KESIAPAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN DALAM MENYELENGGARAKAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

KABUPATEN POHUWATO PADA TAHUN 2010

OLEH MISRAH DJAKA

LATAR BELAKANG
1. 2. Arus demokratisasi di Indonesia terus berlanjut dengan diubahnya sistem pemilihan presiden dan wakil presiden dari sistem perwakilan menjadi pemilihan langsung oleh rakyat. Perubahan ini merupakan suatu kemajuan proses demokrasi dan membuat ruang yang lebih luas bagi partisipasi aktif warga negara sekaligus pelaksanaan kedaulatan rakyat. Revisi UU No. 22 Tahun 1999 menjadi UU No. 32 Tahun 2004 memuat satu klausul perubahan pemilihan kepala daerah dari dipilih oleh DPRD menjadi dipilih langsung oleh rakyat sendiri. UU No. 12 Tahun 2008 Pasal 56 : (1) Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. (2) Pasangan calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diusulkan oleh partai politik, gabungan partai politik, atau perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang yang memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan dalam Undang-Undang ini.

3.

4.

Pilkada langsung merupakanan moment penting bagi daerah karena sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan pemerintahan daerah tersebut maka keberhasilan Pilkada langsung sangat bergantung pada bagaimana kesiapan dari KPUD sebagai penyelenggara Pilkada langsung 6. .Latar Belakang 5. paling tidak memberikan gambaran Implikasi kepada ketidaksiapan dan ketidak matangan masyarakat dalam berdemokrasi disamping ketidaksiapan stake holders yang terlibat dalam proses Pilkada langsung termasuk salah satunya KPUD sebagai penyelenggara. Persoalan konflik dalam proses Pilkada langsung di beberapa daerah tersebut.

diperoleh indentifikasi masalah sebagai berikut. 1. 2. Adanya kerawanan terjadinya konflik pada pemilihan kepala daerah secara langsung. Belum jelasnya Kesiapan KPU Kabupaten Pohuwato dalam menyelenggarakan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010. Tidak adanya jaminan keberhasilan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pohuwato. 3.IDENTIFIKASI MASALAH Berdasarkan uraian latar belakang di atas. .

Bagaimana Kesiapan KPU Kabupaten Pohuwato dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010? 2. Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat kesiapan KPU Kabupaten Pohuwato dalam rangka menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010? 3.RUMUSAN MASALAH 1. Upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi faktor yang menghambat kesiapan KPU Kabupaten Pohuwato dalam rangka menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010? .

‡ Mendeskripsikan dan menjelaskan faktor yang mendukung dan menghambat kesiapan KPU Kabupaten Pohuwato dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010.TUJUAN Setiap penelitin pasti mempunyai tujuan tertentu yang merupakan arah sekaligus tolok ukur suatu penelitian. ‡ Mendeskripsikan dan menjelaskan kesiapan KPU Kabupaten Pohuwato dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010. . Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut. ‡ Mendeskripsikan dan menjelaskan upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor yang menghambat kesiapan KPU Kabupaten Pohuwato dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada tahun 2010.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sumbangan pemikiran bagi pemerintah Kabupaten Pohuwato khususnya KPU Kabupaten Pohuwato dalam memrpersiapkan pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk mewujudkan demokratisasi di daerah. c. d. Sebagai sarana berlatih bagi penulis untuk menuangkan konsep pemikiran ke dalam bentuk tulisan ilmiah dengan penerapan teori-teori serta referensi.MANFAAT PENELITIAN a. khususnya dalam mengembangkan konsep pemilihan langsung pimpinan eksekutif daerah otonom dan demokratisasi di daerah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sumbangan pemikiran dan kaidah keilmuan dalam bidang politik pemerintahan. Sebagai bahan kajian studi banding antara pengetahuan yang bersifat teoritis dengan pengetahuan yang bersifat empiris. .

dan -an sehingga membentuk kata kesiapan yang berarti suatu keadaan menyediakan (mempersiapkan) sesuatu sehingga dapat dimanfaatkan atau digunakan lebih lanjut untuk menghadapi suatu kejadian yang terjadi pada waktu akan datang. sudah disediakan. ‡ Meneliti kesiapan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pohuwato. Menurut Poerwadarminta (1994:990) Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia mendefenisikan kesiapan berasal dari kata siap berarti sudah sedia. berarti meneliti segala aspek sumber daya organisasi yang harus direncanakan dalam proses pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah .BAB II KAJIAN TEORI KESIAPAN : ‡ Secara etimologis kesiapan berasal dari kata siap yang diberi imbuhan ke.

. Bersifat independen artinya terbebas dari pengaruh pihak manapun. bertindak aktif dan efektif dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan proses Pemilu. dan mampu secara aktif serta efektif menyelenggarakan Pemilu .‡ KOMISI PEMILIHAN UMUM Menurut Patrik Merloe dalam Sutrisno (2001:16) Komisi Pemilihan Umum adalah badan yang bertanggung jawab menyelenggarakan Pemilu yang bersifat independen.

. memilih lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). merekrut dan melatih petugas Pemilu.‡ Tanggung jawab suatu Komisi Pemilihan Umum adalah mencakup memasyarakatkan UU Pemilu. menafsirkan undang-undang Pemilu. menyelidiki dan memutuskan pengaduan pemilu. mengembangkan prosedur pemungutan dan penghitungan suara. melaksanakan kampanye pendidikan pemilih dan warga negara. serta membuat tabel dan mengumumkan hasil Pemilu. mengatur kampanye Pemilu. mempersiapkan bahan-bahan Pemilu. mendaftar partai politik. calon dan pemilih.

meskipun keanggotaanya dibatasi oleh masa jabatan. KPU melaksanakan tugas-tugasnya semata-mata berdasarkan Undang-Undang dan melaporkanya secara periodik kepada Presiden dan DPR.‡ KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/kota adalah bagian KPU yang bersifat nasional. sifat Nasional dimaksudkan bahwa KPU sebagai penyelenggara mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. tetap dan mandiri. Sifat tetap dimaksudkan bahwa KPU. ‡ Dalam hal penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara langsung. Sifat mandiri dimaksudkan bahwa dalam menyelenggarakan Pemilu KPU bersikap mandiri dan bebas dari pengaruh pihak manapun. maka yang menjadi penyelenggara utamanya adalah KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/kota yang ada di daerah masing-masing . KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota sebagai lembaga menjalankan tugasnya secara berkesinambungan.

.Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung (Pilkada langsung) ‡ Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan bagian dari desentralisasi demokrasi. ‡ Sadu Wasistiono (2003:12) berpendapat: salah satu diantara hak dasar daerah otonom yaitu hak memilih pemimpin sendiri secara bebas . Partisipasi politik masyarakat dan usaha mengembangkan mekanisme pertanggungjawaban merupakan kebutuhan dalam proses desentralisasi demokratis.

. Pemilihan pendahuluan adalah pemilih (rakyat) memilih secara langsung wakil-wakil yang akan duduk di legislatif. 2. Referendum dan inisiatif adalah pemilih (rakyat) secara langsung memberi persetujuan mengenai hal-hal tertentu seperti perubahan undangundang dasar dan undang-undang. Presidensialisme adalah pemilihan lembaga eksekutif dilakukan secara langsung oleh pemilih (rakyat). 3.Menurut Liphart dalam Hermanto (2003:15) menyatakan bahwa : Perwujudan demokrasi dapat dilihat dari empat elemen yaitu: 1. 4. Recal adalah pemilih (rakyat) dapat memanggil kembali para wakil rakyat yang duduk di lembaga legislative.

Menurut Purwoko (2003:143) menyatakan bahwa: kelebihan dan kelemahan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung antara lain sebagai berikut: a. Legitimasi. merupakan hal yang sangat diperlukan oleh suatu pemerintahan daerah. karena krisis legitimasi akan menyebabkan instabilitas politik dan ekonomi yang berkepanjangan. .Kepala daerah terpilih akan mempunyai mandat dan legitimasi yang sangat kuat karena didukung oleh suara rakyat yang memberikan suaranya secara langsung. Kelebihan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung antara lain: .

Menggunakan biaya yang besar. karena tingkat pendidikan serta kesadaran politik yang masih sangat rendah.Memperkokoh kedudukan dan legitimasi kepala daerah. Kelemahan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung antara lain . . tetapi juga bagi rakyat dan .Sistem ini akan menguntungkan dan memberikan peluang kepada kandidat kepala daerah dari partai besar serta memiliki dana kampanye besar memiliki karisma di masyarakat. sehingga kemungkinan besar akan memperlemah posisi DPRD. .b. . tingkat emosional rakyat horizontal yang bernuansa SARA diberbagai wilayah Indonesia. tidak hanya bagi partai politik yang menominasikan.Adanya keraguan terhadap kesiapan rakyat Indonesia untuk menerapkan sistem.

Jadi. Hal inilah yang patut diwaspadai sejak dini.Dampak negative dari pemilihan kepala daerah secara langsung adalah kemungkinan munculnya konflik horizontal di masyarakat dan tersisihkanya kelompok minoritas dalam kancah politik lokal. terdapat kemungkinan bahwa jika suatu saat orang yang dijagokan tidak terpilih ataupun tidak lulus dalam seleksi. karena masyarakat yang secara langsung bersentuhan dengan personal yang didukungnya. . maka yang menjadi sasaran adalah KPUD setempat. dan pasti kecurigaan akan muncul dan menyorot pada kinerja KPUD.

gambaran. sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki . Menurut Nazir (2005 :54): Penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia. faktual dan akurat mengenai fakta-fakta. .BAB III METODOLOGI PENELITIAN ‡ Desain Penelitian Adapun desain yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif dengan pendekatan induktif. suatu set kondisi. atau lukisan secara sistematis. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskriptif. suatu objek. suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa mendatang atau sekarang.

‡ Populasi dan Sampel POPULASI : Sesuai dengan masalah yang diteliti yaitu mengenai kesiapan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pohuwato dalam menyelenggarakan Pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah. yaitu berjumlah 21 orang yang terdiri dari anggota KPU sebanyak 5 orang dan Pegawai Kesekretariatan sebanyak 16 orang . maka dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh personil yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi KPU Kabupaten Pohuwato.

maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Ketua KPU : 1 orang. Umum : 1 orang Staf : 5 orang Jumlah Sampel : 15 orang . Anggota KPU : 4 orang Sekretaris KPU : 1 orang Kasubbag. Hukum dan Humas : 1 orang Kasubbag. Teknis Penyelenggara : 1 orang Kasubbag. sehingga yang mengetahui keadaan dalam KPU Kabupaten Pohuwato adalah orang-orang atau personil yang ada dalam KPU Kabupaten Pohuwato itu sendiri. Program : 1 orang Kasubbag.SAMPEL Dalam penelitian ini penulis hanya akan mendeskripsikan kesiapan KPU Kabupaten Pohuwato secara internal organisasionnal saja.

3. Metode 4. 2. Sarana dan Prasarana 5. 1. 2. 1. 1. 2. Pendanaan menyelenggarak an Pemilu 3. 2. 1. Sosialisasi . Manusia Kabupaten Pohuwato dalam 2. INDIKATOR Jumlah Pegawai Kemampuan Pegawai Pembagian bidang tugas Jumlah dana Pengalokasian dana Mekanisme penetapan calon Perlengkapan pemilu Fasilitas kantor Materi sosialisasi Sasaran sosialisasi Kesiapan KPU 1.Variabel Penelitian VARIABEL SUB VARIABEL 1.

koran. Dalam hal ini data sekunder yang digunakan antara lain dokumen-dokumen tentang pelaksanaan Pemilu tahun sebelumnya. peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pohuwato. Dalam hal ini data primer yang penulis gunakan diperoleh melalui wawancara dengan anggota KPU Kabupaten Pohuwato dan unsur kesekretariatan KPU Kabupaten Pohuwato. majalah. jurnal. Oleh karena itu agar relative cenderung obyektif dilakukan pengumpulan data dari beberapa responden yang memenuhi syarat peneitian.SUMBER DATA ‡ Data primer adalah data yang langsung diterima dari pihak pertama berupa pendapat pribadi yang subyektif sifatnya. seminar dan hasil penelitian orang lain. ‡ Data sekunder adalah data yang sudah diolah berbagai pihak yang sifatnya sudah lebih obyektif dan dapat dikumpulkan dari buku. .

kurang siap dan tidak siap. Kuesioner (angket) . Adapun alternative jawaban yang digunakan adalah siap. Teknik Wawancara 2. cukup siap. adapun dalam penelitian ini penulis menggunakan pertanyaan atau pernyataan tertutup (kuesioner tertutup) dengan alternative jawaban menggunakan skala Likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap.TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. . pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social menurut Sugiyono (2007:93). Teknik Dokumentasi 3. Kuesioner dapat berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup atau terbuka.

Tabulasi data 4. Menyeleksi data 2.TEKNIK ANALISIS DATA 1. Klasifikasi 3. Interpretasi data .

Untuk jawaban huruf b (cukup siap).Dengan berpedoman pada skala Likert di atas. yaitu: . menggunakan rumus : Persentase = Frekuensi jawaban (f) x 100 Banyaknya responden . dengan bobot nilai 2 .Untuk jawaban huruf d (tidak siap).Untuk jawaban huruf c (kurang siap). dengan bobot nilai 1 b. penulis menggunakan standar nilai. Penentuan Persentase. dengan bobot nilai 3 .Untuk jawaban huruf a (siap). menggunakan rumus Skor = Frekuensi jawaban (f) x Bobot nilai (b Banyaknya Responden c. dengan bobot nilai 4 (empat) . Penentuan skor (x) dan jawaban tersebut.

Tempat Dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pohuwato. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei sampai dengan 31 Mei 2010. .