P. 1
Deviasi standar

Deviasi standar

|Views: 1,757|Likes:
deviasi standart dan aplikasinya. untuk download silahkan kunjungi alamat url berikut http://bit.ly/av0JyS
deviasi standart dan aplikasinya. untuk download silahkan kunjungi alamat url berikut http://bit.ly/av0JyS

More info:

Published by: iyandri tiluk wahyono on Sep 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

1

RETURN & RESIKO SUATU ASET

MODUL O5

RETURN & RESIKO SUATU ASSET

1. Pengertian Return & Resiko Suatu Investasi
Seorang investor maupun perusahaan yang melakukan kegiatan investasi selalu dihadapkan pada resiko dan return yang terkandung dalam investasi tersebut. Return dapat diartikan sebagai hasil pengembalian investasi (pada umumnya dinyatakan dalam persentase dari investasi). Pengukuran return ini sangat penting bagi investor untuk menafsirkan seberapa baik manajer investasi melakukan investasi. Hanya menghitung return saja untuk suatu investasi tidaklah cukup. Resiko dari investasi juga perlu diperhitungkan. Return dan resiko merupakan dua hal yang tidak terpisah, karena pertimbangan suatu investasi merupakan trade-off dari kedua factor ini. Return dan resiko mempunyai hubungan yang positif, semakin besar resiko yang harus ditanggung, semakin besar return yang harus dikompensasikan. Resiko sering dihubungkan dengan penyimpangan atau deviasi dari outcome yang diterima dengan yang diekspektasi. Van Horne dan Wachowics, Jr. (1992) mendefinisikan resiko sebagai variabilitas return terhadap return yang diharapkan. Untuk menghitung resiko, metode yang banyak digunakan adalah deviasi standar yang mengukur absolute penyimpangan nilai-nilai yang sudah terjadi dengan nilai ekspektasinya.

2. Komponen Return
Return dari suatu investasi terdiri dari dua komponen yaitu : • Yield : Komponen dasar yang paling sering muncul dalam investing return yaitu dalam arus kas secara periodik yang diperoleh selama berinvestasi, baik bunga maupun dividen. Dalam berinvestasi saham, yield-nya berupa dividen. Sedangkan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

2

RETURN & RESIKO SUATU ASET

dalam berinvestasi obligasi, yield-nya adalah berupa kupon. Pengukuran yield tergantung dari arus kas dan harga, seperti harga beli atau harga beli sekarang. • Capital gain (loss) : Komponen yang kedua ini juga penting, khususnya dalam saham biasa (common stock) dan long term bonds. Komponen ini merupakan apresiasi dari harga suatu asset yang biasanya disebut capital gain (loss). Capital gain (loss) secara sederhana dapat disebut perbedaan harga atau selisih antara harga jual dan harga beli suatu instrumen investasi. Bila harga jual < harga beli, maka terjadi capital loss dan sebaliknya. Dari kedua komponen diatas, jika disatukan ke dalam bentuk total return menjadi :

Total Return = Yield + Price change

3. Sumber dan Tipe Risiko
Sumber risiko ada 8 jenis, antara lain :

Interest Risk Rate  Variabilitas dalam return sekuritas dari

perubahan tingkat suku bunga yaitu interest rate risk. Interest rate risk mempengaruhi obligasi secara langsung daripada common stock, tapi itu juga mempengaruhi keduanya dan membutuhkan pertimbangan yang sangat penting bagi para investor.

Market Risk  Variabilitas return, hasil dari fluktuasi dalam

keseluruhan pasar yaitu pasar saham agregat, itulah yang dimaksud dengan market risk. Market risk juga termasuk faktor-faktor eksogen seperti resesi, perang, perubahan struktur dalam ekonomi dan perubahan selera konsumen.

Inflation Risk  Faktor yang mempengaruhi semua sekuritas

adalah resiko daya beli atau berkurangnya kemampuan membeli investasi dalam dollar. Dengan inflasi yang tidak menentu, return yang nyata juga melibatkan / mengandung resiko walaupun return nominal cukup aman. Resiko ini berhubungan dengan interest rate risk, karena interest rate biasanya meningkat seiring peningkatan inflasi.

Business Risk  Resiko melakukan suatu bisnis dalam industri

khusus disebut business risk.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

3

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Financial Risk  Financial risk berhubungan dengan penggunaan

pembiayaan hutang oleh perusahaan. Besarnya proporsi asset oleh pembiayaan hutang dan besarnya variabilitas return adalah sama. Konsep financial leverage juga termasuk di dalam financial risk.

Liquidity Risk  Resiko yang berhubungan dengan pasar

sekunder dalam perdagangan sekuritas. Suatu investasi yang dapat dibeli atau dijual secara cepat dan tanpa harga yang signifikan biasanya bersifat liquid. Semakin tidak menentunya elemen waktu dan konsesi (kelonggaran) harga, semakin besar liquidity risk-nya.

Exchange Rate Risk  Semua investor yang berinvestasi secara

internasional pada arena investasi global sekarang ini, menghadapi prospek yang tak menentu dalam return setelah mereka mengubah keuntungan mereka ke dalam mata uang negara mereka masing-masing. Exchange Rate Risk dapat didefinisikan sebagai variabilitas return yang disebabkan oleh fluktuasi mata uang. Exchange rate risk biasanya disebut juga currency risk.

Country Risk  Country risk biasanya disebut juga political risk,

yaitu risiko yang penting untuk para investor pada zaman sekarang ini. Dengan banyaknya investor yang berinvestasi secara internasional, baik secara langsung maupun tidak langsung, stabilitas dan kelangsungan hidup ekonomi suatu negara perlu dipertimbangkan. United States mempunyai country risk yang paling rendah, dan beberapa negara lain dapat dinilai dengan menggunakan ukuran United States sebagai tolok ukurnya. Tipe Risiko • Unsystematic Risk / Micro Risk. Resiko yang bisa dihilangkan melalui diversifikasi dengan menganekaragamkan bentuk investasi. Contoh : masalah likuiditas perusahaan, kemampuan membayar dividen, efisiensi produk, dll. • Systematic Risk / Macro Risk.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

4

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Resiko yang tidak bisa dihilangkan melalui diversifikasi. Ukuran market risk adalah beta (β). Contoh : pengaruh inflasi, fluktuasi nilai tukar, economic growth, dan fluktuasi IHSG terhadap naik turunnya harga suatu asset.

4. Pengukuran Return Realisasi (Real Return)
• Total Return Sebuah pengukuran return yang benar harus memasukkan dua komponen dari return, yaitu hasil (yield) dan perubahan harga (price change). Return yang berlawanan dengan waktu atau dari sekuritas yang berbeda dapat diukur dan dibandingkan dengan menggunakan konsep total return. Total return adalah persentase yang berhubungan dengan semua penerimaan arus kas oleh seorang investor selama beberapa periode waktu yang telah ditentukan untuk harga pembelian atas asset. Total return dirumuskan sebagai berikut: TR =
CFt + ( Pe − Pb ) CFt + PC = Pb Pb

Keterangan : CFt = arus kas selama periode pengukuran t Pe = harga pada akhir periode t atau harga jual Pb = harga beli asset atau harga pada awal periode PC = perubahan harga selama periode tertentu Arus kas untuk sebuah obligasi (bond) berasal dari penerimaan pembayaran bunga, dan untuk sebuah saham berasal dari penerimaan dividen. Untuk beberapa asset, seperti sebuah surat kuasa atau sebuah saham yang tidak membayar dividen, hanya sebuah perubahan harga. Konsep total return bernilai sebagai sebuah pengukuran return karena : Semua terhitung. Mengukur total return dari setiap original investment. Memudahkan perbandingan return dari asset melalui periode yang

telah ditetapkan, apakah perbandingan tersebut dari asset yang berbeda, seperti saham versus obligasi, atau dari sekuritas yang berbeda dengan tipe yang sama, seperti beberapa common stock. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

5

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Contoh soal 1: Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp120,-. Harga saham bulan kemarin adalah sebesar Rp1010,- dan bulan ini adalah sebesar Rp1100,-. Return total bulan ini sebesar :
Rp120 12 = 9.9%

Return =

Rp1100 − Rp1010 + Rp1010

Contoh soal 2 : Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp120-. Harga saham minggu kemarin adalah sebesar Rp1050,- dan minggu ini adalah sebesar Rp1100,-. Return total minggu ini adalah sebesar :
Rp120 52 = 4.98 %

Return =

Rp1100 − Rp1050 + Rp1050

Relative Return

Relative return terkadang diperlukan untuk mengukur return dari sedikit perbedaan dasar daripada total return. Relative return menyeleseaikan masalah ketika return negatif karena relative return selalu positif. Relative return menambahkan 1.0 untuk total return, dan meskipun relative return mungkin lebih kecil dari1.0, relative return akan lebih besar dari nol, dengan mengeliminasi angka-angka yang negative. Relative return dirumuskan sebagai berikut : RR =
CFt + Pe = 1 + TR Pb

Contoh soal : Tabel berikut menunjukkn nilai dari relative return untuk saham PT.’A’

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

6

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Periode Harga Saham Dividen Return Relatip Return (Pt) (1) 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 (2) 1750 1755 1790 1810 2010 1905 1920 1935 (Dt (3) 100 100 100 150 150 200 200 200 (Rt) (4) 0.060 0.077 0.095 0.193 0.047 0.113 0.112 (RRt) (5) = (4) + 1 1.060 1.077 1.095 1.193 1.047 1.113 1.112

Untuk tahun 1990, relative return di Tabel dapat dihitung sebagai berikut : RR1990 = R1990 + 1 = 1.060 Atau dengan menggunakan rumus : RR1990 = (P1990 + D1990) / P1989 (1755 + 100) /1750 1.060 • Cumulative Wealth Index

Pengukuran return seperti pengukuran total return berubah dalam tingkat kekayaan. Meskipun begitu, cumulative wealth index lebih dikehendaki untuk mengukur tingkat kekayaan (atau harga) daripada perubahan kekayaannya. Dengan kata lain, kita mengukur pengaruh cumulative dari return sepanjang waktu dengan memberikan beberapa jumlah awal yang ditetapkan, yaitu 1. Cumulative wealth index dirumuskan sebagai berikut: CWIn = WIo(1 + TR1)(1 + TR2) … (1 + TRn) Keterangan :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

7

RETURN & RESIKO SUATU ASET

CWIn = cumulative wealth index pada akhir periode n / indeks kemakmuran kumulatif, mulai dari periode pertama sampai ke n WIo TRn = index value awal , yaitu 1 / kekayaan awal = periodik total return dalam bentuk decimal / return periode ke-t, mulai dari awal periode (t = 1) sampai ke akhir periode (t = n) Cumulative wealth index dapat digunakan untuk menghitung rate of return untuk periode yang telah ditetapkan, dirumuskan sebagai berikut :
CW In −1 CW (n −1) I

TRn = Keterangan : TRn CWI

= Total Return untuk periode n = Cumulative Wealth Index

Contoh soal 1 : Indeks kemakmuran kumulatif untuk saham PT ‘A’ mulai dari tahun 1989 sampai dengan tahun 1996 tampak di tabel berikut ini : Periode Return (Rt) Indeks Kemakmurab Kumulatif (IKK) 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 0.060 0.077 0.095 0.193 0.047 0.113 0.112 1.000 1.060 1.142 1.250 1.492 1.562 1.738 1.933

Indeks kemakmuran kumulatif ini menunjukkan kemakmuran akhir yang diperoleh dalam suatu periode tertentu. Misalnya dengan membeli saham ‘A’ di akhir tahun 1989, maka pada akhir tahun 1991, kemakmuran akan menjadi sebesar 114.20% dari kemakmuran semula. Jika saham ini dipertahankan lagi, maka pada akhir tahun berikutnya akan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

8

RETURN & RESIKO SUATU ASET

menjadi sebesar 125.00% dari nilai semula di akhir tahun 1990 dengan perhitungan sebagai berikut : CWI1992 = 1 ( 1 + 0.060) (1 + 0.077) (1 + 0.095) = 1.250 atau 125.00 % CWI atau indeks kemakmuran kumulatif dapat juga dihitung berdasarkan perkalian nilainilai komponennya sebagai berikut : CWI = PHK x YK Dengan : CWI PHK YK = Indeks kemakmuran kumulatif = Perubahan harga kumulatif = Yield kumulatif

Contoh Soal 2 : Tabel berikut menunjukkan contoh hasil perhitungan indeks kumulatif yang dihitung dari perkalian perubahan harga kumulatif dengan yield kumulatif Periode Capital (1) 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 (2) 0.0029 0.0199 0.0112 0.1105 -0.0522 0.0079 0.0078 Dividen Perubahan (3) 0.0571 0.0570 0.0838 0.0829 0.0995 0.1050 0.1042 (4) 1.003 1.023 1.034 1.148 1.088 1.097 1.105 Yield (5) 1.057 1.117 1.211 1.311 1.442 1.593 1.759 Indeks Kemakmuran (6) = (4) x (5) 1.060 1.142 1.250 1.505 1.569 1.747 1.943

Gain (Loss) Yield

Harga kumulatif Kumulatif Kumulatif

Sebagai ilustrasi perhitungan, perubahan harga kumulatif (PHK), Yield Kumulatif (YK) dan Indeks Kemakmuran Kumulatif (CWI) untuk tahun 1991 dapat dihitung sebagai berikut : PHK1990 = (1 + Capital Gain1990)(1+ Capital Gain 1991) Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

9

RETURN & RESIKO SUATU ASET

= (1 + 0.0029)(1 + 0.0199) = 1.023 YK1991 CWI1991 = (1 + Yield1990)(1 + Yield 1991) = (1+ 0.0571) (1+ 1.570) = 1.117 = (PHK1991)(YK1991) = 1.023 x 1.117 = 1.142 Bila hasil ini dibandingkan dengan perhitungan pada tabel contoh soal 1 maka akan menunjukkan hasil yang hampir sama. Perbedaan nilai yang ada disebabkan oleh pembulatan dalam perhitungan. Indeks berbeda dengan rata-rata, Indeks menggunakan tahun dasar di dalam perhitungannya, sedangkan rata-rata tidak menggunakannya. Dengan menggunakaan tahun dasar, indeks menunjukkan kinerja dari saham yang diwakilinya dari waktu ke waktu relatif terhadap periode waktu dasaranya, sedang rata-rata hanya menunjukkan kinerja pada suatu waktu tertentu, tidak dibandingkan relative dengan kinerja di waktu yang berbeda. Sebagai contoh adalah CWI pada contoh soal 2 untuk tahun 1996 adalah sebesar 1.943. tahun dasar indeks ini adalah tahun 1989 dengan nilai dasar 1. hasil ini menunjukkan bahwa selama 7 tahun yaitu dari tahun 1989 sampai dengan 1996, nilai dari saham perusahaan ‘A’ telah meningkat sebesar 94.3%. 5. Return Rata-rata : Arithmetic and Geometric Mean • Arithmetic Mean Statistik yang paling dikenal baik oleh kebanyakan orang adalah arithmetic mean. Oleh karena itu, ketika seseorang menunjuk ke mean return mereka biasanya menunjuk ke arithmetic mean. Arithmetic mean biasanya ditetapkan dengan simbol X-bar, dengan rumus:

Χ=

∑X
n

Geometric Mean

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

10

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Geometric mean return mengukur susunan tarif dari pertumbuhan (rate of growth) sepanjang waktu. Geometric mean terkadang digunakan dalam investasi dan keuangan untuk menggambarkan tarif pertumbuhan yang tetap dari dana investasi sepanjang beberapa periode yang lampau. Geometric mean ditentukan sebagai akar yang paling akhir dari produk yang dihasilkan dari perkembangan relative return. Geometric mean dirumuskan sebagai berikut: G = [(1 + TR1)(1 + TR2) … (1 + TRn)] Arithmetic Mean Versus Geometric Mean Kapan seharusnya kita menggunakan arithmetic mean dan kapan seharusnya kita menggunakan geometric mean untuk menerangkan return dari financial asset ? Jawabannya tergantung dari pandangan objektif investor, yaitu:  Arithmetic mean adalah sebuah pengukuran yang baik atas rata-rata (pada khususnya) yang ditunjukkan dalam satu periode. Arithmetic mean adalah perkiraan terbaik dari pengembalian yang diharapkan (expected return) untuk periode berikutnya  Geometric mean adalah sebuah pengukuran yang baik atas perubahan kekayaan sepanjang waktu (multiple period). Geometric mean mengukur hasil susunan rate of return dimana uang bertambah melewati periode yang telah ditetapkan. Contoh soal 1 : Harga dari suatu saham pada periode ke-0 (periode awal) adalah Rp500,-. Pada periode selanjutnya (periode ke-1), harga saham ini meningkat menjadi Rp600,- dan turun di periode ke-2 menjadi Rp550,-. Return untuk masing-masing periode adalah sebagai berikut : R1 R2 =(Rp660 – Rp500)/Rp500 =0.20 atau 20% =(Rp550 – Rp600)/Rp600 = - 0.083 atau - 8.33% Rata-rata Return yang dihitung berdasarkan dengan metode aritmatika adalah sebesar : Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI - 1

11

RETURN & RESIKO SUATU ASET

RA =

(0.2 − 0.833 ) = 0.05833 %atau 5.833 % 2

Jika dihitung dengan metode rata-rata geometric adalah sebesar RG = [(1 +0.2)(1 - 0.083)]1/2 – 1 = 0.04883 atau 4.883% Jika dihitung dengan metode rata-rata aritmatika pertumbuhan harga saham ini adalah sebesar 5.8335. Jika return ini benar dan harga bertumbuh dengan tingkat 5.833% maka untuk periode ke 2, harga saham ini seharusnya menjadi Rp560.03 (Rp500 x 1.05833 x 1.05833). Padahal harga saham ini di akhir periode ke-2 adalah sebsar Rp550,-. Dengan demikian return yang dihitung dengan metode rata-rata aritmatik ini kurang tepat. Jika dihitung dengan metode rata-rata geometrik, pertumbuhan harga saham ini adalah 4.883%. Dengan menggunakan tingkat pertumbuhan ini harga saham di akhir periode ke2 seharusnya Rp550,- (Rp500 x 1.04883 x 1.04833) sesuai dengan nilai yang sebenarnya. Jadi metode rata-rata geometrik lebih tepat digunakan untuk situasi yang melibatkan pertumbuhan, sedang metode pertumbuhan. Rata-rata geometric juga banyak digunakanuntuk menghitung CWI. Jika rata-rata geometric diketahui, CWI untuk suatu periode tertentu dapat dihitung dengan rumus : CWIt = (1 + RG)n bv Dengan : CWI T N Bv = indeks kemakmuran kumulatif = periode ke-t = lama periode dari periode dasar ke periode ke-t = nilai dasar rata-rata aritmatika lebih tepat digunakan untuk menghitung rata-rata untuk satu periode yang sama dari banyak return tanpa melibatkan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

12

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Contoh soal : Periode Capital Gain (Loss) Dividen Yield Perubahan Yield Indeks Kemakmuran Kumulatif

Harga kumulatif Kumulatif

(1) (2) (3) (4) (5) (6) = (4) x (5) 1990 0.0029 0.0571 1.003 1.057 1.060 1991 0.0199 0.0570 1.023 1.117 1.142 1992 0.0112 0.0838 1.034 1.211 1.250 1993 0.1105 0.0829 1.148 1.311 1.505 1994 -0.0522 0.0995 1.088 1.442 1.569 1995 0.0079 0.1050 1.097 1.593 1.747 1996 0.0078 0.1042 1.105 1.759 1.943 Rata-rata geometric untuk return dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1996 adalah sebesar : RG = [(1+0.060)(1+0.077)(1+0.095)(1+0.13)(1+0.047)(1+0.113)(1+0.112)1/7 -1 = 0.0987 CWI untuk tahun 1996 dapat dihitung sebesar : CWI1996 = (1+0.0987)7 x 1 =1.933136 Hubungan antara return rata-rata aritmatika dan rata-rata geometric adalah sebagai berikut : (1 + RG)2

(1 + RA)2 –(SD)2

Contoh soal : Rata-rata aritmatik untuk return dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1996 adalah

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

13

RETURN & RESIKO SUATU ASET

RA =

(0.060 + 0.077 + 0.095 + 0.193 + 0.047 + 0.113 + 0.112 ) = 0.09957 7

Dari hubungan rata-rata aritmatika dan rata-rata geometric, deviasi standar dapat dihitung sebesar : (1+0.0987)2 1.20714 SD2 SD

≈ ≈ ≈ ≈

(1+0.09957)2 –(SD)2 1.2005 – SD2 (1.20905 – 1.20714) 0.04375

6. Return yang disesuaikan (Adjusted Return) • Pengaruh perubahan inflasi Semua return yang telah dibahas diatas adalah nominal returns, atau money returns, yaitu mengukur jumlah satuan mata uang atau perubahan jumlahnya tetapi tidak menyebutkan tentang kekuatan pembelian dari satuan mata uang tersebut. Untuk menangkap dimensi tersebut, kita perlu mempertimbangkan real return, atau inflation adjusted returns. Cara menghitung inflation – adjusted returns dirumuskan sebagai berikut: TR(ia) = Keterangan : TR(ia) = the inflation – adjusted total return IF = tarif inflasi Persamaan tersebut digunakan untuk masing-masing tahun dan rata-rata dari total return.
1 + TR −1 1 − IF

Contoh soal 1 : Return sebesar 17% yang diterima setahun dari sebuah surat berharga jika disesuaikan dengan tingkat inflasi sebesar 5 % untuk tahun yang sama, akan memberikan return riel sebesar : Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

14

RETURN & RESIKO SUATU ASET

TR(ia) = [(1+0.17)/(1+0.05)]-1 = 0.11429 atau 11.429%. Diversifikasi internasional sekarang semakin dibicarakan, karena diversifikasi seperti ini dapat menurunkan tingkat resiko yang sudah tidak dapat diturunkan lagi akibat diversifikasi domestic. Jika investasi dilakukan di luar negeri, pengembalian yang diperoleh perlu disesuaikan dengan kurs mata uang yang berlaku sebagai berikut :
  Nilaiakhir matauangdo mestik  −1 Nilaiawala matauangdo mestik  

RKA = RR • Dengan : RKA RR

= Return yang disesuaikan dengan kurs mata uang asing = Relatif Return

Contoh soal 2 : Investor Indonesia yang membeli saham perusahaan Amerika pada awal tahun1997 mendapatkan return tahunan sebesar 15%. Pada saat membeli saham ini, harga kurs beli us$ adalah sebesar Rp2000,- dan pada akhir tahun, kurs jual adalah sebesar Rp2100,- per US$. Return bersih yang diperoleh setelah disesuaikan dengan kurs adalah sebesar : RKA = [ 1.15 x (rp2100 / Rp2000)] -1 = 0.2075 atau 20.75% 7. Pengukuran Expected Return

Tingkat pengembalian yang diharapkan adalah tingkat pengembalian yang diharapkan akan direalisasi dari investasi; rata-rata tertimbang dari distribusi probabilitas atas hasil yang mungkin. Jika mengalikan setiap hasil yang mungkin dengan probabilitas terjadinya dan kemudian menjumlahkan hasil perkalian tersebut, sebagaimana terlihat pada Tabel 5-2, maka mempunyai rata-rata tertimbang hasil. Bobot adalah probabilitas, dan rata-rata tertimbang adalah tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return ) atau yang disebut “k-bertopi”. Tingkat pengembalian yang diharapkan untuk Martin Produk Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

15

RETURN & RESIKO SUATU ASET

dan U.S. Electric yang diperlihatkan dalam Tabel 5-2 adalah 15%. Jenis tabel ini disebut matriks poyoff.

Tabel 5-2 Perhitungan tingkat pengembalian yang diharapkan MARTIN PRODUCTS U.S ELECTRIC ________ PERMINTAAN PROBABILITAS TINGKAT PRODUK TERJADINYA PENGEMBALIAN PERUSAHAAN PERMINTAAN INI JIKA PERMINTAAN PRODUK INI TERJADI (1 ) (5) Kuat 6% Normal 6 Lemah 3 k= 15% Perhitungan tingkat pengembalian yang diharapkan dapat juga dinyatakan sebagai persamaan yang sama dengan tabel matriks poyoff : Tingkat pengembalian yang diharapkan = P1ki + P2k2 +…..+ Pnkn
n

TINGKAT PENGEMBALIAN JIKA PERMINTAAN INI TERJADI PRODUK (2) x (3) =(4) 30% 6 (21) k=15% 20% 15 10

(2) x (5) (2) =(6) 0,3 0,4 0,3 1,0

(3) 100% 15 (70)

∑PiKi
= i =1

Di sini ki , adalah hasil yang mungkin ke i, Pi adalah probabilitas hasil ke i , dan n adalah jumlah hasil yang mungkin. Jadi, k adalah rata-rata tertimbang dari hasil yang mungkin (nilai ki), dengan masing-masing bobot hasil menjadi probabilitas terjadinya. Dengan menggunakan data untuk Martin Product, kita memperoleh tingkat pengembalian yang diharapkan sebagai berikut : Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

16

RETURN & RESIKO SUATU ASET

k = P1(k1) + P2(k2) + P3(k3) = 0,3(100%) + 0,4(15%) + 0,3(-70%) = 15% Tingkat pengembalian yang diharapkan U.S. Electric adalah juga sebesar 15% : k = 0,3(20%) + 0,4(15%) + 13(10%) = 15% 8. Pengukuran Risiko dengan Standar Deviasi

Deviasi standar adalah pengukuran statistik dari variabilitas sekumpulan observasi. Agar menjadi sangat bermanfaat, setiap ukuran risiko harus mempunyai nilai definitive—kita perlu ukuran yang ketat atas distribusi probabilitas. Salah satu ukuran seperti itu adalah deviasi standar, yang dinyatakan dengan sigma, semakin kecil deviasi stndar, semakin ketat distribusi probabilitas, dan sesuai dengan itu, semakin rendah risiko saham .Untuk menghitung deviasi standar dapat dilakukan dengan 2 cara : 1) Risiko dari expected return (data probabilitas)  Perhitungan tingkat Expected Return (E(R)

Formula = E(R) =

∑[Pr obxKi ]
T =1

n

 Formula =

Perhitungan Varian (Var)

∑[ki − E ( R)]
T =1

n

2

x Pr ob

Perhitungan Standart Deviasi

Formula = √ Varian Formula =

∑[ Ki − E ( R)
T =!

n

2

x Pr ob

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

17

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Perhitungan Koefisien Variasi

Formula = Standar Deviasi / E(R) Semakin tinggi nilai koefisien variasi berarti resikonya juga semakin besar. Begitu juga sebaliknya. Contoh soal : Tuan X menghadapi 2 macam investasi antara membeli saham A dan saham B dengan probabilitas masing-masing adalah Kondisi Demand Kuat Normal Lemah berinvestasi ? Berdasarkan data tersebut maka Tuan X harus menghitung terlebih dahulu berapa Expected Return, Varian dan standart Deviasi baik saham A dan saham B : o Perhitungan Expected Return Formula = E(R) = Probabilitas [Prob] 30 % 40% 30% ReturnA [kA] 100% 15% [70%] ReturnB [kB] 20% 15% 10%

Berdasarkan data diatas sebaiknya Tuan X memilih saham A atau B sebagai kesempatan

∑[Pr obxKi ]
T =1

n

E(R) A = [30% x 100%]+[40% x 15%]+[30% x(70%)] = 15% E(R) B = [30% x 20%]+[40% x 15%]+[30% x 10%] = 15% o Perhitungan Varian Formula =

∑[ki − E ( R)]
T =1

n

2

x Pr ob

Varian A ={[100%-15%]²x30%}+{[15%-15%]²x40%]+{[(70%)-15%]²x30%} = 0,4335 Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

18

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Varian B = {[20%-15%]²x30%}+{[15%-15%]²x40%}+ {[10%-15%]²x30%}= 0,0015 o Perhitungan Standart Deviasi Formula = √ Varian Standart Devisi A = √0,4335 = 65,84% Standart Devisi B = √0,0015 = 3,38% Simpulan : Saham A : o E(R) A = 15% o Standar Deviasi A = 65,84% Saham B : o E(R) B = 15% o Standar Deviasi B = 3,38% Berdasarkan hasil diatas maka sebaiknya memilih saham B, karena dengan return 15% sama dengan return saham A, tetapi memiliki tingkat resiko yang rendah yaitu hanya 3,38% 2) Risiko dari return realisasi (data time series)  Perhitungan Expected Return
n

Formula = E(R) = ∑[ Ki ] / n
T =1

Perhitungan Varian

Formula = varian =

{K − Ei (R)2}/ n − 1 ∑
T= 1

n

Perhitungan Standar Deviasi = √Varian

Standart deviasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

19

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Formula =

∑{Ki − E ( R)
T =1

n

2

} / n −1

Contoh soal : Terdapat kesempatan investasi pada dua kesempatan pada proyek A dan B selama tahun 2004-2008, yaitu : Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 forecast return A 8% 10% 12% 14% 16% forecast return B 16% 14% 12% 10% 8%

Berdasarkan data diatas berapa Expected return A dan B serta berapa varian & standar deviasi A dan B selama 2004-2008 ?

o Expected return Formula = E(R) = ∑[ Ki ] / n
T =1 n

E(R) A = [8%+10%+12%+14%+16%] / 5 = 12% E(R) B = [16%+14%+12%+10%+6%] / 5 = 12% o Varian

Formula = varian =

{K − Ei (R)2}/ n − 1 ∑
T= 1

n

Varian A = {[8%-12%]2 + [10%-12%]2 + [12%-12%]2 + [14%-12%]2 + [16%- 12%]2 + [16%-12%]2} / 4 = 10%

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

20

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Varian B = {[16%-12%]2 + [14%-12%]2 + [10%-12%]2 + [14%-12%]2 + [16%- 12%]2} / 4 = 10% o Standart deviasi Standart deviasi A = √10% =3,16% Standart deviasi B =√10% = 3,16% Simpulan : Selama lima tahun berinvestasi ternyata menghasilkan expected return A dan B sebesar 10% dengan tingkat resiko 3,16%. Karena sama maka investor boleh memilih kesempatan investasi A atau B. 9. Hubungan antara Return dan Resiko

Return ekspektasi dan resiko mempunyai hubungan yang positif. Semakin besar resiko suatu sekuritas, semakin besar return yang diharapkan. Sebaliknya juga benar, yaitu semakin kecil return yang diharapkan, semakin kecil resiko yang harus ditanggung. Hubungan positif ini hanya berlaku untuk return ekspetasi atau exante return (before the fact), yaitu untuk return yang belum tejadi. Untuk return realisasi (yang sudah terjadi), hubungan positif ini dapat tidak terjadi. Untuk pasar yang tidak rasional, kadang kala return realisasi yang tinggi tidak mesti mempunyai resiko yang tinggi pula. Bahkan keadaan sebaliknya dapat terjadi, yaitu return realisasi yang tinggi hanya mempunyai resiko yang kecil. Hubungan antara resiko dan pengembalian harus dijabarkan : untuk tingkat tertentu sebagaimana diukur dengan beta, berapakah tingkat pengembalian yang diinginkan para investor untuk mengkompensasi resiko tersebut ? Premi resiko pasar (market risk premium) adalah pengembalian tambahan terhadap suku bunga bebas resiko yang diperlukan untuk mengkompensasi investor dalam menghadapi jumlah resiko rata-rata. Premi resiko pasar (market risk premium), menunjukkan premi yang diminta investor untuk menghadapi resiko saham rata-rata, dan hal itu tergantung pada tingkat penolakan resiko para investor. Diasumsikan bahwa pada saat ini, hasil obligasi Treasury k RF = 6% Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

21

RETURN & RESIKO SUATU ASET

dan rata-rata saham mempunyai pengembalian yang diperlukan kM = 11%. Oleh karena itu premi resiko pasar adalah 5% : RPM = kM-kRF = 11% - 6% = 5% Jika satu saham memiliki resiko dua kali lipat daripada lainnya, maka premi resikonya akan menjadi dua kali lebih tinggi, sementara jika resiko hanya setengahnya, maka premi resiko juga akan menjadi setengah lebih kecil. Lebih lanjut, kita dapat mengukur resiko relative saham dengan koefisien beta. Jika kita mengetahui premi resiko pasar, RPM, dan resiko saham yang diukur oleh koefisien betanya, βi, kita dapat menemukan premi risiko saham sebagai hasil kali (RPM)βi. Sebagai contoh, jika βi= 0,5 dan RPM = 5%, maka RPi adalah 2,5% : Premi resiko untuk saham i = RPi = (RPM)βi = (5%)(0,5) = 2,5% Pengembalian yang diperlukan untuk setiap investasi dapat dinyatakan dalam rumus sebagai : Pengembalian yang diperlukan = Pengembalian bebas risiko + Premi risiko.

Disini pengembalian resiko bebas mencakup premi untuk inflasi yang diharapkan, dan kita mengasumsikan bahwa aktiva mempunyai jatuh tempo dan likuiditas yang sama. Menurut kondisi ini, pengembalian yang diperlukan atas saham i dapat ditulis sebagai berikut : Persamaan SML : ki = kRF + (kM –kRF)βi = kRF + (RPM)βi = 6% + = 6% + = 8,5% Persamaan di atas ini disebut Security Market Line (SML). (11% - 6%)(0,5) 5%

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

22

RETURN & RESIKO SUATU ASET

Jika beberapa saham lainnya seperti j adalah lebih berisiko dibandingkan saham i dan mempunyai βj = 2,0 ,maka tingkat pengembalian yang diperlukan adalah 16% : kj = 6% + 5%(2,0) = 16% Saham rata-rata dengan β = 1,0 akan mempunyai pengembalian yang diperlukan sebesar 11%, yang sama dengan pengembalian pasar : kA = 6% + (5%)1,0 = 11% = kM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Agus Zainul Arifin MANAJEMEN INVESTASI

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->