Supervisi Manajerial

Tagged with: supervisi manajerial

Perubahan kebijakan peningkatan mutu pendidikan melalui penerapan standar, Instrumen Supervisi Manajerial (46) dan Instrumen Supervisi Pengelolaan (36) yang GP susun ini dapat digunakan sebagai instrumen evaluasi diri sekolah dalam memantau dan memetakan perkembangan kinerja pengelolaan yang sangat menentukan keberhasilan sistem penjaminan mutu. Perangkat itu juga penting untuk mendukung fungsi utama supervisi, yaitu sebagai rangkaian proses pemantauan, penelitian, pelatihan, bimbingan dan penilaian. Pemantauan berkenaan dengan usaha untuk menghimpun gambaran kondisi nyata sekolah. Penelitian merupakan serangkaian proses studi untuk memecahkan masalah secara ilmiah mengenai keseluruhan keadaan sekolah, baik pada guru, siswa, kurikulum, tujuan belajar maupun metode mengajar. Pelatihan dan pembimbingan merupakan proses untuk meningkatkan mutu pengetahuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan profesionalisme. Strategi yang dapat pengawas gunakan untuk menemukan permasalahan dengan melakukan observasi, interview, angket, pertemuan-pertemuan dan daftar isian. Penilaian adalah bagian dari proses untuk menghimpun informasi mengenai efektivitas dan efisiensi kinerja. Dalam hal ini pengawas dapat memetakan efektivitas proses dan output kepala sekolah, guru, tenaga tata usaha sekolah dalam rangka mencapai target atas tujuan yang diharapkan. Supervisi manajerial lebih menekankan pada pemberian pelayanan kepala sekolah dalam melakukan pengelolaan kelembagaan secara efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Supervisi manajerial menitikberatkan pada pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif. Pandangan yang sedikit berbeda menyatakan bahwa supervisi manajerial fokus pada fungsi manajemen yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Fungsi ini dalam pandangan ISO menjadi perencanaan, pelaksanaan, memantau proses pelaksanaan, dan tindak lanjut perbaikan mutu. Fungsi manajemen itu mencakup seluruh kegiatan pada berbagai level di sekolah, yaitu pada tingkat sekolah, tata usaha, manajemen kelas dan pendidik. Jadi menurut pandangan ini supervisi manajerial menekankan pelayanan kepada kepala sekolah, pendidik, tenaga tata usaha

sekolah dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program dalam ruang lingkup fungsi manajemen. Dalam sistem pengelolaan sekolah, selain menjalankan fungsi manajemen juga terdapat fungsi pedagogis yaitu yang menitikberatkan perhatian pada persoalan bagaimana siswa belajar, tipe belajar siswa, motivasi siswa, apa yang harus siswa pelajari, dan bagaimana guru mengajar. Wilayah ini merupakan bagian dari pengawasan akademis. Supervisi Manajerial Fokus supervisi manajerial adalah bidang garapan manajemen sekolah, yang antara lain meliputi: (a) manajemen kurikulum dan pembelajaran, (b) kesiswaan, (c) sarana dan prasarana, (d) ketenagaan, (e) keuangan, (f) hubungan sekolah dengan masyarakat, dan (g) layanan khusus. Dalam tugas tersebut pengawas perlu melakukan tugas berupa pemantauan, penelitian, pelatihan, bimbingan dan penilaian terhadap pelaksanaan standar nasional pendidikan yang meliputi delapan komponen, yaitu: (a) standar isi, (b) standar kompetensi lulusan, (c) standar proses, (d) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (e) standar sarana dan prasarana, (f) standar pengelolaan, (g) standar pembiayaan, dan (h) standar penilaian. Tujuan supervisi terhadap kedelapan aspek tersebut adalah agar sekolah terakreditasi dengan baik dan dapat memenuhi standar nasional pendidikan. Dalam konteks kehidupan internasional kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sistem penjaminan mutu pendidikan nasional agar dapat menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dalam persaingan internasional. Metode Supervisi Manajerial Dalam melaksanakan supervisi manajerial pengawas dapat menggunakan berbagai strategi, di antaranya (1) monitoring dan evaluasi (2) Refleksi dan Diskusi Kelompok (3) Metode Delpi (4) Workshop (5) Pembelajaran Dinamis Di bawah ini kami jelaskan secara singkat berbagai strategi tersebut. 1. Monitoring dan Evaluasi
y

Monitoring

Monitoring adalah model kegiatan pemantauan penyelenggaraan sekolah, apakah sudah sesuai dengan rencana, program, dan/atau standar yang telah ditetapkan, serta menemukan hambatan-hambatan yang harus diatasi dalam pelaksanaan program. Kegiatan monitoring bertujuan untuk (a) menetapkan standar untuk mengukur prestasi, (b) mengukur prestasi, (c) menganalisis apakah prestasi memenuhi standar, dan (d) mengambil tindakan apabila prestasi kurang/tidak memenuhi standar (Nanang Fattah, 1996: 102).

Kewajiban Administratif Pengawas

pelaksanaan. dan pembinaan. Program Semester Pengawasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tugas profesinya pengawas sekolah wajib memenuhi kriteria minimal berikut: No Indikator Operasional Kelengkapan Administrasi 1 Melaksanakan pengawasan 1.[Download not found]). 6. 3 Melaksanaan supervisi 5. Kewajiban administratif itu tertuang dalam Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah. pembinaan. berdampak pada meningkatnya kepastian kriteria pemenuhan standar operasional dan administrasi pelaksanaan tugas pengawas. penilaian found]. Surat Tugas dari Dinas Pendidikan yang terhadap 10 sampai dengan 15 dilampiri dengan data sekolah dan jumlah guru. pengawas sekolah memiliki beberapa kewajiban memenuhi perangkat administrasi. mencakup prioritas pemantauan.[download id="23"] ) . penilaian. berupa teknik operasional kegiatan individu. berikut ini poin-poin yang menjadi kewajiban administratif pengawas. penilaia. dan penilaian. dan SK dan SKL yang meliputi kegiatan perencanaan.Tagged with: administrasi pengawas sekolah kewajiban pengawas Tugas pengawas Pemberlakuan Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas yang ditandatangani Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional sejak Agustus 2009. Program Tahunan Pengawasan ([Download id Pengawasan Akademik dan not defined]. 2 Menyusun Program 3. proses. sekolah dan membina 40 guru 2. meliputi pengawasan akademik dan manajerial yang memuat masalah prioritas pemantauan. Berdasarkan Permendiknas Nomor 12 tahun 2007. Dalam menjalankan tugas profesinya. Data pendidik dan tenaga kependidikan hingga paling banyak 60 guru sekolah binaan. dan penilaian (Disusun oleh kelompok pengawas sejenis tingkat kabupaten/kota) 4. proses. meliputi Manajerial pengawasan akademik dan manajerial. Format isian rekaman kegiatan supervisi akademik yang keabsahannya ditadai dengan tanda tangan kepsek yang disupervisi dan dikuatkan tanda tangan kepala sekolah atau ketua . Dokumen hasil pemantauan kinerja sekolah akademik dalam menerapkan dalam menerapkan standar isi ([Download not standar isi.

Instrumen penilaian ([Download not found].4 Melaksanaan supervisi manajerial dalam menerapkan standar pengelolaan. 13. dan tenaga kependidikan paling sedikit melaksanakan tiga kali dalam satu semester. tema. Lembar analisis dan rekomendasi tindak lanjut perbaikan mutu berkelanjutan 17. 12. 6 7 Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan mutu profesi kepala sekolah. Bukti fisik pengolahan data dan laporan supervisi dalam penerapan standar pengelolaan. jam. tenaga pendidik. dan output. Lembar hasil refleksi dan rekomendasi tindak lanjut perbaikan mutu berkelanjutan. pendidik dan tenaga kependidikan. tanggal. pelaksanaan. Dokumen jadwal. pembinaan. penyelenggara kegiatan (Format ditentukan Dinas Pendidikan) MK-memutuskan (25) 7. dan penilaian. Bukti fisik pengolahan data dan laporan pemantauan. seminar. sarana dan prasarana. dan output. dan penilaian kinerja dalam penerapan standar isi. Laporan Tahunan Pengawasan per sekolah pelaksanaan program yang meliputi seluruh sekolah binaan yang pengawasan ditekankan pada pemetaan pencapaian tujuan pengawasan. sarana dan prasarana. 8. [Download not found]) 15. Lembar hasil refleksi dan rekomendasi tindak lanjut perbaikan mutu berkelanjutan. serta kunjungan sekolah melalui supevisi manajerial . sarana dan prasarana. 10. penilaian. pelaksanaan. bimbingan teknis. serta pembiayaan 5 Melaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugas manajerial dan akademik. pelaksanaan. pendidik dan tenaga kependidikan. Menyusun laporan 18. Format isian bukti pelaksanaan penilaian 14. proses. dan kompetensi yang dikembangkan dalam bentuk workshop. [Download not found]). dan SKL meliputi perencanaan. observasi dan group conference. serta pembiayaan yang meliputi kegiatan perencanaan. pendidik dan tenaga kependidikan. serta pembiayaan meliputi kegiatan perencanaan. Dokumen hasil pemantauan kinerja sekolah dalam menerapkan standar pengelolaan ([Download not found]. Data hasil penilaian 16. 9. Format isian rekaman kegiatan supervisi akademik yang keabsahannya ditandai dengan tanda tangan personal yang disupervisi dan dikuatkan tanda tangan kepala sekolah (Format ditentukan Dinas Pendidikan) 11.

dengan memperhatikan syarat administrasi tersebut. komite sekolah dan guru. Laporan Semesteran Pengawasan per sekolah yang meliputi seluruh sekolah binaan yang ditekankan pada pemetaan pencapaian tujuan pengawasan. Hal penting yang lain. Artikel terkait : Ikhtisar Pedoman Pelaksanaan Tugas Pengawas Standar Kepala Sekolah Yang Dominan Tetapi Tidak Mendominasi Penjaminan Mutu Oleh Pengawas Sasaran utama monitoring adalah untuk menghimpun informasi melalui pemotretan kondisi nyata sekolah sehingga data yang diperoleh dapat digunakan untuk bahan pengambilan keputusan perbaikan mutu. (c) mendapatkan bahan/masukan dalam perencanaan tahun berikutnya.8 19. dan (d) memberikan penilaian (judgement) terhadap sekolah. melaksanakan tugas dengan dukungan teknologi komputer menjadi keharusan yang sulit ditawar lagi. Dalam strategi ini pengawas perlu menyampaikan hasil monitoring secara terbuka kepada pihak sekolah. wakil kepala sekolah. (b) mengetahui keberhasilan program. terutama kepala sekolah. Sekolah selanjutnya merefleksi data yang pengawas sampaikan sehingga pihak sekolah menemukan sendiri faktor-faktor penghambat serta pendukung mereka hadapi. Diskusi . Menyusun karya tulis laporan 20. 2. Laporan PTK atau laporan PTS hasil penelitian atau perbaikan pelaksanaan tugas Dalam memenuhi standar tersebut kolaborasi antar pengawas untuk memenuhi seluruh persyaratan minimal di atas sangat diperlukan kerja sama dalam melakukan perbaikan pemenuhan syarat administrasi secara berkelanjutan. Tujuan evaluasi utamanya adalah untuk (a) mengetahui tingkat keterlaksanaan program. Refleksi dan Diskusi Kelompok Prinsip utama manajemen sekolah adalah mengerahkan sumber daya dan meningkatkan partisipasi. y Evaluasi Evaluasi adalah proses untuk menghimpun informasi mengenai peta proses dan progress penyelenggaraan sekolah dibandingkan dengan target yang direncanakan sehinga dapat diketahui peta keberhasilan dalam kurun waktu tertentu.

4. 2. misi dan tujuannya. Pembelajaran Dinamis Peningkatan mutu pendidikan bergantung tingkat penguasaan ilmu pengetahuan. 4. Berkat kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi saat ini sekolah atau sistem sekolah dapat mengintegrasikan diri dalam jejaring internet untuk melaksanakan peningkatan mutu diri melalui prose pembelajaran. dan membuat daftar urutannya sesuai dengan jumlah orang yang berpendapat sama. Metode Delphi menurut Gorton (1976: 26-27) adalah sebagai berikut: 1. 5. Menyampaikan kembali daftar rumusan pendapat dari berbagai pihak tersebut untuk diberikan urutan prioritasnya. Yang penting seorang pengawas memiliki kewajiban untuk mengarahkan workshop sekurangkurangnya 3 kali dalam setahun. Mengumpulkan pendapat yang masuk. dan menyampaikan hasil akhir prioritas keputusan dari seluruh peserta yang dimintai pendapatnya. 3. . Mengumpulkan kembali urutan prioritas menurut peserta. dan penguasaan teknologi sebagai media pembalajaran. Strategi ini untuk mendorong dinamika kelompok dan dapat melibatkan beberapa kepala sekolah. dalam merumuskan Rencana Pengembangan Sekolah. Metode Delphi merupakan cara yang efisien untuk melibatkan banyak stakeholder sekolah tanpa memandang faktor-faktor status yang sering menjadi kendala dalam sebuah diskusi atau musyawarah dengan target agar semua yang hadir dalam musyawarah mengungkapkan gagasan. Metode Delphi Metode Delphi dapat digunakan oleh pengawas dalam membantu pihak sekolah merumuskan visi. 3. 4.kelompok ini merupakan bagian dari usaha menyatukan pandangan stakeholder mengenai realitas kondisi (kekuatan dan kelemahan) sekolah. Hal ini merupakan solusi dari masalah seringnya pertemuan didominasi oleh orang-orang tertentu. Sesuai dengan konsep MBS. Mengidentifikasi individu atau pihak-pihak yang dianggap memahami persoalan dan hendak dimintai pendapatnya mengenai pengembangan sekolah. wakil kepala sekolah dan/atau perwakilan komite sekolah. serta menentukan langkah-langkah strategis maupun operasional untuk melakukan perbaikan mutu berkelanjutan. Workshop Workshop atau lokakarya merupakan salah satu metode yang dapat pengawas lakukan dalam melaksankan supervisi manajerial. Penyelenggaraan workshop ini tentu disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai. keterampilan. Masing-masing pihak diminta mengajukan pendapatnya secara tertulis tanpa disertai nama/identitas.

yang ditindak lanjuti dengan pemberian feed back. dan perbaikan kegiatan berkelanjutan mengenai kegiatan pembelajaran. Feed back demikian penting sebagai pengarah tindak lanjut perbaikan mutu berkelanjutan. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. dan penilaian penerapan delapan standar nasional pendidikan berurusan dengan langkah perencanaan.Model ini telah dilakukan pada beberapa sekolah. Penyediaan informasi untuk bahan belajar tidak hanya disediakan untuk siswa namun juga untuk stakeholders sekolah yang lain. Pemantauan. atau web sekolah untuk mengintegrasikan orang-orang dalam dinamika belajar sehingga sekolah menjadi learning organization. sekolah dapat memanfaatkan media publik seperti e mail. oleh Dr. kegiatan pemantauan. Depdiknas 2008. dan penilaian dalam menerapkan delapan standar pendidikan nasional dari sisi akademik menyangkut bagaimana pendidik memfasilitasi siswa belajar. (Razik. Pada dimensi manajerial. Apabila dalam jejaring internet software khusus belum tersedia. dan penilaian kinerja dalam penerapan standar isi. Kali ini GP menurunkan model instrumen evaluasi diri sekolah yang dapat pengawas validasi yang disesuaikan dengan kriteria dalam pedoman pelaksanaan tugas guru dan pengawas. penilaian. Supervisi Akademik (40) dapat sekolah gunakan sebagai perangkat evaluasi diri sekolah yang selanjutnya menjadi bahan pertimbangan pengawas. 1995: 559). face book. proses. forum. Rahmat) Supervisi Akademik Tagged with: supervisi akademik Supervisi akademik dalam rangka menegakkan sistem penjaminan mutu pada penerapan standar nasional pendidikan menjadi komponen penentu efektivitas pelaksanan tugas pengawas. Instrumen itu dikembangkan untuk mengevaluasi kinerja pendidik melalui pelaksanaan tugas pengawas dalam memantau secara intensif proses pembelajaran pada lembaga pendidikan. dan SKL. pengawas melakukan pemantauan atau observasi. Pada supervisi akademik terdapat dua dimensi kegiatan yang dapat disupervisi yaitu dimensi manajerial dan pedagogis. Dalam menjalankan fungsi supervisor perbaikan mutu akademik. pembinaan. Hal ini . pembinaan. pelaksanaan. Direktorat Tenaga Kependidikan . pembinaan. (Disarikan dan diadaptasi dari modul Metode dan Teknik Supervisi. pemantauan mutu pelaksanaan.

Produk belajar siswa di samping nilai akademik. Pemantauan (Pengamatan Pembelajaran) 1. dan menilai. Dalam melaksanakan ketiga langkah kegitan pengawas hendaknya memperhatikan beberapa tips di bawah ini. dan evaluasi. 2. 2. 2. disiplin. Memperhatikan aktivitas siswa belajar dan pendidik mengajar 8. Langkah Kegiatan Supervisi akademik dapat mengitegrasikan tiga tugas pokok pengawas yaitu memantau. pengelompokan. 5. penguatan. Pelaksanaan pemantauan meliputi tiga langkah utama yaitu (1) Prapemantauan (2) Pelaksanaan pemantauan (3) Refleksi dan Pembinaan. Membahas instrumen yang akan digunakan 8. 7. 4. Memperhatikan penggunaan sumber belajar dan alat bantu ajar 10. Membahas perangkat perencanaan pembelajaran yang telah pendidik buat y y y y SK/KD Indikator pembelajaran Tujuan pembelajaran Penilaian 1. Menyepakati tujuan dan target yang hendak diwujudkan melalui kegiatan pemantauan. Menciptakan suasana akrab dengan pendidik. motivasi dsb. 4. Memperhatikan efektivitas strategi pembelajaran 9. 3. Menempatkan diri pada posisi yang tidak mengganggu proses pembelajaran Menyiapkan perangkat istrumen yang yang telah disepakati Menyiapkan catatan Memperhatikan strategi pengelolaan kelas. Memperhatikan pelaksanaan penilaian proses dan hasil belajar . 5. 3. Membuat kesepakatan tentang masalah yang pendidik hadapi dalam meningkatkan efektivitas penerapan rencana pembelajaran 6. penyiapan siswa siap belajar. Mencatat hal-hal yang unggul selama proses pembelajaran berlangsung 6. Mengukur pemahaman konsep pedagogis dalam perencanaan belajar. Membuat kesepakatan tentang fokus pemantauan. meliputi. Pra-pemantauan (Pertemuan awal) 1. membina.berkaitan dengan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam memfasilitasi siswa belajar. Memperhatikan sumber belajar yang pendidik gunakan Memperhatikan perangkat alat peraga Memperhatikan perangkat administrasi pembelajaran seperti buku nilai siswa. pelaksanaan. Mencatat bagian-bagian yang perlu perbaikan lebih lanjut 7.

Razik. Memberikan penilaian atas hasil pemantauan secara umum. proses. 6. Swanson. . 2008. Meminta pendidik mengomentari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan 3. Menilai bersama mengenai kompetensi yang dapat diwujudkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Austin D. Menetapkan target berikutnya dalam melaksanakan perbaikan lebih lanjut. SMAN 4 Denpasar Go Internasional Berbasis Lokal Tagged with: SMAN 4 Denpasar Saat pendirian sekolah ini menerima 4 rombongan belajar dengan level kompetensi akademik terendah pada kelompok SMA di lingkungan Denpasar. dan Pembinaan 1. Tentukan bersama rencana pembelajaran dan supervisi berikutnya Sejumlah prosedur di atas menjadi dasar untuk mengembangkan instrument pelaksanaan tugas kepengawasan (Dr. 5. 8.New Jersey. Metode dan Teknik Supervisi. Fundamental Concepts of Educational Leadership and Management. Prentice Hall. Penilaian. Mendorong pendidik untuk merumuskan strategi proses perbaikan berkelanjutan. 1995. Rahmat) Referensi: Departemen Pendidikan Nasional. dan penilaian. 10. 7. Taher A.Refleksi. Mendiskusikan keunggulan yang pengawas catat terutama perilaku pendidik yang berdampak terhadap meningkatnya efektivitas belajar siswa 4. 9. Jakarta. Menilai bersama secara terbuka mengenai pencapaian tujuan pelaksanaan pemantauan dalam rangka memetakan kinerja pendidik dalam menerapkan standar isi. Melaksanakan pertemuan segera setelah pemantauan selesai 2. Meminta pendapat pendidik tentang bagian yang perlu mendapat perbaikan lebih lanjut dan mencocokan dengan catatan pengawas. Tahun 2010 menjadi sekolah unggul nasional yang memperoleh percitraan baik dalam forum pendidikan internasional.

Penampilannya tak berbeda dengan kebanyakan hotel di Bali. Tahun 2006 terdaat 56 meraih prestasi dalam berbagai lomba. Sebaran prestasi internasional. Setelah menyandang predikat sebagai sekolah rintisan SMA Bertaraf Internasional yang memberi perhatian besar pada pembinaan siswa untuk mendapat prestasi terutama dalam berbagai perlombaaan. Tamu dari mancanegara pun berdatang pula. . Tahun 2007 prestasi siswa maju pesat. Dari sisi kepariwisataan sekolah ini telah menjadi salah satu daya tarik Bali sebagai tujuan wisata bidang pendidikan. terdiri atas 21 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 805 orang. 40 prestasi tingkat nasional dan selebihnya prestasi tingkat provinsi dan kota. kebersihannya dan keindahannya mengekspresikan Bali yang kental sekolah ini benar-benar menjadi simbol sekolah moderen berbasis kultur lokal. Prestasi Akademik Sekolah diasuh oleh 70 guru yang didukung dengan 30 orang tenaga administasi sekolah. 31 berprestasi pada tingkat nasional dan sebihnya prestasi prestasi pada tingkat provinsi dan kota. dari berbagai penjuru datang silih berganti.Keunggulnya terwujud karena memiliki modal utama komunitas sekolah mampu membangun komitmen ingin berubah menjadi lebih baik. Sejumlah 35 kejuaraan tingkat nasional. kini terus dikunjungi banyak pihak mulai dari para petinggi. MPd. dan selebihnya berataraf lokal. Penampilan fisik sekolah ini berbeda dari kebanyakan sekolah. Tahun 2008 menghasilkan 147 siswa meraih prestasi dari tingkat lokal hingga nasional. Dari jumlah siswa sebanyak itu dalam bidang akademik ± nonakademik. I Wayan Rika . Sekolah yang dipimpin Drs. Sebanyak 102 berhasil meraih medali dari berbagai kejuaraan. Satu prestasi tingkat internasional. Satu di antaranya peraih medali perunggu internasional. Selain didukung dengan arsitektur bangunan yang indah. pendidik.

Prinsip Dasar dan Komitmen Pelayanan Dewa Putu Ngurah. menjelaskan bahwa tiap kelompok yang pergi ke luar negeri mendapatkan pelajaran tentang hidup bersih. penguatan budaya lokal. dan siswa mereka pelihara dengan sungguh-sungguh. Drs. tentang bagaimana bekerja secara profesional. Budaya yang mereka kembangkan agar kedua prinsip itu dapat diterapkan adalah kerja sama tim pendidik. wakil kepala sekolah. diakui kepala sekolah. Malasia . Kedua. Prinsip itu terus mereka pegang teguh sebagai nilai dasar tindakan praktis sehari-hari. tenaga kependidikan. Ketika guru dan siswa diminta keterangan apa yang mereka peroleh dari program ini. Berkat program ini seluruh guru dan karyawan sekolah ini pernah bertukar kunjung dengan sekolah-sekolah mitra di luar negeri. menyatakan ada prinsip dasar dalam pengelolaan sekolah yang ditanam sejak masa pendirian. Budaya kemitraan dengan berbagai sekolah di luar negeri. Setiap ada pertemuan guru maupun siswa selalu mendapat tantangan untuk menyumbang pikiran mengenai langkah lebih lanjut yang harus sekolah lakukan agar lebih bermutu. Kepala sekolah sangat antusias dalam memberi penguatan program RSBI di sekolahnya. Dalam pandangan Ketua OSIS kepala sekolanya sangat terbuka. . inovatif. dalam pengembangan kemitraan global. Kepemimpinannya menutur beberapa guru yang dijumpai. juga Singapura terjalin erat. tiap ada kesempatan pengurus OSIS selalu diberi peluang menyatakan pendapat mengenai apa yang sebaiknya sekolah lakukan. datang bersama ± pulang bersama pula. Di samping guru dan karyawan juga siswa turut ambil bagian dalam program ini. siswa dapat menampilkan dengan penuh kebanggaan budayanya senidiri di luar negeri. menurut ketua OSIS. Kepemimpinan Fasilitatif Pak Wayan telah memimpin sekolah ini selama 13 tahun. Ketiga.Pada tahun 2009 terdapat 102 peraih prestasi termasuk dalam kesertaaan siswa pada OSN yang selalu mengirim perwakilannya pada tiap tahun. Pertama peningkatan mutu profesi dan pembelajaran. tidak pernah terpikirkan jauh sebelumnya. Prinsip dasar pertama adalah pendidik dan tenaga kependidikan wajib berada di sekolah pada saat mengajar maupun tidak mengajar. Kedua. di antaranya dengan sekolah di Melborne Australia. Namun berkat menjadi salah satu sekolah penyelenggara RSBI. Lebih dari itu. kerja sama internasional berkembang pesat. I Dewa Putu Ngurah. Menurutnya ada tiga penguatan yang berkembang dengan adanya program ini. sangat demokratis. Jepang. tentang disiplin. dan konsisten pada harapannya yang tinggi. siswa harus bekerja keras dan rajin belajar. Korea Selatan.

KIR. Sekali pun demikian. nasional. dan kerja keras. Physic Club.00 pukul 18. Foreign Language Club program tersebut dilaksanakan dengan : alumni dan Perguruan Tinggi Setempat sebagai pembina club.00. sejuk dan asri pokoke 7 K. Harapan sekolah yang tinggi itu diyakini oleh para guru di sini memerlukan waktu. Keep Clean.00. seperti . Kerja keras siswa ditunjukkan dengan partisipasi mereka dalam memelihara tiap sudut sekolah. Kerja keras guru dan siswa ditunjukkan dengan padatnya jadwal tiap hari yaitu y y y Pembelajaran pada pukul 07. Olah Raga menjadi bagian lain yang tidak kalah diminati siswa. . fisika. dan yang lainnya. Modal dasar ini telah menumbuhkan keyakinan bahwa membangun sekolah baik penuh perjuangan. Berada di sekolah mulai hari Senin hingga Sabtu. Pada hari tertentu semua warga mengenakan pakaian adat dan melakukan keep clean bersamasama untuk mewujudkan sekolah yang bersih. Menurut keterangan Pak Dewa Putu Ngurah bahwa tiap guru wajib melaksanakan tugas sesuai dengan standar yaitu 24 jam pelajaran. proses. Selain kegiatan intra dan pengayaan terdapat pula kegiatan pembinaan berdasarkan minat siswa. Kegiatan pengembangan Palang Merah Remaja. Biology Club. Antara hari Senin hingga Rabu tiap guru sekurangkurangnya memberi pelajaran tambahan. biologi.00 Pemantapan belajar dan ekstra kurikuler pukul 15. Di sekolah ini pantang seorang pendidik meminta pengaturan jadwal khusus sesuai dengan keinginan masing-masing. Chemistry Club.15 pukul 13. Semua dibagi habis oleh siswa.Sekolah dikelola dalam kebersamaan seluruh warganya. komputer. Program Pembelajaran Program pelayanan belajar sekolah sediakan sangat beragam. Pada awalnya komitmen ini dibangun melalui kesepakatan bersama pada pendidik sebagai modal dasar untuk mewujudkan sekolah unggul. Dari kegiatan ini lahir pula berbagai juara pada tingkat lokal. OSIS. Pramuka. Uniknya kepala sekolah dan guru terlibat dalam operasional kegiatan ini. bahasa Inggris. Oleh karena itu pendidik siap memberi pelajaran kapan pun dan tenaga tata usaha sekolah (TAS) mendampingi aktivitas siswa dan pendidik sesuai dengan jadwal para siswa dan pendidik. Social Club. Astronomy Club. Nilai dan semangat juang warga sekolah tampak pada kegiatan pelayanan belajar tambahan yang dilaksanakan pada hari Senin hingga Sabtu. Hal lain yang tidak kalah menarik dan bisa kita tiru oleh sekolah mana pun yaitu. karena tidak seluruh jengkal sekolah cukup oleh tenaga siswa. Mathematic Club. English Club. setelah bangunan semakin luas sekolah juga menyediakan pelayan kebersihan yang khusus. dan internasional. sekali seminggu. kimia. Computer Club. Hari Kamis hingga Sabtu guru juga memberi bimbingan kepada Club (kelompok minat siswa) yang terdiri atas kelompok matematika. Istirahat tengah hari pukul 13-00 15.

Strategi berikut yang sekolah kembangkan adalah menerima siswa tanpa tes.00-15. Prinsip-prinsip dasar yang harus siswa kuasai sekolah selesaikan di Kelas 10. dan tes prestasi akademik. Kegiatan belajar ditunjang pula dengan berbagai aktivitas siswa seperti pengembangan kompetensi bidang Seni tradisional. bahkan nasional dan internasional yang diperoleh secara perorangan. Pendukung Pembelajaran . biologi. seleksi siswa peraih prestasi. Dan. menulis.00 hingga pukul 18. Sekolah menyadari bahwa untuk membangun keunggulan lulusan harus dimulai dari keunggulan input siswa. Pelaksanaan kegiatan lomba menjadi agenda pertama. kesenian. kimia. Bukti prestasi yang dapat diterima mencakup prestasi bidang akademik dan non akademik. menjadi guide. Oleh karena itu penerimaan siswa melalui seleksi akademik pada prinsipnya mengisi ruang yang masih belum terisi melalui seleksi pertama dan kedua. ekonomi dan berbagai bidang perlombaan lain. dan terakhir tes akademik. komputer. Strategi yang ketiga adalah penerimaan siswa baru melalui tes prestasi akademik. Berburu Bibit Unggul Strategi lain yang sekolah kembangkan adalah berburu bibit unggul. menceritakan sejarah. disusul agenda kedua seleksi prestasi. Oleh karena itu sekolah berusaha menarik minat siswa terbaik dari berbagai SMP di Bali menjadi salah satu prioritas. Karena itu pula siswa sekolah ini sering diperolok menjadi pelajar SMA 6 tahun. Selebihnya siswa mendapat pelayanan belajar khusus untuk mempelajari materi yang menjadi bahan daya saing ke tingkat nasional dan internasional. Dengan demikian siswa yang dikembangkan khusus untuk kompetisi telah menyelesaikan seluruh materi esensial SMA selama satu tahun. Persyaratan yang wajib dipenuhi adalah bukti prestasi dalam berbagai perlombaan pada tingkat kabupaten. Untuk itu sekolah mengembangkan dua program utama yaitu melalui penelurusuran prestasi dalam lomba. Pada tiap penyelenggaraan kegiatan ulang tahun sekolah mengundang para siswa terbaik dari seBali mengikuti perlobaan matematika. Pembinaan tahap selanjutnya diserahkan kepada tim ahli. mereka wajib menyelesaikan di kelas 10.00 dengan masa istirahat pada pukul 13. fisika. Pelayanan belajar khusus diberika pula kepada kelompok minat khusus.Dengan sistem pelayanan belajar seperti itu. Tugas guru dalam memberikan pelayanan belajar adalah sebatas materi SMA. maka berdampak pada padatnya jadwal kegiatan belajar siswa dengan rentang belajar tiap hari antara pukul 07. Dengan teknis ini sekolah memberikan peluang kepada tiga siswa terbaik pada tiap bidang dapat masuk ke SMAN 4 Denpasar tanpa tes. Para siswa benar-benar menjadi harus rajin belajar. provinsi. Dalam bidang akademik tim ahli biasanya dikordinasikan oleh pemerintah kota atau pemerintah provinsi jika akan berkompetisi di tingkat nasional. bahasa Inggris yang meliputi debat.00.

Panjangnya waktu belajar siswa di labolatorium mendorong sekolah memberikan keleluasaan kepada siswa untuk berada di labolatorium sepanjang siswa membutuhkannya. Perubahan lain setelah menjadi sekolah rintisan bertaraf internasional. Karena itu. Diah Acintya.Berbagai aktivitas siswa seperti praktikum di labolatorium labolatorium IPA menjadi pendukung pengembangan prestasi siswa. Setiap orang dapat mengungkapkan ide dan dihargai. Tagged with: SMAN 4 Denpasar . semua berubah disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan. Pasca penerimaan sertifikat ISO sekolah juga telah mengubah modl administrasi surat. Oleh karena itu setiap ketua klub yang memegang kunci labolatorium dan bertanggung jawa pula pada keamanan seluruh barang yang ada di dalamnya. Untuk melaksanakan tugas tersebut menurut Ketua OSIS. Setiap kelebihan guru dan kekurangan guru dalam mengajar dipantau OSIS yang bekerja sama dengan MPK. pelayanan administasi makin bertambah sejalan dengan berkembangnya kegiatan sekolah. dan dapat menganalisis apa yang menurut mereka masih kurang. Hal ini telah kepala sekolah setujui. Program pemantauan guru tidak diarahkan untuk mencari kelemahan guru. termasuk di dalamnya tertib arsip surat. Gagasan baru yang OSIS usulkan untuk perbaikan mutu pembelajaran adalah OSIS menjadi salah satu komponen yang menjamin mutu pembelajaran. Satu hal yang baru harus dihadapi dan dilaksanakannya adalah surat menyurat dalam bahasa Inggris. Menurut Agung Suwartika. Teribatnya OSIS dalam sistem penjaminan mutu sekaligus merupakan bagian dari pendewasaan siswa untuk mengkritisi sekolah dalam memenuhi pelayanan terhadap siswa. Administrasi Sekolah Memperoleh ISO telah mengubah sekolah dalam pengelolaan sistem administrasi yang selalu memenuhi standar mutu. namun merupakan ajang kolaborasi untuk menyusun rekomendasi tentang cara mengajar guru yang siswa harapkan. Tiap orang harus mampu mempresentasikan apa yang menurut siswa baik. Kegiatan serupa ini sekolah meminta bantuan guru bahasa Inggris. guru menjadi sangat berhati-hati dalam melaksanakan pembelajaran. Kebiasaan ini telah mendongkrak munculnya berbagai gagasan baru. sekolah secara bertahap menyelenggarakan administrasi dengan dukungan penuh teknologi informasi dan komunikasi Kepimpinan dan Tanggung Jawab Curah pendapat untuk mendapatkan ide yang terbaik berkembang subur di sekolah ini. kapan pun bisa. memerlukan standar prosedur yang disepakati bersama agar siswa tetap menegakan etika dan menghormati guru.

Analisis sistem membantu mempermudah membedakan nilai input dengan proses dan output sehingga dapat melihat tingkat pemenuhan standar. Sekolah-sekolah di Indonesia perlu belajar« Murdianto says: Tips Memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tiap pengelola sekolah yang visioner mengharapkan sekolahnya dapat menghasilkan lulusan yang bermutu. memenuhi standar berarti memenuhi target minimal pengembangan. antara kondisi bawah dan atas. Memenuhi standar berarti dapat memenuhi sejumlah kriteria mutu (1) batas minimal mutu sesuai dengan ketentuan nasional. Jika sekolah dinyatakan berhasil maka selalu .3 Comments 1. prasarana. bahkan iklim sekolah diciptakan agar menjadi yang paling unggul di lingkungannya. Dilihat dari dimensi sistem pembaharuan pendidikan. Rohma Nazilah says: August 15. (4) menggambarkan konsistensi (5) sebagai nilai tambah karena dengan adanya sekolah fokus pada prioritas. Pengelola sekolah seperti itu. dan (7) menyatakan efektivitas dalam memenuhi kriteria mutu dalam mencapai tujuan. (3) menyatakan nilai sedang-sedang saja (mediocity). tidak mungkin membiarkan lingkungannya tidak kondusif. keberhasilan melaksanakan program terlihat dari selisih input dengan proses atau input dengan output. Ada patokan yang mereka buat untuk memenuhi harapan tertingginya. (6) pernyataan kejujuran kepada publik sebagai pengakuan pada posisi yang objektif. 2010 at 7:20 am It¶s so inspirative«««««««. Oleh karena itu mereka jaga agar sarana. Kini patokan itu telah ditetapkan secara nasional dalam bentuk standar. (2) aturan main yang perlu sekolah penuhi.Mereka selalu mengharapkan segala sesuatu yang mereka tangani di sekolah selalu lebih unggul dari pada di sekolah yang lain. Untuk itu mereka menjaga agar sistem perencanaan belajar dikembangkan dengan cermat agar relevan dengan kebutuhan pengembangan mutu lulusan.

Pemimpin sekolah yang berhasil adalah yang dapat memfasilitasi pendidik. tenaga kependidikan. meningkatkan pengetahuan tentang SNP dan meningkatkan keterampilan Pendidikan dan Tenaga kependidikan mengenai landasan penerapan standar y y PP 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan sejumlah peraturan Menteri Pendidikan tentang Standar Nasional Pendidikan Mengenali SNP dan indikator kunci pada masing-masing standar. hal terpenting dalam menerapkan standar adalah memilih dan menetapkan indikator. indikator operasional dengan target keberhasilan. Dengan penetapan indikator yang tepat. dan mutu pada dasarnya adalah ukuran kebaikan. sekolah dapat menetapkan pula titik keberangkatan dan titik akhir perjalanan sebagai target yang dituju. pendidik. instrumen harus benar-benar dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya terpantau di lapangan. yang meliputi kepala sekolah. dan evaluasi yang selalu disusul dengan langkah perbaikan mutu. Lebih dari itu pengetahuan dan keterampilannya dapat didasari dengan ahlak yang mulia sehingga potensi yang diperoleh dari hasil belajar diarahkan untuk meningkatkan kemaslahatan kehidupan. Artinya. maka penerapkan standar merupakan langkah menentukan penilaian pada perencanaan. Jika keberhasilannya melebihi target maka mereka meraih keunggulan. Mereka yang secara individual maupun secara berkolaborasi mencapai titik target berarti mereka memenuhi target berprestasi minimal. Nilai yang diperoleh sebenarnya mendeskripsikan tingkat kecakapan. Berlandaskan pemikiran singkat bahwa penerapan standar merupakan bagian dari penetapan target mutu. Berbagai pernyataan di atas dapat dinyatakan bahwa penerapan standar merupakan salah satu strategi peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan. Menilai keberhasilan mereka harus dengan instrumen yang benar-benar mengukur yang seharunya diukur. Pada giliran berikutnya output kembali menjadi input yang meningkat dari siklus sistem berikutnya. Oleh karena itu setiap kali menetapkan indikator keberhasilan dalam pemenuhan standar segera dilengkapi dengan alat ukur yang sesuai. Nilai yang diperoleh dari usaha pemenuhan standar pada hakekatnya mengukur kecakapan lembaga. dan tenaga kependidikan lainnya dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu.mengalami peningkatan nilai produk pembaharuan. . Berikut Tips bagi pimpinan sekolah untuk Memenuhi Standar Nasional Pendidikan hendaknya melaksanakan itu melalui tahap-tahap pelaksanaan kegiatan berikut: Pertama. Jarak antara titik awal dan titik akhir proses peningkatan dibandingkan dengan target akhir yang diharapkan mendeskripsikan kinerja. Fokus utama keberhasilan sekolah jika prestasi belajar siswa dalam menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan menerapkan ilmu pengetahuan meningkat. dan siswa bergerak mencapai titik akhir sesuai target. pelaksanaan.

Tetapkan target mutu yang diharapkan dalam program.Kedua. yaitu. Keempat. Buat alat ukurnya. Apakah sekolah perlu merevisi indikator mutu atau keberhasilan? Kelima. . jadikan standar kompetensi lulusan sebagai poros pembaharuan mutu sekolah. (1) belum memenuhi (2) sesuai standar (3) melebihi standar. maka tentukan prioritas perbaikan apa yang akan sekolah tetapkan pada tiap standar. Tentukan nilai pada tiap standar. pada dasarnya ukuran itu terikat pada tiga level. dan dapat mengukur kinerja. Jika visi dan misi sekolah telah tersusun. tetapkan Visi-misi dan target mutu sekolah yang diharapkan. Kenyataannya hanya 20% yang dapat diterima. memahami. Analisis masalah: Apakah siswa sudah disiapkan menguasai materi sesuai dengan SK/KD dan sesuai dengan kebutuhan seleksi melanjutkan? Apakah sekolah telah menentukan indikator daya saing siswa dalam penguasaan materi. Ketiga. menafsirkan dan mendeskripsikan kinerja sekolah pada tiap standar. mengolah. Adakah perbedaan jarak? Perbedaan jarak antara kondisi nyata dengan kondisi yang diharapkan menyatakan besar kecilnya masalah yang dihadapi sekolah. Pada tahap ini sekolah wajib memastikan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan: y y y y mengenali indikator dan target kinerja pada tiap-tiap indikator. Contoh: SKL yang diharapkan adalah 70% lulusan dapat diterima dalam seleksi di sekolah lanjutan atau perguruan tinggi terkemuka. bandingkan antara kondisi nyata sekolah berdasarkan hasil evaluasi diri dengan citacita ideal yang terdapat pada visi dan misi. maka jabarkan dalam berbagai target mutu yang hedak sekolah wujudkan sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 4 tahun. Apakah RPP yang guru susun telah disesuaikan dengan kebutuhan daya saing siswa untuk melanjutkan? Apakah semua guru telah memfasilitasi siswa meningkatkan daya saing dalam penguasaan materi dan pelatihan soal? Apakah sekolah melakukan pengukuran terahadap hal yang penting itu sehingga sekolah mengetahui perkembangan kemampuan belajar siswa secara periodik untuk menentukan kesiapan daya saing? Bagaimana pula dengan standar pendidik dan sarana? Apakah telah mendukung persiapan pengembangan mutu daya saing siswa? y y y Jika telah dilihat hubungan sebab-akibat antara SKL dengan standar yang lain. meningkatkan keterampilan pendidik dan tenaga kependidikan dengan memastikan mereka telah membaca. melaksanakan pengukuran dengan alat ukur yang ada atau evaluasi diri.

Tagged with: penyajian materi 4. perhitungkan biayanya. (Admin) 2. lakukan pengukuran kinerja pelaksanaan program dengan menggunakan isnstrumen yang valid dan himpun data dengan seksama. Generasi ini berkembang dalam era eksponensial. kini tertatih di belakang untuk menyeimbangkan dengan irama perubahan peradaban. Daya adaptasi manusia bergerak cepat sebagai dampak terintegrasinya sumber daya insani dengan kemajuan teknologi. Instrumen instrumen pengukuran kompetensi penyajian data (43) dapat membantu menilai kinerja pendidik dalam meningkatkan kompetensi siswa mendayagunakan kebervariasian data dalam proses pembelajaran. olah hasil pengukuran kinerja untuk bahan perbaikan mutu pada melalui penyusunan program tahun selanjutnya. pantau pelaksanaannya untuk memastikan bahwa kegiatan sesuai dengan tujuan. Segala sesuatu berubah dengan cepat. Tentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan mutu pada tiap standar.Keenam. Penguasaan informasi dan data semakin penting. Bertemulah pimpinan sekolah sesering mungkin untuk membahas tiap perkembangan dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan siswa untuk membicarakan harapan-harapan mereka dan kekurangan dalam pelaksanakan program.Model Rubrik Pengukuran Penguasaan Data 3. Kesepuluh. susun Program Jangka Menengah dan Program Tahunan. Dokumenkan semua karena melaksanakan standar berarti mengembangkan tertib administrasi dan data sekolah. perhitungkan sumberdaya yang sekolah miliki. Kedelapan. Ketujuh. . Pendidikan yang seharusnya menjadi imam pembaharuan. Penemuan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan semakin memperpendek usia keunggulan. Pastikan pula bahwa proses penyelenggaraan kegiatan berjalan dengan baik. laksanakan program tahunan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Kesembilan.

Model rubrik pengukuran di bawah ini dapat digunakan sendiri mapun oleh penilai lain untuk mengetahui tingkat kecanggihan pendidik dalam penyajian materi pelajaran dalam bebagai jenis data dalam kelas dengan kriteria pada standar nasional pendidikan. ternyata yang jauh lebih menentukan bukan input melainkan proses yang bermutu. namun menghasilkan data sebagai bahan perbaikan kinerja. Model instrumen pengukuran standar proses yang praktis dan sederhana sangat diperlukan dalam kegiatan evaluasi diri para pendidik. Modal dasar ini menjadikan mengajarnya lebih bermakna untuk masa depan siswa. Kondisi seperti itu tidak berkembang baik pada mata pelajaran sosial. pada umumnya menyajikan data dalam bentuk teks.5. Data dan informasi menjadi energi perubahan. Meraka dapat menggunakannya dalam waktu yang singkat. Namun sejalan dengan perkembangan pengetahuan hasil penelitian terbaru. Pada masa mengelola data menjadi bagian strategis pada berbagai bidang yang serba terintegrasi dengan internet kompetensi mengelola data menjadi landasan tumbuhnya keunggulan. tapi komitmen tenaga pendidik & Siklus Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Poros utama meningkatnya mutu sekolah diukur dengan mutu lulusan. Tagged with: penyajian materi 12. padahal dalam teori apa pun kebervariasian data merupakan hal niscaya dalam jaman secanggih ini. gambar. 7. Selama ini banyak sekolah berkeyakinan bahwa lulusan yang bermutu pasti datang dari input yang bermutu. 9. Sangat mungkin pendidik amat terbatas yaitu hanya menyajikan dalam bentuk teks. Untuk kehidupan yang dinamis diperlukan informasi yang lebih variatif. Ketangguhan profesi pendidik harus ditopang oleh penguasaan informasi dan kompetensi menyajikan data lebih variatif. 11. August 15. 8. Pada matematika penyajian lebih variatif. Lebih dari itu pendidik dapat mengetahui seberapa baik pekerjaannya dilakukan. Dengan melihat sejumlah indikator itu. Pelaksanaannya dapat mempertimbangkan keterlaksanaan setiap indikator dengan cara membubuhkan tanda ceklis pada kolom yang sesuai. Selama ini . maka kita dapat melihat bahwa tiap satuan RPP tidak dapat memenuhi semua jenis yang dibutuhkan. angka. tabel merupakan hal biasa. 2010 at 4:19 pm sudah banyak sekolah di indonesia mengkalaim dirinya unggul. 10. grafik. 6. maka format penilaian menggunakan lima kolom juga. Dengan asumsi bahwa setiap pendidik menggunakan lima RPP yang terpantau dan terukur pada tiap semester.

Pikiran itu merendahkan martabat siswanya sendiri. Proses digambarkan dalam diagram seperti di bawah ini. Prof. Yang perlu dikaji lebih lanjut adalah apakah yang dimaksud dengan proses itu.pula banyak pendidik yang membangun keyakinan bahwa rendahnya mutu lulusan karena iniputnya yang rendah. Melalui pemikiran Keith kita mengetahui bahwa pikiran pengelola pendidikan menempatkan mutu input sebagai penentu utama merupakan persepsi yang berbeda dengan filosofi yang digunakan BNQA maupun ISO dalam pengukuran mutu. tiada hentinya. Pernyataan ini menegaskan bahwa mutu yang baik lahir dari proses yang baik. Pada akhirnya. pengukuran proses yang dilakukan bersama merupakan upaya untuk melihat mutu proses merupakn bagian dari strategi organisasi yang sangat menentukan. tanpa ujung. Deming menggambarkan proses peningkatan dan penjaminan mutu atau disebut juga dengan pengendalian mutu itu dalam proses yang berkelanjutan.Dinyatakannya lebih jauh bahwa efektivitas proses merupakan bagian utama dari peningkatan mutu. sekali pun input lain tentu tidak dapat diabaikan pengaruhnya. Besarnya pengaruh proses terhadap hasil ditunjukkan dengan nilai 7. . berdasarkan penelitan mutahir bukan karena siswa saja. tapi mungkin karena pelayanan sekolahnya yang belum bermutu.0. namun jauh lebih penting lagi proses yang baik. sekali pun input siswa berpengaruh juga. Analisis kinerja organisasi sangat bergantung pada nilai kreasi dalam proses. Kalau sekolahnya belum berhasil menghasilkan lulusan yang terbaik. Hal itu menyatakan bahwa variabel proses menjadi komponen utama penentu mutu hasil. Keith menyampaikan informasi bahwa The Baldrige National Quality Award (BNQA) sebuah lembaga yang peduli pada penghargaan mutu menempatkan pengukuran proses untuk mengasilkan out put yang baik pada derajat yang tertinggi dibandingkan dengan perhatian terhadap komponen lain. Input yang bagus itu penting. Buah pikiran Keith Wagoner seorang konultan senior sebuah bank di Amerika mendeskrisikan betapa pentingnya proses dalam tulisannya Quality: Developing Process Metrics.

maka penjelasan berikutnya yang penting adalah bagaimana proses pengembangannya akan dilaksanakan? . maka mutu dapat dilihat pada dua dimensi. memiliki karakteristik seperti yang bagaimana? Jika hendak mengembangkan manusia yang beriman.Pada diagram di atas terdapat 4 strategi utama proses pengelolaan mutu sebagai serangkaian proses yang membentuk siklus kegiatan tanpa berakhir sepangjang organisasi ada dan berproses. serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh output yang baik siswa hormat kepada guru indikatornya dengan senyum. sehat. tingkat sekolah. tingkat kebupaten. berpengetahuan. maka apa yang menjadi ciricirinya. Dasar pemikiran ini memandu langkah selanjutnya. Strategi inti dalam merumuskan definisi sistem adalah karakteristik utama yang menandai terpacapainya tujuan. Ada pun siklus itu meliputi kegiatan : Plan (perencanaan) meliputi tiga sub proses yaitu (1) mendefiniskan sistem. Yaitu dimensi proses dan dimensi out put. Dapat diamati. provinsi dan seterusnya. Prestasi dengan indikator hasil kejuaraan dari mulai kompetisi di kelas. Manusia atau lulusan seperti apa yang hedak sekolah bangun. (2) menggambarkan situasi dan kondisi (3) menganalisis sebab akibat yaitu melakukan analisis tentang mengapa keadaan nyata satu sekolah itu seperti itu. Indikator mutu utama sebagaimana konsekuensi dari filosofi proses itu penting. Dapat dinilai atau diukur sehingga sekolah dapat membedakan manakah yang agak baik. Perhatikan indikator mutu seperti apa yang sekolah harapkan. bertaqwa. dan sangat baik. dan sapa. baik. jika indikator hasil atau kompetensi lulusan jelas. salam. Dalam bentuk prilaku.

Hasil evaluasi diri satu sekolah menunjukkan kinerja guru dalam mengelola hasil ulangan menurut persepsi siswa.4%. dan disiplin mengumumkan nilai pekerjaan siswa belum memenuhi kriteria baik itu menandakan dalam posisi analisis SWOT dalam ketiga indikator itu masuk dalam kategori kelemahan. dan menentukan insturmen pengukuran untuk menjamin proses dan hasil sesuai dengan harapan. dan komitmen mengumumkan hasil pemeriksaan yang telah guru lakukan. Pernyataan ini idealnya diwujudkan dalam bentuk dokumen situasi dan kondisi sekolah berenupa: y y y gambaran kondisi nyata gambaran kondisi yang diketahui gambaran kondisi yang diharapkan. sangat bergantung pada kesepakatan sekolah.Kalau demikian berapa target atau standar yang sekolah tetapkan dalam ketiga indikator itu. Pekerjaan berikutnya dalam mengembangkan perencanaan sekolah perlu melakukan studi untuk merumuskan profil sekolah yang ditempatkan dalam konsep analsis SWOT dalam rangka menentukan indikator mutu. jenis kegiatan yang akan dilakukan. pemerikasaan hasil pekerjaan. Berbagai gambaran itu ditampilkan dalam bentu data yang diperoleh dari hasil evaluasi diri sehingga menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. maka kinerja guru menurut pandangan siswa tak mecapai kriteria amat baik. Jika dalam kasus di atas dinyatakan bahwa dalam kinerja kehadiran.4%. komitmen memeriksa hasil pekerjaan. target mutu. Data di bawah ini ini merupakan produk survei sekolah tentang kinerja guru dalam tiga indikator yaitu kehadiran. Baikkah semua itu? Jawabannya sangat bergatung pada target awal yang ditetapkan sekolah dalam perencanaan sebelumnya. melalui proses seperti apa. .4 %.Untuk keperluan itu sekolah perlu mendeskripsikan terlebih dahulu hasil apa yang sudah dapat sekolah wujudkan. dan publikasi hasil pemerikasaan mencapai 76. Apabila sekolah dalam rencanya menetapkan nilai yang amat baik itu dari 85% ke atas. Hasilnya menunjukkan bahwa menurut siswa tingkat kehadiran guru mencapai 76. komitmen memeriksa hasil pekerjaan siswa 84.

Dalam perencanaan lembaga menetapkan tujuan. . Sekolah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana. Act (tindakan perbaikan standar dan tindak lanjut perbaikan mutu) Langkah berikutnya dari rangkaian siklus peningkatan dan perbaikan mutu adalah menindaklanjuti hasil evaluasi atau studi dengan tindakan perbaikan agar tujuan dapat dicapai.Do (pelaksanaan). penafiran data penyusunan kesimpulan hasil pengukuran mempelajari keunggulan mutu yang sudah terwujud atau kekuatan mempelajari mutu yang belum terwujud atau kelemahan menyusun rencana perabaikan. Kegiatan menurut Demin memilahnya dalam uji coba dan pelaksanaan kegiatan yang sesungguhnya. pengolahan data hasil pengukuran. maka perencanaan berikutnya dapat dilakukan untuk memasuki siklum perbaikan berikutnya. dan kriteria mutu atau target. Dengan mempergunaan hasil evaluasi sebagai dasar tindak lanjut. pelaksanaan pengukuran. Dengan melakukan studi sekolah memahami kekuatan dan kelemahan sehingga dapat menetukan kebijakan lebih lanjut dalam rangka memperbaiki proses yang sedang berjalan agar mencapai tujuan yang optimal. Studi (melakukan pengamatan atau supervisi). Kegiatan studi ini pada prinsipnya merupakan proses untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepastian bahwa proses yang sedang berlangsung mengarah pada tercapainya tujuan. Sekolah dalam penyelenggaraan kegiatan hendaknya mengukur tingkat pencapaian. Pelaksanaan merupakan serangkaian proses yang sistematis untuk mencapai tujuan. Serangkaian kegiatan studi untuk meningkatkan kepastian bahwa seluruh rangkaian proses mengarah pada pencapaian tujuan adalah proses penjaminan mutu. Untuk itu diperlukan y y y y y y y y y proses monitoring alat ukur atau instrumen pengukuran. indikator pencapaian.