DEPARTEMENPENDIDIKANNASIONALDIREKTORATJENDERALPENDIDIKANDASARDANMENENGAHPUSATP ENGEMBANGANPENATARANGURUMATEMATIKAYOGYAKARTA2004 45 O 1 2 3 4 PAKETPEMBINAANPENATARAN PEMBELAJARANTRIGONOMETRIBERORIENTASIPAKEMDISMA Drs.Setiawan,M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU MATEMATIKA YOGYAKARTA 2004

Nama Kegiatan: PENULISAN MODUL PAKET PEMBINAAN PENATARAN

Judul Naskah Asli: PPeemmbbeellaajjaarraann TTrriiggoonnoommeettrrii BBeerroorriieennttaassii PPAAKKEEMM ddii SSMMAA

Penulis: Drs.Setiawan, M.Pd. Penilai: Dra. Sri Daru Uroningsih, M.Si. Winarno, M.Sc. Editor: Drs. Sukardjono, M.Pd. Ilustrator:

Victor Deddy Kurniawan, SS.

C11.P/PP/PPP/2004 UNTUK KALANGAN SENDIRI Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA

iii Daftar Isi Kata Pengantar .. i iii Bab I Pendahuluan . A. Daftar Isi

Latar Belakang

. B.

Tujuan Penulisan Paket

C.

Ruang Lingkup

.

D.

Sasaran

. .

E.

Pedoman Penggunaan Paket

....

1 1 2 3 3 3 Bab II Strategi Pembelajaran Matematika yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) .. . A.

Pembelajaran Aktif dalam Matematika

.

.

. B.

Pembelajaran Matematika yang Kreatif

..

C.

Pembelajaran Matematika yang Efektif

..

1.

Resep Pembelajaran Efektif

.. 2.

Cooperative Learning sebagai Salah Satu Pendekatan . 3.

Pembelajaran Bermakna dan Kontekstual

.

4.

Problem Posing sebagai Pendekatan Pembelajaran Efektif .. D.

Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

. .. .. A.

5 6 7 10 10 11 13 16 17Bab III Pembelajaran Trigonometri Berorientasi PAKEM di SMA

Kompetensi Dasar

.

.. 1.

Standar Kompetensi

... 2.

Kompetensi Dasar

. B.

Memulai Pembelajaran Trigonometri

.

1.

Pengertian Sudut

. ..

2.

4. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut Berelasi . 23 23 23 23 23 23 24 26 29 31 33 Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA iv 7... Perluasan Nilai Perbandingan Trigonometri 5. Hubungan Perbandingan Trigonometri suatu Sudut . 8. . . Fungsi Trigonometri . Mendifinisikan sinus. 3. 11. Pembelajaran Rumus Segitiga dalam Trigonometri . .. . Pembelajaran Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa 6. kosinus dan tangens .. 10. Koordinat Kutub .... 9..Ukuran Sudut .

2000). menurut Zamroni (dalam Sutarto Hadi.. termasuk pembelajaran trigonometri di SMA masih jauh dari memuaskan. untuk materi ajar trigonometri menunjukkan bahwa kesulitan guru dalam pengelolaan pembelajaran trigonometri ini menduduki peringkat di atas. Assessmet untuk Pembelajaran Trigonometri . untuk matematika yang di dalamnya termasuk trigonometri termasuk dalam kategori rendah . 35 37 39 45 50 54Bab IV Penutup . Pendidikan lebih menekankan pada proses pembelajaran ( learning ) dari pada pengajaran ( . yang sudah barang tentu termasuk trogonometri di dalamnya. 57Daftar Pustaka 59 Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 1 Bab I Pendahuluan A. pada kenyataannya belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Paradigma baru dalam pendidikan dalam pendidikan matematika di Indonesia. Sehingga harus diterima sebagai kenyataan bahwa pengelolaan pembelajaran untuk materi ajar trigonometri di lapangan masih banyak dijumpai berbagai kesulitan dan kendala. Menyimak hasil Monitoring dan Evaluasi (ME) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG) Matematika tahun 2003 dalam rangka pembinaan dan tindak lanjut paska penataran sekaligus dalam rangka TNA ( Training Need Assessment). baik dari segi pengelolaan pembelajaran dari guru maupun dari sisi pemahaman siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil NEM EBTANAS maupun Nilai UAN dari tahun ke tahun. bahkan kadang-kadang boleh dikatakan masih mengecewakan. Latar Belakang Pada umumnya hasil pembelajaran matematika di Indonesia. C.Jumlah dan Selisih Dua Sudut SMA . seharusnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Meskipun sudah banyak dilakukan penataran-penataran guru dalam rangka inservice training untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika di SMA yang pada gilirannya diharapkan akan dapat meningkatkan prestasi siswa dalam matematika.

2. Dengan mengajukan masalah-masalah kontekstual secara bertahap siswa dibimbing untuk menguasai konsep-konsep matematika. Demikian juga melihat hasil UAN dari matematika secara umum belum menunjukkan hasil yang menggembirakan.teaching) 2. Di samping itu sampai dengan saat ini anggapan di lapangan mata pelajaran matematika masih merupakan mata pelajaran yang cenderung kurang menarik dan sukar bagi siswa. Pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika. pembelajaran matematika hendaknya memulai pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi ( contextual problem ). . dan 4. Pendidikan diorganisir dalam suatu struktur yang fleksibel. jadi efektifitas pembelajaran belum menunjukkan memperoleh taraf yang tinggi. Paket Pembinaan Penataran PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA 2 Mengacu pada Rambu-rambu Pelaksanaan Kurikulum 2004. beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di antaranya adalah : 1. 3. Pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memiliki karakteristik khusus dan mandiri. 3. Mengkondisikan siswa untuk menemukan kembali rumus. agar siswa terbiasa melakukan penyelidikan dan menemukan sesuatu. atau prinsip dalam matematika melalui bimbingan guru. Dalam setiap kesempatan. Pendidikan merupakan proses yang berkesinambungan dan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan. konsep.

Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) 2. Strategi Pembelajaran Matematika yang Aktif. menambah referensi bagi guru matematika tentang pembelajaran trigonometri yang diupayakan sejauh mungkin dengan pendekatan kontekstual. 2. mengacu pada rambu-rambu pelaksanaan Kurikulum 2004.Dengan demikian belum ada indikasi bahwa pembelajaran matematika dan trigonometri merupakan matapelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. mengenai trigonometri agar agar dapat menyajikan materi ajar ini dengan baik. Tujuan Penulisan Paket Penulisan Pembelajaran Trigonometri berorientasi PAKEM di SMA ini mempunyai beberapa tujuan. Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 3 3. . menambah wawasan para guru matematika SMA. menambah jumlah referensi tentang pembelajaran trigonometri. sehingga diharapkan dapat membantu para guru matematika SMA di dalam mengelola pembelajarannya. Kreatif. Untuk menjawab tantangan di atas dan mencermati perkembangan pembelajaran matematika di dunia dewasa ini. Ruang Lingkup Ruang lingkup dari penulisan paket ini adalah: 1. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) B. C. dengan pendekatan PAKEM. di antaranya: 1. Kreatif. maka dikembangkanlah Strategi Pembelajaran Matematika yang Aktif.

menggunakan rumus sinus. Jadikan soal-soal latihan tersebut sebagai bahan evaluasi diri. rumus jumlah dan selisih dua sudut e. maka materi ajar yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut : a. menggunakan rumus sinus dan kosinus d. Para guru matematika pada umumnya. kosinus dan tangen suatu sudut c. menentukan sinus. Pedoman Penggunaan Paket Pelajarilah uraian materi yang tercantum dalam ruang lingkup tersebut di atas. Pendekatan yang disarankan . ukuran sudut b. Peserta penataran guru matematika SMA yang diselenggarakan oleh PPPG Matematika Yogyakarta 2. kosinus dan tangen sudut ganda D. dengan maksud untuk lebih memantapkan pemahaman materi tersebut. Sasaran Sasaran dari paket ini adalah: 1. kompetensi dasar serta indikator yang telah dirumuskan.Mengacu pada standar kompetensi. E. Pada akhir uraian materi diberikan soal latihan untuk dikerjakan.

kreatif. metoda. pendekatan dan teknik pengajaran terpadu sedemikian rupa baik prosedur maupun tujuan pembelajarannya dapat terlaksana dan tercapai dengan baik. dapat dikatakan bahwa pembelajaran PAKEM dikembangkan. proses (activities). penerapan dan pemecahan masalah nyata Perubahan paradigma dari guru mengajar ke siswa belajar Peralihan dari belajar perorangan ke belajar bersama ( cooperative learning ) Peralihan dari dasar positivistik (behavioristik) ke konstruktivistik. Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA Bab II Strategi Pembelajaran Matematika yang Aktif. efektif dan menyenangkan (PAKEM) pada hakikatnya adalah suatu strategi pembelajaran terpadu. atas dasar tuntutan karena perubahan paradigma pembelajaran matematika. yang menggunakan strategi. di samping itu pembaca dapat mengambil pendekatan lain mengacu pada pendekatan PAKEM yang pembaca yakini lebih tepat. masalah trend dan berbagai issue tentang pembelajaran matematika dewasa ini. yaitu: Peralihan pendidikan matematika dari bentuk formal (teori dan latihan) ke reinvention. atau dari . Menyimak pemaparan Fadjar Shadik (1999). Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Pembelajaran matematika yang aktif.menurut paket ini adalah suatu alternatif.

kegiatan terbuka. ketrampilan proses dan pemecahan masalah. jurnal. Di bawah ini diutarakan secara sekilas strategi PAKEM yang dikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika. investigatif. laporan siswa. eksploratif. Peralihan dari belajarar menghafal ( rote learning ) ke belajar pemahaman ( learning of understanding) Penyempurnaa evaluasi dengan authentic assessment seperti misalnya portofolio. sehingga dicapainya baik standar kompetensi maupun kompetensi-kompetensi dasar yang dikembangkan dari padanya. Peralihan dari teori pemindahan pengetahuan ( knowledge transmitted ) ke bentuk interaktif. unjuk kinerja atau yang lain. Paket Pembinaan Penataran PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA . proyek. suatu teori baru yang menyatakan bahwa pengetahuan terbentuk di dalam pikiran sendiri oleh siswa sendiri berdasar pada pengetahuan yang sudah dipunyainya.subject centered ke clearer centered (terbentuk/terkonstruksinya pengetahuan).

2. Peranjakan dalam memahami sesuatu pengetahuan merupakan proses adaptif. 1997)) Dalam faham konstruktivisme diyakini bahwa pengetahuan (knowledge) tentang sesuatu merupakan konstruksi (bentukan) oleh subyek yang (akan. Pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Konstruktivisme berlandaskan pada dua hipotesis yaitu: 1. Pengertian CBSA sendiri tidak mudah didefinisikan secara tegas. di samping ada banyak sekali keaktifan yang tidak dapat diukur atau diamati. Keaktifan dalam pembelajaran adalah lebih banyak berupa keaktifan mental meskipun dalam beberapa hal ada juga yang diwujudkan dengan keaktifan fisik . 1991). yang mengorganisasikan pengalaman si pebelajar dalam interaksi dengan lingkungannya. konsep-konsep untuk membuktikan suatu proposisi. Proses pembuktian ini berjalan terus menerus setiap kali mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru (Peaget. tetapi di Indonesia sekitar tahun sembilan puluhan saat dipopulerkan secara nasional barangkali disebut baru.A. walaupun derajat keaktifan bisa saja tidak sama. maka tidak dapat . Pembelajaran Aktif atau yang akrab kita kenal dengan istilah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL). (Vigotsky (dalam Suparno. atau menuliskan suatu informasi pada selembar kertas. (Paul Suparno. Pembelajaran Aktif dalam Matematika. Pengetahuan bukanlah tentang dunia yang lepas dari pengalaman tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau dunia sejauh dialaminya. sedang) dalam proses memahami sesuatu itu. memilih teorema teorema. melakukan asimilasi dan akomodasi dalam rangka memahami pelajaran dan sebagainya. sebenarnya dalam dunia pendidikan bukanlah barang baru. Pengetahuan selalu merupakan konstruksi dari seseorang yang mengetahui. diyakini bahwa mengajar tidak dapat disamakan dengan menuangkan air kedalam botol. pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. misalnya menggunakan khasanah pengetahuannya untuk memecahkan masalah. sebab bukankah belajar itu sendiri wujud dari keaktifan siswa. bukan secara pasif diterima dari lingkungan belajar. Sejalan dengan faham konstruktivisme. 1997). Pengetahuan dibangun (dikonstruksi) secara aktif oleh dan dalam diri subyek belajar.

anda akan melihat keberhasilannya!. Pembelajaran Matematika yang Kreatif Apabila pembelajaran aktif penekanannya adalah bagaimana siswa secara aktif mengkonstruksi pemahamannya tentang sesuatu yang dipelajarinya.ditransfer kepada penerima yang pasif. Tetapi perlu diketahui bahwa pembelajaran aktif bukan merupakan konsep yang memisahkan pembelajaran secara dikotomis menjadi pembelajaran aktif dan pembelajaran pasif. Penerima sendiri harus mengkonstruksikan sendiri pengetahuan itu. Dalam pembelajaran aktif. James E. Dengan bermodal pada pengalaman dan pengetahuannya serta mau terus belajar dan mengamati dan berkreasi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. rendah. Untuk itu Stice memberikan saran-sarannya: Aktif Teacher Centered Student Centered x . Berangkat dari pandangan ini maka seorang siswa akan dapat memahami matematika (termasuk di dalamnya Trigonometri SMA) hanya apabila siswa secara aktif mengkonstruksikan pengetahuan yang ada pada dirinya lewat pengalamannya dengan lingkungan lewat pengalaman belajar mereka. derajad keaktifan dapat mempunyai rentang dari sangat rendah. di bawah ini adalah saran-saran yang diajukannya bagaimana seorang guru secara kreatif menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajarannya agar efektif. B. sehingga tercapailah tujuan pembelajaran dengan baik. "Saya jamin!. hanyalah sarana untuk terjadinya konstruksi tersebut (Paul Suparno. agak tinggi sampai dengan tinggi. Semua yang lain Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA entah obyek maupun lingkungan. sedang. sebagaimana digambarkan dalam diagram di bawah ini. siswa lebih berpartisipasi aktif sedemikian sehingga kegiatan siswa dalam belajar jauh lebih dominan dari kegiatan guru dalam mengajar. 1997). Stice seorang professor kawakan dari North Carolina Universty bersama Richard Felder pada tahun 1991 secara kreatif mendirikan National Effective Teaching Institute (NETI). untuk anda dan untuk siswa anda !" katanya. maka pembelajaran kreatif penekanannya bagaimana guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran matematika ini mampu memfasilitasi proses belajar mengajar sehingga memberi suasana yang kondusif untuk siswa belajar.

. namun jika tidak dilakukan modifikasi oleh guru yang bersangkutan hasilnya tidak optimal. 4. mereka selalu belajar dan belajar untuk lebih baik lagi. Bahwa salah satu keberhasilan guru matematika dalam mengembangkan pembelajarannya adalah menjadikan siswa berani mengajukan pertanyaan dan berani menyatakan pendapatnya. Dapat dicontohkan di sini bahwa orang-orang yang berhasil baik dalam bidang ekonomi dan industri maupun dalam dunia politik adalah karena hasil belajar mereka. menunjukkan bahwa siswa tidak dengan mudah menerima materi pengajaran yang tidak disiapkan oleh gurunya sendiri. Sebagai contoh meskipun di pasaran banyak terjual berbagai buku-buku teks pembelajaran matematika yang berdasar promosinya membantu guru tinggal dilaksanakan di kelas begitu saja.Pasif Paket Pembinaan Penataran PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA 1. 3. berbagai survey yang masih diikuti survey berikutnya. Hal ini menuntut guru secara kreatif mempersiapkan materi pembelajaran. tidak sekedar mencomot dari sana sini dan belum dikemas dan dimodifikasikan sesuai dengan kondisi lapangan. menjadi lebih profesional adalah karena pengetahuan dari hasil belajarnya. Ajarilah dan kedepankan dengan contoh! Guru harus menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang menjadi mantap secara intelektual. Hargailah siswa anda! Salah satu bagian dari menghargai siswa adalah membuatnya berani mengajukan suatu pertanyaan dan berani mengetengahkan pendapatnya. akhirnya sampai pada suatu kesimpulan dari hasil penilaian siswa kepada gurunya (sebagai umpan balik). Fahamilah apa yang sedang anda bicarakan! Untuk ini guru tidak boleh lagi berfalsafah boleh "menang semalam" dari muridnya. 2.

maka anda dapat memilih kegiatan-kegiatan kelas. Di sini kreatifitas guru dituntut meningkatkan kemampuan problem solving siswa.Berilah selalu motivasi siswa anda! Belajar akan menjadi lebih efektif apabila sipebelajar dimotivasi dan disemangati untuk ambil bagian dalam menyelesaikan tugas dalam belajarnya. 7. Ajarilah siswa problem solving skill! Siswa-siswa mengerti banyak. 6. Terlebih-lebih menanggapi segera didiseminasi-kannya Kurikulum 2004 yang secara tegas di dalam Rambu-rambu pelaksanaan kurikulum disebutkan bahwa Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika . tetapi tidak banyak dari mereka yang mengerti bagaimana menerapkan pengetahuannya untuk menyelesaikan problem yang belum pernah ia pelajari sebelumnya. 5. Pertahankanlah ketertarikan siswa menggunakan materi pelajaran dengan berbagai contoh dan variasinya. memilih bacaan. Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA Dengan demikian guru dituntut secara kreatif untuk selalu memberi motivasi sepanjang jalannya pembelajaran dan terus mengupayakan ketertarikan siswa tersebut. Sebagai contoh dalam memberi motivasi yang nampaknya sepele tetapi berdasar pengalaman berdampak cukup baik adalah pemberian penghargaan bagai siswa yang telah selesai lebih dulu dengan benar tugas yang diberikan kepadanya setidak-tidaknya pemberian pujian. dan penetapan tugas rumah yang lebih fokus untuk membantu siswa meningkatkan kemampuannya. . Konstruksikan selalu tujuan pembelajaran yang akan anda laksanakan! Dengan telah dikonstruksikan tujuan pembelajaran. Dari sini guru dituntut secara kreatif mengembangkan silabus sehingga mampu diselenggarakannya suatu proses pembelajaran sehingga diwujudkannya kompetensi dasar yang telah ditetapkannya.

. Belajar tentang berbagai jalan yang dilalui oleh orang yang belajar. Secara kreatif anda dapat menceritakan gaya belajar penemu atau gaya belajar Kolb. Sehingga sering dijumpai siswa melewati itu semua tanpa memahami secara realitas fenomena pokok yang sedang didiskusikan. Ajarkan siswa anda tentang belajar! Seseorang dapat anda jadikan figure idola dalam belajarnya dengan style yang berbeda-beda. 8. Jawablah tantangan itu secara kreatif dengan memvariasikan metoda-metoda yang dapat membuatnya Paket Pembinaan Penataran PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA lebih konkret. memberanikan kelompok kerja menggunakan cara apapun untuk dapat mengetuk pintu pengetahuan siswa. 9. Kita seringkali menerapkan kecanggihan matematika untuk menurunkan suatu relasi.Katakanlah dan Perlihatkan! Kebanyakan yang kita ajarkan adalah abstrak. membangun suatu konsep. Dengan merelasikan konsep-konsep dengan situasi dunia real. Baca dan baca terus model-model pembelajaran! Terdapat banyak model-model pembelajaran-pemahaman berikut dasar-dasar psikologinya. dan memaksakan dengan itu semua untuk memecahkan masalah. atau yang dikenal dengan pembelajaran kontekstual. adalah langkah pertama untuk mengeliminasi tidak sesuainya ( mismatch ) antara gaya belajar siswa dengan gaya mengajar anda.

mengacu kompetensi dasar yang ingin dicapai. dan pengembangan silabus yang telah dirumuskanya. Dengan memahami gaya-gaya belajar yang dia senangi. Untuk tingkat sederhana tes yang anda buat dimintakan pertimbangan guru yang lain. (2) keadaan perasaan seseorang. (3) kebutuhan seseorang untuk bermasyarakat. dan penutupan sebagai berikut: a. 2) Memulai pelajaran dengan pemberitahuan tujuan dan alasan. sehingga siswa dapat memilih gaya belajar yang paling mereka sukai. yang meliputi perencanaan. 10. Yang intinya adalah mencari (1) lingkungan jasmani langsung. penyajian. merancang sebuah catatan gaya belajar bagi kelompok pelajar usia sekolah dan sebuah instrumen kedua untuk pelajar dewasa. C.Demikian juga Dunn dan Dunn (dalam Kemp. Pembelajaran Matematika yang Efektif. sebelum mengajar) sehingga dapat: 1) Memulai pertemuan dengan tinjauan singkat atau dengan maslah pembuka selera. Konstrusikan test yang valid! Buatlah test yang benar-benar sahih dan reliabel. Perencanaan Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA Membuat rencana (di rumah. (4) kebutuhan jasmani seseorang. Resep Pembelajaran Efektif Kanold (dalam Suryanto. 1999) mengemukakan resep pembelajaran efektif. secara singkat. siswa dapat menentukan cara belajar yang efektif untuk diri mereka. 3) . 1985). 1.

Penyajian Mengimplementasikan rencana yang telah dibuat dengan: 1) Pemeriksaan pemahaman oleh siswa dilakukan dengan pemberian tugas kepada siswa. lalu guru berkeliling memeriksa hasil pembelajaran. 5) Memeriksa pemahaman siswa dengan jalan mengajukan banyak pertanyaan dan memberikan latihan yang cukup banyak. memberi bantuan. bertanya. "menyelidiki pola yang mungkin ada". siswa mengerjakan latihan terbimbing.Menyajikan bahan pelajaran baru sedikit demi sedikit. baru kemudian salah seorang siswa ditunjuk secara acak untuk menjawab pertanyaan tadi. dan sebaganya. 4) Memberikan petunjuk yang rinci untuk setiap tugas bagi siswa. c. b. siswa diberi waktu cukup untuk menemukan jawaban. 6) Membolehkan siswa bekerjasama sampai pada tingkat siswa dapat mengerjakan tugas secara mandiri. 2) Pertanyaan diajukan kepada seluruh siswa. 3) Pada pembelajaran tentang konsep atau prosedur. Guru membimbing dengan menugasi siswa bekerja berkelompok kecil atau berpasangan untuk "merumuskan jawaban atas latihan itu". kemudian siswa menyelesaikan tugas itu. Guru memberikan penjelasan pembuka jalan. "menyusun strategi yang diperlukan dalam mengerjakan latihan itu". siswa membuat ringkasan proses langkah-langkah penyelesaian tugas tersebut. akhirnya jawaban ditawarkan kepada siswa lain untuk menilai kebenaran atau ketepatannya. dan di antara bagian-bagian penyajian yang sedikit itu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami. Penutup pertemuan Paket Pembinaan Penataran . mencobakan. dan sebagainya.

Kepemimpinan dipegang bersama. karena setiap anggota kelompok bertanggung jawab bertanggung jawab atas keberhasilan melaksanakan tugas kelompok dan akan diberi tugas individual (tugas tidak selalu berupa tugas mengerjakan soal. tetapi ada pembagian tugas selain kepemimpinan. etnik dan sebagainya) b. sedemikian hingga dapat menjelaskan materi itu) c. Pembelajaran kooperatif atau pembelajaran gotong-royong adalah salah satu jenis belajar kelompok.PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA 1) Jika sisa waktu tinggal sedikit. e. 2. jenis kelamin. d. 2) Jika sisa waktu agak banyak. Cooperative Learning sebagai Suatu Pendekatan dalam Strategi Pembelajaran Efektif. Ada ketergantungan yang positif di antara anggota-anggota kelompok. . Guru mengamati kerja kelompok dan melakukan intervensi bila perlu. digunakan untuk membicarakan langkah awal dari penyelesaian tugas yang harus dikerjakan di rumah. Kelompok terdiri atas anggota yang heterogen (kemampuan. dengan kekhususan sebagai berikut: a. dapat juga memahami materi pelajaran. digunakan untuk membuat ringkasan dari pelajaran yang baru saja selesai.

sebagaimana yang berhasil ditangkap oleh para peneliti. 1999). menunjukkan diperolehnya keuntungan. Dewasa ini penelitianpenelitian di Amerika Serikat dan beberapa tempat telah disusun secara sistematis dan praktis tentang cooperative learning . saling membantu menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah. Dalam ramburambu pelaksanaan Kurikulum Matematika SMA yang berlaku dewasa ini. pembelajaran matematika hendaknya memulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi ( contextual problem). yang sudah barang tentu jenis kegiatan belajar gotongroyong ini dipilih disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan sifat khusus yang dimiliki oleh masingmasing kompetensi dasar yang ingin dicapainya. ditekankan bahwa dalam setiap kesempatan. prinsip dan skill (algoritma) yang sebagian besar abstrak. baik yang menyangkut sikap sosial yang positif. dan dari hal yang sederhana beranjak ke hal yang kompleks. Dikenal beberapa macam pembelajaran kooperatif.1995). maka mereka harus memberi dorongan kepada anggota tim yang lain agar Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA menyempurnakan pemahamannya dan akan membantu mereka untuk berbuat. telah didokumentasikan beberapa dampak dari strategi ini dan telah diaplikasikan secara luas ke dalam perbagai pembelajaran pada perbagai lingkup kurikulumnya.Setiap anggota kelompok harus siap menyajikan hasil kerja kelompok Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa belajar kooperatif merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk semua jenjang sekolah dan untuk berbagai mata pelajaran. termasuk pelajaran matematika (Suryanto. konsep. Pada kegiatan ini sekelompok siswa belajar dengan pasti atau mendiskusikan tugas-tugas matematika yang diberikan gurunya. Hasil yang dapat dipetik lewat pembelajaran kooperatif ini. . sehingga perlu dipilih strategi pembelajaran sedemikian hingga terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan ketrampilan menyelesaikan soal serta pemecahan masalah. Metode-metode ini secara luas dan ekstensif telah digunakan pada hampir semua bidang studi dan semua jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. 3. Slavin (1995) menyatakan bahwa idea yang melatar belakangi pembelajaran kooperatif adalah bahwa jika seseorang menghendaki sukses sebagai suatu tim. Pembelajaran Bermakna dan Kontekstual sebagai suatu Pembelajaran Efektif dalam strategi PAKEM Di dalam taksonomi belajar menurut Gagne (dalam Skemp. Pengajaran hendaknya dimulai dari hal yang mudah baru beranjak ke hal yang sukar.1985) menempatkan obyek pembelajaran matematika dapat berupa fakta. mampu meningkatkan hasil belajar di samping memberi bekal ketrampilan hidup pada mereka. belajar matematika dengan pembelajaran kooperatif adalah kelompok kerja yang kooperatif. Pada pembelajaran matematika di kelas. pada semua jenis sekolah di seluruh dunia (Slavin. adalah lebih dari sekedar kompetitif.

dan penilaian pribadi di mana seorang siswa berkepentingan dengan isi materi pelajaran yang harus dipelajarinya. sebagai berikut: a. Rustana (2001) menyatakan bilamana siswa mempelajari sesuatu yang berarti. . Konteks memberikan arti. dan proses belajar mengajaran tersebut akan menjadi lebih berarti dan menyenangkan. 2001) mengidentifikasikan adanya enam kunci dasar dari Belajar dan Mengajar Kontekstual. dibimbing untuk menguasai konsep-konsep matematika. didasarkan atas asumsi bahwa belajar adalah merepresentasikan suatu konsep yang mengkaitkan mata pelajaran yang dipelajari siswa dengan konteks di mana materi tersebut digunakan serta berhubungan dengan bagaimana seseorang belajar atau cara siswa belajar. Dan akan tambah berarti jika siswa belajar materi pelajaran yang disajikan melalui konteks kehidupan mereka dan mereka menemukan arti dalam di dalam proses pembelajaran. Pembelajaran bermakna : pemahaman. Belajar dan mengajar kontekstual. relevansi dan manfaat penuh terhadap belajar. Penerapan pengetahuan : kemampuan untuk memahami apa yang dipelajari dan diterapkan dalam tatanan kehidupan dan fungsi di masa sekarang atau di masa depan. b. Di mana arti meaningfull learning adalah dapat ditransfer dalam kehidupan siswa kini dan kelak . The Northwest Regional Education Laboratory (dalam Rustana. Prinsip ini sejalan dengan konsep pembelajaran bermakna ( meaningful learning ) dari Ausuble. relevansi.Dengan mengajukan masalah-masalah kontekstual. Pembelajaran dirasakan terkait dengan kehidupan nyata atau dengan kata lain siswa mengerti manfaat isi pembelajaran. sehingga merasa berkepentingan untuk belajar demi kehidupan di masa mandatang. dan pada kondisi terbaiknya akan dikatakan bahwa siswa belajar materi pelajaran yang bermakna dalam kehidupannya. jelas tersirat bahwa kita diharuskan sudah mulai mengimplementasikan pembelajaran kontekstual atau pembelajaran matematika realistik di sekolah-sekolah. Paket Pembinaan Penataran PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA siswa secara bertahap. c. Kalau kita cermati rambu-rambu pelaksanaan Kurikulum SMA yang berlaku hingga saat ini.

d. Ragam individu dan budaya tersebut akan mempengaruhi pembelajaran dan sekaligus akan berpengaruh terhadap cara mengajar guru. tatanan sekolah dan besarnya tatanan kumunitas kelas. kelompok siswa baik sebagai tim atau keseluruhan kelas. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dunia kerja.Berfikir tingkat tinggi : siswa diwajibkan untuk memanfaatkan berfikir kritis dan berfikir kreatifnya dalam mengumpulkan data. Kurikulum yang dikembangkan berdasarkan standar : isi pembelajaran dikaitkan dengan standar lokal. pemahaman suatu isu dan Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA pemecahan suatu masalah. dan mampu menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana . kawan pendidikan dan masyarakat tempat ia mendidik. pedoman observasi. rubrik. dan sebagainya) akan merefleksikan hasil belajar sesungguhnya. Responsif terhadap budaya : guru harus memahami dan menghargai nilai. Penilaian autentik : penggunaan berbagai strategi penilaian (misalnya penilaian proyek. unjuk kinerja siswa. kepercayaan. f. Setidaknya ada 4 hal yang perlu diperhatikan di dalam pembelajaran kontekstual yaitu individu siswa. Dalam rangka pelaksanaan Belajar dan Mengajar Kontekstual diperlukan berbagai strategi. e. . dan kebiasaan siswa. antara lain: a. provinsi. daftar cek. nasional. penggunaan portofolio.

Menekankan pada pemecahan masalah/ problem . masyarakat dan lokasi sekolah. dan diharapkan dapat menunjang pembelajaran matematika yang efektif. c. Mengakui kebutuhan belajar dan mengajar untuk terjadi di berbagai konteks misalnya rumah. f. d. Menggunakan penilaian yang sebenarnya ( authentic assessment ) Usaha yang tak kenal lelah dan terus menerus diusahakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. sehingga mereka menjadi pembelajar yang mandiri ( self-regulated learners ). . Mendorong siswa untuk belajar dari sesamanya dan bersama-sama atau menggunakan grup belajar interdependen ( interdependent learning group ). Mengajar siswa untuk mengkontrol dan mengarahkan pembelajarannya. Bermuara pada mengajar siswa yang memiliki keragaman konteks hidup. b. dan salah satu terobosan yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional adalah pengembangan Belajar Paket Pembinaan Penataran PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA dan Mengajar Kontekstual ini. e.

atau membuat soal mengenai benda-benda kongkrit yang dapat dikutak-katik. "Problem Posing". Pembentukan soal baru atau pembetukan soal dari situasi atau dari pengalaman siswa. 2) Membentuk soal merupakan salah satu tahap dalam berfikir matematis (Suryanto. yaitu: a. Pembelajaran matematika melalui pelatihan pembentukan soal dapat diharapkan merupakan pendekatan yang efektif. guru perlu memberikan beberapa contoh dengan cara sebagai-berikut: a. c. b. karena kegiatan membentuk soal itu sesuai dengan pola pikir matematika. Pembentukan soal dari soal lain yang sudah ada. dalam arti: 1) Pengembangan matematika sering terjadi dari kegiatan membentuk soal. sebagai Pendekatan Pembelajaran Efektif dalam Strategi PAKEM. Hasil beberapa penelitian dalam pembelajaran matematika menunjukkan adanya korelasi yang positif antara kemampuan membentuk soal dan kemampuan memecahkan masalah. 1999). b. Membentuk soal dari soal yang sudah ada atau memperluas soal yang sudah ada. Untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam membentuk soal. atau berdasarkan gambar di majalah atau surat kabar. Pembentukan soal atau pembentukan masalah mencakup dua macam kegiatan. Membentuk soal dari suatu situasi. . Strategi problem posing adalah salah satu strategi pembelajaran melalui pelatihan pembentukan soal.4.

Motivasi dalam pembelajaran matematika adalah usaha-usaha untuk menyediakan kondisikondisi sehingga seseorang terdorong untuk belajar lebih baik. sehingga diperoleh pengertian. 1999)) Beberapa penelitian pendekatan problem posing dalam Proyek Pemerataan Peningkatan Mutu SLTP. (Gonzales. a. pengetahuan. d. Membentuk sejumlah soal yang mirip. (dalam Suryanto. seterusnya siswa dapat ditugasi membentuk soal setiap kali selesai mecermati suatu contoh soal atau setelah Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA mengerjakan suatu soal. Gagne (dalam Bigge. Setelah diberi beberapa contoh soal. pada kesimpulannya bahwa problem posing pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya prestasi belajar mereka. dan mempengaruhi siswa sehingga pada diri siswa timbul dorongan untuk belajar. Motivasi yang merupakan syarat utama agar pembelajaran matematika itu menyenangkan merupakan kunci dari pembelajaran yang efektif. Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan. Pembangkitan Motivasi menuju Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan. Dengan adanya motivasi yang baik. 5. tetapi dengan taraf kesulitan yang bervariasi.Memberikan soal terbuka. Salah satu hambatan dalam pembelajaran matematika adalah bahwa banyak siswa yang tidak tertarik pada matematika itu sendiri. siswa akan lebih mudah dan senang belajar matematika. 1982) menyatakan bahwa motivasi untuk pembelajaran adalah dorongan utama yang mengakibatkan seseorang dengan senang hati. sudah barang tentu termasuk di dalamnya trigonometri. Dari eksperimen selama empat tahun di Universitas New Mexico dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembentukan soal merupakan cara yang efektif untuk mengembangkan keterampilan calon guru sekolah dasar dan sekolah lanjutan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah. sikap dan . terdorong untuk meraih suatu tujuan.

saling bantu membantu dalam menunaikan tugas akan mempertinggi kegiatan pembelajaran dan dapat memupuk hubungan sosial yang sehat. di antaranya 1) Pemberian nilai 2) Persaingan. di sekolah persaingan sering mempertinggi hasil belajar. 5) Tugas atau pertanyaan yang menantang 6) Pujian 7) Penampilan guru. Tim Instruktur Pemantapan Kerja Guru (PKG) Sekolah Menengah (1994). bila siswa merasa pentingnya tugas yang harus diembannya maka ia akan menerima sebagai suatu tantangan dengan mempertaruhkan harga dirinya. jika siswa diminta melakukan tugas bersama-sama. menyimpulkan sejumlah motivasi yang dapat dikembangkan di sekolah. 3) Kerja sama.penguasaan kecakapan. baik persaingan individual maupun persaingan kelompok. 4) Keterlibatan harga diri. agar lebih dapat mengatasi kesulitan-kesulitan. bahwa guru yang menarik perhatian siswa terhadap pelajaran dapat menimbulkan minat yang lebih mendalam terhadap pelajaran itu 8) Suasana yang menyenangkan 9) . yang dapat dimanfaatkan untuk menjadikannya siswa menyenangi Paket Pembinaan Penataran PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA dan termotivasi untuk belajar matematika dan sudah barang tentu untuk pembelajaran Trigonometri SMA.

3) Guru harus antusias kepada matematika dan memperlihatkan kegemarannya terhadap matematika. 10) Variasi kegiatan belajar. permainan dan tebakan yang menyangkut sifat-sifat matematika dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan terhadap matematika. 11) Matematika sebagai rekreasi. di bawah ini diberikan beberapa resep dalam pembangkitan motivasi. 5) Usahakan agar siswa sebanyak mungkin terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. kegiatan laboratorium dan outdoor mathematics membangkitkan minat dalam belajar matematika. 4) Ciptakan suasana yang menyenangkan. Memang membangkitkan motivasi itu tidak mudah. menceritakan sejarah yang berhubungan dengan topik. ia akan berusaha untuk mencapainya. 6) . Guru harus berkompeten dalam matematika yang diajarkannya.Pengertian. Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 2) Usahakan untuk memberikan motivasi dengan contoh. bahwa pengajaran yang disisipi teka-teki matematika. dengan digunakannya bermacam-macam alat bantu pembelajaran. dan keguanaannya dalam kehidupan sehari-hari. tujuan yang menarik bagi siswa adalah motivasi yang sangat baik. sehingga siswa akan semakin menyenangi belajar matematika diantaranya: 1) Usahakan agar setiap tujuan pembelajaran itu jelas dan menarik.

8) Pekerjaan dan tugas harus sesuai dengan kematangan dan kesanggupan siswa. 2) Memotivasi siswa dengan jalan menggunakan teknik bertanya yang baik: a) . buku matematika. d) Menjawab tidak dengan berteriak. yang resepnya di antaranya adalah sebagai berikut: 1) Memotivasi siswa melalui kebiasaan dalam mengajar: a) Memulai pelajaran tepat waktu. buku tulis. kalkulator. 1999) memotivasi dapat dilakukan melalui beberapa cara. 11) Usahakanlah agar selalu terdapat motivasi pada setiap langkah proses pembelajaran. sudah di atas meja pada awal jam pelajaran. Motivasi merupakan kunci dari pembelajaran yang efektif.Hubungkanlah bahan pelajaran dengan kebutuhan siswa. pulpen/ballpoint/pensil. b) Mengajar dengan sering berkeliling kelas untuk memantau siswa. 7) Pujian dan hadiah lebih berhasil untuk menimbulkan motivasi daripada hukuman dan celaan. Menurut Johnson (dalam Suryanto. c) Menentukan bahwa pada setiap pelajaran (matematika termasuk di dalamnya trigonometri). 9) Hargailah pekerjaan yang telah dilakukan siswa. 10) Berikanlah kritik dengan senyuman.

b.Gunakan "seni bertanya". f) Berilah tugas memecahkan masalah yang sesuai dengan kemampuan individual siswa. maka pendekatan SANI (sa ntun terbuk . d) Memotivasi siswa melalui tugas pekerjaan rumah dan tes : e) Bantulah siswa sehingga memahami semua bahan pelajaran yang "abstrak". g) Berilah pertanyaan yang sesuai dengan kemampuan siswa sedemikian sehingga siswa itu dapat memberikan jawaban yang benar. sehingga siswa berhasil memecahkannya. Pendekatan Sani menuju ke Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan Sehubungan dengan betapa pentingnya pembangkitan motivasi dalam pembelajaran matematika pada umumnya dan trigonometri pada khususnya. b) Tujukan pertanyaan keseluruh kelas (semua siswa) Paket Pembinaan Penataran PembelajaranTrigonometri Berorientasi Pakem di SMA c) Berikan kesempatan kepada siswa waktu yang cukup untuk menemukan jawaban sebelum menunjuk siswa yang harus menjawab.

Selama proses belajar adalah wajar sekali jika siswa melakukan kesalahan dalam matematika. Cara guru memberi komentar atau menegor siswa yang melakukan kesalahan harus memperlihatkan sikap empatik. Berani mengutarakan pikirannya walaupun mungkin pikirannya itu salah. Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 23 Bab III Pembelajaran Trigonometri Berorientasi PAKEM di SMA A. dalam usaha mengajak siswa senang belajar matematika. Standar Kompetensi: . Titik tolak pembelajaran SANI antara lain adalah kenyataan bahwa pembelajaran adalah suatu aktivitas sosial antara siswa dan guru. sebaliknya siswa dengan santun dan dengan bahasa yang komunikatif harus didorong mau belajar dari kesalahan. Siswa harus dihormati dan diperlakukan secara santun dan diajak terbuka. dan sejauh mungkin diupayakan agar menyenangkan. Dalam pembelajaran tidak seharusnya masih dijumpainya Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA anggapan bahwa hukuman adalah bagian dari proses belajar. Kompetensi Dasar Pengembangan silabus dari bahan ajar ini didasarkan atas: 1. siswa dengan siswa. terbuka harus diciptakan agar siswa senang belajar matematika. dan dalam berkomunikasi dengan siswa perlu menggunakan bahasa yang komunikatif. Justru sebaliknya hukuman harus dihindarkan tetapi suasana yang hangat. menyenangkan. adalah suatu pendekatan kultural yang sangat baik dalam membangkitkan motivasi. Dalam proses pembelajaran matematika harus diciptakan suasana yang tidak menegangkan. Kesalahan bukanlah suatu dosa.a dan komu ni katif) (Marpaung. namun demikian perlu dalam proses pembelajaran supaya guru mengetahui masalah yang dialami siswa dan dapat membantu siswa memperbaiki proses berfikir siswa tersebut. 2001).

persamaan.a. Menggunakan rumus trigonometri jumlah dua sudut. Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungn teknis yang berkaitan dengan fungsi trigonometri. d. b. Pengertian Sudut . Menggunakan manipulasi aljabar untuk merancang rumus trigonometri dan menyususun bukti 2. dan menafsirkan hasil yang diperoleh. menyelesaikan modelnya. Merancang model matematika yang berkaitan dengan fungsi trigonometri. rumus sinus dan kosinus. fungsi. c. Memulai Pembelajaran Trigonometri 1. selisih dua sudut dan sudut ganda. B. Menggunakan sifat dan aturan tentang fungsi trigonometri. Merancang rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dan sudut ganda. Kompetensi Dasar a. dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah. rumus sinus dan rumus kosinus dalam pemecahan masalah. b. Menggunakan perbandingan. e.

sudut adalah suatu konsep dasar. dari posisi awal ke posisi akhir. agar masing-masing mengkonstruksi konsep sudut pada diri siswa masing-masing. dapat melalui salah satu pendekatan melalui rotasi garis sebagai berikut: CB A Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 24 Siswa diminta melukis sinar garis (misal sinar garis A B ) kemudian putar sinar garis AB tersebut dengan pusat A sampai terjadi sinar garis AC. Konsep tentang sudut secara umum didasarkan atas gerak rotasi suatu sinar garis pada titik pangkalnya.Di dalam taksonomi belajar menurut Gagne. maka dari beberapa cara untuk mendefinisikan tentang pengertian sudut. dimulai dari posisi awal A B dan berakhir pada posisi AC . Berangkat dari perputaran garis tersebut siswa diajak berdiskusi. Jadi gambaran sudut BAC di atas sebagai hasil perputaran sinar garis pada titik pangkal A. sehingga terbentuk sudut BAC (biasanya ditulis dengan BAC ) atau sudut sebagaimana gambar di atas.

sistem radian dan sistem sentisimal a. bahkan dari peninggalan bangsa Sumeria (kira-kira tiga ribu tahun sebelum Masehi) didapati telah membagi satu putaran penuh menjadi 360 bagian yang sama. yaitu sistem seksagesimal. dinamai dengan BAC atau A atau dengan huruf latin . 2. diketemukan bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki bangsa Babilonia pada masa itu sudah sangat tinggi. bahwa berdasarkan hasil penggalian situs pubakala di lembah Mesopotamia (sekarang termasuk daerah Irak). Ukuran Sudut Ada tiga macam satuan besar sudut. Sistem Seksagesimal Untuk pembelajaran pengukuran sudut ini ditempuh langkah-langkah berikut: 1) Sebagai motivasi digunakan Sejarah Matematika. Inilah yang menurut dugaan para ahli bahwa satu lingkaran penuh dibagi menjadi 360 derajat (ditulis selanjutnya dengan simbul o 360) 2) .Untuk memberi notasi sudut di atas.

Dari ketentuan di atas, dengan mudah dapat ditunjukkan bahwa 1 derajat dibagi menjadi 60 menit ( '60 ), dan satu menit dibagi menjadi 60 detik (60''). b.

Sistem Radian Sebagai motivasi diceriterakan bahwa untuk pengukuran sudut elevasi penembakan meriam dalam kemiliteran zaman dulu diperlukan ukuran sudut Paket Pembinaan Penataran

Pelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 25 yang tidak menggunakan ukuran derajat, namun ukuran lain yang lazim kita kenal dengan istilah sistem radian.

Dalam sistem radian yang dimaksud besar sudut satu radian adalah besar sudut pusat dari suatu lingkaran yang panjang busur dihadapan sudut tersebut adalah sama dengan jari-jari lingkaran tersebut. Sehingga besar sudut POQ = radian PQbusur panjang r = r r radian = 1 radian. 1)

Dengan teknik bertanya untuk meningkatkan derajat keaktifan pembelajaran, maka dibahas hubungan antara sudut dalam seksagesimal dan radial, sebagai berikut :

radianradianr r o 2 2360

== Sehingga diperoleh hubungan Kadang-kadang 1 radian dibagi lagi dalam 1000 bagian, dan masing-masing bagian disebut miliradian (ditulis dengan tanda m / ) Jadi: mrad o / === 45,1701745,0180 1

c.

Satuan Besar Sudut Sistem Sentisimal Pada instrumen-instrumen untuk keperluan astronomi, peneropongan bintang, teodolit dikenal satuan sudut yang sedikit berlainan dengan kedua ukuran

O P Qrr r 1 radian 1. radian 180 0

= 2.

1 radian "45'175757,296 00

3. 017453,01 0

radian Paket Pembinaan Penataran

Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA

26 di atas, sistem ini kita kenal dengan nama sistem sentisimal. Pada sistem ini satu putaran penuh adalah 400

g (dibaca 400 grad ). Sehingga besar sudut 2 1 putaran adalah 200 g besar sudut 4 1 putaran adalah 100 g besar sudut 400 1 putaran adalah 1 g Untuk ukuran sudut yang lebih kecil dikenal: 1 g = 10 dgr (dibaca : 10 decigrad ) 1 dgr = 10 cgr (dibaca : 10 centigrad ) 1 .

Nilai perbandingan trigonometri dari sudut didefinisikan sebagai berikut : sinus (ditulis dengan notasi sin )= hipotenusa sisi sudut hadapan disiku -siku = .cgr = 10 mgr (dibaca : 10 miligrad ) 1 mgr = 10 dmgr (dibaca : 10 decimiligrad ) 3. kosinus dan tangen mengacu indikator yang dikembangkan dari kemampuan dasar adalah dengan menggunakan perbandingan trigonometri segitiga siku-siku. Mendefinisikan sinus. kosinus dan tangen Pendekatan untuk menentukan nilai sinus.

b a kosinus (ditulis dengan notasi cos )= hipotenusa sisi sudut dekat disiku -siku = b c tangen (ditulis dengan notasi tan )= c asisi .

= sudut dekat disiku sikusisi sudut depan disiku -siku AB C ac b Terhadap sudut . sisi c disebut sisi siku-siku yang berdekatan dengan sudut . sisi a disebut sisi siku-siku di hadapan sudut . sedang sisi b disebut hipotenusa Paket Pembinaan Penataran Pelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 27 Catatan untuk guru: (i) Jika sudut .

sin . dapat dipilih strategi cooperative learning dengan model jigsaw (Slavin) dan pendekatan kontekstual. agar pengertian yang diasosiasi maupun modifikasi di dalam benak siswa tersebut sampai pada pengingatan pengetahuan siap dalam taksonomi belajar menurut Gagne. cos . sebagai berikut: a. tan disebut perbandingan trigonometri (ii) Jika sudut variabel. cos dan tan disebut fungsi trigonometri Seusai siswa kelas X mengkonstruksikan pemahaman konsep dari perbandingan trigonometri sinus. kosinus serta tangen. . maka sin .konstanta.

A B C Dengan mengukur panjang tangga BC. dan mengukur besar sudut ABC. b. Demikian juga dapat digunakan persoalan yang dibuat berdasarkan situasi di sekitar sekolah. dapat dimanfaatkan untuk memantapkan konsep kosinus. dan menggunakan perbandingan tangen maka siswa dapat mengukur tinggi bangunan itu. Tangga Lantai II Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 28 3) Keberadaan gedung tinggi di dekat sekolah.Guru mempersiapkan tugas yang harus menggunakan perbandingan sinus. mengukur jarak dari dasar gedung dengan tempat berdiri siswa waktu menggunakan klinometer. dapat dimanfaatkan untuk memantapkan pengertian siswa tentang perbandingan sinus 2) Keberadaan suatu tiang (tiang listrik. kosinus dan tangen yang diambil dari lingkungan sekolah: Misalnya: 1) Keberadaan tangga sekolah menuju lantai II. papan reklame) yang diperkuat dengan talipancang. Dengan menggunakan klinometer (untuk mencari besar sudut elevasi). maka siswa ditugasi untuk menentukan ketinggian lantai II dari dasar lantai. dapat digunakan untuk memperdalam kefahaman tentang konsep tangen. dan menggunakan konsep sinus. .

c. yang sudah waktunya diganti itu! CAB Tali pancang Tiang Paket Pembinaan Penataran Pelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 29 lingkungan sekolah. kelompok ini dengan menggunakan strategi penyelesaian masalah berdiskusi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. dan mempersiapkan diri menyampaikan hasilnya kepada anggota lain di kelompok jigsaw- . yang jumlah anggotanya disesuaikan dengan jumlah tugas yang dapat dikonstruksi berdasarkan situasi Dengan mengukur besar sudut BAC dan jarak AB. dan suatu hal yang mesti dicatat di sini bahwa masing-masing anggota dari kelompok expert ini bertanggung jawab untuk menjelaskan hasilnya kepada anggota lain dari kelompok jigsaw -nya.Guru membentuk kelompok-kelompok jigsaw . yang banyaknya kelompok sama dengan banyak tugas yang berhasil dibuat oleh guru. Guru pada kesempatan ini mengawasi dan menjadi nara sumber apakah kerja tim sudah sesuai dengan strategi yang dipilih guru. Setelah masing-masing kelompok bekerja secara kooperatif untuk menyelesaikan tugas. dan anggota masing-masing kelompok terdiri dari satu orang tiap kelompok jigsaw. Kemudian masing-masing kelompok diberi tugas untuk menyelesaikan kesemua tugas yang harus diselesaikan. d. Guru membentuk kelompok expert (countepart) group . serta menggunakan konsep kosinus maka siswa dapat menentukan panjang tali pancang AC.

kosinus dan tangen di atas. dengan contoh langkah-langkah sebagaimana di bawah ini. kosinus. 4. di mana guru memantapkan pemahaman tentang sinus.nya. dari diagram di atas. sekan dan kosekan. dan tangen. Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi kelas. dengan tugas masing-masing menjelaskan hasil yang telah diraih dari kelompok expert -nya. e. siswa di arahkan untuk memahami konsep perbandingan kotangen. Perluasan dari pengertian sinus. dalam memahami perbandingan trigonometri. dilanjutkan guru memperluasnya dengan perbandingan kotangen. bahwa : (iv) kotangens (ditulis dengan notasi cot )= sudut depan di sisi . Perluasan Nilai Perbandingan Trigonometri. a. sekan dan kosekan. dan jangan lupa memberi penghargaan berupa pujian sebagai motivasi dan suasana kompetitif yang sehat. maka kembalilah masing-masing anggota dari kelompok ekspert ke kelompok jigsaw semula.

sudut dekat di sisi = a c (v) sekan (ditulis dengan notasi sec )= sudut dekat disisi hipotenusa = c b Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 30 (vi) .

dengan pendekatan tanya-jawab. dikembangkan sifat hubungan antar masing-masing perbandingan trigonometri c. Berpangkal dari definisi perbandingan trigonometri di atas. Secara singkat model pembelajaran kooperatif TAI dikembangkan oleh Slavin (1985) dengan beberapa alasan. Pertama model ini mengkombinasikan . siswa melakukan reinvention yang akhirnya berhasil membuktikan rumus-rumus di bawah ini. dengan model TAI ( Team Accelerated Instruction ) misalnya di samping memberi motivasi.kosekan (ditulis dengan notasi csc )= sudut depan di sisi hipotenusa = c a b. juga ada sedikit kompetisi yang sehat dengan tidak meninggalkan kelebihan pembelajaran gotong royong. Untuk pembuktian sifat-sifat lainnya. guru dapat menggunakan pembelajaran kooperatif.

Ketiga. misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara individual. Model ini juga merupakan model kelompok berkemampuan heterogen. Anggota tim menggunakan lembar jawab yang digunakan untuk saling memeriksa jawaban teman setim.keampuhan pembelajaran kooperatif dan program pengajaran individual. Kedua. Setiap siswa belajar pada aspek khusus pembelajaran secara individual. TAI disusun untuk memecahkan masalah dalam program pengajaran. dan semua bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban pada akhir kegiatan sebagai tanggung jawab bersama. Model TAI ini digunakan untuk mendorong siswa menemukan kembali rumus-rumus di bawah ini: sin 1 csc iii)( cos 1 sec (ii) tan 1 cot (i) = = = . model ini memberikan tekanan pada efek sosial dari belajar kooperatif. Diskusi terjadi pada saat siswa saling mempertanyakan jawaban yang dikerjakan teman se-tim-nya.

sin cos cot )( cos sin tan (iv) = = viPaket Pembinaan Penataran Pelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 31 1cossin 22 =+ cos)90sin( 0 = 22 sec1tan =+ .

45. Pembelajaran Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa Selanjutnya perlu dibahas nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut ooooo 90.60. Untuk memantapkan pemahaman tentang perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut 000 .30.sin)90cos( = o 22 csc1cot =+ cot)90tan( = o 5.0 a.

2) Dibuat lembar kerja. dan agar siswa sampai pada relational understanding (bukan sekedar instrumental understanding ). tentang tugas yang harus mereka kerjakan Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 32 3) Untuk pengembangan sampai dengan perbandingan trigonometri untuk sudut 00 90dan 0 . kemudian anggota kelompok yang satu memeriksa hasil kelompok yang lain.60. masing-masing kelompok beranggotakan kira-kira 5 orang siswa.45. di mana sebelumnya dibentuk kelompok-kelompok diskusi. untuk menyelesaikan tugas ini 1) Bentuklah kelompok-kelompok belajar kooperatif.30. dengan tugas masing-masing anggota kelompok mengerjakan seluruh tugas. berdiskusi mengapa dan bagaimana dengan bahasa mereka untuk berdiskusi. digunakan strategi pembelajaran kooperatif dengan model TAI (Team Assissted Individualization). maka dikaitkan nilai perbandingan trigonometri dengan sistem koordinat Cartesius : SAB CD P .

cos . . tentukan nilai perbandingan: 0 30 0 45 0 60 sin . . .Q R ABC sama sisi panjang sisi = 2a PQRS persegi panjang sisi = 2a Dengan menggunakan gambar di atas. . tan .

. . . dengan teknik bertanya. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi . . . 6. cot . Paket Pembinaan Penataran Pelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 33 Dengan berangkat dari definisi yang dihubungkan dengan konteks koordinat di atas. . csc . maka.. . sec . dapat dikembangkan untuk mencari nilai trigonometri untuk sudut-sudut 00 90dan 0 . .

Dengan teknik bertanya dan strategi eksposisi dibahas sifat 00 cos)90sin( = b.y)x y Dengan mencermati definisi perbandingan trigonometri untuk sudut . maka : y . strategi yang dipilih adalah kombinasi dari eksposisi dan pembelajaran koopertif. untuk meninggikan derajat keaktifan siswa X rO Y P(x. dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.Pada pembelajaran materi ajar ini. Pembelajaran sifat oo sin)180sin( = digunakan teknik bertanya.

r csc tan x r sec cos y x cot == == == sin x y r x r y O y=x P(x.y) ).( 11 1 .

yxP o )90( 1 y x y 1 x oo r xr y cos)90sin( 1 1 === Y XPaket Pembinaan Penataran .

Dengan dua contoh di atas.Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 34 c. siswa diberi tugas untuk mencari dan akhirnya menemukan sifat-sifat: 1) (i) sin)90cos( 0 = (ii) cot)90tan( 0 = (iii) sifat-sifat 00 . dilanjutkan dengan strategi cooperative learning (Jigsaw misalnya).

)180cot( .)90csc()90sec( dan dijadikan soal untuk penilaian proses 2) (i) cos)180cos( 0 = (ii) tan)180tan( 0 = (iii) sifat-sifat untuk 00 )180sec(.

3) (i) 00 sin)180sin( =+ (iii) 00 cos)180cos( =+ (iv) 00 tan)180tan( =+ (v) .0 )180csc( dan dijadikan soal untuk penilaian proses.

5) (i) 00 sin)360.sifat yang lain dijadikan soal penilaian proses. 4) (i) 000 sin)sin()360sin( = = (ii) 000 cos)cos()360cos( = = (iii) 000 tan)tan()360tan( = = (iv) sifat nilai perbandingan yang lain dijadikan penilaian proses.sin( =+ .

y) O P (-x.n P(x.y) o )180( sin)180sin( 1 1 === r yr y oo Y XPaket Pembinaan Penataran Pelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 35 .

Akhir dari pembahasan nilai perbandingan sudut yang berelasi. kosinus. kuadran I : sem ua (sinus.tan( =+ n (iv) sifat nilai perbandingan yang lain.cos( =+ n (iii) 00 tan)180. dijadikan penilaian proses. sampai pada kesimpulan bahwa nilai perbandingan sudut. kotangen.(ii) 00 cos)360. tangen. nilai positif atau negatifnya terletak pada kuadran di mana sudut itu berada. sekan dan kosekan) kuadran II : sin us (bersama kosekan) kuadran III : tan gen (bersama kotangen) kuadran IV : kos inus (bersama sekan) Yang dalam versi Bahasa Inggris kita kenal : All . d.

Si ly and T im are C ats . Dengan strategi eksposisi. Untuk membahas materi ini ditempuh langkah-langkah sebagai berikut: a. maka langkah b erikutnya membawanya menjadi fakta (dalam taksonomi Gagne) atau pengetahuan siap. misalnya " sem anis Sin ta tan . 7. dan dan teknik bertanya diingatkan kembali rumus yang menghubungkan perbandingan trigonometri yang telah ditemukan di depan: Kuadran I Kuadran II Kuadran III kosinus semua sinus tangens Kuadran IV OX Y Pemahaman prinsip-prinsip ini secara relasional. Hubungan Perbandingan Trigonometri suatu Sudut. dan selanjutnya guru dapat menyarankan siswa untuk membuat jembatan keledai (mnemonic) untuk itu.

dan untuk itu strategi yang cocok adalah pemecahan masalah (G.pa kos metika". Polya) 1) Guru memberi satu contoh identitas trigonometri: Buktikan bahwa 1coscossinsin 4224 =++ Bukti: Kita ubah ruas kiri sebagai berikut: 4224 coscossinsin ++ = 422 . yang artinya nilai perbandingan trigonometri positf untuk sudut di:Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 36 b. Agar pemahaman tentang prinsip (menurut taksomi Gagne) di atas dapat ditingkatkan menjadi pengetahuan siap. maka dilatih lewat soal-soal identitas.

dengan pendekatan problem solving sebagai suatu motivasi. diingatkan dalam berdiskusi memecahkan soal-soal identitas agar mereka. terbiasa menempuh langkah-langkah yang disarankan oleh G. masing-masing kelompok berdiskusi memecahkan masalah. merancang rencana ( . memahami masalah ( understanding the problem ) ii.cos)cos1(sin ++ = 422 cos)cos1)(cos1( ++ = 44 cos)cos1( + = 1 (terbukti) 2) Berikutnya siswa secara berkelompok dengan cooperative learning (TAI misalnya). Polya sebagai berikut : i.

cos . memilih konsep-konsep dan prinsip yang tepat iii. melaksanakan rencana ( carrying out the plan ) iv. 1cossin 22 =+ 2.devising a plan ). memeriksa kembali ( looking back ) rO Y P(x.y)x y 1.

sintan = 3.

22 sec1tan =+ 4.

csccot1 2 =+ untuk semua oo 3600

XPaket Pembinaan Penataran

Pelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 37 Untuk itu dapat digunakan soal soal identitas sebagai berikut: Buktikan identitas di bawah ini: 1. 1)tan1(cos 22 =+

2.

2244 sincossincos = 3.

sin)cos1)(cot(csc =

+ 4.

22 cos)sin)(cossin1)(sin(cos = 5. +

2242 2 seccsc2si n si n 1cos += + 6.

tanseccscsin )tan1)(tan1( = +

7.

sintancossec

cossinsincotcostan 44 =+ 9.= 8. cos1 coscos sin1 + = 10.tansintan = 3) . 2222 sin.

Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 38 1) Dari koordinat Cartesius ke koordinat Polar P(x. 8. Dengan diingatkan kembali sistem koordinat Cartesius dan diceritakan sedikit kisah Rene des Cartes.A) 22 yxr . maka penilaian proses menggunakan soal-soal tentang hubungan koordinat Cartesius dan Koordinat Polar. dan untuk pemantapan kefahaman siswa tentang sistem koordinat polar. Diperkenalkan sistem koordinat polar.y) P(r.Agar pemahaman siswa lebih mendalam. maka jika memungkinkan (mengingat waktu dan kemampuan siswa) maka dapat dilanjutkan tugas problem posing yang diajukan dari masing-masing kelompok kooperatifnya. orang yang mula-mula memperkenalkan sistem koordinat (sistem koordinat Cartesius). maka diulas sistem koordinat Cartesius b. Koordinat Kutub a.

3) Jawab: r = 23)3(3 22 = + tan A = 13 3 = = x y A = (2 4 1 )= .+= x yA = tan Contoh : Tentukan koordinat polar titik P(3.

5451 y = r sin A = )sin(5 5 7 .23 ) 2) Dari koordinat polar ke koordinat Cartesius: x = r cos A y = r sin A Contoh : Tentukan koordinat Cartesius dari ).5( 5 7 P Jawab: x = r cos A = )cos(5 5 7 = -1.4 3 1(diambil sudut di kuadran IV) Jadi koordinat kutub dari P( 4 3 1.

7553) P(x.5451. dengan oo A 3600 Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 39 9.y).y) P(r.A).A) A O x Y r sumbu polar YX Letak titik P jika dinyatakan dalam koordinat Kartesius adalah P(x.-4.= -4. .7553 Jadi koordinat P(-1. dan jika dinyatakan dalam koordinat kutub adalah P(r.

Misalnya: a. Dari pengertian fungsi tersebut dikembangkan pengertian fungsi trigonometri f adalah suatu fungsi pada bilangan real f : x f(x). Fungsi kosinus f: x x cos c.Fungsi Trigonometri Untuk pembelajaran fungsi trigonometri ini diingatkan pengetahuan prasyaratnya yaitu pengertian fungsi. Fungsi tangen f: x x tan Jika tidak ada penjelasan apa-apa maka argumen x adalah dalam satuan radian a. Melukis . Fungsi sinus f: x x sin b. di mana rumus fungsi f(x) adalah perbandingan trigonometri yang telah dibahas di depan.

22 1 222 )33()2( rrrCFCD +=+ = rr . satuan di sumbu-X dan sumbu-Y mempunyai perbandingan panjang yang tepat maka perlu dikenal cara melukis menurut Kohansky sebagai berikut.141533..menurut Kochansky Agar di dalam melukis fungsi trigonometri..33 3640 = Dengan triple Pythagoras dapat dicari panjang: DF = OA = r EC = r cot 60 o = 3 2 1 r Lukis EF = 3r Sehingga : .

kita tahu dari hasil perhitungan yang sebenarnya.142592 r Melihat hasil ini pendekatan DF sebagai r sudah cukup teliti sampai dua tempat desimal. maka kesalahan hanya 0.33 2 1 rrCF = Or AB C DE F 60 o Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 40 Sedangkan di sisi lain. bahwa r = 3. Dapat dicontohkan di sini.1 mm.00006 m < 0. dengan demikian melukis jika satu satuan diketahui dengan cara Kochansky ini sudah cukup teliti. b. misalnya untuk r = 1 m. .

2 . (30. c. dapat dilakukan dengan: 1) Menggunakan tabel Mula-mula siswa ditugasi untuk melengkapi nilai-nilai sin x o untuk sudut-sudut yang mudah dihitung. maka pasangan koordinat titik-titik : (0.0). kosinus dan tangen. di samping itu dapat juga dilakukan dengan jalan menggunakan lingkaran satuan.Untuk menggambar grafik fungsi-fungsi sinus. Melukis fungsi f : x sin o x Untuk membuat sketsa grafik fungsi f: x o x sin . dapat dilakukan dengan pendekatan penugasan. sebagaimana tabel di bawah ini: X 0 30 45 60 90 120 135 150 180 210 225 240 270 300 315 330 360 sinx o Bila nilai pada tabel telah dibuat lengkap. dengan jalan menentukan nilai fungsi dari titik-titik yang mudah dihitung.

(45. 3 2 1 ). dengan panjang interval 3600 x digunakan skala 2 satuan.0) digambarkan pada bidang koordinat Cartesius. sesuai dengan cara melukis menurut Kochansky di atas. (360. 2 2 1 ). Sedang untuk melukis 2 dan 3 dapat dilakukan sebagai berikut: Jika AB = BC = CD = 1 dan BCAB dan .1 ). (60. .

CDBC maka AC = 211 22 =+=+ BCAB dan 312 22 =+=+ CDAC AD = AB C D1 1 1 3 2 Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 41 .

yaitu 30 o . 150 O . 120 O . 180 . 45 O .Untuk melukis garis yang panjangnya 2 2 1 dan 3 2 1 dapat dilakuakn dengan jalan membagi dua sama besar ruas garis AC dan AD. 60 O . 2) Menggunakan lingkaran satuan. 135 O . 90 O . Untuk menggambar grafik fungsi trigonometri dengan menggunakan lingkaran satuan pertama kali pada lingkaran satuan itu dibuat sudut-sudut khusus.

240 O . 60. 60. Hal ini dilakukan untuk memudahkan meletakkan posisi 30. 270 O . 300 O . 45. 330 O dan 360 0 . 315 O . 90. 225 O . . 45. 1 . Sehingga nilai sin x o dari 30. dapat diwakili oleh proyeksi jari-jari lingkaran satuan pada garis vertikal yang melalui pusat lingkaran tersebut. 210 O . 90. 360 pada sumbu-X. .0 . Untuk menentukan nilai sinus suatu sudut dengan menggunakan lingkaran satuan adalah bahwa nilai sinus suatu sudut dapat dinyatakan sebagai panjang proyeksi jari-jari lingkaran pada garis vertikal yang melalui pusat lingkaran.

.

0 30 45 60 90 120 135150 180210 225240270 300315 330 360 1 X Y 2 1 2 1 .

2 2 1 2 2 1 .

y=sin x o Gamb.1 Grafik y = sin x o . 3.

0 30 360 4560 90120 135 150 180 .

. siswa ditugasi membuat grafik fungsi y = cos x o dan grafik fungsi y = tan x o . y = cos x serta y = tan x untuk sudut-sudut dalam sistem radian. untuk mempermudah perhitungan gunakan sudut-sudut istimewa seperti : 2...210 225 240 270 300 315 330 y = sin x o Gamb. 2 13 . maka dengan strategi belajar kooperatif.2 Grafik fungsi y = sin x oPaket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 42 Setelah siswa mampu membuat grafik fungsi trigonometri.. demikian juga grafik fungsi-fungsi y = sin x... baik dengan cara menggunakan tabel maupun dengan menggunakan lingkaran satuan.. 3.

thickness=2).14 16 1 d. > plot(4*x.x=0..4*Pi. maka dapat dimanfaatkannya Computer Based Learning (CBL) untuk tujuan ini (jika kondisi sekolah sudah memungkinkan) misalnya dengan memanfaatkan software MAPLE (MAPLE adalah salah satu software yang memang dibuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan matematika) sebagai contoh berikut : Gambarlah grafik fungsi-fungsi dalam koordinat polar (fungsi dalam koordinat polar biasa disajikan dengan )( f = ) berikut : 1) Spiral Archimedes: p = dengan p suatu konstanta.coords=polar. Untuk memberi motivasi kepada para siswa. Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA . mengingat sebagian besar sekolah telah memiliki komputer dan bahkan laboratorium komputer.

thickness=2) 3) Kardioda : )cos1( + = a .x=0. p suatu konstanta > plot(x^2.43 2) Spiral Logaritmik p = . a kontan dan 20 ..coords=polar.2*Pi.

.coords=polar..> plot(4*(1+cos(x)). 4) Limason : sin ba = .x=-Pi.Pi. Paket Pembinaan Penataran .x=-Pi.thickness=2).Pi.thickness=2). a.coords=polar.b konstan dan 20 > plot(4-3*sin(x).

.x=-Pi.coords=polar. a konstan dan 20 >plot([sqrt(4*cos(2*x)).-sqrt(4*cos(2*x))].Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 44 5) Lemniskat : )cos( 2 a = .Pi. 6) Mawar berdaun tiga : .thickness=2).

. a konstan dan 20 > plot(5*sin(3*x). . 7) Loop cos 2 1 += .thickness=2).3sin a = .x=-Pi.Pi.coords=polar.

thickness=2)..Pi.coords=polar.......... Pembelajaran Rumus Segitiga dalam Trigonometri Dalam pembelajaran rumus-rumus segitiga dalam trigonometri adalah materi yang sangat baik untuk meningkatkan pola berfikir logis dengan jalan merefleksikan dengan konteks yang sudah tertanam dalam benak siswa. iii .x=-Pi... Contohnya pada penemuan aturan sinus guru menggunakan alat bantu pembelajaran berupa lembar kerja yang dapat dikerjakan berkelompok dalam kelompok kooperatif yang modelnya bisa digunakan jigsaw atau TAI. )(...sin . Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 45 10.. ... = ...sin.. a.20 plot(1/2+cos(x)..... Dari (i) dan (ii) diperoleh : .

. EC BD ab = ...... ivAE = Dalam BAE.....(.. ...... sin B = (v) ...... sin C = ).. . = Sehingga dari (iii) dan (vi) kita dapatkan hubungan : Hubungan yang kita hasilkan di atas yang kita kenal dengan dengan nama Aturan Sinus....... ... = AE Dari (iv) dan (v) diperoleh. .......... (vi) sin.= Dalam CAE.......sin........... ..

. ....... sin A = ..... ....... (ii) = .... sin C = .sin...si n .. Dalam ABD......sin....... ..c Pada ABC.. lukis BD tegak lurus AC dan AE tegak lurus BC.... ... BD A ... BD Dalam CBD. (i) = ...... ......

yang misalnya saja dipandu dengan Lembar Kegiatan Siswa. siswa berkelompok untuk menurunkan aturan kosinus. (1) Pada CD BCD sebagaimana gambar di atas : CD 2 = BC 2 . 1) Dengan strategi pembelajaran kooperatif menggunakan model TAI misalnya. Demikian juga aturan kosinus dapat dilakukan dengan strategi dan pendekatan yang sama.=a . yang fokus kerja siswa darahkan sebagai berikut : a) Pada ACD sebagaimana gambar di atas : p = 2 = AC 2 =b 2 ..==Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 46 Dalam hal ini guru mengawasi diskusi di kelompok-kelompok apakah akhirnya siswa sampai pada kesimpulan: b.

a A B CD a b p cp .= 2 = 2 = 2 = 2 = C c sinsinB bsinA a == . (2) Dari (1) dan (2) didapat: . .a . a .a .2 .= . .

. sebagai berikut : Pada ACD : p = 2 = . = a .. P= CD (1) Pada BCD : CD 2 = 2 = 2 = 2 = 2 = a a a . (2) Dari (1) dan (2) didapat : .Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 47 2) Dikonstruksi juga lembar kegiatan siswa untuk kelompok yang lain. CD . dari kelompok 1) di atas..

2 = Dari kedua lembar kegiatan siswa di atas. guru sebagai fasilitator. siswa di motivasi untuk menemukan secara lengkap aturan kosinus untuk segitiga ABC. rumus kosinus a 2 =b 2 + c 2 2bc cos 3) Masih dengan strategi pembelajaran kooperatif. yakni : a 2 =b 2 +c 2 2bc cos b 2 . sehingga kesimpulan akhir yang didapatkan lewat pembelajaran kooperatif ini adalah. bila dipandang perlu dapat memberikan arahan yang berupa pertanyaan-pertanyaan di kelompokkelompok.

=a 2 +c 2 2ac cos c 2 =a 2 +b 2 2ab cos p A B CD abcPaket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 48 c. .

Dengan merefleksikan pemahaman siswa tentang aturan sinus. aturan kosinus maka dengan pendekatan deduktif dapat dikonstruksikan pemahaman relational tentang 1) rumus luas segitiga Pada setiap ABC berlaku: Luas ABC = 2 1 bc sin = 2 1 ac sin = 2 1 ab sin Bukti : Pada .

sehingga : Luas ABC = 2 1 a.ADC. t = b sin . 2) Sebagai pengayaan siswa di tugasi untuk membuktikan bahwa luas ABC: Luas ABC = ))()(( csbsass di mana s = 2 .t = 2 1 ab sin (terbukti).

1 (a + b + c) dengan jalan menggunakan bantuan aturan kosinus di atas. d.

Untuk meningkatkan minat siswa terhadap trigonometri dan memberikan motivasi serta menunjukkan hubungan yang erat antara trigonometri dengan konteks dalam kehidupan sehari-hari, jika perlu kegiatan ini dapat dilakukan diluar kelas. tAB C D

a bc A B CD

a bc t Paket Pembinaan Penataran

Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA

49

Contohnya tugas kelompok untuk mengukur jarak dua temapt (titik D ke titik C) di kejauhan: Dengan menggunakan model koordinat polar, dari A diamati C untuk mengetahui besar sudut p o dan amati D untuk mengetahui besar sudut q o , dari B diamati D untuk menentukan besar sudut r 0 dan amati C untuk mengetahui besar sudut s o , di mana sebelumnya telah diukur jarak AB = k meter. Berdasar sketsa model matematika di atas, lihat segitiga ABC, besar sudut: m o = 180 o (p + s ) o , dengan aturan sinus : 0 000 si n sinsi n si n m

rkACm k r AC = =

Lihat segitiga ABD, besar sudut )(180 0000 qrn + = , dengan aturan sinus : 0 000 sin sinsinsin n qkADn kq AD = =

Lihat segitiga ACD, besar sudut 000 pqt = Dengan mengaplikasikan aturan kosinus maka jarak dua tempat CD dikejauhan dihitung dengan : 022

Dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.cos. sedang yang lain dengan strategi pembelajaran kooperatif (tampaknya model jigsaw yang paling tepat) dapat dibuktikan sendiri oleh siswa sehingga diperoleh pemahaman yang relational. Jumlah dan Selisih Dua Sudut. yang cukup banyak ini.2 tACADACADDC += Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 50 11. bahwa: POQOQOPOQOPPQ += cos. dengan tugas diskusi kelompok (misalnya digunakan model TAI ): Dengan aturan kosinus telah dipelajari di depan. sebenarnya cukup dibuktikan satu rumus saja yang dibuktikan dengan bimbingan guru. Dengan menggunakan lembar kerja dibuktikan salah satu rumus...2 . Untuk pembahasan rumus-rumus jumlah dan selisih dua sudut. agar dapat ditingkatkan menjadi pengetahuan siap maka siswa disarankan saling berdiskusi untuk membuat mnemonic (jembatan keledai) untuk itu.

... ...222 sehingga : ... jadi bO a r Telah dipelajari bahwa jarak dua titik P )..( QQ yx adalah 222 )()( QPQP yyxxPQ .. 2 += PQ ...........)cos(..2...))-2cos(... = .........-.( pp yx ke titik Q)..= ...( 22 rPQ = (ii) Dari (i) dan (ii) dapat ditarik kesimpulan bahwa: Sehingga : ...

... 2 r = (i) 2 ...... Guru mengawasi diskusi masing-masing kelompok jika dipandang perlu guru memberi arahan (dengan bijaksana) agar menuju ke kesimpulan : cos(a b) = cos a cos b sin a sin b .)...... sin ...............sin.....) = cos . r sin b) Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 51 cos ( .... ..............+ = sehingga : 222 )sinsin()sincos( brarbrarPQ + = = .. cos ...... = ......(.(cos2(...cos.))sin.. r sin a) Q(r cos b.... r P(r cos a........ sin ......

siswa berkooperatif untuk membuktikan rumus-rumus lewat pertolongan: cos(a + b) = cos(a ( b)) sin(a + b) = cos())90cos(())(90 00 baba =+ sin(a b) = sin(a + ( b)) tan(a + b) = )cos( )sin( ba ba + + . dan menggunakan strategi cooperative learning.b. Dengan menggunakan rumus di atas.

sin 2a = sin(a + a) ii.tan(a b) = )cos( )sin( ba ba c. Rumus untuk sudut-sudut rangkap digunakan strategi yang sama dengan cara menghasilkan rumus di atas. cos 2a = cos(a + a) iii. dengan tugas-tugas lewat : i. tan 2a = tan(a + a) Agar diperoleh rumus: sin 2a = 2 sin a cos a cos 2a = cos 2 a sin 2 .

(iii) cos(a + b) cos(a b) = .Dari hubungan di atas kita dapatkan : sin(a + b) + sin(a b) = . e. ( c ) cos p + cos q = 2 ( d ) cos p cos q = 2 .. ------------------------------------------------------------. (ii) cos(a + b) + cos(a b) = . Rumus rumus penjumlahan ditempuh strategi yang mirip dengan untuk rumus penjumlahan di atas.a = 2 cos 2 a 1 = 1 2 sin 2 a harus benar-benar sampai pada relational understanding dan akhirnya menjadi pengetahuan siap Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 52 d. cos(a b) = + . + cos(a + b) = . maka diperoleh hubungan a = b= Dari (i). dengan merefleksikan pemahaman yang sudah dimilikinya dan dengan bantuan lembar tugas siswa dibimbing membuktikan rumus berikut dengan lembar tugas sebagai berikut: sin(a + b) = . (iii) dan (iv) dapat ditarik kesimpulan : ( a ) sin p + sin q = 2. (i) sin(a + b) sin(a b) = ... Sebagai contoh sekaligus diharapkan menjadi motivasi dengan harapan diperoleh relational understanding . dalam mengarahkan diskusi siswa dengan teknik bertanya (jangan guru memberitahu hasilnya).. (ii). sin(a b) = . Pada diskusi ini guru sebagai fasilitator. (b ) sin p sin q = 2 .... sehingga akhirnya siswa secara kooperatif menghasilkan rumusrumus penjumlahan : Paket Pembinaan Penataran .. (iv) Dengan dimisalkan : a + b = p dan a b = q.

Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 53 2 cos2 sin2sinsin yxyxyx + =+ 2 sin2 cos2sinsin yxyxyx + = 2 cos2 cos2coscos yxyxyx .

+ =+ 2 sin2 sin2coscos yxyxyx + = Kebalikan rumus-rumus di atas adalah : 2 sin cos = sin( + ) + sin( ) 2 cos .

sin = sin( + ) sin( ) 2 cos cos = cos( + ) + cos( ) 2 sin sin .

Hitung tanpa daftar : cos 2 18 o + cos 2 54 o 2.= cos( + ) cos( ) Agar materi ini dapat dikuasai sebaik-baiknya. . Latihan 1. maka perlu diberi latihan.

Jadikanlah bentuk logaritmis (bentuk hasil kali) : sin x + sin 3x + sin 5x sin 9x Buktikan identitas di bawah ini 4.Hitung tanpa daftar :sin 2 6 o + sin 2 42 o + sin 2 66 o + sin 2 78 o 3. cos 2 + cos 2 .

+ cos 2 = 2(1 + sin sin sin ) jika + + = 90 0 5. cos 2 + cos 2 + cos 2 .

= 4 cos(45 0 )cos(45 o ) cos(45 o ) jika + + =45 o 6. cos 2 .

tan .+ cos 2 + cos 2 = 1 2 cos cos cos jika + + = 180 o 7.

cos + cos + cos .+ tan + tan = tan tan tan jika + + = 180 o 8.

= 1 + 4 sin 2 1 sin 2 1 sin 2 1 jika + + = 180 o 9. Jika .

jika sin cos . Buktikan bahwa ABC sama kaki.+ + = 90 o maka buktikan tan tan + tan tan + tan tan =1 10.

konsep dapat ditanyakan dengan meminta . adalah bagian terpadu dari pengajaran. Dengan memahami jalan pikiran siswa. guru juga memberikan kemajuan belajar siswa dalam arti mencari tahu apa yang siswa telah faham dan apa yang masih belum difahaminya. meminta penjelasan siswa tentang hasil yang diperolehnya. konsep-konsep dasar. dan manakah siswa yang memerlukan tambahan pekerjaan. memeriksa pekerjaan tertulis siswa. Jadi. guru akan lebih mudah membantu kesulitan belajar siswa. mengajukan pertanyaan lisan atau tulisan.2 = sin cos 2 Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 54 E. Umpan balik lebih ditekankan pada peningkatan kemajuan belajar siswa. penilaian kemajuan belajar (dalam hal ini disebut assessment). dan memberi petunjuk jalan keluar dari kesulitannya lebih menolong siswa dari sekedar memberi marka bagi mereka yang tidak banyak berarti bagi siswa. Ini memberikan umpan balik yang berharga untuk memutuskan apakah pelajaran dapat dilanjutkan atau diulang atau menetapkan adakah siswa yang memerlukan bantuan. dari pada penetapan rangking siswa Assessment dilakukan dengan berbagai cara. mendengarkan percakapan siswa yang sedang berdiskusi. antara lain berkeliling mengamati siswa yang sedang bekerja. tentang apa yang masih harus dipelajari siswa. rumus-rumus dan algoritma rutin harus selalu dipertanyakan berulang-ulang. atau menugaskan membuat uraian dari pekerjaan investigasi. termasuk menyangkut masalah trigonometri. Sementara mengajar dalam arti membantu siswa belajar. memberi pekerjaan praktik. Assessment hendaknya meliputi semua aspek pelajaran. Pengetahuan siap seperti fakta. Assessment dilakukan sepanjang pengajaran dan berkelanjutan. Assessment untuk Trigonometri SMU Pengalaman belajar dan penilaian kemajuan belajar siswa adalah dua hal yang tak terpisahkan. Komentar guru secara tertulis.

Karena beberapa pendekatan trigonometri dapat berupa problem solving. Paket Pembinaan Penataran Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 55 ANALISIS PEMARKAAN SOAL Untuk Problem Solving Memahami perso-alan 012 3 4 Tidak ada percobaan Salah interpretasi soal sama sekali Salah interpretasi sebagian besar dari perso-alan Salah menginterpretasi sebagian kecil dari persoalan Memahami persoalan secara lengkap Merencanakan suatu penyele-saian 012 3 4 Tidak ada upaya Perencanaan yang sama sekali tidak selaras Sebagian prosedur benar. dengan tanpa kesalahan aritmetika. tetapi sebagian besar salah Prosedur yang substansi benar. menyarankan pemarkaan (pedoman penskoran) untuk problem solving sebagai berikut.contoh dan yang bukan contoh. mempunyai penyelesaian. dengan masih ada sedikit prosedur yang salah Suatu perencanaan benar. prinsip diujikan dengan soal-soal tertulis. Menjawab perso-alan 0 1 2 . Untuk masalah problem solving mengacu pada penilaian yang dikembangkan oleh NCTM (National Council of Teachers of Mathematics).

). sehingga dapat dipilih strategi yang paling pas untuk maksud itu. Al. (2001). Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 57 Daftar Pustaka Alders. laporan tertulis dan sebagainya. Pembelajaran Trigonometri Berorientasi Pakem di SMA 56 Bab IV Penutup Uraian di buku ini.. (1988). Depdiknas Gage.Tanpa jawab atau ada jawaban dari hasil perencanaan yang tidak tepat Kesalahan komputasi. unjuk kerja. And Berliner. . Pada paket terdapat beberapa soal untuk latihan untuk itu guru perlu berlatih lebih dahulu.Y. NL.David C. Ilmu Ukur Segitiga. Yogyakarta: PPPG Matematika Marpaung. sehingga dapat memilih strategi paling sesuai dengan kondisi di lapangan. sehingga guru dapat mengajar di kelas sesuai dengan acuan standarisasi bahan ajar. Kreatif.C. Untuk itu guru dapat memvariasikan jenis-jenis penilaian yang dia kembangkan seperti misalnya : kuis. Penyelesaian yang tepat. ( .J. Educational Psychology . Beberapa Model dan teknik Pembelajaran Aktif-Efektif Matematika. Dan juga guru perlu memvariasikan jenis-jenis assessment untuk mengetahui apa yang telah dikuasai siswa dan apa yang masih memerlukan bantuan guru untuk peningkatan kemampuannya dalam trigonometri. Bahwa modelmodel yang ditulis di dalam ini benar-benar merupan salah satu contoh bagaimana mengola pembelajaran dengan baik. tiada statemen jawab. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). ulangan. Belajar dan Mengajar Kontekstial. Rustana. jurnal. Jakarta : Noordhoff-Kolff Cecep E. adalah salah satu alternatf pembelajaran Trigonometri SMA yang mengacu pada Pembelajaran Matematika yang Aktif. . (2001). Suatu pembelajaran terpadu yang selalu berorientasi pada ketercapaian baik prosedur maupun hasilnya. Sehingga guru berkesempatan sangat besar untuk mendisain modelmodel pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Boston : Houghton Mifflin Company Krismanto. sehingga ulangan bukan satu-satunya instrumen yang digunakan guru untuk menilai tingkat pemahaman siswa terhadap materi ajar goniometri. guru dalam hal ini menjadi fasilitator. portofolio. (2001). (diterjemahkan oleh Bahar Aziz). dekemukakan jawaban dobel. Jakarta : Direktorat SLTP.

(2000).(1982). . Palo Alto Ca : Dale Seymour Publications Skemp. Yogyakarta : Penerbit Kanisius Paul Suparno. What. Richard R. Filsafat Konstruktivisme. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma Paul Suparno. Teori Matematika Realistik. Boston : Allyn Bacon Sumardi. (1985).England:Penguin Books Ltd. Teaching Problem Solving. Tiga Serangkai Suryanto.Pembelajaran Realistik dan SANI dalam Pembelajaran Matematika.et. Depdiknas. Randall Charles and Frank Lester. Surakarta : PT. Cooperative Learning. Skemp. and Practice. Yogyakarta : PPPG Matematika Sutarto Hadi. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Teori Perkembangan Kognitif Jean Peaget.(1994). (1999). Beberapa Metode dan Ketrampilan dalam Pengajaran Matematika. The Instructional Design Process. Matematika SMU. Theory. Robert E.dalam Pendidikan . (2000). Yogyakarta : Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Matematika Humanistik sebagai Pembelajaran yang Aktif-Efektif. (suatu makalah disajikan dalam Seminar Nasional "Pendidikan Matematika Realistik Indonesia" tanggal 14-15 November 2001. Slaviv.(1977). New York : Harper & Row. Jerrold E. Why & How.al (1994).Research. Publisher Co. The Psychology of Learning Mathematics.(1995). Enshede : University of Twente Tim Instruktur PKG Matematika SMU. (1997 ). Middlesex.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful