SKRIPSI perbaikan

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Konsep belajar/pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan senantiasa dikorelasikan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuh kembangkan potensi manusia sebagai pemimpin. Firman Allah :

                                
Terjemahannya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS Al Baqarah 30)1 . Kaitan dengan pentingnya pendidikan bagi umat, Allah berfirman:

               
1

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Jakarta : Departemen Agama, 2002)

1

          
Terjemahannya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imran:104)2 Begitu pula dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Tujuan Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3 Pemisahan dan pengotakan antara agama dan sains jelas akan menimbulkan kepincangan dalam proses pendidikan, agama jika tanpa dukungan sains akan menjadi tidak mengakar pada realitas dan penalaran, sedangkan sains yang tidak dilandasi oleh asas-asas agama dan akhlaq atau etika yang baik akan berkembang menjadi liar dan menimbulkan dampak yang merusak. Murtadha Mutahhari seorang ulama, filosof dan ilmuwan Islam menjelaskan bahwa iman dan sains merupakan karakteristik khas insani, di mana manusia mempunyai kecenderungan untuk menuju ke arah kebenaran dan wujud-wujud suci dan tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan memuja sesuatu. Ini adalah kecenderungan iman yang merupakan fitrah manusia. Tetapi di lain pihak manusia pun memiliki kecenderungan untuk selalu ingin mengetahui dan memahami semesta alam, serta memiliki kemampuan untuk memandang masa lalu, sekarang dan
2 3

Departemen Agama. Op.Cit Undang-undang republic Indonesia No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta. PT Armas Duta Jaya

2

masa mendatang (yang merupakan ciri khas sains). Dari penjelasan diatas telah nampak dengan jelas pentingya ilmu pengetahuan kapanpun dan dimanapun dan hal ini juga tidak akan tercapai tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Dalam hal kemampuan pemahaman, erat kaitannya dengan kemampuan otak dan keadaan jiwa seseorang saat itu. Di MI DDI Ujung Lare nampak sebagian besar murid sulit untuk menerima materi pelajaran yang dijelaskan guru meski telah menggunakan berbagai metode dan variasi hal ini ditunjukkan pada nilai hasil akhir semester dan pengalaman guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan membuat murid jenuh dan akhirnya putus asa hingga acuh tak acuh dalam belajar dan hanya ingin mengerjakan soal yang mudah-mudah saja4. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka Skripsi ini akan menguraikan masalah tersebut hingga pada tahap proses mencegah dan memperbaiki atau meningkatkan kemampuan pemahaman murid dengan memanfaatkan ibadah shalat sebagaimana firman allah :

               
Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar Ra’d : 28)5 Dengan shalat tentu kita akan mengingat allah dengan demikian hati menjadi tenteram melalui proses yang bertahap.
4

5

Bahri, Saiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka CiptaBudiastuti Widowati. 2001. Pembelajaran kooperatif. Penerbit Universitas negeri Surabaya: Surabaya. Departemen Agama.loc.Cit

3

1. Rumusan masalah Dalam pembahasan yang telah diuraikan diatas. Shalat dapat menngkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare dalam menerima materi pelajaran. Hal ini dapat dilihat adanya kecenderungan mereka yang rajin mengikuti shalat berjamaah baik di sekolah maupun di rumahnya mereka mengalami peningkatan dan prestasi yang baik. Hal lain yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare mengalami kesulitan memahami materi pelajaran karena mereka diberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendeng. 2. Berikut hipotesis dari rumusan masalah diatas. Apa yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare Parepare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan meski telah digunakan variasi dan metode mengajar yang beragam? 2. 4 . Hipotesis Dari rumusan masalah diatas. 3.B. maka dapat disusun suatu hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah disebutkan diatas. jiwa anak terganggu oleh keadaan anak di rumahnya yang banyak menonton film-film kartun sehingga ketika belajar di sekolah mereka selalu mengingat dan membayangkan dilm-dilm tersebut. maka yang menjadi masalah pokok dalam penulisan skrispi ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah shalat dapat meningkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare Parepare ? C. Diduga penyebab mudrid MI DDI Ujung Lare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan oelh guru antara lain.

Shalat memang membawa setiap pelakunya merasakan tenang apabila dilakukan secara khusyuk berdasarkan ungkapan Al-kisah diatas maka shalat ternyata membawa efek ketenangan jiwa bagi setiap pelakunya. Untuk dijadikan referensi pada penelitian yang terkait. 2. 3. Tujuan penelitian Setiap tindakan memiliki tujuannya masing-masing. D. Bagi subjek : dapat meningkatkan atau memulihkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare. Mengaktifkan murid MI DDI Ujung Lare dalam melaksanakan shalat lima waktu. Bagi peneliti : mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang berharga. 1. Dapat menjadi salahsatu metode guru dalam proses belajar mengajar. Bagi guru : dapat membantu mengefektifkan PBM. Manfaat penelitian Manfaat atau kegunaan penelitian iniyang menjadi sumbangsih tersendiri sebagai pemecahan masalah bagi konteks yang lebih luas adalah sebgai berikut : 1. Untuk penelitian ini juga memiliki tujuannya sendiri yaitu sebagai berikut . 3. Garis-Garis Besar Isi Skripsi 5 . 2. Meningkatkan kemampuan murid dalam memahami suatu materi. Bagi instansi pendidikan : dapat dijadikan acuan untuk menetapkan program kerja baru dibidang psikologi anak dalam pendidikan. 4. E. F. 4.

Kemudian pada Bab ketiga. pada bagian ini di uraikanlah jawaban dari rumusan masalah yang diajukan dengan menggunakan metode dan tekhnik analisis yang telah ditentukan dan memproses data yang telah diperoleh dengan benar agar dicapai hasil yang akurat dan terpercaya.Dalam rancangan penelitian skripsi ini. kemudian setelah itu dijelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian yang menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat. pentingnya otak. kemudian diberikan hipotesis sebagai jawaban sementara yang disinkronikan dengan latar belakang masalah dan rumusan masa. sumber data. pengaruh shalat terhadap tubuh dan jiwa. Teknik Pengumpulan Data. Selanjutnya pada Bab ke empat akan dibahas tentang analisis dan pembahasan hasil penelitian. Pada Bab kedua. kemudian untuk membatasi masalah yang akan diteliti maka akan dirumuskan masalah pokok yang akan dibahas. dan definisi kecerdasan. serta digambarkan garis besar isi skripsi. 6 . akan dibahas mengenai metode penelitian yang diuraikan didalamnya tentang pendekatan dan Jenis penelitian. penulis akan memaparkan tinjauan dari pustaka yang peneliti gunakan untuk melogiskan hasil penelitian ini dan menjadi ukuran tingkat kredibilitas hasil penelitian ini kepada pembaca yang berisi antara lain pengertian dan fungsi ibadah shalat. konsep kemampuan pemahaman anak. lalu kemudian akan diuraikan pengertian judul agar supaya ada kesamaan persepsi untuk para pembaca. dan Teknik analisis data untuk mengakuratkan validitas hasil penelitian yang merujuk pada bidang studi khusus yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. penulis akan memaparkan pendahuluan yang akan diuraikan latar belakang masalah yang menjadi acuan mengapa diadakan penelitian ini.

Pada Bab lima penutup. Pada bagian akhir penulis menyediakan lampiran yang berisi tentang alat yang digunakan selama penelitian berlangsung. peneliti mengemukakan kesimpulan dan saran atas refleksi dari penelitian ini untuk seluruh pembaca terutama untuk subjek dan peneliti sendiri dan seluruh umat manusia. 7 .

Shalat juga merupakan rukun islam artinya sesuatu yang wajib dilakukan bila manusia sudah memeluk agama ini. Masalahnya. ashar. sehingga dikatakan bahwa shalat adalah soko guru dan pondasi agama. ada lima waktu shalat yaitu saat subuh. Pengertian dan Fungsi Ibadah Shalat a. zakat. shalat sunnah bila dilakukan secara khusyuk disertai dengan niat hanya mengharapkan keridhaan allah. Meskipun bersifat melengkapi. shalat. Pengertian Ibadah Shalat Agama islam memiliki satu ritual wajib yang dilakukan lima kali sehari. Shalat adalah bentuk komunikasi dengan sang maha terkasih allah. Rukun islam ada lima yaitu syahadat. kemana pikiran harus kita arahkan saat kita melakukan ibadah shalat? Bila kita yakin bahwa shalat adalah meditasi tertinggi (meditasi transendental). maka seyogyanya kita pahami bagaimana menciptakan titik pikiran secara tepat sehingga shalat kita dikatakan khusyuk dan benar. KAJIN PUSTAKA 1. dhuhur. 8 . Dalam sehari. Namun karena sifatnya sunnah. maghrib dan isya. maka nilainya sungguh luhur. puasa dan berhaji. maka shalat ini bersifat melengkapi shalat-shalat wajib. yaitu shalat sunnah. yaitu shalat. rekreasi jiwa yang tidak bisa ditandingi kenikmatannya dengan cara apapun di alam semesta. Saking hebatnya ibadah shalat. Ada juga shalat yang sifatnya tidak wajib.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Ada banyak ragam shalat sunnah yang ada dalam islam. pencerahan.

dan menjadi kekasih yang tidak pernah absen sedikit pun untuk berbagi suka dan duka sekaligus sebagai wujud ketundukan manusia pada dzat yang serba maha dan infinitum ini.cit 9 . dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.                           Terjemahannya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Sementara dimensi sosial shalat adalah bagaimana shalat membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat dimana individu yang melakukan shalat itu berada.b. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan. Pada dasarnya. menjadi teman paling setia. mengawasi. Kesadaran hakikat shalat ini akan memiliki pengaruh kuat dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.” (Qs.perbuatan) keji dan mungkar. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat 45 surat al-‘ankabut “sesungguhnya shalat itu mencegah (manusia) dari perbuatan yang keji dan mungkar. Loc. Fungsi ibadah Shalat Ibadah shalat memiliki dimensi individual dan sosial. Dimensi individual adalah bagaimana shalat itu dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan tuhan.” Ini sudah masuk dimensi sosial shalat. Al Ankabuut : 45)6 6 Departemen agama. hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk menyadari keberadaan tuhan itu dekat yang melampaui batasan ruang dan waktu sehingga kemanapun manusia berada maka dia selalu hadir.

Dr.2002 . Dr. Ketenangan Jiwa . bahkan akan menentukan kekhusyuan kita dalam beribadah. Ketenangan jiwa memberikan banyak hal berupa kecerdasan.Leibman. Disini saya akan menyebutkan beberapa pengetahuan modern yang berkenaan dengan “Pengaruh ketenangan jiwa pada kesehatan jiwa dan fisik manusia dan pengaruh Shalat pada ketenangan jiwa". kesusahan. Harry Emerson mengatakan bahwa. Raymond breil. dan kesedihan ia memiliki ketenangan jiwa.9 7 8 9 Dr. ibid 10 .Y. Raymond Breil mengatakan. Ketenangan dapat tumbuh dan berkembang tanpa bantuan harta bahkan tanpa bantuan kesehatan. Setelah dilakukan uji coba selama seperempat abad.2002. kesehatan. Ketenangan jiwa itulah yang merupakan factor terpenting terbentuknya kesempurnaan kesehatan”. harta dan ketenaran.2. pengaruhnya menelusup kedalam sisi-sisi keseharian bersikap dan bersosialisasi bahkan terhadap sudut pandang dan kesehatan. Potensi ketenangan jiwa mampu mengubah pondokan menjadi istana”. Tapi orang berilmu mampu membuat perhitungan dan grafik yang menjelaskan umur seseorang dalam hidupnya.Leibman mengatakan dalam bukunya berjudul ‘ketenangan jiwa’ : “Ketenangan jiwa merupakan pemberian (anugerah) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih. Ketenangan jiwa diberikan oleh Allah sebagai penghargaan.8 Sementara itu. “Pilar terpenting yang menjadi inti kehidupan yang sehat yang terbebas dari penyakit fisik dan jiwa adalah Ketenangan jiwa”.: “Tidak dalam kemampuan seorang peramal (dukun) untuk menghitung umur seseorang. Pengaruh Shalat Terhadap Tubuh dan Jiwa Ketengan jiwa adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita.7 Sarjana Barat lainnya. ditemukan bahwa ketenangan jiwa merupakan tujuan utama dalam mengarungi hidup. Dari perhitungan dan grafik tersebut menjelaskan bahwa orang yang tidak dikuasai oleh amarah.Y.

baik yang luka maupun yang tewas. kesusahan. dengan mengingat Allah merekapun mendapat ketenteraman dengan rahmat Allah. Oleh karena itu. Hal yang paling diperlukan untuk menghindari kecelakaan tersebut adalah Ketenagan Jiwa”. Kehidupan mereka yang dipenuhi dengan nikmat. kita tidak pernah mendengar para sahabat Rasul dan Tabi’in. Ingatlah. baik penyakit jiwa maupun penyakit fisik. Loc cit. sehat. bahwa mereka menderita penyakit seperti orang-orang modern yang menderita berbagai penyakit mematikan. dan mudah yaitu dengan berserah kepada Allah.10 Kaum muslim jaman dahulu telah memahami firman Allah SWT. Ar Ra’d : 28)11 Mereka berlindung kepada Allah untuk menenteramkan hati mereka. dan amarah para pengemudi. 3. dan menghancurkan lebih dari satu juta mobil di Amerika dalam satu tahun. atau karena pengaruh ketakutan.Dr. 11 . direktur Laboratorium Uji Kendali Mobil Amerika Serikat.” (Qs. tetapi iman yang menancap di hati dan dilaksanakan oleh anggota badan. adalah bukti bahwa keimanan mereka bukan hanya kata-kata. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. menyimpulkan bahwa : “Mayoritas kecelakaan mobil yang menimpa sekitar dua juta orang . diakibatkan oleh ketegangan (kekacauan) yang menimpa jiwa para pengemudi. Herbert Stock. tenteram. Pentingnya Otak 10 11 ibid Departemen Agama.              Terjemahannya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.

a. Fakta otak Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% dari dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung 900.000.000.000 (Sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar. Dengan jumlah sel otak yang hanya berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang kesarangnya, dan memberi tahu teman-temannya lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang kesana kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu, lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas diantara mereka. Ada lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah, dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi sarang lebah dari serangan makhluk asing. Hanya 7000 sel optak, lebah sudah sedemikian hebatnya. Berbeda dengan lebah, manusia diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Naum, ni barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas. Kecerdasan seseorang sebenarnya tergantung pada seberapa banyak koneksi sel otak memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bias dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki manusia.

12

Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatihnya, maka akan semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya terjadi bila kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari.12

b. Gelombang otak Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang disebut EEG (electro encepalograph) kita mengenal ada empat jenis gelombang otak, yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Pengukuran gelombang otak ini didasarkan pada getaran yang ditimbulkan oleh otak kita dalam satu detik. Kita mungkin bias berada dalam dua gelombang yang berbeda dalam satu waktu. Masing-masing gelombang ini menjelaskan suatu kondisi operasi otak yang berbeda. 1) Gelombang Beta Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi, dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya
12

Adi.G.W, 2003. Born to be a genius : Otak Manusia, Mengenal Lebih Dekat Neck Top Computer Anda. 2003. Gramedia Pustaka Utama .Jakarta.

13

rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.

Gambar 1.1 : Gelombang Beta 2) Gelombang Alfa Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Kondisi alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Ada beberapa cara untuk bias masuk kedalam kondisi ini dan kita dapat melakukannya secara mudah. Beberapa cara yang biasa diguanakan adalah : a) Meditasi b) Teknik pernapasan c) Relaksasi d) Visualisasi e) Mendengarkan music f) Shalat Kondisi alfa digunakan untk mencapai hasil pembelajaran yang sangat maksimal. Teknik-teknik pembelajaran yang Adi W. Gunawan (pendiri sekaligus direktur the accelerated learning institute and training center of Indonesia) dalami seperti metode accelerated learning (system belajar dipercepat), pembelajaran bahasa asing secara cepat dan mudah, dan membaca
14

1 – 3. Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi. Gambar 1. keheningan yang mendalam. Berikut gambar gelombang alpha.3 : Gelombang Theta 4) Gelombang Delta Delta (0. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita.2 : Gelombang Alfa 3) Gelombang theta Theta (4 – 7. seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’. Gambar 1. semuanya mengharuskan Adi masuk kedalam kondisi Alfa sebelum melakukan kegiatan belajar. Bila seseorang tidur dalam 15 . dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi.9 Hz).dengan kecepatan 68.9 Hz). deep-meditation. Dalam frekuensi yang rendah ini.000 kata permenit (buku setebal 300 halaman habis dibaca dalam waktu paling lama 10 menit). Berikut gambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta.

mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”). para kaum bijak bestari berkisah. Pada gilirannya. kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. Dalam momen inilah. Gambar 1. kualitas tidurnya sangat tinggi. Dalam frekuensi inilah. ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen. Saya berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. selalu ada perasaan keheningan yang menggetarkan. Begitulah. penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha? Bagi Anda yang muslim.keadaan delta yang stabil. Meski tertidur hanya sebentar. dalam momen-momen kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi. ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. Dan percayalah. dalam hamparan 16 . maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan. perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan.4 : Gelombang Delta Nah. Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha. dalam momen itu.

Untuk orang dewasa yang berusia 24 tahun. maka focus optimalnya hanyalah 30 menit. serta hasil apa yang ingin dicapai. UNTUK KESELAMATAN HIDUP MEMBANGKITKAN EMOSI 17 BELAJAR HAL YANG BARU . Dalam segenap jiwa dan batin kita. Jadi.kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir. Tiga tingkat efektivitas otak dalam belajar. Bila ia berusia 35 tahun atau 60 tahun. rentang waktu focus optimal yang bias dilakukannya hanya 5 menit. Yang pertama adalah masa persiapan. Gunakan waktu selama 5 menit untuk melakukan relaksasi dan menetapkan apa tujuan anda belajar. 30 menit adalah rentang waktu focus maksimal agar tidak tidak terjadi kelelahan otak yang berlebihan. Perhatikan bagan dibawah ini. untuk anak berusia 5 tahun. focus optimalnya adalah 24 menit. kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita. c. Rentang focus yang optimal Otak ktia tidak dapat dipaksa untuk melakukan focus dalam jangka waktu yang lama. Idealnya waktu 30 menit ini dibagi menjad 3 bagian. Untuk mudahnya. Sedangkan 5 menit yang tersisa digunakan untuk refleksi atas apa saja yang baru dipelajari. d. Contohnya. Otak kita belajar dengan menggunakan urutan prioritas. Setelah itu gunakan 20 menit untuk belajar. Usia kita anggap menit dengan maksimal 30 menit. Urutan prioritas ini akan mempengaruhi tingkat perhatian dan konsentrasi dalam mempelajari sesuatu dan seberapa kuat informasi itu akan tertanam di dalam ingatan kita. kita bisa menggunakan patokan usia.

yaitu informasi tersebut membangkitkan emosi. Born To Be A Genius (2003) Perhatian dan konsentrasi maksimal akan diberikan oleh otak terhadap informasi yang berubungan dengan keselamatan diri. Semakin kuat semakin kuat informasi itu membangkitkan emosi kita. menciptakan suasana belajar yang kondusif. baik emosi sedih maupun emosi gembira. Dengan demikian akan semakin kuat daya serap dan ingatan yang terjadi. maka semakin tinggi perhatian dan semakin kuat konsentrasi yang diberikan untuk informasi itu. dan hadiah yang akan didapat bila tujuan itu tercapai. Gunawan. Prioritas kedua adalah apabila informasi itu membangkitkan emosi. Semakin dianggap penting untuk keselamatan hidup. atau dengan mencari alasan emosional mengapa informasi ini perlu dipelajari. menetapkan tujuan belajar. Dalam proses belajar tentu saja kita akan lebih memprioritaskan emosi-emosi yang positif. 18 . Dalam proses belajar tentu sangat sulit untuk membuat situasi dimaan informasi yang kita pelajari seakan-akan sangat menentukan keselamatan hidup kita. Karena inisulit terjadi. Informasi ini mendapat perhatian dan konsentrasi yang paling sedikit. maka akan semakin kuat pula perhatian dan konsentrasi terhadap informasi tersebut. Ada beberapa cara untuk mengaitkan informasi dengan emosi positif. Prioritas terakhir adalah informasi yang berhubungan dengan proses belajar biasa.Gambar 2 : bagan tingkat efektivitas otak dalam belajar Sumber : Adi W. Diantaranya adalah dengan permainan. maka cara paling efektif adalah dengan menggunakan metode kedua.

kemarin dulu. Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang bergerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan atau manusia adalah hidup. 2. dll. Afektif ialah yang berkaitan dengan sikap. yakni Afektif.4. dll. Kognitif dan Psikomotorik. Konsep Kemampuan Pemahaman Anak Kemampuan pemahaman setiap manusia dipengaruhi oleh tiga aspek penting. moral. Kognitif ialah yang berkaitan dengan aspek pemikiran. Konsep tentang letak dan fungsi tubuh Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atau hati. kapan. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perut dengan cara operasi. Sedangkan Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkap sifat. Konsep tentang waktu Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi. Mati adalah pergi jauh. logika. arti atau keterangan tentang sesuatu. Macam konsep yang dimiliki anakanak antara lain : 1. akhlak. etika. 19 . manajemen emosi. Konsep tentang hubungan sebab-akibat Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapat dipahami daripada sebab yang sifatnya psikis. 4. analisis. lusa. Konsep tentang hidup atau mati. Dapat juga diartikan sebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehingga muncul konsep-konsep. 3. transfer ilmu.

20 . Definisi kecerdasan a. Setiap suku bangsa di dunia ini mempunyai criteria tertentu untuk menentukan definisi kecerdasan. Bangsa yunani kuno sangat menghrgai orang cerdas yang mempunyai fisik kuat. pemikiran yang rasional. dan menunjukkan perilaku yang baik dan bermoral. 7. dan kebudayaan. Konsep tentang uang Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang. Konsep diri Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari penilaian orang lain terhadap dirinya. 5. 8. kondisi. 9.5. dan pengendali perilakunya. Konsep tentang peran sex (jenis kelamin) Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki harus kuat atau suka menolong. perhatian dari orang lain. Criteria ini akan berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. Konsep tentang keindahan Menganggap indah warna yang menyolok. Konsep tentang jarak 6. Konsep tentang bilangan Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannya namun untuk puluhan belum. Definisi kecerdasan tergantung pada situasi. tradisi. 10.

berdasarkan jejak yang terdapat ditanah.Bangsa romawi pada sisi lain sangat menghargai keberanian. Kalau situasinya begini. mana yang bisa dimakan dan mana yang beracun. jenis hewan apa saja yang dapat dimakan dan yang berbahaya. empat belas ahli ilmu jiwa ditanyai oleh editor “journal of education psychology” mengenai arti kecerdasan. dan kebudayaan setempat. Orang aborigin ini dibawa ke newyork dengan segala kemajuan peradaban dan tekhnologinya. sangat menghargai orang yang mahir dibidang puisi. hewan apa saja yang baru lewat dan kemana hewan itu lari atau bersembunyi. ilmu perang. b. dibawah pengaruh filsuf Confucius. Sedangkan pada orang-orang keres. kaligrafi. sangat menghargai orang yang peduli dengan orang lain. namun ada dua tema pokok yang sama dalam jawaban mereka. bila kita balik keadaannya. lalu dokter ini diminta untuk mengamati suatu hamparan dataran. kondisi. tradisi. suku aborigin ini hanya sekali pandang saja akan tahu jenis tanaman yang ada. dimana bisa mendapatkan air minum. Ini semua tergantung pada situasi. Menurut mereka. music. Tetapi. Suku aborigin juga akan tahu. Bila seorang ahli bedah saraf terkemuka yang tinggal di newyork. amerika. dan melukis. dibawa kebelantara gurun Australia dan tinggal bersama suku aborigin. Definisi kecerdasan menurut pakar psikologi Pada tahun 1921. Bangsa cina. Itu saja. dari suku Indian pueblo. Dalam keadaan ini. siapakah yang lebih cerdasa? Sekarang. apakah yang ia lihat? Mungkin saja dokter ini hanya melihat hamparan dataran yang gersang ditumbuhi semak belukar dan kontur dataran yang naik turun. Walauun jawaban mereka bervariasi. kecerdasan adalah : 21 . siapakah yang lebih cerdas? Dokter bedah ataukah si Aborigin? Dari contoh diatas sebenarnya sulit untuk mengatakan siapa yang lebih cerdas.

walaupun mempunyai jawaban yang bervariasi. 186. dengan penekanan pada aspek metakognisi-kemampuan berpikir tentang proses berpikir itu sendiri. Malah orang yang cerdas sesungguhnya bukanlah orang yang tidak pernah membuat kesalahan. Sekali lagi. (Jakarta : Balai Pustaka. h. dua puluh empat pakar yang berbeda diminta pandangannya mengenai arti kecerdasan. Di sini menjadi cerdas meliputi kemampuan anda untuk menangani suatu pekerjaan. Kapasitas untuk belajar dari pengalaman berarti orang yang cerdasa juga dapat melakukan kesalahan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1993) cet.13 Sedangkan spiritual berasal dari kata spirit yang berasal 13 Departemen Pendidikan & Kebudayaan. bagaimana berhubungan dengan orang lain. mereka setuju bahwa cerdas berarti dapat belajar dari pengalaman dan mampu melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan. 22 . Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan berarti untuk menjadi cerdas tidak tidaklah semata-mata bergantung pada nilai atau hasil suatu tes atau ujian disekolah. Orang yang cerdas adalah orang yang membuat kesalahan. dan bagaimana anda mengatur hidup anda secara umum. Ke-2.1) Kapasitas untuk belajar dari pengalaaman 2) Kemampuan untuk beradaptasi Dua ddfinisi di atas merupakan hal yang sangat penting. belajar dari kesalahan tersebut. dan bagaimana anda mengatur hidup anda dengan orang lain. Enam puluh lima tahun kemudian atau pada tahun 1986. Kecerdasan spiritual 1) Pengertian Kecerdasan Spiritual Secara konseptual kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi. c. Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti.

15 Dengan demikian dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang sempurna dari perkembangan akal budi untuk memikirkan hal-hal diluar alam materi yang bersifat ketuhanan yang memancarkan energi batin untuk memotivasi lahirnya ibadah dan moral.16 Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi. 1989) cet. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia”. sehingga muncullah suatu paradigma dimasyarakat bahwa otak itu adalah segala-galanya. 14 15 16 Toni Buzan. padahal nyatanya tidaklah demikian. 6. 57. kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna bila dibandingkan dengan yang lain. Ke-1. kekuatan. terjemahan Ana Budi Kuswandani. 480. semangat. h.dari bahasa latin yaitu spritus yang berarti nafas. h. Kamus Lengkap Psikologi. Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku atau hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Ary Ginanjar Agustian. Dalam istilah modern mengacu kepada energi batin yang non jasmani meliputi emosi dan karakter. bahkan kecerdasan inilah yang dipandang berperan memfungsikan dari kecerdasan IQ dan EQ. (Indonesia : PT Pustaka Delapratosa. 23 . tenaga. moral atau motivasi. Sebelum kecerdasan ini ditemukan. h. J. (Jakarta : Agra.P.14 Dalam kamus psikologi spirit adalah suatu zat atau makhluk immaterial. Chaplin. biasanya bersifat ketuhanan menurut aslinya. Ke-1. para ahli sangat bangga dengan temuan tentang adanya IQ danEQ. (Jakarta : Rajawali Pers. 2003) cet. Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual. vitalitas energi disposisi. 2001) cet. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spritual ESQ. yang diberi sifat dari banyak ciri karakteristik manusia. Ke-1.

mengembalikan keyakinan. melainkan terefleksikan dalam perilaku sosialnya. sebagaimana dikutip oleh Sayyed mendefinisikan spiritual sebagai “pengalaman yang suci”. dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. memenuhi kewajiban agama. Jadi tegasnya. at home atau in side. 57. op. menuju manusia seutuhnya (hanif).17 Selanjutnya Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah. h. 8 Ary Ginanjar Agustian. 24 . h. sebagai wujud dari pengalamannya terhadap tuntutan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap kekuatan yang berada diluar jangkauan dirinya yaitu Sang Maha Pencipta. Untuk keperluan itu perlulah kiranya Allah mengutus seorang Rasul yaitu Muhammad SAW. Ini sekaligus menunjukkan klaim bahwa segala perilaku sosial manusia niscaya juga diwarnai oleh “pengalaman yang suci” itu spiritualitasnya. Pemaknaan ini kemudian diintroduksi oleh seluruh pemikir agama (spiritualis) dalam “pemahaman makna keyakinankeyakinan dalam konteks sosial mereka”. Al-Jum’ah.18 Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya.Rodolf Otto. serta untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimilikiseseorang.S. 62:2 17 18 Ibid. spiritual diasumsikan bukan dalam pengertian diskursifnya. sehingga dengan kemampuan ini akan membantu mewujudkan pribadi manusia seutuhnya. sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya Q. cit. Kebutuhan akan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan.

Sains tetap membutuhkan instrumen-instrumen. Yang bersifat kolektif itu bagi suku. sains pun tidak bisa berdiri sendiri.19 Spiritual dalam Islam identik dengan kecerdasan ruhaniah yang pada dasarnya tahap pencerdasan ruh ini dapat kita mulai sejak pra kehamilan. peradaban. Edisi Khat Madinah. Ada dua instrumen yang lazim digunakan dalam dunia spiritual ini yang satu bersifat kolektif dan lainnya bersifat privasi. (Bandung : Syamil Cipta Media. Dalam memahami spiritual ini. h. 553. Al-Qur’an dan Terjemahannya. dan dapat terus kita bangun sejak balita hingga dewasa. lantaran “lain dari yang kelihatan” atau yang luar biasa. ia niscaya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang muncul dari pemahaman alam bawah sadarnya tentang teladan-teladan spiritual. masyarakat. menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah). 25 . Jika seseorang dibesarkan dalam tradisi tulis baca yang mengajarkan gambaran antropomorfis Tuhan yang berasal dari teks-teks suci. 2005). kemudian kita teruskan pada saat kehamilan. sedangkan bagi masyarakat yang tidak kenal baca tulis (primitif). meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. instrumen yang digunakan adalah mitos yang termuat dalam legenda-legenda mereka. atau tradisi adalah instrumen wahyu yang ada dalam teks suci. ternyata roh (dimensi Ilahiyah yang 19 Departemen Agama RI.                                Terjemahannya: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya. Ini terjadi karena pada akhirnyapetualangan manusia.

semakin tahu dan kenal akan Tuhan. Ada sebagian manusia berpendapat bahwa yang dicapai dalam proses pembinaan spiritualitas tersebut itulah Tuhan yang sebenarnya. bukan atas alam. Maka makna hidup manusia dengan demikian terletak pada tingkat spiritualitas yang dimilikinya. Perencanaan alam semesta adalah menyadari akan pengaruh pada penyingkapan penciptaan. cit. h. merupakan bagian dari proses yang berlangsung selama milyaran tahun dan masih berlangsung hingga sekarang yang dengan itu alam semesta terus membentuk debu-bintang menjadi manusia. maka kehidupannya adalah jelmaan dari hidup-Nya. Menghadirkan Tuhan ke dalam setiap diri memang sangat tidak rasional menurut pandangan ilmiah.. Artinya semakin disadari dan dihayati hakikat diri. melainkan akan batasan-batasan pikiran sendiri yang mencegah untuk bekerja secara selaras dengan alam semesta. tetapi hal itu harus didorong oleh keyakinan yang dalam bahwa seluruh aktifitas adalah gerakan kekuatan yang ditransfer-Nya (dari kekuatan absolut). Setiap manusia yang memiliki kemampuan transendental. itu akan mewakili kemenangan heroik atas determinisme.terdapat dalam dirimanusia) dan yang tidak terbatas (dimensi Ilahi yang yang terdapat dalamfinalitas transpersonal Tuhan) adalah identik. 2) Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual 20 Sayyed Hossein Nasr. Jika perubahan kuantum dalam kesedaran semacam itu benar-benar terjadi. Sehingga disanalah kepantasaan manusia menyandang gelar makhluk mulia yang dibekali dengan pengalaman suci dan fitrah beragama semenjak ia dari kandungan ibunya. op. 10. Bahkan sebagai tenaga peggerak untuk membentangkan celah dari masa lalu ke masa depan. 26 .20 Manusia itu adalah “serpihan” Ilahi sebenarnya.

yaitu memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan seperti memberi maaf. bersikap rendah hati. Anak yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. d) Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah. Mendidik Kecerdasan. bersyukur atau mengungkapkan terima kasih.htm (tidak diterbitkan) Monty P. Ke-1. intuisi dan kekuatan “keakuan” atau “otoritas” tinggi. ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta.22 Dari dua pendapat tersebut diatas.Roberts A. (Jakarta : Pustaka Populer Obor. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah disekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. Emmons sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat.id/doc/artikel/sqanak. e) Kemampuan untuk berbuat baik. ada 5 ciri orang yang cerdas secara spiritual. b) Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak. 46. Dua karakteristik diatas disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. hanyalah sebagai dari kebajikan. Ia memasuki dunia spiritual. 27 . Ia merujuk pada warisan spiritual yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. penulis menyimpulkan bahwa anak yang 21 22 www. pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mempunyai kesadaran diri yang mendalam. 2003) cet. muthahhari. menunjukkan kasih sayang dan kearifan. kecendrungan merasakan “pengalaman puncak” dan bakat-bakat “estetis”. c) Kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari. h.21 a) Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material.or. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Satiadarma & Fidelis E. Waruwu. Menurut Marsha Sinetar (2000).

cerdas secara spiritual akan terlihat dalam beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh anak tersebut. Diantara ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual adalah:
3) Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Menurut Stephen R. Covey seperti yang dikutip oleh Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Rohaniyah, visi adalah pengejawantahan yang terbaik dari imajinasi kreatif dan merupakan motivasi utama dari tindakan manusia. Visi adalah kemampuan utama untuk melihat realitas yang kita alami saat ini untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada.23 Visi adalah komitmen (keterikatan, akad) yang dituangkan dalam konsep jangka panjang, yang akan menuntun dan mengarahkan kemana ia harus pergi, keahlian apa yang kita butuhkan untuk sampai ketujuan, dan bekal apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. Seseorang yang cerdas secara spiritual akan memiliki tujuan hidup berdasarkan alasan-alasan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun dihadapan Allah SWT nantinya. Dengan demikian hidup manusia sebenarnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja seperti; makan, minum, tidur, berkasih sayang dan sebagainya, tetapi lebih jauh dari itu, manusia juga memerlukan kebutuhan rohani seperti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah yang tujuan akhirnya adalah untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. Orang yang memiliki tujuan hidup secara jelas akan memperoleh manfaat yang banyak dari apa yang telah dicita-citakannya, diantara manfaat tujuan hidup adalah: 1) Mendorong untuk berfikir lebih mendalam tentang kehidupan. 2) Membantu memeriksa pikiran-pikiran yang terdalam.
23

Toto Tasmara, Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi, (Depok : Gema Insani Pers, 2003) cet. Ke-3, h. 10

28

3) Menjelaskan hal-hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. 4) Memperluas cakrawala pandangan. 5) Memberikan arah dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini. 6) Membantu dalam mengarahkan kehidupan. 7) Mempermudah dalam mengelola potensi dan karunia yang ada. Kualitas hidup seseorang sangat tergantung kepada persepsinya terhadap tujuan hidupnya. Persepsinya terhadap tujuan hidupnya amat dipengaruhi pula oleh pandangannya terhadap dirinya sendiri, jika seseorang selalu pesimis dalam melaksanakan aktivitas yang menjadi tujuannya, maka ia juga akan memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Demikian pula sebaliknya, orang yang selalu optimis dalam kehidupan, maka keberhasilan juga akan selalu dekat dengannya. Firman Allah dalam Q.S. Fushshilat (41), ayat : 46.

              
Terjemahannya: Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekalikali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).24 4) Memiliki Prinsip Hidup Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang teguh kepada pencipta yang abadi yaitu prinsip yang Esa. Kekuatan prinsip akan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, jalan mana yang akan dipilih, apakah jalan yang benar atau jalan yang salah. Semuanya tergantung kepada

24

Departemen Agama RI, Op. Cit., h. 481.

29

keteguhannya dalam memegang prinsip yang telah ditatapkannya. Seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams (91), 8-10.

              
Terjemahannya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)25 Berdasarkan firman Allah di atas, manusia telah diberi potensi yang mengarah kepada kebaikan oleh Allah, tinggal bagaimana seseorang menjadikan potensi tersebut sebagai bekal untuk senantiasa berpegang kepada prinsip yang benar yaitu sesuai dengan panggilan hati nuraninya. Orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang menyadarkan prinsipnya hanya kepada Allah semata, dan ia tidak ragu-ragu terhadap apa yang telah diyakininya berdasarkan ketentuan Ilahiah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat, ayat : 30.

                      
Terjemahannya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.26
25 26

Ibid, h. 595. Ibid, h. 480.
30

tanpa proses terlebih dahulu.5) Selalu Merasakan Kehadiran Allah Orang yang memiliki kecerdasan spiritual selalu merasakan kehadiran Allah. tatapi melalui pembersihan jiwa dengan memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah. 75. maka peliharalah kami dari siksa neraka. h. Perasaan selalu merasakan kehadiran Allah dalam jiwa kita. Ali ‘Imran (3) ayat 191). (QS. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. bahwa dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan tidak satupun yang luput dari pantauan Allah SWT. akan lahir nilai-nilai moral yang baik karena seluruh tindakan atau perbuatannya berdasarkan panggilan jiwanya yang suci.27 6) Cenderung kepada Kebaikan 27 Ibid. Maha Suci Engkau. tentu saja tidak datang begitu saja. Firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran ayat 191:                       Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. 31 . Dengan kesadaran itu pula. sehingga akan lahirlah pribadi-pribadi yang teguh memegang prinsip keimanannya.

Insan yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu termotivasi untuk menegakkan nilai-nilai moral yang baik sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan menjauhi segala kemungkaran dan sifat yang merusak kepada kepribadiannya sebagai manusia yang beragama.28 7) Berjiwa Besar Manusia yang memiliki kecerdasan ruhiyah atau spiritual. 198. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. mencegah dari yang mungkar. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. 32 . mendirikan sembahyang. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. bahkan ia akan menjadi karakter yang berkepribadian yang lebih mendahulukan kepentingan umum dari dirinya sendiri. 9 : 71. lelaki dan perempuan. Manusia seperti ini sangat mudah memaafkan dan meminta maaf bila ia bersalah. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf.                                                                                                                          Terjemahannya : Dan orang-orang yang beriman. h. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.                         28 Ibid. menunaikan zakat. Allah menjelaskan hal ini dalam surat Ali Imran. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah. akan sportif dan mudah mengoreksi diri dan mengakui kesalahannya. 3 : 134.

33 . Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Kecerdasan klasik yang masih permanen sampai hari ini adalah pemisahan antara SQ. IQ dan EQ. Dari literatur yang penulis baca salah satu diantaranya adalah ESQ karangan Ary Ginanjar dalam tulisannya menggambarkan bahwa hubungan IQ. 67. d. mudah tersentuh dan bersimpati kepada keadaan dan penderitaan orang lain. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengilustrasikannya seperti dibawah ini: 29 Ibid. dimana ketiga sudutnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. EQ dan SQ bagaikan segitiga sama kaki.29 8) Memiliki Empati Manusia yang memiliki kegemilangan spiritual. baik diwaktu lapang maupun sempit. h.               Terjemahannya: (yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya). suka membantu meringankan beban orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. adalah orang yang peka dan memiliki perasaan yang halus. padahal ketiganya saling mempengaruhi.

34 . Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. IQ dan EQ ternyata tidak mampu mencapai kehidupan yang tenang dan abadi.. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan manusia SQ-lah yang mutlak harus dimiliki. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. Hal ini adalah sebagai bantahan terhadap pendapat para tokoh yang mengatakan bahwa IQ dan EQ saja yang memberi makna hidup dan mengarahkan aktifitas manusia. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. xliv. karena setelah 30 Ary Ginanjar. pada amalnya berupa keshalihan. cit. pada sikapnya berupa ketawadhu’an.Gambar 3 : Ilustrasi Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Gambar segitiga ini menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. pada gerakannya berupa kebajikan.30 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. op.

Orang yang cerdas otak dan hatinya akan dapat memelihara pergaulan sosialnya meskipun mudah terganggu ketenangan batinnya. Orang yang cerdas keseluruhannya akan mampu menjaga interaksi sosialnya serta mampu memelihara ketenangan batinnya. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual Dalam Keluarga Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Keempat. Ketiga. e.31 Orang yang cerdas otak tapi ‘jeblok’ hati dan ruhnya akan terganggu pergaulan sosialnya dan ketenangan batinnya. maupun ruhnya. hati. dan SQ) saling berhubungan. Fungsi dan peran yang paling dominan dalam setiap kehidupan adalah kombinasi antara kecerdasan IQ. dia cerdas hati dan ruhnya. Dengan demikian pada akhirnya akan terdapat tiga kondisi kecerdasan yaitu. Orang tersebut sangat mungkin untuk gagal dalam karirnya sekaligus gelisah hidupnya. cet ke-1. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga sebelum 31 Dedhi Suharto. dia cerdas otaknya maupun hatinya. hanya cerdas otaknya saja. dia cerdas ruhnya. tapi tidak memiliki kecerdasan ruh yang tinggi.keduanya dimiliki masih terasa kegelisahan jiwa. terdapat beberapa kemungkinan pada diri seseorang. Berdasarkan atas cerdas dan tidaknya ketiga piranti kecerdasan tersebut. Orang tersebut dapat berhasil dalam karirnya tetapi merasakan kekosongan dalam jiwanya. Orang tersebut akan berhasil dalam karir serta kehidupannya. dia cerdas keseluruhannya baik otak. Yang demikian itu menjadikan hubungan antara ketiganya (IQ. EQ. 53 35 . cerdas otak dan hatinya. tapi tidak memiliki kecerdasan hati maupun kecerdasan ruh yang tinggi. (Jakarta:Yayasan Ukhuwah. serta cerdas keseluruhannya. EQ dan SQ. Dan kelima. Pertama. h. dia cerdas otaknya. Kedua. 2003). Ak. Namun SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan jiwa yang tenang. Qur’anic Quotient.

Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah. 3) Sumber kasih sayang dan penerimaan. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak. 4) Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik. 7) Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik. Orang tua sebagai pendidik utama dan utama bagi anak merupakan penanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya.mengenal masyarakat yang lebih luas. Disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. verbal dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri. 2) Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis. 6) Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan. agama dan spiritualnya. 5) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat. dan 36 . 9) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi. baik disekolah maupun di masyarakat. 8) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi. Secara psikososiologi keluarga berfungsi sebagai: 1) Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainya.

(Bandung:Rosda Karya. maksudnya dikeluargalah tempat orang tua untuk memenuhi semua kewajibanya selaku kepala keluarga. Fungsi ekonomi dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233 :                    32 14 Syamsu Yusuf LN. 2001). e) Fungsi perlindungan. maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama bagi keluarga. d) Fungsi sosisalisasi. f) Fungsi rekreatif.32 Sedangkan dari sudut pandang sosiologis. maksudnya keluarga merupakan buaian atau penyemaian bagi masyarakat masa depan. 38 37 . keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan bagi semua anggota keluarganya. fungsi keluarga dapat diklasifikasikan kedalam fungsi-fungsi berikut : a) Fungsi biologis. h. dimana dikeluargalah tempat dimulainya pendidikan semua anggota keluarga.10) Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk mendapatkankan teman diluar rumah. sandang. g) Fungsi agama. c) Fungsi pendidikan. b) Fungsi ekonomis. atau apabila persahabatan diluar rumah tidak memungkinkan. artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua kebutuhan biologis keluarga seperti. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. pangan dan sebagainya. keluarga merupakan tempat perlindungan semua keluarga dari semua gangguan dan ancaman.

.125 35 Departemen Agama RI. 233) Fungsi pendidikan (edukatif) dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. 2005). (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. h. yaitu : Terjemahannya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. edisi Khat Madinah. 412. cit. yaitu. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Shahih Bukhari. 38 . (QS: 2. dan barang siapa yang tidak bersyukur. telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R. op. lagi Maha Terpuji”. Nasrani atau Majusi”. melainkan menurut standar 33 kemampuannya”. h. Bukhari). Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah). tt). 37. ”Bersyukurlah kepada Allah”. Seseorang tidak akan dibebani (dalam memberi nafkah).34 Dalam Al-Qur’an al-Karim surat Surat Luqman ayat 12 :                           Terjemahannya: ”Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman.         Terjemahannya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). 34 Bukhari. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Bandung : Syamil Cipta Media. h. (HR. (Luqman : 12)35 33 Departemen Agama RI. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya.

Juga dijelaskan pedoman. hati. dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pendidikan anak-anak kaum muslimin. meneguhkan hubungan. Hamka menafsirkannya. dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. Ayat ini juga menganjurkan untuk berbuat baik. h. bahwa kandungan surat Luqman ayat 12 s.Cit. jika terjadi pertikaian pendapat antar orang tua dengan anak yang berbeda akidah. Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya. Karena melalui kedua orang tuanyalah mereka dilahirkan dimuka bumi sehingga sewajarnyalah keduanya dihormati. maka dirikanlah shalat. Kecintaan terhadap kedua orang tua tidak boleh mengalahkan akidah. Op. karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan dari Allah. Jika akidah anak berbeda dengan kedua orang tuanya keduanya selalu dihormati. Dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung dasar-dasar pendidikan bagi seorang muslim. Allah tidak menyukai orangorang yang sombong.Terkait dengan penafsiran ayat-ayat diatas (surat Luqman ayat 12). memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. mawaddah dan rahmah. mengandung pokok akidah yaitu kepercayaan terhadap Allah yang menimbulkan jiwa merdeka dan bebas dari pengaruh benda dan alam serta merupakan dasar utama tegaknya rumah tangga sakinah. Dengan shalat kita melatih lidah. Untuk memperkuat pribadi. dicintai dengan sepatutnya dengan yang ma’ruf.d 19 meliputi:36 a) Pembinaan jiwa orang tua 36 Syamsu Yusuf LN. sebagaimana disarikan berikut ini: inti hikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada Luqman telah disampaikan dan diajarkan kepada anaknya sebagai pedoman utama dalam kehidupannya yaitu: supaya jangan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya karena mempersekutukan Allah merupakan dosa besar.40 39 . disayangi. Zakiah Darajat sebagaimana dikutip Syamsu Yusuf mengatakan.

Namun demikian. bertaubat. Pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak mempunyai peran yang besar sekali bagi kehidupan dan masa depan anak. tidak bersikap sombong atau angkuh kepada orang lain). Pendidikan keluarga dipandang sebagai pendidikan pertama dan utama karena peranannya yang begitu besar sebagai peletak pondasi pengembanganpengembangan berikutnya. Hal ini mengingat bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan Allah berdasarkan Fitrah-Nya (QS Ar-Ruum : 30) :                                      Terjemahannya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam). (sesuai) Fitrah Allah disebabkan Dia telah 40 . Oleh karena itu Islam melarang bergaul dengan teman yang jahat dan buruk. karena pada dasarnya pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Pertumbuhan anak dibawah asuhan ayah dan ibu merupakan sebaik-baik sarana bagi pembinaan akhlaknya. rajin beramal shaleh dan dakwah) dengan kata lain memerintah atau mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan melarang atau mencegah orang lain berbuat kejahatan/keburukan.(kewajiban bersyukur kepada Allah).. Kebiasaan dan tradisi yang diperoleh seorang anak dari keluarganya akan diwarnai adat dan kebiasaan temantemannya. kurangnya pengetahuan anggota keluarga juga dapat berpengaruh (negatif) bagi keturunan mereka. bersifat sabar dalam menghadapi musibah. b) Pembinaan atau pendidikan kepada anak yang menyangkut aspek-aspek: iman dan tauhid (tidak mensyukuri Allah) akhlak atau kepribadian (bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. ibadah (menegakkan shalat.

Ke-1. h. ibulah orang yang selalu ada di sampingnya. Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. hal ini agaknya dapat dipahami karena ibulah orang yang lebih banyak mengerti anak sejak seorang anak lahir. Abu Ahmadi. 91 41 .39 Hal ini dapat dipahami berdasarkan QS.menciptakan manusia menurut (Fitrah) itu. op. bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan. cit.38 Peranan ayah terhadap anaknya tidak kalah pentingnya dari peranan ibu.Nisaa’ Ayat: 34                                  37 38 39 Departemen Agama RI.. h.(Baitul hikmah Press. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. 180 Rehani. An. (itulah) agama yang lurus. Ilmu Pendidikan. 407.2001). tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Ar-Ruum ayat 30 diatas adalah bahwa diantara yang dibawa sejak lahir telah membawa potensi untuk didik dan mendidik. sebagai penghubung antara keluarga dan masyarakat dengan memberikan pendidikan terhadap anaknya berupa komunikasi terhadap sesamanya memberi perasaan aman dan perlindungan terhadap keluarganya. h. Peranan ibu dalam pendidikan anak lebih dominan dari peranan ayah. Pendidikan anak dalam keluarga adalah tanggung jawab orang tua terutama ibu.” 37 Yang dimaksud dengan Fitrah pada QS.cet. Ayah merupakan sumber kekuasaan yang memberikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan.

Sebab itu maka wanita yang saleh. Kebutuhan jasmani anak seperti makanan. Upaya pencerdasan dapat dilakukan oleh siapa saja tidak memandang apakah ibu yang hamil itu cerdas atau tidak. perumahan. intelektual. h. Kemudian jika mereka mentaatimu. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). oleh karena Allah telah memelihara (mereka).h. ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Antara kebutuhan jasmani dan rohani terdapat keterkaitan satu sama lain. Mencerdaskan Anak. cit. emosional. 84 Suharsono. Sepertinya kepribadian dan kecerdasan anak terbangun melalui transmisi spiritual. maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. moral dan intelektualitasnya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. Dari satu sisi. dalam kedokteran dikatakan bahwa kualitas makanan yang diberikan kapada anak balita akan menentukan kualitas kecerdasan dan kemampuan anak. Karena itu ibu yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk meningkatkan bobot spiritual. op. pakaian. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya. Peningkatan ini banyak ditempuh dengan memperbanyak ibadah shalat sunat.41 40 41 Departemen Agama RI. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. 118 42 . (Jakarta : Intiusi Press.2000).                Terjemahannya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. 40 Secara garis besar ada dua kebutuhan anak yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani (spiritual). menjaga tutur kata. emosional dan moral ibunya.. kesehatan dan sebagainya. dan pukullah mereka. gemar berinfak dan bersedekah (dermawan) serta akhlak terpuji lainya. dan karena mereka (lakilaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. membaca dan mentala’ah Al-Quran.

Rasul-rasul-Nya. Hari akhirat. Orang tua cendrung lebih memperhatikan kebutuhan jasmani anak dari pada kebutuhan dalam mencerdaskan spiritualnya. keluarga merupakan “training centre” bagi penanaman nilai-nilai pengembangan fitrah atau jiwa beragama anak. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya anak-anak yang sehat dan cerdas tetapi spiritualnya belum tentu cerdas. (Jakarta : PT.42 Menurut Hurlock (1956:434). h. Malaikat. Namun dewasa ini tidak sedikit para orang tua yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan akan spiritual anak. dan menolong mengembangkan sikap agama yang betul. Faktor kasih sayang sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. takut kepada Allah dan selalu mendapat pengawasan dari pada-Nya dalam segala perbuatan dan perkataan. Oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak balita agar otaknya tumbuh dengan sempurna.Berdasarkan hal tersebut. orang tua (ayah dan ibu) hendaknya memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani anak. . disamping melakukan anak dengan penuh kasih sayang. Pandangan ini didasarkan pengamatan para ahli jiwa terhadap 42 Hasan Langgulung. seyogianya bersamaan dengan perkembangan kepribadianya yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu sejak dalam kandungan. Al Husna Zikra.372 43 . KitabKitab-Nya. termasuk mula-mula sekali adalah iman yang kuat kepada Allah. 1995) cet. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya caracara yang betul untuk menunaikan syiar-syiar dan kewajiban agama. Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan Spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dan upacara-upacaranya. Ke-3.

Op.Cit. ternyata dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tua (terutama ibu) pada waktu anak masih dalam kandungan. membaca Al-Qur’an dan memberi sedekah serta amalan shaleh lainnya. 2) Orang tua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik. 138 Ibid. disamping upaya-upaya yang telah dilakukan diatas. Perlakuan yang otoriter (perlakuan yang keras) akan mengakibatkan perkembangan pribadi anak yang kurang diharapkan. baik yang menyangkut sikap. 139 44 . orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah. c. b. sebaiknya pada saat bayi masih berada dalam kandungan. Bersikap respek atau menghargai pribadi anak. h. berdo’a. seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat. Dalam membina dan mengembangkan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. 43 44 Syamsu Yusuf LN. begitu pula perlakuan yang permisif (terlalu memberi kebebasan) akan mengembangkan pribadi anak yang tidak bertanggung jawab atau kurang memperdulikan tata nilai yang dijunjung tinggi dalam lingkungannya. Kepribadian orang tua. dan tokoh yang diidentifikasi atau ditiru anak. Sikap dan perlakuan orang tua yang baik adalah yang mempunyai karakteristik : a.43 Oleh karena itu. Menerima anak sebagaimana biasanya.orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. Memberikan curahan kasih sayang yang ikhlas. h. maka ada beberapa hal lagi yang perlu menjadi perhatian orang tua yaitu sebagai berikut:44 1) Karena orang tua merupakan pembina pribadi yang pertama bagi anak. maka seyogianya dia memiliki kepribadian yang baik atau berakhlakul karimah (akhlak yang mulia). kebiasaan berprilaku atau tata cara hidupnya merupakan unsur-unsur pandidikan yang tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan fitrah beragama anak. berzikir.

dan anak dengan anak). mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan sehari-hari. 4) Orang tua hendaknya membimbing. Meluruskan kesalahan anak dengan pertimbangan atau alasan-alasan yang tepat. dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. Hubungan yang harmonis penuh pengertian dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik. sehingga pada gilirannya anak dapat membedakan mana yang baik dan terbaik dan mana yang buruk dan terburuk. Memaafkan kesalahan anak. seperti keras kepala. mengajarkan atau melatih ajaran agama terhadap anak seperti: Syahadat. bersikap jujur menjalin persaudaraan dengan orang lain.d. e. Mau mendengarkan pendapat atau keluhan anak. Bacaan Al-Qur’an. Untuk memelihara keluarga dari segenap hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam neraka tentu tidak mudah begitu saja. f. orang tua dengan anak. tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmaniah anak semata tetapi juga kebutuhan akan spiritual anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagai orang tua. Do’a-do’a. 45 . 3) Orang tua hendaknya memelihara hubungan yang harmonis antar anggota keluarga (ayah dengan ibu. seperti sering terjadi pertentangan atau perselisihan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak yang tidak baik. Dengan cara membiasakan anak sejak dini dengan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama diharapkan akan terbentuk akhlak dan pribadi yang baik pula dimasa-masa selanjutnya. Shalat (bacaan dan gerakanya). Karena itu dibutuhkan suatu proses pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap tugas-tugas tersebut. meminta maaf bila ternyata orang tua sendiri salah kepada anak. pembohong dan sebagainya. Sedangkan yang tidak harmonis. lafaz zikir dan akhlak terpuji seperti bersyukur ketika mendapat anugerah.

Agar terhindar dari kesesatan hidup yang sedang di jalani ini.45 Karena God-Spot adalah pusat spiritual. yaitu hubungan yang harmonis antara Tuhan. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta: Arga. God. Akibatnya mereka tersesat di medannya sediri dan hampa dalam menjalani hidup yang sedang dilaluinya. Tuhan dan alam. Ketiga hal ini perlu dikaji lebih jauh karena manusia dimanapun di dunia ini selalu merindukan puncak keagungan yang ditandai dengan segala dimensi eksistensinya. Ke-1. Semua itu disebabkan oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari manusia dalam menjaga keseimbangan dialektis antara dirinya.S. 2001). Ramachandran telah berhasil menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. xxxviii 46 . maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: a. Namun sekarang kemajuan teknologi dan sains yang betulbetul memanjakan kebutuhan material menyebabkan manusia gagal mencapai puncak spiritual. yang merupakan pusat spiritual terletak antara jaringan saraf dan otak. manusia dan alam sekitar. maka ia dipandang sebagai sumber suara hati manusia.a. Spiritual sebagai pengalaman horistik merupakan jati diri yang fundamental bagi manusia. potensi qalbu (hati nurani) dan kehendak nafsu. yang menuntun kejalan hidup yang tidak ambigu. cet. h. maka ia di pandang sebagai faktor penentu. Di antaranya sumber kecerdasan itu sendiri (God-Spot). Suara hati tersebut selalu menganjurkan 45 Ary Ginanjar Agustian.Spot ( Fitrah) Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual Ada beberapa faktor yang menentukan kecerdasan spiritual seseorang. bahwa seorang ahli syaraf dari California University yaitu V. fana dan paraksal. God-Spot di samping sebagai penentu spiritual. Spiritual adalah jalan yang paling ideal yang memberikan makna hidup bagi manusia di antara makhluk Allah yang lain.

49 46 47 48 49 Departemen Agama RI..Maragi. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami). 1 47 . (Jakarta: Kalam Mulia. Ahmad Mushthafa Al. Ke-1. h. (terjemahan Anwar Rasyidi.S.47 Bukti adanya perjanjian ini menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam fitrah manusia.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. 2005) hal. Suara hati itu adalah suara Tuhan yang terekam di dalam setiap jiwa setiap manusia. Hal ini dapat dijumpai dalam Q. 1987).48 Sehingga bila manusia berbuat tidak baik.11 Syahminan Zaini.agar selalu berbuat sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan meninggalkan segala kemungkaran dan kejahatan. Al-A’raf ayat: 172. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. 1995). 189 Ibid. maka suara hatinya akan menasehatinya. (Bandung : Syamil Cipta Media.46 Dalam tafsir al-Maraghi ayat ini menerangkan bahwa manusia telah memiliki janji naluri (fitrah) antara Allah dengan manusia. Mac. edisi Khat Madinah. Seandainya masih dilakukan hal yang tidak baik tersebut ia pasti akan menyesal. kami menjadi saksi. Tafsir Al-Maraghi. Dryarkara ialah adanya suara hati manusia. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan fitrah Islam yaitu dengan menaruh dalam hati mereka iman yang yakin.                                  Terjemahannya: Dan (ingatlah). Sedangkan menurut N. h. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Scheler mengatakan bahwa penyesalan adalah tanda kembalinya kepada Tuhan. 173. cet.

secara klasik sering dihubungkan denganpolemos. artinya tidak mungkin ada pemisah antara Tuhan dan manusia. amarah. Fu’ad mampu menerima informasi dan menganalisisnya sedemikian rupa sehingga diperoleh pelajaran dari informasi tersebut. Kecerdasan Ruhaniah. Menangkap dan memahami pengertian qalbu secara utuh adalah kemustahilan. Potensi Qalbu Menggali potensi qalbu.Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa nasihat yang dikeluarkan oleh suara hati membuat manusia selalu dalam keadaan benar. memilih dan memutuskan segala informasi yang dibawa 50 Toto Tasmara. untuk itu god-spot dan suara hati adalah bagian penting manusia yang mesti dipertahankan. kejujuran. (Jakarta: Gema Insani. Ke-I. cinta dan logos pengetahuan. Ini adalah merupakan realisasi dari kecerdasan spiritual. dan jauh dari sikap kebohongan. Itu hanyalah sebagai asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena didalam qalbu terdapat potensi yang sangat multi dimensional. Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada objektifitas. h. Diantaranya adalah sebagai berikut: c. Fu’ad yang bersikap jujur dan objektif akan selalu haus dengan kebenaran dan bertindak atas rujukan yang benar pula.50 Padahal dimensi qalbu tidak hanya mencakup atau dicakup dengan pembatasan katagori yang pasti. Fu’ad mempunyai tanggung jawab intelektual yang jujur kepada apa yang dilihatnya. Kemampuan untuk mengolah. God-Spot adalah kendali kehidupan manusia secara spiritual. Kekuatan yang dibangun dalam jiwa merupakan manifestasi dari god-spot sebagai tanda bahwa manusia adalah “bagian” dari Tuhan itu sendiri. 93 48 . b. Qalbu diberi potensi pikir yaitu hati dalam bentuk fu’ad. cet. Fu’ad Merupakan potensi qalbu yang sangat berkaitan dengan indrawi. 2001). mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak manusia (fungsi rasional kognitif). eros.

h. Shadr mempunyai potensi besar untuk hasrat. berpikir. Dengan kompetensinya untuk melihat dunia masa lalu. membanding dan menghasilkan kearifan. Shadr memandang pada masa lalu. kebenaran. dan keberanian yang sama besarnya dengan keberanian untuk menerima kejahatan dan kemunafikan. cinta. wujud. Fu’ad memberi ruang untuk akal.52 Dari penjelasan di atas. benci. Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. manusia mempunyai kemampuan untuk menimbang.51 d. h. Shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan. efektif). serta nostalgia melalui rasa. Pengawas setia sang fu’ad adalah akal. memilih dan memilah seluruh data yang masuk dalam qalbu. pendengaran dan penglihatan yang secara nyata yang sistimatis diuraikan dalam AlQur’an. Shadr Shadr berperan untuk merasakan dan menghayati atau. karena ia mampu menyiasati hidup dengan membangun manajemen yang terkendali dan mantap. bertafakur. indah. mempunyai fungsi emosi (marah. dan nyata dengan mempergunakan fungsi nazhar indra penglihatan. sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit apapun menjadi indah dari karyanya. zikir. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang bermuatan moral. Fungsi akal adalah membantu fu’ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir. pengalaman dan keberhasilan sebagai cermin. niat. dapat dipahami bahwa orang yang shadrnya terkendali. Di dalam ini pula tersimpan rasa cemas dan takut. berbeda dengan Fu’ad yang berorientasi kedepan.oleh sentuhan indra. Karena shadr bisa melihat masa silam sebagai pedoman pelaksanaan sebuah manajemen hidup saat ini dan masa mendatang. Sehingga dengan demikian ada sebuah 51 52 Ibid. kemauan. kesejarahan. 101 49 . 96 Ibid.

merayu dan menyesatkan tetapi sekaligus memikat. kekuasaan. Namun fu’ad dan shadr harus mengendalikan kerjanya hawaa. Tanpa hawaa tentu manusia berubah wujud menjadi malaikat yang kehidupanya statis. Dengan kata lain. h. shadr adalah sebuah sumber kecerahan sebuah kehidupan. Hawaa Merupakan potensi qalbu yang mengarahkan kemauan. e. dan keinginan untuk mendunia. Potensi hawaa selalu ingin membawa pada sikap-sikap yang rendah. yang kerjanya hanya mengabdikan segala hidupnya untuk suatu tugas tertentu saja. Pemeliharaan terhadap Fu’ad dan Shadr juga penulis pandang sebagai proses perjalanan spiritual. menggoda. karena berfungsi sebagai tenaga penggerak kehidupan manusia. maka seluruh qalbu bisa rusak binasa karena keterpikatan dan bisikan yang dihembuskan setan kedalam potensi seluruh hawaa. maka fu’ad dan shadr memiliki tugas berat untuk mengatasi kekuatan hawaa yang selalu membawa kearah kebinasaan dan kehancuran sehingga lenyaplah kenikmatan yang kekal dan abadi yaitu keabadian disisi Tuhan Yang Maha Esa. Walaupun cahaya di dalam qalbu pada fitrahnya selalu benderang. Pendidikan sebagai langkah awal mencapai kesejahteraan dan keseimbangan hidup manusia. Sementara manusia sebagai makhluk mulia telah diamanahi Allah dengan tugas yang 53 Ibid. Sebagai penentu nasib setiap makhluk. Fitrah manusia yang dimuliakan Allah. Hawaa sebenarnya juga harus dipertahankan dalam hidup manusia. maka pendidikan itu sendiri juga berorentasi kepada pembinaan shadr yang ada dalam setiap qalbu manusia. Di dalamnya ada ambisi. tetapi karena manusia mempunyai hawaa ini. Potensi hawaa cendrung untuk membumi dan merasakan nikmat dunia yang bersifat fana. akhirnya tergelincir menjadi hina dikarenakan manusia tetap terpikat pada dunia. 104 50 .kepastian menjalani hidup berikutnya.53 Dari penjelasan ini. pengaruh.

Sebagai seorang khalifah. yaitu fu’ad.sangat banyak. Bagaimana kecepatan otak mengola atau memproses masukan yang didapat amat tergantung pada kondisi dan kematangan organ vital yang satu ini. maka dosa besar menyelimuti sehingga sinar Ilahi yang menyinari qalbu setiap manusia memudar dan bahkan lenyap sama sekali. Tetapi karena spiritual belum bekerja semaksimal mungkin dalam kehidupan seluruh jiwa. semestinya patuh dan taat terhadap segala ketetapan-Nya. shadr dan hawaa sebagaimana yang telah di jelaskan diatas.) Faktor lingkungan Kapasitas atau potensi kecerdasan yang sudah terberikan dalam diri setiap anak tidak akan berarti apa-apa kalau lingkungan sama sekali tidak berperan dalam 51 . Jika organ dalamnya baik. diantaranya sebagai “khalifah fil ardi”. Ketiga hal itu juga di pandang sebagai faktor dominan untuk mewujudkan spiritual dalam jiwa manusia. tentu banyak tugas yang mesti diselesaikannya dalam waktu yang sudah ditetapkan-Nya. maka setiap manusia kerja ekstra keras untuk mewujudkan keseimbangan ketiga potensi tersebut. Hasilnya? Apa yang di kerjakan anak akan memberi hasil terbaik. Selanjutnya penulis akan mengungkapkan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan secara umum yaitu: 1) Faktor genetik/ bawaan Faktor ini lebih merupakan potensi kecerdasan yang sudah ada atau terberikan karena terkait dengan saraf-saraf yang ada pada organ otak. Manusia yang merupakan bagian dari-Nya. Demi penyelesaian seluruh tugas. maka proses pengolahan apapun yang diterima otak akan ditangkap dengan baik dan dijalankan tubuh sesuai perintah otak. 2.

disamping memberi stimulasi dengan menanamkan nilai-nilai moral dan kebijakan secara konkret. com/Khasanah/khasanah06309-01.htm) 52 . 54 Dedeh Kurniasih. Di sini ada empat faktor lingkungan yang dapat mengasah potensi anak yaitu: 54 a. Tentu saja dengan intensitas dan bentuk stimulasi yang berbeda-beda pula pada setiap tahap perkembangan. saat lahir. Orang tua dapat memberikan stimulus sejak anak masih dalam kandungan. Untuk menjadikan anak cerdas. stimulus lebih diarahkan pada pendengaran menggunakan irama musik dan tuturan ibu dan ayah.merangsang dan mengasah potensi tersebut.tabloidnakita. Pengaruh lingkungan rumah ini berkaitan pula dengan masalah: a. Lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung terpenting bagi kecerdasan anak. Dalam lingkungan keluarga anak menghabiskan waktu dalam masa perkembangannya. Setelah anak lahir. faktor stimulus menjadi sangat penting. Contohnya ketika masih dalam kandungan. Caranya dengan mencurahkan kasih sayang.) Lingkungan rumah. stimulus ini diperluas menjadi pada kelima indra maupun sensorimotoriknya. baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental/emosi anak. Secara mental orang tua juga menstimulasi anak dengan menciptakan rasa aman dan nyaman sejak masa bayi. Bagi Anak.1) Stimulus. Begitu stimulasi lainya yang dapat merangsang dan mengembangkan kemampuan kognisinya maupun kemampuan lain. sampai dia tumbuh besar. Arti Sehat dan Bahagia. (http://www. menumbuhkan empati dan afeksi. Dengan itu dapat membuat potensi kecerdasan anak mencapai maksimal.

Pola asuh orang tua yang penuh kasih sayang diyakini dapat meningkatkan potensi kecerdasan si anak.3) Memberi pangajaran. tidak adanya pola asuh hanya akan membuat anak bingung. Mengapa demikian? Tak lain karena kecukupan nutrisi berkaitan erat dengan perkembangan organ otak dan fungsinya yang akan menentukan kualitas anak dimasa depan. ayah dan ibu dapat memberikan beragam eksperimen kecil kepadanya yang berguna untuk merangsang keinginan dan minat bereksplorasi. Sebaliknya. Peran nutrisi bagi kecerdasan anak tak bisa diabaikan begitu saja. sepanjang masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak.) Interfensi dini. Agar efeknya selalu positif. Begitu pula kesehatannya secara keseluruhan. a. c.a. Setelah anak lahir. Tanpa nutrisi yang baik dimasa-masa sebelumnya. Dampak interfensi dini terhadap anak akan baik jika itu dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat kematangannya. Tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan tentu saja juga mempengaruhi potensi kecerdasannya. kemungkinan besar pertumbuhan dan fungsi otak terhambat sehingga potensi kecerdasan anak menjadi rendah.) Kecukupan nutrisi. Dampaknya apapun yang dikerjakannya tidak akan membuahkan hasil maksimal. dan trauma yang berbuntut masalah pada emosi anak. b. 53 . Ini pun lagi-lagi dapat dilakukan sejak ia masih dalam kandungan. Tepatnya mesti dimulai ketika masa perencanaan kehamilan. Menyediakan berbagai fasilitas bagi kepentingan anak merupakan salah satu bentuk interfensi orang tua. Misalnya dengan aktif mengajaknya bicara. Untuk menjadikan anak sehat secara fisik dan mental. Orang tua harus aktif dan interaktif merangsang otak anaknya. stres.2) Pola asuh. sebetulnya perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum proses kehamilan terjadi.

ingatlah selalu untuk menginterfensi anak dengan hal-hal kreatif. 54 . Ibadah shalat hubungannya dengan jiwa juga berhubungan erat karena shalat selain menyehatkan juga menenangkan jiwa pelakunya karena pada saat shalat dilakukan pelakunya ditekankan untuk khusyuk atau tenang sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an surah al-mu’minun ayat 1-2 sebagai berikut :                    Terjemahannya : 1. f. Yang pasti kecerdasan dalam diri anak tidak muncul begitu saja. berdasarkan kajian teori diatas. d. rukuk. Boleh dikatakan sekolah merupakan rumah kedua bagi anak yang memungkinkannya mentransfer pengetahuan. keterampilan. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.) Pendidikan di sekolah. dan nilai-nilai kehidupan. dapat kita tentukan relasi antara shalat dengan fisik dan jiwa seseorang. Diluar potensi yang terberikan. Kerangka Pikir Ibadah shalat erat hubungannya antara fisik dan jiwa. Contohnya mengajak membuat mainan bersama guna merangsang kognisi anak. sebetulnya cerdas juga berarti ketekunan mempelajari sesuatu. duduk diantara dua sujud. Ibadah shalat hubungannya dengan fisik tidak dapat dipungkiri lagi bahwa shalat hanya dapat diakui jika kita melaksanakannya dalam bentuk fisik seperti takbiratulihram. peran sekolah juga tidak kalah besar.I’tidal. Selain pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. sujud. dan seterusnya.

642). akibatnya otak kita mudah untuk menjadi alfa atau selalu berada dalam keadaan yang baik untuk belajar meski berada diluar shalat. MINGGU 3 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. mengimami salat kami. MINGGU 4 55 Ibid 55 . sungguh aku dapat melihat belakangku.9 Hz). (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.9 Hz). SHALA T BELAJAR MINGGU 1 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. Demi Allah. sebagaimana aku melihat depanku. mengapa engkau tidak membaguskan salatmu? Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat untuk dirinya sendiri. Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. dengan ketenangan inilah sehingga otak berada pada kondisi alfa dan otak sendiri jika berada pada kondisi alfa maka akan mudah bagi subjek untuk belajar.9 Hz).55 Selain dalam kitab al-qur’an dalam nbi Muhammad dalam hadits Hadis riwayat Abu Hurairah ra. Hal ini dapat terus diterapkan mengingat shalat adalah salahsatu rukun islam (wajib) bagi umat muslim. (Shahih Muslim No.9 Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 MINGGU 2 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. firman allah dan sabda nabi tersebut diatas mengisyaratkan kita untuk khusyuk dalam shalat agar kita tenang. Penjelasan tersebut diatas dapat kita gambarkan kedalam bagan berikut ini. Usai salat beliau bersabda: Hai fulan..2. jadi apabila shalat dilaksanakan terus menerus secara continue dan khyuk maka akan otak akan terbiasa dengan keadaan gelombang alfa. ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw.

Shalat yang dilakukan secara rutin menghasilkan gelombang otak alfa yang tertanam kedalam memory jangka panjang kita dan hasilnya meski kita tidak dalam keadaan shalat. anda tidak akan terfokus lagi pada kaki anda yang terus menggayuh secara otomatis. Born To Be A Genius (2003) Diagram diatas menggambarkan perbedaan gelombang otak kita pada saat shalat dan belajar. Hal ini tidak jauh beda dengan keadaan kita pada saat baru belajar menjalankan sepeda. pada saat itu anda harus berkonsentrasi pada kaki anda yang sedang menggayuh dan juga pada setir sepeda dan jalan dilalui. gelombang otak kita tetap berada pada kondisi alfa. Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) MINGGU 6 Otak berada pada kodisi ALFA Otak berada pada (8 – 13. hanya membutuhkan waktu agar gelombang alfa tetap stabil.9 Hz). kodisi BETA(14 – 100 Hz) Sumber : Adi W.9 Hz). hal ini juga terjadi pada keadaan pada saat kita shalat yang masuk kedalam keadaan diluar shalat (belajar). dan gelombang beta dengan sendirinya akan tersingkir karena tidak mungkin otak berada pada dua model gelombang dalam satu waktu. Gunawan. mungkin akan dibutuhkan waktu dan luka yang cukup banyak tapi setelah anda sudah terbiasa menjalankannnya dan mulai terbiasa. 56 .MINGGU 5 Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13.

Penentuan dan penetapan sampel dalam setiap kelas dilakukan dengan purposif sampling. Pendekatan penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kombinasi atau perpaduan antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif.BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan kombinasi ini dilakukan untuk memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang nyata secara alamiah dengan sedikit pembimbingan sebagai langkah awal. intinya peneliti ingin menjelaskan. yaitu dilakukan dengan penunjukan langsung yang dianggap dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada tiap 57 . Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Eksplanatif. atau perbedaan antar kelompok. Populasi dan Sampel 1. 2. guru. B. atau independensi dari dua atau lebih faktor dalam suatu keadaan. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Populasi penelitian ini adalah seluruh sivitas sekolah yaitu kepala sekolah. dan orang tua murid. Penelitian Eksplanatif ialah suatu penelitian dengan tujuan untuk menganalisis sifat suatu hubungan. Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas III hingga kelas VI di MI DDI Ujung Lare Parepare. 2.

majalah ataupun tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan masalah pokok skripsi ini.kelas IV sampai dengan kelas VI dengan petunjuk dari guru sebelumnya karena guru tentu sudah tahu keadaan siswanya masing-masing. yaitu : 1. maka diperlukan suatu metode yang tepat dalam mengumpulkan data yang akan diolah. oleh karena itu penulis menggunakan teknik penumpulan data melalui penelitian kepustakaan. Didalam mengumpulkan data melalui kepustakaan. 2. Dokumentasi. yakni dilakukan dialog langsung kepada responden dan atau informan mengenai masalah yang diteliti. Wawancara. yaitu suatu penelitian yang sudah diterbitkan. yakni mengambil data melalui administrasi yang ada di kantor MI DDI Ujung Lare. C. Kemudian dalam mengumpulkan data dari objek dilakukan beberapa pendekatan. Teknik Pengumpulan Data Agar suatu penelitian dapat dipertahankan tingkat validitas datanya. 3. penulis menggunakan kutipan langsung. D. baik berupa buku. yakni meninjau langsung ke objek melihat kondisi yang terjadi. Teknik analisis data Setelah penulis mengadakan penelitian dengan jalan membaca berbagai macam buku dan informan untuk mengumpulkan bahan yang ada kaitannya dengan 58 . Observasi. yaitu dengan mengintisarikan dan penulis mengubah redaksinya dengan memberikan pengertian yang dimaksud.

yaitu metode yang ditempuh penulis dalam mengolah data dengan sistem perbandingan atau perubahan yang terjadi pada tiap siklus 59 . adalah metode penganalisaan data berdasarkan peristiwa yang bersifat khusus ke umum. yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan bertitik tolak dari peristiwa yang bersifat umum ke pernyataan khusus. maka penulis mengolah dan menganalisis datadengan menggunakan metode berikut : 1. Metode deduktif. Metode Statistik. 2.pembahasan skripsi ini. 3. Metode Induktif.

Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 – kelas 6 berdasarkan data dari guru. terlebih dahulu ditentukan garis besar penelitian yang akan dipedomani oleh peneliti yaitu sebagai berikut : 1. Membuat laporan hasil penelitian. Menarik kesimpulan. kemudian dilaksanakanlah penelitian. karena materi IPA dianggap membutuhkan penalaran yang logis dan pemahaman yang baik. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pra Tindakan Sebelum peneliti memimbing murid melaksanakan ibadah shalat. Menentukan kritera murid yang akan dijadikan purposive sampling. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. Sebelum penelitian dilakukan. Melakukan percobaan terhadap murid yang diobservasi tiap minggu. dll. 4. 1. 6. 5. Menentukan criteria murid yang akan dijadikan purposive sampling. Kriteria murid yang akan dijadikan purposive sampling adalah sebagai berikut : 60 . 3. 7. Hasil Penelitian a. terlebih dahulu peneliti berkenalan dengan guru kelas bersangkutan dan kepala sekolah.dalam penelitian ini ditetapkan mata pelajaran yang digunakan adalah IPA. 2.

murid yang sering Nampak kebingungan meski materi telah dijelaskan berulang kali. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. c. dan hasilnya adalah sebagai berikut : Aspek yang diamati Focus saat Kelas Rata-rata Hasil guru belajar (IPA) menjelaskan*) III 8 3 IV 9 5 V 8 2 VI 9 4 52 14 Table 1 : Data Pra Shalat *) 9-10 = sangat focus. status ekonomi.a. 2.) 3. daftar nilai harian (terlampir). Adal Ummi mawaddah Fikri magfirah Wahbah suhaeli Jumlah TEMA Energi Energi Energi Energi . tidak menghiraukan keadaan sekitarnya 7-8 = sering focus tapi masih terkadang merespon keadaan sekitarnya 5-6= terkadang focus jika ditegur oleh guru 3-4 = lebih sering tidak focus 61 No 1 2 3 4 Nama Muh. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 sampai kelas 6 berdasarkan data dari guru. Rata-rata tugas harian yang rendah dibawah 5 (lima). b. Untuk mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid saya membuat table tingkat pemahaman murid dengan melakukan pengamatan di ruang kelas pada saat proses pembelajaran dimulai. penilaian sikap dari guru. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas masing-masing berupa raport (terlampir). Berdasarkan data guru. Murid yang malas memperhatikan penjelasan guru. (biodata murid.

(2) lingkungan rumah atau keluarga. guru disekolah juga perlu diamati. a. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. (3) lingkungan diluar rumah. sebagai contoh. Adapun hal-hal yang menjadi dianggap turut membentuk tingkat pemahaman murid adalah sebagai berikut : 1) Sikap Teman sebangkunya/sekelasnya terhadap dia 62 . akan tetapi pada saat naik ke-kelas tiga. kini dia duduk bersama murid yang banyak bicara dan malas mendengarkan penjelasan guru. murid tersebut sudah tidak duduk dengan teman sebangkunya yang pengertian.1-2= tidak pernah memperhatikan penjelasan guru Max = 80 (delapan puluh) 4. Selain murid. untuk menjaga kesalahan penunjukan titik permasalahan. murid SD kelas tiga yang awalnya pada saat kelas satu dan dua selalu mendapatkan ranking karena teman sebangkunya adalah murid yang mengerti keadaan teman sebangkunya jika sedang focus mendengarkan penjelasan guru. Sebelum murid diberi instruksi/bimbingan shalat terlebih dahulu perlu diketahui halhal yang berinteraksi langsung dengan murid untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan murid dalam meningkatnya kemampuan memahami suatu permasalahan. dll. Lingkungan sekolah Lingkungan disekolah turut menentukan tingkat pemahaman siswa. pada saat guru menjelaskan.hal-hal yang perlu diperhatikan dari Aspek tersebut kami bagi dalam tiga aspek (1) lingkungan sekolah. anak yang dulunya terbiasa focus mendengarkan penjelasan guru kini menjadi sulit karena selalu mendapat gangguan dari teman sebangkunya.

mengadu domba dengan sesame anak. berikut aspek yang perlu diperhatikan : 1) Warga sekitar yang selalu berinteraksi dengan murid 2) Keadaan Lingkungan Sosial a. suka meminum minuman keras. dsb. Lingkungan rumah/keluarga Lingkungan rumah/ keluarga sangat berperan penting dalam membentuk kemampuan pemahaman murid. Lingkungan diluar rumah Lingkungan diluar rumah terkadang menganggu aspek psikis murid yang akibatnya murid malas belajar. bergadang. tingkat perekonomian rendah yang menyebabkan ayah memaksa anaknya untuk membantuk bekerja yang tidak biasanya dikerjakan oleh anak-anak. Berikut aspek yang perlu diperhatikan dalam lingkungan kelurga murid yang dianggap dapat mengubah tingkat pemahaman siswa : 1) Tingkat perekonomian 2) Suasana rumah 3) Perhatian/bimbingan orang tua c. atau salah membimbing anaknya. menyuruh anak bolos dari sekolah.2) Gaya mengajar guru 3) Suasana alam sekitar sekolah b. contohnya ayah dari murid yang memiliki akhlaq yang kurang baik. Pengamatan untuk siswa : 63 . sebagai contoh tetangga murid seorang anak muda yang suka berkeliaran dan mengajak murid untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukan seorang anak-anak seperti merokok.

gaya mengajar guru kelas tiga ternyata kurang efektif. Hampir Setiap malam (berdasarkan wawancara peneliti dengan Muh. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Muh. tidak pernah melaksanakan ibadah shalat dan juga pecandu alcohol yang cukup berat. ayah Muh. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kurang kondusif dikarenakan manajemen kelas guru yang kurang. Dalam lingkungan sekolah Muh. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. fikri magfirah (kelas lima). dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Adal dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. Ibunya seorang ibu rumah tangga tangga yang pemarah. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Adal adalah anak ke-tiga dari empat orang bersaudara. b) Lingkungan rumah/ keluarga Muh.1) Pengamatan untuk murid yang bernama Muh. hal ini terlihat dari ahlaqnya yang kurang berbudi. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya.murid kelas III (tiga). Adal. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. 64 . sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek di dalam pasar Lakessi. Adal juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat).

Adal di sekolah) ayahnya pulang malam dalam keadaan mabuk. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. Dari wawancara diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Muh. Adal menyuruh anaknya membeli rokok lalu mencuci motor ayahnya. Adal yang menemui teman-temannya. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Muh. terbukti dengan jumlah temannya yang banyak hampir selalu datang kerumahnya mengajak bermain ataukah Muh. bukannya menyuruh anaknya belajar atau tidur agar tidak terlambat ke sekolah ke-esokan harinya justru ayah Muh. Adal). keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan norma agama dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang rajin melaksanakan shalat. Adal dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. dengan demikian ibu Muh. keadaan yang diceritakan oleh Muh. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya putus sekolah 65 . Beberapa hari ini ayah dan ibu Muh. Adal. Adal harus menyuruh anaknya untuk berjualan keliling sepulang sekolah bersama saudara sulungnya. Adal seorang anak yang socials. Adal bertengkar karena masalah uang yang selalu dihabiskan untuk hal yang tidak dimengerti oleh Ibu Muh. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian pendidikan formal.

tukang becak. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Ummi. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. gaya mengajar guru kelas empat sudah 66 . Dalam lingkungan sekolah Muh. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. fikri magfirah (kelas lima). tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya. murid kelas IV (Empat). dan pedagang pasar tradisional. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. kebanyakan pekerjaan mereka adalah wiraswasta tingkat rendah seperti tukang batu. tukang ojek. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. 2) Pengamatan untuk murid yang bernama Ummi Mawaddah.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special.hingga tertinggi hanya SMU sederajat. bartender. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. pedagang kaki lima.

baik. kepribadian ini kurang memperhatikan aspek afektif dari anak-anaknya. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Ummi. ayah Ummi.M dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. dia satu-satunya saudara perempuan. keadaan yang diceritakan oleh Ummi. sedangkan ayahnya juga pria yang kurang bias memberikan perhatian penuh kepada anakanaknya.M dampaknya sangat buruk 67 .M adalah anak ke-tiga dari lima orang bersaudara. Afektif. hal ini terlihat dari tingkat kedisiplinan yang dia terapkan kepada anak-anaknya yang cenderung koleris meski memiliki niat yang baik demi masa depan anak-anaknya. ayah sampling yang satu ini bekerja sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah DDI Ujung Lare (MI DDI Ujung Lare). dia menganggap jika dia mampu maka semua orang juga pasti mampu tanpa memperhatikan tiga aspek yang pada setiap manusia berbeda-beda (Kognitif. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang hanya berada di rumah setelah pulang dari sekolah Sekolah Dasar tempatnya mengajar sebagai guru Agama Islam. b) Lingkungan rumah/ keluarga Ummi.M). dan Psikomotorik) hal ini membuat anak juga akan menjadi koleris dan harus sangat disiplin yang dampaknya menyerang tingkah laku anak menjadi keras kepala karena batasan yang diberikan ayahnya untuk memikirkan lingkungan sekitarnya yang beraneka ragam. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal.

3) Pengamatan untuk murid yang bernama Fikri Magfirah.M seorang anak yang socialis. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya hanya saja terjadi controversial berupa penekanan sikap oleh ayahnya dan kurang perhatian dari ibunya. a) Lingkungan sekolah 68 . hanya saja terkadang teman-temannya menjauhinya karena sikapnya yang pemarah. Lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Ummi. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya adalah tenaga pendidik diberbagai instansi. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang tidak terlalu ditekan. murid kelas V (Lima). terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya.terhadap bentuk kejiwaan Sampling. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal.

Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. ibu Fikri. ibunya harus 69 .M bekerja di sekolah MI DDI Ujung Lare sebagai tenaga social dibidang Seni dan Kebudayaan (SBK).M kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya.M adalah single parent (ibu tanpa suami). hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang. seperti yang dituliskan diatas bahwa ibu Fikri.Lingkungan sekolah Fikri. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam lima yang dimulai dari gaya mengajar guru. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. gaya mengajar guru kelas lima sudah baik. fikri magfirah (kelas lima). Ibunya seorang ibu rumah tangga yang harus bekerja sendirian mencari nafkah untuk anak-anaknya atau konotasinya adalah seorang janda beranak empat. Dalam lingkungan sekolah Fikri.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat).M adalah anak ke-dua dari empat orang bersaudara. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. b) Lingkungan rumah/ keluarga Fikri. secara otomatis. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. tanpa seorang ayah yang dapat memberinya bimbingan disaat yang berbeda dikala ibunya tidak ada.

hal ini membuat emosi ibu Fikri.M lebih tidak stabil. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Fikri. juga harus berkeluh kesah sendiri disaat ada masalah internal yang seharusnya ada seorang suami yang memberinya semangat harus dia pikul sendirian.M sebagai anak pertama untuk perempuan harus lebih sering bersama ibunya membantu di dapur atau pekerjaan lainnya yang semestinya dikerjakan oleh seorang ayah juga harus dia kerjakan. keadaan tersebut menekan waktu sampling untuk bermain sebagi jiwa anak-anak menjadi waktu yang berat baginya karena harus bekerja layaknya orang dewasa. disamping pekerjaannya yang hanya bergaji kecil.M). Fikri. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Fikri.lebih merangkap jabatan sebagai pencari nafkah dan juga sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memberi perhatian pada mereka masing-masing. 70 . keadaan yang diceritakan oleh Fikri.M dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling.M seorang anak yang socialis. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang memiliki kedua orang tuanya. ditambah gejolak jiwa ibunya yang tidak stabil sehingga cenderung untuk memarahi sampling. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya.

Fikri Magfirah (kelas lima). Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Asfandi semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. lingkungan ini juga menjadi perhatian khusus dari sampling karena para santri selalu berlalu lalang didepan rumahnya melakukan kegiatan pesantren. Dalam lingkungan sekolah Asfandi kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. 71 . a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Asfandi juga telah termasuk lingkungan sekolah Ummi Mawaddah (kelas empat). 4) Pengamatan untuk murid yang bernama Asfandi.hanya saja waktu sampling yang kurang untuk menuangkan jiwanya pada tempatnya sebagai anak-anak . Dari tiga aspek yang diamati diatas maka dapatlah peneliti. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal karena tinggal di dalam kawasan pesantren DDI Ujung Lare. dan Asfandi (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. murid kelas VI (Enam). Sebagaimana kita ketahui disetiap Lingkungan Pesantren tentunya menekankan santrinya berakhlaq mulia sesuai tuntutan syariat Islam. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special.

c) Lingkungan Diluar Rumah 72 . b) Lingkungan rumah/ keluarga Asfandi adalah anak ke-empat dari empat orang bersaudara dan tiga orang saudara tiri. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. keluarga ini berada pada tingkat perekonomian yang rendah karena pekerjaan kepala rumah tangga yang tidak menentu dan jumlah tanggungan yang cukup besar.Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (asfandi). kini Asfandi diberi seorang ibu tiri yang kurang baik oleh ayahnya. keadaan yang diceritakan oleh asfandi perihal tingkat perekonomiannya yang rendah dan sikap ibu tirinya yang buruk tidak sama dengan ibu kandungnya yang telah wafat. Ibunya kandungnya telah wafat pada saat usianya masih berumur empat tahun. Ayah Asfandi sendiri bekerja tidak menentu dengan penghasilan yang tidak menentu pula. gaya mengajar guru kelas enam sudah baik. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang.

Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan berakhlaq buruk karena kebanyakan warga sekitar bersifat premanisme dan berbagai akhlaq buruk lainnya seperti meminum minuman keras di depan umum. pada kelas tiga menggunakan gaya belajar yang monoton dan sulit dimengerti oleh muridnya karena. menyapa dengan kata-kata yang tidak sopan. sikap ini menjadi balikan teman-temannya yang juga tidak ingin mengajaknya bermain atau belajar bersama. lima. hanya menunjuk pada papan tulis lalu mengerjakan tugas. (1) terkadang menjelaskan tanpa kata-kata atau keterangan. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. Pengamatan untuk guru Guru-guru di MI DDI Ujung Lare. b.Sampling dalam hal ini adalah asfandi seorang anak yang kurang bergaul. enam. terkadang asfandi lebih suka duduk menyendiri seolah ia menjadi pengamat atas tingkah teman-temannya. dan lingkungan inilah yang kelak dicontohi oleh sampling dan hasilnya tentu menurunkan tingkat SQ-Nya. Berbeda dengan guru-guru kelas empat. terbukti dengan jumlah temannya yang sedikit di sekolahnya. (2) meminta siswa mengerjakan tugas tanpa penjelasan sebelumnya. semuanya telah sesuai dengan kurikulum madrasah MI DDI Ujung Lare. 73 . bahkan penulis biasa melihat sampling mendapat ejekan dari teman-temannya karena sikapnya yang pediam. (3) memarahi murid jika bertanya tentang materi yang kurang jelas.

67 *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 74 . Sebelumnya peneliti telah memberikan petunjuk kepada guru untuk memperbaiki kesalahan gaya mengajar guru dan memberikan solusi terbaik.6 5 5 5 5 35 8 100 Table 2 : data hasil observasi Muh.47 79.53 86. Kelas III (Muh. dan cara shalat khusyuk. tata cara shalat yang benar.67 70.b. a. Limit maximal hingga dikatakan berhasil adalah 100% Agar hasil akhir dapat diukur maka peneliti memutuskan untuk menyajikan hasil observasi dalam bentuk table. hukum. Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 sn Muh. Adal) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas tiga dengan materi Energi. peneliti terlebih dahulu mengajari sampling tujuan. Adal kelas III 5 6 7 8 66. adal Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sl km jm sb ah 4 3 3 5 4 3 3 5 4 4 5 5 4 4 4 4 28 7 80 71. Setelah sampling telah faham semuanya maka dilaksanakanlah rutinitas shalat yang dilakukan observasi per-Minggunya.4 4 4 4 3 25 8 5 5 5 5 31 8 88. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti. Pelaksanaan tindakan (shalat lima waktu secara rutin dan khusyuk) Sebelum rutinitas shalat dilakukan.

33 Table 3 : data hasil observasi Ummi mawaddah kelas IV *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Ummi mawaddah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 4 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 28 35 32 35 80 100 91. Kelas IV (Ummi Mawaddah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.47 93. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan 75 .4 100 7 8 8 8 6 6 7 10 70 80 80. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen b.

Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 60 80 94. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen d.33 70 81.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 7 10 Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Fikri Magfirah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 3 3 4 5 3 4 4 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 5 5 5 3 4 5 5 21 28 33 35 63.43 93.x = rerata dalam persen c. Kelas V (Fikri Magfirah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. Kelas VI (Asfandi) 76 .33 Table 4 : data hasil observasi fikri magfirah kelas V *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.

m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen c.Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b 3 4 5 5 jm l 21 28 33 35 Jml total (J = jx20) 7 60 80 94. pasca tindakan Dari data yang diperoleh dari masing-masing sampling diatas maka dapatlah dibuat rekapitulasi data untuk mengetahui selisih perubahan yang terjadi agar dapat ditarik kesimpulan.33 Table 5 : Data hasil observasi Asfandi kelas VI *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 8 10 Jumlah (Jt = J+F+H) 3 sn asfandi Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV 3 3 4 5 sl 3 4 4 5 km 3 4 5 5 jm 3 4 5 5 sb 3 5 5 5 ah 3 4 5 5 63.33 70 84.77 93. berikut rekapitulasi data : nama kelas Jumlah per-Minggu Rata-rata Ket 77 .

33 Perubahan perminggu (%) 75.47 81.47 80 70 70 79.33 93.M Fikri.67 70 63. Penulis telah menganalisis sebelumnya dan memprediksikan hasilnya berdasarkan teori-teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka skripsi ini.77 86. hal ini terjadi berdasarkan teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka ialah dua hal yang berhubungan erat yaitu keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient).8 81 77 77. Adal Ummi.Minggu Minggu Minggu Minggu I II III IV Muh. dan delta. terlihat nilai yang diharapkan yaitu peningkatan yang simultan.33 70. B. keadaan gelombang otak ada berbagai bentuk. alfa.67 93.9 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Table 6 : Rekapitulasi Data Sampling Dari data dan rekapitulasi data yang diperoleh diatas terlihat dengan sangat jelas bahwa pada tiap minggu dilakukan observasi terjadi peningkatan yang simultan.33 63. M Asfandi III IV V VI 66. akibat sehingga meningkatnya hasil belajar pada sampling adalah dua hal. theta. Pembahasan Dari deskripsi diatas dan data-data yang diperoleh hingga dilakukan rekapiltulasi data. suatu sebab menghasilkan akibat.43 84.33 93.53 80. keadaan otak yang paling menguntungkan ialah pada 78 . peningkatan ini tentu dikarenakan suatu sebab. menurut penulis hal itu ialah keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient). yaitu beta.

Shalat dalam agama islam adalah wajib dilaksanakan selama lima kali sehari semalam sebagaimana firman allah dalam surah hud ayat 114 dan al-ankabut ayat 45 berikut. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”57 Dengan shalat yang khusyuk. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.perbuatan) keji dan mungkar. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.”56                           Terjemahannya : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu.Cit Ibid 79 . gelombang otak berada pada keadaan alfa yang menurut Adi W.keadaan Alfa dan keadaan alfa ini terjadi pada saat tertentu saja.                                   Terjemahannya : “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. salah satunya ialah pada saat kita melakukan shalat dengan khusyuk. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan. Loc. Gunawan (2003) keadaan alfa dapat mempermudah kita untuk 56 57 Departemen Agama.

bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. Dengan berfungsinya IQ maka kemampuan pemahaman dapat meningkat. hal ini menyebabkan gelombang alfa akan mudah terbentuk dalam otak karena telah terbiasa sehingga pada saat belajarpun otak dapat dengan otomatis berada pada keadaan alfa. xliv. cit. pada sikapnya berupa ketawadhu’an. itulah sebabnya terjadi peningkatan hasil belajar pada sampling. Loc. 80 . SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. pada gerakannya berupa kebajikan. pada amalnya berupa keshalihan. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ.58 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain.mengingat pada memory jangka panjang. gelombang otak ini dapat dimanfaatkan meski pelakunya tidak lagi sementara shalat. 58 Ary Ginanjar. didukung juga dengan apa yang disebut dengan kecerdasa spiritual atau God Spot. karena shalat dilakukan dengan rutin lima kali sehari semalam.. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia.

hal-hal tersebut diataslah yang telah meningkatkan kemampuan pemahaman murid. SARAN saran saya sebagai peneliti dalam kajian ini merasakan perlu perbaikan dalam sistem pendidikan yang dibangun oleh pemerintah dan swasta yaitu dengan tidak melupakan segi agama terlebih apabila itu adalah wajib bagi pemeluknya. pada data yang diperoleh per-Minggu setelah shalat dengan rutin dan khusyuk. pelaksanaan. sebagai contoh yaitu dengan tidak memberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendek. afektif dan psikomotorik. KESIMPULAN Penelitian ini dari pra tindakan. dalam hal ini 81 . Gaya mengajar guru juga telah diperbaiki yaitu dengan lebih memperhatikan kemampuan tiga aspek utama pada murid yaitu kognitf. dengan melaksanakan shalat lima waktu. hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman murid pasti telah meningkat. hingga pasca tindakan dan analisis data maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibadah shalat secara rutin lima kali sehari semalam dengan khusyuk dapat meningkatkan hasil belajar murid. rentang waktu untuk menonton Televisi yang diduga juga menjadi salahsatu penyebab terganggungnya murid untuk memahami materi yang terkait menjadi berkurang karena shalat dan keinginan untuk belajar menyingkirkan waktunya untuk menonton televisi lebih lama. B.BAB V PENUTUP A. Shalat adalah penyebab utama yang mengubah pola hidup setiap sampling selain bimbingan dari peneliti demi kelancaran penelitian. terlihat perbedaan yang jelas dari data yang diperoleh sebelum sampling melaksanakan shalat sesuai ketentuan Al-Qur’an dan Hadits.

adalah shalat lima waktu dengan khusyuk. wallahu a’lam. 82 . semoga saran ini dapat terwujud dan bermanfaat. bertambahnya ilmu dan amal serta memperbaiki akhlaq yang buruk serta menularkannya keseluruh aspek lingkungan pelakunya. tak rugi yang diperoleh darinya melainkan kebaikan dan keuntungan didunia dan akhirat.

1976. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Chaplin. Abdullah. 2001. (http://www. Zakiah. 1993. Beirut : Al-Ahya al-Turats al-Araby. Toha Putra. Muhammad Omar Al-Taumy. Pendidikan. Cet.1997. Agustian. Jakarta : Bulan Bintang.tabloidnakita. Jakarta : Rajawali. com/khasanah/khasanah06309-01. ____________. 2003. Falsafah Pendidikan Islam. Bahasa dan Kepemudaan. Darajat.htm) Departemen Agama RI. Toha Putra. tt. Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spiritual. tt An Nida’ (Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam). terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Nashih Ulwan. Ary Ginanjar. Jakarta : Arga Wijaya Persada. ke-1. 83 . Terjemahan Tafsir Al-Maraghi (21). 2001. Jakarta : PT Toko Gunung Agung. Kesehatan Mental. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dedeh Kurniasih. Mas Udik. Jakarta : ArgaWijaya Persada. Ilmu Pendidikan. Arti Sehat dan Bahagia Bagi Anak. 2005. Abu. Ledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal. 1996. ___________. Semarang : CV. Pekanbaru : Pusat Penelitian IAIN Sultan Syarif Qasim. Ilmu Jiwa Agama. Semarang : CV. Sayyed. Al-Maraghi. Hossein Nasr. Yogyakarta : IRCISOD. 1999. Jakarta : Bulan Bintang. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bukhari. 1987. Jakarta : Zikrul Hakim. 2003. Kamus Lengkap Psikologi. 1989. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Jakarta : Asy-Syfa’. Shahih Bukhari. Rahasia Sukses Membangun Emosi dan Spiritual Berdasarkan Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam. Rahasia Sukses Membangun ESQ Power. Ahmad Musthafa. Al-Syaibani. Jakarta : Balai Pustaka. Antara Tuhan Manusia dalam Alam. Ahmadi.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-Karim Abdullah.

Jakarta : Al Husna.html. Monti. cet. www. Cet. Cet.muthahari. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. Syamsu Yusuf. Dedhi. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. www.htm www.com/balita-anda/balita-anda. Cet. ke-1. 2001. ke-1. 2004. Hamdan. Pendidikan Anak dalam Kandungan.com/kompas-cetak/0305/18/keluarga/312326. 2003. E. Pir Vilayat. Cet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.Ramaja Rosda Karya. Jakarta : Gema Insani Press. Langgulang. ke-3. Jakarta : Kalam Mulia. Poerwadarminta.Hujjati. Danah dan Marshall. Keluarga Sebagai Intitusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. ke-2. Sukidi. Yogyakarta : Diva Press. terjemahan Rahmain Astuti. Tasmara. Jakarta : Balai Pustaka. Rajih.com/msg54237. terjemahan Rahmi Astuti. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 84 . Rehani. Kecerdasan Spiritual. ke-1. 2001. 1986.kompas. Nata Abuddin. ke-6. 2003. 2003.or. Zohar. Syahminan. Jakarta : Yayasan Ukhuwah. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan. P. Suharsono. 2001. Inayat Khan. Psikologi Agama. 2004. Qur’anis Quotient. Fidelis.mail-archive.htm Zaini. 1982. Hasan. Mencerdaskan Anak. Membangkitkan Kesadaran Spiritualitas. Bandung : Kronik Indonesia Baru. Depok : Gema Insani Press. Ramayulis. dan Waruwu. 2005. Mendidik Kecerdasan. Bogor : Penerbit Cahaya. Ian. LN.id/doc/artikel/sqanak. Manusia dan Pendidikan. Muhammad Bagir. 2003 cet. Jakarta : Pustaka Populer Obor. Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi. Filsafat Pendidikan Islam. Spiritual Quotient for Children. Toto. 2002. Satiadarma. 1995. Jakarta : Kalam Mulia. Bandung : PT. Suharto. Ahmad Nadjib Burhani.Padang : Baitul Hikmah Press. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Bandung : Pustaka Hidayah.

Memahami berbagai cara gerak benda. dan kegiatan laboratorium IV.Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Tiga) Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : MI DDI Ujung Lare Ilmu Pengetahuan Alam III/2 12 jam pelajaran 4. Menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. tetapi dapat dirasakan 3. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. misalnya makanan. tetapi dapat dirasakan. 4. sinar matahari. listrik. 3. diharapkan siswa dapat 1. tidak dapat dilihat. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 85 . menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. hubungannya dengan energi. air. II. dan memetik gitar menghasilkan bunyi. misalnya panas dari sinar matahari. misalnya makanan. kincir angin berputar jika ditiup angin.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya 1. menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi. dan angin 4. listrik. dan angin. dan getaran dalam kehidupan seharihari 4. membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. dan sumber energi 4.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas. Menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. air. Metode Pembelajaran Informasi. misalnya panas dari sinar matahari. kayu bakar. gerak. dan memetik gitar menghasilkan bunyi 2. minyak tanah. Materi Pembelajaran Energi III. kayu bakar. Menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi Indikator : I. sinar matahari. minyak tanah. Membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. baterai. menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. baterai. tidak dapat dilihat. pemberian tugas. 2. demonstrasi. kincir angin berputar jika ditiup angin.

4. misalnya panas matahari. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi bunyi. siswa menyebutkan berbagai macam sumber energy bunyi. yaitu kemampuan untuk melakukan kerja. siswa mendeskripsikan pengertian energi gerak dan energi bunyi. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian energi. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. siswa menerangkan cara menghasilkan energi panas. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada sebelumnya. Dengan dipandu guru. 2. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi gerak. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bahwa energi ada. Dengan dibimbing guru. siswa menyebutkan berbagai macam gerak benda. energi gerak. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari. Dengan dipandu guru. antara lain energi panas. siswa menyebutkan berbagai macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. 3. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan kegunaan panas matahari. Kegiatan Inti 1. energi cahaya. siswa menyebutkan kegunaan energi panas. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi gerak dan energi bunyi serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. 2. siswa menyebutkan pemanfaatan energi panas dalam kehidupan sehari-hari. 3. siswa menyebutkan bukti adanya energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru.1. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. dan energi listrik. Kegiatan Inti 1. 4. tetapi tidak dapat dilihat. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. dapat dirasakan. misalnya kincir angin berputar jika ditiup angin. Dengan dipandu guru. 3. siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari. Dengan dipandu guru. misalnya menggosokkan dua telapak tangan. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bukti bahwa energi ada. dapat dirasakan. misalnya memetik gitar. 2. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 86 . tetapi tidak dapat dilihat.

Dengan dipandu guru. misalnya makanan. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan matahari. dan angin sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. 7. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. dan angin. dan angin sebagai sumber energi. air. siswa menyebutkan kegunaan energi listrik dan energy kimia dalam kehidupan sehari-hari. baterai. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan kegunaan minyak tanah sebagai sumber energi. siswa menyebutkan pengertian energi listrik dan energi kimia. Dengan dipandu guru. 5. 3. kayu bakar. Dengan dipandu guru.1. minyak tanah. 4. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan energi kimia serta kegunaannya. siswa menyebutkan kegunaan kayu bakar sebagai sumber energi. 6. siswa menyebutkan kegunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari. air. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan matahari. siswa menyebutkan kegunaan makanan bagi tubuh. 2. minyak tanah. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. dan angin sebagai sumber energi 2. sinar matahari. air. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 2. siswa menyebutkan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Inti 1. 2. Kegiatan Inti 1. air. 3. siswa mendeskripsikan listrik sebagai sumber energi. dan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Membuktikan bahwa energi itu ada. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan makanan. tidak dapat dilihat. air. siswa menyebutkan kegunaan matahari. Dengan dipandu guru. 2. kayu bakar. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan baterai sebagai sumber energi. Dengan dipandu guru. 87 . tetapi dapat dirasakan. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan matahari. baterai. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. dan angin sebagai sumber energi. siswa menyebutkan alat rumah tangga yang menggunakan energi listrik dan energi kimia. listrik. siswa menyebutkan berbagai sumber energi.

sikap.......... Dilaksanakan.......... (_______________________) NIP................... Guru Kelas..... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah..... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan.... dan tingkah laku.......................V......... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 3B • Charta berbagai macam sumber energi • Charta berbagai macam penggunaan energi • Saputangan • Air • Kincir angin • Alat-alat tulis VI... (_______________________) NIP... 88 ....... ............ .... .....

Dengan dipandu guru. 2. 3. mendemonstrasikan adanya perpindahan panas. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan 10. pemberian tugas. misalnya gesekan benda dan matahari. 3. Kegiatan Inti 1. dan kegiatan laboratorium IV. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari : 8.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya : 1. Menyebutkan sumber-sumber energi panas. siswa menyebutkan sumber energi panas dan energy bunyi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan perpindahan panas. Dengan dibimbing guru. 4.1 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konduksi. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konduksi. menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar. dan gas. Metode Pembelajaran Informasi. Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar 5. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. demonstrasi. menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Dengan dipandu guru. cair. membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar 4.Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Empat) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam IV/2 12 jam pelajaran 8. misalnya gesekan benda dan matahari 2. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiataan Awal 1. diharapkan siswa mampu 1. cair. 5. Materi Pembelajaran Energi panas dan energi bunyi III. 89 . siswa mendeskripsikan pengertian energi panas dan energi bunyi. 2. II. Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas 3. dan gas I. menyebutkan sumber-sumber energi panas. Membedakan perambatan bunyi pada benda padat.

Dengan dibimbing guru. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara radiasi. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konveksi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan 10. 2. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konveksi. siswa melakukan Kegiatan 10. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian energi bunyi. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konduksi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. 2. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan benda yang dapat menghasilkan bunyi. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan keadaan benda yang sedang menghasilkan bunyi. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.3 untuk mengetahui benda yang menghasilkan bunyi. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara radiasi bagi kesejahteraan kehidupan manusia. 2. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 90 . Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara radiasi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. 2. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.2 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konveksi.4. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. 2. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda padat. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda cair. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 4B • Air panas • Sendok logam • Sumpit • Biji jagung • Margarin • Gelas • Kaki tiga • Pemanas • Karet gelang • Kotak kosong VI. Kegiatan Inti 1. 2. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda cair. 2. 3. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda cair dan gas. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda cair dan gas serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda padat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. 4. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui gas. V. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda padat. 2. Kegiatan Inti 1. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. Dengan dibimbing guru.1. 3. siswa menyebutkan hal-hal yang membuktikan bahwa bunyi merambat melalui gas. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk membuat alat yang memanfaatkan perambatan bunyi melalui benda padat. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda padat. dan tingkah laku • Mengerjakan soal latihan 91 . sikap. 2.

............... (__________________) NIP.. .. 92 .............. Guru Kelas............ . (__________________) NIP..................... ...Mengetahui Kepala Sekolah Dilaksanakan..................

halus). Menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan 3. memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. Memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi 8. menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan. 6. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. dan energi. menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah. Menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan 10. gerak. 10. Mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis 2. 2. 8. Memahami hubungan antara gaya. membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis.Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Lima) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam V/2 12 jam pelajaran 5. 5. halus) 9. bentuk. gerak. 4. serta fungsinya : 5. diharapkan siswa mampu 1. Menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari I. menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan. Memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari 4. dan gaya magnet) : 1. 3. Membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. gaya gesekan. 93 . membuat magnet. 9. 7. Menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah 7. membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. Membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. dan ukuran) dari ketinggian tertentu 6.1 Mendeskripsikan hubungan antara gaya. bentuk. dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi. dan ukuran) dari ketinggian tertentu. memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi. Membuat magnet 5.

Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian kutub magnet dan sifatsifatnya. siswa mendeskripsikan pengertian garis gaya magnet. Dengan dibimbing guru. gaya magnet. Dengan dibimbing guru. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. serta berbagai macam bentuk magnet. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan dan Kegiatan Kegiatan Inti 1. siswa mendeskripsikan pengertian magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan sifat-sifat kutub senama dan tidak senama jika didekatkan. 3. Metode Pembelajaran Informasi. Dengan dibimbing guru. 2. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian kutub magnet. siswa mendeskripsikan pengertian benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. pemberian tugas. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. 2. Dengan dipandu guru.II. Dengan dibimbing guru. yaitu bagian magnet yang paling kuat menarik serbuk besi. Dengan dibimbing guru. 5. 2. 2. siswa menyebutkan macam-macam bentuk magnet. 3. siswa mendeskripsikan pengertian gaya magnet. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan jenis kutub magnet. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. dan kegiatan laboratorium IV. 2. 4. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Kegiatan Akhir 94 . siswa melakukan Kegiatan untuk menentukan kutub magnet. siswa mendeskripsikan pengertian medan magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan kekuatan gaya magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui medan magnet. Materi Pembelajaran Gaya III. demonstrasi.

siswa menyebutkan jenis magnet berdasarkan asalnya. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara membuat magnet dan kegunaannya. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. Dengan dipandu guru. 3. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gesekan terhadap gerak benda.Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gravitasi. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian gaya gesekan. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara elektromagnet. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. siswa menyebutkan kegunaan magnet. Dengan dibimbing guru. 2. Dengan dibimbing guru. 3. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. manfaat. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan perbedaan magnet alam dan magnet buatan. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak jatuh benda-benda. Dengan dibimbing guru. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara memperbesar dan memperkecil gaya gesekan. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gesekan. 2. siswa menyebutkan manfaat dan kerugian gaya gesekan. Kegiatan Inti 1. serta kerugiannya. 2. 2. Dengan dipandu guru. 95 . Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara gosokan. Dengan dibimbing guru. 5. cara memperbesar dan memperkecil. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara induksi. 4. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

. ... sikap.... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah...... (__________________) NIP.... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 5B • Magnet • Paku • Jarum • Peniti • Pensil • Saputangan • Karet gelang • Uang logam • Kertas • Kaca • Plastik • Serbuk besi • Kompas • Tali • Statif • Penggaris • Charta bentuk magnet dan kegunaan magnet • Charta manfaat gaya gravitasi • Charta manfaat dan kerugian gaya gesekan • Alat-alat tulis VI......... 96 .. Guru Kelas............... ................ Dilaksanakan.............. . (__________________) NIP..... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan..V.... dan tingkah laku........

Mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energi listrik I.2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik : 1. II. Materi Pembelajaran Perpindahan energi panas dan listrik III. dan konveksi dalam kehidupan sehari-hari 3. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. 4. diharapkan siswa mampu 1. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. pemberian tugas. 2. konduksi. 6. dan kegiatan laboratorium IV. 2. bunyi. dan konveksi berdasarkan percobaan. Menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. 5. konduksi. Metode Pembelajaran Informasi. Dengan dipandu guru. dan konveksi berdasarkan percobaan 2. mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energy listrik. Membandingkan peristiwa radiasi. mencari contoh penerapan radiasi. 7. konduksi. membandingkan peristiwa radiasi. dan panas. Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi 7. dan panas 7. bunyi.Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Enam) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : Ilmu Pengetahuan Alam VI/2 12 jam pelajaran 7. demonstrasi. menunjukkan gejala kelistrikan. misalnya pengaruh menggosok benda. Menunjukkan cara menghasilkan energi listrik 4. 3. membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi. dan konveksi dalam kehidupan seharihari. misalnya pengaruh menggosok benda 5. Menunjukkan gejala kelistrikan. dan radiasi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada di sekitar. Mencari contoh penerapan radiasi. konduksi. Membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi 6. mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik. konveksi. Kegiatan Inti 97 . menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. Guru menyediakan charta perpindahan panas secara konduksi. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1.

Dengan dibimbing guru. dinamo sepeda. konveksi. 2. siswa menyebutkan bagian-bagian dinamo sepeda sehingga dapat menghasil arus listrik. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan bagian-bagian baterai sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 3. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perbedaan benda yang bermuatan listrik dengan benda yang tidak bermuatan listrik. 2. Dengan dipandu guru. 3. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membangkitkan energi listrik. 4. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara kerja berbagai sumber arus listrik. 3. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan penerapan konduksi. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian energi listrik. dan generator. siswa menyebutkan bagian-bagian aki sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. aki. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan bagian-bagian generator sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian listrik statis. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Inti 1. 5.1. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Guru menyediakan charta rangkaian listrik. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. 2. siswa menyebutkan sumber energi listrik. Guru menyediakan charta berbagai sumber energi listrik. antara lain baterai. Dengan dipandu guru. 2. 2. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan berbagai macam rangkaian listrik. 98 . Dengan dipandu guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan cara membangkitkannya.

Dengan dipandu guru. 2. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perubahan energi yang disebabkan oleh penggunaan energi listrik. dan campuran. siswa menyebutkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain sebagai akibat penggunaan alat yang menggunakan energy listrik. rangkaian paralel. Dengan dibimbing guru. 3. 4. rangkaian seri. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perbendaan antara rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup serta rangkaian seri. Dengan dipandu guru. dan rangkaian campuran. Guru menyediakan alat dan bahan untuk melakukan Kegiatan Kegiatan Inti 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan bahan sebagai isolator atau konduktor listrik. paralel. dan rangkaian campuran. Pertemuan Ke-7 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. 2. V. 2. siswa menyebutkan alat yang menggunakan energy listrik. 3. siswa menyebutkan kelebihan dan kekurangan rangkaian seri. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian paralel. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian terbuka dan rangkain tertutup. siswa menyebutkan kegunaan konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan istilah-istilah yang sering digunakan pada saat menggunakan peralatan listrik. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan bahan konduktor dan isolator listrik. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 6B • Charta perambatan panas • Charta rangkaian listrik • Penggaris plastik • potongan-potongan kertas kecil • Kain • Bohlam • Baterai 99 . Dengan dipandu guru. Guru menyediakan charta berbagai alat yang menggunakan energi listrik. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian istilah yang sering digunakan ketika menggunakan peralatan listrik. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. 4.2.

.................. ................... (__________________) NIP. . dan tingkah laku....... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah.......... ...... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan........ Guru Kelas.... Dilaksanakan... sikap.• Alat-alat tulis VI.. 100 ...... (__________________) NIP.......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful