Rangkaian Listrik

Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
180
BAB VIII
DAYA PADA RANGKAIAN RLC

Pengertian daya : perkalian antara tegangan yang diberikan dengan hasil arus yang
mengalir.
Secara matematis : VI P = Æ sumber searah atau DC
‰ Daya dikatakan positif, ketika arus yang mengalir bernilai positif artinya arus
mengalir dari sumber tegangan menuju rangkaian (transfer energi dari sumber ke
rangkaian )
‰ Daya dikatakan negatif, ketika arus yang mengalir bernilai negatif artinya arus
mengalir dari rangkaian menuju sumber tegangan (transfer energi dari rangkaian ke
sumber )

Daya Sesaat
Daya sesaat adalah daya yang terjadi pada saat hanya waktu tertentu ketika sebuah
komponen mempunyai nilai tegangan dan arus yang mengalir padanya hanya saat waktu
tersebut.

Contoh latihan :

Jika sebuah komponen dilewati arus sebesar t t i 30 sin 10 ) ( = A dan tegangannya
) 30 30 sin( 50 ) ( ° + = t t v , maka berapa daya yang muncul saat t = 1 detik !
Jawaban :
3
4
500
60 sin 50 30 sin 10 ) 30 30 sin( 50 30 sin 10 ) 1 (
) 30 30 sin( 50 30 sin 10 ) ( ). ( ) (
= = + =
° + = =
x x P
t tx t i t v t P


Daya Rata – Rata
Daya rata-rata adalah daya yang dihasilkan sebagai integral dari fungsi periodik waktu
terhadap keseluruhan range waktu tertentu dibagi oleh periodanya sendiri.
Untuk melihat hasil daya rata-rata pada setiap komponen pasif yang dilaluinya
menggunakan rumus yang telah kita pelajari pada bab sebelumnya tentang harga rata-
rata.

Daya rata-rata pada komponen L :
t V t V
m
ω sin ) ( =
Arus pada komponen induktor adalah :

Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
181
)
2
sin( cos ) (
sin
1
) (
1
) (
π
ω
ω
ω
ω
ω
− = − =
= =
∫ ∫
t
L
V
t
L
V
t i
dt t V
L
dt t V
L
t i
m m
m

dimana nilai
m
m
I
L
V
=
ω
, maka: )
2
sin( ) (
π
ω − = t I t i
m

sehingga :
t I V t t I V t t I V t I t V t P
m m m m m m
ω ω ω
π
ω ω 2 sin
2
1
) cos( . sin )
2
sin( . sin ) ( ).. ( ) ( − = − = − = =
Grafik :

Dari grafik tersebut dapat diambil kesimpulan :
Ketika tegangan dan arus positif maka dayanya positif berarti energi mengalir dari
sumber ke induktor, demikian juga ketika tegangan dan arus negatif.
Tetapi pada saat tegangan dan arusnya bertanda berlawanan maka dayanya negatif
berarti energi mengalir dari induktor kesumber tegangan.
Daya rata – rata :
0
0
2
2 cos
2
1
4
1
2 sin
4
1 2
2 sin
4
1
2 sin
4
1
2 sin
2
1
2
1
) (
1
2
0
2
0
2
0
2
0 0
= = − = − =
− = − = =
∫ ∫
∫ ∫ ∫
π
π π
π
π
ω
π
ω
π
π π
π π
t I V tdt I V tdt
T
I V P
tdt I V tdt I V dt t P
T
P
m m m m m m
m m m m
T

maka daya rata-rata pada komponen L samadengan nol.

Daya rata-rata pada komponen C :


Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
182
t V t V
m
ω sin ) ( =
Arus pada komponen kapasitor adalah :
)
2
sin( ) (
cos ) (sin ) (
π
ω ω
ω ω ω
+ =
= = =
t CV t i
t CV t
dt
d
CV
dt
dV
C t i
m
m m

dimana nilai
m m
I CV = ω , maka :
)
2
sin( ) (
π
ω + = t I t i
m

sehingga :
t I V t I V t I V t I t V t P
m m m m m m
ω ω ω
π
ω ω 2 sin
2
1
cos . sin )
2
sin( . sin ) ( ).. ( ) ( = = + = =
Grafik :

Daya rata-rata :
0
0
2
2 cos
2
1
4
1
2 sin
4
1
2 sin
2
1
2
1
) (
1
2
0
2
0 0
= − =
=
= =

∫ ∫
π
π
π
ω
π
π
π
t I V P
tdt I V P
tdt I V dt t P
T
P
m m
m m
m m
T

maka daya rata-rata pada komponen C samadengan nol.

Daya rata-rata pada komponen R :


Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
183
t V t V
m
ω sin ) ( =
Arus pada komponen resistor adalah :
t
R
t V
R
t V
t i ω sin
) ( ) (
) ( = =
dimana nilai
m
m
I
R
V
= , maka : t I t i
m
ω sin ) ( =
sehingga :
) 2 cos 1 (
2
1
sin ) ( ).. ( ) (
2
t I V t I V t I t V t P
m m m m
ω ω − = = =
Grafik :

Daya rata-rata :
m m m m
m m
m m
m m
T
I V I V P
t t I V P
dt t I V P
tdt I V dt t P
T
P
2
1
2 .
4
1
0
2
) 2 sin
2
1
(
4
1
) 2 cos 1 (
4
1
) 2 cos 1 (
2
1
2
1
) (
1
2
0
2
0 0
= =
− =
− =
− = =

∫ ∫
π
π
π
π
ω
π
ω
π
π
π

Daya rata-rata :
m m m m m m
m m m m
T
I V I V t t I V P
dt t I V tdt I V dt t P
T
P
2
1
2 .
4
1
0
2
) 2 sin
2
1
(
4
1
) 2 cos 1 (
4
1
) 2 cos 1 (
2
1
2
1
) (
1
2
0
2
0 0
= = − =
− = − = =
∫ ∫ ∫
π
π
π
π
ω
π
ω
π
π π

maka daya rata-rata pada kompone R sebesar
eff eff
m m
m m
I V
I V
I V = =
2 2
2
1








Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
184
Untuk komponen L dan C dapat diambil rumus umum,dimana :
) sin( ) (
sin ) (
θ ω
ω
+ =
=
t I t i
t V t V
m
m

nilai θ tergantung dari komponen induktor atau kapasitor (kapasitor bertanda “ + “, dan
induktor bertanda “ – “ )
sehingga :
| |
| | ) 2 cos( cos
2
1
) (
)) ( cos( )) ( cos(
2
1
) sin( . sin ) ( ). ( ) (
θ ω θ
θ ω ω θ ω ω θ ω ω
+ − =
+ − − + − = + = =
t I V t P
t t t t I V t I V t I t V t P
m m
m m m m
Daya rata – rata :
| |
θ θ θ θ
π
θ ω θ
π
π π
π
cos cos
2
1
) 2 cos( cos
4
1
) 2 cos( cos
2
1
2
1
) (
1
2
0
2
0
2
0 0
eff eff m m m m
m m
T
I V I V dt t dt I V P
dt t I V dt t P
T
P
= =

+ − =
+ − = =
∫ ∫
∫ ∫

dimana nilai efektif (rms) :
2
m
eff
V
V = dan
2
m
eff
I
I =

Daya Kompleks
Daya Rata – Rata (P)
Daya ini sebenarnya adalah daya yang dipakai oleh komponen pasif resistor yang
merupakan daya yang terpakai atau terserap. Kalau kita perhatikan supply dari PLN ke
rumah-rumah maka daya yang tercatat pada alat kWH meter adalah daya rata-rata atau
sering disebut juga sebagai daya nyata yang akan dibayarkan oleh pelanggan.
Simbol : P
Satuan : Watt (W)
Secara matematis daya rata-rata atau daya nyata merupakan perkalian antara tegangan
efektif, arus efektif, dan koefisien faktor dayanya.
θ cos
eff eff
I V P =

Daya Reaktif ( Q )
Daya ini adalah daya yang muncul diakibatkan oleh komponen pasif diluar resistor yang
merupakan daya rugi-rugi atau daya yang tidak diinginkan. Daya ini seminimal
mungkin dihindari kalaupun bisa diperkecil, walaupun tidak akan hilang sama sekali
dengan cara memperkecil faktor dayanya.
Simbol : Q
Satuan : Volt Ampere Reaktif (VAR)
Secara matematis daya reaktif merupakan perkalian antara tegangan efektif, arus efektif,
dan nilai sin θ.
θ sin
eff eff
I V Q =





Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
185
Daya Tampak ( S )
Daya yang sebenarnya disupply oleh PLN, merupakan resultan daya antara daya rata-
rata dan daya reaktif.
Simbol : S
Satuan : Volt Ampere (VA)
Secara matematis daya tampak merupakan perkalian antara tegangan dan arus
efektifnya
eff eff
I V S =

Daya kompleks
Merupakan gabungan antara daya rata-rata dan daya reaktifnya.
S

= + = + =
eff eff eff eff eff eff
I V I jV I V jQ P θ θ sin cos

Faktor Daya
Faktor daya atau power factor (pf) merupakan perbandingan daya rata-rata terhadap
daya tampak.
θ
θ
cos
cos
= = =
eff eff
eff eff
I V
I V
S
P
pf

Segitiga Daya
Untuk komponen L :

θ
θ
sin
cos
eff eff
eff eff
eff eff
I V Q
I V S
I V P
=
=
=


I lagging terhadap V dimana nilai arus tertinggal sebesar phasa θ dibandingkan dengan
nilai tegangan.



Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
186

Untuk komponen C :

θ
θ
sin
cos
eff eff
eff eff
eff eff
I V Q
I V S
I V P
=
=
=


I leading terhadap V dimana nilai arus mendahului sebesar phasa θ dibandingkan
dengan nilai tegangan




Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
187
Rumus umum :
S
P
Z
R
pf
Z
V
Z I I V S
X
V
X I I V Q
R
V
R I I V P
Z
eff
Z
eff eff eff
X
eff
X
eff eff eff
R
eff
R
eff eff eff
= = =
= = =
= = =
= = =
θ
θ
θ
cos
sin
cos
2
2
2
2
2
2



Contoh latihan :

1. Tentukan daya rata-ratanya !

Jawaban :
Dengan phasor :

W R I P sehingga
j
j
j
Z
R
eff
o
o
o
p
4395 9 , 87 .
2
10
. :
9 , 15 9 , 87 3 , 10 44 , 89
1 , 53 500
100 . 4 , 63 2 , 447
100 ) 400 200 (
100 ). 400 200 (
2
2
= |
.
|

\
|
= =
+ = ∠ =


=
+ +
+
=







Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
188
2. Tentukan segitiga dayanya !

Jawaban :
Dengan phasor :

W Z I S
W X I Q
W R I P
sehingga
j
j
j
Z
Z
eff
X
eff
R
eff
o
o
o
p
4472 44 , 89 .
2
10
.
795 9 , 15 .
2
10
.
4395 9 , 87 .
2
10
.
:
9 , 15 9 , 87 3 , 10 44 , 89
1 , 53 500
100 . 4 , 63 2 , 447
100 ) 400 200 (
100 ). 400 200 (
2
2
2
2
2
2
= |
.
|

\
|
= =
= |
.
|

\
|
= =
= |
.
|

\
|
= =
+ = ∠ =


=
+ +
+
=


3. Tentukan daya rata-rata pada Ω = 4 R !

Jawaban :


Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
189
Dengan superposisi :
- Pada saat Vs = 20cos4t V, aktif :
W R i P sehingga
j j
i
eff
o
o
o o
32 4 .
2
4
. :
37 4
37 5
0 20
3 6 4
0 20
2
2
1 1
1
= |
.
|

\
|
= =
− ∠ =


=
− +

=

- Pada saat Is = 5cos2t A, aktif :

( )
o
j j
j
i 0 5 .
4 3 6
6
2
∠ −
+ + −

=
W R i P sehingga
i
eff
o
o
o
o
o
72 4 .
2
6
. :
53 6
37 5
90 30
5 .
37 5
90 6
2
2
2 2
2
= |
.
|

\
| −
= =
− ∠ − =
− ∠
− ∠ −
= −
− ∠
− ∠
=

maka :
W P P P 104 72 32
2 1
= + = + =













Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
190
Perbaikan Faktor Daya/ Correction Power Factor
Faktor daya atau power factor ( pf ) akan membesar atau meningkat ketika nilai cos θ
mendekati nilai 1 atau sudut θ akan mendekati sudut 0.
Misalkan kalau kita mempunyai segitiga daya untuk arus lagging, secara grafik :
Seperti dijelaskan diawal tadi bahwa Q atau daya reaktif sebenarnya adalah daya rugi-
rugi dan sebisa mungkin kita minimalkan, artinya dengan nilai daya rata-rata yang tetap
dan nilai daya reaktif yang kita perkecil akan memperkecil daya tampak secara
keseluruhan.
Nilai P tidak berubah yang diubah adalah nilai Q karena Q berkaitan dengan komponen
L atau C, oleh karena itu untuk meningkatkan faktor daya maka kita harus memasang
secara paralel komponen L atau C.
Kenapa kita harus memasang secara paralel ? karena tujuan diawal kita membuat nilai P
yang tetap atau konstan, maka dengan ilustrasi seperti dibawah ini :

akan didapatkan nilai
L j R
V
I R I P
eff
R
eff
R
eff
ω +
= ⇒ =
2

Jika komponen yang akan dipasang untuk memperkecil nilai Q, katakanlah komponen
tersebut C maka jika dipasang seri :



Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
191

akan didapatkan nilai
)
1
(
2
C
L j R
V
I R I P
eff
R
eff
R
eff
ω
ω − +
= ⇒ =
terlihat bahwa nilai P-nya telah berubah, padahal kita mempersyaratkan untuk perbaikan
faktor daya nilai P-nya tetap.
Tetapi jika komponen C tersebut dipasang paralel maka :

akan didapatkan nilai
L j R
V
I R I P
eff
R
eff
R
eff
ω +
= ⇒ =
2

ternyata nilai P-nya tetap dan dengan penambahan komponen C tentunya akan
memperkecil daya reaktifnya.

Secara grafik segitiga daya :



Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
192
Merupakan komponen C
Sehingga untuk meningkatkan pf suatu rangkaian I lagging dilakukan dengan
menambahkan atau mempararelkan komponen C

Misalkan kalau kita mempunyai segitiga daya arus leading, secara grafik :

Secara grafik segitiga daya :






Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
193
Merupakan komponen L
Sehingga untuk meningkatkan pf suatu rangkaian arus leading dilakukan dengan
menambahkan atau mempararelkan komponen L

Contoh latihan :

1. Faktor daya suatu beban yang telah dikoreksi adalah 0,9 lagging dengan cara
penambahan 20 kVAR kapasitor parallel. Jika daya akhir adalah 185 kVA. Tentukan
segitiga daya sebelum diperbaiki atau dikoreksi !
Jawaban :

kVA k k Q P S
lagging kVAR Q Q Q
kW P
dikoreksi setelah dayanya segitiga
lagging k k S Q
kW k S P
lagging
kVA S
C
o
o
o
6 , 194 101 5 , 166
. 101 20 81 '
5 , 166
: . . .
. var 81 26 sin . 185 ' sin '. '
5 , 166 26 cos . 185 ' cos '.
26 ' 9 , 0 ' cos
185
2 2 2 2
'
= + = + =
= + = + =
=
= = =
= = =
= → =
=
θ
θ
θ θ







Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
194
2. Sebuah sumber 60 Hz dengan V V
eff
240 = disuplai oleh 4500 VA ke beban dengan
faktor daya 0,75 lagging. Tentukan paralel kapasitor untuk meningkatkan faktor daya
ke :

a. 0,9 lagging
b. 0,9 leading
Jawaban :

S = 4500 VA
pf = cosθ = 0,75 lagging Æ θ = 41,4
o

P = S cosθ = 4500.0,75 = 3375 W
Q = S sinθ = 4500.sin41,4
o
= 2976 var lagging
a. 0,9 lagging

F C
sehingga
F
X f X
C
C
X
Q
V
X
X
V
Q
leading Q Q Q
lagging P Q
C C
C
C
eff
C
C
eff
C
C
o
u
u
π π ω ω
θ
3 , 61
:
3 , 61
3 , 43 . 60 . 2
1
. 2
1 1 1
3 , 43
1330
240
. var 1330 1646 2976 '
. var 1646 26 tan . 3375 ' tan '
2
2 2
=
= = = = → =
= = = → =
= − = − =
= = =











Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
195
b. 0,9 leading

F C
sehingga
F
X f X
C
C
X
Q
V
X
X
V
Q
leading Q Q Q
lagging P Q
C C
C
C
eff
C
C
eff
C
C
o
u
u
π π ω ω
θ
2 , 212
:
2 , 212
5 , 12 . 60 . 2
1
. 2
1 1 1
5 , 12
4622
240
. var 4622 1646 2976 '
. var 1646 26 tan . 3375 ' tan '
2
2 2
=
= = = = → =
= = = → =
= + = + =
= = =


Perbaikan Faktor Daya dapat menggunakan rumus yang telah didapatkan jika bebannya
induktif dan memerlukan penambahan komponen C yang dipasang paralel :
| | X pfc R
X R
X

+
=
−1
2 2
1
cos tan

dimana :
X
1
= nilai reaktansi setelah perbaikan faktor daya (komponen C)
R = nilai resistansi sebelum perbaikan faktor daya
X = nilai reaktansi sebelum perbaikan faktor daya
pfc = nilai dari perbaikan faktor dayanya (pf setelah diperbaiki)
dengan catatan :
‰ Jika pfc lagging maka | | pfc
1
cos tan

bernilai positif
‰ Jika pfc leading maka | | pfc
1
cos tan

bernilai negatif









Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
196
Soal – soal :

1. Dua buah beban dipasang secara paralel dan disuplai oleh tegangan efektif 220 V
dengan pf 0,9 lagging. Salah satu beban diketahui mempunyai pf sebesar 0,8 leading
dengan daya rata-rata 1200 W. Jika daya rata-rata total kedua beban adalah 2000 W.
Berapa pf beban kedua ?

2. Diberikan suatu rangkaian dengan tegangan terpasang V t V
o
) 10 sin( 150 + = ω dan
arus yang dihasilkan A t i
o
) 50 sin( 5 − = ω . Tentukan segitiga dayanya !

3. Dua buah elemen seri mempunyai daya rata-rata 940 W dan pf 0,707 leading. Jika
tegangan V t V
o
) 30 6000 sin( 99 + = . Tentukan kedua elemen tersebut !

4. Tentukan segitiga daya kombinasi paralel dari masing-masing beban dimana untuk
beban 1 mempunyai 250 VA pf 0,5 lagging, beban 2 sebesar 180 W pf 0,8 leading
dan beban 3 sebesar 300 VA, 100 var lagging !

5. Tentukan segitiga dayanya !
Jika
o o o
eff
Z Z V 60 5 , 30 4 , 60 20
2 1
∠ = ∠ = ∠ =


6. Tentukan daya rata-rata pada gambar berikut :










Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
197
7. Tentukan daya rata-rata pada resistor Ω k 3 :


8. Tentukan daya rata-rata pada Ω 4 , 0 :


9. Cari daya rata-rata pada resistor Ω 4 :


10. Tentukan i
eff
dan power faktor dilihat dari sumber :


11. Komponen apa yang harus dipasang paralel pada saat soal diatas, jika koreksi
power pactor menjadi 0,8 lagging.






Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
198
12. Tentukan pf dilihat dari terminal sumber dan berapa nialai komponen yang perlu
dipasang secara paralel dengan sumber agar pf menjadi 1 :



13. Tentukan daya nyata, daya rekatif dan daya kompleks yang dikirim sumber pada
gambat ini

14. Tentukan P,Q, S oleh sumber dan elemen reaktif yang harus dipasang paralel
dengan sumber agar pf dilihat dari sumber menjadi 0,9 leading

15. Dua buah beban dipasang secara paralel dan disuplai oleh tegangan efektif 220 V
dengan pf 0,9 lagging. Salah satu beban diketahui mempunyai pf sebesar 0,8
leading dengan daya rata-rata 1200 W. Jika daya rata-rata total kedua beban adalah
2000 W. Berapa pf beban kedua ?

16. Faktor daya suatu beban yang telah dikoreksi adalah 0,9 lagging dengan cara
penambahan 20 kVAR kapasitor paralel. Jika daya akhir adalah 185 kVA. Tentukan
segitiga daya sebelum diperbaiki/dikoreksi.

17. Diberikan suatu rangkaian dengan tegangan terpasang ) 10 sin( 150
o
t v + = ω dan arus
yang dihasilkan ) 50 sin( 5
o
t i − = ω . Tentukan segitiga dayanya.


Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
199
18. Dua buah elemen seri mempunyai daya rata-rata 940 W dan pf 0,707 leading. Jika
tegangan ) 30 6000 sin( 99
o
t v + = . Tentukan kedua elemen tersebut ?

19. Jika
o
eff
v 60 20∠ = ,
o
Z 30 4
1
∠ = dan
o
Z 60 5
2
∠ = . Tentukan segitiga dayanya.


20. Tentukan segitiga daya kombinasi paralel dari masing-masing beban dimana untuk
beban 1 mempunyai 250 VA pf 0,5 lagging, beban 2 sebesar 180 W pf 0,8 leading
dan beban 3 sebesar 300 VA, 100 VAR lagging.

21. Sebuah sumber 60 Hz dengan Veff = 240 V disuplai oleh 44500 VA ke beban
dengan pf 0,75 lagging. Tentukan paralel kapasitor untuk meningkatkan pf ke :
a. 0,9 lagging
b. 0,9 leading

22. Tentukan daya rata-rata dan daya reaktif :


23. Tentukan daya rata-rata dan daya reaktif :







Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
200
24. Tentukan segitiga daya :

25. Tentukan segitiga daya pada masing-masing beban pada soal diatas !

26. Sebuah beban Z = 100 + j100, tentukan kapasitansi paralel agar pf meningkat
menjadi 0,95 lagging (Asumsi s rad / 377 = ω )

27. Dua buah beban dipasang paralel, dimana beban 1 dengan daya 50 kW resistif murni
dan beban 2 dengan pf 0,86 lagging daya 100 kVA disuplai tegangan 10000 Vrms.
Tentukan total arusnya. !

28. Sebuah beban 50 + j80. Tentukan :
a. pf sebelum dikoreksi
b. Z
1
agar pf meningkat menjadi 1
c. Dari niali Z
1
tentukan komponen apa yang harus dipasang paralel, jika
( s rad / 377 = ω )

29. Suatu beban 110 Veff dengtan 4 kW dan pf 0,82 lagging. Tentukan nilai C agar pf
meningkat menjadi 0,95 lagging dengan s rad / 377 = ω !

30. Tentukan daya rata-rata pada R = 2 Ω :

31. Dua buah beban dengan 440 Vrms 60 HZ dimana beban 1 12 kVA 0,7 lagging dan
beban 2 10 kVA 0,8 lagging. Tentukan segitiga daya totalnya. !






Rangkaian Listrik
Mohamad Ramdhani
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
201
32. Jika daya yang disuplai 50 kVA dengan pf 0,8 lagging. Tentukan Z !

33. Dua buah beban dengan
o
eff
v 160 100∠ = dimana
o
tot
I 190 2∠ = beban 1 P
1
= 23,2
W , Q
1
= 50 VAR lagging. Tentukan pf
2
!

34. Dua buah elemen seri R = 10 ohm dan Xc = 5 ohm mempunyai tegangan efektif
120 V. tentukan pf !

35. Dua buah elemen seri dengan arus sesaat ) 45 5000 sin( 24 , 4
o
t i + = mempunyai
daya 180 W dan pf 0,8 lagging. Tentukan kedua elemen tersebut !

36. Sebuah beban 300 kW dengan pf 0,65 lagging saat diparalel kapasitor pf menjadi
0,9 lagging. Tentukan nilai daya yang disuplai kapasitor !

37. Sebuah beban 1 dengan daya 200 VA pf 0,8 lagging dikombinasikan dengan
beban 2. Jika total pf adalah 0,9 lagging, tentukan pf beban 2 jika Ptot = 200 W !

38. Tentukan nilai C agar pf naik menjadi 1,2 semula !












181 Rangkaian Listrik

1 1 ∫ V (t )dt = L ∫ Vm sin ωtdt L V V π i (t ) = − m cos ωt = m sin(ωt − ) 2 ωL ωL Vm π dimana nilai = I m , maka: i(t ) = I m sin(ωt − ) 2 ωL sehingga : i (t ) =

P (t ) = V (t )..I (t ) = Vm I m sin ωt. sin(ωt − Grafik :

π

1 ) = −Vm I m sin ωt. cos(ωt ) = − Vm I m sin 2ωt 2 2

Dari grafik tersebut dapat diambil kesimpulan : Ketika tegangan dan arus positif maka dayanya positif berarti energi mengalir dari sumber ke induktor, demikian juga ketika tegangan dan arus negatif. Tetapi pada saat tegangan dan arusnya bertanda berlawanan maka dayanya negatif berarti energi mengalir dari induktor kesumber tegangan. Daya rata – rata : 2π 2π T 1 1 1 1 P = ∫ P(t )dt = − Vm I m sin 2ωtdt = − Vm I m ∫ sin 2ωtdt T 0 4π 2π ∫ 2 0 0
2π 2π 2π 1 1 2π 1 1 P = − Vm I m ∫ sin 2 tdt = − Vm I m ∫ sin 2tdt = Vm I m cos 2t =0 0 T 4π 2 4π 4π 0 0 maka daya rata-rata pada komponen L samadengan nol.

Daya rata-rata pada komponen C :

Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom

. P=− Daya rata-rata pada komponen R : Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . maka : i(t ) = I m sin(ωt + sehingga : P (t ) = V (t ). sin(ω + Grafik : i(t ) = CVmω sin(ωt + π π 2 ) π 1 ) = Vm I m sin ωt. cos ω = Vm I m sin 2ωt 2 2 Daya rata-rata : T 1 1 P = ∫ P(t )dt = T 0 2π 2π 2π ∫ 2V 0 1 m m I sin 2ωtdt P= 1 Vm I m ∫ sin 2tdt 4π 0 2π 1 1 Vm I m cos 2t =0 0 4π 2 maka daya rata-rata pada komponen C samadengan nol.I (t ) = Vm I m sin ωt.182 Rangkaian Listrik V (t ) = Vm sin ωt Arus pada komponen kapasitor adalah : dV d i(t ) = C = CVm (sin ωt ) = CVmω cos ωt dt dt ) 2 dimana nilai CVmω = I m .

2π = Vm I m 2 4π Daya rata-rata : T 2π 2π 1 1 1 1 P = ∫ P(t )dt = Vm I m (1 − cos 2ω )tdt = Vm I m ∫ (1 − cos 2ωt )dt 2π ∫ 2 4π T 0 0 0 2π 1 1 1 1 Vm I m (t − sin 2t ) = Vm I m .I (t ) = Vm I m sin 2 ωt = Vm I m (1 − cos 2ωt ) 2 Grafik : Daya rata-rata : T 1 1 P = ∫ P(t )dt = T 0 2π 2π 2π ∫ 2V 0 1 m m I (1 − cos 2ω )tdt P= P= 1 Vm I m ∫ (1 − cos 2ωt )dt 4π 0 2π 1 1 Vm I m (t − sin 2t ) 0 2 4π 1 1 P= Vm I m .183 Rangkaian Listrik V (t ) = Vm sin ωt Arus pada komponen resistor adalah : V (t ) V (t ) i(t ) = = sin ωt R R V dimana nilai m = I m .2π = Vm I m 0 4π 4π 2 2 V I 1 maka daya rata-rata pada kompone R sebesar Vm I m = m m = Veff I eff 2 2 2 P= Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .. maka : i(t ) = I m sin ωt R sehingga : 1 P(t ) = V (t ).

184 Rangkaian Listrik Untuk komponen L dan C dapat diambil rumus umum.I (t ) = Vm I m sin ωt. dan induktor bertanda “ – “ ) sehingga : 1 P (t ) = V (t ). dan nilai sin θ. Simbol :Q Satuan : Volt Ampere Reaktif (VAR) Secara matematis daya reaktif merupakan perkalian antara tegangan efektif. arus efektif. arus efektif. walaupun tidak akan hilang sama sekali dengan cara memperkecil faktor dayanya. P = Veff I eff cosθ Daya Reaktif ( Q ) Daya ini adalah daya yang muncul diakibatkan oleh komponen pasif diluar resistor yang merupakan daya rugi-rugi atau daya yang tidak diinginkan. Kalau kita perhatikan supply dari PLN ke rumah-rumah maka daya yang tercatat pada alat kWH meter adalah daya rata-rata atau sering disebut juga sebagai daya nyata yang akan dibayarkan oleh pelanggan. dan koefisien faktor dayanya. Daya ini seminimal mungkin dihindari kalaupun bisa diperkecil.dimana : V (t ) = Vm sin ωt i(t ) = I m sin(ωt + θ ) nilai θ tergantung dari komponen induktor atau kapasitor (kapasitor bertanda “ + “. Simbol : P Satuan : Watt (W) Secara matematis daya rata-rata atau daya nyata merupakan perkalian antara tegangan efektif. Q = Veff I eff sin θ Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . sin(ω + θ ) = Vm I m [cos(ωt − (ωt + θ )) − cos(ωt − (ωt + θ ))] 2 1 P (t ) = Vm I m [cos θ − cos(2ωt + θ )] 2 Daya rata – rata : T 2π 1 1 1 P = ∫ P(t )dt = Vm I m [cosθ − cos(2ωt + θ )]dt T 0 2π ∫ 2 0 P= 2π  2π  1 1 Vm I m  ∫ cosθdt − ∫ cos(2t + θ )dt  = Vm I m cosθ = Veff I eff cosθ 4π 0 0  2 dimana nilai efektif (rms) : Veff = Vm 2 dan I eff = Im 2 Daya Kompleks Daya Rata – Rata (P) Daya ini sebenarnya adalah daya yang dipakai oleh komponen pasif resistor yang merupakan daya yang terpakai atau terserap.

P Veff I eff cosθ pf = = = cosθ S Veff I eff Segitiga Daya Untuk komponen L : P = Veff I eff cosθ S = Veff I eff Q = Veff I eff sin θ I lagging terhadap V dimana nilai arus tertinggal sebesar phasa θ dibandingkan dengan nilai tegangan. merupakan resultan daya antara daya ratarata dan daya reaktif. Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . ∗ S = P + jQ = Veff I eff cosθ + jVeff I eff sin θ = Veff I eff Faktor Daya Faktor daya atau power factor (pf) merupakan perbandingan daya rata-rata terhadap daya tampak. Simbol :S Satuan : Volt Ampere (VA) Secara matematis daya tampak merupakan perkalian antara tegangan dan arus efektifnya S = Veff I eff Daya kompleks Merupakan gabungan antara daya rata-rata dan daya reaktifnya.185 Rangkaian Listrik Daya Tampak ( S ) Daya yang sebenarnya disupply oleh PLN.

186 Rangkaian Listrik Untuk komponen C : P = Veff I eff cosθ S = Veff I eff Q = Veff I eff sin θ I leading terhadap V dimana nilai arus mendahului sebesar phasa θ dibandingkan dengan nilai tegangan Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .

2∠63.3 o = 87.187 Rangkaian Listrik Rumus umum : P = Veff I eff cosθ = I eff R R = 2 Veff R R 2 Q = Veff I eff sin θ = I eff X X = 2 Veff X X 2 S = Veff I eff = I eff Z Z = R P pf = cosθ = = Z S Contoh latihan : 2 Veff Z Z 2 1.9 + j15.9 o (200 + j 400) + 100 500∠53.87.R =   .100 = = 89.4 o.44∠10.9 = 4395W  2 2 Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Tentukan daya rata-ratanya ! Jawaban : Dengan phasor : Zp = (200 + j 400).1 2 sehingga : P = I eff R  10  .100 447.

100 = 89.188 Rangkaian Listrik 2.1 sehingga : Zp = P = I eff R 2  10  .2∠63. Tentukan daya rata-rata pada R = 4Ω ! Jawaban : Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . X =   .9 + j15.89.3 o = 87.87.Z =   .15.44∠10.4 o.R =   .9 = o (200 + j 400) + 100 500∠53.100 447.9 = 795W  2 S = I eff Z 2  10  .44 = 4472W  2 2 3. Tentukan segitiga dayanya ! Jawaban : Dengan phasor : (200 + j 400).9 = 4395W  2 2 2  10  2 Q = I eff X .

Pada saat Is = 5cos2t A.(− 5∠0 o ) − j 6 + j3 + 4 − 30∠ − 90 o 6∠ − 90 o = −6∠ − 53o .4 = 32W 1  2 .189 Rangkaian Listrik Dengan superposisi : . aktif : i2 = i2 = − j6 .R =   .4 = 72W  2 maka : P = P1 + P2 = 32 + 72 = 104W Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .Pada saat Vs = 20cos4t V.−5 = o 5∠ − 37 5∠ − 37 o 2 −6 2 sehingga : P2 = i2 eff .R =   . aktif : i1 = 20∠0 o 20∠0 o = = 4∠ − 37 o 4 + j 6 − j3 5∠37 o 2  4  2 sehingga : P = i1eff .

Kenapa kita harus memasang secara paralel ? karena tujuan diawal kita membuat nilai P yang tetap atau konstan. secara grafik : Seperti dijelaskan diawal tadi bahwa Q atau daya reaktif sebenarnya adalah daya rugirugi dan sebisa mungkin kita minimalkan. oleh karena itu untuk meningkatkan faktor daya maka kita harus memasang secara paralel komponen L atau C. katakanlah komponen tersebut C maka jika dipasang seri : Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . artinya dengan nilai daya rata-rata yang tetap dan nilai daya reaktif yang kita perkecil akan memperkecil daya tampak secara keseluruhan.190 Rangkaian Listrik Perbaikan Faktor Daya/ Correction Power Factor Faktor daya atau power factor ( pf ) akan membesar atau meningkat ketika nilai cos θ mendekati nilai 1 atau sudut θ akan mendekati sudut 0. Misalkan kalau kita mempunyai segitiga daya untuk arus lagging. maka dengan ilustrasi seperti dibawah ini : akan didapatkan nilai P = I eff R R ⇒ I eff R = 2 Veff R + jωL Jika komponen yang akan dipasang untuk memperkecil nilai Q. Nilai P tidak berubah yang diubah adalah nilai Q karena Q berkaitan dengan komponen L atau C.

padahal kita mempersyaratkan untuk perbaikan faktor daya nilai P-nya tetap. akan didapatkan nilai P = I eff R R ⇒ I eff R = 2 Veff Secara grafik segitiga daya : Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Tetapi jika komponen C tersebut dipasang paralel maka : R + j ωL ternyata nilai P-nya tetap dan dengan penambahan komponen C tentunya akan memperkecil daya reaktifnya.191 Rangkaian Listrik akan didapatkan nilai P = I eff R R ⇒ I eff R = 2 Veff R + j (ωL − 1 ) ωC terlihat bahwa nilai P-nya telah berubah.

secara grafik : Secara grafik segitiga daya : Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .192 Rangkaian Listrik Merupakan komponen C Sehingga untuk meningkatkan pf suatu rangkaian I lagging dilakukan dengan menambahkan atau mempararelkan komponen C Misalkan kalau kita mempunyai segitiga daya arus leading.

5kW Q = Q'+QC = 81 + 20 = 101kVAR.lagging segitiga.sin θ ' = 185k .193 Rangkaian Listrik Merupakan komponen L Sehingga untuk meningkatkan pf suatu rangkaian arus leading dilakukan dengan menambahkan atau mempararelkan komponen L Contoh latihan : 1.lagging S = P 2 + Q 2 = 166.5 2 k + 1012 k = 194.cosθ ' = 185k .5kW Q' = S '.dikoreksi : P = 166.6kVA Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . cos 26 o = 166.9 lagging dengan cara penambahan 20 kVAR kapasitor parallel.9lagging → θ ' = 26 o P = S '.dayanya. Jika daya akhir adalah 185 kVA.setelah. sin 26 o = 81k var . Tentukan segitiga daya sebelum diperbaiki atau dikoreksi ! Jawaban : S ' = 185kVA cosθ ' = 0. Faktor daya suatu beban yang telah dikoreksi adalah 0.

9 lagging b.0. tan 26 o = 1646 var .leading QC = XC = Veff 2 XC → XC = Veff QC 2 = 240 2 = 43.75 = 3375 W Q = S sinθ = 4500.75 lagging θ = 41.194 Rangkaian Listrik 2.lagging QC = Q − Q' = 2976 − 1646 = 1330 var .3 sehingga : C = 61.4o = 2976 var lagging a. 0.60.3µF ωC ωX C 2πf . 0. Sebuah sumber 60 Hz dengan Veff = 240V disuplai oleh 4500 VA ke beban dengan faktor daya 0.4o P = S cosθ = 4500.9 lagging Q' = P tan θ ' = 3375.75 lagging.9 leading Jawaban : S = 4500 VA pf = cosθ = 0.3 1330 1 1 1 1 →C = = = = 61. Tentukan paralel kapasitor untuk meningkatkan faktor daya ke : a.3µF Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .43. 0.sin41. X C 2π .

2 µF ωC ωX C 2πf .lagging QC = Q + Q' = 2976 + 1646 = 4622 var .60. 0.9 leading Q' = P tan θ ' = 3375.12.5 4622 1 1 1 1 →C = = = = 212.leading QC = XC = Veff 2 XC → XC = Veff QC 2 = 240 2 = 12.2 µF Perbaikan Faktor Daya dapat menggunakan rumus yang telah didapatkan jika bebannya induktif dan memerlukan penambahan komponen C yang dipasang paralel : R2 + X 2 X1 = R tan cos −1 pfc − X dimana : X1 = nilai reaktansi setelah perbaikan faktor daya (komponen C) R = nilai resistansi sebelum perbaikan faktor daya X = nilai reaktansi sebelum perbaikan faktor daya pfc = nilai dari perbaikan faktor dayanya (pf setelah diperbaiki) dengan catatan : Jika pfc lagging maka tan cos −1 pfc bernilai positif Jika pfc leading maka tan cos −1 pfc bernilai negatif [ ] [ [ ] ] Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . X C 2π .5 sehingga : C = 212. tan 26 o = 1646 var .195 Rangkaian Listrik b.

196 Rangkaian Listrik Soal – soal : 1. Dua buah beban dipasang secara paralel dan disuplai oleh tegangan efektif 220 V dengan pf 0. Tentukan segitiga dayanya ! Jika Veff = 20∠60 o . Tentukan daya rata-rata pada gambar berikut : Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .9 lagging. Jika daya rata-rata total kedua beban adalah 2000 W. Berapa pf beban kedua ? 2. Salah satu beban diketahui mempunyai pf sebesar 0. Tentukan segitiga dayanya ! 3. 100 var lagging ! 5. Z 1 = 4∠30 o . Tentukan segitiga daya kombinasi paralel dari masing-masing beban dimana untuk beban 1 mempunyai 250 VA pf 0. Tentukan kedua elemen tersebut ! 4. Diberikan suatu rangkaian dengan tegangan terpasang V = 150 sin(ωt + 10 o )V dan arus yang dihasilkan i = 5 sin(ωt − 50 o ) A . beban 2 sebesar 180 W pf 0.8 leading dengan daya rata-rata 1200 W.707 leading.5 lagging. Dua buah elemen seri mempunyai daya rata-rata 940 W dan pf 0. Z 2 = 5∠60 o 6.8 leading dan beban 3 sebesar 300 VA. Jika tegangan V = 99 sin(6000t + 30 o )V .

Tentukan daya rata-rata pada 0.4Ω : 9.197 Rangkaian Listrik 7. Tentukan daya rata-rata pada resistor 3kΩ : 8. jika koreksi power pactor menjadi 0. Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Komponen apa yang harus dipasang paralel pada saat soal diatas. Tentukan ieff dan power faktor dilihat dari sumber : 11.8 lagging. Cari daya rata-rata pada resistor 4Ω : 10.

9 lagging. Berapa pf beban kedua ? 16.9 lagging dengan cara penambahan 20 kVAR kapasitor paralel. Salah satu beban diketahui mempunyai pf sebesar 0. Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .198 Rangkaian Listrik 12. Faktor daya suatu beban yang telah dikoreksi adalah 0. Tentukan segitiga dayanya. 17. Jika daya akhir adalah 185 kVA. Jika daya rata-rata total kedua beban adalah 2000 W. Tentukan pf dilihat dari terminal sumber dan berapa nialai komponen yang perlu dipasang secara paralel dengan sumber agar pf menjadi 1 : 13. Tentukan P.Q.9 leading 15. Diberikan suatu rangkaian dengan tegangan terpasang v = 150 sin(ωt + 10 o ) dan arus yang dihasilkan i = 5 sin(ωt − 50 o ) . Dua buah beban dipasang secara paralel dan disuplai oleh tegangan efektif 220 V dengan pf 0. daya rekatif dan daya kompleks yang dikirim sumber pada gambat ini 14. Tentukan segitiga daya sebelum diperbaiki/dikoreksi. Tentukan daya nyata. S oleh sumber dan elemen reaktif yang harus dipasang paralel dengan sumber agar pf dilihat dari sumber menjadi 0.8 leading dengan daya rata-rata 1200 W.

0. Tentukan paralel kapasitor untuk meningkatkan pf ke : a. Tentukan segitiga daya kombinasi paralel dari masing-masing beban dimana untuk beban 1 mempunyai 250 VA pf 0. 0. Tentukan segitiga dayanya.75 lagging.199 Rangkaian Listrik 18. Tentukan daya rata-rata dan daya reaktif : Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom .8 leading dan beban 3 sebesar 300 VA.9 leading 22. Sebuah sumber 60 Hz dengan Veff = 240 V disuplai oleh 44500 VA ke beban dengan pf 0. Tentukan kedua elemen tersebut ? 19. 100 VAR lagging. Tentukan daya rata-rata dan daya reaktif : 23. 20. beban 2 sebesar 180 W pf 0. Z 1 = 4∠30 o dan Z 2 = 5∠60 o . Dua buah elemen seri mempunyai daya rata-rata 940 W dan pf 0. 21.5 lagging. Jika tegangan v = 99 sin(6000t + 30 o ) .9 lagging b. Jika veff = 20∠60 o .707 leading.

Tentukan segitiga daya totalnya. Tentukan daya rata-rata pada R = 2 Ω : 31. jika ( ω = 377 rad / s ) 29.86 lagging daya 100 kVA disuplai tegangan 10000 Vrms. Z1 agar pf meningkat menjadi 1 c. Tentukan nilai C agar pf meningkat menjadi 0. Dari niali Z1 tentukan komponen apa yang harus dipasang paralel. pf sebelum dikoreksi b.8 lagging. tentukan kapasitansi paralel agar pf meningkat menjadi 0. Tentukan : a.7 lagging dan beban 2 10 kVA 0. Tentukan total arusnya.95 lagging (Asumsi ω = 377 rad / s ) 27. Sebuah beban 50 + j80. Dua buah beban dipasang paralel.95 lagging dengan ω = 377 rad / s ! 30.200 Rangkaian Listrik 24. Tentukan segitiga daya : 25. Sebuah beban Z = 100 + j100.82 lagging. ! Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . dimana beban 1 dengan daya 50 kW resistif murni dan beban 2 dengan pf 0. Suatu beban 110 Veff dengtan 4 kW dan pf 0. ! 28. Tentukan segitiga daya pada masing-masing beban pada soal diatas ! 26. Dua buah beban dengan 440 Vrms 60 HZ dimana beban 1 12 kVA 0.

Dua buah beban dengan veff = 100∠160 o dimana I tot = 2∠190 o beban 1 P1 = 23.2 W . Tentukan nilai daya yang disuplai kapasitor ! 37.9 lagging. Tentukan pf2 ! 34.8 lagging. Jika total pf adalah 0. Sebuah beban 300 kW dengan pf 0. Dua buah elemen seri R = 10 ohm dan Xc = 5 ohm mempunyai tegangan efektif 120 V. tentukan pf beban 2 jika Ptot = 200 W ! 38.8 lagging dikombinasikan dengan beban 2. Tentukan nilai C agar pf naik menjadi 1. Jika daya yang disuplai 50 kVA dengan pf 0.9 lagging. Dua buah elemen seri dengan arus sesaat i = 4. Q1 = 50 VAR lagging.24 sin(5000t + 45 o ) mempunyai daya 180 W dan pf 0.8 lagging. Tentukan Z ! 33.2 semula ! Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom . Sebuah beban 1 dengan daya 200 VA pf 0. tentukan pf ! 35.201 Rangkaian Listrik 32. Tentukan kedua elemen tersebut ! 36.65 lagging saat diparalel kapasitor pf menjadi 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful