Teori - teori Motivasi

Jun 10, '08 11:05 AM for everyone

Motivasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan apa yang memberikan energi bagi seseorang dan apa yang memberikan arah bagi aktivitasnya. Motivasi kadang-kadang dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil. Energi dan arah inilah yang menjadi inti dari konsep tentang motivasi. Motivasi merupakan sebuah konsep yang luas (diffuse), dan seringkali dikaitkan dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi energi dan arah aktivitas manusia, misalnya minat (interest), kebutuhan (need), nilai (value), sikap (attitude), aspirasi, dan insentif (Gage & Berliner, 1984). Dengan pengertian istilah motivasi seperti tersebut di atas, kita dapat mendefinisikan motivasi belajar siswa, yaitu apa yang memberikan energi untuk belajar bagi siswa dan apa yang memberikan arah bagi aktivitas belajar siswa. Secara umum, teori-teori tentang motivasi dapat dikelompokkan berdasarkan sudut pandangnya, yaitu behavioral, cognitive, psychoanalytic, humanistic, social learning, dan social cognition. 1. Teori-teori Behavioral Robert M. Yerkes dan J.D. Dodson, pada tahun 1908 menyampaikan Optimal Arousal Theory atau teori tentang tingkat motivasi optimal, yang menggambarkan hubungan empiris antara rangsangan (arousal) dan kinerja (performance). Teori ini menyatakan bahwa kinerja meningkat sesuai dengan rangsangan tetapi hanya sampai pada titik tertentu; ketika tingkat rangsangan menjadi terlalu tinggi, kinerja justru menurun, sehingga disimpulkan terdapat rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu (Yerkes & Dodson, 1908). Pada tahun 1943, Clark Hull mengemukakan Drive Reduction Theory yang menyatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajar pun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang muncul mungkin bermacam-macam bentuknya (Budiningsih, 2005). Masih menurut Hull, suatu kebutuhan biologis pada makhluk hidup menghasilkan suatu dorongan (drive) untuk melakukan aktivitas memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa makhluk hidup ini akan melakukan respon berupa reduksi kebutuhan (need reduction response). Menurut teori Hull, dorongan (motivators of performance) dan reinforcement bekerja bersama-sama untuk membantu makhluk hidup mendapatkan respon yang sesuai (Wortman, 2004). Lebih jauh Hull merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan matematis antara drive (energi) dan habit (arah) sebagai penentu dari behaviour (perilaku) dalam bentuk: Behaviour = Drive × Habit Karena hubungan dalam persamaan tersebut berbentuk perkalian, maka ketika drive = 0, makhluk hidup tidak akan bereaksi sama sekali, walaupun habit yang diberikan sangat kuat dan jelas (Berliner & Calfee, 1996).

terkontrol). jarak psikologis berbanding terbalik dengan besar gaya (motivasi). 2.1960. . valensi (G ) atau sifat objek tujuan. dan selanjutnya mengubah lebih jauh perilakunya (Huitt. G)/e Dalam persamaan Lewin di atas. sehingga semakin dekat seseorang dengan tujuannya. 2001). yang kemudian mengubah pola pikirnya. Sebagai contoh. Lewin menyatakan bahwa perilaku ditentukan baik oleh person (P) maupun oleh environment (E): Behaviour = f(P. Teori kedua yang termasuk dalam teori-teori cognitive adalah Atribution Theory yang dikemukakan oleh Fritz Heider (1958). Harold Kelley (1967. siswa akan menunjukkan perilaku belajar yang melemah (Huitt. Implikasi dari hal ini adalah bahwa jika kita dapat menciptakan ketidakcocokan dalam jumlah tertentu. Teori-teori Cognitive Pada tahun 1957 Leon Festinger mengajukan Cognitive Dissonance Theory yang menyatakan jika terdapat ketidakcocokan antara dua keyakinan. E) Menurut Lewin. semakin besar gaya motivasinya. tak terkontrol). Teori Lewin memandang motivasi sebagai tension yang menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuannya dari jarak psikologis yang bervariasi (Berliner & Calfee. seorang pelari yang sudah kelelahan melakukan sprint ketika ia melihat atau mendekati garis finish. besar gaya motivasional pada seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan lingkungannya ditentukan oleh tiga faktor: tension (t) atau besar kecilnya kebutuhan. 1986). 1996). maka begitu siswa mengalami kesulitan dalam belajar. dan jarak psikologis orang tersebut dari tujuan (e). Kurt Lewin mengajukan Field Theory yang dipengaruhi oleh prinsip dasar psikologi Gestalt.Pada periode 1935 . atau antara keyakinan dan tindakan. ini akan menyebabkan seseorang mengubah perilakunya. Jika siswa memiliki atribut kemampuan (internal. Internal Eksternal Tidak terkontrol Kemampuan (ability) Keberuntungan (luck) Terkontrol Usaha (effort) Tingkat kesulitan tugas Dalam sebuah pembelajaran. dua tindakan. maka kita akan bereaksi untuk menyelesaikan konflik dan ketidakcocokan ini. Force = f(t. Teori ini menyatakan bahwa setiap individu mencoba menjelaskan kesuksesan atau kegagalan diri sendiri atau orang lain dengan cara menawarkan attribut-atribut tertentu. dan Bernard Weiner (1985. 1971). sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan atribut-diri usaha (internal. Atribut ini dapat bersifat internal maupun eksternal dan terkontrol maupun yang tidak terkontrol seperti tampak pada diagram berikut. 2001).

menyatakan dalam Theory of Socioemotional Development (atau Psychosocial Theory) bahwa yang paling mendorong perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial (Huitt. Menurut model ini.Pada tahun 1964. Maslow mengemukakan gagasan hirarki kebutuhan manusia. ketiga variabel tersebut harus selalu ada supaya terdapat motivasi. Erik Erikson yang merupakan murid Freud yang menentang pendapat Freud. motivasi juga akan rendah. jika seseorang merasa tidak percaya bahwa ia dapat sukses pada suatu proses belajar atau ia tidak melihat hubungan antara aktivitasnya dengan kesuksesan atau ia tidak menganggap tujuan belajar yang dicapainya bernilai. manusia hanya dapat bergerak ke growth needs jika dan hanya jika deficiency needs sudah terpenuhi. yaitu hidup (sexual) dan mati (aggression). 4)Internal Self-Concept yang didasarkan pada motivasi. Untuk menjelaskan pilihan. Deficiency needs meliputi (dari urutan paling bawah) kebutuhan fisiologis. et. yaitu deficiency needs dan growth needs. 1997). terdapat 5 faktor yang merupakan sumber motivasi. Oleh karena itu. dan 5) External Self-Concept yang didasarkan pada motivasi (Leonard. Teori-teori Psychoanalytic Salah satu teori yang sangat terkenal dalam kelompok teori ini adalah Psychoanalytic Theory (Psychosexual Theory) yang dikemukakan oleh Freud (1856 . Dalam deficiency needs ini. dan Scholl (1995). 2)Intrinsic Process Motivation (kegembiraan. Dengan kata lain. Teori-teori Social Learning Social Learning Theory (1954) yang diajukan oleh Julian Rotter menaruh perhatian pada apa yang dipilih seseorang ketika dihadapkan pada sejumlah alternatif bagaimana akan bertindak. Menurut Maslow. kebutuhan yang lebih bawah harus dipenuhi lebih dulu sebelum ke kebutuhan di level berikutnya. maka kecil kemungkinan bahwa ia akan terlibat dalam aktivitas belajar. Vroom mengajukan Expectancy Theory yang secara matematis dituliskan dalam persamaan: Motivation = Perasaan berpeluang sukses (expectancy) × Hubungan antara sukses dan reward (instrumentality) × Nilai dari tujuan (Value) Karena dalam rumus ini yang digunakan adalah perkalian dari tiga variabel.al. misalnya seperti yang diusulkan oleh Leonard. Growth needs meliputi kebutuhan kognitif. yaitu 1)instrumental motivation (reward dan punishment). maka jika salah satu variabel rendah. senang. 1983). 3)Goal Internalization (nilai-nilai tujuan). Teori Maslow mendorong penelitian-penelitian lebih lanjut yang mencoba mengembangkan sebuah teori tentang motivasi yang memasukkan semua faktor yang mempengaruhi motivasi ke dalam satu model (Grand Theory of Motivation). 1995). kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki. kebutuhan aktualisasi diri. atau arah tindakan. kebutuhan rasa aman.1939) yang menyatakan bahwa semua tindakan atau perilaku merupakan hasil dari naluri (instinct) biologis internal yang terdiri dari dua kategori. yang terbagi menjadi dua kelompok. Rotter mencoba menggabungkan dua pendekatan . Hirarki kebutuhan Maslow merupakan cara yang menarik untuk melihat hubungan antara motif manusia dan kesempatan yang disediakan oleh lingkungan (Atkinson. dan kebutuhan akan penghargaan. Teori-teori Humanistic Teori yang sangat berpengaruh dalam teori humanistic ini adalah Theory of Human Motivation yang dikembangkan oleh Abraham Maslow (1954). Beauvais. kenikmatan). dan kebutuhan self-transcendence. 4. 3. 5. kebutuhan estetik.

Dapat disimpulkan bahwa curiosity merupakan hal penting dalam meningkatkan motivasi. 4)Motivation. III. Sejarah juga membuktikan bahwa curiosity memiliki banyak peran dalam kehidupan para penemu (inventor). dan siswa akan termotivasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam dirinya tersebut. Dengan mengajukan pertanyaan. ketika guru melakukan demonstrasi suatu eksperimen yang memberikan hasil yang tidak terduga. mengingat apa yang pernah dilihat atau diperoleh. Dalam pembelajaran Sains. keadaan ketidakpastian yang diciptakan oleh guru telah menimbulkan curiosity siswa. yaitu 1)Attention. 6. Diskusi Seperti yang telah diteliti oleh Haury (Haury. dapat diambil suatu hipotesis bahwa terdapat kaitan yang erat antara peningkatan motivasi belajar siswa terhadap penerapan metode inquiry dalam pembelajaran Sains. 1985). Pembelajaran dapat terjadi melalui proses sederhana dengan mengamati aktivitas orang lain. Teori Social Cognition Tokoh dari Social Cognition Theory adalah Albert Bandura. 1996). 1985). salah satu manfaat yang dapat diperoleh . atau kompleks. curiosity siswa akan meningkat karena siswa mengalami ketidakpastian terhadap jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut (Gagne. C. siswa lebih banyak ditanya daripada diberikan jawaban. Menurut Rotter. Respon manusia ketika menghadapi suatu ketidakpastian inilah yang disebut dengan curiosity atau rasa ingin tahu. melakukan sesuatu dengan cara meniru dari apa yang dilihat. 2004). Nilai reinforcement merujuk pada tingkat preferensi terhadap reinforcement tertentu (Berliner & Calfee. 3)Reproduction. ilmuwan. artis. Teori Curiosity Berlyne Pada tahun 1960 Berlyne mengemukakan sebuah Teori tentang Curiosity atau rasa ingin tahu. memperhatikan dari lingkungan. tidak layak. lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku yang akan muncul lagi (reinforcement and punishment) (Huitt. Salah satu metode pembelajaran yang melibatkan curiosity siswa adalah inquiry teaching. bukan hanya pernyataan-pernyataan. yaitu pendekatan stimulus-response atau reinforcement dan pendekatan cognitive atau field. Dengan demikian. hal ini akan menimbulkan konflik konseptual dalam diri siswa. 2)Retention. Hipotesis Berdasarkan paparan teori-teori di atas. mengejutkan. 1993). ketidakpastian muncul ketika kita mengalami sesuatu yang baru. dan orang-orang yang kreatif. Ini akan menimbulkan rangsangan yang tinggi dalam sistem syaraf pusat kita. Menurut Berlyne.utama dalam psikologi. motivasi merupakan fungsi dari expectation dan nilai reinforcement. D. Dalam metode ini. Melalui berbagai eksperimen Bandura dapat menunjukkan bahwa penerapan konsekuensi tidak diperlukan agar pembelajaran terjadi. Curiosity akan mengarahkan manusia kepada perilaku yang berusaha mengurangi ketidakpastian (Gagne. Bandura menyimpulkan penemuannya dalam pola 4 langkah yang mengkombinasikan pandangan kognitif dan pandangan belajar operan. dan ini akan memotivasi siswa untuk mengerti mengapa hasil eksperimen tersebut berbeda dengan apa yang dipikirkannya.

Adanya rangsangan dan dorongan ini menyebabkan siswa termotivasi untuk meresponnya melalui kegiatan ilmiah. misalnya sikap objektif. Oleh karena itu. maka muncul pertanyaan apakah metode ini juga dapat mempengaruhi motivasi belajar dalam diri siswa? Sesuai dengan teori curiosity Berlyne. Oleh karena itu. maka kecil kemungkinan bahwa ia akan terlibat dan termotivasi dalam aktivitas belajar. sesuai teori Hull tidak lain adalah upaya untuk mengurangi dorongan atau drive. yaitu mencari jawaban dari pertanyaan. Dengan sikap keilmiahan yang baik. Sementara menurut Expectation Theory. Cognitive Dissonance Theory menyiratkan bahwa jika guru dapat menciptakan konflik-konflik tersebut. komponen pertama dalam metode inquiry adalah question atau pertanyaan. Seperti yang telah diuraikan dalam deskripsi teoretik di depan. metode inquiry yang biasa diterapkan dalam pembelajaran Sains secara tidak langsung sebenarnya mencoba memenuhi salah satu kebutuhan manusia tersebut. Rasa ingin tahu yang tinggi dapat dikaitkan dengan teori Maslow. tampaknya ada hubungan yang kuat antara motivasi belajar dengan sikap keilmiahan yang terbentuk sebagai akibat dari penerapan metode inquiry. yang tidak lain adalah motivasi untuk belajar. Yang perlu diperhatikan dalam memberikan pertanyaan kepada siswa adalah bahwa ada rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu sesuai dengan Optimal Arousal Theory. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat diartikan sebagai rangsangan (arousal) atau dorongan (drive). yang kemudian mengubah pola pikirnya. Kegiatan ilmiah yang dilakukan. konsep-konsep dalam Sains lebih mudah dipahami oleh siswa. Begitu juga. rasa ingin tahu yang dimiliki siswa akan memberikan motivasi bagi siswa tersebut untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dihadapinya. memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam pembelajaran Sains dengan metode inquiry sama artinya dengan menciptakan ketidakcocokan (konflik) antara apa yang dipikirkan oleh siswa dengan apa yang seharusnya menjadi jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sebab. maka motivasi siswa justru dapat turun kembali. Dalam pandangan teori-teori motivasi Cognitive. rasa ingin tahu yang tinggi. jika . sebaiknya “jarak” antara pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa dengan jawaban yang diharapkan tidak terlalu jauh. jika seseorang merasa tidak percaya bahwa ia dapat sukses pada suatu proses belajar atau ia tidak melihat hubungan antara aktivitasnya dengan kesuksesan atau ia tidak menganggap tujuan belajar yang dicapainya bernilai. dengan motivasi belajar yang tinggi. yaitu pemahaman konsep-konsep Sains. Jadi. Harus juga dipertimbangkan apa yang oleh Field Theory disebut sebagai jarak psikologis ke suatu tujuan. yang menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang salah satunya kebutuhan untuk mengetahui dan kebutuhan untuk memahami. jika rangsangan yang diberikan terlalu tinggi. Jika metode inquiry dapat mempengaruhi sikap keilmiahan siswa. Dalam pandangan teori-teori motivasi behavioral. dalam memberikan pertanyaan. dan berpikir kritis. supaya motivasi untuk menjawab pertanyaan tersebut besar karena jarak psikologis tersebut berbanding terbalik dengan motivasi.dari metode inquiry adalah munculnya sikap keilmiahan siswa. maka siswa akan berusaha (termotivasi) untuk mengubah perilakunya. kegiatan pembelajaran Sains juga menjadi lebih mudah mencapai tujuannya.

misalnya siswa harus merasa dapat menjawab pertanyaan tersebut. pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru kepada siswa memiliki batasan-batasan tertentu. atau gas?” “Darimana datangnya ayam dan bagaimana cara kerja telur ayam sehingga bisa menjadi ayam?” “Mengapa bentuk bulan berubah-ubah?” Dalam proses pembelajaran. Humanistic. dan gas? Apakah ciri-ciri zat padat.metode inquiry diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa. melibatkan siswa dan menimbulkan curiosity melibatkan level berpikir yang lebih tinggi tidak dapat langsung dijawab tidak dapat dijawab hanya dengan satu kalimat Contoh pertanyaan essential antara lain: • • • “Apa yang menyebabkan sebuah zat disebut zat padat. yang oleh Garton disebut sebagai pertanyaan essential. dan Social Cognition. dan gas? Komponen kedua dan ketiga dalam metode inquiry adalah student engangement (keterlibatan) dan cooperative interaction (interaksi kerjasama). antara lain harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut (Garton. Kedua hal ini akan dibahas bersamaan karena memiliki kedekatan. guru dan siswa bersama-sama mengembangkan pertanyaanpertanyaan lain. Pertanyaan-pertanyaan yang disyaratkan dalam metode pembelajaran Inquiry. • • • • • • • • dapat ditanyakan berulang-ulang menunjukkan kepada siswa hubungan antara beberapa konsep dalam sebuah subjek muncul dari usaha untuk belajar lebih jauh mengenai kehidupan. zat cair. yang oleh Garton disebut pertanyaan unit. Dalam . berupa pertanyaan umum dan membuka pertanyaan-pertanyaan lebih jauh menuntun pada konsep utama subjek tertentu. Dalam pandangan Theory of Socioemotional Development. zat cair. zat cair. 2005). untuk menjawab pertanyaan bagaimana kita mengetahuinya atau mengapa memberikan stimulus dan menumbuhkan minat untuk menyelidiki. Keterlibatan siswa dan interaksi kerjasama dapat ditinjau berdasarkan teoriteori motivasi Psychoanalitic. untuk menjawab pertanyaan essential. Ciri pertanyaan unit antara lain: • • menanyakan konsep-konsep apa saja yang terdapat dalam subjek pertanyaan essential membantu siswa menjawab pertanyaan essential secara lebih spesifik Contoh pertanyaan unit antara lain: • • Apa saja contoh zat padat. yang paling mendorong atau memotivasi perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial.

tersebut. Dalam performance evaluation. artinya lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku. Untuk menghindari konsekuensi ini. Komponen keempat dalam metode inquiry adalah performance evaluation. reward. Social Learning Theory juga menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang adalah expectation dan nilai reinforcement. Mirip dengan Expectation Theory. siswa akan berusaha sebaik-baiknya dengan expectancy mendapatkan reward (misalnya nilai yang baik). Dengan demikian. artinya siswa memperhatikan lingkungan melalui keterlibatannya. Attention. tentu saja motivasi dalam belajar. Dalam pandangan teori Maslow. Performance evaluation dapat ditinjau dari Expectation Theory yang menyatakan bahwa motivasi merupakan fungsi dari expectation. siswa termotivasi untuk belajar sehingga konsekuensi yang diperoleh adalah konsekuensi yang positif. maka perilaku dan kepribadiannya berubah ke arah yang lebih baik. Untuk menjawab rasa ingin tahunya. Motivation. yang menyatakan bahwa proses pembelajaran dapat terjadi antara lain melalui attention dan motivation. melalui performance evaluation ini motivasi siswa akan meningkat karena expectation siswa yang tinggi. Komponen kelima dalam metode inquiry adalah Variety of Resources. Artinya.pembelajaran dengan metode inquiry. metode inquiry memberikan ruang bagi siswa untuk pemenuhan kebutuhannya. yaitu ikut aktif terlibat dalam kegiatan dan mau bekerjasama. Contoh konsekuensi adalah dianggap tidak aktif terlibat dan tidak dapat bekerjasama. Hal sebaliknya dapat dinyatakan bahwa motivasi siswa akan rendah dalam suatu pembelajaran yang tidak memasukkan unsur performance evaluation di dalamnya. Artinya. motivasi belajar siswa meningkat. maka ia harus menyiapkan diri sebaik mungkin. Artinya. Komponen ini dapat dikaitkan dengan teory Curiosity Berlyne yang menyimpulkan bahwa curiosity meningkatkan motivasi belajar siswa. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru menimpulkan ketidakpastian atau konflik konseptual dalam diri siswa. Keterlibatan dan interaksi kerjasama dalam pembelajaran Sains dengan metode inquiry juga dapat ditinjau berdasarkan teori Social Cognition. misalnya dengan membaca banyak buku teks. manusia memiliki kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri. siswa harus memiliki banyak pengetahuan. sehingga siswa pun akan memiliki motivasi yang tinggi. yang dapat diperoleh dari berbagai macam sumber belajar. Kesempatan siswa untuk terlibat dan bekerjasama dalam sebuah pembelajaran dengan metode inquiry dapat dikatakan sebagai kesempatan untuk memenuhi dua kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri . Dengan demikian. dalam performance evaluation siswa diberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. dan nilai. ketika siswa merasa dilibatkan oleh guru (lingkungan) dalam proses menjawab pertanyaan-pertanyaan dan melakukan interaksi dengan sesama siswa melalui kerja kelompok. Berdasarkan teori Maslow. sesuai teori ini motivasi siswa akan meningkat karena metode inquiri mengandung performance evaluation. adanya kesempatan ini menyebabkan motivasi siswa meningkat agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. dalam . Supaya keterlibatan dan kerjasamanya dapat diterima oleh lingkungan. Konflik konseptual ini akan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar dalam diri siswa. Dengan demikian.

Gagne. GA: Valdosta State University ____. Technology Integration Academy. D. IV. and Environment Education. (1984). and Environment Education.L. .metode inquiry sebenarnya guru menciptakan curiosity siswa. GA: Valdosta State University.. (1993). karena hal ini dapat menurunkan kembali motivasinya. Houghton Mifflin Company. V. Belajar dan Pembelajaran. C.(Editor). Namun secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dari metode inquiry terhadap motivasi belajar siswa. & Helgenson. C. 1996. 1983. R. Brown and Company Garton. Educational Psychology Interactive. Introduction to Psychology.. Ellen. Asri. Penerbit Rineka Cipta. Handbook of Educational Psychology. Referensi Atkinson. tidak memberikan rangsangan dan curiosity yang tinggi. Kesimpulan Berdasarkan penjabaran kelima komponen dalam metode inquiry di atas ditinjau dari berbagai teori tentang motivasi dan curiosity terlihat bahwa metode inquiry memberikan kesempatan meningkatnya motivasi belajar siswa. The Cognitive Psychology of School Learning. (ED325303) Budiningsih. Simon & Schuster Macmillan. yang meningkatkan motivasi belajarnya. Willard R-II School District. Inc.. Boston. Educational Psychology Interactive. Rita. 1985. Gage. Blosser. Memberikan kesempatan dapat diartikan sebagai suatu ketidakpastian. Boston. maka peningkatan motivasi belajar juga sulit diharapkan. C. & Berliner. N. (2004). Richard. Patricia E. masih terdapat batasan-batasan. 2005. OH: ERIC Clearinghouse for Science. Inquiry-Based Learning.. Educational Psychology 3rd Ed. & Hilgard. Mathematics. (ED35904 Huitt. & Calfee. New York. peranan guru sangat penting dalam memilihkan sumber belajar yang tepat agar siswa tidak terlalu lama dalam keadaan “belum menemukan jawaban”. Columbus. Berliner. Teaching Science Through Inquiry. Jakarta. 8th Ed. David.C. Socioemotional development. (1990). Valdosta. Tentu saja. Mathematics. Little. Selecting Procedures for Improving the Science Curriculum. Atkinson. C. Harcourt Brace Jovanovich. L. Janetta. OH: ERIC Clearinghouse for Science. Columbus. David. Haury.. Valdosta. jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada siswa terlalu sulit (jarak psikologisnya jauh). (1997). Robert. 2005. Stanley L. David. Ernest. Misalnya. W. dan guru kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk memuaskan rasa ingin tahunya tersebut melalui berbagai macam sumber belajar. Observational (social) learning: An overview.

Penerbit Alfabeta. 2004. 18. W. Elizabeth. J. Valdosta. (190 The Relation of Strength of Stimulus to Rapidity of HabitFormation.. 2001. Yerkes. Educational Psychology Interactive. & Dodson. 2004. Konsep dan Makna Pembelajaran. Motivation to Learn: An Overview.. Beauvais. R.. sumber : http://iwanps. & Scholl Richard.edu/wh…). Journal of Comparative Neurology and Psychology. McGraw-Hill. “A Self ConceptBased Model of Work Motivation”. Bandung. 5th Ed. Loftus. Laura Lynn. In The Annual Meeting of the Academy of Management (URL: http://chiron. H.D. Charles. Valdosta State University Leonard. Boston. Syaiful..com/2008/04/17/teori-motivasi/ . Sagala.____. Psychology.wordpress.. 1995.. Nancy.valdosta. Wortman. & Weaver. Camille.M.