DISUSUN OLEH : NABILA QATRUNNADA KELAS X-E

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN KIMIA

Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada abad ke-17 dan ke-18. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani.Atom Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti. Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (ἄτομος/átomos. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron pada inti atom tersebut. yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.[1][2] Relatif terhadap pengamatan sehari-hari. para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom. dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan pada fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya membentuk sebuah molekul. yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras. ensiklopedia bebas Atom adalah satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom yang dikelilingi oleh awan elektron yang bermuatan negatif. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan merupakan ion. Atom hanya dapat dipantau menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop penerowongan payaran (scanning tunneling microscope).9% massa atom berpusat pada inti atom. dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. α-τεμνω). membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Elektronelektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. atom merupakan objek yang sangat kecil dengan massa yang sama kecilnya pula. Lebih dari 99. ataupun obrital. parakimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur dan mempengaruhi sifatsifat magnetis atom tersebut. Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi. . Inti atom mengandung campuran protonyang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron).

Fisikawan Perancis. J. Pada tahun 1789. Jean . sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia. dan air. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai "Gerak Brown". Aliran sekolah Nyaya dan Vaisheshika mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi benda-benda yang lebih kompleks. deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut. Desaulx mengajukan bahwa fenomena ini disebabkan oleh gerak termal molekul air. ketika seorang botanis Robert Brown menggunakan mikroskop untuk mengamati debu-debu yang mengambang di air dan menemukan bahwa debu-debu tersebut bergerak secara acak. tanah. yang kemudian oleh muridnya. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik bahwa materi terdiri dari unsur udara. Antoine Lavoisier. John Dalton menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsurunsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap dan mengapa gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya. dan seringkali pula mengandung unsurunsur spiritual di dalamnya. yang berarti "tidak dapat dipotong" ataupun "partikel terkecil materi yang tidak dapat dibagi-bagi lagi". Kira-kira pada tahun 450 SM. Teori partikel ini kemudian dikonfirmasi lebih jauh pada tahun 1827. Albert Einstein membuat analisis matematika gerak ini. Pada tahun 1661. Pada tahun 1803. Secara filosofis. Demokritus mensistematis pandangan ini. Robert Boyle mempublikasikan buku The Sceptical Chymist yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi "corpuscules" ataupun atom-atom yang berbeda. Walaupun konsep dari India dan Yunani mengenai atom secara murni hanya didasarkan pada ilmu filosofi. Kemajuan lebih jauh pada pemahaman kita mengenai atom dimulai dengan berkembangnya ilmu kimia. Ia mengajukan bahwa setiap unsur mengandung atomatom tunggal unik yang dapat kemudian lebih jauh bergabung menjadi senyawa-senyawa kimia. Walaupun demikian. pemikiran dasar mengenai atom diterima oleh para ilmuwan ribuan tahun kemudian karena ia secara elegan menjelaskan penemuan-penemuan yang baru pada bidang kimia. Namun. Demokritus menciptakan istilah átomos (bahasa Yunani: ἄτομος). Rujukan paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali ke India kuno pada abad ke-6 sebelum masehi. dan pada tahun 1905. istilah element (unsur) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis. ilmu pengetahuan modern masih menggunakan istilah "atom" yang dicetuskan oleh Demokritus tersebut. Rujukan mengenai atom di dunia Barat muncul satu abad kemudian oleh Leukippos. Pada tahun 1877. api. pemikiran ini masihlah bersifat abstrak dan filosofis daripada berdasarkan pengamatan empiris dan eksperimen.Sejarah Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan diskret yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium.

Erwin Schrödinger mengembangkan suatu model atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi daripada sebagai titik-titik partikel. [16] Pada tahun 1913. Frederick Soddy menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik. dan muatanmuatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif (model puding plum). Oleh sebab itu. Ketika seberkas atom perak ditembakkan melalui medan magnet. berkas ini diharapkan menyebar menjadi satu garis. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam. Thomson menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya. J. Konsekuensi penggunaan bentuk gelombang untuk menjelaskan elektron ini adalah bahwa adalah tidak mungkin untuk secara matematis menghitung posisi dan momentum partikel secara bersamaan. Pada tahun 1926. J. Thomson menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi.[14] Melalui hasil kerjanya pada sinar katoda pada tahun 1897. yang dirumuskan oleh Werner Heisenberg pada 1926. Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom. yang kemudian secara konklusif memverifikasi teori atom Dalton. berkas ini terbagi menjadi dua bagian. ketika bereksperimen dengan hasil proses peluruhan radioaktif. Namun pada kenyataannya. para peneliti di bawah arahan Ernest Rutherford menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksi oleh teori Thomson. berkas tersebut terpisahpisah sesuai dengan arah momentum sudut atom (spin). Rutherford kemudian mengajukan bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom pada pusat atom dengan elektron-elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari. seseorang hanya bisa mendapatkan kisaran nilai-nilai probabilitas momentum. ia dapat dengan baik menjelaskan sifat-sifat atom yang terpantau yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan oleh teori mana pun. kemudian menggunakan hasil kerja Einstein untuk secara eksperimen menentukan massa dan dimensi atom. Percobaan Stern-Gerlach pada tahun 1922 memberikan bukti lebih jauh mengenai sifat-sifat kuantum atom. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Hal ini kemudian dikenal sebagai prinsip ketidakpastian. model atom yang menggambarkan elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari . Namun pada tahun 1909. tergantung dari apakah spin atom tersebut berorientasi ke atas ataupun ke bawah. J. Oleh karena arah spin adalah acak. dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel berperilaku seperti gelombang. untuk setiap pengukuran suatu posisi. demikian pula sebaliknya. Walaupun model ini sulit untuk divisualisasikan. Menurut konsep ini. Istilah isotop kemudian diciptakan oleh Margaret Todd sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama.J.Perrin.

Peralatan spektrometer ini menggunakan magnet untuk membelokkan trayektori berkas ion dan banyaknya defleksi ditentukan dengan rasio massa atom terhadap muatannya. Steven Chu dkk. Phillips berhasil memerangkap atom natrium dalam perangkap magnet. perkembangan pemercepat partikel dan detektor partikel mengijinkan para ilmuwan mempelajari dampak-dampak dari atom yang bergerak dengan energi yang tinggi. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama. Kimiawan Francis William Astonmenggunakan peralatan ini untuk menunjukkan bahwa isotop mempunyai massa yang berbeda. Dalam sejarahnya. Sekitar tahun 1985. yang pada akhirnya membawa para ilmuwan menemukan kondensasi Bose-Einstein. . sebuah atom tunggal sangatlah kecil untuk digunakan dalam aplikasi ilmiah. Model-model standar fisika nuklir kemudian dikembangkan untuk menjelaskan sifat-sifat inti atom dalam hal interaksi partikel subatom ini. berbagai peranti yang menggunakan sebuah atom tunggal logam yang dihubungkan dengan ligan-ligan organik (transistor elektron tunggal) telah dibuat. oleh James Chadwick pada tahun 1932. yaitu komposit partikel-partikel kecil yang disebut sebagai kuark. Pada tahun yang sama. dan ia disebut sebagai kaidah bilangan bulat. Hal ini mengijinkan ilmuwan mempelajari atom dengan presisi yang sangat tinggi. Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya neutron. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memerangkap dan memperlambat laju atom menggunakan pendinginan laser untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat-sifat atom. Pada tahun 1950-an.matahari digugurkan dan digantikan oleh model orbital atom di sekitar inti di mana elektron paling berkemungkinan berada. Neutron dan proton kemudian diketahui sebagai hardon. Claude Cohen-Tannoudjikemudian menggabungkan kedua teknik tersebut untuk mendinginkan sejumlah kecil atom sampai beberapa mickokelvin. sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh William D. Perkembangan pada spektrometri massa mengijin pengukuran massa atom secara eksak. di Bell Labs mengembangkan sebuah teknik untuk menurunkan temperatur atom menggunakan laser. Perbedaan massa antar isotop ini berupa bilangan bulat. namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom. Namun baru-baru ini. yakni partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan proton.