P. 1
Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Amandemen

Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Amandemen

|Views: 937|Likes:
Published by cool182

More info:

Published by: cool182 on Sep 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2012

pdf

text

original

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama : Rahmat Bagja NPM : 0598002146 Program Kekhususan : PK V (Hukum Tentang Hubungan Negara Dengan Masyarakat) Judul : TUGAS DAN WEWENANG MPR SEBELUM PERUBAHAN UUD 1945

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Prof.DR.Jimly Asshiddiqie, S.H. Makmur Amir, S.H . Ketua Jurusan Hukum Tata Negara

Ramly Hutabarat S.H, M.Hum.

i

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya dan ridlo-Nyalah penulisan skripsi dengan judul “Tugas Dan Wewenang MPR Setelah ditengah Perubahan sakit dan UUD masa 1945” ini dapat yang

diselesaikan,

penyembuhan

melanda penulis. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan banyak rahmatNya pada penulis, tetapi penulis terkadang lupa untuk

mensyukuri rahmat dan nikmat tersebut. (Nikmat Tuhan mana yang manusia bisa dustakan). Banyak tantangan yang dihadapi penulis dalam menyusun skripsi pihak, ini. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai dilema

akhirnya

skripsi ini

terselesaikan. banyak

penulis alami dalam menggubah suatu goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan mahakarya ini, telah banyak sekali pihak-pihak yang secara disadari maupun tidak

disadari,langsung atau tidak langsung telah di buat repot dalam membantu penulis. Untuk itu, penulis kepada: mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya

ii

1.

Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H, dan Mahaguru dan penulis yang

sebagai pembimbing I banyak memberikan Banyak di

telah kepada

inspirasi berbagai

bimbingan ilmu

penulis.

perkembangan

pengetahuan

terutama

bidang ilmu hukum yang diberikan secara langsung dan tidak langsung oleh beliau. 2. Bapak Makmur Amir , S.H, telah memberikan selaku pembimbing II yang kepada penulis dalam

semangat

mengerjakan skripsi ini dan juga sebagai abang(senior) dalam organisasi yang digeluti penulis sehingga arahan dan bimbingan beliau sangat berarti. 3. Bapak Ramly Hutabarat S.H, M.Hum, selaku Ketua Program Kekhususan Masyarakat). 4. Bapak Prof. Abdul Bari Azed S.H, M.H, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Tidak lupa, penulis berhutang budi kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan berupa pendapat ilmiah serta bahan penulisan: 1. Prof. Ismail Suny S.H, MCL , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah V (Hubungan antara Negara Dengan

beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis.

iii

dan adik bisa penulis. (Ya Allah sayangilah kedua orang tua Dan penulis terima sebagaimana kasih dan mereka sayang menyayangi buat S.H. Maria Farida S. Prof.Tuti membesarkan betapa Ruchyati penulis indahnya yang (dan telah akhirnya yang melahirkan penulis mengerti hadits menyatakan Surga terletak dibawah kaki Ibu).H. S. 4.Dr. Kak Dian Anggraini “akuntan iv . Bang Hendra Nurtjahjo S. M. MH.2. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia atas ilmu dan ceramah beliau pada beberapa kuliah dan buku-buku beliau yang telah menjadi inspirasi penulis. semangat dan dorongan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsinya 1. yang telah memberikan masukan tentang beberapa kewenangan MPR dalam Penelitian tentang peninjauan materi dan status hukum ketetapan MPR dan MPRS. Dr. yang telah memberikan masukan entang komposisi MPR. Harun Al Rasyid. dan juga dalam 3 pertemuan diskusi yang sangat berarti pada mata kuliah Lembaga Kepresidenan 3. Terima Kasih juga penulis haturkan kepada pihak-pihak dibawah ini atas saran. Ibunda tercinta dan Dra.Hum.E. kakak penulis).H. ayahanda tercinta Muzwan Amry yang telah mengasuh dan membesarkan penulis.

“Sufi tercinta Budi di Center dan For Law “fungky cukup sabar”. Amin!) atas dorongannya. Wartawan dan Yang Ingin Jadi Penyair Damai”. 5. 4. Heru Geeks “Sang Nggak Mungkin”. SD. Fatah “Eksistensialis dan Intelektual Nyentrik”. lain-lain. Bang Indra Surya. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu guru yang tiada tara). Bang Ajo dan pengertian tentang memberikan memberi arti pada kehidupan. Bang Abdi Kurnia. Bang Imron Azis. 3. Guru-guru penulis pada saat di TK. Senior-senior penulis. Bisar “sang sastrawan aneh dan religius” teman seperjuangan dalam skripsi. Ningrat “Jurnalis. yang telah Bang Said. SMPN 2 Bogor dan SMUN 2 Bogor (Terima Kasih Atas Bimbingannya. Metropolitan”. Mutia Febrina “sang aktivis FSI FEUI” (semoga cepat lulus dan IPK tinggi) dan Fauzan Amru (rajin belajar yaa!) 2. Saudara-saudaraku Information Dono Sang (CELI). v .disegala bidang” ( calon MSi. Bang Tope ( Mustafa Fakhri). juga bang Satya Arinanto sebagai Ketua PSHTN UI. Bang Fitra sebagai senior dan guru penulis pada penelitian TAP MPR di Pusat Studi Hukum Tata Negara UI.

Pegurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FHUI periode 2000-2001. 9. Sholikin (Sekretaris Mushola Al Fath). “Mr Filsuf Abadi dan Natural Born Researcher” yang sedang mencari pendamping hidup yang pas (katanya). Titi Anggraini atas bantuan dan diskusinya juga sakit). sekretaris yang sangat baik) . Ises. Icha Komisariat HMI (Penyemangat Komisariat FHUI”!). Diah dan kawan-kawan FHUI lainnya vi . Apreza. Rustam hubungan (moga yang Allah serius. Mohamad Mova Al Afghani.6. teman-teman di FHUI serta HMI Cabang Depok. Pengurus Senat Mahasiswa FHUI periode 2001-2002 10. Irma (teman. Sahabat setia dan saudaraku tercinta dan “MR Perfect” yang mendampingi. Allah dan sedang Sunan menjalin J. jutek “Hidup tapi HMI baik hati). skripsinya. 11. 8. Lieni (walaupun terkadang HMI. mendorong dan menyemangati penulis dari tingkat 1 sampai sekarang (terutama pada saat penulis Insya Ridla). Sahabat setia dan saudaraku tercinta yang senantiasa mengajak diskusi dan memberi semangat serta inspirasi bagi penulis. 7.

2003. harapan penulis agar karya ini dapat berguna dalam menjadi bahan bacaan bagi peminat Hukum Tata Negara. dan besar karya masih dari kesempurnaan. Bu Aminah ( matur nuwun bu). Catur ISMAHI. Sesungguhnya yang benar hanya dari Allah SWT semata dan yang salah dari kelemahan penulis.12. Mbak Vivi. 17. 15. Surya Yuli Diana. 16. Rahmat Bagja vii . Mohon Walaupun maaf bagi ini yang belum jauh lupa disebutkan. Bang Kurnia atas bantuannya yang Intan Wahyuningrum atas bantuannya di berarti. Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia periode 2002-2004. Dede Anggraini di Bogor maupun di Bangka terima kasih atas perhatiannya. Tentu saja si kecil Mardy atas segala encouragement dan bantuannya (Hatur Nuhun atas bantuan dan perhatiannya di waktu penulis sakit) 13. Bang Freddy. Teman-teman University Network for Free and Fair Election (UNFREL) 1999 simpul UI dan Simpul JABOTABEK. Agustus. Penulis. Depok. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. 14.

Pada Perubahan Keempat akhirnya Majelis Permusyawaratan Rakyat diubah komposisinya menjadi anggota 2 lembaga negara yaitu:Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah (pasal 2 ayat 1).3 Undang-Undang Dasar 1945 hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945. Agustus 2003. Perubahan tugas dan wewenang tersebut mengubah struktur kelembagaan yang ada. MPR sebelum Perubahan UUD 1945 jika diperbandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945. tetapi tetap secara lembaga tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. baik dalam hal lembaga maupun tugas dan wewenang. Depok: Fakultas Hukum. Ada beberapa tugas dan wewenang MPR dalam UUD yang harus diatur dengan jelas untuk menghindari kesalahan dalam bernegara. Universitas Indonesia. Akan tetapi setelah Perubahan UUD 1945. kemudian disusul yang kedua tahun 2000. secara lembaga MPR tidak bisa dipersamakan dengan negara lain. Pada Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dicabut kekuasaannya untuk melaksanakan kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat 2 Perubahan Undang-Undang Dasar 1945) kemudian tugas dan wewenangnyapun berubah sesuai dengan pasal 3 ayat 1.2. Setelah tahun 1999 terjadi perubahan UndangUndang Dasar 1945 yang pertama. Dan MPR sebaiknya diubah menjadi suatu forum bukan suatu lembaga yang aktif karena tugas dan wewenang MPR tidak memerlukan suatu lembaga negara. ketiga tahun 2001 dan keempat tahun 2002. 119 hal. SKRIPSI. tetapi Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap merupakan suatu lembaga yang unik jika diperbandingkan dengan lembaga negara di negara lain. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia adalah lembaga negara yang telah diberikan tugas dan wewenang tertentu oleh Undang-Undang Dasar 1945. ditemukan banyak kemiripan yang ada. Dalam perjalanannya Undang-Undang Dasar 1945 telah diganti oleh beberapa konstitusi dan kemudian kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945. viii . Dalam tugas dan wewenang MPR harus diatur lebih jelas lagi mengenai apa yang dimaksud tugas dan wewenang.ABSTRAK Rahmat Bagja (0598002146). Ada beberapa kesamaan dalam tugas dan wewenang dengan negara lain.

............................................................................................ LATAR BELAKANG............................................................................................................................ TUJUAN PENULISAN.............................................12 6.....................VIII BAB I PENDAHULUAN.............................................9 4.........................................................................METODE PENELITIAN.............10 5.................................................................................SISTEMATIKA PENULISAN......................................................................................................................................................................................................13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ix .........................DAFTAR ISI UNIVERSITAS INDONESIA..........................................................................................................................................................................................................................................................................I KATA PENGANTAR............9 3........1 1......................................................................................... DEFINISI OPERASIONAL ..................................................................................II ABSTRAK....................................................................................................POKOK PERMASALAHAN............................................................................1 2............I TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI.................................................

h. Bentuk negara yang telah dipilih harus memungkinkan terwujud dan terjaminnya Persatuan Indonesia. Jakarta. Alumni. h. Latar belakang Sejarah Republik kehidupan berbangsa pada dan bernegara 1945.3 1 Ernest Renan. Apakah Bangsa Itu?. 58 2 ASS Tambunan.19 3 Satya Arinanto. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. h. yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya. Ind Hill-Co. 1994. Pada pada tahun Indonesia dimulai tahun itulah berdirinya Negara Republik Indonesia sebagai suatu kumpulan besar manusia. Hukum Dan Demokrasi. Bandung. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan. 1991. menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa.BAB I PENDAHULUAN 1.59 1 . Persatuan Indonesia telah menjiwai proses penetapan bentuk negara.1 Persatuan Indonesia merupakan ide besar yang merupakan cita-cita hukum dan cita-cita moral bangsa Indonesia2. 1991.

Walaupun secara jelas pada masa itu belum ada lembaga-lembaga yang diamanatkan oleh UUD.5 Setelah UUD 1945 berlangsung selama 4 tahun diganti dengan Konstitusi RIS pada tahun 1949.Berdirinya Negara ini tidak hanya ditandai oleh Proklamasi dan keinginan untuk bersatu bersama. Pada masa UUDS 1950 terselenggara pemilihan umum pada tahun 1955 untuk memenuhi amanat dalam masyarakat dalam Undang-Undang Dasar. Setelah itu dimulailah periode kembali ke UUD 1945 ditandai dengan 4 Dekrit Presiden tahun 1959. dan terbentuk Konstituante yang bertugas membuat UUD. Bandung. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Jakarta. h. akan tetapi hal yang lebih penting adalah adanya UUD 1945 yang merumuskan berbagai masalah kenegaraan. 1984. Konvensi Ketatanegaraan. kemudian diganti lagi dengan UUDS 1950. 17 5 2 . h. Bagir Manan. Setelah bersidang selama beberapa tahun Konstituante dibubarkan oleh Presiden Sukarno secara sepihak. CV Armico. PT Bina Aksara. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan adanya Aturan Tambahan dan Aturan Peralihan UUD 1945. Atas dasar UUD 1945 berbagai struktur dan unsur Negara mulai ada4. Hasil pemilihan umum tersebut melahirkan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai suatu lembaga perwakilan rakyat. 1987. 36 Joeniarto.

Krisis Politik ditandai dengan adanya krisis kepemimpinan. h. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998.13-23 3 . menandai berakhirnya orde baru. Menurut Alexis de Tocqueville memandang civil society sebagai wilayah otonom dan memiliki dimensi politik dalam dirinya sendiri yang 6 Indonesia mengalami masa-masa sulit dimulai pada tahun 1997 pada saat turunnya harga mata uang rupiah.6 2. Krisis ekonomi. Krisis-krisis tersebut melahirkan gerakan reformasi yang menginginkan suatu perubahan di Indonesia. Suatu jaman perubahan yang dinamakan reformasi. 3. Krisis Konstitusi ditandai dengan otoriternya kepemimpinan nasional atas dasar konstitusi (executive heavy). dengan digantikan oleh orde reformasi atau zaman reformasi7. 2001. Pada saat itu terjadi perubahan Konstitusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Jakarta. hal ini tercermin dalam pemberitaan media massa pada tahun 1997 dan 1998 7 Sekretariat Jendral MPR RI. Sekretariat Jendral. Cetakan 2. Berkembanglah setelah itu wacana mengenai masyarakat madani atau dikenal sebagi civil society.Setelah tahun 1998 maka dimulai zaman reformasi dan zaman ini diakibatkan oleh berbagai krisis yaitu: 1.

Untuk kata Amandemen atau Perubahan maka yang dipakai 8 Hikam. 8 Menurut Al Mawardi ada beberapa syarat untuk mencapai keseimbangan dalam segi politik negara yang ideal menurut Islam:9 a. Jakarta. Imamah (kepemimpinan). Jakarta.226 Munawir Sjadzali. c. Cara pemilihan atau seleksi imam. Setelah tahun 1998 dimulai tuntutan-tuntutan akan perubahan mendasar di Republik Indonesia. LP3S. Demokrasi dan Civil Society. AS. Dan banyak kriteria lain untuk format masyarakat madani. Islam Dan Tata Negara.dipergunakan untuk menahan intervensi negara. Keadilan yang menyeluruh. b. seperti adanya lembaga perwakilan. Agama yang dihayati. Penguasa yang berwibawa. 63 9 4 . 1999. UI Press. d. h. supremasi hukum. h. f. Yang terpenting adalah dua tuntutan masyarakat pada saat itu adalah Supremasi Hukum dan Amandemen atau Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. 1993. Demokratisasi. e. pengadilan yang bersih juga merupakan kriteria masyarakat madani. Sistem Pemerintahan.

4. Cet. Alumni. to amend the Constitution mengubah Undang Undang Dasar dan Constitutional Amandement artinya perubahan Undang-Undang Dasar mempunyai makna yang berbeda. Lebih lanjut kata “amandement” itu diserap atau diIndonesiakan menjadi “amandemen”. Pada tahun 1999 terjadi Perubahan I UUD 1945 yang mengatur beberapa hal penting seperti pembatasan jabatan presiden.dalam karya ilmiah ini adalah Perubahan Undang-Undang Dasar karena artinya dalam bahasa Inggris. Pada tahun 2000 terjadi Perubahan II UUD 1945 terjadi Pada yang mengatur HAM dll. Sri Soemantri. 5 . perubahan Bahasa Dengan berarti demikian sama resmi apabila kita menyebut tetapi adalah kata dalam kata dengan yang “amandemen”. h. sedangkan kata perubahan berarti berubahnya sesuatu (dari asalnya).10 Dalam penulisan akan dipakai kata Perubahan Undang-Undang Dasar. Pada Perubahan I dan II beberapa 10 perubahan yang mendasar dalam UUD 1945. dipergunakan Indonesia “perubahan”. Dengan demikian kata mengubah dan perubahan yang berasal dari kata dasar “ubah” sama dengan to amend atau amandement. dan kata mengubah berarti menjadikan lain atau menjadi lain dari. Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi.133-134. 1987. Bandung. dan pemakaian kata yang lebih tepat adalah amandement.

h. Adanya Penghapusan Utusan Utusan sehingga Golongan Daerah dalam menjadi MPR MPR dan dilembagakannnya Perwakilan Daerah Dewan berubah komposisi secara total. Jakarta. Hal berakibat besar terhadap Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dalam banyak hal. Akan adanya Pemilihan ini Presiden dan Wakil Presiden tugas Langsung.Perubahan terdapat Undang-Undang beberapa Dasar 1945 sampai tahun 2000 reduksi kekuasaan lembaga eksekutif seperti dalam pembatasan kekuasaan Presiden. Akan tetapi setelah Perubahan III maka terjadi perubahan mendasar terhadap UUD 1945. 2001. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Secara garis besar dapat disimpulkan Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 meliputi: 1. 2. Presiden tidak lagi memegang kekuasaan legislatif. 11 Didit Hariadi Estiko.33 6 . Dan Presiden harus memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ataupun Mahkamah Agung jika berkaitan dengan hukum11. Sampai dengan Perubahan terhadap Perubahan yang II belum ada kritik yang tajam terjadi terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dari mayoritas Ahli Hukum Tata Negara dan Para Politisi Partai Politik. Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral.

maka Presiden langsung bertanggung jawab kepada pemilihnya. Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang disebutkan secara eksplist dalam UUD 1945 menjadi lembaga negara. Hal ini dikritisi sebagian besar oleh praktisi hukum terutama Hukum Tata Negara. Karena dengan adanya Pemilihan Presiden Langsung. Perubahan IV menjadi suatu keharusan yang mau tidak mau harus ada. sehingga menimbulkan masalah secara tekhnis hukum. Karena ada beberapa hal yang belum diatur dengan jelas.Setelah Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 berlaku maka banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam UndangUndang Dasar. Setelah kekuasaan adanya Perubahan UUD 1945 Rakyat maka berakhirlah lembaga Majelis Permusyawaratan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Perubahan dan peran III dan IV UUD 1945 telah mengubah status MPR. Ketika sedang memasuki Proses Perubahan IV perubahan yang kurang dicoba diperbaiki. Dan berakhir juga kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara dalam struktur kelembagaan 7 . Dan tidak ada lagi tugas membuat GBHN yang dilakukan oleh MPR. Proses Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi salah satu sebab banyaknya kekurangan yang terjadi.

h. Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai tugas dan wewenang lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat. Karena terkait dengan sistem ketatanegaraan. Hukum Tata Negara Indonesia menghadapi suatu masa perubahan besar dalam tugas dan wewenang lembaga Negara. setelah Perubahan 1945 dalam peraturan-peraturan tentang struktur UUD umum negara12. DPR dan DPRD. Sangat lembaga penting Negara untuk diselidiki tugas bagaimanakah dan nantinya dan melakukan wewenangnya menjalankannya. Dalam kekuasaan Majelis Permusywaratan dirancang Majelis Rakyat dan ini seluruh Dalam Rakyat aturan ketatanegaraan kekuasaan ini diawasi. 17 8 . Dan mendudukkan lembaga ini kembali didalam struktur ketatanegaraan Indonesia. menjalankan bertindak Permusyawaratan seakan tidak pernah salah. Sebelum Perubahan UUD 1945 kedudukan MPR adalah sebagai lembaga pemegang kedaulatan Rakyat. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. perekrutan anggota dan sistem pengambilan keputusan MPR (hal ini lebih dikhususkan pada masa orde 12 Kuntjoro Purbopranoto. 1981. Bandung: Alumni. Pembahasan lebih dikhususkan setelah Perubahan UUD 1945 dan undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR.Negara di Indonesia.

Bagaimana konsep lembaga Negara Majelis Permusyawaratan Rakyat setelah adanya UUD 1945 di amandemen ? 2.baru). Dan akibat perubahan dari tugas dan wewenang tersebut sehingga dapat menjadi suatu pembahasan yang komprehensif mengenai lembaga negara ini.Pokok Permasalahan Berdasarkan atas latar belakang yang telah dipaparkan. 2. Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: 9 . dan perbandingannya sebelum amandemen? perbandingannya dan dengan lembaga negara yang Bagaimana memiliki lain? tugas wewenang yang hampir sama di Negara 3. Dalam karya tulis ini Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akan dibahas dalam sudut pandang tugas dan wewenang MPR. Bagaimana Tugas dan Wewenang MPR setelah Amandemen UUD 1945 3. adapun perumusan yang diangkat dalam skripsi ini adalah: 1.

2. Mengetahui tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945.. 3. Pembatasan ini adalah kutipan dari alinea pertama Penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang berbunyi: “Undang undang Dasar suatu negara hanya sebagian dari hukum dasar negara itu.1. Undang Undang Dasar atau Konstitusi adalah aturan – aturan daasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Definisi Operasional Pembatasan dari beberapa istilah yang penulis gunkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikutL: 1. Undang Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis sedang disampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga hukum 10 . meskipun tidak tertulis.Untuk memenuhi kewajiban penulis dalam rangka menyelesaikan studi S-1 nya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 4. Mendapatkan pemahaman mengenai akibat pengurangan tugas dan wewenang MPR dan bagaimana konsep lembaga MPR sebelum dan setelah adanya perubahan Undang-Undang Dasar 1945 jika diperbandingkan dengan lembaga negara yang mempunyai tugas dan wewenang yang hampir sama di negara lain.

Jakarta 1976 h. Poerwadrminta. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) adalah lembaga perwakilan rakyat lembaga yang yang berfungsi sebagai lembaga legislasi dan juga fungsi menjalankan fungsi anggaran 13 14 Indonesia.dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggraan negara.16 6. h.13 2. Wewenang atau wenang adalah hak dan kekuasaan (untuk melakukan sesuatu)15 5. Tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan. 3. 1150 Ibid. h. Fungsi adalah jabatan(yang dilakukan) pekerjaan yang dilakukan. 283 15 16 11 . Kamus Umum Bahasa Indonesia. dipilih dalam Pemilihan secara langsung dan lembaga ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. WJS. meskipun tidak tertulis”. MPR (Majelis Permusyawaratan yang ada Rakyat) menurut Umum adalah UUD lembaga Yang Permusyawaratan anggotanya Rakyat 1945. Balai Pustaka.1094 Ibid. Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. PN.14 4.

pasal 20A. Penelitian Hukum Normatif ( Jakarta.18 7.pengawasan17. yaitu bahan-bahan antara hukum yang bahan-bahan pustaka yang penulis pergunakan mempunyai Undang kekuatan 1945. Jakarta. 12 . Lihat Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Konsolidasi naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat.20 Adapun meliputi: 1.25 Ibid. h. Bahan hukum primer. h.19 5.31 20 Penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian hokum normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka. Anggota Dewan Perwakilan rakyat dipilih melalui Pemilihan Umum. h.27 18 19 Ibid. DPD (Dewan Perwakilan Daerah) adalah lembaga perwakilan daerah yang berfungsi daerah sebagai propinsi Daerah lembaga di perwakilan dan legislatif Anggota dari Republik dipilih Indonesia. 14. 1995) hal 13. setiap Dewan Perwakilan dari provinsi melalui Pemilihan Umum. Raja Grafindo Persada. mengikat lain: Undang Dasar Konstitusi Republik Indonesia Serikat. 17 Jimly Asshiddiqie. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Undang-Undang Dasar Sementara 1950.Metode Penelitian Metode penulsian yang penulis gunakan dalam skripsi berjudul ”TUGAS DAN WEWENANG MPR SETELAH PERUBAHAN UUD 1945” ini adalah berupa penelitian kepustakaan.

Sistematika Penulisan Dalam Penulisan skripsi ini digunakan sistematika penulisan sebagai berikut. pokok permasalahan. metodologi penulisan.2. 6. maupun makalah-makalah yang berhubungan dengan topik penulisan ini. BAB I adalah pendahuluan yang mencakup latar belakang permasalahan yang akan ditulis. definisi operasional. Bahan hukum tersier. yaitu bahan –bahan hukum yang menjelaskan artikel bahan hukum primer seperti buku-buku. majalah dan koran. dan kamus bahasa. BAB II Menjelaskan konsep lembaga perwakilan yang merupakan konsep dasar MPR sebagai suatu lembaga negara yang memiliki kekuasaan sebagai lembaga pemegang kedaulatan rakyat. tujuan penulisan. Hal 13 . 3. yaitu bahan hukum penunjang yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum. dan sistematika penulisan. Bahan hukum sekunder.

ini dicantumkan dalam UUD 1945 sebelum Perubahan dan bagaimana konsep lembaga MPR setelah diadakan Perubahan UUD 1945. Juga dijelaskan memegang berbagai kekuasaan teori yang mendasari rakyat dan kekuasaan MPR kedaulatan bagaimana konsep lembaga perwakilan secara umum. 14 . juga bagaimana akibat dari tugas dan wewenang tersebut dalam mempengaruhi sistem lembaga perwakilan di Negara Republik Indonesia. BAB III adalah analisa yang akan menjelaskan bagaimana konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Dan menjelaskan struktur yang terjadi akibat tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar. Dan bagaimana konsep lembaga ini sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945 sehingga dapat diperbandingkan dengan jelas dalam mana tugas dan wewenang yang dikurangi atau ditambah setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Dan penjelasan bagaimana tugas dan wewenang tersebut dijalankan dalam praktek ketatanegaraan. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dianalisa juga dari sudut tugas dan wewenang sebagai lembaga negara.

Dan dalam bab ini diperiodisasi tugas dan wewenang MPR sebelum perubahan dan sesudah perubahan UUD 1945. BAB V Menerangkan tawaran solusi dari skripsi dengan menjelaskan tugas dan wewenang MPR setelah amandemen UUD 1945. 15 . Kemudian diambil kesamaan antara lembaga negara yang hampir sama dinegara lain dan dicari perbedaannya dengan cara diperbandingkan antara lembaga tersebut. Dan bagaimana pengaturan yang baik dari tugas dan wewenang MPR ditinjau dari kedudukan lembaga MPR setelah Amandemen UUD 1945.BAB IV MPR di Menjelaskan bagaimana perbandingan lembaga negara Indonesia dengan lembaga negara di negara lain dengan asumsi bahwa lembaga negara di negara lain memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama. dan Amerika Serikat. Venezuela. Dan diambil contoh negara adalah Cina.

1. Konsep Lembaga Perwakilan Untuk membahas lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia maka harus dijelaskan bagaimana konsep lembaga perwakilan rakyat. Konsep lembaga perwakilan tidak terlepas dari asal– usul negara yang dimulai: 16 . 1.Konsep Lembaga Perwakilan Pada Waktu Negara Berdiri Lembaga Perwakilan atau yang lebih lembaga sering yang dan disebut mewakili fungsi representative rakyat dalam institution melakukan adalah fungsi pengawasan legislasi.BAB II KONSEP LEMBAGA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. Dan rakyat bagaimana sehingga perubahan dapat konsep mengatasnamakan lembaga perwakilan yang ada setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga Rakyat dapat dapat dijelaskan digolongkan apakah kedalam Majelis lembaga Permusyawaratan perwakilan rakyat atau bukan.

22 M. Ilmu Negara. 21 Adanya pengakuan dari negara lain. Antara desa dengan desa terjadi pula kerjasama dan terjadilah dengan masyarakat lain negara. Solly Lubis.1. Disebabkan manusia tidak bisa hidup sendiri maka cara berkumpullah mereka untuk merundingkan memperoleh bahan-bahan primer (makanan. 26 Desember 1934 Pasal 1. Lalu terjadilah pembagian pekerjaan dimana masing-masing harus menghasilkan lebih dari keperluannya sendiri untuk dipertukarkan den demikian berdirilah desa. 2. Untuk hidup manusia berkehendak akan bantuan makhluk lain. h.21 Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan berdirinya suatu negara harus mempunyai 4 syarat: 1. Antara negara-negara karena negara terjadi sama juga lain kerjasama dan perlunya bantuan satu terjadilah hubungan internasional. Adanya rakyat 4. Adanya Pemerintah 3. 3. Manusia tidak bisa hidup sendiri. 2. 16 22 Konvensi Montevidio tentang Hak dan Kewajiban Negara (Convention on Rights&Duties of States). “ The State as a person of International Law should possess the following 17 . Adanya wilayah. temapat dan pakaian).

Jakarta. 2000. Ind Hill-Co. Tujuan dari negara adalah untuk menjalankan ketertiban dan keamanan. 51 Ibnu Khaldun. (c) government and (d) capacity to enter into relations with the other states”. organisasi Ini berarti. h. Jakarta. Ilmu Negara. (b) a defined territory.71 24 18 . Pustaka Firdaus.Ada yang menyatakan bahwa Negara merupakan perkelompokkan dari manusia yang merasa sendirinya senasib yang mempunyai tujuan yang sama23. dan itulah yang dimaksud dengan peradaban24. Menurut Aristoteles bahwa sesungguhnya negara itu merupakan suatu persekutuan hidup atau lebih tepat lagi qualifications (a) a permanent population. 23 Padmowahyono. Jadi didalam pandangan ahli agamapun pembentukan suatu organisasi kemasyarakatan untuk mengatur masyarakat menjadi suatu keharusan. Menurut ilmuwan Islam Ibnu Khaldun bahwa adanya organisasi kemasyarakatan (ijtima’i wal insani) merupakan suatu keharusan. yang ia memerlukan satu kemasyarakatan. Mukaddimah. menurut para filosof dinamakan “kota”. 1996 h. Para filosof atau ahli hukum (al-hukuma) telah melahirkan kenyataan ini dengan perkataan mereka :”Manusia adalah bersifat politis menurut tabiatnya “ (al insanu madaniyyun’biath-thab’i). Dan tujuan akhir dari negara adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi warga negaranya.

26 Timbulnya suatu negara tidak akan terlepas dari teori Contract Social yang diungkapkan oleh Thomas Hobbes. 2. Mc Dougall membagi pembentukan negara sebagai kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu: 1. h.35 26 27 19 . seperti tujuan dan arti negara bagi masyarakat.suatu disebut persekutuan he koinona hidup politis. John Locke dan JJ Rousseau . h. Jakarta. Ungkapan negara adalah persekutuan hidup politis sesungguhnya mengandung beberapa hal penting yang perlu dipikirkan25. suatu pemerintahan bersama yang melayani mereka Rousseau yang mendasarkan (anggapan hobbes. Filsafat Politik Aristoteles. Rajawali Pers. Rapar. Dalam bahasa Yunani politike. 51 M.Solly Lubis. artinya suatu persekutuan hidup yang berbentuk polis ( negara kota). Yang terjadi secara wajar atau alamiah atau natuurlijk.cit. Op.cit h. 1998. Yang terjadi atas dasar sengaja dibuat atau kuntsmatig.27 Kontrak Sosial merupakan perjanjian antara masyarakat yang ingin membentuk suatu negara.H. 33 Padmowahyono. Op. Locke dan negara atas suatu pembentukan 25 J.

Rousseau beranggapan bahwa negara bersifat suatu perwakilan rakyat. Negara itu diberi kekuatan tidak terbatas (Absolut). Jean tak Jacqueas berlainan perbandingan antara Thomas dan John Locke bahwa dan Rousseau masing-masing anggapan Hobbes. Walaupun Rosseau.perjanjian antara anggota masyarakat biasanya disebut teori perjanjian masyarakat). kepada yang Kemudian suatu rakyat ini menyerahkan ataupun kedaulatannya sekelompok lembaga. kerajaan dan Menurut Locke negara yang itu selayaknya jaminan manusia bersifat konstitusionil kebebasan healthy memberi pokok mengenai (ingat : hak-hak life. kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tentang sifat negara sangat berlainan. property). h. Menurut anggapan ketiga ahli tersebut pembentukan adanya negara itu disusun atas suatu perjanjian sosial. kebebasan dan liberty. dan negara itu selayaknya negara demokrasi yakni yang berdaulat adalah rakyat.28 28 Ibid. Menurut Utrecht tentang Hobbes. tentang Locke Mereka mempunyai pembentukan negara dan adanya negara itu. amanat persoon untuk orang mendapat menjalankan kedaulatan tersebut. Menurut Hobbes negara itu bersifat totaliter. 35 20 .

penduduk (negara jumlah negara (300.000 ketentuan– dalam ketentuan demokrasi hanya berlaku untuk warga negara yang resmi.Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat Setelah Negara Berdiri. Sifat langsung dari demokrasi Yunani dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung terbatas Serta suatu dalam suatu kondisi terdiri penduduk kota). 21 . Karena faktor populasi penduduk yang tidak memungkinkan dilakukan pada satu tempat 29 .2. Jakarta. Karena pada saat ini tidak mungkin semua rakyat berkumpul untuk menentukan keinginannya setiap saat. Gramedia. Dasar-Dasar Ilmu Politik.Jimly Asshiddiqie. Untuk mayoritas yang terdiri dari budak belian dan pedagang asing demokrasi tidak berlaku 30 . 1999. 1994. yang hanya merupakan bagian kecil dari penduduk. h. Jakarta. 70 30 Miriam Budiarjo. yang dari sedikit Lagipula sederhana. Atas dasar tersebut maka lahirlah teori demokrasi representatif29. Direct democracy adalah suatu bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur-prosedur mayoritas. kota dan wilayahnya sekitarnya). 54. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. h. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia.

354 Soetiksno. Akhirnya Demokrasi Representatif ini hampir dilakukan disetiap negara modern pada saat ini. pada dan berjalan Sehingga awalnya demokrasi dikritik oleh para pemikir-pemikir Yunani seperti Plato. 2002. Konsep Lembaga Perwakilan di Negara modern Setelah runtuhnya peradaban Yunani maka pada saat itu. h. sehingga dapat diartikan bahwa wakil rakyat 31 Plato. Apabila dilihat pada saat zaman Yunani telah berlaku pemerintahan akhirnya yang berdasarkan tidak baik. Filsafat Hukum Bagian 1.dan pada suatu Dan saat. Jakarta. h. PT Pradnya Paramita. 3. Jakarta.16 32 22 . 2002. rakyat (demokrasi). Socrates31 dan Aristoteles32. sehingga harus dicari pemecahan Perwakilan masalahnya. muncullah konsep demokrasi Rakyat atau yang sering lebih disebut sebagai Demokrasi Representatif. monarki dari Romawi negara-negara sebagai menjadikan orang (raja) pusat pemerintahan. Bentang. Muncullah peradaban Romawi yang membuat suatu konsep baru yaitu munculnya dan Senat Caesar sebagai sebagai perwakilan pemegang berfungsi kekuasaan sebagai pengawas dan eksekutif Setelah yang perwakilan runtuh satu maka rakyat muncul dibidang pemerintahan. Republik.

3.adalah raja.1. Hal ini untuk independen dalam menghadapi komunitas lain. It is. diartikan otoritas sebagai tertinggi ”suatu dalam mempunyai wilayah tertentu terhadap penduduk tertentu “33. PT. independent in the face of other communities. Yogyakarta. moreover. London . yang maka sangat kembali menjadi penting. 44 34 23 . Dan akan mempengaruhi substansi yang akan diperlukan 33 Carol C. Menurut Harold J. 1993. Laski bahwa: “ the modern state is a sovereign state. therefore. Penyerahan kewenangan mengatasnamakan rakyat dari rakyat ke lembaga negara. Dan kemudian lembaga negara mempunyai otoritas untuk memerintah rakyat merupakan suatu hal yang terjadi dalam proses politik dinegara manapun. It is. George Allen & Unwin LTD. Terjemahan bebas: Negara modern adalah negara yang mempunyai kedaulatan. Teori Kedaulatan Setelah merumuskan adanya negara kedaulatan di jaman suatu modern. Tiara Wacana Yogya. Demokrasi Ditinjau Kembali. Dan menurut Robert Paul Wolf peran lembaga negara yang mengatasnamakan kelompok orang negara yang itu.229 Harold J Laski.1938 h. internally supreme over the territory that it control”34. It may infuse its will towards them with a substance which need not be affected by the will of any external power. A Grammar Of Politics.Gould. h.

Karena kedaulatan adalah wewenang tertinggi yang tidak dibatasi oleh hukum dari pada penguasa atas warga negara dia dan orangorang lain dalam wilayahnya”35. Jakarta. Ilmu Negara. Kedaulatan Raja. Menurut kedaulatan Jean yang Bodin dikenal sebagai bapak teori merumuskan kedaulatan bahwa kedaulatan adalah suatu keharusan tertinggi dalam negara: “Suatu keharusan tertinggi dalam suatu negara. Kedaulatan Rakyat. 1996 hal. Ind Hill Co. Muncullah merumuskan negara36: 1. dimana kedaulatan dimiliki oleh negara dan merupakan ciri utama yang membedakan organisasi negara dari organisasi yang lain di dalamn negara. Sehingga kedaulatan merupakan hal yang mempengaruhi seluruh kehidupan bernegara. Jelas disini kedaulatan merupakan suatu keharusan yang dimiliki oleh negara yang ingin independen atau merdeka dalam menjalankan kehendak rakyat yang dipimpinnya.dalam kekuasaan internal dan kekuasaan eksternal. Kedaulatan Tuhan. Hal ini lebih jauh merupakan kekuasaan yang tertinggi atas wilayahnya. 3. h 154 24 . 153 Ibid. 35 36 teori-teori dan apakah kedaulatan yang yang mencoba suatu siapa berdaulat dalam Padmo Wahjono. 2.

2.1. h. bukan saja di dunia barat tapi juga di timur. Solly Lubis. Sehingga dapat dikatakan bahwa kekuasaan teokrasi dimiliki oleh hampir seluruh negara pada beberapa peradaban.1. Kedaulatan Negara. Kedaulatan Hukum. Misalnya jika Tenno Heika di Jepang dianggap berkuasa sebagai turunan dari Dewa matahari. Op. Bentuk kedaulatan yang 2 terakhir menunjukkan kedaulatan yang tidak dipegang oleh suatu persoon.37 3.1.Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan Tuhan dimana kekuasaan yang tertinggi ada pada Tuhan. Apabila pemerintah negara itu berbentuk kerajaan ( monarki) maka dinasti yang memerintah disana dianggap turunan dan mendapat kekuasaannya dari Tuhan.jadi didasarkan pada agama. 3.4. Teori-teori teokrasi ini dijumpai.Kedaulatan Raja Teori kedaulatan bahwa kekuasaan yang tertinggi ada pada raja hal ini dapat digabungkan dengan teori pembenaran negara yang menimbulkan kekuasaan mutlak pada raja/satu 37 M.Cit. 41 25 . 5.

Menurut mewakilkan Kemudian diberikan teori ini. maka yang berkuasa ini adalah 38 pemerintah.59 Soehino.121 39 26 . Teori-teori kekuasaan jasmani atau teori-teori perjanjian dari Thomas Hobbes. 3. Filsafat Hukum Bagian 2. 2003. h. Ilmu Negara. Bilamana pemerintah Soetiksno. dan dapat disimpulkan bahwa trend dan simbol abad 20 adalah tentang kedaulatan rakyat. Teori ini menjadi inspirasi banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. L’etat cest moi yang diungkapkan oleh Louis XVI yang menjadi sumbu dari pergerakan Revolusi Perancis.penguasa38. 1980. Liberty. PT Pradnya Paramita. Jakarta. Dan kemudian muncul menjadi negara adalah raja. ataupun lembaga perwakilan. Rousseau yang pada akhirnya teori ini menjadi inspirasi Revolusi Perancis39. yang negara pada menjadi kekuasaan pemerintah. Yang menjadi bapak dari ajaran ini adalah JJ.3 Kedaulatan Rakyat Teori ini lahir dari reaksi pada kedaulatan raja.1. Tetapi karena pada saat dilahirkan teori ini banyak negara yang masih raja menganut atau sistem monarki. h. Yogyakarta. rakyatlah yang berdaulat kepada dan atau menyerahkan memecah kekuasaannya beberapa negara.

162 Solly Lubis. 1999. negara mempunyai Negaralah (dalam hak yang sumber arti tidak negara.41 3. Mizan. h.42 40 Deliar Noer.42 Ibid. Mereka taat kepada hukum tidak karena suatu perjanjian tapi karena itu adalah kehendak negara. Kedaulatan rakyat ini. government=pemerintah) dianggap terbatas terhadap life. Apabila Raja memerintah hanya sebagai wakil.Cit. h.4. tetapi melangsungkan teori kedaulatan raja dalam suasana kedaulatan dalam rakyat. Kedaulatan Negara Teori ini juga sebagai reaksi dari kedaulatan rakyat. Jakarta. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. Menurut Dari paham itu ini.melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan kehendak rakyat.. didasarkan pada kehendak umum yang disebut “ volonte generale” oleh Rousseau40. liberty dan property dari warganya. h. Warga negara bersama-sama hak miliknya tersebut. sedangkan kedaulatan penuh ditangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah itu. Op.42 41 42 27 .1. dapat dikerahkan untuk kepentingan kebesaran negara. maka rakyat akan bertindak mengganti pemerintah itu.

Tetapi wewenang tertinggi hanyalah ajaran tersebut alat. memiliki adalah Sebenarnya kedaulatan.5. negara Jadi kedaulatan negara penjelamaan baru dari kedaulatan raja. Golongan Birokrasi ( staf pegawai negara).Cit. Jerman diajarkan yang yang oleh madzhab Deutsche pada teori Publizisten kekuasaan memberikan mutlak. Junkertum (golongan idustrialis) 3.Hal ini terutama Schule. dan negara adalah abstrak maka kedaulatan ada pada raja. 156 28 . berada bukan pada yang ini negara.P. konstruksi suasana raja pada kedaulatan rakyat.S kedaulatan bulat pada rakyat.1. Sehingga apa-apa dan praktis tidak rakyat tidak mempunyai Oleh kewenangan karena itu memiliki kedaulatan. Armee (angkatan perang) 2. Op. h.43 3. Teori Kedaulatan Hukum Teori kedaulatan hukum timbul sebagai penyangkalan terhadap teori kedaulatan negara dan dikemukan oleh Krabbe. Kuatnya kedudukan raja karena mendapat dukungan yang besar dari 3 golongan yaitu: 1. Karena pelaksanaan kedaulatan adalah negara. 43 Padmo Wahjono. menurut sarjana-sarjana D.

dari konsep kedaulatan rakyat yang diwakilkan menjadi kedaulatan hukum.44 Menurut teori ini. 41 Indonesia. 2. Kesadaran hukum inilah yang membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. Op.Konsep Lembaga Perwakilan Setelah adanya Kontrak Sosial Berangkat dari teori Rosseau mengenai Demokrasi Perwakilan. h. Dan hukum merupakan sumber kedaulatan. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945.Teori ini menunjukkan kekuasaan yang tertinggi tidak terletak pada raja (teori kedaulatan raja) juga tidak pada negara (teori kedaulatan negara).Solly Lubis. h. pasal 1ayat 2 45 46 29 . hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia.45 Teori ini dipakai oleh Indonesia dengan mengubah Undang-Undang Dasarnya. Tetapi berada pada hukum yang bersumber pada kesadaran hukum pada setiap orang. 3. Menurut Rousseau maka rakyatlah yang berdaulat dan kemudian mewakili kedaulatannya kepada suatu lembaga 44 Ibid. Cit.156 M. Kedaulatan hukum tercantum dalam UUD 1945 “Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan oleh Undang-Undang Dasar46.

1938. h.48 Terjemahan bebas: “Ketika kekuasaan legislatif dan eksekutif bersatu dalam satu orang atau lembaga. to enforce them in tyrannical manner. because apprehensions may arise lest the same monarch or senate should enact tyrannnical laws. berarti kemungkinan akan tidak ada kebebasan. Akan tetapi hal ini membawa kekhawatiran tentang kekuasaan yang diberikan kepada satu lembaga. London. A Grammar Of Politics. karena kesanggupan akan muncul dengan 47 Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno yang selama Abad Pertengahan telah disisihkan. the judge might behave with all the violence of an opressor”. Were it joined to the executive power.Were the power of judging joined with the legislature... Konsep demokrasi rakyat seperti ini menjadi suatu hal yang diminati pada saat Renaissance dan menjadi konsep yang sering dipakai pada saat ini.. Seperti yang dikatakan oleh Montesquieu “When the legislative and executive powers are united in the same persons or body. for the judge would then be the legislator. there can be no liberty.. Raja bertindak atas nama negara dengan tujuan melaksanakan kedaulatan rakyat. 297 30 .yaitu pemerintah ( siapa yang memerintah untuk menjalankan kedaulatan tersebut). 48 Harold J Laski. Pada dahulu kekuasaan cukup diwakilkan kepada raja 47 . George Allen & Unwin LTd. Aliran ini membelokkan perhatianyang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah soal-soal keduniawian dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. sehingga raja dengan pemerintahannya dapat mengatasnamakan negara. the life and liberty of the subject would then be exposed to arbitrary control.

dan lembaga tersebut akan berbuat tirani. Bagi para ahli politik tentang kekuasaan. jaman modern adalah Yang sering dipakai dalam pemerintahan dan kekuasaan yang negara 49 demokrasi. lazimnya berkembang atas 2 teori.Cit. 70 31 . h.. yaitu : 1. Dan ketika kekuasaan mengadili bersatu dengan legislatif. Teori Demokrasi Langsung dapat (direct dilakukan democracy) secara dimana kedaulatan dalam arti rakyat langsung rakyat sendirilah yang melaksanakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya. Antara sehari-hari.membuat perundang-undangan yang tiran dan dilakukan oleh pemerintahan monarki atau senat... bahwa ia juga 49 Jimly Asshiddiqie. maka hakim mungkin akan bertindak dengan segala kekerasan sebagai penindas”. rakyat berdasarkan rakyat. Representasi disini sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di samping beberapa hal pokok lainnya. Teori Demokrasi tidak langsung (representative democracy). 2.. Op. Muncullah berbagai teori tentang bagaimana seharusnya dalam menjalankan kedaulatan. Dan ketika kekuasaan mengadili digabung dengan kekuasaan eksekutif. maka kehidupan dan kebebasan dari pengadilan tersebut akan kemudian terkena kontrol yang sepihak dimana hakim tersebut menjadi legislatif.

50 Kemudian perkembangan lembaga perwakilan di duniapun menjadi tuntutan beragam zaman dan dan berkembang. h. London. Millan Education LTD. Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. dilekatkan Hal pada ini sesuai dengan membuat kekuasaan undang-undang. h. Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalisme: pembatasan kekuasaan pemerintah dan kebebasan politik warga negara.sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain. 1959. Rajawali. 7 32 .Konsep Lembaga Perwakilan Rakyat di Negara Modern. CV Qalam Yogyakarta. Setelah berkembangnya ide demokrasi yang telah dimulai sejak abad ke 19 maka konsep pemerintahan demokrasi menjadi suatu trend dan isu global dalam dunia. Sehingga mayoritas negara menggunakan demokrasi sebagai sistem politik dan negara mereka. 65 51 AV. h. Jakarta. Otoritas Dan Demokrasi. Yogyakarta. lxi 52 Samuel P Huntington. Dicey. Mc.3. 2003. Konsep dasar lembaga perwakilan atau parlemen adalah sistem Demokrasi Perwakilan dimana kedaulatan rakyat yang 50 April Carter. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia.51 3. 1985. CV.52 Berpijak pada hal tersebut maka konsep lembaga perwakilanpun berkembang dan terbagi dalam berbagai sistem.

Sistem satu kamar Sistem satu kamar adalah sistem parlemen yang berdasar pada satu lembaga ini legislatif tertinggi fungsi dalam struktur dan negara.tercantum dalam Undang-Undang Dasar. Lembaga menjalankan pemerintah dan legislatif juga pengawasan terhadap membuat Undang- Undang Dasar.4. dan yang dipakai dalam teori kedaulatan adalah kekuasaan dibidang pengawasan dan pembuatan undang-undang53. 3. 1. Sistem Lembaga Perwakilan Rakyat Lembaga perwakilan atau yang lebih dikenal sebagai parlemen dibagi kedalam berbagai sistem yaitu: 1. Sistem 1 Kamar 2. h. Oxford University Press. Isi unikameral aturan ini mengenai dan fungsi dan tugas dari parlemen negara beragam bervariasi satu dengan negara yang lain. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. 1957. Oxford. Tetapi pada pokoknya serupa bahwa secara kelembagaan fungsi legislatif tertinggi diletakkan 53 Geoffrey Marshal.12 33 . Kemudian dipecah menjadi beberapa kekuasaan yang ada. Sistem 2 kamar ad.

Strong yang sebagai tidak tepat ini kita yang atau tidak riil karena kita akan klasifikasi pergunakan tidak maka menyamakan negara-negara melakukan pemilihan anggota badan perwakilan menjadi satu dengan negara-negara 54 Jimly Asshidiqie.36 55 Ibid.54 Ad. kedua kamar majelis dalam sistem bikameral ini memiliki kedudukan yang sederajat. baik secara politik maupun secara legislatif. Jakarta. h.sebagai tanggung jawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat. 37 34 . h. Satu sama lain tidak saling membawahi. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. UI Press.F. 1996. Pada prinsipnya. Undang-undang tidak dapat ditetapkan tanpa persetujuan bersama ataupun melalui sidang gabungan diantara kedua majelis itu55. atas Dalam 2 lembaga legislatif tugasnya dalam suatu struktur ini menjalankan kedua lembaga mempunyai tugas-tugas tertentu. Pembagian menyatakan apabila ini dikritik oleh C. Sistem 2 Kamar Sistem 2 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi negara. 2.

Op. 1981. Meskipun tidak banyak dikenal.58 4. Rajawali.yang melakukan pemilihan umum. 56 Sri Soemantri.Tugas Dan Wewenang Lembaga Perwakilan secara Umum.56 pemilihan anggota badan perwakilan dengan Walaupun demikian konsep lembaga perwakilan 1 kamar atau 2 kamar menjadi konsep lembaga yang dipakai oleh mayoritas negara di dunia. Jakarta. CV. h. sistem tiga kamar ini dipraktekkan dalam Sistem Pemerintahan di Cina Taiwan. h. Dan biasanya sistem dua kamar dianut oleh negara federal.69 Miriam Budiarjo. Sistem ini struktur organisasi parlemennya nasionalnya terdiri atas tiga badan yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri.180 Ibid.Cit.h. 43 57 58 35 . Sistem 3 kamar adalah sistem yang sistem parlemen yang terbagi atas 3 lembaga legislatif atau lembaga perwakilan dalam suatu struktur negara. Negara kesatuan yang memakai sistem 2 kamar karena untuk membatasi kekuasaan majelis lain.57 Sistem parlemen lain yang pernah digunakan pada negara adalah sistem 3 kamar. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Negara.

West Group. 5. 1999 61 Dahlan Thaib. sevent edition. 1999. h. Black’s Law Dictionary . 1976. Sebagai lembaga perwakilan yang agar rakyat yang oleh mengawasi pemegang tidak jalannya kekuasaan pemerintahan eksekutif dilakukan kekuasaan pemerintah menindas rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang59. Teori Hukum Dan Konstitusi. Ni’matul Huda. juga Dan diinterprestasikan pembuat dalam undangDasar dan sebagai Undang-Undang (supreme legislative body of some nations )60. Coalitions in Parliamentary Government.16 60 Bryan A Garner (ed in chief). 36 . Jakarta.Tugas dan wewenang yang dijalankan setiap lembaga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut: 1. Konsep Lembaga Perwakilan di Indonesia Konsep lembaga perwakilan di Indonesia jika dipecahpecah akan terbagi Dasar kedalam yang beberapa periodesasi Negara menurut Undang-Undang . Princeton University Press. St Paul. Jazim Hamidi. New Jersey. Sebagai pemegang kekuasaan legislatif untuk menjalankan keinginan undang rakyat. h. Minn.75. 2. PT Raja Grafindo Persada.yaitu:61 dipakai dalam Indonesia 59 Lawrence Dood.

1. UUD 1945 37 . 5. yang berlaku antara 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 4. 2. Sehingga MPR dan DPR (yang seharusnya merupakan badan legislatif) 62 Indonesia.1. Dan Majelis Permusyawaratan Rakyatpun tidak diberi kewenangan Perwakilan legislatif Rakyat yang (membuat undang-undang). Yang akan dibahas secara deskriptif dalam karya tulis ini adalah periode kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 terutama setelah perubahan UUD 1945. yang berlaku antara 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950 3. Undang-Undang Dasar 1945. yang berlaku antara 18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949. Konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949. Sebelum Perubahan UUD 1945 Perkembangan konsep lembaga perwakilan di Indonesia dimulai sejak tahun 1945. badan yang Dewan berada merupakan dibawahnyapun tidak diberi kewenangan legislatif. Kembali Ke Undang Undang Dasar 1945. Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950. Tidak ada ketentuan secara tegas yang menyatakan bahwa MPR termasuk lembaga perwakilan atau tidak62. yang berlaku sejak dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan sekarang.

Yogyakarta. sehingga lembaga MPR termasuk kedalam penjelmaan perwakilan rakyat sepenuhnya dan mempunyai kekuasaan di segala fungsi65. Implementasi Sistem Ketatanegaraan menurut UUD 1945.67 38 . h. 63 Jimly Asshiddiqie. kekuasaan mengubah Undang-Undang Dasar dan kekuasaan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara.mendelegasikan kewenangan/kekuasaan yang berlebihan kepada lembaga pemerintah. Liberty. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. Dan jika dilihat Rakyat dari penjelasan 2(dua) diatas macam Majelis fungsi. Jakarta:Ind. Fungsi memiliki legislatif. yang lahir dari kekuasaan- kekuasaan menetapkan Undang-Undang Dasar. h. Secara 63 filosofis MPR merupakan perwujudan seluruh rakyat di Indonesia. UUD 1945 pasal 1 ayat 2 25 64 65 Dahlan Thaib. “Kedaulatan oleh ada di tangan rakyat dan dijalankan Rakyat”64. Jakarta.55 66 Muchyar Yara. 1998 . PT. 1995.Hill-Co. Teori Dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. Indonesia. Permusyawaratan yaitu:66 1. MPR secara yuridis menurut pasal 2 ayat 1 UUD 1945. sepenuhnya Berarti yang Majelis Permusyawaratan rakyat di merupakan penjelmaan Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat. h. 1993.Nadhillah Ceria Indonesia.

yang lahir melalui kekuasaan memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. h. Untuk menjamin agar majelis ini benar-benar menjadi penjelmaan seluruh rakyat.2. 3. Dalam melihat MPR secara keseluruhan maka harus dilihat ide pembentukannya pertama kali. Fungsi non legislatif.67 Sebelum mempunyai dilakukan perubahan UUD 1945 maka rakyat MPR yang kewenangan menjalankan kedaulatan penuh. Maka ditentukan bahwa keanggotaannya meliputi: 1.50 39 . Tidak ada suatu lembaga negarapun di Indonesia yang diberikan kewenangan sebesar ini sehingga MPR menjadi lembaga yang sangat kuat. Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 1996. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. UI Press. 2. Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan peundang-undangan yang berlaku. Jakarta. Konsep lembaga MPR sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945 harus dilihat dari apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini yang merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 67 Jimly Asshidiqie.

58 40 . terpengaruh atau bahkan mengadopsi langsung 68 Eman Hermawan. Sebelum Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 telah ada lembaga yang dibentuk oleh Jepang yaitu BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan merupakan badan yang menyelidiki Walaupun Dasar. Konstitusi tertinggi dan atau Undang-Undang yang Dasar adalah hukum usaha persiapan kemerdekaan merumuskan di Indonesia. hak asasi manusia sebagaimana umumnya sebuah konstitusi. pada akhirnya BPUPKI Undang-Undang tertulis mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan negara. KLIK dan DKN GARDA BANGSA. 2003. Yogyakarta. susunan badan-badan negara. mudah diduga para anggota BPUPKI akan terinspirasi. dasar ideologi negara. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Dan membatasi kekuasaan pemerintah sehingga tidak sewenang-wenang.68 Merumuskan rancangan konstitusi tentu merupakan tidak yang pekerjaan asing bagi mereka. Dengan demikian. h.(Founding Fathers). Sulit mencari untuk mengatakan tidak ada dalam sama sekali diantara mereka berpengalaman merancang suatu sistem kekuasaan negara. sebagai kumpulan aturan pembagian kekuasaan negara.

Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. Walaupun demikian lembaga perwakilan di Indonesia haruslah dilihat sebagai suatu hal yang khas dari sistem Jimly ketatanegaraan Asshiddiqie adalah di Indonesia. Op. h. Montesqieu Penggagas Trias Politica. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia.52 71 41 . h. Tetapi juga yang bersifat individu. Jakarta.gagasan berlaku atau dari praktek bernegara lain yang yang pernah atau sedang dalam bukan bangsa Dan dirumuskan konstitusi konstitusinya69. DPR. Apabila dicari kemiripannya maka akan mirip dengan sistem parlemen 1 kamar.1996. ataupun tiga kamar.Cit. Konsep dikategorikan perwakilan sistem di Indonesia satu sulit dua untuk kamar perwakilan kamar. umum dengan pelaksanaan yang pengadilan kita sebut kebebasan seperti apa pemerintahan berdasarkan hukum (hal ini diungkapkan oleh Montesquieu )70. 69 Menurut sistem Profesor di bahwa sistem parlemen Indonesia Tim PSHK.h.19 70 Judith Shklar. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. kategori campuran71.173 Jimly Asshiddiqie. 2000. Dan para founding fathers kemudian membuat beberapa lembaga negara yang fungsinya mengawasi lembaga negara yang lain. tujuan legal dari hanya suatu pemerintahan perwakilan yang terbatas.

suatu tahapan peralihan yang berupa dominasi oleh kaum intelektual (seperti kaum nasionalis.P. dan demokrasi72. 5. Walaupun Undang-Undang belajar ke negara lain sehingga akan ada proses peniruan dengan negara lain.478 42 .2. oligarki totaliter dan oligarki tradisional. Jakarta. politik intelektual totaliterisme kaum aristokrasi totaliterisme syncretiknya (serupa Organski). demokrasi terpimpin. Varma. model dengan stalinisnya Organski). h. oligarki yang memodernisasikan. Kemungkinan Indonesia mengambil beberapa pola sistem politik yang berbeda telah dipikirkan oleh penulis-penulis ilmu politik yang jeli. Dan John Kautsky dengan tema yang sedikit berbeda berbicara tentang otoriterisme arsitokratik tradisional. Sistem Parlemen Setelah Perubahan 72 UUD 1945 S. Dan konsep lembaga negara untuk Indonesia membuat berdasarkan yang para keinginan dalam founding struktur fathers lembaga Dasarnya hal berbeda pembuat negara. Rajawali Pers.Kesulitan untuk mengkategorikan hal ini mungkin karena Indonesia adalah negara yang baru ada. 1990. Shils telah berbicara tentang lima kategori seperti: demokrasi politik. Teori Politik Modern.

Oxford University Press. dikategorikan sebagai lembaga perwakilan rakyat. lembaga tertinggi MPR tetap dalam tidak sistem bisa ketatanegaraan di dikategorikan membuat bisa sebagai peraturan legislatif karena Tetapi MPR MPR tidak masih perundang-undangan. 1998 43 . Government And Politics In Western Europe. Karena Undang Dasar susunan 1945 anggota menurut MPR yang 2 ada UUD dalam 1945 Undangsetelah pasal Perubahan Keempat adalah: (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat yang dan anggota melalui Dewan Perwakilan dipilih pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. New York. third edition.3 74 Yves Meny. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. h.73 Jika dilihat dari komposisi anggota Majelis Permusywaratan Rakyat maka MPR dapat digolongkan sebagai lembaga parlemen74. Jakarta. Andrew Knap.Setelah dilakukan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Dan masih ada kewenangan membuat Undang73 Jimly Asshiddiqie. Konsep MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam negara dihapus dengan Perubahan ke 4 Undang-Undang Dasar. MPR tidak lagi memegang kekuasaan Indonesia. PSHTN UI.

Undang Dasar. h. 2001. 3. memberhentikan Rakyat presiden. Jakarta: IFES. diakses pada tanggal 10 Agustus 2003. IDEA.UN. Secara teknis pelaksanaan juga jauh lebih mudah perwakilan Dewan Perwakilan didaerah Daerah sebagai suatu rakyat dipahami diantaranya karena sudah ada pembagian wilayah administratif yang jelas. 2. dianggap institusi Representasi kepentingan rakyat secara nasional dalam lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih melalui partai politik dalam pemilihan umum. Sistem Pemilu. Pemilihan mewakili kabupaten.29 44 . 76 Tim IFES.australianpolitics.76 Representasi lembaga karena: 1. maka Majelis demokrasi Permusyawaratan perwakilan75.com/democracy/terms/parliamentary-democracy. Hal ini merupakan suatu tuntutan negara demokratis. berbasis semua propinsi lebih representatif dengan yang basis ada di daerah dibandingkan kabupaten mengingat jumlah 75 http://www. Secara sosiologis ikatan masyarakat dengan propinsi jauh lebih kuat dibandingkan kabupaten.shtml.

Juli. h. Hal ini diungkapkan oleh Prof.8-9 45 . 2003. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keemapat UUD 1945.Jimly Asshiddiqie pada seminar yang dilaksanakan di Bali78. 77 Jika demikian maka sistem parlemen di Indonesia adalah sistem trikameral.Cit. disampaikan dalam Seminar yang dilakukan oleh BPHN dan DEPKEH dan HAM RI. Op. Kewenangan tertinggi kekuasaan. Diadopsinya pemilihan prinsip pemisahan dan Wakil diadopsinya Presiden Presiden secara langsung. yang dicabut. Dengan alasan bahwa unsur keanggotaan MPR yang berubah.41 78 Jimly Asshiddiqie.pulau jawa tidak seimbang dengan daerah diluar pulau jawa. h. 77 Tim PSHK.

Sebelum Permusyawaratan Undang-Undang Karena membahas Rakyat. UUD 1945 2.BAB III TUGAS DAN WEWENANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA 1. adalah: Yang 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sebelum Perubahan UUD 1945. Konstitusi bagaimana UUDS MPR akan dibahas Sedangkan adalah yang perumusan pertama kali. 3. dasar pernah berlaku Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara. Dasar yang tugas maka dan harus wewenang dilihat di Majelis bagaimana Indonesia. UUD tersebut 1950. Di Indonesia Undang-Undang Dasar yang pernah berlaku terbagi atas RIS 3. 46 .

Sejalan dengan Konsepsi tersebut Muh. Bina Aksara. urusan mereka diputuskan musyawarah antara mereka dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. dengan mengutip surat Assyura ayat 38 yang artinya: “ Dan bagi orang-orang yang beriman. mematuhi sedang seruan Tuhan-Nya dan mendirikan dengan shalat.69 80 47 .Yamin ternyata juga mengemukakan prinsip dari lima prinsip yang dikemukakannya. Dalam sejarah pembentukan UUD ini dapat diketahui bahwa dalam UUD keinginan didalam bentuk untuk menjelmakan perwakilan aspirasi seperti rakyat Majelis berupa badan Permusyawaratan Rakyat. 1. UUD 1945 UUD disepakati 1945 adalah Undang-Undang bagi Dasar pertama yang sebagai Konstitusi Republik Indonesia.1. h. MPR Dari Masa Ke Masa.menjadi bahasan utama adalah tugas dan wewenang sebelum dan sesudah Perubahan UUD 1945. Jakarta. Demikian juga prinsip 79 Samsul Wahidin. pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno79. Prinsip keempat ialah Peri Kerakyatan. Ibid h.68. Permusyawaratan. yang terdiri dari80: A.

Kebijaksanaan: Rationalisme.musyawarah dasarnya ini diterapkan bersatu sesudah zaman Nabi yang ialah untuk bermufakat81. perubahan dalam adat dan masyarakat keinginan penyerahan. h . PT Bulan Bintang. h. Yamin untuk menampakkan Indonesia. Jakarta. Islam bahwa ialah dan musyawarah musyawarah Hal yang yang dimaksudkan bersumber dari hukum Adat. yang hukum aslinya ialah hukum adat. Pedoman Islam Bernegara. Rationalisme sebagai dinamik masyarakat. 1989. Perwakilan sebagai dasar abadi dari tata negara. 48 . Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. 1982. Jakarta: Ghalia Indonesia. B.224 82 Muhammad Yamin. Hukum Islam dalam hal ini diilhami oleh Al Quran. sedangkan adat diilhami oleh kondisi bangsa Indonesia.82 C. tersebut merupakan perpaduan konsepsi yang paling berpengaruh di Indonesia. Dalam konteks ini Muh. 81 Ibnu Taimiyah. Dan dilakukan yang kecil oleh dan seluruh dengan Murba dalam masyarakat perantaraan perwakilan dalam susunan negara. menurut perpaduan adat dengan perintah agama. Perwakilan: Dasar Adat yang mengharuskan perwakilanperwakilan sebagai ikatan masyarakat di seluruh Indonesia.103.

Unsur-unsur

yang

dipakai

dalam

merumuskan

sedikit Hal

banyak mirip dengan Majelis Syura83 dalam agama Islam84.

ini tidaklah aneh karena sebelum diubah pada tanggal 18 Agustus 1945, ada beberapa pasal yang memuat tentang agama Islam misalnya pasal 6 dan pasal 29. Dalam masa setelah disahkannya Undang-Undang Dasar

1945 sebagai Undang-Undang Dasar negara. Maka Undang Undang Dasar ini menjadi suatu pedoman bernegara yang dipakai oleh seluruh lembaga negara yang ada di Republik Indonesia. Setelah kemerdekaan maka lembaga atau fungsi yang baru dibentuk adalah fungsi dilakukan eksekutif. oleh Fungsi tersebut dan Wakil

direpresentasikan

Presiden

Presiden dan kabinetnya untuk menjalankan kekuasaan secara sementara. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pun tidak sesuai dengan yang diamanatkan oleh UUD yaitu dipilih oleh PPKI. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan adanya Aturan Peralihan dalam UUD 1945.

83

Majelis Syura menurut sebagian orang dalam menginterprestasikan IsIam adalah suatu badan permusyawaratan yang dibentuk untuk menyelesaikan dan memusyawarahkan berbagai persoalan yang sangat penting
84

Yusuf Al-Qardhawy, Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah, Jakarta: Pustaka AlQautsar,1997, h.213

49

Aturan Peralihan

terdiri dari pasal 1 sampai dengan

pasal IV isinya adalah sebagai berikut: I. Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia mengatur dan

menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada pemerintah Indonesia. II. Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih

langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar itu. III. Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. IV. Sebelum Majelis dan Permusyawaratan Dewan Dasar Pertimbangan ini, Rakyat, Agung Dewan dibentuk

Perwakilan menurut

Rakyat

Undang-Undang

segala

kekuasaannya

dijalankan oleh Presiden dengan bantuan Komite Nasional.85 Apa yang dinyatakan oleh Aturan Peralihan ini telah dilaksanakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden86. Terkecuali pasal IV Aturan Peralihan yang baru terbentuk 1 tahun

kemudian.

85

Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945 Aturan Peralihan Samsul Wahidin, Op.Cit, h.78

86

50

Dan selama 4 tahun Pemerintah belum bisa mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih warga negara terpilih yang berhak duduk dalam DPR. Apabila DPR belum terbentuk maka otomatis MPR pun tidak terbentuk sehingga representasi dari lembaga perwakilan sementara dipindahkan kepada Komite

Nasional Indonesia Pusat. Hal ini terkandung dalam maklumat Wakil Presiden No X tahun 1946, “Bahwa Komite Nasional

Pusat, sebelum terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara, serta

menyetujui bahwa pekerjaan Komite Nasional Pusat seharihari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah Badan Pekerja yang dipilih diantara mereka dan yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat”.87 Hal ini merupakan inisiatif yang diambil pemerintah dari amanat dari Pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut berbunyi “Sebelum Majelis

Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar

87

Indonesia, Maklumat No. X (BRI Th.1 No 2 H.10)

51

Pergeseran Kekuasaan Eksekutif. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite Nasional”88.Konstitusi RIS Pada tahun 1949 Konstitusi RIS berlaku dan UUD 1945 tidak berlaku sebagai UUD. Aksara Baru. Undang-Undang Dasar 1945 Ismail Suny . Sampai tahun 1949 Indonesia belum memiliki kelengkapan negara yang diminta oleh UUD 1945. Pada Desember 1949 setelah disetujui oleh Sidang Pleno Komite Nasional Pusat dari daerah-daerah Indonesia bagian dan dan badan-badan perwakilan lainnya89. Jakarta.ini.1986. Wakil Pemerintah Daerah Republik wakil-wakil Pemerintah menyetujui Konstitusi 1949 tersebut. Dan berlangsung sampai Undang-Undang Dasar tahun 1945 diganti oleh Konstitusi RIS 1949 1. Rencana Konstitusi Republik Indonesia Serikat disiapkan oleh kedua delegasi Indonesia dan pertemuan untuk Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) selama sidang-sidang Konferensi Meja Bundar. 77 89 52 .2. Dengan catatan bahwa 88 Indonesia. h.

90 Dalam Konstitusi RIS ini maka lembaga-lembaga negara yang ada adalah: Presiden. Senat. Bentuk Negara Kesatuan dalam Negara Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia dipulihkan kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 dan Undang-Undang Dasar 1950 mulai berlaku pada hari yang sama. 121 91 92 53 . Keuangan91.UUDS 1950 Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen Republik Indonesia Serikat menerima baik Rencana Undang-Undang Dasar dengan tanggal Presiden kelebihan 15 suara besar UUD dalam ini kedua ditanda majelis. tangani Indonesia Pada oleh dan Agustus 1950 dan Menteri Kehakiman Republik diundangkan sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Op. 90 92 Ibid. 1. h.3.Cit . h. Konstitusi RIS 1949 Ismail Suny. Dewan Perwakilan Pengawas Rakyat. Mahkamah Yang Agung Indonesia dan Dewan lembaga menjalankan fungsi perwakilan adalah Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.78 Indonesia. Menteri-menteri.Konstitusi RIS merupakan konstitusi sementara sama halnya dengan Undang-Undang Dasar 1945.

93 Jimly Asshiddiqie. diberikan Karena Konstituante kewenangan Undang Dasar baru. pasal 134 sampai dengan 139 Undang-Undang Dasar Sementara 1950 95 54 . Maka pelaku kedaulatan menurut DPR. fungsi Perwakilan pengawas perwakilan rakyat94. Dan sifatnya adalah sementara karena jika tugas sekaligus wewenangnya telah selesai dilaksanakan maka forum Konstituante ini berakhir95. bersama-sama dengan Sedangkan dalam kedaulatan Rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia. Adanya suatu forum/sidang pembuat Undang-Undang Dasar baru suatu dalam hal Undang-Undang yang ini Dasar Sementara forum 1950 yang membuat merupakan bernama Undang- menarik.93 Dalam UUDS 1950 alat kelengkapan negara hampir sama dengan Konstitusi Senat. RIS Hal akan ini tetapi terjadi berkurang karena dengan dihapuskannya berubah Indonesia Dan Dewan dan menjadi Rakyat Negara sebagai Kesatuan pemegang kembali. h. UUDS 1950 adalah pemerintah UUD 1945.Jika dalam Konstitusi RIS 1949 kedaulatan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR dan Senat. PT Ichtiar Baru Van Hoeve. 1994. 117 94 Indonesia. Jakarta. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Indonesia.

1998. maka semboyan untuk melaksanakan Undang- 96 Miriam Budiarjo. h. Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-Dasarnya.1.38 97 Ranawijaya. Adanya istilah Orde Baru diatas. Usep. Hal ini sama dengan pendapat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Majelis Orde Baru yang dapat Rakyat dibaca dalam No Ketetapan Permusyawaratan Sementara XX/MPRS/1966.133 55 . Ghalia Indonesia. h. 1983. PT Gramedia Pustaka Utama. Karena sampai tahun 1959 Undang-Undang Dasar baru belum terbentuk. Dasar hukum dekrit ini adalah staatsnoodrecht (hukum tata negara dalam keadaan darurat)97. adalah untuk membedakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara pada masa 1965 yang juga disebut masa Orde Lama yang dianggap kurang mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen. Pembubaran ini dilakukan secara sepihak oleh Presiden Republik Indonesia.4. Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Parlementer Dan Demokrasi Pancasila. Sebab sesudah gagalnya Gerakan 30 September 1965.Kembali ke UUD 1945 Semenjak tanggal 5 Juli 1959 Indonesia kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 195996. Jakarta. Jakarta.

Karena negara 98 ada dan perbedaan rakyat. Depok. mendasar Kedaulatan antara negara paham kedaulatan mengkonstruksikan Kusnardi.Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen dimulai oleh Orde Baru. Ramdlon. h. h. Yogyakarta. Menurut Bagir Manan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. 52 100 Hendra Nurtjahjo. Wewenang yang sangat besar tersebut harus membuat lembaga ini berdaya dalam mewujudkan kedaulatan warga negara yang diwakilinya.96 99 Naning. Perwakilan Golongan Di Indonesia. 98 Sesudah kembali kemasa Orde Baru maka dapat dilihat berbagai konsep yang dijalankan oleh Pemerintahan Orde Baru sesuai menurut UUD 1945.1982. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Sehingga MPR menjelma sebagai sebuah lembaga negara yang mempunyai kewenangan yang sangat besar hampir sama dengan rumusan awal dalam pembicaraan para founding fathers untuk menyusun UUD 1945100. Liberty. Jakarta. Dengan ditegaskannya bahwa MPR adalah suatu lembaga negara tertinggi dan sebuah lembaga yang berwenang untuk menjalankan kedaulatan rakyat99.47 56 . Pusat Studi Hukum Tata Negara. Harmaily. 2002. FHUI. Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak memegang kedaulatan negara melainkan sepenuhnya kedaulatan rakyat.

Mempelajari sistem pemerintahan yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945. 1986. 3. DPRD 101 Bagir Manan. PT Pradnya Paramita. Mempelajari terjadi di kembali BPUPKI pembicaraan-pembicaraan dan PPKI( Panitia yang Persiapan Kemerdekaan Indonesia).101 Untuk mempelajari konsep MPR dapat dilihat dari sistem perekrutan anggota102. h. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Pemilihan Umum 1987. h.negara mempunyai kehendak sendiri terlepas dari kehendak rakyat. h.6-9 103 Tim Sekretariat Negara. pemilihan Dalam anggotanya perekrutan sesuai anggota dengan semenjak Undang-Undang tahun 1971 diadakan Pemilihan Umum yang memilih anggota DPRD II. Jakarta. Sekretariat Negara Republik Indonesia.103 2. Menghubungkan pasal 2 ayat 1 dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945. 1995. 2000. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Teori Dan Politik Konstitusi. Jakarta. Semenjak Orde Baru dimulailah suatu konsep lembaga MPR yang Dasar. Dan hal ini dapat kita pelajari dari 3 cara: 1. 15 102 Ismail Hasan. Kehendak negara adalah tertinggi akan menuju pada sistem totaliter bukan menuju kepada kedaulatan rakyat (democracy).25-182 57 . Jakarta.

Walaupun pada akhirnya dianggap sah pengunduran diri tersebut107. maka hal ini dianggap inkonstitusional oleh Prof. 107 Pergantian kekuasaan dari Presiden Soeharto kepada Habibie masih terdapat perbedaan diantara ahli hukum.I. karena belum ada pencabutan mandate dari MPR dari Presiden Soeharto sebagai mandataris ( sesuai penjelasan UUD 1945). Walaupun dalam perekrutan anggota MPR setelah tahun 1973 anggotanya MPR yang diangkat 60 persen. sesuai dengan pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR No VII/MPR/1973 pasal 2 ( dikemukakan antara lain oleh Yusril Ihza Mahendra). Bali. h. Walaupun ada yang beranggapan pergantian tersebut tidak sesuai dengan bunyi pasal 8 UUD 1945106. inkonstitusional.17 105 Ismail Suny. dan pergantian kekuasaan harus dilakukan melalui siding istimewa ( pendapat Dimyati Hartono). pendapat kedua menyatakan.105 2.C. 2003. 104 J. h. dan DPR. sehingga Habibie belum sah menjadi presiden selama MPR belum mencabut mandatnya. Juli. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional.T. Dan setelah itu akhirnya terpilihlah anggota MPR yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945104. Simorangkir. 1988. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. Dr. Jakarta. CV. Dan anggota DPR ada juga yang diangkat. 58 . Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesudah Perubahan UUD 1945 Pada tahun 1998 telah terjadi peristiwa yang mengubah tatanan ketatanegaraan Republik Indonesia dengan mundurnya Presiden Soeharto menurut pasal 8 UUD 1945.4 106 Hal tersebut tidak akan dibahas disini karena banyaknya pro dan kontra ahli ketatanegaraan yang menanggapinya dan bukan pula bahasan dalam karya ilmiah ini. Masagung. Ismail Suny. Pendapat pertama menyatakan bahwa pergantian tersebut konstitusional. BPHN dan DEPKEH HAM RI. Hukum Dan Konstitusi Indonesia.

kembali terjadi perubahan Undang-Undang Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Undang-Undang Dasar Dasar ini 1945 lebih diubah.141 Indonesia. h. Perubahan II Undang-Undang Dasar 1945 109 110 59 . PT Pustaka Utama Grafiti. 1999. Dan pada Sidang Tahunan 1999 maka UUD 1945 diubah dengan Perubahan 1945 terutama pasal mengenai masa jabatan I UUD presiden. Dan juga dan mengenai dibantu beberapa kewenangan Presiden yang dialihkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat109. Dalam UUD 1945 sebelum Perubahan UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditangan 108 rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Harun Al Rasyid. Perubahan Undang-Undang menekankan pada Hak Azasi Manusia. sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang ada dimasa lalu mengenai jabatan Presiden RI108. DPR dan anggota MPR baru. Kemudian kembali pada tahun 2000. Pengisian Jabatan Presiden. Perubahan III Undang-Undang Dasar 1945 pun disahkan dengan menekankan pada perubahan kedaulatan rakyat.Setelah itu terjadilah Pemilihan Umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 partai politik akhirnya terbentuklah anggota DPRD. yang menjadi konsentrasi pembahasan untuk dimuat Tahun 2001 Dasar melalui pada saat itu110. Perubahan I Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Jakarta.

Yogyakarta. h. Perjanjian ini bertujuan juga untuk membatasi kekuasaan penguasa dalam menjalankan tugas dan perjanjian tersebut. Dan untuk menjaga kepentingan masyarakat dengan individu sehingga tidak terjadi benturan antara hak antara individu juga dengan masyarakat111. Menurut Rosseau dalam Kontrak Sosial maka perjanjian yang dibentuk oleh penguasa dan rakyat yang dikuasai.70 60 . Sejarah Filsafat Barat. Op. 2002. Perubahan ini sangatlah penting karena. dalam bertujuan untuk melindungi kepentingan individu masyarakat. Dan perubahan ini menjadi pijakan untuk Perubahan IV UUD 1945. Biasanya pelaksanaan kedaulatan rakyat secara representatif dalam konstitusi disebut sebagai lembaga perwakilan.Cit. Dengan semakin berkembangnya peradaban maka bentuk perjanjian sosial pun menjadi lebih rapi. perubahan inilah yang menjadi dasar untuk mereduksi kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pustaka Pelajar.112 111 Bertrand Russel. 912 112 Jimly Asshiddiqie. Kemudian hal ini dikenal sebagai Konstitusi. h.Permusyawaratan Rakyat diubah menjadi kedaulatan ada ditangan rakyat dan dijalankan oleh Undang-Undang Dasar. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang.

Perubahaan Undang-Undang Dasar 1945. 3. Dan tugas dan wewenang ini akan dibagi kedalam dua periode Undang-Undang Dasar 1945. Dan perubahan tersebut membawa dampak yang sangat besar bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga perwakilan. Sehingga pembahasan akan lebih tajam dan mengkerucut. 1.Dengan seharusnya demikian sebagai Dasar Konstitusi 1945 yang baik dengan Undang-Undang sesuai karakteristik yang disebut diatas. Periode tersebut adalah sebelum perubahan Undang-Undang Dasar dan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar. bertujuan untuk mencapai karakteristik perjanjian sosial antara negara dengan masyarakat. 3. Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 MPR sebagai suatu lembaga negara merupakan badan yang merupakan pelaksana kedaulatan rakyat di Republik Indonesia 61 .Tugas dan Wewenang Majelis Permusyaratan Rakyat Dalam menjelaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia haruslah dilihat tugas dan wewenang yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Sedangkan setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka tidak ada lagi pengaturan tugas dan wewenang yang diatur dalam Ketetapan MPR. Tugas MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat sebelum Perubahan UUD 1945 ada didalam pasal 3 dan pasal 6 UUD 1945 serta pasal 3 Ketetapan MPR No. DPD dan DPRD baru dijelaskan tugas dan wewenang MPR. 62 . menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Setelah tentang satu tahun dan berjalan kedudukan disahkanlah undang-undang susunan MPR. DPR.1. dan dinyatakan sebagai berikut: 1. MPR sebagai lembaga penjelamaan seluruh rakyat Indonesia.1. Sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 tugas dan wewenang MPR dicantumkan dalam UUD 1945 dan juga TAP MPR.sebelum diadakan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945. 3. dan lembaga tertinggi negara menjadi lembaga negara yang sama kedudukannya dengan negara lain. Setelah diadakan perubahan maka terjadilah perubahan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. menetapkan Undang Undang Dasar 2. 1/MPR/ 1983.

113 Sri Soemantri.113 Dalam tugas MPR ini dapat dipelajari bahwa tugas MPR sebagai suatu lembaga negara meliputi tiga. Kalau boleh saya memakai perkataan: ini adalah Undang-Undang Dasar kilat. kita tentu akan mengumpulkan kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dapat membuat Undang-Undang Dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna. Tugas ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Bandung h. Dan tugas inilah yang pada masa sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 belum pernah dilaksanakan oleh Majelis Permusyawatan Rakyat. Hal ini dapat kita lihat dalam pidato dari ketua PPKI Ir. bahwa Undang Undang Dasar yang (kita) buat sekarang ini adalah Undang-Undang Dasar sementara. Citra Aditya Bakti. Soekarno yang mengatakan: “… tuan-tuan semuanya tentu mengerti. PT. Dalam amanat sidang BPUPKI yang para founding fathers menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 adalah Undang Undang Dasar kilat. memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. Nanti kalau telah bernegara didalam suasana yang lebih tenteram. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945.3. Perlu diadakan Undang-Undang Dasar baru yang lebih baik dan jika negara dalam keadaan aman. pemegang mempunyai kedaulatan tugas yang Rakyat besar dalam yaitu UUD Sebagai lembaga 1945 maka MPR membuat Undang-Undang Dasar.84 63 .

bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara. Op. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. 55 Sri Soemantri. agar supaya kita ini hari bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar ini. inilah revolutie-grondwet. Dalam pasal 4 Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR No 1/MPR/1983 1. 3. kewenangan MPR ada sembilan. 1/MPR/1983 dapat kita lihat bahwa wewenang MPR tidak hanya itu saja. Wewenang MPR Sebelum Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang MPR menurut Prof Sri Soemantri bahwa jika diteliti dalam UUD 1945 maka Undang Undang Dasar 1945 hanya mengatur satu wewenang saja.Tuan-tuan tentu mengerti. 114 115 Harun Al Rasyid. Naskah UUD 1945 Sesudah Tiga Kali Diubah Oleh MPR. h. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan. yaitu dalam pasal 37. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. UndangUndang Dasar kilat. Dan setelah adanya ketetapan MPR No.Cit. bahwa barangkali boleh dikatakan pula. Nanti kita membuat Undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. h. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis.1. 2. “114 3. yaitu115: membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.2. 95 64 .

5. Ada satu kewenangan yang sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan tetapi lebih sering disebut dengan kekuasaan atau kedaulatan. dan dilakukan Rakyat”116. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. Dalam pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa ”Kedaulatan adalah ditangan rakyat. 7. Presiden masa jabatannya Presiden/mandataris Haluan Negara dan/atau sungguh-sungguh Undang-Undang Mengubah undang-Undang Dasar. 6. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.4. Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. 8. 9. Undang-Undang Dasar 1945 65 . Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. 116 sepenuhnya Kekuasaan oleh Majelis Inggris Permusyawaratan disebut Power dalam bahasa Indonesia. Mencabut mandat dan memberhentikan dalam Presiden dan memberhentikan apabila melanggar Dasar.

Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat kedudukannya sama dengan dengan lembaga negara yang lain118. dilihat dalam beberapa Undang-Undang Dasar di negara lain seperti Cina. 117 AS Hornby. h. 654. 118 Hal ini dapat dilihat dari Risalah Sidang MPR RI pada tahun 2001. 66 . 2. kata sebagai kewenangan lembaga 3. Tugas Dan Wewenang MPR Yang Diatur Dalam UUD Sesudah Perubahan Tugas tidaklah UUD 1945.117 kewenangan yang sangat atau dapat diartikan sebagai Hal ini dapat besar/terbesar. London: Oxford University Press. Rakyat akan tetapi dampaknya sangat besar terhadap lembaga MPR. Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Venezuela power dan Amerika Serikat yang menggunakan negaranya. Permusyawaratan Rakyat tidaklah lagi Sehingga menjadi lembaga tertinggi negara.merupakan Great Authority. Hal yang sangat mendasar adalah dicabutnya kewenangan MPR dalam hal melaksanakan kedaulatan rakyat dan dicabutnya tugas Majelis untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.1987. dan banyak wewenang berkurang Majelis setelah Permusyaratan perubahan UUD.

3.1. Melantik bukanlah wewenang dari MPR 67 . Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam hal ini adalah tugas formal atau upacara yang harus dilakukan jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum. tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat berubah.2. 2. Melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat 3 ayat 2 Perubahan III tahun 2003 (pasal I Aturan Tambahan Perubahan ke IV UUD 1945). Tugas MPR Sesudah Amandemen UUD 1945 Dalam Perubahan UUD 1945. Tugas MPR setelah Amandemen UUD 1945 adalah 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/ atau Wakil Presiden (Pasal UUD 1945). Dengan berubahnya konsep lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat maka berubah pula beberapa tugas dan wewenangnya. Tugas MPR ini merupakan konsekuensi dari Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan Pemilihan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat. 1. Ad.

karena jika telah dipilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum, maka kewajiban dari MPR adalah melantik Presiden secara dan tegas Wakil Presiden RI. Seharusnya ini dijelaskan tidak seperti melantik

mengenai

kewajiban

sehingga

menimbulkan beberapa interprestasi yang menyimpang jika Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mau

Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung oleh rakyat maka konsekuensinya bagaimana, apakah sah atau tidak Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan jika tidak ada yang mengesahkan maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih lembaga melantik. melanggar akan yang Dan cacat hukum karena belum dilantik oleh untuk Rakyat melantik

berwenang apakah

yang Majelis Dasar

diberi

kekuasaan

Permusyawaratan jika tidak mau

Undang-Undang

Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Ad.2. Tugas Majelis melakukan peninjauan materi dan status hukum yang Ketetapan dibebankan MPRS dan MPR MPR merupakan tugas

sementara

kepada

oleh

Undang-Undang

Dasar. Pasal I Aturan Tambahan menyatakan bahwa MPR harus “melakukan Ketetapan Ketetapan peninjauan Majelis Majelis terhadap materi dan status Sementara untuk hukum dan

Permusyawaratan Permusyawaratan

rakyat Rakyat

diambil

68

putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003119”. Sementara disini terletak pada kalimat akan

diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2003, jika telah diambil putusannya maka tugas ini berakhir dengan sendirinya. Dalam Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 maka dapat disimpulkan tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak

dijelaskan secara

jelas. Apakah ketentuan tersebut tugas

atau bukan tapi secara definitif, tugas adalah kewajiban atau sesuatu yang wajib dikerjakan atau ditentukan untuk dilakukan.120

3.2.2. Wewenang MPR Sesudah Perubahan UUD 1945 Sedangkan wewenang Presiden RI dalam UUD 1945 maka bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah

dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945). 2. Majelis Permusyawaratan Presiden dan Rakyat atau hanya Wakil dapat Presiden

memberhentikan
119

Indonesia, Perubahan Keempat UUD 1945 WJS. Poerwadrminta, Op.Cit, h.1094

120

69

dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945). 3. Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti

sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana Keempat).121 Ad. 1.Wewenang MPR ini merupakan suatu hal yang telah mestinya. ( Pasal 8 ayat 3 Perubahan

diatur

sebelum Perubahan dan sesudah Perubahan UUD 1945.

Tetapi sebelum Perubahan UUD 1945 hal ini merupakan tugas dari MPR seperti yang diamanatkan dalam pasal 3 UUD 1945. Dan alasan ini diperkuat oleh pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945. Pasal ini menyatakan jika telah berhasil diadakan Pemilihan Rakyat, Undang Umum dan terbentuk bersidang Majelis untuk Permusyawaratan membuat UUD 1945 Undangtugas

maka Dasar

MPR

harus

baru.

Setelah

perubahan

menetapkan UUD termasuk dalam wewenang MPR. Karena dalam UUD 1945 tidak ada aturan yang mewajibkan Majelis

Permusyawaratan Rakyat untuk melakukan penggantian UndangUndang Dasar baru. Karena wewenang atau wenang adalah hak

121

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

70

semua lembaga negara yang mengeluarkan kedudukannya produk lebih peraturan tinggi dari perundang-undangan yang lain. Untuk memberhentikan Presiden harus melalui pendapat Dewan Perwakilan Rakyat yang telah meminta putusan dari Mahkamah Konstitusi (pasal 7B Perubahan UUD 1945). Dasar tidak MPR maka ada apabila dapat merasa mengganti Jika tidak Undang-Undang perlu maka melakukannya. 1150 71 . Secara kedudukan maka MPR telah sama dengan lembaga negara yang lain. Sehingga Majelis 122 Ibid. Tidak ada lagi lembaga tertinggi Negara dan lembaga tinggi Negara. Dan maka Majelis yang Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara mengeluarkan peraturan yang lebih tinggi. larangan untuk tidak melakukannya. Maria Farida. Menurut Dr. Kewenangan ini dilakukan jika telah terpenuhi syarat dalam untuk UUD memberhentikan setelah Presiden dan Wakil Presiden dilakukan 1945 Perubahan.dan kekuasaan perlu (untuk melakukan sesuatu)122. Sehingga dalam sistem Ketatanegaraan tidak ada lagi lembaga Negara yang lebih tinggi dari yang lain. Ad.3. Wewenang melalui proses yang lama dan dilaksanakan oleh beberapa lembaga negara. h.

diakses pada tanggal 7 Agustus 2003.3. Hal ini berarti secara Ilmu Perundang-undangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain.2. 125 Penulis menulis karya ini dari bulan November 2002. Pada tanggal 9 Juli 2003124.id. 13 April 2003 124 www. mengenai Peninjauan Kembali Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR RI. DPR. DPD dan DPRD masih dalam proses RUU. 3. DPD Dan DPRD Tugas Dan Wewenang yang dijelaskan diatas adalah Sesudah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. DPR.or. Tugas dan wewenang ini sebelum adanya undang-undang tentang susunan dan kedudukan anggota MPR. DPR. telah disetujui undangundang mengenai susunan dan kedudukan125.Permusyawaratan Rakyat adalah lembaga 123 Negara yang lebih tinggi dari lembaga Negara yang lain. sampai saat ini penulis tidak dapat mengetahui nomor undang-undang tersebut. dan selama itu undang-undang susunan dan kedudukan MPR.cetro. Dan dalam undang- 123 Penjelasan di depan PAH II MPR. DPD dan DPRD. Tugas Dan Wewenang MPR Sesudah Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan MPR. dan baru disahkan pada bulan Juli 2003. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tetap mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Dasar. 72 .

berhenti. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. akibat Karena dari tugas kalimat tersebut sangatlah Indonesia. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR.undang tersebut telah diatur mengenai tugas dan wewenang MPR. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana perbedaan antara tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR. Hal ini seharusnya kedua 126 dapat dihindari karena perbedaan besar. b. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari. sebagai berikut:126 a. d. g. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. DPR. f. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. 73 . DPD dan DPRD. undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. e. c. dalam Sidang Paripurna MPR. diberhentikan.

1. Melantik Wakil Presiden adalah suatu kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar. Karena melantik merupakan suatu kewajiban berdasarkan suara rakyat yang ada melalui Pemilihan Umum.2.3. 3.mengandung wewenang kewajiban mengandung yang hak harus dan dilaksanakan. DPR Dan DPRD Jika dipilah maka tugas MPR dalam undang-undang susunan dan kedudukan adalah: 1. Melantik adalah tugas dari MPR. Tugas MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. berhenti. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. karena hal ini 74 . dalam Sidang Paripurna MPR. Akan tetapi diperjelas mengenai waktunya yaitu pada Sidang Paripurna MPR. 2. diberhentikan. sehingga perlu dipilah kembali mana yang merupakan tugas dan wewenang MPR. Tugas ini sama dengan tugas yang ada dalam pasal 3 ayat 1 UUD 1945. (lihat Sedangkan definisi kekuasaan operasional). melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.

Jika sudah diputuskan dalam Sidang MPR.3. Walaupun ada penambahan mengenai waktu dan kewenangan membuat peraturan tata tertib dan kode etik MPR. Sedangkan tugas kedua merupakan tugas yang ada setelah Sidang MPR terjadi. hampir sama dengan wewenang yang diatur sebelum adanya undang-undang mengenai susunan dan kedudukan MPR. maka Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Wakil Presiden menjadi Presiden dan hal inipun bersifat upacara belaka.2. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. sehingga ketentuan termasuk dalam kategori tugas. Wewenang MPR Setelah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan. Dari 2 tugas yang berada diatas maka dapat dianalisa bahwa tugas pertama sama dengan tugas yang diatur dalam perubahan. Tugas dan wewenang MPR setelah undang-undang susunan dan kedudukan. 75 . DPR. Wewenang yang diatur dalam undang-undang tentang susunan dan kedudukan menyatu dengan tugas sehingga hasil pemilahannya adalah sebagai berikut: 1.2. 3. DPD dan DPRD.harus dilaksanakan dan tidak ada pilihan yang harus dipilih.

Kewenangan ini terjadi jika Presiden dan Wakil Presiden berhenti bersamaan. Kemudian MPR harus bersidang untuk memilih 76 . Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan menjalankan tugas kepresidenan. Dan untuk mengisi kekosongan tersebut selama 30 hari Menteri Luar Negeri. Walaupun kekuasaan memilih disini dibatasi oleh batasan waktu. Memilih adalah suatu kekuasaan dalam menentukan sesuatu. 3. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari. dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya.2. Kekuasaan ini diatur untuk menghadapi beberapa keadaan yang tidak diinginkan. Sehingga memilih disini menjadi wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat. memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari.

Sehingga hal ini merupakan suatu hak dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. 3. Dan hak ini merupakan kewenangan dari MPR. Penyerahan kepada partai politik ini menggambarkan bahwa partai politik merupakan suara pemilih. Maka dipilihlah Presiden dan Wakil Presiden dari partai politik yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. 4. Dari kewenangan yang ada diatas hal yang sudah pasti menjadi kewenangan adalah poin 1 dan 4.menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. bisa Karena untuk secara pemilihan tidak dilakukan cepat. Sudah merupakan hal yang wajar jika organisasi membuat peraturan untuk mengatur dirinya. Pengaruh Perubahan Tugas dan Wewenang MPR dalam struktur Ketatanegaraan Pengaruh Perubahan Tugas Dan Wewenang MPR Dalam Struktur Ketategaraan dapat dilihat pada beberapa skema dibawah ini yang menggambarkan kedudukan MPR dalam sistem 77 .Presiden mengadakan dan Wakil Presiden umum pengganti.3. Sedangkan yang poin 2 dan 3 masih menjadi pertanyaan apakah tugas atau wewenang.

1. Dengan Politik127.Ketatanegaraan RI. DPD dan DPRD maka terlihat dalam jelas di struktur Indonesia. DPR.dpr. akses tanggal 6 Agustus 2003 http://www. akses tanggal 6 Agustus 2003 Jimly Asshiddiqie.htm. adanya UU No UU 12 No tahun 31 tahun 2002 tentang Partai Umum 2003 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. akan tetapi jika sudah melaksanakan tugas dan wewenangnya maka hal ini berubah.Sesudah Undang-Undang Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR. h.id/humas/uupemilu. DPR.cit.id/humas/uuparpol. Op.3. bisa saja lembaga negara ada yang tidak sejajar kedudukannya. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah128.go. tugas wewenang sendiri Permusyawaratan Rakyat berdiri diungkapkan oleh Prof. didalam skema ini kedudukan lembaga negara digambarkan sebagai lembaga negara yang diam. karena yang ketatanegaraan Indonesia dan yang hendak sistem Majelis hal ini dibangun parlemen menuju trikameral. Jimly Asshiddiqie129.go. Adanya pimpinan MPR ditambah dengan adanya sekretariat jendral yang tetap 127 http://www.dpr. Ditambah dengan undang-undang susunan dan kedudukan MPR. 3.htm. DPD Dan DPRD.9 128 129 78 .

h. 1985.dalam MPR menambah kuat sistem tersebut. Jakarta. 2. Kekuasaan MPR Tidak Mutlak. Erlangga. Ibid. Akan tetapi lembaga MPR menjadi suatu lembaga tersendiri berlainan dengan DPR dan DPD.35 Jimly Asshiddiqie. DPR disetujui dengan setelah Perubahan UUD 1945. Undang-Undang Dasar sebagai pengejewantahan dari kemauan rakyat dan merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. MPR sebagai lembaga Negara yang terdiri dan atas Dewan dari anggota Perwakilan Dewan Daerah Perwakilan Rakyat merupakan perwujudan lembaga perwakilan rakyat atau parlemen. Dan tidak mudah 130 untuk mendudukkan lembaga negara seperti Doto Mulyono. (Lampiran 1) 1. setelah Dapat diteliti bahwa struktur susunan undang-undang dan DPRD tentang sama MPR. h.9 131 79 . sehingga sistem parlemen yang ada adalah Sistem Trikameral131. maka Indonesia dikenal sistem baru yaitu sistem 3 kamar/trikameral. Dalam tugas dan wewenang MPR yang diatur oleh undangundang. Walaupun didunia hanya dikenal sistem 1 kamar dan 2 kamar 130 . MPR merupakan suatu lembaga tetap yang mempunyai organ dan strukturnya ketatanegaraan dan kedudukan tersendiri.

lembaga MPR yang mempunyai kewenangan final mempunyai Presiden. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dalam Negara. Dewan putusan Jika maka memberhentikan tugas dan yang diteliti MPR segi merupakan lembaga Perwakilan Rakyat sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. 3. Dewan Perwakilan Daerah sebagai representasi dari suara masyarakat di daerah. Karena selain masih mempunyai tugas utama masih sebagai pembuat Undang-Undang sebagai dalam dari Dasar.2 Sebelum Perubahan UUD 1945 Dalam bagan ini maka yang berkuasa dalam menjalankan kedaulatan rakyat adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat dan kemudian Majelis mendistribusikan kekuasaannya kepada 80 . 5. 6. 3. 4.3. Pemegang kekuasaan yudikatif terdiri atas 2 badan yaitu Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.lembaga MPR. wewenang tersendiri.

BPK sebagai badan pemeriksa keuangan dan pengawas 3.3 Sesudah Perubahan Ke 3 UUD 1945 Bagan atau skema sesudah Perubahan Dasar 1945 : 1. sebagai pemegang penyelenggara kekuasaan pemerintahan sekaligus eksekutif sebagai pemegang kekuasaan legislatif. Presiden tertinggi.3.lembaga-lembaga negara yang ada dalam Undang-Undang Dasar 1945. MPR sebagai pemegang kedaulatan rakyat dan berperan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. 4. Dan DPR mendapat laporan mengenai keuangan dari BPK. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (Perubahan 2. 3. Utusan Golongan dan Utusan Daerah sehingga secara komposisi MPR masih tetap sama akan tetapi sebagai lembaga negara tertinggi tidak 81 . DPR memegang sebagai kekuasaan legislatif dan tugas utama DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah. 1. 5. Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan yudikatif. 2. 3 UUD 1945) ke 3 Undang-Undang MPR masih terdiri atas susunan DPR.

Sehingga menyulitkan Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam hal Perubahan Undang-Undang Dasar. BPK masih tetap sebagai Badan Pemeriksa Keuangan. Karena Undang-Undang Dasar merupakan pedoman bernegara yang akan dipakai oleh kehidupan berbangsa dan bernegara. Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. 132 Dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Bab VIIA pasal 22C dan pasal 22D diatur tentang Dewan Perwakilan Daerah akan tetatpi pasal 2 UUD 1945 pada Perubahan Ketiga belum berubah masih tetap (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat. 5. DPR sebagai lembaga pemegang kekuasaan legislatif. dalam UUD 132 . 7. Utusan Golongan dan Utusan Daerah. 6. Tapi ada kejanggalan pada perubahan ketiga UUD 1945 yaitu adanya MPR DPD belum dari dalam dimasukkan ada DPD UUD 1945. 4. Tetapi dalam lembaga sehingga hal Dan apa hal yang ini menimbulkan mengakibatkan dalam tekhnis kekurangan kesulitan ini merumuskan dimaksudkan secara Undang-Undang hukum. 3. 82 . DPA masih tetap sebagai ada sebagai lembaga tinggi negara. Dasar. Mahkamah Agung masih tetap sebagai lembaga tinggi negara pemegang fungsi yudikatif.bisa lagi karena dicabut kekuasaan itu sesuai dengan pasal 2 UUD 1945.

Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Cina dan Venezuela 1. Dan akan lebih komprehensif jika diperbandingkan dengan negara lain. VENEZUELA DAN AMERIKA SERIKAT 1. Sesuai dengan bab-bab sebelumnya maka diperlukan periodesisasi dalam menjelaskan tugas dan wewenang MPR.1.BAB IV PERBANDINGAN TUGAS DAN WEWENANG MPR DI INDONESIA DENGAN LEMBAGA LAIN DI NEGARA CINA. Konsep Lembaga Kongres Rakyat Nasional China Perkembangan tugas dan wewenang MPR di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi sosial politik yang ada di Indonesia. Pada masa Sebelum Perubahan UUD 1945 dan MPR RI berkedudukan sebagai lembaga tertinggi pemegang 83 .

fungsi dan wewenangnya hampir sama dengan tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia. Pustaka Utama Grafiti. kepada Dewan Dewan lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Jika diteliti filosofi bentuk negara maka akan sama ditemukan bahwa Cina dan Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang cenderung totaliter133. Sebelum terjadi Perubahan UUD 1945 maka Indonesia akan lebih mirip dengan negara Cina. Unsur Dan Riwayatnya.252-253. Cina merupakan negara kesatuan 2. Memiliki lembaga tertinggi dalam negaranya dalam menjalankan kedaulatan rakyat.kedaulatan rakyat. lain Kemudian terutama Badan mendistribusikannya kepada Presiden. Pada masa sebelum Perubahan UUD 1945 lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat dapat dipersamakan dengan Kongres Nasional Rakyat Cina. Dan persamaan yang ada di Negara Indonesia dengan keadaan yang ada di Negara Cina antara lain: 1. h. Karena Negara Cina memiliki Kongres Nasional Rakyat Cina yang tugas. Pemeriksa Pertimbangan Agung dan Mahkamah Agung. 1994. Keuangan. Jakarta. 84 . Hal ini diatur dalam Konstitusi China dibawah ini: 133 Marsilam Simanjuntak.

The people administer state affairs and manage economic. Dalam Konstitusi China dinyatakan tegas bahwa Kongres Rakyat Nasional China merupakan lembaga negara tertinggi 134 China. Rakyat menjalankan administrasi urusan negara dan mengurus ekonomi.134 Terjemahan bebas: (1)Kedaulatan atau kekuasaan tertinggi dalam Negara Republik cina ada di tangan rakyat. Constitution Of China.Article 2 [Sovereignty] (1) All power in the People's Republic of China belongs to the people. cultural and social affairs through various channels and in various ways in accordance with the law. (2) The organs through which the people exercise state power are the National People's Congress and the local people's congresses at different levels. Undang-Undang Dasar 1945 135 85 . PSHTN UI Indonesia. kebudayaan dan urusan sosial dalam berbagai saluran dan berbagai jalan yang berdasarkan hukum. Hal ini juga diatur oleh oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebelum berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan diamandemen yaitu dalam pasal 1 ayat 2 yang sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”135. (2) Organ yang melaksanakan kekuasaan rakyat dalam negara adalah Kongres Nasional Rakyat Cina dan Kongres Rakyat Daerah dalam berbagai tingkatan.

Dan Standing Committe adalah badan permanen dari Kongres Rakyat China. Its permanent body is the Standing Committee of the National People's Congress. 1. komposisi anggota Kongres terdiri dari: Kongres Rakyat Nasional China terdiri atas deputi yang dipilih di tingkat propinsi.Seluruh wakil rakyat yang terpilih melalui DPR. Constitution Of China.Utusan Golongan yang ada dalam masyarakat menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 3.136 Terjemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat Republik rakyat China adalah organ tertinggi kekuasaan negara. Jika dilihat dari komposisi hampir keanggotaan.137 Sedangkan di China Kongres Rakyat China menurut pasal 59 ayat 1.Cit. wilayah yang 136 China. PSHTN UI JImly Asshiddiqie.Chapter Three The Structure of the State Section I The National People's Congress Article 57 [Highest Organ of State Power]The National People's Congress of the People's Republic of China is the highest organ of state power. h. Op. sama dengan MPR Majelis komposisi Indonesia Permusyawaratan keanggotaan terdiri: Rakyat Kongres Nasional Rakyat Cina. 2.50 137 86 .Utusan daerah seluruh Indonesia menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pergumulan.

Jakarta. Ghalia Indonesia. dan Angkatan Bersenjata. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Sebelum Perubahan dengan Kongres Rakyat Nasional Cina.50 139 87 .otonom. dan daerah yang dibawah langsung Pemerintah Pusat. hanya Dan Dewan Perwakilan untuk di Rakyat di Indonesia rancangan mempunyai kewenangan mengajukan Indonesia Undang-undang sehingga Presiden mempunyai fungsi eksekutif dan legislatif. 138 China. yang mau tidak mau mewakili suatu unsur golongan. Dan ada perwakilan dari golongan minoritas. Hampir sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam tiap Pemilihan Umum baik ditingkat Nasional. 1984. Dapat disimpulkan keanggotaannya terdiri bahwa Kongres Nasional Rakyat Cina dari deputi yang dipilih dari tingkat propinsi. h. Di Indonesia yang mempunyai kewenangan legislatif ada ditangan Presiden dan MPR tidak mempunyai kewenangan di bidang legislatif139. 1.3. Propinsi ataupun kabupaten/kota. dan wilayah. Semua warga negara minoritas dibuat suatu perwakilan 138 . Abu Daud Busro. Hukum Tata Negara. juga golongan Angkatan Bersenjata. Constitution Of China Abu Bakar Busro.

membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain.Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis.95 141 88 . Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan 140 China. The National People's Congress and its Standing Committee exercise the legislative power of the state. article 58 Constitution of China Sri Sumantri.Sedangkan Di China kekuasaan legislatif dipegang oleh Konres Rakyat China dan Standing Committe Kongres bertugas untuk melaksanakannya dalam kehidupan ketatanegaraan. 4. diantaranya:1.3. Menetapkan Dasar Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara 3. Op.Cit. Tejemahan bebas: Kongres Nasional Rakyat china dan Standing Committeenya melakukan fungsi 140 kekuasaan legislatif dari negara. 5. Di adalah Indonesia tugas Majelis Permusyawaratan Undang Undang Rakyat 2. termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden. yaitu: 1. 2.141 Sedangkan wewenang MPR dijelaskan lebih lanjut dalam Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 .h.Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden.

2002.Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. Hal Kongres ini Rakyat merupakan Cina kewenangan yang dipunyai tertinggi.685 143 dalam Konstitusinya Cina menggunakan function dan Power dalam menjelaskan tugas dan wewenang juga fungsinya kana tetapi tidak dijelaskan manakah yang power atau yang function.memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan / atau Undang-Undang Dasar.9. 8. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. 89 .7. Nasional mempraktekkan fungsi dan kekuasaan berikut ini: 1.6. oleh Dan sebagai lembaga dilakukan dengan disetujui lebih dari dua per tiga anggota Kongres Rakyat Nasional Cina.142 Di China. fungsi dan wewenang Kongres Rakyat Nasional Cina adalah tercantum Kongres dalam artikel Rakyat 62 Cina [Fungsi dan Kekuasaan]143. 142 Sekretariat Jendral MPR RI. 2. h. Sekretariat Jendral MPR RI. Mengamandemen konstitusi.Mengambil /memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah / janji anggota. Melaksanakan penegakan konstitusi. bahwa Power adalah State Having Great Authority and influence in international affairs. Mengubah undang-Undang Dasar. Dan penulis mengambil kesimpulan bahwa Power yang dimaksud adalah Great Authority dan hal ini dijelaskan dalam Kamus Oxford Advance Learner’s Of Current English karangan AS Hornby tahun 1987 Terbitan Oxford University Press halaman 654.Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.

Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat Cina. Memutuskan siapa yang akan menjadi ketua Dewan Negara atas nominasi dari Presiden Republik Cina. dan memilih wakil ketua. Dan hal ini mengakibatkan adanya pertanggungjawaban kepada Kongres Rakyat Nasional Cina oleh Presiden. menteri yang bertanggungjawab atas komisi. 5. oditur jenderal dan sekretaris jenderal atas dewan negara atas nominasi dari ketua (Premier). Tugas ini dilakukan juga oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat di Indonesia. ini di tidak dipunyai karena oleh Majelis Indonesia. dewan pertimbangan. urusan perdata dan badan negara serta masalah lain. Menetapkan dan mengamandemen statuta dasar perihal pelanggaran pidana.Melaksakan penegakan konstitusi merupakan suatu keharusan untuk menjaga kestabilan dan pedoman bernegara. 90 . Kewenangan Permusyawaratan oleh 4. telah dilaksanakan lembaga-lembaga negara yang lain. 3.

menguji dan menyetujui anggaran negara dan melaporkan implementasinya. memutuskan anggota komisi militer pusat.Kewenangan ini menandakan kekuasaan yang besar dari Kongres Rakyat Nasional Cina karena berhak memutus siapa yang berhak menjadi pejabat negara. 8. memilih ketua dari komisi militer pusat dan. Dan kewenangan untuk menyetujui anggaran negara. Kewenangan ini tidak terdapat Majelis Permusyawaratan Rakyat. memilih presiden mahkamah agung rakyat.memilih to elect the Procurator General of the Supreme People's Procuratorate. 91 . 7. Kewenangan yang diatur dalam angka 8 dan 9 adalah kewenangan yang mengenai masalah perekonomian negara. 6. dan merupakan kewenangan untuk mengangkat pemimpin lembaga-lembaga negara yang ada dibawahnya. atas nominasi dari ketua. Kewenangan yang diatur dalam Angka 5. 9. menguji dan menyetujui rencana perkembangan ekonomi dan sosial nasional serta laporan atas pelaksanaannya. 6.

memutuskan pendirian daerah administratif khusus dan sistem yang akan dipraktekkan disana. 13. 12. Di Presiden Indonesia sebagai kewenangan kepala ini merupakan karena kewenangan pemegang pemerintahan kekuasaan legislatif adalah Presiden. dan melaksanakan fungsi dan kekuasaan lain sebagai organ tertinggi yang harus dilaksanakan oleh kekuasaan negara 92 . menyetujui pendirian propinsi. 11. daerah otonom dan daerah lainnya langsung dibawah pemerintahan pusat. Angka 12 dan 13 di Indonesia merupakan kewenangan Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.10. mengubah pantas Cina. memutuskan persoalan perang dan damai. Jika ada keputusan yang dirasa tidak pantas oleh Kongres Rakyat Nasional Cina yang bertemu dalam sidang maka keputusan tersebut batal. Standing atau dari membatalkan keputusan yang tidak Standing Committee kongres nasional Committee Cina merupakan berada badan dibawah pekerja Kongres Kongres Rakyat Rakyat Nasional dan Nasional Cina. 14.

2. 3.Tugas dan wewenang ini merupakan suatu aturan yang memberikan dasar bahwa Kongres Rakyat Nasional Cina mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Badan Keuangan and Sekretaris Jendral Dewan Pertimbangan Negara. Pasal ini mengatur Dan kewenangannya dalam Konstitusinya dalam tentang kekuasaan Kongres untuk mengganti para pejabat dari jabatannya orang-orang berikut ini: 1. Dan kewenangan diatas ada yang sama dengan kewenangan yang dimiliki oleh MPR pada Pemecatan atau Penggantian Presiden dan Wakil Presiden. Ketua dan Pemeriksa Wakil Ketua State Councillors. Ketua Komisi Urusan Militer dan Komisi yang lain. 4. Menteri. Presiden dan Wakil Presiden RRC China. Jaksa Agung dari Kejaksaan Agung144. yang lain seperti yang disebutkan pasal 63. Akan tetapi untuk kewenangan 144 Hal ini tercantum dalam artikel 63 dari Konstitusi China 93 . Ketua Mahkamah Agung dan 5.

3.ke 2. article 64 Constitution Of China 94 . Kewenangan tersebut di Indonesia biasanya dipunyai yang suatu oleh ada lembaga yang mengangkatnya. yang Di sama dalam hal hal ini mengubah diatur Undang-Undang pasal 37 Indonesia dalam sedangkan di China diatur dalam pasal 64145 Article 64 [Amandemen Konstitusi] (1) Amandemen Konstitusi diusulkan oleh Standing Committee dari kongres nasional rakyat oleh lebih dari satu per lima wakil dari National People's Congress dan harus disetujui oleh mayoritas suara dari lebih dari dua pertiga seluruh wakil kongres Congress. 145 Cina. negara tersebut ketua Atau dan atau orang-orang diberikan dalam lembaga untuk kekuasaan ini mengangkat oleh pemimpinnya. Kekuasaan ditentukan peraturan perundang-undangan. (2) Statuta dan resolusi disetujui oleh mayoritas suara lebih dari setengah wakil kongres rakyat nasional.4 dan 5 di Majelis Permusyawaratan Rakyat hal-hal tersebut tidak dipunyai. Hal yang sama dengan Indonesia juga Cina mempunyai kewenangan Dasarnya.

Memilih Presiden. kemudian menentukan Apabila diperhatikan hal ini mirip dengan kewenangan MPR karena memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: 1. kebijakan memilih negara. Membuat Undang-Undang Dasar 2.4. which consisted of a 95 . legislatif setelah UUDnya dari diganti maka ke sistem bentuk badan kamar dan memberhentikan Presiden dan Wakil rakyatnya Majelis nasional berubah Nasional yang Bikameral Venezuela terdiri merupakan satu atas (unikameral). 3. Membuat Garis Besar daripada Haluan Negara. Venezuela’s bicameral National Congress. Cina memiliki lembaga yang sama fungsinya dengan Indonesia Presiden yaitu dan membuat Undang-Undang arah Dasar. As a result of the 1999 constitution. terutama dengan Sistem Majelis Permusyawaratan dalam Rakyat ketatanegaraan adanya lembaga lembaga sama negara dengan dengan tertinggi Indonesia.Dalam adalah negara Cina. pemegang Cina kekuasaaan hal tertinggi ini dapat di Kongres Rakyat sehingga dipersamakan Indonesia. 1.Konsep Majelis Nasional Venezuela Venezuela perwakilan unikameral.

article 347 Constitution Of Venezuela 96 . was replaced by a unicameral. who is popularly elected to a six-year term. yaitu Majelis Konstituen Nasional. The president has the authority to dissolve the legislature under certain conditions146. 165-member National Assembly in 2000. Dan institusi Konstitusi. Kongres 2 kamar Venezuela yang terdiri atas Senat dan Dean Perwakilan digantikan oleh sistem 1 kamar (unikameral) yang mempunyai deputi majelis nasional sebanyak 165 orang ditahun 2000. Presiden mempunyai kewenangan untuk membubarkan lembaga legislatif dalam keadaan tertentu.147 ”Kekuasaan rakyat yang tertinggi berada ditangan rakyat Venezuela. membuat peraturan perundang-undangan dan membuat Undang-Undang Dasar”. Kepala eksekutif Venezuela adalah presiden yang dipih 6 tahun sekali. 146 147 Venezuela. Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. Kabinet adalah dibentuk oleh Presiden. Legislators are popularly elected to a five-year term. © 1993-2002 Venezuela. Terjemahan bebas: setelah konstitusi tahun 1999. ini tidak dijelaskan ini hanya secara diadakan detail jika oleh ingin Institusi diadakan pergantian konstitusi. Ada satu forum atau majelis yang tugas dan wewenangnya sama dengan Majelis Permusyaratan Rakyat dalam hal membuat Undang-Undang Dasar.Senate and Chamber of Deputies. Kekuasaan ini dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional untuk dan diadakan untuk tujuan perubahan negara. The chief executive of Venezuela is a president. A council of ministers assists the president. Dan dipilih 5 tahun sekali.

Constituton Of Venezuela.5. 97 . Presiden sebagai pemegang fungsi eksekutif 3. Majelis Nasional sebagai fungsi legislatif 2.Jika diteliti lebih seksama maka Majelis Konstituen Nasional dilihat dari sudut pandang tugas dan wewenang maka hampir sama dengan MPR terkecuali dalam melantik Presiden dan Wakil Presiden. article 348. 349. Lembaga itu yaitu: Majelis Nasional dan Majelis Konstituen Nasional. Presiden dan lembaga lainnya sebagai pemegang fungsi kewarganegaraan 148 Venezuela.148 1. Sehingga ada 2 lembaga yang mempunyai beberapa persamaan dalam tugas dan wewenang dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Apabila dilihat dalam artikel 348 maka Majelis Konstituen Nasional adalah suatu forum dan bukan merupakan lembaga yang harus ada mempunyai sekretariat dan bertugas secara berkesinambungan. Mahkamah Agung sebagai pemegang fungsi yudikatif. 350. 4. Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Dengan Majelis Nasional Dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela setelah Undang-Undang Dasar baru tahun 1999 memberikan kewenangan kepada lima lembaga yang menjalankan lima fungsi yaitu: 1.

150 Tugas dan Wewenang yang diatur oleh Konstitusi Venezuela tidak dinyatakan dengan jelas.1upinfo.com/country-guide-study/venezuela/venezuela67. Kemudian yang kedua adalah ayat 2 yang berbunyi untuk mengajukan perubahan dan 149 Venezuela.Cit. social gahtering of an important and formal kind151. Apabila diteliti secara seksama maka kewenangannya dan tugasnya dinyatakan oleh kata function. h. article 136.149 Dalam Nasional menjalankan fungsinya badan tersebut parlemen yang Majelis memegang bertindak sebagai kekuasaan legislatif dan pengawasan badan eksekutif. Badan Pemilihan Umum Nasional sebagai pemegang fungsi Pemilihan Umum.html AS Hornby. Walaupun secara arti kata function adalah special activity or purpose of a person or thing.5. dalam dan Hal ayat mengesahkan cabang kompetensi kekuasaan adalah mengfungsikan ini jika beberapa dilihat secara seksama wewenang yang diatur dalam satu ayat. Tetapi hal-hal yang diatur didalamnya diatur hal-hal yang menyangkut 1.350 150 151 98 .Untuk kewenangan seperti yang disebutkan nasional nasional. or public ceremony or event. Op. Constitution Of Venezuela http://www.

Constitution Venezuela Article 341. 152 Setelah melihat beberapa fungsi maka dapat disimpulkan bahwa ada tugas dan wewenang yang diatur dalam fungsi. Sedangkan reformasi Konstitusi dalam Konstitusi Venezuela diatur dalam artikel 342. adalah: “Tujuan dari Reformasi Konstitusi adalah untuk mengubah dan memperbaiki beberapa bagian dari Konstitusi dan mengganti satu atau beberapa dari bagian tersebut tanpa mengubah Prinsip dasar dan Struktur teks dari Konstitusi”.revisi Undang-Undang Dasar dalam jangka waktu yang diatur dalam konstitusi ini. Inisiatif Kontitusi untuk mengadakan Majelis reformasi Nasional dan dan amandemnen Presiden berasal dari 152 Article 187. Ada perbedaan tentang konsep amandemen dengan reformasi konstitusi yang ada dalam Konstitusi Venezuela seperti yang disebutkan dalam artikel 340: ” Tujuan dari amandemen adalah untuk menambah atau untuk modifikasi satu atau beberapa artikel dari Konstitusi. Seperti kewenangan yang untuk mengubah Undang-Undang Dasar yang terletak dalam pasal 341153. Constitution Venezuela 153 99 . tanpa mengubah struktur dasar dari yang diubag oleh proses tersebut”.

dan permintaan dari pemilih yang telah terdaftar sebagai peserta pemilihan Umum. Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. akan tetapi dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ada ada ada ada ada Dilaksanakan oleh Majelis Konstituen Nasional Setelah diperbandingkan dengan Republik Rakyat China dan Venezuela setelah amandemen. Persamaan dan Perbedaan MPR dengan Kongres Rakyat Nasional Cina dan Majelis Nasional Venezuela dan Majelis Konstituen Nasional Venezuela. Memilih Presiden dan Wakil Presiden 3.bersama Kabinetnya. Tugas Dan Wewenang 1. Mengganti Undang-Undang Dasar Indonesia ada Cina ada Venezuela Hanya mengajukan rancangan UUD. Membuat dan menetapkan UUD 2. Maka tugas dan wewenang 100 . dan merubah UUD Tidak ada ada ada ada Tidak ada Tidak ada.6. 1. Membuat Undang-Undang 4.

MPR dengan Kongres Rakyat juga Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela Majelis Konstituen Venezuela. Perbandingan Tugas Dan Wewenang Sebelum Perubahan UUD 1945 Dengan Amerika Serikat 2. Amerika Serikat Amerika Serikat merupakan negara yang berbentuk federal (walaupun pada awalnya berbentuk konfederasi). Amerika mempunyai sistem 101 . terkecuali Venezuela. Perbedaan yang ada di MPR dengan Kongres Rakyat Nasional China dan Majelis Nasional Venezuela adalah: 1. diambil persamaan sebagai berikut: a.Merupakan lembaga negara tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang tertentu. 2. b. Dan mempunyai lembaga pemegang kekuasaan legislatif yang bernama kongres. Kongres dan Dewan Perwakilan terdiri atas 2 kamar yaitu: Senat Rakyat.Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak mempunyai kekuasaan dalam hal membuat undang-undang. Merupakan lembaga yang bertugas membuat. dan mengganti UUD walaupun ada beberapa cara tertentu yang berbeda. mengubah UUD.1.

h. Jakarta. sangat anti komunis. 222 156 Alexis de Tocqueville. satu kemudian penyebar terkenal salah demokrasi dari negara barat. h. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Yayasan Obor Indonesia. New York.155 2. for there is nothing in the democratic states which is 154 Larry. h. Diamond. Philippe C Schmitter. Tetapi semenjak selesai Perang Saudara. mengawal pendirian negaranya yang dipenuhi berbagai gejolak semenjak negara itu terbentuk154. Lembaga Penelitian. Dalam beberapa propaganda kurun anti waktu komunis pemerintahannya dan melakukan banyak melakukan ke penyebarannya negara lain.2 Konsep Lembaga Kongres Amerika Serikat Kongres dan lembaga-lembaga negara yang lain di Amerika Serikat dalam mengambil keputusan menekankan pada kekuatan suara mayoritas seperti yang dikatakan oleh Alexis de Tocqueville bahwa:156 the very essence of democratic government consist in the absolute sovereignty of the majority. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial. Washington Square Press. 1965. Democracy In America. 1992. Kondisi Amerika negara Serikat Amerika Serikat dengan mulai stabil. Jakarta.90 102 .7 155 Guilermo O’Donnel. Laurence Whitehead. 1994. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang.pengawasan dengan yang baik And antar lembaga Amerika negara yang dikenal Checks Balances.

2. Kongres terdiri atas 2 lembaga yaitu: 1.157 Hal ini tidak sama dengan di Indonesia setelah Perubahan UUD 1945. Most of the American constitutions have sought to increase this natural strength of the majority by artificial means. Senate.capable of resisting it. Sehingga tidak bisa diperbandingkan antara komposisi dan struktur lembaga Kongres dan MPR. MPR bukan merupakan 2 badan yang bertemu seperti Kongres Amerika Serikat. The Constitution Of United States Of America 103 . Terjemahan bebas: Hal yang sangat penting dalam pemerintahan yang demokratis terkandung dalam kedaulatan absolut dari mayoritas. Karena MPR di Indonesia terdiri atas anggota 2 badan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Dan ini merupakan perbedaan yang mendasar antara lembaga MPR dengan Kongres Amerika Serikat. Kongres mereka di Amerika dalam mempunyai tugas 2 dan lembaga yang jika bertemu suatu wewenang tertentu disebut Kongres. 157 Karena tidak ada negara lain sepanjang Article 1. maka yang dibandingkan adalah tugas dan wewenang yang dipunyai Kongres. House Of Representative. Karena struktur dan sistem parlemen yang berbeda.tidak ada dalam negara demokratis yang bisa menolak itu. Telah mencari cara untuk meningkatkan kekuatan alam dari mayoritas dengan cara yang konstitusional. Section 1.

Jakarta. Karena mekanisme menganut Indonesia. Sedangkan di Indonesia tidak menganut pemisahan kekuasaan tersebut secara mutlak159. Dan yang akan diperbandingkan disini adalah sistem parlemen yang dalam konstitusi masih berlaku. Fungsi Legislatif. Fungsi Yudikatif.sepengetahuan penulis yang menerapkan sistem parlemen trikameral kecuali Negara Cina Taiwan sebelum berubah158. 1985. 3. 159 104 . 42-45 Ismail Suny. Pembagian Kekuasaan Negara. jelas walaupun berbeda Amerika dengan negara terdiri atas 3 yaitu : 1.1-4. 2. h. Sehingga yang sering dijadikan contoh adalah Amerika Serikat maka MPR diperbandingkan dengan Kongres di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat jelas dinyatakan bahwa fungsi lembaga sistem parlemen bikameral yang yang baik. Aksara Baru. Fungsi Eksekutif. Semua fungsi yang ada di Amerika Serikat dalam pelaksanaannya dibuatlah mekanisme Checks And Balances yang 158 Jimly Asshiddiqie. Op. h.cit.

Dan kekuasaan yudikatif Konstitusi. Pada masa sesudah Perubahan UUD 1945 tugas utama MPR adalah: “ Melantik Presiden dan Wakil Presiden”161 160 Burns. Yang memegang kekuasaan legislatif ada ditangan kongres. New Jersey.5. Sehingga kedudukannya sama dengan lembaga-lembaga negara yang lain. Prentice Hall.bertujuan untuk menghindari kekuasaan terpusat pada satu lembaga. Kekuasaan eksekutif ada di tangan Presiden. 1989. Peltason.3 Perbandingan Tugas dan Wewenang Setelah Perubahan lembaga negara yang UUD 1945 maka MPR RI diatur sebagai sama dengan negara lain. Cronin. Government By The People.160 Di kekuasaan Indonesia setelah ada di pada Perubahan Dewan UUD 1945 maka legislatif Perwakilan Rakyat. h. Konsolidasi Naskah Perubahan Keempat Undang Undang Dasar 1945.23 Jimly Asshiddiqie. 161 105 . 2. h. sedangkan di Indonesia ada ditangan DPR. Dalam menjalankan tugasnya maka Kongres dan MPR ada ditangan Mahkamah Agung dan Mahkamah mempunyai persamaan dan perbedaan.

162 Ibid.162 Sedangkan wewenang MPR adalah sebagai berikut: 1.Ada tugas yang dilaksanakan secara temporer dan akan berakhir pada tahun 2003. Majelis permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. 2. Majelis dan Permusyawaratan atau/Wakil hanya dapat dalam memberhentikan masa jabatannya Presiden Presiden menurut Undang-Undang Dasar. Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya sampai Presiden dan/atau dan/atau Wakil Wakil Presiden Presiden pengganti sebagaimana terpilihnya mestinya. yaitu:“ Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada Sidang Majelis Permusywaratan Rakyat tahun 2003. 3. h. Tugas ini ada dalam Aturan Tambahan UUD 1945 pasal I.63 106 .

h. The Free Prees. pajak dan fungsi keuangan eksekutif) 3.54 Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2003. New York. Terjemahan bebas: Seluruh kekuasaan ada di Kongres Amerika Serikat dan terdiri atas Senate dan House Of Representatif. levies taxes and funds executive functions (Menyetujui anggaran federal.Declares war (menyatakan perang).Passes federal budget. The Philosophy Of The American Constitution.Kongres legislatif dan bahwa163: di Amerika Serikat mempunyai kekuasaan hal ini jelas tercantum dalam konstitusinya Section 1.Approves treaties and federal appointments (menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan pejabat federal) 5. positions menentukan membuat peradilan posisinya) 4. All legislative Powers herein granted shall be vested in a Congress of the United States. Kewenangan-kewenangan garis 163 164 diatas merupakan kewenangan Amerika besar yang dinyatakan dalam Konstitusi Paul Eidelberg. © 1993-2002 107 . 1968. (Menyetujui Undang-Undang federal) 2. which shall consist of a Senate and House of Representatives.Passes federal laws.Establishes (untuk lower federal courts. Sedangkan Kewenangan yang lain adalah yang diberikan oleh Undang-Undang Dasarnya adalah164 : 1. rendah judicial federal.

unless they shall by law appoint a different day. Sedangkan tugas Konstitusinya sehingga adalah: Section 2. The Congress shall assemble at least once in every year. dan mengadakan pertemuannya dimulai siang hari pada hari ketiga januari. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. 108 . and such meeting shall begin at noon on the third day of January. kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. sedangkan dalam kongres adanya tugas atau keharusan untuk mengadakan sidang setiap tahunnya. Terjemahan bebas: Kongres bertugas mengadakan sidang sekurang-kuangnya setiap tahun. Jika dibandingkan dengan tugas yang dilakukan oleh MPR maka dalam hal ini berbeda. Dari kewenangan-kewenangan diatas maka dapat disimpulkan persamaan kewenangan Kongres di Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah: 1.Serikat. Tugas MPR adalah melantik tidak dinyatakan secara jelas dalam tugas dari Kongres Amerika Serikat presiden dan wakil presiden. Mengubah Undang-Undang Dasar 2. Dan kewenangan-kewenangan lain secara jelas dinyatakan dalam Konstitusinya pada pasal 8.

memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya 6.Kesamaannya adalah tugas yang dilakukan adalah tugas yang dilakukan setiap kali dan dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Dasar.menetapkan Peraturan Tata Indonesia ada ada Amerika Serikat ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada ada ada ada ada ada Tidak ada ada ada ada ada ada ada 109 . dalam Sidang Paripurna MPR 3. berhenti.melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. diberhentikan.melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat.4. atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya 7. 2.Perbandingan Tugas dan Wewenang MPR Indonesia dan Kongres di Amerika Serikat Tugas Dan Wewenang 1. memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya 9.memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden 8.Membuat Undang-Undang 4.Mengawasi Pemerintah dalam bentuk persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah 5. Mengubah dan menetapkan UUD 2.

Tugas dan 110 . BAB V PENUTUP 1. Kesimpulan Majelis merupakan Permusayawaratan perwakilan Rakyat rakyat Republik yang Indonesia atas: lembaga terdiri anggota 2 lembaga negara yaitu Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.Tertib dan kode etik MPR Ada beberapa kesamaan secara tugas dan wewenang antara Kongres Amerika Serikat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia. Akan tetapi MPR tetap bisa secara komposisi dan kedudukan lembaga tidak dipersamakan dengan Kongres Amerika Serikat. Karena dasar yuridis untuk menjalankan kedaulatan rakyat telah dicabut oleh amandemen UUD 1945. besar Perubahan bagi Majelis UUD 1945 telah memberikan perubahan Permusyawaratan Rakyat. Kesamaan dan perbedaan dapat dilihat pada tabel diatas.

Pertama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik tentang susunan dan kedudukan MPR. Pemilihan Presiden secara telah terpilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum maka MPR mempunyai suatu kewajiban untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden. DPR. DPD dan DPRD mempunyai untuk Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat. DPD dan Indonesia akhirnya hanya mempunyai 2 tugas yaitu “Melantik Presiden dan Wakil Presiden (pasal 3 ayat Tugas tentang yang merupakan akibat dan dari UUD 1945)”. berhenti. merupakan dilaksanakan dalam keadaan tertentu. MPR setelah adanya undangundang susunan tugas dan kedudukan melantik MPR.wewenang MPR kemudian dijelaskan dalam UUD 1945 dan undangundang DPRD. DPR. atau tidak dapat Tugas melaksanakan ini kewajibannya suatu dalam tugas masa yang jabatannya. diberhentikan. Kedua adanya tugas sementara MPR tentang Peninjauan Kembali Materi dan Rakyat status hukum dan Ketetapan Ketetapan Majelis Majelis Permusyawaratan Sementara Permusyawaratan Rakyat pada Sidang Tahunan 2003. aturan Apabila ditetapkannya langsung. Tugas ini 111 .

DPR. Keempat Majelis Permusyawaratan hanya dapat memberhentikan Presiden dan atau/Wakil Presiden dalam masa jabatannya. Karena jika telah dilaksanakan maka tugas berakhir. Kewenangan ini didasarkan menurut Undang-Undang Dasar Pasal 3 ayat 1 dan pasal 8 UUD 1945 Perubahan UndangUndang Dasar 1945. Permusyawaratan kewenangan Kewenangan Dasar mengubah ini Rakyat dan Republik menetapkan pasal huruf 3 a Undang-Undang ayat 1 berdasarkan pasal 11 Undang-Undang 1945 dan undang-undang tentang susunan dan kedudukan MPR. 112 .merupakan tugas sementara dari MPR. Rakyat Hal ini menjelaskan kewenangan bahwa yang Majelis Permusyawaratan mempunyai hanya dijalankan dalam keadaan dan waktu tertentu. Kemudian diperjelas dengan pasal 11 yang huruf c undang-undang tentang susunan dan kedudukan berbunyi “memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil setelah Presiden dan/atau untuk menyampaikan Hal ini Presiden dalam masa jabatannya Wakil Presiden di diberi dalam kesempatan penjelasan Sidang Paripurna MPR”. Ketiga Indonesia Majelis mempunyai Dasar. Persyaratan kewenangan tersebut diatur oleh pasal 37 Undang-Undang Dasar 1945. DPD dan DPRD.

Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus bertanggung jawab kepada pemilihnya. DPD dan DPRD). Konsekuensi dari tugas tersebut jika tidak berhasil maka dalam Pemilihan berikutnya tentu tidak akan dipilih lagi oleh pemilihnya. DPR.mereduksi juga kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. hukum. Pada 1945 Wakil waktu dahulu sebelum Perubahan Undang-Undang Dasar MPR mempunyai kewenangan untuk memilih Presiden dan Presiden. Kelima Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden Sehingga akhirnya proses politik ini berdasarkan pengganti sesuai dengan pasal 8 ayat 3 UUD 1945. Pasal 11 huruf f berbunyi “memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya 113 . Karena dipilih oleh rakyat secara langsung mengakibatkan kewenangan memberhentikan Presiden mempunyai persyaratan yang sulit. Dalam pasal 6A UUD 1945 telah diatur berarti tentang pemilihan langsung Presiden oleh rakyat. Walaupun mempunyai akhirnya Majelis untuk Permusyawaratan memutuskan Rakyat yang kewenangan mengenai perkara tapi dengan dasar putusan Mahkamah Konstitusi (pasal 11 huruf c UU tentang susunan dan kedudukan MPR. Kewenangan ini diperjelas menjadi tugas dan wewenang dengan pasal 11 huruf f UU Susunan dan Kedudukan.

berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket

calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari”. Kewenangan ini merupakan kewenangan yang dipegang dalam keadaan tertentu, dalam beberapa tahun keadaan yang mungkin hanya terjadi sekali. Sehingga kewenangan inipun

akhirnya tetap menjadi kewenangan yang tergantung dengan situasi dan kondisi proses politik kenegaraan. Keenam memilih Wakil Presiden dari dua calon yang

diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden lambatnya dalam dalam masa jabatannya. enam Dan dilakukan selambatini

waktu

puluh

hari.

Kewenangan

merupakan pengulangan dari pasal 8 ayat 2 UUD 1945. Keenam Dalam menentukan struktur Ketatanegaraan

Republik Indonesia. Majelis Permusyaratan Rakyat akhirnya didudukkan sebagai lembaga yang mempunyai kedudukan yang sama dengan lembaga negara yang lain. Majelis

Permusyawaratn Rakyat tetap menjalankan fungsi keseharian. Hal ini diperkuat dengan adanya Pimpinan MPR, Sekretaris

114

Jendral lembaga

MPR

dan

tugas

dan

wewenang lain. Maka

yang

berbeda

dari

perwakilan

yang

sistem

parlemen

Indonesia menjadi tricameral system, teori ini merupakan teori dari Profesor Jimly Asshiddiqie165. Perbandingan dengan negara lain yang mempunyai tugas dan wewenang yang mempunyai kemiripan dengan MPR. Maka MPR tetap menjadi suatu lembaga negara, yang tidak mempunyai satu kewenangan yang dimiliki oleh lembaga negara di

negara lain. Karena Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi lembaga perwakilan rakyat yang bukan lembaga legislatif

pembuat undang-undang. Kedelapan tugas dan wewenang lembaga Majelis

Permusyawaratan Rakyat

sebelum diadakan Perubahan UUD 1945

hampir sama dengan lembaga negara di negara lain. Seperti Cina. MPR setelah lembaga tugas yang tetap perubahan pertemuan dan hampir Undang-Undang anggota DPR Dasar DPD 1945 yang tetapi adalah,

merupakan mempunyai kewenangan bahwa Dasar.
165

dan

wewenang sama

tersendiri. negara pembuat

Akan lain

dengan

MPR

menjadi

lembaga

Undang-Undang

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM , Bali, Juli 2003, h.9

115

2. Saran Kesatu perlu dirumuskan kembali apa yang dimaksud

dengan tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang Dasar secara dan undang-undang Sehingga tentang tidak susunan dan kedudukan yang

jelas.

terjadi

interprestasi

dibuat oleh lembaga negara yang lain walaupun hal itu bisa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi. Seharusnya UndangUndang Dasar dan undang-undang mengaturnya dengan jelas. Kedua tentang menjadi telah benar pendapat para Majelis ahli hukum tata negara Rakyat

tidak

perlunya

Permusyawaratan

lembaga yang tetap. Karena tugas dan wewenangnya menjadi dalam tugas yang formal belaka. tertentu hal Dan yang tak

direduksi

wewenang

digunakan

beberapa hanya

kondisi

kemungkinan

terjadinya

akibat

beberapa

terduga. Hal ini bisa jadi pertimbangan untuk Perubahan UUD 1945 kedepan. Anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat, seperti

banyaknya pegawai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keseharian Majelis Permusyawaratan Rakyat, tidak diperlukan lagi. Karena lembaga ini berubah menjadi forum yang hanya bersidang dan melaksanakan tugas dan wewenangnya yang

116

yang Alangkah tidak dilakukan lebih dalam bijaknya Majelis rakyat terhormat Permusyawaratan Rakyat menggunakan fasilitas negara yang telah tersedia seperti: ruang rapat Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah tersedia. Dengan catatan bahwa tugas dan wewenang yang seremonial seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara para mewah wakil dan besar-besaran. 117 . Indonesia telah mengalami bertahun-tahun defisit anggaran. seperti tidak perlu membayar gaji dan mengangkat pegawai negeri untuk mengurus kesekretariatan Majelis Permusyawaratan Rakyat.dilakukan pada saat tertentu. Dengan bentuk forum maka anggaran yang dikeluarkan akan menurun.

Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti. Konsolidasi Naskah UUD 1945 Setelah Perubahan Keempat. Jakarta:UI Press. 1996 ____________. Pergumulan Peran Pemerintah Dan Parlemen Dalam Sejarah. Harun. 2002 Dasar __________.DAFTAR PUSTAKA BUKU Al Rasyid. UI Press. 1996. 1993 Grafiti. 1994 ____________.1997 Arinanto. Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al Quran Dan Sunnah. 1991 Asshiddiqie. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Perubahan Ketiga Undang-Undang Jakarta: UI Press. Jakarta:UI Press. 2002 118 . Himpunan Peraturan Hukum Tata Negara. Jimly. Gagasan Gagasan Kedaulatan Rakyat Dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia.Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Hukum Dan Demokrasi. Jakarta: Ind Hill-Co. Satya. Al-Qardhawy. __________. Pengisian Jabatan Presiden. Jakarta: Pustaka AlQautsar. 1945.

Introduction To The Study Of The Law Of The Constitution. Black’s Law Dictionary . Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Shadily.. Abudaud. 1997 Eidelberg. The Philosopy Of The American Constitution. Millan Education LTD. sevent edition. 1985 Dood. Abubakar. New York: Washington Square Press. Gramedia Pustaka Utama. New Jersey: Princeton University Press. Otoritas Rajawali. John. Peltason. London:Mc. 1984 Tata Burns. Miriam. Carter. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Cronin. Bryan. Toronto: Collier-Macmillan Canada.____________. Jakarta: Ghalia Indonesia. Larry. Teori Dan Aliran Penafsiran Negara. Alexis. Hukum Tata PT Jakarta: Demokrasi Jakarta:PT Negara.AV. 1989. 1965 Diamond. Ilmu Negara. Minn:West Group. 1968 Garner. Jakarta:Ind. St Paul. 1999 119 . Dasar-Dasar Ilmu Politik. 1994 Dicey. April. Government By The People. Democracy In America. Kamus Inggris Indonesia.1998 Busroh. Jakarta: CV De Tocqueville. Indonesia Pancasila. New Jersey: Prentice Hall. 1976 Echols. Paul. James. Revolusi Demokrasi Perjuangan Untuk Kebebasan Dan Pluralisme Di Negara Sedang Berkembang. Hukum Jakarta:Ghalia Indonesia. 1998 Budiarjo. Demokrasi di Parlementer dan Demokrasi Gramedia Pustaka Utama.Hill-Co. Lawrence.1985 Dan Demokrasi. 1998 _________________. Coalitions in Parliamentary Government.W. Thomas. 1959 Djokosutono . J.

Bina Aksara . Jakarta: Sinar Bakti. Mukaddimah. Allen & Unwin LTD. Benturan Antara Peradaban Dan Masa Depan Politik Dunia. Bandung:Armico. Mochtar. Harmaily. Yogyakarta: CV Qalam Yogyakarta. 1979 Joeniarto. Pengantar Hukum Tata Negara. Amandemen UUD 1945 Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Sistem Hukum. Majelis Permjusyawaratan Rakyat Suatu Tinjauan Dari Sudut Hukum Tata Negara. Politik Membela Yang Benar Teori Kritik Dan Nalar. Estiko. 120 . Harmaily. Sejarah Ketatanegaraan Republik Jakarta: PT. Oxford Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. 2001 Hermawan. Yogyakarta: KLIK dan DKN GARDA BANGSA. Ibrahim. 1987 Huntington. 1984 Indonesia. Jakarta:PT Pradnya Hariadi. Mohammad. Pengantar Bandung: Bina Cipta. Ibnu. A Grammmar Of Politics. Jakarta: Tim Hukum Pusat Pengkajian Dan Pelayanan Informasi Sekretaris Jendral.Hasan. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Didit. Samuel. 1987 Konvensi Ketatanegaraan. 2003 Ibrahim. Harold. Ismail. Jakarta: Pustaka Firdaus. Hukum Internasional. Khaldun. 1988 Kusumaatmaja. Hornby. 1990 Laski. London: George Manan. London: Oxford University Press. 1938. Eman.2000 Kusnardi. Bagir. Pemilihan Paramita. 1986 Umum 1987. 2003. AS.

2000.__________________. WJS. 1985 MPR Tidak Mutlak. 1981 Thaib. 15 Direktorat Pendidikan Geoffrey Meny. Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Jakarta: PN Balai Pustaka. 1989 Thaib. Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan Dan Peradilan Administrasi. 1977 Purbopranoto. Jazim. tanpa tahun Plato. Hendra. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Mulyono. Jakarta: LP3S. Kekuasaan Jakarta. Naning.1998 Doto. Ni’matul . Jakarta. Perwakilan Golongan Di Indonesia. Republik. h. Yan. O’Donnel. Semarang:CV. Pramadya. Parliamentary Sovereignty And The Commonwealth. Dahlan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Teori Hukum Dan Konstitusi. Yogyakarta: Liberty 1982 Nurtjahjo. Knap. 1957 Yves. Kamus Hukum. 1976 Puspa. third edition. Bandung: Alumni. Yogyakarta: Liberty. Government And Politics In Western Europe. Aneka Ilmu. Schmitter. Teori Dan Politik Konstitusi. 2002 Poerwadarminta. Erlangga. Jakarta:Bentang. 1999 121 . Marshal. Whitehead. Transisi Menuju Demokrasi Kasus Eropa Selatan. Lembaga Legislatif Sebagai Pilar Demokrasi Dan Mekanisme Lembaga Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Ramdlon. Andrew. Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Dahlan. Hamidi.Oxford: Oxford University Press. New York:Oxford University Press. Kuntjoro. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI2002. Huda.

1988 Konstitusi Indonesia. Redaksi Sinar Grafika.T. 1986 Sekretariat Jendral MPR RI. Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang. Jakarta: UI Press. Simanjuntak. Pandangan Negara Integralistik: Sumber. Islam Dan Tata Negara Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. Sekretariat Jendral MPR RI.1996 Politica. 2001 Shklar. Jakarta:Bandung. Usep. Hukum Dan Jakarta:CV. Himpunan Ketetapan MPRS Dan MPR Tahun 1960 S/D 2002. Apakah Bangsa Itu?. J. Marsilam. Masagung. Jakarta: Sekretariat Jendral MPR RI. Jakarta:Sekretariat Jendral MPR RI. 2002 Sjadzali. Proses Reformasi Konstitusional : Sidang Istimewa MPR 1998. Judith.H.Ranawijaya. Jakarta: Ghalia Indonesia. J. Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. Jakarta. 2000 Renan. 2002 Samsul Wahidin. 1988. Filsafat Politik Aristoteles. Sejarah Filsafat Barat. 1994 122 . MPR Dari Masa Kemasa. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Ernest. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada. Munawir. 1983 Dasar- Rapar. 1993 Simorangkir.C. Unsur Dan Riwayatnya. Tiga Undang-Undang Dasar: UndangUndang Dasar 1945. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1950. Montesqieu Penggagas Trias Jakarta : Pustaka Utama Grafiti. 1994 Bertrand Russel. Cetakan 2. Jakarta: Bina Aksara. Jakarta: Sinar Grafika. Hukum Tata Negara Indonesia Dasarnya.

1998 Soemantri. Pedoman Islam Bernegara. h. Penelitian Hukum Jakarta:Raja Grafindo Persada. Cet. Jakarta:PT Pradnya _________. 1985 Taimiyah. Bandung:Mandar Maju. Lubis. Jakarta: Aksara Baru. Yogyakarta: Liberty. 1987. Bandung: PT. 1989 Kekuasaan Eksekutif. Jakarta. ASS. Pengantar Penelitian Hukum. 1986 ____________. h. Sistem Pemilu. Rajawali. Jakarta: Kanisius.Prosedur Dan Sistem Perubahan Konstitusi.1980 Soekanto.16 Solly. Ilmu Negara.133-134 Soetiksno. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta: PT Bulan Bintang. Jakarta: IFES. Jakarta. Alumni. Ilmu Perundang-Undangan: Dasar-Dasar Dan Pembentukannya. Soerjono.UN. Sri. Filsafat Hukum Bagian 1. 1991 Tim IFES. 1989 _____________. Citra Aditya Bakti. Filsafat Hukum Paramita.Soehino. 2001 123 . Soekanto. 1989 Tambunan. Jakarta: 1986. CV. 1995 Normatif.4. Ilmu Negara. Soeprapto. Soerjono. IDEA. MPR Perkembangan Dan Pertumbuhannya Suatu Pengamatan Dan Analisis. Mamudji. 1981 Hukum Tata _____________. 2002. PT Pradnya Paramita. Jakarta. Pergeseran Aksara Baru. Pembagian Kekuasaan Negara. Sunny. 2003 Bagian 2. Jakarta: Ismail. Maria Farida Indrati. Pengantar Perbandingan Antar Negara. Ibnu. Bandung.

Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Yara. Semua Harus Terwakili Studi Mengenai Reposisi MPR. SP. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 1982 Muchyar. Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 Cina. Jakarta:CV Rajawali. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Teori Politik Modern. Muhammad. Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. 2000 Tim Sekretariat Negara. DPR. Pengisian Jabatan Presiden Dan Wakil Presiden Di Indonesia Suatu Tinjauan Sejarah Hukum Tata Negara. 1990 Wahjono. Padmo.Nadhillah Ceria Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum Dan Kebijakan Indonesia. dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia. 1995 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Indonesia.Tim PSHK. 1996 Yamin. Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia. Jakarta: PT. 1995 Varma. Konstitusi RIS 1949 Indonesia. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia. Jakarta: Ind Hill-Co. Ilmu Negara. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Jakarta: Ghalia Indonesia. Constitution Of China 124 . Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia.

Disampaikan dalam forum Kongres Mahasiswa Indonesia Sedunia I. Jimly.com diakses pada tanggal 29 Maret 2003 ________________. Juli 2003 125 .theceli. Bali. Constitution Of Venezuela 1961 Venezuela. 28 Oktober 2000.Demokratisasi Pemilihan Presiden dan Peran MPR Di Masa Depan. Jakarta. _______________________. 28 Maret 2003 _________________. Reformasi Menuju Indonesia Baru: Agenda Restrukturisasi Organisasi Negara. Refleksi Tentang Arah Sistem Hukum Dan Kenegaraan Indonesia Pasca Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. Constitution Venezuela 1999 Of The Bolivaarian Republic Of MPR. Ketetapan MPR No 1 tahun 1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR.Amerika Serikat. Ketetapan MPR No V/MPR/1973 tentang Peninjauan ProdukProduk Yang Berupa Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MAKALAH Ashhidiqie.Dan Keberdayaan Masyarakat Madani. www. Amerika Serikat. di Chicago. America Constitution Of The United States Of Venezuela. disampaikan dalam Simposium Nasional yang diadakan oleh BPHN dan DEPKEH HAM . Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945.

ChinaConstitutionhttp://www.Suny.4 SUMBER INTERNET Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia . BPHN dan DEPKEH HAM RI.oefre.html diakses pada tanggal 30 Juli 2003. jam 13.unibe. Constitution Of Venezuela.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela66.1upinfo. h. Implikasi Amandemen UUD 1945 Terhadap Sistem Hukum Nasional. disampaikan pada Seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. diakses pada tanggal 1 Juli 2003.html diakses tanggal 1 Juni 2003 Venezuela Constitutional Development. diakses pada tanggal Juni 2003 126 .1upinfo. Juli.http://www. http://www. 2003. 1990 pada Governmental System.php.26 National People’s Congres Data as of July 1987http://www.html. www. diakses pada tanggal 10 Januari 2003.html .101k.com/country-guidestudy/venezuela/venezuela67.com/countryguide-study/venezuela/venezuela69. Data as of December http://www. html diakses tgl 30 Juli 2003.mpr.com/country-guidestudy/china/china294. Bali.id/h/tentang/index.1upinfo.1upinfo. http://www.go.ch/law/icl/ch00000. diakses pada tanggal 1 Juli 2003. Venezuela Legislature. Ismail.org/politica/constitu.html.embavenezus.

127 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->