Lailatul Qadar By Badruddin Hsubky Rabu, 24 September 2008 pukul 21:17:00 Lailatul qadar, sering juga disebut Malam Kemuliaan

. Inilah malam turunnya takdir Allah yang baik bagi hamba-Nya. Ibadah di malam mulia ini lebih baik dari beribadah seribu bulan (Q. S. 87: 2). Pada malam lailatul qadar para malaikat dan Jibril berdesakan turun ke bumi membawa segala urusan yang baik. Rizki, ilmu pengetahuan, kebahagiaan, keberkahan, dan sebagainya diberikan kepada hamba-hambaNya yang beribadah di malam yang mulia ini (Q. S. 87: 3 dan 89: 16). ''Di saat lailatul qadar,'' sabda Nabi SAW, ''Jibril dan malaikat yang lainnya turun ke bumi, seraya memohon ampunan dan keselamatan bagi setiap hamba Allah yang beribadah di malam lailatul qadar.'' Karena kemuliaannya, banyak orang Islam yang lalu menantikan lailatul qadar, dengan berbagai kegiatan ibadah. Keadaan ini akan bertambah khusuk bila tiba sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Mereka bersandar pada hadis Nabi riwayat Aisyah ra: ''Jika telah datang sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih mempererat ibadahnya, dan beliau membangunkan seluruh keluarganya.'' Hadis di atas memotivasi umat Islam agar bertambah giat beribadah. Terlihat, di berbagai masjid, umat Islam khusuk beribadah, ada yang tadarus Alquran, salat tarawih, salat malam, mengkaji ilmu-ilmu keislaman serta berbagai kegiatan ibadah lainnya. Ini karena Rasulullah SAW telah memberi gambaran bahwa untuk mendapatkan lailatul qadar harus beribadah secara sungguh-sungguh di bulan yang penuh berkah ini. Minimal ada dua syarat untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Pertama, fal yastajibu li, hendaknya memenuhi segala ketentuan-ketentuan Allah dan menjauhi berbagai larangan-Nya secara konsekuen dan konsisten. Kedua, fal yu'minu bi, memantapkan keyakinan kepada Allah atas segala janjijanji-Nya. Dua kriteria di atas merupakan syarat akan dipenuhinya segala permohonan. Firman-Nya, ''Aku akan mengambulkan permohonan orang-orang yang berdoa, bila mereka memohon kepadaKU.'' (Q. S. 2: 186). Lalu, apa hikmah dari malam lailatul qadar? Orang yang mendapat lailatul qadar, dalam hidupnya akan senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk ke jalan lurus, al-shirath al-mustaqim. Artinya, ia akan mendapat aspirasi dan inspirasi untuk menatap hidup masa mendatang yang lebih baik. Kita amat kerap berikrar: Tunjukilah kami jalan lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka (Q. S. 1: 5-7). Petunjuk jalan yang lurus itu akan tersingkap di saat tiba lailatul qadar. Semoga. Keselamatan Perjalanan By D.Sirojuddin AR Kamis, 25 September 2008 pukul 09:38:00 Beberapa hari menjelang dan sesudah Lebaran Idul Fitri, berita kecelakaan kendaraan begitu sering memenuhi media massa. Beberapa kecelakaan lalulintas ini umumnya akibat kecerobohan pengendara yang main kebut, kurang perhitungan atau ngantuk. Namun, kerapkali, kecelakaan hadir tanpa diundang. Biasanya akibat srempetan bus yang ugal-ugalan, karena sopirnya harus mengejar setoran. Tanpa peduli keselamatan nyawa orang lain, ia menyebabkan korban bergelimpangan sia-sia. Tapi, korban manakah yang tahu sebelumnya bahwa dirinya akan celaka? Tidak ada yang tahu! Yang tahu, tentu saja, hanya Allah SWT, karena hanya Dialah yang menentukan nasib selamat atau celaka seseorang. Itu sebabnya, kita dianjurkan ''mengasuransikan'' nyawa kita kepada Sang Maha Pencipta sebelum berangkat (menempuh suatu perjalalan): mohon keamanan dan diperlekas sampai ke tujuan. Bahkan kita disunatkan salat safar (perjalanan) dua rakaat. Sayang, yang terakhir ini selalu ditekankan hanya kepada calon jemaah haji sebelum melangkahkan kaki dari rumahnya. Selain doa dan salat, kita disarankan memperbanyak sedekah yang -- sebagaimana ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW -- dapat mencegah kecelakaan (tadfu'ul bala'). Selain investasi pahala di akhirat, sedekah juga merupakan asuransi keselamatan di dunia. Tentang keindahan dan kehebatan 'tuah' sedekah ini, oleh Qatadah disebutkan, ''Sedekah mampu memadamkan dosa seperti air memadamkan api.'' Itu sebabnya, banyak kita dapati kyai-kyai yang, sebelum bepergian, sengaja membagi-bagikan sedekah buat fakir miskin. Dikisahkan, suatu kali mobil yang ditumpangi oleh seorang kyai dari Bogor terguling-guling di jalan tol Jagorawi. Ia dan beberapa penumpang lainnya selamat dan hanya sedikit lecet. Konon, karena kyai tersebut suka bersedekah. Nyawa adalah sesuatu yang misterius. Dalam agama kita, beberapa hal wajib dijaga dan dipertahankan, yaitu al-din (agama atau keyakinan), al-nasl (keturunan), al-'aql (akal), dan al-

29 September 2008 pukul 07:41:00 Ramadhan telah berlalu. Maka adalah absurd kalau takbir tak pernah memunculkan refleksi sosiologis. Dalam penghujung Ramadhan ini marilah kita bersiap diri untuk bertakbir dengan segenap totalitas maknanya. (ah) Warisan Ramadhan By Subagio S. atau mobil sambil berkeliling kota. Dan puncak semua kesadaran itu adalah terjadinya transformasi imam pada dimensi kasat mata. ketaklukan pada sesuatu yang mendominasi hidup dan kehidupan mereka. truk. Dia hanya sebutir debu di tengah kabut galaksi Bima Sakti. Membunuh arogansi dan menyuburkan sikap tawadlu.nafs (jiwa atau nyawa). mogok makan. Dia hanya seorang aktor dalam panggung nasib yang telah direkayasa Sang Sutradara Agung. Takbir dalam Islam dapat dipandang sebagai ruh ibadah. Hari-hari indah yang penuh rahmat. Dalam salat di setiap perubahan gerak diawali dengan takbir. 28 September 2008 pukul 08:02:00 Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan puasa. manusia muslim sadar bahwa dalam kosmos yang tak terbatas ini dirinya sangat kecil. minum racun. (ah) Takbir By Dr Mulyanto M. Sekaligus pertanda kepasrahan diri manusia muslim kepada Rabb mereka. dan lain-lain. Sangat besar kemurkaan Allah bagi mereka yang menyatakan apa yang tidak diperbuatnya (Q. 2:183) bukan semata-mata hanya diperoleh di bulan Ramadhan. Adalah dusta belaka kalau kebesaran Allah hanya diwujudkan dalam kata-kata dan sekedar kata-kata. Bunyi ayat tersebut . kita ''titipkan'' dahulu nyawa kita lewat asuransi. dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang telah diberikan kepadamu. Ketika salat jamaah. istirahat. Kemurahan (rukhsah) dari Allah dengan menjamak atau mengqasar salat atau boleh tidak berpuasa dalam safar. supaya kamu bersyukur. berkah. Ibnu Katsier dalam tafsirnya mengartikan wa li tukabbiru Allaha ala maa hadaa kum dengan mengagungkan Allah atas hidayah dan tuntunan yang diajarkan lewat Rasul kepada manusia. 61:3). Diri manusia ibarat sebuah sel dalam tumbuhan raksasa.S. itulah yang justeru dianjurkan agama. Padahal takbir menuntut diperdengarkan dalam bentuknya yang utuh. Wallahu 'alam bishawab. maka takbir adalah komando bagi makmum untuk segera mengikuti gerakan imam salat. yakni amal nyata menegakkan dienullah dalam diri. Disunnatkan bertakbir ketika Idul Fitri untuk merayakan hari lulusnya umat Islam dari kewajiban puasa Ramadhan. berdosalah menyia-nyiakan amanat ini -. Almarhum Buya Hamka pernah mengatakan. Menjadi wajar kalau takbir menuntut dikumandangkan dengan kesiapan dan kesungguhan batin. Secara sosiologis ibadah sunnat ini melembaga dalam bentuk takbiran. Namun. Dengan rasa suka kaum muslimin bertakbir dengan pengeras suara di atas becak. waspada dan sebisa mungkin berhati-hati agar keselamatan nyawa kita setiap saat terpelihara. Takbir adalah pengakuan jujur ketidak-berdayaan makhluk yang lemah kepada Khaliknya. Maka dalam titik relijiusitas itu. yakni untuk mencapai derajat muttaqien (orang-orang yang takwa)? Apakah untuk mencapai muttaqien hanya diperoleh lewat Ramadhan? Dan apakah kita sudah cukup merasa puas kalau kita memasuki Idul Fitri sebagai pemenang dan terlahir kembali sebagai bayi yang baru lahir? Untuk mencapai derajat muttaqien seperti yang diwajibkan Allah lewat puasa (Q. Allah SWT memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk mengagungkan asma-Nya. Takbir adalah sebuah al-ikrar suatu deklarasi ketundukan ego manusia pada kekuatan Mahabesar yang ada di luar diri mereka. S. Waluyo Senin. Paling tidak 85 kali sehari kaum Muslimin bertakbir mengagungkan asma Allah. sebenarnya berdampak pada kenyamanan dan keselamatan dalam suatu perjalanan. sekiranya kita mau naik pesawat.misalnya gantung diri. kesehatan. dan maghfirah itu telah lewat pula. Yang jadi tekanan di sini adalah. keluarga dan masyarakat. Dia hanya seorang hamba yang terikat dan telah ber-syahadah untuk menjalankan seluruh perintah Allah. apakah kita harus mengakhiri pula tujuan ibadah itu. Batu uji empiris jiwa yang bertakbir adalah 'amal bil arkan. Air jernih yang mengguyur hati dan memunculkan kesegaran spiritual-transendental. bertakbir atas petunjuk yang diberikan-Nya serta mensyukuri atas segala nikmat dari-Nya.Eng Minggu. (Al Baqarah: 185) Di puncak ibadah puasa dan lengkapnya bilangan Ramadhan. dan enggan berobat. Memelihara nyawa adalah dengan memberinya hak-hak hidup dengan makan minum yang baik. Dengan demikian. Karenanya getaran takbir adalah obat mujarab untuk membersihkan karat-karat kepongahan jiwa.

dengan harapan dapat saling memaafkan. biasanya mereka melakukannya dengan maksud atau beberapa motivasi. Tradisi bersalaman yang demikian. ternyata masih banyak di antara kita yang menyalahgunakan tradisi tersebut. Kita harus mengupayakan hari-hari sepanjang tahun adalah seolah-olah Ramadhan. bersalaman karena kedua belah pihak telah lama tak berjumpa.'' Dari hadis ini dapat dipahami bahwa bersalaman dalam ajaran agama tak hanya menjadi tradisi. perlu diingat bahwa ada puasa-puasa maupun ibadah-ibadah lain yang juga dapat mengantarkan kita menjadi muttaqien. dan bersabar di tengah-tengah kesibukan kita. Alangkah indahnya hidup ini manakala banyak di antara kita yang menghidupkan Ramadhan sepanjang tahun.A. kita bisa menyisihkan waktu malam kita untuk sekadar salat qiyamul lail. atau di rumah kita? Bukankah orang yang memberi buka kepada orang yang berpuasa. Singkatnya. kata Nabi SAW. dan amalan saleh lainnya? Jadi untuk mencapai derajat muttaqien tidak cukup hanya dilakukan lewat puasa Ramadhan sebulan penuh sementara amalan-amalan lain terbengkalai. Kita bisa memperbanyak doa. istighfar. Bukankah untuk mencapai ketakwaan (di bulan Ramadhan) itu kita peroleh karena kita melakukan berbagai amalan. i'tikaf. kita juga bisa mengkhatamkan Alquran sebulan sekali kalau kita mau melakukannya. Namun janganlah kita lewatkan pula hari-hari pada bulan lain dengan tidak mewarisi amalan-amalan Ramadhan. M. Sejalan dengan motivasi di atas. dan sebagainya. pahalanya sama dengan yang berpuasa? Di samping itu. Di Lebaran Idul Fitri ini. bawahan kepada atasan. Bagi yang melakukan kegiatan bersalaman. doa. Selasa. infak. murid kepada guru. dalam praktik keseharian. Tradisi bersalaman dalam kondisi demikian sangat dianjurkan oleh agama. kita bisa melakukan semua amalan yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan pada bulan-bulan lain. tetapi ia akan memperoleh pahala sekaligus terhapus dosanya. puasa pertengahan bulan di bulan-bulan hijriah. Fauzul Iman. Tak pelak lagi. dan oleh masing-masing sahabat terdekat. bersalaman untuk tanda persahabatan. istighfar. zikir. Kedua. setelah berpuasa wajib. ''Bila dua orang muslim saling berjumpa. tradisi bersalaman demikian mengakar kuat dilakukan oleh anak kepada orang tua. lalu keduanya bersalaman. S. tilawah Quran. karena sikap ini . Pertama. tapi menjadi alat kepentingan kelompok terentu untuk mengembangkan relasi yang menarik margin keuntungan. tua jompo. kita masih bisa menjalani puasa sunat. Mereka tanpa pandang bulu berbaur bersalaman baik dengan anak-anak. yang bersangkutan tidak hanya meraih rasa syahdu atau keasyikan yang diluapi kegembiraan. Keempat. Ramadhan biarlah berlalu. zikir. sudah seharusnya meneruskan amalan-amalan yang kita lakukan selama bulan Ramadhan itu pada bulan-bulan lainnya. miskin dan kaya.(Q. Di sela-sela kegembiraan dan keikhlasan umat Islam menjalankan tradisi bersalaman. Ia tidak lagi menjadi media ibadah yang dapat mempercepat tali silaturrahmi. Namun. Bahkan ada satu hadis yang menjelaskan tentang terampuninya dosa seseorang yang senantiasa memelihara tradisi bersalaman. Lebih dari itu. 30 September 2008 pukul 05:27:00 Bagi masyarakat yang telah mengenal tradisi bersalaman. kita merasakan betapa semaraknya kegiatan bersalaman di tengah masyarakat. Di antara mereka memang ada yang dengan tulus dan ikhlas melakukan tradisi bersalaman ini. bersalaman karena untuk mempererat tali silaturrahmi. Tradisi bersalaman dilakukan oleh kelompok ini dengan cara membawa parsel atau bingkisan yang berharga mahal. Bukankah kita semua ingin mencapai derajat takwa selama hayat masih di kandung badan? (ah) Bersalaman By Drs. bersalaman untuk meminta maaf atas kesalahannya. Sebagai misal. musalla-musalla. yang diberikan kepada orang yang sebenarnya tidak layak disantuni. tradisi bersalaman menjadi sarat dengan muatan materi secara pandang bulu dan menjadi elit. Bahkan. atau menjamu orang yang berpuasa sunat di masjid-masjid. 2: 183) memang mewajibkan kita berpuasa (Ramadhan) untuk mencapai takwa. seperti puasa Senin-Kamis. Bersalaman yang semula bernilai sakral diubah bentuk sehingga kehilangan maknanya. maka kedua orang itu akan diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah. Selain itu. Ketiga. memperkuat dan membangun kembali tali ukhuwah dan persahabatan. Kita boleh pilih puasa mana yang ingin kita jalani. kita juga bisa bersedekah memberi makan orang lain. di antaranya qiyamul lail. misalnya kepada fukara dan masakin. ia telah dilegitimasi oleh nilai nilai agama yang syarat dengan muatan-muatan sakral (ibadah). puasa Syawwal. Karena itu setelah kita berhasil menjalani ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh. jelas bertentangan dengan misi silaturahmi dan merusak sendi-sendi kebersamaan.

atau pisau. Sayyid Tsabiq dalam Fiqhus Sunnah (III: 221) memberikan komentar terhadap hadis ini bahwa setiap kebaikan akan mendapatkan balasan 10 kali lipat (Q. Imam Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa puasa tersebut boleh dilaksanakan enam hari secara terus menerus mulai tanggal dua sampai tujuh Syawal. justru dengan peringatan ini. 03 Oktober 2008 pukul 09:52:00 Dari Abi Ayyub Al-Anshari. Jama'ah). 02 Oktober 2008 pukul 07:39:00 Kemenangan hakiki adalah kembali suci (lihat QS 91: 9). demikian sabda Nabi Muhammad SAW. kenapa ada anjuran puasa sunnah setelah kewajiban puasa. Mahasuci Allah. atau dilaksanakan berselang-seling. Bagi kita. Ramadhan itu bermakna pembakaran. Dzat yang telah menurunkan aturan-Nya melalui Rasul-Nya yang begitu indah dan tinggi nilainya. kita masih melihat betapa banyak kaum muslimin yang merasa terbebas dari 'belenggu ibadah' manakala Idul Fitri datang.S. Pertama dan terakhir. seperti besi dibakar agar menjadi gergaji. itulah tanda taubatan nashuha. Tentu. Benar. Setiap Bani Adam pasti berdosa dan sebaikbaik mereka yang berdosa adalah bertobat. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Subhanallah. Setelah kita berpuasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan. Allah ingin agar mereka yang bertakwa untuk tetap istikamah dengan ketakwaan mereka. niscaya tidak seorang pun di antara kamu diberi kesempatan bertaubat kepada-Nya. Sungguh kesempatan yang bersejarah dalam hidup ini dan lebih baik dari pada dunia dengan segala isinya adalah kesempatan bertaubat. dan enam hari senilai dengan 60 hari (dua bulan). maka seolah-olah ia berpuasa selama satu tahun (HR. sementara kaum lemah dilecehkan. diselingi hari raya satu hari. Sayangnya. orang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah bersalah. Lalu . peringatan Allah ini disebabkan sayangnya Allah pada mereka agar tidak 'GR' karena kealiman mereka. "Andaikan bukan karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian. Semoga tahun depan kita masih bisa bertemu Ramadhan lagi. Kalaupun dibakar. pernah bersalah kemudian insaf dan tidak pernah lagi mengulangi perbuatan dosanya (lihat QS 3:135). namun sepanjang waktu.cenderung berpihak kepada kelompok kuat. bahwa bulan Ramadhan adalah Sayyidussyuhur (panglimanya bulan-bulan). Demikian pula kita di-Ramadhan-kan selama sebulan penuh karena Allah ingin agar orang-orang beriman itu memiliki pribadi yang canggih. (ah) Puasa Syawal By Republika Contributor Jumat. Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan. Dalam negara kita yang masih terdapat umat yang mendambakan bantuan sosial dan sentuhan kasih. Tetapi bukan berarti ibadah dan taqarrub itu hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Ada beberapa hikmah dan tujuan mulia.32). Hikmah itu antara lain untuk menanamkan pengertian dan kesadaran bahwa ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT. kita becermin lagi setelah berakhirnya bulan suci ini. tidaklah hanya dikhususkan pada bulan Ramadhan saja. lalu kemudian kita dianjurkan untuk berpuasa selama enam hari dengan imbalan nilai pahala yang begitu besar. Mari. seolah-olah berpuasa selama satu tahun. sesuatu itu adalah yang dibakar oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Sedangkan Imam Hanafi dan Syafii berpendapat. (ah) Minal Aidin Wal Faizin By Muhammad Arifin Ilham Kamis. itu barang baik. bahwa yang lebih utama nilainya. Orang bertakwa dan ahli ibadah pun diingatkan oleh Allah untuk tidak merasa paling suci karena Allah paling mengetahui siapa yang paling suci dan siapa kita sebenarnya (53. Tentu. Ramadhan adalah karunia dan rahmat besar itu." ( QS 24:21). Karena itulah. 6:160). tentu untuk lebih baik lagi. yang penting dalam bulan Syawal. palu. Tidak ada lagi keinginan melakukan dosa. Puasa satu bulan (Ramadhan) senilai dengan 10 bulan. jangan pernah menunda dan meremehkan kesempatan itu. kemudian setelah itu berpuasa enam hari di bulan Syawwal. hendaknya tradisi bersalaman tidak berjalan memihak yang menyebabkan kaum kuat semakin besar kharismanya. Inilah karunia Allah yang paling besar. yaitu pribadi bertakwa (lihat QS 2: 183). Dan. sementara kaum kecil semakin terkucil. sehingga jumlahnya senilai dengan dua belas bulan. Dan. puasa tersebut dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri secara terus menerus selama enam hari.

06 Oktober 2008 pukul 13:35:00 Suasana yang sangat terasa saat ini adalah acara halal bihalal yang diselenggarakan di berbagai instansi swasta maupun pemerintah. Sampai pada akhirnya kekayaan itu wajib ''dipertemukan'' dengan Allah Azza wa Jalla. merampok. Hadis riwayat Bukhari di atas mengingatkan kita bahwa kebutuhan asal cukup dan kebutuhan asal rakus mendudukkan orang-perorang dalam kondisi ketakwaan yang saling bertentangan. Sebenarnya seberapa besar kekuatan yang kita miliki punya pengaruh terhadap rasa keadilan sosial orang-perorang. Mengapa lalu di bulan-bulan kemudian kita kadang hidup lebih mewah lagi. Seolah-olah latihan panjang selama Ramadhan tidak memberikan bekas sedikit pun. di-balancing. Mengapa kemudian kita tidak khusus.tidur sepulas-pulasnya dan makan sekenyang-kenyangnya. menjadi fitri untuk menjalani hidup ini. maka ia akan tetap tegar mampu mengendalikan dirinya tidak hanyut pada arus penghalalan segala cara tersebut. Masa-masa ibadah tak akan pernah berakhir. Kadang terasa kita begitu dimanjakan-Nya. demikian sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadis riwayat Imam Daelami dari Anas. Begitu besar perhatian Tuhan kepada diri kita. lalu untuk apa. Nabi Muhammad SAW Seperti kendaraan bermotor. sedang orang kafir makan dengan tujuh perut. Dengan demikian. Itulah karunia Allah terbesar. Sayyid Qutub menyatakan bahwa Islam membenci keadaan masyarakat yang terbagi dalam kelompok kaya dan miskin. Bisakah kekayaan kita dipertanggungjawabkan? Apakah ada kelompok masyarakat yang kita rugikan ketika kita menumpuk kekayaan. meski dengan jalan mengorbankan harga diri dan kejujuran. Ya. dalam bulan Puasa kita di-tune-up. Dr Yusuf Qardhawi dalam bukunya Khashais al 'Ammah Fi al Islam (1989:137) menyebut orang-orang tersebut dengan 'Ramadhani' (spesialis bulan Ramadhan). Di negara-negara Arab maupun di negara Islam lainnya. bisa mendorong mereka kepada tindakan-tindakan yang haram dan terlarang. orang yang mampu mengendalikan dirinya adalah orang yang memiliki sayyidul akhlak (panglimanya akhlak). Subhanallah. Juga diperhitungkan bagaimana kekayaan itu bisa didapat. dari mana. Alhamdulillah. hal itu terasa di bulan-bulan kemudian kita berada dalam keadaan stabil. Wallahu 'alam bishshawab. Namun bukan berarti tradisi halal bihalal tidak boleh. (ah) Satu Perut By Republika Contributor Sabtu. terutama pada saat mendapat kesempatan dan dengan situasi sosial yang mendukungnya. Seberapa besar keperluan yang kita butuhkan. Mengapa kita lupa gemblengan rohani dan jasmani yang baru saja kita jalani. melakukan pemberdayaan kekuatan keadilan sosial untuk menanggulangi kesenjangan sosial yang semakin tajam. Seorang yang baik juga nampak dalam ketakwaan ketika menghimpun kekayaan. Kegiatan semacam ini biasanya mulai diselenggarakan oleh kelompokkelompok masyarakat seminggu setelah Idul Fitri hingga akhir bulan Syawal. merasa benar sendiri. kita juga lupa bahwa kita sebenarnya sudah lahir kembali. Tindakan-tindakan semacam ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia dan dimusuhi Islam. ia merupakan bid'ah . jika orang sudah bisa mengendalikan dirinya. 04 Oktober 2008 pukul 14:22:00 Sesungguhnya orang mukmin itu makan dengan satu perut. (ah) Halal Bihalal By Republika Contributor Senin. Kesucian menyertai langkah kita dan tindakan-tindakan kita di kantor. Walaupun halal bihalal diambil dari bahasa Arab dan telah melembaga di kalangan masyarakat Indonesia. sehingga napas keadilan sosial yang kita hembuskan merupakan kewajiban yang utama karena kita seorang mukmin. rasanya selalu dicukupi Allah. namun tradisi ini di zaman Rasulullah SAW tidak kita temui. Pada saat ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya ataupun mendapat sebuah kedudukan. Di dalam masyarakat seperti itu terkandung rasa sakit hati dan kedengkian yang bisa mengancam keutuhan masyarakat serta merusak jiwa dan hati manusia. Hikmah kedua. misalnya. tradisi ini juga tidak memasyarakat. ucapan kita. Kita adalah wakil Tuhan di bumi. maka Insya Allah orang tersebut akan mampu mengendalikan diri sepanjang hayatnya. di-spooring. supaya lancar dalam pengembaraan kehidupan sehari-hari kita selanjutnya. menjual harga diri dan kehormatan. Sampai kemudian kita dipertemukan dengan bulan Puasa lagi. Juga tekanan hidup atas orang-orang miskin. dan perilaku kita sehari-harinya mencerminkan keagungan manusia. misalnya mencuri. Pikiran kita.

Syawal. Katanya. Peningkatan dan aktualisasi nilai-nilia di atas. Dalam ayat tadi. dapat disebut sebagai bulan aktualisasi nilai-nilai. halal bihalal mempunyai arti penting dalam ajaran agama. Jadi. yang kesemuanya berarti jalan. Tujuan akhir agama itu adalah perjumpaan dengan Tuhan itu sendiri dalam perkenan-Nya. kesabaran. misalnya. bulan yang mengiringi Ramadhan dinamai bulan Syawal. Kenyataan ini dibanggakan sendiri oleh Aisyah. Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa kelapangan rezeki dan umur itu lewat silaturahmi. untuk dosa yang berhubungan dengan kesalahan terhadap sesamanya. (ah) Bulan Aktualisasi By A. Pertama. Sikap dan semangat keberagamaan seperti itulah agaknya yang dipesan Tuhan kepada Nabi Muhammad . 07 Oktober 2008 pukul 16:34:00 Dalam kalender hijriyah. berarti naik atau meninggi (irtafa'a). Hal ini tampak dari hadis riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi bahwa Allah berjanji melalui Nabi Muhammad SAW.hasanah (inovasi yang baik). Namun. tradisi ini dibatalkan oleh datangnya Islam. Alhamdulillah. masyarakat Arab pra-Islam memiliki pandangan negatif mengenai bulan ini. ia keluar dari dosanya (diampuni dosanya) seperti pada waktu dilahirkan oleh ibunya. Bila demikian. Pada zaman dahulu. karena pada bulan ini. Adanya pertautan hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia itu selalu diselingi oleh hal-hal yang haram. menikahi Aisyah pada bulan Syawal dan memulai hidup bersama dengannya juga pada bulan Syawal. hanya untuk kesalahan (dosa) yang berhubungan dengan Allah SWT. tetapi juga bertentangan dengan hakekat agama itu sendiri yang dalam Kitab Suci disimbolkan dengan istilah-istilah seperti shirath. kedudukan dan derajat kaum muslimin meninggi di mata Tuhan setelah mereka menjalankan puasa Ramadhan sebulan lamanya. oleh berbagai kesalahan. ''Siapa di antara isteri-isteri Nabi seberuntung aku di sisinya?'' Kata Syawal berasal dari kata Syala. seperti dikutip Ibnu Mandhur dalam Lisan al-Arab. seperti kejujuran. pemberian ampunan dari Allah SWT kepada hambanya. tegas-tegas dikaitkan dengan pelaksanaan perintah memberi maaf dan berlapang dada atas kesalahan orang lain terhadap dirinya. Dengan menghadiri acara halal bihalal yang diadakan di satu tempat seseorang sudah dapat bersilaturahmi dan saling meminta maaf dengan banyak orang. boleh jadi karena dua alasan. karena secara moral kaum muslimin dituntut untuk dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan nilai-nilai yang mereka tempa selama bulan Ramadhan. Maka barangsiapa di siang harinya berpuasa dan di malam harinya mendirikan salat karena iman dan mengharapkan ridla Allah. Mereka. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?'' (An-Nur: 22). dan ini jelas sejalan dengan ajaran Islam. masyarakat muslim di Indonesia telah mentradisikan hal ini secara luas. Allah berfirman. sikap keberagamaan yang stabil dan konstan. Ini mengandung makna bahwa keberagamaan itu adalah suatu perjalanan panjang tanpa henti dan tanpa kenal lelah. ''Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. sesuai dengan makna hafiahnya. Kedua. Janji serta jaminan ampunan dari Allah SWT kepada manusia yang ikhlas melaksanakan puasa selama Ramadhan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang kemudian mengabaikannya bersamaan dengan berlalunya bulan suci itu. disiplin. Tidak semua kaum muslimin mampu mempertahankan nilai-nilai Ramadhan itu. Semangat Ramadhan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan kesetiakawanan sosial harus tetap nyata pada bulan Syawal ini dan bulanbulan berikutnya sepanjang hidup kita. seperti dijanjikan Nabi SAW dalam sekian banyak hadis. Kenyataan ini tidak saja berlawanan dengan prinsip istiqamah. Dikatakan menaik atau meninggi. terutama ketika ia semakin dekat (taqarrub) dengan Tuhannya. Penekannya adalah hubungan antara manusia dan Tuhannya serta hubungan antara manusia dan sesamanya. tradisi halal bihalal itu pada intinya adalah silaturahmi dan saling memaafkan antarsesama. Dengan begitu. Tradisi halal bihalal adalah alternatif pemecahan praktis dari kunjungan silaturahmi yang membutuhkan waktu berhari-hari. dan Aku sunnatkan kepada kamu menegakkan malamnya (ibadah malam). Nabi Muhammad SAW sendiri. syari'ah.'' Sementara itu. ''Bulan Ramadhan yaitu bulan yang diwajibkan kepada kamu berpuasa. takwa. dan minhaj. sabil. manusia harus meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. Ilyas Ismail Selasa. Dalam perjalanan itulah terdapat suatu dinamika dan kebahagiaan yang sungguh sangat sejati bagi orang yang menempuhnya. agaknya memang perlu kita ingat. menolak atau melarang melangsungkan pernikahan di dalamnya.

08 Oktober 2008 pukul 17:25:00 Jika datang pertolongan Allah dan kemenangan. Di Madinah segenap kekuatan yang membela kebenaran dan keimanan berkumpul di sekitarnya. kita sering merasa bergembira mendapat kenikmatan berupa perayaan-perayaan yang sifatnya umum. Tetapi apa yang terjadi setelah itu! Rasulullah dan sahabat-sahabatnya memasuki Mekah secara damai. yang akan dipikulnya. seperti hari-hari raya keagamaan atau nasional.SAW dan selanjutnya kepada seluruh kaum muslimin dalam ayat ini: ''Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). Kadang hanya sampai di situ. seperti yang kemudian kita baca dalam biografinya. maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari contoh kecil sejarah dunia ini? Bukanlah kebanggaan diri sebagai pribadi. bukan suatu kesempatan untuk bersukaria. Sebagai tanda syukur. Sesungguhnya. berhala-berhala dihancurkan tanpa harus ada setitik darah yang menetes. Dalam bahasa agama. Nabi SAW hijrah dari Mekah ke Madinah karena dikejar-kejar dan diganggu terus-menerus oleh kaum musyrik Quraisy. Allah memerintahkannya agar berdoa memohonkan karunia dan pengampunan untuk umatnya itu. melainkan perasaan rendah hati. kebalikannya dari harus bersikap rendah hati di hadapan Allah. (ah) Cinta Membingkai Puasa By Arsil Ibrahim Jumat. melainkan karena karunia dan rahmat Allah juga. karena sudah merasa berhasil. bahwa semua itu adalah karunia dan rahmat Allah. bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi. berkumpul dengan kerabat atau handai tolan. Atau secara pribadi kita merayakan suatu peristiwa. yang akan dihadapinya bukan kekuasaan melainkan pengabdian.'' (HR Bukhari). mengakui setiap keberhasilan yang diperolehnya dalam usahanya itu. (ah) Kenikmatan Hari Raya Keagamaan By Republika Contributor Rabu. S. 110: 1-3). dimaafkan. karena ketika itu seolah kaum Muslimin berpesta pora telah mendapat kemenangan. semua musuh betapa pun kerasnya. ia bukan bergembira ria. (Q. 94: 7-8). bukan mengutamakan kepentingan pribadi atau merasa bangga karena kemampuannya sendiri. Mungkin ia teringat pada surah pendek tadi. mengakui kelemahannya sebagai manusia dan mencari karunia-Nya. Surah tadi merupakan teguran kepada Nabi. Pada hari-hari tertentu dalam setahun. Waktu itu kita lalu berpesta ria. Seluruh kawasan negeri itu secara kolektif dan suka rela kini menyatakan setia kepadanya. . rasa syukur yang tak hentihentinya kepada Allah. dan mohon ampunlah kepada-Nya. yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya.'' kata Abdullah Yusuf Ali dalam Tafsirnya mengantarkan Surah Nasr di atas.'' (Q. Kala Umar bin Khattab ditetapkan sebagai khalifah. Segala usaha oleh orang-orang Mekah dan sekutusekutunya yang dikerahkan untuk menghancurkannya dan sahabat-sahabatnya. bukan karena kemampuannya sendiri. jika di antara mereka ada yang bergembira ria dalam menyambut kemenangan atau melakukan sesuatu yang tak seharusnya mereka lakukan. Bagi Rasulullah SAW masih ada kewajiban lain yang menunggunya. tapi merasa sedih sekali. 05 September 2008 pukul 15:18:00 ''Demi Allah. dan kau lihat manusia masuk agama Allah berbondongbondong. maka murnikanlah dalam memuji Tuhanmu dan berdoalah. berbalik menghantam kepala mereka sendiri. karena di hadapannya terbayang suatu tanggungjawab yang begitu besar. Sungguh Ia Maha Penerima tobat. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu menuju dan berharap. dalam kata dan perilaku. melainkan suatu kesadaran batin. ''Kemenangan adalah puncak kebaktian. S. Semua kemenangan datangnya karena pertolongan Allah juga.

Dan. Saat berbicara. menguap. Semuanya dijanjikan Allah dalam hitungan-hitungan yang jelas. betapa besarnya cinta kasih Allah terhadap orang yang berpuasa. Itu wajar karena saat perut sedang kosong. minum. Subhanallah. berbeda dengan amal ibadah yang lain. Bersedekah dilipatgandakan Allah pahalanya hingga 700 kali lipat. asam lambung dapat memanjat sampai ke dinding mulut.Sungguh. Bisa hidup karena diberi makan. Allah mengungkapkan apresiasi-Nya yang tinggi. Tapi. Allah sungguh cinta pada pengorbanan mereka. ''Puasa itu untuk-Ku dan biar Aku yang menganugerahkan pahalanya. Contoh. dan udara oleh Allah. atau bahkan sekadar membuka mulut langsung akan tersebar aroma yang membuat orang menutup hidungnya. Sungguh celaka jika terbetik niat lain sewaktu berpuasa. Cobalah pahami bahasa hadis tersebut. cinta itulah yang menjadikan bau mulut mereka dihargai Allah lebih wangi dari minyak kasturi. Begitu pula shalat di Masjidil Haram yang pahalanya 100 ribu lebih utama dibandingkan shalat di masjid biasa. untuk puasa.Kita ini ada di dunia karena diciptakan Allah. shalat jamaah menaikkan derajat kita di sisi Allah hingga 27 derajat. bagi Allah. Namun. minum. seseorang yang berpuasa telah mengorbankan makan. selain karena memenuhi kehendak dan perintah Allah. Getaran cinta dan kasih Allah itu dapat dirasakan pada hadis di atas.'' Bukankah ini sebuah ungkapan sentimental yang diwarnai dengan kecintaan? (ah) . Banyak sekali amal perbuatan kita ini yang pahalanya dijanjikan Allah kepada kita secara kalkulatif. dan syahwatnya hanya karena Allah. kita merasakan getaran cinta Penguasa Alam Raya dalam perintah puasa ini. Bukankah ini ungkapan cinta yang melimpah dari Allah kepada hamba-Nya yang berpuasa? Kita semua paham bahwa bau mulut orang yang berpuasa di manapun pasti sangat busuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful