P. 1
SKRIPSI perbaikan

SKRIPSI perbaikan

|Views: 258|Likes:
Published by syuaibsyuaib88

More info:

Published by: syuaibsyuaib88 on Sep 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Konsep belajar/pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan senantiasa dikorelasikan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuh kembangkan potensi manusia sebagai pemimpin. Firman Allah :

                                
Terjemahannya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS Al Baqarah 30)1 . Kaitan dengan pentingnya pendidikan bagi umat, Allah berfirman:

               
1

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Jakarta : Departemen Agama, 2002)

1

          
Terjemahannya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imran:104)2 Begitu pula dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Tujuan Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3 Pemisahan dan pengotakan antara agama dan sains jelas akan menimbulkan kepincangan dalam proses pendidikan, agama jika tanpa dukungan sains akan menjadi tidak mengakar pada realitas dan penalaran, sedangkan sains yang tidak dilandasi oleh asas-asas agama dan akhlaq atau etika yang baik akan berkembang menjadi liar dan menimbulkan dampak yang merusak. Murtadha Mutahhari seorang ulama, filosof dan ilmuwan Islam menjelaskan bahwa iman dan sains merupakan karakteristik khas insani, di mana manusia mempunyai kecenderungan untuk menuju ke arah kebenaran dan wujud-wujud suci dan tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan memuja sesuatu. Ini adalah kecenderungan iman yang merupakan fitrah manusia. Tetapi di lain pihak manusia pun memiliki kecenderungan untuk selalu ingin mengetahui dan memahami semesta alam, serta memiliki kemampuan untuk memandang masa lalu, sekarang dan
2 3

Departemen Agama. Op.Cit Undang-undang republic Indonesia No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta. PT Armas Duta Jaya

2

masa mendatang (yang merupakan ciri khas sains). Dari penjelasan diatas telah nampak dengan jelas pentingya ilmu pengetahuan kapanpun dan dimanapun dan hal ini juga tidak akan tercapai tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Dalam hal kemampuan pemahaman, erat kaitannya dengan kemampuan otak dan keadaan jiwa seseorang saat itu. Di MI DDI Ujung Lare nampak sebagian besar murid sulit untuk menerima materi pelajaran yang dijelaskan guru meski telah menggunakan berbagai metode dan variasi hal ini ditunjukkan pada nilai hasil akhir semester dan pengalaman guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan membuat murid jenuh dan akhirnya putus asa hingga acuh tak acuh dalam belajar dan hanya ingin mengerjakan soal yang mudah-mudah saja4. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka Skripsi ini akan menguraikan masalah tersebut hingga pada tahap proses mencegah dan memperbaiki atau meningkatkan kemampuan pemahaman murid dengan memanfaatkan ibadah shalat sebagaimana firman allah :

               
Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar Ra’d : 28)5 Dengan shalat tentu kita akan mengingat allah dengan demikian hati menjadi tenteram melalui proses yang bertahap.
4

5

Bahri, Saiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka CiptaBudiastuti Widowati. 2001. Pembelajaran kooperatif. Penerbit Universitas negeri Surabaya: Surabaya. Departemen Agama.loc.Cit

3

Hal lain yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare mengalami kesulitan memahami materi pelajaran karena mereka diberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendeng. jiwa anak terganggu oleh keadaan anak di rumahnya yang banyak menonton film-film kartun sehingga ketika belajar di sekolah mereka selalu mengingat dan membayangkan dilm-dilm tersebut. Diduga penyebab mudrid MI DDI Ujung Lare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan oelh guru antara lain.B. 4 . 3. Rumusan masalah Dalam pembahasan yang telah diuraikan diatas. 1. 2. Berikut hipotesis dari rumusan masalah diatas. maka yang menjadi masalah pokok dalam penulisan skrispi ini adalah sebagai berikut : 1. Hipotesis Dari rumusan masalah diatas. Shalat dapat menngkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare dalam menerima materi pelajaran. maka dapat disusun suatu hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah disebutkan diatas. Hal ini dapat dilihat adanya kecenderungan mereka yang rajin mengikuti shalat berjamaah baik di sekolah maupun di rumahnya mereka mengalami peningkatan dan prestasi yang baik. Apa yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare Parepare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan meski telah digunakan variasi dan metode mengajar yang beragam? 2. Apakah shalat dapat meningkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare Parepare ? C.

3. Manfaat penelitian Manfaat atau kegunaan penelitian iniyang menjadi sumbangsih tersendiri sebagai pemecahan masalah bagi konteks yang lebih luas adalah sebgai berikut : 1.Shalat memang membawa setiap pelakunya merasakan tenang apabila dilakukan secara khusyuk berdasarkan ungkapan Al-kisah diatas maka shalat ternyata membawa efek ketenangan jiwa bagi setiap pelakunya. F. Mengaktifkan murid MI DDI Ujung Lare dalam melaksanakan shalat lima waktu. Bagi subjek : dapat meningkatkan atau memulihkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare. Meningkatkan kemampuan murid dalam memahami suatu materi. 3. Garis-Garis Besar Isi Skripsi 5 . D. E. Bagi peneliti : mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang berharga. Dapat menjadi salahsatu metode guru dalam proses belajar mengajar. 2. Bagi instansi pendidikan : dapat dijadikan acuan untuk menetapkan program kerja baru dibidang psikologi anak dalam pendidikan. 1. Bagi guru : dapat membantu mengefektifkan PBM. 4. Untuk penelitian ini juga memiliki tujuannya sendiri yaitu sebagai berikut . Tujuan penelitian Setiap tindakan memiliki tujuannya masing-masing. 2. 4. Untuk dijadikan referensi pada penelitian yang terkait.

akan dibahas mengenai metode penelitian yang diuraikan didalamnya tentang pendekatan dan Jenis penelitian. sumber data. dan Teknik analisis data untuk mengakuratkan validitas hasil penelitian yang merujuk pada bidang studi khusus yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. kemudian untuk membatasi masalah yang akan diteliti maka akan dirumuskan masalah pokok yang akan dibahas. kemudian diberikan hipotesis sebagai jawaban sementara yang disinkronikan dengan latar belakang masalah dan rumusan masa. penulis akan memaparkan pendahuluan yang akan diuraikan latar belakang masalah yang menjadi acuan mengapa diadakan penelitian ini. Kemudian pada Bab ketiga. pengaruh shalat terhadap tubuh dan jiwa. dan definisi kecerdasan. kemudian setelah itu dijelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian yang menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat. penulis akan memaparkan tinjauan dari pustaka yang peneliti gunakan untuk melogiskan hasil penelitian ini dan menjadi ukuran tingkat kredibilitas hasil penelitian ini kepada pembaca yang berisi antara lain pengertian dan fungsi ibadah shalat. Selanjutnya pada Bab ke empat akan dibahas tentang analisis dan pembahasan hasil penelitian. lalu kemudian akan diuraikan pengertian judul agar supaya ada kesamaan persepsi untuk para pembaca. Pada Bab kedua. pentingnya otak. 6 . Teknik Pengumpulan Data. konsep kemampuan pemahaman anak. serta digambarkan garis besar isi skripsi.Dalam rancangan penelitian skripsi ini. pada bagian ini di uraikanlah jawaban dari rumusan masalah yang diajukan dengan menggunakan metode dan tekhnik analisis yang telah ditentukan dan memproses data yang telah diperoleh dengan benar agar dicapai hasil yang akurat dan terpercaya.

peneliti mengemukakan kesimpulan dan saran atas refleksi dari penelitian ini untuk seluruh pembaca terutama untuk subjek dan peneliti sendiri dan seluruh umat manusia. 7 . Pada bagian akhir penulis menyediakan lampiran yang berisi tentang alat yang digunakan selama penelitian berlangsung.Pada Bab lima penutup.

Shalat juga merupakan rukun islam artinya sesuatu yang wajib dilakukan bila manusia sudah memeluk agama ini. Ada juga shalat yang sifatnya tidak wajib. Ada banyak ragam shalat sunnah yang ada dalam islam. sehingga dikatakan bahwa shalat adalah soko guru dan pondasi agama. Namun karena sifatnya sunnah. Masalahnya. Shalat adalah bentuk komunikasi dengan sang maha terkasih allah. zakat. maghrib dan isya. Pengertian dan Fungsi Ibadah Shalat a. ada lima waktu shalat yaitu saat subuh. maka nilainya sungguh luhur. Dalam sehari.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rukun islam ada lima yaitu syahadat. maka seyogyanya kita pahami bagaimana menciptakan titik pikiran secara tepat sehingga shalat kita dikatakan khusyuk dan benar. yaitu shalat sunnah. Meskipun bersifat melengkapi. rekreasi jiwa yang tidak bisa ditandingi kenikmatannya dengan cara apapun di alam semesta. 8 . yaitu shalat. dhuhur. maka shalat ini bersifat melengkapi shalat-shalat wajib. Pengertian Ibadah Shalat Agama islam memiliki satu ritual wajib yang dilakukan lima kali sehari. Saking hebatnya ibadah shalat. shalat sunnah bila dilakukan secara khusyuk disertai dengan niat hanya mengharapkan keridhaan allah. kemana pikiran harus kita arahkan saat kita melakukan ibadah shalat? Bila kita yakin bahwa shalat adalah meditasi tertinggi (meditasi transendental). shalat. KAJIN PUSTAKA 1. pencerahan. puasa dan berhaji. ashar.

b.cit 9 . Sementara dimensi sosial shalat adalah bagaimana shalat membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat dimana individu yang melakukan shalat itu berada. Loc.” (Qs.                           Terjemahannya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Al Ankabuut : 45)6 6 Departemen agama. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). mengawasi. hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk menyadari keberadaan tuhan itu dekat yang melampaui batasan ruang dan waktu sehingga kemanapun manusia berada maka dia selalu hadir. Fungsi ibadah Shalat Ibadah shalat memiliki dimensi individual dan sosial. menjadi teman paling setia. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan. Dimensi individual adalah bagaimana shalat itu dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan tuhan. dan menjadi kekasih yang tidak pernah absen sedikit pun untuk berbagi suka dan duka sekaligus sebagai wujud ketundukan manusia pada dzat yang serba maha dan infinitum ini. Pada dasarnya.” Ini sudah masuk dimensi sosial shalat. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat 45 surat al-‘ankabut “sesungguhnya shalat itu mencegah (manusia) dari perbuatan yang keji dan mungkar. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Kesadaran hakikat shalat ini akan memiliki pengaruh kuat dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.perbuatan) keji dan mungkar. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Disini saya akan menyebutkan beberapa pengetahuan modern yang berkenaan dengan “Pengaruh ketenangan jiwa pada kesehatan jiwa dan fisik manusia dan pengaruh Shalat pada ketenangan jiwa".7 Sarjana Barat lainnya. Ketenangan jiwa memberikan banyak hal berupa kecerdasan. Ketenangan jiwa diberikan oleh Allah sebagai penghargaan. Harry Emerson mengatakan bahwa.Leibman.: “Tidak dalam kemampuan seorang peramal (dukun) untuk menghitung umur seseorang. harta dan ketenaran. dan kesedihan ia memiliki ketenangan jiwa. Dr.Y. ditemukan bahwa ketenangan jiwa merupakan tujuan utama dalam mengarungi hidup.2002. Dari perhitungan dan grafik tersebut menjelaskan bahwa orang yang tidak dikuasai oleh amarah.Leibman mengatakan dalam bukunya berjudul ‘ketenangan jiwa’ : “Ketenangan jiwa merupakan pemberian (anugerah) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih.9 7 8 9 Dr. bahkan akan menentukan kekhusyuan kita dalam beribadah. Ketenangan dapat tumbuh dan berkembang tanpa bantuan harta bahkan tanpa bantuan kesehatan. ibid 10 . “Pilar terpenting yang menjadi inti kehidupan yang sehat yang terbebas dari penyakit fisik dan jiwa adalah Ketenangan jiwa”. pengaruhnya menelusup kedalam sisi-sisi keseharian bersikap dan bersosialisasi bahkan terhadap sudut pandang dan kesehatan. Ketenangan Jiwa . Dr.2.Y. Ketenangan jiwa itulah yang merupakan factor terpenting terbentuknya kesempurnaan kesehatan”. Potensi ketenangan jiwa mampu mengubah pondokan menjadi istana”. kesehatan. Tapi orang berilmu mampu membuat perhitungan dan grafik yang menjelaskan umur seseorang dalam hidupnya. Pengaruh Shalat Terhadap Tubuh dan Jiwa Ketengan jiwa adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita. Raymond Breil mengatakan. Raymond breil. Setelah dilakukan uji coba selama seperempat abad.2002 .8 Sementara itu. kesusahan.

kita tidak pernah mendengar para sahabat Rasul dan Tabi’in.10 Kaum muslim jaman dahulu telah memahami firman Allah SWT. Hal yang paling diperlukan untuk menghindari kecelakaan tersebut adalah Ketenagan Jiwa”. Oleh karena itu. Kehidupan mereka yang dipenuhi dengan nikmat. baik penyakit jiwa maupun penyakit fisik.Dr. Ingatlah. dan menghancurkan lebih dari satu juta mobil di Amerika dalam satu tahun. diakibatkan oleh ketegangan (kekacauan) yang menimpa jiwa para pengemudi. Ar Ra’d : 28)11 Mereka berlindung kepada Allah untuk menenteramkan hati mereka. 11 . 3. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. tenteram. kesusahan. menyimpulkan bahwa : “Mayoritas kecelakaan mobil yang menimpa sekitar dua juta orang . Herbert Stock. Loc cit. sehat. tetapi iman yang menancap di hati dan dilaksanakan oleh anggota badan. dan amarah para pengemudi. Pentingnya Otak 10 11 ibid Departemen Agama. adalah bukti bahwa keimanan mereka bukan hanya kata-kata. direktur Laboratorium Uji Kendali Mobil Amerika Serikat. dengan mengingat Allah merekapun mendapat ketenteraman dengan rahmat Allah. atau karena pengaruh ketakutan. dan mudah yaitu dengan berserah kepada Allah. bahwa mereka menderita penyakit seperti orang-orang modern yang menderita berbagai penyakit mematikan.              Terjemahannya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. baik yang luka maupun yang tewas.” (Qs.

a. Fakta otak Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% dari dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung 900.000.000.000 (Sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar. Dengan jumlah sel otak yang hanya berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang kesarangnya, dan memberi tahu teman-temannya lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang kesana kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu, lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas diantara mereka. Ada lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah, dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi sarang lebah dari serangan makhluk asing. Hanya 7000 sel optak, lebah sudah sedemikian hebatnya. Berbeda dengan lebah, manusia diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Naum, ni barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas. Kecerdasan seseorang sebenarnya tergantung pada seberapa banyak koneksi sel otak memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bias dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki manusia.

12

Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatihnya, maka akan semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya terjadi bila kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari.12

b. Gelombang otak Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang disebut EEG (electro encepalograph) kita mengenal ada empat jenis gelombang otak, yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Pengukuran gelombang otak ini didasarkan pada getaran yang ditimbulkan oleh otak kita dalam satu detik. Kita mungkin bias berada dalam dua gelombang yang berbeda dalam satu waktu. Masing-masing gelombang ini menjelaskan suatu kondisi operasi otak yang berbeda. 1) Gelombang Beta Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi, dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya
12

Adi.G.W, 2003. Born to be a genius : Otak Manusia, Mengenal Lebih Dekat Neck Top Computer Anda. 2003. Gramedia Pustaka Utama .Jakarta.

13

rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.

Gambar 1.1 : Gelombang Beta 2) Gelombang Alfa Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Kondisi alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Ada beberapa cara untuk bias masuk kedalam kondisi ini dan kita dapat melakukannya secara mudah. Beberapa cara yang biasa diguanakan adalah : a) Meditasi b) Teknik pernapasan c) Relaksasi d) Visualisasi e) Mendengarkan music f) Shalat Kondisi alfa digunakan untk mencapai hasil pembelajaran yang sangat maksimal. Teknik-teknik pembelajaran yang Adi W. Gunawan (pendiri sekaligus direktur the accelerated learning institute and training center of Indonesia) dalami seperti metode accelerated learning (system belajar dipercepat), pembelajaran bahasa asing secara cepat dan mudah, dan membaca
14

Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi. Gambar 1.000 kata permenit (buku setebal 300 halaman habis dibaca dalam waktu paling lama 10 menit). dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar.1 – 3. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita.9 Hz). Gambar 1. Dalam frekuensi yang rendah ini.dengan kecepatan 68. semuanya mengharuskan Adi masuk kedalam kondisi Alfa sebelum melakukan kegiatan belajar. keheningan yang mendalam. Bila seseorang tidur dalam 15 .2 : Gelombang Alfa 3) Gelombang theta Theta (4 – 7. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi.9 Hz). deep-meditation. Berikut gambar gelombang alpha. Berikut gambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta. seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’.3 : Gelombang Theta 4) Gelombang Delta Delta (0.

selalu ada perasaan keheningan yang menggetarkan. dalam momen-momen kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi. hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan.4 : Gelombang Delta Nah. Gambar 1. maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. kualitas tidurnya sangat tinggi. dalam hamparan 16 . penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). Dan percayalah. perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan. Begitulah. mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”). ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen. kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha. Saya berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. Pada gilirannya. Dalam momen inilah. Dalam frekuensi inilah. Meski tertidur hanya sebentar. Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha? Bagi Anda yang muslim. ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.keadaan delta yang stabil. para kaum bijak bestari berkisah. dalam momen itu.

30 menit adalah rentang waktu focus maksimal agar tidak tidak terjadi kelelahan otak yang berlebihan. c. maka focus optimalnya hanyalah 30 menit. Usia kita anggap menit dengan maksimal 30 menit. serta hasil apa yang ingin dicapai. Tiga tingkat efektivitas otak dalam belajar. kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita. Setelah itu gunakan 20 menit untuk belajar. kita bisa menggunakan patokan usia. Yang pertama adalah masa persiapan. Rentang focus yang optimal Otak ktia tidak dapat dipaksa untuk melakukan focus dalam jangka waktu yang lama. Contohnya. Bila ia berusia 35 tahun atau 60 tahun. UNTUK KESELAMATAN HIDUP MEMBANGKITKAN EMOSI 17 BELAJAR HAL YANG BARU . Untuk mudahnya.kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir. Sedangkan 5 menit yang tersisa digunakan untuk refleksi atas apa saja yang baru dipelajari. Jadi. Gunakan waktu selama 5 menit untuk melakukan relaksasi dan menetapkan apa tujuan anda belajar. Urutan prioritas ini akan mempengaruhi tingkat perhatian dan konsentrasi dalam mempelajari sesuatu dan seberapa kuat informasi itu akan tertanam di dalam ingatan kita. d. Dalam segenap jiwa dan batin kita. focus optimalnya adalah 24 menit. untuk anak berusia 5 tahun. Perhatikan bagan dibawah ini. Otak kita belajar dengan menggunakan urutan prioritas. rentang waktu focus optimal yang bias dilakukannya hanya 5 menit. Untuk orang dewasa yang berusia 24 tahun. Idealnya waktu 30 menit ini dibagi menjad 3 bagian.

Dalam proses belajar tentu saja kita akan lebih memprioritaskan emosi-emosi yang positif. menciptakan suasana belajar yang kondusif. maka akan semakin kuat pula perhatian dan konsentrasi terhadap informasi tersebut. Semakin dianggap penting untuk keselamatan hidup. Informasi ini mendapat perhatian dan konsentrasi yang paling sedikit. baik emosi sedih maupun emosi gembira. Dalam proses belajar tentu sangat sulit untuk membuat situasi dimaan informasi yang kita pelajari seakan-akan sangat menentukan keselamatan hidup kita. maka semakin tinggi perhatian dan semakin kuat konsentrasi yang diberikan untuk informasi itu.Gambar 2 : bagan tingkat efektivitas otak dalam belajar Sumber : Adi W. Gunawan. Prioritas kedua adalah apabila informasi itu membangkitkan emosi. Semakin kuat semakin kuat informasi itu membangkitkan emosi kita. Ada beberapa cara untuk mengaitkan informasi dengan emosi positif. Dengan demikian akan semakin kuat daya serap dan ingatan yang terjadi. Diantaranya adalah dengan permainan. yaitu informasi tersebut membangkitkan emosi. Born To Be A Genius (2003) Perhatian dan konsentrasi maksimal akan diberikan oleh otak terhadap informasi yang berubungan dengan keselamatan diri. maka cara paling efektif adalah dengan menggunakan metode kedua. dan hadiah yang akan didapat bila tujuan itu tercapai. Karena inisulit terjadi. atau dengan mencari alasan emosional mengapa informasi ini perlu dipelajari. Prioritas terakhir adalah informasi yang berhubungan dengan proses belajar biasa. menetapkan tujuan belajar. 18 .

Konsep Kemampuan Pemahaman Anak Kemampuan pemahaman setiap manusia dipengaruhi oleh tiga aspek penting. akhlak. Dapat juga diartikan sebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehingga muncul konsep-konsep. Konsep tentang waktu Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi. lusa. Kognitif dan Psikomotorik. Macam konsep yang dimiliki anakanak antara lain : 1. kemarin dulu. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perut dengan cara operasi. 2. dll. manajemen emosi. yakni Afektif. moral. etika. logika. Kognitif ialah yang berkaitan dengan aspek pemikiran. Afektif ialah yang berkaitan dengan sikap. arti atau keterangan tentang sesuatu. 19 . Konsep tentang hidup atau mati. 4. transfer ilmu. Mati adalah pergi jauh. 3.4. Sedangkan Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkap sifat. Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang bergerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan atau manusia adalah hidup. analisis. dll. kapan. Konsep tentang letak dan fungsi tubuh Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atau hati. Konsep tentang hubungan sebab-akibat Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapat dipahami daripada sebab yang sifatnya psikis.

dan pengendali perilakunya. dan menunjukkan perilaku yang baik dan bermoral. 8. tradisi. 5. perhatian dari orang lain. Setiap suku bangsa di dunia ini mempunyai criteria tertentu untuk menentukan definisi kecerdasan. Definisi kecerdasan tergantung pada situasi. Konsep tentang bilangan Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannya namun untuk puluhan belum. Konsep tentang keindahan Menganggap indah warna yang menyolok. Definisi kecerdasan a. kondisi. Konsep diri Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari penilaian orang lain terhadap dirinya. 10. 7. 20 . dan kebudayaan.5. 9. pemikiran yang rasional. Criteria ini akan berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. Konsep tentang peran sex (jenis kelamin) Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki harus kuat atau suka menolong. Bangsa yunani kuno sangat menghrgai orang cerdas yang mempunyai fisik kuat. Konsep tentang jarak 6. Konsep tentang uang Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang.

Walauun jawaban mereka bervariasi. Sedangkan pada orang-orang keres. sangat menghargai orang yang mahir dibidang puisi. Itu saja. Tetapi. siapakah yang lebih cerdas? Dokter bedah ataukah si Aborigin? Dari contoh diatas sebenarnya sulit untuk mengatakan siapa yang lebih cerdas.Bangsa romawi pada sisi lain sangat menghargai keberanian. Bila seorang ahli bedah saraf terkemuka yang tinggal di newyork. Menurut mereka. amerika. suku aborigin ini hanya sekali pandang saja akan tahu jenis tanaman yang ada. kaligrafi. empat belas ahli ilmu jiwa ditanyai oleh editor “journal of education psychology” mengenai arti kecerdasan. Orang aborigin ini dibawa ke newyork dengan segala kemajuan peradaban dan tekhnologinya. bila kita balik keadaannya. jenis hewan apa saja yang dapat dimakan dan yang berbahaya. sangat menghargai orang yang peduli dengan orang lain. dibawa kebelantara gurun Australia dan tinggal bersama suku aborigin. ilmu perang. lalu dokter ini diminta untuk mengamati suatu hamparan dataran. Ini semua tergantung pada situasi. Bangsa cina. Suku aborigin juga akan tahu. kondisi. apakah yang ia lihat? Mungkin saja dokter ini hanya melihat hamparan dataran yang gersang ditumbuhi semak belukar dan kontur dataran yang naik turun. dan kebudayaan setempat. dari suku Indian pueblo. Definisi kecerdasan menurut pakar psikologi Pada tahun 1921. berdasarkan jejak yang terdapat ditanah. hewan apa saja yang baru lewat dan kemana hewan itu lari atau bersembunyi. tradisi. dimana bisa mendapatkan air minum. siapakah yang lebih cerdasa? Sekarang. mana yang bisa dimakan dan mana yang beracun. music. dan melukis. Kalau situasinya begini. namun ada dua tema pokok yang sama dalam jawaban mereka. kecerdasan adalah : 21 . Dalam keadaan ini. dibawah pengaruh filsuf Confucius. b.

dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi. Enam puluh lima tahun kemudian atau pada tahun 1986. dengan penekanan pada aspek metakognisi-kemampuan berpikir tentang proses berpikir itu sendiri. 186. Kecerdasan spiritual 1) Pengertian Kecerdasan Spiritual Secara konseptual kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. dan bagaimana anda mengatur hidup anda secara umum. (Jakarta : Balai Pustaka. dan bagaimana anda mengatur hidup anda dengan orang lain. bagaimana berhubungan dengan orang lain. Orang yang cerdas adalah orang yang membuat kesalahan. dua puluh empat pakar yang berbeda diminta pandangannya mengenai arti kecerdasan. belajar dari kesalahan tersebut.13 Sedangkan spiritual berasal dari kata spirit yang berasal 13 Departemen Pendidikan & Kebudayaan.1) Kapasitas untuk belajar dari pengalaaman 2) Kemampuan untuk beradaptasi Dua ddfinisi di atas merupakan hal yang sangat penting. mereka setuju bahwa cerdas berarti dapat belajar dari pengalaman dan mampu melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan. h. Malah orang yang cerdas sesungguhnya bukanlah orang yang tidak pernah membuat kesalahan. Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti. Kapasitas untuk belajar dari pengalaman berarti orang yang cerdasa juga dapat melakukan kesalahan. Sekali lagi. 1993) cet. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan berarti untuk menjadi cerdas tidak tidaklah semata-mata bergantung pada nilai atau hasil suatu tes atau ujian disekolah. Kamus Besar Bahasa Indonesia. walaupun mempunyai jawaban yang bervariasi. 22 . Ke-2. c. Di sini menjadi cerdas meliputi kemampuan anda untuk menangani suatu pekerjaan.

14 Dalam kamus psikologi spirit adalah suatu zat atau makhluk immaterial. vitalitas energi disposisi. (Jakarta : Rajawali Pers.P. (Indonesia : PT Pustaka Delapratosa. para ahli sangat bangga dengan temuan tentang adanya IQ danEQ. Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia”. Ke-1. 480. h.dari bahasa latin yaitu spritus yang berarti nafas. Ke-1. Kamus Lengkap Psikologi. kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna bila dibandingkan dengan yang lain. 1989) cet. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spritual ESQ. bahkan kecerdasan inilah yang dipandang berperan memfungsikan dari kecerdasan IQ dan EQ.15 Dengan demikian dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang sempurna dari perkembangan akal budi untuk memikirkan hal-hal diluar alam materi yang bersifat ketuhanan yang memancarkan energi batin untuk memotivasi lahirnya ibadah dan moral. (Jakarta : Agra. tenaga. biasanya bersifat ketuhanan menurut aslinya. h. 23 . Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku atau hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. 57. moral atau motivasi. 14 15 16 Toni Buzan. kekuatan. h. terjemahan Ana Budi Kuswandani. 6. sehingga muncullah suatu paradigma dimasyarakat bahwa otak itu adalah segala-galanya. 2003) cet. semangat. 2001) cet. padahal nyatanya tidaklah demikian. Chaplin. J. Ary Ginanjar Agustian.16 Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi. Dalam istilah modern mengacu kepada energi batin yang non jasmani meliputi emosi dan karakter. Sebelum kecerdasan ini ditemukan. Ke-1. yang diberi sifat dari banyak ciri karakteristik manusia.

sebagaimana dikutip oleh Sayyed mendefinisikan spiritual sebagai “pengalaman yang suci”. sehingga dengan kemampuan ini akan membantu mewujudkan pribadi manusia seutuhnya. at home atau in side.17 Selanjutnya Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah.Rodolf Otto. op.S. 57. menuju manusia seutuhnya (hanif). 62:2 17 18 Ibid. h. Jadi tegasnya.18 Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya. 24 . Al-Jum’ah. mengembalikan keyakinan. memenuhi kewajiban agama. spiritual diasumsikan bukan dalam pengertian diskursifnya. cit. h. Kebutuhan akan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan. Ini sekaligus menunjukkan klaim bahwa segala perilaku sosial manusia niscaya juga diwarnai oleh “pengalaman yang suci” itu spiritualitasnya. melainkan terefleksikan dalam perilaku sosialnya. dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. serta untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimilikiseseorang. sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya Q. sebagai wujud dari pengalamannya terhadap tuntutan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap kekuatan yang berada diluar jangkauan dirinya yaitu Sang Maha Pencipta. Pemaknaan ini kemudian diintroduksi oleh seluruh pemikir agama (spiritualis) dalam “pemahaman makna keyakinankeyakinan dalam konteks sosial mereka”. 8 Ary Ginanjar Agustian. Untuk keperluan itu perlulah kiranya Allah mengutus seorang Rasul yaitu Muhammad SAW.

Yang bersifat kolektif itu bagi suku. sains pun tidak bisa berdiri sendiri. Sains tetap membutuhkan instrumen-instrumen. Edisi Khat Madinah. h. menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah). Ini terjadi karena pada akhirnyapetualangan manusia. meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Dalam memahami spiritual ini. Al-Qur’an dan Terjemahannya. peradaban. dan dapat terus kita bangun sejak balita hingga dewasa. Ada dua instrumen yang lazim digunakan dalam dunia spiritual ini yang satu bersifat kolektif dan lainnya bersifat privasi. 553. 25 . (Bandung : Syamil Cipta Media. lantaran “lain dari yang kelihatan” atau yang luar biasa.19 Spiritual dalam Islam identik dengan kecerdasan ruhaniah yang pada dasarnya tahap pencerdasan ruh ini dapat kita mulai sejak pra kehamilan. atau tradisi adalah instrumen wahyu yang ada dalam teks suci. kemudian kita teruskan pada saat kehamilan. ternyata roh (dimensi Ilahiyah yang 19 Departemen Agama RI. 2005). ia niscaya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang muncul dari pemahaman alam bawah sadarnya tentang teladan-teladan spiritual. sedangkan bagi masyarakat yang tidak kenal baca tulis (primitif).                                Terjemahannya: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya. instrumen yang digunakan adalah mitos yang termuat dalam legenda-legenda mereka. masyarakat. Jika seseorang dibesarkan dalam tradisi tulis baca yang mengajarkan gambaran antropomorfis Tuhan yang berasal dari teks-teks suci.

cit. Setiap manusia yang memiliki kemampuan transendental. melainkan akan batasan-batasan pikiran sendiri yang mencegah untuk bekerja secara selaras dengan alam semesta. merupakan bagian dari proses yang berlangsung selama milyaran tahun dan masih berlangsung hingga sekarang yang dengan itu alam semesta terus membentuk debu-bintang menjadi manusia. Bahkan sebagai tenaga peggerak untuk membentangkan celah dari masa lalu ke masa depan. bukan atas alam. Jika perubahan kuantum dalam kesedaran semacam itu benar-benar terjadi. Perencanaan alam semesta adalah menyadari akan pengaruh pada penyingkapan penciptaan.20 Manusia itu adalah “serpihan” Ilahi sebenarnya. 26 . Ada sebagian manusia berpendapat bahwa yang dicapai dalam proses pembinaan spiritualitas tersebut itulah Tuhan yang sebenarnya. maka kehidupannya adalah jelmaan dari hidup-Nya.terdapat dalam dirimanusia) dan yang tidak terbatas (dimensi Ilahi yang yang terdapat dalamfinalitas transpersonal Tuhan) adalah identik. Sehingga disanalah kepantasaan manusia menyandang gelar makhluk mulia yang dibekali dengan pengalaman suci dan fitrah beragama semenjak ia dari kandungan ibunya. Maka makna hidup manusia dengan demikian terletak pada tingkat spiritualitas yang dimilikinya. Menghadirkan Tuhan ke dalam setiap diri memang sangat tidak rasional menurut pandangan ilmiah. 2) Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual 20 Sayyed Hossein Nasr. tetapi hal itu harus didorong oleh keyakinan yang dalam bahwa seluruh aktifitas adalah gerakan kekuatan yang ditransfer-Nya (dari kekuatan absolut). h. Artinya semakin disadari dan dihayati hakikat diri.. semakin tahu dan kenal akan Tuhan. itu akan mewakili kemenangan heroik atas determinisme. 10. op.

46. Ia memasuki dunia spiritual. kecendrungan merasakan “pengalaman puncak” dan bakat-bakat “estetis”.or. intuisi dan kekuatan “keakuan” atau “otoritas” tinggi. Mendidik Kecerdasan. menunjukkan kasih sayang dan kearifan. muthahhari. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah disekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. penulis menyimpulkan bahwa anak yang 21 22 www. ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. Waruwu.id/doc/artikel/sqanak. pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mempunyai kesadaran diri yang mendalam. Satiadarma & Fidelis E. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Anak yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. hanyalah sebagai dari kebajikan. Dua karakteristik diatas disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. ada 5 ciri orang yang cerdas secara spiritual. d) Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah.22 Dari dua pendapat tersebut diatas. b) Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak. c) Kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari. 27 .Roberts A. e) Kemampuan untuk berbuat baik. 2003) cet. (Jakarta : Pustaka Populer Obor. Ke-1.htm (tidak diterbitkan) Monty P. bersyukur atau mengungkapkan terima kasih. yaitu memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan seperti memberi maaf. bersikap rendah hati. Menurut Marsha Sinetar (2000). Emmons sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat.21 a) Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material. h. Ia merujuk pada warisan spiritual yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.

cerdas secara spiritual akan terlihat dalam beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh anak tersebut. Diantara ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual adalah:
3) Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Menurut Stephen R. Covey seperti yang dikutip oleh Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Rohaniyah, visi adalah pengejawantahan yang terbaik dari imajinasi kreatif dan merupakan motivasi utama dari tindakan manusia. Visi adalah kemampuan utama untuk melihat realitas yang kita alami saat ini untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada.23 Visi adalah komitmen (keterikatan, akad) yang dituangkan dalam konsep jangka panjang, yang akan menuntun dan mengarahkan kemana ia harus pergi, keahlian apa yang kita butuhkan untuk sampai ketujuan, dan bekal apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. Seseorang yang cerdas secara spiritual akan memiliki tujuan hidup berdasarkan alasan-alasan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun dihadapan Allah SWT nantinya. Dengan demikian hidup manusia sebenarnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja seperti; makan, minum, tidur, berkasih sayang dan sebagainya, tetapi lebih jauh dari itu, manusia juga memerlukan kebutuhan rohani seperti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah yang tujuan akhirnya adalah untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. Orang yang memiliki tujuan hidup secara jelas akan memperoleh manfaat yang banyak dari apa yang telah dicita-citakannya, diantara manfaat tujuan hidup adalah: 1) Mendorong untuk berfikir lebih mendalam tentang kehidupan. 2) Membantu memeriksa pikiran-pikiran yang terdalam.
23

Toto Tasmara, Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi, (Depok : Gema Insani Pers, 2003) cet. Ke-3, h. 10

28

3) Menjelaskan hal-hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. 4) Memperluas cakrawala pandangan. 5) Memberikan arah dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini. 6) Membantu dalam mengarahkan kehidupan. 7) Mempermudah dalam mengelola potensi dan karunia yang ada. Kualitas hidup seseorang sangat tergantung kepada persepsinya terhadap tujuan hidupnya. Persepsinya terhadap tujuan hidupnya amat dipengaruhi pula oleh pandangannya terhadap dirinya sendiri, jika seseorang selalu pesimis dalam melaksanakan aktivitas yang menjadi tujuannya, maka ia juga akan memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Demikian pula sebaliknya, orang yang selalu optimis dalam kehidupan, maka keberhasilan juga akan selalu dekat dengannya. Firman Allah dalam Q.S. Fushshilat (41), ayat : 46.

              
Terjemahannya: Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekalikali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).24 4) Memiliki Prinsip Hidup Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang teguh kepada pencipta yang abadi yaitu prinsip yang Esa. Kekuatan prinsip akan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, jalan mana yang akan dipilih, apakah jalan yang benar atau jalan yang salah. Semuanya tergantung kepada

24

Departemen Agama RI, Op. Cit., h. 481.

29

keteguhannya dalam memegang prinsip yang telah ditatapkannya. Seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams (91), 8-10.

              
Terjemahannya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)25 Berdasarkan firman Allah di atas, manusia telah diberi potensi yang mengarah kepada kebaikan oleh Allah, tinggal bagaimana seseorang menjadikan potensi tersebut sebagai bekal untuk senantiasa berpegang kepada prinsip yang benar yaitu sesuai dengan panggilan hati nuraninya. Orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang menyadarkan prinsipnya hanya kepada Allah semata, dan ia tidak ragu-ragu terhadap apa yang telah diyakininya berdasarkan ketentuan Ilahiah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat, ayat : 30.

                      
Terjemahannya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.26
25 26

Ibid, h. 595. Ibid, h. 480.
30

27 6) Cenderung kepada Kebaikan 27 Ibid. 75. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Ali ‘Imran (3) ayat 191). sehingga akan lahirlah pribadi-pribadi yang teguh memegang prinsip keimanannya. tatapi melalui pembersihan jiwa dengan memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah. maka peliharalah kami dari siksa neraka. akan lahir nilai-nilai moral yang baik karena seluruh tindakan atau perbuatannya berdasarkan panggilan jiwanya yang suci. 31 . Perasaan selalu merasakan kehadiran Allah dalam jiwa kita. h. (QS. Maha Suci Engkau.5) Selalu Merasakan Kehadiran Allah Orang yang memiliki kecerdasan spiritual selalu merasakan kehadiran Allah. Dengan kesadaran itu pula. tentu saja tidak datang begitu saja. Firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran ayat 191:                       Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. bahwa dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan tidak satupun yang luput dari pantauan Allah SWT. tanpa proses terlebih dahulu.

mendirikan sembahyang. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.28 7) Berjiwa Besar Manusia yang memiliki kecerdasan ruhiyah atau spiritual. Allah menjelaskan hal ini dalam surat Ali Imran. menunaikan zakat.                                                                                                                          Terjemahannya : Dan orang-orang yang beriman. 198.                         28 Ibid. 3 : 134. Manusia seperti ini sangat mudah memaafkan dan meminta maaf bila ia bersalah. bahkan ia akan menjadi karakter yang berkepribadian yang lebih mendahulukan kepentingan umum dari dirinya sendiri. lelaki dan perempuan. mencegah dari yang mungkar. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. 9 : 71. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya.Insan yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu termotivasi untuk menegakkan nilai-nilai moral yang baik sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan menjauhi segala kemungkaran dan sifat yang merusak kepada kepribadiannya sebagai manusia yang beragama. akan sportif dan mudah mengoreksi diri dan mengakui kesalahannya. h. 32 .

mudah tersentuh dan bersimpati kepada keadaan dan penderitaan orang lain. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Dari literatur yang penulis baca salah satu diantaranya adalah ESQ karangan Ary Ginanjar dalam tulisannya menggambarkan bahwa hubungan IQ. d. IQ dan EQ. suka membantu meringankan beban orang lain. adalah orang yang peka dan memiliki perasaan yang halus. 33 . EQ dan SQ bagaikan segitiga sama kaki.               Terjemahannya: (yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya). 67. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. dimana ketiga sudutnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengilustrasikannya seperti dibawah ini: 29 Ibid. padahal ketiganya saling mempengaruhi. Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Kecerdasan klasik yang masih permanen sampai hari ini adalah pemisahan antara SQ. baik diwaktu lapang maupun sempit.29 8) Memiliki Empati Manusia yang memiliki kegemilangan spiritual. h.

34 .30 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. xliv. cit. pada amalnya berupa keshalihan.Gambar 3 : Ilustrasi Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Gambar segitiga ini menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. pada gerakannya berupa kebajikan.. op. IQ dan EQ ternyata tidak mampu mencapai kehidupan yang tenang dan abadi. karena setelah 30 Ary Ginanjar. Hal ini adalah sebagai bantahan terhadap pendapat para tokoh yang mengatakan bahwa IQ dan EQ saja yang memberi makna hidup dan mengarahkan aktifitas manusia. pada sikapnya berupa ketawadhu’an. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan manusia SQ-lah yang mutlak harus dimiliki.

Keempat.keduanya dimiliki masih terasa kegelisahan jiwa. e. dia cerdas keseluruhannya baik otak. hanya cerdas otaknya saja.31 Orang yang cerdas otak tapi ‘jeblok’ hati dan ruhnya akan terganggu pergaulan sosialnya dan ketenangan batinnya. Yang demikian itu menjadikan hubungan antara ketiganya (IQ. Qur’anic Quotient. terdapat beberapa kemungkinan pada diri seseorang. dia cerdas otaknya. tapi tidak memiliki kecerdasan ruh yang tinggi. tapi tidak memiliki kecerdasan hati maupun kecerdasan ruh yang tinggi. Dengan demikian pada akhirnya akan terdapat tiga kondisi kecerdasan yaitu. Namun SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan jiwa yang tenang. Orang tersebut sangat mungkin untuk gagal dalam karirnya sekaligus gelisah hidupnya. cet ke-1. (Jakarta:Yayasan Ukhuwah. Orang yang cerdas otak dan hatinya akan dapat memelihara pergaulan sosialnya meskipun mudah terganggu ketenangan batinnya. Orang tersebut akan berhasil dalam karir serta kehidupannya. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual Dalam Keluarga Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. dan SQ) saling berhubungan. maupun ruhnya. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga sebelum 31 Dedhi Suharto. h. EQ. 2003). Kedua. dia cerdas otaknya maupun hatinya. Pertama. 53 35 . dia cerdas hati dan ruhnya. Berdasarkan atas cerdas dan tidaknya ketiga piranti kecerdasan tersebut. EQ dan SQ. hati. serta cerdas keseluruhannya. dia cerdas ruhnya. Ak. Fungsi dan peran yang paling dominan dalam setiap kehidupan adalah kombinasi antara kecerdasan IQ. Orang tersebut dapat berhasil dalam karirnya tetapi merasakan kekosongan dalam jiwanya. Dan kelima. Orang yang cerdas keseluruhannya akan mampu menjaga interaksi sosialnya serta mampu memelihara ketenangan batinnya. Ketiga. cerdas otak dan hatinya.

3) Sumber kasih sayang dan penerimaan. 2) Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis. baik disekolah maupun di masyarakat. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak. 6) Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan. 7) Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik. 4) Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik. 5) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat. Orang tua sebagai pendidik utama dan utama bagi anak merupakan penanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. Secara psikososiologi keluarga berfungsi sebagai: 1) Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainya. agama dan spiritualnya. 8) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah. dan 36 .mengenal masyarakat yang lebih luas. 9) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi. verbal dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri. Disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya.

f) Fungsi rekreatif. g) Fungsi agama. keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan bagi semua anggota keluarganya. 2001). dimana dikeluargalah tempat dimulainya pendidikan semua anggota keluarga. maksudnya keluarga merupakan buaian atau penyemaian bagi masyarakat masa depan. maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama bagi keluarga. fungsi keluarga dapat diklasifikasikan kedalam fungsi-fungsi berikut : a) Fungsi biologis. e) Fungsi perlindungan. h. maksudnya dikeluargalah tempat orang tua untuk memenuhi semua kewajibanya selaku kepala keluarga. Fungsi ekonomi dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233 :                    32 14 Syamsu Yusuf LN. artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua kebutuhan biologis keluarga seperti. keluarga merupakan tempat perlindungan semua keluarga dari semua gangguan dan ancaman. b) Fungsi ekonomis. 38 37 . d) Fungsi sosisalisasi. (Bandung:Rosda Karya. pangan dan sebagainya. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. c) Fungsi pendidikan. sandang.10) Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk mendapatkankan teman diluar rumah.32 Sedangkan dari sudut pandang sosiologis. atau apabila persahabatan diluar rumah tidak memungkinkan.

Al-Qur’an dan Terjemahannya. (QS: 2. yaitu. Bukhari). lagi Maha Terpuji”. melainkan menurut standar 33 kemampuannya”. Nasrani atau Majusi”. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. h.34 Dalam Al-Qur’an al-Karim surat Surat Luqman ayat 12 :                           Terjemahannya: ”Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah). ”Bersyukurlah kepada Allah”. (Bandung : Syamil Cipta Media.         Terjemahannya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. cit. 412. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya. 233) Fungsi pendidikan (edukatif) dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. h. Seseorang tidak akan dibebani (dalam memberi nafkah).A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi.. 34 Bukhari. op. 38 . (HR. (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy. (Luqman : 12)35 33 Departemen Agama RI.125 35 Departemen Agama RI. dan barang siapa yang tidak bersyukur. Shahih Bukhari. tt). yaitu : Terjemahannya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. edisi Khat Madinah. 37. 2005). h. telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R.

mawaddah dan rahmah. Dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung dasar-dasar pendidikan bagi seorang muslim. Ayat ini juga menganjurkan untuk berbuat baik. jika terjadi pertikaian pendapat antar orang tua dengan anak yang berbeda akidah. meneguhkan hubungan. h. Allah tidak menyukai orangorang yang sombong. Kecintaan terhadap kedua orang tua tidak boleh mengalahkan akidah. dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. Karena melalui kedua orang tuanyalah mereka dilahirkan dimuka bumi sehingga sewajarnyalah keduanya dihormati. hati. memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. disayangi. Juga dijelaskan pedoman. Dengan shalat kita melatih lidah. dicintai dengan sepatutnya dengan yang ma’ruf. Jika akidah anak berbeda dengan kedua orang tuanya keduanya selalu dihormati.d 19 meliputi:36 a) Pembinaan jiwa orang tua 36 Syamsu Yusuf LN. bahwa kandungan surat Luqman ayat 12 s. dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pendidikan anak-anak kaum muslimin. Op. Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya. Zakiah Darajat sebagaimana dikutip Syamsu Yusuf mengatakan. Untuk memperkuat pribadi. mengandung pokok akidah yaitu kepercayaan terhadap Allah yang menimbulkan jiwa merdeka dan bebas dari pengaruh benda dan alam serta merupakan dasar utama tegaknya rumah tangga sakinah. maka dirikanlah shalat. sebagaimana disarikan berikut ini: inti hikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada Luqman telah disampaikan dan diajarkan kepada anaknya sebagai pedoman utama dalam kehidupannya yaitu: supaya jangan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya karena mempersekutukan Allah merupakan dosa besar. karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan dari Allah.40 39 .Cit.Terkait dengan penafsiran ayat-ayat diatas (surat Luqman ayat 12). Hamka menafsirkannya.

rajin beramal shaleh dan dakwah) dengan kata lain memerintah atau mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan melarang atau mencegah orang lain berbuat kejahatan/keburukan.(kewajiban bersyukur kepada Allah). b) Pembinaan atau pendidikan kepada anak yang menyangkut aspek-aspek: iman dan tauhid (tidak mensyukuri Allah) akhlak atau kepribadian (bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. kurangnya pengetahuan anggota keluarga juga dapat berpengaruh (negatif) bagi keturunan mereka. tidak bersikap sombong atau angkuh kepada orang lain). Namun demikian. Pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak mempunyai peran yang besar sekali bagi kehidupan dan masa depan anak. Oleh karena itu Islam melarang bergaul dengan teman yang jahat dan buruk. Pendidikan keluarga dipandang sebagai pendidikan pertama dan utama karena peranannya yang begitu besar sebagai peletak pondasi pengembanganpengembangan berikutnya. ibadah (menegakkan shalat. Hal ini mengingat bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan Allah berdasarkan Fitrah-Nya (QS Ar-Ruum : 30) :                                      Terjemahannya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam). bertaubat. Kebiasaan dan tradisi yang diperoleh seorang anak dari keluarganya akan diwarnai adat dan kebiasaan temantemannya.. Pertumbuhan anak dibawah asuhan ayah dan ibu merupakan sebaik-baik sarana bagi pembinaan akhlaknya. bersifat sabar dalam menghadapi musibah. (sesuai) Fitrah Allah disebabkan Dia telah 40 . karena pada dasarnya pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia.

” 37 Yang dimaksud dengan Fitrah pada QS. cit.38 Peranan ayah terhadap anaknya tidak kalah pentingnya dari peranan ibu. hal ini agaknya dapat dipahami karena ibulah orang yang lebih banyak mengerti anak sejak seorang anak lahir. 407.. bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan.39 Hal ini dapat dipahami berdasarkan QS. Pendidikan anak dalam keluarga adalah tanggung jawab orang tua terutama ibu. Ar-Ruum ayat 30 diatas adalah bahwa diantara yang dibawa sejak lahir telah membawa potensi untuk didik dan mendidik. Ayah merupakan sumber kekuasaan yang memberikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan. Abu Ahmadi. sebagai penghubung antara keluarga dan masyarakat dengan memberikan pendidikan terhadap anaknya berupa komunikasi terhadap sesamanya memberi perasaan aman dan perlindungan terhadap keluarganya. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. h. op.Nisaa’ Ayat: 34                                  37 38 39 Departemen Agama RI. Peranan ibu dalam pendidikan anak lebih dominan dari peranan ayah. Ilmu Pendidikan.cet. Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. h.menciptakan manusia menurut (Fitrah) itu.2001). h. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ibulah orang yang selalu ada di sampingnya. 180 Rehani. Ke-1. 91 41 . An.(Baitul hikmah Press. (itulah) agama yang lurus.

h. gemar berinfak dan bersedekah (dermawan) serta akhlak terpuji lainya. Sebab itu maka wanita yang saleh. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita).                Terjemahannya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.. Karena itu ibu yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk meningkatkan bobot spiritual. Antara kebutuhan jasmani dan rohani terdapat keterkaitan satu sama lain. Peningkatan ini banyak ditempuh dengan memperbanyak ibadah shalat sunat. dan pukullah mereka. (Jakarta : Intiusi Press. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya. Upaya pencerdasan dapat dilakukan oleh siapa saja tidak memandang apakah ibu yang hamil itu cerdas atau tidak. Sepertinya kepribadian dan kecerdasan anak terbangun melalui transmisi spiritual. Kebutuhan jasmani anak seperti makanan. 118 42 . perumahan. intelektual. maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. dalam kedokteran dikatakan bahwa kualitas makanan yang diberikan kapada anak balita akan menentukan kualitas kecerdasan dan kemampuan anak. membaca dan mentala’ah Al-Quran. h. 84 Suharsono. pakaian. oleh karena Allah telah memelihara (mereka). moral dan intelektualitasnya.2000). Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. dan karena mereka (lakilaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. emosional. menjaga tutur kata. Mencerdaskan Anak. kesehatan dan sebagainya. Dari satu sisi. emosional dan moral ibunya.41 40 41 Departemen Agama RI. Kemudian jika mereka mentaatimu. cit. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. op. 40 Secara garis besar ada dua kebutuhan anak yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani (spiritual).

Orang tua cendrung lebih memperhatikan kebutuhan jasmani anak dari pada kebutuhan dalam mencerdaskan spiritualnya. seyogianya bersamaan dengan perkembangan kepribadianya yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu sejak dalam kandungan. Pandangan ini didasarkan pengamatan para ahli jiwa terhadap 42 Hasan Langgulung. (Jakarta : PT. Rasul-rasul-Nya. orang tua (ayah dan ibu) hendaknya memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani anak. Oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak balita agar otaknya tumbuh dengan sempurna. disamping melakukan anak dengan penuh kasih sayang.372 43 . takut kepada Allah dan selalu mendapat pengawasan dari pada-Nya dalam segala perbuatan dan perkataan. h. termasuk mula-mula sekali adalah iman yang kuat kepada Allah. Faktor kasih sayang sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. Ke-3. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya caracara yang betul untuk menunaikan syiar-syiar dan kewajiban agama.Berdasarkan hal tersebut.42 Menurut Hurlock (1956:434). Al Husna Zikra. Malaikat. . 1995) cet. Namun dewasa ini tidak sedikit para orang tua yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan akan spiritual anak. KitabKitab-Nya. dan menolong mengembangkan sikap agama yang betul. Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan Spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dan upacara-upacaranya. Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. keluarga merupakan “training centre” bagi penanaman nilai-nilai pengembangan fitrah atau jiwa beragama anak. Hari akhirat. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya anak-anak yang sehat dan cerdas tetapi spiritualnya belum tentu cerdas.

orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. 138 Ibid. h. seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat. berdo’a.43 Oleh karena itu. Op. 43 44 Syamsu Yusuf LN. Menerima anak sebagaimana biasanya. membaca Al-Qur’an dan memberi sedekah serta amalan shaleh lainnya. c. maka ada beberapa hal lagi yang perlu menjadi perhatian orang tua yaitu sebagai berikut:44 1) Karena orang tua merupakan pembina pribadi yang pertama bagi anak. Memberikan curahan kasih sayang yang ikhlas. orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah. kebiasaan berprilaku atau tata cara hidupnya merupakan unsur-unsur pandidikan yang tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan fitrah beragama anak. 2) Orang tua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik.Cit. h. sebaiknya pada saat bayi masih berada dalam kandungan. ternyata dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tua (terutama ibu) pada waktu anak masih dalam kandungan. disamping upaya-upaya yang telah dilakukan diatas. berzikir. Bersikap respek atau menghargai pribadi anak. maka seyogianya dia memiliki kepribadian yang baik atau berakhlakul karimah (akhlak yang mulia). Kepribadian orang tua. b. Perlakuan yang otoriter (perlakuan yang keras) akan mengakibatkan perkembangan pribadi anak yang kurang diharapkan. 139 44 . baik yang menyangkut sikap. Dalam membina dan mengembangkan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. Sikap dan perlakuan orang tua yang baik adalah yang mempunyai karakteristik : a. dan tokoh yang diidentifikasi atau ditiru anak. begitu pula perlakuan yang permisif (terlalu memberi kebebasan) akan mengembangkan pribadi anak yang tidak bertanggung jawab atau kurang memperdulikan tata nilai yang dijunjung tinggi dalam lingkungannya.

mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan sehari-hari. meminta maaf bila ternyata orang tua sendiri salah kepada anak. tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmaniah anak semata tetapi juga kebutuhan akan spiritual anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. sehingga pada gilirannya anak dapat membedakan mana yang baik dan terbaik dan mana yang buruk dan terburuk. 45 . seperti keras kepala. Sedangkan yang tidak harmonis. dan anak dengan anak). Karena itu dibutuhkan suatu proses pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap tugas-tugas tersebut. e.d. mengajarkan atau melatih ajaran agama terhadap anak seperti: Syahadat. Bacaan Al-Qur’an. Hubungan yang harmonis penuh pengertian dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik. Memaafkan kesalahan anak. Untuk memelihara keluarga dari segenap hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam neraka tentu tidak mudah begitu saja. Meluruskan kesalahan anak dengan pertimbangan atau alasan-alasan yang tepat. Dengan cara membiasakan anak sejak dini dengan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama diharapkan akan terbentuk akhlak dan pribadi yang baik pula dimasa-masa selanjutnya. Sebagai orang tua. f. 4) Orang tua hendaknya membimbing. Do’a-do’a. Shalat (bacaan dan gerakanya). Mau mendengarkan pendapat atau keluhan anak. 3) Orang tua hendaknya memelihara hubungan yang harmonis antar anggota keluarga (ayah dengan ibu. seperti sering terjadi pertentangan atau perselisihan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak yang tidak baik. dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. bersikap jujur menjalin persaudaraan dengan orang lain. orang tua dengan anak. lafaz zikir dan akhlak terpuji seperti bersyukur ketika mendapat anugerah. pembohong dan sebagainya.

a. Ke-1. Di antaranya sumber kecerdasan itu sendiri (God-Spot). maka ia di pandang sebagai faktor penentu. Ketiga hal ini perlu dikaji lebih jauh karena manusia dimanapun di dunia ini selalu merindukan puncak keagungan yang ditandai dengan segala dimensi eksistensinya. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: a. Tuhan dan alam. Spiritual adalah jalan yang paling ideal yang memberikan makna hidup bagi manusia di antara makhluk Allah yang lain. maka ia dipandang sebagai sumber suara hati manusia. yaitu hubungan yang harmonis antara Tuhan. God-Spot di samping sebagai penentu spiritual. potensi qalbu (hati nurani) dan kehendak nafsu. Suara hati tersebut selalu menganjurkan 45 Ary Ginanjar Agustian. xxxviii 46 . Akibatnya mereka tersesat di medannya sediri dan hampa dalam menjalani hidup yang sedang dilaluinya. yang merupakan pusat spiritual terletak antara jaringan saraf dan otak. yang menuntun kejalan hidup yang tidak ambigu. manusia dan alam sekitar.45 Karena God-Spot adalah pusat spiritual. bahwa seorang ahli syaraf dari California University yaitu V.Spot ( Fitrah) Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta: Arga. God.S. Spiritual sebagai pengalaman horistik merupakan jati diri yang fundamental bagi manusia. Semua itu disebabkan oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari manusia dalam menjaga keseimbangan dialektis antara dirinya. h. Ramachandran telah berhasil menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. Agar terhindar dari kesesatan hidup yang sedang di jalani ini. fana dan paraksal. Namun sekarang kemajuan teknologi dan sains yang betulbetul memanjakan kebutuhan material menyebabkan manusia gagal mencapai puncak spiritual. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual Ada beberapa faktor yang menentukan kecerdasan spiritual seseorang. cet. 2001).

Ahmad Mushthafa Al. Mac. maka suara hatinya akan menasehatinya. Hal ini dapat dijumpai dalam Q. edisi Khat Madinah.46 Dalam tafsir al-Maraghi ayat ini menerangkan bahwa manusia telah memiliki janji naluri (fitrah) antara Allah dengan manusia. (Bandung : Syamil Cipta Media.                                  Terjemahannya: Dan (ingatlah).S. Scheler mengatakan bahwa penyesalan adalah tanda kembalinya kepada Tuhan. Tafsir Al-Maraghi.. Seandainya masih dilakukan hal yang tidak baik tersebut ia pasti akan menyesal. Ke-1. 1995).47 Bukti adanya perjanjian ini menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam fitrah manusia. h. Suara hati itu adalah suara Tuhan yang terekam di dalam setiap jiwa setiap manusia. Dryarkara ialah adanya suara hati manusia. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami). Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an.Maragi. 1987). 1 47 . Al-A’raf ayat: 172.agar selalu berbuat sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan meninggalkan segala kemungkaran dan kejahatan.11 Syahminan Zaini. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan fitrah Islam yaitu dengan menaruh dalam hati mereka iman yang yakin.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (Jakarta: Kalam Mulia. 2005) hal. 173. Al-Qur’an dan Terjemahannya. 189 Ibid. Sedangkan menurut N. kami menjadi saksi.48 Sehingga bila manusia berbuat tidak baik. h.49 46 47 48 49 Departemen Agama RI. (terjemahan Anwar Rasyidi. cet.

b. Kekuatan yang dibangun dalam jiwa merupakan manifestasi dari god-spot sebagai tanda bahwa manusia adalah “bagian” dari Tuhan itu sendiri. Itu hanyalah sebagai asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena didalam qalbu terdapat potensi yang sangat multi dimensional.50 Padahal dimensi qalbu tidak hanya mencakup atau dicakup dengan pembatasan katagori yang pasti. amarah. Qalbu diberi potensi pikir yaitu hati dalam bentuk fu’ad. Fu’ad yang bersikap jujur dan objektif akan selalu haus dengan kebenaran dan bertindak atas rujukan yang benar pula. 93 48 . mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak manusia (fungsi rasional kognitif). Fu’ad Merupakan potensi qalbu yang sangat berkaitan dengan indrawi. Fu’ad mampu menerima informasi dan menganalisisnya sedemikian rupa sehingga diperoleh pelajaran dari informasi tersebut. Kemampuan untuk mengolah. (Jakarta: Gema Insani.Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa nasihat yang dikeluarkan oleh suara hati membuat manusia selalu dalam keadaan benar. kejujuran. Fu’ad mempunyai tanggung jawab intelektual yang jujur kepada apa yang dilihatnya. h. Potensi Qalbu Menggali potensi qalbu. Ini adalah merupakan realisasi dari kecerdasan spiritual. Ke-I. cinta dan logos pengetahuan. God-Spot adalah kendali kehidupan manusia secara spiritual. Kecerdasan Ruhaniah. artinya tidak mungkin ada pemisah antara Tuhan dan manusia. cet. dan jauh dari sikap kebohongan. Menangkap dan memahami pengertian qalbu secara utuh adalah kemustahilan. secara klasik sering dihubungkan denganpolemos. memilih dan memutuskan segala informasi yang dibawa 50 Toto Tasmara. Diantaranya adalah sebagai berikut: c. eros. 2001). Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada objektifitas. untuk itu god-spot dan suara hati adalah bagian penting manusia yang mesti dipertahankan.

Shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan. sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit apapun menjadi indah dari karyanya. h. Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. berpikir. berbeda dengan Fu’ad yang berorientasi kedepan. kebenaran. kemauan. Sehingga dengan demikian ada sebuah 51 52 Ibid. Pengawas setia sang fu’ad adalah akal. Karena shadr bisa melihat masa silam sebagai pedoman pelaksanaan sebuah manajemen hidup saat ini dan masa mendatang. Fu’ad memberi ruang untuk akal. dan nyata dengan mempergunakan fungsi nazhar indra penglihatan. Di dalam ini pula tersimpan rasa cemas dan takut. 101 49 . bertafakur. dan keberanian yang sama besarnya dengan keberanian untuk menerima kejahatan dan kemunafikan. efektif). pengalaman dan keberhasilan sebagai cermin. mempunyai fungsi emosi (marah. Dengan kompetensinya untuk melihat dunia masa lalu. karena ia mampu menyiasati hidup dengan membangun manajemen yang terkendali dan mantap. serta nostalgia melalui rasa. indah. Fungsi akal adalah membantu fu’ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir.oleh sentuhan indra. Shadr memandang pada masa lalu. memilih dan memilah seluruh data yang masuk dalam qalbu. kesejarahan. zikir. cinta. dapat dipahami bahwa orang yang shadrnya terkendali. Shadr Shadr berperan untuk merasakan dan menghayati atau. membanding dan menghasilkan kearifan. pendengaran dan penglihatan yang secara nyata yang sistimatis diuraikan dalam AlQur’an. Shadr mempunyai potensi besar untuk hasrat.51 d.52 Dari penjelasan di atas. h. 96 Ibid. benci. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang bermuatan moral. niat. manusia mempunyai kemampuan untuk menimbang. wujud.

maka pendidikan itu sendiri juga berorentasi kepada pembinaan shadr yang ada dalam setiap qalbu manusia. Sebagai penentu nasib setiap makhluk. kekuasaan. e. merayu dan menyesatkan tetapi sekaligus memikat. 104 50 . Pendidikan sebagai langkah awal mencapai kesejahteraan dan keseimbangan hidup manusia. Sementara manusia sebagai makhluk mulia telah diamanahi Allah dengan tugas yang 53 Ibid.kepastian menjalani hidup berikutnya. Di dalamnya ada ambisi. maka fu’ad dan shadr memiliki tugas berat untuk mengatasi kekuatan hawaa yang selalu membawa kearah kebinasaan dan kehancuran sehingga lenyaplah kenikmatan yang kekal dan abadi yaitu keabadian disisi Tuhan Yang Maha Esa. Fitrah manusia yang dimuliakan Allah. menggoda. pengaruh. yang kerjanya hanya mengabdikan segala hidupnya untuk suatu tugas tertentu saja. Tanpa hawaa tentu manusia berubah wujud menjadi malaikat yang kehidupanya statis. Hawaa sebenarnya juga harus dipertahankan dalam hidup manusia. shadr adalah sebuah sumber kecerahan sebuah kehidupan. h. akhirnya tergelincir menjadi hina dikarenakan manusia tetap terpikat pada dunia. Hawaa Merupakan potensi qalbu yang mengarahkan kemauan. karena berfungsi sebagai tenaga penggerak kehidupan manusia. Potensi hawaa cendrung untuk membumi dan merasakan nikmat dunia yang bersifat fana. dan keinginan untuk mendunia. tetapi karena manusia mempunyai hawaa ini. Dengan kata lain. Walaupun cahaya di dalam qalbu pada fitrahnya selalu benderang. Potensi hawaa selalu ingin membawa pada sikap-sikap yang rendah. Namun fu’ad dan shadr harus mengendalikan kerjanya hawaa. maka seluruh qalbu bisa rusak binasa karena keterpikatan dan bisikan yang dihembuskan setan kedalam potensi seluruh hawaa. Pemeliharaan terhadap Fu’ad dan Shadr juga penulis pandang sebagai proses perjalanan spiritual.53 Dari penjelasan ini.

) Faktor lingkungan Kapasitas atau potensi kecerdasan yang sudah terberikan dalam diri setiap anak tidak akan berarti apa-apa kalau lingkungan sama sekali tidak berperan dalam 51 . 2. tentu banyak tugas yang mesti diselesaikannya dalam waktu yang sudah ditetapkan-Nya. Selanjutnya penulis akan mengungkapkan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan secara umum yaitu: 1) Faktor genetik/ bawaan Faktor ini lebih merupakan potensi kecerdasan yang sudah ada atau terberikan karena terkait dengan saraf-saraf yang ada pada organ otak. maka dosa besar menyelimuti sehingga sinar Ilahi yang menyinari qalbu setiap manusia memudar dan bahkan lenyap sama sekali. maka proses pengolahan apapun yang diterima otak akan ditangkap dengan baik dan dijalankan tubuh sesuai perintah otak. Ketiga hal itu juga di pandang sebagai faktor dominan untuk mewujudkan spiritual dalam jiwa manusia. Tetapi karena spiritual belum bekerja semaksimal mungkin dalam kehidupan seluruh jiwa. diantaranya sebagai “khalifah fil ardi”. Manusia yang merupakan bagian dari-Nya.sangat banyak. maka setiap manusia kerja ekstra keras untuk mewujudkan keseimbangan ketiga potensi tersebut. yaitu fu’ad. Hasilnya? Apa yang di kerjakan anak akan memberi hasil terbaik. Jika organ dalamnya baik. Demi penyelesaian seluruh tugas. Sebagai seorang khalifah. semestinya patuh dan taat terhadap segala ketetapan-Nya. Bagaimana kecepatan otak mengola atau memproses masukan yang didapat amat tergantung pada kondisi dan kematangan organ vital yang satu ini. shadr dan hawaa sebagaimana yang telah di jelaskan diatas.

baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental/emosi anak. Arti Sehat dan Bahagia. com/Khasanah/khasanah06309-01. Untuk menjadikan anak cerdas. Dalam lingkungan keluarga anak menghabiskan waktu dalam masa perkembangannya. sampai dia tumbuh besar. Lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung terpenting bagi kecerdasan anak. Dengan itu dapat membuat potensi kecerdasan anak mencapai maksimal. Pengaruh lingkungan rumah ini berkaitan pula dengan masalah: a. Setelah anak lahir.htm) 52 . Secara mental orang tua juga menstimulasi anak dengan menciptakan rasa aman dan nyaman sejak masa bayi. saat lahir. 54 Dedeh Kurniasih. Tentu saja dengan intensitas dan bentuk stimulasi yang berbeda-beda pula pada setiap tahap perkembangan. Bagi Anak. stimulus lebih diarahkan pada pendengaran menggunakan irama musik dan tuturan ibu dan ayah. menumbuhkan empati dan afeksi. faktor stimulus menjadi sangat penting. stimulus ini diperluas menjadi pada kelima indra maupun sensorimotoriknya. disamping memberi stimulasi dengan menanamkan nilai-nilai moral dan kebijakan secara konkret. Di sini ada empat faktor lingkungan yang dapat mengasah potensi anak yaitu: 54 a.1) Stimulus.tabloidnakita.merangsang dan mengasah potensi tersebut. Contohnya ketika masih dalam kandungan. Orang tua dapat memberikan stimulus sejak anak masih dalam kandungan. Begitu stimulasi lainya yang dapat merangsang dan mengembangkan kemampuan kognisinya maupun kemampuan lain. Caranya dengan mencurahkan kasih sayang. (http://www.) Lingkungan rumah.

Tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan tentu saja juga mempengaruhi potensi kecerdasannya. Sebaliknya. Peran nutrisi bagi kecerdasan anak tak bisa diabaikan begitu saja. ayah dan ibu dapat memberikan beragam eksperimen kecil kepadanya yang berguna untuk merangsang keinginan dan minat bereksplorasi. dan trauma yang berbuntut masalah pada emosi anak.) Kecukupan nutrisi. Misalnya dengan aktif mengajaknya bicara.3) Memberi pangajaran. Dampak interfensi dini terhadap anak akan baik jika itu dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat kematangannya.) Interfensi dini. Tepatnya mesti dimulai ketika masa perencanaan kehamilan. Orang tua harus aktif dan interaktif merangsang otak anaknya. a. sepanjang masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak. 53 . Untuk menjadikan anak sehat secara fisik dan mental. Mengapa demikian? Tak lain karena kecukupan nutrisi berkaitan erat dengan perkembangan organ otak dan fungsinya yang akan menentukan kualitas anak dimasa depan. c. Begitu pula kesehatannya secara keseluruhan. stres.a. sebetulnya perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum proses kehamilan terjadi. b. kemungkinan besar pertumbuhan dan fungsi otak terhambat sehingga potensi kecerdasan anak menjadi rendah. Ini pun lagi-lagi dapat dilakukan sejak ia masih dalam kandungan. tidak adanya pola asuh hanya akan membuat anak bingung. Setelah anak lahir. Tanpa nutrisi yang baik dimasa-masa sebelumnya. Dampaknya apapun yang dikerjakannya tidak akan membuahkan hasil maksimal. Pola asuh orang tua yang penuh kasih sayang diyakini dapat meningkatkan potensi kecerdasan si anak.2) Pola asuh. Agar efeknya selalu positif. Menyediakan berbagai fasilitas bagi kepentingan anak merupakan salah satu bentuk interfensi orang tua.

Ibadah shalat hubungannya dengan fisik tidak dapat dipungkiri lagi bahwa shalat hanya dapat diakui jika kita melaksanakannya dalam bentuk fisik seperti takbiratulihram. dan seterusnya. 54 . sebetulnya cerdas juga berarti ketekunan mempelajari sesuatu. Contohnya mengajak membuat mainan bersama guna merangsang kognisi anak. dapat kita tentukan relasi antara shalat dengan fisik dan jiwa seseorang.I’tidal. sujud. Diluar potensi yang terberikan. Selain pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. rukuk. d.) Pendidikan di sekolah. Boleh dikatakan sekolah merupakan rumah kedua bagi anak yang memungkinkannya mentransfer pengetahuan. duduk diantara dua sujud. Kerangka Pikir Ibadah shalat erat hubungannya antara fisik dan jiwa. keterampilan. f. berdasarkan kajian teori diatas. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Ibadah shalat hubungannya dengan jiwa juga berhubungan erat karena shalat selain menyehatkan juga menenangkan jiwa pelakunya karena pada saat shalat dilakukan pelakunya ditekankan untuk khusyuk atau tenang sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an surah al-mu’minun ayat 1-2 sebagai berikut :                    Terjemahannya : 1.ingatlah selalu untuk menginterfensi anak dengan hal-hal kreatif. peran sekolah juga tidak kalah besar. Yang pasti kecerdasan dalam diri anak tidak muncul begitu saja. dan nilai-nilai kehidupan.

MINGGU 3 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. Usai salat beliau bersabda: Hai fulan. Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13.9 Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 MINGGU 2 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. mengimami salat kami. dengan ketenangan inilah sehingga otak berada pada kondisi alfa dan otak sendiri jika berada pada kondisi alfa maka akan mudah bagi subjek untuk belajar.55 Selain dalam kitab al-qur’an dalam nbi Muhammad dalam hadits Hadis riwayat Abu Hurairah ra. Hal ini dapat terus diterapkan mengingat shalat adalah salahsatu rukun islam (wajib) bagi umat muslim. Penjelasan tersebut diatas dapat kita gambarkan kedalam bagan berikut ini. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.. sebagaimana aku melihat depanku. akibatnya otak kita mudah untuk menjadi alfa atau selalu berada dalam keadaan yang baik untuk belajar meski berada diluar shalat. (Shahih Muslim No.9 Hz). ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw. MINGGU 4 55 Ibid 55 .642). Demi Allah. SHALA T BELAJAR MINGGU 1 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13.2. sungguh aku dapat melihat belakangku.9 Hz). mengapa engkau tidak membaguskan salatmu? Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat untuk dirinya sendiri. jadi apabila shalat dilaksanakan terus menerus secara continue dan khyuk maka akan otak akan terbiasa dengan keadaan gelombang alfa.9 Hz). firman allah dan sabda nabi tersebut diatas mengisyaratkan kita untuk khusyuk dalam shalat agar kita tenang.

anda tidak akan terfokus lagi pada kaki anda yang terus menggayuh secara otomatis. dan gelombang beta dengan sendirinya akan tersingkir karena tidak mungkin otak berada pada dua model gelombang dalam satu waktu. pada saat itu anda harus berkonsentrasi pada kaki anda yang sedang menggayuh dan juga pada setir sepeda dan jalan dilalui. hal ini juga terjadi pada keadaan pada saat kita shalat yang masuk kedalam keadaan diluar shalat (belajar). Hal ini tidak jauh beda dengan keadaan kita pada saat baru belajar menjalankan sepeda. Born To Be A Genius (2003) Diagram diatas menggambarkan perbedaan gelombang otak kita pada saat shalat dan belajar. mungkin akan dibutuhkan waktu dan luka yang cukup banyak tapi setelah anda sudah terbiasa menjalankannnya dan mulai terbiasa. kodisi BETA(14 – 100 Hz) Sumber : Adi W. 56 .9 Hz). Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) MINGGU 6 Otak berada pada kodisi ALFA Otak berada pada (8 – 13.MINGGU 5 Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. Gunawan. hanya membutuhkan waktu agar gelombang alfa tetap stabil. Shalat yang dilakukan secara rutin menghasilkan gelombang otak alfa yang tertanam kedalam memory jangka panjang kita dan hasilnya meski kita tidak dalam keadaan shalat. gelombang otak kita tetap berada pada kondisi alfa.9 Hz).

yaitu dilakukan dengan penunjukan langsung yang dianggap dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada tiap 57 . Penelitian Eksplanatif ialah suatu penelitian dengan tujuan untuk menganalisis sifat suatu hubungan.BAB III METODE PENELITIAN A. Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas III hingga kelas VI di MI DDI Ujung Lare Parepare. B. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. 2. Pendekatan penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kombinasi atau perpaduan antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Eksplanatif. dan orang tua murid. atau independensi dari dua atau lebih faktor dalam suatu keadaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh sivitas sekolah yaitu kepala sekolah. Pendekatan kombinasi ini dilakukan untuk memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang nyata secara alamiah dengan sedikit pembimbingan sebagai langkah awal. Penentuan dan penetapan sampel dalam setiap kelas dilakukan dengan purposif sampling. atau perbedaan antar kelompok. Populasi dan Sampel 1. intinya peneliti ingin menjelaskan. 2. guru.

Didalam mengumpulkan data melalui kepustakaan. yaitu : 1. Dokumentasi. C. Teknik Pengumpulan Data Agar suatu penelitian dapat dipertahankan tingkat validitas datanya. D. 2. maka diperlukan suatu metode yang tepat dalam mengumpulkan data yang akan diolah. yakni dilakukan dialog langsung kepada responden dan atau informan mengenai masalah yang diteliti. Wawancara. majalah ataupun tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan masalah pokok skripsi ini. yaitu dengan mengintisarikan dan penulis mengubah redaksinya dengan memberikan pengertian yang dimaksud. oleh karena itu penulis menggunakan teknik penumpulan data melalui penelitian kepustakaan. baik berupa buku. Teknik analisis data Setelah penulis mengadakan penelitian dengan jalan membaca berbagai macam buku dan informan untuk mengumpulkan bahan yang ada kaitannya dengan 58 . Kemudian dalam mengumpulkan data dari objek dilakukan beberapa pendekatan. penulis menggunakan kutipan langsung. yaitu suatu penelitian yang sudah diterbitkan. Observasi. 3. yakni meninjau langsung ke objek melihat kondisi yang terjadi.kelas IV sampai dengan kelas VI dengan petunjuk dari guru sebelumnya karena guru tentu sudah tahu keadaan siswanya masing-masing. yakni mengambil data melalui administrasi yang ada di kantor MI DDI Ujung Lare.

3. maka penulis mengolah dan menganalisis datadengan menggunakan metode berikut : 1.pembahasan skripsi ini. yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan bertitik tolak dari peristiwa yang bersifat umum ke pernyataan khusus. Metode Induktif. adalah metode penganalisaan data berdasarkan peristiwa yang bersifat khusus ke umum. 2. Metode Statistik. yaitu metode yang ditempuh penulis dalam mengolah data dengan sistem perbandingan atau perubahan yang terjadi pada tiap siklus 59 . Metode deduktif.

1. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. 6. terlebih dahulu peneliti berkenalan dengan guru kelas bersangkutan dan kepala sekolah. Kriteria murid yang akan dijadikan purposive sampling adalah sebagai berikut : 60 . Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 – kelas 6 berdasarkan data dari guru. dll. 3. 2. Pra Tindakan Sebelum peneliti memimbing murid melaksanakan ibadah shalat. Membuat laporan hasil penelitian. Menarik kesimpulan. Menentukan criteria murid yang akan dijadikan purposive sampling. kemudian dilaksanakanlah penelitian. 7. 4. Menentukan kritera murid yang akan dijadikan purposive sampling.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.dalam penelitian ini ditetapkan mata pelajaran yang digunakan adalah IPA. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. karena materi IPA dianggap membutuhkan penalaran yang logis dan pemahaman yang baik. Hasil Penelitian a. Sebelum penelitian dilakukan. Melakukan percobaan terhadap murid yang diobservasi tiap minggu. 5. terlebih dahulu ditentukan garis besar penelitian yang akan dipedomani oleh peneliti yaitu sebagai berikut : 1.

Rata-rata tugas harian yang rendah dibawah 5 (lima). Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas masing-masing berupa raport (terlampir). b. (biodata murid. Berdasarkan data guru.a. 2. Adal Ummi mawaddah Fikri magfirah Wahbah suhaeli Jumlah TEMA Energi Energi Energi Energi . status ekonomi. Murid yang malas memperhatikan penjelasan guru. tidak menghiraukan keadaan sekitarnya 7-8 = sering focus tapi masih terkadang merespon keadaan sekitarnya 5-6= terkadang focus jika ditegur oleh guru 3-4 = lebih sering tidak focus 61 No 1 2 3 4 Nama Muh. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 sampai kelas 6 berdasarkan data dari guru. penilaian sikap dari guru. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. c.) 3. Untuk mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid saya membuat table tingkat pemahaman murid dengan melakukan pengamatan di ruang kelas pada saat proses pembelajaran dimulai. murid yang sering Nampak kebingungan meski materi telah dijelaskan berulang kali. daftar nilai harian (terlampir). dan hasilnya adalah sebagai berikut : Aspek yang diamati Focus saat Kelas Rata-rata Hasil guru belajar (IPA) menjelaskan*) III 8 3 IV 9 5 V 8 2 VI 9 4 52 14 Table 1 : Data Pra Shalat *) 9-10 = sangat focus.

hal-hal yang perlu diperhatikan dari Aspek tersebut kami bagi dalam tiga aspek (1) lingkungan sekolah. untuk menjaga kesalahan penunjukan titik permasalahan. guru disekolah juga perlu diamati. (3) lingkungan diluar rumah. Lingkungan sekolah Lingkungan disekolah turut menentukan tingkat pemahaman siswa. sebagai contoh. Sebelum murid diberi instruksi/bimbingan shalat terlebih dahulu perlu diketahui halhal yang berinteraksi langsung dengan murid untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan murid dalam meningkatnya kemampuan memahami suatu permasalahan. anak yang dulunya terbiasa focus mendengarkan penjelasan guru kini menjadi sulit karena selalu mendapat gangguan dari teman sebangkunya. murid tersebut sudah tidak duduk dengan teman sebangkunya yang pengertian. Adapun hal-hal yang menjadi dianggap turut membentuk tingkat pemahaman murid adalah sebagai berikut : 1) Sikap Teman sebangkunya/sekelasnya terhadap dia 62 . murid SD kelas tiga yang awalnya pada saat kelas satu dan dua selalu mendapatkan ranking karena teman sebangkunya adalah murid yang mengerti keadaan teman sebangkunya jika sedang focus mendengarkan penjelasan guru. dll. pada saat guru menjelaskan. Selain murid.1-2= tidak pernah memperhatikan penjelasan guru Max = 80 (delapan puluh) 4. (2) lingkungan rumah atau keluarga. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. akan tetapi pada saat naik ke-kelas tiga. a. kini dia duduk bersama murid yang banyak bicara dan malas mendengarkan penjelasan guru.

Berikut aspek yang perlu diperhatikan dalam lingkungan kelurga murid yang dianggap dapat mengubah tingkat pemahaman siswa : 1) Tingkat perekonomian 2) Suasana rumah 3) Perhatian/bimbingan orang tua c. berikut aspek yang perlu diperhatikan : 1) Warga sekitar yang selalu berinteraksi dengan murid 2) Keadaan Lingkungan Sosial a. suka meminum minuman keras.2) Gaya mengajar guru 3) Suasana alam sekitar sekolah b. contohnya ayah dari murid yang memiliki akhlaq yang kurang baik. atau salah membimbing anaknya. Lingkungan rumah/keluarga Lingkungan rumah/ keluarga sangat berperan penting dalam membentuk kemampuan pemahaman murid. Pengamatan untuk siswa : 63 . Lingkungan diluar rumah Lingkungan diluar rumah terkadang menganggu aspek psikis murid yang akibatnya murid malas belajar. mengadu domba dengan sesame anak. tingkat perekonomian rendah yang menyebabkan ayah memaksa anaknya untuk membantuk bekerja yang tidak biasanya dikerjakan oleh anak-anak. sebagai contoh tetangga murid seorang anak muda yang suka berkeliaran dan mengajak murid untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukan seorang anak-anak seperti merokok. menyuruh anak bolos dari sekolah. dsb. bergadang.

hal ini terlihat dari ahlaqnya yang kurang berbudi. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Muh. b) Lingkungan rumah/ keluarga Muh. Adal. Hampir Setiap malam (berdasarkan wawancara peneliti dengan Muh. Adal juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kurang kondusif dikarenakan manajemen kelas guru yang kurang.murid kelas III (tiga). sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek di dalam pasar Lakessi. 64 .1) Pengamatan untuk murid yang bernama Muh. Adal dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. ayah Muh. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. tidak pernah melaksanakan ibadah shalat dan juga pecandu alcohol yang cukup berat. Dalam lingkungan sekolah Muh. gaya mengajar guru kelas tiga ternyata kurang efektif. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. fikri magfirah (kelas lima). Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. Ibunya seorang ibu rumah tangga tangga yang pemarah. Adal adalah anak ke-tiga dari empat orang bersaudara.

Beberapa hari ini ayah dan ibu Muh. terbukti dengan jumlah temannya yang banyak hampir selalu datang kerumahnya mengajak bermain ataukah Muh. Adal harus menyuruh anaknya untuk berjualan keliling sepulang sekolah bersama saudara sulungnya. Adal yang menemui teman-temannya. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan norma agama dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang rajin melaksanakan shalat. Adal bertengkar karena masalah uang yang selalu dihabiskan untuk hal yang tidak dimengerti oleh Ibu Muh. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian pendidikan formal.Adal di sekolah) ayahnya pulang malam dalam keadaan mabuk. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya putus sekolah 65 . Adal. Adal). dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. Dari wawancara diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Muh. Adal dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. bukannya menyuruh anaknya belajar atau tidur agar tidak terlambat ke sekolah ke-esokan harinya justru ayah Muh. Adal seorang anak yang socials. keadaan yang diceritakan oleh Muh. dengan demikian ibu Muh. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Muh. Adal menyuruh anaknya membeli rokok lalu mencuci motor ayahnya.

tukang ojek.hingga tertinggi hanya SMU sederajat. 2) Pengamatan untuk murid yang bernama Ummi Mawaddah. lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Ummi. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. gaya mengajar guru kelas empat sudah 66 . dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya. kebanyakan pekerjaan mereka adalah wiraswasta tingkat rendah seperti tukang batu. pedagang kaki lima. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. bartender. dan pedagang pasar tradisional. Dalam lingkungan sekolah Muh. tukang becak. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). fikri magfirah (kelas lima). murid kelas IV (Empat).

Ibunya seorang ibu rumah tangga yang hanya berada di rumah setelah pulang dari sekolah Sekolah Dasar tempatnya mengajar sebagai guru Agama Islam. ayah Ummi. b) Lingkungan rumah/ keluarga Ummi. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal. kepribadian ini kurang memperhatikan aspek afektif dari anak-anaknya. dia menganggap jika dia mampu maka semua orang juga pasti mampu tanpa memperhatikan tiga aspek yang pada setiap manusia berbeda-beda (Kognitif.baik. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Ummi. Afektif. dan Psikomotorik) hal ini membuat anak juga akan menjadi koleris dan harus sangat disiplin yang dampaknya menyerang tingkah laku anak menjadi keras kepala karena batasan yang diberikan ayahnya untuk memikirkan lingkungan sekitarnya yang beraneka ragam.M dampaknya sangat buruk 67 . dia satu-satunya saudara perempuan.M adalah anak ke-tiga dari lima orang bersaudara. ayah sampling yang satu ini bekerja sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah DDI Ujung Lare (MI DDI Ujung Lare). keadaan yang diceritakan oleh Ummi. sedangkan ayahnya juga pria yang kurang bias memberikan perhatian penuh kepada anakanaknya.M). hal ini terlihat dari tingkat kedisiplinan yang dia terapkan kepada anak-anaknya yang cenderung koleris meski memiliki niat yang baik demi masa depan anak-anaknya.M dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak.

Lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang tidak terlalu ditekan. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset.terhadap bentuk kejiwaan Sampling. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya adalah tenaga pendidik diberbagai instansi. a) Lingkungan sekolah 68 . 3) Pengamatan untuk murid yang bernama Fikri Magfirah. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya hanya saja terjadi controversial berupa penekanan sikap oleh ayahnya dan kurang perhatian dari ibunya. murid kelas V (Lima). hanya saja terkadang teman-temannya menjauhinya karena sikapnya yang pemarah. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Ummi.M seorang anak yang socialis. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya.

Dalam lingkungan sekolah Fikri. gaya mengajar guru kelas lima sudah baik. tanpa seorang ayah yang dapat memberinya bimbingan disaat yang berbeda dikala ibunya tidak ada. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare.M adalah anak ke-dua dari empat orang bersaudara. fikri magfirah (kelas lima). ibu Fikri.M bekerja di sekolah MI DDI Ujung Lare sebagai tenaga social dibidang Seni dan Kebudayaan (SBK).M adalah single parent (ibu tanpa suami).Lingkungan sekolah Fikri. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. b) Lingkungan rumah/ keluarga Fikri. seperti yang dituliskan diatas bahwa ibu Fikri. ibunya harus 69 . Ibunya seorang ibu rumah tangga yang harus bekerja sendirian mencari nafkah untuk anak-anaknya atau konotasinya adalah seorang janda beranak empat.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh.M kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. secara otomatis. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam lima yang dimulai dari gaya mengajar guru.

juga harus berkeluh kesah sendiri disaat ada masalah internal yang seharusnya ada seorang suami yang memberinya semangat harus dia pikul sendirian. ditambah gejolak jiwa ibunya yang tidak stabil sehingga cenderung untuk memarahi sampling.M seorang anak yang socialis. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang memiliki kedua orang tuanya.M lebih tidak stabil. Fikri. hal ini membuat emosi ibu Fikri. 70 .M dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling.lebih merangkap jabatan sebagai pencari nafkah dan juga sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memberi perhatian pada mereka masing-masing. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Fikri. keadaan tersebut menekan waktu sampling untuk bermain sebagi jiwa anak-anak menjadi waktu yang berat baginya karena harus bekerja layaknya orang dewasa.M).M sebagai anak pertama untuk perempuan harus lebih sering bersama ibunya membantu di dapur atau pekerjaan lainnya yang semestinya dikerjakan oleh seorang ayah juga harus dia kerjakan. disamping pekerjaannya yang hanya bergaji kecil. keadaan yang diceritakan oleh Fikri. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Fikri.

a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Asfandi juga telah termasuk lingkungan sekolah Ummi Mawaddah (kelas empat). lingkungan ini juga menjadi perhatian khusus dari sampling karena para santri selalu berlalu lalang didepan rumahnya melakukan kegiatan pesantren. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. Dalam lingkungan sekolah Asfandi kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Asfandi semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. Fikri Magfirah (kelas lima). murid kelas VI (Enam). Sebagaimana kita ketahui disetiap Lingkungan Pesantren tentunya menekankan santrinya berakhlaq mulia sesuai tuntutan syariat Islam. dan Asfandi (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka dapatlah peneliti.hanya saja waktu sampling yang kurang untuk menuangkan jiwanya pada tempatnya sebagai anak-anak . 71 . Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal karena tinggal di dalam kawasan pesantren DDI Ujung Lare. 4) Pengamatan untuk murid yang bernama Asfandi.

gaya mengajar guru kelas enam sudah baik. kini Asfandi diberi seorang ibu tiri yang kurang baik oleh ayahnya.Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Ayah Asfandi sendiri bekerja tidak menentu dengan penghasilan yang tidak menentu pula. keadaan yang diceritakan oleh asfandi perihal tingkat perekonomiannya yang rendah dan sikap ibu tirinya yang buruk tidak sama dengan ibu kandungnya yang telah wafat. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (asfandi). keluarga ini berada pada tingkat perekonomian yang rendah karena pekerjaan kepala rumah tangga yang tidak menentu dan jumlah tanggungan yang cukup besar. c) Lingkungan Diluar Rumah 72 . hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. Ibunya kandungnya telah wafat pada saat usianya masih berumur empat tahun. b) Lingkungan rumah/ keluarga Asfandi adalah anak ke-empat dari empat orang bersaudara dan tiga orang saudara tiri.

b. terbukti dengan jumlah temannya yang sedikit di sekolahnya. terkadang asfandi lebih suka duduk menyendiri seolah ia menjadi pengamat atas tingkah teman-temannya. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan berakhlaq buruk karena kebanyakan warga sekitar bersifat premanisme dan berbagai akhlaq buruk lainnya seperti meminum minuman keras di depan umum. Pengamatan untuk guru Guru-guru di MI DDI Ujung Lare. (1) terkadang menjelaskan tanpa kata-kata atau keterangan. bahkan penulis biasa melihat sampling mendapat ejekan dari teman-temannya karena sikapnya yang pediam. menyapa dengan kata-kata yang tidak sopan. semuanya telah sesuai dengan kurikulum madrasah MI DDI Ujung Lare.Sampling dalam hal ini adalah asfandi seorang anak yang kurang bergaul. enam. hanya menunjuk pada papan tulis lalu mengerjakan tugas. dan lingkungan inilah yang kelak dicontohi oleh sampling dan hasilnya tentu menurunkan tingkat SQ-Nya. lima. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. pada kelas tiga menggunakan gaya belajar yang monoton dan sulit dimengerti oleh muridnya karena. sikap ini menjadi balikan teman-temannya yang juga tidak ingin mengajaknya bermain atau belajar bersama. (2) meminta siswa mengerjakan tugas tanpa penjelasan sebelumnya. Berbeda dengan guru-guru kelas empat. 73 . (3) memarahi murid jika bertanya tentang materi yang kurang jelas.

Setelah sampling telah faham semuanya maka dilaksanakanlah rutinitas shalat yang dilakukan observasi per-Minggunya.4 4 4 4 3 25 8 5 5 5 5 31 8 88. Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 sn Muh. hukum. Adal) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas tiga dengan materi Energi.47 79. Limit maximal hingga dikatakan berhasil adalah 100% Agar hasil akhir dapat diukur maka peneliti memutuskan untuk menyajikan hasil observasi dalam bentuk table.6 5 5 5 5 35 8 100 Table 2 : data hasil observasi Muh. Adal kelas III 5 6 7 8 66.67 70.b.67 *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 74 . a. Kelas III (Muh. adal Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sl km jm sb ah 4 3 3 5 4 3 3 5 4 4 5 5 4 4 4 4 28 7 80 71. Pelaksanaan tindakan (shalat lima waktu secara rutin dan khusyuk) Sebelum rutinitas shalat dilakukan. tata cara shalat yang benar. Sebelumnya peneliti telah memberikan petunjuk kepada guru untuk memperbaiki kesalahan gaya mengajar guru dan memberikan solusi terbaik. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti. peneliti terlebih dahulu mengajari sampling tujuan.53 86. dan cara shalat khusyuk.

4 100 7 8 8 8 6 6 7 10 70 80 80.33 Table 3 : data hasil observasi Ummi mawaddah kelas IV *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan 75 . Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Ummi mawaddah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 4 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 28 35 32 35 80 100 91. Kelas IV (Ummi Mawaddah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen b.47 93.

x = rerata dalam persen c. Kelas VI (Asfandi) 76 .43 93.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 7 10 Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Fikri Magfirah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 3 3 4 5 3 4 4 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 5 5 5 3 4 5 5 21 28 33 35 63.33 Table 4 : data hasil observasi fikri magfirah kelas V *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen d. Kelas V (Fikri Magfirah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.33 70 81. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.

berikut rekapitulasi data : nama kelas Jumlah per-Minggu Rata-rata Ket 77 .77 93. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen c.Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.33 70 84. pasca tindakan Dari data yang diperoleh dari masing-masing sampling diatas maka dapatlah dibuat rekapitulasi data untuk mengetahui selisih perubahan yang terjadi agar dapat ditarik kesimpulan.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 8 10 Jumlah (Jt = J+F+H) 3 sn asfandi Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV 3 3 4 5 sl 3 4 4 5 km 3 4 5 5 jm 3 4 5 5 sb 3 5 5 5 ah 3 4 5 5 63. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b 3 4 5 5 jm l 21 28 33 35 Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.33 Table 5 : Data hasil observasi Asfandi kelas VI *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.

terlihat nilai yang diharapkan yaitu peningkatan yang simultan.67 93. akibat sehingga meningkatnya hasil belajar pada sampling adalah dua hal.77 86. keadaan otak yang paling menguntungkan ialah pada 78 .33 70.33 93.33 93.43 84. menurut penulis hal itu ialah keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient). keadaan gelombang otak ada berbagai bentuk.53 80. theta. suatu sebab menghasilkan akibat.67 70 63. Pembahasan Dari deskripsi diatas dan data-data yang diperoleh hingga dilakukan rekapiltulasi data. alfa. yaitu beta.47 80 70 70 79. M Asfandi III IV V VI 66. dan delta.47 81.M Fikri. hal ini terjadi berdasarkan teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka ialah dua hal yang berhubungan erat yaitu keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient). Penulis telah menganalisis sebelumnya dan memprediksikan hasilnya berdasarkan teori-teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka skripsi ini.33 63.8 81 77 77.9 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Table 6 : Rekapitulasi Data Sampling Dari data dan rekapitulasi data yang diperoleh diatas terlihat dengan sangat jelas bahwa pada tiap minggu dilakukan observasi terjadi peningkatan yang simultan. B.33 Perubahan perminggu (%) 75. Adal Ummi.Minggu Minggu Minggu Minggu I II III IV Muh. peningkatan ini tentu dikarenakan suatu sebab.

”57 Dengan shalat yang khusyuk.                                   Terjemahannya : “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. gelombang otak berada pada keadaan alfa yang menurut Adi W.”56                           Terjemahannya : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Loc.perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. salah satunya ialah pada saat kita melakukan shalat dengan khusyuk. Gunawan (2003) keadaan alfa dapat mempermudah kita untuk 56 57 Departemen Agama.keadaan Alfa dan keadaan alfa ini terjadi pada saat tertentu saja. Shalat dalam agama islam adalah wajib dilaksanakan selama lima kali sehari semalam sebagaimana firman allah dalam surah hud ayat 114 dan al-ankabut ayat 45 berikut.Cit Ibid 79 . Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.

pada sikapnya berupa ketawadhu’an. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). pada amalnya berupa keshalihan. 80 . bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. karena shalat dilakukan dengan rutin lima kali sehari semalam. didukung juga dengan apa yang disebut dengan kecerdasa spiritual atau God Spot. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. cit. gelombang otak ini dapat dimanfaatkan meski pelakunya tidak lagi sementara shalat. pada gerakannya berupa kebajikan. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ.. Dengan berfungsinya IQ maka kemampuan pemahaman dapat meningkat.mengingat pada memory jangka panjang. Loc. itulah sebabnya terjadi peningkatan hasil belajar pada sampling. hal ini menyebabkan gelombang alfa akan mudah terbentuk dalam otak karena telah terbiasa sehingga pada saat belajarpun otak dapat dengan otomatis berada pada keadaan alfa. 58 Ary Ginanjar.58 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. xliv. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia.

pelaksanaan. KESIMPULAN Penelitian ini dari pra tindakan. rentang waktu untuk menonton Televisi yang diduga juga menjadi salahsatu penyebab terganggungnya murid untuk memahami materi yang terkait menjadi berkurang karena shalat dan keinginan untuk belajar menyingkirkan waktunya untuk menonton televisi lebih lama. afektif dan psikomotorik. hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman murid pasti telah meningkat. Shalat adalah penyebab utama yang mengubah pola hidup setiap sampling selain bimbingan dari peneliti demi kelancaran penelitian. dengan melaksanakan shalat lima waktu. sebagai contoh yaitu dengan tidak memberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendek.BAB V PENUTUP A. SARAN saran saya sebagai peneliti dalam kajian ini merasakan perlu perbaikan dalam sistem pendidikan yang dibangun oleh pemerintah dan swasta yaitu dengan tidak melupakan segi agama terlebih apabila itu adalah wajib bagi pemeluknya. pada data yang diperoleh per-Minggu setelah shalat dengan rutin dan khusyuk. terlihat perbedaan yang jelas dari data yang diperoleh sebelum sampling melaksanakan shalat sesuai ketentuan Al-Qur’an dan Hadits. hal-hal tersebut diataslah yang telah meningkatkan kemampuan pemahaman murid. hingga pasca tindakan dan analisis data maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibadah shalat secara rutin lima kali sehari semalam dengan khusyuk dapat meningkatkan hasil belajar murid. B. dalam hal ini 81 . Gaya mengajar guru juga telah diperbaiki yaitu dengan lebih memperhatikan kemampuan tiga aspek utama pada murid yaitu kognitf.

bertambahnya ilmu dan amal serta memperbaiki akhlaq yang buruk serta menularkannya keseluruh aspek lingkungan pelakunya.adalah shalat lima waktu dengan khusyuk. tak rugi yang diperoleh darinya melainkan kebaikan dan keuntungan didunia dan akhirat. wallahu a’lam. semoga saran ini dapat terwujud dan bermanfaat. 82 .

Rahasia Sukses Membangun Emosi dan Spiritual Berdasarkan Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam. Pendidikan. Chaplin. Dedeh Kurniasih. Cet. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.tabloidnakita. Shahih Bukhari. Bahasa dan Kepemudaan. Sayyed. tt. Agustian. Bukhari. 1976. Ilmu Pendidikan. Pekanbaru : Pusat Penelitian IAIN Sultan Syarif Qasim. Darajat. Semarang : CV. Abu. Arti Sehat dan Bahagia Bagi Anak. Jakarta : Asy-Syfa’. Jakarta : Arga Wijaya Persada. com/khasanah/khasanah06309-01. 2003. (http://www. 1989. Beirut : Al-Ahya al-Turats al-Araby. Toha Putra. Terjemahan Tafsir Al-Maraghi (21). Jakarta : Bulan Bintang. Kesehatan Mental. Jakarta : ArgaWijaya Persada. Nashih Ulwan.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-Karim Abdullah. Jakarta : Rajawali. 1987. Rahasia Sukses Membangun ESQ Power. Ahmadi. terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Falsafah Pendidikan Islam. Jakarta : Balai Pustaka. Al-Maraghi. Hossein Nasr. Ilmu Jiwa Agama. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. ke-1. Al-Syaibani. Zakiah. Jakarta : PT Toko Gunung Agung. Toha Putra. ____________. Antara Tuhan Manusia dalam Alam. Mas Udik. Ledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal.htm) Departemen Agama RI. Jakarta : Bulan Bintang. Jakarta : Zikrul Hakim. 2001. Ahmad Musthafa. 1993. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. 83 . 2005. Kamus Lengkap Psikologi. Ary Ginanjar. Yogyakarta : IRCISOD. Semarang : CV. Abdullah. 2001. Muhammad Omar Al-Taumy. 1999. ___________. Al-Qur’an dan Terjemahannya.1997. 1996. tt An Nida’ (Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam). Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spiritual.

Keluarga Sebagai Intitusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. 2003 cet. dan Waruwu. www. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. cet. Langgulang. ke-3. 2001. 2003. Dedhi. Toto. 1982. Ramayulis. Suharsono. Cet. Jakarta : Al Husna. Filsafat Pendidikan Islam.kompas.com/kompas-cetak/0305/18/keluarga/312326. Rehani. Monti. Jakarta : Balai Pustaka.id/doc/artikel/sqanak. Tasmara. Hasan. Bandung : PT. Syamsu Yusuf. Mencerdaskan Anak. Jakarta : Pustaka Populer Obor.or.html. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Suharto. terjemahan Rahmi Astuti. 2001. Depok : Gema Insani Press. 2004. Membangkitkan Kesadaran Spiritualitas. Cet. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pendidikan Anak dalam Kandungan. Mendidik Kecerdasan. 2001.com/balita-anda/balita-anda. Jakarta : Gema Insani Press. ke-6. ke-1. Manusia dan Pendidikan. Rajih. LN. ke-1. Bandung : Pustaka Hidayah.htm www. 2005. Inayat Khan. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan. Spiritual Quotient for Children. Satiadarma. 84 . ke-1. Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi. Cet.Hujjati. 2003.Padang : Baitul Hikmah Press. Hamdan.mail-archive. 2004. Poerwadarminta.htm Zaini. Sukidi.Ramaja Rosda Karya. Cet. ke-2. Jakarta : Yayasan Ukhuwah. Muhammad Bagir. 1986. Yogyakarta : Diva Press. Danah dan Marshall. Nata Abuddin. Fidelis. terjemahan Rahmain Astuti. Jakarta : Kalam Mulia. Zohar.muthahari. P. Qur’anis Quotient. Ahmad Nadjib Burhani. Pir Vilayat. Jakarta : Kalam Mulia. Bogor : Penerbit Cahaya. E. Psikologi Agama.com/msg54237. www. 1995. Bandung : Kronik Indonesia Baru. Syahminan. Ian. 2002. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. 2003. Kecerdasan Spiritual.

Metode Pembelajaran Informasi. Materi Pembelajaran Energi III. Menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. tidak dapat dilihat. baterai. tidak dapat dilihat. air.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya 1. kayu bakar.Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Tiga) Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : MI DDI Ujung Lare Ilmu Pengetahuan Alam III/2 12 jam pelajaran 4. 2. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 85 . kayu bakar. 3. pemberian tugas. misalnya makanan. hubungannya dengan energi. listrik. dan memetik gitar menghasilkan bunyi 2. sinar matahari. membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. air. diharapkan siswa dapat 1.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas. Menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi. dan memetik gitar menghasilkan bunyi. dan angin 4. gerak. tetapi dapat dirasakan 3. demonstrasi. kincir angin berputar jika ditiup angin. dan angin. minyak tanah. misalnya panas dari sinar matahari. Memahami berbagai cara gerak benda. tetapi dapat dirasakan. listrik. dan kegiatan laboratorium IV. dan sumber energi 4. kincir angin berputar jika ditiup angin. minyak tanah. menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. sinar matahari. II. 4. misalnya makanan. misalnya panas dari sinar matahari. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. baterai. Membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. Menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi Indikator : I. dan getaran dalam kehidupan seharihari 4.

3. siswa menyebutkan kegunaan energi panas. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi gerak. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. dapat dirasakan. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada sebelumnya. siswa menyebutkan bukti adanya energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. misalnya menggosokkan dua telapak tangan. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. tetapi tidak dapat dilihat. siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari. misalnya panas matahari. siswa menerangkan cara menghasilkan energi panas. Kegiatan Inti 1. 2. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi gerak dan energi bunyi serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. misalnya memetik gitar. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. dan energi listrik. siswa menyebutkan bukti bahwa energi ada. dapat dirasakan. 3. energi cahaya. siswa menyebutkan pemanfaatan energi panas dalam kehidupan sehari-hari. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. tetapi tidak dapat dilihat. Dengan dipandu guru. misalnya kincir angin berputar jika ditiup angin. 4. 2. siswa menyebutkan berbagai macam sumber energy bunyi. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan kegunaan panas matahari. antara lain energi panas. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. siswa menyebutkan berbagai macam gerak benda. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. 4. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi bunyi. energi gerak. yaitu kemampuan untuk melakukan kerja. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bahwa energi ada. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian energi. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 86 . Dengan dipandu guru.1. 3. siswa mendeskripsikan pengertian energi gerak dan energi bunyi. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan berbagai macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru.

Dengan dipandu guru. 87 . Dengan dipandu guru. 5. Dengan dipandu guru. air. air. siswa mendeskripsikan listrik sebagai sumber energi. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan makanan. Dengan dipandu guru. kayu bakar. 2. Dengan dipandu guru. Membuktikan bahwa energi itu ada. air. siswa menyebutkan kegunaan minyak tanah sebagai sumber energi. Kegiatan Inti 1. sinar matahari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. baterai. kayu bakar. siswa menyebutkan kegunaan matahari. dan listrik dalam kehidupan sehari-hari. baterai. siswa menyebutkan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan kegunaan energi listrik dan energy kimia dalam kehidupan sehari-hari. 4. dan angin. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan energi kimia serta kegunaannya. siswa menyebutkan berbagai sumber energi. siswa menyebutkan pengertian energi listrik dan energi kimia. dan angin sebagai sumber energi. dan angin sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. 7. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. tetapi dapat dirasakan. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. misalnya makanan. siswa mendeskripsikan matahari. dan angin sebagai sumber energi 2. siswa menyebutkan kegunaan makanan bagi tubuh. 6. 3. siswa mendeskripsikan baterai sebagai sumber energi. 2. Dengan dipandu guru. 2. 3. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan matahari. siswa menyebutkan kegunaan kayu bakar sebagai sumber energi. 2. minyak tanah. Dengan dipandu guru. air. minyak tanah. Dengan dipandu guru. air. siswa menyebutkan alat rumah tangga yang menggunakan energi listrik dan energi kimia. listrik.1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan matahari. Kegiatan Inti 1. tidak dapat dilihat. dan angin sebagai sumber energi. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari.

.... ...... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan................. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 3B • Charta berbagai macam sumber energi • Charta berbagai macam penggunaan energi • Saputangan • Air • Kincir angin • Alat-alat tulis VI...... ............... dan tingkah laku.. Guru Kelas...............V.. • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah... (_______________________) NIP. (_______________________) NIP.......... sikap...... Dilaksanakan.. ................... 88 ...........

89 . Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perpindahan panas. Membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari : 8. Menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar 4. menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar. Metode Pembelajaran Informasi. cair. menyebutkan sumber-sumber energi panas. Dengan dipandu guru. Menyebutkan sumber-sumber energi panas. 3. 2. II.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya : 1. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan sumber energi panas dan energy bunyi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. 2. demonstrasi. Dengan dipandu guru. diharapkan siswa mampu 1. misalnya gesekan benda dan matahari.1 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konduksi. dan gas I.Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Empat) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam IV/2 12 jam pelajaran 8. Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas 3. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. dan gas. membedakan perambatan bunyi pada benda padat. dan kegiatan laboratorium IV. Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar 5. siswa melakukan Kegiatan 10. Materi Pembelajaran Energi panas dan energi bunyi III. Kegiatan Inti 1. siswa mendeskripsikan pengertian energi panas dan energi bunyi. 2. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiataan Awal 1. mendemonstrasikan adanya perpindahan panas. Dengan dibimbing guru. 4. pemberian tugas. cair. misalnya gesekan benda dan matahari 2. 5. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konduksi. 3. menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru.2 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konveksi. Dengan dibimbing guru. siswa melakukan Kegiatan 10. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara radiasi. siswa melakukan Kegiatan 10. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konveksi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan benda yang dapat menghasilkan bunyi. Kegiatan Inti 1. 2.4. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara radiasi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan keadaan benda yang sedang menghasilkan bunyi. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 90 . Dengan dipandu guru. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara radiasi bagi kesejahteraan kehidupan manusia. Kegiatan Inti 1. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konveksi. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian energi bunyi. 2.3 untuk mengetahui benda yang menghasilkan bunyi. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konduksi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru.

Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 4B • Air panas • Sendok logam • Sumpit • Biji jagung • Margarin • Gelas • Kaki tiga • Pemanas • Karet gelang • Kotak kosong VI. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda cair. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda cair. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui gas. 2. 3. V. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda cair dan gas.1. 2. Dengan dipandu guru. 3. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. 2. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda cair dan gas serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda padat. 4. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. sikap. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda padat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. siswa melakukan Kegiatan untuk membuat alat yang memanfaatkan perambatan bunyi melalui benda padat. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda padat. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda padat. Kegiatan Inti 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. dan tingkah laku • Mengerjakan soal latihan 91 . siswa menyebutkan hal-hal yang membuktikan bahwa bunyi merambat melalui gas. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru.

...... ..... 92 ..... ....Mengetahui Kepala Sekolah Dilaksanakan......... ............................ (__________________) NIP........... (__________________) NIP.. Guru Kelas..................

10. 9. 2. gerak. Mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis 2. gaya gesekan. Menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan 10. halus) 9. 6. Menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah 7. Membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. dan ukuran) dari ketinggian tertentu. dan energi. 5. menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan. 7. dan gaya magnet) : 1. menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah. diharapkan siswa mampu 1. membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. Membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. dan ukuran) dari ketinggian tertentu 6. bentuk. membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. 3. gerak.Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Lima) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam V/2 12 jam pelajaran 5. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. membuat magnet. memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan. mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis. dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi. 8. Memahami hubungan antara gaya. Menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari I. halus). 4. menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. bentuk.1 Mendeskripsikan hubungan antara gaya. 93 . Membuat magnet 5. Memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari 4. serta fungsinya : 5. Memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi 8. Menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan 3. memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi.

Materi Pembelajaran Gaya III. Dengan dipandu guru. Metode Pembelajaran Informasi. Dengan dipandu guru. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan sifat-sifat kutub senama dan tidak senama jika didekatkan. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan kekuatan gaya magnet. Dengan dipandu guru. 3. serta berbagai macam bentuk magnet. siswa mendeskripsikan pengertian benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. siswa mendeskripsikan pengertian garis gaya magnet. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan jenis kutub magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui medan magnet. siswa mendeskripsikan pengertian kutub magnet. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian kutub magnet dan sifatsifatnya. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan dan Kegiatan Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir 94 . Dengan dibimbing guru. dan kegiatan laboratorium IV. 5. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. 2. yaitu bagian magnet yang paling kuat menarik serbuk besi. siswa mendeskripsikan pengertian gaya magnet. Dengan dipandu guru.II. Dengan dipandu guru. demonstrasi. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. 2. pemberian tugas. 3. siswa mendeskripsikan pengertian magnet. siswa menyebutkan macam-macam bentuk magnet. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. siswa mendeskripsikan pengertian medan magnet. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. gaya magnet. Dengan dibimbing guru. 4. siswa melakukan Kegiatan untuk menentukan kutub magnet. Dengan dibimbing guru. 2. Dengan dibimbing guru.

Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara elektromagnet. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara gosokan. 2. cara memperbesar dan memperkecil. Dengan dipandu guru. manfaat. Dengan dibimbing guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara membuat magnet dan kegunaannya. 2. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gesekan. Dengan dibimbing guru. 5. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. 4. 3. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. siswa menyebutkan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gesekan terhadap gerak benda. Dengan dipandu guru. 3. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak jatuh benda-benda. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gravitasi. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara memperbesar dan memperkecil gaya gesekan. siswa menyebutkan perbedaan magnet alam dan magnet buatan. 2. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan jenis magnet berdasarkan asalnya. 2.Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan kegunaan magnet. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara induksi. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian gaya gesekan. 95 . Kegiatan Inti 1. Kegiatan Inti 1. serta kerugiannya. siswa menyebutkan manfaat dan kerugian gaya gesekan. Dengan dipandu guru.

........... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 5B • Magnet • Paku • Jarum • Peniti • Pensil • Saputangan • Karet gelang • Uang logam • Kertas • Kaca • Plastik • Serbuk besi • Kompas • Tali • Statif • Penggaris • Charta bentuk magnet dan kegunaan magnet • Charta manfaat gaya gravitasi • Charta manfaat dan kerugian gaya gesekan • Alat-alat tulis VI.......... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. . 96 ... (__________________) NIP.........V........... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah. ............ dan tingkah laku......... sikap........ Dilaksanakan....... (__________________) NIP... Guru Kelas... .....

6. Mencari contoh penerapan radiasi. Materi Pembelajaran Perpindahan energi panas dan listrik III. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. 5. Dengan dipandu guru. dan panas 7. 2. bunyi. dan konveksi berdasarkan percobaan. konduksi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. bunyi. Membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi 6. membandingkan peristiwa radiasi. Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi 7. mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energy listrik. II. Kegiatan Inti 97 . dan radiasi. dan panas. demonstrasi. Mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energi listrik I. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. dan kegiatan laboratorium IV. konduksi. konduksi. misalnya pengaruh menggosok benda 5. konduksi. Metode Pembelajaran Informasi. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada di sekitar. 4. Guru menyediakan charta perpindahan panas secara konduksi. diharapkan siswa mampu 1. Menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik.2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik : 1. 7. misalnya pengaruh menggosok benda. Membandingkan peristiwa radiasi. Menunjukkan cara menghasilkan energi listrik 4. konveksi. dan konveksi dalam kehidupan seharihari. pemberian tugas. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. dan konveksi berdasarkan percobaan 2. menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. 3. dan konveksi dalam kehidupan sehari-hari 3.Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Enam) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : Ilmu Pengetahuan Alam VI/2 12 jam pelajaran 7. Menunjukkan gejala kelistrikan. mencari contoh penerapan radiasi. 2. menunjukkan gejala kelistrikan. membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi.

dan generator. Dengan dipandu guru. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. 98 . Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membangkitkan energi listrik. Kegiatan Inti 1.1. siswa mendeskripsikan pengertian energi listrik. siswa menyebutkan bagian-bagian baterai sehingga dapat menghasilkan arus listrik. aki. siswa menyebutkan bagian-bagian dinamo sepeda sehingga dapat menghasil arus listrik. 2. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan bagian-bagian generator sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan penerapan konduksi. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan cara membangkitkannya. 3. siswa menyebutkan perbedaan benda yang bermuatan listrik dengan benda yang tidak bermuatan listrik. 5. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 4. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan berbagai macam rangkaian listrik. siswa menyebutkan bagian-bagian aki sehingga dapat menghasilkan arus listrik. 3. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. 2. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Inti 1. 2. Dengan dipandu guru. 2. 2. Dengan dipandu guru. 3. 2. Dengan dipandu guru. dinamo sepeda. Guru menyediakan charta berbagai sumber energi listrik. siswa menyebutkan sumber energi listrik. antara lain baterai. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. konveksi. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara kerja berbagai sumber arus listrik. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa mendeskripsikan pengertian listrik statis. Guru menyediakan charta rangkaian listrik.

Dengan dibimbing guru. siswa menyebutkan alat yang menggunakan energy listrik. Guru menyediakan alat dan bahan untuk melakukan Kegiatan Kegiatan Inti 1. 2. siswa menyebutkan kelebihan dan kekurangan rangkaian seri. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan istilah-istilah yang sering digunakan pada saat menggunakan peralatan listrik. 3. Kegiatan Inti 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perubahan energi yang disebabkan oleh penggunaan energi listrik. 4. 2. Pertemuan Ke-7 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan bahan konduktor dan isolator listrik. siswa mendeskripsikan pengertian istilah yang sering digunakan ketika menggunakan peralatan listrik. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian terbuka dan rangkain tertutup. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perbendaan antara rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup serta rangkaian seri. paralel. 4. dan rangkaian campuran. dan rangkaian campuran. 2. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. rangkaian seri. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain sebagai akibat penggunaan alat yang menggunakan energy listrik. dan campuran. 2. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 6B • Charta perambatan panas • Charta rangkaian listrik • Penggaris plastik • potongan-potongan kertas kecil • Kain • Bohlam • Baterai 99 . siswa menyebutkan kegunaan konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan bahan sebagai isolator atau konduktor listrik. Dengan dibimbing guru.2. V. rangkaian paralel. Guru menyediakan charta berbagai alat yang menggunakan energi listrik. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian paralel. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 3.

.............. Dilaksanakan......... .... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan.............. sikap. • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah...................• Alat-alat tulis VI. dan tingkah laku. . 100 . (__________________) NIP................. .... (__________________) NIP...... Guru Kelas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->