PANDUAN UMUM PENULISAN NASKAH UNTUK JURNAL MUDRA A.

Ruang Lingkup Perguruan tinggi seperti Institut Seni Indonesia Denpasar memiliki peran sentral dalam pengembangan dan penyebarluasan ilmu. Pengembangan dilakukan melalui kegiatan penelitilian (dalam arti luas) dan penciptaan, sedangkan penyebaran dilakukan melalui publikasi berkala ilmiah (jurnal seni budaya MUDRA). Dengan demikian publikasi jurnal ini memuat aspek-aspek pengetahuan baru, pengamatan empirik, dan pengembangan gagasan atau usulan baru yang diakumulasikan melalui hasil penelitian. Karena itu, selain karya-karya ilmiah pengkajian, juga memuat naskah penciptaan seni, naskah telaah (review) buku baru dan obituari—uraian tentang seorang seniman dan budayawan yang dianggap berjasa. Jurnal MUDRA, yang telah terakriditasi ini akan terus memompa kiprahnya, baik bagi pembobotan internal dan kontribusi idealnya sebagai penyebarluasan ilmu khususnya dalam lingkup disiplin seni budaya. Untuk itu UPT. Penerbitan sebagai pengelola jurnal tidak bosan-bosan menata diri disegala aspek yang menyangkut pengelolaan manajemen maupun peningkatan substansi naskah-naskah ilmiah yang disajikan. Dalam menjaga kemantapan atau bahkan peningkatan mutu jurnal MUDRA, fungsi penyunting dan mitra bestrari harus dijalankan secara ketat. Begitu suatu jurnal ilmiah terbit, secara tidak langsung telah tercipta saringan terhadap tulisan yang akan dimasukkan. Dari nomor perdana dan nomor seterusnya jurnal MUDRA sudah dapat terbaca ruang lingkup bidang keilmuan, kedalaman spesialisasi, macam bahasa, sebaran dan cakupan geografi, keteknisan, serta corak pembaca yang menjadi sasarannya yakni seni budaya. Petunjuk untuk Penulis merupakan saringan kedua, sebab hanya tulisan yang sesuai dengan petunjuk tadi yang akan diterima untuk diterbitkan. Saringan ketiga dilakukan secara aktif oleh mitra bestari dengan menelaah nilai dan kadar ilmiah tulisan dan mengevaluasi makna sumbangannya untuk memajukan seni budaya. Hanya tulisan ilmiah yang lolos semua bentuk saringan ini yang diproses lebih lanjut untuk diterbitkan dalam jurnal MUDRA. Untuk mencapai semua sasaran persyaratan yang dibakukan itu, menjadi hak para penyunting untuk memperbaiki, merevisi, mengatur kembali isi, dan menyelaraskan atau terkadang mengubah gaya karya ilmiah yang diajukan seseorang untuk diterbitkan dalam jurnal yang diasuhnya. Selanjutnya menjadi kewajiban pula bagi Penulis untuk mengindahkan semua rekomendasi dari penyunting maupun mitra bestari agar naskahnya bisa diterbitkan. Setiap naskah yang disumbangkan pada jurnal MUDRA kami harapkan (wajib) menyesuaikan dengan gaya selingkung yang tertera dalam petunjuk penulisan jurnal MUDRA Jurnal MUDRA mengeluarkan petunjuk penyunting kepada penyumbang naskah. Petunjuk itu mutlak harus diikuti kalau tulisan seseorang ingin dimuat di dalamnya. Oleh karena itu, sebelum mulai menulis pelajarilah terlebih dulu pola penyajian, susunan, kebiasaan (gaya selingkung MUDRA). Susunlah naskah sesuai dengan gaya terbitan

Usahakan agar sekali dibaca judul tadi dapat langsung ditangkap maknanya dengan tidak perlu membaca dua kali. Kalau tidak terhindarkan pemakaian jumlah kata lebih banyak. harus dipatuhi secara mutlak. Jadi yang dimasukkan hanyalah nama (-nama) orang yang berhak mendapat kredit kepengarangan tulisan tersebut. cantumkanlah hanya nama (-nama) orang yang secara nyata dan langsung terlibat dalam perencanaan. analisis. Karena kedudukan judul yang sangat penting itu penyusunannya harus dipikirkan betul-betul. ataupun tidak kepada siapa-siapa (anonim). . Setiap orang yang tercantum sebagai pengarang memiliki kewajiban moral untuk bisa menjawab segala sesuatu dan keseluruhan isi yang tertuang dalam naskah. Untuk itu. Untuk unsur pertama. 2. kata kunci yang khas. atau dkk. yaitu (-nama) pengarang dan nama (-nama) lembaga tempat kegiatan penelitian dilakukan.terakhir MUDRA dan jangan perberat tugas penyunting dengan keharusan melakukan perbaikan yang tidak perlu. Oleh karena itu. Pemakaian kata kerja pada awal judul tidak lazim dilakukan dalam tulisan ilmiah.. kecuali jika diyakini bahwa bentuk tersebut pasti dikenal baik oleh khalayak pembaca berkala bersangkutan. tidak memikat dan bisu. Begitu pula tidak dibenarkan untuk menyebutkan hanya seorang pengarang disertai penunjuk et al. Oleh karena itu dalam menyusun judul harus dipilih kata dan istilah yang padat makna. Baris Kepemilikan Baris kepemilikan umumnya terdiri atas dua unsur. 1. cs. dan sejauh-jauhnya mampu mencirikan keseluruhan isi naskah. B. pisahkanlah sebagian menjadi anak judul untuk memudahkan pemahamannya secara cepat. terlalu umum. Perlu pula diketahui bahwa baris kepemilikan dapat pula diberikan kepada suatu badan. Oleh karena itu judul harus mampu menarik perhatian pembaca yang melihatnya secara sepintas. kata dan istilah bermakna yang tersaring harus berjumlah banyak sehingga naskah itu akan terpilih untuk dibaca dan ditelaah lebih lanjut. lengkap dengan alamat yang dapat dicapai pos untuk keperluan surat-menyurat. Anatomi Naskah Untuk MUDRA Judul Judul merupakan satu-satunya bagian tulisan yang dibaca paling awal. Gunakanlah lembar reservoar yang mencantumkan kata-kata kunci pokok yang mungkin bermanfaat dalam menyusun judul itu. patokan bahwa judul tidak boleh lebih dari 10 patah kata atau paling banyak terdiri atas 90 ketukan mesin ketik. kurang informatif. Dalam pemayaran yang menggunakan komputer. sintesis. pencantuman nama orang (seringkali pimpinan lembaga atau projek) yang tidak langsung terlibat dalam penelitian tidak memenuhi norma dan kode etik ilmiah yang berlaku. Usahakan agar berdasarkan pikatan judul. Syukursyukur orang dapat menerawang keseluruhan kandungan tulisan dari pembacaan judul tersebut. dan penulisan hasil penelitian yang dilaporkan. pelaksanaan. orang yang tengah mencari informasi dengan memayar (scanning) terbitan baru atau menelusur bahan pustaka akan berkeinginan untuk terus mengejar guna menelaah keseluruhan isi naskah. Judul juga hendaklah tidak mengandung singkatan atau akronim. Hindari membuat judul yang tidak jelas.

pertanyakan kepada diri sendiri kata-kata apa yang akan dipakai kalau akan mencari informasi mengenai topik-topik penting dari karangan yang sedang dipersiapkan tersebut. dan gelar akademis. Tabel dan grafik tidak boleh dicantumkan dalam abstrak. Kalau diperlukan untuk melancarkan korespondensi serta alamat tempat meminta cetak lepas. begitu pula singkatan yang tidak cepat dikenal. cantumkanlah alamat lembaga sekarang dalam kurung atau pada catatan kaki. Begitu pula. atau dari tesaurus disiplin ilmunya (seni budaya). jangan berikan kredit kepada lembaga baru untuk penelitian yang dikerjakan di lembaga sebelumnya. tujuan dan prospek . Pendahuluan Antarkan pembaca secara langsung kepada inti pokok tulisan dengan membuat pernyataan masalah yang dihadapi secara jelas. Kata Kunci Sederetan kata kunci (key-words) dipakai untuk memayar isi naskah dengan komputer guna keperluan sistem pencarian informasi secara cepat. Dalam memilih kata kunci.Penyebutan nama dan alamat lembaga (-lembaga) dalam baris kepemilikan menandakan penelitian termaksud dilakukan di lembaga tersebut. kedudukan. atau gelar penulisnya. 4. kalau tersedia pungut dari lembar reservoar. Deretan kata ini diletakkan sesudah abstrak dan terdiri atas sekitar 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) kata atau tidak melebihi satu baris panjangnya. pakailah hanya satu bentuk cara penulisan dan pengejaan untuk menghindari kesimpangsiuran penyusunan indeks dan bibliografi. pilihlah kata-kata tersebut dengan cermat. Penulisannya hendaklah dilakukan sedemikian rupa sehingga abstrak itu dapat langsung dipahami tanpa membaca keseluruhan naskahnya. Khusus untuk nama pengarang. kedudukan. bahan dan metode yang dipakai. Kalau pengarang pindah lembaga waktu naskah diterbitkan. ataupun pengacuan pada pustaka. komprehensif dan jelas menerangkan keseluruhan isi tulisan. pencantuman nama pengarang dan alamat lembaga tempatnya bekerja harus jelas. Untuk itu dengan tidak mengulang kata-kata yang dipakai judul berikanlah masalah pokok dan alasan dilakukannya penelitian serta sasaran utama yang ingin dicapai. Kata kunci dapat berasal dari judul. Bagian terakhir nama janganlah disingkat sebab pengindeksan nama pengarang dilakukan dengan mengambil bagian terakhir nama sebagai lema. dan bukan oleh pekerjaan. Abstrak disajikan dalam satu paragraf dengan menggunakan tidak lebih dari 200 kata. bersumber pada abstrak atau dari tubuh teks. 3. Hal itu disebabkan tulisan ilmiah ditakar berdasarkan keorisinalan kadar sumbangan keilmuannya. Untuk itu. dan tidak meragukan. Nama pengarang dan lembaga hendaklah ditulis secara mantap sesuai dengan kebiasaan yang resmi. Abstrak Abstrak merupakan kependekan yang secara lengkap. serta ungkapkan hasil dan simpulan penting yang diperoleh. Dalam menulis nama tanggalkanlah pangkat. Jika suatu karangan ditulis oleh beberapa orang yang bekerja pada lembaga berbeda. Latar belakang. beritahukan pendekatan. 5. pangkat. tepat.

Hindari buku teks dan buku pegangan yang biasanya hanya berisi ulasan pengetahuan umum. kecenderungan. dengan memperhatikan dan menyesuaikannya dengan masalah atau hipotesis yang diungkapkan dalam pendahuluan. 6. Rangkum hasil pengamatan atau kumpulan wawancara lengkap dengan data pendukung yang terhimpun (spesimen. Pada pihak lain peninjauan pustaka secara tuntas penting dilaksanakan secara kritis. Aculah terbitan-terbitan mutakhir sebagai kristalisasi penelaahan pustaka. tema. foto. klasifikasi dan tipologi yang dihasilkan. dan Cara Pertelakan lokasi kegiatan secara objektif apa adanya sesuai keperluan dan kedalaman pendekaian. Bergantung kepada luas ruang lingkup dan kedalaman pendekatan penelitian. Oleh karena itu. Selain untuk menunjukkan batas daerah yang sudah diketahui dunia ilmu. Sajikan pola. dokumen) secara objektif dan tidak evaluatif. Batasi data yang disajikan hanya yang terkait pada masalah seperti diuraikan pada bagian pendahuluan. atau alat penolong lain seperlunya untuk memperjelas dan mempersingkat uraian yang harus diberikan. dan penafisiran serta penjelasan sintesisnya. Begitu pula suguhkan kategori. 7. dan bukan data mentah yang kasar serta bersifat repetitif atau berulang-ulang. Metodologi: Lokasi. Untuk itu laporkan data teranalisis dan terolah yang representatif. penelaan analisis sesuai dengan rancangan penelitian/penciptaan. penelaahan pustaka penting sebagai pembanding titik tolak pendekatan yang dipakai dalam penelitian/penciptaan yang dilaporkan. Kembangkan korelasi sebanyak-banyaknya dari pelbagai analisis yang berhasil dirampungkan pengolahannya. sajikan hasil itu dalam anak-anak bab seperlunya. Sebaliknya juga berlaku teks harus jelas tanpa tabel. Bilamana berlaku berikan uraian geografi tersebut dari sudut pandang responden sehingga pembaca dan peneliti lain yang datang ke tempat tadi akan memperoleh gambaran yang sama. Dalam menganalisis dan mengolah data berikan replikasi pengamatan dan percobaan beserta makna statistikanya.penelitian/penciptaan dapat diberikan sewajarnya sesuai dengan proporsi keperluannya untuk mereorientasi pembaca. Penyajian Data atau Hasil Hasil merupakan inti tulisan ilmiah karena pada bagian ini disuguhkan data dan informasi yang ditemukan peneliti/pencipta serta dipakai sebagai dasar penyimpulan. sajikan hasil penelitian sewajarnya secara bersistem. grafik. yaitu uraian temuan data dan informasi yang terkumpul. Penyunting jurnal MUDRA menghendaki tabel dan gambar yang jelas dengan sendirinya tanpa perlu mengacu pada teks. tetapi lakukanlah secukupnya untuk menunjukkan bahwa masalah itu betul-betul ada. perampatan dan bahkan penyusunan teori baru. . Bahan. dan motivasi yang muncul dari hasil analisis. Kemudian tafsirkan hasil yang diperoleh. Secara umum hasil dapat disuguhkan secara bertahap dalam tiga bagian. Untuk sebagian besar cabang ilmu pustaka yang diacu janganlah melewati 10 tahun terakhir. pergunakan tabel. gambar. namun tidak perlu ditulis semuanya untuk diterbitkan. Sesudah dipertimbangkan semasak-masaknya cara yang paling efisien. Pengacuan pada pustaka memang tidak perlu ekstensif.

Penyusunan simpulan memang memerlukan kecermatan luar biasa agar sumbangan ilmiah yang diberikan cepat dapat ditangkap. Jika pembaca tidak segera dapat menangkap maksudnya. Tetapi. Perlu diketahui bahwa dibenarkan memunculkan simpulan sampai tiga kali. diterima dan dianut orang. Janganlah berpanjang lebar melakukan pembahasan. 9. tetapi batasi hanya kepada orang atau badan yang secara nyata memberikan pertolongan berarti. Dalam merumuskannya janganlah terdapat pernyataan yang sudah merupakan pengetahuan umum. tetapi diacu saja seperlunya. yaitu dalam abstrak. Dalam menarik simpulan bersikaplah kritis. Pembahasan Pembahasan merupakan bagian tempat seorang peneliti paling bebas berekspresi. Simpulan Susunlah simpulan pokok keseluruhan penelitian/penciptaan secara hati-hati. pendahuluan. Pendekatan ini sangat tepat dilakukan pada penelitian yang cakupannya tidak terlalu luas. Hubungkan temuan dengan pengamatan atau hasil penelitian sebelumnya dengan jalan menunjukkan persamaan dan membahas perbedaannya. Oleh karena itu jangan pelit berterima kasih atas segala bentuk bantuan yang memungkinkan terselesaikannya penelitian. Sedapat-dapatnya tunjukkan segisegi lain yang perlu diteliti lebih lanjut. telitilah terlebih dulu apakah majalah yang dituju memperkenankan penggabungan kedua bab ini. pendapat. pakar yang dimintai bantuan pendapat. dan lihat apakah simpulannya dapat ditafsirkan dari sudut pandang lain lagi. teknisi penolong terlaksananya kegiatan.8. atau sebagai catatan kaki pada judul tulisan. penyajian di tempat dan dengan cara yang berlainan mungkin membantunya. Dengan tidak lagi mengulang hasil. sebab ada ungkapan yang menyatakan bahwa penelitian baru dianggap berhasil kalau mengungkapkan masalah-masalah baru. dalam membahasnya ulaslah apakah hasil percobaan memenuhi tujuan penelitian. hasil. Pendapat orang yang sudah diringkas dalam pendahuluan tidak perlu diulang lagi. sering kali terjadi bahwa suatu penelitian/penciptaan tidak mungkin dilaksanakan tanpa bantuan pihak lain. tetapi buatlah parafrase. Persantunan Dalam era ketika kesalingterkaitan disiplin menjadi pola umum pendekatan. tetapi berargumenlah dengan logis dan secukupnya namun tuntas. dan sejawat yang membantu menelaah naskah. Secara universal kini telah membudaya kebiasaan untuk menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada penyandang dana yang membiayai penelitian. Perlu diketahui bahwa ada berkala yang menghendaki persantunan ditulis sebagai bagian daripada pendahuluan. 10. Cukup luaskah perampatan yang digariskan dengan melibatkan simpulan. dalam menyajikannya hindari penggunaan kata-kata yang sama. penyedia bahan utama penelitian. dan pembahasan. dan teori-teori yang ada? Berpikir dan bernalarlah secara konklusif sehingga dicapai simpulan yang mendekati kesempurnaan. . Jika pengulangan simpulan akan dilakukan. Bentangkan arti temuan dalam kaitannya dengan implikasi teoretisnya serta jelaskan bagaimana simpulan baru itu memperluas cakrawala ilmu dan teknologi. Bila perlu berikan implikasi penerapan temuan baru tadi. Ada kalanya penggabungan hasil dan pembahasan menjadi satu bab lebih memudahkan penyajian hasil penelitian secara keseluruhan. Persantunan (acknowledgement) biasa ditujukan kepada pembimbing.

terutama jika jumlahnya lebih dari sepuluh. The abstract should summarize the content including the aim of the research. Abstrak sebaiknya meringkas isi yang mencakup tujuan penelitian. size 10 pt. Jangan sampai ada pustaka yang diacu tetapi tidak terdaftar. and the results in no more than 250 words. Kota. Negara (10 pt) 2. Kelompok Penelitian. com (10 pt. Kode Pos.l4 pt) Penulis Pertamal. bold) (kosong satu spasi tunggal. Susun kartu-kartu tadi sesuai dengan kebiasaan penyajian jurnal MUDRA dan petunjuk redaksi serta ikuti sistem pengabjadan yang dianut. Petunjuk Penulisan Jurnal Mudra Naskah Hasil Penelitian JUDUL NASKAH (all caps. Nama Universitas. 1. Jenis huruf yang digunakan Times New Roman.11. serta hasil analisis. . dan Penulis Ketiga3 (12 pt) (kosong satu spasi tunggal. bola) (kosong satu spasi tunggal. Negara (10 pt) (kosong satu spasi tunggal. 12 pt) Abstract should be written in Indonesian and English. Alamat. centered) (kosong satu spasi tunggal. The abstract is written in Times New Roman font. 12 pt) 1. bold) (kosong satu spasi tunggal. Daftar Rujukan Tulislah setiap pustaka yang diacu atau dipakai pada selembar kartu. Nama Jurusan. Alamat. Kode Pos. Abstrak bahasa Indonesia ditulis terlebih dahulu lalu diikuti abstrak dalam bahasa Inggris. Panjang abstrak tidak lebih dari 250 kata. Nama Lembaga. Penulis Kedua2. Perhatikan bahwa judul buku dan jurnal biasanya dicetak dengan huruf Itali.l2 pt) Title in English (12 pt. 14 pt. dan kesalahan sering kali dijumpai dalam menyusun daftar pustaka acuan ini. italic) (kosong dua spasi tunggal. (kosong dua spasi tunggal. Jangan lupakan bahwa dalam menulis nama pengarang pustaka gelar akademis ditanggalkan. C. metode penelitian. 12 pt) Abstrak (12 pt. An English abstract comes after an Indonesian abstract. 12 pt) Abstract (12 pt. spasi tunggal. Kota.l2 pt) E-mail: penulis@ address. single spacing. ukuran 10 pt. 12 pt) Abstrak harus dibuat dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris. Please translate the abstract of manuscript written in English into Indonesian. Nama Fakultas. research method. ketidaktelitian. bold. dan sebaliknya. Ketidakkonsistenan.

Jika judul pada setiap kolom tabel cukup panjang dan rumit. Keywords ditulis dalam bahasa Inggris diletakkan akhir abstrak. Sebaiknya. Metode Penelitian. Acknowledgement (jika ada) diletakkan setelah Conclusion dan sebelum Reference. lalu dibubuhkan singkatannya dalam tanda kurung. Analisis dan Interpretasi Data. bold) (satu spasi kosong. Judul tabel ditulis dengan huruf berukuran 9 pt (bold) dan ditempatkan di atas tabel dengan format seperti terlihat pada contoh.5 cm. serta Daftar Rujukan. tetapi harus dituliskan secara lengkap pada saat pertama kali disebutkan. Sistematika penulisan sekurang-kurangnya mencakup Pendahuluan.10 pt) Naskah ditulis dengan Times New Roman ukuran 11 pt. kiri dan kanan masingmasing 2 cm. ringkas dan jelas serta konsisten dengan cara penulisan yang baku.12 pt) PENDAHULUAN (12 pt. Kerangka tabel menggunakan garis setebal 1 pt. Panjang naskah hendaknya tidak melebihi 20 halaman termasuk gambar dan tabel. Singkatan/Istilah/Notasi/Simbol Penggunaan singkatan diperbolehkan. Results and/or Discussion.italic) (kosong tiga spasi tungga1.(kosong satu spasi tunggal. Method. Tabel ditulis dengan Times New Roman berukuran 10 pt dan diletakkan berjarak satu spasi tunggal di bawah judul tabel. Notasi. Jika naskah jauh melebihi jumlah tersebut dianjurkan untuk menjadikannya dua naskah terpisah.5 cm. Headings dalam bahasa Inggris disusun sebagai berikut: Introduction. Istilah/kata asing atau daerah ditulis dengan huruf italic. spasi tunggal. gunakan numbered outline yang terdiri dari angka Arab. justified dan tidak ditulis bolak-balik pada satu halaman. 3 3 5 NP4 4 1200 2000 8 2000 2200 10 2500 2700 3000 3400 . Jarak antara paragraf satu spasi tunggal. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Simbol/lambang ditulis dengan jelas dan dapat dibedakan. seperti penggunaan angka 1 dan huruf 1 (juga angka 0 dan huruf O). Naskah ditulis pada kertas berukuran A4 (210 mm x 297 mm) dengan margin atas 3. Conclusion. Jarak tabel dengan paragraf adalah satu spasi tunggal. Jika diperlukan. Jika ditulis dalam bahasa Inggris sebaiknya telah memenuhi standar tata bahasa Inggris baku. 12 pt) Keywords: maksimum 4 kata kunci ditulis dalam bahasa Inggris (10 pt. Ucapan Terima Kasih/Penghargaan (jika ada) diletakkan setelah Simpulan dan sebelum Daftar Rujukan. Penomoran tabel menggunakan angka Arab. maka kolom diberi nomor dan keterangannya diberikan di bagian bawah tabel. sebaiknya. Tabel diletakkan segera setelah perujukkannya dalam teks. penggunaan subsubheadings dihindari. Judul naskah hendaknya singkat dan informatif serta tidak melebihi 20 kata. Penulisan heading dan subheading diawali huruf besar dan diberi nomor dengan angka Arab. Simpulan . bawah 2.

sertakan satu foto asli. Jarak keterangan gambar dengan paragraf adalah dua spasi tunggal. Kutipan yang tidak lebih dari 4 (empat) baris diintegrasikan dalam teks. 10 pt) Penulisan daftar acuan mengikuti format APA (American Psychological Association). Daftar Rujukan (kosong satu spasi tunggal. diapit tanda kutip.8 10 2500 2700 16000 22000 3000 3400 22000 28000 (kosong dua spasi tunggal. Sertakan satu gambar yang dicetak dengan kualitas baik berukuran satu halaman penuh atau hasil scan dengan resolusi baik dalam format {nama file}. 2001: 98-157). kecuali jika memang perlu ditampilkan berwarna. 10 pt) Kutipan dalam naskah menggunakan sistem kutipan langsung. tahun terbit yang ditulis dalam dalam kurung. atau jika yang diacu adalah pokok pikiran dari keseluruhan naskah.tiff. berukuran 10 pt. Jika gambar dalam format foto.5 spasi tunggal. 10 pt) Gambar diletakkan simetris dalam kolom halaman.eps. cara penulisannya adalah sebagai berikut (Grimes. yang umum dimiliki setiap pengolah kata dan sistem operasi seperti Simbol. Gambar akan dicetak hitam-putih. berjarak satu spasi tunggal dari paragraf. Ada beberapa cara penulisan kutipan. Pelabelan pohon T sesuai dengan urutan tampilan (kosong dua spasi tunggal. sebaiknya. Setiap kutipan harus disertai dengan nama keluarga/nama belakang penulis. Times New Romans dan Arial dengan ukuran tidak kurang dari 9 pt. 10 pt) Gambar 1. sedangkan kutipan yang lebih dari 4 (empat) baris diletakkan terpisah dari teks dengan jarak 1. Gambar diberi nomor urut dengan angka Arab. judul acuan. Daftar acuan harus menggunakan sumber primer (jurnal atau buku). Adobe Illustrator dan Aldus Freehand dapat memberikan hasil yang lebih baik dan dapat diperkecil tanpa mengubah resolusinya. Kutipan langsung dari halaman tertentu ditulis sebagai berikut (Grimes. Daftar acuan diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama keluarga/nama belakang penulis. {nama file} jpeg atau {nama file}. File gambar dari aplikasi seperti Corel Draw. 2001). Nama keluarga atau nama belakang penulis dapat ditulis sebelum atau setelah kutipan. Sebaiknya. . Font yang digunakan dalam pembuatan gambar atau grafik. (kosong satu spasi tunggal. Penulisan keterangan gambar menggunakan huruf berukuran 9 pt. acuan juga menggunakan naskah yang diterbitkan dalam jurnal MUDRA edisi sebelumnya. Gambar diletakkan segera setelah penunjukkannya dalam teks. tanda titik. yang dicantumkan hanya nama keluarga penulis pertama diikuti dengan dkk. tanda titik. Jika yang diacu adalah pokok pikiran dari beberapa halaman. urutan penulisan acuan adalah nama penulis. Jika penulis lebih dari satu orang. bold dan diletakkan seperti pada contoh. serta diapit oleh tanda kutip. Keterangan gambar diletakkan di bawah gambar dan berjarak satu spasi tunggal dari gambar. Penggunaan catatan kaki (footnote) sedapat mungkin dihindari. cara penulisannya sebagai berikut (Grimes. 2001: 157). Secara umum. Gambar yang telah dipublikasikan oleh penulis lain harus mendapat ijin tertulis penulis dan penerbitnya.

misalnya: Miner. J. Upper Saddle River. & Dasen. Guide to APA format. penulisan tahun terbit dibubuhi huruf a. Educational research: Planning. Acuan dari makalah: . Journal of Internet Psychology. nama penerbit. Journal of Royal Anthropological Institute.B. Journalofinternet psychology.R. A meta-analysis on online social behavior.689-731.com/forums/messages/ 48382. Acuan dari jurnal online: Jenet. tuliskan nama penulis utama dilanjutkan dengan dkk. (2008). 535-545. Culture and basic psychological principles. (1996).W. (2006. b. (2004b).B. (2004a). tanda titik dua. dan seterusnya agar tidak membingungkan pembaca tentang karya yang diacu. J. 4. NJ: Pearson Education. 100. Inc.. Judul naskah jurnal atau majalah ditulis dengan huruf regular. (1998). J. (1991) Left frontal hypoactivation in depression. Acuan dari dokumen online: Van Wagner. Dalam E. (2006). New York: The Guilford Press. Nama keluarga Tionghoa dan Korea tidak perlu dibalik karena nama keluarga telah terletak di awal. K. diikuti dengan nama jurnal atau majalah dengan huruf italic. Diunduh 16 November 2006 dari http://www. Tahun terbit langsung diterakan setelah nama penulis agar memudahkan penelusuran kemutakhiran bahan acuan. berita online: Leptkin. Acuan bab dalam buku: Markus. Balinese spatial orientation.tempat terbit. R. Judul buku ditulis dengan huruf italic.html. J.about. diskusi.com/archives/volume4/ 3924. About Psychology. P. 4.W.L. Higgins & A. H.com/od/apastyle/guide Acuan naskah dalam jurnal: Wassman.R. J. and evaluating quantitative and qualitative research (3rd ed.J. 11].). November 16). Diunduh 16 November 2006 dari http://psychology. & Davidson.B.htm1 Naskah dari Database: Henriques. (2006).J..psychelp. J.T.). & Heiman. Diunduh 16 November 2006 dari PsychINFO database Acuan dari forum. Jika penulis yang diacu menulis dua atau lebih karya dalam setahun. Jika lebih dari empat orang..L. Kruglanski (Eds. Journal of Abnormal Psychology. Nama penulis yang dicantumkan paling banyak tiga orang. Social psychology: Handbook of basic principles. S. Study tips for psychology students [Msg. conduction. Kitayama. Contoh penulisan daftar acuan adalah sebagai berikut: Acuan dari buku: Creswell. R. B. Miner. Pesan disampaikan dalam http://groups.

Bandung. misalnya kuesioner.Santamaria. Indonesia. 12 pt) . Lampiran (kosong satu spasi tunggal. bold. Apabila memerlukan lebih dari satu lampiran. transkripsi rekaman yang dianalisis. J. The new Grove dictionary of music and musicians (6th ed. Jakarta. J. (2003). Nama Jurusan. M.l2 pt) E-mail: penulis@ address.). Depok: Pusat Penelitian UI dan Badan Narkotika Nasional. centered) (kosong satu spasi tunggal. Kelompok Pencipta. Penulis Kedua2. Nama Fakultas. 10 pt) LampiranlAppendices hanya digunakan jika benar-benar sangat diperlukan untuk mendukung naskah. Survei nasional penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok rumah tangga di Indonesia. Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia. 1-20). Acuan dari laporan penelitian: Villegas. 2005. 12 pt) 1. transliterasi naskah. peta. Laporan Penelitian. (2006).. & Tinsley.A. (September 1991). (1980). Vols. Kota. Buena Vista University. kutipan undang-undang. Negara (10 pt) 2. hendaknya diberi nomor urut dengan angka Arab. tesis dan disertasi: Santoso. Does education play a role in body image dissatisfaction?. (Ed. italic) (kosong dua spasi tunggal. Faktor faktor sosial psikologis yang berpengaruh terhadap tindakan orang-tua untuk melanjutkan pendidikan anak ke sekolah lanjutan tingkat pertama (Studi lapangan di pedesaan Jawa Barat dengan analisis model persamaan struktural).O. Acuan dari tugas akhir. Kota. London: Macmillan. Negara (10 pt) (kosong satu spasi tunggal. atau rumus-rumus perhitungan. (1993). com (10 pt. Nama Lembaga.l4 pt) Penulis Pertamal. Nama Universitas. dan Penulis Ketiga3 (12 pt) (kosong satu spasi tunggal. Naskah Hasil Penciptaan JUDUL NASKAH (all caps. S. Makalah dipresentasikan pada International Conference on Education. Alamat. skripsi. Lampiran diletakkan setelah Daftar Acuan/Reference. Acuan dari ensiklopedia atau kamus: Sadie. tabel/bagian hasil perhitungan analisis. Disertasi Doktor Program Pascasarjana Universitas Indonesia. gambar. Alamat. Kode Pos. How the 21" century will impact on human resource development (HRD) professionals and practitioners in organizations. Kode Pos. 14 pt. 2.. G.

5 cm. Lebih lanjut mengenai singkatan/istilah/notasi/simbol dan daftar rujukan sama dengan naskah dari hasil Penelitian. Panjang naskah hendaknya tidak melebihi 20 halaman termasuk gambar dan tabel. Please translate the abstract of manuscript written in English into Indonesian. 12 pt) Keywords: maksimum 4 kata kunci ditulis dalam bahasa Inggris (10 pt. metode penciptaan. and the results in no more than 250 words. metode penciptaan. proses perujudan.10 pt) Naskah ditulis dengan Times New Roman ukuran 11 pt. The abstract is written in Times New Roman font.. Penulis mengirimkan 1 (satu) eksemplar naskah dan versi elektroniknya dalam CD-R/CD-RW ke UPT. italic) (kosong tiga spasi tungga1. 12 pt) Abstract should be written in Indonesian and English. Ucapan Terima Kasih/Penghargaan (jika ada) diletakkan setelah Kesimpulan dan sebelum Daftar Acuan. kiri dan kanan masing-masing 2 cm. ukuran 10 pt. nomor telepon dan fax yang dapat dihubungi. single spacing. (kosong dua spasi tunggal. Abstrak sebaiknya meringkas isi yang mencakup tujuan penciptaan. belum pernah diterbitkan dan tidak sedang diajukan untuk diterbitkan di tempat lain. bold) (kosong satu spasi tunggal. wujud karya. penulis diminta memberikan alamat surat menyurat dan e-mail. bola) (kosong satu spasi tunggal.Nama file.Abstrak (12 pt. 12 pt) Abstrak harus dibuat dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris. Pengajuan Naskah Naskah yang diajukan oleh penulis merupakan karya ilmiah orisinal. (kosong satu spasi tunggal. Jenis huruf yang digunakan Times New Roman. spasi tunggal.. research method.12 pt) PENDAHULUAN (12 pt.. serta Daftar Rujukan.l2 pt) Title in English (12 pt. Penulis yang mengajukan naskah telah memiliki hak yang cukup untuk menerbitkan naskah tersebut. Sistematika penulisan sekurang-kurangnya mencakup pendahuluan. serta wujud karya. Penerbitan ISI Denpasar atau melalui surat elektronik kepada: Sekretaris Penyunting a/n Rinto Widyarto dengan alamat e-mail Rinto. spasi tunggal. Penulisan heading dan subheading diawali huruf besar dan diberi nomor dengan angka Arab. Panjang abstrak tidak lebih dari 250 kata. bawah 2. An English abstract comes after an Indonesian abstract. justified dan tidak ditulis bolak-balik pada satu halaman. .. Kesimpulan .5 cm. bold) (satu spasi kosong. bold) (kosong satu spasi tunggal. Untuk kemudahan komunikasi. size 10 pt. D. Naskah ditulis pada kertas berukuran A4 (210 mm x 297 mm) dengan margin atas 3. 12 pt) Abstract (12 pt.. Abstrak bahasa Indonesia ditulis terlebih dahulu lalu diikuti abstrak dalam bahasa Inggris.. The abstract should summarize the content including the aim of the research.

dan menyelaraskan atau terkadang mengubah gaya karya ilmiah yang diajukan Penulis untuk bisa diterbitkan. jika penulis dapat berargumentasi bahwa penilai tidak objektif dalam menilai naskahnya. Pemesanan cetak lepas setelah naskah diterbitkan akan dikenai tambahan biaya 50% dari biaya normal. Cetak lepas sebanyak 5 (lima) eksemplar bahkan bisa memintak sampai 10 eksemplar akan diberikan secara cuma-cuma kepada penulis. merevisi. Semua naskah yang diajukan ke jurnal MUDRA akan melalui penilaian oleh penyunting dan/atau mitra bestari. Penyunting menetapkan keputusan akhir naskah yang diterima untuk diterbitkan. E. kecuali penulis sejak awal sudah menyatakan hal tersebut. mengatur kembali isi.judul dan nama-nama penulis naskah dituliskan pada label CD-R/CDRW. Naskah dengan kesalahan pengetikan yang cukup banyak akan dikembalikan kepada penulis untuk diketik ulang. satu . Panjang naskah adalah 15 (lima belas) sampai dengan 20 (dua puluh) halaman kertas A4. dan gambar dari naskah yang telah direvisi. menjadi hak para penyunting untuk memperbaiki. Naskah yang sudah dinyatakan diterima akan mengalami penundaan penerbitan jika pengajuan/penulisan naskah dan CD-R/CD-RW tidak sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. tabel. Penulis akan menerima pemberitahuan dari Penyunting jika (1) naskahnya diterima untuk diterbitkan. Naskah dipersiapkan dengan menggunakan pengolah kata Microsoft Word. Penerbitan ISI Denpasar setelah revisi naskah diterima. Tambahan cetak lepas dapat dipesan dengan biaya khusus dari UPT. CD-R/CD-RW harus selalu disertai dengan versi cetak dari naskah dan keduanya harus memuat isi yang sama. Penulis akan diminta mengirimkan formulir asli copyright yang telah ditandatangani kepada Penyunting setelah naskahnya diterima untuk diterbitkan. Formulir pemesanan cetak lepas yang berisi penawaran harga akan dikirimkan pada penulis bersamaan dengan pemberitahuan penerimaan revisi naskah. Setelah Penulis mengembalikan naskah yang sudah disempurnakan sesuai dengan yang direkomendasikan oleh penyunting dan mitra bestari maka naskah tersebut diolah untuk menjadi naskah pracetak hingga menghasilkan contoh cetak dari percetakan. Hal ini dilakukan untuk menjamin penyebaran informasi seluas mungkin. Selanjutnya menjadi kewajiban pula bagi Penulis untuk mengindahkan semua rekomendasi dari penyunting maupun mitra bestari agar naskahnya bisa diterbitkan. Penulis Wajib Menyempurnakan Naskahnya dan Mengkoreksi Contoh Cetak Untuk mencapai kwalitas sesuai dengan persyaratan yang dibakukan jurnal MUDRA. Penulis yang naskahnya ditolak berhak meminta sebanyak satu kali lagi kepada editor untuk mencari penilai lain. tidak diperkenankan melakukan perubahan besar pada revisi naskah. Sistem penilaian bersifat anonim dan independen. Naskah yang ditolak tidak dikembalikan kepada penulis. Biasanya penyunting menerima 3 (tiga) kopi contoh cetak: satu dijadikan kopi induk. (2) diminta melakukan perbaikan (jika ada) dan segera mengembalikan revisi naskah. Hanya perubahan kecil yang dapat dilakukan. Perubahan yang dilakukan pada revisi naskah dituliskan dalam daftar. Naskah ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sesuai dengan Petunjuk Penulisan Jurnal MUDRA. Dewan Penyunting berhak mengadakan penyesuaian format untuk keseragaman. Penulis diminta memeriksa dengan seksama susunan kata dan penyuntingan serta kelengkapan dan kebenaran teks.

Kalau Penulis setuju dengan apa yang tercetak. Pemesanan Cetak Lepas Sewaktu mengembalikan contoh cetak. Penerbit meminta jaminan pada penulis bahwa naskah yang dibuat merupakan hasil karya asli. Naskah yang sudah disunting biasanya dilampirkan pada contoh cetak. Penerbitan Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. maka UPT. Adakalanya contoh cetak yang dikirimkan kepada penulis berisi catatan dan pertanyaan dari korektor contoh cetak di percetakan. dan satu lagi akan dikirimkan ke penulis. dan rapi. Kalau jurnal MUDRA sudah selesai dicetak lalu dipesan kopi tambahan. sehingga penulis tahu perubahan terakhir yang dilakukan penyunting pada naskahnya. Penerbitan ISI Denpasar akan mengadakan perjanjian penerbitan dalam bentuk Surat Perjanjian Penerbitan (SPP). bersih. Pemesanan ini tidak boleh terlambat dilakukannya. Kewajiban Penulis sekali lagi untuk membaca contoh cetak itu guna mengecek kesalahan ejaan. Jika ketika menuangkan naskah semula ke mesin set huruf pengeset mengikuti instruksi dengan membaca teks naskah. pada waktu memperbaiki contoh cetak ia cuk-up melihat pinggir contoh cetak. antara lain: 1. Jurnal MUDRA menyediakan 5 (lima) – 10 (sepuluh) eksemplar cetakan lepas secara cuma-cuma untuk penulis setiap naskah. Oleh penyunting hasil koreksian contoh cetak yang dikerjakannya sendiri dan yang dilakukan penulis disatukan dalam contoh cetak kopi induk. serta menemukan bagian yang mungkin terlewat. Penulis juga wajib memeriksa kecermatan dan kelengkapan pengurutan nomor catatan kaki atau bibliografi. G. Sebaliknya. Penerbitatan ISI Denpasar tidak bisa melayaninya. Perjanjian Penulis dengan UPT. ia harus menuliskan OK.untuk dikoreksi. dan melihat ketepatan angka dalam tabel. Catatan dan pertanyaan itu biasanya ditandai dengan Au: (singkatan dari author) atau tanda tanya. Koreksi dilakukan dengan menandai tempat bagian yang salah dalam baris dan memberikan tanda dan pembetulannya pada pinggir (sebelah kanan) contoh cetak. dan ini harus dijawab oleh Penulis. Penulis wajib menyerahkan naskahnya dalam keadaan lengkap. kesesuaian penempatan dan penomoran gambar. 2. bukan jiplakan dan belum pernah diterbitkan di jurnal lain. Kontrak ini mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan penerbitan naskah Penulis dan berguna untuk mengantisipasi hambatan yang mungkin timbul di kemudian hari. penulis yang naskahnya sudah dinyatakan lolos seleksi maka UPT. Sebagaimana diketahui. Penulis harus dapat menaksir apakah jumlah ini cukup untuk keperluan pribadinya dalam menyebarluaskan karangannya. kekeliruan pemakaian fon. pengarang biasanya memesan sejumlah cetakan lepas naskahnya di atas dengan jumlah yang akan diterimanya dari jurnal secara cuma-cuma. penulis meminta jaminan penerbit untuk menerbitkan naskahnya dalam jangka waktu . F. pengiriman cetak lepas oleh penulis langsung kepada rekan sejawat yang sebidang akan mempercepat proses penyampaian informasi. Beberapa hal yang dianggap penting untuk dicantumkan dalam SPP. Semua koreksian oleh Penulis harus dilakukan pada contoh cetak dan dilakukan dengan tanda-tanda atau kode yang berlaku secara universal. Gabungan koreksian itu dikembalikan kepada percetakan dan oleh pengeset akan dilakukan perbaikan pada mesin set huruf.

G. Depdikbud. Pusgrafin Depdikbud. 1992. Frans. PT Grasindo. Jakarta. Pedoman Dasar Penerbitan Buku. 4. 3.tertentu jika memang telah lolos dalam mekanisme penelaah oleh penyunting dan mitra bestari. . 1996. Parera. Pusgrafin Depdikbud. 2005. 1998.10 (sepuluh) cetak lepas cetak lepas serta 5 (lima) eksemplar jurnal yang sudah jadi. Penyuntingan Naskah. Pengelolaan Penerbitan Buku 1 dan 2. Pusgrafin Depdikbud. Butcher. “Panduan Kerja Praktik Penyuntingan Naskah”. Penulis berkewajiban memeriksa dan membetulkan kesalahan yang terdapat pada hasil dari mekanisme penelaah dan mengembalikannya sesuai waktu yang ditentukan selamat-lambatnya 10 (sepuluh) hari dari tanggal diterimanya naskah hasil penelaah. Jakarta. Tim Penyusun. Buku Pegangan Cambridge. CS. Penulis berhak mendapatkan secara cuma-cuma sedikitnya 5 (lima) . Penuntun Penerbitan Buku. dalam Makalah Bahan Pelatihan Editor. M. Hassan. Pambudi. 1996. Jakarta. Barung. Balai Pustaka. Judith. Jakarta. Pusgrafin Depdikbud. Datu C. 1998. Smith Jr. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan. Kanis Dkk. Pedoman Umum Pendirian University Press. Jakarta.. 1993. DAFTAR RUJUKAN Andries H. Jakarta. Dasar-Dasar Penerbitan Majalah Sekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful