P. 1
ransum

ransum

|Views: 453|Likes:
Published by Piko Kalpiko

More info:

Published by: Piko Kalpiko on Sep 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

Petunjuk Teknis ISBN : 978-979-25-4472-5 RANSUM SEIMBANG, STRATEGI PAKAN PETUNJUK TEKNIS PADA SAPI POTONG

STRATEGI PAKAN RANSUM SEIMBANG,
PADA SAPI POTONG

Uum Umiyasih Yenny Nur Anggraeny

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN 2007

ISBN : 978-979-8308-70-3

PETUNJUK TEKNIS RANSUM SEIMBANG, STRATEGI PAKAN PADA SAPI POTONG

UUM UMIYASIH YENNY NUR ANGGRAENY

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN 2007

Petunjuk Teknis Ransum Seimbang, Strategi Pakan Pada Sapi Potong

Diterbitkan : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Hak Cipta @ 2007. Loka Penelitian Sapi Potong Jln. Pahlawan Grati No. 2 Grati Pasuruan 67184 Penyunting Pelaksana : Andi Mulyadi Marsandi Tata Letak dan Rancangan Sampul : Dicky Mohammad Dikman

Isi buku dapat disitasi dengan menyebutkan sumbernya

Petunjuk Teknis Ransum Seimbang, Strategi Pakan Pada Sapi Potong, 2007. Penulis : Uum Umiyasih dan Yenny Nur Anggraeny, Grati Loka Penelitian Sapi Potong Grati, 2007 : viii + 45 halaman

ISBN : 978-979-8308-70-3

Ransum Seimbang, Strategi Pakan pada Sapi Potong 2007

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT atas segala Hidayah dan InayahNya dengan diselesaikannya buku “Petunjuk Teknis Ransum Seimbang, Strategfi Pakan Pada Sapi Potong” Peningkatan produktivitas sapi potong dalam rangka mendukung program “Kecukupan Swasembada Daging 2010”, memerlukan strategi khusus dalam program pemberian pakan, karena biaya pakan pada sebuah usaha peternakan mencapai 70–80% dari biaya operasional usaha. Beberapa strategi pakan yang dapat dilakukan antara lain adalah peningkatan nilai nutrisi baik secara biologi, pemecahan partikel, suplementasi maupun tatalaksana pemberian pakan yang dapat meningkatkan nilai manfaat dari bahan pakan asal biomas lokal. Buku petunjuk teknis ini merupakan sebagai salah satu upaya penyebar luasan teknologi tatalaksana pakan untuk mendukung pengembangan dan meningkatkan produktivitas sapi potong. Penerbitan buku petunjuk teknis ini dibiayai dari dana kegiatan Prima Tani Loka Penelitian Sapi Potong T.A. 2007. Kepada staf peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong yang telah menyusun buku petunjuk teknis ini diucapkan penghargaan dan terima kasih. Semoga buku petunjuk teknis ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkannya. Bogor, September 2007 Kepala Pusat,

Dr. Abdullah M. Bamualim

iii

Ransum Seimbang, Strategi Pakan pada Sapi Potong 2007

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................................... iii DAFTARISI.................................................................. DAFTAR GAMBAR..................................................... I. II. iv vii DAFTAR TABEL.......................................................... vi DAFTAR LAMPIRAN................................................... viii PENDAHULUAN.......................................................... 1 BAHAN PAKAN, BAHAN PENYUSUN RANSUM SEIMBANG.................................................................. 1. Zat Nutrien (makanan) ...................................... 2. Bahan pakan .................................................... 3. Ransum (pakan) ............................................... 4. Ransum seimbang ............................................ STRATEGI PENYUSUNAN RANSUMSEIMBANG.................................................. 1. Menyiapkan tabel kebutuhan zat nutrien ................ 2. Menyiapkan tabel Komposisi/kandungan nutrien bahan pakan ............................................................ 3. .Penyusunanformulaansum .................................... 4. Pencampuran bahan pakan.. .................................. V CARA MENYUSUN RANSUM SEIMBANG ............... 1. Ransum Sapi Potong Dara...................................... 2. Sapi induk 3-4 bulan pertama setelah melahirkan .. 3 3 4 6 8 19 19 21 22 23 25 25 29

IV

iv

............ Strategi Pakan pada Sapi Potong 2007 3.......................... VI VII PENUTUP ...................... 33 38 39 v . DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ ........Ransum untuk sapi jantan.....Ransum Seimbang.....

.......................................................... Kebutuhan zat nutrien sapi jantan BB 300 kg dengan PBBH 1 kg.....................................Ransum Seimbang.................................... 26 26 27 28 30 30 31 32 33 34 35 36 vi ..................... PBBH 500 g hari ....... Perbandingan kebutuhan zat nutrien dengan yang tersedia oleh jerami padi............... Kandungan zat nutrien Pennisetum purpureum (rumput gajah) dan Bungkil elapa.. KKandungan zat nutrien bahan pakan....... Kebutuhan zat nutrien induk 3–4 bulan pertama setelah melahirkan...................................................................... Perbandingan kebutuhan zat nutrien dengan yang tersedia oleh bahan pakan.......... Tabel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Judul Kebutuhan zat nutrien sapi dara BB 300 kg............................................................... Zat makanan yang dapat disediakan oleh 7 kg rumput gajah..................... ................ Kandungan zat nutrien bahan akan............................. Strategi Pakan pada Sapi Potong 2007 DAFTAR TABEL Halaman No......... Perbandingan kebutuhan zat nutrien dengan yang tersedia oleh bahan pakan.............. Zat makanan yang dapat disediakan oleh jerami padi dan bungkil kelapa........... 1 kg bungkil kelapa............................... Zat makanan yang dapat disediakan oleh 7 kg rumput gajah dan 1............

.................................................................... Strategi Pakan pada Sapi Potong 2007 DAFTAR GAMBAR Halaman No................. Profil peternakan rakyat dengan pola pemeliharaan seadanya...................................................................................... Gambar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Judul Zat – zat nutrien yang terkandung dalam bahan makanan..... Jerami dan hijauan segar merupakan pakan basal ternak ruminansia...................... Pembuatan konsentrat secara manual ..... Jerami padi merupakan bahanpakan hijauan kering................ Bungkilkelapa ....... Dedak padi imerupakan bahan pakan sumber................. Jerami padi merupakan bahan pakan hijauan sumber protein..dedak dan dedak gandump akanp enguat ternak ruminansia....................................................... Rumput gajah merupakan bahan pakan hijauan segar................... 3 4 5 5 6 7 7 10 23 23 24 vii ...........................Ransum Seimbang.......................................... Pembuatan konsentrat menggunakan mesin Strategi penyusunan ransum...

... Strategi Pakan pada Sapi Potong 2007 DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 2 Judul Komposisi Bahan Pakan Sumber Energi dan Sumber Protein..... 43 44 viii ..................... Kebutuhan Nutrien Sapi otong...........Ransum Seimbang..........

1 .10% atau dari 11.137.680. dalam kurun 5 (lima) tahun terakhir ini telah terjadi penurunan populasi sebesar 4. namun hasilnya belum memperlihatkan dampak yang positip (Yusdja. khususnya yang bergerak di bidang usaha sapi potong. 2003). 2006). Kondisi peternakan sapi potong saat ini dapat dikatakan “mengkhawatirkan”.000 ekor pada tahun 2001 menjadi 10.Daging sapi adalah sumber protein hewani yang kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan konsumen nasional baru sekitar 23% (Luthan. Pogram kecukupan daging 2010 memerlukan upaya terobosan yang efektif serta dukungan yang memadai dari pemerintah dan masyarakat.000 ekor pada tahun 2005.Ransum Seimbang 2007 I. Telah banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan populasi. PENDAHULUAN Meningkatkan produksi daging merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan sekaligus memajukan tingkat kecerdasan sumber daya manusia Indonesia.

Salah satu faktor tata laksana pemeliharaan yang penting dan pengaruhnya cukup besar bagi produktivitas adalah pakan.Ransum Seimbang 2007 Selain penurunan populasi. Didalam tulisan ini akan diinformasikan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh peternak terutama tentang tata laksana pakan disertai dengan upaya pemecahan masalahnya melalui teknologi yang aplikatip dengan harapan akan dapat meningkatkan produktivitas ternak. 2 . Keterbatasan modal.. pakan juga harus ekonomis supaya dapat memberikan keuntungan bagi peternak. Selain harus berkualitas.5 kg/hari (Utomo et al. kurang berwawasan agribisnis serta tatalaksana pemeliharaan yang masih tradisional merupakan penyebab rendahnya produktivitas (dengan tingkat pertumbuhan dibawah 0. 1999)). produktivitas yang rendah merupakan kendala peningkatan produksi daging terutama pada usaha sapi potong rakyat.

Bahan Makanan Bahan kering Air Bahan organik -Karbohidrat . 1998). BAHAN PAKAN DAN BAHAN PENYUSUN RANSUM SEIMBANG Di dalam Ilmu Makanan Ternak terdapat beberapa istilah penting yang perlu dipahami diantaranya adalah : 1. Zat–zat nutrien yang terkandung dalam bahan makanan 3 . karbohidrat.. mineral. Zat Nutrien (makanan) Zat nutrien adalah zat-zat gizi di dalam bahan pakan yang sangat diperlukan untuk hidup ternak meliputi protein.Abu -Protein Gambar 1. vitamin dan air (Gambar 1) (Tillman et al.Vitamin -Lipida . lemak.Ransum Seimbang 2007 II.

yaitu bahan pakan asal tanaman dan asal non tanaman (ternak atau ikan). aditif dan non aditif (Kellems and Church.Ransum Seimbang 2007 2. suplemen vitamin. sumber energi. Berdasarkan sifat fisik dan kimianya dibedakan menjadi 8 klas yaitu : hijauan kering dan jerami. sumber protein. 1998). tanaman padangan rumput. 1998) Bahan pakan terdiri dari 2 kelompok. Gambar 2. silage dan haylage. mineral.. hijauan segar. Rumput gajah merupakan bahan pakan 4 . Beberapa contoh bahan pakan untuk sapi potong tercantum dalam Gambar 2 sampai Gambar 5. Bahan pakan Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak yang memakannya (Tillman et al.

Jerami padi merupakan. Bungkil kelapa merupakan bahan pakan 5 .hijauan segar bahan pakanhijauan Kering Gambar 4.Ransum Seimbang 2007 Gambar 3.

1995). Pada umumnya ransum untuk ternak ruminansia terdiri dari pakan 6 . produksi maupun reproduksi (Siregar. Ransum (pakan) Merupakan campuran dari dua atau lebih bahan pakan yang diberikan untuk seekor ternak selama sehari semalam. Ransum harus dapat memenuhi kebutuhan zat nutrien yang diperlukan ternak untuk berbagai fungsi tubuhnya.. yaitu untuk hidup pokok. 2006) 3. Kualitas suatu bahan pakan ditentukan oleh kandungan zat nutrien atau komposisi kimianya.Ransum Seimbang 2007 Gambar 5 Dedak padi merupakan bahan pakan sumber sumber protein energi. serta tinggi rendahnya zat antinutrisi yang terkandung di dalamnya (Soejono et al.

Pakan pokok (basal) dapat berupa rumput. Bungkil kelapa. Gambar 6. dedak dan dedak gandum asal ternak ruminansiapakan penguat ternak ruminansia 7 . bungkil. Jerami dan hijauan segar merupakan pakan Gambar 7.Ransum Seimbang 2007 hijauan dan pakan konsentrat. perdu. pohon – pohonan serta tanaman sisa panen (Gambar 6). sedangkan pakan konsentrat antara lain berupa biji-bijian. bekatul dan tepung ikan (Gambar 7). legum.

2002) Pengetahuan tentang kualifikasi bahan pakan diperlukan untuk menyusun ransum seimbang. Penyusunan ransum seimbang yang sesuai dengan kebutuhan ternak. 8 . Ransum seimbang Adalah ransum yang diberikan selama 24 jam yang mengandung semua zat nutrien (jumlah dan macam nutriennya) dan perbandingan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan tujuan pemeliharaan ternak (Chuzaemi.Ransum Seimbang 2007 4. diharapakan akan dapat menghasilkan produksi yang optimal.

2000). Pakan hijauan bervariasi jenis dan jumlahnya sedangkan pakan penguat diberikan dalam jumlah yang tidak menentu dan diberikan dalam jumlah banyak saat musim panen. bukan sesuai dengan kebutuhan ternaknya. Pasokan pakan berkualitas rendah merupakan hal yang biasa. sebaliknya sangat terbatas pada musim tanam (Aryogi et al. yang apabila terjadi secara terus- 9 .. Pakan yang diberikan ke sapi potong pada umumnya sesuai dengan kemampuan peternak. Usaha sapi potong rakyat sebagian besar merupakan usaha yang bersifat turun – temurun dengan pola pemeliharaan sesuai dengan kemampuan peternak. Kebutuhan pakan untuk ternak ruminansia lebih tinggi dibanding kebutuhan ternak unggas.Ransum Seimbang 2007 III. PROFIL DAN PERMASALAHAN PAKAN PADA SAPI POTONG RAKYAT Keberhasilan maupun kegagalan usaha peternakan sapi potong banyak ditentukan oleh pakan. terutama dalam hal pemberian pakan.

Profil peternakan rakyat dengan pola pemeliharaan seadanya 1. Pemeliharaan sapi dara merupakan bagian penting dalam upaya pengembangan sapi potong karena merupakan calon penghasil bakalan.Ransum Seimbang 2007 menerus dalam waktu yang cukup lama akan berpengaruh negatip terhadap produktivitas. Peningkatan efisiensi usaha pemeliharaan sapi potong dara perlu dilakukan melalui efisiensi biaya pakan.Sapi dara Usaha pembesaran sapi dara di tingkat peternakan rakyat masih belum banyak dilakukan karena dipandang belum menguntungkan dan biayanya mahal. Beberapa permasalahan pada status fisiologis sapi potong yang berbeda antara lain adalah: Gambar 8. 10 .

(2003) berat badan minimal 250 kg pada waktu kawin pertama jarang tercapai pada umur 15 bulan. 2001) sebaliknya bisa mengalami gangguan reproduksi seperti terjadinya kegagalan kebuntingan dan terjadinya kemajiran bila berat badan sapi meningkat secara berlebihan (Wijono. Bila PBBH 0. 1992).5 kg/hari membutuhkan protein kasar sekitar 291 g dan energi metabolis sebesar 5.99 Mcal bila berat badannya 100 kg.Ransum Seimbang 2007 Perkembangan organ reproduksi terjadi selama masa pertumbuhan sehingga status fisiologis sapi dara harus benar – benar diperhatikan.. keberhasilannya tergantung pada pola pemeliharaan yang 95% dipengaruhi oleh pakan.5 kg/hari pada sapi dara tercapai maka berat badan minimal ideal 11 . Pembesaran sapi dara berhubungan erat dengan efisiensi reproduksi. (1988) untuk mendukung keberhasilan reproduksi dan produksi sapi dara diharapkan berat badan saat kawin sekitar 250 kg – 300 kg. Menurut Kearl (1982) pertumbuhan ideal untuk sapi dara dengan Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) 0. karena kekurangan gizi dapat menyebabkan tidak berfungsinya ovarium (Matondang et al. Hal tersebut diduga disebabkan oleh rendahnya potensi pertumbuhan calon induk atau kurang terpenuhinya pakan. namun menurut Kuswandi et al. kesehatan dan faktor lingkungan. Menurut Schmidt et al.

Selanjutnya dinyatakan pula bahwa konsentrat yang mengandung PK 12% dan TDN sebanyak 60% ideal digunakan sebagai pakan penguat pada sapi potong dara karena selain menghasilkan PBBH 12 . (2003) PBBH optimal untuk sapi dara yaitu 0. diharapkan dapat memperkecil kemungkinan kegagalan perkawinan sehingga yang secara tidak langsung akan memperpendek jarak beranak (calving interval). selanjutnya umur beranak pertama adalah pada usia 27 bulan.Ransum Seimbang 2007 untuk kawin I (250 kg) tercapai. Cohen et al. Pada kondisi tubuh yang optimal pada saat kawin. antara lain berupa tidak teraturnya siklus birahi atau bahkan dapat terjadinya kemajiran.5 bulan. Terpenuhinya zat nutrisi yang dibutuhkan ternak diharapkan sapi dara akan mengalami pubertas pada umur yang tepat dan pada kondisi yang optimal. maka sapi dara dapat dikawinkan pertama kali pada umur ± 16.5 kg/hari dapat tercapai apabila jumlah pemberian bahan kering pakan pada sapi dara adalah 3% dari berat badan. Kelebihan ataupun kekurangan berat badan akan dapat merugikan peternak karena berdampak negatif terhadap aspek reproduksi. Menurut Umiyasih et al. (1980) dan Mukasa-Mugerwa (1989) mengemukakan bahwa faktor kecepatan pertumbuhan pada sapi lebih dominan menentukan umur saat dewasa kelamin dibandingkan dengan faktor umur itu sendiri.

pembesaran uterus dan perkembangan glandula mammary (kelenjar susu). Sapi Induk Bunting a. 2. Sapi induk bunting muda Kebutuhan pakan sapi bunting diperlukan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru seperti janin.497 kg. Sebagai upaya pencapaian effisiensi pakan. Namun usaha replacement stock harus tetap ada untuk penggantian induk – induk yang telah tua dan tidak produktip.550 kg lebih tinggi dari sebesar 0.Ransum Seimbang 2007 yang optimal untuk sapi potong juga menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi. (2005) melaporkan bahwa pada pemberian suplemen kontrol mengandung vitamin – mineral sebanyak 100 g/ekor/hari dapat dihasilkan PBBH sebesar 0. membrana janin. Strategi penggunaan suplemen (pakan tambahan) terbukti mampu mengoreksi kekurangan pakan asal biomass lokal. Telah dijelaskan diatas bahwa pembesaran sapi potong dara (replacement stock) belum banyak diusahakan karena tidak menguntungkan dan biayanya mahal. Namun standart pemberian pakan untuk sapi 13 . Anggraeny et al. maka penggunaan bahan pakan lokal perlu dilakukan dengan catatan harus dilakukan koreksi terhadap kekurangannya.

. Sapi bunting membutuhkan juga pemenuhan kebutuhan vitamin A sebagai cadangan selama laktasi nantinya. sehingga pemberian pakan harus menjamin tercukupinya kebutuhan untuk pertumbuhan jaringan selama terjadi kebuntingan dan pertumbuhan induk semangnya (Tillman et al. fosfat dan vitamin ADEK dapat menghasilkan PBBH 0. Kebutuhan karbohidrat selama kebuntingan sangat besar. Kebutuhan mineral terbanyak pada saat terjadinya kebuntingan adalah kalsium dan fosfor karena dibutuhkan untuk pembentukan tulang janin.7 kg dan perbandingan keuntungan. Pemberian pakan pada ternak ruminansia harus menjamin pemenuhan kebutuhan vitamin A dan D. Penggunaan dedak sebagai pakan penguat pada sapi induk bunting muda sebanyak 2 % berat badan berdasarkan kebutuhan bahan kering dengan penambahan suplemen yang mengandung kalsium. 1998). 1998). sedangkan pada masa kebuntingan sebelumnya dapat menggunakan standar pakan untuk kebutuhan pokok sapi dewasa biasa (Tillman et al.7.Ransum Seimbang 2007 bunting hanya untuk 1/3 masa kebuntingan terakhir.biaya produksi B/C yang tinggi yaitu 2. Sapi betina muda yang bunting juga masih mengalami pertumbuhan badan. karena dibutuhkan energi dalam jumlah besar. 14 ..

Affandhy et al. (2003) menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara jumlah pakan yang tersedia dengan jumlah tenaga kerja keluarga. 1998). khususnya protein kasar (PK) yang hanya sekitar 50 – 65% dari kebutuhan merupakan penyebab tidak optimalnya lama waktu periode birahi setelah melahirkan( anoestrus post partus) (Yusran. Hasil penelitian peternakan Anggraeny sapi dan Umiyasih rakyat di (2003) pada usaha potong Kabupaten Lumajang. Pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ternak tetapi sesuai dengan kemampuan peternak merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas.Ransum Seimbang 2007 b. Selanjutnya dikemukakan bahwa kekurangan BK dan TDN ini mengakibatkan terjadinya penurunan berat induk yang sedang 15 . Sapi induk bunting tua hingga laktasi Sistem pemeliharaan pada peternakan rakyat yang intensif dikandangkan menyebabkan jumlah pakan yang dikonsumsi sangat tergantung pada pakan yang tersedia di kandang. Rendahnya kualitas ransum dalam tiga bulan awal setelah beranak. menunjukan bahwa pada musim panen padi kebutuhan nutrien ternak terpenuhi sedangkan pada musim panen tebu kecukupan bahan kering (BK) dan energi (dalam bentuk total nutrien dapat dicerna/TDN) pada semua status fisiologis adalah bernilai negatif dibandingkan dengan standart kebutuhan menurut Ranjhan (1980).

penggemukan juga dilakukan oleh peternak diwonosobo dan boyolali. pemanfaatan sumber pakan asal biomass lokal disertai dengan teknologi peningkatan nilai nutrien. pemeliharaan tubuh serta dan pembentukan lemak. dilakukan tergantung daerah dan persediaan bahan pakan serta musim.36 kg/ekor serta tidak mampu meningkatkan berat pedet. Suplementasi dengan menggunakan daun tanaman leguminosa pohon dan semak selama dua bulan pertama setelah beranak merupakan salah satu alternatif untuk memperpendek periode APP (Yusran et al. Pakan yang 16 ..Ransum Seimbang 2007 laktasi rata-rata sebesar 0. Petani peternak membeli sapi – sapi jantan muda yang beratnya kurang 200 kg. Untuk itu ransum harus mengandung protein dan energi yang memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan. Oleh sebab itu. Sapi jantan Ransum sapi yang digemukkan ditujukan untuk membentuk daging dan lemak badan. 1998). Penggemukan dilakukan 5-6 bulan menggunakan sistem kereman. misalnya melalui suplementasi merupakan alternatif pilihan. Penggemukan oleh perusahaan swasta. 3. Sistem penggemukan tersebut adalah : Di Indonesia.

Penggemukan oleh perusahaan swasta dilakukan tergantung daerah dan persediaan bahan pakan serta musim. Padang rumput harus selalu dipelihara dengan melakukan tata laksana penggembalaan yang baik yaitu dengan menentukan kapasitas daya tampung sehingga tidak terjadi over grazing. 17 . Penggemukan yang menggunakan sistem ini dapat dilakukan didaerah – daerah yang mempunyai padang rumput yang luas seperti Nusa Tenggara Timur (NTT). Padang rumput biasanya merupakan campuran antara rumput dengan leguminosa. Kualitas rumput dari padang rumput harus berkualitas tinggi sehingga tidak perlu ditambahan konsentrat. Keuntungan lain yang diperoleh dari penggemukan sistem kereman adalah berupa pupuk kandang. Penggemukan di padang rumput (Pasture fattenning) Penggemukan pada sistem ini dilakukan dengan jalan menggembalakan di padang rumput (pastura) yang luas. Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tenggara.Ransum Seimbang 2007 diberikan berupa rumput dan konsentrat yang terdiri dari campuran dedak dan ubi kayu yang diparut. Penggemukan di padang rumput biasanya berumur 2 tahun dengan lama penggemukan 6 – 8 bulan. Sistem penggemukan tersebut adalah : a.

Kombinasi antara dry lot fattening dan pasture fattening. Pemberian pakan pada sistem ini disebut dry lot feeding. Penggemukan dengan pakan kering (Dry lot fattening) Penggemukan pada sistem ini mengutamakan pemberian pakan biji-bijian seperti jagung. Pada permulaan musim kering di mana padang rumput masih hijau. limbah pengolahan minyak (bungkil) dan konsentrat. Penggemukan sistem ini dilakukan di daerah tropis pada musim kering. sapi digembalakan di padang rumput kemudian pada akhir musim kering penggemukan dilakukan dengan cara dry lot fattening. 18 .Ransum Seimbang 2007 b. c.

Menyiapkan tabel kebutuhan zat nutrien Bahan pakan harus dapat menyediakan nutrien yang diperlukan sebagai komponen pembangun serta pengganti sel – sel tubuh yang rusak serta menciptakan hasil produksinya. salah pemberian pakan karena terlalu banyak dalam memperkirakan kandungan nutrien pakan ataupun karena adanya zat anti nutrisi. Untuk menyusun ransum seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan nutrien sesuai dengan tujuan pemeliharaan dan status faali sapi potong diperlukan tahapan sebagai berikut : 1. misalnya peningkatan berat badan yang tidak dapat memenuhi target. 19 . STRATEGI PENYUSUNAN RANSUM SEIMBANG Ransum yang seimbang sesuai dengan kebutuhan ternak merupakan syarat mutlak dihasilkannya produktivitas yang optimal. Penyusunan ransum tidak boleh merugikan peternak.Ransum Seimbang 2007 IV.

vitamin dan mineral (Tillman et al. sapihan. penyakit. keturunan. ukuran tubuh ternak. Banyak tabel kebutuhan zat nutrien yang telah diterbitkan namun tabel kebutuhan yang diterbitkan oleh “National Academics of Science” yang disebut dengan National research council (NRC) adalah tabel yang banyak diadopsi. Terdapat empat hal penting yang harus diperhatikan dalam menentukan kebutuhan zat nutrien pada sapi potong. Kebutuhan zat nutrien ini dinyatakan dengan kandungan energi. bunting dan lain – lain) serta tingkat produksi. ketidakserasian pakan dan kekurangan nutrien. yaitu kebutuhan bahan kering (BK) pakan/ekor/hari diperkirakan 20 . jenis ternak.. berat badan. Namun demikian terdapat patokan yang mudah untuk menghitung kebutuhan pakan. 1998). protein. taraf pertumbuhan/status fisiologis (pedet. yaitu: jenis kelamin (jantan atau betina). lingkungan. pakan tidak perlu berlebihan bahkan harus efisien sehingga dapat memberikan keuntungan. parasit. Pakan harus mampu menyediakan hampir semua nutrien yang diperlukan oleh tubuh ternak dalam suatu perbandingan yang serasi sesuai dengan status faali.Ransum Seimbang 2007 Kebutuhan nutrien dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain: tingkat pertumbuhan (status faali).

60 – 70 % tepung ikan dan 100% bungkil kedelai masih berasal dari impor. Pakan seimbang. Menyiapkan tabel komposisi/kandungan nutrien bahan pakan Selain rumput lapangan/legum. 1982) Tabel kebutuhan zat nutrien pada sapi potong tertera dalam Lampiran 2. Pengunaannya harus dihindari ataupun dibatasi seperti jagung.8 – 3 % BB (Kearl. namun bisa digunakan bila memang harganya murah. Sebanyak 40%-60% kebutuhan jagung untuk pakan. tepung ikan maupun tepung tulang. selain harus dapat memenuhi kebutuhan zat nutrien ternak harganya juga harus murah. Optimalisasi menurunkan biaya penggunaan ransum bahan juga pakan asal limbah pertanian. Hindari atau minimalkan bahan pakan yang berasal dari luar daerah yang pada umumnya mahal karena ada tambahan biaya transport. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah penggunaan bahan pakan utama yang berasal dari import. bungkil kedelai. perkebunan maupun agroindustri diharapkan selain mampu menghasilkan produktivitas secara optimal. oleh sebab itu sebaiknya menggunakan bahan pakan lokal yang tersedia di tempat.Ransum Seimbang 2007 sebanyak 2. 2. 21 . sumber pakan yang cukup potensial adalah hasil sisa (limbah) pertanian tanam pangan.

84%).. Penyusunan formula ransum Terdapat tiga (3) macam metode yang biasa digunakan dalam penyusunan formula ransum yaitu pearson square method.84%). 3.3 ton/th.Ransum Seimbang 2007 Syamsu et al. kandungan selulosa (karbohidrat terstruktur) yang tinggi serta pada umumnya kandungan mineral terutama kalsium (Ca). least cost formulation dan trial and error. Produksi terbesar adalah jerami padi (85.297. Tabel kandungan nutrien beberapa macam bahan tertera pada Lampiran 2. tembaga (Cu).29%) dan jerami ubi jalar (0. Pearson square method 22 .68%). pucuk ubi kayu (2. Suplementasi dengan multinutrien perlu dilakukan untuk membentuk kondisi keseimbangan dibutuhkan kondisi untuk rumen dan memenuhi kecernaan kebutuhan zat nutrien (Preston dan Leng. (2003) menyatakan bahwa limbah pertanian memiliki potensi yang cukup besar sebagai sumber pakan. 1987). Keseimbangan rumen meningkatkan sehingga dapat meningkatkan efisiensi pakan.81%) kemudian berturut – turut adalah jerami jagung (5. jerami kacang tanah (2. sulfur (S) dan sodium (Na) rendah. yaitu diperkirakan produksi 51.54%). jerami kedelai (2.546. fosfor (P). Cobalt (Co). Limbah pertanian ini mempunyai kandungan nitrogen (N) yang rendah. Karakteristik tersebut mengakibatkan kecernaan rendah serta dapat membatasi konsumsi pakan.

Least cost formulation adalah penyusunan ransum ekonomis dengan dasar linear programming. Pembuatan konsentrat secara manual Gambar 10. dapat dilakukan di atas lantai (Gambar 9) atau dengan menggunakan mesin (Gambar 10) Gambar 9. Saat ini telah pula tersebia beberapa soft ware atau program yang dapat digunakan untuk penyusunan formula ransum seperti MIXID atau aplikasi EXCEL.Ransum Seimbang 2007 adalah metode penyusunan pakan yang berasal dari perhitungan 4 macam bahan. ekonomis dan aplikatip. Pencampuran bahan pakan Penyampuran bahan pakan terutama dalam membuat konsentrat. Pembuatan konsentrat menggunakan mesin 23 . Metode trial and error dapat dilakukan peternak dengan cara mengubah – ubah komposisi (persentase) bahan pakan dalam ransum dengan mempertimbangkan kriteria rasional. 4.

Basal metabolisme .Regulasi suhu tubuh Produksi .Pengganti sel rusak . Strategi penyusunan ransum 24 .pertumbuhan . di bawah ini: Hijauan Konsentrat Formulasi ransum Air minum Jumlah zat nutrien yang dibutuhkan Formulasi Ransum Jumlah zat nutrien yang dibutuhkan Sapi potong Air minum Pokok hidup .penggemukan .Ransum Seimbang 2007 Berikut ini diagram strategi penyusunan ransum seimbang dapat digambarkan.reproduksi Gambar 11.

dedak halus kampung dan bungkil kelapa. 25 .33 % berat badan.Ransum Seimbang 2007 V. CARA MENYUSUN RANSUM SEIMBANG 1. Langkah 1 Kebutuhan zat nutrien untuk sapi dara dengan bobot badan 300 kg dengan kenaikan berat badan 500 g/hari ditampilkan pada Tabel 1. Bahan pakan penyusun ransum adalah jerami padi. Ransum sapi potong dara Berikut ini adalah contoh ransum sapi dara dengan bobot badan 300 kg dengan kenaikan berat badan 500 g/hari. Konsumsi jerami padi dibatasi 1.

5 78. Berat badan (kg) 300 PBBH 0.8 PK (g) 423 Ca (g) 14 P (g) 14 Langkah 2 Setelah kebutuhan zat nutrien diketahui.5 BK (kg) 7. Kebutuhan zat nutrien sapi dara BB 300 kg.3 19. dedak halus kampung dan bungkil kelapa ditampilkan pada Tabel 2. PBBH 500 g hari.33% X 300=3.21 0. Bahan Jerami padi Dedak halus Bungkil kelapa BK (%) 60 86 86 PK (%) 2.30 P 0.08 1.Ransum Seimbang 2007 Tabel 1.67 Langkah 3 Konsumsi bahan kering jerami padi =1. maka perlu di cari komposisi zat nutrien bahan pakan jerami padi. Tabel 2. Kandungan zat nutrien bahan pakan.5 0.9 TDN (%) 59 60.1 TDN (kg) 3.70 0.4 6. Kemudian dihitung zat – zat makanan yang dapat disediakan oleh 4 kg BK jerami padi dan dibandingkan dengan kebutuhan (Tabel 3) 26 .99 kg ≈ 4 kg.3 Ca 0.

0 (9/13. Langkah 4 Menghitung proporsi dedak halus kampung dan bungkil kelapa dengan menggunakan metode bujur sangkar Pearson adalah sebagai berikut : PK (%) Dedak halus 6.1 kg = 2.6)x100%= 33.1 4 3.1 kg = 1.9%.1 TDN (kg) 3. Perbandingan kebutuhan zat nutrien dengan yang tersedia oleh jerami padi Uraian BK (kg) 7.4 DP (kg) 423 96 327 Ca 14 8 11 P 14 3 11 Kebutuhan zat nutrien Zat nutrien yang disediakan jerami padi Kekurangan Kekurangan bahan kering (BK) sebesar 3 kg dan protein kasar (PK) sebesar 327 g tersebut harus dipenuhi oleh campuran dedak halus dan bungkil kelapa yang mengandung PK sebesar :(327/3000) X 100% = 10.82% 100.3 10.4 1.Ransum Seimbang 2007 Tabel 3.06 kg Bagian Persentase 9.9 Bungkil kelapa 19.6) x 100% = 6.05 kg 27 .00 = (66.82%) X 3.8 2.9 Jumlah Jadi : 13.6/13.18%) X 3.18% Jumlah bungkil kelapa = (33.6 (4.6 Jumlah dedak 4.

Perbandingan Ca : P yang ideal adalah 1 : 1.1 TDN (kg) 2. bungkil kelapa dan jerami padi. 28 . Untuk mencapai perbandingan tersebut. Sumber CaCO3 yang mudah di dapat adalah dolomit atau kapur.05 7. CaCO3 mengandug Ca 36%.47 3.25 0. maka di dalam ransum harus ditambahkan kalsium karbonat (CaCO3). Uraian Jerami padi Dedak halus Bungkil kelapa Jumlah Kebutuhan BK (kg) 4 2. Perbandingan kebutuhan zat nutrien dengan yang tersedia oleh bahan pakan.06 1. Untuk mencapai keseimbangan tersebut. maka di dalam ransum harus ditambahkan kapur sebanyak : (41 – 25)/ 0.44 gram.11 7.4 1.8 PK (g) 96 130 209 435 423 Ca 8 14 3 25 14 P 3 31 7 41 14 Jadi ransum telah seimbang dalam hal protein dan energi. Kemudian hasil perhitungan dimasukan dalam tabel dan dibandingkan dengan kebutuhan zat nutrien (Tabel 4).82 4.36 = 44.Ransum Seimbang 2007 Langkah 5 Menghitung zat – zat makanan yang dapat disediakan oleh dedak. Tabel 4.

Induk yang sedang laktasi membutuhkan zat – zat makanan yang lebih tinggi dibanding induk yang tidak laktasi.Ransum Seimbang 2007 Langkah 6 Menghitung susunan ransum dalam bentuk segar adalah sebagai berikut : .05 = 6.06 = (100/86) x 1.22 kg 2. Konsumsi BK dari Pennisetum purpureum (rumput gajah) adalah 2% BB. Sapi induk 3 -4 bulan pertama setelah melahirkan Langkah 1 Berikut ini adalah contoh susunan ransum untuk sapi induk 3 – 4 bulan pertama setelah melahirkan.44 kg = 1. dalam berat badan dan kondisi yang sama seperti tertera pada tabel di bawah ini (Tabel 5).Jerami padi .Dedak halus .67 kg = 2. 29 .bungkil kelapa = (100/60) x 4 kg = (100/86) x 2.

Ransum Seimbang 2007 Tabel 5. Jadi konsumsi BK dari rumput gajah adalah sebagai berikut : 2/100 X 350 kg = 7 kg. Uraian Kebutuhan zat nutrien induk laktasi dengan berat badan 350 kg BK (Kg) 8. Tabel 6. Kandungan zat nutrien Pennisetum purpureum (rumput gajah) dan Bungkil kelapa.5 Ca (g) 24 pertama P (g) 24 Langkah 2 Mencari kandungan zat – zat makanan dari Pennisetum purpureum dan bungkil kelapa (Tabel 6). Pemenuhan zat nutrien dari rumput gajah ditampilkan pada Tabel 7. Pennisetum purpureum b.67 Langkah 3 Menghitung konsumsi BK rumput gajah dan membandingkan dengan keutuhan ternak.1 induk 3 – 4 bulan PK (g) 505 TDN (kg) 4. Uraian a.60 TDN (%) 50 66 Ca (%) 0.29 0.59 0. Kebutuhan zat nutrien setelah melahirkan.08 P (%) 0. Konsumsi BK dari rumput gajah adalah 2 % kebutuhan BK berdasarkan berat badan ternak. 30 . Bungkil kelapa BK (%) 21 86 PK (%) 8.3 21.

7 Kekurangan BK sebesar 1. Hasil perhitungannya adalah sebagai berikut: 31 . Zat makanan yang dapat disediakan oleh 7 kg rumput gajah Uraian Kebutuhan zat nutrien induk laktasi 3-4 bulan pertama setelah melahirkan dengan berat badan 350 kg Pemenuhan zat nutrien dari rumput gajah Kekurangan BK (kg) 8.5 3.3 P (g) 24 20.0 1.Ransum Seimbang 2007 Tabel 7.1 kg = 239 g / 1100 g = 21.3 -3.72 % Langkah 4 Perhitungan terakhir adalah menghitung zat – zat makanan yang dapat disediakan oleh semua bahan pakan dan kita bandingkan dengan kebutuhannya (Tabel 8).1 kg harus dapat dipenuhi oleh dari bungkil kelapa yang harus mengandung 239 gram PK atau = 239 g /1.1 PK (g) 721 482 239 TDN (Kg) 4.3 + 17.0 Ca (g) 24 41.5 1.1 7.

Jadi kekurangan TDN sebesar 0.5 3. 100 g urea sebanding dengan 45 g N atau = 6.25 g PK Jadi 1 g PK terdapat dalam urea sebanyak = 1/281.0 1.0036 g Langkah 5 Susunan ransum dalam bentuk segar adalah sebagai berikut : 32 .1 7.37 27. Tetes mengandung BK 66 % dan TDN 96%.0.27 kg dapat dipenuhi dari molases atau tetes.Ransum Seimbang 2007 Tabel 8.1 8. Urea mengandung N sebesar 45%. Uraian Kebutuhan zat nutrien induk laktasi 3-4 bulan pertama setelah melahirkan dengan berat badan 350 kg Pemenuhan zat nutrien dari rumput gajah Pemenuhan zat nutrien dari bungkil kelapa TOTAL PEMENUHAN ZAT NUTRIEN Kekurangan BK 8.7 Kekurangan TDN = 0.88 42.23 .27 Ca 24 41.18 P 24 20.27 kg (270 g) terdapat dalam tetes sebanyak = (270 / 96) x 100 g = 283 g Kekurangan PK = 1 g dapat dipenuhi dari urea.25 = 0.726 4.1 kg bungkil kelapa.3 7.25 x 45 N = 281.3 0.2 + 18.7 +3.1 0 PK 721 482 238 720 -1 TDN 4.5 0. Zat makanan yang dapat disediakan oleh 7 kg rumput gajah dan 1.

Ransum untuk sapi jantan Berikut ini adalah contoh ransum sapi jantan dengan bobot badan 300 kg dengan kenaikan berat badan 1 kg/hari dengan bahan pakan penyusun ransum adalah jerami padi. penggunaan bungkil kelapa dibatasi 10% dari konsentrat. Tabel 9.2 Ca (g) 21 P (g) 18 33 . Langkah 1 Sapi jantan dengan BB 300 kg dengan PBBH 1 kg membutuhkan zat – zat makanan tertera pada Tabel 9.Ransum Seimbang 2007 - rumput gajah bungkil kelapa tetes urea = (100/21) x 7 kg = 283 g = 0.1 kg = 1. Konsumsi BK adalah 3% berdasar berat badan. Kebutuhan zat nutrien sapi jantan BB 300 kg dengan PBBH 1 kg Uraian Kebutuhan zat nutrien sapi jantan dengan berat badan 300 kg PBBH 1 kg BK (Kg) 7.33 kg = (100/86) x 1.6 PK (g) 535 TDN (kg) 5.28 kg 3.0036 g = 33. gaplek dan bungkil kelapa. dedak halus kampung. Imbangan hijauan dan konsentrat adalah 20 : 80.

Jerami padi b.44 kg. Kandungan zat nutrien bahan pakan. Jumlah bahan kering yang dibutuhkan = 3% X 300= 9 kg.2 kg = 1. gaplek BK (%) 60 86 86 86 PK (%) 2.7 TDN (%) 59 66 60.70 0.21 0. Bungkil kelapa c. konsentrat dan bungkil kelapa yang akan diberikan pada ternak. Langkah 4 Menghitung jumlah zat nutrien yang disediakan oleh jerami padi dan bungkil kelapa serta membandingkan dengan kebutuhan zat nutrien sapi jantan.8 kg.4 21. Tabel 10. 34 .5 0. Bahan pakan a.5 69 Ca (%) 0. Dedak halus kampung d.08 0. jerami padi. Jumlah konsentrat yang akan diberikan = 80% X 9 = 7.08 0. Jumlah jerami padi yang akan diberikan = 20 % X 9 kg = 1.67 1. Jumlah bungkil kelapa Langkah 3 Mengetahui kandungan zat nutrien jerami padi dan bungkil kelapa.Ransum Seimbang 2007 Langkah 2 Menentukan jumlah konsumsi bahan kering.2 kg.04 = 20 % X 7.3 1.60 6.10 P (%) 0.

6) x 100% = 28% Jumlah 4.Ransum Seimbang 2007 Tabel 11.65 11. Uraian Kebutuhan zat nutrien jantan dengan berat badan kg PBBH 1 kg Pemenuhan zat nutrien jerami padi Pemenuhan zat nutrien bungkil kelapa TOTAL PEMENUHAN NUTRIEN Kekurangan sapi 300 dari dari ZAT BK (kg) 7.13 2. Zat makanan yang dapat disediakan oleh jerami padi dan bungkil kelapa. Langkah 5 Menghitung proporsi dedak halus kampung dan gaplek dengan menggunakan metode bujur sangkar Pearson adalah sebagai berikut : DP(%) Dedak halus 6.06 1.36 kg dan protein kasar (PK) sebesar 205 g tersebut harus dipenuhi oleh campuran dedak halus dan gaplek yang mengandung P(205/4360) X 00% = 5%.2 1.36 PK (g) 535 40 290 330 205 TDN (kg) 5.22kg Persen 3.3 5% 1.01 Ca (g) 21 3.3/4.14kg Jumlah Gaplek = (28%) X 4.3% Gaplek Jadi : 1.6 100% Jumlah dedak = (72%) X 4.44 9.3/4.6 1.19 3.78 4.36 kg = 3.8 1.32 8.36 kg = 1.6) x 100% = 72% 35 .09 6.10 12.90 P (g) 18 1.24 4.44 3.91 Kekurangan bahan kering (BK) sebesar 4.7% Bagian 3. 31.

32 1.44 50. untuk menyeimbangkan bisa digunakan molases atau tetes.49 61. Perbandingan kebutuhan zat nutrien dengan yang tersedia oleh bahan pakan.78 20.Ransum Seimbang 2007 Perhitungan terakhir adalah menghitung zat – zat makanan yang dapat disediakan oleh semua bahan pakan dan kita bandingkan dengan kebutuhannya (Tabel 12).84 4.58 DP (g) Ca P Jadi ransum masih kekurangan energi (TDN) sebesar 0.80 3. Untuk mencapai 36 .32 1.58 18 43.32 21 +8.00 4.00 20. Tetes mengandung BK 66 % dan TDN 96%.65 0.00 310. CaCO3 mengandung Ca 36%.75 5.00 570. Tabel 12. Jadi kekurangan TDN sebesar 0. Sumber CaCO3 yang mudah di dapat adalah dolomit atau kapur.44 1.00 9. maka di dalam ransum harus ditambahkan CaCO3. Uraian Jerami padi Dedak halus Bungkil kelapa Gaplek Jumlah Kebutuhan Selisih BK (kg) 1.14 1.60 0 TDN (kg) 1.60 7.22 29.22 7.00 200.06 1.00 535 +35 3.95 0.2 -0.45 kg.45 kg (450 g) terdapat dalam tetes sebanyak = (450/ 96) x 100 g = 469 g Perbandingan Ca : P yang ideal adalah 1 : 1.90 0. Untuk mencapai perbandingan tersebut.45 40.

67 kg = 1.12 kg = (100/86) x 3.8 kg = 3.58 –29.42 kg.Jerami padi . = 712. maka di dalam ransum harus ditambahkan kapur sebanyak :(61.Ransum Seimbang 2007 keseimbangan Langkah 6 tersebut.61 gram Menghitung susunan ransum dalam bentuk segar adalah sebagai berikut : .36 = 89.Daplek .Tetes = (100/60) x 1.14 = (100/86) x 1.Bungkil kelapa .9 g 37 .22 = (100/66) x 469 = 3.64 kg = 1.32)/ 0.44 = (100/86) x 1.Dedak halus .

sebagai salah satu faktor pendukung untuk mencapai produktivitas yang optimal pada usaha sapi potong. 38 . Tidak ada formulasi bahan yang baku.Ransum Seimbang 2007 VI. Pakan seimbang buka merupakan hal yang sulit untuk diwujudkan karena kita hanya dituntut untuk cerdik mengkombinasikan bahan pakan yang ada disekitar kita. PENUTUP Demikianlah sekilas informasi yang dapat penulis sampaikan tentang “Ransum Seimbang”. Dengan mengkombinasikan bahan pakan yang tersedia serta penggunaan suplemen dari bahn pakan lokal diharapkan akan tercipta ransum yang murah tetapi mampu memberikan hasil yang optimal.

Umiyasih. Soekirno. Anggraeny. M. Badan Litbang Pertanian. D. Malang.E. Pamungkas. 2003.N. Y. Anggraeny Y. Universitas Brawijaya. Prosiding Seminar Hasil Penelitian/Pengkajian BPTP 39 . 2000. Bogor. D. Suhariyono. Pengaruh Suplementasi Multinutrien terhadap Performance Sapi Potong yang Memperoleh Jerami jagung. Loka Penelitian Sapi Potong. Wijono dan D.A. U.B. Umiyasih. Rustamadji dan A. W. Aryogi. Sutardjo. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Pengkajian Rakitan Teknologi Penggemukan Sapi Potong. D. Unpublish. Umiyasih dan D.B.N. DAFTAR PUSTAKA Affandhy L. Kadarisman. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Gunawan. Yusran. Pamungkas. Kaitannya dengan Limbah Tanaman Pangan pada Usaha Sapi Potong Rakyat di Kabupaten Lumajang. Fakultas Peternakan. Wijono.. dan U. U. 2005. Tinjauan Tentang Karakteristik Tatalaksana Pakan. Wahyono. 2003.A. Pembentukan Bibit Komersial Sapi Potong Sistem Persilangan.Ransum Seimbang 2007 VII. Proseding Seminar Nasional Pengembangan Sapi Lokal.

Chalid talib. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.Ransum Seimbang 2007 Karangploso.D. Mariyono. Garden. 40 . Kuswandi.H.L. D. K. Pengelolaan plasma Nutfah untuk mendukung industri sapi potong berdaya saing. 2005 Perbaikan Teknologi Pemeliharaan Sapi PO Induk sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Induk dan Turunannya pada Usaha Peternakan Rakyat. Lolit Sapi Potong. dan Langlands J. Draught animal system in Nusa Tenggara Timur. A... Chuzaemi. S. Chaniago. Bogor.A.. Liem. T. A note on the relationship between live weight and the incidence of oestrus in Hereford heiferss. In Draught animal system and management: An Indonesian study ACIAR monograph 19: 4 – 10. R. 1980. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Journal of Animal production. Wijono dan Hartati. Nutrien Requirement of Ruminant in Developing Countries. Manajemen pemberian Pakan pada Sapi Dara FH Calon Induk.3. 2003. Siregar dan Tatit Sugiarti. Seminar Pengembangan sapi Lokal. Universitas Brawijaya Malang. 2003. Malang. T. Diwyanto. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Workshop Sapi Potong. A. Proc.R. D. D. 2002 Arah dan sasaran penelitian nutrien sapi potong di Indonesia. No. BPTP Karangploso.B. Unpublish. 1993. Bogor.P. Kearl . 1998/1999. Bamualim and C. Cohen. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.1982. Fakultas Peternakan.

1981. Utomo. Tillman. Laporan Penelitian Komprehensif HB V. Reksohadiprodjo. Universitas Gadjah Mada. 1989. Soejono M. Soetirto. A.. 41 . Armidale. in: Monograph No. Addis Ababa. E.. R. K. Penambul Book. Mudikdjo dan E.. K. 2002. Ltd. Koordinasi Pengawasan Mutu Pakan. Sofyan. 2003. Bachrudin dan B.. A review of reproductive performance of female bos indicus (zebu) cattle.New Delhi. S. L. Rekso Hadiprojo. R.P. Utomo. Lebdosoekodjo.A. Wartazoa. 1997.Ransum Seimbang 2007 Mukasa-Mugerwa. Yogyakarta. Suhartanto 1999. J. 1987. 1998. S.P. Syamsu. PVT. Mutu Pakan Sapi Potong Ditinjau dari Kebutuhan Nutrisi. Said. Preston T. Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur. B. Z. Surabaya.S. Ranjhan S. H. Agus. Animal Nutrition in the Tropies.. Leng. Sinkronisasi Degradasi Energi dan Protein dalam Rumen pada Ransum Basal Jerami padi untuk Meningkatkan Efisiensi Kecernaan Nutrien Sapi Potong. Vikas Publishing House.R. 6 International Livestock centre for Africa. A. and R. Fakultas Peternakan UGM. Widyobroto. Pemberdayaan Peternakan Rakyat dan Industri Peternakan Rakyat Menuju Pasar Bebas. Ilmu Makanan Ternak Dasar. G. Budhi dan A. Proyek Pengkajian dan Penelitian Ilmu Pengetahuan Terapan. E. Matching Ruminant Production System With Available Resources in the Tropic and Sub Tropic. Daya Dukung Limbah Pertanian Sebagai Sumber Pakan Ternak Ruminansia di Indonesia. Prawirokusumo. S. Hartadi. Gadjah Mada University Press.

B. Strategi Pemberian Pakan Tambahan untuk memperbaiki Efisiensi Reproduksi Induk Sapi. Yusdja. Winugroho and E. Fakultas Peternakan UGM. Application of surge feeding for improving the post partum an estrus of ongole cows calve in rainy season in dry land of East Java. 2003. Jurnal Litbang Pertanian. Yogyakarta. 21.A. Sejati. Vol. Puslitbang Sosek Pertanian. Yusran.K. Suryanto. M..N. 1998. T. Bogor. Y. M. 2002. Teleni.Sabrani. Purwanto. Profil dan Permasalahan Peternakan dalam : Forum Penelitian Agroekonomi. No 1. Seminar the 2 nd ISTAP. 42 .Ransum Seimbang 2007 Winugroho M. Juli 1998. Ilham dan W. M.

50 3.06 0.10 0.77 1.96 2.2 0.67 0.7 15.70 44.99 0.00 70.74 0.00 80.00 80.54 0.00 TDN (%) 40 39 57 50 50 65 54 77 71 65 54 70.08 0.19 0.23 0.11 0.97 1.33 0.45 1.20 8.50 11.74 0.48 2.30 10. 43 .67 0.8 1.45 1.73 1.40 0.85 Sumber : Laboratorium Pakan Loka penelitian Sapi Potong.20 0.20 4.3 7.60 31.00 21.27 2.72 2.00 52.50 Ca (%) P (%) 0.06 0.80 33.00 49.59 0.44 2.20 0.71 0.11 1.68 0.30 15.00 19.55 0.10 14.90 2.21 0.50 21.atas segar Bahan Pakan Klas II (hijauan segar) Rumput gajah Rumput benggala Rendeng segar Rendeng kering Lamtoro segar Daun ketela pohon segar Daun gliricidia segar Rumput ilalang Bahan Pakan Klas IV (sumber energi) Dedak halus padi Dedak jagung Dedak gandum Jagung kuning Gaplek Onggok Cantel (sorghum) Tetes Bahan Pakan Klas V (sumber protein) Bungkil kedelai Bungkil kacang Bungkil kelapa Bungkil kapok Bungkil kapas Bungkil kelapa sawit BK (%) 40 86 28 21 27 35 86 30 26 27 40 86 86 86 86 86 86 86 86 86 86 86 86 86 86 PK (%) 4.00 10.51 1.15 0.4 1. padi kering J.70 8.96 2.20 24.10 5.30 3.02 2.00 21.52 1.90 29.20 18 35.98 2. Komposisi Bahan Pakan Sumber Energi dan Sumber Protein Bahan Pakan Bahan Pakan Klas I Jerami (J) padi segar J.10 5.50 34.40 12.56 0.04 0.35 1.20 45.22 0.05 0.40 20.47 0.40 SK (%) 33.00 15.09 1.6 26.70 23.02 0.8 2.85 2.00 53.8 0 5.20 20.92 3.5 1.09 1.jagung bag.60 22.07 0.11 0.70 1.2 0.70 2.80 35.34 0.60 2.45 3.80 9.70 30.30 1.Ransum Seimbang 2007 Lampiran 1.20 11.40 10.31 0.29 0.22 0.13 0.19 0.00 15.00 5.00 78 65 66 74 66 80 ME (Mcal/kg) 1.12 2.00 69.00 65.85 2.

8 5.0 2.2 3.40 4.00 0 0.3 1.50 ME (Mcal) 5.3 4.0 4.00 0.3 5.64 13.00 3.2 3.93 6.6 3.78 15.50 12.2 2.3 1.50 0.40 14.9 6. Kebutuhan Nutrien Sapi Potong Berat badan (kg) A.70 4.90 11.02 9.40 5.30 8.90 8.50 10.50 5.6 3.50 0.3 3.2 5.0 2.10 BK (kg) 3.50 3.00 0.25 0.2 3.00 1.0 1.51 7.8 2.0 3.2 2.5 93 206 262 319 375 127 258 315 368 428 157 4 13 14 20 26 5 13 14 19 25 6 4 10 11 14 18 5 11 12 15 18 6 44 .30 6.6 5.25 0.00 7.7 4.00 0 0.66 20.25 0.70 6.20 5.70 13.52 11.38 21.1 8.56 8.9 Protein (g) 231 400 474 589 607 285 470 554 622 690 337 534 623 693 760 385 588 679 753 819 432 635 731 806 874 899 Kalsium (g) 6 12 16 21 27 6 11 16 21 27 9 12 16 21 28 10 15 19 23 28 12 16 20 25 30 21 Fosfor (g) 6 9 10 13 16 6 9 12 15 17 9 10 14 17 19 10 11 14 18 21 12 14 16 18 21 23 200 250 300 350 Sapi dara Hidup pokok dan pertumbuhan 100 150 200 0.50 0.80 7.8 8.75 1.50 8.9 2.00 0 0.3 4.3 9.75 1. Sapi Jantan 150 PBBH (kg) 0 0.00 7.1 4.47 TDN (kg) 1.5 4.40 7.2 4.75 1.8 4.00 0.50 0.1 1.50 0.90 13.75 1.25 0.40 9.4 4.60 4.50 5.75 1.40 5.00 0 0.8 3.1 1.20 6.25 0.20 4.4 3.80 18.00 6.0 1.7 2.Ransum Seimbang 2007 Lampiran 2.50 0.80 4.30 8.50 0.3 2.23 9.3 2.0 7.94 17.7 2.4 2.10 9.00 0.6 3.40 6.8 11.55 10.8 2.0 2.8 3.3 6.84 8.3 6.9 3.25 0.1 3.00 2.6 1.8 4.4 1.10 6.7 3.25 0.60 5.75 1.75 1.22 14.

25 0.2 4.50 - 14.5 5.5 BK (kg) 6.8 11.75 1.4 4.10 17.9 3.4 3.25 0.1 7.8 302 358 415 472 185 340 395 451 Protein (g) 507 212 368 423 502 535 10 14 19 23 7 12 13 18 Kalsium (g) 23 9 13 14 17 21 10 13 16 18 7 12 13 15 Fosfor (g) 18 9 13 14 15 18 250 Berat badan (kg) 300 B.2 12.Ransum Seimbang 2007 0.30 9.7 3.4 0.2 4.90 7.50 3.8 2.8 3.00 0.20 6.9 ME (Mcal) 4.2 6.0 14.50 0.4 - 7.20 16.40 15.90 15. Sapi induk -3 bulan kebuntingan 300 350 400 .8 16.50 0.8 614 650 671 409 444 480 686 721 757 18 19 19 11 12 14 23 24 25 18 19 19 11 12 14 23 24 25 Sumber : Kearl (1982) 45 .1 13.3 18.3 2.sapi menyusui 300 350 400 0.25 0.6 0.3 bulan terakhir kebuntingan 300 350 400 .40 8.40 13.9 4.8 5.8 4.6 5.3 3.5 5.6 5.8 6.1 2.75 1.9 5.2 8.80 12.8 12.6 0.50 0.8 4.4 0.00 0.00 0.3 10.6 4.5 4.1 3.6 9.9 7.6 0.00 4.4 7.70 8.40 17.3 3.3 8.5 2.20 16.75 PBBH (kg) 1.5 6.2 13.00 0.6 2.4 3.2 TDN (kg) 16.7 7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->