P. 1
Tugas Media Pembelajaran

Tugas Media Pembelajaran

|Views: 115|Likes:
Published by LaluYudhaPrawira

More info:

Published by: LaluYudhaPrawira on Sep 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2010

pdf

text

original

TUGAS MEDIA PEMBELAJARAN

OLEH : SAFRUNADI NIM : 151.051.080

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMAISLAM NEGERI MATARAM

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah hambatan kultural (berupa perbedaan adat istiadat. keterbatasan daya alat indera. modul. . kepala sekolah. berupa lingkungan. selebaran. 1990). misalnya adanya hambatan psikologis (yang menyangkut minat. tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). 2002) adalah guru itu sendiri. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered). yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan (Criticos. tetapi pengetahuan tersebut dikonstruksi di dalam pikiran siswa itu sendiri. Jadi. guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. petugas perpustakaan. dan pengetahuan). dan berbagai sumber belajar serta fasilitas (OHP. atau audio. komputer. Menurut pandangan ini bahwa pengetahuan tidak begitu saja bisa ditransfer oleh guru ke pikiran siswa. Fungsi. radio. norma-norma sosial. termasuk alam sekitar). sikap. bahan atau materi ajar (berupa buku. dkk. rekaman video. Adakalanya proses penafsiran tersebut berhasil dan terkadang mengalami kegagalan. perekam pita audio dan video. Posisi.. kepercayaan. Dalam kondisi seperti ini. siswa lain. Kegagalan ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor. hambatan fisik berupa kelelahan. dan hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar (Sadiman.Media Pembelajaran: Arti. kepercayaan dan nilai-nilai panutan). siswa atau pebelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar. Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbul-simbul verbal dan non-verbal atau visual. Bertitik tolak dari kenyataan tersebut di atas. dan yang sejenis). inteligensi. dan kondisi kesehatan penerima pesan. televisi. Klasifikasi. pusat-pusat sumber belajar. laboratorium. dan Karakteristiknya OPINI KETUT JULIANTARA | 18 Desember 2009 | 15:43 Dalam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran ke arah paradigma konstruktivisme. Lingkungan yang dimaksud (menurut Arsyad. maka proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi. perpustakaan. majalah. 1996). yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan (siswa/pebelajar atau mungkin juga guru).

(v) pemilihan dan penggunaan media pembelajaran. Dalam melaksanakan tugasnya. Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran. Oleh karena itu. guru (pengajar) harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. Perkembangan ilmu dan teknologi semakin mendorong usaha-usaha ke arah pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran. dan karakteristik beberapa jenis media. Berdasarkan deskripsi di atas. Oleh karena itu. Oleh karena itu. yang meliputi (Hamalik. dari alat yang sederhana sampai alat yang canggih (sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman). (iv) nilai atau manfaat media dalam pengajaran. maka media adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman sebelum menggunakan atau mungkin memproduksi media pembelajaran. 1985) dan efisien. klasifikasi. (ii) fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. dan karakteristik beberapa jenis media. lebih jauh perlu dibahas tentang arti. terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri.Untuk mengatasi kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. maka sedapat mungkin dalam penyampaian pesan (isi/materi ajar) dibantu dengan menggunakan media pembelajaran. maka media adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Bahkan mungkin lebih dari itu. posisi. (vi) berbagai jenis alat dan teknik media pembelajaran. untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman sebelum menggunakan atau mungkin memproduksi media pembelajaran. guru (pengajar) diharapkan dapat menggunakan alat atau bahan pendukung proses pembelajaran. 1994): (i) media sebagai alat komunikasi agar lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif (Gagne. terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. lebih jauh perlu dibahas tentang arti. posisi. . klasifikasi. fungsi. Berdasarkan deskripsi di atas. guru diharapkan mampu mengembangkan keterampilan membuat media pembelajarannya sendiri. (iii) hubugan antara metode mengajar dengan media yang digunakan. fungsi. dan (vii) usaha inovasi dalam pengadaan media pembelajaran.

Heinich.. materi. Banyak batasan tentang media. atau kejadian yang membangun kondisi. 1988). dapat pula mencerminkan suatu pengertian bahwa dalam setiap sistem pengajaran. yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan.al. yang memiliki pengertian yang sejalan dengan batasan di atas yaitu sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1994) bahwa dengan penggunaan alat bantu berupa media komunikasi. dkk. buku teks. µperantara¶ atau µpengantar¶ (Arsyad. merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius. sering kali istilah alat bantu atau media komunikasi digunakan secara bergantian atau sebagai pengganti istilah media pendidikan (pembelajaran). et al. Dalam pengertian ini. Dalam hal ini terkandung pengertian sebagai medium (Gagne. hubungan komunikasi akan dapat berjalan dengan lancar dan dengan hasil yang maksimal. guru. yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar -siswa dan isi pelajaran. Sedangkan menurut Gerlach & Ely (dalam Arsyad. Gagne. teman sebaya. Sebagai mediator. mulai dari guru sampai kepada peralatan yang paling canggih dapat disebut sebagai media. 1988) atau mediator. buku/modul. yang menyatakan bahwa media merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. 2002. et al. 2002). Oleh karena itu. media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. 1990). bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia. bagi seorang siswa merupakan media. POSISI DAN FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN Pengertian Media Pembelajaran Media (bentuk jamak dari kata medium). Jadi menurut pengertian ini. yang secara implisit menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran..ARTI. Pengertian ini sejalan dengan batasan yang disampaikan oleh Gagne (1985). Batasan media seperti ini juga dikemukakan oleh Reiser dan Gagne (dalam Criticos. (1993) memberikan istilah medium.. lingkungan sekolah dan luar sekolah. atau sikap. Dalam dunia pendidikan. Association of Education and Communication Technology (AECT) memberikan pengertian tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi. . keterampilan. yang secara harfiah berarti µtengah¶. 1996. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware). Sadiman.. et.

semakin besar kemungkinan isi pelajaran tersebut dapat dimengerti dan dipertahankan dalam ingatan pebelajar. perhatian dan minat pebelajar sedemikian rupa sehingga proses belajar (di dalam/di luar kelas) menjadi lebih efektif. film. film atau rekaman video. Jadi agar pesan-pesan dalam materi yang disajikan dapat diterima dengan mudah (atau pembelajaran berhasil dengan baik). perasaan. Selanjutnya pada tingkatan pengalaman abstrak. maka dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software dan hardware yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke pebelajar (individu atau kelompok).. Berdasarkan uraian di atas. slide. maka pengajar harus berupaya menampilkan stimulus yang dapat diproses dengan berbagai indera pebelajar. foto. belajar untuk memahami apa dan bagaimana mencangkok. gambar. seperti: enactive (pengalaman langsung). Semakin banyak alat indera yang terlibat untuk menerima dan mengolah informasi (isi pelajaran). pemahaman tentang mencangkok dipelajari melalui gambar. Posisi Media Pembelajaran Bruner (1966) mengungkapkan ada tiga tingkatan utama modus belajar. Pemerolehan pengetahuan dan keterampilan serta perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena adanya interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang telah dialami sebelumnya melalui proses belajar. kaset. dan symbolic (pengalaman abstrak). 1990). iconic (pengalaman piktorial atau gambar). foto. yang dapat merangsang pikiran. untuk memperoleh pemahaman pebelajar secara langsung mengerjakan atau membuat cangkokan. televisi. iconic. siswa memahaminya lewat membaca atau mendengar dan mencocokkannya dengan pengalaman melihat orang mencangkok atau dengan pengalamannya sendiri. Pada tingkatan kedua. Sebagai ilustrasi misalnya. media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik yang tercetak maupun audio visual beserta peralatannya.tape recorder. Berdasarkan batasan-batasan mengenai media seperti tersebut di atas. Pengertian stimulus dalam hal ini adalah suatu . maka dalam proses belajar mengajar sebaiknya diusahakan agar terjadi variasi aktivitas yang melibatkan semua alat indera pebelajar. dkk. Menurut National Education Association NEA (dalam Sadiman. Dalam tingkatan pengalaman langsung. radio. camera video. dan komputer adalah merupakan media pembelajaran. video recorder.

tetapi sebagai fasilitator. Sebagai alat bantu dalam mengajar. model. Dengan kehadiran media pembelajaran maka posisi guru bukan lagi sebagai satusatunya sumber belajar. media yang digunakan memiliki posisi sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena dianggap sebagai alat bantu. Media pembelajaran merupakan suatu perantara seperti apa yang dimaksud pada pernyataan di atas. Kenyataan ini didukung oleh landasan teori penggunaan media yang dikemukakan . photografis. penggunaan media pembelajaran dikaitkan dengan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media. dan menyususn kembali informasi visual atau verbal. mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. guru atau orang yang membuat media tersebut kurang memperhatikan aspek disainnya. misalnya dalam teknologi komunikasi dan informasi pada saat ini. Dalam kondisi ini. Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (kongkret) berdasarkan kenyataan yang ada di lingkungan hidupnya. seperti gambar. Dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang. yaitu alat bantu mengajar bagi guru (teaching aids). motivasi belajar. dan selanjutnya sampai kepada lambang-lambang verbal (abstrak). Misalnya alatalat grafis. memproses. media akan dapat merangsang keterlibatan beberapa alat indera. yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh guru (atau guru melakukannya kurang efisien). dan alat-alat visual lainnya. Dalam posisinya yang sedemikian rupa. media diharapkan dapat memberikan pengalaman kongkret. pengembangan pembelajarannya.³perantara´ yang menjembatani antara penerima pesan (pebelajar) dan sumber pesan (pengajar) agar terjadi komunikasi yang efektif. Media pembelajaran memainkan peran yang cukup penting untuk mewujudkan kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien. Di samping itu. media pembelajaran memiliki posisi sentral dalam proses belajar dan bukan semata-mata sebagai alat bantu. Sehingga alat bantu yang banyak dan sering digunakan adalah alat bantu visual. Untuk kondisi seperti inilah kehadiran media pembelajaran sangat bermanfaat. Dalam posisi seperti ini. atau elektronik untuk menangkap. objek tertentu. kemudian melalui benda-benda tiruan. memberikan solusi untuk memecahkan persoalan berdasarkan tingkat keabstrakan pengalaman yang dihadapi pebelajar. dan evaluasinya. Bahkan pada saat ini media telah diyakini memiliki posisi sebagai sumber belajar yang menyangkut keseluruhan lingkungan di sekitar pebelajar.

Teori ini merupakan elaborasi yang rinci dari konsep tiga tingkatan pengalaman yang dikemukakan oleh Bruner. . yaitu teori Kerucut Pengalaman Dale (Dale¶s Cone of Experience) seperti Gambar 1 di bawah.oleh Edgar Dale.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->