BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Konsep belajar/pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan senantiasa dikorelasikan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuh kembangkan potensi manusia sebagai pemimpin. Firman Allah :

                                
Terjemahannya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS Al Baqarah 30)1 . Kaitan dengan pentingnya pendidikan bagi umat, Allah berfirman:

               
1

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Jakarta : Departemen Agama, 2002)

1

          
Terjemahannya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imran:104)2 Begitu pula dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Tujuan Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3 Pemisahan dan pengotakan antara agama dan sains jelas akan menimbulkan kepincangan dalam proses pendidikan, agama jika tanpa dukungan sains akan menjadi tidak mengakar pada realitas dan penalaran, sedangkan sains yang tidak dilandasi oleh asas-asas agama dan akhlaq atau etika yang baik akan berkembang menjadi liar dan menimbulkan dampak yang merusak. Murtadha Mutahhari seorang ulama, filosof dan ilmuwan Islam menjelaskan bahwa iman dan sains merupakan karakteristik khas insani, di mana manusia mempunyai kecenderungan untuk menuju ke arah kebenaran dan wujud-wujud suci dan tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan memuja sesuatu. Ini adalah kecenderungan iman yang merupakan fitrah manusia. Tetapi di lain pihak manusia pun memiliki kecenderungan untuk selalu ingin mengetahui dan memahami semesta alam, serta memiliki kemampuan untuk memandang masa lalu, sekarang dan
2 3

Departemen Agama. Op.Cit Undang-undang republic Indonesia No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta. PT Armas Duta Jaya

2

masa mendatang (yang merupakan ciri khas sains). Dari penjelasan diatas telah nampak dengan jelas pentingya ilmu pengetahuan kapanpun dan dimanapun dan hal ini juga tidak akan tercapai tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Dalam hal kemampuan pemahaman, erat kaitannya dengan kemampuan otak dan keadaan jiwa seseorang saat itu. Di MI DDI Ujung Lare nampak sebagian besar murid sulit untuk menerima materi pelajaran yang dijelaskan guru meski telah menggunakan berbagai metode dan variasi hal ini ditunjukkan pada nilai hasil akhir semester dan pengalaman guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan membuat murid jenuh dan akhirnya putus asa hingga acuh tak acuh dalam belajar dan hanya ingin mengerjakan soal yang mudah-mudah saja4. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka Skripsi ini akan menguraikan masalah tersebut hingga pada tahap proses mencegah dan memperbaiki atau meningkatkan kemampuan pemahaman murid dengan memanfaatkan ibadah shalat sebagaimana firman allah :

               
Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar Ra’d : 28)5 Dengan shalat tentu kita akan mengingat allah dengan demikian hati menjadi tenteram melalui proses yang bertahap.
4

5

Bahri, Saiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka CiptaBudiastuti Widowati. 2001. Pembelajaran kooperatif. Penerbit Universitas negeri Surabaya: Surabaya. Departemen Agama.loc.Cit

3

Apa yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare Parepare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan meski telah digunakan variasi dan metode mengajar yang beragam? 2. Shalat dapat menngkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare dalam menerima materi pelajaran. Berikut hipotesis dari rumusan masalah diatas. Rumusan masalah Dalam pembahasan yang telah diuraikan diatas. jiwa anak terganggu oleh keadaan anak di rumahnya yang banyak menonton film-film kartun sehingga ketika belajar di sekolah mereka selalu mengingat dan membayangkan dilm-dilm tersebut. Hal ini dapat dilihat adanya kecenderungan mereka yang rajin mengikuti shalat berjamaah baik di sekolah maupun di rumahnya mereka mengalami peningkatan dan prestasi yang baik. 4 . maka dapat disusun suatu hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah disebutkan diatas. Hal lain yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare mengalami kesulitan memahami materi pelajaran karena mereka diberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendeng. 2. 1.B. maka yang menjadi masalah pokok dalam penulisan skrispi ini adalah sebagai berikut : 1. 3. Diduga penyebab mudrid MI DDI Ujung Lare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan oelh guru antara lain. Hipotesis Dari rumusan masalah diatas. Apakah shalat dapat meningkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare Parepare ? C.

3. E. Dapat menjadi salahsatu metode guru dalam proses belajar mengajar. F. 3. Garis-Garis Besar Isi Skripsi 5 . Untuk penelitian ini juga memiliki tujuannya sendiri yaitu sebagai berikut . Tujuan penelitian Setiap tindakan memiliki tujuannya masing-masing.Shalat memang membawa setiap pelakunya merasakan tenang apabila dilakukan secara khusyuk berdasarkan ungkapan Al-kisah diatas maka shalat ternyata membawa efek ketenangan jiwa bagi setiap pelakunya. Untuk dijadikan referensi pada penelitian yang terkait. Bagi guru : dapat membantu mengefektifkan PBM. 2. D. Manfaat penelitian Manfaat atau kegunaan penelitian iniyang menjadi sumbangsih tersendiri sebagai pemecahan masalah bagi konteks yang lebih luas adalah sebgai berikut : 1. 4. Mengaktifkan murid MI DDI Ujung Lare dalam melaksanakan shalat lima waktu. 1. Bagi peneliti : mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang berharga. Bagi instansi pendidikan : dapat dijadikan acuan untuk menetapkan program kerja baru dibidang psikologi anak dalam pendidikan. Bagi subjek : dapat meningkatkan atau memulihkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare. 4. 2. Meningkatkan kemampuan murid dalam memahami suatu materi.

Kemudian pada Bab ketiga. konsep kemampuan pemahaman anak. dan Teknik analisis data untuk mengakuratkan validitas hasil penelitian yang merujuk pada bidang studi khusus yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. serta digambarkan garis besar isi skripsi. sumber data.Dalam rancangan penelitian skripsi ini. pada bagian ini di uraikanlah jawaban dari rumusan masalah yang diajukan dengan menggunakan metode dan tekhnik analisis yang telah ditentukan dan memproses data yang telah diperoleh dengan benar agar dicapai hasil yang akurat dan terpercaya. dan definisi kecerdasan. kemudian untuk membatasi masalah yang akan diteliti maka akan dirumuskan masalah pokok yang akan dibahas. 6 . penulis akan memaparkan tinjauan dari pustaka yang peneliti gunakan untuk melogiskan hasil penelitian ini dan menjadi ukuran tingkat kredibilitas hasil penelitian ini kepada pembaca yang berisi antara lain pengertian dan fungsi ibadah shalat. Pada Bab kedua. pengaruh shalat terhadap tubuh dan jiwa. lalu kemudian akan diuraikan pengertian judul agar supaya ada kesamaan persepsi untuk para pembaca. kemudian setelah itu dijelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian yang menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat. Teknik Pengumpulan Data. pentingnya otak. penulis akan memaparkan pendahuluan yang akan diuraikan latar belakang masalah yang menjadi acuan mengapa diadakan penelitian ini. akan dibahas mengenai metode penelitian yang diuraikan didalamnya tentang pendekatan dan Jenis penelitian. Selanjutnya pada Bab ke empat akan dibahas tentang analisis dan pembahasan hasil penelitian. kemudian diberikan hipotesis sebagai jawaban sementara yang disinkronikan dengan latar belakang masalah dan rumusan masa.

Pada bagian akhir penulis menyediakan lampiran yang berisi tentang alat yang digunakan selama penelitian berlangsung.Pada Bab lima penutup. peneliti mengemukakan kesimpulan dan saran atas refleksi dari penelitian ini untuk seluruh pembaca terutama untuk subjek dan peneliti sendiri dan seluruh umat manusia. 7 .

Rukun islam ada lima yaitu syahadat. dhuhur. maghrib dan isya. ashar. Masalahnya. puasa dan berhaji. Dalam sehari. Namun karena sifatnya sunnah. maka nilainya sungguh luhur. pencerahan. Ada banyak ragam shalat sunnah yang ada dalam islam. sehingga dikatakan bahwa shalat adalah soko guru dan pondasi agama. yaitu shalat. rekreasi jiwa yang tidak bisa ditandingi kenikmatannya dengan cara apapun di alam semesta.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Saking hebatnya ibadah shalat. Ada juga shalat yang sifatnya tidak wajib. shalat sunnah bila dilakukan secara khusyuk disertai dengan niat hanya mengharapkan keridhaan allah. zakat. shalat. Pengertian Ibadah Shalat Agama islam memiliki satu ritual wajib yang dilakukan lima kali sehari. maka seyogyanya kita pahami bagaimana menciptakan titik pikiran secara tepat sehingga shalat kita dikatakan khusyuk dan benar. Shalat adalah bentuk komunikasi dengan sang maha terkasih allah. Meskipun bersifat melengkapi. kemana pikiran harus kita arahkan saat kita melakukan ibadah shalat? Bila kita yakin bahwa shalat adalah meditasi tertinggi (meditasi transendental). maka shalat ini bersifat melengkapi shalat-shalat wajib. ada lima waktu shalat yaitu saat subuh. yaitu shalat sunnah. KAJIN PUSTAKA 1. Pengertian dan Fungsi Ibadah Shalat a. Shalat juga merupakan rukun islam artinya sesuatu yang wajib dilakukan bila manusia sudah memeluk agama ini. 8 .

dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). mengawasi. Pada dasarnya. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Kesadaran hakikat shalat ini akan memiliki pengaruh kuat dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar. Al Ankabuut : 45)6 6 Departemen agama. hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk menyadari keberadaan tuhan itu dekat yang melampaui batasan ruang dan waktu sehingga kemanapun manusia berada maka dia selalu hadir.cit 9 . Dimensi individual adalah bagaimana shalat itu dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan tuhan.b. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.perbuatan) keji dan mungkar.” (Qs. dan menjadi kekasih yang tidak pernah absen sedikit pun untuk berbagi suka dan duka sekaligus sebagai wujud ketundukan manusia pada dzat yang serba maha dan infinitum ini. Sementara dimensi sosial shalat adalah bagaimana shalat membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat dimana individu yang melakukan shalat itu berada. menjadi teman paling setia. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.” Ini sudah masuk dimensi sosial shalat.                           Terjemahannya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Fungsi ibadah Shalat Ibadah shalat memiliki dimensi individual dan sosial. Loc. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat 45 surat al-‘ankabut “sesungguhnya shalat itu mencegah (manusia) dari perbuatan yang keji dan mungkar.

Y. Disini saya akan menyebutkan beberapa pengetahuan modern yang berkenaan dengan “Pengaruh ketenangan jiwa pada kesehatan jiwa dan fisik manusia dan pengaruh Shalat pada ketenangan jiwa". Raymond breil. Ketenangan jiwa memberikan banyak hal berupa kecerdasan. Dr.7 Sarjana Barat lainnya. Raymond Breil mengatakan. Dari perhitungan dan grafik tersebut menjelaskan bahwa orang yang tidak dikuasai oleh amarah. Ketenangan Jiwa . Ketenangan jiwa diberikan oleh Allah sebagai penghargaan.Leibman.9 7 8 9 Dr.2002.8 Sementara itu. kesehatan. ibid 10 . Dr. Tapi orang berilmu mampu membuat perhitungan dan grafik yang menjelaskan umur seseorang dalam hidupnya.2002 . kesusahan. Setelah dilakukan uji coba selama seperempat abad. Ketenangan dapat tumbuh dan berkembang tanpa bantuan harta bahkan tanpa bantuan kesehatan. ditemukan bahwa ketenangan jiwa merupakan tujuan utama dalam mengarungi hidup. harta dan ketenaran. pengaruhnya menelusup kedalam sisi-sisi keseharian bersikap dan bersosialisasi bahkan terhadap sudut pandang dan kesehatan. bahkan akan menentukan kekhusyuan kita dalam beribadah.2. Ketenangan jiwa itulah yang merupakan factor terpenting terbentuknya kesempurnaan kesehatan”. dan kesedihan ia memiliki ketenangan jiwa.: “Tidak dalam kemampuan seorang peramal (dukun) untuk menghitung umur seseorang.Y.Leibman mengatakan dalam bukunya berjudul ‘ketenangan jiwa’ : “Ketenangan jiwa merupakan pemberian (anugerah) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih. Pengaruh Shalat Terhadap Tubuh dan Jiwa Ketengan jiwa adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita. Potensi ketenangan jiwa mampu mengubah pondokan menjadi istana”. “Pilar terpenting yang menjadi inti kehidupan yang sehat yang terbebas dari penyakit fisik dan jiwa adalah Ketenangan jiwa”. Harry Emerson mengatakan bahwa.

3. Pentingnya Otak 10 11 ibid Departemen Agama. dan amarah para pengemudi. adalah bukti bahwa keimanan mereka bukan hanya kata-kata. Oleh karena itu. Hal yang paling diperlukan untuk menghindari kecelakaan tersebut adalah Ketenagan Jiwa”.” (Qs. Ingatlah. kesusahan. dengan mengingat Allah merekapun mendapat ketenteraman dengan rahmat Allah. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. dan menghancurkan lebih dari satu juta mobil di Amerika dalam satu tahun. baik yang luka maupun yang tewas. direktur Laboratorium Uji Kendali Mobil Amerika Serikat. Kehidupan mereka yang dipenuhi dengan nikmat. dan mudah yaitu dengan berserah kepada Allah. menyimpulkan bahwa : “Mayoritas kecelakaan mobil yang menimpa sekitar dua juta orang .              Terjemahannya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Loc cit. 11 . kita tidak pernah mendengar para sahabat Rasul dan Tabi’in. atau karena pengaruh ketakutan. Ar Ra’d : 28)11 Mereka berlindung kepada Allah untuk menenteramkan hati mereka. sehat.10 Kaum muslim jaman dahulu telah memahami firman Allah SWT.Dr. bahwa mereka menderita penyakit seperti orang-orang modern yang menderita berbagai penyakit mematikan. diakibatkan oleh ketegangan (kekacauan) yang menimpa jiwa para pengemudi. tetapi iman yang menancap di hati dan dilaksanakan oleh anggota badan. Herbert Stock. baik penyakit jiwa maupun penyakit fisik. tenteram.

a. Fakta otak Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% dari dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung 900.000.000.000 (Sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar. Dengan jumlah sel otak yang hanya berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang kesarangnya, dan memberi tahu teman-temannya lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang kesana kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu, lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas diantara mereka. Ada lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah, dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi sarang lebah dari serangan makhluk asing. Hanya 7000 sel optak, lebah sudah sedemikian hebatnya. Berbeda dengan lebah, manusia diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Naum, ni barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas. Kecerdasan seseorang sebenarnya tergantung pada seberapa banyak koneksi sel otak memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bias dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki manusia.

12

Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatihnya, maka akan semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya terjadi bila kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari.12

b. Gelombang otak Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang disebut EEG (electro encepalograph) kita mengenal ada empat jenis gelombang otak, yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Pengukuran gelombang otak ini didasarkan pada getaran yang ditimbulkan oleh otak kita dalam satu detik. Kita mungkin bias berada dalam dua gelombang yang berbeda dalam satu waktu. Masing-masing gelombang ini menjelaskan suatu kondisi operasi otak yang berbeda. 1) Gelombang Beta Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi, dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya
12

Adi.G.W, 2003. Born to be a genius : Otak Manusia, Mengenal Lebih Dekat Neck Top Computer Anda. 2003. Gramedia Pustaka Utama .Jakarta.

13

rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.

Gambar 1.1 : Gelombang Beta 2) Gelombang Alfa Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Kondisi alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Ada beberapa cara untuk bias masuk kedalam kondisi ini dan kita dapat melakukannya secara mudah. Beberapa cara yang biasa diguanakan adalah : a) Meditasi b) Teknik pernapasan c) Relaksasi d) Visualisasi e) Mendengarkan music f) Shalat Kondisi alfa digunakan untk mencapai hasil pembelajaran yang sangat maksimal. Teknik-teknik pembelajaran yang Adi W. Gunawan (pendiri sekaligus direktur the accelerated learning institute and training center of Indonesia) dalami seperti metode accelerated learning (system belajar dipercepat), pembelajaran bahasa asing secara cepat dan mudah, dan membaca
14

Dalam frekuensi yang rendah ini. keheningan yang mendalam. Gambar 1.2 : Gelombang Alfa 3) Gelombang theta Theta (4 – 7.000 kata permenit (buku setebal 300 halaman habis dibaca dalam waktu paling lama 10 menit). semuanya mengharuskan Adi masuk kedalam kondisi Alfa sebelum melakukan kegiatan belajar.dengan kecepatan 68.9 Hz). seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’.3 : Gelombang Theta 4) Gelombang Delta Delta (0. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi.9 Hz). Berikut gambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta.1 – 3. dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar. deep-meditation. Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi. Bila seseorang tidur dalam 15 . Gambar 1. Berikut gambar gelombang alpha. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita.

4 : Gelombang Delta Nah. mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”). Pada gilirannya. dalam hamparan 16 . kualitas tidurnya sangat tinggi. Gambar 1. selalu ada perasaan keheningan yang menggetarkan. perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan. Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha. penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. Dan percayalah. Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha? Bagi Anda yang muslim. Saya berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. para kaum bijak bestari berkisah. Meski tertidur hanya sebentar. hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan. dalam momen-momen kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi. kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus.keadaan delta yang stabil. Begitulah. Dalam momen inilah. dalam momen itu. kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. Dalam frekuensi inilah. ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen.

Untuk orang dewasa yang berusia 24 tahun. 30 menit adalah rentang waktu focus maksimal agar tidak tidak terjadi kelelahan otak yang berlebihan. d. Usia kita anggap menit dengan maksimal 30 menit.kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir. UNTUK KESELAMATAN HIDUP MEMBANGKITKAN EMOSI 17 BELAJAR HAL YANG BARU . Bila ia berusia 35 tahun atau 60 tahun. Idealnya waktu 30 menit ini dibagi menjad 3 bagian. untuk anak berusia 5 tahun. focus optimalnya adalah 24 menit. Perhatikan bagan dibawah ini. serta hasil apa yang ingin dicapai. Dalam segenap jiwa dan batin kita. Urutan prioritas ini akan mempengaruhi tingkat perhatian dan konsentrasi dalam mempelajari sesuatu dan seberapa kuat informasi itu akan tertanam di dalam ingatan kita. Yang pertama adalah masa persiapan. Rentang focus yang optimal Otak ktia tidak dapat dipaksa untuk melakukan focus dalam jangka waktu yang lama. Gunakan waktu selama 5 menit untuk melakukan relaksasi dan menetapkan apa tujuan anda belajar. maka focus optimalnya hanyalah 30 menit. rentang waktu focus optimal yang bias dilakukannya hanya 5 menit. Otak kita belajar dengan menggunakan urutan prioritas. Tiga tingkat efektivitas otak dalam belajar. Setelah itu gunakan 20 menit untuk belajar. c. Contohnya. Jadi. Sedangkan 5 menit yang tersisa digunakan untuk refleksi atas apa saja yang baru dipelajari. kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita. kita bisa menggunakan patokan usia. Untuk mudahnya.

menetapkan tujuan belajar. Ada beberapa cara untuk mengaitkan informasi dengan emosi positif. Prioritas terakhir adalah informasi yang berhubungan dengan proses belajar biasa. Gunawan. Dengan demikian akan semakin kuat daya serap dan ingatan yang terjadi. Prioritas kedua adalah apabila informasi itu membangkitkan emosi.Gambar 2 : bagan tingkat efektivitas otak dalam belajar Sumber : Adi W. 18 . Dalam proses belajar tentu saja kita akan lebih memprioritaskan emosi-emosi yang positif. Semakin dianggap penting untuk keselamatan hidup. menciptakan suasana belajar yang kondusif. Born To Be A Genius (2003) Perhatian dan konsentrasi maksimal akan diberikan oleh otak terhadap informasi yang berubungan dengan keselamatan diri. maka semakin tinggi perhatian dan semakin kuat konsentrasi yang diberikan untuk informasi itu. Informasi ini mendapat perhatian dan konsentrasi yang paling sedikit. yaitu informasi tersebut membangkitkan emosi. Dalam proses belajar tentu sangat sulit untuk membuat situasi dimaan informasi yang kita pelajari seakan-akan sangat menentukan keselamatan hidup kita. maka cara paling efektif adalah dengan menggunakan metode kedua. Karena inisulit terjadi. maka akan semakin kuat pula perhatian dan konsentrasi terhadap informasi tersebut. Diantaranya adalah dengan permainan. baik emosi sedih maupun emosi gembira. Semakin kuat semakin kuat informasi itu membangkitkan emosi kita. dan hadiah yang akan didapat bila tujuan itu tercapai. atau dengan mencari alasan emosional mengapa informasi ini perlu dipelajari.

19 . transfer ilmu. Konsep tentang hubungan sebab-akibat Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapat dipahami daripada sebab yang sifatnya psikis. Konsep tentang letak dan fungsi tubuh Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atau hati. Konsep tentang hidup atau mati. logika. 3. 4. etika. kemarin dulu. dll. Afektif ialah yang berkaitan dengan sikap. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perut dengan cara operasi. Macam konsep yang dimiliki anakanak antara lain : 1. arti atau keterangan tentang sesuatu. Konsep Kemampuan Pemahaman Anak Kemampuan pemahaman setiap manusia dipengaruhi oleh tiga aspek penting. lusa. Sedangkan Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkap sifat. yakni Afektif. Konsep tentang waktu Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi.4. Mati adalah pergi jauh. moral. manajemen emosi. akhlak. Kognitif ialah yang berkaitan dengan aspek pemikiran. 2. dll. Kognitif dan Psikomotorik. Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang bergerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan atau manusia adalah hidup. analisis. kapan. Dapat juga diartikan sebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehingga muncul konsep-konsep.

Konsep tentang uang Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang. Konsep diri Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari penilaian orang lain terhadap dirinya. Bangsa yunani kuno sangat menghrgai orang cerdas yang mempunyai fisik kuat. tradisi. Criteria ini akan berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. Konsep tentang bilangan Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannya namun untuk puluhan belum. Setiap suku bangsa di dunia ini mempunyai criteria tertentu untuk menentukan definisi kecerdasan. dan pengendali perilakunya. pemikiran yang rasional. Konsep tentang keindahan Menganggap indah warna yang menyolok. 9. 7. 10. Definisi kecerdasan a. Konsep tentang peran sex (jenis kelamin) Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki harus kuat atau suka menolong. 8. dan menunjukkan perilaku yang baik dan bermoral. dan kebudayaan. 5. perhatian dari orang lain.5. kondisi. Konsep tentang jarak 6. Definisi kecerdasan tergantung pada situasi. 20 .

Orang aborigin ini dibawa ke newyork dengan segala kemajuan peradaban dan tekhnologinya. tradisi. Sedangkan pada orang-orang keres. dan melukis. dibawah pengaruh filsuf Confucius. Tetapi. Menurut mereka. ilmu perang. namun ada dua tema pokok yang sama dalam jawaban mereka. Ini semua tergantung pada situasi. berdasarkan jejak yang terdapat ditanah.Bangsa romawi pada sisi lain sangat menghargai keberanian. mana yang bisa dimakan dan mana yang beracun. sangat menghargai orang yang mahir dibidang puisi. bila kita balik keadaannya. apakah yang ia lihat? Mungkin saja dokter ini hanya melihat hamparan dataran yang gersang ditumbuhi semak belukar dan kontur dataran yang naik turun. empat belas ahli ilmu jiwa ditanyai oleh editor “journal of education psychology” mengenai arti kecerdasan. Kalau situasinya begini. suku aborigin ini hanya sekali pandang saja akan tahu jenis tanaman yang ada. amerika. sangat menghargai orang yang peduli dengan orang lain. Walauun jawaban mereka bervariasi. kecerdasan adalah : 21 . lalu dokter ini diminta untuk mengamati suatu hamparan dataran. dimana bisa mendapatkan air minum. music. Bangsa cina. kondisi. Bila seorang ahli bedah saraf terkemuka yang tinggal di newyork. kaligrafi. siapakah yang lebih cerdas? Dokter bedah ataukah si Aborigin? Dari contoh diatas sebenarnya sulit untuk mengatakan siapa yang lebih cerdas. Itu saja. Definisi kecerdasan menurut pakar psikologi Pada tahun 1921. jenis hewan apa saja yang dapat dimakan dan yang berbahaya. b. dari suku Indian pueblo. hewan apa saja yang baru lewat dan kemana hewan itu lari atau bersembunyi. siapakah yang lebih cerdasa? Sekarang. Dalam keadaan ini. dibawa kebelantara gurun Australia dan tinggal bersama suku aborigin. dan kebudayaan setempat. Suku aborigin juga akan tahu.

dan bagaimana anda mengatur hidup anda secara umum. 22 . h. belajar dari kesalahan tersebut. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1993) cet. 186. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan berarti untuk menjadi cerdas tidak tidaklah semata-mata bergantung pada nilai atau hasil suatu tes atau ujian disekolah. Sekali lagi.13 Sedangkan spiritual berasal dari kata spirit yang berasal 13 Departemen Pendidikan & Kebudayaan. dan bagaimana anda mengatur hidup anda dengan orang lain. Malah orang yang cerdas sesungguhnya bukanlah orang yang tidak pernah membuat kesalahan. Kapasitas untuk belajar dari pengalaman berarti orang yang cerdasa juga dapat melakukan kesalahan. dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi. bagaimana berhubungan dengan orang lain. (Jakarta : Balai Pustaka. c. Kecerdasan spiritual 1) Pengertian Kecerdasan Spiritual Secara konseptual kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. Orang yang cerdas adalah orang yang membuat kesalahan. Di sini menjadi cerdas meliputi kemampuan anda untuk menangani suatu pekerjaan.1) Kapasitas untuk belajar dari pengalaaman 2) Kemampuan untuk beradaptasi Dua ddfinisi di atas merupakan hal yang sangat penting. Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti. dua puluh empat pakar yang berbeda diminta pandangannya mengenai arti kecerdasan. Enam puluh lima tahun kemudian atau pada tahun 1986. dengan penekanan pada aspek metakognisi-kemampuan berpikir tentang proses berpikir itu sendiri. walaupun mempunyai jawaban yang bervariasi. mereka setuju bahwa cerdas berarti dapat belajar dari pengalaman dan mampu melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan. Ke-2.

h. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia”.14 Dalam kamus psikologi spirit adalah suatu zat atau makhluk immaterial. 2001) cet. Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual. Ke-1.16 Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi. 2003) cet. Kamus Lengkap Psikologi. h. J. terjemahan Ana Budi Kuswandani. kekuatan. bahkan kecerdasan inilah yang dipandang berperan memfungsikan dari kecerdasan IQ dan EQ. biasanya bersifat ketuhanan menurut aslinya.15 Dengan demikian dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang sempurna dari perkembangan akal budi untuk memikirkan hal-hal diluar alam materi yang bersifat ketuhanan yang memancarkan energi batin untuk memotivasi lahirnya ibadah dan moral. Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku atau hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. yang diberi sifat dari banyak ciri karakteristik manusia. semangat. h. (Jakarta : Rajawali Pers. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spritual ESQ. sehingga muncullah suatu paradigma dimasyarakat bahwa otak itu adalah segala-galanya. 6. Chaplin.dari bahasa latin yaitu spritus yang berarti nafas. (Indonesia : PT Pustaka Delapratosa. 480. Ke-1. 57. padahal nyatanya tidaklah demikian. Ary Ginanjar Agustian. Ke-1. moral atau motivasi.P. (Jakarta : Agra. Sebelum kecerdasan ini ditemukan. kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna bila dibandingkan dengan yang lain. 23 . vitalitas energi disposisi. Dalam istilah modern mengacu kepada energi batin yang non jasmani meliputi emosi dan karakter. para ahli sangat bangga dengan temuan tentang adanya IQ danEQ. tenaga. 14 15 16 Toni Buzan. 1989) cet.

cit. Untuk keperluan itu perlulah kiranya Allah mengutus seorang Rasul yaitu Muhammad SAW. Pemaknaan ini kemudian diintroduksi oleh seluruh pemikir agama (spiritualis) dalam “pemahaman makna keyakinankeyakinan dalam konteks sosial mereka”. memenuhi kewajiban agama. Al-Jum’ah. Ini sekaligus menunjukkan klaim bahwa segala perilaku sosial manusia niscaya juga diwarnai oleh “pengalaman yang suci” itu spiritualitasnya. sebagaimana dikutip oleh Sayyed mendefinisikan spiritual sebagai “pengalaman yang suci”. 57. sehingga dengan kemampuan ini akan membantu mewujudkan pribadi manusia seutuhnya. at home atau in side.18 Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya. menuju manusia seutuhnya (hanif). dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. Kebutuhan akan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan. spiritual diasumsikan bukan dalam pengertian diskursifnya. h. melainkan terefleksikan dalam perilaku sosialnya.Rodolf Otto. 62:2 17 18 Ibid. serta untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimilikiseseorang. mengembalikan keyakinan. 8 Ary Ginanjar Agustian. h. sebagai wujud dari pengalamannya terhadap tuntutan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap kekuatan yang berada diluar jangkauan dirinya yaitu Sang Maha Pencipta. 24 .S. Jadi tegasnya. op.17 Selanjutnya Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah. sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya Q.

ternyata roh (dimensi Ilahiyah yang 19 Departemen Agama RI. kemudian kita teruskan pada saat kehamilan. 2005). atau tradisi adalah instrumen wahyu yang ada dalam teks suci. sains pun tidak bisa berdiri sendiri. dan dapat terus kita bangun sejak balita hingga dewasa. Edisi Khat Madinah. Al-Qur’an dan Terjemahannya.19 Spiritual dalam Islam identik dengan kecerdasan ruhaniah yang pada dasarnya tahap pencerdasan ruh ini dapat kita mulai sejak pra kehamilan. Ada dua instrumen yang lazim digunakan dalam dunia spiritual ini yang satu bersifat kolektif dan lainnya bersifat privasi. Dalam memahami spiritual ini. menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah). 25 . instrumen yang digunakan adalah mitos yang termuat dalam legenda-legenda mereka. masyarakat. peradaban. ia niscaya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang muncul dari pemahaman alam bawah sadarnya tentang teladan-teladan spiritual. Yang bersifat kolektif itu bagi suku. (Bandung : Syamil Cipta Media. 553. Jika seseorang dibesarkan dalam tradisi tulis baca yang mengajarkan gambaran antropomorfis Tuhan yang berasal dari teks-teks suci. meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. lantaran “lain dari yang kelihatan” atau yang luar biasa. sedangkan bagi masyarakat yang tidak kenal baca tulis (primitif). h. Ini terjadi karena pada akhirnyapetualangan manusia. Sains tetap membutuhkan instrumen-instrumen.                                Terjemahannya: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya.

Maka makna hidup manusia dengan demikian terletak pada tingkat spiritualitas yang dimilikinya. maka kehidupannya adalah jelmaan dari hidup-Nya. Artinya semakin disadari dan dihayati hakikat diri. Bahkan sebagai tenaga peggerak untuk membentangkan celah dari masa lalu ke masa depan. 2) Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual 20 Sayyed Hossein Nasr. itu akan mewakili kemenangan heroik atas determinisme. Setiap manusia yang memiliki kemampuan transendental. tetapi hal itu harus didorong oleh keyakinan yang dalam bahwa seluruh aktifitas adalah gerakan kekuatan yang ditransfer-Nya (dari kekuatan absolut). Perencanaan alam semesta adalah menyadari akan pengaruh pada penyingkapan penciptaan. bukan atas alam. h. 10.terdapat dalam dirimanusia) dan yang tidak terbatas (dimensi Ilahi yang yang terdapat dalamfinalitas transpersonal Tuhan) adalah identik. Ada sebagian manusia berpendapat bahwa yang dicapai dalam proses pembinaan spiritualitas tersebut itulah Tuhan yang sebenarnya. melainkan akan batasan-batasan pikiran sendiri yang mencegah untuk bekerja secara selaras dengan alam semesta.20 Manusia itu adalah “serpihan” Ilahi sebenarnya. semakin tahu dan kenal akan Tuhan. cit. merupakan bagian dari proses yang berlangsung selama milyaran tahun dan masih berlangsung hingga sekarang yang dengan itu alam semesta terus membentuk debu-bintang menjadi manusia. Menghadirkan Tuhan ke dalam setiap diri memang sangat tidak rasional menurut pandangan ilmiah. Jika perubahan kuantum dalam kesedaran semacam itu benar-benar terjadi. 26 . Sehingga disanalah kepantasaan manusia menyandang gelar makhluk mulia yang dibekali dengan pengalaman suci dan fitrah beragama semenjak ia dari kandungan ibunya. op..

Satiadarma & Fidelis E. Waruwu. b) Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak. ada 5 ciri orang yang cerdas secara spiritual.htm (tidak diterbitkan) Monty P.22 Dari dua pendapat tersebut diatas.id/doc/artikel/sqanak. (Jakarta : Pustaka Populer Obor. Dua karakteristik diatas disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. bersyukur atau mengungkapkan terima kasih. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah disekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. Anak yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. 2003) cet. ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. bersikap rendah hati. Emmons sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat. Ia memasuki dunia spiritual. Menurut Marsha Sinetar (2000). penulis menyimpulkan bahwa anak yang 21 22 www. 46. e) Kemampuan untuk berbuat baik. menunjukkan kasih sayang dan kearifan. d) Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah. intuisi dan kekuatan “keakuan” atau “otoritas” tinggi. pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mempunyai kesadaran diri yang mendalam.21 a) Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material. yaitu memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan seperti memberi maaf. Ia merujuk pada warisan spiritual yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. 27 .Roberts A. muthahhari. Ke-1. c) Kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari. hanyalah sebagai dari kebajikan.or. kecendrungan merasakan “pengalaman puncak” dan bakat-bakat “estetis”. h. Mendidik Kecerdasan.

cerdas secara spiritual akan terlihat dalam beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh anak tersebut. Diantara ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual adalah:
3) Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Menurut Stephen R. Covey seperti yang dikutip oleh Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Rohaniyah, visi adalah pengejawantahan yang terbaik dari imajinasi kreatif dan merupakan motivasi utama dari tindakan manusia. Visi adalah kemampuan utama untuk melihat realitas yang kita alami saat ini untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada.23 Visi adalah komitmen (keterikatan, akad) yang dituangkan dalam konsep jangka panjang, yang akan menuntun dan mengarahkan kemana ia harus pergi, keahlian apa yang kita butuhkan untuk sampai ketujuan, dan bekal apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. Seseorang yang cerdas secara spiritual akan memiliki tujuan hidup berdasarkan alasan-alasan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun dihadapan Allah SWT nantinya. Dengan demikian hidup manusia sebenarnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja seperti; makan, minum, tidur, berkasih sayang dan sebagainya, tetapi lebih jauh dari itu, manusia juga memerlukan kebutuhan rohani seperti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah yang tujuan akhirnya adalah untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. Orang yang memiliki tujuan hidup secara jelas akan memperoleh manfaat yang banyak dari apa yang telah dicita-citakannya, diantara manfaat tujuan hidup adalah: 1) Mendorong untuk berfikir lebih mendalam tentang kehidupan. 2) Membantu memeriksa pikiran-pikiran yang terdalam.
23

Toto Tasmara, Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi, (Depok : Gema Insani Pers, 2003) cet. Ke-3, h. 10

28

3) Menjelaskan hal-hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. 4) Memperluas cakrawala pandangan. 5) Memberikan arah dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini. 6) Membantu dalam mengarahkan kehidupan. 7) Mempermudah dalam mengelola potensi dan karunia yang ada. Kualitas hidup seseorang sangat tergantung kepada persepsinya terhadap tujuan hidupnya. Persepsinya terhadap tujuan hidupnya amat dipengaruhi pula oleh pandangannya terhadap dirinya sendiri, jika seseorang selalu pesimis dalam melaksanakan aktivitas yang menjadi tujuannya, maka ia juga akan memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Demikian pula sebaliknya, orang yang selalu optimis dalam kehidupan, maka keberhasilan juga akan selalu dekat dengannya. Firman Allah dalam Q.S. Fushshilat (41), ayat : 46.

              
Terjemahannya: Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekalikali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).24 4) Memiliki Prinsip Hidup Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang teguh kepada pencipta yang abadi yaitu prinsip yang Esa. Kekuatan prinsip akan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, jalan mana yang akan dipilih, apakah jalan yang benar atau jalan yang salah. Semuanya tergantung kepada

24

Departemen Agama RI, Op. Cit., h. 481.

29

keteguhannya dalam memegang prinsip yang telah ditatapkannya. Seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams (91), 8-10.

              
Terjemahannya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)25 Berdasarkan firman Allah di atas, manusia telah diberi potensi yang mengarah kepada kebaikan oleh Allah, tinggal bagaimana seseorang menjadikan potensi tersebut sebagai bekal untuk senantiasa berpegang kepada prinsip yang benar yaitu sesuai dengan panggilan hati nuraninya. Orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang menyadarkan prinsipnya hanya kepada Allah semata, dan ia tidak ragu-ragu terhadap apa yang telah diyakininya berdasarkan ketentuan Ilahiah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat, ayat : 30.

                      
Terjemahannya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.26
25 26

Ibid, h. 595. Ibid, h. 480.
30

tentu saja tidak datang begitu saja. akan lahir nilai-nilai moral yang baik karena seluruh tindakan atau perbuatannya berdasarkan panggilan jiwanya yang suci. tanpa proses terlebih dahulu. 75. Dengan kesadaran itu pula. (QS. Maha Suci Engkau. sehingga akan lahirlah pribadi-pribadi yang teguh memegang prinsip keimanannya. Firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran ayat 191:                       Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. tatapi melalui pembersihan jiwa dengan memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah.27 6) Cenderung kepada Kebaikan 27 Ibid. bahwa dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan tidak satupun yang luput dari pantauan Allah SWT. h. Perasaan selalu merasakan kehadiran Allah dalam jiwa kita. maka peliharalah kami dari siksa neraka.5) Selalu Merasakan Kehadiran Allah Orang yang memiliki kecerdasan spiritual selalu merasakan kehadiran Allah. Ali ‘Imran (3) ayat 191). 31 . tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.

lelaki dan perempuan. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.28 7) Berjiwa Besar Manusia yang memiliki kecerdasan ruhiyah atau spiritual. bahkan ia akan menjadi karakter yang berkepribadian yang lebih mendahulukan kepentingan umum dari dirinya sendiri. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.                                                                                                                          Terjemahannya : Dan orang-orang yang beriman. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah. Manusia seperti ini sangat mudah memaafkan dan meminta maaf bila ia bersalah.                         28 Ibid. Allah menjelaskan hal ini dalam surat Ali Imran. akan sportif dan mudah mengoreksi diri dan mengakui kesalahannya. 198. h.Insan yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu termotivasi untuk menegakkan nilai-nilai moral yang baik sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan menjauhi segala kemungkaran dan sifat yang merusak kepada kepribadiannya sebagai manusia yang beragama. mencegah dari yang mungkar. 3 : 134. 9 : 71. 32 . mendirikan sembahyang. menunaikan zakat.

padahal ketiganya saling mempengaruhi. adalah orang yang peka dan memiliki perasaan yang halus. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengilustrasikannya seperti dibawah ini: 29 Ibid. mudah tersentuh dan bersimpati kepada keadaan dan penderitaan orang lain. 33 .               Terjemahannya: (yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya). Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. baik diwaktu lapang maupun sempit. EQ dan SQ bagaikan segitiga sama kaki. 67. Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Kecerdasan klasik yang masih permanen sampai hari ini adalah pemisahan antara SQ. IQ dan EQ. h. suka membantu meringankan beban orang lain. Dari literatur yang penulis baca salah satu diantaranya adalah ESQ karangan Ary Ginanjar dalam tulisannya menggambarkan bahwa hubungan IQ. dimana ketiga sudutnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.29 8) Memiliki Empati Manusia yang memiliki kegemilangan spiritual. d.

pada sikapnya berupa ketawadhu’an.. op. cit.Gambar 3 : Ilustrasi Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Gambar segitiga ini menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. pada gerakannya berupa kebajikan. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). karena setelah 30 Ary Ginanjar. Hal ini adalah sebagai bantahan terhadap pendapat para tokoh yang mengatakan bahwa IQ dan EQ saja yang memberi makna hidup dan mengarahkan aktifitas manusia. IQ dan EQ ternyata tidak mampu mencapai kehidupan yang tenang dan abadi.30 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. xliv. 34 . bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan manusia SQ-lah yang mutlak harus dimiliki. pada amalnya berupa keshalihan.

Berdasarkan atas cerdas dan tidaknya ketiga piranti kecerdasan tersebut. dia cerdas keseluruhannya baik otak. h. Kedua. EQ dan SQ. 2003). Orang tersebut sangat mungkin untuk gagal dalam karirnya sekaligus gelisah hidupnya. dia cerdas ruhnya. (Jakarta:Yayasan Ukhuwah. terdapat beberapa kemungkinan pada diri seseorang.keduanya dimiliki masih terasa kegelisahan jiwa. 53 35 . Namun SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan jiwa yang tenang. Orang tersebut dapat berhasil dalam karirnya tetapi merasakan kekosongan dalam jiwanya. cerdas otak dan hatinya. Yang demikian itu menjadikan hubungan antara ketiganya (IQ. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga sebelum 31 Dedhi Suharto. tapi tidak memiliki kecerdasan hati maupun kecerdasan ruh yang tinggi. Qur’anic Quotient. Keempat. Ketiga. Pertama. cet ke-1. Dan kelima. Orang yang cerdas keseluruhannya akan mampu menjaga interaksi sosialnya serta mampu memelihara ketenangan batinnya. tapi tidak memiliki kecerdasan ruh yang tinggi. Ak. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual Dalam Keluarga Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Dengan demikian pada akhirnya akan terdapat tiga kondisi kecerdasan yaitu. EQ. dia cerdas hati dan ruhnya. Fungsi dan peran yang paling dominan dalam setiap kehidupan adalah kombinasi antara kecerdasan IQ. hati. dia cerdas otaknya. dia cerdas otaknya maupun hatinya. Orang yang cerdas otak dan hatinya akan dapat memelihara pergaulan sosialnya meskipun mudah terganggu ketenangan batinnya. dan SQ) saling berhubungan. serta cerdas keseluruhannya. e.31 Orang yang cerdas otak tapi ‘jeblok’ hati dan ruhnya akan terganggu pergaulan sosialnya dan ketenangan batinnya. hanya cerdas otaknya saja. maupun ruhnya. Orang tersebut akan berhasil dalam karir serta kehidupannya.

Disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. 3) Sumber kasih sayang dan penerimaan. verbal dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri. 7) Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik. Orang tua sebagai pendidik utama dan utama bagi anak merupakan penanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. 5) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat. 9) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi. 8) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi.mengenal masyarakat yang lebih luas. 4) Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah. agama dan spiritualnya. dan 36 . Secara psikososiologi keluarga berfungsi sebagai: 1) Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainya. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak. baik disekolah maupun di masyarakat. 6) Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan. 2) Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis.

sandang. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua kebutuhan biologis keluarga seperti. c) Fungsi pendidikan.10) Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk mendapatkankan teman diluar rumah. maksudnya dikeluargalah tempat orang tua untuk memenuhi semua kewajibanya selaku kepala keluarga.32 Sedangkan dari sudut pandang sosiologis. keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan bagi semua anggota keluarganya. e) Fungsi perlindungan. fungsi keluarga dapat diklasifikasikan kedalam fungsi-fungsi berikut : a) Fungsi biologis. h. maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama bagi keluarga. maksudnya keluarga merupakan buaian atau penyemaian bagi masyarakat masa depan. 2001). f) Fungsi rekreatif. pangan dan sebagainya. b) Fungsi ekonomis. atau apabila persahabatan diluar rumah tidak memungkinkan. d) Fungsi sosisalisasi. dimana dikeluargalah tempat dimulainya pendidikan semua anggota keluarga. 38 37 . (Bandung:Rosda Karya. g) Fungsi agama. keluarga merupakan tempat perlindungan semua keluarga dari semua gangguan dan ancaman. Fungsi ekonomi dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233 :                    32 14 Syamsu Yusuf LN.

A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. (QS: 2. telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. h. yaitu : Terjemahannya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. Seseorang tidak akan dibebani (dalam memberi nafkah). edisi Khat Madinah. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. dan barang siapa yang tidak bersyukur. melainkan menurut standar 33 kemampuannya”. tt). Bukhari). h. (Luqman : 12)35 33 Departemen Agama RI. 2005). h. yaitu. Shahih Bukhari. 412. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya. 38 . (Bandung : Syamil Cipta Media.. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah). (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy. Al-Qur’an dan Terjemahannya. 34 Bukhari. ”Bersyukurlah kepada Allah”. Nasrani atau Majusi”.125 35 Departemen Agama RI. (HR. op. lagi Maha Terpuji”. 233) Fungsi pendidikan (edukatif) dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. 37.34 Dalam Al-Qur’an al-Karim surat Surat Luqman ayat 12 :                           Terjemahannya: ”Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman.         Terjemahannya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). cit.

Jika akidah anak berbeda dengan kedua orang tuanya keduanya selalu dihormati. Karena melalui kedua orang tuanyalah mereka dilahirkan dimuka bumi sehingga sewajarnyalah keduanya dihormati. Zakiah Darajat sebagaimana dikutip Syamsu Yusuf mengatakan. bahwa kandungan surat Luqman ayat 12 s. mengandung pokok akidah yaitu kepercayaan terhadap Allah yang menimbulkan jiwa merdeka dan bebas dari pengaruh benda dan alam serta merupakan dasar utama tegaknya rumah tangga sakinah.d 19 meliputi:36 a) Pembinaan jiwa orang tua 36 Syamsu Yusuf LN. sebagaimana disarikan berikut ini: inti hikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada Luqman telah disampaikan dan diajarkan kepada anaknya sebagai pedoman utama dalam kehidupannya yaitu: supaya jangan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya karena mempersekutukan Allah merupakan dosa besar.Cit. Hamka menafsirkannya. Untuk memperkuat pribadi. dicintai dengan sepatutnya dengan yang ma’ruf. Ayat ini juga menganjurkan untuk berbuat baik.Terkait dengan penafsiran ayat-ayat diatas (surat Luqman ayat 12). Op. dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. Dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung dasar-dasar pendidikan bagi seorang muslim. hati. Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya. meneguhkan hubungan. Juga dijelaskan pedoman. h. Dengan shalat kita melatih lidah. disayangi. dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pendidikan anak-anak kaum muslimin. Allah tidak menyukai orangorang yang sombong. Kecintaan terhadap kedua orang tua tidak boleh mengalahkan akidah. mawaddah dan rahmah. karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan dari Allah. memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. jika terjadi pertikaian pendapat antar orang tua dengan anak yang berbeda akidah.40 39 . maka dirikanlah shalat.

ibadah (menegakkan shalat. (sesuai) Fitrah Allah disebabkan Dia telah 40 .(kewajiban bersyukur kepada Allah). Kebiasaan dan tradisi yang diperoleh seorang anak dari keluarganya akan diwarnai adat dan kebiasaan temantemannya. rajin beramal shaleh dan dakwah) dengan kata lain memerintah atau mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan melarang atau mencegah orang lain berbuat kejahatan/keburukan. b) Pembinaan atau pendidikan kepada anak yang menyangkut aspek-aspek: iman dan tauhid (tidak mensyukuri Allah) akhlak atau kepribadian (bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. Oleh karena itu Islam melarang bergaul dengan teman yang jahat dan buruk. bertaubat. karena pada dasarnya pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Namun demikian. Pendidikan keluarga dipandang sebagai pendidikan pertama dan utama karena peranannya yang begitu besar sebagai peletak pondasi pengembanganpengembangan berikutnya. bersifat sabar dalam menghadapi musibah. tidak bersikap sombong atau angkuh kepada orang lain). Pertumbuhan anak dibawah asuhan ayah dan ibu merupakan sebaik-baik sarana bagi pembinaan akhlaknya.. kurangnya pengetahuan anggota keluarga juga dapat berpengaruh (negatif) bagi keturunan mereka. Pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak mempunyai peran yang besar sekali bagi kehidupan dan masa depan anak. Hal ini mengingat bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan Allah berdasarkan Fitrah-Nya (QS Ar-Ruum : 30) :                                      Terjemahannya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam).

407. Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. sebagai penghubung antara keluarga dan masyarakat dengan memberikan pendidikan terhadap anaknya berupa komunikasi terhadap sesamanya memberi perasaan aman dan perlindungan terhadap keluarganya. Peranan ibu dalam pendidikan anak lebih dominan dari peranan ayah. hal ini agaknya dapat dipahami karena ibulah orang yang lebih banyak mengerti anak sejak seorang anak lahir.Nisaa’ Ayat: 34                                  37 38 39 Departemen Agama RI.(Baitul hikmah Press.38 Peranan ayah terhadap anaknya tidak kalah pentingnya dari peranan ibu. An.menciptakan manusia menurut (Fitrah) itu. Ar-Ruum ayat 30 diatas adalah bahwa diantara yang dibawa sejak lahir telah membawa potensi untuk didik dan mendidik. h. op. h. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. (itulah) agama yang lurus. Ilmu Pendidikan. h. Abu Ahmadi.” 37 Yang dimaksud dengan Fitrah pada QS. cit. ibulah orang yang selalu ada di sampingnya. 180 Rehani. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Ke-1. Pendidikan anak dalam keluarga adalah tanggung jawab orang tua terutama ibu. 91 41 . bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan.39 Hal ini dapat dipahami berdasarkan QS. Ayah merupakan sumber kekuasaan yang memberikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan..cet.2001).

menjaga tutur kata.. Mencerdaskan Anak. Sebab itu maka wanita yang saleh. cit. oleh karena Allah telah memelihara (mereka). membaca dan mentala’ah Al-Quran. emosional. Kebutuhan jasmani anak seperti makanan. moral dan intelektualitasnya. Sepertinya kepribadian dan kecerdasan anak terbangun melalui transmisi spiritual. Upaya pencerdasan dapat dilakukan oleh siapa saja tidak memandang apakah ibu yang hamil itu cerdas atau tidak. intelektual.h. dan pukullah mereka. Dari satu sisi.2000). Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.                Terjemahannya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. kesehatan dan sebagainya. 40 Secara garis besar ada dua kebutuhan anak yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani (spiritual). ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.41 40 41 Departemen Agama RI. pakaian. dalam kedokteran dikatakan bahwa kualitas makanan yang diberikan kapada anak balita akan menentukan kualitas kecerdasan dan kemampuan anak. h. Antara kebutuhan jasmani dan rohani terdapat keterkaitan satu sama lain. 84 Suharsono. emosional dan moral ibunya. Peningkatan ini banyak ditempuh dengan memperbanyak ibadah shalat sunat. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). (Jakarta : Intiusi Press. 118 42 . perumahan. dan karena mereka (lakilaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Kemudian jika mereka mentaatimu. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya. gemar berinfak dan bersedekah (dermawan) serta akhlak terpuji lainya. Karena itu ibu yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk meningkatkan bobot spiritual. op. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka.

Pandangan ini didasarkan pengamatan para ahli jiwa terhadap 42 Hasan Langgulung.42 Menurut Hurlock (1956:434). seyogianya bersamaan dengan perkembangan kepribadianya yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu sejak dalam kandungan. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya anak-anak yang sehat dan cerdas tetapi spiritualnya belum tentu cerdas. (Jakarta : PT. . Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan Spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dan upacara-upacaranya. dan menolong mengembangkan sikap agama yang betul. Ke-3.372 43 . h. Oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak balita agar otaknya tumbuh dengan sempurna. Orang tua cendrung lebih memperhatikan kebutuhan jasmani anak dari pada kebutuhan dalam mencerdaskan spiritualnya. keluarga merupakan “training centre” bagi penanaman nilai-nilai pengembangan fitrah atau jiwa beragama anak. disamping melakukan anak dengan penuh kasih sayang. Faktor kasih sayang sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. termasuk mula-mula sekali adalah iman yang kuat kepada Allah. orang tua (ayah dan ibu) hendaknya memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani anak. 1995) cet. Namun dewasa ini tidak sedikit para orang tua yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan akan spiritual anak. takut kepada Allah dan selalu mendapat pengawasan dari pada-Nya dalam segala perbuatan dan perkataan.Berdasarkan hal tersebut. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya caracara yang betul untuk menunaikan syiar-syiar dan kewajiban agama. Hari akhirat. Rasul-rasul-Nya. Malaikat. Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. KitabKitab-Nya. Al Husna Zikra.

Menerima anak sebagaimana biasanya. kebiasaan berprilaku atau tata cara hidupnya merupakan unsur-unsur pandidikan yang tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan fitrah beragama anak. Dalam membina dan mengembangkan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. berzikir. maka seyogianya dia memiliki kepribadian yang baik atau berakhlakul karimah (akhlak yang mulia). 2) Orang tua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik. baik yang menyangkut sikap. Sikap dan perlakuan orang tua yang baik adalah yang mempunyai karakteristik : a. dan tokoh yang diidentifikasi atau ditiru anak. ternyata dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tua (terutama ibu) pada waktu anak masih dalam kandungan. disamping upaya-upaya yang telah dilakukan diatas.orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. Op. Kepribadian orang tua. membaca Al-Qur’an dan memberi sedekah serta amalan shaleh lainnya. 43 44 Syamsu Yusuf LN. Memberikan curahan kasih sayang yang ikhlas. begitu pula perlakuan yang permisif (terlalu memberi kebebasan) akan mengembangkan pribadi anak yang tidak bertanggung jawab atau kurang memperdulikan tata nilai yang dijunjung tinggi dalam lingkungannya. orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah. 139 44 . h. c. maka ada beberapa hal lagi yang perlu menjadi perhatian orang tua yaitu sebagai berikut:44 1) Karena orang tua merupakan pembina pribadi yang pertama bagi anak.Cit. h. sebaiknya pada saat bayi masih berada dalam kandungan. Perlakuan yang otoriter (perlakuan yang keras) akan mengakibatkan perkembangan pribadi anak yang kurang diharapkan. Bersikap respek atau menghargai pribadi anak. berdo’a. 138 Ibid.43 Oleh karena itu. b. seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat.

Memaafkan kesalahan anak. Mau mendengarkan pendapat atau keluhan anak. dan anak dengan anak). meminta maaf bila ternyata orang tua sendiri salah kepada anak. sehingga pada gilirannya anak dapat membedakan mana yang baik dan terbaik dan mana yang buruk dan terburuk. 45 . Untuk memelihara keluarga dari segenap hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam neraka tentu tidak mudah begitu saja. bersikap jujur menjalin persaudaraan dengan orang lain. e.d. Hubungan yang harmonis penuh pengertian dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik. mengajarkan atau melatih ajaran agama terhadap anak seperti: Syahadat. Sebagai orang tua. 3) Orang tua hendaknya memelihara hubungan yang harmonis antar anggota keluarga (ayah dengan ibu. lafaz zikir dan akhlak terpuji seperti bersyukur ketika mendapat anugerah. Do’a-do’a. Shalat (bacaan dan gerakanya). f. 4) Orang tua hendaknya membimbing. seperti keras kepala. mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan sehari-hari. pembohong dan sebagainya. Karena itu dibutuhkan suatu proses pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap tugas-tugas tersebut. Sedangkan yang tidak harmonis. dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. Meluruskan kesalahan anak dengan pertimbangan atau alasan-alasan yang tepat. Dengan cara membiasakan anak sejak dini dengan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama diharapkan akan terbentuk akhlak dan pribadi yang baik pula dimasa-masa selanjutnya. tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmaniah anak semata tetapi juga kebutuhan akan spiritual anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. orang tua dengan anak. Bacaan Al-Qur’an. seperti sering terjadi pertentangan atau perselisihan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak yang tidak baik.

fana dan paraksal. 2001).Spot ( Fitrah) Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Namun sekarang kemajuan teknologi dan sains yang betulbetul memanjakan kebutuhan material menyebabkan manusia gagal mencapai puncak spiritual.45 Karena God-Spot adalah pusat spiritual. Ke-1. maka ia dipandang sebagai sumber suara hati manusia.a. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual Ada beberapa faktor yang menentukan kecerdasan spiritual seseorang. xxxviii 46 . Tuhan dan alam. yang merupakan pusat spiritual terletak antara jaringan saraf dan otak. potensi qalbu (hati nurani) dan kehendak nafsu. God-Spot di samping sebagai penentu spiritual. manusia dan alam sekitar. Spiritual sebagai pengalaman horistik merupakan jati diri yang fundamental bagi manusia. Ketiga hal ini perlu dikaji lebih jauh karena manusia dimanapun di dunia ini selalu merindukan puncak keagungan yang ditandai dengan segala dimensi eksistensinya. maka ia di pandang sebagai faktor penentu. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta: Arga. Spiritual adalah jalan yang paling ideal yang memberikan makna hidup bagi manusia di antara makhluk Allah yang lain. Ramachandran telah berhasil menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. God. Akibatnya mereka tersesat di medannya sediri dan hampa dalam menjalani hidup yang sedang dilaluinya.S. yang menuntun kejalan hidup yang tidak ambigu. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: a. Di antaranya sumber kecerdasan itu sendiri (God-Spot). bahwa seorang ahli syaraf dari California University yaitu V. Semua itu disebabkan oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari manusia dalam menjaga keseimbangan dialektis antara dirinya. Agar terhindar dari kesesatan hidup yang sedang di jalani ini. Suara hati tersebut selalu menganjurkan 45 Ary Ginanjar Agustian. yaitu hubungan yang harmonis antara Tuhan. h. cet.

Al-Qur’an dan Terjemahannya. Dryarkara ialah adanya suara hati manusia. h. (Jakarta: Kalam Mulia. Mac.46 Dalam tafsir al-Maraghi ayat ini menerangkan bahwa manusia telah memiliki janji naluri (fitrah) antara Allah dengan manusia.                                  Terjemahannya: Dan (ingatlah). 1987).47 Bukti adanya perjanjian ini menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam fitrah manusia. kami menjadi saksi. Suara hati itu adalah suara Tuhan yang terekam di dalam setiap jiwa setiap manusia. 2005) hal. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. maka suara hatinya akan menasehatinya. Hal ini dapat dijumpai dalam Q.agar selalu berbuat sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan meninggalkan segala kemungkaran dan kejahatan. Tafsir Al-Maraghi. (Bandung : Syamil Cipta Media.11 Syahminan Zaini. 189 Ibid.S. Scheler mengatakan bahwa penyesalan adalah tanda kembalinya kepada Tuhan. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami). cet. 173. Seandainya masih dilakukan hal yang tidak baik tersebut ia pasti akan menyesal.Maragi. Ke-1.49 46 47 48 49 Departemen Agama RI. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan fitrah Islam yaitu dengan menaruh dalam hati mereka iman yang yakin. Al-A’raf ayat: 172. Ahmad Mushthafa Al. 1 47 .” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (terjemahan Anwar Rasyidi. 1995).. h. Sedangkan menurut N.48 Sehingga bila manusia berbuat tidak baik. edisi Khat Madinah.

2001). Kekuatan yang dibangun dalam jiwa merupakan manifestasi dari god-spot sebagai tanda bahwa manusia adalah “bagian” dari Tuhan itu sendiri. Kemampuan untuk mengolah. secara klasik sering dihubungkan denganpolemos. (Jakarta: Gema Insani. Fu’ad mampu menerima informasi dan menganalisisnya sedemikian rupa sehingga diperoleh pelajaran dari informasi tersebut. Ke-I. Ini adalah merupakan realisasi dari kecerdasan spiritual. memilih dan memutuskan segala informasi yang dibawa 50 Toto Tasmara. untuk itu god-spot dan suara hati adalah bagian penting manusia yang mesti dipertahankan. Diantaranya adalah sebagai berikut: c. dan jauh dari sikap kebohongan. Menangkap dan memahami pengertian qalbu secara utuh adalah kemustahilan. artinya tidak mungkin ada pemisah antara Tuhan dan manusia. Itu hanyalah sebagai asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena didalam qalbu terdapat potensi yang sangat multi dimensional. b. Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada objektifitas. eros. Potensi Qalbu Menggali potensi qalbu. cinta dan logos pengetahuan. Qalbu diberi potensi pikir yaitu hati dalam bentuk fu’ad. 93 48 . Kecerdasan Ruhaniah. Fu’ad mempunyai tanggung jawab intelektual yang jujur kepada apa yang dilihatnya. amarah. Fu’ad yang bersikap jujur dan objektif akan selalu haus dengan kebenaran dan bertindak atas rujukan yang benar pula. cet. Fu’ad Merupakan potensi qalbu yang sangat berkaitan dengan indrawi.Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa nasihat yang dikeluarkan oleh suara hati membuat manusia selalu dalam keadaan benar. h. mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak manusia (fungsi rasional kognitif). kejujuran. God-Spot adalah kendali kehidupan manusia secara spiritual.50 Padahal dimensi qalbu tidak hanya mencakup atau dicakup dengan pembatasan katagori yang pasti.

Karena shadr bisa melihat masa silam sebagai pedoman pelaksanaan sebuah manajemen hidup saat ini dan masa mendatang.51 d. Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. memilih dan memilah seluruh data yang masuk dalam qalbu. berbeda dengan Fu’ad yang berorientasi kedepan. dan keberanian yang sama besarnya dengan keberanian untuk menerima kejahatan dan kemunafikan. niat. Fungsi akal adalah membantu fu’ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir.oleh sentuhan indra. Pengawas setia sang fu’ad adalah akal. 101 49 . berpikir. indah. Sehingga dengan demikian ada sebuah 51 52 Ibid. kebenaran. Dengan kompetensinya untuk melihat dunia masa lalu. pengalaman dan keberhasilan sebagai cermin. dapat dipahami bahwa orang yang shadrnya terkendali. Fu’ad memberi ruang untuk akal. mempunyai fungsi emosi (marah.52 Dari penjelasan di atas. bertafakur. wujud. Shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan. h. 96 Ibid. Shadr mempunyai potensi besar untuk hasrat. zikir. h. benci. Di dalam ini pula tersimpan rasa cemas dan takut. karena ia mampu menyiasati hidup dengan membangun manajemen yang terkendali dan mantap. sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit apapun menjadi indah dari karyanya. manusia mempunyai kemampuan untuk menimbang. efektif). kesejarahan. kemauan. serta nostalgia melalui rasa. pendengaran dan penglihatan yang secara nyata yang sistimatis diuraikan dalam AlQur’an. Shadr memandang pada masa lalu. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang bermuatan moral. cinta. dan nyata dengan mempergunakan fungsi nazhar indra penglihatan. Shadr Shadr berperan untuk merasakan dan menghayati atau. membanding dan menghasilkan kearifan.

Fitrah manusia yang dimuliakan Allah. Potensi hawaa selalu ingin membawa pada sikap-sikap yang rendah. pengaruh. merayu dan menyesatkan tetapi sekaligus memikat. Potensi hawaa cendrung untuk membumi dan merasakan nikmat dunia yang bersifat fana. Sementara manusia sebagai makhluk mulia telah diamanahi Allah dengan tugas yang 53 Ibid.53 Dari penjelasan ini. menggoda. tetapi karena manusia mempunyai hawaa ini. Namun fu’ad dan shadr harus mengendalikan kerjanya hawaa. kekuasaan. maka fu’ad dan shadr memiliki tugas berat untuk mengatasi kekuatan hawaa yang selalu membawa kearah kebinasaan dan kehancuran sehingga lenyaplah kenikmatan yang kekal dan abadi yaitu keabadian disisi Tuhan Yang Maha Esa. Walaupun cahaya di dalam qalbu pada fitrahnya selalu benderang. maka seluruh qalbu bisa rusak binasa karena keterpikatan dan bisikan yang dihembuskan setan kedalam potensi seluruh hawaa. dan keinginan untuk mendunia. akhirnya tergelincir menjadi hina dikarenakan manusia tetap terpikat pada dunia. maka pendidikan itu sendiri juga berorentasi kepada pembinaan shadr yang ada dalam setiap qalbu manusia. e. Sebagai penentu nasib setiap makhluk. Dengan kata lain. h. Pendidikan sebagai langkah awal mencapai kesejahteraan dan keseimbangan hidup manusia. Pemeliharaan terhadap Fu’ad dan Shadr juga penulis pandang sebagai proses perjalanan spiritual. karena berfungsi sebagai tenaga penggerak kehidupan manusia. yang kerjanya hanya mengabdikan segala hidupnya untuk suatu tugas tertentu saja. Hawaa Merupakan potensi qalbu yang mengarahkan kemauan. Di dalamnya ada ambisi. Hawaa sebenarnya juga harus dipertahankan dalam hidup manusia. shadr adalah sebuah sumber kecerahan sebuah kehidupan. Tanpa hawaa tentu manusia berubah wujud menjadi malaikat yang kehidupanya statis. 104 50 .kepastian menjalani hidup berikutnya.

maka proses pengolahan apapun yang diterima otak akan ditangkap dengan baik dan dijalankan tubuh sesuai perintah otak. Selanjutnya penulis akan mengungkapkan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan secara umum yaitu: 1) Faktor genetik/ bawaan Faktor ini lebih merupakan potensi kecerdasan yang sudah ada atau terberikan karena terkait dengan saraf-saraf yang ada pada organ otak. Manusia yang merupakan bagian dari-Nya. diantaranya sebagai “khalifah fil ardi”. Tetapi karena spiritual belum bekerja semaksimal mungkin dalam kehidupan seluruh jiwa. yaitu fu’ad. maka dosa besar menyelimuti sehingga sinar Ilahi yang menyinari qalbu setiap manusia memudar dan bahkan lenyap sama sekali. tentu banyak tugas yang mesti diselesaikannya dalam waktu yang sudah ditetapkan-Nya. shadr dan hawaa sebagaimana yang telah di jelaskan diatas. Hasilnya? Apa yang di kerjakan anak akan memberi hasil terbaik. Jika organ dalamnya baik. Bagaimana kecepatan otak mengola atau memproses masukan yang didapat amat tergantung pada kondisi dan kematangan organ vital yang satu ini.) Faktor lingkungan Kapasitas atau potensi kecerdasan yang sudah terberikan dalam diri setiap anak tidak akan berarti apa-apa kalau lingkungan sama sekali tidak berperan dalam 51 . Ketiga hal itu juga di pandang sebagai faktor dominan untuk mewujudkan spiritual dalam jiwa manusia. 2. maka setiap manusia kerja ekstra keras untuk mewujudkan keseimbangan ketiga potensi tersebut. Demi penyelesaian seluruh tugas. semestinya patuh dan taat terhadap segala ketetapan-Nya.sangat banyak. Sebagai seorang khalifah.

(http://www. sampai dia tumbuh besar. Dengan itu dapat membuat potensi kecerdasan anak mencapai maksimal. Arti Sehat dan Bahagia. Caranya dengan mencurahkan kasih sayang. Contohnya ketika masih dalam kandungan. Setelah anak lahir. menumbuhkan empati dan afeksi. Bagi Anak. stimulus lebih diarahkan pada pendengaran menggunakan irama musik dan tuturan ibu dan ayah.tabloidnakita. baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental/emosi anak. Pengaruh lingkungan rumah ini berkaitan pula dengan masalah: a. disamping memberi stimulasi dengan menanamkan nilai-nilai moral dan kebijakan secara konkret.htm) 52 .1) Stimulus. saat lahir.) Lingkungan rumah. Tentu saja dengan intensitas dan bentuk stimulasi yang berbeda-beda pula pada setiap tahap perkembangan. com/Khasanah/khasanah06309-01. Di sini ada empat faktor lingkungan yang dapat mengasah potensi anak yaitu: 54 a. Lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung terpenting bagi kecerdasan anak. Begitu stimulasi lainya yang dapat merangsang dan mengembangkan kemampuan kognisinya maupun kemampuan lain. Secara mental orang tua juga menstimulasi anak dengan menciptakan rasa aman dan nyaman sejak masa bayi. faktor stimulus menjadi sangat penting. Dalam lingkungan keluarga anak menghabiskan waktu dalam masa perkembangannya. Untuk menjadikan anak cerdas. Orang tua dapat memberikan stimulus sejak anak masih dalam kandungan.merangsang dan mengasah potensi tersebut. stimulus ini diperluas menjadi pada kelima indra maupun sensorimotoriknya. 54 Dedeh Kurniasih.

Agar efeknya selalu positif. dan trauma yang berbuntut masalah pada emosi anak. 53 . Sebaliknya. Tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan tentu saja juga mempengaruhi potensi kecerdasannya.a. tidak adanya pola asuh hanya akan membuat anak bingung.2) Pola asuh.3) Memberi pangajaran. Setelah anak lahir. a. Misalnya dengan aktif mengajaknya bicara.) Kecukupan nutrisi. kemungkinan besar pertumbuhan dan fungsi otak terhambat sehingga potensi kecerdasan anak menjadi rendah. ayah dan ibu dapat memberikan beragam eksperimen kecil kepadanya yang berguna untuk merangsang keinginan dan minat bereksplorasi. Ini pun lagi-lagi dapat dilakukan sejak ia masih dalam kandungan. Peran nutrisi bagi kecerdasan anak tak bisa diabaikan begitu saja. stres. Pola asuh orang tua yang penuh kasih sayang diyakini dapat meningkatkan potensi kecerdasan si anak. Orang tua harus aktif dan interaktif merangsang otak anaknya. Untuk menjadikan anak sehat secara fisik dan mental. Begitu pula kesehatannya secara keseluruhan.) Interfensi dini. c. Dampaknya apapun yang dikerjakannya tidak akan membuahkan hasil maksimal. sepanjang masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak. b. Tepatnya mesti dimulai ketika masa perencanaan kehamilan. Tanpa nutrisi yang baik dimasa-masa sebelumnya. sebetulnya perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum proses kehamilan terjadi. Dampak interfensi dini terhadap anak akan baik jika itu dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat kematangannya. Menyediakan berbagai fasilitas bagi kepentingan anak merupakan salah satu bentuk interfensi orang tua. Mengapa demikian? Tak lain karena kecukupan nutrisi berkaitan erat dengan perkembangan organ otak dan fungsinya yang akan menentukan kualitas anak dimasa depan.

dan seterusnya. Diluar potensi yang terberikan. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. sujud. sebetulnya cerdas juga berarti ketekunan mempelajari sesuatu. Boleh dikatakan sekolah merupakan rumah kedua bagi anak yang memungkinkannya mentransfer pengetahuan. rukuk. peran sekolah juga tidak kalah besar. duduk diantara dua sujud.) Pendidikan di sekolah. 54 . dan nilai-nilai kehidupan. Yang pasti kecerdasan dalam diri anak tidak muncul begitu saja. f.ingatlah selalu untuk menginterfensi anak dengan hal-hal kreatif. keterampilan. Ibadah shalat hubungannya dengan fisik tidak dapat dipungkiri lagi bahwa shalat hanya dapat diakui jika kita melaksanakannya dalam bentuk fisik seperti takbiratulihram. Contohnya mengajak membuat mainan bersama guna merangsang kognisi anak. d. Ibadah shalat hubungannya dengan jiwa juga berhubungan erat karena shalat selain menyehatkan juga menenangkan jiwa pelakunya karena pada saat shalat dilakukan pelakunya ditekankan untuk khusyuk atau tenang sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an surah al-mu’minun ayat 1-2 sebagai berikut :                    Terjemahannya : 1. Selain pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. Kerangka Pikir Ibadah shalat erat hubungannya antara fisik dan jiwa. dapat kita tentukan relasi antara shalat dengan fisik dan jiwa seseorang. berdasarkan kajian teori diatas.I’tidal.

mengimami salat kami. Hal ini dapat terus diterapkan mengingat shalat adalah salahsatu rukun islam (wajib) bagi umat muslim.2. sungguh aku dapat melihat belakangku.9 Hz).9 Hz). sebagaimana aku melihat depanku. ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw. mengapa engkau tidak membaguskan salatmu? Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat untuk dirinya sendiri. jadi apabila shalat dilaksanakan terus menerus secara continue dan khyuk maka akan otak akan terbiasa dengan keadaan gelombang alfa.9 Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 MINGGU 2 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. SHALA T BELAJAR MINGGU 1 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13.642).9 Hz). Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. MINGGU 3 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. dengan ketenangan inilah sehingga otak berada pada kondisi alfa dan otak sendiri jika berada pada kondisi alfa maka akan mudah bagi subjek untuk belajar. Usai salat beliau bersabda: Hai fulan. (Shahih Muslim No. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.55 Selain dalam kitab al-qur’an dalam nbi Muhammad dalam hadits Hadis riwayat Abu Hurairah ra. firman allah dan sabda nabi tersebut diatas mengisyaratkan kita untuk khusyuk dalam shalat agar kita tenang.. MINGGU 4 55 Ibid 55 . Demi Allah. Penjelasan tersebut diatas dapat kita gambarkan kedalam bagan berikut ini. akibatnya otak kita mudah untuk menjadi alfa atau selalu berada dalam keadaan yang baik untuk belajar meski berada diluar shalat.

Gunawan. kodisi BETA(14 – 100 Hz) Sumber : Adi W. pada saat itu anda harus berkonsentrasi pada kaki anda yang sedang menggayuh dan juga pada setir sepeda dan jalan dilalui. Born To Be A Genius (2003) Diagram diatas menggambarkan perbedaan gelombang otak kita pada saat shalat dan belajar. anda tidak akan terfokus lagi pada kaki anda yang terus menggayuh secara otomatis. 56 . gelombang otak kita tetap berada pada kondisi alfa. hanya membutuhkan waktu agar gelombang alfa tetap stabil. Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) MINGGU 6 Otak berada pada kodisi ALFA Otak berada pada (8 – 13. mungkin akan dibutuhkan waktu dan luka yang cukup banyak tapi setelah anda sudah terbiasa menjalankannnya dan mulai terbiasa.9 Hz). Hal ini tidak jauh beda dengan keadaan kita pada saat baru belajar menjalankan sepeda. dan gelombang beta dengan sendirinya akan tersingkir karena tidak mungkin otak berada pada dua model gelombang dalam satu waktu. hal ini juga terjadi pada keadaan pada saat kita shalat yang masuk kedalam keadaan diluar shalat (belajar). Shalat yang dilakukan secara rutin menghasilkan gelombang otak alfa yang tertanam kedalam memory jangka panjang kita dan hasilnya meski kita tidak dalam keadaan shalat.9 Hz).MINGGU 5 Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13.

Penelitian Eksplanatif ialah suatu penelitian dengan tujuan untuk menganalisis sifat suatu hubungan. intinya peneliti ingin menjelaskan. 2. Populasi dan Sampel 1. 2.BAB III METODE PENELITIAN A. guru. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kombinasi atau perpaduan antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh sivitas sekolah yaitu kepala sekolah. atau independensi dari dua atau lebih faktor dalam suatu keadaan. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Eksplanatif. Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas III hingga kelas VI di MI DDI Ujung Lare Parepare. dan orang tua murid. B. yaitu dilakukan dengan penunjukan langsung yang dianggap dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada tiap 57 . atau perbedaan antar kelompok. Penentuan dan penetapan sampel dalam setiap kelas dilakukan dengan purposif sampling. Pendekatan kombinasi ini dilakukan untuk memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang nyata secara alamiah dengan sedikit pembimbingan sebagai langkah awal.

Observasi. yakni mengambil data melalui administrasi yang ada di kantor MI DDI Ujung Lare. yakni meninjau langsung ke objek melihat kondisi yang terjadi. Dokumentasi. Wawancara. yakni dilakukan dialog langsung kepada responden dan atau informan mengenai masalah yang diteliti. oleh karena itu penulis menggunakan teknik penumpulan data melalui penelitian kepustakaan. C. yaitu suatu penelitian yang sudah diterbitkan. Kemudian dalam mengumpulkan data dari objek dilakukan beberapa pendekatan. baik berupa buku. yaitu dengan mengintisarikan dan penulis mengubah redaksinya dengan memberikan pengertian yang dimaksud. Didalam mengumpulkan data melalui kepustakaan. maka diperlukan suatu metode yang tepat dalam mengumpulkan data yang akan diolah. Teknik analisis data Setelah penulis mengadakan penelitian dengan jalan membaca berbagai macam buku dan informan untuk mengumpulkan bahan yang ada kaitannya dengan 58 .kelas IV sampai dengan kelas VI dengan petunjuk dari guru sebelumnya karena guru tentu sudah tahu keadaan siswanya masing-masing. Teknik Pengumpulan Data Agar suatu penelitian dapat dipertahankan tingkat validitas datanya. penulis menggunakan kutipan langsung. D. yaitu : 1. 2. 3. majalah ataupun tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan masalah pokok skripsi ini.

pembahasan skripsi ini. 3. yaitu metode yang ditempuh penulis dalam mengolah data dengan sistem perbandingan atau perubahan yang terjadi pada tiap siklus 59 . 2. Metode Induktif. Metode deduktif. adalah metode penganalisaan data berdasarkan peristiwa yang bersifat khusus ke umum. maka penulis mengolah dan menganalisis datadengan menggunakan metode berikut : 1. Metode Statistik. yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan bertitik tolak dari peristiwa yang bersifat umum ke pernyataan khusus.

Pra Tindakan Sebelum peneliti memimbing murid melaksanakan ibadah shalat.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Menentukan criteria murid yang akan dijadikan purposive sampling. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 – kelas 6 berdasarkan data dari guru. Membuat laporan hasil penelitian.dalam penelitian ini ditetapkan mata pelajaran yang digunakan adalah IPA. Sebelum penelitian dilakukan. 1. Melakukan percobaan terhadap murid yang diobservasi tiap minggu. Menentukan kritera murid yang akan dijadikan purposive sampling. 5. 6. 7. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. Kriteria murid yang akan dijadikan purposive sampling adalah sebagai berikut : 60 . 3. terlebih dahulu ditentukan garis besar penelitian yang akan dipedomani oleh peneliti yaitu sebagai berikut : 1. Menarik kesimpulan. dll. 4. karena materi IPA dianggap membutuhkan penalaran yang logis dan pemahaman yang baik. terlebih dahulu peneliti berkenalan dengan guru kelas bersangkutan dan kepala sekolah. 2. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. kemudian dilaksanakanlah penelitian. Hasil Penelitian a.

Berdasarkan data guru. daftar nilai harian (terlampir). Adal Ummi mawaddah Fikri magfirah Wahbah suhaeli Jumlah TEMA Energi Energi Energi Energi . Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. b. Rata-rata tugas harian yang rendah dibawah 5 (lima). murid yang sering Nampak kebingungan meski materi telah dijelaskan berulang kali. Untuk mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid saya membuat table tingkat pemahaman murid dengan melakukan pengamatan di ruang kelas pada saat proses pembelajaran dimulai. penilaian sikap dari guru. tidak menghiraukan keadaan sekitarnya 7-8 = sering focus tapi masih terkadang merespon keadaan sekitarnya 5-6= terkadang focus jika ditegur oleh guru 3-4 = lebih sering tidak focus 61 No 1 2 3 4 Nama Muh.) 3. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas masing-masing berupa raport (terlampir).a. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 sampai kelas 6 berdasarkan data dari guru. 2. dan hasilnya adalah sebagai berikut : Aspek yang diamati Focus saat Kelas Rata-rata Hasil guru belajar (IPA) menjelaskan*) III 8 3 IV 9 5 V 8 2 VI 9 4 52 14 Table 1 : Data Pra Shalat *) 9-10 = sangat focus. (biodata murid. status ekonomi. Murid yang malas memperhatikan penjelasan guru. c.

1-2= tidak pernah memperhatikan penjelasan guru Max = 80 (delapan puluh) 4. Adapun hal-hal yang menjadi dianggap turut membentuk tingkat pemahaman murid adalah sebagai berikut : 1) Sikap Teman sebangkunya/sekelasnya terhadap dia 62 . (3) lingkungan diluar rumah. kini dia duduk bersama murid yang banyak bicara dan malas mendengarkan penjelasan guru. untuk menjaga kesalahan penunjukan titik permasalahan. akan tetapi pada saat naik ke-kelas tiga. murid tersebut sudah tidak duduk dengan teman sebangkunya yang pengertian. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. anak yang dulunya terbiasa focus mendengarkan penjelasan guru kini menjadi sulit karena selalu mendapat gangguan dari teman sebangkunya. dll.hal-hal yang perlu diperhatikan dari Aspek tersebut kami bagi dalam tiga aspek (1) lingkungan sekolah. murid SD kelas tiga yang awalnya pada saat kelas satu dan dua selalu mendapatkan ranking karena teman sebangkunya adalah murid yang mengerti keadaan teman sebangkunya jika sedang focus mendengarkan penjelasan guru. Lingkungan sekolah Lingkungan disekolah turut menentukan tingkat pemahaman siswa. sebagai contoh. a. guru disekolah juga perlu diamati. Selain murid. pada saat guru menjelaskan. (2) lingkungan rumah atau keluarga. Sebelum murid diberi instruksi/bimbingan shalat terlebih dahulu perlu diketahui halhal yang berinteraksi langsung dengan murid untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan murid dalam meningkatnya kemampuan memahami suatu permasalahan.

suka meminum minuman keras. tingkat perekonomian rendah yang menyebabkan ayah memaksa anaknya untuk membantuk bekerja yang tidak biasanya dikerjakan oleh anak-anak. contohnya ayah dari murid yang memiliki akhlaq yang kurang baik. menyuruh anak bolos dari sekolah.2) Gaya mengajar guru 3) Suasana alam sekitar sekolah b. Lingkungan diluar rumah Lingkungan diluar rumah terkadang menganggu aspek psikis murid yang akibatnya murid malas belajar. mengadu domba dengan sesame anak. dsb. berikut aspek yang perlu diperhatikan : 1) Warga sekitar yang selalu berinteraksi dengan murid 2) Keadaan Lingkungan Sosial a. atau salah membimbing anaknya. Lingkungan rumah/keluarga Lingkungan rumah/ keluarga sangat berperan penting dalam membentuk kemampuan pemahaman murid. sebagai contoh tetangga murid seorang anak muda yang suka berkeliaran dan mengajak murid untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukan seorang anak-anak seperti merokok. bergadang. Berikut aspek yang perlu diperhatikan dalam lingkungan kelurga murid yang dianggap dapat mengubah tingkat pemahaman siswa : 1) Tingkat perekonomian 2) Suasana rumah 3) Perhatian/bimbingan orang tua c. Pengamatan untuk siswa : 63 .

Hampir Setiap malam (berdasarkan wawancara peneliti dengan Muh. Adal. ayah Muh. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. hal ini terlihat dari ahlaqnya yang kurang berbudi. b) Lingkungan rumah/ keluarga Muh. tidak pernah melaksanakan ibadah shalat dan juga pecandu alcohol yang cukup berat. Adal adalah anak ke-tiga dari empat orang bersaudara. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kurang kondusif dikarenakan manajemen kelas guru yang kurang. Adal juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. gaya mengajar guru kelas tiga ternyata kurang efektif. sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek di dalam pasar Lakessi. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Muh. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Ibunya seorang ibu rumah tangga tangga yang pemarah.1) Pengamatan untuk murid yang bernama Muh. 64 . Adal dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh.murid kelas III (tiga). fikri magfirah (kelas lima). Dalam lingkungan sekolah Muh.

Dari wawancara diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Muh. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan norma agama dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang rajin melaksanakan shalat. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian pendidikan formal. Adal dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling.Adal di sekolah) ayahnya pulang malam dalam keadaan mabuk. Adal harus menyuruh anaknya untuk berjualan keliling sepulang sekolah bersama saudara sulungnya. Adal seorang anak yang socials. Adal. dengan demikian ibu Muh. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. Adal menyuruh anaknya membeli rokok lalu mencuci motor ayahnya. Adal bertengkar karena masalah uang yang selalu dihabiskan untuk hal yang tidak dimengerti oleh Ibu Muh. Adal). Adal yang menemui teman-temannya. Beberapa hari ini ayah dan ibu Muh. keadaan yang diceritakan oleh Muh. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya putus sekolah 65 . c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Muh. bukannya menyuruh anaknya belajar atau tidur agar tidak terlambat ke sekolah ke-esokan harinya justru ayah Muh. terbukti dengan jumlah temannya yang banyak hampir selalu datang kerumahnya mengajak bermain ataukah Muh.

dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. pedagang kaki lima. bartender. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. gaya mengajar guru kelas empat sudah 66 . Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Dalam lingkungan sekolah Muh.hingga tertinggi hanya SMU sederajat. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Ummi. 2) Pengamatan untuk murid yang bernama Ummi Mawaddah. kebanyakan pekerjaan mereka adalah wiraswasta tingkat rendah seperti tukang batu.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. tukang becak. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya. tukang ojek. dan pedagang pasar tradisional. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. murid kelas IV (Empat). fikri magfirah (kelas lima). tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special.

Afektif. dia menganggap jika dia mampu maka semua orang juga pasti mampu tanpa memperhatikan tiga aspek yang pada setiap manusia berbeda-beda (Kognitif. sedangkan ayahnya juga pria yang kurang bias memberikan perhatian penuh kepada anakanaknya.M dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang hanya berada di rumah setelah pulang dari sekolah Sekolah Dasar tempatnya mengajar sebagai guru Agama Islam.baik.M dampaknya sangat buruk 67 . dan Psikomotorik) hal ini membuat anak juga akan menjadi koleris dan harus sangat disiplin yang dampaknya menyerang tingkah laku anak menjadi keras kepala karena batasan yang diberikan ayahnya untuk memikirkan lingkungan sekitarnya yang beraneka ragam. ayah Ummi. dia satu-satunya saudara perempuan. hal ini terlihat dari tingkat kedisiplinan yang dia terapkan kepada anak-anaknya yang cenderung koleris meski memiliki niat yang baik demi masa depan anak-anaknya. keadaan yang diceritakan oleh Ummi. b) Lingkungan rumah/ keluarga Ummi.M).M adalah anak ke-tiga dari lima orang bersaudara. kepribadian ini kurang memperhatikan aspek afektif dari anak-anaknya. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Ummi. ayah sampling yang satu ini bekerja sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah DDI Ujung Lare (MI DDI Ujung Lare). hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal.

c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Ummi. Lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang tidak terlalu ditekan. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal. 3) Pengamatan untuk murid yang bernama Fikri Magfirah.terhadap bentuk kejiwaan Sampling. murid kelas V (Lima). a) Lingkungan sekolah 68 . menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya adalah tenaga pendidik diberbagai instansi. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset.M seorang anak yang socialis. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya hanya saja terjadi controversial berupa penekanan sikap oleh ayahnya dan kurang perhatian dari ibunya. hanya saja terkadang teman-temannya menjauhinya karena sikapnya yang pemarah.

tanpa seorang ayah yang dapat memberinya bimbingan disaat yang berbeda dikala ibunya tidak ada. fikri magfirah (kelas lima). secara otomatis. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. ibunya harus 69 .M kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). Dalam lingkungan sekolah Fikri. b) Lingkungan rumah/ keluarga Fikri. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare.M adalah single parent (ibu tanpa suami). Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam lima yang dimulai dari gaya mengajar guru. seperti yang dituliskan diatas bahwa ibu Fikri.M adalah anak ke-dua dari empat orang bersaudara. gaya mengajar guru kelas lima sudah baik. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang.M bekerja di sekolah MI DDI Ujung Lare sebagai tenaga social dibidang Seni dan Kebudayaan (SBK).Lingkungan sekolah Fikri. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang harus bekerja sendirian mencari nafkah untuk anak-anaknya atau konotasinya adalah seorang janda beranak empat. ibu Fikri.

terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya. juga harus berkeluh kesah sendiri disaat ada masalah internal yang seharusnya ada seorang suami yang memberinya semangat harus dia pikul sendirian.M sebagai anak pertama untuk perempuan harus lebih sering bersama ibunya membantu di dapur atau pekerjaan lainnya yang semestinya dikerjakan oleh seorang ayah juga harus dia kerjakan. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Fikri. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Fikri.M seorang anak yang socialis. keadaan yang diceritakan oleh Fikri.M lebih tidak stabil. ditambah gejolak jiwa ibunya yang tidak stabil sehingga cenderung untuk memarahi sampling. Fikri. disamping pekerjaannya yang hanya bergaji kecil. hal ini membuat emosi ibu Fikri. 70 .M dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang memiliki kedua orang tuanya. keadaan tersebut menekan waktu sampling untuk bermain sebagi jiwa anak-anak menjadi waktu yang berat baginya karena harus bekerja layaknya orang dewasa.lebih merangkap jabatan sebagai pencari nafkah dan juga sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memberi perhatian pada mereka masing-masing.M).

tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. 71 . Dalam lingkungan sekolah Asfandi kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. Fikri Magfirah (kelas lima). Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Asfandi semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. Sebagaimana kita ketahui disetiap Lingkungan Pesantren tentunya menekankan santrinya berakhlaq mulia sesuai tuntutan syariat Islam. murid kelas VI (Enam). Dari tiga aspek yang diamati diatas maka dapatlah peneliti. dan Asfandi (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. lingkungan ini juga menjadi perhatian khusus dari sampling karena para santri selalu berlalu lalang didepan rumahnya melakukan kegiatan pesantren.hanya saja waktu sampling yang kurang untuk menuangkan jiwanya pada tempatnya sebagai anak-anak . 4) Pengamatan untuk murid yang bernama Asfandi. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal karena tinggal di dalam kawasan pesantren DDI Ujung Lare. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Asfandi juga telah termasuk lingkungan sekolah Ummi Mawaddah (kelas empat).

Ayah Asfandi sendiri bekerja tidak menentu dengan penghasilan yang tidak menentu pula. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. keadaan yang diceritakan oleh asfandi perihal tingkat perekonomiannya yang rendah dan sikap ibu tirinya yang buruk tidak sama dengan ibu kandungnya yang telah wafat.Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. c) Lingkungan Diluar Rumah 72 . gaya mengajar guru kelas enam sudah baik. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (asfandi). Ibunya kandungnya telah wafat pada saat usianya masih berumur empat tahun. b) Lingkungan rumah/ keluarga Asfandi adalah anak ke-empat dari empat orang bersaudara dan tiga orang saudara tiri. keluarga ini berada pada tingkat perekonomian yang rendah karena pekerjaan kepala rumah tangga yang tidak menentu dan jumlah tanggungan yang cukup besar. kini Asfandi diberi seorang ibu tiri yang kurang baik oleh ayahnya. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang.

semuanya telah sesuai dengan kurikulum madrasah MI DDI Ujung Lare. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan berakhlaq buruk karena kebanyakan warga sekitar bersifat premanisme dan berbagai akhlaq buruk lainnya seperti meminum minuman keras di depan umum. Pengamatan untuk guru Guru-guru di MI DDI Ujung Lare.Sampling dalam hal ini adalah asfandi seorang anak yang kurang bergaul. terbukti dengan jumlah temannya yang sedikit di sekolahnya. menyapa dengan kata-kata yang tidak sopan. pada kelas tiga menggunakan gaya belajar yang monoton dan sulit dimengerti oleh muridnya karena. enam. (3) memarahi murid jika bertanya tentang materi yang kurang jelas. terkadang asfandi lebih suka duduk menyendiri seolah ia menjadi pengamat atas tingkah teman-temannya. dan lingkungan inilah yang kelak dicontohi oleh sampling dan hasilnya tentu menurunkan tingkat SQ-Nya. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. lima. (1) terkadang menjelaskan tanpa kata-kata atau keterangan. bahkan penulis biasa melihat sampling mendapat ejekan dari teman-temannya karena sikapnya yang pediam. (2) meminta siswa mengerjakan tugas tanpa penjelasan sebelumnya. hanya menunjuk pada papan tulis lalu mengerjakan tugas. sikap ini menjadi balikan teman-temannya yang juga tidak ingin mengajaknya bermain atau belajar bersama. 73 . b. Berbeda dengan guru-guru kelas empat.

Limit maximal hingga dikatakan berhasil adalah 100% Agar hasil akhir dapat diukur maka peneliti memutuskan untuk menyajikan hasil observasi dalam bentuk table. Adal) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas tiga dengan materi Energi. a.67 70. Setelah sampling telah faham semuanya maka dilaksanakanlah rutinitas shalat yang dilakukan observasi per-Minggunya.67 *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 74 .47 79.53 86. tata cara shalat yang benar. Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 sn Muh.b. Kelas III (Muh.4 4 4 4 3 25 8 5 5 5 5 31 8 88. peneliti terlebih dahulu mengajari sampling tujuan. Pelaksanaan tindakan (shalat lima waktu secara rutin dan khusyuk) Sebelum rutinitas shalat dilakukan. Adal kelas III 5 6 7 8 66. hukum. dan cara shalat khusyuk. adal Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sl km jm sb ah 4 3 3 5 4 3 3 5 4 4 5 5 4 4 4 4 28 7 80 71. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti.6 5 5 5 5 35 8 100 Table 2 : data hasil observasi Muh. Sebelumnya peneliti telah memberikan petunjuk kepada guru untuk memperbaiki kesalahan gaya mengajar guru dan memberikan solusi terbaik.

Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Ummi mawaddah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 4 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 28 35 32 35 80 100 91.4 100 7 8 8 8 6 6 7 10 70 80 80. Kelas IV (Ummi Mawaddah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen b.47 93.3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.33 Table 3 : data hasil observasi Ummi mawaddah kelas IV *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan 75 .

Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.43 93. Kelas VI (Asfandi) 76 .33 Table 4 : data hasil observasi fikri magfirah kelas V *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen d. Kelas V (Fikri Magfirah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.33 70 81.x = rerata dalam persen c.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 7 10 Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Fikri Magfirah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 3 3 4 5 3 4 4 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 5 5 5 3 4 5 5 21 28 33 35 63.

Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b 3 4 5 5 jm l 21 28 33 35 Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.33 Table 5 : Data hasil observasi Asfandi kelas VI *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen c.33 70 84. pasca tindakan Dari data yang diperoleh dari masing-masing sampling diatas maka dapatlah dibuat rekapitulasi data untuk mengetahui selisih perubahan yang terjadi agar dapat ditarik kesimpulan.77 93.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 8 10 Jumlah (Jt = J+F+H) 3 sn asfandi Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV 3 3 4 5 sl 3 4 4 5 km 3 4 5 5 jm 3 4 5 5 sb 3 5 5 5 ah 3 4 5 5 63. berikut rekapitulasi data : nama kelas Jumlah per-Minggu Rata-rata Ket 77 .

33 Perubahan perminggu (%) 75. M Asfandi III IV V VI 66. Penulis telah menganalisis sebelumnya dan memprediksikan hasilnya berdasarkan teori-teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka skripsi ini.53 80.67 70 63.67 93.33 93. hal ini terjadi berdasarkan teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka ialah dua hal yang berhubungan erat yaitu keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient).M Fikri.33 63. keadaan gelombang otak ada berbagai bentuk. B.33 93.47 81. theta. dan delta. alfa.9 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Table 6 : Rekapitulasi Data Sampling Dari data dan rekapitulasi data yang diperoleh diatas terlihat dengan sangat jelas bahwa pada tiap minggu dilakukan observasi terjadi peningkatan yang simultan.Minggu Minggu Minggu Minggu I II III IV Muh. yaitu beta.8 81 77 77. menurut penulis hal itu ialah keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient). Adal Ummi. peningkatan ini tentu dikarenakan suatu sebab. akibat sehingga meningkatnya hasil belajar pada sampling adalah dua hal. suatu sebab menghasilkan akibat.47 80 70 70 79.33 70. terlihat nilai yang diharapkan yaitu peningkatan yang simultan.77 86. keadaan otak yang paling menguntungkan ialah pada 78 .43 84. Pembahasan Dari deskripsi diatas dan data-data yang diperoleh hingga dilakukan rekapiltulasi data.

perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.”57 Dengan shalat yang khusyuk.Cit Ibid 79 . salah satunya ialah pada saat kita melakukan shalat dengan khusyuk.                                   Terjemahannya : “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Gunawan (2003) keadaan alfa dapat mempermudah kita untuk 56 57 Departemen Agama. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).keadaan Alfa dan keadaan alfa ini terjadi pada saat tertentu saja. gelombang otak berada pada keadaan alfa yang menurut Adi W.”56                           Terjemahannya : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Shalat dalam agama islam adalah wajib dilaksanakan selama lima kali sehari semalam sebagaimana firman allah dalam surah hud ayat 114 dan al-ankabut ayat 45 berikut. Loc. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.

80 . 58 Ary Ginanjar. pada amalnya berupa keshalihan. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ.mengingat pada memory jangka panjang. cit. didukung juga dengan apa yang disebut dengan kecerdasa spiritual atau God Spot. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif.. pada gerakannya berupa kebajikan. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah).58 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. xliv. itulah sebabnya terjadi peningkatan hasil belajar pada sampling. gelombang otak ini dapat dimanfaatkan meski pelakunya tidak lagi sementara shalat. Loc. karena shalat dilakukan dengan rutin lima kali sehari semalam. pada sikapnya berupa ketawadhu’an. Dengan berfungsinya IQ maka kemampuan pemahaman dapat meningkat. hal ini menyebabkan gelombang alfa akan mudah terbentuk dalam otak karena telah terbiasa sehingga pada saat belajarpun otak dapat dengan otomatis berada pada keadaan alfa. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain.

B. Shalat adalah penyebab utama yang mengubah pola hidup setiap sampling selain bimbingan dari peneliti demi kelancaran penelitian. pada data yang diperoleh per-Minggu setelah shalat dengan rutin dan khusyuk.BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Penelitian ini dari pra tindakan. dalam hal ini 81 . SARAN saran saya sebagai peneliti dalam kajian ini merasakan perlu perbaikan dalam sistem pendidikan yang dibangun oleh pemerintah dan swasta yaitu dengan tidak melupakan segi agama terlebih apabila itu adalah wajib bagi pemeluknya. rentang waktu untuk menonton Televisi yang diduga juga menjadi salahsatu penyebab terganggungnya murid untuk memahami materi yang terkait menjadi berkurang karena shalat dan keinginan untuk belajar menyingkirkan waktunya untuk menonton televisi lebih lama. hal-hal tersebut diataslah yang telah meningkatkan kemampuan pemahaman murid. hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman murid pasti telah meningkat. Gaya mengajar guru juga telah diperbaiki yaitu dengan lebih memperhatikan kemampuan tiga aspek utama pada murid yaitu kognitf. pelaksanaan. hingga pasca tindakan dan analisis data maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibadah shalat secara rutin lima kali sehari semalam dengan khusyuk dapat meningkatkan hasil belajar murid. terlihat perbedaan yang jelas dari data yang diperoleh sebelum sampling melaksanakan shalat sesuai ketentuan Al-Qur’an dan Hadits. sebagai contoh yaitu dengan tidak memberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendek. afektif dan psikomotorik. dengan melaksanakan shalat lima waktu.

wallahu a’lam. tak rugi yang diperoleh darinya melainkan kebaikan dan keuntungan didunia dan akhirat. bertambahnya ilmu dan amal serta memperbaiki akhlaq yang buruk serta menularkannya keseluruh aspek lingkungan pelakunya. 82 .adalah shalat lima waktu dengan khusyuk. semoga saran ini dapat terwujud dan bermanfaat.

Hossein Nasr. ____________. Antara Tuhan Manusia dalam Alam. Falsafah Pendidikan Islam. (http://www. tt. Jakarta : Asy-Syfa’. Jakarta : Balai Pustaka. Jakarta : Zikrul Hakim. 2003. ke-1. 1989. Al-Syaibani. Toha Putra. Muhammad Omar Al-Taumy. com/khasanah/khasanah06309-01. Kesehatan Mental. Abu. Sayyed. Agustian. 1976. Mas Udik. Al-Maraghi. terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Pendidikan. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Jakarta : Arga Wijaya Persada. Ilmu Jiwa Agama. Beirut : Al-Ahya al-Turats al-Araby. 1996. Jakarta : Rajawali. Bukhari.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-Karim Abdullah. tt An Nida’ (Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam). Ilmu Pendidikan. 2003. Jakarta : Bulan Bintang. Semarang : CV. 2005. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Darajat. Zakiah. Semarang : CV. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Rahasia Sukses Membangun Emosi dan Spiritual Berdasarkan Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam. Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spiritual. Dedeh Kurniasih. Ahmad Musthafa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Abdullah. Ary Ginanjar. Arti Sehat dan Bahagia Bagi Anak. 1999. 1987. 1993. Nashih Ulwan. 2001. 83 . Ahmadi. Cet.tabloidnakita. Jakarta : ArgaWijaya Persada. Toha Putra.htm) Departemen Agama RI. Bahasa dan Kepemudaan. 2001.1997. ___________. Terjemahan Tafsir Al-Maraghi (21). Chaplin. Shahih Bukhari. Jakarta : Bulan Bintang. Pekanbaru : Pusat Penelitian IAIN Sultan Syarif Qasim. Yogyakarta : IRCISOD. Rahasia Sukses Membangun ESQ Power. Ledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal. Jakarta : PT Toko Gunung Agung. Kamus Lengkap Psikologi.

ke-1. Kecerdasan Spiritual. Suharsono. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. 84 . dan Waruwu. 2003. Monti. Tasmara. Bandung : Kronik Indonesia Baru.com/kompas-cetak/0305/18/keluarga/312326.Ramaja Rosda Karya. Membangkitkan Kesadaran Spiritualitas. Langgulang.Padang : Baitul Hikmah Press. 1982. terjemahan Rahmi Astuti. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Psikologi Agama. ke-1.id/doc/artikel/sqanak. Cet. cet. E. Cet. Muhammad Bagir. Satiadarma. LN. Syamsu Yusuf. 2003 cet. Fidelis. Zohar. 2003. Filsafat Pendidikan Islam. Sukidi. Pendidikan Anak dalam Kandungan. Jakarta : Pustaka Populer Obor. ke-1.muthahari. Depok : Gema Insani Press. Toto. Inayat Khan. 2003. 2004. ke-2. Syahminan.htm www. Bogor : Penerbit Cahaya. Mencerdaskan Anak. Cet. Jakarta : Kalam Mulia. Pir Vilayat. 2001.or.com/balita-anda/balita-anda. Hamdan.htm Zaini. ke-6. Danah dan Marshall. 2001. Jakarta : Balai Pustaka. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Qur’anis Quotient.Hujjati. www. P. Ian. Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi. 2004. ke-3. 2001. Jakarta : Yayasan Ukhuwah. Nata Abuddin.kompas. Bandung : PT. Jakarta : Al Husna. Bandung : Pustaka Hidayah. Ramayulis. terjemahan Rahmain Astuti. 1995. Jakarta : Gema Insani Press. Ahmad Nadjib Burhani. 2002. Yogyakarta : Diva Press. 2005.mail-archive. Jakarta : Kalam Mulia. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Keluarga Sebagai Intitusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. Cet. Manusia dan Pendidikan. Hasan.com/msg54237. Rehani.html. 1986. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan. www. Dedhi. Mendidik Kecerdasan. Spiritual Quotient for Children. Suharto. Rajih. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an.

baterai. baterai. Menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. 3. dan memetik gitar menghasilkan bunyi 2. misalnya panas dari sinar matahari. diharapkan siswa dapat 1. dan sumber energi 4. misalnya panas dari sinar matahari. kayu bakar. tidak dapat dilihat. Membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. listrik. tetapi dapat dirasakan. Menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi Indikator : I. demonstrasi.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya 1. dan angin.Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Tiga) Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : MI DDI Ujung Lare Ilmu Pengetahuan Alam III/2 12 jam pelajaran 4. pemberian tugas. menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi. kayu bakar. dan memetik gitar menghasilkan bunyi. II. tetapi dapat dirasakan 3. Memahami berbagai cara gerak benda. dan kegiatan laboratorium IV. dan angin 4. dan getaran dalam kehidupan seharihari 4.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas. 2. minyak tanah. 4. misalnya makanan. misalnya makanan. membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. Metode Pembelajaran Informasi. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 85 . Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. sinar matahari. minyak tanah. hubungannya dengan energi. menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. kincir angin berputar jika ditiup angin. air. Materi Pembelajaran Energi III. air. tidak dapat dilihat. sinar matahari. menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. kincir angin berputar jika ditiup angin. listrik. gerak. Menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada.

Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari. 2. 4. Dengan dipandu guru. dapat dirasakan. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi bunyi. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. yaitu kemampuan untuk melakukan kerja. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi gerak. misalnya panas matahari. Dengan dipandu guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bahwa energi ada. 2. siswa menyebutkan bukti bahwa energi ada. energi cahaya. siswa menyebutkan bukti adanya energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada sebelumnya. siswa mendeskripsikan pengertian energi gerak dan energi bunyi. siswa menyebutkan kegunaan energi panas. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi gerak dan energi bunyi serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. dapat dirasakan. Dengan dipandu guru. misalnya menggosokkan dua telapak tangan. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 86 . Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan berbagai macam gerak benda. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan berbagai macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. tetapi tidak dapat dilihat. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. dan energi listrik. tetapi tidak dapat dilihat. Kegiatan Inti 1. siswa mendeskripsikan pengertian energi.1. siswa menerangkan cara menghasilkan energi panas. antara lain energi panas. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan berbagai macam sumber energy bunyi. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan pemanfaatan energi panas dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. misalnya memetik gitar. Dengan dipandu guru. 4. 3. 3. misalnya kincir angin berputar jika ditiup angin. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan kegunaan panas matahari. 2. 2. energi gerak. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari. 3.

minyak tanah. 2. siswa menyebutkan kegunaan makanan bagi tubuh. siswa menyebutkan kegunaan matahari. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan matahari. siswa menyebutkan kegunaan kayu bakar sebagai sumber energi. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan matahari. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. 3. Dengan dipandu guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan energi kimia serta kegunaannya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. dan angin sebagai sumber energi 2. tidak dapat dilihat. baterai. siswa menyebutkan pengertian energi listrik dan energi kimia. siswa mendeskripsikan matahari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan makanan.1. Dengan dipandu guru. dan angin sebagai sumber energi. misalnya makanan. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. 6. baterai. sinar matahari. siswa menyebutkan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. dan angin. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. dan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Membuktikan bahwa energi itu ada. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan kegunaan energi listrik dan energy kimia dalam kehidupan sehari-hari. air. siswa menyebutkan kegunaan minyak tanah sebagai sumber energi. 7. 2. air. Dengan dipandu guru. 3. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. Dengan dipandu guru. dan angin sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan berbagai sumber energi. air. air. siswa mendeskripsikan listrik sebagai sumber energi. siswa menyebutkan alat rumah tangga yang menggunakan energi listrik dan energi kimia. 5. siswa mendeskripsikan baterai sebagai sumber energi. kayu bakar. kayu bakar. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. minyak tanah. 87 . Dengan dipandu guru. 2. listrik. tetapi dapat dirasakan. Dengan dipandu guru. air. 4. Kegiatan Inti 1. dan angin sebagai sumber energi.

Dilaksanakan......................... sikap.. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan...........V... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 3B • Charta berbagai macam sumber energi • Charta berbagai macam penggunaan energi • Saputangan • Air • Kincir angin • Alat-alat tulis VI..... (_______________________) NIP... 88 ..... Guru Kelas...... ................ • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah.... dan tingkah laku.... .... (_______________________) NIP...................... .........

menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiataan Awal 1. cair.1 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konduksi. Materi Pembelajaran Energi panas dan energi bunyi III. 5. pemberian tugas. cair. Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konduksi. siswa menyebutkan sumber energi panas dan energy bunyi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar 5. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari : 8.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya : 1. siswa melakukan Kegiatan 10. Menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar 4. dan kegiatan laboratorium IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. 2. siswa mendeskripsikan pengertian energi panas dan energi bunyi. II. membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Menyebutkan sumber-sumber energi panas. misalnya gesekan benda dan matahari. Dengan dipandu guru. Membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas 3. 2. 89 . dan gas. 4. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. menyebutkan sumber-sumber energi panas. demonstrasi. 3.Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Empat) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam IV/2 12 jam pelajaran 8. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. diharapkan siswa mampu 1. misalnya gesekan benda dan matahari 2. siswa menyebutkan perpindahan panas. menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Metode Pembelajaran Informasi. mendemonstrasikan adanya perpindahan panas. dan gas I. 3.

2.4. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.2 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konveksi. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara radiasi. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.3 untuk mengetahui benda yang menghasilkan bunyi. 2. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konduksi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konveksi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara radiasi bagi kesejahteraan kehidupan manusia. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara radiasi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. siswa mendeskripsikan pengertian energi bunyi. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 90 . siswa menyebutkan benda yang dapat menghasilkan bunyi. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konveksi. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan keadaan benda yang sedang menghasilkan bunyi. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan 10. siswa melakukan Kegiatan 10. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1.

Kegiatan Inti 1. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda padat. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda cair dan gas. sikap. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui gas. 3. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan hal-hal yang membuktikan bahwa bunyi merambat melalui gas. 2. dan tingkah laku • Mengerjakan soal latihan 91 . Dengan dipandu guru. 2. 2. 4. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda padat. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda cair.1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda cair dan gas serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda cair. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 2. V. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 4B • Air panas • Sendok logam • Sumpit • Biji jagung • Margarin • Gelas • Kaki tiga • Pemanas • Karet gelang • Kotak kosong VI. siswa melakukan Kegiatan untuk membuat alat yang memanfaatkan perambatan bunyi melalui benda padat. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda padat. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda padat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 3.

............. (__________________) NIP.... ......... 92 .... Guru Kelas.......... .......................... (__________________) NIP....Mengetahui Kepala Sekolah Dilaksanakan............ ......

Memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi 8. 4. membuat magnet. gerak. 93 . 5. dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi. membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. 3. dan gaya magnet) : 1. dan ukuran) dari ketinggian tertentu. Menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah 7. Membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. 6. 2. gaya gesekan. Memahami hubungan antara gaya. menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan. 7. serta fungsinya : 5. bentuk. 9. gerak. Membuat magnet 5. diharapkan siswa mampu 1. mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis. menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. halus) 9. memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. bentuk. 10. halus). memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi. Menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan 3. Memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari 4. dan energi. Membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan.1 Mendeskripsikan hubungan antara gaya. Menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari I.Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Lima) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam V/2 12 jam pelajaran 5. menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah. Menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan 10. dan ukuran) dari ketinggian tertentu 6. Mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis 2. membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. 8. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini.

siswa mendeskripsikan pengertian garis gaya magnet. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Akhir 94 . Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian kutub magnet. Metode Pembelajaran Informasi. siswa melakukan Kegiatan untuk menentukan kutub magnet. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 5. Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian magnet. Kegiatan Inti 1. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan jenis kutub magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui medan magnet. 3. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian kutub magnet dan sifatsifatnya. dan kegiatan laboratorium IV. 2. Dengan dipandu guru. 2. siswa mendeskripsikan pengertian benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. 4.II. Dengan dibimbing guru. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan kekuatan gaya magnet. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian medan magnet. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. Materi Pembelajaran Gaya III. siswa menyebutkan macam-macam bentuk magnet. 2. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan dan Kegiatan Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. yaitu bagian magnet yang paling kuat menarik serbuk besi. serta berbagai macam bentuk magnet. gaya magnet. demonstrasi. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan sifat-sifat kutub senama dan tidak senama jika didekatkan. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. siswa mendeskripsikan pengertian gaya magnet. 2. pemberian tugas. 3.

2. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian gaya gesekan. siswa menyebutkan manfaat dan kerugian gaya gesekan. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. 4. siswa menyebutkan jenis magnet berdasarkan asalnya. Dengan dibimbing guru. 2. manfaat. 2. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gravitasi. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara elektromagnet. siswa menyebutkan kegunaan magnet. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. serta kerugiannya. Kegiatan Inti 1. 5. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara gosokan. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara membuat magnet dan kegunaannya. cara memperbesar dan memperkecil. Dengan dibimbing guru. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gesekan. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara memperbesar dan memperkecil gaya gesekan. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. 2. Dengan dipandu guru. 3. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gesekan terhadap gerak benda. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 95 . 3. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara induksi. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak jatuh benda-benda. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru.Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet. siswa menyebutkan perbedaan magnet alam dan magnet buatan.

... dan tingkah laku.......... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah..... (__________________) NIP.V.... ...... sikap..... (__________________) NIP......... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 5B • Magnet • Paku • Jarum • Peniti • Pensil • Saputangan • Karet gelang • Uang logam • Kertas • Kaca • Plastik • Serbuk besi • Kompas • Tali • Statif • Penggaris • Charta bentuk magnet dan kegunaan magnet • Charta manfaat gaya gravitasi • Charta manfaat dan kerugian gaya gesekan • Alat-alat tulis VI........... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan........ ...... Dilaksanakan............. Guru Kelas.... 96 .. .......

dan konveksi berdasarkan percobaan. mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energy listrik. Membandingkan peristiwa radiasi. dan konveksi berdasarkan percobaan 2. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. demonstrasi. dan kegiatan laboratorium IV. dan konveksi dalam kehidupan sehari-hari 3. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. misalnya pengaruh menggosok benda 5. membandingkan peristiwa radiasi. 3. dan radiasi. Menunjukkan cara menghasilkan energi listrik 4. pemberian tugas. 4.Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Enam) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : Ilmu Pengetahuan Alam VI/2 12 jam pelajaran 7. 7. dan panas. bunyi. membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada di sekitar. Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi 7. 2. Membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi 6. bunyi. konduksi. II. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. 5. Mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energi listrik I. dan panas 7. konduksi. 2. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. Guru menyediakan charta perpindahan panas secara konduksi. misalnya pengaruh menggosok benda. konduksi. Dengan dipandu guru. diharapkan siswa mampu 1. Menunjukkan gejala kelistrikan. Metode Pembelajaran Informasi. Mencari contoh penerapan radiasi. 6. mencari contoh penerapan radiasi. Kegiatan Inti 97 .2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik : 1. dan konveksi dalam kehidupan seharihari. menunjukkan gejala kelistrikan. Menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. konduksi. Materi Pembelajaran Perpindahan energi panas dan listrik III. konveksi. menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik.

dinamo sepeda. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan cara membangkitkannya. dan generator. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan bagian-bagian baterai sehingga dapat menghasilkan arus listrik. siswa menyebutkan perbedaan benda yang bermuatan listrik dengan benda yang tidak bermuatan listrik. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bagian-bagian dinamo sepeda sehingga dapat menghasil arus listrik. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 4. siswa menyebutkan sumber energi listrik. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. 2. Dengan dipandu guru. Guru menyediakan charta berbagai sumber energi listrik. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membangkitkan energi listrik. 2. siswa menyebutkan bagian-bagian generator sehingga dapat menghasilkan arus listrik. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyediakan charta rangkaian listrik. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan penerapan konduksi. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan bagian-bagian aki sehingga dapat menghasilkan arus listrik. siswa menyebutkan berbagai macam rangkaian listrik. aki. 3. siswa mendeskripsikan pengertian energi listrik. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara kerja berbagai sumber arus listrik. 98 .1. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. antara lain baterai. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 2. konveksi. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 5. 3. Dengan dipandu guru. 3. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. 2. Kegiatan Inti 1. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. siswa mendeskripsikan pengertian listrik statis. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan bahan konduktor dan isolator listrik. 3. siswa mendeskripsikan pengertian istilah yang sering digunakan ketika menggunakan peralatan listrik. dan rangkaian campuran. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan alat yang menggunakan energy listrik. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan bahan sebagai isolator atau konduktor listrik. dan campuran. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perubahan energi yang disebabkan oleh penggunaan energi listrik. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perbendaan antara rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup serta rangkaian seri. paralel. Dengan dibimbing guru. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 6B • Charta perambatan panas • Charta rangkaian listrik • Penggaris plastik • potongan-potongan kertas kecil • Kain • Bohlam • Baterai 99 . Guru menyediakan charta berbagai alat yang menggunakan energi listrik. Dengan dipandu guru. rangkaian seri. 3. 2. siswa menyebutkan kegunaan konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyediakan alat dan bahan untuk melakukan Kegiatan Kegiatan Inti 1. V. 4. 2. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian terbuka dan rangkain tertutup. 4. siswa menyebutkan istilah-istilah yang sering digunakan pada saat menggunakan peralatan listrik. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian paralel. Dengan dipandu guru. 2. siswa menyebutkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain sebagai akibat penggunaan alat yang menggunakan energy listrik.2. Pertemuan Ke-7 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan kelebihan dan kekurangan rangkaian seri. rangkaian paralel. dan rangkaian campuran. Dengan dibimbing guru.

... 100 ....... Dilaksanakan... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah............ dan tingkah laku........ (__________________) NIP.... .. sikap.. ............• Alat-alat tulis VI.......... . (__________________) NIP................... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan... Guru Kelas.......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful