Laporan Audit Bentuk Baku

1. Pengaitan Nama Auditor Dengan Laporan Keuangan Seorang akuntan dikaitkan dengan laporan keuangan jika ia mengizinkan namanya dalam suatu laporan, dokumen, atau komunikasi tertulis yang berisi laporan tersebut. Bila seorang akuntan menyerahkan kepada kliennya atau pihak lain suatu laporan keuangan yang disusunnya atau dibantu penyusunannya, ia juga dianggap berkaitan dengan laporan keuangan tersebut, meskipun ia tidak mencantumkan namanya dalam laporan tersebut. Meskipun akuntan dapat berpartisipasi dalam penyusutan laporan keuangan, laporan keuangan merupakan representasi manajemen, dan kewajaran penyajiannya sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia merupakan tanggung jawab manajemen. Akuntan dapat dikaitkan dengan laporan keuangan auditan atau yang tidak diaudit. Laporan keuangan disebut telah diaudit bila akuntan telah menerapkan prosedur auditing yang cukup untuk memungkinkannya menyatakan pendapat atau laporan tersebut. Laporan keuangan (informasi keuangan) interim entitas publik yang tidak diaudit disebut sebagai di-review bila akuntan menerapkan prosedur yang memungkinkannya untuk menyatakan pendapat atas laporan (informasi) tersebut.

Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat Atas Laporan Keuangan Yang T idak Diaudit Jika seorang akuntan dikaitkan dengan laporan keuangan suatu entitas publik, namun belum mengaudit atau me-review laporan tersebut, bentuk laporan yang diterbitkan oleh akuntan tersebut adalah sebagai berikut: [Pihak yang dituju oleh akuntan] Neraca PT KXT tanggal 31 Desember 20X1 dan 20X2, laporan laba-rugi, laporan perubahan equitas, dan laporan arus kas terlampir untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut tidak kami audit dan, oleh karena itu, kami tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan tersebut. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal]

1

Bila akuntan menerbitkan bentuk pernyataan tidak memberikan pendapat semacam ini. Jika klien tidak mematuhi permintaan tersebut. maka pendapat atas laporan keuangan tersebut dapat berbunyi seperti berikut ini: [Pihak yang dituju oleh auditor] Laporan aktiva dan kewajiban yang timbul dari transaksi kas perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X1 serta laporan pendapatan yang diterima serta biaya yang dibayar untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut tidak kami audit. Jika akuntan menyadari bahwa dimasukkan dalam komunikasi tertulis suatu entitas publik yang disusun oleh klien yang berisi laporan keuangan yang tidak diaudit atau direview. oleh karena itu kami tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan tersebut [Tanda tangan.Pernyataan tidak memberikan pendapat merupakan cara yang digunakan oleh akuntan untuk mematuhi standar pelaporan keempat yang alam hal ini nama akuntan dikaitkan dengan laporan keuangan yang tidak diaudit. nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] 2 . akuntan harus menasihati kliennya bahwa ia tidak mengizinkan penggunaan namanya dan harus mempertimbangkan tindakan lain yang mungkin sesuai. Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat Atas Laporan Keuangan Yang Tidak Diaudit Yang Disusun Berdasarkan Basis Akuntansi Komprehensif Jika akuntan dikaitkan dengan laporan keuangan entitas publik yang tidak diaudit yang disusun berdasarkan basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. ia tidak bertanggung jawab untuk melaksanakan prosedur apa pun selain hanya membaca laporan ke uangan tersebut untuk menemukan salah saji material yang nyata. ia harus meminta bahwa namanya tidak dimasukkan dalam komunikasi tersebut. nama rekan. bahwa laporan keuangan diberi tanda sebagai tidak diaudit dan terdapat catatan bahwa ia tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Pernyataan tidak memberikan pendapat dapat dilampirkan pada laporan keuangan yang tidak diaudit atau dimasukkan ke dalam laporan keuangan tersebut. nomor izin akuntan publik. Sebagai tambahan. setiap halaman laporan keuangan tersebut harus secara jelas diberi tanda ³tidak diaudit´.

Pendapat wajar tanpa pengecualian. kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan. dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Unsur pokok laporan auditor bentuk baku adalah sebagai berikut: a. Pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan. hasil usaha. Bahasa penjelasan ditambahkan dalam laporan auditor bentuk baku. Pernyataan tidak memberikan pendapat menyatakah bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat wajar tanpa pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar. hasil usaha. Berikut adalah berbagai tipe pendapat auditor: a. Laporan auditor bentuk baku harus menyebutkan laporan keuangan auditan dalam paragraf pengantar. Pendapat tidak wajar. Pendapat wajar dengan pengecualian. menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar. hasil usaha. Suatu judul yang memuat kata independen. 3 . dalam semua hal yang material. posisi keuangan. dan menyatakan pendapat auditor dalam paragraf pendapat. posisi keuangan. c. hasil usaha. dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. d. Pendapat wajar dengan pengecualian. posisi keuangan suatu entitas. e. Pernyataan tidak memberikan pendapat. Keadaan tertentu mungkin mengharuskan auditor menambahkan suatu paragraf penjelasan (atau bahasa penjelasan yang lain) dalam laporan auditnya. Bentuk Baku Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Laporan auditor bentuk baku memuat suatu pernyataan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar. Kesimpulan ini dibuat hanya bilamana auditor telah merumuskan pendapat demikian berdasarkan suatu audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing. dalam semua hal yang material. menggambarkan sifat audit dalam paragraf lingkup audit. dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.2. dalam semua hal yang material. dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. b.

atas dasar pengujian. (2) Penentuan prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi-estimasi signifikan yang dibuat manajemen. Tanda tangan. Laporan auditor atas laporan keuangan perusahaan yang tidak berbentuk perseroan terbatas harus dialamatkan sesuai dengan keadaannya. posisi keuangan perusahaan pada tanggal neraca dan hasil usaha dan arus kas untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dalam semua hal yang material. dan/atau para pemegang saham. Dalam hal ini biasanya laporan dialamatkan kepada klien sebagai pemberi tugas dan bukan kepada direksi perusahaan atau para pemegang saham yang laporan keuangannya diaudit oleh auditor. Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan yang disebutkan dalam laporan auditor telah diaudit oleh auditor. d. Suatu pernyataan bahwa auditor yakin bahwa audit yang dilaksanakan memberikan dasar memadai untuk memberikan pendapat. Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan dan tanggung jawab auditor terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan atas auditnya. misalnya dialamatkan kepada para anggota persekutuan atau kepada pemilik. Kadang-kadang auditor diminta untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan yang bukan kliennya. Suatu pendapat mengenai apakah laporan keuangan menyajikan secara wajar. Suatu pernyataan bahwa audit dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. i. nomor izin akuntan publik. nomor izin usaha kantor akuntan publik j.b. 4 . c. Laporan auditor dapat dialamatkan kepada direksi perusahaan yang laporan keuangannya diaudit. f. (3) Penilaian penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Suatu pernyataan bahwa standar auditing tersebut mengharuskan auditor merencanakan dan melaksanakan auditnya agar memperoleh keyaki an memadai n bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. g. Tanggal laporan auditor. h. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. e. Suatu pernyataan bahwa audit meliputi: (1) Pemeriksaan (examination). nama rekan. dewan komisaris.

nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] 3. audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Kami yakin bahwa. Suatu audit meliputi pemeriksaan. atas dasar pengujian. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Keadaan tersebut meliputi: a. dan hasil usaha. [Tanda tangan. nomor izin akuntan publik. Bahasa Penjelasan yang Ditambahkan Dalam Laporan Auditor Bentuk Baku Keadaan tertentu seringkali mengharuskan auditor menambahkan paragraf penjelasan (atau bahasa penjelasan lain) dalam laporan auditor bentuk baku. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dalam semua hal yang material. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dib oleh uat manajemen. nama rekan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. laporan perubahan ekuitas. posisi keuangan perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X2. 5 . Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Menurut pendapat kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Pendapat auditor sebagian didasarkan atas laporan auditor independen lain.Laporan auditor bentuk baku yang meliputi satu periode akuntansi disajikan sebagai berikut: Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] Kami telah mengaudit neraca perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X2 serta laporan laba-rugi. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar.

. Kami tidak mengaudit laporan keuangan perusahaan PQR. dan Rp ««. yang laporannya telah diserahkan kepada kami.Apabila auditor memutuskan untuk membuat pengacuan ke laporan auditor independen lain sebagai sebagian dari dasar bagi pernyataan pendapatnya. untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggungjawab manajemen perusahaan. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. yang laporan keuangannya menyajikan total aktiva sebesar Rp ««. laporan perubahan ekuitas. dan Rp «. atas dasar pengujian. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.. 6 .. Suatu contoh laporan auditor yang menunjukan pemisahan tanggung jawab disajikan berikut ini: Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] Kami telah mengaudit neraca konsolidasian perusahaan KXT dan anak perusahaannya tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1. berturut-turut pada tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pandapat. Pengacuan ini merupakan petunjuk adanya pemisahan tanggung jawab dalam pelaksanaan audit. Suatu audit meliputi pemeriksaan. serta laporan laba-rugi. suatu anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Perusahaan KXT. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. ia harus menjelaskan kenyataan ini dalam paragraf pengantar dalam laporannya dan ia harus mengacu ke laporan auditor lain dalam pernyataan pendapatnya. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen.. Tanggungjawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.. sejauh yang berkaitan dengan jumlah-jumlah untuk perusahaan PQR. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. dan pendapat kami. dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal tanggal tersebut. dan total pendapat sebesar Rp «. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.

dalam semua hal yang material. c. Laporan auditor bentuk baku secara tersirat menyatakan bahwa auditor puas bahwa daya banding laporan keuangan di antara periode-periode akuntansi tidak secara material dipengaruhi oleh perubahan dalam prinsip akuntansi dan bahwa prinsip akuntansi tersebut telah diterapkan secara konsisten di antara dua periode atau lebih. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dan 20X1. nomor izin akuntan publik. Dalam hal ini. auditor harus menyatakan perubahan tersebut dalam paragraf penjelasan di dalam laporannya. nama rekan. Jika terdapat kondisi dan peristiwa yang semula menyebabkan auditor yakin tentang adanya kesangsian mengenai kelangsungan hidup entitas. laporan keuangan disajikan menyimpang dari suatu prinsip akuntansi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. posisi keuangan perusahaan KXT dan anak perusahaannya tanggal 31 Desember 20X2. nomor publik. d. [Tanda tangan. auditor berkesimpulan bahwa rencana manajemen tersebut dapat secara efektif dilaksanakan dan pengungkapan mengenai hal itu telah memadai. jika terjadi perubahan prinsip akuntansi atau metode penerapannya yang mempunyai akibat material terhadap daya banding laporan keuangan perusahaan. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. Di antara periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan prinsip akuntansi atau dalam metode penerapannya. namun dampak perubahan atas daya banding laporan keuangan tidak material. auditor tidak perlu menyatakan konsistensi dalam laporannya. Namun. nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] b. dan hasil usaha. namun setelah mempertimbangkan rencana manajemen.Menurut pendapat kami. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Paragraf penjelasan tersebut (setelah paragraf pendapat) harus menunjukkan sifat perubahan dan mengacu ke catatan atas 7 . baik karena tidak terjadi perubahan prinsip akuntansi. Untuk mencegah agar laporan keuangan tidak menyesatkan karena keadaan-keadaan yang luar biasa. atau telah terjadi suatu perubahan prinsip akuntansi atau metode penerapannya.

perusahaan mengubah metode perhitungan depresiasi dalam tahun 20X2. Persetujuan auditor terhadap suatu perubahan bersifat tersirat kecuali jika auditor mengecualikan perubahan tersebut dalam menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. jika tahun terjadinya perubahan disajikan dan dilaporkan.laporan keuangan yang membahas secara rinci perubahan tersebut. jika perubahan akuntansi dipertanggungjawabkan dengan cara penyajian kembali laporan keuangan yang terpengaruh. Jika dalam audit sekarang. karena. semua periode yang disajikan akan dapat dibandingkan. Paragraf penjelasan harus menjelaskan tanggal laporan auditor sebelumnya. auditor harus menjelaskan semua alasan yang mendukung perbedaan pendapat dalam paragraf penjelasan yang disajikan terpisah sebelum paragraf pendapat. pendapat auditor berbeda dengan pendapat yang sebelumnya dinyatakan atas laporan keuangan periode sebelumnya. Namun. ia harus mempertimbangkan semua hal bila ia memutakhirkan laporannya atas laporan keuangan periode sebelumnya tersebut. dalam tahun-tahun berikutnya. auditor yang memutakhirkan laporannya atas laporan keuangan periode sebelumnya tersebut harus menunjukkan bahwa laporan keuangan tersebut telah disajikan kembali dan harus memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan yang disajikan kembali tersebut. dalam laporan auditor yang telah dimutakhirkan. e. paragraf tambahan harus disajikan hanya dalam tahun terjadinya perubahan. auditor menemukan keadaan atau peristiwa yang berdampak material terhadap laporan keuangan periode sebelumnya. Tambahan paragraf penjelasan dalam laporan auditor harus dicantumkan dalam laporan auditor atas laporan keuangan tahun berikutnya. dan laporan keuangan periode sebelumnya disajikan kembali untuk disesuaikan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Jika. Paragraf penjelasan yang sesuai dengan perubahan tersebut di atas adalah sebagai berikut: Seperti telah dijelaskan pada Catatan X atas laporan keuangan. 8 . Keadaan tertentu yang berhubungan dengan laporan auditor atas laporan keuangan komparatif. Sebagai contoh. jika auditor sebelumnya menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapt tidak wajar atas laporan keuangan periode sebelumnya karena adanya penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Berikut ini adalah contoh paragraf penjelasan yang cocok jika auditor menerbitkan laporan yang dimutakhirkan atas laporan keuangan periode sebelumnya yang berisi pendapat yang berbeda dengan pendapat yang diberikan sebelumnya. dan oleh karena itu. yang penyajiannya menyimpang jauh dari panduan yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut. laporan auditor harus berisi paragraf tambahan berikut ini: Data keuangan kuartalan pada halaman xx berisi informasi yang tidak kami audit. laporan auditor harus memuat paragraf tambahan berikut ini: Perusahaan tidak menyajikan data keuangan periode interim tertentu. atau auditor tidak dapat menghilangkan keraguan-keraguan yang besar apakah informasi tambahan tersebut sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh Dewan tersebut. g. yang ditetapkan oleh badan pengatur sebagai informasi tambahan terhadap laporan keuangan pokok. Laporan auditor atas laporan keuangan auditan harus diperluas jika data keuangan tertentu yang diharuskan oleh badan pengatur dihilangkan atau tidak di-review. karena kami yakin bahwa pengendalian intern perusahaan untuk membuat informasi keuangan interim tidak memberikan dasar yang memadai bagi kami untuk menyelesaikan review tersebut. jika data keuangan periode interim yang diharuskan oleh badan pengatur oleh klien tidak dicantumkan dalam laporan keuangannya. Sebagai contoh. f. Kami telah mencoba. dan auditor tidak dapat melengkapi prosedur audit yang berkaitan dengan informasi tersebut. keadaan atau peristiwa yang menyebabkan auditor menyatakan pendapat yang berbeda pendapat auditor yang telah dimutakhirkan atas laporan keuangan berbeda dengan pendapat yang diberikan dalam periode sebelumnya atas laporan keuangan tersebut. Data keuangan kuartalan tertentu yang diharuskan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) namun tidak disajikan atau tidak di-review.tipe pendapat yang sebelumnya dinyatakan oleh auditor. namun tidak berhasil. kami tidak menyatakan pendapat atas data tersebut. 9 . Informasi tambahan yang diharuskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah dihilangkan. untuk me-review data keuangan kuartalan tersebut berdasarkan standar yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Jika data keuangan periode interim tertentu sebagaimana yang ditetapkan oleh badan pengatur tidak di-review oleh akuntan.

auditor dapat menambahkan paragraf penjelasan untuk menekankan suatu hal tentang laporan keuangan. selain yang berkaitan dengan perubahan dalam prinsip akuntansi. Informasi penjelasan semacam itu harus disajikan dalam suatu paragraf terpisah dalam laporan auditor. Peristiwa kemudian penting yang luar biasa. paragraf tersebut dapat ditambahkan semata -mata karena pertimbangan auditor.h. d. 10 . Contoh hal-hal yang menurut pertimbangan auditor perlu mendapatkan penekanan adalah: a. Informasi lain dalam suatu dokumen yang berisi laporan keuangan auditan secara material tidak konsisten dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Masalah-masalah akuntansi. Frasa seperti ³dengan penjelasan sebelumnya (berikut ini)´ harus tidak digunakan dalam paragraf pendapat jika paragraf penekanan dicantumkan dalam laporan auditor. Paragraf penekanan tidak pernah diharuskan. Selain itu. yang berdampak atas daya banding laporan keuangan dengan laporan keuangan periode sebelumnya. Bahwa entitas mempunyai transaksi signifikan dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa. Dalam beberapa keadaan. Bahwa entitas adalah komponen dari perusahaan yang lebih besar. b. auditor mungkin perlu memberi penekanan atas suatu hal yang berkaitan dengan laporan keuangan. c.

posisi keuangan. Pendapat ini dinyatakan bilamana: j Ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit yang mengakibatkan auditor berkesimpulan bahwa ia tidak dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ia berkesimpulan tidak menyatakan tidak memberikan pendapat. auditor tidak independen. yang berdampak material. atas dasar auditnya. dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. posisi keuangan suatu entitas. seperti waktu 11 . j Auditor yakin. hasil usaha. Pendapat wajar dengan pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar. baik yang dikenakan oleh klien maupun oleh keadaan. dan pernyataan tidak memberikan pendapat. i Pendapat Wajar Dengan Pengecualian Kondisi tertentu mungkin memerlukan pendapat wajar dengan pengecualian. dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. auditor tidak dapat memperoleh bukti-bukti. bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. laporan keuangan tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar. hasil usaha. Pembatasan terhadap lingkup audit. Penyebab dikeluarkannya laporan audit tidak baku karena auditor ingin menekankan sesuatu hal dalam laporan. dalam semua hal yang material.Laporan Audit Tidak Baku Laporan audit tidak baku adalah laporan memuat suatu pernyataan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar. Auditor dapat menentukan bahwa ia dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian hanya jika audit telah dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan oleh karena itu hanya jika ia dapat menerapkan prosedur audit yang dipandang perlu sesuai dengan keadaan. adanya ketidakpastian yang luar biasa. pendapat tidak wajar. luas dan lingkup audit dibatasi. Dalam laporan audit tidak baku beriisikan tiga macam pendapat yaitu pendapat wajar dengan pengecualian. kecuali untuk dampak hal yang berkaitan dengan yang dikecualikan. dalam semua hal yang material. penerapan prinsip akuntansi yang tidak konsisten.

Jika dampak yang mungkin timbul menyangkut banyak pos laporan keuangan. Pembatasan yang umum terhadap lingkup audit mencakup pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan dan konfirmasi piutang melalui komunikasi langsung dengan debitur klien. Pembatasan lain terhadap lingkup audit yang umum adalah dalam akuntansi investasi jangka panjang. biasanya auditor harus mempertimbangkan untuk menyatakan tidak memberikan pendapat. Keputusan auditor dalam memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau pernyataan tidak memberikan pendapat karena pembatasan lingkup audit tergantung atas penilaian auditor terhadap pentingnya prosedur yang tidak dapat dilaksanakan tersebut bagi auditor dalam memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Bila pendapat wajar dengan pengecualian disebabkan oleh pembatasan atas lingkup audit atau kurangnya bukti audit. karena penjelasan lingkup audit merupakan tanggung jawab auditor. alasan pengecualian atau pernyataan tidak memberikan pendapat harus dijelaskan oleh auditor dalam laporannya. maka pentingnya hal yang dikecualikan tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan jika hanya menyangkut pos laporan keuangan yang lebih sedikit. Pencatuman penjelasan lingkup audit di dalam catatan atas laporan keuangan tidaklah tepat. Pembatasan terhadap penerapan prosedur audit tersebut atau prosedur audit lain terhadap unsur penting dalam laporan keuangan mengharuskan auditor untuk memutuskan apakah ia memiliki bukti kompeten yang cukup untuk memungkinkannya menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian atau pendapat wajar dengan pengecualian. Penilaian ini akan dipengaruhi oleh sifat dan besarnya dampak yang mungkin timbul sebagai akibat hal yang dikecualikan tersebut dan pentingnya bagi laporan keuangan. atau ketidakcukupan catatan akuntansi. bukan tanggung jawab klien. jika auditor tidak memperoleh laporan keuangan dari pihak investee. kegagalan memperoleh bukti kompeten yang cukup. Dalam hal ini. atau apakah ia harus menyatakan tidak memberikan pendapat.pelaksanaan audit. Contoh pendapat wajar dengan pengecualian karena pembatasan yang berhubungan dengan investasi dalam anak perusahaan di luar negeri (misalnya dampak pembat san a tersebut tidak menyebabkan auditor menyatakan tidak memberikan pendapat) adalah sebagai berikut: 12 . situasi ini harus dijelaskan dalam paragraf penjelasan yang dicantumkan sebelum paragraf pendapat dalam laporan auditor. Bila klien mengenakan pembatasan yang secara signifikan membatasi lingkup audit. mungkin mengharuskan auditor memberlikan pengecualian di dalam pendapatnya atau pernyataan tidak memberikan pendapat.

bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. nomor publik. dalam semua hal yang material. Kami tidak dapat memperoleh laporan keuangan auditan oleh auditor independen l in a yang mendukung investasi Perusahaan dalam anak perusahaan di luar negeri masing masing sebesar Rp ____________ dan Rp ____________ pada tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1. laporan keuangan yang kami sebut dalam paragraf pertama di atas menyajikan secara wajar. atau hak atas laba anak perusahaan sebesar Rp ___________ dan Rp ______________ yang dicantumkan dalam laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut di atas. posisi keuangan perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X2. nomor izin akuntan publik. seperti yang dijelaskan pada Catatan X dalam catatan atas laporan keuangan.Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] [Sama dengan paragraf pertama laporan auditor bentuk baku] Kecuali seperti yang diuraikan dalam paragraf berikut ini. [Tanda tangan. nama rekan. serta ng penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] 13 . dan 20X1. kecuali untuk dampak penyesuaian tersebut. yang mungkin perlu dilakukan jika kami memeriksa bukti tentang investasi di luar negeri dan labanya tersebut. Menurut pendapat kami. Audit meliputi pemeriksaan. jika ada. Kami juga tidak dapat memperoleh keyakinan atas nilai investasi dalam anak perusahaan di luar negeri tersebut beserta hak atas labanya dengan prosedur audit kami. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan ya dibuat oleh manajemen. kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. atas dasar pengujian. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. dan hasil usaha.

seperti contoh berikut ini: Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] [Sama dengan paragraf pertama dan kedua laporan auditor bentuk baku] Sebagaimana telah dijelaskan dalam Catatan X atas laporan keuangan. jika secara praktis untuk dilaksanakan. dikurangi dengan penyusutan akumulasian yang dihitung berdasarkan nilai tersebut. dan arus kas. Jika pendapat tidak wajar dinyatakan oleh auditor. hasil usaha. Karena penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia seperti yang diuraikan di atas. saldo sediaan lebih tinggi sebesar Rp dan Rp dengan diperhitungkannya biaya penyusutan ke dalam biaya overhead pabrik dibandingkan jika disajikan atas dasar kosnya. ia harus menjelaskan dalam paragraf terpisah sebelum paragraf pendapat dalam laporannya seperti semua alasan yang mendukung pendapat tidak wajar. menurut pertimbangan auditor. Bila auditor menyatakan pendapat tidak wajar. Pendapat ini dinyatakan bila. laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indoensia. Perusahaan mencantumkan akun mesin dan ekuipmen pada nilai yang ditetapkan oleh manajemen. dan menghitung penyusutannya berdasarkan nilai tersebut.i Pendapat Tidak Wajar Suatu pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan penyajian aktiva tetap pada kos atau nilai revaluasi berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan aktiva tetap dikurangi penyusutan akumulasinya disajikan lebih tinggi Rp dibandingkan jika disajikan atas dasar kosnya. hasil usaha. pada tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1. dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dan Rp 14 . laporan auditor harus menyatakan hal itu. Jika dampak tersebut tdak dapat ditentukan secara beralasan. dan dampak utama hal yang menyebabkan pemberian pendapat tidak wajar terhadap posisi keuangan. paragraf pendapat harus berisi perujukan langsung ke paragraf terpisah yang menjelaskan dasar untuk pendapat tidak wajar tersebut.

tindakan ini dapat mengakibatkan kaburnya pernyataan tidak memberikan pendapat. paragraf lingkup audit dalam laporan auditor bentuk baku). Jika auditor menyatakan tidak memberikan pendapat. auditor harus menunjukan dalam paragraf terpisah semua alasan substantif yang mendukung pernyataannya tersebut. karena dampak hal yang kami uraikan dalam paragraf di atas. nomor izin akuntan publik. Ia harus menyatakan bahwa lingkup auditnya tidak memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Auditor dapat tidak menyatakan suatu pendapat bilamana ia tidak dapat merumuskan atau tidak merumuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. laporan auditor harus memberikan semua alasan substantif yang mendukung pernyataannya tersebut. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Pernyataan tidak memberikan pendapat adalah cocok jika auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memungkinkannya memberikan pendapat atas laporan keuangan. ia harus menjelaskan keberatan lain yang berkaitan dengan kewajaran penyajian laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. atau arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. atas dasar auditnya. Auditor tidak harus menujukan prosedur yang dilaksanakan dan tidak harus menjelaskan karakteristik auditnya dalam satu paragraf (yaitu. atau hasil usaha. bahwa terdapat penyimpangan material dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Jika pernyataan tidak memberikan pendapat disebabkan pembatasan lingkup audit. [Tanda tangan. nama rekan. Jika auditor menjelaskan bahwa auditnya dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. posisi keuangan Perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1. Sebagai tambahan.Menurut pendapat kami. 15 . Pernyataan tidak memberikan pendapat harus tidak diberikan karena auditor yakin. sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] i Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat Suatu pernyataan tidak memberikan pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan.

Karena perusahaan tidak melaksanakan penghitungan fisik sediaan dan kami tidak dapat menerapkan prosedur audit untuk meyakinkan kami atas kuantitas sediaan dan kos aktiva tetap. pendapat atas laporan keuangan. laporan perubahan ekuitas. bukti-bukti yang mendukung kos aktiva tetap yang dibeli sebelum tanggal 31 Desember 20X1 tidak lagi tersedia dalam arsip perusahaan. atau 20X1. Lebih lanjut. dan kami tidak menyatakan. nomor izin akuntan publik. dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. nama rekan. nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] 16 . yang dicantumkan dalam laporan keuangan sebesar Rp ___ pada tanggal 31 Desember 20X2 dan Rp ____ pada tanggal 31 Desember 20X1. [Paragraf kedua laporan auditor bentuk baku tidak perlu dicantumkan] Perusahaan tidak melakukan penghitungan fisik sediaan dalam tahun 20X2. lingkup audit kami tidak cukup untuk memungkinkan kami menyatakan.Contoh laporan auditor yang berisi pernyataan tidak memberikan pendapat sebagai akibat ketidakberhasilan auditor untuk memperoleh bukti yang cukup karena pembatasan lingkup audit disajikan berikut ini: Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] Kami telah membuat perikatan untuk mengaudit neraca perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X1 serta laporan laba-rugi. [Tanda tangan. Catatan perusahaan tidak memungkinkan dilaksanakannya penerapan prosedur audit lain terhadap sediaan dan aktiva tetap. Laporan keuangan adalah tanggungjawab manajemen perusahaaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful