P. 1
Chickenpox

Chickenpox

|Views: 622|Likes:
Published by Holy.Elkan

More info:

Published by: Holy.Elkan on Sep 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

SHARING Cacar Air (Sumber: Ibu-ibu DI) Tanya Moms DI yang pintar-pintar, aku mau tanya, sejak

kemarin sore Danang, 16 bulan, kaki kirinya bentol-bentol dan dia bawaannya mau garuk-garuk. Aku pikir digigit nyamuk jadi aku kasih salep gatal & minyak tawon. Ternyata pas lagi sahur, aku lihat kaki kanannya mulai ada bentol-bentol juga dan tadi pagi sebelum ke kantor aku lihat di tangan kirinya ada 2 bentol yang lumayan besar. Kira-kira Danang kena apa ya Moms? Mungkin tidak ya nyamuk gigitnya sampai bentol lumayan besar?? Atau alergi ya?? Aku rencananya mau bawa ke dokter siang ini. Tapi sebelumnya mau minta sharingnya ibu dulu. Mungkin ada yang pernah mengalami lalu harus dikasih obat apa [Wwd] Jawab Hati-hati bisa saja itu HMFD, soalnya sekarang lagi banyak juga yang kena. Coba periksa mulutnya sariawan tidak? Biasanya habis bentol begitu nanti anak suka panas. Anakku juga pernah kena, cirinya sama seperti itu. Bentolnya besar dan rada berair tidak? [DN] Waktu itu anaknya dikasih obat apa mbak? Dan apa pantangannya? [Wwd] Sebetulnya tidak perlu obat karena penyebabnya virus yang bakal KO juga dalam 3-5 hari, yang penting dijaga saja supaya daya tahan tubuhnya tetap stabil. Tapi yang membuat repot karena kalau benar sariawan makannya jadi rewel, akhirnya aku perbanyak susu dulu. Waktu itu hari ke 5 sudah sembuh koq. Aku juga sempat panik dan bawa ke dokter, waktu panas aku kasih Proris saja. Semoga bukan HMFD ya, dan semoga anakmu cepat sembuh [DN] Hi mbak, 2 minggu yang lalu anakku (8 bulan) juga mengalami hal yang sama dengan anak mbak. Hari itu hari minggu, si Baby Sitter lihat kaki anakkuku ada bentol bentol merah seperti di gigit nyamuk, akhirnya ama si Baby sitter di kasih minyak kalau di gigit nyamuk. Tapi agak siangan di pundaknya ada juga. Dan besok paginya tambah banyak lagi, sampai di kepalanya juga ada. Saya sudah curiga anakku kena cacar air, karena badannya hangat-hangat sedikit. Akhirnya senin pagi itu juga saya bawa ke dokter anak, dan kata dokter anakku benaran kena cacar air. Sebelumnya anakku yang pertama (3,3 tahun) juga kena cacar air. Tidak tahunya 2 minggu setelah anakku yang pertama sembuh, giliran adiknya yang kena. Kalau cepat di bawa ke dokter, paling 3 hari sudah mulai kering mbak [Prsk] Mungkin biduran, coba deh jemur di matahari pagi [Dhl] Tanya Ibu, ternyata anakku kena cacar air! Kemarin siang waktu mau aku bawa ke dokter belumm keliatan kalo berair, begitu sorenya ke dokter baru keliatan ada plentisan air diujung bentolnya.Dan tadi malam badannya mulai agak hangat. Dsanya kasih obat racikan, clarityn syrop untuk alergi, bedak racikan dan salep clinovir. Yang pasti anakku tidak boleh kena air. Aku kebetulan punya rangkuman cacar air tapi kasus orang dewasa, ada tidak ibu yang simpan/punya rangkuman cacar air kasus anak2?? Atau mungkin ibu semua mau berbagi pengalaman merawat balita yang kena cacar air, soalnya sejak kemarin sore tidak mau minum jus pepayanya dan akibatnya tadi pagi pupnya jadi rada susah, anakku punya bakat sembelit, terima kasih [Wwd] Jawab Mbak saja juga yang bilang kalau cacar boleh dimandikan pakai sabun antiseptik mis : Dettol ini copy paste dr file saya, semoga membantu ya : 1. Mandi justru dianjurkan untuk yang kena cacar air. Simple saja alasannya, supaya tubuh jadi bersih dan anak jadi lebih merasa segar. Kalau sudah begini, resiko kuman 'terus menempel' di tubuh bisa dikurangi dan anak jadi lebih semangat untuk sembuh :). Biasanya memang air mandi dicampur PK (Kalium Permanganat), bahan yang memang diketahui dapat mencegah infeksi jamur, bakteri, borok/bisul. Selain mandi, juga dibantu dengan: memotong kuku tangan dan ganti pakaian & seprei sesering mungkin. 2. Pengalaman keluarga kakaknya mbak itu mungkin karena faktor alergi (tidak kuat dengan kerasnya bahan yang terkandung dalam salep/obat dan larutan PK). Yah biar cuma 1-2% kandungannya, namanya juga bahan kimia :) tidak semua kulit bisa tahan dengan salisilat (kalau tidak salah ini fungsinya untuk 'menipiskan' permukaan kulit biasa terkandung juga dalam bedak atau kosmetik wanita). Apalagi PK yang memang termasuk oksidator kuat. Jadi kalau anak mbak tidak alergi dengan bahan-bahan ini, bisa terus digunakan. Coba cek kandungan PK di label bungkus-nya atau tanya apotiknya (seharusnya sih tidak terlalu tinggi) 3. Kayaknya treatment yang mbak lakukan sudah ok, tuh :). Obat oral Acyclovir (Zovirax)nya memang hanya untuk beberapa hari pertama setelah gejala cacar air muncul, tidak untuk 'menyembuhkan' tapi hanya untuk mengurangi rasa

1

sakit dan gatal anak. Umumnya obat ini bahkan tidak perlu diresepkan kalau cacar air termasuk 'mild'. Tinggal tunggu masa penyembuhannya saja, toh cacar air kan termasuk self-limited dease (bisa sembuh sendiri), kita tinggal berusaha mengurangi gejalanya (obat penurun panas kalau demam, salep/obat kalau gatal, pain killer kalau nyeri, dll.) plus 'genjot' daya tahan tubuh anak dengan makan, minum bergizi dan istirahat. Masalah bekas yang muncul pasca cacar air, mungkin untuk anak kecil agak susah memintanya tidak menggaruk bagian yang gatal :), tapi diusahakan maksimal saja mbak. Pengalaman teman saya, dia selalu minta anaknya (usia 4 tahun) bilang di bagian mana yang gatal biar mamanya saja yang garuk (dengan 'extra' hati-hati). Akhirnya memang tidak berbekas. Setahu saya, cacar air untuk anak kecil tidak ada kecenderungan 'separah' atau menimbulkan komplikasi seperti cacar air orang dewasa. Jarang sekali dengar cerita anak kecil yang habis cacar air punya bekas yang sampai 'bolong' kalau pun ada yang agak 'dalam', biasanya nanti akan berangsur hilang sejalan dengan umurnya [End] Mau bagi pengalaman, waktu saya lagi hamil 6bulan,saya juga kena cacar air sama dokter jelas tidak dikasi antibiotik,cuma dikasih kapsul cavit-D,biar bayinya kuat, sayanya banyak makan buah-buahan biar kondisi cepat fit, buat mengurangi gatalnya saya pakai calladine cair itu lumayan adem, biar cepat kering dikasi bangkuang parut atau jagung parut itu resep tradisional,baluri saja sampai kering sendiri,insyaAllah tidak akan berbekas,,Alhamdulillah bayi saya sehat walafiat sampai sekarang,tapi katanya dia tidak otomatis imun sama cacar jadi kalau musim pancaroba perbanyak makan buah-buahan. anak saya (2 orang, perempuan, 1.5 tahun & 3 tahun 4 bulan) baru saja sembuh dari cacar air. Oleh dsanya diberi obat (puyer) zovirax & salep zovirax, dan bedak (saya tidak tahu bedak apa karena diresep-kan). Dan untuk mandi pakai detol. Anak saya yang besar tidak terlalu banyak keluar cacar airnya tapi yang kecil dari kepala sampai telapak kaki, yang banyak di punggung. Memang susah melarang mereka untuk tidak menggaruk, paling saya hanya tepuk-tepuk punggungnya dan diberi bedak kalau dia kegatalan. Sampai sekarang masih ada bekasnya tetapi menurut dsa-nya lama kelamaan akan hilang. Demikian sharing saya, maaf kalau tidak banyak membantu. Aku mau sharing saja pengalaman waktu anakku kena cacar air (2 orang, 3 tahun dan 1 th 8 bulan) 3 bulan yang lalu. Untuk orang yang kena cacar air sebaiknya mandi dengan air yang sudah dicampurkan Dettol dan untuk sabun mandinya menggunakan sabun cair Betadin. Kemudian setelah mandi, pada bagian yang terkena cacar air dioleskan sales Nutrimois (dari CNI) (setiap habis mandi), ditanggung tidak meninggalkan bekas. Bedak salicyl bisa digunakan untuk menolong kalau anak tersebut merasa gatal dan sudah mulai garuk-garuk cacarnya CACAR AIR Cacar air atau varicela adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular. Merupakan penyakit yang umum diderita pada masa anak-anak tetapi bisa menyerang semua orang, semua umur didalam institusi seperti sekolah, pondok pesantren dan asrama tentara dimana hubungan satu sama lain sangat dekat, penyakit ini akan mudah sekali menular. Setelah anda terkena cacar air satu kali, maka anda tidak akan terserang lagi. Tetapi virusnya sendiri mungkin masih diam menetap didalam tubuh dan akan muncul kembali bertahun-tahun kemudian sebagai penyakit ruam syaraf. Gejala-gejala Demam, tenggorokan sakit dan pusing mendahului ruam kulit. Muncul titik merah di kulit pertama kali di dada, kemudian menyebar kemuka, perut, punggung dan paha setelah beberapa hari. Titik tersebut berubah menjadi lepuhan kecil-kecil, kemudian mongering menjadi krusta, yang akhirnya akan hilang sendiri. Sangat gatal. Komplikasi Infeksi bakteri yang lain. Pneumonia (infeksi paru-paru), komplikasi yang jarang terjadi pada anak-anak tetapi sering terjadi pada dewasa. Ensefalitis/peradangan otak, pada kasus yang jarang. Penyebab Infeksi oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini menular mulai saat sebelum munculnya gatal-gatal sampai saat krusta yang terakhir. Penularan bisa lewat cairan hidung/mulut (lewat batuk/bersin) dan cairan lepuhan (lewat kontak langsung). Yang dapat anda lakukan Tinggal terus di rumah sampai penyakit tidak lagi menular misal satu minggu setelah krusta hilang sendiri. Minum obat anti-demam/panas. jangan menggaruk/mengelupas krusta karena akan menimbulkan jaringan parut. Periksa dokter bila diagnosa kurang jelas. Tindakan dokter anda Memastikan diagnosa. Mengobati dengan tablet anti-virus, yang akan efektif bila dimulai dalam 24 jam setelah timbul gatal-gatal. Mengobati komplikasi, bila perlu [End] Anakku 2 bulanan lalu kena cacar air, umur dia 2 tahun kurang 1 bulan saat itu obat yang dikasih racikan sama dokter biasanya mengandung zovirax (cmiiw) puyernya biru, itu memang anti virus, minumnya sehari 5x dan sampai habis, yah

2

kalau soal obat kita mengikuti yang diresepkan dokter ya mba ?!? Salepnya juga clinovir, diolesi sehari 5 x juga. Memang kalau anak batita/balita masih susah dikasih tahu jangan digaruk, kemarin anakku juga suka diam-diam menggaruk, tapi ya kita juga harus memperhatikan terus karena air cacarnya bisa menular baik ke orang lain atau ke bagian lain tubuh si anak yang bersangkutan. Untuk perawatan khusus tidak ada, karena dokter (Harapan Kita) tidak melarang mandi, asal badan anaknya tidak lagi demam. Alhamdulillah anakku memang tidak demam, aktifitasnya pun seperti biasa, ya aku ambil jalan tengah saja, yaitu dielap pelan-pelan supaya kulitnya juga bersih. Bedak juga tidak aku kasih. Hari ke tiga sudah aku mandikan, pelan-pelan menyabuninnya, pakai sabun antiseptic betadine karena menurutku supaya kulitnya makin bersih saja biar kuman pada cepat mati. Untuk info tambahan, walaupun anaknya sudah sembuh, cacarnya sudah kering/hilang, tapi virusnya masih aktif untuk menularkan orang lain sampai 2 minggu sejak pertama si anak keluar cacarnya demikian yang dikatakan si dokter Semoga cepet sembuh ya [Fnt] Mbak waktu anakku kena cacar air malahan dokternya bilang boleh mandi, tapi kalau badannya agak panas, pakai air hangat saja. Tidak apa-apa. Kalau cacar air itu di dalam mulut juga ada mbak, jadi otomatis selera makannya jadi berkurang. Tapi selama anaknya mau minum susu atau air putih tidak apa-apa. Pengalamanku paling 4 hari ya anaknya akan jadi agak rewel , soalnya badannya jadi gatal mbak. Kalau dapat obat dari dokter, dan ada salepnya juga, paling hari ke 4 sudah mulai kering mbak (di ujung bentolnya sudah kelihatan hitam, itu tandanya sudah mulai kering), dan rajin rajin saja dibedaki mbak, biasanya bedak salicyl yang di kasih dokter. Demikianlah mbak pengalaman dari saya [Prsk] Aku masih menyimpan file tentang cacar air pada anak-anak, dulu waktu anakku umur 9 bulan pernah kena cacar air ini, selama seminggu tidak mandi-mandi, paling di waslap itupun bukan di lap begitu tapi hanya di tetel-tetel, supaya tidak terlalu lengket keringatan saja badannya, Kalau jus pepaya tidak mau, coba dengan buah yang lain jeruk atau buah pir (kebetulan dulu anakku suka buah pir, selain segar juga mengurangi panas dalam) [RG] Kalau anakku dulu tidak diberi obat minum apapun dari dokter, hanya obat untuk kulit semacam bedak cair, katanya supaya bentol-bentolnya tidak terlalu gatal. Dua minggu kemudian disuruh kembali lagi buat diperiksa, demam tidak, matanya juga disenter, denyutnya juga diperiksa, pemeriksaan rutinlah terus dibilang sudah beres tidak ada masalah. Aku tambah yakin bahwa cara ini sudah benar sebab dari milis sehat aku tahu kalau virus itu tidak bisa diobati dengan obat dari luar, harus antibodi tubuh sendiri yang melawan. Sering kejadian dokter sedikit-sedikit meresepkan antibiotik, mungkin karena ada komisi setiap kali membuka resep. Soalnya setiap ke dokter saya selalu lihat paling sedikit dua orang sales obat menunggu di ruang tunggu dan dari salah satu teman yang kerja sebagai sales obat aku tahu kalau pembagian komisi yang diperoleh cukup memuaskan jauh lebih besar dari komisi barang konsumsi. Aku pribadi cenderung membiarkan saja anakku tanpa obat-obatan kalau tahu dengan pasti itu disebabkan oleh virus, misalnya flu, aku tidak kasih flu shot, biarkan saja dia meler kupikir dengan begitu imunitas tubuhnya kelak akan lebih tangguh menghadapi flu berikutnya, jangan kena angin sedikit langsung pilek Begitu juga dengan cacar air, aku malah senang dia sudah kena sekarang artinya dia sudah punya kekebalan kalau nanti waktunya sekolah dan ada temen sekolah yang kena cacar air. Iparku malah menyuruh anaknya main ke rumah teman yang dia tahu anaknya lagi kena cacar air, besoknya si anak langsung kena cacar air juga hahaha. Katanya cacar air kalau diderita saat sudah lebih tua rasanya lebih tidak enak daripada saat masih kecil, tidak tahu benar apa tidak [Irm] Alhamdulillah kondisi anakku semakin membaik, cacarnya sudah mulai mengering. Tapi sehari setelah sakit aktifitasnya kembali normal, ya lari-lari, main-main, tidak bisa diam pokoknya! Makannyapun alhamdulillah tidak masalah, bahkan kalau lagi sakit cenderung jadi doyan makan seperti ayahnya. Terus jus papayapun habis semangkok (ini yang penting juga supaya pupnya tidak susah) [Wwd] Cacar Air DEFINISI Cacar Air (Varisela, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal. PENYEBAB Penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan). Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster. GEJALA Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi.

3

Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat. 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru. Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari. Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala. Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina. Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan. Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping. Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata. Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. KOMPLIKASI Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal. Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah: - Pneumonia karena virus - Peradangan jantung - Peradangan sendi - Peradangan hati - Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa) - Ensefalitis (infeksi otak). DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng). PENGOBATAN Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau fenol Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya: - kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun - menjaga kebersihan tangan - kuku dipotong pendek - pakaian tetap kering dan bersih. Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin). Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat anti-virus asiklovir. Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan aspirin. Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Asikloir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama. Obat anti-virus lainnya adalah vidarabin. PENCEGAHAN Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicellazoster. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.

4

----------------------------Cacar Air DEFINISI Cacar Air (Varisela, Chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal. PENYEBAB Penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan). Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster. GEJALA Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi. Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat. 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru. Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari. Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala. Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina. Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan. Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping. Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata. Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. KOMPLIKASI Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal. Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah: - Pneumonia karena virus - Peradangan jantung - Peradangan sendi - Peradangan hati - Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa) - Ensefalitis (infeksi otak). DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng). PENGOBATAN Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau fenol Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya: - kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun - menjaga kebersihan tangan - kuku dipotong pendek

5

- pakaian tetap kering dan bersih. Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin). Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat anti-virus asiklovir. Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan aspirin. Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Asikloir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama. Obat anti-virus lainnya adalah vidarabin. PENCEGAHAN Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicellazoster. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan. ----------------“VARICELA a.k.a Cacar Air” Filed under: Children Life 12 PERTANYAAN TENTANG CACAR AIR Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, penyakit cacar air masih sering dianggap remeh. Meski bisa sembuh sendiri, orangtua perlu mewaspadai komplikasinya. 1. BENARKAH DITULARKAN OLEH VIRUS? Cacar air atau variselayang sering disebut chicken pox adalah penyakit akut dan menular ditandai dengan vesikel (bejolan berisi air) pada kulit maupun selaput lendir. Disebut varisela karena disebabkan oleh virus varicella atau virus varicella zooster (virus V-Z) yang juga dapat menyebabkan Herpes Zooster. Virus varicella sendiri dapat ditemukan dalam cairan vesikel maupun darah penderita. Seperti penyakit akibat sesama virus, misalnya influensa, cacar air juga akan sembuh sendiri bilamana tak ada komplikasi. Yang perlu diperhatikan hanyalah efek samping dari penyakit ini, di antaranya rasa gatal, panas, dan keluhan lain yang cukup mengganggu. Bila gatal lalu digaruk sampai luka tentu saja akan meninggalkan jaringan parut. Bisa juga timbul infeksi, baik lokal maupun sistemik jika luka garukan tadi terkena kuman penyakit. Perlu dicatat bahwa ada musim-musim tertentu yang potensial menyebabkan terjadinya wabah cacar air. Biasanya pergantian dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Pada pergantian musim seperti ini kelembapan udara relatif lebih tinggi dan kondisi ini memungkinkan virus berkembang biak dengan subur. Sementara itu, di musim pancaroba anak biasanya lebih sering bermain dalam ruangan yang memudahkan terjadinya penularan. BAGAIMANA PENULARANNYA? Walaupun bukan termasuk penyakit berbahaya dan pada umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari, cacar air termasuk penyakit yang sangat menular. Penyakit ini termasuk jenis airborne disease yang bisa menular melalui percikan udara dari sekresi lendir, batuk maupun bersin. Pada dasarnya virus ini menyerang ketika daya tahan tubuh seseorang sedang menurun. Dengan kata lain, walau tanpa diobati, bila daya tahan tubuhnya bagus dan sanggup melawan serangan virus, anak bisa sembuh dengan sendirinya. Namun disarankan agar penderita tetap dibawa ke dokter. Pertimbangannya, dengan diberi obat, cacar air tidak akan meluas sampai ke seluruh tubuh. Soalnya, bisa dibayangkan bila cacar sampai mengenai daerah sekitar mulut, tentu akan mengganggu sekali. Anak akan sulit makan yang berakibat pada kian melemahnya daya tahan tubuhnya sekaligus mempermudah berjangkitnya penyakit lain. Padahal makin kompleks penyakit yang masuk ke tubuh, tentu penanganannya akan kian sulit dan akibatnya pun pasti lebih berat. KAPAN MASA INKUBASINYA? Masa inkubasi varisela umumnya terjadi 11-12 hari setelah penularan. Harap diwaspadai, ketika di kulit mulai muncul bintik dengan cairan yang masih jernih, sebetulnya itulah masa yang paling menular. Sebaliknya, kalau bintik-bintik itu sudah berubah warnanya menjadi hitam, barulah boleh dibilang tidak menular lagi.

6

APA SAJA GEJALANYA? Gejala yang timbul dibagi dalam dua tahap, yakni: 1. Tahap awal (fase prodromal), yakni 24 jam sebelum timbul gejala kelainan pada kulit. Ditandai dengan gejala demam, perasaan lemah, malas, tidak nafsu makan, dan kadang disertai bintik kemerahan seperti biang keringat.Pada tahap ini orangtua sering terkecoh dan mengabaikannya karena menganggap hanya sebagai flu biasa. Padahal tanda-tanda itu merupakan gejala awal cacar air. Tahap selanjutnya (fase erups ) dimulai dengan timbulnya bintik merah kecil yang berubah menjadi benjolan berisi cairan jernih dan mempunyai dasar kemerahan. Cairan vesikel setelah beberapa hari berubah menjadi keruh dan keropeng dalam waktu 24 jam. Bila sudah muncul bintik-bintik seperti ini sebaiknya orangtua segera membawa anak ke dokter. Dalam 3-4 hari vesikel ini menyebar ke seluruh tubuh, mula-mula dari dada lalu ke muka, bahu dan anggota gerak. Pada tahap ini biasanya dibarengi dengan rasa gatal yang amat sangat di sekujur tubuh. APA SAJA PENYAKIT KOMPLIKASINYA? Kendati dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang sering kali dikhawatirkan adalah komplikasi yang sangat jarang namun bisa menyertai, di antaranya: Radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi sekunder, tapi dapat disembuhkan. Radang otak. Bisa disembuhkan namun dapat meninggalkan gejala sisa seperti kejang, retardasi mental dan gangguan tingkah laku. Gangguan bola mata. Kelumpuhan saraf muka. SIAPA SAJAYANG RENTAN? Anak-anak di bawah usia 1 tahun ternyata paling rentan tertular penyakit ini walaupun cacar air paling banyak menyerang anak usia 4-14 tahun. Kendati cacar air merupakan penyakit yang sangat umum, hendaknya jangan menundanunda waktu untuk segera memeriksakan penderita ke dokter. Ini akan membantu penderita terhindar dari komplikasi yang lebih parah sekaligus meminimalkan penderitaannya. Pada prinsipnya, sekali seseorang terkena cacar air, maka seumur hidup ia tidak akan terkena penyakit ini lagi. Toh nyatanya belakangan ini makin marak penderita yang terpapar cacar air secara berulang atau tertular lagi setelah sekian tahun pernah menderita penyakit ini. Kejadian seperti ini mungkin saja terjadi pada beberapa anak yang memang daya tahan tubuhnya rendah. Namun untungnya kasus ini angka kejadiannya kecil sekali. APA BENAR ADA YANG KEBAL? Apa benar ada orang “kebal” yang tidak pernah terkena cacar air seumur hidupnya? Sebenarnya, mereka yang belum pernah menderita cacar air dapat saja suatu saat terjangkit. Kemungkinan lain, bisa saja yang bersangkutan sudah pernah terkena cacar air tapi tidak menimbulkan sakit karena memang tidak semua cacar air berakibat sakit. Atau bisa juga begitu tertular, tubuhnya langsung membentuk kekebalan secara alami, sehingga yang bersangkutan hanya merasakannya seperti demam biasa, tanpa muncul bintik-bintik cacar. 8. TIDAK BISAKAH DICEGAH DENGAN IMUNISASI? Seperti halnya penyakit yang disebabkan virus, sebetulnya ada vaksin yang mampu menangkalnya. Efektivitasnya bahkan menembus angka 97%. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, dari 100 anak yang divaksinasi, hanya 3 orang yang terkena cacar air. Itu pun angka kesakitannya tergolong ringan. Terlebih bila sebelum usia 13 tahun anak sudah mendapat vaksin cacar air, maka ia dinyatakan tidak akan terkena cacar air seumur hidupnya. Di negara Barat, di mana kasus cacar air jarang, anak yang terkena cacar air bisa sakit berat, karenanya dianjurkan agar di atas usia 1 tahun anak diberi vaksin cacar air. Sedangkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan vaksin cacar air diberikan pada anak di usia 1,5 tahun dan diulang lagi pada usia 10 tahun karena di Indonesia jarang terjadi komplikasi berat. BAGAIMANA DOSIS PEMBERIANNYA?

7

Imunisasi terhadap cacar air dilakukan dengan memberikan vaksin cacar air yang berisi virus hidup yang sudah diolah dan kurang berbahaya, serta sedikit antibiotik, neomisin. Adapun rekomendasinya adalah sebagai berikut: Pemberian 1 dosis dianjurkan kepada: Anak yang berusia 18 bulan ke atas kecuali jika pernah menderita infeksi cacar air. Anak usia SD kecuali jika pernah menerima dosis vaksinasi atau menderita infeksi. Pemberian 2 dosis dianjurkan kepada: Remaja berusia 14 tahun ke atas dan orang dewasa yang belum divaksinasi cacar air atau belum pernah menderita penyakit ini. Individu dalam golongan usia ini yang belum pernah menderita cacar air harus menjalani tes darah untuk memeriksa kekebalan. Banyak orang dewasa yang tidak pernah menderita cacar air sebenarnya kebal. Vaksin cacar air dianjurkan khususnya bagi orang yang tidak kebal dan melakukan pekerjaan berisiko tinggi, semisal petugas kesehatan atau wanita yang tidak kebal sebelum hamil. 10. APA BENAR LEBIH AMAN BILA KENA SELAGI KECIL? Tak jarang muncul pertanyaan bagaimana kalau sampai usia dewasa belum terkena penyakit cacar air? Apa perlu sengaja ditulari? Memang sebaiknya penyakit ini dialami pada masa kanak-kanak daripada saat dewasa. Inilah mengapa orangtua sering kali membiarkan anaknya terkena cacar air lebih dini. Mengapa? Para pakar kedokteran mengatakan, gejala yang dialami orang dewasa lebih parah dibanding pada masa kanak-kanak. Demam yang dialami lebih parah dan berlangsung lebih lama. Begitu pula keluhan sakit kepala. Sedangkan bekas luka bintil-bintil berisi cairan cacar yang ditinggalkan lebih dalam. Komplikasinya pun jauh lebih parah bila cacar air diderita saat dewasa. Soalnya, komplikasi pada anak-anak umumnya hanya berupa infeksi kulit. Sedangkan pada orang dewasa kemungkinan terjadi radang paru-paru atau pneumonia mencapai 10-25 kali lebih tinggi dibanding pada penderita anak. Komplikasi yang jarang namun bisa terjadi antara lain radang otak, radang sumsum tulang, kegagalan hati, hepatitis serta sindrom Reye yaitu kelainan pada otak sekaligus hati. 11. APA SIH BEDA CACAR, CACAR AIR, DAN CACAR API? Dampak yang paling sering dikhawatirkan dari cacar air adalah bopeng yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Lagi pula bopeng inilah yang membedakan cacar air dengan cacar biasa. Soalnya, cacar biasa pasti meninggalkan bopeng, sedangkan cacar air seharusnya tidak. Sebagai catatan penyakit cacar yang bukan cacar air kini tak pernah lagi ditemui kasusnya. Bila ada anak yang terkena cacar air lalu bekasnya tidak hilang, itu berarti selama sakit ia sering menggarukgaruk kulitnya. Ini sangat mungkin karena rasa gatal biasanya sungguh tidak tertahankan untuk digaruk. Padahal garukan yang terlalu dalam akan membuat lapisan kulit yang seharusnya membentuk lapisan kulit baru justru terambil. Nah, mekanisme itulah yang menyebabkan bopeng. Sedangkan yang disebut cacar api atau di beberapa daerah disebut cacar monyet, sebenarnya adalah penyakit kulit yang penampakannya mirip cacar air. Ini merupakan infeksi bakteri pada kulit berupa borok yang muncul di seluruh tubuh. Meski sebenarnya kuman ada di permukaan kulit, tapi karena ada luka dan digaruk, kuman kemudian masuk ke bawah kulit dan menyebabkan infeksi. Infeksi ini bisa disertai demam, bisa juga tidak. Infeksi disebabkan kurang terjaganya kebersihan daerah tempat tinggal/lingkungan. Anak-anak yang tinggal di daerah kumuh umumnya lebih rentan terinfeksi bakteri. 12. APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN ORANGTUA? Segera bawa anak ke dokter karena pengobatan yang cepat dapat mencegah meluasnya cacar air. Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul hingga akhirnya semua lepuh berkeropeng, orangtua tetap mewajibkan anak untuk mandi seperti biasa. Bila tidak, kuman yang berada pada kulit dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya hindari memecahkan lenting cacar air dengan menggaruk-garuknya. Bila perlu gunting kuku anak supaya tidak menimbulkan luka yang dalam saat menggaruk. Saat mengeringkan tubuh seusai mandi sebaiknya tidak menggosok-gosoknya terlalu keras menggunakan handuk. Untuk mengurangi keluhan gatal, sebaiknya berikan bedak talek. Ini bisa mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, sebaiknya konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Misalnya sayur-sayuran hijau dan buah-buahan manis. Santi Hartono. Foto: Ferdi/nakita

8

Konsultan ahli: dr. E.M. Dadi Suyoko, Sp.A(K) dari Subbagian Alergi-Imunologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta -----------------Mengobati Sakit Kuning Dengan Akar Rimbang Jika ada keluarga atau teman anda menderita sakit kuning lakukanlah pengobatan tradisional ini. Ambil akar rimbang sebanyak 2 genggam lalu cuci hingga bersih. Rebuslah dengan air sebanyak 1 liter, jika sudah tinggal separuh maka minumlah rebusan akar rimbang tadi dengan suhu suam-suam kuku. Lakukan selama 3 sampai 5 hari berturut turut niscaya penyakit kuning anda hilang dengan sendirinya. Sabun Colek Pengobat Tersiram Air Panas Air panas memang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Namun jika kita tidak hati-hati, air panas dapat menjadi bencana. Ada beberapa contoh jika tersiram air panas akan meninggalkan bekas luka ditubuh kita hingga lama. Jika anda tersiram air panas sebelum dibawa kedokter, cobalah penanggulangan utamanya dengan cara mengoleskan sabun colek atau sabun krim pada bagian yang tersiram tadi. Semoga lukanya akan sembuh tanpa meninggalkan bekas.

Manfaat Getah Pepaya untuk Tumit Seringkali tumit kaki kita pecah-pecah. Jika anda mengalami problem yang sama, berikut ada cara yang mudah. Ambillah getah papaya muda. Gosokkan kepada tumit yang pecah-pecah secara teratur. Maka dalam 2-3 hari kaki anda akan mulus kembali. Bawang Merah Dan Madu Penghilang Batuk Jika anda terserang batuk yang membandel berikut ada cara tradisional untuk melenyapkan batuk dari tenggorokan anda. Caranya adalah ambil satu suing bawang merah setelah itu campurkan dengan satu sendok makan madu, aduk hingga rata dan minumlah tiga kali dalam sehari. Niscaya batuk yang membandel akan lenyap dari tenggorokan anda. Kapur Sirih Penghilang Bau Ketiak Untuk menghilangkan bau ketiak yang tidak sedap itu, ada cara murah dan tidak merepotkan. Asalkan anda mau dengan rajin melakukannya, maka setiap habis mandi pagi dan sore oleskan sedikit kapur sirih yang telah dicampur dengan air dan oleskan di ketiak anda. Maka, bau ketiak anda akan hilang dan anda terbebas dari rasa rendah diri dari pergaulan. Bila Bisul Akan Tumbuh Bila ditubuh anda akan tumbuh bisul maka bagian yang akan ditumbuhi bisul itu terasa sakit dan panas. Cobalah dengan cara sederhana ini. Tumbuklah sampai halus satu suing bawang putih. Tempelkan pada bisul tadi. Maka, bisul tidak jadi tumbuh keluar. Jika Sulit Buang Air Besar Jika anda sering mengalami kesulitan alam melakukan hajat besar kebelakang, berikut ada resep sederhana untuk melancarkan buang air besar. Caranya ambil 2 buah pisang kepok besar yang sudah tua, bakarlah dengan api kecil hingga pisang matang benar. Setelah itu dinginkan suam-suam kuku, makanlah sampai habis kedua pisang tadi maka anda akan merasakan khasiatnya buang air besar anda akan lancar. Semoga tips ini bermanfaat bagi anda. Menghilangkan Cacing Kremi Pada Anak Cacing kremi sangat mengganggu terutama pada anak-anak. Biasanya membuat anak tidak tenang karena duburnya sangat gatal. Untuk itu ada cara mengobatinya yang sederhana. Ambil minyak kelapa satu sendok makan panaskan diatas api hingga minyak tersebut hangat suam-suam kuku. Setelah itu ambil kapas, celupkan kapas kedalam minyak kelapa tadi hingga basah kemudian tempelkan pada lubang dubur anak. Biarkan lebih kurang 10 menit. Maka cacing kremi akan mati dengan sendirinya, dan anak akan kembali tdur dengan nyenyak. Khasiat Darah Kambing Untuk Gatal Eksim adalah sejenis penyakit yang menyebabkan bagian dari tubuh kita gatal. Biasanya penyakit ini menyerang diselasela jari tangan hingga jari kaki, terkadang juga menyerang sudut bibir. Memang tak mudah mengobatinya, tapi berikut adalah cara yang mujarab untuk menhilangkan penyakit tersebut, namun aturannya anda harus melakukan secara teratur. Caranya: Oleskan darah kambing segar ketempat penyakit gatal/eksim melanda. Biarkan hingga kering kemudian basuhlah maka penyakit tersebut akan lenyap dari tubuh anda. Obat Cacingan Anak Cacing memang senang berada di perut anak, dan ikut memakan sar makanan yang dimakan oleh anak kita. Walupun anak kita makan banyak tetap saja kurus, untuk melenyapkan cacaing perut tersebut tak sukar caranya. Gunakanlah resep

9

berikut ini, Campur air perasan wortel dengan santan kental, masing-masing berukuran 1 cangkir kemudian beri sedikit garam, aduk rata dan diminum. Lakukan hal ini berturut-turut selama 5 hari niscaya cacing perut akan lenyap dari perut anak. Lenyapkan Ambeien Sebelum Parah Jika anda telah merasakan ambeien menyerang tubuh anda, maka jangan tunggu hingga penyakit tersebut parah menyerang diri anda. Berikut adalah cara agar ambeien anda segera hilang sebelum parah menyerang tubuh. Caranya : ambil 3 helai daun salak dan rebuslah dengan air hingga mendidih, kemudian saring rebusan daun salak tersebut dan campur gula merah sedikit. Gunakan ramuan ini dua kali sehari, pagi dan malam, dan jangan lupa kerjakan dengan rutin maka penyakit tersebut akan lenyap dari tubuh anda sebelum ambeien anda parah. Kedelai Untuk Sakit Ginjal Kedelai merupakan tumbuhan yang memiliki gizi tinggi, selain dapat dipakai sebagai lauk pauk kedelai ternyata jug adapat menjadi obat untuk penderita penyakit ginjal. Caranya: Ambil 3 sendok makan kacang kedelai, kemudian rebus dengan 4 gelas air hingga mendidih hingga tersisa hanya 1 gelas saja. Minumlah tiap pagi air rebusan kedelai tersebut setiap habis bangun tidur dengan suhu hangat-hangat kuku. Maka niscaya penyakit ginjal anda akan lenyap asalkan anda minum rebusan ini dengan teratur. Menghilangkan bekas cacar air Jagung muda memang banyak sekali gunanya, selain lezat ditumis jagung muda ni ternyata juga mampu menjadi obat penghilang bekas cacar air. Caranya: parutlah jagung muda hingga halus, lalu gosokkan parutan jagung muda tersebut ke badan/ wajah yang terkena bintik cacar air yang telah mengering, lakukan hal ini secara rutin dan teratur, maka bekas cacar air akan lenyap dari tubuh anda. Jika Payudara Mengeras Ibu yang baru melahirkan, terkadang ada yang menderita sakit pada payudaranya. Badan menjadi demam dan payudara mengeras. Seandainya Anda mengalami hal seperti itu carilah sarang lebah tutuh (semacam lebah kecil dan panjang berwarna kebiruan bersarang di tanah liat di sudut-sudut rumah ) dicampur dengan air dan asam jawa, kemudian oleskan ramuan ini pada payudara yang sakit secara merata dan berulangkali. Sumber: http://suryadhie.blogspot.com ---------------Dampak dan Pencegahan Cacar Air Suara Pembaruan - Cacar air selalu saja membawa saya pada kenangan semasa kanak-kanak. Banyak orangtua pada waktu itu menganggap wajar-wajar saja bila anak terserang cacar air. Bahkan ada kecondongan agar anak-anaknya terserang cacar air ketimbang setelah dewasa. Pada orang dewasa gejala umum, seperti demam dan sebagainya memang lebih berat. Lagi pula pada waktu itu belum ditemukan vaksin cacar air. Baru dalam tahun 1970, Jepang berhasil membuat vaksinnya yang 4 tahun kemudian digunakan secara massal di Jepang dan Korea Selatan. Amerika bahkan baru memasukkannya dalam program imunisasi pada tahun 1995. Dewasa ini program imunisasi cacar air di negara-negara berkembang belum dimungkinkan. Kendalanya terletak pada keterbatasan anggaran, sehingga pencegahan penyakit menular lebih diutamakan terhadap penyakit-penyakit yang lebih berbahaya seperti: kolera, tifus, difteria dan sebagainya. Penyebab cacar air adalah varicella-zoster virus (VZV). Varicella berarti cacar kecil, sedangkan zoster berarti sabuk. Sepintas tampaknya predikat zoster kurang tepat, karena bintil-bintil berair yang sangat gatal, tersebar di seluruh tubuh dan tidak tersusun seperti sabuk. Sebutan zoster baru dapat dimaklumi bila kita melihat dampaknya pada usia lanjut. Sembuh Spontan Tidak ada obat khusus untuk cacar air, dan penyakit ini sembuh spontan dalam 7 hingga10 hari. Namun, sembuh bukan berarti VZV juga ikut kabur dari tubuh si pasien. VZV membentuk koloni dan mendekam dalam kumpulan sel-sel saraf perasa (ganglia). Bagaikan satwa yang tidur selama musim dingin, VZV tidak melakukan aksi apapun juga. Hal ini disebabkan VZV diberangus oleh antibodi yang dibentuk tubuh sewaktu terserang cacar air. Pada usia 60 tahun ke atas kadar antibodi tersebut menurun. Diperkirakan tekanan jiwa, kelelahan, radiasi dan obat anti kanker menjadi faktor-faktor penyebab kaburnya VZV dari sarangnya.

10

Namun, pengamatan klinis lebih mengarah pada usurnya usia sebagai penyebab utama. Statistik juga menunjukkan bahwa 50 persen dari mereka yang berusia di atas 80 tahun, kemungkinan besar mengalami serangan VZV gelombang kedua. Sungguhpun demikian, usia bukan lagi merupakan faktor bagi mereka yang mengidap AIDS, kanker, atau pasca pencangkokan organ. Pada kelompok ini, tanpa pandang usia kekebalan tubuh menurun secara drastis sehingga VZV mulai berulah lagi. Bahkan pada pengidap AIDS, risiko terserang zoster meningkat tujuh kali. Serangan VZV gelombang kedua diawali dengan demam dan rasa lelah. Gejala-gejala awal tersebut segera disusul dengan timbulnya bintil-bintil berair di atas dasar kulit yang me-merah. Berbeda dengan cacar air, bintil-bintil berair ini sangat nyeri dan terasa panas. Timbulnya juga tidak di seluruh tubuh, tetapi hanya pada bagian kulit yang disarafi oleh ganglia dari mana VZV itu kabur. Sesuai alur serat saraf yang diserang, bintil-bintil tersebut membentuk garis lengkung yang melilit separuh tubuh (hanya sesisi). Oleh karenanya, serangan kedua ini disebut: herpes zoster yang artinya sabuk dari bintil-bintil berair (selanjutnya disebut: zoster). Ganglia terdapat di sepanjang tulang belakang, sehingga zoster dapat timbul di semua permukaan tubuh. Bila zoster menyerang kedua sisi (bilateral) maka terbentuklah konfigurasi sabuk yang secara sempurna melingkari tubuh, namun zoster bilateral jarang terjadi. Anggapan bahwa zoster bilateral menimbulkan kematian adalah tahyul karena sama sekali tidak benar. Bahkan seperti cacar air, zoster sembuh secara spontan dan jarang sekali menyerang berulang kali atau mengancam jiwa. Zoster baru berbahaya bila menyerang selaput otak, namun kejadian ini pun amat langka. Salah satu komplikasi zoster adalah rasa nyeri yang menetap hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun setelah sembuh (post herpetic neuralgi/PHN) dan lebih sering terjadi pada usia 60 tahun ke atas, dan zoster yang menyerang mata (herpes zoster ophthalmicu/HZO). Pencegahannya Pengobatan terhadap zoster lebih bersifat simptomatis (mengurangi gejala-gejalanya) yaitu obat anti sakit, penenang dan kompres dingin yang mengandung antiseptik. Rasa nye-ri dapat dipersingkat dan PHN dapat dicegah bila obat antivirus (acyclovir) diberikan sedini mungkin (sekurang-kurangnya dalam 3 hari pertama). Perlu dimaklumi bah-wa bintil berair zoster mengandung virus. Karena itu, perawatan bintil yang pecah harus secermat mungkin untuk mencegah penularan. Hal yang perlu diwaspadai adalah bila zoster menyerang mata (HZO), oleh karena dapat menimbul- kan kebutaan. Gejala-gejala awal HZO adalah sakit kepala yang disertai mual-mual. Pasien dengan zoster pada wajah, terutama kelopak mata dan hidung, harus sesegera mungkin dibawa ke dokter. Dalam 24 jam pertama, dokter akan memberi obat anti virus untuk mencegah kebutaan. Secara medis pencegahan zoster dapat dilakukan dengan memberi vaksin varicella kepada mereka yang belum pernah terserang cacar air. Hasil penelitian di University of California, menunjukkan bahwa olah raga Tai Chi bukan saja menjaga keseimbangan serta kesegaran tubuh para lansia, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh, di mana pada gilirannya mampu pula mencegah terjadinya zoster (Journal of the American Geriatrics Society, Volume 55 Issue 4 pp 511-517, April 2007). Penulis adalah Alumnus Fakultas Kedokteran Unair, Berdomisili di Austin, Texas, USA [agnes] -------------------------18 Oktober 2008 Cacar Air Hampir semua kita pernah menderita cacar air. Penyakit yang sangat menular ini, cukup membuat penderitanya sengsara. Mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, sampai benjol seperti lepuh di kulit dan mukosa (misalnya mulut). Penyakit ini dapat mengenai siapa saja. Tetapi umumnya mengenai penderita usia di bawah 15 tahun. Paling sering antara umur 5 sampai 9 tahun.

11

Cacar air disebabkan oleh virus varisela zoster. Virus ini pada awalnya masuk ke dalam sistem pernapasan dan berkembang pada saluran napas bagian atas. Setelah itu, virus akan menuju kelenjar limfe dan memperbanyak diri di tempat ini. Sekitar 4-6 hari kemudian, virus akan menyebar ke limpa, hati, dan bagian tubuh lainnya. Selang seminggu, virus akan menyebar lagi ke seluruh tubuh lewat aliran darah, termasuk ke kulit dan menimbulkan benjolan kulit berisi cairan (vesikel). Virus juga akan masuk kembali ke sistem pernapasan dan melalui sistem ini menular ke orang lain. Beberapa hari kemudian, virus akan dibersihkan dari tubuh oleh sistem kekebalan tubuh. Penderita akan sehat kembali. Setelah itu, dia akan mempunyai kekebalan terhadap virus. Itulah sebabnya kebanyakan orang hanya menderita cacar air sekali seumur hidup. Tetapi pada beberapa orang lainnya, virus tidak hilang sama sekali. Virus tetap ada dalam tubuh, yaitu dalam keadaan "bertapa" (dorman) di dalam serabut saraf dekat sum-sum tulang belakang. Suatu saat, virus yang bertapa ini dapat aktif kembali, menimbulkan penyakit yang disebut herpes zoster. Penyakit ini ditandai oleh rasa kesemutan, gatal, dan nyeri yang diikuti oleh timbulnya benjolan merah dan lepuh. Dibandingkan cacar air, herpes zoster lebih sulit diobati. Gejala cacar air biasanya diawali oleh benjolan kecil berwarna merah dalam jumlah banyak. Kemudian menjadi benjolan yang berisi cairan bening. Selanjutnya, benjolan akan kempes dan akan terbentuk semacam kerak jaringan (krusta). Benjolan pada awalnya banyak tumbuh di dada, punggung, atau wajah. Kemudian akan menjalar ke bagian tubuh lainnya seperti kepala, mulut, hidung, telinga, dan daerah genital. Gejala lain yang timbul antara lain adalah demam, nyeri tenggorok, nyeri perut, sakit kepala. Gejala ini biasanya muncul sebelum timbul gejala kulit. Cacar air sangat menular. Awal penularan terjadi 2 hari sebelum munculnya gejala kulit. Penularan akan berakhir ketika benjolan kulit sudah mengalami perkerakan. Di Indonesia, vaksinasi cacar air belum terlalu lazim dilakukan. Vaksinasi biasanya diberikan pada anak umur 12 sampai 15 bulan. Untuk memperkuat kekebalan, vaksinasi hendaknya diulang di usia 4 sampai 6 tahun. Vaksinasi efektif mencegah 70%-80% kasus ringan, dan 95% kasus sedang berat. Untuk meringankan gejala yang timbul, beberapa tindakan yang perlu dilakukan adalah: Minum yang banyak Gunakan kompres dingin untuk meringankan gatal Jaga tubuh tetap kering Berikan makanan dingin dan lunak, karena benjolan di mulut dapat menyulitkan makan dan minum Hindari makan makanan yang asam dan asin, misalnya jeruk atau asinan Tidak boleh memecahkan benjolan atau menggaruk-garuknya, karena akan meninggalkan bekas jika telah sembuh Obat-obatan yang biasa diberikan adalah: Parasetamol, untuk meringankan demam dan nyeri Asiklovir, biasanya diberikan pada kasus yang berat atau yang diperikan akan mengalami komplikasi Antibiotik, tidak selalu diberikan kecuali ada infeksi sekunder Obat antigatal, dapat dibeli bebas di toko obat. Tetapi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter anda mengenai hal ini ------------------indosiar.com - Cacar air (varisela atau chickenpox) adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus varisela zoster. Penyakit ini hanya bisa muncul sekali seumur hidup jika kekebalannya terbentuk penuh. Penyakit ini bisa menghinggapi siapa saja, baik laki-laki atau perempuan, dewasa maupun kanak-kanak dan tidak mengenal musim. Perlu diwaspadai jika penyakit ini menyerang ibu yang sedang hamil. Ibu hamil termasuk dalam kelompok orang dewasa yang rentan terhadap penyakit ini, apabila di masa mudanya belum pernah mengalaminya. Bagi ibu hamil dengan usia kehamilan 1 hingga 3 bulan, memang bisa terjadi komplikasi terhadap janin bayi, seperti keguguran, kelahiran mati atau bayi terkena sindrom congenital varicella (infeksi pada janin kuartal pertama kehamilan) yang cukup berbahaya baik bagi sang janin maupun si ibu. Namun memang prevalensi ibu hamil penderita cacar air yang mendapat komplikasi ini masih rendah (sekitar 2 dari 100 kasus). Apa Itu Cacar Air Cacar air (varisela, chickenpox) adalah suatu infeksi virus menular, yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.

12

Penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui bendabenda yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa menularkan penyakitnya, mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita diisolasi (diasingkan). Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster. Gejala Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi. Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat. 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru. Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari. Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut. Kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata. Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. Anak-anak, biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal. Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah : - pneumonia karena virus - peradangan jantung - peradangan sendi - peradangan hati - infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa) - ensefalitis (infeksi otak). Pengobatan Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan lotion kalamin, antihistamin atau lainnya yang mengandung mentol atau fenol. Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya : - kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun - menjaga kebersihan tangan - kuku dipotong pendek - pakaian tetap kering dan bersih. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat anti-virus asiklovir. Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan aspirin. Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Asikloir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama. Obat anti-virus lainnya adalah vidarabin. Pencegahan Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.(berbagai sumber/Ijs) ---------------------------

13

Cacar Air cacar air kesehatan anak penyakit infeksi virus GraciaSun, 2007-07-22 01:12 Penyakit ini merupakan penyakit kulit yang cepat menular, timbulnya tiba-tiba dan paling sering terjadi pada anak-anak namun bisa juga mengenai orang dewasa. Penyakit ini timbul pada penderita yang daya tahan tubuhnya turun. Pada penderita yang memiliki daya tahan tubuh yang sehat, gejala yang ditimbulkan tidak separah dan berlangsung singkat dibandingkan dengan penderita dengan daya tahan tubuh yang buruk. Penyakit cacar air atau yang dikenal dengan varisela bisasanya ditandai dengan keluhan tubuh mendadak lemas, tak mau makan, demam, dan gatal-gatal. Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita, bisa juga melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit penderita atau secara tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh sairan lepuhan penderita. Masa inkubasi penyakit cacar air berlangsung 17-21 hari. Pada penderita muda, stadium sebelum muncul kelainan kulit muncul (prodormal) jarang dijumpai. Sedangkan pada anak-anak yang lebih besar dan pada penderita dewasa, kelainan kulit ini sering didahului stadium prodromal. Pada stadium prodromal banyak orang "terkecoh" dengan penyakit ini. Gejala tubuh lemas, demam, malas makan, mirip dengan gejala banyak penyakit lain seperti flu atau campak. Baru setelah muncul erupsi atau kelainan pada kulit, gejala khas penyakit cacar air mulai jelas. Gejala berikutnya timbul ruam-ruam merah pada awalnya dan kemudian beberapa jam kemudian timbul lepuhan. Bentuk lepuhan ini khas yaitu seperti tetesan embun (tear drops). Apabila kita diperhatikan, bentuk lepuhan ini rata, tidak ada lekukan di tengahnya (unumbilicated vesicle). Kalau ada lekukan di tengah lepuhan, biasanya bukan cacar air. Jadi, jika terlihat ada lepuhan, dan mulainya dari bagian tengah badan ke samping, didahului oleh gejala lemas, demam disertai napsu makan menurun, maka kita sudah harus memikirkan kemungkinan anak terkena cacar air. Apalagi jika sekitar 2 minggu sebelumnya ada kontak dengan penderita cacar air. Bintik bintik ini dapat mengenai kulit dan mukosa yaitu bisa mengenai badan, muka dan bagian tubuh yang lain. Jika lepuhan ini digaruk, maka ia akan pecah dan terbuka. Akibatnya, kulit tidak lagi mempunyai perlindungan dan bisa kemasukan bakteri. Misalnya, jika mandi dengan air yang tidak bersih maka akan terjadi infeksi sekunder akibat bakteri. Kalau infeksi seperti ini terjadi, berarti penyakit virus cacar air akan ditambah dengan penyakit bakteri kulit. Penyembuhannya pun tidak lagi primer dan biasanya akan mengakibatkan terbentuknya jaringan ikat (scar) yang akan meninggalkan bekas. Hal ini yang mungkin dulu menyebabkan orang tua melarang anaknya yang kena cacar air untuk mandi. Penularan cacar air sebetulnya sudah dimulai sebelum timbulnya kelainan kulit yaitu pada masa inkubasi dimana 24 jam sebelum erupsi sudah menulari. Selama itu, ia akan menulari terus. Jadi, jangan dianggap kalau sudah sembuh tidak menularkan. Menurut penelitian, sekitar 12 hari setelah sembuh, baru aman. Tapi agar lebih aman, sebaiknya 3 minggu setelah sembuh jangan melakukan kontak, supaya tidak tertular atau menularkan.

Komplikasi penyakit ini pada anak-anak umumnya jarang timbul dan lebih sering pada orang dewasa yang dapat mengenai otak (ensefalitis), paru-paru (pneumonia), ginjal (glomerulonefritis), jantung (karditis), hati (hepatitis), bahkan kematian jika kondisi daya tahan tubuh penderita sangat buruk. Infeksi yang timbul pada trisemester pertama kehamilan dapat menimbulkan kelainan bawaan. Pengobatan Tidak ada terapi yang spesifik untuk cacar air. Apabila demam dapat diberikan obat penurun panas. Untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikab bedak yang ditambah dengan zat anti gatal (mengandung mentol, kamfora). Bedak ini selain mengurangi rasa gatal juga mencegah pecahnya lepuhan secara dini. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika. Siapapun yang belum terkena penyakit ini, akan terjangkit. Sedangkan siapapun yang sudah terkena penyakit ini dianggap kebal dan tidak memerlukan vaksin. Lama perlindungan dari vaksin ini belum dapat diketahui dengan pasti, meskipun demikian vaksinasi ulangan dapat diberikan setelah 4-6 tahun. Program Imunisasi Nasional memberikan imunisasi secara gratis bagi bayi yang berusia 18 bulan yang belum pernah menderita infeksi cacar air sebelumnya dan dosis ketinggalan untuk anak remaja di kelas 7 sekolah menengah yang juga belum pernah menderita cacar air dan divaksinasi sebelumnya. Dengan perawatan yang teliti dan memperhatikan higiene memberikan hasil yang baik dan jaringan parut yang timbul sangat sedikit. (Gracia Dewi) ---------------------

14

Pediatrics Chickenpox The Chickenpox Vaccine Since 1995, a chickenpox vaccine has been available for children 12 months of age and older. Adolescents and adults who have never had chickenpox can also get the vaccine. The vaccine has proven very effective in preventing severe chickenpox. The CDC Advisory Committee on Immunization Practices, the American Academy of Pediatrics, and the American Academy of Family Physicians recommend that all children be vaccinated for chickenpox. Many states now require vaccination prior to entry into preschool or public schools. What is chickenpox? Chickenpox is a highly contagious disease, usually associated with childhood. By adulthood, more than 90 percent of Americans have had chickenpox. The disease is caused by the varicella-zoster virus (VZV). Transmission occurs from person-to-person by direct contact or through the air. Until 1995, chickenpox infection was a common occurrence, and almost everyone had been infected by the time he or she reached adulthood. However, the introduction of the chickenpox vaccine in 1995 has caused a decline in the incidence of chickenpox in all ages, particularly in ages one through four years. What are the symptoms of chickenpox? Symptoms are usually mild among children, but may be life threatening to adults and people with impaired immune systems. The following are the most common symptoms of chickenpox. However, each child may experience symptoms differently. Symptoms may include: fatigue and irritability one to two days before the rash begins itchy rash on the trunk, face, under the armpits, on the upper arms and legs, and inside the mouth feeling ill decreased appetite The symptoms of chickenpox may resemble other skin problems. Always consult your child's physician for a diagnosis. How is chickenpox spread? Once exposed, the incubation period is typically 14 to 16 days, but it may take as few as 10 and as many as 21 for the chickenpox to develop. Chickenpox is contagious for one to two days before the appearance of the rash and until the blisters have dried and become scabs. The blisters usually dry and become scabs within four to five days of the onset of the rash. Children should stay home and away from other children until all of the blisters have scabbed over. Family members who have never had chickenpox have a 90 percent chance of becoming infected when another family member in the household is infected. How is chickenpox diagnosed? The rash of chickenpox is unique and therefore the diagnosis can usually be made on the appearance of the rash and a history of exposure. Treatment for chickenpox: Specific treatment for chickenpox will be determined by your child's physician based on: your child's age, overall health, and medical history extent of the condition your child's tolerance for specific medications, procedures, or therapies expectations for the course of the condition your opinion or preference Treatment for chickenpox may include: Aspirin and the Risk of Reye Syndrome in Children Do not give aspirin to a child without first contacting the child's physician. Aspirin, when given as treatment for children, has been associated with Reye syndrome, a potentially serious or deadly disorder in children. Therefore, pediatricians and other healthcare providers recommend that aspirin (or any medication that contains aspirin) not be used to treat any viral illnesses in children. acetaminophen or ibuprofen for fever (DO NOT GIVE ASPIRIN) antibiotics for treating bacterial infections calamine lotion (to relieve itching) antiviral drugs (for severe cases) bed rest increased fluid intake (to prevent dehydration) cool baths with baking soda or Aveeno (to relieve itching)

15

Children should not scratch the blisters, as this could lead to secondary bacterial infections. Keep your child's fingernails short to decrease the likelihood of scratching. Immunity from chickenpox: Most individuals who have had chickenpox will be immune to the disease for the rest of their lives. However, the virus remains dormant in nerve tissue and may reactivate, resulting in herpes zoster (shingles) later in life. Sometimes, a second case of chickenpox does occur. Blood tests can confirm immunity to chickenpox in people who are unsure if they have had the disease. What complications are commonly associated with chickenpox? Complications can occur from chickenpox. Those most susceptible to severe cases of chickenpox are adults and people with impaired immune systems. Complications may include: secondary bacterial infections pneumonia encephalitis (inflammation of the brain) cerebellar ataxia (defective muscular coordination) transverse myelitis (inflammation along the spinal cord) Reye syndrome (a serious condition which may affect all major systems or organs) death --------------------What is chickenpox? Chickenpox is a very contagious viral infection that usually runs its course without any problems in childhood. Chickenpox is a highly contagious illness that is common in children. It causes an itching skin rash with blisters. The disease is caused by the varicella-zoster virus and usually runs its course without problems. How do you catch chickenpox? The viral infection is transferred from one person to another through direct contact with the broken chickenpox blisters and through airborne droplets. The infectious period lasts from about three days before the rash appears until all the blisters have formed scabs. The incubation period between being infected with chickenpox until the disease breaks out and symptoms appear is 10 to 20 days. What are the symptoms of chickenpox? A rash that usually begins on the body and face and later often spreads to the scalp and limbs. It may also spread to the mucous membranes especially in the mouth and on the genitals. The rash is often itchy. It begins as small red spots which develop into blisters in a couple of hours. After one or two days, the blisters turn into scabs. New blisters may appear after three to six days. The number of blisters differs greatly from one person to another. The infected person may run a temperature. These symptoms are mild in young children. Chickenpox lasts 7 to 10 days in children and longer in adults. Adults can feel very ill and take longer to recover. They are also more likely than children to suffer complications. Who is at risk of complications?

16

Pregnant women who have not had chickenpox. People with a weak immune system, such as those with acute or chronic leukaemia or HIV. Patients taking medicine to suppress their immune system, such as long-term oral corticosteroids. Those in the at-risk group who are exposed to the varicella-zoster virus can be given an injection of varicella-zosterimmunoglobin to boost their immunity. In some countries, vaccination against chickenpox is available. How does the doctor make a diagnosis? The diagnosis is made by observing the symptoms and the typical appearance of the rash. How is chickenpox treated? The treatment mostly consists of easing the symptoms. Remember that an infected person will be contagious until new blisters have stopped appearing and until all the blisters have scabs. They should stay at home while they are infectious. Avoid scratching the blisters because of the risk of infection. Cut the nails short or make the patient wear gloves. Pay attention to personal hygiene. Calamine lotion will help to relieve the itching. Keep the patient in cold surroundings, as heat and sweat may make the itching worse. In attacks of chickenpox where the itching is so serious that the child's sleep is totally disturbed, antihistamine medicines with a heavily sedative effect can be used. Antihistamines are medicines for allergic reactions, motion sickness or insomnia . In serious cases of chickenpox in people with a weak immune system, aciclovir (eg Zovirax tablets/suspension), which works specifically against chickenpox, can be used. Which complications might arise? Bacteria may infect the blisters. Occasionally scars may remain at the site of the blisters. Conjunctivitis. Pneumonia. In very rare cases, chickenpox can result in complications such as meningitis, encephalitis, inflammation of the heart (myocarditis) or Reye's syndrome. Future prospects Once a person has had chickenpox, they will have immunity to the disease for the rest of their life. However, the virus may return later in life as shingles. A person who has active shingles can infect others with chickenpox, but cannot give shingles to someone else.

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->