FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. Kak Dian Anggraini “akuntan iv . Dr.H. Prof.Hum.H. kakak penulis).2. Bang Hendra Nurtjahjo S. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS.E. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. Maria Farida S. S.Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu).H. 4. M. dan adik bisa penulis. MH. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S. Harun Al Rasyid. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. Ibunda tercinta dan Dra.Dr.

Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. yang telah Bang Said. SD. 3. Amin!) atas dorongannya. Metropolitan”. Ningrat “Jurnalis. Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). v . SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. Bang Indra Surya. “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”. Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). lain-lain. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). Senior-senior penulis. Bang Abdi Kurnia. 5. Guru-guru penulis pada saat di TK. Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. 4.disegala bidang” ( calon MSi. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. Bang Imron Azis. juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI.

Mohamad Mova Al Afghani. Lieni (walaupun terkadang HMI. Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. 7. sekretaris yang sangat baik) . Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!). 11. Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10.6. Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . jutek “Hidup tapi HMI baik hati). Ises. mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). Irma (teman. Allah dan sedang Sunan menjalin J. Rustam hubungan (moga yang Allah serius. 9. Apreza. Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. skripsinya. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. 8. Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath).

Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. dan besar karya masih dari kesempurnaan.12. Depok. Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. 17. Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Mbak Vivi. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. Surya Yuli Diana. Bu Aminah ( matur nuwun bu). 15. Bang Freddy. Agustus. Catur ISMAHI. Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. 2003. 16. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. Rahmat Bagja vii . 14. Penulis.

Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1. SKRIPSI. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1). TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945. Universitas Indonesia.3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain.2. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. Agustus 2003. tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. viii . 119 hal. Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945. Depok: Fakultas Hukum. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. ditemukan banyak kemiripan yang ada. Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. kemudian disusul yang kedua tahun 2000.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang. Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002.

....................................... DEFINISI OPERASIONAL ...........................................................................................I KATA PENGANTAR..........................................................................II ABSTRAK....10 5.................... LATAR BELAKANG............DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA........................................................................................................................................SISTEMATIKA PENULISAN..........................................................................................................................I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI............................................................METODE PENELITIAN........................................................................................................................................................................1 2....VIII BAB I PENDAHULUAN...................................................................................9 3.............................POKOK PERMASALAHAN.................12 6...........................................................................................................................................................13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix ..............................................................................................................................................................................1 1........ TUJUAN PENULISAN..........9 4.............................................................................................................................................................................................................

h. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia. Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. Jakarta. Bandung.3 1 Ernest Renan. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia. 1994. h. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.59 1 . 58 2 ASS Tambunan. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. 1991.BAB I PENDAHULUAN 1. h. menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa. Alumni. Ind Hill-Co. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. 1991.19 3 Satya Arinanto. Hukum Dan Demokrasi. Apakah Bangsa Itu?.

kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. CV Armico. Bandung. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945. 17 5 2 .5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD. Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. h. PT Bina Aksara. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. 36 Joeniarto. Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. 1987. Jakarta. 1984. h. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Bagir Manan. Konvensi Ketatanegaraan.

hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI. Krisis ekonomi. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy).Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi. Cetakan 2. menandai berakhirnya orde baru. dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. 2001. Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. h. Jakarta.13-23 3 . 3. Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah.6 2. Sekretariat Jendral. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society.

1993. UI Press. h. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. h. Agama yang dihayati. seperti adanya lembaga perwakilan. e.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. Demokratisasi. f. Cara pemilihan atau seleksi imam. d. 1999. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Islam Dan Tata Negara.226 Munawir Sjadzali. b. LP3S. Keadilan yang menyeluruh. Sistem Pemerintahan. Penguasa yang berwibawa. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. Demokrasi dan Civil Society. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a. 63 9 4 . Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. Jakarta. Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. AS. supremasi hukum. Jakarta. c. Imamah (kepemimpinan).

dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement. Alumni.4. Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll.10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. h. Bandung. Cet. 5 . dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya). Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. 1987. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Sri Soemantri. perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. dipergunakan Indonesia “perubahan”. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden.133-134.

Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1.33 6 . Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total. Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. h. 11 Didit Hariadi Estiko. Jakarta. Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. 2001.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945. 2. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Dalam banyak hal.

Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas. Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum. Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar.

Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. Bandung: Alumni. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia. 1981. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara.Negara di Indonesia. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. DPR dan DPRD. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. 17 8 . h. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR. Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2.baru). Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini. Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3. 2. adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1.

. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain. 3.1. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. 2. 4.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. meskipun tidak tertulis. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu.

Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5.1094 Ibid. meskipun tidak tertulis”.13 2. h. 1150 Ibid. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia. 3. 283 15 16 11 . WJS. h. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. PN.14 4. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. Poerwadrminta. MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.16 6. Kamus Umum Bahasa Indonesia.dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara. Jakarta 1976 h. Balai Pustaka.

31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. 14. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945. 1995) hal 13.27 18 19 Ibid. Bahan hukum primer. h.20 Adapun meliputi: 1. h. 12 . mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat. 17 Jimly Asshiddiqie.18 7. Raja Grafindo Persada. h. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan. Undang-Undang Dasar Sementara 1950.19 5. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia. pasal 20A. Jakarta. Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji.25 Ibid.pengawasan17.

majalah dan koran. BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. dan kamus bahasa. tujuan penulisan. metodologi penulisan. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum. Bahan hukum sekunder. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku. definisi operasional. dan sistematika penulisan. 3. Bahan hukum tersier. 6.Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut.2. Hal 13 . pokok permasalahan.

ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum. Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia. Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan. Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. 14 .

Venezuela. Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. Dan diambil contoh negara adalah Cina. dan Amerika Serikat. Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. 15 .

Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 .BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan. 1. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat. Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945.1.

Ilmu Negara. 26 Desember 1934 Pasal 1. Manusia tidak bisa hidup sendiri. 2.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. Solly Lubis. Adanya wilayah.22 M. h. 3. Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain. temapat dan pakaian). Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. Adanya Pemerintah 3. Adanya rakyat 4. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. 21 Adanya pengakuan dari negara lain. Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. “ The State as a person of International Law should possess the following 17 . 2.1. 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States).

Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. h. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. 51 Ibnu Khaldun. Pustaka Firdaus. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. (b) a defined territory. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population. 2000. organisasi Ini berarti. 1996 h. Jakarta. 23 Padmowahyono. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. Ilmu Negara. Ind Hill-Co. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. menurut para filosof dinamakan “kota”.71 24 18 . Jakarta. Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23. Mukaddimah.

h.27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara. Jakarta. Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25.cit. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota). Op. 33 Padmowahyono. 2. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig. 51 M.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1.35 26 27 19 . Rapar. seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat. Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk. suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes. Filsafat Politik Aristoteles. 1998.H. Dalam bahasa Yunani politike.Solly Lubis. h.26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. Rajawali Pers.cit h. John Locke dan JJ Rousseau . Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J. Op.

amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat. kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. Menurut Utrecht tentang Hobbes.28 28 Ibid. kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial. 35 20 . Walaupun Rosseau. tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter. Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes. property). Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut). Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat.perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). kebebasan dan liberty. h. kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life.

000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi. kota dan wilayahnya sekitarnya). Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota).Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri.2. 1994. Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat. yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 . 1999. 21 . Jakarta. Jakarta. yang dari sedikit Lagipula sederhana. 54. Dasar-Dasar Ilmu Politik. penduduk (negara jumlah negara (300. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas. h.Jimly Asshiddiqie. Gramedia. 70 30 Miriam Budiarjo. h.

monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato.16 32 22 . 354 Soetiksno. PT Pradnya Paramita. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. 3. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. Filsafat Hukum Bagian 1. rakyat (demokrasi). Republik. 2002. Bentang. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. h. Socrates31 dan Aristoteles32.dan pada suatu Dan saat. 2002. h. Jakarta. Jakarta. sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya.

Demokrasi Ditinjau Kembali. 44 34 23 . Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu. Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state. internally supreme over the territory that it control”34. PT. Menurut Harold J. h. independent in the face of other communities. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. It is.Gould. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33. Yogyakarta. A Grammar Of Politics. therefore. Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain.1. 1993. Tiara Wacana Yogya. George Allen & Unwin LTD. moreover.adalah raja. 3. It is. London .229 Harold J Laski. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan 33 Carol C. Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power. yang maka sangat kembali menjadi penting.1938 h.

dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. 153 Ibid. Kedaulatan Raja. 3. Kedaulatan Rakyat. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. Kedaulatan Tuhan. Jakarta.dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. Ilmu Negara. h 154 24 . Hal ini lebih jauh merupakan kekuasaan yang tertinggi atas wilayahnya. 1996 hal. Ind Hill Co. Muncullah merumuskan negara36: 1. 2.

bukan saja di dunia barat tapi juga di timur.jadi didasarkan pada agama. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari.2. Teori-teori teokrasi ini dijumpai. Kedaulatan Hukum. Solly Lubis.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M. h.1.1. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan.37 3. 3.Cit.1.4. 5. 41 25 . Op. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan. Kedaulatan Negara.

Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. Yogyakarta.1. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. PT Pradnya Paramita.121 39 26 . maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah. h.penguasa38. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki. ataupun lembaga perwakilan. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis. Jakarta.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja. h. Filsafat Hukum Bagian 2. 3. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja. Liberty.59 Soehino. 1980. Ilmu Negara. Bilamana pemerintah Soetiksno. 2003. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes.

Mizan. Kedaulatan rakyat ini. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu.Cit. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu.42 40 Deliar Noer. h. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat..1. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara. h. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara.42 41 42 27 . liberty dan property dari warganya. 1999.4. Menurut Dari paham itu ini. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut. h. Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40. Jakarta.162 Solly Lubis. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat. Pemikiran Politik Di Negeri Barat.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat.41 3. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life. Op.42 Ibid.

Junkertum (golongan idustrialis) 3. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak.S kedaulatan bulat pada rakyat. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja. h. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara). konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat.43 3.1. menurut sarjana-sarjana D. Armee (angkatan perang) 2. Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan. berada bukan pada yang ini negara. 43 Padmo Wahjono. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan. Op.Cit. 156 28 .P. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe.5. negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja.Hal ini terutama Schule.

pasal 1ayat 2 45 46 29 . Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang.156 M. Op.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. h.Solly Lubis. 2. 3. h.44 Menurut teori ini.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara). Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46. 41 Indonesia. hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia. Cit. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid.

Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 . Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body. h. George Allen & Unwin LTd. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. for the judge would then be the legislator. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. the judge might behave with all the violence of an opressor”. Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini. London.Were the power of judging joined with the legislature. to enforce them in tyrannical manner. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. 48 Harold J Laski. 1938.yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut).. A Grammar Of Politics... sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan. 297 30 . Were it joined to the executive power. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat. there can be no liberty.48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga..

Cit. Antara sehari-hari. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif. Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya.membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat. 2. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan. Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya. Op. dan lembaga tersebut akan berbuat tirani. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. h. lazimnya berkembang atas 2 teori.. rakyat berdasarkan rakyat. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy). yaitu : 1.. bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. 70 31 . maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan... maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”. Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif.

Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Yogyakarta. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. Millan Education LTD. 2003. lxi 52 Samuel P Huntington.51 3. London. 7 32 . CV Qalam Yogyakarta. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. 1959. h.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. h. Jakarta. CV. Rajawali. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang. Dicey. h. Mc.3. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia. Otoritas Dan Demokrasi. 1985.50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. 65 51 AV.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara.

Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal. Sistem 1 Kamar 2. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. Sistem 2 kamar ad. Oxford. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. h. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada.12 33 . 1957. Oxford University Press. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53.tercantum dalam Undang-Undang Dasar.4. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain. 1. 3.

h.36 55 Ibid. Pada prinsipnya. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. h.54 Ad. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu.sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. 2. Jakarta. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara.F. 1996. 37 34 . Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat. Satu sama lain tidak saling membawahi. UI Press. baik secara politik maupun secara legislatif.

Op. h. Rajawali. 1981. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal.h. 43 57 58 35 .58 4.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar. 56 Sri Soemantri.Cit. Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan. Meskipun tidak banyak dikenal.180 Ibid. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara.yang melakukan pemilihan umum. h.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain. Jakarta. CV. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara.69 Miriam Budiarjo.

Black’s Law Dictionary . Ni’matul Huda. Teori Hukum Dan Konstitusi. Jazim Hamidi. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. sevent edition. 1999 61 Dahlan Thaib. Jakarta. h. PT Raja Grafindo Persada. 1976.75. 1999.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. Minn. Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang . h. New Jersey. 5.Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1. Coalitions in Parliamentary Government.West Group. 36 . St Paul. 2. Princeton University Press.16 60 Bryan A Garner (ed in chief).

2. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). 5. yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62.1. UUD 1945 37 . Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif. Undang-Undang Dasar 1945. Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang. Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945.1.

kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64. Permusyawaratan yaitu:66 1. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara.Nadhillah Ceria Indonesia. Fungsi memiliki legislatif.Hill-Co. 1993. h. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Yogyakarta. h. 63 Jimly Asshiddiqie. Jakarta. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar.67 38 . Jakarta:Ind. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945. Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. h. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 25 64 65 Dahlan Thaib. Liberty. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. PT. 1995. 1998 . Indonesia.55 66 Muchyar Yara.

67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. UI Press. Jakarta. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. 1996. 2. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. 3. Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. h. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie.2. Fungsi non legislatif.50 39 . Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali. Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah.

Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang. susunan badan-badan negara. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara. Yogyakarta. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar.58 40 .(Founding Fathers). h. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar. dasar ideologi negara. mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi. 2003. Dengan demikian. Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi. KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia.

Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar.19 70 Judith Shklar. 2000. kategori campuran71.173 Jimly Asshiddiqie.Cit. Jakarta.52 71 41 . ataupun tiga kamar. Tetapi juga yang bersifat individu. DPR. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia.gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69. h. Montesqieu Penggagas Trias Politica. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70.h. Op. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. h.1996. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK.

Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik.2.478 42 . 1990.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). demokrasi terpimpin. model dengan stalinisnya Organski). h. Jakarta. Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli. Teori Politik Modern. 5. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. oligarki totaliter dan oligarki tradisional. oligarki yang memodernisasikan. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis.P. Varma. Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. Rajawali Pers. Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain. dan demokrasi72.

Government And Politics In Western Europe. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. 1998 43 . Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan. Andrew Knap.Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74. Oxford University Press. third edition. Jakarta. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. PSHTN UI. h.3 74 Yves Meny. New York. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat.

berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www.29 44 .76 Representasi lembaga karena: 1. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75.Undang Dasar. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten. 76 Tim IFES. 3. Jakarta: IFES. Pemilihan mewakili kabupaten. 2. 2001.australianpolitics. h.UN.shtml. Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas. Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis. Sistem Pemilu. memberhentikan Rakyat presiden. IDEA.

h. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa.Cit. Kewenangan tertinggi kekuasaan. 2003.8-9 45 . Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung.41 78 Jimly Asshiddiqie. Juli. 77 Tim PSHK. h. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Op. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah. yang dicabut.

UUD tersebut 1950. adalah: Yang 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945. Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. UUD 1945 2.BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia. 46 . Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. 3.

Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh.Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. Permusyawaratan.69 80 47 . Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin. MPR Dari Masa Ke Masa. h. yang terdiri dari80: A. 1. pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman. Jakarta. Bina Aksara. Ibid h. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat.68. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945. UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia.1.

Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. h. 48 . Jakarta. h .224 82 Muhammad Yamin. PT Bulan Bintang. 81 Ibnu Taimiyah. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat. 1989.103. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia. Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara. Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. Jakarta: Ghalia Indonesia. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. 1982. Dalam konteks ini Muh. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. yang hukum aslinya ialah hukum adat. B. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia. Yamin untuk menampakkan Indonesia.82 C. Kebijaksanaan: Rationalisme. Pedoman Islam Bernegara.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

77 89 52 . h. Jakarta. Aksara Baru. Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89. Pergeseran Kekuasaan Eksekutif.ini. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny . Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar.Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia.1986.2. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88.

90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden. h. Keuangan91. Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. 90 92 Ibid. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat. Menteri-menteri.Cit . Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis. Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama. 121 91 92 53 . 1. h.78 Indonesia. Senat.3.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945. Op. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

h. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Jakarta. diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. 117 94 Indonesia.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 . PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. 1994. Maka pelaku kedaulatan menurut DPR. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945. 93 Jimly Asshiddiqie. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia.

38 97 Ranawijaya. Jakarta. Ghalia Indonesia.133 55 . Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966.4. Jakarta. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. 1983. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya. 1998. h. h. PT Gramedia Pustaka Utama. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk.1. Usep. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. Adanya istilah Orde Baru diatas.

47 56 . Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. FHUI. Yogyakarta. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100.1982. Liberty. Pusat Studi Hukum Tata Negara. h. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Jakarta. Harmaily. Ramdlon.96 99 Naning. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. 2002. 52 100 Hendra Nurtjahjo. Depok. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99. Perwakilan Golongan Di Indonesia.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. h. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya.

h.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. 2000. 1986. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Pemilihan Umum 1987. h. DPRD 101 Bagir Manan. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy). Jakarta. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia).101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102.25-182 57 . h. 1995.negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. Teori Dan Politik Konstitusi. pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II. Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. 3. PT Pradnya Paramita.103 2. 15 102 Ismail Hasan. Jakarta. Jakarta. Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Jakarta. h. CV.I. karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945). 58 . 1988. inkonstitusional. pendapat kedua menyatakan. Juli. Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). BPHN dan DEPKEH HAM RI. 104 J. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.105 2. dan DPR. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945. Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.C. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra).17 105 Ismail Suny. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. Ismail Suny. Dr. Bali.T. Hukum Dan Konstitusi Indonesia. Simorangkir. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof. 2003. h. Masagung. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107.

sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat. Jakarta. h. yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden. DPR dan anggota MPR baru. Pengisian Jabatan Presiden. Kemudian kembali pada tahun 2000. 1999. kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat.141 Indonesia.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. PT Pustaka Utama Grafiti. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah.

912 112 Jimly Asshiddiqie.112 111 Bertrand Russel. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi.Cit. h. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. 2002. Op. Sejarah Filsafat Barat.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat. Perubahan ini sangatlah penting karena. h.70 60 . Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut.

Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan. Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 .Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. 1. 3. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat. 3.

Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR.1. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. DPR. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. 62 .1. Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR. dan dinyatakan sebagai berikut: 1. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR. menetapkan Undang Undang Dasar 2. menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR. 1/MPR/ 1983. 3. MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia.

Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman.3.84 63 . 113 Sri Soemantri. bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar. Citra Aditya Bakti. Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. PT. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna.113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga. Bandung h.

inilah revolutie-grondwet. 55 Sri Soemantri. h.Tuan-tuan tentu mengerti. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. yaitu dalam pasal 37. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. Op.Cit.2. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. 2. 95 64 . UndangUndang Dasar kilat. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris.1. “114 3. Dan setelah adanya ketetapan MPR No. 3. agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. h. kewenangan MPR ada sembilan. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. 114 115 Harun Al Rasyid. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1.

Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. 9. 5. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. 6. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. 8.4. dan dilakukan Rakyat”116. 7. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 65 . Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.

London: Oxford University Press. 117 AS Hornby.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.merupakan Great Authority. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina. 66 . 2. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001. h. Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara.1987. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. 654. kata sebagai kewenangan lembaga 3. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD.

Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Ad. 1.1.3. Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945). Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. 2. Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1. tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah.2. Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945). Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 .

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

Maria Farida. Menurut Dr. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi.dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain. h. Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara. larangan untuk tidak melakukannya. 1150 71 . Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara. Ad.3. Sehingga Majelis 122 Ibid.

dan baru disahkan pada bulan Juli 2003.2. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR.or.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. 3. Pada tanggal 9 Juli 2003124. DPR. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002. DPR. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.cetro. diakses pada tanggal 7 Agustus 2003.id. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. DPR. DPD dan DPRD. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR. 13 April 2003 124 www.3. 72 .

akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. b. d. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. DPR. c. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. diberhentikan. 73 . f. dalam Sidang Paripurna MPR. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. DPD dan DPRD.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. sebagai berikut:126 a. berhenti. g. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. e.

Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. 2. Melantik adalah tugas dari MPR. 3. karena hal ini 74 . DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945. (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). dalam Sidang Paripurna MPR. berhenti.1.2. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. diberhentikan. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar.3. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR.

3. 75 . sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas. DPR. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. DPD dan DPRD. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka. Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR.2.2. 3.

2. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. 3. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan. Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan.

Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti.3. Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. 3. Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4. Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 . bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat. 4. Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang. Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR.

htm. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www.go. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah.go. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie. Op. h.9 128 129 78 .Ketatanegaraan RI. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof.dpr.cit.htm.3.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral.1. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. DPR. DPR. Jimly Asshiddiqie129. Dengan Politik127.id/humas/uuparpol.dpr. Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR.id/humas/uupemilu. 3. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya. DPD Dan DPRD. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam.

Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. Jakarta. setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR.35 Jimly Asshiddiqie. MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut. 2. MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . (Lampiran 1) 1. sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat.9 131 79 . maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. Erlangga. Ibid. h. h. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. 1985.

Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.3. wewenang tersendiri. 3. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara. lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden.lembaga MPR. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. 3.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. 6. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah. 5. 4.

2. 1. Presiden tertinggi.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945. 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif. 3. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. 4. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 . Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1.3. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. 5.

dalam UUD 132 . Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. 3. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. 7. 4.bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945. Dasar. BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. Utusan Golongan dan Utusan Daerah. 6. 82 . Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar. DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. 5.

VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1.BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia. Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1.1. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 .

1994. Pustaka Utama Grafiti. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat. Unsur Dan Riwayatnya. lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung. fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia.kedaulatan rakyat. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. 84 .252-253. Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. h. Cina merupakan negara kesatuan 2. Jakarta. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133. Keuangan. Pandangan Negara Integralistik: Sumber.

134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 . Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi. The people administer state affairs and manage economic. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels. PSHTN UI Indonesia. Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135. Constitution Of China. kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China.

komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi. 1. PSHTN UI JImly Asshiddiqie.Cit.Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power. 3.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Op. Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress. 2.50 137 86 .136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara. Pergumulan. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China. Constitution Of China. wilayah yang 136 China. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina. h.

dan Angkatan Bersenjata. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif. Hukum Tata Negara. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. Constitution Of China Abu Bakar Busro. 138 China. 1. dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. Ghalia Indonesia. Abu Daud Busro. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina.3.50 139 87 . 1984. juga golongan Angkatan Bersenjata. yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan.otonom. h. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. dan wilayah. Propinsi ataupun kabupaten/kota. Jakarta. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 . Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139.

2.3. The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China. Op. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3.h. 5. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.Cit.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 . Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara. yaitu: 1.95 141 88 . 4. diantaranya:1.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden.Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. article 58 Constitution of China Sri Sumantri.

fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina. Sekretariat Jendral MPR RI. 142 Sekretariat Jendral MPR RI. 2002. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs. 89 . Melaksanakan penegakan konstitusi. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002.9.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar.6.142 Di China.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota. Mengamandemen konstitusi. h. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1. 2. 8. Mengubah undang-Undang Dasar. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654.7.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota.

Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana. 3. 5. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier). telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain. Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. 90 . dewan pertimbangan. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina. dan memilih wakil ketua. menteri yang bertanggungjawab atas komisi.

6. 91 .memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. 9. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara. 7. memilih ketua dari komisi militer pusat dan. 8. memutuskan anggota komisi militer pusat.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. memilih presiden mahkamah agung rakyat. menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat. 6. atas nominasi dari ketua.

Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. 11.10. 14. mengubah pantas Cina. 13. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana. memutuskan persoalan perang dan damai. menyetujui pendirian propinsi. 12. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 .

Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Presiden dan Wakil Presiden RRC China. Ketua Mahkamah Agung dan 5. 2. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. Menteri. 3. 4. Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden.

(2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional. 145 Cina. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress.3. negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya. article 64 Constitution Of China 94 .4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya.ke 2.

Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral.Dalam adalah negara Cina. which consisted of a 95 . kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1. 1. Membuat Undang-Undang Dasar 2. Venezuela’s bicameral National Congress. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. kebijakan memilih negara. Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia. As a result of the 1999 constitution. Memilih Presiden. Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. 3.4.

Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara. was replaced by a unicameral. Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. yaitu Majelis Konstituen Nasional. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. Legislators are popularly elected to a five-year term. Dan dipilih 5 tahun sekali. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar. Dan institusi Konstitusi. who is popularly elected to a six-year term. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003.Senate and Chamber of Deputies. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . 165-member National Assembly in 2000. 146 147 Venezuela. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. A council of ministers assists the president. © 1993-2002 Venezuela. The chief executive of Venezuela is a president.

Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1. 4. Constituton Of Venezuela. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif. 349. 97 . article 348. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden.148 1.5. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2. 350. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional.

html AS Hornby. dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat.1upinfo. Constitution Of Venezuela http://www.5.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela. social gahtering of an important and formal kind151.Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional. article 136.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1. or public ceremony or event.Cit.350 150 151 98 . Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum. Op. h. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing.

Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. Constitution Venezuela 153 99 . Constitution Venezuela Article 341.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi. adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi. Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153.

akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. 1.bersama Kabinetnya. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. Maka tugas dan wewenang 100 . Membuat dan menetapkan UUD 2. dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela.6. Tugas Dan Wewenang 1. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD. Membuat Undang-Undang 4.

Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. terkecuali Venezuela. mengubah UUD. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1. Amerika mempunyai sistem 101 . Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi). diambil persamaan sebagai berikut: a. dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda. b. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2. 2.MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela. Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat. Merupakan lembaga yang bertugas membuat. Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang.1.

Jakarta. sangat anti komunis.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. Washington Square Press. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil. 1992. h. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. Diamond.155 2. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan.90 102 . satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat. 1994. Yayasan Obor Indonesia. Laurence Whitehead. 1965.7 155 Guilermo O’Donnel. h. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. New York. Jakarta. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. h. Lembaga Penelitian. Philippe C Schmitter. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial. Democracy In America. 222 156 Alexis de Tocqueville. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang.

House Of Representative. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat. The Constitution Of United States Of America 103 . Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas.capable of resisting it. Senate.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR. 2. Section 1. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres.157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1.

Op. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. 2. 159 104 . 1985. h. Karena mekanisme menganut Indonesia. 42-45 Ismail Suny. Fungsi Eksekutif. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie.cit. Aksara Baru. h. Pembagian Kekuasaan Negara. Fungsi Legislatif. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1. Jakarta. Fungsi Yudikatif.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158.1-4. 3.

Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR. Cronin. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan. 2.23 Jimly Asshiddiqie.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat.5. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. h. New Jersey. 161 105 . 1989. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. h. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. Peltason. Prentice Hall. Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi.3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. Government By The People.

yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003. 3.63 106 . Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. 162 Ibid.Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003. Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I.162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1. 2. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar. h.

(Menyetujui Undang-Undang federal) 2. New York. The Free Prees. © 1993-2002 107 .54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5.Passes federal laws. which shall consist of a Senate and House of Representatives.Declares war (menyatakan perang). levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. The Philosophy Of The American Constitution. All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States.Passes federal budget. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg.Establishes (untuk lower federal courts. rendah judicial federal. 1968. h. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1.

unless they shall by law appoint a different day. and such meeting shall begin at noon on the third day of January. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2.Serikat. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. The Congress shall assemble at least once in every year. dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. 108 . Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1. Mengubah Undang-Undang Dasar 2. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden.

berhenti.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. Mengubah dan menetapkan UUD 2.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1. dalam Sidang Paripurna MPR 3.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar.menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 .melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. diberhentikan.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.4. 2. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6.Membuat Undang-Undang 4. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9.

Tugas dan 110 . Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas. Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat.Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. BAB V PENUTUP 1.

Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. aturan Apabila ditetapkannya langsung. DPR. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya. diberhentikan. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. berhenti. Tugas ini 111 . Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003. DPR.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD.

Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. 112 . Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. DPR. Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. DPD dan DPRD.merupakan tugas sementara dari MPR. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar.

DPD dan DPRD). Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden. DPR. Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR. Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit. Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. hukum. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

dilakukan pada saat tertentu. Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun. Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran. 117 . seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat. yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia. Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran.

2002 118 . Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. 2002 Dasar __________. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. Jimly. 1994 ____________. __________. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Jakarta:UI Press. 1993 Grafiti.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. 1991 Asshiddiqie.DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. 1945. 1996 ____________. Jakarta:UI Press. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. Harun. 1996. Jakarta: Pustaka AlQautsar. Satya.1997 Arinanto. Jakarta: Ind Hill-Co. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Hukum Dan Demokrasi. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Pengisian Jabatan Presiden. UI Press. Al-Qardhawy. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah.

London:Mc. Gramedia Pustaka Utama. April. Government By The People. 1959 Djokosutono . New Jersey: Princeton University Press. Abubakar.. Larry. 1994 Dicey. Democracy In America.Hill-Co. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara.1985 Dan Demokrasi. 1985 Dood. Jakarta: CV De Tocqueville.AV. Miriam. 1984 Tata Burns. J. Paul. Indonesia Pancasila. 1999 119 . Jakarta:Ind. 1976 Echols. Shadily. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama. 1989. Otoritas Rajawali. 1998 _________________. New York: Washington Square Press. 1968 Garner. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. St Paul. Cronin. The Philosopy Of The American Constitution. Black’s Law Dictionary . Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. New Jersey: Prentice Hall. James. Toronto: Collier-Macmillan Canada. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Bryan. Minn:West Group. Ilmu Negara. 1965 Diamond.W. Carter. Millan Education LTD.1998 Busroh. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. Coalitions in Parliamentary Government. Thomas.____________. Peltason. Dasar-Dasar Ilmu Politik. 1997 Eidelberg. John. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1998 Budiarjo. Lawrence. Alexis. sevent edition. Abudaud.

Ibnu. Harold. 1984 Indonesia. Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Khaldun. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. London: George Manan. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. Mochtar. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Didit. Harmaily. 1986 Umum 1987. 2003. Pengantar Hukum Tata Negara. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. AS. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. 1990 Laski. Mohammad. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. Hornby. Jakarta: Pustaka Firdaus. Ismail. Bagir. Harmaily. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. Bina Aksara . Jakarta: Sinar Bakti. Samuel. 1979 Joeniarto. 1938. 120 . Pemilihan Paramita.2000 Kusnardi. Mukaddimah. 2003 Ibrahim. Estiko. 1987 Huntington. Bandung:Armico. Allen & Unwin LTD. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. 1988 Kusumaatmaja. London: Oxford University Press. Hukum Internasional.Hasan. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. A Grammmar Of Politics. Eman. 2001 Hermawan. Ibrahim.

Kuntjoro. O’Donnel. Jakarta:Bentang. 1977 Purbopranoto. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Bandung: Alumni.__________________. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Ramdlon. Teori Hukum Dan Konstitusi. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Government And Politics In Western Europe. Hendra. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. 1999 121 . Hamidi. Republik. Naning. 2000. Knap. Jazim. Erlangga. Aneka Ilmu. tanpa tahun Plato. Mulyono. Huda. Yan. Kamus Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jakarta: LP3S. Semarang:CV. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Ni’matul . Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. third edition. Andrew. Schmitter. Whitehead. Dahlan. Jakarta: PN Balai Pustaka. Perwakilan Golongan Di Indonesia.Oxford: Oxford University Press. h. WJS. Teori Dan Politik Konstitusi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1957 Yves. Pramadya. 1981 Thaib. 1989 Thaib. 1985 MPR Tidak Mutlak. New York:Oxford University Press. Marshal. Jakarta. 2002 Poerwadarminta. 1976 Puspa. Kekuasaan Jakarta. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. Yogyakarta: Liberty.1998 Doto. Dahlan.

Judith. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. 1994 122 .C. Ernest. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 2001 Shklar. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Munawir. 2000 Renan. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. J. 1988 Konstitusi Indonesia. Jakarta: Bina Aksara. Cetakan 2. Marsilam. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. J. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. 2002 Samsul Wahidin. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. Masagung. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI.1996 Politica. 1994 Bertrand Russel. 2002 Sjadzali. Jakarta: Sinar Grafika.H. Hukum Dan Jakarta:CV. MPR Dari Masa Kemasa. Usep. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. 1993 Simorangkir. Jakarta:Bandung. Filsafat Politik Aristoteles. Simanjuntak. Apakah Bangsa Itu?. Sejarah Filsafat Barat. Jakarta: UI Press. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya. 1983 Dasar- Rapar. Sekretariat Jendral MPR RI. Unsur Dan Riwayatnya. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945.T. Redaksi Sinar Grafika.Ranawijaya. Jakarta. 1988. Jakarta: Ghalia Indonesia. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.

Jakarta: PT Bulan Bintang. Filsafat Hukum Paramita. Bandung. Jakarta: 1986. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Filsafat Hukum Bagian 1. CV. Jakarta: Kanisius. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada.4. Soeprapto. Pustaka Sinar Harapan. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. Bandung:Mandar Maju. Jakarta: Aksara Baru.1980 Soekanto. h. Pengantar Perbandingan Antar Negara. Ibnu. 2002. Pembagian Kekuasaan Negara. 1986 ____________. Soerjono. 2001 123 . 1989 _____________. Jakarta: Ismail. Sistem Pemilu. Alumni. Soekanto. IDEA. Ilmu Negara. Jakarta:PT Pradnya _________. 1991 Tim IFES. Jakarta. 1989 Tambunan. 2003 Bagian 2. Jakarta: IFES. 1985 Taimiyah.Soehino. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Pedoman Islam Bernegara. Jakarta.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Ilmu Negara.UN. 1981 Hukum Tata _____________. Soerjono. PT Pradnya Paramita. Rajawali.133-134 Soetiksno. 1989 Kekuasaan Eksekutif. Yogyakarta: Liberty. Citra Aditya Bakti. Cet. Sri. Mamudji. Jakarta. 1995 Normatif. Pengantar Penelitian Hukum. 1998 Soemantri. Bandung: PT. ASS. Lubis. 1987. Sunny. Maria Farida Indrati. h.16 Solly. Pergeseran Aksara Baru.

dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Constitution Of China 124 . Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina. 2000 Tim Sekretariat Negara. Jakarta: Ind Hill-Co.Nadhillah Ceria Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Ilmu Negara. 1982 Muchyar.Tim PSHK. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. 1990 Wahjono. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. DPR. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Padmo. 1995 Varma. SP. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Jakarta:CV Rajawali. Muhammad. 1996 Yamin. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Yara. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Teori Politik Modern. Jakarta: PT. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

di Chicago. Amerika Serikat.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. 28 Oktober 2000.Amerika Serikat.theceli. 28 Maret 2003 _________________. Jimly. Jakarta. _______________________. Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. Bali.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani. www. Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. Juli 2003 125 . Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. America Constitution Of The United States Of Venezuela.

2003. ChinaConstitutionhttp://www.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www.Suny.mpr.html.html. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67.com/country-guidestudy/china/china294. diakses pada tanggal Juni 2003 126 . Constitution Of Venezuela.ch/law/icl/ch00000.1upinfo. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.1upinfo.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66. diakses pada tanggal 10 Januari 2003. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.oefre. jam 13. http://www. html diakses tgl 30 Juli 2003. www.1upinfo. BPHN dan DEPKEH HAM RI. Juli.html .unibe. http://www. 1990 pada Governmental System.go.101k. Ismail.http://www. Data as of December http://www.html diakses pada tanggal 30 Juli 2003. h. Bali.php.1upinfo. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia .id/h/tentang/index.embavenezus.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development.org/politica/constitu. Venezuela Legislature.

127 .