BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Konsep belajar/pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan senantiasa dikorelasikan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuh kembangkan potensi manusia sebagai pemimpin. Firman Allah :

                                
Terjemahannya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: ‘Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS Al Baqarah 30)1 . Kaitan dengan pentingnya pendidikan bagi umat, Allah berfirman:

               
1

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Jakarta : Departemen Agama, 2002)

1

          
Terjemahannya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imran:104)2 Begitu pula dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Tujuan Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3 Pemisahan dan pengotakan antara agama dan sains jelas akan menimbulkan kepincangan dalam proses pendidikan, agama jika tanpa dukungan sains akan menjadi tidak mengakar pada realitas dan penalaran, sedangkan sains yang tidak dilandasi oleh asas-asas agama dan akhlaq atau etika yang baik akan berkembang menjadi liar dan menimbulkan dampak yang merusak. Murtadha Mutahhari seorang ulama, filosof dan ilmuwan Islam menjelaskan bahwa iman dan sains merupakan karakteristik khas insani, di mana manusia mempunyai kecenderungan untuk menuju ke arah kebenaran dan wujud-wujud suci dan tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan memuja sesuatu. Ini adalah kecenderungan iman yang merupakan fitrah manusia. Tetapi di lain pihak manusia pun memiliki kecenderungan untuk selalu ingin mengetahui dan memahami semesta alam, serta memiliki kemampuan untuk memandang masa lalu, sekarang dan
2 3

Departemen Agama. Op.Cit Undang-undang republic Indonesia No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta. PT Armas Duta Jaya

2

masa mendatang (yang merupakan ciri khas sains). Dari penjelasan diatas telah nampak dengan jelas pentingya ilmu pengetahuan kapanpun dan dimanapun dan hal ini juga tidak akan tercapai tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Dalam hal kemampuan pemahaman, erat kaitannya dengan kemampuan otak dan keadaan jiwa seseorang saat itu. Di MI DDI Ujung Lare nampak sebagian besar murid sulit untuk menerima materi pelajaran yang dijelaskan guru meski telah menggunakan berbagai metode dan variasi hal ini ditunjukkan pada nilai hasil akhir semester dan pengalaman guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan membuat murid jenuh dan akhirnya putus asa hingga acuh tak acuh dalam belajar dan hanya ingin mengerjakan soal yang mudah-mudah saja4. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka Skripsi ini akan menguraikan masalah tersebut hingga pada tahap proses mencegah dan memperbaiki atau meningkatkan kemampuan pemahaman murid dengan memanfaatkan ibadah shalat sebagaimana firman allah :

               
Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar Ra’d : 28)5 Dengan shalat tentu kita akan mengingat allah dengan demikian hati menjadi tenteram melalui proses yang bertahap.
4

5

Bahri, Saiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka CiptaBudiastuti Widowati. 2001. Pembelajaran kooperatif. Penerbit Universitas negeri Surabaya: Surabaya. Departemen Agama.loc.Cit

3

maka dapat disusun suatu hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah disebutkan diatas. Diduga penyebab mudrid MI DDI Ujung Lare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan oelh guru antara lain. Berikut hipotesis dari rumusan masalah diatas.B. 4 . Hipotesis Dari rumusan masalah diatas. 3. 2. Rumusan masalah Dalam pembahasan yang telah diuraikan diatas. Hal ini dapat dilihat adanya kecenderungan mereka yang rajin mengikuti shalat berjamaah baik di sekolah maupun di rumahnya mereka mengalami peningkatan dan prestasi yang baik. maka yang menjadi masalah pokok dalam penulisan skrispi ini adalah sebagai berikut : 1. Apa yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare Parepare sering mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dijelaskan meski telah digunakan variasi dan metode mengajar yang beragam? 2. Apakah shalat dapat meningkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare Parepare ? C. 1. jiwa anak terganggu oleh keadaan anak di rumahnya yang banyak menonton film-film kartun sehingga ketika belajar di sekolah mereka selalu mengingat dan membayangkan dilm-dilm tersebut. Hal lain yang menyebabkan murid MI DDI Ujung Lare mengalami kesulitan memahami materi pelajaran karena mereka diberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendeng. Shalat dapat menngkatkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare dalam menerima materi pelajaran.

F. Dapat menjadi salahsatu metode guru dalam proses belajar mengajar. D. 2. Bagi subjek : dapat meningkatkan atau memulihkan kemampuan pemahaman murid MI DDI Ujung Lare. Bagi instansi pendidikan : dapat dijadikan acuan untuk menetapkan program kerja baru dibidang psikologi anak dalam pendidikan. 3. 4.Shalat memang membawa setiap pelakunya merasakan tenang apabila dilakukan secara khusyuk berdasarkan ungkapan Al-kisah diatas maka shalat ternyata membawa efek ketenangan jiwa bagi setiap pelakunya. Bagi peneliti : mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang berharga. Bagi guru : dapat membantu mengefektifkan PBM. Untuk penelitian ini juga memiliki tujuannya sendiri yaitu sebagai berikut . Tujuan penelitian Setiap tindakan memiliki tujuannya masing-masing. Meningkatkan kemampuan murid dalam memahami suatu materi. Manfaat penelitian Manfaat atau kegunaan penelitian iniyang menjadi sumbangsih tersendiri sebagai pemecahan masalah bagi konteks yang lebih luas adalah sebgai berikut : 1. E. Untuk dijadikan referensi pada penelitian yang terkait. Mengaktifkan murid MI DDI Ujung Lare dalam melaksanakan shalat lima waktu. 2. Garis-Garis Besar Isi Skripsi 5 . 1. 3. 4.

pengaruh shalat terhadap tubuh dan jiwa. kemudian setelah itu dijelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian yang menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat. dan definisi kecerdasan. penulis akan memaparkan tinjauan dari pustaka yang peneliti gunakan untuk melogiskan hasil penelitian ini dan menjadi ukuran tingkat kredibilitas hasil penelitian ini kepada pembaca yang berisi antara lain pengertian dan fungsi ibadah shalat. pada bagian ini di uraikanlah jawaban dari rumusan masalah yang diajukan dengan menggunakan metode dan tekhnik analisis yang telah ditentukan dan memproses data yang telah diperoleh dengan benar agar dicapai hasil yang akurat dan terpercaya. 6 . penulis akan memaparkan pendahuluan yang akan diuraikan latar belakang masalah yang menjadi acuan mengapa diadakan penelitian ini. konsep kemampuan pemahaman anak. Selanjutnya pada Bab ke empat akan dibahas tentang analisis dan pembahasan hasil penelitian. Teknik Pengumpulan Data. lalu kemudian akan diuraikan pengertian judul agar supaya ada kesamaan persepsi untuk para pembaca. dan Teknik analisis data untuk mengakuratkan validitas hasil penelitian yang merujuk pada bidang studi khusus yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Pada Bab kedua. akan dibahas mengenai metode penelitian yang diuraikan didalamnya tentang pendekatan dan Jenis penelitian. kemudian diberikan hipotesis sebagai jawaban sementara yang disinkronikan dengan latar belakang masalah dan rumusan masa. serta digambarkan garis besar isi skripsi. pentingnya otak. sumber data. Kemudian pada Bab ketiga. kemudian untuk membatasi masalah yang akan diteliti maka akan dirumuskan masalah pokok yang akan dibahas.Dalam rancangan penelitian skripsi ini.

Pada Bab lima penutup. 7 . Pada bagian akhir penulis menyediakan lampiran yang berisi tentang alat yang digunakan selama penelitian berlangsung. peneliti mengemukakan kesimpulan dan saran atas refleksi dari penelitian ini untuk seluruh pembaca terutama untuk subjek dan peneliti sendiri dan seluruh umat manusia.

maka seyogyanya kita pahami bagaimana menciptakan titik pikiran secara tepat sehingga shalat kita dikatakan khusyuk dan benar. Shalat adalah bentuk komunikasi dengan sang maha terkasih allah. dhuhur. yaitu shalat. Saking hebatnya ibadah shalat. Pengertian dan Fungsi Ibadah Shalat a. maghrib dan isya. Ada juga shalat yang sifatnya tidak wajib. Ada banyak ragam shalat sunnah yang ada dalam islam. Rukun islam ada lima yaitu syahadat. sehingga dikatakan bahwa shalat adalah soko guru dan pondasi agama. Pengertian Ibadah Shalat Agama islam memiliki satu ritual wajib yang dilakukan lima kali sehari. pencerahan. shalat sunnah bila dilakukan secara khusyuk disertai dengan niat hanya mengharapkan keridhaan allah. shalat. 8 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KAJIN PUSTAKA 1. rekreasi jiwa yang tidak bisa ditandingi kenikmatannya dengan cara apapun di alam semesta. yaitu shalat sunnah. maka nilainya sungguh luhur. maka shalat ini bersifat melengkapi shalat-shalat wajib. puasa dan berhaji. ada lima waktu shalat yaitu saat subuh. Dalam sehari. zakat. kemana pikiran harus kita arahkan saat kita melakukan ibadah shalat? Bila kita yakin bahwa shalat adalah meditasi tertinggi (meditasi transendental). Shalat juga merupakan rukun islam artinya sesuatu yang wajib dilakukan bila manusia sudah memeluk agama ini. Masalahnya. ashar. Meskipun bersifat melengkapi. Namun karena sifatnya sunnah.

Loc.perbuatan) keji dan mungkar. Al Ankabuut : 45)6 6 Departemen agama. mengawasi. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan.cit 9 . Dimensi individual adalah bagaimana shalat itu dijadikan sarana untuk berkomunikasi dengan tuhan. Sementara dimensi sosial shalat adalah bagaimana shalat membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat dimana individu yang melakukan shalat itu berada. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).” (Qs. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk menyadari keberadaan tuhan itu dekat yang melampaui batasan ruang dan waktu sehingga kemanapun manusia berada maka dia selalu hadir. menjadi teman paling setia. dan menjadi kekasih yang tidak pernah absen sedikit pun untuk berbagi suka dan duka sekaligus sebagai wujud ketundukan manusia pada dzat yang serba maha dan infinitum ini. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Pada dasarnya.                           Terjemahannya : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu.b. Fungsi ibadah Shalat Ibadah shalat memiliki dimensi individual dan sosial. Kesadaran hakikat shalat ini akan memiliki pengaruh kuat dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.” Ini sudah masuk dimensi sosial shalat. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat 45 surat al-‘ankabut “sesungguhnya shalat itu mencegah (manusia) dari perbuatan yang keji dan mungkar.

7 Sarjana Barat lainnya.2002 . Setelah dilakukan uji coba selama seperempat abad. dan kesedihan ia memiliki ketenangan jiwa. Potensi ketenangan jiwa mampu mengubah pondokan menjadi istana”.8 Sementara itu.: “Tidak dalam kemampuan seorang peramal (dukun) untuk menghitung umur seseorang. Dr. Harry Emerson mengatakan bahwa. Ketenangan jiwa diberikan oleh Allah sebagai penghargaan.2.2002. Pengaruh Shalat Terhadap Tubuh dan Jiwa Ketengan jiwa adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita.9 7 8 9 Dr.Leibman mengatakan dalam bukunya berjudul ‘ketenangan jiwa’ : “Ketenangan jiwa merupakan pemberian (anugerah) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih. Raymond Breil mengatakan. pengaruhnya menelusup kedalam sisi-sisi keseharian bersikap dan bersosialisasi bahkan terhadap sudut pandang dan kesehatan. bahkan akan menentukan kekhusyuan kita dalam beribadah. Dari perhitungan dan grafik tersebut menjelaskan bahwa orang yang tidak dikuasai oleh amarah. Ketenangan dapat tumbuh dan berkembang tanpa bantuan harta bahkan tanpa bantuan kesehatan. ditemukan bahwa ketenangan jiwa merupakan tujuan utama dalam mengarungi hidup. Ketenangan jiwa itulah yang merupakan factor terpenting terbentuknya kesempurnaan kesehatan”.Y. kesehatan.Leibman. Ketenangan jiwa memberikan banyak hal berupa kecerdasan. ibid 10 . Dr. kesusahan. “Pilar terpenting yang menjadi inti kehidupan yang sehat yang terbebas dari penyakit fisik dan jiwa adalah Ketenangan jiwa”. Raymond breil. Ketenangan Jiwa . harta dan ketenaran.Y. Tapi orang berilmu mampu membuat perhitungan dan grafik yang menjelaskan umur seseorang dalam hidupnya. Disini saya akan menyebutkan beberapa pengetahuan modern yang berkenaan dengan “Pengaruh ketenangan jiwa pada kesehatan jiwa dan fisik manusia dan pengaruh Shalat pada ketenangan jiwa".

” (Qs. dan menghancurkan lebih dari satu juta mobil di Amerika dalam satu tahun. bahwa mereka menderita penyakit seperti orang-orang modern yang menderita berbagai penyakit mematikan. sehat.10 Kaum muslim jaman dahulu telah memahami firman Allah SWT. baik penyakit jiwa maupun penyakit fisik. Kehidupan mereka yang dipenuhi dengan nikmat. atau karena pengaruh ketakutan. Herbert Stock. 11 . menyimpulkan bahwa : “Mayoritas kecelakaan mobil yang menimpa sekitar dua juta orang . tetapi iman yang menancap di hati dan dilaksanakan oleh anggota badan. Ingatlah. dengan mengingat Allah merekapun mendapat ketenteraman dengan rahmat Allah. direktur Laboratorium Uji Kendali Mobil Amerika Serikat. Hal yang paling diperlukan untuk menghindari kecelakaan tersebut adalah Ketenagan Jiwa”. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. 3.Dr. kita tidak pernah mendengar para sahabat Rasul dan Tabi’in. tenteram. dan amarah para pengemudi.              Terjemahannya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Pentingnya Otak 10 11 ibid Departemen Agama. kesusahan. dan mudah yaitu dengan berserah kepada Allah. diakibatkan oleh ketegangan (kekacauan) yang menimpa jiwa para pengemudi. adalah bukti bahwa keimanan mereka bukan hanya kata-kata. Loc cit. Ar Ra’d : 28)11 Mereka berlindung kepada Allah untuk menenteramkan hati mereka. baik yang luka maupun yang tewas. Oleh karena itu.

a. Fakta otak Otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% dari dioperasikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung 900.000.000.000 (Sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar. Dengan jumlah sel otak yang hanya berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang kesarangnya, dan memberi tahu teman-temannya lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang kesana kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu, lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas diantara mereka. Ada lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah, dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi sarang lebah dari serangan makhluk asing. Hanya 7000 sel optak, lebah sudah sedemikian hebatnya. Berbeda dengan lebah, manusia diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Naum, ni barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas. Kecerdasan seseorang sebenarnya tergantung pada seberapa banyak koneksi sel otak memiliki kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bias dibayangkan betapa besar potensi yang dimiliki manusia.

12

Koneksi antar sel otak akan terjadi bila kita menggunakan dan melatihnya, maka akan semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya terjadi bila kita dapat menciptakan arti pada apa yang kita pelajari.12

b. Gelombang otak Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang kesadaran itu. Berdasarkan pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang disebut EEG (electro encepalograph) kita mengenal ada empat jenis gelombang otak, yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Pengukuran gelombang otak ini didasarkan pada getaran yang ditimbulkan oleh otak kita dalam satu detik. Kita mungkin bias berada dalam dua gelombang yang berbeda dalam satu waktu. Masing-masing gelombang ini menjelaskan suatu kondisi operasi otak yang berbeda. 1) Gelombang Beta Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi, dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya
12

Adi.G.W, 2003. Born to be a genius : Otak Manusia, Mengenal Lebih Dekat Neck Top Computer Anda. 2003. Gramedia Pustaka Utama .Jakarta.

13

rasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.

Gambar 1.1 : Gelombang Beta 2) Gelombang Alfa Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Kondisi alfa adalah kondisi yang paling baik untuk belajar. Ada beberapa cara untuk bias masuk kedalam kondisi ini dan kita dapat melakukannya secara mudah. Beberapa cara yang biasa diguanakan adalah : a) Meditasi b) Teknik pernapasan c) Relaksasi d) Visualisasi e) Mendengarkan music f) Shalat Kondisi alfa digunakan untk mencapai hasil pembelajaran yang sangat maksimal. Teknik-teknik pembelajaran yang Adi W. Gunawan (pendiri sekaligus direktur the accelerated learning institute and training center of Indonesia) dalami seperti metode accelerated learning (system belajar dipercepat), pembelajaran bahasa asing secara cepat dan mudah, dan membaca
14

seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’. Bila seseorang tidur dalam 15 .2 : Gelombang Alfa 3) Gelombang theta Theta (4 – 7. Dalam frekuensi yang rendah ini. semuanya mengharuskan Adi masuk kedalam kondisi Alfa sebelum melakukan kegiatan belajar.9 Hz).9 Hz). Gambar 1.3 : Gelombang Theta 4) Gelombang Delta Delta (0.000 kata permenit (buku setebal 300 halaman habis dibaca dalam waktu paling lama 10 menit). Berikut gambar gelombang alpha. Dalam frekuensi ini otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. Berikut gambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta. Gambar 1. dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar.dengan kecepatan 68.1 – 3. Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi. deep-meditation. keheningan yang mendalam. Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi.

kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. dalam momen-momen kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi. Pada gilirannya. ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen. selalu ada perasaan keheningan yang menggetarkan. para kaum bijak bestari berkisah.keadaan delta yang stabil. perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan. maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita. dalam hamparan 16 . Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha. hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan. kita bisa menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus. Dalam frekuensi inilah. kualitas tidurnya sangat tinggi.4 : Gelombang Delta Nah. Saya berpikir perasaan ini muncul karena saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. Begitulah. Dalam momen inilah. dalam momen itu. Meski tertidur hanya sebentar. Gambar 1. mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”). Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha? Bagi Anda yang muslim. ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar. penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). Dan percayalah.

kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita. d. Otak kita belajar dengan menggunakan urutan prioritas. Bila ia berusia 35 tahun atau 60 tahun. Dalam segenap jiwa dan batin kita. Tiga tingkat efektivitas otak dalam belajar. Yang pertama adalah masa persiapan. Jadi. Untuk orang dewasa yang berusia 24 tahun. Rentang focus yang optimal Otak ktia tidak dapat dipaksa untuk melakukan focus dalam jangka waktu yang lama. Usia kita anggap menit dengan maksimal 30 menit. 30 menit adalah rentang waktu focus maksimal agar tidak tidak terjadi kelelahan otak yang berlebihan. Contohnya. rentang waktu focus optimal yang bias dilakukannya hanya 5 menit. Gunakan waktu selama 5 menit untuk melakukan relaksasi dan menetapkan apa tujuan anda belajar. Urutan prioritas ini akan mempengaruhi tingkat perhatian dan konsentrasi dalam mempelajari sesuatu dan seberapa kuat informasi itu akan tertanam di dalam ingatan kita. untuk anak berusia 5 tahun. Idealnya waktu 30 menit ini dibagi menjad 3 bagian. maka focus optimalnya hanyalah 30 menit. Sedangkan 5 menit yang tersisa digunakan untuk refleksi atas apa saja yang baru dipelajari. Perhatikan bagan dibawah ini. UNTUK KESELAMATAN HIDUP MEMBANGKITKAN EMOSI 17 BELAJAR HAL YANG BARU . c. Setelah itu gunakan 20 menit untuk belajar.kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir. Untuk mudahnya. focus optimalnya adalah 24 menit. serta hasil apa yang ingin dicapai. kita bisa menggunakan patokan usia.

Prioritas terakhir adalah informasi yang berhubungan dengan proses belajar biasa. yaitu informasi tersebut membangkitkan emosi. Semakin kuat semakin kuat informasi itu membangkitkan emosi kita. Dalam proses belajar tentu sangat sulit untuk membuat situasi dimaan informasi yang kita pelajari seakan-akan sangat menentukan keselamatan hidup kita. dan hadiah yang akan didapat bila tujuan itu tercapai. menciptakan suasana belajar yang kondusif. maka semakin tinggi perhatian dan semakin kuat konsentrasi yang diberikan untuk informasi itu. atau dengan mencari alasan emosional mengapa informasi ini perlu dipelajari. Gunawan. Born To Be A Genius (2003) Perhatian dan konsentrasi maksimal akan diberikan oleh otak terhadap informasi yang berubungan dengan keselamatan diri. 18 .Gambar 2 : bagan tingkat efektivitas otak dalam belajar Sumber : Adi W. Prioritas kedua adalah apabila informasi itu membangkitkan emosi. Dengan demikian akan semakin kuat daya serap dan ingatan yang terjadi. Informasi ini mendapat perhatian dan konsentrasi yang paling sedikit. maka akan semakin kuat pula perhatian dan konsentrasi terhadap informasi tersebut. Semakin dianggap penting untuk keselamatan hidup. menetapkan tujuan belajar. baik emosi sedih maupun emosi gembira. Diantaranya adalah dengan permainan. Karena inisulit terjadi. maka cara paling efektif adalah dengan menggunakan metode kedua. Dalam proses belajar tentu saja kita akan lebih memprioritaskan emosi-emosi yang positif. Ada beberapa cara untuk mengaitkan informasi dengan emosi positif.

Afektif ialah yang berkaitan dengan sikap. Konsep tentang waktu Anak masih belum dapat memahami tentang 3 jam lagi. Konsep Kemampuan Pemahaman Anak Kemampuan pemahaman setiap manusia dipengaruhi oleh tiga aspek penting. Konsep tentang hubungan sebab-akibat Pemahaman tentang sebab yang sifatnya fisik lebih dapat dipahami daripada sebab yang sifatnya psikis. etika. Mati adalah pergi jauh. Konsep tentang hidup atau mati. yakni Afektif. 19 . manajemen emosi. Macam konsep yang dimiliki anakanak antara lain : 1. Dapat juga diartikan sebagi kemampuan untuk memahami tentang sesuatu sehingga muncul konsep-konsep. kemarin dulu. akhlak. analisis. transfer ilmu. logika. 4. lusa. moral. 2. Kognitif ialah yang berkaitan dengan aspek pemikiran. kapan. Kognitif dan Psikomotorik. 3. dll. arti atau keterangan tentang sesuatu.4. Demikian juga tentang melahirkan dianggapnya lewat perut dengan cara operasi. Sedangkan Psikomotorik adalah yang berkaitan dengan praktek atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif Pengertian (pemahaman) adalah kemampuan untuk menangkap sifat. dll. Sampai usia 6 tahun anak memahami segala sesuatu yang bergerak memiliki kesadaran atau hidup dan boneka hewan atau manusia adalah hidup. Konsep tentang letak dan fungsi tubuh Sampai usia 5 tahun anak masih salah tentang letak jantung atau hati.

perhatian dari orang lain. Konsep tentang keindahan Menganggap indah warna yang menyolok. 5. tradisi. dan menunjukkan perilaku yang baik dan bermoral. kondisi. 8. Konsep diri Menggambarkan dirinya cantik dan disenangi orang dari penilaian orang lain terhadap dirinya. dan kebudayaan.5. Definisi kecerdasan tergantung pada situasi. Konsep tentang bilangan Bilangan 1 sampai sepuluh dapat dipahami urutan besarannya namun untuk puluhan belum. 9. 20 . pemikiran yang rasional. 7. 10. Konsep tentang peran sex (jenis kelamin) Wanita harus sopan dan empati (menghibur dan laki-laki harus kuat atau suka menolong. Setiap suku bangsa di dunia ini mempunyai criteria tertentu untuk menentukan definisi kecerdasan. Bangsa yunani kuno sangat menghrgai orang cerdas yang mempunyai fisik kuat. Criteria ini akan berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. Konsep tentang uang Konsep tentang uang dikaitkan dengan kasih sayang. dan pengendali perilakunya. Konsep tentang jarak 6. Definisi kecerdasan a.

amerika. dari suku Indian pueblo. apakah yang ia lihat? Mungkin saja dokter ini hanya melihat hamparan dataran yang gersang ditumbuhi semak belukar dan kontur dataran yang naik turun. sangat menghargai orang yang peduli dengan orang lain. Dalam keadaan ini. tradisi. kaligrafi. dibawa kebelantara gurun Australia dan tinggal bersama suku aborigin. music. jenis hewan apa saja yang dapat dimakan dan yang berbahaya. Kalau situasinya begini. dan kebudayaan setempat. Bila seorang ahli bedah saraf terkemuka yang tinggal di newyork. sangat menghargai orang yang mahir dibidang puisi. siapakah yang lebih cerdasa? Sekarang. kondisi. hewan apa saja yang baru lewat dan kemana hewan itu lari atau bersembunyi. b. suku aborigin ini hanya sekali pandang saja akan tahu jenis tanaman yang ada. dimana bisa mendapatkan air minum. Bangsa cina. Walauun jawaban mereka bervariasi.Bangsa romawi pada sisi lain sangat menghargai keberanian. Ini semua tergantung pada situasi. berdasarkan jejak yang terdapat ditanah. Sedangkan pada orang-orang keres. bila kita balik keadaannya. Itu saja. Definisi kecerdasan menurut pakar psikologi Pada tahun 1921. mana yang bisa dimakan dan mana yang beracun. siapakah yang lebih cerdas? Dokter bedah ataukah si Aborigin? Dari contoh diatas sebenarnya sulit untuk mengatakan siapa yang lebih cerdas. dan melukis. Suku aborigin juga akan tahu. namun ada dua tema pokok yang sama dalam jawaban mereka. dibawah pengaruh filsuf Confucius. ilmu perang. kecerdasan adalah : 21 . Menurut mereka. lalu dokter ini diminta untuk mengamati suatu hamparan dataran. Orang aborigin ini dibawa ke newyork dengan segala kemajuan peradaban dan tekhnologinya. empat belas ahli ilmu jiwa ditanyai oleh editor “journal of education psychology” mengenai arti kecerdasan. Tetapi.

Orang yang cerdas adalah orang yang membuat kesalahan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan berarti untuk menjadi cerdas tidak tidaklah semata-mata bergantung pada nilai atau hasil suatu tes atau ujian disekolah. dengan penekanan pada aspek metakognisi-kemampuan berpikir tentang proses berpikir itu sendiri. Sekali lagi. mereka setuju bahwa cerdas berarti dapat belajar dari pengalaman dan mampu melakukan adaptasi atau penyesuaian terhadap lingkungan. Kecerdasan spiritual 1) Pengertian Kecerdasan Spiritual Secara konseptual kecerdasan spiritual terdiri dari gabungan kata kecerdasan dan spiritual. 1993) cet. c. belajar dari kesalahan tersebut. Kapasitas untuk belajar dari pengalaman berarti orang yang cerdasa juga dapat melakukan kesalahan. bagaimana berhubungan dengan orang lain. Malah orang yang cerdas sesungguhnya bukanlah orang yang tidak pernah membuat kesalahan. Ke-2. 22 . dan tidak membuat kesalahan yang sama lagi.13 Sedangkan spiritual berasal dari kata spirit yang berasal 13 Departemen Pendidikan & Kebudayaan. Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti. dua puluh empat pakar yang berbeda diminta pandangannya mengenai arti kecerdasan. dan bagaimana anda mengatur hidup anda secara umum. (Jakarta : Balai Pustaka. Enam puluh lima tahun kemudian atau pada tahun 1986. walaupun mempunyai jawaban yang bervariasi. 186. h. dan bagaimana anda mengatur hidup anda dengan orang lain. Di sini menjadi cerdas meliputi kemampuan anda untuk menangani suatu pekerjaan.1) Kapasitas untuk belajar dari pengalaaman 2) Kemampuan untuk beradaptasi Dua ddfinisi di atas merupakan hal yang sangat penting.

14 15 16 Toni Buzan. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spritual ESQ. moral atau motivasi. Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan bahwa: “Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku atau hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. 57. Sebelum kecerdasan ini ditemukan. h. 2001) cet. biasanya bersifat ketuhanan menurut aslinya. Chaplin. para ahli sangat bangga dengan temuan tentang adanya IQ danEQ. Dalam istilah modern mengacu kepada energi batin yang non jasmani meliputi emosi dan karakter. terjemahan Ana Budi Kuswandani. Ary Ginanjar Agustian.16 Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi. h. h. (Jakarta : Rajawali Pers.15 Dengan demikian dapat dimaknai bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang sempurna dari perkembangan akal budi untuk memikirkan hal-hal diluar alam materi yang bersifat ketuhanan yang memancarkan energi batin untuk memotivasi lahirnya ibadah dan moral. 1989) cet. J. Ke-1.14 Dalam kamus psikologi spirit adalah suatu zat atau makhluk immaterial. (Jakarta : Agra. Ke-1. padahal nyatanya tidaklah demikian. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia”. 2003) cet. 480.P. 23 . 6. Kamus Lengkap Psikologi. yang diberi sifat dari banyak ciri karakteristik manusia.dari bahasa latin yaitu spritus yang berarti nafas. kekuatan. tenaga. bahkan kecerdasan inilah yang dipandang berperan memfungsikan dari kecerdasan IQ dan EQ. Ke-1. sehingga muncullah suatu paradigma dimasyarakat bahwa otak itu adalah segala-galanya. Kekuatan ESQ: 10 Langkah Meningkatkan Kecerdasan Emosional Spiritual. vitalitas energi disposisi. (Indonesia : PT Pustaka Delapratosa. kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna bila dibandingkan dengan yang lain. semangat.

17 Selanjutnya Ary Ginanjar Agustian mendefinisikan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah pada setiap perilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah. Ini sekaligus menunjukkan klaim bahwa segala perilaku sosial manusia niscaya juga diwarnai oleh “pengalaman yang suci” itu spiritualitasnya. sebagaimana dikutip oleh Sayyed mendefinisikan spiritual sebagai “pengalaman yang suci”. Jadi tegasnya.18 Dengan demikian berarti orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai manifestasi dari aktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya. op.Rodolf Otto. melainkan terefleksikan dalam perilaku sosialnya. cit. memenuhi kewajiban agama. Pemaknaan ini kemudian diintroduksi oleh seluruh pemikir agama (spiritualis) dalam “pemahaman makna keyakinankeyakinan dalam konteks sosial mereka”. mengembalikan keyakinan.S. 24 . h. serta untuk menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimilikiseseorang. sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya Q. menuju manusia seutuhnya (hanif). sebagai wujud dari pengalamannya terhadap tuntutan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki ketergantungan terhadap kekuatan yang berada diluar jangkauan dirinya yaitu Sang Maha Pencipta. h. 62:2 17 18 Ibid. spiritual diasumsikan bukan dalam pengertian diskursifnya. Kebutuhan akan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan. at home atau in side. Untuk keperluan itu perlulah kiranya Allah mengutus seorang Rasul yaitu Muhammad SAW. 8 Ary Ginanjar Agustian. Al-Jum’ah. sehingga dengan kemampuan ini akan membantu mewujudkan pribadi manusia seutuhnya. 57. dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah.

Ini terjadi karena pada akhirnyapetualangan manusia. h. instrumen yang digunakan adalah mitos yang termuat dalam legenda-legenda mereka. Jika seseorang dibesarkan dalam tradisi tulis baca yang mengajarkan gambaran antropomorfis Tuhan yang berasal dari teks-teks suci. 553. Edisi Khat Madinah. kemudian kita teruskan pada saat kehamilan.                                Terjemahannya: Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya. dan dapat terus kita bangun sejak balita hingga dewasa. Sains tetap membutuhkan instrumen-instrumen. Dalam memahami spiritual ini. sains pun tidak bisa berdiri sendiri. 25 . Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Bandung : Syamil Cipta Media. ia niscaya menganggap kebenaran sebagai sesuatu yang muncul dari pemahaman alam bawah sadarnya tentang teladan-teladan spiritual. 2005). ternyata roh (dimensi Ilahiyah yang 19 Departemen Agama RI. peradaban. masyarakat. atau tradisi adalah instrumen wahyu yang ada dalam teks suci. sedangkan bagi masyarakat yang tidak kenal baca tulis (primitif). Yang bersifat kolektif itu bagi suku.19 Spiritual dalam Islam identik dengan kecerdasan ruhaniah yang pada dasarnya tahap pencerdasan ruh ini dapat kita mulai sejak pra kehamilan. menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah). meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Ada dua instrumen yang lazim digunakan dalam dunia spiritual ini yang satu bersifat kolektif dan lainnya bersifat privasi. lantaran “lain dari yang kelihatan” atau yang luar biasa.

10. op. 2) Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual 20 Sayyed Hossein Nasr. bukan atas alam. Setiap manusia yang memiliki kemampuan transendental. Perencanaan alam semesta adalah menyadari akan pengaruh pada penyingkapan penciptaan. 26 . melainkan akan batasan-batasan pikiran sendiri yang mencegah untuk bekerja secara selaras dengan alam semesta. tetapi hal itu harus didorong oleh keyakinan yang dalam bahwa seluruh aktifitas adalah gerakan kekuatan yang ditransfer-Nya (dari kekuatan absolut). h. Bahkan sebagai tenaga peggerak untuk membentangkan celah dari masa lalu ke masa depan. merupakan bagian dari proses yang berlangsung selama milyaran tahun dan masih berlangsung hingga sekarang yang dengan itu alam semesta terus membentuk debu-bintang menjadi manusia.20 Manusia itu adalah “serpihan” Ilahi sebenarnya. cit. Maka makna hidup manusia dengan demikian terletak pada tingkat spiritualitas yang dimilikinya. maka kehidupannya adalah jelmaan dari hidup-Nya. Sehingga disanalah kepantasaan manusia menyandang gelar makhluk mulia yang dibekali dengan pengalaman suci dan fitrah beragama semenjak ia dari kandungan ibunya. semakin tahu dan kenal akan Tuhan. Ada sebagian manusia berpendapat bahwa yang dicapai dalam proses pembinaan spiritualitas tersebut itulah Tuhan yang sebenarnya. Artinya semakin disadari dan dihayati hakikat diri. Menghadirkan Tuhan ke dalam setiap diri memang sangat tidak rasional menurut pandangan ilmiah.. Jika perubahan kuantum dalam kesedaran semacam itu benar-benar terjadi. itu akan mewakili kemenangan heroik atas determinisme.terdapat dalam dirimanusia) dan yang tidak terbatas (dimensi Ilahi yang yang terdapat dalamfinalitas transpersonal Tuhan) adalah identik.

yaitu memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan seperti memberi maaf. c) Kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari. (Jakarta : Pustaka Populer Obor. Emmons sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat. Dua karakteristik diatas disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. bersyukur atau mengungkapkan terima kasih. Menurut Marsha Sinetar (2000). b) Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak. hanyalah sebagai dari kebajikan. bersikap rendah hati. Ia memasuki dunia spiritual. muthahhari.Roberts A. Anak yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. intuisi dan kekuatan “keakuan” atau “otoritas” tinggi.21 a) Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material. ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. 27 . Ia merujuk pada warisan spiritual yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. ada 5 ciri orang yang cerdas secara spiritual.id/doc/artikel/sqanak. h. 2003) cet. d) Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah. Mendidik Kecerdasan. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. menunjukkan kasih sayang dan kearifan. 46. e) Kemampuan untuk berbuat baik. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah disekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. Waruwu. pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) mempunyai kesadaran diri yang mendalam.or.22 Dari dua pendapat tersebut diatas.htm (tidak diterbitkan) Monty P. kecendrungan merasakan “pengalaman puncak” dan bakat-bakat “estetis”. Ke-1. penulis menyimpulkan bahwa anak yang 21 22 www. Satiadarma & Fidelis E.

cerdas secara spiritual akan terlihat dalam beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh anak tersebut. Diantara ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual adalah:
3) Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Menurut Stephen R. Covey seperti yang dikutip oleh Toto Tasmara dalam bukunya Kecerdasan Rohaniyah, visi adalah pengejawantahan yang terbaik dari imajinasi kreatif dan merupakan motivasi utama dari tindakan manusia. Visi adalah kemampuan utama untuk melihat realitas yang kita alami saat ini untuk menciptakan dan menemukan apa yang belum ada.23 Visi adalah komitmen (keterikatan, akad) yang dituangkan dalam konsep jangka panjang, yang akan menuntun dan mengarahkan kemana ia harus pergi, keahlian apa yang kita butuhkan untuk sampai ketujuan, dan bekal apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan target yang telah ditetapkan. Seseorang yang cerdas secara spiritual akan memiliki tujuan hidup berdasarkan alasan-alasan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun dihadapan Allah SWT nantinya. Dengan demikian hidup manusia sebenarnya bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani saja seperti; makan, minum, tidur, berkasih sayang dan sebagainya, tetapi lebih jauh dari itu, manusia juga memerlukan kebutuhan rohani seperti mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beribadah yang tujuan akhirnya adalah untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya. Orang yang memiliki tujuan hidup secara jelas akan memperoleh manfaat yang banyak dari apa yang telah dicita-citakannya, diantara manfaat tujuan hidup adalah: 1) Mendorong untuk berfikir lebih mendalam tentang kehidupan. 2) Membantu memeriksa pikiran-pikiran yang terdalam.
23

Toto Tasmara, Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi, (Depok : Gema Insani Pers, 2003) cet. Ke-3, h. 10

28

3) Menjelaskan hal-hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. 4) Memperluas cakrawala pandangan. 5) Memberikan arah dan komitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini. 6) Membantu dalam mengarahkan kehidupan. 7) Mempermudah dalam mengelola potensi dan karunia yang ada. Kualitas hidup seseorang sangat tergantung kepada persepsinya terhadap tujuan hidupnya. Persepsinya terhadap tujuan hidupnya amat dipengaruhi pula oleh pandangannya terhadap dirinya sendiri, jika seseorang selalu pesimis dalam melaksanakan aktivitas yang menjadi tujuannya, maka ia juga akan memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Demikian pula sebaliknya, orang yang selalu optimis dalam kehidupan, maka keberhasilan juga akan selalu dekat dengannya. Firman Allah dalam Q.S. Fushshilat (41), ayat : 46.

              
Terjemahannya: Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekalikali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba (Nya).24 4) Memiliki Prinsip Hidup Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang teguh kepada pencipta yang abadi yaitu prinsip yang Esa. Kekuatan prinsip akan menentukan setiap tindakan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, jalan mana yang akan dipilih, apakah jalan yang benar atau jalan yang salah. Semuanya tergantung kepada

24

Departemen Agama RI, Op. Cit., h. 481.

29

keteguhannya dalam memegang prinsip yang telah ditatapkannya. Seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams (91), 8-10.

              
Terjemahannya : Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)25 Berdasarkan firman Allah di atas, manusia telah diberi potensi yang mengarah kepada kebaikan oleh Allah, tinggal bagaimana seseorang menjadikan potensi tersebut sebagai bekal untuk senantiasa berpegang kepada prinsip yang benar yaitu sesuai dengan panggilan hati nuraninya. Orang yang cerdas secara spiritual adalah orang yang menyadarkan prinsipnya hanya kepada Allah semata, dan ia tidak ragu-ragu terhadap apa yang telah diyakininya berdasarkan ketentuan Ilahiah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat, ayat : 30.

                      
Terjemahannya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan); “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.26
25 26

Ibid, h. 595. Ibid, h. 480.
30

bahwa dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan tidak satupun yang luput dari pantauan Allah SWT. (QS. maka peliharalah kami dari siksa neraka.5) Selalu Merasakan Kehadiran Allah Orang yang memiliki kecerdasan spiritual selalu merasakan kehadiran Allah. Ali ‘Imran (3) ayat 191). Perasaan selalu merasakan kehadiran Allah dalam jiwa kita. 75. tentu saja tidak datang begitu saja. sehingga akan lahirlah pribadi-pribadi yang teguh memegang prinsip keimanannya. akan lahir nilai-nilai moral yang baik karena seluruh tindakan atau perbuatannya berdasarkan panggilan jiwanya yang suci. Dengan kesadaran itu pula. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. tatapi melalui pembersihan jiwa dengan memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah.27 6) Cenderung kepada Kebaikan 27 Ibid. h. Firman Allah SWT dalam surah Ali ‘Imran ayat 191:                       Terjemahannya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. 31 . Maha Suci Engkau. tanpa proses terlebih dahulu.

mencegah dari yang mungkar. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. menunaikan zakat. mendirikan sembahyang. Manusia seperti ini sangat mudah memaafkan dan meminta maaf bila ia bersalah.                         28 Ibid. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.Insan yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu termotivasi untuk menegakkan nilai-nilai moral yang baik sesuai dengan keyakinan agamanya dan akan menjauhi segala kemungkaran dan sifat yang merusak kepada kepribadiannya sebagai manusia yang beragama. lelaki dan perempuan. Allah menjelaskan hal ini dalam surat Ali Imran. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. 32 . 3 : 134. h. akan sportif dan mudah mengoreksi diri dan mengakui kesalahannya.28 7) Berjiwa Besar Manusia yang memiliki kecerdasan ruhiyah atau spiritual. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah. 198. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf. 9 : 71.                                                                                                                          Terjemahannya : Dan orang-orang yang beriman. bahkan ia akan menjadi karakter yang berkepribadian yang lebih mendahulukan kepentingan umum dari dirinya sendiri. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

h. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.29 8) Memiliki Empati Manusia yang memiliki kegemilangan spiritual. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengilustrasikannya seperti dibawah ini: 29 Ibid. Dari literatur yang penulis baca salah satu diantaranya adalah ESQ karangan Ary Ginanjar dalam tulisannya menggambarkan bahwa hubungan IQ. IQ dan EQ. 67. Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Kecerdasan klasik yang masih permanen sampai hari ini adalah pemisahan antara SQ. suka membantu meringankan beban orang lain. EQ dan SQ bagaikan segitiga sama kaki. d. adalah orang yang peka dan memiliki perasaan yang halus. 33 . dimana ketiga sudutnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. mudah tersentuh dan bersimpati kepada keadaan dan penderitaan orang lain. padahal ketiganya saling mempengaruhi. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. baik diwaktu lapang maupun sempit.               Terjemahannya: (yaitu) orang-orang yang menafkankan hartanya).

pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. 34 . cit. op. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam kehidupan manusia SQ-lah yang mutlak harus dimiliki.30 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. xliv.Gambar 3 : Ilustrasi Pengaruh SQ terhadap IQ dan EQ Gambar segitiga ini menjelaskan bahwa SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. IQ dan EQ ternyata tidak mampu mencapai kehidupan yang tenang dan abadi. pada gerakannya berupa kebajikan. pada amalnya berupa keshalihan. Hal ini adalah sebagai bantahan terhadap pendapat para tokoh yang mengatakan bahwa IQ dan EQ saja yang memberi makna hidup dan mengarahkan aktifitas manusia. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif.. karena setelah 30 Ary Ginanjar. pada sikapnya berupa ketawadhu’an.

cet ke-1. Orang yang cerdas otak dan hatinya akan dapat memelihara pergaulan sosialnya meskipun mudah terganggu ketenangan batinnya.keduanya dimiliki masih terasa kegelisahan jiwa. Orang tersebut akan berhasil dalam karir serta kehidupannya. cerdas otak dan hatinya. dia cerdas ruhnya. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga sebelum 31 Dedhi Suharto. tapi tidak memiliki kecerdasan hati maupun kecerdasan ruh yang tinggi. Fungsi dan peran yang paling dominan dalam setiap kehidupan adalah kombinasi antara kecerdasan IQ. Kedua. Pentingnya Membina Kecerdasan Spiritual Dalam Keluarga Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. dia cerdas hati dan ruhnya. Dan kelima. Ketiga. Yang demikian itu menjadikan hubungan antara ketiganya (IQ. dia cerdas otaknya maupun hatinya. (Jakarta:Yayasan Ukhuwah. 53 35 . hanya cerdas otaknya saja. 2003). tapi tidak memiliki kecerdasan ruh yang tinggi. EQ dan SQ. hati. dia cerdas keseluruhannya baik otak. Orang yang cerdas keseluruhannya akan mampu menjaga interaksi sosialnya serta mampu memelihara ketenangan batinnya. serta cerdas keseluruhannya. dan SQ) saling berhubungan. Berdasarkan atas cerdas dan tidaknya ketiga piranti kecerdasan tersebut. maupun ruhnya. Namun SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan jiwa yang tenang. e. terdapat beberapa kemungkinan pada diri seseorang. Ak. h. Pertama. EQ. Keempat.31 Orang yang cerdas otak tapi ‘jeblok’ hati dan ruhnya akan terganggu pergaulan sosialnya dan ketenangan batinnya. Orang tersebut dapat berhasil dalam karirnya tetapi merasakan kekosongan dalam jiwanya. Qur’anic Quotient. Dengan demikian pada akhirnya akan terdapat tiga kondisi kecerdasan yaitu. dia cerdas otaknya. Orang tersebut sangat mungkin untuk gagal dalam karirnya sekaligus gelisah hidupnya.

Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah. 4) Model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi anggota masyarakat yang baik. 8) Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi. Orang tua sebagai pendidik utama dan utama bagi anak merupakan penanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak-anaknya. baik disekolah maupun di masyarakat. verbal dan sosial yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri. 2) Memberi pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun psikis.mengenal masyarakat yang lebih luas. Secara psikososiologi keluarga berfungsi sebagai: 1) Pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainya. 3) Sumber kasih sayang dan penerimaan. agama dan spiritualnya. Disamping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. 5) Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat. dan 36 . 9) Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi. 6) Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan. Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak. 7) Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik.

32 Sedangkan dari sudut pandang sosiologis. keluarga merupakan pusat dari kenyamanan dan hiburan bagi semua anggota keluarganya. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. atau apabila persahabatan diluar rumah tidak memungkinkan. dimana dikeluargalah tempat dimulainya pendidikan semua anggota keluarga. e) Fungsi perlindungan. maksudnya keluarga merupakan tempat penanaman agama bagi keluarga. pangan dan sebagainya. g) Fungsi agama. maksudnya keluarga merupakan buaian atau penyemaian bagi masyarakat masa depan. b) Fungsi ekonomis. h.10) Sumber persahabatan atau teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk mendapatkankan teman diluar rumah. d) Fungsi sosisalisasi. c) Fungsi pendidikan. fungsi keluarga dapat diklasifikasikan kedalam fungsi-fungsi berikut : a) Fungsi biologis. (Bandung:Rosda Karya. sandang. f) Fungsi rekreatif. Fungsi ekonomi dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 233 :                    32 14 Syamsu Yusuf LN. 2001). artinya keluarga merupakan tempat memenuhi semua kebutuhan biologis keluarga seperti. maksudnya dikeluargalah tempat orang tua untuk memenuhi semua kewajibanya selaku kepala keluarga. keluarga merupakan tempat perlindungan semua keluarga dari semua gangguan dan ancaman. 38 37 .

op. melainkan menurut standar 33 kemampuannya”. h. (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy.34 Dalam Al-Qur’an al-Karim surat Surat Luqman ayat 12 :                           Terjemahannya: ”Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada Luqman. yaitu : Terjemahannya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. (Luqman : 12)35 33 Departemen Agama RI.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. 233) Fungsi pendidikan (edukatif) dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. lagi Maha Terpuji”. yaitu. 38 . h. 34 Bukhari. (QS: 2. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah). yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.125 35 Departemen Agama RI.         Terjemahannya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). 412. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. cit. Shahih Bukhari.. 2005). tt). telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R. Nasrani atau Majusi”. h. (HR. Al-Qur’an dan Terjemahannya. dan barang siapa yang tidak bersyukur. (Bandung : Syamil Cipta Media. 37. Seseorang tidak akan dibebani (dalam memberi nafkah). Bukhari). ”Bersyukurlah kepada Allah”. edisi Khat Madinah.

dan seluruh anggota badan untuk selalu ingat kepada Allah.d 19 meliputi:36 a) Pembinaan jiwa orang tua 36 Syamsu Yusuf LN. Ayat ini juga menganjurkan untuk berbuat baik. Untuk memperkuat pribadi. mengandung pokok akidah yaitu kepercayaan terhadap Allah yang menimbulkan jiwa merdeka dan bebas dari pengaruh benda dan alam serta merupakan dasar utama tegaknya rumah tangga sakinah. hati.Cit. jika terjadi pertikaian pendapat antar orang tua dengan anak yang berbeda akidah. Jika akidah anak berbeda dengan kedua orang tuanya keduanya selalu dihormati. Karena melalui kedua orang tuanyalah mereka dilahirkan dimuka bumi sehingga sewajarnyalah keduanya dihormati. Dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat ini mengandung dasar-dasar pendidikan bagi seorang muslim. Juga dijelaskan pedoman. meneguhkan hubungan. memperdalam rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan perlindungan yang selalu kita terima. Op. karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan dari Allah. Zakiah Darajat sebagaimana dikutip Syamsu Yusuf mengatakan.40 39 . Hamka menafsirkannya. dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pendidikan anak-anak kaum muslimin. bahwa kandungan surat Luqman ayat 12 s. maka dirikanlah shalat. disayangi. dicintai dengan sepatutnya dengan yang ma’ruf. Dengan shalat kita melatih lidah. mawaddah dan rahmah. Kecintaan terhadap kedua orang tua tidak boleh mengalahkan akidah. Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya. Allah tidak menyukai orangorang yang sombong. h.Terkait dengan penafsiran ayat-ayat diatas (surat Luqman ayat 12). sebagaimana disarikan berikut ini: inti hikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada Luqman telah disampaikan dan diajarkan kepada anaknya sebagai pedoman utama dalam kehidupannya yaitu: supaya jangan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya karena mempersekutukan Allah merupakan dosa besar.

Oleh karena itu Islam melarang bergaul dengan teman yang jahat dan buruk. b) Pembinaan atau pendidikan kepada anak yang menyangkut aspek-aspek: iman dan tauhid (tidak mensyukuri Allah) akhlak atau kepribadian (bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. Kebiasaan dan tradisi yang diperoleh seorang anak dari keluarganya akan diwarnai adat dan kebiasaan temantemannya. Pertumbuhan anak dibawah asuhan ayah dan ibu merupakan sebaik-baik sarana bagi pembinaan akhlaknya. bertaubat. tidak bersikap sombong atau angkuh kepada orang lain).(kewajiban bersyukur kepada Allah). bersifat sabar dalam menghadapi musibah. (sesuai) Fitrah Allah disebabkan Dia telah 40 . karena pada dasarnya pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Hal ini mengingat bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan Allah berdasarkan Fitrah-Nya (QS Ar-Ruum : 30) :                                      Terjemahannya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Islam). Namun demikian. Pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anak mempunyai peran yang besar sekali bagi kehidupan dan masa depan anak.. rajin beramal shaleh dan dakwah) dengan kata lain memerintah atau mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan melarang atau mencegah orang lain berbuat kejahatan/keburukan. kurangnya pengetahuan anggota keluarga juga dapat berpengaruh (negatif) bagi keturunan mereka. Pendidikan keluarga dipandang sebagai pendidikan pertama dan utama karena peranannya yang begitu besar sebagai peletak pondasi pengembanganpengembangan berikutnya. ibadah (menegakkan shalat.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (itulah) agama yang lurus. Ilmu Pendidikan. Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. hal ini agaknya dapat dipahami karena ibulah orang yang lebih banyak mengerti anak sejak seorang anak lahir. Ke-1.cet. sebagai penghubung antara keluarga dan masyarakat dengan memberikan pendidikan terhadap anaknya berupa komunikasi terhadap sesamanya memberi perasaan aman dan perlindungan terhadap keluarganya. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah. ibulah orang yang selalu ada di sampingnya. cit. 180 Rehani. h. Abu Ahmadi.” 37 Yang dimaksud dengan Fitrah pada QS. h.(Baitul hikmah Press. h. 91 41 ..menciptakan manusia menurut (Fitrah) itu. Pendidikan anak dalam keluarga adalah tanggung jawab orang tua terutama ibu.39 Hal ini dapat dipahami berdasarkan QS.Nisaa’ Ayat: 34                                  37 38 39 Departemen Agama RI. 407. op.2001). Ayah merupakan sumber kekuasaan yang memberikan anaknya tentang manajemen dan kepemimpinan. bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan. Peranan ibu dalam pendidikan anak lebih dominan dari peranan ayah. Ar-Ruum ayat 30 diatas adalah bahwa diantara yang dibawa sejak lahir telah membawa potensi untuk didik dan mendidik.38 Peranan ayah terhadap anaknya tidak kalah pentingnya dari peranan ibu. An.

Dari satu sisi. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya. h. Mencerdaskan Anak. maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. dalam kedokteran dikatakan bahwa kualitas makanan yang diberikan kapada anak balita akan menentukan kualitas kecerdasan dan kemampuan anak. intelektual. cit. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. kesehatan dan sebagainya. Sepertinya kepribadian dan kecerdasan anak terbangun melalui transmisi spiritual.41 40 41 Departemen Agama RI. Sebab itu maka wanita yang saleh.2000). Kebutuhan jasmani anak seperti makanan. menjaga tutur kata. Karena itu ibu yang sedang hamil sangat dianjurkan untuk meningkatkan bobot spiritual. Peningkatan ini banyak ditempuh dengan memperbanyak ibadah shalat sunat. (Jakarta : Intiusi Press. 118 42 . pakaian.. membaca dan mentala’ah Al-Quran. 84 Suharsono. oleh karena Allah telah memelihara (mereka). oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). 40 Secara garis besar ada dua kebutuhan anak yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani (spiritual). dan pukullah mereka. perumahan. emosional. ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. emosional dan moral ibunya.h. Upaya pencerdasan dapat dilakukan oleh siapa saja tidak memandang apakah ibu yang hamil itu cerdas atau tidak. op. moral dan intelektualitasnya. gemar berinfak dan bersedekah (dermawan) serta akhlak terpuji lainya.                Terjemahannya : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. dan karena mereka (lakilaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. Kemudian jika mereka mentaatimu. Antara kebutuhan jasmani dan rohani terdapat keterkaitan satu sama lain.

Orang tua cendrung lebih memperhatikan kebutuhan jasmani anak dari pada kebutuhan dalam mencerdaskan spiritualnya. Pandangan ini didasarkan pengamatan para ahli jiwa terhadap 42 Hasan Langgulung. Begitu juga dengan mengajarkan kepadanya caracara yang betul untuk menunaikan syiar-syiar dan kewajiban agama. Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. Faktor kasih sayang sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. Namun dewasa ini tidak sedikit para orang tua yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan akan spiritual anak. (Jakarta : PT. takut kepada Allah dan selalu mendapat pengawasan dari pada-Nya dalam segala perbuatan dan perkataan. h. Pendidikan agama dan spiritual ini berarti membangkitkan kekuatan dan kesediaan Spiritual yang bersifat naluri yang ada pada kanak-kanak melalui bimbingan agama yang sehat dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dan upacara-upacaranya. keluarga merupakan “training centre” bagi penanaman nilai-nilai pengembangan fitrah atau jiwa beragama anak. Al Husna Zikra. orang tua (ayah dan ibu) hendaknya memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani anak. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya anak-anak yang sehat dan cerdas tetapi spiritualnya belum tentu cerdas. Malaikat. . Rasul-rasul-Nya. Oleh sebab itu orang tua harus memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak balita agar otaknya tumbuh dengan sempurna.372 43 . KitabKitab-Nya. dan menolong mengembangkan sikap agama yang betul. disamping melakukan anak dengan penuh kasih sayang.42 Menurut Hurlock (1956:434). seyogianya bersamaan dengan perkembangan kepribadianya yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu sejak dalam kandungan. termasuk mula-mula sekali adalah iman yang kuat kepada Allah. 1995) cet. Ke-3. Hari akhirat.Berdasarkan hal tersebut.

begitu pula perlakuan yang permisif (terlalu memberi kebebasan) akan mengembangkan pribadi anak yang tidak bertanggung jawab atau kurang memperdulikan tata nilai yang dijunjung tinggi dalam lingkungannya. berzikir. membaca Al-Qur’an dan memberi sedekah serta amalan shaleh lainnya. dan tokoh yang diidentifikasi atau ditiru anak. 138 Ibid. 2) Orang tua hendaknya memperlakukan anaknya dengan baik. 43 44 Syamsu Yusuf LN. b. Perlakuan yang otoriter (perlakuan yang keras) akan mengakibatkan perkembangan pribadi anak yang kurang diharapkan. baik yang menyangkut sikap. seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat. berdo’a. Dalam membina dan mengembangkan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. disamping upaya-upaya yang telah dilakukan diatas. Kepribadian orang tua. Sikap dan perlakuan orang tua yang baik adalah yang mempunyai karakteristik : a. Op. Menerima anak sebagaimana biasanya. Bersikap respek atau menghargai pribadi anak. maka seyogianya dia memiliki kepribadian yang baik atau berakhlakul karimah (akhlak yang mulia). Memberikan curahan kasih sayang yang ikhlas. ternyata dipengaruhi oleh keadaan emosi atau sikap orang tua (terutama ibu) pada waktu anak masih dalam kandungan. h. 139 44 .Cit.43 Oleh karena itu.orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. maka ada beberapa hal lagi yang perlu menjadi perhatian orang tua yaitu sebagai berikut:44 1) Karena orang tua merupakan pembina pribadi yang pertama bagi anak. sebaiknya pada saat bayi masih berada dalam kandungan. orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah. kebiasaan berprilaku atau tata cara hidupnya merupakan unsur-unsur pandidikan yang tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan fitrah beragama anak. h. c.

Shalat (bacaan dan gerakanya). tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmaniah anak semata tetapi juga kebutuhan akan spiritual anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagai orang tua. dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah. 3) Orang tua hendaknya memelihara hubungan yang harmonis antar anggota keluarga (ayah dengan ibu. Hubungan yang harmonis penuh pengertian dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik. orang tua dengan anak. mana yang benar dan mana yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu dibutuhkan suatu proses pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap tugas-tugas tersebut. sehingga pada gilirannya anak dapat membedakan mana yang baik dan terbaik dan mana yang buruk dan terburuk. pembohong dan sebagainya. Bacaan Al-Qur’an. Do’a-do’a. Mau mendengarkan pendapat atau keluhan anak. meminta maaf bila ternyata orang tua sendiri salah kepada anak. lafaz zikir dan akhlak terpuji seperti bersyukur ketika mendapat anugerah. f. mengajarkan atau melatih ajaran agama terhadap anak seperti: Syahadat. seperti keras kepala. dan anak dengan anak). 45 . e. seperti sering terjadi pertentangan atau perselisihan akan mempengaruhi perkembangan pribadi anak yang tidak baik.d. Meluruskan kesalahan anak dengan pertimbangan atau alasan-alasan yang tepat. bersikap jujur menjalin persaudaraan dengan orang lain. Untuk memelihara keluarga dari segenap hal-hal yang dapat menjerumuskan kedalam neraka tentu tidak mudah begitu saja. Dengan cara membiasakan anak sejak dini dengan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama diharapkan akan terbentuk akhlak dan pribadi yang baik pula dimasa-masa selanjutnya. Memaafkan kesalahan anak. 4) Orang tua hendaknya membimbing. Sedangkan yang tidak harmonis.

2001). bahwa seorang ahli syaraf dari California University yaitu V. Semua itu disebabkan oleh hilangnya makna filosofis dan religius dari manusia dalam menjaga keseimbangan dialektis antara dirinya. maka ia di pandang sebagai faktor penentu.a. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ (Jakarta: Arga. Akibatnya mereka tersesat di medannya sediri dan hampa dalam menjalani hidup yang sedang dilaluinya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan Kecerdasan Spiritual Ada beberapa faktor yang menentukan kecerdasan spiritual seseorang. xxxviii 46 . yaitu hubungan yang harmonis antara Tuhan. yang merupakan pusat spiritual terletak antara jaringan saraf dan otak. maka ia dipandang sebagai sumber suara hati manusia.Spot ( Fitrah) Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Tuhan dan alam. Spiritual sebagai pengalaman horistik merupakan jati diri yang fundamental bagi manusia.S. God-Spot di samping sebagai penentu spiritual. Agar terhindar dari kesesatan hidup yang sedang di jalani ini.45 Karena God-Spot adalah pusat spiritual. h. Di antaranya sumber kecerdasan itu sendiri (God-Spot). Suara hati tersebut selalu menganjurkan 45 Ary Ginanjar Agustian. manusia dan alam sekitar. Ketiga hal ini perlu dikaji lebih jauh karena manusia dimanapun di dunia ini selalu merindukan puncak keagungan yang ditandai dengan segala dimensi eksistensinya. yang menuntun kejalan hidup yang tidak ambigu. Ke-1. Spiritual adalah jalan yang paling ideal yang memberikan makna hidup bagi manusia di antara makhluk Allah yang lain. Ramachandran telah berhasil menemukan eksistensi God-Spot dalam otak manusia. God. potensi qalbu (hati nurani) dan kehendak nafsu. Namun sekarang kemajuan teknologi dan sains yang betulbetul memanjakan kebutuhan material menyebabkan manusia gagal mencapai puncak spiritual. fana dan paraksal. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: a. cet.

agar selalu berbuat sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan meninggalkan segala kemungkaran dan kejahatan. 189 Ibid. Scheler mengatakan bahwa penyesalan adalah tanda kembalinya kepada Tuhan. 1 47 .46 Dalam tafsir al-Maraghi ayat ini menerangkan bahwa manusia telah memiliki janji naluri (fitrah) antara Allah dengan manusia.S. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Manusia telah dibekali oleh Allah dengan fitrah Islam yaitu dengan menaruh dalam hati mereka iman yang yakin. Al-A’raf ayat: 172. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami). Suara hati itu adalah suara Tuhan yang terekam di dalam setiap jiwa setiap manusia. Ahmad Mushthafa Al. Sedangkan menurut N. Dryarkara ialah adanya suara hati manusia. kami menjadi saksi. Hal ini dapat dijumpai dalam Q. (Jakarta: Kalam Mulia. 173. maka suara hatinya akan menasehatinya..47 Bukti adanya perjanjian ini menurut Muhammad Abduh ialah adanya fitrah iman dalam fitrah manusia. Seandainya masih dilakukan hal yang tidak baik tersebut ia pasti akan menyesal. Ke-1. 2005) hal. cet. (terjemahan Anwar Rasyidi.48 Sehingga bila manusia berbuat tidak baik. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. (Bandung : Syamil Cipta Media. Mac. 1987).” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ”Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.Maragi.49 46 47 48 49 Departemen Agama RI. Tafsir Al-Maraghi. edisi Khat Madinah. 1995). h.                                  Terjemahannya: Dan (ingatlah).11 Syahminan Zaini. h.

Itu hanyalah sebagai asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena didalam qalbu terdapat potensi yang sangat multi dimensional. God-Spot adalah kendali kehidupan manusia secara spiritual. Kekuatan yang dibangun dalam jiwa merupakan manifestasi dari god-spot sebagai tanda bahwa manusia adalah “bagian” dari Tuhan itu sendiri. kejujuran. h. b. Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada objektifitas. Qalbu diberi potensi pikir yaitu hati dalam bentuk fu’ad. 2001). Potensi Qalbu Menggali potensi qalbu.Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa nasihat yang dikeluarkan oleh suara hati membuat manusia selalu dalam keadaan benar. (Jakarta: Gema Insani. Fu’ad Merupakan potensi qalbu yang sangat berkaitan dengan indrawi. amarah. Ke-I. Fu’ad mempunyai tanggung jawab intelektual yang jujur kepada apa yang dilihatnya. memilih dan memutuskan segala informasi yang dibawa 50 Toto Tasmara. cinta dan logos pengetahuan. cet. 93 48 . Fu’ad mampu menerima informasi dan menganalisisnya sedemikian rupa sehingga diperoleh pelajaran dari informasi tersebut. Fu’ad yang bersikap jujur dan objektif akan selalu haus dengan kebenaran dan bertindak atas rujukan yang benar pula. artinya tidak mungkin ada pemisah antara Tuhan dan manusia. dan jauh dari sikap kebohongan. secara klasik sering dihubungkan denganpolemos. Kemampuan untuk mengolah. untuk itu god-spot dan suara hati adalah bagian penting manusia yang mesti dipertahankan. Kecerdasan Ruhaniah. mengolah informasi yang sering dilambangkan berada dalam otak manusia (fungsi rasional kognitif). Diantaranya adalah sebagai berikut: c. eros. Ini adalah merupakan realisasi dari kecerdasan spiritual.50 Padahal dimensi qalbu tidak hanya mencakup atau dicakup dengan pembatasan katagori yang pasti. Menangkap dan memahami pengertian qalbu secara utuh adalah kemustahilan.

Shadr adalah pelita orang-orang yang berilmu. wujud. Shadr memandang pada masa lalu. mempunyai fungsi emosi (marah. serta nostalgia melalui rasa. indah. Karena shadr bisa melihat masa silam sebagai pedoman pelaksanaan sebuah manajemen hidup saat ini dan masa mendatang. pendengaran dan penglihatan yang secara nyata yang sistimatis diuraikan dalam AlQur’an.oleh sentuhan indra. Di dalam ini pula tersimpan rasa cemas dan takut. pengalaman dan keberhasilan sebagai cermin.52 Dari penjelasan di atas. memilih dan memilah seluruh data yang masuk dalam qalbu. cinta. 101 49 . niat. berbeda dengan Fu’ad yang berorientasi kedepan. Fungsi akal adalah membantu fu’ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir. Pengawas setia sang fu’ad adalah akal. sehingga mampu menerjemahkan segala sesuatu serumit apapun menjadi indah dari karyanya. Dengan kompetensinya untuk melihat dunia masa lalu. manusia mempunyai kemampuan untuk menimbang. h. kebenaran. Shadr mempunyai potensi besar untuk hasrat. Sehingga dengan demikian ada sebuah 51 52 Ibid. efektif). karena ia mampu menyiasati hidup dengan membangun manajemen yang terkendali dan mantap. Sehingga lahirlah ilmu pengetahuan yang bermuatan moral. 96 Ibid. h. dapat dipahami bahwa orang yang shadrnya terkendali. bertafakur. kemauan. benci. dan nyata dengan mempergunakan fungsi nazhar indra penglihatan. membanding dan menghasilkan kearifan. dan keberanian yang sama besarnya dengan keberanian untuk menerima kejahatan dan kemunafikan. Fu’ad memberi ruang untuk akal.51 d. Shadr adalah dinding hati yang menerima limpahan cahaya keindahan. zikir. berpikir. Shadr Shadr berperan untuk merasakan dan menghayati atau. kesejarahan.

yang kerjanya hanya mengabdikan segala hidupnya untuk suatu tugas tertentu saja. Sebagai penentu nasib setiap makhluk. Hawaa sebenarnya juga harus dipertahankan dalam hidup manusia. Fitrah manusia yang dimuliakan Allah. Sementara manusia sebagai makhluk mulia telah diamanahi Allah dengan tugas yang 53 Ibid. akhirnya tergelincir menjadi hina dikarenakan manusia tetap terpikat pada dunia. e. kekuasaan. maka pendidikan itu sendiri juga berorentasi kepada pembinaan shadr yang ada dalam setiap qalbu manusia. shadr adalah sebuah sumber kecerahan sebuah kehidupan. Dengan kata lain. Walaupun cahaya di dalam qalbu pada fitrahnya selalu benderang. Hawaa Merupakan potensi qalbu yang mengarahkan kemauan. menggoda.kepastian menjalani hidup berikutnya. h. karena berfungsi sebagai tenaga penggerak kehidupan manusia. Namun fu’ad dan shadr harus mengendalikan kerjanya hawaa. Potensi hawaa cendrung untuk membumi dan merasakan nikmat dunia yang bersifat fana. Pemeliharaan terhadap Fu’ad dan Shadr juga penulis pandang sebagai proses perjalanan spiritual. tetapi karena manusia mempunyai hawaa ini. Tanpa hawaa tentu manusia berubah wujud menjadi malaikat yang kehidupanya statis. Potensi hawaa selalu ingin membawa pada sikap-sikap yang rendah. maka fu’ad dan shadr memiliki tugas berat untuk mengatasi kekuatan hawaa yang selalu membawa kearah kebinasaan dan kehancuran sehingga lenyaplah kenikmatan yang kekal dan abadi yaitu keabadian disisi Tuhan Yang Maha Esa. merayu dan menyesatkan tetapi sekaligus memikat. Pendidikan sebagai langkah awal mencapai kesejahteraan dan keseimbangan hidup manusia.53 Dari penjelasan ini. Di dalamnya ada ambisi. pengaruh. maka seluruh qalbu bisa rusak binasa karena keterpikatan dan bisikan yang dihembuskan setan kedalam potensi seluruh hawaa. 104 50 . dan keinginan untuk mendunia.

Selanjutnya penulis akan mengungkapkan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan secara umum yaitu: 1) Faktor genetik/ bawaan Faktor ini lebih merupakan potensi kecerdasan yang sudah ada atau terberikan karena terkait dengan saraf-saraf yang ada pada organ otak. Demi penyelesaian seluruh tugas.) Faktor lingkungan Kapasitas atau potensi kecerdasan yang sudah terberikan dalam diri setiap anak tidak akan berarti apa-apa kalau lingkungan sama sekali tidak berperan dalam 51 . Hasilnya? Apa yang di kerjakan anak akan memberi hasil terbaik.sangat banyak. diantaranya sebagai “khalifah fil ardi”. maka dosa besar menyelimuti sehingga sinar Ilahi yang menyinari qalbu setiap manusia memudar dan bahkan lenyap sama sekali. semestinya patuh dan taat terhadap segala ketetapan-Nya. Tetapi karena spiritual belum bekerja semaksimal mungkin dalam kehidupan seluruh jiwa. yaitu fu’ad. tentu banyak tugas yang mesti diselesaikannya dalam waktu yang sudah ditetapkan-Nya. Sebagai seorang khalifah. maka proses pengolahan apapun yang diterima otak akan ditangkap dengan baik dan dijalankan tubuh sesuai perintah otak. Jika organ dalamnya baik. Bagaimana kecepatan otak mengola atau memproses masukan yang didapat amat tergantung pada kondisi dan kematangan organ vital yang satu ini. maka setiap manusia kerja ekstra keras untuk mewujudkan keseimbangan ketiga potensi tersebut. 2. shadr dan hawaa sebagaimana yang telah di jelaskan diatas. Manusia yang merupakan bagian dari-Nya. Ketiga hal itu juga di pandang sebagai faktor dominan untuk mewujudkan spiritual dalam jiwa manusia.

1) Stimulus.) Lingkungan rumah. disamping memberi stimulasi dengan menanamkan nilai-nilai moral dan kebijakan secara konkret. Bagi Anak. saat lahir. Pengaruh lingkungan rumah ini berkaitan pula dengan masalah: a. Contohnya ketika masih dalam kandungan. Setelah anak lahir.merangsang dan mengasah potensi tersebut. Untuk menjadikan anak cerdas.htm) 52 . stimulus lebih diarahkan pada pendengaran menggunakan irama musik dan tuturan ibu dan ayah. Tentu saja dengan intensitas dan bentuk stimulasi yang berbeda-beda pula pada setiap tahap perkembangan. stimulus ini diperluas menjadi pada kelima indra maupun sensorimotoriknya. menumbuhkan empati dan afeksi. com/Khasanah/khasanah06309-01. Begitu stimulasi lainya yang dapat merangsang dan mengembangkan kemampuan kognisinya maupun kemampuan lain. Lingkungan keluarga merupakan faktor pendukung terpenting bagi kecerdasan anak. Secara mental orang tua juga menstimulasi anak dengan menciptakan rasa aman dan nyaman sejak masa bayi. Dengan itu dapat membuat potensi kecerdasan anak mencapai maksimal. sampai dia tumbuh besar. Di sini ada empat faktor lingkungan yang dapat mengasah potensi anak yaitu: 54 a. Orang tua dapat memberikan stimulus sejak anak masih dalam kandungan. Dalam lingkungan keluarga anak menghabiskan waktu dalam masa perkembangannya. (http://www. faktor stimulus menjadi sangat penting. Caranya dengan mencurahkan kasih sayang. baik yang berkaitan dengan fisik maupun mental/emosi anak. 54 Dedeh Kurniasih.tabloidnakita. Arti Sehat dan Bahagia.

Setelah anak lahir. sebetulnya perlu persiapan jauh-jauh hari sebelum proses kehamilan terjadi. ayah dan ibu dapat memberikan beragam eksperimen kecil kepadanya yang berguna untuk merangsang keinginan dan minat bereksplorasi. Dampaknya apapun yang dikerjakannya tidak akan membuahkan hasil maksimal. Mengapa demikian? Tak lain karena kecukupan nutrisi berkaitan erat dengan perkembangan organ otak dan fungsinya yang akan menentukan kualitas anak dimasa depan. stres.a. Agar efeknya selalu positif. Pola asuh orang tua yang penuh kasih sayang diyakini dapat meningkatkan potensi kecerdasan si anak. Ini pun lagi-lagi dapat dilakukan sejak ia masih dalam kandungan. dan trauma yang berbuntut masalah pada emosi anak. Menyediakan berbagai fasilitas bagi kepentingan anak merupakan salah satu bentuk interfensi orang tua. Begitu pula kesehatannya secara keseluruhan. Orang tua harus aktif dan interaktif merangsang otak anaknya. Misalnya dengan aktif mengajaknya bicara. Peran nutrisi bagi kecerdasan anak tak bisa diabaikan begitu saja.) Kecukupan nutrisi. Tepatnya mesti dimulai ketika masa perencanaan kehamilan. c.2) Pola asuh. a. Tanpa nutrisi yang baik dimasa-masa sebelumnya. Dampak interfensi dini terhadap anak akan baik jika itu dilakukan berdasarkan pertimbangan tingkat kematangannya. Tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan tentu saja juga mempengaruhi potensi kecerdasannya.3) Memberi pangajaran.) Interfensi dini. sepanjang masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa pertumbuhan anak. tidak adanya pola asuh hanya akan membuat anak bingung. 53 . kemungkinan besar pertumbuhan dan fungsi otak terhambat sehingga potensi kecerdasan anak menjadi rendah. b. Untuk menjadikan anak sehat secara fisik dan mental. Sebaliknya.

I’tidal.ingatlah selalu untuk menginterfensi anak dengan hal-hal kreatif. keterampilan. Boleh dikatakan sekolah merupakan rumah kedua bagi anak yang memungkinkannya mentransfer pengetahuan. Ibadah shalat hubungannya dengan fisik tidak dapat dipungkiri lagi bahwa shalat hanya dapat diakui jika kita melaksanakannya dalam bentuk fisik seperti takbiratulihram. f. Yang pasti kecerdasan dalam diri anak tidak muncul begitu saja. d. Contohnya mengajak membuat mainan bersama guna merangsang kognisi anak. sujud. rukuk. Kerangka Pikir Ibadah shalat erat hubungannya antara fisik dan jiwa. peran sekolah juga tidak kalah besar. duduk diantara dua sujud. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Ibadah shalat hubungannya dengan jiwa juga berhubungan erat karena shalat selain menyehatkan juga menenangkan jiwa pelakunya karena pada saat shalat dilakukan pelakunya ditekankan untuk khusyuk atau tenang sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an surah al-mu’minun ayat 1-2 sebagai berikut :                    Terjemahannya : 1. 54 . sebetulnya cerdas juga berarti ketekunan mempelajari sesuatu. dan seterusnya. Diluar potensi yang terberikan.) Pendidikan di sekolah. berdasarkan kajian teori diatas. dan nilai-nilai kehidupan. dapat kita tentukan relasi antara shalat dengan fisik dan jiwa seseorang. Selain pendidikan yang diberikan orang tua di rumah.

(Shahih Muslim No.2. Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. MINGGU 3 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13. SHALA T BELAJAR MINGGU 1 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13.9 Hz). jadi apabila shalat dilaksanakan terus menerus secara continue dan khyuk maka akan otak akan terbiasa dengan keadaan gelombang alfa. sebagaimana aku melihat depanku. Hal ini dapat terus diterapkan mengingat shalat adalah salahsatu rukun islam (wajib) bagi umat muslim. MINGGU 4 55 Ibid 55 . firman allah dan sabda nabi tersebut diatas mengisyaratkan kita untuk khusyuk dalam shalat agar kita tenang.9 Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 MINGGU 2 Otak berada pada kodisi ALFA(8 – 13.9 Hz).55 Selain dalam kitab al-qur’an dalam nbi Muhammad dalam hadits Hadis riwayat Abu Hurairah ra. akibatnya otak kita mudah untuk menjadi alfa atau selalu berada dalam keadaan yang baik untuk belajar meski berada diluar shalat. sungguh aku dapat melihat belakangku. Demi Allah.9 Hz). mengapa engkau tidak membaguskan salatmu? Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat untuk dirinya sendiri.642). Penjelasan tersebut diatas dapat kita gambarkan kedalam bagan berikut ini. mengimami salat kami.. dengan ketenangan inilah sehingga otak berada pada kondisi alfa dan otak sendiri jika berada pada kondisi alfa maka akan mudah bagi subjek untuk belajar. Usai salat beliau bersabda: Hai fulan. ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw.

Hal ini tidak jauh beda dengan keadaan kita pada saat baru belajar menjalankan sepeda. Shalat yang dilakukan secara rutin menghasilkan gelombang otak alfa yang tertanam kedalam memory jangka panjang kita dan hasilnya meski kita tidak dalam keadaan shalat.9 Hz). gelombang otak kita tetap berada pada kondisi alfa. mungkin akan dibutuhkan waktu dan luka yang cukup banyak tapi setelah anda sudah terbiasa menjalankannnya dan mulai terbiasa.MINGGU 5 Otak berada pada kodisi ALFA (8 – 13. anda tidak akan terfokus lagi pada kaki anda yang terus menggayuh secara otomatis. hanya membutuhkan waktu agar gelombang alfa tetap stabil. hal ini juga terjadi pada keadaan pada saat kita shalat yang masuk kedalam keadaan diluar shalat (belajar). Otak berada pada kodisi BETA(14 – 100 Hz) MINGGU 6 Otak berada pada kodisi ALFA Otak berada pada (8 – 13. kodisi BETA(14 – 100 Hz) Sumber : Adi W. Gunawan.9 Hz). dan gelombang beta dengan sendirinya akan tersingkir karena tidak mungkin otak berada pada dua model gelombang dalam satu waktu. pada saat itu anda harus berkonsentrasi pada kaki anda yang sedang menggayuh dan juga pada setir sepeda dan jalan dilalui. Born To Be A Genius (2003) Diagram diatas menggambarkan perbedaan gelombang otak kita pada saat shalat dan belajar. 56 .

2. B. 2. atau independensi dari dua atau lebih faktor dalam suatu keadaan. Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas III hingga kelas VI di MI DDI Ujung Lare Parepare. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian Eksplanatif. Pendekatan kombinasi ini dilakukan untuk memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang nyata secara alamiah dengan sedikit pembimbingan sebagai langkah awal. Pendekatan penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kombinasi atau perpaduan antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan Sampel 1. dan orang tua murid. guru. yaitu dilakukan dengan penunjukan langsung yang dianggap dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada tiap 57 .BAB III METODE PENELITIAN A. atau perbedaan antar kelompok. Penelitian Eksplanatif ialah suatu penelitian dengan tujuan untuk menganalisis sifat suatu hubungan. Populasi penelitian ini adalah seluruh sivitas sekolah yaitu kepala sekolah. intinya peneliti ingin menjelaskan. Penentuan dan penetapan sampel dalam setiap kelas dilakukan dengan purposif sampling.

kelas IV sampai dengan kelas VI dengan petunjuk dari guru sebelumnya karena guru tentu sudah tahu keadaan siswanya masing-masing. 2. Observasi. yaitu suatu penelitian yang sudah diterbitkan. C. 3. yakni dilakukan dialog langsung kepada responden dan atau informan mengenai masalah yang diteliti. oleh karena itu penulis menggunakan teknik penumpulan data melalui penelitian kepustakaan. D. Kemudian dalam mengumpulkan data dari objek dilakukan beberapa pendekatan. Teknik Pengumpulan Data Agar suatu penelitian dapat dipertahankan tingkat validitas datanya. Dokumentasi. majalah ataupun tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan masalah pokok skripsi ini. Teknik analisis data Setelah penulis mengadakan penelitian dengan jalan membaca berbagai macam buku dan informan untuk mengumpulkan bahan yang ada kaitannya dengan 58 . Didalam mengumpulkan data melalui kepustakaan. yaitu : 1. penulis menggunakan kutipan langsung. Wawancara. yaitu dengan mengintisarikan dan penulis mengubah redaksinya dengan memberikan pengertian yang dimaksud. yakni mengambil data melalui administrasi yang ada di kantor MI DDI Ujung Lare. yakni meninjau langsung ke objek melihat kondisi yang terjadi. baik berupa buku. maka diperlukan suatu metode yang tepat dalam mengumpulkan data yang akan diolah.

maka penulis mengolah dan menganalisis datadengan menggunakan metode berikut : 1. yaitu metode yang ditempuh penulis dalam mengolah data dengan sistem perbandingan atau perubahan yang terjadi pada tiap siklus 59 .pembahasan skripsi ini. Metode Statistik. adalah metode penganalisaan data berdasarkan peristiwa yang bersifat khusus ke umum. Metode Induktif. 3. 2. yaitu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan bertitik tolak dari peristiwa yang bersifat umum ke pernyataan khusus. Metode deduktif.

Pra Tindakan Sebelum peneliti memimbing murid melaksanakan ibadah shalat. Menentukan criteria murid yang akan dijadikan purposive sampling. Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. kemudian dilaksanakanlah penelitian. Menarik kesimpulan. Hasil Penelitian a. Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 – kelas 6 berdasarkan data dari guru. terlebih dahulu ditentukan garis besar penelitian yang akan dipedomani oleh peneliti yaitu sebagai berikut : 1. Membuat laporan hasil penelitian. Sebelum penelitian dilakukan.dalam penelitian ini ditetapkan mata pelajaran yang digunakan adalah IPA. 1. karena materi IPA dianggap membutuhkan penalaran yang logis dan pemahaman yang baik. Kriteria murid yang akan dijadikan purposive sampling adalah sebagai berikut : 60 . terlebih dahulu peneliti berkenalan dengan guru kelas bersangkutan dan kepala sekolah. dll. Menentukan kritera murid yang akan dijadikan purposive sampling. 4. 7. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. Melakukan percobaan terhadap murid yang diobservasi tiap minggu. 3.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 2. 6. 5.

Mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid. b. daftar nilai harian (terlampir). penilaian sikap dari guru. status ekonomi. 2.a. (biodata murid. dan hasilnya adalah sebagai berikut : Aspek yang diamati Focus saat Kelas Rata-rata Hasil guru belajar (IPA) menjelaskan*) III 8 3 IV 9 5 V 8 2 VI 9 4 52 14 Table 1 : Data Pra Shalat *) 9-10 = sangat focus. Rata-rata tugas harian yang rendah dibawah 5 (lima). Untuk mengukur tingkat kelemahan kemampuan pemahaman masing-masing murid saya membuat table tingkat pemahaman murid dengan melakukan pengamatan di ruang kelas pada saat proses pembelajaran dimulai. tidak menghiraukan keadaan sekitarnya 7-8 = sering focus tapi masih terkadang merespon keadaan sekitarnya 5-6= terkadang focus jika ditegur oleh guru 3-4 = lebih sering tidak focus 61 No 1 2 3 4 Nama Muh.) 3. Murid yang malas memperhatikan penjelasan guru. c. murid yang sering Nampak kebingungan meski materi telah dijelaskan berulang kali. Berdasarkan data guru. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas masing-masing berupa raport (terlampir). Menentukan purposive sampling pada murid kelas 3 sampai kelas 6 berdasarkan data dari guru. Adal Ummi mawaddah Fikri magfirah Wahbah suhaeli Jumlah TEMA Energi Energi Energi Energi .

Selain murid. Adapun hal-hal yang menjadi dianggap turut membentuk tingkat pemahaman murid adalah sebagai berikut : 1) Sikap Teman sebangkunya/sekelasnya terhadap dia 62 . akan tetapi pada saat naik ke-kelas tiga.hal-hal yang perlu diperhatikan dari Aspek tersebut kami bagi dalam tiga aspek (1) lingkungan sekolah. (3) lingkungan diluar rumah. murid SD kelas tiga yang awalnya pada saat kelas satu dan dua selalu mendapatkan ranking karena teman sebangkunya adalah murid yang mengerti keadaan teman sebangkunya jika sedang focus mendengarkan penjelasan guru. kini dia duduk bersama murid yang banyak bicara dan malas mendengarkan penjelasan guru.1-2= tidak pernah memperhatikan penjelasan guru Max = 80 (delapan puluh) 4. anak yang dulunya terbiasa focus mendengarkan penjelasan guru kini menjadi sulit karena selalu mendapat gangguan dari teman sebangkunya. pada saat guru menjelaskan. guru disekolah juga perlu diamati. (2) lingkungan rumah atau keluarga. Lingkungan sekolah Lingkungan disekolah turut menentukan tingkat pemahaman siswa. untuk menjaga kesalahan penunjukan titik permasalahan. dll. Mencatat hal-hal yang berinteraksi kepada murid seperti keadaan socialnya. a. murid tersebut sudah tidak duduk dengan teman sebangkunya yang pengertian. sebagai contoh. Sebelum murid diberi instruksi/bimbingan shalat terlebih dahulu perlu diketahui halhal yang berinteraksi langsung dengan murid untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan murid dalam meningkatnya kemampuan memahami suatu permasalahan.

mengadu domba dengan sesame anak. menyuruh anak bolos dari sekolah. Pengamatan untuk siswa : 63 . Berikut aspek yang perlu diperhatikan dalam lingkungan kelurga murid yang dianggap dapat mengubah tingkat pemahaman siswa : 1) Tingkat perekonomian 2) Suasana rumah 3) Perhatian/bimbingan orang tua c. tingkat perekonomian rendah yang menyebabkan ayah memaksa anaknya untuk membantuk bekerja yang tidak biasanya dikerjakan oleh anak-anak. sebagai contoh tetangga murid seorang anak muda yang suka berkeliaran dan mengajak murid untuk melakukan hal yang tidak boleh dilakukan seorang anak-anak seperti merokok. Lingkungan rumah/keluarga Lingkungan rumah/ keluarga sangat berperan penting dalam membentuk kemampuan pemahaman murid. contohnya ayah dari murid yang memiliki akhlaq yang kurang baik. bergadang. Lingkungan diluar rumah Lingkungan diluar rumah terkadang menganggu aspek psikis murid yang akibatnya murid malas belajar. dsb. suka meminum minuman keras.2) Gaya mengajar guru 3) Suasana alam sekitar sekolah b. atau salah membimbing anaknya. berikut aspek yang perlu diperhatikan : 1) Warga sekitar yang selalu berinteraksi dengan murid 2) Keadaan Lingkungan Sosial a.

b) Lingkungan rumah/ keluarga Muh. Adal adalah anak ke-tiga dari empat orang bersaudara. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Adal dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. 64 . tidak pernah melaksanakan ibadah shalat dan juga pecandu alcohol yang cukup berat. Hampir Setiap malam (berdasarkan wawancara peneliti dengan Muh. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kurang kondusif dikarenakan manajemen kelas guru yang kurang. ayah Muh. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. gaya mengajar guru kelas tiga ternyata kurang efektif.murid kelas III (tiga). hal ini terlihat dari ahlaqnya yang kurang berbudi. sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek di dalam pasar Lakessi. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Muh. Dalam lingkungan sekolah Muh.1) Pengamatan untuk murid yang bernama Muh. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya. Adal. Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. Adal juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. Ibunya seorang ibu rumah tangga tangga yang pemarah. fikri magfirah (kelas lima).

Adal dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling. terbukti dengan jumlah temannya yang banyak hampir selalu datang kerumahnya mengajak bermain ataukah Muh. Adal). Beberapa hari ini ayah dan ibu Muh. Adal seorang anak yang socials. Dari wawancara diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Muh. Adal bertengkar karena masalah uang yang selalu dihabiskan untuk hal yang tidak dimengerti oleh Ibu Muh. keadaan yang diceritakan oleh Muh. Adal harus menyuruh anaknya untuk berjualan keliling sepulang sekolah bersama saudara sulungnya. Adal menyuruh anaknya membeli rokok lalu mencuci motor ayahnya. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan norma agama dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang rajin melaksanakan shalat. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Muh. dengan demikian ibu Muh. bukannya menyuruh anaknya belajar atau tidur agar tidak terlambat ke sekolah ke-esokan harinya justru ayah Muh. Adal yang menemui teman-temannya. Adal.Adal di sekolah) ayahnya pulang malam dalam keadaan mabuk. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian pendidikan formal. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya putus sekolah 65 .

M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat). bartender. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Ummi. 2) Pengamatan untuk murid yang bernama Ummi Mawaddah. gaya mengajar guru kelas empat sudah 66 . lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. pedagang kaki lima. kebanyakan pekerjaan mereka adalah wiraswasta tingkat rendah seperti tukang batu. fikri magfirah (kelas lima). Adal kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. dan pedagang pasar tradisional. Dalam lingkungan sekolah Muh. murid kelas IV (Empat). tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. tukang ojek. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. tukang becak. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset.hingga tertinggi hanya SMU sederajat. Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya.

Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Ummi. sedangkan ayahnya juga pria yang kurang bias memberikan perhatian penuh kepada anakanaknya.baik. dia menganggap jika dia mampu maka semua orang juga pasti mampu tanpa memperhatikan tiga aspek yang pada setiap manusia berbeda-beda (Kognitif.M). kepribadian ini kurang memperhatikan aspek afektif dari anak-anaknya. b) Lingkungan rumah/ keluarga Ummi. ayah Ummi. hal ini terlihat dari tingkat kedisiplinan yang dia terapkan kepada anak-anaknya yang cenderung koleris meski memiliki niat yang baik demi masa depan anak-anaknya. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal. Afektif.M dampaknya sangat buruk 67 . dia satu-satunya saudara perempuan.M dapat kami golongkan sebagai ayah yang kurang pandai mendidik anak. ayah sampling yang satu ini bekerja sebagai kepala Madrasah Ibtidaiyah DDI Ujung Lare (MI DDI Ujung Lare). keadaan yang diceritakan oleh Ummi. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang hanya berada di rumah setelah pulang dari sekolah Sekolah Dasar tempatnya mengajar sebagai guru Agama Islam. dan Psikomotorik) hal ini membuat anak juga akan menjadi koleris dan harus sangat disiplin yang dampaknya menyerang tingkah laku anak menjadi keras kepala karena batasan yang diberikan ayahnya untuk memikirkan lingkungan sekitarnya yang beraneka ragam.M adalah anak ke-tiga dari lima orang bersaudara.

a) Lingkungan sekolah 68 . dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar.M seorang anak yang socialis. terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya.terhadap bentuk kejiwaan Sampling. keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal. Lingkungan seperti ini tentu menjadi contoh perilaku hidup bagi sampling mengingat ia tumbuh dewasa di lingkungan ini. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Ummi. 3) Pengamatan untuk murid yang bernama Fikri Magfirah. hanya saja terkadang teman-temannya menjauhinya karena sikapnya yang pemarah. menurut sampling hampir rata-rata keluarga tetangganya adalah tenaga pendidik diberbagai instansi. tidak ada contoh lain selain lingkungan sekitarnya hanya saja terjadi controversial berupa penekanan sikap oleh ayahnya dan kurang perhatian dari ibunya. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. murid kelas V (Lima). keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang tidak terlalu ditekan.

Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam lima yang dimulai dari gaya mengajar guru. Dalam lingkungan sekolah Fikri. dan wahbah suhaeli (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. ibunya harus 69 . secara otomatis.M adalah anak ke-dua dari empat orang bersaudara. Adal semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya.M kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya. tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. tanpa seorang ayah yang dapat memberinya bimbingan disaat yang berbeda dikala ibunya tidak ada. ibu Fikri. fikri magfirah (kelas lima). seperti yang dituliskan diatas bahwa ibu Fikri.Lingkungan sekolah Fikri.M bekerja di sekolah MI DDI Ujung Lare sebagai tenaga social dibidang Seni dan Kebudayaan (SBK). Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Muh. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang.M juga telah termasuk lingkungan sekolah ummi mawaddah (kelas empat).M adalah single parent (ibu tanpa suami). b) Lingkungan rumah/ keluarga Fikri. gaya mengajar guru kelas lima sudah baik. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang harus bekerja sendirian mencari nafkah untuk anak-anaknya atau konotasinya adalah seorang janda beranak empat.

disamping pekerjaannya yang hanya bergaji kecil. 70 . Fikri.M seorang anak yang socialis. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (Fikri. juga harus berkeluh kesah sendiri disaat ada masalah internal yang seharusnya ada seorang suami yang memberinya semangat harus dia pikul sendirian.lebih merangkap jabatan sebagai pencari nafkah dan juga sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memberi perhatian pada mereka masing-masing. keadaan yang diceritakan oleh Fikri.M). terbukti dengan jumlah temannya yang cukup banyak di sekolahnya. keadaan tersebut menekan waktu sampling untuk bermain sebagi jiwa anak-anak menjadi waktu yang berat baginya karena harus bekerja layaknya orang dewasa.M lebih tidak stabil. keadaan ini akan membentuk kepribadiannya menjadi tidak sesuai dengan alamiahnya jiwa anak seusianya dan tentu membuat jiwanya tidak setenang anak-anak yang memiliki kedua orang tuanya. c) Lingkungan Diluar Rumah Sampling dalam hal ini adalah Fikri. hal ini membuat emosi ibu Fikri.M dampaknya sangat buruk terhadap bentuk kejiwaan Sampling.M sebagai anak pertama untuk perempuan harus lebih sering bersama ibunya membantu di dapur atau pekerjaan lainnya yang semestinya dikerjakan oleh seorang ayah juga harus dia kerjakan. ditambah gejolak jiwa ibunya yang tidak stabil sehingga cenderung untuk memarahi sampling.

Fikri Magfirah (kelas lima). tidak begitu hyperaktif atau memiliki kepribadian special. 4) Pengamatan untuk murid yang bernama Asfandi. lingkungan ini juga menjadi perhatian khusus dari sampling karena para santri selalu berlalu lalang didepan rumahnya melakukan kegiatan pesantren. 71 . Sebagaimana kita ketahui disetiap Lingkungan Pesantren tentunya menekankan santrinya berakhlaq mulia sesuai tuntutan syariat Islam. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka dapatlah peneliti. Dalam lingkungan sekolah Asfandi kami terus mengamatinya mulai dari teman-temannnya yang akrab dengannya dan sering bermain atau belajar bersamanya.hanya saja waktu sampling yang kurang untuk menuangkan jiwanya pada tempatnya sebagai anak-anak . a) Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah Asfandi juga telah termasuk lingkungan sekolah Ummi Mawaddah (kelas empat). murid kelas VI (Enam). Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan yang mendapatkan perhatian pendidikan formal karena tinggal di dalam kawasan pesantren DDI Ujung Lare. dan Asfandi (kelas enam) karena mereka berada dalam satu sekolah yaitu MI DDI Ujung Lare kota Parepare. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa temanteman dari Asfandi semuanya biasa-biasa saja sama dengan anak lain pada umumnya.

Ayah Asfandi sendiri bekerja tidak menentu dengan penghasilan yang tidak menentu pula. Dari data diatas peneliti dapat menganalisis keadaan tersebut dan akibatnya terhadap kemampuan pemahaman sampling (asfandi).Kemudian peneliti beranjak kepada keadaan didalam kelas yang dimulai dari gaya mengajar guru. keadaan yang diceritakan oleh asfandi perihal tingkat perekonomiannya yang rendah dan sikap ibu tirinya yang buruk tidak sama dengan ibu kandungnya yang telah wafat. keluarga ini berada pada tingkat perekonomian yang rendah karena pekerjaan kepala rumah tangga yang tidak menentu dan jumlah tanggungan yang cukup besar. kini Asfandi diberi seorang ibu tiri yang kurang baik oleh ayahnya. c) Lingkungan Diluar Rumah 72 . b) Lingkungan rumah/ keluarga Asfandi adalah anak ke-empat dari empat orang bersaudara dan tiga orang saudara tiri. Ibunya kandungnya telah wafat pada saat usianya masih berumur empat tahun. gaya mengajar guru kelas enam sudah baik. hal ini ditunjukkan dengan keadaan kelas yang kondusif dan nyaman dikarenakan manajemen kelas guru yang optimal dan hasilnya murid lebih sering tenang. dirumah juga nampaknya sampling ini lebih suka menonton televisi dibandingkan belajar.

semuanya telah sesuai dengan kurikulum madrasah MI DDI Ujung Lare.Sampling dalam hal ini adalah asfandi seorang anak yang kurang bergaul. dan lingkungan inilah yang kelak dicontohi oleh sampling dan hasilnya tentu menurunkan tingkat SQ-Nya. Keadaan lingkungan social Sampling dapat dikategorikan lingkungan berakhlaq buruk karena kebanyakan warga sekitar bersifat premanisme dan berbagai akhlaq buruk lainnya seperti meminum minuman keras di depan umum. Pengamatan untuk guru Guru-guru di MI DDI Ujung Lare. Berbeda dengan guru-guru kelas empat. (1) terkadang menjelaskan tanpa kata-kata atau keterangan. lima. bahkan penulis biasa melihat sampling mendapat ejekan dari teman-temannya karena sikapnya yang pediam. (3) memarahi murid jika bertanya tentang materi yang kurang jelas. b. Dari tiga aspek yang diamati diatas maka peneliti memutuskan untuk dilakukan riset. (2) meminta siswa mengerjakan tugas tanpa penjelasan sebelumnya. menyapa dengan kata-kata yang tidak sopan. hanya menunjuk pada papan tulis lalu mengerjakan tugas. pada kelas tiga menggunakan gaya belajar yang monoton dan sulit dimengerti oleh muridnya karena. enam. sikap ini menjadi balikan teman-temannya yang juga tidak ingin mengajaknya bermain atau belajar bersama. terbukti dengan jumlah temannya yang sedikit di sekolahnya. terkadang asfandi lebih suka duduk menyendiri seolah ia menjadi pengamat atas tingkah teman-temannya. 73 .

Pelaksanaan tindakan (shalat lima waktu secara rutin dan khusyuk) Sebelum rutinitas shalat dilakukan.6 5 5 5 5 35 8 100 Table 2 : data hasil observasi Muh. hukum. a. adal Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sl km jm sb ah 4 3 3 5 4 3 3 5 4 4 5 5 4 4 4 4 28 7 80 71.67 70. dan cara shalat khusyuk.47 79. tata cara shalat yang benar. Kelas III (Muh.67 *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 74 . Setelah sampling telah faham semuanya maka dilaksanakanlah rutinitas shalat yang dilakukan observasi per-Minggunya. Adal kelas III 5 6 7 8 66. Limit maximal hingga dikatakan berhasil adalah 100% Agar hasil akhir dapat diukur maka peneliti memutuskan untuk menyajikan hasil observasi dalam bentuk table. Sebelumnya peneliti telah memberikan petunjuk kepada guru untuk memperbaiki kesalahan gaya mengajar guru dan memberikan solusi terbaik. peneliti terlebih dahulu mengajari sampling tujuan. Adal) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas tiga dengan materi Energi. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti.4 4 4 4 3 25 8 5 5 5 5 31 8 88.53 86.b. Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 sn Muh.

Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 Focus *) (F=f x10) Hasil belajar (IPA) (H=hx10) Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Ummi mawaddah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 4 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 28 35 32 35 80 100 91.4 100 7 8 8 8 6 6 7 10 70 80 80. Kelas IV (Ummi Mawaddah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.33 Table 3 : data hasil observasi Ummi mawaddah kelas IV *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen b. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan 75 .47 93.3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5.

33 Table 4 : data hasil observasi fikri magfirah kelas V *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. Kelas VI (Asfandi) 76 .3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 7 10 Jumlah (%) (Jt = J+F+H) 3 Fikri Magfirah Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV sn sl km jm sb ah 3 3 4 5 3 4 4 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 4 5 5 3 5 5 5 3 4 5 5 21 28 33 35 63.43 93.x = rerata dalam persen c.33 70 81. m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen d. Kelas V (Fikri Magfirah) Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b jm l Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.

m/7 = x nt = jumlah total shalat m = jumlah persentase shalat dalam satu bulan x = rerata dalam persen c.3 100 Focus *) (F=f x10) 7 8 8 8 Hasil belajar (IPA) (H=hx10) 6 5 8 10 Jumlah (Jt = J+F+H) 3 sn asfandi Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV 3 3 4 5 sl 3 4 4 5 km 3 4 5 5 jm 3 4 5 5 sb 3 5 5 5 ah 3 4 5 5 63.Persiapan peneliti sebelum pelaksanaan peneliti telah menentukan materi khusus selama pelaksanaan penelitian berlangsung yaitu mata pelajaran IPA (Ilmu Pengatahuan Alam) kelas empat dengan materi Energi.33 Table 5 : Data hasil observasi Asfandi kelas VI *) 9-10 = sangat focus 7-8 = sering focus 5-6 = terkadang focus 3-4 = lebih sering tidak focus 1-2 = tidak pernah memperhatikan penjelasan guru **) m = nt x 5. berikut rekapitulasi data : nama kelas Jumlah per-Minggu Rata-rata Ket 77 .77 93. Agar peneliti dapat mengamati pelakasanaan shalat sampling maka ditekankan kepada murid untuk shalat di masjid MI DDI ujung lare bersama peneliti Aspek yang diamati Nama Kehadiran shalat dimasjid/hari**) r b 3 4 5 5 jm l 21 28 33 35 Jml total (J = jx20) 7 60 80 94.33 70 84. pasca tindakan Dari data yang diperoleh dari masing-masing sampling diatas maka dapatlah dibuat rekapitulasi data untuk mengetahui selisih perubahan yang terjadi agar dapat ditarik kesimpulan.

B.33 70.M Fikri. hal ini terjadi berdasarkan teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka ialah dua hal yang berhubungan erat yaitu keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient).33 Perubahan perminggu (%) 75.53 80. yaitu beta.47 80 70 70 79.33 63.47 81. M Asfandi III IV V VI 66. menurut penulis hal itu ialah keadaan gelombang otak seperti yang diuraikan pada kerangka pikir skripsi ini dan kecerdasan spiritual atau disingkat SQ (spiritual quotient). terlihat nilai yang diharapkan yaitu peningkatan yang simultan. Pembahasan Dari deskripsi diatas dan data-data yang diperoleh hingga dilakukan rekapiltulasi data. suatu sebab menghasilkan akibat. theta. keadaan gelombang otak ada berbagai bentuk. keadaan otak yang paling menguntungkan ialah pada 78 .67 93. akibat sehingga meningkatnya hasil belajar pada sampling adalah dua hal.67 70 63.43 84. Adal Ummi.33 93. dan delta. peningkatan ini tentu dikarenakan suatu sebab.8 81 77 77. alfa.77 86. Penulis telah menganalisis sebelumnya dan memprediksikan hasilnya berdasarkan teori-teori yang penulis peroleh dari berbagai sumber yang tertera pada kajian pustaka skripsi ini.Minggu Minggu Minggu Minggu I II III IV Muh.9 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Table 6 : Rekapitulasi Data Sampling Dari data dan rekapitulasi data yang diperoleh diatas terlihat dengan sangat jelas bahwa pada tiap minggu dilakukan observasi terjadi peningkatan yang simultan.33 93.

perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Shalat dalam agama islam adalah wajib dilaksanakan selama lima kali sehari semalam sebagaimana firman allah dalam surah hud ayat 114 dan al-ankabut ayat 45 berikut. gelombang otak berada pada keadaan alfa yang menurut Adi W.”57 Dengan shalat yang khusyuk. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.keadaan Alfa dan keadaan alfa ini terjadi pada saat tertentu saja. salah satunya ialah pada saat kita melakukan shalat dengan khusyuk.                                   Terjemahannya : “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.Cit Ibid 79 . Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Gunawan (2003) keadaan alfa dapat mempermudah kita untuk 56 57 Departemen Agama. Loc. Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.”56                           Terjemahannya : “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu.

itulah sebabnya terjadi peningkatan hasil belajar pada sampling. dan pada budi pekertinya berupa akhlaq yang mulia. Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi SQ adalah mengoptimalkan fungsi IQ dan EQ. cit. hal ini menyebabkan gelombang alfa akan mudah terbentuk dalam otak karena telah terbiasa sehingga pada saat belajarpun otak dapat dengan otomatis berada pada keadaan alfa. pada amalnya berupa keshalihan. bila SQ tidak ada maka IQ dan EQ juga tidak akan berfungsi secara efektif.mengingat pada memory jangka panjang. bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi yang menghasilkan ketenangan jiwa (jiwa muthma’innah). pada sikapnya berupa ketawadhu’an. gelombang otak ini dapat dimanfaatkan meski pelakunya tidak lagi sementara shalat. 58 Ary Ginanjar.58 Ketenangan jiwa yang dimiliki oleh Sang Pemilik Kecerdasan Ruh akan terpancar pada wajahnya berupa kesejukan. pada gerakannya berupa kebajikan. Dengan berfungsinya IQ maka kemampuan pemahaman dapat meningkat. 80 . karena shalat dilakukan dengan rutin lima kali sehari semalam. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. didukung juga dengan apa yang disebut dengan kecerdasa spiritual atau God Spot. pada keinginannya berupa keinginan membahagiakan orang lain. xliv.. Loc.

rentang waktu untuk menonton Televisi yang diduga juga menjadi salahsatu penyebab terganggungnya murid untuk memahami materi yang terkait menjadi berkurang karena shalat dan keinginan untuk belajar menyingkirkan waktunya untuk menonton televisi lebih lama. pada data yang diperoleh per-Minggu setelah shalat dengan rutin dan khusyuk. dengan melaksanakan shalat lima waktu. hingga pasca tindakan dan analisis data maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibadah shalat secara rutin lima kali sehari semalam dengan khusyuk dapat meningkatkan hasil belajar murid. dalam hal ini 81 . hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman murid pasti telah meningkat. terlihat perbedaan yang jelas dari data yang diperoleh sebelum sampling melaksanakan shalat sesuai ketentuan Al-Qur’an dan Hadits. hal-hal tersebut diataslah yang telah meningkatkan kemampuan pemahaman murid. Gaya mengajar guru juga telah diperbaiki yaitu dengan lebih memperhatikan kemampuan tiga aspek utama pada murid yaitu kognitf. afektif dan psikomotorik. B. pelaksanaan. KESIMPULAN Penelitian ini dari pra tindakan. sebagai contoh yaitu dengan tidak memberikan pelajaran dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat pendek.BAB V PENUTUP A. SARAN saran saya sebagai peneliti dalam kajian ini merasakan perlu perbaikan dalam sistem pendidikan yang dibangun oleh pemerintah dan swasta yaitu dengan tidak melupakan segi agama terlebih apabila itu adalah wajib bagi pemeluknya. Shalat adalah penyebab utama yang mengubah pola hidup setiap sampling selain bimbingan dari peneliti demi kelancaran penelitian.

82 . bertambahnya ilmu dan amal serta memperbaiki akhlaq yang buruk serta menularkannya keseluruh aspek lingkungan pelakunya. tak rugi yang diperoleh darinya melainkan kebaikan dan keuntungan didunia dan akhirat. wallahu a’lam. semoga saran ini dapat terwujud dan bermanfaat.adalah shalat lima waktu dengan khusyuk.

___________. 2001. 2005. Falsafah Pendidikan Islam. (http://www. Hossein Nasr. Abdullah. Nashih Ulwan.htm) Departemen Agama RI. Rahasia Sukses Membangun Emosi dan Spiritual Berdasarkan Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam. Antara Tuhan Manusia dalam Alam. Al-Maraghi. 1999. Jakarta : Asy-Syfa’. Semarang : CV. Jakarta : Balai Pustaka. ke-1. tt. Jembatan Filosofis dan Religius Menuju Puncak Spiritual. Pendidikan. Ilmu Jiwa Agama. Beirut : Al-Ahya al-Turats al-Araby. Toha Putra. 1989. Kesehatan Mental. ____________.1997. 2003. Jakarta : Bulan Bintang. Bahasa dan Kepemudaan. Pekanbaru : Pusat Penelitian IAIN Sultan Syarif Qasim. Yogyakarta : IRCISOD. 83 . Semarang : CV. 1976. Arti Sehat dan Bahagia Bagi Anak. Muhammad Omar Al-Taumy. Ahmad Musthafa. Bukhari. 2001. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Chaplin. Ary Ginanjar. 1993. Jakarta : Arga Wijaya Persada. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Abu. Zakiah. terjemahan oleh Ali Noer Zaman. Terjemahan Tafsir Al-Maraghi (21). 1996. Dedeh Kurniasih. Al-Syaibani.tabloidnakita. Rahasia Sukses Membangun ESQ Power. Darajat. Agustian.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-Karim Abdullah. 2003. Mas Udik. Sayyed. Jakarta : PT Toko Gunung Agung. Ilmu Pendidikan. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Cet. Jakarta : Bulan Bintang. 1987. Kamus Lengkap Psikologi. com/khasanah/khasanah06309-01. Ahmadi. Jakarta : Rajawali. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Shahih Bukhari. Jakarta : Zikrul Hakim. Jakarta : ArgaWijaya Persada. Ledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal. tt An Nida’ (Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam). Toha Putra.

Jakarta : Gema Insani Press. Bogor : Penerbit Cahaya. ke-1. Syahminan.kompas. ke-3. Jakarta : Kalam Mulia. Mencerdaskan Anak. Ramayulis.mail-archive.Hujjati. Sukidi. Syamsu Yusuf. 84 . Langgulang. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2001. LN. Suharsono. Ahmad Nadjib Burhani.htm www. Cet.htm Zaini. 2003 cet. 2003. Hasan. Jakarta : Pustaka Populer Obor. Yogyakarta : Diva Press.com/balita-anda/balita-anda. Suharto. Nata Abuddin. Rajih. Zohar. 2002. 1986. Kecerdasan Rohaniyah Transcendental Intelegensi. Keluarga Sebagai Intitusi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an. Tasmara. Fidelis. Ian. ke-1. Qur’anis Quotient. cet. Kecerdasan Spiritual. 2004. E. Danah dan Marshall.com/kompas-cetak/0305/18/keluarga/312326. Bandung : Kronik Indonesia Baru. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Poerwadarminta. Bandung : Pustaka Hidayah. dan Waruwu. 2001.or.com/msg54237. ke-6. Depok : Gema Insani Press. Cet. Rehani. 2005. 2004. 2003.muthahari. Spiritual Quotient for Children. Monti. Psikologi Agama.Padang : Baitul Hikmah Press. www. Dedhi. P. Filsafat Pendidikan Islam. Satiadarma. Jakarta : Al Husna. 2001. Manusia dan Pendidikan. Cet. Jalur Kehidupan Manusia Menurut Al-Qur’an. Bandung : PT.html. Pendidikan Anak dalam Kandungan. Jakarta : Kalam Mulia.id/doc/artikel/sqanak. Pir Vilayat. www.Ramaja Rosda Karya. 1995. Jakarta : Balai Pustaka. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Memaknai Kehidupan. terjemahan Rahmi Astuti. ke-2. 2003. Toto. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. terjemahan Rahmain Astuti. Inayat Khan. Membangkitkan Kesadaran Spiritualitas. Jakarta : Yayasan Ukhuwah. Mendidik Kecerdasan. ke-1. Hamdan. 1982. Muhammad Bagir. Cet.

Memahami berbagai cara gerak benda. minyak tanah. baterai. menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. tetapi dapat dirasakan. listrik. diharapkan siswa dapat 1. menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. 4. dan angin 4. baterai. listrik. dan angin. Metode Pembelajaran Informasi. dan getaran dalam kehidupan seharihari 4. dan memetik gitar menghasilkan bunyi. kayu bakar.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas. pemberian tugas.Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Tiga) Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : MI DDI Ujung Lare Ilmu Pengetahuan Alam III/2 12 jam pelajaran 4. 2. dan sumber energi 4. misalnya panas dari sinar matahari. misalnya panas dari sinar matahari. air. dan kegiatan laboratorium IV. kincir angin berputar jika ditiup angin. II. gerak. demonstrasi.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya 1. Menyimpulkan berdasarkan hasil pengamatan bahwa energi itu ada. kincir angin berputar jika ditiup angin. sinar matahari. menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. misalnya makanan. tidak dapat dilihat. Menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi Indikator : I. tetapi dapat dirasakan 3. Menunjukkan adanya pengaruh energi berdasarkan pengamatan. kayu bakar. sinar matahari. air. dan memetik gitar menghasilkan bunyi 2. 3. misalnya makanan. Materi Pembelajaran Energi III. tidak dapat dilihat. minyak tanah. Membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. membuat daftar sumber-sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar kita. hubungannya dengan energi. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 85 .

Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan berbagai macam sumber energy bunyi. siswa menyebutkan bukti adanya energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. 2. 4. siswa menyebutkan kegunaan energi panas. dapat dirasakan. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bahwa energi ada. misalnya menggosokkan dua telapak tangan. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi bunyi. siswa menyebutkan pemanfaatan energi panas dalam kehidupan sehari-hari. energi gerak.1. Dengan dipandu guru. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada sebelumnya. Dengan dipandu guru. 2. dan energi listrik. tetapi tidak dapat dilihat. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada dalam kehidupan sehari-hari. 2. siswa menerangkan cara menghasilkan energi panas. Dengan dipandu guru. 2. 4. siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya energi gerak. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi gerak dan energi bunyi serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. yaitu kemampuan untuk melakukan kerja. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bukti bahwa energi ada. siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari. Dengan dipandu guru. energi cahaya. siswa mendeskripsikan pengertian energi gerak dan energi bunyi. Dengan dipandu guru. 3. Dengan dipandu guru. misalnya memetik gitar. siswa mendeskripsikan pengertian energi. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Inti 1. dapat dirasakan. misalnya kincir angin berputar jika ditiup angin. 3. 3. tetapi tidak dapat dilihat. siswa menyebutkan berbagai macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. misalnya panas matahari. antara lain energi panas. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan kegunaan panas matahari. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari. siswa menyebutkan berbagai macam gerak benda. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 86 .

Dengan dipandu guru. sinar matahari. siswa menyebutkan pengertian energi listrik dan energi kimia. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan matahari. siswa menyebutkan alat rumah tangga yang menggunakan energi listrik dan energi kimia. siswa menyebutkan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. 6. siswa mendeskripsikan listrik sebagai sumber energi. dan angin sebagai sumber energi 2. Dengan dipandu guru. 87 . Dengan dipandu guru. baterai. Kegiatan Inti 1. dan angin sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Inti 1. kayu bakar. minyak tanah. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan energi kimia serta kegunaannya. kayu bakar. 2. siswa mendeskripsikan baterai sebagai sumber energi. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. air. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. dan angin. misalnya makanan. minyak tanah. Dengan dipandu guru. tidak dapat dilihat. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan makanan. dan angin sebagai sumber energi. baterai. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan energi listrik dan energy kimia dalam kehidupan sehari-hari. dan listrik dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan kegunaan minyak tanah sebagai sumber energi. siswa menyebutkan kegunaan makanan bagi tubuh. air. Dengan dipandu guru. Membuktikan bahwa energi itu ada. siswa mendeskripsikan matahari. air. siswa menyebutkan kegunaan matahari. tetapi dapat dirasakan. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan berbagai sumber energi. siswa menyebutkan kegunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. listrik. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan kegunaan kayu bakar sebagai sumber energi. 2. 3. 5. dan angin sebagai sumber energi. 4. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. air. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan matahari. 2. air. 3. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 7.1. 2.

.... Guru Kelas......... dan tingkah laku.........V. ... (_______________________) NIP............ Dilaksanakan............. 88 ........ ..... sikap. • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah............ ................ Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 3B • Charta berbagai macam sumber energi • Charta berbagai macam penggunaan energi • Saputangan • Air • Kincir angin • Alat-alat tulis VI..... (_______________________) NIP........ Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan.............

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Empat) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam IV/2 12 jam pelajaran 8.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya : 1. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari : 8. siswa menyebutkan sumber energi panas dan energy bunyi yang ada dalam kehidupan sehari-hari.1 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konduksi. II. Dengan dibimbing guru. pemberian tugas. 2. 3. 2. diharapkan siswa mampu 1. 3. mendemonstrasikan adanya perpindahan panas. Kegiatan Inti 1. Membedakan perambatan bunyi pada benda padat. misalnya gesekan benda dan matahari. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiataan Awal 1. misalnya gesekan benda dan matahari 2. 4. dan kegiatan laboratorium IV. siswa melakukan Kegiatan 10. Dengan dipandu guru. menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. cair. Menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar 5. 89 . Menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar 4. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konduksi. dan gas I. menyebutkan sumber-sumber energi panas. Menyebutkan sumber-sumber energi panas. cair. 2. siswa mendeskripsikan pengertian energi panas dan energi bunyi. 5. membedakan perambatan bunyi pada benda padat. Materi Pembelajaran Energi panas dan energi bunyi III. Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas 3. Dengan dipandu guru. dan gas. Dengan dipandu guru. Metode Pembelajaran Informasi. Dengan dipandu guru. demonstrasi. menyebutkan sumber-sumber bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar. siswa menyebutkan perpindahan panas.

2. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konduksi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan keadaan benda yang sedang menghasilkan bunyi. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara radiasi bagi kesejahteraan kehidupan manusia. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. 2. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 90 . Dengan dipandu guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara radiasi dan manfaat perpindahan panas bagi kesejahteraan manusia.2 untuk membuktikan adanya perpindahan panas secara konveksi.3 untuk mengetahui benda yang menghasilkan bunyi. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara radiasi. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. 2. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siswa melakukan Kegiatan 10. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan benda yang dapat menghasilkan bunyi. siswa mendeskripsikan pengertian perpindahan panas secara konveksi. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan panas secara konveksi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian energi bunyi. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan 10. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siswa menyebutkan manfaat perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.4.

3. Dengan dipandu guru. 4. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda cair dan gas. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda cair. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui gas. sikap. siswa melakukan Kegiatan untuk membuat alat yang memanfaatkan perambatan bunyi melalui benda padat. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. 2. 2. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. 3. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda padat. Dengan dipandu guru. V. siswa menyebutkan hal-hal yang membuktikan bahwa bunyi merambat melalui gas. Kegiatan Inti 1. 2. dan tingkah laku • Mengerjakan soal latihan 91 . Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru.1. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. siswa mendeskripsikan cara perambatan bunyi melalui benda padat. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda cair dan gas serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa melakukan Kegiatan untuk membuktikan adanya perambatan bunyi melalui benda padat. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 4B • Air panas • Sendok logam • Sumpit • Biji jagung • Margarin • Gelas • Kaki tiga • Pemanas • Karet gelang • Kotak kosong VI. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan manfaat perambatan bunyi melalui benda cair. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perpindahan bunyi melalui benda padat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

............. . Guru Kelas..... (__________________) NIP.......Mengetahui Kepala Sekolah Dilaksanakan....................... ... (__________________) NIP...... 92 .......................... ....

halus). Menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari I. Memahami hubungan antara gaya. halus) 9. mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis. menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan. Mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis 2. menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah. Menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan 3. Memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari 4. gaya gesekan. Membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. Membuat magnet 5. dan gaya magnet) : 1. 7. Menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan 10. memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari. serta fungsinya : 5. gerak. Membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi. 9. Memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi 8. Menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah 7. 6. dan energi. gerak. 93 . membuat magnet. bentuk. dan ukuran) dari ketinggian tertentu. 3. menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. 5. diharapkan siswa mampu 1. 2.Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Lima) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : Ilmu Pengetahuan Alam V/2 12 jam pelajaran 5.1 Mendeskripsikan hubungan antara gaya. bentuk. memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi bumi. menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan. 8. 4. membandingkan kecepatan jatuh dua benda (yang berbeda berat. 10. dan ukuran) dari ketinggian tertentu 6. membandingkan gerak benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini.

Materi Pembelajaran Gaya III. siswa mendeskripsikan pengertian magnet. Dengan dibimbing guru. siswa mendeskripsikan pengertian benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. dan kegiatan laboratorium IV. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. siswa menyebutkan macam-macam bentuk magnet. siswa mendeskripsikan pengertian gaya magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan kekuatan gaya magnet. Dengan dibimbing guru. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan sifat-sifat kutub senama dan tidak senama jika didekatkan. siswa melakukan Kegiatan untuk menunjukkan jenis kutub magnet. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir 94 . 2. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. yaitu bagian magnet yang paling kuat menarik serbuk besi. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru.II. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian medan magnet. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui medan magnet. demonstrasi. 2. Guru menyiapkan alat-alat untuk melakukan Kegiatan dan Kegiatan Kegiatan Inti 1. 4. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan benda yang bersifat magnetis dan benda yang bersifat tidak magnetis. 3. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. 3. serta berbagai macam bentuk magnet. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan untuk menentukan kutub magnet. Dengan dibimbing guru. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian kutub magnet dan sifatsifatnya. Dengan dipandu guru. gaya magnet. 5. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian kutub magnet. Metode Pembelajaran Informasi. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian garis gaya magnet. pemberian tugas. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dibimbing guru. 2.

cara memperbesar dan memperkecil. serta kerugiannya. siswa menyebutkan jenis magnet berdasarkan asalnya. Dengan dibimbing guru. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Inti 1. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara gosokan. 2. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. 5. 2. Dengan dibimbing guru. siswa menyebutkan kegunaan magnet. manfaat. siswa menyebutkan perbedaan magnet alam dan magnet buatan. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. siswa menyebutkan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. Dengan dibimbing guru. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara induksi. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara memperbesar dan memperkecil gaya gesekan. 2. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-4 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gravitasi. siswa mendeskripsikan pengertian gaya gesekan. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. 95 . siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gesekan terhadap gerak benda. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membuat magnet dengan cara elektromagnet. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara membuat magnet dan kegunaannya. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak benda. 2.Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. 3. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui pengaruh gaya gravitasi terhadap gerak jatuh benda-benda. 3. siswa menyebutkan manfaat dan kerugian gaya gesekan. 4. 2. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian gaya gesekan. Dengan dipandu guru. Dengan dibimbing guru.

........... (__________________) NIP...... ... ........ ... Guru Kelas. Dilaksanakan........ Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 5B • Magnet • Paku • Jarum • Peniti • Pensil • Saputangan • Karet gelang • Uang logam • Kertas • Kaca • Plastik • Serbuk besi • Kompas • Tali • Statif • Penggaris • Charta bentuk magnet dan kegunaan magnet • Charta manfaat gaya gravitasi • Charta manfaat dan kerugian gaya gesekan • Alat-alat tulis VI.. sikap.... • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah..... 96 .........................V. Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan....... (__________________) NIP.... dan tingkah laku......

dan konveksi berdasarkan percobaan 2. dan panas 7. konveksi. Materi Pembelajaran Perpindahan energi panas dan listrik III. pemberian tugas. Guru menyediakan charta perpindahan panas secara konduksi. Menunjukkan gejala kelistrikan. konduksi. dan kegiatan laboratorium IV. konduksi. membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. misalnya pengaruh menggosok benda 5. Mempraktikkan pola penggunaan dan perpindahan energi 7. 2. dan radiasi. misalnya energi listrik menjadi energi gerak. Membuat rangkaian listrik sederhana dengan berbagai variasi 6. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini. mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik. siswa menyebutkan sumber energi panas yang ada di sekitar.Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Enam) Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : Ilmu Pengetahuan Alam VI/2 12 jam pelajaran 7. Membandingkan peristiwa radiasi. Metode Pembelajaran Informasi. mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energy listrik. demonstrasi. bunyi. Dengan dipandu guru. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Awal 1. Menunjukkan cara menghasilkan energi listrik 4. konduksi. 3. menunjukkan gejala kelistrikan. mencari contoh penerapan radiasi. Kegiatan Inti 97 . Mencari contoh alat rumah tangga yang memanfaatkan perubahan energi listrik I. membandingkan peristiwa radiasi. Menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi. diharapkan siswa mampu 1. bunyi. 2. 5. dan konveksi berdasarkan percobaan.2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik : 1. Mencari contoh penerapan radiasi. konduksi. dan konveksi dalam kehidupan sehari-hari 3. dan panas. misalnya pengaruh menggosok benda. 4. II. dan konveksi dalam kehidupan seharihari. 7. 6. menunjukkan berbagai bentuk perubahan energi.

dan generator. siswa melakukan Kegiatan untuk mengetahui cara membangkitkan energi listrik. siswa menyebutkan sumber energi listrik. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Awal 1. konveksi. siswa menyebutkan perbedaan benda yang bermuatan listrik dengan benda yang tidak bermuatan listrik. 2. 2. 3. Dengan dipandu guru. 5. dinamo sepeda.1. 3. Dengan dipandu guru. 2. Kegiatan Inti 1. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan penerapan konduksi. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Dengan dibimbing guru. Dengan dipandu guru. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. aki. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konveksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyediakan charta berbagai sumber energi listrik. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Awal 1. Pertemuan Ke-5 Kegiatan Awal 1. siswa menyebutkan perpindahan panas secara radiasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. 2. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru. 3. Guru menyediakan charta rangkaian listrik. dan radiasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Kegiatan Inti 1. 2. siswa mendeskripsikan pengertian energi listrik. 98 . siswa menyebutkan berbagai macam rangkaian listrik. siswa menyebutkan bagian-bagian dinamo sepeda sehingga dapat menghasil arus listrik. siswa mendeskripsikan pengertian listrik statis. 4. Dengan dipandu guru. antara lain baterai. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. siswa menyebutkan bagian-bagian baterai sehingga dapat menghasilkan arus listrik. 2. siswa menyebutkan bagian-bagian generator sehingga dapat menghasilkan arus listrik. siswa menyebutkan bagian-bagian aki sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan pengertian energi listrik dan cara membangkitkannya. siswa menyebutkan perpindahan panas secara konduksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan cara kerja berbagai sumber arus listrik.

3. rangkaian paralel. Dengan dipandu guru. Dengan dipandu guru. Pertemuan Ke-6 Kegiatan Awal 1. Dengan dibimbing guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perubahan energi yang disebabkan oleh penggunaan energi listrik. Dengan dipandu guru. dan rangkaian campuran. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. siswa menyebutkan kelebihan dan kekurangan rangkaian seri. 3.2. siswa menyebutkan kegunaan konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan bahan konduktor dan isolator listrik. V. 2. siswa menyebutkan istilah-istilah yang sering digunakan pada saat menggunakan peralatan listrik. Dengan dibimbing guru. rangkaian seri. Guru menyediakan alat dan bahan untuk melakukan Kegiatan Kegiatan Inti 1. 4. 2. siswa mendeskripsikan pengertian istilah yang sering digunakan ketika menggunakan peralatan listrik. Dengan dipandu guru. 2. siswa melakukan Kegiatan untuk mengelompokkan bahan sebagai isolator atau konduktor listrik. paralel. Dengan dipandu guru. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan perbendaan antara rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup serta rangkaian seri. Alat/Bahan/Sumber Belajar • Buku IPA 6B • Charta perambatan panas • Charta rangkaian listrik • Penggaris plastik • potongan-potongan kertas kecil • Kain • Bohlam • Baterai 99 . dan campuran. Dengan dibimbing guru. 2. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru menyediakan charta berbagai alat yang menggunakan energi listrik. Dengan dipandu guru. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian terbuka dan rangkain tertutup. siswa menyebutkan alat yang menggunakan energy listrik. siswa melakukan Kegiatan agar dapat membedakan rangkaian paralel. Pertemuan Ke-7 Kegiatan Awal 1. Kegiatan Inti 1. 4. siswa menyebutkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain sebagai akibat penggunaan alat yang menggunakan energy listrik. dan rangkaian campuran.

.......... (__________________) NIP.. 100 ...... Guru Kelas. • Mengerjakan tugas Mengetahui Kepala Sekolah......... Dilaksanakan............. (__________________) NIP..........• Alat-alat tulis VI..... . ........ dan tingkah laku... .... Penilaian • Keaktifan dalam menjawab pertanyaan......... sikap............