P. 1
1247

1247

|Views: 7,042|Likes:
Published by safran

More info:

Published by: safran on Sep 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

Salah satu modal dasar untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam satu

cabang olahraga adalah memiliki bibit yang berbakat sesuai dengan tuntutan dan

spesifikasi masing-masing cabang olahraga itu. Di negara-negara yang sudah

maju dalam olahraga, latihan-latihan untuk menuju prestasi yang tinggi sudah

dilakukan sedini mungkin, sejak anak berumur muda sudah mengikuti program-

program yang teratur dan meningkat secara bertahap dalam jangka panjang.

2.2.1 Pengertian bibit dalam permainan bola voli

Yang dimaksud dengan bibit dalam permainan bola voli adalah anak

yang masih muda, berumur sekitar 9 sampai dengan 13 tahun dan mempunyai

potensi (bakat) yang tinggi untuk dikembangkan menjadi seorang pemain bola

voli yang berprestasi (Yunus, 1992:11).

2.2.2 Syarat-syarat Bibit Pemain Bola Voli yang Baik

2.2.2.1 Syarat-syarat fisik

1) Kesehatan fisik yang baik, merupakan syarat utama agar seorang

anak mampu menerima beban dalam latihan, alat-alat dalam

(jantung, paru-paru dan lain-lainnya) tidak mengalami gangguan.

2) Tidak memiliki cacat fisik yang dapat mengganggu dalam proses

peningkatan keterampilan.

3) Mempunyai potensi untuk tumbuh mencapai postur badan yang

tinggi, sekurang-kurangnya 165 cm untuk putrid dan 180 untuk

putra.

12

4) Memliliki potensi unsur-unsur fisik yang tinggi untuk

dikembangkan menjadi seorang pemain yang baik: kecepatan,

power, stamina, koordinasi, kelentukan, kelincahan (Suharno,

1982:8).

5) Secara fisiologi memiliki serabut otot putih lebih banyak dari

serabut otot merah.

2.2.2.2 Syarat-syarat non fisik

1) Memiliki sikap mental dan kepribadian yang baik antara lain:

ketekunan, kerjasama, keberanian, semangat juang, kejujuran dan

lain-lain.

2) Memiliki tingkat kecerdasan yang cukup, yang merupakan factor

bawaan (bakat), dapat pula diukur dengan tes IQ., dan dapat

dikembangkan melalui pendidikan pemberian gizi yang baik dan

pengalaman.

3) Motivasi, menurut sudibyo (1988:23) “Motif adalah sumber

penggerak dan pendorong yang bersifat dinamik dapat dipengaruhi,

merupakan deterimanya sikap dan pendorong suatu tindakan terarah

pada tujuan tertentu untuk mendapatkan kepuasan atau hal-hal yang

tidak menyenagkan, baik doidasari atau tidak didasari dan ada

hubungannya dengan aspek kognitif.

2.2.3 Mencari Bibit Pemain Bola Voli

Untuk mendapatkan calon-calon pemain yang berbakat, harus diadakan

tes potensi olahraga untuk mengetahui apakah seorang anak mempunyai bakat

atau tidak adalam olahraga tertentu. Salah satu tes bakat olahraga khususnya

13

yang diterapkan oleh FPOK IKIP Yogyakarta” tahun 1989/1990. dan tahun

1991/1992 yang merupakan battery test. Salah satu battery test adalah untuk

mengukur bakat bibit pemain bola voli yang terdiri dari tiga item test yaitu:

(1) tes koordinasi; (2) tes loncat tegak; (3) tes lari 600 meter.

Bagi anak yang sudah pernah mendapat pelajaran dan latihan

permainan bola voli, terutama bagi anak yang sudah duduk di sekolah

menengah pertama perlu ditambah tes keterampilan teknik dasar bola voli atau

observasi melalui pertandingan-pertandingan.

Tempat pencarian bibit terutama di SD, SMP dan club-club yang

membina anak-anak dari tingkat pemula. Dalam mencari bibit perlu pula

melihat latar belakang orang tua/keluarga, apakah anak berasal dari lingkungan

keluarga yang menyenangi olahraga atau tidak, latar belakang sosial ekonomi

yang juga merupakan faktor pendukung utama dalam usaha pencapaian

prestasi.

2.2.4 Penentuan minat

Dalam penentuan minat ada beberapa macam, diantaranya:

a. Minat yang diekspresikan seseorang dapat mengungkapkan minat atau

pilihannya dengan kata-kata tertentu.

b. Minat yang diwujudkan seseorang dapat mengungkapkan minat bukan

melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan atau perbuatan ikut berperan

aktif dalam suatu aktifitas.

c. Minat yang investasikan seseorang dalam penilaian minat dapat diukur

dengan jawaban terhadap berbagai pertanyaan tertentu atau secara

14

berurutan. Pilihan untuk kelompok aktifitas tertentu, susunan pertanyaan

ini disebut investasi minat (Muhaimin, 1994: 10).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->