P. 1
Persamaan & Pertidaksamaan

Persamaan & Pertidaksamaan

|Views: 1,991|Likes:
Published by Mas Cipul
Kalkulus bab tentang Persamaan & Pertidaksamaan

untuk mendownload versi *.doc, silahkan klik link berikut :

http://bit.ly/dn728o
Kalkulus bab tentang Persamaan & Pertidaksamaan

untuk mendownload versi *.doc, silahkan klik link berikut :

http://bit.ly/dn728o

More info:

Published by: Mas Cipul on Sep 14, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

-1

-

BAB I PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN

Sistem persamaan ditemukan hampir di semua cabang ilmu pengetahuan. Dalam bidang ilmu ukur, diperlukan untuk mencari titik potong dua garis yang sebidang, di bidang ekonomi atau model regresi statistik sering ditemukan sistem persamaan dengan banyaknya persamaan sama dengan banyaknya variabel dalam hal memperoleh jawaban tunggal bagi peubah (variabel). Dalam bab ini, akan dibahas persamaan dan pertidaksamaan linear, kuadrat, dan nilai mutlak serta penerapannya.

TIK : Setelah mempelajari pokok bahasan ini, mahasiswa dapat menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan.

1.1. Persamaan linear dan kuadrat Jika ditinjau dari penampilan peubahnya, persamaan dapat dibedakan menjadi persamaan linear dan persamaan tidak linear. Jika ditinjau dari banyak peubahnya, persamaan linear terbagi atas persamaan dengan satu peubah, dua peubah, atau lebih dari dua peubah. Persamaan tidak linear terbagi atas persamaan polinomial dengan satu peubah, dua peubah, atau lebih dari dua peubah, serta persamaan pecah rasional yang pembilang dan penyebutnya berupa polinomial.

1

-2-

Persamaan Linear Persamaan linear dengan n peubah adalah persamaan dengan bentuk :
a1 x1 +a 2 x 2 +a3 x3 + +a n x n =b ...

dengan

a1 , a 2 , a 3 , ... , a n d n b a

adalah bilangan- bilangan real, dan

x1 , x 2 , x3 , ..., x n adalah peubah.

Secara khusus, persamaan linear dengan satu peubah mempunyai bentuk ax + b = 0, a≠ 0

Jika semesta pembicaraannya adalah R (himpunan bilangan real), selesaian persamaan di atas dapat diperoleh dengan menambahkan lawan b, yaitu –b pada kedua ruasnya, kemudian kedua ruas pada hasilnya dikalikan dengan kebalikan a,
1 . a

yaitu

Secara matematik proses penyelesaian tersebut dapat ditulis sebagai :
1 1 (ax + b – b) = (0 – b) a a
1 1 (ax) = ( – b) a a

x= − Contoh :

b . a

Carilah selesaian persamaan 2x + 8 = 10. Penyelesaian : 2x + 8 = 10 2x = 10 – 8

2

-3-

2x = 2 x = 1.

Persamaan Kuadrat Bentuk umum persamaan kuadrat adalah : ax2 + bx + c = 0 , a ≠ 0 Bilangan real t disebut akar dari persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, jika memenuhi at2 + bt + c = 0. Untuk mendapatkan akar persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu: pemfaktoran, melengkapkan kuadrat, dan rumus abc.

Contoh : Carilah akar persamaan kuadrat x2 – 4x – 5 = 0. Penyelesaian : a. Cara pemfaktoran : x2 – 4x – 5 = 0 (x – 5)(x + 1) = 0 Diperoleh x1 = 5 atau x2 = -1. b. Cara melengkapkan kuadrat : x2 – 4x – 5 = 0 x2 – 4x + 22 – 22 – 5 = 0 (x – 2)2 – 9 = 0 (x – 2)2 = 9

3

-4-

x–2 =± 3 x=2± 3 Diperoleh x1 = 2 + 3 = 5 atau x2 = 2 – 3 = -1. c. Dengan rumus abc, yaitu : x2 – 4x – 5 = 0 a = 1, b = -4, dan c = -5
x12 =
2 4 ±6 − b ± b 2 − 4 ac = − ( −4 ) ± ( −4 ) − 4.1.( −5 ) = =2± 3 2 2a 2.1

x12 =

− b ± b 2 − 4 ac 2a

Diperoleh x1 = 2 + 3 = 5 atau x2 = 2 – 3 = -1.

Persamaan Derajat Tinggi Pembicaraan persamaan polinomial dengan derajat lebih dari dua, dibatasi hanya pada derajat tiga, dengan penekanan pada dua rumus, yaitu: x3 – a3 = (x – a)(x2 + ax + a2) dan x3 + a3 = (x + a)(x2 – ax + a2). Untuk pemfaktoran persamaan derajat tinggi dapat digunakan metode Horner.

Contoh : Carilah bentuk pemfaktoran dari x3 – 8 dan 8x3 – 27 Penyelesaian : x3 – 8 = x3 – (2)3 = (x – 2)(x2 + 2x +4) 8x3 – 27 = (2x)3 – (3)3 = (2x – 3)(4x2 + 6x +9) 1.2. Pertidaksamaan linear dan kuadrat

4

-5-

Pada dasarnya untuk menyelesaikan suatu pertidaksamaan dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
a. b. c.

Ubahlah bentuk pertidaksamaan menjadi bentuk persamaan. Carilah selesaian persamaan pada langkah a. Berilah tanda dari nilai-nilainya.

Contoh : 1. Tentukan selesaian dari x2 – 3x + 2 > 0. Penyelesaian : x2 – 3x + 2 = 0 (x – 1)(x – 2) = 0 x = 1 atau x = 2 Dalam garis bilangan +++++++ -----------++++++++ (langkah c) (langkah b) (langkah a)

1

2

Selesaiannya adalah x < 1 atau x > 2.

2.

Tentukan nilai-nilai x yang memenuhi x2 – 3x – 4 ≤ 0. Penyelesaian : x2 – 3x – 4 = 0 (x + 1)(x – 4) = 0 x = –1 atau x = 4 Dalam garis bilangan

5

-6-

+++++++++

------------

+++++++++++

–1

4

Selesaiannya adalah –1 ≤ x ≤ 4.

Berikut ini disajikan definisi nilai mutlak yang diperlukan untuk menyelesaikan pertidaksamaan dengan nilai mutlak.
 x, x = − x , jika x ≥ 0 jika x < 0

Untuk pertidaksamaan nilai mutlak, perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1. 2. 3. 4.
x < ⇔ a <x <a a − x ≤ ⇔ a ≤x ≤a a − x >a ⇔ x <−a a u ta x ≥ ⇔x ≤ a a u a − ta x >a x≥ a

Contoh : Tentukan nilai-nilai x yang memenuhi Penyelesaian : Menurut pengertian nilai mutlak diperoleh -4 < x +2 < 4 sehingga selesaiannya adalah -6 < x < 2.
x +2

< 4.

1.3.

Penggunaan persamaan linear dan kuadrat Contoh:

6

-7-

Tentukan banyaknya alkohol yang terdapat dalam 60 ml larutan alkohol berkadar 30%. Penyelesaian: Yang dimaksud dengan kadar alkohol adalah perbandingan antara volume alkohol murni dengan volume larutan seluruhnya. Jadi banyaknya alkohol yang terdapat
30 .60 ml = 18 ml . 100

dalam 60 ml larutan alkohol berkadar 30% adalah

Latihan 1.
1.

Tentukan volume dan kadar alkohol yang diperoleh dari penambahan 50 ml air kedalam 150 ml alkohol berkadar 40%.

2.

Tentukan banyaknya air yang harus ditambahkan pada 50 ml larutan alkohol berkadar 25% agar menjadi larutan alkohol berkadar 15%, dan tentukan pula volume larutan alkohol berkadar 15% yang dihasilkan.

3.

Seorang mahasiswa diminta untuk membuat 100 ml larutan alkohol berkadar 15%. Jika larutan alkohol yang dimiliki berkadar 40%, maka tentukan

banyaknya alkohol berkadar 40% yang harus digunakan, agar hanya diperoleh larutan alkohol yang dibutuhkan saja. 4. Dengan menggunakan pemfaktoran tentukan akar dari persamaan:
a. b. c.

x2 – 3x + 2 = 0 x2 + 3x – 4 = 0 2x2 – 3x – 5 = 0

5.

Dengan melengkapkan kuadrat tentukan akar dari persamaan:

7

-8-

a. b. c.

x2 – 4x – 12 = 0 x2 – 3x – 4 = 0 2x2 + 3x – 5 = 0 Dengan mengunakan rumus abc tentukan akar dari persamaan:

6.
a. b. c.

x2 + 4x – 21 = 0 x2 – 3x + 2 = 0 –2x2 + 3x – 1 = 0

7.

Carilah bentuk pemfaktoran dari polinomial di bawah ini !
a. b. c.

x3 + 81 27x3 – 81 27x3 +
1 8

d. 8. a. b. c. d.

1 3 1 x + 8 27

Tentukan nilai x yang memenuhi x3 + 4x2 + x – 6 = 0 -x3 + 13x – 12 = 0 x3 + 2x2 - 7x + 4 = 0 x3 - 3x2 - 2x + 2 = 0 9. Tentukan selesaian dari :
a. b. c. d.

x2 + 6x + 8 < 0 2x2 + 3x – 5 > 0 x3 + 4x2 + x – 6 < 0 x3 + 2x2 - 7x + 4 ≤ 0

8

-9-

e.

0< x−

3 4

<1

f.

3 −2 ≤4 x
x + < 3x − 1 1

g.

10. Untuk menghindari resiko tabungan, Andi ingin mendepositokan uangnya sejumlah Rp35.000.000,00 sebagian di bank A, sebagian di bank B, dan sebagian di bank C, dengan bunga masing-masing 16%, 17% dan 18% per tahun. Diketahui Andi setiap tahunnya menerima bunga deposito dari ketiga bank di atas sebesar Rp5.960.000,00, dua kali besar tabungan Andi di bank C adalah Rp4.000.000,00 lebih banyak dibandingkan dengan jumlah tabungan Andi di bank A dan B. Carilah besar tabungan Andi pada masing-masing bank.

@@@

9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->