P. 1
Dasar Legal BK

Dasar Legal BK

|Views: 453|Likes:
Published by Hilmawan Nurhatmadi

More info:

Published by: Hilmawan Nurhatmadi on Sep 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2011

pdf

text

original

DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional  Pasal 1 Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/ atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang  Pasal 1 Ayat 8 : Tenaga pendidikan adalah anggota masyarakat yang bertugas membimbing , mengajar dan / atau melatih peserta didik B. Peraturan Pemerintah 1. PP No. 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukanpribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2: Ayat 3: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud

Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2. PP No. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing 3. PP No.74 / 2008 : Tugas Guru BK / Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling a. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1) Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.

terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. 2) Layanan informasi. magang. program latihan. Jenis layanan yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling/konselor adalah sebagai berikut: 1) Layanan orientasi.2) Pengembangan kehidupan sosial. dan pendidikan lanjutan. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. 4) Pengembangan karir. jurusan/program studi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. 3) Layanan penempatan dan penyaluran. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. karir/jabatan. kelompok belajar. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. dinamis. kemampuan hubungan sosial. 3) Pengembangan kemampuan belajar. belajar. kegiatan belajar. 4) Layanan penguasaan konten. 5) Layanan konseling perorangan. karir/jabatan. 6) Layanan bimbingan kelompok. . industri dan masyarakat. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. berkeadilan dan bermartabat. dan kegiatan ekstra kurikuler. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. dan pengambilan keputusan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. keluarga. sosial. serta memilih dan mengambil keputusan karir.

yaitu kegiatan memperoleh data. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. kegiatan belajar. rahasia. 2) Himpunan data. terpadu dan bersifat . 5) Tampilan kepustakaan. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. 8) Layanan konsultasi. yang diselenggarakan secara berkelanjutan.7) Layanan konseling kelompok. 4) Kunjungan rumah. melalui aplikasi berbagai instrumen. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. dan caracara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9) Layanan mediasi. 3) Konferensi kasus. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. komprehensif. 6) Alih tangan kasus. baik tes maupun nontes. yang bersifat terbatas dan tertutup. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per sistematis. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. kemampuan sosial. pemahaman. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. Kegiatan-kegiatan layanan tersebut didukung oleh: 1) Aplikasi instrumentasi. dan karir/jabatan. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya.

Kegiatan penyusunan program semester . dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta b. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling 1) Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan.tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan yang memerlukan. 2) Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1) Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda. 3) Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. (2) program pengawasan semester. 2) Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. 3) Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut.

Pemantauan dan Penilaian 1) Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung guru antara dalam pengawas dengan guru binaanya. . skenario sumberdaya yang diperlukan. 3) Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. kegiatan. penilaian dan instrumen pengawasan. 2) Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. 2) Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja merencanakan. 3) Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. Melaksanakan Pembinaan. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan. strategi/metode (teknik supervisi). dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK 1) Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). 5) Program tahunan. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan 1) Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. kerja tujuan. 4) Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. pemantauan atau penilaian.oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. program semester. indikator keberhasilan.

No. 118 / 1995 Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidang pengawasan sbb: a. 2. SKB MENDIKBUD dan KEPALA BAKN No : 0433 / P / 1993 dan No.2) Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan. program analisis pelaksanaan a. Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D. 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru. No. analisis hasil evaluasi belajar. observasi. Program evaluasi Bimbingan.” Pasal 1. menyajikan program pengajaran. dan tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik yang jawabnya. Menyusun bimbingan. Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaran c. adalah program pengajaran. terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya . melaksanakan bimbingan. atau b. Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasa d. Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola Dasar Luar Biasa. individual dan group conference. serta menyusun program perbaikan dan pengajaran. SK MENPAN 1. 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. evaluasi belajar. seminar. Menyusun pelaksanaan bimbingan. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop. C. ayat : : Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan menjadi tanggung . Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal. 3) Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. b.

pembelajaran. pemeliharaan dan pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi. sosial. tanggung jawab. sosial. konseling kelompok dan bimbingan kelompok Pasal 4. Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK (2) Standart prestasi kerja Guru Pembina s. selain tsb. pencegahan. Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK (3) Khusus Standart prestasi kerja Guru Kelas. informasi. Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s.(4) Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas. Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b. belajar dan karir (13) Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasi BK dan yang mencakup layanan . Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c. penempatan dan penyaluran. dalam bidang bimbingan pribadi. Guru Utama. pembelajaran. konseling individu. belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalam bidang bimbingan pribadi. sosial. belajar dan karir pemahaman. ayat : (1) Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150 orang .d. individu. orientasi. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik (10) (11) Penyusunan program BK adalah membuat rencana Pelayanan BK Pelaksanaan BK adalah melaksanakan pengentasan. pada ayat (2) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5. konseling informasi. orientasi. pelaksanaan penempatan (14) konseling kelompok dan bimbingan kelompok Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjuti hasil analisis evaluasi layanan . penyaluran. selain tsb. fungsi pelayanan . Guru Dewasa Tingkat 1 dalam melaksanakan PBM atau BK: a. pada ayat (1) ditambah : a. Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c.d.

SK MENDIKBUD No 025/O/1995 : Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya 1. Pada SLTP dan SMU terdapat Guru Mata sikap dan dalam pengembangan keahlian profesi peserta didik agar mampu mengantisipasi potensi . ada GP yang berlatar belakang minimal D3 bidang BK. dalam bimbingan . pribadi. Penugasan ini bersifat sementara sampai guru yang ditugasi itu mencapai taraf kemampuan BK se-kurang-2nya setara D3 atau di sekolah tsb. 2. Tugas Guru Pembimbing : a. Guru Praktik dan GP 4. 3. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. c. atas persetujuan Kepala Sekolah a. Setiap GP diberi tugas BK sekurang-kurangnya terhadap 150 orang siswa b. wajib melaksanakan BK terhadap 75 orang peserta didik (9) Guru sebagaimana tsb Ayat (7) yang menjadi Wakil Kepala Sekolah wajib melaksanakan BK terhadap 75 orang peserta didik E. Bimbingan Karir kejuruan adalah bimbingan / layanan yang diberikan oleh Guru mata Pelajaran Kejuruan.maka guru yang telah mengikuti penataran BK se-kurang-2nya 180 jam dapat diberi tugas sebagai GP. BK adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik.Pada SLTP yang menyelenggarakan program keterampilan dan SMK terdapat Guru Mata Pelajaran . baik secara perorangan maupun kelompok. Bagi sekolah yang tidak memiliki GP yang berlatar belakang BK . membentuk lapangan kerja. melalui berbagai jenis pelayanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku. sosial.(4) Kelebihan peserta didik bagi GP yang dapat diberi angka kredit adalah 75 orang berasal dari pelaksanaan program BK (7) GP yang menjadi Kepala Sekolah. karir. Pelaksanaan kegiatan BK dapat diselenggarakan di dalam / di luar jam pelajaran sekolah . Pelajaran dan GP b. belajar. Kegiatan BK di luar sekolah se-banyak-2nya 50 % dari keseluruhan kegiatan bimbingan untuk seluruh siswa d sekolah itu.

. atau (2) Melakukan kegiatan lain dengan ketentuan bahwa setiap 2 jam efektif disamakan dengan membimbing 8 orang siswa. pamong belajar. GP yang tidak memenuhi jumlah siswa yang diberi pelayanan BK diberi tugas sbb: (1) Memberikan pelayanan BK di sekolah lain baik negeri maupun swasta. PERMENDIKNAS (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) 1. widyaiswara. Bagi GP yang jumlah siswa yang dibimbing kurang dari 150 siswa diberi angkat kredit secara proporsional f. kegiatannya meliputi : bidang bimbingan dan layanan serta kegiatan pendukung F.27 / 2008 : Kualifikasi dan Kompetensi Konselor Keberadaan konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik. 5. menganalisis. tutor. dapat diberikan se-banyak2nya 12 jam efektif. Pemberian angka kredit kelebihan siswa yang dibimbing se-banyak2nya 75 siswa. PERMENDIKNAS No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6). Masing-masing kualifikasi pendidik. Penugasan dilakukan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang se-kurang-2nya Kepala Kantor Kabupaten Kotamadya . misalnya menjadi pengelola perpustakaan da tugas sejeis yang ditetapkan Dirjen PDM. sejajar dengan kualifikasi guru. Kegiatan tsb.22 / 2006 (Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah) 2. Pelaksanaan Kegiatan BK: Setiap kegiatan menyusun dan melaksanakan program. dosen. Bagi GP yang jumlah siswa yang dibimbing > 150 siswa. tidak dinilai lagi pada unsur penunjang karena telah digunakan untuk memenuhi jumlah kewajiban siswa yang harus dibimbing e. Penugasan tsb. Kegiatan lain tsb. memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja. diberi bonus angka kredit bimbingan dari butir kegiatan melaksanakan program BK.d. termasuk konselor. fasilitator. PERMENDIKNAS No. mengevaluasi. dan instruktur (UU No. dan melaksanakan kegiatan tindak lanjut. Standar kualifikasi akademik atas dan dasar kompetensi kerangka konselor yang dikembangkan dan dirumuskan pikir menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor.

dan kecenderungan pribadi yang mendukung. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. sejahtera. dan profesional.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. sikap empatik. terutama dalam jalur pendidikan formal dan nonformal. Pelayanan dimaksud adalah pelayanan bimbingan dan konseling. konselor dan (4) mengembangkan berkelanjutan. dan pribadi profesionalitas secara . yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Pendidikan Profesi Konselor yang berorientasi pada pengalaman dan kemampuan praktik lapangan.Konteks tugas konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Pembentukan kompetensi akademik konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. sosial. Konselor adalah pengampu pelayanan ahli bimbingan dan konseling. menghormati keragaman. serta mengutamakan kepentingan konseli. kepribadian. Kompetensi akademik dan profesional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. dan peduli kemaslahatan umum. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. dengan selalu mencermati dampak jangka panjang dari pelayanan yang diberikan. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. nilai. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dan yang memandirikan. Ekspektasi kinerja konselor dalam menyelenggarakan pelayanan ahli bimbingan dan konseling senantiasa digerakkan oleh motif altruistik. Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat komptensi tersebut yang dilandasi oleh sikap.

2003. wakil kepala sekolah. Akhmad. PERMENDIKNAS No. baik pada tingkat satuan pendidikan maupun kabupaten/kota. Dalam Permendiknas ini dikemukakan pula tentang ketentuan bagi guru yang tidak dapat memenuhi beban kerja. disingkat Kons. Pemantapan Profesionalisme Profesi Konseling. maka dalam guru dan 4 diatur pula tentang beban kerja pengawas sekolah yakni profesional Sumber : Depdiknas. Bandung . 3. 2009. Dalam Peraturan ini juga mengamanatkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Kab’Kota dan Kanwil Depag dan Kandepag untuk dapat menyelesaikan rencana kebutuhan dan redistribusi guru. Konseling Dalam Sistem Pendidikan Nasional. guru pembimbing khusus dan pengawas sekolah. Kualifikasi dan Kompetensi Konselor (PERMENDIKNAS NOMOR 27 TAHUN 2008): http://akhmadsudrajat. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sudrajat. 2003. Bandung _____________________. Konvensi Nasional ABKIN. kepala sekolah.wordpress. Selain itu. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas: Jakarta. karena saat ini pengawas sekolah pun masih dipandang sebagai pasal melaksanakan pengawasan .com/2008/12/16/kualifikasi-dankompetensi-konselor-permendiknas-nomor-27-tahun-2008/ Mungin Eddy Wibowo.tamatannya memperoleh sertifikat profesi bimbingan dan konseling dengan gelar profesi Konselor. paling lama 2 tahun setelah diberlakukannya peraturan ini (pasal 5 ayat 2). Konvensi Nasional ABKIN.39 / 2009 (Tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan) Permendiknas ini ini terdiri dari 8 pasal yang didalamnya memuat berbagai ketentuan tentang beban kerja guru. guru BK/konselor. 2010. pembimbingan dan pelatihan guru.

DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Disusun Oleh : Altingiana Ayuningsih 2 003 NIP. 19540424 198503 .

S.Siti Farida Basyarah.Pd 014 NIP 19841126 201001 2 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->