P. 1
Laporan Penelitian

Laporan Penelitian

|Views: 7,057|Likes:

More info:

Published by: Maria Fransisca Gracynthia Taking on Sep 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Berdasarkan standar kompetensi 1 pada Bab Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman, siswa diharapkan mampu melakukan penelitian tentang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan agar siswa paham terhadap faktor-faktor internal atau eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu dari penelitian ini siswa diharapkan mampu menyelesaikan suatu penelitian secara ilmiah. Rumusan Masalah Adakah pengaruh perbedaan suhu terhadap pertumbuhan kacang hijau? Hipotesa • Ada pengaruh suhu terhadap perkecambahan kacang hijau karena suhu memiliki peran utama dalam aktivasi enzim ketika proses biokimia sel tanaman berlangsung. • Suhu yang cocok untuk proses perkecambahan kacang hijau adalah suhu kamar. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap perkecambahan tanaman kacang hijau. Manfaat Penelitian Melatih ketrampilan siswa dalam melakukan dan menyusun suatu penelitian secara ilmiah. Variabel a. Variabel Bebas : Suhu lingkungan tempat tumbuhnya tanaman

1.2. 1.3.

1.1.

1.2.

1.3.

b. Variabel Kontrol : - Jenis biji kacang hijau

– Jenis air yang disiramkan – Media tumbuh tanaman – Intensitas cahaya – Kuantitas air
a. Variabel Terikat

1.1.

: Pertambahan tinggi tanaman pada proses perkecambahan kacang hijau Definisi Operasional a. Variabel Bebas : Menggunakan 4 sampel yang akan diletakkan di 4 tempat yang memiliki suhu yang berbeda pula. 1) Untuk sampel pertama kita letakkan pada suhu titik beku air (00C) yaitu di dalam freezer. 2)Sampel kedua dengan suhu rendah ± 160C yaitu di dalam lemari es.

1

b. a. – Kuantitas air Pemberian air pada setiap sampel per harinya yaitu sebanyak 4 sendok makan penuh. kita lokasikan pada suhu kamar yang ±280C. dengan media tanam kapas yang sama pula. Pada perlakukan selama penelitian setiap sampel yang kita bedakan lingkungan hidupnya sama sama kita taruh dedalam ruang tertutup yang sama sekai tidak terkena cahaya kecuali saat pemberian air dengan tempat dan waktu yang sama. – Jenis air yang disiramkan Menggunakan air PDAM yang sama. 4)Dan sampel terakhir dengan suhu lebih tinggi yaitu ±340C yang kita letakkan di belakang lemari es yang selalu hidup dan mengeluarkan uap panas dari belakang mesinnya. Variabel Terikat : 2 .Jenis biji kacang hijau Menggunakan biji kacang hijau dengan usia dan waktu panen yang sama.3)Sedangkan untuk sampel ketiga. Variabel Kontrol : . Pertambahan tinggi tanaman pada proses pertumbuhan kacang hijau kita ukur dengan satuan menggunakan penggaris setiap harinya dengan waktu pengukuran yang sama pula seama seminggu (7 hari). – Media tumbuh tanaman Menggunakan wadah gelas plastik yang terbuat dari bahan yang sama. – Intensitas cahaya Untuk kebutuhan cahaya kita sama ratakan dengan meniadakan pengaruh cahaya pada setiap sampel.

Kotiledon akan mengalami proses pembelahan yang sangat cepat untuk membentuk daun. Yang pada umunya termasuk dikotil. sedangkan kotiledon tetap berada di dalam tanah. maka benih tersebut juga telah mencapai masak fisiologos atau masak fungsional dan pada saat itu benih mencapat berat kering maksimum. tumbuhan sudah mampu melakukan proses fotosintesis. batang lembaga (kalkulus). Faktor-faktor yang Berpengaruh dalam Proses Perkecambahan ✔ Faktor Dalam Faktor dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain : a. 3 .2. Pada umumnya sewaktu kadar air biji menurun dengan cepat sekitar 20 persen.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. daun lembaga (kotiledon). Tingkat kemasakan benih Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio belum sempurna (Sutopo. Setelah mencapai massa sel tertentu. 1979). Setiap tumbuhan pasti mengalami fase perkecambahan. Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi pada biji. namun sel-sel yang dibentuk belum mengalami diferensiasi. Kacang hijau adalah salh satu contoh tanaman yang memiliki tipe perkecambahan epigeal. Perkecambahan Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponenkomponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Artinya. biji tersebut tidak tumbuh dan berkembang. disebut juga proses imbibisi. Tahap berikutnya adalah tumbuhan akan melakukan proses perbanyakan sel atau pembelahan aktif. beberapa biji yang lain berada dalam masa dormansi. daya tumbuh maksimum (vigor) dan daya kecambah maksimum (viabilitas) atau dengan kata lain benih mempunyai mutu tertinggi (Kamil. Setelah itu akan dibentuk organ-organ melalui proses organogenesis. Beberapa biji dapat mengalami perkembangan jika berada di kondisi lingkungan yang sesuai.1. yaitu perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal. Proses organogenesis berbagai organ yang berbeda bentuk serta berguna untuk melengkapi struktur dan fungsi makhluk hidup disebut perkembangan atau morfogenesis. Namun. Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. 2. yaitu akar lembaga (radikula). 2002). yang akan menghasilkan energi. Lembaga tumbuhan memiliki tiga bagian. tumbuhan akan melakukan proses diferensiasi. Energi ini akan digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan. karena kotiledonnya terangkat ke atas. Sedangkan perkecambahan hipogeal adalah perkecambahan yang ditandai dengan terbentuknya bakal batang yang muncul ke permukaan tanah. Diferensiasi adalah proses pertambahan jenis dan fungsi sel yang jelas. Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan masuknya air ke dalam biji. Pada umumnya termasuk monokotil. Apabila daun sudah terbentuk. Perkecambahan di bagi dalam 2 tipe. Perkecambahan epigeal adalah perkecambahan yang ditandai dengan bagian hipokotil terangkat ke atas permukaan tanah.

Sebagai alat transport larutan makanan dari endosperm atau kotiledon ke titik tumbuh. Air Penyerapan air oleh benih dipengaruhi oleh sifat benih itu sendiri terutama kulit pelindungnya dan jumlah air yang tersedia pada media di sekitarnya. c. Berat benih berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan dan produksi karena berat benih menentukan besarnya kecambah pada saat permulaan dan berat tanaman pada saat dipanen (Blackman. Untuk memberikan fasilitas masuknya oksigen kedalam biji. Menurut Kamil (1979). adanya larutan dengan nilai osmotik yang tinggi serta bahan yang menghambat lintasan metabolik atau menghambat laju respirasi. Dormansi Benih dikatakan dormansi apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan bagi suatu perkecambahan atau juga dapat dikatakan dormansi benih menunjukkan suatu keadaan dimana benih-benih sehat (viabel) namun gagal berkecambah ketika berada dalam kondisi yang secara normal baik untuk berkecambah. Cadangan makanan yang terkandung dalam jaringan penyimpan digunakan sebagai sumber energi bagi embrio pada saat perkecambahan (Sutopo. Penghambat perkecambahan Menurut Kuswanto (1996). 2002). 2. sedangkan jumlah air yang diperlukan bervariasi tergantung kepada jenis benihnya. dalam Sutopo. kira-kira 70 persen berat protoplasma sel hidup terdiri dari air dan fungsi air antara lain: 1. 4. Perkembangan benih tidak akan dimulai bila air belum terserap masuk ke dalam benih hingga 80 sampai 90 persen (Darjadi. 2002).b. 1979). Ukuran benih Benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kecil pada jenis yang sama. suhu dan cahaya yang sesuai (Lambers 1992.1972) dan umumnya dibutuhkan kadar air benih sekitar 30 sampai 55 persen (Kamil. 2002). dimana akan terbentuk protoplasma baru. Schmidt 2002). 4 . penghambat perkecambahan benih dapat berupa kehadiran inhibitor baik dalam benih maupun di permukaan benih. d. seperti kelembaban yang cukup. dan tingkat pengambilan air turut dipengaruhi oleh suhu (Sutopo. 2002). Benih mempunyai kemampuan kecambah pada kisaran air tersedia. 3. Untuk melembabkan kulit biji sehingga menjadi pecah atau robek agar terjadi pengembangan embrio dan endosperm. Pada kondisi media yang terlalu basah akan dapat menghambat aerasi dan merangsang timbulnya penyakit serta busuknya benih karena cendawan atau bakteri (Sutopo. ✔ Faktor Luar Faktor luar utama yang mempengaruhi perkecambahan diantaranya : a. Untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan berbagai fungsinya.

Menurut Adriance and Brison dalam Sutopo (2002) pengaruh cahaya terhadap perkecambahan benih dapat dibagi atas 4 golongan yaitu golongan yang memerlukan cahaya mutlak. 2002). Namun untuk benih yang dorman. air dan energi panas. golongan yang memerlukan cahaya untuk mempercepat perkecambahan. lamanya penyinaran (Kamil. pasir dan tanah. serta golongan dimana benih dapat berkecambah baik pada tempat gelap maupun ada cahaya. Suhu juga mempengaruhi kecepatan proses permulaan perkecambahan dan ditentukan oleh berbagai sifat lain yaitu sifat dormansi benih. karena biasanya oksigen yang masuk ke embrio kurang dari 3 persen. 1996). gembur. perkecambahannya akan terjadi jika oksigen yang masuk ke dalam benih ditingkatkan sampai 80 persen. b. cahaya dan zat tumbuh giberelin. Adapun besar pengaruh cahanya terhadap perkecambahan tergantung pada intensitas cahaya. c. mikro-organisme yang terdapat dalam benih (Kuswanto.5 sd 35°C (Sutopo. kualitas cahaya. Menurut Kamil (1979) umumnya benih akan berkecambah dalam udara yang mengandung 29 persen oksigen dan 0. 1979). Kebutuhan oksigen sebanding dengan laju respirasi dan dipengaruhi oleh suhu. 5 . Terbatasnya oksigen yang dapat dipakai akan menghambat proses perkecambahan benih (Sutopo. Oksigen Saat berlangsungnya perkecambahan.a. Pengujian viabilitas benih dapat digunakan media antara lain substrat kertas. 2002). Medium Medium yang baik untuk perkecambahan haruslah memiliki sifat fisik yang baik. proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan CO2. golongan dimana cahaya dapat menghambat perkecambahan. Cahaya Kebutuhan benih akan cahaya untuk perkecambahannya berfariasi tergantung pada jenis tanaman (Sutopo. d.03 persen CO2. 2002). Suhu Suhu optimal adalah yang paling menguntungkan berlangsungnya perkecambahan benih dimana presentase perkembangan tertinggi dapat dicapai yaitu pada kisaran suhu antara 26. 2002). mempunyai kemampuan menyerap air dan bebas dari organisme penyebab penyakit terutama cendawan (Sutopo.

Gelas mie instan bekas –Kaleng bekas –Kardus –Lakban –Pinset –Sendok –Lemari es : . Satu hal yang penting.3. Alat dan Bahan Penelitian a. Langkah Kerja 6 . Metode Penelitian Melakukan penanaman biji kacang hijau dengan objek biji kacang hijau yang telah direndam.5.4. 3.Biji Kacang Hijau –Kapas –Air PDAM –Termometer ruangan a.2. Waktu Penelitian 3. Objek Penelitian Pertumbuhan biji kacang hijau. kita perlakukan sama khususnya dengan peniadaan intensitas cahaya pada proses pertumbuhannya.BAB III METODE PENELITIAN 3. 3. dan sampel 4 kita beri air dengan kuantitas yang sama setiap harinya dan dilakukan pengukuran pula terhadap pertambahan tinggi tanaman setiap harinya.1. Bahan 3. Sampel 1. Tempat Penelitian 2. pada ke-empat sampel yang berbeda lingkungan. : Jl. sampel 3. Kemudian biji-biji itu di tanam pada media tanam yang sama sebanyak 4 sampel. : 17 Juli 2010 s/d 22 Juli 2010. Caranya yaitu dengan meletakkan sampel ke dalam kardus yang ditutup rapat. Tempat dan Waktu Penelitian 1. sampel 2. Achmad Yani 68 – 70 Komplek Pusvetma no. dimana setiap sampel ditumbuhkan pada suhu lingkungan yang berbedabeda.6 Surabaya. Alat : .

Sementara itu. yaitu yang berada di dasar air ketika direndam. sehari sebelumnya telah kita bekukan diantara sekaleng es beku permanen. Biji-biji yang telah dipilih kemudian dimasukkan kedalam wadah media tanam yang telah di persiapkan sebelumnya. Peletakkan sampel kita tempatkan pada 4 lingkungan dengan suhu yang berbeda : 1) Pada Freezer dengan 00C. tanaman sama-sama di keluarkan. 3. Semua sampel diperlakukan sama untuk kondisi intensitas cahayanya yang ditiadakan. 3) Pada suhu kamar dengan 280C. yaitu dengan meetakkan wadah tanam kedalam kardus yang masingmasing ditutup rapat. 4. Paha tahap ini untuk jumlah banyaknya biji pada masing-masing sampel. Setiap harinya diberikan air dengan kuantitas sama (1 sendok makan). kita mempersiapkan media tanam berupa 4 wadah gelas plastik yang telah di beri kapas basah di bagian dasarnya dengan jumlah kapas dan kuantitas air (4 sendok makan penuh) yang sama. *) khusus untuk 1 wadah sampel yang akan dikondisikan pada suhu 00C. suhu ruangan dan waktu yang sama pula. Rata-rata tumbuh= Tinggi Tanaman pada hari ke-77 Dan menentukan tanaman mana yang paling cepat tumbuh dan pada kondisi suhu berapa tanaman dapat tumbuh maksimal. 4) Pada ruangan belakang kulkas yang bersuhu panas 340C. 2. Biji-biji kacang hijau direndam beberapa saat untuk memilih butir-butir biji terbaik.1. Disertai dengan proses pengukuran pertambahan tinggi tanaman setiap harinya selama 1 minggu (7 hari). 7 . 2. 2) Pada lemari es dengan 160C. 1. 5. Semua data pertumbuhan selama 7 hari di kumpulkan dan akan dihitung rata-rata tumbuh tanaman per harinya dengan. kita samakan sebanyak 11 butir untuk masingmasingnya. Setelah 7 hari.

Jenis Tanaman Kacang Hijau Tinggi Tanaman Kacang hijau ( ….5 3. Sedangkan tanaman yang diletakkan di tempat yang bersuhu 280C lebih lambat daripada tanaman yang diletakkan di tempat yang bersuhu 340C.1.5 4.3. Tabel Hasil Pengamatan 4. Sampel 1 : Perlakuan dengan kondisi suhu lingkungan 00C. Sampel 4 : Perlakuan dengan kondisi suhu lingkungan 340C. tidak terjadi perkecambahan. 2. Kelompok Percobaan 1. 3.14 Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 4. Hasil Tanaman yang diletakkan di tempat yang bersuhu 00C dan 160C.1. Sampel 3 : Perlakuan dengan kondisi suhu lingkungan 280C. 4. cm) Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Hari ke-6 Hari ke-7 Rata-Rata Pertumbuha n Tinggi 19.2. Grafik - - - 17 15 30 25 35 32 43 40 1. Sampel 2 : Perlakuan dengan kondisi suhu lingkungan 160C.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 8 .21 17.5 1 3 4 4.

enzim tumbuhan akan rusak. Kacang hijau yang ditanam pada suhu 340C. maka pertumbuhan maupun perkembangan tumbuhan akan terganggu. Kesimpulan Dari penelitian ini. dapat disimpulkan bahwa suhu sangat berpengaruh terhadap perkecambahan tumbuhan.BAB V KESIMPULAN 5. Hal ini disebabkan karena. pada umumnya. tumbuhan mampu tumbuh secara optimum pada suhu ± 22°C 37°C. 9 . terbukti pertumbuhannya lebih cepat daripada yang lain. Sedangkan di suhu yang terlalu panas. sehingga akan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. mengakibatkan enzim tanaman tidak beraktivitas. khususnya kacang hijau. Jika tumbuhan ditanam pada suhu di bawah atau di atas suhu tersebut.1. sehingga juga akan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Di suhu dingin atau bahkan terlalu dingin.

irwantoshut.DAFTAR PUSTAKA  http://www. Biologi 3 SMA dan MA untuk Kelas XII. dkk. Diah.com/seed_viability_factor. Jakarta: Esis. 2006. 10 .html  Aryulina.

Kapas Gambar 5. Biji kacang hijau Gambar 3. Kaleng bekas Gambar 5. Air PDAM Gambar 4. Kardus 11 .LAMPIRAN BAHAN – BAHAN Gambar 1. Gelas mie instan Gambar 2.

Sampel 4 12 . Sampel 1 Gambar 7. Sampel 3 Gambar 9.HASIL PENELITIAN HARI PERTAMA Gambar 6. Sampel 2 Gambar 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->