Nama Golongan Rumus Molekul Rumus Umum Tata Nama IUPAC

Alkohol Alkanol CnH2n+2O R X R OH 1. RU terpanjang 1. RU terpanjang dan dan mengandung mengandung gugus gugus/atom 2. Gugus fungsi mendapat halogen no terkecil 2. Atom halogen 3. Jika ada gugus fungsi mendapat no alkohol yang lebih dari satu terkecil maka menggunakan di, tri, 3. Prioritas tetra, dst sebelum akhiran ol penomoran di lihat 4. Penulisan nama dimulai dari kereaktifan dari no cabang, nama cabang Halogen (F, Cl, Br, (urut abjad), no gugus fungsi, I) nama induk (akhiran a 4. Jika ada atom diganti ol) halogen yang lebih dari satu maka menggunakan di, tri, tetra, dst 5. Penulisan nama senyawa disesuaikan dengan abjad y Mudah bercampur dengan air y Suku 1-4 berwujud gas, 5-9 berwujud cairan kental, 10lebih berwujud padat y Titik didih relatif tinggi

Haloaklakana Haloalkana

Eter Alkoksi Alkana CnH2n+2O R O R 1. Gugus alkil terpendek il diganti dengan oksi lalu gugus alkil terpanjang sesuai dengan nama dari alkana 2. Gugus fungsi mendapat no terkecil 3. Penulisan nama dimulai dari no cabang, nama cabang (urut abjad), nama induk

Aldehida Alkanal CnH2nO R CHO 1. RU terpanjang dan mengandung gugus 2. Gugus fungsi mendapat no 1 3. Atom C 4. Penulisan nama dimulai dari no cabang, nama cabang (urut abjad), nama induk (akhiran a diganti al)

Keton Asam Karboksilat Alkanon Alkanoat CnH2nO CnH2nO2 R CO R R COOH 1. RU terpanjang 1. RU terpanjang dan dan mengandung mengandung gugus gugus 2. Gugus fungsi 2. Gugus fungsi mendapat no 1 mendapat no terkecil 3. Jika ada gugus fungsi 3. Penulisan nama yang lebih dari satu maka menggunakan di, dimulai dari no cabang, nama cabang tri, tetra, dst sebelum akhiran oat (urut abjad), no 4. Penulisan nama gugus fungsi, nama dimulai dari asam, no induk (akhiran a cabang, nama cabang diganti on) (urut abjad), no gugus fungsi (kalo lebih dari 1), nama induk (akhiran a ditambah oat)

Ester Alkil Alkanoat CnH2nO2 R COO R 1. Gugus alkil terpendek il diganti dengan oksi lalu gugus alkil terpanjang il diganti dengan oat 2. Gugus fungsi mendapat no terkecil Penulisan nama dimulai dari no cabang, nama cabang (urut abjad), nama induk

Jenis Sifat Fisik

y Sukar bercampur dengan air y Berwujud gas pada suhu kamar, cair pada suhu tinggi, mudah menguap y Titik didih lebih rendah dibanding alkohol

jika berlebih akan menghasilkan R I . sekunder ( 5 menit membentuk uap air). dan tersier (tidak bereaksi) y Pembentukan Ester Alkohol + AS. Karboksilat menghasilkan Ester + Air dengan katalisator As. lebih lanjut menjadi As. R I + H2O Kegunaan . Sulfat Pekat y Alkohol + H2SO4 (pekat) menghasilkan: o Ester + Air (dalam suhu 40 ) o Eter (dalam suhu 130 ) o Alkena (dalam suhu 180 ) y Mudah terbakar dan menghasilkan gas CO2 dan gas H2O y Tidak bereaksi dengan logam Natrium y Bereaksi dengan PCl5 tapi tidak menghasilkan HCl y Terurai oleh asam halida terutama Iodida jika terbatas menghasilkan R OH dan R I . Karboksilat Sekunder Keton Tersier y Bereaksi dengan larutan ZnCl2 dalam HCl pekat(Tes Lucas). Berguna untuk membedakan alkohol primer (langsung membentuk uap air).Sifat Kimia y Mudah terbakar dan menghasilkan gas CO2 dan gas H2O y Bereaksi dengan logam Natrium menghasilkan gas Hidrogen y Bereaksi dengan PCl5 dan menghasilkan HCl y Oksidasi Alkohol + kalium Dikromat/Kalium Permanganat dalam suasana asam Primer aldehid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful