P. 1
Hikmah Ramadhan Syawal

Hikmah Ramadhan Syawal

|Views: 151|Likes:
Published by Sosiawan Siregar

More info:

Published by: Sosiawan Siregar on Sep 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2014

pdf

text

original

Lailatul Qadar By Badruddin Hsubky Rabu, 24 September 2008 pukul 21:17:00 Lailatul qadar, sering juga disebut Malam Kemuliaan

. Inilah malam turunnya takdir Allah yang baik bagi hamba-Nya. Ibadah di malam mulia ini lebih baik dari beribadah seribu bulan (Q. S. 87: 2). Pada malam lailatul qadar para malaikat dan Jibril berdesakan turun ke bumi membawa segala urusan yang baik. Rizki, ilmu pengetahuan, kebahagiaan, keberkahan, dan sebagainya diberikan kepada hamba-hambaNya yang beribadah di malam yang mulia ini (Q. S. 87: 3 dan 89: 16). ''Di saat lailatul qadar,'' sabda Nabi SAW, ''Jibril dan malaikat yang lainnya turun ke bumi, seraya memohon ampunan dan keselamatan bagi setiap hamba Allah yang beribadah di malam lailatul qadar.'' Karena kemuliaannya, banyak orang Islam yang lalu menantikan lailatul qadar, dengan berbagai kegiatan ibadah. Keadaan ini akan bertambah khusuk bila tiba sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Mereka bersandar pada hadis Nabi riwayat Aisyah ra: ''Jika telah datang sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih mempererat ibadahnya, dan beliau membangunkan seluruh keluarganya.'' Hadis di atas memotivasi umat Islam agar bertambah giat beribadah. Terlihat, di berbagai masjid, umat Islam khusuk beribadah, ada yang tadarus Alquran, salat tarawih, salat malam, mengkaji ilmu-ilmu keislaman serta berbagai kegiatan ibadah lainnya. Ini karena Rasulullah SAW telah memberi gambaran bahwa untuk mendapatkan lailatul qadar harus beribadah secara sungguh-sungguh di bulan yang penuh berkah ini. Minimal ada dua syarat untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Pertama, fal yastajibu li, hendaknya memenuhi segala ketentuan-ketentuan Allah dan menjauhi berbagai larangan-Nya secara konsekuen dan konsisten. Kedua, fal yu'minu bi, memantapkan keyakinan kepada Allah atas segala janjijanji-Nya. Dua kriteria di atas merupakan syarat akan dipenuhinya segala permohonan. Firman-Nya, ''Aku akan mengambulkan permohonan orang-orang yang berdoa, bila mereka memohon kepadaKU.'' (Q. S. 2: 186). Lalu, apa hikmah dari malam lailatul qadar? Orang yang mendapat lailatul qadar, dalam hidupnya akan senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk ke jalan lurus, al-shirath al-mustaqim. Artinya, ia akan mendapat aspirasi dan inspirasi untuk menatap hidup masa mendatang yang lebih baik. Kita amat kerap berikrar: Tunjukilah kami jalan lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka (Q. S. 1: 5-7). Petunjuk jalan yang lurus itu akan tersingkap di saat tiba lailatul qadar. Semoga. Keselamatan Perjalanan By D.Sirojuddin AR Kamis, 25 September 2008 pukul 09:38:00 Beberapa hari menjelang dan sesudah Lebaran Idul Fitri, berita kecelakaan kendaraan begitu sering memenuhi media massa. Beberapa kecelakaan lalulintas ini umumnya akibat kecerobohan pengendara yang main kebut, kurang perhitungan atau ngantuk. Namun, kerapkali, kecelakaan hadir tanpa diundang. Biasanya akibat srempetan bus yang ugal-ugalan, karena sopirnya harus mengejar setoran. Tanpa peduli keselamatan nyawa orang lain, ia menyebabkan korban bergelimpangan sia-sia. Tapi, korban manakah yang tahu sebelumnya bahwa dirinya akan celaka? Tidak ada yang tahu! Yang tahu, tentu saja, hanya Allah SWT, karena hanya Dialah yang menentukan nasib selamat atau celaka seseorang. Itu sebabnya, kita dianjurkan ''mengasuransikan'' nyawa kita kepada Sang Maha Pencipta sebelum berangkat (menempuh suatu perjalalan): mohon keamanan dan diperlekas sampai ke tujuan. Bahkan kita disunatkan salat safar (perjalanan) dua rakaat. Sayang, yang terakhir ini selalu ditekankan hanya kepada calon jemaah haji sebelum melangkahkan kaki dari rumahnya. Selain doa dan salat, kita disarankan memperbanyak sedekah yang -- sebagaimana ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW -- dapat mencegah kecelakaan (tadfu'ul bala'). Selain investasi pahala di akhirat, sedekah juga merupakan asuransi keselamatan di dunia. Tentang keindahan dan kehebatan 'tuah' sedekah ini, oleh Qatadah disebutkan, ''Sedekah mampu memadamkan dosa seperti air memadamkan api.'' Itu sebabnya, banyak kita dapati kyai-kyai yang, sebelum bepergian, sengaja membagi-bagikan sedekah buat fakir miskin. Dikisahkan, suatu kali mobil yang ditumpangi oleh seorang kyai dari Bogor terguling-guling di jalan tol Jagorawi. Ia dan beberapa penumpang lainnya selamat dan hanya sedikit lecet. Konon, karena kyai tersebut suka bersedekah. Nyawa adalah sesuatu yang misterius. Dalam agama kita, beberapa hal wajib dijaga dan dipertahankan, yaitu al-din (agama atau keyakinan), al-nasl (keturunan), al-'aql (akal), dan al-

Membunuh arogansi dan menyuburkan sikap tawadlu.misalnya gantung diri. Yang jadi tekanan di sini adalah. Takbir adalah sebuah al-ikrar suatu deklarasi ketundukan ego manusia pada kekuatan Mahabesar yang ada di luar diri mereka. Adalah dusta belaka kalau kebesaran Allah hanya diwujudkan dalam kata-kata dan sekedar kata-kata.nafs (jiwa atau nyawa). Karenanya getaran takbir adalah obat mujarab untuk membersihkan karat-karat kepongahan jiwa. dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang telah diberikan kepadamu. Hari-hari indah yang penuh rahmat. Kemurahan (rukhsah) dari Allah dengan menjamak atau mengqasar salat atau boleh tidak berpuasa dalam safar. Batu uji empiris jiwa yang bertakbir adalah 'amal bil arkan. Dalam penghujung Ramadhan ini marilah kita bersiap diri untuk bertakbir dengan segenap totalitas maknanya. kita ''titipkan'' dahulu nyawa kita lewat asuransi. (ah) Warisan Ramadhan By Subagio S. Padahal takbir menuntut diperdengarkan dalam bentuknya yang utuh. maka takbir adalah komando bagi makmum untuk segera mengikuti gerakan imam salat. Memelihara nyawa adalah dengan memberinya hak-hak hidup dengan makan minum yang baik. 28 September 2008 pukul 08:02:00 Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan puasa. Takbir dalam Islam dapat dipandang sebagai ruh ibadah. berkah. dan lain-lain. Almarhum Buya Hamka pernah mengatakan. Wallahu 'alam bishawab. Sangat besar kemurkaan Allah bagi mereka yang menyatakan apa yang tidak diperbuatnya (Q. truk. Dan puncak semua kesadaran itu adalah terjadinya transformasi imam pada dimensi kasat mata. mogok makan. supaya kamu bersyukur. Menjadi wajar kalau takbir menuntut dikumandangkan dengan kesiapan dan kesungguhan batin. Maka dalam titik relijiusitas itu. Dia hanya seorang aktor dalam panggung nasib yang telah direkayasa Sang Sutradara Agung. Allah SWT memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk mengagungkan asma-Nya. Ibnu Katsier dalam tafsirnya mengartikan wa li tukabbiru Allaha ala maa hadaa kum dengan mengagungkan Allah atas hidayah dan tuntunan yang diajarkan lewat Rasul kepada manusia. manusia muslim sadar bahwa dalam kosmos yang tak terbatas ini dirinya sangat kecil. Air jernih yang mengguyur hati dan memunculkan kesegaran spiritual-transendental. berdosalah menyia-nyiakan amanat ini -. yakni amal nyata menegakkan dienullah dalam diri. Sekaligus pertanda kepasrahan diri manusia muslim kepada Rabb mereka. sebenarnya berdampak pada kenyamanan dan keselamatan dalam suatu perjalanan. Takbir adalah pengakuan jujur ketidak-berdayaan makhluk yang lemah kepada Khaliknya. dan maghfirah itu telah lewat pula. 61:3). apakah kita harus mengakhiri pula tujuan ibadah itu. yakni untuk mencapai derajat muttaqien (orang-orang yang takwa)? Apakah untuk mencapai muttaqien hanya diperoleh lewat Ramadhan? Dan apakah kita sudah cukup merasa puas kalau kita memasuki Idul Fitri sebagai pemenang dan terlahir kembali sebagai bayi yang baru lahir? Untuk mencapai derajat muttaqien seperti yang diwajibkan Allah lewat puasa (Q. (ah) Takbir By Dr Mulyanto M. sekiranya kita mau naik pesawat. Namun. 29 September 2008 pukul 07:41:00 Ramadhan telah berlalu.Eng Minggu. Disunnatkan bertakbir ketika Idul Fitri untuk merayakan hari lulusnya umat Islam dari kewajiban puasa Ramadhan. Paling tidak 85 kali sehari kaum Muslimin bertakbir mengagungkan asma Allah. Bunyi ayat tersebut . Maka adalah absurd kalau takbir tak pernah memunculkan refleksi sosiologis. bertakbir atas petunjuk yang diberikan-Nya serta mensyukuri atas segala nikmat dari-Nya. 2:183) bukan semata-mata hanya diperoleh di bulan Ramadhan. (Al Baqarah: 185) Di puncak ibadah puasa dan lengkapnya bilangan Ramadhan. waspada dan sebisa mungkin berhati-hati agar keselamatan nyawa kita setiap saat terpelihara. dan enggan berobat.S. istirahat. Dengan demikian. Dia hanya seorang hamba yang terikat dan telah ber-syahadah untuk menjalankan seluruh perintah Allah. kesehatan. Ketika salat jamaah. keluarga dan masyarakat. ketaklukan pada sesuatu yang mendominasi hidup dan kehidupan mereka. Secara sosiologis ibadah sunnat ini melembaga dalam bentuk takbiran. Dia hanya sebutir debu di tengah kabut galaksi Bima Sakti. Waluyo Senin. Dengan rasa suka kaum muslimin bertakbir dengan pengeras suara di atas becak. itulah yang justeru dianjurkan agama. atau mobil sambil berkeliling kota. S. Dalam salat di setiap perubahan gerak diawali dengan takbir. minum racun. Diri manusia ibarat sebuah sel dalam tumbuhan raksasa.

istighfar. ''Bila dua orang muslim saling berjumpa. 30 September 2008 pukul 05:27:00 Bagi masyarakat yang telah mengenal tradisi bersalaman. zikir.'' Dari hadis ini dapat dipahami bahwa bersalaman dalam ajaran agama tak hanya menjadi tradisi. Tradisi bersalaman yang demikian. Kita harus mengupayakan hari-hari sepanjang tahun adalah seolah-olah Ramadhan. jelas bertentangan dengan misi silaturahmi dan merusak sendi-sendi kebersamaan. kita merasakan betapa semaraknya kegiatan bersalaman di tengah masyarakat. Ramadhan biarlah berlalu. Selain itu. dengan harapan dapat saling memaafkan. istighfar. Tak pelak lagi. Ia tidak lagi menjadi media ibadah yang dapat mempercepat tali silaturrahmi. i'tikaf. Di sela-sela kegembiraan dan keikhlasan umat Islam menjalankan tradisi bersalaman.(Q. karena sikap ini . puasa pertengahan bulan di bulan-bulan hijriah. dalam praktik keseharian. maka kedua orang itu akan diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah. Kita boleh pilih puasa mana yang ingin kita jalani. Lebih dari itu. infak. Tradisi bersalaman dilakukan oleh kelompok ini dengan cara membawa parsel atau bingkisan yang berharga mahal. Fauzul Iman. Bukankah kita semua ingin mencapai derajat takwa selama hayat masih di kandung badan? (ah) Bersalaman By Drs. dan amalan saleh lainnya? Jadi untuk mencapai derajat muttaqien tidak cukup hanya dilakukan lewat puasa Ramadhan sebulan penuh sementara amalan-amalan lain terbengkalai. tapi menjadi alat kepentingan kelompok terentu untuk mengembangkan relasi yang menarik margin keuntungan. tetapi ia akan memperoleh pahala sekaligus terhapus dosanya. yang diberikan kepada orang yang sebenarnya tidak layak disantuni. Sejalan dengan motivasi di atas. sudah seharusnya meneruskan amalan-amalan yang kita lakukan selama bulan Ramadhan itu pada bulan-bulan lainnya. setelah berpuasa wajib. lalu keduanya bersalaman. musalla-musalla. Namun janganlah kita lewatkan pula hari-hari pada bulan lain dengan tidak mewarisi amalan-amalan Ramadhan. dan sebagainya. Singkatnya. tilawah Quran. dan bersabar di tengah-tengah kesibukan kita. memperkuat dan membangun kembali tali ukhuwah dan persahabatan. kita juga bisa bersedekah memberi makan orang lain. bawahan kepada atasan. atau di rumah kita? Bukankah orang yang memberi buka kepada orang yang berpuasa. zikir. Keempat. kita bisa melakukan semua amalan yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan pada bulan-bulan lain. kita juga bisa mengkhatamkan Alquran sebulan sekali kalau kita mau melakukannya. seperti puasa Senin-Kamis. doa. Bukankah untuk mencapai ketakwaan (di bulan Ramadhan) itu kita peroleh karena kita melakukan berbagai amalan. Mereka tanpa pandang bulu berbaur bersalaman baik dengan anak-anak. pahalanya sama dengan yang berpuasa? Di samping itu. Alangkah indahnya hidup ini manakala banyak di antara kita yang menghidupkan Ramadhan sepanjang tahun. Ketiga. bersalaman karena untuk mempererat tali silaturrahmi. kita bisa menyisihkan waktu malam kita untuk sekadar salat qiyamul lail. bersalaman karena kedua belah pihak telah lama tak berjumpa. S. Tradisi bersalaman dalam kondisi demikian sangat dianjurkan oleh agama. murid kepada guru. ia telah dilegitimasi oleh nilai nilai agama yang syarat dengan muatan-muatan sakral (ibadah). tradisi bersalaman demikian mengakar kuat dilakukan oleh anak kepada orang tua. bersalaman untuk tanda persahabatan. Bahkan. tua jompo. miskin dan kaya. atau menjamu orang yang berpuasa sunat di masjid-masjid. Bagi yang melakukan kegiatan bersalaman. kata Nabi SAW. Pertama. biasanya mereka melakukannya dengan maksud atau beberapa motivasi. Namun. puasa Syawwal. 2: 183) memang mewajibkan kita berpuasa (Ramadhan) untuk mencapai takwa. bersalaman untuk meminta maaf atas kesalahannya. Selasa. Kedua. di antaranya qiyamul lail. Di antara mereka memang ada yang dengan tulus dan ikhlas melakukan tradisi bersalaman ini. dan oleh masing-masing sahabat terdekat. kita masih bisa menjalani puasa sunat. misalnya kepada fukara dan masakin. Sebagai misal. yang bersangkutan tidak hanya meraih rasa syahdu atau keasyikan yang diluapi kegembiraan. perlu diingat bahwa ada puasa-puasa maupun ibadah-ibadah lain yang juga dapat mengantarkan kita menjadi muttaqien. Bersalaman yang semula bernilai sakral diubah bentuk sehingga kehilangan maknanya. tradisi bersalaman menjadi sarat dengan muatan materi secara pandang bulu dan menjadi elit. M. Kita bisa memperbanyak doa. Bahkan ada satu hadis yang menjelaskan tentang terampuninya dosa seseorang yang senantiasa memelihara tradisi bersalaman. Karena itu setelah kita berhasil menjalani ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh. ternyata masih banyak di antara kita yang menyalahgunakan tradisi tersebut. Di Lebaran Idul Fitri ini.A.

" ( QS 24:21). Hikmah itu antara lain untuk menanamkan pengertian dan kesadaran bahwa ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT. 02 Oktober 2008 pukul 07:39:00 Kemenangan hakiki adalah kembali suci (lihat QS 91: 9). Inilah karunia Allah yang paling besar. diselingi hari raya satu hari. Karena itulah. Kalaupun dibakar. orang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah bersalah. Ramadhan adalah karunia dan rahmat besar itu. namun sepanjang waktu. jangan pernah menunda dan meremehkan kesempatan itu.32). kita masih melihat betapa banyak kaum muslimin yang merasa terbebas dari 'belenggu ibadah' manakala Idul Fitri datang. dan enam hari senilai dengan 60 hari (dua bulan). puasa tersebut dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri secara terus menerus selama enam hari. Setiap Bani Adam pasti berdosa dan sebaikbaik mereka yang berdosa adalah bertobat. bahwa bulan Ramadhan adalah Sayyidussyuhur (panglimanya bulan-bulan). atau dilaksanakan berselang-seling. Sungguh kesempatan yang bersejarah dalam hidup ini dan lebih baik dari pada dunia dengan segala isinya adalah kesempatan bertaubat. Setelah kita berpuasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan. Dzat yang telah menurunkan aturan-Nya melalui Rasul-Nya yang begitu indah dan tinggi nilainya.cenderung berpihak kepada kelompok kuat. Sedangkan Imam Hanafi dan Syafii berpendapat. Semoga tahun depan kita masih bisa bertemu Ramadhan lagi. sesuatu itu adalah yang dibakar oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. tidaklah hanya dikhususkan pada bulan Ramadhan saja. Imam Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa puasa tersebut boleh dilaksanakan enam hari secara terus menerus mulai tanggal dua sampai tujuh Syawal. sementara kaum kecil semakin terkucil. Orang bertakwa dan ahli ibadah pun diingatkan oleh Allah untuk tidak merasa paling suci karena Allah paling mengetahui siapa yang paling suci dan siapa kita sebenarnya (53. (ah) Puasa Syawal By Republika Contributor Jumat. justru dengan peringatan ini. kemudian setelah itu berpuasa enam hari di bulan Syawwal. Sayangnya. sehingga jumlahnya senilai dengan dua belas bulan. Pertama dan terakhir.S. Tentu. yaitu pribadi bertakwa (lihat QS 2: 183). Tentu. Dan. demikian sabda Nabi Muhammad SAW. 03 Oktober 2008 pukul 09:52:00 Dari Abi Ayyub Al-Anshari. Jama'ah). Ramadhan itu bermakna pembakaran. kenapa ada anjuran puasa sunnah setelah kewajiban puasa. "Andaikan bukan karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian. (ah) Minal Aidin Wal Faizin By Muhammad Arifin Ilham Kamis. 6:160). Puasa satu bulan (Ramadhan) senilai dengan 10 bulan. Dalam negara kita yang masih terdapat umat yang mendambakan bantuan sosial dan sentuhan kasih. atau pisau. Dan. niscaya tidak seorang pun di antara kamu diberi kesempatan bertaubat kepada-Nya. Subhanallah. Mahasuci Allah. peringatan Allah ini disebabkan sayangnya Allah pada mereka agar tidak 'GR' karena kealiman mereka. tentu untuk lebih baik lagi. Sayyid Tsabiq dalam Fiqhus Sunnah (III: 221) memberikan komentar terhadap hadis ini bahwa setiap kebaikan akan mendapatkan balasan 10 kali lipat (Q. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Tidak ada lagi keinginan melakukan dosa. sementara kaum lemah dilecehkan. Tetapi bukan berarti ibadah dan taqarrub itu hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Ada beberapa hikmah dan tujuan mulia. maka seolah-olah ia berpuasa selama satu tahun (HR. bahwa yang lebih utama nilainya. hendaknya tradisi bersalaman tidak berjalan memihak yang menyebabkan kaum kuat semakin besar kharismanya. Mari. pernah bersalah kemudian insaf dan tidak pernah lagi mengulangi perbuatan dosanya (lihat QS 3:135). seolah-olah berpuasa selama satu tahun. Benar. kita becermin lagi setelah berakhirnya bulan suci ini. itulah tanda taubatan nashuha. itu barang baik. palu. Lalu . Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan. lalu kemudian kita dianjurkan untuk berpuasa selama enam hari dengan imbalan nilai pahala yang begitu besar. seperti besi dibakar agar menjadi gergaji. Demikian pula kita di-Ramadhan-kan selama sebulan penuh karena Allah ingin agar orang-orang beriman itu memiliki pribadi yang canggih. Allah ingin agar mereka yang bertakwa untuk tetap istikamah dengan ketakwaan mereka. yang penting dalam bulan Syawal. Bagi kita.

Dengan demikian. Kita adalah wakil Tuhan di bumi. menjadi fitri untuk menjalani hidup ini. dari mana. Di negara-negara Arab maupun di negara Islam lainnya. Begitu besar perhatian Tuhan kepada diri kita. bisa mendorong mereka kepada tindakan-tindakan yang haram dan terlarang. melakukan pemberdayaan kekuatan keadilan sosial untuk menanggulangi kesenjangan sosial yang semakin tajam. Juga diperhitungkan bagaimana kekayaan itu bisa didapat. Walaupun halal bihalal diambil dari bahasa Arab dan telah melembaga di kalangan masyarakat Indonesia. Seberapa besar keperluan yang kita butuhkan. meski dengan jalan mengorbankan harga diri dan kejujuran. Itulah karunia Allah terbesar. lalu untuk apa. Hikmah kedua. sedang orang kafir makan dengan tujuh perut. kita juga lupa bahwa kita sebenarnya sudah lahir kembali.tidur sepulas-pulasnya dan makan sekenyang-kenyangnya. 06 Oktober 2008 pukul 13:35:00 Suasana yang sangat terasa saat ini adalah acara halal bihalal yang diselenggarakan di berbagai instansi swasta maupun pemerintah. Ya. Mengapa kita lupa gemblengan rohani dan jasmani yang baru saja kita jalani. misalnya. Nabi Muhammad SAW Seperti kendaraan bermotor. Masa-masa ibadah tak akan pernah berakhir. sehingga napas keadilan sosial yang kita hembuskan merupakan kewajiban yang utama karena kita seorang mukmin. menjual harga diri dan kehormatan. Dr Yusuf Qardhawi dalam bukunya Khashais al 'Ammah Fi al Islam (1989:137) menyebut orang-orang tersebut dengan 'Ramadhani' (spesialis bulan Ramadhan). Kegiatan semacam ini biasanya mulai diselenggarakan oleh kelompokkelompok masyarakat seminggu setelah Idul Fitri hingga akhir bulan Syawal. ucapan kita. supaya lancar dalam pengembaraan kehidupan sehari-hari kita selanjutnya. hal itu terasa di bulan-bulan kemudian kita berada dalam keadaan stabil. 04 Oktober 2008 pukul 14:22:00 Sesungguhnya orang mukmin itu makan dengan satu perut. Wallahu 'alam bishshawab. Di dalam masyarakat seperti itu terkandung rasa sakit hati dan kedengkian yang bisa mengancam keutuhan masyarakat serta merusak jiwa dan hati manusia. Alhamdulillah. merampok. Juga tekanan hidup atas orang-orang miskin. Sebenarnya seberapa besar kekuatan yang kita miliki punya pengaruh terhadap rasa keadilan sosial orang-perorang. Subhanallah. Sampai pada akhirnya kekayaan itu wajib ''dipertemukan'' dengan Allah Azza wa Jalla. Mengapa kemudian kita tidak khusus. Hadis riwayat Bukhari di atas mengingatkan kita bahwa kebutuhan asal cukup dan kebutuhan asal rakus mendudukkan orang-perorang dalam kondisi ketakwaan yang saling bertentangan. demikian sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadis riwayat Imam Daelami dari Anas. Sayyid Qutub menyatakan bahwa Islam membenci keadaan masyarakat yang terbagi dalam kelompok kaya dan miskin. Kesucian menyertai langkah kita dan tindakan-tindakan kita di kantor. ia merupakan bid'ah . Mengapa lalu di bulan-bulan kemudian kita kadang hidup lebih mewah lagi. namun tradisi ini di zaman Rasulullah SAW tidak kita temui. (ah) Halal Bihalal By Republika Contributor Senin. Kadang terasa kita begitu dimanjakan-Nya. maka ia akan tetap tegar mampu mengendalikan dirinya tidak hanyut pada arus penghalalan segala cara tersebut. Tindakan-tindakan semacam ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia dan dimusuhi Islam. tradisi ini juga tidak memasyarakat. Sampai kemudian kita dipertemukan dengan bulan Puasa lagi. misalnya mencuri. Bisakah kekayaan kita dipertanggungjawabkan? Apakah ada kelompok masyarakat yang kita rugikan ketika kita menumpuk kekayaan. Seorang yang baik juga nampak dalam ketakwaan ketika menghimpun kekayaan. terutama pada saat mendapat kesempatan dan dengan situasi sosial yang mendukungnya. merasa benar sendiri. maka Insya Allah orang tersebut akan mampu mengendalikan diri sepanjang hayatnya. rasanya selalu dicukupi Allah. dan perilaku kita sehari-harinya mencerminkan keagungan manusia. Namun bukan berarti tradisi halal bihalal tidak boleh. Pada saat ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya ataupun mendapat sebuah kedudukan. orang yang mampu mengendalikan dirinya adalah orang yang memiliki sayyidul akhlak (panglimanya akhlak). di-spooring. di-balancing. jika orang sudah bisa mengendalikan dirinya. Pikiran kita. dalam bulan Puasa kita di-tune-up. (ah) Satu Perut By Republika Contributor Sabtu. Seolah-olah latihan panjang selama Ramadhan tidak memberikan bekas sedikit pun.

tetapi juga bertentangan dengan hakekat agama itu sendiri yang dalam Kitab Suci disimbolkan dengan istilah-istilah seperti shirath. Adanya pertautan hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia itu selalu diselingi oleh hal-hal yang haram. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?'' (An-Nur: 22). Allah berfirman. Katanya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang kemudian mengabaikannya bersamaan dengan berlalunya bulan suci itu. Pada zaman dahulu. Kedua. Dengan begitu. seperti dikutip Ibnu Mandhur dalam Lisan al-Arab. halal bihalal mempunyai arti penting dalam ajaran agama. Tujuan akhir agama itu adalah perjumpaan dengan Tuhan itu sendiri dalam perkenan-Nya. dan minhaj. karena pada bulan ini. untuk dosa yang berhubungan dengan kesalahan terhadap sesamanya. seperti dijanjikan Nabi SAW dalam sekian banyak hadis. Maka barangsiapa di siang harinya berpuasa dan di malam harinya mendirikan salat karena iman dan mengharapkan ridla Allah. Sikap dan semangat keberagamaan seperti itulah agaknya yang dipesan Tuhan kepada Nabi Muhammad . misalnya. masyarakat muslim di Indonesia telah mentradisikan hal ini secara luas. manusia harus meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. sesuai dengan makna hafiahnya. Janji serta jaminan ampunan dari Allah SWT kepada manusia yang ikhlas melaksanakan puasa selama Ramadhan. terutama ketika ia semakin dekat (taqarrub) dengan Tuhannya. ''Bulan Ramadhan yaitu bulan yang diwajibkan kepada kamu berpuasa. tegas-tegas dikaitkan dengan pelaksanaan perintah memberi maaf dan berlapang dada atas kesalahan orang lain terhadap dirinya. (ah) Bulan Aktualisasi By A. Mereka. Nabi Muhammad SAW sendiri. Ini mengandung makna bahwa keberagamaan itu adalah suatu perjalanan panjang tanpa henti dan tanpa kenal lelah. bulan yang mengiringi Ramadhan dinamai bulan Syawal. dan kesetiakawanan sosial harus tetap nyata pada bulan Syawal ini dan bulanbulan berikutnya sepanjang hidup kita. kesabaran. Tradisi halal bihalal adalah alternatif pemecahan praktis dari kunjungan silaturahmi yang membutuhkan waktu berhari-hari. berarti naik atau meninggi (irtafa'a). Dikatakan menaik atau meninggi. Ilyas Ismail Selasa. Dalam perjalanan itulah terdapat suatu dinamika dan kebahagiaan yang sungguh sangat sejati bagi orang yang menempuhnya. Tidak semua kaum muslimin mampu mempertahankan nilai-nilai Ramadhan itu. disiplin. Jadi. ''Siapa di antara isteri-isteri Nabi seberuntung aku di sisinya?'' Kata Syawal berasal dari kata Syala.hasanah (inovasi yang baik). takwa. menolak atau melarang melangsungkan pernikahan di dalamnya. ia keluar dari dosanya (diampuni dosanya) seperti pada waktu dilahirkan oleh ibunya. Syawal. yang kesemuanya berarti jalan. dan Aku sunnatkan kepada kamu menegakkan malamnya (ibadah malam). ''Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. dapat disebut sebagai bulan aktualisasi nilai-nilai. Semangat Ramadhan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penekannya adalah hubungan antara manusia dan Tuhannya serta hubungan antara manusia dan sesamanya. agaknya memang perlu kita ingat. Pertama. pemberian ampunan dari Allah SWT kepada hambanya. Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa kelapangan rezeki dan umur itu lewat silaturahmi. Alhamdulillah. oleh berbagai kesalahan. seperti kejujuran. Dengan menghadiri acara halal bihalal yang diadakan di satu tempat seseorang sudah dapat bersilaturahmi dan saling meminta maaf dengan banyak orang. Bila demikian. 07 Oktober 2008 pukul 16:34:00 Dalam kalender hijriyah. Dalam ayat tadi. karena secara moral kaum muslimin dituntut untuk dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan nilai-nilai yang mereka tempa selama bulan Ramadhan. tradisi halal bihalal itu pada intinya adalah silaturahmi dan saling memaafkan antarsesama. menikahi Aisyah pada bulan Syawal dan memulai hidup bersama dengannya juga pada bulan Syawal.'' Sementara itu. Namun. tradisi ini dibatalkan oleh datangnya Islam. kedudukan dan derajat kaum muslimin meninggi di mata Tuhan setelah mereka menjalankan puasa Ramadhan sebulan lamanya. masyarakat Arab pra-Islam memiliki pandangan negatif mengenai bulan ini. Kenyataan ini dibanggakan sendiri oleh Aisyah. Kenyataan ini tidak saja berlawanan dengan prinsip istiqamah. syari'ah. Peningkatan dan aktualisasi nilai-nilia di atas. sabil. sikap keberagamaan yang stabil dan konstan. Hal ini tampak dari hadis riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi bahwa Allah berjanji melalui Nabi Muhammad SAW. dan ini jelas sejalan dengan ajaran Islam. hanya untuk kesalahan (dosa) yang berhubungan dengan Allah SWT. boleh jadi karena dua alasan.

dan kau lihat manusia masuk agama Allah berbondongbondong. kita sering merasa bergembira mendapat kenikmatan berupa perayaan-perayaan yang sifatnya umum. bukan karena kemampuannya sendiri. Mungkin ia teringat pada surah pendek tadi. maka murnikanlah dalam memuji Tuhanmu dan berdoalah. yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. tapi merasa sedih sekali. Semua kemenangan datangnya karena pertolongan Allah juga. (ah) Kenikmatan Hari Raya Keagamaan By Republika Contributor Rabu. Waktu itu kita lalu berpesta ria. Dalam bahasa agama. Sesungguhnya. Sungguh Ia Maha Penerima tobat. seperti hari-hari raya keagamaan atau nasional. S. ia bukan bergembira ria. melainkan suatu kesadaran batin.'' (Q. karena sudah merasa berhasil. Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari contoh kecil sejarah dunia ini? Bukanlah kebanggaan diri sebagai pribadi. karena di hadapannya terbayang suatu tanggungjawab yang begitu besar. jika di antara mereka ada yang bergembira ria dalam menyambut kemenangan atau melakukan sesuatu yang tak seharusnya mereka lakukan. Atau secara pribadi kita merayakan suatu peristiwa. Di Madinah segenap kekuatan yang membela kebenaran dan keimanan berkumpul di sekitarnya. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu menuju dan berharap. ''Kemenangan adalah puncak kebaktian. seperti yang kemudian kita baca dalam biografinya. kebalikannya dari harus bersikap rendah hati di hadapan Allah. Kala Umar bin Khattab ditetapkan sebagai khalifah. mengakui kelemahannya sebagai manusia dan mencari karunia-Nya. Segala usaha oleh orang-orang Mekah dan sekutusekutunya yang dikerahkan untuk menghancurkannya dan sahabat-sahabatnya. Kadang hanya sampai di situ.'' kata Abdullah Yusuf Ali dalam Tafsirnya mengantarkan Surah Nasr di atas. berbalik menghantam kepala mereka sendiri. Allah memerintahkannya agar berdoa memohonkan karunia dan pengampunan untuk umatnya itu. bukan suatu kesempatan untuk bersukaria. dimaafkan. 94: 7-8).'' (HR Bukhari). .SAW dan selanjutnya kepada seluruh kaum muslimin dalam ayat ini: ''Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sebagai tanda syukur. dalam kata dan perilaku. S. berhala-berhala dihancurkan tanpa harus ada setitik darah yang menetes. 08 Oktober 2008 pukul 17:25:00 Jika datang pertolongan Allah dan kemenangan. (ah) Cinta Membingkai Puasa By Arsil Ibrahim Jumat. melainkan perasaan rendah hati. 05 September 2008 pukul 15:18:00 ''Demi Allah. (Q. Tetapi apa yang terjadi setelah itu! Rasulullah dan sahabat-sahabatnya memasuki Mekah secara damai. bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi. melainkan karena karunia dan rahmat Allah juga. semua musuh betapa pun kerasnya. bukan mengutamakan kepentingan pribadi atau merasa bangga karena kemampuannya sendiri. Seluruh kawasan negeri itu secara kolektif dan suka rela kini menyatakan setia kepadanya. rasa syukur yang tak hentihentinya kepada Allah. Nabi SAW hijrah dari Mekah ke Madinah karena dikejar-kejar dan diganggu terus-menerus oleh kaum musyrik Quraisy. karena ketika itu seolah kaum Muslimin berpesta pora telah mendapat kemenangan. 110: 1-3). yang akan dihadapinya bukan kekuasaan melainkan pengabdian. Surah tadi merupakan teguran kepada Nabi. Bagi Rasulullah SAW masih ada kewajiban lain yang menunggunya. maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). mengakui setiap keberhasilan yang diperolehnya dalam usahanya itu. berkumpul dengan kerabat atau handai tolan. bahwa semua itu adalah karunia dan rahmat Allah. yang akan dipikulnya. Pada hari-hari tertentu dalam setahun.

Kita ini ada di dunia karena diciptakan Allah. asam lambung dapat memanjat sampai ke dinding mulut. Subhanallah. Dan. Begitu pula shalat di Masjidil Haram yang pahalanya 100 ribu lebih utama dibandingkan shalat di masjid biasa. minum. Tapi. Bisa hidup karena diberi makan. Allah mengungkapkan apresiasi-Nya yang tinggi. Cobalah pahami bahasa hadis tersebut. Contoh. Getaran cinta dan kasih Allah itu dapat dirasakan pada hadis di atas. bagi Allah. atau bahkan sekadar membuka mulut langsung akan tersebar aroma yang membuat orang menutup hidungnya. selain karena memenuhi kehendak dan perintah Allah. minum. untuk puasa. betapa besarnya cinta kasih Allah terhadap orang yang berpuasa. Banyak sekali amal perbuatan kita ini yang pahalanya dijanjikan Allah kepada kita secara kalkulatif. shalat jamaah menaikkan derajat kita di sisi Allah hingga 27 derajat. Sungguh celaka jika terbetik niat lain sewaktu berpuasa. Bersedekah dilipatgandakan Allah pahalanya hingga 700 kali lipat. dan udara oleh Allah. dan syahwatnya hanya karena Allah. cinta itulah yang menjadikan bau mulut mereka dihargai Allah lebih wangi dari minyak kasturi.'' Bukankah ini sebuah ungkapan sentimental yang diwarnai dengan kecintaan? (ah) .Sungguh. Saat berbicara. Semuanya dijanjikan Allah dalam hitungan-hitungan yang jelas. Bukankah ini ungkapan cinta yang melimpah dari Allah kepada hamba-Nya yang berpuasa? Kita semua paham bahwa bau mulut orang yang berpuasa di manapun pasti sangat busuk. menguap. ''Puasa itu untuk-Ku dan biar Aku yang menganugerahkan pahalanya. seseorang yang berpuasa telah mengorbankan makan. Itu wajar karena saat perut sedang kosong. Namun. kita merasakan getaran cinta Penguasa Alam Raya dalam perintah puasa ini. berbeda dengan amal ibadah yang lain. Allah sungguh cinta pada pengorbanan mereka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->