KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Saya panjatkan atas selesainya pembuatan makalah motor listik ini.Pembuatan makalah ini sebagai tugas kuliah dasar teknik tenaga listrik yang saya pelajari di kampus Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.Makalah yang telah saya buat semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sebagai pemacu semangat belajar dan peningkatan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK yang nantinya merupakan modal utama dalam menghadapi era globalisasi yang lebih kompetitif.

Rasa terima kasih pada dosen pembimbing yang telah menyampaikan ilmu beliau pada saya terutama tentang dasar-dasar teknik tenaga listrik.Saya juga ucapkan banyak terima kasih pada teman teman dan para dosen dosen atas dukungan baik langsung maupun secara tak langsung sehingga makalah ini dapat kami selesaikan.

Demikian kiranya makalah ini saya buat,mohon maaf dalam penulisan ini yang masih jauh dari kesempurnaan,saran dan koreksi sangat saya harapkan dan atas perhatian semuanya kami ucapakan banyak terima kasih.

Jakarta, 5 April 2008

penyusun

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Page 1

DAFTAR ISI
1. KATA PENGANTAR……………………………….………...……1 . 2. DAFTAR ISI………………………………………….………..……2 3. PENDAHULUAN...............................................................................3 4. JENIS MOTOR LISTRIK.................................................................4 5. PENGKAJIAN MOTOR LISTRIK...............................................12 6. PELUANG EFISIENSI ENERGI .................................................16 7. DAFTAR PERIKSA OPSI..............................................................24 8. PENUTUP.........................................................................................25 9. DAFTAR PUSTAKA……………..……………….……………....26

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Page 2

PENDAHULUAN

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu. Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW). Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan. Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisiensi dari EU. Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya. Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik. Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 3

Gambar 3 memperlihatkan motor listrik yang paling umum.1.Motor 1fasa b. Shunt 2. Gambar 3. Motor arus searah( DC ) a. Seri b. Secara sederhada digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan perputara pada motor DC. yaitu menngunakan arus DC. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas.Motor 3fasa 1.Separately Excited b.3. Sebuah motor DC Gambar 3 memperlihatkan sebuah motor DC yang memiliki tiga komponen utama:  Kutub medan.1.Motor Sinkron b. Motor menurut sumber arusnya dibagi menjadi dua : 1.Self Excited b. Motor arus bolak-balik ( AC ) a.2. Motor tersebut dikategorikan berdasarkan pasokan input. Motor DC Sebagaimana namanya Motor arus searah. Campuran b. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 4 .Motor Asinkron b. dan mekanisme operasi.JENIS MOTOR LISTRIK Bagian ini menjelaskan tentang dua jenis utama motor listrik: DC dan motor.2. konstruksi.

Jika hal ini terjadi. flux medan dan tegangan dinamo ditunjukkan dalam persamaan berikut: Gaya elektromagnetik . yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor DC tersedia dalam banyak ukuran. Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur:  Tegangan dinamo – meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan.Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur medan. Commutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber daya. sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Kegunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo.dynamo yang menggerakkan bearing pada ruang diantara kutub medan. E = KΦN Torque: T = KΦIa Dimana: Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 5 . motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya.Dinamo yang berbentuk silinder.Garis magnetik energi membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan.  Dinamo. arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo. Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan. Juga. Bila arus masuk menuju dinamo. sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Hubungan antara kecepatan. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. penggunaan daya rendah hingga sedang seperti peralatan mesin dan rolling mills.Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet.  Commutator.  Arus medan – menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan. Untuk kasus motor DC yang kecil. Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan yaitu kutub uatar dan selatan. namun penggunaannya pada umumnya dibatasi untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah. dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban. Motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC. dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub. maka arus ini akan menjadi elektromagnet.

1. lihat Gambar 4) dan oleh karena itu cocok untuk penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah.E = gaya elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal dinamo (volt) Φ = flux medan yang berbanding lurus dengan arus medan N = kecepatan dalam RPM (putaran per menit) T = torque electromagnetik Ia = arus dinamo K = konstanta persamaan 2.2 Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited: motor shunt Pada motor shunt. Gambar 4: Karakteristik Motor DC Shunt Berikut tentang kecepatan motor shunt (E.T.1 Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited Jika arus medan dipasok dari sumber terpisah maka disebut motor DC sumber daya terpisah/separately excited.E.. seperti peralatan mesin. Oleh karena itu total arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.  Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan seri dengan dinamo (kecepatan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 6 . 1997):  Kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torque tertentu setelah kecepatannya berkurang. gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel dengan gulungan dinamo (A) seperti diperlihatkan dalam gambar 4. 1.

berkurang) atau dengan memasang tahanan pada arus medan (kecepatan bertambah). 2002):  Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM  Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor akan mempercepat tanpa terkendali. seperti derek dan alat pengangkat hoist (lihat Gambar 5). Gambar 5: Karakteristik Motor Seri DC 1. Contoh. gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri dengan gulungan dinamo (A) seperti ditunjukkan dalam gambar 5.4 Motor DC Kompon/Gabungan Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Oleh karena itu. arus medan sama dengan arus dinamo. L. makin tinggi pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini. Motor-motor seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal yang tinggi. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri).3 Motor DC daya sendiri: motor seri Dalam motor seri. motor kompon memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil. sedangkan motor kompon yang standar (12%) tidak cocok (myElectrical. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 7 .M. 1997. penggabungan 40-50% menjadikan motor ini cocok untuk alat pengangkat hoist dan derek. 2005). Berikut tentang kecepatan motor seri (Rodwell International Corporation. 1. Sehingga. Pada motor kompon. gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan dynamo (A) seperti yang ditunjukkan dalam gambar 6. Photonics Ltd.

Keuntungan utama motor DC terhadap motor AC adalah bahwa kecepatan motor AC lebih sulit dikendalikan. Motor listrik memiliki dua buah bagian dasar listrik: "stator" dan "rotor" seperti ditunjukkan dalam Gambar 7. Rotor merupakan komponen listrik berputar untuk memutar as motor.Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan daya dan memiliki torque awal yang rendah. 2.Gambar 6: Karakteristik Motor Kompon DC 2 Motor AC Motor arus bolak-balik menggunakan arus listrik yang membalikkan arahnya secara teratur pada rentang waktu tertentu. Stator merupakan komponen listrik statis.1 Motor sinkron Motor sinkron adalah motor AC. Motor induksi AC cukup murah (harganya setengah atau kurang dari harga sebuah motor DC) dan juga memberikan rasio daya terhadap berat yang cukup tinggi (sekitar dua kali motor DC). bekerja pada kecepatan tetap pada sistim frekwensi tertentu. Motor induksi merupakan motor yang paling populer di industri karena kehandalannya dan lebih mudah perawatannya. Untuk mengatasi kerugian ini. dan oleh karena itu motor sinkron cocok untuk Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 8 . motor AC dapat dilengkapi dengan penggerak frekuensi variabel untuk meningkatkan kendali kecepatan sekaligus menurunkan dayanya.

Rotor memiliki magnet permanen atau arus DCexcited. Gambar 7. yang dipaksa untuk mengunci pada posisi tertentu bila dihadapkan dengan medan magnet lainnya.2 Motor Asinkron ( motor induksi) Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri. 2003): Dimana: f = frekuensi P = jumlah kutub Ns = Putaran stator 2. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana. Hal ini memungkinkan sebab medan magnit rotor tidak lagi terinduksi. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa rotor mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan magnet. murah dan mudah didapat. Motor sinkron mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim. a. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan frekwensi yang dipasok. yang diberikan oleh persamaan berikut (Parekh. seperti kompresor udara. Motor Sinkron Komponen utama motor sinkron adalah (Gambar 7):  Rotor.penggunaan awal dengan beban rendah. Motor ini berputar pada kecepatan sinkron. sehingga sering digunakan pada sistim yang menggunakan banyak listrik. Komponen Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama (Gambar 8):  Rotor. dan dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC. perubahan frekwensi dan generator motor. Motor induksi menggunakan dua jenis rotor: • Rotor sangkar tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan dalam petak-petak slot Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 9 .  Stator.

Klasifikasi motor induksi Motor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama (Parekh. dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini motor ini merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga. Gulungan diberi spasi geometri sebesar 120 derajat. Motor Induksi b. memiliki sebuah rotor kandang tupai.  Stator. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator.pararel. 2003):  Motor induksi satu fase. beroperasi dengan pasokan daya satu fase. lapisanganda dan terdistribusi. Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan tiga fase. Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga fase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi. dapat Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 10 . • Lingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga fase.  Motor induksi tiga fase.Tiga fase digulungi kawat pada bagian dalamnya dan ujung yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang pada batang as dengan sikat yang menempel padanya. mesin cuci dan pompa air.Dibuat melingkar sebanyak kutub stator. seperti kipas angin.Batang-batang tersebut diberi hubungan pendek pada kedua ujungnya dengan alat cincin hubungan pendek.dan lain-lain. Gambar 8.

Kecepatan motor induksi Ada beberapa prinsip kerja motor induksi: • Apabila sumber tegangan dipasang pada kumparan stator akan timbul medan putar dengan kecepatan Ns= 120 f/p.Artinya agar tegangan terinduksi diperlukan adanya perbedaan relative antara kecepatan medan putar stator(Ns) dengan kecepatan putar rotor(Nr). dan grinder.memiliki sangkar tupai atau gulungan rotor (walaupun 90% memiliki rotor sangkar tupai). 2003):  Mulai menyala ternyata terdapat arus nyala awal yang tinggi dan torque yang rendah (“pull-up torque”). Bila motor (Parekh. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini. sebagai contoh. kompresor. c.Kopel motor akan ditimbulkan apabila Nr < Ns. arus torque dan stator turun ke nol. • Adanya arus didalam medan magnet menimbulkan gaya(F) pada rotor. tegangan tidak akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada kumparan jangkar rotor . dan penyalaan sendiri. • Tegangan induksi timbul karena terpotongnya batang konduktor (rotor) oleh medan putar stator. jaringan listrik . rotor akan berputar searah dengan medan putar stator.  Pada kecepatan penuh. Hubungan antara beban.dengan demikian tidak dihasilkan kopel.dinyatakan dengan: S = (Ns – Nr ) / Ns x 100% • Bila Nr=Ns. maka ggl (E)akan menghasilkan arus (I). • Sehingga pada kumparan rotor timbul tegangan induksi(ggl) • Karena kumparan rotor merupakan rangkaian tertutup. torque berada pada tingkat tertinggi (“pull-out torque”) dan arus mulai turun. d. kecepatan dan torque Gambar 9 menunjukan grafik torque-kecepatan motor induksi AC tiga fase dengan arus yang sudah ditetapkan. • Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya pada rotor yang cukup besar untuk memikul kopel beban.  Mencapai 80% kecepatan penuh. pompa. atau kecepatan sinkron. • Perbedaan kecepatan tersebut disebut slip (S). belt conveyor. • Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 11 .

Gambar 9. Grafik Torque-Kecepatan Motor Induksi AC 3-Fase Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 12 .

kehilangan energi ditunjukkan dalam Gambar 10. Efisiensi motor lisrik Motor mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk melayani beban tertentu. Jenis Kehilangan pada Motor Induksi (BEE India.  Kapastas. 2004) Jenis kehilangan Persentase kehilangan total (100%) Kehilangan Kehilangan I-R Kehilangan I-R Kehilangan ulang Kehilangan tetap atau kehilangan inti variabel: kehilangan stator variabel: kehilangan rotor gesekan & penggulungan beban yang menyimpang 25 34 21 15 5 Efisiensi motor dapat didefinisikan sebagai perbandingan keluaran daya motor yang dipergunakan terhadap keluaran daya totalnya. Gambar 10 . Tabel 1 memperlihatkan jenis kehilangan untuk motor induksi. Kehilangan M otor Efisiensi motor ditentukan oleh kehilangan dasar yang dapat dikurangi hanya oleh perubahan pada rancangan motor dan kondisi operasi. Tabel 1. Pada proses ini. Sebagaimana pada hampir kebanyakan peralatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adalah:  Usia. Motor baru lebih efisien. Kehilangan dapat bervariasi dari kurang lebih 2 persen hingga 20 persen. efisiensi motor meningkat dengan laju kapasitasnya. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 13 .PENGKAJIAN MOTOR LISTRIK 1.

merupakan persyaratan bagi pihak pembuat Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 14 . jika beban turun dibawah 50% efisiensi turun dengan cepat seperti ditunjukkan pada Gambar 11. motor sangkar tupai biasanya lebih efisien daripada motor cincin geser. Gambar 11. Kecepatan. Sebagai contoh. Pada hampir kebanyakan negara. Motor yang didinginkan oleh fan dan tertutup total (TEFC) lebih efisien daripada motor screen protected drip-proof (SPDP).  Penggulungan ulang motor dapat mengakibatkan penurunan efisiensi. tidak hanya untuk motor.  Suhu.  Beban. Efisiensi Motor Beban Sebagian (sebagai fungsi dari % efisiensi beban penuh) (US DOE) Untuk alasan ini maka dalam mengkaji kinerja motor akan bermanfaat bila menentukan beban dan efisiensinya. seperti yang dijelaskan dibawah Terdapat hubungan yang jelas antara efisiensi motor dan beban. Pabrik motor membuat rancangan motor untuk beroperasi pada beban 50-100% dan akan paling efisien pada beban 75%. Motor dengan kecepatan yang lebih tinggi biasanya lebih efisien. Mengoperasikan motor dibawah laju beban 50% memiliki dampak pada factor dayanya.  Jenis. Tetapi. Efisiensi motor yang tinggi dan faktor daya yang mendekati 1 sangat diinginkan untuk operasi yang efisien dan untuk menjaga biaya rendah untuk seluruh pabrik.

 Motor yang berukuran antara 10 hingga 300 HP. 50%.1 Tujuan mengkaji beban motor Karena sulit untuk mengkaji efisiensi motor pada kondisi operasi yang normal. kadang-kadang tidak mungkin untuk mengetahui efisiensi tersebut sebab pelat label motor kadangkala sudah hilang atau sudah dicat.untuk menuliskan efisiensi beban penuh pada pelat label motor. faktor daya dan efisinsi motor bertambah sampai nilai optimumnya pada sekitar beban penuh. maka motor harus dilepaskan sambungannya dari beban dan dibiarkan untuk melalui serangkaian uji. beban motor dapat diukur sebagai indikator efisiensi motor. dan metode analisis.gov/industry/bestpractices/pdfs/10097517. Lembar fakta dari US DOE (www1. Dengan kata lain.eere. Dengan meningkatnya beban. 75% dan 100%.2 Bagaimana mengkaji beban motor Persamaan berikut digunakan untuk menentukan beban: Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 15 .energy. 2. perkiraan nilai efisiensi didapat dari tabel khusus untuk nilai efisiesi motor. bila motor beroperasi untuk waktu yang cukup lama.  Dua jenis motor: motor anti menetes terbuka/ open drip-proof (ODP) dan motor yang didinginkan oleh fan dan tertutup total/ enclosed fan-cooled motor (TEFC). yang juga memberi indikasi kinerja motor. 1200. Jika tidak memungkikan untuk memutuskan sambungan motor dari beban. 2. Lembar fakta juga menjelaskan tiga kategori metode yang lebih canggih untuk mengkaji efisiensi motor: peralatan khusus.  Tingkat beban 25%. Beban motor 2. Untuk mengukur efisiensi motor. 1800 dan 3600 rpm. Nilai efisiensi disediakan untuk:  Motor dengan efisiesi standar 900. metode perangkat lunak. Namun demikian. survei terhadap motor dapat dilakukan untuk menentukan beban. Hasil dari uji tersebut kemudian dibandingkan dengan grafik kinerja standar yang diberikan oleh pembuatnya.pdf) memberikan tabel dengan nilai efisiensi motor untuk motor standar yang dapat digunakan jika pabrik pembuatnya tidak menyediakan data ini.

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 16 . (mengakibatkan motor terbakar) atau terlalu besar (mengakibatkan ketidak efisiensian). Terdapat tiga metode untuk menentukan beban motor bagi motor yang beroperasi secara individu:  Pengukuran daya masuk.  Pengukurann jalur arus. US DOE merekomendasikan untuk melakukan survei beban motor yang beroperasi lebih dari 1000 jam per tahun. Tahap 1.3 Pengukuran daya masuk Beban diukur dalam tiga tahap. Metode ini menghitung beban sebagai perbandingan antara daya masuk (diukur dengan alat analisis daya) dan nilai daya pada pembebanan 100%. Hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi motor yang terlalu kecil. Beban ditentukan dengan membandingkan slip yang terukur bila motor beroperasi dengan slip untuk motor dengan beban penuh. 2. Menentukan daya persamaan berikut: masuk dengan menggunakan Dimana. Beban ditentukan dengan membandingkan amper terukur (diukur dengan alat analisis daya) dengan laju amper. Metode ini digunakan bila factor daya tidak dketahui dan hanya nilai amper yang tersedia. η = Efisiensi operasi motor dalam % HP = Nameplate untuk Hp Beban = Daya yang keluar sebagai % laju daya Pi = Daya tiga fase dalam kW Survei beban motor dilakukan untuk mengukur beban operasi berbagai motor di seluruh pabrik.Dimana. maka hanya metode ini yang dijelaskan untuk motor tiga fase. Ketelitian metode ini terbatas namun dapat dilakukan dengan hanya penggunaan tachometer (tidak diperlukan alat analisis daya). Juga direkomendasikan untuk menggunakan metode ini bila persen pembebanan kurang dari 50%.  Metode Slip. Karena pengukuran daya masuk merupakan metode yang paling umum digunakan.

Pi = V = garis I = PF = Daya tiga fase dalam kW RMS (akar kwadrat rata-rata) tegangan. nilai tengah 3 fase Faktor daya dalam decimal Alat analisis daya dapat mengukur nilai daya secara langsung. Menentukan nilai daya dengan mengambil nilai pelat nama/nameplate atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: Dimana. batang baja pada rotor Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 17 . arus dan faktor daya untuk menghitung daya yang masuk. Industri yang tidak memiliki alat analisis daya dapat menggunakan multi-meters atau tong-testers untuk mengukur tegangan. Mengganti motor standar dengan motor yang energinya efisien Motor yang berefisiensi tinggi dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi energy dibanding dengan motor standar. Perbaikan desain difokuskan pada penurunan kehilangan mendasar dari motor termasuk penggunaan baja silikon dengan tingkat kehilangan yang rendah. Tahap 2. inti yang lebih panjang (untuk meningkatkan bahan aktif). nilai tengah garis ke 3 fase RMS arus. kawat yang lebih tebal (untuk menurunkan tahanan). laminasi yang lebih tipis. celah udara antara stator dan rotor yang lebih tipis. Pr = Daya masuk pada beban penuh dalam kW HP = Nilai Hp pada nameplate ηr = Efisiensi pada beban penuh (nilai pada nameplate atau dari tabel efisiensi motor) Beban Dimana. Beban = Daya keluar yang dinyatakan dalam % nilai daya Pi = Daya tiga fase terukur dalam kW Pr = Daya masuk pada beban penuh dalam kW PELUANG EFISIENSI ENERGI 1.

sebagai pengganti alumunium. Akan tetapi untuk penggantian motor yang ada yang belum habis masa pakainya dengan motor yang efisien energinya. Perbandingan antara motor yang berefisiensi tinggi dengan motor standar Sebagai hasil dari modifikasi untuk meningkatkan kinerja. 2004) Area Kehilangan Energi Peningkatan Efisiensi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 18 . tidak selalu layak secara finansial. dll. biaya untuk motor yang energinya efisien lebih besar daripada biaya untuk motor standar. Motor dengan energi yang efisien mencakup kisaran kecepatan dan beban penuh yang luas. oleh karena itu direkomedasikan untuk mengganti dengan motor yang efisien energinya hanya jika motor-motor tersebut sudah rusak. Area Perbaikan Efisiensi yang digunakan pada Motor yang Efisien Energinya(BEE India. terutama pada penggunaan baru atau pada penggantian motor yang masa pakainya sudah habis. Tabel 2. Gambar12. Biaya yang lebih tinggi seringkali akan terbayar kembali dengan cepat melalui penurunan biaya operasi. Tabel 2 menggambarkan peluang perbaikan yang sering digunakan pada perancangan motor yang efisien energinya. Efisiensinya 3% hingga 7% lebih tinggi dibanding dengan motor standar sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 12. bearing yang lebih bagus dan fan yang lebih kecil.

Menurunkan pembebanan yang kurang (dan menghindari motor yang ukurannya terlalu besar) Sebagaimana dijelaskan sebelumnya. dengan demikian merendahkan tahanan konduktor (R) dan kehilangan yang diakibatkan oleh aliran arus (I) Menggunakan rancangan fan dengan kehilangan yang rendah menurunkan kehilangan yang diakibatkan oleh pergerakan udara yang Menggunakan rancangan yang sudah dioptimalkan dan prosedur pengendalian kualitas yang ketat akan meminimalkan kehilangan beban yang menyimpang. Beban yang kurang mungkin merupakan penyebab yang paling umum ketidakefisiensian dengan alasanalasan: Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 19 .1. Stator I2R Menggunakan lebih banyak tembaga dan konduktor yang lebih besar meningkatkan luas lintang penggulungan stator. Kehilangan menyimpang beban 2. 2. Rotor I2R 4 Gesekan & Pegulungan 5. 3. Penggunaan batang konduktor rotor yang lebih besar meningkatkan potongan lintang. Hal ini akan menurunkan tahanan (R) dari penggulungan dan mengurangi kehilangan karena aliran arus (I). Besi • • Digunakan gauge yang lebih tipis sebab kehilangan inti baja yang lebih rendah menurunkan kehilangan arus eddy. Inti lebih panjang yang dirancang menggunakan baja akan mengurangi kehilangan karena masa jenis flux operasi yang lebih rendah. beban yang kurang akan meningkatkan kehilangan motor dan menurunkan efisiensi motor dan faktor daya.

Contoh. Dalam prakteknya. jika motor yang lebih kecil merupakan motor yang efisien energinya sedangkan motor yang ada tidak. Namun bila mengganti motor yang ukurannya berlebih dengan motor yang lebih kecil. Pembuat peralatan cenderung menggunakan faktor keamanan yang besar bila memilih motor. pembuat peralatan mesin memberikan nilai motor untuk kapasitas alat dengan beban penuh. Jadi. Bagaimanapun. Untuk motor yang beroperasi konstan pada beban dibawah 40% dari nilai kapasitasnya. Perubahan dari operasi standar delta ke operasi bintang meliputi penyusunan kembali pemasangan kawat masukan daya tiga fase pada kotak terminal. penggantian motor yang beroperasi pada kapasitas 60 – 70% atau lebih tinggi biasanya tidak direkomendasikan. operasi motor pada mode bintang memungkinkan hanya untuk penggunaan dimana permintaan torque ke kecepatannya lebih rendah pada beban yang berkurang. Ukuran motor harus dipilih berdasarkan pada evaluasi beban dengan hati-hati.  Dipilih motor yang besar untuk penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal yang tinggi akan tetapi lebih baik bila digunakan motor yang lebih kecil yang dirancang dengan torque tinggi. Sebagai contoh. juga penting untuk mempertimbangkan potensi pencapaian efisiensi. Motor yang besar memiliki efisiensi yang lebih tinggi daripada motor yang lebih kecil. perubahan ke mode bintang harus dihindarkan jika motor disambungkan ke fasilitas produksi dengan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 20 . maka efisiensi dapat meningkat. sehingga mengakibatkan hampir selamanya operasi dilakukan dibawah nilai beban. motor dalam mode bintang memiliki efisiensi dan faktor daya yang lebih tinggi bila beroperasi pada beban penuh daripada beroperasi pada beban sebagian dalam mode delta. Mengoperasikan dalam mode bintang akan menurunkan tegangan dengan faktor ‘√3’.  Peralatan kadangkala digunakan dibawah kemampuan yang semestinya.  Dipilih motor yang besar agar mampu mencapai keluaran pada tingkat yang dikehendaki. namun karakteristik kinerjanya sebagai fungsi beban tidak berubah. Dengan kata lain tidak ada aturan yang ketat yang memerintahkan pemilihan motor dan potensi penghematan perlu dievaluasi dengan dasar kasus perkasus. Motor diturunkan ukuran listriknya dengan operasi mode bintang. Disamping itu. bahkan jika tegangan masuk rendah dalam keadaan tidak normal. Oleh karena itu. pengukuran yang murah dan efektif dapat dioperasikan dalam mode bintang. pengguna sangat jarang membutuhkan kapasitas penuh ini.

Ukuran motor untuk beban yang bervariasi Motor industri seringkali beroperasi pada kondisi beban yang bervariasi karena permintaan proses. yang berpengaruh merugikan pada umur motor dan efisiensi dan meningkatkan biaya operasi. Untuk penggunaan untuk kebutuhan torque awal yang tinggi dan torque yang berjalan rendah. 4. seperti seringnya jalan/berhenti. Praktek yang umum dilakukan dalam situasi seperti ini adalah memilih motor berdasarkan beban antisipasi tertinggi. metode pengendalian kecepatan dapat diterapkan sebagai tambahan terhadap ukuran motor yang tepat . Alternatfnya adalah memilih motor berdasarkan kurva lama waktu pembebanan untuk penggunaan khusus. Hal ini memungkinkan. contoh pada lokasi yang tinggi. tersedia starter Delta-Bintang yang dapat membantu mengatasi torque awal yang tinggi. dalam lingkungan yang panas atau jika motor tertutupi atau kotor. atau tingginya beban awal. Namun hal ini membuat motor lebih mahal padahal motor hanya akan beroperasi pada kapasitas penuh untuk jangka waktu yang pendek. Fluktuasi dalam tegangan dan frekuensi yang lebih besar daripada nilai yang diterima memiliki dampak yang Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 21 .keluaran yang berhubungan dengan kecepatan motor (karena kecepatan motor berkurang pada mode bintang). Pemanasan berlebih dapat terjadi dengan:  Perubahan beban yang ekstrim. 3. Resiko terbesar adalah pemanasan berlebih pada motor. Jika beban bervariasi terhadap waktu. yang ditentukan oleh tegangan dan frekuensi aktual dibandingkan dengan nilai dasar.  Beban berlebih yang sering dan/atau dalam jangka waktu yang lama  Terbatasnya kemampuan motor dalam mendinginkan. Hal ini berarti bahwa nilai motor yang dipilih sedikit lebih rendah daripada beban antisipasi tertinggi dan sekalikali terjadi beban berlebih untuk jangka waktu yang pendek. karena motor memang dirancang dengan factor layanan (biasanya 15% diatas nilai beban) untuk menjamin bahwa motor yang bekerja diatas nilai beban sekali-sekali tidak akan menyebabkan kerusakan yang berarti. dan beresiko motor bekerja pada beban rendah. Kriteria dalam memilih motor adalah bahwa kenaikan suhu rata-rata diatas siklus operasi aktual harus tidak lebih besar dari kenaikan suhu pada operasi beban penuh yang berkesinambungan (100%). Memperbaiki kualitas daya Kinerja motor dipengaruhi oleh kualitas daya yang masuk.

Hal ini biasanya disebabkan oleh perbedaan pasokan tegangan untuk setiap fase pada tiga fase. ukuran kabel yang berbeda. bila panas diterapkan pada pita gulungan lama maka pengisolasi diantara Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 22 . Dapat juga diakibatkan dari penggunaan kabel dengan ukuran yang berbeda pada sistim distribusinya. dan suhu operasi.  Tegangan masing-masing fase pada sistim tiga fase besarannya harus sama.4 17.merugikan pada kinerja motor.7 40 Kenaikan suhu (°C ) 0 30 40 * Persen ketidakseimbangan tegangan = (penyimpangan maksimum dari tegangan tengah/ tegangan Tengah ) x 100 % Contoh 1 seimbangan 0. dan dipisahkan oleh sudut 120°. Keseimbangan fase harus 1% untuk menghindarkan penurunan daya motor dan gagalnya garansi pabrik pembuatnya.30 Contoh 2 2.  Memisahkan setiap beban fase tunggal yang mengganggu keseimbangan beban dn umpankan dari jalur/trafo terpisah 5. Pegulungan ulang dapat mempengaruhi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap memburuknya efisiensi motor: desain slot dan gulungan. Pegulungan ulang motor yang dilakukan dengan hati-hati kadangkala dapat menghasilkan motor dengan efisiensi yang sama dengan sebelumnya. Pengaruh Ketidakseimbangan Tegangan dalam Motor Induksi (BEE India. Ketidakseimbangan sistim meningkatkan kehilangan pada sistim distribusi dan menurunkan efisiensi motor. Penggulungan Ulang Penggulungan ulang untuk motor yang terbakar sudah umum dilakukan oleh industri.30 Contoh 3 5. Tabel 7. Sebagai contoh.40 Ketidakseimbangan tegangan dapat diminimalisir dengan:  Menyeimbangkan setiap beban fase tunggal diantara seluruh tiga fase. kinerja pengisolasi.2004) Persentase ketidak dalam tegangan* Ketidakseimbangan arus ( % ) 0. simetris. bahan gulungan. Contoh dari pengaruh ketidakseimbangan tegangan pada kinerja motor ditunjukkan dalam Tabel 7. Jumlah motor yang sudah digulung ulang di beberapa industri lebih dari 50% dari jumlah total motor. Beberapa faktor dapat mempengaruhi kesetimbangan tegangan: beban fase tunggal pada setiap satu fase. Tabel 6 menampilkan pengaruh umum dari variasi tegangan dan frekuensi pada kinerja motor. Ketidakseimbangan tegangan bahkan dapat lebih merugikan terhadap kinerja motor dan terjadi apabila tegangan tiga fase dari motor tiga fase tidak sama. atau kegagalan pada sirkuit.

akan mengurangi kehilangan stator sehingga akan meningkatkan efisiensi. jika dilakukan dengan benar. menyebabkan efisiensi keseluruhan yang lebih rendah (dan biaya operasi keseluruhan yang lebih tinggi) untuk seluruh sistim listrik pabrik. Perubahan dalam celah udara dapat mempengaruhi faktor daya dan keluaran torque. efisiensi bahkan dapat ditingkatkan dengan cara mengubah desain pegulungan. Dampak dari pegulungan ulang pada efisiensi motor dan faktor daya dapat dikaji dengan mudah jika kehilangan motor tanpa beban diketahui pada sebelum dan sesudah pegulungan ulang. Hampir selalu terbaik mengganti motor biasa dengan beban dibawah 15 HP. ukuran slot yang diperbolehkan. 6. karakteristik motor induksi adalah faktor dayanya yang kurang dari satu. Indikator keberhasilan pegulungan ulang adalah perbandingan arus dan tahanan stator tanpa beban per fase motor yang digulung ulang dengan arus dan tahanan stator orisinil tanpa beban pada tegangan yang sama. Walau begitu. Informasi kehilangan tanpa beban dan kecepatan tanpa beban dapat ditemukan pada dokumentasi motor yang diperoleh pada saat pembelian. Walau demikian.  Ukuran motor kurang dari 40 HP dan usianya lebih dari 15 tahun (terutama motor yang sebelumnya sudah digulung ulang) sering memiliki efisiensi yang lebih rendah daripada model yang tersedia saat ini yang efisien energinya. lebih baik membeli motor yang baru. karena meningkatnya kehandalan dan efisiensi akan dengan cepat menutupi pembayaran harga motor. Dengan menggunakan kawat yang memiliki penampang lintang yang lebih besar. Pada saat menggulung ulang motor perlu mempertimbangkan halhal berikut:  Gunakan perusahaan yang bersertifikasi ISO 9000 atau anggota dari Assosasi Layanan Peralatan Listrik. efisiensi motor dapat terjaga setelah dilakukan pegulungan ulang. Koreksi faktor daya dengan memasang kapasitor Sebagaimana sudah dikenal sebelumnya. dan dalam beberapa kasus.laminasinya dapat rusak. direkomendasikan untuk menjaga desain motor orisinil selama pegulungan ulang. Kapasitor yang disambung secara paralel (shunt) dengan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 23 .  Jika biaya pegulungan ulang melebihi 50% hingga 65% dari harga motor baru yang efisien energinya. sehingga meningkatkan kehilangan arus eddy. kecuali jika ada alasan yang berhubungan dengan beban spesifik untuk mendesain ulang. Biasanya yang terbaik adalah menggantinya.

Meningkatkan perawatan Hampir semua inti motor dibuat dari baja silikon atau baja gulung dingin yang dihilangkan karbonnya. kadar debu yang tinggi. Kehilangan resistansi pada motor. sifat-sifat listriknya tidak berubah dengan usia. Sebagai contoh. penurunan kehilangan I2R pada kabel di bagian hulu kapasitor (jadi mengurangi biaya energi). dan kelembaban dapat merusak sifat-sifat bahan isolasi. Alternatifnya adalah menggunakan faktor daya motor standar untuk menentukan ukuran kapasitor.motor kadangkala digunakan untuk memperbaiki faktor daya. kVAR motor hanya dapat ditentukan oleh pengujian motor tanpa beban. Kondisi ambien dapat juga memiliki pengaruh yang merusak pada kinerja motor. yang meningkat dengan kenaikan suhu. Ukuran kapasitor tergantung pada kVA reaktif tanpa beban (kVAR) yang ditarik oleh motor. penyebabnya yang harus diketahui. Perawatan yang tepat diperlukan untuk menjaga kinerja motor. Perubahan pada beban motor dari pengujian terakhir mengindikasikan suatu perubahan pada beban yang digerakkan.  Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan bahwa motor tidak kelebihan atau kekurangan beban. Manfaat dari koreksi faktor daya meliputi penurunan kebutuhan kVA (jadi mengurangi biaya kebutuhan utilitas). Walau begitu. atmosfir yang korosif. Kapasitor tidak akan memperbaiki faktor daya motor itu sendiri akan tetapi terminal starternya dimana tenaga dibangkitkan atau didistribusikan. Sebuah daftar periksa praktek perawatan yang baik akan meliputi:  Pemeriksaan motor secara teratur untuk pemakaian bearings dan rumahnya (untuk mengurangi kehilangan karena gesekan) dan untuk kotoran/debu pada saluran ventilasi motor (untuk menjamin pendinginan motor). Sebagai contoh. pelumasan yang tidak benar dapat menyebabkan meningkatnya gesekan pada motor dan penggerak transmisi peralatan. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 24 . dan kenaikan dalam efisiesi keseluruhan sistim listrik pabrik. suhu ekstrim. sebab kapasitor yang lebih tinggi dapat mengakibatkan terlalu tingginya tegangan dan motor akan terbakar. berkurangnya penurunan tegangan pada kabel (mengakibatkan pengaturan tegangan meningkat). tekanan mekanis karena siklus pembebanan dapat mengakibatkan kesalahan penggabungan. 7. Ukuran ini tidak boleh melebihi 90% dari kVAR motor tanpa beban. perawatan yang buruk dapat memperburuk efisiensi motor karena umur motor dan operasi yang tidak handal.

contohnya adalah pompa sentrifugal dan fan.  Pemeriksaan secara berkala untuk sambungan motor yang benar dan peralatan yang digerakkan. Pemberian pelumas secara teratur. Potensi terbesar untuk penghematan listrik dengan penggerak variabel kecepatan (variable speed drive) pada umumnya ada pada penggunaan variasi torque. Namun karena keterbatasan motor DC (sebagaimana dijelaskan dalam bagian 2). ciri-ciri sistim pengendalian kecepatan yang diperlukan. mengakibatkan kerusakan terhadap motor dan peralatan yang digerakkan. Pengendalian kecepatan motor induksi Secara tradisional. motor AC terus menjadi fokus bagi penggunaan variasi kecepatan. 8.  Dipastikan bahwa kawat pemasok dan ukuran kotak terminal dan pemasangannya benar. Karena motor induksi adalah motor yang tidak sinkron. dimana kebutuhan dayanya berubah sebesar Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 25 . Pelumasan yang tidak cukup dapat menimbulkan masalah. Fihak pembuat biasanya memberi rekomendasi untuk cara dan waktu pelumasan motor. menyebabkan kegagalan dini atau mengakibatkan resiko kebakaran. misalnya minyak atau gemuk yang berlebihan dari bearing motor dapat masuk ke motor dan menjenuhkan bahan isolasi motor. Pelumasan yang berlebihan dapat juga menimbulkan masalah. Sambungan-sambungan pada motor dan starter harus diperiksa untuk meyakinkan kebersihan dan kekencangnya. seperti yang telah diterangkan diatas. Hal ini memerlukan suatu tinjauan rinci mengenai karakteristik beban.  Penyediaan ventilasi yang cukup dan menjaga agar saluran pendingin motor bersih untuk membantu penghilangan panas untuk mengurangi kehilangan yang berlebihan. Sambungan yang tidak benar dapat mengakibatkan sumbu as dan bearings lebih cepat aus. Karakteristik beban terutama penting dalam memutuskan apakah pengendalian kecepatan merupakan suatu opsi. Strategi pengendalian untuk motor khusus akan tergantung pada sejumlah faktor termasuk biaya investasi. biaya listrik dan biaya investasi. diperkirakan separuhnya. ketahanan beban dan beberapa persyaratan pengendalian khusus. motor DC digunakan bila kemampuan dikehendaki variasi kecepatan. perubahan pasokan frekuensi dapat memvariasikan kecepatan. data historis pada aliran proses. Umur isolasi pada motor akan lebih lama: untuk setiap kenaikan suhu operasi motor 10oC diatas suhu puncak yang direkomendasikan. Baik motor AC sinkron dan induksi keduanya cocok untuk penggunaan control variasi kecepatan. waktu pegulungan ulang akan lebih cepat.

Sambungan dinamo dibuat melalui perakitan sikat dan commutator. Motor-motor tersebut cenderung sangat ekonomis dan efisiensinya lebih rendah dibanding dengan motor yang berkecepatan tunggal. dan perbandingan 2:1. 8.2 Penggerak kecepatan variable/ Variable Speed Drives (VSDs) Penggerak kecepatan variable (VSDs) juga dikenal dengan inverters dan dapat mengubah kecepatan motor. Penggerak dasarnya terdiri dari inverter itu sendiri yang merubah daya masuk 50 Hz menjadi frekuensi dan tegangan yang bervariasi. Beban torque yang konstan juga cocok untuk penggunaan VSD. 8. Inverter Tegangan Bervariasi (VVI). yang tersedia dalam dari mulai beberapa kW hingga 750 kW. Sistim penggerak terdiri dari sebuah motor DC dan sebuah pengendali. tetapi dapat juga dibeli bersamaan dengan motornya. VSD atau motor dengan dua kecepatan kadangkala dapat menurunkan pemakaian energi listrik pada pompa sentrifugal dan fan sebesar 50% atau lebih. Motor dengan beberapa kecepatan dapat dirancang untuk penggunaan yang melibatkan torque konstan. bukan kecepatan yang terus menerus bervariasi).kubik kecepatan. Penggulungan medan memerlukan pembanmgkitan daya DC untuk operasi motor. Motor juga dapat digulung dengan dua gulungan terpisah. Terdapat tiga jenis utama desain inverter yan tersedia saat ini. Inverter kadang dijual secara terpisah sebab motor sudah beroperasi ditempat.1 Motor dengan beberapa kecepatan Motor dapat digulung menjadi dua kecepatan. dan Inverter dengan Pengatur Lebar Pulsa/ Pulse Width Modulated (PWM). Motor terdiri dari dinamo dan gulungan medan. torque bervariasi. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 26 .3 Penggerak arus searah (DC) Teknologi penggerak DC merupakan bentuk tertua pengendali kecepatan listrik. Motor dengan beberapa kecepatan cocok untuk penggunaan yang memerlukan pengendalian kecepatan yang terbatas (dua atau empat kecepatan. dapat dicapai. biasanya dengan tegangan yang tetap dari pengendali. Ketiganya dikenal dengan Inverter Sumber Arus (CSI). 8. Bila beban bervariasi. VSD dirancang untuk mengoperasikan motor induksi standar dan oleh karena itu dapat dengan mudah dipasang pada sistim yang ada. masing-masing memberi dua kecepatan operasi dan dengan begitu totalnya menjadi empat kecepatan. Frekuensi yang bervariasi akan mengendalikan kecepatan motor. atau untuk keluaran daya yang konstan.

Gulungan tersebut disambungkan ke pengendali.4 Penggerak motor AC dengan gulungan rotor (motor induksi cincin geser) Penggerak motor dengan rotor penggulung menggunakan motor yang berkonstruksi khusus untuk menyempurnakan pengendalian kecepatan. Motor dengan gulungan rotor sangat umum digunakan untuk motor 300 HP atau lebih.  Melakukan strategi perawatan yang benar untuk motor.  Meminimalkan ketidakseimbangan pada 1% untuk menghindari penurunan kekuatan motor. Rotor motor dibuat dengan penggulungan yang diangkat keluar motor melalui cincin geser pada sumbu motor. DAFTAR PERIKSA OPSI Bagian ini memberikan daftar dari opsi-opsi efisiensi energi yang sangat penting untuk motor listrik. Kinerja torque motor dapat dikendalikan dengan menggunakan resistor variable tersebut. yang menempatkan resistor variabel secara seri dengan gulungan. Pengendalian kecepatan dicapai dengan mengatur tegangan ke motor. Pengendali merupakan penyambungan rektifikasi fase control dengan sirkuit logic untuk mengendalikan tegangan DC yang dikirim ke dinamo motor. Tacho-generator dapat digantungkan pada motor untuk menghasilkan sinyal umpan balik kecepatan yang digunakan dibagian dalam pengendali.  Memilih ukuran motor yang benar untuk menghindari ketidakefisienan faktor daya yang buruk. Kadangkala sebuah tachogenerator dilibatkan untuk mencapai pengaturan kecepatan yang baik. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 27 .  Menggunakan penggerak variabel kecepatan (VSD) atau sistim dua kecepatan.  Mempertahankan tingkat pasokan tegangan dengan penyimpangan maksimum 5% dari nilai yang tertera dalam pelat nama/ nameplate.  Menjamin bahwa motor dibebani lebih dari 60%.Kecepatan motor berbanding lurus dengan tegangan yang dipergunakan.  Mempertahankan faktor daya tinggi dengan memasang kapasitor sedekat mungkin kemotor. 8.

rantai. Mengganti     motor yang ukurannya berlebih. belt. ukurannya kurang dan yang gagal dengan motor yang efisien energinya.dan gir yang benar. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 28 . menempatkan pada area yang berventilasi baik.misalnya dengan menghindarkan kontak langsung dengan sinar matahari. dan menjaganya tetap bersih. Mengendalikan suhu ambien untuk memaksimalkan umur isolasi dan kehandalan motor. Penggulungan ulang motor yang terbakar oleh akhlinya. Memberi pelumas pada motor sesuai dengan spesifikasi pabrik pembuatnya dan menggunakan gemuk atau minyak berkualitas tinggi untuk mencegah pencemaran oleh kotoran atau air. Mengptimalkan efisensi transmisi dengan pemasangan dan perawatan poros.

penyusun Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 29 .Karena itu kita semakin terpacu untuk belajar sehingga nantinya akan menguatkan dasar-dasar pemikiran untuk diaplikasikan pada pekerjaan kita maupun kehidupan sehari-hari yang berguna bagi kita pada khusunya dan bagi masyarakat luas pada umumnya. Harapan semoga kita menjadi penerus bangsa yang mempunyai kualitas SDM yang mampu bersaing baik didalam maupun diluar negeri sehingga bangsa kita lebih disegani dan tidak tersisihkan pada era globalisasi saatnya nanti.Amien.PENUTUP Sebagai penutup.saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari dosen pembimbing dan teman-teman sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

org/wiki/Motor_listrik.DAFTAR PUSTAKA 1.pdf 3. http://id.wikipedia.energyasia. http://www.org/docs/ee_modules/indo/chapter%20- %20Electric%20(Bahasa%20Indonesia). Dasar teknik tenaga listrik dan elektronika daya 2. Zuhal. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 30 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful