FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

H. dan adik bisa penulis. Ibunda tercinta dan Dra. Harun Al Rasyid.E. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. Dr. Prof. 4. MH. Kak Dian Anggraini “akuntan iv .2. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR. Bang Hendra Nurtjahjo S. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S. Maria Farida S. semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1. kakak penulis).Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu).H. M. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis.Dr.H.Hum. S.

Bang Indra Surya. lain-lain. SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). v . Amin!) atas dorongannya. Bang Imron Azis. Metropolitan”.disegala bidang” ( calon MSi. Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). Ningrat “Jurnalis. yang telah Bang Said. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”. Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. 5. Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. 4. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. SD. Guru-guru penulis pada saat di TK. Bang Abdi Kurnia. juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI. 3. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Senior-senior penulis. Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”.

Ises. Lieni (walaupun terkadang HMI. 9. Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!).6. Mohamad Mova Al Afghani. sekretaris yang sangat baik) . Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. Apreza. “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). skripsinya. Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Rustam hubungan (moga yang Allah serius. Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. Allah dan sedang Sunan menjalin J. Irma (teman. mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). jutek “Hidup tapi HMI baik hati). Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. 11. 8. 7.

Catur ISMAHI. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. Bang Freddy. Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis. Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. Bu Aminah ( matur nuwun bu). Surya Yuli Diana. Rahmat Bagja vii . 2003. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Depok. 16. 14. Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. Mbak Vivi. 17. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. Agustus. 15. Penulis.12. dan besar karya masih dari kesempurnaan.

viii . Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. Depok: Fakultas Hukum. tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1. Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945. 119 hal.3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1). Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang. Universitas Indonesia. Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. SKRIPSI.2. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. ditemukan banyak kemiripan yang ada.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). Agustus 2003. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain.

..............................................II ABSTRAK............................................................................................................................................... TUJUAN PENULISAN.........METODE PENELITIAN...............................VIII BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................POKOK PERMASALAHAN.................................................................................................................................I KATA PENGANTAR...........................................I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI.................................................................. LATAR BELAKANG......................................................................DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA....1 2..............9 3..................................................................................................................12 6............................................................................................................................................................................................................................................................................................10 5.........................................................................................................................................................................................................................................................................................................SISTEMATIKA PENULISAN.........13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix ...............1 1....................... DEFINISI OPERASIONAL .9 4........................

Ind Hill-Co. h. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. 1991. Hukum Dan Demokrasi. 1991.19 3 Satya Arinanto. h. Alumni. Pustaka Sinar Harapan. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. h.3 1 Ernest Renan. Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa. 1994. Jakarta.BAB I PENDAHULUAN 1. 58 2 ASS Tambunan. Jakarta.59 1 . Apakah Bangsa Itu?. Bandung. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis.

Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD. 1984. CV Armico. PT Bina Aksara.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949. 1987. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. 17 5 2 . h. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Bagir Manan. h. Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. 36 Joeniarto. dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD. Bandung. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. Konvensi Ketatanegaraan. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. Jakarta.

2001. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah. Krisis ekonomi. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy). menandai berakhirnya orde baru. h. Sekretariat Jendral. dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi.13-23 3 . Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. 3. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Jakarta. Cetakan 2.6 2. Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia.

Penguasa yang berwibawa. Demokratisasi. Cara pemilihan atau seleksi imam. 1993. Sistem Pemerintahan. UI Press. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. Jakarta. Jakarta. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. h. e. Imamah (kepemimpinan). 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a. 63 9 4 . Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. h. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. f. Demokrasi dan Civil Society.226 Munawir Sjadzali. LP3S. AS.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. Agama yang dihayati. seperti adanya lembaga perwakilan. Islam Dan Tata Negara. supremasi hukum. c. b. Keadilan yang menyeluruh. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. 1999. d.

10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. Cet. Sri Soemantri.4. 5 . Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. h. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. dipergunakan Indonesia “perubahan”. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya). dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. Bandung. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. 1987. Alumni. Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll. dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”.133-134. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden.

Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total.33 6 . Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung. Jakarta. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Dalam banyak hal. 2. 2001. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. 11 Didit Hariadi Estiko. h.

Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi. sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum. Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung. Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara.

Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Bandung: Alumni. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara.Negara di Indonesia. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. DPR dan DPRD. 1981. 17 8 . Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. h. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto.

baru).Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. 2. Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2. Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR. dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3. Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1. Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini.

. 4.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu.1. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain. 2. meskipun tidak tertulis. 3. Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1. Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara.

h. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia. 3.16 6.14 4. meskipun tidak tertulis”.1094 Ibid. Poerwadrminta. Jakarta 1976 h. Balai Pustaka. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.13 2. Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5. WJS. MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan. h. 1150 Ibid. PN.dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara. 283 15 16 11 .

27 18 19 Ibid. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. 17 Jimly Asshiddiqie. h. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum. 14. Bahan hukum primer. 12 .18 7.19 5. 1995) hal 13. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. Jakarta. pasal 20A.31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. h. yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945.20 Adapun meliputi: 1. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat.25 Ibid.pengawasan17. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia. Undang-Undang Dasar Sementara 1950. h. Raja Grafindo Persada. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan.

pokok permasalahan. dan sistematika penulisan. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. definisi operasional. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. 3. Bahan hukum tersier. BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. tujuan penulisan. majalah dan koran. dan kamus bahasa. 6. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku.2. Bahan hukum sekunder. Hal 13 . yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum.Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut. metodologi penulisan.

Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia. 14 . Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945.ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan.

dan Amerika Serikat. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. Dan diambil contoh negara adalah Cina. Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut. Venezuela. 15 .BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945.

Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan.1. 1. Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 .

3. Adanya wilayah. Solly Lubis.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara.1. Adanya rakyat 4. 21 Adanya pengakuan dari negara lain. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. 2. 2. “ The State as a person of International Law should possess the following 17 . Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain. Adanya Pemerintah 3. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa.22 M. temapat dan pakaian). 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States). 26 Desember 1934 Pasal 1. h. Ilmu Negara. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan.

Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23. Pustaka Firdaus. Jakarta. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). 51 Ibnu Khaldun. h. 1996 h. 2000. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. Mukaddimah. (b) a defined territory. menurut para filosof dinamakan “kota”. organisasi Ini berarti. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population. Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya. 23 Padmowahyono. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. Ind Hill-Co. Jakarta.71 24 18 . Ilmu Negara.

Rapar. 1998. Op. Rajawali Pers.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis. 33 Padmowahyono.27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1. h. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig. suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes. Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk.cit. John Locke dan JJ Rousseau . Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25. Op.H. Filsafat Politik Aristoteles. h. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota).cit h.26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. Dalam bahasa Yunani politike. Jakarta. seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat.35 26 27 19 . Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J.Solly Lubis. 2. 51 M.

kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. kebebasan dan liberty. Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes. Walaupun Rosseau. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat. Menurut Utrecht tentang Hobbes. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut). property). Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter.perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat).28 28 Ibid. kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life. h. kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. 35 20 . Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial.

Jakarta. Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas. 54. Dasar-Dasar Ilmu Politik. yang dari sedikit Lagipula sederhana. 70 30 Miriam Budiarjo. Jakarta. h. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 . Gramedia. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29.000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi. 1994. 1999.2. Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat.Jimly Asshiddiqie. yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk. h. kota dan wilayahnya sekitarnya). 21 . Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota). Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri. penduduk (negara jumlah negara (300.

sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato. Jakarta. Bentang. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. PT Pradnya Paramita. Socrates31 dan Aristoteles32. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan.16 32 22 . Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. Republik. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato.dan pada suatu Dan saat. h. 2002. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. 3. 2002. sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya. 354 Soetiksno. rakyat (demokrasi). Jakarta. h. Filsafat Hukum Bagian 1.

Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33. Yogyakarta.1. 3. yang maka sangat kembali menjadi penting. It is. h. Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain. Menurut Harold J. George Allen & Unwin LTD. A Grammar Of Politics.Gould.1938 h. internally supreme over the territory that it control”34. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan 33 Carol C. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power. It is. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern.adalah raja. Demokrasi Ditinjau Kembali. therefore. Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. independent in the face of other communities. London . PT. moreover. 1993.229 Harold J Laski. 44 34 23 . Tiara Wacana Yogya.

Ind Hill Co. dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. Jakarta. Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. h 154 24 . Ilmu Negara. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. 3. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. Kedaulatan Raja. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. 1996 hal.dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. Kedaulatan Tuhan. 2. Kedaulatan Rakyat. 153 Ibid. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. Hal ini lebih jauh merupakan kekuasaan yang tertinggi atas wilayahnya. Muncullah merumuskan negara36: 1.

1.1. 41 25 .Cit.4. 5. h. Kedaulatan Hukum. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban. Teori-teori teokrasi ini dijumpai. Solly Lubis.37 3.2. Op.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M. 3. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.jadi didasarkan pada agama. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan.1. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari. Kedaulatan Negara.

h. Jakarta. PT Pradnya Paramita. 2003. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini. 3.1. h. Ilmu Negara. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. Bilamana pemerintah Soetiksno. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39.59 Soehino. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja.penguasa38. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki.121 39 26 . rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja. Filsafat Hukum Bagian 2. Yogyakarta. ataupun lembaga perwakilan. Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. Liberty. 1980. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis.

h. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut. h. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara. Op. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40.162 Solly Lubis.Cit.42 40 Deliar Noer. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara. Jakarta. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu. 1999. Mizan. Menurut Dari paham itu ini.. liberty dan property dari warganya. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara. Kedaulatan rakyat ini. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat.42 Ibid. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life.4.41 3. h.1. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu.42 41 42 27 . Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil.

S kedaulatan bulat pada rakyat. menurut sarjana-sarjana D. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara). Armee (angkatan perang) 2.5.Cit. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak. negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja. Op.1. 43 Padmo Wahjono. Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe. 156 28 . Junkertum (golongan idustrialis) 3. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja. h. berada bukan pada yang ini negara.43 3.Hal ini terutama Schule.P. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara.

Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang.Solly Lubis. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia.156 M.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya. 41 Indonesia. Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara). pasal 1ayat 2 45 46 29 . 2. Cit. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan. h.44 Menurut teori ini. 3. Op. h.

George Allen & Unwin LTd. for the judge would then be the legislator. 1938.48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 .. London. there can be no liberty.. to enforce them in tyrannical manner. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. 48 Harold J Laski. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control.Were the power of judging joined with the legislature. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan. A Grammar Of Politics. Were it joined to the executive power. the judge might behave with all the violence of an opressor”.. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini. h.. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan. 297 30 . Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body.yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut).

. maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif. rakyat berdasarkan rakyat. Antara sehari-hari. lazimnya berkembang atas 2 teori. bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. yaitu : 1. dan lembaga tersebut akan berbuat tirani. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan. 2. Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. 70 31 . Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya.. h. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy). Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya.Cit. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif. Op. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan..membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat..

Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang. 65 51 AV.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain.51 3. h. Yogyakarta. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara. 1959. 1985. Mc. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem. h. Jakarta. lxi 52 Samuel P Huntington. Otoritas Dan Demokrasi. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia. Rajawali. Dicey. Millan Education LTD. CV Qalam Yogyakarta. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter. h. CV. 7 32 .50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. London. 2003.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern.3.

Oxford University Press. Sistem 2 kamar ad. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain.tercantum dalam Undang-Undang Dasar. 3. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. 1. Oxford. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal.12 33 . Sistem 1 Kamar 2.4. h. 1957. Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada.

h. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat. Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. UI Press. 37 34 . 1996.54 Ad. baik secara politik maupun secara legislatif. Pada prinsipnya. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara.sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat.36 55 Ibid.F. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu. Satu sama lain tidak saling membawahi. 2. Jakarta. h.

h. 43 57 58 35 . Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. 1981. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan. Meskipun tidak banyak dikenal. Rajawali. Op. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara.180 Ibid. CV. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain.h.58 4.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar. 56 Sri Soemantri.yang melakukan pemilihan umum. h.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia.69 Miriam Budiarjo.Cit. Jakarta.

Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood. 2. sevent edition. 1976. Black’s Law Dictionary . Coalitions in Parliamentary Government. Minn. Jakarta. 1999. Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang . 36 . Jazim Hamidi. Ni’matul Huda. h. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59.75. St Paul. h. 5. Teori Hukum Dan Konstitusi.West Group. 1999 61 Dahlan Thaib.16 60 Bryan A Garner (ed in chief). PT Raja Grafindo Persada. Princeton University Press. New Jersey.

5. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3.1. Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4.1. yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. 2. Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945. yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. UUD 1945 37 . Undang-Undang Dasar 1945. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif.

h. Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. Indonesia. Liberty. h.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. Yogyakarta. Jakarta. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64.67 38 .Hill-Co. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar.55 66 Muchyar Yara. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi. 1993. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. h. 1995. 63 Jimly Asshiddiqie.Nadhillah Ceria Indonesia. Fungsi memiliki legislatif. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 25 64 65 Dahlan Thaib. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945. Permusyawaratan yaitu:66 1. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. Jakarta:Ind. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. 1998 . PT.

Jakarta. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. Fungsi non legislatif. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali. UI Press. 1996. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. h. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1. 2. Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat. Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat.2. 3. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR.50 39 . Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie.

2003. susunan badan-badan negara.(Founding Fathers). Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar. Yogyakarta. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara. mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi.58 40 . Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. KLIK dan DKN GARDA BANGSA. hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi. dasar ideologi negara. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan. h. Dengan demikian. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia. Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar.

gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69.h.Cit. Montesqieu Penggagas Trias Politica.52 71 41 . dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Tetapi juga yang bersifat individu. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia. h.19 70 Judith Shklar. Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar. Jakarta. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Op. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. h.1996. ataupun tiga kamar. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK. kategori campuran71. DPR.173 Jimly Asshiddiqie. 2000.

demokrasi terpimpin. model dengan stalinisnya Organski).478 42 . 1990. oligarki yang memodernisasikan.2. Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain.P. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. oligarki totaliter dan oligarki tradisional. h.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. 5. Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli. Varma. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). Jakarta. Teori Politik Modern. Rajawali Pers. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis. dan demokrasi72. Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional.

lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan. Andrew Knap. Oxford University Press. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat. third edition. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. 1998 43 .Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Government And Politics In Western Europe.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74. h. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar.3 74 Yves Meny. New York. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. PSHTN UI. Jakarta.

maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum. h. Pemilihan mewakili kabupaten. 2.australianpolitics.UN. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www. Sistem Pemilu. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten.shtml. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003. memberhentikan Rakyat presiden. Jakarta: IFES. Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas. 3.76 Representasi lembaga karena: 1.Undang Dasar.29 44 . Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. 76 Tim IFES. 2001. IDEA.

77 Tim PSHK. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah. Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung. Op.41 78 Jimly Asshiddiqie.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa. Hal ini diungkapkan oleh Prof.Cit. Kewenangan tertinggi kekuasaan. yang dicabut. h. 2003.8-9 45 . 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI. h. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945. Juli.

BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia. adalah: Yang 1. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. UUD 1945 2. 3. 46 . Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. UUD tersebut 1950. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara.

Ibid h. h.Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya.69 80 47 . UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia. MPR Dari Masa Ke Masa.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat. Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin.1. Bina Aksara. Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh. 1. Permusyawaratan. Jakarta.68. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman. yang terdiri dari80: A. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan.

103. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. h . Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. Jakarta. 81 Ibnu Taimiyah. h. yang hukum aslinya ialah hukum adat. Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Pedoman Islam Bernegara. Jakarta: Ghalia Indonesia.82 C. Yamin untuk menampakkan Indonesia. 48 . Dalam konteks ini Muh.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia. PT Bulan Bintang.224 82 Muhammad Yamin. Kebijaksanaan: Rationalisme. 1989. B. 1982. Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

77 89 52 . h. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny .2. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89.Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD.ini. Aksara Baru.1986. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut. Jakarta. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1. Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar. Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia.

Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. 121 91 92 53 . h. Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. Menteri-menteri.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945. 90 92 Ibid. h.3.78 Indonesia. 1. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat.Cit . Senat. Op.90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis. Keuangan91.

Jakarta. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. 1994. Maka pelaku kedaulatan menurut DPR. Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. h. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 . Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. 93 Jimly Asshiddiqie. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. 117 94 Indonesia. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945. diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94.

Jakarta. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. Jakarta. Usep. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia. Ghalia Indonesia. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya.38 97 Ranawijaya. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk. 1983.133 55 . h. PT Gramedia Pustaka Utama.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996.4. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila. Adanya istilah Orde Baru diatas. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966.1. h. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. 1998.

2002. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99.96 99 Naning. Jakarta. mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. Yogyakarta. FHUI. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100. Ramdlon. 52 100 Hendra Nurtjahjo. Pusat Studi Hukum Tata Negara. h.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI.47 56 . Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya.1982. Liberty. h. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. Depok. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Harmaily.

Jakarta.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. PT Pradnya Paramita. Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. 3.103 2. h. pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II. 2000. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.25-182 57 . Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945. 1986. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy). Jakarta.negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. 1995. Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. h.101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102. 15 102 Ismail Hasan. h. DPRD 101 Bagir Manan. Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar. Teori Dan Politik Konstitusi. Pemilihan Umum 1987.

Bali. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini.C. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat. 104 J. Simorangkir. Hukum Dan Konstitusi Indonesia. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof. Juli. Ismail Suny.I. 58 . Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945). BPHN dan DEPKEH HAM RI. Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107. h. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra). Jakarta.17 105 Ismail Suny. CV. Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya.105 2. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. 1988. 2003. Masagung. h. Dr. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.T. inkonstitusional. Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104. pendapat kedua menyatakan. dan DPR. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum.

PT Pustaka Utama Grafiti. Kemudian kembali pada tahun 2000. h. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. Pengisian Jabatan Presiden. Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat. sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. DPR dan anggota MPR baru. Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden.141 Indonesia. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Jakarta. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. 1999. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah. yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110.

2002.70 60 .112 111 Bertrand Russel. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. 912 112 Jimly Asshiddiqie. Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut. Perubahan ini sangatlah penting karena. Sejarah Filsafat Barat. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. Op. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi. h.Cit. Pustaka Pelajar. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. h. Yogyakarta. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat.

Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. 3. Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan. 3. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar. Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat. 1. Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 .

Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. 1/MPR/ 1983. MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia. 62 .1. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR. Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain. 3.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. dan dinyatakan sebagai berikut: 1.1. menetapkan Undang Undang Dasar 2. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR. DPR.

bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. PT. 113 Sri Soemantri. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945.3.113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga. Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. Bandung h. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden.84 63 . Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman. Citra Aditya Bakti. Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. 2. UndangUndang Dasar kilat. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. 114 115 Harun Al Rasyid. h. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. kewenangan MPR ada sembilan. Op. 95 64 . Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja.1. h.Cit.2. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. inilah revolutie-grondwet. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis.Tuan-tuan tentu mengerti. agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini. 3. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. 55 Sri Soemantri. Dan setelah adanya ketetapan MPR No. “114 3. yaitu dalam pasal 37. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden.

5. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. 9. Undang-Undang Dasar 1945 65 . Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat.4. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. 8. 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. 6. dan dilakukan Rakyat”116. 7. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota.

Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara.merupakan Great Authority. 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. h. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. 2. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. 654. 66 . kata sebagai kewenangan lembaga 3. London: Oxford University Press. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. 117 AS Hornby. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118.1987.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD.

1. Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1. 2. Ad. Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 . Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. 1.2. Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945). tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah.3. Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945. Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945).

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain. Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Maria Farida.3. Ad. h. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). Menurut Dr. semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. larangan untuk tidak melakukannya. Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara. 1150 71 .dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. Sehingga Majelis 122 Ibid.

diakses pada tanggal 7 Agustus 2003.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR. DPR. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR. DPR. 13 April 2003 124 www. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR. Pada tanggal 9 Juli 2003124. DPR.id. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI.cetro. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. 3. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.3.or. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002.2. 72 . DPD dan DPRD.

atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. berhenti. b. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. g. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. d. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. sebagai berikut:126 a. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. f. 73 . diberhentikan. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. DPR. c. dalam Sidang Paripurna MPR. e. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. DPD dan DPRD. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.

mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. berhenti. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. 2. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945. karena hal ini 74 . sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR. 3. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1.3. diberhentikan.1. dalam Sidang Paripurna MPR. Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar.2. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. Melantik adalah tugas dari MPR.

Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. DPR.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih.3. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas. DPD dan DPRD.2.2. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1. 75 . Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. 3. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan.

Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 .2. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. 3. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya.

Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4. 4. Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang. Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya.Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti. 3. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat. Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR.3. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 . Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Jimly Asshiddiqie129. 3.9 128 129 78 .go.htm. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah. Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www.htm. DPR.id/humas/uupemilu.cit. Op. Dengan Politik127. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam. DPD Dan DPRD.go.dpr. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral.dpr.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia.1. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR.id/humas/uuparpol. h. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www.Ketatanegaraan RI. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya. DPR.3. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128.

sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. Jakarta. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945.35 Jimly Asshiddiqie. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. h. MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen.9 131 79 . h. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. Erlangga. MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri. Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. Ibid. 2. (Lampiran 1) 1. 1985. setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut.

3.lembaga MPR. Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . 5. 3. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah. 4. wewenang tersendiri. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. 6.3. lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara.

MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. 5.3. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 . BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. 2. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. 3. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2. Presiden tertinggi. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. 1. 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR.3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. 4.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif.

Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar. 7.bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945. DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. 3. 82 . Dasar. dalam UUD 132 . BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. 5. Utusan Golongan dan Utusan Daerah. DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. 4. 6. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945.

BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 .1. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1. Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR. Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain.

lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. Pandangan Negara Integralistik: Sumber.252-253. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. Jakarta. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. h. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat. 1994. Keuangan. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. Cina merupakan negara kesatuan 2. Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung. Pustaka Utama Grafiti. Unsur Dan Riwayatnya. fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133.kedaulatan rakyat. 84 . Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1.

Constitution Of China. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi. kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan.134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135. The people administer state affairs and manage economic. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels. PSHTN UI Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 .Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people.

wilayah yang 136 China. PSHTN UI JImly Asshiddiqie. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power.50 137 86 . Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress. 3.Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Constitution Of China. Op.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Pergumulan. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China. h.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Cit. 1. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan. 2.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara.

Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. 1. Ghalia Indonesia. dan wilayah. Constitution Of China Abu Bakar Busro. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif. dan Angkatan Bersenjata. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. Jakarta. Abu Daud Busro. Hukum Tata Negara. 1984. h. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 .otonom. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina.50 139 87 . yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139. Propinsi ataupun kabupaten/kota. 138 China.3. dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. juga golongan Angkatan Bersenjata.

The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state. yaitu: 1.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut.h. diantaranya:1. 2.Cit. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden.3. Op. article 58 Constitution of China Sri Sumantri.Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 .95 141 88 . Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3. 4. 5.

Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. 89 .142 Di China.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. Melaksanakan penegakan konstitusi.9.7.6. Sekretariat Jendral MPR RI.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar. 8. h.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. 2002. 142 Sekretariat Jendral MPR RI. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654. Mengamandemen konstitusi. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Mengubah undang-Undang Dasar. 2. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina.

oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier). Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. 5. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. menteri yang bertanggungjawab atas komisi. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina. dewan pertimbangan. Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain. 3. ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia. telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. dan memilih wakil ketua. 90 .

memilih presiden mahkamah agung rakyat. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. 91 . Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. memutuskan anggota komisi militer pusat. 6.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. 9. 6. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat. 7. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. 8. atas nominasi dari ketua. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. memilih ketua dari komisi militer pusat dan.

10. mengubah pantas Cina. 14. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. 13. memutuskan persoalan perang dan damai. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. 11. menyetujui pendirian propinsi. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 . 12.

3. Menteri. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Presiden dan Wakil Presiden RRC China. 4. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. 2. Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. Ketua Mahkamah Agung dan 5. Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144.

ke 2. 145 Cina. article 64 Constitution Of China 94 . Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya.3. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan.4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. (2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional. negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya.

3. Memilih Presiden. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia. Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. As a result of the 1999 constitution. Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral. pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). kebijakan memilih negara.4. Membuat Undang-Undang Dasar 2. Venezuela’s bicameral National Congress. 1. which consisted of a 95 . kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1.Dalam adalah negara Cina.

Senate and Chamber of Deputies. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. 165-member National Assembly in 2000. Legislators are popularly elected to a five-year term.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. who is popularly elected to a six-year term. Dan dipilih 5 tahun sekali. © 1993-2002 Venezuela. The chief executive of Venezuela is a president. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . yaitu Majelis Konstituen Nasional. was replaced by a unicameral. Dan institusi Konstitusi. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu. 146 147 Venezuela. A council of ministers assists the president.

349. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2. 4.5. Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela. Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3. 97 . Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan. 350. Constituton Of Venezuela. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden.148 1. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional. article 348.

dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat. article 136. h. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1. Op.Cit. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing.5. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function. or public ceremony or event.html AS Hornby.1upinfo.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67.Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional. social gahtering of an important and formal kind151.350 150 151 98 . Constitution Of Venezuela http://www. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum.

Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. Constitution Venezuela Article 341. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi. Constitution Venezuela 153 99 . Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153. tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi.

dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. Membuat Undang-Undang 4. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. Membuat dan menetapkan UUD 2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela.6. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD. Tugas Dan Wewenang 1. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada.bersama Kabinetnya. 1. Maka tugas dan wewenang 100 .

1. 2.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda. Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang. Amerika mempunyai sistem 101 . diambil persamaan sebagai berikut: a. b. Merupakan lembaga yang bertugas membuat. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi). Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat. terkecuali Venezuela.MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela. mengubah UUD. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1.

Jakarta. h. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil. New York.7 155 Guilermo O’Donnel.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority.155 2. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. Diamond. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat. Democracy In America. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Yayasan Obor Indonesia. Lembaga Penelitian.90 102 . Laurence Whitehead. Washington Square Press. Philippe C Schmitter. h. 222 156 Alexis de Tocqueville. 1994. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. sangat anti komunis. 1965. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. Jakarta. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. h. 1992.

Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1. Section 1. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means. 2.capable of resisting it. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres.157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat. Senate. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres. Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. The Constitution Of United States Of America 103 . House Of Representative.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu.

h. 2. Op. Fungsi Yudikatif. Jakarta. Aksara Baru. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. h. 1985. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. 42-45 Ismail Suny. Karena mekanisme menganut Indonesia. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1. 3. Pembagian Kekuasaan Negara. 159 104 . Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158. Fungsi Eksekutif.1-4. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie. Fungsi Legislatif.cit.

Peltason.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR.23 Jimly Asshiddiqie. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan.5. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. New Jersey. h. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. Prentice Hall. h. Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi. Government By The People. 1989. 161 105 .3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain. 2. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres. Cronin.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga.

Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003. 2. Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. h. 3.63 106 .162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar. 162 Ibid.Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003.

Establishes (untuk lower federal courts. © 1993-2002 107 . New York.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1. h. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg.Passes federal budget.Passes federal laws.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5. The Free Prees. which shall consist of a Senate and House of Representatives. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. 1968. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2.54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. The Philosophy Of The American Constitution. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3.Declares war (menyatakan perang). All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif. rendah judicial federal.

dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1. The Congress shall assemble at least once in every year. Mengubah Undang-Undang Dasar 2. 108 . sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.Serikat. unless they shall by law appoint a different day. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden. and such meeting shall begin at noon on the third day of January. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden.

4.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. dalam Sidang Paripurna MPR 3.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. Mengubah dan menetapkan UUD 2.menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 . 2. berhenti.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7. diberhentikan.Membuat Undang-Undang 4. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6.

Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas. Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. BAB V PENUTUP 1. Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945. Tugas dan 110 . Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat.

diberhentikan. DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. DPR. Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003. Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. Tugas ini 111 . DPR. berhenti. aturan Apabila ditetapkannya langsung.

Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu. DPR. DPD dan DPRD. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar. Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. 112 . Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir.merupakan tugas sementara dari MPR.

Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . DPD dan DPRD). Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya. DPR. Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR. Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. hukum. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden. Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran. yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia. seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat. 117 . Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran. Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun.dilakukan pada saat tertentu.

Pengisian Jabatan Presiden. UI Press. __________. 2002 118 . Harun. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. 2002 Dasar __________. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. 1991 Asshiddiqie. 1945. 1994 ____________.1997 Arinanto. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. Jakarta:UI Press. Jakarta: Pustaka AlQautsar. Al-Qardhawy. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Jakarta:UI Press. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Jakarta: Ind Hill-Co. Hukum Dan Demokrasi. 1996 ____________. 1993 Grafiti.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. Jimly.DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. Satya. 1996.

Government By The People. John. New Jersey: Princeton University Press. 1976 Echols. London:Mc.. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara. 1999 119 . Jakarta: CV De Tocqueville. Gramedia Pustaka Utama. 1998 Budiarjo. 1959 Djokosutono . 1998 _________________. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.____________. Black’s Law Dictionary . 1994 Dicey. Otoritas Rajawali. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution.AV. New Jersey: Prentice Hall. Abubakar. Toronto: Collier-Macmillan Canada. James. J. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. The Philosopy Of The American Constitution. Minn:West Group. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. Cronin. April. Indonesia Pancasila. 1985 Dood. Shadily. Abudaud. Democracy In America. Jakarta:Ind. Carter. Larry. 1984 Tata Burns. Alexis. Peltason. Jakarta: Ghalia Indonesia.Hill-Co.1985 Dan Demokrasi. St Paul. Paul. 1968 Garner. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama. Lawrence. Thomas. Miriam. Kamus Inggris Indonesia. Ilmu Negara. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. 1997 Eidelberg.1998 Busroh. Millan Education LTD.W. sevent edition. Coalitions in Parliamentary Government. Dasar-Dasar Ilmu Politik. New York: Washington Square Press. 1965 Diamond. 1989. Bryan.

London: George Manan. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. 1938. Pemilihan Paramita. Pengantar Hukum Tata Negara. Bagir. AS. Harmaily. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. Mochtar. Harold. Hukum Internasional. Hornby. 2001 Hermawan. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Jakarta: Pustaka Firdaus. Harmaily. London: Oxford University Press. Mohammad. Estiko. Khaldun. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. Bandung:Armico. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. 1984 Indonesia. 1986 Umum 1987. Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Ibnu. Samuel. Mukaddimah. Allen & Unwin LTD. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. Didit.2000 Kusnardi. Ismail.Hasan. 2003. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. 1990 Laski. 2003 Ibrahim. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. 1988 Kusumaatmaja. Eman. 1987 Huntington. 120 . Ibrahim. A Grammmar Of Politics. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Bina Aksara . Jakarta: Sinar Bakti. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. 1979 Joeniarto.

Hamidi. Naning. Erlangga. Jakarta:Bentang. Huda. New York:Oxford University Press. Government And Politics In Western Europe.Oxford: Oxford University Press. WJS. Dahlan. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Pramadya. Schmitter. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1977 Purbopranoto. h.1998 Doto. 1999 121 . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1981 Thaib. 1985 MPR Tidak Mutlak. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Yan. Republik. Jakarta: PN Balai Pustaka. Knap. Bandung: Alumni. Aneka Ilmu. Jazim. 1989 Thaib. Yogyakarta: Liberty. third edition.__________________. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. tanpa tahun Plato. Jakarta: LP3S. Teori Hukum Dan Konstitusi. 2002 Poerwadarminta. Hendra. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. Marshal. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. Ramdlon. 1976 Puspa. Kuntjoro. Dahlan. Kamus Hukum. Ni’matul . O’Donnel. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Mulyono. Andrew. Kekuasaan Jakarta. Semarang:CV. 1957 Yves. Teori Dan Politik Konstitusi. Jakarta. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Whitehead. 2000.

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. 1993 Simorangkir. Simanjuntak. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran.T. 2001 Shklar. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Ernest. 1983 Dasar- Rapar. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. 1988 Konstitusi Indonesia. Usep. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. MPR Dari Masa Kemasa.1996 Politica. Filsafat Politik Aristoteles. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. 2002 Samsul Wahidin. Masagung. Judith. J.Ranawijaya. Jakarta: Bina Aksara. 1994 122 . Sejarah Filsafat Barat. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI. 1988. 2000 Renan.C. Jakarta: Ghalia Indonesia. Unsur Dan Riwayatnya.H. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. Jakarta: Sinar Grafika. Hukum Dan Jakarta:CV. Jakarta:Bandung. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Jakarta. Cetakan 2. 2002 Sjadzali. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Redaksi Sinar Grafika. Marsilam. Munawir. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya. Jakarta: UI Press. J. Sekretariat Jendral MPR RI. 1994 Bertrand Russel. Apakah Bangsa Itu?. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950.

ASS. PT Pradnya Paramita. Soerjono. Rajawali. Jakarta: Kanisius. Pembagian Kekuasaan Negara. Pengantar Penelitian Hukum. Cet. 2003 Bagian 2. Soekanto. 1998 Soemantri. Jakarta.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Soeprapto. Alumni. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. Jakarta:PT Pradnya _________. Ilmu Negara. Yogyakarta: Liberty. Pergeseran Aksara Baru. h. Maria Farida Indrati. 2002.4. Sunny. Bandung:Mandar Maju.Soehino. Lubis. 1995 Normatif.1980 Soekanto.133-134 Soetiksno. Bandung. 1989 Tambunan. Mamudji. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Jakarta: IFES. 1987. Jakarta: Aksara Baru. Pustaka Sinar Harapan. 1989 _____________. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. CV. 2001 123 . Pedoman Islam Bernegara. Bandung: PT. Soerjono. Ibnu. Jakarta: Ismail. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Jakarta: PT Bulan Bintang. h.UN. 1991 Tim IFES. Pengantar Perbandingan Antar Negara. Jakarta. Filsafat Hukum Paramita. 1986 ____________. 1985 Taimiyah. Filsafat Hukum Bagian 1. Sistem Pemilu. Ilmu Negara. IDEA. Citra Aditya Bakti. 1989 Kekuasaan Eksekutif. Jakarta.16 Solly. Sri. Jakarta: 1986. 1981 Hukum Tata _____________.

Padmo. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Muhammad. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Yara. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. 1996 Yamin. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1990 Wahjono. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina. Jakarta: Ind Hill-Co. Constitution Of China 124 .Nadhillah Ceria Indonesia. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. DPR. Ilmu Negara. SP. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Jakarta:CV Rajawali. 1995 Varma. 1982 Muchyar. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. Teori Politik Modern. Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 2000 Tim Sekretariat Negara.Tim PSHK. Jakarta: PT. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. 28 Maret 2003 _________________. Bali. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela. Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR.Amerika Serikat. Jakarta.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie. di Chicago. Amerika Serikat.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________. _______________________. America Constitution Of The United States Of Venezuela. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. Juli 2003 125 . 28 Oktober 2000. Jimly. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR.theceli. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . www. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.

html .mpr. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.php. http://www.1upinfo. 2003.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67.embavenezus.ch/law/icl/ch00000.101k. Venezuela Legislature.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia . http://www.http://www. www. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.id/h/tentang/index. BPHN dan DEPKEH HAM RI. 1990 pada Governmental System. h. diakses pada tanggal Juni 2003 126 .unibe. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.oefre. html diakses tgl 30 Juli 2003.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66. Data as of December http://www. Constitution Of Venezuela.Suny.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development. Juli. jam 13. Bali. ChinaConstitutionhttp://www.com/country-guidestudy/china/china294.html.1upinfo.org/politica/constitu.1upinfo.html.html diakses pada tanggal 30 Juli 2003.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69.1upinfo. diakses pada tanggal 10 Januari 2003.go. Ismail.

127 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful