BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Konsep belajar/pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan senantiasa dikorelasikan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuh kembangkan potensi manusia sebagai pemimpin. Firman Allah :

                                
Terjemahannya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS Al Baqarah 30)1 . Kaitan dengan pentingnya pendidikan bagi umat, Allah berfirman:

               
1

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Jakarta : Departemen Agama, 2002)

1

          
Terjemahannya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imran:104)2 Begitu pula dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Tujuan Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3 Pemisahan dan pengotakan antara agama dan sains jelas akan menimbulkan kepincangan dalam proses pendidikan, agama jika tanpa dukungan sains akan menjadi tidak mengakar pada realitas dan penalaran, sedangkan sains yang tidak dilandasi oleh asas-asas agama dan akhlaq atau etika yang baik akan berkembang menjadi liar dan menimbulkan dampak yang merusak. Murtadha Mutahhari seorang ulama, filosof dan ilmuwan Islam menjelaskan bahwa iman dan sains merupakan karakteristik khas insani, di mana manusia mempunyai kecenderungan untuk menuju ke arah kebenaran dan wujud-wujud suci dan tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan memuja sesuatu. Ini adalah kecenderungan iman yang merupakan fitrah manusia. Tetapi di lain pihak manusia pun memiliki kecenderungan untuk selalu ingin mengetahui dan memahami semesta alam, serta memiliki kemampuan untuk memandang masa lalu, sekarang dan
2 3

Departemen Agama. Op.Cit Undang-undang republic Indonesia No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta. PT Armas Duta Jaya

2

masa mendatang (yang merupakan ciri khas sains). Dari penjelasan diatas telah nampak dengan jelas pentingya ilmu pengetahuan kapanpun dan dimanapun dan hal ini juga tidak akan tercapai tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Dalam hal kemampuan pemahaman, erat kaitannya dengan kemampuan otak dan keadaan jiwa seseorang saat itu. Di MI DDI Ujung Lare nampak sebagian besar murid sulit untuk menerima materi pelajaran yang dijelaskan guru meski telah menggunakan berbagai metode dan variasi hal ini ditunjukkan pada nilai hasil akhir semester dan pengalaman guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan membuat murid jenuh dan akhirnya putus asa hingga acuh tak acuh dalam belajar dan hanya ingin mengerjakan soal yang mudah-mudah saja4. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka Skripsi ini akan menguraikan masalah tersebut hingga pada tahap proses mencegah dan memperbaiki atau meningkatkan kemampuan pemahaman murid dengan memanfaatkan ibadah shalat sebagaimana firman allah :

               
Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar Ra’d : 28)5 Dengan shalat tentu kita akan mengingat allah dengan demikian hati menjadi tenteram melalui proses yang bertahap.
4

5

Bahri, Saiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka CiptaBudiastuti Widowati. 2001. Pembelajaran kooperatif. Penerbit Universitas negeri Surabaya: Surabaya. Departemen Agama.loc.Cit

3

Apa yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare Parepare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan meski telah digunakan variasi dan metode mengajar yang beragam? 2. Shalat dapat menngkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare dalam menerima materi pelajaran. 1.B. Hipotesis Dari rumusan masalah diatas. Berikut hipotesis dari rumusan masalah diatas. jiwa anak terganggu oleh keadaan anak di rumahnya yang banyak menonton film-film kartun sehingga ketika belajar di sekolah mereka selalu mengingat dan membayangkan dilm-dilm tersebut. Hal ini dapat dilihat adanya kecenderungan mereka yang rajin mengikuti shalat berjamaah baik di sekolah maupun di rumahnya mereka mengalami peningkatan dan prestasi yang baik. Apakah shalat dapat meningkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare Parepare ? C. Hal lain yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare mengalami kesulitan memahami materi pelajaran karena mereka diberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendeng. maka yang menjadi masalah pokok dalam penulisan skrispi ini adalah sebagai berikut : 1. 4 . maka dapat disusun suatu hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah disebutkan diatas. Diduga penyebab mudrid MI DDI Ujung Lare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan oelh guru antara lain. 3. Rumusan masalah Dalam pembahasan yang telah diuraikan diatas. 2.

Dapat menjadi salahsatu metode guru dalam proses belajar mengajar. D. 3. 4. 2. Bagi peneliti : mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang berharga. 3. Mengaktifkan murid MI DDI Ujung Lare dalam melaksanakan shalat lima waktu. Manfaat penelitian Manfaat atau kegunaan penelitian iniyang menjadi sumbangsih tersendiri sebagai pemecahan masalah bagi konteks yang lebih luas adalah sebgai berikut : 1. F. Untuk dijadikan referensi pada penelitian yang terkait. E. Bagi instansi pendidikan : dapat dijadikan acuan untuk menetapkan program kerja baru dibidang psikologi anak dalam pendidikan. Bagi subjek : dapat meningkatkan atau memulihkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare. Tujuan penelitian Setiap tindakan memiliki tujuannya masing-masing. 1. 2.Shalat memang membawa setiap pelakunya merasakan tenang apabila dilakukan secara khusyuk berdasarkan ungkapan Al-kisah diatas maka shalat ternyata membawa efek ketenangan jiwa bagi setiap pelakunya. Bagi guru : dapat membantu mengefektifkan PBM. Untuk penelitian ini juga memiliki tujuannya sendiri yaitu sebagai berikut . Garis-Garis Besar Isi Skripsi 5 . 4. Meningkatkan kemampuan murid dalam memahami suatu materi.

sumber data.Dalam rancangan penelitian skripsi ini. kemudian untuk membatasi masalah yang akan diteliti maka akan dirumuskan masalah pokok yang akan dibahas. 6 . pada bagian ini di uraikanlah jawaban dari rumusan masalah yang diajukan dengan menggunakan metode dan tekhnik analisis yang telah ditentukan dan memproses data yang telah diperoleh dengan benar agar dicapai hasil yang akurat dan terpercaya. kemudian diberikan hipotesis sebagai jawaban sementara yang disinkronikan dengan latar belakang masalah dan rumusan masa. dan definisi kecerdasan. lalu kemudian akan diuraikan pengertian judul agar supaya ada kesamaan persepsi untuk para pembaca. kemudian setelah itu dijelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian yang menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat. Selanjutnya pada Bab ke empat akan dibahas tentang analisis dan pembahasan hasil penelitian. serta digambarkan garis besar isi skripsi. penulis akan memaparkan pendahuluan yang akan diuraikan latar belakang masalah yang menjadi acuan mengapa diadakan penelitian ini. konsep kemampuan pemahaman anak. pengaruh shalat terhadap tubuh dan jiwa. penulis akan memaparkan tinjauan dari pustaka yang peneliti gunakan untuk melogiskan hasil penelitian ini dan menjadi ukuran tingkat kredibilitas hasil penelitian ini kepada pembaca yang berisi antara lain pengertian dan fungsi ibadah shalat. akan dibahas mengenai metode penelitian yang diuraikan didalamnya tentang pendekatan dan Jenis penelitian. Pada Bab kedua. pentingnya otak. Kemudian pada Bab ketiga. dan Teknik analisis data untuk mengakuratkan validitas hasil penelitian yang merujuk pada bidang studi khusus yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Teknik Pengumpulan Data.

Pada bagian akhir penulis menyediakan lampiran yang berisi tentang alat yang digunakan selama penelitian berlangsung. peneliti mengemukakan kesimpulan dan saran atas refleksi dari penelitian ini untuk seluruh pembaca terutama untuk subjek dan peneliti sendiri dan seluruh umat manusia.Pada Bab lima penutup. 7 .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. dhuhur. Meskipun bersifat melengkapi. Shalat adalah bentuk komunikasi dengan sang maha terkasih allah. Shalat juga merupakan rukun islam artinya sesuatu yang wajib dilakukan bila manusia sudah memeluk agama ini. Ada banyak ragam shalat sunnah yang ada dalam islam. Saking hebatnya ibadah shalat. maka seyogyanya kita pahami bagaimana menciptakan titik pikiran secara tepat sehingga shalat kita dikatakan khusyuk dan benar. KAJIN PUSTAKA 1. ashar. Masalahnya. zakat. maka nilainya sungguh luhur. pencerahan. Ada juga shalat yang sifatnya tidak wajib. puasa dan berhaji. shalat sunnah bila dilakukan secara khusyuk disertai dengan niat hanya mengharapkan keridhaan allah. maka shalat ini bersifat melengkapi shalat-shalat wajib. shalat. Pengertian dan Fungsi Ibadah Shalat a. maghrib dan isya. 8 . Pengertian Ibadah Shalat Agama islam memiliki satu ritual wajib yang dilakukan lima kali sehari. kemana pikiran harus kita arahkan saat kita melakukan ibadah shalat? Bila kita yakin bahwa shalat adalah meditasi tertinggi (meditasi transendental). sehingga dikatakan bahwa shalat adalah soko guru dan pondasi agama. Dalam sehari. rekreasi jiwa yang tidak bisa ditandingi kenikmatannya dengan cara apapun di alam semesta. yaitu shalat sunnah. Rukun islam ada lima yaitu syahadat. ada lima waktu shalat yaitu saat subuh. Namun karena sifatnya sunnah. yaitu shalat.

b. Sementara dimensi sosial shalat adalah bagaimana shalat membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat dimana individu yang melakukan shalat itu berada.” Ini sudah masuk dimensi sosial shalat.cit 9 .                           Terjemahannya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Al Ankabuut : 45)6 6 Departemen agama. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.” (Qs. mengawasi.perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk menyadari keberadaan tuhan itu dekat yang melampaui batasan ruang dan waktu sehingga kemanapun manusia berada maka dia selalu hadir. Pada dasarnya. Loc. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat 45 surat al-‘ankabut “sesungguhnya shalat itu mencegah (manusia) dari perbuatan yang keji dan mungkar. Dimensi individual adalah bagaimana shalat itu dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan tuhan. dan menjadi kekasih yang tidak pernah absen sedikit pun untuk berbagi suka dan duka sekaligus sebagai wujud ketundukan manusia pada dzat yang serba maha dan infinitum ini. Fungsi ibadah Shalat Ibadah shalat memiliki dimensi individual dan sosial. menjadi teman paling setia. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Kesadaran hakikat shalat ini akan memiliki pengaruh kuat dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.

ditemukan bahwa ketenangan jiwa merupakan tujuan utama dalam mengarungi hidup. Ketenangan dapat tumbuh dan berkembang tanpa bantuan harta bahkan tanpa bantuan kesehatan.8 Sementara itu. “Pilar terpenting yang menjadi inti kehidupan yang sehat yang terbebas dari penyakit fisik dan jiwa adalah Ketenangan jiwa”. Harry Emerson mengatakan bahwa.Leibman mengatakan dalam bukunya berjudul ‘ketenangan jiwa’ : “Ketenangan jiwa merupakan pemberian (anugerah) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih. kesehatan. Tapi orang berilmu mampu membuat perhitungan dan grafik yang menjelaskan umur seseorang dalam hidupnya. Pengaruh Shalat Terhadap Tubuh dan Jiwa Ketengan jiwa adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita.Leibman. Ketenangan Jiwa .7 Sarjana Barat lainnya. dan kesedihan ia memiliki ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa memberikan banyak hal berupa kecerdasan. bahkan akan menentukan kekhusyuan kita dalam beribadah. Raymond breil. Dr. Ketenangan jiwa diberikan oleh Allah sebagai penghargaan. harta dan ketenaran.9 7 8 9 Dr.2002 . pengaruhnya menelusup kedalam sisi-sisi keseharian bersikap dan bersosialisasi bahkan terhadap sudut pandang dan kesehatan.Y. ibid 10 . Setelah dilakukan uji coba selama seperempat abad. Dr. Ketenangan jiwa itulah yang merupakan factor terpenting terbentuknya kesempurnaan kesehatan”.: “Tidak dalam kemampuan seorang peramal (dukun) untuk menghitung umur seseorang.2.2002. kesusahan. Disini saya akan menyebutkan beberapa pengetahuan modern yang berkenaan dengan “Pengaruh ketenangan jiwa pada kesehatan jiwa dan fisik manusia dan pengaruh Shalat pada ketenangan jiwa". Raymond Breil mengatakan. Potensi ketenangan jiwa mampu mengubah pondokan menjadi istana”.Y. Dari perhitungan dan grafik tersebut menjelaskan bahwa orang yang tidak dikuasai oleh amarah.

Pentingnya Otak 10 11 ibid Departemen Agama. kesusahan.              Terjemahannya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. baik penyakit jiwa maupun penyakit fisik. tenteram. 3. adalah bukti bahwa keimanan mereka bukan hanya kata-kata. dan amarah para pengemudi. Ar Ra’d : 28)11 Mereka berlindung kepada Allah untuk menenteramkan hati mereka. Oleh karena itu.Dr. tetapi iman yang menancap di hati dan dilaksanakan oleh anggota badan.” (Qs. Kehidupan mereka yang dipenuhi dengan nikmat. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. atau karena pengaruh ketakutan.10 Kaum muslim jaman dahulu telah memahami firman Allah SWT. Hal yang paling diperlukan untuk menghindari kecelakaan tersebut adalah Ketenagan Jiwa”. Ingatlah. direktur Laboratorium Uji Kendali Mobil Amerika Serikat. Loc cit. kita tidak pernah mendengar para sahabat Rasul dan Tabi’in. Herbert Stock. diakibatkan oleh ketegangan (kekacauan) yang menimpa jiwa para pengemudi. dengan mengingat Allah merekapun mendapat ketenteraman dengan rahmat Allah. dan menghancurkan lebih dari satu juta mobil di Amerika dalam satu tahun. baik yang luka maupun yang tewas. menyimpulkan bahwa : “Mayoritas kecelakaan mobil yang menimpa sekitar dua juta orang . sehat. bahwa mereka menderita penyakit seperti orang-orang modern yang menderita berbagai penyakit mematikan. dan mudah yaitu dengan berserah kepada Allah. 11 .

a. Fakta otak Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% dari dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung 900.000.000.000 (Sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar. Dengan jumlah sel otak yang hanya berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang kesarangnya, dan memberi tahu teman-temannya lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang kesana kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu, lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas diantara mereka. Ada lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah, dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi sarang lebah dari serangan makhluk asing. Hanya 7000 sel optak, lebah sudah sedemikian hebatnya. Berbeda dengan lebah, manusia diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Naum, ni barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas. Kecerdasan seseorang sebenarnya tergantung pada seberapa banyak koneksi sel otak memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bias dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki manusia.

12

Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatihnya, maka akan semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya terjadi bila kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari.12

b. Gelombang otak Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang disebut EEG (electro encepalograph) kita mengenal ada empat jenis gelombang otak, yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Pengukuran gelombang otak ini didasarkan pada getaran yang ditimbulkan oleh otak kita dalam satu detik. Kita mungkin bias berada dalam dua gelombang yang berbeda dalam satu waktu. Masing-masing gelombang ini menjelaskan suatu kondisi operasi otak yang berbeda. 1) Gelombang Beta Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi, dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya
12

Adi.G.W, 2003. Born to be a genius : Otak Manusia, Mengenal Lebih Dekat Neck Top Computer Anda. 2003. Gramedia Pustaka Utama .Jakarta.

13

rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.

Gambar 1.1 : Gelombang Beta 2) Gelombang Alfa Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Kondisi alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Ada beberapa cara untuk bias masuk kedalam kondisi ini dan kita dapat melakukannya secara mudah. Beberapa cara yang biasa diguanakan adalah : a) Meditasi b) Teknik pernapasan c) Relaksasi d) Visualisasi e) Mendengarkan music f) Shalat Kondisi alfa digunakan untk mencapai hasil pembelajaran yang sangat maksimal. Teknik-teknik pembelajaran yang Adi W. Gunawan (pendiri sekaligus direktur the accelerated learning institute and training center of Indonesia) dalami seperti metode accelerated learning (system belajar dipercepat), pembelajaran bahasa asing secara cepat dan mudah, dan membaca
14

Gambar 1.3 : Gelombang Theta 4) Gelombang Delta Delta (0.9 Hz). Gambar 1. semuanya mengharuskan Adi masuk kedalam kondisi Alfa sebelum melakukan kegiatan belajar.2 : Gelombang Alfa 3) Gelombang theta Theta (4 – 7. Dalam frekuensi yang rendah ini. Bila seseorang tidur dalam 15 . dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar.1 – 3.000 kata permenit (buku setebal 300 halaman habis dibaca dalam waktu paling lama 10 menit). Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi.dengan kecepatan 68. seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. deep-meditation. Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi. keheningan yang mendalam. Berikut gambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta. Berikut gambar gelombang alpha.9 Hz).

Saya berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. Gambar 1. Meski tertidur hanya sebentar. ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen. kualitas tidurnya sangat tinggi.4 : Gelombang Delta Nah. penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). Pada gilirannya. Begitulah. Dalam frekuensi inilah. selalu ada perasaan keheningan yang menggetarkan. Dan percayalah. para kaum bijak bestari berkisah. Dalam momen inilah. hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan. dalam hamparan 16 . Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha? Bagi Anda yang muslim.keadaan delta yang stabil. Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha. mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”). perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan. kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. dalam momen itu. dalam momen-momen kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi.

serta hasil apa yang ingin dicapai. Rentang focus yang optimal Otak ktia tidak dapat dipaksa untuk melakukan focus dalam jangka waktu yang lama. Untuk mudahnya. focus optimalnya adalah 24 menit. Sedangkan 5 menit yang tersisa digunakan untuk refleksi atas apa saja yang baru dipelajari. untuk anak berusia 5 tahun. UNTUK KESELAMATAN HIDUP MEMBANGKITKAN EMOSI 17 BELAJAR HAL YANG BARU . kita bisa menggunakan patokan usia. Urutan prioritas ini akan mempengaruhi tingkat perhatian dan konsentrasi dalam mempelajari sesuatu dan seberapa kuat informasi itu akan tertanam di dalam ingatan kita. Tiga tingkat efektivitas otak dalam belajar. Perhatikan bagan dibawah ini. rentang waktu focus optimal yang bias dilakukannya hanya 5 menit. maka focus optimalnya hanyalah 30 menit. 30 menit adalah rentang waktu focus maksimal agar tidak tidak terjadi kelelahan otak yang berlebihan.kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir. c. Untuk orang dewasa yang berusia 24 tahun. Bila ia berusia 35 tahun atau 60 tahun. Contohnya. Idealnya waktu 30 menit ini dibagi menjad 3 bagian. Usia kita anggap menit dengan maksimal 30 menit. Gunakan waktu selama 5 menit untuk melakukan relaksasi dan menetapkan apa tujuan anda belajar. Otak kita belajar dengan menggunakan urutan prioritas. Jadi. d. Yang pertama adalah masa persiapan. Setelah itu gunakan 20 menit untuk belajar. kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita. Dalam segenap jiwa dan batin kita.

Semakin dianggap penting untuk keselamatan hidup. maka semakin tinggi perhatian dan semakin kuat konsentrasi yang diberikan untuk informasi itu. maka akan semakin kuat pula perhatian dan konsentrasi terhadap informasi tersebut. Born To Be A Genius (2003) Perhatian dan konsentrasi maksimal akan diberikan oleh otak terhadap informasi yang berubungan dengan keselamatan diri. Diantaranya adalah dengan permainan. Dalam proses belajar tentu sangat sulit untuk membuat situasi dimaan informasi yang kita pelajari seakan-akan sangat menentukan keselamatan hidup kita. atau dengan mencari alasan emosional mengapa informasi ini perlu dipelajari. Informasi ini mendapat perhatian dan konsentrasi yang paling sedikit. Karena inisulit terjadi. Dalam proses belajar tentu saja kita akan lebih memprioritaskan emosi-emosi yang positif. Prioritas terakhir adalah informasi yang berhubungan dengan proses belajar biasa. 18 . maka cara paling efektif adalah dengan menggunakan metode kedua.Gambar 2 : bagan tingkat efektivitas otak dalam belajar Sumber : Adi W. Ada beberapa cara untuk mengaitkan informasi dengan emosi positif. Prioritas kedua adalah apabila informasi itu membangkitkan emosi. menciptakan suasana belajar yang kondusif. yaitu informasi tersebut membangkitkan emosi. Semakin kuat semakin kuat informasi itu membangkitkan emosi kita. Gunawan. Dengan demikian akan semakin kuat daya serap dan ingatan yang terjadi. baik emosi sedih maupun emosi gembira. menetapkan tujuan belajar. dan hadiah yang akan didapat bila tujuan itu tercapai.

4. etika. kapan. Dapat juga diartikan sebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehingga muncul konsep-konsep. Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang bergerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan atau manusia adalah hidup. dll. arti atau keterangan tentang sesuatu. 3. kemarin dulu. lusa. Mati adalah pergi jauh. Sedangkan Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkap sifat. Konsep Kemampuan Pemahaman Anak Kemampuan pemahaman setiap manusia dipengaruhi oleh tiga aspek penting. yakni Afektif. 2. transfer ilmu. Kognitif dan Psikomotorik. manajemen emosi. moral. Konsep tentang letak dan fungsi tubuh Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atau hati.4. Konsep tentang waktu Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perut dengan cara operasi. analisis. logika. Konsep tentang hidup atau mati. Afektif ialah yang berkaitan dengan sikap. Kognitif ialah yang berkaitan dengan aspek pemikiran. 19 . Konsep tentang hubungan sebab-akibat Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapat dipahami daripada sebab yang sifatnya psikis. akhlak. dll. Macam konsep yang dimiliki anakanak antara lain : 1.

20 . tradisi. Konsep tentang jarak 6. Konsep diri Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari penilaian orang lain terhadap dirinya. perhatian dari orang lain.5. Bangsa yunani kuno sangat menghrgai orang cerdas yang mempunyai fisik kuat. Konsep tentang peran sex (jenis kelamin) Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki harus kuat atau suka menolong. Criteria ini akan berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. dan menunjukkan perilaku yang baik dan bermoral. Konsep tentang bilangan Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannya namun untuk puluhan belum. Konsep tentang uang Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang. dan kebudayaan. Setiap suku bangsa di dunia ini mempunyai criteria tertentu untuk menentukan definisi kecerdasan. kondisi. 8. Definisi kecerdasan tergantung pada situasi. 10. 7. Definisi kecerdasan a. pemikiran yang rasional. 5. dan pengendali perilakunya. 9. Konsep tentang keindahan Menganggap indah warna yang menyolok.

amerika. apakah yang ia lihat? Mungkin saja dokter ini hanya melihat hamparan dataran yang gersang ditumbuhi semak belukar dan kontur dataran yang naik turun. Definisi kecerdasan menurut pakar psikologi Pada tahun 1921. empat belas ahli ilmu jiwa ditanyai oleh editor “journal of education psychology” mengenai arti kecerdasan. siapakah yang lebih cerdas? Dokter bedah ataukah si Aborigin? Dari contoh diatas sebenarnya sulit untuk mengatakan siapa yang lebih cerdas. dimana bisa mendapatkan air minum. berdasarkan jejak yang terdapat ditanah. Menurut mereka. dan kebudayaan setempat. lalu dokter ini diminta untuk mengamati suatu hamparan dataran. dibawah pengaruh filsuf Confucius. dan melukis. Kalau situasinya begini. Ini semua tergantung pada situasi. Sedangkan pada orang-orang keres. dari suku Indian pueblo. bila kita balik keadaannya. kondisi. Itu saja. tradisi. Walauun jawaban mereka bervariasi. Bila seorang ahli bedah saraf terkemuka yang tinggal di newyork. siapakah yang lebih cerdasa? Sekarang. music. kecerdasan adalah : 21 . dibawa kebelantara gurun Australia dan tinggal bersama suku aborigin.Bangsa romawi pada sisi lain sangat menghargai keberanian. suku aborigin ini hanya sekali pandang saja akan tahu jenis tanaman yang ada. Suku aborigin juga akan tahu. Bangsa cina. kaligrafi. sangat menghargai orang yang mahir dibidang puisi. ilmu perang. b. Dalam keadaan ini. Tetapi. namun ada dua tema pokok yang sama dalam jawaban mereka. sangat menghargai orang yang peduli dengan orang lain. hewan apa saja yang baru lewat dan kemana hewan itu lari atau bersembunyi. jenis hewan apa saja yang dapat dimakan dan yang berbahaya. Orang aborigin ini dibawa ke newyork dengan segala kemajuan peradaban dan tekhnologinya. mana yang bisa dimakan dan mana yang beracun.

c. bagaimana berhubungan dengan orang lain. mereka setuju bahwa cerdas berarti dapat belajar dari pengalaman dan mampu melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan. Enam puluh lima tahun kemudian atau pada tahun 1986. dan bagaimana anda mengatur hidup anda secara umum. Kecerdasan spiritual 1) Pengertian Kecerdasan Spiritual Secara konseptual kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. belajar dari kesalahan tersebut. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan berarti untuk menjadi cerdas tidak tidaklah semata-mata bergantung pada nilai atau hasil suatu tes atau ujian disekolah. 22 . dan bagaimana anda mengatur hidup anda dengan orang lain. (Jakarta : Balai Pustaka. dengan penekanan pada aspek metakognisi-kemampuan berpikir tentang proses berpikir itu sendiri. h. Sekali lagi.13 Sedangkan spiritual berasal dari kata spirit yang berasal 13 Departemen Pendidikan & Kebudayaan. dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi. walaupun mempunyai jawaban yang bervariasi. 186. Ke-2. Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti. Malah orang yang cerdas sesungguhnya bukanlah orang yang tidak pernah membuat kesalahan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1993) cet. Kapasitas untuk belajar dari pengalaman berarti orang yang cerdasa juga dapat melakukan kesalahan.1) Kapasitas untuk belajar dari pengalaaman 2) Kemampuan untuk beradaptasi Dua ddfinisi di atas merupakan hal yang sangat penting. Orang yang cerdas adalah orang yang membuat kesalahan. dua puluh empat pakar yang berbeda diminta pandangannya mengenai arti kecerdasan. Di sini menjadi cerdas meliputi kemampuan anda untuk menangani suatu pekerjaan.

h. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spritual ESQ. Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual. kekuatan. Ke-1. Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku atau hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. h. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia”. 6. (Jakarta : Agra. Ke-1. (Jakarta : Rajawali Pers. kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna bila dibandingkan dengan yang lain.dari bahasa latin yaitu spritus yang berarti nafas. Ary Ginanjar Agustian. Chaplin. 14 15 16 Toni Buzan. biasanya bersifat ketuhanan menurut aslinya. padahal nyatanya tidaklah demikian. h. 23 .14 Dalam kamus psikologi spirit adalah suatu zat atau makhluk immaterial. para ahli sangat bangga dengan temuan tentang adanya IQ danEQ. tenaga.16 Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi. Dalam istilah modern mengacu kepada energi batin yang non jasmani meliputi emosi dan karakter. Ke-1. vitalitas energi disposisi. Sebelum kecerdasan ini ditemukan. Kamus Lengkap Psikologi. yang diberi sifat dari banyak ciri karakteristik manusia. sehingga muncullah suatu paradigma dimasyarakat bahwa otak itu adalah segala-galanya. 2003) cet. 2001) cet. 57. bahkan kecerdasan inilah yang dipandang berperan memfungsikan dari kecerdasan IQ dan EQ. J.15 Dengan demikian dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang sempurna dari perkembangan akal budi untuk memikirkan hal-hal diluar alam materi yang bersifat ketuhanan yang memancarkan energi batin untuk memotivasi lahirnya ibadah dan moral. moral atau motivasi.P. (Indonesia : PT Pustaka Delapratosa. 1989) cet. terjemahan Ana Budi Kuswandani. 480. semangat.

melainkan terefleksikan dalam perilaku sosialnya. 8 Ary Ginanjar Agustian. spiritual diasumsikan bukan dalam pengertian diskursifnya. dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. menuju manusia seutuhnya (hanif). 24 . sebagai wujud dari pengalamannya terhadap tuntutan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap kekuatan yang berada diluar jangkauan dirinya yaitu Sang Maha Pencipta. h. op. sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya Q.18 Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya.17 Selanjutnya Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah. sehingga dengan kemampuan ini akan membantu mewujudkan pribadi manusia seutuhnya. Ini sekaligus menunjukkan klaim bahwa segala perilaku sosial manusia niscaya juga diwarnai oleh “pengalaman yang suci” itu spiritualitasnya. 57. Jadi tegasnya. Kebutuhan akan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan. at home atau in side. Al-Jum’ah. sebagaimana dikutip oleh Sayyed mendefinisikan spiritual sebagai “pengalaman yang suci”. h. Pemaknaan ini kemudian diintroduksi oleh seluruh pemikir agama (spiritualis) dalam “pemahaman makna keyakinankeyakinan dalam konteks sosial mereka”. cit.S. memenuhi kewajiban agama. mengembalikan keyakinan. Untuk keperluan itu perlulah kiranya Allah mengutus seorang Rasul yaitu Muhammad SAW. serta untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimilikiseseorang.Rodolf Otto. 62:2 17 18 Ibid.

Yang bersifat kolektif itu bagi suku. Ini terjadi karena pada akhirnyapetualangan manusia. dan dapat terus kita bangun sejak balita hingga dewasa. Jika seseorang dibesarkan dalam tradisi tulis baca yang mengajarkan gambaran antropomorfis Tuhan yang berasal dari teks-teks suci. lantaran “lain dari yang kelihatan” atau yang luar biasa.                                Terjemahannya: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya.19 Spiritual dalam Islam identik dengan kecerdasan ruhaniah yang pada dasarnya tahap pencerdasan ruh ini dapat kita mulai sejak pra kehamilan. instrumen yang digunakan adalah mitos yang termuat dalam legenda-legenda mereka. atau tradisi adalah instrumen wahyu yang ada dalam teks suci. (Bandung : Syamil Cipta Media. 2005). peradaban. sedangkan bagi masyarakat yang tidak kenal baca tulis (primitif). ia niscaya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang muncul dari pemahaman alam bawah sadarnya tentang teladan-teladan spiritual. kemudian kita teruskan pada saat kehamilan. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Ada dua instrumen yang lazim digunakan dalam dunia spiritual ini yang satu bersifat kolektif dan lainnya bersifat privasi. Edisi Khat Madinah. Sains tetap membutuhkan instrumen-instrumen. masyarakat. menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah). ternyata roh (dimensi Ilahiyah yang 19 Departemen Agama RI. meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. 553. Dalam memahami spiritual ini. h. sains pun tidak bisa berdiri sendiri. 25 .

Menghadirkan Tuhan ke dalam setiap diri memang sangat tidak rasional menurut pandangan ilmiah. tetapi hal itu harus didorong oleh keyakinan yang dalam bahwa seluruh aktifitas adalah gerakan kekuatan yang ditransfer-Nya (dari kekuatan absolut). h.. semakin tahu dan kenal akan Tuhan. 2) Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual 20 Sayyed Hossein Nasr. Maka makna hidup manusia dengan demikian terletak pada tingkat spiritualitas yang dimilikinya. 26 . Sehingga disanalah kepantasaan manusia menyandang gelar makhluk mulia yang dibekali dengan pengalaman suci dan fitrah beragama semenjak ia dari kandungan ibunya. Jika perubahan kuantum dalam kesedaran semacam itu benar-benar terjadi.20 Manusia itu adalah “serpihan” Ilahi sebenarnya. merupakan bagian dari proses yang berlangsung selama milyaran tahun dan masih berlangsung hingga sekarang yang dengan itu alam semesta terus membentuk debu-bintang menjadi manusia. Perencanaan alam semesta adalah menyadari akan pengaruh pada penyingkapan penciptaan. itu akan mewakili kemenangan heroik atas determinisme. 10. Bahkan sebagai tenaga peggerak untuk membentangkan celah dari masa lalu ke masa depan. melainkan akan batasan-batasan pikiran sendiri yang mencegah untuk bekerja secara selaras dengan alam semesta. op. cit.terdapat dalam dirimanusia) dan yang tidak terbatas (dimensi Ilahi yang yang terdapat dalamfinalitas transpersonal Tuhan) adalah identik. maka kehidupannya adalah jelmaan dari hidup-Nya. Setiap manusia yang memiliki kemampuan transendental. Artinya semakin disadari dan dihayati hakikat diri. bukan atas alam. Ada sebagian manusia berpendapat bahwa yang dicapai dalam proses pembinaan spiritualitas tersebut itulah Tuhan yang sebenarnya.

b) Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak. d) Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah.or. penulis menyimpulkan bahwa anak yang 21 22 www. bersikap rendah hati. 2003) cet.22 Dari dua pendapat tersebut diatas. Emmons sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat. hanyalah sebagai dari kebajikan. Ke-1. 27 .Roberts A. Mendidik Kecerdasan. 46.21 a) Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material. Menurut Marsha Sinetar (2000). kecendrungan merasakan “pengalaman puncak” dan bakat-bakat “estetis”. Ia merujuk pada warisan spiritual yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. ada 5 ciri orang yang cerdas secara spiritual. h. (Jakarta : Pustaka Populer Obor. muthahhari. ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. bersyukur atau mengungkapkan terima kasih. c) Kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari. Anak yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mempunyai kesadaran diri yang mendalam. Ia memasuki dunia spiritual.htm (tidak diterbitkan) Monty P. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah disekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. yaitu memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan seperti memberi maaf. Dua karakteristik diatas disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. intuisi dan kekuatan “keakuan” atau “otoritas” tinggi. Satiadarma & Fidelis E. e) Kemampuan untuk berbuat baik. Waruwu.id/doc/artikel/sqanak. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. menunjukkan kasih sayang dan kearifan.

cerdas secara spiritual akan terlihat dalam beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh anak tersebut. Diantara ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual adalah:
3) Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Menurut Stephen R. Covey seperti yang dikutip oleh Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Rohaniyah, visi adalah pengejawantahan yang terbaik dari imajinasi kreatif dan merupakan motivasi utama dari tindakan manusia. Visi adalah kemampuan utama untuk melihat realitas yang kita alami saat ini untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada.23 Visi adalah komitmen (keterikatan, akad) yang dituangkan dalam konsep jangka panjang, yang akan menuntun dan mengarahkan kemana ia harus pergi, keahlian apa yang kita butuhkan untuk sampai ketujuan, dan bekal apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. Seseorang yang cerdas secara spiritual akan memiliki tujuan hidup berdasarkan alasan-alasan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun dihadapan Allah SWT nantinya. Dengan demikian hidup manusia sebenarnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja seperti; makan, minum, tidur, berkasih sayang dan sebagainya, tetapi lebih jauh dari itu, manusia juga memerlukan kebutuhan rohani seperti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah yang tujuan akhirnya adalah untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. Orang yang memiliki tujuan hidup secara jelas akan memperoleh manfaat yang banyak dari apa yang telah dicita-citakannya, diantara manfaat tujuan hidup adalah: 1) Mendorong untuk berfikir lebih mendalam tentang kehidupan. 2) Membantu memeriksa pikiran-pikiran yang terdalam.
23

Toto Tasmara, Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi, (Depok : Gema Insani Pers, 2003) cet. Ke-3, h. 10

28

3) Menjelaskan hal-hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. 4) Memperluas cakrawala pandangan. 5) Memberikan arah dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini. 6) Membantu dalam mengarahkan kehidupan. 7) Mempermudah dalam mengelola potensi dan karunia yang ada. Kualitas hidup seseorang sangat tergantung kepada persepsinya terhadap tujuan hidupnya. Persepsinya terhadap tujuan hidupnya amat dipengaruhi pula oleh pandangannya terhadap dirinya sendiri, jika seseorang selalu pesimis dalam melaksanakan aktivitas yang menjadi tujuannya, maka ia juga akan memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Demikian pula sebaliknya, orang yang selalu optimis dalam kehidupan, maka keberhasilan juga akan selalu dekat dengannya. Firman Allah dalam Q.S. Fushshilat (41), ayat : 46.

              
Terjemahannya: Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekalikali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).24 4) Memiliki Prinsip Hidup Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang teguh kepada pencipta yang abadi yaitu prinsip yang Esa. Kekuatan prinsip akan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, jalan mana yang akan dipilih, apakah jalan yang benar atau jalan yang salah. Semuanya tergantung kepada

24

Departemen Agama RI, Op. Cit., h. 481.

29

keteguhannya dalam memegang prinsip yang telah ditatapkannya. Seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams (91), 8-10.

              
Terjemahannya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)25 Berdasarkan firman Allah di atas, manusia telah diberi potensi yang mengarah kepada kebaikan oleh Allah, tinggal bagaimana seseorang menjadikan potensi tersebut sebagai bekal untuk senantiasa berpegang kepada prinsip yang benar yaitu sesuai dengan panggilan hati nuraninya. Orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang menyadarkan prinsipnya hanya kepada Allah semata, dan ia tidak ragu-ragu terhadap apa yang telah diyakininya berdasarkan ketentuan Ilahiah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat, ayat : 30.

                      
Terjemahannya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.26
25 26

Ibid, h. 595. Ibid, h. 480.
30

5) Selalu Merasakan Kehadiran Allah Orang yang memiliki kecerdasan spiritual selalu merasakan kehadiran Allah.27 6) Cenderung kepada Kebaikan 27 Ibid. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ali ‘Imran (3) ayat 191). Maha Suci Engkau. Perasaan selalu merasakan kehadiran Allah dalam jiwa kita. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. akan lahir nilai-nilai moral yang baik karena seluruh tindakan atau perbuatannya berdasarkan panggilan jiwanya yang suci. bahwa dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan tidak satupun yang luput dari pantauan Allah SWT. 75. (QS. h. tanpa proses terlebih dahulu. tatapi melalui pembersihan jiwa dengan memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah. sehingga akan lahirlah pribadi-pribadi yang teguh memegang prinsip keimanannya. Firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran ayat 191:                       Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Dengan kesadaran itu pula. tentu saja tidak datang begitu saja. 31 .

9 : 71. Allah menjelaskan hal ini dalam surat Ali Imran. Manusia seperti ini sangat mudah memaafkan dan meminta maaf bila ia bersalah. bahkan ia akan menjadi karakter yang berkepribadian yang lebih mendahulukan kepentingan umum dari dirinya sendiri. menunaikan zakat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah.Insan yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu termotivasi untuk menegakkan nilai-nilai moral yang baik sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan menjauhi segala kemungkaran dan sifat yang merusak kepada kepribadiannya sebagai manusia yang beragama.                                                                                                                          Terjemahannya : Dan orang-orang yang beriman.                         28 Ibid. lelaki dan perempuan. 32 . dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 198. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. mendirikan sembahyang. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. 3 : 134. akan sportif dan mudah mengoreksi diri dan mengakui kesalahannya. mencegah dari yang mungkar. h.28 7) Berjiwa Besar Manusia yang memiliki kecerdasan ruhiyah atau spiritual.

29 8) Memiliki Empati Manusia yang memiliki kegemilangan spiritual. adalah orang yang peka dan memiliki perasaan yang halus. baik diwaktu lapang maupun sempit. EQ dan SQ bagaikan segitiga sama kaki. Dari literatur yang penulis baca salah satu diantaranya adalah ESQ karangan Ary Ginanjar dalam tulisannya menggambarkan bahwa hubungan IQ. h.               Terjemahannya: (yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya). Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengilustrasikannya seperti dibawah ini: 29 Ibid. d. dimana ketiga sudutnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. suka membantu meringankan beban orang lain. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. 33 . mudah tersentuh dan bersimpati kepada keadaan dan penderitaan orang lain. IQ dan EQ. Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Kecerdasan klasik yang masih permanen sampai hari ini adalah pemisahan antara SQ. padahal ketiganya saling mempengaruhi. 67.

cit. pada gerakannya berupa kebajikan. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. op.. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). IQ dan EQ ternyata tidak mampu mencapai kehidupan yang tenang dan abadi. pada amalnya berupa keshalihan. bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. Hal ini adalah sebagai bantahan terhadap pendapat para tokoh yang mengatakan bahwa IQ dan EQ saja yang memberi makna hidup dan mengarahkan aktifitas manusia. 34 . karena setelah 30 Ary Ginanjar. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan manusia SQ-lah yang mutlak harus dimiliki. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. xliv.Gambar 3 : Ilustrasi Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Gambar segitiga ini menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. pada sikapnya berupa ketawadhu’an.30 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan.

dia cerdas ruhnya. Yang demikian itu menjadikan hubungan antara ketiganya (IQ. Orang yang cerdas otak dan hatinya akan dapat memelihara pergaulan sosialnya meskipun mudah terganggu ketenangan batinnya. tapi tidak memiliki kecerdasan hati maupun kecerdasan ruh yang tinggi. maupun ruhnya. dia cerdas otaknya. Fungsi dan peran yang paling dominan dalam setiap kehidupan adalah kombinasi antara kecerdasan IQ. Namun SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan jiwa yang tenang. Orang tersebut dapat berhasil dalam karirnya tetapi merasakan kekosongan dalam jiwanya. Keempat. 2003). tapi tidak memiliki kecerdasan ruh yang tinggi. Kedua. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga sebelum 31 Dedhi Suharto. Orang tersebut akan berhasil dalam karir serta kehidupannya. hanya cerdas otaknya saja. EQ. Ak. (Jakarta:Yayasan Ukhuwah. cet ke-1. cerdas otak dan hatinya. Qur’anic Quotient. dan SQ) saling berhubungan. Pertama. e. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual Dalam Keluarga Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Ketiga. dia cerdas otaknya maupun hatinya. hati. serta cerdas keseluruhannya. Orang yang cerdas keseluruhannya akan mampu menjaga interaksi sosialnya serta mampu memelihara ketenangan batinnya. dia cerdas hati dan ruhnya. EQ dan SQ.keduanya dimiliki masih terasa kegelisahan jiwa. dia cerdas keseluruhannya baik otak. Dengan demikian pada akhirnya akan terdapat tiga kondisi kecerdasan yaitu.31 Orang yang cerdas otak tapi ‘jeblok’ hati dan ruhnya akan terganggu pergaulan sosialnya dan ketenangan batinnya. Orang tersebut sangat mungkin untuk gagal dalam karirnya sekaligus gelisah hidupnya. Dan kelima. Berdasarkan atas cerdas dan tidaknya ketiga piranti kecerdasan tersebut. 53 35 . terdapat beberapa kemungkinan pada diri seseorang. h.

8) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi. verbal dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri. Disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Orang tua sebagai pendidik utama dan utama bagi anak merupakan penanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya.mengenal masyarakat yang lebih luas. 5) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat. dan 36 . baik disekolah maupun di masyarakat. 4) Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah. 9) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi. 3) Sumber kasih sayang dan penerimaan. Secara psikososiologi keluarga berfungsi sebagai: 1) Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainya. 2) Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak. agama dan spiritualnya. 7) Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik. 6) Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan.

maksudnya dikeluargalah tempat orang tua untuk memenuhi semua kewajibanya selaku kepala keluarga. 2001). sandang. artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua kebutuhan biologis keluarga seperti. b) Fungsi ekonomis. keluarga merupakan tempat perlindungan semua keluarga dari semua gangguan dan ancaman. c) Fungsi pendidikan. f) Fungsi rekreatif. (Bandung:Rosda Karya. fungsi keluarga dapat diklasifikasikan kedalam fungsi-fungsi berikut : a) Fungsi biologis. maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama bagi keluarga. dimana dikeluargalah tempat dimulainya pendidikan semua anggota keluarga. d) Fungsi sosisalisasi. e) Fungsi perlindungan. atau apabila persahabatan diluar rumah tidak memungkinkan. 38 37 . h.10) Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk mendapatkankan teman diluar rumah. keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan bagi semua anggota keluarganya. pangan dan sebagainya. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. maksudnya keluarga merupakan buaian atau penyemaian bagi masyarakat masa depan.32 Sedangkan dari sudut pandang sosiologis. g) Fungsi agama. Fungsi ekonomi dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233 :                    32 14 Syamsu Yusuf LN.

”Bersyukurlah kepada Allah”. (Luqman : 12)35 33 Departemen Agama RI. yaitu : Terjemahannya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. op. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya. tt). (QS: 2. 233) Fungsi pendidikan (edukatif) dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. (HR. Shahih Bukhari.. (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy. 34 Bukhari.34 Dalam Al-Qur’an al-Karim surat Surat Luqman ayat 12 :                           Terjemahannya: ”Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman. h. yaitu.         Terjemahannya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). lagi Maha Terpuji”. telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R. 412. h. cit. dan barang siapa yang tidak bersyukur. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. Nasrani atau Majusi”. Bukhari).125 35 Departemen Agama RI. 2005). 37. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah). 38 . melainkan menurut standar 33 kemampuannya”. Seseorang tidak akan dibebani (dalam memberi nafkah). (Bandung : Syamil Cipta Media. edisi Khat Madinah. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. h. Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Terkait dengan penafsiran ayat-ayat diatas (surat Luqman ayat 12). Juga dijelaskan pedoman. Ayat ini juga menganjurkan untuk berbuat baik. sebagaimana disarikan berikut ini: inti hikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada Luqman telah disampaikan dan diajarkan kepada anaknya sebagai pedoman utama dalam kehidupannya yaitu: supaya jangan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya karena mempersekutukan Allah merupakan dosa besar. Jika akidah anak berbeda dengan kedua orang tuanya keduanya selalu dihormati. dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pendidikan anak-anak kaum muslimin.Cit. meneguhkan hubungan. hati. Karena melalui kedua orang tuanyalah mereka dilahirkan dimuka bumi sehingga sewajarnyalah keduanya dihormati. disayangi. bahwa kandungan surat Luqman ayat 12 s. memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan dari Allah. Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya.d 19 meliputi:36 a) Pembinaan jiwa orang tua 36 Syamsu Yusuf LN. jika terjadi pertikaian pendapat antar orang tua dengan anak yang berbeda akidah. dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. Zakiah Darajat sebagaimana dikutip Syamsu Yusuf mengatakan. maka dirikanlah shalat. dicintai dengan sepatutnya dengan yang ma’ruf. mawaddah dan rahmah. Kecintaan terhadap kedua orang tua tidak boleh mengalahkan akidah. mengandung pokok akidah yaitu kepercayaan terhadap Allah yang menimbulkan jiwa merdeka dan bebas dari pengaruh benda dan alam serta merupakan dasar utama tegaknya rumah tangga sakinah. Op. Dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung dasar-dasar pendidikan bagi seorang muslim. h.40 39 . Dengan shalat kita melatih lidah. Hamka menafsirkannya. Allah tidak menyukai orangorang yang sombong. Untuk memperkuat pribadi.

(kewajiban bersyukur kepada Allah). Kebiasaan dan tradisi yang diperoleh seorang anak dari keluarganya akan diwarnai adat dan kebiasaan temantemannya. Pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak mempunyai peran yang besar sekali bagi kehidupan dan masa depan anak. Pendidikan keluarga dipandang sebagai pendidikan pertama dan utama karena peranannya yang begitu besar sebagai peletak pondasi pengembanganpengembangan berikutnya. Pertumbuhan anak dibawah asuhan ayah dan ibu merupakan sebaik-baik sarana bagi pembinaan akhlaknya. bertaubat. bersifat sabar dalam menghadapi musibah. kurangnya pengetahuan anggota keluarga juga dapat berpengaruh (negatif) bagi keturunan mereka. Namun demikian. Oleh karena itu Islam melarang bergaul dengan teman yang jahat dan buruk. ibadah (menegakkan shalat. karena pada dasarnya pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia.. b) Pembinaan atau pendidikan kepada anak yang menyangkut aspek-aspek: iman dan tauhid (tidak mensyukuri Allah) akhlak atau kepribadian (bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. Hal ini mengingat bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan Allah berdasarkan Fitrah-Nya (QS Ar-Ruum : 30) :                                      Terjemahannya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam). rajin beramal shaleh dan dakwah) dengan kata lain memerintah atau mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan melarang atau mencegah orang lain berbuat kejahatan/keburukan. (sesuai) Fitrah Allah disebabkan Dia telah 40 . tidak bersikap sombong atau angkuh kepada orang lain).

Ayah merupakan sumber kekuasaan yang memberikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan. Abu Ahmadi. An. Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an..cet. Ar-Ruum ayat 30 diatas adalah bahwa diantara yang dibawa sejak lahir telah membawa potensi untuk didik dan mendidik.39 Hal ini dapat dipahami berdasarkan QS. 91 41 . op. 407. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. ibulah orang yang selalu ada di sampingnya. 180 Rehani. h. h. Ilmu Pendidikan.38 Peranan ayah terhadap anaknya tidak kalah pentingnya dari peranan ibu.2001). sebagai penghubung antara keluarga dan masyarakat dengan memberikan pendidikan terhadap anaknya berupa komunikasi terhadap sesamanya memberi perasaan aman dan perlindungan terhadap keluarganya.Nisaa’ Ayat: 34                                  37 38 39 Departemen Agama RI. h.” 37 Yang dimaksud dengan Fitrah pada QS. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Peranan ibu dalam pendidikan anak lebih dominan dari peranan ayah. cit. Pendidikan anak dalam keluarga adalah tanggung jawab orang tua terutama ibu. Ke-1. hal ini agaknya dapat dipahami karena ibulah orang yang lebih banyak mengerti anak sejak seorang anak lahir.menciptakan manusia menurut (Fitrah) itu. bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan.(Baitul hikmah Press. (itulah) agama yang lurus.

40 Secara garis besar ada dua kebutuhan anak yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani (spiritual).2000). Sebab itu maka wanita yang saleh. Peningkatan ini banyak ditempuh dengan memperbanyak ibadah shalat sunat. gemar berinfak dan bersedekah (dermawan) serta akhlak terpuji lainya. h. Kebutuhan jasmani anak seperti makanan. moral dan intelektualitasnya. maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. op. pakaian. membaca dan mentala’ah Al-Quran. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita).h. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. 84 Suharsono. dan pukullah mereka. menjaga tutur kata. Karena itu ibu yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk meningkatkan bobot spiritual. dalam kedokteran dikatakan bahwa kualitas makanan yang diberikan kapada anak balita akan menentukan kualitas kecerdasan dan kemampuan anak.41 40 41 Departemen Agama RI. Kemudian jika mereka mentaatimu. oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Antara kebutuhan jasmani dan rohani terdapat keterkaitan satu sama lain. emosional. intelektual. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya. Mencerdaskan Anak.                Terjemahannya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Dari satu sisi. cit. Upaya pencerdasan dapat dilakukan oleh siapa saja tidak memandang apakah ibu yang hamil itu cerdas atau tidak. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. perumahan. Sepertinya kepribadian dan kecerdasan anak terbangun melalui transmisi spiritual. 118 42 . kesehatan dan sebagainya. dan karena mereka (lakilaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (Jakarta : Intiusi Press.. ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. emosional dan moral ibunya.

KitabKitab-Nya. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya caracara yang betul untuk menunaikan syiar-syiar dan kewajiban agama. Oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak balita agar otaknya tumbuh dengan sempurna. orang tua (ayah dan ibu) hendaknya memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani anak. termasuk mula-mula sekali adalah iman yang kuat kepada Allah.372 43 . dan menolong mengembangkan sikap agama yang betul. Orang tua cendrung lebih memperhatikan kebutuhan jasmani anak dari pada kebutuhan dalam mencerdaskan spiritualnya. Al Husna Zikra. . 1995) cet.Berdasarkan hal tersebut. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya anak-anak yang sehat dan cerdas tetapi spiritualnya belum tentu cerdas. takut kepada Allah dan selalu mendapat pengawasan dari pada-Nya dalam segala perbuatan dan perkataan. Hari akhirat. (Jakarta : PT. disamping melakukan anak dengan penuh kasih sayang. seyogianya bersamaan dengan perkembangan kepribadianya yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu sejak dalam kandungan. h. Pandangan ini didasarkan pengamatan para ahli jiwa terhadap 42 Hasan Langgulung.42 Menurut Hurlock (1956:434). Namun dewasa ini tidak sedikit para orang tua yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan akan spiritual anak. Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan Spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dan upacara-upacaranya. Ke-3. Faktor kasih sayang sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. Malaikat. keluarga merupakan “training centre” bagi penanaman nilai-nilai pengembangan fitrah atau jiwa beragama anak. Rasul-rasul-Nya.

138 Ibid. h. c. berzikir. dan tokoh yang diidentifikasi atau ditiru anak. berdo’a. Sikap dan perlakuan orang tua yang baik adalah yang mempunyai karakteristik : a. 43 44 Syamsu Yusuf LN. Dalam membina dan mengembangkan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. Bersikap respek atau menghargai pribadi anak. sebaiknya pada saat bayi masih berada dalam kandungan. disamping upaya-upaya yang telah dilakukan diatas. ternyata dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tua (terutama ibu) pada waktu anak masih dalam kandungan. Op. seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat.43 Oleh karena itu. Kepribadian orang tua. 139 44 . maka ada beberapa hal lagi yang perlu menjadi perhatian orang tua yaitu sebagai berikut:44 1) Karena orang tua merupakan pembina pribadi yang pertama bagi anak. baik yang menyangkut sikap. b. Memberikan curahan kasih sayang yang ikhlas. Perlakuan yang otoriter (perlakuan yang keras) akan mengakibatkan perkembangan pribadi anak yang kurang diharapkan. kebiasaan berprilaku atau tata cara hidupnya merupakan unsur-unsur pandidikan yang tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan fitrah beragama anak.orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah. h. begitu pula perlakuan yang permisif (terlalu memberi kebebasan) akan mengembangkan pribadi anak yang tidak bertanggung jawab atau kurang memperdulikan tata nilai yang dijunjung tinggi dalam lingkungannya. 2) Orang tua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik.Cit. Menerima anak sebagaimana biasanya. maka seyogianya dia memiliki kepribadian yang baik atau berakhlakul karimah (akhlak yang mulia). membaca Al-Qur’an dan memberi sedekah serta amalan shaleh lainnya.

e. sehingga pada gilirannya anak dapat membedakan mana yang baik dan terbaik dan mana yang buruk dan terburuk. f. 4) Orang tua hendaknya membimbing. dan anak dengan anak). Sebagai orang tua. seperti keras kepala. Karena itu dibutuhkan suatu proses pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap tugas-tugas tersebut. Mau mendengarkan pendapat atau keluhan anak. Hubungan yang harmonis penuh pengertian dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik. pembohong dan sebagainya. dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. Memaafkan kesalahan anak. seperti sering terjadi pertentangan atau perselisihan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak yang tidak baik. Do’a-do’a. 45 . Sedangkan yang tidak harmonis. orang tua dengan anak. bersikap jujur menjalin persaudaraan dengan orang lain. meminta maaf bila ternyata orang tua sendiri salah kepada anak. Shalat (bacaan dan gerakanya). mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Bacaan Al-Qur’an. mengajarkan atau melatih ajaran agama terhadap anak seperti: Syahadat. lafaz zikir dan akhlak terpuji seperti bersyukur ketika mendapat anugerah. 3) Orang tua hendaknya memelihara hubungan yang harmonis antar anggota keluarga (ayah dengan ibu. tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmaniah anak semata tetapi juga kebutuhan akan spiritual anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan cara membiasakan anak sejak dini dengan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama diharapkan akan terbentuk akhlak dan pribadi yang baik pula dimasa-masa selanjutnya.d. Meluruskan kesalahan anak dengan pertimbangan atau alasan-alasan yang tepat. Untuk memelihara keluarga dari segenap hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam neraka tentu tidak mudah begitu saja.

potensi qalbu (hati nurani) dan kehendak nafsu. yang menuntun kejalan hidup yang tidak ambigu.45 Karena God-Spot adalah pusat spiritual. Di antaranya sumber kecerdasan itu sendiri (God-Spot). Ke-1. Spiritual adalah jalan yang paling ideal yang memberikan makna hidup bagi manusia di antara makhluk Allah yang lain. Tuhan dan alam. yaitu hubungan yang harmonis antara Tuhan. Spiritual sebagai pengalaman horistik merupakan jati diri yang fundamental bagi manusia.S. Agar terhindar dari kesesatan hidup yang sedang di jalani ini. Namun sekarang kemajuan teknologi dan sains yang betulbetul memanjakan kebutuhan material menyebabkan manusia gagal mencapai puncak spiritual. fana dan paraksal. h. Ketiga hal ini perlu dikaji lebih jauh karena manusia dimanapun di dunia ini selalu merindukan puncak keagungan yang ditandai dengan segala dimensi eksistensinya. manusia dan alam sekitar. Suara hati tersebut selalu menganjurkan 45 Ary Ginanjar Agustian. God. maka ia dipandang sebagai sumber suara hati manusia. God-Spot di samping sebagai penentu spiritual. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual Ada beberapa faktor yang menentukan kecerdasan spiritual seseorang. Semua itu disebabkan oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari manusia dalam menjaga keseimbangan dialektis antara dirinya. bahwa seorang ahli syaraf dari California University yaitu V. xxxviii 46 . yang merupakan pusat spiritual terletak antara jaringan saraf dan otak. cet. maka ia di pandang sebagai faktor penentu.Spot ( Fitrah) Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Akibatnya mereka tersesat di medannya sediri dan hampa dalam menjalani hidup yang sedang dilaluinya. Ramachandran telah berhasil menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: a.a. 2001). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta: Arga.

11 Syahminan Zaini.49 46 47 48 49 Departemen Agama RI.47 Bukti adanya perjanjian ini menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam fitrah manusia. kami menjadi saksi. edisi Khat Madinah. Scheler mengatakan bahwa penyesalan adalah tanda kembalinya kepada Tuhan. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami). 1 47 .46 Dalam tafsir al-Maraghi ayat ini menerangkan bahwa manusia telah memiliki janji naluri (fitrah) antara Allah dengan manusia. Hal ini dapat dijumpai dalam Q. 189 Ibid. Suara hati itu adalah suara Tuhan yang terekam di dalam setiap jiwa setiap manusia. 1987). maka suara hatinya akan menasehatinya. Tafsir Al-Maraghi. Seandainya masih dilakukan hal yang tidak baik tersebut ia pasti akan menyesal. Mac. (Bandung : Syamil Cipta Media.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. Al-A’raf ayat: 172. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan fitrah Islam yaitu dengan menaruh dalam hati mereka iman yang yakin. Ahmad Mushthafa Al.Maragi. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Sedangkan menurut N. Ke-1. 1995). 2005) hal. 173.48 Sehingga bila manusia berbuat tidak baik.                                  Terjemahannya: Dan (ingatlah). cet.agar selalu berbuat sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan meninggalkan segala kemungkaran dan kejahatan.. (Jakarta: Kalam Mulia. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an.S. Dryarkara ialah adanya suara hati manusia. h. h. (terjemahan Anwar Rasyidi.

2001). Itu hanyalah sebagai asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena didalam qalbu terdapat potensi yang sangat multi dimensional. Ke-I. h. b. Menangkap dan memahami pengertian qalbu secara utuh adalah kemustahilan. cet.Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa nasihat yang dikeluarkan oleh suara hati membuat manusia selalu dalam keadaan benar. kejujuran. eros. Fu’ad yang bersikap jujur dan objektif akan selalu haus dengan kebenaran dan bertindak atas rujukan yang benar pula. Ini adalah merupakan realisasi dari kecerdasan spiritual. Qalbu diberi potensi pikir yaitu hati dalam bentuk fu’ad. artinya tidak mungkin ada pemisah antara Tuhan dan manusia. Kecerdasan Ruhaniah. amarah. secara klasik sering dihubungkan denganpolemos. memilih dan memutuskan segala informasi yang dibawa 50 Toto Tasmara. Fu’ad mempunyai tanggung jawab intelektual yang jujur kepada apa yang dilihatnya. Fu’ad mampu menerima informasi dan menganalisisnya sedemikian rupa sehingga diperoleh pelajaran dari informasi tersebut. untuk itu god-spot dan suara hati adalah bagian penting manusia yang mesti dipertahankan. Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada objektifitas. Potensi Qalbu Menggali potensi qalbu. Diantaranya adalah sebagai berikut: c. Kekuatan yang dibangun dalam jiwa merupakan manifestasi dari god-spot sebagai tanda bahwa manusia adalah “bagian” dari Tuhan itu sendiri. 93 48 . God-Spot adalah kendali kehidupan manusia secara spiritual. Kemampuan untuk mengolah. cinta dan logos pengetahuan. (Jakarta: Gema Insani. dan jauh dari sikap kebohongan. mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak manusia (fungsi rasional kognitif).50 Padahal dimensi qalbu tidak hanya mencakup atau dicakup dengan pembatasan katagori yang pasti. Fu’ad Merupakan potensi qalbu yang sangat berkaitan dengan indrawi.

kemauan. Shadr mempunyai potensi besar untuk hasrat. Shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan. 101 49 . sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit apapun menjadi indah dari karyanya. berpikir. cinta. zikir. 96 Ibid. h. Pengawas setia sang fu’ad adalah akal. membanding dan menghasilkan kearifan. Karena shadr bisa melihat masa silam sebagai pedoman pelaksanaan sebuah manajemen hidup saat ini dan masa mendatang. pengalaman dan keberhasilan sebagai cermin. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang bermuatan moral.52 Dari penjelasan di atas.51 d. berbeda dengan Fu’ad yang berorientasi kedepan. Di dalam ini pula tersimpan rasa cemas dan takut. wujud. Fu’ad memberi ruang untuk akal. dapat dipahami bahwa orang yang shadrnya terkendali. h. benci. pendengaran dan penglihatan yang secara nyata yang sistimatis diuraikan dalam AlQur’an. manusia mempunyai kemampuan untuk menimbang. Shadr memandang pada masa lalu. kebenaran. serta nostalgia melalui rasa. memilih dan memilah seluruh data yang masuk dalam qalbu. Dengan kompetensinya untuk melihat dunia masa lalu. Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. mempunyai fungsi emosi (marah. dan keberanian yang sama besarnya dengan keberanian untuk menerima kejahatan dan kemunafikan. kesejarahan. dan nyata dengan mempergunakan fungsi nazhar indra penglihatan. niat. Shadr Shadr berperan untuk merasakan dan menghayati atau. indah. bertafakur. karena ia mampu menyiasati hidup dengan membangun manajemen yang terkendali dan mantap. efektif). Sehingga dengan demikian ada sebuah 51 52 Ibid.oleh sentuhan indra. Fungsi akal adalah membantu fu’ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir.

karena berfungsi sebagai tenaga penggerak kehidupan manusia. Potensi hawaa selalu ingin membawa pada sikap-sikap yang rendah. Tanpa hawaa tentu manusia berubah wujud menjadi malaikat yang kehidupanya statis. dan keinginan untuk mendunia. kekuasaan. 104 50 . pengaruh. Pendidikan sebagai langkah awal mencapai kesejahteraan dan keseimbangan hidup manusia. merayu dan menyesatkan tetapi sekaligus memikat.kepastian menjalani hidup berikutnya. tetapi karena manusia mempunyai hawaa ini. shadr adalah sebuah sumber kecerahan sebuah kehidupan. Namun fu’ad dan shadr harus mengendalikan kerjanya hawaa. Pemeliharaan terhadap Fu’ad dan Shadr juga penulis pandang sebagai proses perjalanan spiritual. Walaupun cahaya di dalam qalbu pada fitrahnya selalu benderang. maka pendidikan itu sendiri juga berorentasi kepada pembinaan shadr yang ada dalam setiap qalbu manusia. Sementara manusia sebagai makhluk mulia telah diamanahi Allah dengan tugas yang 53 Ibid. Hawaa Merupakan potensi qalbu yang mengarahkan kemauan. Di dalamnya ada ambisi. yang kerjanya hanya mengabdikan segala hidupnya untuk suatu tugas tertentu saja. maka seluruh qalbu bisa rusak binasa karena keterpikatan dan bisikan yang dihembuskan setan kedalam potensi seluruh hawaa. menggoda. Sebagai penentu nasib setiap makhluk. Dengan kata lain. e.53 Dari penjelasan ini. akhirnya tergelincir menjadi hina dikarenakan manusia tetap terpikat pada dunia. Potensi hawaa cendrung untuk membumi dan merasakan nikmat dunia yang bersifat fana. h. Fitrah manusia yang dimuliakan Allah. maka fu’ad dan shadr memiliki tugas berat untuk mengatasi kekuatan hawaa yang selalu membawa kearah kebinasaan dan kehancuran sehingga lenyaplah kenikmatan yang kekal dan abadi yaitu keabadian disisi Tuhan Yang Maha Esa. Hawaa sebenarnya juga harus dipertahankan dalam hidup manusia.

Ketiga hal itu juga di pandang sebagai faktor dominan untuk mewujudkan spiritual dalam jiwa manusia. yaitu fu’ad. Tetapi karena spiritual belum bekerja semaksimal mungkin dalam kehidupan seluruh jiwa.sangat banyak. semestinya patuh dan taat terhadap segala ketetapan-Nya. diantaranya sebagai “khalifah fil ardi”. Selanjutnya penulis akan mengungkapkan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan secara umum yaitu: 1) Faktor genetik/ bawaan Faktor ini lebih merupakan potensi kecerdasan yang sudah ada atau terberikan karena terkait dengan saraf-saraf yang ada pada organ otak.) Faktor lingkungan Kapasitas atau potensi kecerdasan yang sudah terberikan dalam diri setiap anak tidak akan berarti apa-apa kalau lingkungan sama sekali tidak berperan dalam 51 . maka dosa besar menyelimuti sehingga sinar Ilahi yang menyinari qalbu setiap manusia memudar dan bahkan lenyap sama sekali. 2. tentu banyak tugas yang mesti diselesaikannya dalam waktu yang sudah ditetapkan-Nya. Hasilnya? Apa yang di kerjakan anak akan memberi hasil terbaik. shadr dan hawaa sebagaimana yang telah di jelaskan diatas. Bagaimana kecepatan otak mengola atau memproses masukan yang didapat amat tergantung pada kondisi dan kematangan organ vital yang satu ini. Demi penyelesaian seluruh tugas. maka setiap manusia kerja ekstra keras untuk mewujudkan keseimbangan ketiga potensi tersebut. maka proses pengolahan apapun yang diterima otak akan ditangkap dengan baik dan dijalankan tubuh sesuai perintah otak. Jika organ dalamnya baik. Sebagai seorang khalifah. Manusia yang merupakan bagian dari-Nya.

Contohnya ketika masih dalam kandungan. Bagi Anak. Dengan itu dapat membuat potensi kecerdasan anak mencapai maksimal.merangsang dan mengasah potensi tersebut. disamping memberi stimulasi dengan menanamkan nilai-nilai moral dan kebijakan secara konkret. (http://www. Orang tua dapat memberikan stimulus sejak anak masih dalam kandungan. baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental/emosi anak. Pengaruh lingkungan rumah ini berkaitan pula dengan masalah: a. stimulus ini diperluas menjadi pada kelima indra maupun sensorimotoriknya. Untuk menjadikan anak cerdas. Setelah anak lahir. saat lahir.1) Stimulus.) Lingkungan rumah. stimulus lebih diarahkan pada pendengaran menggunakan irama musik dan tuturan ibu dan ayah. menumbuhkan empati dan afeksi. sampai dia tumbuh besar. Dalam lingkungan keluarga anak menghabiskan waktu dalam masa perkembangannya. com/Khasanah/khasanah06309-01. Caranya dengan mencurahkan kasih sayang. 54 Dedeh Kurniasih. Tentu saja dengan intensitas dan bentuk stimulasi yang berbeda-beda pula pada setiap tahap perkembangan. Di sini ada empat faktor lingkungan yang dapat mengasah potensi anak yaitu: 54 a. Arti Sehat dan Bahagia. Secara mental orang tua juga menstimulasi anak dengan menciptakan rasa aman dan nyaman sejak masa bayi. faktor stimulus menjadi sangat penting.htm) 52 . Lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung terpenting bagi kecerdasan anak. Begitu stimulasi lainya yang dapat merangsang dan mengembangkan kemampuan kognisinya maupun kemampuan lain.tabloidnakita.

53 .3) Memberi pangajaran. Dampaknya apapun yang dikerjakannya tidak akan membuahkan hasil maksimal. Dampak interfensi dini terhadap anak akan baik jika itu dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat kematangannya. kemungkinan besar pertumbuhan dan fungsi otak terhambat sehingga potensi kecerdasan anak menjadi rendah. Sebaliknya. Agar efeknya selalu positif.) Kecukupan nutrisi. stres. tidak adanya pola asuh hanya akan membuat anak bingung. Tanpa nutrisi yang baik dimasa-masa sebelumnya. Mengapa demikian? Tak lain karena kecukupan nutrisi berkaitan erat dengan perkembangan organ otak dan fungsinya yang akan menentukan kualitas anak dimasa depan. Tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan tentu saja juga mempengaruhi potensi kecerdasannya.2) Pola asuh. Ini pun lagi-lagi dapat dilakukan sejak ia masih dalam kandungan. Pola asuh orang tua yang penuh kasih sayang diyakini dapat meningkatkan potensi kecerdasan si anak. Menyediakan berbagai fasilitas bagi kepentingan anak merupakan salah satu bentuk interfensi orang tua. dan trauma yang berbuntut masalah pada emosi anak.) Interfensi dini. ayah dan ibu dapat memberikan beragam eksperimen kecil kepadanya yang berguna untuk merangsang keinginan dan minat bereksplorasi. sebetulnya perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum proses kehamilan terjadi. Setelah anak lahir. sepanjang masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak. c. b. Tepatnya mesti dimulai ketika masa perencanaan kehamilan. Untuk menjadikan anak sehat secara fisik dan mental. Peran nutrisi bagi kecerdasan anak tak bisa diabaikan begitu saja.a. Begitu pula kesehatannya secara keseluruhan. Misalnya dengan aktif mengajaknya bicara. Orang tua harus aktif dan interaktif merangsang otak anaknya. a.

sebetulnya cerdas juga berarti ketekunan mempelajari sesuatu. dapat kita tentukan relasi antara shalat dengan fisik dan jiwa seseorang. Kerangka Pikir Ibadah shalat erat hubungannya antara fisik dan jiwa.I’tidal. sujud. 54 . Diluar potensi yang terberikan.) Pendidikan di sekolah. rukuk. d. Selain pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. berdasarkan kajian teori diatas. peran sekolah juga tidak kalah besar. Ibadah shalat hubungannya dengan fisik tidak dapat dipungkiri lagi bahwa shalat hanya dapat diakui jika kita melaksanakannya dalam bentuk fisik seperti takbiratulihram. duduk diantara dua sujud. Ibadah shalat hubungannya dengan jiwa juga berhubungan erat karena shalat selain menyehatkan juga menenangkan jiwa pelakunya karena pada saat shalat dilakukan pelakunya ditekankan untuk khusyuk atau tenang sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an surah al-mu’minun ayat 1-2 sebagai berikut :                    Terjemahannya : 1. Boleh dikatakan sekolah merupakan rumah kedua bagi anak yang memungkinkannya mentransfer pengetahuan. dan seterusnya. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yang pasti kecerdasan dalam diri anak tidak muncul begitu saja. dan nilai-nilai kehidupan. keterampilan. Contohnya mengajak membuat mainan bersama guna merangsang kognisi anak. f.ingatlah selalu untuk menginterfensi anak dengan hal-hal kreatif.

642). SHALA T BELAJAR MINGGU 1 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. jadi apabila shalat dilaksanakan terus menerus secara continue dan khyuk maka akan otak akan terbiasa dengan keadaan gelombang alfa. mengapa engkau tidak membaguskan salatmu? Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat untuk dirinya sendiri. Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. Demi Allah.9 Hz). sebagaimana aku melihat depanku. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. (Shahih Muslim No. Penjelasan tersebut diatas dapat kita gambarkan kedalam bagan berikut ini. sungguh aku dapat melihat belakangku.2. mengimami salat kami. Hal ini dapat terus diterapkan mengingat shalat adalah salahsatu rukun islam (wajib) bagi umat muslim.55 Selain dalam kitab al-qur’an dalam nbi Muhammad dalam hadits Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw.9 Hz). dengan ketenangan inilah sehingga otak berada pada kondisi alfa dan otak sendiri jika berada pada kondisi alfa maka akan mudah bagi subjek untuk belajar. Usai salat beliau bersabda: Hai fulan..9 Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 MINGGU 2 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. akibatnya otak kita mudah untuk menjadi alfa atau selalu berada dalam keadaan yang baik untuk belajar meski berada diluar shalat. MINGGU 3 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. MINGGU 4 55 Ibid 55 .9 Hz). firman allah dan sabda nabi tersebut diatas mengisyaratkan kita untuk khusyuk dalam shalat agar kita tenang.

9 Hz).MINGGU 5 Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. pada saat itu anda harus berkonsentrasi pada kaki anda yang sedang menggayuh dan juga pada setir sepeda dan jalan dilalui. Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) MINGGU 6 Otak berada pada kodisi ALFA Otak berada pada (8 – 13. kodisi BETA(14 – 100 Hz) Sumber : Adi W.9 Hz). gelombang otak kita tetap berada pada kondisi alfa. Born To Be A Genius (2003) Diagram diatas menggambarkan perbedaan gelombang otak kita pada saat shalat dan belajar. hanya membutuhkan waktu agar gelombang alfa tetap stabil. Gunawan. dan gelombang beta dengan sendirinya akan tersingkir karena tidak mungkin otak berada pada dua model gelombang dalam satu waktu. 56 . mungkin akan dibutuhkan waktu dan luka yang cukup banyak tapi setelah anda sudah terbiasa menjalankannnya dan mulai terbiasa. hal ini juga terjadi pada keadaan pada saat kita shalat yang masuk kedalam keadaan diluar shalat (belajar). anda tidak akan terfokus lagi pada kaki anda yang terus menggayuh secara otomatis. Shalat yang dilakukan secara rutin menghasilkan gelombang otak alfa yang tertanam kedalam memory jangka panjang kita dan hasilnya meski kita tidak dalam keadaan shalat. Hal ini tidak jauh beda dengan keadaan kita pada saat baru belajar menjalankan sepeda.

Populasi penelitian ini adalah seluruh sivitas sekolah yaitu kepala sekolah. 2. Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas III hingga kelas VI di MI DDI Ujung Lare Parepare. atau perbedaan antar kelompok. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Eksplanatif. B. yaitu dilakukan dengan penunjukan langsung yang dianggap dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada tiap 57 . Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. atau independensi dari dua atau lebih faktor dalam suatu keadaan. Penelitian Eksplanatif ialah suatu penelitian dengan tujuan untuk menganalisis sifat suatu hubungan. Penentuan dan penetapan sampel dalam setiap kelas dilakukan dengan purposif sampling.BAB III METODE PENELITIAN A. dan orang tua murid. Pendekatan kombinasi ini dilakukan untuk memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang nyata secara alamiah dengan sedikit pembimbingan sebagai langkah awal. intinya peneliti ingin menjelaskan. guru. 2. Populasi dan Sampel 1. Pendekatan penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kombinasi atau perpaduan antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif.

yakni mengambil data melalui administrasi yang ada di kantor MI DDI Ujung Lare. C. penulis menggunakan kutipan langsung. yaitu dengan mengintisarikan dan penulis mengubah redaksinya dengan memberikan pengertian yang dimaksud. oleh karena itu penulis menggunakan teknik penumpulan data melalui penelitian kepustakaan. majalah ataupun tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan masalah pokok skripsi ini. Teknik analisis data Setelah penulis mengadakan penelitian dengan jalan membaca berbagai macam buku dan informan untuk mengumpulkan bahan yang ada kaitannya dengan 58 . baik berupa buku. 3. D. Didalam mengumpulkan data melalui kepustakaan. yakni meninjau langsung ke objek melihat kondisi yang terjadi. Teknik Pengumpulan Data Agar suatu penelitian dapat dipertahankan tingkat validitas datanya. Wawancara. yaitu : 1. yaitu suatu penelitian yang sudah diterbitkan. 2. Kemudian dalam mengumpulkan data dari objek dilakukan beberapa pendekatan. Observasi. Dokumentasi. yakni dilakukan dialog langsung kepada responden dan atau informan mengenai masalah yang diteliti.kelas IV sampai dengan kelas VI dengan petunjuk dari guru sebelumnya karena guru tentu sudah tahu keadaan siswanya masing-masing. maka diperlukan suatu metode yang tepat dalam mengumpulkan data yang akan diolah.

yaitu metode yang ditempuh penulis dalam mengolah data dengan sistem perbandingan atau perubahan yang terjadi pada tiap siklus 59 . 2. 3. yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan bertitik tolak dari peristiwa yang bersifat umum ke pernyataan khusus. Metode Induktif.pembahasan skripsi ini. Metode deduktif. Metode Statistik. maka penulis mengolah dan menganalisis datadengan menggunakan metode berikut : 1. adalah metode penganalisaan data berdasarkan peristiwa yang bersifat khusus ke umum.

Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 – kelas 6 berdasarkan data dari guru.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.dalam penelitian ini ditetapkan mata pelajaran yang digunakan adalah IPA. Membuat laporan hasil penelitian. terlebih dahulu ditentukan garis besar penelitian yang akan dipedomani oleh peneliti yaitu sebagai berikut : 1. karena materi IPA dianggap membutuhkan penalaran yang logis dan pemahaman yang baik. Menentukan kritera murid yang akan dijadikan purposive sampling. Pra Tindakan Sebelum peneliti memimbing murid melaksanakan ibadah shalat. 6. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. 3. terlebih dahulu peneliti berkenalan dengan guru kelas bersangkutan dan kepala sekolah. 2. Menentukan criteria murid yang akan dijadikan purposive sampling. Kriteria murid yang akan dijadikan purposive sampling adalah sebagai berikut : 60 . 4. 7. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. 5. Hasil Penelitian a. Melakukan percobaan terhadap murid yang diobservasi tiap minggu. dll. Sebelum penelitian dilakukan. 1. kemudian dilaksanakanlah penelitian. Menarik kesimpulan.

status ekonomi. murid yang sering Nampak kebingungan meski materi telah dijelaskan berulang kali. tidak menghiraukan keadaan sekitarnya 7-8 = sering focus tapi masih terkadang merespon keadaan sekitarnya 5-6= terkadang focus jika ditegur oleh guru 3-4 = lebih sering tidak focus 61 No 1 2 3 4 Nama Muh. Murid yang malas memperhatikan penjelasan guru.a. Berdasarkan data guru. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas masing-masing berupa raport (terlampir). daftar nilai harian (terlampir). Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 sampai kelas 6 berdasarkan data dari guru. Rata-rata tugas harian yang rendah dibawah 5 (lima). penilaian sikap dari guru. c. (biodata murid. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. dan hasilnya adalah sebagai berikut : Aspek yang diamati Focus saat Kelas Rata-rata Hasil guru belajar (IPA) menjelaskan*) III 8 3 IV 9 5 V 8 2 VI 9 4 52 14 Table 1 : Data Pra Shalat *) 9-10 = sangat focus.) 3. Untuk mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid saya membuat table tingkat pemahaman murid dengan melakukan pengamatan di ruang kelas pada saat proses pembelajaran dimulai. 2. b. Adal Ummi mawaddah Fikri magfirah Wahbah suhaeli Jumlah TEMA Energi Energi Energi Energi .

murid tersebut sudah tidak duduk dengan teman sebangkunya yang pengertian. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya.1-2= tidak pernah memperhatikan penjelasan guru Max = 80 (delapan puluh) 4. Selain murid. a. Lingkungan sekolah Lingkungan disekolah turut menentukan tingkat pemahaman siswa. akan tetapi pada saat naik ke-kelas tiga. anak yang dulunya terbiasa focus mendengarkan penjelasan guru kini menjadi sulit karena selalu mendapat gangguan dari teman sebangkunya. pada saat guru menjelaskan. kini dia duduk bersama murid yang banyak bicara dan malas mendengarkan penjelasan guru. (3) lingkungan diluar rumah. guru disekolah juga perlu diamati. murid SD kelas tiga yang awalnya pada saat kelas satu dan dua selalu mendapatkan ranking karena teman sebangkunya adalah murid yang mengerti keadaan teman sebangkunya jika sedang focus mendengarkan penjelasan guru. Sebelum murid diberi instruksi/bimbingan shalat terlebih dahulu perlu diketahui halhal yang berinteraksi langsung dengan murid untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan murid dalam meningkatnya kemampuan memahami suatu permasalahan. dll. Adapun hal-hal yang menjadi dianggap turut membentuk tingkat pemahaman murid adalah sebagai berikut : 1) Sikap Teman sebangkunya/sekelasnya terhadap dia 62 . untuk menjaga kesalahan penunjukan titik permasalahan. (2) lingkungan rumah atau keluarga. sebagai contoh.hal-hal yang perlu diperhatikan dari Aspek tersebut kami bagi dalam tiga aspek (1) lingkungan sekolah.

suka meminum minuman keras. Lingkungan rumah/keluarga Lingkungan rumah/ keluarga sangat berperan penting dalam membentuk kemampuan pemahaman murid. menyuruh anak bolos dari sekolah. atau salah membimbing anaknya. Lingkungan diluar rumah Lingkungan diluar rumah terkadang menganggu aspek psikis murid yang akibatnya murid malas belajar. sebagai contoh tetangga murid seorang anak muda yang suka berkeliaran dan mengajak murid untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukan seorang anak-anak seperti merokok. contohnya ayah dari murid yang memiliki akhlaq yang kurang baik. tingkat perekonomian rendah yang menyebabkan ayah memaksa anaknya untuk membantuk bekerja yang tidak biasanya dikerjakan oleh anak-anak. bergadang. Pengamatan untuk siswa : 63 .2) Gaya mengajar guru 3) Suasana alam sekitar sekolah b. berikut aspek yang perlu diperhatikan : 1) Warga sekitar yang selalu berinteraksi dengan murid 2) Keadaan Lingkungan Sosial a. dsb. Berikut aspek yang perlu diperhatikan dalam lingkungan kelurga murid yang dianggap dapat mengubah tingkat pemahaman siswa : 1) Tingkat perekonomian 2) Suasana rumah 3) Perhatian/bimbingan orang tua c. mengadu domba dengan sesame anak.

Adal adalah anak ke-tiga dari empat orang bersaudara. b) Lingkungan rumah/ keluarga Muh. Adal. sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek di dalam pasar Lakessi. Adal juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). tidak pernah melaksanakan ibadah shalat dan juga pecandu alcohol yang cukup berat.1) Pengamatan untuk murid yang bernama Muh. Dalam lingkungan sekolah Muh. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. Adal dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. gaya mengajar guru kelas tiga ternyata kurang efektif. Hampir Setiap malam (berdasarkan wawancara peneliti dengan Muh. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. fikri magfirah (kelas lima). Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. 64 . Ibunya seorang ibu rumah tangga tangga yang pemarah. hal ini terlihat dari ahlaqnya yang kurang berbudi. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Muh. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special.murid kelas III (tiga). ayah Muh. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kurang kondusif dikarenakan manajemen kelas guru yang kurang.

Adal yang menemui teman-temannya. Adal harus menyuruh anaknya untuk berjualan keliling sepulang sekolah bersama saudara sulungnya. Adal menyuruh anaknya membeli rokok lalu mencuci motor ayahnya. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya putus sekolah 65 . Adal). Dari wawancara diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Muh. Adal. Beberapa hari ini ayah dan ibu Muh. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Muh. dengan demikian ibu Muh. Adal seorang anak yang socials. Adal bertengkar karena masalah uang yang selalu dihabiskan untuk hal yang tidak dimengerti oleh Ibu Muh. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian pendidikan formal. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan norma agama dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang rajin melaksanakan shalat. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. terbukti dengan jumlah temannya yang banyak hampir selalu datang kerumahnya mengajak bermain ataukah Muh. bukannya menyuruh anaknya belajar atau tidur agar tidak terlambat ke sekolah ke-esokan harinya justru ayah Muh. Adal dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling.Adal di sekolah) ayahnya pulang malam dalam keadaan mabuk. keadaan yang diceritakan oleh Muh.

Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. Dalam lingkungan sekolah Muh. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya. murid kelas IV (Empat). a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Ummi. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. tukang ojek.hingga tertinggi hanya SMU sederajat. fikri magfirah (kelas lima). gaya mengajar guru kelas empat sudah 66 . 2) Pengamatan untuk murid yang bernama Ummi Mawaddah. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. tukang becak. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. dan pedagang pasar tradisional.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). bartender. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. kebanyakan pekerjaan mereka adalah wiraswasta tingkat rendah seperti tukang batu. pedagang kaki lima. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini.

M adalah anak ke-tiga dari lima orang bersaudara. Afektif. dan Psikomotorik) hal ini membuat anak juga akan menjadi koleris dan harus sangat disiplin yang dampaknya menyerang tingkah laku anak menjadi keras kepala karena batasan yang diberikan ayahnya untuk memikirkan lingkungan sekitarnya yang beraneka ragam.M dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. keadaan yang diceritakan oleh Ummi.M). kepribadian ini kurang memperhatikan aspek afektif dari anak-anaknya. hal ini terlihat dari tingkat kedisiplinan yang dia terapkan kepada anak-anaknya yang cenderung koleris meski memiliki niat yang baik demi masa depan anak-anaknya. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Ummi. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang hanya berada di rumah setelah pulang dari sekolah Sekolah Dasar tempatnya mengajar sebagai guru Agama Islam. ayah Ummi. b) Lingkungan rumah/ keluarga Ummi. dia satu-satunya saudara perempuan. dia menganggap jika dia mampu maka semua orang juga pasti mampu tanpa memperhatikan tiga aspek yang pada setiap manusia berbeda-beda (Kognitif. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal. ayah sampling yang satu ini bekerja sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah DDI Ujung Lare (MI DDI Ujung Lare). sedangkan ayahnya juga pria yang kurang bias memberikan perhatian penuh kepada anakanaknya.M dampaknya sangat buruk 67 .baik.

3) Pengamatan untuk murid yang bernama Fikri Magfirah. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal. murid kelas V (Lima). keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang tidak terlalu ditekan. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset.terhadap bentuk kejiwaan Sampling. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Ummi. hanya saja terkadang teman-temannya menjauhinya karena sikapnya yang pemarah.M seorang anak yang socialis. Lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya adalah tenaga pendidik diberbagai instansi. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya hanya saja terjadi controversial berupa penekanan sikap oleh ayahnya dan kurang perhatian dari ibunya. a) Lingkungan sekolah 68 .

b) Lingkungan rumah/ keluarga Fikri. secara otomatis. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam lima yang dimulai dari gaya mengajar guru.M kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang.M adalah single parent (ibu tanpa suami). fikri magfirah (kelas lima). ibunya harus 69 . ibu Fikri. tanpa seorang ayah yang dapat memberinya bimbingan disaat yang berbeda dikala ibunya tidak ada. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang harus bekerja sendirian mencari nafkah untuk anak-anaknya atau konotasinya adalah seorang janda beranak empat. gaya mengajar guru kelas lima sudah baik. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. Dalam lingkungan sekolah Fikri.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat).M bekerja di sekolah MI DDI Ujung Lare sebagai tenaga social dibidang Seni dan Kebudayaan (SBK). Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh.Lingkungan sekolah Fikri. seperti yang dituliskan diatas bahwa ibu Fikri.M adalah anak ke-dua dari empat orang bersaudara. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special.

hal ini membuat emosi ibu Fikri.M lebih tidak stabil. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Fikri.M).M sebagai anak pertama untuk perempuan harus lebih sering bersama ibunya membantu di dapur atau pekerjaan lainnya yang semestinya dikerjakan oleh seorang ayah juga harus dia kerjakan. ditambah gejolak jiwa ibunya yang tidak stabil sehingga cenderung untuk memarahi sampling. keadaan tersebut menekan waktu sampling untuk bermain sebagi jiwa anak-anak menjadi waktu yang berat baginya karena harus bekerja layaknya orang dewasa. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Fikri. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya. Fikri.M dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang memiliki kedua orang tuanya. disamping pekerjaannya yang hanya bergaji kecil. juga harus berkeluh kesah sendiri disaat ada masalah internal yang seharusnya ada seorang suami yang memberinya semangat harus dia pikul sendirian. 70 .M seorang anak yang socialis. keadaan yang diceritakan oleh Fikri.lebih merangkap jabatan sebagai pencari nafkah dan juga sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memberi perhatian pada mereka masing-masing.

dan Asfandi (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Asfandi semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. Sebagaimana kita ketahui disetiap Lingkungan Pesantren tentunya menekankan santrinya berakhlaq mulia sesuai tuntutan syariat Islam. 4) Pengamatan untuk murid yang bernama Asfandi.hanya saja waktu sampling yang kurang untuk menuangkan jiwanya pada tempatnya sebagai anak-anak . lingkungan ini juga menjadi perhatian khusus dari sampling karena para santri selalu berlalu lalang didepan rumahnya melakukan kegiatan pesantren. murid kelas VI (Enam). Dari tiga aspek yang diamati diatas maka dapatlah peneliti. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Asfandi juga telah termasuk lingkungan sekolah Ummi Mawaddah (kelas empat). Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal karena tinggal di dalam kawasan pesantren DDI Ujung Lare. Dalam lingkungan sekolah Asfandi kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. 71 . Fikri Magfirah (kelas lima). tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special.

Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. Ibunya kandungnya telah wafat pada saat usianya masih berumur empat tahun. c) Lingkungan Diluar Rumah 72 . Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (asfandi). Ayah Asfandi sendiri bekerja tidak menentu dengan penghasilan yang tidak menentu pula. b) Lingkungan rumah/ keluarga Asfandi adalah anak ke-empat dari empat orang bersaudara dan tiga orang saudara tiri. keluarga ini berada pada tingkat perekonomian yang rendah karena pekerjaan kepala rumah tangga yang tidak menentu dan jumlah tanggungan yang cukup besar. keadaan yang diceritakan oleh asfandi perihal tingkat perekonomiannya yang rendah dan sikap ibu tirinya yang buruk tidak sama dengan ibu kandungnya yang telah wafat. gaya mengajar guru kelas enam sudah baik. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang. kini Asfandi diberi seorang ibu tiri yang kurang baik oleh ayahnya.

dan lingkungan inilah yang kelak dicontohi oleh sampling dan hasilnya tentu menurunkan tingkat SQ-Nya. 73 . (1) terkadang menjelaskan tanpa kata-kata atau keterangan. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. terkadang asfandi lebih suka duduk menyendiri seolah ia menjadi pengamat atas tingkah teman-temannya. enam. Berbeda dengan guru-guru kelas empat. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan berakhlaq buruk karena kebanyakan warga sekitar bersifat premanisme dan berbagai akhlaq buruk lainnya seperti meminum minuman keras di depan umum. pada kelas tiga menggunakan gaya belajar yang monoton dan sulit dimengerti oleh muridnya karena. (3) memarahi murid jika bertanya tentang materi yang kurang jelas. sikap ini menjadi balikan teman-temannya yang juga tidak ingin mengajaknya bermain atau belajar bersama. b. semuanya telah sesuai dengan kurikulum madrasah MI DDI Ujung Lare.Sampling dalam hal ini adalah asfandi seorang anak yang kurang bergaul. (2) meminta siswa mengerjakan tugas tanpa penjelasan sebelumnya. bahkan penulis biasa melihat sampling mendapat ejekan dari teman-temannya karena sikapnya yang pediam. hanya menunjuk pada papan tulis lalu mengerjakan tugas. Pengamatan untuk guru Guru-guru di MI DDI Ujung Lare. lima. menyapa dengan kata-kata yang tidak sopan. terbukti dengan jumlah temannya yang sedikit di sekolahnya.

4 4 4 4 3 25 8 5 5 5 5 31 8 88. Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 sn Muh. Kelas III (Muh.b.67 *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 74 . tata cara shalat yang benar.67 70. Limit maximal hingga dikatakan berhasil adalah 100% Agar hasil akhir dapat diukur maka peneliti memutuskan untuk menyajikan hasil observasi dalam bentuk table. a. Setelah sampling telah faham semuanya maka dilaksanakanlah rutinitas shalat yang dilakukan observasi per-Minggunya.47 79. Sebelumnya peneliti telah memberikan petunjuk kepada guru untuk memperbaiki kesalahan gaya mengajar guru dan memberikan solusi terbaik. peneliti terlebih dahulu mengajari sampling tujuan. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti. adal Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sl km jm sb ah 4 3 3 5 4 3 3 5 4 4 5 5 4 4 4 4 28 7 80 71.6 5 5 5 5 35 8 100 Table 2 : data hasil observasi Muh. hukum. Adal) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas tiga dengan materi Energi. Pelaksanaan tindakan (shalat lima waktu secara rutin dan khusyuk) Sebelum rutinitas shalat dilakukan.53 86. dan cara shalat khusyuk. Adal kelas III 5 6 7 8 66.

m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen b. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Ummi mawaddah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 4 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 28 35 32 35 80 100 91.33 Table 3 : data hasil observasi Ummi mawaddah kelas IV *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan 75 . Kelas IV (Ummi Mawaddah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.47 93.4 100 7 8 8 8 6 6 7 10 70 80 80.

Kelas VI (Asfandi) 76 . m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen d.43 93. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.33 70 81.x = rerata dalam persen c. Kelas V (Fikri Magfirah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 7 10 Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Fikri Magfirah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 3 3 4 5 3 4 4 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 5 5 5 3 4 5 5 21 28 33 35 63.33 Table 4 : data hasil observasi fikri magfirah kelas V *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.

pasca tindakan Dari data yang diperoleh dari masing-masing sampling diatas maka dapatlah dibuat rekapitulasi data untuk mengetahui selisih perubahan yang terjadi agar dapat ditarik kesimpulan.Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b 3 4 5 5 jm l 21 28 33 35 Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.77 93. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen c.33 Table 5 : Data hasil observasi Asfandi kelas VI *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. berikut rekapitulasi data : nama kelas Jumlah per-Minggu Rata-rata Ket 77 .33 70 84.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 8 10 Jumlah (Jt = J+F+H) 3 sn asfandi Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV 3 3 4 5 sl 3 4 4 5 km 3 4 5 5 jm 3 4 5 5 sb 3 5 5 5 ah 3 4 5 5 63.

keadaan otak yang paling menguntungkan ialah pada 78 . menurut penulis hal itu ialah keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient).77 86.47 81. akibat sehingga meningkatnya hasil belajar pada sampling adalah dua hal.43 84.33 93. Adal Ummi.33 63. Pembahasan Dari deskripsi diatas dan data-data yang diperoleh hingga dilakukan rekapiltulasi data.8 81 77 77. peningkatan ini tentu dikarenakan suatu sebab.9 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Table 6 : Rekapitulasi Data Sampling Dari data dan rekapitulasi data yang diperoleh diatas terlihat dengan sangat jelas bahwa pada tiap minggu dilakukan observasi terjadi peningkatan yang simultan. M Asfandi III IV V VI 66. Penulis telah menganalisis sebelumnya dan memprediksikan hasilnya berdasarkan teori-teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka skripsi ini.47 80 70 70 79.67 93. dan delta. theta. suatu sebab menghasilkan akibat. B. hal ini terjadi berdasarkan teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka ialah dua hal yang berhubungan erat yaitu keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient). yaitu beta.33 Perubahan perminggu (%) 75. keadaan gelombang otak ada berbagai bentuk. terlihat nilai yang diharapkan yaitu peningkatan yang simultan.53 80.33 70.Minggu Minggu Minggu Minggu I II III IV Muh.67 70 63.M Fikri. alfa.33 93.

Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.                                   Terjemahannya : “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. gelombang otak berada pada keadaan alfa yang menurut Adi W. Gunawan (2003) keadaan alfa dapat mempermudah kita untuk 56 57 Departemen Agama.perbuatan) keji dan mungkar. Shalat dalam agama islam adalah wajib dilaksanakan selama lima kali sehari semalam sebagaimana firman allah dalam surah hud ayat 114 dan al-ankabut ayat 45 berikut.Cit Ibid 79 . Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.keadaan Alfa dan keadaan alfa ini terjadi pada saat tertentu saja. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. salah satunya ialah pada saat kita melakukan shalat dengan khusyuk. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”57 Dengan shalat yang khusyuk. Loc.”56                           Terjemahannya : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

pada sikapnya berupa ketawadhu’an. pada gerakannya berupa kebajikan. karena shalat dilakukan dengan rutin lima kali sehari semalam. itulah sebabnya terjadi peningkatan hasil belajar pada sampling. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. gelombang otak ini dapat dimanfaatkan meski pelakunya tidak lagi sementara shalat. 80 . cit. bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif.58 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan.mengingat pada memory jangka panjang. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Dengan berfungsinya IQ maka kemampuan pemahaman dapat meningkat. didukung juga dengan apa yang disebut dengan kecerdasa spiritual atau God Spot. pada amalnya berupa keshalihan. 58 Ary Ginanjar. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). Loc.. xliv. hal ini menyebabkan gelombang alfa akan mudah terbentuk dalam otak karena telah terbiasa sehingga pada saat belajarpun otak dapat dengan otomatis berada pada keadaan alfa.

pada data yang diperoleh per-Minggu setelah shalat dengan rutin dan khusyuk.BAB V PENUTUP A. terlihat perbedaan yang jelas dari data yang diperoleh sebelum sampling melaksanakan shalat sesuai ketentuan Al-Qur’an dan Hadits. dengan melaksanakan shalat lima waktu. dalam hal ini 81 . Gaya mengajar guru juga telah diperbaiki yaitu dengan lebih memperhatikan kemampuan tiga aspek utama pada murid yaitu kognitf. rentang waktu untuk menonton Televisi yang diduga juga menjadi salahsatu penyebab terganggungnya murid untuk memahami materi yang terkait menjadi berkurang karena shalat dan keinginan untuk belajar menyingkirkan waktunya untuk menonton televisi lebih lama. KESIMPULAN Penelitian ini dari pra tindakan. sebagai contoh yaitu dengan tidak memberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendek. Shalat adalah penyebab utama yang mengubah pola hidup setiap sampling selain bimbingan dari peneliti demi kelancaran penelitian. afektif dan psikomotorik. hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman murid pasti telah meningkat. pelaksanaan. hingga pasca tindakan dan analisis data maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibadah shalat secara rutin lima kali sehari semalam dengan khusyuk dapat meningkatkan hasil belajar murid. SARAN saran saya sebagai peneliti dalam kajian ini merasakan perlu perbaikan dalam sistem pendidikan yang dibangun oleh pemerintah dan swasta yaitu dengan tidak melupakan segi agama terlebih apabila itu adalah wajib bagi pemeluknya. B. hal-hal tersebut diataslah yang telah meningkatkan kemampuan pemahaman murid.

bertambahnya ilmu dan amal serta memperbaiki akhlaq yang buruk serta menularkannya keseluruh aspek lingkungan pelakunya. 82 . semoga saran ini dapat terwujud dan bermanfaat.adalah shalat lima waktu dengan khusyuk. wallahu a’lam. tak rugi yang diperoleh darinya melainkan kebaikan dan keuntungan didunia dan akhirat.

Darajat. Bahasa dan Kepemudaan. tt. Nashih Ulwan. 1993. terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Rahasia Sukses Membangun ESQ Power. 2001. Jakarta : Arga Wijaya Persada. Ilmu Jiwa Agama. Abdullah. Sayyed. Bukhari. 2001. Terjemahan Tafsir Al-Maraghi (21). Beirut : Al-Ahya al-Turats al-Araby. Jakarta : Bulan Bintang. Falsafah Pendidikan Islam. Muhammad Omar Al-Taumy. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pekanbaru : Pusat Penelitian IAIN Sultan Syarif Qasim. Ledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal. Chaplin. 1996. Al-Maraghi. Pendidikan. Semarang : CV. ____________. (http://www. Dedeh Kurniasih. Agustian. Cet. Antara Tuhan Manusia dalam Alam. com/khasanah/khasanah06309-01. Arti Sehat dan Bahagia Bagi Anak. Mas Udik. Semarang : CV.1997. Ahmad Musthafa. 83 . Toha Putra.htm) Departemen Agama RI. Rahasia Sukses Membangun Emosi dan Spiritual Berdasarkan Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam. 1976. Jakarta : Balai Pustaka. Toha Putra. 2003. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta : ArgaWijaya Persada. Jakarta : PT Toko Gunung Agung. 1987. ___________. Shahih Bukhari. tt An Nida’ (Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam). Ilmu Pendidikan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-Karim Abdullah. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : Zikrul Hakim.tabloidnakita. Yogyakarta : IRCISOD. Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spiritual. Zakiah. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Al-Syaibani. Ary Ginanjar. Hossein Nasr. Jakarta : Rajawali. 2005. 1989. ke-1. 2003. 1999. Kesehatan Mental. Ahmadi. Abu. Jakarta : Bulan Bintang. Jakarta : Asy-Syfa’.

Filsafat Pendidikan Islam.Padang : Baitul Hikmah Press. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. cet. 2005. P. Syamsu Yusuf.kompas. 2001.com/balita-anda/balita-anda. Jakarta : Pustaka Populer Obor. Jakarta : Kalam Mulia. Satiadarma. Cet. Cet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2003.muthahari. ke-1. Inayat Khan. Keluarga Sebagai Intitusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. Cet. 2004. Mendidik Kecerdasan. dan Waruwu. Rajih. Poerwadarminta.com/kompas-cetak/0305/18/keluarga/312326. ke-3. Kamus Umum Bahasa Indonesia. terjemahan Rahmi Astuti. Ahmad Nadjib Burhani. Zohar. Ramayulis. 2003. Pendidikan Anak dalam Kandungan. ke-6. Hamdan. Bandung : Pustaka Hidayah.Ramaja Rosda Karya.htm www. 2002. Jakarta : Yayasan Ukhuwah. ke-2. 2003. Syahminan. 2001. Langgulang. www. 84 . Psikologi Agama. terjemahan Rahmain Astuti. E. Jakarta : Balai Pustaka. ke-1.id/doc/artikel/sqanak. LN.or. Jakarta : Gema Insani Press. Manusia dan Pendidikan.mail-archive. Hasan. Kecerdasan Spiritual. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. www. Suharsono. ke-1. 2004. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan. Jakarta : Al Husna. Pir Vilayat. Suharto. Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi. Bogor : Penerbit Cahaya. 2001. Rehani. Ian.Hujjati.htm Zaini. Cet. 2003 cet. Nata Abuddin. Muhammad Bagir. Bandung : PT. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Monti. Fidelis. Jakarta : Kalam Mulia. Sukidi. Spiritual Quotient for Children. Toto. 1986. Bandung : Kronik Indonesia Baru. Tasmara. Danah dan Marshall. Depok : Gema Insani Press. Qur’anis Quotient. 1982. Mencerdaskan Anak. Yogyakarta : Diva Press. 1995.com/msg54237. Dedhi. Membangkitkan Kesadaran Spiritualitas.html.

pemberian tugas. air. listrik. dan angin 4. menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi. kayu bakar. kincir angin berputar jika ditiup angin. sinar matahari. kayu bakar. baterai. 2. Menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. Materi Pembelajaran Energi III. II. tetapi dapat dirasakan. demonstrasi. dan kegiatan laboratorium IV. dan memetik gitar menghasilkan bunyi 2. misalnya panas dari sinar matahari. dan memetik gitar menghasilkan bunyi. Memahami berbagai cara gerak benda. membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. dan getaran dalam kehidupan seharihari 4. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 85 . diharapkan siswa dapat 1. tetapi dapat dirasakan 3. air. baterai. Menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. gerak. misalnya makanan. tidak dapat dilihat. listrik. dan angin. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. kincir angin berputar jika ditiup angin. tidak dapat dilihat. hubungannya dengan energi.Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Tiga) Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : MI DDI Ujung Lare Ilmu Pengetahuan Alam III/2 12 jam pelajaran 4. misalnya makanan. misalnya panas dari sinar matahari.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya 1. dan sumber energi 4. Membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. 3. minyak tanah.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas. Menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi Indikator : I. minyak tanah. 4. Metode Pembelajaran Informasi. menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. sinar matahari. menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada.

siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari. 2. siswa menyebutkan berbagai macam sumber energy bunyi. dan energi listrik. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada sebelumnya. 4. misalnya kincir angin berputar jika ditiup angin. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. energi gerak. 3. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bahwa energi ada. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari. tetapi tidak dapat dilihat. 2. 2. antara lain energi panas. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi bunyi. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan bukti bahwa energi ada. siswa menerangkan cara menghasilkan energi panas. 2. energi cahaya. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 2. siswa menyebutkan kegunaan energi panas. 2. siswa menyebutkan berbagai macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. dapat dirasakan. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 3. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 3. Dengan dipandu guru. 4. yaitu kemampuan untuk melakukan kerja. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi gerak. Kegiatan Inti 1. misalnya memetik gitar. Dengan dibimbing guru. siswa mendeskripsikan pengertian energi. siswa mendeskripsikan pengertian energi gerak dan energi bunyi. tetapi tidak dapat dilihat. Dengan dibimbing guru. misalnya menggosokkan dua telapak tangan. dapat dirasakan. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan pemanfaatan energi panas dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan berbagai macam gerak benda.1. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bukti adanya energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 86 . misalnya panas matahari. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan kegunaan panas matahari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi gerak dan energi bunyi serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. 4. Dengan dipandu guru.1. Dengan dipandu guru. kayu bakar. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. dan angin sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. tetapi dapat dirasakan. siswa menyebutkan kegunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. 6. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. baterai. minyak tanah. 2. Dengan dipandu guru. dan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Membuktikan bahwa energi itu ada. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan matahari. siswa mendeskripsikan matahari. siswa menyebutkan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. 2. siswa menyebutkan kegunaan matahari. baterai. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan energi kimia serta kegunaannya. siswa menyebutkan alat rumah tangga yang menggunakan energi listrik dan energi kimia. siswa menyebutkan kegunaan makanan bagi tubuh. sinar matahari. Kegiatan Inti 1. air. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. air. minyak tanah. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan makanan. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. dan angin sebagai sumber energi. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan minyak tanah sebagai sumber energi. air. dan angin sebagai sumber energi 2. listrik. 2. siswa menyebutkan kegunaan kayu bakar sebagai sumber energi. siswa menyebutkan kegunaan matahari. air. 7. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan baterai sebagai sumber energi. siswa menyebutkan pengertian energi listrik dan energi kimia. siswa mendeskripsikan listrik sebagai sumber energi. siswa menyebutkan kegunaan energi listrik dan energy kimia dalam kehidupan sehari-hari. 3. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. dan angin sebagai sumber energi. 2. 5. dan angin. air. siswa menyebutkan berbagai sumber energi. 87 . Dengan dipandu guru. misalnya makanan. 2. tidak dapat dilihat. kayu bakar. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. 3. Dengan dipandu guru.

...... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah. sikap.. (_______________________) NIP.....V........ (_______________________) NIP........... . . Dilaksanakan.. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan......... .......................... 88 ................ dan tingkah laku......... Guru Kelas..................... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 3B • Charta berbagai macam sumber energi • Charta berbagai macam penggunaan energi • Saputangan • Air • Kincir angin • Alat-alat tulis VI.

diharapkan siswa mampu 1. 3. pemberian tugas. Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas 3. Dengan dipandu guru. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiataan Awal 1.1 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konduksi. dan gas I. cair. siswa menyebutkan perpindahan panas. membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Kegiatan Inti 1. misalnya gesekan benda dan matahari 2. Dengan dipandu guru. cair. Dengan dibimbing guru. Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar 5. siswa mendeskripsikan pengertian energi panas dan energi bunyi. Metode Pembelajaran Informasi. menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar. Menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar 4. Membedakan perambatan bunyi pada benda padat. menyebutkan sumber-sumber energi panas. dan kegiatan laboratorium IV. demonstrasi.Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Empat) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam IV/2 12 jam pelajaran 8. dan gas. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan 10. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konduksi. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari : 8. 3. Menyebutkan sumber-sumber energi panas. menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. misalnya gesekan benda dan matahari. siswa menyebutkan sumber energi panas dan energy bunyi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. 5. Materi Pembelajaran Energi panas dan energi bunyi III. 2. 89 . 4. II.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya : 1. 2. Dengan dipandu guru. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. mendemonstrasikan adanya perpindahan panas.

2. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara radiasi bagi kesejahteraan kehidupan manusia.4. Dengan dipandu guru.2 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konveksi. 2. siswa mendeskripsikan pengertian energi bunyi. 2. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan keadaan benda yang sedang menghasilkan bunyi. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. 2. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara radiasi. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.3 untuk mengetahui benda yang menghasilkan bunyi. 2. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan 10. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan benda yang dapat menghasilkan bunyi. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara radiasi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. Dengan dipandu guru. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konveksi. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konduksi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. siswa melakukan Kegiatan 10. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 90 . Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konveksi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1.

dan tingkah laku • Mengerjakan soal latihan 91 . Dengan dibimbing guru. siswa menyebutkan hal-hal yang membuktikan bahwa bunyi merambat melalui gas. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui gas. Dengan dibimbing guru. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Inti 1. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda cair dan gas serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda cair dan gas. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda padat. Dengan dipandu guru.1. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 4B • Air panas • Sendok logam • Sumpit • Biji jagung • Margarin • Gelas • Kaki tiga • Pemanas • Karet gelang • Kotak kosong VI. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda padat. 2. 3. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda cair. Kegiatan Inti 1. siswa melakukan Kegiatan untuk membuat alat yang memanfaatkan perambatan bunyi melalui benda padat. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda padat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. V. 4. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda padat. 3. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda cair. sikap. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 2. 2.

....... .... (__________________) NIP..... Guru Kelas.............................. 92 ........... ..... ...................... (__________________) NIP...Mengetahui Kepala Sekolah Dilaksanakan.

Memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi 8. Membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. Mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis 2.Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Lima) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam V/2 12 jam pelajaran 5. halus) 9. dan gaya magnet) : 1. 4. Menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan 3. dan ukuran) dari ketinggian tertentu.1 Mendeskripsikan hubungan antara gaya. menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah. 2. Membuat magnet 5. membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. bentuk. 93 . 8. Memahami hubungan antara gaya. bentuk. 10. Membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. diharapkan siswa mampu 1. dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi. 7. gaya gesekan. menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan. dan ukuran) dari ketinggian tertentu 6. dan energi. memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. membuat magnet. Menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari I. membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. gerak. Menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan 10. 3. halus). Memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari 4. 9. mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis. memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi. serta fungsinya : 5. gerak. Menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah 7. 6. 5. menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan.

Dengan dibimbing guru. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan dan Kegiatan Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. serta berbagai macam bentuk magnet. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. siswa mendeskripsikan pengertian kutub magnet. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan sifat-sifat kutub senama dan tidak senama jika didekatkan. siswa melakukan Kegiatan untuk menentukan kutub magnet. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. siswa mendeskripsikan pengertian medan magnet. Materi Pembelajaran Gaya III. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. yaitu bagian magnet yang paling kuat menarik serbuk besi. Dengan dipandu guru. dan kegiatan laboratorium IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. siswa mendeskripsikan pengertian magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Kegiatan Akhir 94 . 2. 5. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. pemberian tugas.II. Dengan dibimbing guru. 4. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui medan magnet. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian kutub magnet dan sifatsifatnya. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan kekuatan gaya magnet. 2. siswa mendeskripsikan pengertian benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Metode Pembelajaran Informasi. 3. siswa menyebutkan macam-macam bentuk magnet. siswa mendeskripsikan pengertian gaya magnet. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan jenis kutub magnet. siswa mendeskripsikan pengertian garis gaya magnet. demonstrasi. gaya magnet. 2. 3. Dengan dibimbing guru.

Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara gosokan. Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gesekan. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. manfaat. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara elektromagnet. 95 . Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. Dengan dipandu guru. cara memperbesar dan memperkecil. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian gaya gesekan. Kegiatan Inti 1. 5. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak jatuh benda-benda. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara memperbesar dan memperkecil gaya gesekan. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara induksi. siswa menyebutkan jenis magnet berdasarkan asalnya. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gesekan terhadap gerak benda. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. siswa menyebutkan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara membuat magnet dan kegunaannya. 3. 2. serta kerugiannya. siswa menyebutkan perbedaan magnet alam dan magnet buatan. siswa menyebutkan manfaat dan kerugian gaya gesekan. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gravitasi. 3.Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet. 4. 2. Kegiatan Inti 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2.

............ dan tingkah laku. (__________________) NIP.............. • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah. Guru Kelas...... sikap..... (__________________) NIP. ...... ...... ...... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. 96 ..................... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 5B • Magnet • Paku • Jarum • Peniti • Pensil • Saputangan • Karet gelang • Uang logam • Kertas • Kaca • Plastik • Serbuk besi • Kompas • Tali • Statif • Penggaris • Charta bentuk magnet dan kegunaan magnet • Charta manfaat gaya gravitasi • Charta manfaat dan kerugian gaya gesekan • Alat-alat tulis VI........ Dilaksanakan.V.....

Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi 7. membandingkan peristiwa radiasi. Mencari contoh penerapan radiasi. Menunjukkan cara menghasilkan energi listrik 4. mencari contoh penerapan radiasi. mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik. misalnya pengaruh menggosok benda. Menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. 2. 7. 3. dan konveksi dalam kehidupan seharihari. pemberian tugas. Menunjukkan gejala kelistrikan. 6. bunyi. Metode Pembelajaran Informasi. Membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi 6. dan radiasi. bunyi. Membandingkan peristiwa radiasi. mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energy listrik. misalnya pengaruh menggosok benda 5. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. diharapkan siswa mampu 1.2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik : 1. konduksi. 2. Kegiatan Inti 97 . Dengan dipandu guru. 4. Materi Pembelajaran Perpindahan energi panas dan listrik III. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada di sekitar. dan panas. konveksi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi. dan konveksi berdasarkan percobaan 2. menunjukkan gejala kelistrikan. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. 5. Mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energi listrik I. konduksi. dan konveksi dalam kehidupan sehari-hari 3. II. menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi.Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Enam) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : Ilmu Pengetahuan Alam VI/2 12 jam pelajaran 7. dan panas 7. konduksi. dan konveksi berdasarkan percobaan. demonstrasi. konduksi. Guru menyediakan charta perpindahan panas secara konduksi. dan kegiatan laboratorium IV.

1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan cara membangkitkannya. siswa menyebutkan perbedaan benda yang bermuatan listrik dengan benda yang tidak bermuatan listrik. dan generator. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membangkitkan energi listrik. siswa menyebutkan berbagai macam rangkaian listrik. Dengan dipandu guru. 3. konveksi. Dengan dipandu guru. Guru menyediakan charta berbagai sumber energi listrik. 3. 2. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan bagian-bagian aki sehingga dapat menghasilkan arus listrik. 5. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan penerapan konduksi. Dengan dipandu guru. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara kerja berbagai sumber arus listrik. 2. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan bagian-bagian dinamo sepeda sehingga dapat menghasil arus listrik. siswa menyebutkan bagian-bagian generator sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Dengan dipandu guru. dinamo sepeda. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian listrik statis. siswa menyebutkan bagian-bagian baterai sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Inti 1. 2. 4. 3. siswa mendeskripsikan pengertian energi listrik. Guru menyediakan charta rangkaian listrik. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. antara lain baterai. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan sumber energi listrik. 98 . Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. aki. 2.

Pertemuan Ke-7 Kegiatan Awal 1. rangkaian paralel. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Guru menyediakan charta berbagai alat yang menggunakan energi listrik. paralel. siswa menyebutkan kelebihan dan kekurangan rangkaian seri. Dengan dibimbing guru. 2. siswa menyebutkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain sebagai akibat penggunaan alat yang menggunakan energy listrik. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian terbuka dan rangkain tertutup. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan bahan konduktor dan isolator listrik. siswa menyebutkan kegunaan konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perubahan energi yang disebabkan oleh penggunaan energi listrik. 2. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian paralel. Guru menyediakan alat dan bahan untuk melakukan Kegiatan Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perbendaan antara rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup serta rangkaian seri. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. siswa mendeskripsikan pengertian istilah yang sering digunakan ketika menggunakan peralatan listrik. 4. dan campuran. 2. siswa menyebutkan alat yang menggunakan energy listrik. 4. 3. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 6B • Charta perambatan panas • Charta rangkaian listrik • Penggaris plastik • potongan-potongan kertas kecil • Kain • Bohlam • Baterai 99 . siswa menyebutkan istilah-istilah yang sering digunakan pada saat menggunakan peralatan listrik. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan bahan sebagai isolator atau konduktor listrik. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. 3. dan rangkaian campuran. rangkaian seri.2. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. V. dan rangkaian campuran. Dengan dipandu guru.

.....• Alat-alat tulis VI..... .......... Dilaksanakan....... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan...................... (__________________) NIP... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah........ 100 ... sikap... Guru Kelas........... dan tingkah laku...... .. ..... (__________________) NIP...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful