FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

H.Dr.2. Harun Al Rasyid. Maria Farida S. 4. Prof. Dr. dan adik bisa penulis. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR.Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu). ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis.E. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran. M. MH. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. S. semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1. Ibunda tercinta dan Dra. Kak Dian Anggraini “akuntan iv .H. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS. Bang Hendra Nurtjahjo S. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S. kakak penulis).H.Hum.

5. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. 3. SD. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). Bang Tope ( Mustafa Fakhri). Bang Imron Azis. SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”.disegala bidang” ( calon MSi. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). Amin!) atas dorongannya. Bang Abdi Kurnia. Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. Bang Indra Surya. Metropolitan”. 4. juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI. Senior-senior penulis. Ningrat “Jurnalis. v . “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”. lain-lain. Guru-guru penulis pada saat di TK. yang telah Bang Said.

skripsinya. Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. Apreza. sekretaris yang sangat baik) . 8. 11. “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). Mohamad Mova Al Afghani. 9. Allah dan sedang Sunan menjalin J. Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10. Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Rustam hubungan (moga yang Allah serius. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok.6. mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. Ises. jutek “Hidup tapi HMI baik hati). Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. 7. Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!). Lieni (walaupun terkadang HMI. Irma (teman.

Agustus. 17. dan besar karya masih dari kesempurnaan. Penulis. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. 2003. Bu Aminah ( matur nuwun bu). Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis. 16. Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. Bang Freddy.12. Rahmat Bagja vii . Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. Mbak Vivi. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. Surya Yuli Diana. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. 14. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. 15. Depok. Catur ISMAHI.

ditemukan banyak kemiripan yang ada. viii . Depok: Fakultas Hukum. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain. 119 hal. Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang.2. Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. SKRIPSI. Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1. tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1).3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). Agustus 2003. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. Universitas Indonesia. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945.

.....................I KATA PENGANTAR................................................................................................................................................................................................................................................................ TUJUAN PENULISAN................9 3.........................II ABSTRAK.............................................................................................................................. DEFINISI OPERASIONAL .....................................................................................................................................................1 1...................................................................................................................................9 4..................................1 2....................................................SISTEMATIKA PENULISAN........................................................................................13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix .........I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI.......................................................................POKOK PERMASALAHAN.....................................................................................................................................................................................12 6.METODE PENELITIAN....................................................................VIII BAB I PENDAHULUAN............................................................................DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA.10 5................... LATAR BELAKANG.......................................................................................

yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia. Jakarta.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. 58 2 ASS Tambunan. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945.BAB I PENDAHULUAN 1. 1994. h. h. 1991. Bandung. h. menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa. Alumni. Pustaka Sinar Harapan. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. 1991.3 1 Ernest Renan. Apakah Bangsa Itu?. Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. Ind Hill-Co.19 3 Satya Arinanto.59 1 . Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia. Hukum Dan Demokrasi. Jakarta.

h. 1984. 36 Joeniarto. h. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. Bandung. dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945. Bagir Manan. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949. 1987. Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD. Konvensi Ketatanegaraan. 17 5 2 . Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar. CV Armico. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. PT Bina Aksara. Jakarta. Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak.

Krisis ekonomi. dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. Jakarta. Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy). menandai berakhirnya orde baru. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Sekretariat Jendral.6 2. 3.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah. Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia. Cetakan 2. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi.13-23 3 . Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society. 2001. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. h.

1993.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. Keadilan yang menyeluruh. supremasi hukum. LP3S. c. Demokratisasi. Jakarta. 1999. f. UI Press. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. b. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. e. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a. h. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945.226 Munawir Sjadzali. Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. 63 9 4 . d. Imamah (kepemimpinan). Penguasa yang berwibawa. Sistem Pemerintahan. Cara pemilihan atau seleksi imam. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. Demokrasi dan Civil Society. h. seperti adanya lembaga perwakilan. AS. Jakarta. Agama yang dihayati. Islam Dan Tata Negara.

10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden. dipergunakan Indonesia “perubahan”. Cet. h. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi.133-134.4.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. Alumni. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya). dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement. dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. 5 . Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement. Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll. perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”. Bandung. Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. Sri Soemantri. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. 1987.

Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat.33 6 . 11 Didit Hariadi Estiko. Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. 2001. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. 2. Dalam banyak hal. Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung. Jakarta. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. h. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945.

sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi. Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas.

1981.Negara di Indonesia. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. DPR dan DPRD. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia. Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. Bandung: Alumni. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. h. Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. 17 8 . Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat.

dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3. adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1.baru). Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2. Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR.Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. 2. Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini.

Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain. Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 .. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. meskipun tidak tertulis.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 4. 3.1. 2.

Jakarta 1976 h. WJS. Kamus Umum Bahasa Indonesia. h. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan. Poerwadrminta. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. meskipun tidak tertulis”. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.14 4. h.dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara. Balai Pustaka.1094 Ibid. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia. 283 15 16 11 . 3. MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945.16 6.13 2. Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5. 1150 Ibid. PN. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan.

Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan.19 5.25 Ibid. Raja Grafindo Persada. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. 12 . Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum. pasal 20A. h. 14. h. 1995) hal 13. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia.18 7. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945.20 Adapun meliputi: 1. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat.31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat. Undang-Undang Dasar Sementara 1950.27 18 19 Ibid. Jakarta. Bahan hukum primer. 17 Jimly Asshiddiqie. h.pengawasan17.

3. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum. metodologi penulisan.Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut. dan sistematika penulisan. BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. definisi operasional. Bahan hukum sekunder. Hal 13 . tujuan penulisan. 6. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. dan kamus bahasa. majalah dan koran. pokok permasalahan. Bahan hukum tersier.2. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku.

Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara. Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum. Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia. 14 . Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar.ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia.

Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. Dan diambil contoh negara adalah Cina. Venezuela. Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945. Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. 15 . dan Amerika Serikat.

1. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat. Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 .1. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi.

21 Adanya pengakuan dari negara lain. 2. 26 Desember 1934 Pasal 1. Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain. Adanya Pemerintah 3.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States).1. 3. Adanya rakyat 4. Adanya wilayah. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa. 2. temapat dan pakaian). Manusia tidak bisa hidup sendiri. “ The State as a person of International Law should possess the following 17 .22 M. Ilmu Negara. Solly Lubis. h.

51 Ibnu Khaldun. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population. Jakarta. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. 2000. Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya. Ilmu Negara. Pustaka Firdaus. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23. h. menurut para filosof dinamakan “kota”. Mukaddimah. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. 1996 h. Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). (b) a defined territory. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. 23 Padmowahyono. organisasi Ini berarti.71 24 18 . Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. Jakarta. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. Ind Hill-Co.

Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig.Solly Lubis. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota). Jakarta. Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25.cit h.H.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis. suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes. Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J.27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara. Op. John Locke dan JJ Rousseau .26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. h. Rajawali Pers. Filsafat Politik Aristoteles. Op. 33 Padmowahyono. Dalam bahasa Yunani politike. 2. seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat. 1998. Rapar.cit. 51 M. h.35 26 27 19 . Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk.

kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life. kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. kebebasan dan liberty. amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. property). tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu.28 28 Ibid. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat.perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). Menurut Utrecht tentang Hobbes. Walaupun Rosseau. Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter. h. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut). Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial. kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. 35 20 . Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes.

Dasar-Dasar Ilmu Politik. 21 . Jakarta. h.2. kota dan wilayahnya sekitarnya). PT Ichtiar Baru Van Hoeve.Jimly Asshiddiqie. 70 30 Miriam Budiarjo. penduduk (negara jumlah negara (300. Gramedia. Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas. 1994.000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi. Jakarta. 1999. yang dari sedikit Lagipula sederhana. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. 54. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 . Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk. h. Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota).Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri.

3. rakyat (demokrasi).dan pada suatu Dan saat. h. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. Republik. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. Filsafat Hukum Bagian 1. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. Jakarta. Socrates31 dan Aristoteles32. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. Jakarta. h. 2002. PT Pradnya Paramita. 2002.16 32 22 . sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato. 354 Soetiksno. Bentang. sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu.

PT. h.229 Harold J Laski. 3. A Grammar Of Politics. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan 33 Carol C. Demokrasi Ditinjau Kembali. It is. Yogyakarta. yang maka sangat kembali menjadi penting. Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain.adalah raja. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33. independent in the face of other communities. Tiara Wacana Yogya. Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state. London . therefore. internally supreme over the territory that it control”34. Menurut Harold J. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power.1938 h. moreover. George Allen & Unwin LTD.Gould. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu. 1993. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. It is. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. 44 34 23 . Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara.1.

Ind Hill Co. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. Jakarta. Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. Kedaulatan Raja. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. Muncullah merumuskan negara36: 1. h 154 24 . Kedaulatan Rakyat. 2. 3.dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. Ilmu Negara. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. Hal ini lebih jauh merupakan kekuasaan yang tertinggi atas wilayahnya. dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. 1996 hal. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. Kedaulatan Tuhan. 153 Ibid.

Kedaulatan Hukum.1. 41 25 . Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari.2.1.4.Cit. 5.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M.1. h. Op.jadi didasarkan pada agama. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan. Solly Lubis. 3. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur. Kedaulatan Negara. Teori-teori teokrasi ini dijumpai. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan.37 3.

Jakarta. Yogyakarta. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. h.1. 2003.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. h. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat.penguasa38. 1980. Bilamana pemerintah Soetiksno.121 39 26 . Liberty. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja.59 Soehino. PT Pradnya Paramita. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes. ataupun lembaga perwakilan. 3. Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. Filsafat Hukum Bagian 2. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah. Ilmu Negara.

162 Solly Lubis.42 Ibid.Cit. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara.42 41 42 27 .1. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat. 1999.4. h. h. Op. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara. Jakarta. Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil. Kedaulatan rakyat ini. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu.41 3. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu. Mizan. Menurut Dari paham itu ini. h. liberty dan property dari warganya.42 40 Deliar Noer.. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat.

1. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara).Hal ini terutama Schule.Cit. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak.5. menurut sarjana-sarjana D. Op.43 3. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. Junkertum (golongan idustrialis) 3. konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat. berada bukan pada yang ini negara. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara. 43 Padmo Wahjono. negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe.S kedaulatan bulat pada rakyat. 156 28 . Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan.P. h. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan. Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. Armee (angkatan perang) 2.

pasal 1ayat 2 45 46 29 .44 Menurut teori ini. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum.Solly Lubis. Op.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya. Cit. 2. h. Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46. 41 Indonesia.156 M. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara). 3. h.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan. hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia. Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang.

George Allen & Unwin LTd. A Grammar Of Politics.48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga. there can be no liberty. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. 297 30 . Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. for the judge would then be the legislator. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 .yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut). 1938.. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan. Were it joined to the executive power. to enforce them in tyrannical manner. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat.. 48 Harold J Laski.. London. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control.. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. the judge might behave with all the violence of an opressor”. Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body.Were the power of judging joined with the legislature. h.

Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya. bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. 70 31 . Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif. Antara sehari-hari... dan lembaga tersebut akan berbuat tirani. yaitu : 1. Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya. maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif. Op. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan. rakyat berdasarkan rakyat. h. 2. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy).membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat.. lazimnya berkembang atas 2 teori.Cit. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan..

h.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem. Millan Education LTD. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia.3.51 3. CV. lxi 52 Samuel P Huntington. Yogyakarta. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter. Jakarta. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang. 1959. London. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. h. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. 7 32 . Rajawali. 65 51 AV. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. Dicey.50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. 1985. Mc.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. h. Otoritas Dan Demokrasi.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern. CV Qalam Yogyakarta. 2003.

Oxford University Press. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. Sistem 2 kamar ad. 1957.4. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain.tercantum dalam Undang-Undang Dasar. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. 3. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada. Sistem 1 Kamar 2. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar. h. 1. Oxford. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal.12 33 .

37 34 . UI Press. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara.54 Ad. h. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Satu sama lain tidak saling membawahi. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. Jakarta. 2.36 55 Ibid. baik secara politik maupun secara legislatif. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. 1996. Pada prinsipnya. h. Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie.sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat.F.

69 Miriam Budiarjo. Jakarta. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara. 56 Sri Soemantri. Rajawali.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain.Cit. h. h.180 Ibid.yang melakukan pemilihan umum.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara. 1981. Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri.h. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan. 43 57 58 35 . Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal. CV. Meskipun tidak banyak dikenal. Op.58 4.

16 60 Bryan A Garner (ed in chief). Teori Hukum Dan Konstitusi. Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang . 5. Jakarta. New Jersey. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. PT Raja Grafindo Persada. 1999 61 Dahlan Thaib.Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1.West Group. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. Minn. h. Ni’matul Huda. 36 . Coalitions in Parliamentary Government. h. Jazim Hamidi.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood. Princeton University Press. 2. 1999. St Paul. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat.75. Black’s Law Dictionary . 1976. sevent edition.

Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945.1. UUD 1945 37 . Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. 5. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3. yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang. Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. Undang-Undang Dasar 1945. Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945. 2. yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif.1. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang).

Hill-Co. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. 1993. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi.55 66 Muchyar Yara. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 25 64 65 Dahlan Thaib. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. Jakarta:Ind. 1998 . Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64. 63 Jimly Asshiddiqie. h. PT.67 38 . h. Fungsi memiliki legislatif. Jakarta.Nadhillah Ceria Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. Liberty. h. Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. Indonesia. Yogyakarta. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar. Permusyawaratan yaitu:66 1. 1995.

2. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 1996. 3. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie. Fungsi non legislatif. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali. Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat.67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. UI Press. Jakarta. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR.50 39 .2. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. h. Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat.

susunan badan-badan negara. KLIK dan DKN GARDA BANGSA.(Founding Fathers). Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara. hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia. mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi. Yogyakarta. 2003. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan. Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. dasar ideologi negara. h. Dengan demikian.58 40 .

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. h. 2000. h. ataupun tiga kamar. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas. Montesqieu Penggagas Trias Politica.19 70 Judith Shklar. Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.173 Jimly Asshiddiqie. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Jakarta. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK.1996.Cit. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar.52 71 41 .gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69. DPR. Op. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. kategori campuran71. Tetapi juga yang bersifat individu.h. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR.

Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. oligarki totaliter dan oligarki tradisional. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). 5.P. Rajawali Pers. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis. 1990. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. Jakarta. Teori Politik Modern. demokrasi terpimpin. Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. dan demokrasi72.2. Varma. Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. oligarki yang memodernisasikan.478 42 . model dengan stalinisnya Organski). h.

h. Andrew Knap. 1998 43 . Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat. Jakarta.Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Government And Politics In Western Europe. lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. New York.3 74 Yves Meny. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Oxford University Press. third edition.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. PSHTN UI.

UN.29 44 . 2001. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www. Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis. 3. Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten.Undang Dasar. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75. 76 Tim IFES. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003. Jakarta: IFES. h. 2. Sistem Pemilu.shtml.76 Representasi lembaga karena: 1. memberhentikan Rakyat presiden.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum.australianpolitics. Pemilihan mewakili kabupaten. IDEA.

Hal ini diungkapkan oleh Prof.8-9 45 . Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung. h.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945. Op.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa. 77 Tim PSHK. yang dicabut. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah. h. 2003.Cit. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI.41 78 Jimly Asshiddiqie. Juli. Kewenangan tertinggi kekuasaan.

adalah: Yang 1. UUD 1945 2. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia.BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. 3. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. 46 . UUD tersebut 1950. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945.

Bina Aksara.Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya. yang terdiri dari80: A. Jakarta. Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat.69 80 47 . pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. Permusyawaratan. Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. Ibid h. 1. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin. UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945.68.1. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat. MPR Dari Masa Ke Masa. h.

B. PT Bulan Bintang. Jakarta. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia. h. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. Dalam konteks ini Muh. Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara.103. Yamin untuk menampakkan Indonesia. Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. Kebijaksanaan: Rationalisme. 81 Ibnu Taimiyah. yang hukum aslinya ialah hukum adat. 1982. Pedoman Islam Bernegara.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. 48 .82 C. Jakarta: Ghalia Indonesia. h .224 82 Muhammad Yamin. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. 1989.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89. Jakarta. Aksara Baru.ini.Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny .1986. Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945.2. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia. 77 89 52 . Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1. Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut. h.

Cit .Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945. Op. Keuangan91. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat. Senat. Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. h.90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.78 Indonesia.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis. Menteri-menteri. 90 92 Ibid. h. Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama.3. Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. 121 91 92 53 . 1.

RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. 1994. diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik. Jakarta.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. h. Maka pelaku kedaulatan menurut DPR.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. 117 94 Indonesia. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 . 93 Jimly Asshiddiqie. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia.

4. h.133 55 . Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya.1. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966.38 97 Ranawijaya. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk. PT Gramedia Pustaka Utama. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. 1983. Usep. Adanya istilah Orde Baru diatas. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. 1998. Ghalia Indonesia. h. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. Jakarta. Jakarta. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila.

FHUI. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. h. Yogyakarta. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100. Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945.1982. Jakarta. Perwakilan Golongan Di Indonesia. h. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99. 52 100 Hendra Nurtjahjo. Liberty. Ramdlon. Harmaily.96 99 Naning. Pusat Studi Hukum Tata Negara. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia.47 56 . Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat. Depok. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya. 2002. mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945.

Pemilihan Umum 1987. 1986.negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy). Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. h. 15 102 Ismail Hasan. 1995. Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. Jakarta. h. Sekretariat Negara Republik Indonesia. PT Pradnya Paramita. pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II.25-182 57 . Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945. Jakarta. h. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Teori Dan Politik Konstitusi. 3. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia).103 2.101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102. 2000.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. DPRD 101 Bagir Manan. Jakarta.

karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945). Juli. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum. Simorangkir. dan DPR. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya. CV. h. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107. Masagung.T. h. BPHN dan DEPKEH HAM RI. 58 . Hukum Dan Konstitusi Indonesia.I.C. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra). Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945. Jakarta. Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen. 104 J. pendapat kedua menyatakan. Bali. Dr. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. Ismail Suny. 2003.17 105 Ismail Suny. inkonstitusional.105 2. 1988. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat.

Jakarta. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah. Kemudian kembali pada tahun 2000. DPR dan anggota MPR baru.141 Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden. yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. 1999. h. kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. PT Pustaka Utama Grafiti. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia.

perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. h. Sejarah Filsafat Barat. Pustaka Pelajar. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945.112 111 Bertrand Russel.Cit. h.70 60 . Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi. Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut. Perubahan ini sangatlah penting karena. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. 912 112 Jimly Asshiddiqie.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. Yogyakarta. 2002. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan. Op. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat.

Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 . Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat. 3. 3.Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. 1. Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945.

Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain.1. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR. 3. 1/MPR/ 1983.1.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. menetapkan Undang Undang Dasar 2. 62 . menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. dan dinyatakan sebagai berikut: 1. DPR. Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR. Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR.

113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga. Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara.84 63 . Bandung h. PT. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman.3. Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Citra Aditya Bakti. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. 113 Sri Soemantri. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat.

Op. h. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1.1. 3. 114 115 Harun Al Rasyid. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja. 95 64 . yaitu dalam pasal 37. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.Cit. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis.Tuan-tuan tentu mengerti. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden.2. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. “114 3. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. Dan setelah adanya ketetapan MPR No. inilah revolutie-grondwet. kewenangan MPR ada sembilan. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. 2. h. 55 Sri Soemantri. UndangUndang Dasar kilat. agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini.

8. dan dilakukan Rakyat”116. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut.4. 6. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. 9. Undang-Undang Dasar 1945 65 . 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. 7. 5. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.

118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001.1987. kata sebagai kewenangan lembaga 3. 2. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD. Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara. 117 AS Hornby. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. h. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina. 654. 66 .117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar.merupakan Great Authority. Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. London: Oxford University Press. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118.

1.2.3. Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1. Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Ad. Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945). Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. 2.1. Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945). Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 .

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain.dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Menurut Dr. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan. Maria Farida. Ad. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain.3. Sehingga Majelis 122 Ibid. 1150 71 . Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. h. larangan untuk tidak melakukannya. semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003. DPD dan DPRD. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. 13 April 2003 124 www. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. DPR. Pada tanggal 9 Juli 2003124.or. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. 3.2.id. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. diakses pada tanggal 7 Agustus 2003.3.cetro. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125. DPR. 72 . DPR.

memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. 73 . Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. sebagai berikut:126 a. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. c. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. g.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. diberhentikan. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. e. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. berhenti. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. dalam Sidang Paripurna MPR. b. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. DPD dan DPRD. d. f. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. DPR.

berhenti. 2. (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945. sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR.1.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. karena hal ini 74 . melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR.3. 3. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1. diberhentikan. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar. Melantik adalah tugas dari MPR. dalam Sidang Paripurna MPR.2.

2. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. 3. Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1.2. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. DPR. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. 75 .3.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih. DPD dan DPRD. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas. Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR.

Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. 3. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya.2. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri.

Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti. 3. Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. 4.3. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 . Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4. Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya. Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat.

Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral. Jimly Asshiddiqie129.go.1. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah. 3.dpr. h.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128. DPD Dan DPRD. DPR. Dengan Politik127.htm.9 128 129 78 .Ketatanegaraan RI.id/humas/uuparpol. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www.cit. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.3. Op.id/humas/uupemilu. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia.go. DPR.htm. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya.dpr.

Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR. MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen. h.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut.9 131 79 . Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. 1985. sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. Ibid. (Lampiran 1) 1. h.35 Jimly Asshiddiqie. 2. Erlangga. Jakarta. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri.

3. wewenang tersendiri.lembaga MPR. Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. 4. 3. Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah.3. 5. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara. 6.

Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. 3.3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. 5. 4. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 .3. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif. 2. 1.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2. BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. Presiden tertinggi. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Dasar. 6. 82 . DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. Utusan Golongan dan Utusan Daerah. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. dalam UUD 132 . BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945. Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar.bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945. 4. 3. 7. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. 5.

Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 .1.BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1. Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain. VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR.

Pustaka Utama Grafiti. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. h. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. Keuangan. 84 .252-253. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. 1994. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. Jakarta. Unsur Dan Riwayatnya.kedaulatan rakyat. Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. Cina merupakan negara kesatuan 2. lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat. Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung.

cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 .134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. PSHTN UI Indonesia. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people. Constitution Of China. The people administer state affairs and manage economic. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels. Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135. kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum.

137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1. h. 3. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara. Pergumulan. Constitution Of China.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Op. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan. Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress. PSHTN UI JImly Asshiddiqie.Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi.50 137 86 . 2.Cit. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina. 1.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power. wilayah yang 136 China.

1984.50 139 87 . dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat.otonom. Hukum Tata Negara. dan Angkatan Bersenjata. Ghalia Indonesia. Jakarta. Abu Daud Busro. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139.3. Propinsi ataupun kabupaten/kota. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. 1. yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan. dan wilayah. h. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina. 138 China. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. juga golongan Angkatan Bersenjata. Constitution Of China Abu Bakar Busro. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 .

Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan. diantaranya:1.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3.3.Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis.95 141 88 . article 58 Constitution of China Sri Sumantri. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut.h. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 . 4. yaitu: 1. 2. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.Cit. The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state. 5. Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2. Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. Op.

6.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function. 2002. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1.142 Di China. Mengubah undang-Undang Dasar.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar. Sekretariat Jendral MPR RI.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. 2. 89 . 8. 142 Sekretariat Jendral MPR RI. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota. h. Melaksanakan penegakan konstitusi. Mengamandemen konstitusi.7.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota.9. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina.

dan memilih wakil ketua. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain. 3. dewan pertimbangan. 5. ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier). Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. menteri yang bertanggungjawab atas komisi. 90 . Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana.

menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. 91 . memilih presiden mahkamah agung rakyat. 9. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. atas nominasi dari ketua. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. 6. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. 7. Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara. 8. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. memutuskan anggota komisi militer pusat.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. memilih ketua dari komisi militer pusat dan. 6.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat.

memutuskan persoalan perang dan damai. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. menyetujui pendirian propinsi. 12. 13. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden. 11. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana. 14. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 .10. mengubah pantas Cina.

Ketua Mahkamah Agung dan 5. 4. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. Presiden dan Wakil Presiden RRC China.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. 2. Menteri. 3. Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden.

Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress. (2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. article 64 Constitution Of China 94 . Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya.3. negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya.ke 2.4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. 145 Cina.

As a result of the 1999 constitution. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia.4.Dalam adalah negara Cina. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). which consisted of a 95 . kebijakan memilih negara. Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1. Membuat Undang-Undang Dasar 2. Memilih Presiden. pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar. 3.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral. 1. Venezuela’s bicameral National Congress.

A council of ministers assists the president. who is popularly elected to a six-year term. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. was replaced by a unicameral. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara. © 1993-2002 Venezuela. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar. Dan dipilih 5 tahun sekali.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. 165-member National Assembly in 2000. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . Dan institusi Konstitusi. Legislators are popularly elected to a five-year term.Senate and Chamber of Deputies. yaitu Majelis Konstituen Nasional. 146 147 Venezuela. Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. The chief executive of Venezuela is a president. Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu.

Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3.148 1. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1. 349.5. Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela. article 348. 4. 97 . Constituton Of Venezuela.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2. 350. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif.

350 150 151 98 .Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional. article 136. dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat. Op. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function. or public ceremony or event.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67. Constitution Of Venezuela http://www.5.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif.Cit.1upinfo. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela. social gahtering of an important and formal kind151.html AS Hornby. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum. h. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing.

Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi. Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”. Constitution Venezuela Article 341.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. Constitution Venezuela 153 99 . adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi.

Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD. Membuat dan menetapkan UUD 2. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada. Tugas Dan Wewenang 1. dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum.bersama Kabinetnya. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5.6. Membuat Undang-Undang 4. akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. Maka tugas dan wewenang 100 . 1.

Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1. dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda. Amerika mempunyai sistem 101 .MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela. 2. b. Merupakan lembaga yang bertugas membuat. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2. diambil persamaan sebagai berikut: a. mengubah UUD. Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. terkecuali Venezuela. Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi).1.

Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial. Philippe C Schmitter. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. 222 156 Alexis de Tocqueville. h. Lembaga Penelitian. Diamond. 1965.90 102 . Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. Jakarta. h.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. 1994.7 155 Guilermo O’Donnel.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority. h. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. Democracy In America. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. 1992. Jakarta. sangat anti komunis. New York.155 2. Washington Square Press. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. Laurence Whitehead. Yayasan Obor Indonesia.

Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. The Constitution Of United States Of America 103 .157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945. 2. Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. Senate. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1. Section 1. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres.capable of resisting it.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. House Of Representative. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat.

Fungsi Eksekutif. Fungsi Legislatif. Fungsi Yudikatif. h. 3. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik.1-4. Aksara Baru. Op. Karena mekanisme menganut Indonesia. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158. 159 104 . Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie. Pembagian Kekuasaan Negara. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. 2. 42-45 Ismail Suny. Jakarta. 1985. h.cit. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159.

New Jersey. Cronin. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR. 1989.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat. Peltason. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain.5. Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. Government By The People. 161 105 . 2.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. Prentice Hall.3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. h. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres. h.23 Jimly Asshiddiqie. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden.

Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar. Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. h. Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. 2. 3. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003. 162 Ibid. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I.63 106 .162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1.

Passes federal budget.Establishes (untuk lower federal courts. rendah judicial federal. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. 1968. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif.Passes federal laws. The Free Prees.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5. All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States. h. © 1993-2002 107 . New York. which shall consist of a Senate and House of Representatives. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg.Declares war (menyatakan perang). levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2. The Philosophy Of The American Constitution.54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1.

dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. The Congress shall assemble at least once in every year. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. unless they shall by law appoint a different day. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. and such meeting shall begin at noon on the third day of January. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. Mengubah Undang-Undang Dasar 2. 108 . Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.Serikat.

diberhentikan.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6.menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 . dalam Sidang Paripurna MPR 3.4. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9. 2.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar.Membuat Undang-Undang 4. Mengubah dan menetapkan UUD 2.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. berhenti. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7.

Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas. BAB V PENUTUP 1. Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat. Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat. Tugas dan 110 .Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia.

DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. diberhentikan. Tugas ini 111 . berhenti. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya. Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. aturan Apabila ditetapkannya langsung. DPR. Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. DPR.

DPR. 112 . DPD dan DPRD.merupakan tugas sementara dari MPR. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945. Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar. Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu.

Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit. Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR. Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden. Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. DPD dan DPRD). Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . DPR. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat. hukum.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun. Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran. yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia. 117 .dilakukan pada saat tertentu. Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran. seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

2002 Dasar __________. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. 1993 Grafiti. 2002 118 .DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. Jakarta:UI Press. Pengisian Jabatan Presiden. Harun. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. 1945.1997 Arinanto. Jakarta:UI Press. __________. Jakarta: Ind Hill-Co. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. Hukum Dan Demokrasi.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Satya. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah. Jimly. 1994 ____________. 1991 Asshiddiqie. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Jakarta: Pustaka AlQautsar. 1996 ____________. UI Press. 1996. Al-Qardhawy.

. Abubakar. James. New Jersey: Princeton University Press. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. Peltason. New York: Washington Square Press. Government By The People. J.W. 1994 Dicey.____________. New Jersey: Prentice Hall. April. sevent edition. 1985 Dood. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Lawrence. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Toronto: Collier-Macmillan Canada.AV. 1976 Echols. Coalitions in Parliamentary Government. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Ilmu Negara. Jakarta:Ind. Bryan. Indonesia Pancasila. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. Thomas. 1997 Eidelberg.1998 Busroh.1985 Dan Demokrasi. Alexis. St Paul. Abudaud.Hill-Co. Paul. Gramedia Pustaka Utama. Otoritas Rajawali. Jakarta: Ghalia Indonesia. Larry. London:Mc. Jakarta: CV De Tocqueville. Minn:West Group. 1965 Diamond. Kamus Inggris Indonesia. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama. 1968 Garner. Black’s Law Dictionary . Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1984 Tata Burns. Cronin. Democracy In America. Millan Education LTD. The Philosopy Of The American Constitution. Shadily. 1989. 1998 Budiarjo. Carter. John. Miriam. 1999 119 . 1998 _________________. 1959 Djokosutono .

2000 Kusnardi. Ismail. London: George Manan. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Khaldun. AS. 1990 Laski. Harmaily. Bina Aksara . Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Jakarta: Sinar Bakti. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Mukaddimah.Hasan. Jakarta: Pustaka Firdaus. Mochtar. 1984 Indonesia. 1986 Umum 1987. 2003. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. 1979 Joeniarto. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Eman. Hukum Internasional. 1987 Huntington. Ibrahim. A Grammmar Of Politics. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. Bagir. Pengantar Hukum Tata Negara. 2001 Hermawan. 120 . Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. Samuel. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. Mohammad. 2003 Ibrahim. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Harmaily. Didit. Estiko. Pemilihan Paramita. Ibnu. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. Bandung:Armico. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. Allen & Unwin LTD. 1988 Kusumaatmaja. Harold. London: Oxford University Press. Hornby. 1938.

Republik. O’Donnel.__________________. Hendra. Kekuasaan Jakarta. Knap. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. 2000. 1976 Puspa. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. Naning. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. 1989 Thaib. WJS. Yan. Jazim. Jakarta:Bentang. Kamus Hukum. h. Mulyono. Pramadya. Schmitter. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Whitehead. Marshal. Jakarta. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. Bandung: Alumni. Andrew. 1985 MPR Tidak Mutlak. Jakarta: LP3S. Huda. Teori Dan Politik Konstitusi. Jakarta: PN Balai Pustaka. tanpa tahun Plato. Kuntjoro. Erlangga. third edition. 1981 Thaib. Hamidi. Ramdlon. New York:Oxford University Press.Oxford: Oxford University Press. Dahlan. Government And Politics In Western Europe. Teori Hukum Dan Konstitusi. 1957 Yves. Aneka Ilmu. 2002 Poerwadarminta. Ni’matul . 1977 Purbopranoto.1998 Doto. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Liberty. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Perwakilan Golongan Di Indonesia. 1999 121 . Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Semarang:CV. Dahlan.

Jakarta: Ghalia Indonesia. Usep. Masagung. Jakarta. 1988 Konstitusi Indonesia. Sejarah Filsafat Barat. Unsur Dan Riwayatnya. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti.1996 Politica. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. 1994 122 . Jakarta: Sinar Grafika. Redaksi Sinar Grafika. J. 1993 Simorangkir. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Jakarta: Bina Aksara. Sekretariat Jendral MPR RI.Ranawijaya. Cetakan 2. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya.H. 2000 Renan. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Jakarta: UI Press. Marsilam. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Ernest. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. Simanjuntak.C. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Hukum Dan Jakarta:CV. Filsafat Politik Aristoteles. 2001 Shklar.T. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. Jakarta:Bandung. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. 1994 Bertrand Russel. MPR Dari Masa Kemasa. 2002 Sjadzali. 1988. 2002 Samsul Wahidin. Judith. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. J. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. Munawir. Apakah Bangsa Itu?. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI. 1983 Dasar- Rapar.

Ibnu.UN. 1986 ____________. Pengantar Penelitian Hukum. Mamudji. Soerjono. Sistem Pemilu. Yogyakarta: Liberty. 1991 Tim IFES. Soerjono. Soeprapto. 1985 Taimiyah. IDEA. Jakarta. Jakarta:PT Pradnya _________. Jakarta: IFES. 1998 Soemantri. Filsafat Hukum Bagian 1. PT Pradnya Paramita. h. Maria Farida Indrati. Jakarta. Jakarta.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Pergeseran Aksara Baru. ASS. Filsafat Hukum Paramita. Rajawali.1980 Soekanto. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Alumni.Soehino. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. 1989 Tambunan. Pustaka Sinar Harapan. Citra Aditya Bakti. Ilmu Negara.16 Solly. 1981 Hukum Tata _____________. Bandung:Mandar Maju. 2002. Jakarta: Kanisius. 1989 Kekuasaan Eksekutif. Lubis. Bandung: PT. Soekanto. Sunny. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. h. Pengantar Perbandingan Antar Negara. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. 2001 123 . Cet. Jakarta: PT Bulan Bintang. Pembagian Kekuasaan Negara. CV.133-134 Soetiksno. 1995 Normatif. 1989 _____________. Jakarta: Ismail. Bandung. 2003 Bagian 2. Sri. Ilmu Negara. Jakarta: 1986.4. Pedoman Islam Bernegara. Jakarta: Aksara Baru. 1987.

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. Teori Politik Modern. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Muhammad. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Tim PSHK. 1995 Varma. Padmo.Nadhillah Ceria Indonesia. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Jakarta:CV Rajawali. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. 1996 Yamin. 2000 Tim Sekretariat Negara. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Jakarta: PT. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1982 Muchyar. DPR. Jakarta: Ghalia Indonesia. Yara. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina. Ilmu Negara. 1990 Wahjono. SP. Jakarta: Ind Hill-Co. Constitution Of China 124 . Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia.

Bali. Jakarta. Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie. _______________________. Juli 2003 125 .theceli. di Chicago. 28 Oktober 2000. Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR. 28 Maret 2003 _________________. Amerika Serikat.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR. Jimly. Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. America Constitution Of The United States Of Venezuela.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani. www. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM .Amerika Serikat.

html diakses pada tanggal 30 Juli 2003.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66. BPHN dan DEPKEH HAM RI.mpr.http://www. 1990 pada Governmental System. Constitution Of Venezuela.embavenezus.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67.101k. Venezuela Legislature. http://www.php.oefre. Ismail.com/country-guidestudy/china/china294.ch/law/icl/ch00000.html . www.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69.go. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.1upinfo.1upinfo. html diakses tgl 30 Juli 2003. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.html.org/politica/constitu. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia .Suny.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www. diakses pada tanggal Juni 2003 126 . Bali.id/h/tentang/index. h. diakses pada tanggal 1 Juli 2003. 2003.1upinfo. ChinaConstitutionhttp://www.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development. Juli. jam 13. Data as of December http://www.html.1upinfo. diakses pada tanggal 10 Januari 2003. http://www.unibe.

127 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful