FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

Maria Farida S. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS. Kak Dian Anggraini “akuntan iv .Dr. Ibunda tercinta dan Dra.Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu). semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. S.H.H. Dr. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. dan adik bisa penulis.Hum. 4. MH.E. Harun Al Rasyid. Bang Hendra Nurtjahjo S. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran.H. kakak penulis).2. Prof. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S. M.

SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI. SD. 4. v . Amin!) atas dorongannya. Bang Indra Surya. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. 3. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). Guru-guru penulis pada saat di TK. Bang Abdi Kurnia. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. yang telah Bang Said. “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). Metropolitan”. Ningrat “Jurnalis. 5. lain-lain. Bang Imron Azis. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. Senior-senior penulis.disegala bidang” ( calon MSi. Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”.

8. 9. 7. “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). skripsinya. Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). jutek “Hidup tapi HMI baik hati). Ises. mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Allah dan sedang Sunan menjalin J. Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!). Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. Lieni (walaupun terkadang HMI.6. Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. Mohamad Mova Al Afghani. 11. Apreza. Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10. Rustam hubungan (moga yang Allah serius. Irma (teman. sekretaris yang sangat baik) . Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001.

17. Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. 2003. Rahmat Bagja vii . Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. Mbak Vivi. 15. Agustus. dan besar karya masih dari kesempurnaan. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara.12. 16. Catur ISMAHI. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. 14. Penulis. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. Bu Aminah ( matur nuwun bu). Bang Freddy. Surya Yuli Diana. Depok. Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis.

ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. ditemukan banyak kemiripan yang ada. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain. Depok: Fakultas Hukum.2. baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang. TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1. Universitas Indonesia. viii .ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146).3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1). 119 hal. Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. Agustus 2003. SKRIPSI. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945.

...............I KATA PENGANTAR.............................DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................12 6.. TUJUAN PENULISAN....................................................................................................................................................................................................................................VIII BAB I PENDAHULUAN............................................................9 3..............................................1 2..I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI....................................................................................................................................... DEFINISI OPERASIONAL ...................................................................................................METODE PENELITIAN...................10 5............................................................SISTEMATIKA PENULISAN................................................9 4......................................................II ABSTRAK....1 1................................13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix ................................................... LATAR BELAKANG.......................................................................................................................................................POKOK PERMASALAHAN.................................................

menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa. h. h. 58 2 ASS Tambunan.19 3 Satya Arinanto. Apakah Bangsa Itu?.3 1 Ernest Renan. Jakarta. 1991. Jakarta.59 1 . h. 1994. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia. 1991. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945. Ind Hill-Co.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Alumni. Hukum Dan Demokrasi. Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. Bandung. Pustaka Sinar Harapan.BAB I PENDAHULUAN 1. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia.

dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD. Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD. PT Bina Aksara. Konvensi Ketatanegaraan. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. 36 Joeniarto. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar. 17 5 2 . Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. Bandung. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945. Bagir Manan.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. h. Jakarta.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949. CV Armico. h. 1987. 1984. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan.

Krisis ekonomi.6 2. Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. Jakarta. Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia. menandai berakhirnya orde baru. 2001. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society. Cetakan 2. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi. 3. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. h. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI.13-23 3 . dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. Sekretariat Jendral.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy).

1993. Jakarta. b. Demokratisasi. 1999. h. Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. Sistem Pemerintahan. Imamah (kepemimpinan). AS. Penguasa yang berwibawa. LP3S. d. f.226 Munawir Sjadzali. e. Agama yang dihayati. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. h. c. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. supremasi hukum. UI Press. Islam Dan Tata Negara. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. Demokrasi dan Civil Society. seperti adanya lembaga perwakilan. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Cara pemilihan atau seleksi imam. Keadilan yang menyeluruh. 63 9 4 . Jakarta.

Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll. h. 1987. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement. perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. dipergunakan Indonesia “perubahan”. Bandung. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya). dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden. dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari.10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. 5 .dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. Sri Soemantri. Cet. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi.133-134.4. Alumni.

Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung. 2. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945. 11 Didit Hariadi Estiko. Jakarta. h. Dalam banyak hal.33 6 . Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1. 2001. Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total.

Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi. Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 .Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas. maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat.

Negara di Indonesia. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah. 1981. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia. DPR dan DPRD. Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. 17 8 . Bandung: Alumni. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. h. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat.

2. Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini. dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3.baru). Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 .Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2. Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR. adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1.

meskipun tidak tertulis. Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . 2. Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1. 3. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. 4.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.1.

Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5. PN. h.14 4. WJS. Jakarta 1976 h. h.13 2.dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara. Poerwadrminta. 283 15 16 11 . MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945. 3. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.16 6. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. meskipun tidak tertulis”. 1150 Ibid. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan.1094 Ibid. Balai Pustaka. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. Kamus Umum Bahasa Indonesia.

pasal 20A.25 Ibid. 17 Jimly Asshiddiqie. h. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Undang-Undang Dasar Sementara 1950.18 7.pengawasan17. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. 14. h. yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum.19 5.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan. Raja Grafindo Persada.27 18 19 Ibid. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia. 12 .31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. Jakarta. Bahan hukum primer. 1995) hal 13.20 Adapun meliputi: 1. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. h.

BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. tujuan penulisan. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. definisi operasional. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. Bahan hukum sekunder. dan kamus bahasa.2. majalah dan koran. Hal 13 . 6.Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut. dan sistematika penulisan. 3. pokok permasalahan. metodologi penulisan. Bahan hukum tersier. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum.

14 . Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan. Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara.ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia.

Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut. Dan diambil contoh negara adalah Cina. Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. dan Amerika Serikat. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. 15 . Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945. Venezuela.

Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1.1. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan. 1. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat. Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 .

22 M. “ The State as a person of International Law should possess the following 17 .1. 26 Desember 1934 Pasal 1. Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. 2. Adanya Pemerintah 3. 3. 2. Adanya rakyat 4. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa. Adanya wilayah. Ilmu Negara. Solly Lubis. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. temapat dan pakaian). 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States). h. 21 Adanya pengakuan dari negara lain. Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain.

Ilmu Negara. Mukaddimah. Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya. 2000. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population. 1996 h. Jakarta. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. h. Jakarta. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. 23 Padmowahyono.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. organisasi Ini berarti. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. (b) a defined territory. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. menurut para filosof dinamakan “kota”. Pustaka Firdaus.71 24 18 . Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. 51 Ibnu Khaldun. Ind Hill-Co.

27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara.Solly Lubis.35 26 27 19 .cit. 33 Padmowahyono. Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25. John Locke dan JJ Rousseau . suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes. 51 M. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis. 2.cit h.H. Rapar. Op. Filsafat Politik Aristoteles. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota). Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1. 1998. Jakarta. h. Dalam bahasa Yunani politike. Op. Rajawali Pers. seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat. h. Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J.26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk.

kebebasan dan liberty. Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. 35 20 . kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. property). dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat.perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial. Walaupun Rosseau. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut). Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter. kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life.28 28 Ibid. Menurut Utrecht tentang Hobbes. h. Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes.

54. yang dari sedikit Lagipula sederhana. 70 30 Miriam Budiarjo. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 . Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas. Jakarta. kota dan wilayahnya sekitarnya). Dasar-Dasar Ilmu Politik. h. Jakarta. penduduk (negara jumlah negara (300. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat. yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk.Jimly Asshiddiqie.000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi. 1999.2. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. 1994. h. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota).Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri. 21 . Gramedia. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia.

Filsafat Hukum Bagian 1. h. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik.dan pada suatu Dan saat. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. h. 2002. Bentang.16 32 22 . sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato. Jakarta. 354 Soetiksno. Jakarta. 3. rakyat (demokrasi). Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. 2002. sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya. Republik. Socrates31 dan Aristoteles32. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. PT Pradnya Paramita.

Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state. London . Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. Demokrasi Ditinjau Kembali. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan 33 Carol C. Tiara Wacana Yogya. yang maka sangat kembali menjadi penting. independent in the face of other communities.Gould. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33.1938 h.adalah raja. therefore. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. A Grammar Of Politics. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu. Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. moreover. internally supreme over the territory that it control”34. It is. 1993. It is. Yogyakarta.229 Harold J Laski. h. 3. 44 34 23 . PT. George Allen & Unwin LTD. Menurut Harold J. Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain.1.

Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. Kedaulatan Raja. Kedaulatan Tuhan. Jakarta. 3. 2. Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. 153 Ibid. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. Kedaulatan Rakyat. Ilmu Negara. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. Ind Hill Co. h 154 24 . Hal ini lebih jauh merupakan kekuasaan yang tertinggi atas wilayahnya. Muncullah merumuskan negara36: 1.dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. 1996 hal.

Cit. Kedaulatan Negara. 5. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur.4. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan. 3. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari.1.2. Op. Solly Lubis. Teori-teori teokrasi ini dijumpai.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan.1. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M.1. h. Kedaulatan Hukum. 41 25 .37 3.jadi didasarkan pada agama.

121 39 26 . Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. h. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. h. Jakarta.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja.59 Soehino. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini. Ilmu Negara. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. Yogyakarta. ataupun lembaga perwakilan. 1980. Filsafat Hukum Bagian 2. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. 3. 2003. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki. Liberty. Bilamana pemerintah Soetiksno.1. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39. PT Pradnya Paramita.penguasa38. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja.

Op.. Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil.41 3.4. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara. h. h.42 Ibid.42 41 42 27 . Menurut Dari paham itu ini. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40.Cit. 1999.162 Solly Lubis.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Mizan. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu. liberty dan property dari warganya. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat. Jakarta. h. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life.1.42 40 Deliar Noer. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara. Kedaulatan rakyat ini.

negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara). Op. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan.S kedaulatan bulat pada rakyat. konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja. 43 Padmo Wahjono. Armee (angkatan perang) 2. berada bukan pada yang ini negara. Junkertum (golongan idustrialis) 3.P. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan.Cit. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1.43 3.1.Hal ini terutama Schule.5. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara. menurut sarjana-sarjana D. h. Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak. 156 28 .

2.Solly Lubis. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46. Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang. hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia.44 Menurut teori ini. h. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. Op. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan. pasal 1ayat 2 45 46 29 . 41 Indonesia.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya. h. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara). 3. Cit.156 M. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum.

the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control. to enforce them in tyrannical manner.Were the power of judging joined with the legislature. Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body. there can be no liberty. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan.48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga. 1938. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat. Were it joined to the executive power.. the judge might behave with all the violence of an opressor”. Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. George Allen & Unwin LTd. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 . h.. 297 30 . for the judge would then be the legislator. 48 Harold J Laski. London.. A Grammar Of Politics. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan.. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara.yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut). Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru.

Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan.membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat. Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya. Op.. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy). lazimnya berkembang atas 2 teori. Antara sehari-hari. 70 31 . bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan. yaitu : 1. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”.. h. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif.. Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif.Cit.. 2. rakyat berdasarkan rakyat. dan lembaga tersebut akan berbuat tirani.

1985. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Jakarta. Rajawali. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang. h. Dicey. 1959. lxi 52 Samuel P Huntington.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka.50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. Millan Education LTD. 7 32 . Otoritas Dan Demokrasi. Yogyakarta.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. h. 2003. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia. Mc.3.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem. CV Qalam Yogyakarta. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter. CV. 65 51 AV.51 3. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. h. London. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara.

3. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal. 1957. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. Oxford. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada.4.tercantum dalam Undang-Undang Dasar. Sistem 2 kamar ad. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. 1. Oxford University Press.12 33 . Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar. h. Sistem 1 Kamar 2.

Jakarta. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah.sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. Pada prinsipnya. baik secara politik maupun secara legislatif. Satu sama lain tidak saling membawahi. 37 34 . 2. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. 1996. UI Press. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara.F. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu.36 55 Ibid.54 Ad. h. Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie. h.

Cit. Meskipun tidak banyak dikenal.h. Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara. Op.58 4. Rajawali.69 Miriam Budiarjo. CV. 56 Sri Soemantri.yang melakukan pemilihan umum. h.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan.180 Ibid. h.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. Jakarta.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar. 43 57 58 35 . 1981. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal.

75. Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang . 1999. Princeton University Press. Teori Hukum Dan Konstitusi. PT Raja Grafindo Persada. Jazim Hamidi.West Group.16 60 Bryan A Garner (ed in chief). New Jersey. 5. sevent edition. 1999 61 Dahlan Thaib. Ni’matul Huda. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. 2. Coalitions in Parliamentary Government. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. Minn.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood. h. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. St Paul. Black’s Law Dictionary . h. 36 . Jakarta.Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1. 1976.

Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. 5. Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945. yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3. UUD 1945 37 . yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. 2. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif. Undang-Undang Dasar 1945. yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949.1. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia.1. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang.

Permusyawaratan yaitu:66 1.55 66 Muchyar Yara. 63 Jimly Asshiddiqie. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. 1995. h.67 38 . sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. Liberty. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Jakarta:Ind. Indonesia. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945. PT. Jakarta.Nadhillah Ceria Indonesia. 1998 . Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. h. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 25 64 65 Dahlan Thaib. h. Fungsi memiliki legislatif. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi.Hill-Co.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. 1993. Yogyakarta. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat.

2. Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. UI Press.50 39 . Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 3. h.67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. Jakarta. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1.2. 1996. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Fungsi non legislatif. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku.

KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar. susunan badan-badan negara. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara. Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. dasar ideologi negara. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia.58 40 . hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi. Yogyakarta. h.(Founding Fathers). mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara. Dengan demikian. 2003. Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara.

Cit. Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar.h. Montesqieu Penggagas Trias Politica. h. h. Tetapi juga yang bersifat individu. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia.gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69.173 Jimly Asshiddiqie. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia.19 70 Judith Shklar. kategori campuran71. Op. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR.1996.52 71 41 . ataupun tiga kamar. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Jakarta. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. DPR. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas. 2000. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia.

2. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli. Jakarta.478 42 . 5. dan demokrasi72. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis. Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. Varma. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. oligarki totaliter dan oligarki tradisional. Rajawali Pers.P. oligarki yang memodernisasikan.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. Teori Politik Modern. demokrasi terpimpin. model dengan stalinisnya Organski). Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain. h. 1990.

73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat.Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. Jakarta. third edition. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Oxford University Press. 1998 43 . PSHTN UI. lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat.3 74 Yves Meny. New York. Andrew Knap. h. Government And Politics In Western Europe.

Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. IDEA.shtml. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www.australianpolitics.29 44 . 76 Tim IFES.76 Representasi lembaga karena: 1. 3. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003. Pemilihan mewakili kabupaten. Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis.UN. h.Undang Dasar. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum. Jakarta: IFES. 2. 2001. memberhentikan Rakyat presiden. Sistem Pemilu.

h.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI. 77 Tim PSHK.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945. h. Kewenangan tertinggi kekuasaan.8-9 45 . 2003. Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung.Cit. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Op. Juli. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah. yang dicabut.41 78 Jimly Asshiddiqie.

BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. UUD tersebut 1950. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945. UUD 1945 2. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. adalah: Yang 1. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. 3. 46 . Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia.

urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin. Permusyawaratan. Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. Bina Aksara.1. 1. pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. Jakarta.Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya. Ibid h.69 80 47 . UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia. Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. h. MPR Dari Masa Ke Masa. yang terdiri dari80: A.68. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman.

h. 81 Ibnu Taimiyah. h . Jakarta. 1989. B. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Pedoman Islam Bernegara. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. Dalam konteks ini Muh.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. Kebijaksanaan: Rationalisme. Yamin untuk menampakkan Indonesia. yang hukum aslinya ialah hukum adat. Jakarta: Ghalia Indonesia. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia. 48 . Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara. PT Bulan Bintang. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. 1982. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat.224 82 Muhammad Yamin.103.82 C. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. Aksara Baru. Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945. Jakarta. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut.Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD.ini.2. Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89.1986. 77 89 52 . Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny . h.

h. 1. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945. 121 91 92 53 . Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama. h. Keuangan91.3.90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden. 90 92 Ibid.Cit . Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. Senat. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat. Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri-menteri. Op.78 Indonesia.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis.

Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. 1994. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. Maka pelaku kedaulatan menurut DPR. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia. 117 94 Indonesia. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. Jakarta. 93 Jimly Asshiddiqie. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 . bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945. h.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia.

Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya. Jakarta. Usep. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966. Ghalia Indonesia.1. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila.133 55 . 1998. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. h. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. Jakarta. 1983. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk. PT Gramedia Pustaka Utama. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. h.4. Adanya istilah Orde Baru diatas.38 97 Ranawijaya.

Depok. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99. 2002. FHUI. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Jakarta. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat. mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100. 52 100 Hendra Nurtjahjo. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. Harmaily. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. h. Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945.47 56 . Yogyakarta. Pusat Studi Hukum Tata Negara. Liberty. h.96 99 Naning.1982. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Ramdlon. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia.

103 2. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945.101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2000. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pemilihan Umum 1987. Sekretariat Negara Republik Indonesia. h. 1995. PT Pradnya Paramita. 3.25-182 57 . Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II. DPRD 101 Bagir Manan.negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar. Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. Jakarta. Jakarta. h. Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy). 15 102 Ismail Hasan. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).6-9 103 Tim Sekretariat Negara. 1986. h. Jakarta. Teori Dan Politik Konstitusi.

CV. Jakarta. Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen.105 2. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya. BPHN dan DEPKEH HAM RI. 1988.C. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum. pendapat kedua menyatakan. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. Dr.T. h.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. dan DPR. Bali. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat. 104 J. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945. Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107. Juli. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra). maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof. Masagung. h. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. Hukum Dan Konstitusi Indonesia. 2003. karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945). Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. 58 . disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. inkonstitusional.I. Ismail Suny. Simorangkir.17 105 Ismail Suny.

PT Pustaka Utama Grafiti. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat. h. Jakarta. 1999. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Pengisian Jabatan Presiden.141 Indonesia. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kemudian kembali pada tahun 2000. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . DPR dan anggota MPR baru. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden. yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD.

Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan.70 60 . Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut. Sejarah Filsafat Barat. Op. 912 112 Jimly Asshiddiqie. h. h. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. 2002. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. Perubahan ini sangatlah penting karena.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Yogyakarta. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi.Cit.112 111 Bertrand Russel. Pustaka Pelajar. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi.

Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan. 3. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. 3. Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar.Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat. Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 . Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. 1.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas.

MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain. Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR. 62 . menetapkan Undang Undang Dasar 2.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. 3. 1/MPR/ 1983.1. dan dinyatakan sebagai berikut: 1. DPR. menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR.1.

Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman.113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga.84 63 . Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Bandung h. Citra Aditya Bakti. 113 Sri Soemantri. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar. bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram.3. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. PT.

3. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. 95 64 . 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. kewenangan MPR ada sembilan.1. Op. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1. yaitu dalam pasal 37.Tuan-tuan tentu mengerti. h. h. Dan setelah adanya ketetapan MPR No. UndangUndang Dasar kilat.Cit. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. “114 3. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. 55 Sri Soemantri.2. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. 2. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. inilah revolutie-grondwet. 114 115 Harun Al Rasyid. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR.

Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. Undang-Undang Dasar 1945 65 . 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. dan dilakukan Rakyat”116. 7. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. 6. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat. 8. 9. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. 5.4.

1987. Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. London: Oxford University Press. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar.merupakan Great Authority. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. 117 AS Hornby. 654. 2. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara. 66 . Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. h. 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001. kata sebagai kewenangan lembaga 3.

Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 . Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. 1. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum.2. tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah.3.1. 2. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945). Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1. Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945. Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945). Ad.

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

Maria Farida. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). 1150 71 . Sehingga Majelis 122 Ibid. larangan untuk tidak melakukannya. Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara. Menurut Dr. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan.dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. Ad.3. h. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain.

72 . DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. DPD dan DPRD. 3.3. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR. DPR.cetro.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain.id. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar.or. Pada tanggal 9 Juli 2003124. DPR. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003. diakses pada tanggal 7 Agustus 2003. 13 April 2003 124 www. DPR.2. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125.

memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. d. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. DPD dan DPRD. diberhentikan. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. b. c. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. 73 . memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. sebagai berikut:126 a. DPR. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. berhenti. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. e. f. g. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. dalam Sidang Paripurna MPR.

Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1. sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR. karena hal ini 74 . Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan.2. diberhentikan. Melantik adalah tugas dari MPR. 3. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945.3. berhenti. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar.1. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. 2. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). dalam Sidang Paripurna MPR.

3. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. 75 . Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1.2. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. DPR. 3. DPD dan DPRD. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR.2.

Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan.2. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri. Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. 3. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari.

4. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat. 3. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR. Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya.3. Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang. Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 .Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti. Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya.

tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof. Dengan Politik127. Op.id/humas/uupemilu.cit.dpr. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam.id/humas/uuparpol. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia.1. DPD Dan DPRD. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128. Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www.dpr.3. DPR. 3.htm. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie. h. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR. Jimly Asshiddiqie129.Ketatanegaraan RI.htm.go. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral.go.9 128 129 78 . DPR.

MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri.9 131 79 . MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen. Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. Ibid. Erlangga. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. h. Jakarta.35 Jimly Asshiddiqie. (Lampiran 1) 1. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR. h. sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. 2. 1985. maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat.

3. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah. Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. wewenang tersendiri. 3. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif.lembaga MPR.3. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara. lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden. Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. 4.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . 5. 6.

MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif.3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2.3. 2. BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. 1. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. 5. Presiden tertinggi. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. 4. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 . 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR. 3.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945.

DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. 7. Dasar. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. 3. 6. Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. 82 .bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. dalam UUD 132 . 5. 4. Utusan Golongan dan Utusan Daerah.

1. Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia. VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 . Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain.BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1.

Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. Keuangan. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. Pandangan Negara Integralistik: Sumber.kedaulatan rakyat. 84 . Unsur Dan Riwayatnya. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat. Cina merupakan negara kesatuan 2. h. lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. 1994. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas.252-253. fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Jakarta. Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung. Pustaka Utama Grafiti.

Constitution Of China.134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 . Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan. kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law. PSHTN UI Indonesia. The people administer state affairs and manage economic. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China.

3. wilayah yang 136 China. Op.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina. Constitution Of China. Pergumulan.Cit. Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress. 1. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi.Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power.50 137 86 . Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. h. PSHTN UI JImly Asshiddiqie. 2. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China.

otonom. Ghalia Indonesia. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139. 138 China. dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan. juga golongan Angkatan Bersenjata. Abu Daud Busro. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif. h. Hukum Tata Negara. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina. dan Angkatan Bersenjata. Propinsi ataupun kabupaten/kota. 1. Jakarta.50 139 87 .3. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 . Constitution Of China Abu Bakar Busro. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. dan wilayah. 1984.

diantaranya:1. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3. 4.h.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan. The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state. 5. yaitu: 1. Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2. 2.Cit. Op. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.95 141 88 .3. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. article 58 Constitution of China Sri Sumantri. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 .

Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs. h. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. 142 Sekretariat Jendral MPR RI. 2. Sekretariat Jendral MPR RI. Mengubah undang-Undang Dasar.6. 89 . oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina.142 Di China.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar. Melaksanakan penegakan konstitusi.9. Mengamandemen konstitusi. 2002. 8.7.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota.

dewan pertimbangan. Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. 5.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier). menteri yang bertanggungjawab atas komisi. Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. dan memilih wakil ketua. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina. 90 . 3. Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana. telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain.

Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. memutuskan anggota komisi militer pusat. 91 . 6. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. memilih presiden mahkamah agung rakyat. memilih ketua dari komisi militer pusat dan. menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. 9.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. 7. atas nominasi dari ketua. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. 8. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. 6.

Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. 14. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. memutuskan persoalan perang dan damai.10. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. 12. 11. menyetujui pendirian propinsi. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana. mengubah pantas Cina. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 . 13.

Menteri. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. 2. Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. 4. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. Presiden dan Wakil Presiden RRC China.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. Ketua Mahkamah Agung dan 5. 3.

3.ke 2. Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya.4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya. article 64 Constitution Of China 94 . (2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional. 145 Cina. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress. negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya.

Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). Membuat Undang-Undang Dasar 2. which consisted of a 95 . kebijakan memilih negara. Memilih Presiden. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia.4. Venezuela’s bicameral National Congress. 3. 1.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral. As a result of the 1999 constitution. Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1. pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia.Dalam adalah negara Cina.

147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. Legislators are popularly elected to a five-year term. © 1993-2002 Venezuela. 165-member National Assembly in 2000. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. who is popularly elected to a six-year term. A council of ministers assists the president. yaitu Majelis Konstituen Nasional. was replaced by a unicameral. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. Dan dipilih 5 tahun sekali. 146 147 Venezuela. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara.Senate and Chamber of Deputies. Dan institusi Konstitusi. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar. The chief executive of Venezuela is a president.

Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela. Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1. 4.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden. 350. article 348. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional. 349. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan.5. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat. 97 . Constituton Of Venezuela.148 1.

h.1upinfo. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum.Cit.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas.5.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif.Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional.350 150 151 98 . article 136. Constitution Of Venezuela http://www. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67.html AS Hornby. social gahtering of an important and formal kind151. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1. Op. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing. dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat. or public ceremony or event. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function.

revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi. Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. Constitution Venezuela 153 99 . Constitution Venezuela Article 341. Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi. tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”.

Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5.bersama Kabinetnya. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela. 1. Tugas Dan Wewenang 1. Maka tugas dan wewenang 100 . Membuat dan menetapkan UUD 2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. Membuat Undang-Undang 4. akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada. dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD.6.

Amerika mempunyai sistem 101 . Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres. Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat. terkecuali Venezuela. mengubah UUD.1.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang.MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela. diambil persamaan sebagai berikut: a. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. 2. Merupakan lembaga yang bertugas membuat. dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi). b.

90 102 . h. Diamond. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. Jakarta. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Laurence Whitehead. 1992. 1965. sangat anti komunis. Washington Square Press. Philippe C Schmitter. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. Lembaga Penelitian. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Yayasan Obor Indonesia. h. New York. h.7 155 Guilermo O’Donnel. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil. Democracy In America. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority.155 2. 222 156 Alexis de Tocqueville.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. 1994. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat. Jakarta.

Section 1. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means. The Constitution Of United States Of America 103 . 2. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1. House Of Representative. Senate.157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945.capable of resisting it. Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.

Aksara Baru. Pembagian Kekuasaan Negara. 159 104 .1-4. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1. 3. Fungsi Legislatif. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. h. Fungsi Eksekutif.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158.cit. Karena mekanisme menganut Indonesia. h. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. Jakarta. 42-45 Ismail Suny. Fungsi Yudikatif. 2. 1985. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie. Op.

Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR.5. 1989. 161 105 . Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. New Jersey. h.3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. Prentice Hall.23 Jimly Asshiddiqie. h.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat. 2. Peltason. Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. Cronin. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. Government By The People.

h. 3. Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I. Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar.Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003.63 106 . 2. 162 Ibid. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003.

which shall consist of a Senate and House of Representatives.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1. The Philosophy Of The American Constitution. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif.Passes federal laws. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg. New York.54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. 1968.Establishes (untuk lower federal courts.Declares war (menyatakan perang).Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5. The Free Prees. © 1993-2002 107 . Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1.Passes federal budget. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3. rendah judicial federal. h. levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2. All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States.

kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1. unless they shall by law appoint a different day. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. and such meeting shall begin at noon on the third day of January. Mengubah Undang-Undang Dasar 2. The Congress shall assemble at least once in every year. 108 .Serikat. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden.

Mengubah dan menetapkan UUD 2.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. dalam Sidang Paripurna MPR 3. diberhentikan. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar.menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 . berhenti. 2. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5.Membuat Undang-Undang 4. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6.4.

Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat. Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat. BAB V PENUTUP 1. Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas. Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945. Tugas dan 110 .

DPR. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. diberhentikan. DPR. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. Tugas ini 111 . Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. aturan Apabila ditetapkannya langsung. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. berhenti.

DPR. Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945.merupakan tugas sementara dari MPR. Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu. 112 . DPD dan DPRD.

Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. DPR. hukum. Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit. DPD dan DPRD). Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat. yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia.dilakukan pada saat tertentu. 117 . Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran. Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran. Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun.

Harun. 2002 118 . Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Jakarta: Pustaka AlQautsar. 1996. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. 1996 ____________. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah. 1993 Grafiti. Pengisian Jabatan Presiden. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. Jimly. Hukum Dan Demokrasi. 1994 ____________. 1945. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Al-Qardhawy. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. 2002 Dasar __________. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. UI Press. Satya.DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. __________. 1991 Asshiddiqie. Jakarta: Ind Hill-Co.1997 Arinanto. Jakarta:UI Press. Jakarta:UI Press.

Shadily. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama. James. Peltason. 1965 Diamond. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. 1959 Djokosutono .W. Lawrence. 1984 Tata Burns. Abubakar. Bryan. New Jersey: Prentice Hall. 1968 Garner. 1999 119 . Ilmu Negara. London:Mc. Abudaud. Millan Education LTD. Jakarta: Ghalia Indonesia.1998 Busroh. Kamus Inggris Indonesia. Miriam. 1998 Budiarjo. Carter.AV. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: CV De Tocqueville. St Paul. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. New York: Washington Square Press. Paul.Hill-Co. Black’s Law Dictionary . 1997 Eidelberg. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Otoritas Rajawali. 1989. John. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara. Larry. Cronin. 1998 _________________. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Thomas. Minn:West Group. Gramedia Pustaka Utama. April. Alexis. Government By The People.. 1985 Dood. Toronto: Collier-Macmillan Canada. 1994 Dicey.____________. The Philosopy Of The American Constitution. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. New Jersey: Princeton University Press. sevent edition. Democracy In America. 1976 Echols.1985 Dan Demokrasi. Coalitions in Parliamentary Government. J. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. Jakarta:Ind. Indonesia Pancasila.

London: Oxford University Press. A Grammmar Of Politics. 120 . Ibrahim. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. London: George Manan. Jakarta: Pustaka Firdaus. Harold. Ismail. Pengantar Hukum Tata Negara. Harmaily. Didit. 2003. Allen & Unwin LTD. Mochtar. Jakarta: Sinar Bakti. 1979 Joeniarto. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. 1990 Laski. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Eman. Pemilihan Paramita. 1986 Umum 1987. Hornby. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Pengantar Bandung: Bina Cipta.2000 Kusnardi. 1984 Indonesia. Bina Aksara . Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. Mukaddimah. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Ibnu. Mohammad. 1988 Kusumaatmaja. Estiko. Khaldun. 2003 Ibrahim. Bandung:Armico. 1938. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. 2001 Hermawan.Hasan. Hukum Internasional. Bagir. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. 1987 Huntington. Samuel. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. AS. Harmaily.

Marshal. Teori Dan Politik Konstitusi. Government And Politics In Western Europe. Teori Hukum Dan Konstitusi. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Jakarta:Bentang. Hamidi. Schmitter. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1957 Yves. Andrew. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Dahlan. Aneka Ilmu. Ramdlon. 1977 Purbopranoto. Jazim. Huda. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. Bandung: Alumni. O’Donnel. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. 2000. Yan. Naning. Knap. Mulyono. Jakarta: LP3S. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. 2002 Poerwadarminta. Kuntjoro.1998 Doto. Dahlan. New York:Oxford University Press. 1976 Puspa. WJS. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. 1985 MPR Tidak Mutlak. h. tanpa tahun Plato. Ni’matul . Jakarta: PN Balai Pustaka. Republik. Erlangga. Hendra. 1981 Thaib. Semarang:CV. third edition. Kamus Hukum. Kekuasaan Jakarta. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. 1989 Thaib. 1999 121 .Oxford: Oxford University Press.__________________. Whitehead. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Jakarta. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Pramadya. Yogyakarta: Liberty.

Jakarta: UI Press. Sekretariat Jendral MPR RI. Unsur Dan Riwayatnya. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. Simanjuntak. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya. Jakarta: Ghalia Indonesia. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. Hukum Dan Jakarta:CV. 1983 Dasar- Rapar.H.Ranawijaya.1996 Politica. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. Filsafat Politik Aristoteles. Masagung. J. Jakarta. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. Marsilam. Munawir. MPR Dari Masa Kemasa. J. Cetakan 2.T. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. Redaksi Sinar Grafika. 1994 122 . Jakarta:Bandung. 1994 Bertrand Russel. Jakarta: Sinar Grafika. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Jakarta: Bina Aksara. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Usep. 2002 Samsul Wahidin. 1993 Simorangkir. 1988 Konstitusi Indonesia. 2001 Shklar. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. 2000 Renan. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Sejarah Filsafat Barat. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Ernest. Judith. 1988. 2002 Sjadzali. Apakah Bangsa Itu?.C. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI.

CV. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. Sunny. 1989 Tambunan. PT Pradnya Paramita. Bandung:Mandar Maju. Soekanto. Mamudji. Jakarta: 1986. Pengantar Penelitian Hukum. Rajawali. Soerjono. Jakarta. 1998 Soemantri. Jakarta: IFES. Ibnu.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Bandung: PT. Ilmu Negara. Citra Aditya Bakti. Jakarta: Ismail. 2001 123 . Sri. Yogyakarta: Liberty. 1981 Hukum Tata _____________. IDEA. Jakarta: Kanisius. Cet. 1989 Kekuasaan Eksekutif.1980 Soekanto. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. 1986 ____________. Maria Farida Indrati. Soeprapto. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. 1989 _____________. Jakarta.Soehino. 2003 Bagian 2. Jakarta: PT Bulan Bintang. 1991 Tim IFES. Alumni. 2002. Jakarta. ASS. 1985 Taimiyah. Sistem Pemilu.UN. 1987. Jakarta:PT Pradnya _________. Filsafat Hukum Bagian 1. Pembagian Kekuasaan Negara. Filsafat Hukum Paramita. Pedoman Islam Bernegara. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. Ilmu Negara. 1995 Normatif. h. Lubis. Jakarta: Aksara Baru.133-134 Soetiksno. Pergeseran Aksara Baru. Pustaka Sinar Harapan. Bandung.4. h.16 Solly. Pengantar Perbandingan Antar Negara. Soerjono.

Yara. Jakarta: Ind Hill-Co. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1996 Yamin. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR.Nadhillah Ceria Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1990 Wahjono. 1982 Muchyar. Jakarta: Ghalia Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Padmo. Constitution Of China 124 . 1995 Varma. SP. DPR. Ilmu Negara. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. 2000 Tim Sekretariat Negara. Teori Politik Modern. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Jakarta:CV Rajawali. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Jakarta: PT. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina.Tim PSHK. Muhammad.

Juli 2003 125 . Jimly.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani. Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie. di Chicago. Jakarta. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela. Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________.theceli. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. _______________________. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR. America Constitution Of The United States Of Venezuela. Amerika Serikat. 28 Maret 2003 _________________.Amerika Serikat. 28 Oktober 2000. Bali. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. www.

Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.ch/law/icl/ch00000. Ismail. www.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia .html diakses pada tanggal 30 Juli 2003. diakses pada tanggal 10 Januari 2003. BPHN dan DEPKEH HAM RI.go. Bali.php.1upinfo. Juli.1upinfo.Suny.html. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.org/politica/constitu. html diakses tgl 30 Juli 2003. ChinaConstitutionhttp://www. jam 13. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.mpr.1upinfo.unibe. h.1upinfo. diakses pada tanggal Juni 2003 126 .id/h/tentang/index. Data as of December http://www.101k.html .com/country-guidestudy/china/china294.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development. Constitution Of Venezuela.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www. http://www. 1990 pada Governmental System.embavenezus.html.oefre. http://www.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69. 2003. Venezuela Legislature. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.http://www.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67.

127 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful