BAB II PEMBAHASAN

Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi adalah untuk menangani fraktur, dislokasi atau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mmpercepat penyembuhan. Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal dan traksi kulit, dimana didalamnya terdapat sejumlah penanganan. Prinsip Traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh, tungkai, pelvis atau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah yang berlawanan yang disebut dengan countertraksi. Tahanan dalam traksi didasari pada hokum ketiga (Footner, 1992 and Dave, 1995). Traksi dapat dicapai melalui tangan sebagai traksi manual, penggunaan talim splint, dan berat sebagaimana pada traksi kulit serta melalui pin, wire, dan tongs yang dimasukkan kedalam tulang sebagai traksi skeletal (Taylor, 1987 and Osmond, 1999). Mekanisme traksi meliputi tidak hanya dorongan traksi sebenarnya tetapi juga tahanan yang dikenal sebagai kontertraksi, dorongan pada arah yang berlawanan, diperlukan untuk keefektifan traksi, kontertraksi mencegah pasien dari jatuh dalam arah dorongan traksi. Tanpa hal itu, spasme otot tidak dapat menjadi lebih baik dan semua keuntungan traksi hanya menjadi lewat saja. Ada dua tipe dari mekanik untuk traksi, dimana menggunakan Kontertraksi dalam dua cara yang berbeda. Yang pertama dikenal dengan traksi keseimbangan, juga dikenal sebagai traksi luncur atau berlari. Disini traksi diaplikasikan melalui kulit pasien atau dengan metode skeletal. Berat dan katrol digunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung sementara berat tubuh pasien dalam kombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur traksi untuk menyediakan kontertraksinya (Taylor, 1987, Styrcula, 1994a; Dave, 1995 and Osmond, 1999). Kita dapat mnggunakan traksi : (1) untuk mendorong tulang fraktur kedalam tempat memulai, atau (2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu, atau, (3) untuk melakukan kedua hal tersebut, satunya diikuti dengan yang lain. Untuk mengaplikasikan traksi dengan sempurna, kita harus menemukan jalan untuk

(2) dapat menggunakan Steinmann pin. Traksi skeletal digunakan untuk fraktur yang tidak stabil. 1987. sulit untuk dijaga. memutuskan pins (kawat) ke dalam. Traksi kulit menunjukkan dimana dorongan tahanan . jadi pastikan bahwa pasien melakukan hal ini. atau Kirschner wire melalui tulangnya (traksi tulang). Traksi ini menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan langsung ke sekeleton melalui pin. 1994a and Osmond. ditaruh melalui katrol.  Traksi kulit (skin traksi) Skin traksi adalah menarik bagian tulang yang fraktur dengan menempelkan plester langsung pada kulit untuk mempertahankan bentuk. 1999). Berat tersebut dapat mendorong pasien keluar dari tempat tidurnya. Untuk kesemua alasan ini. Traksi membutuhkan waktu untuk diaplikasikan dan diatur. Klasifikasi Traksi didasari pada penahan tubuh yang dicapai :  Traksi Sekeletal Adalah traksi yang digunakan untuk meluruskan tulang yang cedera dan sendi panjang untuk mempertahankan traksi. pin atau wire. Salah satu dari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melatih ototnya dan menggerakkan sedinya. Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut : (1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit).mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan aman. membantu menimbulkan spasme otot pada bagian yang cedera dan biasanya digunakan untuk jangka pendek (48-72 jam). untuk beberapa minggu jika diperlukan. dan frustasi untuk pasien. Kemudian menggunakan tali untuk mengikat pengikatnya. Traksi kebanyakan berguna pada kaki. wire atau baut yang telah dimasukkan kedalam tulang (Taylor. 1994a dan Osmond. Styrcula. a. traksi lengan hanya digunakan dalam keadaan pengecualian yang lebih jauh. 1999). dan dicocokkan dengan berat. Untuk melakukan ini berat yang besar dapat digunakan. Dilengan hal ini masih kurang nyaman. tetapi hal ini dapat dengan mudah datur dengan asisten. sehingga kita biasanya membutuhkan traksi yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari tempat tidurnya. tidak meyakinkan. a Denham pin. untuk mengontrol rotasi dimana berat lebih besar dari 25 kg dibutuhkan dan fraktur membutuhkan traksi jangka panjang (Styrcula.

Hindari traksi tulang pada anak-anak. Berat harus tidak melebihi (3-4 kg) (Taylor. sling pelvis. 1994a and Osmond. 1994a and Osmond. Styrcula. Berikan tahanan yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari kasur pada blok tertentu. kekuatan lanjutan dapat diberikan secara langsung pada tulang dengan kawat atau pins. 2002). Dorongan ini harus constant. 1999). Styrcula. dan halter cervical (Taylor. 1987. 1994a and Osmond. Dengan kata lain sejumlah berat dapat digunakan (Taylor. splint. 1987. Hal ini bisa dilakukan dalam cara yang bervariasi : ekstensi adhesive dan non adhesive kulit.diaplikasikan kepada bagian tubuh yang terkena melalui jaringan lunak (Taylor. 1994a and Osmond. Traksi kulit digunakan untuk periode yang pendek dan lebih sering untuk manajemen temporer fraktur femur dan dislokasi serta untuk mengurangi spasme otot dan nyeri sebelum pembedahan (Taylor. 1987. Dengan merubah tempat tidur pada arah berlainan tendensi untuk meluncur akan . 1987. 1999). Styrcula. 1999 dan Redemann. sling. Traksi Kulit dan Traksi Tulang Kulit hanya bisa dapat menahan sekitar 5 kg traksi pada orang dewasa. 1987. 1999). Traksi ini menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan terhadap seseorang di bagian tubuh yang terkena melalui tangan mereka.  Traksi Manual Merupakan lanjutan dari traksi. Jika lebih dari ini tahanan yang dibutuhkan untuk mendapatkan dalam menjaga reduksi. 1999). Dikarenakan traksi kulit diaplikasikan kekulit kurang aman. 1987. Styrcula. traksi tulang mungkin diperlukan. Setiap tahanan diperlukan tahanan yang berlawanan. b. 1995). batasi kekuatan tahanan traksi. 1994a and Dave. Hal ini juga digunakan selama pemasangan traksi dan jika ada kebutuhan secara temporal melepaskan berat traksi (Taylor. Traksi manual digunakan untuk mengurangi fraktur sederhana sebelum aplikasi plesrer atau selama pembedahan. dan traksi tidak akan menjadi efektif. Osmond. Jika traksi mendorong tungkai kedistal pasien akan meluncur turun melalui katrol. Styrcula.plate pertumbuhan dapat dengan mudah hancur dengan pin tulang.

Traksi Buck Traksi Buck adalah traksi kulit seimbang dengan menggunakan dorongan pada satu tempat terhadap ekstremitas bawah melalui perluasan kulit.ditahan. Katrol tidak mempunyai efek pada tahanan t=fraksi tetapi bertindak untuk merubah arah dorongan untuk bekerja dengan gravitasi. 2002). fraktur tidak berpindah asetabulum dan nyeri pinggang bawah bilateral. Untuk mengoptimalisasi kenyamanan pasien adalah hal yang penting untuk mempunyai keseimbangan antara tahanan traksi dengan tahanan kontertraksi. Pasien diposisikan dalam posisi supine dengan kaki lurus pada posisi alami. 1987 and Styrcula. Jika triple dan dobel blok dgunakan dalam gambar hanya 405 atau 8 kg. 1994d and Redemann. Kontertraksi dicapai dengan mengelevasikan kaki dari tempat tidur pada ketinggian tertentu untuk mencegah pasien terjatuh dar tempat tidur. sehingga mengurangi berat amatlah diperlukan. kontraktur panggul dan lutut. Pada traksi servikal sisi depan dari tempat tidur harus ditinggikan. Traksi Buck digunakan sebagai pengukuran jangka pendek dengan tahanan traksi yang dibutuhhkan untuk imobilisasi fraktur panggul sebelum pembedahan dan mengurangi spasme otot (Styrcula. Pembungkus kemudian diaplikasikan dan tahanan traksi digunakan segaris dengan panjang aksis kaki melalui tali yang diikat di kaki dari perluasan melewati katrol pada akhir tempat tidur yang dihubungkan dengan pemberat. Jika tempat tidur butuh untuk dielevasikan terlalu tinggi untuk mencegah pasien terdorong dari tempat tidur maka pemberat dapat terlalu berat dan perlu untuk ditinjau ulang. Hal ini juga bisa digunakan untuk dislokasi panggul. d. Sistem Katrol Multiple Dalam banyak keadaan katrol yang multioel digunakan. Katrol multiple seringkali digunakan pada traksi pelvis dimana tahanan tinggi (biasanya lebih dari 40 kg) dapat diperlukan. dan dengan traksi Dunlop sisi tempat tidur dekat dengan luka membutuhkan elevasi. dibutuhkan untuk dapat mencapai 40 kg. Penaikturun katrol diperlukan. dimana melalaikan abduksi (Taylor. c. 1994d). Bahaya Traksi Kulit .

Periksa sirkulasi dua kali sehari. Management nyeri merupakan bagian penting dalam perawatan. Winney. ditambah dengan malunya mereka untuk membuka ususnya ditempat tidur (Taylor. Sama dengan pasien yang imobilisasi ada tingginya resiko untuk konstipasi tidak hanya menghasilkan imobilitas tetapi juga kombinasinya dengan ambilan analgetik dan untuk pasien traksi terutama tantangan dalam nyeri. mengurangi fraktur. dan pada keadaan . Beri pendidikan kesehatan untuk mencegah ketakutan. Metode pemasangan traksi antara lain :  emergency. Nyeri dapat dinilai dengan menggunakan skala 1-10 dan pasien harus diberi analgetik sebelum nyeri menjadi lebih parah. Tempat tarikan disesuaikan sedemikian rupa sehingga arah tarikan segaris dengan sumbu panjang tulang yang patah. Indikasi Traksi Gallow’s Berat anak-anak harus kurang dari 12 kg  Fraktur femur Kulit harus intak Kedua dari femur yang fraktur dan yang baik ditempatkan dalam traksi kulit dan bayi ditahan dari sudut yang istimewa. Pantatnya harus diangkat jangan mengenai tempat tidur Secara umum traksi dilakukan dengan menempatkan beban dengan tali pada ekstermitas pasien.  Traksi mekanik.    Distal oedema Kerusakan vaskular Peroneal nerve palsy Nekrosis kulit melalui tulang-tulang prominen. 2002). 1998 and Redemann. 1987. Traksi manual Tujuannya adalah perbaikan dislokasi. Traksi Gallows Traksi ini digunakan pada bayi dan anak-anak dengan fraktur femur . e. Compromise vascular merupakan bahaya terbesar.

Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal / penjepit melalui tulang / jaringan metal. Digunakan dalam waktu 4 minggu dan beban < 5 kg. antara lain :      Mengurangi nyeri akibat spasme otot Memperbaiki & mencegah deformitas Immobilisasi Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi) Mengencangkan pada perlekatannya Prinsip pemasangan traksi   Tali utama dipasang di pin rangka sehingga menimbulkan gaya tarik Berat ekstremitas dengan alat penyokong harus seimbang dengan pemberat agar reduksi dapat dipertahankan     Pada tulang-tulang yang menonjol sebaiknya diberi lapisan khusus Traksi dapat bergerak bebas dengan katrol Pemberat harus cukup tinggi di atas permukaan lantai Traksi yang dipasang harus baik dan terasa nyaman Decubitus Kongesti paru Konstipasi Anoreksia ISK Komplikasi pada traksi      .  Traksi skeletal Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction.Traksi mekanik ada 2 macam :  Traksi kulit (skin traction) Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk sturktur yang lain misal otot. Kegunaan pemasangan traksi.

regular/irregular) fungsi gastrointestinal (konstipasi. kerusakan jaringan kulit) fungsi respirasi (frekuensi. TD. b. ISK) fungsi cardiovaskuler (HR. Trombosis vena profunda Asuhan keperawatan traksi a. akral dingin) status nutrisi (anoreksia) nyeri. dullness) fungsi perkemihan (retensi urine. perfusi ke daerah traksi. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul : . Pengkajian Pada pasien traksi pengkajian meliputi :         status neurology kulit (decubitus.

Dorong menggunakan teknik manajemen stress. Rasional : mempengaruhi pilihan/pengawasan  Berikan alternatif tindakan kenyamanan.  progresif. contoh : pijatan. traksi. imajinasi visualisasi.  Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring. Intervensi keperawatan  Diagnosa keperawatan : gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan traksi/imobilisasi. Trauma. menurunkan area tekanan lokal dan kelelahan otot. Rasional : memfokuskan kembali perhatian. Rasional : meningkatkan sirkulasi umum. contoh relaksasi Rasional : menghilangkan nyeri dan mencegah kesalahan posisi tulang. Disfungsi neurovaskuler perifer. Perhatikan petunjuk nyeri nonverbal (perubahan pada tanda vital dan emosi/perilaku).  Bantu klien melakukan mobilisasi pada ekskremitas yang tidak ditraksi. latihan napas dalam. Rasional : meningkatkan sirkulasi umum. dan dapat meningkatkan kemampuan koping dalam manajemen nyeri. kerusakan : aktual/risiko tinggi terhadap Resiko konstipasi berhubungan dengan imobilisasi c. Intervensi  Evaluasi keluhan nyeri/ketidaknyamanan. menurunkan area tekanan lokal dan kelelahan otot. meningkatkan rasa kontrol. perhatikan lokasi dan karakteristik. Sentuhan terapeutik. perubahan posisi. risiko tinggi terhadap (tambahan).     Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan traksi/ imobilisasi. pijatan punggung. risiko tinggi terhadap Integritas kulit/jaringan.  Kolaborasi pemberian analgesik . Kriteria evaluasi : pasien menyatakan nyeri hilang. termasuk intensitas (skala 0-10).

 Pertahankan katrol tidak terhambat dengan beban bebas menggantung. Russel) Rasional : traksi memungkinkan tarikan pada aksis panjang fraktur tulang dan mengatasi tegangan otot/pemendekan untuk memudahkan posisi/penyatuan. contoh pergelangan tidak menekuk/duduk dengan traksi Buck atau tidak memutar di bawah pergelangan dengan traksi Russel.  Kaji ulang tahanan yang mungkin timbul karena terapi.  Bantu meletakkan beban di bawah roda tempat tidur bila diindikasikan. hindari mengangkat/menghilangkan berat. Rasional : yakinkan bahwa susunan traksi berfungsi dengan tepat untuk menghindari iterupsi penyambung fraktur. tali atau beban.  Kaji integritas alat fiksasi eksternal. Kriteria evaluasi : mempertahankan stabilisasi dan posisi fraktur. Pearson. Rasional : mempertahankan integritas tarikan traksi. Rasional : membantu posisi tepat pasien dan fungsi traksi dengan memberikan keseimbangan timbal balik. Rasional : jumlah beban traksi optimal dipertahankan. Traksi tulang (pen. Rasional : traksi Hoffman memberikan stabilisasi dan sokongan kaku untuk tulang fraktur tanpa menggunakan katrol. Minyak katrol dan periksa tali terhadap tegangan.Rasional : mengurangi / menghilangkan nyeri. kawat. jepitan) memungkinkan penggunaan berat lebih besar untuk penarikan traksi daripada digunakan untuk di jaringan kulit. risiko tinggi terhadap (tambahan). Intervensi  Pertahankan posisi/integritas traksi (contoh : Buck. memungkinkan  .  Yakinkan bahwa semua klem berfungsi. Diagnosa Keperawatan : Trauma. Catatan : memastikan gerakan bebas beban selama mengganti posisi pasien menghindari penarikan berlebihan tiba-tiba pada fraktur yang menimbulkan nyeri dan spasme otot. Dunlop. Amankan dan tutup ikatan dengan plester perekat.

Rasional : panjang dan posisi saraf perineal meningkatkan risiko cedera dan adanya fraktur kaki. kemerahan. Kurang atau berlebihannya keketatan klem/ikatan dapat mengubah tekanan kerangka. kesemutan. Rasional : alat traksi dapat menyebabkan tekanan pada pembuluh darah/saraf. risiko tinggi terhadap Kriteria evaluasi : mempertahankan perfusi jaringan dibuktikan oleh terabanya nadi. Minta pasien untuk melokalisasi nyeri/ketidaknyamanan. memutih. Rasional : memberikan informasi tentang sirkulasi kulit dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat dan/atau pemasangan traksi. . perdarahan. Rasional : posisi yang tak tepat dapat menyebabkan cedera kulit/kerusakan. Intervensi  Kaji kulit untuk luka terbuka. Integritas kulit/jaringan. perubahan warna.mobilitas/kenyamanan pasien lebih besar dan memudahkan perawatan luka.  Kaji posisi cincin bebat pada alat traksi. terutama pada aksila dan lipat paha. Disfungsi neurovaskuler perifer.  Awasi posisi/lokasi cincin penyokong bebat. megakibatkan iskemia dan kerusakan saraf pemanen. Perhatikan perubahan fungsi motor/sensori. kerusakan : aktual/risiko tinggi terhadap   Kriteria evaluasi : menyatakan ketidaknyamanan hilang. atau malposisi alat traksi. Rasional : gangguan perasaan kebas.  Tes sensasi saraf perifer dengan menusuk pada kedua selaput antara ibu jari pertama dan kedua dan kaji kemampuan untuk dorsofleksi ibu jari bila diindikasikan. Kulit hangat/kering Intervensi  Lakukan pengkajian neuromuskuler. peningkatan/penyebaran nyeri terjadi bila sirkulasi pada saraf tidak adekuat atau saraf rusak. edema sindrom kompartemen. Menyebabkan kesalahan posisi.

Rasional : mencegah cedera pada bagian tubuh lain. Tekuk ujung kawat atau tutup ujung kawat/pen dengan karet atau gabus pelindung. Evaluasi  . meningkatkan evaporasi kelembaban yang menurunkan risiko ekskoriasi.  Beri bantalan/pelindung dari kulit domba atau busa.  Resiko konstipasi berhubungan dengan imobilisasi Kriteria evaluasi : klien dapat defekasi dengan lancar Intervensi  Kaji pola defekasi Jelaskan pentingnya diet tinggi serat Rubah posisi sesering mungkin Dorong intake cairan peroral 6-10 gelas perhari Rasional : mengetahui perubahan pola defekasi yang terjadi  Rasional : serat dapat melancarkan defekasi  Rasional : pergerakan meningkatkan gerak otot perut dan peristaltik  Rasional : cairan adalah faktor penting dalam menentukan konsistensi feses. Rasional : mencegah tekanan berlebihan pada kulit. d.

8:9. 39079.

3 07:8.3.9:...73..

8  .8-07:-:3.37.324-8.9.3/03.78493907.3  .3..9.3 97.348.3/03.8.2.0380507.3307-07:-:3.8.3:.3.  3907./..0507.5  #08443895.

:.24-8..0.:.85..3  3907.3307.8  7907.9.3307.038  ..80:.803203.

.9..9.8/.9.8:390389. 507:-.07-.3.9.8 8./.3509:3:307343.09/.2.3./.  !07.7.30248..3 507.3/.3.90789  9072.35.34.

3.:  #.843.507.7:5.202503.

8/.3307/.8./.843.387:.35:3:3  507:-.2 2.34949   ..-47.39/.3.503.:.39:0320..507.8.3.8.9.5.3.8:2:2 203:7:3.5.2.203:7.33.8  #.39032.8-.0203897088 .9.3.3   4743203:3.203.843.3  07.0203307   4..34.3203..3907.9/03.843.85..8:.9193/.9.3 2033.3 ..50:9  #./.3 /.73 97.70.9.85747081  ..0.2033.8:2:2 203:7:3.3.324-8.8 $039:.8.087029.9.70.439470.43974 /.3.90.22.8.3.3 00.08.302-.8  #.9.387:.34949   !079.34.9.8502-07.303.3 5.38.3..3 00.90.302.92033.324-8.843.397..843./97.3./..2033.9.3.37..43945.3.25:.3.354889:.9073.3.20214:8.35488  #.08 #.3.3..3453/.8.-.

82025079.-8.. 78493907.5 9..0.389.8/..038 ./.3  7907.3%7.9:7  3907.348.:2.0507..9.203.:.3307    .3548817.3.3.2-.

35488. !079.3..

39. :345 !0.9.3 203.8 .3.4394:.7843 #:880  #.7.897.8202:33.317.3..34949.885.9:79:./.39079.3/.97.843.890.35.

35488.3:39:202:/.50203/0..

907../.590.7.8/.2-.3:9   . 907.75.843.9749/.9.3/.7 203..9.7:39:503.3-0-.9/03.9 059./.9.39:9:5./:3.89:.3.9  #.3-0-.8:8:3.8203.3503:3..9:7   !079..3-07.503.3905.9:39: 2033/.397.3:39:/.35089075070.2-:317.73.3 503 .3 202:33.3-.8-071:38/03.3/03.02-071:38 3.3..35078..3.3  %7.3.802:.39:3 3/..3.974/.7907:58503..90- -08.9:.3-.3 2.3.3.397.

39-.5 .32032-:.3 9/.392-.9:7.8/03.99/:7-.-0-.3.:2.9025.39:2009.703.2030:.3 07.8204949   .7..8-0-./3/.3.843.31:3897.:.-.39:5488905..397.385.203.3 -070-.9.3/-.7503.17.8032033/.9.3202-07.3-0-.202-.74/.5.3-0-.3.380.203.3.43945070.3202.3  #.843.803/.3 .3-07.89.8..95.3 0802-./.39.3. 9-.3954885.3307/.907...2.3.9  #.84592.   ./5079.32:3392-:.

3.8089073.3.::39: 9:.3 24-9.9:79.8.7/-.203:3.918.35.202:9.:9/.843.9...843.8#:880  #.3.8   .974 9./:/:/03.8.39079..3 202:33..339079.8:.2025079.3202-07.3/03.:-0-.38443..-8.84112. 5070.3..8/.397.389.397.397.9.  #.317.89.97.7.

3..8030--08.9.3:.7/.  :7.03.3.302..2.35.9.:-070-.9.3507.009.3202:/.33.

0.-.3/..90.:.3.35071:8.5.3. 3.9203:-.8:07507107 78493907./..9.3.3.35488    81:3830:74./ :9.3 07.... 030-.3.9.3/-:9.340907.-..308.5 7907.73.82025079.

073 .

330:742:8:07 !07.31:38 24947..3503..3507:-.3907.9.038  .:.

803:39:204.8.803847 39.8307.5.

09/.843.8 0802:9.3:.3507.3 5033..3.3.9.30-.3.8.3  #..2.

:8.3 307907..5030-.   .85.85488./.19/.17:8./-.7.7./0:.87:.7.9.8.9.

8/./.3.-.92030-.9  #..843.7.3503443-0-..997.5.8.35.4.390.3.502-::/..

-.9.307:8...02.3:39:/4784108-:.7. 20.2.5.83/742425./.88.3  #./.9:7.8.2. /3/.0/07.1507107/03.8.1  907:9.25:.8:9./.7-.17.7.7.843.3.5:9.3/.3. 0/02.3784.95.7 5079.9.354888./..5.7.790203 .1502.35..9.7.3203:8:5.0/:.30/:.3.5488.8.3802.3 8.8    39079.150730.2033./.-:.997.3 .:2.39.303   %088038.80./././.

.3...73.3 07:8.9:.

3 2:33/80-.3 507/.5 7907.9..843.907-:.  202:9  #...309/.9/.7.32.:.3.3.340.0.202-07.387:..8:9/.8203. 0207...331472.:9:39::.3.3../.8.89039.3 507:-.2..038  .3  3907.-.78493907.3.73.

397.9.39..5488.8   .843.-.8  #.0/07.:502.5..997.3.3.9/..8.5488.3.95.905.3-0-.92030-./.:9.

.9.3   %0:::3.:9:9:5::3.9...07:8.9.

3.39.-:8 503/:3  #.503/03.3   07-.-.203.:.3.0.../.9.5..39:-:.709.0/07.843.

.-.8 002-.0.3-070-.:-:8.503/:3/./.37840847.3.843.8   .30.90.3203:7:3.7:9/42-.9..:9 2033.203.3.9.35.547.  #.

.8-07:-:3.038  .:..54888080732:33 #.803/.3.9 #.94750393/.8/03.3.20309.8 7907.3...350789.8.  0.354.307..3.843.34388903810808    /  .843.32033. #08443895..8 #./  0..7.8  #:-..:.7 3907./010.7.7 #.843.9/010.54.350747.2203039:.5..4949507:9/.9/.8./010.324-8.3/010.0..3907.3503933.5.0.8507.8     .843./.3/03.50707./0993807..9  474339.1.920.807.9.7.:507:-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful