P. 1
Fungsi Dan Pengertian Akuntansi Biaya

Fungsi Dan Pengertian Akuntansi Biaya

4.0

|Views: 4,094|Likes:
Published by herta hidayat

More info:

Published by: herta hidayat on Sep 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

FUNGSI DAN PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA A.

Pendahuluan Akuntansi biaya merupakan bagian yang integral dengan financial accounting. Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikannya informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda dengan beban (expense), cost adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan yang tidak ada hubungannya dengan perolehan aktiva, barang atau jasa dan juga tidak ada hubungannya dengan realisasi hasil penjualan, maka tidak digolongkan sebagai cost ataupun expense tetapi digolongkan sebagai loss. B. Manfaat Akuntansi Biaya Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, yaitu untuk : 1. Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan dimasa yang akan datang. 2. Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa. Penetapan harga pokok akan dapat membantu dalam : (a) penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun barang dalam proses, (b) penetapan harga jual terutama harga jual yang didasarkan kontrak, walaupun tidak selamanya penentuan harga jual berdasarkan harga pokok, (c) penetapan laba. 3. Pengambilan Keputusan oleh Manajemen. C. Klasifikasi Biaya Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang digunakan untuk berbagai tujuan, sehingga penggolongan biaya juga didasarkan atas disesuaikan dengan tujuan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menggolongkan biaya diantaranya : 1. Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan a. Factory Cost (Biaya Produksi) 1. Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost) 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) 3. Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead) b. Commercial Expense (Operating Expense) 1. Marketing and Selling Expense 2. General & Administration Expense

2. Berdasarkan Periode Akuntansi a. Capital Expenditure (Pengeluaran Modal). Pengeluaran ini akan memberi manfaat pada beberapa periode akuntansi. Jenis pengeluaran ini dikapitalisirdan dicantumkan sebagai harga perolehan. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai capital expenditure jika pengeluaran ini memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi, jumlahnya relatif besar, dan pengeluaran ini sifatnya tidak rutin. b. Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan). Pengeluaran ini akan memberi manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi. Pengeluaran ini menjadi beban pada periode tersebut, dan dicantumkan dalam income statement. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai revenue expenditure jika pengeluaran tersebut memberi manfaat pada periode terjadinya pengeluaran tersebut, jumlahnya relatif kecil, dan umumnya pengeluaran ini sifatnya rutin. 3. Berdasarkan Pengaruh Manajemen Terhadap Biaya a. Biaya Terkendali (Controllable Cost). Adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu dalam jangka waktu tertentu. c. Biaya Tidak Terkendali (Uncontrollable Cost). Adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manajer atau pejabat tingkatan tertentu. 4. Karakteristik Biaya Dihubungkan Dengan Keluarannya a. Biaya Engineered. Adalah elemen biaya yang mempunyai hubungan phisik yang eksplisit dengan output. b. Biaya Discretionary. Biaya ini disebut juga managed cost atau programmed cost adalah semua biaya yang tidak mempunyai hubungan yang akurat dengan output. d. Biaya Commited atau biaya kapasitas. Adalah semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi dalam kegiatan produksi, pemasaran dan administrasi. 5. Pengaruh Perubahan Volume Kegiatan Terhadap Biaya a. Biaya Tetap. Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan sampai pada tingkatan tertentu. Biaya tetap perunit berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan. b. Biaya Variabel. Biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya aktifitas tersebut. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variabel. c. Biaya Semi Variabel. Yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding/proporsional. 6. Berdasarkan Objek yang dibiayainya a. Biaya Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat diidentifikasi kepada objek atau pusat biaya tertentu. b. Biaya Tidak Langsung. Biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasi pada objek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya.

D. Sistem Akuntansi Biaya Sistem akuntansi biaya (cost system) dapat dikelompokkan menjadi dua sistem yaitu : 1. Actual Cost System (Sistem Harga Pokok Sesungguhnya). Yaitu sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sesuai dengan harga pokok yang sesungguhnya dinikmati. Pada sistem ini, harga pokok produksi baru dapat dihitung pada akhir periode setelah biaya sesungguhnya dikumpulkan. 2. Standard Cost System (Sistem Harga Pokok Standar). Yaitu sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sebesar harga pokok yang telah ditentukan/ditaksir sebelum suatu produk atau pesanan dikerjakan. E. Sistem Pengumpulan Harga Pokok 1. Job Order Cost. Yaitu suatu metode pengumpulan harga pokok produk yang dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak. Jadi setiap ada pesanan mempunyai harga pokok tersendiri yang dibuat dalam job cost sheet. Pada metode ini, produksi dilakukan untuk memenuhi pesanan pelanggan. 2. Process Cost. Yaitu metode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu. Pada metode ini, proses produksi diperusahaan dilaksanakan secara terus menerus, barang yang dihasilkan homogen, dan perhitungan harga pokok produksi didasarkan atas waktu. Pada metode ini, produksi dilakukan untuk memenuhi stock. F. Manfaat Biaya Perunit 1. Perusahaan Manufaktur Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan pengukuran dan pembebanan biaya sehingga biaya perunit dari suatu produk dapat ditentukan. Informasi biaya perunit adalah sangat penting bagi perusahaan manufaktur untuk penilaian persediaan, penentuan laba, dan pengambilan keputusan lainnya. Pengungkapan biaya persediaan dan penentuan laba adalah kebutuhan pelaporan keuangan yang dihadapi setiap perusahaan pada setiap akhir periode. Untuk menentukan biaya perunit, maka total biaya yang digunakan tergantung tujuan informasi tersebut. Perusahaan dapat menggunakan biaya produksi, atau biaya variabel, atau biaya produksi ditambah biaya non produksi. Untuk pembuatan laporan keuangan untuk pihak eksternal, maka informasi biaya perunit diperoleh dari total biaya produksi, sedangkan untuk pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak pesanan khusus, dalam kondisi perusahaan beroperasi dibawah kapasitas produksi, maka informasi biaya yang dibutuhkan adalah informasi biaya variabel. 2. Perusahaan Jasa Perusahaan jasa juga memerlukan informasi biaya perunit. Pada dasarnya untuk menghitung biaya perunit antara perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur adalah sama. Pertama sekali, perusahaan jasa yang disediakan dan mengidentifikasi total biaya untuk unit jasa yang disediakan. Perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur menggunakan data biaya dengan tujuan yang sama, yaitu untuk menentukan profitabilitas, kelayakan untuk memperkenalkan layanan baru, membuat keputusan harga jual dan lainnya, hanya perusahaan jasa tidak memerlukan data biaya untuk menentukan nilai persediaan, karena jasa tidak menghasilkan produk fisik. G. Kalkulasi Biaya Produk Tradisional

Kalkulasi biaya produk tradisional hanya membebankan biaya produksi pada produk. Pembebanan biaya utama keproduk tidak memiliki kesulitan, karena dapat menggunakan penelusuran langsung atau penelusuran penggerak yang sangat akurat. Tetapi sebaliknya, biaya overhead memiliki masalah dalam pembebanan biaya ke produk, karena hubungan antara masukan dan keluaran tidak dapat diobservasi secara fisik. Dalam sistem biaya tradisional, untuk membebankan biaya ke produk digunakan penggerak aktifitas tingkat unit (unit level drivers), karena ini merupakan faktor yang menyebabkan perubahan biaya sebagai akibat perubahan unit yang diproduksi. Contoh penggerak tingkat unit yang secara umum digunakan untuk membebankan overhead meliputi : 1. Unit yang diproduksi 2. Jam tenaga kerja langsung 3. Tenaga kerja langsung (rupiah) 4. Jam mesin 5. Bahan langsung Setelah mengidentifikasi penggerak (driver) tingkat unit, lalu memprediksi tingkat keluaran aktifitas yang diukur oleh penggerak tersebut, yaitu apakah berdasarkan aktifitas aktual yang diharapkan (expected activity level) dan aktifitas normal (normal activity level). Expected activity level adalah output aktivitas yang diharapkan dicapai oleh perusahaan pada tahun yang akan datang, sedangkan normal activity level adalah output aktivitas rata-rata yang merupakan pengalaman perusahaan dalam jangka panjang. Aktivitas normal mempunyai keunggulan berupa penggunaan tingkat aktifitas yang sama dari tahun ketahun, sehingga pembebanan overhead ke produk tidak begitu berfluktuasi. H. Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya Tarif pabrik menyeluruh dan tarif departemental telah digunakan beberapa dekade dan terus digunakan secara sukses. Namun pada beberapa situasi tarif tersebut menimbulkan distorsi yang dapat membuat stress perusahaan yang berproduksi dalam lingkungan produksi canggih (advanced manufacturing environment). Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan jaman diantaranya sebagai berikut : 1. Hasil dari penawaran sulit dijelaskan 2. Harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal. 3. Produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi. 4. Manajer operasional ingin menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan. 5. Marjin laba sulit dijelaskan 6. Pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga 7. Departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu untuk memberi data biaya bagi proyek khusus. 8. Biaya produk berubah karena perubahan peraturan pelaporan

Tenaga kerja tidak langsung adalah semua tenaga kerja yang tidak dapat dipertimbangkan sebagai biaya tenaga kerja langsung. dan laporan arus kas. Akuntansi biaya dapat digolongkan menjadi dua bagian. Bahan penolong adalah semua bahan yang bukan termasuk bahan baku. yaitu (1) akuntansi biaya yang berhubungan dengan penentuan harga pokok produk dan pengendalian biaya yang biasanya disebut akuntansi biaya. laporan laba-rugi. yaitu cost (harga pokok/harga perolehan) dan expense (biaya/beban). biaya overhead pabrik terdiri atas biaya bahan penolong. Klasifikasi biaya: 1.1. Elemen produk (harga pokok produk): a. Biaya adalah harga pokok yang telah memberikan manfaat dan telah habis dimanfaatkan. Bahan baku (direct materials) Bahan (materials) dibedakan menjadi bahan baku dan bahan penolong (indirect materials). c. dan biaya produksi tidak langsung lainnya. dan (2) akuntansi biaya yang berhubungan dengan pengambilan keputusan yang biasanya disebut akuntansi manajemen. laporan laba ditahan. Bahan baku adalah semua bahan yang dapat diidentifikasikan dengan produk jadi. Sebagaimana diketahui bahwa tujuan akuntansi keuangan adalah menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas neraca. Oleh karena itu. . Overhead pabrik (factory overhead) Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Dalam praktik. dan yang merupakan bagian terbesar dari biaya produksi. Akuntansi biaya sebagai bagian dari akuntansi keuangan hanya menyajikan sebagian elemen dari laporan laba-rugi yaitu eleman biaya. biaya tenaga kerja tidak langsung. Perbedaan Akuntansi Biaya dengan Akuntansi Keuangan Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi keuangan yang membicarakan biaya dalam arti luas. b. Harga pokok adalah pengorbanan yang diukur dalam satuan uang berupa pengurangan aktiva atau terjadinya kewajiban untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang. Tenaga kerja langsung (direct labor) Tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tenaga kerja langsung (direct labor) dan tenaga kerja tidak langsung (indirect labor). Pengertian dan Klasifikasi Biaya Dalam Akuntansi Biaya dikenal dua istilah. istilah biaya digunakan untuk kedua pengertian tersebut di atas. yang dapat ditelusur ke produk jadi.1.2. 1. Tenaga kerja langsung adalah semua tenaga kerja yang melaksanakan proses produksi yang dapat ditelusur ke produk jadi dan merupakan bagian terbesar dari biaya tenaga kerja.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pengendalian biaya pemasaran merupakan salah satu bidang pengendalian biaya secara keseluruhan. Dalam strategi dan kebijakan pengendalian biaya pemasaran diperlukan analisis biaya pemasaran yang memadai. Analisis biaya pemasaran menurut fungsi pemasaran. Apabila ditinjau dari segi terjadinya biaya pemasaran. biaya pemasaran diartikan sebagai biaya penjualan. pengertian biaya pemasaran adalah . Definisi ini memberikan gambaran yang nyata akan keharusan adanya perbandingan kondisi nyata dengan rencana sebagai makna pengendalian. pemimpinan dan pengendalian sebagai upaya anggota organisasi dan proses penggunaan semua sumber daya organisasi lainnya untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan”. 1. Order getting cost yang merupakan biaya untuk memperoleh pesanan.Kata kunci: Analisis Biaya Pemasaran. 1992 ) Karena pertambahan jumlah dan proporsi biaya pemasaran terhadap total biaya. Penyusunan Anggaran Biaya. b. Order Filling Cost yang merupakan biaya untuk memenuhi pesanan. Dalam arti luas biaya pemasaran meliputi semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan di simpan dalam gudang sampai dengan produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai”. Analisis biaya pemasaran menurut usaha pemasaran. maka sangat diperlukan strategi dan kebijakan pengendalian atas biaya pemasaran yang tepat. Pengertian biaya pemasaran ditinjau dari kegiatan pemasaran adalah meliputi semua biaya dalam rangka menyelenggara kan kegiatan pemasaran yaitu : a. Kegiatan harus terus menerus diawasi jika manajemen ingin tetap berada dalam batas-batas ketentuan yang telah digariskan. ( Mulyadi. Pengertian biaya pemasaran dibedakan menjadi dua kategori yaitu : “Dalam arti sempit. 1992 ) Dari definisi di atas. untuk itu sampai tingkat tertentu hal itu diimbangi pula dengan besarnya biaya pemasaran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. 1992 ). ( Mulyadi. Pengumpulan Biaya Pemasaran yang Sesungguhnya Terjadi. 3. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk ke pasar. Pengertian pengendalian menurut Usry-Matz ( 1987 ) : “Pengendalian merupakan usaha sistematis perusahaan untuk mencapai tujuan dengan cara membandingkan prestasi kerja dengan rencana. tampak bahwa pengendalian merupakan salah satu aspek dari proses manajemen dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. “ Manajemen adalah proses perencanaan. Analisis baya pemasaran menurut biaya atau obyek pemasaran. Pengendalian Biaya. Pengendalian Biaya Pemasaran Pengendalian merupakan salah satu aktivitas fungsional yang melekat pada pengertian manajemen sebagai sebuah aktivitas. Analisis Biaya Pemasaran Aktivitas pemasaran sangat penting untuk menunjang kegiatan perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya. Analisis Penyimpangan Biaya. 2. 2. ( Stoner. Hasil nyata dari setiap kegiatan dibandingkan dengan rencana dan bila terdapat perbedaan besar dapat diabil tindakan perbaikan”. pengorganisasian. Analisis ini meliputi : 1.

3.semua biaya yang terjadi dalam rangka memasarkan produk yang timbul dari saat produk siap dijual sampai dengan diterimanya hasil tunai penjualan. 6. Menyusun anggaran biaya pemasaran berdasarkan jenis atau elemen biaya pemasaran. Mendistribusikan setiap jenis biaya pemasaran ke dalam setiap fungsi pemasaran 4. . b. Penyusunan Anggaran Biaya Pemasaran Penyusunan biaya pemasaran sangat dipengaruhi oleh besarnya anggaran penjualan yang diharapkan akan dapat dicapai oleh perusahaan. Analisis Penyimpangan Biaya Pemasaran Pengawasan biaya pemasaran tidak cukup dengan menentukan profitabilitas setiap pusat laba dalam usaha pemasaran. Biaya pemasaran yang sungguh-sungguh terjadi. Pengumpulan Biaya Pemasaran yang Sesungguhnya Terjadi Langkah-langkah dalam pengumpulan biaya pemasaran yang sesungguhnya terjadi adalah meliputi : a. Atas dasar dokumen atau bukti asli transaksi biaya pemasaran yang sah. Untuk melakukan analisis biaya pemasaran. Mendistribusikan biaya pemasaran sesungguhnya terjadi kepada setiap fungsi. 5. oleh karena itu penyusunan anggaran biaya pemasaran dilakukan setelah anggaran penjualan disusun. Analisis menurut jenis biaya atau obyek pengeluaran. b. Langkah-langkah dalam menyusun anggaran biaya pemasaran adalah sebagai berikut : a. c. Analisis biaya pemasaran menurut fungsi pemasaran. Biaya pemasaran yang dianggarkan. tetapi juga bagaimana perusahaan dapat melaksanakan kegiatan pemasaran dengan efisien. b. b. Cara yang lazim digunakan adalah dengan mengukur kegiatan setiap fungsi pemasaran dengan menggunakan tarip yang dianggarkan atau tarip standar. Mengalokasikan biaya pemasaran yang sesungguhnya terjadi dari setiap fungsi ke dalam setiap pusat laba yang digukanan dalam menanalisis efektifitas usaha pemasaran. ada dua kategori pendekatan analisis yaitu : a. Konsep Operasional variabel Ada dua variabel yang diperbandingkan dalam penelitian ini yaitu : a.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Prof Dr Adriani pajak adalah iuran kepada negara yang dapat dipaksakan. Rachmat Sumitro. Ketentuan mengenai penghasilan tidak kena pajak (PTKP) . Prof.Pengertian pajak Pajak adalah iyuran wajib yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat (wajib pajak) untuk menutupi pengeluaran rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung. Pengetian pajak menurut bebetapa ahli : 1.SH pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara (peralihan kekayaan dari kas rakyat ke sector pemerintah berdasarkan undang-undang) (dapat dipaksakan dengan tiada mendapat jasa timbal (tegen prestasi)yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum. 2. diperlukan perumusan macam pajak dan berat ringannya tariff pajak itu. untuk itulah masyarakat ikut didalam menetapkan rumusannya. Lima unsur pokok dalam defenisi pajak • • • • • Iuran / pungutan Pajak dipungut berdasarkan undang-undang Pajak dapat dipaksakan Tidak menerima kontra prestasi Untuk membiayai pengeluaran umun pemerintah Karakteristik pokok dari pajak adalah: pemunngutanya harus berdasarkan undangundang. DR. yang terutang oleh wajibpajak membayarnya menurut peraturan derngan tidak mendapat imbalan kembali yang dapat ditunjuk secara langsung.

Enam undang-undang hasil tax reform tahun 2000 1. Undang-undng ini diundangkan pada tanggal 20 Desember 2000 dan berlaku saat diundangkan.000.000. untuk istri dan suami Rp. Rp. 3.880. UU RI NO 17 tahun 2000 tentang perubahan kedua atas uu no 7 thn 1983 tentang pajak penghasilan 3.000. 4.880. UU RI NO 17tahun 1985 tentang bea dan material .000.440. 1.440. 2. kelima uu ini diundangkan pada tanggal 2 agustus 2000 dan berlaku sejak 1 januari 2001 6.ibu atau anak kandung atau semenda) dalam garis keturunan lurus sertaanak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya paling banyak tiga orang untuk ssetiap keluarga.tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah .misalnya (ayah. Satu undang-undang hasil tax reform tahun 1985 7. 2. UU RI NO 20 tahun 2000 tentang perubahan uu no 21 thn 1997 tentang peralihan hak atas tanah dan bangunan . UU RI NO 34 tahun 2000 tentangperubahan atas undang-undang no 18 thn 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.1. untuk wajib pajak pertahun PTKP adalah Rp. UU RI NO 16 tentang prubahan kedua atas uu no. 6 thn 1983 yaitu tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan 2. tambahan untu8k seorang istri Rp. 2. diberikan sapabila ada penghasilan istri yang digabungkan dengan penghasilan suami dalam hal istri. UU RI NO 19 tahun 2000 tentang perubahan atas uu no 19 thn 1997 tentang penghasilan pajak dengan surat paksa 5. UU RI NO 18 tahun 2000 tentang perubahan kedua atas uu no 8 thn 1983 tentang pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah 4. 1.

Satu undang undang hasil tax reform tahun 1994 8. UU RI NO 14 tahun 2002 tentang pengadiloan pajak sebagai penhganti uu no 17 thn 1997 tentang badan penyelesaian sengketa pajak . pinjaman daerah pasal 80 ayat 1 dana perimbangan sebagaimana dimaksut dalam pasal 79 terdiri atas • bagian daerah dari penerimaan PBB. biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan dan penerimaan atas sda dana alokasi umum dana alokasi khusus • • . UU RI NO 17 thun 1994 tentang perubahan atas uu no 12 thn 1985 tentang pajak bumi dan bangunan Satu undang-undang hasil tax reform thn 2002 9. dana perimbangan c. PAD (pendapatan asli daerah ) • • • Hasil pajak daerah Hasil retribusi daerah Hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan • Dan lain-lain penghasilan daerah yang sah b. Pasal 79 mencantumkan sunber pendapatan daerah terdiri dari a.

pajak pengambilan bahan galian golongan c . pajak penerangan jalan . Ayat3 Bagian daerah dari sector pertambangan dan kehutanan dan penerimaan SDA sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diterima oleh daerah penghasil dan daerah linnya untuk pemerataan sesuai dengan undang-undang Ayat 4 Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksu pada ayat 1. pajak parkir .2 dan 3 ditetapkan undang undang.ayat 2 bagian dari PBB sector pedesaan perkotaan serta perkebunan serta biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diterima langsung oleh daeerah penghasil. bbn kendraan bermotor dan atas air • pajak bahan bakar kendraan bermotor • pajak pengeambilan dan pemanfaatan air bawh tanah dan permukaan b. Berdasarkan UU NO 34 THN 2000 tentang perubahan atas uu no 18b thn 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah maka jenis pajak untuk profinsi kabupaten. restoran. jenis pajak kabupaten kota • pajak hotel. hiburan . jenis pajak propinsi terdiri dari • pajak kendraan bermotor dengan kendraan atas air. pajak reklame. kota adalah sebagai berikut: a.

Sebab undang undang menurut sanksisanksi pidana fiscal (pajak) sanksi administrative yang kususnya diatur oleh undangundang no 19 tahun 2000 termasuk wewenang dari perpajakan untuk mengadsakan penyitaan terhadap harta bergerak/ tetap wajib pajak. siapa yang dikenakan pajak( subjek pajak) 2. apa yang dikenakan pajak ( objek pajak) 3. berapa pajaknya (tariff pajak) 4.untuk lebih mendalami mata kuliah perpajakan secara garis besar kita harus mengetahui : 1. * Pajak tidak menerima kontra prestasi Ciri kas pajak dibandiong dengan jenis pungutan lainnya adalah wajib pajak (tax payer ) tidak menerima jasa timbal yang dapat ditunjuk secara langsung dari pemerintah namun perlu dipahami bahwa sebenarnya subjek pajak ada menerima jasa timbal tetapi diterima secara kolektif bersama dengan masyarakat lainnya. maka fiskus dapat menyandera wp dengan memasukkannya kedalam penjara. bagaimana melaksanakan hukum pajak * pajak dapat dipaksakan Undang-undang memberikan wewenang kepada fiskus untuk memaksa wp untuk mematuhi dan melaksanakan kewajiban pajaknya. Dalam hokum pajak Indonesia dikenal lembaga sandera atau girling yaitu wajib pajak yang pada dasarnya mampu membayar pajak namun selalu menghindari pembayaran pajak dengan berbagai dalih. * Untuk membiayai biaya umum pemerintah .

apakah orang pribadi atau badan.yang berhubungan dengan objek pajak misalnmya adanya penghasilan atau penyeerahan barang kena pajak . pajak bumi dan bangunan 4. Bagi wajib pajak yang banding berdasarkan uu no 17 thn 1997 tentang badan penyelesaian sengketa pajak BPSP tyelah disebutkan diatas telah diubah dan diganti dengan uu no 14 thn 2002 tentang penaagihan pajak Fungsi pajak Fungsi budgetair Fungsi budgeteir merupakan fungsi utama pajak dan fungsi fiscal yaitu suatu fungsi dimana pajak dipergunakan sebagai alat untuk memasukkan dana secara optimal . bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) 6. dipandang dari segi hokum maka pajak akan terutang apabila memenuhi syarat subjektif dan syaratobjektif . Bagi wajib pajak yang menghindari pajak uu no 19 thn 2000 tentang p[enagihan pajak dan surat paksa. pajak daerah dan retribbusi daerah 5.Pajak yang dipungut tidak pernah ditujukan untuk biaya khusus . terdapat hokum pajak formal yaitu UU RI NO 16 thn 2000 tentang perubahan kedua dari uu no 6 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan. Syarat objektif : . syarat subjektif adlah syarat yang berhubungan dengan subjek pajak . bea materai untuk mewujudkan pajak-pajak tersebut menjadi kenyataan. pajak penghasilan (PPh) 2. pajak pertambahan nilaio barang dan jasa dan penjualan atas baeang mewah 3. Struktur pajak di Indonesia berdasarkan urian diatas adalah sebagai berikut: 1.

ke kas negara berdasarkan undang-undang perepajakan yang berlaku “segala pajak untuk keperkuan negara berdasarkan undang-undang. System pemungutan pajak suatu negara menganut dua system : 1. filsafat negara negara yang berideologi yang berorientasi kepada kesejahtraan rakyat banyak akan mendapat dukungan dari rakyatnya dalam hal pembayaran pajak.menghitung pajak adalah pihak fiscus factor yang turut mempengaruhi optimalisasi pemasukan dana kekas negara adlah 1. 2. Self assessment system. official assessment system . • Jangan sampai wajib pajak tidak melaporkan objek pajak kepada fiskus • Jangan sampai ada objek pajak dai pengamatan dan perhitungan fiskkus yang terlepas Dengan demikian maka optimalisasi pemasukan dana ke kas negara tercipta atas usaha wajib pajak dan fiskus. Untuk itu rakyat diikut sertakan dalam menentukanberat rinngannya pajak melalui penetapan undang-undang perpajakan oleh DPR sebaliknya dinegara yang berorientasi kepada kepenmtingan penguasa sangat sulit untuk mengharapkan partisipasi masyarakat untuk kewajiban pajaknya. kejelasan undang-undang dan peraturan perpajakan . menghitung pajak sendiri 2. Yang dimaksud dengan memasukkan kas secara optimal adalah sebagi berikut: • jangan sampai ada wajib pajak/subjek pajak yang tidak membayar kewajiban pajaknya.

kualitas dan kuantitas petugas pajak setempat ssangat menentukan efektifitas uu dan peraturan perpajakan . 4. Fungsi regulerend Atau fungsi mengatur dan sebagainya juga fungsi pajak dipergunakan oleh pemerintah sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu . fiscus yang professional akan akan berusaha secara konsisten untuk menggali objek pajak yang menurut ketentuan pajak harus dikenakan pajak. dan sebagainya sebagai fungsi tambahan karena fungsi ini hanya sebagai pelengkap dari fungsi utama pajak. Untuk mencapai tujuan tersebut maka pajak dipakai sebagai alat kebijakan. tingkat pendidikan penduduk / wajib pajak secara umum dapat dikatakan bahwa semakin tinggi pendidikan wajib pajak maka makin mudah bagi mereka untuk memahami peraturan perpajakan termasuk memahami sanksi administrasi dan sanksi pidana fiscal. 5. mis : pajak atas minuman keras ditinggikan untuk mengurangi konsumsi fasilitas perpajakan sehingga perwujudan dari pajak regulerend yang terdapat dalam UU No I tahun 1967 tentang penanaman modal asing. Penerimaan negara selalu meningkat dari tahun ketahun khususnya setelah reformasi uu perpajakan thn 1983/1984.yang jelas mudah dan sederhana serta pasti akan menimbulkan penafsiran yang baik dipihak fiscus maupun dipihak wajib pajak 3. strategi yang diterapkan organisasi yang mengadministrasikan pajak di Indonesia unit-unit untuk ini adalah • • kantor pelayanan pajak kantor pemeriksaan dan penyelidikan pajak yanmg dilakukan dirjen pajak perwujudan fungsi budgetair dalam kehidupan kenegaraan dapat terlihat dalam APBN yang setiap tyahun disahkan dengan undang-undang. Contoh: .

4) Teori gaya pikul .1) bea materai modal 2) bea masuk dan pajak penjualan 3) bea balik nama 4) pajak perseroan 5) pajak devident YUSDIFIKASI PAJAK DAN PRINSIP PEMUNGUTAN PAJAK Dalam hal ini akan dikemukakan asas-asas pemungutan pajak dan alas an-alasan yang menjdi dasar pembenaran pemungutan pajak oleh fiskus negara. 3) Teori bakti Mengajarkan bahwa pwnduduk adalah bagian dari suatu negara oleh karena itu penduduk terikat pada negara dan wajib membayar pajak pada negara dalam arti berbakti pada negara. sehingga fiskus negara merasa punya wewenang untuk memungut pajak dari penduduknya. Teori asas pemungutan pajak : 1) Teori ansuransi Negara berhak memungut pajak dari penduduk karena menurut teori ini negara melindungi semua rakyat dan rakyat membayar premi pada negara. 2) Teori kepentingan Bahwa negara berhak memungut pajak karena penduduk negara tersebut mempunyai kepentingan pada negara. makin besar kepentingan penduduk kepada negara maka makin besar pula pajak yang harus dibayarnya kepada negara.

Misalnya tersedianya dana yang cukup untuk mrmbiayai pengeluaran umum negara.Teori ini megusulkan supaya didalam hal pemungutan pajak pemerintah memperhatikan gaya pikul wajib pajak. karena akibat baik dari perhatian negara pada masyarakat maka pemuingutan pajak adalah juga baik. • • Prisip-prinsip pemungutan pajak: Menurut Era Saligman ada empat Prisip pemungutan pajak: • Prisip fiscal Prinsip Administrative Prinsip ekonomi Prinsip Etika • • • . 5) Teori gaya beli Menurut teori ini yustifikasi pemungutan pajak terletak pada akibat pemungutan pajak. 6) Teori pembangunan Untuk Indonesia yustifikasi pemungutan pajak yang paling tepat adalah pembangunan dalam arti masyarakat yang adil dan makmur Disamping itu terdapat juga asas-asas pemungutan pejak seperti: • Asas yuridis yang mengemukakan supaya pemungutan pajak didasarkan pada undang-undang Asas ekonomis yang menekankan supaya pemungutan pajak jangan sampai menghalangi produksi dan perekonomian rakyat Asas finansial menekankan supaya pengeluaran-pengeluaran untuk memungut pajak harus lebih rendah dari jumlah pajak yang dipungut.

HUKUM PAJAK Adalah: Keseluruhan dari peraturan-peraturan yang meliputi wewenang pemerinth untuk mengambil kekayaan seseorang dan menyerahkannya kembali kepada masyarakat melalui kas negara. Hukum pajak dibedakan atas: 1. Hukum pajak material Yaitu: memuat ketentuan-ketentuan tentang siapa yang dikenakan pajak dan siapasiapa yang dikecualikan dengan pajak dan berapa harus dibayar. . 2. Hukum pajak formal Yaitu: memuat ketentuan-ketentuan bagaiman mewujudkan hukum pajak material menjadi kenyataan. Sehingga hukum pajak tersebut merupakan hukum publik yang mengatur hubungan negara dan orang-orang atau badan-badan hukum yang berkewajiban membayar pajak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->