P. 1
93. SINDROMA KORONER AKUT

93. SINDROMA KORONER AKUT

|Views: 378|Likes:
Published by Sholihatul Amaliya

More info:

Published by: Sholihatul Amaliya on Sep 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

SINDROMA KORONER AKUT

Definisi Acute Coronary Syndrome (ACS) meliputi kondisi – kondisi dimana pada dasarnya memiliki patophysiologi sama yaitu oklusi arteri Coronaria.Anggota dari ACS :  Unstable Angina  Non ST elevation Myocardial Infarction (NSTEMI)  ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI) Tatalaksana Unstable Angina dan NSTEMI prinsipnya sama, tatalaksana STEMI akan dibicarakan lebih lanjut pada topik Infark Myocard Akut. Perhatian - Pasien ACS biasanya datang dengan salah satu gejala dibawah ini: 1. Angina berat yang diderita “baru” (<2 bulan) 2. Perburukan yang tiba-tiba dari angina yang sudah diderita ,dengan keluhan yang semakin sering, lebih berat, lebih lama dan kurang berespon terhadap obat nitrat. 3. Nyeri angina yang berlangsung > 15 menit pada saat istirahat. Catatan:Diagnosa Non-STEMI dibuat berdasarkan riwayat nyeri dada yang spesifik, terdapat kenaikan cardiac enzymes tanpa dijumpai gelombang Q patologis pada EKG. N STEMI tidak merubah gambaran EKG. - Gambaran EKG bisa berupa: 1. depressi ST segmen 2. elevasi ST segmen yang sifatnya transien, kembali ke normal secara spontan atau akibat pemberian obat Nitrate. 3. inversi gelombang T 4. adanya gambaran Myocard Infark terdahulu 5. Left Bundle Branch block 6. perubahan minor dan tidak spesifik 7. normal. EKG tidak harus menunjukkan ST elevasi yang sifatnya akut-persisten. Cardiac enzymes konvensional (CK, CK-MB,AST,LDH) mungkin normal atau naik. Peningkatan konsentrasi Troponin T atau I sangatlah spesifik untuk kerusakan otot jantung dan meningkatkan resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi. Troponin T > 0,1 ug/liter dan Troponin I > 0,4 ug/liter adalah pertanda independen, yang berhubungan dengan meningkatnya resiko kematian dini pada penderita ACS tanpa gambaran ST elevasi. Semakin tinggi konsentrasi suatu Troponin semakin tinggi pula resiko kematian dalam kurun 30-42 hari pertama. Troponin yang normal atau tidak terdeteksi dalam kurun > 12 jam sejak timbulnya keluhan,menandakan resiko kecil untuk terjadinya komplikasi.

Hal ini bisa dicapai dengan terapi anti ischemic dan anti thrombotic dini dan bila ini gagal bisa dilakukan mekanik revaskularisasi. adanya faktor comorbid. . sama bagusnya dalam menilai prognosa dan mendukung perannya dalam statifikasi faktor resiko. gelombang T terbalik 6. cardiac enzymes.Antiplateletnya bekerja dalam kurun 1 jam.Thrombolytic terapi tidak terbukti bermanfaat bagi pasien ACS dengan EKG tanpa ST segmen elevasi.Kategori Resiko Rendah :Troponin yang normal atau tidak terdeteksi dalam kurun > 12 jam sejak timbulnya keluhan .Tatalaksana hipertensi dan gagal jantung pada fase akut dari ACS akan mengurangi stress dinding ventricle dan ischemic otot jantung dan membantu dalam proses stabilisasi pasien. Cross Match  Beri IV GTN 20-200 ug/menit untuk mengurangi ischemi dan nyeri. .. usia > 65 tahun 2. selanjutnya bila pasien ini memiliki EKG yang normal dan normal enzym jantungnya (CK-MB) tidak memerlukan perawatan di CCU atau HDU. darah lengkap. . Penatalaksanaan  Monitor tanda-tanda vital pada ruang resusitasi  Beri oksigen via masker  Beri aspirin oral 300 m Ini merupakan terapi utama pada ACS. urea/elektrolit/creatinie. gagal ventricle kiri ( baik sebelum serangan ataupun selama serangan). cardiac troponin yang positif 8. peningkatan protein C reaktif (diperiksa dengan metoda high sensitivity) . nyeri dada spesifik > 15 menit pada saat istirahat. kecuali bagi mereka dengan suspect Infark Myocard akut disertai Left bundle Branch Block. . 5. Tujuan Terapi adalah mengontrol keluhan . Naikkan 510 ug/menit setiap 5-10 menit sampai nyeri hilang atau MAP turun 10%. cardiac troponin I atau T . faal koagulasi. terutama DM 3.  Pasang IV plug dan buat pemeriksaan . Aspirin mengurangi resiko kematian dan kerusakan fatal otot jantung sebanyak 50% dalam 3 bulan pertama. 7. hindari enteric-coated aspirin karena akan bekerja 3-4 jam kemudian.mencegah kerusakan lebih lanjut otot jantung dan kematian.Penderita ACS dengan kondisi-kondisi dibawah ini akan mengalami resiko perburukan klinis: 1.Studi Troponin T dibandingkan Troponin I menunujukkan bahwa ke duanya sama sensitif dan spesifik. gambaran ischemic ( ST depresi) pada saat datang atau selama serangan. 4. Hentikan bila terjadi hipotensi.

efikasinya sama dengan penggunaan Heparin. Titrasi sampai dicapai denyut nadi 60/ menit. tetapi pemberian intravena lebih mudah dalam titrasi/penyessuaian dosis. Monitor ini tidak diperlukan bila memakai Low Molecular Weight Heparin. Contoh Diltiazem 5 mg IV selama 2-5 menit.eptifibatide. Catatan: pemakaian obat-obatan ini terbukti mengurangi komplikasi pada penderita unstable Angina dan NSTEMI: 1. obat-obat sympathomimetk  Buat Foto Ro thorak  Rawat CCU. Demikian pula pada kasus dengan peningkatan Troponin yang dijadwalkan Percutaneous Coronary Intervention yang sudah mendapatkan unfractionated Heparin. Nitrat IV sangat berguna untuk pasien ACS dan hipertensi/ gagal jantung.  Beri Aspirin 300 mg oral  Pasang IV plug dan buat pemeriksaan .AV block derajad dua atau lebih. urea/elektrolit/creatinie. cardiac enzymes. Monitor dengan faal koagulasi. tekanan sistolik < 90 mmHg.  Beri Morphine IV 2. tetapi tidak dengan gagal jantung.Nitrate dikontra indikasikan pada infark ventricle kanan. Contoh Atenolol/Metoprolol 50-100 mg/hari  Beri Calcium Channel Blocker bersamaan dengan Betablocker atau dengan Betablocker merupakan kontraindikasi. Diagnosa Unstable Angina hanya berdasarkan klinis tanpa perubahan pada EKG atau perubahan yang tidak spesifik dan pasien sudah bebas dari nyeri dadanya. darah lengkap.Tidak terbukti pemberian Nitrate intrvena lebih efektif dari pada pemberian lewat jalur lain .tirofiban. Cross Match . thyrotoxicosis. Heparin + Aspirin lebih efektif dari pemakaian Aspirin sendiri 3.hypoxia.Lanjutkan dengan 5-15 mg/menit.  Heparin bila diberikan IV akan mengurangi kejadian Ischemic berulang dan progresifitas menuju Q wave infark. faal koagulasi.Cara pemberian 2 kali sehari SC selama 3 hari .Catatan. cardiac troponin I atau T .  Monitor pasien di ruang intermediate. ulangi setiap 5-10 menit dengan dosis tidak melebihi 50 mg.Contoh abxicimab. aorta stenosis. demam. Heparin tanpa aspirin jauh lebih efektif dari placebo 2. LMWH + Aspirin lebih efektif dari pemakaian Aspirin sendiri  Kasus-kasus dengan resiko tinggi harus diterapi dengan Glycoprotein IIb/IIIa inhibitor selama 96 jam pertama. tachydysrhythmia. selain itu pemakaian LMWH ini mudah diprediksi karena zat ini mengalami bioavailability lengkap. gagal nafas.5-5 mg dengan dosis titrasi untuk mengatasi nyeri yang menetap meskipun sudah diberikan Nitrate IV  Beri Betablocker untuk mengurangi resiko Infark bila tidak ada kontraindikasi seperti gagal jantung.  Deteksi dan koreksi faktor pencetus seperti anemi.

 Pasang Nitroderm patch 5-10 mg tergantung tekanan darah  Buat foto Thorak  Rawat di bagian Penyakit Jantung .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->