P. 1
ANGGARAN DASAR

ANGGARAN DASAR

|Views: 223|Likes:
Published by Gspmii Sp

More info:

Published by: Gspmii Sp on Sep 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2014

pdf

text

original

ANGGARAN DASAR GABUNGAN SERIKAT PEKERJA MANUFAKTUR INDEPENDEN INDONESIA TAHUN 2007-2012

MUKADIMAH

Bahwa Pembangunan Nasional yang telah di gerakan bangsa Indonesia merupakan upaya segenap potensi bangsa dalam mewujudkan cita-cita, kemerdekaan Republik Indonesia menuju masyarakat yang adil dan sejahtera lahir maupun batin berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Bahwa Pekerja Indonesia menempati posisi dan peran yang penting dan strategis sebagai pelaku aktif pembangunan Nasional, khususnya sebagai sumber daya manusia yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi dan Indusrti nasional. Untuk dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya di butuhkan keahlian, pengetahuan , keterampilan, disiplin dan etos kerja yang baik agar mampu menjawab tantangan serta memperjuangkan kepentingan kaum pekerja dan bangsa Indonesia pada umumnya .

Bahwa untuk mencapai peranan tenaga kerja yang optimal dan efektif di perlukan wadah dan sarana organisasi pekerja yang tangguh, kuat dan berwibawa yang di bangun dari, oleh dan untuk pekerja secara bebas, Demokratis dan Independen dengan mengacu pada semangat Reformasi Deklarasi Garut tanggal 6 Februari 1999.

Atas dasar pandangan dan pemikiran ke masa depan di sertai rasa tanggung jawab sebagai bagian dari komponen bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai- nilai kemanusian dan keadilan, maka pekerja Indonesia yang bergelut dibidang Industri Manufaktur di seluruh Indonesia disusunlah organisasi ini secara Nasional berdasarkan Anggaran Dasar sebagai berikut :

BAB I

NAMA, BENTUK, SIFAT, AZAS DAN KEDUDUKAN

Pasal I

NAMA

Organisasi ini bernama Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia disingkat GSPMII.

Pasal 2

BENTUK

Organisasi ini berbentuk kesatuan berdasarkan lapangan pekerjaan

Pasal 3

SIFAT

GSPMII bersifat Demokratis, Independen, Profesional, dan Fungsional.

Pasal 4

AZAS

GSPMII berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Pasal 5

KEDUDUKAN

GSPMII berkedudukan di Jakarta, Ibu Kota Republik Indonesia .

BAB II

KEDAULATAN ORGANISASI

Pasal 6

KEDAULATAN

Kedaulatan tertinggi Organisasi berada di tangan anggota dan di lakukan sepenuhnya melalui Forum permusyawaratan menurut tingkatan organisasi.

BAB III FUNGSI ,TUJUAN DAN TUGAS

Pasal 7

FUNGSI

GSPMII berfungsi : a. Sebagai wadah dan wahana pembinaan pekerja Indonesia pada Industri Manufaktur untuk berpartisipasi dalam pembangunan Nasional melalui peningkatan kualitas, disiplin, etos kerja, dan produktifitas kerja . Sebagai pelindung dan pembela hak- hak pekerja. Sebagai pendorong dan penggerak anggota, dalam ikut serta mensukseskan program pembangunan Nasional khususnya Sektor Ekonomi, Sosial Budaya dan Hukum. Sebagai wahana peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya baik lahir maupun batin.

b. c. d.

Pasal 8

TUJUAN

1.

2. 3.

4. 5. 6.

Turut serta secara aktif dalam mengisi dan mewujudkan cita- cita proklamasi 17 Agustus 1945, khususnya terhadap jiwa pasal 27, 28 dan 33 UUD 1945 bagi kaum pekerja dan Rakyat Indonesia pada umumnya. Menghimpun dan menyatukan kaum pekerja dalam lapangan pekerjaan serta mewujudkan rasa kesetiakawanan dan solidaritas di antara sesama kaum pekerja . Menciptakan kehidupan dan penghidupan pekerja Indonesia yang sesuai dengan kemanusiaan yang adil dan beradap dengan cara melindungi , membela dan mempertahankan hak-hak dan kepentingan kaum pekerja . Mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan kaum pekeja dan keluarganya serta memperjuangkan perbaikan nasib, syarat ± syarat kerja dan kondisi kerja. Meningkatkan produktifitas kerja dalam rangka mensukseskan pembangunan Nasional . Memantapkan Hubungan Industrial yang harmonis guna mewujudkan ketenangan kerja dan ketenangan usaha demi meningkatnya produktifitas Nasional menuju tercapainya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat umumnya dan pekerja serta keluarganya .

Pasal 9

TUGAS

1. 2. 3. 4. 5. 6.

7.

Meningkatkan partisipasi, prestasi serta peranan kaum pekerja dalam pembangunan Nasional untuk mengisi cita- cita proklamasi 17 Agustus 1945. Memperjuangkan terwujudnya perundang- undangan dan peraturan ketenaga kerjaan serta peraturan pelaksanaan sesuai kepentingan Nasional dan kaum pekerja. Mengadakan usaha-usaha untuk menjamin terciptanya syarat- syarat kerja yang layak dan mencerminkan keadilan maupun tanggung jawab sosial. Memperjuangkan upah yang layak peningkatan jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Bekerjasama dengan badan-badan pemerintah dan swasta serta organisasi lain di dalam maupun di luar negeri melaksanakan usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan organisasi. Mengadakan usaha- usaha koperasi sesama anggota untuk melayani dan memenuhi kebutuhannya sendiri serta usaha- usaha lainya yang syah dan bermanfaat serta tidak bertentangan dengan tujuan Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia . Mengusahakan meningkatnya kualitas anggota terutama dengan cara mempertinggi mutu pengetahuan, keahlian dan keterampilan bidang pekerjaan dan profesi serta kemampuan organisasi.

BAB IV

BENDERA. LAMBANG DAN LAGU

Pasal 10

BENDERA

Disamping sang saka merah putih sebagai bendera Nasional , Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia juga mempunyai panji berwarna dasar putih dengan lambang organisasi ditengahnya.

Pasal 11

LAMBANG

Lambang GSPMII mewujudkan pencerminan dari :

1. 2. 3. 4.

Persatuan dan Kesatuan kaum pekarja Partisipasi dan tanggung jawab dalam menunjang pembangunan Nasional Menegakkan keadilan dan kebenaran. Mengusahakan kesejahteraan bagi segenap kaum pekerja dan Rakyat Indonesia.

Pasal 12

LAGU MARS

GSPMII mempunyai lagu mars pekerja yang di tetapkan dalam suatu peraturan khusus oleh Dewan Pimpinan Pusat.

BAB V

KEANGGOTAAN

PASAL 13

ANGGOTA

1. Anggota GSPMII merupakan anggota Gabungan Serikat Pekerja yang disusun berdasarkan kegiatan Industri Manufaktur dan hasil pengolahanya. 2. Sebagai Organisasi yang terbuka anggota GSPMII terdiri dari : a. b. Anggota PUK dimasing-masing perusahaan yang telah terdaftar Anggota biasa yang dengan sukarela telah mendaftarkan diri menjadi anggota GSPMII.

c. Anggota perseorangan yang karena kecapakanya diperlukan DPC, DPW, DPP GSPMII untuk turut membangun organisasi. d. Hak anggota PUK dan anggota perseorangan dalam kegiatan organisasi baik di forum maupun rapat ± rapat dianggap sama.

Pasal 14

HAK-HAK ANGGOTA

Setiap anggota Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia mempunyai hak :

1. 2. 3. 4. 5.

Hak dipilih dan hak memilih hak bicara , mengajukan pendapat dan saran untuk kemajuan GSPMII Hak aktif dalam melaksanakan keputusan organisasi Hak mendapat perlindungan, pembelaan dan bimbingan Membela dan di bela dalam sidang organisasi

Pasal 15

KEWAJIBAN ANGGOTA

Setiap Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Indonesia berkewajiban : 1. 2. 3. 4. 5. Mentaati Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga serta keputusan ± keputusan Organisasi GSPMII Membela dan menjunjung tinggi nama GSPMII Membayar uang pangkal dan uang iuran bulanan ( COS ) Turut aktif dalam melaksanakan keputusan ± keputusan organisasi Menghadiri dan mengikuti rapat, pertemuan ± pertemuan serta kegiatan ± kegiatan yang di adakan oleh GSPMII.

Pasal 16

RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup keangotaan Gabungan Serikat Pekerja Manufaktuir Independen Indonesia meliputi pada pekerja Industri ± industri manufaktur yang mencakup semua industri yang dalam proses produksinya mengunakan alat ± alat mesin secara massal seperti Industri textil, Industri garmen, Industri kulit, Industri plastik, Industri kimia Industri elektronik, Industri elektrik, Industri karet, Industri gas, Industri farmasi, Industri kesehatan , industri perkayuan, industri perkebunan, Industri automaotif , Industri kapal, Industri pesawat, Industri rokok, industri meubel, industri kertas, industri kaca dan keramik. Industri farmasi, industri logam, industri pengolahan makanan dan minuman dan hasil pengolahannya. BAB VI

SUSUNAN ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN

Pasal 17

SUSUNAN ORGANISASI

GSPMII disusun sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Tingkat Nasional meliputi seluruh Wilayah Republik Indonesia yang selanjutnya disebut DPP GSPMII. Tingkat Propinsi meliputi daerah tingkat I merupakan alat bantu DPP GSPMII dan ditetapkan berdasarkan keputusan DPP dan selajutnya disebut DPW GSPMII. Tingkat Kabupaten/Kotamadya meliputi Wilayah Kabupaten/Kotamadya atau Wilayah yang dipersamakan dengan itu selanjutnya disebut DPC GSPMII. Tingkat Unit Kerja meliputi perusahaan Industri ± industri manufaktur dan pengolahanya dan selanjutnya disebut PUK GSPMII.

Pasal 18

KEPENGURUSAN

1. 2. 3. 4.

Kepengurusan GSPMII di tingkat Nasional dipimpin oleh Dewan Pimpinan Pusat GSPMII Kepengurusan GSPMII ditingkat Kabupaten/Kotamadya dipimpin oleh Dewan Pimpinan Cabang GSPMII Apabila disatu Kabupaten/Kotamadya belum terbentuk Dewan Pimpinan Cabang sebagaimana diatur Pasal 17 ayat ( 2 ), maka fungsi dan tugas DPC dapat dilaksanakan oleh DPP GSPMII Kepengurusan GSPMII ditingkat Perusahaan dipimpin oleh Pimpinan Unit Kerja GSPMII.

Pasal 19

SUSUNAN PENGURUS

Susunan pengurus GSPMII diatur sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Susunan Pengurus Pusat GSPMII adalah Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) GSPMII Susunan Pengurus ditingkat Wilayah adalah Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW ) GSPMII Susunan Pengurus ditingkat Cabang adalah Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) GSPMII Susunan ditingkat perusahaan adalah Pimpinan Unit Kerja ( PUK ) GSPMII

Susunan Pengurus dijabarkan lebih lanjut di dalam Anggaran Rumah Tangga ( ART ) GSPMII.

Pasal 20

SUSUNAN DEWAN PIMPINAN PUSAT

Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) GSPMII terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. Seorang Ketua Umum Beberapa orang Ketua Bidang Seorang Sekretaris Umum Beberapa Sekretaris Bidang Seorang Bendahara Umum BAB VII

STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 21

STRUKTUR ORGANISASI

Law and Organization DPP Counsultan

DPC

PUK

PUK

PUK

BAB VIII

WEWENANG ORGANISASI

Pasal 22

WEWENANG ORGANISASI

Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia berwenang : a. b. DPP GSPMII merupakan pemegang mandat Musyawarah Nasional ( MUNAS ) secara kolektif sebagai pengelola, pengendali dan pelaksana kegiatan sehari ± hari dalam menetapkan kebijaksanaan umum. Dalam keadaan luar biasa yang dapat membahayakan kepentingan organisasi maupun negara melalui Rapat Lengkap DPP GSPMII dapat mengambil tindakan terhadap anggota dan pengurus Serikat Pekerja berupa teguran dan pembekuan keanggotaan kepengurusan.

Pasal 23 Afiliasi Organisasi

Untuk menjalin hubungan organisasi dengan kegiatan organisasi baik ditingkat Nasional maupun International, GSPMII dapat berafiliasi dengan : 1. Organisasi Serikat Buruh International yang daianggap sama dengan lapangan pekerjaan yang terdapat dalam AD/ ART GSPMII.

2.

Bila, diperlukan GSPMII dapat berkonfederasi dengan serikat pekerja di tingkat nasional.

3. Dalam hal berkonfederasi, DPP GSPMII bersama dengan DPW dan DPC dapat memutuskan dalam rapat pimpinan.

Pasal 24

PERMUSYAWARATAN DAN RAPAT ± RAPAT

Permusyawaratan dan rapat ± rapat yang dilaksanakan GSPMII meliputi :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Musyawarah Nasional ( MUNAS ) Musyawarah Cabang ( MUSCAB ) Musyawarah Unit Kerja ( MUSNIK ) Rapat Kerja Nasional ( RAKERNAS ) Rapat Pimpinan ( RAPIM ) Rapat Kerja Cabang ( RAKERCAB ) Rapat Kerja Unit Kerja ( RAKERNIK )

Permusyawaratan dan rapat ± rapat ini dijabarkan lebih lanjut dalam ART GSPMII

Pasal 25

MUSYAWARAH NASIONAL

1. 2.

Musyawarah Nasional disingkat Munas memegang kedamaian tertinggi organisasi Munas diadakan 5 ( lima ) tahun sekali yang dihadiri oleh : a. b. c. d. Pengurus DPP GSPMII Utusan DPW GSPMII Utusan DPC GSPMII Utusan PUK yang diberi mandat

3. Dalam keadaan luar biasa, Munas dapat dipercepat atas permintaan sekurang ± kurangnya lebih dari setengah dari jumlah PUK atau dua pertiga dari jumlah DPC GSPMII 4. Munas berwenang : a. b. c. d. e. f. Menilai dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban DPP GSPMII Menetapkan atau mengubah organisasi Menetapkan program umum organisasi Memilih atau menetapkan kepengurusan DPP GSPMII Membentuk Komisi Verifikasi ( bila diperlikan ) Membuat Rekomendasi MUNAS ( bila diperlukan )

Pasal 26

RAPAT KERJA NASIONAL

1. 2.

3. 4.

Rapat Kerja Nasional adalah rapat kerja DPP yang diadakan diantara dua Munas Rapat Kerja Nasional dihadiri oleh : a. Pengurus DPP GSPMII b. Utusan DPW GSPMII c. Utusan DPC GSPMII Rapat Kerja Nasional dipimpin oleh DPP GSPMII Rapat Kerja Nasional berwenang untuk : a. b. c. Mengadakan evaluasi program umum organisasi Merekomendasi program kerja tambahan Menetapkan keputusan penting lainnya

Pasal 27

RAPAT PIMPINAN

1.

2.

Rapat Pimpinan disingkat Rapim adalah rapat pleno yangn diadakan sewaktu ± waktu oleh DPP GSPMII bersama ± sama utusan DPC GSPMII bila diperlukan untuk mengevaluasi, merekomendasi dan menetapkan keputusan ± keputusan organisasi yang dianggap penting Rapim dipimpin oleh DPP GSPMII

BAB IX

SANKSI ORGANISASI

Pasal 28

TINDAKAN DISIPLIN

Tindakan disiplin dapat dikenakan kepada anggota atau pengurus berupa :

1. 2. 3. 4. 5.

Teguran lisan Peringatan tertulis Skorsing Pemberhentian sebagai pengurus / anggota Dianggap memundurkan diri secara otomatis

BAB X

KEUANGAN

Pasal 29

KEUANGAN

Sumber keuangan / pendanaan organisasi diperoleh dari : 1. 2. 3. 4. 5. Uang pendaftaran keanggotan Uang Iuran Bulanan ( Cek Of System ) Uang Konsolidasi Sumber lainya yang tidak mengikat Usaha ± usaha lainya

BAB XI PERGANTIAN ANTAR WAKTU

Pasal 30 Pergantian Antar Waktu

1. pergantian antar waktu adalah pergantian seorang atau beberapa oaring pengurus yang berhenti sebagaimana dimaksud dalam Bab IX pasal 28 Anggaran Dasar dan atau meninggal dunia 2. Pergantian antar waktu dapat dilakukan atas persetujuan rapat pengurus tingkat masing ± masing yang disahkan oleh perangkat organisasi satu tingkat diatasnya. 3. Pergantian antar waktu bagi pengurus DPP GSPMII di sahkan dalam RAPIM DPP

BAB XII PERATURAN TANBAHAN DAN PENUTUP

Pasal 31 Peraturan Tambahan

Hal ± hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Organisasi

Pasal 31

PENUTUP

Anggaran Dasar ini diputuskan dalam Musyawarah Nasional I GSPMII yang telah disyahkan

DITETAPKAN DI : DI LEMBANG PADA TANGGAL : 4 SEPTEMBER 2007

PIMPINAN SIDANG MUSYAWARAH NASIONAL II GABUNGAN SERIKAT PEKERJA MANUFAKTUR INDEPENDEN INDONESIA ( MUNAS II GSPMII )

ttd

ttd

DONNY JRISWANDI, SH Ketua

SRI SUPRIYATIN, SH. Sekretaris

ANGGOTA :

1. MUHAMMAD IRAYADI, SH. 2. ADIYATI, SH. 3. NURHASANAH

( ttd ) ( ttd ) ( ttd )

ANGGARAN RUMAH TANGGA

GABUNGAN SERIKAT PEKERJA MANUFAKTUR INDEPENDEN INDONESIA ( GSPMII )

BAB I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

KETENTUAN KEANGGOTAAN

Yang dapat diterima menjadi anggota Gabungan Pekerja Manufaktur Independen Indonesia ( GSPMII ) adalah pekerja yang bekerja pada industri ± industri manufaktur dan Pengolahannya.

Pasal 2

TATA CARA MENJADI ANGGOTA

1.

Mengajukan permintaan menjadi anggota secara sukarela dan tertulis yang memuat : a. Pernyataan menyetujui AD/ART GSPMII b. Pernyataan menyetujui program kerja GSPMII

2. 3.

Permintaan menjadi anggota GSPMII dialamatkan kepada PUK ditempat kerja masing ± masing Dalam hal PUK belum terbentuk dan atau pekerja dalam hubungan kerja disatu perusahaan industri manufaktur belum memenuhi syarat untuk membentuk PUK maka permintaan menjadi anggota dialamatkan kepada Dewan Pimpinan Cabang atau langsung ke Dewan Pimpinan Pusat GSPMII apabila belum ada Dewan Pimpinan Cabang .

Pasal 3

BERAKHIRNYA KEANGGOTAN

Anggota GSPMII hilang status keanggotaannya apabila : a. b. c. d. e. Meninggal dunia Mengundurkan diri atas permintaan sendiri Diberhentikan oleh organisasi ( sebagai tindakan indisipliper ) Selama tiga bulan berturut ± turut tidak membayar COS dengan atasan yang tidak jelas dan ditetapkan dalam rapat Memundurkan diri Secara Otomatis.

Pasal 4

PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN

1. 2.

Seorang anggota dapat diperhentikan apabila dengan sengaja melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan azas dan tujuan organisasi Anggota yang diberhentikan sementara atau dipecat dapat mengajukan permintaan naik banding ke perangkat organisasi yang lebih tinggi sampai Munas GSPMII

BAB II

KEPENGURUSAN

Pasal 5

PERSYARATAN MENJADI PENGURUS

1. 2. 3.

Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Dalam status anggota aktif GSPMII Mempunyai komitmen, dedikasi dan loyalitas yang tinggi atas perjuangan kaum pekerja dan organisasi GSPMII

Pasal 6

KEWAJIBAN PENGURUS

Kewajiban pengurus GSPMII disemua tingkat perangkat organisasi adalah sebagai berikut :

a. b. c.

Mematuhi AD/ART sebagai pedoman dasar dalam menjalankan roda organisasi Menjalankan program kerja sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam Munas Menjaga dan membela kehormatan organisasi GSPMII

BAB III KOMPOSISI KEPENGURUSAN

Pasal 7

PENGURUS DI TINGKAT PUSAT

Susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat GSPMII ditetapkan sekurang ± kurangnya 7 ( tujuh ) orang dan sebanyak ± banyaknya 15 ( lima belas ) orang dengan komposisi sebagai berikut :

a. b. c. d. e.

Seorang ketua Umum Beberapa orang Ketua bidang Seorang Sekretaris Umum Beberapa orang Sekretaris Bidang Seorang Bendahara Umum

Pasal 8

PENGURUS DI TINGKAT WILAYAH / CABANG

Susunan pengurus Dewan Pimpinan Cabang GSPMII ditetapkan sekurang ± kurangnya 7 (tujuh ) orang dan sebanyak ± banyaknya 15 ( lima belas ) dengan komposisi sebagai berikut:

a. b. c. d. e.

Seorang Ketua Dua orang Wakil Ketua Seorang Sekretaris Beberapa orang Sekretaris bidanng Seorang Bendahara

Pasal 9

PENGURUS DI TINGKAT UNIT KERJA

Susunan pengurus Unit Kerja GSPMII ditetapkan sekurang ± kurangnya 7 ( tujuh ) orang dan sebanyak ± banyaknya 15 ( lima belas ) oranng denngan komposisi sebagai berikut :

a. b. c. d. e.

Seorang Ketua Beberapa orang Ketua bidang Seorang Sekretaris Beberapa oranng Sekretaris bidang Seorang Bendahara

Pasal 10

ALAT KELENGKAPAN PENGURUS

Alat kelengkapan organisasi ditingkat DPP mencakup :

a. b. c. d. e. f.

Directorat Advokasi ( bidang hukum dan pembelaan ) Directorat Pendidikan ( bidang pendidikan ) Directorat Penelitian dan Pengembangan Direktorat Pemberdayaan Pekerja Perempuan. Direktorat Sosial dan Ekonomi Penempatan alat kelengkapan Pengurus melalui surat Keputusan DPP GSPMII.

Pasal 11 Masa Bakti Kepengurusan

Masa Bakti Kepengurusan GSPMII di atur sebagai berikut : 1. DPP adalah 5 ( lima ) tahun dan dilaksanakan melalui Musyawarah Nasional GSPMII ) 2. 3. 4. DPW adalah 5 ( lima ) tahun dan dilaksanakan berdasarkan keputusan DPP GSPMII. DPC adalah 5 ( lima ) tahun dan dilaksanakan melalui Musyawarah Nasional ( MUSCAB GSPMII ) PUK adalah 3 ( tiga ) tahun di laksanakan melalui MUSNIK GSPMII ( MUNAS

BAB IV DISIPLIN DAN PEMBERHENTIAN PENGURUS

Pasal 12

TINDAKAN DISIPLIN

Tindakan indisipliner yang dapat dikenakan kepada pengurus GSPMII adalah :

a. b. c.

Peringatan tertulis Skorsing Diberhentikan

Pasal 13

BERHENTI DARI KEPENGURUSAN

Pengurus GSPMII dapat berhenti dari kepengurusan oleh karena :

a. b. c. d.

Meninggal dunia Mengundurkan diri atas permintaan sendiri Diperhentikan Pindah ke organisasi Serikat Pekerja lain

Pasal 14

SKORSING PENGURUS

1.

Tindakan skorsing terhadap pengurus dapat dilakukan karena : a. Menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi

b. c. 2. 3.

Menyalahgunakan hak milik organisasi untuk kepentingan pribadi Melalaikan tugas dengan sengaja setelah mendapat peringatan tertulis ketiga

Tindakan skorsing terhadap pengurus untuk masing ± masing tingkat ditetapkan atas dasar keputusan rapat Masa skorsing selambat ± lambatnya 6 ( enam ) bulan

Pasal 15 Dianggap Memnudurkan diri Secara Otomatis

Pengurus GSPMII dianggap memundurkan diri secara otomatis adalah apabila : a. Dengan sengaja meninggalkan tanggung jawabnya sebagai pengurus GSPMII selama 6 ( bulan ) tanpa pemberitahuan walaupun telah dipanggil atau diundang secara patut. b. Tersangkut kasus pidana dengan ancaman hukuman 5 ( tahun ) penjara.

Pasal 16 Pertanggung Jawaban Karena Mengundurkan diri Secara Otomatis

1. Apabila pengurus GSPMII dianggap telah mengundurkan diri secara otomatis, maka MUNAS tidak dapat mewajibkan kepadanya untuk membuat laporan pertanggung jawaban. 2. Apabila pengurus GSPMII dianggap telah mengundurkan diri secara otomatis, maka MUNAS dapat memerintahkan dibentuk Verifikasi untuk mengaudit kinerja dari pengurus tersebut. 3. Apabila terdapat penyimpangan penggunaan uang organisasi yang dapat dibuktikan, Tim verifikasi dapat melakukan upaya hokum untuk meminta pertanggung jawaban pengurus yang secara otomatis telah mengundurkan diri.

Pasal 17

PEMBERHENTIAN PENGURUS

1.

2.

Tindakan pemberhentian terhadap pengurus dapat diambil setelah a. Peringatan tertulis sebanyak 3 ( tiga ) kali b. Skorsing karena terdapat bukti-bukti yang meyakinkan pelanggaran ketentuan ± ketentuan organisasi Tindakan pemberhentian sementara pengurus di tingkat pusat dilakukan dalam Rapim DPP GSPMII

Pasal 18

PEMBELAAN DIRI

1. 2. 3.

Pembelaan diri akibat sekorsing dan atau pemberhentian di lakukan di dalam forum Rapim. Apabila kesalahan yang dituduhkan dalam skorsing dan pemberhentian tidak terbukti, maka terhadap yang bersangkutan dilakukan rehabilitasi pada saat Munas / Rapim / Muscab /Musnik. Pengurus yang dianggap mengundurkan diri secara otomatis tidak diperlukan melakukan upaya pembelaan di MUNAS.

BAB V HAK SUARA

Pasal 19

HAK SUARA DALAM MUNAS

Suara utusan PUK dalam Musyawarah Nasional ( Munas ) dihitung berdasarkan jumlah anggota PUK yang tercatat resmi dengan ketentuan sebagai berikut :

a. b. c. d. e.

Jumlah anggota 10 Jumlah anggota 101 Jumlah anggota 201 Jumlah anggota 301 Jumlah anggota 401

s/d 100 diwakili oleh 1 suara s/d 200 diwakili oleh 2 suara s/d 300 diwakili oleh 3 suara s/d 400 diwakili oleh 4 suara s/d dan seterusnya diwakili oleh 5 suara

Pasal 20

HAK SUARA DALAM RAPIM

1.

Peserta Rapim GSPMII adalah : a. Pengurus DPP b. Utusan DPW c. Utusan DPC

2.

Setiap Peserta Rapim mendapat hak 1 ( satu ) suara

BAB VI SYAHNYA MUSYAWARAH DAN CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 21

SYAHNYA MUSYAWARAH

Setiap musyawarah sebagaimana diatur dalam Bab V pasal 16 dan 17 Anggaran Rumah Tangga ini dinyatakan syah apabila dihadiri oleh 2/3 dari seluruh utusan

Pasal 22

QORUM SIDANG

Sidang ± sidang dianggap syah apabila dihadiri lebih dari setengah dari jumlah utusan yang hadir

Pasal 23

TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. 2.

Keputusan diambil atas dasar musyawarah untuk mencapai mufakat Apabila musyawarah tidak dapat mencapai mufakat maka diadakan pemungutan suara atas dasar suara terbanyak.

BAB VII KEADAAN DARURAT

Pasal 24

KEADAAN DARURAT

Dalam keadaan darurat pengurus GSPMII sesuai kewenangannya di tiap tingkat perangkat organisasi dapat melakukan pembekuan dan pengangkatan keanggotaan / kepengurusan setelah mengadakan koordinasi dan mendapat rekomendasi perangkat organisasi satu tingkat diatasnya yang akan dipertanggungjawabkan dalam Muscab / Munas

BAB VIII

SUMBER KEUANGAN ORGANISASI

Pasal 25

UANG PENDAFTARAN

1. 2.

Uang pendaftaran anggota ditetapkan sebesar 2% dari UMK Uang pendaftaran disetorkan ke Dewan Pimpinan Cabang GSPMII dan apabila DPC belum ada maka uang pendaftaran disetorkan ke DPW GSPMII sesuai Anggaran Dasar pasal 18 ayat 4.

Pasal 26

IURAN ANGGOTA

1. 2.

Iuran anggota ditetapkan sebesar minimal 1% dari UMK setiap bulan Penyerahan iuran anggota selambat ± lambatnya tanggal 10 setiap bulan

Pasal 27

DISTRIBUSI IURAN ANGGOTA

Prosentase distribusi iuran anggota ditentukan sebagai berikut :

a. b. c.

PUK sebesar 60% DPC sebesar 25% DPP sebesar 15%

Pasal 28

DANA KONSOLIDASI

Besarnya biaya konsolidasi untuk penanganan kasus ± kasus oleh GSPMII ditetapkan sebesar 10%

BAB IX

PERATURAN LAIN ± LAIN DAN PENUTUP

Pasal 29

PERATURAN LAIN ± LAIN

Hal ± hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam bentuk Peraturan Organisasi GSPMII.

Pasal 30

PENUTUP

Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan :

DITETAPKAN DI : DI LEMBANG PADA TANGGAL : 4 SEPTEMBER 2007

PIMPINAN SIDANG MUSYAWARAH NASIONAL II GABUNGAN SERIKAT PEKERJA MANUFAKTUR INDEPENDEN INDONESIA ( MUNAS II GSPMII )

ttd

ttd

DONNY JRISWANDI, SH Ketua

SRI SUPRIYATIN, SH. Sekretaris

ANGGOTA :

1. MUHAMMAD IRAYADI, SH. 2. ADIYATI, SH. 3. NURHASANAH

( ttd ) ( ttd ) ( ttd )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->