FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

Harun Al Rasyid. Ibunda tercinta dan Dra. MH. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR. S.2.Hum. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis.H. Bang Hendra Nurtjahjo S.Dr.E. dan adik bisa penulis. Prof. Maria Farida S. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S. Kak Dian Anggraini “akuntan iv . semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1.H.Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu).H. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS. M. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran. Dr. 4. kakak penulis).

lain-lain. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). v . Bang Imron Azis. SD.disegala bidang” ( calon MSi. SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. Bang Abdi Kurnia. Ningrat “Jurnalis. 3. “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. 5. 4. Metropolitan”. Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. Senior-senior penulis. Guru-guru penulis pada saat di TK. yang telah Bang Said. Bang Indra Surya. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. Amin!) atas dorongannya. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI.

Allah dan sedang Sunan menjalin J. skripsinya. Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Lieni (walaupun terkadang HMI. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. sekretaris yang sangat baik) . Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!). 11. Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. Irma (teman. Rustam hubungan (moga yang Allah serius. Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. Ises. Mohamad Mova Al Afghani. jutek “Hidup tapi HMI baik hati). 8. 7. Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. 9. mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). Apreza.6. “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10.

16. Depok. Mbak Vivi. 17. Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis. Catur ISMAHI. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. dan besar karya masih dari kesempurnaan. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. Penulis. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Bang Freddy. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. Surya Yuli Diana. 2003. Agustus. Bu Aminah ( matur nuwun bu). Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. 15.12. Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. Rahmat Bagja vii . 14.

tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. ditemukan banyak kemiripan yang ada. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1. baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang. Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. Universitas Indonesia. Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina.3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Depok: Fakultas Hukum. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain. Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. SKRIPSI.2. 119 hal. Agustus 2003. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. viii . TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1).

....................................................................................................................................................................13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix ....................................................................................................................... LATAR BELAKANG...............................................................12 6..1 1...........................................................II ABSTRAK........................................................................................................... DEFINISI OPERASIONAL ...................................................................................9 3..........................................................................................................................................................POKOK PERMASALAHAN......SISTEMATIKA PENULISAN....................................................................................................................................................................................................................................................................................VIII BAB I PENDAHULUAN. TUJUAN PENULISAN...........................................................................................................................................METODE PENELITIAN............................I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI...1 2..........................I KATA PENGANTAR..................................................................................................10 5........................DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA...9 4........................................................

Bandung. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia. Ind Hill-Co. h. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia. 58 2 ASS Tambunan. Jakarta. 1994. Pustaka Sinar Harapan. h.3 1 Ernest Renan. h. Jakarta. 1991. Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945.BAB I PENDAHULUAN 1.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. Alumni.59 1 . Apakah Bangsa Itu?.19 3 Satya Arinanto. Hukum Dan Demokrasi. menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa. 1991.

Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. Bagir Manan. h. 1984. 36 Joeniarto. Konvensi Ketatanegaraan.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. PT Bina Aksara. Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. CV Armico. Jakarta. h. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. 17 5 2 . 1987. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar. Bandung.

Krisis ekonomi. Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society.6 2. Cetakan 2. Sekretariat Jendral. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy). Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia. menandai berakhirnya orde baru. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi. 2001. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. 3. Jakarta.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1. dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. h.13-23 3 .

seperti adanya lembaga perwakilan. supremasi hukum. Islam Dan Tata Negara. AS. 63 9 4 . Keadilan yang menyeluruh. c. Jakarta. Imamah (kepemimpinan). b. Sistem Pemerintahan. h. Penguasa yang berwibawa. Cara pemilihan atau seleksi imam. d. LP3S.226 Munawir Sjadzali. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. f. UI Press. 1999. e. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. h. Demokratisasi. Agama yang dihayati. Demokrasi dan Civil Society. 1993. Jakarta. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a.

to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. 5 . dipergunakan Indonesia “perubahan”. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya).10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll. dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. h.133-134. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945.4. perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. Sri Soemantri. Cet. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement. Alumni. 1987. Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. Bandung.

h. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945. Jakarta. Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total. 2. 2001. 11 Didit Hariadi Estiko. Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral.33 6 . Dalam banyak hal. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1.

Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi. Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara. Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas. sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum.

Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. 17 8 . menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah.Negara di Indonesia. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. 1981. h. DPR dan DPRD. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia. Bandung: Alumni.

dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3. Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR.Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1. 2.baru). Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2. Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini.

1. Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain. 3.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. 2. 4. meskipun tidak tertulis. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu..

Balai Pustaka. Poerwadrminta. Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5. h.14 4. meskipun tidak tertulis”. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Jakarta 1976 h. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia.13 2. 283 15 16 11 . MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945. Kamus Umum Bahasa Indonesia.16 6. 1150 Ibid. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan. 3. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. h.1094 Ibid. WJS. PN.dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara.

h. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat.27 18 19 Ibid.20 Adapun meliputi: 1. h.18 7. 1995) hal 13.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. 17 Jimly Asshiddiqie. Undang-Undang Dasar Sementara 1950. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. h. pasal 20A. 12 . Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji.pengawasan17. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. Jakarta. Bahan hukum primer. Raja Grafindo Persada. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia.25 Ibid. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat.31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. 14. yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945.19 5.

dan sistematika penulisan. 3. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum. majalah dan koran. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku. Bahan hukum tersier. tujuan penulisan.2. pokok permasalahan. 6. BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat.Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut. definisi operasional. Hal 13 . Bahan hukum sekunder. metodologi penulisan. dan kamus bahasa. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara. Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. 14 . Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia. BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar.ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum.

Venezuela. Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945. Dan diambil contoh negara adalah Cina. dan Amerika Serikat. 15 . Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945.

1. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat. Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 . 1. Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945.

3.22 M. Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. temapat dan pakaian). 26 Desember 1934 Pasal 1. h. Adanya Pemerintah 3. “ The State as a person of International Law should possess the following 17 . Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. Ilmu Negara. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa.1. Solly Lubis.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. Manusia tidak bisa hidup sendiri. 2. Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain. 2. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States). Adanya rakyat 4. Adanya wilayah. 21 Adanya pengakuan dari negara lain.

23 Padmowahyono. h. 51 Ibnu Khaldun. Mukaddimah. 2000. Ilmu Negara. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. 1996 h. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. Pustaka Firdaus. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. (b) a defined territory. Jakarta. Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23.71 24 18 . Jakarta. organisasi Ini berarti. Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). Ind Hill-Co. menurut para filosof dinamakan “kota”.

Jakarta. Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25. seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat. h. h. Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk. Op.H.27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota). 1998.Solly Lubis. Dalam bahasa Yunani politike. Rapar.cit h. 51 M. 33 Padmowahyono.cit. Op.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1. John Locke dan JJ Rousseau . suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes.26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. 2. Filsafat Politik Aristoteles.35 26 27 19 . Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J. Rajawali Pers.

Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. Menurut Utrecht tentang Hobbes. 35 20 . tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut). kebebasan dan liberty. amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. property). Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial. Walaupun Rosseau. kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat.perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. h.28 28 Ibid. Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes. kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life. Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter.

1994. Dasar-Dasar Ilmu Politik. 21 . h. Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. 70 30 Miriam Budiarjo. yang dari sedikit Lagipula sederhana. 54. Gramedia. 1999. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota). PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Jakarta. penduduk (negara jumlah negara (300.000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi. Jakarta. h. Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. kota dan wilayahnya sekitarnya).2. yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 .Jimly Asshiddiqie.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri.

Filsafat Hukum Bagian 1. 354 Soetiksno. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. h. Jakarta. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. 2002. Socrates31 dan Aristoteles32. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya. rakyat (demokrasi). h. PT Pradnya Paramita. Bentang. 2002.dan pada suatu Dan saat.16 32 22 . 3. Jakarta. sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato. Republik.

Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain. Tiara Wacana Yogya. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. Menurut Harold J.1938 h. It is. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan 33 Carol C. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33.Gould. moreover. Yogyakarta. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. internally supreme over the territory that it control”34. Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. h. therefore. 1993. London .229 Harold J Laski. It is. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power. PT. George Allen & Unwin LTD. Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state. independent in the face of other communities. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu.adalah raja. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. A Grammar Of Politics. 3. yang maka sangat kembali menjadi penting.1. 44 34 23 . Demokrasi Ditinjau Kembali.

Ilmu Negara. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. Kedaulatan Rakyat. Jakarta. Ind Hill Co. h 154 24 . 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. Kedaulatan Tuhan. 2. Hal ini lebih jauh merupakan kekuasaan yang tertinggi atas wilayahnya. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35.dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. 153 Ibid. Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. 1996 hal. 3. dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. Kedaulatan Raja. Muncullah merumuskan negara36: 1.

1.Cit.1. 3. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari.4. Kedaulatan Negara. 5. Op.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M. 41 25 . Solly Lubis. h. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan. Teori-teori teokrasi ini dijumpai. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur.jadi didasarkan pada agama. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan.1. Kedaulatan Hukum. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban.2.37 3.

L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39. Ilmu Negara. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. Bilamana pemerintah Soetiksno.59 Soehino.penguasa38. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. Filsafat Hukum Bagian 2. Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. 2003. Yogyakarta.121 39 26 . Jakarta. h. 1980. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja. ataupun lembaga perwakilan. Liberty. h. PT Pradnya Paramita. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes.1. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja. 3.

Cit. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. Kedaulatan rakyat ini. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat. Mizan. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara.. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu. liberty dan property dari warganya. Menurut Dari paham itu ini. h. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara. h. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40.4.42 41 42 27 . Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil.41 3. h. Op.42 40 Deliar Noer.42 Ibid. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut.162 Solly Lubis. Jakarta. 1999.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat.1.

43 Padmo Wahjono.43 3. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja. Armee (angkatan perang) 2.5. berada bukan pada yang ini negara.Hal ini terutama Schule. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara). konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat. Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja.Cit. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak. Op. h.P. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe. menurut sarjana-sarjana D.1. 156 28 . Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara. Junkertum (golongan idustrialis) 3. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan.S kedaulatan bulat pada rakyat.

Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46. 3. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum. h.156 M. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. 41 Indonesia. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya.Solly Lubis. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara).Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan. h. 2. Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang. Op. hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia. Cit. pasal 1ayat 2 45 46 29 .44 Menurut teori ini. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan.

Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini. the judge might behave with all the violence of an opressor”. h. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws.48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga. to enforce them in tyrannical manner. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat... 1938. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan.. 48 Harold J Laski. A Grammar Of Politics. Were it joined to the executive power. for the judge would then be the legislator. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 ..yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut). there can be no liberty. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan.Were the power of judging joined with the legislature. 297 30 . London. Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara. George Allen & Unwin LTd.

yaitu : 1. lazimnya berkembang atas 2 teori. Op. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan. Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya. 2. rakyat berdasarkan rakyat.. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi.. bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy). Antara sehari-hari. Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya. maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif. dan lembaga tersebut akan berbuat tirani. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif..membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat. h. Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. 70 31 ..Cit.

h. Yogyakarta. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution.50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. Rajawali.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara. CV. 1985. 1959.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. Jakarta. h. CV Qalam Yogyakarta.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern.3. lxi 52 Samuel P Huntington. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia. London. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. Otoritas Dan Demokrasi. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. h. 7 32 . Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter.51 3. Dicey. 65 51 AV. Millan Education LTD. 2003. Mc.

dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. Sistem 1 Kamar 2. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. 3.4. Oxford.tercantum dalam Undang-Undang Dasar. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal. h. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada. Sistem 2 kamar ad. 1. Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar. Oxford University Press. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. 1957.12 33 .

F. Satu sama lain tidak saling membawahi. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu. h. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. 1996.36 55 Ibid. Jakarta. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah.sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara. 37 34 . Pada prinsipnya. baik secara politik maupun secara legislatif. UI Press. Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie. h. 2.54 Ad.

Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara.Cit. Meskipun tidak banyak dikenal.69 Miriam Budiarjo. Jakarta. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan. 1981.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. Rajawali. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara. 56 Sri Soemantri.h. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain.180 Ibid.58 4. h.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia.yang melakukan pemilihan umum.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar. Op. h. CV. 43 57 58 35 . Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri.

Coalitions in Parliamentary Government. 1999.75. New Jersey. 1976. sevent edition. 1999 61 Dahlan Thaib. Jakarta.Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. Jazim Hamidi. St Paul. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. h. Minn.West Group. Ni’matul Huda. 2. 5. h. Teori Hukum Dan Konstitusi. 36 . PT Raja Grafindo Persada. Black’s Law Dictionary .16 60 Bryan A Garner (ed in chief). Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang . Princeton University Press.

Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia. Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3. UUD 1945 37 .1.1. yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang. Undang-Undang Dasar 1945. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4. 2. Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945. yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. 5. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif.

63 Jimly Asshiddiqie.67 38 . h. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Yogyakarta.Hill-Co. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. h. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 25 64 65 Dahlan Thaib. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945. Permusyawaratan yaitu:66 1. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar. Indonesia. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945. 1998 . Jakarta. h.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. PT. Liberty. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. 1993.55 66 Muchyar Yara. Jakarta:Ind. Fungsi memiliki legislatif.Nadhillah Ceria Indonesia. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64. 1995.

Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Jakarta. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. 1996. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. h. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali. Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat. Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie. 3. Fungsi non legislatif. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.50 39 .67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. UI Press. 2.2.

Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang. hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi. Yogyakarta. Dengan demikian. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara.(Founding Fathers). Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara.58 40 . Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. dasar ideologi negara. 2003. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia. susunan badan-badan negara. KLIK dan DKN GARDA BANGSA.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. h. mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan.

h. Jakarta. kategori campuran71.19 70 Judith Shklar.173 Jimly Asshiddiqie. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK. Op. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.1996. ataupun tiga kamar. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. Tetapi juga yang bersifat individu. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas. DPR.h. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia.gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69. 2000. Montesqieu Penggagas Trias Politica. Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar. h. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar.52 71 41 .Cit.

Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli. oligarki yang memodernisasikan.478 42 . Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. 1990. model dengan stalinisnya Organski). 5. demokrasi terpimpin.P. Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. h. Rajawali Pers. Jakarta. Teori Politik Modern.2. Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. oligarki totaliter dan oligarki tradisional. dan demokrasi72.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis. Varma.

1998 43 . lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Jakarta. PSHTN UI. h. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. Government And Politics In Western Europe.3 74 Yves Meny. New York. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. Oxford University Press. third edition. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74.Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Andrew Knap. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat.

h. 76 Tim IFES. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. 2001. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003. 2.UN. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten. memberhentikan Rakyat presiden. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75. 3.australianpolitics. Jakarta: IFES. Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis.76 Representasi lembaga karena: 1. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www. Sistem Pemilu. Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas. Pemilihan mewakili kabupaten. IDEA.shtml.29 44 .Undang Dasar.

yang dicabut. Hal ini diungkapkan oleh Prof. 77 Tim PSHK. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa. Kewenangan tertinggi kekuasaan. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78. 2003.41 78 Jimly Asshiddiqie. Op. Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung. Juli.8-9 45 . h. h. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral.Cit. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah.

UUD 1945 2. Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. UUD tersebut 1950. adalah: Yang 1.BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. 46 . 3. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945.

68. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin. Jakarta. h. Ibid h. 1. Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. Permusyawaratan. Bina Aksara. MPR Dari Masa Ke Masa. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia.1.69 80 47 . dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat. yang terdiri dari80: A. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945. pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh.Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya.

Dalam konteks ini Muh. Kebijaksanaan: Rationalisme. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. 81 Ibnu Taimiyah.224 82 Muhammad Yamin. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat. Pedoman Islam Bernegara. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. yang hukum aslinya ialah hukum adat.103.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. h. Yamin untuk menampakkan Indonesia. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. B. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia.82 C. Jakarta: Ghalia Indonesia. 48 . tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia. Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. 1989. h . Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara. 1982. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. PT Bulan Bintang. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. Jakarta.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

2. h. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny . 77 89 52 . Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar.ini. Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1.1986.Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia. Jakarta. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88. Aksara Baru.

90 92 Ibid.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat. 121 91 92 53 . tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. Keuangan91. 1.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis. Senat. Menteri-menteri. h. Op. Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.3.90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden.Cit .78 Indonesia. Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama. h.

PT Ichtiar Baru Van Hoeve. 1994. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 . Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik. Maka pelaku kedaulatan menurut DPR. diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. 117 94 Indonesia.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945. 93 Jimly Asshiddiqie. Jakarta. h.

Jakarta. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. 1998. Jakarta. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia. Ghalia Indonesia. h.4. 1983.1. Adanya istilah Orde Baru diatas. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. Usep. h.38 97 Ranawijaya. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. PT Gramedia Pustaka Utama.133 55 .

98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100. Harmaily. Liberty. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99. 2002. Ramdlon. Yogyakarta. Jakarta. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. 52 100 Hendra Nurtjahjo. Perwakilan Golongan Di Indonesia. FHUI. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat. h. Pusat Studi Hukum Tata Negara. Depok.96 99 Naning. h.1982. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya.47 56 .

Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. Pemilihan Umum 1987. Jakarta. 1995. Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2000. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945. Teori Dan Politik Konstitusi.101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102. Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar.negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. h. Jakarta. PT Pradnya Paramita.103 2. h. Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy). h. 15 102 Ismail Hasan. 1986. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia). pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. Jakarta.25-182 57 . Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 3. DPRD 101 Bagir Manan. Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945. Simorangkir. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat. Bali.I. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. 2003. Masagung. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. Hukum Dan Konstitusi Indonesia. dan DPR. 1988. inkonstitusional. Dr. h. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof.T. h.C.105 2. 104 J. Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen. CV. Juli.17 105 Ismail Suny. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945). Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra). Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104. Ismail Suny. Jakarta.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. pendapat kedua menyatakan. 58 . BPHN dan DEPKEH HAM RI. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.

Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah.141 Indonesia. PT Pustaka Utama Grafiti. h. Jakarta. DPR dan anggota MPR baru. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden. sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pengisian Jabatan Presiden. Kemudian kembali pada tahun 2000. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. 1999.

912 112 Jimly Asshiddiqie. Perubahan ini sangatlah penting karena.112 111 Bertrand Russel. h.Cit. h. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.70 60 . Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut. 2002. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Op. Sejarah Filsafat Barat.

Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 . Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat. Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. 1.Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. 3. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. 3. Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan.

Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR.1. 62 .1. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR. MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia. menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. 1/MPR/ 1983. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR. menetapkan Undang Undang Dasar 2.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR. 3. dan dinyatakan sebagai berikut: 1. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain. DPR.

113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga.3. Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar. Bandung h. 113 Sri Soemantri. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Citra Aditya Bakti. Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram. PT. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden.84 63 .

1. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. 114 115 Harun Al Rasyid. 55 Sri Soemantri. 95 64 . 3. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. Op. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini.Cit. “114 3. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja.Tuan-tuan tentu mengerti. Dan setelah adanya ketetapan MPR No.2. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. 2. h. h. kewenangan MPR ada sembilan. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. inilah revolutie-grondwet. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. UndangUndang Dasar kilat. yaitu dalam pasal 37.

Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. 5. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut.4. Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. 6. 9. dan dilakukan Rakyat”116. 8. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 65 . 7. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.

117 AS Hornby. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina. 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar. 66 . 2.merupakan Great Authority. 654. kata sebagai kewenangan lembaga 3. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD. h. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya.1987. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. London: Oxford University Press. Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.

tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah. Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1.2. Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945). Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945.1. Ad. Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 .3. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. 1. 2. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945).

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

1150 71 .3. Menurut Dr. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain. Sehingga Majelis 122 Ibid. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Ad. Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan. Maria Farida. h. Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara.dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. larangan untuk tidak melakukannya. semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara.

3. DPR. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.id. 3. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. 72 . DPR. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. 13 April 2003 124 www.cetro. diakses pada tanggal 7 Agustus 2003. DPD dan DPRD. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. DPR. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003.2.or. Pada tanggal 9 Juli 2003124. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125.

memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. f. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. berhenti. sebagai berikut:126 a. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. d. e. b. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. DPR.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. 73 . dalam Sidang Paripurna MPR. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. DPD dan DPRD. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. c. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. diberhentikan. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. g. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.

3. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). berhenti. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR.1. Melantik adalah tugas dari MPR. karena hal ini 74 . dalam Sidang Paripurna MPR.2. Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. diberhentikan.3. Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR. sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. 2. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya.

Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan.2. Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. DPR. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka. 3. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas.2. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1. DPD dan DPRD. 75 . Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR.3.

sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . 3. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat.2. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri.

Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4. 3. Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang. 4. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya.3. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR.Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat. Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 . Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya. Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih.

Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR. DPD Dan DPRD.go. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam.dpr. Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www.go.htm. Dengan Politik127.3. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128.Ketatanegaraan RI.1. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia.9 128 129 78 . adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.id/humas/uupemilu.id/humas/uuparpol. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie. DPR. Op. 3. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www.htm.dpr. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya. h. Jimly Asshiddiqie129. DPR.cit.

Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono.9 131 79 . (Lampiran 1) 1. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. h.35 Jimly Asshiddiqie. Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. Erlangga. MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen. Jakarta.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut. sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. h. MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri. Ibid. 2. 1985.

wewenang tersendiri. lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden. Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. 6. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. 4. 3.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. 5.lembaga MPR. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara.3. 3. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah.

3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR. 5. 2. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 . 1.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif.3. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. 3.3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. Presiden tertinggi. 4. BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2.

DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. Utusan Golongan dan Utusan Daerah. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945. BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. 4. 7. 3. Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar. Dasar.bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. 5. 82 . Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. 6. dalam UUD 132 .

BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 . Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR. Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain. VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia.1.

lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. h. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat. 1994. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. Pustaka Utama Grafiti. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133. Unsur Dan Riwayatnya. 84 . Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung.252-253. Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. Jakarta.kedaulatan rakyat. Cina merupakan negara kesatuan 2. Keuangan. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia.

Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China. PSHTN UI Indonesia. Constitution Of China. Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 . kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum. The people administer state affairs and manage economic. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels.134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat.

2.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Op. wilayah yang 136 China. 3. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi.50 137 86 .Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power. PSHTN UI JImly Asshiddiqie.Cit. Constitution Of China.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara. h.Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 1. Pergumulan.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan.

Propinsi ataupun kabupaten/kota. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139. dan Angkatan Bersenjata. Jakarta. 1984. dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. 1. h. juga golongan Angkatan Bersenjata. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. Ghalia Indonesia. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina. dan wilayah.50 139 87 .otonom. Hukum Tata Negara. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 . Constitution Of China Abu Bakar Busro.3. Abu Daud Busro. 138 China. yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan.

Op.Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3. yaitu: 1. Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara.Cit. The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.95 141 88 . Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2. article 58 Constitution of China Sri Sumantri. diantaranya:1.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 . 4.h.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. 5.3. 2. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.

9. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function. Mengamandemen konstitusi. 2002.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.7. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1. 8. Mengubah undang-Undang Dasar. h.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar. 2. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654. Melaksanakan penegakan konstitusi. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi. Sekretariat Jendral MPR RI. 89 . bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs.142 Di China. 142 Sekretariat Jendral MPR RI.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota.6.

dan memilih wakil ketua. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain. 90 . Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia. 5. menteri yang bertanggungjawab atas komisi. telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier).Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. 3. dewan pertimbangan. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina.

7. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat. 91 . atas nominasi dari ketua. 6.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. memilih ketua dari komisi militer pusat dan. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. memilih presiden mahkamah agung rakyat. Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. 9. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. memutuskan anggota komisi militer pusat. 8. 6.

Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden. menyetujui pendirian propinsi. 12. 14. memutuskan persoalan perang dan damai. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. mengubah pantas Cina. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 .10. 11. 13. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana.

Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. Ketua Mahkamah Agung dan 5. Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. 4. Presiden dan Wakil Presiden RRC China. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. 3. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. 2. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden. Menteri.

negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. article 64 Constitution Of China 94 .3. Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya.4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. (2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional.ke 2. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya. 145 Cina. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress.

terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia. Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. Venezuela’s bicameral National Congress.4. which consisted of a 95 .Dalam adalah negara Cina. kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1. kebijakan memilih negara. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). As a result of the 1999 constitution. 1.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral. pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. Membuat Undang-Undang Dasar 2. Memilih Presiden. Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar. 3.

Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali.Senate and Chamber of Deputies. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. Legislators are popularly elected to a five-year term. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar. was replaced by a unicameral. who is popularly elected to a six-year term. 146 147 Venezuela. 165-member National Assembly in 2000. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara. yaitu Majelis Konstituen Nasional. A council of ministers assists the president. The chief executive of Venezuela is a president. Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. Dan institusi Konstitusi. Dan dipilih 5 tahun sekali. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. © 1993-2002 Venezuela.

Constituton Of Venezuela. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional. Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela.148 1. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1. 4.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden. 349. 350. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan. Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3. article 348.5. 97 . Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif.

com/country-guide-study/venezuela/venezuela67. or public ceremony or event. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum.1upinfo. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1.Cit.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas. Constitution Of Venezuela http://www. Op. dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat.5.Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional. h. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela. social gahtering of an important and formal kind151.html AS Hornby. article 136.350 150 151 98 .

Constitution Venezuela 153 99 . Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi. Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi. adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Constitution Venezuela Article 341. Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini.

Membuat dan menetapkan UUD 2. Maka tugas dan wewenang 100 .6. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela. Membuat Undang-Undang 4. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. 1.bersama Kabinetnya. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD. dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada. Tugas Dan Wewenang 1. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5.

2.MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang. Merupakan lembaga yang bertugas membuat.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. terkecuali Venezuela. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi). Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat. b. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1. diambil persamaan sebagai berikut: a.1. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2. Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres. mengubah UUD. Amerika mempunyai sistem 101 . dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda.

1994. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil. sangat anti komunis. h. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial. Democracy In America. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. 1992. Diamond.7 155 Guilermo O’Donnel. h. h. 222 156 Alexis de Tocqueville.90 102 . Washington Square Press. 1965.155 2. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Philippe C Schmitter. New York. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Jakarta. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. Laurence Whitehead. Lembaga Penelitian. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority.

Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. Section 1.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres. 2. The Constitution Of United States Of America 103 . Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres. Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Senate. House Of Representative.157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1.capable of resisting it. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR.

Fungsi Legislatif. h. Fungsi Yudikatif. Pembagian Kekuasaan Negara. Jakarta.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158. h. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. Op. Aksara Baru. 2. Fungsi Eksekutif.cit. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie.1-4. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. 159 104 . Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. 1985. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. Karena mekanisme menganut Indonesia. 3. 42-45 Ismail Suny. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1.

161 105 .3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. h. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. New Jersey. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR. h. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan.23 Jimly Asshiddiqie. Prentice Hall. Peltason. 1989. Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. 2. Cronin.5.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat. Government By The People.

Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I. 162 Ibid. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar. 2.63 106 . Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1. 3.Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003. h. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003.

Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5. The Philosophy Of The American Constitution. rendah judicial federal. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. © 1993-2002 107 . 1968. levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. h.Passes federal budget. The Free Prees.Establishes (untuk lower federal courts. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif. which shall consist of a Senate and House of Representatives.54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003.Passes federal laws.Declares war (menyatakan perang). All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1. New York.

The Congress shall assemble at least once in every year. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1. unless they shall by law appoint a different day. dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. Mengubah Undang-Undang Dasar 2.Serikat. kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8. and such meeting shall begin at noon on the third day of January. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden. 108 .

memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. dalam Sidang Paripurna MPR 3.menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 .Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. 2. Mengubah dan menetapkan UUD 2. diberhentikan.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9.4.Membuat Undang-Undang 4. berhenti.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.

Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. BAB V PENUTUP 1. Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat. Tugas dan 110 . Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat.Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia.

DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. Tugas ini 111 . diberhentikan. DPR. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. aturan Apabila ditetapkannya langsung. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya. DPR. berhenti. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003. Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden.

Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu. DPD dan DPRD. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. DPR. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. 112 .merupakan tugas sementara dari MPR. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945.

Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . DPD dan DPRD). Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR. DPR. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat. Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden. Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. hukum. Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun. seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran. 117 .dilakukan pada saat tertentu. yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia. Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran.

Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. UI Press. 1996. Pengisian Jabatan Presiden.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. 1993 Grafiti. __________. Jimly. Harun. 2002 118 . 2002 Dasar __________. Satya. Jakarta:UI Press. 1991 Asshiddiqie. Al-Qardhawy. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Hukum Dan Demokrasi. 1996 ____________. Jakarta:UI Press. Jakarta: Pustaka AlQautsar. 1994 ____________. Jakarta: Ind Hill-Co. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. 1945. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah.1997 Arinanto.

Carter. April.1998 Busroh. Democracy In America. Coalitions in Parliamentary Government. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. 1984 Tata Burns. Alexis. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Abudaud. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama. Lawrence. 1968 Garner. Black’s Law Dictionary . 1994 Dicey. Jakarta: CV De Tocqueville. Bryan. Millan Education LTD. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.____________. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. New Jersey: Princeton University Press. sevent edition. Indonesia Pancasila. J. Government By The People. St Paul. Kamus Inggris Indonesia. Shadily. Paul. 1998 Budiarjo. Peltason. 1998 _________________. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara. Minn:West Group. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. Jakarta: Ghalia Indonesia. London:Mc. Jakarta:Ind. Ilmu Negara. Larry. 1989.AV. 1976 Echols. James. Thomas. 1985 Dood. Toronto: Collier-Macmillan Canada. New Jersey: Prentice Hall. The Philosopy Of The American Constitution.Hill-Co. Miriam. 1959 Djokosutono . Otoritas Rajawali. John.1985 Dan Demokrasi. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. 1965 Diamond. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Abubakar. Cronin.W.. Gramedia Pustaka Utama. New York: Washington Square Press. 1999 119 . 1997 Eidelberg.

AS. Mohammad. Mukaddimah. London: Oxford University Press. Ismail. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. Ibnu. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. 2001 Hermawan. Pengantar Hukum Tata Negara. Hornby. Jakarta: Sinar Bakti. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Ibrahim. 2003 Ibrahim. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. 1984 Indonesia. Bandung:Armico. Hukum Internasional. 1987 Huntington. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. 1986 Umum 1987. Estiko. Eman. Bagir. 1979 Joeniarto. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. Allen & Unwin LTD. Pemilihan Paramita. Bina Aksara . Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. 1990 Laski. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. Didit. Harmaily. Mochtar. Samuel. 120 . 2003. Harmaily. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Jakarta: Pustaka Firdaus. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia.2000 Kusnardi. 1938. London: George Manan. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Khaldun. 1988 Kusumaatmaja. Harold.Hasan. A Grammmar Of Politics.

1999 121 . tanpa tahun Plato. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. 1957 Yves. O’Donnel. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Knap.Oxford: Oxford University Press. Dahlan. New York:Oxford University Press. Semarang:CV.__________________. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. third edition. 2000. Marshal. Teori Dan Politik Konstitusi. Mulyono.1998 Doto. Ramdlon. Erlangga. Teori Hukum Dan Konstitusi. h. Ni’matul . Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. 2002 Poerwadarminta. Aneka Ilmu. 1989 Thaib. 1976 Puspa. 1981 Thaib. Andrew. Jakarta: PN Balai Pustaka. Jakarta: LP3S. Schmitter. WJS. Jakarta:Bentang. Government And Politics In Western Europe. Kuntjoro. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Naning. Republik. Hendra. Dahlan. Yogyakarta: Liberty. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. Jakarta. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Whitehead. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. Yan. Pramadya. Bandung: Alumni. 1985 MPR Tidak Mutlak. Kekuasaan Jakarta. Hamidi. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Jazim. 1977 Purbopranoto. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus Hukum. Huda.

Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. J. Jakarta: Ghalia Indonesia. 1988. 2000 Renan. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Filsafat Politik Aristoteles. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. Simanjuntak. Munawir. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya. 1993 Simorangkir. Jakarta:Bandung. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Jakarta: Sinar Grafika. Jakarta: Bina Aksara. Apakah Bangsa Itu?. Judith. Jakarta: UI Press. 2002 Sjadzali. Sekretariat Jendral MPR RI. Marsilam.1996 Politica. Sejarah Filsafat Barat. 1988 Konstitusi Indonesia. J. 1983 Dasar- Rapar.H.C. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Ernest. MPR Dari Masa Kemasa. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Redaksi Sinar Grafika. Jakarta. 2002 Samsul Wahidin. Hukum Dan Jakarta:CV. Cetakan 2. 1994 122 . Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI. Unsur Dan Riwayatnya.T. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. 2001 Shklar. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. 1994 Bertrand Russel. Usep. Masagung.Ranawijaya.

Filsafat Hukum Bagian 1. CV. 1985 Taimiyah. h. Yogyakarta: Liberty. Jakarta:PT Pradnya _________. Soerjono. 1998 Soemantri. h. Pembagian Kekuasaan Negara. Jakarta: PT Bulan Bintang. Bandung: PT. Ilmu Negara. IDEA. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. Pergeseran Aksara Baru. 1991 Tim IFES. Mamudji.16 Solly. 1989 Tambunan.4. Jakarta. Soerjono. 2003 Bagian 2. PT Pradnya Paramita. 1986 ____________. Cet. Bandung. Sistem Pemilu.1980 Soekanto. Soeprapto. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Lubis. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. Jakarta. Jakarta: IFES. Sri. Ibnu. Jakarta: Kanisius. Soekanto.UN. Alumni. 1981 Hukum Tata _____________. 2002. Pengantar Perbandingan Antar Negara. Jakarta: 1986. Bandung:Mandar Maju.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. ASS. Jakarta. Jakarta: Ismail. 1989 _____________. 1989 Kekuasaan Eksekutif. Sunny.Soehino. 1987. Rajawali. Jakarta: Aksara Baru. Pengantar Penelitian Hukum. 2001 123 .133-134 Soetiksno. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. 1995 Normatif. Pedoman Islam Bernegara. Citra Aditya Bakti. Filsafat Hukum Paramita. Pustaka Sinar Harapan. Maria Farida Indrati. Ilmu Negara.

dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Muhammad. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Constitution Of China 124 . Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Teori Politik Modern. Jakarta:CV Rajawali. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Jakarta: PT. 1990 Wahjono. Ilmu Negara. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina.Tim PSHK. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Padmo. Yara. SP. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Jakarta: Ind Hill-Co. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. 1982 Muchyar. 1996 Yamin. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2000 Tim Sekretariat Negara. 1995 Varma.Nadhillah Ceria Indonesia. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. DPR.

Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie. Jimly. Amerika Serikat.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. America Constitution Of The United States Of Venezuela. Jakarta. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara.theceli. Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . di Chicago. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. Bali.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________. www. _______________________. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. Juli 2003 125 . Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR.Amerika Serikat. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela. 28 Oktober 2000. 28 Maret 2003 _________________.

mpr.1upinfo.oefre.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66.unibe.101k.html. h.ch/law/icl/ch00000. html diakses tgl 30 Juli 2003.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www.Suny. 1990 pada Governmental System.com/country-guidestudy/china/china294.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67.1upinfo.php. Ismail.org/politica/constitu.1upinfo.1upinfo. http://www.html . BPHN dan DEPKEH HAM RI.go. diakses pada tanggal 10 Januari 2003. ChinaConstitutionhttp://www.embavenezus.http://www.id/h/tentang/index.html.html diakses pada tanggal 30 Juli 2003. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. Data as of December http://www. diakses pada tanggal Juni 2003 126 . Constitution Of Venezuela. Venezuela Legislature. http://www. diakses pada tanggal 1 Juli 2003. www. diakses pada tanggal 1 Juli 2003. 2003. jam 13. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69. Bali.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development. Juli.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia .

127 .