Pembuatan pakan ternak

1. SEJARAH SINGKAT

Ternak-ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga/diambil hasilnya dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani. Agarternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakanmemiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untukmempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagiternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam jumlah cukup. Pakan yang seringdiberikan pada ternak kerja antara lain berupa: hijauan dan konsentrat (makanan penguat). 2. SENTRA PAKAN TERNAK Selama ini produksi pakan ikan alami dilakukan oleh pengusaha ikan/udangdalam satu unit pembenihan, atau oleh Balai Budidaya milik Sementara ini sentra produksi pakan ikan buatan berada di Jawa. 3. JENIS 1) Hijauan Segar Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuksegar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daundaunan yang berasal darirumput-rumputan, tanaman biji- bijian/jenis kacang-kacangan. Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperolehkarena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis meskipun seringdipotong/disengut langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/pengelolaternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati danfruktosa yang berperan dalam menghasilkan energi. a. Rumput-rumputan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumputSetaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput (Brachiaria pembenihan Pemerintah.

sangat

bungkil kelapa. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami.centro (Centrocema pubescens). hay dan kulit biji kacang-kacangan). daun petai cina dll. Kelompok serealia/biji-bijian (jagung. b. 2) Jerami dan hijauan kering Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yangsudah dipotong dan dikeringkan. 3) Silase Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan. daun turi. MANFAAT 1) Sumber energi Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan proteinkasarnya kurang dari 20%. Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok: dibedakan . 2) Sumber protein Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman). Daun-daunan: daun nangka. Kelompok umbi (ketela rambat. daun pisang. garam dan mineral. bahan pakan sumber energi menjadi empat kelompok.lapangan yang tumbuh secara liar. gandum. stylo (Sty-losantes guyanensis). Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan) c. 4) Konsentrat (pakan penguat) Contoh: dedak padi. rumput benggala dan rumput setaria). Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain. Pueraria phaseoloides. ketela pohon dan hasil sampingannya) d. c. sorgum) b. Kacang-kacangan: lamtoro (Leucaena leucocephala). Berdasarkanjenisnya. dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah. 4. yaitu: a. jagung giling.

5. baik yang berasal dari tanaman maupun hewan.mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasitergantung pada tingkat pemanenan. sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur. umur.a. 3) Sumber vitamin dan mineral Hampir semua bahan pakan ternak.2. misalnya premix. Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National ResearchCouncil) mengenai standardisasi kebutuhan ternak terhadap pakan dinyatakan denganangka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. penyimpanan.oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya. gamal dan sentero c. pengolahan. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak. dewasa. Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka. Ca2PO4 dan beberapa mineral. kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka. bunting. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam. 5. umur. Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan. fase(pertumbuhan. KebutuhanPakan Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi. daun pisang. misalnya lamtoro. ganggang dan bungkil) b.1. PEDOMAN TEKNIS PEMBUATAN/PENGOLAHAN 5. yang akandipenuhi oleh bahan-bahan pakan yang sesuai/bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh di lapangan. jenis dan bagian-bagiannya (biji. tepung tulang dan sebagainya). Konsumsi Pakan . Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan. menyusui). turi kaliandra. daun ketela rambat. kapur. Rekomendasi tersebut dapat digunakansebagai patokan untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak ruminansia.setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula. daun dan batang). Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagaicampuran pakan. kondisi tubuh (normal.

bulu). pahit). baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Pengaturan panas tubuh dan pembuangannyapada keadaan kelebihan panas dilakukan ternak dengan cara radiasi. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya. Sebaliknya. keadaanpenutup tubuh (kulit. Padaternak ruminansia. asin. tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan. Kemudian sejalan dengan pertumbuhan. konveksi dan evaporasi. manis. mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kebutuhannya untukmencukupi hidup pokok. Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya. maka akan terjadi pula perubahankonsumsi pakannya.pada temperatur lingkungan yang lebih rendah. a) Temperatur Lingkungan Ternak ruminansia dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya. ternak akan membutuhkan pakan karena ternak membutuhkan tambahan panas. perkembangan kondisi serta tingkat produksi yang dihasilkannya. rasa (hambar. Konsumsi pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikantemperatur lingkungan. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak.Ternak ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan sakit/sedang berproduksi). bobot badan. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi. umur. Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu sendiri). tekstur dantemperaturnya. konsumsi pakannya pun akan meningkat pula. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya. sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. c) Selera Selera sangat bersifat internal. konduksi. Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada asin/pahit. tingkat kegemukan. bau. selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. b) Palatabilitas Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan olehorganoleptiknya seperti kenampakan. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi mengandung . maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan panas.

Meskipun demikian. kemudian dikonversikanmenjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh ternak tersebut.75 Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0. d) Status fisiologi Status fisiologi ternak ruminansia seperti umur.75 h) Produksi meningkatkan berat yang . rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong menjadi partikel yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula: Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661 Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara badan dengan nilai 0. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan. kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan ternak yang sangat bervariasi. Makin tinggi bobot tubuh. Sebaliknya. Hal ini berkaitan erat dengan ukuranpartikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna. maka jumlahkonsumsinya akan menurun. Berat badan ternak dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam hal ini. konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi dikandung pakan rendah. Oleh karena itu. g) Bobot Tubuh Bobot tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. e) Konsentrasi Nutrisi Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasienergi yang terkandung di dalam pakan. f) Bentuk Pakan Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet ataudipotong) daripada hijauan yang diberikan seutuhnya. Hal inidapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalikdengan tingkat konsumsinya. Dalam praktek di lapangan.ini dengan cara mengkonsumsi pakan. makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. berat badan ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkardadanya. kondisi tubuh (misalnyabunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya. jenis kelamin. kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan ternak itu sendiri.

mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinyasangat bervariasi. Analisis itu dikenal dengan istilah “analisis proksimat”. air susu (ternak perah).bahan yang digunakan dan luas areal yang tersedia. 5. Makin tinggi produkyang dihasilkan. KandunganNutrisi PakanTernak Setiap bahan pakan atau pakan ternak. Fench Silo: silo yang bentuknya menyerupai pagar atau sekat yang terbuat dari bambu atau kayu. 2) Cara Memformulasi Pakan . mineral. lemak. b. Unsur-unsur nutrisi tersebut dapat diketahui melalui proses analisis terhadap bahan pakan yang dilakukan di laboratorium. e. Beberapa silo yang sudah dikenal adalah: a. Tower Silo: silo yang dirancang membentuk sebuah menara menjulang ke atas yang bagian atasnya tertutup rapat. setiap unsur nutrisi berperansesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. baik yang sengaja kita berikan kepada ternakmaupun yang diperolehnya sendiri. makin tinggi pula kebutuhannya terhadap pakan. macam dan keadaan bahan pakan tersebut yangsecara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Peralatan Pembuatan Pakan Ternak 1) Macam-Macam Silo Silo dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk tergantung pada lokasi. Box Silo: silo yang rancangannya berbentuk seperti kotak. produksi dapat berupa pertambahan berat badan (ternak potong). Apabila jumlah pakanyang dikonsumsi (disediakan) lebih rendah daripada kebutuhannya. c. 5.4. Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air. d. tergantung pada jenis. kapasitas. Pit Silo: silo yang dirancang berbentuk silindris (seperti sumur) dan di bangun di dalam tanah. protein. karbohidrat dan vitamin. tenaga (ternak kerja) atau kulit dan bulu/wol. ternak akan kehilanganberat badannya (terutama selama masa puncak produksi) di samping performansi produksinya tidak optimal. Trech Silo: silo yang dibangun berupa parit dengan struktur membentuk huruf V. Setelah dikonsumsi oleh ternak.Ternak ruminansia.3.

8 gram%BK. kebutuhan pakannya dapat diformulasikan dengan suatu metode.04/1480 X 100% = .02 Mcal. ME=3. Bungkil kelapa: Bahan Kering=86%.4 Kg. Mineral=5 kg.04 kg atau 557. Sehingga jumlah Bahan Kering=7.106. Mineral=6. Protein=44.5 gram%BK Rumput gajah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan kering sebanyak 80%= 80/100X7.4 kg = 5. ME=2.3 gram%BK c.Dalam memformulasikan penyusunan ransum atau pakan.5%. Rumput gajah: Bahan Kering=16%. ME=2. Maka kandungan protein yang sudah dapat dipenuhi rumput adalah: sebanyak = 1.9 gram%BK. Protein=663.92 kg = 106.6 gram%BK. Protein=18.6 gram. Sebagai contoh kebutuhan nutrisi dalam penyusunan ransum bagi sapi perah adalah sebagai berikut : Sapi perah betina muda berat 350 kg.56) gram = 557.4 . Kekurangan: Bahan kering = 7. Protein=1. Mineral=42 gram.33 Mcal. ME=0. ME=13 Mcal.8/100 X 5.4 kg.02 kg. Laktasi I: Bahan Kering=1. b. mineral=37 kg.56 gram protein. perlu menggunakan Tabel Patokan Kebutuhan Nutrisi. Protein=570 gram.6 gram. ME=15.48 kg Protein = (663. Kebutuhan hidup pokok dan reproduksi: Bahan Kering=6. Dari kebutuhan nutrisi tersebut.0 Kg.92 kg BK.5 gram%BK b.44 Mcal.6 . membutuhkan pakan dengan kandungan nutrisi sebagai berikut: a. satu setengah bulan menjelang beranak(melahirkanpada umur 36 bulan). Rumput Kedele: Bahan Kering=93.86 Mcal. Misalnya bahan-bahan pakan yang tersedia adalah: a.5. Mineral=5. Protein=93. c.92 kg = 1. Mineral=2.

meningkatkan daya cerna dan memperpanjangmasa simpan.41 X 100/86 kg = 0.3 X 1.04/26. Beberapa teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan di lapangan adalah: a) Pembuatan Hay Hay adalah tanaman hijauan pakan ternak.07 kg BK. Bungkil kelapa akan memenuhi kekurangan tersebut sejumlah: 7. Banyak teknik pengolahan telah dilakukan di negara-negara beriklim subtropis dan tropis.41 kg BK.5 kg = 1.48 kg = 0.Pengolahan secara kimiawi (dengan menambah beberapa bahan kimia pada bahan pakanagar dinding sel tanaman yang semula berstruktur sangat keras berubah menjadi lunaksehingga memudahkan mikroba yang hidup di dalam rumen untuk mencernanya. yang Pengolahan bahan pakan yang dilakukan secara fisik (pemotongan rumput sebelum diberikan pada ternak) akan memberi kemudahan bagi ternak yang mengkonsumsinya.92 X 100/16 kg = 37 kg Bungkil kedelai = 1.akan tetapi sering menyebabkan pakan menjadi tidak ekonomis dan masih memerlukanteknik-teknik untuk memodifikasinya. berupa rumputrumputan/leguminosa yangdisimpan dalam bentuk kering berkadar air: 20-30%.37.07 X 100/93. Jadi. Bungkil kedelai akan memenuhi kekurangan tersebut sejumlah: 19.26/26.64%. . 3) Teknologi Pakan Teknologi pakan ternak ruminansia meliputi kegiatan pengolahan bahan pakan yangbertujuan meningkatkan kualitas nutrisi. jumlah bahan pakan segar yang dibutuhkan untuk memenuhi dengan kondisi tersebut di atas adalah: kebutuhan ternak Rumput gajah = 5.48 kg.48 kg = 1. terutama dalam penerapannya di tingkat peternak.3 X 1.14 kg Bungkil kelapa = 0. Sering juga dilakukan dengan tujuan untuk mengubah limbah pertanian yangkurang berguna menjadi produk berdaya guna.

Setiap hari hamparan di balik-balik hingga kering. mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udara. menghasilkan kualitas yang sangatbaik. Prinsip utama pembuatan silase: 1. Tujuan khusus pembuatan Hay adalah agar tanaman hijauan(pada waktu panen yang berlebihan) dapat disimpan untuk jangka waktu tertentusehingga dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.. serat kasar dan kandungan air optimal). menahan aktivitas enzim dan bakteri pembusuk. Hay yang dibuat dengan cara ini biasanya memiliki kadar air: 20 . Pembuatan silase pada temperatur 27-35 derajat C. Ada 2 metode pembuatan Hay yang dapat diterapkan yaitu: 1) Metode Hamparan Merupakan metode sederhana. 2.30%(tanda: warna kecoklatcoklatan). sebab tanaman yang seragam akan memilik dayacerna yang lebih tinggi. 3. sehingga hayyang diperoleh tidak berjamur (tidak berwarna akan menyebabkan turunnya palatabilitas dan kualitas. 2) Metode Pod Dilakukan dengan menggunakan semacam rak sebagai tempat menyimpan hijauan yang telah dijemur selama 1 . yakni: atau “gosong”) yang . Hijauan yang akan diolah harus dipanen saat menjelang berbunga (berkadar protein tinggi. Hal tersebut dapat diketahui secara organoleptik.Pembuatan Hay bertujuan untuk menyeragamkan waktu panen agar tidak mengganggu pertumbuhan pada periode berikutnya. dilakukan dengan cara meghamparkan hijauan yang sudahdipotong di lapangan terbuka di bawah sinar matahari.3 hari (kadar air ± 50%). menghentikan pernafasan dan penguapan sel-sel tanaman. b) Pembuatan Silase Silase adalah bahan pakan ternak berupa hijauan (rumput-rumputan leguminosa)yang disimpan dalam bentuk segar mengalami proses ensilase. Pembuatan silase bertujuanmengatasi kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidakmungkin dilakukan.

Bahan campuran dapat berupa: asam-asam organik (asamformiat. berwarna kehijau-hijauan 3.1. menir /onggok dengan dosis per ton hijauan sebagai berikut: . molases/tetes. disukai ternak 5. asam sulfat.garam : 30kg . tidak menggumpal Beberapa metode dalam pembuatan silase: 1. garam.Dimasukkan kedalam lubang galian (silo) beralas plastik . asam propionat).Hijauan dipotong-potong dahulu. meningkatkan tekananosmosis sel-sel hijauan.menir: 35kg .asam organik: 4-6kg . tidak berjamur 6. mencegah tumbuh jamur dan bakteri pembusuk.dedak padi: 40kg . Metode Pencampuran Hijauan dicampur bahan lain dahulu sebelum dipadatkan (bertujuan untuk mempercepatfermentasi. ukuran 3-5 cm . tidak berbau 4.Tumpukan hijauan dipadatkan (diinjak-injak) .molases/tetes: 40kg .onggok: 30kg . dedak padi.Tutup dengan plastik dan tanah 2. mempunyai tekstur segar 2. asam klorida. Metode Pemotongan .

hidroksida (KOH) atau urea (CO(NH2) 2.Pemberian bahan tambahan tersebut harus dilakukan secara merata ke seluruh hijauanyang akan diproses. Dalamproporsi tertentu mempunyai dampak positif terhadap peningkatan konsumsi serat kasar dan daya cerna.25X46%). Proses Pembuatan Dilakukan dalam suasana hangat dan bertahap : . . sodium ditambahkan cukup tinggi Urea merupakan bahan pakan sumber nitrogen yang dapat difermentasi. d) Pakan Pemacu Merupakan sejenis pakan yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan dan peningkatanpopulasi mikroba di dalam rumen. Jumlah urea yang diperlukan dalam proses amoniasi: 4 kg/100 kgjerami. 3.Lakukan seperti metode pemotongan c) Amoniasi Amoniasi merupakan proses perlakuan terhadap bahan pakan limbah pertanian (jerami)dengan penambahan bahan kimia: kaustik soda (NaOH). 1. Apabila menggunakan molases/tetes lakukan secara bertahap dengan perbandingan 2 bagian pada tumpukan hijauan di lapisan bawah. .50%. Molases sebagai bahan dasar pakan pemacu merupakan bahan pakan yang dapatdifermentasi dan mengandung beberapa mineral penting. 3 bagian pada lapisan tengah dan 5 bagian pada lapisan atas agar terjadi pencampuran yang merata. mengandung energi sehingga dapat meningkatkan palatabilitas serta citarasa. Proses amoniasi dapat menggunakan urea sebagai bahan kimia agar biayanya murah sertauntuk menghindari polusi. sehingga dapat merangsang penambahan jumlahkonsumsi serat kasar yang akan meningkatkan produksi.Molases (29% dari total formula) dipanaskan pada suhu ± 50 derajat C. Dapat memperbaiki formulamenjadi lebih kompak. Metode Pelayuan . Bahan lain yang yaitu : air sebagai pelarut (1 liter air/1 kg jerami). Setiap kilogram urea mempunyai nilai yang setara dengan 2.88 kg protein kasar (6.Hijauan dilayukan dahulu selama 2 hari (kandungan bahan kering 40% .

II.5%. bungkil kedelai 13%). sumber protein jenis bungkil.Buat campuran III (tepung tulang 5% dan mineral 1%). .Masukkan campuran IV sedikit sedikit ke dalam molases. dedak padi 18%. .Mudah dicerna.Buat campuran IV dari campuran I. kapur 4%. Jumlah dan Metode Pemberian Pemberian pakan pamacu dapat meningkatkan konsentrasi amonia dalam rumen dari (60100) mgr/liter menjadi 150-250 mgr/liter. karena terbuat dari campuran beberapa bahan pakan sumber energi (biji-bijian. diaduk hingga merata (±15 menit). 2. Pemberian pakan pemacu sangatcocok bagi ternak ruminansia yang digembalakan dan diberi sisa tanaman pangan sepertijerami atau bahan pakan berkadar protein rendah. e) Pakan Penguat Pakan penguat atau konsentrat yang berbentuk seperti tepung adalah sejenis pakan komplet yang dibuat khusus untuk meningkatkan produksi dan berperan sebagai penguat. vitamin dan mineral).. . 3. . garam 9%). . pakan pamacu yang dibuat dengan formulasi tersebut mempunyainilai nutrisi sebagai berikut: Energi 1856 Kcal. Untuk ternak ruminansia besar (sapi) 2 gram untuk setiap berat badan dan 3. kacang-kacangan. kalsium 2. Ketersediaan Harga Satuan Bahan Pakan .Buat campuran I (tapioka 16%. III yang diaduk merata.Buat campuran II (urea: 5%. Kualitas Nutrisi Hasil analisis proksimat. Jumlah pemberian pakan pemacu disesuaikandengan jenis dan berat badan ternak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pakan penguat: 1. Untuk ternak ruminansia kecil (domba/kambing)maksimum 4 gram untuk setiap berat badan.Simpan di tempat teduh dan kering. .83% dan fosfor 0.8 gram untuk kerbau.Masukkan dalam mangkok/cetakan kayu beralas plastik dan padatkan. protein 24%.

Tentukan sebanyak 18% bahan pakan yang mempunyai kandungan protein lebih tinggidaripada kandungan protein pakan penguat. . .Tentukan standar kualitas nutrisi pakan penguat yang akan dibuat. dilakukan pada form formulasi.Jumlahkan (% bahan. dengan harga bervariasi. . tetapi harga per unit proteinnya paling murah. 3. sumber vitamin dan . sehingga keseragaman harga per unit nutrisi (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih dahulu. harga per unit berat. 2. setiap Kg pakan penguat harus mengandung minimal 2500 Kcal energi dan 17% protein. metode aljabar. serat kasar 12%.Tentukan sebanyak 2% (pada kolom %) bahan pakan sebagai mineral. Metode dan Teknik Pembuatan Metode formulasi untuk pakan penguat adalah metode simultan. metode konstan kontrol. potein). Prosedur Memformulasi . metode segiempat bertingkat.Lakukan pengecekan kualitas dengan membandingkan kualitas nutrisi %0% formula dengan kualitas nutrisi 50% pakan penguat. metode ekuasi atau metode grafik. . 4. % protein dan harganya).Beberapa bahan pakan mudah diperoleh di suatu daerah. maka 50% formula sudah diperoleh. kandungan nutrisinya (energi. sedang di beberapa daerah lain sulit didapat. . Standar kualitas Pakan Penguat Kualitas pakan penguat dinyatakan dengan nilai nutrisi yang dikandungnya terutamakandungan energi dan potein. Sebagai pedoman.Buat daftar bahan pakan yang akan digunakan.Memformulasi. Kcal energi. . harga per unit energi dan harga per unit protein. Harga perunit bahan pakan sangat berbeda antarasatu daerah dan daerah lain. . tetapi harga per unit energinya yang paling murah (dapat digunakan lebih dari 1 macam bahan pakan).Tentukan sebanyak 30% bahan pakan yang mempunyai kandungan energi lebih tinggi daripada kandungan energi pakan penguat.

3 Maret 1992. Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA Pakan mengambil 70% dari total biaya produksi peternakan. Kerbau. 21 Juni 1990. 6 Juni 1991. 15 September 1992. 3) Suara Karya. 2 Juni 1992. 7. Penyediaan & Pengelolaan Pakan ternak Ruminansia (Sapi. 19 Januari 1993.R. 7) Neraca. 4) Neraca. Domba. 11) Kedaulatan Rakyat. 1 Juli 1991. 9) Neraca. 20 juli 1990.6. 5) Suara Karya. (1997). 21 Mei 1990. 6) Suara Karya. Silase. Memanfaatkan Sisa Pakan. Selain dari pada itu telah banyak dilakukan penelitian terapan dibidang pakan blokyang sangat mungkin dikembangkan. Yogyakarta. Mengenal Pakan Ternak Jenis Unggul. 10) Suara Karya. DAFTAR PUSTAKA 1) Kartadisastra. Kambing). Cara Menyusun ransum ternak. H. Cara Menanam Rumput Gajah. Perlakuan Khusus Terhadap Biji-bijian Bahan Pakan Ternak. Pakan Ternak Musim Kemarau. Pemgolahan Jerami Menjadi Pakan Yang Disukai ternak. Prospek Industri Makanan Ternak Limbah Coklat di Wonosari Cerah. sehingga tetap menjadi aktual untuk dijadikan suatu bisnis yang sangat cerah. 8) Pikiran Rakyat. Jenis Pakan Yang Cocok Untuk Ternak. Poultri Indonesia. Salah satu yang memungkinkan prosesagroindutri yang akan menjadi peluang bisnis yang bagus yaitu mewujudkan industri pakan blok. Pembuatan Hijauan Makanan Ternak. Kanisius 2) Budi Pratomo (1986). Bappenas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful