DISUSUN OLEH : NABILA QATRUNNADA KELAS X-E

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN KIMIA

Lebih dari 99. para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom. yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.Atom Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral. sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan merupakan ion. Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (ἄτομος/átomos. . Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya membentuk sebuah molekul. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Elektronelektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras.9% massa atom berpusat pada inti atom. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut. membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron pada inti atom tersebut. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan pada fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi. atom merupakan objek yang sangat kecil dengan massa yang sama kecilnya pula. dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. α-τεμνω). Atom hanya dapat dipantau menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop penerowongan payaran (scanning tunneling microscope). ataupun obrital. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur dan mempengaruhi sifatsifat magnetis atom tersebut. Pada abad ke-17 dan ke-18. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut. ensiklopedia bebas Atom adalah satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom yang dikelilingi oleh awan elektron yang bermuatan negatif. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. parakimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Inti atom mengandung campuran protonyang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron).[1][2] Relatif terhadap pengamatan sehari-hari.

Secara filosofis. api. Kira-kira pada tahun 450 SM. Robert Boyle mempublikasikan buku The Sceptical Chymist yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi "corpuscules" ataupun atom-atom yang berbeda. ilmu pengetahuan modern masih menggunakan istilah "atom" yang dicetuskan oleh Demokritus tersebut. Teori partikel ini kemudian dikonfirmasi lebih jauh pada tahun 1827. J. Aliran sekolah Nyaya dan Vaisheshika mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi benda-benda yang lebih kompleks.Sejarah Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan diskret yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium. ketika seorang botanis Robert Brown menggunakan mikroskop untuk mengamati debu-debu yang mengambang di air dan menemukan bahwa debu-debu tersebut bergerak secara acak. pemikiran dasar mengenai atom diterima oleh para ilmuwan ribuan tahun kemudian karena ia secara elegan menjelaskan penemuan-penemuan yang baru pada bidang kimia. istilah element (unsur) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis. Albert Einstein membuat analisis matematika gerak ini. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai "Gerak Brown". deskripsi sifat-sifat atom bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut. Antoine Lavoisier. yang berarti "tidak dapat dipotong" ataupun "partikel terkecil materi yang tidak dapat dibagi-bagi lagi". Pada tahun 1789. Kemajuan lebih jauh pada pemahaman kita mengenai atom dimulai dengan berkembangnya ilmu kimia. Demokritus mensistematis pandangan ini. Walaupun demikian. dan pada tahun 1905. pemikiran ini masihlah bersifat abstrak dan filosofis daripada berdasarkan pengamatan empiris dan eksperimen. Desaulx mengajukan bahwa fenomena ini disebabkan oleh gerak termal molekul air. Rujukan paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali ke India kuno pada abad ke-6 sebelum masehi. Ia mengajukan bahwa setiap unsur mengandung atomatom tunggal unik yang dapat kemudian lebih jauh bergabung menjadi senyawa-senyawa kimia. yang kemudian oleh muridnya. Pada tahun 1661. John Dalton menggunakan konsep atom untuk menjelaskan mengapa unsurunsur selalu bereaksi dalam perbandingan yang bulat dan tetap dan mengapa gas-gas tertentu lebih larut dalam air dibandingkan dengan gas-gas lainnya. dan air. Jean . Rujukan mengenai atom di dunia Barat muncul satu abad kemudian oleh Leukippos. dan seringkali pula mengandung unsurunsur spiritual di dalamnya. Namun. Demokritus menciptakan istilah átomos (bahasa Yunani: ἄτομος). Pada tahun 1803. Walaupun konsep dari India dan Yunani mengenai atom secara murni hanya didasarkan pada ilmu filosofi. Pada tahun 1877. Fisikawan Perancis. tanah. Hal ini berbeda dengan pandangan klasik bahwa materi terdiri dari unsur udara. sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia.

Namun pada tahun 1909. Percobaan Stern-Gerlach pada tahun 1922 memberikan bukti lebih jauh mengenai sifat-sifat kuantum atom. J. Oleh karena arah spin adalah acak. ketika bereksperimen dengan hasil proses peluruhan radioaktif. Namun pada kenyataannya. berkas tersebut terpisahpisah sesuai dengan arah momentum sudut atom (spin). demikian pula sebaliknya. dan muatanmuatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif (model puding plum). [16] Pada tahun 1913. untuk setiap pengukuran suatu posisi. Erwin Schrödinger mengembangkan suatu model atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi daripada sebagai titik-titik partikel. dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel berperilaku seperti gelombang. model atom yang menggambarkan elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari . yang kemudian secara konklusif memverifikasi teori atom Dalton. Menurut konsep ini. Oleh sebab itu. Thomson menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya. Ketika seberkas atom perak ditembakkan melalui medan magnet. Konsekuensi penggunaan bentuk gelombang untuk menjelaskan elektron ini adalah bahwa adalah tidak mungkin untuk secara matematis menghitung posisi dan momentum partikel secara bersamaan. Pada tahun 1926. tergantung dari apakah spin atom tersebut berorientasi ke atas ataupun ke bawah. ia dapat dengan baik menjelaskan sifat-sifat atom yang terpantau yang sebelumnya tidak dapat dijelaskan oleh teori mana pun. Istilah isotop kemudian diciptakan oleh Margaret Todd sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama.Perrin. kemudian menggunakan hasil kerja Einstein untuk secara eksperimen menentukan massa dan dimensi atom. J. J. Rutherford kemudian mengajukan bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom pada pusat atom dengan elektron-elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari. berkas ini diharapkan menyebar menjadi satu garis. para peneliti di bawah arahan Ernest Rutherford menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksi oleh teori Thomson. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam.[14] Melalui hasil kerjanya pada sinar katoda pada tahun 1897. Thomson menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Frederick Soddy menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik. Walaupun model ini sulit untuk divisualisasikan. yang dirumuskan oleh Werner Heisenberg pada 1926.J. berkas ini terbagi menjadi dua bagian. seseorang hanya bisa mendapatkan kisaran nilai-nilai probabilitas momentum. Hal ini kemudian dikenal sebagai prinsip ketidakpastian. Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom.

Steven Chu dkk. Phillips berhasil memerangkap atom natrium dalam perangkap magnet. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama. di Bell Labs mengembangkan sebuah teknik untuk menurunkan temperatur atom menggunakan laser. Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya neutron. Sekitar tahun 1985. Namun baru-baru ini.matahari digugurkan dan digantikan oleh model orbital atom di sekitar inti di mana elektron paling berkemungkinan berada. Claude Cohen-Tannoudjikemudian menggabungkan kedua teknik tersebut untuk mendinginkan sejumlah kecil atom sampai beberapa mickokelvin. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memerangkap dan memperlambat laju atom menggunakan pendinginan laser untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat-sifat atom. yaitu komposit partikel-partikel kecil yang disebut sebagai kuark. Peralatan spektrometer ini menggunakan magnet untuk membelokkan trayektori berkas ion dan banyaknya defleksi ditentukan dengan rasio massa atom terhadap muatannya. Model-model standar fisika nuklir kemudian dikembangkan untuk menjelaskan sifat-sifat inti atom dalam hal interaksi partikel subatom ini. dan ia disebut sebagai kaidah bilangan bulat. perkembangan pemercepat partikel dan detektor partikel mengijinkan para ilmuwan mempelajari dampak-dampak dari atom yang bergerak dengan energi yang tinggi. Pada tahun yang sama. sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh William D. yakni partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan proton. Perbedaan massa antar isotop ini berupa bilangan bulat. Hal ini mengijinkan ilmuwan mempelajari atom dengan presisi yang sangat tinggi. Neutron dan proton kemudian diketahui sebagai hardon. Pada tahun 1950-an. berbagai peranti yang menggunakan sebuah atom tunggal logam yang dihubungkan dengan ligan-ligan organik (transistor elektron tunggal) telah dibuat. namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom. oleh James Chadwick pada tahun 1932. Kimiawan Francis William Astonmenggunakan peralatan ini untuk menunjukkan bahwa isotop mempunyai massa yang berbeda. Perkembangan pada spektrometri massa mengijin pengukuran massa atom secara eksak. yang pada akhirnya membawa para ilmuwan menemukan kondensasi Bose-Einstein. . Dalam sejarahnya. sebuah atom tunggal sangatlah kecil untuk digunakan dalam aplikasi ilmiah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful