BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Konsep belajar/pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan senantiasa dikorelasikan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuh kembangkan potensi manusia sebagai pemimpin. Firman Allah :

                                
Terjemahannya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS Al Baqarah 30)1 . Kaitan dengan pentingnya pendidikan bagi umat, Allah berfirman:

               
1

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Jakarta : Departemen Agama, 2002)

1

          
Terjemahannya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imran:104)2 Begitu pula dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Tujuan Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3 Pemisahan dan pengotakan antara agama dan sains jelas akan menimbulkan kepincangan dalam proses pendidikan, agama jika tanpa dukungan sains akan menjadi tidak mengakar pada realitas dan penalaran, sedangkan sains yang tidak dilandasi oleh asas-asas agama dan akhlaq atau etika yang baik akan berkembang menjadi liar dan menimbulkan dampak yang merusak. Murtadha Mutahhari seorang ulama, filosof dan ilmuwan Islam menjelaskan bahwa iman dan sains merupakan karakteristik khas insani, di mana manusia mempunyai kecenderungan untuk menuju ke arah kebenaran dan wujud-wujud suci dan tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan memuja sesuatu. Ini adalah kecenderungan iman yang merupakan fitrah manusia. Tetapi di lain pihak manusia pun memiliki kecenderungan untuk selalu ingin mengetahui dan memahami semesta alam, serta memiliki kemampuan untuk memandang masa lalu, sekarang dan
2 3

Departemen Agama. Op.Cit Undang-undang republic Indonesia No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta. PT Armas Duta Jaya

2

masa mendatang (yang merupakan ciri khas sains). Dari penjelasan diatas telah nampak dengan jelas pentingya ilmu pengetahuan kapanpun dan dimanapun dan hal ini juga tidak akan tercapai tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Dalam hal kemampuan pemahaman, erat kaitannya dengan kemampuan otak dan keadaan jiwa seseorang saat itu. Di MI DDI Ujung Lare nampak sebagian besar murid sulit untuk menerima materi pelajaran yang dijelaskan guru meski telah menggunakan berbagai metode dan variasi hal ini ditunjukkan pada nilai hasil akhir semester dan pengalaman guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan membuat murid jenuh dan akhirnya putus asa hingga acuh tak acuh dalam belajar dan hanya ingin mengerjakan soal yang mudah-mudah saja4. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka Skripsi ini akan menguraikan masalah tersebut hingga pada tahap proses mencegah dan memperbaiki atau meningkatkan kemampuan pemahaman murid dengan memanfaatkan ibadah shalat sebagaimana firman allah :

               
Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar Ra’d : 28)5 Dengan shalat tentu kita akan mengingat allah dengan demikian hati menjadi tenteram melalui proses yang bertahap.
4

5

Bahri, Saiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka CiptaBudiastuti Widowati. 2001. Pembelajaran kooperatif. Penerbit Universitas negeri Surabaya: Surabaya. Departemen Agama.loc.Cit

3

Rumusan masalah Dalam pembahasan yang telah diuraikan diatas. Hipotesis Dari rumusan masalah diatas. Hal lain yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare mengalami kesulitan memahami materi pelajaran karena mereka diberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendeng. 4 . Diduga penyebab mudrid MI DDI Ujung Lare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan oelh guru antara lain. Apa yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare Parepare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan meski telah digunakan variasi dan metode mengajar yang beragam? 2. Hal ini dapat dilihat adanya kecenderungan mereka yang rajin mengikuti shalat berjamaah baik di sekolah maupun di rumahnya mereka mengalami peningkatan dan prestasi yang baik. jiwa anak terganggu oleh keadaan anak di rumahnya yang banyak menonton film-film kartun sehingga ketika belajar di sekolah mereka selalu mengingat dan membayangkan dilm-dilm tersebut. Shalat dapat menngkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare dalam menerima materi pelajaran. maka dapat disusun suatu hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah disebutkan diatas.B. Berikut hipotesis dari rumusan masalah diatas. 2. maka yang menjadi masalah pokok dalam penulisan skrispi ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah shalat dapat meningkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare Parepare ? C. 3. 1.

2. Manfaat penelitian Manfaat atau kegunaan penelitian iniyang menjadi sumbangsih tersendiri sebagai pemecahan masalah bagi konteks yang lebih luas adalah sebgai berikut : 1. 4. F. 1. Bagi subjek : dapat meningkatkan atau memulihkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare. 3. Untuk dijadikan referensi pada penelitian yang terkait. Mengaktifkan murid MI DDI Ujung Lare dalam melaksanakan shalat lima waktu. Meningkatkan kemampuan murid dalam memahami suatu materi. Bagi guru : dapat membantu mengefektifkan PBM. 3. Untuk penelitian ini juga memiliki tujuannya sendiri yaitu sebagai berikut . Dapat menjadi salahsatu metode guru dalam proses belajar mengajar. E. Bagi instansi pendidikan : dapat dijadikan acuan untuk menetapkan program kerja baru dibidang psikologi anak dalam pendidikan. D.Shalat memang membawa setiap pelakunya merasakan tenang apabila dilakukan secara khusyuk berdasarkan ungkapan Al-kisah diatas maka shalat ternyata membawa efek ketenangan jiwa bagi setiap pelakunya. Tujuan penelitian Setiap tindakan memiliki tujuannya masing-masing. 2. Garis-Garis Besar Isi Skripsi 5 . 4. Bagi peneliti : mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang berharga.

pentingnya otak. sumber data. dan Teknik analisis data untuk mengakuratkan validitas hasil penelitian yang merujuk pada bidang studi khusus yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. pada bagian ini di uraikanlah jawaban dari rumusan masalah yang diajukan dengan menggunakan metode dan tekhnik analisis yang telah ditentukan dan memproses data yang telah diperoleh dengan benar agar dicapai hasil yang akurat dan terpercaya. penulis akan memaparkan tinjauan dari pustaka yang peneliti gunakan untuk melogiskan hasil penelitian ini dan menjadi ukuran tingkat kredibilitas hasil penelitian ini kepada pembaca yang berisi antara lain pengertian dan fungsi ibadah shalat. pengaruh shalat terhadap tubuh dan jiwa.Dalam rancangan penelitian skripsi ini. Kemudian pada Bab ketiga. dan definisi kecerdasan. serta digambarkan garis besar isi skripsi. kemudian untuk membatasi masalah yang akan diteliti maka akan dirumuskan masalah pokok yang akan dibahas. kemudian diberikan hipotesis sebagai jawaban sementara yang disinkronikan dengan latar belakang masalah dan rumusan masa. 6 . penulis akan memaparkan pendahuluan yang akan diuraikan latar belakang masalah yang menjadi acuan mengapa diadakan penelitian ini. kemudian setelah itu dijelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian yang menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat. Selanjutnya pada Bab ke empat akan dibahas tentang analisis dan pembahasan hasil penelitian. akan dibahas mengenai metode penelitian yang diuraikan didalamnya tentang pendekatan dan Jenis penelitian. Teknik Pengumpulan Data. Pada Bab kedua. lalu kemudian akan diuraikan pengertian judul agar supaya ada kesamaan persepsi untuk para pembaca. konsep kemampuan pemahaman anak.

7 . peneliti mengemukakan kesimpulan dan saran atas refleksi dari penelitian ini untuk seluruh pembaca terutama untuk subjek dan peneliti sendiri dan seluruh umat manusia. Pada bagian akhir penulis menyediakan lampiran yang berisi tentang alat yang digunakan selama penelitian berlangsung.Pada Bab lima penutup.

Namun karena sifatnya sunnah. Saking hebatnya ibadah shalat. Masalahnya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. yaitu shalat sunnah. maka nilainya sungguh luhur. maghrib dan isya. shalat sunnah bila dilakukan secara khusyuk disertai dengan niat hanya mengharapkan keridhaan allah. Shalat adalah bentuk komunikasi dengan sang maha terkasih allah. Pengertian dan Fungsi Ibadah Shalat a. shalat. yaitu shalat. maka seyogyanya kita pahami bagaimana menciptakan titik pikiran secara tepat sehingga shalat kita dikatakan khusyuk dan benar. KAJIN PUSTAKA 1. Rukun islam ada lima yaitu syahadat. Meskipun bersifat melengkapi. 8 . zakat. pencerahan. dhuhur. kemana pikiran harus kita arahkan saat kita melakukan ibadah shalat? Bila kita yakin bahwa shalat adalah meditasi tertinggi (meditasi transendental). ashar. Dalam sehari. puasa dan berhaji. rekreasi jiwa yang tidak bisa ditandingi kenikmatannya dengan cara apapun di alam semesta. sehingga dikatakan bahwa shalat adalah soko guru dan pondasi agama. maka shalat ini bersifat melengkapi shalat-shalat wajib. ada lima waktu shalat yaitu saat subuh. Ada banyak ragam shalat sunnah yang ada dalam islam. Ada juga shalat yang sifatnya tidak wajib. Pengertian Ibadah Shalat Agama islam memiliki satu ritual wajib yang dilakukan lima kali sehari. Shalat juga merupakan rukun islam artinya sesuatu yang wajib dilakukan bila manusia sudah memeluk agama ini.

Pada dasarnya. Fungsi ibadah Shalat Ibadah shalat memiliki dimensi individual dan sosial. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat 45 surat al-‘ankabut “sesungguhnya shalat itu mencegah (manusia) dari perbuatan yang keji dan mungkar. dan menjadi kekasih yang tidak pernah absen sedikit pun untuk berbagi suka dan duka sekaligus sebagai wujud ketundukan manusia pada dzat yang serba maha dan infinitum ini. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.b.” (Qs. Loc.cit 9 . dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Sementara dimensi sosial shalat adalah bagaimana shalat membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat dimana individu yang melakukan shalat itu berada. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Al Ankabuut : 45)6 6 Departemen agama.perbuatan) keji dan mungkar.” Ini sudah masuk dimensi sosial shalat.                           Terjemahannya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Dimensi individual adalah bagaimana shalat itu dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan tuhan. hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk menyadari keberadaan tuhan itu dekat yang melampaui batasan ruang dan waktu sehingga kemanapun manusia berada maka dia selalu hadir. menjadi teman paling setia. Kesadaran hakikat shalat ini akan memiliki pengaruh kuat dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar. mengawasi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

pengaruhnya menelusup kedalam sisi-sisi keseharian bersikap dan bersosialisasi bahkan terhadap sudut pandang dan kesehatan. Raymond breil. Ketenangan jiwa itulah yang merupakan factor terpenting terbentuknya kesempurnaan kesehatan”.Y. Disini saya akan menyebutkan beberapa pengetahuan modern yang berkenaan dengan “Pengaruh ketenangan jiwa pada kesehatan jiwa dan fisik manusia dan pengaruh Shalat pada ketenangan jiwa".2002. Setelah dilakukan uji coba selama seperempat abad. Dr. dan kesedihan ia memiliki ketenangan jiwa. ditemukan bahwa ketenangan jiwa merupakan tujuan utama dalam mengarungi hidup. Pengaruh Shalat Terhadap Tubuh dan Jiwa Ketengan jiwa adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita. Ketenangan jiwa diberikan oleh Allah sebagai penghargaan. harta dan ketenaran. Raymond Breil mengatakan.Leibman mengatakan dalam bukunya berjudul ‘ketenangan jiwa’ : “Ketenangan jiwa merupakan pemberian (anugerah) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih. ibid 10 . Potensi ketenangan jiwa mampu mengubah pondokan menjadi istana”.7 Sarjana Barat lainnya. kesehatan. Harry Emerson mengatakan bahwa. Dari perhitungan dan grafik tersebut menjelaskan bahwa orang yang tidak dikuasai oleh amarah. Tapi orang berilmu mampu membuat perhitungan dan grafik yang menjelaskan umur seseorang dalam hidupnya.9 7 8 9 Dr.8 Sementara itu. “Pilar terpenting yang menjadi inti kehidupan yang sehat yang terbebas dari penyakit fisik dan jiwa adalah Ketenangan jiwa”.Y.2. Ketenangan jiwa memberikan banyak hal berupa kecerdasan. Dr.2002 . Ketenangan Jiwa . kesusahan.: “Tidak dalam kemampuan seorang peramal (dukun) untuk menghitung umur seseorang. bahkan akan menentukan kekhusyuan kita dalam beribadah. Ketenangan dapat tumbuh dan berkembang tanpa bantuan harta bahkan tanpa bantuan kesehatan.Leibman.

Dr. dan mudah yaitu dengan berserah kepada Allah. sehat. kesusahan. bahwa mereka menderita penyakit seperti orang-orang modern yang menderita berbagai penyakit mematikan. 11 . Loc cit. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.              Terjemahannya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. adalah bukti bahwa keimanan mereka bukan hanya kata-kata. dengan mengingat Allah merekapun mendapat ketenteraman dengan rahmat Allah. kita tidak pernah mendengar para sahabat Rasul dan Tabi’in. tetapi iman yang menancap di hati dan dilaksanakan oleh anggota badan. Herbert Stock. baik yang luka maupun yang tewas. Kehidupan mereka yang dipenuhi dengan nikmat. atau karena pengaruh ketakutan. Ingatlah. Oleh karena itu. baik penyakit jiwa maupun penyakit fisik. diakibatkan oleh ketegangan (kekacauan) yang menimpa jiwa para pengemudi.” (Qs. dan amarah para pengemudi. menyimpulkan bahwa : “Mayoritas kecelakaan mobil yang menimpa sekitar dua juta orang . Hal yang paling diperlukan untuk menghindari kecelakaan tersebut adalah Ketenagan Jiwa”. direktur Laboratorium Uji Kendali Mobil Amerika Serikat. Pentingnya Otak 10 11 ibid Departemen Agama.10 Kaum muslim jaman dahulu telah memahami firman Allah SWT. tenteram. 3. dan menghancurkan lebih dari satu juta mobil di Amerika dalam satu tahun. Ar Ra’d : 28)11 Mereka berlindung kepada Allah untuk menenteramkan hati mereka.

a. Fakta otak Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% dari dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung 900.000.000.000 (Sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar. Dengan jumlah sel otak yang hanya berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang kesarangnya, dan memberi tahu teman-temannya lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang kesana kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu, lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas diantara mereka. Ada lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah, dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi sarang lebah dari serangan makhluk asing. Hanya 7000 sel optak, lebah sudah sedemikian hebatnya. Berbeda dengan lebah, manusia diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Naum, ni barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas. Kecerdasan seseorang sebenarnya tergantung pada seberapa banyak koneksi sel otak memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bias dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki manusia.

12

Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatihnya, maka akan semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya terjadi bila kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari.12

b. Gelombang otak Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang disebut EEG (electro encepalograph) kita mengenal ada empat jenis gelombang otak, yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Pengukuran gelombang otak ini didasarkan pada getaran yang ditimbulkan oleh otak kita dalam satu detik. Kita mungkin bias berada dalam dua gelombang yang berbeda dalam satu waktu. Masing-masing gelombang ini menjelaskan suatu kondisi operasi otak yang berbeda. 1) Gelombang Beta Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi, dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya
12

Adi.G.W, 2003. Born to be a genius : Otak Manusia, Mengenal Lebih Dekat Neck Top Computer Anda. 2003. Gramedia Pustaka Utama .Jakarta.

13

rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.

Gambar 1.1 : Gelombang Beta 2) Gelombang Alfa Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Kondisi alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Ada beberapa cara untuk bias masuk kedalam kondisi ini dan kita dapat melakukannya secara mudah. Beberapa cara yang biasa diguanakan adalah : a) Meditasi b) Teknik pernapasan c) Relaksasi d) Visualisasi e) Mendengarkan music f) Shalat Kondisi alfa digunakan untk mencapai hasil pembelajaran yang sangat maksimal. Teknik-teknik pembelajaran yang Adi W. Gunawan (pendiri sekaligus direktur the accelerated learning institute and training center of Indonesia) dalami seperti metode accelerated learning (system belajar dipercepat), pembelajaran bahasa asing secara cepat dan mudah, dan membaca
14

Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar.2 : Gelombang Alfa 3) Gelombang theta Theta (4 – 7. semuanya mengharuskan Adi masuk kedalam kondisi Alfa sebelum melakukan kegiatan belajar.1 – 3. keheningan yang mendalam. Berikut gambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta. deep-meditation.9 Hz). Bila seseorang tidur dalam 15 . seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’. Gambar 1. Dalam frekuensi yang rendah ini.9 Hz). Berikut gambar gelombang alpha.000 kata permenit (buku setebal 300 halaman habis dibaca dalam waktu paling lama 10 menit).dengan kecepatan 68.3 : Gelombang Theta 4) Gelombang Delta Delta (0. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi. Gambar 1.

kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. Begitulah. Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha.4 : Gelombang Delta Nah. Pada gilirannya. para kaum bijak bestari berkisah. penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). Meski tertidur hanya sebentar. maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha? Bagi Anda yang muslim. perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan. hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan.keadaan delta yang stabil. Gambar 1. Dalam frekuensi inilah. kualitas tidurnya sangat tinggi. mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”). dalam hamparan 16 . dalam momen itu. Dalam momen inilah. Dan percayalah. dalam momen-momen kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi. kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. selalu ada perasaan keheningan yang menggetarkan. ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen. ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. Saya berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha.

kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir. Sedangkan 5 menit yang tersisa digunakan untuk refleksi atas apa saja yang baru dipelajari. Dalam segenap jiwa dan batin kita. Tiga tingkat efektivitas otak dalam belajar. Contohnya. rentang waktu focus optimal yang bias dilakukannya hanya 5 menit. Gunakan waktu selama 5 menit untuk melakukan relaksasi dan menetapkan apa tujuan anda belajar. Perhatikan bagan dibawah ini. Jadi. Untuk orang dewasa yang berusia 24 tahun. c. Otak kita belajar dengan menggunakan urutan prioritas. Rentang focus yang optimal Otak ktia tidak dapat dipaksa untuk melakukan focus dalam jangka waktu yang lama. d. Urutan prioritas ini akan mempengaruhi tingkat perhatian dan konsentrasi dalam mempelajari sesuatu dan seberapa kuat informasi itu akan tertanam di dalam ingatan kita. UNTUK KESELAMATAN HIDUP MEMBANGKITKAN EMOSI 17 BELAJAR HAL YANG BARU . Untuk mudahnya. Bila ia berusia 35 tahun atau 60 tahun. focus optimalnya adalah 24 menit. untuk anak berusia 5 tahun. serta hasil apa yang ingin dicapai. kita bisa menggunakan patokan usia. Setelah itu gunakan 20 menit untuk belajar. Yang pertama adalah masa persiapan. kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita. Usia kita anggap menit dengan maksimal 30 menit. maka focus optimalnya hanyalah 30 menit. 30 menit adalah rentang waktu focus maksimal agar tidak tidak terjadi kelelahan otak yang berlebihan. Idealnya waktu 30 menit ini dibagi menjad 3 bagian.

Gambar 2 : bagan tingkat efektivitas otak dalam belajar Sumber : Adi W. menciptakan suasana belajar yang kondusif. Semakin kuat semakin kuat informasi itu membangkitkan emosi kita. atau dengan mencari alasan emosional mengapa informasi ini perlu dipelajari. Ada beberapa cara untuk mengaitkan informasi dengan emosi positif. Gunawan. Prioritas kedua adalah apabila informasi itu membangkitkan emosi. Informasi ini mendapat perhatian dan konsentrasi yang paling sedikit. maka semakin tinggi perhatian dan semakin kuat konsentrasi yang diberikan untuk informasi itu. Dalam proses belajar tentu saja kita akan lebih memprioritaskan emosi-emosi yang positif. Dengan demikian akan semakin kuat daya serap dan ingatan yang terjadi. Diantaranya adalah dengan permainan. 18 . Karena inisulit terjadi. maka cara paling efektif adalah dengan menggunakan metode kedua. Semakin dianggap penting untuk keselamatan hidup. Prioritas terakhir adalah informasi yang berhubungan dengan proses belajar biasa. maka akan semakin kuat pula perhatian dan konsentrasi terhadap informasi tersebut. baik emosi sedih maupun emosi gembira. Dalam proses belajar tentu sangat sulit untuk membuat situasi dimaan informasi yang kita pelajari seakan-akan sangat menentukan keselamatan hidup kita. Born To Be A Genius (2003) Perhatian dan konsentrasi maksimal akan diberikan oleh otak terhadap informasi yang berubungan dengan keselamatan diri. dan hadiah yang akan didapat bila tujuan itu tercapai. menetapkan tujuan belajar. yaitu informasi tersebut membangkitkan emosi.

3. Afektif ialah yang berkaitan dengan sikap. lusa. akhlak. dll. Konsep Kemampuan Pemahaman Anak Kemampuan pemahaman setiap manusia dipengaruhi oleh tiga aspek penting. manajemen emosi. Konsep tentang hubungan sebab-akibat Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapat dipahami daripada sebab yang sifatnya psikis. 4. Konsep tentang waktu Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi. 19 . 2. Mati adalah pergi jauh. transfer ilmu. Macam konsep yang dimiliki anakanak antara lain : 1. etika. analisis.4. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perut dengan cara operasi. dll. Kognitif ialah yang berkaitan dengan aspek pemikiran. kapan. Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang bergerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan atau manusia adalah hidup. arti atau keterangan tentang sesuatu. yakni Afektif. Konsep tentang letak dan fungsi tubuh Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atau hati. kemarin dulu. Kognitif dan Psikomotorik. Sedangkan Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkap sifat. Konsep tentang hidup atau mati. logika. Dapat juga diartikan sebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehingga muncul konsep-konsep. moral.

7. tradisi. Definisi kecerdasan tergantung pada situasi. Konsep tentang jarak 6.5. Konsep tentang uang Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang. dan pengendali perilakunya. 10. Konsep tentang bilangan Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannya namun untuk puluhan belum. dan kebudayaan. Criteria ini akan berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. dan menunjukkan perilaku yang baik dan bermoral. 9. perhatian dari orang lain. Konsep diri Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari penilaian orang lain terhadap dirinya. pemikiran yang rasional. kondisi. Definisi kecerdasan a. Konsep tentang keindahan Menganggap indah warna yang menyolok. 8. 20 . Konsep tentang peran sex (jenis kelamin) Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki harus kuat atau suka menolong. Bangsa yunani kuno sangat menghrgai orang cerdas yang mempunyai fisik kuat. Setiap suku bangsa di dunia ini mempunyai criteria tertentu untuk menentukan definisi kecerdasan. 5.

b. bila kita balik keadaannya. siapakah yang lebih cerdas? Dokter bedah ataukah si Aborigin? Dari contoh diatas sebenarnya sulit untuk mengatakan siapa yang lebih cerdas. siapakah yang lebih cerdasa? Sekarang. apakah yang ia lihat? Mungkin saja dokter ini hanya melihat hamparan dataran yang gersang ditumbuhi semak belukar dan kontur dataran yang naik turun. jenis hewan apa saja yang dapat dimakan dan yang berbahaya. Dalam keadaan ini. amerika. ilmu perang. Bangsa cina. dan kebudayaan setempat. dibawa kebelantara gurun Australia dan tinggal bersama suku aborigin. Menurut mereka. Itu saja. Definisi kecerdasan menurut pakar psikologi Pada tahun 1921. Tetapi. mana yang bisa dimakan dan mana yang beracun. lalu dokter ini diminta untuk mengamati suatu hamparan dataran. Orang aborigin ini dibawa ke newyork dengan segala kemajuan peradaban dan tekhnologinya. dibawah pengaruh filsuf Confucius. Ini semua tergantung pada situasi.Bangsa romawi pada sisi lain sangat menghargai keberanian. music. Bila seorang ahli bedah saraf terkemuka yang tinggal di newyork. dan melukis. kaligrafi. berdasarkan jejak yang terdapat ditanah. sangat menghargai orang yang peduli dengan orang lain. hewan apa saja yang baru lewat dan kemana hewan itu lari atau bersembunyi. Sedangkan pada orang-orang keres. namun ada dua tema pokok yang sama dalam jawaban mereka. dimana bisa mendapatkan air minum. Walauun jawaban mereka bervariasi. dari suku Indian pueblo. kondisi. sangat menghargai orang yang mahir dibidang puisi. empat belas ahli ilmu jiwa ditanyai oleh editor “journal of education psychology” mengenai arti kecerdasan. kecerdasan adalah : 21 . tradisi. suku aborigin ini hanya sekali pandang saja akan tahu jenis tanaman yang ada. Kalau situasinya begini. Suku aborigin juga akan tahu.

mereka setuju bahwa cerdas berarti dapat belajar dari pengalaman dan mampu melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan bagaimana anda mengatur hidup anda secara umum.1) Kapasitas untuk belajar dari pengalaaman 2) Kemampuan untuk beradaptasi Dua ddfinisi di atas merupakan hal yang sangat penting. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan berarti untuk menjadi cerdas tidak tidaklah semata-mata bergantung pada nilai atau hasil suatu tes atau ujian disekolah. 1993) cet. 22 . walaupun mempunyai jawaban yang bervariasi. dengan penekanan pada aspek metakognisi-kemampuan berpikir tentang proses berpikir itu sendiri. Enam puluh lima tahun kemudian atau pada tahun 1986. dua puluh empat pakar yang berbeda diminta pandangannya mengenai arti kecerdasan. Sekali lagi. Orang yang cerdas adalah orang yang membuat kesalahan. Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti.13 Sedangkan spiritual berasal dari kata spirit yang berasal 13 Departemen Pendidikan & Kebudayaan. dan bagaimana anda mengatur hidup anda dengan orang lain. 186. Ke-2. Kapasitas untuk belajar dari pengalaman berarti orang yang cerdasa juga dapat melakukan kesalahan. Malah orang yang cerdas sesungguhnya bukanlah orang yang tidak pernah membuat kesalahan. Kecerdasan spiritual 1) Pengertian Kecerdasan Spiritual Secara konseptual kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. belajar dari kesalahan tersebut. Di sini menjadi cerdas meliputi kemampuan anda untuk menangani suatu pekerjaan. h. (Jakarta : Balai Pustaka. dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi. bagaimana berhubungan dengan orang lain. c.

kekuatan. Chaplin. Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku atau hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. 1989) cet. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spritual ESQ. 14 15 16 Toni Buzan. semangat.dari bahasa latin yaitu spritus yang berarti nafas. Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual. 57. 2001) cet. Sebelum kecerdasan ini ditemukan. tenaga. h. (Jakarta : Rajawali Pers. vitalitas energi disposisi. Ke-1. kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna bila dibandingkan dengan yang lain. (Indonesia : PT Pustaka Delapratosa. h. moral atau motivasi. Ke-1.14 Dalam kamus psikologi spirit adalah suatu zat atau makhluk immaterial. h. yang diberi sifat dari banyak ciri karakteristik manusia. Dalam istilah modern mengacu kepada energi batin yang non jasmani meliputi emosi dan karakter. 480. sehingga muncullah suatu paradigma dimasyarakat bahwa otak itu adalah segala-galanya. Ary Ginanjar Agustian. terjemahan Ana Budi Kuswandani.P. 23 . biasanya bersifat ketuhanan menurut aslinya.15 Dengan demikian dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang sempurna dari perkembangan akal budi untuk memikirkan hal-hal diluar alam materi yang bersifat ketuhanan yang memancarkan energi batin untuk memotivasi lahirnya ibadah dan moral. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia”.16 Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi. Kamus Lengkap Psikologi. 6. Ke-1. para ahli sangat bangga dengan temuan tentang adanya IQ danEQ. padahal nyatanya tidaklah demikian. (Jakarta : Agra. bahkan kecerdasan inilah yang dipandang berperan memfungsikan dari kecerdasan IQ dan EQ. J. 2003) cet.

h. 8 Ary Ginanjar Agustian. op. 57. Jadi tegasnya. dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. cit. mengembalikan keyakinan. sebagai wujud dari pengalamannya terhadap tuntutan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap kekuatan yang berada diluar jangkauan dirinya yaitu Sang Maha Pencipta. h.S. sebagaimana dikutip oleh Sayyed mendefinisikan spiritual sebagai “pengalaman yang suci”. sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya Q. Kebutuhan akan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan. 62:2 17 18 Ibid.18 Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya. sehingga dengan kemampuan ini akan membantu mewujudkan pribadi manusia seutuhnya. 24 . Pemaknaan ini kemudian diintroduksi oleh seluruh pemikir agama (spiritualis) dalam “pemahaman makna keyakinankeyakinan dalam konteks sosial mereka”. melainkan terefleksikan dalam perilaku sosialnya.17 Selanjutnya Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah. Al-Jum’ah. at home atau in side. spiritual diasumsikan bukan dalam pengertian diskursifnya. menuju manusia seutuhnya (hanif).Rodolf Otto. memenuhi kewajiban agama. Untuk keperluan itu perlulah kiranya Allah mengutus seorang Rasul yaitu Muhammad SAW. serta untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimilikiseseorang. Ini sekaligus menunjukkan klaim bahwa segala perilaku sosial manusia niscaya juga diwarnai oleh “pengalaman yang suci” itu spiritualitasnya.

lantaran “lain dari yang kelihatan” atau yang luar biasa. Ada dua instrumen yang lazim digunakan dalam dunia spiritual ini yang satu bersifat kolektif dan lainnya bersifat privasi. Jika seseorang dibesarkan dalam tradisi tulis baca yang mengajarkan gambaran antropomorfis Tuhan yang berasal dari teks-teks suci. Ini terjadi karena pada akhirnyapetualangan manusia. atau tradisi adalah instrumen wahyu yang ada dalam teks suci. 553. h. meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. sedangkan bagi masyarakat yang tidak kenal baca tulis (primitif). ternyata roh (dimensi Ilahiyah yang 19 Departemen Agama RI. 2005). Dalam memahami spiritual ini. ia niscaya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang muncul dari pemahaman alam bawah sadarnya tentang teladan-teladan spiritual. Al-Qur’an dan Terjemahannya.                                Terjemahannya: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya. peradaban. masyarakat. kemudian kita teruskan pada saat kehamilan. instrumen yang digunakan adalah mitos yang termuat dalam legenda-legenda mereka. 25 . dan dapat terus kita bangun sejak balita hingga dewasa.19 Spiritual dalam Islam identik dengan kecerdasan ruhaniah yang pada dasarnya tahap pencerdasan ruh ini dapat kita mulai sejak pra kehamilan. Edisi Khat Madinah. sains pun tidak bisa berdiri sendiri. Yang bersifat kolektif itu bagi suku. (Bandung : Syamil Cipta Media. Sains tetap membutuhkan instrumen-instrumen. menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah).

terdapat dalam dirimanusia) dan yang tidak terbatas (dimensi Ilahi yang yang terdapat dalamfinalitas transpersonal Tuhan) adalah identik. bukan atas alam.. Setiap manusia yang memiliki kemampuan transendental. tetapi hal itu harus didorong oleh keyakinan yang dalam bahwa seluruh aktifitas adalah gerakan kekuatan yang ditransfer-Nya (dari kekuatan absolut). 10. Ada sebagian manusia berpendapat bahwa yang dicapai dalam proses pembinaan spiritualitas tersebut itulah Tuhan yang sebenarnya. 2) Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual 20 Sayyed Hossein Nasr. semakin tahu dan kenal akan Tuhan. Artinya semakin disadari dan dihayati hakikat diri. itu akan mewakili kemenangan heroik atas determinisme. Menghadirkan Tuhan ke dalam setiap diri memang sangat tidak rasional menurut pandangan ilmiah. maka kehidupannya adalah jelmaan dari hidup-Nya. h. 26 . Sehingga disanalah kepantasaan manusia menyandang gelar makhluk mulia yang dibekali dengan pengalaman suci dan fitrah beragama semenjak ia dari kandungan ibunya. Bahkan sebagai tenaga peggerak untuk membentangkan celah dari masa lalu ke masa depan. merupakan bagian dari proses yang berlangsung selama milyaran tahun dan masih berlangsung hingga sekarang yang dengan itu alam semesta terus membentuk debu-bintang menjadi manusia.20 Manusia itu adalah “serpihan” Ilahi sebenarnya. Perencanaan alam semesta adalah menyadari akan pengaruh pada penyingkapan penciptaan. melainkan akan batasan-batasan pikiran sendiri yang mencegah untuk bekerja secara selaras dengan alam semesta. cit. op. Maka makna hidup manusia dengan demikian terletak pada tingkat spiritualitas yang dimilikinya. Jika perubahan kuantum dalam kesedaran semacam itu benar-benar terjadi.

2003) cet. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Ia merujuk pada warisan spiritual yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. menunjukkan kasih sayang dan kearifan. b) Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak. Emmons sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat. intuisi dan kekuatan “keakuan” atau “otoritas” tinggi. Ia memasuki dunia spiritual.Roberts A.21 a) Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material. c) Kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari. 46. h.or. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah disekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. Satiadarma & Fidelis E. Ke-1. Waruwu. yaitu memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan seperti memberi maaf. kecendrungan merasakan “pengalaman puncak” dan bakat-bakat “estetis”.22 Dari dua pendapat tersebut diatas. hanyalah sebagai dari kebajikan. pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mempunyai kesadaran diri yang mendalam. Dua karakteristik diatas disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. (Jakarta : Pustaka Populer Obor. penulis menyimpulkan bahwa anak yang 21 22 www. e) Kemampuan untuk berbuat baik.id/doc/artikel/sqanak. Menurut Marsha Sinetar (2000). Anak yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. 27 . d) Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah. Mendidik Kecerdasan. ada 5 ciri orang yang cerdas secara spiritual.htm (tidak diterbitkan) Monty P. muthahhari. bersyukur atau mengungkapkan terima kasih. bersikap rendah hati.

cerdas secara spiritual akan terlihat dalam beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh anak tersebut. Diantara ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual adalah:
3) Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Menurut Stephen R. Covey seperti yang dikutip oleh Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Rohaniyah, visi adalah pengejawantahan yang terbaik dari imajinasi kreatif dan merupakan motivasi utama dari tindakan manusia. Visi adalah kemampuan utama untuk melihat realitas yang kita alami saat ini untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada.23 Visi adalah komitmen (keterikatan, akad) yang dituangkan dalam konsep jangka panjang, yang akan menuntun dan mengarahkan kemana ia harus pergi, keahlian apa yang kita butuhkan untuk sampai ketujuan, dan bekal apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. Seseorang yang cerdas secara spiritual akan memiliki tujuan hidup berdasarkan alasan-alasan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun dihadapan Allah SWT nantinya. Dengan demikian hidup manusia sebenarnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja seperti; makan, minum, tidur, berkasih sayang dan sebagainya, tetapi lebih jauh dari itu, manusia juga memerlukan kebutuhan rohani seperti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah yang tujuan akhirnya adalah untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. Orang yang memiliki tujuan hidup secara jelas akan memperoleh manfaat yang banyak dari apa yang telah dicita-citakannya, diantara manfaat tujuan hidup adalah: 1) Mendorong untuk berfikir lebih mendalam tentang kehidupan. 2) Membantu memeriksa pikiran-pikiran yang terdalam.
23

Toto Tasmara, Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi, (Depok : Gema Insani Pers, 2003) cet. Ke-3, h. 10

28

3) Menjelaskan hal-hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. 4) Memperluas cakrawala pandangan. 5) Memberikan arah dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini. 6) Membantu dalam mengarahkan kehidupan. 7) Mempermudah dalam mengelola potensi dan karunia yang ada. Kualitas hidup seseorang sangat tergantung kepada persepsinya terhadap tujuan hidupnya. Persepsinya terhadap tujuan hidupnya amat dipengaruhi pula oleh pandangannya terhadap dirinya sendiri, jika seseorang selalu pesimis dalam melaksanakan aktivitas yang menjadi tujuannya, maka ia juga akan memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Demikian pula sebaliknya, orang yang selalu optimis dalam kehidupan, maka keberhasilan juga akan selalu dekat dengannya. Firman Allah dalam Q.S. Fushshilat (41), ayat : 46.

              
Terjemahannya: Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekalikali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).24 4) Memiliki Prinsip Hidup Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang teguh kepada pencipta yang abadi yaitu prinsip yang Esa. Kekuatan prinsip akan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, jalan mana yang akan dipilih, apakah jalan yang benar atau jalan yang salah. Semuanya tergantung kepada

24

Departemen Agama RI, Op. Cit., h. 481.

29

keteguhannya dalam memegang prinsip yang telah ditatapkannya. Seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams (91), 8-10.

              
Terjemahannya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)25 Berdasarkan firman Allah di atas, manusia telah diberi potensi yang mengarah kepada kebaikan oleh Allah, tinggal bagaimana seseorang menjadikan potensi tersebut sebagai bekal untuk senantiasa berpegang kepada prinsip yang benar yaitu sesuai dengan panggilan hati nuraninya. Orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang menyadarkan prinsipnya hanya kepada Allah semata, dan ia tidak ragu-ragu terhadap apa yang telah diyakininya berdasarkan ketentuan Ilahiah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat, ayat : 30.

                      
Terjemahannya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.26
25 26

Ibid, h. 595. Ibid, h. 480.
30

Dengan kesadaran itu pula. h. maka peliharalah kami dari siksa neraka. bahwa dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan tidak satupun yang luput dari pantauan Allah SWT.27 6) Cenderung kepada Kebaikan 27 Ibid. tatapi melalui pembersihan jiwa dengan memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah. 31 . akan lahir nilai-nilai moral yang baik karena seluruh tindakan atau perbuatannya berdasarkan panggilan jiwanya yang suci. Perasaan selalu merasakan kehadiran Allah dalam jiwa kita. Firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran ayat 191:                       Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. sehingga akan lahirlah pribadi-pribadi yang teguh memegang prinsip keimanannya. tanpa proses terlebih dahulu. tentu saja tidak datang begitu saja. Maha Suci Engkau. (QS. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.5) Selalu Merasakan Kehadiran Allah Orang yang memiliki kecerdasan spiritual selalu merasakan kehadiran Allah. Ali ‘Imran (3) ayat 191). 75.

Allah menjelaskan hal ini dalam surat Ali Imran. mencegah dari yang mungkar. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf.28 7) Berjiwa Besar Manusia yang memiliki kecerdasan ruhiyah atau spiritual. menunaikan zakat. Manusia seperti ini sangat mudah memaafkan dan meminta maaf bila ia bersalah.Insan yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu termotivasi untuk menegakkan nilai-nilai moral yang baik sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan menjauhi segala kemungkaran dan sifat yang merusak kepada kepribadiannya sebagai manusia yang beragama. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 9 : 71. 3 : 134. bahkan ia akan menjadi karakter yang berkepribadian yang lebih mendahulukan kepentingan umum dari dirinya sendiri. 198. akan sportif dan mudah mengoreksi diri dan mengakui kesalahannya. 32 . h.                         28 Ibid.                                                                                                                          Terjemahannya : Dan orang-orang yang beriman. lelaki dan perempuan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah. mendirikan sembahyang. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.

33 . IQ dan EQ. d. EQ dan SQ bagaikan segitiga sama kaki. 67. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. suka membantu meringankan beban orang lain. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengilustrasikannya seperti dibawah ini: 29 Ibid. Dari literatur yang penulis baca salah satu diantaranya adalah ESQ karangan Ary Ginanjar dalam tulisannya menggambarkan bahwa hubungan IQ. baik diwaktu lapang maupun sempit. adalah orang yang peka dan memiliki perasaan yang halus. padahal ketiganya saling mempengaruhi. h.29 8) Memiliki Empati Manusia yang memiliki kegemilangan spiritual. mudah tersentuh dan bersimpati kepada keadaan dan penderitaan orang lain.               Terjemahannya: (yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya). Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Kecerdasan klasik yang masih permanen sampai hari ini adalah pemisahan antara SQ. dimana ketiga sudutnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain.30 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan.. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan manusia SQ-lah yang mutlak harus dimiliki. cit. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. karena setelah 30 Ary Ginanjar. op.Gambar 3 : Ilustrasi Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Gambar segitiga ini menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. IQ dan EQ ternyata tidak mampu mencapai kehidupan yang tenang dan abadi. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. xliv. 34 . pada sikapnya berupa ketawadhu’an. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). Hal ini adalah sebagai bantahan terhadap pendapat para tokoh yang mengatakan bahwa IQ dan EQ saja yang memberi makna hidup dan mengarahkan aktifitas manusia. pada amalnya berupa keshalihan. pada gerakannya berupa kebajikan. bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif.

2003). terdapat beberapa kemungkinan pada diri seseorang. Keempat. tapi tidak memiliki kecerdasan ruh yang tinggi. Namun SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan jiwa yang tenang. EQ. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual Dalam Keluarga Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Dan kelima.31 Orang yang cerdas otak tapi ‘jeblok’ hati dan ruhnya akan terganggu pergaulan sosialnya dan ketenangan batinnya.keduanya dimiliki masih terasa kegelisahan jiwa. Ketiga. e. Kedua. Pertama. (Jakarta:Yayasan Ukhuwah. Yang demikian itu menjadikan hubungan antara ketiganya (IQ. EQ dan SQ. Dengan demikian pada akhirnya akan terdapat tiga kondisi kecerdasan yaitu. maupun ruhnya. serta cerdas keseluruhannya. tapi tidak memiliki kecerdasan hati maupun kecerdasan ruh yang tinggi. Orang yang cerdas keseluruhannya akan mampu menjaga interaksi sosialnya serta mampu memelihara ketenangan batinnya. Berdasarkan atas cerdas dan tidaknya ketiga piranti kecerdasan tersebut. cerdas otak dan hatinya. 53 35 . dia cerdas otaknya. dia cerdas otaknya maupun hatinya. Fungsi dan peran yang paling dominan dalam setiap kehidupan adalah kombinasi antara kecerdasan IQ. hanya cerdas otaknya saja. dia cerdas ruhnya. Qur’anic Quotient. hati. dan SQ) saling berhubungan. Orang tersebut sangat mungkin untuk gagal dalam karirnya sekaligus gelisah hidupnya. Orang yang cerdas otak dan hatinya akan dapat memelihara pergaulan sosialnya meskipun mudah terganggu ketenangan batinnya. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga sebelum 31 Dedhi Suharto. dia cerdas hati dan ruhnya. Orang tersebut dapat berhasil dalam karirnya tetapi merasakan kekosongan dalam jiwanya. h. Orang tersebut akan berhasil dalam karir serta kehidupannya. Ak. dia cerdas keseluruhannya baik otak. cet ke-1.

7) Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik. dan 36 . Orang tua sebagai pendidik utama dan utama bagi anak merupakan penanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. 4) Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik. 2) Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis. 6) Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak. 3) Sumber kasih sayang dan penerimaan. verbal dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri. 8) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah. baik disekolah maupun di masyarakat.mengenal masyarakat yang lebih luas. 9) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi. Secara psikososiologi keluarga berfungsi sebagai: 1) Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainya. 5) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat. Disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. agama dan spiritualnya.

10) Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk mendapatkankan teman diluar rumah. b) Fungsi ekonomis. fungsi keluarga dapat diklasifikasikan kedalam fungsi-fungsi berikut : a) Fungsi biologis. maksudnya dikeluargalah tempat orang tua untuk memenuhi semua kewajibanya selaku kepala keluarga. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. atau apabila persahabatan diluar rumah tidak memungkinkan. d) Fungsi sosisalisasi. Fungsi ekonomi dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233 :                    32 14 Syamsu Yusuf LN. 2001). maksudnya keluarga merupakan buaian atau penyemaian bagi masyarakat masa depan. f) Fungsi rekreatif. e) Fungsi perlindungan. pangan dan sebagainya. c) Fungsi pendidikan.32 Sedangkan dari sudut pandang sosiologis. sandang. g) Fungsi agama. (Bandung:Rosda Karya. keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan bagi semua anggota keluarganya. h. 38 37 . artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua kebutuhan biologis keluarga seperti. dimana dikeluargalah tempat dimulainya pendidikan semua anggota keluarga. maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama bagi keluarga. keluarga merupakan tempat perlindungan semua keluarga dari semua gangguan dan ancaman.

tt). edisi Khat Madinah. h. Nasrani atau Majusi”. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. op. (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy. Shahih Bukhari.125 35 Departemen Agama RI. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. (Bandung : Syamil Cipta Media. Bukhari). (Luqman : 12)35 33 Departemen Agama RI. 34 Bukhari. 38 . Al-Qur’an dan Terjemahannya. h. (HR. 233) Fungsi pendidikan (edukatif) dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.34 Dalam Al-Qur’an al-Karim surat Surat Luqman ayat 12 :                           Terjemahannya: ”Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman. 412. 2005). Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah). telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R. (QS: 2. lagi Maha Terpuji”. h.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. cit. melainkan menurut standar 33 kemampuannya”. 37.         Terjemahannya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). yaitu : Terjemahannya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. ”Bersyukurlah kepada Allah”. yaitu. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya.. Seseorang tidak akan dibebani (dalam memberi nafkah). dan barang siapa yang tidak bersyukur.

sebagaimana disarikan berikut ini: inti hikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada Luqman telah disampaikan dan diajarkan kepada anaknya sebagai pedoman utama dalam kehidupannya yaitu: supaya jangan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya karena mempersekutukan Allah merupakan dosa besar. mengandung pokok akidah yaitu kepercayaan terhadap Allah yang menimbulkan jiwa merdeka dan bebas dari pengaruh benda dan alam serta merupakan dasar utama tegaknya rumah tangga sakinah. bahwa kandungan surat Luqman ayat 12 s. Juga dijelaskan pedoman.Terkait dengan penafsiran ayat-ayat diatas (surat Luqman ayat 12). hati. dicintai dengan sepatutnya dengan yang ma’ruf. Ayat ini juga menganjurkan untuk berbuat baik.40 39 . disayangi. karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan dari Allah. Hamka menafsirkannya. jika terjadi pertikaian pendapat antar orang tua dengan anak yang berbeda akidah. Kecintaan terhadap kedua orang tua tidak boleh mengalahkan akidah. dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah. Dengan shalat kita melatih lidah. memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. Zakiah Darajat sebagaimana dikutip Syamsu Yusuf mengatakan. Dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung dasar-dasar pendidikan bagi seorang muslim. mawaddah dan rahmah. Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya. meneguhkan hubungan. h. Untuk memperkuat pribadi. Allah tidak menyukai orangorang yang sombong. dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pendidikan anak-anak kaum muslimin. maka dirikanlah shalat. Op. Jika akidah anak berbeda dengan kedua orang tuanya keduanya selalu dihormati.d 19 meliputi:36 a) Pembinaan jiwa orang tua 36 Syamsu Yusuf LN.Cit. Karena melalui kedua orang tuanyalah mereka dilahirkan dimuka bumi sehingga sewajarnyalah keduanya dihormati.

bersifat sabar dalam menghadapi musibah. rajin beramal shaleh dan dakwah) dengan kata lain memerintah atau mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan melarang atau mencegah orang lain berbuat kejahatan/keburukan. Oleh karena itu Islam melarang bergaul dengan teman yang jahat dan buruk. kurangnya pengetahuan anggota keluarga juga dapat berpengaruh (negatif) bagi keturunan mereka. karena pada dasarnya pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Hal ini mengingat bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan Allah berdasarkan Fitrah-Nya (QS Ar-Ruum : 30) :                                      Terjemahannya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam). Pertumbuhan anak dibawah asuhan ayah dan ibu merupakan sebaik-baik sarana bagi pembinaan akhlaknya. bertaubat.. tidak bersikap sombong atau angkuh kepada orang lain).(kewajiban bersyukur kepada Allah). Pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak mempunyai peran yang besar sekali bagi kehidupan dan masa depan anak. Pendidikan keluarga dipandang sebagai pendidikan pertama dan utama karena peranannya yang begitu besar sebagai peletak pondasi pengembanganpengembangan berikutnya. b) Pembinaan atau pendidikan kepada anak yang menyangkut aspek-aspek: iman dan tauhid (tidak mensyukuri Allah) akhlak atau kepribadian (bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. Namun demikian. (sesuai) Fitrah Allah disebabkan Dia telah 40 . ibadah (menegakkan shalat. Kebiasaan dan tradisi yang diperoleh seorang anak dari keluarganya akan diwarnai adat dan kebiasaan temantemannya.

180 Rehani. Ilmu Pendidikan.38 Peranan ayah terhadap anaknya tidak kalah pentingnya dari peranan ibu.Nisaa’ Ayat: 34                                  37 38 39 Departemen Agama RI. sebagai penghubung antara keluarga dan masyarakat dengan memberikan pendidikan terhadap anaknya berupa komunikasi terhadap sesamanya memberi perasaan aman dan perlindungan terhadap keluarganya.(Baitul hikmah Press. cit. Peranan ibu dalam pendidikan anak lebih dominan dari peranan ayah. Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. h.menciptakan manusia menurut (Fitrah) itu. Ar-Ruum ayat 30 diatas adalah bahwa diantara yang dibawa sejak lahir telah membawa potensi untuk didik dan mendidik. Ke-1. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. 407.cet. bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan. h. Pendidikan anak dalam keluarga adalah tanggung jawab orang tua terutama ibu. (itulah) agama yang lurus. 91 41 . Abu Ahmadi. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ibulah orang yang selalu ada di sampingnya.. An. op.2001).39 Hal ini dapat dipahami berdasarkan QS. Ayah merupakan sumber kekuasaan yang memberikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan. hal ini agaknya dapat dipahami karena ibulah orang yang lebih banyak mengerti anak sejak seorang anak lahir. h.” 37 Yang dimaksud dengan Fitrah pada QS.

Sebab itu maka wanita yang saleh. Sepertinya kepribadian dan kecerdasan anak terbangun melalui transmisi spiritual. moral dan intelektualitasnya. maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. oleh karena Allah telah memelihara (mereka).. op. Upaya pencerdasan dapat dilakukan oleh siapa saja tidak memandang apakah ibu yang hamil itu cerdas atau tidak. kesehatan dan sebagainya. Peningkatan ini banyak ditempuh dengan memperbanyak ibadah shalat sunat. dan pukullah mereka. ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. 84 Suharsono. Kemudian jika mereka mentaatimu. dalam kedokteran dikatakan bahwa kualitas makanan yang diberikan kapada anak balita akan menentukan kualitas kecerdasan dan kemampuan anak. Kebutuhan jasmani anak seperti makanan. pakaian. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. menjaga tutur kata. Antara kebutuhan jasmani dan rohani terdapat keterkaitan satu sama lain. Karena itu ibu yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk meningkatkan bobot spiritual. emosional dan moral ibunya. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya. h. dan karena mereka (lakilaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. membaca dan mentala’ah Al-Quran. emosional. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. perumahan.                Terjemahannya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. intelektual. 118 42 . gemar berinfak dan bersedekah (dermawan) serta akhlak terpuji lainya. 40 Secara garis besar ada dua kebutuhan anak yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani (spiritual).41 40 41 Departemen Agama RI. Mencerdaskan Anak. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). Dari satu sisi. (Jakarta : Intiusi Press. cit.2000).h.

takut kepada Allah dan selalu mendapat pengawasan dari pada-Nya dalam segala perbuatan dan perkataan.42 Menurut Hurlock (1956:434). Oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak balita agar otaknya tumbuh dengan sempurna. h. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya anak-anak yang sehat dan cerdas tetapi spiritualnya belum tentu cerdas. Pandangan ini didasarkan pengamatan para ahli jiwa terhadap 42 Hasan Langgulung.Berdasarkan hal tersebut. KitabKitab-Nya. Faktor kasih sayang sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. (Jakarta : PT. Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. Rasul-rasul-Nya. Malaikat. Hari akhirat. Ke-3. disamping melakukan anak dengan penuh kasih sayang. . dan menolong mengembangkan sikap agama yang betul. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya caracara yang betul untuk menunaikan syiar-syiar dan kewajiban agama. Al Husna Zikra. Orang tua cendrung lebih memperhatikan kebutuhan jasmani anak dari pada kebutuhan dalam mencerdaskan spiritualnya. 1995) cet. Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan Spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dan upacara-upacaranya. seyogianya bersamaan dengan perkembangan kepribadianya yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu sejak dalam kandungan. Namun dewasa ini tidak sedikit para orang tua yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan akan spiritual anak. keluarga merupakan “training centre” bagi penanaman nilai-nilai pengembangan fitrah atau jiwa beragama anak. orang tua (ayah dan ibu) hendaknya memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani anak. termasuk mula-mula sekali adalah iman yang kuat kepada Allah.372 43 .

orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah. Sikap dan perlakuan orang tua yang baik adalah yang mempunyai karakteristik : a. Kepribadian orang tua. dan tokoh yang diidentifikasi atau ditiru anak. maka ada beberapa hal lagi yang perlu menjadi perhatian orang tua yaitu sebagai berikut:44 1) Karena orang tua merupakan pembina pribadi yang pertama bagi anak.Cit. berdo’a. berzikir. sebaiknya pada saat bayi masih berada dalam kandungan. 139 44 . h.orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. Memberikan curahan kasih sayang yang ikhlas. Perlakuan yang otoriter (perlakuan yang keras) akan mengakibatkan perkembangan pribadi anak yang kurang diharapkan. Bersikap respek atau menghargai pribadi anak. h. seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat. 138 Ibid. ternyata dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tua (terutama ibu) pada waktu anak masih dalam kandungan. kebiasaan berprilaku atau tata cara hidupnya merupakan unsur-unsur pandidikan yang tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan fitrah beragama anak.43 Oleh karena itu. maka seyogianya dia memiliki kepribadian yang baik atau berakhlakul karimah (akhlak yang mulia). disamping upaya-upaya yang telah dilakukan diatas. baik yang menyangkut sikap. c. b. begitu pula perlakuan yang permisif (terlalu memberi kebebasan) akan mengembangkan pribadi anak yang tidak bertanggung jawab atau kurang memperdulikan tata nilai yang dijunjung tinggi dalam lingkungannya. 2) Orang tua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik. Dalam membina dan mengembangkan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. membaca Al-Qur’an dan memberi sedekah serta amalan shaleh lainnya. Op. Menerima anak sebagaimana biasanya. 43 44 Syamsu Yusuf LN.

tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmaniah anak semata tetapi juga kebutuhan akan spiritual anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu dibutuhkan suatu proses pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap tugas-tugas tersebut. 4) Orang tua hendaknya membimbing.d. Shalat (bacaan dan gerakanya). Bacaan Al-Qur’an. Mau mendengarkan pendapat atau keluhan anak. bersikap jujur menjalin persaudaraan dengan orang lain. f. Hubungan yang harmonis penuh pengertian dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik. e. Sebagai orang tua. Dengan cara membiasakan anak sejak dini dengan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama diharapkan akan terbentuk akhlak dan pribadi yang baik pula dimasa-masa selanjutnya. seperti sering terjadi pertentangan atau perselisihan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak yang tidak baik. meminta maaf bila ternyata orang tua sendiri salah kepada anak. 3) Orang tua hendaknya memelihara hubungan yang harmonis antar anggota keluarga (ayah dengan ibu. sehingga pada gilirannya anak dapat membedakan mana yang baik dan terbaik dan mana yang buruk dan terburuk. lafaz zikir dan akhlak terpuji seperti bersyukur ketika mendapat anugerah. mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memelihara keluarga dari segenap hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam neraka tentu tidak mudah begitu saja. Sedangkan yang tidak harmonis. Do’a-do’a. orang tua dengan anak. dan anak dengan anak). mengajarkan atau melatih ajaran agama terhadap anak seperti: Syahadat. Meluruskan kesalahan anak dengan pertimbangan atau alasan-alasan yang tepat. seperti keras kepala. 45 . pembohong dan sebagainya. dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. Memaafkan kesalahan anak.

Namun sekarang kemajuan teknologi dan sains yang betulbetul memanjakan kebutuhan material menyebabkan manusia gagal mencapai puncak spiritual. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual Ada beberapa faktor yang menentukan kecerdasan spiritual seseorang. cet. manusia dan alam sekitar. Ke-1. yaitu hubungan yang harmonis antara Tuhan. Semua itu disebabkan oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari manusia dalam menjaga keseimbangan dialektis antara dirinya. fana dan paraksal. God. Tuhan dan alam. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: a. potensi qalbu (hati nurani) dan kehendak nafsu. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta: Arga. God-Spot di samping sebagai penentu spiritual.a. Spiritual adalah jalan yang paling ideal yang memberikan makna hidup bagi manusia di antara makhluk Allah yang lain. Ramachandran telah berhasil menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. 2001). h. Suara hati tersebut selalu menganjurkan 45 Ary Ginanjar Agustian. yang merupakan pusat spiritual terletak antara jaringan saraf dan otak.Spot ( Fitrah) Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. maka ia dipandang sebagai sumber suara hati manusia. Di antaranya sumber kecerdasan itu sendiri (God-Spot). yang menuntun kejalan hidup yang tidak ambigu.45 Karena God-Spot adalah pusat spiritual.S. Akibatnya mereka tersesat di medannya sediri dan hampa dalam menjalani hidup yang sedang dilaluinya. Spiritual sebagai pengalaman horistik merupakan jati diri yang fundamental bagi manusia. Agar terhindar dari kesesatan hidup yang sedang di jalani ini. xxxviii 46 . bahwa seorang ahli syaraf dari California University yaitu V. maka ia di pandang sebagai faktor penentu. Ketiga hal ini perlu dikaji lebih jauh karena manusia dimanapun di dunia ini selalu merindukan puncak keagungan yang ditandai dengan segala dimensi eksistensinya.

edisi Khat Madinah. Tafsir Al-Maraghi. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Ahmad Mushthafa Al.48 Sehingga bila manusia berbuat tidak baik. 1 47 .. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan fitrah Islam yaitu dengan menaruh dalam hati mereka iman yang yakin. cet. maka suara hatinya akan menasehatinya.Maragi.11 Syahminan Zaini. Hal ini dapat dijumpai dalam Q. (terjemahan Anwar Rasyidi.47 Bukti adanya perjanjian ini menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam fitrah manusia. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. Ke-1.                                  Terjemahannya: Dan (ingatlah). Mac. Scheler mengatakan bahwa penyesalan adalah tanda kembalinya kepada Tuhan.49 46 47 48 49 Departemen Agama RI.S. Suara hati itu adalah suara Tuhan yang terekam di dalam setiap jiwa setiap manusia. Dryarkara ialah adanya suara hati manusia.agar selalu berbuat sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan meninggalkan segala kemungkaran dan kejahatan. 189 Ibid. 2005) hal. Seandainya masih dilakukan hal yang tidak baik tersebut ia pasti akan menyesal. 173.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.46 Dalam tafsir al-Maraghi ayat ini menerangkan bahwa manusia telah memiliki janji naluri (fitrah) antara Allah dengan manusia. h. (Bandung : Syamil Cipta Media. 1995). ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami). Al-A’raf ayat: 172. Sedangkan menurut N. (Jakarta: Kalam Mulia. h. kami menjadi saksi. 1987).

amarah. (Jakarta: Gema Insani. Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada objektifitas. cinta dan logos pengetahuan. 2001). Ke-I. Fu’ad yang bersikap jujur dan objektif akan selalu haus dengan kebenaran dan bertindak atas rujukan yang benar pula. artinya tidak mungkin ada pemisah antara Tuhan dan manusia. untuk itu god-spot dan suara hati adalah bagian penting manusia yang mesti dipertahankan. Menangkap dan memahami pengertian qalbu secara utuh adalah kemustahilan.Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa nasihat yang dikeluarkan oleh suara hati membuat manusia selalu dalam keadaan benar. God-Spot adalah kendali kehidupan manusia secara spiritual. Kemampuan untuk mengolah. Diantaranya adalah sebagai berikut: c. b. eros. 93 48 . Fu’ad mempunyai tanggung jawab intelektual yang jujur kepada apa yang dilihatnya. Fu’ad mampu menerima informasi dan menganalisisnya sedemikian rupa sehingga diperoleh pelajaran dari informasi tersebut. kejujuran. mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak manusia (fungsi rasional kognitif). h. Itu hanyalah sebagai asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena didalam qalbu terdapat potensi yang sangat multi dimensional. Potensi Qalbu Menggali potensi qalbu. cet. Kekuatan yang dibangun dalam jiwa merupakan manifestasi dari god-spot sebagai tanda bahwa manusia adalah “bagian” dari Tuhan itu sendiri. secara klasik sering dihubungkan denganpolemos. Qalbu diberi potensi pikir yaitu hati dalam bentuk fu’ad.50 Padahal dimensi qalbu tidak hanya mencakup atau dicakup dengan pembatasan katagori yang pasti. memilih dan memutuskan segala informasi yang dibawa 50 Toto Tasmara. Kecerdasan Ruhaniah. Fu’ad Merupakan potensi qalbu yang sangat berkaitan dengan indrawi. Ini adalah merupakan realisasi dari kecerdasan spiritual. dan jauh dari sikap kebohongan.

mempunyai fungsi emosi (marah. berbeda dengan Fu’ad yang berorientasi kedepan. Di dalam ini pula tersimpan rasa cemas dan takut. cinta. manusia mempunyai kemampuan untuk menimbang. 96 Ibid. membanding dan menghasilkan kearifan. benci. dapat dipahami bahwa orang yang shadrnya terkendali. Shadr mempunyai potensi besar untuk hasrat.oleh sentuhan indra. sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit apapun menjadi indah dari karyanya. pengalaman dan keberhasilan sebagai cermin. Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. h. dan nyata dengan mempergunakan fungsi nazhar indra penglihatan. kebenaran. Dengan kompetensinya untuk melihat dunia masa lalu. karena ia mampu menyiasati hidup dengan membangun manajemen yang terkendali dan mantap. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang bermuatan moral.52 Dari penjelasan di atas. bertafakur. dan keberanian yang sama besarnya dengan keberanian untuk menerima kejahatan dan kemunafikan. Fungsi akal adalah membantu fu’ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir. Shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan. Shadr Shadr berperan untuk merasakan dan menghayati atau. h. Karena shadr bisa melihat masa silam sebagai pedoman pelaksanaan sebuah manajemen hidup saat ini dan masa mendatang. wujud. serta nostalgia melalui rasa. zikir. Shadr memandang pada masa lalu. kemauan. 101 49 . indah. efektif). pendengaran dan penglihatan yang secara nyata yang sistimatis diuraikan dalam AlQur’an. Pengawas setia sang fu’ad adalah akal. Fu’ad memberi ruang untuk akal. memilih dan memilah seluruh data yang masuk dalam qalbu. Sehingga dengan demikian ada sebuah 51 52 Ibid. niat. kesejarahan. berpikir.51 d.

shadr adalah sebuah sumber kecerahan sebuah kehidupan. kekuasaan. Pendidikan sebagai langkah awal mencapai kesejahteraan dan keseimbangan hidup manusia. Tanpa hawaa tentu manusia berubah wujud menjadi malaikat yang kehidupanya statis. Di dalamnya ada ambisi. e. yang kerjanya hanya mengabdikan segala hidupnya untuk suatu tugas tertentu saja. maka pendidikan itu sendiri juga berorentasi kepada pembinaan shadr yang ada dalam setiap qalbu manusia. menggoda. akhirnya tergelincir menjadi hina dikarenakan manusia tetap terpikat pada dunia. Fitrah manusia yang dimuliakan Allah. maka fu’ad dan shadr memiliki tugas berat untuk mengatasi kekuatan hawaa yang selalu membawa kearah kebinasaan dan kehancuran sehingga lenyaplah kenikmatan yang kekal dan abadi yaitu keabadian disisi Tuhan Yang Maha Esa. Hawaa Merupakan potensi qalbu yang mengarahkan kemauan. dan keinginan untuk mendunia. Potensi hawaa cendrung untuk membumi dan merasakan nikmat dunia yang bersifat fana. Dengan kata lain. karena berfungsi sebagai tenaga penggerak kehidupan manusia. merayu dan menyesatkan tetapi sekaligus memikat. Pemeliharaan terhadap Fu’ad dan Shadr juga penulis pandang sebagai proses perjalanan spiritual. maka seluruh qalbu bisa rusak binasa karena keterpikatan dan bisikan yang dihembuskan setan kedalam potensi seluruh hawaa. Namun fu’ad dan shadr harus mengendalikan kerjanya hawaa. Sementara manusia sebagai makhluk mulia telah diamanahi Allah dengan tugas yang 53 Ibid. 104 50 .53 Dari penjelasan ini. Potensi hawaa selalu ingin membawa pada sikap-sikap yang rendah. pengaruh.kepastian menjalani hidup berikutnya. Hawaa sebenarnya juga harus dipertahankan dalam hidup manusia. h. Sebagai penentu nasib setiap makhluk. tetapi karena manusia mempunyai hawaa ini. Walaupun cahaya di dalam qalbu pada fitrahnya selalu benderang.

maka proses pengolahan apapun yang diterima otak akan ditangkap dengan baik dan dijalankan tubuh sesuai perintah otak.sangat banyak. yaitu fu’ad. maka setiap manusia kerja ekstra keras untuk mewujudkan keseimbangan ketiga potensi tersebut.) Faktor lingkungan Kapasitas atau potensi kecerdasan yang sudah terberikan dalam diri setiap anak tidak akan berarti apa-apa kalau lingkungan sama sekali tidak berperan dalam 51 . Ketiga hal itu juga di pandang sebagai faktor dominan untuk mewujudkan spiritual dalam jiwa manusia. Selanjutnya penulis akan mengungkapkan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan secara umum yaitu: 1) Faktor genetik/ bawaan Faktor ini lebih merupakan potensi kecerdasan yang sudah ada atau terberikan karena terkait dengan saraf-saraf yang ada pada organ otak. Manusia yang merupakan bagian dari-Nya. 2. Jika organ dalamnya baik. maka dosa besar menyelimuti sehingga sinar Ilahi yang menyinari qalbu setiap manusia memudar dan bahkan lenyap sama sekali. Demi penyelesaian seluruh tugas. semestinya patuh dan taat terhadap segala ketetapan-Nya. Tetapi karena spiritual belum bekerja semaksimal mungkin dalam kehidupan seluruh jiwa. diantaranya sebagai “khalifah fil ardi”. Sebagai seorang khalifah. shadr dan hawaa sebagaimana yang telah di jelaskan diatas. Hasilnya? Apa yang di kerjakan anak akan memberi hasil terbaik. Bagaimana kecepatan otak mengola atau memproses masukan yang didapat amat tergantung pada kondisi dan kematangan organ vital yang satu ini. tentu banyak tugas yang mesti diselesaikannya dalam waktu yang sudah ditetapkan-Nya.

Pengaruh lingkungan rumah ini berkaitan pula dengan masalah: a.tabloidnakita. stimulus lebih diarahkan pada pendengaran menggunakan irama musik dan tuturan ibu dan ayah. Arti Sehat dan Bahagia.merangsang dan mengasah potensi tersebut. Secara mental orang tua juga menstimulasi anak dengan menciptakan rasa aman dan nyaman sejak masa bayi. Dengan itu dapat membuat potensi kecerdasan anak mencapai maksimal. Contohnya ketika masih dalam kandungan. com/Khasanah/khasanah06309-01. menumbuhkan empati dan afeksi. stimulus ini diperluas menjadi pada kelima indra maupun sensorimotoriknya.htm) 52 . Di sini ada empat faktor lingkungan yang dapat mengasah potensi anak yaitu: 54 a. Untuk menjadikan anak cerdas. Lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung terpenting bagi kecerdasan anak.1) Stimulus. baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental/emosi anak. faktor stimulus menjadi sangat penting. disamping memberi stimulasi dengan menanamkan nilai-nilai moral dan kebijakan secara konkret. Bagi Anak. saat lahir. Begitu stimulasi lainya yang dapat merangsang dan mengembangkan kemampuan kognisinya maupun kemampuan lain. Caranya dengan mencurahkan kasih sayang. Setelah anak lahir. 54 Dedeh Kurniasih. (http://www. Tentu saja dengan intensitas dan bentuk stimulasi yang berbeda-beda pula pada setiap tahap perkembangan. Orang tua dapat memberikan stimulus sejak anak masih dalam kandungan. Dalam lingkungan keluarga anak menghabiskan waktu dalam masa perkembangannya.) Lingkungan rumah. sampai dia tumbuh besar.

Menyediakan berbagai fasilitas bagi kepentingan anak merupakan salah satu bentuk interfensi orang tua. Tanpa nutrisi yang baik dimasa-masa sebelumnya. Tepatnya mesti dimulai ketika masa perencanaan kehamilan. Misalnya dengan aktif mengajaknya bicara. Pola asuh orang tua yang penuh kasih sayang diyakini dapat meningkatkan potensi kecerdasan si anak. Ini pun lagi-lagi dapat dilakukan sejak ia masih dalam kandungan. Agar efeknya selalu positif.3) Memberi pangajaran. Untuk menjadikan anak sehat secara fisik dan mental. c. dan trauma yang berbuntut masalah pada emosi anak. Sebaliknya.) Kecukupan nutrisi. 53 . tidak adanya pola asuh hanya akan membuat anak bingung. sepanjang masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak. Peran nutrisi bagi kecerdasan anak tak bisa diabaikan begitu saja. Dampak interfensi dini terhadap anak akan baik jika itu dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat kematangannya. Tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan tentu saja juga mempengaruhi potensi kecerdasannya. ayah dan ibu dapat memberikan beragam eksperimen kecil kepadanya yang berguna untuk merangsang keinginan dan minat bereksplorasi.2) Pola asuh. b. Dampaknya apapun yang dikerjakannya tidak akan membuahkan hasil maksimal. sebetulnya perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum proses kehamilan terjadi. Orang tua harus aktif dan interaktif merangsang otak anaknya. Mengapa demikian? Tak lain karena kecukupan nutrisi berkaitan erat dengan perkembangan organ otak dan fungsinya yang akan menentukan kualitas anak dimasa depan. a.) Interfensi dini. stres. Setelah anak lahir. Begitu pula kesehatannya secara keseluruhan. kemungkinan besar pertumbuhan dan fungsi otak terhambat sehingga potensi kecerdasan anak menjadi rendah.a.

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. duduk diantara dua sujud. Ibadah shalat hubungannya dengan jiwa juga berhubungan erat karena shalat selain menyehatkan juga menenangkan jiwa pelakunya karena pada saat shalat dilakukan pelakunya ditekankan untuk khusyuk atau tenang sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an surah al-mu’minun ayat 1-2 sebagai berikut :                    Terjemahannya : 1. dapat kita tentukan relasi antara shalat dengan fisik dan jiwa seseorang. 54 . sujud. Yang pasti kecerdasan dalam diri anak tidak muncul begitu saja. Boleh dikatakan sekolah merupakan rumah kedua bagi anak yang memungkinkannya mentransfer pengetahuan. keterampilan. Kerangka Pikir Ibadah shalat erat hubungannya antara fisik dan jiwa. Diluar potensi yang terberikan.ingatlah selalu untuk menginterfensi anak dengan hal-hal kreatif. Ibadah shalat hubungannya dengan fisik tidak dapat dipungkiri lagi bahwa shalat hanya dapat diakui jika kita melaksanakannya dalam bentuk fisik seperti takbiratulihram.) Pendidikan di sekolah. Contohnya mengajak membuat mainan bersama guna merangsang kognisi anak. dan nilai-nilai kehidupan. dan seterusnya. rukuk. sebetulnya cerdas juga berarti ketekunan mempelajari sesuatu.I’tidal. berdasarkan kajian teori diatas. peran sekolah juga tidak kalah besar. Selain pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. d. f.

SHALA T BELAJAR MINGGU 1 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. Hal ini dapat terus diterapkan mengingat shalat adalah salahsatu rukun islam (wajib) bagi umat muslim. jadi apabila shalat dilaksanakan terus menerus secara continue dan khyuk maka akan otak akan terbiasa dengan keadaan gelombang alfa. mengapa engkau tidak membaguskan salatmu? Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat untuk dirinya sendiri. Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. firman allah dan sabda nabi tersebut diatas mengisyaratkan kita untuk khusyuk dalam shalat agar kita tenang. Demi Allah.55 Selain dalam kitab al-qur’an dalam nbi Muhammad dalam hadits Hadis riwayat Abu Hurairah ra. Penjelasan tersebut diatas dapat kita gambarkan kedalam bagan berikut ini. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. (Shahih Muslim No.9 Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 MINGGU 2 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. dengan ketenangan inilah sehingga otak berada pada kondisi alfa dan otak sendiri jika berada pada kondisi alfa maka akan mudah bagi subjek untuk belajar. MINGGU 4 55 Ibid 55 . Usai salat beliau bersabda: Hai fulan.9 Hz). sungguh aku dapat melihat belakangku.9 Hz). ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw.2.9 Hz). MINGGU 3 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. sebagaimana aku melihat depanku. mengimami salat kami..642). akibatnya otak kita mudah untuk menjadi alfa atau selalu berada dalam keadaan yang baik untuk belajar meski berada diluar shalat.

56 . gelombang otak kita tetap berada pada kondisi alfa. kodisi BETA(14 – 100 Hz) Sumber : Adi W. pada saat itu anda harus berkonsentrasi pada kaki anda yang sedang menggayuh dan juga pada setir sepeda dan jalan dilalui. Shalat yang dilakukan secara rutin menghasilkan gelombang otak alfa yang tertanam kedalam memory jangka panjang kita dan hasilnya meski kita tidak dalam keadaan shalat.9 Hz). Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) MINGGU 6 Otak berada pada kodisi ALFA Otak berada pada (8 – 13. anda tidak akan terfokus lagi pada kaki anda yang terus menggayuh secara otomatis.9 Hz). Born To Be A Genius (2003) Diagram diatas menggambarkan perbedaan gelombang otak kita pada saat shalat dan belajar.MINGGU 5 Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. hal ini juga terjadi pada keadaan pada saat kita shalat yang masuk kedalam keadaan diluar shalat (belajar). dan gelombang beta dengan sendirinya akan tersingkir karena tidak mungkin otak berada pada dua model gelombang dalam satu waktu. mungkin akan dibutuhkan waktu dan luka yang cukup banyak tapi setelah anda sudah terbiasa menjalankannnya dan mulai terbiasa. Gunawan. hanya membutuhkan waktu agar gelombang alfa tetap stabil. Hal ini tidak jauh beda dengan keadaan kita pada saat baru belajar menjalankan sepeda.

Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. yaitu dilakukan dengan penunjukan langsung yang dianggap dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada tiap 57 . dan orang tua murid. Penentuan dan penetapan sampel dalam setiap kelas dilakukan dengan purposif sampling. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Eksplanatif. Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas III hingga kelas VI di MI DDI Ujung Lare Parepare. atau independensi dari dua atau lebih faktor dalam suatu keadaan. Populasi dan Sampel 1. B. atau perbedaan antar kelompok.BAB III METODE PENELITIAN A. guru. Populasi penelitian ini adalah seluruh sivitas sekolah yaitu kepala sekolah. Pendekatan penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kombinasi atau perpaduan antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kombinasi ini dilakukan untuk memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang nyata secara alamiah dengan sedikit pembimbingan sebagai langkah awal. Penelitian Eksplanatif ialah suatu penelitian dengan tujuan untuk menganalisis sifat suatu hubungan. intinya peneliti ingin menjelaskan. 2. 2.

yaitu : 1. yaitu dengan mengintisarikan dan penulis mengubah redaksinya dengan memberikan pengertian yang dimaksud. yaitu suatu penelitian yang sudah diterbitkan. D. C. 2. yakni dilakukan dialog langsung kepada responden dan atau informan mengenai masalah yang diteliti.kelas IV sampai dengan kelas VI dengan petunjuk dari guru sebelumnya karena guru tentu sudah tahu keadaan siswanya masing-masing. baik berupa buku. yakni mengambil data melalui administrasi yang ada di kantor MI DDI Ujung Lare. majalah ataupun tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan masalah pokok skripsi ini. Didalam mengumpulkan data melalui kepustakaan. Teknik analisis data Setelah penulis mengadakan penelitian dengan jalan membaca berbagai macam buku dan informan untuk mengumpulkan bahan yang ada kaitannya dengan 58 . Wawancara. Dokumentasi. yakni meninjau langsung ke objek melihat kondisi yang terjadi. Observasi. Teknik Pengumpulan Data Agar suatu penelitian dapat dipertahankan tingkat validitas datanya. oleh karena itu penulis menggunakan teknik penumpulan data melalui penelitian kepustakaan. Kemudian dalam mengumpulkan data dari objek dilakukan beberapa pendekatan. penulis menggunakan kutipan langsung. 3. maka diperlukan suatu metode yang tepat dalam mengumpulkan data yang akan diolah.

yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan bertitik tolak dari peristiwa yang bersifat umum ke pernyataan khusus. maka penulis mengolah dan menganalisis datadengan menggunakan metode berikut : 1. adalah metode penganalisaan data berdasarkan peristiwa yang bersifat khusus ke umum. Metode Induktif.pembahasan skripsi ini. 3. Metode deduktif. 2. Metode Statistik. yaitu metode yang ditempuh penulis dalam mengolah data dengan sistem perbandingan atau perubahan yang terjadi pada tiap siklus 59 .

Pra Tindakan Sebelum peneliti memimbing murid melaksanakan ibadah shalat. 2. terlebih dahulu peneliti berkenalan dengan guru kelas bersangkutan dan kepala sekolah. Sebelum penelitian dilakukan. Menentukan criteria murid yang akan dijadikan purposive sampling. Membuat laporan hasil penelitian. dll. Menentukan kritera murid yang akan dijadikan purposive sampling. 6.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. terlebih dahulu ditentukan garis besar penelitian yang akan dipedomani oleh peneliti yaitu sebagai berikut : 1. karena materi IPA dianggap membutuhkan penalaran yang logis dan pemahaman yang baik. kemudian dilaksanakanlah penelitian. 4. Hasil Penelitian a. 5. Melakukan percobaan terhadap murid yang diobservasi tiap minggu. 1. Kriteria murid yang akan dijadikan purposive sampling adalah sebagai berikut : 60 . Menarik kesimpulan. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. 7.dalam penelitian ini ditetapkan mata pelajaran yang digunakan adalah IPA. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 – kelas 6 berdasarkan data dari guru. 3.

) 3. Untuk mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid saya membuat table tingkat pemahaman murid dengan melakukan pengamatan di ruang kelas pada saat proses pembelajaran dimulai. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. penilaian sikap dari guru. Rata-rata tugas harian yang rendah dibawah 5 (lima). murid yang sering Nampak kebingungan meski materi telah dijelaskan berulang kali. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas masing-masing berupa raport (terlampir). Murid yang malas memperhatikan penjelasan guru. c. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 sampai kelas 6 berdasarkan data dari guru. 2. daftar nilai harian (terlampir). status ekonomi. dan hasilnya adalah sebagai berikut : Aspek yang diamati Focus saat Kelas Rata-rata Hasil guru belajar (IPA) menjelaskan*) III 8 3 IV 9 5 V 8 2 VI 9 4 52 14 Table 1 : Data Pra Shalat *) 9-10 = sangat focus. b. Berdasarkan data guru. (biodata murid.a. Adal Ummi mawaddah Fikri magfirah Wahbah suhaeli Jumlah TEMA Energi Energi Energi Energi . tidak menghiraukan keadaan sekitarnya 7-8 = sering focus tapi masih terkadang merespon keadaan sekitarnya 5-6= terkadang focus jika ditegur oleh guru 3-4 = lebih sering tidak focus 61 No 1 2 3 4 Nama Muh.

sebagai contoh. Sebelum murid diberi instruksi/bimbingan shalat terlebih dahulu perlu diketahui halhal yang berinteraksi langsung dengan murid untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan murid dalam meningkatnya kemampuan memahami suatu permasalahan. kini dia duduk bersama murid yang banyak bicara dan malas mendengarkan penjelasan guru. pada saat guru menjelaskan. guru disekolah juga perlu diamati. (2) lingkungan rumah atau keluarga. a.1-2= tidak pernah memperhatikan penjelasan guru Max = 80 (delapan puluh) 4. (3) lingkungan diluar rumah. anak yang dulunya terbiasa focus mendengarkan penjelasan guru kini menjadi sulit karena selalu mendapat gangguan dari teman sebangkunya. Lingkungan sekolah Lingkungan disekolah turut menentukan tingkat pemahaman siswa.hal-hal yang perlu diperhatikan dari Aspek tersebut kami bagi dalam tiga aspek (1) lingkungan sekolah. untuk menjaga kesalahan penunjukan titik permasalahan. dll. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. murid tersebut sudah tidak duduk dengan teman sebangkunya yang pengertian. akan tetapi pada saat naik ke-kelas tiga. Adapun hal-hal yang menjadi dianggap turut membentuk tingkat pemahaman murid adalah sebagai berikut : 1) Sikap Teman sebangkunya/sekelasnya terhadap dia 62 . murid SD kelas tiga yang awalnya pada saat kelas satu dan dua selalu mendapatkan ranking karena teman sebangkunya adalah murid yang mengerti keadaan teman sebangkunya jika sedang focus mendengarkan penjelasan guru. Selain murid.

atau salah membimbing anaknya. contohnya ayah dari murid yang memiliki akhlaq yang kurang baik. suka meminum minuman keras. bergadang. Berikut aspek yang perlu diperhatikan dalam lingkungan kelurga murid yang dianggap dapat mengubah tingkat pemahaman siswa : 1) Tingkat perekonomian 2) Suasana rumah 3) Perhatian/bimbingan orang tua c. berikut aspek yang perlu diperhatikan : 1) Warga sekitar yang selalu berinteraksi dengan murid 2) Keadaan Lingkungan Sosial a. mengadu domba dengan sesame anak. dsb. tingkat perekonomian rendah yang menyebabkan ayah memaksa anaknya untuk membantuk bekerja yang tidak biasanya dikerjakan oleh anak-anak.2) Gaya mengajar guru 3) Suasana alam sekitar sekolah b. menyuruh anak bolos dari sekolah. Lingkungan rumah/keluarga Lingkungan rumah/ keluarga sangat berperan penting dalam membentuk kemampuan pemahaman murid. Pengamatan untuk siswa : 63 . sebagai contoh tetangga murid seorang anak muda yang suka berkeliaran dan mengajak murid untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukan seorang anak-anak seperti merokok. Lingkungan diluar rumah Lingkungan diluar rumah terkadang menganggu aspek psikis murid yang akibatnya murid malas belajar.

Adal dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Muh. Dalam lingkungan sekolah Muh. Adal adalah anak ke-tiga dari empat orang bersaudara. 64 .murid kelas III (tiga). hal ini terlihat dari ahlaqnya yang kurang berbudi. b) Lingkungan rumah/ keluarga Muh. tidak pernah melaksanakan ibadah shalat dan juga pecandu alcohol yang cukup berat. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Ibunya seorang ibu rumah tangga tangga yang pemarah. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. fikri magfirah (kelas lima). sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek di dalam pasar Lakessi. ayah Muh. gaya mengajar guru kelas tiga ternyata kurang efektif. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kurang kondusif dikarenakan manajemen kelas guru yang kurang. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. Hampir Setiap malam (berdasarkan wawancara peneliti dengan Muh.1) Pengamatan untuk murid yang bernama Muh. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. Adal. Adal juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat).

Adal dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya putus sekolah 65 . Adal). c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Muh. Adal harus menyuruh anaknya untuk berjualan keliling sepulang sekolah bersama saudara sulungnya. Adal bertengkar karena masalah uang yang selalu dihabiskan untuk hal yang tidak dimengerti oleh Ibu Muh. Adal seorang anak yang socials. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. bukannya menyuruh anaknya belajar atau tidur agar tidak terlambat ke sekolah ke-esokan harinya justru ayah Muh. Adal yang menemui teman-temannya.Adal di sekolah) ayahnya pulang malam dalam keadaan mabuk. Adal. dengan demikian ibu Muh. Dari wawancara diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Muh. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian pendidikan formal. Beberapa hari ini ayah dan ibu Muh. Adal menyuruh anaknya membeli rokok lalu mencuci motor ayahnya. terbukti dengan jumlah temannya yang banyak hampir selalu datang kerumahnya mengajak bermain ataukah Muh. keadaan yang diceritakan oleh Muh. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan norma agama dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang rajin melaksanakan shalat.

Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Ummi.hingga tertinggi hanya SMU sederajat. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya. Dalam lingkungan sekolah Muh. pedagang kaki lima. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. bartender. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. kebanyakan pekerjaan mereka adalah wiraswasta tingkat rendah seperti tukang batu. tukang becak. gaya mengajar guru kelas empat sudah 66 . murid kelas IV (Empat). tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. fikri magfirah (kelas lima). dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). 2) Pengamatan untuk murid yang bernama Ummi Mawaddah. dan pedagang pasar tradisional. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. tukang ojek.

baik. keadaan yang diceritakan oleh Ummi.M). hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal. Afektif. ayah sampling yang satu ini bekerja sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah DDI Ujung Lare (MI DDI Ujung Lare).M dampaknya sangat buruk 67 . kepribadian ini kurang memperhatikan aspek afektif dari anak-anaknya.M dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. b) Lingkungan rumah/ keluarga Ummi. ayah Ummi.M adalah anak ke-tiga dari lima orang bersaudara. hal ini terlihat dari tingkat kedisiplinan yang dia terapkan kepada anak-anaknya yang cenderung koleris meski memiliki niat yang baik demi masa depan anak-anaknya. dia satu-satunya saudara perempuan. dia menganggap jika dia mampu maka semua orang juga pasti mampu tanpa memperhatikan tiga aspek yang pada setiap manusia berbeda-beda (Kognitif. sedangkan ayahnya juga pria yang kurang bias memberikan perhatian penuh kepada anakanaknya. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang hanya berada di rumah setelah pulang dari sekolah Sekolah Dasar tempatnya mengajar sebagai guru Agama Islam. dan Psikomotorik) hal ini membuat anak juga akan menjadi koleris dan harus sangat disiplin yang dampaknya menyerang tingkah laku anak menjadi keras kepala karena batasan yang diberikan ayahnya untuk memikirkan lingkungan sekitarnya yang beraneka ragam. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Ummi.

menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya adalah tenaga pendidik diberbagai instansi. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal.terhadap bentuk kejiwaan Sampling. Lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini.M seorang anak yang socialis. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya. a) Lingkungan sekolah 68 . tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya hanya saja terjadi controversial berupa penekanan sikap oleh ayahnya dan kurang perhatian dari ibunya. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Ummi. murid kelas V (Lima). hanya saja terkadang teman-temannya menjauhinya karena sikapnya yang pemarah. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang tidak terlalu ditekan. 3) Pengamatan untuk murid yang bernama Fikri Magfirah.

fikri magfirah (kelas lima). hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang.M adalah anak ke-dua dari empat orang bersaudara.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). tanpa seorang ayah yang dapat memberinya bimbingan disaat yang berbeda dikala ibunya tidak ada. ibunya harus 69 .Lingkungan sekolah Fikri. secara otomatis. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang harus bekerja sendirian mencari nafkah untuk anak-anaknya atau konotasinya adalah seorang janda beranak empat. Dalam lingkungan sekolah Fikri. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare.M adalah single parent (ibu tanpa suami). ibu Fikri.M kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. seperti yang dituliskan diatas bahwa ibu Fikri. gaya mengajar guru kelas lima sudah baik. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya.M bekerja di sekolah MI DDI Ujung Lare sebagai tenaga social dibidang Seni dan Kebudayaan (SBK). tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. b) Lingkungan rumah/ keluarga Fikri. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam lima yang dimulai dari gaya mengajar guru.

terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya.M). keadaan tersebut menekan waktu sampling untuk bermain sebagi jiwa anak-anak menjadi waktu yang berat baginya karena harus bekerja layaknya orang dewasa. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Fikri. Fikri. ditambah gejolak jiwa ibunya yang tidak stabil sehingga cenderung untuk memarahi sampling.M sebagai anak pertama untuk perempuan harus lebih sering bersama ibunya membantu di dapur atau pekerjaan lainnya yang semestinya dikerjakan oleh seorang ayah juga harus dia kerjakan. juga harus berkeluh kesah sendiri disaat ada masalah internal yang seharusnya ada seorang suami yang memberinya semangat harus dia pikul sendirian. disamping pekerjaannya yang hanya bergaji kecil. keadaan yang diceritakan oleh Fikri. 70 .M dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. hal ini membuat emosi ibu Fikri. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Fikri. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang memiliki kedua orang tuanya.M lebih tidak stabil.M seorang anak yang socialis.lebih merangkap jabatan sebagai pencari nafkah dan juga sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memberi perhatian pada mereka masing-masing.

4) Pengamatan untuk murid yang bernama Asfandi. lingkungan ini juga menjadi perhatian khusus dari sampling karena para santri selalu berlalu lalang didepan rumahnya melakukan kegiatan pesantren. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special.hanya saja waktu sampling yang kurang untuk menuangkan jiwanya pada tempatnya sebagai anak-anak . dan Asfandi (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Sebagaimana kita ketahui disetiap Lingkungan Pesantren tentunya menekankan santrinya berakhlaq mulia sesuai tuntutan syariat Islam. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal karena tinggal di dalam kawasan pesantren DDI Ujung Lare. Dalam lingkungan sekolah Asfandi kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Asfandi juga telah termasuk lingkungan sekolah Ummi Mawaddah (kelas empat). Dari tiga aspek yang diamati diatas maka dapatlah peneliti. Fikri Magfirah (kelas lima). 71 . Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Asfandi semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. murid kelas VI (Enam).

keluarga ini berada pada tingkat perekonomian yang rendah karena pekerjaan kepala rumah tangga yang tidak menentu dan jumlah tanggungan yang cukup besar. c) Lingkungan Diluar Rumah 72 . gaya mengajar guru kelas enam sudah baik. b) Lingkungan rumah/ keluarga Asfandi adalah anak ke-empat dari empat orang bersaudara dan tiga orang saudara tiri. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (asfandi). kini Asfandi diberi seorang ibu tiri yang kurang baik oleh ayahnya. keadaan yang diceritakan oleh asfandi perihal tingkat perekonomiannya yang rendah dan sikap ibu tirinya yang buruk tidak sama dengan ibu kandungnya yang telah wafat. Ibunya kandungnya telah wafat pada saat usianya masih berumur empat tahun. Ayah Asfandi sendiri bekerja tidak menentu dengan penghasilan yang tidak menentu pula.Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru.

dan lingkungan inilah yang kelak dicontohi oleh sampling dan hasilnya tentu menurunkan tingkat SQ-Nya. semuanya telah sesuai dengan kurikulum madrasah MI DDI Ujung Lare. hanya menunjuk pada papan tulis lalu mengerjakan tugas. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan berakhlaq buruk karena kebanyakan warga sekitar bersifat premanisme dan berbagai akhlaq buruk lainnya seperti meminum minuman keras di depan umum. menyapa dengan kata-kata yang tidak sopan. 73 . (3) memarahi murid jika bertanya tentang materi yang kurang jelas.Sampling dalam hal ini adalah asfandi seorang anak yang kurang bergaul. b. enam. bahkan penulis biasa melihat sampling mendapat ejekan dari teman-temannya karena sikapnya yang pediam. terkadang asfandi lebih suka duduk menyendiri seolah ia menjadi pengamat atas tingkah teman-temannya. (1) terkadang menjelaskan tanpa kata-kata atau keterangan. terbukti dengan jumlah temannya yang sedikit di sekolahnya. lima. pada kelas tiga menggunakan gaya belajar yang monoton dan sulit dimengerti oleh muridnya karena. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. (2) meminta siswa mengerjakan tugas tanpa penjelasan sebelumnya. sikap ini menjadi balikan teman-temannya yang juga tidak ingin mengajaknya bermain atau belajar bersama. Pengamatan untuk guru Guru-guru di MI DDI Ujung Lare. Berbeda dengan guru-guru kelas empat.

67 70.4 4 4 4 3 25 8 5 5 5 5 31 8 88. Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 sn Muh. Sebelumnya peneliti telah memberikan petunjuk kepada guru untuk memperbaiki kesalahan gaya mengajar guru dan memberikan solusi terbaik.47 79. Adal kelas III 5 6 7 8 66. dan cara shalat khusyuk. peneliti terlebih dahulu mengajari sampling tujuan. Kelas III (Muh.53 86. Limit maximal hingga dikatakan berhasil adalah 100% Agar hasil akhir dapat diukur maka peneliti memutuskan untuk menyajikan hasil observasi dalam bentuk table.67 *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 74 .6 5 5 5 5 35 8 100 Table 2 : data hasil observasi Muh. hukum. Pelaksanaan tindakan (shalat lima waktu secara rutin dan khusyuk) Sebelum rutinitas shalat dilakukan. a. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti. Setelah sampling telah faham semuanya maka dilaksanakanlah rutinitas shalat yang dilakukan observasi per-Minggunya. Adal) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas tiga dengan materi Energi. adal Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sl km jm sb ah 4 3 3 5 4 3 3 5 4 4 5 5 4 4 4 4 28 7 80 71.b. tata cara shalat yang benar.

47 93. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Ummi mawaddah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 4 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 28 35 32 35 80 100 91. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan 75 .3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen b.33 Table 3 : data hasil observasi Ummi mawaddah kelas IV *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. Kelas IV (Ummi Mawaddah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.4 100 7 8 8 8 6 6 7 10 70 80 80.

43 93.33 70 81.x = rerata dalam persen c.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 7 10 Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Fikri Magfirah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 3 3 4 5 3 4 4 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 5 5 5 3 4 5 5 21 28 33 35 63. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen d. Kelas V (Fikri Magfirah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. Kelas VI (Asfandi) 76 . Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.33 Table 4 : data hasil observasi fikri magfirah kelas V *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.

Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.33 70 84.33 Table 5 : Data hasil observasi Asfandi kelas VI *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. berikut rekapitulasi data : nama kelas Jumlah per-Minggu Rata-rata Ket 77 . pasca tindakan Dari data yang diperoleh dari masing-masing sampling diatas maka dapatlah dibuat rekapitulasi data untuk mengetahui selisih perubahan yang terjadi agar dapat ditarik kesimpulan.77 93. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b 3 4 5 5 jm l 21 28 33 35 Jml total (J = jx20) 7 60 80 94. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen c.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 8 10 Jumlah (Jt = J+F+H) 3 sn asfandi Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV 3 3 4 5 sl 3 4 4 5 km 3 4 5 5 jm 3 4 5 5 sb 3 5 5 5 ah 3 4 5 5 63.

suatu sebab menghasilkan akibat.47 80 70 70 79.33 93. dan delta.33 93.47 81. M Asfandi III IV V VI 66. keadaan gelombang otak ada berbagai bentuk. akibat sehingga meningkatnya hasil belajar pada sampling adalah dua hal. keadaan otak yang paling menguntungkan ialah pada 78 . alfa.43 84.67 70 63. hal ini terjadi berdasarkan teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka ialah dua hal yang berhubungan erat yaitu keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient).53 80.M Fikri.77 86. B.33 63. terlihat nilai yang diharapkan yaitu peningkatan yang simultan.67 93.Minggu Minggu Minggu Minggu I II III IV Muh.33 70.33 Perubahan perminggu (%) 75. Penulis telah menganalisis sebelumnya dan memprediksikan hasilnya berdasarkan teori-teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka skripsi ini. peningkatan ini tentu dikarenakan suatu sebab. Pembahasan Dari deskripsi diatas dan data-data yang diperoleh hingga dilakukan rekapiltulasi data. yaitu beta.9 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Table 6 : Rekapitulasi Data Sampling Dari data dan rekapitulasi data yang diperoleh diatas terlihat dengan sangat jelas bahwa pada tiap minggu dilakukan observasi terjadi peningkatan yang simultan. menurut penulis hal itu ialah keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient). Adal Ummi. theta.8 81 77 77.

dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Loc. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. salah satunya ialah pada saat kita melakukan shalat dengan khusyuk. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.keadaan Alfa dan keadaan alfa ini terjadi pada saat tertentu saja. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.Cit Ibid 79 . Shalat dalam agama islam adalah wajib dilaksanakan selama lima kali sehari semalam sebagaimana firman allah dalam surah hud ayat 114 dan al-ankabut ayat 45 berikut.perbuatan) keji dan mungkar. Gunawan (2003) keadaan alfa dapat mempermudah kita untuk 56 57 Departemen Agama.                                   Terjemahannya : “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam.”57 Dengan shalat yang khusyuk. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).”56                           Terjemahannya : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. gelombang otak berada pada keadaan alfa yang menurut Adi W. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

didukung juga dengan apa yang disebut dengan kecerdasa spiritual atau God Spot. Dengan berfungsinya IQ maka kemampuan pemahaman dapat meningkat. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. itulah sebabnya terjadi peningkatan hasil belajar pada sampling. Loc. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. pada gerakannya berupa kebajikan. 58 Ary Ginanjar. pada amalnya berupa keshalihan. gelombang otak ini dapat dimanfaatkan meski pelakunya tidak lagi sementara shalat..mengingat pada memory jangka panjang. pada sikapnya berupa ketawadhu’an.58 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. cit. karena shalat dilakukan dengan rutin lima kali sehari semalam. 80 . Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). hal ini menyebabkan gelombang alfa akan mudah terbentuk dalam otak karena telah terbiasa sehingga pada saat belajarpun otak dapat dengan otomatis berada pada keadaan alfa. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. xliv.

SARAN saran saya sebagai peneliti dalam kajian ini merasakan perlu perbaikan dalam sistem pendidikan yang dibangun oleh pemerintah dan swasta yaitu dengan tidak melupakan segi agama terlebih apabila itu adalah wajib bagi pemeluknya. sebagai contoh yaitu dengan tidak memberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendek. Shalat adalah penyebab utama yang mengubah pola hidup setiap sampling selain bimbingan dari peneliti demi kelancaran penelitian. KESIMPULAN Penelitian ini dari pra tindakan. dengan melaksanakan shalat lima waktu. dalam hal ini 81 . pelaksanaan.BAB V PENUTUP A. hingga pasca tindakan dan analisis data maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibadah shalat secara rutin lima kali sehari semalam dengan khusyuk dapat meningkatkan hasil belajar murid. hal-hal tersebut diataslah yang telah meningkatkan kemampuan pemahaman murid. hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman murid pasti telah meningkat. B. Gaya mengajar guru juga telah diperbaiki yaitu dengan lebih memperhatikan kemampuan tiga aspek utama pada murid yaitu kognitf. rentang waktu untuk menonton Televisi yang diduga juga menjadi salahsatu penyebab terganggungnya murid untuk memahami materi yang terkait menjadi berkurang karena shalat dan keinginan untuk belajar menyingkirkan waktunya untuk menonton televisi lebih lama. terlihat perbedaan yang jelas dari data yang diperoleh sebelum sampling melaksanakan shalat sesuai ketentuan Al-Qur’an dan Hadits. pada data yang diperoleh per-Minggu setelah shalat dengan rutin dan khusyuk. afektif dan psikomotorik.

tak rugi yang diperoleh darinya melainkan kebaikan dan keuntungan didunia dan akhirat. bertambahnya ilmu dan amal serta memperbaiki akhlaq yang buruk serta menularkannya keseluruh aspek lingkungan pelakunya. 82 . wallahu a’lam.adalah shalat lima waktu dengan khusyuk. semoga saran ini dapat terwujud dan bermanfaat.

Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Bukhari. Ilmu Jiwa Agama. Ahmad Musthafa. Jakarta : Asy-Syfa’. ___________. Rahasia Sukses Membangun ESQ Power. Pendidikan. ____________. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Cet. tt An Nida’ (Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam). 2003. 1989. Ledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal. Dedeh Kurniasih. Terjemahan Tafsir Al-Maraghi (21). Antara Tuhan Manusia dalam Alam. Toha Putra. Agustian. Chaplin. 1999. Toha Putra. Semarang : CV. Jakarta : ArgaWijaya Persada. tt. Yogyakarta : IRCISOD. Pekanbaru : Pusat Penelitian IAIN Sultan Syarif Qasim. Jakarta : Rajawali. 2001. Rahasia Sukses Membangun Emosi dan Spiritual Berdasarkan Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam. Jakarta : Bulan Bintang. Sayyed. Jakarta : Zikrul Hakim. Falsafah Pendidikan Islam. Ilmu Pendidikan. Jakarta : Arga Wijaya Persada. ke-1.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-Karim Abdullah. Ary Ginanjar. Darajat. Kamus Lengkap Psikologi. Muhammad Omar Al-Taumy. Mas Udik. Al-Maraghi. com/khasanah/khasanah06309-01. 83 . 2001. Semarang : CV. Kesehatan Mental. 1976. Abdullah. 2003. Jakarta : Balai Pustaka. (http://www. Jakarta : PT Toko Gunung Agung. Arti Sehat dan Bahagia Bagi Anak.1997. Zakiah. Nashih Ulwan. Hossein Nasr. 1987. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Bulan Bintang. Abu. 1996. Al-Syaibani.tabloidnakita. Beirut : Al-Ahya al-Turats al-Araby. 1993. 2005.htm) Departemen Agama RI. Ahmadi. Bahasa dan Kepemudaan. Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spiritual. Shahih Bukhari.

Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Syamsu Yusuf. dan Waruwu. Rehani. Pir Vilayat. Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi.htm Zaini. Keluarga Sebagai Intitusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an.com/kompas-cetak/0305/18/keluarga/312326. Depok : Gema Insani Press. Mencerdaskan Anak. www.htm www. Ahmad Nadjib Burhani. 2004. 2003. Jakarta : Balai Pustaka. Filsafat Pendidikan Islam. Monti. Rajih. Toto. Suharto. Jakarta : Kalam Mulia. E. Danah dan Marshall.com/balita-anda/balita-anda. Jakarta : Al Husna. ke-2. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Syahminan. Kecerdasan Spiritual. Inayat Khan. terjemahan Rahmi Astuti. Zohar.html. cet. 2001.com/msg54237. Jakarta : Yayasan Ukhuwah. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Jakarta : Pustaka Populer Obor. 84 . Bandung : PT. Langgulang. Membangkitkan Kesadaran Spiritualitas. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan. 2003. Jakarta : Kalam Mulia. terjemahan Rahmain Astuti. Nata Abuddin. Muhammad Bagir. 1982.mail-archive. 2001. LN. Sukidi.muthahari. 2001. 1995. Hamdan. Ian. Pendidikan Anak dalam Kandungan. Ramayulis. Cet. Cet. Qur’anis Quotient.id/doc/artikel/sqanak. Mendidik Kecerdasan. ke-3. ke-1. Spiritual Quotient for Children. Bandung : Kronik Indonesia Baru. P. www. Bandung : Pustaka Hidayah. 2005. Suharsono. Yogyakarta : Diva Press. Psikologi Agama. 2004. Jakarta : Gema Insani Press.Ramaja Rosda Karya. Satiadarma. Tasmara. ke-1. 2003.kompas. Cet. Cet. ke-6.or. ke-1.Hujjati. 1986. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Manusia dan Pendidikan. 2003 cet. 2002. Bogor : Penerbit Cahaya. Hasan.Padang : Baitul Hikmah Press. Dedhi. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. Fidelis.

demonstrasi. Membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. sinar matahari. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 85 . hubungannya dengan energi. air.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya 1. Memahami berbagai cara gerak benda. dan kegiatan laboratorium IV. membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. kincir angin berputar jika ditiup angin. dan getaran dalam kehidupan seharihari 4. menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi. 4. sinar matahari. baterai. menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. listrik. dan angin 4. menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. 3. tetapi dapat dirasakan 3. air. dan memetik gitar menghasilkan bunyi 2. misalnya makanan. dan memetik gitar menghasilkan bunyi. pemberian tugas. Menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. Metode Pembelajaran Informasi.Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Tiga) Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : MI DDI Ujung Lare Ilmu Pengetahuan Alam III/2 12 jam pelajaran 4. kayu bakar. Materi Pembelajaran Energi III. Menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi Indikator : I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. dan angin. Menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. misalnya panas dari sinar matahari. baterai. kincir angin berputar jika ditiup angin. diharapkan siswa dapat 1.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas. tetapi dapat dirasakan. minyak tanah. listrik. misalnya makanan. tidak dapat dilihat. 2. gerak. tidak dapat dilihat. minyak tanah. II. misalnya panas dari sinar matahari. kayu bakar. dan sumber energi 4.

Dengan dipandu guru. 4. Dengan dipandu guru. energi cahaya. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. 4. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan bukti adanya energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. 2. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada sebelumnya. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi bunyi. 2. siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bahwa energi ada. 3. siswa mendeskripsikan pengertian energi gerak dan energi bunyi. siswa mendeskripsikan pengertian energi. 3. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. dan energi listrik. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bukti bahwa energi ada. misalnya panas matahari. Dengan dipandu guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi gerak dan energi bunyi serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan pemanfaatan energi panas dalam kehidupan sehari-hari. yaitu kemampuan untuk melakukan kerja. dapat dirasakan. siswa menyebutkan berbagai macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. energi gerak. misalnya memetik gitar.1. misalnya menggosokkan dua telapak tangan. Dengan dibimbing guru. dapat dirasakan. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. 3. siswa menyebutkan berbagai macam sumber energy bunyi. tetapi tidak dapat dilihat. siswa menyebutkan kegunaan energi panas. 2. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada dalam kehidupan sehari-hari. 2. Dengan dipandu guru. antara lain energi panas. misalnya kincir angin berputar jika ditiup angin. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi gerak. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 86 . siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan kegunaan panas matahari. 2. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan berbagai macam gerak benda. siswa menerangkan cara menghasilkan energi panas. tetapi tidak dapat dilihat. Dengan dipandu guru.

dan angin sebagai sumber energi 2. siswa menyebutkan berbagai sumber energi. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. tetapi dapat dirasakan. 3. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan makanan. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan matahari. 2. air. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa mendeskripsikan matahari. siswa menyebutkan kegunaan matahari. baterai. siswa menyebutkan kegunaan kayu bakar sebagai sumber energi. 4. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. misalnya makanan. listrik. 2. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan energi kimia serta kegunaannya. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan alat rumah tangga yang menggunakan energi listrik dan energi kimia. Membuktikan bahwa energi itu ada. air. siswa menyebutkan kegunaan energi listrik dan energy kimia dalam kehidupan sehari-hari. baterai. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. sinar matahari. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan matahari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa mendeskripsikan listrik sebagai sumber energi. minyak tanah. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan makanan bagi tubuh. kayu bakar. siswa menyebutkan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan kegunaan minyak tanah sebagai sumber energi. 7. dan angin sebagai sumber energi. siswa menyebutkan pengertian energi listrik dan energi kimia. dan angin sebagai sumber energi. siswa menyebutkan kegunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan baterai sebagai sumber energi. 87 . Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. air. Dengan dipandu guru. 3. air. dan angin. 5. minyak tanah. dan angin sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. 2. Dengan dipandu guru. dan listrik dalam kehidupan sehari-hari. 6. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. tidak dapat dilihat. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2.1. Dengan dipandu guru. air. 2. kayu bakar.

...... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah. .. ...... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan...... (_______________________) NIP........ dan tingkah laku. (_______________________) NIP....... Guru Kelas..................................... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 3B • Charta berbagai macam sumber energi • Charta berbagai macam penggunaan energi • Saputangan • Air • Kincir angin • Alat-alat tulis VI............. 88 .......... sikap....V......... Dilaksanakan...... ...

Dengan dibimbing guru. dan gas. 4. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiataan Awal 1. diharapkan siswa mampu 1. Dengan dipandu guru. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. Dengan dipandu guru. pemberian tugas. siswa mendeskripsikan pengertian energi panas dan energi bunyi. siswa menyebutkan perpindahan panas. 3.Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Empat) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam IV/2 12 jam pelajaran 8. Kegiatan Inti 1. cair. siswa melakukan Kegiatan 10. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konduksi. Materi Pembelajaran Energi panas dan energi bunyi III. dan kegiatan laboratorium IV. Menyebutkan sumber-sumber energi panas. Metode Pembelajaran Informasi. siswa menyebutkan sumber energi panas dan energy bunyi yang ada dalam kehidupan sehari-hari.1 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konduksi. demonstrasi. menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar 4. Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar 5. 2. Dengan dipandu guru.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya : 1. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari : 8. 89 . 5. Dengan dipandu guru. membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas 3. misalnya gesekan benda dan matahari. Membedakan perambatan bunyi pada benda padat. misalnya gesekan benda dan matahari 2. dan gas I. 3. 2. mendemonstrasikan adanya perpindahan panas. cair. menyebutkan sumber-sumber energi panas. 2. II. menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar.

Dengan dipandu guru.3 untuk mengetahui benda yang menghasilkan bunyi. Kegiatan Inti 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 90 . siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara radiasi bagi kesejahteraan kehidupan manusia. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan keadaan benda yang sedang menghasilkan bunyi. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 2. siswa melakukan Kegiatan 10. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara radiasi. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konveksi. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara radiasi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. siswa mendeskripsikan pengertian energi bunyi. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan 10. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 2. siswa menyebutkan benda yang dapat menghasilkan bunyi.2 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konveksi. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konveksi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. 2. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konduksi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. 2.4. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. 2.

Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda cair dan gas serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda padat. sikap. 3. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda padat. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 4B • Air panas • Sendok logam • Sumpit • Biji jagung • Margarin • Gelas • Kaki tiga • Pemanas • Karet gelang • Kotak kosong VI. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda padat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda cair. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. siswa melakukan Kegiatan untuk membuat alat yang memanfaatkan perambatan bunyi melalui benda padat. 3. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda cair. 2. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda cair dan gas. 2. dan tingkah laku • Mengerjakan soal latihan 91 . Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. V. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan hal-hal yang membuktikan bahwa bunyi merambat melalui gas. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui gas.1. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda padat. 2. Kegiatan Inti 1. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 4.

Guru Kelas.Mengetahui Kepala Sekolah Dilaksanakan....... ..................... ....... ......... (__________________) NIP.......... 92 .. (__________________) NIP...............................

gerak. Memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi 8. menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan. diharapkan siswa mampu 1. bentuk. gerak.1 Mendeskripsikan hubungan antara gaya. halus). 10. gaya gesekan. 4.Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Lima) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam V/2 12 jam pelajaran 5. 5. memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi. dan energi. Memahami hubungan antara gaya. Membuat magnet 5. menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. bentuk. 93 . 6. dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi. Menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah 7. Menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan 3. 7. memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. 9. 3. dan gaya magnet) : 1. membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. 2. Mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis 2. menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah. serta fungsinya : 5. Membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. dan ukuran) dari ketinggian tertentu 6. menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan. Menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari I. Memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari 4. membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. 8. membuat magnet. halus) 9. mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis. Menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan 10. dan ukuran) dari ketinggian tertentu. Membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini.

4. dan kegiatan laboratorium IV. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. demonstrasi. serta berbagai macam bentuk magnet. 2. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1.II. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui medan magnet. Dengan dibimbing guru. siswa mendeskripsikan pengertian benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Metode Pembelajaran Informasi. siswa menyebutkan macam-macam bentuk magnet. 2. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir 94 . siswa mendeskripsikan pengertian kutub magnet. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. pemberian tugas. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. yaitu bagian magnet yang paling kuat menarik serbuk besi. 2. 2. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk menentukan kutub magnet. siswa mendeskripsikan pengertian gaya magnet. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian kutub magnet dan sifatsifatnya. Kegiatan Inti 1. siswa mendeskripsikan pengertian magnet. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan dan Kegiatan Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. siswa mendeskripsikan pengertian medan magnet. Materi Pembelajaran Gaya III. 5. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan sifat-sifat kutub senama dan tidak senama jika didekatkan. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. 3. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. gaya magnet. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. 3. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan jenis kutub magnet. siswa mendeskripsikan pengertian garis gaya magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan kekuatan gaya magnet.

3. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gravitasi. 95 . Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gesekan. Kegiatan Inti 1. Dengan dibimbing guru. 5. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan manfaat dan kerugian gaya gesekan.Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak jatuh benda-benda. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara gosokan. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian gaya gesekan. 2. 2. cara memperbesar dan memperkecil. siswa menyebutkan kegunaan magnet. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan jenis magnet berdasarkan asalnya. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara induksi. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. siswa menyebutkan perbedaan magnet alam dan magnet buatan. 2. Dengan dibimbing guru. serta kerugiannya. 3. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. Dengan dibimbing guru. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gesekan terhadap gerak benda. Kegiatan Inti 1. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara elektromagnet. Dengan dipandu guru. manfaat. siswa menyebutkan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara memperbesar dan memperkecil gaya gesekan. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. 4. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara membuat magnet dan kegunaannya.

..... Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 5B • Magnet • Paku • Jarum • Peniti • Pensil • Saputangan • Karet gelang • Uang logam • Kertas • Kaca • Plastik • Serbuk besi • Kompas • Tali • Statif • Penggaris • Charta bentuk magnet dan kegunaan magnet • Charta manfaat gaya gravitasi • Charta manfaat dan kerugian gaya gesekan • Alat-alat tulis VI....... Dilaksanakan.............. • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah........V. 96 ........ dan tingkah laku. (__________________) NIP...... .. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan.... ................ (__________________) NIP....... sikap......... Guru Kelas......

2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik : 1. konduksi. Mencari contoh penerapan radiasi. dan panas 7. Membandingkan peristiwa radiasi. Mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energi listrik I. konduksi. bunyi. 6. mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energy listrik. misalnya pengaruh menggosok benda 5. Membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi 6. Materi Pembelajaran Perpindahan energi panas dan listrik III. 2. misalnya pengaruh menggosok benda. konduksi. dan konveksi dalam kehidupan seharihari. demonstrasi. dan konveksi dalam kehidupan sehari-hari 3. Guru menyediakan charta perpindahan panas secara konduksi. bunyi. 4. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. Kegiatan Inti 97 . Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi 7. 3. dan konveksi berdasarkan percobaan 2. membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi. Menunjukkan cara menghasilkan energi listrik 4.Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Enam) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : Ilmu Pengetahuan Alam VI/2 12 jam pelajaran 7. dan panas. pemberian tugas. diharapkan siswa mampu 1. Menunjukkan gejala kelistrikan. 2. konveksi. dan konveksi berdasarkan percobaan. 5. membandingkan peristiwa radiasi. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. 7. mencari contoh penerapan radiasi. dan radiasi. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada di sekitar. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. menunjukkan gejala kelistrikan. Metode Pembelajaran Informasi. konduksi. Menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. dan kegiatan laboratorium IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. II. Dengan dipandu guru. mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik.

dinamo sepeda. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bagian-bagian baterai sehingga dapat menghasilkan arus listrik. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membangkitkan energi listrik. Guru menyediakan charta rangkaian listrik. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. 2. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan bagian-bagian dinamo sepeda sehingga dapat menghasil arus listrik. 3. konveksi. aki. siswa menyebutkan sumber energi listrik. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan cara membangkitkannya. Guru menyediakan charta berbagai sumber energi listrik. 2. siswa menyebutkan bagian-bagian aki sehingga dapat menghasilkan arus listrik. dan generator. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan penerapan konduksi. siswa mendeskripsikan pengertian energi listrik. 4. antara lain baterai. 2. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan berbagai macam rangkaian listrik. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. 3. 2. 98 . Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. 2. siswa mendeskripsikan pengertian listrik statis. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara kerja berbagai sumber arus listrik. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 3. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dibimbing guru.1. siswa menyebutkan bagian-bagian generator sehingga dapat menghasilkan arus listrik. siswa menyebutkan perbedaan benda yang bermuatan listrik dengan benda yang tidak bermuatan listrik. 5.

siswa menyebutkan kegunaan konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan istilah-istilah yang sering digunakan pada saat menggunakan peralatan listrik. 3. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. 2. V. rangkaian paralel. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perubahan energi yang disebabkan oleh penggunaan energi listrik. 4. dan campuran. 4. siswa mendeskripsikan pengertian istilah yang sering digunakan ketika menggunakan peralatan listrik. paralel. siswa menyebutkan alat yang menggunakan energy listrik. Guru menyediakan alat dan bahan untuk melakukan Kegiatan Kegiatan Inti 1. rangkaian seri. dan rangkaian campuran. Guru menyediakan charta berbagai alat yang menggunakan energi listrik. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan bahan sebagai isolator atau konduktor listrik. siswa menyebutkan kelebihan dan kekurangan rangkaian seri. Kegiatan Inti 1. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dibimbing guru. dan rangkaian campuran. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan bahan konduktor dan isolator listrik. Dengan dibimbing guru. Pertemuan Ke-7 Kegiatan Awal 1. 2. 2. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian terbuka dan rangkain tertutup.2. 3. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian paralel. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain sebagai akibat penggunaan alat yang menggunakan energy listrik. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perbendaan antara rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup serta rangkaian seri. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 6B • Charta perambatan panas • Charta rangkaian listrik • Penggaris plastik • potongan-potongan kertas kecil • Kain • Bohlam • Baterai 99 . Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru.

.. Guru Kelas. (__________________) NIP..... (__________________) NIP.... ..................... .............. sikap. ...............• Alat-alat tulis VI.. Dilaksanakan......... 100 .... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah......... dan tingkah laku...