P. 1
Beberapa Ahli Teori Hubungan Manusiawi

Beberapa Ahli Teori Hubungan Manusiawi

|Views: 412|Likes:
Published by hafiz_sinquick1123

More info:

Published by: hafiz_sinquick1123 on Sep 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Beberapa ahli teori hubungan manusiawi A.

Hugo Munsterberg (1865-1916) Peningkatan Produktivitas dapat dilakukan dengan cara: 1. Menemukan orang yang terbaik untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. 2. Menciptakan pekerjaan yang baik untuk menciptakan produktivitas maksimum. 3. Menggunakan pengaruh psikologi untuk memotivasi para bawahan. B. Elton Mayo (1880-1949) berpendapat bahwa Para pekerja akan bekerja lebih keras, apabila mereka yakin bahwa manajemen memikirkan kesejahteraan mereka. Mayo mengusulkan perlunya pelatihan yang mendalam tentang psikologi, sosiologi dan antropologi serta metode penelitian yang canggih. Pada tahun 1924, dengan disponsori oleh National Reasearch Council, Mayo melakukan penelitian Hawthorne. Mayo dan beberapa rekannya meneliti pengaruh penerangan ditempat kerja terhadap produktivitas kerja. Ketika penerangan dinaikan ternyata produktivitaspun naik. Akan tetapi ketika penerangan dikurangi, produktivitaspun tetap naik. Akibatnya penelitian diajurkan untuk mencari penyebabnya. Kesimpulanya ternyata kelompok pekerja terpilih terjalin hubungan emosional (merasa senasib) yang dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Perhatian pengawas (peneliti) terhadap mereka memotivasinya untuk meningkatkan produktivitas kerja. Pengaruh terhadap meingkatnya produktivitas kerja disebut sebagai Hawthorne Effect. Berdasarkan hasil penelitian Mayo dkk, menarik kenesimpulan bahwa para bawahan akan bekerja lebih keras apabila mereka yakin bahwa manejemen memeikirkan tentang kesejahteraan (Welfare). Mereka dan para penyelia memberikan perhatian khusus kepadanya. Kesimpulan lain yang dikemukankan bahwa kelompok kerja informal (Lingkungan sosial bawahan) memiliki pengaruh yang besar terhadap produktifitas. Diakui oleh ilmuwan manajemen sekarang bahwa mayo setidaknya telah menemukan kembali pernyataan lama Owen,bahwa perhatian sebenarnyabagi para bawahan, mesin-mesin penting (importante machines) yang dimaksud adalah deviden yang dibayarkan. Gaya manager akan memberikan kontribusi yang besar terhadap produktivitas sehingga pelatihan atau training manajemen perlu mendapatkan perhatian yang mendalam, perlu berorientasi pada pengajaran keterampilan manusiawi, bukan lagi keterampilan teknis. Mayo mengusulkan perlunya pelatihan yang lebih mendalam mengenai psikologis, sosiologis dan antropologi serta menggunakan metode penelitian yang lebih canggih untuk menganalisis manusia dan lingkungan kerjanya. Ia memperkenalkan manusia social, didorong oleh keinginan untuk membentuk hubungan dengan orang lain. Para ahli perilaku, misalnya Maslow, berpendapat bahwa konsep manusia yang mengaktualisasikan diri akan menerangkan lebih tepat tentang motivasi individu (Maslow,1964) Tidak dapat dipungkiri sampai sekarang bahwa para ilmuwan perilaku telah memberikan kontribusi yang besar bagi pemahaman kita akan motivasi antarindividu, perilaku kelompok, hubungan antarpribadi ditempat kerja serta ahli pentingnya pekerjaan bagi tiap individu. Hasil karya mereka menyebabkan para manajer menjadi lebih peka dalam melakukan hubungan dengan bawahnya. Prinsip-prinsip teori hubungan manusiawi Teori ini memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. 1. Pendekatan motivasi yang menghasilkan komitmen pekerja sangat dibutuhkan. 2. Manajemen tidak dapat dianggap sebagai proses yang kaku. 3. Manajemen harus sistematis. 4. Pendekatan yang digunakan dalam manajemen harus hati-hati. 5. Organisasi sebagai suatu keseluruhan. 6. Kepemimpinan diterapkan sesuai dengan situasi bawahannya. 7. Unsur manusia merupakan kunci utama yang menentukan sukses atau gagalnya organisasi mencapai tujuannya. 8. Manajer masa kini harus dididik dan dilatih untuk memahami dan menerapkan konsep konsep manajemen. 9. Komitmen dapat ditingkatkan melalui partisipasi dan keterlibatan pekerja. 10. Pengawasan harus dibangun dalam pengertian positif, bukan mencari kesalahan tetapi mencegah terjadinya kesalahan secara diri.

Keterbatasan Teori Hubungan Manusiawi dan Sumbangannya Konsep makhluk social tidaklah menggambarkan secara lengkap individu-individu ditempat kerjanya. Perbaikan kondisi kerja dan kepuasan pekerja tidak menghasilkan perubahan produktivitas yang

Ahli perilaku menyarankan untuk dikembangkan. dan Mc Lelland untuk membahas teori motivasi. dalam teori-teori kepemimpinan. konflik. Lingkungan social ditempat kerja bukanlah satu-satunya tempat pekerja saling berinteraksi karena ada yang berinteraksi dengan unit lain diluar tempat kerja. perubahan organisasi. . Maslow. dan pentingnya hubungan manusiawi ditempat kerja. Mc Gregor. Selain itu. kekuasaan.mencolok. Teori hubungan manusiawi mengilhami para ahli perilaku seperti Argyris. Kelompok yang diteliti mengubah perilakunya karena merasa kelompoknya menjadi objek dan subjek penelitian. untuk mengetahui perilaku kelompok. dan komunikasi. hubungan interpersonal ditempat kerja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->