P. 1
Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Amandemen

Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Amandemen

|Views: 12,148|Likes:
Published by handi_dm

More info:

Published by: handi_dm on Sep 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

2. M. Dr. Ibunda tercinta dan Dra. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran. 4. MH. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. Maria Farida S. dan adik bisa penulis.Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu). kakak penulis). Kak Dian Anggraini “akuntan iv . Harun Al Rasyid. Bang Hendra Nurtjahjo S.Hum. Prof. semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1.H. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS.H. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR.H.Dr.E. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. S.

Ningrat “Jurnalis. SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”. Bang Abdi Kurnia. Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. 5. 4. SD. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). v . Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. Amin!) atas dorongannya. juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. 3. Guru-guru penulis pada saat di TK. Metropolitan”. yang telah Bang Said. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. Bang Imron Azis. Senior-senior penulis.disegala bidang” ( calon MSi. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). Bang Indra Surya. Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. lain-lain.

Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10. Mohamad Mova Al Afghani. Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. 7. Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Rustam hubungan (moga yang Allah serius. 11. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. Irma (teman. “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). 8. 9. sekretaris yang sangat baik) . mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!). Lieni (walaupun terkadang HMI. Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Apreza. skripsinya. jutek “Hidup tapi HMI baik hati).6. Ises. Allah dan sedang Sunan menjalin J.

12. Rahmat Bagja vii . 14. Catur ISMAHI. Bang Freddy. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. Depok. 2003. 16. Mbak Vivi. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. 15. 17. Penulis. Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Surya Yuli Diana. Bu Aminah ( matur nuwun bu). Agustus. dan besar karya masih dari kesempurnaan.

ditemukan banyak kemiripan yang ada. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. SKRIPSI. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Universitas Indonesia.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. 119 hal. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain. Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945.2. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang. Depok: Fakultas Hukum. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1. viii . Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama.3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Agustus 2003. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1). Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945. TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945.

.......................9 4............................................ DEFINISI OPERASIONAL ............................................................................................. LATAR BELAKANG..............................................................METODE PENELITIAN..............I KATA PENGANTAR...........................................VIII BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................1 2............................................................................I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI.....1 1....10 5.........................................................................................................................................................................................................................................................................9 3......SISTEMATIKA PENULISAN..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix ........................POKOK PERMASALAHAN.....................II ABSTRAK...........DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA.............................................................................................................................. TUJUAN PENULISAN...................................................12 6.....................................................

Jakarta. h. Hukum Dan Demokrasi.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. Jakarta. 1991. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia.3 1 Ernest Renan. menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa.BAB I PENDAHULUAN 1.19 3 Satya Arinanto. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. 1994. h. 1991. 58 2 ASS Tambunan. Pustaka Sinar Harapan. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis.59 1 . Ind Hill-Co. Apakah Bangsa Itu?. Alumni. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945. Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. h. Bandung. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia.

Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. 17 5 2 . Jakarta. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. Konvensi Ketatanegaraan. PT Bina Aksara. Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. Bandung. h. dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD. CV Armico. h. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. 36 Joeniarto. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. 1984. 1987. Bagir Manan. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949.

Krisis ekonomi. Cetakan 2.13-23 3 .6 2. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI. Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi. 2001. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah. 3. Sekretariat Jendral.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1. menandai berakhirnya orde baru. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy). Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. h. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society. Jakarta.

h. Demokratisasi. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. 1999. d. b. LP3S. Penguasa yang berwibawa. Keadilan yang menyeluruh. Jakarta. f. supremasi hukum. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. Demokrasi dan Civil Society. Jakarta. 63 9 4 .dipergunakan untuk menahan intervensi negara. Agama yang dihayati. Cara pemilihan atau seleksi imam. Imamah (kepemimpinan). e. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a. AS. c. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. h. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. seperti adanya lembaga perwakilan. 1993. UI Press.226 Munawir Sjadzali. Sistem Pemerintahan. Islam Dan Tata Negara.

Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden. Bandung.10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”. Alumni. 1987. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya).4. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. h. Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. dipergunakan Indonesia “perubahan”. dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement. Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll. Cet. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. Sri Soemantri.133-134. dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. 5 .

Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung. Dalam banyak hal. h. 2. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Jakarta. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum.33 6 .Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. 2001. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1. 11 Didit Hariadi Estiko. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral.

Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi. Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung.

Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. Bandung: Alumni. h. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara. 17 8 .Negara di Indonesia. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. 1981. DPR dan DPRD. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah.

baru). Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2. Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini. Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR. adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1. 2.Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3.

3.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.. Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . 2. meskipun tidak tertulis. 4. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1.1.

dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.1094 Ibid. h. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. 1150 Ibid. 3. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia. meskipun tidak tertulis”. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan.dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara. h. Poerwadrminta. WJS.13 2. Balai Pustaka. PN. Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta 1976 h. 283 15 16 11 .14 4.16 6.

yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945. Jakarta. 1995) hal 13. h. pasal 20A. 12 . Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. 14. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Bahan hukum primer. Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia.19 5. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum.27 18 19 Ibid. h.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan.25 Ibid. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. Undang-Undang Dasar Sementara 1950. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat.18 7. h.20 Adapun meliputi: 1. Raja Grafindo Persada.31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. 17 Jimly Asshiddiqie.pengawasan17.

BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. dan kamus bahasa. dan sistematika penulisan. majalah dan koran. 6. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum. tujuan penulisan. metodologi penulisan.2. Bahan hukum tersier.Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. Bahan hukum sekunder. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. Hal 13 . pokok permasalahan. 3. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku. definisi operasional.

BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum. Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan.ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara. 14 . Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia.

15 . Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945. Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. dan Amerika Serikat. Dan diambil contoh negara adalah Cina. Venezuela. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.

Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 . 1.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi.1.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat. Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945.

Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. 2. 21 Adanya pengakuan dari negara lain.1. Solly Lubis. Ilmu Negara. Adanya Pemerintah 3. Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. Adanya rakyat 4. 3. temapat dan pakaian). Adanya wilayah. Manusia tidak bisa hidup sendiri. 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States). “ The State as a person of International Law should possess the following 17 .22 M. Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa. h. Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. 2. 26 Desember 1934 Pasal 1.

menurut para filosof dinamakan “kota”. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23. Ind Hill-Co. 51 Ibnu Khaldun. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. organisasi Ini berarti. Jakarta. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. Ilmu Negara. Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya.71 24 18 . 1996 h. 23 Padmowahyono. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. h. Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). Jakarta. Pustaka Firdaus. Mukaddimah. 2000. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. (b) a defined territory.

Rajawali Pers. Dalam bahasa Yunani politike. Rapar. 51 M. h. Op. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1. Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk. 33 Padmowahyono. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig. suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis.26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. 1998. seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat.35 26 27 19 .27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara. h. John Locke dan JJ Rousseau .cit h. Op. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota). Jakarta. 2.cit.Solly Lubis. Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25.H. Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J. Filsafat Politik Aristoteles.

amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial. Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes. Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter. Menurut Utrecht tentang Hobbes. 35 20 . property). Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat.28 28 Ibid. kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life. tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. h. kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. kebebasan dan liberty. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut).perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). Walaupun Rosseau.

Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. h.000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota).2. Dasar-Dasar Ilmu Politik. 70 30 Miriam Budiarjo. 54. yang dari sedikit Lagipula sederhana. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 . h. 21 . Gramedia. kota dan wilayahnya sekitarnya). 1999. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . Jakarta. Jakarta. 1994. penduduk (negara jumlah negara (300. Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat.Jimly Asshiddiqie.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri. yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk. Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas.

dan pada suatu Dan saat. Filsafat Hukum Bagian 1. Socrates31 dan Aristoteles32.16 32 22 . Bentang. 2002. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato. 354 Soetiksno. Republik. sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya. rakyat (demokrasi). Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. Jakarta. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. 2002. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. h. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. 3. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. Jakarta. h. PT Pradnya Paramita.

Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state.Gould. moreover. Yogyakarta. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan 33 Carol C. Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu.229 Harold J Laski. Demokrasi Ditinjau Kembali. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. 44 34 23 . therefore. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. 3. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33. internally supreme over the territory that it control”34.1938 h. George Allen & Unwin LTD. Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain. A Grammar Of Politics. It is.adalah raja. independent in the face of other communities. It is. h.1. PT. London . Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. yang maka sangat kembali menjadi penting. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power. Menurut Harold J. Tiara Wacana Yogya. 1993.

2. 3. h 154 24 . Kedaulatan Tuhan. Hal ini lebih jauh merupakan kekuasaan yang tertinggi atas wilayahnya. Ind Hill Co. 153 Ibid. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. Kedaulatan Rakyat. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara.dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. Kedaulatan Raja. 1996 hal. Jakarta. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. Muncullah merumuskan negara36: 1. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. Ilmu Negara.

41 25 . 5. Kedaulatan Negara.37 3. Kedaulatan Hukum.Cit. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari. h.jadi didasarkan pada agama. Op. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban.1. Teori-teori teokrasi ini dijumpai.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan.1.2. 3.1. Solly Lubis.4.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.

59 Soehino. Yogyakarta. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini.1. h. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes.penguasa38.121 39 26 . 3. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. Jakarta. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja. Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. ataupun lembaga perwakilan. Bilamana pemerintah Soetiksno. 1980. Liberty. Filsafat Hukum Bagian 2. PT Pradnya Paramita. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39. 2003. h. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja. Ilmu Negara.

Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat. h. h.Cit.42 40 Deliar Noer. Op. Mizan. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut.. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara.1. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat.4. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life.42 Ibid. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. h. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu. 1999. Kedaulatan rakyat ini.162 Solly Lubis. Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil. Jakarta. Menurut Dari paham itu ini. liberty dan property dari warganya. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat.41 3. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara.42 41 42 27 .

menurut sarjana-sarjana D.P. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja. konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat.Cit.1. 156 28 . Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. Armee (angkatan perang) 2. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara. 43 Padmo Wahjono.Hal ini terutama Schule. Op.43 3. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe.S kedaulatan bulat pada rakyat. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara).5. negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak. Junkertum (golongan idustrialis) 3. berada bukan pada yang ini negara. Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan. h.

Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. h. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara). Cit. 3.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya.Solly Lubis. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum. 2.44 Menurut teori ini. Op. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan.156 M. h. pasal 1ayat 2 45 46 29 . Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang. 41 Indonesia. hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia. Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46.

A Grammar Of Politics. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control.. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. George Allen & Unwin LTd. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 . the judge might behave with all the violence of an opressor”. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan.48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga. for the judge would then be the legislator. 1938. Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini.. to enforce them in tyrannical manner. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara..Were the power of judging joined with the legislature. Were it joined to the executive power. Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body. 297 30 .yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut). London. 48 Harold J Laski.. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. there can be no liberty. h. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan.

2. 70 31 .membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan. Antara sehari-hari.. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan. lazimnya berkembang atas 2 teori. Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya. Op. bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy). Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. yaitu : 1.Cit. h.. maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”. rakyat berdasarkan rakyat. Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. dan lembaga tersebut akan berbuat tirani...

Dicey. 2003. h. Yogyakarta. Otoritas Dan Demokrasi. lxi 52 Samuel P Huntington.3. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara. h. London. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia.51 3.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem.50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. 7 32 . CV. CV Qalam Yogyakarta. 1959. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. h. Mc. Millan Education LTD. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter. 1985. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. 65 51 AV. Rajawali. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. Jakarta.

Sistem 2 kamar ad. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. Oxford University Press. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada. h. Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar.12 33 . Sistem 1 Kamar 2. 1.4. 1957. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. Oxford. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. 3. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal.tercantum dalam Undang-Undang Dasar.

37 34 . Satu sama lain tidak saling membawahi.54 Ad. baik secara politik maupun secara legislatif. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie.36 55 Ibid. 1996. h. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. Pada prinsipnya. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu. h. UI Press.F. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. Jakarta. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat.sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara. 2.

56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia.Cit. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal. Rajawali. 1981.yang melakukan pemilihan umum. CV.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara. 43 57 58 35 . Jakarta.58 4. h.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar.180 Ibid. Op. h. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan.69 Miriam Budiarjo. 56 Sri Soemantri. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara. Meskipun tidak banyak dikenal.h. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain. Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri.

Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1.16 60 Bryan A Garner (ed in chief). h. 2. 5. 1999. St Paul. New Jersey. Minn. 1999 61 Dahlan Thaib. Jakarta. Coalitions in Parliamentary Government. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. 36 .75. sevent edition. Teori Hukum Dan Konstitusi. Princeton University Press. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. Black’s Law Dictionary . Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang . 1976. h. Jazim Hamidi.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood.West Group. Ni’matul Huda. PT Raja Grafindo Persada.

yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang.1. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia. 2. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif. UUD 1945 37 . Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. 5. yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949.1. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4. Undang-Undang Dasar 1945. Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3. Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945.

Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. 63 Jimly Asshiddiqie. Jakarta:Ind.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi. 1995. Indonesia. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64.55 66 Muchyar Yara.67 38 . Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Liberty. h. h. 1993. PT.Hill-Co. 1998 . Jakarta. Fungsi memiliki legislatif. Yogyakarta. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945.Nadhillah Ceria Indonesia. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Permusyawaratan yaitu:66 1. h. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 25 64 65 Dahlan Thaib.

1996. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. 3. 2. Fungsi non legislatif.67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie. h. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah.2. Jakarta. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat. UI Press. Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR.50 39 . Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1.

Yogyakarta. mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi.58 40 . Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. Dengan demikian. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. h. dasar ideologi negara. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara. Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia.(Founding Fathers). pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara. susunan badan-badan negara. 2003. Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar. KLIK dan DKN GARDA BANGSA.

Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. h. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia. h.173 Jimly Asshiddiqie. Tetapi juga yang bersifat individu. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas.Cit. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia.19 70 Judith Shklar. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK. ataupun tiga kamar. DPR. Op.1996. Jakarta. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. 2000.h. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. kategori campuran71.gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69.52 71 41 . Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar. Montesqieu Penggagas Trias Politica.

Jakarta. Teori Politik Modern. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain. 5. Rajawali Pers. demokrasi terpimpin. h.2. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. dan demokrasi72. Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. oligarki yang memodernisasikan.478 42 . model dengan stalinisnya Organski). oligarki totaliter dan oligarki tradisional. Varma.P. 1990. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis.

h. Government And Politics In Western Europe. Andrew Knap. lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. PSHTN UI. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Oxford University Press. Jakarta.3 74 Yves Meny. 1998 43 .Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. third edition. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74. New York. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia.

Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum.29 44 . h. 76 Tim IFES. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003. Pemilihan mewakili kabupaten.UN. Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten. 2.Undang Dasar.shtml. 3. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www. memberhentikan Rakyat presiden.76 Representasi lembaga karena: 1.australianpolitics. Jakarta: IFES.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. Sistem Pemilu. IDEA. 2001.

disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI.41 78 Jimly Asshiddiqie.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78. 77 Tim PSHK. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral. Juli. Op. 2003. Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung.8-9 45 . Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945. Kewenangan tertinggi kekuasaan.Cit. h. h.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa. Hal ini diungkapkan oleh Prof. yang dicabut.

3. 46 . Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945. adalah: Yang 1. UUD 1945 2.BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. UUD tersebut 1950. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia.

Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. Ibid h. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat.69 80 47 . Permusyawaratan.68.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945. pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. h. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. Bina Aksara. yang terdiri dari80: A. Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh. Jakarta.Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin.1. MPR Dari Masa Ke Masa. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman. UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia. 1.

Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara. yang hukum aslinya ialah hukum adat. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia. 81 Ibnu Taimiyah. 1982. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat.103. PT Bulan Bintang. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia.82 C. h . 1989. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. Yamin untuk menampakkan Indonesia.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. Jakarta: Ghalia Indonesia. 48 . Dalam konteks ini Muh.224 82 Muhammad Yamin. Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. h. Pedoman Islam Bernegara. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. B. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia. Jakarta. Kebijaksanaan: Rationalisme.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny .Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD. Aksara Baru. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89. 77 89 52 . h.2. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88. Jakarta.ini. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut. Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1.1986.

Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. h. Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri-menteri. Op.Cit . 1. Keuangan91. Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis. h. Senat.78 Indonesia. 90 92 Ibid. 121 91 92 53 .90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden.3. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945.

diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. 117 94 Indonesia. Maka pelaku kedaulatan menurut DPR. Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. 1994. Jakarta. 93 Jimly Asshiddiqie. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 . UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. h. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia. PT Ichtiar Baru Van Hoeve.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat.

1. Jakarta. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. Jakarta.133 55 . Ghalia Indonesia. Adanya istilah Orde Baru diatas.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. 1998. h. 1983. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. h.38 97 Ranawijaya. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia.4. PT Gramedia Pustaka Utama. Usep.

mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi.96 99 Naning.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. FHUI. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Pusat Studi Hukum Tata Negara. Harmaily. Jakarta. Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. h. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat.47 56 .1982. Ramdlon. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100. 52 100 Hendra Nurtjahjo. h. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. 2002. Liberty. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya. Depok. Yogyakarta.

h. h.101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102. 1986. 2000. Teori Dan Politik Konstitusi. 1995. Jakarta. Jakarta. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).25-182 57 .negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. Jakarta. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar. Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy). Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. PT Pradnya Paramita. h. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 3.103 2. Pemilihan Umum 1987. DPRD 101 Bagir Manan. Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II. 15 102 Ismail Hasan.

Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen. dan DPR. Simorangkir. Masagung. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). h.C. Hukum Dan Konstitusi Indonesia. Dr. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. 1988. BPHN dan DEPKEH HAM RI. Jakarta. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya.17 105 Ismail Suny. Bali. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum. 104 J.T. pendapat kedua menyatakan. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.105 2. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat. Ismail Suny. 58 . h. inkonstitusional. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945). CV. 2003. Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107.I. Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra). Juli. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945.

Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Kemudian kembali pada tahun 2000. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110. kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. PT Pustaka Utama Grafiti. DPR dan anggota MPR baru. Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat. 1999.141 Indonesia. Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. h.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. Jakarta. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah.

112 111 Bertrand Russel. h. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.70 60 . Perubahan ini sangatlah penting karena. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. 912 112 Jimly Asshiddiqie. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat. Op. h. Pustaka Pelajar. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. 2002. Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. Yogyakarta.Cit. Sejarah Filsafat Barat.

3.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. 1. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 .Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. 3. Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat.

dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain. 1/MPR/ 1983. DPR. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR. menetapkan Undang Undang Dasar 2. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.1. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. 62 . MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia. Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR. 3.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. dan dinyatakan sebagai berikut: 1.1. Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR. Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR.

Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. PT. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Citra Aditya Bakti.3.84 63 . Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram. 113 Sri Soemantri.113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga. Bandung h. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar. bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir.

agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. UndangUndang Dasar kilat. yaitu dalam pasal 37. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.2. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. 2.Cit. inilah revolutie-grondwet. h. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. 3. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1. Op. 114 115 Harun Al Rasyid.1. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. kewenangan MPR ada sembilan. “114 3. 55 Sri Soemantri. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. 95 64 . Dan setelah adanya ketetapan MPR No. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. h. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.Tuan-tuan tentu mengerti.

6. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. 8. 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. 7. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. 5. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. 9. Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. dan dilakukan Rakyat”116.4. Undang-Undang Dasar 1945 65 . Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota.

Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD.1987. London: Oxford University Press. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. 66 . 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. 117 AS Hornby. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina.merupakan Great Authority. kata sebagai kewenangan lembaga 3. 2. 654. h.

Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945).2. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945).1. 1. Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1. Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 . Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945.3. tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah. Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. 2. Ad.

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). Menurut Dr. Sehingga Majelis 122 Ibid. larangan untuk tidak melakukannya. Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan. Maria Farida. h. 1150 71 . semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. Ad.3.

13 April 2003 124 www.2. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. 3. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. 72 .or. DPR. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR. DPR. DPR. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR.cetro. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR.3. Pada tanggal 9 Juli 2003124. diakses pada tanggal 7 Agustus 2003. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002. DPD dan DPRD.id.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain.

dalam Sidang Paripurna MPR. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. f. DPD dan DPRD. e. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. 73 . b. c. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. berhenti. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. d. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. sebagai berikut:126 a.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. DPR. g. diberhentikan. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia.

sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR.3. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. karena hal ini 74 . 2. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945.2. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1. 3. berhenti. Melantik adalah tugas dari MPR. diberhentikan.1. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. dalam Sidang Paripurna MPR. Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar.

DPD dan DPRD.2. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1. Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan. 75 . hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR.3.2. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR. DPR. 3. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka.

memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. 3. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan.2. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan.

Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. 4. 3. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 . Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR. Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4. Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih.Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya. Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang.3.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR.

Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR.id/humas/uuparpol. Dengan Politik127. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia.1.dpr. DPD Dan DPRD.cit.go.Ketatanegaraan RI. DPR. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral. 3. Jimly Asshiddiqie129.go.9 128 129 78 .Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya.3.dpr. h. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.htm. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah.id/humas/uupemilu. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam.htm. Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www. DPR. Op. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof.

setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR.9 131 79 . maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. Ibid. Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. 1985. MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . Erlangga. h. h. (Lampiran 1) 1.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut. 2. sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. Jakarta. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen.35 Jimly Asshiddiqie.

3. Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. 5. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. wewenang tersendiri. 6. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . 3. lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden. 3. 4.lembaga MPR. Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. 4. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. 5. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945. 1. BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. 2. 3. Presiden tertinggi. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif.3. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 .

dalam UUD 132 . Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Utusan Golongan dan Utusan Daerah. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945. 4. 5. 6. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. Dasar. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. 7. Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. 82 . 3.bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945.

Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 . Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain.BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1.1.

Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. Pustaka Utama Grafiti. Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. 1994. 84 . Jakarta. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. Cina merupakan negara kesatuan 2. Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. h.252-253. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Unsur Dan Riwayatnya. Keuangan. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133.kedaulatan rakyat. fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia.

(2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people. The people administer state affairs and manage economic. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi.134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. Constitution Of China. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law. PSHTN UI Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 . Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135. kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum.

h. PSHTN UI JImly Asshiddiqie. Constitution Of China. wilayah yang 136 China. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.50 137 86 . 3.Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan. 1. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1.Cit. 2. Pergumulan.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Op.

Hukum Tata Negara. yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan. 138 China. dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. 1. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. h. Propinsi ataupun kabupaten/kota. Abu Daud Busro. 1984. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina. dan Angkatan Bersenjata. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif.50 139 87 . Jakarta. dan wilayah. juga golongan Angkatan Bersenjata. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional.3.otonom. Ghalia Indonesia. Constitution Of China Abu Bakar Busro. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 .

Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Op. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state.Cit.95 141 88 . termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan. diantaranya:1.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 . Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3. yaitu: 1. 5.3. article 58 Constitution of China Sri Sumantri. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.h. 2. Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2. 4.

6. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. 2002.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota.142 Di China.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function. Mengubah undang-Undang Dasar. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Melaksanakan penegakan konstitusi. h.9. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1. Mengamandemen konstitusi.7. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. 8. 2. Sekretariat Jendral MPR RI.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar. 89 . 142 Sekretariat Jendral MPR RI.

Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. menteri yang bertanggungjawab atas komisi. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia. 3. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. dewan pertimbangan. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain. Kewenangan Permusyawaratan oleh 4.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. dan memilih wakil ketua. 90 . telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina. 5. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier).

memilih ketua dari komisi militer pusat dan. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. 9. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat. 91 . memilih presiden mahkamah agung rakyat. 6. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. 7. 6. memutuskan anggota komisi militer pusat.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. atas nominasi dari ketua. Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara. 8. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5.

mengubah pantas Cina.10. 13. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 . memutuskan persoalan perang dan damai. 11. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. menyetujui pendirian propinsi. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. 12. 14.

Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. 2. Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. 4. 3. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Presiden dan Wakil Presiden RRC China. Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. Menteri. Ketua Mahkamah Agung dan 5. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 .

negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya. article 64 Constitution Of China 94 .4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai.ke 2. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya.3. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress. Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya. 145 Cina. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. (2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional.

which consisted of a 95 . Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. kebijakan memilih negara. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia.4. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. 1. Venezuela’s bicameral National Congress.Dalam adalah negara Cina. Membuat Undang-Undang Dasar 2. Memilih Presiden. kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1. Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar. 3.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral. As a result of the 1999 constitution.

Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. 165-member National Assembly in 2000. Legislators are popularly elected to a five-year term. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. A council of ministers assists the president. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara. yaitu Majelis Konstituen Nasional. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. The chief executive of Venezuela is a president. who is popularly elected to a six-year term. was replaced by a unicameral. 146 147 Venezuela. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu. Dan institusi Konstitusi. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. © 1993-2002 Venezuela. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003.Senate and Chamber of Deputies. Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. Dan dipilih 5 tahun sekali. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar.

148 1.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden. Constituton Of Venezuela. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan. Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1.5. 349. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif. Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3. article 348. 97 . 350. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional. 4.

dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67.Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional.350 150 151 98 . article 136.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif.Cit. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela. or public ceremony or event. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing. h. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum. social gahtering of an important and formal kind151. Constitution Of Venezuela http://www.html AS Hornby. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function.5. Op.1upinfo. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1.

Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”. adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Constitution Venezuela 153 99 . Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. Constitution Venezuela Article 341. Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi.

akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. Membuat dan menetapkan UUD 2. 1. Tugas Dan Wewenang 1.bersama Kabinetnya.6. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD. Maka tugas dan wewenang 100 . Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. Membuat Undang-Undang 4. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela.

2.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang. terkecuali Venezuela. Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat.MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela.1. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi). mengubah UUD. diambil persamaan sebagai berikut: a. b. Merupakan lembaga yang bertugas membuat.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1. Amerika mempunyai sistem 101 . dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda. Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres.

pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. Yayasan Obor Indonesia.155 2. Philippe C Schmitter. Lembaga Penelitian. h. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil. Washington Square Press. sangat anti komunis. Jakarta. Jakarta. h.90 102 . 1992. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat. 1965. Democracy In America. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial. 222 156 Alexis de Tocqueville. New York. h. 1994. Laurence Whitehead.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority.7 155 Guilermo O’Donnel. Diamond.

MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres. 2. Senate. Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. The Constitution Of United States Of America 103 .157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu. Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means.capable of resisting it. House Of Representative. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. Section 1. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres.

h. Karena mekanisme menganut Indonesia. Jakarta. 2. 1985.cit. h.1-4. Pembagian Kekuasaan Negara. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. 42-45 Ismail Suny. Fungsi Yudikatif. Fungsi Legislatif.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158. Op. Aksara Baru. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. 3. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1. 159 104 . Fungsi Eksekutif.

5. Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi. h. Government By The People. h. Peltason.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns.3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain.23 Jimly Asshiddiqie. New Jersey. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR. Cronin. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. 161 105 . Prentice Hall. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. 1989. 2. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain.

Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003.162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1. h. Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003. 2. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar. 3. Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.63 106 . 162 Ibid.

The Free Prees. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg.Declares war (menyatakan perang). New York.Passes federal budget. which shall consist of a Senate and House of Representatives. levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. rendah judicial federal. The Philosophy Of The American Constitution.Establishes (untuk lower federal courts.54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. © 1993-2002 107 . h. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1.Passes federal laws. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif. 1968.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5.

kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. 108 . and such meeting shall begin at noon on the third day of January. unless they shall by law appoint a different day. Mengubah Undang-Undang Dasar 2. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8.Serikat. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. The Congress shall assemble at least once in every year.

menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 . atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7. diberhentikan.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9.4.Membuat Undang-Undang 4. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. berhenti.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar. 2. Mengubah dan menetapkan UUD 2. dalam Sidang Paripurna MPR 3.

Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945.Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas. Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. BAB V PENUTUP 1. Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat. Tugas dan 110 .

DPR. aturan Apabila ditetapkannya langsung. DPR. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya. Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. diberhentikan. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. Tugas ini 111 . berhenti. DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”.

merupakan tugas sementara dari MPR. Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar. Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu. 112 . Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. DPD dan DPRD. DPR. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945.

Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat. Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR. hukum. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . DPD dan DPRD). DPR. Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

117 . Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun. yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia.dilakukan pada saat tertentu. seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran. Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran.

DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. 1996. Jakarta: Pustaka AlQautsar. Harun. 2002 118 . Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Hukum Dan Demokrasi. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Jakarta: Ind Hill-Co. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. __________. 1945. 2002 Dasar __________. Jakarta:UI Press. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah. Satya. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Jimly. Jakarta:UI Press. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. UI Press. 1996 ____________. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Pengisian Jabatan Presiden.1997 Arinanto. 1993 Grafiti. 1991 Asshiddiqie. Al-Qardhawy. 1994 ____________.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. J. Cronin. New York: Washington Square Press. Minn:West Group. James. Carter. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. Indonesia Pancasila. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Peltason.____________. 1994 Dicey. 1965 Diamond. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. 1998 Budiarjo. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama. Dasar-Dasar Ilmu Politik. New Jersey: Princeton University Press.AV. April. Democracy In America. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia. New Jersey: Prentice Hall. Miriam. Paul. London:Mc. 1984 Tata Burns. Otoritas Rajawali. 1997 Eidelberg. Thomas. Abubakar. 1959 Djokosutono .Hill-Co. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara. Coalitions in Parliamentary Government. 1968 Garner. The Philosopy Of The American Constitution. Gramedia Pustaka Utama.W. Ilmu Negara. John. 1976 Echols. 1989. sevent edition. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. 1999 119 . Black’s Law Dictionary .1985 Dan Demokrasi.. Alexis. Government By The People. Bryan. 1998 _________________. Jakarta:Ind. Toronto: Collier-Macmillan Canada. Larry. Millan Education LTD.1998 Busroh. Shadily. St Paul. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: CV De Tocqueville. Lawrence. 1985 Dood. Abudaud.

Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Khaldun. 120 . 1938. 2003 Ibrahim. Allen & Unwin LTD. Eman. Jakarta: Pustaka Firdaus. 1986 Umum 1987. A Grammmar Of Politics. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. London: Oxford University Press. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Ismail. Bina Aksara . Pengantar Hukum Tata Negara. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. Pemilihan Paramita. Samuel. Mohammad. Hukum Internasional. Jakarta: Sinar Bakti. Bagir. 2001 Hermawan. 1988 Kusumaatmaja. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. 1987 Huntington. Mochtar. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral.2000 Kusnardi. Harmaily. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. Didit. Mukaddimah. Hornby. Estiko. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia.Hasan. 1990 Laski. AS. Harmaily. Harold. Ibnu. 2003. London: George Manan. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. 1984 Indonesia. 1979 Joeniarto. Bandung:Armico. Ibrahim.

Jakarta: PN Balai Pustaka. Aneka Ilmu. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Knap. Kuntjoro. 1957 Yves. 1999 121 . 2000. Erlangga. Kekuasaan Jakarta. 1976 Puspa. third edition. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Ramdlon. Huda. Jakarta: LP3S. Andrew. New York:Oxford University Press. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. Kamus Hukum. h. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. Whitehead. 1981 Thaib. Perwakilan Golongan Di Indonesia. tanpa tahun Plato.__________________.Oxford: Oxford University Press. Pramadya. Jakarta:Bentang. Bandung: Alumni. Yan.1998 Doto. Yogyakarta: Liberty. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. WJS. O’Donnel. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. 1989 Thaib. Marshal. Schmitter. Hamidi. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Ni’matul . Kamus Besar Bahasa Indonesia. Naning. 2002 Poerwadarminta. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. 1985 MPR Tidak Mutlak. Teori Hukum Dan Konstitusi. Jazim. Hendra. Teori Dan Politik Konstitusi. Government And Politics In Western Europe. Dahlan. Semarang:CV. Dahlan. Republik. Mulyono. Jakarta. 1977 Purbopranoto.

Jakarta:Bandung. Hukum Dan Jakarta:CV. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Jakarta: Sinar Grafika. Judith.1996 Politica. Marsilam. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. 1983 Dasar- Rapar. 1994 Bertrand Russel. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. 1993 Simorangkir. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. Sejarah Filsafat Barat. Usep. Jakarta: UI Press. 1988 Konstitusi Indonesia. Ernest. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. 2002 Sjadzali. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.C. 2000 Renan. Jakarta: Ghalia Indonesia. Redaksi Sinar Grafika.Ranawijaya. Masagung. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Jakarta. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI. MPR Dari Masa Kemasa. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. Munawir. J. Jakarta: Bina Aksara. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 1994 122 . Cetakan 2. J.T. Filsafat Politik Aristoteles.H. 2001 Shklar. Apakah Bangsa Itu?. 1988. Sekretariat Jendral MPR RI. Unsur Dan Riwayatnya. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. 2002 Samsul Wahidin. Simanjuntak. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002.

16 Solly. Soerjono. Jakarta:PT Pradnya _________. Jakarta. Bandung: PT. Pengantar Perbandingan Antar Negara. Jakarta: PT Bulan Bintang. 1981 Hukum Tata _____________. 1998 Soemantri. Jakarta: 1986. Pembagian Kekuasaan Negara. Ilmu Negara. Citra Aditya Bakti. Pedoman Islam Bernegara. 1991 Tim IFES. Jakarta: Kanisius. Jakarta: IFES. Alumni. Lubis. Pengantar Penelitian Hukum. Pergeseran Aksara Baru. Mamudji. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Bandung:Mandar Maju. Jakarta. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. 1995 Normatif. CV. IDEA. Rajawali. Yogyakarta: Liberty.UN. Ilmu Negara. Sistem Pemilu. Soerjono. Jakarta: Aksara Baru. 2002. Ibnu. Jakarta: Ismail. Filsafat Hukum Paramita.Soehino. 2001 123 . h. Cet. h. Jakarta. 1986 ____________. Bandung. 1985 Taimiyah.1980 Soekanto. 2003 Bagian 2. 1989 Kekuasaan Eksekutif. 1987. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. ASS. Maria Farida Indrati. 1989 _____________.4.133-134 Soetiksno. Soeprapto. Filsafat Hukum Bagian 1. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. 1989 Tambunan. PT Pradnya Paramita. Sunny. Sri.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Pustaka Sinar Harapan. Soekanto.

Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2000 Tim Sekretariat Negara. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina.Nadhillah Ceria Indonesia. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. 1996 Yamin. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. 1990 Wahjono. Yara. Muhammad. Jakarta: PT. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. SP.Tim PSHK. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Jakarta: Ind Hill-Co. DPR. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1995 Varma. Ilmu Negara. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1982 Muchyar. Constitution Of China 124 . Jakarta:CV Rajawali. Teori Politik Modern. Padmo. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara.

Juli 2003 125 . Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. Bali. 28 Maret 2003 _________________. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR. America Constitution Of The United States Of Venezuela. _______________________.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________.Amerika Serikat. Jimly. di Chicago. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. Amerika Serikat.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani. 28 Oktober 2000. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR. www.theceli. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela. Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. Jakarta.

http://www. diakses pada tanggal Juni 2003 126 .101k. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.http://www. Ismail. BPHN dan DEPKEH HAM RI.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66.embavenezus.html.ch/law/icl/ch00000. Bali.1upinfo. Venezuela Legislature.go.id/h/tentang/index.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69.Suny. www. http://www.com/country-guidestudy/china/china294.org/politica/constitu.1upinfo. h.unibe. Juli.oefre.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development. jam 13. ChinaConstitutionhttp://www. html diakses tgl 30 Juli 2003. 2003.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.html. Data as of December http://www.php.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia . diakses pada tanggal 10 Januari 2003.mpr.1upinfo.html diakses pada tanggal 30 Juli 2003. 1990 pada Governmental System. Constitution Of Venezuela.1upinfo. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.html .

127 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->