FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu). (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S.E. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran.2. Kak Dian Anggraini “akuntan iv .Hum. Prof. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR. S. M. kakak penulis).H. Harun Al Rasyid. Dr. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS. Maria Farida S. 4. dan adik bisa penulis. MH.Dr.H. Bang Hendra Nurtjahjo S. semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1. Ibunda tercinta dan Dra.H.

Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. lain-lain. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Bang Abdi Kurnia. Guru-guru penulis pada saat di TK. SD. Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). Amin!) atas dorongannya. Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. yang telah Bang Said. Ningrat “Jurnalis. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. Bang Indra Surya. 5. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. Metropolitan”. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. Senior-senior penulis. juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). 4. 3. v . Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. Bang Imron Azis. “Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”.disegala bidang” ( calon MSi.

sekretaris yang sangat baik) . Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). 9. Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). Allah dan sedang Sunan menjalin J. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. jutek “Hidup tapi HMI baik hati). 11. Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi.6. Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10. Lieni (walaupun terkadang HMI. Apreza. Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. Mohamad Mova Al Afghani. Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!). Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). skripsinya. 7. Irma (teman. 8. Ises. Rustam hubungan (moga yang Allah serius. mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla).

Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. Catur ISMAHI. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. 2003. 17. Mbak Vivi. Rahmat Bagja vii . Bu Aminah ( matur nuwun bu).12. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. Surya Yuli Diana. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. dan besar karya masih dari kesempurnaan. Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis. Bang Freddy. 15. Depok. Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. 14. Agustus. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Penulis. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. 16.

Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. Agustus 2003.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain.2. SKRIPSI. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. viii . Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. Universitas Indonesia. Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. Depok: Fakultas Hukum. Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang. baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang.3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. ditemukan banyak kemiripan yang ada. Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1). 119 hal. Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1. TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945.

.............................................................................................................................................................SISTEMATIKA PENULISAN...................................................9 4...........................................II ABSTRAK......13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix .......................................................9 3.................................................................. DEFINISI OPERASIONAL ...................................................................................................................................................................................................................................................................POKOK PERMASALAHAN.......................................................10 5...........................................................I KATA PENGANTAR.............1 2..........................................I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI............................................................................................................................................................. LATAR BELAKANG................................................................................................1 1..................................................VIII BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................... TUJUAN PENULISAN....................METODE PENELITIAN..........................................................................12 6...........DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA.................................................................................................

menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. Pustaka Sinar Harapan. 58 2 ASS Tambunan.19 3 Satya Arinanto. h. Bandung.59 1 . Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945.BAB I PENDAHULUAN 1. Ind Hill-Co. Jakarta. 1994. Apakah Bangsa Itu?. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia. Alumni. Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara. h. 1991. Hukum Dan Demokrasi.3 1 Ernest Renan. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. Jakarta. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. 1991. h.

Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar. h. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. h. 36 Joeniarto. PT Bina Aksara. CV Armico. Bandung. Konvensi Ketatanegaraan. 1984. Bagir Manan.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949. Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. 17 5 2 . dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD. Jakarta. 1987.

menandai berakhirnya orde baru. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI. 2001. Sekretariat Jendral.13-23 3 . Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia. Cetakan 2.6 2. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy). Jakarta. Krisis ekonomi.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah. 3. Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society. dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. h. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi.

63 9 4 . seperti adanya lembaga perwakilan. Sistem Pemerintahan. Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. Agama yang dihayati. f. AS. b. 1999. 1993. c. Imamah (kepemimpinan). pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. d. Demokrasi dan Civil Society. Jakarta. Keadilan yang menyeluruh. h. Demokratisasi. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. Jakarta. LP3S. UI Press. e. Penguasa yang berwibawa. h.226 Munawir Sjadzali. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a. Cara pemilihan atau seleksi imam.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. supremasi hukum. Islam Dan Tata Negara.

Cet.133-134.10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. h. Sri Soemantri. dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden. dipergunakan Indonesia “perubahan”. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya). perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. Bandung. dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement. 5 . Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll.4. 1987. Alumni.

Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum.33 6 . Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1. Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. h. Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung. 2001. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. Dalam banyak hal. 11 Didit Hariadi Estiko. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. 2. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Jakarta. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total.

Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara. sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi.

h. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. 17 8 . 1981. DPR dan DPRD. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah. Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. Bandung: Alumni. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara.Negara di Indonesia. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia.

2.Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1. Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR. Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini.baru). dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3. Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2.

meskipun tidak tertulis.1. 3.. 2. Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain. 4. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Balai Pustaka.13 2. MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan. h. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5.dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara. 3. 283 15 16 11 .1094 Ibid. PN. Poerwadrminta. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia. WJS.16 6. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. h. meskipun tidak tertulis”. Jakarta 1976 h. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 1150 Ibid. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan.14 4.

Undang-Undang Dasar Sementara 1950. pasal 20A. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum.18 7.25 Ibid. 12 . yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945. Jakarta.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta. Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Bahan hukum primer. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. 17 Jimly Asshiddiqie. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia. Raja Grafindo Persada. h. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat.27 18 19 Ibid. 1995) hal 13.20 Adapun meliputi: 1.pengawasan17. h. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. h.31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka.19 5. 14.

6. Hal 13 . definisi operasional. dan sistematika penulisan. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis.2. 3. majalah dan koran. BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. metodologi penulisan. pokok permasalahan. tujuan penulisan. Bahan hukum sekunder. dan kamus bahasa.Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. Bahan hukum tersier.

BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum.ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. 14 . Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara. Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan. Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar.

dan Amerika Serikat. 15 . Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut. Venezuela. Dan diambil contoh negara adalah Cina. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama.

1. Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 . 1. Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat.

Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain. “ The State as a person of International Law should possess the following 17 . h. Manusia tidak bisa hidup sendiri.22 M.1. 26 Desember 1934 Pasal 1. Adanya wilayah. 2. 21 Adanya pengakuan dari negara lain. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. Solly Lubis. Adanya Pemerintah 3. 2. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa. Adanya rakyat 4.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. Ilmu Negara. Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States). temapat dan pakaian). Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. 3.

organisasi Ini berarti. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23. Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. 1996 h. Jakarta. Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). Ilmu Negara. Ind Hill-Co. Mukaddimah. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. Pustaka Firdaus. 23 Padmowahyono. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population. h. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. 2000. (b) a defined territory. menurut para filosof dinamakan “kota”.71 24 18 . Jakarta. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. 51 Ibnu Khaldun.

Dalam bahasa Yunani politike. Rapar. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota). seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat. 1998. Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk. 51 M. Filsafat Politik Aristoteles. h. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1.cit.cit h. Op. Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J. h. Jakarta.Solly Lubis. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig.H.27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara. Op. Rajawali Pers. Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25. 2.35 26 27 19 . John Locke dan JJ Rousseau . 33 Padmowahyono.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis.26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes.

35 20 . amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial. Menurut Utrecht tentang Hobbes. Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter. kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut).28 28 Ibid. property). Walaupun Rosseau. tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. h.perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. kebebasan dan liberty. Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes.

2. Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat. yang dari sedikit Lagipula sederhana. Jakarta. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota). h. Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 . 70 30 Miriam Budiarjo. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. 21 . 1999. penduduk (negara jumlah negara (300. h. Dasar-Dasar Ilmu Politik.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri. Gramedia.Jimly Asshiddiqie. 1994. Jakarta. 54. Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas.000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. kota dan wilayahnya sekitarnya).

2002. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. Filsafat Hukum Bagian 1.dan pada suatu Dan saat. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. h. PT Pradnya Paramita. rakyat (demokrasi). sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya. Bentang. Socrates31 dan Aristoteles32. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato. 2002. Jakarta. 354 Soetiksno. 3.16 32 22 . Jakarta. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. Republik. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. h. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan.

Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain. independent in the face of other communities. A Grammar Of Politics. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. 44 34 23 . It is. Tiara Wacana Yogya. Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state. Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. It is. yang maka sangat kembali menjadi penting. Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan 33 Carol C. Menurut Harold J. 1993.adalah raja. internally supreme over the territory that it control”34. moreover. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power.1938 h. Demokrasi Ditinjau Kembali. London . PT.1. 3.Gould. Yogyakarta. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu.229 Harold J Laski. therefore. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. George Allen & Unwin LTD. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33. h.

dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. Muncullah merumuskan negara36: 1. Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya. Hal ini lebih jauh merupakan kekuasaan yang tertinggi atas wilayahnya. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. Jakarta. Ilmu Negara. Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. Kedaulatan Rakyat. dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. 153 Ibid. h 154 24 . Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. 3. 2. Ind Hill Co. Kedaulatan Tuhan. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. 1996 hal. Kedaulatan Raja.

37 3. 5. Solly Lubis. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.Cit.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari.1. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan. Kedaulatan Negara. 3. 41 25 .1.4. Kedaulatan Hukum. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan. Op.jadi didasarkan pada agama.1.2. Teori-teori teokrasi ini dijumpai. h.

h. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis. 3. Jakarta. Bilamana pemerintah Soetiksno. h. Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ. Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes. PT Pradnya Paramita. Yogyakarta. Liberty. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. Ilmu Negara. Filsafat Hukum Bagian 2. Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah.penguasa38.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja.59 Soehino.121 39 26 .1. 2003. ataupun lembaga perwakilan. 1980. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39.

government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life.42 40 Deliar Noer..1. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat.162 Solly Lubis.41 3.Cit. 1999.42 41 42 27 . Jakarta. h. Mizan. h. Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu.42 Ibid. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut. Menurut Dari paham itu ini.4. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40. Op.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara. h. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu. liberty dan property dari warganya. Kedaulatan rakyat ini. Pemikiran Politik Di Negeri Barat.

Cit.Hal ini terutama Schule. Op. konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak.5.43 3. 156 28 . h. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan. Junkertum (golongan idustrialis) 3. negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja. 43 Padmo Wahjono. berada bukan pada yang ini negara.1. Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. Armee (angkatan perang) 2.S kedaulatan bulat pada rakyat.P. menurut sarjana-sarjana D. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara).

45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya. dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum. 41 Indonesia.44 Menurut teori ini. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan.156 M. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid. pasal 1ayat 2 45 46 29 . 2.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara). h. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil.Solly Lubis. h. Cit. 3. Op. hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan. Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang. Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46.

George Allen & Unwin LTd. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan. London. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan.. to enforce them in tyrannical manner. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control. Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 . Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. the judge might behave with all the violence of an opressor”. 1938. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. there can be no liberty. 297 30 . 48 Harold J Laski. Were it joined to the executive power. Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat.Were the power of judging joined with the legislature. for the judge would then be the legislator. h..48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga.yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut). A Grammar Of Politics.. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara..

Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif. lazimnya berkembang atas 2 teori.. Op. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy). Bagi para ahli politik tentang kekuasaan. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya.Cit. dan lembaga tersebut akan berbuat tirani. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif. Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan.. h. 70 31 . 2. Antara sehari-hari. yaitu : 1.. rakyat berdasarkan rakyat. Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya.membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat. bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”..

Yogyakarta. 1985. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia.50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia. CV Qalam Yogyakarta. h.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. 65 51 AV. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter.51 3. lxi 52 Samuel P Huntington. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara. Mc. h. Jakarta. London. Rajawali. 1959.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem. CV. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. Otoritas Dan Demokrasi.3. Dicey. h. 2003. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. 7 32 . Millan Education LTD.

Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar. Sistem 1 Kamar 2. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain.12 33 . Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada. Oxford University Press. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal. Oxford.tercantum dalam Undang-Undang Dasar. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. h. 3. 1957. Sistem 2 kamar ad. 1.4.

h. Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie. UI Press. Jakarta. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara. Pada prinsipnya. 37 34 .sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. 1996. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu.54 Ad. h. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C.36 55 Ibid. Satu sama lain tidak saling membawahi. 2.F. baik secara politik maupun secara legislatif.

yang melakukan pemilihan umum.58 4. 43 57 58 35 . Jakarta. h. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan.h.69 Miriam Budiarjo. Rajawali. Meskipun tidak banyak dikenal.180 Ibid.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia. Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. h. CV. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal. 56 Sri Soemantri.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum. Op.Cit. 1981. Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara.

Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang .Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1. 1999 61 Dahlan Thaib. 36 . Black’s Law Dictionary . Jakarta. Ni’matul Huda. Teori Hukum Dan Konstitusi. 2. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. h. Jazim Hamidi.West Group. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. 1999. 1976. Minn. New Jersey. PT Raja Grafindo Persada. Princeton University Press.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood. Coalitions in Parliamentary Government. St Paul.75. sevent edition. 5. h.16 60 Bryan A Garner (ed in chief).

yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945. 2. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif. Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. 5. UUD 1945 37 .1. Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang.1. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). Undang-Undang Dasar 1945. yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3.

1993. Indonesia. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 25 64 65 Dahlan Thaib. Fungsi memiliki legislatif. Permusyawaratan yaitu:66 1. 63 Jimly Asshiddiqie.67 38 . Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. Jakarta:Ind. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar. h. h.Hill-Co. Liberty. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi. PT. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. Jakarta.Nadhillah Ceria Indonesia. h. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64. Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara.55 66 Muchyar Yara. 1995. 1998 . Yogyakarta.

67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. UI Press. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali. Fungsi non legislatif. Jakarta. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah.50 39 . Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat. Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat. 3. 1996. h. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. 2.2.

(Founding Fathers). susunan badan-badan negara.58 40 . mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. Dengan demikian. Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. Yogyakarta. dasar ideologi negara. 2003. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia. KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang. terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan. hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi. Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara. h. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara.

1996. 2000. Jakarta. Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia.h.52 71 41 .Cit.173 Jimly Asshiddiqie. DPR. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain.gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69. h. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Op. h. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Montesqieu Penggagas Trias Politica. ataupun tiga kamar.19 70 Judith Shklar. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. Tetapi juga yang bersifat individu. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. kategori campuran71.

Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S.478 42 . Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain. Teori Politik Modern. oligarki totaliter dan oligarki tradisional.2. 5. Jakarta. 1990. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. h.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. model dengan stalinisnya Organski).P. suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). oligarki yang memodernisasikan. Rajawali Pers. Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. dan demokrasi72. Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli. Varma. demokrasi terpimpin.

Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74. Oxford University Press. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. PSHTN UI. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat. Andrew Knap. 1998 43 . lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan.3 74 Yves Meny. New York. h. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. third edition. Jakarta. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. Government And Politics In Western Europe.

Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www. IDEA. memberhentikan Rakyat presiden. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum. Pemilihan mewakili kabupaten. 2001. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75.29 44 .76 Representasi lembaga karena: 1.australianpolitics. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten. Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis. 3. 76 Tim IFES. 2. Jakarta: IFES.shtml. Sistem Pemilu.Undang Dasar.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. h.UN. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003.

Juli. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945. 77 Tim PSHK. Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung. Kewenangan tertinggi kekuasaan. 2003. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral.Cit. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI. Op. h. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah.41 78 Jimly Asshiddiqie.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78.8-9 45 . h. yang dicabut.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa.

Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945.BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. UUD tersebut 1950. UUD 1945 2. 3. Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. adalah: Yang 1. 46 .

pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945.Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya. yang terdiri dari80: A. 1.68.69 80 47 . Bina Aksara. Permusyawaratan. Jakarta.1. MPR Dari Masa Ke Masa. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin. Ibid h. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh. UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia. Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat. h.

81 Ibnu Taimiyah. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. Kebijaksanaan: Rationalisme. B. 1989. PT Bulan Bintang. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia.103. Pedoman Islam Bernegara. Jakarta: Ghalia Indonesia. Yamin untuk menampakkan Indonesia. Jakarta. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia. Dalam konteks ini Muh. h . h. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat. 48 . Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia. Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara.224 82 Muhammad Yamin. 1982. Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. menurut perpaduan adat dengan perintah agama.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. yang hukum aslinya ialah hukum adat.82 C.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut. Aksara Baru.ini. Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny .Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD. Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89.1986. h. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1. 77 89 52 . Jakarta. Pergeseran Kekuasaan Eksekutif.2.

Menteri-menteri. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat. Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis.Cit . Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. h. Op. 1.3. 121 91 92 53 .78 Indonesia. h. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. 90 92 Ibid. Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden. Senat. Keuangan91.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Maka pelaku kedaulatan menurut DPR. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945. Jakarta.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. 93 Jimly Asshiddiqie. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 . h. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia. 117 94 Indonesia. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. 1994.

Jakarta. Usep.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996. PT Gramedia Pustaka Utama. Adanya istilah Orde Baru diatas.1. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. h. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. 1983. Jakarta. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila. 1998.38 97 Ranawijaya.4. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia. h.133 55 . Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966. Ghalia Indonesia. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk.

mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi. Perwakilan Golongan Di Indonesia.47 56 . Pusat Studi Hukum Tata Negara. Liberty. Jakarta.1982. Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya. h. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945. Harmaily.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Depok. Ramdlon. FHUI. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. h. 2002. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99. Yogyakarta. 52 100 Hendra Nurtjahjo.96 99 Naning. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100.

h. 2000. Pemilihan Umum 1987. 1986. h.101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102. Jakarta. Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. 15 102 Ismail Hasan. 3.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar. 1995.103 2. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945. h. Teori Dan Politik Konstitusi. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PT Pradnya Paramita. pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II. Jakarta.25-182 57 . DPRD 101 Bagir Manan. Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Jakarta. Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy).negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat.

dan DPR.105 2. 1988.C. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum. Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. Simorangkir. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. Hukum Dan Konstitusi Indonesia. Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen. 2003. Masagung.T. CV. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra). h. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. Ismail Suny. inkonstitusional. Dr. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945).17 105 Ismail Suny. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof. Juli. h. Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat. Bali. BPHN dan DEPKEH HAM RI. 104 J. 58 . pendapat kedua menyatakan.I. Jakarta.

Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah. kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. DPR dan anggota MPR baru. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden. 1999. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. Pengisian Jabatan Presiden. Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108.141 Indonesia. Jakarta.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110. PT Pustaka Utama Grafiti. Kemudian kembali pada tahun 2000. h. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia.

dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. Pustaka Pelajar. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. Perubahan ini sangatlah penting karena. h. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi. 912 112 Jimly Asshiddiqie. Sejarah Filsafat Barat. h. Op. 2002.70 60 . Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan. Yogyakarta.112 111 Bertrand Russel.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut.Cit.

3. 3. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar.Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 . 1.

Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR. Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR. menetapkan Undang Undang Dasar 2. DPR.1. 62 .1. 1/MPR/ 1983. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR. Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR. menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. 3. dan dinyatakan sebagai berikut: 1.

bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat.84 63 . Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. 113 Sri Soemantri. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar. Bandung h.113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga. PT. Citra Aditya Bakti. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram.3.

h. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. 55 Sri Soemantri. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini. 2. Op. kewenangan MPR ada sembilan. h.1. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. 3.2. 95 64 . yaitu dalam pasal 37. inilah revolutie-grondwet. Dan setelah adanya ketetapan MPR No. “114 3. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja.Cit. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja. UndangUndang Dasar kilat.Tuan-tuan tentu mengerti. 114 115 Harun Al Rasyid. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan.

8. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat. dan dilakukan Rakyat”116. 9.4. 6. Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar. 5. 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. Undang-Undang Dasar 1945 65 . 7.

Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara. h. Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar. 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina. kata sebagai kewenangan lembaga 3.merupakan Great Authority. London: Oxford University Press. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. 654. 2. 117 AS Hornby. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118. 66 .1987. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD.

Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 .2. Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945.1.3. 1. 2. Ad. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945). Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945). Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah.

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan. 1150 71 . larangan untuk tidak melakukannya. Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). Menurut Dr. Maria Farida. semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. Ad. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara.3. Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain.dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. Sehingga Majelis 122 Ibid. h. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara.

DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. 13 April 2003 124 www. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. 72 . DPR. DPR. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain.cetro. diakses pada tanggal 7 Agustus 2003. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR.id. DPD dan DPRD. 3. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR. Pada tanggal 9 Juli 2003124.or.3. DPR. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU.2.

DPR. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. c. f. e. g. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. sebagai berikut:126 a. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. b. 73 . d. diberhentikan. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. dalam Sidang Paripurna MPR. DPD dan DPRD. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. berhenti. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya.

Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar. Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR.3. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945.2.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. Melantik adalah tugas dari MPR. berhenti. 3. (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). karena hal ini 74 . diberhentikan.1. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. dalam Sidang Paripurna MPR. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1. 2. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR.

mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR. 3.2. DPD dan DPRD.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih.2.3. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1. 75 . maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka. Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan. DPR. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR.

Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan. Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri. Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya.2. 3.

Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih. 4. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat.Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya. Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 . Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang.3. 3. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR.

DPR. 3. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR. Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan Politik127. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof.htm. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam.dpr.1. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah.go. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia.go.cit.id/humas/uuparpol.id/humas/uupemilu.dpr. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128. h. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www. DPD Dan DPRD.3. Jimly Asshiddiqie129.htm.Ketatanegaraan RI. Op. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie.9 128 129 78 . DPR.

Ibid. 1985.35 Jimly Asshiddiqie. Erlangga. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen. (Lampiran 1) 1. MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. Jakarta. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD. maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR. 2. sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131.9 131 79 . DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. h. h.

6.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah. 5. 3.lembaga MPR. Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. 3. wewenang tersendiri.3. Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar. 4. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara.

Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 .lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945.3. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. 2. BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3. DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. Presiden tertinggi. 4. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. 3.3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. 1. 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2. 5. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif.

Utusan Golongan dan Utusan Daerah. DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Dasar. 82 . 3. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif. DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. dalam UUD 132 . Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar. 5. BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. 4. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. 6. 7.bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945.

Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia.BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR.1. VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 .

lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. Pustaka Utama Grafiti. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat.kedaulatan rakyat. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak. Unsur Dan Riwayatnya. Jakarta. h. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. 1994. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. Keuangan. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. Cina merupakan negara kesatuan 2. Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung.252-253. fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. 84 .

Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people.134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law. PSHTN UI Indonesia. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 . kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China. Constitution Of China. The people administer state affairs and manage economic. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels.

Cit.Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.50 137 86 . 1.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1. h. 3. Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara. Pergumulan. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power. Op. PSHTN UI JImly Asshiddiqie.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Constitution Of China.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. wilayah yang 136 China. 2. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina. Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China.

dan wilayah. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 . yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan.3. Propinsi ataupun kabupaten/kota. 138 China. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina. dan Angkatan Bersenjata. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. h. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139. juga golongan Angkatan Bersenjata. Hukum Tata Negara. Constitution Of China Abu Bakar Busro. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas.otonom. 1984. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. Abu Daud Busro.50 139 87 . 1. Jakarta. Ghalia Indonesia. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif.

Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. yaitu: 1.95 141 88 . Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. diantaranya:1. membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain. Op. 4.h.Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. article 58 Constitution of China Sri Sumantri.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 . The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state.Cit.3. 5. Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara. 2. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China.

memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar. Mengubah undang-Undang Dasar. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1.6. Melaksanakan penegakan konstitusi.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis. 2002.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654. 89 .Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota. Sekretariat Jendral MPR RI.7.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs. 2. Mengamandemen konstitusi.142 Di China.9. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. h. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. 142 Sekretariat Jendral MPR RI. 8. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi.

telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. dewan pertimbangan. ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. dan memilih wakil ketua. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier). Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. 5. menteri yang bertanggungjawab atas komisi. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina. 3. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain. 90 . Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana.

6.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. 91 . Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. memilih presiden mahkamah agung rakyat. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat. 8. memilih ketua dari komisi militer pusat dan. 6. menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. 9. atas nominasi dari ketua. memutuskan anggota komisi militer pusat. 7. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya.

daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. memutuskan persoalan perang dan damai. 11. 14. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 . Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. 13. menyetujui pendirian propinsi.10. 12. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. mengubah pantas Cina. Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden.

Presiden dan Wakil Presiden RRC China. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. Menteri. Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden. Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. 3. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . Ketua Mahkamah Agung dan 5. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. 2.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. 4.

3. article 64 Constitution Of China 94 . Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya.ke 2. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya.4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya. 145 Cina. (2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional.

As a result of the 1999 constitution. Memilih Presiden. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia. pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. 1. kebijakan memilih negara. legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar.4. Venezuela’s bicameral National Congress. 3.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral. Membuat Undang-Undang Dasar 2. kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1.Dalam adalah negara Cina. which consisted of a 95 . Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara.

ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar. A council of ministers assists the president. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. The chief executive of Venezuela is a president. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. © 1993-2002 Venezuela. was replaced by a unicameral. Dan dipilih 5 tahun sekali. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. Legislators are popularly elected to a five-year term. 165-member National Assembly in 2000. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. Dan institusi Konstitusi.Senate and Chamber of Deputies. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. yaitu Majelis Konstituen Nasional. Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu. article 347 Constitution Of Venezuela 96 . who is popularly elected to a six-year term. 146 147 Venezuela.

Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2. 349. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1. 350. Constituton Of Venezuela. 4. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan. 97 . Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3.148 1. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional.5. article 348. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif. Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela.

5.1upinfo.350 150 151 98 . Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif.150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas. dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing.html AS Hornby.Cit. article 136. Constitution Of Venezuela http://www. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1. social gahtering of an important and formal kind151. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function. Op. h. or public ceremony or event. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum.Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional.

152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi. Constitution Venezuela Article 341. Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”. Constitution Venezuela 153 99 . Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153. tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”.

6. dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada. dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. Tugas Dan Wewenang 1. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. Maka tugas dan wewenang 100 .bersama Kabinetnya. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3. Membuat Undang-Undang 4. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela. 1. Membuat dan menetapkan UUD 2.

mengubah UUD. 2. terkecuali Venezuela. Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi).MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela. Amerika mempunyai sistem 101 .1. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2. b. diambil persamaan sebagai berikut: a. Merupakan lembaga yang bertugas membuat.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda. Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1.

New York.155 2. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain. h.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority. Jakarta. Washington Square Press. Diamond. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Jakarta. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat. sangat anti komunis. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. h. Laurence Whitehead. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial.90 102 . 1992. Philippe C Schmitter. 222 156 Alexis de Tocqueville.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. h. Lembaga Penelitian. Yayasan Obor Indonesia. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang.7 155 Guilermo O’Donnel. 1994. Democracy In America. 1965. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil.

Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat. Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres. House Of Representative.157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1. Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda. Section 1. Senate. The Constitution Of United States Of America 103 . 2. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means.capable of resisting it. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres.

2. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. Jakarta. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie. h. Op.1-4. 42-45 Ismail Suny.cit. 159 104 . Fungsi Legislatif. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1. h. 3. Aksara Baru. Pembagian Kekuasaan Negara. 1985. Fungsi Eksekutif. Fungsi Yudikatif. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. Karena mekanisme menganut Indonesia.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158.

New Jersey.23 Jimly Asshiddiqie. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR.3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. 1989. 2. Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain. 161 105 . Government By The People. h. Cronin.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan. Peltason. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945. h.5. Prentice Hall.

162 Ibid. h. 3.Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003.162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar. Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. 2. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I.63 106 . Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya.

Establishes (untuk lower federal courts. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1. The Philosophy Of The American Constitution. The Free Prees. levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5.Declares war (menyatakan perang). rendah judicial federal. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3. which shall consist of a Senate and House of Representatives.Passes federal laws. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif. 1968. © 1993-2002 107 . New York.Passes federal budget. All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States. h.54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003.

Mengubah Undang-Undang Dasar 2. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. and such meeting shall begin at noon on the third day of January. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8. unless they shall by law appoint a different day. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1.Serikat. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. The Congress shall assemble at least once in every year. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden. kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. 108 .

menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 . memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9.4. Mengubah dan menetapkan UUD 2. dalam Sidang Paripurna MPR 3.Membuat Undang-Undang 4.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6. berhenti. 2. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7. diberhentikan.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8.

besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat.Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas. Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Tugas dan 110 . Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat. BAB V PENUTUP 1. Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945.

DPR. DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. aturan Apabila ditetapkannya langsung. DPR. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. diberhentikan. Tugas ini 111 . berhenti.

Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. DPD dan DPRD. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945. Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar.merupakan tugas sementara dari MPR. DPR. Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. 112 .

Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden. Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR. DPR. Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan. DPD dan DPRD). Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . hukum. Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya. Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran. Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun. Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran. yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia. seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat. 117 .dilakukan pada saat tertentu.

Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah. 1996 ____________. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. UI Press. Hukum Dan Demokrasi. Jakarta:UI Press. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. 1945. 1993 Grafiti.1997 Arinanto. Pengisian Jabatan Presiden. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. __________. 2002 118 . Jakarta: Pustaka AlQautsar. Al-Qardhawy. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Jakarta: Ind Hill-Co. 2002 Dasar __________.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. 1996. Satya. 1994 ____________. Jimly. Harun. 1991 Asshiddiqie. Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. Jakarta:UI Press. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.

Shadily. 1965 Diamond. Bryan. 1976 Echols. 1999 119 . 1997 Eidelberg. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama.1985 Dan Demokrasi. New York: Washington Square Press. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Alexis. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Miriam. Government By The People. Lawrence. Millan Education LTD. Democracy In America. April. Black’s Law Dictionary . 1959 Djokosutono . 1968 Garner. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. 1998 Budiarjo. Ilmu Negara. Toronto: Collier-Macmillan Canada.Hill-Co. Abudaud. London:Mc. New Jersey: Prentice Hall. Cronin. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Larry. Jakarta:Ind. Carter. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. Otoritas Rajawali.. Minn:West Group.W. 1989. sevent edition. St Paul. Thomas. New Jersey: Princeton University Press. 1998 _________________. Coalitions in Parliamentary Government. 1984 Tata Burns. J. Paul. Peltason.AV.____________. 1985 Dood. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Ghalia Indonesia. Abubakar.1998 Busroh. The Philosopy Of The American Constitution. John. Indonesia Pancasila. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Jakarta: CV De Tocqueville. 1994 Dicey. James. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara.

Eman. Mukaddimah. 1986 Umum 1987. 2001 Hermawan. Jakarta: Pustaka Firdaus. Harmaily. 2003 Ibrahim.2000 Kusnardi. Hukum Internasional. Estiko. Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. 1988 Kusumaatmaja. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia.Hasan. Ibrahim. Didit. Bandung:Armico. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. Bina Aksara . 1938. 1984 Indonesia. 120 . Mochtar. Allen & Unwin LTD. Khaldun. Samuel. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. London: George Manan. Jakarta: Sinar Bakti. A Grammmar Of Politics. Ismail. 1987 Huntington. Hornby. Mohammad. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Ibnu. London: Oxford University Press. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Harold. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Pemilihan Paramita. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. AS. 1979 Joeniarto. Pengantar Hukum Tata Negara. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral. Harmaily. 2003. Bagir. 1990 Laski. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara.

Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi.Oxford: Oxford University Press. Schmitter. Kekuasaan Jakarta. Andrew. New York:Oxford University Press. Hamidi. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. 1976 Puspa.__________________. Aneka Ilmu. Jazim. Yogyakarta: Liberty. 1981 Thaib. Marshal. 1985 MPR Tidak Mutlak. Teori Dan Politik Konstitusi. Ramdlon. Knap. Perwakilan Golongan Di Indonesia. 1977 Purbopranoto. Jakarta: PN Balai Pustaka. 2002 Poerwadarminta. Ni’matul . Jakarta. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Pramadya. Erlangga. Dahlan. tanpa tahun Plato. h. 1957 Yves. Mulyono. Government And Politics In Western Europe. Teori Hukum Dan Konstitusi. Whitehead. Dahlan. third edition.1998 Doto. WJS. Hendra. Kamus Hukum. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. 1999 121 . 1989 Thaib. Huda. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. Jakarta: LP3S. Kuntjoro. Naning. Jakarta:Bentang. Semarang:CV. O’Donnel. Yan. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: Alumni. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Republik.

1994 Bertrand Russel. Cetakan 2. Filsafat Politik Aristoteles.T. Masagung.Ranawijaya. Marsilam. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya. Ernest. 2002 Samsul Wahidin. Jakarta: Sinar Grafika. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. 1983 Dasar- Rapar. Usep. Apakah Bangsa Itu?. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. 1988 Konstitusi Indonesia. MPR Dari Masa Kemasa. Judith. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI. Munawir. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.H. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. 2001 Shklar. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. Sekretariat Jendral MPR RI. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Jakarta: Bina Aksara. Hukum Dan Jakarta:CV. J. 2000 Renan. 1993 Simorangkir. 2002 Sjadzali. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. J. Simanjuntak. Unsur Dan Riwayatnya. 1994 122 . Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Jakarta. Jakarta:Bandung.C. Sejarah Filsafat Barat. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. Jakarta: UI Press. 1988. Redaksi Sinar Grafika. Jakarta: Ghalia Indonesia.1996 Politica. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran.

Cet. Filsafat Hukum Paramita. h.UN. Sri. Pergeseran Aksara Baru. Soerjono. CV. 1991 Tim IFES. Soeprapto. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Jakarta: IFES. Soekanto. Sistem Pemilu. Jakarta: Ismail. Citra Aditya Bakti. 1986 ____________. Ilmu Negara. Jakarta.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi. ASS. Pembagian Kekuasaan Negara. Jakarta: Kanisius. Bandung. Rajawali. Bandung:Mandar Maju. Yogyakarta: Liberty. 1981 Hukum Tata _____________. 1989 Kekuasaan Eksekutif. Pustaka Sinar Harapan. Filsafat Hukum Bagian 1. Sunny. Soerjono. Maria Farida Indrati.4. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. Jakarta: Aksara Baru. 2003 Bagian 2. Pedoman Islam Bernegara. Lubis. Jakarta. 1989 Tambunan. 1985 Taimiyah. 2002. Mamudji. Alumni. 2001 123 . Jakarta. 1995 Normatif. Pengantar Penelitian Hukum. 1989 _____________. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. Jakarta:PT Pradnya _________.133-134 Soetiksno.16 Solly. 1987.Soehino. Ibnu. Jakarta: PT Bulan Bintang. 1998 Soemantri. PT Pradnya Paramita. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. h. Pengantar Perbandingan Antar Negara.1980 Soekanto. IDEA. Bandung: PT. Jakarta: 1986. Ilmu Negara.

Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 1995 Varma. Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Teori Politik Modern. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Muhammad. Jakarta: Ghalia Indonesia. Constitution Of China 124 . Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. 1996 Yamin. SP. Padmo. Yara. 2000 Tim Sekretariat Negara. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Jakarta: PT. Jakarta: Ind Hill-Co.Nadhillah Ceria Indonesia. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia. Jakarta:CV Rajawali. 1990 Wahjono. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Ilmu Negara.Tim PSHK. DPR. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1982 Muchyar. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia.

Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie. Bali. Jimly.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani. www.theceli. Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR. _______________________. Amerika Serikat.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. 28 Maret 2003 _________________. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . Jakarta.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________. Juli 2003 125 . Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela. 28 Oktober 2000. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945.Amerika Serikat. di Chicago. America Constitution Of The United States Of Venezuela.

ch/law/icl/ch00000. Data as of December http://www.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. BPHN dan DEPKEH HAM RI. Juli. Constitution Of Venezuela.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www. h. 2003.go.1upinfo.1upinfo. diakses pada tanggal 10 Januari 2003. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII.html diakses pada tanggal 30 Juli 2003.php.com/country-guidestudy/china/china294. html diakses tgl 30 Juli 2003.html.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia . Bali. http://www. diakses pada tanggal 1 Juli 2003. 1990 pada Governmental System.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.http://www.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development.id/h/tentang/index.html . www.mpr.org/politica/constitu. Venezuela Legislature. http://www.1upinfo.1upinfo.oefre. ChinaConstitutionhttp://www. Ismail.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67.101k.Suny.html.embavenezus. diakses pada tanggal Juni 2003 126 .unibe. jam 13.

127 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful