (8 – 13.MINGGU 5 Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. 56 . anda tidak akan terfokus lagi pada kaki anda yang terus menggayuh secara otomatis. dan gelombang beta dengan sendirinya akan tersingkir karena tidak mungkin otak berada pada dua model gelombang dalam satu waktu. kodisi BETA(14 – 100 Hz) Sumber : Adi W. hal ini juga terjadi pada keadaan pada saat kita shalat yang masuk kedalam keadaan diluar shalat (belajar).

intinya peneliti ingin menjelaskan. guru. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. atau independensi dari dua atau lebih faktor dalam suatu keadaan. yaitu dilakukan dengan penunjukan langsung yang dianggap dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada tiap 57 . Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas III hingga kelas VI di MI DDI Ujung Lare Parepare. atau perbedaan antar kelompok. 2. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Eksplanatif. Penentuan dan penetapan sampel dalam setiap kelas dilakukan dengan purposif sampling. B. Pendekatan penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kombinasi atau perpaduan antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. dan orang tua murid. Populasi penelitian ini adalah seluruh sivitas sekolah yaitu kepala sekolah.BAB III METODE PENELITIAN A. 2. Penelitian Eksplanatif ialah suatu penelitian dengan tujuan untuk menganalisis sifat suatu hubungan. Populasi dan Sampel 1. Pendekatan kombinasi ini dilakukan untuk memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang nyata secara alamiah dengan sedikit pembimbingan sebagai langkah awal.

yakni mengambil data melalui administrasi yang ada di kantor MI DDI Ujung Lare. 3. D. Dokumentasi. yakni meninjau langsung ke objek melihat kondisi yang terjadi. yaitu suatu penelitian yang sudah diterbitkan. yakni dilakukan dialog langsung kepada responden dan atau informan mengenai masalah yang diteliti. 2. yaitu : 1. Teknik analisis data Setelah penulis mengadakan penelitian dengan jalan membaca berbagai macam buku dan informan untuk mengumpulkan bahan yang ada kaitannya dengan 58 . Observasi. maka diperlukan suatu metode yang tepat dalam mengumpulkan data yang akan diolah. majalah ataupun tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan masalah pokok skripsi ini. Wawancara. oleh karena itu penulis menggunakan teknik penumpulan data melalui penelitian kepustakaan. Didalam mengumpulkan data melalui kepustakaan. yaitu dengan mengintisarikan dan penulis mengubah redaksinya dengan memberikan pengertian yang dimaksud. Kemudian dalam mengumpulkan data dari objek dilakukan beberapa pendekatan.kelas IV sampai dengan kelas VI dengan petunjuk dari guru sebelumnya karena guru tentu sudah tahu keadaan siswanya masing-masing. penulis menggunakan kutipan langsung. Teknik Pengumpulan Data Agar suatu penelitian dapat dipertahankan tingkat validitas datanya. baik berupa buku. C.

maka penulis mengolah dan menganalisis datadengan menggunakan metode berikut : 1. 2. 3. yaitu metode yang ditempuh penulis dalam mengolah data dengan sistem perbandingan atau perubahan yang terjadi pada tiap siklus 59 . Metode Statistik. adalah metode penganalisaan data berdasarkan peristiwa yang bersifat khusus ke umum. yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan bertitik tolak dari peristiwa yang bersifat umum ke pernyataan khusus.pembahasan skripsi ini. Metode Induktif. Metode deduktif.

terlebih dahulu ditentukan garis besar penelitian yang akan dipedomani oleh peneliti yaitu sebagai berikut : 1. Pra Tindakan Sebelum peneliti memimbing murid melaksanakan ibadah shalat.dalam penelitian ini ditetapkan mata pelajaran yang digunakan adalah IPA. 2. Membuat laporan hasil penelitian. kemudian dilaksanakanlah penelitian. 5. karena materi IPA dianggap membutuhkan penalaran yang logis dan pemahaman yang baik. terlebih dahulu peneliti berkenalan dengan guru kelas bersangkutan dan kepala sekolah.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian a. Sebelum penelitian dilakukan. dll. 3. 4. 7. Kriteria murid yang akan dijadikan purposive sampling adalah sebagai berikut : 60 . Menarik kesimpulan. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. 6. Menentukan criteria murid yang akan dijadikan purposive sampling. Melakukan percobaan terhadap murid yang diobservasi tiap minggu. 1. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 – kelas 6 berdasarkan data dari guru. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. Menentukan kritera murid yang akan dijadikan purposive sampling.

a. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. Untuk mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid saya membuat table tingkat pemahaman murid dengan melakukan pengamatan di ruang kelas pada saat proses pembelajaran dimulai. Rata-rata tugas harian yang rendah dibawah 5 (lima). Berdasarkan data guru.) 3. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas masing-masing berupa raport (terlampir). Adal Ummi mawaddah Fikri magfirah Wahbah suhaeli Jumlah TEMA Energi Energi Energi Energi . 2. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 sampai kelas 6 berdasarkan data dari guru. (biodata murid. b. murid yang sering Nampak kebingungan meski materi telah dijelaskan berulang kali. Murid yang malas memperhatikan penjelasan guru. status ekonomi. tidak menghiraukan keadaan sekitarnya 7-8 = sering focus tapi masih terkadang merespon keadaan sekitarnya 5-6= terkadang focus jika ditegur oleh guru 3-4 = lebih sering tidak focus 61 No 1 2 3 4 Nama Muh. daftar nilai harian (terlampir). penilaian sikap dari guru. dan hasilnya adalah sebagai berikut : Aspek yang diamati Focus saat Kelas Rata-rata Hasil guru belajar (IPA) menjelaskan*) III 8 3 IV 9 5 V 8 2 VI 9 4 52 14 Table 1 : Data Pra Shalat *) 9-10 = sangat focus. c.

anak yang dulunya terbiasa focus mendengarkan penjelasan guru kini menjadi sulit karena selalu mendapat gangguan dari teman sebangkunya. sebagai contoh. untuk menjaga kesalahan penunjukan titik permasalahan. pada saat guru menjelaskan. (2) lingkungan rumah atau keluarga. Adapun hal-hal yang menjadi dianggap turut membentuk tingkat pemahaman murid adalah sebagai berikut : 1) Sikap Teman sebangkunya/sekelasnya terhadap dia 62 . murid SD kelas tiga yang awalnya pada saat kelas satu dan dua selalu mendapatkan ranking karena teman sebangkunya adalah murid yang mengerti keadaan teman sebangkunya jika sedang focus mendengarkan penjelasan guru. Sebelum murid diberi instruksi/bimbingan shalat terlebih dahulu perlu diketahui halhal yang berinteraksi langsung dengan murid untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan murid dalam meningkatnya kemampuan memahami suatu permasalahan.hal-hal yang perlu diperhatikan dari Aspek tersebut kami bagi dalam tiga aspek (1) lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah Lingkungan disekolah turut menentukan tingkat pemahaman siswa. Selain murid. kini dia duduk bersama murid yang banyak bicara dan malas mendengarkan penjelasan guru. akan tetapi pada saat naik ke-kelas tiga. (3) lingkungan diluar rumah. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. guru disekolah juga perlu diamati. murid tersebut sudah tidak duduk dengan teman sebangkunya yang pengertian. a. dll.1-2= tidak pernah memperhatikan penjelasan guru Max = 80 (delapan puluh) 4.

menyuruh anak bolos dari sekolah. atau salah membimbing anaknya. Lingkungan rumah/keluarga Lingkungan rumah/ keluarga sangat berperan penting dalam membentuk kemampuan pemahaman murid. bergadang.2) Gaya mengajar guru 3) Suasana alam sekitar sekolah b. mengadu domba dengan sesame anak. contohnya ayah dari murid yang memiliki akhlaq yang kurang baik. Berikut aspek yang perlu diperhatikan dalam lingkungan kelurga murid yang dianggap dapat mengubah tingkat pemahaman siswa : 1) Tingkat perekonomian 2) Suasana rumah 3) Perhatian/bimbingan orang tua c. sebagai contoh tetangga murid seorang anak muda yang suka berkeliaran dan mengajak murid untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukan seorang anak-anak seperti merokok. Lingkungan diluar rumah Lingkungan diluar rumah terkadang menganggu aspek psikis murid yang akibatnya murid malas belajar. berikut aspek yang perlu diperhatikan : 1) Warga sekitar yang selalu berinteraksi dengan murid 2) Keadaan Lingkungan Sosial a. Pengamatan untuk siswa : 63 . suka meminum minuman keras. tingkat perekonomian rendah yang menyebabkan ayah memaksa anaknya untuk membantuk bekerja yang tidak biasanya dikerjakan oleh anak-anak. dsb.

b) Lingkungan rumah/ keluarga Muh. Adal adalah anak ke-tiga dari empat orang bersaudara. fikri magfirah (kelas lima). Adal juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. gaya mengajar guru kelas tiga ternyata kurang efektif. Dalam lingkungan sekolah Muh. tidak pernah melaksanakan ibadah shalat dan juga pecandu alcohol yang cukup berat. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. hal ini terlihat dari ahlaqnya yang kurang berbudi. sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek di dalam pasar Lakessi. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya.murid kelas III (tiga). Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh.1) Pengamatan untuk murid yang bernama Muh. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Muh. Adal. Hampir Setiap malam (berdasarkan wawancara peneliti dengan Muh. Ibunya seorang ibu rumah tangga tangga yang pemarah. 64 . tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. ayah Muh. Adal dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kurang kondusif dikarenakan manajemen kelas guru yang kurang.

Adal dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. Dari wawancara diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Muh. terbukti dengan jumlah temannya yang banyak hampir selalu datang kerumahnya mengajak bermain ataukah Muh.Adal di sekolah) ayahnya pulang malam dalam keadaan mabuk. keadaan yang diceritakan oleh Muh. dengan demikian ibu Muh. Adal seorang anak yang socials. bukannya menyuruh anaknya belajar atau tidur agar tidak terlambat ke sekolah ke-esokan harinya justru ayah Muh. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya putus sekolah 65 . keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan norma agama dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang rajin melaksanakan shalat. Adal menyuruh anaknya membeli rokok lalu mencuci motor ayahnya. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Muh. Adal harus menyuruh anaknya untuk berjualan keliling sepulang sekolah bersama saudara sulungnya. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. Beberapa hari ini ayah dan ibu Muh. Adal). keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian pendidikan formal. Adal bertengkar karena masalah uang yang selalu dihabiskan untuk hal yang tidak dimengerti oleh Ibu Muh. Adal. Adal yang menemui teman-temannya.

murid kelas IV (Empat). Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru.hingga tertinggi hanya SMU sederajat. 2) Pengamatan untuk murid yang bernama Ummi Mawaddah.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Ummi. tukang ojek. dan pedagang pasar tradisional. fikri magfirah (kelas lima). lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya. kebanyakan pekerjaan mereka adalah wiraswasta tingkat rendah seperti tukang batu. bartender. pedagang kaki lima. gaya mengajar guru kelas empat sudah 66 . Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. tukang becak. Dalam lingkungan sekolah Muh.

keadaan yang diceritakan oleh Ummi. sedangkan ayahnya juga pria yang kurang bias memberikan perhatian penuh kepada anakanaknya. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang hanya berada di rumah setelah pulang dari sekolah Sekolah Dasar tempatnya mengajar sebagai guru Agama Islam. dia menganggap jika dia mampu maka semua orang juga pasti mampu tanpa memperhatikan tiga aspek yang pada setiap manusia berbeda-beda (Kognitif.baik.M dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak.M adalah anak ke-tiga dari lima orang bersaudara. Afektif. dan Psikomotorik) hal ini membuat anak juga akan menjadi koleris dan harus sangat disiplin yang dampaknya menyerang tingkah laku anak menjadi keras kepala karena batasan yang diberikan ayahnya untuk memikirkan lingkungan sekitarnya yang beraneka ragam. b) Lingkungan rumah/ keluarga Ummi. kepribadian ini kurang memperhatikan aspek afektif dari anak-anaknya. hal ini terlihat dari tingkat kedisiplinan yang dia terapkan kepada anak-anaknya yang cenderung koleris meski memiliki niat yang baik demi masa depan anak-anaknya. ayah sampling yang satu ini bekerja sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah DDI Ujung Lare (MI DDI Ujung Lare).M). dia satu-satunya saudara perempuan. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Ummi. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal. ayah Ummi.M dampaknya sangat buruk 67 .

c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Ummi. murid kelas V (Lima). 3) Pengamatan untuk murid yang bernama Fikri Magfirah. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya hanya saja terjadi controversial berupa penekanan sikap oleh ayahnya dan kurang perhatian dari ibunya.M seorang anak yang socialis. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang tidak terlalu ditekan. hanya saja terkadang teman-temannya menjauhinya karena sikapnya yang pemarah. Lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya adalah tenaga pendidik diberbagai instansi.terhadap bentuk kejiwaan Sampling. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya. a) Lingkungan sekolah 68 .

M adalah single parent (ibu tanpa suami).M adalah anak ke-dua dari empat orang bersaudara.M bekerja di sekolah MI DDI Ujung Lare sebagai tenaga social dibidang Seni dan Kebudayaan (SBK). ibu Fikri. b) Lingkungan rumah/ keluarga Fikri. gaya mengajar guru kelas lima sudah baik. tanpa seorang ayah yang dapat memberinya bimbingan disaat yang berbeda dikala ibunya tidak ada.Lingkungan sekolah Fikri. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. Dalam lingkungan sekolah Fikri. seperti yang dituliskan diatas bahwa ibu Fikri. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam lima yang dimulai dari gaya mengajar guru. secara otomatis. fikri magfirah (kelas lima). Ibunya seorang ibu rumah tangga yang harus bekerja sendirian mencari nafkah untuk anak-anaknya atau konotasinya adalah seorang janda beranak empat.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang.M kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. ibunya harus 69 . Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya.

M sebagai anak pertama untuk perempuan harus lebih sering bersama ibunya membantu di dapur atau pekerjaan lainnya yang semestinya dikerjakan oleh seorang ayah juga harus dia kerjakan. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Fikri. ditambah gejolak jiwa ibunya yang tidak stabil sehingga cenderung untuk memarahi sampling. Fikri. keadaan yang diceritakan oleh Fikri.M lebih tidak stabil. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya.M dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. 70 .lebih merangkap jabatan sebagai pencari nafkah dan juga sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memberi perhatian pada mereka masing-masing. juga harus berkeluh kesah sendiri disaat ada masalah internal yang seharusnya ada seorang suami yang memberinya semangat harus dia pikul sendirian. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang memiliki kedua orang tuanya.M seorang anak yang socialis. disamping pekerjaannya yang hanya bergaji kecil.M). c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Fikri. keadaan tersebut menekan waktu sampling untuk bermain sebagi jiwa anak-anak menjadi waktu yang berat baginya karena harus bekerja layaknya orang dewasa. hal ini membuat emosi ibu Fikri.

Fikri Magfirah (kelas lima). Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Asfandi semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. murid kelas VI (Enam). lingkungan ini juga menjadi perhatian khusus dari sampling karena para santri selalu berlalu lalang didepan rumahnya melakukan kegiatan pesantren. Sebagaimana kita ketahui disetiap Lingkungan Pesantren tentunya menekankan santrinya berakhlaq mulia sesuai tuntutan syariat Islam. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal karena tinggal di dalam kawasan pesantren DDI Ujung Lare. 71 . Dari tiga aspek yang diamati diatas maka dapatlah peneliti. 4) Pengamatan untuk murid yang bernama Asfandi.hanya saja waktu sampling yang kurang untuk menuangkan jiwanya pada tempatnya sebagai anak-anak . Dalam lingkungan sekolah Asfandi kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. dan Asfandi (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Asfandi juga telah termasuk lingkungan sekolah Ummi Mawaddah (kelas empat).

Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (asfandi). Ibunya kandungnya telah wafat pada saat usianya masih berumur empat tahun. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang. Ayah Asfandi sendiri bekerja tidak menentu dengan penghasilan yang tidak menentu pula. keadaan yang diceritakan oleh asfandi perihal tingkat perekonomiannya yang rendah dan sikap ibu tirinya yang buruk tidak sama dengan ibu kandungnya yang telah wafat. keluarga ini berada pada tingkat perekonomian yang rendah karena pekerjaan kepala rumah tangga yang tidak menentu dan jumlah tanggungan yang cukup besar. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar.Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. kini Asfandi diberi seorang ibu tiri yang kurang baik oleh ayahnya. b) Lingkungan rumah/ keluarga Asfandi adalah anak ke-empat dari empat orang bersaudara dan tiga orang saudara tiri. gaya mengajar guru kelas enam sudah baik. c) Lingkungan Diluar Rumah 72 .

b. terkadang asfandi lebih suka duduk menyendiri seolah ia menjadi pengamat atas tingkah teman-temannya. sikap ini menjadi balikan teman-temannya yang juga tidak ingin mengajaknya bermain atau belajar bersama. semuanya telah sesuai dengan kurikulum madrasah MI DDI Ujung Lare. Pengamatan untuk guru Guru-guru di MI DDI Ujung Lare. 73 . dan lingkungan inilah yang kelak dicontohi oleh sampling dan hasilnya tentu menurunkan tingkat SQ-Nya. pada kelas tiga menggunakan gaya belajar yang monoton dan sulit dimengerti oleh muridnya karena.Sampling dalam hal ini adalah asfandi seorang anak yang kurang bergaul. (3) memarahi murid jika bertanya tentang materi yang kurang jelas. menyapa dengan kata-kata yang tidak sopan. enam. (2) meminta siswa mengerjakan tugas tanpa penjelasan sebelumnya. Berbeda dengan guru-guru kelas empat. bahkan penulis biasa melihat sampling mendapat ejekan dari teman-temannya karena sikapnya yang pediam. hanya menunjuk pada papan tulis lalu mengerjakan tugas. lima. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan berakhlaq buruk karena kebanyakan warga sekitar bersifat premanisme dan berbagai akhlaq buruk lainnya seperti meminum minuman keras di depan umum. terbukti dengan jumlah temannya yang sedikit di sekolahnya. (1) terkadang menjelaskan tanpa kata-kata atau keterangan. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset.

Pelaksanaan tindakan (shalat lima waktu secara rutin dan khusyuk) Sebelum rutinitas shalat dilakukan. Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 sn Muh.4 4 4 4 3 25 8 5 5 5 5 31 8 88.67 *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 74 . hukum. tata cara shalat yang benar. Sebelumnya peneliti telah memberikan petunjuk kepada guru untuk memperbaiki kesalahan gaya mengajar guru dan memberikan solusi terbaik. Setelah sampling telah faham semuanya maka dilaksanakanlah rutinitas shalat yang dilakukan observasi per-Minggunya. a. Limit maximal hingga dikatakan berhasil adalah 100% Agar hasil akhir dapat diukur maka peneliti memutuskan untuk menyajikan hasil observasi dalam bentuk table.6 5 5 5 5 35 8 100 Table 2 : data hasil observasi Muh.b. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti. adal Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sl km jm sb ah 4 3 3 5 4 3 3 5 4 4 5 5 4 4 4 4 28 7 80 71. peneliti terlebih dahulu mengajari sampling tujuan.67 70.47 79.53 86. Adal) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas tiga dengan materi Energi. Adal kelas III 5 6 7 8 66. dan cara shalat khusyuk. Kelas III (Muh.

m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen b.33 Table 3 : data hasil observasi Ummi mawaddah kelas IV *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.47 93.3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.4 100 7 8 8 8 6 6 7 10 70 80 80. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Ummi mawaddah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 4 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 28 35 32 35 80 100 91. Kelas IV (Ummi Mawaddah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan 75 .

3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 7 10 Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Fikri Magfirah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 3 3 4 5 3 4 4 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 5 5 5 3 4 5 5 21 28 33 35 63.43 93. Kelas V (Fikri Magfirah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. Kelas VI (Asfandi) 76 .x = rerata dalam persen c. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen d. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.33 Table 4 : data hasil observasi fikri magfirah kelas V *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.33 70 81.

pasca tindakan Dari data yang diperoleh dari masing-masing sampling diatas maka dapatlah dibuat rekapitulasi data untuk mengetahui selisih perubahan yang terjadi agar dapat ditarik kesimpulan.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 8 10 Jumlah (Jt = J+F+H) 3 sn asfandi Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV 3 3 4 5 sl 3 4 4 5 km 3 4 5 5 jm 3 4 5 5 sb 3 5 5 5 ah 3 4 5 5 63.77 93.Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen c. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b 3 4 5 5 jm l 21 28 33 35 Jml total (J = jx20) 7 60 80 94. berikut rekapitulasi data : nama kelas Jumlah per-Minggu Rata-rata Ket 77 .33 70 84.33 Table 5 : Data hasil observasi Asfandi kelas VI *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.

theta.53 80.8 81 77 77.47 80 70 70 79. peningkatan ini tentu dikarenakan suatu sebab. B. menurut penulis hal itu ialah keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient).67 70 63. hal ini terjadi berdasarkan teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka ialah dua hal yang berhubungan erat yaitu keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient). keadaan gelombang otak ada berbagai bentuk. dan delta.33 93.43 84.Minggu Minggu Minggu Minggu I II III IV Muh. terlihat nilai yang diharapkan yaitu peningkatan yang simultan. Adal Ummi.M Fikri.77 86.47 81.33 93. keadaan otak yang paling menguntungkan ialah pada 78 .33 70.67 93. suatu sebab menghasilkan akibat. alfa.33 Perubahan perminggu (%) 75.9 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Table 6 : Rekapitulasi Data Sampling Dari data dan rekapitulasi data yang diperoleh diatas terlihat dengan sangat jelas bahwa pada tiap minggu dilakukan observasi terjadi peningkatan yang simultan. Penulis telah menganalisis sebelumnya dan memprediksikan hasilnya berdasarkan teori-teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka skripsi ini. akibat sehingga meningkatnya hasil belajar pada sampling adalah dua hal.33 63. M Asfandi III IV V VI 66. Pembahasan Dari deskripsi diatas dan data-data yang diperoleh hingga dilakukan rekapiltulasi data. yaitu beta.

”57 Dengan shalat yang khusyuk. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Loc.Cit Ibid 79 . dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).”56                           Terjemahannya : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Shalat dalam agama islam adalah wajib dilaksanakan selama lima kali sehari semalam sebagaimana firman allah dalam surah hud ayat 114 dan al-ankabut ayat 45 berikut.                                   Terjemahannya : “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Gunawan (2003) keadaan alfa dapat mempermudah kita untuk 56 57 Departemen Agama.perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan. gelombang otak berada pada keadaan alfa yang menurut Adi W. salah satunya ialah pada saat kita melakukan shalat dengan khusyuk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.keadaan Alfa dan keadaan alfa ini terjadi pada saat tertentu saja. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.

pada gerakannya berupa kebajikan. 80 . bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). xliv. pada sikapnya berupa ketawadhu’an. 58 Ary Ginanjar. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. itulah sebabnya terjadi peningkatan hasil belajar pada sampling.58 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan.mengingat pada memory jangka panjang. didukung juga dengan apa yang disebut dengan kecerdasa spiritual atau God Spot. cit. Dengan berfungsinya IQ maka kemampuan pemahaman dapat meningkat. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. gelombang otak ini dapat dimanfaatkan meski pelakunya tidak lagi sementara shalat.. Loc. pada amalnya berupa keshalihan. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. karena shalat dilakukan dengan rutin lima kali sehari semalam. hal ini menyebabkan gelombang alfa akan mudah terbentuk dalam otak karena telah terbiasa sehingga pada saat belajarpun otak dapat dengan otomatis berada pada keadaan alfa. bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif.

sebagai contoh yaitu dengan tidak memberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendek. terlihat perbedaan yang jelas dari data yang diperoleh sebelum sampling melaksanakan shalat sesuai ketentuan Al-Qur’an dan Hadits. KESIMPULAN Penelitian ini dari pra tindakan. Shalat adalah penyebab utama yang mengubah pola hidup setiap sampling selain bimbingan dari peneliti demi kelancaran penelitian.BAB V PENUTUP A. B. SARAN saran saya sebagai peneliti dalam kajian ini merasakan perlu perbaikan dalam sistem pendidikan yang dibangun oleh pemerintah dan swasta yaitu dengan tidak melupakan segi agama terlebih apabila itu adalah wajib bagi pemeluknya. pada data yang diperoleh per-Minggu setelah shalat dengan rutin dan khusyuk. pelaksanaan. hal-hal tersebut diataslah yang telah meningkatkan kemampuan pemahaman murid. rentang waktu untuk menonton Televisi yang diduga juga menjadi salahsatu penyebab terganggungnya murid untuk memahami materi yang terkait menjadi berkurang karena shalat dan keinginan untuk belajar menyingkirkan waktunya untuk menonton televisi lebih lama. dengan melaksanakan shalat lima waktu. hingga pasca tindakan dan analisis data maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibadah shalat secara rutin lima kali sehari semalam dengan khusyuk dapat meningkatkan hasil belajar murid. dalam hal ini 81 . afektif dan psikomotorik. Gaya mengajar guru juga telah diperbaiki yaitu dengan lebih memperhatikan kemampuan tiga aspek utama pada murid yaitu kognitf. hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman murid pasti telah meningkat.

82 . tak rugi yang diperoleh darinya melainkan kebaikan dan keuntungan didunia dan akhirat. semoga saran ini dapat terwujud dan bermanfaat.adalah shalat lima waktu dengan khusyuk. bertambahnya ilmu dan amal serta memperbaiki akhlaq yang buruk serta menularkannya keseluruh aspek lingkungan pelakunya. wallahu a’lam.

Abdullah. 2001. Cet. Jakarta : ArgaWijaya Persada. Dedeh Kurniasih. tt. Agustian. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : Bulan Bintang. tt An Nida’ (Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam). Ilmu Pendidikan. Hossein Nasr. Jakarta : Asy-Syfa’. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. 2005. Falsafah Pendidikan Islam. Shahih Bukhari. Ilmu Jiwa Agama. Abu. Yogyakarta : IRCISOD. Pekanbaru : Pusat Penelitian IAIN Sultan Syarif Qasim. Jakarta : PT Toko Gunung Agung. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kesehatan Mental. Darajat. terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Jakarta : Zikrul Hakim. Muhammad Omar Al-Taumy. ___________.1997. Arti Sehat dan Bahagia Bagi Anak. 2001. Rahasia Sukses Membangun ESQ Power. Toha Putra. 2003. ____________. Al-Maraghi. Ahmad Musthafa. (http://www. Bukhari. Nashih Ulwan.tabloidnakita. Terjemahan Tafsir Al-Maraghi (21). com/khasanah/khasanah06309-01. Antara Tuhan Manusia dalam Alam. Bahasa dan Kepemudaan. 2003. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ary Ginanjar. Toha Putra. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta : Balai Pustaka. Sayyed.htm) Departemen Agama RI. Jakarta : Bulan Bintang. 1987. 1989. Ahmadi. Ledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal. Al-Syaibani. Jakarta : Arga Wijaya Persada. Semarang : CV. 1993. 1999. Rahasia Sukses Membangun Emosi dan Spiritual Berdasarkan Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam. Jakarta : Rajawali. Zakiah. Pendidikan. 1976.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-Karim Abdullah. 83 . Mas Udik. Beirut : Al-Ahya al-Turats al-Araby. Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spiritual. Chaplin. 1996. ke-1. Semarang : CV.

Ian. Tasmara. Ahmad Nadjib Burhani. Kamus Umum Bahasa Indonesia. ke-2. 2001. Keluarga Sebagai Intitusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. Manusia dan Pendidikan. E. Muhammad Bagir. 2003. Monti.com/balita-anda/balita-anda.com/msg54237. Hamdan. P. Cet. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan.htm Zaini. www. Jakarta : Yayasan Ukhuwah. Jakarta : Balai Pustaka. Jakarta : Kalam Mulia. Dedhi.html. cet.mail-archive. Langgulang. 2004. Bogor : Penerbit Cahaya. terjemahan Rahmain Astuti. 2001. Hasan. Jakarta : Al Husna. 1986. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an.com/kompas-cetak/0305/18/keluarga/312326. Pendidikan Anak dalam Kandungan. dan Waruwu. www.id/doc/artikel/sqanak. 1995. 2005. Bandung : Kronik Indonesia Baru. Suharsono.Ramaja Rosda Karya. 2002.Hujjati.kompas. 2004. 2001. Jakarta : Kalam Mulia. Syamsu Yusuf. Toto. Suharto. Yogyakarta : Diva Press. ke-1. Zohar. Jakarta : Gema Insani Press. 2003 cet. Jakarta : Pustaka Populer Obor.or. Poerwadarminta. 2003. Mencerdaskan Anak. Cet. Cet. Rehani. Filsafat Pendidikan Islam. Qur’anis Quotient. Mendidik Kecerdasan. Membangkitkan Kesadaran Spiritualitas. Nata Abuddin. ke-1. Sukidi. Ramayulis.muthahari. Depok : Gema Insani Press. ke-1.Padang : Baitul Hikmah Press. terjemahan Rahmi Astuti.htm www. Rajih. 84 . Bandung : PT. Satiadarma. Danah dan Marshall. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Psikologi Agama. ke-3. 2003. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. LN. Kecerdasan Spiritual. 1982. Fidelis. Inayat Khan. Syahminan. Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi. ke-6. Pir Vilayat. Cet. Bandung : Pustaka Hidayah. Spiritual Quotient for Children.

listrik. 2. sinar matahari. tidak dapat dilihat. minyak tanah. demonstrasi. dan getaran dalam kehidupan seharihari 4.Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Tiga) Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : MI DDI Ujung Lare Ilmu Pengetahuan Alam III/2 12 jam pelajaran 4. tetapi dapat dirasakan 3.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya 1. menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi. kincir angin berputar jika ditiup angin. dan sumber energi 4. II. baterai. diharapkan siswa dapat 1. baterai. dan angin. Menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. dan kegiatan laboratorium IV. misalnya makanan. misalnya makanan. membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. tetapi dapat dirasakan. kincir angin berputar jika ditiup angin. misalnya panas dari sinar matahari. dan angin 4. kayu bakar. air. air. gerak.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas. dan memetik gitar menghasilkan bunyi. kayu bakar. 3. listrik. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 85 . menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. Memahami berbagai cara gerak benda. Metode Pembelajaran Informasi. dan memetik gitar menghasilkan bunyi 2. sinar matahari. Membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. Materi Pembelajaran Energi III. pemberian tugas. minyak tanah. tidak dapat dilihat. misalnya panas dari sinar matahari. hubungannya dengan energi. Menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi Indikator : I. 4. menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. Menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini.

siswa menyebutkan berbagai macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. tetapi tidak dapat dilihat. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 86 . misalnya kincir angin berputar jika ditiup angin. misalnya memetik gitar. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. 2. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi gerak. tetapi tidak dapat dilihat. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. 4. siswa menyebutkan kegunaan energi panas. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1.1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada sebelumnya. Dengan dipandu guru. 2. 3. 2. dapat dirasakan. siswa mendeskripsikan pengertian energi gerak dan energi bunyi. misalnya menggosokkan dua telapak tangan. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan kegunaan panas matahari. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi bunyi. dan energi listrik. Dengan dipandu guru. 3. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bahwa energi ada. siswa menyebutkan berbagai macam sumber energy bunyi. Dengan dipandu guru. siswa menerangkan cara menghasilkan energi panas. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bukti adanya energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi gerak dan energi bunyi serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. siswa menyebutkan bukti bahwa energi ada. 2. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan berbagai macam gerak benda. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari. 3. Kegiatan Inti 1. 2. Dengan dipandu guru. 4. misalnya panas matahari. Dengan dipandu guru. energi gerak. yaitu kemampuan untuk melakukan kerja. siswa menyebutkan pemanfaatan energi panas dalam kehidupan sehari-hari. siswa mendeskripsikan pengertian energi. Dengan dibimbing guru. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. dapat dirasakan. Dengan dipandu guru. antara lain energi panas. energi cahaya.

kayu bakar. siswa mendeskripsikan baterai sebagai sumber energi. 2. siswa menyebutkan kegunaan matahari. baterai. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan makanan. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan alat rumah tangga yang menggunakan energi listrik dan energi kimia. dan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 3. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan kayu bakar sebagai sumber energi. siswa menyebutkan kegunaan matahari. tidak dapat dilihat. dan angin sebagai sumber energi 2. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. air. siswa menyebutkan kegunaan makanan bagi tubuh. Kegiatan Inti 1. 6. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan matahari. siswa mendeskripsikan matahari. 2. listrik. siswa menyebutkan kegunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. air. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 87 . Dengan dipandu guru. dan angin sebagai sumber energi. Kegiatan Inti 1. air. Dengan dipandu guru. dan angin. Dengan dipandu guru. air. siswa menyebutkan pengertian energi listrik dan energi kimia. 2. 7. 5. minyak tanah. siswa mendeskripsikan listrik sebagai sumber energi. siswa menyebutkan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan energi kimia serta kegunaannya. dan angin sebagai sumber energi.1. sinar matahari. siswa menyebutkan berbagai sumber energi. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan minyak tanah sebagai sumber energi. 3. 2. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Membuktikan bahwa energi itu ada. air. baterai. siswa menyebutkan kegunaan energi listrik dan energy kimia dalam kehidupan sehari-hari. misalnya makanan. 4. tetapi dapat dirasakan. kayu bakar. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. minyak tanah. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. dan angin sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

........... Dilaksanakan. • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah............................ ........... ... (_______________________) NIP....... 88 .. (_______________________) NIP. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. sikap......... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 3B • Charta berbagai macam sumber energi • Charta berbagai macam penggunaan energi • Saputangan • Air • Kincir angin • Alat-alat tulis VI.. ....................V. dan tingkah laku. Guru Kelas.....................

Dengan dipandu guru. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. 2. 4. membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Kegiatan Inti 1. dan kegiatan laboratorium IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiataan Awal 1. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari : 8. Menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar 4. Metode Pembelajaran Informasi. Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas 3.Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Empat) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam IV/2 12 jam pelajaran 8. Dengan dipandu guru. menyebutkan sumber-sumber energi panas. pemberian tugas. misalnya gesekan benda dan matahari 2. Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar 5. mendemonstrasikan adanya perpindahan panas. 2. siswa menyebutkan sumber energi panas dan energy bunyi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. siswa melakukan Kegiatan 10. cair. menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar. cair. Materi Pembelajaran Energi panas dan energi bunyi III. Membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Menyebutkan sumber-sumber energi panas.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya : 1. siswa menyebutkan perpindahan panas. 3. menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. 5. Dengan dipandu guru. dan gas I. 3. diharapkan siswa mampu 1. misalnya gesekan benda dan matahari. demonstrasi. siswa mendeskripsikan pengertian energi panas dan energi bunyi. Dengan dibimbing guru. dan gas. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konduksi. II. Dengan dipandu guru. 89 .1 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konduksi.

2. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian energi bunyi. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara radiasi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.2 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konveksi. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara radiasi bagi kesejahteraan kehidupan manusia. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konduksi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konveksi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.4. Kegiatan Inti 1.3 untuk mengetahui benda yang menghasilkan bunyi. Kegiatan Inti 1. 2. siswa melakukan Kegiatan 10. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara radiasi. siswa melakukan Kegiatan 10. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 90 . Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan keadaan benda yang sedang menghasilkan bunyi. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konveksi. siswa menyebutkan benda yang dapat menghasilkan bunyi. 2. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru.

siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda padat. Dengan dibimbing guru. dan tingkah laku • Mengerjakan soal latihan 91 . Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda padat. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk membuat alat yang memanfaatkan perambatan bunyi melalui benda padat. V. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda padat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 4B • Air panas • Sendok logam • Sumpit • Biji jagung • Margarin • Gelas • Kaki tiga • Pemanas • Karet gelang • Kotak kosong VI. 3. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui gas. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda cair. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda cair dan gas serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3. siswa menyebutkan hal-hal yang membuktikan bahwa bunyi merambat melalui gas. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda cair.1. 4. Kegiatan Inti 1. 2. 2. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda cair dan gas. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda padat. sikap. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dibimbing guru. 2. 2. Dengan dibimbing guru.

.............................. ....... (__________________) NIP...... 92 . (__________________) NIP............. Guru Kelas.... .................... .Mengetahui Kepala Sekolah Dilaksanakan......

Mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis 2. Membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. 5. Memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi 8. menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. 6. 9. memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi. gaya gesekan. gerak. dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi. Menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah 7. 10.Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Lima) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam V/2 12 jam pelajaran 5. halus). Memahami hubungan antara gaya. menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan. Membuat magnet 5. membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. bentuk. dan gaya magnet) : 1.1 Mendeskripsikan hubungan antara gaya. mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis. Membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. 93 . Menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan 10. dan ukuran) dari ketinggian tertentu 6. halus) 9. Menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari I. membuat magnet. 3. 8. menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan. bentuk. 2. Memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari 4. dan energi. diharapkan siswa mampu 1. serta fungsinya : 5. menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah. dan ukuran) dari ketinggian tertentu. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. 4. Menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan 3. membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. 7. gerak.

Dengan dipandu guru. Metode Pembelajaran Informasi. 3. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. yaitu bagian magnet yang paling kuat menarik serbuk besi. Dengan dibimbing guru. siswa mendeskripsikan pengertian magnet. 2. Materi Pembelajaran Gaya III. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan jenis kutub magnet. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. siswa mendeskripsikan pengertian medan magnet. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian kutub magnet. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui medan magnet. siswa menyebutkan macam-macam bentuk magnet. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. 2. Dengan dipandu guru. 5. Dengan dipandu guru. 2. pemberian tugas. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. 4. Kegiatan Inti 1. demonstrasi. 2. siswa mendeskripsikan pengertian garis gaya magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan sifat-sifat kutub senama dan tidak senama jika didekatkan.II. Kegiatan Akhir 94 . siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan kekuatan gaya magnet. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan dan Kegiatan Kegiatan Inti 1. 2. siswa mendeskripsikan pengertian gaya magnet. gaya magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk menentukan kutub magnet. Dengan dibimbing guru. 3. dan kegiatan laboratorium IV. Dengan dipandu guru. serta berbagai macam bentuk magnet. Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian kutub magnet dan sifatsifatnya.

Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian gaya gesekan. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak jatuh benda-benda. 95 . Dengan dibimbing guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara memperbesar dan memperkecil gaya gesekan. siswa menyebutkan kegunaan magnet. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1.Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet. 5. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara induksi. 3. siswa menyebutkan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara gosokan. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gravitasi. serta kerugiannya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara membuat magnet dan kegunaannya. cara memperbesar dan memperkecil. siswa menyebutkan perbedaan magnet alam dan magnet buatan. Kegiatan Inti 1. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gesekan. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dibimbing guru. 2. 2. Dengan dipandu guru. 2. 2. 3. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara elektromagnet. Dengan dibimbing guru. 4. siswa menyebutkan manfaat dan kerugian gaya gesekan. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan jenis magnet berdasarkan asalnya. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gesekan terhadap gerak benda. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. manfaat. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru.

....... dan tingkah laku........ (__________________) NIP......... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan........... sikap...... ....... 96 ........ .... (__________________) NIP..... ...... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 5B • Magnet • Paku • Jarum • Peniti • Pensil • Saputangan • Karet gelang • Uang logam • Kertas • Kaca • Plastik • Serbuk besi • Kompas • Tali • Statif • Penggaris • Charta bentuk magnet dan kegunaan magnet • Charta manfaat gaya gravitasi • Charta manfaat dan kerugian gaya gesekan • Alat-alat tulis VI. Guru Kelas..V. Dilaksanakan........... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah........

3. mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik. misalnya pengaruh menggosok benda. demonstrasi. 5. konduksi. 2. Menunjukkan cara menghasilkan energi listrik 4. dan panas. 2. dan konveksi berdasarkan percobaan 2. dan panas 7. Materi Pembelajaran Perpindahan energi panas dan listrik III. Kegiatan Inti 97 . Membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi 6. Menunjukkan gejala kelistrikan. konduksi.2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik : 1. dan radiasi. mencari contoh penerapan radiasi. menunjukkan gejala kelistrikan. dan konveksi dalam kehidupan sehari-hari 3. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi. 7. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. konveksi. dan konveksi berdasarkan percobaan. konduksi. 6. mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energy listrik. Mencari contoh penerapan radiasi. menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. Membandingkan peristiwa radiasi. Guru menyediakan charta perpindahan panas secara konduksi. konduksi. 4. Dengan dipandu guru. membandingkan peristiwa radiasi. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. Mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energi listrik I. bunyi. diharapkan siswa mampu 1.Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Enam) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : Ilmu Pengetahuan Alam VI/2 12 jam pelajaran 7. pemberian tugas. bunyi. II. Metode Pembelajaran Informasi. misalnya pengaruh menggosok benda 5. dan kegiatan laboratorium IV. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada di sekitar. Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi 7. Menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. dan konveksi dalam kehidupan seharihari.

Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. dan generator. Kegiatan Inti 1. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. konveksi. 2. siswa menyebutkan sumber energi listrik. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bagian-bagian dinamo sepeda sehingga dapat menghasil arus listrik.1. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan penerapan konduksi. aki. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membangkitkan energi listrik. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara kerja berbagai sumber arus listrik. Dengan dibimbing guru. 3. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bagian-bagian baterai sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian energi listrik. Guru menyediakan charta rangkaian listrik. 4. 3. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan cara membangkitkannya. Dengan dipandu guru. 2. siswa menyebutkan bagian-bagian aki sehingga dapat menghasilkan arus listrik. siswa menyebutkan berbagai macam rangkaian listrik. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bagian-bagian generator sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. dinamo sepeda. Dengan dipandu guru. 5. 2. 98 . Kegiatan Inti 1. 2. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa mendeskripsikan pengertian listrik statis. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. 3. Guru menyediakan charta berbagai sumber energi listrik. antara lain baterai. siswa menyebutkan perbedaan benda yang bermuatan listrik dengan benda yang tidak bermuatan listrik.

siswa menyebutkan istilah-istilah yang sering digunakan pada saat menggunakan peralatan listrik. dan rangkaian campuran. dan campuran. Dengan dibimbing guru. rangkaian seri. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian paralel. dan rangkaian campuran. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru menyediakan charta berbagai alat yang menggunakan energi listrik. siswa menyebutkan alat yang menggunakan energy listrik. 3. siswa menyebutkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain sebagai akibat penggunaan alat yang menggunakan energy listrik. Guru menyediakan alat dan bahan untuk melakukan Kegiatan Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. Pertemuan Ke-7 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan bahan konduktor dan isolator listrik. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 6B • Charta perambatan panas • Charta rangkaian listrik • Penggaris plastik • potongan-potongan kertas kecil • Kain • Bohlam • Baterai 99 . Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari. 4. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perubahan energi yang disebabkan oleh penggunaan energi listrik. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan bahan sebagai isolator atau konduktor listrik. 4. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. rangkaian paralel. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perbendaan antara rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup serta rangkaian seri. Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian istilah yang sering digunakan ketika menggunakan peralatan listrik. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. paralel. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian terbuka dan rangkain tertutup. V. 3.2. siswa menyebutkan kelebihan dan kekurangan rangkaian seri.

Guru Kelas.. (__________________) NIP...... ........ 100 .... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah.................................• Alat-alat tulis VI..... dan tingkah laku.. (__________________) NIP.......... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan.......... sikap. Dilaksanakan.. ... .......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful