Bentuk Negara Brunei Darussalam : Kesultanan Konstitusional Bentuk Pemerintahan dan Sistem Pemerintahan Brunei Darussalam : SISTEM PEMERINTAHAN

Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Wadaulah, Sultan dan Yang Dipertuan Negara Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah merupakan Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Pemimpin Keagamaan sekaligus merangkap menteri pertahanan dan menteri keuangan. Sultan Bolkiah adalah keturunan ke-29 yang memerintah negeri tersebut dalam silsilah yang berumur 500 tahun. System pemerintahan monarki /kesultanan 1. kekuasaan eksekutif sultan sekaligus perdana mentri hassanal bolkiah yang menjabat sejak 5 oktober 1967 . sultan adalah sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan . 2. kekuasaan legislative bersifat unikamelar yaitu oleh majlis masyuarat megeri yang hanya bertindak sebagai lembaga konsultatif sultan. 3. kekuasaan yudikatif berada pada supreme count .pimpinan dan para hakim diangkat sumpah oleh sultan untuk menjabat 3 tahun Brunei Darussalam menganut bentuk pemerintahan Kerajaan Mutlak (Monarchy Absolut ) yang bersendikan kepada ajaran Islam menurut golongan Ahli Sunnah Waljamaah dengan berdasarkan kepada keadilan, amanah, dan kebebasan. Monarki absolut adalah bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang dikepalai oleh seorang (raja, ratu, syah, atau kaisar) yang kekuasaan dan wewenangnya tidak terbatas. Perintah raja merupakan hukun dan undang-undang yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh rakyatnya. Pada diri raja terdapat kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang menyatu dalam ucapan dan perbuatannya. Contoh: Perancis semasa Louis XIV dengan semboyannya yang terkenal L’etat C’est Moi.

maka mereka pun mengucapkan perkataan baru nah yang berarti tempat itu sangat baik. Po-lo. . air. Sebab telah menjadi kebiasaan dari para musafir agama tersebut. Cina dan tradisi lisan. memerintah antara 1795-1804 dan 1804-1807). Dalam catatan Sejarah Cina dikenal dengan nama Po-li. Keberadaan Brunei Tua ini diperoleh berdasarkan kepada catatan Arab. berkenan dan sesuai di hati mereka untuk mendirikan negeri seperti yang mereka inginkan. Kemudian perkataan baru nah itu lama kelamaan berubah menjadi Brunei. batu nisan Rokayah binti Sultan Abdul Majid ibni Hasan ibni Muhammad Shah Al-Sultan. mereka akan mendirikan stupa sebagai tanda serta pemberitahuan mengenai kedatangan mereka untuk mengembangkan agama tersebut di tempat itu. Poni atau Puni dan Bunlai. Dalam catatan Arab dikenali dengan Dzabaj atau Randj.Sejarah Lahirnya Negara Brunei Darussalam : SEJARAH Silsilah kerajaan Brunei didapatkan pada Batu Tarsilah yang menuliskan Silsilah RajaRaja Brunei yang dimulai dari Awang Alak Betatar. Brunei adalah sebuah negara tua di antara kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. sehingga agama Islam itu berpengaruh dan mendapat tempat baik penduduk lokal maupun keluarga kerajaan Brunei. Keturunan Sultan Syarif Ali ini kemudian juga berkembang menurunkan Sultan-Sultan disekitar wilayah Kesultanan Brunei yaitu menurunkan Sultan-Sultan Sambas dan SultanSultan Sulu. Replika batu nisan P'u Kung Chih Mu. Islam mulai berkembang dengan pesat di Kesultanan Brunei sejak Syarif Ali diangkat menjadi Sultan Brunei ke-3 pada tahun 1425 M. mudah untuk dikenali serta untuk transportasi dan kaya ikan sebagai sumber pangan yang banyak di sungai. pedagang dan mubaligh-mubaliqh Islam. Setelah mendapatkan kawasan tersebut yang memiliki kedudukan sangat strategis yaitu diapit oleh bukit. apabila mereka sampai di suatu tempat. dan batu nisan Sayid Alwi Ba-Faqih (Mufaqih) pula menggambarkan mengenai kedatangan agama Islam di Brunei yang dibawa oleh musafir. raja yang mula-mula memeluk agama Islam (1368) sampai kepada Sultan Muhammad Tajuddin (Sultan Brunei ke-19. Replika stupa yang dapat ditemukan di Pusat Sejarah Brunei menjelaskan bahwa agama Hindu-Buddha pada suatu masa dahulu pernah dianut oleh penduduk Brunei. Catatan tradisi lisan diperoleh dari Syair Awang Semaun yang menyebutkan Brunei berasal dari perkataan baru nah yaitu setelah rombongan klan atau suku Sakai yang dipimpin Pateh Berbai pergi ke Sungai Brunei mencari tempat untuk mendirikan negeri baru. Brunei. Sultan Syarif Ali adalah seorang Ahlul Bait dari keturunan / pancir dari Cucu Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam yaitu Amirul Mukminin Hasan / Syaidina Hasan sebagaimana yang tercantum dalam Batu Tarsilah / prasasti dari abad ke-18 M yang terdapat di Bandar Sri Begawan.

kecuali yang bersangkut-paut dengan adat istiadat setempat dan agama. Pada tanggal 19 Desember 1846. James Brooke dari Inggris datang ke Serawak dan menjadi raja di sana serta menyerang Brunei. Sedikit demi sedikit wilayah Brunei jatuh ke tangan Inggris melalui perusahaan-perusahaan dagang dan pemerintahnya sampai wilayah Brunei kelak berdiri sendiri di bawah protektorat Inggris sampai berdiri sendiri tahun 1984. Hassan (1605-1619). Percobaan untuk membentuk sebuah badan perundangan pada tahun 1962 terpaksa dilupakan karena terjadi pemberontakan oleh partai oposisi yaitu Partai Rakyat Brunei dan dengan bantuan Britania. sehingga Kesultanan Brunei mencapai zaman kegemilangannya dari abad ke-15 hinga abad ke-17 sewaktu memperluas kekuasaannya ke seluruh pulau Borneo dan ke Filipina di sebelah utaranya. sehingga Brunei kehilangan kekuasaannya atas Serawak. Pada masa yang sama. Kerajaan Malaka di bawah pemerintahan Parameswara telah menyebarkan pengaruhnya dan kemudian mengambil alih perdagangan Brunei. yang menggugat corak perdagangan tradisi. Persengketaan dalam kerajaan Brunei merupakan satu faktor yang menyebabkan kejatuhan kerajaan tersebut. tetapi dengan urusan luar negara tetap diawasi Britania. kerajaan Brunei ketika itu menolak rencana (walaupun pada awalnya menunjukkan minat) untuk bergabung dengan Singapura.LAMPIRAN Pada awal abad ke-15. yang menasihati baginda Sultan dalam semua perkara. malah pernah seketika menaklukkan Manila. juga disebabkan timbulnya pengaruh kuasa penjajah Eropa di rantau sebelah sini. Sarawak. serta memusnahkan asas ekonomi Brunei dan kesultanan Asia Tenggara yang lain. kesultanan Brunei memperluas pengaruhnya ke utara hingga ke Luzon dan Sulu serta di sebelah selatan dan barat Kalimantan. Pada tahun 1959. telah menyebabkan Sultan Brunei mengambil alih kepimpinan Islam dari Melaka. Sebagai balasan. Perubahan ini menyebabkan agama Islam tersebar di wilayah Brunei oleh pedagangnya pada akhir abad ke-15. yang membangun susunan aturan adat istiadat kerajaan dan istana yang masih kekal hingga hari ini. pulau Labuan dan sekitarnya diserahkan kepada James Brooke. dan pada zaman pemerintahan sultan yang kesembilan. yang bersumber dari pergolakan dalam disebabkan perebutan kuasa antara ahli waris kerajaan. Pada tahun 1888. Pada tahun 1906. Brunei menerima suatu lagi langkah perluasan kekuasaan Britania saat kekuasaan eksekutif dipindahkan kepada seorang residen Britania. Brunei menjadi sebuah negeri di bawah perlindungan kerajaan Britania dengan mengekalkan kedaulatan dalam negerinya. Sabah. keamanan dan pertahanan di mana isu-isu ini menjadi tanggung jawab Britania. Persekutuan Borneo Utara Britania sedang meluaskan penguasaannya di Timur Laut Borneo. Semasa pemerintahan Sultan Bolkiah (1473-1521) yang terkenal disebabkan pengembaraan baginda di laut. Pada tahun 1658 Sultan Brunei menghadiahkan kawasan timur laut Kalimantan kepada Sultan Sulu di Filipina Selatan sebagai penghargaan terhadap Sultan Sulu dalam menyelesaikan perang saudara di antara Sultan Abdul Mubin dengan Pengeran Mohidin. pemberontakan ini berhasil diberantas. ia dilantik menjadi gubernur dan kemudian "Rajah" Sarawak di Barat Laut Borneo sebelum meluaskan kawasan di bawah pemerintahannya. Pada Tahun 1839. dan Tanah Melayu untuk membentuk Malaysia dan akhirnya . Brunei mendeklarasikan kerajaan baru yang berkuasa memerintah kecuali dalam isu hubungan luar negeri. Kejatuhan Melaka ke tangan Portugis pada tahun 1511. Pada akhir 1950 dan awal 1960.

Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan. pusat pemerintahan negeri Brunei Town. Pada 1967. Brunei berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi pada awal dekad 1960-an. Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Brunei tidak memiliki dewan legislatif. Pada 1 Januari 1984. Brunei menuntut wilayah di Sarawak. telah diubah namanya menjadi Bandar Seri Begawan untuk mengenang jasa baginda. walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. serta sebelah utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia. RRC dan Republik Cina. ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia. Omar Ali Saifuddin III telah turun dari takhta dan melantik putra sulungnya Hassanal Bolkiah. Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional. termasuk Pulau Kuraman. namun pada bulan September 2000. Brunei dan Britania Raya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Persahabatan. [sunting] Politik Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Bagaimanapun. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri. Baginda mangkat pada tahun 1986. Laos dan Myanmar). Media amat memihak kerajaan. Secara teori. Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya dari Singapura. dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri. Pada 4 Januari 1979. Saat ini Brunei memiliki wilayah yang lebih kecil daripada masa lalu. Kamboja. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan. telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. merangkap seagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. menjadi Sultan Brunei ke-29. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke-15. dengan berbatasan dengan Serawak dari sebelah barat sampai timur wilayah itu. Brunei Darussalam telah berhasil mencapai kemerdekaan sepenuhnya. [sunting] Raja-raja Brunei Raja-raja Brunai Darusalam yang memerintah sejak didirikannya kerajaan pada tahun 1363 M yakni: . seperti Limbang. Pada tahun 1970. Baginda juga berkenan menjadi Menteri Pertahanan setelah Brunei mencapai kemmerdekaan penuh dan disandangkan gelar Paduka Seri Begawan Sultan. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan.Sultan Brunei ketika itu berkehendak untuk membentuk sebuah negara yang merdeka. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga.

Sultan Husin Kamaluddin (1710 . Tetapi dalam hal cara pemilihan para birokrat di Brunei cenderung dengan sistem rekruitmen tertutup. Sultan Abdul Jalilul Akbar (1598 .1402) 2. Brunei tidak memiliki dewan legislatif. Sultan Omar Ali Saifuddin II (1828-1852) 24.1425) 3. Sultan Shah Brunei (1581 . Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan .1432) 4. Sultan Muhyiddin (1673 .1660) 12.1598) 10. Sultan Muhammad Jamalul Alam I (1804) 21. . Sultan Saiful Rizal (1533 . Sultan Abdul Kahar (1524 .1581) 8. sultan Syarif Ali (1425 . Sultan Nasruddin (1690 . Sultan Muhammad Jamalul Alam II (1906-1924) 27. Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin (1885-1906) 26. Sultan Ahmad Tajuddin (1924-1950) 28. Sultan Muhammad Shah (1383 . Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah (1967-kini) SISTEM BADAN PERWAKILAN Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Sultan Muhammad Kanzul Alam (1807-1826) 22. Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia . Sultan Omar 'Ali Saifuddien III (1950-1967) 29.1690) 15. Sultan Abdul Jalilul Jabbar (1669 . Sultan Muhammad Alauddin (1730 .1582) 9.1661) 13. Sultan Abdul Hakkul Mubin (1661 .1659) 11. Sultan Omar Ali Saifuddien I (1740-1795) 19. Sultan Abdul Momin (1852-1885) 25.1730) (1737 .1530) 7.1710) 16.1673) 14. namun pada bulan September 2000. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan. Sultan Muhammad Alam (1826-1828) 23.1524) 6.1737) 18. Sultan Ahmad (1408 . Sultan Bolkiah (1485 . Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. Sultan Haji Muhammad Ali (1660 . Sistem pemerintahan Brunei Darussalam bersifat demokratis. Sultan Muhammad Hasan (1582 .1485) 5. Sultan Muhammad Tajuddin (1795-1804) (1804-1807) 20.1740) 17.1. Sultan Sulaiman (1432 . merangkap seagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri.