P. 1
PEMBAHASAN Unsur Protein

PEMBAHASAN Unsur Protein

|Views: 2,208|Likes:

More info:

Published by: manajemen agribisnis on Sep 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

PEMBAHASAN Pada percobaan ini digunakan albumin sebagai sumber protein, albumin bayak terdapat dalam bahan makanan

. Berdasarkan hasil percobaan pertama dihasilkan aroma rambut terbakar dan perubahan warna albumin menjadi warna hitam. Hal ini menunjukan bahwa dalam albumin terdapat unsur karbon yang menyusun protein. Selain terbentuk warna hitamjuga terjadi kondensasi yaitu terdapat uap air pada dinding tabung reaksi. Hal ini menunjukan bahwa adanya unsur oksigen (O) dan hidrogen (H) yang menyusun protein. Komposisi rata – rata unsur kimia yang terdapat dalam protein adalah karbon 50%, hidrogen 7%, oksigen 16%, belerang 0 – 3% dan fosfor 0 – 3%. Percobaan kedua pemanasan albumin dengan palet NaOH memberikan perubahan warna yaitu menjadi warna coklat dan aroma protein yang terdenaturasi tersebut seperti rambut yang terbakar. Denaturasi merupakan protein yang susunan ruang atau rantai polipeptida suatu molekul berubah. Denaturasi juga bisa diartikan suatu perubahan atau modifikasi terhadap stuktur sekunder, tersier, dan kuartener terhadap molekul protein, tanpa terjadinya pemecahan ikatan – ikatan kovalen (Winarno,1997). Mulut tabung yang ditutup oleh kertas lakmus merah merubah warna kertas lakmus menjadi biru. Hal ini menunjukan adanya kandungan basa pada protein tersebut, kandungan basa pada protein terdapat di gugus amina yang terdapat di stuktur asam amino. Hal ini juga menunjukan adanya unsur oksigen (O), hidrogen (H) dan nitrogen (N). Penambahan Pb-asetat pada larutan albumin dengan NaOH 10% membentuk endapan hitam dan bau yang khas. Hal ini menunjukan adanya unsur belerang S yang terkandung di dalam albumin. Reaksi : S2- + Pb2+ PbS Hitam Penambahan HCl pekat pada larutan albumin + NaOH 10% + Pb-asetat merubah endapan warna hitam menjadi endapan warna putih. Tetapi endapan putih ini cepat larut kembali dengan adanya HCl pekat yang berlebih. Endapan putih dalam larutan asam klorida pekat atau kalium klorida pekan akan

membentuk larutan ion tetrakloroplumbat (II). Bau yang tercium adalah bau khas dari H2S yang terbebaskan. Reaksi : PbS + HCl(p) PbCl2 + 2ClPbCl2 Putih [ PbCl4]2Ion tetrakloroplumbat (II) Protein dalam bahan makanan yang dikonsumsi manusia akan diserap oleh usus dalam bentuk asam amino. Kadang – kadang beberapa asam amino yang merupakan peptida dan molekul protein kecil dapat juga diserap melalui dinding usus, masuk ke dalam pembuluh darah. Hal semacam inilah yang akan menimbulkan reaksi – reaksi alergik dalam tubuh yang sering kali timbul pada orang yang makan bahan makanan mengandung protein seperti susu, ikan laut, udang, telur, dan sebagainya. Di dalam tubuh pun terjadi sistensis protein baru untuk mengganti yang lama. Semuanya akan dipecahkan dan diganti dengan yang baru dengan laju yang berbeda – beda tergantung jenis dan keperluannya dalam tubuh. + H2S

KESIMPULAN Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa albumin yang diuji mengandung unsur – unsur C, H, O, N dan S yang dimiliki protein dengan menunjukan hasil positif disetiap pengujian. DAFTAR PUSTAKA Girindra, Aisjah. 1993. Biokimia I. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar – dasar Biokimia. Jakarta : UI – Press. Winarno, F.G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->