Lailatul Qadar By Badruddin Hsubky Rabu, 24 September 2008 pukul 21:17:00 Lailatul qadar, sering juga disebut Malam Kemuliaan

. Inilah malam turunnya takdir Allah yang baik bagi hamba-Nya. Ibadah di malam mulia ini lebih baik dari beribadah seribu bulan (Q. S. 87: 2). Pada malam lailatul qadar para malaikat dan Jibril berdesakan turun ke bumi membawa segala urusan yang baik. Rizki, ilmu pengetahuan, kebahagiaan, keberkahan, dan sebagainya diberikan kepada hamba-hambaNya yang beribadah di malam yang mulia ini (Q. S. 87: 3 dan 89: 16). ''Di saat lailatul qadar,'' sabda Nabi SAW, ''Jibril dan malaikat yang lainnya turun ke bumi, seraya memohon ampunan dan keselamatan bagi setiap hamba Allah yang beribadah di malam lailatul qadar.'' Karena kemuliaannya, banyak orang Islam yang lalu menantikan lailatul qadar, dengan berbagai kegiatan ibadah. Keadaan ini akan bertambah khusuk bila tiba sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Mereka bersandar pada hadis Nabi riwayat Aisyah ra: ''Jika telah datang sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih mempererat ibadahnya, dan beliau membangunkan seluruh keluarganya.'' Hadis di atas memotivasi umat Islam agar bertambah giat beribadah. Terlihat, di berbagai masjid, umat Islam khusuk beribadah, ada yang tadarus Alquran, salat tarawih, salat malam, mengkaji ilmu-ilmu keislaman serta berbagai kegiatan ibadah lainnya. Ini karena Rasulullah SAW telah memberi gambaran bahwa untuk mendapatkan lailatul qadar harus beribadah secara sungguh-sungguh di bulan yang penuh berkah ini. Minimal ada dua syarat untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Pertama, fal yastajibu li, hendaknya memenuhi segala ketentuan-ketentuan Allah dan menjauhi berbagai larangan-Nya secara konsekuen dan konsisten. Kedua, fal yu'minu bi, memantapkan keyakinan kepada Allah atas segala janjijanji-Nya. Dua kriteria di atas merupakan syarat akan dipenuhinya segala permohonan. Firman-Nya, ''Aku akan mengambulkan permohonan orang-orang yang berdoa, bila mereka memohon kepadaKU.'' (Q. S. 2: 186). Lalu, apa hikmah dari malam lailatul qadar? Orang yang mendapat lailatul qadar, dalam hidupnya akan senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk ke jalan lurus, al-shirath al-mustaqim. Artinya, ia akan mendapat aspirasi dan inspirasi untuk menatap hidup masa mendatang yang lebih baik. Kita amat kerap berikrar: Tunjukilah kami jalan lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka (Q. S. 1: 5-7). Petunjuk jalan yang lurus itu akan tersingkap di saat tiba lailatul qadar. Semoga. Keselamatan Perjalanan By D.Sirojuddin AR Kamis, 25 September 2008 pukul 09:38:00 Beberapa hari menjelang dan sesudah Lebaran Idul Fitri, berita kecelakaan kendaraan begitu sering memenuhi media massa. Beberapa kecelakaan lalulintas ini umumnya akibat kecerobohan pengendara yang main kebut, kurang perhitungan atau ngantuk. Namun, kerapkali, kecelakaan hadir tanpa diundang. Biasanya akibat srempetan bus yang ugal-ugalan, karena sopirnya harus mengejar setoran. Tanpa peduli keselamatan nyawa orang lain, ia menyebabkan korban bergelimpangan sia-sia. Tapi, korban manakah yang tahu sebelumnya bahwa dirinya akan celaka? Tidak ada yang tahu! Yang tahu, tentu saja, hanya Allah SWT, karena hanya Dialah yang menentukan nasib selamat atau celaka seseorang. Itu sebabnya, kita dianjurkan ''mengasuransikan'' nyawa kita kepada Sang Maha Pencipta sebelum berangkat (menempuh suatu perjalalan): mohon keamanan dan diperlekas sampai ke tujuan. Bahkan kita disunatkan salat safar (perjalanan) dua rakaat. Sayang, yang terakhir ini selalu ditekankan hanya kepada calon jemaah haji sebelum melangkahkan kaki dari rumahnya. Selain doa dan salat, kita disarankan memperbanyak sedekah yang -- sebagaimana ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW -- dapat mencegah kecelakaan (tadfu'ul bala'). Selain investasi pahala di akhirat, sedekah juga merupakan asuransi keselamatan di dunia. Tentang keindahan dan kehebatan 'tuah' sedekah ini, oleh Qatadah disebutkan, ''Sedekah mampu memadamkan dosa seperti air memadamkan api.'' Itu sebabnya, banyak kita dapati kyai-kyai yang, sebelum bepergian, sengaja membagi-bagikan sedekah buat fakir miskin. Dikisahkan, suatu kali mobil yang ditumpangi oleh seorang kyai dari Bogor terguling-guling di jalan tol Jagorawi. Ia dan beberapa penumpang lainnya selamat dan hanya sedikit lecet. Konon, karena kyai tersebut suka bersedekah. Nyawa adalah sesuatu yang misterius. Dalam agama kita, beberapa hal wajib dijaga dan dipertahankan, yaitu al-din (agama atau keyakinan), al-nasl (keturunan), al-'aql (akal), dan al-

ketaklukan pada sesuatu yang mendominasi hidup dan kehidupan mereka. Dengan rasa suka kaum muslimin bertakbir dengan pengeras suara di atas becak. manusia muslim sadar bahwa dalam kosmos yang tak terbatas ini dirinya sangat kecil. S. Takbir dalam Islam dapat dipandang sebagai ruh ibadah. Takbir adalah pengakuan jujur ketidak-berdayaan makhluk yang lemah kepada Khaliknya. Paling tidak 85 kali sehari kaum Muslimin bertakbir mengagungkan asma Allah. Dan puncak semua kesadaran itu adalah terjadinya transformasi imam pada dimensi kasat mata. 29 September 2008 pukul 07:41:00 Ramadhan telah berlalu. Memelihara nyawa adalah dengan memberinya hak-hak hidup dengan makan minum yang baik. Allah SWT memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk mengagungkan asma-Nya. yakni untuk mencapai derajat muttaqien (orang-orang yang takwa)? Apakah untuk mencapai muttaqien hanya diperoleh lewat Ramadhan? Dan apakah kita sudah cukup merasa puas kalau kita memasuki Idul Fitri sebagai pemenang dan terlahir kembali sebagai bayi yang baru lahir? Untuk mencapai derajat muttaqien seperti yang diwajibkan Allah lewat puasa (Q. Almarhum Buya Hamka pernah mengatakan. kita ''titipkan'' dahulu nyawa kita lewat asuransi. truk. dan maghfirah itu telah lewat pula. Sangat besar kemurkaan Allah bagi mereka yang menyatakan apa yang tidak diperbuatnya (Q. Dalam penghujung Ramadhan ini marilah kita bersiap diri untuk bertakbir dengan segenap totalitas maknanya. apakah kita harus mengakhiri pula tujuan ibadah itu. maka takbir adalah komando bagi makmum untuk segera mengikuti gerakan imam salat. Yang jadi tekanan di sini adalah. sekiranya kita mau naik pesawat. Maka dalam titik relijiusitas itu. Hari-hari indah yang penuh rahmat. kesehatan. mogok makan.nafs (jiwa atau nyawa). Dalam salat di setiap perubahan gerak diawali dengan takbir. Dia hanya sebutir debu di tengah kabut galaksi Bima Sakti. atau mobil sambil berkeliling kota. Dengan demikian. Padahal takbir menuntut diperdengarkan dalam bentuknya yang utuh. Ibnu Katsier dalam tafsirnya mengartikan wa li tukabbiru Allaha ala maa hadaa kum dengan mengagungkan Allah atas hidayah dan tuntunan yang diajarkan lewat Rasul kepada manusia. berdosalah menyia-nyiakan amanat ini -. Takbir adalah sebuah al-ikrar suatu deklarasi ketundukan ego manusia pada kekuatan Mahabesar yang ada di luar diri mereka. bertakbir atas petunjuk yang diberikan-Nya serta mensyukuri atas segala nikmat dari-Nya. dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang telah diberikan kepadamu. waspada dan sebisa mungkin berhati-hati agar keselamatan nyawa kita setiap saat terpelihara. Bunyi ayat tersebut . Karenanya getaran takbir adalah obat mujarab untuk membersihkan karat-karat kepongahan jiwa. berkah. Sekaligus pertanda kepasrahan diri manusia muslim kepada Rabb mereka. Diri manusia ibarat sebuah sel dalam tumbuhan raksasa. Waluyo Senin. (ah) Warisan Ramadhan By Subagio S. yakni amal nyata menegakkan dienullah dalam diri. dan enggan berobat. Ketika salat jamaah. Adalah dusta belaka kalau kebesaran Allah hanya diwujudkan dalam kata-kata dan sekedar kata-kata. (Al Baqarah: 185) Di puncak ibadah puasa dan lengkapnya bilangan Ramadhan. Secara sosiologis ibadah sunnat ini melembaga dalam bentuk takbiran. 2:183) bukan semata-mata hanya diperoleh di bulan Ramadhan. Namun. supaya kamu bersyukur. keluarga dan masyarakat. Membunuh arogansi dan menyuburkan sikap tawadlu. Batu uji empiris jiwa yang bertakbir adalah 'amal bil arkan.S. Maka adalah absurd kalau takbir tak pernah memunculkan refleksi sosiologis. itulah yang justeru dianjurkan agama. (ah) Takbir By Dr Mulyanto M. sebenarnya berdampak pada kenyamanan dan keselamatan dalam suatu perjalanan.Eng Minggu. Menjadi wajar kalau takbir menuntut dikumandangkan dengan kesiapan dan kesungguhan batin. Wallahu 'alam bishawab. 61:3).misalnya gantung diri. dan lain-lain. Dia hanya seorang hamba yang terikat dan telah ber-syahadah untuk menjalankan seluruh perintah Allah. Dia hanya seorang aktor dalam panggung nasib yang telah direkayasa Sang Sutradara Agung. istirahat. Kemurahan (rukhsah) dari Allah dengan menjamak atau mengqasar salat atau boleh tidak berpuasa dalam safar. Disunnatkan bertakbir ketika Idul Fitri untuk merayakan hari lulusnya umat Islam dari kewajiban puasa Ramadhan. 28 September 2008 pukul 08:02:00 Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan puasa. minum racun. Air jernih yang mengguyur hati dan memunculkan kesegaran spiritual-transendental.

Alangkah indahnya hidup ini manakala banyak di antara kita yang menghidupkan Ramadhan sepanjang tahun. dengan harapan dapat saling memaafkan. sudah seharusnya meneruskan amalan-amalan yang kita lakukan selama bulan Ramadhan itu pada bulan-bulan lainnya. atau di rumah kita? Bukankah orang yang memberi buka kepada orang yang berpuasa. kita bisa menyisihkan waktu malam kita untuk sekadar salat qiyamul lail. Sejalan dengan motivasi di atas. kita masih bisa menjalani puasa sunat. ''Bila dua orang muslim saling berjumpa. ternyata masih banyak di antara kita yang menyalahgunakan tradisi tersebut. Di Lebaran Idul Fitri ini. di antaranya qiyamul lail. kata Nabi SAW. yang bersangkutan tidak hanya meraih rasa syahdu atau keasyikan yang diluapi kegembiraan. kita merasakan betapa semaraknya kegiatan bersalaman di tengah masyarakat. Tradisi bersalaman dalam kondisi demikian sangat dianjurkan oleh agama. M. pahalanya sama dengan yang berpuasa? Di samping itu. bawahan kepada atasan. dan bersabar di tengah-tengah kesibukan kita. Bagi yang melakukan kegiatan bersalaman. Di sela-sela kegembiraan dan keikhlasan umat Islam menjalankan tradisi bersalaman. Kita harus mengupayakan hari-hari sepanjang tahun adalah seolah-olah Ramadhan. tilawah Quran. Selasa. Keempat. Namun. infak. bersalaman untuk meminta maaf atas kesalahannya. perlu diingat bahwa ada puasa-puasa maupun ibadah-ibadah lain yang juga dapat mengantarkan kita menjadi muttaqien. Bukankah kita semua ingin mencapai derajat takwa selama hayat masih di kandung badan? (ah) Bersalaman By Drs. dan amalan saleh lainnya? Jadi untuk mencapai derajat muttaqien tidak cukup hanya dilakukan lewat puasa Ramadhan sebulan penuh sementara amalan-amalan lain terbengkalai. Ia tidak lagi menjadi media ibadah yang dapat mempercepat tali silaturrahmi. kita juga bisa mengkhatamkan Alquran sebulan sekali kalau kita mau melakukannya. 2: 183) memang mewajibkan kita berpuasa (Ramadhan) untuk mencapai takwa. kita bisa melakukan semua amalan yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan pada bulan-bulan lain. Bahkan. seperti puasa Senin-Kamis. Tak pelak lagi. memperkuat dan membangun kembali tali ukhuwah dan persahabatan. miskin dan kaya. tapi menjadi alat kepentingan kelompok terentu untuk mengembangkan relasi yang menarik margin keuntungan. tradisi bersalaman demikian mengakar kuat dilakukan oleh anak kepada orang tua. dan sebagainya. Kita boleh pilih puasa mana yang ingin kita jalani. Di antara mereka memang ada yang dengan tulus dan ikhlas melakukan tradisi bersalaman ini. dalam praktik keseharian. Pertama. zikir. Karena itu setelah kita berhasil menjalani ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh. bersalaman karena untuk mempererat tali silaturrahmi. dan oleh masing-masing sahabat terdekat. atau menjamu orang yang berpuasa sunat di masjid-masjid. puasa pertengahan bulan di bulan-bulan hijriah. Bahkan ada satu hadis yang menjelaskan tentang terampuninya dosa seseorang yang senantiasa memelihara tradisi bersalaman. jelas bertentangan dengan misi silaturahmi dan merusak sendi-sendi kebersamaan. istighfar. Tradisi bersalaman dilakukan oleh kelompok ini dengan cara membawa parsel atau bingkisan yang berharga mahal. doa. musalla-musalla. Sebagai misal. ia telah dilegitimasi oleh nilai nilai agama yang syarat dengan muatan-muatan sakral (ibadah). Fauzul Iman. karena sikap ini . murid kepada guru. maka kedua orang itu akan diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah. istighfar. Bersalaman yang semula bernilai sakral diubah bentuk sehingga kehilangan maknanya. 30 September 2008 pukul 05:27:00 Bagi masyarakat yang telah mengenal tradisi bersalaman. bersalaman untuk tanda persahabatan. lalu keduanya bersalaman. Tradisi bersalaman yang demikian. Selain itu. biasanya mereka melakukannya dengan maksud atau beberapa motivasi. tetapi ia akan memperoleh pahala sekaligus terhapus dosanya. Singkatnya.A. tradisi bersalaman menjadi sarat dengan muatan materi secara pandang bulu dan menjadi elit. zikir. Ramadhan biarlah berlalu. Kita bisa memperbanyak doa. bersalaman karena kedua belah pihak telah lama tak berjumpa.(Q. Lebih dari itu. puasa Syawwal. kita juga bisa bersedekah memberi makan orang lain. S. Bukankah untuk mencapai ketakwaan (di bulan Ramadhan) itu kita peroleh karena kita melakukan berbagai amalan. i'tikaf. Namun janganlah kita lewatkan pula hari-hari pada bulan lain dengan tidak mewarisi amalan-amalan Ramadhan.'' Dari hadis ini dapat dipahami bahwa bersalaman dalam ajaran agama tak hanya menjadi tradisi. setelah berpuasa wajib. misalnya kepada fukara dan masakin. Mereka tanpa pandang bulu berbaur bersalaman baik dengan anak-anak. tua jompo. yang diberikan kepada orang yang sebenarnya tidak layak disantuni. Kedua. Ketiga.

Tidak ada lagi keinginan melakukan dosa. kemudian setelah itu berpuasa enam hari di bulan Syawwal. namun sepanjang waktu. 03 Oktober 2008 pukul 09:52:00 Dari Abi Ayyub Al-Anshari. Hikmah itu antara lain untuk menanamkan pengertian dan kesadaran bahwa ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT. Dalam negara kita yang masih terdapat umat yang mendambakan bantuan sosial dan sentuhan kasih. niscaya tidak seorang pun di antara kamu diberi kesempatan bertaubat kepada-Nya.S. Tentu. Allah ingin agar mereka yang bertakwa untuk tetap istikamah dengan ketakwaan mereka. seperti besi dibakar agar menjadi gergaji. Sayangnya. Karena itulah. peringatan Allah ini disebabkan sayangnya Allah pada mereka agar tidak 'GR' karena kealiman mereka. tidaklah hanya dikhususkan pada bulan Ramadhan saja. demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Imam Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa puasa tersebut boleh dilaksanakan enam hari secara terus menerus mulai tanggal dua sampai tujuh Syawal.cenderung berpihak kepada kelompok kuat. "Andaikan bukan karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian. Dzat yang telah menurunkan aturan-Nya melalui Rasul-Nya yang begitu indah dan tinggi nilainya. Puasa satu bulan (Ramadhan) senilai dengan 10 bulan. 02 Oktober 2008 pukul 07:39:00 Kemenangan hakiki adalah kembali suci (lihat QS 91: 9). kenapa ada anjuran puasa sunnah setelah kewajiban puasa. Lalu . maka seolah-olah ia berpuasa selama satu tahun (HR. Jama'ah). kita masih melihat betapa banyak kaum muslimin yang merasa terbebas dari 'belenggu ibadah' manakala Idul Fitri datang. yaitu pribadi bertakwa (lihat QS 2: 183). Setelah kita berpuasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan. Semoga tahun depan kita masih bisa bertemu Ramadhan lagi. Selamat Hari Raya Idul Fitri. orang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah bersalah. Dan. atau pisau. Demikian pula kita di-Ramadhan-kan selama sebulan penuh karena Allah ingin agar orang-orang beriman itu memiliki pribadi yang canggih. Ramadhan adalah karunia dan rahmat besar itu. Mahasuci Allah. Ramadhan itu bermakna pembakaran. puasa tersebut dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri secara terus menerus selama enam hari. atau dilaksanakan berselang-seling. (ah) Puasa Syawal By Republika Contributor Jumat. seolah-olah berpuasa selama satu tahun. Mari. Sungguh kesempatan yang bersejarah dalam hidup ini dan lebih baik dari pada dunia dengan segala isinya adalah kesempatan bertaubat. diselingi hari raya satu hari. Sayyid Tsabiq dalam Fiqhus Sunnah (III: 221) memberikan komentar terhadap hadis ini bahwa setiap kebaikan akan mendapatkan balasan 10 kali lipat (Q. Ada beberapa hikmah dan tujuan mulia. (ah) Minal Aidin Wal Faizin By Muhammad Arifin Ilham Kamis. sesuatu itu adalah yang dibakar oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. kita becermin lagi setelah berakhirnya bulan suci ini. Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan. itulah tanda taubatan nashuha. Setiap Bani Adam pasti berdosa dan sebaikbaik mereka yang berdosa adalah bertobat.32). hendaknya tradisi bersalaman tidak berjalan memihak yang menyebabkan kaum kuat semakin besar kharismanya. pernah bersalah kemudian insaf dan tidak pernah lagi mengulangi perbuatan dosanya (lihat QS 3:135). palu. Kalaupun dibakar. jangan pernah menunda dan meremehkan kesempatan itu. tentu untuk lebih baik lagi. sementara kaum lemah dilecehkan. Sedangkan Imam Hanafi dan Syafii berpendapat. Orang bertakwa dan ahli ibadah pun diingatkan oleh Allah untuk tidak merasa paling suci karena Allah paling mengetahui siapa yang paling suci dan siapa kita sebenarnya (53. bahwa bulan Ramadhan adalah Sayyidussyuhur (panglimanya bulan-bulan). lalu kemudian kita dianjurkan untuk berpuasa selama enam hari dengan imbalan nilai pahala yang begitu besar. Tentu. Dan. 6:160). bahwa yang lebih utama nilainya. Pertama dan terakhir. dan enam hari senilai dengan 60 hari (dua bulan)." ( QS 24:21). itu barang baik. Tetapi bukan berarti ibadah dan taqarrub itu hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Bagi kita. yang penting dalam bulan Syawal. sementara kaum kecil semakin terkucil. Inilah karunia Allah yang paling besar. sehingga jumlahnya senilai dengan dua belas bulan. justru dengan peringatan ini. Benar. Subhanallah.

merasa benar sendiri. Bisakah kekayaan kita dipertanggungjawabkan? Apakah ada kelompok masyarakat yang kita rugikan ketika kita menumpuk kekayaan. Itulah karunia Allah terbesar. Sebenarnya seberapa besar kekuatan yang kita miliki punya pengaruh terhadap rasa keadilan sosial orang-perorang. Dengan demikian. Pikiran kita. Sayyid Qutub menyatakan bahwa Islam membenci keadaan masyarakat yang terbagi dalam kelompok kaya dan miskin. tradisi ini juga tidak memasyarakat. bisa mendorong mereka kepada tindakan-tindakan yang haram dan terlarang. (ah) Satu Perut By Republika Contributor Sabtu. merampok. Masa-masa ibadah tak akan pernah berakhir. ucapan kita. sehingga napas keadilan sosial yang kita hembuskan merupakan kewajiban yang utama karena kita seorang mukmin. maka Insya Allah orang tersebut akan mampu mengendalikan diri sepanjang hayatnya. (ah) Halal Bihalal By Republika Contributor Senin. rasanya selalu dicukupi Allah. Ya. Kita adalah wakil Tuhan di bumi. Kesucian menyertai langkah kita dan tindakan-tindakan kita di kantor. Subhanallah. Alhamdulillah. Di dalam masyarakat seperti itu terkandung rasa sakit hati dan kedengkian yang bisa mengancam keutuhan masyarakat serta merusak jiwa dan hati manusia. jika orang sudah bisa mengendalikan dirinya. Mengapa kita lupa gemblengan rohani dan jasmani yang baru saja kita jalani. meski dengan jalan mengorbankan harga diri dan kejujuran. Namun bukan berarti tradisi halal bihalal tidak boleh. menjual harga diri dan kehormatan. 06 Oktober 2008 pukul 13:35:00 Suasana yang sangat terasa saat ini adalah acara halal bihalal yang diselenggarakan di berbagai instansi swasta maupun pemerintah. Tindakan-tindakan semacam ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia dan dimusuhi Islam. Mengapa kemudian kita tidak khusus. Juga tekanan hidup atas orang-orang miskin. dalam bulan Puasa kita di-tune-up. Di negara-negara Arab maupun di negara Islam lainnya. di-balancing. Seorang yang baik juga nampak dalam ketakwaan ketika menghimpun kekayaan. dari mana. Wallahu 'alam bishshawab. Hikmah kedua. Pada saat ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya ataupun mendapat sebuah kedudukan. namun tradisi ini di zaman Rasulullah SAW tidak kita temui. orang yang mampu mengendalikan dirinya adalah orang yang memiliki sayyidul akhlak (panglimanya akhlak). menjadi fitri untuk menjalani hidup ini. 04 Oktober 2008 pukul 14:22:00 Sesungguhnya orang mukmin itu makan dengan satu perut.tidur sepulas-pulasnya dan makan sekenyang-kenyangnya. Sampai pada akhirnya kekayaan itu wajib ''dipertemukan'' dengan Allah Azza wa Jalla. Mengapa lalu di bulan-bulan kemudian kita kadang hidup lebih mewah lagi. Seberapa besar keperluan yang kita butuhkan. Begitu besar perhatian Tuhan kepada diri kita. Dr Yusuf Qardhawi dalam bukunya Khashais al 'Ammah Fi al Islam (1989:137) menyebut orang-orang tersebut dengan 'Ramadhani' (spesialis bulan Ramadhan). Walaupun halal bihalal diambil dari bahasa Arab dan telah melembaga di kalangan masyarakat Indonesia. misalnya mencuri. sedang orang kafir makan dengan tujuh perut. misalnya. hal itu terasa di bulan-bulan kemudian kita berada dalam keadaan stabil. Hadis riwayat Bukhari di atas mengingatkan kita bahwa kebutuhan asal cukup dan kebutuhan asal rakus mendudukkan orang-perorang dalam kondisi ketakwaan yang saling bertentangan. Kadang terasa kita begitu dimanjakan-Nya. melakukan pemberdayaan kekuatan keadilan sosial untuk menanggulangi kesenjangan sosial yang semakin tajam. supaya lancar dalam pengembaraan kehidupan sehari-hari kita selanjutnya. Sampai kemudian kita dipertemukan dengan bulan Puasa lagi. lalu untuk apa. ia merupakan bid'ah . dan perilaku kita sehari-harinya mencerminkan keagungan manusia. Kegiatan semacam ini biasanya mulai diselenggarakan oleh kelompokkelompok masyarakat seminggu setelah Idul Fitri hingga akhir bulan Syawal. demikian sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadis riwayat Imam Daelami dari Anas. terutama pada saat mendapat kesempatan dan dengan situasi sosial yang mendukungnya. Juga diperhitungkan bagaimana kekayaan itu bisa didapat. di-spooring. kita juga lupa bahwa kita sebenarnya sudah lahir kembali. maka ia akan tetap tegar mampu mengendalikan dirinya tidak hanyut pada arus penghalalan segala cara tersebut. Nabi Muhammad SAW Seperti kendaraan bermotor. Seolah-olah latihan panjang selama Ramadhan tidak memberikan bekas sedikit pun.

Kenyataan ini dibanggakan sendiri oleh Aisyah. dan minhaj. Penekannya adalah hubungan antara manusia dan Tuhannya serta hubungan antara manusia dan sesamanya. hanya untuk kesalahan (dosa) yang berhubungan dengan Allah SWT. tegas-tegas dikaitkan dengan pelaksanaan perintah memberi maaf dan berlapang dada atas kesalahan orang lain terhadap dirinya. sesuai dengan makna hafiahnya. Katanya. Tidak semua kaum muslimin mampu mempertahankan nilai-nilai Ramadhan itu. dan ini jelas sejalan dengan ajaran Islam. Ilyas Ismail Selasa. masyarakat Arab pra-Islam memiliki pandangan negatif mengenai bulan ini. Alhamdulillah. Hal ini tampak dari hadis riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi bahwa Allah berjanji melalui Nabi Muhammad SAW. menolak atau melarang melangsungkan pernikahan di dalamnya. Dikatakan menaik atau meninggi. Pada zaman dahulu. Janji serta jaminan ampunan dari Allah SWT kepada manusia yang ikhlas melaksanakan puasa selama Ramadhan. dan kesetiakawanan sosial harus tetap nyata pada bulan Syawal ini dan bulanbulan berikutnya sepanjang hidup kita. Nabi Muhammad SAW sendiri. berarti naik atau meninggi (irtafa'a). tetapi juga bertentangan dengan hakekat agama itu sendiri yang dalam Kitab Suci disimbolkan dengan istilah-istilah seperti shirath. ia keluar dari dosanya (diampuni dosanya) seperti pada waktu dilahirkan oleh ibunya.hasanah (inovasi yang baik). syari'ah. pemberian ampunan dari Allah SWT kepada hambanya. Dengan begitu. seperti dijanjikan Nabi SAW dalam sekian banyak hadis. misalnya. ''Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?'' (An-Nur: 22). menikahi Aisyah pada bulan Syawal dan memulai hidup bersama dengannya juga pada bulan Syawal. kedudukan dan derajat kaum muslimin meninggi di mata Tuhan setelah mereka menjalankan puasa Ramadhan sebulan lamanya. ''Siapa di antara isteri-isteri Nabi seberuntung aku di sisinya?'' Kata Syawal berasal dari kata Syala. kesabaran. 07 Oktober 2008 pukul 16:34:00 Dalam kalender hijriyah. Bila demikian. Dalam ayat tadi. tradisi halal bihalal itu pada intinya adalah silaturahmi dan saling memaafkan antarsesama. Ini mengandung makna bahwa keberagamaan itu adalah suatu perjalanan panjang tanpa henti dan tanpa kenal lelah. Allah berfirman. ''Bulan Ramadhan yaitu bulan yang diwajibkan kepada kamu berpuasa. Mereka. Semangat Ramadhan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dapat disebut sebagai bulan aktualisasi nilai-nilai. Pertama. Dengan menghadiri acara halal bihalal yang diadakan di satu tempat seseorang sudah dapat bersilaturahmi dan saling meminta maaf dengan banyak orang. terutama ketika ia semakin dekat (taqarrub) dengan Tuhannya. (ah) Bulan Aktualisasi By A. sikap keberagamaan yang stabil dan konstan. Dalam perjalanan itulah terdapat suatu dinamika dan kebahagiaan yang sungguh sangat sejati bagi orang yang menempuhnya. boleh jadi karena dua alasan. dan Aku sunnatkan kepada kamu menegakkan malamnya (ibadah malam). masyarakat muslim di Indonesia telah mentradisikan hal ini secara luas. Sikap dan semangat keberagamaan seperti itulah agaknya yang dipesan Tuhan kepada Nabi Muhammad .'' Sementara itu. halal bihalal mempunyai arti penting dalam ajaran agama. oleh berbagai kesalahan. Namun. Tujuan akhir agama itu adalah perjumpaan dengan Tuhan itu sendiri dalam perkenan-Nya. yang kesemuanya berarti jalan. Maka barangsiapa di siang harinya berpuasa dan di malam harinya mendirikan salat karena iman dan mengharapkan ridla Allah. Adanya pertautan hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia itu selalu diselingi oleh hal-hal yang haram. disiplin. karena secara moral kaum muslimin dituntut untuk dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan nilai-nilai yang mereka tempa selama bulan Ramadhan. karena pada bulan ini. tradisi ini dibatalkan oleh datangnya Islam. bulan yang mengiringi Ramadhan dinamai bulan Syawal. Kenyataan ini tidak saja berlawanan dengan prinsip istiqamah. untuk dosa yang berhubungan dengan kesalahan terhadap sesamanya. agaknya memang perlu kita ingat. Kedua. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang kemudian mengabaikannya bersamaan dengan berlalunya bulan suci itu. manusia harus meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. seperti kejujuran. sabil. Syawal. Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa kelapangan rezeki dan umur itu lewat silaturahmi. Peningkatan dan aktualisasi nilai-nilia di atas. Jadi. seperti dikutip Ibnu Mandhur dalam Lisan al-Arab. Tradisi halal bihalal adalah alternatif pemecahan praktis dari kunjungan silaturahmi yang membutuhkan waktu berhari-hari. takwa.

Tetapi apa yang terjadi setelah itu! Rasulullah dan sahabat-sahabatnya memasuki Mekah secara damai. Pada hari-hari tertentu dalam setahun. 94: 7-8). rasa syukur yang tak hentihentinya kepada Allah.'' kata Abdullah Yusuf Ali dalam Tafsirnya mengantarkan Surah Nasr di atas. berhala-berhala dihancurkan tanpa harus ada setitik darah yang menetes. Allah memerintahkannya agar berdoa memohonkan karunia dan pengampunan untuk umatnya itu. dalam kata dan perilaku. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu menuju dan berharap. Sesungguhnya. yang akan dipikulnya. Atau secara pribadi kita merayakan suatu peristiwa. bukan karena kemampuannya sendiri. 110: 1-3). melainkan perasaan rendah hati. S.'' (HR Bukhari). S. semua musuh betapa pun kerasnya. Waktu itu kita lalu berpesta ria. Sungguh Ia Maha Penerima tobat. Sebagai tanda syukur. 08 Oktober 2008 pukul 17:25:00 Jika datang pertolongan Allah dan kemenangan. karena sudah merasa berhasil. Kadang hanya sampai di situ. (ah) Cinta Membingkai Puasa By Arsil Ibrahim Jumat. . Seluruh kawasan negeri itu secara kolektif dan suka rela kini menyatakan setia kepadanya. Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari contoh kecil sejarah dunia ini? Bukanlah kebanggaan diri sebagai pribadi. Dalam bahasa agama. yang akan dihadapinya bukan kekuasaan melainkan pengabdian. yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. karena ketika itu seolah kaum Muslimin berpesta pora telah mendapat kemenangan. Semua kemenangan datangnya karena pertolongan Allah juga. melainkan suatu kesadaran batin. mengakui kelemahannya sebagai manusia dan mencari karunia-Nya. (Q. Di Madinah segenap kekuatan yang membela kebenaran dan keimanan berkumpul di sekitarnya. ia bukan bergembira ria. Segala usaha oleh orang-orang Mekah dan sekutusekutunya yang dikerahkan untuk menghancurkannya dan sahabat-sahabatnya. Bagi Rasulullah SAW masih ada kewajiban lain yang menunggunya. melainkan karena karunia dan rahmat Allah juga.SAW dan selanjutnya kepada seluruh kaum muslimin dalam ayat ini: ''Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Kala Umar bin Khattab ditetapkan sebagai khalifah. bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi. berkumpul dengan kerabat atau handai tolan. jika di antara mereka ada yang bergembira ria dalam menyambut kemenangan atau melakukan sesuatu yang tak seharusnya mereka lakukan. dan kau lihat manusia masuk agama Allah berbondongbondong. (ah) Kenikmatan Hari Raya Keagamaan By Republika Contributor Rabu. ''Kemenangan adalah puncak kebaktian. dimaafkan.'' (Q. Nabi SAW hijrah dari Mekah ke Madinah karena dikejar-kejar dan diganggu terus-menerus oleh kaum musyrik Quraisy. maka murnikanlah dalam memuji Tuhanmu dan berdoalah. seperti yang kemudian kita baca dalam biografinya. tapi merasa sedih sekali. dan mohon ampunlah kepada-Nya. bahwa semua itu adalah karunia dan rahmat Allah. seperti hari-hari raya keagamaan atau nasional. karena di hadapannya terbayang suatu tanggungjawab yang begitu besar. mengakui setiap keberhasilan yang diperolehnya dalam usahanya itu. kita sering merasa bergembira mendapat kenikmatan berupa perayaan-perayaan yang sifatnya umum. Surah tadi merupakan teguran kepada Nabi. bukan mengutamakan kepentingan pribadi atau merasa bangga karena kemampuannya sendiri. Mungkin ia teringat pada surah pendek tadi. bukan suatu kesempatan untuk bersukaria. berbalik menghantam kepala mereka sendiri. kebalikannya dari harus bersikap rendah hati di hadapan Allah. 05 September 2008 pukul 15:18:00 ''Demi Allah.

Begitu pula shalat di Masjidil Haram yang pahalanya 100 ribu lebih utama dibandingkan shalat di masjid biasa. ''Puasa itu untuk-Ku dan biar Aku yang menganugerahkan pahalanya. Getaran cinta dan kasih Allah itu dapat dirasakan pada hadis di atas. minum. Banyak sekali amal perbuatan kita ini yang pahalanya dijanjikan Allah kepada kita secara kalkulatif. seseorang yang berpuasa telah mengorbankan makan. Subhanallah. menguap. Bisa hidup karena diberi makan. shalat jamaah menaikkan derajat kita di sisi Allah hingga 27 derajat. Sungguh celaka jika terbetik niat lain sewaktu berpuasa. Bersedekah dilipatgandakan Allah pahalanya hingga 700 kali lipat. Semuanya dijanjikan Allah dalam hitungan-hitungan yang jelas. Dan. Allah sungguh cinta pada pengorbanan mereka.'' Bukankah ini sebuah ungkapan sentimental yang diwarnai dengan kecintaan? (ah) . Namun. Contoh. Bukankah ini ungkapan cinta yang melimpah dari Allah kepada hamba-Nya yang berpuasa? Kita semua paham bahwa bau mulut orang yang berpuasa di manapun pasti sangat busuk. minum. Tapi.Sungguh. cinta itulah yang menjadikan bau mulut mereka dihargai Allah lebih wangi dari minyak kasturi. asam lambung dapat memanjat sampai ke dinding mulut. kita merasakan getaran cinta Penguasa Alam Raya dalam perintah puasa ini.Kita ini ada di dunia karena diciptakan Allah. betapa besarnya cinta kasih Allah terhadap orang yang berpuasa. dan syahwatnya hanya karena Allah. bagi Allah. Allah mengungkapkan apresiasi-Nya yang tinggi. selain karena memenuhi kehendak dan perintah Allah. atau bahkan sekadar membuka mulut langsung akan tersebar aroma yang membuat orang menutup hidungnya. dan udara oleh Allah. Cobalah pahami bahasa hadis tersebut. berbeda dengan amal ibadah yang lain. Saat berbicara. Itu wajar karena saat perut sedang kosong. untuk puasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful