DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional  Pasal 1 Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/ atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang  Pasal 1 Ayat 8 : Tenaga pendidikan adalah anggota masyarakat yang bertugas membimbing , mengajar dan / atau melatih peserta didik B. Peraturan Pemerintah 1. PP No. 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukanpribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2: Ayat 3: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud

Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2. PP No. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing 3. PP No.74 / 2008 : Tugas Guru BK / Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling a. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1) Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.

yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. 2) Layanan informasi. industri dan masyarakat. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. 3) Pengembangan kemampuan belajar. 5) Layanan konseling perorangan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. dan pengambilan keputusan. program latihan. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. berkeadilan dan bermartabat. dinamis. 6) Layanan bimbingan kelompok. magang. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. 3) Layanan penempatan dan penyaluran. keluarga.2) Pengembangan kehidupan sosial. Jenis layanan yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling/konselor adalah sebagai berikut: 1) Layanan orientasi. dan pendidikan lanjutan. . kegiatan belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. belajar. kemampuan hubungan sosial. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. 4) Layanan penguasaan konten. karir/jabatan. 4) Pengembangan karir. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. jurusan/program studi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. sosial. karir/jabatan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. dan kegiatan ekstra kurikuler. kelompok belajar. serta memilih dan mengambil keputusan karir. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas.

8) Layanan konsultasi. melalui aplikasi berbagai instrumen. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. komprehensif. baik tes maupun nontes. yang bersifat terbatas dan tertutup. Kegiatan-kegiatan layanan tersebut didukung oleh: 1) Aplikasi instrumentasi. kegiatan belajar. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. 4) Kunjungan rumah. kemampuan sosial. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. dan karir/jabatan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. yaitu kegiatan memperoleh data. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya.7) Layanan konseling kelompok. terpadu dan bersifat . rahasia. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per sistematis. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9) Layanan mediasi. 5) Tampilan kepustakaan. 3) Konferensi kasus. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. pemahaman. 6) Alih tangan kasus. 2) Himpunan data. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan.

Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan. 2) Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK. 2) Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). 3) Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. Kegiatan penyusunan program semester .tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan yang memerlukan. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1) Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda. 3) Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta b. (2) program pengawasan semester. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling 1) Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan.

3) Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. 3) Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. skenario sumberdaya yang diperlukan. kerja tujuan. pemantauan atau penilaian. penilaian dan instrumen pengawasan. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan.oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. 2) Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja merencanakan. dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. 2) Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. strategi/metode (teknik supervisi). Melaksanakan Pembinaan. kegiatan. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK 1) Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. 4) Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. Pemantauan dan Penilaian 1) Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung guru antara dalam pengawas dengan guru binaanya. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan 1) Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. . 5) Program tahunan. indikator keberhasilan. program semester.

Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasa d. observasi. 118 / 1995 Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidang pengawasan sbb: a. 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru. b.” Pasal 1. menyajikan program pengajaran. Menyusun pelaksanaan bimbingan. SK MENPAN 1.2) Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan. Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola Dasar Luar Biasa. Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D. C. terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya . SKB MENDIKBUD dan KEPALA BAKN No : 0433 / P / 1993 dan No. individual dan group conference. Program evaluasi Bimbingan. program analisis pelaksanaan a. ayat : : Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan menjadi tanggung . seminar. analisis hasil evaluasi belajar. melaksanakan bimbingan. 2. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop. Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaran c. serta menyusun program perbaikan dan pengajaran. 3) Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. No. No. adalah program pengajaran. Menyusun bimbingan. Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal. 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. dan tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik yang jawabnya. atau b. evaluasi belajar.

belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalam bidang bimbingan pribadi. selain tsb. pemeliharaan dan pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi.(4) Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas. Guru Dewasa Tingkat 1 dalam melaksanakan PBM atau BK: a. Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK (3) Khusus Standart prestasi kerja Guru Kelas. sosial. orientasi. pada ayat (2) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5. sosial. penyaluran. pelaksanaan penempatan (14) konseling kelompok dan bimbingan kelompok Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjuti hasil analisis evaluasi layanan . individu. penempatan dan penyaluran. konseling individu. pencegahan.d. pembelajaran. informasi. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik (10) (11) Penyusunan program BK adalah membuat rencana Pelayanan BK Pelaksanaan BK adalah melaksanakan pengentasan. konseling kelompok dan bimbingan kelompok Pasal 4. fungsi pelayanan . Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b.d. pada ayat (1) ditambah : a. belajar dan karir pemahaman. Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. selain tsb. Guru Utama. ayat : (1) Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150 orang . dalam bidang bimbingan pribadi. pembelajaran. tanggung jawab. Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c. Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK (2) Standart prestasi kerja Guru Pembina s. belajar dan karir (13) Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasi BK dan yang mencakup layanan . konseling informasi. ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s. orientasi. sosial. Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c.

Tugas Guru Pembimbing : a. SK MENDIKBUD No 025/O/1995 : Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya 1. 3. dalam bimbingan . belajar. Bimbingan Karir kejuruan adalah bimbingan / layanan yang diberikan oleh Guru mata Pelajaran Kejuruan. wajib melaksanakan BK terhadap 75 orang peserta didik (9) Guru sebagaimana tsb Ayat (7) yang menjadi Wakil Kepala Sekolah wajib melaksanakan BK terhadap 75 orang peserta didik E. Bagi sekolah yang tidak memiliki GP yang berlatar belakang BK . Kegiatan BK di luar sekolah se-banyak-2nya 50 % dari keseluruhan kegiatan bimbingan untuk seluruh siswa d sekolah itu. baik secara perorangan maupun kelompok.maka guru yang telah mengikuti penataran BK se-kurang-2nya 180 jam dapat diberi tugas sebagai GP. Pada SLTP dan SMU terdapat Guru Mata sikap dan dalam pengembangan keahlian profesi peserta didik agar mampu mengantisipasi potensi . melalui berbagai jenis pelayanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku. 2. Setiap GP diberi tugas BK sekurang-kurangnya terhadap 150 orang siswa b. sosial. karir. Penugasan ini bersifat sementara sampai guru yang ditugasi itu mencapai taraf kemampuan BK se-kurang-2nya setara D3 atau di sekolah tsb. membentuk lapangan kerja.(4) Kelebihan peserta didik bagi GP yang dapat diberi angka kredit adalah 75 orang berasal dari pelaksanaan program BK (7) GP yang menjadi Kepala Sekolah.Pada SLTP yang menyelenggarakan program keterampilan dan SMK terdapat Guru Mata Pelajaran . Pelaksanaan kegiatan BK dapat diselenggarakan di dalam / di luar jam pelajaran sekolah . c. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. BK adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. ada GP yang berlatar belakang minimal D3 bidang BK. atas persetujuan Kepala Sekolah a. Guru Praktik dan GP 4. pribadi. Pelajaran dan GP b.

Bagi GP yang jumlah siswa yang dibimbing kurang dari 150 siswa diberi angkat kredit secara proporsional f. menganalisis.22 / 2006 (Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah) 2. Pemberian angka kredit kelebihan siswa yang dibimbing se-banyak2nya 75 siswa. Masing-masing kualifikasi pendidik. tutor. pamong belajar. GP yang tidak memenuhi jumlah siswa yang diberi pelayanan BK diberi tugas sbb: (1) Memberikan pelayanan BK di sekolah lain baik negeri maupun swasta. dan melaksanakan kegiatan tindak lanjut.d. dosen.27 / 2008 : Kualifikasi dan Kompetensi Konselor Keberadaan konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik. PERMENDIKNAS (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) 1. Pelaksanaan Kegiatan BK: Setiap kegiatan menyusun dan melaksanakan program. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6). tidak dinilai lagi pada unsur penunjang karena telah digunakan untuk memenuhi jumlah kewajiban siswa yang harus dibimbing e. PERMENDIKNAS No. Standar kualifikasi akademik atas dan dasar kompetensi kerangka konselor yang dikembangkan dan dirumuskan pikir menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. misalnya menjadi pengelola perpustakaan da tugas sejeis yang ditetapkan Dirjen PDM. Kegiatan tsb. Penugasan tsb. diberi bonus angka kredit bimbingan dari butir kegiatan melaksanakan program BK. memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja. widyaiswara. termasuk konselor. atau (2) Melakukan kegiatan lain dengan ketentuan bahwa setiap 2 jam efektif disamakan dengan membimbing 8 orang siswa. kegiatannya meliputi : bidang bimbingan dan layanan serta kegiatan pendukung F. dapat diberikan se-banyak2nya 12 jam efektif. dan instruktur (UU No. Penugasan dilakukan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang se-kurang-2nya Kepala Kantor Kabupaten Kotamadya . Kegiatan lain tsb. mengevaluasi. PERMENDIKNAS No. fasilitator. Bagi GP yang jumlah siswa yang dibimbing > 150 siswa. . sejajar dengan kualifikasi guru. 5.

Konselor adalah pengampu pelayanan ahli bimbingan dan konseling. dengan selalu mencermati dampak jangka panjang dari pelayanan yang diberikan. menghormati keragaman. dan profesional. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. serta mengutamakan kepentingan konseli. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dan yang memandirikan. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. kepribadian. sejahtera.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan.Konteks tugas konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif. sosial. dan peduli kemaslahatan umum. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. Pelayanan dimaksud adalah pelayanan bimbingan dan konseling. nilai. terutama dalam jalur pendidikan formal dan nonformal. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. sikap empatik. Ekspektasi kinerja konselor dalam menyelenggarakan pelayanan ahli bimbingan dan konseling senantiasa digerakkan oleh motif altruistik. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Pendidikan Profesi Konselor yang berorientasi pada pengalaman dan kemampuan praktik lapangan. Kompetensi akademik dan profesional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. konselor dan (4) mengembangkan berkelanjutan. Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat komptensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. dan pribadi profesionalitas secara . Pembentukan kompetensi akademik konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling.

pembimbingan dan pelatihan guru. karena saat ini pengawas sekolah pun masih dipandang sebagai pasal melaksanakan pengawasan . Dalam Peraturan ini juga mengamanatkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Kab’Kota dan Kanwil Depag dan Kandepag untuk dapat menyelesaikan rencana kebutuhan dan redistribusi guru. Konvensi Nasional ABKIN. Dalam Permendiknas ini dikemukakan pula tentang ketentuan bagi guru yang tidak dapat memenuhi beban kerja. wakil kepala sekolah. paling lama 2 tahun setelah diberlakukannya peraturan ini (pasal 5 ayat 2). maka dalam guru dan 4 diatur pula tentang beban kerja pengawas sekolah yakni profesional Sumber : Depdiknas. Selain itu. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas: Jakarta.wordpress. Bandung _____________________. disingkat Kons. guru pembimbing khusus dan pengawas sekolah. guru BK/konselor. Konvensi Nasional ABKIN. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sudrajat. 2003.tamatannya memperoleh sertifikat profesi bimbingan dan konseling dengan gelar profesi Konselor. baik pada tingkat satuan pendidikan maupun kabupaten/kota. Akhmad. 2010.39 / 2009 (Tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan) Permendiknas ini ini terdiri dari 8 pasal yang didalamnya memuat berbagai ketentuan tentang beban kerja guru. kepala sekolah. Pemantapan Profesionalisme Profesi Konseling. 2009. Kualifikasi dan Kompetensi Konselor (PERMENDIKNAS NOMOR 27 TAHUN 2008): http://akhmadsudrajat.com/2008/12/16/kualifikasi-dankompetensi-konselor-permendiknas-nomor-27-tahun-2008/ Mungin Eddy Wibowo. 2003. Bandung . 3. PERMENDIKNAS No. Konseling Dalam Sistem Pendidikan Nasional.

19540424 198503 .DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Disusun Oleh : Altingiana Ayuningsih 2 003 NIP.

S.Pd 014 NIP 19841126 201001 2 .Siti Farida Basyarah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful