P. 1
140

140

|Views: 135|Likes:
Published by safran

More info:

Published by: safran on Sep 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2014

pdf

text

original

APRESIASI MAHASISWA SENDRATASIK TERHADAP PERMAINAN DRUM DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

SKRIPSI

Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi Program Sarjana (S1) Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh : Nama NIM Program Studi Jurusan : Harjo Ari Wibowo : 2454000015 : Pendidikan Seni Musik : Sendratasik

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005

PENGESAHAN KELULUSAN
Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian skripsi jurusan Seni Drama Tari dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : Rabu : Dewan Penguji Ketua Sekretaris

Prof. Dr. Rustono, M. Pd NIP. 131281222

Drs. Agus Cahyono, M. Hum NIP. 132058805

Pembimbing I

Penguji I

Drs. Suharto, S.Pd NIP. 131902385

Dr. Totok Sumaryanto, M.Pd NIP. 131931633

Pembimbing II

Penguji II

Drs. Udi Utomo, M. Si NIP. 132041240

Drs. Udi Utomo, M.Si NIP. 132041240

Penguji III

Drs. Suharto, S.Pd NIP. 131902385

ii

HALAMAN PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau penemuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang,

Agustus 2005

Harjo Ari Wibowo NIM. 2454000015

iii

MOTTO Mengenali keadaan yang tidak diinginkan sebagai keadaan yang diinginkan merupakan salah satu praktek mengubah pikiran yang paling kuat. Itulah jalan untuk mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan.

(Lama Zopa Rinpoche)

Persembahan: 1. Bapak dan Ibu tercinta 2. Kedua Kakakku Tercinta 3. “Dian”ku 4. Tasya dan Dheka 5. Mahasiswa 2000

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Pengasih, karena dengan anugerah dan bimbingannya, penulis mempunyai kekuatan untuk menyelesaikan skripsi ini. Selain itu skripsi ini dapat terwujud atas bantuan dari berbagai pihak. Dorogan dari orang tua, serta sanak saudara, dialog dan sumbang saran dengan rekan–rekan se jurusan, serta bimbingan dari beberapa dosen, turut memperlancar proses penyelesaian skripsi ini. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :

1.

DR. H. A. T. Soegito, SH, MM, Rektor UNNES yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyusun skripsi.

2.

PROF. Dr. Rustono, M. Hum, Dekan Fakultas Bahasa Dan Seni yang telah memberikan izin penelitian penlisan skripsi ini.

3.

Drs. Syahrul Syah Sinaga, M. Hum, Ketua Jurusan Sendratasikyang telah memberikan kemudahan dalam menyusun skripsa ini.

4.

Drs. Suharto,S.Pd. selaku pembimbing utama yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran serta tulus ikhlas dalam menyusun skripsi ini.

v

5.

Drs. Udi Utomo M. Si, selaku pembimbing kedua yang dengan tulus ikhlas dan penuh kesabaran memberikan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.

6.

Drs. Eko Rahardjo yang telah banyak memberikan bantuan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.

7.

Mahasiswa Sendratasik Angkatan 2000 yang telah banyak memberikan dorongan dan semangat kepada penulis Penulis menyadari adanya kekurangan dan kelemahan pada penulisan

skripsi ini. Oleh karena itu saran dan kritik dari pembaca sangat diharapkan untuk penulisan berikutnya. Akhirnya penulis berharap agar skripsi ini ada manfaatnya.

Semarang,

Agustus 2005

Penulis

vi

SARI

Harjo Ari Wibowo. 2005. Apresiasi Mahasiswa Sendratasik FBS UNNES Terhadap Permainan Drum Dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Drum dapat diklasifikasikan dalam alat musik membranophone. Permainan drum dalam sebuah musik mempunyai peranan yang sangat penting, hal ini dikarenakan drum berfungsi sebagai pembentuk irama dan pengendali tempo dalam membawakan sebuah lagu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Apresiasi Mahasiswa Sendratasik FBS UNNES Terhadap Permainan Drum, (2) FaktorFaktor apa sajakah yang mempengaruhi mahasiswa Sendratasik FBS UNNES dalam mengapresiasi permainan drum. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan Deskriptif Kualitatif yang memberikan gambaran data-data yang berhubungan dengan Apresiasi Mahasiswa Sendratasik Terhadap Permainan Drum Dan FaktorFaktor yang mempengaruhinya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen jurusan Sendratasik. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data interaktif terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan diolah dan kemudian diseleksi atas dasar reabilitas dan validitasnya. Keabsahan data diperiksa dengan teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu dengan teknik Triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa apresiasi mahasiswa Sendratasik terhadap permainan drum adalah sebagai berikut: (1) Mahasiswa yang berprofesi sebagai drummer lebih bisa memahami dan merasakan permainan drum, sedangkan (2) mahasiswa yang bukan pemain drum masih kurang dalam mengapresiasi permainan drum, mereka hanya bisa menikmati permainan drum tetapi belum bisa memahami permainannya. Hal ini dikarenakan faktor-faktor yang mendukung mahasiswa dalam mengapresiasi permainan drum kurang mendukung. Agar apresiasi mahasiswa Sendratasik terhadap permainan drum semakin meningkat. Berdasarkan pendapat mahasiswa Sendratasik penulis memberikan saran agar sarana dan prasarana yang berhubungan dengan permainan drum ditambah, dan juga perlu adanya perkumpulan mahasiswa yang sebagai drummer untuk saling bertukar pengalaman dan diadakan belajar bersama sehingga akan saling mendukung satu sama lain.

DAFTAR ISI

vii

HALAMAN JUDUL ……...…………………………………………………..i HALAMAN PENGESAHAN…...……………………………………………ii HALAMAN PERNYATAAN……………...………………………………...iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……...…………………………………….iv KATA PENGANTAR …………..……………………………………………v SARI ……………………………………………………..…………………...vi DAFTAR ISI ……………………..………………………………………….vii BAB I PENDAHULUAN ………………………………..…………………...1 A.Latar Belakang Masalah ...…………………………………………….1 B. Perumusan Masalah …………………………………………………..4 C. Tujuan Penelitian ………………..……………………………………4 D.Manfaat penelitian……..……………………………………………...4 E. Garis Besar Sistematika skripsi ……..………………………………..5 BAB II LANDASAN TEORI ……………...……….…………………….….7 A. Musik..………………………………………………………………..7 1. Pengertian Musik …………………………………………………7 2. Unsur-Unsur Musik ……………………………………………....8 B. Alat Musik Drum …………………………………………………..11 1. Bagian-Bagisn Drum …………………………………………….11 2. Permainan Drum ………………………………………………...14 C. Apresiasi …………………………………………….……………..19 D. Fakor yang mempengaruhi dalam berapresiasi……...……………...23 E. Kerangka Berfikir…..………………………………………………26

viii

BAB III METODE PENELITIAN……………………………...………......28 A. Pendekatan Penelitian ……………………………………………...28 B. Teknik Pengumpulan Data ……………………………………...…28 C. Teknik Analisis Data ………………………………………………29 D. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ………....…………………...31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…………..………...32 A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian………………………………. 32 1. Fakultas Bahasa Dan Seni ……………………………………….32 2. Civitas Akademika ………………………………………………33 3. Sarana Dan Prasarana ……………………………………………36 4. Latar Belakang Jurusan Sendratasik …………………………….37 5. Sarana Dan Prasarana Yang Ada Hubungannya Dengan Drum Yang Dimiliki Sendratasik ………………………………………41 B. Mahasiswa Sendratasik Dalam Mengapresiasi Permainan Drum…. 45 1. Apresiasi Mahasiswa Bukan Pemain Drum ……………………..47 2. Apresiasi Mahasiswa Pemain Drum …………………………….54 C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Sendratasik Dalam Mengapresiasi Permainan Drum …………………………………...61 BAB V PENUTUP ……….…………………………………………………67 A. B. Simpulan …………………………………………………………...67 Saran …………….………………………………………………….68

DAFTAR PUSTAKA……………..………………………………………..……69

ix

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sejarah instrumen drum panjangnya sama dengan ditemukannya musik oleh umat manusia. Musik instrumental berkembang dari adanya upacara ritual, upacara-upacara yang bersifat magis guna mendapatkan sesuatu yang diharapkan dari makhluk atau benda yang didewa-dewakan. Alat musik yang pertama dikenal adalah badan manusia itu sendiri atau anggota badan. Tepukan tangan, hentakan kaki dan pukulan-pukulan tangan terhadap anggota badan lainnya merupakan pengiring ritmik yang sangat berperan. Kemudian orang mulai berfikir untuk pengembangan ragam instrumen sebagai hasil budi daya manusia dengan menggunakan benda-benda alam yang masih murni yaitu dengan menggunakan batu yang saling dipukulkan sebagai tiruan tepukan tangan, kayu yang dipukulkan ke tanah sebagai tiruan dari hentakanhentakan kaki. Dalam kehidupan spiritual, upacara-upacara ritual manusia sejak zaman prasejarah hingga zaman modern ternyata tidak lepas dari peranan alat musik Membranophone yaitu alat musik yang memainkannya dengan cara dipukul. Alat-alat yang termasuk dalam klasifikasi

membranophone ada dua jenis yakni bernada dan tidak bernada. Berdasarkan pada bahan yang menyebabkan suara, drum dapat diklasifikasikan dalam alat musik Membranophone. Dari zaman ke zaman alat musik membranophone berkembang dalam berbagai bentuk, dan dikenal dalam istilah nama drum.

1

2

Perangkat drum standar adalah cukup dengan Bass drum, Snare drum, midle Tom-tom, Large tom, Hi-hat cymbal, Crash cymbal, dan Ride cymbal. Perangkat-perangkat tersebut keberadaannya saling mengisi satu sama lain dalam membentuk sebuah irama. Akan tetapi kemajuan bermain drum menuntut para pemain drum untuk melengkapi drum dengan asesoris pada drum dalam rangka memenuhi kebutuhan pemain drum dalam suatu penampilan professional dan pertimbangan keindahan visual di atas panggung. Drum semakin berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi, sehingga kini telah tercipta drum elektrik yang memenuhi kebutuhan dalam menciptakan sound yang tidak bisa dihasilkan oleh drum set. Dalam sajian sebuah musik, drum terutama menempati posisi ritme, dengan demikian sesuai dengan posisinya, drum berfungsi untuk menjaga tempo dan membawa irama dalam bermain musik. Dengan demikian fungsi drum secara total adalah sebagai fondasi musik dalam bentuk ritme. Ibarat musik itu kehidupan, gitar adalah emosi, keyboard adalah aura, vocal adalah perilaku, bass adalah nyawa, sedangkan drum adalah energi. Drum adalah sebagai pengatur (motor) dalam proses penyajian sebuah lagu, cepat lambatnya suatu lagu sangat bergantung pada seorang drummer dalam memainkan tempo. Secara garis besar bermain drum adalah salah satu bagian dalam bermain musik, sehubungan dengan itu maka dirasakan perlu untuk melakukan penelitian tentang permainan drum, terutama kajian tentang Apresiasi Mahasiswa jurusan Sendratasik FBS UNNES terhadap Permainan drum dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.

3

Di Sendratasik FBS UNNES terutama jurusan seni musik, ada mata kuliah PIIP perkusi. Materi yang disajikan dalam mata kuliah tersebut adalah instrumen drum. Disamping mahasiswa yang menempuh mata kuliah PIIP perkusi banyak dijumpai aktifitas mahasiswa jurusan Sendratasik yang senang bermain band di luar jam kuliah sehingga dari aktifitas bermain band tersebut banyak bermunculan mahasiswa yang berprofesi sebagai drummer. Berkaitan dengan hal tersebut ini perlu adanya suatu gambaran terutama menyangkut apresiasi mahasiswa terhadap permainan drum untuk dijadikan apresiasi bagi mereka agar tidak salah dalam memainkan drum tersebut. Penulis ingin memberikan gambaran dan informasi tentang apresiasi permainan drum di jurusan Sendratasik sehingga akan memberikan masukan atau referensi bagi para drummer di lembaga-lembaga pendidikan musik (umum, khusus) lainnya baik formal maupun nonformal. Alasan penulis meneliti adalah karena penulis melihat selama ini belum ada yang meneliti masalah tersebut

4

B. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas masalah yang akan di kaji dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana apresiasi mahasiswa jurusan Sendratasik FBS UNNES terhadap permainan drum? 2. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi apresiasi mahasiswa Sendratasik dalam mengapresiasi permainan drum?

C. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan: 1. Apresiasi mahasiswa Sendratasik FBS UNNES terhadap permainan drum. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa jurusan Sendratasik dalam mengapresiasi permainan drum.

D. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah: 1. Manfaat Teoritis a. Menambah referensi tentang permainan drum mahasiswa jurusan Sendratasik FBS UNNES pada khususnya dan kepada masyarakat pada umumnya.

5

b. Bagi pengamat seni penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai apresiasi mahasiswa Sendratasik terhadap permainan drum dan factorfaktor yang mempengaruhinya. 2. Manfaat Praktis a. Dengan diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi apresiasi

mahasiswa jurusan Sendratasik FBS UNNES dalam mengapresiasi permainan drum, maka dapat diambil langkah yang akhirnya akan dapat meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap permainan drum. b. Memberi gambaran obyektif tentang apresiasi, khususnya tentang pemahaman, penghayatan, penikmatan, dan penghargaan mahasiswa jurusan Sendratasik FBS UNNES terhadap permainan drum dan faktorfaktor yang mempengaruhinya. E. Sistematika Skripsi Untuk memudahkan memahami jalan pikiran secara keseluruhan, penelitian skripsi ini terbagi dalam tiga bagian yaitu: bagian awal berisi halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran. Bagian isi terbagi atas lima bab yaitu: Bab I Pendahuluan, yang berisi tentang alasan pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika skripsi. Bab II Landasan Teori, meliputi teori-teori tentang alat musik drum , apresiasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam berapresiasi.

6

Bab III

Metode Penelitian, yang berisi tentang pendekatan penelitian, lokasi dan sasaran penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Bab IV

Hasil Penelitian dan Pembahasan yang mencakup tentang lokasi penelitian, apresiasi mahasiswa terhadap permainan drum dan faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam mengapresiasi permainan drum.

Bab V

Penutup, bab ini merupakan bab terakhir yang memuat tentang kesimpulan dan saran.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Musik 1. Pengertian Musik Musik adalah penghayatan isi hati manusia yang diungkapkan dalam bentuk bunyi yang teratur dengan melodi atau ritme serta mempunyai unsur atau keselarasan yang indah (Hadi, 1985: 5). Musik adalah gerakan bunyi, dan musik merupakan totalitas fenomena akustik yang apabila diuraikan terdiri dari tiga pokok yaitu: 1) Unsur yang bersifat material, 2) Unsur yang bersifat spiritual, 3) Unsur yang bersifat moral (Maryoto, 1989: 9). Musik bukanlah sekedar emosi atau rasa akan tetapi juga rasio atau akal budi. Menurut Gunawan (1987: 7), musik juga didefinisikan sebagai bentuk penyajian yang ada rangkaiannya dengan nada-nada atau suara yang dapat menimbulkan rasa puas bagi penyaji maupun penghayatnya. Istilah musik dikenal dari bahasa Yunani yaitu Musike (Hardjana, 1983: 6-7). Musike berasal dari perkataan muse-muse, yaitu sembilan dewadewa Yunani di bawah dewa Apollo yang melindungi seni dan ilmu pengetahuan. Dalam metodologi Yunani kuno mempunyai arti suatu keindahan yang terjadinya berasal dari kemurahan hati para dewa-dewa yang diwujudkan sebagai bakat. Kemudian pengertian itu ditegaskan oleh Pythagoras, bahwa musik bukanlah sekedar hadiah (bakat) dari para dewa-

7

8

dewi, akan tetapi musik juga terjadi karena akal budi manusia dalam membentuk teori-teori dan ide konseptual. Pengertian yang lain diungkapkan oleh Jamalus (1988: 1), bahwa musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisikomposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur dan ekspresi sebagai satu kesatuan.

2. Unsur-unsur Musik Unsur-unsur musik terdiri dari beberapa kelompok yang secara bersama merupakan satu kesatuan membentuk suatu lagu atau komposisi musik. Semua unsur musik tersebut berkaitan erat dan sama-sama mempunyai peranan penting dalam sebuah lagu. Menurut Jamalus (1988: 7), pada dasarnya unsur-unsur musik dapat dikelompokkan atas: a) Unsur-unsur pokok yaitu harmoni, irama, melodi, atau struktur lagu. b) Unsur-unsur ekspresi yaitu tempo, dinamik dan warna nada kedua unsur pokok musik tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Penjelasan unsur-unsur musik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Harmoni Harmoni adalah keselarasan bunyi yang merupakan gabungan dua nada atau lebih yang berbeda tinggi rendahnya (Jamalus, 1988: 35).

9

Rochaeni (1989: 34) mengartikan harmoni sebagai gabungan beberapa nada yang dibunyikan secara serempak atau arpegic (berurutan) walau tinggi rendah nada tersebut tidak sama tetapi selaras kedengarannya dan mempunyai kesatuan yang bulat. Sebuah lagu dapat terdiri atas satu kalimat atau beberapa kalimat musik. Jumlah kalimat ini bermaca-macam, seperti juga kalimat puisi; dua, tiga, empat, dsb. Lagu yang sederhana terdiri atas satu kalimat musik atau disebut bentuk lagu, satu bagian yang di dalamnya berisikan kalimat tanya dan kalimat jawab. Biasanya lagu yang sederhana ini terdiri atas delapan birama. b) Irama Irama dapat diartikan sebagai bunyi atau sekelompok bunyi dengan bermacam-macam panjang pendeknya not dan tekanan atau aksen pada not. Irama dapat pula diartikan sebagai ritme, yaitu susunan panjang pendeknya nada dan tergantung pada nilai titi nada. Jamalus (1988: 8) mengartikan irama sebagai rangkaian gerak yang menjadi unsur dasar dalam musik. Irama dalam musik terbentuk dari sekelompok bunyi dengan bermacam-macam lama waktu dan panjang. Irama tersusun atas dasar ketukan atau ritme yang berjalan secara teratur. Ketukan tersebut terdiri dari ketukan kuat dan ketukan lemah. Menurut Sudarsono (1991: 14) dalam praktek sehari-hari irama mempunyai dua pengertian. Pengertian pertama irama diartikan sebagai pukulan atau ketukan yang selalu tetap dalam suatu lagu berdasarkan

10

pengelompokan pukulan kuat dan pukulan lemah. Pengertian kedua irama diartikan sebagai pukulan-pukulan berdasarkan panjang pendek atau nilai nada-nada dalam suatu lagu. Sebuah lagu baik vocal maupun instrumental merupakan alur bunyi yang teratur. Dalam lagu tersebut terdapat adanya suatu pertentangan bunyi antara bagian yang bertekanan ringan dan bagian yang bertekanan berat. Pertentangan bunyi yang teratur dan selalu berulang-ulang tersebut dinamakan irama atau ritme (Sukohardi, 1988: 16). Irama dalam bentuk musik terbentuk dari kelompok bunyi dan diam dengan bermacam-macam panjang pendeknya nada pada tekanan atau aksen pada not. Untuk menulis bunyi dan diam dengan bermacammacam panjang pendeknya, digunakan dengan notasi irama dengan bentuk dan nilai tertentu. Untuk tekanan atau aksen pada not diperlukan tanda birama. c) Melodi Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berurutan serta bersama dengan mengungkapkan suatu gagasan (Jamalus, 1988: 16). d) Bentuk Lagu/Struktur Lagu Bentuk lagu atau struktur lagu adalah susunan atau hubungan antara unsur-unsur musik dalam suatu lagu, sehingga menghasilkan komposisi lagu yang bermakna (Jamalus, 1988: 35).

11

e) Tanda Tempo Tanda tempo adalah kecepatan dalam memainkan lagu dan perubahan-perubahan dalam kecepatan lagu tersebut. Tanda tempo dibagi dalam tiga bagian yaitu; tempo lambat, sedang, dan tempo cepat. Kuat lemahnya suara dalam suatu lagu atau musik disebut dinamik yang dilambangkan dengan berbagai macam lambing antara lain : forte, mezzo forte, piano, dsb. Warna nada menurut Jamalus (1988: 40), didefinisikan sebagai ciri khas bunyi yang terdengar bermacam-macam dan dihasilkan oleh bahan sumber atau bunyi-bunyi yang berbeda. f) Ekspresi Ekspresi adalah suatu ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup tempo, dinamik dan warna nada dari unsur-unsur pokok musik yang diwujudkan oleh seniman musik penyanyi yang disampaikan pada pendengarnya (Jamalus, 1988: 38). Dengan begitu unsur ekspresi merupakan unsur perasaan yang terkandung di dalam kalimat bahasa maupun kalimat musik yang melalui kalimat musik inilah pencipta lagu atau penyanyi mengungkapkan rasa yang dikandung dalam suatu lagu. Dalam seni musik tentunya sangat berkaitan dengan segala bentuk bunyi-bunyian yang terbagi indah dalam yang dihasilkan dari instrumen musik dan macamnya yang digolongkan dalam organologi, disertai kemampuan menggunakan atau memainkan sesuai dengan fungsinya. Pengetahuan mengenai alat-alat musik di dunia dengan menggunakan dengan pengaruhnya satu sama lain disebut organologi. Secara singkat organologi adalah studi

12

mengenai alat-alat musik (Banoe, 2003: 312). Alat musik terdiri dari dua jenis yaitu alat musik ritmis yang biasa kita sebut dengan perkusi dan banyak berperan sebagai ritmik sebuah lagu. Dan alat musik melodis adalah alat musik yang mengeluarkan nada dan banyak berperan sebagai melodi. Drum adalah salah satu jenis alat musik ritmis yang banyak berperan sebagai ritmik dalam sebuah lagu

B. Alat Musik Drum 1. Bagian-bagian drum Drum adalah alat musik yang berbentuk silinder yang terbuat dari kayu atau fiberglass, dan bagian-bagian atasnya ditutup dengan membran yang terbuat dari mika atau kulit. Alat musik drum dibunyikan dengan cara dipukul dan sebagai sumber suaranya adalah membran yaitu getaran dari mika atau kulit dan memukulnya menggunakan alat yaitu stik yang terbuat dari kayu, ada juga yang terbuat dari fiber. Fungsi alat musik drum adalah sebagai pemegang ritmik. Sepintas alat ini sederhana tetapi sebenarnya tidak sesederhana pikiran kita, Karena untuk mengetahui secara tepat di bagian mana dan bagaimana alat ini harus ditabuh agar bunyi yang dihasilkan sesuai dengan keinginan penabuhnya bersih dan tajam diperlukan banyak latihan dan ketrampilan.

13

Alat musik drum terdiri dari beberapa bagian yaitu : a. Bass Drum Bass drum adalah bagian yang sangat mendasar pada drum. Pada umumnya bass drum mempunyai ukuran 22 inci, ukuran ini adalah paling besar di antara bagian-bagian drum yang lain. Bass drum biasanya bersama bass gitar membentuk irama dalam suatu komposisi musik, dan biasanya gabungan kedua instrumen itu disebut sebagai rithem section (Budidharma, 2001: 141). Bass drum dilengkapi dengan alat pemukul yang biasa disebut dengan nama pedal, cara memainkannya yaitu dengan di tekan (di injak). b. Snare Drum Snare drum terletak di belakang bass drum di depan kedua kaki pemain dan di samping kanan hi-hat. Pada umumnya snare drum mempunyai ukuran 14 inci. Snare drum juga dilengkapi dengan kawat lentur (snare) yang menempel melintang di membrane bagian bawah dan akan bergetar apabila membrane atas dipukul dengan stik sehingga akan menghasilkan efek suara yang khas. Kawat lentur tersebut bisa di setel sesuai dengan keinginan kita dan juga menyesuaikan dengan musik yang kita mainkan. c. Middle Tom-Tom Dalam susunan drum pada umumnya middle tom-tom terletak di atas bass drum. Middle tom-tom terdiri dari dua tom yang mempunyai ukuran berbeda, yaitu ukuran tom-tom satu 12 inci dan tom-tom dua 13

14

inci. Pada kenyataannya banyak para drummer professional menggunakan tom-tom lebih dari dua, hal ini dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan dalam bermain musik dan mengembangkan kreatifitas dalam bermain drum, selain itu juga untuk menciptakan tatanan panggung yang menarik. d. Large Tom Large tom mempunyai ukuran lebih besar dari snare drum dan middle tom, yaitu 16 inci. Large tom terletak di belakang bass drum agak ke kanan dan juga berada di samping kanan pemain drum. e. Cymbal Dalam susunan drum pada umumnya ada beberapa cymbal yang melengkapi drum, yaitu : Hi-hat Cymbal, Crash Cymbal, dan Ride Cymbal. Para drummer professional banyak yang menambahkan beberapa cymbal sebagai pelengkap dalam memenuhi kebutuhan bermain drum dan juga sebagai asesoris. Cymbal adalah bagian dari perangkat drum yang tidak dapat dipisahkan, cymbal selalu digunakan dalam menggiringi sebuah lagu dari awal sampai akhir. Menurut Evans Nye (1961: 43) suatu atau dua drum dapat menjadi elemen penting dalam lagu-lagu India, gabungan tamborin, maracas, dan drum yang memvitalkan sebuah lagu Amerika Latin. Dari pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa alat musik drum mempunyai peranan penting dalam penyajian musik yaitu sebagai pengatur tempo, yang berarti drum di sini berperan sebagai pengatur cepat dan lambatnya sebuah lagu atau musik yang di mainkan

15

2. Permainan Drum Permainan drum tidak dapat dipelajari hanya dengan membaca notasi saja, hal ini dikarenakan untuk mamainkan drum perlu teknik yang sulit didapat dengan sendirinya. Seseorang harus bisa mangkoordinasikan kedua tangan dan kedua kaki untuk bisa bermain drum. Hal yang harus diperhatikan oleh seorang drummer adalah bagaimana cara memegang stik dan cara menginjakan kaki pada pedal bas drum dan pedal hi-hat yang benar. Hal ini akan sangat berpengaruh dalam proses berlatih dan hasil dalam bermain drum (Denny AJD 2004:48). Berikut adalah cara memegang stik dan cara menginjakan kaki pada pedal yang benar: a. Cara Memegang Stik Ada dua cara memegang stik yang biasa digunakan oleh para drummer yaitu: 1) Cara Memegang Biasa yaitu dengan cara menekan ibu jari dan telunjuk di antara stik kemudian tekan semua jari pada stik.

16

2) Cara Memegang Menjepit yaitu dengan cara meletakkan stik di antara ibu jari dan telunjuk, diletakkan dengan cara menyilang di tengah antara jari tengah dan jari manis kemudian stik di jepit dengan ibu jari dan telunjuk, kemudian jepit dengan jari tengah dan jari manis.

17

b. Cara Menginjak Pedal Hi-hat Cara menginjak hi-hat ada dua macam yaitu: 1) Cara menginjak hi-hat agar tertutup yaitu dengan cara menekan telapak kaki kiri tanpa mengangkat tumit, kemudian tekan ujung jari kaki kiri dengan mengangkat kaki kiri.

2) Cara menginjak hi-hat agar terbuka yaitu dengan cara ujung jari kaki kiri dengan bertumpu pada tumit kemudian angkat ujung kaki kiri.

18

c. Cara Menginjak Pedal Bass Drum Ada dua cara menginjakkan kaki pada pedal bass drum yaitu: 1) Lemaskan telapak kaki dengan bertumpu pada tumit kaki kanan kemudian tekan bersamaan (telapak kaki) hingga pedal bass menyentuh pada membran bass drum.

2) Lemaskan telapak kaki kanan tanpa mengangkat tumit, kemudian tekan ujung jari kaki kanan dengan mengangkat kaki kanan.

19

Bermain drum sama seperti ber olahraga oleh karena itu akan lebih baik jika melakukan pemanasan terlebih dahulu, seperti melompat-lompat di tempat, melatih single stroke, lari di tempat, dan lain-lain. Setelah pemanasan selesai sebaiknya istirahat 10 menit sebelum melakukan latihan, hal ini akan membuat otot-otot lebih lemas sehingga akan lebih santai digerakan sesuai keinginan saat bermain drum. Latihan yang baik adalah menggunakan stik yang lebih besar dan berat, kemudian mencoba bermain pelan (tidak keras) agar jari-jari lebih terkontrol. Berlatih drum harus rutin dan konstan, karena jika seseorang bermain semaunya maka tidak akan ada perkembangan yang berarti dalam permainan drum. Latihan yang baik adalah berlatih dengan tempo lambat terlebih dahulu dan jika sudah sangat terbiasa tingkatkan tempo perlahan-lahan. Dalam permainan drum harus melibatkan feel atau dengan kata lain harus dirasakan, jangan pernah berfikir bahwa semakin keras pukulan akan semakin bagus dan semakin cepat seseorang bermain drum maka semakin hebat, karena kecepatan dan kekerasan tidak hubungannya dengan musikalitas.

C. Apresiasi Musik Istilah apresiasi berasal dari kata berbahasa latin yaitu, apreciatio yang artinya mengindahkan atau menghargai (Aminudin, 1987: 34). Dalam istilah lebih luas, istilah apresiasi menurut Gove (Aminudin, 1987: 34) mengandung makna pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan oleh seorang pencipta karya seni.

20

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa apresiasi adalah penilaian baik, penghargaan, misalnya terhadap karya seni. Menurut Djelantik (1990: 69) menjelaskan bahwa apresiasi merupakan aktifitas intelek manusia yang obyektif dari peristiwa penikmatan keindahan karya seni, yang seolah-olah penikmatan itu dikeluarkan dari diri kita dan dijadikan obyek untuk diselidiki lebih mendalam. Dalam bahasa Inggris apresiasi berasal dari kata appreciation yang artinya mengerti serta menyadari sepenuhnya hingga mampu menilai semestinya. Sedangkan menurut Bastomi (1998: 910) dikatakan bahwa apresiasi dapat diartikan sebagai penghayatan dan penghargaan. Sedangkan hubungannya dengan seni meliputi: mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk beluk suatu hasil seni serta menjadi sensitif terhadap segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya (Soedarso, 1988: 66). Berdasar pada beberapa pendapat di atas, apresiasi dapat diartikan sebagai pengenalan, pemahaman, pengakuan terhadap nilai keindahan., penilaian dan penghayatan serta penghargaan terhadap suatu hasil karya manusia, terutama karya seni. Menurut Wadiyo (1991: 75) kegiatan berapresiasi terhadap karya seni dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: penikmatan, pemahaman, penghayatan dan penghargaan. Dalam proses apresiasi, tahapan ini bukan urutan yang mutlak, namun tahapan yang satu dengan yang lain saling

21

berkaitan. Jadi bila seseorang melakukan pengamatan terhadap karya seni, ada kemungkinan orang tersebut langsung dapat memberikan penghargaan ataupun penghayatan terhadap karya seni yang diamati. Pemahaman mencakup kemampuan untuk menangkap maksud dan arti bahan yang diamati (Winkel, 1986: 150). Pemahaman terhadap permainan drum bagaimana upaya pengamat dalam menangkap irama dan makna dari permainan drum tersebut yang bersifat obyektif dan unsur di luar musik yang menunjang kehadiran permainan drum itu sendiri, biografi pencipta, latar belakang proses penciptanya. Pemahaman yang baik terhadap permainan drum tidak hanya mengetahui unsur musiknya saja, seperti irama melodi dan harmoni, tetapi harus mengetahui juga tentang alat, cara bermain dan memegang stik yang benar, proses pembuatan maupun latar belakangnya. Pada dasarnya kegiatan berapresiasi terhadap suatu karya seni adalah suatu proses penghayatan. Penghayatan dilakukan dengan sadar dan tanpa prasangka untuk mendapatkan kenikmatan sampai pada rasa pesona kemudian diakhiri dengan penghayatan pada karya seni dan senimannya (Bastomi, 1989: 91). Penghayatan diartikan telah mengalami dan merasakan sesuatu dalam batin (Poerdarninta, 1984: 351). Menghayati karya seni berarti, suatu proses bagaimana seseorang dengan sengaja dan tanpa prasangka ikut mengalami dan merasakan sesuatu dari apa yang disampaikan pencipta melalui karya seni, untuk memperoleh kenikmatan sampai pada rasa pesona. Penghayatan terhadap karya seni dapat dilakukan dan ditempuh melalui proses pengamatan, pemahaman, tanggapan dan evaluasi terhadap karya seni yang

22

di amati. Jadi apabila seseorang telah melakukan kegiatan tersebut sampai dapat merasakan kenikmatan sampai rasa pesona dari karya seni yang diamati. Penikmatan adalah suatu tanggapan dimana seseorang dapat

menghargai atau menilai sebuah karya seni dengan merasakan dan menikmati suatu keindahan atau kebaikan karya seni tersebut dan mengerti serta dapat menerangkan kebaikan atau keindahan yang ada pada karya seni tersebut. Sebenarnya keindahan itu sudah dapat dirasakan oleh manusia sejak kecil. Hal ini dapat kita saksikan pada saat sang ibu menggendong bayinya, dan sang ibu dengan syahdu mendendangkan lagu nina bobonya. Bayi yang digendong merasa terbuai, disayang dan dielus sehingga ia terkantuk-kantuk dan tidur pulas. Memang bayi ini tidak mengerti apa arti lirik yang didendangkan oleh sang ibu, namun bayi tersebut dapat merasakan atau menikmati keindahan lagu yang dibawakan sang ibu tadi sampai ke relung hatinya (Wadiyo, 1991: 75). Penghargaan dalam proses apresiasi adalah tingkatan apresiasi yang paling tinggi. Menghargai dan menyukai adalah istilah-istilah yang berhubungan tetapi keduanya tidak berarti sama. Sangatlah mungkin untuk menyukai musik yaitu untuk mendapatkan kesenangan dari musik itu sendiri. Menghargai musik berarti mendapatkan kesenangan dari musik itu sendiri dan memahaminya 1996: 62). Menurut Chaplin (Muhibbin, 1995: 23) apresiasi berarti pertimbangan atau judgment mengenai arti penting atau nilai sesuatu. Dalam penerapan dengan sungguh-sungguh mengapresiasinya (Bastomi,

23

apresiasi sering diartikan sebagai penghargaan atuau penilaian terhadap benda-benda, baik abstrak maupun kongkret yang memiliki nilai-nilai luhur yang umumnya ditunjukan kepada karya seni budaya, seperti seni musik dan seni lainnya. Apresiasi mahasiswa terhadap permainan drum sangat tergantung kepada banyak sedikitnya pengalaman tentang drum. Sebagai contoh, jika seorang mahasiswa telah mengalami proses belajar berupa pengalaman secara mendalam, maka apresiasinya dalam dunia drum akan mendalam pula. Dengan demikian pada dasarnya seorang mahasiswa baru akan memiliki apresiasi yang memadai terhadap drum apabila dia telah mempelajari materimateri yang berkaitan erat dengan obyek apresiasinya. Kesadaran mahasiswa dalam kegiatan apresiasi dengan benar pada drum, menuntuk kearah kesadaran pada diri sendiri, kemudian berkembang menjadi penghargaan kepada hasil karya orang lain, sehingga secara emosional mahasiswa mampu mengendalikan diri sendiri dan tidak mudah untuk mengambil keputusan yang nantinya akan menjerumuskan dirinya.

D. Faktor yang Mempengaruhi dalam Berapresiasi Faktor berasal dari bahasa Inggris, factor yang artinya Cirmuntance, etc helping to bring about a result (Hornby, 1987: 305) yang artinya dalam bahasa Indonesia faktor adalah kenyataan atau keadaan dan lain-lain yang membantu mendapatkan suatu hasil. Faktor dapat dibagi dua yaitu: fakor

24

internal dan faktor eksternal, faktor internal adalah faktor yang datangnya dari dalam dan faktor eksternal adalah faktor yang datangnya dari luar. 1. Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang datangnya dari setiap individu yang didalamnya meliputi minat dan motivasi. Faktor ini bisa berupa faktor yang sifatnya mendukung dan bisa juga faktor yang sifatnya menghambat. Minat hubungannya sangat erat dengan ketertarikan seseorang terhadap bidang yang dihadapinya. Aktifitas refleks atau keseimbangan kerja sama antara daya piker dan daya rasa hanya bisa tercapai dengan jalan membiasakan diri, yaitu melalui sejumlah pengulangan yang rutin. Ketertarikan seseorang terhadap karya seni cenderung akan mempengaruhi jiwanya untuk bisa langsung terjun atau memahami karya seni tersebut. Hal ini akan sangat berpengarung terhadap cara seseorang dalam mengapresiasi suatu karya seni. Seseorang yang mempunyai minat akan mengapresiasi karya seni dengan sungguhsungguh sehingga seseorang dapat mengamati,memahami, memberi

tanggapan dapat memberi evaluasi dan dapat menghayati. Jadi perlu dukungan minat yang cukup. Bagi seseorang yang tidak begitu dilengkapi dengan kemampuan tetapi punya minat yang kuat, mungkin malah bisa lebih berhasil dari pada orang yang serba dilengkapi. Dengan demikian minat adalah titik tolak dalam mewujudkan dedikasi untuk mengasah ketajaman Intelegensia dalam pembentukan bakat, sekaligus meningkatkan bakat intelektual (Pandjaitan, 2000: 5).

25

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia motivasi adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan yang ada hubungannya dengan sesuatu hal. Sementara itu Cristine Harvey (1996: 5) menyebutkan motivasi adalah kondisi yang sangat dibutuhkan semua orang. Kita memerlukannya setiap hari untuk menjalankan kehidupan kita, untuk membantu orang lain, untuk memimpin sekelompok orang dan untuk mencapai tujuan kita. Kemampuan untuk memotivasi diri kita sendiri dan orang lain akan mempengaruhi sukses kita dalam menjalankan suatu hal dan kepuasan kita dalam kehidupan. Seseorang yang mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengapresiasi akan lebih terkonsep dan lebih terarah, hal ini dikarenakan seseorang mempunyai keinginan yang kuat tehadap sesuatu sehingga akan lebih mudah dalam menuruti kata hatinya. 2. Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor yang datangnya dari luar, faktor ini bisa berupa faktor yang sifatnya mendukung dan bisa juga berupa faktor yang sifatnya menghambat. Sebagaimana kita ketahui bahwa proses kehidupan manusia dapat terjadi di tiga tempat, yaitu: kehidupan dalam keluarga sebelum masuk sekolah, masa pendidikan di sekolah dan masa remaja dalam lingkungan masyarakat. Dari ketiga tempat tersebut sangatlah mempengaruhi seseorang dalam mengapresiasi suatu karya seni dalam hal mengamati, memahami, memberi tanggapan, mengevaluasi dan menghayati. Dalam mengapresiasi karya seni setiap orang akan selalu berbeda dengan yang lainnya, hal ini dikarenakan adanya latar belakang yang berbeda-

26

beda pula. Situasi lingkungan mempengaruhi proses dalam perkembangan apresiasi seseorang dalam memandang suatu karya seni. Secara keseluruhan dari pengalaman musikal yang ada dan dimiliki seseorang akan sangat membantu dalam pemahaman dan berapresiasi seperti, misalnya mengunjungi konser, mendengarkan radio atau rekaman kaset dan bermain dalam orkes atau band (Hugh M. Miller, 2001: 14). Transmisi bunyi merupakan unsur yang penting dan berpengaruh dalam kegiatan berapresiasi. Transmisi ini dapat membantu memperluas jangkauan wilayah bunyi yang dihasilkan melalui radio dan televisi yang menjadikan musik dapat dinikmati oleh pendengarnya secara langsung ketika musik itu dipergelarkan. Sedangkan untuk fonograf yang meliputi piringan hitam, pita rekaman serta jalur bunyi pita film adalah unsure-unsur mekanik yang menyebabkan musik dapat didengarkan tidak secara langsung, dikatakan secara tidak langsung karena adanya perbedaan waktu antara pertunjukan yang sebenarnya dengan pendengar yang menerima. Tak seorangpun dapat berharap untuk memahami dalam sekali dengar segala hal yang terjadi dalam sebuah bagian musik. Kita tidak dapat menangkap kesan terhadap pendangaran secepat kita menangkap kesan-kesan visual. Oleh sebab itu, dalam ini fonograf sangat membantu sekali bagi apresiator untuk mendengarkan secara berulang-ulang lagu yang ingin dipahami. Keberadaan fasilitas dan sarana penunjang dalam kegiatan berapresiasi dapat mempengaruhi keinginan seseorang untuk tetap mangamati,

27

menghayati, menilai dan menghargai karya seni (Hugh M. Miller, 2001: 1619).

E. Kerangka Berfikir Pengaruh seni dalam pembangunan watak dan kematangan jiwa masih diyakini oleh para pendidik. Pendidikan seni memang penting untuk diberikan terutama pada saat anak memasuki tahap perkembangan dan perubahan dalam masa remaja. Dengan mengaktualisasikan diri melalui seni, remaja akan belajar mengasah kepekaan perasaan, keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh manusia yang utuh yang bersumber dari olah rasa itu, yaitu berempati, bersosialisasi, peka akan kebutuhan orang lain, dan cinta damai. Secara garis besar bermain drum adalah salah satu bagian dalam bermain musik. Drum terutama menempati posisi ritme, sesuai dengan posisinya kewajiban drum berfungsi menjaga tempo dan membawa irama dalam bermain musik. Dengan demikian fungsi dan kewajiban drum secara total adalah sebagai fondasi musik dalam bentuk ritme. Menjadi seorang drummer tidak hanya bisa bermain drum saja tetapi juga harus mengetahui peranan yang sesungguhnya tentang drum, baik dari segi permainan, peralatan, panggung ataupun gaya permainan (aksi panggung) pada saat pementasan. Jurusan Sendratasik FBS UNNES merupakan salah satu tempat yang mencetak banyak drummer. Bukan hanya mahasiswa yang mengambil mata kuliah perkusi saja yang bisa bermain drum, tetapi para mahasiswa yang tidak

28

mengambil mata kuliah perkusi dan belajar bermain drum untuk kebutuhan bermusik di luar jam kuliah. Dengan adanya aktifitas bermain musik band di luar jam kuliah diharapkan akan menghasilkan prestasi yang tinggi dan menjadi pemacu bagi para drummer sebagai wadah dalam bermain dan berkarya musik. Dari penjelasan itulah peneliti ingin memaparkan kajian tentang apresiasi mahasiswa Sendratasik dalam mengapresiasi permainan drum dan faktor yang mempengaruhinya. Apresiasi mahasiswa Sendratasik terhadap permainan drum

menyangkut pemahaman, penghayatan, penikmatan, dan penghargaan baik apresiasi pada saat mendengarkan musik ataupun pada saat mendengarkan konser musik langsung dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa jurusan Sendratasik dalam mengapresiasi permainan drum dalam rangka mencapai pengakuan estetis, ekspresi dan kreasi.

Apresiasi Mahasiswa

• • • •

Pemahaman Penghayatan Penikmatan Penghargaan

FaktorFaktor

Apresiasi

• • •

Pengakuan Estetis Ekspresi Kreasi

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interaksi simbolik yang mempunyai sifat deskriptif, artinya permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini tidak berkenaan dengan angka-angka, tetapi bertujuan untuk menggambarkan atau menguraikan tentang hal-hal yang berhubungan dengan keadaan (Moleong, 1994:103).

B. Teknik Pengumpulan Data Agar diperoleh data dan keterangan yang akurat, relevan, reliable, maka harus digunakan suatu teknik pengumpulan data yang tepat sesuai sengan tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan: 1. Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi adalah teknik pengumpulan data mengenai hal-hal yang variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, legger, agenda, dan sebagainya (Arikunto, 1998: 236). Dalam teknik ini data yang dicari berupa daerah letak dan bentuk kondisi bangunan tempat latihan (studio), data keadaan mahasiswa, alat bantu, fotofoto yang berhubungan dengan kegiatan permainan drum.

29

30

2. Teknik Observasi Teknik observasi adalah kegiatan pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesatu objek yang menggunakan seluruh alat indera yang dapat dilakukan melalui indera pengelihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap (Arikunto, 1998: 146). Dalam penelitian ini menggunakan jenis observasi langsung. Di samping itu juga menggunakan kamera foto untuk mendokumentasikan kegiatan dalam proses kegiatan pentas ataupun pada saat latihan drum untuk membantu keabsahan data yang telah diperoleh. 3. Teknik Wawancara Wawancara (interview) adalah sebuah dialog yang dilakukan pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (Arikunto, 1998: 145). Wawancara guna memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa jurusan Sendratasik, baik yang mengambil mata kuliah PIIP perkusi maupun tidak, baik yang berprofesi sebagai drummer ataupun bukan drummer. yaitu wawancara mengenai apresiasinya terhadap permainan drum dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi apresiasi mahasiswa Sendratasik dalam mengapresiasi permainan drum.

C. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses penyusunan data agar dapat ditafsirkan. Menyusun data berarti menggolongkan dalam pola, tema, atau kategori

31

(Nasution, 1988:126). Analisis data digunakan untuk menjawab masalah menggunakan data yang dikumpulkan secara absah. Analsis data dilakukan baik ketika mengumpulkan data maupun setelah mengumpulkan data. Analisis data meliputi kegiatan mengumpulkan data, reduksi, penyajian, dan verivikasi. Proses terakhir adalah menarik kesimpulan dan verivikasi dari permulaan pengumpulan data sampai penelitian berakhir. Seluruh data direduksi serta ditinjau ulang dengan diuji kebenarannya sampai benar-benar absah. Data yang diperoleh yaitu tentang Permainan Mahasiswa Sendratasik Terhadap Permainan Drum ditulis dan diketik dalam bentuk uraian atau laporan terperinci. Laporan ini akan bertambah banyak dan semakin lengkap. Laporan itu perlu direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang penting, dicari tema atau polanya. Data yang direduksi memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan, juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data yang diperlukan. Secara sistematis proses analisis data yang dimaksudkan dapat digambarkan dalam model sebagai berikut: Model Interaktif (Miles dan Huberman 1992:15-21) Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Kesimpulan Penarikan/verifikasi

32

D. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan (trus worthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan, pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Teknik yang dipakai dalam penelitian ini memakai kriterium derajat kepercayaan (Kredibility), yaitu pelaksanaan inkuiri dengan

pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti sehingga tingkat kepercayaan penemuan dalam kriterium ini dapat dipakai. Untuk menguji validitas dalam penelitian ini digunakan teknik Triangulasi. Tujuannya adalah memverivikasi atau mengkonfirmasi informasi. Artinya mengecek kebenaran data tertentu dan membandingkan dengan data yang diperoleh dari sumber lain pada berbagai fase penelitian lapangan, pada waktu berlainan, dan dengan menggunakan metode yang berlainan. Triangulasi tidak sekedar menilai kebenaran data, akan tetapi juga untuk menyelidiki keabsahan tafsiran kita mengenai data itu. Dengan Triangulasi ada pula kemungkinan bahwa kekurangan dalam informasi pertama mendapat tambahan pelengkap. Teknik Triangulasi yang digunakan adalah dengan menggunakan sumber data. Informasi dari berbagai mahasiswa sendratasik FBS UNNES dipadukan dengan informasi dari berbagai pihak yaitu Dosen-dosen Sendratasik yang berkaitan dengan permasalahan ini dan pengurus jurusan Sendratasik sehingga data yang diperoleh dapat dapat dipercaya.

33

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Fakultas Bahasa dan Seni UNNES Universitas Negeri Semarang mempunyai berbagai macam fakultas. Di antaranya yaitu fakultas bahasa dan seni, yang berlokasi di jalan Sekaran Desa Sekaran, Kecamatan Gunungpati Semarang Jawa Tengah. Fakultas Bahasa dan Seni terletak di tengah-tengah perkampungan penduduk yang sekaligus pemukiman tersebut dimanfaatkan sebagai rumah pondokan dan pertokoan, yang secara tidak langsung dengan adanya Universitas ini telah membantu perekonomian masyarakat setempat. Kampus fakultas bahasa dan seni (FBS, UNNES) merupakan salah satu kampus yang boleh dibilang sangat strategis. Hal ini dikarenakan letaknya di pinggir jalan utama Desa Sekaran. Dengan berkembangnya sarana transportasi pada akhir-akhir ini untuk menuju ke lokasi kampus fakultas bahasa dan seni UNNES dapat dengan mudah ditempuh baik dengan kendaraan pribadi maupun dengan angkutan umum yang beroperasi setiap hari. Angkutan umum jurusan UNNES yang beroperasi setiap hari pasti melewati kampus fakultas bahasa dan seni baik yang dari arah Semarang maupun dari arah Ungaran. Dari arah kota Semarang naik angkutan jurusan UNNES kemudian turun di Masjid Ulul Albab UNNES tepatnya di pintu masuk kampus fakultas bahasa dan seni dari arah

34

Ungaran angkutan umum jurusan UNNES yang beroperasi setiap hari hanya sampai Masjid Ulul Albab UNNES yang terletak di sebelah kanan pintu masuk kampus fakultas bahasa dan seni. Tetapi angkutan umum ini hanya beropersi sampai pukul 18.00 WIB dan selebihnya hanya ojek yang beroprasi sampai larut malam.

2. Civitas Akademika Civitas akademika FBS UNNES meliputi: Dekan, Pembantu Dekan I, Pembantu Dekan II, Pembantu Dekan III, Senat Fakultas, Bagian Tata Usaha, Ketua Jurusan, Ketua Laboratorium, Dosen, dan Mahasiswa. Masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri. Dekan mempunyai tugas memimpin penyelenggaraan, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada

masyarakat, membina tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga administratif dan administratif fakultas. Dekan bertanggung jawab kepada Rektor. Dekan dibantu oleh tiga orang pembantu dekan dalam melaksanakan tugasnya yaitu: (1) Pembantu Dekan bidang Akademik yang disebut Pembantu Dekan I, yang bertugas memimpin pelaksanakan pendidikan dan pengabdian masyarakat. (2) Pembntu Dekan bidang Administrasi Umum yang disebut Pembantu Dekan II, yang bertugas memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan. (3) Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan, yang disebut Pembantu Dekan III, yang bertugas memimpin pelaksanaan pembinaan mahasiswa serta layanan kesejahteraan mahasiswa.

35

Senat fakultas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di tingkat fakultas yang memiliki wewenang untuk menjabarkan kebijakan dan peraturan UNNES untuk fakultas yang bersangkutan. Tugas pokok senat fakultas adalah merumuskan kebijakan akademik fakultas, memutuskan norma dan tolak ukur pelaksanaan tugas fakultas, menilai pertanggungjawaban pimpinan fakultas atas pelaksanaan kebijakan akademik yang ditetapkan, memnerikan pertimbangan kepada pimpinan UNNES mengenai calon yang diusulkan untuk menjadi pimpinan fakultas. Senat fakultas terdiri atas: guru besar, pimpinan fakultas, ketua jurusan atau ketua program, dan wakil dosen. Bagian Tata Usaha Fakultas mempunyai tugas melaksanakan administrasi pendidikan, administrasi umum, administrasi perlengkapan, administrasi

kepegawaian, administrasi keuangan, dan administrasi kemahasiswaan di fakultas. Jurusan adalah pelaksana akademik pada fakultas yang melaksanakan pendidikan akademik dan profesional dalam sebagian atau cabang ilmu pengetahuan, olah raga, seni dan budaya. Jurusan mempunyai tugas

melaksanakan pendidikan akademik dan profesional satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Dalam suatu jurusan dikelola oleh ketua jurusan yang dibantu sekretaris jurusan. Jurusan Seni Drama Tari dan Musik bernaung di bawah Fakultas Bahasa dan Seni, UNNES Laboratorium merupakan perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan pada jurusan dalam pendidikan akademik dan profesional. Laboratorium

36

mempunyai tugas melakukan kegiatan dalam cabang ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, seni dan budaya tertentu sebagai penunjang pelaksanaan tugas jurusan sesuai dengan bidangnya. Dosen adalah tenaga kependidikan di lingkungan fakultas yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Dekan. Dosen mempunyai tugas utama mengajar, membimbing dan melatih mahasiswa, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa merupakan salah satu komponen civitas akademika yang menjadi objek pengajaran. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang mempunyai beberapa jurusan, antara lain yaitu: a. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan program studi: • Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S1 • Program studi Pendidikan Bahasa Jawa S1 • Program studi Sastra Indonesia S1 • Program studi Sastra Indonesia Ekstensi S1 b. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris dengan program studi: • Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris S1 • Program studi Sastra Inggris S1 • Program studi Sastra Inggris Ekstensi S1

37

c. Jurusan Bahasa dan Sastra Asing dengan program studi: • Program studi Pendidikan Bahasa Perancis S1 • Program studi Sastra Perancis S1 • Program studi Bahasa Perancis Kepariwisataan D3 • Program studi Bahasa Jepang Kepariwisataan D3 d. Jurusan Seni Drama, Tari dan Musik dengan program studi: • Program studi Pendidikan Seni Musik S1 • Program studi Pendidikan Seni Tari S1 e. Jurusan Seni Rupa dengan program studi: • Program studi Pendidikan Seni Rupa S1 • Program studi Desain Grafis Komputer D3

3. Sarana dan Prasarana Sarana yang mendukung aktivitas mahasiswa FBS di Universitas Negeri Semarang yang digunakan sebagai tempat perkuliahan antara lain yaitu: Gedung BI yang digunakan untuk perkuliahan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang terdiri atas empat macam program studi tersebut, Gedung B2 adalah gedung yang digunakan untuk perkuliahan maasiswa Jurusan Seni Drama Tari dan Musik, Gedung B3 yaitu gedung yang digunakan untuk perkuliahan mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris dan sebagian dari lantai I digunakan sebagai Tata Usaha (TU), Gedung B4 yaitu gedung yang digunakan untuk perkuliahan

38

mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Gedung B5 yaitu gedung yang digunakan untuk perkuliahan mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain Grafis, Gedung B6 yaitu gedung yang digunakan untuk pertunjukan dan pementasan Sani Drama, Tari, dan Musik. Selain itu juga digunakan tempat perkuliahan praktek tari, Gedung B7 yaitu gedung yang digunakan untuk perkuliahan praktek mahasiswa Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik, selain itu juga untuk menyimpan inventaris Jurusan Sendratasik. Mengenai fasilitas-fasilitas yang lain yang juga mendukung aktivitas mahasiswa FBS antara lain adanya sarana ibadah, yaitu seperti Masjid Ulul Albab, lapangan sepak bola, lapangan bola volley, lapangan basket, kafetaria, panggung terbuka, lapangan parkir, gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM,FBS) dan sebuah gedung baru yang belum selesai dibangun, rencana gedung tersebut akan dibangun sebagai gedung administrasi dan kantor jurusan yang ada di FBS. Kebanyakan para mahasiswa FBS UNNES bertempat tinggal di sekitar kampus FBS yang berstatus rumah pondokan. Walaupun demikian, ada juga mahasiswa yang asli dari Semarang, kebanyakan mereka pulang ke rumah masing-masing dan letaknya menyebar di kota Semarang, itupun sebagian dari mahasiswa FBS UNNES

39

4. Latar Belakang Jurusan Sendratasik FBS UNNES Letak kampus jurusan Sendratasik agak jauh dari pusat kota. Walaupun transportasi sudah lancar tetapi hal ini sering merepotkan bagi mahasiswa yang memerlukan kebutuhan sehari-hari yang tidak tersedia di sekitar kampus, sehingga mereka terpaksa harus turun ke pusat kota yang segalanya jauh lebih lengkap. Namun demikian keadaan ini tidak berpengaruh kepada penciptaan iklim belajar yang kondusif bagi mahasiswa, justru lingkungan yang jauh dari pusat kota tersebut sangat menguntungkan untuk lebih fokus pada perkuliahan. Gambar 1: Gedung Sendratasik yang digunakan untuk perkuliahan dan ruang dosen. (Harjo Ari Wibowo.2005)

40

Gambar 2: Aula Sendratasik yang digunakan untuk perkuliahan dan pementasasan tari atau musik. ( Harjo Ari Wibowo.2005)

Gambar 3: Gedung Sendratasik yang biasa digunakan sebagai tempat perkuliahan dan laboratorium. (Harjo Ari Wibowo.2005)

41

Menurut Bapak Kelly Puspita salah satu dosen di Jurusan Sendratasik, bahwa program Pendidikan Seni Musik dan program Pendidikan Seni Tari dibuka pada tahun 1982. Proses perkuliahan pada saat itu masih dilaksanakan di kampus lama yaitu di jalan Kelud. Kemudian pindah ke-Swakul dan kemudian kembali ke kampus Kelud setelah itu pindah ke kampus Pegandan, dan selanjutnya di kampus baru IKIP Semarang yang sekarang berubah menjadi Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang terletak di jalan raya Sekaran, Desa Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Menurut bapak Eko Raharjo, pada tahun 1992 program pendidikan Sendratasik masih bernaung di bawah jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan yang pada waktu itu di pimpin oleh Drs. Suyadi H.S, sedangkan program Seni Tari di pimpin oleh ibu Dra. Wahyu Lestari. Kedua program tersebut melakukan aktivitas perkuliahan di kampus kelud, selang beberapa bulan kemudian tempat perkulahan tersebut pindah lagi di kampus Pegandan yang pada waktu itu juga terjadi pergantian pimpinan, yaitu Drs. Wadiyo menggantikan Drs. Suyadi H.S. dan Bapak Drs. Bintang H.P manggantikan Ibu Dra. Wahyu Lestari. Latar belakang dibukanya program pendidikan seni musik dan pendidikan seni tari adalah pada waktu itu kebutuhan guru musik dan guru tari di lapangan sangat kurang terutama di SLTP dan juga pentingnya pendidikan seni musik dan seni tari untuk sekolah umum. Dengan diajarkannya pendidikan estetis dan

42

estetika lewat musik, adalah cara yang paling efektif, dan pendidikan seni itu satu di antaranya adalah pendidikan seni musik. Pada tahun 1995 program pendidikan seni musik dan seni tari memisahkan diri dari jurusan pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan. Kemudian kedua program tersebut telah berubah menjadi jurusan Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik yang dikenal dengan Sendratasik. Jurusan Pendidikan Sendratasik merupakan salah satu jurusan yang mencakup 3 program seni yaitu Seni Drama, Seni Tari, dan Seni Musik. Adapun latar belakang dibukanya program pendidikan Sendratasik adalah menghendaki kelulusannya mampu mengajarkan seni drama, tari, dan musik, agar dapat memenuhi kebutuhan guru Kerajinan Tangan dan Kesenian (Kertangkes). Dengan dibentuknya Jurusan Pendidikan Sendratsik, jurusan menyusun dua kurikulum, yaitu untuk program pendidikan seni musik dan program pendidikan seni tari yang berdasarkan pada kurikulum nasional 1994. Namun pimpinan IKIP Semarang memberikan tanggapan supaya kedua kurikulum tersebut dijadikan satu menjadi kurikulum Sendratasik, pada tahun 1995. pada tahun 1996 kurikulum yang berlaku di Jurusan Sendratasik berubah lagi yaitu dengan dipisahnya kurikulum pendidikan seni musik dan seni tari, sampai pada tahun 1999. Dengan berdirinya UNNES secara otomatis, Jurusan Pendidikan Sendratasik berubah menjadi Jurusan Sendratasik dengan Program Studi Pendidikan Seni Musik dan Program Studi Pendidikan Seni Tari dengan menggunakan kurikulum tahun 2004.

43

Jurusan Sendratasik dipimpin oleh Ketua Jurusan, dan dibantu oleh Ketua Program Studi, sekretaris Jurusan dan Kepala Laboratorium. Pada tahun 2005 Ketua Jurusan Sendratasik yaitu Drs. Syahrul Syah Sinaga, M.Hum, Ketua Program Studi yaitu Drs. Udi Utomo M.Si, Sekretaris Jurusa yaitu Agus Cahyono dan Kepala Laboratorium yaitu Drs. Joko Wiyoso.

5. Sarana dan prasarana yang ada hubungannya dengan Drum yang dimiliki jurusan Sendratasik Drum adalah alat musik membranophone, karena termasuk jenis alat musik yang bermembran dan cara memainkannya yaitu di pukul. Pada umumnya drum set terdiri dari Bass Drum, Snare Drum, Small tom-tom, Medium tom-tom, large tom-tom, Hi hat, Crash Cymbal, dan Ride Cymbal. Akan tetapi sekarang banyak dijumpai drum yang bagian-bagiannya lebih dari drum set biasa, contohnya dengan adanya penambahan tom-tom ukuran 10” yaitu lebih kecil dari medium tom-tom, adanya dua large tom-tom, adanya dua bass drum, splash cymbal, chinesse cymbal, dan lain-lain. Menurut Hadi Susanto mahasiswa Sendratasik angkatan 2000, itu hanya penambahan saja. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mendapatkan sound yang berbeda yang susah didapatkan dari bagian drum set standar dan juga disesuaikan dengan kebutuhan musik dan apa yang diinginkan seorang drummer.

44

Budi

Arif

mahasiswa

Sendratasik

angkatan

2001

mengatakan,

penambahan itu sendiri selain untuk mendapatkan sound yang diinginkan juga agar seorang drummer dapat berkreasi sebebas-bebasnya untuk memadukan bagian-bagian drum yang memiliki jenis suara yang berbeda dan menjadi suatu pola ritmis yang bisa berpadu dengan alat musik lain dan enak untuk didengarkan. Penambahan ini akan sangat menguntungkan seorang drummer dalam melakukan demo drum untuk menunjukan semua kemampuan dan kreasinya. Ada bermacam-macam merek dan karakter drum yang dijual di pasaran dengan jenis dan karakter yang bermacam-macam. Adanya berbagai macam produk drum seorang drummer dapat memilih dan menyesuaikan jenis dan karakter drum yang cocok dengan keinginan dan selera musiknya. Dari sekian banyak jenis drum tersebut jurusan seni musik mempunyai 3 jenis drum dengan merek Rolling, drum ini berwarna silver dan bermembran hitam. Drum ini aktif di gunakan dari tahun 1996 sampai awal tahun awal tahun 2001 dan selalu berada di ruang latihan drum (band) yang berada di gedung B7, drum ini merupakan sarana yang digunakan bagi mahasiswa yang mangambil mata kuliah PIIP Perkusi dan digunakan untuk latihan band baik untuk latihan biasa maupun untuk persiapan kegiatan pementasan. Akan tetapi drum rolling tersebut sampai saat ini sudah rusak dan tidak bias digunakan lagi karena lock (pengunci membran) sudah rusak dan rangka-rangka drum yang sudah bengkok karena perubahan suhu dan sudah terlalu tua sehingga drum ini sudah tidak digunakan dan tidak mungkin lagi untuk diperbaiki. Drum yang kedua bermerek Prince, drum ini berwarna hitam dan

45

bermembran putih bening. Drum ini merupakan drum kesayangan mahasiswa sendratasik pada saat itu karena mampu menghasilkan suara yang empuk dari setiap pukulannya dibandingkan dengan drum-drum lain yang ada di jurusan sendratasik pada saat itu, dan drum ini hanya digunakan untuk acara pementasan saja, sedangkan untuk latihan masih menggunakan drum rolling. Akan tetapi drum ini juga sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi dikarenakan sudah rusak. Drum yang ketiga bermerek Tama Rockstar, drum ini berwarna merah dan bermembran putih bening. Drum ini adalah drum yang paling baru dan paling bagus yang dimiliki jurusan Sendratasik. Drum ini di beli di toko Kurnia Musik Semarang dan drum ini langsung diaktifkan oleh Ketua Laboratorium untuk dipakai latihan mahasiswa dikarenakan drum-drum sebelumnya sudah tidak layak pakai lagi. Hingga saat ini keadaan drum tersebut masih baik dan digunakan oleh mahasiswa Sendratasik untuk latihan band dan mahasiswa yang mengambil mata kuliah PIIP Perkusi. Sebagai cadangan rangka-rangka drum dari drum rolling dan prince yang masih bisa digunakan dipadukan menjadi satu set drum agar bisa digunakan untuk latihan.

46

Gambar 4: Salah satu drum yang dimiliki Jurusan Sendratasik. Sumber foto: Harjo Ari Wibowo, Juli 2005

Selain ketiga drum yang dimiliki jurusan Sendratasik ada dua set drum yang dititipkan di laboratorim Sendratasik yaitu drum bermerek Yamaha, yaitu drum yang dimiliki UKM Band UNNES yang pada saat itu keadaan UKM Band sedang masa transisi kepemimpinan dan tidak ada yang merawat alat-alatnya, kebetulan anggota UKM Band kebanyakan dari mahasiswa jurusan Sendratasik mempunyai inisiatif untuk menyelamatkan alat-alat tersebut agar tetap terawat dan hal ini disetujui oleh ketua Laboratorium pada saat itu yaitu Drs. Udi Utomo M.Si. Drum yang kedua bermerek Pearl, yaitu drum milik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

47

Drum ini boleh digunakan oleh jurusan-jurusan yang lain tetapi harus melewati ijin dari fakultas. Untuk urusan aksesoris tambahan baik jurusan seni musik maupun mahasiswa sendratasik agaknya belum banyak yang mempunyai, ini terbukti dari tidak dimilikinya aksesoris tambahan untuk drum tersebut oleh jurusan seni musik pada saat main pun mahasiswa tidak pernah memakai aksesoris tambahan pada drum. Aksesoris yang biasanya digunakan oleh drummer-drummer adalah tambahan pada cymbal seperti splash cymbal, chinesse cymbal, double pedal, dll. Mereka tidak menggunakan aksesoris tambahan karena memang alatnya tidak ada, kalau memang alatnya ada pasti digunakan. Pada saat ini jurusan sendratasik pun belum memiliki mikrofon khusus untuk drum dan masih menggunakan mikrofon biasa sehingga suara yang dihasilkan pun masih kurang sempurna. Canggih mahasiswa sendratasik angkatan 2003 mengatakan, tidak usah menggunakan aksesorispun permainan drum masih tetap bisa berjalan karena permainan drum pada sebuah lagu biasanya menggunakan peralatan drum standar kalaupun ada suara lain yang dihasilkan oleh aksesoris tambahan dalam sebuah lagu masih bisa diwakili oleh peralatan yang ada dalam drum standar, semua itu kembali pada kretifitas seorang drummer.

48

B. Mahasiswa Sendratasik dalam Mengapresiasi Permainan Drum Musik bagi mahasiswa Sendratasik merupakan hal yang tidak asing lagi, hal ini dikarenakan hampir setiap hari mereka mendengarkan musik bahkan memainkannya juga, karena dalam perkuliahan pun mereka selalu berhubungan dengan alat musik. Bagi mahasiswa Sendratasik, konsentrasi musik,

mendengarkan musik atau memainkan alat musik bukan hanya untuk sekedar iseng atau mengisi waktu luang saja melainkan sebuah tuntutan dari disiplin ilmu yang mereka pelajari. Kegiatan mendengarkan musik atau memainkan alat musik bukan hanya dilakukan saat perkuliahan saja melainkan pada saat senggang pada saat ada kegiatan dalam bermusik. Kegiatan bermusik yang ada di sekitar kampus Sendratasik UNNES di luar mata kuliah sangat beragam dan banyak sekali, satu diantaranya adalah band yang diadakan oleh UKM maupun kegiatan band yang dilakukan oleh masing-masing kelompok band yang ada secara individu perkelompok masing-masing. Dari kegiatan tersebut bermunculan para drummer. Dari beberapa pengamatan yang dilakukan oleh peneliti khususnya untuk jenis profesi personil dalam sebuah band, drummer secara umum mendapat perhatian lebih dari mahasiswa Sendratasik. Hal ini terbukti banyak mahasiswa yang ingin belajar drum baik belajar sendiri maupun minta diajari oleh senior mereka. Danu Vidaya mahasiswa angkatan 2002 yang berprofesi sebagai bassis mengatakan, keinginannya menjadi seorang drummer karena terlihat lebih keren dan lebih asyik saat bermain dan terlihat lebih lepas dalam berekspresi.

49

Menurut pengamatan Zulkifli alumni Sendratasik yang berprofesi sebagai drummer mengatakan, apresiasi mahasiswa Sendratasik terhadap peranan drummer baik yang menyamgkut permainan ataupun yang lainnya masih pada tahap penikmatan dan penghargaan, pengamatan tersebut berdasarkan pada kurangnya pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap permainan drum. Zulkifli juga melihat bahwa mahasiswa Sendratasik masih belum dapat maksimal dalam memahami ataupun memainkan drum dikarenakan rendahnya dan pengetahuan mahasiswa terhadap peranan maupun drum itu sendiri. Tingkat mengapresiasikan permainan drum berbeda antara mahasiswa satu dengan yang lain, semua itu tergantung sebesar-besarnya kepada sikap mahasiswa sebagai seorang apresiator. Dari hasil temuan yang peneliti lakukan di lapangan, dalam penelitian ini ternyata peneliti mendapatkan adanya perbedaan dalam mengapresiasikan permainan drum tersebut terlihat ketika peneliti mengadakan pegamatan dan wawancara dengan mahasiswa yang berprofesi sebagai drummer atau sering memainkan drum dan mahasiswa yang hanya mengamati saja. Berikut ini beberapa gambaran mahasiswa jurusan Sendratasik dalam mengapresiasikan permainan drum diantaranya yaitu: (1) mahasiswa Sendratasik yang hanya sekedar mengamati dan menikmati permainan drum tanpa pernah dengan kesadaran yang serius mempelajari permainan drum tersebut atau dengan kata lain bukan pemain drum (2) mahasiswa Sendratasik yang sering berperan dan ikut terlibat sebagai drummer dalam sebuah permainan musik.

50

1. Apresiasi Mahasiswa Bukan Pemain Drum Dalam mengapresiasi permainan drum, apresiasi mahasiswa bukan pemain drum dibagi dalam 4 tahap yaitu; penikmatan, pemahaman, penghargaan, dan penghayatan.

a) Pemahaman Pemahaman adalah kemampuan sesorang untuk menangkap maksud dan arti dari apa yang di lihat atau di amati. Pemahaman mahasiswa Sendratasik terhadap permainan drum adalah bagaimana upaya dari pengamat dalam menangkap irama dan makna dari permainan drum tersebut. Sazli Andi mahasiswa Seni Musik angkatan 2000 mengaku bahwa Dia bisa memahami permainan drum, hal ini terbukti dia bisa menangkap jenis irama yang dimainkan dalam permainan musik tersebut. Sazli juga berpendapat bahwa drum adalah pembentuk irama dan mengatur jalannya penampilan musik dari awal sampai akhir. Untuk masalah alat musik drum Sazli mengaku tidak terlalu tahu, dia hanya mengetahui merek-merek drum terkenal yang sering digunakan oleh musisi-musisi yang sering muncul di acara televisi. Rifan Fauzi mahasiswa Seni Musik angkatan 2001 mengatakan dalam memahami permainan drum dia mengaku kesulitan karena selama ini dia tidak mengikuti dengan benar tentang permainan drum, dia hanya mengetahui sedikit tentang drum setelah mengikuti mata kuliah perkusi. Rifan juga mengaku kurang

51

begitu paham mengenai teknik-teknik drum, dia lebih bisa menikmati permainan musik secara keseluruhan. Dari pernyataan yang diucapkan dari beberapa mahasiswa jurusan Sendratasik dapat di tarik kesimpulan mengenai seberapa jauh mahasiswa Sendratasik dalam memahami permainan drum. Sazli Andi salah satu contoh mahasiswa bukan pemain drum yang bisa memahami permainan drum dan bisa merasakan permainan drum tersebut dan mengetahui jenis irama yang di mainkan. Sazli juga mengatakan bahwa dia tidak terlalu faham mengenai alat musik drum dan cara menyetel drum tetapi untuk permainan dia sedikit faham tentang dasardasar bermain drum. Hal yang dialami Sazli berbeda dengan apa yang dialami Rifan, Dia mengaku kesulitan dalam memahami permainan drum, dia hanya mengetahui dasar-dasar bermain drum dari mata kuliah perkusi akan tetapi menurutnya itu masih sangat kurang dan dia juga kurang begitu tahu tentang bagaimana cara mengeset drum karena selama ini dia tidak pernah mencoba untuk mengotak-atik drum.

b) Penghayatan Penghayatan merupakan salah satu kegiatan dalam mengapresiasi. Penghayatan dilakukan dengan sadar tanpa prasangka untuk mendapatkan kenikmatan sampai pada rasa pesona kemudian diakhiri dengan penghayatan pada karya seni dan senimannya.

52

Firman Alif mahasiswa Sendratasik angkatan 2001 mengatakan bahwa dia bisa menghayati suatu pertunjukan musik apabila musik tersebut digarap dengan serius dan penampilan yang sempurna sehingga ada kesatuan antara personil satu dengan yang lainnya. Mengenai permainan drum Firman mengatakan belum bisa menghayati karena penghayatan membutuhkan proses dan waktu lama agar bisa merasakan permainan drum dan harus mengetahui tentang irama dan permainan drum. Tri Setyo Utomo mahasiswa angkatan 2002 menambahkan bahwa dia bisa menghayati permainan drum pada jenis-jenis musik tertentu seperti pada musik Rock yang banyak menggunakan double pedal dan musik yang di variasi dengan ketukan sinkop. Permainan dalam jenis musik seperti ini drum adalah yang paling utama dan biasanya permaiannya lebih menonjol dibandingkan alat musik yang lain sehingga pendengar akan lebih memperhatikan permainan drumnya. Menurutnya sebelum menghayati permainan drum seseorang harus bisa menikmati terlebih dahulu, dia juga mengaku ingin bisa bermain drum tetapi dia selalu tidak sabar dalam berlatih akhirnya keinginan tersebut belum tercapai, dia hanya bisa menghayati permainan drum karena kebetulan dia adalah pemain kendang jadi dia tidak begitu asing dengan ketukan dan tempo. Penghayatan adalah kegiatan berapresiasi yang sangat penting. Seseorang akan semakin tahu dan maju apabila sudah bisa memahami dan menghayati atas sesuatu yang sedang dipelajari atau dijalani.

53

c) Penikmatan Dalam menikmati sesuatu seseorang mempunyai pendapat yang berbedabeda menurut pada pemikiran dan sudut pandang masing-masing. Apabila kita menikmati pemandangan pegunungan di pagi hari pada saat liburan, maka kita akan dapat merasakan kesegaran udara pegunungan, fikiran menjadi lebih segar dan kita dapat menikmati keindahan pegunungan, hal ini akan berbeda kalau kita mengadakan penelitian pada penikmat musik dan pemain musik. Dari musik yang mereka dengarkan sebenarnya apa yang mereka nikmati?. Dari hasil penelitian yang dilakukan di jurusan Sendratasik terhadap mahasiswa bukan pemain drum apakah mereka menikmati permainan drum dalam musik yang mereka tonton dan mereka dengar adalah sebagai berikut: Nur Puji Ardianing (Dian), mahasiswa seni musik angkatan 2003 dalam menikmati pertunjukan musik dia lebih mengamati performance dari setiap personil mengenai cara berinteraksi dengan penonton, dan penguasaan panggung karena dia lebih bisa menikmati pertunjukan musik apabila dari penyaji bisa menampilkan sajian yang bagus dan terkesan tidak kaku. Mengenai permainan drum Dian mengaku belum bisa menilai atau mengkritik, dia hanya bisa merasakan tempo yang dimainkan oleh drummer apakah semakin cepat atau semakin lambat, permainan drum akan lebih bisa dirasakan apabila tempo selalu tetap. Rohman Hidayat, mahasiswa Seni Musik angkatan 2003 dalam menikmati suatu pertunjukan musik dia lebih terfokus untuk melihat kemampuan dari

54

masing-masing personil dan aransemen yang dibuat oleh penyaji, karena menurut dia seseorang bisa belajar dari apa yang dia lihat. Hal ini dilakukan Rohman Hidayat karena dia ingin mendalami musik lebih jauh dan belajar dari berbagai pengalaman. Rohman juga mengaku ingin belajar dan mendalami drum, hal ini dilakukan karena dia tertarik melihat orang bermain drum yang terkesan lepas dan bisa melepaskan emosinya dan terlihat sangat menikmati permainannya sendiri. Rohman juga mengatakan walaupun bukan fokus utama, drum tetap menjadi pelengkap yang membawa kita lebih asik dalam menikmati pertunjukan musik. Permainan terkadang tidak begitu diperhatikan oleh penikmat musik. Dalam sebuah pertunjukan musik, khususnya band ada jenis musik tertentu yang menonjolkan unsur lain dalam bermusik selain permainan, biasanya ini dilakukan oleh band-band komersial. Banyak band komersil yang menggunakan senjata dengan menulis lirik-lirik yang menyentuh, biasanya band-band seperti ini banyak disukai oleh kaum hawa. Santya mahasiswa Seni Musik angkatan 2003 adalah salah satu contoh mahasiswa yang menyukai jenis musik seperti ini, dalam menikmati musik kebanyakan Santya menikmati lirik dan lagu yang di bawakan , musik baginya dalam sebuah lagu hanya sebuah iringan saja. Mengenai permainan drum Santya mengaku tidak tahu sama sekali. Dari pendapat di atas bahwa mahasiswa Sendratasik yang bukan pemain drum dalam mengamati permainan drum hampir terjadi kesamaan. Dian dalam menikmati pertunjukan musik lebih tertuju pada performance dan cara interaksinya terhadap penonton dan untuk masalah permainan drum Dian belum

55

faham, Dia hanya bisa merasakan tempo yang dimainkan oleh drummer. Rohman Hidayat dalam menikmati pertunjukan musik dia lebih memperhatikan kemampuan dari personil dan aransemen yang diciptakan. Permainan drum merupakan bagian dari kesuksesan dalam pertunjukan yang melengkapi suatu grup musik. Sama halnya dengan Santya Dia kurang bisa menikmati permainan drum karena Dia lebih terfokus pada lirik-lirik yang ada palam lagu tersebut. Sebenarnya dia menikmati permainan drum karena Dia juga ikut bergoyang pada saat menikmati musik tersebut, hanya saja dia tidak sadar kalau permainan yang dia nikmati itu tidak akan nikmat kalau tidak ada permainan drum di dalamnya.

d) Penghargaan Penghargaan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dari dalam hati. Penghargaan mahasiswa satu dengan yang lainnya tentu akan berbeda. Penghargaan adalah tingkatan apresiasi yang paling tinggi. Menghargai dan menyukai adalah istilah-istilah yang berhubungan tetapi keduanya tidak berarti sama. Sangatlah mungkin untuk mendapatkan kesenangan dari musik itu sendiri. Menghargai musik berarti mendapatkan kesenangan dari musik itu sendiri dan memahaminya dengan sungguh-sungguh mengapresiasikannya. Muhamad Firdaus mahasiswa Seni Musik angkatan 2000 mengatakan bahwa dia bisa mendapatkan kesenangan dari sebuah permainan drum pada jenis musik irama tertentu seperti Fungk. Firdauus menyenangi permainan drum pada jenis musik ini karena permainan drumnya sangat menarik dan berenergi serta

56

membuat pendengar mengangguk-anggukan kepalanya. Firdaus sedikit banyak berusaha memahami permainan drum pada jenis musik ini, karena Dia juga menyukai jenis musik ini dan juga karena Dia seorang Bassis, jadi Dia membutuhkan pemahaman permainan drum untuk dijadikan tumpuan dalam menjatuhkan ketukan bass nya membentuk Rhytem Section dalam bermain musik. Tiyas Bayu mahasiswa Seni Musik angkatan 2003 dalam menghargai permainan drum dalam satu grup musik Dia hanya memberikan penghargaan atau menghargai seorang drummer sebagai anggota personil dalam satu grup musik karena menurutnya tanpa adanya seorang pemain drum maka grup musik itu tidak akan bisa berjalan karena drummer adalah pengendali dalam sebuah permainan musik. Untuk masalah permainan drum Dia tidak tahu sama sekali karena Dia tidak pernah mempelajari permainan drum karena Dia adalah pemain Keyboard. Tiyas juga mengatakan bahwa peranan drummer sangatlah penting dalam penyajian sebuah musik walaupun tidak semua jenis musik menggunakan alat musik drum. Pendapat serupa juga di sampaikan oleh Arum Sari mahasiswa seni musik angkatan 2003 bahwa Dia tidak tahu sama sekali tentang permainan drum, menurutnya drum adalah salah satu alat musik dan dan dimainkan dengan cara dipukul dan untuk masalah teknik permainan drum dia tidak mengetahuinya. Tidak semua mahasiswa yang bukan pemain drum tidak bisa meghargai permainan drum, hal ini terbukti dari pernyataan yang di ungkapkan Firdaus yang seorang bassis, dia bisa menghargai permainan drum karena dalam bermain musik bass dengan drum merupakan satu kesatuan dalam membentuk pondasi musik.

57

Mahasiswa yang lain mengaku belum bisa menghargai permainan drum dari segi teknik permainan tetapi hanya bisa menghargai drummer sebagai salah satu personal dari sebuah grup musik.

2. Apresiasi Mahasiswa Pemain Drum Apresiasi mahasiswa pemain drum di jurusan Sendratasik terhadap permainan drum diuraikan dalam 4 tahap yaitu; penikmatan, pemahaman, penghargaan dan penghayatan.

a)

Pemahaman Memahami berarti tahu dan mengerti tentang apa yang sedang di amati.

Pemahaman mahasiswa pemain drum di jurusan Sendratasik dalam memahami permainan drum adalah sebagai berikut: Menurut Rifan Fauzan mahasiswa Sendratasik angkatan 2000 mengaku dalam memahami permainan drum dia harus mengamati dengan sungguhsungguh, karena hanya dengan satu kali mendengarkan atau melihat dia belum tentu bisa faham dengan maksud permainan drumnya. Rifan mengaku dalam pemahaman permainan drum dalam sebuah lagu dia perlu mendengarkan kaset secara berulang-ulang sampai benar-benar faham. Terkadang dia juga menggunakan Walkman agar bisa mencoba langsung mengikuti lagu tersebut. Mengenai pemahaman tentang alat dia mengaku kurang faham, aplagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, dia belum pernah mencoba untuk memainkan

58

drum loop atau drum elektrik dikarenakan kampus tidak mempunyai alat tersebut sehingga dia tidak pernah tahu. Canggih Suprayogi mahasiswa Sendratasik angkatan 2003 mengatakan bahwa dia perlu mendengarkan secara berulang-ulang untuk memahami sebuah permainan drum. Canggih terbiasa belajar dengan menggunakan kaset dan didengarkan dengan berulang-ulang sampai akhirnya dia faham dengan permainan drumnya, bentuk iramanya dan kapan dia harus berhenti dan memainkannya. Untuk masalah pemahaman tentang drum, Canggih mengatakan bahwa dia mengetahui alat drum biasa aja seperti yang ada di kampus dan studio musik sekitar. Masalah perlengkapan dan asesoris lain seperti cymbal dan double pedal dia jarang menggunakannya karena kampus tidak mempunyai alat tersebut. Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa Sendratasik terhadapa permainan drum didapatkan karena mereka sering belajar sendiri, yaitu dengan mendengarkan kaset, membaca buku tentang pengetahuan drum atau yang lain. Sedangkan untuk pemahaman tentang alat mereka saat ini hanya faham dengan alat yang sudah ada sedang untuk alat-alat dan asesoris drum yang lainnya mereka belum memahaminya.

b)

Penghayatan Menghayati permainan drum berarti suatu proses bagaimana seseorang

dengan sengaja dan tanpa prasangka ikut mengalami dan merasakan sesuatu dari apa yang disampaikan pencipta atau pemain melalui karya seni untuk

59

memperoleh kenikmatan sampai pada rassa pesona. Berikut pernyataan mahasiswa di jurusan Sendratasik dalam menghayati permainan drum. Dimas mahasiswa Sendratsik angkatan 2002 mengatakan bahwa dalam menghayati perrmainan drum perlu konsentrasi yang tinggi. Dimas mengatakan setidaknya dia harus hafal dengan materi yang dia mainkan dan mencoba merasakan permainannya sendiri sehingga permainan yang muncul sesuai dengan harapan. Sedangkan dalam menghayati permainan orang lain Dimas mengaku kurang bisa karena biasanya dalam melihat suatu pertunjukan musik biasanya adalah keseluruhan lagu yang ditampilkan, sedangkan untuk menghayati permainan drumnya saja perlu konsentrasi tinggi, biasanya dia hanya bisa menikmati dan mencoba memahami permainan drumnya, belum ke tahap menghayati. Danu Prima Dita mahasiswa Sendratasik angkatan 2002 mengatakan bahwa selama ini dia bisa menghayati permainan drum hanya pada jenis musik tertentu yaitu seperti musik Rock. Menurutnya pada jenis musik ini permainan drumnya lebih nyata dan berteknik. Danu lebih senang menikmati permainan drum pada jenis musik ini dan terasa pas untuk didengarkan dibandingkan jika danu mendengarkan jenis musik yang lain yang terkesan lembut dan cengeng. Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa menghayati bukan pekerjaan yang mudah. Dimas menjelaskan bahwa dalam menghayati permainan drum dia perlu konsentrasi yang tinggi. Dimas mengaku bahwa dia harus hafal terlebih dahulu dengan lagu yang akan dimainkan, dia lebih sering menghayati

60

keseluruhan penampilan dalam suatu pertunjukan. Sedangkan yang di alami Danu adalah dia lebih bisa menghayati permainan drum pada jenis musik tertentu, karena dia suka dengan permainan drum yang terdengar mantap dan aksennya jelas. Danu mengatakan bahwa seseorang akan bisa menghayati sebuah pertunjukan musik apabila suka dengan musik yang dimainkan, begitu pula apabila seseorang akan menampilkan suatu pertunjukan musik seseorang selain suka dengan musiknya juga harus hafal dan berkonsentrasi untuk bisa menghayati apa yang sedang dimainkan sehaingga akan muncul permainan yang bagus dan enak untuk dinikmati yang akan membuat penonton terkesan dalam menikmati pertunjukan tersebut terutama pada pertunjukan drumnya. Apresiasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dari dalam hati tanpa adanya suatu paksaan. Dalam menikmati sesutu seseorang memiliki pendapat yang berbeda menurut sudut pandang masing-masing, ada yang mampu membentuk gambaran saja, ada yang mampu menginterpretasikan dan ada yang mampu menilai dan menghargai. Hal tersebut dikarenakan karena seseorang memiliki latar belakang yang berbeda-beda yaitu, pengalaman seseorang pernah bermain drum, pernah mengamati permainan drum orang lain, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali tentang permainan drum. Seseorang akan menjadi apresiator yang baik apabila memiliki pengalaman seni yang baik sehingga mampu menilai dan memahami permainan drum secara obyektif. Dalam berapresiasi dibutuhkan kemampuan untuk mamahami mengenai obyek yang

61

akan di apresiasi, karena kurangnya pemahaman akan berpengaruh terhadap obyek yang di apresiasi dalam penilaian. Kemampuan mahasiswa pemain drum dan mahasiswa bukan pemain drum tentunya akan sangat berbeda. Mahasiswa bukan pemain drum biasanya kurang memiliki pengalaman tentang permainan drum, mereka hanya sebatas mengamati, melihat, mendengar dan menikmati tetapi mereka belum bisa memahami dan menghargai permainan drum secara baik dan benar. Sedangkan mahasiswa pemain drum tentunya lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa bukan pemain drum dikarenakan mereka punya pengalaman bermain drum. Seseorang akan menjadi apresiator yang baik apabila seseorang sudah merasakan langsung pada apa yang di apresiasi, artinya apresiator memainkan drum secara langsung baik dalam pentas maupun latihan biasa dan bukan hanya sebagai penikmat, tetapi tetap menjadi intelektual apresiator yaitu tetap mencari ilmu dan sesuatu yang tersembunyi dari permainan orang lain yang di lihat atau di dengarkan.

c)

Penikmatan Proses menikmati musik antara mahasiswa satu dengan yang lain tentu

akan berbeda. Mahasiswa Sendratasik pemain drum tentu lebih bisa menikmati permainan drumnya dibandingkan dengan mahasiswa yang bukan pemain drum. Berikut adalah penikmatan mahasiswa pemain drum di jurusan Sendratasik dalam menikmati permainan drum.

62

Hadi Susanto mahasiswa angkatan 2000 menjelaskan bahwa dalam menikmati permainan drum dia benar-benar menikmati, karena pada dasarnya dia sangat suka dengan permainan drum sehingga dalam menikmati suatu pertunjukan musik dia lebih terfokus untuk mengamati drummer dan permainannya. Hadi selalu berusaha mengamati dan menikmati permainan drumnya walaupun permainannya kurang bagus. Menurutnya selain menikmati juga dia bisa sambil belajar, hal ini drummer. Tri Ahmad mahasiswa Sendratasik angkatan 2002 mengatakan dalam menikmati permainan drum dalam sebuah pertunjukan musik dia lebih tertuju pada jenis-jenis musik tertentu. Dia lebih suka pada permainan drum yang semangat dan membuat berkeringat sehingga terlihat lebih puas, seperti permainan drum pada musik Punk dan Grunge. Hal ini dikarenakan dia adalah seorang drummer sebuah grup musik punk dan dia juga suka dengan aliran musik tersebut. Pendapat di atas merupakan beberapa contoh tentang bagaimana cara mahasiswa Sendratasik yang berprofesi sebagai drummer dalam menikmati permainan drum. Kebanyakan para drummer di jurusan Sendratasik mengamati permainan drum karena mereka adalah seorang drummer, tetapi mereka juga mengakui bahwa dalam menikmati permainan drum mereka juga bisa sambil belajar. Tetapi ada juga yang memilih-milih dalam menikmati permainan drum seperti yang dikemukakan oleh Tri Ahmad tentang kesenangannya terhadap dilakukan karena dia adalah seorang

63

permainan drum pada musik punk, karena Tri Ahmad suka dengan jenis aliran musik ini dan permainan drumnya sangat bersemangat. Gambar 5: Mahasiswa Sendratasik sedang berlatih drum secara individu. Sumber foto: Harjo Ari Wibowo, Juli 2005.

d)

Penghargaan Penghargaan adalah tingkatan apresiasi yang paling tinggi. Menghargai

berarti mendapatkan kesenangan dari musik itu sendiri dan memahaminya dengan sungguh-sungguh mengapresiasikannya. Berikut pendapat mahasiswa jurusan Sendratasik yang berprofesi sebagai drummer dalam menghargai permainan drum. Reza Wahyu Adi mahasiswa Sendratasik angkatan 2003 mengatakan bahwa penghargaan terhadap perminan drum dia dapatkan setelah dia sering berlatih drum. Dia menyadari bahwa drum adalah alat musik yang tidak gampang

64

dan harus belajar serius dan konstan. Reza juga mengatakan bahwa pengalaman dan pergaulan yang luas sangatlah penting, kita bisa saling tukar informasi dan pengalaman dengan sesama drummer untuk menambah wawasan dan apresiasi sehingga kita tidak salah dalam melangkah. Andi Surya mahasiswa Sendratasik angkatan 2002 mengatakan bahwa dia sangat menghargai karena dia adalah seorang drummer. Andi mengatakan bahwa seharusnya seorang drummer faham dengan permainan drum dan Andi akan berusaha melakukan banyak cara untuk memahami permainan drum. Setiap ada waktu luang Andi selalu berusaha untuk pergi ke kampus degan tujuan untuk belajar drum, Andi juga sering menonton VCD yang berisi pelajaran bermain drum, Andi juga berusaha bisa mengamati permainan drum pada sebuah pertunjukan musik atau konser-konser dari musisi ternama. Menghargai permainan drum adalah sesuatu yang sulit bagi mahasiswa yang kurang suka terhadap alat musik drum, karena untuk menghargai seseorang setidaknya harus suka dengan alat musiknya dan punya rasa ingin tahu tentang alat itu. Seperti yang dikatakan Reza bahwa dia bisa menghargai permainan drum setelah dia sering berlatih dan berusaha untuk menemukan permainan drum yang benar, Reza juga berusaha mencari teman-teman satu profesi sebagai drummer agar bisa berbagi pengalaman dan ilmu bermain drum. Hal ini juga terjadi dengan Andi Surya mengatakan bahwa seseorang bisa menghargai permainan apabila dia faham dengan yang dimainkan, begitu pula dengan permainan drum. Dia berusaha memahami permainan drum dengan berbagai cara, dia belajar di

65

kampus, menonton VCD pelajaran drum, dan mencoba mengamati permainan orang lain.

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Apreiasi Mahasiswa Sendratasik Dalam Mengapresiasi Permainan Drum Kegiatan perkuliahan di jurusan Sendratasik hampir semuanya

berhubungan dengan musik. Mahasiswa bebas memilih alat musik mana yang akan di pelajari sesuai dengan keinginan masing-masing. Namun demikian permainan drum tidak semua mahasiswa Sendratasik mempelajarinya kecuali mahasiswa yang berprofesi sebagai drummer, sedangkan mahasiswa yang berprofesi bukan drummer terkadang hanya melihat dan mendengarkan belum sampai tahap pembelajaran. Akan tetapi Sebagai mahasiswa seni musik bisa mengapresiasi permainan drum. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa jurusan Sendratasik dalam mengapresiasi permainan drum. 1. Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang datangnya dari dalam, biasanya berupa minat dan motivasi. Faktor ini biasanya berupa faktor pendukung maupun faktor penghambat. Berikut adalah faktor pendukung dan faktor penghambat mahasiswa Sendratasik yang berupa minat dan motivasi adalah sebagai berikut: a) Faktor Pendukung Dalam mempelajari sesuatu akan sangat sulit apabila tidak diimbangi dengan minat dari dalam untuk belajar. Minat mahasiswa Sendratasik untuk

66

mengapresiasi permainan drum banyak terlihat pada mahasiswa yang berprofesi sebagai drummer. Reza Wahyu mahasiswa angkatan 2003 yang berprofesi sebagai drummer mengaku berminat menjadi seorang drummer dan akan mempelajari permainan drum secara mendalam. Reza banyak melakukan berbagai cara untuk bisa mempelajari permainan drum, dia selalu memanfaatkan waktu setelah kuliah untuk bermain drum, Reza mengaku banyak belajar teknik permainan drum dari berbagai teman dan kakak kelas yang mau mengajarinya, dari membaca buku tenteng permainan drum baik dengan cara membeli atau meminjam, menonton pertunjukan langsung ataupun melihat VCD konser dan juga karena pengalamannya yang sering tampil dalam suatu pertunjukan musik sebagai drummer. Motivasi yang mendukung dalam mengapresiasi permainan drum banyak dialami oleh mahasiswa Sendratasik, salah satunya terjadi pada Muhamad Firdaus mahasiswa angkatan 2000. Dia mengaku sering mengamati permainan drum karena dia adalah seorang bassis, dia merasa bahwa permainan drum sangat mendukungya dalam mempelajari irama-irama lagu karena dalam sebuah musik atau lagu bass selalu bekerja sama dengan drum membentuk rhytem section. Dia terdorong untuk mengetahui permainan drum karena dia ingin menjadi pemain bass yang baik yang bisa berpadu dengan permainan drum dalam bentuk irama apapun.

67

b) Faktor Penghambat Faktor yang menghambat mahasiswa Sendratasik dalam mengpresiasi permainan drum adalah minat mahasiswa yang hanya mempelajari mepelajari, dalam artian mahasiswa tersebut tidak berminat untuk belajar drum. Hal ini banyak dialami mahasiswa Sendratasik seperti Rifan Fauzi mahasiswa Sendratasik angkatan 2001 yang berprofesi sebagai gitaris, dia mengaku tidak bisa mengapresiasi permainan drum karena dia tidak berminat pada permainan drum dan tidak mau berusaha untuk mempelajarinya. Rifan mengatakan bahwa dia lebih terfokus pada permainan gitar dan berusaha mempelajari permainan drum secara mendalam. Minat adalah dasar dalam mempelajari sesuatu dengan demikian motivasi tidak akan timbul apabila tidak ada minat dari dalam hati. Hal ini terjadi karena mereka mempunyai keinginan dan kebebasan untuk memilih alat yang di senangi. 2. Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor yang datangnya dari luar, biasanya berupa faktor lingkungan yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolahan dan lingkungan masyarakat serta faktor yang lainnya. Faktor eksternal bisa berupa faktor pendukung dan faktor penghambat. a) Faktor Pendukung Manusia tidak akan bisa hidup tanpa ada bantuan orang lain terutama bantuan dari keluarga. Menurut Tri Ahmad mahasiswa angkatan 2002 mengatakan bahwa dalam hal bermusik pun demikian, dia mengatakan bahwa dia

68

tidak akan bisa bermain tanpa ada dukungan dari keluarganya. Sebagai buktinya semenjak kecil Tri Ahmad tidak pernah dilarang apabila bermain musik, orangtuanya selelu mendukung apabila dia ingin bermain musik di rental studio musik bahkan selalu memberinya uang saku dan selalu mengantar apabila dia pentas atau mengikuti festival pada saat masih di bangku SLTAuntuk menyaksikan dan memberi dukungan. Pengalaman bermain drum Tri Ahmad semakin bertambah setelah dia melanjutkan kuliah di jurusan Sendratasik, dia banyak mendapatkan teman yang sama-sama ingin mendalami musik. Dia mengaku banyak mendapat tambahan pengalaman dalam mengapresiasi permainan drum setelah bergaul dengan teman satu jurusannya terutama dengan sesama bassis dan juga tentunya bimbingan dari kakak kelas. Dalam lingkungan masyarakat Tri Ahmad juga banyak mendapatkan pengalaman, karena dia tidak hanya belajar di kampus tetapi dia juga belajar di lingkungan rumahnya dengan cara membentuk sebuah grup band dan dia berperan sebagai drummer. Dia mangatakan bahwa belajar langsung dengan instrumen adalah proses belajar yang paling baik untuk lebih memahami alat dan permainan drum itu sendiri. b) Faktor Penghambat Lingkungan terkadang memberi perngaruh baik akan tetapi juga terkadang kurang bisa mendukung. Hal ini terjadi pada Nur Puji Ardianing mahasiswa angkatan 2003 yang biasa di panggil Dian mengaku bahwa lingkungan di

69

rumahnya kurang mendukung untuk belajar musik. Orang tua Dian tidak suka dengan musik dan sibuk dengan pekerjaannya sehingga Dian merasa sendiri dalam belajar musik. Mengenai permainan drum Dian mengaku kurang begitu tahu, dia sering mengamati permainan drum apabila pacarnya sedang bermain drum karena pacarnya adalah seorang drummer tetapi dia tidak mencoba mengamati dan memahami permainan drumnya karena dia adalah seorang vokalis. Dian adalah salah satu mahasiswa Sendratasik, tetapi dia mengaku masih sulit untuk mengamati permainan drum karena dia lebih sering mengamati vokal. Dalam menikmati suatu pertunjukan musik Dian lebih sering mengamati performance dari keseluruhan personil penampil terutama pada vokalisnya. Dalam lingkungan masyarakat di rumah Dian merupakan orang yang jarang keluar rumah, dia akan keluar rumah kalau ada kepentingan sehingga dia merasa kurang berkembang apabila sering di rumah makannya dia sekarang memilih kos di daerah dekat kampus agar bisa belajar di kampus dan bertanya dengan temantemannya apabila menemukan kesulitan. Dian adalah mahasiswa Sendratasik yang kurang bisa dalam

mengapresiasi permainan drum. Hal ini dikarenakan lingkungan keluarga dan masyarakatnya kurang mendukung. Dian hanya bisa belajar musik apabila sering berada di kampus, tetapi apresiasi dalam bidang vokal tidak diragukan.

71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan 1. Apresiasi Mahasiswa Sendratasik Terhadap Permainan Drum untuk Setelah dilakukan penelitian pada mahasiswa Sendratasik FBS UNNES terhadap permainan drum dapat disimpulkan mahasiswa Sendratasik menunjukan sikap yang apresiatif, terutama pada mahasiswa yang berprofesi sebagai drummer dan sering terlibat langsung dalam sebuah pertunjukan menjadi pemain drum. Kebanyakan dari mereka yang berprofesi sebagai drummer bisa memahami permainan drum yang mereka lihat dan mau belajar untuk mendalami permainan drum dan mereka juga merasa senang dan nyaman sebagai seorang drummer. Sedangkan mahasiswa yang bukan permain drum mereka kurang bisa berapresiasi dikarenakan kurangnya pengalaman dalam hal permainan drum dan rasa ingin tahu mereka cukup rendah sehingga tingkat apresiasi mereka hanya pada taraf penikmatan. Hal ini terbukti dengan adanya sikap bahwa mereka memperhatikan permainan drum pada sebuah lagu hanya sekedar menikmati lagunya sedangkan untuk memahami permainan drumnya mereka belum bisa.

72

2. Faktor yang Mempengaruhi Apresiasi Mahasiswa Jurusan Sendratasik Dalam Mengapresiasi Permainan Drum Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa Sendratasik dalam

mengapresiasi permainan drum ada 2 macam yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor internal , faktor yang mendukung adalah minat dan motivasi dari mahasiswa untuk mempelajari permainan drum dengan kemauan sendiri dan didasari rasa suka, sedangkan faktor penghambatnya adalah seseorang lebih termotivasi pada instrumen lain sehingga tidak terlalu memperhatikan drum dan teknik permainannya. Pada faktor eksternal, faktor yang mendukung mahasiswa dalam mengapresiasi permainan drum adalah dorongan keluarga, teman sekolahnya dan lingkungan sekitar yang selalu mendorong untuk selalu berapresiasi dalam bermusik sedanglan untuk faktor penghambatnya adalah lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakatnya tidak ada yang mendukung, hal ini dikarenakan mereka tidak tahu dan tidak peduli tentang permainan drum.

B. Saran 1. Pemain drum yang baik adalah tahu tentang apa yang dimainkan dan bisa merasakan sehingga perlu adanya peningkatan apresiasi tentang permainan drum yaitu meningkatkan jadwal latihan.

73

2. Perlu adanya penambahan sarana dan prasarana di jurusan Sendratasik FBS UNNES yang berhubungan dengan drum agar mahasiswa tetap semangat berlatih dan tidak merasa ketinggalan zaman. 3. Perlu adanya dukungan lingkungan terutama teman sekampus dan diadakan latihan bersama sesama drummer yang ada di jurusan Sendratasik FBS UNNES agar bisa saling memberik masukan dan berbagi pengalaman. 4. Harus sering berlatih dan membaca buku tentang pengetahuan drum dan meningkatkan jam terbang.

74

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, dkk 1998. Psikologi umum. Yogyakarta: Rineka Cipta. Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT.Bima Aksara. Bastomi, Suwaji. 1992. Apresiasi Kesenian Tradisional. Semarang: Semarang Press. Budidharma, Pra. 2000. Bukan Sekedar Teori. Dalam Hai Musik No. 1. Jakarta PT. Penerbitan Remaja Hai. Denny AJD. 2003. Panduan Praktis Bermain Drum. Jakarta. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Djelantik, A. A. M. 1990. Pengantar Dasar Ilmu Estetika. Denpasar: Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar Evans Nye. Robert. 1961. Music In Teh Elementary School. New York: Prantice Hall Inc. Gunawan, H. 1987. Pelajaran Seni Musik. Surakarta: Widya Duta. Hadi, S. 1985. Seni Musik. Klaten: PT. Intan Pariwara. Hardjana, S. 1983. Estetika Musik. Jakarta: Depdikbud. Harvey, Cristine. 1996. Motivasi Yang Sukses Dalam Sepekan. Jakarta Megapoin Hornby, As. 1987. Oxford Advanced Learners Dictionari of Current English. Oxford University Press. Miller & Hugh M. 2001. Apresiasi Musik. Yogyakarta: Yayasan Lentera Budaya. Jamalus. 1988. Musik dan Praktek Perkembangan Buku Sekolah Pendidikan Guru. Jakarta: CV. Titik Terang. Koentjaraningrat. 1991. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia. Maryoto. 1989. Sejarah Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. Meleong. 1989. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

75

Pandjaitan, Todung. 2000. Boom Bass Tech. Dalam Hai Musik No. 1. Jakarta: PT. Penerbitan Remaja Hai. Rochaeni. 1989. Seni Musik III. Bandung: Ganesa Exact. Roy Burns, 2003. Mau Jadi Drummer Profesional? Ini Penduannya! Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Pratama. Sudarsono, 1991. Pendidikan Seni Musik. Jakarta: Departemen P&K. Suharto, dkk. 1995. Serba-serbi Keroncong. Jakarta: Musika. Sukohardi, 1987. Teori Musik Umum. Yogyakarta: PML. Wadiyo, 1991. Musik Pop Indonesia Dan Kemungkinan Penggemarnya dalam Pendidikan Seni Musik Di Sekolah Dalam Media (No. 7 Th. XIV Desember) FPBS IKIP Semarang. Winkel, W.S. 1982. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Gramedia.

PEDOMAN OBSERVASI

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi pada: Jurusan Sendratasik (seni musik) FBS UNNES sebagai lokasi penelitian apresiasi mahasiswa jurusan Sendratasik terhadap permainan drum. Peneliti melaksanakan observasi pada apresiasi mahasiswa Sendratsik terhadap permainan drum mulai dari beberapa tahapan yaitu penikmatan, penghargaan, pemahaman, dan penghayatan. Peneliti melaksanakan observasi pada peralatan yang dibutuhkan dalam bermain drum, mulai dari peralatan dasar sampai pada peralatan pendukung lainnya. Peneliti melaksanakan observasi untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi apresiasi mahasiswa jurusan Sendratasik dalam mengapresiasi permainan drum.

PEDOMAN WAWANCARA

Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara pada: I. Dosen Jurusan Sendratasik dan pengelola Lab Sendratasik - Bagaimana latar belakang berdirinya jurusan Sendratasik di Fakultas Bahasa dan Seni UNNES ? - Ada berapa drum yang dimiliki jurusan selama ini? - Ada berapa peralatan yang dimiliki jurusan yang bisa menunjang sarana dan prasarana para drummer di jurusan seni musik? - Ada berapa ruang yang diguakan untuk latihan band mahasiswa seni musik dan berapa luas ruang tesebut? - Bagaimana proses peminjaman alat (drum) yang ada di lab? - Faktor-faktor apa sajakah yang banyak mempengruhi mahasiswa seni musik dalam mengapresiasikan permainan drum pada kelompok rum selama ini? II. Mahasiswa Sendatask - Apa yang mendorong mahasiswa Sendratasik (seni musik) dalam mengapresiasi permainan drum pada kelompok band. - Bagaimana penikmatan mahasiswa jurusan dalam menikmati permainan drum? - Bagaimana pemahaman mahasiswa jurusan Sendratasik dalam memahami permainan drum? - Bagaimana penghayatan mahasiswa jurusan Sendratasik dalam menghayati permainan drum?

- Bagaimana penghargaan mahasiswa jurusan Sendratasik dalam menghargai permainan drum? - Media apa saja yang membantu mereka dalam mengapresiasi permainan drum? - Permainan drum pada jenis musik apa yang mereka sukai? - Teknik apa saja yang telah mereka pelajari

PEDOMAN DOKUMENTASI

Dalam nengumpulkan data penulis mendokumentasikan: 1. Foto gedung B2 Sendratasik FBS UNNES 2. Foto gedung B6 Sendratasik FBS UNNES 3. Foto gedung B7 Sendratasik FBS UNNES 4. Foto Instrumen drum Sendratasik FBS UNNES 5. Foto mahasiswa Sendratasik berlatih drum

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->