P. 1
Jenis Penelitian dan Desain Penelitian

Jenis Penelitian dan Desain Penelitian

|Views: 1,819|Likes:
Published by Ristinikov
METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL

“JENIS DAN DESAIN PENELITIAN”

Kelompok : Arif Hariadi Annisya Noer.W Suci Ramadani Benny Hasmoro Ika Akyuni Andry Ristiawan Antoni Wijaya 084674004 084674012 084674026 084674027 084674044 084674049 074674212

S-1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2010
JENIS PENELITIAN

Secara umum penelitian dibagi menjadi :
 Penelitian Survei :

Tujuannya adalah sbb:  Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;  Mencari keterangan seca
METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL

“JENIS DAN DESAIN PENELITIAN”

Kelompok : Arif Hariadi Annisya Noer.W Suci Ramadani Benny Hasmoro Ika Akyuni Andry Ristiawan Antoni Wijaya 084674004 084674012 084674026 084674027 084674044 084674049 074674212

S-1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2010
JENIS PENELITIAN

Secara umum penelitian dibagi menjadi :
 Penelitian Survei :

Tujuannya adalah sbb:  Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;  Mencari keterangan seca

More info:

Published by: Ristinikov on Sep 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL

“JENIS DAN DESAIN PENELITIAN”

Kelompok : Arif Hariadi Annisya Noer.W Suci Ramadani Benny Hasmoro Ika Akyuni Andry Ristiawan Antoni Wijaya 084674004 084674012 084674026 084674027 084674044 084674049 074674212

S-1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2010
JENIS PENELITIAN

Secara umum penelitian dibagi menjadi :
 Penelitian Survei :

Tujuannya adalah sbb:  Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;  Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb;  Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;  Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel;  Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;  Penelitian ini dapat berupa : a. Penelitian Exploratif (Penjajagan) adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui sumber masalah secara terbuka Terbuka => melihat masalah dari berbagai sudut pandang; tidak terbatas pada satu ruang lingkup dan bersifat meluas. Misalnya : Banyaknya gelandangan & pengemis disebabkan berbagai sebab; yaitu penggusuran, kurangnya skill/ketrampilan, kurangnya lapangan pekerjaan,dsb.
b. Penelitian Deskriptif adalah penggambaran masalah yang akan diteliti

berdasarkan fenomena yang terjadi dan sedang berlangsung saat ini. Misalnya : Survei tentang calon terkuat / yang memiliki peluang besar untuk menang di Pilwali Kota Surabaya
c. Penelitian Evaluasi adalah penelitian yang bertujuan untuk mengukur

tingkat keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya : Pengadaan Try Out / Kuis
d. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan)

: menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis; Misalnya : pengujian hipotesis tentang semakin banyak penduduk, maka semakin tinggi tingkat pengangguran Variabel : - jumlah penduduk - jumlah pengangguran

e. Penelitian Prediksi : Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu.

Biasanya berhubungan dengan peningkatan aktivitas dalam masyarakat. Misalnya : prediksi peningkatan jumlah urbanisasi pasca lebaran

13

f. Penelitian Pengembangan Sosial adalah penelitian yang bertujuan untuk

mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan bidang sosial atau kemanusiaan Misalnya : Data jumlah anak putus sekolah di Desa Sedayu tahun 2009
 Grounded Research : Dalam riset ini data merupakan sumber teori, teori berdasarkan

data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data diurai. Uraian berdasarkan data; Teori yang Data ------- Analisis menjadi konsep dan Hipotesis ----- menerangkan Berdasarkan data data Misalnya : Rentang usia produktif yang berlaku dalam masyarakat saat ini Awal => usia 15 – 65 tahun Saat ini => usia 25 – 50 tahun (http://world.kbs.co.kr/indonesian/news/)
 Studi Kasus : Tujuan penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah untuk mempelajari

secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan sesuatu unit sosial: individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Contoh penelitian kasus dan penelitian lapangan yang umum dilaksanakan: a. Studi-studi yang dilakukan mengenai perkembangan kognitif pada anakanak. b. Studi secara mendalam mengenai seorang anak yang mengalami ketidakmampuan belajar yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi. c. Studi secara intensif mengenai kebudayaan “kota dalam” serta kondisikondisi kehidupannya pada suatu kota metropolitan. d. Studi lapangan yang tuntas mengenal kebudayaan kelompok-kelompok masyarakat terpencil. Ciri utama yang menonjol adalah: a. Penelitian kasus adalah penelitian mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisasi baik mengenai unit tersebut. Tergantung kepada tujuannya, ruang lingkup penelitian itu mungkin mencakup keseluruhan siklus kehidupan atau hanya segmensegmen tertentu saja; studi demikian itu mungkin mengkonsentrasikan diri pada faktor-faktor khusus tertentu atau dapat pula mencakup keseluruhan faktorfaktor dan kejadian-kejadian. b. Dibanding dengan studi survei yang cenderung untuk meneliti sejumlah kecil variabel pada unit sampel yang besar, studi kasus cenderung untuk meneliti jumlah unit yang kecil tetapi mengenai variabel-variabel dan kondisi-kondisi yang besar jumlahnya.

13

Keunggulan yang utama dan penelitian kasus sebagai berikut: a. Penelitian kasus terutama sangat berguna untuk informasi latar belakang guna perencanaan penelitian yang lebih besar dalam ilmu-ilmu sosial. Karena studi yang demikian itu intensif sifatnya, menerangi variabel yang penting, proses, dan interaksi, yang memerlukan perhatian yang lebih luas. Penelitian kasus itu merintis dasar baru dan sering kali merupakan sumber hipotesis-hipotesis untuk penelitian lebih jauh. b. Data yang diperoleh dan penelitian kasus memberikan contoh yang berguna untuk memberi ilustrasi mengenai penemuan yang digeneralisasikan dengan statistik. Kelemahan penelitian kasus meliputi: a. Karena fokusnya yang terbatas pada unit-unit yang sedikit jumlahnya, penelitian kasus itu terbatas sifat representatifnya. Studi yang demikian itu tidak memungkinkan generalisasi kepada populasinya, sebelum penelitian lanjutan yang berfokus pada hipotesis tertentu dan menggunakan sampel yang layak selesai dikerjakan. b. Penelitian kasus terutama sangat peka terhadap keberatsebelahan subyektif. Kasusnya sendiri mungkin dipilih atas dasar sifat dramatiknya dan bukan atas dasar sifat khasnya. Sejauh pendapat selektif menentukan apakah data tertentu diikutsertakan atau tidak, atau memberikan makna tinggi atau rendah, atau menempatkan data tersebut dalam konteks tertentu dan bukan pada konteks yang lain, maka interpretasi subyektif akan mempengaruhi hasilnya. Langkah pokok yang harus dilakukan untuk melaksanakan penelitian kasus meliputi: a. Rumuskan tujuan yang akan dicapai. Apakah yang dijadikan unit studi itu dan sifat-sifat, saling hubungan serta proses yang mana yang akan menuntun penelitian?. b. Rancangan cara pendekatannya. Bagaimana unit-unit itu akan dipilih? Sumber data mana yang tersedia? Metode pengumpulan data mana yang akan digunakan?. c. Kumpulkan data. d. Organisasikan data dan informasi yang diperoleh itu menjadi rekonstruksi unit studi yang koheren dan terpadu secara baik. e. Susunlah laporannya dengan sekaligus mendiskusikan makna hasil tersebut.
 Penelitian Eksperimen : Dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap obyek

penelitian serta diadakan kontrol terhadap variabel tertentu; Untuk pengujian hipotesis tertentu; dimaksudkan untuk mengetahui hubungan hubungan sebab - akibat variabel penelitian; Konsep dan varaiabelnya harus jelas, pengukuran cermat. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab-akibat serta berapa besar hubungan sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakukan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menjediakan kontrol untuk perbandingan. Misalnya : Penelitian tentang tingkat keaktifan siswa dalam kelas. Antara kelas dengan murid < 20 orang dengan kelas yang memiliki jumlah murid > 30 orang.
13

Namun, penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan:
1. Pendekatan : a.

Penelitian Longitudinal (Bujur) adalah penelitian yang dilakukan secara rutin dan terus menerus mengikuti masa perkembangannya (menembak beberapa kali terhadap kasus yang sama). Misalnya : Penelitian terhadap gizi balita

b. Penelitian Cross-Sectional (Silang) : Penelitian yang diamati/diukur satu kali

untuk tiap kelompok subjek penelitian tersebut sebagai wakil perkembangan dari tiap tahapan perkembangan subjek (menembak satu kali terhadap satu kasus). Misalnya : penelitian tentang tingkat kepuasan pelayanan di puskesmas

2. Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh : a.

Pure Research (Penelitian Dasar) adalah penelitian yang dilakukan rangka pengembangan ilmu pengetahuan; tujuan penelitian ini bukan untuk menyelesaikan suatu kasus/masalah Misalnya : penelitian tentang khasiat buah jeruk untuk menjaga kondisi tubuh

b. Applied Reseach (Penelitian Terapan) adalah penelitian yang didasari dengan

keinginan untuk mengetahui; bertujuan untuk menyelesaikan suatu kasus/ masalah Misalnya : penelitian tentang pengaruh jumlah jam belajar dengan tingkat prestasi belajar mahasiswa 3. Tingkat Eksplanasi : Penelitian Deskriptif : Penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan variabel dengan variabel lainnya. Misalnya : penelitian tentang fasilitas belajar di kelas s1 administrasi Negara 2008 Variabel => fasilitas belajar
a.

Penelitian Komparatif : Penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda. Misalnya: peningkatan prestasi mahasiswa s1 AN 2008 dengan s1 AN 2007 di tahun pertama Variabel => mahasiswa S1 AN
b.

13

Penelitian Asosiatif : Penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel atau lebih.
c.

Penelitian asosiatif merupakan penelitian dengan tingkatan tertinggi dibanding penelitian deskriptif dan komparatif. Dengan penelitian asosiatif dapat dibangun suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala/fenomena. Misalnya : Peningkatan kualitas pelayanan dengan jumlah pengunjung di perpustakaan daerah Variabel => - kualitas pelayanan - Pengunjung perpustakaan
4. Teknik yang digunakan : a. Survey Research (Penelitian Survei) : Tidak melakukan perubahan (tidak ada

perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. Misalnya : Penelitian tentang prioritas siswa lulusan SMP untuk melanjutkan sekolah. Lebih dominan ke SMA atau SMK ?
b. Experimen Research (Penelitian Percobaan) : dilakukan perubahan (ada

perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti Misalnya : Kualitas kerja yang dihasilkan oleh pegawai yang bekerja dengan jam lembur dan pegawai dengan jam kerja biasa.

Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
13

No. Penelitian Kuantitatif 1. Kejelasan Unsur : Tujuan, pendekatan, subjek, sampel, Sumber data sudah mantap, rinci sejak awal 2. Langkah penelitian : Segala sesuatu direncanakan sampai Matang ketika persiapan disusun 3. Hipotesis (Jika memang perlu) a. Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian; b. Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan--- apriori 4. Disain : Dalam disain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan 5. Pengumpulan data : Kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan 6. Analisis data : Dilakukan sesudah semua data terkumpul.

Penelitian Kualitatif Subjek sampel, sumber data tidak mantap Dan rinci, masih fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan

Baru diketahui denagn mantap dan jelas setelah penelitian selesai

Tidak menegmukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung--- tentatif Hasil penelitian terbuka

Disain penelitiannya fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya;

Kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.

Dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data

DESAIN PENELITIAN

13

Pengertian
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar adalah rencana dan struktur

penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Definisi lain mengatakan bahwa desain (design) penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar – ancar kegiatan yang akan dilaksanakan. Desain penelitian ini merupakan kerangka atau perincian prosedur kerja yang akan dilakukan pada waktu meneliti, sehingga diharapakan dapat memberikan gambaran dan arah mana yang akan dilakukan dalam melaksanakan penetian tersebut, serta memberikan gambaran jika peneletian itu telah jadi atau selesai penelitian tersebut diberlakukan. Desain penelitian yang baik dapat memudahkan kita dalam melakukan penelitian. Yang dimaksud rancangan penelitian adalah pokok – pokok atau tiang – tiang dari suatu usul penelitian yang menggambarkan suatu penelitian itu dilakukan dan bagaimana hasil - hasil penelitian itu diperkirakan setelah selesai nanti. Literatur lain menjelaskan bahwa ada kemiripan antara desain penelitian dengan proposal penelitian atau usulan penelitian, sama karena bagian – bagian dari desain penelitian, dalam perkembangannya terkadang tercantum dalam proposal penelitian. Proposal atau usul penelitian dibuat oleh peneliti apabila ia membutuhkan bantuan dana, agar pihak yang memberi bantuan memahami betul apa yang dilakukan peneliti dan berapa besar manfaat hasil penelitian yang diharapkan, maka ia harus membuat proposal atau usulan secara lengkap. Selain desain, juga dicantumkan perincian rencana kebutuhan penggunaan dana, sehingga setiap melakukan penelitian, kita harus membuat proposalnya terlebih dahulu, itulah sebabnya pengertian desain dan proposal kemudian dikacaukan atau cenderung disamakan. Desain atau rancangan penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data penelitian. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam rancangan perencanaan dimulai dengan mengadakan observasi dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui, sampai pada penetapan kerangka konsep dan hipotesis penelitian yang perlu pembuktian lebih lanjut. Perencanaan Desain Penelitian Setiap bagian dari suatu rancangan penelitian dipaparkan bagaimana cara menyusunnya, apa – apa yang harus dikemukakan didalamnya, bagaimana cara menyambungnya dengan bagian – bagian yang lain, sehingga membentuk rangkaian yang kokoh dalam suatu format laporan yang utuh. Utuh disini dimaksudkan memenuhi syarat – syarat yang diminta sebagai suatu kerangka penelitian ilmiah. Apabila studi penelitian kita telah di formulasikan, maka tahap berikutnya adalah menyusun rencana penelitian, setelah itu barulah rencana tersebut dijalankan dengan beberapa pertimbangan yaitu ; pendekatan apa saja yang akan dipakai dalam menyelesaikan penelitian, metode apakah yang dipakai, dan strategi apa saja yang lebih efektif dan efisien. Keputusan
13

mengenai rencana tergantung pada maksud, tujuan studi, masalah penelitian. Ketika maksud tujuan telah disusun secara berurutan, maka penelitian kita mempunyai batasan yang eksplisit atau terarah sehingga perhatian dapat dapat dipusatkan terhadap target yang telah ditentukan. Umumnya rancangan penelitian itu terdiri dari :
1. judul atau topik penelitian, 2. latar belakang masalah penelitian,

3. penegasan masalah, 4. tujuan meneliti, 5. kegunaan hasil penelitian, 6. landasan teori, 7. penelaahan kepustakaan, 8. metodologi (teknik sampling, metode pengumpulan data, dan metode analisis data), 9. langkah – langkah jadwal kerja, 10. pembiayaan. Pelaksanaan Desain Penelitian Hal – hal yang perlu kita perhatikan ketika memulai melaksanakan desain penelitian adalah ; dalam menetapkan judul penelitian, diharapkan menarik minat peneliti, mampu untuk dilaksanakan peneliti, mengandung kegunaan praktis dan penting untuk diteliti, hindari terjadinya duplikasi judul dengan judul yang lain.
1.

dalam merumuskan masalah penelitian, peneliti wajib mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan dicari jawabanya melalui kegiatan penelitian, setelah muncul batasan – batasan masalah, kemudian batasan itu menjadi poin-poin fokus penelitiannya.
2.

buatlah tujuan penelitian yang merupakan rumusan kalimat yang menunjukan adanya sesuatu hal yang diperoleh setelah penelitian itu selesai.
3.

didalam kegunaan hasil penelitian, harap disajikan hasil apa saja yang akan disumbangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan yang merupakan flow up dari kesimpulan.
4.

kesimpulan yang ditulis pada pada akhir laporan penelitian merupakan jawaban yang diperoleh antara problematika, tujuan penelitian, dan kesimpulan harus sinkron.
5.

Oleh karena itu, rancangan penelitian banyak sekali ragamnya. Para ahli belum ada kesepakatan diam penggolongan rancangan penelitian. Namun demikian, secara umum rancangan penelitian dikelompokkan menjadi dua, yaitu: rancangan penelitian tanpa perlakuan (kelompok deskriptif) dan rancangan penelitian dengan perlakuan (kelompok eksperimen). A. Rancangan Penelitian Deskriptif

13

Rancangan penelitian deskriptif pada dasarnya bertujuan untuk memberikan deskripsi dengan maksud untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Tipe deskripsi yang dihasilkan tergantung pada banyaknya informasi yang dimiliki peneliti tentang topik sebelum proses pengumpulan data. Secara umum, biasanya rancangan deksriptif dibagi menjadi dua yaitu: rancangan eksploratori dan survei. Rancangan deskriptif yang lainnya adalah sensus atau penelitian populasi. Ciri utama dari rancangan penelitian deskriptif tidak menyatakan adanya hubungan sebab dan akibat serta tidak terlalu kompleks, karena biasanya penelitian ditujukan untuk meneliti variabel atau populasi tunggal. 1. Rancangan penelitian eksploratori

Jenis rancangan penelitian eksploratori, adalah jenis rancangan penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang baru dari hasil eksplorasi yang mendalam pada obyek tertentu. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokan suatu gejala, fakta, dan penyakit tertentu. Rancangan penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya. Langkah penelitian eksploratori Langkah pertama, pada “latar belakang penelitian” dikemukakanlah mengenai adanya sesuatu fenomena yang “menarik” (misalnya–dalam contoh di atas–adanya produk teknologi internet baru yang sangat penting untuk dunia pemasaran). Contoh lain dalam pendidikan adalah adanya gerakan baru dalam manajemen sekolah (untuk saat ini misalnya adanya ISOnisasi, SBN-isasi, SBI-nisasi). Konsep atau ide tentang ISO, SBN, SBI mungkin bisa dirujuk dari literatur atau aturan/pedoman tertentu. Pelaksanaannya di lapangan seperti apa, itu yang benar-benar belum ada rujukan tentangnya. Ini sebagai contoh, dalam kenyataan sekarang tentu sudah ada beberapa penelitian tentangnya. Jadi, anggap ISO,SBN, SBI sebagai ide yang benar-benar baru. Selanjutnya, langkah kedua, dimunculkanlah “pertanyaan penelitian” (permasalahan penelitian) yang dinyatakan sebagai “rumusan masalah” (dalam kalimat tanya), misalnya, mengacu contoh di atas, “Seperti apakah sosok teknologi internet baru tersebut dan seberapa besar tingkat kemanfaatannya untuk pelaksanaan pemasaran?” Atau, “Bagaimana sekolah melaksanakan upaya untuk mencapai standar sekolah nasional/internasional?” (Kasus SBN dan SBI). Atau “Bagaimana sekolah merancang dan mengelola program untuk memberikan layanan prima kepada para pemangku kepentingannya?” (Kasus: ISO). Pertanyaan penelitian tersebut hanya berkaitan dengan aspek “what” dan/atau “how” sesuatu yang diteliti (isu, problem) . Jadi, dengan kata lain, tidak mengenai “why” (sebab-akibat). Langkah berikutnya (berdasarkan langkah penelitian “baku”) adalah merumuskan tujuan penelitian. Tentu saja tujuannya adalah “mengetahui (secara mendalam/”understand”) mengenai sesuatu (topik/masalah) tersebut, untuk kemudian “mendeskripsikannya”. Dengan kata lain, rumusannya boleh berupa “(untuk) mengetahui ….” atau “(untuk) mendeskripsikan …” “Untuk mengetahui” berdasar

13

pada awal penelitian yang mulai dari “ketidaktahuan”, sementara “Untuk mendeskripsikan” berdasar pada nantinya hasil penelitian akan dilaporkan seperti apa (dalam ujud tipe pelaporan yang bagaimana). Langkah berikutnya, menelaah berbagai literatur (jika dipandang perlu–umumnya perlu) untuk mendapatkan gambaran umum mengenai sesuatu (objek penelitian) tersebut, terutama untuk mempertegas memperjelas “konsep-konsep” (istilah, sebutan) yang berkaitan dengan sesuatu tersebut. Misalnya mempertegas memperjelas makna/pengertian/definisi sebutan (konsep) ISO/TQM, sekolah berstandar nasional/internasional, dan yang terkait dengannya. Langkah berikutnya menjelaskan bagaimana penelitian itu akan dilakukan (metode, prosedur, atau desain penelitian), yaitu penetapan sumber data/informasi (subjek/responden/narasumber penelitian), serta penggunaan teknik pengumpulan dan analisis data yang akan digunakan. Itu jika berupa proposal. Jika suda dilakukan diubah jadi bagaimana penelitian (dalam hal ini pengumpulan data) dilakukan. Langkah terakhir, jika sudah meneliti, adalah menganalisis data yang diperoleh. Ambil contoh permasalahan mengenai apa saja upaya yang dilakukan sekolah agar menjadi sekolah berstandar internasional. Data diperoleh dengan wawancara terhadap narasumber. Informasi (data) dari narasumber (semua narasumber) itu diolah (sama dengan analisis) menjadi simpulan umum apa saja upaya yang dilakukan. Tentu harus dikelompok-kelompokkan sesuai dengan temuan yang diperoleh. Misalnya mengenai upaya menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan luar negeri, upaya membina (membentuk) komitmen seluruh wearga sekolah untuk menjadi SBI, upaya memperoleh dana sumber dana, upaya meningkatkan profesionalisem staf sekolah, upaya memenuhi persyaratan fasilitas, upaya meningkatkan KBM/PBM, dan sebagainya.

2.

Rancangan penelitian survey

Penetapan rancangan penelitian survei bertujuan: a. Untuk mencari informasi faktual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada. b. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau bentuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung. c. Untuk membuat komparasi dan evaluasi. d. Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama, agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa depan. Dalam mendesain penelitian survei, peneliti harus membuat serangkaian keputusan yang hati-hati tentang bagaimana penelitian tersebut akan dilaksanakan. Rencana terinci yang dihasilkan ini selanjutnya disebut dengan desain atau rancangan penelitian. Hal-hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan sebuah desain penelitian surve adalah: menentukan tujuan penelitian; merumuskan
13

pertanyaan-pertanyaan penelitian; menentukan populasi dan pengambilan sampel dari populasi; menentukan metode-metode pengumpulan data; mengembangkan insrumeninstrumen, dan melatih para pengumpul data atau pewawancara; mengumpulkan data; dan menganalisa data. B. Rancangan Penelitian Eksperimen

Semua rancangan percobaan atau eksperimen mempunyai karakteristik sentral yaitu didasarkan pada adanya manipulasi variabel bebas dan mengukur efek pada variabel terikat. Rancangan eksperimen klasik terdiri dan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen, variabel bebasnya dimanipulasi. Dalam kelompok kontrol variabel terikatnya yang diukur, maka tidak ada perubahan yang dibuat pada variabel bebasnya. Secara umum ciri rancangan penelitian eksperimen yang baik adalah: 1. Subyek secara acak dipilih ke dalam kelompok-kelompok. 2. Peneliti merancang manipulasi yang akan diberikan pada variabel eksperimen dan dilakukan kontrol yang ketat. 3. Terdapat setidak-tidaknya dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol yang satu sama lain sebagai pembanding. 4. Selalu digunakan analisis varians untuk meminimalkan varians dan error dan memaksimumkan varians dari variable yang diteliti dan berkaitan dengan hipotesis yang ditetapkan. Oleh karena peneliti harus mampu melakukan kontrol yang ketat terhadap variabel eksperimen, maka ada tiga prinsip dasar dalam pelaksanaan rancangan eksperimen yaitu: 1. Replikasi, pengulangan dari eksperimen dasar. Hal ini berguna untuk memberikan estimasi yang lebih tepat terhadap error eksperimen dan memperoleh estimasi yang lebih baik terhadap rata-rata pengaruh yang ditimbulkan dan perlakuan. 2. Randomisasi, bermanfaat untuk meningkatkan validitas dan mengurangi bias utamanya dalam hal pembagian kelompok dan perlakuan. 3. Kontrol internal, melakukan penimbangan. bloking. dan pengelompokan dan unit-unit percobaan yang digunakan. Hal ini bermanfaat untuk membuat prosedur yang lebih akurat, efisien, dan sensitif.

Error eksperimen dalam sebuah penelitian eksperimen dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu: a. Kesalahan dari percobaan yang sedang dilakukan. b. Kesalahan pengamatan. c. Kesalahan pengukuran. d. Variasi dan bahan yang digunakan dalam percobaan.
13

e. Pengaruh kombinasi dari faktor-faktor luar. Semakin banyak replikasi memang membawa konsekuensi penelitian eksperimen itu mahal dan memakan waktu relatif lama. Oleh karena itu, pertimbangan untuk menentukan banyaknya replikasi sangat ditentukan oleh: a. Luas dan banyaknya jenis unit percobaan. b. Bentuk unit percobaan. c. Variabilitas dan ketersediaan material percobaan. d. Derajat ketelitian yang diinginkan. Derajat kebebasan diharapkan tidak boleh kurang dan 10-15. KESALAHAN YANG PERLU DIHINDARI Agar tercapai pembuatan desain yang benar, maka peneliti perlu menghindari sumber potensial kesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan. Kesalahan-kesalahan tersebut ialah: a. Kesalahan Dalam Perencanaan Kesalahan dalam perencanaan dapat terjadi saat peneliti membuat kesalahan dalam menyusun desain yang akan digunakan untuk mengumpulkan informasi. Kesalahan ini dapat terjadi pula bila peneliti salah dalam merumuskan masalah. Kesalahan dalam merumuskan masalah akan menghasilkan infromasi yang tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang diteliti. Cara mengatasi kesalahan ini ialah mengembangkan proposal yang baik dan benar yang secara jelas menspesifikasikan metode dan nilai tambah penelitian yang akan dijalankan. b. Kesalahan Dalam Pengumpulan Data Kesalahan dalam pengumpulan data terjadi pada saat peneliti melakukan kesalahan dalam proses pengumpulan data di lapangan. Kesalahan ini dapat memperbesar tingkat kesalahan yang sudah terjadi dikarenakan perencanaan yang tidak matang. Untuk menghindari hal tersebut data yang dikoleksi harus merupakan represntasi dari populasi yang sedang diteliti dan metode pengumpulan datanya harus dapat menghasilkan data yang akurat. Cara mengatasi kesalahan ini ialah kehati-hatian dan ketepatan dalam menjalankan desain penelitian yang sudah dirancang dalam proposal. c. Kesalahan Dalam Melakukan Analisa Kesalahan dalam melakukan analisa dapat terjadi pada saat peneliti salah dalam memilih cara menganalisa data. Selanjutnya, kesalahan ini disebabkan pula adanya kesalahan dalam memilih teknik analisa yang sesuai dengan masalah dan data yang tersedia. Cara mengatasi masalah ini ialah buatlah justifikasi prosedur analisa yang digunakan untuk menyimpulkan dan memanipulasi data. d. Kesalahan Dalam Pelaporan Kesalahan dalam pelaporan terjadi jika peneliti membuat kesalahan dalam menginterprestasikan hasil-hasil penelitian. Kesalahan seperti ini terjadi pada saat
13

memberikan makna hubungan-hubungan dan angka-angka yang diidentifikasi dari tahap analisa data. Cara mengatasi kesalahan ini ialah hasil analisa data diperiksa oleh orang-orang yang benar-benar ahli dan menguasai masalah hasil penelitian tersebut.

13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->